Issuu on Google+

SUARA P

SUARA PERJUANGAN MAHASISWA EDISI 7

PEMUDA MAHASISWA BERJUANG BERSAMA RAKYAT

HARGA MAHASISWA : Rp 3000 HARGA UMUM : Rp 5000

FMN FRONT MAHASISWA NASIONAL


Dari Redaksi

Salam Demokrasi ! Bulan mei adalah bulan yang penuh dengan momentum untuk menggelorakan perjuangan massa, diantaranya, Hari Buruh Internasional, HARDIKNAS, Hari Kebangkitan Nasional serta hari jatuhnya rezim fasis Suharto dan kekhusussan di FMN yang akan merayakan hari Ulang Tahunnya. namun perlu dipahami bahwa, bulan mei kali ini mempunyai perbedaan dengan bulan Mei sebelumnya, pertama bertepatan dengan momentum Pemilu yang merupakan pesta demokrasinya borjuasai besar komparador dan sisa-sisa feodalisme, dan penting diketahui bahwa pemilu tidak pernah menjawab persoalan rakyat kedua Krisis Imperialisme yang semakin akut yang terjadi di tubuh Imperialisme Amerika Serikat, ini berarti bukti dari semakin tua, lapuk, sekarat dan busuknya sistem ekonomi kapitalisme. inilah perbedaan yang sesungguhnya semakin memperpuruk keadaan rakyat dunia khususnya rakyat dinegeri jajahan dan setengah jajahan seperti Indonesia. Pada awal bulan mei kemarin, banyak organisasi massa buruh, tani, pemuda mahasiswa telah memperingati hari buruh internasional dan HARDIKNAS dengan gegap gempita. Selanjutnya pada pertengahan bulan, pada tanggal 18 mei adalah Hari ULTAH FMN Ke-6, tanggal 20 HARKITNAS dan 21 hari kejatuhan suharto yang tentunya akan kita peringati dengan serangkaian aksi massa yang simpatik dan mengutamakan aspek edukasi dan propaganda.Berbagai tindakan represif yang dilakukan oleh rejim anti rakyat SBY-JK tetap terjadi, kasus tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian pada massa aksi di Makassar yang menolak UU BHP pada tanggal 4 mei 2009 merupakan contoh nyata mahalnya demokrasi di Indonesia, selain itu di Gelora edisi ini kita juga menuliskan beberapa aksi-aksi massa yang terjadi baik di kampanye hari Buruh Internasional maupun peringatan hari pendidikan nasional 2 Mei 2009. Kami dari redaksi Gelora juga mengucapkan selamat, atas terselenggaranya Kongres ke III FMN yang dilaksanakan di Mataram 10-14 Maret 2009, meski agak terlambat akan tetapi semangat untuk melawan berbagai kebijakan rejim boneka adalah semangat yang tidak akan pernah habis dibatasi oleh waktu. Akhirnya kami dari Redaksi Gelora mengucapkan selamat kepada kelas buruh di seluruh Indonesia. seperti keputusan Kongres III FMN bahwa dukungan dan peran aktif akan selalu di berikan kepada rakyat untuk membebaskan diri dari belenggu Imperialisme, feodalisme dan kapitalisme birokrat. Buat kawan-kawan selamat berjuang, tetap semangat dan selamat membaca !!.Red.

Daftar Isi

Fokus - Gerakan Mahahasiswa, harus koreksi setiap kesalahan dan maju terus bersama gerakan rakyat - Pemilu tidak berguana bagi rakyat, kobarkan terus perjuangan massa, perkokoh persatuan rakyat melawan wakil sejati borjuis komprador dan sisa-sisa tuan tanah Liputan Khusus Kongres III FMN :Menuju organisasi massa mahasiswa nasional yang besar dan berpengaruh kuat, berjuangan merebut hak atas pendidikan & lapangan pekerjaan dengan berjuang bersama rakyat Agenda persatukan semangat di intern organisasi, pergiat pendidikan massa dan lancarkan terus perjuangan massa Gelora Kampus Pendidikan semakin mahal, kampus terus bergolak Gejolak Massa penghidupan rakyat terus merosot, kebangkitan massa tak terbendung lagi Internasional Krisis Umum Imperialisme semakin tajam, kemiskinan rakyat makin menjadi, rakyat dunia bangkit berlawan Budaya Puisi Sebar Demokrasi

P O ST

Diterbitkan oleh Pimpianan Pusat Front Mahasiswa Nasional Penanggungjawab : Nur Shohib Anshary Pimpinan Redaksi : Catur Widi A Dewan Redaksi : Nur Shohib Anshary, Catur Widi A, Ahmad Fredi PW, L. Hasan Harisandi AME, Ummu Shonifah, M. Syaiful Design dan Layout : Ipul Mbojo Koresponden : Julika A. Siregar (Medan), Kholisa Bara (Jambi), Sapta Putra Wahyudi (Palembang), M. Zainul (Bangka Belitung), Fredi Soni (Bandar Lampung), Rosidi (Jakarta), Asep Saefudin (Bandung), Helmi (Garut), Hari Kusuma (purwakerto), Ahmad Vicy (Tegal), M. Arif (Wonosobo), Yugo Daniyanto (Jokjakarta), Retno Suryani (Jombang), Ferdiandus Marambi (Malang), M. Isnaini (Surabaya), Dodi (Lamongan), Dedi S (Bojonegoro), Nandang Risadhe Astike (Denpasar), Zuki Zuarman (Mataram), Lalu Ages (LOTIM), Wardi Han (Makasar), Indra Lumantow (Manado), Laode Alim (Palu), Surya Suparman (Bulu Kumba), Muhaimin Pamungkas (Pontianak),Alamat Redaksi : Kp Jawa Raasari Gg. J RT 011 w 08 No 24 B Kecamatan Cempaka Putih-Jakarta Pusat Telpon : 021-46598713 Email : gelorafmn@gmail.com Rekening : No. Rek 0043487720 BNI Cabang Bojonegoro atas nama Triana Kurnia Wardani. Redaksi menerima saran, kritik, dan sumbangan tulisan berupa naskah, artikel, berita serta foto jurnalistik yang tidak bertentangan dengan KONSTITUSI FMN. Tulisan ditulis pada kertas kwarto, spasi satu setengah, huruf verdana 9, diutamakan dalam bentuk mikrosof word. dan dikirim via email bulletin GELORA atau alamat redaksi GELORA.


FOKUS Gerakan Mahasiswa Harus Koreksi Setiap Kesalahannya & Maju Terus Bersama Gerakan Rakyat Tidak terasa, peringatan gerakan massa 1998 sudah tiba, 11 tahun yang lalu ribuan mahasiswa menorehkan prestasi dalam menggulingkan rejim fasis suharto. Pengalaman perjuangan ini perlu untuk dipelajari secara mendalam, sebagai bekal dari usaha rakyat dalam membebaskan diri dari belenggu ketertindasan. Gerakan massa ini memiliki catatan tersendiri bagi sejarah perjuangan rakyat, jadi Penting kiranya kita semua mengetahui sejarah, kelemahan, keberhasilan dan mencarikan jalan keluar atas segala problem pokok yang menghinggapi gerakan tersebut. Sebelum gerakan Mahasiswa 1998 tampil, Gerakan pemuda-Pelajar memiliki catatan perjuangan yang hebat dan panjang, jauh sebelum revolusi kemerdekaan 1945. memasuki medio abad 20an awal gerakan pemudapelajar lahir yang banyak dimotori kalangan pemuda dari golongan priyayi yang menempuh kuliah di perguruan tinggi seperti STOVIA, IHS. Namun yang tidak boleh terlupakan, bahwa serikat petani dan buruh jauh sebelum itu sudah mengorganisasikan dirinya melawan kebengisan kolonial belanda. Gerakan pemuda-pelajar juga memiliki andil yang cukup besar dalam perjuangan melawan fasisme jepang serta kehendak yang begitu keras dalam memproklamirkan kemerdekaan RI 1945. Darap-derap gerakan pemuda-pelajar dalam melawan feodalisme dan kolonialisme terus berlajut, dalam usaha rakyat mempertahankan kemerdekaan RI. Namun keteguhan, jutaan darah rakyat dan rasa rela berkorban yang begitu tebal dari para pemuda, Dibalas dengan penghianatan serta kesalahan

fatal politik yang avonturis dan kapitulasionis dalam Konferensi Meja Bundar/ KMB november 1949. perundingan tersebut pada hakekatnya adalah menganulir kemerdekaan RI dan membawa rakyat kembali dalam kubangan dominasi imperialisme. Ada banyak cacatan historis yang belum bisa kami tulis, karena keterbatasan l embaran dalam buletin ini. terutama tentang lahirnya serikat buruh, tani dan pemuda-pelajar serta pengalaman perjuanganya

dalam membebaskan negeri ini. Namun ada cacatan penting yang perlu digaris bawahi bahwa lahirnya gerakan pemuda-pelajar sesungguhnya terinpirasi oleh hebatnya pemberontakan kaum tani dan tumbuh kembangnya serikat buruh yang militan dalam melawan kolonialisme dan feodalisme. Sekelumit Catatan Sejarah Dilantiknya Soeharto menjadi presiden RI menandai lahirnya kekuasaan Orde Baru. Soeharto naik dengan senyum bersimbah darah matinya berjuta-juta rakyat pekerja dan rakyat tertindas Indonesia yang setia melawan imperialisme dan cinta tanah airnya. Ketika Soeharto naik, arus investasi modal asing dibuka melalu UU Penanaman Modal Asing Nomor 1 tahun 1967. Kemudian diadakan fusi partai politik menjadi 3 yaitu Golkar, PDI dan PPP untuk menjaga stabilitas politk. Dan tentara

semakin diperluas perannya di kalangan sipil dan bisnis untuk memudahkan terjadinya stablitas politik demi lancarnya pembangunan ekonomi pro imperialis yang diterapkan Soeharto. Naiknya soharto juga menandakan hancur leburnya kekuatan gerakan massa di Indonesia, melalui terror yang dilakukan. Hal ini t e l a h m e m b a w a t ra u m a ya n g memilukan, sehingga gerakan tani, gerakan buruh, pemuda mahasiswa dan perempuan berwatak progresif belum berani muncul untuk melanjutkan perjuangan melawan rejim fasis boneka imperialis Soeharto, karena Soharto sendiri tidak segansegan melepaskan peluru untuk menghancurkan gerakan tersebut. Satu-satunya kekuatan yang masih bisa untuk melakukan aksi-aksi perjuangan ketika itu adalah kelompok mahasiswa. Mahasiswa cukup kecewa dengan ke b i j a k a n S o e h a r t o s e j a k memerintah. Tahun 1974, meletus peristiwa Lima Belas Januari (Malari). Terjadi aksi besar-besaran anti Jepang di Jakarta yang dimotori Dewan Mahasiswa (DEMA) tahun 1974. namun Aksi ini lebih bersifat spontanitas dan tidak meluas di segala penjuru negeri. Para mahasiswa yang terlibat aksi kemudian ditahan. Di tahun 1978, meledak lagi aksi mahasiswa menolak pencalonan kembali Soharto sebagai presiden yang berujung dengan lahirnya “tragedi Berdarah ITB�. Hal ini juga yang kemudian mendorong lahirnya gerakan Golongan Putih (Golput). Gerakan Golput adalah imbas dari peristiwa berdarah ITB 1978, yang bertujuan untuk tidak memberika suara untuk Pemilu di masa orba, karena Seoharto dianggap sebaga irejim fasis, otoriter dan anti demokrasi, termasuk bisa mengintervensi Pemilu untuk memenangkan Golkar dan terpilihnya kembalinya Soeharto sebagai presiden, namun Aksi protes inipun memiliki karakter yang sama, belum memiliki perspektif yang lebih maju dan Meluas. Pasca dua kejadian tersebut, rejim orba menerapkan peraturan tata

1


FOKUS kehidupan kampus dan normalisasi kehidupan kampus (NKK/BKK) tahun 1979. Dampak dari peraturan tersebut adalah dibekukannya DEMA dan diganti dengan Senat Mahasiswa Perguruan Tingg (SMPT), dikontrolnya aktifitas mahasiswa melalui Pembantu Rektor III, dan tidak diperkenankan melakukan aktifitas-aktifitas politik terbuka di kampus. Di kalangan mahasiswa secara spesifik, keberadaan organisasi mahasiswa dijauhkan dalam aktifitas terbuka di kampus dan dikerdilkan daya kritisnya. Sejak NKK/BKK berlaku, ormas-ormas mahasiswa dan lembaga-lembaga kampus dikebiri, dihambat dan diorientasikan untuk menjadi alat kepentingan rejim orde baru. Kehidupan kampus hanya diisi dengan sekedar aktifitas kuliah, hobi dan penyuluhan program rejim. Satusatunya kelompok mahasiswa yang masih mengeluarkan kekritisannya di kampus ketika itu hanya organ pers mahasiswa, namun tidak sedikit terbitan mereka yang dibredel. Selain itu, Organisasiorganisasi massa “kuning� didirikan untuk menumpulkan perlawanan gerakan massa terhadap rejim. Aspirasi rakyat untuk perubahan sejati, dikanalkan dalam organisasi bentukan pemerintahan suharto. Sebut saja, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di kalangan massa kaum tani, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di kalangan massa buruh, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk pemuda dan mahasiswa hingga Dharma Wanita/PKK untuk kaum perempuan. Pemberlakuan asas tunggal Pancasila hingga monopoli politik kekuasaan oleh Golkar melalui birokrasi dan militer. Kondisi ini dalam khasanah intelektual, kemudian trend disebut sebagai bagian dari deideologisasi, depolitisasi dan deorganisasi ala Orde baru. Situasi yang demikian represif di kampus, memaksa aktiftis-aktifis mahasiswa meninggalkan kampus dan mulai melakukan proses pengorganisasian di kalangan rakyat. Mahasiswa-mahasiswa tersebut menggunakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk melakukan pengorganisasian tersebut. Mahasiswa-mahasiswa yang terjun di dalamnya, banyak kemudian

