Page 1

eBulletin

Kaluku

eBulletin

Kaluku

Narisi

Media Informasi PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Sulawesi Tengah

www.pnpm-sulteng.or.id

PNPM Mandiri Perdesaan

@PNPM-Perdesaan


eBulletin

Kaluku

Daftar Isi 3 TK Tua, TK Pujaan, TK Harapan

6 Titian Harapan Suku Bajo

Desa Bontosi 9 Dermaga Harapan

Tips : Print-lah eBulletin ini lalu tempelkan di Papan Informasi yang ada di Kecamatan dan Desa Print-lah dokumen ini di kertas Kuarto/A4 dengan terlebih dahulu nge-print halaman ganjil (1 dan 3) setelah itu masukkan hasil print halaman ganjil yang sudah jadi ke-printer untuk nge-print halaman genap (2 dan 4). Perhatikan urutan halamannya

eBulletin

Redaksi Salam Si Kompak, Mulai dari 1998 era PPK sampai dengan kini 2014 era PNPM – Mandiri Perdesaan, pemberdayaan masyarakat telah mewarnai pola pembangunan masyarakat yang partisipatif, bottom-up dan transparan. Kondisi ini sangat perlu dikembangkan untuk segera mempercepat proses pengentasan kemiskinan di negeri kita ini. PNPM – Mandiri Perdesaan sebagai salah satu program pembangunan dengan pola pendekatan yang mengedepankan potensi sumber daya dan tingkat kebutuhan masyarakat melalui keputusan bersama, sangat layak dilestarikan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan ekonomi sosial dasar masyarakat dengan tepat guna dan tepat sasaran.

Kaluku sendiri aturan-aturan, seperti dalam hal pembayaran iuran tarif perkapal dalam satu kali a n g k u t (Tambat) dan ini dituangkan d a l a m perdes. Dengan a d a n y a bantuan dari PNPM MPd berupa sarana   Ta m b a t a n P e r a h u sekaligus D e r m a g a terutama warga miskin di dusun Laiba yang menggantungkan hidupnya dari buruh/kuli angkut sangat terasa sekali manfaatnya. Apalagi bagi ibuibu, yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran Tambatan Perahu ini karena bisa menjual dagang cemilan pada saat sore karena Tambatan Perahu ini dijadikan juga sebagai objek wisata buat masyarakat setempat. Keinginan dan Harapan besar warga terjawab dan terealisasi sudah untuk memiliki sebuah Dermaga sekaligus tambatan Perahu yang dapat

Good Practice menambah penghasilan dan sesekali dijadikan masyarakat sekitar sebagai tempat bersantai, manfaat lain yang di ras akan masyarakat s e k i t a r adalah keindahan p a n t a i ya ng tet ap terjaga, tidak l a g i kelihatan semrawut dan kotor a k i b a t l i m b a h s a y u r sayuran tapi s u d a h tertata dengan rapi dan juga bersih. Warga  Desa  Kecamatan Labuan khususnya Desa Labuan Lelea secara keseluruhan Mengucapkan rasa terima kasih yang tiada terhingga kepada Program PNPM-MPd karena telah mewujudkan impian mereka dan tak lupa juga kepada seluruh Tim Pengurus PNPM-MPd yang telah memfasilitasi program ini Baik dari Tingkat Pusat sampai Tingkat Dusun semoga amal ibadah selalu mengalir buat mereka dengan perjuangan untuk kemakmuran RTM.

