Page 1

SEWAKA DHARMA Media Informasi Pelayanan Publik

EDISI - No.3 Tahun 2013

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 1 of 20 - Pages(40, 1)

“GRAHA SEWAKA DHARMA” z Kawasan Lumintang segera ditata

Balipromo Art & Disign

40

Balipromo Art & Disign

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

2/15/2014 2:14:26 AM


DARI REDAKSI

Sewaka dharma

Sewaka dharma

FOKUS LENSA

Membangun Kota Berwawasan Budaya W

AKTU terus berputar, derap langkah terus melaju, Begitu juga pembangunan di Denpasar terus bergerak selaras dengan perjalanan sang waktu. Pembangunan Denpasar khususnya dalam bidang infrastruktur dikemas sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam era globalisasi sekarang ini, masyarakat perkotaan khususnya tentu sangat haus dengan layanan publik yang murah, praktis, dan cepat. Tidak berbelitt-belit dan membutuhkan waktu yang sangat singkat. Konsep itulah yang kini tengah dirancang dalam pembangunan Denpasar ke depan. Kita bisa melihat dalam tulisan di majalah kali ini, bagaimana Bappeda Kota Denpasar merancang desain pembangunan Kota Denpasar ke depan. Di tempat baru itu nantinya akan dibangun sebuah kota yang lengkap dengan taman rekreasi serta pelayanan perizinan yang terpadu. Konsep ini jelas dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat berurusan dengan pemerintah kota. Dalam rancangan yang telah disusun Bappeda Kota Denpasar tersebut memperlihatkan, sebuah rancangan kota masa depan. Kota masa depan tidak saja menjadi pusat pemerintahan, juga menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat kota, seperti tempat rekreasi dan lain-lainnya. Malahan dalam rancangan tersebut terlihat jelas, ruang-ruang yang disiapkan di sini hampir menyuluruh, dari kegiatan olah raga, sampai tempat rekreasi bagi anak-anak. Malahan sebuah kolam besar akan dibuat di sini, agar menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak dan orang dewasa melepaskan penatnya. Semua tempat aktivitas tersebut dirancang berdasarkan konsep pembangunan yang ramah lingkungan. Kemudian Pemkot Denpasar melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa secara berkesinambungan melaksanakan pembinaan kepada pengelola pasar dan pedagang untuk memberikan arahan dalam pengelolaan dan penataan pasar tradisional, sehingga memiliki kesamaan cara pandang dalam menciptakan pasar ramah dan segar. Tidak saja pembinaan kepada pengelola, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Pemkot Denpasar juga telah melakukan pembinaan kepada pedagang pasar, serta mencari pedagang pasar teladan. Hal ini untuk lebih memotivasi para pedagang lain sehingga mampu menciptakan rasa nyaman bagi pengunjung saat berbelanja di pasar tradisional. Di samping itu pasar tradisional dalam pengelolaannya masih mengalami kesulitan untuk melakukan penataan yang lebih tertib terhadap para pedagang, salah satunya zonasi bagi pedagang yakni pengelompokan pedagang sesuai dengan jenis komoditi dagangannya. Konsep membuat sebuah pasar tradisional ini juga dimaksudkan agar pasar rakyat ini bisa juga menjadi sebuah objek wisata. Tidak hanya itu dengan menata pasar tradisional ini diharapkan masyarakat Denpasar mulai menyadari pentingnya kebersihan. Juga mampu meningkatkan daya beli masyarakat setempat. Di sisi lain, pasar tradisional ini diharapkan mampu bersaing dengan pasar-pasar moderen, seperti swalayan dan mini market yang belakangan ini mulai menyerbu desa. Semoga tulisan yang ada dalam majalah ini bisa memberikan pengetahuan Anda tentang bagaimana Pemerintah Kota Denpasar membangun infrastruktur

Penasehat : 1. Walikota Denpasar, 2. Wakil Walikota Denpasar. Pembina : 1. Sekretaris Daerah Kota Denpasar, 2. Asisten Administrasi Pemerintahan Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Pemimpin Redaksi : Rahoela, Redaktur : I Wayan Denda, S.Sos, Wakil Redaktur : Dewa Gde Rai, S.Sos, Msi, Redaktur Pelaksana : 1. I Wayan Budha, Sip, 2. Anak Agung Ngurah Mahendra, SS, Editor : 1. KS Wendra, 2. I Putu Oka Santosa, Fotografer : Gusti Ketut Sudiatmika, Layout : 1. I Wayan Purbawa, S.Sn, 2. A.A. Made Yudisthira, S.Sn, Penulis/kontributor : 1. Unsur kelompok ahli pembangunan Pemerintah Kota Denpasar, 2. Unsur satuan perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, 3.Unsur wartawan, 4. Unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Masyarakat, 5. Unsur Akdemisi, Desain Grafis : Balipromo Art & Disign

SSEWAKA EWAKA DHARMA DHARMA Media Informasi Pelayanan Publik

2

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 2 of 20 - Pages(2, 39)

EDISI - No.5 Tahun 2013

Kantor DPRD Kota Denpasar

39

2/15/2014 2:14:34 AM


FOKUS LENSA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

DAFTAR ISI

DARI REDAKSI....................................................................................... 2 DAFTAR ISI............................................................................................ 3

SAJIAN UTAMA

Pembangunan Infrastruktur “Graha Sewaka Dharma� Sebagai Prioritas Pembangunan Pemerintah Kota Denpasar Guna Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik........................................................4

Tingkatkan Layanan Publik................................7 MEMBANGUN PENATAAN KOTA BERWAWASAN BUDAYA............12 TAMAN. Taman kota menghiasi perempatan dan pertigaan jalan. Kota Denpasar semakin cantik.

Pemerintah Kota Denpasar

Komit Bangun Infrastruktur Jalan Yang Berkualitas...............15

Mengemas Layanan Publik Bernuansa Budaya Bali........18 Layanan Publik Tingkatkan Daya Saing Bangsa..................19 Layanan Publik Yang Transparan Dambaan Masyarakat Kota..........................................................20

Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan..............................22 Mewujudkan Denpasar Bersih

DKP Programkan Penambahan Sarana dan Prasarana Memadai.....25 Revitalisasi Pasar Desa, Pilar Pengembangan Ekonomi Kerakyatan....27

Moderenisasi Pasar Rakyat, Memperkuat Daya Saing....28

41,4 Milyar Untuk Membangun Infrastuktur Pendidikan...30 Merancang Transportasi Perkotaan yang Aman dan Nyaman....31 Sekot Denpasar Rai Iswara (kiri) saat melakukan kunjungan kerja.

38

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 3 of 20 - Pages(38, 3)

Perkembangan Jaringan di Kota Denpasar......32 3

2/15/2014 2:14:43 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

FOKUS LENSA

Pembangunan Infrastruktur “Graha Sewaka Dharma” Sebagai Prioritas Pembangunan Pemerintah Kota Denpasar Guna Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Oleh : Putu Rumawan Salain

Walikota Denpasar IB Rai Mantra saat Kunker di Denpasar Barat.

Transportasi publik “Sarbagita” merupakan hasil nyata upaya bersama untuk melayani peningkatan kualitas pelayanan transportasi bagi masyarakat.

D

I penghujung akhir tahun 2013 ini setidaknya ada beberapa catatan penting yang akan dihadapi masyarakat dan Pemerintah Kota Denpasar ketika menapak kilauan surya tahun 2014, yaitu perhelatan politik nasional ditandai pemilihan calon legislatif dan kepemimpinan nasional. Bersamaan dengan itu pula di tingkat 4

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 4 of 20 - Pages(4, 37)

provinsi maupun kabupaten / kota se Bali berlangsung pemilihan anggota legislatif, termasuk utusan daerah. Kegiatan di atas akan banyak menyita waktu, menguras tenaga dan pikiran serta biaya yang banyak dengan hasil belum tentu sesuai dengan yang diharapkan oleh semua pihak. Kabinet Indonesia Bersatu yang akan

berakhir pada tahun 2014 memiliki program penting dalam upayanya meningkatkan kinerja birokrat Indonesia yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2012 tentang grand design reformasi birokrasi. Pemerintah selanjutnya telah menetapkan sasaran jangka panjang reformasi birokrasi, yaitu

IGN Jaya Negara saat Kunker

Kantor PU Kota Denpasar 37

2/15/2014 2:14:50 AM


FOKUS LENSA

Sewaka dharma

Sewaka dharma terwujudnya birokrasi pemerintahan yang profesional dan berintegritas tinggi serta menjadi pelayan masyarakat pada tahun 2025. Sedangkan sasaran jangka pendek yang akan diwujudkan pada 2014 antara lain :

1). Jumlah aparatur yang proporsional. 2). SDM aparatur yang professional. 3). Pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. 4). Pelayanan publik yang prima. 5). Birokrasi yang capable dan accountable. 6). Peningkatan mobilitas aparatur antar daerah dan antara pusat dan daerah. 7). Perbaikan sistem remunerasi PNS, dan lain lainnya. Pada bulan Februari mendatang Kota Denpasar akan berusia 226 tahun; peringatan hari ulang tahun tersebut dan berbagai kegiatan yang telah di agendakan seperti peringatan masing-masing hari Tumpek, Pesona Pulau Serangan, Sanur Vallage Festival hingga Denpasar Festival dan hari besar kenegaraan dan keagamaan akan mengerucut dan memadat baik di pemerintahan, maupun di masyarakat. Dengan demikian tahun 2014 bagi Kota Denpasar, khususnya para birokrat akan menghadapi pekerjan besar yang melelahkan tanpa mengenyampingkan program pembangunannya serta pelayanan publik bagi masyarakat. Disamping itu perlu juga diingat bahwa Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 6 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Denpasar tahun 2010–2015 akan berakhir setahun setelah perhelatan besar diatas. Artinya setelah 2014 menuju 2015 Pemerintah Kota Denpasar disamping harus tetap menjalankan program-programnya juga sekaligus harus berbenah diri melalui evaluasi terhadap persiapan RPJMD berikutnya; bukan hanya kepada hasil, akan tetapi juga proses dan yang terpenting adalah arah. Sudahkah arah pembangunan atas dasar visi “Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan” mencapai sasaran? Di t ahun 2015 itu juga perhelatan besar di tingkat kota berupa pesta demokrasi untuk memilih walikota beserta wakilnya akan berlangsung. Dapat dibayangkan betapa padatnya acara para birokrat, politisi, pengusaha, dan masyarakat atas dasar kepentingannya. Salah satu dari lima misi untuk mewujudkan visi pembangunan Kota Denpasar tahun 2010–2015 adalah “Meningkatkan Pelayanan Publik menuju Kesejahteraan Masyarakat”, Ada pun jabaran dari misi tersebut disampaikan sebagai berikut : 36

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 5 of 20 - Pages(36, 5)

. . . . . . . .

Meningkatkan aksesbilitas dan kualitas pendidikan. Meningkatkan aksesbilitas dan kualitas kesehatan. Meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan sosial. Meningkatkan kualitas hidup dan peran perempuan serta perlindungan anak. Menanggulangi kemiskinan.

Mengatur pos dan telekomunikasi. Meningkatkan pelayanan kependudukan dan keluarga berencana dan keluarga sejahtera serta pemuda dan olah raga. Mencegah dan menanggulangi bencana.

Pemerintah Kota Denpasar secara sistematis dan terstruktur melakukan pelbagai upaya untuk melaksanakan ke delapan jabaran tersebut diatas secara sendirisendiri maupun saling terkait. Misalkan dalam upaya menanggulangi kemiskinan tidak hanya membantu si miskin dalam bentuk bedah rumah saja, melainkan juga berupaya melalui peningkatan aksesbilitas dan pemerataan pendidikan, kesehatan, maupun tingkat kesejahteraannya. Peningkatan dalam pendidikan dipandang akan mampu sebagai lokomotif untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraannya, atau sebaliknya. Begitu pula sangat disadari bahwa dengan mengatur pos dan telekomunikasi banyak hal dapat dilakukan dengan mudah, cepat, akurat seperi misalnya dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem on line. Disamping itu perlu dicatat pelbagai prestasi kinerja yang telah dicapai maupun yang akan dicapai oleh pemerintah kota adalah, Kota Layak Anak, Kota Pusaka, Kota Sehat, dan lain sebagainya. Dalam hal pembangunan infrastruktur (sarana dan prasarana) sebagai dasar perekonomian Pemerintah Kota Denpasar senantiasa melakukan kewajibannya sesuai dengan kemampuannya. Adapun infrastruktur yang masuk dalam RPJM 2010-2015 adalah sebagai berikut : 1. Sumber Daya Air.

2. Perumahan dan Permukiman, Peningkatan dan Pengembangan 3. Sarana dan Prasarana Sistem Perhubungan, seperti misalnnya : Prasarana Jalan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan. Banyak hal yang telah diperbuat untuk peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana sistem perhubungan di kota Denpasar. Mengingat letak startegis dan beragam fungsi yang diembannya, menjadikan kota Denpasar kian padat sehingga kebutuhan akan perumahan dan permukiman juga ikut meningkat dan itu akhirnya berdampak pula pada kebutuhan air bersih. Makin tingginya penggunaan air bawah tanah akan berdampak pada intrusi air laut yang semakin mendekati pusat Kota Denpasar (laporan studi terakhir sudah melampaui batas desa Sesetan).

