Issuu on Google+

TOPIK PILIHAN LAINNYA: Pro-Kontra: Haruskan TN gratis lagi untuk meningkatkan kualitasnya? Forum Nasional Kewirausahaan Ikastara Happy Morning 3 Ikastara Photography Community PLUS: Serba-serbi Reuni Akbar Nomor 3/2010

20 Tahun SMA Taruna Nusantara

Publikasi Internal Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara Harga Eceran Rp. 25.000,–

Bukan Sekedar Reuni

1


GRAHAREDAKSI

Juli 2010 – Ada kepuasan tersendiri saat Tim Redaksi bersama Humas Pengurus Pusat Ikastara menuntaskan VISI edisi khusus, tepat saat puncak perayaan 20 Tahun SMA TN. Seperti perjalanan dua dekade almamater kita, tidak selamanya proses penyusunan majalah ini berjalan lancar. Kendala waktu untuk riset dan penulisan materi, pencarian kontributor, plus terbatasnya dana sempat menjadi tantangan. Syukurlah semua itu berhasil kami lalui agar edisi ini sampai di tangan Anda. VISI kali ini seluruhnya bernafaskan semangat untuk memaknai 20 tahun SMA TN. Dari Topik Utama yang merangkum semangat persatuan alumni (hal. 18), dialog Pro-Kontra sebagai wujud kepedulian pada

almamater (hal. 2), sampai liputan berbagai kegiatan Ikastara dan alumni. Tentunya semangat ini tidak ada artinya tanpa dukungan aktif dari rekan alumni sekalian. Baik sekedar mendukung eksistensi VISI sebagai tali silaturahmi (dengan berlangganan, hal. 49), mendaftar ke database alumni via SMS (hal. 48), maupun ikut terlibat di bermacam kegiatan Ikastara (dengan menghubungi alumni di cabang terdekat, hal. 54). Semua bermuara ke satu tujuan: persatuan alumni sebagai modal untuk memberi karya terbaik, sekarang dan di masa depan. Selamat membaca.

Tim Redaksi

Jangan pernah membuang VISI! Bila Anda selesai membaca dan tak ingin menyimpannya, berikan majalah ini pada rekan alumni di sekitar Anda. Terima kasih.

VISI Penanggung Jawab Syarif Syahrial (TN-5) Pemimpin Umum Cay Indra (TN-6) Pemimpin Redaksi Diana Riasari (TN-15) Redaktur Eksekutif Agung Sudrajat (TN-16) Redaktur Foto Gamma Quieto Riantori (TN-8) Desain Cover Hanif Widyanto (TN-13) Logo Faisal Widyanto (TN-17) Iklan Dani Miftahul Akhyar (TN-5) Distribusi Abimanyu Hendi (TN-6) Ayu Siswoyo Keuangan Nugroho Setyo Utomo (TN-10) KONTRIBUTOR: Artikel Dodi Mawardi (TN-1) Hanudiyan S (TN-4) Wicaksono Aji (TN-5) Joko Tirto R (TN-7) Citta Masyita (TN-14) Naufal RF (TN-15) Risa Karlin (TN-17) Foto Danil Morad (TN-3) Abdul Aziz (TN-7) Untung Sihombing (TN-9) Nurman Andreas (TN-11) Arfian Agus (TN-12) Rifan Iskandarsyah (TN-14) Jonathan Marbun (TN-17) Š Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara Diterbitkan oleh Penerbit IKASTARA Sekretariat Jl Wahid Hasyim no. 7 Jakarta Pusat Korespondensi visi@ikastara.org 2


VISIKALIINI

Topik Utama Alumni di 20 Tahun SMA TN: Bukan Sekedar Reuni 14

Bersama Ikastara

Pro-Kontra

Ikastara Happy Morning 3 6

Haruskan TN gratis lagi untuk tingkatkan kualitasnya? 20

Forum Balairung 8: Kepemimpinan 11 Ikastara Happy Futsal Tournament 2010 12 Studium Generale 2010 18

Buku Saku: Untuk Negeriku 5

Forum Nasional Kewirausahaan 24

Tanya-Jawab: Direktur Eksekutif TANDEF 30

Students Meet Practitioners 4 28

Karya Sastra: Detik Kosong 39 Beasiswa Ikastara 42

Komunitas Ikastara Photography Community 32 Ikastara Dunia: Perayaan Natal Bersama, I-Med Ikastara65, Ikastara49 36 Kabar Kita 44

Know-How: Cara Mendaftar Database SMS 48 Langganan VISI 49 Kontak Ikastara: Pengurus Pusat, Cabang & Penghubung 53 Liputan Khusus: Serba-serbi Reuni Akbar 20 Tahun SMA TN 55 Buku 20 Tahun Alumni SMA TN 58

Jogging bersama saat Ikastara Happy Morning 3 di Senayan, Jakarta (foto: Danil Morad) 3 Cover: Tradisi lempar baret di Prasetya Alumni (foto: Jonathan Marbun)


4


...UNTUK NEGERIKU

BUKUSAKU

DODI MAWARDI

“Berikan aku sembilan anak muda, dan akan kuubah dunia!” Begitu kira-kira ucapan Bung Karno, dalam menggambarkan betapa dahsyatnya potensi kekuatan anak muda. Mungkin ucapan Bung Karno tersebut merasuk ke dalam pikiran para pendiri SMA Taruna Nusantara, tahun 1990 lalu. Apapun alasannya, para pendiri tersebut sudah meletakkan batu sekelas ‘berlian’ sebagai bentuk sumbangan nyata bagi negeri ini, yaitu membangun karakter anak-anak muda. Bagaimanakah kondisinya sekarang, setelah 20 tahun batu ‘berlian’ itu berdiri? Masihkah sesuai dengan harapan para pendiri? Mampukah memberikan efek sekelas berlian kepada negeri ini? Bukan jawaban retorik yang harus diberikan, melainkan tindak-tanduk nyata dari semua elemen yang menjadi bagian dari ‘berlian’ tersebut. Silakan evaluasi diri kita masing-masing, sudahkah memberikan atau mungkin sedang berproses memberikan sesuatu yang berguna untuk negeri ini. Oh, terlalu mulukkah memberikan sumbangan buat negeri? Baiklah, turunkan sedikit dengan memberikan hal berharga buat lingkungan sekitar. Sudahkah? Atau masih terlalu berat? Baiklah, kita turunkan lagi tindakan kita menjadi perbuatan terbaik buat keluarga.

Hmm, keterlaluan jika kita masih merasakan terlalu berat melakukan hal tersebut dalam keluarga. Tapi baiklah, kalau masih terlalu berat juga, ya cukuplah dengan selalu berbuat yang terbaik untuk diri kita sendiri. Tahukah kita bahwa perbuatan terbaik yang bisa kita sumbangkan buat negeri ini, berawal dari diri kita sendiri. Perlakukan diri kita sebaik-baiknya, bicaralah dengan hati kita setiap hari yang terbaik; maka keluarga kita akan merasakan dampaknya; maka lingkungan akan mendapatkan efeknya; ujung-ujungnya negeri ini akan memperoleh keuntungan besar, karena elemen terkecilnya selalu melakukan yang terbaik. Nah, jika demikian maka ucapan terkenal dari pemimpin negeri seberang, “Jangan tanyakan apa yang bisa diberikan negara buatmu, tapi tanyakan apa yang bisa kita berikan untuk negara,” tak lagi terasa muluk. Cukup dengan selalu melakukan yang terbaik, kita sudah memberikan sumbangan besar buat negeri ini. Dan kita – sebagai anak muda, sebagai elemen batu ‘berlian’ itu – sangat potensial untuk melakukannya. Jangan pernah menyia-nyiakannya, sekarang atau sampai kapanpun juga. //

5


IKASTARA

HAPPY MORNING IKASTARA HAPPY MORNING 3 mengusung tema “Run for Your Life, Run for 20 Tahun SMA TN”. IHM kali ini diadakan di 14 cabang Ikastara. — DIANA RIASARI Ikastara Happy Morning (IHM) adalah acara kekeluargaan yang dimotori oleh PP Ikastara. Keunikan IHM dibanding acara-acara Ikastara lainnya adalah bahwa kegiatan ini diadakan secara serentak di berbagai cabang, sebagai simbol kebersamaan seluruh alumni meskipun terpisahkan oleh jarak dan waktu.

Di IHM3 kali ini, masing-masing cabang memiliki rangkaian acaranya yang berbeda-beda, ada yang diisi dengan kegiatan futsal, ada yang dimulai dengan lari pagi, ada yang dimulai dengan senam, bahkan ada yang mengisi selasela waktu dengan bermain Monopoli! //

(Atas) Waspada dan tawa jadi satu dalam kompetisi gobak sodor di IHM3 Bandung (Foto pilihan alumni karya Rifan Iskandarsyah). (Kiri) Keakraban di IHM3 Surabaya (Kanan: dari kiri atas searah jarum jam) Foto bersama IHM di Pekanbaru; Solo; Singapura; Malang; Makassar; Bali

6


BERSAMAIKASTARA

LOKASI IHM3 • • • • •

Jakarta, 21 Februari Stadion Olahraga Senayan Bandung, 21 Februari GOR Saparua Singapura, 20 Februari St. Wilfred Soccer Complex Pekanbaru, 21 Februari Jalan Diponegoro Solo, 21 Februari Bengawan Solo Sekarpeace

• • • • •

• Bali, 21 Februari Pantai Doublesix • Kep. Riau, 20 Februari Kawasan Wisata Ocarina • Surabaya, 20 Februari Gool Futsal Semarang, 21 Februari Raja Futsal Tembalang Makassar, 21 Februari Pantai Losari

Palembang, 28 Februari Planet Futsal Yogyakarta, 28 Februari Planet Futsal Seturan Malang, 28 Februari Lapangan Rampal

7


BERSAMAIKASTARA

Santai di pantai Bali

Senyum lebar dari Senayan

Sepak bola santai di IHM3 Malang

8

Jalan santai saat IHM3 Makassar


SERBASERBIIHM3

Pemenang lomba IHM3 Jakarta

Sarapan pagi di IHM3 Solo

Senam bersama, andalan IHM3 Pekanbaru

Lompatan bahagia di IHM3 Jakarta

9

Main kartu dan Monopoli, salah satu aktivitas IHM3 Singapura

Makan bersama di IHM3 Makassar


10


BERSAMAIKASTARA

FORUM BALAIRUNG

8

Krisis kepemimpinan yang dialami Indonesia bukan karena ketiadaan pemimpin muda, namun tidak mampunya pemimpin yang ada untuk membatasi kepemimpinan dirinya. Pemimpin yang baik harus tahu kapan ia berhenti sebelum waktunya habis — CAY INDRA Demikian diungkapkan I Putu Gede Ary Suta dalam Forum Balairung 8, 12 November 2009 di Jakarta. Di acara yang diselenggarakan oleh Divisi Litbang PP Ikastara bekerjasama dengan Ary Suta Center ini, Ary mengatakan bahwa kebanyakan pemimpin Indonesia terkondisi untuk mencari stabilitas jabatan, sehingga tidak menyiapkan diri untuk kalah serta tidak memiliki konsep regenerasi yang profesional. Ini juga yang menyebabkan hubungan pemimpin dan mantan pemimpin seringkali tidak harmonis. Ary yang juga mantan Kepala Badan Pengawas Pasar Modal menyatakan, hal ini ada hubungannya dengan masih banyaknya pemimpin di Indonesia yang tidak bersyukur dan masih belum puas dengan apa yang telah diperolehnya. Pemimpin semacam ini punya peluang besar untuk mencuri kebahagiaan dan hak orang lain.

bahwa apa yang harus dilakukan seorang pemimpin saat kebenaran itu berada di daerah abu-abu, Ary menjawab bahwa pemimpin itu ada untuk melakukan perubahan. Oleh karena itu, pemimpin harus berani mengambil keputusan yang ia yakini benar meskipun tidak populer, karena pada akhirnya setiap pemimpin harus bertanggung jawab atas keputusan tersebut termasuk menanggung segala resikonya. Namun, lanjut Ary, pemimpin yang baik dapat menyeimbangkan hal ini dengan kemampuan manajerial kepemimpinan yang benar. //

Menjawab pertanyaan seorang alumni 11


Happy Futsal

BERSAMAIKASTARA

IKASTARA

TOURNAMENT 2010

Ikastara Happy Futsal Tournament 2010 (IHFT 2010) memiliki makna spesial bila dibandingkan dengan turnamen di tahun-tahun sebelumnya

— GAMMA QUIETO RIANTORI

Mengapa? Tahun ini, SMA Taruna Nusantara genap berusia 20 tahun, dan IHFT 2010 merupakan salah satu acara terbesar dalam rangkaian kegiatan menuju 20 tahun SMA TN. Selain itu, keikut-sertaan di kompetisi futsal adalah sebagai representasi angkatan, sehingga mencerminkan kekeluargaan antar-alumni yang demikian erat. Lebih spesial lagi karena mulai tahun ini, Piala Bergilir PP Ikastara memiliki desain baru yang lebih unik dan elegan. 12

