Page 1


Sambutan Ketua

Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Ucapan syukur perlu kami sampaikan, atas bergabungnya anda bersama kami, STIPRAM, suatu institusi besar yang terpercaya dan terbaik di Yogyakarta. STIPRAM siap menjawab tantangan di masa kompetitif ini, memanglah solusi yang sangat bijaksana dan tepat. Saya yakin anda STIPRAM akan dapat memenuhi harapan anda dalam menyongsong masa depan yang gemilang. Selamat berkarir, semoga sukses selalu.

Suhendroyono, SH., MM., M.Par., CHE. Ketua STIPRAM Ambarrukmo Yogyakarta


Mengenai STIPRAM S

ekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta berdiri tahun 2001 dengan nama AKADEMI PARIWISATA AMBARRUKMO (AKPRAM) Yogyakarta. Saat itu AKPRAM mempunyai program studi tunggal yaitu Program Studi Perhotelan, dengan jurusam Perhotelan UNTUK JENJANG diploma tiga (D-3). Tahun 2004, AKPRAM telah memperoleh Akreditasi dari BAN-PT dengan nilai B. Seiring pesatnya perkembangan pariwisata di Indonesia maka pada awal tahun 2008, pariwisata telah di syahkan pemerintah sebagai suatu KEILMUAN dan tidak menebeng pada rumpun ilmu yang lain.

Maka pada tahun 2008, AKPRAM meningkat status menjadi SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO (STIPRAM) dengan menambah program studi Hospitality untuk jenjang STRATASATU (S1). Seiring dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap STIPRAM, maka akreditasipun meningkat menjadi A, baik untuk program studi Perhotelan maupun Hospitality/ Pariwisata. Dan pada tahun 2015, STIPRAM telah memperoleh Akreditasi Institusi dari BAN-PT dengan nilai B dan pada tahun 2016 STIPRAM kembali diberi kepercayaan mengelola program Studi Pasca Sarjana (S-2) program Studi Pariwisata.

stipram.ac.id


Visi & Misi STIPRAM Visi:

Menjadi Perguruan Tinggi Pariwisata yang berkualitas, berkompetensi, profesional dan mandiri dalam bidang Ilmu Pariwisata secara Global pada tahun 2020.

Misi:

1. Menyelenggarakan Perguruan Tinggi Pariwisata yang profesional dan berkelanjutan. 2. Menghasilkan sumber daya manusia bidang pariwisata yang unggul. 3. Menemukan dan Menciptakan inovasi baru bidang Pariwisata. 4. Membuka dan membuat jejaring kerjasama baik nasional maupun internasional untuk kemajuan lembaga.

stipram.ac.id


The Ideal Tourism Campus Sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang berintegritas dan profesional, STIPRAM memiliki kajian strategis dalam upaya meneguhkan sektor pariwisata dan perhotelan di Indonesia. STIPRAM selalu mengembangkan layanan yang terpadu dan berorintasi pada kualitas lulusan dan pengembangan kelembangaan. STIPRAM didesain dengan kurikulum yang berbasis kompetensi kompetitif dan progresif, jaminan nilai profesional bagi SDM handal cukup diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Memiliki pola pengajaran aktif, untuk membuka wawasan, penalaran sekaligus membangun jiwa kemandirian. Laboratorium lengkap, baik bahasa, komputer maupun hotel lab.lainnya dengan fasilitas lengkap kampus terpadu. Khusus untuk tingkat Diploma 3, modul 30% teori dan 70% praktek, benar-benar diterapkan dengan actual measurement yang terprogram sejak mahasiswa duduk pada semester pertama sampai dengan terakhir, lewat kegiatan Job Orientaion dan Casual Program agar mendapat job experience maksimal. Graduate Evaluation diterjemahkan sebagai konsekuensi akademis untuk melihat

kekurangan dan kelebihan mahasiswa, untuk dibenahi terus-menerus setiap tahapan, lewat spesialisasi penjurusan. Secara akademik dan profesi, kemampuan mahasiswa STIPRAM disiapkan pada level mengengah ke atas dengan mantap, sebab selain menguasai technical skill juga harus menguasai managerial skill. Sejak di bangku perkuliahan mahasiswa sudah terfasilitasi bekerja baik di dalam maupun luar negeri. Membekali mahasiswa untuk eksis, mandiri dan percaya diri untuk merebut posisi terhormat di masa depan. Pembelajaran praktikum dengan modul seating-system, hanya ada di STIPRAM. Semua kegiatan praktikum dan praktek gratis dengan ditunjang keberadaan 15 hotel PT HIN. Biaya perkuliahan sangat terjangkau.