SAJIAN UTAMA

Demikian pula semakin banyaknya alih fungsi lahan menjadikan kota kian rentan dengan bahaya banjir. Kebutuhan atau perolehan air bersih bagi seluruh masyarakat menjadi prasyarat dalam capaian MDGs 2015 mendatang. Sistem perkotaan Sarbagita (DenpasarBadung-Gianyar-Tababan) menjadikan ke empat kota/kabupaten tersebut harus menampilkan struktur dan pola ruang yang utuh dan saling membutuhkan. Transportasi publik “Sarbagita” merupakan hasil nyata upaya bersama untuk melayani peningkatan kualitas pelayanan transportasi bagi masyarakat. Adanya pengumpan bagi penumpang Bus Sarbagita dipandang menyedot dana cukup besar jika tidak dibarengi dengan gerakan pro public transport. Harapannya semoga dimasa mendatang trasnportasi khusus bagi anakanak sekolah dapat diwujudkan setelah melalui kajian sistem rayonisasi untuk sekolah-sekolah. Penguraian kemacetan diharapkan dapat dilakukan melalui penyediaan kantong-kantong parkir, pelarangan parkir di badan jalan serta ketegasan dari penegakan dan pelaksaannaan tata ruang dan ketentuan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Pada hakekatnya pembangunan adalah menyediakan berbagai keinginan dan kebutuhan masyarakat. Masyarakat “manusia” adalah bukan objek semata dalam pembangunan. Di Kota Denpasar masyarakat adalah subjek dari pembangunan. Oleh karenanya pembangunan tidak statis, melainkan dinamis mengikuti dinamika kehidupan dan penghidupan “budaya” masyarakatnya. Atau dengan kata lain dapat juga dipandang bahwa Pembangunan tidak selalu berdimensi uang atau ekonomi, pembangunan bagi Kota Denpasar adalah bagiamana masyarakatnya bahagia, berumur panjang, dan tentunya ada kandungan nilai etika-moral-estetika di dalamnya. Dengan demikian Denpasar Kota Kreatif ada dalam bingkai budaya unggul adalah kata kunci yang dipergunakan untuk membuka pintu masa depan. Tuntutan masyarakat yang kreatif adalah kemudahan, ketersediaan, kepastian, dan tentu kejujuran “transparansi”. Tuntutan sangat seiring dengan perkembangan IPTEK dimana lebih menggantungkan diri kepada kemampuan teknologi ketimbang sentuhan rasa yang disajikan oleh setiap insan masyarakat kota. Keringnya humanisme dikarenakan IPTEK diharapkan tumbuh rasa “sense of belonging” atas dasar tat twam asi; sehingga ada dialog atau komunikasi diantara para pihak. Kekuatan menyama braya, gotong royong, ngeh, dan lainnya jangan sampai hilang, walaupun paper less akan menggantikan sistem administrasi hendaknya jangan sampai 5

2/15/2014 2:14:58 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma C. Target dan Realisasi Keuangan (Retribusi) Jika dilihat dari data retribusi dari tahun 2008 sampai dengan bulan September 2012, BPPTSP&PM menunjukkan peningkatan kinerja yang sangat signifikan, hal ini dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini:

SAJIAN UTAMA

SMS Gateway BPPTSP&PM Kota Denpasar memberikan layanan informasi kepada masyarakat melalui SMS untuk melihat status permohonan ijin dengan mengirim sms ke 081246744000 dan juga melakukan pemberitahuan ijin telah terbit/ditolak melalui SIM.

dari data diatas menunjukkan bahwa realisasi keuangan melebihi dari target yang telah ditetapkan, berikut grafik retribusi : PELAYANAN. Graha Sewaka Dharma untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam urusan perizinan.

menjadikan masyarakat Kota Denpasar koh ngomong! Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi disatu sisi menuntut peningkatan pelayanan yang berada pada bingkai cepat, akurat, dan benar dengan konsep efektif dan efisien. Dalam konsep efektif dan efisien dimaksudkan dengan pemanfaatan orang dan waktu yang bermuara pada penghematan biaya, tenaga kerja, serta cepat dan tepat sasaran. Akan tetapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saja dalam peningkatan pelayanan publik tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan perubahan mind s e t dari para warga pengusungnya “birokrat�. Reformasi Birokrasi dipandang merupakan suatu mekanisme yang sangat relevan untuk mensinerjikan antara berbagai kemajuan dan tuntutan jaman dengan para penyelenggara pemerintahan dipelbagai bidang layanan khususnya pelayanan publik. Kepuasan pelayanan publik menjadi kata kunci terhadap keberhasilan reformasi birokrasi. Kota Denpasar sebagai kota yang memiliki keanekaragaman fungsi menjembatani persoalan reformasi birokrasi dengan basis kearifan lokal yaitu Sewaka Dharma, yang artinya Melayani adalah Kewajiban. Sewaka Dharma akan berhenti di 6

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 6 of 20 - Pages(6, 35)

tataran motto sebagai wacana agung jika tidak didukung oleh perbahan sikap dan orientasi dari para birokrat dan semakin tidak bermakna jika tidak ada wujud fisik “monumen� yang memfasilitasi kebutuhan pelayanan masyarakat. Wujud fisik berupa monumen pelayanan publik menjadi perlu dan penting bukan hanya sebagai penanda dan pertanda melainkan juga sebagai fasilitas berkumpulnya

Banyak pihak berpendapat bahwa reformasi birokrasi tertinggal dibandingkan dengan reformasi di bidang ekonomi, politik, dan hukum. para kaum urban sebagai makhluk sosial untuk bersosialisasi. Banyak pihak berpendapat bahwa reformasi birokrasi tertinggal dibandingkan dengan reformasi di bidang ekonomi, politik, dan hukum. Padahal reformasi birokrasi telah dimulai sejak tahun 1998 yang lalu. I.B Rai Dharmawijaya Mantra selaku

Walikota Denpasar menyadari betapa beratnya tantangan Kota Denpasar jika berbagai persoalan yang sedang dan akan terjadi tidak terprogram dalam target kinerja. Basis kinerja harus dapat menjadi alat ukur capaian suatu program dengan menyertakan kajian tentang program yang tidak berhasil dilaksanakan. Berbagai upaya peningkatan kualitas SDM maupun koordinasi antar institusi selalu dilakukan agar terjadi kesatuan tafsir tentang job description masingmasing. Guna merealisasikan program-program pembangunan, Pemerintah Kota Denpasar digerakkan oleh 11 Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, 10 Badan, 3 Asisten, 16 Dinas 1 Satuan Polisi Pamong Praja dan 1 Inspektorat dengan didukung oleh seluruh SDM aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar terhitung pada 30 Juni 2013 berjumlah 7.596 orang (mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah). Jumlah tersebut melayani kepentingan atau keperluan penghidupan dan kehidupan masyarakat Kota Denpasar yang berjumlah 788.589 jiwa pada tahun 2010 yang lalu. Dengan demikian seolah-olah setiap pegawai melayani sekitar 104 penduduk segala usia. 35

2/15/2014 2:15:03 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

SAJIAN UTAMA

BPPTSP&PM Kota Denpasar DALAM rangka penataan dan penguatan kelembagaan di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar maka pada tanggal 27 desember 2012 ditetapkanlah Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 14 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 8 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah. Perubahan peraturan daerah tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan kelembagaan yang semula berbentuk dinas menjadi badan yakni Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal yang disingkat BPPTSP&PM . Perubahan kelembagaan tersebut juga mengakibatkan perlunya perubahan regulasi pelayanan perijinan di Kota Denpasar. Disamping hal tersebut diatas penguatan kelembagaan ini juga merupakan tindak lanjut pelaksanaan Instruksi Presiden. Penyederhanaan pelayanan perijinan seperti yang tertuang dalam Peraturan Walikota Denpasar Nomor 16 Tahun 2010 meliputi: 1. Bidang Perindustrian dan Perdagangan terdiri dari; Ijin Usaha Industri, Surat Ijin Usaha Perdagangan, IUBB, Ijin Depot Air Minum, Surat Ijin Usaha Perdagangan Minuman Bearalkohol, Ijin Usaha Toko Modern (IUTM), Ijin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional (IUP2T), Ijin Usaha Pusat Perbelanjaan (IUPP) 2. Bidang Pariwisata terdiri dari; Ijin Usaha Hotel Melati, Ijin Usaha Rumah Makan, Ijin Usaha Bar, Ijin Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum, Ijin Usaha Pondok Wisata, Ijin Usaha Jasa Boga 3. Bidang Kesehatan Ijin Penyelenggaraan Optikal, Surat Ijin Kerja Perawat, Ijin Balai Pengobatan/Klinik, Surat Ijin Kerja Perawat Gigi, Ijin Penyelenggaraan Rumah Bersalin, Surat Ijin Kerja Refraksionis Optisen, Surat Ijin Kerja Aiasten Apoteker (SIKAA), Ijin Penyelenggaraan Klinik Kecantikan, Ijin Apotek, Ijin Pedagang Eceran Obat, Ijin SPA. 4. Bidang Pekerjaan Umum terdiri dari : Ijin Usaha Jasa Konstruksi, Ijin Penggalian Jalan 5. Bidang Lingkungan Hidup terdiri dari; Surat Iijin Tempat Usaha, Ijin Gangguan/HO 6.Bidang Tata Ruang dan Perumahan terdiri dari; Ijin Lokasi, Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT), Persetujuan Prinsip Membangun, Ijin Prinsip Tower, Ijin Prinsip Pemondokan Ijin Pemondokan, Ijin Mendirikan Bangunan Penyederhanaan pelayanan perijinan ditetapkan untuk perpanjangan perijinan dan diberikan kepada pemohon apabila fungsi ijin yang dimiliki tidak mengalami perubahan. Secara umum persyaratan untuk perpanjangan ijin hanya perlu melampirkan : Ijin Lama Fotocopy KTP Surat Pernyataan : a. Tidak pindah lokasi/kepemilikan b. Tidak ada perluasan dan pengembangan usaha. c. Usaha masih beroperasi. A. Penerbitan dan Penolakan Waktu Ijin Total permohonan ijin yang masuk dari tahun 2008 sampai dengan September 2013 sebanyak 53.553, jumlah ijin yang telah terbit sebanyak 45.063 dan jumlah ijin yang telah ditolak sebanyak 4.988 ijin. Berikut tabel

data perijinan :

Dari data tersebut diatas, dapat tertuang seperti pada grafik dibawah ini : Darii data terseebut diatas,, dapat terttuang seperrti pada grrafik dibaw wah ini : 14 4000 12 2000 10 0000 8 8000

Permoho onan

6 6000

Diterbitkkan

2 2000 0 20 008

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 7 of 20 - Pages(34, 7)

2009 9

2010

2011

2012

2 2013

B. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) BPPTSP&PM menggunakan pengukuran kinerja (IKM) atas setiap pelayanan perijinan yang dilakukan, namun baru terbatas pada pelayanan ijin yang telah diterbitkan saja. Berikut data rata-rata IKM dari tahun 2008 sampai dengan bulan September tahun 2013 :

TINJAU. Menteri Hatta Rajasa ketika meninjau Graha Swaka Dharma.

Tingkatkan Pelayanan Publik! Dari data rata-rata IKM tersebut diatas dapat dilihat bahwa kisaran nilai IKM masih dalam interval baik (62,51 – 81,25) dan tertuang pada grafik dibawah ini :

81 80 79 78 77 76 75 74 73 72 71 70

IKM

20008 34

Ditolak

4 4000

20009

20110

20111

2012

2013

Prioritas pelayanan publik yang diwadahi dalam Graha Sewaka Dharma adalah yang berkaitan dengan perijinan.

B

ERDIRINYA Graha Sewaka Dharma merupakan jawaban nyata bahwa peningkatan pelayanan publik tidak hanya dapat berlangsung oleh karena canggihnya teknologi, akan tetapi yang penting adalah bagaimana wadah tersebut bersinerji dengan para karyawan “birokrat�, dengan masyarakat yang dilayani dan pas dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Setidaknya keberadaan Graha Sewaka Dharma yang telah diresmikan pada 27 Februari 2013, sekaligus dengan HUT Kota Denpasar yang ke 225 telah mengundang apresiasi beberapa pejabat dari Jakarta. Pejabat dimaksud antara lain, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Denpasar yang telah memiliki fasilitas pelayanan yang tinggi seperti ini dapat meningkatkan daya saing bangsa.. Pejabat lainnya yaitu Eko Prasojo selaku

Wakil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, beliau memberikan apresiasi yang sangat besar karena telah memilih gagasan yang baik dan cemerlang dengan mewujudkan secara nyata praktek pelayanan publik kepada masyarakat. Walikota Denpasar menyatakan bahwa sesungguhnya Graha Sewaka Dharma ditujukan untuk menyatukan pelayanan masyarakat. Di samping itu juga dimaksudkan agar lebih representatif dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Berbagai perijinan yang sebelumnya membutuhkan waktu proses yang lama, kini dapat dipangkas lebih singkat, cepat, murah, dan tentunya bebas dari biaya siluman. Berbagai perijinan dimaksud mencakup Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Ijin Usaha Perdagangan, Pengurusan KTP, Ijin Tenaga

Kerja, Ijin Reklame, dan lainnya (http:// metrobali.com). Setidaknya pelayanan perijinan tersebut terpancar maksud untuk memuliakan dan memanjakan masyarakat melalui pelayanan prima sesuai dengan yang diharapkan dalam grand design reformasi birokrasi dimana salah satu sasaran jangka pendeknya adalah pelayanan publik prima. Untuk itu Pemerintah Kota Denpasar telah berkomitmen melaksanakan pelayanan prima kepada masyarakat ditingkatkan melalui penerapan teknologi dan informasi. Pelayanan publik yang prima berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) selanjutnya dikenal dengan e-Sewaka Dharma. Dikatakan pula bahwa proses perijinan dengan e-Sewaka Dharma dapat melayani masyarakat tanpa harus ke kantor, masyarakat juga sangat dipermudah misalnya untuk mengetahui berbagai informasi tentang 7

2/15/2014 2:15:06 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

SAJIAN UTAMA

Pelayanan publik yang prima berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) selanjutnya dikenal dengan e-Sewaka Dharma. Dikatakan pula bahwa proses perijinan dengan e-Sewaka Dharma dapat melayani masyarakat tanpa harus ke kantor,

status lingkungan hidup, kalender berbagai kegiatan tentang seni dan budaya, ataupun juga pameran, seminar, loka karya, dan lain sebagainya. Melalui alat komunikasi dalam genggaman masyarakat akan dimanjakan dengan berbagai layanan maya yang dioperasikan melalui Graha Sewaka Dharma. Kehadiran Graha Sewaka Dharma

menurut hemat kami bukanlah sekedar wadah berkoordinasinya beberapa SKPD dibawah satu atap untuk melayani masyarakat agar lebih efisien dan efektif, atau juga sebagai ruang berinteraksinya diantara staf lintas sektor, masyarakat dengan masyarakat, dan masyarakat dengan birokrasi belaka. Namun dibalik itu Graha Sewaka