Turnamen tahun ini diikuti tim dari 17 angkatan dan berlokasi di Kompleks Grand Futsal Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 5 Juni 2010. Tiap tim hadir lengkap dengan suporter, yel-yel dan kostum khas angkatan masing-masing yang menambah meriah suasana. Setelah melalui perjuangan panjang dan berat di penyisihan grup dan semifinal, akhirnya tim TN-16 menunjukkan kedigdayaannya dengan merebut gelar juara setelah melawan tim TN-4 di Babak Final. Viva Spektra! //


BERSAMAIKASTARA

Apel kebersamaan sebelum berlaga

Serangan ke kandang lawan

The winning team

Menahan tendangan penalti 13


TOPIKUTAMA

Alumni di 20 Tahun SMA TN

Bukan Sekedar Reuni

Perjalanan bangsa Indonesia telah sampai pada titik perubahan yang belum pernah ada sebelumnya. Bertepatan dengan perayaaan 20 tahun SMA TN, VISI berbincang dengan beberapa alumni tentang prospek kita di masa depan — AGUNG SUDRAJAT, CAY INDRA, DIANA RIASARI, FOTO: DANIL MORAD Di sebuah kedai kopi kecil di Jalan Wahid Hasyim Jakarta, beberapa anak muda berkumpul di sudut ruangan. Selain kopi Toraja yang khas, nyaris tak ada lagi yang disuguhkan kedai itu selain roti bakar dan Indomie rebus. Tapi anak-anak muda tadi seolah tak peduli dengan menu yang minim. Mereka sedang membahas topik penting: Apa yang akan mereka lakukan saat SMA Taruna Nusantara mencapai usia 20 tahun? Sebagai alumni SMA Taruna Nusantara (TN) dan panitia untuk peringatan acara 20 tahun, mereka tentunya memikirkan persiapan kegiatan reuni akbar tanggal 17 dan 18 Juli 2010 di Magelang. Namun tidak hanya itu. “Momentum 20 Tahun harus dimanfaatkan untuk rekanrekan untuk menghimpun kekuatan,” ungkap MM Firdaus (TN-9), seorang pegawai di Bea Cukai sekaligus salah satu panitia kegiatan ini. Keinginan senada juga diungkapkan dalam kesempatan lain. “Di saat dua puluh tahun ini, sudah bukan era-nya untuk bernostalgia. Sekarang waktunya alumni TN mulai memikirkan langkah ke depan mereka,” ujar Wicaksono Aji (TN-5). Praktisi project management ini menambahkan, “Ibarat usia 14

manusia, dua puluh tahun itu adalah usia kematangan. Di usia inilah kebanyakan manusia mulai belajar tentang kenyataan hidup, serta harus siap dan mampu menghadapi segala perubahan di sekitar kita.” Nyatanya, perubahan memang terus terjadi. Seperti yang dikatakan oleh Joko Tirto Raharjo (TN-7), hal ini selalu menciptakan peluang baru. Sebagai contoh, ekonom dari Universitas Indonesia dan Rijksuniversiteit Groningen ini menunjukkan data demografi Indonesia. Berdasarkan data tersebut, saat ini Indonesia sedang menikmati momentum “bonus demografi,” yaitu masa di mana kelompok usia produktif terus tumbuh lebih besar daripada kelompok usia non-produktif. Oleh para ekonom, kondisi ini dianggap sebagai kesempatan emas (golden opportunity) sebuah negara untuk mengakselerasi pembangunan ekonominya.  Namun Joko juga mengingatkan, “Kesempatan ini hanya akan ada sampai tahun 2020, sebelum akhirnya populasi akan kembali menjadi stagnan dan ageing. Jadi waktu kita sangat singkat. Apakah kita, alumni TN, sudah siap untuk itu?” 


Tidak hanya ekonomi, perubahan juga terjadi dalam aspek lain. Dalam kehidupan berpolitik, perubahan telah membuka peluang sekaligus tantangan. Terbukanya keran demokrasi telah membuka kesempatan bagi siapapun untuk dapat berpartisipasi aktif di politik. “Tidak ada lagi rasa takut bersuara seperti yang pernah dialami sebelum era reformasi,” ujar pengacara Ari Juliano Gema (TN-2). Kesempatan dan peluang telah nyata menanti generasi bangsa yang siap membawa Indonesia menjadi lebih baik. Siapapun dapat mengisi kesempatan ini, siapapun dan dari latar belakang manapun. Melihat hal tersebut, alumni TN mempunyai andil besar untuk ikut meyakinkan bahwa orang-orang yang duduk di pemerintahan adalah orangorang yang memiliki kompetensi dalam membawa amanat Ibu Pertiwi. Syarif Syahrial (TN-5) mengatakan bahwa alumni TN yang telah dibekali jiwa kepemimpinan, seharusnya dapat melihat kesempatan tersebut dan tergerak untuk mengisinya melalui berbagai jalur termasuk jalur politik. Syarif yang juga Ketua Umum Ikastara ini melihat bahwa alumni yang diharapkan dapat berkiprah dalam kepemimpinan Indonesia ini, da-

lam perjalanannya tetap ada perbedaan prinsip dan pemahaman antara satu dengan yang lain. Perbedaan ini apabila tidak diselaraskan dengan sikap saling menghormati dan menjaga diri dapat menjadi “perang terbuka” antar alumni TN itu sendiri. Namun Syarif yang juga konsultan ekonomi ini mengingatkan agar alumni TN juga sadar bahwa proses kepemimpinan dan pembangunan nasional tersebut harus melibatkan komponen anak bangsa lainnya. “Sehingga dibutuhkan pemahaman bersama akan cita-cita Indonesia yang didasarkan sikat saling menghormati dan saling menghargai untuk menghindarkan rapuhnya tatanan kepemimpinan Indonesia nantinya,” lanjut Syarif. Tantangan Indonesia sampai saat ini masih belum lepas dari korupsi dan masih berantakannya sistem birokrasi. Abimanyu Hendi (TN-6) menyebutkan, situasi tersebut memunculkan animo gerakan “bersih-bersih” yang mulai ramai digalakkan. Akan tetapi gerakan “bersih-bersih” yang digalakan tersebut sejalan dengan korupsi yang memiliki tumbuh dengan “antibodi” terhadap upaya “bersih-bersih” tersebut. 15


Di posisi mana alumni TN berada? Menurut Sekretaris Jenderal Ikastara ini, alumni TN pada dasarnya telah memiliki checks and balances satu sama lain. Banyak alumni berkiprah ditatanan penegakan hukum, pemerintahan, pelaku usaha, keilmuan serta berbagai tataran lain yang didalamnya membentuk check and balances. Sehingga, ujar inspektur di sebuah instansi pemerintah ini, dengan kondisi tersebut alumni TN telah memiliki sistem imun tersendiri terhadap kondisi Indonesia yang masih seperti itu. Dalam konteks ini, Yosep Sudarso (TN-4) juga mengatakan bahwa keberagaman telah diajarkan semenjak di SMA TN dengan beragamnya latar belakang daerah siswa siswinya. “Keberagaman tersebut hidup dalam platform nasional yang dirangkul dengan ‘doktrin korsa’ militer namun aplikasinya mencakup tataran yang lebih luas. Karena alumni TN diharapkan tidak hanya dapat merangkul pihak militer saja, tetapi juga sipil” ujarnya. SMA TN telah meluluskan kurang lebih 4800 alumni yang tersebar tidak hanya di Indonesia tetapi diberbagai belahan dunia. Alumni yang dihasilkan memiliki beragam bidang pekerjaan dan kemampuan yang terjalin dalam Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara yang kita kenal dengan Ikastara. Dalam wadah Ikastara ini, perlahan tetapi pasti bergerak menjalin seluruh Alumni dengan berbagai cara dan kegiatan. Corinna (TN-9) menambahkan, “Sebagai bentuk upaya

KATAKAN SAJA 16

tersebut, beberapa kegiatan kekeluargaan dan kegiatan-kegiatan inklusif telah dilakukan guna membangun jaraingan yang kedepannya digunakan untuk mengisi peluang kepemimpinan Indonesia.” Lalu apa yang perlu kita lakukan? Dani Akhyar (TN-5) berpendapat, modal awal sumber daya manusianya telah ada, wadah yang digunakan untuk menjalin koneksinya telah ada. Lalu apa yang belum ada? Salah satu yang sering dilupakan dari sebuah tindakan adalah irahirah dalam pencapaian tujuan utama tindakan itu sendiri yang dikenal dengan Grand Design atau cetak biru. Terdapat beberapa cara mendalam menyusun Grand Design. Menurut Dani yang juga Ketua Divisi Penelitian & Pengembangan Ikastara ini, salah satu diantaranya adalah mempertemukan pendapat satu sama lain dalam diskusi. Wahana diskusi antar Alumni TN secara kolektif mengidentifikasi peluang dan tantangan ke depan sehingga dapat menentukan prioritas dalam pencapaian tujuan. Dengan menentukan irah-irah pencapaian tujuan ini dapat menyadarkan kita semua bahwa tidak hanya membutuhkan SDM yang baik tetapi perlu adanya komunikasi. Melalui komunikasi yang intens, alumni dapat berperan dalam menjaga harmonisasi antar departemen, antar bidang pekerjaan, antar wilayah, dll. Hal ini dilakukan untuk menjalin fokus serta mengurangi potensi konflik pemahaman antar Alumni TN itu sendiri.

Apa pendapat Anda tentang komentar rekan-rekan alumni di artikel ini? Katakan pada kami di visi@ikastara.org!


TOPIKUTAMA “Jalinan komunikasi ini juga diharapkan dapat memotivasi secara proaktif membangun kolaborasi kerjasama dengan tetap menjaga situasi yang kompetitif, transparan dan mengutamakan prestasi,” sambung Dani. Motivasi ini membentuk jiwa kebersamaan untuk saling membantu melihat peluang, memberikan dukungan positif dan kompetensi yang sehat di dalam diri Alumni TN itu sendiri. Rasanya bukan kebetulan bila pada ulang tahun Indonesia yang ke-20,

Presiden Soekarno menyampaikan pidato kenegaraan tanggal 17 Agustus 1965 dengan judul “Capailah Bintangbintang di Langit.” Ada kesamaan yang bisa kita tarik di sini: civitas academia TN pernah punya mimpi bersama, yaitu memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia. Kini di tahun ke-20 almamater ini berdiri, sudah waktunya mimpi ini kita wujudkan bersama, meskipun itu sesulit mencapai bintang di langit. Sebuah harapan yang semoga tidak hanya menjadi diskusi di kedai kopi Wahid Hasyim. //

JEJAK LANGKAH 20 TAHUN TN

1985 Di Pendopo Majelis Luhur Persatuan

Taman Siswa, Menhankam Jenderal LB Moerdani melontarkan gagasan perlunya sebuah sekolah berpendekatan kualitas untuk mendidik  siswa-siswa berpotensi dari seluruh Indonesia.

‘89 Penandatanganan naskah kerja sama

ABRI dan Tamansiswa sebagai pondasi pembentukan SMA Taruna Nusantara

‘90 Pembukaan Pendidikan  Pertama SMA

Taruna Nusantara  oleh Panglima ABRI Jenderal TNI Try Sutrisno. Tanggal itu, 14 Juli, ditetapkan sebagai  hari jadi SMA Taruna Nusantara.  

‘93 SMA TN meluluskan alumni pertama,

lulus 100% dan rata-rata jumlah nilai Ebtanas murni (NEM) tertinggi se-Jawa Tengah. Ikastara berdiri.

‘96 Pertama kali menerima siswa putri, dan

pertama kalinya Komandan Upacara dan Komandan Defile Pembukaan Pendidikan adalah Siswa Putri Kelas I.

‘00 Krisis moneter membuat Dephan

dan para lembaga di belakang TN,memunculkan opsi agar dana mandiri berasal dari peserta didik.

‘02 Untuk pertama kalinya mulai peserta didik memberikan kontribusi untuk  biaya operasional pendidikan 

‘06 SMA TN ditunjuk oleh Diknas sebagai salah satu Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (RSBI).  

‘08 Diperkenalkan sistem seleksi casis dengan tiga jalur pendaftaran: beasiswa, iuran sekolah, dan kontribusi khusus.

‘10 SMA TN divalidasi menjadi Sekolah

Bertaraf Internasional. Mendapatkan Penghargaan sebagai Sekolah Perintis Pendidikan  Karakter Bangsa. Keluarga Besar TN mengadakan acara 20 Tahun SMA TN, untuk menyatukan langkah dan meneguhkan janji memberi karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara, dan dunia.

17


BERSAMAIKASTARA

Untuk ketiga-belas kalinya, Studium Generale diadakan di Kampus SMA TN Magelang. Selain berbagi informasi pendidikan ke almamater, alumni menggunakan momen ini untuk kembali menjalin keakraban antar-alumni. — PANI-

TIA SG2010

mengambil tema “One Step Closer Towards The Future”. Menurut penanggung jawab acara, Alvernia Rendra (TN-10), diharapkan melalui momentum SG’10, siswa kelas 12 dapat lebih dekat dengan masa depannya dengan menentukan jurusan yang benar-benar sesuai dengan dri mereka.

