Page 1

Selebaran Propaganda Mahasiswa

Dalam rangka memperingati “Hari Imunisasi” pada tanggal 24 April, yang tahun ini bertepatan pada hari Rabu, maka KASTRAT (Kajian Strategis) HMPD mengeluarkan SENDAWA (Selebaran Propaganda Mahasiswa) dengan tema “Immunization as a shield for a healthy future” (imunisasi sebagai tameng untuk masa depan yang sehat). Tema ini menggambarkan betapa pentingnya imunisasi yang nantinya akan menjadi perisai untuk melindungi anak-anak Indonesia dari wabah penyakit mematikan. Tema yang di angkat ini juga berhubungan dengan tema Pekan Imunisasi Dunia (PID) yakni “Protect Your World – Get Vaccinate”. Sementara itu, Indonesia sendiri mengusung tema “Imunisasi Lindungi Anak Indonesia dari Wabah, Kematian atau Kecacatan”. Peringatan hari imunisasasi di Indonesia diwujudkan dalam bentuk Pekan Imunisasi

Nasional (PIN) yang pada tahun ini diselenggarakan pada tanggal 22-27 April 2013. PIN pada tahun 2013 terfokus pada pemberian vaksin imunisasi baru yaitu Vaksin Haemophilus influenza tipe b (Hib). Sebagaimana yang dikutip dari http://health.liputan6.com/read/565613/pekan-imunisasi22-27-april-fokus-berikan-imunisasi-hib, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi Sp.A meyatakan bahwa "Vaksin ini akan diberikan pada bayi yang belum pernah diimunisasi. Sementara bayi sudah melakukan imunisasi DPT/HB, dan ingin di vaksin Hib, harus menunggu satu setengah tahun". Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa pemberian imusisasi Hib dilakukan untuk anak di bawah usia 1 tahun. Ada yang 2 kali dan ada yang 3 kali selama 1 tahun. Vaksin diulang kembali di usia 12-15 bulan. "Waktu pemberian direkomendasikan mulai usia 2 bulan. Selang waktunya dari setiap kali vaksin, paling cepat 1 bulan dan paling lama 2 bulan," ujar menkes. Selang waktu pemberian ini, menurut menkes ini tak jadi masalah, tapi kalau selang waktu pemberiannya terlalu jauh, maka zat anti yang menurun tersebut akan semakin menurun. Jika kemudian divaksin lagi, kenaikan zat anti dalam tubuhnya tidak akan optimal (see http://health.liputan6.com/read/565613/pekan-imunisasi22-27-april-fokus-berikan-imunisasi-hib) Kutipan singkat di atas memberikan gambaran bagaiaman peran pemerintah untuk

mendukung program imunisasi di Indonesia guna menciptakan anak-anak yang sehat sehingga mendukung terbentuknya generasi penerus yang sehat, aktif, dan juga cerdas. Sendawa dengan tema “Immunization as a shield for a healthy future” bertujuan menghimbau kembali kepada teman-teman sejawat sebagai mahasiswa yang nantinya berprofesi di dunia kesehatan menyangkut informasi dan pengetahuan tentang imunisasi serta menguatkan kembali betapa pentingnya imunisasi itu sendiri dan menyadarkan tentang realita yang ada hubungannya dengan pelaksanaan imunisasi guna menciptakan pemikiran kritis dan solutif terhadap permasalahan yang tersebut. So, let’s enjoy this literature…!!! REVIEW ABOUT IMMUNIZATION What???

Why???

1

1

Where???

1


When ???

1

Penyakit yang Dapat Dicegah Dengqn Imunisasi (PD3I)

1

Jadwal Imunisasi USEFULNEESS OF IMMUNIZATION

1


NEWS ABOUT IMMUNAZATION...

2

Imunisasi Murah dan Efektif Imunisasi Melindungi Anak Indonesia dari Wabah, Kematian atau Kecacatan Jakarta, 18 April 2013

Immmunization Week (WIW) kepada sejumlah media di sela-sela kegiatannya di Jakarta (18/4). Menkes menyebutkan, ada 5 jenis vaksin yang diberikan secara gratis di Posyandu, yaitu vaksin Hepatitis B, BCG (mencegah TBC), Polio, DPT/HB (mencegah difteri, batuk rejan, tetanus dan Hepatitis B lanjutan), serta campak (mencegah penyakit campak). Vaksin Hepatitis B diberikan pada bayi baru lahir untuk mencegah penularan Hepatitis B dari ibu ke anak pada proses kelahiran, karena tidak semua ibu tahu apakah dirinya terinfeksi Hepatitis B atau tidak. Hepatitis B dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati.