21

mengadvokasi berbagai kasus seperti Kedung Ombo, Nipah, badega dan lain sebagainya. Bagaikan gumpalan bolan salju yang terus mengalir deras, terjadi kebangkitan kesadaran massa rakyat yang begitu hebat atas penindasan dan penghisapan yang dilakukan oleh rejim fasis boneka

imperialis Soeharto, pada medio tahun 90an awal. Di awal tahun 90an meletus aksii massa pertama kali yang dilancarkan oleh buruh, aksi buruh terbesar dalam sejarah orde baru terjadi pada Demonstrasi buruh PT Gajah Tunggal dalam kurun waktu tersebut. Demonstrasi ini telah memberi inspirasi dan memicu bangkitnya juga gerakan buruh diberbagai kota seperti Medan, Solo, Surabaya, Makasar dan Jakarta. Mahasiswa-mahasiswa yang sebelumnya aktif dalam pengorganisasian di kalangan rakyat, juga mulai kembali ke kampus dan membangun kelompok studi di kampus-kampus. Mahasiswamahasiswa juga mulai membangun jaringan gerakan antar kota. Di awal tahun 90an terbentuk juga beberapa konsolidasi gerakan Mahasiswa, melalui forum-forum komunikasi dan jaringan Mahasiswa di Jogja, Surabaya dan Bandung. Dalam perkembangan selanjutnya menjadi konsolidasi yang lebih maju seperti lahirnya FAMI dan SMID. Berbarengan dengan hal tersebut, suara-suara kritis dan aksi protes terus meluas dari berbagai sektor dan golongan rakyat serta semakin meluas di berbagai kota, yang semua tuntutanya dialamatkan pada pemerintahan. Kalangan lainya seperti lembaga pers baik kampus maupun independen memiliki peranan yang cukup besar karena juga menjadi

korban otoritarian Soeharto, demikian juga sejumlah elite politik borjuasi kecil yang semakin berani mengkritisi klik Soeharto. Sementara Pennghidupan rakyat semakin merosot karena krisis ekonomi yang semakin akut, hargaharga kebutuhan pokok semakin melambung tinggi, daya beli rakyat anjlok, korupsi merajalela, penggangguran meledak pesat dan berbagai hal yang mengancam penghidupan rakyat Indonesia. Krisis politik semakin tampak ketika upaya intervensi Soeharto terhadap PDI pada tahun 1995. Selanjutnya, hal ini berpuncak pada tragedy 27 Juli 1996. Buntut dari peristiwa ini adalah terjadi terror putih yang dilakukan oleh aparat kekerasan rejim Soeharto yang melakukan penangkapan, pengejaran dan penculikan terhadap kalangan aktifis pergerakkan ketika itu, yang ra t a - ra t a b e ra s a l d a r i a k t i f i s Mahasiswa. Kri s i s eko no mi s emaki n menajam dan kekejaman fasis Soeharto terhadap rakyat dan gerakan rakyat dan Mahasiswa ketika itu, semakin menambah kebencian rakyat terhadap rejim. Setelah dipaksa tiarap, gerakan Mahasiswa mulai tampil kembali di akhir tahun 1996 dan terus meningkatkan segala daya upaya untuk menggembangkan diri serta memperhebat perjuangannya untuk menggulingkan kekuasaan rejim Soeharto. Kontradiksi pun menajam di kalangan intern Pemerintahan untuk menyingkirkan Soeharto, seiring dengan kebangkitan gerakan massa ketika itu. Badai krisis moneter pada Juli 1997 yang mulai melanda Indonesia, mengakibatkan depresi ekonomi terhadap Indonesia. Krisis ini memperparah krisis ekonomi kronis dalam negeri dengan terjadinya kelangkaan harga-harga kebutuhan pokok dan mahalnya harga-harga. Situasi ini pun semakin meruncingkan krisis politik ketika itu. Rakyat mulai berani tampil dan menyatakan Soeharto sebagai biang segalanya segala penderitaan rakyat. Di desadesa, kaum tani mulai melakukan aksiaksi perebutan lahan, buruh pun semakin berani melakukan aksiaksinya , sementara Mahasiswa semakin bergairah menjadi garda depan yang semakin kuat melakukan aksi-aksi protes, apalagi setelah tragedi pengejaran dan pembunuhan


FOKUS terhadap Mahasiswa UMI di Makasar. Gelombang protes aksi massa Mahasiswa semakin membesar dari tahun 1997 hingga Mei 1998. Mahasiswa yang awalnya hanya dibatasi melakukan aksi-aksi di dalam kampus, akhirnya mampu menjebol aksi keluar kampus untuk menarik dukungan masyarakat, meskipun hal tersebut harus berhadapan dengan pentungan, sepatu lars dan moncong senapan rejim Soeharto. Seluruh kekuatan Mahasiswa dari berbagai kelompok bersama-sama turun ke jalan dengan satu tuntutan “turunkan Soeharto�. Dimana-mana rejim ini dipreteli satu per satu kebobrokannya oleh aksi-aksi Mahasiswa. Klik-klik reaksioner lainnya pun tak tinggal diam, mereka bersama dengan Mahasiswa bersama-sama turun dan menyikapi aksi-aksi penggulingan Soeharto Setelah terjadi kasus penembakkan terhadap 4 mahasiswa Trisakti, 12 Mei 2007, aksi-aksi Mahasiswa semakin membesar dan kemarahan rakyat terhadap rejim Seoharto semakin membuncah. Pasca kerusuhan massal 14-17 Mei 2007 di berbagai kota, terutama di Jakarta yang berbau SARA dan diprovokasi fihak-fihak yang tidak betanggungjawab yang menentang Seoharto, kedudukan Soeharto semakin terjepit. Beberapa orang kepercayaan di lingkaran kekuasaan suharto, juga sedah mulai enggan dipimpin oleh rejim ini. Sementara gedung MPR/DPR terus dibanjiri dengan gelombang aksi Mahasiswa, yang terus merangsek masuk. Akhirnya, 21 Mei 1998, secara resmi Soeharto mundur dari Presiden dan kekuasaan dialihkan kepada wakil presiden, BJ Habibie. Mundurnya Soeharto disambut dengan gegap gempita oleh Mahasiswa dan masyarakat Indonesia di penjuru n e g e r i . S o ra k s o ra i p e m u d a mahasiswa terus menggema, lagu dan yel-yel tanpa henti menhiasi seluruh berita. Jutaan harapan, perasaan dan kehendak rakyat serasa tumpah pada saat itu. Buah yang tidak Sesuai Harapan! Mundurnya Soeharto bukan berarti selesai persoalan yang dialami rakyat dan bangsa Indonesia. Kelemahan mendasar tentang siapa pimpinan perubahan, kekuatan pokok

rakyat dan peran-posisi pemudamahasiswa masih dialami gerakan Mahasiswa ketika itu, kelemahan fatal tersebut berimbas pada jatuhnya kembali kekuasaan Negara di tangan kolaborasi jahat borjuasi komprador dan tuan tanah baru yang tidak lain adalah boneka imperialis. Itu terbukti pasca reformasi, rejim-rejim yang dilahirkan belum mampu memberikan perubahan berarti, selain keterpurukan rakyat dalam kubangan krisis ekonomi yang semakin dalam. Disamping itu, dalam gerakan penggulingan Soeharto, kekuatan gerakan Mahasiswa belum besatu padu dengan gerakan rakyat buruh dan tani, ini bisa dilihat ketika menj el ang j at uhnya So ehart o,

gerakan Mahasiswa belumlah secara rendah hati dipimpin oleh gerakan rakyat untuk melakukan aksi bersama, meskipun rakyat sangat bersimpati dan mendukung sepenuhnya perjuangan Mahasiswa. Gerakan Mahasiswa ketika itu justru cenderung memilih untuk bergandengan dengan klik borjuis lainnya seperti Gus Dur, Mega, Amin Rais atau Sri Sultan Hamengku Buwono X, pilihan tersebut berakibat sangat fatal, karena kepemimpinan politik selanjutnta jatuh di tangan borjuasi komprador baru. Pilihan tersebut semakin memperterang kita bahwa masih adanya kelemahan pemahaman teori dan pengalaman praktek gerakan Mahasiswa ketika itu, sehingga perubahan yang diusung kembali jatuh ke tangan klas anti-rakyat baru yang tidak menghasilkan perubahan yang cukup berarti bagi penghidupan rakyat. Meskipun demikian hal yang patut diambil point positifnya adalah bahwa reformasi melalui gerakan massa demokratis anti rejim fasis yang dimotori Mahasiswa, menumbuhkan kembali semangat dan memberi

inspirasi perlawanan rakyat terhadap kekuasaan rejim penindas. Mengingat, sejak Seoharto berkuasa, gerakan rakyat dihancurleburkan melalui teror putih yang meninggalkan luka dan trauma yang begitu luar biasa. Atas hal ini, maka reformasi berhasil menumbuhkan kembali semangat dari klas buruh dan kaum tani untuk kembali membangun organisasinya sendiri yaitu organisasi massa sejati. Pasca reformasi, berbagai serikat buruh nasional atau lokal tumbuh dan berkembang merebak bak jamur di musim penghujan, begitupun di kalangan kaum tani yang semakin percaya diri dengan organisasinya sendiri dan bentuk perjuanganya sendiri. Inilah salah satu hasil positif dan prestasi tersendiri dari perjuangan gerakan mahasiswa 1998. Selanjutnya maraknya aksiaksi protes dan bermunculannya organisasi-organisasi massa yang ada hingga kini belum terpimpin dalam satu garis perjuangan dengan persfektif politik yang maju berdasarkan kenyataan karakter masyarakat Indonesia yang setengah jajahan dan setengah feodal. Selain itu kekuatan-kekuatan gerakan ini belum mampu meyimpulkan klasklas dalam masyarakat untuk mengkongkritkan siapa sesungguhnya kawan dan lawan dari rakyat indonesia. Sehingga gerakan tersebut belum sanggup disatukan satukan dalam sebuah persatuan rakyat nasional yang bersandarkan pada kekuatan pokok klas buruh dan kaum tani. Demikian juga dengan konteks aksi-aksi yang dilancarkan belumlah memiliki perspektif ke depan dalam memajukan perjuangan massa ke tingkat yang lebih hebat, untuk membebaskan diri dari belenggu dominasi imperialisme dan Feodalisme yang termanifestasi dalam rejim boneka anti rakyat. Koreksi atas Gerakan 98 dari berbagai uraian di atas, penting kiranya bagi kita untuk melakukan penilaian atas pengalaman perjuangan rakyat dan pemudamahasiswa di Indonesia untuk melahirkan simpulan-simpulan berarti yang Diperuntukkan dalam mematangkan pemahaman dan memajukan lagi pekerjaan membangkitkan, menggorganisasikan

31


FOKUS dan menggerakkan perjuangan massa di Indonesia. Demikian beberapa penilaian-penilaian pokok tersebut. Pertama, Sejarah Perjuangan Rakyat di Indonesia telah dilakukan sejak sekian lama, jauh sebelum gerakan mahasiswa 98 itu lahir. Bahkan sebelum proklamasi 1945, gerakan tani dan buruh memberi inspirasi bagi lahirnya organisasi pemuda dan relajar untuk melawan penindasan dan penghisapan, terutama oleh kaum kolonialisme, feodalisme dan imperialisme serta klas-kals reaksioner dalam negeri. Karenanya gerakan mahasiswa haruslah secara rendah hati, Siap dipimpin oleh gerakan rakyat. Kemudi an yang Kedua, Dalam perjuangan tersebut, gerakan pemuda dan mahasiswa memiliki prestasi tersendiri dan sumbangan cukup berarti terutama dalam gerakan m e l a wa n ko l o n i a l i s m e , m e m p e r t a h a n k a n kemerdekaan di masa awal Revolusi Agustus 1945 dan penumbangan rejim boneka imperialis Fasisme Soeharto. Selain itu yang Ketiga, Kelemahan akan pemahaman teoritis dan praktek perjuangan pembebasan di dalam negeri di kalangan gerakan massa secara luas, telah mengakibatkan percobaan-percobaan ilmiah perjuangan rakyat yang dilakukan untuk melawan kolonialisme, feodalisme, imperialisme dan klas-klas reaksioner dalam negeri begitu mudah dipatahkan. Selanjutnya yang Keempat, Selama ini, kepemimpian perjuangan yang terjadi dalam sejarah perjuangan rakyat Indonesia masih didominasi oleh kepemimpinan kaum borjuasi, sehingga mengakibatkan p e n g o r b a n a n l u a r b i a s a ya n g dilakukan oleh rakyat dan pemudamahasiswa di Indonesia jatuh kembali dalam kubangan penindasan dan penghisapan. Kemudian yang tak kalah penting, yang Kelima, Dalam konteks kekinian diperlukan sebuah upaya-upaya konkret untuk memajukan kembali gerakan massa demokratis di Indonesia untuk

