Page 1

Mitra Unair Menuju Kampus Excellence with Morality

Edisi 30 • April 2010 • ISSN : 1858 - 1420 • Rp. 5.000,-

Kiprah nyata IKA Unair Fakultas Hukum Kiat menghindari cuci darah seumur hidup Peran alumni dalam mendukung keberhasilan Beasiswa BIDIK MISI

Jaminan Kredit Usaha Mikro Bagi Warga Jatim


Salam Redaksi PENASEHAT : Ketua Presidium Ika Unair Rektor Universitas Airlangga PENASEHAT HUKUM : Suhar Adi Konstanto Ernanto Soedarno DEWAN REDAKSI : Suko Hardjono Satiti Kuntari R. Dyatmiko Soemodiharjo H. Ali Sjahbana Noer Chotimah Maksum PIMPINAN UMUM / PENANGGUNG JAWAB : Tubiyono REDAKTUR PELAKSANA : M. Subecha STAF REDAKSI : Luluk Hendaeni Galih REPORTER : Icha Febriani IKLAN : Yanti Anik Juniarsi DESIGN & LAY OUT : Nafi’ SIRKULASI : Team Sekretariat ALAMAT REDAKSI : Gedung IKA UNAIR - Kampus C UNAIR – Jl. Mulyorejo Surabaya – Telp. 031-5914169 Website : www.ikaunair.org e-mail : info@ikaunair.org REKENING : • Bank Mandiri, a.n. Drs. Tubiyono QQ DinamIKA UNAIR – No. 142-000-482-0014 • BRI KCP UNAIR, a.n. Bulletin DinamIKA UNAIR No. 0580-01-002870-50-8 ISSN : 1858 – 1420

Pengiriman by

Roda Kehidupan Kehidupan itu ibarat roda. Kadang di atas kadang di bawah. Begitulah roda dan begitulah dinamika kehidupan, dan begitu pula kehidupan media komunikasi Dinamika. Hampir satu tahun tidak hadir di hadapan pembaca. Banyak alumni dari berbagai penjuru menghubungi lewat telepon, e-mail (pos-el), dan perjumpaan secara langsung selalu muncul pertanyaan yang senada “Mana Dinamikanya?” Hal ini menunjukkan bahwa alumni tersebar di berbagai negeri memiliki perhatian besar terhadap kontinuitas media komunikasi. Selain itu, pertanyaan itu dapat dipakai sebagai indikator untuk merapatkan barisan supaya dapat ikut ambil bagian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui wadah ikatan alumni bersama-sama dengan almamater. Berbagai kendala telah dilalui, akhirnya Dinamika bisa hadir kembali secara off line dan perlu disampaikan bahwa informasi yang terdapat dalam media ini (off line) sebagian juga ada pada media on line yang dapat diakses melalui web ikaunair.org. Untuk pengembangan jejaring (networking) dalam memperkokoh tali silturahim (persaudaraan) dan penyebaran (sharing) informasi guna memperkokoh sendi-sendi kehidupan media ini sangat diperlukan. Oleh karena itu, partisipasi dari segenap alumni di mana pun berada memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk apa pun demi kejayaan almamater tercinta. Edisi ini, Dinamika menyajikan informasi tentang upaya membantu rakyat yang kurang beruntung yaitu tentang Jamkrida, kiat menghindari cuci darah seumur hidup jangan sampai jadi sadikin (sakit jadi miskin) kata dr. Pranawa, Sp.PD., dan profil alumni Unair. Selain itu, ada beberapa informasi lain yang menarik untuk dijadikan renungan untuk mencari solusi kehidupan yang lebih baik lagi. Dengan terbitnya Dinamika ini, semoga roda dalam posisi di atas dapat dipertahankan. Redaksi

Mengundang Penulis Pembaca Yang terhormat, Redaksi Majalah dinamika memberikan kesempatan kepada sejawat alumni yang ingin berpartisipasi dengan mengirimkan: 1. Tulisan baik berupa, Opini, Artikel, Kolom dll. (max 2 hal) 2. Foto-foto kenangan tempo doeloe yang dapat menyegarkan memori kita.

Daftar Isi Dapur Redaksi : Roda kehidupan.............................................................................................. 3 Laporan Utama : Jaminan Kredit Usaha Mikro Bagi Warga jatim................................................ 4 Aktifitas ika : Peran Nyata Ika Fakultas Hukum..................................................................... 6 Kiprah Alumni : Kiat Menghindari Cuci Darah Seumur Hidup................................................... 8 Peran Alumni dalam Mendukung Keberhasilan Beasiswa BIDIK MISI............ 10 profil : Dr. Erni Agustina, SH, SPN............................................................................. 12 cermin : Togog............................................................................................................ 14 Opini : Mari Amati Korupsi....................................................................................... 16 dinamIKA | edisi 30 | April 2010 |

03


Laporan Utama

Jaminan Kredit Usaha Mikro Bagi Warga Jatim Kabar baik di awal tahun 2010 bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jawa Timur, Program baru dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk membantu para pelaku usaha kecil dalam

Ahmad Nur Chasan, Direktur JAMKRIDA

04 | dinamIKA | edisi 30 | April 2010

mengembangkan usahanya dengan bentuk penjaminan kredit dengan bunga rendah sehingga pelaku UMKM dapat terbantu dalam mengatasi keterbatasan modal. Gejolak perekonomian di Indonesia cukup membuat semua elemen masyarakat terkena imbasnya terutama usaha dalam skala besar sehingga tak sedikit pula yang pada akhirnya gulung tikar, namun semenjak krisis ekonomi yang membelenggu justru UMKM mampu bertahan di tengah krisis ekonomi saat ini serta mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat. Dari hal itulah untuk mempertahankan dan memberdayakan UMKM, Pemprov Jatim membentuk Lembaga Penjaminan Kredit Daerah (LPKD) dikhususkan pada UMKM yang diresmikan oleh Gubernur Jatim Soekarwo 15 Januari 2010 yang lalu dengan nama PT. JAMKRIDA yang menempati salah satu ruangan di Gedung Bank Jatim. Dengan modal dana Rp 50 miliar yang di gelontorkan untuk PT JAMKRIDA dari APBD Jatim kegiatan usaha JAMKRIDA merupakan kegiatan yang membantu akses kredit kepada usaha mikro kecil


