Page 4

26

Vol. IV No. 15, 11 - 24 Desember 2009

Acuan Pemanfaatan Penyu agi masyarakat Hindu Kepala Biro Humas dan Protokol di Bali, pemanfaatan Setda Provinsi Bali I Putu penyu untuk upacara Suardhika,SH,MM di Denpasar bekeagamaan (persembahan suci) berapa waktu lalu. Mengenai permohonan kuota dan usaha pelestaraian lingkungan merupakan dua pilihan yang harus 1.000 penyu setahun kepada Menteri Kehutanan dilakukan. baru merupaSebab, kedukan estimasi anya betulmengacu pada betul memjumlah Desa berikan manPakraman di faat baik lahir Bali yang jumm a u p u n lahnya mencabathin. Untuk pai 1.400-an. itu, pemerin“Dengan kata tah Bali tetap lain, Kuota tegas yakni 1.000 itu bukan terkait dengan harga mati. Pepemanfaatan manfaatannya penyu untuk tetap akan upacara keagmenyesuaikan amaan di Bali, dengan pelakGubernur Bali sanaan upakara Made Mangku yang diperlukan Pastika akan masyarakat di tetap menmasing-masing gacu pada Desa Pakraman Bhisama PHDI yang tersebar di Pusat Nomor seluruh Bali, 05/Bhisama/ serta mengikuti Sabha Pandita © doc Bhisama PHDI PHDIP/VIII/ I Putu Suardhika,SH,MM Pusat,” katanya 2005 tentang Tata Penggunaan Sumber Daya seraya menambahkan Gubernur Hayati Langka atau Terancam punya komitmen dalam pelestariPunah dalam Upakara Keagamaan an penyu sebagai hewan langka Hindu. Penegasan itu disampaikan yang harus dilindungi. (image/015)

B

Prof Dr Emil Salim:

Subak dan Banjar Karakter Pariwisata Bali ali hendaknya mengukur kemajuan pariwisata tertuju pada kualitas bukan pada kuantitas. Kalau wisatawan berkualitas maka, pengeluaran spendingnya tinggi dan masa tingalnya lebih lama. Dan turis yang berkualitas tidak akan merusak lingkungan hidup. Kalau hanya mengejar jumlah kunjungan saja, maka sembarang turis yang didapat sehingga keluarlah tipe-tipe turis yang tidak akan peduli pada lingkungan. “Jadi usul saya supaya fokus pada kualitas turis. Karena kualitas turis lebih memahami kalau tidak boleh merusak lingkungan,” kata Emil Salim kepada Image di Sanur, baru-baru ini. Banyak juga yang mengklaim kerusakan lingkungan terjadi karena investor. Tetapi, sesungguhnya investor itu tergantung pada adanya izin. Dan izin itu harus ada syarat. Intinya dalam syarat perizinan harus ketat. Misalnya jika pengusaha itu membangun tidak tepat maka yang dipersoalkan apakah para pengusaha itu membangun sesuai dengan izin. Kalau tidak sesuai izinnya harus ditindak. Dan kalau izin dari pemerintah itu keliru, DPRD yang harusnya menggugat. “Agar ada check in balance, sehingga betul-betul ada kontrol,” tegasnya. Bali itu tourismenya naik, tetapi kalau dibandingkan dengan Malay-

B

© doc

Emil Salim

sia dan lainnya itu pendapatan yang diperoleh per orang wisatawan lebih tinggi di sana ketimbang di Indonesia. Itu berarti tipe wisatawan yang ditarik adalah bukan quality tourism melainkan quantity tourism. Jenis wisatawan seperti itu memang punya pengaruh merusak lingkungan yang lebih besar dibandingkan dengan quality tourism. “Karena itu arah kebijakan itu perlu kita tembak pada meningkatkan tourism dari mereka yang naik kualitasnya, spendingnya bisa lebih besar dan tinggalnya bisa lebih

lama. Dan yang lebih penting lagi memahami bahwa tidak boleh merusak lingkungan. Kalau lingkungan rusak daya tarik menjadi hilang,” paparnya. Bali itu kan pulau, tegasnya, kalau jumlah orang naik tetapi space tidak bertambah, maka tekanan pada ruang itu menjadi semakin timbul. Maka yang paling penting adalah kita perlu melihat ke tahun 2020 ke depan. Walau Bali sudah mempunyai RTRW, tetapi berdasarkan tren, arah dan angkaangka yang dilihat, semua itu akan mengancam keberlanjutan subak dan banjar. Padahal kedua itu adalah inti dari karakter masyarakat Bali. “Daya tarik Bali adalah justru masyarakatnya yang mempunyai kultur, roh budaya berbeda dengan masyarakat lain. Karena itu maka hal ikhwal yang bersangkutan dengan jiwa roh Bali itu harus kita pertahankan,” ajaknya. Pakar lingkungan ini kemudian mengajak untuk mempertahankan subak dan banjar, maka perlu juga didorong soal kualitas wisatawan perlu ditingkatkan. Selain itu wisata, desa, subak dan banjar harus diadaptasi dengan perubahan keadaan wisatawan. “Intinya jati diri Bali itu harus dipertahankan. Karena di dalam perbedaan itu letak bhineka itu sendiri,” ucapnya. (image/015)

Gaun Malam yang Glamor dan Seksi dari Yono MEMILIH gaun malam ternyata bukan perkara mudah. Gaun Malam yang cantik tentu dapat menjadi kebanggaan anda. Untuk menjaga tetap rapi dan tidak rusak, bukan hal yang mudah. Hal ini disebabkan bahan dan model gaun malam yang dipakai untuk membuat gaun malam adalah bahan-bahan yang sangat halus dan butuh perawatan khusus. Selain itu, desain gaun dan harganya yang mahal, akan sayang bila pakaian busana malam Anda menjadi rusak. Yono, desainer muda Bali mencoba menawarkn gaun-gaun malam yang seksi dan glamor.