Lebih dari 87% anak Indonesia sudah mendapatkan imunisasi secara lengkap. Imunisasi lengkap merupakan upaya kesehatan yang paling efektif dalam melindungi anak dari wabah, kecacatan dan kematian. Dengan melengkapi lima imunisasi dasar pada anak, diharapkan seluruh anak Indonesia dapat terbebas dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

“Imunisasi tidak membutuhkan biaya besar, bahkan di Posyandu anak-anak mendapatkan imunisasi secara gratis�, ujar Menkes saat memberikan keterangan mengenai Pekan Imunisasi Dunia (PID) atau World

Vaksin BCG diberikan satu kali pada usia 1 bulan guna mencegah kuman tuberkulosis menyerang paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan. Vaksin Polio diberikan 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan guna mencegah lumpuh layu. Sekali anak terkena lumpuh layu pada tungkai dan lengan, maka tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya. Bahkan kadang dapat menyebabkan kelumpuhan otot pernafasan yang menyebabkan kematian. Vaksin Campak diberikan satu kali pada usia 9 bulan untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare atau menyerang otak.


Vaksin DPT/HB diberikan 3 kali, pada usia 2, 3, dan 4 bulan guna mencegah 3 penyakit : Difteri, Pertusis dan Tetanus. Penyakit Difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan sumbatan jalan nafas, serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit Pertusis berat dapat menyebabkan infeksi saluran nafas berat (pneumonia). Kuman Tetanus mengeluarkan racun yang menyerang syaraf otot tubuh, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak dan sulit bernafas. Mulai Juli tahun ini, guna mempercepat penurunan angka kematian bayi dan anak dalam rangka pencapaian MDGs, pemerintah juga melakukan introduksi vaksin baru berupa vaksin pentavalent (DPT/HB/Hib) menggantikan vaksin DPT-HB. Vaksin Haemophilus influenza tipe b (Hib) diberikan dalam vaksin kombinasi DPT/HB/Hib pada usia yang sama dengan pemberian vaksin DPT/HB. Vaksin ini berguna untuk mencegah penyebaran bakteri Hib di dalam darah (bakteriemia), infeksi saluran nafas berat (pneumonia), dan radang otak (meningitis). Pada sidang World Health Assembly (WHA), telah disepakati bahwa minggu terakhir April merupakan Pekan Imunisasi Dunia (PID). Tahun ini, tema PID adalah “Protect Your World – Get Vaccinate”. Sementara itu, Indonesia mengusung tema “Imunisasi Lindungi Anak Indonesia dari Wabah, Kematian atau Kecacatan”. Hal ini bertujuan untuk mengajak seluruh komponen pemerintah, lembaga-lembaga swadaya non pemerintah, dunia usaha para profesi dan masyarakat agar bersama-sama merapatkan

barisan untuk imunisasi.

melindungi

dunia

dengan

Dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2013, program imunisasi akan berfokus untuk meningkatkan cakupan imunisasi dengan melakukan beberapa hal meliputi: Membuka pelayanan imunisasi di Puskesmas, RS dan unit pelayanan kesehatan lainnya (22-27 April 2013); Melengkapi imunisasi untuk anak-anak yang belum lengkap imunisasinya melalui kegiatan Drop Out Follow Up (DOFU); Mengadakan ceramah dan seminar di Kementerian Kesehatan dan di beberapa daerah (27 April 2013); Meningkatkan awareness masyarakat melalui media workshop; Mengadakan talkshow; dan Menggalakkan Iklan Layanan Masyarakat baik di tingkat nasional maupun daerah. Program Imunisasi sudah terbukti berhasil mengeradikasi penyakit cacar di Indonesia sejak 1976 dan kasus polio liar sudah tidak pernah ditemukan lagi di Indonesia sejak 2006. Kematian akibat campak juga mengalami penurunan yang tajam, yaitu sebesar 87%, dari sekitar 10.300 kasus (2000) menjadi < 2.000 kasus (2012).Imunisasi juga berhasil menekan angka kematian ibu dan anak yang diakibatkan oleh tetanus menjadi kurang dari 1 per 1.000 kelahiran hidup. Sejak tahun 1956, Indonesia telah memberikan imunisasi dalam rangka eradikasi cacar, BCG dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan teknologi semakin banyak ditemukan vaksinvaksin yang dapat mencegah penyakit berbahaya