dan menengah berdasarkan wawancara bersama Staff Ahli JAMKRIDA Chusnul Ma’arif mengungkapkan bahwa “ membantu akses kredit kepada UMKM yang mempunyai usaha layak (feasible) namun tidak memenuhi persayaratan teknis perbankan, khususnya pemenuhan agunan (tidak bankable)”. Hal ini dimaksudkan untuk membantu bisnis yang tergolong UMKM yang cukup prospektif dan berkembang namun terkadang masih jarang dilihat bank sebagai faktor yang kurang layak karena tidak memiliki agunan. Dengan adanya JAMKRIDA inilah UMKM yang membutuhkan modal dalam pengembangan bisnis dan usahanya, kini tak lagi menyediakan agunan yang memberatkan. Program ini pun juga ditanggapi oleh pengamat ekonomi kerakyatan Tri Hariyanto, “Cukup bagus program baru seperti ini dan prosedur pun tidak rumit cukup simpel sebab masyarakat tidak mau dipusingkan dengan prosedur yang rumit dan lama” tutur Dosen Fakultas Ekonomi Unair. Mekanisme UMKM dalam mengajukan kredit ke perbankan yakni pengajuan kredit ke Bank Jatim dan BPR Jatim, pengajuan maksimal yang bisa dijamin Jamkrida senilai Rp 25 juta, bank akan melakukan verifikasi terkait kelayakan bisnis UMKM yang diajukan, JAMKRIDA akan menjamin nilai agunan UMKM. Debitur yang berasal dari UMKM wajib membayar 1,5 persen dari total pinjaman kepada bank dan selanjutnya diserahkan ke Jamkrida sebagai premi. Tak perlu cemas bagi UMKM yang berada di pelosok, sebab fasilitas kredit dapat dijangkau melalui penyaluran kredit yang bekerjasama dengan Bank Jatim dan BPR jatim yaitu penyaluran kredit dan lembaga keuangan seperti koperasi. Menanggapi program Jamkrida anggota DPR Komisi VIII Prof. DR. H. Ali Maschan Moesa mengungkapkan “Justru terkadang pelaksanaanya masih ada distorsi, program yang dibuat pada saat di lapangan selalu tidak sama. Jadi, pengawasaannya dari

Chusnul Maarif, Staf ahli JAMKRIDA

DPRD harus ketat. Saya rasa program ini baik dan sangat mendukung, semoga proses itu dapat dipermudah agar dapat membantu UMKM. Bahkan tidak hanya Bank Jatim saja tetapi juga dengan bank-bank yang lain.” ungkapnya. Penjaminan atas kredit yang disalurkan perbankan atau kreditur lainnya untuk membiayai sektor mikro dengan nilai relatif sesuai dengan perbankan/kreditur bermanfaat bagi usaha mikro yang dapat mempermudah usaha mikronya yang tidak memiliki agunan atau agunannya kurang, serta bagi perbankan dapat memberikan jaminan kepastian ganti rugi mengingat usaha mikro biasanya bersifat nonformal dan mempunyai resiko yang relatiif tinggi. Oleh karena itu, dengan adanya program baru dari Pemprov Jatim diharapkan masyarakat lebih banyak memanfaatkan jasa JAMKRIDA mengingat UMKM kini kian tumbuh pesat dan mempunyai dampak positif bagi masyarakat serta bagi UMKM di Jawa Timur. (ich)

dinamIKA | edisi 30 | April 2010 |

05


Aktifitas IKA

Peran Nyata Ika Unair Fakultas Hukum Ikatan Alumni Universitas Airlangga Fakultas Hukum (IKA Unair FH) menanam ribuan pohon di Jalan Raya Juanda sepanjang dua kilometer menuju Bandara Juanda. Sabtu (6/3) pagi. Tokoh IKA Unair FH bersama mahasiswa Fakultas Hukum tak mau ketinggalan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka, para mahasiswa, berkumpul di halaman Fakultas Hukum Unair menuju bandara Juanda dengan mengendarai bus Pemprov Jatim.

Pakuwon Jati Omar Ishananto, serta pengurus IKA FH dan mahasiswa Fakultas Hukum. Kegiatan seperti ini merupakan inisiatif para alumni dengan menggandeng pusat penerbangan angkatan laut. Di samping itu, penanaman pohon cukup membantu penghijauan di area Jalan Raya Juanda agar jalan menuju bandara semakin hijau dan indah. Imam Musani mengatakan, penanaman pohon ini

Dalam kegiatan penghijauan di jalan raya Juanda ini, total ada 1.520 pohon mahoni dan pohon tanjung. Penanaman tersebut dimulai dari Kantor Kementrian Agama Jawa Timur. Perwira Pelaksana Lanudal Juanda Letkol Laut (P) Imam Musani secara simbolis mengawali penanamaan pohon. Tak hanya itu secara simbolis juga disusul oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Jatim Sutrisno Rahmat, Ketua IKA FH Akmal Boedianto, Direktur PT Ahmad Nur Chasan, Direktur JAMKRIDA

06 | dinamIKA | edisi 30 | April 2010


sangat membantu penghijauan Jalan Raya Juanda. Pohon-pohon yang ditanam bakal menggantikan pohon cemara yang sudah tua dan daunnya mulai menguning. Jalan menuju bandara akan semakin hijau dan indah. Dalam rangkaian acara tersebut sebagai puncak acara IKA Unair FH menggelar Pelantikan Pengurus Baru Ikatan Alumni Universitas Airlangga Fakultas Hukum di Hotel Elmi (7/3). Pelantikan itu juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Pak De - panggilan akrab Dr. Soekarwo, S.H., M.Hum. merupakan alumnus dari Fakultas Hukum Unair tahun 1978. “ Nantinya IKA FH dapat bekerja sama dengan pemprov Jatim untuk meningkatkan kualitas dalam penegakan hukum” tutur Pak De. Partisipasi nyata dari peran para alumni terhadap almamaternya, ditunjukkan oleh Ikatan Alumni Unair Fakultas Hukum diawali dengan penghijauan di kawasan Juanda. . Setelah Pelantikan kepengurusan baru, rencananya akan dilakukan rapat konsolidasi untuk menyusun program-

