Issuu on Google+

HARIAN UMUM

LINGKAR JABAR

SUARA RAKYAT JAWA BARAT Edisi 153 - Tahun 1 - Rabu, 26 September 2012

Redaksi/Iklan: Telp./Fax. 0251 -8663605

https://www.lingkarjabar.net

Rp. 2.000

Sekda Tasikmalaya Terima Dana APBD Diluar Gaji

8 | Infotainment

Juwita Bahar INGIN BURU-BURU MENIKAH

Indeks Indek

4 | Wakil Presiden Sampaikan Orasi Ilmiah di IPB

KAB.BOGOR (LJ) - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Boediono menyampaikan Orasi ilmiah sidang terbuka dalam rangka Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke 49, di Gedung Graha Widya Wisuda IPB, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa (25/9). Orasi ilmiah Boediono ini bertemakan “Transformasi Struktural Sektor Pertanian” untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional.

“Dana itu dikeluarkan setiap bulan dari APBD Kabupaten Tasikmalaya. Ironisnya, itu di luar gaji pokok serta tunjangan lainnya yang sebenarnya sudah cukup besar. Dari dana Sekda dianggarkan 360 juta setahun dan masuk kantong pribadi, sementara APBD di kita lagi defisit,”

6 | DPRD Jabar Wacanakan Pembentukan Bank Daerah Baru BANDUNG(LJ) - Pesatnya perkembangan Bank Jabar Banten (BJB) sehingga mengarah ke bank umum, membuat wakil rakyat DPRD Jabar mewacanakan pembentukkan Bank Daerah Baru yang lebih peduli pada rakyat Jawa Barat. “Dalam waktu dekat diharapkan dapat segera terbentuk,” ujar Daddy Rohanady anggota Komisi E DPRD Jabar kepada wartawan di DPRD Jabar Jalan Diponegoro no 22 Kota Bandung.

Sampaikan Temuan Keluhan dan Saran Anda ke: 081210781404 email: lingkarjabar@yahoo.com

lingkarjabar

@lingkarjabar

TASIKMALAYA (LJ) - Transparency Institute (TI) atau organisasi pemerhati pemerintah Tasikmalaya menguak soal pengalokasian anggaran fantastis untuk kepentingan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Diketahui, Sekda menerima dana tambahan penghasilan sebesar Rp 30 juta per bulan yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setiap tahunnya.

“Dana itu dikeluarkan setiap bulan dari APBD Kabupaten Tasikmalaya. Ironisnya, itu di luar gaji pokok serta tunjangan lainnya yang sebenarnya sudah cukup besar,” kata Sekjen TI, Murtholib, dalam keterangan persnya kepada wartawan, Selasa (25/9). Ia mengungkapkan, dana yang dianggarkan kepada pejabat tertinggi birokrasi itu berdasarkan hasil temuan dan laporan pengalokasian anggaran Pemerintah Bersambung ke hal 11

Jangan Takut Bicara ! Bupati Purwakarta Dituding Gunakan Bupati Jangan Tunggu Korban Lagi Atuh.! Sudah beberapa tahun ini jalan yang menghubungkan Kecamatan Lamahabang dengan Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang dibiarkan rusak parah. Akibatnya masyarakat kesulitan saat akan membawa hasil panen untuk dijual. Selain itu, kerusakan jalan juga sering menimbulkan kecelakaan lalulintas, terutama pengendara roda dua. Walau begitu, anehnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang belum juga memberikan perhatian, padahal sudah mengetahui kondisi jalan ini. Kenapa sih, harus menunggu korban jatuh lagi, kucurkan saja atuh pak bupati anggaran untuk perbaikan jalan ke wilayah ka mi. 081282774xxx

Satpol PP Berani Hanya Sama PKL Saja? Kami warga Sukasari mengapresiasi dan salut dengan kinerja petugas Satpol PP Kota Bogor yang berani menertibkan secara paksa para PKL disekitar Jalan Siliwangi, bahkan mereka (PKL,red) sampai kocar-kacir. Sayangnya, tindakan penegak Perda di Kota Hujan itu hanya berani kepada rakyat jelata, giliran menertibkan bangunan melanggar disekitar jalur Tajur atau di lokasi Kali Cibalok saja, tak ada satupun tuh Satpol PP yang berani.

089897768xxx

Info Pertanahan: Oleh ARN Consultant

Mengenal Tanah Kas Desa (Tanah Bengkok) Secara umum, istilah “tanah bengkok” cukup popular dan dikenal oleh masyarakat kita. Namun tidak semua orang mengerti secara tepat apa yang dimaksud dengan tanah bengkok itu. Baik dari sisi pengaturannya maupun kepemilikannya. Dalam praktik di masyarakat, sengketa tanah bengkok ini cukup banyak terjadi. Seringkali tanah bengkok ini diperjualbelikan untuk kepentingan pribadi sehingga menjadi konflik. Apa yang dimaksud dengan tanah bengkok itu? Sebenarnya, tanah bengkok adalah bagian dari tanah desa yang merupakan Tanah Kas Desa. Jadi tanah tersebut diperuntukkan bagi gaji pamong desa, yaitu: Kepala Desa dan Perangkat Desa. Mereka mempunyai hak untuk memperoleh penghasilan dari atas tanah yang diberikan oleh desa untuk memelihara kehidupan keluarganya dengan cara mengerjakan hasilnya dari hasil tanah itu karena jabatannya, jika di lain waktu yang bersangkutan tidak lagi menjabat sebagai pamong desa, maka tanah bengkok tersebut menjadi tanah kas desa. Menurut Permendagri No. 4 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa, pada Pasal 2 dan pasal 3, Tanah bengkok yang merupakan Tanah Kas Desa adalah bagian dari Kekayaan Desa Bersambung ke hal 11

Fasilitas Negara untuk Pilkada

PURWAKARTA (LJ) - Maju kembali sebagai Calon Bupati (Cabup) Purwakarta periode 2012-2017, petahana Dedi Mulyadi dituding menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan politiknya dalam proses Pemilihan Kepala Darah (Pilkada) Purwakarta. Akibat tudingan itu, Dedi Mulyadi harus menjalani pemeriksaan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran dalam proses Pilkada. Setelah sempat mangkir dari panggilan, Dedi yang berpasangan dengan Dadan Koswara (Sekretaris Daerah, Red) dalam pencalonan Pemilukada Purwakarta 2012 akhirnya mendatangi kantor Panwaslu pada Selasa petang (25/9), sekitar pukul 18.30 WIB dari yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB. Sementara Dadan sudah terlebih dahulu datang memenuhi panggilan tersebut tepat waktu yakni sekitar pukul 09.00 WIB. “Yang bersangkutan sudah diperiksa sekitar setengah jam dan

Mundur Jadi Cagub, RY Investasi Politik BANDUNG (LJ) - Mundurnya Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jabar, Rahmat Yasin, dari Calon Gubernur (Cagub) dipastikan akan berujung pada pemberian dukungan Cagub dari parpol lain. Tak sedikit pihak yang memprediksi PPP Jabar akan merapat pada incumbent atau petahana yang memiliki potensi menang lebih besar. Diprediksi, incumbent yang didekati adalah Ahmad Heryawan, saat ini Gubernur, yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) atau Wakil Gubernur Dede Yusuf yang

saat ini sudah kian dekat dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Menurut pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Bandung, Muradi, PPP sepertinya akan lebih mengarah pada parpol dengan platform keagamaan, apalagi RY--sapaan akrab Rachmat Yasin--dikenal sebagai politisi yang dekat dengan kalangan ulama. “Sepertinya PPP akan mendukung Heryawan atau Dede Yusuf sebagai petahana. Dugaan saya akan lebih merapat ke partai dengan platform

Bersambung ke hal 11

Pelaksanaan Lelang Tender Via LPSE Jabar Hemat Rp 420 Miliar

hasilnya akan kami kaji untuk menentukan apakah kasus pelanggaran ini bisa diproses lebih lanjut atau tidak,” papar Ketua Panwaslukada Purwakarta Didin Syafrudin kepada wartawan di kantornya, Selasa (25/9). Seperti diketahui, Dedi dan Dadan dilaporkan ke Panwaslu terkait dengan dugaan pelanggaran pemilukada. Saat hendak mendaftar ke Komisi

Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta, Minggu, 9 September lalu, pasangan tersebut berkumpul di gedung NakulaSadewa, Jalan Singawinata dan berangkat menuju KPU bersama sejumlah pendukungnya. Menurut Didin, penggunaan gedung negara tersebut berpotensi melanggar UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peratu

BANDUNG (LJ) - Kepala Balai Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jabar, Ika Mardiana, menyatakan sampai saat ini tercatat sebanyak 4.819 paket pekerjaan ditenderkan lewat LPSE Jabar. Nilai pagunya, tambah Ika, sebesar Rp 3,98 triliun, dengan efisiensi sebesar Rp 420 miliar atau 11,57%. “Nilai tersebut merupakan gabungan antara pengadaan jasa kabupaten/kota, perguruan tinggi, APBN, dan lainnya,” kata Ika di sela-sela usai acara ‘Internalisasi sistem integritas dan Good Corporate Governance menuju Pengadaan Bersih’ di Hotel Aston Tropicana, Jalan Cihampelas Kota Bandung, Selasa (25/6). Pada 2011 lalu, lanjutnya, LPSE mencatat pelaksanakan lelang mencapai 3.592 paket pekerjaan. Meski jumlahnya sedikit namun nilai pagunya mencapai Rp4,8 triliun. “Nilainya besar karena ada beberapa proyek tahun jangka panjang yang nilainya di atas Rp100 miliar,” bebernya. Sedangkan pada tahun ini, katanya, proyek yang sudah masuk LPSE bernilai di bawah Rp5 miliar. Paket-paket kecil itu memberi peluang bagi pengusaha kecil ikut tender. “Sampai akhir tahun, tidak ada lelang bernilai

Bersambung ke hal 11

Bersambung ke hal 11

Puluhan Rumah Warga Rusak Akibat Proyek GOR Pakansari “Selama tiga bulan, getaran pemasangan tiang yang dilakukan PT PP selaku pelaksana proyek sangat terasa, tapi kami baru mengetahui rumah retak sekitar dua minggu lalu,” KAB.BOGOR (LJ) - Pengerjaan proyek pembangunan GOR (Gelanggang Olahraga) Pakansari, di Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong-Kabupaten Bogor, mulai dikeluhkan warga yang bermukim di sekitar lokasi proyek. Pasalnya, pengerjaan pemasangan tiang pancang proyek sarana olahraga terbesar di Kabupaten Bogor itu, mengakibatkan puluhan rumah warga retak-retak. Warga menduga retaknya dinding rumah mereka akibat dari getaran di lokasi proyek. Seperti dikeluhkan Sopwan Ali (37), warga Kampung Cikempong RT 06/07, Kelurahan Pakansari, kondisi rumahnya yang baru selesai dibangun tahun 2011 lalu saat ini sudah retak akibat getaran saat pemasangan

tiang pancang di lokasi proyek GOR. Bahkan, keretakan pun hampir di seluruh dinding rumahnya. “Mulai dari depan, ruangan tengah, dapur dan tiga kamar yang ada, semuanya pada retak. Padahal, baru satu tahun kami menyelesaikan pembangunan rumah ini,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Sopwan mengatakan, dirinya menuding proyek GOR penyebab keretakan semua ruangan rumahnya bukan tanpa dasar. Sebab, sebelum ada aktivitas pemasangan tiang pancang kondisi rumahnya tidak apa-apa. “Selama tiga bulan, getaran pemasangan tiang yang dilakukan PT PP selaku pelaksana proyek sangat terasa, tapi kami baru mengetahui rumah retak

Warga menunjukan dinding rumah yang retak

sekitar dua minggu lalu,” jelasnya. Selain itu, kata dia, kejadian seperti ini juga dialami pemukiman warga di RW tetangga, namun keberadaan mereka langsung ditanggapi pihak pelaksana pembangunan


OPINI Catatan Redaksi

Penyelenggara Negara Masih Belum Taat pada Konstitusi Banyak tokoh bangsa menilai amandemen UUD 1945 yang sudah empat kali dilakukan tanpa konsep telah menghancurkan Pancasila. Keberhasilan mengamendemen UUD 1945 sebanyak empat kali, praktis menjadikan batang tubuh konstitusi itu berbeda dengan dasar negara (Pancasila). Bahkan seorang pensiunan Jendral TNI menyebutkan upaya amandemen UUD 1945 merupakan salah satu usaha tanpa kekerasan AS yang merugikan bangsa Indonesia yang dibantu oleh orang Indonesia sendiri. Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum PB Nadhlatul Ulama (NU), pernah menyebutkan bahwa kehancuran Pancasila membuat politik, ekonomi, dan budaya ‘bocor’. Sila-sila Pancasila tak lagi menjadi landasan hidup dalam berbangsa dan bernegara. Bentrokan, separatisme, konflik, tawuran, dan kerusuhan marak. Rasa persaudaraan luntur dan budaya gotong-royong luntur. Baik eksekutif maupun legislatif lebih mementingkan pribadi dan kelompoknya, bukan rakyat. Korupsi pun menjalar di mana-mana, mengabaikan rasa keadilan. Kita pun lantas bertanya, mungkinkah 500 anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) hasil Pemilu 1999 melakukan 4 kali amandemen UUD 1945 untuk menghancurkan Pancasila? Analisis terhadap 7 isi pokok perubahan konstitusi menunjukkan bahwa amandemen tersebut justru untuk meluruskan UUD 1945, yang atas nama Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pancasila telah diselewengkan oleh rezim-rezim sebelumnya. Isi pokok pertama, presiden dan wapres dipilih langsung oleh rakyat dan hanya boleh memegang jabatannya maksimal 2 kali masa jabatan. Tidak terbantahkan, sejumlah tokoh lama masih bermimpi presiden boleh seumur hidup, atau boleh 7 kali lima tahun. Kedua, Pasal 18 ayat (4) menjadi landasan pemilihan kepala daerah langsung oleh rakyat. Sejumlah politisi masih merindukan cara pilgub Orde Baru, yang memilih calon sesuai petunjuk presiden. Ketiga, perubahan Pasal 28 - dikembangkan pada Bab X A menjadi Pasal 28A sampai 28J. Perubahan itu menjadi landasan konstitusional perlindungan hak asasi manusia (HAM) Indonesia. Sejumlah mantan petinggi militer masih menginginkan boleh melanggar HAM demi stabilitas nasional. Keempat, Pasal 20 ayat (1) memperkuat DPR, agar DPR dicegah menjadi sekadar pemberi legitimasi kepada penguasa rezim untuk bertindak sewenangwenang. Kelima, Pasal 18 ayat (2), (5), (6), (7) menjadi landasan penyelenggaraan otonomi daerah. Politisi penikmat kekuasaan rezim lama masih mendambakan agar kekuasaan penyelenggaraan negara terpusat di Jakarta. Keenam, Pasal 28F mempertegas bahwa hak berkomunikasi dan memperoleh informasi, serta hak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi oleh setiap orang dilindungi konstitusi. Sejumlah politisi, pejabat dan pengusaha masih ingin kebijakan lama yang mengekang pers. Ketujuh, Pasal 30 ayat (3) dan (4) menjadi landasan konstitusional pengaturan konsep pertahanan dan keamanan berdasar paham demokrasi. TNI dan Polri tidak boleh lagi berfungsi politik, dan tidak dimungkinkan lagi menjadi backing Presiden RI yang otoriter. Pasal itu memposisikan Polri penanggung jawab internal security, TNI external security. Resistansi atas perubahan ini semakin disuarakan oleh tokoh-tokoh lama. Tujuan perubahan tersebut, pertama, mempertegas agar kedaulatan rakyat tidak lagi dicabut, dan presiden tidak lagi menjadi tiran. Kedua, distribusi kekuasaan penyelenggaraan negara tidak boleh lagi saling mensubordinasi, tapi berdasarkan checks and balances. Ketiga, agar amandemen konstitusi dan UU turunannya menjadi bagian dari sistem penyelenggaraan negara untuk dipedomani dalam memajukan dan menyejahterakan segenap rakyat. Setidaknya, ada dua akar persoalan hingga keadaan buruk terjadi di negeri ini sebagaimana digambarkan oleh banyak tokoh bangsa. Pertama, penyelenggara negara masih berkultur tidak mentaati sistem sesuai amanat konstitusi. Dalam pidato bertajuk Menemukan Kembali UUD 1945 di Unpad Bandung (6/10/2011) lalu, mantan Ketua MA Prof Dr Bagir Manan SH MCL mengatakan, di masa Orde Lama dan Orde Baru, UUD 1945 secara formal berlaku, tetapi tidak dijalankan. “Yang terjadi adalah penyimpangan-penyimpangan, seperti sistem pemerintahan otoriter. Di masa reformasi, baik karena ada perubahan, berbagai peraturan perundang-undangan baru maupun praktik UUD 1945 belum juga dilaksanakan sebagaimana mestinya.” Kedua, manusia Indonesia memiliki karakter kelemahan yang perlu disembuhkan terlebih dahulu. Mendiang sastrawan Mochtar Lubis menyebutkan 8 karakter kelemahan manusia Indonesia sebagai penyakit kronis yang menggerogoti bangsa ini. Ke-8 karakter tersebut adalah cenderung korup, munafik, enggan bertangguung jawab, berjiwa feodal, percaya takhayul, tidak hemat dan boros, tidak senang bekerja keras dan cenderung bermalas-malas, serta bisa kejam, mengamuk, dan membakar. Gambaran buruk bahwa lima sila Pancasila belum terwujud sebagaimana mestinya adalah benar. Namun, hal itu terjadi akibat 4 amandemen UUD 1945, tidak bernalar. Yang lebih masuk akal, karena penyelenggara negara kita masih berbudaya tidak mentaati konstitusi. Tantangan ke depan, elite bangsa ini tidak ada salahnya mengikuti nasihat Sun Tzu bahwa untuk memenangkan cita-citamu, kenalilah dirimu. Kalau yang menggerogoti kehidupan bernegara selama ini adalah 8 karakter kelemahan manusia Indonesia, maka penyakit kronis itu harus segera disembuhkan. Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tapi dapat menjadi jati diri (das sein) menuju Indonesia yang maju, makmur, adil, dan sejahtera. Semoga!!

Renungan Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Bobodoran

Teu Meunang Di BSM aya bioskop. nu narongton teh ka eta bioskop teu meunang make sendal, sapatu, malah baju oge teu kaci, kitu deui calana. Basa ditanya ka satpam nu ngajega di deukeut loket, manehna nyarita: “Sumuhun, kulan, nongton di dieu mah teu kenging ngangge nukararitu, kenging soteh ngangge karcis...” wew ....

Redaksi Menerima kiriman Tulisan Artikel tentang berbagai topik dan peristiwa. Dimohon untuk tidak mengirimkan tulisan berbau pornografi, menghina SARA, mendiskreditkan pihak tertentu dan memecah belah NKRI. Kirim ke lingkarjabar@yahoo.com (kode : artikel) DIHIMBAU KEPADA SEMUA PIHAK UNTUK TIDAK MEMBERIKAN

IMBALAN ATAU SESUATU KEPADA WARTAWAN LINGKAR JABAR YANG SEDANG MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIK

Penerbit PT. PANCA LINGKAR MEDIA Griya Indah Bogor Blok R No. 8 Jl. KH. M. Soleh Iskandar Kota Bogor - Telp./ Fax . 0251-8663605 SIUP : 517/345/PK/B/BPPTPM/V/2012 NPWP : 31.493.964.6.404.000 email : lingkarjabar@yahoo.com Rekening : Bank BCA Cabang Juanda No. Rek: 0953025563 WARTAWAN LINGKAR JABAR ADALAH YANG TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI DAN DILENGKAPI KARTU PERS ATAU SURAT TUGAS

Edisi 153 - Tahun 1 - Rabu, 26 September 2012

2

Iman & Taqwa

Cara Allah Memberi Rezeki Sungguh, Allah Maha Perencana dari segala macam kejadian dan peristiwa. Setiap peristiwa yang sudah terjadi, bagi seorang muslim merupakan ketetapan Allah yang sangat indah. Karena disitulah letak ukuran dan ujian kualitas taqwa seseorang… Andaikata, uang kita diambil satu bagian, lalu dikembalikan sebanyak tujuh belas kali lipat, maukah kita? Andaikata, yang mengambil tidak memberitahu lebih dahulu, kalau nantinya akan dibayar dengan berlipat ganda, maukah kita? Marilah kita ikuti pengalaman nyata seorang bapak muda yang cukup menarik untuk dikaji. Sebutlah

Pak A. Sekitar 14 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1988, seorang muda yang baru dikarunia seorang anak, is bekerja sambil menyelesaikan kuliahnya yang tinggal sebentar lagi selesai. Gaji yang didapatkan dari pekerjaannya itu setiap bulannya dapat dikatakan sangat tidak cukup untuk biaya hidupnya beserta istri dan seorang anak kecilnya.

Suatu hari yang “naas” ia pulang dari kerjanya. Dengan penuh gembira ia membawa pulang gaji pertamanya yang sebesar Rp. 40.000,- (Empat puluh ribu rupiah). Dengan perasaan bangga dan penuh dengan rasa gembira ingin ditunjukkannya hasil kerjanya itu kepada istri tercintanya. Ingin sekali ia cepat-cepat sampai di rumah dan dengan uang itu ia ingin belanja bersama istri dan anaknya, maklum gaji pertama adalah gaji yang mempunyai nilai “historis” tinggi. Setelah sampai di rumah apa yang terjadi? Ternyata dompet yang berisi gaji satu bulan tersebut sudah tidak ada di saku celananya alias kecopetan ketika ia pulang dari tempat kerjanya. Bisa dibayangkan betapa sedih, kecewa dan bingungnya ia ketika itu. Andaikata bisa, mungkin ia akan menangis sejadi-jadinya. Bahkan mungkin ia akan protes kepada tuhan yang telah “mengijinkan” peristiwa itu terjadi. Karena ia telah bekerja dengan keringatnya tanpa kenal lelah dengan penghasilan yang halal demi keluarga tercinta. Waktu satu bulan sungguh terasa sangat lama untuk menunggu gaji tersebut. Tapi apa mau dikata gaji pertamanya sudah harus ia relakan untuk tidak ia miliki saat itu.

Bagaimana jika peristiwa itu terjadi pada diri kita? Sanggupkah kita menerimanya dengan ikhlas? Apa yang ia lakukan selanjutnya? Ia duduk terdiam tanpa bisa berkata apa-apa sambil memandang istri dan anaknya, mengapa hal ini harus terjadi pada dirinya? Dalam kondisi seperti itu dengan hati terasa pedih ia mencoba tegar dan berpikir praktis. Biarlah uangnya hilang, toh peristiwa sudah terjadi, mau diapa lagi….?” Akhirnya diambilnya keputusan untuk tetap berusaha kalau-kalau dompet tersebut masih mungkin untuk ditemukan, walaupun secara logika sangat kecil kemungkinannya untuk mendapatkan kembali uangnya tersebut. Ia berusaha mengambil hikmah dari kejadian itu meskipun dengan perasaan yang tidak karuan sedihnya. Keputusan segera diambilnya, yaitu tetap berusaha untuk mencoba mendapatkan kembali dompetnya karena di dalamnya ada beberapa surat berharga, diantaranya stnk kendaraan bermotor, ktp, dan beberapa surat penting lainnya. Akhirnya untuk mendapatkan kembali surat-surat yang hilang tersebut ia menulis surat pembaca pada sebuah surat kabar, yang intinya: bersambung....

