Page 1

VIII

Vol. V No. 15

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

’’Speedytrek Indienation 2010’’ Hadir di Kuta TAHUN 2010 ini, Speedytrek Indienation yang merupakan kompetisi musik indie yang diselenggarakan PT Telkom melalui Speedytrek kembali digelar di 7 (tujuh) kota besar. “Brotherhood of Melody” menjadi tema Speedytrek Indienation kali ini yang mengandung makna sebagai upaya menjalin persaudaraan melalui musik. Setelah sukses digelar di Medan, Jakarta dan Surabaya, Speedytrek memasuki region keempat (Regional Denpasar) yang berlangsung di Kama Sutra Cafe,Kuta-Bali.

A

Ajang Final Regional ini dihadiri oleh EGM Multimedia, Joddy Hernady, SM Content Aggregation & Incubation Multimedia, Komang Budi Aryasa, SM Internal Delivery Chann & SVC Alliace, Sri Safitri dan didampingi pula oleh Manager CS Area Denpasar, I Ketut Tedja serta OM Multimedia Service Area KTI 2, I Made Arya Sudiartana. Dalam pertunjukan kali ini terdapat 10 (sepuluh) semifinalis Speedytrek Indie Nation yang siap menunjukkan performance antara lain; BEHIND THE WALL dengan lagu berjudul KOTA MATI, CORDIAL ARMY dengan lagu berjudul BEHIND STABBER, DESOUND dengan lagu berjudul PEMBERANI, DREIZEHN dengan lagu berjudul DEMOLISI EGOSENTRUM, KING OF PANDA dengan lagu berjudul RASA YANG ADA TAKKAN PERNAH HILANG, NULLIFY dengan

lagu berjudul NO ESCAPE, PEOPLE SAY dengan lagu berjudul MORON RAWK, PM BAND dengan lagu berjudul MURDER IS ART (M.I.A), SS dengan lagu berjudul BUKAN BONEKA, SEASONS dengan lagu berjudul GOODBYE. Menurut Anastasya, salah satu juri dalam kompetisi ini mengatakan bahwa penilaian lebih menjurus ke live performance masing-masing finalis. “Para Finalis Regional ini wajib menampilkan live performance terbaik dan bersaing untuk menjadi wakil dari region Denpasar di Grand Final Nasional yang akan berlangsung di Jakarta pada Januari 2011 mendatang”. ujarnya.. Kesepuluh finalish ini mulai menggemparkan suasana Kama Sutra Cafe dengan ciri khas musik

17 - 30 Desember 2010

Drama Gong Diharapkan Bangkit pada PKB 2011 Art & Cultural Dialogue

III

Jalan Santai Peduli AIDS

Save Our Destinations

V

”Speedytrek Indienational 2010” Hadir di Kuta Page Advertorial

VIII

(image/ist)

yang berbeda-beda. Kompetisi regional Denpasar ini menghasilkan pemenang dengan genre yang variatif. Di regional ini band King Of Panda berhasil keluar menjadi juara pertama dengan membawa pulang hadiah senilai Rp 5 juta rupiah, disusul band People Say diurutan kedua dengan hadiah senilai Rp 3 juta rupiah dan Band Behind The Wall diurutan ketiga dan mendapatkan hadiah seniali Rp 2 juta rupiah.

Hadiah pemenang dalam region ini diserahkan langsung oleh EGM Multimedia, Joddy Hernady. Dalam kesempatan ini disampaikan bahwa melalui ajang bergengsi diharapkan dapat meningkatkan kreativitas para musisi tanah air, karena melalui kompetisi mereka dapat mengekpresikan dan mengekspos karya melalui media yang telah disediakan oleh Telkom. “Pertunjukan yang telah disajikan para finalis malam ini sungguh sangat me-

mukau dan untuk region selanjutnya semoga para finalis Speedytrek dapat memberikan yang lebih baik dan semakin kreatif”. harap Joddy Hernady. Gelaran semifinal Speedytrek Indienation 2010 ‘Brotherhood of Melody’ region Denpasar ini diramaikan pula dengan kehadiran RUFIO, band asal California-USA, yang telah lama ada di scene melodic/punk dunia. (image)

Hotel dan Restoran Antri Tunggu Tamatan STP Nusa Dua Bali Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali telah menjadi lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata berkelas dunia. Sumber daya manusia yang dicetak, tak hanya menyebar di seluruh Indonesia, tetapi juga mampu bersaing ditingkat dunia. “Kesempatan kerja di sektor pariwisata bagi lulusan STP dan akademi pariwisata mencapai 95 persen,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, I Gde Pitana di STP Nusa Dua Bali, Jumat (3/12) ada saat menerima Kunjungan kerja spesifik Tim Komisi X DPR RI itu, Gde Pitana menegaskan, hotel berbintang dan restoran di luar negeri sampai antre menunggu tamatan STP untuk bekerja di negaranya. Kondisi itu, menurut mantan Kadisparda Bali itu harus direspon positif dengan menyiapkan fasilitas belajar sehingga bisa menciptakan tenaga kerja yang berkualitas.”Pekerja pariwisata yang banyak terserap di luar negeri adalah di antaranya Amerika Serikat sebesar 28,66 persen, Australia 23, 57 persen dan sisanya ke berbagai negara lainnya,” paparnya. Sementara Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi X DPR RI Rully Chairul Azwar dengan anggotanya mengharapkan, agar keberadaan STP tidak

P

saja mencetak sumber daya manusia, akan tetapi mampu melakukan strategi dalam pemerataan sektor pariwisata di Indonesia. “Kami harapkan STP memikirkan strategi dalam pemerataan dan mengisi lowongan kerja di hotel dan restoran di Tanah Air. Karena selama ini dominan lulusan STP kerja ke luar negeri,” katanya. Dan yang terjadi sekarang tamatan STP hampir 85 persen lebih bekerja ke luar negeri ketimbang di Indonesia. “Memang dari segi penghasilan jauh lebih tinggi dibanding di sini, namun disisi lain justru hotel-hotel berbintang di Indonesia dalam jajaran general manager atau manager harus

mendatangkan dari luar,” ujar-nya. Lalu, menyinggung pembangunan infrastruktur pada STP, Rully Chairul Aswar mengatakan, harus lebih terarah pada program yang direncanakan, biar tidak asal membangun tetapi di kemudian hari menjadi mubazir. Ia berharap sarana dan prasarana yang dibangun di lingkungan kampus STP harus sesuai dengan program yang direncanakan. Semisal laboratorium atau tempat praktek maupun perpustakaan. Dr I Nyoman Madiun M.Sc Ketua STP Nusa Dua mengatakan pihaknya berusaha untuk mempertahankan perolehan akreditasi dari BAN PT dan TedQual UNWTO serta sertifikasi dari BNSP. Di samping itu juga meningkatkan status

(image/bud)

DESTINASI BARU – Taman Mumbul yang akan dikembangkan menjadi destinasi baru di Desa Sangeh.

Yang Baru Muncul: Taman Mumbul (image/bud)

KUNJUNGAN – Rully Chairul Azwar didampingi Gde Pitana dan Nyoman Madiun saat dengar pendapat dengan perwakilan keempat UPT lembaga pendidikan tinggi di Indonesia . kelembagaan serta penerapan kurikulum yang berbasis pada SKKNI dan ACCSTP ( Asean Common Curriculum Standard for Tourism Professional) sebagai implementasi MRA. Namun, terkait dengan kritikan anggota DPR, Madiun mengatakan saran dan kritik dari dewan tersebut akan dijadikan

suatu acuan agar sekolah ini ke depan lebih baik. “Kami berterimakasih dewan telah mengkritisi keadaan di kampus ini. Dengan demikian kami pun akan menata kampus agar lebih baik,” ucapnya.

Mewujudkan Sangeh sebagai desa wisata, berbagai upaya terus dilakukan masyarakat di desa tersebut. Setelah melakukan penataan Objek Wisata Alam (OWA) Sangeh dengan memperluas hutan dan areal parkir, kini Sangeh yang kultur masyarakatnya masih asri tengah mempersiapkan destinasi baru. Taman Mumbul sebuah tempat untuk menggelar ritual melasti masyarakat Desa Sangeh dan sekitarnya. Tempat ini akan disulap menjadi pusat wisata tirta .

T

olong segera buatkan master plannya. Ini kan sebuah upaya untuk

mendukung pengembangakan kepariwisataan Badung Utara, kata Kepala Dinas Pariwisata Badung

Cok Darmawan kepada Bendesa Adat Sangeh ketika di sodorkan ide pengembangan Taman Mumbul dalam acara sosialisasi kepariwisataan Badung Utara, Sabtu (11/12). Daya tarik baru ini sebagai upaya mempercepat terwujudnya Sangeh sebagai desa wisata. Bendesa Adat Sangeh, IB. Dipayana mengatakan, pihaknya bersama masyarakat Sangeh sudah mempersiapkan Taman Mumbul

sebagai objek wisata tirta yang layak dikunjungi wisatawan. Tempat itu memiliki potensi daya tarik yang besar. Buktinya, pada hari raya tertentu, tempat ini ramai dikunjungi masyarakat lokal. “Dukungan dari masyarakat setempat sangat tinggi. Support dari pemerintah Kabupaten Badung juga ada, sehingga mewujudkan Taman Mumbul sebagai pusat wisata tirta sangat perlu,” ucapnya.

Taman Mumbul, jelas lelaki berkumis tebal ini, memiliki kolam seluas 80 are dengan debit air 222 liter perdetik yang mampu mengairi sawah seluas 200 Hektar. Sebelum air itu disalurkan ke sawah, air bersih ini bisa dimanfaatkan sebagai pusat wisata tirta. “Harapan nantinya, destinasi ini mampu menyerap tenaga kerja bagi masyarakat setempat,” harapnya. Bersambung ke Hal. VII

(image/bud)

C12-59


II

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

VII

Gaet Cipta Award SEBUAH prestasi yang sangat membanggakan. Daya tarik wisata (DTW) Alam Sangeh meraih juara II penghargaan Citra Pesona Wisata (Cipta) Award di bidang pengelolaan objek wisata yang berbasis lingkungan. Penghargaan diterima oleh Bendesa Adat Sangeh IB. Dipayana yang diserahkan oleh perwakilan dari Kementrian Budpar di Jakarta, beberapa waktu lalu. IB Dipayana mengatakan, selain kerapian manajemen, kunci penilaian juga soal lingkungan yang asri dan pengelolaan destinasi berbasis masyarakat yang terpenting. Artinya, masyarakat setempat benar-benar diberikan keleluasaan mengelola, kemudian hasilnya dikembalikan kepada masyarakat untuk menjaga keasrian lingkungan. “Dana yang diperoleh dari objek betul-betul dikembalikan untuk kepentingan masyarakat, seperti untuk menjaga objek, memperbaiki pura, bale banjar dan fasilitas desa lainnya,” katanya. (image/bud)

(image/bud)

Gerakan Perempuan Tanam Pohon MANGUPURA - Tim Penggerak PKK Kab. Badung melakukan kegiatan penghijauan dengan menanam 20.000 pohon diawali dengan penyerahan pohon secara simbolis di Lapangan Munggu, belum lama ini. Jenis pohon yang ditanam, seperti 4.000 pohon durian, 4.000 pohon mangga, 3.000 pohon nangka, 3.000 pohon sawo manila, 3.000 pohon pinang dan 3.000 pohon rambutan. Bibit pohon ini ditanam di seluruh wilayah Kabupaten Badung dari Badung Utara hingga Badung Selatan. Ketua Panitia yang juga Ketua Tim Pengerak PKK Kab. Badung, Nyonya Ratna Gde Agung mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh unsur organisasi perempuan seperti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Gatriwara, WHDI dan unsur (image/ist) lainnya. Hadir juga dalam acara ini Bupati Badung A.A Gde Agung, Anggota Tanam Pohon – Tim penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Ratna Gde DPRD Kab.Badung Drs.I Nyoman Agung dan Bupati Badung, A. A Gde Agung secara simbolis menanam bibit Sutrisno, dan pejabat di Lingkungan pohon. Pemkab.Badung. (image/bud)

Badung Siapkan Sistem PHR on line Pemkab Badung tampaknya cukup serius dalam mengembangkan sistem pembayaran pajak hotel dan restoran (PHR) secara on line. Buktinya, Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Badung bekerjasama dengan Universitas Udayana mempresentasikan studi kelayakan penerapan sistem on line dalam pemungutan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Badung.