DAFTAR BACAAN : Bappeda dan BPS Kota Denpasar. 2011. Denpasar Dalam Angka 2011. Denpasar. Bappeda Kota Denpasar. 2011. Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Denpasar Tahun 2010-2015. Denpasar. Bappeda Kota Denpasar. 2013. Prosiding Seminar Internasional Reformasi Birokrasi 2013 “Akselarasi Reformasi Birokrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Budaya Unggul” Kerjasama Bappeda Kota Denpasar dengan Fakultas Sastra Universitas Udayana. Denpasar. Mantra, Ida Bagus Wirawibawa, Dkk.2013. Implementasi Sewaka Dharma dalam Pelayanan Publik di Kota Denpasar. Kerjasama Bappeda Kota Denpasar dengan Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Denpasar. McRae,Hamish. 1995. Dunia di Tahun 2020. Binarupa Aksara. Jakarta. Prasojo, Eko. 2013. Reformasi Birokrasi Program, Tantangan dan Harapan, dalam Prosiding Seminar Internasional Reformasi Birokrasi 2013 “Akselarasi Reformasi Birokrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Budaya Unggul” Kerjasama Bappeda Kota Denpasar dengan Fakultas Sastra Universitas Udayana. Denpasar. 8

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 8 of 20 - Pages(8, 33)

Dharma adalah sebuah infrastruktur fisik, sebuah monumen yang menjadi petanda dan penanda akan kebangkitan spirit pembangunan yang berparadigma melayani masyarakat. Dia juga menjadi monumen arsitektur tradisi sebagai warisan kearifan lokal yang berwajah kekinian atau arsitektur kekinian yang bernuansa tradisi. Dia menjadi bukti sekaligus saksi bagaimana warisan kearifan lokal “tradisi” berkolaborasi dengan kreatif menghasilkan karya baru dalam bingkai hybrid. Hibriditas kearsitekturannya terkandung maksud ataupun makna untuk menjawab tantangan tentang spirit Green Archit e c t u r e yang dipayungi oleh S m a r t Planning Green City. Itulah sebabnya sebutan infrastruktur bagi Graha Sewaka Dharma dimunculkan sebagai sebuah monumen yang mensinerjikan visi dan misi pembangunan di Kota Denpasar mencapai tujuan, menjadi contoh sekaligus menuai prestasi. Keberhasilan meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia pada tahun 2012 bagi Pemerintah Kota Denpasar atas laporan keuangannya, merupakan cermin dari keberhasilan pelayanan publik yang merupakan salah satu target dalam reformasi birokrasi.

Salain, Putu Rumawan. 2013. Institutional Coordination on the Development of Denpasar City Based on Culture; A Conceptual Monitoring. In Proceeding of International Seminar on Bureaucratic Reform 2013 “Accelerating Bureaucratic Reforms Based on Local Wisdom and Cultural Excellence”. Regional Planning and Development Agency City of Denpasar with Faculty of Letter Udayana University. Denpasar. Salain, Putu Rumawan. 2013. Peningkatan Pelayanan Publik di Bidang Perijinan di Kota Denpasar. Materi Kembang Rampai Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Kota Denpasar. Bappeda. Denpasar. Tambunan, Emil. H. 1991. Kunci Menuju Sukses dalam Manajemen dan Kepemimpinan. Indonesia Publishing House. Bandung. Sumber Peraturan : Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2012 tentang grand design Reformasi Birokrasi. Sumber Internet: http://metrobali.com. Sewaka Dharma. Diunduh 12 Desember 2013.

tata ruang kota Pengaturan penyelenggaraan menara telekomunikasi perlu dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan menara telekomunikasi yang fungsional dan handal sesuai dengan fungsinya serta sesuai dengan asas keselamatan, keamanan, kesehatan, keindahan, kaidah tata ruang dan keserasian dengan lingkungan serta kejelasan informasi dan identitas. Penempatan lokasi menara telekomunikasi, harus sesuai dengan cell plan yang telah ditetapkan berdasarkan kajian teknis dan memperhitungkan zona dan kawasan wilaya zona cell plan yang telah ditetapkan dan dipergunakan untuk menara bersama. Disamping itu yang lebih penting adalah pembangunan menara telekomunikasi harus memperoleh izin dari Walikota atau pejabat yang ditunjuk. Kota Denpasar merupakan lokasi yang strategis bagi penyedia menara telekomunikasi yang bekerjasama dengan kontraktor menara untuk mendirikan menara. Hal ini dikarenakan Kota Denpasar merupakan pusat pemerintahan, bisnis dan juga perdagangan, sehingga banyak sekali berdiri menara menara telekomunikasi baik yang berupa menara tipe Rooftop maupun Greenfiled. Hingga saat ini saja jumlah menara telekomunikasi yang ada di Kota Denpasar sebanyak 326 buah yang terdiri dari 108 menara tipe Greenfield dan 218 menara tipe rooftop yang tersebar di 113 lokasi. Melihat geliat perkembangan menara telekomunikasi yang sangat cepat di Kota Denpasar, dan untuk mengantisipasi dampak yang akan ditimbulkannya, maka perlu dilakukan pengaturan dan pengendalian pembangunan menara telekomunikasi ini. Untuk itulah Pemerintah Kota Denpasar mengeluarkan Peraturan Walikota Nomor 34 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pembangunan dan Pengendalian Perangkat dan Menara Telekomunikasi di Kota Denpasar. Diharapkan dengan telah diterbitkannya Peraturan Walikota ini, pembangunan dan pengendalian perangkat Menara Telekomunikasi di Kota Denpasar akan lebih teratur dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Untuk itu diperlukan sinergi antara masyarakat, Pemerintah dan Pengusaha agar Perwali ini dapat terlaksana dengan baik.

Pengembangan Piranti Lunak Penanda tanganan MoU antara Walikota Denpasar dan Walikota Surabaya pada tanggal 15 Desember 2011 ditindaklanjuti dengan pembangunan sistem pengelolaan keuangan yang dikembangkan dari SIPKD yang sudah berjalan di lingkungan Pemkot Denpasar. Pengembangan sistem tersebut dilakukan dengan membangun beberapa aplikasi, yaitu pengembangan SIPKD dengan menerapkan RKA on Line. Dilanjutkan dengan membangun Sistem Perencanaan dan Pemaketan

Anggaran atau SPPA. Sistem informasi ini dibuat untuk memudahkan proses perencanaan kegiatan/ pekerjaan setelah anggaran dari suatu kegiatan tersebut disetujui, yang meliputi: Rencana Pemilihan Jenis Pengadaan Barang/Jasa, Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Rencana Penyerapan Anggaran. SPPA ini bertujuan untuk menyediakan sistem untuk memudahkan perencanaan pelaksanaan anggaran secara terintegrasi, sehingga didapatkan kemudahan-kemudahan, yaitu : menginput data secara otomatis dari SIPKD Penganggaran (RKA Online), meminimalkani tingkat kesalahan, meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, menghasilkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) sebagai pendukung e-Lelang (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) serta tersedianya data pelaksaanaan anggaran kegiatan per triwulan. Berikutnya adalah Sistem Surat Perjanjian Kontrak atau SSPK, yaitu sistem pendukung administrasi kegiatan utk memfasilitasi kebutuhan pembuatan kontrak pengadaan barang/jasa sehingga dokumen pengadaan barang/jasa bisa distandarisasikan. Sistem ini dibangun dengan tujuan : menstandarisasi Kontrak, menghindari kesalahan bahasa dalam penuangan pada pasal-pasal kontrak, serta mengindari terjadinya perbedaan administrasi kontrak untuk paket pekerjaan yang memiliki spesifikasi pekerjaan yang sama. Setelah SSPK dibangun sistem berikutnya, yaitu Sistem Monitoring dan Evaluasi atau SME yaitu sistem yang memudahkan proses monev terhadap capaian realisasi, baik realisasi fisik maupun keuangan. Dengan sistem ini nantinya akan membantu dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan, apakah yang sudah dilaksanakan sudah sesuai atau tidak dengan rencana yang telah dibuat sebelumnya. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya untuk menampung pengaduan masyarakat, baik berupa keluhan, kritik, saran maupun informasi penting lainnya, telah dibangun sistem pengaduan secara on line, yaitu PRO Denpasar atau Pengaduan Rakyat Online. Melalui sistem ini diberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, kritik, saran maupun informasi penting lainnya melalui web resmi Pemkot Denpasar. Penyampaian segala informasi yang selama ini dilakukan melalui situs www.denpasarkota.go.id nantinya bisa dinikmati melalui hape setelah selesai dibangunnya versi mobile dari web tersebut. Sehingga nantinya informasi-informasi bisa juga dinikmati oleh masyarakat melalui mobile phone. Saat ini sedang dibangun pula system yang diharapkan akan mempermudah pelaksanaan tugas-tugas, yaitu Surat Elektronik dan Absensi Digital. Melalui Surat Elektronik nantinya jarak dan waktu diharap tidak akan menjadi masalah dalam penanganan suatu persoalan, karena melalui Surat Elektronik pimpinan bisa dihubungi serta bisa memberikan arahan saat berada dimanapun. Sedangkan Absensi Digital diharapkan bisa memberikan manfaat yang lebih banyak, bukan hanya mencatat kehadiran karyawan, tetapi juga dalam hal pencatatan secara digital jam kerja karyawan tersebut. 33

2/15/2014 2:15:08 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

Perkembangan Jaringan di Kota Denpasar

SAJIAN UTAMA

Filosofi dan Arti Sewaka Dharma Oleh : Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka M.Hum

Telekomunikasi merupakan sarana publik yang dalam penyelenggaraannya membutuhkan infrastruktur menara telekomunikasi, dimana pembangunan dan penggunaannya harus memperhatikan faktor keselamatan, keamanan, estetika dan kelestarian lingkungan, kesehatan, budaya, dan rencana tata ruang kota

P

EMERINTAH Kota Denpasar hingga saat ini telah memiliki infrastruktur jaringan internet yang digunakan baik untuk akses internet maupun akses aplikasi yang bersifat internal (intranet) yang menghubungkan seluruh SKPD sampai dengan Kelurahan di Kota Denpasar. Seiring meningkatnya inovasi dalam pemanfaatan Teknologi Infromasi, meningkat pula kebutuhan akan akses jaringan yang stabil, serta kecepatan akses terhadap aplikasi yang dikembangkan SKPD. Penggunaan media wireless saat ini sebagai akses jaringan seringkali mengalami gangguan sinyal akibat interferensi serta banyaknya bangunan-bangunan tinggi, sehingga sangat mempengaruhi kinerja SKPD dalam kecepatan mengantarkan data. Untuk itulah Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika telah mulai membangun infrastruktur Jaringan Fiber Optik sebagai pengganti jaringan wireless yang sudah ada. Pembangunan jaringan Fiber Optik ini dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2013. Beberapa SKPD yang ada di kawasan Lumintang sudah terhubung dengan Fiber Optik yang terintegrasi dengan Fiber Optik ATCS (Areal Traffic Control System) yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan Kota Denpasar. Diharapkan sampai dengan tahun 2015 seluruh SKPD yang ada di Kota Denpasar sudah akan terhubung dengan jaringan fiber optik. Seperti diketahui bahwa penggunaan media kabel fiber optik memiliki tingkat gangguan yang rendah serta memberikan kecepatan pengiriman data sehingga dengan dibangunnya infrastruktur Jaringan Fiber Optik ini diharapkan akan mendukung pelaksanaan pelayanan prima di Kota Denpasar. Telekomunikasi merupakan sarana publik yang dalam penyelenggaraannya membutuhkan infrastruktur menara telekomunikasi, dimana pembangunan dan penggunaannya harus memperhatikan faktor keselamatan, keamanan, estetika dan kelestarian lingkungan, kesehatan, budaya, dan rencana 322

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 9 of 20 - Pages(32, 9)

INDAH. Bangunan Graha Sewaka Dharma terus ditata sehingga tampak indah dan hijau.

Kita semua adalah abdi atau pelayan yang mengabdi kepada kewajiban masingmasing, mengabdi demi kebenaran, mengabdi untuk keadilan dan kebaikan, mengabdi dengan sopan santun, mengabdi berdasarkan peraturan hukum ISTILAH Sewaka Dharma berasal dari bahasa Sansekerta, terdiri atas kata sewaka dan dharma. Kata sewaka sebagai kata benda dapat berarti pelayan, abdi, pelayanan. Jika sebagai kata kerja, sewaka dapat berarti mengabdi, melayani, menghormati, memuja. Apabila sebagai kata sifat, sewaka dapat berarti pengabdian atau pelayanan secara tulus ikhlas, pelayanan didasarkan atas hati nurani paling dalam. Kata dharma

dapat berarti agama, hukum, doktrin, kewajiban, kebenaran, keadilan, kebajikan, kebaikan, sopan santun, karakter. Dalam konsep sewakadharma sebagai kompositum, kata sewaka merupakan kata kerja yang berarti mengabdi atau melayani. Karena itu, istilah sewakadharma lebih tepat dimaknai “Mengabdi kepada Kewajiban�. Dalam rangka pelayanan publik, konsep filosofi sewakadharma merupakan jiwa

yang menumbuhkan semangat mengabdi, berbakti, serta mendasari setiap gerak langkah aparatur Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan pelayanan publik yang prima dengan mengutamakan kewajiban melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat semaksimal mungkin. Filosofi sewakadharma menuntun dan membangun kesadaran seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah Kota Denpasar bahwa yang abdi itu bukan Anda 9

2/15/2014 2:15:08 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

SAJIAN UTAMA

Merancang Transportasi Perkotaan yang Aman dan Nyaman Meningkatya jumlah kendaraan dan terbatasnya pembangunan infrastruktur lalu lintas di Kota Denpasar, menyebabkan terjadinya kemacetan, karena itu perlu dipikirkan pembangunan infrastruktur transportasi yang memadai.