Kisah Sufi

Khalifah Umar bin Khattab

Tundukkan Sungai Nil Dengan Surat (4) “Jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka jangan mengalir. Namun jika Allah Yang Maha ESa dan Maha Perkas yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuatmu mengalir.” Imam al-Haramain mengemukakan kisah tentang sungai Nil. Pada masa jahiliyah, sungai Nil tidak mengalir sehingga setiap tahun dilemparlah tumbal berupa seorang perawan ke dalam sungai tersebut. Ketika Islam datang, sungai Nil yang seharusnya sudah mengalir, ternyata tidak mengalir. Penduduk Mesir kemudian mendatangi Amr bin Ash dan melaporkan bahwa sungai Nil kering sehingga diberi tumbal dengan melempar seorang perawan.Kemudian Amr bin Ash r.a berkata kepada mereka, “Sesungguhnya hal ini tidak boleh dilaku-

kan karena Islam telah menghapus tradisi tersebut.”Maka penduduk Mesir bertahan selama tiga bulan dengan tidak mengalirnya sungai Nil, sehingga mereka benar-benar menderita. Amr menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk menceritakan peristiwa tersebut. Dalam surat jawaban itu Umar menyatakan, “Engkau benar bahwa Islam telah mengahapus tradisi tersebut. Aku mengirim secarik kertas untukmu, lemparkanlah kertas itu ke sungai Nil.” Sungai Nil Tunduk Kemudian Amr membuka kertas tersebut sebelum melemparkannya ke sungai Nil. Ternyata kertas tersebut berisi tulisan Khalifah Umar bin Khattab untuk sungai Nil di Mesir. Isi surat tersebut adalah, “Jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka jangan mengalir. Namun jika Allah Yang Maha ESa dan Maha Perkas yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuatmu mengalir.” Kemudian Amr melempar kertas tersebut ke sungai Nil sebelum kekeringan benar-benar terjadi. Sementara itu penduduk Mesir telah bersiap-siap untuk pindah meninggalkan Mesir. Pagi harinya, ternyata Allah SWT telah mengalirkan sungai Nil enam belas hasta dalam satu malam. Isi surat terse-

but adalah,“Jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka jangan mengalir. Namun jika Allah Yang Maha ESa dan Maha Perkas yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuatmu mengalir.” Kemudian Amr me-

lempar kertas tersebut ke sungai Nil sebelum kekeringan benar-benar terjadi. Sementara itu penduduk Mesir telah bersiap-siap untuk pindah meninggalkan Mesir. Pagi harinya, ternyata Allah SWT telah mengalirkan sungai Nil enam belas hasta dalam satu malam. ***

Pikirkan dan Syukurilah ! Ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. (Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.) (QS. Ibrahim:34) Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah Anda memilki, dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan tetapi tak pernah mengetahuinya. (Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir batin) (QS. Luqman:20) Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan, dan dua kaki. (Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?) (QS. Arrahman:13) Apakah Anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acap kali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti? Apakah Anda mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah?Maka sadarilah, betapa hinanya

Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya (QS. Ibrahim:34) diri kita manakala tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar Anda masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernahkan Anda merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di sekitar Anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit? Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan Anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata Anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda yang terbebas

dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak Anda yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan. Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan Emas sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah Anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Anda hingga Anda bisu? Maukan Anda menukar kedua tangan Anda dengan untaian mutiara, sementara tangan Anda buntung? Begitulah sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi

Anda tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah, suntuk, dan gelisah meskipun Anda masih mempunyai nasi hangat untuk di santap, air segar untuk di teguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat. Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Anda mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagiaan, karunia, kenikmatan dan lain sebagainya. Maka pikirkanlah semua itu dan kemudian syukurilah! (Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan.) (QS. AdzDzariyat:21) Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling Anda. Dan janganlah termasuk golongan (Mereka mengetahui nikmat Allah, Kemudian mereka mengingkarinya.) (QS. ANNahl:83) Karena pembelajaran bertambahlah ilmu, karena dzikir bertambahlah kecintaan, dan karena tafakur bertambahlah ketakutan. Wallahu a’lam ***

Penasihat H. HARIS THAHIR • Pemimpin Umum PIYARSO HADI • Pemimpin Perusahaan FARIDA PARADWIKORIJATY • Pemimpin Redaksi & Penanggung Jawab COKY PASARIBU • Dewan Redaksi ENANG SUTRIYADI, - PIYARSO HADI - FARIDA PARADWIKORIJATY - COKY PASARIBU - H. RM. DANANG DONOROSO - H. DIDI CHOSIDIN - H. TARWONO - FUZI MARKUNAH - RIZKI ASTAKA • Redaktur Pelaksana M. BASIR • Asiten Redaktur : MUHAMMAD ALI • Staf Redaksi : DEDE SUHENDAR - IWAN R. - JASON SEMBIRING - ASEP SUPRIADI - ANDREAS TAIRAS • INDRIANI • ANDRI Fotographer : E. SUTRIYADI - RANGGA• Desain & Artistik : H. SANDI SANJAYA • Perwakilan : (Bekasi) SAFA ARIS MUZAKAR (Kepala) - SUGENG BIANTORO - RIBAH SETIAWAN - ADI TOTALOR - HISAR PS - RIZAL R.P • (Depok) HARLIS SYAM - FERRY M.S. • (Cianjur) RUSDI - AGUS SHOLEH • (Garut) BADEN ABDURACHMAN - MOCH JULIADI • (Sukabumi) HEPIE HERMAWAN (Kepala) - WAHID - SIDIK. • (Kota Bandung) FERRY ARDIANSYAH - HERI JUHANA (Kab. Bandung) KI AGUS N FATAH - UDEN SOBIRIN • R. GINDO • RUSTANDI (Sumedang) YAYAT H. HARI M. • (Karawang) RUSLI • (Subang) ALIM MUNANDAR - H. ADE RACHMAT • (Purwakarta) TRYAS HENDRAYANA• (Cirebon) SUBAGIO (Kepala), WASTIJA, APIP, HENDI, KHOLIL, • (Indramayu) HERMAN • (Kuningan) DEDE P. • (Tasikmalaya) CECEP • (Garut) RIZAL • (Ciamis) ABDUL ROJAK • (Banjar) AEP • (Majalengka) GARIB SETIA - SAMSUL• Koresponden : M. NASIR - AFRIYO RIZAL - HANDOYO - RAWIN - TRI AHMAD KUSMANTO VICTOR HARIANJA - TUMPAL PANJAITAN• Marketing Iklan: KENNY FARAH CAROLINE SAPULETE - AMALLIA RETNO SAPUTRI • Koordinator Sirkulasi: SALEHUDIN NURANGGA • Pengembangan Usaha & Iklan : IWAN RIDWAN - YUDHI KURNIAWAN - A. SAFITRI HANDAYANI - RENDY M. ADAM - ARN CONSULTANT Sirkulasi : AGUS MUDRAZAT - SUSAN WIJAYANTO - YANTO - WARDI• Bagian Umum : IAN - ANDRI


LINGKAR MEGAPOLITAN

Edisi 153 - Tahun 1 - Rabu, 26 September 2012

Akhir Tahun 2012 Harga Elpiji 12 Kg Naik

DEPOK (LJ) - Akibat mengalami kerugian sebesar Rp5 triliun pada tahun 2012. PT Pertamina (Persero) akan menaikkan harga gas elpiji isi tabung 12 kg untuk menutupi kerugian tersebut. “Jika tidak dinaikan, maka pihak pertamina akan kehilangan angka yang sangat besar,” kata Ali Mundakir Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) kepada sejumlah wartawan Selasa (25/9) saat menggelar konferensi

pers Olimpiade Sains Nasional di kampus UI. Harga elpiji kata Ali, yang dipatok sebesar Rp5.850/kg. Seharusnya harga elpiji yang disalurkan sebesar Rp9.000/kg. Harga gas elpiji juga cukup pergerakan karena selalu mengikuti perkembangam harga dunia. “Sekedar diketahui elpiji 12 kg itu tidak disubsidi oleh pemerintah,” tuturnya. Dia menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah mengenai ke-

IMRB Ikuti Pelatihan Imam Di Malaysia

BOGOR (LJ) - Imam Masjid Raya Bogor (IMRB), Mulyana Sobana Wahab, mendapat kesempatan istimewa untuk mengikuti Pelatihan Profesional Imam-imam se-Rantau di Malaysia. Selama sebelas hari, dari tanggal 18 sampai 29 September 2012, Mulyana berada di Selangor Malaysia bersama tiga puluh imam lain untuk mengikuti pelatihan tersebut. Informasi yang dihimpun LINGKAR JABAR, Forum Silaturahim Masjid Se-Rantau (FORSIMAS) yang berinisiatif mengundang imam-

imam masjid yang bernaung dibawahnya untuk ambil bagian pada kegiatan ini. Selain Masjid Raya Bogor, FORSIMAS juga mengundang perwakilan imam dari Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Masjid Raya Bangka Belitung, Masjid JIC, Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Masjid Islamic Centre Lhokseumawe, Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, dan Masjid Raya Bandung. Menurut Ketua Markas Islam Bogor, Endang Oman, undangan untuk ikut pada pelatihan ini merupakan ke-

hormatan bagi Masjid Raya Bogor. “Kami tentu saja berharap bahwa pelatihan ini menjadi bagian dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas imam di Masjid Raya Bogor, terutama bagi Kang Mulyana sebagai perwakilan Masjid Raya Bogor,” ucap Endang kepada wartawan. Sementara IMRB Mulyana, keikutsertaan pada pelatihan ini membawa motivasi tersendiri. “Pelatihan ini menjadi moment penting bagi saya untuk menjadi imam yang lebih baik lagi di masa yang akan datang,” ucapnya. Mulyana pun berharap pelatihan ini akan memberikan pengetahuan lebih bagaimana mengajak lebih banyak ummat untuk memakmurkan masjid. “Juga bagaimana mendorong generasi muda Islam untuk aktif di masjid dengan berbagai program keislamannya,” harap Mulyana.Harapan Mulyana, selaras dengan aneka materi yang akan diberikan selama sebelas hari oleh panitia Pelatihan Professional Imam-imam se-Rantau. “Mulai dari materi tentang akidah, ekonomi islam, sampai tim building akan disampaikan selama sebelas hari pelatihan tersebut. Semoga lahir imamimam yang hebat dari pelatihan ini,” pungkasnya. Q GUS

Polisi Sebar Sketsa Penculik Bayi di Tambun

naikan harga gas elpiji tersebut. Bahkan Pertamina menyadari bahwa kenaikan harga gas akan menimbulkan dampak bagi masyarakat. Kondisi itu juga bisa menimbulkan konflik sosial politik yang mungkin tidak diharapkan. “Kenaikan ini bisa memicu warga yang sebelumnya menggunakan elpiji 12 kg, menjadi berpindah ke elpiji 3 kg. Padahal sasaran elpiji isi tabung 3 kg merupakan masyarakat tidak mampu sehingga harga jualnya disubsidi pemerintah,” ujarnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, jika tidak menaikkan harga elpiji berarti mengabaikan edukasi pada masyarakat. Sebab, sebenarnya pengguna elpiji isi tabung 12 kg adalah masyarakat mampu. “Tentang kenaikannya ini, akan menjadi perhatian bagi Pertamina. Dalam jangka panjang, Pertamina juga akan terus mengembangkan sumberbahan bakar lain selain minyak dan gas,” imbuhnya. Ali mengatakan, Pertamina berencana untuk memilki lembaga penelitian yang tangguh di mana orang-orang yang didalamnya focus sebagai peneliti dan tidak didesain untuk menempati jabatan structural. “Pertamina memberikan dukungan untuk cetak doktor-doktor yang bisa melakukan penelitian. Bahkan Pertamina melakukan rekrutmen tidak hanya dai tingkat mahasiswa melainkan SMA,” ucapnyaQ HRS

KPUD Kota Depok Gelar Sosialisasi Politik

3

Pabrik Helm Habis Dilalap Sijago Merah BEKASI - Pabrik Helm yang berlokasi di Jalan Balai Rotan RT 03 RW 5 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, habis dilalap si jago merah, Selasa (25/9). Ahmad salah seorang saksi mata mengatakan api berasal dari bagian painting atau pengecatan dari salah satu ruang di bagian belakang gedung pabrik akibat konsleting arus listrik, yang kemudian merambat ke bagian produksi, hingga akhirnya membakar seluruh bagian pabrik. “Pada saat kebakaran terjadi pabrik masih dalam kegiatan produksi, dan semua karyawan berhamburan keluar,” ucap dia kepada wartawan. Dari informasi yang dihimpun, api yang sangat membesar, berhasil di padamkan ketika tiga unit armada kebakaran datang ke lokasi. Akibat kejadian itu, tidak ada korban jiwa dan kerugian diperkirakan mencapai milyaran rupiah. Petugas kepolisian masih mendata para saksi-saksi untuk mencari informasi akibat kejadian tersebut. Q ADT

RTLH Tahap 2 Tersalurkan KAB.BOGOR - Rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Cinagara Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, akhirnya terlaksana dengan cepat. “Berkat kerjasama rumah warga yaitu Nining dilokasi RT 03 RW 07 akhirnya selesai diperbaiki dalam waktu lima hari. Bahkan dalam pekerjaannya itu, dibantu oleh warga setempat,” kata Endang Ketua RT 03 Kepada LINGKAR JABAR Kemarin. Menurut dia, warga disini merasa bertanggung jawab terhadap lingkungannya, terutama bagi mereka yang memerlukan bantuan baik tenaga ataupun yang lainnya. Sementara ditempat terpisah, sekretaris LPM Desa Cinagara Deden Syarif Hidayatulloh bersama Sekdes Cinagara Encep Iskandar mengatakan, terkait RTLH untuk tahun 2012, tahap kedua hanya mendapatkan bantuan 10 unit rumah, dan penyaluranannya berupa barang. “Dari hasil laporan ketua RT setempat, beberapa RTLH dapat tersalurkan dengan baik,” tuturnya. Q ANT

Siswa Tawuran Status Sekolah Terancam Diturunkan

DEPOK (LJ) - Agar memenuhi tahapan pemilu Legislatif pada tahun 2014 mendatang, KPUD Kota Depok menggelar sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 dan 12 tahun 2012, tentang Verifikasi partai politik kepada seluruh anggota PPK, PPS seluruh Kota Depok. Tema yang diusung tentang “Penyuluhan Peraturan KPU Partai Politik“, Selasa (25/9) di Graha Insan Cita, Depok, dihadiri Ketua dan Anggota KPU Kota Depok, Anggota KPU Propinsi Jabar, Panwaslu, PPK, PPS, Kota Depok. Ketua KPUD Kota Depok, M Hasan, mengatakan kegiatan ini sengaja untuk memenuhi tahapan penyelenggaraan Pemilu Legislatif mendatang. “Kini telah memasuki tahapan sosialisasi peraturan KPU nomor 11 dan 12 tahun 2012 tentang pengaturan mekanisme verifikasi administrasi dan verifikasi factual,” kata Hasan kepada LINGKAR JABAR kemarin. Menurutnya data dari KPU pusat bahwa hingga kini partai politik yang telah mendaftarkan sebanyak 34 parpol. “Kegiatan ini, guna memenuhi kelengkapan yang dimaksudkan dalam peraturan itu maka pada setiap KPUD daerah, harus melaksanakannya sehingga berjalan dengan lancar,” ucapnya. Selain itu kata dia, pihaknya siap menghadapi berbagai tuntutan hukum jika ada partai politik yang tak memenuhi syarat. Tambah Hasan, segenap pengurus partai politik di Kota Depok segera mungkin untuk melengkapi semua kekurangan yang ada dengan batasan waktu hingga 29 september 2012 mendatang. “Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk partisipasi aktif dalam suasana yang dinamis dan demokratis, sehingga Pemilu dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya. Q TYS/HRS

DEPOK - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim akan menindak tegas jika siswa terjadi tawuran pihaknya akan menurunkan akreditas atau status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Sangsi itu, untuk mmberikan efek jera terhadap sekolah agar bisa menekan aksi tawuran kepada siswanya. Musliar mengatakan, sekolah RSBI seharusnya menjadi contoh bagi sekolah yang lain. Namun saat ini tidak sedikit sekolah RSBI atau unggulan yang malah terlibat tawuran. “Kalau ada penyesalan dari pihak sekolah, apakah guru atau siswanya akan melarang murid yang lain untuk berbuat jahat,”ucap dia kepada LINGKAR JABAR, Selasa (25/9) usai menghadiri pembukaan Olimpiade Sains Nasional di Kampus UI. Lebih lanjut dia menjelaskan, peristiwa tawuran yang terjadi bahkan sampai memakan korban sangat memprihatinkan. Tambah Musliar agar semua pihak tidak hanya menyalahkan sekolahnya. Musliar meminta agar polisi juga menyelidiki apakah ada kemungkinan peristiwa ini diprovokasi oleh pihak luar. Apalagi para siswa diketahui membawa senjata tajam. “Kami berharap polisi benar-benar menangkap siswa yang menjadi dalang akibat tauran tersebut,” imbuhnya. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kata dia, sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pembinaan pada pelajar sehingga tidak terjadi tawuran. “Kami sudah melakukan banyak kegiatan pendidikan karakter, tapi itulah belum selesai semuanya,” pungkasnya. Q HRS/TYS

Panwascam Sawangan Jaring Calon PPL KAB BEKASI (LJ)- Perawat gadungan yang menyamar di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Zahroh, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi yang diduga telah menculik bayi berusia 4 hari, Sabtu (15/9) lalu, terus diburu jajaran kepolisian setempat. Bahkan, untuk mengenali wajah penculik itu, penyidik Polresta Kabupaten Bekasi terus menyempurnakan gambar wajah perempuan sang pelaku. “Untuk penyebaran gambar sketsa wajah pelaku, kami akan lakukan mulai besok (hari ini,red). Sesuai rencana di setiap kantor Polsek dan di titik-titik keramaian di wilayah Kabupaten Bekasi akan kami pasang sketsa gambar wajah perempuan tersebut,” tegas Kasat Reskrim Polresta Bekasi, Kompol Dedy Murti Haryadi, kepada wartawan, kemarin. Dedy mengatakan, sejauh ini penyidik telah menambah jumlah saksi untuk menyempurna-

kan gambar sketsa wajah pelaku penculikan itu. “Dari sembilan saksi yang telah kami mintai keterangan, dua lagi sudah kami panggil, sehingga jumlah saksi menjadi sebelas orang. Kedua orang saksi baru itu, yakni satu orang dari pihak rumah sakit, dan satu saksi lagi dari warga,” ujarnya. Gambar sketsa wajah yang diperoleh ditampilkan dalam dua model, yaitu satu model gambar sketsa wajah pelaku saat mengenakan jilbab, dan satu model gambar sketsa lainnya saat pelaku terlihat rambut kepalanya karena tidak mengenakan jilbab. Pada gambar sketsa wajah yang telah disempurnakan ini, raut muka tersangka penculik itu lonjong dengan hidung kurang mancung, dan bentuk kedua bibirnya lebar. Pada sketsa wajah pelaku tanpa mengenakan jilbab, digambarkan pelaku memiliki rambut kepala hitam lurus panjang sebahu.Q RSL

DEPOK (LJ)- Untuk memenuhi ketentuan dalam pelaksanaan pengawasan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Propinsi Jawa Barat tahun 2013 mendatang. Jajaran panitia pengawas kecamatan (Panwascam) Sawangan, kini tengah menjaring calon Panitia Pengawas Lapangan (PPL), untuk ditempatkan pada 7 kelurahan yang akan bertugas mel-

akukan pengawasan dalam, pemutahiran data, kampanye, dan pencoblosan, serta penghitungan suara dalam pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2013 mendatang. Demikian dikatakan Ketua Panwascam Sawangan Dedi Nurhadi yang didampingi Anggota Panwascam Hendri A, pada LINGKAR JABAR, usai rapat koordinasi pengarahan dan pem-

bahasan PPL, selasa (25/9) di Kantor Panwaslu Kota Depok.Lebih lanjut Dedi mengatakan, sesuai intruksi Panwaslu Kota bahwa PPL harus sudah ada awal bulan Oktober 2012. “Untuk itu pihaknya telah menerima pendaftaran mulai tanggal 24 hingga 28 September 2012. Selanjutnya yang terpilih akan diberikan pembekalan materi pengawasan Pemilukada oleh Panwaslu Kota,” ujar

Dedi kepada LINGKAR JABAR.Sehingga dalam melaksanakan tugas kata dia, nanti dapat menegakan peraturan pengawasan pada tahapan pemilukada nanti , meskipun dengan jumlah yang terbatas hanya 7 orang. “Kami berharap peran serta masyarakat dan segenap unsur untuk proaktif dapat bekerjasama guna meminimalisir pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilukada mendatang,” ujarnya. Q TYS/HRS


LINGKAR BOGOR Hari ini 444 Calhaj Kota Bogor Diberangkatkan BOGOR - Sebanyak 444 jamaah calon haji (calhaj) Kota Bogor kloter 14 akan diberangkatkan menuju Embarkasi Bekasi Jawa Barat, pada pukul 04.00 wib, hari ini Rabu 26 September 2012. Rencananya, Walikota Bogor Diani Budiarto akan melepas langsung keberangkatan jamaah dari Masjid Raya di Jalan Pajajaran Kota Bogor menuju Embarkasi Bekasi Jawa Barat. Sekitar 10 bus disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengangkut para jamaah menuju Embarkasi.Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor H. Ahmad Sanukri mengatakan, penerimaan jamaah dimulai pukul 01.00 Rabu dinihari, di Masjid Raya Bogor. Sedangkan pemberangkatannya dari Masjid Raya Bogor dijadwalkan pada pukul 04.00 pagi. “Kita berharap jamaah harus sudah masuk ke Masjid Raya Bogor pukul 01.00 dinihari,“ kata Ahmad Sanukri. Seperti tahun–tahun sebelumnya, lanjut Ahmad Sanukri, jamaah akan dilepas Walikota Bogor dan diantarkan langsung menuju Embarkasi Bekasi. “Pak Walikota akan menyerahkan jamaah di Embarkasi Bekasi,“ ujarnya. Take Off pesawat dijadwalkan pada pukul 02.00 Kamis, 27 September dinihari menuju Madinah. Kloter 14 jamaah Kota Bogor akan menggunakan pesawat Saudi Arabia Air Lines dengan nonor penerbangan SV 5301. Q GUS

