Page 1

B u l l eEdisi t in

DINAMIKA

n Laporan Utama

Gubernur Jateng Dukung UIN Walisongo

Gubernur Jawa Tengah berdialog bersama Rektor dan jajaran birokrasi IAIN Walisongo

G

ubernur Jawa Tengah dukung konversi IAIN menjadi UIN Walisongo Semarang supaya selalu meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Peningkatan intelektual generasi penerus bangsa ditentukan oleh pendidikan yang dimiliki. Dengan semakin banyaknya siswa yang kuliah di perguruan tinggi diharapkan sumber daya manusia masyarakat Jawa Tengah akan semakin meningkat. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo disaat kunjungan rektor IAIN di kantor Gubernur kemarin. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, sambut kunjungan rektor IAIN Walisongo, Prof. Dr. Muhibbin, M.Ag. beserta jajaran-

Edisi April 2012

nya. Kunjungan dihadiri pembantu rektor (PR) I, PR II, PR III, dan semua Dekan Fakultas, baik Tarbiyah, Syariah, Dakwah dan Ushuluddin dan Pascasarjana. Tujuan kunjungan ke gubernur yaitu menjalin silaturrahmi antara perguruan tinggi dengan pejabat pemerintahan. selain itu, Rektor berharap mendapat motivasi dan apresiasi positif dari gubernur terkait konversi IAIN menjadi UIN. Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo mengatakan, gubernur sangat mendukung pendidikan yang ada di Jawa Tengah, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)sampai Perguruan Tinggi

(PT). Karena SDM sekarang ini sangat penting dan dibutuhkan bagi rakyat Jawa Tengah.

“Saya sangat mendukung sekali peningkatan pendidikan di Jawa Tengah, termasuk program yang dilakukan IAIN konversi menjadi UIN.” “Saya sangat mendukung sekali peningkatan pendidikan di Jawa Tengah, termasuk program yang dilakukan IAIN konversi

menjadi UIN. Hal ini dibuktikan SMK yang sudah kami buka, banyak lulusannya yang bekerja di Jepang, Korea, China, dan Negara lainnya. Dengan kemampuan yang dia miliki, dia sekarang digaji antara 8 Juta sampai 10 Juta,” tandasnya. Gubernur menambahkan, kami di gubernuran mempunyai prinsip sekali bicara seribu kali kerja. Ini saya buktikan dengan hasil kerja keras yang telah kami lakukan, mulai dari Holtikultura yang baik, Pertanian meningkat, Peternakan bertambah banyak, Kelautan, Pendidikan lebih dari 99% kelulusan, semua kami tangani. Konsep “Bali Deso Bangun Deso” tetap kami pegang. Mengapa demikian, karena desa adalah miniatur negara. “Alhamdulillah lurah Jawa Tengah mendapat adipura dari lurah Indonesia (Presiden RI-red). Rektor IAIN mengatakan, tujuan kami ke sini tidak lain untuk menjalin silaturrahmi dengan gubernur. Yaitu supaya mempererat hubungan birokrasi pemerintah dengan birokrasi pendidikan. Sehingga ada keselarasan misi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. “Lembaga kami berharap, bapak gubernur tetap memperdulikan pendidikan di Jawa Tengah, selain itu kami berharap dukungan pak gubernur turut mensukseskan konversi IAIN ke UIN Walisongo” katanya. n




B u l l e t in

DINAMIKA

n Laporan Utama

Akreditasi Program Studi IAIN Terbaik PTAIN se-Indonesia

Akreditasi Program Studi IAIN Terbaik PTAIN se-Indonesia. Akreditasi program studi IAIN terbaik dengan total skor 31.15. disusul dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di peringkat kedua dengan skor 28.45. peringkat ketiga diraih UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan total skor 28.18.

Rektor beserta jajaran birokrasi tengah membahas kerjasama dengan Prof. Tore Lindholm from University of Oslo Norwegia