atau Kami, tetapi, dan mengabdi secara hati nurani. Kesadaran untuk memberikan pelayanan yang dilandasi rasa pengabdian yang dalam harus senantiasa tumbuh dalam diri setiap insan masyarakat Kota Denpasar. Sebaliknya, sikap dan perilaku kita dalam memperlakukan diri sendiri sebagai tuan yang suka dilayani dan orang lain sebagai hamba tentu tidak sesuai dengan filosofi sewakadharma sebab sikap dan perilaku seperti itu hanya akan menumbuhsuburkan arogansi dan anarkisme. Filosofi sewakadharma bukan dimaksudkan untuk menumbuhkan dikotomi tuan dan hamba, bahwa Pemerintah Kota Denpasar adalah abdi atau pelayan dan masyarakat Kota Denpasar adalah majikan, atau sebaliknya. Kitalah abdi atau pelayan (sewaka), baik sebagai aparatur maupun anggota masyarakat, yang patut mengabdi, tunduk, dan patuh kepada pemerintah dan masyarakat berdasarkan kewajiban (dharma) masing-masing. Sebagaimana diketahui bahwa menurut ajaran Catur Guru dalam agama Hindu, pemerintah disebut guru wisesa sehingga kita (entah sebagai aparatur atau anggota masyarakat biasa) patut mengabdi dan berbakti kepadanya dengan cara melaksanakan dharma nagara. Tuhan disebut guru swadhyaya, dimana kita wajib mengabdi 10

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 10 of 20 - Pages(10, 31)

dan berbakti kepadaNya dengan melaksanakan dharma agama. Orangtua disebut guru rupaka dan kepadanya kita mengabdi dan berbakti dengan melaksanakan dharma putra. Guru pendidik disebut guru pangajian, dimana kita patut mengabdi dan berbakti kepadanya dengan melaksanakan dharma siswa. Karena itu, filosofi sewakadharma wajib diterapkan dan dibudayakan mulai dari diri sendiri, di rumah tangga, di masyarakat, maupun di lingkungan kerja. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam konsep sewakadharma harus dijadikan pedoman, landasan, serta mampu diimplementasikan ke dalam bentuk pelayanan publik yang menyasar kebutuhan mendasar masyarakat yang dilaksanakan secara arif, bijaksana, adil dan merata, didukung oleh struktur birokrasi yang efektif dan efisien berbasis budaya luhur, digerakkan oleh aparatur yang berpegang teguh kepada dharma, sehingga mampu melakukan pelayanan dengan cermat, ramah, santun dalam situasi dan kondisi yang aman dan nyaman. Dengan demikian, bentuk pelayanan publik yang dilakukan Aparatur Pemerintah Kota Denpasar akan benar-benar dirasakan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang mendidik, mencerahkan, dan memberdaya-kan serta mampu memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.

TRANSPORTASI. Transportasi yang aman dan nyaman dan aman tuntutan masyarakat.

M

EMBANGUN sistem transportasi perkotaan yang aman dan nyaman di Kota Denpasar bukan perkara mudah. Kondisi badan jalan yang tidak memadai serta tak sebandingnya jumlah kendaraan dengan ruang yang ada membuat permasalahan tersendiri bagi Pemkot Denpasar dalam menata dan mewujudkan sistem transportasi perkotaaan yang aman dan nyaman. Dengan komitmen, pemikiran dan perencanaan yang matang serta kerjasama dari seluruh steak holder, mewujudkan sistem trasportasi perkotaan yang aman dan nyaman akan menjadi mudah. Seperti diterimanya penghargaan tertinggi WTN (Wahana Tata Nugraha) secara berturut-turut oleh Pemkot Denpasar untuk katagori pengelolaan angkutan dan tertib lalulintas yang baik. Tersedianya jalur transportasi publik yang memadai merupakan idaman bagi setiap daerah di Indonesia terutama setiap insan manusia. Sistem transportasi yang baik akan berdampak pada kelancaran proses pembangunan sekaligus menekan angka kematian. Menurut data statistik, kondisi jalan di Denpasar pada tahun 2012 panjang jalan di denpasar mencapai 563,101 km dari jumlah tersebut, sebanyak 86,07 persen jalan di Den-

pasar telah diaspal dan 13,93 persen jalan di denpasar masih belum diaspal. sementara itu, jika dilihat kondisi jalan di Denpasar, sebanyak 46,63 persen jalan di Denpasar dalam kondisi baik, 33,78 kondisi sedang, dan 19,59 persen kondisinya rusak. Dengan kondisi tersebut pemerintah melakukan perbaikan terhadap kondisi jalan yang rusak serta meningkatkan kualitas jalan. Mengingat transportasi sangat penting dalam kegiatan ekonomi serta proses pembangunan di segala bidang. Terkait dengan jumlah kendaraaan, jumlah kendaraan yang ada di Denpasar mencapai 618.853 buah. Dari jumlah kendaraan yang ada terbanyak adalah sepeda motor yaitu 79,82 persen. Dibandingkan dengan jumlah ruas yang ada, penggunaan sepeda motor di Denpasar sudah terlalu tinggi. Penyebab yang lain adalah kurang berkembangnya sektor angkutan umum perkotaan. Kehadiran angkutan umum seperti; bus sarbagita yang jauh lebih nyaman dibandingkan angkutan umum lainnya juga belum bisa dijadikan solusi. Masyarakat lebih menyukai transportasi pribadi seperti sepeda motor, menjadi sarana transportasi favorit mengingat biaya operasional yang murah. Sarana transportasi merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia. akan tetapi, jumlah yang berlebihan tentu dapat menimbulkan permasalah

baru. Dengan peningkatan jumlah kendaraan yang sangat tinggi, tidak heran bila saat ini semakin banyak dijumpai kemacetan di Denpasar. Karena itu, perlu dilakukan pengaturan bagi kepemilikan kendaraan pribadi agar pertumbuhannya dapat dikendalikan. Selain itu dapat dilkembangkan penyediaan sarana angkutan umum yang memadai sehingga masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Selain faktor tersebut di atas, faktor lain yang turut menentukan terciptanya sistem transportasi perkotaan yang aman dan nyaman adalah dukungan infrastruktur seperti; keberadaan trafic light, rambu-rambu, marka jalan, terminal di samping partisipasi dan peran serta masyarakat para pengguna jalan juga ikut menentukan. Mewujudkan hal tersebut, saat ini di Kota Denpasar sudah terpasang 16 titik trafic light dimana sebagian diantaranya telah menggunakan sistem ATCS (Area Traffic Control System). Manfaat dari sistem ini adalah untuk meminimalisir masalah human error sekaligus membantu mengurangi kemacetan. Hal lain yang tak kalah penting pula adalah berfungsinya Terminal Ubung sebagai terminal tipe B yang amat besar perannya dalam mengatur dan menampung kendaraan yang keluar masuk Kota. 31

2/15/2014 2:15:17 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

SAJIAN UTAMA

Rp 41,4 Miliar

Untuk Membangun Infrastuktur Pendidikan

Untuk membangun infrastruktur pendidikan di Denpasar. Pemerintah Kota menganggarkan sedikitnya Rp 41,4 Miliar. Anggaran ini diharapkan mampu mengkafer semua kegiatan.

P

ROGRAM Wajib Belajar Sembilan Tahun merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tersedianya SDM yang berkualitas merupakan salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu daerah. Untuk di Denpasar, peningkatan SDM sekarang ini lebih difokuskan kepada pemberian kesempatan seluas-luasnya bagi penduduk untuk mengenyam pendidikan. Karena itu, pemerintah perlu memperhatikan ketersediaan gedung sekolah dan 30

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 11 of 20 - Pages(30, 11)

ketersediaan tenaga pengajar atau pendidik yang berkualitas. Di kota Denpasar, ketersediaan infrastuktur pendidikan berupa gedung sekolah terus mengalami peningkatan mulai jenjang satuan pendidikan TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Peningkatan infrastuktur pendidikan ini sudah menjadi komitmen Pemerintah Kota Denpasar di bawah pimpinan Walikota Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, dimana menempatkan pembangunan sektor pendidikan pada skala prioritas arah dan kebijakan umum pembangunannya. Data yang berhasil dihimpun di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, total sekolah negeri yang ada di Kota Denpasar berjumlah 224 unit sekolah. Meliputi 1 unit TK Negeri, 198 unit SD Negeri, 12 unit SMP Negeri, 8 unit SMA Negeri dan 5 unit SMK Negeri. Keberadaan ratusan unit sekolah ini terus mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Denpasar dengan melakukan tindak preventif untuk mengantasipasi terjadinya hal-hal di luar keiinginan kita. Mengingat, tidak sedikit dari sekolah-sekolah di Denpasar, terutama di jenjang satuan pendidikan dasar (SD) tergolong rusak sehingga layak mendapatkan dana renovasi. Selain permasalahan over capacity (melebihi daya tampung) yang dialami hampir

semua sekolah negeri di Denpasar. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, S.E., M.Si., mengatakan, dalam menyikapi over capacity Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar telah melakukan peningkatan kapasitas terpasang dari sekolah yang ada, di samping melakukan rehabilitasi untuk gedung sekolah yang rusak. Eddy Mulya menyebutkan, pada Tahun Anggaran 2013 telah melakukan pembangunan gedung sekolah (pembangunan ruang kelas baru) sebanyak 18 unit sekolah yang tersebar pada jenjang satuan pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK, dengan beban biaya sebesar Rp 28.880.278.787. Sementara untuk Tahun Anggaran 2014 direncanakan akan dilakukan pembangunan gedung sekolah (ruang kelas baru) sebanyak 23 unit sekolah dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 41.427.017.071, di luar dana DAK 2014. Eddy Mulya menjelaskan, hal ini dilakukan untuk menjawab kekurangan atau defisit ruang kelas dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Di samping pemenuhan kebutuhan ruangan lainnya yang harus dimiliki oleh tiap sekolah. Di antaranya, ruang komputer, ruang perpustakaan, ruang UKS, ruang guru dan ruang kepala sekolah. putu putra sasmitha

Pengelolaan Graha Sewaka Dharma SEBAGAIMANA diketahui bahwa di Gedung Pelayanan Publik atau Graha Sewaka Dharma saat ini telah berkantor Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Nantinya Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pariwisata juga akan berkantor disana. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat, dibentuklah Unit Pelaksana Teknis Pusat Informasi Publik yang bernaung di bawah Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar guna memberikan pelayanan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, berdasarkan Peraturan Walikota Denpasar nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas/Badan Kota Denpasar.

Pembentukan UPT tersebut dimaksudkan untuk melaksanakan Penanganan Pengaduan Masyarakat, pelayanan informasi dan

dokumentasi publik, pemeliharaan, pengamanan serta kebersihan areal Graha Sewaka Dharma. 11

2/15/2014 2:15:18 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

MEMBANGUN PENATAAN KOTA BERWAWASAN BUDAYA Dalam pelaksanaan pembangunan di kota Denpasar bagian penting yang menjadi pertimbangan adalah meningkatkan partisipasi masyarakat

LALU LINTAS. Suasana lalu lintas di jalan Gajah Mada Denpasar.

V

ISI pembangunan tata ruang kota Denpasar adalah meningkatkan kualitas manajemen dan akuntabilitas pemerintahan melalui sistem koordinasi yang terintegrasi dan peningkatan Sumber Daya Aparatur, Sarana dan Prasarana. Selain itu, pembangunan infrastruktur Kota Denpasar bervisi meningkatkan dan mengembangkan perumusan kebijakan teknis serta penataan kawasan kota. Meningkatkan penataan lingkungan perumahan dan kelayakan rumah secara berkelanjutan. Sebagai sebuah kota metropolitan maka pemerintah Kota Denpasar punya tanggung jawab moral dan sosial dalam memperhatikan lingkungan dan potensi benda-benda bersejarah yang berada di kota Denpasar. Oleh karena itu, pemerintah Kota Denpasar berupaya meningkatkan kualitas lingkungan dan bangunan serta 12

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 12 of 20 - Pages(12, 29)

lingkungan/bangunan kuno dan bersejarah. Karena itu, dalam pelaksanaan pembangunan di kota Denpasar bagian penting yang menjadi pertimbangan adalah membina hubungan masyarakat, mengelola regulasi, sistem informasi yang transparan, akuntabel dan berketetapan hukum, serta pengendalian penataan kota. Untuk menunjang infrastruktur dan bangunan di kota Denpasar sejak Tahun Anggaran 2009 s.d 2013 berbagai fasiltas umum, perkantoran dan perbaikan rumah, rumah tangga miskin program pengentasan kemiskinan (bedah rumah) telah mendapat perhatian pemerintah Kota Denpasar. Upaya pembenahan dan rehalibitasi, serta perabaikan RTM telah melebihi target yang dicanangkan. Kendati demikian, perhatian kepada RTM di lingkungan Kota Denpasar akan

terus dilanjutkan. Dan, saat ini masih dalam pengerjaan sejumlah unit RTM.

sebagai pemenang tender. Dari 35 Pasar Desa di Kota Denpasar yang telah direvitalisasi 14 Pasar Tradisional di bawah binaan BPM dan Pemdes. Jumlah tersebut belum termasuk 16 Pasar yang dikelola Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar. Untuk 16 pasar yang dikelola PD Pasar, baru 6 pasar yang direvitalisasi sejak tahun 2008. Program prorakyat seperti ini terus berlanjut, tahun 2014 mendatang dua pasar tradisional yakni Pasar Sudha Merta, Desa Adat Sidakarya, dan Pasar Desa Adat Poh Gading, akan mendapatkan program revitalisasi pasar tradisional dengan mendapatkan bantuan dana baik dari APBD Kota Denpasar dan bantuan dari Kementerian dan Perdagangan RI. Pemkot Denpasar melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa secara berkesinambungan melaksanakan pembinaan kepada pengelola pasar dan pedagang untuk memberikan arahan dalam pengelolaan dan penataan pasar tradisional, sehingga memiliki kesamaan cara pandang dalam menciptakan pasar ramah dan segar. Tidak saja pembinaan kepada pengelola, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Pemkot Denpasar juga telah melakukan pembinaan kepada pedagang pasar, serta mencari pedagang pasar teladan. Hal ini untuk lebih memotivasi para pedagang lain sehingga mampu meciptakan rasa nyaman bagi pengunjung saat berbelanja di pasar tradisional. Disamping itu pasar tradisional dalam pengelolaannya masih mengalami kesulitan untuk melakukan penataan yang lebih tertib terhadap para pedagang, salah satunya zonasi bagi pedagang yakni pengelompokan pedagang sesuai dengan jenis komoditi dagangannya. Kondisi ini membuat pasar Tradisional menjadi semrawut dan tidak nyaman untuk dikunjungi. Maka dalam kegiatan Festival Pasar yang digelar Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa setiap tahunnya, diharapkan kepala pasar dan para pedagang dapat lebih menata zonasi secara bertahap. Diharapkan dari program ini dapat terciptanya tempat usaha yang nyaman, serta peningkatan mutu dan produktivitas, sehingga Pasar Tradisional menjadi tempat yang layak dan tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi setiap kalangan, serta tentunya mampu bersaing dengan pasar modern. Di samping itu Festival pasar ini bukan hanya sekedar penilaian, namun dapat meningkatkan kesadaran dan pelestarian aspek budaya pasar desa dengan melibatkan seniman tradisional Bali salah satunya Dadong Rerod. Hal tersebut juga mampu merubah mindset perilaku ekonomi