RSPG Cisarua Dapat Bantuan Ambulance KAB.BOGOR - Rumah Sakit Paru Dr. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua, mendapatkan bantuan hibah satu unit mobil ambulance dari PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Jawa Barat.Bantuan diserahkan langsung Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Barat, Amin Ardi Sukmana kepada Dirut RSPG Dr. Hj. Zubaedah, Sp.P, MARS, disaksikan para staf kedua belah pihak, Selasa (25/9).Amin mengatakan, bantuan ini wujud implementasi program penanggulangan pencegahan keselamatan kecelakaan lalulintas dari PT. Jasa Raharja. Dan RSPG Cisarua merupakan lembaga ke tiga yang mendapatkan bantuan tersebut.“Kami berikan bantuan ini ke tiga lembaga diantaranya Mapolres Sumedang, Kota Bandung dan RSPG Cisarua. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian PT. Jasa Raharja agar dipergunakan bagi kepentingan masyarakat terutama pada pasien,” ucap dia kepada LINGKAR JABAR.Sementara itu, Dirut RSPG Dr. Hj. Zubaedah menuturkan, akan lebih mengefektipkan dan mengoptimalkan penggunaan mobil ambulance itu untuk kepentingan masyarakat. “Kami mengucapkan terimakasih kepada PT. Jasa Raharja atas bantuannya, dan dengan adanya bantuan ini, otomatis mutu pelayanan di RSPG Cisarua akan lebih ditingkatkan lagi,” pungkasnya. Q

Wakil Presiden Sampaikan Orasi Ilmiah di IPB

KAB.BOGOR (LJ) - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Boediono menyampaikan Orasi ilmiah sidang terbuka dalam rangka Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke 49, di Gedung Graha Widya Wisuda IPB, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa (25/9). Orasi ilmiah Boediono ini bertemakan “Transformasi Struktural Sektor Pertanian” untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional. Dihadapan para mahasiswa IPB, Wapres menjelaskan transformasi pertanian ini merupakan sebuah strategi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia untuk mendongkrak pendapatan petani. “Tanpa transformasi pertanian yang

berhasil, ketahanan pangan akan menciptakan ketergantungan terhadap subsidi negara. Oleh karena itu, dengan transformasi pertanian ini diharapkan akan adanya peningkatan produktivitas sehingga akan menambah suplai pangan sekaligus meningkatkan pendapatan para petani,” jelas Wapres. Wapres menambahkan, transformasi pertanian ini juga dapat menciptakan ketahanan pangan nasional. “Tambahan nilai produktivitas ini akan menciptakan tambahan suplai pangan, tambahan pendapatan bagi para pelaku sehingga ketahanan pangan nasional pun akan semakin kuat,” tambahnya. Boediono menyatakan kunci dari peningkatan produktivitas pertanian ini melalui modernisasi

Sidak Stasiun Bogor

Gubernur Jabar Numpang Motor Wartawan

ASP

Puluhan Polisi Gelar Oprasi Lalin

KAB.BOGOR - Jajaran petugas satuan lalulintas yang dibantu personil sabhara dari Polisi Sektor (Polsek) Gunung Putri menggelar oprasi ketertiban berlalulintas, Selasa (25/9) di Jalan Raya Narogong Kedep Desa Tajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, di pimpin langsung oleh Kanit Lantas Polsek Gunung Putri AKP Endro S.Akp Endro S, saat dikomfirmasi LINGKAR JABAR menjelaskan, sesuai dengan intruksi kapolsek, jajaran Polsek Gunung Putri melakukan oprasi ketertiban berlalulintas bagi masyarakat khususnya pengguna kendaraan Roda 2 dan Roda 4, selain memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan, pihaknya juga memeriksa barang bawaan yang ada didalam mobil. “Hal ini bertujuan untuk menekan tindak kriminal diwilayah hukum Gunung Putri. Selain itu oprasi ini juga meminimalisir keberadaan teroris ke daerah kabupaten Bogor,” ucap Akp Endro kepada LINGKAR JABAR.Kata dia, oprasi ini tidak ada yang dikenakan sangsi tilang bagi pengguna kendaraan. “Dari oprasi ini, kami hannya memberikan pengarahan agar disaat berkendara, harus mematuhi tatib lalulintas dan membawa kelengkapan surat-surat kendaraan,” pungkasnya. Q JAS

45 PKL Pajajaran Kena Tipiring BOGOR (LJ) - Sebanyak 45 pedagang kaki lima (PKL) yang sering mangkal di sepanjang Jalan Pajajaran Kota Bogor Jawa Barat, terjerat dalam tindak pidana ringan (tipiring), yang dilakukan oleh petugas gabungan Selasa (25/9). Razia yang dilakukan oleh petugas gabungan tersebut, adalah Satuan Polisi Pamong Pramaja (Sat-Pol.PP), Kejaksaan Negeri dan Polisi. Para puluhan PKL yang terjaring setelah dilakukan razia di sepanjang jalan provinsi itu, harus membayar sejumlah uang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu yang sudah disesuaikan oleh petugas tipiring. Kepala seksi penegak peraturan daerah Sat-pol.PP Kota Bogor, Dadang Helmansyah, mengatakan, sidang diadakan usai Satpol PP melakukan penertiban di kawasan Jalan Pajajaran. Berdasarkan Perda No 8 Tahun 2006 tentang ketertiban umum, kawasan tersebut merupakan daerah bebas PKL. “Selain puluhan PKL yang ke tipiring, ada seorang petugas polisi berpangkat perwira yang ikut terkena tipiring,” kata Dadang kepada LINGKAR JABAR, disela-sela sidang tipiring dihalaman Kantor Sat-Pol.PP di Jalan Raya Pajajaran Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, kemarin. Sidang yang telah dilakukannya tersebut, kata Dadang dapat membuat jerah para PKL untuk tidak lagi mendirikan lapak di sepanjang Jalan Pajajaran yang merupakan jalan provinsi. Apalagi sudah ada peraturan dari walikota untuk tidak mendirikan usaha di atas trotoar, badan jalan, dan gorong-gorong. “Tidak segan-segan kami terus akan melakukan pemantauan keberadaan PKL yang ada di sepanjang jalan Pajajaran,” ujarnya. Lebih lanjut dia mengatakan, usai dilakukan sidang, para PKL Pajajaran diperbolehkan untuk membawa barang daganggannya kembali. “Hasil tipiring uangnya akan diserahkan ke kejaksaan dan dimasukkan ke dalam kas Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor,” tuturnya. Q ALI

4

Edisi 153- Tahun 1 - Rabu, 26 September 2012

BOGOR (LJ) - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meninjau Stasiun Besar Bogor dengan menumpangi sepeda motor milik salah satu wartawan yang bertugas di Kota Bogor, Selasa (25/9). Kunjungan Gubernur secara mendadak itu, untuk melihat langsung parkir sepeda motor di Jalan Mayor Oking Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, yang memenuhi badan jalan. Selain itu, Gubernur ingin melihat langsung kondisi penumpang kereta di Stasiun Besar Bogor. Informasi yang dihimpun LINGKAR JABAR, peninjauan Gubernur ke Stasiun Besar Bogor seusai menghadiri orasi ilmiah Wakil Presiden Boediono dalam acara Dies Natalis IPB ke-49 di Kampus Dramaga. Gubernur sempat berdialog dengan sejumlah wartawan lokal dan nasional yang bertugas di Kota Bogor. Usai melaksanakan Shalat Dzuhur, Heryawan langsung bertolak ke Stasiun Besar Bogor. Awalnya gubernur ingin menaiki mobil dinasnya, tiba-tiba mengurungkan niatnya dan menyapa wartawan untuk meminjam motor. “Naik motor lebih enak biar tidak terjebak macet. Saya boleh numpang motor siapa ini,” kata gubernur sambil menunjuk salah satu motor kepada sejumlah wartawan. Gubernur memilih motor wartawan Suluh Indonesia, Aris Basuki. Dengan santainya gubernur menaiki sepeda motor dengan meminjam helm milik kontributor TVRI yang bertugas di Bogor. Gubernur terlihat santai menikmati perjalanannya yang diiringi belasan wartawan yang turut memboncengi para ajudan.

Sesampai di Stasiun Besar Bogor, kedatangan gubernur langsung disambut Kepala Dinas Lalu lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, Suharto dan langsung meninjau jalur pejalan kaki di sekitar stasiun. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyempatkan diri menyapa para pedagang di sekitar stasiun dan menjejal becak yang ditumpangi pemiliknya di depan stasiun. Selanjutnya, Gubernur langsung bertemu dengan manajemen Stasiun Besar Bogor yang dihadiri Wakil Kepala Stasiun Enjang Syarif Budiman. Gubernur lalu melakukan tinjauan ke setiap kereta, diawali dari kereta commuter line yang baru datang dari Jakarta. Lalu kereta Bumi Geulis yang melayani rute Bogor-Sukabumi, selanjutnya, gubernur juga mencoba menaiki kereta ekonomi. Dalam tinjauannya, gubernur juga mencoba menyapa para penumpang dan mendengarkan sedikit keluhan terkait pelayanan kereta. Heryawan berharap PT KAI dapat memaksimalkan pelayanannya sehingga masyarakat lebih terlayani dengan baik. Usai berdialog dengan penumpang kereta, Gubernur mengakhiri sidaknya di lahan parkir di Stasiun Bogor. Lahan parkir yang memakan badan jalan di Mayor Oking dinilai telah mengganggu ketertiban umum dengan menyempitnya ruas jalan. Gubernur meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk berkoordinasi dengan PT KAI untuk mencari solusi masalah perparkiran yang jumlahnya cukup banyak. “Kalau memang akan dibangun lahan parkir seluas tiga lantai. Diharapkan parkir pinggir jalan sudah tidak ada lagi,” pungkasnya. Q ALI

teknologi, infrastruktur, dan institusi. “Teknologi, infrastruktur, serta perbaikan sistem institusi pemasaran dari petani ke konsumen merupakan hal yang penting untuk mendukung transformasi pertanian ini,” ujarnya. Wapres juga menyampaikan rasa bangganya kepada IPB yang selalu berkontribusi demi pembangunan nasional. “Saya salut atas inovasi-inovasi IPB dalam melakukan berbagai macam terobosan untuk pembangunan di Indonesia,” katanya. Sementara itu, Rektor IPB Prof. Herry Suhardiyanto mengungkapkan orasi ilmiah Wapres ini sangat penting bagi ketahanan pangan nasional. “Selama ini IPB selalu berinovasi bagi ketahanan pangan nasional karena kami menyadari krisis pangan sangat mengancam di Indonesia, oleh karena itu orasi ini sangat penting sebagai arahan bagi sektor pertanian di Indonesia, terutama untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” ungkap Rektor IPB. Herry juga mengucapkan rasa terima kasihnya atas dukungan kepada IPB dalam menyelenggarakan pendidikan. “Kami sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah selama ini, sehingga hingga saat ini kami dapat terus memberikan pendidikan yang terbaik untuk mencerdaskan bangsa,” tandasnya. Dalam acara sidang terbuka ini, IPB juga memberikan penghargaan kepada para dosen atas prestasinya dalam mengembangkan dunia pendidikan. Selain dihadiri oleh civitas akademika IPB, sidang terbuka ini juga turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY), serta Camat Dramaga Arom Rusmandar. Q BSR

Pemkot Bogor Ditinggalkan 25 PNS BOGOR (LJ) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali ditinggalkan karyawan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kali ini pada bulan September ada 25 PNS memasuki purna bhakti. Pelepasan para pensiunan tersebut dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kota Arif Mustofa Budianto, di halaman Plaza Balaikota Bogor, Selasa (25/9). Pelepasan PNS Purna Bakti TMT (Terhitung Masa Tugas) September 2012 dirangkaikan dengan pemberian uang kadeudeuh atas pengabdian mereka sebagai PNS di lingkungan Pemkot Bogor. Pelepasan disaksikan jajaran pimpinan SKPD dan pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kota (Sekdakot) Bogor. Walikota Bogor Diani Budiarto dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Administrasi Umum Arif Mustofa Budianto mengatakan, atas nama pribadi dan jajaran pemkot Bogor, mengucapkan terima kasih atas pengabdian selama ini dalam menjalankan tugas sebagai PNS di lingkungan pemkot Bogor. “Insya Allah, kami tulus menerima pengabdian tersebut serta kami sangat menghargai dedikasi, disiplin dan loyalitas yang telah diberikan selama ini,“ kata Arif kepada LINGKAR JABAR. Selanjutnya kepada para PNS yang masih aktif bekerja, Diani menegaskan, sebagai PNS di lingkungan pemkot Bogor, harus selalu memiliki semangat bekerja lebih baik dan lebih baik lagi sebagai abdi masyarakat. “Jadi, sebagai PNS wajib mengedepankan semangat pengabdian dalam setiap langkah dan upaya menjalankan amanah, karena, sebagai aparatur pemerintah kita memiliki peran, potensi dan kemampuan yang besar untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi warga Kota Bogor,“ harapnya. Sementara, Agus Djatnika Lurah Rangga Mekar Kecamatan Bogor Selatan usai menerima kadeudeuh mengatakan, bahwa dirinya setelah memasuki pensiun ingin mengembalikan hobi-hobinya guna mengisi waktu, sambil terus meningkatkan kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat. Sebanyak 25 PNS yang memasuki pensiun yaitu, Agus Djatnika (Lurah Rangga Mekar Kecamatan Bogor Selatan) Dra. Torijene,M.Si (Dinas Tenaga Sosial dan Transmigrasi) Dra.Hj.Nemmy Ghazali, MM (Inspektorat) Ratnaningsih Nilawidyanti (Guru SDN Polisi 3) Arif Harsono (Kasubid Pembendaharaan pada BPKAD) Hj.Mimin Sumiarsih (UPTD PKM Bogor Utara Dinkes). Selanjutnya, Temmawela.T (P3KL Dinkes) Agus Dahlan (Dinas Pendidikan) Hj. Aminah (Kecamatan Bogor Utara) Achmad (Kantor Pemuda dan Olahraga) Agus Salim (Dinas Pengawasan Bangunan dan Pemukiman) Nano Djohana dan Agus Suparman (Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air) Dedy Sulaeman (Kecamatan Bogor Tengah) dan Cecep (Dinas Kebersihan dan Pertamanan). Q

ALI

Proyek Jalan Otista Ditinggal Pemborong

BOGOR (LJ) – Proyek pekerjaan perbaikan Jalan Otista, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat kegiatan preservasi jalan, trotoar, dan drainase yang dipekerjakan oleh PT Tugu Rukma Wibawa (TRW) sejak pertengahan bulan September 2012, dalam pekerjaannya telah di tinggalkan oleh pemborong tersebut. Pasalnya, perusahaan kontraktor perbaikan Jalan Otista itu, banyak dikeluhkan sejumlah pengendara dan masyarakat yang telah membiarkan (menghilang-red) hingga dalam pekerjaanya menjadi terbengkalai serta menimbulkan kemacetan hingga berjam-jam. Bahkan, dalam pekerjaannya tidak akan rampung dan tidak sesuai kalender kerja yang sudah ditentukan. Sejak hari Selasa 25 September 2012 pukul 14.00 WIB terakhir PT TRW hanya membiarkan pekerjaannya dan tidak ada aktifitas sama sekali yang dilakukan oleh pemborong tersebut.

Hingga koran ini diturunkan, banyak kalangan menyayangkan kurangnya pengawasan dari pihak Bina Marga Kota Bogor, sehingga anggaran pemerintah yang seharusnya dapat digunakan untuk kegiatan lain dapat dipastikan dicurahkan pada kegiatan tersebut. Untuk itu, perlu ketegasan Pemerintah Kota (pemkot) Bogor dan juga aparat penegak hukum untuk mengawasi proyek jalan tersebut. “Sudah dua hari tidak ada pengerjaan oleh pihak kontraktor. Padahal jalan ini sering digunakan oleh pengguna jalan yang mau ke pasar Bogor maupun menuju Baranangsiang, sehingga mengakibatkan kemacetan yang panjang,” ucap Hilmat (51) pedagang es di Jalan Otista ketika dihampiri LINGKAR JABAR, Selasa (25/9). Ditempat terpisah, Rizal (28), pengendara Beat mengaku sangat kesal bila melintas di Jalan Otista yang selalu macet hingga ber jam-jam. “Ya jelas kesal, gara-gara ada perbaikan malah bikin macet saja,” kesalnya. Sementara, Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas DLLAJ, Dody Wahyudin mengatakan proyek tersebut adalah untuk kegiatan reservasi jalan, trotoar, drainase dan jembatan wilayah 3 pada pekerjaan pemeliharaan. Panjangnya sekitar 500 meter, yaitu dari jalan roda sampai ke samping klenteng. “Diketahui pengembangnya adalah PT. Tugu Rukma Wibawa,” tandasnya. Kepolisian dan Dishub, lanjutnya, akan melakukan tugasnya untuk mengatur tingkat kepadatan arus lalu lintas untuk menghindari jalan otista, dan semaksimal mungkin akan dilakukan pengendalian arus. “Dengan adanya keluhan ini, maka kami akan menempatan petugas sehari 10 orang untuk mengurai kemacetan,” ujarnya. Ditempat terpisah, Sekretaris Komisi C pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Bambang W dalam waktu ini akan mengecek proyek pengerjaan pengecoran rigid beton tahap 1 pada ruas jalan Oto Iskandar Dinata (Otista) yang berada di Kecamatan Bogor Tengah. “Nanti kita (Komisi C) akan mengecek ke lapangan, mengenai kemacetan yang dikeluhkan sejumlah pengendara,” tegasnya ketika dihubungi melalui telepon genggamnya. Q ALI


BISNIS

LINGKAR R JABAR J Edisi 153- Tahun 1 - Rabu , 26 September 2012

Bupati Majalengka Janjikan

Hotel Mewah Bintang Empat Berdiri Megah di Depok

D

EPOK - Wilayah Kota Depok-Jawa Barat yang strategis kini menjadi daerah ‘emas’ bagi kalangan investor, khususnya pengusaha properti. Salah buktinya, tahun ini mulai dibangun sebuah hotel mewah bintang empat di Jalan Margonda Raya, persis di depan pusat perbelanjaan Margo city. Adalah PT Puri Dibya Property, pengembang pusat perbelanjaan Margo City, yang membangun hotel yang menyasar segmen kelas menengah dan pebisnis tersebut. Hotel tersebut akan mempunyai 16 lantai dan memiliki 288 unit kamar berbagai macam kelas. Direktur Utama PT Puri Dibya Property Johannes Irawan mengungkapkan, hotel tersebut akan berlokasi

di area depan mal. Atau paling tidak, akan ada akses jalan bagi pengunjung mal untuk menuju hotel tersebut. Saat ini proses pembangunannya sudah masuk tahap konstruksi. “Saya berharap dua tahun lagi selesai,” ujarnya kepada wartawan, baru-baru ini. Dijelaskannya, investasi yang ditanamkan adalah Rp 300 miliar. Johannes masih ingat, dahulu banyak masyarakat Jakarta memandang sebelah mata tentang wilayah Depok. Tetapi sekarang, para investor berlomba-lomba menanamkan investasinya di Depok terutama di bidang properti. Saat ini Depok telah menjelma menjadi kota yang potensial untuk investasi properti. Daya tariknya, Depok memiliki berdiri beberapa kampus be-

Kemudahan Investasi di Wilayahnya

sar seperti Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma, dan Universitas Pancasila. Daerah tersebut juga memiliki akses tol yang bagus. Menurut Johannes, lokasi Depok yang dekat dengan Jakarta juga menjadi faktor tumbuhnya potensi properti di sana. Apalagi, menurut dia, pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi telah selesai sehingga masyarakat merasa daerah Depok semakin mudah diakses dari Jakarta. Johannes mengatakan, pembangunan hotel akan berbarengan dengan pembangunan mal tahap dua. Saat ini pembangunan mal tahap dua telah mencapai 29%. “Kami berharap dalam 5 tahun ke depan pembangunan sudah rampung,” katanya. Q HRS

Produksi Naik, Harga Garam di Jabar Anjlok

B

ANDUNG - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanan) Jabar Ahmad Hadadi menilai musim kemarau tahun ini sangat baik bagi produksi garam. Sinar matahari yang sangat banyak akan membuat produksi garam tahun ini akan mencapai dua kali lipat dibandingkan realisasi produksi garam Jabar 2011 yang hanya 90.000 ton. “Produksi garam tahun ini bisa dua kali lipat dibandingkan tahun lalu,” ujarnya ketika ditemui wartawan, awal pekan ini. Menurutnya, meski produksi pada tahun ini bakal melimpah namun

malah membuat harga garam di Jabar anjlok. Kemerosotan harga garam diperparah karena masih terjadi aksi impor garam. “Harga garam semakin jatuh karena masih ada impor. Kami tidak bisa mencegah karena kewenangan tersebut berada di pemerintah pusat. Meski terdapat HPP namun tata niaga garam masih berserah pada mekainsme pasar. Hal tersebut berbeda dengan komoditi beras yang memiliki HPP dan bisa diserap oleh Bulog,” katanya. Meski begitu, pihaknya tetap berupaya membantu para penambak garam

melalui program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Program Pemberdayaan Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri KP) yang digulirkan sejak 2011. Program ini memberikan dana kepada penambak garam untuk meningkatkan produksi garam rakyat demi mencapai Swasembada Garam Nasional. “Produksi garam masih perlu ditingkatkan karena kebutuhan nasional mencapai 2,5 juta ton. Selain itu peningkatan produksi juga bertujuan untuk menekan volume impor garam yang mencapai 1-1,5 juta ton,” imbuhnya. Secara terpisah, Ketua Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGI) Jabar M Taufikurohim mengemukakan bahwa saat ini, harga garam di Jabar pada tingkap petani hanya sekitar Rp350/kg. Nilai tersebut terbilang rendah atau dibawah Harga Pokok Pembelian (HPP) garam yang ditetapkan pemerintah. HPP garam yang ditetapkan pada 2011, yaitu Rp750 rupiah/kg untuk garam kualitas satu dan garam kualitas kedua dipatok Rp550 rupiah/kg. “Harga garam di tingkat petani memang rendah hanya sekitar 350/kg. Hal tersebut disebabkan penyerapan garam sangat sulit karena infrastruktur jalan menuju lahan penambak garam kurang baik,” ujar Taufikurohim. Selain infrastruktur, masim kemarau yang panjang membuat produksi garam melimpah. Pada tahun ini produksi garam sekitar 70-80 ton/hektare sedangkan pada tahun sebelumnya hanya 40 ton/ hektare. “Tahun ini kemaraunya lama sehingga produksi melimpah sedangkan tahun lalu msuim hujannya lama sehingga produksi tidak maksimal,” pungkasnya. Q

FER

Industri Jamu Raup Omset Rp 13 Triliun di 2012

B

OGOR - Omzet atau pendapatan di sektor industri jamu terus naik dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 2006 omsetnya Rp 5 triliun, meningkat menjadi Rp 11 triliun pada tahun 2011. Sampai akhir 2012 diperkirakan omset industri jamu mencapai Rp 13 triliun. Hal itu dikatakan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu, Charles Saerang dalam acara 2nd Anniversary and Scientific Seminar bertajuk Preparing Indonesia for Studies in Herbal Medicine yang diadakan Asosiasi untuk Studi Obat di Indonesia (IASMED), akhir pekan lalu.