program kegiatan yang realitis, tidak terlalu banyak bicara, tetapi dengan diwujudkan dalam bentuk karya nyata yang dapat langsung dinikmati oleh masyrarakat yang melibatkan peran serta para alumni. Saat ditemui di tengah acara Pelantikan Pengurus Baru, ketua IKA FH Akmal Boedianto menjelaskan semua pengurus IKA FH akan melaksanakan amanah dalam rapat musyawarah dan menyesuaikan dengan prioritas-proiritas. “secepatnya akan dilakukan rapat untuk menyusun program, jadi kita minta juga pendapat alumni, merumuskan pendapat yang sesuai dengan kerja sama pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan IKA FH” tutur ketua IKA FH Periode 20102015. Dalam hal ini kontribusi IKA FH dengan pemprov diharapkan dapat berjalan dan membawa dampak positif dalam pemerintahan. Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan meningkatkan kualitas aparat pemerintah berkaitan dengan dinamika hukum dan masyarakat agar melek hukum. (ich)

dinamIKA | edisi 30 | April 2010 |

07


Kiprah Alumni

Kiat Menghindari Cuci Darah Seumur Hidup Kiprah menjadi dokter spesialis penyakit ginjal di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr. Pranawa, Sp. PD telah berpuluh tahun lamanya menekuni profesi dokter yang disandangnya demi memberikan pelayanan terhadap masyarakat akan pentingnya menjaga dan merawat ginjal sedini mungkin. Saat ditemui Dinamika disela jam praktik, pria berkacamata ini tiap harinya melakukan

dr. Pranawa,Sp.PD (satu dari kanan) di salah satu acara Unair 08 | dinamIKA | edisi 30 | April 2010

aktivitasnya untuk pemeriksaan pasien di laboratorium hemodialisis RSUD Dr Soetomo, banyaknya masyarakat miskin yang memanfaatkan kemudahan pemeriksaan di laboratorium hemodialisis dengan menggunakan kartu jamkesmas pasien ginjal pun terus bertambah atau overload. “memang kebutuhan peralatan dan SDM segitu dan kemampuan kita melayani belum cukup maka dengan


Ilustrasi persiapan cuci darah

pasien yang terus overload” ujarnya. Dengan dedikasi yang tinggi Dr. Pranawa, Sp. PD selalu mengimbau kepada masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan ginjal secara dini, sebab saat ginjal mengalami gangguan atau kerusakan cukup parah mempunyai dampak yang besar terhadap diri sendiri dan keluarga, faktor ekonomi yang dikeluarkan sangat besar dan mayoritas pasien menjalani cuci darah seumur hidup. “Sebenarnya kalau kita berupaya melakukan pencegahan bukan sesuatu yang tidak mungkin, jadi perlu diketahui secara dini dari suatu penyakit terhadap ginjal kita. Kalau sudah rusak tidak bisa kembali lagi” jelasnya. Seiring kemajuan teknologi yang kian berkembang masyarakat terkadang mengabaikan kesehatan dan pola makanan yang tidak terkontrol, itulah yang perlu diperhatikan dan meningkatkan rasa kepedulian untuk hidup sehat. Dengan adanya peringatan

hari ginjal sedunia yang jatuh pada tanggal 13 maret itulah menurut, Ketua IDI wilayah Jawa Timur Dr. Pranawa, Sp. PD untuk mengingatkan bahwa sudah cukup pedulikah akan ginjal kita. Sehubungan dengan besarnya beban yang ditanggung pasien penyakit ginjal, saat disinggung mengenai Surabaya Kidney Centre yang kini tengah berjalan di laboratorium Hemodialisa RSUD Dr Soetomo, Dr. Pranawa, Sp. PD mengatakan “sebagai Surabaya Kidney Centre memberikan pelayanan yang lebih baik terlebih pentingnya lagi berharap pengembangan dokter spesialis ginjal, sebab tidak bisa mengimbangi kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat yang sakit ginjal” tandasnya. Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini sangat respek akan Surabaya Kidney Centre dalam pengembangan atau pelatihan internis untuk dokter spesialis penyakit dalam dari berbagai daerah di Jawat Timur tentang hemodialisis. sehingga nantinya para dokter yang menjadi peserta merupakan utusan dari rumah sakit yang sudah memiliki alat hemodialisis, dan bisa menerapkan ilmu yang mereka dapat ketika mengikuti pelatihan sehingga pasien yang datang RSUD Dr Soetomo dapat menurun, karena telah ditangani dokter di daerah. (ich)

dinamIKA | edisi 30 | April 2010 |

09


Kiprah Alumni

Pendidikan Tidak Ada Matinya Wanita kini tak ingin dikatakan insan yang lemah justru ingin meperlihatkan eksistensi dan sebuah pretasi yang patut dibanggakan, sehingga image lemah lambat laun kini mulai pudar. Salah satu alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya yang kini sebagai Dekan di UPN Veteran Jakarta Dr. Erni Agustina, SH, SPN menjadi salah satu sosok inspirasi wanita yang patut dibanggakan. Ketua Forum Pendidikan Ilmu Hukum se-Jabotabek ini selalu mengadakan asosiasi forum yang bertujuan untuk sharing yang berkutat pada masalah hukum. dengan kegiatan yang tidak terlalu banyak tetapi cukup menyita banyak waktu “kegiatannya begitu saja dan itu pun sudah sibuk mbak“ terangnya kepada DinamIka. Setelah Lulus S1 Fakultas Hukum Universita Airalngga, ibu dua orang anak ini melanjutkan tingkat pendidikan ke jenjang S2 dengan mengambil pendidikan Notaris hingga kembali melanjutkan pendidikannya di bidang hukum dan rencana ke depan ia akan mengajukan tingkatan pendidikan profesor di bidang hukum. Awal berkarir dan berkecimpung di dunia pendidikan, kelahiran 17 Agustus 1956 setelah lulus dari Fakultas