Studium Generale adalah acara tahunan Ikastara yang bertujuan berbagi informasi pendidikan ke almamater. Di acara ini, alumni di kampus maupun akademi kembali ke TN untuk menyosialisasikan jurusan yang mereka tekuni. Studium Generale 2010 (SG’10) yang diadakan tanggal 23-24 Januari 18

Hari pertama SG’10 dimulai dengan kegiatan pengarahan di RBP kepada siswa kelas XII. Selanjutnya panitia mengadakan apa yang disebut moving class, yaitu sesi pengarahan paralel tentang jurusan yang terdapat di universitas/akademi. Di sesi ini, siswa kelas 12 dapat memilih kelas yang ingin diikutinya sesuai dengan minat masingmasing. Ini adalah konsep inovatif di SG, dan diapresiasi dari siswa karena sistem moving class ini membuat pengarahan jadi lebih terfokus dan efektif. Di malam hari, para alumni beserta siswa kelas 12 berkumpul di GSG untuk mengikuti malam keakraban yang lebih


BERSAMAIKASTARA

“One Step Closer Towards the Future”

Syarif Syahrial berbicara di depan adik-adik SMA TN

Alumni presentasi saat sesi moving class

Alumni berdialog dengan siswa

informal. Di acara ini, para siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil yang kemudian berdiskusi dengan para alumni. Esok harinya adalah puncak pelaksanaan SG’10. Pada hari itu di GOR dibuka stan-stan yang menyediakan informasi dan penjelasan mengenai berbagai macam jurusan favorit PTN maupun AKMIL dan AKPOL. Terdapat stan dari 23 perguruan tinggi negeri, 3 universitas luar negeri serta Akmil dan Akpol. Yang unik, ada juga teleconference antara siswa dengan alumni di Nanyang Technological University Singapura, yang berhalangan untuk hadir secara fisik.

Secara keseluruhan SG‘10 berjalan sangat baik. Bagi para alumni, SG selain berfungsi sebagai tempat promosi juga berfungsi sebagai tempat untuk menyalurkan kerinduan mereka ke TN. Lewat kegiatan ini, mereka dapat merasakan kembali suasana kehidupan Kampus TN, selain itu mereka juga dapat berinteraksi dengan keluarga besar TN. Bagi siswa dan pengunjung, SG juga memberikan banyak manfaat, karena mereka dapat memperoleh informasi mengenai berbagai jurusan favorit. Sampai jumpa di Studium Generale 2011! // 19


PROKONTRA

dinya penumengeluhkan terja TN A SM ti ha er telah m pe lakangan dianggap be Beberapa kalangan ng ya , ut eb rs te ut sekolah lah yang runan kualitas outp g berbayarnya seko in ud en m an gi ba rus rim. Se nya. Apakah TN ha ah al sampai di titik ekst as m ar ak di ja nuh itu men rti semula? dulu berbeasiswa pe an kualitasnya sepe lik ba m ge en m k tu dibuat gratis un

PRO

HANUDIYAN SALINDRATMO Seiring perjalanan hidupnya, manusia seringkali berhadapan dengan berbagai hal yang harus dipertimbangkan manfaat dan kerugian. Dalam bertindak, keduanya merupakan kepingan koin yang harus dipertimbangkan. Civitas academika SMA TN lengkap beserta para alumni kini menghadapi wacana yang belum temu solusinya; “Haruskah (SMA) TN menjadi sekolah berbayar?� Kenapa harus bayar sih? Bukankah akan menimbulkan banyak kerugian dengan menjadikan TN sekolah berbayar? Dasar pemikiran saya sebelum membahasa lebih jauh tentang kenapa TN harus bayar ini serta merta karena dana pendidikan dari Lembaga (LPPTN - red) semakin ketat. Ketat yang dimaksudkan dapat berupa dikurangi besarnya, maupun besarnya tetap namun karena adanya inflasi maka jumlah tersebut tidak lagi mencukupi. Untuk mencari kebuntuan dari masalah tersebut akhirnya diputuskan (orang tua) siswa diminta untuk membantu mencukupi pembiayaannya. Keputusan tersebut berbuah keberhasilan, TN bisa lanjut beraktivitas, tetapi ada harga yang harus dibayar. 20

Akan tetapi kerugian dibalik keputusan tersebut? TN kehilangan kesempatan mendapatkan bibit unggul Penekanan di sini, saya tidak mengatakan bahwa siswa (input) saat ini tidak pintar. Akan tetapi, penekanan yang saya maksudkan adalah ada beberapa anak lebih pintar dari mereka yang ingin masuk TN terhambat mengenai pembiayaan. Beberapa orang tua mereka mungkin hanya berjualan di pasar yang kemudian berimbas pada urungnya mereka mendaftar. Lalu? Hilanglah satu kesempatan untuk mereka. Beasiswa? Ada ya? Untuk berapa siswa? Nyatanya, beasiswa yang ada belum cukup memberikan kesempatan bagi mereka semua yang terbentur masalah pembiayaan. Akabri, AAL, AAU dan Akpol turut merasakan dampaknya Jika input dari sebuah sistem berubah,

Bersambung ke hal 22


s i t a r g s u r a TN h katkan kualitasnya! DEBAT

untuk mening

KONTRA WICAKSONO AJI

Suatu pagi di tahun 1991, Ibu Siti Asijah, kepala SD tempat saya belajar, berkata, “Sekolah kuwi wragat.” Artinya: “(Ber)sekolah itu (membutuhkan) biaya.” Konteks pesan beliau saat itu adalah agar kami sebagai pelajar senantiasa rajin menuntut ilmu demi mempertanggungjawabkan jerih payah orang tua yang telah membiayai pendidikan kami. Di benak seorang anak SD, boleh jadi nasihat ini isapan jempol belaka. Hal ini pun makin “bertentangan” dengan kenyataan ketika saya diterima di SMA TN tahun 1994. “Ternyata Bu As (panggilan Bu Siti Asijah) salah...“ kenang saya waktu itu. Ternyata ada juga institusi pendidikan formal di mana kita tidak perlu mengeluarkan biaya. Bahkan, siswa-siswanya diberi uang saku segala, di samping dipenuhi dengan segala fasilitas penunjang pendidikan! Benak saya kembali terusik ketika mendengar rencana SMA TN akan berbayar sekitar tahun 2002. Di satu sisi, saya (dan rekan Alumni yang lain) mengkhawatirkan dampak negatif yang akan muncul seputar integritas LPTTN dan SMA TN dalam merekrut dan men-

didik para siswa/siswi, sementara di sisi lain, saya pun menyadari bahwa pada hakikatnya penyelenggaraan pendidikan itu pasti membutuhkan biaya. Jikalau kita pernah menjumpai atau merasakan suatu masa di mana SMA TN menyediakan pendidikan secara gratis kepada putra-putri dari segala penjuru Nusantara, maka sejatinya “beban” anggaran pendidikan itu “ditanggung” oleh pihak tertentu. Singkat kata, ada pihak tertentu yang pasti bertanggung jawab atas anggaran pendidikan SMA TN. Dan, sebagaimana kita tahu, pihak tersebut adalah Kementerian Pertahanan (atau Dephankam pada masa lalu). Perubahan paradigma Yang menarik untuk kita sadari bersama adalah, bahwa hendaknya kita (stakeholders SMA TN) tidak berlama-lama “terjebak“ dalam perdebatan “SMA TN Gratis vs. SMA TN Berbayar“. Semakin lama kita memperdebatkan hal ini, pun kita tidak memiliki alternatif pemeca-

Bersambung ke hal 23 21


PRO

PROKONTRA tentu output-nya juga sekalipun terdapat beberapa pengecualian. Efek domino selanjutnya mengimbas kepada Akabri/Akpol, sebagai customer dari TN. Sistem pendidikan di TN yang mengadopsi tata cara militer, sangat membantu lulusan TN menjalani hidup di Akabri/Akpol. Beberapa poin pendidikan dasar kemiliteran sudah diajarkan di TN, sehingga ketika di akademi mereka (Taruna) tinggal dipoles lebih lanjut. Akan tetapi, dengan adanya sistem bayar ini dampak langsungnya adalah berkurangnya pendaftar dari TN. Salah satu alasannya adalah alumni TN sadar kalau mereka tidak bisa cepat hidup berkecukupan di TNI/Polri, dan kualitas pendaftar itu sendiri. Siswa kehilangan tantangan untuk hidup penuh kreativitas Pembiayaan sebesar 1,5 juta perbulan bukanlah angka yang sedikit. Secara rasional, dengan uang tersebut siswa TN dapat memenuhi kebutuhannya sehingga uang bukanlah masalah. Jika dibandingkan dengan sebelumnya, tanpa uang berarti memiliki keterbatasan dan dengan keterbatasan manusia memiliki dorongan untuk bisa mengembangkan segi kreativitasnya. Analogi dari kondisi ini adalah ketika saya tidak punya uang untuk membeli filter makro untuk kamera saya. Dengan memutar otak, saya membuat sendiri filter makro dengan menggunakan lensa dari kaca pembesar. Biaya yang saya keluarkan tidak sampai 5% dari harga filter makro yang asli! Kalau kita punya uang untuk membeli kursi rotan, kita tidak akan repot-repot ke hutan untuk mengumpulkan akarakar tumbuhan dan menganyamnya

22

menjadi sebuah kursi. Padahal nilai dari pengajaran dimulai dari pergi ke hutan, mencari akar yang bagus, dan membuat kursi darinya, bukan cuma memiliki kursi dengan membelinya. Contoh: Salah satu alasan dari membayar adalah memudahkan pengaturan waktu, khususnya masalah mencuci baju. Akan tetapi, keterbatasan waktu juga memaksa kita pandai-pandai mengatur jadwal. Kapan harus mencuci setumpuk pakaian di saat musim ulangan, setelah apel malam, atau pagi-pagi sebelum sholat subuh. Tidak melalui laundry yang masuk dalam anggaran pembiayaan.

Lalu apa saran saya? Bagaimana caranya supaya TN tetap hidup dan nilai-nilai idealis dalam pembentukan siswa menjadi manusia yang hebat itu tetap ada? Ada beberapa alternatif yang tentunya memerlukan pertimbangan lebih lanjut, yakni: • • •

• •

mengurangi jumlah siswa yang diterima di TN menggunakan sponsor untuk membantu pembiayaan operasional TN mencari sumber pendanaan lain dari negara, misal sumbangan dari konglomerat dengan insentif pengurangan pajak efisiensi pamong (baik secara jumlah maupun efisiensi jam mengajar) efisiensi kegiatan

Semoga tulisan ini dapat membuka kembali dialog, bahwa membayar bukanlah satu-satunya pilihan, apalagi karena pilihan itu berimbas terhadap nilai-nilai SMA TN. Jaya terus SMA Taruna Nusantara. //


KONTRA

PROKONTRA

han yang tepat, maka akan semakin banyak pula energi dan waktu kita yang terbuang sia-sia. Jamak kita dapati kenyataan, baik secara nasional maupun internasional, bahwa pendidikan bagus dan berkualitas itu sepadan dengan tingkat biaya yang harus dikeluarkan. Makin bagus dan berkualitas, makin mahal.

Berangkat dari kenyataan logis ini, maka diperlukan adanya perubahan paradigma setiap elemen stakeholders SMA TN untuk menyiasati fakta dan kondisi “SMA TN Berbayar“. Alih-alih memperdebatkan “akibat“ yang timbul, hendaknya kita lebih memfokuskan diri kepada bagaimana caranya SMA TN tetap mampu mencapai cita-cita luhurnya sebagaimana yang termaktub dalam Prasasti di Balairung Pancasila. Nilai-nilai luhur Para mantan kepala SMA TN, Mayjen TNI Bambang Hartojo dan Brigjen TNI Sadja Muljoredjo dulu sering berujar bahwa SMA TN mengadopsi konsep pendidikan Eton College, Inggris. Eton, sekolah berasrama yang didirikan di Lembah Thames tahun 1440 oleh Raja Henry VI, terkenal sebagai lembaga pendidikan tempat menggembleng calon-calon pemimpin Inggris. Fakta sejarah pun menunjukkan bahwa institusi ini telah melahirkan 19 Perdana Menteri Inggris. Tony Little, Kepada Sekolah Eton pernah menyatakan, “The old concept of ’character’ is fundamental at Eton. Boys are expected to aim for the best, do

things for themselves, and they are given a great deal of responsibility, and not to whinge, snipe or hang on to someone else’s coat tails. I expect them to stand up for themselves and to stand up for a purpose greater than themselves.” Pernyataan Tony Little ini punya benang merah dengan nilai-nilai dasar yang ditanamkan di SMA TN. Nilai-nilai luhur yang diajarkan SMA TN (kepemimpinan, nasionalisme, wawasan nusantara, kemandirian, kedewasaan, kedisiplinan, dll.), jika dikelola dengan baik, akan mampu menjadi faktor keunggulan kompetitif yang tidak bisa dihitung dengan nilai materi (uang). Dus, hal ini pun akan mampu menghilangkan sentimen negatif terhadap “SMA TN Berbayar“. Selanjutnya bagaimana? Tantangan berikutnya adalah bagaimana agar pengelolaan SMA TN (yang berbayar) berjalan efektif dan efisien sesuai harapan setiap stakeholders. Secara logika, tantangan ini tidak muncul apabila “SMA TN Gratis“. Dengan demikian, tantangan ini muncul sebagai “akibat” dari kondisi yang ada saat ini (berbayar). Ditinjau dari sudut pandang Alumni, maka rata-rata berharap agar LPTTN dan SMA TN melibatkan Alumni dalam pemecahan masalah yang dihadapi, pengelolaan anggaran secara transparan, serta perumusan strategi jangka panjang SMA TN sendiri dalam menghadapi persaingan nasional dan global demi tercapainya cita-cita luhur pendirian SMA TN. //