Pembina : Dra. Siti Nur Kamarel – Penanggungjawab : Alif Riwidya – Staf Redaksi : Amilin Bulungo, Hanafie Tandorante, Husen Ahmad, Mansyur A.G, Sulistyoati – Layout : Marjan Hidayat Alamat Redaksi : Jln. Tombolotutu Lrg. Pakora 1 No. 24 Palu – Sulawesi Tengah Telp/Fax : 0451-423983 Redaksi menerima tulisan (Good Practice) yang berkaitan dengan Program Nasional Pemberdayaan Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) dan dapat dialamatkan ke Alamat Redaksi di atas atau dikirim via email ke : iec.sulteng@gmail.com 11


eBulletin

Kaluku Kegiatan itu difasilitasi KPMD Desa Labuan Lelea Kecamatan Labuan. Pada  Musyawarah   Antar Desa (MAD) Prioritas Usulan Tambatan Perahu mendapat rengking III dan setelah MAD Penetepan Usulan sarana ini mendapat dana dari PNPM Mandiri Perdesaan dengan jumlah Rp.349.649.000,-. Dari proses perencanaan sampai pelaksanaan betul-betul diperhitungkan letak dan fungsi semua komponen dengan tepat, dimana lahan untuk kegiatan ini disediakan oleh Desa dalam hal ini Tanah milik Desa kemudian dihibahkan ke PNPM-MPd status hibah. sehingga Tambatan Perahu (Dermaga) ini betul-betul bisa digunakan Ber kes i n am bun gan . Pr oses pelaksanaannya juga betul-betul diawasi Fasilitator, agar apa yang telah tercantum di perencanaan tepat sasaran dan sesuai dengan usulan.  Letak bangunan juga tidak menggangu tanaman mangrove yang ada disekitarnya dan tidak merusak biota laut. Dalam  proses pelaksanaan pembangunan dermaga ini dari awal sampai akhir masyarakat sangat dilibatkan dan didukung penuh oleh pemerintah maupun masyarakat pemanfaat itu 10

Good Practice sendiri karena bukan hanya masyarakat desa itu sendiri tapi masyarakat desa tetangga pun turut merasakannya ini terbukti tiap pagi dan sore juga dijadikan tempat wisata buat masyarakat melepas penat dari runtinitas keseharian dan itu bisa menambah penghasilan buat RTM yang sering berjualan keliling disekitar dermaga. Dalam pembangunan Dermaga (Tambatan Perahu), sebagian besar penerima manfaat tidak lagi harus berenang kelaut untuk memikul hasil per tan ian nya yang akan dipasarkan k e p u l a u Kalimantan. S e b a g a i masyarakat sekali gus p e n e r i m a manfaat sangat berterima kasih kepada PNPM M a n d i r i Perdesaan, ”dengan masuknya program ini kami sangat terbantu” kata  salah  satu  warga bernama Batjo. Perihal pemeliharaan Tambatan Perahu juga adalah tanggung jawab masyarakat pemanfaat langsung maupun pemanfaat tidak langsung, agar senantiasa menjaga dan memelihara fasilitas yang telah dibangun. Mengenai pemeliharaan dan perawatan, masyarakat pemanfaat dan pemerintah setempat sepakat untuk bertanggung jawab atas pengelolaannya, serta merancang

eBulletin

Kaluku

Good Practice

TK Tua, TK Pujaan, TK Harapan

Oleh : Yekti Wirawani (FT-Sindue Tambusabora)

Taman Kanak-kanak Dharma Wanita telah didirikan sejak tahun 1980 an yang terletak diatas tanah hibah dari seseorang warga desa ke pada pihak pemerintah desa secara lisan. Taman kanak-kanak yang berlokasi di desa Tibo kecamatan Sindue Tombusabora ini sejak tahun 1986 telah memiliki surat izin operasional dari pemda kabupaten Donggala sebagai institusi yang dapat menyelenggarakan pendidikan anak pada usia dini. Kurang lebih dua puluh enam tahun menjalankan fungsinya sekolah usia dini ini mengalami komplain atas status kepemilikan tanahnya dan menjadi polemik yang berkepanjangan di lingkungan dan masyarakat desa Tibo pada khususnya. Pasalnya para ahli waris dari tanah yang dihibahkan tersebut tidak mengakui adanya penghibaan atas tanah itu sehingga