Tanam Pohon di Banjar Auman MANGUPURA - Sekitar 165. 936 pohon terdiri dari pohon mahoni, Jati, Gamelina, Jempinis, Albesia, Kajimas, Mangga, Manggis, Durian dan tanaman multiguna lainnya ditanam di Br. Auman, Plaga, Petang, Jumat (26/ 11). Kegiatan berskala nasional ini digelar Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan yang dihadiri Kepala Inspektorat Wisnu Bawa Temaja,SH,MH didampingi Anggota DPRD Badung IB. Sunarta. Penghijauan serangkaian Hari Menanam Pohon Indonesia yang dikaitkan dengan Puncak Penghijauan Konservasi Alam Nasional (PPKAN) dan Gerakan Bhakti Penghijauan Pemuda (GBPP) ini akan diteruskan pada Desember selama satu bulan penuh oleh seluruh komponen masyarakat.

Lolec

P

FSP-Par Bantu 30 KK Miskina MANGUPURA – Memaknai Hari Galungan dan Kuningan, Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC F SP PAR-SPSI) Kabupaten Badung bekerjasama dengan Pemkab Badung menyerahkan bantuan kepada 30 KK miskin di Badung. Bantuan berupa beras dan uang dipusatkan di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Puspem Badung, Senin (6/12). Ketua PC F SP PAR-SPSI Badung Putu Satyawira Marhaendra menyampaikan, penyerahan bantuan kepada KK miskin ini, merupakan salah satu program bakti sosial dari FSP-Par Badung. Sementara Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Badung Drs. Tjok Ngurah Bagus Agung mengatakan pemerintah menyambut positif kegiatan sosial ini. (image/bud)

resentasi yang digelar di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (13/ 12) diikuti langsung oleh Bupati Badung A.A. Gde Agung, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunartha bersama sejumlah anggota Dewan, Kadispenda A.A. Ngr. Alit Agung serta pejabat terkait lainnya. Ketua Tim Unud Made Arya Utama

mengatakan, studi kelayakan ini menggunakan tiga metode kajian yaitu kajian aspek yuridis/hukum, aspek teknis dan aspek ekonomi. Dari kajian yuridis, Instuksi Presiden no. 6 tahun 2001 jo Instruksi Presiden No. 3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan E-Government dan UU mengenai

.Bupati Gde Agung memberikan apresiasi kepada tim Unud yang telah melakukan studi

(image/bud)

kelayakan terkait penerapan PHR on line di Badung. Bupati sependapat kalau sistem ini dilakukan secara bertahap, karena penerapan sistem on line ini tidak segampang membalikkan telapak tangan. “Untuk menyempurnakan sistem ini, masih banyak tahapan yang mesti harus dilakukan salah satunya mengadakan sosialisasi

kepada pihak hotel,” ucapnya. Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Sunartha. Namun Sunartha mengharapkan kepada tim agar sistem on line ini dapat dilakukan di seluruh hotel yang ada di Kabupaten Badung mengingat tidak semua hotel dapat melakukan sistem on line tersebut. (image/bud)

Jalin Kerjasama “Cultural Heritage Preservation”

Badung Raih Penghargaan PU MANGUPURA-Ini adalah kali keduanya Kabupaten Badung meraih penghargaan peringkat pertama tingkat nasional berkenaan dengan jalan dan jembatan. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Ir. Joko Kirmanto dan diterima Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Badung Ir. IB Soerya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Penghargaan ini diberikan karena Pemerintah Kabupaten Badung berhasil dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan yang dalam kondisi mantap mencapai 90,26 %. Ketut Sudikerta mengatakan, keberhasilan ini berkat kerja keras dan dukungan semua pihak baik itu pihak DPRD dan tentunya dukungan dari seluruh masyarakat Badung. “Untuk tahun ini, Badung merupakan satu-satunya Kabupaten/Kota di Bali yang meraih penghargaan tersebut. Keberhasilan ini perlu kita pertahankan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Perpajakan serta Peraturan Daerah (Perda) menentukan aparat pemerintah harus menggunakan teknologi telematika untuk mendukung good governance dan mempercepat proses demokrasi.

Yang Baru Muncul: Taman Mumbul ... ................................................................Sambungan Hal 1 Dalam penataannya, jelas Dipayana, Taman Mumbul dibagi menjadi tiga lokasi yaitu Utamaning Mandala merupakan tempat menggelar ritual melasti bagi masyarakat setempat, sehingga tercipta atraksi budaya hidup sebagai daya tarik wisata yang asri. “Kegiatan ritual melasti ini hampir ada setiap bulannya, karena ada sekitar 10 desa yang memilih tempat suci itu sebagai tempat melasti,” tambahnya. Demikian pula pada areal Madya Mandala yang memberikan ruang santai bagi masyarakat, dengan sentuhan aura pura.

Berbagai jenis atraksi wisata air nantinya dipusatkan pada Nista Mandala yang ada paling selatan areal. Aktivitas air yang rencana dibuat seperti kolam renang, perosotan, dan permainan air lainnya yang akan melintasi teba (halaman belakang rumah). “Tempat ini juga menarik dijadikan tempat tracking. Wisatawan turun di (Objek Wisata Alam) OWA Sangeh kemudian berjalan melintasi desa hingga sampai di Taman Mumbul dengan jarak sekitar 500 meter,’ imbuhnya. (image/bud)

DENPASAR - Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar akan melakukan kerjasama dalam bidang penelitian pelestarian informasi seni budaya dengan bantuan teknologi, informasi, dan komunikasi. Hal tersebut terungkap setelah rombongan UI yang dipimpin oleh Dekan Fasilkom, Prof.Dr. T.Basaruddin, didampingi Prof.Dr. Ir. Aniati Murni Arymurthy,M.Sc. Serta Mirna Adriani,Ph.D. berkunjung ke ISI Denpasar, belum lama ini. Rektor ISI Denpasar, Prof.Dr. I Wayan Rai S.,M.A. sangat senang karena pihak UI memi-

lih ISI Denpasar untuk kerjasama ini. “Dengan adanya kerjasama yang baik ini, ISI Denpasar diberi kesempatan untuk men-

ingkatkan kualitas diri sehingga mampu turut serta dalam pelestarian warisan budaya melalui IT, demi kemajuan kita bersama,” harap Prof. Rai . (image/bud)


VI

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

Berlibur Galungan di Tanah Lot

Drama Gong Diharapkan Bangkit pada PKB 2011

akon dan ceritera yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti ceritera Panji, Babad, Sejarah juga ceritera rakyat. Bahasa Bali dijadikan bahasa pengantar sehingga penonton lebih cepat mengerti maksud dari ceritera yang ingin disampaikan. Dalam mempersiapkan naskah, para pemain ini tidak terlalu ribet membuat naskah tertulis, cukup secara lisan saja, karena yang lebih utama adalah improvisasi. Walau demikian, jika seorang tokoh dalam drama mengungkapkan rasa sedihnya, penonton juga ikut menangis, lucu penonton tertawa, membangkang penonton jengkel dan lainnya. Artinya, penonton yang hadir seakan larut dalam seni pertunjukan itu. Drama yang terkenal di jaman itu seperti Drama Gong Abianbase (Gianyar), Drama Gong Banyuning (Singaraja), Drama Gong Kertha Budaya (Denpasar) dan Drama Gong Bintang Bali Timur. Drama Gong yang lahir tahun 1967 dengan tokoh A.A Payadnya (Gianyar) tak hanya berfungsi sebagai hiburan karena leluconya, tetapi juga mampu sebagai media pendidikan anak-anak khususnya

L

Suasana libur Galungan ini wisatawan terus berdatangan ke Tanah Lot,” ucap Manager Opersional Objek Wisata Tanah Lot I Made Sujana Dikatakan Sujana, wisatawan domestik lebih banyak datang secara berombongan dengan menggunakan bus. Berbeda dengan wisatawan mancanegara yang diantar khusus oleh guide ataupun travel. Ada juga wisatawan yang datang perorangan dengan mengendarai sepeda motor. “Masyarakat lokal yang ingin bersembahyang dan yang sekedar jalan-jalan juga banyak,” imbuhnya. Untuk hari raya Galungan ini, pengelola Tanah Lot tidak mempersiapkan atraksi secara khusus bagi wisatawan. Pihak pengelola hanya tetap menjaga sistem keamanan, sehingga wisatawan merasa nyaman. Polisi, pecalang hingga aktifnya CCTV yang dipasang pada tiap-tiap titik untuk menjaga kondisi tetap aman. Selain itu, sikap ramah dan menghormati tamu bagi para pedagang selalu dijaga. Jika dibandingkan pada hari raya Galungan Mei 2010 sebelumnya, suasana hari raya kali ini terasa

kunjungan lebih ramai dengan kenaikan kunjungan sebesar 11.19 persen. Bila selama dua hari, pada Galungan dan Manis (8-9 Desember) kunjungan mencapai 17.114 orang meningkat dibandingkan dengan suasana hari raya yang sama pada 1213 Mei lalu yang hanya mencapai 15.391 orang.

RAMAI – Suasana libur Galungan Objek Wisata Tanah Lot ramai dikunjung wisatawan

© bud

Produk Spa Merk Bali Diburu di Eropa N

AMA Bali telah memiliki brand yang cukup tenar di dunia internasional. Produk apapun yang dibuat, bila diberi label Bali pasti

memiliki peluang besar untuk menggaet pasar di seluruh dunia. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksport Produk Indonesia dan Pertambangan Dirjen Luar Negeri

© bali tropic

Albert Yusuf Tobogu, pada seminar penguatan daya saing ekspor Bali, di Sanur, pekan lalu. Albert Yusuf mengatakan, selain destinasi wisata yang terkenal, Bali juga memiliki sektor andalan di bidang produk non migas. Bahkan, di Negara-negara maju seperti Eropa, Timur Tengah tengah dibidik untuk sasaran produk tradisional. Misalnya, memilih produk-produk tradisional untuk spa atau massage. Di Eropa, produk spa merk Bali diburu. Utamanya minyak pijat ala Bali dan massage oil dengan merk Bali sangat disenangi, katanya. Kata Albert, Spa ala Bali kini bertebaran di negara-negara tersebut. Dan yang paling mengejutkan adalah minyak yang digunakan untuk memijat. Saya melihat produk minyak ala Bali sangat ngetren untuk dibeli dan digunakan oleh masyarakat Eropa,

ungkapnya. Oleh karena itu, lanjut Albert, tidak usah menganggarkan dana yang besar untuk berpromosi langsung ke luar negeri. Cukup dengan menggelar even-even ekspo perdagangan di dalam negeri, ketimbang berkunjung ke luar negeri beramai-ramai dengan biaya yang tinggi. Bali cukup menggelar even dalam negeri saja, Bali sudah punya branding yang luar biasa. Dan peluang ini akan dikejar terus oleh pasar, ucapnya. Albert kemudian mengingatkan, yang perlu diperhatikan adalah kemasan produk. Pengusaha Bali harus pintar-pintar mengkemas produknya, sehingga menarik dan memiliki daya saing kuat untuk menggaet pasar. Nilai ekspor nonmigas, baik barang dan jasa merupakan pendapatan yang penting di Bali, pungkasnya.