A

kreditasi Program Studi IAIN Terbaik PTAIN se-Indonesia. Akreditasi program studi IAIN terbaik dengan total skor 31.15. disusul dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di peringkat kedua dengan skor 28.45. peringkat ketiga diraih UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan total skor 28.18. Peringkat keempat dipegang IAIN Sumatra Utara Medan, dan peringkat keempat diraih IAIN Sunan Ampel Surabaya. Akreditasi dilakukan oleh Direktorat Perguruan Tinggi Islam Jakarta. Ada lima kategori ranking PTAIN. Pertama, berdasarkan Akreditasi pro-



gram Studi. Kedua, PTAIN berdasarkan kualifikasi pendidikan dosen. Ketiga, PTAIN berdasarkan jabatan fungsional dosen tetap. Keempat, PTAIS berdasarkan program studi. Kelima, Kopertais berdasarkan akreditasi program studi. Kopertais wilayah X Jawa Tengah juga mendapatkan peringkat ketiga dengan skor 17.03 dibawah Kopertais wilayah 04 (Jawa Timur, Bali, NTB, NTT) di peringkat pertama dengan skor 18.57 dan kopertais wilayah 01 (DKI Jakarta) di urutan kedua dengan skor 18.18. Rektor IAIN Walisongo,

Prof. Dr. Muhibbin, M.Ag. mengatakan, kita patut berbangga dengan prestasi yang kami dapat, harapannya prestasi ini tetap dipertahankan menjadi lebih

katkan prestasi. Meskipun ada beberapa kekurangan yang masih perlu dibenahi seperti kualifikasi pendidikan dosen yang memiliki skor 30.21 dan PTAIN berdasarkan fungsional dosen tetap dengan skor 21.25.

kita patut berbangga dengan prestasi yang kami dapat, harapannya prestasi ini tetap dipertahankan menjadi lebih bagus lagi.

Sekarang kita memiliki telah memiliki 70-an doktor dan kurang lebih 12 profesor, nanti tahun depan kita berharap ada lebih dari 100 doktor di IAIN. Maka dari itu kami terus memotivasi para dosen dalam meraih gelar Doktor maupun professor (Guru Besar). n

bagus lagi. Sehingga para dosen dan pegawai terus berpacu untuk mening-

Soim

Edisi April 2012


B u l l e t in

DINAMIKA

n Laporan Khusus

Wakil Gubernur Jawa Tengah Sambut Dies Natalis ke-42 IAIN Walisongo Memperkokoh Persatuan Menuju UIN Walisongo

W

akil Gubernur Dra. Hj. Rustriningsih, M.Si beserta Muspida sambut dies natalis IAIN Walisongo ke-42 di aula I, Kamis (5 April). Acara dihadiri pula Wakil Walikota Semarang, Hendi Hendar Prihadi, SE. MM. beserta Muspida, dan para pendiri IAIN Walisongo beserta anggota senat IAIN. Dra. Hj. Rustriningsih, M.Si mengatakan dalam sambutannya, Atas nama pemerintah Provinsi Jawa Tengah saya mengucapkan “Selamat” kepada seluruh civitas akademika IAIN Walisongo Semarang, yang saat ini genap berusia 42 tahun. Dengan harapan, semoga IAIN Walisongo dapat semakin meningkatkan peran aktifnya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta semakin memantapkan motivasi dalam berbagai kegiatan kreatif dan inovatif untuk mewujudkan tata kehidupan yang semakin harmonis, maju dan sejahtera. “Untuk itu sungguh tepat tema yang diangkat dies natalis IAIN ke-42 kali ini, yaitu “Memperkokoh Persatuan Menuju Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang”. Men-

Edisi April 2012

ing tinggi.

Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih, saat sambutan DIes Natalis ke42 IAIN

gapa? Karena persatuan dan kebersamaan menjadi kata kunci keberhasilan dalam meraih tujuan, cita-cita dan harapan. Dengan persatuan, maka segalanya menjadi semakin mudah dikerjakan dan diselesaikan,”ungkapnya disela-sela rapat senat terbuka IAIN Walisongo. Wakil Gubernur menambahkan, gubernur mendukung harapan dan keinginan panjenengan, agar IAIN dapat dikonversi menjadi UIN. Hal ini menjadi wujud nyata upaya meningkatkan pendidikan di Jawa Tengah yang akan menghasilkan SDM yang handal dan berkualitas. “Namun hendaknya peningkatan status ini bu-

kan sekedar untuk ajang gagah-gagahan dan menaikkan pamor saja. Apalagi hanya akan dijadikan lembaga bisnis yang berorientasi pada keuntungan semata,”tambahnya. Semangat membangun Sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas harus terus ditumbuhkembangkan, utamanya di lembagalembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Harapannya, kedepan akan banyak lahir SDM-SDM Indonesia yang bukan saja menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, namun juga professional dan berdaya sa-