Charles mengatakan, sampai dengan tahun 2015, potensi penjualan lokal jamu diperkirakan mencapai Rp 20 triliun dan ekspor sekitar Rp 16 triliun. “Saat ini tercatat sekitar 10 industri jamu skala menengah dan sekitar 1. 000 industri jamu skala kecil. Jamu sejak lama diminati masyarakat dan dirasakan manfaatnya,” ujar Charles. Namun, dia mengatakan, masih terdapat sejumlah tantangan antara lain masuknya jamu impor yang dengan cepat mendapat tempat di hati masyarakat, seperti berbagai kasus penambahan bahan kimia obat ke dalam jamu yang dapat merusak citra jamu.

5

Kemudian, sikap masyarakat dunia yang beralih kepada pengobatan alam mendorong terjadinya perburuan bahan baku di Indonesia yang memiliki bahan tanaman obat sangat besar. Untuk itu, Charles berharap, pemerintah ikut membina industri jamu guna meningkatkan kualitas jamu. Terlebih lagi bagi para produsen jamu skala kecil yang jumlah nya sangat banyak. Selain itu, diperl ukan bantuan pemerintah dan instansi lain terkait penelitian dan pengembangan industri jamu dan pembangunan sistem yang baik agar jamu diterima masyarakat mela lui puskesmas dan balai kesehatan masyarakat. Q CPS

M

AJALENGKA - Bupati Majalengka, Sutrisno, mengungkapkan bahwa peluang usaha di wilayah Kabupaten Majalengka cukup tinggi. Untuk mendorong peningkatan investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja di wilayahnya, Bupati Majalengka berjanji akan memberikan kemudahan bagi seluruh pengusaha untuk menanamkan modalnya di Majalengka. “Hal yang perlu diketahui oleh pegusaha bahwa kabupaten Majalengka telah memiliki Peraturan Daerah tentang Tata Ruang, engineering development juga segera dibuat, dan badan penanaman Modal di Majalengka telah memiliki sertifikat ISO,” ungkap Sutrisno saat menerima kunjungan pengurus Kadin Jabar dan kalangan pengusaha dalam acara ekspose peluang investasi Majalengka, Selasa (25/9). Bahkan, Bupati Sutrisno memastikan pengusaha yang akan berinvestasi di Majalengka tidak akan mengalami kendala berarti, karena pemerintah akan memfasilitasi apapun yang dibutuhkan oleh pengusaha termasuk membantu penyediaan lahan. “Dan harga lahan yang ada di Majalengka masih sangat murah dibanding kabupaten atau kota lain, selain itu ketersediaan air sangat cukup untuk menunjang kegiatan investasi,” papar Sutrisno.

Sementara itu, Komite Tetap Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri, Kadin Jawa Barat, Yusuf Suhyar, mengatakan, selama ini banyak investor enggan menanamkan investasinya di sebuah daerah jika perizinan yang berbelit-belit dan selalu berubahnya kebijakan saat kepala daerah berganti. Ditambah lagi, adanya gangguan keamanan akibat banyaknya premanisme yang merongrong penyelenggaraan investasi, dan juga infrastuktur yang belum memadai menjadi penyebab utama keengganan pengusaha. Menurut Yusuf, dulu perizinan untuk mendirikan usaha di satu daerah kerap berbelit-belit sehingga menyulitkan pengusaha, di samping itu kebijakan daerah setiap kali terjadi pergantian kepala daerah, selalu berubah. Padahal sikap seperti ini akan membingungkan pengusaha. Kendala lain menurut Yusuf adalah ketersediaan perbankan di daerah yang bersedia melakukan kerjasama atau menggandeng pengusaha yang sedang membangun usahanya. Di lain pihak, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Barat Agus Gustiar menyebutkan, lemahnya infrastuktur di daerah. Dia menyarankan agar setiap daerah memiliki program unggulan. Pertumbuhan investasi di wilayah III Cirebon pada tahun 2010 mencapai 10 persen sedangkan pada tahun berikutnya naik 0.10 persen. Q WAN

AIKMA Jadi Wadah Komunikasi Pelaku Industri

S

UMEDANG - Asosiasi Industri Kecil dan Menengah Agro (AIKMA) saat ini menjadi wadah komunikasi bagi para pelaku industri di tanah air, termasuk di Kabupaten Sumedang-Jabar. Sehingga, dalam proses menjalankan usahanya, para pelaku industri ini tidak pernah saling menjatuhkan usaha pihak lain dengan praktikpraktik kotor. “Para pelaku usaha kecil di Sumedang yang jumlahnya 100 orang lebih terwadahi dalam asosiasi yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai usahanya, sehingga dipastikan tidak ada praktik usaha kotor untuk menjatuhkan usaha masing-masing,” papar Sekretaris AIKMA Ekha Putri Minangsih Subara, belum lama ini. Menurut Ekha, di AIKMA, hubungan yang terjadi lebih bersifat ukhuwah dan jaringan. Sementara untuk keilmuannya didapat dari pelatihan-pelatihan yang diadakan dinasdinas terkait. Sehingga secara otomatis, AIK-

MA ini melindungi usahanya dan juga pemilik usaha kecil dan menengah. Ekha mengakui, ada banyak pelaku usaha dengan jenis produk yang sama. Namun dengan adanya komunikasi yang tepat, para pemilik usaha tersebut tidak saling menjatuhkan usahanya dengan cara memotong jalur distribusi usaha orang lain dengan cara memasukkan produk kita dalam jaringan distribusi tersebut. Cara lainnya misalnya dengan cara mematok harga jual murah sehingga prouk orang lain tidak laku sama sekali. “Itulah praktikpraktik kotor tersebut yang harus dihindari jika bergabung dengan AIKMA,” kata Eka seraya menambahkan tipe pengusaha seperti ini akan tergusur sendiri dengan perbuatannya. Dia mengatakan adanya saingan bisnis seharusnya membuat anggota AIKMA lebih kreatif dan inovatif, dengan begitu perjalanan usaha UMKM akan dinamis karena masingmasing usaha akan berusaha memberikan penampilan yang baik. Q WAN


LINGKAR PRIANGAN Sanksi Pemecatan Bagi Oknum Polisi Pelanggar Hukum

BANDUNG - Mapolda Jabar akan melakukan pemberhetian secara tidak hormat kepada anggota polri yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. “Sanksi pemecatan adalah alternatif akhir setelah sebelumnya dikenakan sanksi kode etik. Seperti dilakukan terhadap, dua oknum anggota Polrestabes Bandung yang ditangkap Satuan Reserse Narkoba yang bekerjasama dengan BNNP karena diduga mengedarkan serta mengkonsumsi narkoba.” Mereka yang berinisial Dn dan Fb kini sedang menjalani pemeriksaan dan proses hukum di bagian profesi dan pemeriksaan (Propam) Polrestabes Bandung,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul, kemarin. Menurutnya,kepada kedua oknum ini, akan terkena sanksi tegas dan sekarang kita sudah merekomendasikan untuk PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) karena ancaman hukumannya lebih dari empat tahun.Q FER

Ayi :Pelayanan Pemkot Harus Semakin Meningkat BANDUNG- Ibu Kota Provinsi Jawa Barat menginjak usia ke-202, diharapkan pelayanan di Pemkot Bandung harus semakin meningkat. Mulai dari sarana transportasi, fasilitas umum, taman, kemacetan, PKL, kebersihan dan kenyamanan serta lainnya.Demikian hal itu diungkapkan Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda. Menurutnya seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, otomatis pelayanan pun harus ditingkatkan. Terlebih kita memiliki program jangka panjang dan jangka pendek, selain itu Kota Bandung berada di tengah-tengah kota lainnya. Artinya koordinasi dengan daerah lain harus semakin harmonis guna mewujudkan Kota Bandung yang kondusif,” jelas Ayi usia Upacara Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-202 di lapangan Plaza Balai Kota, Selasa (25/9). Kata Ayi, saat ini pelayanan Pemkot terhadap masyarakat dengan terus mengupayakan jalan tol dalam kota, penataan drainase, penanganan sungai dan sampah serta lainnya. “Dalam hal transportasi, Kota Bandung ada terminal terpadu, TMB, MRT, Cable Car hingga tol dalam Kota. Harapan kami, Bandung menjadi kota nyaman, aman, tentram dan teduh, sejuk seperti jaman 70-an,” tegas Ayi seraya mengatakan Kado terindah HJKB dari Pemkot untuk warga Bandung yakni pembangunan SUS Gedebage.Q FER/HER

KBB Akan Bentuk Pusat Ketrampilan

Edisi 153- Tahun 1 - Rabu , 26 September 2012

Dewan Wacanakan Pembentukan Bank Daerah Baru

BANDUNG(LJ)-Pesatnya perkembangan Bank Jabar Banten (BJB) sehingga mengarah ke bank umum, membuat wakil rakyat DPRD Jabar mewacanakan pembentukkan Bank

Daerah Baru yang lebih peduli pada rakyat Jawa Barat. “Dalam waktu dekat diharapkan dapat segera terbentuk,” ujar Daddy Rohanady anggota Komisi E DPRD Jabar kepada warta-

Personil Polri Polda Jabar Lakukan Tes Urine BANDUNG (LJ)Mapolda Jabar melakukan tes urine bagi seluruh anggota polri di jajaran Polda Jabar dalam rangka mengantisipasi pencegahan keterlibatan personil polri melakukan penyalahgunaan narkoba.”Para anggota personil polri ini, selain di tes urine juga mendapatkan pembekalan tentang bahaya serta ancaman hukuman narkoba,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan, Selasa (25/9). Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul,upaya yang dilakukan Polda Jabar adalah salahsatu bagian untuk mencegah atau meminimalisasi keterlibat personel Polri dalam penyalahgunaan narkoba, di antaranya dengan melakukan tes urine bagi seluruh anggota Polri di jajaran Polda Jabar. Mereka yang dicurigai walaupuntidak mempunyai barang bukti akan tetap dipanggil untuk mendapatkan pencerahan, sedangkan kepada mereka yang terbukti menjadi pelaku pengedar maupun pemakai, akan mendapatkan sanksi yang tegas. “Karena tugas mereka adalah memberikan perlindungan, pengayoman kepada masyarakat. Jadi mereka seharusnya menjadi contoh dan tauladan buat masyarakat. Kalau orang yang dijadikan contoh tauladan berbuat semacam itu, bagaimana nantinya dengan masyarakat,” katanya.HER

228 PNS Dapat Satyalancana Karya Satya pada HJKB KAB.BANDUNG (LJ)-Bupati Bandung Barat H Abubakar mengatakan,sejumlah kasus human trafficking yang terjadi di tanah air, kebanyakan disebabkan oleh faktor ekonomi. Dilain pihak, para korban sebagian besarnya adalah mereka yang tidak memiliki kemampuan dan ketrampilan. “Langkah mengantisipasi kasus semacam ini, kita segera membangun pusat ketrampilan yang difokuskan terhadap kalangan perempuan. Untuk rencana ini kita telah mengajukan proposal bantuan kepada pihak provinsi maupun pusat. Diharapkan, dalam waktu dekat, pusat pelatihan tersebut dapat segera dibangun,” kata dia saat ditemui usai membuka Seminar Character Building di Pusdikter, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (25/9). Menurut bupati, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan detail enginering design (DED). Rencananya, pusat pelatihan tersebut akan dibangun di Kecamatan Cililin pada 2013 mendatang. Dengan terbentuknya pusat ketrampilan, diharapkan akan dapat meningkatkan ketrampilan kaum perempuan dan selanjutnya mereka dapat mempunyai penghasilan tetap yang akan menunjang perekonomian keluarga. “Dengan demikian, setidaknya kita akan dapat mencegah dan menekan angka kasus human trafficking di KBB,” paparnya. Dalam balai pelatihan tersebut, para peserta selain mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan dan wirausaha seperti kerajinan tangan, tata boga dan kuliner, sektor jasa serta keterampilan lainnya juga mendapatkan modal untuk usaha kemandirian atau wiraswata.Q UDN

6

wan di DPRD Jabar Jalan Diponegoro no 22 Kota Bandung. Target pembentukkan bank daerah baru ini kata dia,inginnya lebih cepat lebih baik dan berharap pansusnya bisa terbentuk tahun ini. Hanya saja pembentukannya memang butuh waktu, meskipun ada peluang melikuidasi dan sebagainya tapi tetap itu pembentukan perusahaan baru. “Seperti pansus II pun yang membahas perubahan bentuk PT dari PDAP tidak bisa serta merta, banyak aspek yang harus dikaji ulang, jangan sampai sepertinya bagus tetapi statenya salah,” tutur Daddy. Sejauh ini lanjut Daddy, inisiator pendirian bank daerah baru informasinya sudah sampai angka 26, tetapi yang pasti pengusul ini harus memaparkan dulu daftar berfikir, kenapa alasannya dan sebagainya.”Saya betulbetul berharap kawan-kawan bisa memahami itu karena dalam beberapa waktu hanya terserap 5 persen saja. Saya sangat memprihatinkan dan sedih sekali,” ujar legislator dari Partai Gerindra ini. Dia mengaku tidak tahu hasil akhir dari pansus, kalau di pansus dan paripurna nanti sepakat, likuidasi saja BPR. “Ekstremnya ketimbang kita membuat infrastruktur yang baru kan tidak mudah, butuh SDM, infrastruk-

tur dan lain sebagainya. Itu tidak sederhana butuh cukup besar anggaran pengusung tahu dan sadar benar itu. Tapi karena ini semua berangkat dari spirit keprihatinan urusannya ketika ada satu kondisi kita butuh solusi, ,” katanya. Hanya meskipun kemarin sempat mencuat diskusi, apakah lembaga baru ini bisa memberikan PAD sesuai dengan harapan, nah justru disini PR kita semua untuk mengawal jangan sebatas hanya semangat mendirikan lembaga baru tanpa punya pengawasan atau langkah yang lebih terstruktur. Katakanlah kemarin kita “kecolongan” kalau ternyata Bank Jabar dengan IPO berkonsekwensi seperti ini.Kita lihat kedepan masihkah kita punya keinginan untuk menjadikan kalau berkembang lembaga ini kita perlakukan seperti Bank jabar ini jadi PR dan harus dipikirkan solusinya,imbuh Daddy. Sebenarnya dirinya melihat kalau ada perubahan sikap mendasar dari Bank Jabar untuk mengakomodir spirit dari teman-teman di gedung (DPRD) ini. “Menurut saya, sebenarnya tidak perlu dipersoalkan namun ketika disparitas sedemikian besar, tidak sesuai dengan harapan kita, “Pak Bin (dirut BJB) lah bagaimana mengintruksikan anak buahnya,” harap Daddy.Q FER

BPBD Jabar Gencar Sosialisasi

Program Pengurangan Resiko Bencana

BANDUNG (LJ)-Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) gencar mensosialisasikan program pengurangan resiko bencana (PRB) kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana. “Melalui kegiatan PRB diharapkan dapat meningkatan pemahaman manajemen penanggulangan bencana bagi aparatur kecamatan dan desa, pelajar dan masyarakat. Terutama bagi kalangan masyarakat di daerah rawan bencana,”kata Kepala BPBD Jabar Drs. Udjwalaprana Sigit, MM, Msi kepada wartawan saat ditemui usai rakor dengan Komisi E DPRD Jabar di gedung dewan jalan Diponegoro no 22 Kota Bandung kemarin. Menurut Sigit dalam kegiatan pembelajaran kegiatan PRB, aparatur desa dan masyarakat diharapkan dapat mengambil sikap dan bertindak bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Karena dalam kegiatan sosialisasi PRB dipelajari diantaranya, tersedianya kawasan/zona aman untuk tempat pengungsian di wilayah kecamatan dan desa yang ditentukan secara mandiri, tercipta jejaring informasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa. Melalui PRB, Masyarakat juga dapat meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait dalam penanggulangan bencana secara cepat, tepat, efektif, efisien, terpadu dan terbuka. Selain itu, dapat memahami dan berkontribusi

positif dalam kesiapsiagaan dan peringatan dini terhadap bencana yang timbul wilayahnya masing-masing,paparnya. Lebih lanjut dia mengatakan, upaya Pemprov Jabar dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan aparatur dalam penanggulangan bencana berorientasi pada proses peningkatan kapasitas masyarakat dan aparatur untuk dapat mengenali, menelaah dan mengambil inisiatif untuk memecahkan permasalahan Penanggulangan Bencana yang ada secara mandiri yang berbasis realita dan relatif sederhana sehingga dapat dilakukan oleh masyarakat sampai pada tingkat desa. “Pada prinsipnya, tidak ada pemerintah yang akan mensengsarakan rakyatnya, untuk itu kita (BPBD-red) berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi setiap permasalahan bencana. Mencari win-win solution sehingga setiap kendala dilapangan dapat diatasi,”ujarnya. Sedangkan terkait Gempa Pengalengan yang terjadi beberapa tahun lalu, masyarakat yang terkena musibah sebanyak 475 rumah rusak. Semua sudah mendapatkan bantuan stimulan dari pemerintah. Adapun besarnya tergantung jenis kerusakan rumahnya, bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat mendapat bantuan sebesar Rp15 Juta/KK/Rumah, Rusak Sedang mendapatkan Rp10 juta/ KK/rumah dan rusak ringan mendapatkan Rp5juta/KK/rumah. Sigit mengungkapkan ada 25 KK yang belum memperbaiki rumahnya, padahal mereka sudah menerima dana bantuan stimulan dari pemerintah. Bisa saja uang tersebut dipergunakan untuk kebutuhan lain, padahal uang itu untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat bencana. Sementara itu terkait penyusunan rancangan kebijakan umum anggaran plapon proyeksi anggaran sementara ( RKUA PPAS) tahun 2013, Sigit menjelaskan bahwa BPBD Jabar tetap pada fokus penanggulangan resiko bencana (PRB), seperti mengurangi korban jiwa, kerusakan rumah dan harta benda akibat bencana. Pada prinsipnya, BPBD Jabar bekerja sesuai dengan Tupoksi dan menjalankan sesuai dengan rencana dan aturan yang berlaku,pungkasnya.Q FER

Pemkab Sumedang Laksanakan Program RTLH

BANDUNG (LJ)- Sebanyak 228 orang pegawai Pemerintah Kota Bandung menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya Presiden RI bertepatan dengan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-202 di Plaza Balaikota Jalan Wastukancana, Selasa, (25/9). Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda menyematkan penghargaan secara simbolis dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Walikota Bandung tentang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada 202 orang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintahan Kota Bandung. Penghargaan diberikan kepada PNS yang berbakti selama 10 tahun, 20 tahun atau 30 tahun lebih secara terus menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya. Peringatan Hari Jadi Kota Bandung dilanjutkan dengan sidang Paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung. Sidang Paripurna diikuti Wali Kota Bandung Dada Rosada, anggota DPRD Kota Bandung, pejabat Kota Bandung, tokoh masyarakat dan para perwakilan Kota Kabupaten se-Jawa Barat. Dada mengatakan, pertumbuhan fisik dan sosial ekonomi Kota Bandung mengalami perubahan yang sangat mendasar dibanding 202 tahun lalu, kini menjelma menjadi pusat pemerintahan, perkantoran, jasa perdagangan dan industri, kota pendidikan, wisata dan lainnya, konsekuesinya mendapat beban lingkungan yang cukup berat. Q HER/FER

SUMEDANG,(LJ)Pemkab Sumedang memberikan bantuan dana stimulan perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) terhadap 600 KK (kepala keluarga) tersebar di 17 desa, dana tersebut berasal dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenegpera) sebesar Rp 3,6 miliar. Masing-masing warga mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 6 juta per KK. “Program RTLh di Sumedang, sudah berlangsung sejak tahun 2004. Bahkan hingga kini, ada 4.000 KK yang sudah dibantu dana perbaikan rumah tak layak huni,” demikian diungkap Bupati Sumedang, H. Don Murdono Selasa (25/9). Menurut bupati perbaikan rumah tak layak huni dari dana stimulan dikerjakan secara gotong-royong.Karena mengingat dana ini sifatnya memotivasi agar warga lainnya ikut membantu memperbaiki rumah tak layak huni.” Dengan gotong-royong, dana stimulan Rp 6 juta per KK

yang dinilai warga masih terbatas ini, saya yakin bisa mencukupi,” tuturnya. Dia menambahkan, mereka yang rumahnya tak layak huni, memang perlu mendapat bantuan.Namun perlu diketahui bahwa pemerintah daerah memang tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan perbaikan RTLH dalam jumlah banyak apalagi sampai menyeluruh. Untuk

mengantisipasi kekurangan anggaran kita telah mengajukan bantuan anggaran kepada pemerintah pusat. “Karena kita masih membutuhkan dana bantuan pusat, tentu ada waktu untuk proses pencairan. Oleh sebab itu saya minta warga yang belum mendapatkan bantuan dana stimulan perbaikan rumah tidak layak huni untuk bersabar,” tuturnya.Q YAT


LINGKAR PRIANGAN

Edisi 153 - Tahun 1- Rabu - 26 September 2012

Polres Garut Persempit Gerak Teroris

GARUT( LJ) – Mengantisipasi dan menangkal gerak masuknya teroris di wilayah Garut, Mapolres Garut gencar melakukan razia pada sejumlah titik yang dinilai

rawan. “Razia ini gencar kita lakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku tindak kriminal termasuk gerakan terorisme. “Khusus terkait ruang

gerak terorisme, sebetulnya bukan hanya menjadi tanggungjawab jajaran polisi tetapi menjadi tanggungjawab semua elemen bangsa Indonesia termasuk selu-

Camat Cidahu Antisipasi Kelangkaan Air Bersih

SUKABUMI (LJ) – Camat Cidahu, H Ateng Sujana, mengantisipasi kelangkaan air bersih warganya menyusul musim kemarau yang melanda beberapa daerah tersebut. Selain melakukan pendekatan dengan perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK), perusahaan daerah air minum (PDAM) juga melalui pipanisasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Ditemui diruang kerjanya, H. Ateng Sujana mengakui, kelangkaan air bersih yang dialami warganya tidak separah di daerah lainnya. Pasalnya Kecamatan Cidahu memiliki sumber mata air yang telah dimanfaatkan beberapa kampung di wilayah ini juga dimanfaatkan ke luar daerah oleh PDAM. Selain itu kecamatan ini telah tumbuh dan berkembang perusahaan AMDK serta industry garment. Dalam mengantisipasi terjadinya kelangkaan air ber-

sih warganya, Camat Cidahu telah menindak lanjuti pertemuan yang digelar Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Sukabumi dengan perusahaan AMDK dan ASPADIN. Camat telah mengupayakan perusahaan AMDK untuk menyediakan air bersih kepada warga sekitar yang membutuhkan. Begitu juga dengan PDAM yang telah memanfaatkan sumber mata air kepada konsumennya. Dan sejak masuknya PNPM ke kecamatan ini, lanjut H Ateng Sujana, para pelaku telah mengupayakan pipanisasi dari sumber mata air bersih. “Semua upaya telah dilaksanakan untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih warga. Hanya saja beberapa kampung hingga kini masih memerlukan perhatian semua pihak,” kata H. Ateng Sujana. Secara terpisah, Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan

Cidahu, Nova Adhal Muzaky diruang kerjanya membenarkan beberapa program pipanisasi telah dirasakan manfaatnya. Tahun 2009, lanjut Nova untuk Desa Pondokaso Tengah dan Desa Cidahu warga telah menikmati air bersih. Tahun 2010 Desa Cidahu kembali mendapatkan pipanisasi air bersih. Tahun 2011 warga Desa Jayabakti telah menikmati air bersih. Untuk tahun 2012 warga Desa Cidahu sedang mempersiapkan seluruh rangkaian pipanisasi yang akan dimanfaatkan lebih dari seribu orang warga. “Program pipanisasi ini terbukti telah merubah prilaku masyarakat terutama dalam pola hidup sehat. Dan lagi untuk Kp Jabon dan Kp Manglid masyarakat memanfaatkan air buangan dari dapur rumah tangga untuk pertanian dan perikanan. Sebab, untuk kampung ini pipanisasi mengandalkan grafitasi sehingga air mengalir selama dua puluh empat jam,” paparnya. Q WHD

Karang Taruna Desa Tangkil Gelar Turnamen Sepakbola

ruh masyarakat kabupaten Garut,” jelas Kanit Patwal Polres Garut Iptu Firman Syaprul Ketika di temui LINGKAR JABAR saat operasi rutin di Jln.Bunderan Guntur Selasa (25/9). Menurut Firman, untuk mempersempit ruang gerak teroris selain dibutuhkan kerja keras dan kehati-hatian juga harus meningkatkan kewaspadaan. Karena gerakan terorisme berbeda dengan gerakan pelaku kriminalitas seperti perampok. Untuk pelaku terorisme, mereka bergerak secara sistematis, terstruktur dan jaringannya terpola. Karena itu, kita wajib melakukan kewaspadaan dini, alasannya sudah jelas dimana pola gerak mereka ini sulit terdeteksi secara kasat mata. Seperti kasus Cirebon, dimana ada seorang teroris berbaur dengan jamaah

shalat Jumat dan akhirnya melakukan aksi bom bunuh diri. “Gerakan teroris itu harus benar-benar kita waspadai seluruh aparat kepolisian, termasuk pemerintah daerah ikut bertanggungjawab menangkal dan mencegah gerakan teroris. Begitu juga peran ormas, mereka juga mempunyai tanggungjawab melakukan pengawasan,” paparnya. Dia menambahkan, pada hakekatnya masyarakat kita menolak kehadiran serta gerakan teroris apalagi bila dikaitkan dengan ajaran agama islam, padahal kita semua memahami kalau islam tidak menganjurkan kekerasan.” Islam itu damai dan Rahmatan Lilalamin, bukan caracara radikal. Intinya ajaran agama islam tidak menyukai kekerasan, apalagi sampai mengajarkan bunuh diri,” ucap Fiman.Q JUL/BDN

7

Bupati Purwakarta Akhirnya Datangi Panwaslu PURWAKARTA -Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi akhirnya memenuhi panggilan Panwaslu, terkait dengan dugaan pelanggaran menggunakan fasilitas negara ketika dia dan pasangannya mencalonkan diri dalam Pemilukada Purwakarta 2012 silam. Ketika mendatangi kantor Panwaslu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya mematuhi hukum dan akan memenuhi segala prossedur terkait dugaan pelanggaran yang ditujukan kepada dirinya. “Saya bukannya tidak mau datang ketika mendapat surat panggilan Panwaslu, tapi karena kesibukan saya dan tidak bisa saya tinggalkan,” jelasnya kepada wartawan Selasa ( 25/9). Dedi saat mencalonkan diri dalam Pemilukada Purwakarta silam, berpasangan dengan Dadan Koswara,sementara Dadan sudah terlebih dahulu datang memenuhi panggilan tersebut tepat waktu yakni sekitar pukul 09.00 WIB. “Yang bersangkutan sudah diperiksa sekitar setengah jam dan hasilnya akan kami kaji,” kata Ketua Panwaslukada Purwakarta Didin Syafrudin.Q YAS’

Wabup Sukabumi Resmi Menutup PORSADIN Tingkat Kabupaten

Ada Indikasi Kuat Dana Bantuan Gempa Diselewengkan

GARUT (LJ)- Dugaan Korupsi dana gempa bumi di Desa Cigedug Kec.Cigedug bernilai ratusan juta rupiah, kini gaungnya mencuat kembali setelah ratusan warga tersebut melakukan audensi dengan DPRD Garut kemarin. Mereka mendesak para wakil rakyat segera turun tangan mengusut dugaan penyelewengan dana bantuan gempa bumi. Berkat desakan ratusan warga Desa Cigedug saat audensi dengan komisi B Ade Suryana Hermanto langsung terjun kelapangan. “Tujuannya mengendus, mendengar dan mengorek kasus tersebut dengan menyambangi beberapa tokoh masyarakat Desa Cigedug saat audensi,” ungkap Ade Suryana Hermanto pada beberapa media massa dan LINGKAR JABAR kemarin. Menurut Ade, dari hasil kunjungan kelapangan dan mendengar masukan langsung dari wargayang menjadi korban. Memang ada indikasi penyelewengan demikian Ade, hal ini diperkuat dngan mekanisme pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang tidak sesuai aturan. ”Saya mendengar langsung dari pengaduan dari masyarakat yang menjadi korban mekanisme tidak sesuai dengan ketentuan yang digariskan,”ujarnya. Salah satu mekanisme yang tidak wajar masih menurut Ade, adalah dalam draf masih ada nama sekretaris dan bendahara. Namun berdasarkan pengakuan orang yang tertulis menjadi bendahara. Dalam proses verifikasi kata dia,pembentukan Pokmas juga ada indikasi tidak transparan, bukti lain yang memperkuat adalah mekanisme penyaluran dana gempa tahap terakhir untuk kategori rusak sedang terindikasi ada penyalahgunaan dana. Temuan-temuan hasil kunjungan lapangan tersebut, menurut ade akan ditindak lanjuti oleh komisi A DPRD Garut yang menangani bidang pemerintahan, hanya memastikan mekanisme penerima bantuan ke masyarakat dengan benar dan digunakan oleh masyarakat. “Saya berharap masyarakat yang mengawal persoalan ini tetap menjaga kondusifitas didaerahnya agar persoalan ini bisa cepat diselesaikan hingga tuntas.Q BDN/JUL

SUKABUMI (LJ)-Wakil Bupati Sukabumi, Ahmad DjajuliM secara resmi menutu Pekan Olahraga Santri dan Madrasah Diniyah (Porsadin) tingkat Kabupaten Sukabumi, kemarin di halaman Gedung Islamic Centre Cisaat. “Kegiatan ekstrakurikuler bidang olahraga ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi siswa, bahkan kegiatan semacam ini harus lebih dikembangkan lagi dimasa datang,’ kata wabup. Selain itu lanjutnya, kegiatan Porsadin tidak hanya dapat membuat sehat para pesertanya (siswa), meningkatkan rasa percaya diri, inovasi dan dedikasi tetapi diharapkan dapat menghasilkan bibit atletik yang handal.”Kalau kita dapat menghasilkan bibit atlet yang handal, tentu menjadi sebuah kebanggan tersendiri buat Sukabumi. Karena, mereka ini akan menjadi duta wilayah Sukabumi,” harapnya. Dalam kesempatan itu, wabup menambahkan, upaya untuk meningkatkan prestasi dibidang olahraga adalah program yang sangat penting dilaksanakan. Tugas ini bukan hanya menjadi urusan pemerintah tapi juga menjadi kewajiban kita bersama, karena melalui olahraga (Porsadin) kita dapat mempererat tali persaudaraan dikalangan atlit.Q HEP

Pemantapan Kinerja Perwakilan Lingkar Jabar Sukabumi

SUKABUMI-, Perwakilan Lingkar Jabar Sukabumi memperkuatkan dan semakin merapatkan barisan dalam rangka lebih memasyarakatkan keberadaan harian Lingkar Jabar menjadi salahsatu harian regional Jawa Barat ternama di wilayah Sukabumi. Susunan pengurus perwakilan Lingkar Jabar Sukabumi,, Kepala Perwakilan Hepie Hermawan, Sekretaris Wahid, Bendahara Joko, Koordinator Wartawan Rahmat Hidayat, Kepala Sirkulasi Tri Ahmad Kusmanto, Wakil H. Maming, Bagian Iklan Hilman Sudakta, Wartawan, Deni Irawan, Heri Setiawan, Iye Komarudin, Sidik.Q HEP

LSM MII Garut Seminarkan Sosok Pemimpin Garut Mendatang SUKABUMI (LJ) – Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Budi Widaya kemarin membuka turnamen sepak bola memperebutkan piala bergilir Karang Taruna Medal Karya dan piala Tetap Desa Tangkil. Dari dua puluh tim nantinya akan disaring dua tim terbaik dengan klasifikasi kelompok umur dan selanjutnya akan diseleksi untuk menjadi sebuah tim sepak bola Kecamatan Cidahu dan Kabupaten Sukabumi. Ketua Pelaksana Turnamen sepak bola Karang Taruna Desa Tangkil, Yudiansyah merasa tergerak menggelar turnamen yang kurang lebih tiga belas tahun terjadi kefakuman. Menurutnya potensi pesepak bola muda Desa Tangkil begitu besar, mereka sangat antusias penyelenggaraan turna-

men.Terbukti saat dibuka pendaftaran sudah ada dua puluh tim mendaftarkan diri menjadi peserta.Turnamen ini, lanjut Yudi, selain untuk mempersatukan seluruh pemuda desa, juga untuk mencari bibit pesepak bola muda desa yang akan disertakan mengikuti seleksi ke tingkat lebih tinggi. “Pak Budi Widaya sudah menjanjikan dari hasil turnamen ini akan diambil dua tim terbaik akan dibina tim sepak bola kabupaten,”ujarnya. Dalam pada itu Yudi mengatakan, dengan digelarnya turnamen sepak bola yang memperebutkan piala tetap Karang Taruna Medal Karya dan piala bergilir Kepala Desa Tangkil serta uang pembinaan digelar tiap tahun untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28

Oktober. “Saya berharap turnamen dapat berjalan aman dan sukses tanpa ekses. Saya juga berharap turnamen akan melahirkan pesepak bola handal yang mampu berbicara hingga tingkat nasional bahkan internasional,”tuntasnya. Sementara itu Sekretaris Karang Taruna Medal Karya, Rahmat mengatakan turnamen ini selain untuk menyatukan kaula muda dan pencarian bibit pesepak bola muda juga ajang pembuktian Desa Tangkil merupakan daerah aman untuk ber-investasi. Sekretaris Karang Taruna Medal Karya sangat bersyukur apresiasi Ketua Karang Taruna, KONI Kabupaten Sukabumi dan donator dari Desa Tangkil cukup tinggi sehingga turnamen ini dapat terlaksana dengan baik. Q

WHD

GARUT (LJ)-LSM Masyarakat Independen Indonesia (MII) Kabupaten garut akan menggelar seminar tentang mencari sosok pemimpin Garut yang berani berjuang untuk mensejahterakan masyarakat. “Kami selaku warga masyarakat Garut berkeinginan dan berharap pada Pemilukada nanti, benarbenar dapat menghasilkan sosok seorang pemimpin yang dapat memahami keinginan masyarakat.Untuk itu, kita memerlukan sebuah

kajian ( Seminar) tentang Kriteria, Tipe dan Figur Pemimpin Garut, sehingga masyarakat bisa memilah dan memilih untuk menentukan pilihan berdasarkan hati nuraninya,” tegas ketua LSM MII Kabupaten Garut, Jajang Arif Sukmagiri kemarin. Seminar sehari tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Radio Santana FM, dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1434 H dan mengisi Hari Pahlawan Tahun 2012, serta semakin

dekatnya Pemilukada Kab. Garut yang akan di gelar pada bulan Oktober 2013 mendatang. Selanjutnya Jajang menambahkan, seminar tersebu, juga menjadi sarana menjalin silaturahami dan memberikan pencerahan dan pemahaman tentang pentingnya memilih seorang pemimpin yang bisa membawa ke-maslahatan bagi dirinya, keluarganya dan masyarakatnya. Hal sama disampaikan Aep Saepudin, Sekjen MII Garut,menurutnya siapapun yang akan memimpin Garut harus benar-benar teruji dan terakreditasi tentang kepemimpinannya. Calon pemimpin, tidak hanya mengandalkan kepopuleran atau finansial belaka. Oleh sebab itu, kita perlu membuatkan kriteria sehingga akan terseleksi secara alamiah terhadap para bakal calon

yang akan maju, berkaitan dengan ide-idenya, gagasangagasannya, akhlaknya, asal usulnya, pendidikannya, pengalaman kepemimpinannya dan berbagai kompetensi yang harus dimilikinya. “Seorang pemimpin benar-benar mau melayani masyarakatnya bukan masyarakat yang harus melayani pemimpinnya, karena pada dasarnya seorang pemimpin itu adalah pelayan masyarakat,”imbuhnya. Aep Saepudin berharap, kepada para bakal calon bupati/balon wakil bupati Garut untuk turut serta memberikan sumbangsih pemikirannya pada saat seminar yang akan digelar pada Sabtu, 17 November 2012. “Mari kita budayakan kembali serta kita masyarakatkan kembali, pepatah Sunda “Silih Asih, Silih Asah dan Silih Asuh,” harapnya. Q

JUL/BDN


SENI BUDAYA & PANTURA Rengkong Hatong Seni Sunda Yang Sempat Tenggelam

LINGKAR

JABAR

Edisi 153 - Tahun 1 - Rabu, 26 September 2012

INFOTAINMENT

8

Artist

Juwita Bahar

Ingin Buru-Buru Menikah

U

D

i tengah geliat perkembangan pesat teknologi dan tantangan globalisasi yang mengikis budaya asli Indonesia, melalui Revitalisasi Seni Rengkong Hatong hadir memberikan inspirasi bagi sejumlah elemen masyarakat. Revitalisasi Seni Rengkong Hatong memberikan suguhan menarik bagi tamu undangan yang hadir di gedung Kemuning Gading, Bogor Selasa (25/9/2012). Melalui Sanggar Seni Etnika Daya Sora pimpinan Ade Suarsa, Rengkong Hatong di gelar dan menjadi suguhan menarik bagi tamu undangan yang hadir, Rengkong Hatong merupakan kesenian budaya Sunda yang dimaknai sebagai permohonan doa terhadap Yang Maha Kuasa (Dewi Sri) agar dihindarkan dari segala bentuk bencana pasca panen padi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor Yanyan Rusmana yang hadir mewakili Walikota

Bogor mengatakan, pagelaran Rengkong Hatong bagi pelaku seni merupakan serangkaian langkah dalam mengembalikan kesenian khas sebagai bagian dari cagar budaya Sunda yang sempat tenggelam. Menurut Yanyan, Pemerintah Kota Bogor melalui Disbudpar Kota Bogor turut andil dalam melestarikan kesenian khas Jawa Barat ini dan berupaya mempertahankan eksistensi budaya asli Indonesia. Ketua Balai Pengelolaan taman budaya Kota Bogor, Hj. Rosdiana Rachmiwaty, M.Si mengatakan, Rengkong Hatong merupakan seni sunda yang pernah menjadi bagian dari masyarakat sunda, dengan menggelar acara seni sunda ini kita turut mengapresiasi terhadap kesenian asli Jawa Barat. “ Kita berharap melalui pagelaran ini bisa menumbuhkan kesenian di kalangan anak muda, juga sebagai upaya untuk menumbuhkan kembali seni sunda yang hampir punah. Q ALI

sianya baru berusia 16 tahun, namun Juw Juwita w wita i isa Bahar ternyata punya harapan untuk b bisa ataa buru-buru menikah. Loh, kenapa? Ternyata kecintaan terhadap anak kecil lah yangg tmembuat penyanyi dangdut muda ini ingin cepatp cepat berumah tangga. Namun begitu, Juwita tetap raang akan lebih dulu mendengarkan saran dan keinginan or orang tuanya sebelum berumahtangga. angg samaa “Aku pengen buru-buru nikah karena aku tuh senang gaarr, Pan-anak kecil,” ujar Juwita saat ditemui di Studio Hanggar, t pun tu coran, baru-baru ini. Putri pedangdut Annisa Bahar it itu h ubunmengaku, saat ini dirinya memang tengah menjalani hu hubunenyebut y gan serius dengan seorang pria. Namun, ia enggan menyebut nama kekasihnya itu. erraasal Juwita hanya menuturkan, sang idaman hati berasal h hun dari dunia yang sama (dunia hiburan), dan tujuh tah tahun n asa lebih tua darinya. Mereka sudah menjalin hubungan ran n ng mara selama dua tahun. “Dia pemain sinetron, sekarang ny yaa sedang beralih ke band. Sudah dua tahun jalan,” jelasnya seraya tersenyum. ak k Juwi melanjutkan, saking sukanya dengan anak k. kecil, dia sempat berencana untuk mengadopsi anak. r. Namun hal itu ditentang oleh sang ibu, Annisa Bahar. “Kayaknya bahagia banget kalau lihat anak kecil keta-k wa. Adopsi belum, paling keponakan saja. Tapi nggak boleh adopsi anak,” ungkapnya. Annisa yang sudah bercerai dengan ayah kandung k Juwita, memang melarang anaknya tersebut untuk h mengadopsi seorang anak. Menurutnya, Juwi masih remaja yang punya sifat labil. “Kemarin dia mau am-ya bil anak. Daripada ngambil anak, mendingan emaknya saja yang beranak,” ujar Annisa sambil tertawa. gak k ku Dalam kesempatan itu, Juwita Bahar juga mengaku dik k kantelah memutuskan untuk melanjutkan jenjang pendidikanen ngaku nya lewat jalur homeschooling. Namun, Juwita me mengaku ah h satu tak sepenuhnya menyukai jalur homeschooling. Salah e eman yang membuatnya tak begitu suka karena tak punya te teman sekolah. t tika Tak heran, dara cantik in mengaku sangat iri ke ketika n semelihat anak seumurannya bermain dengan teman k tet kolahnya. “Ya sebenarnya iri, kalau sekolah banyak enin i mennya ya. Aku aja jarang keluar kalau nggak ditemenin an n nMamah,” tuturnya. “Ya lebih enak sekolah biasa ya banan n-yak temennya, kalau homeschooling nggak ada temannya,” lanjutnya. ah h Juwita menuturkan mulai bersekolah di rumah ah h sejak kelas 2 SMP. Ia pun beralasan memilih sekolah m-seperti itu karena segudang kesibukannya yang memtu u buatnya sulit untuk berkonsentrasi. “Ya karena waktu ku u itu kan aku sibuk syuting ya waktunya sulit dan pas aku di Mamah,” paparnya. Q ANG

PANTURA

Konflik Koalisi Sahate

10 PAC PDIP Tolak Usung Dadan Koswara

K

AB PURWAKARTA (LJ) - Konflik partai politik yang tergabung dalam Koalisi Sahate pendukung Dedi Mulyadi – Dadan Koswara pada ajang pemilukada Purwakarta, tidak hanya terjadi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), akantetapi ditubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun kondisi internalnya sedang memanas. Bahkan, sebanyak 10 Pengurus Anak Cabang (PAC) partai moncong putih itu mendesak DPD Jabar membekukan pengurus DPC PDIP Purwakarta. “Aspirasi yang disampaikan 10 PAC ke DPD PDIP Jabar merupakan akumulasi persoalan yang sudah terjadi sejak tahun 2011 lalu,” terang Hadi Mulya, Wakil Ketua Bidang Kesehatan Perempuan dan Anak, selaku juru bicara PAC PDIP Kabupaten Purwakarta saat mengelar konferensi pers, kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Ia mengatakan, point yang disampaikan para PAC yang ada di Kabupaten Purwakarta ke DPD PDIP Jawa Barat tersebut, diantaranya mendesak Ketua DPC PDIP Purwakarta, Acep Maman untuk mundur dari jabatannya dan menolak keputusan DPC yang mengusung Dadan Koswara sebagai balon Wakilbupati Purwakarta. Penolakan Dadan Koswara sebagai balon bupati, sambung dia, karena yang bersangkutan bukan kader PDIP. Sehingga pengusungan terhadap bersangkutan telah melanggar Surat Keputusan (SK) DPP PDIP No 021-A/TAP/ DPP/V/2011. “Kami juga mendesak DPD PDIP Jabar segera membentuk carateker sebelum digelarnya konfrensi cabang luas biasa,” ujarnya. Kekesalan para PAC, kata Hadi, juga terkait pengelolaan keuangan di internal partai yang dinilai tidak transparan khususnya menyangkut bantuan partai politik dari Pemkab Purwakarta

yang telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 45 juta pada tahun 2011 lalu, dinilai tidak jelas peruntukannya. Sehingga, lanjutnya, sulit menerima kebenaran dalam surat pertanggungjawaban yang disampaikan pengurus DPC PDIP. Dengan demikian, satusatunya jalan untuk menyelamatkan partai, yakni melalui pembekuan DPC PDIP Purwakarta untuk kemudian dibentuk carateker sebelum digelarnya Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub). “Makanya kami minta DPD PDIP Jabar secepatnya membekukan ketua DPC,” tukas Hadi. Sementara, Wakil Ketua dan Badan Kehormatan DPC PDIP Purwakarta, Gatot Sriyono menyatakan, dirinya belum mengetahui secara persis tuntutan dari para PAC. “Konferensi persnya kapan? Saya belum tahu persis tentang tuntutannya. Kebetulan saya sedang di jalan menuju Purwakarta, nanti saya merapat,” tukas Gatot. Q YAS

Kekeringan Terus Ancam Petani Purwakarta

K

AB PURWAKARTA (LJ) – Musim kemarau yang terjadi tahun 2012 ini, dampaknya sangat dirasakan para petani hampir diseluruh wilayah kecamatan, termasuk di Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta. Sehingga, kemarau tahun ini sangat memperparah dan mengancam areal pertanian menjadi kering dan tidak bisa ditanami kembali. “Akibat kekeringan banyak petani yang pindah profesi menjadi buruh pembuat genteng. Pasalnya, mereka tidak bisa lagi turun untuk menggarap sawahnya karena tanahnya kering dan tidak bisa lagi ditanami,” terang Endang, Kepala Desa (Kades) Pamoyanan Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta, kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Ia mengatakan, para petani juga terkendala dalam mengubah pola tanam dari padi ke tanaman kebun (palawija) yang berumur pendek, sebab memerlukan modal cukup besar. Sehingga mereka lebih memilih mengumpulkan modal dengan menjadi buruh pembuat genteng, sambil menunggu