dalam menerapkan ajaran agama. Sering juga drama dijadikan sebagai media penerangan sebuah program pemerintah, juga sebagai alat promosi sebuah produk. Sayangnya, belakangan ini pertunjukan seni Drama Gong terlihat lesu. Jarang ada pertunjukan seni kehidupan manusia diatas panggung itu. Bahkan boleh dibilang, keberadaan sekaa dramapun sudah bisa dihitung dengan jari. Padahal, seni drama gong itu penting bagi pendidikan budi pekerti, juga merupakan sejarah perkembangan seni tradisional di Bali. Program PKB Dalam setiap helatan Pesta Kesenian Bali (PKB), drama gong juga menjadi sajian favorit pengunjung PKB. Entah karena perkembangan jaman, seni pertunjukan drama gong ini kemudian nyaris tak dilirik pengunjung PKB. Kenyataan itu, membuat Pemerintah Provinsi Bali, dalam hal ini Dinas Kebudayaan menjadi miris, sehingga dalam setiap event tahunan itu Drama Gong menjadi materi pokok yang mesti disajikan oleh kabupaten/kota di Bali. . Dalam rapat persiapan PKB 2011 ruang rapat Disbud Bali,

Kami harus optimis untuk mencapai target 5 juta wisman. Target ini bisa tercapai dengan catatan adanya upaya perbaikan infrastruktur serta pembangunan pariwisata yang tidak terfokus di Badung Selatan saja,” ujar Kadiparda Bali, IB Kade Subhiksu, Kamis (25/11). Ia menyatakan, pencapaian target lima juta wisman pada 2015 bukanlah hal mustahil, asalkan ada komitmen dan langkah nyata untuk mengejar terget tersebut. Bedasarkan data di Diparda Bali, jumlah kunjungan wisman sejak awal tahun 2010 hingga Oktober telah mencapai angka 2,1 juta, atau tumbuh sekitar 11 persen.

Sementara kedatangan wisatawan domestik mencapai 3,2 juta. “Jika dikalkulasi jumlah kunjungan wisman dan domestik maka jumlahnya sudah mencapai angka 5,5 juta. Jika tahun ini jumlah kunjungan wisman ke Bali 2,5 juta berarti masih ada kekurangan sekitar 2,5 juta,” paparnya seraya mengatakan, dalam setahun Bali harus meningkatkan jumlah kunjungan 500.000 wisman untuk mencapai target lima tahun ke depan. “Jika diprosentase berarti dalam setahun kenaikan 20 persen. Untuk mengejar pertumbuhan 20 persen memang memang berat, namun bukan hal mustahil,” optimisnya. Dikatakan, target berat tersebut bisa dicapai jika semua pihak

IB Kade Subhiksu

© bud

bersatu untuk menjaga kondisi tetap stabil. Perbaikan infrastruktur harus segera dilakukan untuk menciptakan akses ke pusat-pusat wisata. “Akses jalan harus dibangun segera. Selain akses jalan, akses penerbangan juga harus dibuka untuk mendatangkan wisatawan. Sebab, tanpa didukung penerbangan yang memadai, tidak mungkin Bali mencapai target

kunjungan,” ungkapnya. Saat ini saja banyak wisatawan yang mengalami kesulitan berkunjung ke Bali. “Ini juga harus menjadi perhatian pihak pusat dalam mengatur regulasi penerbangan,” imbuhnya. Disebutkan, ada peluang yang selama ini belum dimanfaatkan oleh Bali dan bisa mendatangkan wisatawan dalam jumlah banyak. Bali memiliki peluang pasar MICE yang luar biasa. Apalagi BTDC tengah membangun tempat pertemuan dan eksebisi yang sangat besar dan mampu menampung belasan ribu orang. Selain pasar MICE. “Bali juga memiliki pasar cruise yang amat besar. Beberapa pelabuhan cruise harus segera dibangun dan dimanfaatkan. Tahun ini cruise yang masuk kurang dari seratusan, jika ini bisa ditingkatkan, maka jumlah wisatawan yang bisa didatangkan bisa mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu wisatawan,” terangnya.

Sementara, Ketua Society of Indonesia Professional Convention Organizers (SIPCO) Bali Putu Juarez R Putra menyatakan, Bali akan menjadi target penyelenggaraan wisata meetings, incentives, conference, and exhibitions (MICE) hingga 2014 mendatang. Hal ini terlihat bidding atau permintaan MICE yang terus tumbuh hingga empat tahun mendatang. “Kegiatan MICE hingga akhir 2010 diperkirakan mencapai ratusan. Kami optimis wisata MICE tahun ini akan terus tumbuh hingga puncaknya November ini,” ujarnya. Menurutnya, wisatawan MICE memiliki spending money yang jauh lebih besar dibandingkan tipe wisatawan yang lain. Sebab, belanja tamu MICE lima kali lipat wisatawan perorangan atau grup. Terlebih, golongan backpacker yang hanya membelanjakan di bawah Rp l juta per hari.

© image/kmb

beberapa waktu lalu, seni pertunjukan drama gong remaja kembali bakal digelar. Disamping untuk meningkatkan pelestarian serta pengembangan seni budaya yang sempat mencapai masa jayanya, juga diharapkan dapat menjadi media pendidikan budi pekerti pada generasi muda. Setiap daerah diharapkan tampil dengan garapan seni pertunjukan drama gong remaja khas daerahnya, Kalau dalam PKB sebelumnya masih banyak daerah yang tidak berpartisipasi, namun dalam ajang PKB tahun depan diharapkan setiap daerah wajib mengirimkan duta

ika Anda berwisata di Bali hingga dipenghujung tahun 2010 ini, anda akan mendapat berbagai sajian seni dan budaya Bali yang kreatif. Tak hanya di hotel tempat anda menginap, sajian penuh inovasi itu juga digelar di berbagai daerah di Bali. Sebut saja salah satunya Denpasar Festival yang digelar di Jl. Gajah Mada dan di Lapangan Puputan Badung, tepatnya pada titik nol Ibu Kota Provinsi Bali. Event tahunan yang total menyajikan seni budaya Bali ini akan berlangsung selama empat hari (28 – 31 Desember) yang menampilkan berbagai kegiatan, seperti festival kuliner Indonesia, Denpasar Floricultural, Denpasar Great Sale, Ruang informasi dan layanan public serta diakhir acara akan melaksanakan prosesi melepas matahari 2010. “Kegiatan ini akan menampilkan inovasi baru sehingga tidak terkesan monoton setiap tahunnya,” ungkap Jero Bendesa Desa Pakraman Denpasar A.A. Putu Suwetja selaku Ketua Umum Panitia yang didampingi Kadis Pariwisata Kota Denpasar Putu Budiasa pada rapat koordinasi panitia Denpasar Festival, Senin (6/ 12) di kantor Wali Kota Denpasar. Putu Budiasa kemudian menimpali, Denpasar Festival merupakan pengejawantahan dari semangat Denpasar untuk menjadikan dirinya sebagai sebuah kota kreatif berbasis budaya unggulan. Selain itu, juga sebagai perwujudan dari kerjasama

J

© bud

- Melestarikan seni budaya Bali, jangan hanya berteori saja. Perlu ada tindakan nyata yang dapat melibatkan masyarakat banyak, utamanya yang remaja. Kegiatan lomba tari ini salah satunya. Lewat Festival Budaya Badung (FBB) yang dirangkaikan dengan HUT Ke-1 Ibukota Badung- Mangupura menggelar lomba Tari Tingkat Remaja Kegiatan yang dipusatkan di Wantilan DPRD Kabupaten Badung, Jumat (26/11) melibatkan siswa siswi SMP dan SMA se-Badung sebagai peserta. Ada dua jenis tari yang dilombakan, yaitu Tari Truna Jaya dan Tari Kebyar Duduk. Tim penilai Ni Nyoman Manik Suryani, SST, Ni Nyoman Muliati, SST dan I Made Narmada, S.Sn.

M

seninya dalam seni pertunjukan drama gong. Ini tentunya dalam upaya menciptakan pemerataan sekaligus menggeliatkan semangat kreatif dari para seniman setiap daerah. Wayan Sugita, selaku koordinator parade drama gong remaja PKB 2011 meminta setiap daerah wajib berpartisipasi mengirimkan duta seninya di bidang seni pertunjukan drama gong remaja dalam parade drama gong remaja PKB tahun depan. Apalagi, syarat pemain drama gongnya tidak terlalu sulit asalkan secara sadar mengoptimalkan

pemberdayaan seniman lokal setiap daerahnya. Tidak memakai seniman impor dari daerah lain. Lebih jauh, kata Sugita, bisa juga sebuah pementasan drama gong kolaborasi yang melibatkan seluruh seniman drama gong yang sudah lawas dari setiap daerah. Menurutnya itu penting untuk memberikan daya gugat sekaligus pembelajaran bagi para seniman drama gong remaja. “Terlibatnya seniman senior, sebagai cambuk dan semangat agar mereka lebih kreatif dalam mengembangkan seni budaya Bali di masa mendatang,” tandasnya.

Pesona Akhir Tahun di ‘’Denpasar Festival’’

Lomba Tari Remaja

Optimis, Target Lima Juta Wisman ke Bali Tercapai

III

erat masyarakat dan pemerintah, sebuah sinergi antara konsep pembangunan topdown dengan inisiatif bottom-up guna menciptakan sebuah keseimbangan dalam perubahan dan tantangan dunia yang mengglobal. Sementara Asisten Administrasi Pembangunan IGN Eddy Mulya mengatakan, sudah saatnya karakteristik event ini diposisikan dibenak masyarakat. Maka itu perhelatan yang sebelumnya hanya dipahami sebagai wahana untuk

menyuguhkan aneka produk dan budaya unggulan, kini lebih didorong ke wilayah pemaknaan akan karakter dan jati diri yang melandasinya dalam ruang kreasi, apresiasi dan prestasi. Tahun ini, terang Eddy Mulya, Festival Denpasar mengangkat tema Buana Citra Kara yang bermakna Ranah Bertabur Kreasi dan Prestasi, sehingga inovasi dalam penyajian isi dari pameran itu tetap menampilkan inovasi baru, sehingga tidak terkesan monoton.