Rektor IAIN Walisongo mengatakan, konversi IAIN ke UIN Walisongo siap tahun 2013. Hal ini dibuktikan dengan disiapkannya gedung-gedung perkuliahan baru yang telah kami bangun, gedung serba guna (GSG), dan beberapa fasilitas kampus yang lain. “IAIN telah menyiapkan 24 Program Studi yang siap menampung calon mahasiswa dari seluruh Jawa Tengah. Selain itu IAIN telah mendapatkan bantuan dari IDB sebesar 35 Juta US dollar. Nanti tahun 2016 IAIN berubah dengan wajar baru yang lebih segar,” paparnya. Landasan filosofis merupakan alasan utama yang menjadi motivasi menuju UIN Walisongo. yaitu mengembalikan ilmu pengetahuan pada sejarah semula pada zaman dahulu. “Dulu, pada masa kejayaan islam, ilmuan Islam ahli kedokteran juga ahli di bidang tafsir, misalnya Ibnu Shina, al-Farabi, dan yang lainnya,”tambahnya. n




B u l l e t in

DINAMIKA

n Laporan Khusus

Jalan Sehat Dies Natalis ke-42 IAIN

D

alam rangka Dies Natalis IAIN ke-42, Civitas akademika IAIN Walisongo Semarang, Rektor, seluruh pegawai dan mahasiswa melakukan jalan sehat di jalan Ngalian baru-baru ini. Perjalanan menempuh jarak kurang lebih 2,5 km, dari kampus 1 Jl. Walisongo No.3-5 sampai Kampus 3 Jl. Ngalian Semarang. Kegiatan ini dilakukan guna pembukaan Dies Natalis ke-42. Acara dibuka rektor IAIN dengan pemotongan balon udara, serta penyerahan tropi bergilir kepada ketua panitia Dies Natalis. Prof Dr H Muhibbin MAg mengatakan, IAIN semakin diminati dan menjadi rujukan para siswa SLTA yang ingin melanjutkan studi keislaman ke Perguruan Tinggi. Sebagai perguruan tinggi islam, IAIN tetap memberi kelebihan, yaitu mencetak intelektual muslim yang berakhlakul karimah. “Sebagai Universitas yang sudah matang, sudah selayaknya

Civitas Akademik IAIN jalan sehat di Ngaliyan

memberikan layanan dan fasilitas kepada civitas akademika, terutama mahasiswa, dengan layanan yang lebih baik dari sebelumnya,�tandasnya. Senada dengan Prof Muhibbin, Kepala Humas IAIN, Ahmad Fauzin mengatakan, bahwa nanti IAIN lebih memiliki daya saing (competitif), dan lebih dipertimbangkan sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam di Jawa tengah Khususnya dan seindonesia umumnya.

Berbagai lomba akan dilakukan guna meramaikan hari ulang tahun IAIN. diantaranya lomba Porseni, K3, dan Karya Ilmiah. Selain itu, kegiatan sosial yang nanti dilakukan adalah santunan terhadap yatim piatu, santunan ditujukan kepada warga sekitar kampus.n Umi

DINAMIKA Penanggung Jawab Muhibbin Noor Pemimpin Umum Akhmad Fauzin Pemimpin Redaksi Akhmad Shoim Reporter A. Fitri DH, Umi Maghfiroh Lay Outer/ Tata Letak Shoim Fotografer Fitri Distributor Parjono Alamat Redaksi : Gedung Rektorat Lt. 2 Jalan Walisongo Nomor 3-5 Semarang 50185, Telpon (024) 7624334 Fax (024) 7601293 Penerbit : Humas IAIN Walisongo Website : www. walisongo.ac.id Email : humaswalisongo@yahoo.co.id 

Edisi April 2012


B u l l e t in

DINAMIKA

n Fakultas Tarbiyah

2400 Guru RA-MA se-Jateng Beasiswa S1 Program DMS Rebut Sertifikasi Guru MI/PAI

S

ebanyak 405 (empat ratus lima) guru MI/ PAI di 10 Kabupaten jalani Seleksi

Program Peningkatan Kualifikasi Beasiswa S1, melalui program Duel Mode System (DMS) di Gedung Q Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang Kamis (26/4). Ke-sepuluh kabupaten ini meliputi, Kab. Semarang, Kota Semarang, Kab. Batang, Kendal, Grobogan, Kudus, Jepara, Demak, Pati, dan Kabupaten Rembang. Ketua panitia DMS H. Fakhrur Rozi, M. Ag. Mengatakan, seleksi beasiswa ini diadakan dalam rangka membantu guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Is-

