Kebakaran hutan dan lahan bukan merupakan hal baru ditelinga
masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang menjadi korban secara
langsung merasakan efek dari asap yang dihasilkan oleh api yang membakar
ribuan hektar. Selama 15 tahun terakhir sebagian besar kebakaran di Indonesia
terjadi di Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Riau. Total kebakaran ketiga
provinsi ini mencapai 44 persen dari semua kebakaran yang terjadi di Indonesia
sejak 2001. ditahun 2015, jumlah peringatan titik api di Kalimantan Tengah dan
Sumatera Selatan mencapai lebih dari 27.000 peringatan, yang mana
merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan rata-rata 5.500
peringatan di setiap provinsi pada lima tahun sebelumnya. Di Riau, tingkat
kebakaran secara keseluruhan menurun, tetapi ada 4.058 kebakaran yang
terdeteksi di tahun 2016, meskipun tahun itu adalah tahun basah. Jumlah ini
lebih banyak empat kali lipat daripada jumlah kebakaran yang terdeteksi di
Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, dua wilayah yang juga rawan
kebakaran