© bud


IV

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

“Car Free Day”, Saatnya Naik Sepeda

Denpasar, Kota Terfavorit bagi Wisatawan OTA Denpasar berhasil meraih dua penghargaan terbaik tingkat nasional dalam bidang tourism. Yakni, sebagai kota dengan pelayanan terbaik dan sebagai kota terfavorite Indonesia Tourism Award (ITA) 2010. Prestasi ini diraih berdasarkan penilaian dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama dengan Majalah SWA. Piagam ITA ini diserahkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Ir. Jero Wacik,SE. dan diterima Sekkot Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara,M.Si. belum lama ini. Atas keberhasilan ini, Rai Iswara mengaku sangat bangga dan sekaligus ini menjadikan motivasi dalam memberikan pelayanan bagi wisatawan yang datang ke Kota Denpasar. Penganugrahan ITA ini diberikan melalui proses survei di 25 kota/

K

BERSEPEDA “Antusias masyarakat bersepeda pada kegiatan “Car Free Day”

rogram “Car Free Day” sebagai upaya pengurangan polusi udara akibat bertambahnya kendaraan bermotor di Kota Denpasar. Kegiatan ini berdampak pula terhadap kesehatan masyarakat terkait dengan tingginya akibat gas buang emisi kendaraan bermotor, juga mampu menghemat energi. “Mari kita bersama-sama menggaungkan “Car Free Day” setiap hari minggu,” ajak Ketua Komunitas sepeda Samas Denpasar Dewa Made Marthakota kepada Bali Travel News, belum lama ini. Menurutnya, kegiatan bersepeda ini tidak bersifat

P

sementara atau hangat-hangat tahi ayam. Marthakota yakin, kedepannya lebih banyak lagi masyarakat yang memilih bersepeda. Samas sudah mempunyai ribuan anggota yang tersebar di seluruh Bali dan selalu melakukan sepeda santai. Karena itu, ia berharap tak hanya melibatkan warga kota tetapi juga warga dari daerha lain, bila perlu wisatawan. Sehinga mereka bias merasakan kembali kea lam sembari menikmati alam Bali. Hal senada juga dikatakan General Manager Garuda Indonesia Jubi Prasetyo. Menurutnya, bersepeda layak dijual sebagai salah satu atraksi

© image/kmb

PENGHARGAAN - Wakil Bupati Badung Drs.I Ketut Sudikerta menerima Penghargaan bidang Jalan dan jembatan dari Menteri PU. (image/ist)

SBY Singgah di Kantor Bupati IANYAR – Sunggguh tak diduga sebelumnya. Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono, didampingi Ibu Ani Yudoyono, Menbudpar Jro Wacik, Menpora Andi Malarangeng, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengunjungi Kantor Bupati Gianyar, Selasa (7/ 12). Rombongan Presiden yang dalam perjalanan dari menghadiri Bali Demokrasi Forum (BDF) di Nusa Dua menuju Pura Mahagiri, Karangsem menyempatkan singgah di Kantor Bupati Gianyar.

G

ANGUPURA-Ini adalah kali keduanya Kabupaten Badung meraih penghargaan peringkat pertama tingkat nasional berkenaan dengan jalan dan jembatan. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Ir. Joko Kirmanto dan diterima Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Badung Ir. IB Soerya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Penghargaan ini diberikan karena Pemerintah Kabupaten Badung berhasil dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan yang dalam kondisi mantap mencapai 90,26 %. Ketut Sudikerta mengatakan, keberhasilan ini berkat kerja keras dan dukungan semua pihak baik itu pihak DPRD dan tentunya dukungan dari seluruh masyarakat Badung. “Untuk tahun ini, Badung merupakan satusatunya Kabupaten/Kota di Bali yang meraih penghargaan tersebut. Keberhasilan ini perlu kita pertahankan bahkan ditingkatkan di tahuntahun mendatang,” jelasnya.

Mereka diterima Sekda Kab. Gianyar, Cokorda Gde Putra Nindia. Saat singgah di Kantor Bupati, SBY dan Bu Ani sempat mengamati dan mengagumi sebuah Patung Garuda Wisnu yang terpajang di depan ruang kerja Bupati Gianyar. “Cok Ace (Bupati Gianyar Cokorda Artha ardana Sukawati) itu seorang penari calonarang” jelas SBY kepada Bu Ani. “Disini pusatnya seni jadi banyak barang-barang seninya”, timpal Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.

© dok

Jalan Santai Peduli AIDS

pariwisata perkotaan. Sebab lewat bersepeda ini bisa dijadikan destinasi baru untuk kalangan wisatawan lokal. “Kita berupaya ajang bersepeda dengan mengelilingi rute-rute dari destinasi pariwisata yang ada di Bali layak untuk dipromosikan untuk wisatawan,” kata Jubi saat menggelar Reli Sepeda sekaligus mengukuhkan Garuda Group Cycling Community (G2C2). Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Budiasa ketika ditemui di Kantor Wali Kota baru-baru ini menyambut positif masukan dari berbagai kalangan bahwa kegiatan “Car Free Day” layak dipromosikan untuk wisatawan. Menurutnya hal itu sangat menarik karena dapat memberikan alternative bagi wisatawan yang berwisata di Bali. Namun, jika itu dilakukan diluar jalur “Car Free Day” akan dihadapkan pada masalah lalu lintas yang begitu ramai. Pengawasan lalu lintas lebih ketat sangat diperlukan.

Badung Raih Penghargaan PU M

kabupaten yang dipilih berdasarkan besarnya penerimaan dari pos yang terkait dengan industri pariwisata dalam APBD dan focus group discussion. Survei ini dilakukan selama Agustus – Oktober dengan melibatkan 1.619 responden yang terdiri dari 1.470 wisnus dan 149 wisman. Di tiap kota jumlah responden yang disurve berkisar 60 – 90 wisatawan. Metodelogi survei dilakukan dengan mengkombinasikan dua model analisis yakni analisis kepuasan dan net promoter score. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kota Denpasar dinilai paling memuaskan dengan tingkat kepuasan mencapai 90,4 disusul DI Yogyakarta (87,9) dan Bukittinggi (85,1). Kota Denpasar dinilai paling memuaskan karena dari sejumlah atribut indek kepuasan yang dinilai cukup mendominasi.

V

IANYAR - Wakil Bupati Gianyar, Dewa Made Sutanaya melepas ratusan peserta jalan santai di depan Balai Budaya Gianyar, Sabtu (10/12). Jalan santai yang digagas oleh Disdikpora Kabupaten Gianyar serangkaian dengan memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) di Kabupaten Gianyar. Acara yang berslogan “Tingkatkan Hak dan Akses Pendidikan untuk semua” diikuti oleh seluruh PNS dilingkungan Pemda Gianyar,

G

Muspida dan pelajar SD, SMP dan SMA . Ketua Panitia, I Gusti Ngurah Wijana, MM. mengatakan, selain jalan santai dalam peringatan HAS di Gianyar juga digelar kunjungan social dan pemberian bantuan kepada yatim piatu , sosialisasi HIV/AIDS,; dialog interaktif di radio, seminar peran generasi muda dalam penanggulangan AIDS, zero survey ke daerah yang beresiko tinggi dan jambore KSPAN.

Sopir Taksi Harus Tahu Budaya dan Bahasa Asing EBAGAI destinasi wisata dunia, Bali harus tetap menjaga budaya yang menjadi leading sector dari pada pariwisata Bali. Sementara bahasa asing, perlu dikuasai sebagai alat untuk memberikan informasi yang sebaik-baiknya kepada wisatawan. “Para sopir taksi menjadi leading sektor dalam pencitraan Bali, karena mereka sangat dekat dengan wisatawan, “kata Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Propinsi Bali, Made Santha, didampingi Ketua DPD Organda Propinsi Bali, IK. Eddy. Dharma Putra, S.Sos, di Balai Diklat Perhubungan Propinsi Bali, Batuyang, Gianyar belum lama ini. Pariwisata, jelas Santha, sangat dekat hubungannya dengan sektor transportasi. Taksi menjadi salah satu sarana angkutan yang banyak digunakan wisatawan. Maka dari itu, sebagai upaya meningkatkan layanan, para sopir taksi perlu

S

TERIMA PENGHARGAAN – Sekkot Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara,M.Si. mewakili Pemkot Denpasar menerima penghargaan Indonesia Tourism Awards 2010 yang diserahkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Ir. Jero Wacik,SE. (image/ist)

BTDC Serahkan Tempat Sampah

© bud

Kini, Denpasar Miliki BPC PHRI UDAH seyogyanya Denpasar memiliki BPC (Badan Pimpinan Cabang) PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restourant Indonesia), sehingga dapat mewadahi hotel dan restoran di ibu kota provinsi Bali ini. “PHRI Denpasar ini akan menjadi partner pemerintah untuk diajak bersama-sama melakukan

S

: Direktur Operasi BTDC, Drs IGK Purnaya, SH. Msi, menyerahkan bantuan berupa tempat sampah dan pohon Genitri kepada Jero Mangku Pura Batu Karu. Kegiatan ini sebagai upaya untuk memupuk eksistensi dalam mengelola pariwisata berbasis lingkungan yang berkelanjutan. “Ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap lingkungan dan juga kelestarian pura-pura yang ada di Bali” katanya. Menurutnya, hal ini seiring dengan program kerja yang dilaksanakan di Kawasan Nusa Dua juga di luar kawasan, sehingga tercipta suatu harmonisasi yang tidak terlepas dari makna Tri Hita Karana itu sendiri. Selain di Pura Batukaru, hal itu juga dilakukan di pura lain seperti Pura Pulaki, Pura Melanting, Pura Pemuteran, Pura Pabean, Pura Dalem Peed, Pura Giri Putri, Pura Kerangkeng Besi, Pura Puncak Mundi, Pura Tanah Kilap, Pura Candi Narmada, dan Pura Uluwatu.

PT. Bali Sinar Mentari Tours & Travel Jl. Wanbira Sakti-Pondok Indah Raya III/ 1 Gatot Subroto Barat Ph.62-361-414057,411074 Fax.62-361-414507 Email : bsmtours@dps.centrin.net.id bali_sunshine@indo.net.id Reservasi : Hotel, Restoran, Transport, Tiket, Tirta Yatra, dll. SA-126

pembinaan terhadap tourism di Denpasar,” kata Kepala Dinas Pariwisata Denpasar, Drs. I Putu Budiasa di Denpasar belum lama ini. Budiasa menegaskan, dirinya menyambut positif dibentuknya PHRI di Kota Denpasar, sehingga bisa dilibatkan dalam melakukan sertifikasi dan klasifikasi terhadap akomodasi yang ada. Di samping itu, PHRI nantinya bisa terlibat dalam event-event besar yang digelar kota berwawasan budaya ini, Gajah Mada Town Heritage, Melepas Matahari dan lainnya.. Sementara Ketua Steering Committee Musyawarah Cabang (Muscab) BPC PHRI Denpasar, Dasi Astawa, mengatakan, pembentukan PHRI ini penting untuk melakukan pengawasan dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Menurut Dasi Astawa, pembentukan PHRI ini sangat

strategis mengingat Denpasar sebagai Ibu Kota Propinsi Bali. Di samping itu, Denpasar memiliki banyak hotel bahkan banyak yang baru bermunculan, sehingga kedepannya pasti akan ada persoalan yang akan dihadapi. Hal senada juga dikatakan Seketaris Steering Committee, Perry Markus dan Ketua BTB, Ida Bagus Ngurah Wijaya. Dengan terbentuknya PHRI Denpasar maka akan mempermudah koordinasi PHRI dengan pemerintah Kota Denpasar. Adanya sinergi antara pemerintah dan PHRI Denpasar untuk menata industri pariwisata di Denpasar sangat perlu. “Selama ini, tugas-tugas yang menjadi wewenang PHRI Denpasar dilaksanakan oleh PHRI Bali, termasuk pembahasan tarif ABT,” ujar Perry Markus.

diberikan pendidikan bahasa asing maupun budaya.. “Tujuan diklat ini untuk menciptakan kondisi transportasi yang aman, nyaman dan kondusif,” ucapnya seraya mengatakan Diklat awak kendaraan taksi menjadi kegiatan pertama yang diikuti 100 peserta. Dalam diklat itu, para pengemudi taksi diberikan kursus bahasa Inggris praktis dan informasi mengenai kepariwisataan Bali. Dengan penguasaan pengetahuan itu, sopir taksi diharapkan bisa membantu pemerintah untuk memberikan informasi kepada penumpang mengenai Bali. Sementara, IK. Eddy. Dharma Putra, menyinggung desiplin para sopir taksi dalam melaksankan tugasnya. Misalnya, sopir taksi tidak melakukan hal-hal yang merugikan penumpang, berpakaian kerja hendaknya sesuai dengan situasi dan harus bersih dan rapi, serta memberlakukan standarisasi argo taksi sehingga tidak ada istilah argo kuda atau argo tembak.