S

ebanyak 2400 guru PAI, guru agama RA, MI, MTs, dan MA se-Jateng melakukan Ujian Kompetensi Awal (UKA) pra sertifikasi di gedung serba guna kampus 3 IAIN Walisongo Semarang Sabtu, (28/4). Ujian ini dilakukan guna mendapatkan tiket sertifikasi PLPG tahun 2013. “Ujian ini dilakukan guna meningkatkan profesionalisme mengajar guru terhadap peserta didik. Program sertifikasi guru nanti akan lebih ketat terkait empat kompetensi guru, sehingga ke depan tidak ada lagi guru yang tidak professional. Juga, meningkatkan kompetensi guru supaya lebih baik dari sebelumnya,” demikian ungkap Rektor IAIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Muhibbin, MA. Disela-sela monitoring UKA. Ketua penyelenggara, Dr. Suja’I, M.Ag mengatakan, materi ujian kompetensi awal ini yaitu, enam puluh persen materi professional, materi yang pernah diajarkan guru di sekolah. Kedua, yaitu materi paedagogis, meliputi empat kompetensi guru (kompetensi profes-

Edisi April 2012

sional, kompetensi kepribadian, kompetensi social, kompetensi paedagogis. “UKA ini dilakukan serentak semua propinsi seluruh Indonesia. Di Jawa Tengah ada tiga kota yang tidak ikut yaitu, klaten, kab. Magelang dan Purworejo ikut Jogjakarta. Kegiatan ini diharapkan agar para guru baik tingkat RA, MTs sampai MA, nanti tahun 2013 sudah mendapatkan cairan anggaran RAPBD dari Kemendikbud,” tandasnya. Bagi guru yang belum memiliki kompetensi dan profesionalimse, nanti akan dilakukan pemetaan dan pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru. Termasuk guru yang belum memenuhi kriteria, perlu diberikan perhatian khusus dan pembinaan secara terstruktur dalam PLPG,” tambahnya. Suja’I menambahkan, Sejak 2006 sampai 2012 ini sudah ada kurang lebih 24.000 (dua puluh empat ribu guru) guru agama dan guru RA, MI, MTs, MA yang sudah sertifikasi.n Soim

ebanyak 124 Resimen Maha-

lam (PAI) yang belum memiliki kualifikasi S1 bisa melanjutkan melalui program beasiswa DMS ini. Kami bekerjasama dengan empat Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto, STAIN Salatiga, STAIN Kudus, dan STAIN Pekalongan. “Dengan berdasar pada UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Undang-undang Guru dan Dosen, yang mewajibkan bagi guru memiliki kualifikasi S1, maka sebagai wujud komitmen pemerintah memberi kesempatan dan motivasi guru MI/PAI. Nanti, yang diterima untuk melanjutkan kuliah S1 program beasiswa DMS sebanyak 196 (kuliah di Semarang) ditambah 101 kuliah di luar Semarang. Bisa di STAIN Kudus atau di STAIN Pekalongan,” paparnya disela-sela melakukan tes seleksi peserta program DMS. Saminanto, MSc. Selaku tim Program Beasiswa DMS menambahkan, bentuk tes yang diberikan kepada peserta yaitu berbentuk tes kompetensi , meliputi kompetensi paedagogig, kompetensi professional, kompetensi social, dan kompetensi kepribadian. Instrument tes- nya memakai tes lisan.n




B u l l e t in

DINAMIKA

n

Kejuaraan Pen cak Silat Pelaj ar se-Jawa Te Aula II IANI W ngah di alisongo

Moment Kampus

as Dakwah MBS Fakult io d a R r ia y n Pe Keislaman ngisi Siaran e M t a a S IAIN

Rektor Menyerahkan Piala Bergilir Kepada Ketua Panitia Dies Natalis IAIN ke-42

Santri Ma’had Walisongo Lomba Baca Kitab Kuning



Group Paduan Suara UKM Musik IAIN Para Pemenang Lomba Olimpiade Bahasa

Edisi April 2012


B u l l e t in n

DINAMIKA

Moment Kampus

Dirjend Bimbingan Masyarakat (BIMAS) Islam RI, Prof. Dr. Abdul Djamil, MA Tengah Mengisi Acara Walisongo TV

Pemenang Lomba MTQ se-Jawa Tengah

Lomba Panjat Tebing Antar Pelajar se-Jawa Tengah

Murharsito, SE Undergraduate Financial Management, Economic Faculty, Diponegoro University Semarang.