23


BERSAMAIKASTARA

Forum Nasional Kewirausahaan SINERGI KOMPETENSI UNTUK DAYA SAING INDONESIA YANG LEBIH BAIK

Ikastara Business Club mengadakan forum wirausaha berskala nasional, dengan semangat untuk mempererat sinergi antara wirausahawan, pemerintah, akademisi dan sektor keuangan dalam meningkatkan kewirausahaan dan daya saing UMKM. — RISA KARLIN Forum Nasional Kewirausahaan adalah kegiatan puncak menyambut 20 Tahun SMA TN yang diselenggarakan Ikastara Bussiness Club (IBC), badan semi-otonom Ikastara yang bergerak dalam aktivitas bisnis. Berlangsung tanggal 16 Juni 2010, acara ini dibuka oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Mahendra Siregar. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan sangat mendorong kemajuan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Seminar Multi-Sektoral Sesi pertama, bertajuk “Peran Berbagai Sektor Meningkatkan Kewirausahaan Sebagai Bagian dari Peningkatan Daya Saing UMKM Nasional� diawali oleh paparan dari Agus Muharam (Deputi Pembiayaan/Pemasaran Kementerian KUKM) tentang berbagai aspek pembiayaan bagi pengembangan kewirausahaan. Agus juga yakin bahwa 24

pembangunan karakter bangsa melalui pendekatan pembelajaran kewirausahaan merupakan salah satu upaya untuk menanggulangi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Sesi seminar ini turut menghadirkan enam pembicara yang mengulas berbagai tantangan wirausaha Indonesia ke depan dan bagaimana tiap sektor mampu menghadapinya. Hadir mewakili pemerintah, Prof. Suryo Hapsoro (Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan Nasional) dan Ir. Ardiansyah Parman (Sekjen Kementerian Perdagangan). Pengusaha diwakili oleh Ali Said (Wakil Ketua Komite Tetap KADIN Urusan Pembiayaan dan Permodalan) dan Tri Mumpuni (wirausahawati sosial), yang mendapat pengakuan dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama sebagai pengusaha yang patut diperhitungkan di tingkat global.


BERSAMAIKASTARA

(atas) Sesi seminar multi-sektoral yang dipandu oleh Dr. Agung Wicaksono (TN-3, paling kiri) (bawah) Peserta antusias mengukuti jalannya diskusi (kiri) Wakil Menteri Perdagangan RI Mahendra Siregar membuka acara Dari pihak akademisi, Dr. Yos Sunitiyoso (Koordinator Program Eksekutif MBA ITB) menjabarkan seluk-beluk proses pengajaran para calon sarjana bisnis di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB. Dari sektor perbankan, hadir Hadi Martono (Senior Manager di Bank Mandiri). Dengan moderator Dr. Agung Wicaksono (Staf Unit Kerja Presiden RI Bidang Pengawasan & Pengendalian Pembangunan), diskusi pagi itu mendalami isu sesuai dengan tema yang ada. Alur diskusi yang sistematis dan tersusun rapih membuat topik yang dibahas jadi lebih mudah dipahami. Tema yang diulas mencakup proses pembiayaan, peran Pemerintah yang memegang peranan besar dalam

pembuatan kebijakan, serta tugas perbankan sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat yang ingin menjalankan usaha. Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi ini adalah keluhan masyarakat tentang sulitnya meminjam dana untuk usaha dari sebuah bank. Syarat collateral (jaminan) yang diajukan oleh bank seringkali dianggap tidak rasional. Seperti ditegaskan oleh Tri Mumpuni, “Kalau masyarakat memiliki jaminan sebesar nilai yang disyaratkan oleh bank, untuk apa mereka meminjam uang ke bank tersebut?� Berangkat dari pemikiran ini, diga-

Bersambung ke hal 27 25


26


BERSAMAIKASTARA gaslah ide untuk membangun pola pikir masyarakat tentang entrepreneurship. Salah satu diantaranya adalah menjalin sinergi bersama antar pemerintah, pengusaha dan masyarakat pada umumnya. Klinik Bisnis Diskusi pembuka dari sesi kedua ini bertema “Mari Memulai Usaha, SEKARANG!” Elang Gumilang (pendiri Elang Group), Hendy Setiono (pendiri Kebab Turki Baba Rafi), dan dr. Abbi Angkasa (Angkasa Group dan SatuSolusi Intermedia) hadir untuk memotivasi para peserta dalam memulai berusaha. Jakarespati Wiradisuria (pendiri PT Amerthawangsa Arthanusantara & Managing Director IBC) bertindak sebagai moderator. Satu hal yang menarik adalah meskipun ketiga orang ini dengan memulai usaha pada usia yang masih sangat muda dan pengalaman minim, mereka kini telah berhasil menjalankan roda usahanya yang beromzet milyaran rupiah tiap bulan. Acara dilanjutkan dengan business start-up bertajuk “Cari Tahu Seluk-Beluk Perancangan Business Plan dan Pembiayaan Usaha, SEKARANG!” Hadir di sesi ini, Isdiyanto (pemimpin redaksi majalah Wirausaha & Keuangan), Mega Satria (Head of Business Development Sampoerna Microfinance), dan Thomas Airlangga (Vice President Credit Operation, HSBC) dengan moderator Syarif Syahrial (konsultan ekonomi & Ketua Umum Ikastara). Bagian terakhir dari sesi ini difokuskan pada digital marketing untuk UMKM bertema “Jual Produk Anda dari Desa

WE WANT YOU

ke Mancanegara, SEKARANG!” Acara ini menghadirkan dua orang pembicara, yaitu Dicky Sukmana (finalis International Youth Creative Entrepreneur 2008 & pendiri Invictus Clothing) dan Decy Wijayanti (Ketua LPP HIPMIKINDO), dan dipandu oleh Jakarespati Wiradisuria. Di penghujung acara, seluruh peserta dan pembicara mengambil komitmen bahwa segala sesuatu yang telah dibahas dalam Forum Nasional Kewirausahaan tidak hanya berhenti sampai di situ, namun akan dilanjutkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan mereka. Secara umum, Forum Nasional Kewirausahaan ini tidak hanya sekedar ajang presentasi dari setiap pakar di setiap sektor. Akan tetapi, acara tersebut juga telah menjadi tempat yang kondusif untuk berdiskusi dan bertukar pikiran serta ajang networking di antara para pembicara dan peserta. //

(atas) Penyematan pin “Cinta Produk Indonesia” oleh Wakil Menteri Perdagangan RI pada perwakilan Ikastara

Gemar menulis? Berminat menyalurkan minat dan bakat untuk dibaca 4.500 alumni dan seluruh keluarga besar TN? Ekspresikan dirimu lewat VISI, hubungi Redaksi di visi@ikastara.org sekarang! 27


BERSAMAIKASTARA

STUDENTSmeet PRACTITIONERS4

Ikastara Surabaya dan Divisi Litbang PP Ikastara mengadakan forum bagi para alumni profesional untuk berbagi pengalaman dunia kerja pada rekanrekan alumni mahasiswa — NAUFAL RANADI FIRAS & JOKO TIRTO RAHARJO

Acara Students Meet Practitioners (SMP) ke-4 ini merupakan satu lagi wujud nyata pembangunan networking antar alumni SMA TN. Sebelumnya SMP juga sukses diadakan di Bandung, Depok, dan Yogyakarta. Di Surabaya, acara dihadiri oleh 22 peserta, mayoritas peserta berasal dari mahasiswa kesehatan. Setelah sesi sambutan Ketua Ikastara Surabaya Naufal Ranadi Firas (TN-15), acara inti diawali oleh dr. Anthony Yusbida (TN-6) dengan presentasinya “Being a Smart Doctor”, berisi terutama tentang pengenalan jenjang karier dokter. dr. Anthony menjelaskan alur pendidikan seorang mahasiswa kedokteran, mulai dari masa pre-klinik di kampus,

28

sambung ke masa clerkship, Dokter Muda, dan sampai dia lulus menjadi Dokter. Dipaparkan juga pilihan yang dapat ditempuh setela lulus, antara lain sebagai peran struktural (dosen, staf Rumah Sakit, Perusahaan) atau peran fungsional (dokter spesialis). Sesi kedua di pagi hari menampilkan presentasi dari Guido (TN-2), dosen di STIKOM dan STTAL, sekaligus wirausahawan yang cukup sukses di Surabaya. Topik yang diangkat adalah seputar peningkatan idealisme alumni sebagai lulusan SMA Taruna Nusantara. Selain berbagi beberapa kiat bisnis, Guido banyak bercerita tentang peran kita yang seharusnya di masyarakat setelah lulus itu seperti apa, “Seharusnya


BERSAMAIKASTARA kita merasa memiliki hutang terhadap negara ini, biaya beasiswa kita dulu harus dibayar dengan karya kita bagi bangsa ini setelah lulus,” ujarnya. Sesi siang menampilkan Joko Tirto Raharjo (TN-7), yang saat ini sedang bekerja sebagai ekonom di Kedutaan Besar Polandia di Jakarta. Materi yang dibawakan berjudul “Serba-Serbi Dunia Kerja dan Suka-duka Bekerja di Swasta Non-profit“. Di sesi ini, Joko yang juga Wakil Divisi Litbang PP Ikastara banyak membahas dunia kerja seorang karyawan, yang memiliki aneka pilihan tempat bekerja, mulai dari PNS, swasta nasional/asing, dan swasta non-profit. Pesan penting dalam presentasi Joko adalah bahwa ada berbagai bidang pekerjaan di sektor swasta non-profit yang cukup menjanjikan namun belum banyak dilirik oleh alumni SMA TN. Joko memberi contoh pekerjaan di LSM, baik asing maupun nasional, dan lembagalembaga internasional seperti Kedutaan, organisasi afiliasi PBB, dan lembaga donor. Tentu saja setiap pilihan sektor pekerjaan memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Pembicara terakhir adalah Nurkholisoh Ibnu Aman (TN-5), peneliti di Bank Indonesia. Presentasinya banyak mengupas tentang proses mencari dan melamar kerja. Menurut Nurholisoh, adalah sangat penting bagi setiap pencari kerja untuk “set yourself apart” dari ribuan pesaing yang ada, dan hal ini bisa dilakukan antara lain dengan teknik pembuatan CV dan resume yang

benar serta menarik. Selanjutnya, Nurkholisoh juga menjelaskan aneka metode yang bisa dimanfaatkan untuk mencari kerja. Di sini ia mengingatkan peserta untuk memanfaatkan “the power of networking” yang secara inheren melekat pada alumni SMA TN, dan merupakan salah satu kekuatan terbesar dari alumni SMA TN yang memiliki ikatan emosional yang sangat kuat. “Alumni SMA TN sudah ribuan, dan tersebar di berbagai profesi. Kita sudah punya password dalam berkomunikasi. Dengan hanya menyebutkan saya alumni TN dari angkatan sekian, pasti abang atau kakaknya akan berusaha untuk membantu,” tekannya. Ia sendiri bercerita pengalaman pribadinya yang pernah merasakan manfaat jaringan alumni dalam hal pekerjaan. Secara umum, acara yang berlangsung sampai pukul 5 sore ni berjalan lancar. Sebagai tindak-lanjut, Ikastara Surabaya berencana untuk mengadakan sesi khusus pelatihan pembuatan CV yang menarik, dan berupaya memperbanyak acara sharing sejenis di kalangan alumni. Semoga SMP4 ini dan kegiatankegiatan lain yang diselenggarakan selalu dapat memberikan manfaat nyata bagi alumni. //

(kiri) Joko Tirto berbagi pengalaman bekerja di institusi non-profit. (tengah) Rekan-rekan mahasiswa mengikuti jalannya diskusi (kanan) dr. Anthony Yusbida berkisah tentang perjalanan sebagai dokter. 29


TANYAJAWAB

Pada kolom Tanya-Jawab edisi perdana ini, Khairil Azmi, Direktur Eksekutif Think and Act for National Defence/TANDEF (kedua dari kiri dalam gambar) menjawab tiga pertanyaan mendasar tentang wawasan pertahanan Indonesia: VISI: Manakah ancaman terhadap Indonesia yang lebih relevan saat ini: ancaman tradisional (militer) atau ancaman non-tradisional (kejahatan lintas-negara, wabah penyakit, terorisme, dan sebagainya)? Khairil Azmi: Selama sebuah negara itu ada, maka ancaman militer dan ancaman nirmiliter itu pada hakikatnya selalu ada, dan secara parsial maupun seluruhnya saling berkaitan. Keduaduanya sama-sama relevan dalam era kapanpun. Analoginya begini: Kita sebut saja ada dua orang bertetangga, si Amat dan si Badu. Si Amat bertubuh kuat dan besar, kemana-mana bawa golok, punya banyak teman. Sedangkan si Badu bertubuh lemah dan sakit-sakitan, tidak punya senjata, dan parahnya lagi, selalu sendirian. Secara naluriah saja, kira-kira apakah Badu yang lemah ini akankah berani mengajak Amat yang kuat ini untuk berkelahi? Lalu, di sisi lain, karena merasa kuat, apakah tidak mungkin si Amat yang memulai konflik? Kalaupun tidak memulai konflik, karena merasa kuat, mungkin saja si Amat dalam kesehariannya memaksakan berbagai kehendaknya terhadap si Badu. 30

Misalnya, ketika si Amat membuang sampah di depan rumah Badu, Badu yang lemah mencoba protes. Si Amat ketawa saja, sambil berkata, “Emang mau apa elo?� sambil menyembulkan goloknya dari balik pinggang. Si Badu pun terdiam. Konflik terbuka dalam bentuk perkelahian tak terjadi di antara mereka, namun jelas sekali bahwa, dalam berbagai bidang, si Badu tunduk kepada si Amat. Hubungan antar negara pun demikian. Sebuah negara yang kemampuan pertahanannya lemah pasti akan dipandang remeh oleh negara lain yang lebih kuat. Mereka berani berbuat apapun terhadap negara yang mereka pandang lemah itu, baik dengan mencampuri urusan dalam negerinya, melanggar perbatasannya, melecehkan warga negaranya, dan sebagainya, karena mereka tahu bahwa negara tersebut tidak akan berani berbuat apa-apa. Dan ini dapat berlaku dalam segenap sendi kehidupan antar negara, baik di bidang militer maupun nirmiliter (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan sebagainya). Jadi, dapat kita katakan, kelemahan di bidang militer akan berimplikasi kepada bidang-bidang nirmiliter pula.