stipram.ac.id


Indonesia Butuh 2,5 Juta Tenaga Kerja di Bidang Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gede Pitana mengatakan, Indonesia membutuhkan sedikitnya 2,5 juta tenaga kerja bidang pariwisata dalam lima tahun mendatang. Angka tersebut yakni 2,5 juta tenaga kerja, lebih dari 70 persen di antaranya untuk tingkatan pekerja vokasi. Sejak beberapa tahun terakhir, pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat cepat dan sangat tinggi menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, urgensi peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia untuk bidang pariwisata benar-benar disiapkan, terutama tenaga kerja profesional.

perubahan sudut pandang mengenai pariwisata. Dewasa ini, masyarakat memiliki sebuah gerakan besar yang menjadikan pariwisata sebagai kultur sosial ekonominya. Sebagai sebuah negara maritim agraris, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata kedepan. Pentingnya, bagi bangsa ini untuk terus melakukan peningkatan pariwisata yang nantinya turut andil dalam perkembangan hidup manusia.

Selama ini masih jarang pekerja profesional pariwisata yang berlatar belakang pendidikan tinggi spesifik pariwisata. Namun amat disayangkan, sporadisitas tersebut tidak dibarengi pertumbuhan industri pariwisata yang semakin besar jumlahnya di dunia. Paragdima awal menyebutkan pariwisata identik dengan ranah hiburan dan kesenangan. Namun, saat ini mulai ada

stipram.ac.id


Kesempatan-Kesempatan dalam Industri Pariwisata Indonesia Dengan bertambahnya jumlah kedatangan turis asing (baik turis maupun pebisnis asing) dikombinasikan dengan pertumbuhan PDB sebesar lebih dari 5% dan pertumbuhan investasi, ada permintaan yang meningkat untuk hotel dan kondominium (yang menggabungkan ciriciri apartemen dan hotel), dan juga tempattempat konferensi dan pameran. Apabila target Pemerintah menyambut 20 juta turis asing pada 2020 tercapai maka ada kebutuhan besar untuk industri perhotelan negara ini. Terlebih lagi, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang dimulai sejak akhir tahun 2015 lalu, mengimplikasikan hubungan dagang yang lebih intensif di wilayah ASEAN (mengakibatkan semakin besarnya permintaan untuk akomodasi hotel, dll). Kendati begitu, Bali dan Jakarta telah mendapatkan investasi yang besar di beberapa tahun terakhir (terutama di pasar kelas atas) yang menyebabkan suplai yang berlebihan. Para investor yang ingin mendirikan hotel-hotel di wilayah ini (dan juga hotel-hotel yang sudah ada) perlu memunculkan konsep yang asli dan kreatif untuk menjadi pemimpin pasar.

stipram.ac.id


Kondisi Industri Pariwisata Indonesia (UNWTO, BPS) 2016

2017

2018

2019

11

13

14

15

Penerimaan Devisa (Rp trillion)

172.8

182.0

223.0

275.0

Penyerapan Tenaga Kerja (juta orang)

11.7

12.4

12.7

13.0

Indeks Daya Saing (WEF)

n.a.

40

n.a.

30

Kunjungan Wisman (juta)

12

15

17

20

Perjalanan Wisnus (juta)

260

265

270

275

Kontribusi terhadap PDB (%)

Kondisi pariwisata tersebut, menyiratkan pentingnya peningkatan kualitas SDM yang mampu bersaing dan menjadi garda terdepan sektor pariwisata Indonesia. Pengingkatan mutu ini, dapat terlaksana melalui berbagai upaya, termasuk pendayagunakerjaan lulusan lulusan dari sekolah tinggi berbasis pariwisata.