41

melawan dominasi imperialisme dan rejim boneka di dalam negeri sebagai kaki tangan dan antek setia dari imperialis pimpinan AS Berdasarkan penilaianpenilaian tersebut, ada beberapa penyimpulan atas pengalaman perjuangan gerakan rakyat dan pemuda-mahasiswa di Indonesia yaitu : Pertama, Dari Segi Ide atau Orientasi Perjuangan Masih kentalnya ide-ide kepemimpinan yang dilahirkan dari pikiran borjuasi kecil dalam setiap aktivitas gerakan massa telah menyebabkan gerakan massa tersebut mudah patah di tengah jalan dan tidak mempunyai pandangan serta arahan-arahan maju ke depannya. Ciri khas dari watak yang selalu bimbang

dan ragu, dalam perjalanannya juga dapat menumpulkan gerakan massa itu sendiri. Contohnya, banyak dari pimpinan massa ketika reformasi 1998, sekarang malah menjadi bagian dari arus sistem politik hari ini. Mereka begitu mudah tergiur dengan tawaran elit politik borjuasi, seperti uang dan jabatan, hingga kemudian meninggalkan perjuangan yang diusung sebelumnya dan kekuatan massa yang digalang. Ketika pemilu 2004 lalu atau menuju pemilu 2009 sekarang, banyak tokoh-tokoh mahasiswa yang memilih terlibat dalam politk prkatis dengan ramerame mendaftarakn diri sebagai calon legislatif. Selain itu, muncul kecenderungan “brokerisme� dan “abang-abangan� dalam dunia gerakan yang membuat gerakan cenderung terkotak-kotak dalam permainan-permainan isu yang dihembuskan oleh elit politik. Mereka kurang memahami tentang catatan-

catatan tentang kenyataan konkret masyarakat Indonesia dan pengalaman perjuangan rakyat yang ditempuh selama ini, sehingga tidak ada upaya-upaya untuk memajukan lagi perjuangan massa. Yang Kedua, Dari Segi Politik Gerakan Massa Demokratis selama ini tidak memiliki garis politik yang tepat dan tegas. Sebuah garis yang secara ilmiah lahir dari kenyataan rakyat serta meletakkan dasar bagaimana rakyat (termasuk Mahasiswa harus berjuan). Tentu saja Politik tersebut haruslah melihat secara menditail dari karakter masyarakat indonesia. Hal ini menyebabkan gerakan massa begitu mudah terombang-ambing dalam situasi yang berkembang. Gerakan massa cenderung terjebak dengan propaganda yang memoderasi aspirasi sejati perubahan rakyat atau terdorong dalam pertarungan kepentingan arus elit kekuasaan. Gerakan massa juga sering digunakan oleh kelompok tertentu untuk melakukan perubahan politik secara drastis (perebutan kekuasaan secara langsung ataupun penggulingan rejim) ataupun dukung mendukung elit kekuasaan. Ini diakibatkan ketidakjelasan program politik yang diusung bagi kepentingan massa ataupun untuk memblejeti klik reaksioner yang kini berkuasa, hingga kehilangan independensi politik dalam bersikap, berpendirian dan bertidak dalam garis massa. Selanjutnya ketiga, Dari Segi Organisasi, ketidakmampuan untuk mengkonsolidasikan massa yang telah dimobilisir sebelumnya dalam aksi-aksi massa. Banyak kemudian organisasi-organisasi massa yang eksistensinya patah di tengah jalan. Melupakan bahwa setiap aksiaksi yang dilakukan memiliki usaha untuk terus memenangkan perjuangan dan menambah kekuatan atau membangun basis massa. Sehingga kemudian massa dibiarkan tetap dalam posisi mengambang (floating mass). Kondisi seperti ini tentu saja sangat menguntungkan bagi rejim anti rakyat.


FOKUS Kemana Gerakan Mahasiswa Harus Melangkah? Berdasarkan atas kesimpulan, penilaian dan koreksi dari gerakan pemuda mahasiswa, maka penting melakukan gerakan untuk memebenahi kembali Gerakan Massa Demokratis di Indonesia, atau kita disebut ”Gerakan Pembetulan”. Gerakan Pembetulan adalah sebuah upaya untuk membetulkan kembali ide, politik dan organisasi serta membangkitkan kembali Gerakan Massa. Dalam ”Gerakan Pembetulan” teresbut, ada beberapa hal yang prinsipil untuk memperbaiki kembali, yaitu : Untuk mencegah dominasi ide-ide borjuasi kecil dalam perjuangan gerakan massa, maka gerakan massa harus meningkatkan kerja-kerja Investigasi Sosial dan Analisa Klas (ISAK) dan melakukan pekerjaan propaganda/edukasi secara intensif bagi pimpinan massa hingga massa itu sendiri. ISAK, adalah sebuah pekerjaan untuk mengetahui secara

langsung keadaan konkret yang ada disekitar kita. Yang kemudian akan dijadikan senjata untuk melakukan perjuangan massa. Prinsipnya, ”No Investigation, No Right To talk”. Pekerjaan ini, bisa dilakukan di desa, kota ataupun kampus. ISAK adalah landasan awal dalam bekerja, menentukan garis perjuanngan, menganalisa, hingga membuat program kerja. Sementara Propaganda/edukasi adalah pekerjaan untuk membangkitkan kesadaran, yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman teori dan memperhebat praktek kerja massa. Secara politik, berpegang pada garis perjuangan yang tepat, yaitu garis politik ”Demokrasi Nasional”. Garis ini lahir bukan karena wangsit atau pesenan orang-orang tertentu. Tapi berdasarkan analisa terhadap perkembangan masyarakat Indonesia saat ini, yaitu masyarakat setengah jajahan dan setengah feodal dibawah dominasi imperialisme yang berbasiskan sisa-sisa feodalisme. Kemudian, menggalang Aliansi luas

skala Nasional yang berlandaskan pada persekutuan dasar antar klas buruh dan kaum tani. Dan terus b e r u p aya m e n g g a l a n g s e l u r u h kekuatan rakyat yang anti imperialisme dan anti feodalisme di Indonesia. selanjutnya, melancarkan kampanye massa dari basis terendah hingga nasional untuk menggerakkan massa menuntut hak-hak demokratisnya hingga perlawanan terhadap imperilaisme dan feodalisme. Yang tidak kalah penting Secara organisasi, menghimpun seluruh massa yang ada di penjuru Indonesia, dengan membangun organisasi-organisasi massa sejati yang berkarakter dari tingkat desa, kota, pabrik, kampung, kampus hingga skala nasional untuk menjadi sebuah kekuatan massa yang patriotik, demokratik dan militan. Dengan demikian, organisasi akan memiliki topangan dasarnya di basis terendahnya masing-masing. Memperhebat pekerjaan pendidikan/ edukasi baik bagi pimpinan massa dan massa seluas-luasnya secara intensif.

Pemilu Tidak Berguna Bagi Rakyat Kobarkan Terus Perjuangan Massa, Perkokoh Persatuan Rakyat Melawan Wakil Sejati Borjuasi Komparador dan Sisa-Sisa Tuan Tanah Dinamika Pemilu, Jauh Dari Menyelesaikan Problem Rakyat. Pemilihan Umum putaran pertama yang berlangsung pada tanggal 9 April 2009, telah mendudukkan 9 besar partai politik mendapatkan jatah kursi di Gedung DPR RI. Sampai detik ini, urutan pertama yang menjadi juara pemilu Legislatif adalah partai Demokrat, disusul secara berturut Partai Golkar, PDI P, PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra, dan Hanura dengan total kursi yang diperebutkan mencapai 560 kursi. Fakta berbeda dialami oleh 29 Partai kontestan Pemilu, mereka terancam tidak lolos ambang batas 2,5 persen suara dan tidak mampu menempatkan wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat. Pemilihan Umum putaran ke d u a a k a n m e n j a d i m e d i a pemilihan presiden dan wakil presiden yang direncanakan berlangsung pada tanggal 8 Juli 2009. Partai politik sudah mulai memikirkan koalisi besar untuk mengusung calon presiden dan wakil presiden yang akan saling bersaing memperebutkan kursi

RI 1 di Istana negara. Perang program dan saling kritik dari berbagai tokoh politik silih berganti terlontar dan

menghiasi berita-berita di media. Kita tentu masih ingat pernyataan megawati kepada SBY soal kebijakan pemerintah seperti penari poco-poco, maju-mundur, yang kemudian dibalas

SBY dengan poco-poco lebih baik dari dansa-dansa yang berputar-putar. Kemudian pernyataan SBY, ”tidak perlu menunjukkan kita lebih cepat, lebih baik, lebih ini-itu. Itu takabur namanya”, kepada JK sebagai lawan politiknya setelah mendeklarasikan diri untuk maju menjadi RI 1 menggandeng Wiranto. Tindakan-tindakan para elit yang menjadi argumentasi pengakuan terhadap demokratisnya politik di Indonesia. Jika merujuk pada dinamika politik dari sejak Pemilu dilaksanakan pada tahun 1955 sampai sekarang, perdebatan politik hanya selesai di meja winwin solution (solusi jalan tengah). Dimana pertentangan pandangan politik soal janji terhadap rakyat mencuat ketika kampanyekampanye Partai, tiba-tiba menjelang detik pemilihan Presiden kembali dinamis dan saling b e r g a n d e n g a n . Tr a d i s i n y a bergandengan tanpa dilandasi ketegasan keberpihakan politik yang

51


FOKUS teguh untuk bersama rakyat (buruh dan tani) yang mayoritas di negeri ini untuk bahu membahu menyelesaikan problem ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Ini bisa dibuktikan dengan perjalanan Pemilu selama kurang lebih 44 tahun, apakah mampu menjawab problem-problem rakyat?. Rakyat seperti mengalami de javu tiap 5 tahun, saat janji caleg dan partai akan perubahan kesejahteraan hadir dan kemudian hilang saat pemilu usai dan akan hadir lagi 5 tahun mendatang. Semua dilakukan hanya untuk melakukan mobilisasi suara demi pemilu, bukan rakyat. Kalau kita saksikan bersama, semangat Pemilu terasa jauh dari rakyat dan begitu dekat dengan kepentingan borjuasi. Rakyat dipaksakan untuk ikut meramaikan Pemilu dengan berbagai cara melalui Partai-partai politik kontestan Pemilu. Mulai dari mengadakan kampanye terbuka yang diisi dengan pagelaran musik dengan artis-artis panggung yang terlihat seksi, bhakti sosial yang cenderung formalis, kampanye media yang terkesan akan memberikan perbaikan penghidupan rakyat, berlomba memasang segala atribut dengan berbagai macam variasi dan Bentuk, sampai tindakan bagi-bagi sembako, duit, dan berbagai cara lainnya untuk menarik massa ikut ambil bagian meramaikan Pemilu. Berbagai cara terkesan halal dilakukan bagi setiap Partai kontestan Pemilu yang menembus batas kearifan lokal, pelestarian lingkungan, sampai menembus batas etika dan norma di masyarakat. Tindakan ini justru semakin tidak mendidik rakyat dan menjerumuskan rakyat pada konflik horizontal yang tidak berdasar. Tidak berdasar karena konflik muncul hanya untuk kepentingan partai yang sebenarnya hanya untuk kepentingan kalangan borjuasi penyuplai modal bukan upaya untuk memecahkan persoalan rakyat. Ditengah harapan rakyat untuk m e nye l e s a i k a n m a s a l a h nya , Pemilu Seakan membuka kedok dari siapa sebenarnya para kontestan Pemilu ini. Sejak Pemilu 2004 sampai sekarang, sekian kebijakan yang merugikan rakyat begitu mudahnya disahkan oleh meja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden yang berkuasa. Mulai dari kebijakan Perburuhan tentang SKB 4 Menteri, Privatisasi air, UUPM, Reforma Agraria versi pemerintah, Perpres No.36 tahun 2005, UU Migas, UU BHP, UU No. 39 Th 2004 tentang

Penempatan BMI, dan Kenaikan harga BBM, telah disahkan dan mencekek leher rakyat. Dalam pemerintahan sebelumnya kebijakan yang merugikan rakyat juga bergulir, diantaranya UUK No. 13 Th 2003 tentang perburuhan yang melegalkan sistem Outsouching dan kontrak, Kebijakan UU Sisdiknas No.20 Th 2003 tentang pendidikan yang membuka kran komersialisasi pendidikan, serta kebijakan kenaikan BBM yang memicu Kenaikan kebutuhan Pokok. Melihat kenyataan pergantian kepemimpinan tapi tak kunjung membawa perubahan terhadap penghidupan rakyat telah menyebabkan kepercayaan rakyat atas pemerintah semakin menurun dan ini bisa disaksikan dengan banyaknya rakyat yang tak ikut ambil bagian dalam Pemilu Legislatif 2009, mencapai 49,6 Juta atau 29,01 persen, (kompas, 10 mei 2009). Selain itu dibuktikan dengan aksi-aksi spontan dan terorganisir rakyat yang hampir setiap hari mewarnai berita di mediamedia. Memajukan Kesadaran Politik Rakyat, Solusi Tepat Dalam perkembangan negaranegara di dunia saat ini, Pemilu merupakan salah satu alat atau i n s t r u m e n u t a m a ya n g s e l a l u digunakan untuk mengukur kadar kedemokratisan

aku pemilik negeri ini, & aku akan menjualnya kepada tuanku Imperialis

1 6

suatu negara. Kesuksesan negara menyelenggarakan pemilu tanpa k e r u s u h a n , p i h a k ya n g k a l a h menerima akan kekalahannya, partaipartai ikut pemilu sesuai peraturan dan tidak ada kecurangan apapun, tingkat partisipasi rakyat untuk memilih menunjukan prosentase besar adalah

salah satu parameter yang sering digunakan untuk menunjukkan bahwa negara telah demokratis serta menjadi kesimpulan bahwa rakyat telah memiliki kesadaran politik yang baik. Pemilu adalah alat, demikian hal yang bisa kita pahami saat ini. Pertanyaannya adalah siapa yang menggunakan alat tersebut?. Dalam sejarahnya pemilu hadir beriringan dengan hancurnya kekuasaan feodal diganti oleh kekuasaan kaum borjuis di Eropa. Revolusi industri di Inggris pada Abad ke 17 telah mendorong perubahan besar di Eropa, sejak ditemukannya mesin uap oleh James Watt yang kemudian diikuti temuantemuan besar lainnya telah mendorong industrialisasi berkembang semakin maju. Untuk memperkuat ke d u d u k a n nya , k a u m b o r j u a s i menggunakan berbagai macam instrumen politik kekuasaan sebagai alat legitimasinya. Salah satu ciri dari Negara demokrasi borjuis adalah identik dengan pembagian kekuasaan (distribution of power ) atau pemisahan kekuasaan (separation of power) antara kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif atau kemudian lazim di sebut trias politika. Gagasan ini muncul menjadi sebuah teori kenegaraan oleh tokoh-tokoh semacam JJ Rosseou, Montesque ataupun John Locke. Penerapan nyata teori ini salh satunya adalah pelaksanaan Pemilu di Indonesia. Merujuk dari asal teori kenegaraan tadi, menjadi penguat bagi kita bahwa Pemilu di Indonesia adalah sistem yang dikembangan oleh kalangan borjuasi. Sebagai alat bagi borjuasi untuk melegitimasi kekuasaannya atas negara. Maka bisa dipastikan ukuran pemilu yang demokratis pun selalu identik dengan segi-segi demokrasi versi pandangan klas borjuis. Melihat keadaan ini tentu sudah menjadi keharusan bagi rakyat untuk melihat lebih dalam bagaimana sebenarnya kedudukan pemilu dalam upayanya untuk memperbaiki kehidupan rakyat, tentu harapannya jika rakyat sudah lebih memahami peran politiknya dalam pesta elektoral ini rakyat akan lebih memahami bagaimana sikapnya dalam menghadapi pemilu yang akan datang. Inilah yang penting bagaimana meningkatkan pemahaman rakyat tentang pemilu, mulai dari partai yang bertarung, calon presiden dan wakilnya, hingga calon legislatif yang ada sehingga kedepan apapun sikap rakyat, baik itu ingin memilih ataupun golput adalah sebuah keadaan yang dilandasi kesadaran