© dok


IV

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

“Car Free Day”, Saatnya Naik Sepeda

Denpasar, Kota Terfavorit bagi Wisatawan OTA Denpasar berhasil meraih dua penghargaan terbaik tingkat nasional dalam bidang tourism. Yakni, sebagai kota dengan pelayanan terbaik dan sebagai kota terfavorite Indonesia Tourism Award (ITA) 2010. Prestasi ini diraih berdasarkan penilaian dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama dengan Majalah SWA. Piagam ITA ini diserahkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Ir. Jero Wacik,SE. dan diterima Sekkot Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara,M.Si. belum lama ini. Atas keberhasilan ini, Rai Iswara mengaku sangat bangga dan sekaligus ini menjadikan motivasi dalam memberikan pelayanan bagi wisatawan yang datang ke Kota Denpasar. Penganugrahan ITA ini diberikan melalui proses survei di 25 kota/

K

BERSEPEDA “Antusias masyarakat bersepeda pada kegiatan “Car Free Day”

rogram “Car Free Day” sebagai upaya pengurangan polusi udara akibat bertambahnya kendaraan bermotor di Kota Denpasar. Kegiatan ini berdampak pula terhadap kesehatan masyarakat terkait dengan tingginya akibat gas buang emisi kendaraan bermotor, juga mampu menghemat energi. “Mari kita bersama-sama menggaungkan “Car Free Day” setiap hari minggu,” ajak Ketua Komunitas sepeda Samas Denpasar Dewa Made Marthakota kepada Bali Travel News, belum lama ini. Menurutnya, kegiatan bersepeda ini tidak bersifat

P

sementara atau hangat-hangat tahi ayam. Marthakota yakin, kedepannya lebih banyak lagi masyarakat yang memilih bersepeda. Samas sudah mempunyai ribuan anggota yang tersebar di seluruh Bali dan selalu melakukan sepeda santai. Karena itu, ia berharap tak hanya melibatkan warga kota tetapi juga warga dari daerha lain, bila perlu wisatawan. Sehinga mereka bias merasakan kembali kea lam sembari menikmati alam Bali. Hal senada juga dikatakan General Manager Garuda Indonesia Jubi Prasetyo. Menurutnya, bersepeda layak dijual sebagai salah satu atraksi

© image/kmb

PENGHARGAAN - Wakil Bupati Badung Drs.I Ketut Sudikerta menerima Penghargaan bidang Jalan dan jembatan dari Menteri PU. (image/ist)

SBY Singgah di Kantor Bupati IANYAR – Sunggguh tak diduga sebelumnya. Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono, didampingi Ibu Ani Yudoyono, Menbudpar Jro Wacik, Menpora Andi Malarangeng, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengunjungi Kantor Bupati Gianyar, Selasa (7/ 12). Rombongan Presiden yang dalam perjalanan dari menghadiri Bali Demokrasi Forum (BDF) di Nusa Dua menuju Pura Mahagiri, Karangsem menyempatkan singgah di Kantor Bupati Gianyar.

G

ANGUPURA-Ini adalah kali keduanya Kabupaten Badung meraih penghargaan peringkat pertama tingkat nasional berkenaan dengan jalan dan jembatan. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Ir. Joko Kirmanto dan diterima Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Badung Ir. IB Soerya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Penghargaan ini diberikan karena Pemerintah Kabupaten Badung berhasil dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan yang dalam kondisi mantap mencapai 90,26 %. Ketut Sudikerta mengatakan, keberhasilan ini berkat kerja keras dan dukungan semua pihak baik itu pihak DPRD dan tentunya dukungan dari seluruh masyarakat Badung. “Untuk tahun ini, Badung merupakan satusatunya Kabupaten/Kota di Bali yang meraih penghargaan tersebut. Keberhasilan ini perlu kita pertahankan bahkan ditingkatkan di tahuntahun mendatang,” jelasnya.

Mereka diterima Sekda Kab. Gianyar, Cokorda Gde Putra Nindia. Saat singgah di Kantor Bupati, SBY dan Bu Ani sempat mengamati dan mengagumi sebuah Patung Garuda Wisnu yang terpajang di depan ruang kerja Bupati Gianyar. “Cok Ace (Bupati Gianyar Cokorda Artha ardana Sukawati) itu seorang penari calonarang” jelas SBY kepada Bu Ani. “Disini pusatnya seni jadi banyak barang-barang seninya”, timpal Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.

© dok

Jalan Santai Peduli AIDS

pariwisata perkotaan. Sebab lewat bersepeda ini bisa dijadikan destinasi baru untuk kalangan wisatawan lokal. “Kita berupaya ajang bersepeda dengan mengelilingi rute-rute dari destinasi pariwisata yang ada di Bali layak untuk dipromosikan untuk wisatawan,” kata Jubi saat menggelar Reli Sepeda sekaligus mengukuhkan Garuda Group Cycling Community (G2C2). Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Budiasa ketika ditemui di Kantor Wali Kota baru-baru ini menyambut positif masukan dari berbagai kalangan bahwa kegiatan “Car Free Day” layak dipromosikan untuk wisatawan. Menurutnya hal itu sangat menarik karena dapat memberikan alternative bagi wisatawan yang berwisata di Bali. Namun, jika itu dilakukan diluar jalur “Car Free Day” akan dihadapkan pada masalah lalu lintas yang begitu ramai. Pengawasan lalu lintas lebih ketat sangat diperlukan.

Badung Raih Penghargaan PU M

kabupaten yang dipilih berdasarkan besarnya penerimaan dari pos yang terkait dengan industri pariwisata dalam APBD dan focus group discussion. Survei ini dilakukan selama Agustus – Oktober dengan melibatkan 1.619 responden yang terdiri dari 1.470 wisnus dan 149 wisman. Di tiap kota jumlah responden yang disurve berkisar 60 – 90 wisatawan. Metodelogi survei dilakukan dengan mengkombinasikan dua model analisis yakni analisis kepuasan dan net promoter score. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kota Denpasar dinilai paling memuaskan dengan tingkat kepuasan mencapai 90,4 disusul DI Yogyakarta (87,9) dan Bukittinggi (85,1). Kota Denpasar dinilai paling memuaskan karena dari sejumlah atribut indek kepuasan yang dinilai cukup mendominasi.

V

IANYAR - Wakil Bupati Gianyar, Dewa Made Sutanaya melepas ratusan peserta jalan santai di depan Balai Budaya Gianyar, Sabtu (10/12). Jalan santai yang digagas oleh Disdikpora Kabupaten Gianyar serangkaian dengan memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) di Kabupaten Gianyar. Acara yang berslogan “Tingkatkan Hak dan Akses Pendidikan untuk semua” diikuti oleh seluruh PNS dilingkungan Pemda Gianyar,

G

Muspida dan pelajar SD, SMP dan SMA . Ketua Panitia, I Gusti Ngurah Wijana, MM. mengatakan, selain jalan santai dalam peringatan HAS di Gianyar juga digelar kunjungan social dan pemberian bantuan kepada yatim piatu , sosialisasi HIV/AIDS,; dialog interaktif di radio, seminar peran generasi muda dalam penanggulangan AIDS, zero survey ke daerah yang beresiko tinggi dan jambore KSPAN.

Sopir Taksi Harus Tahu Budaya dan Bahasa Asing EBAGAI destinasi wisata dunia, Bali harus tetap menjaga budaya yang menjadi leading sector dari pada pariwisata Bali. Sementara bahasa asing, perlu dikuasai sebagai alat untuk memberikan informasi yang sebaik-baiknya kepada wisatawan. “Para sopir taksi menjadi leading sektor dalam pencitraan Bali, karena mereka sangat dekat dengan wisatawan, “kata Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Propinsi Bali, Made Santha, didampingi Ketua DPD Organda Propinsi Bali, IK. Eddy. Dharma Putra, S.Sos, di Balai Diklat Perhubungan Propinsi Bali, Batuyang, Gianyar belum lama ini. Pariwisata, jelas Santha, sangat dekat hubungannya dengan sektor transportasi. Taksi menjadi salah satu sarana angkutan yang banyak digunakan wisatawan. Maka dari itu, sebagai upaya meningkatkan layanan, para sopir taksi perlu

S

TERIMA PENGHARGAAN – Sekkot Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara,M.Si. mewakili Pemkot Denpasar menerima penghargaan Indonesia Tourism Awards 2010 yang diserahkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Ir. Jero Wacik,SE. (image/ist)

BTDC Serahkan Tempat Sampah

© bud

Kini, Denpasar Miliki BPC PHRI UDAH seyogyanya Denpasar memiliki BPC (Badan Pimpinan Cabang) PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restourant Indonesia), sehingga dapat mewadahi hotel dan restoran di ibu kota provinsi Bali ini. “PHRI Denpasar ini akan menjadi partner pemerintah untuk diajak bersama-sama melakukan

S

: Direktur Operasi BTDC, Drs IGK Purnaya, SH. Msi, menyerahkan bantuan berupa tempat sampah dan pohon Genitri kepada Jero Mangku Pura Batu Karu. Kegiatan ini sebagai upaya untuk memupuk eksistensi dalam mengelola pariwisata berbasis lingkungan yang berkelanjutan. “Ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap lingkungan dan juga kelestarian pura-pura yang ada di Bali” katanya. Menurutnya, hal ini seiring dengan program kerja yang dilaksanakan di Kawasan Nusa Dua juga di luar kawasan, sehingga tercipta suatu harmonisasi yang tidak terlepas dari makna Tri Hita Karana itu sendiri. Selain di Pura Batukaru, hal itu juga dilakukan di pura lain seperti Pura Pulaki, Pura Melanting, Pura Pemuteran, Pura Pabean, Pura Dalem Peed, Pura Giri Putri, Pura Kerangkeng Besi, Pura Puncak Mundi, Pura Tanah Kilap, Pura Candi Narmada, dan Pura Uluwatu.

PT. Bali Sinar Mentari Tours & Travel Jl. Wanbira Sakti-Pondok Indah Raya III/ 1 Gatot Subroto Barat Ph.62-361-414057,411074 Fax.62-361-414507 Email : bsmtours@dps.centrin.net.id bali_sunshine@indo.net.id Reservasi : Hotel, Restoran, Transport, Tiket, Tirta Yatra, dll. SA-126

pembinaan terhadap tourism di Denpasar,” kata Kepala Dinas Pariwisata Denpasar, Drs. I Putu Budiasa di Denpasar belum lama ini. Budiasa menegaskan, dirinya menyambut positif dibentuknya PHRI di Kota Denpasar, sehingga bisa dilibatkan dalam melakukan sertifikasi dan klasifikasi terhadap akomodasi yang ada. Di samping itu, PHRI nantinya bisa terlibat dalam event-event besar yang digelar kota berwawasan budaya ini, Gajah Mada Town Heritage, Melepas Matahari dan lainnya.. Sementara Ketua Steering Committee Musyawarah Cabang (Muscab) BPC PHRI Denpasar, Dasi Astawa, mengatakan, pembentukan PHRI ini penting untuk melakukan pengawasan dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Menurut Dasi Astawa, pembentukan PHRI ini sangat

strategis mengingat Denpasar sebagai Ibu Kota Propinsi Bali. Di samping itu, Denpasar memiliki banyak hotel bahkan banyak yang baru bermunculan, sehingga kedepannya pasti akan ada persoalan yang akan dihadapi. Hal senada juga dikatakan Seketaris Steering Committee, Perry Markus dan Ketua BTB, Ida Bagus Ngurah Wijaya. Dengan terbentuknya PHRI Denpasar maka akan mempermudah koordinasi PHRI dengan pemerintah Kota Denpasar. Adanya sinergi antara pemerintah dan PHRI Denpasar untuk menata industri pariwisata di Denpasar sangat perlu. “Selama ini, tugas-tugas yang menjadi wewenang PHRI Denpasar dilaksanakan oleh PHRI Bali, termasuk pembahasan tarif ABT,” ujar Perry Markus.

diberikan pendidikan bahasa asing maupun budaya.. “Tujuan diklat ini untuk menciptakan kondisi transportasi yang aman, nyaman dan kondusif,” ucapnya seraya mengatakan Diklat awak kendaraan taksi menjadi kegiatan pertama yang diikuti 100 peserta. Dalam diklat itu, para pengemudi taksi diberikan kursus bahasa Inggris praktis dan informasi mengenai kepariwisataan Bali. Dengan penguasaan pengetahuan itu, sopir taksi diharapkan bisa membantu pemerintah untuk memberikan informasi kepada penumpang mengenai Bali. Sementara, IK. Eddy. Dharma Putra, menyinggung desiplin para sopir taksi dalam melaksankan tugasnya. Misalnya, sopir taksi tidak melakukan hal-hal yang merugikan penumpang, berpakaian kerja hendaknya sesuai dengan situasi dan harus bersih dan rapi, serta memberlakukan standarisasi argo taksi sehingga tidak ada istilah argo kuda atau argo tembak.