Ratusan Buruh Ontrog Kantor Disnakersostran Purwakarta

turunnya hujan. “Karena sawah yang kami garap tadah hujan, maka untuk menanam kembali padi kami menunggu sampai ada hujan kembali,” ujarnya. Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanhutbun) Kabupaten Purwakarta, Dedi Setiyadi menyatakan, untuk meminimalisir kerugian yang di derita oleh para petani, pihaknya telah menyiapkan 165.000 kilogram benih padi yang akan di distribusikan secara cuma-cuma kepada para petani. Benih gratis untuk para petani ini, lanjut Dedi, merupakan alokasi bantuan pemerintah periode Oktober - Desember 2012. Meskipun musim kering saat ini sangat dirasakan dampaknya oleh para petani, namun sedikit besar adanya jaminan ketersediaan benih dan dapat mengurangi kerugian akibat puso di 54 hektare sawah, dan rawan puso di 197 hektare. Benih padi terebut, katanya, disiapkan dalam rangka menstabilkan produksi padi Purwakarta. Meskipun jumlah luasan sawah yang terancam kekeringan serta puso tidak terlalu berdampak pada jumlah produksi, tetapi setidaknya bisa memberikan jaminan ketersediaan benih. “Para petanipun tidak perlu mengeluarkan kocek untuk mendapatkan benih tersebut,” paparnya. Ditambahkan Dedi, alokasi benih sebanyak itu disesuaikan dengan luasan sawah yang akan mendapat bantuan, dengan total sawah penerima seluas 6.600 hektare. Dimana setiap hektarnya akan mendapat 23 kilogram. “Jumlah luasan sawah yang mendapat bantuan tersebut, pada dasarnya yang terkena dampak kekeringan,” tukasnya. Q YAS

K

AB PURWAKARTA (LJ) – Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Purwakarta, kembali mengelar aksi unjuk rasa dengan mengontrong kantor Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostran) Kabupaten Purwakarta. Kedatangan mereka, mempertanyakan Peraturan Bupati (Perbup) tentang outsorching dan PKWT yang sampai sekarang tidak ada kabar

kelanjutannya. “Kami mendesak agar pengawasan terhadap Perbup outsorching dan Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu lebih diperhatikan oleh pihak perusahaan,” terang Agus Gunawan, Koordinator Ketua DPC K-SPSI Kabupaten Purwakarta yang juga koordinator aksi, saat membacakan orasinya di depan kantor Disnakersostran, Selasa (25/9). Dikatakan, banyak perusahaan yang tidak memperhatikan peraturan bupati (Perbup) tentang outsorching dan perjajian kerja untuk waktu tertentu (PKWT) yang telah ditandatangani beberapa waktu lalu. Karenanya, K-SPSI mendesak dinas terkait dalam hal ini Disnakersostran segera menindaklanjuti dan lebih mempertegas lagi. “Kami minta pihak perusahaan lebih memperhatikan Perbup tentang outsorshing dan PKWT. Selain itu, pihak Disnakersostran juga lebih mempertegas dan terus meningkatkan pengawasan terhadap perbup tersebut,” tegas Agus, sambil menambahkan perbup telah ditandatangani artinya sudah disepakati oleh pihak perusahaan. Sementara, ratusan buruh yang mendatangi Kantor Disnakersostran di Jalan Veteran dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat tersebut, sempat membuat macet arus lalu lintas jalur Bandung – Jakarta dan sebaliknya. Pasalnya, ratusan buruh melakukan aksinya menggunakan sebelah jalan raya. Akibat kemacetan itu, petugas kepolisian dari Polres Purwakarta turun tangan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan, khususnya di lokasi unjuk rasa.Q YAS


LINGKAR CIREBON

Edisi 153 - Tahun 1 - Rabu, 26 September 2012

Dinilai Ancam Pedagang Kecil

GMNI Unjuk Rasa dan Segel Minimarket

CIREBON (LJ)- Menjamurnya minimarket atau waralaba di Kota Cirebon yang dinilai mengancam keberadaan pedagang kecil (klontongan,red) gulung tikar, tak hanya dikeluhkan warga. Akantetapi kalangan mahasiswapun ikut prihatin dengan kondisi daerah yang terkenal dengan sebutan kota udang itu, karena keberadaan

minimarket sudah tak bisa lagi dikendalikan. Tak ingin pedagang kecil yang banyak didominasi warga setempat jadi korban, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cirebon melakukan aksi unjuk rasa, dan menyegel salah satu minimarket di Kota Cirebon, Selasa (25/9).

Ketua GMNI, Ibnu Abdilah mengatakan, keberadaan minimarket yang sembarangan di Kota Cirebon semakin meresahkan pedagang kecil dan pedagang pasar tradisional. Selain itu, di Kota Cirebon sendiri terdapat 13 minimarket yang diduga tidak memiliki izin sesuai tercantum dalam Perda RTRW. Dengan demikian, keberadaan mini-

Oknum Polisi Diduga Palsukan Pencabutan Perkara

KAB CIREBON (LJ)- Setelah dilakukan revisi dan dilengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus penembakan dengan tersangka Brigadir Sahidin Zainudin, akhirnya kembali dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumber. Sebelumnya, berkas tersebut dianggap belum lengkap oleh pihak Kejari Sumber, lalu berkas itu dikembalikan ke penyidik Polres Cirebon. Kapolres Cirebon, AKBP H. Hero Henrianto Bachtiar, melalui Kasat Reskrim, AKP Rohadi membenarkan, pihaknya telah mengembalikan berkas tersebut kepada jaksa. “Pekan yang lalu berkas itu sudah kami kembalikan dan dilengkapi kekurangannya. Sekarang kami tinggal menunggu berkas BAP itu dan dinyatakan P21 oleh penyidik Kejari Sumber. Kalau

sudah P21, kami pun akan melimpahkan tersangka ke Kejari,” ungkapnya. Dikatakan Rohadi, bahwa pihak keluarga Cipta Agus Tira (18), korban tewas tertembak peluru dari pistol tersangka Brigadir Sahidin Zainudin, telah mencabut laporan perkara ke Polres Cirebon. “Meski keluarga korban sudah mencabut laporan, tapi kasus tetap berjalan. Dan surat pencabutan perkara itu kami lampirkan juga dalam berkas BAP yang dikembalikan ke jaksa, dengan tujuan agar tersangka dalam persidangan nanti mendapat keringanan,” katanya. Sementara, Waryo (56), ayah korban warga Desa Blender RT 01/05 nomor 07, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, mengingkapkan, pihaknya tidak mencabut kasus tersebut. “Kalau soal cabut mencabut perkara,

kami tidak tahu. Bahkan kami tidak akan cabut perkaranya. Yang jelas, sesuai keterangan petugas polisi, kasus ini berlanjut hingga Sahidin, dihukum seberat-beratnya,” tegasnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan ini mengaku, pernah menandatangani surat yang disodorkan petugas kepolisian. Ia menjelaskan, tak mengetahui apa isi dalam surat tersebut. “Ada sih polisi yang datang ke rumah, lalu suruh menandatangani. Nah, surat itu gak tau apa. Kami sih enggak ngerti, dan yang jelas kasus ini akan dilanjutkan sampai tuntas,” paparnya. Waryo berharap, pihak kepolisian bertindak transparan terhadap kelanjutan kasus yang menimpa putra pertamanya itu. “Soalnya polisi sudah janji ketika aksi unjuk rasa di kantor Polsek Karang Sembung,” pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Cipta Agus Tira (18) tewas bersimbah darah di depan Balai Desa Karangwareng, Kabupaten Cirebon, sekitar pukul 01.35, Minggu (5/8) dini hari, akibat terkena peluru dari pistol milik tersangka Brigadir Sahidin Zainudin, anggota Polsek Karangsembung, Kabupaten Cirebon saat korban bersama teman-temannya sedang keliling desa membangunkan sahur. Q WAS

Pelanggan PDAM Tirta Dharma Keluhkan Aliran Air

CIREBON (LJ)- Pelanggan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirta Dharma Kota Cirebon yang berada di Komplek Perumahan Mega Endah, Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, keluhkan kondisi air dan menuntut tangungjawab perusahaan plat merah tersebut. Pasalnya, aliran air yang berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cirebon itu, sudah lama tidak mengalir normal. “Wajar saja jika kami menuntut kepihak PDAM, karena belakangan ini pelayanannya kepada kami selaku pelanggan sangat buruk,” aku ketua RW 04 Komplek Peru-

mahan Mega Endah, kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Menurut dia, aliran air ketiap rumah yang disuplai PDAM sangat kecil dan dinilai tak mencukupi untuk kebutuhan warga sehari-hari, terutama digunakan sebagai MCK (Mandi, Cuci dan Kakus). Kenapa, karena air mulai mengalir ke rumah itu hanya malam hari sampai menjelang pagi. “Nah, kalau siang sama sekali air PDAM tidak mengalir. Jadi kami dan warga sini hanya bisa mendapatkan pasokan air saat malam saja,” ujarnya. Ia berharap, agar masalah ini segera diselesaikan jajaran

direksi PDAM. Sebab, warga di komplek ini hanya mengandalkan air untuk kebutuhan rumah tangga dari perusahaan daerah tersebut. “Toh kami sendiri pelanggan PDAM, makanya kami harapkan ada upaya dari direksi untuk kembali menormalisasikan aliran air tersebut. Terlebih setiap bulannya kami membayar retribusi,” tegasnya. Terpisah, Direktur Tehnik PDAM Tirta Dhrama, Hendra Yogiyasa mengaku, pihak PDAM Kota Cirebon sudah tidak sanggup jika melakukan normalisasi air mengalir selama 24 jam kepada seluruh pelanggan. Alasannya, karena saat ini sangat kekurangan pasokan air. Ia mencontohkan, untuk daerah Sitopeng di BTN Nusantara, hanya siang hari debit air ada, namun di malam hari digilir ketempat lain. “Mau atau tidak itu solusi terakhir kami, yakni pelanggan harus mengalah jika air hanya ada pada malam hari, sebab terpaksa harus bergilir. Kami tak mampu lagi jika kondisi air harus ngalir selama 24 jam secara normal,” tukasnya. Q GYO/HAN

market tersebut harus dihilangkan. “Adanya beberapa minimarket yang tidak memiliki izin, maka akan terjadi monopoli perdagangan, sehingga akan mematikan usaha pedagang kecil pribumi,” ungkapnya saat berorasi di depan minimarket di Kota Cirebon. Unjuk rasa GMNI pertama kali dilakukan di depan gedung DPRD Kota Cirebon. Disana, Ketua DPRD Kota Cirebon, Azis, secara langsung menemui pengunjuk rasa dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mereka. “Mohon tenang kepada kawan-kawan mahasiswa. Memang keberadaan minimarket di Kota Cirebon itu sudah mengganggu pasar-pasar tradisional dan para pedagang kecil di Kota Cirebon. Dan kamipun sepakat dengan apa yang dituntut kawan-kawan mahasiswa, kami berjanji akan menindaklanjuti hal ini,” ungkap Azis kepada GMNI. Dalam unjuk rasa itu, beberapa personil kepolisian dan Pol PP Kota Cirebon berjagajaga agar suasana unjuk rasa berlangsung aman dan tertib. Setelah berunjuk rasa di

9

Lintas Sekda Cirebon Lepas 2.348 Calhaj

depan gedung DPRD Kota Cirebon, masa pendemo akhirnya mendatangi sebuah minimarket yang berada tidak jauh dari sana. Di tempat tersebut para mahasiswa melakukan orasi, dan menyegel pintu masuk minimarket tersebut. Aksi Unjuk rasa sempat ricuh, saat mahasiswa berusaha menyegel minimarket tersebut. Namun petugas yang terdiri dari anggota kepolisian dan Pol PP Kota Cirebon mampu meleraikannya, suasana tegang akhirnya tidak berlangsung lama. Setelah menyegel salah satu minimarket, mahasiswa akhirnya meninggalkan minimarket tersebut. Mereka berjanji akan terus mengawasi keberadaan minimarket di Kota Cirebon. “Jika dilain waktu mereka tetap melakukan aktivitas, kami akan mengerahkan para pedagang kecil maupun pedagang pasar tradisional serta LSM untuk terus berjuang agar kepentingan rakyat kecil di Kota Cirebon tidak merasa terganggu,” janji Ibnu. Q

HEN/NAN

14 Ribu Hektar Sawah Mengalami Puso KAB CIREBON (LJ)– Musim kemarau sepanjang tahun ini berdampak terhadap menurunnya produksi padi di Kabupaten Cirebon. Data yang didapat Lingkar Jabar dari Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, area sawah yang mengalami puso mencapai hampir 14.000 hektare, dan produksi padi diperkirakan menurun hingga 35% dari tahun lalu. Anggota Komisi II, Ahmad Fawaz mengatakan, daerah yang mengalami gagal panen terparah terdapat di Kecamatan Kapetakan dan disusul dengan Kecamatan Gegesik. Kerugian yang dialami petani diperkirakan mencapai Rp350 miliar, hal ini belum memperhitungkan lahan yang gagal panen ringan dan sedang.Potensi kerugian yang mencapai ratusan miliar tersebut, kata dia, akan berdampak terhadap beberapa hal, yaitu menurunnya pendapatan petani maupun pendapatan domestik regional bruto (PDRB) yang cukup signifikan, karena sektor pertanian dinilai penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Cirebon sekitar 30%. “Penurunan PDRB diperkirakan bisa mencapai 10%. Dampak lanjutan dari hal ini, naiknya tingkat kemiskinan dan selanjutnya bisa mengakibatkan bertambahnya tingkat kriminal,” papa Ahmad, saat ditemui di ruang kerjanya. Hal senada juga diungkapkan, anggota komisi II lainnya, Rakhmat, Ia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Mestinya untuk musim yang akan datang harus ada stimulan dari pemerintah, baik berupa modal maupun kompensasi kerugian. Apasebab, bila menghitung kerugian dari jumlah sawah yang puso itu bisa mencapai Rp300 miliar lebih. “Ini angka yang cukup besar, tetapi yang paling penting harus dipikirkan cara penanggulangan masalah kekurangan air agar tidak terkesan akibat alam belaka,” paparnya.Solusi yang bisa dilakukan, lanjutnya, memberikan bantuan stimulan kepada para petani yang mengalami gagal panen atau memberikan kredit murah. Selain itu, solusi untuk meminimkan terjadinya puso kembali dengan melakukan percepatan masa tanam. “Bupati harus segera tanggap dan mengarahkan dinas terkait untuk merealisasikan percepatan masa tanam tersebut, bila perlu melibatkan unsur kepolisian, TNI dan tokoh masyarakat. Disisi lain kebijakan anggaran pemda juga harus mendukung percepatan masa tanam dengan menyediakan anggaran memadai, tentunya dialokasikan untuk pemberantasan hama tikus dan perbaikan infrastruktur pertanian,” jelas Rakhmat.Sementara, Kepala Distanbunakhut Kabupaten Cirebon, Ali Effendi menyangkal, apabila penurunan hasil produksi yang dialami para petani mencapai 35 persen. Ia mengungkapkan dari 90 ribu hektare sawah yang ada di Kabupaten Cirebon, 8.000 hektare terancam puso. “Kata siapa? Benar kalau tahun ini merupakan tahun terparah untuk puso, tapi penurunan hasil produksinya tidak sebanyak itu. Sebab dari 90 ribu, 8000 diperkirakan terancam puso. Sedangkan kerugian sendiri hampir di atas Rp 100 milliar, jadi jika diakumulasikan paling sekitar 10% penurunannya,” kilahnya. Disamping itu, sambung Ali, pihaknya sedang mengupayakan ke Kementrian Pertanian mengenai usulan program bantuan, berupa pengganti rugi kepada para petani yang lahan sawahnya terkena puso. “Usulan tersebut berupa 25 kg benih padi dikalikan 8.000 hektare sawah. Dan Rp 3,7 juta dikalikan 8.000 hektare sawah,” tukasnya. Q WAS

KAB CIREBON- Sebanyak 2.348 calon jemaah haji (calhaj) dilepas Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dudung Mulyana. Pelepasan calhaj yang dilakukan, Senin (24/9) malam di Asrama Haji Watubelah Sumber itu, masuk kedalam kloter (kelompok terbang) pertama di daerah pemasok udang tersebut. Sekda mengatakan, tahun ini ada enam tahapan atau keberangkatan calhaj untuk menunaikan ibadah ke tanah suci Mekah. Dudung mengungkapkan, calhaj yang berangkat kloter pertama berasal dari KBIH Gegesik dan Gunungjati sebanyak 55 orang, KBIH Nurul Hidayah 50 orang, dan KBIH Assaidiyah Gedongan 126 orang. “Sedangkan KBIH Islamic Center 91 orang, KBIH YLPI Buntet Pesantren 69 orang serta KBIH Aziziyah Weru 18 orang,” tukas sekda. Sementara, dari pantauan LINGKAR JABAR, ada tradisi unik yang dilakukan para calhaj asal Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon ketika akan berangkat menunaikan ibadah haji. Kebiasaan unik tersebut terkait dengan keharusan para calhaj berjalan kaki melewati jembatan Maskumambang yang berada di jalur pantura, Blok Karang Anyar, Desa Gebangkulon Kecamatan Gebang. Seperti nampak terlihat, saat calhaj kloter pertama Kabupaten Cirebon, terutama yang tempat tinggalnya dekat dengan sungai Maskumambang, mereka harus melakukan tradisi berjalan kaki melewati jembatan tersebut. Setelah selesai, kemudian baru menaiki mobil untuk melakukan perjalanan menuju Asrama Haji Watubelah Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Sedangkan bagi yang berasal dari desa yang jauh dari sungai Maskumambang, mereka berhenti sebentar di masjid Baiturrahmah Desa Gebangkulon berada sekiktar 300 meter sebelum sungai Maskumambang, untuk melakukan sholat safar dan kemudian berjalan sampai melewati sungai tersebut.Saat calon jamaah berada di tengah jembatan kemudian dilakukan ritual adzan dan do’a kemudian sawer (menaburkan uang recehan). Q GYO

SMAN 1 Cirebon Bangun Masjid Rp 2 Miliar CIREBON- Siswa maupun para guru di SMAN 1 Cirebon dipastikan merasa nyaman dan khusu saat melaksanakan ibadah sholat. Pasalnya, akhir 2012 nanti sekolah tersebut memiliki masjid megah hasil swadaya masyarakat atau orangtua siswa dan para guru. “Saling bergandengan tangan antara orangtua siswa dengan guru disini akhirnya pembangunan masjid ini bisa berjalan,” ungkap H. Zaenal Mutaqin, ketua pelaksana pembangunan Masjid bernama Aliman kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Menurut Zaenal, pembangunan Masjid Al-iman yang ada di lingkungan SMAN 1 Cirebon ini sudah dikerjakan beberapa bulan lalu. Ditargetkan, pada bulan Desember 2012 nanti pembangunan masjid ini sudah selesai tepat waktu. “Sampai sekarang dengan kondisi bangunan baru 60 persen, pembangunannya sudah menelan anggaran kurang lebih sekitar Rp 960 juta,” ujarnya. Ditanya berapa target biaya pembangunan hingga tuntas, ia mengungkapkan, setelah dihitung berdasarkan besaran masjid serta harga bahan bangunan, diperkirakan pembangunan masjid ini menelan anggaran sekitar Rp 2 miliar. “Nantinya masjid ini dapat digunakan untuk kegiatan keagamaan, seperti hari raya, pengajian maupun lainnya. Dan kapasitas masjid ini bisa menampung sekitar 900 jemaah,” jelasnya. Sementara, Kepala SMAN 1 Cirebon, H. Muchtar menjelaskan, dibangunannya masjid ini diharapkan dapat memberikan pelajaran agama kepada siswa lebih baik lagi. Sebab, keberadaan masjid yang masih dalam tahap pengerjaan ini akan lebih leluasa saat semua siswa mengikuti pelajaran agama. Q AGS

Peringati Hari Tani Diwarnai Aksi Demo

KOTA CIREBON, (LJ) Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutuf Mahasiswa (BEM) Faluktas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) menggelar aksi demontrasi untuk mewarnai peringatan Hari Tani di Jalan Brigjen Darsono Bypass Kota Cirebon, Kemarin. Dalam aksi demontrasi tersebut, mahasiswa sempat memblokir jalan di perempa-

tan lampu merah jalan bypass Cirebon, dengan membakar ban bekas. Kontan aksi mahasiswa ini menjadi tontonan menarik bagi para pengendara yang melintas, sehingga menimbulkan kemacetan yang cukup panjang. Koordinator lapangan, Fartin Lubis Romadona mengatakan, pihaknya kecewa terhadap pemerintah yang melakukan pengingkaran terhadap Undang-undang

Pokok Agraria (UUPA). Terlebih aturan tertinggi itu justru datang dari wakil rakyat yang berupaya merevisi UUPA, serta mengeluarkan perundang-undangan dengan semangat liberalisme yang tidak sejalur dengan UUPA. “Sejumlah perundangundangan yang bernafaskan liberalisme sudah sangat jelas bertentangan dengan UUD 1945. Padahal lahirnya UUPA sebagai turunan pasal 33 UUD 1945, merupakan upaya untuk menggantikan UU Agraria 1870 yang merupakan warisan colonial liberalis,” katanya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Mahasiswa menuntut UUPA No 5/1960 harus diperjuangkan di tengah arus korporasi dan liberalisasi pangan serta pertanian, karena menyebabkan kemiskinan, kelaparan dan kenaikan ting-

kat kriminalisasi yang dipicu konflik agraria terhadap para petani. “Dua arus tersebut (korporasi dan liberalisai pertanian,) dengan deras menindas, menggusur lahan melalui ekspansi dan ekploitasi lahan untuk perkebunan, kehutanan, pertambangan dan pusat-pusat perdagangan,” paparnya. BEM Fakultas Pertanian mendesak pemerintah untuk segera laksanakan reformasi Agraria UUPA No 5 tahun 1960, merealisasikan 9,3 juta hektar tanah untuk rakyat melalui pembaharuan agraria. “Kamipun minta pemerintah mencabut UU Perkebunan, Pertambangan, Penanaman Modal Asing, dan Kehutanan yang bertentangan dengan UUPA dan UUD 45,” tukas Fartin. Q

WAS/PIP


PENDIDIKAN & KESEHATAN

Edisi 153- Tahun 1 - Rabu, 26 September 2012

Akseptor KB Drop Out di Karawang Sangat Tinggi

Info Kesehatan Bunyi Dengkul

Untuk Mendeteksi Sakit Sendi

N

yeri sendi (osteoarthritis) bisa sangat mengganggu aktivitas dan menurunkan kinerja karena jika sudah terkena akan susah disembuhkan. Kini peneliti bisa mendeteksi apakah seseorang punya risiko nyeri sendi dengan tes bunyi dengkul. Osteoarthritis terjadi ketika tulang rawan di sendi ‘melorot’ dan dapat mempengaruhi setiap sendi di tubuh. Kelainan sendi ini paling sering mempengaruhi tangan, pinggul, lutut, punggung dan leher. Ketika osteoartritis terjadi di lutut, tulang rawan yang menutupi ujung tulang sendi lutut rusak. Hal ini dapat semakin memburuk, jika tulang rawan tidak ada maka tulang bergesekan langsung dengan tulang, yang pada akhirnya menyebabkan nyeri yang luar biasa bagi pasien. Saat ini, tidak ada obat untuk kondisi osteoartritis, tetapi ada beberapa untuk mencegahnya seperti penurunan berat badan atau olahraga ringan yang dapat mencegah kekakuan. Dalam kasus ekstrim, operasi dapat dipertimbangkan sebagai solusi. Baru-baru ini peneliti meluncurkan perangkat prototipe yang bisa mendeteksi nyeri sendi di lutut alias osteoarthritis secara dini. Peneliti di Universities of Lancaster dan Central Lancashire mengembangkan perangkat akustik untuk memindai bunyi di dengkul yang dapat menunjukkan kemerosotan pada sendi lutut secara dini. “Pada dasarnya kami telah menemukan suatu cara untuk mengukur suara dari sendi berdasarkan gerakan repetitif sederhana, yaitu duduk dan berdiri,” tutur Profesor John Goodacre dari Universitas Lancaster, seperti dilansir dari BBCNews, Minggu (18/7/2010). Peneliti menemukan dengan alat prototipe ini, bunyi dengkul memiliki karakteristik sendiri. Karakteristik dengkul normal dengan yang rusak akan terdeteksi dari suaranya, sayangnya tidak dijelaskan secara gamblang perbedaan suara itu. Penciptaan alat ini terinspirasi dari industri alat-alat akustik yang digunakan untuk mendeteksi keausan. Misalnya untuk mendeteksi keausan dan kerusakan di lengan beban bantalan dermaga. “Jika kita benar-benar dapat membuat perubahan atau jika percaya bahwa perubahan dapat terjadi bahkan sebelum gejala berkembang, maka ini akan membuka jalan untuk berbagai pendekatan,” tambah Prof Goodacre. Bila osteoartritis telah dapat dideteksi secara dini, maka setidaknya dapat dilakukan perubahan dalam pengelolaan gaya hidup, penggunaan obat pencegah atau perawatan lainnya. Prof Goodacre berharap perangkat ini kelak dapat dikembangkan menjadi alat yang murah dan praktis, agar dapat digunakan dokter dan klinik untuk mendiagnosa dan memantau osteoarthritis.

