Page 1

ROBOTICSURGERY: OPERASIBEDAHJANTUNGTANPAMEMBUKARONGGADADA Kemajuan teknologi telah memungkinkan operasi bedah jantung (heart bypass) dilakukan tanpa membuka rongga dada, malah tanpa tangan dokter menyentuh jantung di samping beberapa bagian lainnya. Si pasiennya sendiri bisa langsung pulang ke rumah dalam waktu tiga hari. Prosespenyembuhannya berlangsung jauh lebih cepat ketikmbang jika ia mengalami pembedahan jantung konvensional. Cara baru itu disebut robotic surgery (bantuan robot). Dr Douglas Boyd di Pusat Kesehatan London, Ontario, Kanada, telah melakukannya 68 kali sejak akhir tahun 1999. Menurut Newsweek, tidak ada pasien mengalami kegagalan operasi. Jugajauh lebih sedikit komplikasi pascaoperasi. Operasinya menggunakan campuran teknologi remote-control, komputer, dan micro-surgery. Dalam kamar bedah di rumah sakit di Kanada itu sang dokter itu duduk di muka layar komputer dan menggerakkan pisau bedah serta tangan robot, plus remote control. Sementara sebuah kamera kecil mengawasi gerakan pisau bedah itu serta mengirimkan gambarnya ke layar komputer. Tanpa menggergaji ruang dada dan membuka rongga dada seperti dalam operasi bedah jantung konvensional, dr Boyd mengatur gerakan pisau bedah dan peralatan bedah lainnya lewat luban-lubang kecil yang dibuat pada dada pasien. Kamera endoskopik yang dimasukkan lewat salah satu lubang kecil itu menunjukkan gambar tajam untuk kemudian diperbesar sampai 25 kali dari ukuran sebenarnya di layar komputer, sehingga dokter bedah bisa melihat dengan pasti apa yang dilakukannya dengan bantuan tangan robot tersebut. Implikasi dari teknik baru ini, yang sekarang sudah dipergunakan oleh lebih dari 400 dokter bedah di seluruh dunia, adalah kemungkinan pembedahan yang dilakukan oleh dokter ahli dari jarak 10 atau 20 ribu kilometer dari tempat pasien berada. Cara pembedahan dengan bantuan robot dimulai tiga tahun yang lalu dengan menggunakan dua peralatan yang disebut Zeus Robotic Surgical System dan Robot da Vinci, buatan perusahaan Intuitive Surgical.


Tetapi, kalau pun sistem pembedahan jarak jauh itu secara teknis bisa dilakukan, masih ada kendala atau hambatan etis yang harus dilampaui. Misalkan, apakah etis kalau seorang dokter melakukan pembedahan jarak jauh tanpa bisa turun tangan langsung kalau terjadi komplikasi yang tidak diperhitungkan sebelumnya? Apakah seorang dokter bisa melakukan operasi di suatu tempat di mana dia tidak punya izin praktek? Atau kalau listrik mati, misalkan, sehingga pengiriman gambar video atau instruksi dokter ke tangan robot terhenti, siapa yang harus disalahkan? Apakah perusahaan listrik, dokter bedah, perusahaan peralatan, atau kantor telpon, misalkan? Kata dr Douglas Boyd, teknologi baru itu, bagaimana pun bagusnya saat ini, masih merupakan model permulaan. Ia akan terus berubah dengan ditemukannya teknologi yang lebih baru lagi. Kalau di Kanada dan Eropa teknologi robotic surgery ini sudah dipakai secara umum, di Amerika Serikat masih dalam tahap evaluasi oleh Food and Drug Administration (FDA). Dari tujuh fasilitas studi klinis yang dilakukan oleh FDAitu, lima buah menggunakan mesin Zeus Robotic Surgical System. Dua lainnya menggunakan mesin robot da Vinci. Kalaupun dokter ahli tidak langsung mengadakan operasi atas pasien dari jarak jauh, teknologi yang sama bisa digunakan oleh dokter tadi untuk membantu rekannya di tempat lain dengan nasihat atau petunjuk praktis. Cara itu disebut telementoring di mana operasionalnya memanfaatkan kecanggihan teknologi robot tanpa melanggar peraturan etika kedokteran. (NSR/BAHAN : VOA)

OPERASI JANTUNG TANPA BUKA DADA  

Operasi Spetakuler

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you