LIPUTAN KHUSUS Ko ng r e s I II F M N : M e n u ju O r g a n is a s i M a s s a M a h a s i s w a N a s io na l y a n g B e s a r d a n B e r p e n g a r u h K ua t, B e r ju a n g M e r e b u t H a k a t a s P e n d id ik a n d a n La p a n g a n P e k e r ja a n d e n g a n B e r ju a n g B e r s a m a R a k y a t

Ko n g r e s dilaksanakan,

III

tempat

FMN

t e l a h dimeriahkan oleh acara seni yang di Bersama Rakyat.

pelaksanaan kemas dengan menarik oleh panitia

Hasil

kongres sendiri adalah kota Mataram, bekerjasama dengan UKM Pilar Seni sejatinya NTB pada tanggal 10-14 Maret 2009. IKIP Mataram. Kongres ke III FMN mengambil tema “ Maju

Terus

Merebut

Hak

e

n

g

a

kongres

FMN

ini

keputusan

s e n d i r i akan menentukan arah gerak FMN

atas kemudian dilanjutkan di wisma PSA untuk 2 tahun kedepan. secara politik acara

kongres

sendiri FMN

dengan

n

tegas

menetapkan

demokrasi

Memperkuat,Mem perbesar

III

baik politik maupun organisasi yang

Acara

Pendidikan dan Lapangan Pekerjaan Narmada, D

kongres

menghasilkan

nasional

sebagai

serta

garis

organisasi, kemudian

Memperluas

dalam

P e n g a r u h

perjuangan

program yang

Organisasi dengan

ditetapkan

Berjuang Bersama

kongres III FMN ini

dalam

Rakyat�

yang

ada beberapa hal yag

diikuti

oleh

d i h a s i l k a n

delegasi dari 20

d i a n t a r a n y a ,

dari

mendukung dan ambil

25

yang

cabang

tergabung

dengan

bagian

FMN,

sementara

5

cabang

yaitu

Garut,

Te g a l ,

dalam

perjuangan tertindas

rakyat

Indonesia

untuk membebaskan diri

dari

belenggu

L a m o n g a n ,

imperialisme,feodalis

Banyuwangi

me

dan

dan

kapitalisme

Bojonegoro tidak

birokrat untuk menuju

dapat hadir dalam

Indonesia

yang

m e r d e k a

d a n

kongres ada

karena

halangan,

d e m o k r a t i s

akan tetapi secara

s e p e n u h n y a .

prinsipil

kemudian atas hak-

akan

menerima

dan

hak

terpimpin

a t a s Acara Pembukaan Kongre III FMN Mataram-NTB Maret 2009

keputusan

hasil

Kongres dibuka pada tanggal 10 Maret 2009, acara pembukaan dilakukan di arena budaya Universitas negeri mataram. Acara pembukaan ini selain berisi pengukuhan atas tema kongres

ya n g

Ko o r d i n a t o r

dibacakan

DPP

FMN

oleh

periode

sebelumnya yaitu Nurshohib Ansyari juga diisi dengan pembacaan pesanpesan

solidaritas

dari

berbagai

organisasi baik dalam maupun luar negeri antara lain dari ILPS,ASA, GSBI, AGRA, dan ormas tingkat lokal maupun nasional

r a k y a t ,

meliputi pembahasan laporan penilaian

kongres.

lainnya.

Selain

peserta

kongres, acara pembukaan ini juga dihadiri oleh tamu-tamu undangan baik nasional maupun lokal dengan

pekerjaan selama 2 tahun DPP FMN yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan konstitusi dan program perjuangan FMN yang dibahas dalam sidang komisi. setelah pleno konstitusi dan

program

dilanjutkan

perjuangan,

dengan

resolusi-resolusi

acara

pembahasan kongres

dan

pemilihan anggota dan calon anggota DPP periode 2009-2011. Acara kongres sendiri ditutup dengan aksi lounching program

perjuangan

di

kantor

Gubernur Nusa Tenggara Barat. Kongres III FMN : Merebut Hak Atas

Pendidikan

Pekerjaan

dan

dengan

demokratis

Lapangan Berjuang

F M N

mendukung perjuangan buruh, tani, kaum miskin kota, kaum perempuan dan suku bangsa terasing dan seluruh rakyat tertindas di Indonesia untuk mendapatkan

jaminan

perlindungan

atas

dan

h a k- h a k

demokratisnya. Dalam kapasitasnya sebagai oganisasi massa mahasiswa FMN juga menetapkan program perjuangan yang memanifestasikan bentuk organisasi FMN yaitu, memperjuangkan sistem Pendidikan yang ilimiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat. selain itu persoalan pemuda mahasiswa untuk mendapatkan

jaminan

atas

akses

pendidikan dan lapangan pekerjaan juga

mnenjadi

point

yang

akan

diperjuangkan oleh FMN. Mulai dari 71


LIPUTAN KHUSUS perjuangan

pendidikan

murah,

jaminan atas kebebasan berbendapat dan

berorganisasi

bagi

pelajar,

mahasiswa, guru, dan dosen, jaminan atas sarana dan prasarana, kualitas tenaga

pengajar

hingga

kesejahteraan guru, dosen dan tenaga pendidikan

lainnya

serta

pembrantasan buta huruf bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu secara organisasi FMN juga ingin tumbuh besar serta memiliki pengaruh yang besar dan kuat baik secara politik maupun organisasi dengan tetap memiliki pertalian yang erat dengan massa. hal ini akan diwujudkan dengan berbagai aktivitas, mulai dari melakukan proganda luas dan mendidik massa mahasisa seluasluasnya, menggalang aliansi dengan organisasi dengan berbagai kekuatan pemuda dan mahasiswa di Indonesia untuk memperjuangkan nasib pemuda dan mahasiswa, serta bersama terlibat dalam perjuangan rakyat tertindas di Indonesia serta berjuang bersama pemuda mahasiswa untuk meraih hak atas pendidikan dan lapangan pekerjaan. S e m e n t a r a u n t u k Internasional, FMN yang saat ini tergabung dengan ASA (Asia Pasific Student and Youth Assosiation) dan ILPS (International League of People Struggle) akan terus membangun solidaritas internasional anti imperialisme dengan mempererat persatuan dan kerjasama politik dengan kekuatan rakyat, pemuda dan mahasiswa dari belahan dunia. perang agresi di berbagai Negara yang saat ini terjadi, penindasan terhadap kelas buruh, perampasan tanah kaum tani, suramnya masa depan pemuda di seluruh dunia dan berbagai bentuk penindasan dan penghisapan lainnya, termasuk krisis yang menghantam dan membangkrutkan ekonomi rakyat didunia adalah sebagai akibat dari keserakahan dan kekejaman yang dilakukan oleh Imperialisme.

Dalam kongres kali ini FMN juga bertekad untuk mampu menjadi organisasi massa modern dengan berbagai cara kerjanya, mampu meningkatkan partisipasi anggota untuk terlibat dalam berbagai aktivitas organisasi serta melibatkan massa mahasiswa lainnya. karena dengan inilah pertalian dengan massa di mahasiswa akan tetap terjaga dengan baik selain akan mampu memperbesar pengaruh organisasi di massa mahasiswa. Secara keseluruhan Kongres berjalan dengan lancar, berdebatan dan diskusi berjalan dengan hangat, ilmiah dan forum yang berjalan pun mampu mencerminkan satu organisasi yang memiliki watak demokratis. partisipasi anggota FMN di seluruh

mensukseskan kongres lewat iuran yang di berikan, walaupun belum maksimal akan tetapi sangat membantu jalannya Kongres III FMN sehingga tidak percuma kita mengatakan FMN adalah organisasi yang Independen termasuk di soal keuangan. kemudian patut untuk kita semua memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada panitia yang telah bekerja keras untuk terselenggaranya kongres III ini, terutama untuk seluruh panitia dan anggota dari FMN cabang Mataram. Kongres III FMN secara keseluruhan memberikan harapan besar untuk terbentuknya FMN sebagai organisasi massa tingkat nasional yang modern besar, kuat dan memiliki pengaruh yang luas di massa. sehingga

Disiplin Baja, dan Etos Kerja Tinggi adalah Kunci Untuk Mewujudkan Amanat Kongres III FMN. Selain itu untuk 2 tahun kedepan FMN juga telah memilih 30 orang sebagai Dewan Pimpinan Pusat dan Calon Anggota Dewan Pimpinan Pusat FMN yang akan memimpin pekerjaan politik dan organisasi yang diamanatkan dalam kongres III FMN. kolektif DPP inilah yang akan menjamin berjalannya berbagai program yang ada untuk mampu dilaksanakan.

81

Aksi Setelah Kongres III FMN Di Mataram-NTB

Indonesia kerja keraslah di hari-hari kedepan u n t u k yang akan menunggu setiap pimpinan


AGENDA FOKUS

Persatukan Semangat Intern Organisasi Pergiat Pendidikan Massa dan lancarkan Terus Perjuangan Massa Hidup Buruh!! Hidup Tani!! Hidup Pemuda-Mahasiswa!! Hidup Seluruh rakyat Indonesia!! Selamat Ulang Tahun Yang ke-6!!

Mengorganisasikan Massa, yang semuanya itu akan abdikan dalam melancarkan perjuangan massa yang lebih hebat lagi.

Kami sampaikan Salut dan Kawan-kawanku Semua yang Hormat yang setinggi-tingginya Patriotik dan Militan!! kepada saudara-saudaraku para Krisis umum Imperialisme anggota FMN di berbagai penjuru atau kapitalisme monopoli dalam negeri, selama 6 tahun berdidrinya perkembangan semakin menunjukkan Organisasi kita FMN, memberika keakutanya. Krisis finansial yang rasa rela berkorban yang begitu menerjang langsung dalam jantung tebal, Melawan Segala kesulitan imperialisme, Amerika Serikat dipicu dan Segala keguhan hati dalam mengoreksi setiap k e s a l a h a n d a l a m menjalankan pekerjaan di o r g a n i s a s i , mengembangkan setiap keberhasilan dan terus mengobarkan perjuangan massa!! Kami sampaikan terima kasih yang dalam kepeda sekutu-sekutu kami terutama Organisasi Rakyat , Serikat Buruh, Petani, Pemuda dan Perempuan yang selalu memberi inspirasi kami untuk melanjutkan tradisi Militan dan Melayani rakyat dalam tubuh Organisasi. Tak Lupa, tertuju kepada seluruh Pemudamahasiswa di seluruh indonesia!!! Kami ucapkan Salam Hangat dan Perjuangan, Kami mengingatkan bahwa tugas sejarah yang dipikul mahasiswa amat panjang Sekertaris Jenderal (Sekjen) FMN Berpidato Saat May dalam mengabdikan diri b e r s a m a r a k y a t I n d o n e s i a 2007 akibat gelembung ekonomi, membebaskan diri dari belenggu kredit macet perumahan rakyat, telah melumpuhkan sendi-sendi imperialis Imperialisme dan Feodalisme. Pidato ini saya beri Judul: dan berbagai negeri imperialis lainnya Persatukan Semangat di intern dalam terpaan krisis seperti layaknya organasasi, Pergiat Pendidikan Jaman kebangkrutan dunia, jaman massa dan Lancarkan terus Malaise 1929. Krisis keuangan dunia saat ini, perjuangan Massa. Judul ini saya Pilih karena dalam 6 Tahun FMN ini menambah bentangan penyakit berada dalam situasi yang Istemewa, bawaan di tubuh imperialisme mulai yang bertetapan dengan semakin akut dari krisis over produksi persenjataan dan sekaratnya Krisi Umum Imperialis dan teknologi tinggi di akhir tahun serta Semakin meningkatnya Gerakan 2000, krisis energi, krisis pangan, dan Rakyat. Dalam krisis yang begitu krisis lingkungan adalah Pukulan d a l a m i n i , O r g a n i s a s i p e r l u bertubi-tubi yang dialami kapitalisme mempersiapkan diri dalam tempaan- monopoli, praktek rakus dalam tempaan yang lebih sengit lagi. menhisap dan menindas klas buruh Sehingga Dalam moment ini kita dan rakyat pekerja lainnya, baik di semua perlu megkoreksi setiap dalam negerinya ataupun di negerikeslahan dalam tubuh Organisasi, negeri jajahan dan setengah jajahan mempersatukan semangat di Intern akan semakin membuka barang busuk Organisasi untuk Mendidik dan yang bernama imperialisme.

