Page 1


Permasalahan Kita Kantung plastik terbuat dari polyethene (PE), suatu bahan thermoplastic dari monomer etena. Data menunjukan volume sampah, khususnya sampah plastik di Indonesia mecapai 4000 ton sampah karung plastik perhari atau setara dengan massa 16 pesawat boeing 747. Dengan data itu, maka dapat diperkirakan selama satu tahun akan ada 100 miliyar kantong plastik. Dengan asumsi kantong plastik itu menghabiskan 12 juta barel minyak bumi tak terbaharui dengan harga minyak 100 USD/barel. Maka, dalam waktu satu tahu akan mengabiskan dana sekitar11 trilliun. Pada Negara lain begitu juga adanya. Maka mulai tahun 2011 ini, beberapa negara Eropa seperti Perancis, Swiss, Swedia. Denmark, Luxemburg, dan Monaco melarang penyediaan kantung plastik di supermarket dan swalayan. Jika ada supermarket atau swalayan ketahuan menyediakan kantung plastik untuk membawa belanjaan pelanggannya, akan dikenakan denda 250 Euro (sekitar Rp 2,5 juta) per pelanggan. Para pelanggan diharuskan membawa kantung belanjaan dari rumahnya masing-masing. Di San Francisco dan beberapa kota di Amerika Serikat, toko dan supermarket yang masih menyediakan kantung plastik dikenakan denda $100 (hampir Rp 1 juta) untuk pelanggaran pertama kali, dan meningkat denda $200 untuk pelanggaran berikutnya dan jika masih melanggar dikenanakan denda $500. Di Australia, toko-toko menjual green bags seharga satu dollar saja namun bisa dipakai berkali-kali. Di Perancis, supermarket (seperti Carrefour) tidak lagi menyediakan kantung plastik untuk tempat belanjaan. Jika pelanggan tidak membawa tas belanjaan sendiri, pihak supermarket akan memaksa konsumennya harus membeli plastik yang dapat dipakai berulang kali (reusable plastic) dan tas kain non-tenun (non-woven bags). Jika keberatan, maka pihak supermarket tidak akan melayani pembeli tersebut. Di Inggris, beberapa toko besar (seperti Tesco dengan Green Bag Scheme) memberi discount khusus senilai 1-4 Poundsterling bagi pembeli yang membawa sendiri tas belanjaan dari rumah.


Masalah Nasional Seorang ahli sekaligus aktivis dalam bidang lingkungan bernama David. Dia adalah dosen di Santa Clara University California berkata “Indonesia belum bisa dikatakan maju apabila belum bisa mengatasi masalah sampah�. Sekarang semuanya sudah terjadi dan bagaimana cara mengurangi atau bahkan mengatasi masalah sampah yang meraja lela???. Dari data diatas, tahukah kita semua negara yang dikabarkan sebagai anlantis yang tenggelam ini adalah penyumbang sampah plastik terbesar didunia. Indonesia memiliki andil yang luar biasa dalam pemakaian sampah plastik. Ini sangat luar biasa. Apabila dibandingkan antara negara berkembang den negara maju, memang yang paling memberi sumbangan besar rata-rata adalah negara berkembang. Dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan ada seseorang yang belanja ke pasar. Pasti walaupun berbelanja hanya sedikit, tas kantong yang digunakan adalah kantong plastik atau yang lebih dikenal sebagai kantong kresek. Masalah seirus dari sampah anorganik tidak berhenti di sampah plastiksaja. Di kota-kota besar dengan jumlah penduduk yang melebihi batas. Salah satu sampah anorganik yang sering menimbulkan masalah adalah sampah botol kaca. Permasalahan pokok kita adalah sampah yang semakin banyak, namun penangananya kurang. Lahan untuk Tempat Pebuangan Akhir(TPA) tidak dapat lagi di jadikan cara untuk mengatasi sampah. Sampah di buang untuk di atasi. Bukan untuk di biarkan menjadi gunung sampah. Sebelum terdapat lebih banyak lagi gunung sampah, kita harus segera melakukan upaya pencegahan Yakni dengan memanfaatkannya


1.Mengurangi jumlah limbah untuk mengurangi pencemaran atau kerusakan lingkungan. 2.Mengurangi penggunaan bahan atau sumber daya alam. 3.Mendapatkan penghasilan karena dapat dijual ke masyarakat . 4.Melestarikan kehidupan makhluk yang terdapat di suatu lingkungan tertentu. 5.Menjaga keseimbangan ekosistem makhluk hidup yang terdapat di dalam lingkungan. 6.Mengurangi sampah anorganik karena sampah anorganik ada yang dapat bertahan hingga 300 tahun ke depan. Alasan mengapa kita harus dapat sekreatif mungkin untuk mengolah limbah menjadi barang yang fungsional..adalah karena sampah dapat mengganggu keseimbangan bumi. Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai warga Bumi untuk turut berperan serta mengatasi peristiwa Pemanasan Global (Global Warming) dan Perubahan Iklim (Climate Change) yang sedang dialami Bumi, dimulai dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh semua orang dari rumah tempat kita tinggal.