10 | dinamIKA | edisi 30 | April 2010

Hukum Unair mulai menjadi staf pengajar di UPN ‘Veteran’ Surabaya, dalam tingkat dan kemajuan karir sosok Erni begitu ia disapa menjadi Pembantu Dekan UPN Surabaya dan akhirnya menjadi Pembantu Dekan dua periode. Semenjak diboyong suaminya di Jakarta dan bertempat tinggal di daerah Pondok Labu Jakarta, Dr. Erni Agustina, SH, SPN menjadi Dekan di UPN Jakarta dalam dua periode sejak tahun 2000 hingga sekarang. “ Semuanya dari nol dulu lah dan yang jelas semuanya itu ada peningkatan karir saya” jelasnya. Berkiprah di dunia pendidikan dalam ilmu hukum, wanita yang satu ini pernah menyabet prestasi di tempat ia mengajar yang dinobatkan sebagai dosen teladan dan berprestasi pada tahun 2004 Fakultas Hukum. Dengan bekal pengetahuan dan kiprahnya di bidang pendidikan hukum, tak heran Dr. Erni Agustina, SH, SPN menjadi Ketua Forum Pendidikan Ilmu Hukum se-Jabotabek dalam berorganisasi dengan orientasinya di bidang hukum. Asosiasi yang telah dijalani bersama teman-temannya ditujukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam aspek hukum yang menjadi topik bahasan. Kesuksesan yang diraih itu pun tak lepas pula akan apa yang ia kerjakan dengan tekun selama ini, tidak lupa juga almamater yang telah menjadikan Dr. Erni Agustina, SH, SPN seperti sekarang. Menurutnya dalam memajukan Universitas Airlangga Surabaya dapat dilihat dari alumni-alumni yang telah sukses berkiprah dan mendedikasikan di instansi pemerintah, lembaga-lembaga serta telah menjadi orang penting di bidangnya masing-masing. Ini pembuktian bahwa semua alumni berkembang dengan baik sehingga tidak hanya memajukan Unair saja yang notabene merupakan almamaternya akan tetapi dapat memajukan sebuah bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang maju dengan kehadiran orang-orang yang ahli di bidangnya. (ich)


Rhenald Kasali: Dream Big, Start Small, Action Now Dream Big, Start Small, Action Now, tiga langkah itulah yang diperlukan untuk meraih kesuksesan dalam bidang apapun, terutama untuk sukses dalam karir sebagai pengusaha. Seminar yang diadakan PPKK bekerjasama dengan PT Bank Mandiri dalam rangka pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa ini menghadirkan motivator dan ekonom handal, Rhenald Kasali sebagai pembicara utama. Sebelumnya, acara yang bertempat di Ruang Garuda Mukti Gedung Rektorat Lt.V Kampus C Unair pada 31 Maret 2010, diisi dengan talkshow interaktif bersama pengusaha muda sukses pemilik dari Mushroom Factory dan Kebab King’s. Selain itu juga diisi oleh Direktur PT Bank Mandiri, Drs. Bambang Setiawan, MBA yang memaparkan presentasi berjudul “Wirausaha Mandiri”. Pemaparan dari Pak Rhenald menjadi acara puncak dari serangkaian acara sebelumnya yang diharapkan mampu memotivasi dan memberikan arahan kepada para mahasiswa untuk menjadi pengusaha-pengusaha masa depan yang sukses. Dalam seminar yang dimoderatori oleh Bu Monig sapaan dari Aris Armuninggar, dosen FE Unair, Pak Rhenald menyatakan bahwa untuk meraih kesuksesan tidak bisa instan. Beliau menyatakan: “Untuk menjadi sukses itu perlu waktu dan kerja keras, jangan pernah percaya pada orang atau lembaga yang menawarkan kesuksesan dalam waktu singkat dan tanpa kerja keras”. Beliau juga memberikan tips-tips untuk mengawali karir sebagai pengusaha, yaitu: pertama, jual sesuatu yang tidak biasa. Artinya, produk yang kita buat harus beda dari kebanyakan atau sesuatu yang baru. Produk dengan kriteria tersebut pasti lahir dari gagasan yang luar biasa. “Pengusaha harus berfikir secara multiple perspective, gunakan semua indra anda untuk peka membaca peluang”, kata pria yang juga dosen Pascasarjana UI ini. Dalam presentasinya, Ia mencontohkan gagasan pengusaha di China yang ingin menampilkan pertunjukkan tari balet yang tidak biasa, yaitu dengan menampilkan penari balet yang cacat. Hasilnya,

gagasan tersebut mendapatkan sambutan yang luar biasa dari konsumen penikmat seni. Tentu saja hal itu hanya dapat diraih dengan kerja keras dan ketekunan. Tips yang kedua yaitu action oriented, artinya untuk mengawali usaha harus berorientasi menjemput bola tidak boleh duduk terpaku mengaharapkan bola datang dengan sendirinya. Tips yang ketiga tidak boleh berorientasi pada competitor, tapi pada konsumen sehingga kita dituntut untuk jeli menangkap peluang pasar. Tips yang terakhir adalah selalu ingat untuk melakukan reinvestasi jika usaha sudah mulai sukses dan berkembang. Pak Rhenald menyatakan bahwa generasi muda, mahasiswa khususnya, merupakan calon-calon pengusaha sukses yang potensial dilihat dari beberapa hal, yaitu: pertama, orang muda itu tanpa beban. Artinya, mereka rata-rata belum mempunyai tanggung jawab menafkahi keluarga. Kedua, belum ada ikatan penghasilan tetap karena rata-rata belum bekerja di instansi resmi. Ketiga, inovatif karena orang muda identik dengan ide-ide dan semangat yang baru. Keempat, big dreaming karena orang muda pasti mempunyai harapan dan mimpi-mimpi besar di masa depan. Namun, potensi-potensi tersebut juga terhalang oleh beberapa hal berikut yang merupakan belenggu khas orang muda, khususnya mahasiswa seperti: takut untuk mencoba, tahu terlalu banyak sehingga menjadi banyak pertimbangan, gelombang ketidakpastian sehingga takut mengambl resiko kegagalan, dan yang terakhir adalah kurang peka menangkap peluang dan berorientasi pada hal-hal teknis saja. Di akhir paparannya, Pak Rhenald berpesan bahwa tujuan menjadi pengusaha adalah bukan untuk menjadi kaya, kaya adalah akibat, yang terpenting adalah kemampuan untuk selalu berfikir progresif dan rebound. Seorang pengusaha harus seperti bola tenis yang jika jatuh mampu untuk mental ke atas, bukan seperti telur yang sekali jatuh langsung pecah. (veb)