, ta Pesona p a S i s p o engad anya Dengan m pasar desa tidak h an, t si revitalisa r ekonomi kerakya beri la m sebagai pi rapkan mampu me taan na ha namun di engelolaan dan pe ipta mp erc arah dala disional sehingga t pasar tra ramah dan segar pasar

Program Pengentasan Kemiskinan ( Bedah Rumah) Berdasarkan data yang bersumber darii Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Denpasar bahwa Rakapitulasi Jumlah Bantuan Perbaikan Rumah Tangga Miskin (RTTM) sejak tahun 2009 s.d 2013 sudah mencapai 818 buah dengan jumlah bantuan mencapai Rp 12,4 Miliar. Program Bedah Rumah RTM bagi masyarakat tidak mampu ini tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar Barat, Denpasar Timur, dan Denpasar Selatan. Program bedah rumah RTM ini merupakan lanjutan dari program tahun sebelumnya, di mana

SAJIAN UTAMA

modern yang dilakukan melalui pola hidup bersih di pasar desa. Keberhasilan untuk dapat merubah beberapa hal tersebut juga tergantung dari komitmen serta sinergi pemerintah, pengelola pasar dan masyarakat lingkungan pasar. Kegiatan festival juga telah mampu melakukan pembenahan di pasar desa secara bertahap, seperti telah dipasang alat pengahalau lalat elektrik pada kios daging. Hal ini memberikan pengaruh terhadap kunjungan masyarakat untuk berbelanja ke pasar tradisional, serta mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional ditengah gempuran pasar modern. Di samping itu juga beberapa para pedagang daging dan sayur segar telah menggunakan celemek saat menawarkan dagangannya kepada pembeli. Pasar Agung Peninjoan salah satu Pasar tradisional yang telah direvitalisasi diharapkan dapat terus melakukan pembelajaran yakni perubahan mindset

para pedagang sebagai tantangan kedepan dalam meingkatkan kunjungan masyarakat ke pasar tradisional. Revitalisasi pasar tradisional yang telah dilakukan beberapa pasar juga merupakan komitmen kepala pasar sebagai pengelola untuk mengembalikan eksistensi pasar desa di tengah gempuran pasar modern saat ini. Komitmen ini tidak saja membantu dalam meningkatkan menejemen pasar, namun mampu membantu semua lapisan masyarakat. Apa yang telah dilaksanakan kepala pasar diharapkan dapat terus berkelanjutan dan mampu bersaing dengan pasar modern. Mari kita jelang kebangkitan pasar tradisional yang modern, ramah dan segar.. Maka dari itu revitalisasi pasar tradisional pada dasarnya bukan hanya persoalan teknis, melainkan bagaimana mengubah cara pandang masyarakat. Masyarakat harus disadarkan bahwa berbelanja di pasar tradisional bukan berarti kuno dan antimodemisme. Berbelanja di pasar tradisional merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri dan menguji kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Pada akhirnya, keberadaan pasar tradisional sudah saatnya dilestarikan, hal ini dengan mengajak anggota keluarga berkunjung dan berbelanja di pasar tradisional. purbawa 29

2/15/2014 2:15:20 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

teraksi sosial yang positif antar pelaku pasar dengan pengelola, pedagang, dan pembeli. Di samping itu juga diharapkan terbangun citra positif sebuah pasar tradisional sebagai simpul pelestarian dan pengembangan budaya lokal. Dalam mengurangi keberpihakan masyarakat konsumen yang selama ini bergeser untuk berbelanja ke pasar modern, juga dilakukan pemahaman bersama menciptakan pasar desa menjadi pasar berseri yang nantinya mengarah pada optimalisasi kinerja pasar desa dan peningkatan infrastruktur, dengan pengembalian peran pasar

desa sebagai distributor produk lokal. Pasar desa sebagai pilar pengembangan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan rasa aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan memunculkan kenangan (Sapta Pesona) secara berkelanjutan dalam melakukan aktivitas ekonomi, dilakukan dengan indikator penilaian kinerja pasar tradisional. Pemerintah Kota Denpasar setiap tahun menggelar festival pasar Se-Kota Denpasar. Festival Pasar ini bertujuan meningkatkan daya saing pasar desa di tengah gempuran pasar modern, dengan pengembangan wawasan budaya

Sewaka dharma melalui peningkatan potensi riil ekonomi kerakyatan. Festival Pasar Desa bukan sekedar penilaian, namun mampu melakukan perubahan maindset berperilaku ekonomi modern melalui pola hidup bersih di pasar desa. Di samping itu juga dapat menumbuhkan komitmen untuk berbenah menjadikan pasar desa mampu bersaing dengan pasar modern serta menjadi basis penting pengembangan ekonomi kerakyatan. Pasar desa yang berada di empat Kecamatan Se-Kota Denpasar berjumlah 35 pasar, dengan 14 pasar yang telah mendapatkan program revitalisasi.

Program Kota Hijau, Revitalisasi RTHK (Ruang Terbuka Hijau Kota) DALAM pengembangan dan evaluasi, pemerintah kota Denpasar telah melakukan berbagai pengadaan barang/jasa pemerintah dengan sumber dari APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2013. Misalnya, survey dan pemetaan penataan nama jalan di Kota Denpasar dengan anggaran Rp 200.000.000. Pengadaan dan pemasangan plat nomor rumah nlai Rp 60.000.000. Pengadaan dan Pemasangan Papan Nama Gang dengan nilai Rp.270.000.000 Pengadaan Papan Informasi RTHK dengan nilai Rp 200.000.000. Bangunan atas Bale Pasandekan dengan nilai Rp 200.000.000. Selain itu, pembuatan Jalan Setapak di Subak Lungantag Desa Peguyangan Kangin dengan nilai Rp 195.000.000. Belanja Modal Pengadaan Papan Informasi RTRW dengan nilai Rp 200.000.000. Pembuatan Jogging Track Lapangan Umum Desa Ubung Kaja dengan nilai Rp. 200.000.000 Pembuatan Jogging Track Subak Sembung Tembus Tagtag dengan nilai Rp 1.500.000.000.

Moderenisasi Pasar Rakyat, Memperkuat Daya Saing

R

EVITALISASI pasar desa dilakukan di Pasar Sudha Merta Desa Sidakarya, Pasar Nyanggelan Kelurahan Panjer, Pasar Kerta Waringin Sari Angabaya, Pasar Sindhu, Pasar Pasar Tamba, Pasar Desa Adat Renon, Pasar Sari Merta, Pasar Desa Tegal Harum, Pasar Desa Pekraman Penatih, Pasar desa Poh Gading, Pasar Agung Peninjoan, Pasar Agung Ex Terminal, Pasar Desa Kesiman, dan Pasar Desa Intaran. Dengan mengadopsi Sapta Pesona, revitalisasi pasar desa tidak hanya sebagai pilar ekonomi kerakyatan, namun diharapkan mampu 28

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 13 of 20 - Pages(28, 13)

memberi arah dalam pengelolaan dan penataan pasar tradisional sehingga tercipta pasar ramah dan segar. Program revitalisasi pasar tradisional ini di samping menggunakan dana APBD Denpasar juga mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sebesar Rp 5 miliar rupiah. Kepercayaan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota Denpasar ini diawali dari keberhasilan revitalisasi Pasar Agung Peninjoan, Denpasar Utara yang telah mendapatkan program revitalisasi dari Kementrian Perdagangan sebesar Rp 7 miliar

dan mendapat apresiasi positif, bahkan dijadikan model revitaliasi pasar tradisional di tanah air. Apresiasi positif tersebut kini kembali diberikan pemerintah pusat berupa bantuan Rp 5 miliar untuk merevitalisasi Pasar Desa Nyanggelan, Panjer Kecamatan Denpasar Selatan. Dalam revitalisisi ini rencananya Pasar Nyanggelan dijadikan pasar semi modern. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan los yang mampu menampung 121 lapak, kios 50 unit, warung, pekerjaan Landscape/ taman, serta kantor pengelola pasar. Pembangunan pasar ini memerlukan waktu 160 hari, yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Karya Nirmala

SAJIAN UTAMA

Program Penataan Wajah Kota PEMBANGUNAN INSFRASTRUKTUR PADA DINAS TATA RUANG DAN PERUMAHAN KOTA DENPASAR TH 2013.

No

dananya diambilkan dari APBD induk tahun 2010 untuk 350 unit RTM. Menurut Kepala Bidang Perumahan Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Denpasar AA Ngurah Bagus Airawata, ST, Sp.PSDA ada beberapa kriteria yang harus diepnuhi bagi penerima program RTM. Sedikitnya, ada tiga kriteria KK TRM untuk bantuan perbaikan rumah RTM ada tiga syarat. Pertama, masuk database RTM Kota Denpasar tahun 2008 atau 2009. Kedua, status tanah milik diutamakan atau kontrak minimal masih berlaku 5 tahun. Ketiga, yang bersangkutan bukan penerima program Bantuan Perbaikan Rumah tahun 2009. Tahap pelaksanaan perbaikan RTM ini sebagai berikut. Dari 350 unit RTM yang direncanakan, pada tahun 2010 ini 190 unit RTM, sisanya 160 unit RTM dimasukkan pada APBD tahun selanjutnya. Dana yang diberikan untuk tiap unit sebesar @ Rp. 10 juta. Berikut daftar 190 unit RTM yang tersebar di empat kecamatan yang ada di Kota Denpasar. Untuk Denpasar Utara dibangun 41 RTM . Denpasar Barat dibangun 49 RTM. Denpasar Timur dibangun 48 RTM. Denpasar Selatan dibangun 52 RTM. Waktu pelaksanaan program bedah rumah RTM ini dimulai awal bulan Maret 2010 s.d akhir bulan September 2010. Sampai dengan bulan Juli 2010, jumlah unit RTM yang sudah terselesaikan sebanyak 151 unit RTM dan yang belum terselesaikan 39 unit RTM. Menurut Airawata, sisa perbaikan RTM dilanjutkan pada anggaran induk 2011 sebanyak 80 buah RTM dengan nilai tiap unit @ Rp 20 juta. Pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2011 sebanyak 26 RTM tiap unit @ 20 juta. Pada Tahun Anggaran Induk 2012 perbaikan 28 buah RTM setiap unit @ Rp 20 juta. Pada Tahun Anggaran Perubahan 2012 sebanyak 28 RTM diperbaiki dengan nilai setiap unit @ Rp 30 juta. Pada Tahun Anggaran Induk 2013 sebanyak 80 unit RTM diperbaiki dengan nilai per unit @ 30 juta dan pada Tahun Anggaran Perubahan 2013 diperbaiki RTM sebanyak 36 unit dengan nilai setiap unit @ 30 juta. Jadi rekapitulasi jumlah bantuan perbaikan rumah tangga miskin (RTM) APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2009 s.d Tahun Anggaran 2013 ada sebanyak 818 buah RTM diperbaiki dengan nilai Rp 12.400.000.000.

Nama Kegiatan

1. Pembangunan Tahap II Gedung Pelayanan Publik Graha Sewaka Dharma 2. Penataan Interior dan Meubler 6 SKPD di Gedung Graha Sewaka Dharma 2. Renovasi Gedung DPRD Kota Denpasar 3. Pembangunan Gedung Kantor PU 4. UKM Centre 5. 6. 7. 8. 9.

10.

Lokasi Puspem Lumintang

Pagu Anggaran (Rp) 14 Milyar

Puspem Lumintang

6 Milyar

Jln Melati Dps

3 Milyar

Jln Pidada Denpasar 7 Milyar

Lantai IV Gedung 2 Milyar Lokita Sari, Jln Tamrin Denpasar. Operasional Pedestar- HJln gajah Mada 140 Juta ian Jln Gajah Mada dan dan Jln Kamboja Kamboja Denpasar. Denpasar. Rencana Rinci KaKawasan Mergaya 300 Juta wasan Strategis KaDenpasar. wasan Mergaya Rencana Rinci KaKawasan Puspem 300 Juta wasan Strategis PusLumintang Denpasar. pem Lumintang. D E D Kawasan Jalan Jalan Gatot Subroto, 300 Juta Gatot Subroto DenDenpasar pasar. KTBL (Rencana Tata Kawasan Jln Mahen- 300 Juta Bangunan dan Lingdra data Denpasar. kungan) Jln Mahendradata. Sonasi Reklame Kota Jln Dewi Sartika, Jln 50 Juta Denpasar ( 5 ruas jaTeuku Umar, lan dari 24 jalan yang Jln Iman Bonjol. direncanakan sesuai Jln Gatot Subroto Perwali Kota Denpasar dan Jln Ngurah Rai No. 14 Tahun 2013 Denpasar. Tentang Penundaan Sementara Moratorium Reklame Kota Denpasar ) Totral anggaran

33, 390 Milyar

Sumber : Kabid Tata Ruang Kota dan Plt. Kabid Tata Lingkungan dan Bangunan DTRP Kota Denpasar.