© dok


VI

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

Berlibur Galungan di Tanah Lot

Drama Gong Diharapkan Bangkit pada PKB 2011

akon dan ceritera yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti ceritera Panji, Babad, Sejarah juga ceritera rakyat. Bahasa Bali dijadikan bahasa pengantar sehingga penonton lebih cepat mengerti maksud dari ceritera yang ingin disampaikan. Dalam mempersiapkan naskah, para pemain ini tidak terlalu ribet membuat naskah tertulis, cukup secara lisan saja, karena yang lebih utama adalah improvisasi. Walau demikian, jika seorang tokoh dalam drama mengungkapkan rasa sedihnya, penonton juga ikut menangis, lucu penonton tertawa, membangkang penonton jengkel dan lainnya. Artinya, penonton yang hadir seakan larut dalam seni pertunjukan itu. Drama yang terkenal di jaman itu seperti Drama Gong Abianbase (Gianyar), Drama Gong Banyuning (Singaraja), Drama Gong Kertha Budaya (Denpasar) dan Drama Gong Bintang Bali Timur. Drama Gong yang lahir tahun 1967 dengan tokoh A.A Payadnya (Gianyar) tak hanya berfungsi sebagai hiburan karena leluconya, tetapi juga mampu sebagai media pendidikan anak-anak khususnya

L

Suasana libur Galungan ini wisatawan terus berdatangan ke Tanah Lot,” ucap Manager Opersional Objek Wisata Tanah Lot I Made Sujana Dikatakan Sujana, wisatawan domestik lebih banyak datang secara berombongan dengan menggunakan bus. Berbeda dengan wisatawan mancanegara yang diantar khusus oleh guide ataupun travel. Ada juga wisatawan yang datang perorangan dengan mengendarai sepeda motor. “Masyarakat lokal yang ingin bersembahyang dan yang sekedar jalan-jalan juga banyak,” imbuhnya. Untuk hari raya Galungan ini, pengelola Tanah Lot tidak mempersiapkan atraksi secara khusus bagi wisatawan. Pihak pengelola hanya tetap menjaga sistem keamanan, sehingga wisatawan merasa nyaman. Polisi, pecalang hingga aktifnya CCTV yang dipasang pada tiap-tiap titik untuk menjaga kondisi tetap aman. Selain itu, sikap ramah dan menghormati tamu bagi para pedagang selalu dijaga. Jika dibandingkan pada hari raya Galungan Mei 2010 sebelumnya, suasana hari raya kali ini terasa

kunjungan lebih ramai dengan kenaikan kunjungan sebesar 11.19 persen. Bila selama dua hari, pada Galungan dan Manis (8-9 Desember) kunjungan mencapai 17.114 orang meningkat dibandingkan dengan suasana hari raya yang sama pada 1213 Mei lalu yang hanya mencapai 15.391 orang.

RAMAI – Suasana libur Galungan Objek Wisata Tanah Lot ramai dikunjung wisatawan

© bud

Produk Spa Merk Bali Diburu di Eropa N

AMA Bali telah memiliki brand yang cukup tenar di dunia internasional. Produk apapun yang dibuat, bila diberi label Bali pasti

memiliki peluang besar untuk menggaet pasar di seluruh dunia. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksport Produk Indonesia dan Pertambangan Dirjen Luar Negeri

© bali tropic

Albert Yusuf Tobogu, pada seminar penguatan daya saing ekspor Bali, di Sanur, pekan lalu. Albert Yusuf mengatakan, selain destinasi wisata yang terkenal, Bali juga memiliki sektor andalan di bidang produk non migas. Bahkan, di Negara-negara maju seperti Eropa, Timur Tengah tengah dibidik untuk sasaran produk tradisional. Misalnya, memilih produk-produk tradisional untuk spa atau massage. Di Eropa, produk spa merk Bali diburu. Utamanya minyak pijat ala Bali dan massage oil dengan merk Bali sangat disenangi, katanya. Kata Albert, Spa ala Bali kini bertebaran di negara-negara tersebut. Dan yang paling mengejutkan adalah minyak yang digunakan untuk memijat. Saya melihat produk minyak ala Bali sangat ngetren untuk dibeli dan digunakan oleh masyarakat Eropa,

ungkapnya. Oleh karena itu, lanjut Albert, tidak usah menganggarkan dana yang besar untuk berpromosi langsung ke luar negeri. Cukup dengan menggelar even-even ekspo perdagangan di dalam negeri, ketimbang berkunjung ke luar negeri beramai-ramai dengan biaya yang tinggi. Bali cukup menggelar even dalam negeri saja, Bali sudah punya branding yang luar biasa. Dan peluang ini akan dikejar terus oleh pasar, ucapnya. Albert kemudian mengingatkan, yang perlu diperhatikan adalah kemasan produk. Pengusaha Bali harus pintar-pintar mengkemas produknya, sehingga menarik dan memiliki daya saing kuat untuk menggaet pasar. Nilai ekspor nonmigas, baik barang dan jasa merupakan pendapatan yang penting di Bali, pungkasnya.

dalam menerapkan ajaran agama. Sering juga drama dijadikan sebagai media penerangan sebuah program pemerintah, juga sebagai alat promosi sebuah produk. Sayangnya, belakangan ini pertunjukan seni Drama Gong terlihat lesu. Jarang ada pertunjukan seni kehidupan manusia diatas panggung itu. Bahkan boleh dibilang, keberadaan sekaa dramapun sudah bisa dihitung dengan jari. Padahal, seni drama gong itu penting bagi pendidikan budi pekerti, juga merupakan sejarah perkembangan seni tradisional di Bali. Program PKB Dalam setiap helatan Pesta Kesenian Bali (PKB), drama gong juga menjadi sajian favorit pengunjung PKB. Entah karena perkembangan jaman, seni pertunjukan drama gong ini kemudian nyaris tak dilirik pengunjung PKB. Kenyataan itu, membuat Pemerintah Provinsi Bali, dalam hal ini Dinas Kebudayaan menjadi miris, sehingga dalam setiap event tahunan itu Drama Gong menjadi materi pokok yang mesti disajikan oleh kabupaten/kota di Bali. . Dalam rapat persiapan PKB 2011 ruang rapat Disbud Bali,

Kami harus optimis untuk mencapai target 5 juta wisman. Target ini bisa tercapai dengan catatan adanya upaya perbaikan infrastruktur serta pembangunan pariwisata yang tidak terfokus di Badung Selatan saja,” ujar Kadiparda Bali, IB Kade Subhiksu, Kamis (25/11). Ia menyatakan, pencapaian target lima juta wisman pada 2015 bukanlah hal mustahil, asalkan ada komitmen dan langkah nyata untuk mengejar terget tersebut. Bedasarkan data di Diparda Bali, jumlah kunjungan wisman sejak awal tahun 2010 hingga Oktober telah mencapai angka 2,1 juta, atau tumbuh sekitar 11 persen.

Sementara kedatangan wisatawan domestik mencapai 3,2 juta. “Jika dikalkulasi jumlah kunjungan wisman dan domestik maka jumlahnya sudah mencapai angka 5,5 juta. Jika tahun ini jumlah kunjungan wisman ke Bali 2,5 juta berarti masih ada kekurangan sekitar 2,5 juta,” paparnya seraya mengatakan, dalam setahun Bali harus meningkatkan jumlah kunjungan 500.000 wisman untuk mencapai target lima tahun ke depan. “Jika diprosentase berarti dalam setahun kenaikan 20 persen. Untuk mengejar pertumbuhan 20 persen memang memang berat, namun bukan hal mustahil,” optimisnya. Dikatakan, target berat tersebut bisa dicapai jika semua pihak

IB Kade Subhiksu

© bud

bersatu untuk menjaga kondisi tetap stabil. Perbaikan infrastruktur harus segera dilakukan untuk menciptakan akses ke pusat-pusat wisata. “Akses jalan harus dibangun segera. Selain akses jalan, akses penerbangan juga harus dibuka untuk mendatangkan wisatawan. Sebab, tanpa didukung penerbangan yang memadai, tidak mungkin Bali mencapai target

kunjungan,” ungkapnya. Saat ini saja banyak wisatawan yang mengalami kesulitan berkunjung ke Bali. “Ini juga harus menjadi perhatian pihak pusat dalam mengatur regulasi penerbangan,” imbuhnya. Disebutkan, ada peluang yang selama ini belum dimanfaatkan oleh Bali dan bisa mendatangkan wisatawan dalam jumlah banyak. Bali memiliki peluang pasar MICE yang luar biasa. Apalagi BTDC tengah membangun tempat pertemuan dan eksebisi yang sangat besar dan mampu menampung belasan ribu orang. Selain pasar MICE. “Bali juga memiliki pasar cruise yang amat besar. Beberapa pelabuhan cruise harus segera dibangun dan dimanfaatkan. Tahun ini cruise yang masuk kurang dari seratusan, jika ini bisa ditingkatkan, maka jumlah wisatawan yang bisa didatangkan bisa mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu wisatawan,” terangnya.

Sementara, Ketua Society of Indonesia Professional Convention Organizers (SIPCO) Bali Putu Juarez R Putra menyatakan, Bali akan menjadi target penyelenggaraan wisata meetings, incentives, conference, and exhibitions (MICE) hingga 2014 mendatang. Hal ini terlihat bidding atau permintaan MICE yang terus tumbuh hingga empat tahun mendatang. “Kegiatan MICE hingga akhir 2010 diperkirakan mencapai ratusan. Kami optimis wisata MICE tahun ini akan terus tumbuh hingga puncaknya November ini,” ujarnya. Menurutnya, wisatawan MICE memiliki spending money yang jauh lebih besar dibandingkan tipe wisatawan yang lain. Sebab, belanja tamu MICE lima kali lipat wisatawan perorangan atau grup. Terlebih, golongan backpacker yang hanya membelanjakan di bawah Rp l juta per hari.