Politik perang agresi, perang t er h ad ap t er o r d an p er l u as an pangkalan militer AS di berbagai kawasan, membuat industri AS terjepit, karena menyerobot anggaran Negara . Di sisi lain, AS juga mengalami defisit perdagangan terutama menyangkut barang konsumsi, otomotif, perumahan dan ketatnya persaingan perebutan pasar dan sumber bahan mentah , dengan negeri-negeri imperialis lainnya seperti Uni Eropa dan Jepang. Imperialisme AS juga harus berhadapan dengan kebangkitan ekonomi Rusia, China dan India, yang telah menyerbu pasar AS dengan berbagai produksi manufakturnya. Penyakit bawaan ini menghajar buruh-buruh di negeri-negeri kapitalisimperialis dengan PHK besarbesaran, lebih dari 200 juta buruh ter PHK, Jutaan lainya dirumahkan akibat bangkrutnya sektor industri penting seperti otomotif, perumahan serta jasa keuangan dan perdagangan. Daya beli masyarakat semakin merosot sementara hargaharga semakin sulit dijangkau. Masa keemasan welfare state telah berakhir. Situasi yang suram ini semakin membuka bangkai imperialisme pimpinan AS dan membuka kehendak rakyat di seluruh dunia untuk bebas dari belunggu sistem busuk ini. Keserakahan dan kerakusanya Day telah menuai perlawanan rakyat yang begitu mengagumkan dari berbagai penjuru negeri, Hari-hari tak pernah lepas dari kemarahan rakyat di plenet ini, rakyat seluruh penjuru negeri telah bangkit dari derita dan kehinaanya. Rakyat seluruh dunia semakin memehami musuh sejatinya dan semakin yakin serta teguh untuk mempekuat solidaritas internasional melawan sistem busuk imperialisme. Hari depan dari imperialisme semakin berada di ujung tanduk, sementera Hari depan Perjungan rakyat semakin menatap pintu yang gilang-gemilang!! Kawan-Kawanku Semua yang Demokratis dan bergaris massa!! Di Indonesia krisis ini membawa kemerosotan yang begitu hebat terhadap penghidupan rakyat, Deretan kebijakan juga di keluarkan

1 9


oleh rejim SBY-Kalla untuk menghibur kepanikan akibat krisis umum ini, serasa tidak sedikitpun membawa angin segar pada rakyat. Berawal dengan penutupan sementara BEI pada awal oktober 2008, lalu menyiapkan program buy back, pemerintah juga menaikan jaminan tabungan, yang menyakitkan lagi rejim SBY-Kalla mengeluarkan Putusan Bersama 4 menteri (menteri tenaga kerja dan transmigrasi, dalam negeri, perindustrian dan menteri perdagangan) No. 16 tahun 2008 tentang pemeliharaan momentum pertumbuhan ekonomi nasional dalam mengantisipasi perkembangan perekonomian global. Akan tetapi langkah-langkah penyelamatan yang dilakukan oleh rezim SBY-Kalla tidak mampu dan tidak akan pernah mampu menyelamatkan ekonomi Indonesia. Karena harus dinggat krisis di negeri setengah jajahan dan setengah feodal seperti indonesia selalu berkarakter kronis dan akut. Maka jika sang tuannya imperialis AS mengalami krisis maka bisa dipastikan bahwa krisis yang dialami oleh Indonesia dipastikan akan semakin kronis. Sistem ini dibangun dari penindasan dan penghisapan rakyat jadi dalam menyelesaikan krisis ini rakyat selalu menjadi korban. terutama dari kaum tani dan kelas buruh, sebagai klas dan sektor yang paling pahit merasakanya. SBY-Kalla yang kalap dan secara membaibuta mengorbankan rakyat, setiap hari klas buruh bereda dalam ancaman PHK atau dirumahkan, sepanjang hari kaum tani tidak bisa tenang dalam menggarap lahanya. para pemuda sengaja dipersiapkan menjadi pengangguran dan terpaksa melakukan tindakan kriminal dan para orang tua mahasiswa akan dirogoh kantongnya untuk sekolah dan kampus yang semakin komersil, sementara Mahasiswa dijejali ilmu picik imperialis, yang membuat tersungkur dalam gorong-gorong sepit prakmatisme dan alergi politik. SBY-Kalla dalam tahun ini seolah menghibur dan memberi harapan bagi rakyat atas perubahan dalam pesta Demokrasi. Sebuah sistem politik yang menghabiskan duit rakyat sampai ratusan triliun tersebut, digembar-gemborkan oleh rejim akan merubah nasib rakyat. Namun rakyat sudah terlanjur menelan kepiluan dan penderitaan yang amat dalam, pesta ini di anggap hambar. Karena bentangan sejarah membuktikan bahwa pesta ini bukan jalan perubahan rakyat yang sejati, rakyat semakin mengerti dan memahami kedududukanya. Kehendak rakyat

1 1o

AGENDA FOKUS semakin bulat bahwa perubahan akan lahir dari tangannya sendiri, BUKAN PEMILU, BUKAN PARLEMEN!! potensi rakyat untuk melancarkan aksi-aksi protes pasti akan meningkat, namun mayoritas perlawanan rakyat saat ini masih di dominasi atas gerakan spontanitas. Gerakan spontanitas tentu akan mudah dipatahkan, selain itu sangat berpotensi untuk ditunggangi dan di setir pihak-pihak yang oportunis mencari keuntungan semata. Dalam keadaan seperti ini sangat penting bagi pemuda mahasiswa untuk tampil aktif mengambarkan persoalan-persoalan rakyat dan berjuang bersamanya, karena bagaimana pun yang paling memiliki peran menentukan adalah gerakan rakyat, yang dilandasi persatuan buruh dan tani, bukan gerakan pemuda mahasiswa. Pemuda mahasiswa adalah gerakan penyokong dan tugasnya adalah bergabung dengan gerakan rakyat. Kenyataan ini semakin meyakinkan bahwa negeri ini dipimpin oleh boneka imperialis, yang mewakili kepentingan borjuasi besar komprador dan Tuan tanah. Hari depan dari Rejim Boneka semakin berada di ujung tanduk, sementera Hari depan Perjungan rakyat Indonesia semakin menatap pintu yang Gilang-gemilang!! Kawan-Kawanku Semua yang Tetap Setia Berjuang Bersama Rakyat!! Kita memandang imperialisme lewat rejim boneka dalam negeri, bersepakat untuk menhacurkan tenaga produktif (termasuk Mahasiswa) dan terus ditempatkan dalam keterbelakangan. Usaha tersebut sangat tampak dalam menjadikan pendidikan sebagai ajang bisnis, komersialisasi semakin terang tatkala Undang Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) disahkan SBY pada akhir tahun 2008. Produk hukum ini sejatinya merubah pendidikan menjadi ladang bisnis (komoditi/barang dagangan) untuk mendatangkan akumulasi kapital d e n g a n m e m b u k a ke s e m p a t a n investasi, pembayaran pajak, dan tentunya pungutan biaya pendidikan yang semakin mahal dari pelajar atau mahasiswa. Mahalnya biaya pendidikan ini juga mengancam bagi rakyat luas yang mayoritas adalah klas buruh dan kaum tani. Dengan penghidupan mereka yang semakin hancur dari hari ke hari, biaya kuliah yang jutaan itu, adalah sebuah barang langka. Mungkinkah upah yang hanya 1 juta sekian, dan itu pun udah terpotong untuk biaya kebutuhan sehar-hari mampu

membiayai kuliah di yang berkisar jutaan, belasan juta, puluhan juta bahkan ratusan juta. Apalagi bagi kaum tani yang myoritas buruh Tani di pedesaan dengan bayaran tidak lebih dari 20.000/ hari, anaknya bisa lulus SD saja sudah cukup memuaskan. Lebih lanjut, pengekangan terhadap demokratisasi di kampus m a s i h m e m b e l e n g g u h a k- h a k m a h a s i s wa u n t u k b e r e k s p r e s i , berpendapat dan berorganisasi. Upaya-upaya secara sistematis untuk membungkam demokratisasi di kampus begitu nyata terlihat. Mulai dari pengetatan kuliah dan sistem presensi, pemberlakuan kode etik, jam malam, larangan bagi organisasi e k s t ra ( o r m a s ) m e l a l u i S u ra t Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas Nomor : 26/Dikti/Kep/2002 tentang pelarangan organisasi ekstra kampus, intimidasi dan ancaman pengurangan nilai terhadap mahasiswa yang kritis terhadap kehidupan kampus, pelarangan demonstrasi, hingga pada represifitas secara langsung dengan kekerasan seperti menimpa alm. M. Ridwan mahasiswa IKIP Mataram yang dibunuh oleh preman suruhan Rektor kampus, kekerasan yang terjadi di kampus UISU Medan, yang terbaru Ditetapkan DO dan Skorsing bagi 4 anggota FMN di STAI Pontianak, Ancaman DO 4 anggota FMN di Universitas Tadulako Palu dan berbagai Intimidasi Rektor IKIP Mataram terhadap anggota FMN, setelah Memimpin Pemogokan Kuliah tanggal 17 Januari 2009. Ini semua menjadi hanya bagian dari situasi umum Indonesia sebagai negeri yang memang belum demokratis (setengah feodal). Sistem pendidikan yang demikian ini, hanya mampu mencetak tenaga kerja murah siap pakai di pasar t e n a g a ke r j a d a n c a l o n - c a l o n pengangguran. Dengan produksi setengah feodal yang mengandalkan pertanian terbelakang dan industri bergantung, tidak dibutuhkan sarjana ahli dengan pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi, tetapi siap kerja kapan saja dan dibayar murah. Tidak ada yang namanya link and match, karena banyak sarjana yang justru nganggur dan bekerja di luar displin ilmunya. Ketatnya persaingan kerja juga membuat dana sekian juta yang dihabiskan selama kuliah hanya terbayarkan sebagai sales atau seorang yang frustasi di rumah seharihari. Kawan-kawanku Semua, Para Pelayan Massa!! Tak terasa 6 tahun Organisasi kita Front Mahasiswa Nasional (FMN)


Berdiri, sudah banyak pengalaman Berharga dalam praktek perjuangan, mendidik dan meorganisasikan massa yang menjadi referensi kita semua. Sebagai organisasi massa yang Sejati, haruslah secara berani mengakui setiap kesalahan dan tidak berpuas diri dengan setiap keberhasilan yang di raih. Berbagai kegagalan-kegagalan yang kita alami memang begitu menyakitkan, namun Gerakan Rakyat telah memberi pelajaran dalam setiap pasang dan Surutnya bahwa Kesalahan haruslah kita koreksi dengan sepenuh hati dan dipecahkan secara teliti serta dicarikan Jalan keluarnya dengan Sekuat Tenaga. Begitu juga dengan Keberhasilan yang kita petik, Haruslah kita Nilai dan Simpulkan dengan detail untuk dikembangkan dan memberi Inspirasi bagi kawan lain yang masih buntu dalam menjalankan pekerjaan. Sebagai Ormas Mahasisiswa yang Sejati, FMN memiliki tugas Sebagai pemersatu massa, FMN harus menjadi ormas yang mampu menyatukan persekawanan internal atas dasar prinsip senasib dan seperjuangan. Bersatu untuk adanya kesatuan teori dan tegakknya langgam kerja. Bersatu untuk menjadi suatu barisan yang solid, membesar dan militan dalam mengobarkan perjuangan massa di kampus-kampus. Di samping itu, FMN harus menjadi avantgarde/ garis depan yang bisa menyatukan berbagai kekuatankekuatan pemuda dan mahasiswa di kampuskampus bahkan seluruh negeri untuk bersamas a m a b e r j u a n g m e n e g a k k a n h a k- h a k pemuda mahasiswa dan bersama melawan dominasi imperialisme dan rejim boneka di dalam negeri. Sebab perjuangan melawan rektor-rektor bejat dan yayasanyayasan di kampus yang korup, melawan pendidikan terbelakang dibawah rejim Boneka, hingga b e r j u a n g bersama rakyat m e l a w a n d o m i n a s i

AGENDA FOKUS imperialisme dan rejim boneka

di dalam negeri, bukan semata-mata milik FMN, tapi milik seluruh pemuda dan mahasiswa diIndonesia, milik seluruh rakyat di Indonesia Dalam menjalankan tugas, maka sangat penting Menyatukan Semangat di badan Pimpinan dan anggota di tiap level Organisasi. Dengan soliditas kolektif badan pimpinan yang kuat dan anggota yang terorganisasi, maka program-program yang kita tetapkan akan berjalan baik. Soliditas kolektif badan pimpinan menuntut adanya kesatuan teori dan praktek di kalangan badan pimpinan. Tidak adanya kesatuan pandangan akan mengakibatkan serampangan dalam praktek, sebaliknya tanpa adanya kesatuan dalam praktek maka akan membuat organisasi macet dan kepemimpinan tidak berjalan Rapi. Karenanya organisasi perlu menjaga kehidupan kolektif dengan dasar kritikpersatuan-kritik. Kompaknya Pimpinan dan terorganisasinya anggota dalam program, membuat atmosfir kerja di tubuh organsisasi semakin nyaman dan penuh Gairah. FMN sebagai Ormas Sejati FMN meyakini hanya ditangan massa perubahan akan lahir, karena massa adalah insinyur paling piawai dalam mengarsiteki perjuangan sejati. Karenanya massa harus dibangkitkan kesadaranya, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tahu menjadi sadar, dari yang sadar menjadi ikut bergerak, dari yang ikut bergerak menjadi siap untuk menggerakkan massa, memimpin perjuangan massa. Oleh kerena itu organisasi perlu mempergiat pendidikan massa, sesering-seringnya, Seluas-luasnya. Massa perlu mengetahui hak-haknya yang dirampas, siapa musuh dan Kawannya, apa yang menjadi alat perjuangan untuk merebut haknya dan bagaiman Cara berjuangnya. Tanpa pendidikan massa yang intensif, organisasi akan jauh dan tercerabut dari basis pendukungnya. Tanpa pendidikan massa organisasi tidak belajar bisa belajar dari massa bahkan tidak memahami suara, perasaan dan kepentingan massa. Dengan pendidikan massa yang luas, niscaya organisasi akan semakin membesar, militan dan programprogramya menyerap kehendak massa. Dalam pandangan diatas sudah disebutkan, bahwa krisis ekonomi yang akut, akan s e m a k i n

menepatkan rakyat dalam kubangan kemelaratan. Krisis ini juga semakin m e m i c u ra k ya t u n t u k b a n g k i t berjuang, sehingga saat ini gerakan rakyat berkobar dimana-mana, berbagai media setiap harinya tidak luput dari aksi protes rakyat. Keadaan demikian adalah situasi yang baik bagi gerakan massa, demikian juga bagi gerakan mahasisiwa. Setiap hari kantong orang tua mahasiswa dirogoh secara agresif, karena biaya kuliah semakin mahal dan biaya hidup mahasiswa semakin melambung. FMN harus sadar betul bahwa situasi ini bukan seperti biasanya, namun situasi rakyat yang serba sulit. Kita meyakini situasi ini hanya akan berubah lebih baik hanya dengan perjuangan massa. Tidak ada dalam sejarah sejauh ini, sistem dan kekuasaan yang berada dibawah dominasi imperialisme dan rejim boneka akan dengan cumacuma memberikan begitu saja hak-hak rakyat. Proklamasi kemerdekaan Indonesia, lengsernya rejim fasis boneka imperialis Soeharto didasari oleh faktor utama yaitu perjuangan rakyat Indonesia! Banyak memang berbagai cara perjuangan yang bisa dilakukan, tapi hanya satu bentuk perjuangan yang akan sanggup merubah keadaan, yaitu “perjuangan massa�. Hanya perjuangan massa yang sanggup mendobrak tembok politik tirani yang menindas, hanya perjuangan massa yang sanggup m e m b u a t r e k t o r- r e k t o r ko r u p, yayasan-yayasan tukang dagang bertekuk lutut untuk memenuhi hakhak demokratis mahasiswa di kampus. Akhir kata, kami serukan kepada seluruh jajaran organisasi untuk terus memperhebat pekerjaan dalam membangkitkan, mengorganisasikan dan menggerakkan massa mahasisiwa. FMN akan menjadi momok bagi rektor-rektor kolot yang anti Demokrasi. FMN akan menjadi mimpi buruk bagi rektor yang korup dan tukang dagang pendidikan, namun FMN akan menjadi organisasi yang disayangi dan dicintai Rakyat!! Demikian pidato singkat saya, kami ucapkan Terima kasih pada saudara-saudaraku semua, Selamat Ulang Tahu dan Selamat Bekerja!!