dinamIKA | edisi 30 | April 2010 |

11


Kiprah Alumni

oleh Suko Hardjono*) Belum genap seratus hari menjabat, disela-sela pro-kontra masalah Ujian Nasional (UN), Mendiknas melalui program seratus hari, telah meluncurkan Program Beasiswa Bidik Misi. Suatu beasiswa bagi lulusan SMA/MA/SMK atau bentuk lain yang sederajat, yang berprestasi dari keluarga kurang mampu, untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi hingga lulus secara gratis. Untuk program ini Kementerian Pendidikan Nasional menyediakan dana bagi 20.000 calon penerima dari seluruh Indonesia. Program yang sangat mulia. Dilihat dari peruntukannya, jelas beasiswa ini punya suatu misi, yaitu menghidupkan harapan bagi masyarakat tidak mampu untuk terus menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi dan menghasilkan sumber daya insani yang mampu berperan dalam memutus rantai kemiskinan. Bagi keluarga tidak mampu, selama ini sulit memutus belitan kemiskinan yang mereka alami. Mereka bukannya tidak mau berusaha untuk itu, tapi mereka memang tidak berdaya. Segala upaya yang mereka lakukan hanya cukup untuk mendapatkan sesuap nasi agar keluarganya pada hari itu bisa makan. Anak dari keluarga kurang mampu kebanyakan putus sekolah di tengah jalan. 12 | dinamIKA | edisi 30 | April 2010

Padahal sebagai generasi penerus, mereka tentu punya mimpi agar suatu saat mereka bisa memutus rantai kemiskinan yang telah membelit keluarganya dari generasi ke generasi. Kiranya beasiswa ini akan dapat membantu mereka merealisasikan mimpi itu. Sebenarnya siswa dari keluarga kurang mampu, yang sudah lulus dari sekolah lanjutan, dapat langsung terjun di dunia kerja untuk mengangkat keluarganya agar bisa hidup lebih baik. Tapi upaya itu belum cukup kuat, apa lagi untuk memutus rantai kemiskinan di keluarganya. Karena fakta inilah, maka dibutuhkan jenjang pendidikan lebih tinggi lagi agar siswa bisa turut serta dalam memutus rantai kemiskinan. Melalui Bidik Misi diharapkan kesempatan untuk memperoleh lapangan kerja atau pun menciptakan lapangan kerja akan makin besar kesempatannya. Bukan hanya itu, Bidik Misi juga mempunyai dampak ikutan lain, berkait dengan upaya untuk meningkatkan status sosial di masyarakat. Universitas Airlangga sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia, telah ikut berperan dalam medukung beasiswa BIDIK MISI dengan menggunakan tes melalui PMDK prestasi, SNMPTN maupun PMDK untuk mahasiswa


diploma. Pengelola beasiswa BIDIK MISI Universitas Airlangga telah mengirimkan surat undangan kepada Kepala Sekolah Menengah terutama di Jawa Timur, untuk mengirim siswanya mengikuti tes dalam rangka mendapatkan beasiswa BIDIK MISI. Peran Alumni Salah satu kewajiban alumni setelah terjun di masyarakat dimanapun mereka berada, adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar mereka. Alumni yang telah tersebar di seluruh Indonesia, baik di kota besar maupun daerah kabupaten mempunyai potensi untuk ikut memutus rantai kemiskinan di daerahnya. Hal tersebut dapat dilakukan secara sendiri, berkelompok. Akan lebih besar lagi manfaatnya kalau dilakukan melalui Ikatan Alumni Unair Wilayah. Langkah yang bisa dilakukan alumni dalam mendukung keberhasilan beasiswa Bidik Misi antara lain: mengamati para siswa Sekolah Menengah yang sedang menempuh pendidikan di kelas terakhir, atau mereka yang baru saja mengikuti ujian nasional. Bagi mereka yang ingin masuk ke pendidikan tinggi dan memenuhi syarat bisa dibantu dicarikan informasi tentang pendaftaran untuk masuk pada perguruan tinggi negeri di

seluruh Indonesia, baik yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional maupun Kementerian Agama. Peran itu akan lebih mulia kalau para alumni ikut membantu mendatangkan mereka ke pergurun tinggi yang dituju oleh calon mahasiswa tersebut. Untuk semua peran ini tentunya alumni tidak harus bekerja sendiri, alumni bisa bekerjasama dengan instansi tempat alumni bekerja, Dinas Pendidikan dan/atau Pemerintah Daerah setempat. Agar lebih jelasnya tentang beasiswa BIDIK MISI bisa diunduh di alamat: www. dikti.go.id dan/atau www.kelembagaan. dikti.go.id. Khusus untuk melihat program beasiswa BIDIK MISI yang dilakukan oleh Universitas Airlangga bisa diunduh di alamat: www.unair.ac.id (terdapat ikon Informasi Beasiswa di sebelah kanan) atau www.pmdk.unair.ac.id. Karena beasiwa ini diupayakan dapat berlanjut untuk tahun mandatang, apabila para alumni belum sempat membantu calon mahasiswa untuk memperoleh beasiswa BIDIK MISI periode ini, tahun depan dan tahun-tahun berikutnya bantuan para alumni untuk ikut memutus rantai kemiskinan melalui program ini masih sangat diharapkan. *) Anggota Presidium IKA UNAIR dari Fakultas Farmasi