© image/kmb

beberapa waktu lalu, seni pertunjukan drama gong remaja kembali bakal digelar. Disamping untuk meningkatkan pelestarian serta pengembangan seni budaya yang sempat mencapai masa jayanya, juga diharapkan dapat menjadi media pendidikan budi pekerti pada generasi muda. Setiap daerah diharapkan tampil dengan garapan seni pertunjukan drama gong remaja khas daerahnya, Kalau dalam PKB sebelumnya masih banyak daerah yang tidak berpartisipasi, namun dalam ajang PKB tahun depan diharapkan setiap daerah wajib mengirimkan duta

ika Anda berwisata di Bali hingga dipenghujung tahun 2010 ini, anda akan mendapat berbagai sajian seni dan budaya Bali yang kreatif. Tak hanya di hotel tempat anda menginap, sajian penuh inovasi itu juga digelar di berbagai daerah di Bali. Sebut saja salah satunya Denpasar Festival yang digelar di Jl. Gajah Mada dan di Lapangan Puputan Badung, tepatnya pada titik nol Ibu Kota Provinsi Bali. Event tahunan yang total menyajikan seni budaya Bali ini akan berlangsung selama empat hari (28 – 31 Desember) yang menampilkan berbagai kegiatan, seperti festival kuliner Indonesia, Denpasar Floricultural, Denpasar Great Sale, Ruang informasi dan layanan public serta diakhir acara akan melaksanakan prosesi melepas matahari 2010. “Kegiatan ini akan menampilkan inovasi baru sehingga tidak terkesan monoton setiap tahunnya,” ungkap Jero Bendesa Desa Pakraman Denpasar A.A. Putu Suwetja selaku Ketua Umum Panitia yang didampingi Kadis Pariwisata Kota Denpasar Putu Budiasa pada rapat koordinasi panitia Denpasar Festival, Senin (6/ 12) di kantor Wali Kota Denpasar. Putu Budiasa kemudian menimpali, Denpasar Festival merupakan pengejawantahan dari semangat Denpasar untuk menjadikan dirinya sebagai sebuah kota kreatif berbasis budaya unggulan. Selain itu, juga sebagai perwujudan dari kerjasama

J

© bud

- Melestarikan seni budaya Bali, jangan hanya berteori saja. Perlu ada tindakan nyata yang dapat melibatkan masyarakat banyak, utamanya yang remaja. Kegiatan lomba tari ini salah satunya. Lewat Festival Budaya Badung (FBB) yang dirangkaikan dengan HUT Ke-1 Ibukota Badung- Mangupura menggelar lomba Tari Tingkat Remaja Kegiatan yang dipusatkan di Wantilan DPRD Kabupaten Badung, Jumat (26/11) melibatkan siswa siswi SMP dan SMA se-Badung sebagai peserta. Ada dua jenis tari yang dilombakan, yaitu Tari Truna Jaya dan Tari Kebyar Duduk. Tim penilai Ni Nyoman Manik Suryani, SST, Ni Nyoman Muliati, SST dan I Made Narmada, S.Sn.

M

seninya dalam seni pertunjukan drama gong. Ini tentunya dalam upaya menciptakan pemerataan sekaligus menggeliatkan semangat kreatif dari para seniman setiap daerah. Wayan Sugita, selaku koordinator parade drama gong remaja PKB 2011 meminta setiap daerah wajib berpartisipasi mengirimkan duta seninya di bidang seni pertunjukan drama gong remaja dalam parade drama gong remaja PKB tahun depan. Apalagi, syarat pemain drama gongnya tidak terlalu sulit asalkan secara sadar mengoptimalkan

pemberdayaan seniman lokal setiap daerahnya. Tidak memakai seniman impor dari daerah lain. Lebih jauh, kata Sugita, bisa juga sebuah pementasan drama gong kolaborasi yang melibatkan seluruh seniman drama gong yang sudah lawas dari setiap daerah. Menurutnya itu penting untuk memberikan daya gugat sekaligus pembelajaran bagi para seniman drama gong remaja. “Terlibatnya seniman senior, sebagai cambuk dan semangat agar mereka lebih kreatif dalam mengembangkan seni budaya Bali di masa mendatang,” tandasnya.

Pesona Akhir Tahun di ‘’Denpasar Festival’’

Lomba Tari Remaja

Optimis, Target Lima Juta Wisman ke Bali Tercapai

III

erat masyarakat dan pemerintah, sebuah sinergi antara konsep pembangunan topdown dengan inisiatif bottom-up guna menciptakan sebuah keseimbangan dalam perubahan dan tantangan dunia yang mengglobal. Sementara Asisten Administrasi Pembangunan IGN Eddy Mulya mengatakan, sudah saatnya karakteristik event ini diposisikan dibenak masyarakat. Maka itu perhelatan yang sebelumnya hanya dipahami sebagai wahana untuk

menyuguhkan aneka produk dan budaya unggulan, kini lebih didorong ke wilayah pemaknaan akan karakter dan jati diri yang melandasinya dalam ruang kreasi, apresiasi dan prestasi. Tahun ini, terang Eddy Mulya, Festival Denpasar mengangkat tema Buana Citra Kara yang bermakna Ranah Bertabur Kreasi dan Prestasi, sehingga inovasi dalam penyajian isi dari pameran itu tetap menampilkan inovasi baru, sehingga tidak terkesan monoton.

© bud


II

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

VII

Gaet Cipta Award SEBUAH prestasi yang sangat membanggakan. Daya tarik wisata (DTW) Alam Sangeh meraih juara II penghargaan Citra Pesona Wisata (Cipta) Award di bidang pengelolaan objek wisata yang berbasis lingkungan. Penghargaan diterima oleh Bendesa Adat Sangeh IB. Dipayana yang diserahkan oleh perwakilan dari Kementrian Budpar di Jakarta, beberapa waktu lalu. IB Dipayana mengatakan, selain kerapian manajemen, kunci penilaian juga soal lingkungan yang asri dan pengelolaan destinasi berbasis masyarakat yang terpenting. Artinya, masyarakat setempat benar-benar diberikan keleluasaan mengelola, kemudian hasilnya dikembalikan kepada masyarakat untuk menjaga keasrian lingkungan. “Dana yang diperoleh dari objek betul-betul dikembalikan untuk kepentingan masyarakat, seperti untuk menjaga objek, memperbaiki pura, bale banjar dan fasilitas desa lainnya,” katanya. (image/bud)

(image/bud)

Gerakan Perempuan Tanam Pohon MANGUPURA - Tim Penggerak PKK Kab. Badung melakukan kegiatan penghijauan dengan menanam 20.000 pohon diawali dengan penyerahan pohon secara simbolis di Lapangan Munggu, belum lama ini. Jenis pohon yang ditanam, seperti 4.000 pohon durian, 4.000 pohon mangga, 3.000 pohon nangka, 3.000 pohon sawo manila, 3.000 pohon pinang dan 3.000 pohon rambutan. Bibit pohon ini ditanam di seluruh wilayah Kabupaten Badung dari Badung Utara hingga Badung Selatan. Ketua Panitia yang juga Ketua Tim Pengerak PKK Kab. Badung, Nyonya Ratna Gde Agung mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh unsur organisasi perempuan seperti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Gatriwara, WHDI dan unsur (image/ist) lainnya. Hadir juga dalam acara ini Bupati Badung A.A Gde Agung, Anggota Tanam Pohon – Tim penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Ratna Gde DPRD Kab.Badung Drs.I Nyoman Agung dan Bupati Badung, A. A Gde Agung secara simbolis menanam bibit Sutrisno, dan pejabat di Lingkungan pohon. Pemkab.Badung. (image/bud)

Badung Siapkan Sistem PHR on line Pemkab Badung tampaknya cukup serius dalam mengembangkan sistem pembayaran pajak hotel dan restoran (PHR) secara on line. Buktinya, Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Badung bekerjasama dengan Universitas Udayana mempresentasikan studi kelayakan penerapan sistem on line dalam pemungutan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Badung.

Tanam Pohon di Banjar Auman MANGUPURA - Sekitar 165. 936 pohon terdiri dari pohon mahoni, Jati, Gamelina, Jempinis, Albesia, Kajimas, Mangga, Manggis, Durian dan tanaman multiguna lainnya ditanam di Br. Auman, Plaga, Petang, Jumat (26/ 11). Kegiatan berskala nasional ini digelar Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan yang dihadiri Kepala Inspektorat Wisnu Bawa Temaja,SH,MH didampingi Anggota DPRD Badung IB. Sunarta. Penghijauan serangkaian Hari Menanam Pohon Indonesia yang dikaitkan dengan Puncak Penghijauan Konservasi Alam Nasional (PPKAN) dan Gerakan Bhakti Penghijauan Pemuda (GBPP) ini akan diteruskan pada Desember selama satu bulan penuh oleh seluruh komponen masyarakat.

Lolec

P

FSP-Par Bantu 30 KK Miskina MANGUPURA – Memaknai Hari Galungan dan Kuningan, Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC F SP PAR-SPSI) Kabupaten Badung bekerjasama dengan Pemkab Badung menyerahkan bantuan kepada 30 KK miskin di Badung. Bantuan berupa beras dan uang dipusatkan di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Puspem Badung, Senin (6/12). Ketua PC F SP PAR-SPSI Badung Putu Satyawira Marhaendra menyampaikan, penyerahan bantuan kepada KK miskin ini, merupakan salah satu program bakti sosial dari FSP-Par Badung. Sementara Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Badung Drs. Tjok Ngurah Bagus Agung mengatakan pemerintah menyambut positif kegiatan sosial ini. (image/bud)

resentasi yang digelar di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (13/ 12) diikuti langsung oleh Bupati Badung A.A. Gde Agung, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunartha bersama sejumlah anggota Dewan, Kadispenda A.A. Ngr. Alit Agung serta pejabat terkait lainnya. Ketua Tim Unud Made Arya Utama

mengatakan, studi kelayakan ini menggunakan tiga metode kajian yaitu kajian aspek yuridis/hukum, aspek teknis dan aspek ekonomi. Dari kajian yuridis, Instuksi Presiden no. 6 tahun 2001 jo Instruksi Presiden No. 3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan E-Government dan UU mengenai

.Bupati Gde Agung memberikan apresiasi kepada tim Unud yang telah melakukan studi

(image/bud)

kelayakan terkait penerapan PHR on line di Badung. Bupati sependapat kalau sistem ini dilakukan secara bertahap, karena penerapan sistem on line ini tidak segampang membalikkan telapak tangan. “Untuk menyempurnakan sistem ini, masih banyak tahapan yang mesti harus dilakukan salah satunya mengadakan sosialisasi

kepada pihak hotel,” ucapnya. Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Sunartha. Namun Sunartha mengharapkan kepada tim agar sistem on line ini dapat dilakukan di seluruh hotel yang ada di Kabupaten Badung mengingat tidak semua hotel dapat melakukan sistem on line tersebut. (image/bud)

Jalin Kerjasama “Cultural Heritage Preservation”

Badung Raih Penghargaan PU MANGUPURA-Ini adalah kali keduanya Kabupaten Badung meraih penghargaan peringkat pertama tingkat nasional berkenaan dengan jalan dan jembatan. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Ir. Joko Kirmanto dan diterima Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Badung Ir. IB Soerya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Penghargaan ini diberikan karena Pemerintah Kabupaten Badung berhasil dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan yang dalam kondisi mantap mencapai 90,26 %. Ketut Sudikerta mengatakan, keberhasilan ini berkat kerja keras dan dukungan semua pihak baik itu pihak DPRD dan tentunya dukungan dari seluruh masyarakat Badung. “Untuk tahun ini, Badung merupakan satu-satunya Kabupaten/Kota di Bali yang meraih penghargaan tersebut. Keberhasilan ini perlu kita pertahankan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Perpajakan serta Peraturan Daerah (Perda) menentukan aparat pemerintah harus menggunakan teknologi telematika untuk mendukung good governance dan mempercepat proses demokrasi.

Yang Baru Muncul: Taman Mumbul ... ................................................................Sambungan Hal 1 Dalam penataannya, jelas Dipayana, Taman Mumbul dibagi menjadi tiga lokasi yaitu Utamaning Mandala merupakan tempat menggelar ritual melasti bagi masyarakat setempat, sehingga tercipta atraksi budaya hidup sebagai daya tarik wisata yang asri. “Kegiatan ritual melasti ini hampir ada setiap bulannya, karena ada sekitar 10 desa yang memilih tempat suci itu sebagai tempat melasti,” tambahnya. Demikian pula pada areal Madya Mandala yang memberikan ruang santai bagi masyarakat, dengan sentuhan aura pura.