erancang mode yang satu ini cukup dikenal di Bali, karena garapan busananya yang apik. Selain talented merancang busana, Yono juga bisa memecah pola dan menjahitnya sendiri dengan jahitan yang sangat rapi dan berkualitas tinggi. Ia mengaku mempelajari semuanya dengan otodidak, karena ia tumbuh-besar di lingkungan ke-

P

luarga yang hidup dari jahit- menjahit. Untuk kali ini Yono menampilkan gaya busana “Evening Avant Garde”, pria kelahiran Jakarta 18 September 1973 ini memang senang berekspresi dengan kecantikan perempuan. Makanya gaun malam rancangan yang bertema “Princess in Paradise” di ajang Bali in Fashion kali ini menggunakan bahan satin, sutra, dan organza silk. Bersiluet H,A, dan Y. Busana gaun pesta yang cantik elegan, dan feminin, bisa jadi pilihan Anda. Karena umumnya gaun atau busana malam Anda jarang digunakan, maka Anda harus memperhatikan teknik penyimpanannya agar pakaian Anda tidak bolong dimakan ngengat atau berjamur. Berikut ini beberapa hal yang perlu menjadi perhatian saat akan menyimpan pakaian pesta. Sebaiknya pakaian pesta disimpan dengan digantung, sehingga tetap rapi saat akan dipakai dan dapat dikontrol dengan mudah. Kecuali bila pakaian terbuat dari rajutan atau bahan jersey, karena dengan digantung dapat

menyebabkan baju menjadi melar atau merusak desain gaun malam. Hanger (gantungan pakaian) yang dipakai sebaiknya yang terbuat dari bahan yang lembut, misalnya hanger yang dilapisi busa. Atau Anda dapat melapisi hanger yang akan pakai dengan busa. Hal ini berfungsi agar hanger tidak meninggalkan bekas pada pakaian. Masukkan pakaian yang telah digantung dalam plastik atau kantong penyimpanan yang didapat saat membeli baju agar baju Anda tidak terkena debu. Untuk mengusir ngengat, Anda dapat menggunakan akar wangi atau pengharum pakaian. Keluarkan pakaian Anda setelah disimpan beberapa lama (misalnya setelah 1 bulan) agar pakaian tidak menjadi bau dan Anda dapat memeriksa pakaian Anda. Lalu kapan saat yang tepat untuk menggunakan desain gaun cantik yang Anda miliki? Jawabannya tentu saat menghadiri acara formal. Satu hal yang pasti, jangan takut untuk mengenakannya. Selain membuat Anda terlihat sempurna, gaun malam juga akan memberi bonus pada tampilan keseluruhan. Dalam arti, Anda akan terlihat cantik, feminin, romantis, sekaligus seksi. Ingin tampil sensual dengan punggung terbuka? Gunakan saja gaun backless. Namun, pastikan kulit punggung Anda mulus terawat. Gunakan lotion sebelumnya agar kulit punggung terlihat lembap dan bersinar. Tambahkan kalung rantai sebagai aksesori. Jangan lupakan stola maupun jaket untuk melindungi tubuh dan terpaan angin malam. Penampilan feminin juga bisa Anda dapatkan dari gaun bermotif floral. Jika Anda memilih gaun ini, pilih yang memiliki detail minimalis. Anda bisa coba menggarap baju-baju pesta Anda. Memilih gaun malam ada tipstipsnya. Kenali bentuk tubuh Anda

sebelum memilih gaun malam. Bila Anda memiliki tubuh berbentuk buah pir, sebaiknya memilih gaun berpotongan empire. Karena selain membuat siluet tubuh terlihat lebih proporsional, jenis potongan ini juga menegaskan bentuk pinggang. Sebaiknya jika tubuh Anda berbentuk apel, siasati dengan menggunakan gaun bervolume di bagian bawah. Tujuannya jelas, menjadikan tubuh bagian atas seimbang dengan bagian pinggul yang sempit. Untuk mereka yang tidak ingin tampil terlalu terbuka, pilih leher berbentuk hati, cheongsam, maupun klasik. Sementara, tampilan yang lebih seksi diberikan garis leher halter, stapless, maupun sabrina. Jenis bentuk leher ini direkomendasikan bagi mereka yang berbahu indah dan berleher jenjang. Anda memiliki perut dan pinggang yang ramping? Tunjukkan lewat gaun ber-bustier. Jenis gaun ini akan membuat pinggang dan perut Anda makin terekspos. Baju Korea nan ramping sangat pas buat Anda. Tapi hati-hati juga memilihnya di fashion store. Tata rambut dengan gaya sanggul kasual, tambahkan clutch dan stiletto, dan

Anda pun siap beraksi. Bila kaki merupakan bagian terbaik dari tubuh Anda, jangan siasiakan dengan mengenakan gaun panjang. Sebaliknya kenakan gaun berpotongan pendek. Tidak ingin tampil terlalu seksi? Pastikan potongan gaun jatuh beberapa sentimeter di atas lutut, atau kenakan saja gaun panjang dengan belahan samping. Seksi tapi tidak kentara. Kali ini pilihan gaun malam ala Yono, mungkin bisa menawarkan sensasi tersendiri di acara pesta yang Anda kunjungi. (osi)

Image - Bali Travel News  

image - Bali Travel News Edisi Bahasa Indonesia Volume IV No 15 11-24 December 2009

Image - Bali Travel News  

image - Bali Travel News Edisi Bahasa Indonesia Volume IV No 15 11-24 December 2009

Advertisement