13

2/15/2014 2:15:24 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma 595.000.000), Renovasi Pelinggih dan Sarana Kantor Desa Pemecutan Kaja Kecamatan Denpasar Utara (Rp 243.000.000). Untuk Tahun Anggaran 2013 (Perubahan) kantor yang direhabilitasi adalah Desa Dangin Puri Kauh Kecamatan Denut (Rp 200.000.000). Rehabilitasi Kantor Lurah Ubung Kecamatan Denpasar Utara (Rp 60.000.000). Rehabilitasi Kantor Desa Sanur Kauh Kecamatan Denpasar Selatan (Rp 200.000.000). Rehabilitasi Kantor Lurah Panjer Kecamatan Denpasar Selatan (Rp 200.000.000). Rehabilitasi Kantor Desa Tegal Harum Kecamatan Denpasar Barat (Rp 75.768.000), Rehabilitasi Kantor Lurah Pemecutan (Rp 365.000.000)

Revitalisasi Pasar

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran Dalam Tahun Anggaran 2013 dan Tahun Anggaran Perubahan 2013 ada 12 kantor lurah dan desa direhabilitasi. Tahun Anggaran 2013 telah rehabilitasi Kantor Desa Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat dengan nilai Rp 100.000.000. Rehabilitasi Kantor Desa Dauh Puri Kangin Kecamatan Denpasar Barat dengan nilai Rp 50.000.000. Pemasangan Style Bali

Kantor Lurah Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan dengan nilai Rp 195.000.000. Selanjutnya, renovasi Kantor Lurah Pemecutan Kec.Denbar dengan nilai Rp 100.000.000. Rehabilitasi Kantor Desa Sumerta Kelod KecamatanDenpasar Timur (Rp 300.000.000). Rehabilitasi Kantor Lurah Renon Kelurahan Denpasar Selatanl (Rp

UNTUK memberikan kenyamanan masyarakat yang sering berkecimpung di dunia dagang, maka sejumlah pasar telah direvitalisasi. Program revitalisasi pasar ini adalah upaya pemerintah Kota Denpasar untuk menciptakan pasar yang bersih, nyaman, dan menjadi objek wisata. Data-data Pasar yang Direvitalisasi Pada Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Denpasar adalah Pasar Sari Mertha Desa Sidakarya (Rp. 262.000.000), Pasar Desa Pekraman Kesiman Kelurahan Kesiman (Rp. 320.000.000), Pusat Hidangan Pasar Sindhu Desa Sanur (Rp. 200.000.000), Pasar Desa Pekraman Peguyangan Desa Peguyangan Kaja (Rp. 495.000.000), Pasar Desa Pekraman Pedungan Desa Pedungan (Rp. 495.000.000), Pasar Yadnya Kelurahan Kesiman (Rp. 200.000.000), Pasar Sempol Desa Renon (Rp. 1.945.000.000). sus

Revitalisasi Pasar Desa Pilar Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Di era serba konsuntif saat ini dengan tidak adanya pembatasan ragam komuditas dagangan yang ditawarkan pasar modern membawa dampak pada perkembangan pasar desa

P

ASAR tradisional merupakan roh perdagangan Bangsa Indonesia. Pasalnya, di pasar tradisional terdapat interaksi antara pedagang dan pembeli, yang tidak dapat ditemui di dalam pasar modern. Tawar-menawar, canda riang yang sesekali diselingi rasa ketidaksukaan merupakan bagian dari budaya masyarakat Indonesia yang semakin asing di tengah semakin banyaknya masyarakat berbelanja di pasar modern. Merangseknya pasar-pasar modern membuat pasar-pasar tradisional terdesak mundur, sepi pungunjung, pedagang merugi dan kondisi yang semakin kumuh. ditambah dengan pelayanan dan fasilitas yang baik jauh dari kesan kumuh dan jorok membuat pasar modern semakin menjadi primadona bagi masyarakat untuk berbelanja. Di tengah merangseknya pasar-pasar modern tersebut Pemerintah Kota Denpasar melalui kepemimpinan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara melakukan revitalisasi pasar tradisional dengan memperhatikan kondisi pasar, volume pedagang, ketersediaan lahan untuk

14

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 14 of 20 - Pages(14, 27)

SAJIAN UTAMA

perbaikan pasar, dan desain rencana perbaikan pasar. Tidak hanya melakukan penataan pasar ke arah yang lebih baik Pemerintah Kota Denpasar juga menerbitkan Surat Keputusan Walikota Denpasar No.188.45/495/ HK/2011 tanggal 9 September 2011, tentang petunjuk pelaksanaan dan pembinaan toko modern di Kota Denpasar. Penerbitan SK ini juga sebagai komitmen Pemerintah Kota Denpasar untuk membangkitkan sektor usaha riil masyarakat kecil yang berada di pasar tradisional. Pemkot Denpasar juga melakukan penataan terhadap pasar modern dengan menetapkan lokasi pendirian pasar modern yang jauh dari kawasan pasar tradisional. Di samping itu keberadaan pasar desa sebagai pasar tradisional, salah satu komponen utama pembentukan komunitas masyarakat baik desa maupun kota, yang juga berperan sebagai lembaga distribusi berbagai macam kebutuhan manusia seperti bahan makanan, sumber energi dan sumber daya lainnya. Pasar juga berperan

sebagai penghubung antar desa dan kota dengan Perkembangan pasar sebagai satu pendukung penting yang beriringan dengan perkembangan penduduk dan kebudayaan serta salah satu pendukung penting bagi kehidupan manusia sehari-hari. Pada era serba konsuntif saat ini dengan tidak adanya pembatasan ragam komuditas dagangan yang ditawarkan pasar modern membawa dampak pada perkembangan pasar desa. Melihat hal tersebut Revitaliasai pasar desa, tidak saja melakukan pembenahan pada fisik pasar namun Pemerintah Kota Denpasar juga meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para pengelola dan pedagang pasar. Sehingga kemampuan, serta kapastitas para pedagang kecil dalam meningkatkan pendapatan yang sentralisasinya terdapat di pasar desa dapat bersaing dengan pasar modern. Diharapkan pada program ini pengelola pasar desa mampu memberi arah dalam pengelolaan dan penataan pasar, sehingga tercipta suasana pasar yang aman, nyaman, bersih, sehat, dan ramah. Serta terjalin in27

2/15/2014 2:15:26 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Pasar Adat Sindu, Desa Pemogan (masingmasing 1 buah), Jl. Batanta (2 buah), masingmasing 1 buah di Pasar Gunung Agung, Br. Tegal Linggah, Perumahan Gunung Sari, Pasar Padang Sambian, Jl. Soputan, Jl. Setia Budi, Jl. P. Biak, Banjar Oongan, Perumahan Beteng Sari, Jl. Drupadi, Taman Budaya Art Center, Jl. Tukad Badung, Depo Pala Sari, Jl. Matahari Terbit, Jl. Bung Tomo (2 buah), Jl. Mataram (2 buah), Jl. Cok Tresna (3 buah) dan Jl Sudirman (2 buah). Untuk mengumpulkan dan mengangkut sampah yang dihasilkan setiap hari mencapai 2.500 – 2.700 m3, DKP memanfaatkan sarana dan prasarana, Dum Truck (layak jalan) sebayak 26 unit, container 6 m3 (53 unit), container 9,8 m3 (11 unit), Compactor Truck (3 unit), Truck Pasukan/engkel (1 unit), Dump Truck/Pasukan (3 unit) sert Kijang Pickup (3 unit). Mengingat ketersediaan sarana dan prasarana masih dirasakan belum memadai, DKP kembali mengajukan sejumlah penambahan sarana dan prasarana untuk pengembangan kinerja pengelolaan persampahan, yaitu: pengadaan 20 unit sepeda motor modifikasi (motor angkutan sampah) untuk kelurahan dan kecamatan; pengadaan 1 unit excavator; penambahan 1 unit Buldozer; penambahan 10 unit Dump Truck; penambahan 1 unit Sweeper Truck; peambahan 10 unit mesin sensor; penambahan 3 unit Compactor Truck; penamabahan 4 unit Truck Armroll; penambahan 2 unit Truck Snorklift; penambahan 3 unit Chasis untuk Snorklift; penambahan 2 unit konstruksi Snorklift; penambahan 10 unit mesin potong rumpot gendong; penambahan 4 unit mesn potong rumput dorong; pembuatan Hanggar Alat Berat di TPA Suwung; Rehab Depo Kesiman Kertalangu. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, terutama di tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung, misalnya, DKP berupaya melakukan perbaikan infrastruktur dengan menyediakan limestone setiap tahun untuk mencegah

Sewaka dharma

SAJIAN UTAMA

BERSIH. Kota yang bersih membuat suasana menjadi nyaman.

terjadinya jalan berlumpur menuju titik pembuangan. Selain itu juga dilakukan pengaspalan, serta penataan taman di TPA Suwung, serta menigkatkan pengolahan sampah menjadi kompos. Terlebih, tantangan berat dihadapi DKP untuk memelihara taman, pohon perindang dan melaksanakan penghijauan di seluruh Kota Denpasar, menangani titik lampu perangan jalan umum (LPJU) di Kota Denpasar. Beberapa persoalan masih dihadapi dalam menangani pohon perindang, diantaranya, kurangnya mobil tangga untuk perawatan pohon. Karenanya, DKP berupaya meprogramkan pengadaan mobil tangga, menambah tenaga operasional untuk perompesan/penebangan. Upaya ini dimaksudkan untuk menekan sekecil mugkin terjadiya pohon tumbang yang dapat menimbulkan kerugian material maupun inmaterial (korban jiwa) akibat tertimpa pohon tumbang.

WAJAH BARU. Wajah baru patung Catur Muka dilengkapi air mancur dengan hiasan lampu warna-warni.

Sementara penanganan di bidang pertamanan yang saat ini luasnya mencapai 139.513 m2 atau 13,95 Ha atau 0,001092% dari luas wilayah Kota Denpasar yang mencapai 12.778 Ha. Dengan rincian, Luas Taman Median 59.353 m2; Taman Lapangan 36.610 m2; dan Taman Telajakan 43.550 m2. Untuk menata pertamanan ini, DKP menerapkan kosep taman tradisional, konsep taman gumi banten dan konsep taman formal. Sedangkan untuk menambah estetika kota terutama pada malam hari, keberadaan lampu penerangan jalan umum menjadi salah satu penunjangnya. Dari data yang ada di DKP, tercatat 16.685 titik lampu dan 649 panel di Kota Depasar, tersebar di Denpasar Utara 150 unit; Denpasar Timur 129 unit; Denpasar Barat 179 unit; Denpasar Selatan 187 unit; dan Panel Air Mancur 4 unit. I Gede Carmyaka

Pemerintah Kota Denpasar

Komit Bangun Infrastruktur Jalan Yang Berkualitas Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk membangun infrastruktur jalan yang lebih baik dan berkualitas, sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman berlalulintas.

26

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 15 of 20 - Pages(26, 15)

15

2/15/2014 2:15:30 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

Mewujudkan Denpasar Bersih

PROYEK. Salah satu proyek pembangunan jalan di kawasan kota Denpasar.

S

EJALAN dengan misi Kota Denpasar yang salah satunya mengedepankan peningkatan kualitas pelayanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat (welfare society), harus diimplementasikan oleh masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tidak terkecuali dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Denpasar. Sesuai dengan bidang tugasnya di bidang ke-PU-an, banyak sektor yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Visi Kota Denpasar Denpasar Kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan. Infrastruktur kota menjadi sangat vital bagi kelancaran aktivitas warga kota yang cukup padat dan dinamis. Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian banyak pihak, yakni jalan. Karena infrastruktur jalan di Denpasar dan juga kotakota lainnya di Indonesia merupakan sarana transportasi darat yang dominan dimanfaatkan masyarakat. Setidaknya 90 persen angkutan barang menggunakan moda jalan dan 95 persen angkutan penumpang memanfaatkan moda ini untuk mobilitas. Ini artinya, jalan mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung kegiatan ekonomi, sosial, budaya 16

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 16 of 20 - Pages(16, 25)

serta bidang lainnya. Baik buruk sebuah kota sangat tergantung dari tersedianya fasilitas jalan yang memadai dan nyaman bagi pengguna lalu lintas. Karena keberadaan jalan yang tanpa didukung dengan kondisi yang baik, maka citra sebuah kota akan menjadi taruhannya. Terlebih, Denpasar yang menjadi daerah tujuan wisata dunia, mengharuskan pemerintah setempat menjaga dan merawat jalan-jalan yang dimiliki untuk senantiasa bisa terjaga kualitasnya. Sesuai dengan Undang-undang No 38 tahun 2004 tentang Jalan menyebutkan pemerintah baik di pusat, maupun daerah memiliki kewajiban untuk menyediakan anggaran untuk pemeliharaan, peningkatan dan pembuatan jalan baru. Namun, diakui tanggungjawab itu masih banyak menemui kendala, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan semua pihak. Kebijakan investasi untuk pembangunan infrastruktur jalan masih menghadapi hambatan besar, khususnya dalam alokasi anggaran yang masih minim. Komitmen Pemkot Denpasar dalam mewujudkan pelayanan publik juga dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana yang ada, disamping meningkatkan kualitas SDM di semua bidang yang ada. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, diharapkan dapat mempercepat tercapainya tujuan dan sebuah visi dan misi yang telah disepakati bersama dalam membangun Kota Denpasar. Karena

SAJIAN UTAMA

tanpa sarana dan prasarana yang memadai, banyak kendala yang akan dihadapi dalam mencapai tujuan dimaksud. Komitmen yang tinggi dari Pemkot Denpasar untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, bisa dilihat dari anggaran yang dialokasikan dalam APBDnya setiap tahun. Adanya peningkatan yang signifikan dalam pos belanja langsung dalam APBD-nya, menjadi bukti sebuah tekad dan komitmen untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan publik yang memadai. Pada tahun 2014 mendatang, Pemkot Denpasar telah mengalokasikan dana belanja tidak langsung dalam APBDnya sebesar Rp 726,9 miliar atau 47 persen. Sedangkan belanja langsung terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan kjasa, serta belanja modal dialokasikan sebesar Rp 813,4 miliar lebih. Kondisi ini juga berdampak langsung pada Dinas PU, terutama dalam meningkatkan infrastrukutr jalan yang ada di Kota Denpasar. Apalagi, panjang dan ruas jalan yang dimiliki Denpasar cukup panjang. Sedikitnya terdapat 1.591 ruas jalan yang menjadi kewenangan PU Denpasar. Sedangkan bila digabung menjadi satu, maka panjang jalan yang harus ditangani Kota Denpasar mencapai 563,1 kilometer. Selain jalan yang menjadi kewenangan PU Denpasar, beberapa ruas jalan yang ada juga menjadi kewenangan Provinsi Bali dan pemerintah pusat. Jalan yang