Sunatan Masal di Poliklinik IAIN

Edisi April 2012

Dialog Interaktif Live di Pro TV Jateng




B u l l e t in

DINAMIKA

n Fakultas Syariah

Status Anak Luar Nikah Hak keperdataan Anak Bisa Lewat Tes DNA

S

ering kita mendengar istilah anak diluar nikah. Anak diluar nikah adalah anak yang dihasilkan dari perkawinan yang tidak dilegalkan secara hukum perdata, meskipun sudah dilakukan sesuai dengan syariah Islam. Dari sini timbul pertanyaan. Bagaimana status anak di luar nikah? Bagaimana hukum keperdataannya pasca putusan MK No 46/UUVIII/2010? Hal ini dikupas habis dalam dalam seminar nasional “Status Anak Luar Nikah Dan Hak-Hak Keperdataannya Pascaputusan MK no 46/UUVIII/2010”, yang dilakukan Lembaga Penyuluhan, Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LPKBHI) Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang, Selasa (10/4), di Aula I lantai 2. Acara disambut Dekan Fakultas Syariah Dr. Imam Yahya, dan dibuka oleh Rektor IAIN Prof. Dr. H. Muhibbin M.Ag. Kabid Hak Asasi Manusia (HAM) Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jateng, Setyowati mengatakan, Hasil tes DNA dapat dijadikan sebagai alat bukti untuk mendapatkan hak keperdataan dari pengadilan bagi status anak di luar nikah. Sebab, hasil tes itu akan menegaskan hak anak di luar nikah agar diakui keberadaannya. ’’Untuk mendapatkan hak keperdataan harus ada tes DNA, karena itu meru-



Aktivis gender Musda Mulia tengah menyampaikan materi seminar

pakan salah satu teknologi yang dapat membuktikan,’’ katanya. Secara hukum, tidak ada istilah anak hasil hubungan zina, karena yang ada hanya anak di luar nikah. Namun konsekuensinya, anak hasil hubungan di luar nikah ini bisa kehilangan hak-hak keperdataan dan tidak dapat menggunakan nama keluarga. Di samping itu, status anak di luar nikah biasanya membawa dampak psikologis bagi si anak. Imbasnya, hak atas pewarisan ayah biologis diperhitungkan tidak sama dengan anak sah hasil perkawinan. Setyowati menjelaskan, tindakan kepada anak di luar nikah ini bukan dis-

kriminasi. Akan tetapi, memang harus diberikan secara proporsional sesuai hak masing-masing antara anak yang sah dengan yang di luar nikah. ’’Yang jelas, ayah biologis tetap harus bertanggungjawab atas kelangsungan hak hidup anak tersebut,’’ tuturnya. Pembahasan Keputusan MK No 46/UU-VIII/2010 ini harus dilakukan agar masyarakat lebih tenang saat menghadapi masalah yang sama. Kasus ini mencuat ke permukaan pascamasalah yang melibatkan Mantan Mensesneg Moerdiono dan Machicha Mochtar beberapa waktu lalu. Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr Asrorun Niam

Sholeh MA mengatakan, anak-anak bukan properti atau aib dari perbuatan orang tuanya. Sebab, prinsip perlindungan anak jangan dilakukan secara parsial. ’’Namun, putusan MK ini akan menimbulkan efek domino, yakni mengurangi hak anak yang sah dan problem pada istri yang sah,’’ tuturnya. Selain kedua pembicara tersebut, seminar nasional itu juga menghadirkan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Khatib Rosyid dan Ketua MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi.n

Edisi April 2012


B u l l e t in

DINAMIKA

n Fakultas Dakwah

Peningkatan Kualitas Penyuluhan Keagamaan di Era Modern

Ketua Dinas Kesehatan, Dr. Pungky menyampaikan materi penyuluhan

D

itengah-tengah problematika sosial budaya yang semakin berkembang dinamis dan problem masyarakat yang semakin kompleks, peran penyuluhan keagamaan perlu peningkatan kualitas dan profesionalisme kerja. Di era sekarang, banyak ideologiideologi baru yang menambah problematika di masyarakat. Munculnya islam radikalis, fundamentalis, islam sempalan, aliran-aliran sesat di nusantara, kasus ahmadiyah maupun problem sosial yang lain seperti maraknya geng motor. Fungsi penyuluhan diharapkan mampu hadir ditengahtengah masyarakat sebagai konsultan ditengah-tengah gencarnya multi aliran dan problem sosial. Hal ini disampaikan Direktur Jendral BIMAS Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abdul Jamil, MA. di tengahtengah Seminar Nasional Penyulu-