stipram.ac.id


2 dari 3 Juta Kebutuhan SDM Pariwisata Tahun 2018 Harus Tersertifikasi S

ektor pariwisata Indonesia membutuhkan 3 juta sumber daya manusia yang bekerja penuh waktu langsung (full-time & direct) di berbagai bidang selama tahun 2017. Sedangkan kebutuhan SDM indirect dan induce mencapai 3 sampai 4 kali lipat dari kebutuhan tenaga kerja langsung. Realitasnya saat ini di Indonesia, satu kamar di hotel rata-rata dikerjakan oleh seorang pekerja. Idealnya, menurut berbagai literatur kepariwisataan dan hospitality, untuk satu kamar di hotel dikerjakan oleh 3 hingga 4 orang pekerja. Itu baru dari sektor akomodasi saja. Sedangkan sektor pariwisata yang langsung berhubungan dengan wisatawan sangatlah kompleks. Inversi terjadi di bidang pariwisata. Industri pariwisata tidak bisa seluruhnya dipenuhi secara online. Pariwisata itu O-to-O, online to offline and offline to online. High-tech harus tetap digabungkan dengan high touch. Dari 3 juta tenaga kerja yang bekerja secara langsung di berbagai bidang pada sektor pariwisata, pemerintah menargetkan 2 juta orang harus memiliki sertifikasi kompetensi. Agar industri

pariwisata Indonesia bisa bersaing secara global, minimal di kawasan Asia Tenggara. Dengan sertifikasi kompetensi SDM domestik akan mengisi lapangan kerja pariwisata nasional. Apabila Indonesia kekurangan SDM pariwisata yang berkompeten dan tersertifikasi, posisi lowong tersebut bukan tidak mungkin akan diisi SDM dari luar negeri yang mempunyai sertifikat kompetensi.

liner yang akan menentukan the moment of truth bagi pariwisata Indonesia. Kebutuhan jenjang pendidikan vokasi terutama untuk sektor akomodasi, biro perjalanan wisata, dan food production. Dan berdasarkan hasil studi Kemendagri tersebut, jelas terlihat kebutuhan SDM perencana, pemikir dan pembuat kebijakan berdasarkan akademik pun sangat tinggi mulai dari sekarang.

Dari 3 juta tenaga kerja langsung maka 2 juta orang harus tersertifikasi. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan Indonesia menjadi pasar tenaga kerja bagi orang luar semata.

Sumber daya manusia adalah kunci dari pembangunan pariwisata. Karena konsumen berubah seiring kemajuan teknologi, para pelaku industri pariwisata pun mau tidak mau harus beradaptasi dengan perubahan itu agar bisa bertahan. Begitupun dengan pendidikan pariwisata, mesti bisa beradaptasi dengan perubahanperubahan yang terjadi di sekitarnya agar bisa menghasilkan sumber daya manusia yang bisa memenuhi kriteria dan kualifikasi yang dibutuhkan di berbagai kesempatan kerja yang ditawarkan.

Berdasarkan studi asesmen yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2016 terhadap 514 pemerintah daerah (pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota), hampir 60% pemda diminta untuk membuat Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) tersendiri yang menangani pariwisata. Bisa dikatakan, lebih dari 50% pemda baik tingkat provinsi, kabupaten/kota harus mempunyai dinas pariwisata. Semua tingkat SDM dibutuhkan dalam pariwisata. Dari jenjang pendidikan vokasi hingga sarjana, itu jelas akan jadi front

stipram.ac.id


Seperti apa bekerja di industri pariwisata? Pekerjaan di industri pariwisata merupakan gabungan dari pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), sikap (attitude), dan kecintaan pada profesi (passion). Tiga pertama itu adalah yang utama. Apakah seseorang itu hanya di posisi greeter, door bell, house keeper, helper in kitchen, driver, guide, travel consultant hingga di level manajerial. Sedangkan kecintaan pada profesi itu bisa tumbuh sendiri atau bisa juga dibentuk. Di level pekerja, bekerja dalam waktu yang lebih panjang, hari libur yang tidak sama seperti pekerja pada umumnya, bertemu dengan berbagai karakter tamu merupakan sedikit dari banyak hal yang harus siap dihadapi. Di level manajerial, mesti bisa membaca data statistik, peluangpeluang bisnis hingga perubahan

situasi ekonomi dan politik, mengikuti perkembangan teknologi dan beradaptasi, sampai memahami psikologi konsumen. Di industri ini, konsumen sangat menghargai authenticity, service excellence dan sophisticated infrastructure. Biarpun hanya untuk tersenyum, berpenampilan rapi dan anggun, keramah-tamahan dan sikap profesional ketika berhadapan dengan siapapun, dan mau melayani, semua itu harus berawal dari tahu, dilatih dan dibiasakan. Seberapapun canggihnya teknologi, selalu ada profil hidup di belakangnya. Jelas bahwa, pertumbuhan pariwisata memang perlu diimbangi dengan bertambahnya sumber daya manusia profesional yang berpendidikan.