mereka mengambilnya kembali sebagai milik pribadi, tindakan para ahli waris untuk mengambil kembali tanah tersebut tidak bisa dihalangi karena secara hukum pihak yang diberi hibah dalam hal ini adalah pemerintah desa tidak memiliki bukti tertulis atas adanya hibah tanah tersebut dari orang tua para ahli waris kepada pemerintah desa. Banyak sudah tindak turun tangan yang dilakukan oleh pihak pemerintah desa maupun pemerintah keca matan dalam memediasi permasalahan tanah lokasi TK Dharma Wanita tersebut namum semua berakhir dengan kegagalan karena pihak ahli waris tetap bertahan pada pendiriannya. Akhir dari polemik yang berkepanjangan ini adalah sekolah Taman Kanak-kanak Dharma Wanita desa Tibo telah disegel oleh para ahli waris dan masyarakat desa Tibo tidak dapat menyekolahkan anaknya lagi. 3


eBulletin

Kaluku TK Dharma Wanita yang dibangun melalui dana BLM Kegiatan PNPMMPd TA. 2012 terletak di dusun tiga, karena letaknya strategis dibandingkan dengan 3 dusun lainnya sehingga banyak anak-anak di keempat dusun tersebut bahkan dari luar desa bersekolah di TK Dharma Wanita ini. Sebenarnya sebelum dibangun TK yang baru sekarang ini, di desa Tibo dulunya terdapat 2 buah sekolah Taman kanak-kanak (TK) lainnya, Satu terletak di dusun empat pada perkampungan nelayan sedangkan TK yang lainnya terletak di dusun satu - yang sekarang sudah tak berfungsi lagi selain karena bangunannya sudah tidak layak juga karena tidak diminati masyarakat untuk menyekolahkan anakanaknya. Kebanyakan masyarakat memilih TK Dharma Wanita untuk pendidikan anak-anak mereka diusia dini karena selain terkenal dengan kualitasnya juga karena sudah teruji keluarannya walaupun saat itu bangunannya sudah rapuh di makan usia dan tanah yang menjadi letak gedungnya tengah dalam persengketaan. Dengan tersegelnya gedung TK tersebut secara pasti proses pengajaran mengalami hambatan yang sangat serius sehingga pengurus yayasan sebagai penyelenggara pendidikan Usia Dini (TK) di desa Tibo terpaksa mencari alternatif tempat 4

Good Practice pelaksanaan kegiatan, berbulan-bulan mereka bersekolah di rumah masyarakat dengan keadaan yang sangat tidak mendukung akan tetapi proses pengajaran di TK harus tetap berlangsung sehingga bagaimanapun kondi sinya harus tetap diterima. Dengan adanya kondisi seperti ini tentu saja menjadi beban pemikiran bagi segenap masyarakat akan kelestarian dan keberlanjutan TK Dharma Wanita tersebut, dan atas pemikiran itu mereka sepakat menuangkannya didalam R e n c a n a Pembangunan Jangka Menengah Desa sebagai agenda pembangunan desa yang harus segera ditangani, juga karena ke me nd esa ka nnya sehingga dilanjutkan d e n g a n m e m p r i o r i ta s k a n penanganannya di tahun berjalan sebagaimana yang tertuang di dalam Dokumen RKP-Des desa Tibo. Saat pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus Perempuan PNPM-MPd TA. 2012 tepatnya tanggal 20 januari 2012 juga menjadi prioritas utama dari pilihan kaum perempuan karena termasuk kategori kebutuhan yang sangat mendesak. Pada tanggal 09 Februari 2012 ketika dilangsungkan MAD prioritas di kecamatan Sindue Tombusabora usulan TK Dharma Wanita desa Tibo mendapat tempat yang istimewa di mata peserta MAD terbukti empat desa lainnya spontan mendukungnya untuk diprioritaskan