Hidup Buruh!!! Hidup Tani!!! Hidup Rakyat Indonesia!!! Jayalah Perjuangan Rakyat!! Jayalah Front Mahasiswa Nasional!!

11


GELORA KAMPUS Pendidikan Semakin Mahal, Kampus Terus Bergolak Perjuangan pemuda mahasiswa untuk mewujudkan Pendidikan yang Ilmiah, Demokratis, dan Mengabdi Pada Rakyat tidak akan pernah tercapai ketika tidak bersama-sama dengan Buruh dan Tani untuk menghancurkan dominasi Imperialisme melalui rezim k o m p a r a d o r S B Y-J K y a n g merupakan kekuasaan bersama antara borjuasi besar komparador dan sisa-sisa tuan tanah. Pemuda mahasiswa berjuang bersama rakyat adalah keharusan yang dikarenakan klas buruh, kaum tani, Pemuda Mahasiswa, kaum miskin kota, perempuan dan rakyat tertindas lainya mempunyai soal yang sama dan musuh yang sama yaitu rezim SBY-JK boneka Amerika. Hal ini berarti menegaskan tentang peran dan posisi mahasiswa untuk berjuangan bersama rakyat dibawah pimpinan kelas buruh dan kaum tani. banyak hal kongkrit yang bisa dilakukan, dari diskusi sampai aksi massa, seperti yang dilakukan oleh kawam-kawan FMN dibeberapa kota, yang melakukan serangkaian kegiatan dikampusnya masingmasing guna menyambut dengan gegap gempita peringatan hari buruh internasional yang jatuh pada tanggal 1 mei (may day) dan hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 mei, mulai dari diskusi sampai aksi-aksi massa,. Di antaranya : FMN Cabang Palu, khususnya di Kampus UNTAD yang membuat taman bacaan bagi massa mahasiswa, taman bacaan ini diselenggaran dari 16 s/d 19 april 2009. pada senin, 27/04/09nya, kawan-kaan FMN UNTAD melakukan mimbar bebas di Fa k u l t a s Pe r t a n i a n d e n g a n keterlibatan anggotanya sebanyak 15 orang, aksi ini cukup mendapat 1 12

sambutan dari massa luas (mahasiswa/i UNTAD). Sedangkan di FMN cabang bali, melaksanakan serangkaian kegiatan diantaranya nonton bareng, penempelan pamphlet hingga diskusi terbuka dengan mengusung materi tentang may d a y, h a r d i k n a s d a n A D B , pelaksanaannya dari tanggal 23 s.d 30 april 2009, yang diselenggarakan di kampus IHDN, UNMAS dan UNUD. Kegiatan yang diselenggarakan oleh kawankawan FMN Bali, bertujuan untuk membongkar tentang kebusukan

rezim SBY-JK yang tidak pernah berpihak kepada rakyat. Dari kegiatan yang dilakukan, kawankawan FMN Bali mampu merekrut anggota baru sebanyak 30 orang. Di FMN cabang Mataram sendiri, kegiatannya dilaksanakan pada dua kampus, diantaranya kampus UNRAM, dengan menggunakan nama Aliansi Mahasiswa Bersatu (AMB) yang terdiri dari FMN, BEM UNRAM, dan U K F S e n i Fa k . Pe t e r n a k a n menggelar Panggung Rakyat pada tanggal 30 April. Jumlah anggota yang terlibat 23 orang, massa yang mampu dimobilisir 3 orang, sedangkan massa dari organisasi yang tergabung dalam aliansi hanya 9 orang. Sedangkan di IKIP Mataram FMN bersama UKM Pilar Seni yang tergabung dalam ANSI 1 (Aliansi Mahasiswa IKIP Mataram Bersatu) menggelar aksi mimbar bebas pada tanggal 28 April.

Jumlah anggota yang terlibat sekitar 20-an. Sedangkan untuk kampus AMIKOM-ASM dan UMM hanya dapat melakukan penempelan pamplet dan sebar selebaran. Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh kawankawan, merupakan salah satu tahapan untuk menarik simpati dari massa luas dengan targetan massa simpatik atas perjuangan yang FMN lakukan serta mampu melibatkan mereka dalam aksiaksi massa yang akan dilakukan pada 1 dan 2 mei. Dan FMN Cabang Bandung, melakukan kegiatan yang tidak jauh beda dengan kawan-kawan FMN Cabang yang lain, seperti penempelan pamplet, pembagian selebaran, diskusi publik hingga Mimbar bebas. Kegiatan ini dilaksanakan di kampus UPI, UNJANI dan UNPAD, dan yang terlibatpun tidak hanya anggota yang mengikuti, tapi juga massa luas, hal ini membuktikan bahwa serangkaian kerja massa yang telah diplening dengan baik maka akan menuai hasil yang diinginkan ataupun yang telah ditargetkan. Kawan-kawan FMN Cabang Bangka Belitung juga melaksanakan kegiatan diKampus dengan mengusung issu tentang hak-hak demokratis mahasiswa. Kegiatan yang kawan-kawan lakukan adalah mimbar bebas ditujukan kepada birokrasi kampus yang ditak memenuhi hak sosial ekonomi mahasiswa di Universitas Bangka Belitung. FMN Cabang Medan dan FMN Cabang Jambi juga tidak mau ketinggalan aksi didalam kampus untuk menarik simpatik massa yang akan dilibatkan pada 1 & 2 mei. dalam melakukan aksi puluhan anggota terlibat dalam aksi ini. FMN Jambi melakukan aksi dikampus IAIN dan Medan di kampus USU.


GEJOLAK MASSA Penghidupan Rakyat Terus Merosot Kebangkitan Massa Tak Terbendung Lagi Memperingati hari buruh internasional, tepat tanggal 1 mei 2009 lalu (Front Perjuangan Rakyat) FPR melakukan aksi secara nasional di 30 kota di Indonesia. Tak ketinggalan FMN yang juga bagian dari FPR ikut serta mengkampanyekan hari buruh kali ini yang mengambil tema “Hentikan Perampasan Atas Upah, Tanah dan Kerja�. Di jakarta, 3000 massa aksi dari berbagai organisasi buruh, tani, perempuan, pemuda dan mahasiswa, memadati bundaran HI untuk memulai long march menuju istana negara, dengan sebelumnya singgah di pelataran monas untuk melakukan sholat jumat bersama. Kampanye hari buruh internasional kali ini juga diperingati FMN di seluruh Indonesia. Di Medan Ratusan Massa aksi yang Tergabung dalam Gerakan Perjuangan Rakyat Sumatra Utara (GPRS) yang tergabung di dalamnya SBMI, SBSI, AGRA, SERUNI, LPA, KWRS, FMN, KDAS dan KPS. Rally peringatan Mayday dimulai dari Lapangan Merdeka menuju pusat kota dan Kantor Gubernur Sumatra Utara. Di Makasar 2000 massa aksi yang berasal dari organisasi buruh, mahasiswa dan ormas-ormas yang ada di Makasar melakukan long march menuju Kantor Gubernur Sul-Sel, mengkampanyekan tuntutan yang sama. Sempat terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian karena massa aksi tidak diijinkan memasuki halaman kantor. Begitu juga di wonosobo, ratusan massa aksi dari FMN, AGRA, Seruni dan PEDAS melakukan long march dari alun-alun menuju kota. Menuntut Penghentian Perampasan Tanah, Upah dan Kerja. Tak beda dengan kota lainnya, di Palu juga melakukan aksi massa memperingati hari buruh internasional. Lebih dari 500 massa aksi berkumpul di Taman Gor melakukan persiapan long march menuju Disnakertrans dan dilanjutkan ke Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL). Di Pontianak kurang lebih seribu buruh, petani dan mahasiswa bersatu dalam Persatuan Rakyat Kalimantan Barat (PRKB) termasuk FMN didalamnya, Aksi yang dipimpin Persatuan Buruh Kalimantan Barat dan AGRA Tersebut mendapat sambutan dan simpati dari Rakyat ketika melakukan Parade di jalan, sebelum memadati Kantor Gurbenur Kalbar. Kota bandung juga menjadi tempat derap-derap massa yang

memenuhi Gedung sate, Aksi tersebut diikuti berbagai sektor dan golongan rakyat bandung. Buruh Banjaran, Petani Pengalengan dan Mahasiswa dari berbagai Kampus (termasuk FMN didalamnya) yang Lebih dari 700 massa gegap gempita dalam Aliansi Peringatan 1 mei. Rakyat Malang juga tidak Ketinggalan dalam Kampanye pada hari tersebut, ratusan massa dari buruh, petani, perempuan dan Mahasiswa menuntut Hentikan Perampasan Upah, Tanah dan Kerja. Aliansi Rakyat Malang (ARM) yang beranggotakan SBDM, SBSIM, AGRA, SERUNI, AJI, FMN, SMI, FORBAS,

SMART, KOMA, PMKRI melancarkan tuntutannya di depan kantor Balaikota dan DPRD. Hari buruh internasional yang biasa disebut Mayday juga diikuti oleh FMN di cabang-cabang seluruh Indonesia. Ratusan Rakyat Lampung, Medan, Palembang, Purwokerto, Jogjakarta, Denpasar, Mataram dan Lombok Timur dengan mengusung problem Pokok Buruh dan kaum tani serta mempersatukan seluruh klas, sektor dan golongan rakyat untuk ambil bagian dalam kampanye Mayday. Kabar Gembira hadir dari Rakyat Indonesia di luar negeri, Ribuan Buruh Migran Indonesia dii Hongkong juga melakukan Rally dengan tema yang sama. Selanjutnya Buruh Migran di macau dan Taiwan bangkit mengorganisasikan Demonstrasi mayday dengan tema umum yang sama pula. Para pelajar Indonesia di Amsterdam tidak ketinggalan dalam aksi demonstrasi di negeri tulip tersebut, para intelektual demokratis tersebut ikut ambil bagian mengkampanyekan problem pokok rakyat Indonesia di luar negeri.

Peringatan Hardiknas, Mahasiswa dari Berbagai penjuru Negeri Menolak Komersialisasi Pendidikan dan Cabut UU BHP. Ratusan Mahasiswa Lampung melakukan rally Demonstrasi dari kampus-kampus menuju kota Bandar Lampung, aksi yang menamakan diri Front Perjuangan Rakyat (FPR) dengan penuh semangat Menolak Komersialisasi Pendidikan dan Cabut UU BHP, Rally yang cukup atraktif tersebut terdiri dari FMN, GMKI, PMKRI, AGRA, SBNIP, JOTI, KPBHBIMA, AJI, KBH-Lampung, GRI, PMII. Komite Aksi Bersama Rakyat (kOBAR 2 Mei) Di Jakarta, memperingati Hardiknas dengan Demonstrasi diikuti oleh para Guru, dosen dan Mahasiswa. Ratusan Massa aksi Longmarch dari Bundaran HI menuju Istana, yang beranggotakan FMN, LISUMA UI, BEM Jayabaya, BEM JPPI, BEM Fak Syariah UIN, BEM UI, Himpunan IPB, HMI, AMJ, KPSP UI, BSI Jabotabek, PII, KOMPAK, FGII, SP3TK, FGKBI, EIR Paramadina, PMII, HMI, GMKI dan PMKRI. Di Mataram, FMN bersama 250 massa aksi Front Perjuangan Rakyat (FPR), Mengusung Penolakan Komersialisasi Pendidikan dan Cabut UU BHP dalam Peringatan Hardiknas. Tidak hanya mahasiswa, namum pemuda desa, Perempuan, Petani dan para aktivis seni memadati kantor Gurbenur NTB. Selanjutnya di Makasar, FMN Melakukan Longmarch dari UNM menuju Monumen madala, sebelum bergabung dengan Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM). Ratusan Massa aksi tersebut Mengusung Tema dan Tuntuan yang S a m a , M e n o l a k Ko m e r s i a l i s a s i Pendidikan dan Cabut UU BHP. Di lombok Timur, Aliansi yang menamakan LIMA (Lingkar Mahasiswa), yang beranggotakan FMN, BEM UGR, BEM STKIP, HMI, KAMMI, OASISTALA, GEMPAR, LMND, PMII, HIMMAH NW. Ratusan Massa tersebut melakukan parade di pusat k o t a , M e n o l a k Ko m e r s i a l i s a s i pendidikan dan Cabut UU BHP. Di Purwokerto, FMN yang tergabung Dalam ALAT BAMBU (Aliansi Rakyat Banyumas) mengusung Tema dan Tuntutan yang sama. Puluhan massa aksi memulai rally dari rektorat Universitas Jendral Sudirman, UNSUD menuju Pusat keramaian Kota, RRI dan ditutup di alun-alun Kota. Aksi sempat dihadang di depan gedung PLN oleh 2 truck aparat kepolisian, namun massa aksi tetap teguh dan bertahan serta