stipram.ac.id


Student Exchange Program student exchange, merupakan program pertukaran pelajar antar institusi yang telah menjalin kerjasama dalam akademik untuk melakukan pertukaran pelajar dan memungkinkan mahasiswa untuk memperoleh worldclass education, pengalaman interkultural, teman dan jaringan internasional, serta peningkatan kemampuan berbahasa asing. Student Exchange dilaksanakan dan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di luar negeri dan tidak memandang jenis keilmuan.

stipram.ac.id


Joint Degree Program kembaran atau gelar ganda (double degree) adalah penyelenggaraan kegiatan antar perguruan tinggi baik dalam negeri maupun melalui kerjasama antara perguruan tinggi di dalam negeri dengan perguruan tinggi di luar negeri, untuk melaksanakan suatu program studi secara bersama serta saling mengakui lulusannya. . Sehingga lulusan dari program ini akan memperoleh gelar ganda dan memiliki kemampuan plus dari program regular lainnya.

Implementasi program double degree pada suatu program studi merupakan tahap awal dan langkah strategis dari suatu universitas untuk mencapai World Class University (WCU). Disamping itu, program ini merupakan salah satu strategi untuk memperbaiki mutu pendidikan perguruan tinggi di Indonesia.

stipram.ac.id


DCS & FCS+

Domestic Case Study & Foreign Case Study+ Domestic Case Study (DCS) adalah kegiatan akademik untuk mahasiswa D3 dan S1 yang dikemas di luar kelas sambil melakukan suatu seminar dan observasi di lapangan untuk wilayah dalam negeri dengan berorientasi pada 3 pilar pengembangan pariwisata nasional (Pemerintah, Industri, Masyarakat). Kegiatan FCS dilaksankan minimal di semester 3 dengan waktu yang ditentukan oleh Lembaga. dan Foreign Case Study (FCS) adalah kegiatan akademik khusus untuk program S1 yang dikemas di luar kelas sambil melakukan suatu observasi di lapangan dengan berorientasi luar negeri. Kegiatan ini dilakukan dilaksanakan minimal di semester 4 / waktu magang di luar negeri.

stipram.ac.id


Job Orientation Overseas Program pelatihan atau kerja praktik di luar negeri, yang memberikan mahasiwa kesempatan untuk membekali diri dengan pengalaman kerja nyata sekaligus pengalaman internasional.

stipram.ac.id


Unlimited Facilities STIPRAM Ambarrukmo Yogyakarta juga menjanjikan suasana nyaman dan kondusif bagi mahasiswa untuk menuntut ilmu. Hal ini dapat dilihat melalui berbagai fasilitas yang disediakan, dilengkapi dengan teknologi memadai: - Lab. Front office & perhotelan - Lab. Komputer & accounting - Lab. Bahasa - Lab. Restaurant - Lab. Housekeeping - Lab. Kitchen - Lab. Pastry & bakery - Lab. Bartending - Broadcast wisata fm radio 107, 4 - Klinik - Asrama Mahasiswa - Bus Pariwisata Golden Trans - Field Laboratory Golden inn Hotel Kaliurang - Amarta Auditorium STIPRAM

stipram.ac.id


Program Study

D3

Perhotelan

S1

Hospitality

S2

Pariwisata

stipram.ac.id


D3

No. SK: 2681/SK/BAN-PT/Akred/Dipl-III/XI/2016.

Terakreditasi A

Perhotelan

Program Diploma perhotelan di STIPRAM Ambarrukmo Yogyakarta memberikan langkah awal yang sangat baik untuk masa depan karir Anda di industri perhotelan. Program ini menggabungkan teori-teori dasar dengan praktek di dunia nyata dengan memberikan pendidikan akademis bersama

dengan pelatihan kompetensi inti kejuruan. Ini membawa nilai dan kemampuan yang besar di industri perhotelan di seluruh dunia. Selain itu, Program Diploma perhotelan juga telah memberikan pengetahuan untuk ide-ide wirausaha yang terkait dengan industri.