TANYAJAWAB

Khairil Azmi:

Wujudkan Perdamaian Dunia dalam Kesetaraan Antar Negara Namun dengan kondisi perdamaian kawasan yang cenderung sudah stabil seperti sekarang, masih perlukah perangkat militer yang begitu besar? Kembali ke analogi yang dipaparkan di atas. Amat dan Badu juga damai-damai saja. Mereka tidak berkelahi, tidak baku hantam. Tapi kedamaian di antara mereka ini terjadi karena imbalance of power, di mana pihak yang satu sangat kuat, sedangkan pihak yang satunya lagi sangat lemah, dan pihak yang kuat ini selalu bisa memaksakan kehendaknya kepada pihak yang lemah, dan pihak yang lemah dalam kondisi harus selalu mengalah, sehingga dengan demikian, “kedamaian� itu dapat dipertahankan. Nah, bukan kedamaian yang seperti itu yang kita inginkan. Kita harus mewujudkan perdamaian yang sesungguhnya, di mana perdamaian hadir karena balance of power, semua pihak setara, tidak ada yang lebih kuat dari yang lain, tidak ada yang sok jagoan, tidak ada negara yang dapat memaksakan kehendaknya kepada negara lain. Dengan itulah, perdamaian yang sesungguhnya dapat terwujud,

perdamaian dalam kesetaraan sebagai negara dengan negara, bukan laksana negara besar dengan vassal state-nya. Apa yang kemudian sebaiknya menjadi prioritas untuk pengembangan sistem pertahanan Indonesia dalam waktu dekat? Prioritas utama kita adalah bagaimana agar Minimum Essential Force (Kebutuhan Pokok Minimum) itu dapat terpenuhi, secara cepat ataupun lambat, namun harus pasti. Kepastian inilah yang kita inginkan. Sebelum itu, tentu pemahaman tentang Minimum Essential Force itu sendiri harus seragam antar seluruh stakeholders pertahanan negara. Definisi ini harus jelas dan terukur, agar pencapaian targetnya dapat dievaluasi secara obyektif dan kalkulatif. //

Think and Act for National Defence (TANDEF) adalah badan semiotonom Ikastara yang mengkaji berbagai aspek pertahanan nasional. www.tandef.net 31


IKASTARA

PHOTOGRAPHY COMMUNITY Dipersatukan oleh minat dan antusiasme yang sama, Ikastara Photography Community telah berkembang menjadi komunitas Ikastara yang sangat aktif dan dinamis — GAMMA QUIETO RIANTORI Ikastara Photography Community (IPC) menyatukan anggota Ikastara yang memiliki ketertarikan di bidang fotografi baik sebagai fotografer, model, pengamat maupun penikmat fotografi.

Eksis sejak Juli 2008 bertepatan dengan kegiatan Ikastara Happy Hunting pertama di Kota Tua Jakarta, IPC merupakan komunitas Ikastara dengan tingkat interaksi tertinggi di antara para anggotanya. Setiap minggu, IPC mengadakan IPC Weekly Challenge, yaitu tantangan bagi insan fotografer Ikastara untuk berkreasi dengan menghasilkan sebuah karya foto yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan, dan mampu diapresiasi secara utuh oleh komunitas fotografi. Kegiatan ini pertama kali

Perjalanan anggota IPC menuju Pulau Untung Jawa dalam rangka Happy Hunting 4 (insert) Aksi para dedengkot IPC 32


BERSAMAIKASTARA bergulir pada 4 Desember 2009 dengan tema “New Born” yang menjadikan karya Subchan Najmudin (TN-11) yang berjudul “Ovan” sebagai favorit. Dengan pergerakan dan mobilitas yang tinggi dari para anggota IPC, kegiatan IPC Weekly Challenge ini mampu berjalan secara rutin dengan partisipasi yang aktif dan karya-karya yang mengagumkan serta inspiratif.

Kepulauan Seribu bulan November 2009 yang diikuti oleh 44 peserta. Keanggotaan IPC saat ini telah mencapai 70 orang, dan terus bertambah. Tersebar mulai dari Jakarta, Bandung, Batam, hingga ke luar negeri seperti Singapura dan Jerman. //

Komunitas ini juga mempunyai satu kegiatan andalan lain, yaitu IPC Happy Hunting, sebuah kegiatan bersama yang menggabungkan antara dunia fotografi, wisata dan silaturahmi dalam satu momen. Sampai Juli 2010, IPC telah mengadakan lima kali Happy Hunting, yaitu di Kota Tua Jakarta, Kebun Raya Bogor, Pelabuhan Sunda Kelapa, Kepulauan Seribu dan Gunung Papandayan Jawa Barat. Acara ini selalu disambut antusias oleh khayalak Ikastara, seperti yang nampak pada Happy Hunting di

33


IKLAN DODI MAWARDI

34

w w w. S e k o l a h M e n u l i s K re a t i f . c o m


(dari kiri atas searah jarum jam) Street hunting di Hamburg, Jerman; Hunting di Sunda Kelapa; Beraksi di Ikastara Happy Morning 3; Peserta Happy Hunting di Kota Tua Jakarta (bawah) Pose bersama saat Happy Hunting 4 di Kepulauan Seribu.

MAILING LIST IPC

Sebagai sebuah grup yang sangat dinamis, mailing list IPC selalu dibanjiri oleh ratusan email setiap harinya. Mulai dari saling bertukar ilmu dan informasi, tips fotografi, hingga obrolan santai khas TN. Alumni, siswa dan pamong SMA TN yang ingin berpartisipasi dalam diskusi dan kegiatan IPC, dapat mengirimkan data diri (nama, angkatan, nosis) ke ikastara-photography@googlegroups.com atau mengunjungi website IPC di www.ipc.ikastara.org.

35


Perayaan Natal 2009 & Tahun Baru 2010 16 Januari ‘10 - Gedung LPMI Jakarta Pusat

Sharing Session Ikastara

2 Juli ‘10 - Jl Adityawarman Jakarta Selatan Dalam acara sharing session menyambut 20 Tahun SMA TN ini, banyak sekali pemikiran yang diungkapkan oleh para alumni mengenai almamater, mulai dari beasiswa, kurikulum hingga metode penerimaan siswa baru. Turut hadir wakil dari orang tua siswa, yang menegaskan bahwa alumni SMA TN adalah harapan negara dan sosok yang akan selalu dijadikan panutan oleh adik-adiknya. Dalam acara ini juga dilakukan sosialisasi dan fund raising acara 20 Tahun SMA TN. Acara ini merupakan wujud semangat alumni dalam berkontribusi untuk kemajuan almamater tercinta. (BAGAS DHANU)

36

Perayaan tahun ini dihadiri sekitar 80 alumni dan keluarganya, termasuk Bapak Philipus, pembimbing rohani Kristen di SMA TN. Firman Tuhan diperdengarkan oleh Pendeta David Ratadhi (TN-3). Bertindak selaku worship leader adalah Pendeta Patricia Eman (TN-7). Kegiatan lalu berlanjut dengan perayaan yang dipandu oleh Hartoni Sibarani (TN-13). Selaras dengan tema acara “Menjadi Saksi Kristus yang Hidup,” alumni juga menggalang sumbangan untuk Roemah Hati, tempat pendidikan gratis bagi anak-anak tidak mampu di kawasan Roxy Mas Jakarta. (UNTUNG SIHOMBING)


IKASTARADUNIA

Audiensi dengan Ibu Negara RI 21 Juni ‘10 - Istana Negara

Dalam pertemuan dengan perwakilan Panitia 20 Tahun SMA TN, Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono menyatakan kesediaannya untuk menulis kata sambutan di buku Bocah-bocah Pirikan: Refleksi 20 Tahun SMA Taruna Nusantara yang diterbitkan oleh Panitia. Ibu Ani juga memberikan masukan mengenai berbagai kegiatan yang dapat dilakukan Ikastara untuk semakin memaknai acara 20 Tahun SMA TN. (CAY INDRA)

Tetap be rsama da n memberi karya terb aik. Itulah sem ang di manap at alumni un merek a berada, s eperti ya ng terangku m dalam Ikastara D unia kali ini.

Aktivitas Ikastara49 Jerman

Saat ini terdapat kurang lebih 31 alumni TN yang berada di Jerman dan tergabung dalam Ikastara49. Meski berbeda kota, para alumni tetap menjaga asah, asih dan asuh dengan secara rutin berkumpul lintas-angkatan. Mereka juga aktif dalam kegiatan masyarakat Indonesia di Jerman, antara lain menjadi petugas pengibar bendera saat upacara bendera di KBRI Berlin. Di manapun kaki menginjak bumi, dalam sanubari kami selalu berkibar sang Merah Putih. (FEBY KA)

37


IKASTARADUNIA

Outing Ikastara65

27-28 Februari ‘10 - Pasir Ris Singapura Outing Ikastara65, atau acara kearaban alumni SMA TN di Singapura, tahun ini dihadiri oleh sekitar 40 alumni beserta keluarganya. Setelah perkenalan yang disertai humor, acara berlanjut dengan permainan mengasah kreativitas, yaitu membuat cerita-cerita TN menggunakan bahan makanan yang akan dipanggang nantinya. Di malam harinya diadakan kumpul bebas bersama dan menginap di tepi pantai Pasir Ris. Keesokan paginya, dilakukan senam pagi massal a la TN, yang dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama diiringi canda dan gelak tawa khas Ikastara65. (MADE ADI)

Health Screening bagi Pamong Pengajar Pengasuh 28 Juni - 10 Juli ‘10 - Kampus SMA TN Magelang

i-Med Society, sebuah badan semi-otonom Ikastara bidang kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap bagi pamong pengajar pengasuh (P3) di Kampus SMA TN. Di tahap awal, kegiatan ini berupa pemeriksaan fisik lengkap untuk mengukur kadar gula darah, asam urat dan kolesterol. Selain itu, dipersiapkan pula pemeriksaan penunjang lebih lanjut seperti periksa darah dan urin 38 rutin, fungsi hati, EKG, dan lain-lain sesuai indikasi. (AGUNG PW)


SASTRA

CITTA MASYITA Tanganku melambai ke arah angkutan umum yang biasa mengantarku ke kampus. Hari baru di minggu yang baru. Aku melangkahkan kaki naik ke angkutan umum yang biasa disebut angkot atau “angkutan kota”. Kendaraan yang sangat mudah ditemukan di kota kembang ini. Tanpa sadar aku tersenyum sendiri, mungkin karena hari ini hari pertama masuk kuliah setelah hampir 2 bulan libur, sehingga aku jadi bersemangat. Sebenarnya rutinitas kuliah bukan sesuatu yang menarik buatku, tapi memikirkan bahwa semester ini berarti aku memasuki tahap tahun terakhirku di kampus yang tercinta ini membuatku bersemangat. Rasanya ingin cepat cepat lulus saja. Angkot melaju lambat sekali. Bukan hal yang baru di pagi hari. Jalanan di sekitar tempat kos ku memang selalu macet di pagi hari. Mungkin karena banyak mahasiswa yang kos disini, dan banyak anak sekolah serta pegawai kantoran yang akan berangkat melakukan aktivitas masing-masing, membuat jalanan

yang tidak terlalu lebar ini jadi padat. Pandanganku menunduk, menatap tas dan map biru kesayanganku yang kutaruh di atas pangkuanku. Walaupun sudah biasa, tapi tetap saja kemacetan ini menyiksa. Wajah dosen “killer” yang akan menatapku tajam bila terlambat sudah terbayangbayang. Namun tak ada yang bisa dilakukan, angkot tetap berjalan perlahan, dan aku pun mulai tenggelam dalam lamunan. Aku menyebutnya “detik kosong”. Waktu di mana seolah hanya ada aku dalam detik yang berjalan lambat, seperti lambatnya angkot yang bergerak, tak ada siapa siapa dan tak ada suara. Entah kenapa sensasi ini selalu datang, rasa dimana aku merasa sepi di tengah keramaian. Bukan kesepian, namun 39


kenikmatan akan penguasaan waktu dimana hanya ada aku dan hening.

pengggantimu. Sampai sekarang pun aku tak pernah tahu yang sebenarnya.