eBulletin

Kaluku

Good Practice

DERMAGA HARAPAN Oleh : Rosmaeni, ST (FT-Labuan) P o l a h i d u p masyarakat Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala, sangatlah beragam  ada yang yang hidup dari bercocok tanam, nelayan, pedagang dan ada yang hanya sebagai buruh/kuli angkut. Masyarakat Desa Labuan Lelea khususnya yang ada di dusun Laiba sebagian masyaraktnya adalah Pedagang dan Buruh Harian. Karena letak desa Labuan Lelea dekat dengan pesisir pantai dan juga dekat dengan perusahaan Baik itu Galian C maupun Perusahaan Pengepakan/ pengantongan Semen Tonasa. Mata pencaharian sebagian  besar masyarakat desa  Labuan  Lelea Khususnya untuk RTM adalah sebagai buruh pabrik dan sebagian besar juga hanyalah sebagai buruh/ kuli angkut barang. Dalam seminggu 2-3 kali pengiriman hasil pertanian ke pulau kalimantan, yang  mana hasil pertanian ini sebagian besar berasal dari Desa Labuan Toposo karena sebagian besar

masyarakatnya adalah Petani. Selain itu hasil yang dipasarkan juga berasal daridesa Labuan Induk, beberapa juga berasal dari Kecamatan Tanantovea, kapal nelayan (Katinting dan Bodi) yang digunakan untuk mengangkut hasil pertanian baik itu sayur-sayuran maupun Buahbuahan sering juga mengangkut hewan  sembelih khususnya hewan Kambing/Domba karena nilai jual kalimantan lebih tinggi 3 kali lipat dibandingkan di Kecamatan  Labuan  itu sendiri. itulah sebabnya masyarakat lebih memilih memasarkan langsung kepada pembeli yang datang dari pulau Kalimantan yang sebagian besar juga adalah pedagang lokal yang ada di Kecamatan Labuan. Kebutuhan akan sarana dermaga/ tambatan perahu inilah, maka Masyarakat Desa Labuan Lelea pada Musyawarah Khusus Perempuan mengusulkan kegiatan sarana bangunan dermaga sekali gu s tam batan  perah u. 9


eBulletin

Kaluku Pembangunan “Jembatan Titian” sudah sangat baik dan kiranya dapat dipelihara  dengan  baik untuk keberlanjutan saranaprasarana ini. Selain itu Camat Labobo Bapak Saiful U. Usuria, SE.Msi juga mengharapkan kepada pemerintah dan masyarakat Desa Bontosi agar setiap kegiatan yang masuk di Desa Bontosi dapat dikelolah dengan baik termasuk salah satu kewajiban Desa kaitan dengan Integrasi tahun 2014 yakni adanya Dokumen Review RPJM Desa. Setelah dilaksanakannya MDST, maka Camat Labobo melakukan gunting vita sekaligus melakukan Penandatanganan Prasasti sebagai tanda telah diresmikannya Pembangunan “Jembatan Titian” oleh Camat Kecamatan Labobo Bapak Saiful U. Usuria, SE. MSi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Bontosi. Pada Kesempatan yang sama Bapak Siswanto Mantuges selaku PJOK Kecamatan Labobo menyampaikan kepada masyarakat agar semua kegiatan PNPM-MP dapat dipelihara dengan baik dan mengharapkan kepada Pemerintah Desa dan BPD agar menindaklanjuti dalam 8

Good Practice bentuk PERDES tentang Pemeliharaan Aset-aset PNPM-MP termasuk Aset SPP yang sedang bergulir di Desa Bontosi jangan sampai bermaslah. Kegembiraan ini tergambar lewat wawancara dengan salah satu pemanfaat ”Jembatan Titian” Ibu Mardiana yang menyatakan bahwa hampir setiap tahun ada anak-anak usia 5 tahun bahkan orang Tua yang jatuh ke laut karena jalan yang di lewati hanya kayu bundar yang ukurannya sangat kecil, lanjut keterangan Ibu Mardiana, setelah hari ini “Jembatan Titian” diresmikan oleh Camat Kecamatan Labobo masyarakat Suku Bajo sangat bersyukur karena bukan hanya orang yang bisa melewati sarana tersebut, tetapi kendaraan roda dua pun bisa lewat dan berharap PNPM-MP masih tetap melihat Desa Bontosi karena Desa Bontosi masih membutuhkan Bantuan di segala bidang.