DKP Programkan Penambahan Sarana dan Prasarana Memadai M

EWUJUDKAN Denpasar bersih, asri, dan hijau bukan perkara mudah. Berbagai upaya sejatinya telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dinas Kebersiah dan Pertamanan (DKP). Namun berbagai persoalan/kendala masih dihadapi. Terutama dalam megubah prilaku masyarakat untuk menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana untuk penunjang operasional DKP menangani masalah persampahan/kebersihan juga hingga kini masih harus diupayakan. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar, I Ketut Wisada, SE, M.Si., didampingi sekretarisnya, Drs. I Dewa Gede Anom Sayoga, MM, mengakui, sebagai instansi teknis yang menangani bidang kebersihan dan pertamanan di Kota Denpasar, pihaknya masih memerlukan sokongan sarana dan prasarana yang memadai, serta peningkatan kualitas dan kuantitas SDM di seluruh bidang kegiatan, baik kebersihan, pertamanan, maupun Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Semua itu bermuara untuk menunjang seluruh program DKP untuk menciptakan Kota Denpasar yang

Mengingat ketersediaan sarana dan prasarana masih dirasakan belum memadai, DKP kembali mengajukan sejumlah penambahan sarana dan prasarana untuk pengembangan kinerja pengelolaan persampahan. bersih dan indah. Di bidang kebersihan, DKP yang dituntut menangani kebersihan jalan dan selokan, disiasati dengan menerjunkan sejumlah petugas penyapuan, serta didukung alat kerja modern dengan pengoperasian 2 unit armada road

sweeper. Petugas penyapuan menjalankan tugasnya dalam dua shift (Pagi pukul 06.00— 10.00, Siang pukul 12.00—16.00). Mereka menyisir jalan dan telajakan rumah tangga di sepanjang jalan yang dilayani. Pengumpulan dan pengangkutan sampah oleh DKP dari sumber sampah (rumah tangga masyarakat) dikumpulkan di tempat pembuangan sampah sementara (transfer depo dan container) di beberapa lokasi yang telah ditentukan. Saat ini DKP memiliki beberapa lokasi transfer Depo yaitu: di Jl. Gunung Rinjani, Jl. Mataram, Kompleks Perumahan Swakarya Baru, Jl. Tukad Pakerisan, Jl. Anggrek, Jl. Gurita, Jl. Pulau Kawe, Jl. Pilau Seram, Jl. Gunung Karang, Jl. Cok. Agung Tresna, Jl. Slamet Riadi. Sementara kotainer ditempatkan di beberapa lokasi diantaranya: Jl. Salya (1 buah), Pasar Sanglah (1 buah), Jl. Tukad Nyali (2 buah), Jl. Pralina (3 buah), Kantor Gubernur (2 buah), Jl. Flamboyan (1 buah), Jl. Sepiori (1 buah), Terinal Tegal (1 buah), Jl. Gunung Batur/kuburan Badung (3 buah), Terminal Ubung (1 buah), Jl. Gunung Agung (3 buah), Jl. Surabi (3 buah) Jl Anyelir (2 buah), Jl. Kecubung Utara (1 buah), Jl. Kecubung Selatan (2 buah), Pasar Adat Tonja, 25

2/15/2014 2:15:35 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

DATA RUMAH SAKIT YANG ADA DI KOTA DENPASAR

Rumah Sakit di Kota Denpasar SEBAGAI kota metropolitan, Kota Denpasar menjadi pusat segala pertumbuhan baik ekonomi, pendidikan maupun kesehatan. Untuk perkembangan pembangunan pelayanan kesehatan itu sendiri merupakan kondisi strategis bagi para investor untuk mengembangkan pelayanan kesehatan. Sehingga tampak pertumbuhan rumah sakit swasta di Kota Denpasar terus mengalami peningkatan.

No Kec. 1.

2.

3.

4.

Rumah Sakit Pemerintah Denbar 1. RSUP Sang2. glah. Badan Pelaksanaan RS Indra 3. (BPRSI). 4. RSAD. RSUD Wangaya

Poliklinik/BP/ rumah Bersalin, BKIA Swasta 1. RSU Surya 1. BP. PT Telkom Husadha. 2. RB. Ikatan Bidan 2. RSU Manuaba. Bali 3. RSU Kasih Ibu. 3. BP. Nanta Swara. 4. RSU Sari Dhar- 4. BP. Wijaya Ku5. ma. 5. suma RSU Prima BP/RB Wahyu 6. Medika. 6. Murti. RSU Dharma 7. BP. Harmoni 7. Usadha BP/BPG Nita RSU Bali Med 8. Klinik. BP. Kimia Farma 9. Health Care. 10. BP. Kartika. 11. BP Penta Medika. 12. BP. Baksena. BP. Bali Cha13. risma Usadha. Klinik Spesialis Rehabilitasi Santi 14. Husadha. 15. RB. Permata Hati. BP. Rama Medika. Dentim 1. RS Bayangkara 1. RSU Dharma 1. BP. Dasmiati Yadnya. Saddasa. 2. RSU Puri Ra2. RB. Buda Setia. 3. harja. 3. BP. Sayang LanRSIA Puri 4. sia. 4. Kawan Sejahtera. 5. Smile Dental RS Bali Royal 6. Klinik Hospital BP MMC. (BROSS). 7. Klinik Kecantikan Nathasa. Klinik Kecantikan Miracle Aestetic. Densel 1. RSB Harapan 1. BP JPKTK PT Bunda Astek. 2. BP Bali Hyatt. 3. BP/BKIA/RB Garba Usadha. 4. BP SOS Medika. 5. BP. Quantum 6. BP. The Grand Bali Beach. 7. BP Amerta. 8. Klinik Keluarga Prof. Bagiada. 9. BP Remedium Care. 10 BP Sekar Husad11 ha. BP Griya Medika. Denut 1. RSU Bakti Ra2. hayu. RSU Surya Usada, Ubung

StaterJalan JalanNasional JalanProvinsi JalanKota භKecamatanDenpasarBarat භKecamatanDenpasarTimur භKecamatanDenpasarSelatan භKecamatanDenpasarUtara merupakan kewenangan provinsi mencapai 83,896 kilometer yang terdiri dari 17 ruas jalan. Demikian juga ruas jalan nasional yang ada di Denpasar mencapai 33,320 kilometer dengan jumlah ruas sebanyak 17 jalan. Pengelola infrastrukutr jalan di Kota DenpasarTerkait dengan jalan yang menjadi kewenangan Kota Denpasar, masih ada beberapa ruas jalan yang mendapat perhatian untuk dilakukan perbaikan. Karena selama ini tercatat masih ada sekitar 100,66 kilometer jalan yang rusak di Denpasar. Jalan-jalan yang tergolong rusak ini sudah diprogramkan untuk di-

Panjang 2012 50.576Km¹ 42.840Km¹ 563.101Km¹ 136.053Km¹ 119.720Km¹ 188.885Km¹ 118.443Km¹

2013 50.576Km¹ 33.320Km¹ 563.101 136.053Km¹ 119.720Km¹ 188.885Km¹ 118.443 Km1 188.443Km¹

lakukan perbaikan secara skala prioritas pada tahun 2014 mendatang. Untuk tahun 2014, PU Denpasar telah merancang beberapa program peningkatan kualitas jalan, drainase, serta jembatan. Untuk program yang dikerjakan Bidang Bina Marga ini, PU telah mengalokasikan dana belanja modal sekitar Rp 56,77 miliar. Dana inilah yang akan dialokasikan untuk peningkatan jalan serta pendukung lainnya. Setidaknya PU Denpasar telah merencanakan untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan di 16 ruas jalan yang ada di Denpasar. Bukan hanya jalan, drainase yang sangat vital fungsinya dalam mencegah

SAJIAN UTAMA

Penanganan 2012 2013 Ͳ Ͳ Ͳ Ͳ 19,468.0M¹ 15,686.0M¹ 687.0M¹ 5,184M¹ 5,913.5M¹ Ͳ 4,232.5M¹ 4,482M¹ 8,635.0M¹ 6,020M¹ terjadinya banjir di Kota Denpasar, juga tidak luput dari perhatian instansi ini. Dari pengalaman yang ada, tidak tersedianya drainase yang baik, akan memicu terjadinya kerusakan jalan yang lebih cepat. Karenanya, pemeliharaan jalan juga harus dilakukan dengan memperbaiki drainase di sampingnya. Bila ini sudah dilakukan dengan baik, maka fungsi jalan dan drainase bisa lebih maksimal dan mencegah terjadinya kerusakan jalan yang lebih cepat. Meski diakui, kerusakan jalan bukan semata karena tidak tersedianya drainase, melainkan juga akibat lalu lalang kendaraan yang melebihi tonase jalan bersangkutan. as

Seperti data diatas disamping terdapat rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta juga terdapat poliklinik dan rumah sakit bersalin yang telah tumbuh berkembang seiring dengan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kesehatannya sendiri. dra dari berbagai sumber

24

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 17 of 20 - Pages(24, 17)

17

2/15/2014 2:15:44 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

TERPADU. Layanan terpadu kini dipusatkan di Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Mengemas Layanan Publik Bernuansa Budaya Bali Oleh : KS Wendra Pratiwi

Pemerintah Kota Denpasar sejak awal memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan pelayanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 18

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 18 of 20 - Pages(18, 23)

D

ENGAN motto Sewaka Dharma, yang berarti melayani adalah kewajiban. Motto itu tampaknya telah merasuk ke dalam segenap jajaran aparat birokrasi di Ibukota Provinsi Bali itu. Pemerintah Kota Denpasar terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang bersentuhan dengan perizinan. Sejalan dengan ide dan gagasan yang dikemas Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, yakni mewujudkan pelayanan publik yang bernuansa budaya Bali melalui motto Suwaka Dharma, maka konsep itu juga dikemas tidak hanya menjadi semangat dalam melakukan tugas pelayanan publik, juga dikemas dalam bentuk pembangunan gedung. Begitulah pembangunan Graha Sewaka Dharma yang sekarang berdiri gagah di

bekas Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Lumintang. Sejatinya konsep gedung yang ditawarkan Bappeda Denpasar, tidak hanya mencerminkan kemewahan dalam pelayanan perizinan, di dalamnya juga terkandung bagaimana budaya Bali bisa teradapsi dengan konsep moderen. Misalnya keramahtamahan, pasemetonan, dan tentu saja dengan penuh etika. Itulah konsep yang hendak ditawarkan dalam Graha Sewaka Dharma ini. Kemudian untuk memanjakan masyarakat yang mengurus perizinan. Petugas yang siap bekerja dengan ramah dan penuk keiklasan juga telah disiagakan. Memasuki Graha Sewaka Dharma yang telah diresmikan belum lama ini, kita diajak ramah lingkungan, dengan pemandangan yang segar, dan jauh dari keramaian, sekali pun gedung ini sejatinya berada di pusat keramaian kota Denpasar yakni

Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Tingginya tingkat kunjungan masyarakat ke puskesmas yang ada merupakan salah satu bentuk kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan di masing-masing puskesmas. Jumlah kunjungan puskesmas perbulan se- Kota Denpasar pada sampai akhir tahun 2012. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa keberadaan puskesmas di Kota Denpasar sangat dibutuhkan masyarakat terbawah. Untuk itu berbagai program dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan mutu pelayanan di masing-masing puskesmas. Pengembangan sarana kesehatan yang merupakan salah satu faktor utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kota Denpasar telah menentukan standar pelayanan terutama untuk instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan. Standar pelayanan yang dilakukan berpegangan pada ISO dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Sehingga jelas pelayanan yang didapat masyarakat dan biaya yang harus dikeluarkan. Sampai bulan Nopember 2013 telah terdapat tiga puskesmas di Kota Denpasar yang melaksanakan ISO. Ketiga puskesmas tersebut diantaranya Puskesmas II Denpasar Selatan, Puskesmas III Denpasar Selatan dan Puskesmas IV Denpasar Selatan. Disamping telah melakukan standirasi dalam pelayanan, puskesmas di Kota Denpasar terus melakukan inovasi seperti meningkatkan pelayanan dari puskesmas rawat jalan menjadi puskesmas rawat inap. Sampai akhir tahun 2013 terdapat tiga puskesmas yang memberikan pelayanan rawat inap yakni Puskesmas Denpasar Timur I, Puskesmas Denpasar Barat II, dan Puskesmas Denpasar Selatan IV,dan dua puskesmas memiliki pelayanan 12 jam yaitu Puskesmas Pembantu Ubung dan Puskesmas I Denpasar Timur.