Edisi April 2012

han Agama Islam Dan Problematika Keislaman Kontemporer di Indonesia, Senin (23/4) di Laboratorium Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Khusus Penyuluh Agama Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan dihadiri 125 Perwakilan Penerangan Masyarakat (Permas) kementrian agama se-Jateng dan dekan Fakultas Dakwah se-Jawa. Acara dibuka oleh rektor IAIN Walisongo. Abdul Jamil menambahkan, para penyuluh perlu meningkatkan intelektualitas dan profesionalisme kerja, dengan sering melakukan diklatdiklat, workshop, dan seminar, supaya memiliki standar moral etika dan intelegensi dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. “Penyuluh diharapkan mampu merespons dinamika kehidupan be-

ragama masyarakat yang semakin kompleks. Ada tiga fungsi Penyuluh Agama. Pertama, fungsi informatif dan edukatif: penyuluh agama islam mampu memposisikan sebagai da’i dalam arti luas yang berkewajiban menda’wahkan islam. Kedua, fungsi konsultatif: penyuluh agama menyediakan dirinya untuk memikirkan dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketiga, fungsi advokatif: penyuluh agama memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk melakukan kegiatan pembelaan terhadap umat atau masyarakat dari berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Yang ketiga ini sering kita lihat pada kasus ahmadiyah,” paparnya. “Menciptakan kerukunan baik internal maupun antar pemeluk umat beragama juga penting dilakukan para penyuluh. Masalah keutuhan negara dan keagamaan muncul sudah cukup lama, gangguan kerukunan secara siklis selalu terjadi dan kadangkadang pengulangan atas kasus serupa yang pernah terjadi di masa lalu,” tambahnya. H.M. Nafis dan Zahrotun Nisa, selaku narasumber juga menjelaskan tentang idealitas konstruksi dan muatan Akademik Pendidikan penyuluhan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Agama Islam di Indonesia dan pengalaman praktis dan akademik tenaga penyuluh agama islam dalam menjawab problem keislaman kontemporer di Indonesia.n Umi




B u l l e t in

DINAMIKA

n Fakultas Ushuluddin

Penguatan Inteketualisme Islam Jawa Tengah

Kita kehilangan pemikir islam yang mampu merumuskan kembali secara rasional mengenai tujuan-tujuan syari’ah sesuai dengan tuntutan zaman modern.

J

awa Tengah butuh penguatan intelektualisme Islam. Karena sekarang Jawa Tengah sudah mulai ‘devisit’ intelektualisme Islam. Hal ini bisa dilihat dari kelangkaan figur maupun produk pemikiran Islam yang sistematis, sebagai respon atas perubahan-perubahan yang berlangsung cepat di era sekarang. Kita kehilangan pemikir islam yang mampu merumuskan kembali secara rasional mengenai tujuan-tujuan syari’ah sesuai dengan tuntutan zaman modern. Hal ini, diungkapkan DR. H. Mukhsin Jamil dalam seminar regional Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo dengan tema “Penguatan Intelektualisme Islam di Jawa Tengah Perspektif Sunni dan Syi’ah” Selasa (17/4) di Aula I IAIN. “Sekarang kita sulit mencari tokoh dan figur-figur dengan kepribadian intelektual yang kokoh yang secara berani terus menerus

10

mengintrodusir pemikiran keislaman. Para intelektual sepertinya tenggelam dalam hiruk pikuk politik pasca reformasi yang terjadi di Negara ini,” paparnya. Mukhsin menambahkan, Seperti pada abad 17 kita kenal ulama Kharomain Nur al-Din ar-Raniri (10371658), Abd rauf al-Sinkili (1024-1105), M Yusuf al-Maqasari (1037-1111). Sementara abad 18 terdapat figure penting seperti Al-palimbani, Albanjari, Daud Abdullah Al-patani, kiai Nawawi al-bantani yang kitabnya masyhur seperti Nihayat al-zain fi Irsyad al-Mubtadiin, Madari alSu’ud, Syarah kasyifat al-saja, Tafsir al-Munir, Dan kiai Soleh Darat. Pada abad 19 Abdurrahman Wahid dan Nur Cholis Majid, yang menjadi kiai sekaligus figur intelektual dan lokus penting, yang mengembangkan dan menentukan masa depan Islam Indonesia. “Sekarang