Aku sangat menikmati momen ini. Tak akan ada yang merasa aneh melihatku hanya terdiam dengan tatapan kosong, seolah bosan. Tak akan ada yang tahu, apa yang aku pikirkan.

Aku malu. Malu karena ternyata aku mengingkari janjiku untuk melupakanmu. Janji bahwa aku akan berusaha untuk tidak perduli padamu. Janji untuk menghapus namamu dari hatiku. Dan janji bahwa aku akan memberikan ruang di hatiku untuk penggantimu. Aku tidak tahan untuk selalu mencari tahu tentangmu. Lewat situs jejaring sosial aku selalu mencari tahu perkembanganmu, menyelidiki apakah kamu sudah memiliki penggantiku.

Aku semakin tenggelam dalam pikiranku sendiri. Tentang apa yang sudah kulakukan, apa yang akan kulakukan, tentang teman, kegembiraan, kehilangan, dan tentang cinta. Cinta, suatu bentuk abstrak dari emosi dan pikiran yang tidak dapat diungkapkan namun bisa dirasakan. Mengagumi seseorang bukan hal yang sulit untukku, tapi untuk menetapkan hati, benar-benar suatu hal yang sangat sulit dan rumit. Sahabatku bilang aku terlalu memilih. Kadang egoku bilang aku tidak salah. Memilih belahan jiwa bukan suatu dosa. Batinku berkata demikian. Namun, terkadang aku menyesal kembali mengikuti ego dalam memutuskan. Seandainya saja 4 tahun yang lau aku bilang iya, mungkin kita sekarang bahagia. Tapi entah mengapa, hati ini seperti terlapisi benteng ketika kamu bertanya untuk yang ketiga kalinya, dan aku pun masih menggeleng dan berkata tidak. Sudah sangat lama sekali ketika aku terkahir kali berbicara denganmu. Yang aku ingat hanya pertengkaran kita, yang tak jelas apa penyebabnya. Mungkin kamu benar benar ingin melupakan aku, atau mungkin kamu ingin aku mencari

40

Aku tahu ini bukan lagi seperti cinta. Tapi ini lebih mirip kompetisi ego, dimana yang menang adalah yang pertama bahagia. Ada rasa tidak rela membagi kebahagiaan yang pernah kudapat dengan orang lain yang menggantikanku. Masa-masa bahagia itu. Ketika kita hanya dua anak sekolah yang biasa dianggap anak kemarin sore, saling berbagi perhatian, walau saat itu tanpa ikatan. Semua tingkah laku kamu yang lugu, sehingga terkadang membuat aku makan hati karena kamu tak pernah mengerti, membuat aku terus ingin bersamamu. Semua kejutan yang kamu buat, walau kadang tak indah, membuat aku tak pernah bosan berbagi denganmu. Kenangan itu memang hanya tinggal dalam ingatan saja sekarang. Adakalanya dia akan berada di bawah tumpukan memori baru. Hingga suatu


saat memori lama dibangkitkan kembali dan berada di atas lagi. Sialnya memori itu sedang berada di atas sekarang, dan aku semakin tenggelam dalam dunia kenangan kita. Kamu berubah sekarang. Tidak ada lagi kamu yang lugu, hanya ada kamu yang mulai tidak kaku. Tidak ada lagi kamu yang pemalu, hanya ada kamu yang mulai mengerti dunia baru. Lingkungan sekitar mu sekarang membuat kamu seperti orang baru bagiku. Aku seperti tidak mengenalmu lagi. Mungkin ini rencana yang diberikan Tuhan padaku. Untuk bisa menjauhkanmu dariku. Membuat kita tak kan pernah satu. Membuat aku tahu bahwa kamu bukan yang terbaik untukku. Perih ini memang terasa di awal, tapi aku bersyukur. Aku bersyukur aku tak merasakannya ketika hati ini mulai terjerat terlalu kuat. Mungkin luka itu selalu membekas, tapi pasti bisa ditutupi. Biarlah luka itu tertutup dan menjadi bagian dari masa lalu.

“Bright u’r day with u’r smile honey. U’r the light that shine my day. Luv u” Aku tersenyum. Memikirkan kenaifan ku sendiri dan semua lamunan tadi. Mungkin memang hanya dia yang bisa menutupi. Mungkin hanya dia yang mampu mengerti. Dan kini hanya menunggu hati ini untuk berpijak lebih pasti. Janji ini pasti akan aku tepati dan yakini dengan hati. “Kiri, kiriii...!” Angkot pun menepi dan aku turun dengan hati-hati. Setelah aku membayar ongkosnya, aku segera bergegas menuju kelas. “Detik kosong” tadi membuatku lupa kalau dosenku yang galak sudah menanti. Kupercepat langkahku memasuki gerbang kampusku. Langkah kaki ini semakin terasa pasti, dan ku yakini bahwa semua ini memang jalan yang terbaik untuk dijalani. Ucapkan selamat tinggal pada masa lalu. //

Getaran di kantong celanaku membuyarkan lamunanku. Ada SMS masuk rupanya.

Karya ini memenangkan Sayembara Sastra Ikastara ke-5 pilihan para alumni, yang diselenggarakan di www.ikastara.org 41


Beasiswa Ikastara

Perjuangan alumni dalam memberikan beasiswa bagi adik-adiknya di Kampus TN semakin menunjukkan hasil nyata. Masih perlu dukungan lebih banyak alumni untuk mewujudkan cita-cita luhur pendiri TN. — JEREMIAH RATADHI Antara tahun 1990-2001, SMA Taruna Nusantara adalah sekolah dengan 100% beasiswa. Ini sejalan dengan gagasan penggagas TN, (alm) Jenderal LB Moerdani, yaitu menjadikan TN sebagai wadah bagi para pemuda berprestasi tinggi dari seluruh Indonesia untuk membentuk mental kepemimpinan dan semangat kebangsaan, tanpa segregasi apapun, termasuk aspek finansial. Namun sejarah berkata lain. Perubahan konstelasi politik dan fluktuasi perekonomian nasional saat itu mengharuskan TN mandiri dalam mencari pembiayaan pendidikannya.

Dengan uang pangkal sebesar 20 juta rupiah dan biaya bulanan 2,5 juta rupiah (tahun ajaran 2009/10), banyak pihak, termasuk alumni dan Ikastara, terketuk hatinya, karena hal ini telah menyebabkan banyak siswa berprestasi tinggi dari kalangan kurang mampu terpaksa tidak dapat menikmati pendidikan berkualitas di TN. Ikatan emosional yang kuat, kecintaan kepada almamater menggerakan para alumni untuk bersama-sama menyisihkan sebagian pendapatan mereka kepada siswa SMA TN. Bahkan sejak 2008-2011, penyelenggaraan beasiswa SMA TN dijadikan salah satu divisi resmi dalam Kepengurusan Pusat Ikastara, yang dikoordinir oleh Jeremiah 42

Ratadhi (TN-6), Fitri Ami (TN-9) dan Yulia Rahmawati (TN-10). Sampai tahun 2010, Ikastara telah berhasil memberikan 5 beasiswa kepada: Tiara Pelangi Astrid (TN-15). Beasiswa selama 1 tahun dari kelas XII sampai dengan lulus. Saat ini Tiara melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung Jurusan Matematika. M. Fatah Yasin (TN-18). Fatah adalah putra ke-8 dari keluarga petani di desa Srumbug, Magelang, mendapat beasiswa selama 3 tahun. Saat ini, peraih peringkat I OSN Fisika tingkat Jawa Tengah ini telah lulus dari SMA TN dan mendapatkan beasiswa penuh untuk belajar di STEM MIGAS Cilacap. M. Sudjatmiko (TN-19). Saat ini Jatmiko akan melanjutkan ke kelas XII. Putra Nganjuk yang merupakan anak seorang pensiunan tentara ini juga tergabung dalam tim mata pelajaran Fisika. Ellita Ersa Afiani (TN-20), asal Semarang. Putri dari prajurit TNI ini akan melanjutkan ke kelas XI. Beasiswa ini adalah hasil kerjasama Ikastara dengan PT Medina Multi Mitra, sebuah perusahaan milik alumni. Amirul Khoiriyah (TN-20), asal Yogyakarta. Saat ini, putri seorang PNS ini akan melanjutkan pendidikan ke kelas XI.


Semoga Tuhan memberkati sumpah dan janjiku... Untuk TN-21, telah dipersiapkan tiga beasiswa (saat berita ini ditulis, TN-21 masih dalam proses seleksi masuk TN).

Ik as ta ra me ng aja k se lui ruh alumn i iku t me mb er ke se mp at an pada sis wa be rp re st as i namu n tid ak mamp u un tu k me nik mati pe ndidi ka n be rk ua lit as di SMA TN, se pe rt i ya ng lu. .. pe rn ah ki ta ra sa ka n du

Sumbangan pribadi: Alumni dapat menyalurkan sumbangan pada koordinator angkatan masing-masing: • • • • • • • • • • •

TN-1 – Tribuana Wetangerah TN-2 – Budi Pruwanto TN-3 – David Ratadhi TN-4 – Iswahyudi Sondi Putra TN-5 – Arya Adhi Nugraha TN-6 – Hari Nugroho TN-7 – Priscilla Ester Waworuntu TN-8 – Wulansari Putri TN-9 – MM Firdaus TN-10 – Fitri Ami Handayani TN-11 – Mahaditra Jakarespati W.

maupun secara langsung melakukan transfer ke rekening beasiswa: Bank Mandiri KCP Jakarta No rek. 119-00-0557491-6 a/n Ikastara.beasiswa BCA KCP Sabang No rek. 0751395018 a/n Jeremiah Rathadi & Abimanyu Hendi dan memberikan konfirmasi kepada Yulia Rahmawati (0852 1954 7960). Sumbangan dari institusi: Penyumbang dapat menghubungi Jeremiah Ratadhi (jeremiah.ratadhi@ikastara. org atau 0816 102 634). Saat ini Ikastara telah memiliki badan hukum, sehingga dapat melakukan kerja sama dengan badan hukum lain seperti perusahaan, organisasi donor, maupun yayasan lain. Kami percaya dengan peran serta seluruh alumni yang sudah berjumlah lebih dari 5000 orang, kita suatu saat dapat mewujudkan mimpi bersama untuk dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pemuda Indonesia berprestasi untuk belajar di almamater kebanggaan kita, SMA Taruna Nusantara. // “Semoga Tuhan memberkati sumpah dan janjiku…”

43


KABARKITA TOKOH utama blog “Dosen Gila” (http://dosengila.wordpress. com) ternyata belum gila sungguhan. Enade Perdana Istyastono (TN-5) tampak waras dan serius ketika meluncurkan organisasi MOLMOD.org, singkatan dari “molecular modeling.” “Melalui ‘bahasa’ molekul yang universal, MOLMOD.org ingin membuktikan bahwa obat-obatan tradisional Indonesia setara dengan obat modern,” ujar dosen farmasi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini. Selain situs, MOLMOD.org juga membuat database obat-obatan tradisional yang sudah pernah diteliti, serta bekerja sama dengan institusi internasional. “Ini semua adalah strategi agar obat tradisional kita dapat menjadi tuan rumah di

APA tantangan menjadi reporter? Menurut Lori Singer Siregar (TN-11): menghadirkan berita yang akurat dengan cepat. “Kami dipacu untuk mendapatkan berita yang belum beredar luas, dan ini susah karena informasinya tidak lengkap, narasumber masih bungkam, dan sebagai-nya.” Namun reporter MetroTV

negeri sendiri dan tamu yang terhormat di negeri lain,” tegas sang kandidat doktor dari Vrije Universiteit Amsterdam. Wah, sepertinya kali ini bukan ide gila? “Idenya normal kok. Yang gila itu aku,” katanya sambil tertawa. Boleh gila asal karyanya nggak ikut gila ya. (CAY)

ini tetap percaya diri. “Semakin hari aku semakin terlatih untuk ‘menembus’ hambatan itu. Kuncinya: aktif mencari tahu, hehe...” ujarnya mengutip semboyan khas TN. Sarjana Hubungan Internasional UGM ini merasa bahwa profesi reporter telah membuka matanya. “Sebagai pencari berita, aku bisa tahu berbagai hal secara lebih gamblang. Banyak aspek di negara ini yang masih perlu perbaikan, dan menghadapinya secara langsung membuat aku lebih peka terhadap permasalahan bangsa yang ada.” Ada satu kejadian yang terus ia ingat, yaitu saat meliput penggerebekan pabrik shabu di Tangerang. “Gara-gara hujan, semua kru basah kuyup, padahal nggak bawa baju ganti. Ternyata kami harus menginap di sana untuk menunggu berita. Alhasil, aku harus pakai baju basah itu sehari semalam sampai kering!” (CAY)