dinamIKA | edisi 30 | April 2010 |

13


Cermin

14 | dinamIKA | edisi 30 | April 2010


TOGOG Dalam kultur Jawa, utamanya wayang purwa, ada tokoh ponokawan yang bernama Togog. Tokoh Togog ini mudah dikenali karena ada ciri khusus yang melekat pada organ biologisnya yaitu dengan mulut besar (melewati batas kewajaran mulut yang normal). Sebenarnya, nenek moyang dahulu telah memberi peringatan kepada anak cucu (generasi penerus) dengan simbol seperti Togog. Karena itu, Togog dapat dijadikan cermin kehidupan manusia zaman dahulu, sekarang, dan masa depan. Tokoh ini sebagai pengasuh atau pengawal kesatria yang berkarakter jahat. Oleh karena itu, Togog selalu memberikan kritik dan saran kepada tuannnya untuk meniti jalan yang benar. Pada umumnya, tokoh yang berkarakter jahat tidak punya hati (perasaan), tidak punya nurani, karena nurani telah mati, penglihatan telah buta, dan pendengaran menjadi tuli. Sementara yang ada dalam hati kesatria yang jahat adalah nafsu untuk berkuasa (politik) dan nafsu menguasai harta kekayaan (ekonomi-kapitalis). Untuk meraih kekuasaan dan sumber ekonomi ditempuh dengan berbagai jalan yang licik dan mengabaikan faktor moral etik. Akibatnya, dalam masyarakat akan terjadi chaos (kacau) banyak perbuatan makar, kenakalan, korupsi, narkotika, kekerasan, penipuan, pembalakan hutan, dan sebagainya. Hal itu disebabkan oleh watak (karakter) tamak, rakus terhadap kekuasaan dan materi, seolah-olah jagat mau diemperi (dunia akan diberi teras). Karakter yang tidak puas secara politik dan secara ekonomi itulah

yang digambarkan seperti Togog yang mempunyai mulut besar untuk menelan jagat (bumi) ini. Ketika Togog terlalu bernafsu menelan jagat seisinya, dia tidak sadar bahwa perilakunya itu adalah perilaku yang tidak wajar dan merugikan banyak orang. Dengan mengingat tokoh pewayangan yang bernama Togog, ada kemiripan dengan istilah “Thugocracy� yang dipakai oleh Emmanual Subangun (Kompas, 27 Februari, 2010) untuk mendeskripsikan sebuah demokarasi yang bergerak menjadi premanisme, karena di dalam praktik demokrasi mengabaikan moral, etika, dan kesantunan. Nama tokoh Togog dalam pewayangan Jawa yang sudah berabadabad lamanya, ada paralenyal dengan kosa kata thogho dalam bahasa Arab. Hal ini terekam dalam azhab ila fir ‘auna innahu thogho; faammaa man thogho (QS, 79: 17, 37). Arti kata thogho adalah melampaui batas. Dalam kitab suci tersebut untuk mendeskripsikan Raja Firaun dan pengikutnya yang memiliki watak jahat suka melampaui batas (thogho). Dengan demikian, tokoh Togog dalam seni tradisi pewayangan Jawa terdapat cermin atau sebagai kaca brenggala setiap manusia agar perilakunya senantiasa berhati-hati tidak tamak, tidak rakus terhadap kekuasaan dan materi yang dapat berdampak negatif kepada bangsa dan negara. Jika sedang berkuasa jangan sampai berpaling ke arah thugocracy dan thogho (melampaui batas). Jangan sampai di antara kita ada yang menjadi Togog. (Tubiyono)

dinamIKA | edisi 30 | April 2010 |

15


Opini

Oleh: Drs.R.Dyatmiko Soemodihardjo SH,MHum

Mari "Amati Korupsi" Baru saja masyarakat melewati hari-hari yang dipenuhi dengan hiruk pikuk dan kegaduhan yang berlangsung di parlemen negeri ini selama beberapa bulan. Setiap hari sepanjang siang dan malam telah dipertontonkan kepada publik betapa ribut dan gaduhnya para wakil rakyat dalam rapat yang berlangsung di lembaga yang terhormat itu, sehingga menimbulkan kejenuhan dan menjadi tontonan yang menjemukan Masing-masing dengan semangat luar biasa semuanya berkehendak untuk mengungkap kebenaran yang terkait dengan kasus Bank Century, melalui berbagai upaya dengan mencari kesalahan pihak-pihak yang terkait. Bisakah dalam kegaduhan dihasilkan suatu solusi yang benar dan bijaksana, apalagi tanpa dilandasi niat yang bersih tanpa pamrih, hati yang damai tanpa dengki dan pikiran yang jernih tanpa rekayasa? Kesemuanya itu memerlukan kejujuran, ketenangan, kedamaian dan rasa bertanggungjawab dari semua yang terlibat dalam penanganan kasus dengan dilandasi kehendak untuk sungguh-sungguh mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara, bukannya kepentingan pribadi, golongan atau partainya. Adakalanya manusia memang perlu menenangkan diri, mendamaikan hati

16 | dinamIKA | edisi 30 | April 2010

dan menjernihkan pikiran agar dapat melakukan pengendalian diri dengan baik, sehingga segala ucapan, tindakan dan perilakunya tidak dikuasai oleh nafsu dan emosi. Sungguh berbahagialah mereka yang dapat mengendalikan penglihatannya, mengendalikan pendengarannya dan mengendalikan ucapannya, serta mampu merasakan bisikan lembut hati dan nuraninya. Sebagaimana seorang Guru yang bijak mengatakan: “ Engkau harus melihat tanpa mata; Engkau harus mendengar tanpa telinga; Engkau harus bekerja dan berbicara tanpa menggunakan tangan maupun lidah.� Ungkapan ini mengandung makna yang dalam, bahwa dalam melihat, mendengarkan, bertindak dan berbicara harus dapat menggunakan kemuliaan hati dan nurani. Sejalan dengan perlunya pengendalian diri dan kedamaian hati tersebut, kiranya ada baiknya kalau mau mawas diri dan dapat mencermati makna dari pelaksanaan Hari Raya Njepi. Hari ini Selasa, 16 Maret 2010 adalah Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1932 yang dirayakan setiap satu tahun sekali oleh umat Hindu Dharma. Kepada segenap umat Hindu Dharma di seluruh nusantara disampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1932. Semoga upacara nyepi juga dapat