intelektualisme Islam kurang memberi pengaruh terhadap masyarakat luas,” tambahnya. Agama dan Kultural Budaya Ki Herman Sinung Janutomo, Deputi institute of Filosophy Falsafatuna Jakarta mengatakan, Islam di Jawa muncul, tidak lepas dari akulturasi budaya. Peran penting Walisongo dan para ulama terdahulu dalam menyatukan budaya Jawa dengan Islam merupakan metode dakwah Islam zaman dulu. Hal ini terbukti serat-serat yang ditulis oleh Ronggowarsito, maupun pujangga Jawa yang lain, mayoritas bernuansa pesan-pesan islami. Juga, tembang atau cerita wayang yang saat itu diciptakan Sunan Kalijogo sebagai dakwah keislaman. “Budaya islam jawa sebenarnya merujuk pada Rosulullah dan bendoro sayyidina Husen. Sebagai contoh matang puluhan (empat puluh hari) yang dilakukan orang jawa itu bukti penghormatan terhadap bendoro Husen di Karbala. Upacara Jatilan/ Jadelan di Surakarta, orang mencambuk dirinya sendiri, juga sebagai penghormatan kepada sayyidina hasan husen. Secara historis, islam datang di Jawa dengan mempertahankan budaya Jawa sebagai tradisi yang telah berkembang sebelumnya. Upacara nyadran misalnya, direvisi dalam konteks islam dengan menyelipkan doa-doa dan bacaan al-Quran. Sehingga agama adalah ekspresi budaya tentang keyakinan kepada tuhan yang maha esa. Dari sinilah muncul istilahnya Islam Kultural/post tradisionalisme Islam,” ungkapnya. Post Tradisionalisme Islam berpandangan bahwa sebenarnya tidak ada dikotomi antara agama dengan tradisi budaya. Cara mengembalikan kejayaan dan kebangkitan islam yaitu dengan menyikapi tradisi budaya yang telah dikembangkan dari generasi sebelumnya.n

Edisi April 2012


B u l l e t in

DINAMIKA

n Pascasarjana

Pascasarjana IAIN Buka Prodi Baru Pascasarjana IAIN memiliki Guru Besar dan Doktor di bidang Tafsir dan Hadis yang cukup banyak, sehingga akan menjadi SDM pengembangan prodi ini lebih prospektif di masa depan.

T

ahun ajaran baru ini, PPs IAIN Walisongo akan membuka prodi baru, yaitu Tafsir Hadis, Supervisi Islam, Akreditasi dan Pengembangan Prodi Ilmu Falak, pendampingan penulisan artikel ilmiyah bagi para mahasiswa, dan pembenahan system evaluasi bagi dosen dan mahasiswa. Direktur Program Pascasarjana IAIN Walisongo, Prof. Dr. H. Ibnu Hadjar, M,.Ed mengatakan, pembukaan ini didasarkan atas animo masyarakat yang cukup besar terhadap prodi ini. Hal ini dapat dimaklumi karena di level S1, IAIN telah memiliki prodi Tafsir Hadis maupun prodi yang lain yang sudah mengeluarkan alumni cukup banyak. “Belum lagi para pecinta kajian al-Qur’an yang tersebar di hampir seluruh pelosok Jawa Tengah. Selain itu, jumlah Guru Besar dan Doktor di bidang Tafsir dan Hadis yang cukup banyak, sehingga akan menjadi SDM pengembangan prodi ini lebih prospektif di masa depan,” paparnya. Asisten Direktur I memaparkan bahwa saat ini diperlukan inisiasi pembukaan program yang diperluas, seperti kelas malam. Hal ini diperlukan untuk memperluas jaringan dan pengembangan PPs di dunia akademis. Ditambahkan, kebutuhan akan peningkatan kualitas pendidikan dibutuhkan oleh semua kalangan, seperti madrasah dan pesantren bahkan perkantoran. Karena itu, dengan memperhatikan kualitas dan menjaminan mutu, kelas malam menjadi salah satu pilihan. Bagi peminat dapat segera mendaftarkan diri via online di

Edisi April 2012

http://www.pascawalisongo.net/id/ atau dapat langsung di Kantor PPs Walisongo. Tingkatkan Pelayanan Semua pengelola dan staff PPS