44


Bermula dari ajakan Feby Kumara Adi (TN-13) di Jerman pada Hanif Widyanto (TN-13) untuk memperkuat kepanitiaan awal di Indonesia, lalu bergabunglah Willy Sakareza (TN-13), Suryo Prabandono (TN-13) dan Dwi Wisnu BP (TN13). Dari Singapura, Ruwadi (TN-12) ikut serta. Karena kontribusi mereka, I-4 sukses diluncurkan di Den Haag, menjalin jaringan ratusan ilmuwan Indonesia di dunia, dan menarik perhatian presenter

SELAIN sebagai insinyur dan fotografer (www.priotography.com), Prio Adhi Setiawan (TN-4) ternyata juga dikenal di komunitas musik tradisional Indonesia di Eropa. Kok bisa? Rupanya, lulusan Universitas Indonesia dan TU München ini juga aktif di kelompok musik Sunda Sabilulungan (www.sabilulungan.org), serta mengasuh Angklung Hamburg Orchestra atau AHO (www.angklung-hamburg.de). Tidak main-main, dua kelompok seni ini pernah diundang tampil di berbagai acara prestisius di Eropa, termasuk Hamburg, kota tempatnya bermukim. Ayah dua anak ini justru bersyukur atas segudang kesibukannya. “Saya percaya, kita harus bisa bermanfaat bagi lingku-ngan sekitar, jadi meskipun waktu terbatas, kita harus coba gunakan un-

Andi F. Noya yang lalu mengundang I-4 tampil di salah satu episode Kick Andy. Meskipun nuansa TN terasa kental sekali, namun bukan berarti I-4 eksklusif. Seperti ditegaskan Hanif, “Organisasi ini terbuka, karena semangatnya adalah memberi karya nyata pada bangsa.” Apa rekan-rekan I-4 yang lain merasa ‘dikeroyok’ alumni TN? “Nggaklah, mereka juga sudah maklum. Lagipula anak TN kan terkenal dengan gaya ‘anehaneh’-nya, jadi semua justru senang ada anak-anak aneh tapi bisa kerja dan keliatan hasilnya, hahaha…” (CAY) Seluruh foto: istimewa

KEKOMPAKAN TN ternyata berlanjut sampai lulus. Ini terbukti di pembentukan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional atau I-4 (www.i-4.or.id).

tuk kebaikan kita dan orang-orang di sekitar kita.” Saat ini, ahli struktur pesawat di Airbus Jerman ini menyiapkan tim angklungnya untuk tampil di acara bergengsi European Folklore Festival, di mana AHO menjadi satu-satunya wakil dari Asia. Wah, sukses ya! (CAY)

45


46


KABARKITA

KELAHIRAN

Putri Eko Agus Tjiptadi (TN-3), 3 Juni 2009 Bagas Satria Rahadi Slamet, putra Joko R Slamet (TN-8) & Dian Paramita, 21 Nov 2009 Putera Hasan Ismail (TN-9), 21 Oktober 2009 Ayden Youssef Abdullah: Putra Teddy Wesman (TN-5) & Cici Emilia, 24 Oktober 2009 Altair Raza Wibowo: putra Adhi Wibowo (TN-8) & Widia Jessti (TN-11), 23 Des 2009 Jocelyn Kalea Sasongko: putri dari Friska Diana Panjaitan (TN-13) & Tody Damar Sasongko, 5 Januari 2010 Latisha A Hadicaksono, putri Wirdhanto Hadicaksono (TN-8) & Mona Fitriyanti, 7 Feb 2010 Kaylila Larasati, putri Riski Hapsari (TN-7) & Priyo Hartono, 14 Februari 2010 Skyla P Manahampi, putri Steve Manahampy (TN-2) & Saskia Elizabeth, 20 Februari 2010 Nathanael Aryasatya Kristianto, putra Wisnu Kristianto (TN-8) & Monic, 3 April 2010

Radhika Daffa Wicaksono, putra Ruli Wicaksono (TN-8) & Rizki Mahani, 30 April 2010 Alvarro Pranadhipta Nugroho, putra Doni Setio Nugroho (TN-8) & Intan Dewi Komalasari, 6 Mei 2010 Athar Umar Rasyid, putra Widi Arianto (TN-7) & Zweisy Septiarini, 8 Mei 2010 Khalid Farhan Habibie, putra Prio Adhi Setiawan (TN-4) & Ninoek Setijono, 14 Mei 2010 Muhammad Agha Nabeel Riantori: putra Gamma Quieto Riantori (TN-8) & Amelia Tetriana (TN-7), 21 Mei 2010 Subhana Maliqa Radhwa: Putri Eka Nurlita (TN-8) & Ridwan Iwang Arifin, 24 Mei 2010 Axelcius Pedro Prabaswara: putra Handy Pramudianto (TN-5) & Sisilia Lucky Ajeng Argandini (TN-8), 24 Juni 2010 Marie-Sophie Krisantina Langenbacher: Putri Ni Made Desi Ariani (TN-8) & Martin Langenbacher, 26 Juni 2010

Nabila Hasna Diandra, putri Jarot Susanto (TN-8) & Silvy Noviana (TN-8), 24 April 2010

PERNIKAHAN

Ni Made Desi Ariani (TN-8) & Martin Langenbacher, 21 September 2009

Shanty Hutagalung (TN-8) & David, 18 Desember 2009

Adirawa Permana Anggawisastra (TN-7) & Laura Marentina (TN-14) 3 Oktober 2009

Dieni Rachmawaty (TN-8) & Didik Achmadi, 25 Desember 2009

Arya Adhi (TN-5) & Rikha Fatmawati, 5 Oktober 2009

Dani Ihtatho (TN-8) & Nur Afny, 23 Jan 2010

Andy Arvianto (TN-6) & Rizki Kusumawardhani, 15 November 2009 Stevanus Dwi K. (TN-10) & Catharina Endah Prihatini, 21 November 2009 Roni Junaidi (TN-6) & Muthy, 22 Nov 2009 Benyamin (TN-10) & Ervina Ferawaty, 26 November 2009 Apri Arfianto (TN-9) & Juwita Resty Hapsari (TN-14), 29 November 2009 Danang Purnomo (TN-10) & Supeni Mapuasari (TN-13), 5 Desember 2009 Wulan Asti Rahayu (TN-8) & Sulaeman Sakib, 12 Desember 2009

Wahyu Retno Mayasari (TN-7) & Aji Aditya, 25 Januari 2010 Andie AW (TN-6) & Vicky Ariyanti, 30 Jan ‘10 Sheena RA Sihombing (TN-10) & Carles Siagian 5 Maret 2010 Bismi Maulana Nugraha (TN-8) & Eva Riani, 28 Maret 2010 Eri Priyono (T-8) & Fifi Nofiani, 10 April 2010 Prasetyo Hadi (TN-6) & Wahyu Fibriyanti, 18 April 2010 Hardono Arifanto (TN-8) & Anie Lee, 19 Juni 2010 Yogi Herinto Koasanto (TN-8) & Satyawidya Wulansari, 20 Juni 2010

47


KNOWHOW

Sebuah fasilitas inovatif dan gratis ciptaan Divisi SDM Ikastara membuat hubungan antar-alumni TN jadi semakin dekat. Ayo kita manfaatkan! Saat ini telah tersedia dua fitur penting:

Format SMS untuk data kedua:

1.

SDM2<spasi>NOSIS#BIDANG KERJA# INSTITUSI#ALAMAT SURAT#NOMOR TELPON LAIN BILA ADA

Update data pribadi, dan

2. Mengirim pesan SMS ke sesama alumni dengan tetap menjaga kerahasiaan nomor telepon alumni. Tiap alumni perlu meng-update datanya terlebih dahulu untuk dapat dihubungi via SMS oleh alumni yang lain. Seluruh SMS dikirim ke satu nomor sebagai SMS Centre, yaitu:

Contoh:

SDM2 98.1111#KESEHATAN# RSIA HERMINA#JL. PAJAJA RAN 11, BOGOR#022 112233

085-SMA-TN-TN-TN (085-762-86-86-86) 1. UPDATE DATA PRIBADI Data pribadi terdiri atas dua bagian, yang perlu di-SMS-kan dua kali. Format SMS untuk data pertama:

SDM1<spasi>NOSIS (FORMAT XX.XXXX)#NAMA LENGKAP#KOTA DOMISILI#EMAIL#PROFESI/JURUSAN Contoh:

SDM1 98.1111#IWAN SUKMAW AN#BOGOR#IWANS@YAHOO. CO.ID#DOKTER ANAK Semua jenis HP, modern atau ‘jadul’, bisa memanfaatkan Database SMS Ikastara! 48


KNOWHOW 2. SMS KE SESAMA ALUMNI

Format SMS untuk pengiriman pesan:

Untuk dapat meng-SMS rekan alumni, pengirim perlu memasukkan nomor siswa dari rekan yang dituju. Data ini dapat diperoleh melalui fasilitas pencarian data alumni.

SDM<spasi>SMS<spasi>NOSIS PENERIMA#ISI PESAN Contoh:

SDM SMS 98.2222#Halo Eko, ini Iwan mantan teman segrahamu, apa kabar? :-)

Format SMS untuk pencarian nosis:

SDM<spasi>CARI<spasi>KATA KUNCI #ANGKATAN

Nomor telepon pengirim akan muncul di HP penerima, sehingga penerima dapat membalas pesan tersebut langsung pada pengirim.

Contoh:

SDM CARI EKO#9

INFO & BANTUAN

Format SMS untuk cek data pribadi: Bila alumni yang dicari sudah mengupdate datanya, pengirim akan mendapatkan balasan SMS berisi data alumni tersebut, termasuk nosisnya.

SDMI<spasi>CEK Format SMS untuk panduan pendaftaran:

SDMI<spasi>HELP

Sering ketinggalan berita khas alumni TN?

langganan

sekarang!

2 EDISI HANYA Rp. 55.000

Termasuk ongkos kirim ke seluruh wilayah Indonesia Nama

NIS (untuk alumni & siswa)

Alamat Pengiriman Kota/Kabupaten Propinsi

Kode Pos

Nomor Telepon/HP Alamat email

Pembayaran dapat ditransfer ke Bank Bukopin (tergabung dalam jaringan ATM Bersama) Cabang S. Parman Jakarta, rekening no. 430-1234567 a/n Ikastara. Kirim bukti transfer dan for49 mulir yang terisi lengkap via email ke visi@ikastara.org sebelum 15 Desember 2010. Informasi lebih lanjut, hubungi visi@ikastara.org.


MITRAIKASTARA

50


MITRAIKASTARA

INDONESIA MENGAJAR Gerakan Pemimpin Muda dalam Pendidikan

Anies Baswedan PhD, penggagas Gerakan Indonesia Mengajar menerima silaturahmi pengurus Ikastara di kantor beliau bulan Juni 2010. Pada kesempatan itu, beliau menjelaskan asal-usul berdirinya Gerakan Indonesia Mengajar serta visi dan misinya ke depan. Anies sadar betul bahwa Ikastara merupakan salah satu pemilik sumber daya manusia yang unggul karena itu ia mengajak Ikastara untuk turut serta berpartisipasi dalam program ini. Ikastara diharapkan dapat membantu mensosialisasikan program ini kepada anggotaanggotanya yang memenuhi kualifikasi sebagai Pengajar Muda.

Anies menjadi jalan untuk mewujudkan mimpinya tentang lahirnya pemimpin-pemimpin tangguh. Sejarah membuktikan bahwa tokoh-tokoh seperti Soekarno, Sjahrir, dan Agus Salim mendapatkan pelajaran penting sebagai pemimpin karena menggali potensi kepemimpinannya dari tempaan masyarakat tempat dirinya tumbuh.

Ketua Umum Ikastara Syarif Syahrial menyambut baik inisiasi kerjasama tersebut. Selain proses sosialisasi, Ikastara juga menawarkan bantuan dalam hal jejaring di daerah penempatan pengajar muda. Syarif menegaskan bahwa visi Ikastara sejalan dengan visi Gerakan Indonesia Mengajar, sehingga dapat terjalin suatu kolaborasi yang signifikan, khususnya dalam pembangunan kualitas pendidikan di Indonesia

Pada akhirnya, melalui cara ini pula diharapkan tercipta jejaring bagi para pemimpin masa depan Indonesia. Pengalaman mengajar di wilayah-wilayah yang membutuhkan pendidikan akan memengaruhi keputusan yang mereka ambil di masa depan. Mereka telah mendapatkan pemahaman, empati, keyakinan, serta nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan yang diambil dan digali dari sumber terbaiknya, yaitu khazanah masyarakat negeri kita sendiri.