1 13


GEJOLAK MASSA terus melanjutkan rally. Di Palembang, Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mayday juga melakukan Demonstrasi di Pusat Pemerintahan Sumatra Selatan. FMN bersama Ormas-Ormas Mahasiswa dan Beberapa BEM di palembang Menuntut d i h a p u s k a n n y a Ko m e r s i a l i s a s i Pendidikan dan Pemerintah Harus segera mencabut UU BHP. Selain beberapa kota di atas Aksi massa juga dilakukan di Medan, Jambi, Bandung, Jogja, Malang, jombang, Pontianak dan Palu dengan Tema dan Tuntutan Yang sama. Pemerintahan SBY-JK AntiDemokrasi, Demo ribuan Massa cabut BHP ditangkap! Pada tanggal 4 mei, FMN bersama BEM se Makasar yang tergabung dalam front yakni Komite Aksi Cabut UU BHP (KACAU-BHP), Kembali melanjutkan tuntutannya untuk mencabut UU BHP. Rally dimulai pada Pukul 11.00 waktu setempat, pada saat massa aksi tiba dititik kumpul Tol Reformasi, massa aksi menguasai dan menutup akses tol reformasi selama kurang lebih 1 jam. Aparat kepolisian yang menjaga akhirnya memaksa massa aksi untuk membubarkan diri dan pergi meninggalkan titik kumpul. Aksi dilanjutkan pada titik aksi utama yakni kantor Gubernur Sul-Sel. Massa aksi langsung masuk ke halaman kantor dengan melompati pagar untuk menghindari penghalangan oleh aparat kepolisian. Usaha tersebut akhirnya berhasil dan seluruh massa aksi masuk di halaman kantor gubernur. Aparat kepolisian tampak sangat jengkel karena telah dikelabui oleh massa aksi. Lebih dari 1500 massa aksi berhasil menguasai halaman kantor gubernur. Melakukan Orasi, mengumandangkan lagu dan Yel-yel dengan penuh semangat. Situasi mulai memanas akibat tindakan provokasi dari aparat keamanan, Akhirnya bentrokan tidak terhidarkan lagi. Terjadi aksi saling lempar batu antara polisi dan massa aksi selama 2 jam. Polisi menembakkan gas air mata, peluru karet dan water canon pada massa aksi. aparat kepolisian secara brutal dan membabibuta melakukan pengejaran, pengeroyokan, pemukulan terhadap massa aksi, Ratusan Mahasiswa mengalami cidera dan Luka-Luka akibat Kebringasan Polisi. Tidak berhenti dengan tindakan kekerasannya. Aparat kepolisian selanjutnya melakukan penangkapan terhadap massa. Sebanyak 79 mahasiswa dan 4 Buruh ditangkap, 6 diantaranya anggota FMN, disekap di

1 14

K a n t o r G u b e r n u r, sebelum ditahan di Polwiltabes Makasar. Selama di tahanan masa aksi ditendang, dipukul, dipentung bahkan distrum oleh aparat gabungan dari Brimom, Perintis, Reskrim dari Polda, Polwiltabes dan Polresta Makasar Timur. T i n d a k a n kekerasan dan penangkapan yang dilakukan aparat, sama s e k a l i t i d a k menyurutkan semangat massa aksi, demonstari terus berlanjut sampai Aksi HARDIKNAS 09 di Jakarta Ramayana. Ratusan Massa aksi a d a J a m i n a n pembebasan massa aksi yang ditahan. melakukan Parade di jalan-jalan Aksi kemudian ditutup di Universitas p r o t o k o l D e n p a s a r u n t u k 45 Makasar, Setelah ada jaminan mengabarkan hasil dari pengadilan pembebasan massa yang ditahan dari rakyat melawan ADB. Anggota FMN pihak kepolisian. Peristiwa ini semakin bersama para petani dari banyuwangi membuka Topeng dari Pemerintah yang tergabung dalam AGRA, dengan Boneka yang anti-Domokrasi dan Anti- penuh semangat meneriakkan � Rakyat, Tendensi Fasis dari Rejim ini JUNK..JUNK..ADB, BUBARKAN ADB!� Aksi massa terus berlanjut. semakin menguat, karena Rejim selalu menggunakan cara-cara kekerasan Seluruh rangkaian kegiatan People dalam menyelesaikan Problem Rakyat. Week Action Againts ADB di tutup Kej ad i an d i makas ar s emaki n dengan Rally Demonstrasi. Aksi yang meneguhkan Mahasiswa Indonesia, diikuti ratusan massa yang terdiri dari bahwa rejim tidak pernah memberikan Ormas dan Organisasi sosial lainnya di sema sekali hak dasar rakyat secara Asia-Pasifik, Nasional dan Lokal Cuma-Cuma. Hak kita hanya bisa Denpasar, Mengusung satu tuntutan direbut oleh tangan kita sendiri dan BUBARKAN ADB! People Againts ADB Hanya dengan Perjuangan Massa, memulai aksinya dari Lapangan Renon Menuju KonJen Jepang. Di Kantor Tidak Lain! Demonstrasi Tanggal 4 mei, tersebut, Massa aksi memaksa untuk juga dilancarkan di kota Jambi. Rally bertemu Perwakilan Konjen Jepang. aksi dimulai dari kampus-kampus yang N a m u n P i h a k Ko n s u l a t h a nya kemudian dipusatkan di kantor memperbolehkan perwakilan massa Gubernur dan DPRD Jambi. Puluhan aksi untuk masuk kantor, setelah nego massa yang terdiri dari FMN, KAMMI alot akhirnya perwakilan massa yang dan BEM-UNJA, memaksa untuk diwakili Erpan Paryadi, Sekjend AGRA bertemu Gubernur dan Anggota dan Nur Shohib Anshary, Sekjend FMN Dewan, namun tidak ada satupun masuk ke kantor. Namun Perwakilan batang hidungnya yang berani Konsulat tidak mau menerima bahkan bertemu di depan massa aksi. tidak mau menyentuh sama sekali Sebelum rally aksi di tutup, massa aksi Hasil Pengadilan Rakyat yang dibawa berjanji akan terus melanjutkan aksi Wakil massa tersebut, yang lebih parah lagi, perwakilan massa aksi massa! diintimidasi oleh pihak keamanan Sidang Tahunan ADB di Bali, Tak untuk segera keluar. Massa aksi geram mendengar Luput dari Aksi Protes Rakyat! Pada tanggal 3 mei 2009, perlakuan konjen tersebut, teriakan Setelah Pengadilan rakyat Asia-Pasifik yel-yel semakin membahana di depan atas ADB/ Asia Pasific People Tribunal gedung. Kemudian demonstrasi on ADB menjatuhkan vonis atas dilanjutkan di Konjen Amerika Serikat, kejahatan ADB dan memutuskan ADB namun pihak konsulat sama sekali untuk dibubarkan, para peserta tidak mau menemui massa aksi, p e n g a d i l a n R a k y a t l a n g s u n g bahkan di depan gedung tersebut menggelar Rally Demonstrasi. Aksi Ratusan polisi melakukan blokade tersebut dimulai dari Auditorium terhadap massa. Aksi kemudian Fakultas Kedokteran Universitas ditutup di tempat awal rally, Puputan Udayana, Denpasar Bali yang juga renon di depan Monumen Perjuangan sebagai tempat pengadilan rakyat Asia Rakyat Denpasar. Pasifik menuju Bundaran Robinson-


INTERNASIONAL Krisis Umum Imperialisme Semakin Tajam Kemiskinan Semakin Menjadi Rakyat Dunia Bangkit Berlawan Kerakusan Imperialisme yang t e r u s m e l a k u k a n Pe n g h i s a p a n terhadap rakyat di setiap Negara melalui Rezim Bonekanya berimabs pada kemerosotan penghidupan klas, sektor dan golongan rakyat. Krisis tak berujung yang kini terus menghantui rakyat sesungguhnya tercipta akibat kerakusan mereka untuk terus meraup keuntungan yang sebesar-besarnya terus diabdikan untuk sisitem yang monopolis. Dalam situsi yang krisis yang semakin sekarat, imeprialis mengerahkan segala daya upaya untuk melipatgandakan penindasan dan penghisapan rakyat dunia, seluruh instrumen ekonominya dikomando untuk menguras habis sumber-sumber penghidupan rakyat dunia, termasuk diantaranya Asian Development Bank/ ADB. Negara-negara bergantung di asia-pasifik termasuk indonesia di paksa untuk meningkatkan dana pembangunan pada lembaga keuangan di kewasan ini, ADB semakin mengukuhkan diri sebagai Bank Komersil untuk merampok sumber ekonomi rakyat. Bank ini terus mempromosikan kemiskinan di kawasan, rakyat dipaksa meningkatkan pajak dan di potong subsidinya. Hutang ADB adalah Malapetaka bagi rakyat, setiap hutang yang di kucurkan sama sekali tidak berguna bagi rakyat di AsiaPasifik.

lembaga multilateral yang memiliki komitmen dalam mendukung pendanaan pembangunan. Anggota ADB saat ini mencapai 67 negara dimana 19 negara dari Eropa dan Amerika, sementara 48 lainnya dari negara berkembang. Sejak awal berdiri sampai saat ini, President ADB (pimpinan eksekutif tertinggi) selalu dipegang negara Jepang yang memiliki prosentase share dana sebesar 15,7% sama dengan prosentase yang dimiliki oleh AS yaitu 15,7%. Sistem pengambilan keputusan di ADB menggunakan kekuatan voting yang dihitung dari besarnya modal atau share capital dari masing-masing anggota. Jepang dan AS, dua negara yang memiliki modal paling besar dan memiliki kekuatan suara yang besar pula. sedangkan18 Negara maju yang juga menjadi anggota ADB memiliki kekuatan voting 54,3%, dan negara berkembang hanya memiliki kekuatan suara 45,7%. Dengan sistem yang demikian, tidak mengherankan jika sebagian besar kebijakan ADB mencerminkan kepentingan Jepang, AS dan juga negara-negara maju lainnya. Keanggotaan ADB merupakan representasi dari pemerintah dimana dalam berbagai pertemuan tingkat pengambil keputusan tertinggi (Dewan Gubernur), setiap negara diwakili oleh Menteri Keuangan. Mereka inilah yang bertanggung jawab dalam kebijakan Pengadilan rakyat Asia-pasifik di strategis ADB berkaitan dengan utang Denpasar, Memvonis ADB bersalah untuk pembangunan. Indonesia dan harus dibubarkan! sendiri terlibat dari awal dalam Sebagai lembaga keuangan pendirian ADB di tahun 1966 dengan regional yang berfungsi dalam total share dana mencapai 5,43%. pendanaan pembangunan di kawasan Partisipasi Indonesia dalam ADB juga Asia pasifik, ADB didirikan tahun 1966 dicerminkan dengan tingginya beban oleh 31 negara dengan tujuan untuk utang Indonesia terhadap lembaga mendorong pertumbuhan ekonomi di keuangan ini. Secara kumulatif, kawasan Asia Pasifik melalui dukungan I n d o n e s i a m e r u p a k a n n e g a r a pengutang t e r b e s a r mencapai $21,5 miliar USD. Seme ntara itu u t a n g Indonesia t e r u s menumpuk dari tahun ke tahun dan menempatka n Indonesia s e b a g a i n e g a r a Aksi Bubarbakan ABD di Bali yang dilaksanakan oleh pengutang Solidaritas Atas Buruh

terbesar ADB. Kewajiban pembiayan utang yang menelan lebih dari 30% beban anggaran APBN, menjadikan beban pendanaan yang tidak mampu terselesaikan. Utang tidak memberi manfaat bagi pembangunan bangsa, malah menimbulkan beban pembayaran yang harus dibayar oleh generasi Indonesia dimasa mendatang. Sebuah ironi dari fakta adanya lembaga keuangan yang didirikan dengan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan, malah meningkatkan jumlah Rakyat miskin dengan kondisi hidup yang tidak layak. Pada tanggal 2 sampai 5 Mei 2009, di Bali berlangsung ADB Annual Governor Meeting ke-42. Pertemuan ini adalah pertemuan tingkat tinggi yaitu Dewan Gubernur yang terdiri atas menteri keuangan dari negaranegara anggota ADB yang akan membahas arah dan strategi ADB dalam satu tahun ke depan. Beberapa poin penting dalam pembahasan Dewan gubernur nantinya telah mulai dituangkan dalam long term strategic ADB seperti infrastruktur, lingkungan, penyatuan dan kerjasama regional, pendidikan, pembangunan sector keuangan. Beberapa isu lain yang juga akan dibahas adalah krisis pangan berkaitan dengan sector pertanian, kesehatan, strategi penanganan bencana juga strategi penanggulangan krisis kuangan global saat ini. Pertemuan ini selain membahas agenda rutin ADB juga akan membahas rencana penambahan modal keuangan dan tentunya krisis finansial yang telah menggoyahkan ekonomi regional di kawasan Asia Pasifik. Selama hampir setengah abad (atau tepatnya 43 tahun) ADB beroperasi, kawasan Asia Pasifik tak beranjak posisinya sebagai kawasan yang dihuni oleh sebagian besar rakyat miskin. Dana-dana yang mengucur dari ADB sebagian besar bahkan telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan rakyat di kawasan Asia. N a m u n s e j a k b e r d i r i n ya A D B dipandang gagal dalam upaya penanggulangan kemiskinan di kawasan Asia Pasifik, Dengan skema pendanaan melalui mekanisme utang dan persyaratan kebijakan (policies conditionalities), ADB bahkan telah menjadi salah satu agen pemiskinan di kawasan Asia Pasifik. Untuk hal tersebut, Rakyat dil kawasan Asia Pasifik yang menyelenggarakan Peoples' Week Action Against ADB mengadakan 1 15