Dan kami kelompok 7 memilih untuk membahas Reuse, Reduce, dan Recycle atau biasa kita sebut 3R adalah karena kami ingin memulai perbaikan dari hal kecil yang sering kita lupakan. hal yang kita lakukan di kehidupan sehari hari yang akan memiliki dampak panjang bagi bumi. Kita mulai perubahan untuk membantu mengurangi kerusakan yang timbul akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Mulai lakukan pada lingkungan sekitar kita,jika setiap orang dapat memanfaatkan barang yang tidak bernilai menjadi sesuatu yang fungsional,maka tidak akan ada barang rongsokan. Jika setiap orang mampu menyayangi lingkungannya maka tidak akan ada gunungan sampah yang semakin meninggi. Mulialah dari diri sendiri,dan ajaklah setiap orang yang kamu temui untuk menyayangi lingkungan. Jangan pernah ragu untuk memulai kebaikan.


Kita harus tahu, apa itu limbah ?? Limbah adalah benda yang dibuang, baik berasal dari alam ataupun dari hasil proses teknologi. Limbah dapat berupa tumpukan barang bekas, sisa kotoran hewan, tanaman, atau sayuran. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Kita perlu mengetahui apa saja jenis limbah itu, agar memudahkan kita saat akan mengelola limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Apa saja Jenisya? Berdasarkan sifatnya, limbah dibedakan menjadi dua golongan : Limbah yang dapat mengalami perubahan secara alami/organik (degradable waste = mudah terurai). Yaitu limbah yang dapat mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur, seperti daun-daun, sisa makanan, kotoran, dan lain-lain. Limbah yang tidak akan / sangat lambat mengalami perubahan secara alami/ anorgnik (nondegradable waste = tidak dapat terurai). Misalnya, plastik, kaca, kaleng, dan sampah sejenisnya. Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam, yaitu : 1.Limbah cair 2.Limbah padat 3.Limbah gas dan partikel 4.Limbah B3 (Bahan Brebahaya dan Beracun)

I

I


Langkah Kecil Kita

Langkah kecil yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah pemanasan global adalah 3R (Reduce, Reuse, Recycling).Pertama adalah Reduce sesuai dengan katanya yang berarti mengurangi. Maksud dari itu adalah kita harus menekan penggunaan sampah organik. Penekanan penggunaan ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Penekanan bisa dengan cara yang paling sederhana yaitu waktu berbelanja hendaknya membawa tas kantong sendiri yang dapat digunakan berkali-kali. Kedua adalah Reuse makna kata ini adalah menggunakan kembali. Batasam dari aspek ini adalah hanya sebatas menggunakan apa yang sudah digunakan. Pengaplikasian aspek ini misalnya adalah seperti yang ada di pasar loak. Disana dapat ditemukan barang yang bekas namun sekiranya masih bisa dipergunakan lagi. Menggunakan barang lagi lebih menguntungkan dari berbegai sudut pandang. Pertama, itu berpengaruh pada lingkungan sehingga tidak ada sampah yang dibuang karena sampah itu digunakan kembali. Kedua, dengan menggunakan barang kembali maka kita bisa berhemat dari segi finansial. Reuse ini sudah mencakup reduce. Ketiga adalah recycling atau dalam bahasa Indonesia mendaur ulang. Proses pendaur ulangan ini dilakukan pada sampah yang memang sudah tidak bisa atau kurang layak untuk dipakai lagi. Mendaur ulang suatu barang berarti kita mengurangi pembuatan barang baru serta menggunakan kembal i barang itu setelah didaur ulang.


Contoh Pelaksanaan

3R Berikut merupakan contoh dari reduce, reuse, dan recycling.

REDUCE 1.Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang. 2.Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar. 3.Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali). 4.Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. 5.Kurangi penggunaan bahan sekali pakai. 6.Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi. 7.Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu.

REUSE 1.Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, pergunakan serbet dari kain dari pada menggunakan tissu, menggunakan baterai yang dapat di charge kembali. 2.Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng. 3.Gunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. 4.Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis. 5.Gunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat. Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan

RECYCLING 1.Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai. 2.Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali. 3.Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos. Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat.