eBulletin

Kaluku didanai pada TA. 2012. Hal tersebut tidak mengherankan soalnya TK tersebut adalah yang pertama di kecamatan Sindue Tombusabora, bahkan banyak pelaku politik, pemuka masyarakat, pejabat pemerin tahan saat ini yang tersebar di beberapa desa adalah jebolan dari TK tersebut. Pengalaman buruk nan memilukan atas status kepemilikan lokasi bangunan TK Dharma Wanita sebelumnya menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi masyarakat akan pentingnya legalitas hukum terhadap kepemilikan tanah atau lahan baik itu lahan yang dibeli maupun yang dihibahkan, dan pengalaman sedih ini juga yang menjadi dasar bagi masyarakat sehingga sudah menyiapkan sedini mungkin lokasi pembangunan TK Dharma Wanita yang baru secara baik dengan segala buktibuktinya sehingga pengalaman buruk tersebut tidak terulang kembali. Keinginan masyarakat untuk memiliki Gedung TK yang Baik, Indah dan tentram karena tidak ada lagi komplain atas lokasinya telah terwujud sudah setelah menunggu kurang lebih empat bulan dalam proses pembangunannya sampai saat pelaksanaan MDST. Pembiayaan usulan kegiatan ini memang cukup komplit karena selain mengalokasikan biaya pembangunan gedungnya juga membiayai perlengkepannya yang antara lain meubelair, permainan dalam ruangan yang beraneka ragam dalam jumlah yang memenuhi kebutuhan dan permainan luar ruangan, serta honor guru TK selama satu tahun sehingga

Good Practice total alokasi pembiayaannya sekitar Rp 349 Juta. Kalau awalnya TK ini hanya mengelola Kelas Nol Kecil dan Nol besar, kini juga mengelola Kelas Kelompok bermain sehingga TK Dharma Wanita ini idealnya adalah PAUD. Rasa senang para anakanak maupun para guru-guru tentu tidak perlu dipertanyakan lagi demikian pula minat para orang tua semakin tinggi untuk menyekolahkan anak-anak mereka di tempat ini, senang karena gedung sekolahnya baru, rapih dengan beragam permainan dan alat peraga serta memiliki halaman yang luas dan yang lebih terpenting dari semuanya adalah tanah tempat berdirinya gedung sekolah ini sudah tidak bermasalah dan dipermasalahkan lagi sehingga proses pengajaran tidak mengalami hambatan dan mudah-mudahan untuk selamanya. TK ini secara history adalah yang paling tua karena memang sudah lama didirikan, TK ini adalah pujaan karena menjadi pilihan pavorit para kaum ibu untuk menyekolahkan anaknya, TK ini adalah harapan masyarakat desa Tibo sebagai tempat yang berkualitas untuk mendidik anak-anak usia dini. Terima kasih PNPM-MPd, kehadiranmu telah memberi solusi atas permasalahan kami dan kami berjanji demi anak-anak kami untuk selalu menjaga kelestarianmu.

5


eBulletin

Kaluku

Good Practice

Titian Harapan Suku Bajo Desa Bontosi

Oleh : Safrudin A. Karim (FK-Labobo)

Suku Bajo merupakan bagian masyarakat Desa Bontosi yang terletak di wilayah bagian Barat Kecamatan Labobo Kabupaten Banggai Kepulauan yang kesehariannya di dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sehar-hari hanya bergantung pada hasil laut atau nelayan. Suku Bajo boleh dikata masih tergolong masyarakat terkebelakang dibandingkan dengan masyarakat lainnya yang berada di Desa Bontosi dimana masih banyak Masyarakat Bajo yang berpendidikan rendah ratarata belum tamat Sekolah Dasar (SD) bahkan masih ada Suku Bajo yang tidak pernah menikmati Pendidikan Formal. 6