Spesialisasi D3 Perhotelan: a. Front Office b. Hot & Cold Kitchen c. Pastry & Bakery d. Food & Beverage Service e. Marketing

f. Accounting g. Housekeeping h. Bartending i. Engineering

*Spesialisasi diberlakukan mulai semester 4 (semester 1 – 3: general knowledge)

stipram.ac.id


No. SK: 1550/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2016

Terakreditasi A

S1

Hospitality

Program Sarjana Hospitality atau Ilmu pariwisata STIPRAM Ambarrukmo Yogyakarta merupakan program yang berbasis keilmuan hingga keputusan mengenai kebijakan pariwisata. Dimana fokus keilmuan yang dipelajari pada program hospitality adalah pendidikan ataupun pengetahuan dalam hal manajemen pariwisata dan keakomodasian pada umumnya. Karena sifat keilmuan, maka lulusan berhak menyandang gelar Sarjana Pariwisata (S.Par).

Dalam hal pekerjaan, lulusan dari jurusan hospitality dapat bekerja di bidang industri pariwisata, pemerintahan, peneliti, konsultan pariwisata, dan dosen/guru profesional dalam bidang pariwisata

stipram.ac.id


No. Izin Operasional: 379/KPT/I/2016

S2

Pariwisata

Jenjang Strata Dua (S2) merupakan program lanjutan dari S1 Pariwisata khususnya dalam bidang keilmuan. Program Magister ini hadir di STIPRAM dengan tujuan untuk menyiapkan tenaga-tenaga profesional serta intelektual muda dalam bidang Pariwisata termasuk bidang MICE. Program ini ditempuh dalam 4 semester, dengan gelar M.Par. Nuansa berbeda akan dirasakan pada program S-2 Pariwisata di STIPRAM Yogyakarta.

Program S-2 Pariwisata ini akan memperjelas bagaimana sebenarnya pengembangan pariwisata nasional itu dikelola. Dinamika dan estetika keilmuan yang terpogram sangat diperhitungan. Pemahaman pariwisata seutuhnya dilengkapi dengan fokus kajian Hospitality akan memperjelas arah langkah mengendalikan Industri Pariwisata dengan logika dan berbudaya.

stipram.ac.id


Registration & Cost of Study

D3 Perhotelan

S1 Hospitality

Herregistrasi Rp 300.000 SPP Rp 1.500.000 DPP Rp 8.500.000

Herregistrasi Rp 300.000 SPP Rp 1.500.000 DPP Rp 12.000.000 Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru:

http://stipram.ac.id/informasi-pmb/

untuk melihat detail biaya studi: http://stipram.ac.id/biaya-studi/

stipram.ac.id


Alumni Stories Ni Ketut Astini - Inna Grand Bali Beach “Dengan memilih kuliah di STIPRAM Yogyakarta saat ini saya sudah bekerja sesuai dengan disiplin ilmu yang saya ambil, yaitu berkerja di pariwisata sebagai Chief Personnel Relations, banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan, terimakasih. STIPRAM semakin maju terus kedepan”

M.Fathurrahman N.H - Jogjakarta Plaza Hotel “STIPRAM adalah model Sekolah Pariwisata Unggulan dimana leadership dan management pengelola perusahaan amatlah ditekankan sehingga memudahkan mahasiswa menjadi produk unggulan di industri dimana mereka berkarir... selaras dengan visinya. SHOULD BE THE LEADER. VIVA STIPRAM”

Novia Meyliana Nova Lita - The Edelweiss Hotel Yogyakarta “Saya masuk kerja pertama kali dari STIPRAM (sosialisasi saat yudisium). Sangat bangga menjadi salah satu lulusan STIPRAM. Ilmu yang saya dapatkan sangat berguna di dalam pekerjaan saya”.

stipram.ac.id


Alumni Stories Chef Ramadian Nr - Horison Group “Sangat bangga,karena STIPRAM semakin tahun,semakin bertambah maju. Dari awal saya masuk, dengan nama AKPRAM, dan sekarang Meningkat menjadi nama STIPRAM. “STiiPRAAMM.. SHOULD TO BE THE LEADER”

Padnawati - Tara Hotel Yogyakarta “I am proud to be a Stipram alumni because I am easy to find a job in the world of hospitality, but I still want to continue S2 to be able to teach, because teaching one of my ideals”

Risan Darmawan - PNS Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang “Harus optimis, lulusan Pariwisata Hospitality lah yg nomer 1. Pariwisata masa depan, ujung tombak pendongkrak ekonomi Indonesia setelah migas”

stipram.ac.id


Ebook  
Ebook  
Advertisement