K

ARAWANG - Angka drop out (DO) akseptor keluarga berencana (KB) dengan metoda hormonal di Kabupaten Karawang sangat tinggi, yakni dari 363.769 akseptor KB hanya 15% yang aktif. Dampaknya, laju pertumbuhan penduduk di

daerah lumbung padi ini pun tinggi. Apalagi, merujuk pada angka kelahiran yang masih belum bisa diminimalisasi. Yakni, mencapai 60 ribu per tahun. “Akseptor KB yang menggunakan metoda hormonal masih cukup tinggi. Yaitu, 85 % dari total jumlah

akseptor. Metoda hormonal ini, meliputi akseptor yang menggunakan pil dan suntik KB. Dengan tingginya pengguna metoda ini, maka tinggi pula potensi resiko drop out. Mengingat, potensi DO ini akan menambah tinggi angka kelahiran,” papar Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Karawang Asep Hidayat Lukman kepada wartawan, Selasa (25/9). Dia mengatakan banyaknya akseptor yang menggunakan metoda hormonal maka kualitas KB semakin rendah. Mengingat, akseptor dengan metoda ini, sifatnya jangka pendek. Bila mereka lupa tidak mengkonsumsi pil atau disuntik KB, maka potensi untuk hamil sangat besar. Dengan begitu, metoda ini memiliki kualitas yang rendah. Terutama, kaitannya dengan program meminimalisasi laju pertumbuhan penduduk. Berbeda dengan akseptor pengguna metoda jangka panjang, yang kualitasnya bagus. Adapun KB dengan metoda jangka panjang, yaitu, IUD, Inplant, MOW dan MOP. Pasalnya, KB jenis ini bisa menahan kehamilan dalam waktu yang cukup panjang. Antara lima hingga 10 tahun. Namun, sayangnya di Karawang akseptor KB dengan me-

RUMAH

Dijual Lukisan Karya Pelukis Ternama Judul : “Kereta Kencana” Harga : Rp 350 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi Nur Hamidan (081584965577)

Dijual :Rumah + kontrakan diBakom Harga : Rp 370 000 000 Lokasi : Cileungsi - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305

Dijual Uang Kuno Harga : Rp 2 250 000 Lokasi : Jawa Barat - Depok hubungi : Lingga 02192739059 OLAHRAGA Dijual : Jersey ladies arsenal ( Size S masih baru ) Lokasi : Jawa Barat - Cimahi Harga : Rp 140 000 Hubungi : 089657634819 Handy Hermawan Dijual : Sepeda WIM CYCLE FISHBONE ( type Fishbone ukuran 20 inch) Harga : Rp 900 000 Lokasi : Jawa Barat - Depok Hubungi : Bernard Renaldi 08158036466 Dijual : Air Climber Alat Fitness Praktis Harga: Rp 650 000 Lokasi: Jawa Barat - Bogor Hubungi : Babe Shop HP. 081585828666 APARTEMEN Disewakan apartemen setiabudhi , Ukuran: 48 m² Harga sewa: Rp 6 juta perbln Lokasi: Jawa Barat - Bandung Hubungi: Christopher 081910006100 Disewakan Apartment Grand Setiabudi Bandung Harga : Rp. 50 Juta / Tahun Lokasi: Jl. Setiabudi 130-134 Bandung - Jawa Barat Hubungi: Rizal (08121471598)

Dijual :Rumah + kontrakan di Bakom Harga : Rp 2 700 000 Lokasi : Cileungsi - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305 Dijual : Rumah Harga : Rp 150 000 000 Lokasi : Jl.raya Jampang Kalisuren,bogor Hubungi: 087870256116 Dijual : Rumah + kontrakan 12 pintu Harga : Rp 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305 Dijual Rumah nyaman dan sejuk Harga: Rp 875 000 000 Kamar Tidur: 5 Ukuran: 180 m² Lokasi: Jawa Barat - Bandung Hubungi Silva/ bu Hany CP: 085624331105 / 0856208007 RUKO Ruko Pinggir Jalan di Jl.Raya Tajur Harga : Rp 1 350 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi :081806341259 Kavling komersial sentul ukuran 180000 m² Harga : Rp 2 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi : 081387742916 JASA A.O.S RECORD REKAMAN TERJANGKAU DEMO,MIXING,MASTERING,ETC LOKASI : JAWA BARAT - BOGOR KOMP BADAK PUTIH 1 NO.31 KOTABATU, CIAPUS BOGOR HUBUNGI : 085692628092

toda jangka panjang masih sedikit. Hanya sembilan persen dari total akseptor yang aktif. Selain permasalahan akseptor hormonal, sambung dia, masalah lainnya yaitu masih banyaknya pasangan usia subur yang belum menjadi akseptor KB aktif. Jumlah pasangan usia subur (PUS) mencapai 517.771. Akan tetapi, akseptor yang aktif hanya 363.769 atau hanya 70,26 persen dari total PUS. Menurut dia, kasus ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah. Sebab, semakin rendahnya minat PUS untuk menjadi akseptor, maka dampaknya semakin tinggi laju pertumbuhan penduduk. Dengan begitu, bila tak dicegah sejak dini akan terjadi ledakan penduduk yang cukup dahsyat. Seperti di Karawang, angka kelahiran rata-rata 60.000/tahun atau sekitar 2,8% dari total penduduk Karawang yang jumlahnya 2,1 juta jiwa. Padahal, idealnya angka kelahiran ini harus di bawah 1%. “Untuk itu, pada 2015 mendatang Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan menargetkan 25% akseptor harus menggunakan KB dengan metoda jangka panjang. Supaya, laju pertumbuhan penduduk bisa dikendalikan,” jelasnya. Q INC

Kelanjutan Proses Pemilihan Rektor Universitas Indonesia Belum Jelas

D

EPOK - Tahapan atau proses pemilihan Rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2012-2017 sudah terhenti sejak satu bulan lalu, namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan dilanjutkan. Sampai saat ini, pihak UI masih mengupayakan islah atau perdamaian antara

pihak-pihak yang berselisih. “Sekarang ini sedang diupayakan islah/perdamaian. Syukur sudah ada komunikasi dengan berbagai pihak. Namun, memang belum bisa dipastikan kapan dilanjutkan kembali. Kita berharap secepatnya,” kata Djoko Santoso, Pejabat Sementara Rektor UI, seusai pembukaan Olimpiade

Sains Nasional (OSN) Pertamina di kampus UI Depok, Selasa (25/9). Djoko mengatakan belum dapat memastikan Rektor UI definitif terpilih sesuai jadwal pada 9 Oktober mendatang. “Sekarang sedang diupayakan terus untuk berkomunikasi,” ujar Djoko yang resminya menjabat sebagai Direktur Jendral Pendidikan Tinggi pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UI menunda kelanjutan proses pemilihan rektor periode 2012-2017. Proses pengajuan bakal calon rektor ke Senat Akademi Universitas (SAU) dan Majelis Wali Amanat (MWA) ditunda hingga ada hasil keputusan islah dan penetapan Pengadilan Tata Usaha Negara. Pengumuman penundaan proses pemilihan rektor UI tercantum dalam laman www.pemilihanrektor.ui.ac.id. Dalam laman ini, panitia menyebut-

SPESIALIST SERVICE LAPTOP&PC BOGOR ALAMAT : JAWA BARAT - BOGOR TELP : 0815 1753 8858

Dijual : Shogun 125 Plat F Harga : Rp 4 700 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 081310402292

KHATULISTIWA CATERING SERVICE Alamat: Jawa Barat - Bogor Hubungi : 08561431845

Dijual :Suzuki thunder flat F 2007 Harga : : Rp 5 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 08782322655

Sewa Peralatan/ Perlengkapan Catering/ Katering Lokasi Jawa Barat - Bogor Telp. 081389392450 / 087872242744

Dijual :Suzuki satria 120r 2002 Harga : Rp 4 500 000 Lokasi : : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 085772573730

YULIA SALON Melayani : Creambath, gunting rambut ,Make up,keriting dll Dan menerima Tata Rias pengantin Discount harga 20 % Buka jam 9 pagi tutup jam 6 sore, Lokasi jl. By pass Jenun Arjawinangun Telp. 081 320 009 411 MOBIL Dijual : PEUGEOT 505 GR PAUS TH 86 Classic Retro 1986 Harga : : Rp 28 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 02519387247 Dijual : Suzuki APV : Arena SGX Matic 2008 Harga : Rp 107 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 087874004818 Dijual : Toyota Vios Type G M/T Hitam Harga : Rp 140 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0811-1104-22 / 0817984-5828 MOTOR Dijual : Jupiter mx modif 2010 Harga : : Rp 11 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0878737721500

HANDPHONE Dijual : Blackberry Gemini 8520 white Harga : Rp 1 200 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 08979183427 Dijual : N8 second mulus Harga : Rp 1 800 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0877 5401 9962 Dijual : HTC dopod D810 Harga : Rp 650 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 081947428629 Dijual :Blackberry dua nomer tour 9630 Harga : Rp 1 200 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:YUDI : 02199683702 KOMPUTER

Dijual :Komputer AMD DualCore 2,2ghz Harga : Rp 1 300 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:Dijual : 0889 1503959 Dijual :Laptop dell d600 Harga : Rp 1 300 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:Dijual : 085691582049 Dijual :Komputer core i3 Harga : Rp 4 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:083819530285/ 085776594078 Dijual Usb vacuum cleaner ini bisa digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menempel di keyboard komputer Anda. Harga: Rp 161 000 , Hub: Prayogo 087869772469

kan keputusan untuk menunda proses pemilihan rektor yang sedang berjalan itu berdasarkan keputusan rapat paripurna MWA pada 18 September. Penundaan proses pemilihan rektor disebutkan sebagai kesadaran untuk menghormati putusan PTUN Nomor 37/G/2012/PTUN-Jkt pada 11 September 2012. MWA sedang berupaya untuk memfasilitasi tercapainya islah (perdamaian) antara pihak yang berbeda pendapat (penggugat dan para tergugat), dan mengusahakan agar hasil islah dapat disahkan di pengadilan sehingga berkekuatan hukum. Seperti diketahui, Paguyuban Pekerja UI menggugat soal pembentukan Tim Transisi UI oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. Keputusan PTUN menyatakan Mendikbud tidak memiliki dasar hukum dan kewenangan untuk membentuk Tim Transisi UI sehingga Tim Transisi UI cacat hukum. Q HRS

Iklan Baris

Iklan Baris

IklanMINI HOBI

10

SALEH NURANGGA

0251 - 8653016/087770122012

(Depan Perum. Cileungsi Hijau) Hubungi Oma Sualiaman 08129342380/081932976548 (021) 82497139 BENGKEL LAS DOMA PUTRA canopy,pintu,pagar,relling, balkon, tangga putar,harmonika,teralis minimalis, rotern,cor bahan galfanis harga murah Lokasi : Jawa Barat - Bandung Hubungi : 085852424198 TANAH Tanah Luas 2150m2 Harga : Rp 325 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi : 6285881837800 / +6282122120011 LOWONGAN KERJA

Dibutuhkan Koki Catering Dicari secepatnya 2 orang wanita Usia maksimal 35-45th. Untuk Bantu2 Memasak Catering di Kaltim (Malinau) Gaji pertama 1juta Mess dan Makan disediakan. Diusahan bisa masak masakan sunda (Tidak perlu pengalaman ) Lokasi : Jawa Barat - Bandung Berminat segera Hub Bp. Indra : 085624836368 Dibutuhkan Telemarketing PT. Bank Permata Kualifikasi: 1.Pria/wanita 2.Pendidikan minimal SMA/ Sederajat 3.Fresh graduate 4.Berpengalaman lebih di utamakan 4.Umur max 40 th 5.Menyukai bidang marketing 6.Berpenampilan menarik,rapih 7.Komunikatif dan persuasif Benefits: 1.Allowance.Insentif dan bonus. jenjang karir.Komisi Hub : 087770146888

AUDIO Dijual Polkaudio Tsi 100 Spesifikasi Produk: Speaker type Bookshelf Lokasi: Jawa Barat - Bogor Harga: Rp 2 500 000 Hubungi : Mulyana - 022-61420730 BENGKEL BENGKEL LAS LISTRIK WIDA SARI Jl Raya Narogong Km. 21.5 RT. 01/08 Rawa Hingkik Lokasi :Cileungsi - Bogor

Telah Beredar Album Terbaru Tarling Dangdut “ Candra Lelana Bangkit “

Dengan lagu-lagu hitsnya Iyeng Permata-Maman S Diproduksi oleh CV Alan Jaya Record Untuk dapatkan kaset dan cd nya Hubungi Di Alamat : Jl by pas Arjawinangun - Cirebon Kontak Person: 085314567948

PANGGILAN Dengan ini memanggil kepada : 1. Sdr. INDRA GUNAWAN (eks Perwakilan Bandung) 2. Sdr. MAMAN SUHARMAN (eks Perwakilan Cirebon) 3. Sdr. SUDIRMAN (eks Perwakilan Indramayu) 4. Sdr. JOKO WARIHNYO (eks Perwakilan Depok) 5. Sdr. ENDANG YUSUF (Eks Perwakilan Purwakarta) Untuk hadir ke kantor HU. LINGKAR JABAR, Griya Indah Bogor Blok.R No.8, Jl. Soleh Iskandar, Kota Bogor Telp. (0251) 8653016 - 8664342 atau Konfirmasi langsung ke 081210781404, 087870707004, 087880036777, untuk menyelesaikan kewajiban saudara dengan pihak manajemen kantor. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih. Pemimpin Umum, PIYARSO HADI


POLKUM

Edisi 153 - Tahun 1 - Rabu, 26 September 2012

Walikota Bandung Berjanji Menyelesaikan Semua Pekerjaan Rumah

BANDUNG (LJ) - Seperti hendak menangkis anggapan banyak pihak bahwa konsentrasi kerjanya akan terpecah karena sibuk mengurus pencalonannya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar menjelang masa jabatannya berakhir, Walikota Bandung Dada Rosada berjanji menyelesaikan semua pekerjaan rumah (PR) di Kota Bandung sebelum mengakhiri jabatannya tahun 2013 nanti. Diakuinya, berbagai persoalan itu jadi tanggung jawabnya sebagai orang nomor satu di Kota Bandung. “Tentu saya akan

selesaikan agenda sisa karena masih ada yang belum tuntas sampai selesai masa jabatan saya,” kata Dada dalam sambutan sidang paripurna HUT Kota Bandung ke 202 di DPRD Kota Bandung, Selasa (25/9). Salah satu yang harus dibenahi adalah masalah reformasi birokrasi. Ia menginginkan tidak ada lagi KKN di lingkungan Pemkot Bandung. “Masalah lalu lintas seperti kemacetan dan pertambahan penduduk juga jadi persoalan yang harus diselesaikan,” ujar Dada yang mendaftar jadi Calon Gubernur ke

Partai Demokrat. Masalah banjir juga jadi sorotan Dada. Ia menginginkan persoalan banjir bisa selesai secepatnya. Karena itu ia mengalokasikan anggaran cukup besar di APBD Kota Badung 2012. “Untuk masalah banjir ini kita mengajukan ke DPRD dan disetujui agar anggaran untuk penanganan banjir dan drainase diperbesar. Anggarannya bahkan sampai Rp 200 miliar,” jelas Dada. Selain itu, Dada juga berjanji menyelesaikan berbagai masalah lainnya. Meski begitu, ia bersyukur sudah bisa menjadikan Bandung seperti sekarang. Meski dinilai masih banyak masalah, ia menyebut banyak prestasi yang diraih selama ia jadi walikota Bandung. “Bandung sempat dipimpin 26 walikota, termasuk saya yang dipercaya menjabat dua periode. Alhamdulillah dapat membawa Kota Bandung sampai bisa seperti ini,” ucap Dada. Sementara sebelum sidang paripurna digelar, di halaman DPRD Kota Bandung sempat diwarnai aksi unjuk rasa oleh BEM Bandung Raya. Mereka menyoroti berbagai masalah yang ada di Kota Bandung seperti sampah, kemiskinan, buruknya infrastruktur serta berbagai masalah lainnya. Aksi berlangsung sekitar 30 menit dan massa bubar sebelum sidang paripurna dimulai. Menanggapi aksi tersebut, Dada menyebut apa yang dipersoalkan massa banyak yang saat ini sedang dikerjakan. “Kita kan sedang berusaha tuntaskan itu satu-satu. Cuma kita lihat nanti apakah semuanya bisa selesai oleh saya sampai masa jabatan selesai atau diteruskan oleh walikota berikutnya peyelesaiannya,” pungkas Dada. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan menyentil

berbagai masalah yang jadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Bandung. Menurutnya persoalan paling mendasar adalah ketidakseimbangan jumlah penduduk dan luas wilayah. Ia menyebut jumlah warga yang tinggal di Bandung tidak seimbang dengan luas wilayah. “Jika persoalan ini tidak segera disikapi, maka akan ada gejolak sosial,” kata Erwan dalam sambutannya. Selain gejolak sosial, tidak meratanya luas wilayah dan jumlah penduduk juga akan berdampak pada perekonomian. “Akan terjadi ketimpangan pendapatan penduduk,” ucapnya. Banyaknya jumlah penduduk juga berimplikasi pada padatnya rumah warga. “Berkenaan dengan ini, maka konsep pembangunan vertikal jadi alternatif, tentu dengan ketinggian yang tidak mengganggu,” jelas Erwan. Masalah kemacetan juga jadi sorotan. Sebab jumlah kendaraan yang beredar di jalanan Bandung sangat berjubel. “Untuk hal ini, pembangunan beberapa fly over di beberapa lokasi diharapkan jadi solusi untuk ruang lalu lintas yang terbatas,” tutur Erwan. Kesadaran dan kedisiplinan pengendara maupun petugas juga harus terus ditingkatkan demi keamanan dan kenyamanan berlalulintas” paparnya. Untuk mengatasi kemacetan, sambung Erwan, di Kota Bandung juga akan dibangun MRT. “MRT ini akan jadi solusi kemacetan. Apalagi MRT ini akan melintas juga di atas Sungai Cikapundung,” jelasnya sambil menyebut berbagai persoalan lain yang masih ada seperti pelayanan publik hingga persoalan sampah. meningkatkan apa yang telah tercapai. Dirgahayu Kota Bandung,” imbuhnya.

FER/HER

11

Lintas Jelang Pilwakot Cirebon, DPD Partai Golkar Dilanda Konflik CIREBON - Pengurus DPD Partai Golkar Kota Cirebon menyatakan kekecewaan terhadap kinerja Plt Ganiawati yang menggantikan posisi Ketua Umum DPD Golkar Kota Cirebon Sunaryo yang tersangkut kasus korupsi APBD Kota Cirebon. Wakil Sekretaris DPD Golkar Didi Sumardi mengaku kecewa dengan kinerja Plt. Posisi yang semula dianggap akan membawa angin segar, tidak memperlihatkan perannya sama sekali menjelang Pemilihan Walikota (Pilwakot). “Kita sudah mengalami banyak ketertinggalan. Partai lain sudah melakukan sosialisasi calon walikota beberapa bulan lalu, kami mana?” ujar Didi saat ditemui di kawasan Masjid Attaqwa kota Cirebon, Selasa (25/9). Didi menilai, kondisi saat ini tidak baik untuk dipertahankan dan Golkar harus segera mengeluarkan rekomendasinya menjelang Pilwakot. Waktu efektif yang tersisa yakni satu bulan, merupakan waktu yang sangat sempit untuk mempersiapkan banyak hal. “Sosialisasi perlu digencarkan, segala persiapan harus matang. Tolong Plt segera lakukan konsolidasi pada DPP untuk segera mengeluarkan rekomendasinya. Plt jangan hanya diam. Ada dan tidak ada Plt sama saja, tidak ada pengaruhnya,” tuturnya. Selain mengeluhkan kinerja Plt Ketua Umum, Didi pun menyebut beberapa calon walikota yang dia rekomendasikan sudah siap. Dua tokoh yang digadang-gadang tersebut yakni Ano Sutrisno dan Rudiyanto. WAS

KPU Cianjur Sosialisasikan Peraturan KPU Terkait Pileg dan Pilgub CIANJUR - Sebanyak 18 partai politik (parpol) yang sudah menyerahkan berkas pendaftaran sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 ke KPU Cianjur, mengikuti kegiatan sosialisasi peraturan KPU mengenai program tahapan dan jadwal Pileg 2014 dan Pilgub Jabar 2013. Kegiatan ini dipusatkan di Green Hill Desa Ciherang Kecamatan Pacet, kemarin. Ketua KPU Kabupaten Cianjur Unang Margana menuturkan, tujuan digelarnya sosialisasi peraturan KPU ini tidak lain untuk menyamakan persepsi setiap parpol peserta Pemilu 2014 agar memahami secara utuh kaitan Peraturan KPU Nomor 6, 7, 11, dan 12. Menurut Unang, hingga saat ini sudah 18 parpol yang menyerahkan berkas dokumen untuk dilakukan verifikasi faktual mulai tanggal 29 September 2012 nanti. “Intinya, ada beberapa substansi dari peraturan KPU yang berubah. Misalnya saja Nomor 6 dan 7 yang mengatur kaitan penambahan waktu pendaftaran untuk melengkapi pesyaratan,” kata Unang disela-sela kegiatan. Unang mengaku sengaja mengundang anggota Bawaslu pusat dan KPU Jabar dalam kegiatan itu untuk membeberkan secara gamblang peraturan KPU. “Setelah selesai verifikasi faktual, nanti akan diserahkan ke KPU pusat melalui KPU provinsi,” ujarnya. AGS

Sambungan Hal 1 Kasus... Kabupaten Tasikmalaya tahun 2012. Menurut dia, dana tersebut besarannya cukup jauh dibandingkan jabatan staf ahli bupati yang mencapai Rp 7,5 juta dan jabatan asisten daerah sebesar Rp 8,5 juta per bulan. Bahkan, kata Murtholib, besarannya lebih jauh dibandingkan nominal dana tambahan penghasilan yang diterima sekretaris desa hanya sebesar Rp 275 ribu per

bulan. “Dari dana Sekda dianggarkan 360 juta setahun dan masuk kantong pribadi, sementara APBD di kita lagi defisit,” katanya. Ia berharap, besaran uang yang diberikan kepada Sekda tersebut perlu dipangkas, sehingga tidak terkesan menghamburkan uang rakyat. Apalagi jabatan Sekda, kata Murtholib, telah mendapatkan

gaji pokok setiap bulan, belum termasuk biaya operasional seharihari. “Saya harap ada pemangkasan tidak terlalu jauh dengan jabatan staf ahli, ini untuk penghematan anggaran karena saya kira dari gaji dan tunjangan Sekda lainnya sudah cukup,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD)

memasuki masa kampanye, penggunaan fasilitas negara oleh pasangan Dedi-Dadan mengindikasikan keterlibatan pegawai negeri sipil (PNS) dalam kegiatan politik praktis. Inilah yang harus kami klarifikasi. Makanya, kami memanggil yang bersangkutan,” jelasnya. Di tempat sama, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan dirinya akan

memenuhi segala prosedur terkait dengan dugaan pelanggaran yang dilaporkan. “Kalau dipanggil lagi ya saya akan datang lagi. Hari ini terlambat ke Panwas karena banyak agenda pelayanan publik yang tidak bisa ditinggalkan,” kata Dedi yang dikenal sebagai sosok kontroversial dalam kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya.

telah menggunakan aplikasi SPSE. Mengingat SPSE berbasis web, maka informasinya sangat mudah diakses publik. Namun dalam pelaksanaannya, transparansi informasi belum dimanfaatkan publik untuk ikut mengawasi proses pengadaan barang/jasa. “Melihat kondisi di masyarakat, kita ingin menyebarluaskan informasi kepada publik melalui peningkatan pemahaman SPSE dan LPSE kepada media. Tujuannya sebagai sarana untuk menyebarluaskan informasi lagi kepada masyarakat luas, bahwa pelaksanaan lelang tender elektronik bebas dari KKN,” katanya. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa

Barat Lex Laksamana menyampaikan, Pemprov Jabar sejak lama berkomitmen untuk melaksanakan reformasi birokrasi termasuk dalam pengadaan barang dan jasa. Selain itu, Pemprov Jabar pun telah menerapkan SPSE dengan sistem komputer laporan keuangan daerah. “Berbagai program yang mengarah pada pelaksanaan agenda reformasi birokrasi telah kami lakukan di antaranya implementasi pelayanan terpadu satu pintu. Pada awal pelaksanaan kita hanya melayani 51 jenis layanan masyarakat dan bertambah menjadi 83 jenis dan akan terus bertambah,” ungkap Lex.