Berbagai jenis atraksi wisata air nantinya dipusatkan pada Nista Mandala yang ada paling selatan areal. Aktivitas air yang rencana dibuat seperti kolam renang, perosotan, dan permainan air lainnya yang akan melintasi teba (halaman belakang rumah). “Tempat ini juga menarik dijadikan tempat tracking. Wisatawan turun di (Objek Wisata Alam) OWA Sangeh kemudian berjalan melintasi desa hingga sampai di Taman Mumbul dengan jarak sekitar 500 meter,’ imbuhnya. (image/bud)

DENPASAR - Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar akan melakukan kerjasama dalam bidang penelitian pelestarian informasi seni budaya dengan bantuan teknologi, informasi, dan komunikasi. Hal tersebut terungkap setelah rombongan UI yang dipimpin oleh Dekan Fasilkom, Prof.Dr. T.Basaruddin, didampingi Prof.Dr. Ir. Aniati Murni Arymurthy,M.Sc. Serta Mirna Adriani,Ph.D. berkunjung ke ISI Denpasar, belum lama ini. Rektor ISI Denpasar, Prof.Dr. I Wayan Rai S.,M.A. sangat senang karena pihak UI memi-

lih ISI Denpasar untuk kerjasama ini. “Dengan adanya kerjasama yang baik ini, ISI Denpasar diberi kesempatan untuk men-

ingkatkan kualitas diri sehingga mampu turut serta dalam pelestarian warisan budaya melalui IT, demi kemajuan kita bersama,” harap Prof. Rai . (image/bud)


VIII

Vol. V No. 15

Vol. V No. 15, 17 - 30 Desember 2010

’’Speedytrek Indienation 2010’’ Hadir di Kuta TAHUN 2010 ini, Speedytrek Indienation yang merupakan kompetisi musik indie yang diselenggarakan PT Telkom melalui Speedytrek kembali digelar di 7 (tujuh) kota besar. “Brotherhood of Melody” menjadi tema Speedytrek Indienation kali ini yang mengandung makna sebagai upaya menjalin persaudaraan melalui musik. Setelah sukses digelar di Medan, Jakarta dan Surabaya, Speedytrek memasuki region keempat (Regional Denpasar) yang berlangsung di Kama Sutra Cafe,Kuta-Bali.

A

Ajang Final Regional ini dihadiri oleh EGM Multimedia, Joddy Hernady, SM Content Aggregation & Incubation Multimedia, Komang Budi Aryasa, SM Internal Delivery Chann & SVC Alliace, Sri Safitri dan didampingi pula oleh Manager CS Area Denpasar, I Ketut Tedja serta OM Multimedia Service Area KTI 2, I Made Arya Sudiartana. Dalam pertunjukan kali ini terdapat 10 (sepuluh) semifinalis Speedytrek Indie Nation yang siap menunjukkan performance antara lain; BEHIND THE WALL dengan lagu berjudul KOTA MATI, CORDIAL ARMY dengan lagu berjudul BEHIND STABBER, DESOUND dengan lagu berjudul PEMBERANI, DREIZEHN dengan lagu berjudul DEMOLISI EGOSENTRUM, KING OF PANDA dengan lagu berjudul RASA YANG ADA TAKKAN PERNAH HILANG, NULLIFY dengan

lagu berjudul NO ESCAPE, PEOPLE SAY dengan lagu berjudul MORON RAWK, PM BAND dengan lagu berjudul MURDER IS ART (M.I.A), SS dengan lagu berjudul BUKAN BONEKA, SEASONS dengan lagu berjudul GOODBYE. Menurut Anastasya, salah satu juri dalam kompetisi ini mengatakan bahwa penilaian lebih menjurus ke live performance masing-masing finalis. “Para Finalis Regional ini wajib menampilkan live performance terbaik dan bersaing untuk menjadi wakil dari region Denpasar di Grand Final Nasional yang akan berlangsung di Jakarta pada Januari 2011 mendatang”. ujarnya.. Kesepuluh finalish ini mulai menggemparkan suasana Kama Sutra Cafe dengan ciri khas musik

17 - 30 Desember 2010

Drama Gong Diharapkan Bangkit pada PKB 2011 Art & Cultural Dialogue

III

Jalan Santai Peduli AIDS

Save Our Destinations

V

”Speedytrek Indienational 2010” Hadir di Kuta Page Advertorial

VIII

(image/ist)

yang berbeda-beda. Kompetisi regional Denpasar ini menghasilkan pemenang dengan genre yang variatif. Di regional ini band King Of Panda berhasil keluar menjadi juara pertama dengan membawa pulang hadiah senilai Rp 5 juta rupiah, disusul band People Say diurutan kedua dengan hadiah senilai Rp 3 juta rupiah dan Band Behind The Wall diurutan ketiga dan mendapatkan hadiah seniali Rp 2 juta rupiah.

Hadiah pemenang dalam region ini diserahkan langsung oleh EGM Multimedia, Joddy Hernady. Dalam kesempatan ini disampaikan bahwa melalui ajang bergengsi diharapkan dapat meningkatkan kreativitas para musisi tanah air, karena melalui kompetisi mereka dapat mengekpresikan dan mengekspos karya melalui media yang telah disediakan oleh Telkom. “Pertunjukan yang telah disajikan para finalis malam ini sungguh sangat me-

mukau dan untuk region selanjutnya semoga para finalis Speedytrek dapat memberikan yang lebih baik dan semakin kreatif”. harap Joddy Hernady. Gelaran semifinal Speedytrek Indienation 2010 ‘Brotherhood of Melody’ region Denpasar ini diramaikan pula dengan kehadiran RUFIO, band asal California-USA, yang telah lama ada di scene melodic/punk dunia. (image)

Hotel dan Restoran Antri Tunggu Tamatan STP Nusa Dua Bali Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali telah menjadi lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata berkelas dunia. Sumber daya manusia yang dicetak, tak hanya menyebar di seluruh Indonesia, tetapi juga mampu bersaing ditingkat dunia. “Kesempatan kerja di sektor pariwisata bagi lulusan STP dan akademi pariwisata mencapai 95 persen,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, I Gde Pitana di STP Nusa Dua Bali, Jumat (3/12) ada saat menerima Kunjungan kerja spesifik Tim Komisi X DPR RI itu, Gde Pitana menegaskan, hotel berbintang dan restoran di luar negeri sampai antre menunggu tamatan STP untuk bekerja di negaranya. Kondisi itu, menurut mantan Kadisparda Bali itu harus direspon positif dengan menyiapkan fasilitas belajar sehingga bisa menciptakan tenaga kerja yang berkualitas.”Pekerja pariwisata yang banyak terserap di luar negeri adalah di antaranya Amerika Serikat sebesar 28,66 persen, Australia 23, 57 persen dan sisanya ke berbagai negara lainnya,” paparnya. Sementara Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi X DPR RI Rully Chairul Azwar dengan anggotanya mengharapkan, agar keberadaan STP tidak

P

saja mencetak sumber daya manusia, akan tetapi mampu melakukan strategi dalam pemerataan sektor pariwisata di Indonesia. “Kami harapkan STP memikirkan strategi dalam pemerataan dan mengisi lowongan kerja di hotel dan restoran di Tanah Air. Karena selama ini dominan lulusan STP kerja ke luar negeri,” katanya. Dan yang terjadi sekarang tamatan STP hampir 85 persen lebih bekerja ke luar negeri ketimbang di Indonesia. “Memang dari segi penghasilan jauh lebih tinggi dibanding di sini, namun disisi lain justru hotel-hotel berbintang di Indonesia dalam jajaran general manager atau manager harus

mendatangkan dari luar,” ujar-nya. Lalu, menyinggung pembangunan infrastruktur pada STP, Rully Chairul Aswar mengatakan, harus lebih terarah pada program yang direncanakan, biar tidak asal membangun tetapi di kemudian hari menjadi mubazir. Ia berharap sarana dan prasarana yang dibangun di lingkungan kampus STP harus sesuai dengan program yang direncanakan. Semisal laboratorium atau tempat praktek maupun perpustakaan. Dr I Nyoman Madiun M.Sc Ketua STP Nusa Dua mengatakan pihaknya berusaha untuk mempertahankan perolehan akreditasi dari BAN PT dan TedQual UNWTO serta sertifikasi dari BNSP. Di samping itu juga meningkatkan status

(image/bud)

DESTINASI BARU – Taman Mumbul yang akan dikembangkan menjadi destinasi baru di Desa Sangeh.

Yang Baru Muncul: Taman Mumbul (image/bud)

KUNJUNGAN – Rully Chairul Azwar didampingi Gde Pitana dan Nyoman Madiun saat dengar pendapat dengan perwakilan keempat UPT lembaga pendidikan tinggi di Indonesia . kelembagaan serta penerapan kurikulum yang berbasis pada SKKNI dan ACCSTP ( Asean Common Curriculum Standard for Tourism Professional) sebagai implementasi MRA. Namun, terkait dengan kritikan anggota DPR, Madiun mengatakan saran dan kritik dari dewan tersebut akan dijadikan

suatu acuan agar sekolah ini ke depan lebih baik. “Kami berterimakasih dewan telah mengkritisi keadaan di kampus ini. Dengan demikian kami pun akan menata kampus agar lebih baik,” ucapnya.

Mewujudkan Sangeh sebagai desa wisata, berbagai upaya terus dilakukan masyarakat di desa tersebut. Setelah melakukan penataan Objek Wisata Alam (OWA) Sangeh dengan memperluas hutan dan areal parkir, kini Sangeh yang kultur masyarakatnya masih asri tengah mempersiapkan destinasi baru. Taman Mumbul sebuah tempat untuk menggelar ritual melasti masyarakat Desa Sangeh dan sekitarnya. Tempat ini akan disulap menjadi pusat wisata tirta .

T

olong segera buatkan master plannya. Ini kan sebuah upaya untuk

mendukung pengembangakan kepariwisataan Badung Utara, kata Kepala Dinas Pariwisata Badung

Cok Darmawan kepada Bendesa Adat Sangeh ketika di sodorkan ide pengembangan Taman Mumbul dalam acara sosialisasi kepariwisataan Badung Utara, Sabtu (11/12). Daya tarik baru ini sebagai upaya mempercepat terwujudnya Sangeh sebagai desa wisata. Bendesa Adat Sangeh, IB. Dipayana mengatakan, pihaknya bersama masyarakat Sangeh sudah mempersiapkan Taman Mumbul

sebagai objek wisata tirta yang layak dikunjungi wisatawan. Tempat itu memiliki potensi daya tarik yang besar. Buktinya, pada hari raya tertentu, tempat ini ramai dikunjungi masyarakat lokal. “Dukungan dari masyarakat setempat sangat tinggi. Support dari pemerintah Kabupaten Badung juga ada, sehingga mewujudkan Taman Mumbul sebagai pusat wisata tirta sangat perlu,” ucapnya.

Taman Mumbul, jelas lelaki berkumis tebal ini, memiliki kolam seluas 80 are dengan debit air 222 liter perdetik yang mampu mengairi sawah seluas 200 Hektar. Sebelum air itu disalurkan ke sawah, air bersih ini bisa dimanfaatkan sebagai pusat wisata tirta. “Harapan nantinya, destinasi ini mampu menyerap tenaga kerja bagi masyarakat setempat,” harapnya. Bersambung ke Hal. VII

(image/bud)

C12-59

IMAGE Vol.V No.15  

IMAGE Vol.V No.15

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you