B. Pembangunan Dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Kota Denpasar SELAIN melakukan pembangunan fisik terhadap puskesmas itu sendiri guna memberikan pelayanan yang prima pada masyarakat, Pemerintah Kota Denpasar juga memperhatikan pembangunan sumber daya manusia salah satunya dengan melakukan penilaian terhadap tenaga kesehatan yang ada di masing-masing puskesmas. Penilian tenaga medis ini juga untuk mempersiapkan lomba pada jenjang yang lebih tinggi. Dalam penilaian tenaga medis tersebut melibatkan instansi terkait. Dengan meningkatnya tenaga medis teladan tentunya diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan pada setiap puskesmas yang ada di Kota Denpasar. Tidak hanya itu untuk mengatasi berkembangnya penyakit yang mematikan seperti HIV/Aids, Pemkot Denpasar telah memiliki Rumah Sehat yang difungsikan sebagai klinik edukasi kesehatan reproduksi dan pemeriksaan dini kanker serviks. Pembentukan klinik ini merupakan salah satu bentuk peningkatan kualitas pelayanan tehadap kesehatan masyarakat. Tidak hanya itu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Pemkot Denpasar langsung menyasar ke banjar-banjar, salah satunya dengan

SAJIAN UTAMA

TABEL JUMLAH TENAGA MEDIS DI PUSKESMAS DI KOTA DENPASAR No

Nama Pusk

Dr.U

Drg

Perawat

Perawat

Bidan

Gigi

1

Pusk I Denbar 2 Pusk II Denbar 3 Pusk I Denut 4 Pusk II Denut 5 Pusk III Denut 6 Pusk I Dentim 7 Pusk II Dentim 8 Pusk I Densel 9 Pusk II Densel 10 Pusk III Densel 11 Pusk IV Densel

Apoteker

Ass

Analis

S1 Farm

Apotek

Farmasi

S1 Kesmas

4

6

12

0

6

0

1

1

2

6

8

9

5

19

0

2

1

3

4

3

9

2

6

0

0

2

0

4

9

11

1

7

0

3

1

3

4

2

8

2

9

0

2

1

3

5

4

11

2

10

0

3

1

2

5

4

11

2

7

0

3

1

2

5

3

8

2

9

0

2

1

1

3

6

12

2

7

2

2

1

1

4

5

7

2

4

1

2

1

0

1

8

7

4

13

2

3

1

1

melaksanakan safari kesehatan. Sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Denpasar salah satunya dalam penanganan beberapa penyakit menular seperti DBD, Diare, ISPA, khususnya pneumoni pada balita, rabies, AFP dan Cikungunya dalam penangannya sudah sesuai dengan tata laksana penanganan masing-masing penyakit. Untuk kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Denpasar yang hampir terjadi tiap tahun namun kasusnya terus mengalami penurunan. Berbagai langkah telah dilakukan diantaranya melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) baik di rumah

sendiri maupun dilingkungan itu sendiri. Disamping itu untuk menanggulangi DBD di masyarakat diantaranya melalui penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) termasuk melaksanakan kegiatan PSN dengan cara 3M-Plus serta peningkatan sanitasi lingkungan, Gerakan Serentak (Gertak) PSN yang melibatkan Juru Pemantau Jentik se Kota Denpasar. Upaya-upaya yang dilakukan tersebut tidak akan berhasil menurunkan kasus DBD apabila tidak didukung oleh seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan PSN minimal seminggu sekali. 23

2/15/2014 2:15:44 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma

Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan Dalam bidang kesehatan, Pemerintah Kota Denpasar terus memaksimalkan peran Puskesmas dengan cara meningkatkan pelayanan serta melengkapi sasarana dan prasarana puskesmas.

M

EWUJUDKAN pembangunan kesehatan yang berkualitas di Kota Denpasar telah dilakukan berbagai upaya. Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan merancang berbagai program untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan mendekatkan dan meningkatkan mutu pelayanan. Ada pun program bidang kesehatan tersebut adalah sebagai berikut :

A. Pembangunan Sarana Kesehatan Sampai saat ini di Kota Denpasar terdapat 11 puskesmas yang tersebar di empat kecamatan. Puskesmas yang ada ini dalam memberikan pelayanan dibantu oleh 25 puskesmas pembantu dan 11 puskesmas keliling. Jumlah puskesmas yang ada sampai puskesma keliling memberikan pelayanan pada seluruh penduduk Kota Denpasar yang berjumlah 833.900 merupakan sumber dari

TABEL JUMLAH KUNJUNGAN KE PUSKESMAS No

Nama Puskesmas

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah Kunjungan

Rata-rata Perbulan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Pusk I Denpasar Barat Pusk II Denpasar Barat Pusk I Denpasar Utara Pusk II Denpasar Utara Pusk III Denpasar Utara Pusk I Denpasar Timur Pusk II Denpasar Timur Pusk I Denpasar Selatan Pusk II Denpasar Selatan Pusk III Denpasar Selatan Pusk IV Denpasar Selatan

17.165 23.626 16.709 17.938 19.358 20.437 16.710 16.809 18.524 10.582 48.399 226.257

20.320 31.644 18.655 20.312 20.231 17.991 18.511 19.190 27.583 11.509 43.709 249.655

37.485 57.970 35.364 38.250 39.589 38.428 35.221 35.999 46.107 22.091 92.108 478.612

3.123 4.830 2.947 3.187 3.299 3.202 2.935 2.999 3.842 1.840 7.675

Jumlah/Total 22

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 19 of 20 - Pages(22, 19)

jalan Gatot Subroto yang sehari-harinya tergolong sangat padat. Yang jelas sejak berdirinya kantor Sewaka Dharma ini, setidak masyarakat Kota Denpasar telah dihadirkan sebuah layanan yang prima. Pelayanan Publik yang berada di pusat Kota Denpasar diharapkan betul-betul mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, dan memberikan pelayanan secara transparan dan akuntable, sehingga perlu di dorong terus, sehingga daerah lain dapat mengikuti jejak apa yang telah dilakukan Pemkot Denpasar dalam hal pelayanan publik. “Apa yang telah dilakukan Pemkot Denpasar dalam hal pelayanan publik dengan melakukan reformasi birokrasi sangat luar biasa,” itulah katakata yang meluncur dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI. Azwar Abubakar, Senin (15/10), ketika menyempatkan diri mengunjungi empat pelayanan publik Kota Denpasar yakni UPT Pengujian Kendaraan Bermotor dengan sistem Drive Thru, Puskesmas IV Denpasar Selatan, Dinas Perijinan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar. Kehadiran Menpan di Denpasar didampngi Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota DenpasarA. AN Rai Iswara, dan Instansi Terkait. “Saya sengaja datang ke sini untuk mengetahui lebih dekat tentang pelayanan publik Kota Denpasar, tidak berbelit-belit dan tidak ada permainan. Birokrasi memang harus melayani melayani masyarakat. Dengan sistem pelayanan terpadu satu pintu seperti yang dilakukan Pemkot Denpasar, saya yakin pelayanan akan lebih baik, ” ujar Azwar Abubakar. Kunjungan Azwar Abubakar pertama kali melihat pelayanan Drive Thrue Uji Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Denpasar kemudian mengunjungi Puskesmas IV Densel. Selanjutnya Azwar Abubakar melihat Dinas Perijinan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berlokasi di satu gedung. Azwar Abubakar mengatakan pelayan terpadu satu pintu yang diterapkan Denpasar sangat bagus, betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Masyarakat kita perlu dimanjakan haknya, sudah sewajarnya masyarakat menerima pelayanan yang semakin hari semakin bagus, karena hampir 50 persen anggaran untuk belanja pegawai, jadi sewajarnya masyarakat mendapat pelayanan yang semakin baik”, katanya sembari menambahkan ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi. Sementara Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan dalam memberikan pelayan publik langsung kepada masyarakat di Kota Denpasar pihaknya terus berupaya memperbaiki sistem dengan merubah maindset pegawai. “Ini merupakan program kerja misi dan visi Pemkot Denpasar. Setiap tahun kami terus mengevaluasi pelayanan publik, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Pelayanan publik yang kita berikan kepada masyarakat mudah-mudahan dapat tercapai sesuai dengan apa yang menjadi keinginan masyarakat Kota Denpasar,” ujar Rai Mantra. Semangat ini memang harus menjadi acuan bagi para pegawai Pemkot Denpasar yang khusus ditugaskan di Graha Sewaka Dharma ini. Jangan sampai dengan penampilan mewah seperti ini, terus memberikan pelayanan yang kurang memuaskan, sehingga citra mewah yang ditampilkan Graha Sewaka Dharma ini tidak pas.

SAJIAN UTAMA

Hatta Rajasa

Layanan Publik Tingkatkan Daya Saing Bangsa JIKA dicermati dalam keseharian, di mana pun layanan publik selalu bersentuhan dengan uang, kecepatan dan waktu. Tiga sisi ini tentu saja memberikan celah bagi aparat atau masyarakat untuk melakukan yang melanggar hukum. Ketika seorang mengurus izin, mereka tentu membutuhkan layanan yang cepat selesai, jika layanan yang kurang cepat, apakah karena kurang persyaratan admisnitrasi dan lain-lain, maka di sini akan membuka adanya peluang bagi kedua belah pihak, apakah masyarakat maupun aparat untuk melakukan pelanggaran hukum. Maka dalam layanan publik ini yang harus dikedepankan adalah kepastian dan tranparansi. Artinya, masyarakat yang hendak mengurus izin-izin usaha dan sebagainya, dia harus mendapatkan kepastian waktu, kapan izinnya akan selasai. Kemudian pemerintah juga harus menjamin adanya transparansi. Misalnya mengenai persyaratan, serta biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengurus suatu izin. Jangan sampai terjadi, masyarakat tidak tahu persyaratan, kemudian ketika mereka mengurus izin ada persyaratan ‘mendadak’ yang harus mereka penuhi.

Maka, tidak salah kalau kemudian Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, ketika berkunjung ke Graha Sewaka Dharma belum lama ini mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Denpasar (Pemkot) dalam peningkatan pelayanan publik. Dia berharap peningkatan pelayanan publik juga dilakukan seluruh pemerintah kota dan kabupaten lainnya. Hatta yang ketika itu meninjau Graha Sewaka Dharma, gedung pusat pelayanan publik milik Pemkot Denpasar, di kawasan Lumintang, Denpasar, Rabu (27/2/2013, mengingatkan, pelayanan publik adalah salah satu indikator daya saing global. Karena itu, ujar Hatta, peningkatan pelayanan publik menjadi penting dalam hal meningkatkan daya saing bangsa. “Kendala kita salah satunya dalam hal pelayanan publik. Kalau dapat ditingkatkan, dan harus ditingkatkan, indeks kita akan meningkat,” kata Hatta. Di Gedung Pusat Pelayanan Publik Pemkot Denpasar terdapat sejumlah pelayanan publik, antara lain, pelayanan perizinan, kependudukan dan catatan sipil, dan perdagangan.

* Penulis pemimpin redaksi tabloid Bali Promo

19

2/15/2014 2:15:47 AM


SAJIAN UTAMA

Sewaka dharma

Sewaka dharma Pengembangan e-govt tahun 2013 dilanjutkan dengan pembuatan perda mengenai SIN, pelatihan perawatan teknologi informasi, pembuatan basis data terpadu, maintenance system pendukung, dan pemantapan system security. Untuk tahun 2014, dilakukkan penyusunan master plan, pelatihan system informasi manajemen, pengujian dan pemantapan keamanan dan kehandalan system, pembangunan datawarehouse, serta penyesuaian teknologi. Pada tahun 2015, akan dilakukan pengesahan master plan, pelatihan sistem informasi eksekutif, pemeliharaan datawarehouse, serta updating server. Walikota Denpasar IB Rai Dharma Wijaya Mantra menyadari, ada sejumlah hambatan dalam mewujudkan rencana induk pemerintahan elektronik itu. Pertama, kualitas dan kuantitas SDM yang terbatas serta pemanfaatan yang belum sesuai dengan kompetensi. Selain itu, infrastruktur belum memadai, kultur mendokumentasikan yang belum lazim, serta tempat akses yang terbatas. Hambatan lainnya, keterlibatan swasta dan partisipasi masyarakat masih rendah.

Butuh waktu lama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat/swasta, eksekutif maupun legislatif. Kondisi politik yang kurang stabil juga turut menghambat, selain tidak adanya standarisadi sistem nasional. Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, perlu dilakukan berbagai pendidikan dan pelatihan teknologi informasi guna penguatan SDM. Selain itu, tentunya juga dengan penambahan sarana dan prasarana e-govt, membangun system manajemen mutu ISO 9001 : 2008. Tak kalah pentingnya, menurut IB Rai Dharmawijaya, adalah adanya komitmen bersama dalam meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah pusat. Dalam hal ini, utamanya adalah membuat regulasi yang menjadi hambatan penerapan e-govt di daerah, yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk peraturan daerah, yang diperlukan untuk memperkuat supporting di daerah. Hal lain yang juga perlu dilakukan adalah monitoring dan evaluasi dari pemerintah pusat dan intensitas sosialisasi yang terus

SAJIAN UTAMA

menerus. Salah satu perwujudan e-governwendra, pemimpin redaksi Bali m e n t y a n g t e n g a h d i k e m bangkan, Promo kota Denpasar telah menerapkan sistem pelayanan elektronik, atau yang lebih akrab disebut dengan e-Sewaka. Langkah ini sebenarnya sudah dimulai sejak Rai Dharmawijaya masih menjabat sebagai Walikota, dan yang diakui sebagai penggagas berbagai inovasi pelayanan publik. Kini, saat memasuki tahun kedua sebagai Walikota Denpasar secara definitive, sejumlah pelayanan publik, buahnya semakin banyak. Sebut saja dalam penerimaan siswa baru yang telah dilakukan secara online. Hal ini memberikan transparansi dan akuntabilitas dalam penerimaan siswa baru. Dengan system penerimaan siswa secara online, dapat menjaring siswa berprestasi dan mengetahui daya tamping sekolah yang sesungguhnya. Namun harus diakui bahwa hal ini memerlukan konsistensi poitik dari pimpinan daerah. Selain itu, kurangnya pemahaman dan pengertian dari orang tua siswa juga merupakan salah satu kendala. ks

KUNJUNGAN. Kunjungan Wakil Menteri Pan dan RB Prof. Dr.rer.publ. Eko Prasojo, SIP, Mag.rer.publ. Graha Sewaka Dharma Lumintang belum lama ini.

Layanan Publik Yang Transparan Dambaan Masyarakat Kota Masyarakat moderen senantiasa mendambakan layanan publik yang transparan cepat dan murah.

S

ALAH satu inovasi yang secara konsisten diterapkan Pemkot Denpasar adalah pengembangan egovernment. Hal itu telah dituangkan ke dalam rencana induk untuk program lima tahun dari 2011 – 2015. Dalam rencana induk itu 20

Majalah Swaka Dharma.indd Spread 20 of 20 - Pages(20, 21)

ditetapkan, tahun 2011 memberlakukan penggunaan open source software, sosialisasi rencana induk pengembangan e-govt, pemetaan kebutuhan data, jaringan dan aplikasi, serta peningkatan langganan bandwidtf internet. Langkah itu dilanjutkan dengan se-

jumlah langkah pada tahun 2012, yakni persiapan pembuatan Perda tentang SIN, pelatihan pengelolaan database, penentuan standard operating procedure, pemasangan system security, serta penamahan terminal akses bagi masyarakat. 21

2/15/2014 2:15:52 AM

Majalah Sewaka Dharma Edisi No 3 Tahun 2013  

Majalah Sewaka Dharma sebagai media penerbitan internal Pemerintah Kota Denpasar yang diterbitkan Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpa...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you