memberikan hikmah dan kedamaian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Nyepi adalah hari suci bagi umat Hindu Dharma yang dilaksanakan pada setiap pergantian tahun Saka ( Isakawarsa) yang dirayakan dengan melaksanakan upacara Yoga Samadhi. Ada empat pantangan (Catur Berata) yang wajib ditaati umat Hindu pada saat hari suci Nyepi, yaitu: Amati Geni, berpantang menyalakan api termasuk memasak, yang berarti melakukan upawasa (puasa); Amati Karya, menghentikan aktivitas kerja, menyepikan indria; Amati Lelanguan, berpantang menghibur diri dan tidak menikmati kesenangan, dan Amati Lelungan, berpantang bepergian. Bahwa selama upacara nyepi dilaksanakan, khususnya di pulau Dewata ditandai dengan suasana sepi, senyap, tenteram dan damai serta alam sekitar yang lengang. Terciptalah kondisi damai yang

alami, semuanya berlangsung dalam keheningan dan kedamaian, sehingga nyepi menumbuhkan kedamaian hati bagi para pelakunya. Adanya kedamaian inilah yang sesungguhnya dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara demi mewujudkan masyarakat yang damai, adil, sejahtera dan bahagia. Untuk dapat mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai diperlukan kemauan dan kemampuan mengatasi banyak tantangan, utamanya menegakkan keadilan, mengatasi kemiskinan, mencukupi penyediaan sandang, pangan dan papan, pengadaan lapangan kerja, mencegah timbulnya pengangguran, pelayanan kesehatan yang mudah dan penyelenggaraan pendidikan yang murah. Kondisi damai di kehidupan masyarakat juga tidak akan terwujud apabila masih ada tindakan-tindakan kekerasan,pemaksaan kehendak, arogansi, egoisme kelompok, merendahkan pihak lain, mengutamakan kepentingan sendiri dan enggan berkorban untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Selain itu masih ada satu tantangan besar yang perlu ditangani secara lebih serius agar masyarakat dapat hidup dengan damai. Terhadap korupsi yang sudah terlanjur melanda semua lembaga pemerintahan, lembaga legislatif dan peradilan baik di tingkat pusat maupun daerah harus lebih diintensifkan pemberantasannya. Bahwa pemberantasan korupsi tidak akan memperoleh hasil yang optimal bilamana hanya mengandalkan langkah-langkah penindakan semata, tanpa dibarengi dengan upaya pencegahan yang intensif. Seberapa banyakpun kasus yang diungkap dan pelakunya dijatuhi pidana, tetapi tidak mustahil masih akan terus terjadi korupsi di negeri ini, apalagi kalau

dinamIKA | edisi 30 | April 2010 |

17


Opini

hukuman pidana yang dijatuhkan kepada koruptor sama sekali tidak menimbulkan efek jera. Banyak upaya-upaya pencegahan yang bisa dilakukan baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, antara lain dengan menjadikan korupsi sebagai perbuatan yang berisiko tinggi. Orang terpaksa harus mempertimbangkan resikonya sebelum melakukan korupsi, oleh karena sanksi yang akan dijatuhkan tidak hanya oleh pemerintah saja, melainkan dimungkinkan adanya sanksi sosial oleh masyarakat terhadap koruptor. Dalam kaitan dengan upaya pencegahan ini, seyogyanya kepada semua penyelenggara negara dan pemerintahan perlu menerapkan suatu pantangan ibarat orang melaksanakan nyepi, yaitu: Amati Korupsi, berpantang melakukan tindak pidana korupsi. Ada suatu sikap moral yang secara mendasar harus dimiliki semua pemimpin, penguasa dan penyelenggara negara sebagai suatu prinsip hidup, yaitu sepi ing pamrih, rame ing gawe, atau giat bekerja tanpa mengharapkan imbalan yang berlebihan. Jangan bekerja karena dorongan kehendak untuk memperoleh imbalan atau keuntungan pribadi secara berlebihan, sehingga akan berakibat lebih mendahulukan kepentingannya sendiri daripada kepentingan publik. Dengan adanya dorongan pamrih yang berlebihan dan belum tentu dapat dicapai, maka yang bersangkutan akan mengambil jalan pintas atau menghalalkan segala cara agar keinginannya dapat terwujud. Dengan mengabaikan segala resiko yang dapat meinimpa diri dan keluarganya, maka melakukan korupsilah yang menjadi salah satu pilihannya. Namun dengan memiliki semangat pantang korupsi dan etikad sepi ing pamrih, maka para pemimpin, penguasa dan penyelenggara negara diharapkan dapat mencegah diri untuk tidak melakukan 18 | dinamIKA | edisi 30 | April 2010

korupsi. Menjadi harapan seluruh rakyat agar mereka mau mawas diri dan menyadari, bahwa melakukan korupsi berarti hanya mengutamakan kepentingan sendiri, bukan mengutamakan kepentingan rakyat. Bahkan dengan korupsi akan menyengsarakan rakyat dan menjauhkan rakyat dari cita-citanya agar bisa hidup makmur dan sejahtera. Rakyat mendambakan negerinya sepi dari korupsi, pemerasan, penyuapan, pungutan liar, manipulasi dan tindak penyelewengan lainnya yang mengakibatkan beban hidupnya semakin berat. Rakyat tentulah ingin menikmati hidup layak dengan cukup pangan, sandang dan papan sesuai dengan tingkat kondisinya masing-masing. Rakyat mengharapkan kehidupannya damai dan tenteram dikarenakan memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang cukup guna membeayai hidup sekeluarga, memelihara kesehatan dan dapat menyekolahkan anakanaknya. Apakah yang diidamkan bersama ini bisa terwujud apabila korupsi dan sejenisnya masih merajalela di negeri ini? Pencegahan korupsi memang perlu dilakukan melalui gerakan moral guna menciptakan kondisi lingkungan sosial yang menolak dan menentang korupsi sebagai kejahatan yang melanggar harkat dan martabat kemanusiaan. Terkait dengan pelaksanaan gerakan moral mencegah korupsi ini, maka kesediaan segenap pemimpin dan penguasa di lingkungan eksekutif, lembaga legislatif dan lembaga peradilan untuk sungguh-sungguh sepi ing pamrih dan melaksanakan amati korupsi akan merupakan sumbangan yang sangat berarti bagi keberhasilan pencegahan korupsi. Mari melaksanakan amati korupsi, agar negeri sepi korupsi dapat menjadi suatu kenyataan. Surabaya, 16 Maret 2010 (Drs.R.Dyatmiko Soemodihardjo,SH,MHum.)