Gerakan yang mencari lulusan terbaik dari perguruan tinggi di negeri ini untuk menjadi pengajar di tempat-tempat terpencil adalah salah satu jawabannya. Hanya guru berkualitas yang dapat memberikan pendidikan yang terbaik. Melalui gerakan inilah guru seperti itu bisa diciptakan. Jauh ke depan, gerakan ini menurut

Mau gabung? Silahkan klik websitenya: www.indonesiamengajar.org dan ikutilah petunjuk yang ada disana untuk mendaftar secara online. Masa pendaftaran online berakhir pada tanggal 31 Juli 2010. Ayo bergabung, jadilah Pengajar Muda dan jadilah pemimpin masa depan Indonesia!

www.indonesiamengajar.org 51


52


KONTAKIKASTARA

Pengurus Pusat Ikastara Ketua Umum Syarif Syahrial TN-5 Sekretaris Jenderal Abimanyu Hendi TN-6 Ketua I Wicaksono Aji TN-5 Ketua II M. Hani Syarief TN-5 Sekretaris I Alvernia Rendra TN-10 Sekretaris II Dania Lukitasari TN-16

Bendahara Umum Nugroho Setyo Utomo TN-10 Wakil Bendahara Yunda Kharismawati TN-16 Divisi Penelitian & Pengembangan Dani M. Akhyar TN-5 Joko Tirto Raharjo TN-7 Divisi Sumber Daya Manusia & Pengembangan Organisasi Yuli Cahyono TN-6 Sayed Musaddiq TN-8

Divisi Hubungan Masyarakat Cay Indra TN-6 Diana Riasari TN-15 Divisi Sosial & Kemasyarakatan Priscilla E. Waworuntu TN-7 Untung Sihombing TN-9 Divisi Beasiswa Jeremiah Rathadi TN-6 Fitri Ami TN-9 Yulia Rahmawati TN-10

Alamat Surat: Jalan Wahid Hasyim no. 7, Jakarta Pusat Ikastara Call Center: 0857 11399 645 â&#x20AC;&#x201D; Email: humas@ikastara.org www. ikastara.org

SMA Taruna Nusantara

Cabang & Contact Points Ikastara Bali - I Putu Dharma Krisna Aji TN-14 (0856 390 1949) Balikpapan - Nurbani Hasan TN-10 (0817 942 5059) Bandung - M. Nandya Gustinufariza TN-14 (0818 0757 9648) Belanda - Iqbal Sarasin TN-15 (qybolt@hotmail. com) Gorontalo - Eko Susanda TN-6 (0812 1073 9829) Kep. Riau - Tribuana Wetangerah TN-1 (0815 600 4974) Kupang - Nongki Angsar TN-5 (0856 382 2000)

Lampung - Edhi Cahyono TN-5 (0813 6930 2000) Makassar - Heri Budiasto TN-6 (0852 4401 0950) Malang - Andaru Gilar TN14 (0856 4628 8866) Manado - Lany Matondang TN-7 (0815 4423 029) Mataram - Cakhyo Dipo Alam TN-5 (0818 0528 0762) Medan - Dedy P Brahmana TN-4 (0812 6595 5599) Palembang - Yudha Pratomo TN-5 (0816 329 6515) Pekanbaru - Dody Jenhar TN-2 (0812 752 9997)

Semarang - Yogi Permadi TN-15 (0856 4384 6663) Singapura - Perdana Hadi TN-8 (+6597465442) Solo - Deanita Puspitasari TN-16 (0856 253 4848) Surabaya - Naufal Ranadi Firas TN-15 (0818 0635 7676) Tangerang - Moh. Arif Widarto TN-1 (0815 1171 1204) Ternate - Agung Lewis TN10 (0852 8420 1430) Yogyakarta - Fahmi Rangga Gumilang TN-14 (0857 2952 5566)

53


PT. BALAIRUNG NUSANTARA Tour & Travel

Melayani: 1. Tiket penerbangan, perjalanan wisata/tour domestik dan luar negeri 2. Umroh 3. Wisata Holy Land 4. Pengurusan Paspor, VISA, dan dokumen perjalanan lain 5. Outbound dan rekreasi group/perusahaan

Hubungi: (021) 44344310, 44344320 Faks: (021) 521 4117 ...Your reliable Travel Partner... 54


LIPUTANKHUSUS

Selalu optimis, inovatif, dan mampu memotivasi orang lain, itulah karakter Dani Miftahul Akhyar (TN-5). VISI mewawancarai orang yang memegang komando tertinggi di lapangan untuk pelaksanaan Upacara dan Reuni Akbar 20 Tahun SMA TN ini. VISI Apa yang Anda rasakan sekarang saat acara besar ini sudah di depan mata?

baik langsung maupun tidak langsung, misal melalui forum, mailing list, facebook, twitter, dan lain-lain.

DANI Perasaan saya excited campur deg-degan. Excited karena sebuah milestone penting yang ditunggu-tunggu bagi seluruh civitas academica TN akan segera dimulai, dan deg-degan karena kita berharap sekaligus was-was, apakah semua rencana persiapan kita dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Momen apa yang paling berkesan bagi Anda dalam mengorganisir acara ini?

Bagaimana strategi Anda menyatukan berbagai potensi alumni yang tersebar di berbagai angkatan, wilayah dan kemampuan, untuk akhirnya dapat menjadi satu di acara ini? Strateginya? Dengan â&#x20AC;&#x153;2 Kâ&#x20AC;? saja, yaitu koordinasi dan komunikasi. Koordinasi, adalah kunci membentuk teamwork kepanitiaan yang lintas angkatan dan lintas wilayah. Langkahnya: bentuk tim, buat pertemuan reguler, susun action plan, dan eksekusi. Komunikasi, yaitu membuka semua channel komunikasi

Yang paling berkesan adalah momenmomen bergadang untuk rapat maratoon khususnya 2-3 minggu menjelang hari-H. Panitia punya satu basecamp yaitu di Kafe Phoenam di Jl. Wahid Hasyim. Hampir tiap malam kita nongkrong di situ untuk meeting dan diskusi. Sampai kadang-kadang saya lihat wajah pelayan dan pengunjung kafe yang terheran-heran melihat kita yang datang hampir tiap hari hahaha... Apakah berat badan Anda jadi berkurang karena acara ini? Kayaknya nggak berkurang tuh, padahal saya pengen berat badan saya berkurang lho, karena saya pengen terlihat agak langsing, hahaha... . //

Para Sponsor Acara:

55


PANITIAPELAKSANA Ketua Umum Syarif Syahrial Ketua Pelaksana Harian Dani Miftahul Akhyar Wakil Ketua Jakarespati Wiradisuria, Fahmi Rangga Gumilang Tim Sekretariat Abimanyu Hendi Asyono, Ayu Siswoyo Tim Bendahara & Keuangan Nugroho Setyo Utomo, Rian Rosita Luthfi, Dian Pertiwi S, Ajeng Widyaningrum Project Reviewer Revie Noprijayanti Tim Hubungan Masyarakat & Media Cay Indra, Gamma Riantori, Arieta P Soebroto, Joko Tirto Raharjo, Hanif Widyanto, Arfian Agus, Didik Wicaksono, Amelia Daulay, Cempaka, Cut Nadia Registrasi Yuli Cahyono, Arief Pradipto, M Arifin, Arfian Agus, Sayed Mussadiq, Firdaus Adinugroho Transportasi & Akomodasi MM Firdaus, Untung Sihombing Konsumsi Priscillia Ester Waworuntu Keamanan Komang Arya, Kharisma Febriansyah Apel Kedatangan Dania Lukitasari, Amelia Shadrina, Peleton Upacara SMA TN Rapat Angkatan Dania Lukitasari, Badan Musyawarah Ikastara Pameran Foto IPC & Foto Angkatan Hanudiyan Salindratmo, Subchan Nadjmuddin, Dony Yuliardi, Maria Felisitas, Aresty Tinarga, Feby KA, Tim Ikastara Photography Community Seminar TANDEF: â&#x20AC;&#x153;Defence for Beginnersâ&#x20AC;? Khairil Azmi, Yosep

56


LIPUTANKHUSUS

Sudarso Andianto, Ernest Samuel Pandapotan, Arieta Soebroto, Alfia Nurul Rakhmatika Ikastara Busines Club’s Talks: “Re-introduction & Re-branding” Dony Yuliardi, Jakarespati Wiradisuria, Ryan Putera Manafe, Ismail Lazuardi, Laila Najjah, Reza Ernanda, Bintang Archidenta Olahraga dan Games Santiago Ikastara Expo (Pameran Wirakarya Ikastara & Bazaar) Jakarespati Wiradisuria, Hanif Widyanto, Aditya Sitanggang, Derucci Anggarda, Subchan Noorsiamu Renovasi Museum Seni & Budaya TN Valentina Widyawati, Bryan Adi, Naili Z, Daryus Chandra, Emir Widyatmoko, M Ridwan, Darma Reza Malam Keakraban & Gebyar Budaya Listya Aderina, Lizta Permata, Fahmi Rangga, Gandhi Renungan Suci Dania Lukitasari, Khasan Ashari Health Screening Ikastara Medical Society Agung Prasetyo, Alvernia Rendra Septiawan, Tim Ikastara Medical Society (I-Med) Bakti Sosial Desa Bawang Yosefina Yustiani, Nidya Sandi Bahana, Anindita Hapsari, Zahrifa Riandari Putri, Dianita Halimah, Dyah Ayu Safitri, Irrestry Naritasari, Agusti Cahya Britan Acara Tanam Pohon Panji Sarasehan & Upacara 20 Tahun TN Willy Sakareza Souvenir Dian Nugroho Buku 20 Tahun Alumni “Bocah-bocah Pirikan” Cay Indra, Dani Akhyar, Gamma Riantori, Suryane Sugestiana VISI Edisi Khusus Cay Indra, Diana Riasari, Agung Sudrajat, Gamma Riantori, Hanif Widyanto Dan tentunya masih banyak lagi rekan-rekan alumni yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara akbar ini. Terima kasih :-)

57


Telah Terbit!

Kumpulan 45 tulisan inspiratif alumni SMA Taruna Nusantara yang berkisah tentang aplikasi nilai-nilai penting hasil didikan Kampus SMA TN di Desa Pirikan Magelang. Disertai dengan puluhan kisah-kisah “belakang layar” khas TN. Editor: Dani M Akhyar & Cay Indra

“...Testimoni alumni yang saya baca (di buku ini) menegaskan bahwa pendidikan di SMA Taruna Nusantara telah membentuk pondasi sikap dan mental mereka di dunia kerja dan masyarakat...” Hj. Ani Bambang Yudhoyono “Isi buku ini mengeksplisitkan sumpah mereka untuk memberi karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara, dan dunia. Saya yakin alumni SMA Taruna Nusantara akan mewujudkan sumpah ini saat memainkan peran sebagai pemimpin Indonesia di berbagai sektor di masa depan.” Anies R. Baswedan, PhD.

58

Untuk pemesanan, hubungi Sekretariat Ikastara di telepon 0857 11399 645 atau email humas@ikastara.org. Dapat juga diperoleh di toko-toko buku terkemuka di Tanah Air.


59


JADWAL KEGIATAN Sabtu17Juli2010 Waktu

KEGIATAN

LOKASI

07.00 - 11.00

Alumni hadir dan melakukan registrasi

Boulevard TN

07.00 - 17.30

Pengumpulan buku untuk Perpustakaan SMA TN (â&#x20AC;&#x153;Gerakan 1000 buku untuk TNâ&#x20AC;?)

GSG Baru (samping lapangan tenis)

09.00 - 10.00

Pencanangan Gerakan Ikastara Goes Green

Taman sekitar Balairung

11.00 - 12.00

Apel Kehadiran Alumni

Balairung Pancasila

12.00 - 14.45

Rapat angkatan (diselingi foto per angkatan dan jeda makan dan sholat)

Wisma Tamu (TN-1) Ruang Kls 3 (TN-2 - TN-8) Ruang Kls 2 (TN-9 - TN-16) Lab. Kepemimpinan (TN-17) Ruang Baca Perpus (TN-18)

15.00 - 17.30

Sesi Paralel 1 - Sarasehan TANDEF

Ruang Baca Perpustakaan

15.00 - 17.30

Sesi Paralel 2 - Temu Bisnis Ikastara Business Club

Ruang Komunikasi Bersama

19.30 - 23.30

Malam Keakraban & Gebyar Budaya

Pelataran Balairung Pancasila

23.30 - 24.00

Renungan Suci

Pelataran Balairung Pancasila

Sepanjang Hari

Ikastara Expo (Pameran Wirakarya Ikastara & bazaar)

GSG Lama/GOR & Lapangan Apel kelas 1

Sepanjang Hari

Pameran foto Ikastara Photography Community

Koridor Depan Ruang BP

Sepanjang Hari

Wisata Musem Seni & Budaya baru

Museum Seni & Budaya

Minggu18Juli2010 Waktu

KEGIATAN

LOKASI

08.00 - 11.00

Bakti Sosial Ikastara

Desa Bawang, Magelang

09.00 - 11.00

Health Screening Pamong (Program I-Med)

Poliklinik

08.00 - 13.00

Ikastara Expo (Pameran Wirakarya Ikastara & bazaar)

GSG Lama/GOR & Lapangan Apel kelas 1

08.00 - 13.00

Pameran foto Ikastara Photography Community

Koridor Depan Ruang BP

08.00 - 13.00

Wisata Musem Seni & Budaya baru

Museum Seni & Budaya

60 foto: Hanif Widyanto


Majalah VISI Ikastara #2