Berdasarkan keterangan Sekertaris Desa Bontosi ibu Sri Ayu Suharti bahwa masyarakat Desa Bontosi dari 1093 jiwa jumlah penduduk, mayoritas adalah Suku Bajo dan Rumah Tangga Miskin 226 KK atau 570 jiwa, hal ini menggambarkan  bahwa  dari jumlah penduduk yang ada di Desa Bontosi lebih banyak Rumah Tangga Miskin. Selanjutnya tutur ibu Sri Ayu Suharti, bahwa  Desa  bontosi terbagi dua wilayah yakni wilayah bagian Darat dan Wilayah Bagian Laut. Di wilayah bagian laut inilah Suku Bajo bertahan hidup dengan berpencaharian sebagai nelayan dan membuat rumah atau tempat tinggal di atas Laut dengan membuat jalan penghubung

eBulletin

Kaluku antara rumah yakni dari kayu atau papan yang sangat tidak layak atau memprihatinkan. Dengan kondisi masyarakat Desa Bontosi khususnya Suku Bajo yang bermukim di laut, maka oleh Kepala Desa Bontosi Hi. Moh. Daing Abdul Majid menuturkan bahwa salah satu program prioritas Pemerintah Desa Bontosi adalah pembangunan “Jembatan Titian”, yang dibutuhkan sebagai akses masyarakat desa dalam kesehariannya. Maka  lewat Musyawarah Desa Perencanaan tanggal 12 November 2012 lahirlah usulan Pembangunan “Jembatan Titian” sepanjang 200 meter yang berlokasi di Dusun III dan IV Desa Bontosi dan oleh forum MAD Prioritas Usulan tanggal 27 Pebruari 2013 dinyatakan bahwa Usulan “Jembatan Titian” Desa Bontosi mendapat ranking 2 (dua) dan layak untuk didanai pada kegiatan PNPM-MP Tahun Anggaran 2013. Kegembiraan Masyarakat Desa Bontosi khususnya Suku Bajo mulai terlihat setelah Marsan B. K e t u a UPK Sompulangan Kecamatan Labobo Kabupaten Banggai Kepulauan menyalurkan Dana Tahap Pertama untuk Kegiatan Pembangunan “Jembatan Titian”

Good Practice kepada Tim Pengelolah Kegiatan (TPK) dihadapan Masyarakat. Ini telah disampaikan langsung oleh Kepala Dusun IV Bapak Jasri , menurutnya sudah lama masyarakat Dusun III dan IV menyampaikan aspirasinya kepada Kepala Dusun dan lewat musyawarah namun dapat terjawab nanti Tahun 2013 lewat kegiatan PNPM-MP. Puncak kegembiraan Masyarakat Desa Bontosi khususnya Suku Bajo yakni setelah Tim Pengelolah Kegiatan (TPK) Desa Bontosi menyatakan pekerjaan fisik selesai 100% yang disampaikan lewat Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) tanggal 07 November 2013 yang dihadiri oleh Camat Labobo, Babinsa, PJOK, Pemdes,Fasilitator Kecamatan, BKAD, UPK, Penlok, pelaku-pelaku PNPM-MP tingkat Desa serta seluruh tokoh-tokoh masyarakat Desa Bontosi. Dalam Sambutannya Camat Labobo Bapak Saiful U. Usuria, SE.MSi menegaskan kembali bahwa keberhasilan pembangunan di Desa tanpa dukungan Pemerintah Desa, pelaku-pelaku PNPM-MP serta masyarakat tidak akan berjalan dengan baik, keberhasilan Tim Pengelolah Kegiatan (TPK) dalam mensukseskan kegiatan 7

Bulletinkalukunarisi01 2014  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you