Pembatalan Undang Undang Badan Hukum Pendidikan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidkan dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan MK tersebut dibacakan hakim konstitusi Rabu, 31 Maret 2010 dalam sidang yang dipimpin oleh Moh. Mahfud MD. Dikatakakan oleh Majelis Hakim MK bahwa UU BHP terdapat kelemahan yuridis, kejelasan maksud, dan keselarasan dengan UU lain. Pengaturan badan hukum pendidikan dalam UU BHP pun dinilai tidak sesuai dengan ramburambu yang pernah diberikan MK dalam putusan sebelumnya terkait Pasal 53 ayat (1) UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), “Penyelenggara dan/ atau satuan pendidikan formal yang didirikan pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan�. Bagi MK, istilah “badan hukum pendidkan� (Sisdiknas. Pasal 53 ayat 1) bukanlah nama dan bentuk badan hukum tertentu. Istilah itu hanya sebutan dari fungsi penyelenggara pendidikan, artinya suatu lembaga pendidikan harus dikelola oleh suatu badan hukum (Kompas, 1 April 2010). Pembatalan UU BHP oleh MK sangat mengejutkan dan cukup memprihatinkan karena UU BHP sebenarnya sebuah ikhtiar untuk mengubah pengelolaan pendidikan di Indonesia untuk menuju perbaikan (M. Hadi Shubhan, Jawa Pos, 2 April 2010). UU BHP, bagi M. Hadi Shubhan, berupaya mengeliminasi praktik penyelenggaraan pendidikan yang tidak sehat merugikan banyak pihak, mencoreng misi utama pendidikan, dan hanya menguntungkan segelitir orang. Sebaliknya, dengan UU BHP

penyelenggaraan pendidikan dapat terukur dengan akurasi tinggi karena didasarkan oleh akuntabilitas dan transparansi dalam proses implementasinya. Dengan memperhatikan fakta di atas, ada teks yang sangat ambigu sehingga menghasilkan berbagai pemahaman. Pemahaman yang satu tidak sama dengan pemahaman yang lainnya, sehingga yang terjadi adalah distorsi makna. Dengan tanda (sign) yang sama (berupa teks), berhubungan dengan hal yang diacu (reference) bisa berbeda-beda. Karena hubungan antara sign dan reference tidak langsung. Untuk memperoleh pemahaman yang sama dan memiliki akurasi tinggi diperlukan mediasi yaitu berupa konsep. Jika berangkat dari konsep yang sama untuk memaknai sebuah tanda (teks verbal), maka akan diperoleh pemahaman yang sama pula. Di sinilah pentingnya kekuatan bahasa (language power) dapat melegitimasi atau pun sebaliknya dapat men-deligitimasi suatu hal (termasuk UU BHP). Menyikapi pembatalan UU BHP oleh Mahkamah Konstitusi tersebut, Mendiknas secara bijak akan meninjau ulang peraturan pemerintah (PP), peraturan menteri (permen) yang berkaitan dengan UU BHP dan Sisdiknas (Kompas, 1 April 2010). Upaya pemerintah melalui Mendiknas ini merupakan konsekuensi logis pembatalan UU BHP untuk memperoleh kesamaan konsep dan kesamaan reference sehingga tidak terjadi distorsi pemaknaan untuk sign yang sama. (Tubiyono)

dinamIKA | edisi 30 | April 2010 |

19


ayo.. gabung Ika unair family card

!

Download Gratis Majalah Dinamika Unair Versi pdf melalui: www.ikaunair.or.id Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Sekretariat IKA-UNAIR, Gedung IKA UNAIR (Kampus C) Jl. Mulyorejo Telp. 031-5914169 Surabaya Website : www.ikaunair.org e-mail : info@ikaunair.org

Pendaftaran Anggota Baru dapat juga dilakukan melalui Sekretariat Ika Unair Fakultas dan cabang: IKA UNAIR CABANG SUMATERA SELATAN Gedung III B SB, PT. Pupuk Sriwijaja Jl. Mayor Zen Palembang 30118 IKA UNAIR CABANG NETHERLAND Nassaupark 3 1405 HN BUSSUM NETHERLANDS IKA UNAIR FAKULTAS HUKUM (IKA UNAIR FH) Kampus C Unair Jl. Mulyorejo Surabaya Telp. (031) 5915360 IKA UNAIR FAKULTAS EKONOMI (IKA UNAIR FE) Jl. Airlangga 4 Academic Business Center Ruang 201 Surabaya 60286 IKA UNAIR FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN (IKA UNAIR FKH) Jl. Mulyorejo, Kampus C Unair Surabaya IKA UNAIR FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI (IKA UNAIR FKG) Jl. Prof.Dr. Moestopo 47 Telp.(031) 5030255Surabaya IKA UNAIR FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT (IKA UNAIR FKM) FKM UNAIR Jl. Mulyorejo, Kampus C Unair Surabaya IKA UNAIR CABANG JAKARTA Ruko Fatmawati Mas Blok B Kav 223-224 Jl. R.S. Fatmawati, Jakarta Selatan 12017 Telp. 021-7564974 - 76, Fax. 021-75901280 IKA UNAIR CABANG BANDUNG Kantor Sekretariat POLTEKES, Jl. Eycman 24 Bandung Telp. 022-2032672 IKA – UNAIR CABANG BANDAR LAMPUNG Jl. Tanjung No. 20 Bandar Lampung Telp. (0721) 254904 Fax. (0721) 261386

Edisi 30  

Majalah Dinamika Unair Ikatan Alumni Universitas Airlangga ( IKAUNAIR ) Edisi 30

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you