YAS

Pelaksanaan... besar. Tingkat komplain tahun ini juga lebih kecil dari periode sebelumnya karena kapasitas server kami cukup besar sehingga bisa memproses ribuan data masuk pada waktu bersamaan,” pungkasnya. Masyarakat diminta ikut berpartisipasi mengawasi proses lelang pengadaan barang dan jasa yang dilakukan seluruh instansi pemerintah daerah di Jawa Barat melalui Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Jawa Barat. Kondisi itu dimaksimalkan melalui peran media massa yang bisa menyampaikan proses lelang tersebut. Dalam kesempatan itu, Ika proses pengadaan barang/jasa secara elektronik sejak 2008

dialokasi dalam anggaran perubahan,” katanya saat dihubungi melalui telepon seluler. Terkait hal itu, sejumlah elemen masyarakat pun menyayangkan kebijakan Bupati Tasikmalaya yang terkesan mendukung pengalokasian anggaran yang tak berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Salah satu intelektual muda asal Tasikmalaya,

Aminuddin, meminta kepada Sekda Tasikmalaya untuk mengembalikan dana tambahan penghasilan itu. “Lebih baik danannya dihibahkan untuk kepentingan publik, misalnya ke program pemberdayaan masyarakat tak mampu. Kan seorang Sekda sudah lebih dari cukup dengan gaji, tunjangan dan fasilitasnya,” imbuhnya. WAN

Mundur...

Bupati... ran KPU No. 14 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan KPU No 69 tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Kampanye Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Dalam peraturan tersebut, sambung dia, disebutkan bahwa calon kepala daerah dilarang menggunakan fasilitas yang berkaitan dengan jabatannya untuk kegiatan kampanye. “Meski belum

Kabupaten Tasikmalaya Muhamad Yusup membenarkan besaran dana tambahan penghasilan untuk Sekda sebesar Rp 30 juta. Ia menjelaskan, besaran anggaran itu berdasarkan hasil rumusan dan telah disetujui oleh Bupati Tasikmalaya Uu RUzhanul Ulum, berdasarkan beban dan mobilitas jabatan Sekda. “Semua telah mendapat persetujuan bupati dan

FER

keagamaan. Dan itu ada di Heryawan atau jika meleset bisa masuk itu ke Golkar,” jelasnya. Secara prinsip, Muradi melihat ada beberapa alasan pengunduran diri RY dari pencalonan itu. Alasan pertama Bupati Bogor ini merasa tidak cukup punya potensi meraup suara karena ada banyak calon yang lebih potensial darinya. Kemudian dia ingin menjaga soliditas partai, karena di PPP sendiri tidak solid mendukungnya. “Satu pertanyaan, siapa kenal RY di Jabar? Saya melihat PPP akan memiliki keuntungan politis ke depan kalau mendukung calon yang punya potensi menang. Ini akan semacam investasi politik, sehingga lebih baik dukung calon lain,” tuturnya. Di lain pihak, analis politik pada Lembaga Pengkajian Pembangunan Daerah (LPPD) Dr.Freddy PH Pasaribu, menilai tidak majunya RY di Pilgub Jabar meru-

pakan strategi politik yang cukup matang. Freddy menilai RY lebih memilih bertahan di Bogor karena sudah mempunyai target untuk membentuk Provinsi Bogor Raya di periode kedua masa jabatannya. “Dengan jabatannya sebagai Bupati Bogor, saya kira akan lebih mudah bagi RY untuk mendorong pembentukan Provinsi Bogor Raya yang saat ini sudah gencar disosialisasikan,” kata Freddy. Sementara itu, dukungan PAN kepada Dede Yusuf pada Pilgub 2013 nanti bukanlah isapan jempol belaka. Mantan aktor laga itu mengakui komunikasi politik dengan dengan PAN di Jawa Barat sudah dilakukan. “Komunikasi politik sudah saya lakukan. Tapi kan tidak seharusnya komunikasi apa yang dilakukan disampaikan ke media massa,” kata Dede di Lapangan Gasibu, Bandung. Meski secara lisan su-

dah dinyatakan dukungan kepada dirinya, namun Dede mengaku belum menetapkan dukungan tersebut secara resmi hitam di atas putih. “Inikan baru pendekatan-pendekatan saja, jadi belum ada dukungan secara tertulis bahwa PAN mengusung saya,” terang Dede yang sudah lebih dulu mendaftar sebagai Cagub melalui Partai Demokrat. Sebelumnya diberitakan, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPP PAN Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa PAN bakal memberikan dukungan politiknya kepada Dede Yusuf di Pilkada Jabar 2013 mendatang. PAN menilai, Dede Yusuf paling potensial untuk menjadi Gubernur Jawa Barat, terlebih Dede memiliki hubungan emosional dengan PAN, karena sebelumnya pernah menjadi anggota Fraksi PAN di DPR dan juga fungsionaris DPP PAN.

FER/CPS

Puluhan... dengan memberikan perhatian. “Padahal, lokasi proyek pembangunan lebih dekat dengan rumah kami yang hanya berjarak sekitar 100-an meter. Tapi kenapa, perhatiannya hanya kepada pemukiman warga sebelah,” paparnya. Tak hanya kondisi rumah retak, adanya bunyi getaran dan suara mesin alat berat dari lokasi proyek dinilai sangat mengganggu. Terlebih pelaksanaan pembangunan GOR itu dikerjakan selama 24 jam. “Dari siang hingga malam

hari, kami harus mendengar suara mesin dan getaran yang sangat mengganggu sekali. Sayangnya walau kami terganggu, dari pihak pengusaha sama sekali tak ada yang datang untuk sekedar permisi,” jelasnya. Sopwan berharap, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui dinas terkait turun kesekitar perkampungan warga untuk meninjau kondisi rumah yang terkena dampak pembangunan GOR tersebut. Alasannya,

agar mengetahui keberadaan rumah warga yang sebenarnya. “Kalau pengusaha tak mau lihat perkampungan warga yang rumahnya retak, harusnya dari pemerintah yang tanggap. Toh, jarak Pemkab Bogor dengan lokasi perkampungan tak jauh,” tukasnya yang diamini sang istri Lina Arpianti (35). Terkait hal itu, Lurah Pakansari, Kecamatan Cibinong, Ansari mengakui apabila pihaknya belum mendapat laporan adanya rumah warga yang retak untuk wilayah RT

06/07. “Wah, kami belum tahu kalau ada rumah warga yang retak. Besok (hari ini,red) kami akan turun meninjau ke lokasi rumah warga tersebut,” janjinya saat dihubungi via telepon selulernya. Ia pun mengaku, jika sebelumnya warga dari RW lain sudah mendapatkan perhatian berupa bantuan santunan dana dari pihak pelaksana proyek terkait adanya permasalahan yang sama. Sehingga, kondisinya kembali aman dan tak ada komplain lagi dari warga. DED

Mengenal... dan Kekayaan desa menjadi milik desa. Kekayaan desa tersebut dibuktikan dengan dokumen kepemilikan yang sah atas nama desa. Siapa yang berwenang di dalam pengelolaan dan pemanfaatan Kekayaan Desa?Di dalam PP No. 72 tahun 2005 pasal 7 di sebutkan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan desa mencakup: a.Urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa; b. urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada desa; c. tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten / Kota; dan d. urusan pemerintahan lainnya yang oleh peraturan perundang –undangan diserahkan kepada desa.

Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Kabupaten/Kota yang diserahkan pengaturannya kepada Desa adalah urusan pemerintahan yang secara langsung dapat meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat (Pasal 8). Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan penyerahan urusan yang menjadi kewenangan Kabupaten/Kota yang diserahkan pengaturannya kepada Desa diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota dengan berpedoman pada Peraturan Menteri dan penyerahan urusan pemerintahan disertai dengan pembiayaannya(Pasal 9). Dalam hal ini yang dimaksud dengan Pemerintahan Desa adalah Pemerintah Desa (Kepala Desa dan Perangkat Desa) dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa).

Tugas Kepala Desa mencakup pengajuan rancangan peraturan desa, menetapkan peraturan desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD serta menyusun dan mengajukan rancangan peraturan desa mengenai APB Desa untuk dibahas dan ditetapkan bersama BPD. Dalam hal ini Tanah Bengkok yang merupakan bagian dari Kekayaan Desa dikelola dan dimanfaatkan oleh Pemerintahan Desa untuk kepentingan masyarakat setempat berdasarkan Peraturan Bupati / Walikota. Lalu, bolehkan tanah bengkok sebagai Kekayaan Desa dijadikan hak milik oleh Kepala Desa? Di dalam Permendagri No. 4 tahun 2007 pasal 15 mengenai Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa disebutkanbahwaKekayaan Desa bersambung....


OLAHRAGA

Lintas Arena Pengembalian Jabatan Exco, La Nyala Cs Diminta Bersabar SENAYAN - Sekretaris Jenderal PSSI Halim Mahfudz masih menunggu cara yang tepat untuk mengembalikan posisi empat mantan Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang pernah dipecat untuk kembali menjadi anggota Exco. Keempat orang yang dipecat oleh Komite Etik PSSI itu adalah La Nyala Matallitti, Erwin Dwi Budiawan, Tonny Apriliani, dan Roberto Rouw. Pengembalian keempat eks anggota itu tertuang pada rapat Joint Committee (JC) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa hari lalu. “Salah satu poin hasil rapat JC di Kuala Lumpur adalah disepakati kembalinya keempat mantan anggota Exco tersebut,” jelas Halim yang dilansir situs resmi PSSI, kemarin. “Tetapi, dalam poin itu juga dijelaskan mekanisme pengembaliannya diatur oleh Sekjen PSSI. Harap bersabar, saat ini saya sedang menyusun proses pengembalian mereka,” lanjutnya. Keempat mantan anggota Exco PSSI itu dipecat pada akhir Desember 2011. Mereka dinyatakan bersalah karena melanggar Statuta PSSI Pasal 36 Ayat 5 dan Pasal 42 serta melanggar Kode Etik dan Fair Play Pasal 6, 9,12, dan 18. Selain Statuta PSSI dan Kode Etik serta Fair Play PSSI, dasar yang juga dipakai adalah Statuta FIFA, Kode Etik FIFA, SK Penyusunan Pengurus dan SK KONI tentang pengukuhan PSSI. Q CPS

November 2012, Chris John dan Daud Duel Pertahankan Gelar BOGOR - Pemegang gelar juara dunia kelas bulu versi WBA Chris John dan juara dunia kelas bulu IBO Daud Yordan dijadwalkan mempertahankan gelarnya di Singapura, 9 November 2012. Project Manager Mahkota Promotion Wahju Prasetyo ketika dihubungi wartawan, kemarin, mengatakan jadwal bertanding kedua petinju itu sudah dipastikan. Meski jadwal sudah pasti, lanjut Wahju, lawan bagi kedua petinju tersebut sampai kini masih menunggu dari penata tanding. “Kita masih menunggu lawan untuk mereka karena sampai kini juga belum diputuskan,” katanya. Menurut dia, pertarungan di Singapura memang bukan hal baru bagi kedua petinju tersebut karena sebelumnya mereka juga bertarung di negara tersebut, 5 Mei 2012 lalu Pada pertarungan di Marina Bay Sand Singapura tersebut, Chris John berhasil mengalahkan petinju Jepang Shoji Kimora dengan angka mutlak. Sementara itu Daud Yordan, di tempat yang sama, berhasil meraih gelar juara dunia kelas bulu IBO setelah menang dengan KO di ronde kedua atas petinju Filipina, Lorenzo Villanueva. “Bagi Yordan, pertarungan di Singapura, 9 November mendatang merupakan pertama kalinya untuk mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu IBO,” katanya. Sementara bagi Chris John poertarungan di Singapura itu menjadi upaya mempertahankan ke-17 kalinya sejak merebutnya melalui pertarungan ad-interim melawan petinju Kolombia Oscar Leon di Bali, 29 September 2003. Q CPS

Edisi 153 - Tahun 1 - Rabu, 26 September 2012

12

Performa Mbida Messi

Memuaskan

BANDUNG (LJ) - Georges Pa Parfait Mbida Messi, gelandang serang asa asal Kamerun, memperlihatkan kualitas sk skill bermain bola yang apik ketika menjalani latihan pagi bersama tim Persib Bandung di Stadion Siliwangi, Selasa (25/9). M Meski hanya beristirahat beb beberapa jam setelah tiba di Kota Bandung pada Se Senin malam (24/9), M Mbida Messi tidak ce cengeng karena keletihan di perjalanan dar Thailand, dari m malahan dia m a m p u memikat dan membuat puas pelatih Djajang Nurdjaman (Djanur). Usai latihan pagi, kepada wartawan, Djanur mengaku den puas dengan perfordi ma yang diperlihatkan calon pemain anyarnya pu itu. “Saya puas melihat dia. Walaupun b baru datang penerbang jauh, dia dengan penerbangan bisa tampil seperti itu,” kata Djanur. Diikutkan d dalam game me internal, Djanur mengaku tidak memberi instruksi k khusus pada mem Messi. Ia hanya meminta Messi kemam menunjukkan kemampuannya di posisi naturalnya seb sebagai gelandang serang. “Saya tidak kasih instruksi apa-apa, tapi dia bisa m memperlihatkan kemampuannya,” u ucap Djanur dir seraya menambahkan dirinya yakin ma kemampuan Messi akan makin terlihat setelah kondisi fisiknya kemb kembali normal. Sebab saat ini, kondisi Messi masih mengalami kelelahan. “Kita pantau terus. Kita lihat kondisinya dua atau tiga minggu ke

depan,” tutur Djanur yang pernah menjabat asisten Rahmad Darmawan di klub Pelita Jaya. Mbida Messi diproyeksikan mengisi lini tengah Persib Bandung. Dinilai kemampuannya lebih baik dari Miljan Radovic, Messi digadang-gadang jadi jenderal lapangan menggantikan peran pemain asal Montenegro itu. “Iya, dia akan menggantikan peran Miljan. Pergerakan dia lebih bagus dari Miljan, dia lebih mobile,” kata Djanur yang kini tak pusing lagi memikirkan soal pemain tengah yang bertugas mengatur ritme permainan dan menyuplai bola matang ke lini depan. Selain pergerakan yang lebih mobile, Messi menurutnya punya keunggulan lain. “Dia punya visi bermain yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan kita,” jelasnya. Visi bermain yang dimaksudnya adalah Messi mampu mengatur ritme permainan. Dia juga mampu membagi bola di waktu yang tepat pada rekan-rekannya di lapangan. “Passing dia bagus. Dia bisa buka ruang dan kasih peluang (gol) buat pemain lain,” tutur Djanur. Djanur pun mengisyaratkan ketertarikannya untuk mengontrak Messi. Namun untuk urusan kontrak, itu diserahkan pada manajemen tim. “Dia pemain bagus,” tandas eks asisten pelatih Pelita Jaya itu. Seakan gayung bersambut, manajemen Persib Bandung langsung menanggapi asa Djanur dengan memberi sinyal akan mengontrak pemain asal Kamerun itu. Bahkan ucapan akan merekrut Messi terlontar langsung dari Manajer Persib Umuh Muhtar. “Cios (jadi dikontrak - red) lah, insya Allah,” ujar Umuh saat ditemui di Stadion Siliwangi. Meski dibidik pelatih Djadjang Nurdjaman (Djanur), sebelumnya belum ada kepastian apakah Messi bakal dikontrak atau tidak. Bahkan Djanur mengatakan akan melihat dulu kemampuan Messi meski dari CV dan rekaman video memperlihatkan ia sebagai pemain berkualitas. Walaupun akan dikontrak, Umuh bungkam soal nominal yang akan diberikan pada Messi. Namun ia mengaku sudah berbicara dengan agen Messi yaitu Francis Younga. “Tadi saya sudah bicara sama agennya,” katanya Umuh yang juga menjabat Komisaris di PT Persib Bandung Bermartabat, perusahaan pengelola klub Persib. FER/CPS

Kompetisi ISL Digelar Desember, IPL Bergulir Januari 2013 BOGOR (LJ) - Dua kompetisi sepakbola nasional musim 2012-2013 dipastikan tetap berjalan sendiri-sendiri sesuai dengan kesepakatan yang dibuat Joint Comitte yang disetujui AFC, Asosiasi Sepabola Asia, akhir pekan lalu. Untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang bernaung di bawah Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) akan bergulir mulai bulan Desember 2012. Kompetisi ISL mengalami pengunduran jadwal lantaran pihak pengelola ISL ingin menyesuaikan jadwal dengan kongres PSSI pada November mendatang. Hal tersebut diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) PT Liga Indonesia Joko Driyono dalam keterangan persnya, Selasa (25/9). Mundurnya jadwal kompetisi ini dilakukan untuk menghormati kesepakatan yang dicapai rapat kedua Join Committee (JC) di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa hari lalu. Salah satu kesepakatan adalah soal kongres PSSI. Berlandaskan kesepakatan tersebut, kongres akan dihelat pada akhir tahun ini. “ISL akan dilangsungkan setelah kongres. Waktu itu, kami pikir kongres akan digelar pada September 2012. Makanya kami berencana menggelar ISL pada November 2012. Kalau kongres sudah selesai, PT Liga Indonesia bisa memutuskan nasib peserta kompetisi, terutama mengenai klub-klub dari IPL—Indonesian Premier

League—yang ingin bergabung ke ISL. Regulasi juga bisa dibentuk setelah kongres. Kami berharap kongres bisa diputuskan dan digelar sebelum Desember,” jelasnya. Selain itu, penundaan kompetisi ISL musim baru juga didasari pergelaran turnamen Piala AFF 2012 pada 24 November-22 Desember. Penundaan ini dilakukan agar tak mengganggu konsentrasi para pemain dari klub-klub ISL yang memperkuat timnas di ajang Piala AFF. Sementara itu, sebanyak 16 klub nasional akan mengikuti kompetisi Indonesian Premier League (IPL) yang dimulai pada Januari 2013. Ke-16 klub peserta itu terdiri dari 10 klub musim lalu--minus PSM Medan yang terdegradasi dan Bontang FC yang masih akan menjalani babak play off--ditambah tiga klub juara Divisi Utama (Pro Duta FC, Perseman, Persepar), serta tiga klub lagi yang lolos babak play off. Empat klub yang harus melakoni play off adalah Bontang FC, PSIR Rembang, Persbul Buol, dan PSLS Lhokseumawe. “Musim depan IPL diikuti 16 klub, pelaksanaanya sekitar bulan Januari tahun depan,” kata CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto seperti dilansir situs resmi IPL, Selasa (25/9). Dalam pertemuan dengan perwakilan klub-klub IPL membahas tiga agenda yakni evaluasi kompetisi musim lalu, masukan dari klub-klub peserta, dan lapo-

ran hasil pertemuan Joint Committee (JC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/9) lalu. Widjajanto mengatakan, pemilihan Januari sebagai awal kompetisi itu sesuai permintaan AFC Pro League Committee. Sedangkan untuk pemain asing, LPIS berniat menetapkan batasan maksimal tiga orang yang bisa turun ke lapangan. Itu dilakukan agar pemain lokal punya kesempatan lebih membela klubnya. “Mengontrak lima pemain asing silakan, tapi yang boleh main maksimal tiga orang. Ini juga untuk mendukung timnas yang lagi kesulitan mencari pemain depan, tengah dan belakang yang berkualitas,” kata Widja lagi. Seperti diketahui, poin pertama hasil rapat JC menyebutkan dua kompetisi di Indonesia tetap berjalan sendiri-sendiri pada tahun 2013 dengan nama baru. Namun keduanya mesti berafiliasi dan di bawah yurisdiksi PSSI. Kompetisi profesional yang baru dan terintegrasi akan dimulai pada musim 2014, atau paling lambat 2015. Sehingga, musim 2013 dijadikan fase evaluasi masing-masing klub agar memenuhi kualifikasi peserta kompetisi kasta tertinggi yang nantinya hanya ada satu. Head of Competition LPIS Hendriyana mengakui IPL musim lalu masih memiliki beberapa kekurangan. “Tapi kami akan terus memperbaiki kualitas kompetisi musim depan,” katanya.


H U Lingkar Jabar Edisi 153