INTERNASIONAL Peoples' Tribunal Against ADB pada tanggal 2-3 Mei 2009 di Bali sebagai bentuk gugatan rakyat Asia Pasifik terhadap ADB yang telah gagal menyejahterakan Rakyat Asia Pasifik, bahkan telah menjerumuskan dalam jurang kemelaratan. Pada hari Selasa tanggal 28 April 2009, telah dilakukan penyerahan berkasberkas gugatan terhadap ADB sebagai tahapan awal dari Peoples' Tribunal Against ADB,. Gugatan didasarkan pada testimoni korban dan pandangan independen terhadap p r oye k- p r oye k d a n perancangan kebijakan publik yang dibiayai oleh utang ADB. Aksi ini juga sebagai peringatan terhadap ADB bahwa m e r e k a h a r u s bertanggungjawab terhadap proses pemiskinan dan pelestariannya di kawasan Asia Pasifik. Sehingga pada waktu yang sama Pengadilan Rakyat (people Tribunal) yang diselenggarakan di Bali Pengadilan diBali Front Mahasiswa rakyat memutuskan/ Judgment Nasional (FMN) Kampanye Anti-ADB bersama Rakyat juga melakukan people tribunal on ADB, bahwa kampanye penolakan ADB yang diikuti A D B b e r s a l a h d a n h a r u s o l e h b e b e r a p a O r g a n i s a s i dibubarkan. setelah Penutupan I n t e r n a s i o n a l , N a s i o n a l , d a n Sidang di lanjutkan dengan Speak out Organisasi-organisasi Lokal yang ada against ADB dan Rally action against di Bali. Kampanye dimeriahkan dengan ADB, aksi tersebut dipusatkan di Beberapa rangkaian kegiatan Week B u n d a r a n R o b i n s o n - R a m a y a n a action menju pengadilan Rakyat dengan ratusan orang Massa Aksi dari AGRA dan FMN. melawan ADB. Hari ketiga dilanjutkan dengan The people tribunal against ADB (Regional Seminar and Workshop dilakukan tanggal 2-3 Mei tentang Krisis Ekonomi),dengan 6 2009, bertempat di auditorium Orang Pembicara (prof Toni Tujan Jr Fakultas Kedokteran Universitas d a r i I b o n I n t e r n a s i o n a l , D r Udayana, Denapasar Bali. People Prasetyantoko dari Dosen Atmajaya, Tribunal against ADB di hadiri lebih dari Don Marut dari INFID, Maita Gomes 200 orang peserta 12 saksi Ahli dari dari Aid Effectiveness, Rashed korban proyek ADB baik dari Petani, mahmud titumir dari Action Aid dan Masyarakat adat, lingkungan dan Soni Africa duda dari RESIST ILPS). Pendidikan. Pengadilan tersebut juga Paska seminar dilanjutkan dengan dihadiri 19 oraginansi di asia-pasifik , Workshop dari berbagai sector dan 17 Organisasi Nasional, dan 7 Golongan rakyat antara lain Buruh, Organisasi Lokal yang ada di Bali. Tani, Migran, Perempuan, Masyarakat Salah Satu dar 12 Saksi Ahli tersebut Adat, Miskin Kota, Alternative adalah Zuki Zuarman, Anggota FMN Pembangunan, dan Pendidikan, Universitas Mataram yang menjadi workshop tersebut difasilitasi oleh Dr korban dari Proyek ADB di kampus Azra Sayeed dari Faculty Aga Khan University of Karachi. Tersebut. People Week Action ditutup Selanjutnya Warda Hafids dengan relly Demonstrasi Melawan ditunjuk sebagai Hakim dan dibantu 4 ADB (people Demonstration Action Orang Juri dari 4 negara, 5 Orang Pengacara Rakyat dari berbagai Against ADB), Aksi tersebut dimulai negara di kawasan. Kemudian Hari dari Puputan Renon menuju Konjen kedua People Tribunal againt ADB, Jepang dan Konjen Amerika Serikat. Di

1 16

K o n j e n J e p a n g perwakilan Massa Aksi Erpan Paryadi (SekJend AGRA) dan Shohib Anshary (SekJend FMN) masuk kedalam Gedung Ko n J e n d , N a m u n d i Dalam Terjadi Perdebatan Karena Perwakilan KonJend Jepang Tidak Mau Menerima Hasil Keputusan dari Pengadilan Rakyat AsiaPasifik melawan ADB, Malah Perwakilan massa tersebut dipaksa keluar Gedung oleh pihak Keamanan. Aksi Tersebut diikuti Ratusan massa dari 17 Organisasi, Sebelum kampanye di Bali juga diadakan kampanye penolakan ADB di Jakarta, Manila, dakka-Srilangka, Karachi-Pakistan, Katmandu-Nepal dan New Delhi- India Rakyat Dunia Menuntut, Pembebasan Dr. Binayak Sen Semakin Garangnya Imperialisme melakukan penghisapan terhadap Rakyat diseluruh Negeri menimbulkan perlawanan yang semakin Marak pula dari Rakyat d i s e l u r u h N e g e r i . Situasi Krisis yang semakin Akut ini menyebabkan Imperialisme terus meningkatkan penindasannya terhadap Rakyat di seluruh Negeri. Dr. Binayak Sen salah satu pimpinan gerakan perlawanan Rakyat yang ada Chhattisgarh India sudah dipenjara lebih dari 22 Bulan Tanpa alasan yang Jelas, sejak dia ditangkap Kepolisian Draconian India, karena dia terus melakukan perlawanan, pembelejetan-pembelejetan bersama gerakan perjuangan rakyat atas kebijakan pemerintah India yang anti terhadap rakyat. Dr. Sen mendedikasikan hidupnya untuk perlawanan rakyat terhadap kebijakan pemerintah yang ada di India. Berbagai bentuk kekerasan, penghisapan dan penindasan yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat India, bahkan sampai pada pembunuhan massal yang dilakukan pemerintah di Chhattisgarh India menyebabkan kehidupan rakyat dibayangi dengan ketakutan sehingga ratusan ribu rakyat miskin bersembunyi di hutan, hidup dalam ketakutan, dimana tidak ada akses makanan, kepasar, k e s e k o l a h a t a u p u n p e l a ya n a n


INTERNASIONAL kesehatan. ribuan lainnya dipindahkan ke posko penampungan tentara rakyat. Dalam situasi yang menghantam kehidupan rakyat ini Dr. Binayak Sen menghabiskan bagian terbaik dalam hidupnya bekerja ditengah Rakyat Miskin di India untuk terus melakukan propaganda dalam g e r a k a n perlawanan rakyat, kepada mereka yang hidup jauh dari perhatian Pemerintah, Dia menghubungkan mereka dengan klinik,Rumah sakit, atau Dokter, diapun m e l a k u k a n pengobatanp e n g o b a t a n terhadap rakyat. D i a menyelamatkan Ribuan orang yang hampir mati karena Malaria, Diare, Dia j u g a d a p a t menyembuhkan berbagai macam penyakit. Setelah dibebaskan dari penjara, karena terus melakukan pembelejetanpembelejetan t e r h a d a p pemerintah dan mengungkapkan semua kebusukan pemerintah didalam maupun diluar penjara bahkan dipedesaan dan pemukiman penduduk di Chhattisgarh India Dr.Sen kembali dipenjarakan dan belum dibebaskan hingga saat ini. Rakyat India dan rakyat dunia menyayangkan penangkapan atas dia dan mendukung penuh perjuangan gerakan perlawanan Rakyat terhadap pemerintah India, serta mengutuk tindakan kekerasan dan kekejaman yang dilakukan pemerintah India.

RajaPaksa Rejim Fasis, AntiKemanusiaan dan Pelanggar HAM Berat Pemerintah Srilangka, Rezim Rajapaksa terus mempertahankan cara-cara Brutal dan kejam dalam upaya pembantaian dan pemusnahan massal terhadap Rakyat Tamil. Minggu lalu berita atas kampanye pemusnahan massal dan krisis ke m a n u s i a a n a t a s p e r l awa n a n Masyarakat Tamil kepada Rezim Rajapaksa sudah disebarkan. Penyerangan terakhir “final Offensive” tentara Srilangka melawan Liberation

Tigers of Tamil Eelam “LTTE” mendapat penghargaan dari banyak pemerintah Imperialis barat yang telah melakukan pembunuhan atas puluhan dari ribuan masyarakat sipil secara kejam di Tamil. Rezim reaksoner Rajapaksa dengan sangat fanatik menggunakan paham naionalisme sempitnya/ Chauvinist “Sinhalese” untuk menyelesaikan

serangan untuk memusnahkan perlawanan Rakyat Tamil. Apapun alasanyaa Rajapasksa telah melakukan pelanggaran HAM berat dan membunuh secara brutal para ibu-ibu dan anak-anak, Rezim ini dengan begitu kejam telah melakukan tindakan kriminal dengan menggunakan berbagai jenis senjata berat sepert kimia, gas air mata, bom penghancur massal, dan bom-bom bentuk lainnya serta pasukan meriam apii dari tentara Srilangka operasi ini mendapat dukungan dari Amerika Serikat, serta dukungan dari India dan Pakistan. Kemudian secara membabibuta dengan keganasannya menggunakan senjata Banned yang merupakan penjahat perang, yang tidak sesuai dengan perjanjian Ganewa. Pemindahan Ratusan dari ribuan Rakyat sipil Tamil adalah hasil terahir dari taktik tentara Srilangka dibawah pimpinan kepala pertahanan Gotabahaya Rajapaksa yang merupakan saudara dari president M a h i n d a R a j a p a k s a . Te n t a r a Reaksioner telah memborbardir

Rakyat sipil walaupun pemerintah sendiri telah menetepkan “no fire zones” dan dengan kejami meledakkan bom di LTTE untuk mendapatkan simpati dari public Internasional. Tindakan pembantaian, pembnuhan massal terhadap perempuan dan anak-anak yang dilakukan Rezim Rajapaksa. Cara ini sesungguhnya terinspirasi dari Agresi-agresi dan p e p e r a n g a n ya n g dilakukan AS yang menduduki Irak dan Afganistan maupun Invasi Israel di Gaza Desember lalu. Salah satunya yaitu taktik operasi “base denial” untuk memisahkan penduduk Tamil dari tengah-tengah komunitas persatuan gerakan rakyat Tamil bersama LTTE. Rezim Rajapaksa terus mempertahankan cara-cara brutal ini seperti yang pernah dilakukan Rezim Bush d e n g a n waterboarding “suatu taktikal dalam setiap agresinya”. Penduduk sipil kemudian dipisahkan dan diisolasi, dimana mereka tetap berada dalam kondisi yang tidak manusiawi dan mendapatkan pengawasan dan perlakuan yang kejam, dimata-matai, disiksa, dan dibunuh oleh Intelijen dan pasukan perang Srilangka. Bahkan Rezim telah melakukan pembantain dan penyiksaan diluar hukum yang berlaku terhadap orang yang dicurigai pada para penduduk. Kampanye solidaritas menolak tindakan kekerasan dan pembantaian yang dilakaukan Rezim reaksioner Rajapaksa terhadap Rakyat Tamil juga di lakukan Ribuan Orang dari berbagai organisasi di Montreal Canada. International League of People's Struggle (ILPS) mengutuk dengan keras Rezim Fasis Ultra Reaksioner Rajapaksa. Rejim srilangka harus mempertanggung jawabkan pembantaian terhadap Etnis Rakyat Tamil, mengkritik dukungan India dan pemerintaha Imperialis barat atas tindakan kekerasan yang dilakukan Rezim Reaksioner Rajapaksa, yang secara sewenag-wenang memvonis Tamil sebagai teroris. Rakyat tamil hanya membutuhkan keadilan dan pemenuhan Hak dasar sebagai Manusia, Bukan Pembantaian.

1 17


BUDAYA

Puisi Sebar Demokrasi Negeri Yang Kaya

Tanah Yang Terampas

Negeri yang kaya, tanah kelahiran kami Diatasnya mengalir Air yang jernih Hamparan tanah yang luas nan subur Hutannya yang hijau dan gunungnya yang tinggi Inilah bumi pertiwi negeri yang kaya Inilah bangsa Indonesia

Udaramu bersih nan sejuk Embun pagimu terus membasahi rerumputan Airmu yang jernih mengalir tiada henti, bersih tak tersentuh kotoran Aku bangga atas desa kelahiranku…..

Namun…… Ditengah hamparan padi…..kami tertatih Diatas emas dan tembaga….kami sengsara Kemana kekayaan negeri yang kaya? Ternyata…... Anak haram ibu pertiwi telah menjualnya Dasar presiden boneka, Tikus koparador Kutu busuk feudal. Karnamu…… Kami menjadi babu dinegeri kami sendiri Karnamu…… Kami miskin diatas negeri yang kaya Wahai kutu busuk rezim komparador Tidak akan kami biarkan tanah ini dirampas Raga ini….kami pertaruhkan untuk rakyat dan negeri ini Kami….pewaris sejarah perubahan, Takkan takut godaan malaikat maut Takkan mundur di bawah moncong senjata penguasa Tidak akan beranjak demi asa yang pasti Kami berjanji demi negeri, rakyat dan masa depan Detik ini, saat ini dan hari esok.. Kami abdikan diri di jalan juang yang panjang ini Demi cita-cita yang mulia…. Indonesia baru tampa Imperialisme, feodalisme, kapitalis birokrat Dan demi cita-cita yang mulia…. Indonesia baru seutuhnya!!!

Hamparan tanah yang subur nan luas…. Hutanmu menyimpan harta seakan tampa batas Pertanianmu yang membentang segala penjuru seakan tiada putus Isi bumimu yang tiada tara menambah kemegahan atasmu Tanah yang kaya….tempat kelahiranku…. Ayam berkokok pertanda aktivitasmu dimulai Diujung timurmu sang fajar menatap tiada henti Petani kesawah…diiringi siulan lembut sang penyanyi pagi Anak-anak mulai berenang disungaimu ditemani buaian dinginnya pagi Sungguh elok desaku dipagi hari….. namun, aku baru sadar hari ini Ternyata, tanah negeri ini telah terampas Diatas tanah yang subur Banyak yang kelaparan dan tak memiliki tanah Hutanmu tak bisa disentuh lagi karena HPH Sawahmu tak bisa lagi bertani untuk kebutuhan rakyat Tapi semata untuk kebutuhan pasar Wahai anak negeri yang terhisap yang menjadi babu ditanah kelahiran relakah engkau terhisap di negeri sendiri relakah engjau tertipu diatas tanah kelahiranmu kalau kau tak rela... mari berasma bangkit berlawan.

by Ipul Mbojo

Rezim Komparador SBY-JK Musuh Bersama Seluruh Rakyat Indonesia 1 18


Gelora edisi mei 2009