Pembukaan Program tafsir hadis ini didasarkan atas animo masyarakat yang cukup besar terhadap prodi tersebut. harus memberikan pelayanan secara maksimal sesuai dengan porsi

masing-masing. Pelayanan ini akan berdampak pada kepuasan dan kenyamanan dalam pembelajaran di PPs ini. Demikian salah satu butir pengarahan Direktur pada Rapat Kerja Program Pascasarjana IAIN Wlaisongo kemarin. Lebih lanjut dikatakan bahwa melaksanakan tugas secara maksimal bukan saja merupakan tugas pokok para pengelola dan staf PPs,akan tetapi merupakan ibadah yang amat luhur. Oleh karena itu, yang harus dilakukan adalah kerjasama dan kebersamaan diantara pengelola dan staf PPs, disamping juga tawashau bil haq wa tawashau bis shabr dan saling bantu membantu.n

11


B u l l e t in

DINAMIKA

n Flash News

Empat Mahasiswa IAIN Juara Silat Internasional

E

mpat mahasiswa IAIN Walisongo Semarang Juara Silat pada “Kejuaraan 11 Maret Internasional Pencak Silat Championship”, di GOR UNS Surakarta (24 sampai 30 Maret 2012). Tiga mahasiswa mendapat medali emas cabang seni beregu putra. Yaitu, Ansori (Fakultas Tarbiyah (Fakta) se-

mester 10), M Abdul Kahar (Fakta semester 2), Faisal Habibi (Fakta semester 6). Dan satu mahasiswa mendapat medali perak di cabang laga kelas F Putra yaitu Faisal Kharis. Kejuaraan diikuti oleh 89 kontingen dari berbagai Negara di asia. Yaitu negara Kamboja, Filiphina, Vietnam, Timur Leste, dan yang lainnya. Juara

umum diraih komisariat Malang dengan empat emas, tiga perak. Manager tim pencak silat IAIN, Suwanto S.Ag. MM. mengatakan, sebuah kebanggaan bagi kami, ternyata IAIN mampu meraih kejuaraan silat internasional. “Ada dua motivasi yang kami berikan kepada atlit. Pertama, dari keterbatasan itu kami bisa menciptakan prestasi yang luar biasa. Karena kesuksesan yang luar biasa itu kebanyakan dicapai oleh orang-orang yang terbatas. Kedua, super man team yes! Superman no! maksudnya untuk menjadi team yang solid harus meninggalkan ego individualisme,” ungkap kepala bina SKK IAIN. Amirudin selaku pendamping Lomba menambahkan, kami berlatih ekstra keras untuk meraih medali tersebut meski dengan fasilitas yang sederhana. “Saya tidak nyangka bisa memenangkan kejuaraan tersebut, karena yang ikut kejuaraan itu atlit Pelatnas” tandasnya.n

SMA PGRI Kendal Juara Lomba Futsal se-Jateng

S

Soim

MA PGRI Juara 1 Lomba Futsal se-Jateng di IAIN Walisongo Semarang. Sementara juara 2 diraih oleh SMA 13 Semarang. Disusul MA Taqwal Illah Tembalang sebagai juara 3. Mereka mendapatkan Tropi dari Pembantu Dekan III, serta uang pembinaan. Sementara pemain top scor diraih oleh Wahyono dari PGRI 01 Kendal. Sebanyak 22 team delegasi dari SMA/MA sederajat se-Jawa Tengah beradu strategi dalam Lomba Futsal yang diadakan BEM fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang di Gedung Serba Guna (GSG) IAIN Kampus 3, Senin - Selasa 14 – 15 Mei. Kegiatan lomba ini diadakan dalam rangka

12

Festival BEM Fakultas Syari’ah dan Dekan Cup. Pembantu Dekan 3 Fakultas Syariah, Achmad Arif Budiman, M.Ag. mengatakan, kegiatan Lomba ini dalam rangka sosialisasi kampus. Serta ajang mengukuhkan semangat para atlit berbakat di tingkat SMA. Selain itu kegiatan ini untuk menjalin silaturrahmi antar pelajar yaitu antar siswa dengan mahasiswa. Ketua panitia lomba mengharapkan, kagiatan ini tetap berlangsung tiap

tahun supaya kita bisa mencetak bibit atlit serta memberikan wadah untuk meraih prestasi yang lebih baik.n

Edisi April 2012

Buletin Dinamika Edisi Mei  

Buletin Dinamika Edisi Mei