Karya Kami Ada dua karya yang akan dibuat di sini masing-masing bahan menjadi satu karya cipta. Pertama dari plastik. Kali ini plastik akan diolah menjadi bros yang dapat digunakan sebagai asesoris. Kedua adalah sampah kaca. Sampah kaca tersebut akan diolah menjadi lampu templek atau bisa di sebut dengan sebutan ublik modern. Bahan diatas adalah murni bahan bekas yang sudah dibuang. Barang kerajinan tersebut dibuat oleh tangan kami sendiri.

Berikut merupakan alat, bahan, dan cara pembuatan . A.Pembuatan Bros Alat dan bahan:

Langkah-langkah dalam pembuatan:

a)Cata kaca b)Cat kaca opac c)Glitter d)Pin e)Gunting f)Sped g)Tiner h)Lem bakar i)Korek

a)Persiapkan peralatan yang di butuhin b)Gunting botol plastik jadi bentuk daun dan mahkota, buat dua ukuran mahkota yang berbeda c)Tempelkan bentuk daun ke pin, dengan cara bakar dulu lem batangnya dengan korek api sampai lumayan meleleh dan colekan ke bentuk daun lalu secepatnya tempelkan ke pin, d)Kemudian panasi bentuk daun itu dengan korek api, sehingga bentuk daun itu membengkok sesuai arah kita ketika memanasi bentuk daun itu e)Cat bentuk daun itu f)Lalu tempelkan bentuk mahkota yang agak besar ke pin dengan cara seperti di no.3 dan no.4 lalu kemudian cat dengan warna yang di inginkan. Usahakan jumlah mahkotanya ganjil g)Lalu untuk bentuk mahkota yang agak kecil ukurannya, beri perlakuan yang sama juga seperti no.3, no.4, dan lalu cat sesuai dengan keinginan h)Untuk mempercantik tampilan bros , taburkan glitter dengan warna yang di inginkan di tengan atau sekitar mahkota tersebut atau tambahkan aksen bergaris dengan cat yang di tuangkan melalui suntikan Diamkan sejenak bros itu agar kering warnanya. Lalu kemas dalam plastik

Dokumentasi saat pembuatan Bros


Alat dan bahan :

Langkah-langkah dalam pembuatan:

a)Pisau kaca a)Penggaris b)Pensil c)Penghapus d)Kertas HVS e)Pisau asah f)Gunting g)Jangka h)Kaca i)Sandal bekas j)Kaleng minuman karbonat k)Benang katun l)Bungkus rokok m)Lem silicont n)Solasi o)Minyak Jelanta Korek

a)Siapkan alat dan bahan yang di perlukan b)buat pola desain di kertas HVS dengan bentuk semenarik mungkin umumnya persegi , segi empat dll dalam hal ini kita membuat bentuk segi empat c)setelah digambar potong kaca dengan pisau kaca sesuai pola yang di inginkan dengan ketinggian 10 cm dan lebar 6 cm d)setelah berbentuk potongan kaca tersebut itu de lem dengan menggunakan lem silicont atau juga biasanya di sebut lem kaca e)Setelah itu potong solasi kecil-kecil untuk perekat sementara lem pada potongan kaca f)Diamkan selama 4 jam g)setelah itu buat pelampung menggunakan karet sandal bekas sesuai dengan pola segitiga setelah itu kain katun sebagai sumbu kemudian kain katun tersebut di masukkan dalam pelampung yang telah di buat tadi. Setelah jadi isi tabung kaca tersebut menggunakan minyak jelanta sebagai bahan bakar, lalu taruh pelampung dan di nyalakan.

Dokumentasi saat pembuatan ublik modern dan uji coba nyala api pada ublik.


Bumi adalah planet hidup yang berada di galaksi bima sakti dalam alam semesta. Bumi dikatakan hidup karena terdapat kehidupan di dalamnya. Penghuni bumi yakni manusia, binatang, tumbuhan, dan segala hal yang ada di dalamnya, yang membentuk suatu rantai kehidupan. Segala hal tersebut saling terkait dan terikat, saling membutuhkan untuk dapat bertahan hidup. Manusia sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan dengan sempurna haruslah dapat menjaga keseimbangan bumi sebagai tempat manusia bernafas. Kerusakan di bumi saat ini,tidak lain dan tidak bukan adalah salah kita.Kita mengeksploitasi bumi tanpa memikirkan dampak kedepan bagi bumi dan diri kita.

SOUVENIR CANTIK LIMBAH DAUR ULANG  

Group 7 OR IAAS LC UB 2012

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you