yang menimbulkan wabah, kecacatan ataupun kematian, diantaranya yaitu penyakit tuberkulosis, polio, difteri, pertusis atau batuk rejan, tetanus, hepatitis, campak, pneumonia, meningitis dan lain-lain. Sampai saat ini, baru sekitar 80% desa di Indonesia yang telah mencapai Universal Child Immunization (UCI) dari target 86,8%. Universal Child Immunization (UCI) adalah status dimana lebih dari 80% bayi di desa tersebut yang telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Strategi untuk mencapai cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, yang telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia sejak 2010 lalu melalui suatu gerakan nasional yang dikenal dengan Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional UCI (GAIN UCI). Hal ini juga sejalan dengan kesepakatan Pemerintah Indonesia bersama dengan negara-negara Regional Asia Tenggara menjadikan tahun 2012 sebagai Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin atau Intensification of Routine Immunization (IRI). Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.


WHAT IS THE OPINION OF TEAM KASTRAT??? Pada dasarnya pemerintah Indonesia telah menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia kesehatan terkhusus kepada anak-anak bangsa salah satunya melalui program Lima Imunisai Dasar Lengkap (L-I-L) (Hepatitis B 4x, BCG 1x, Polio 4x, DPT/HB 3x, serta campak 1x) yang akrab di telinga kita. Adanya Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional UCI (GAIN UCI) sebagai strategi untuk mencapai cakupan imunisasi yang tinggi dan merata yang telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia sejak 2010 juga membuktikan adanya keinginan para stakeholder kita untuk terus memaksimalkan program imunisasi di Indonesia yang pada hakikatnya dapat mencegah penyakit berbahaya yang menimbulkan wabah, kecacatan ataupun kematian pada balita dan anak. Dengan demikian, sebagai warga Negara Indonesia sudah sepatutnya kita berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan mendukung programprogram yang dicanangkan selama itu sifatnya positif dan tidak bertentangan dengan hukum fundamental, adat istiadat dan jati diri bangsa. Walaupun demikian, sebagai mahasiswa yang selama ini identik dengan pemikiran kritisnya, tentunya tidak terlepas dari perkara “5 W + 1 H” terhadap permasalahan-permasalahan yang ada. Terlebih pada bagaimana realisasi dari seluruh program-program yang telah dicanangkan, terutama realisasinya di berbagai daerah pelosok di negeri ini. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa yang kritis dan peduli terhadap lingkungan sekitar, sudah sebagaimana

mestinya turut terlibat langsung dalam penyelenggaraan imunisasi ini demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat nantinya. So, what have you done? What do you think? and what would you do? CONCLUTION… Imunisasi adalah suatu program “mendunia” yang memiliki tujuan bersama untuk melindungi para generasi penurus dari wabah, kematian, atau kecacatan. Keberhasilan imunisasi adalah tanggung jawab seluruh pihak. Dan sebagai mahasiswa pendidikan dokter sudah sepatutnya PEDULI dan MENDUKUNG program IMUNISASI, baik itu melalui HEALTH PROMOTION kepada lingkungan terdekat, keluarga, tetangga, kerabat, dan masyarakat secara luas demi mewujudkan GENERASI YANG SEHAT.

LET'S PROTECT OUR GENERATION, TO JOINTLY CREATE A SHIELD FOR A HEALTHY FUTURE. WE SUPPORT IMMUNIZATION, WE CARE ABOUT THE FUTURE OF THE NATION'S CHILDREN!!!

REFERENCES 1 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Kader Seri Kesehatan Anak. [monograph online] 2010. [cited 2013 April 24] Available from: http://www.kesehatananak.depkes.go.id/index.ph p?option=com_phocadownload&view=category&id =1:pedoman&Itemid=44 2 Imunisasi Murah dan Efektif Imunisasi Melindungi Anak Indonesia dari Wabah, Kematian atau Kecacatan. [Internet] 2013. [cited 2013 April 24] Available from:http://www.depkes.go.id/index.php/berita/pre ss-release/2279-imunisasi-murah-dan-efektifimunisasi-melindungi-anak-indonesia-dariwabah-kematian-atau-kecacatan.html Gambar: 1http://2.bp.blogspot.com/GoPbqgWXdEw/UFV_SgGQ2NI/AAAAAAAAADY /xg2qocXGx4/s1600/Jadwal+Imunisasi+Terbaru.jpg

SENDAWA EDISI HARI IMUNISASI DAN PEKAN IMUNISASI NASIONAL  

Edisi pertama Sendawa (selebaran propaganda mahasiswa) mengangkat tema hari imunisasi sekaligus dalam rangka pekan imunisasi nasional

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you