Issuu on Google+

FAJAR BALI Aktual, Tajam, dan Dinamis

selasa, 9 juli 2013 | TAHUN XIII

Harga Eceran Rp. 3.000,-

Pemilu 2014, KASAD Janji TNI Netral

Jenderal Moeldoko

FB/IST

JAKARTA-Fajar Bali Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (KASAD)Jenderal Moeldoko berjanji, tentara Indonesia akan bersikap netral menghadapi Pemilihan Umum 2014. TNI, kata dia, akan berkonsentrasi pada persiapan pengamanan pemilu tahun depan. “Di internal, kami jamin prajurit netral,” kata Moeldoko

dalam acara silaturahmi KASAD dengan para tokoh di gedung Balai Kartini, Senin (8/7). Moeldoko memastikan tidak ada prajuritnya yang terjun ke dunia politik praktis. Menurut dia, tentara bersedia untuk hadir langsung di tengah masyarakat tanpa menempati jabatan atau posisi tertentu secara politis. “Secara eksternal, kami mempersiapkan

diri jika dibutuhkan pada situasi tertentu,” kata Moeldoko. Moeldoko mengatakan budaya baru sedang dibangun pada tubuh TNI. Budaya tersebut mengedepankan komunikasi yang intensif dengan masyarakat. “Kami tidak lagi ingin dinilai bersikap satu arah dalam berkomunikasi,” kata Moeldoko. Dalam kesempatan yang

sama, mantan Ketua MPR Amien Rais mengaku mengapresiasi inisiatif TNI untuk membuka diri dalam komunikasi publik. “Kemajuan yang sangat bagus TNI sudah mau menerima bahkan mengundang masyarakat,” kata Amien. Jaminan Moeldoko soal netralitas TNI ini seolah menjawab kekhawatiran publik menjelang

ke hal. 11

014/VI/FB/KTR

‘Bola Panas’Reklamasi Dilempar ke Dewan Gubernur: Tanya Pak Cok Rat

Pro-kontra reklamasi di kawasan Tanjung Benoa, makin menghangat. Gubernur Bali yang selama ini dihujani pertanyaan oleh mereka—khususnya yang kontra reklamasi, nyaris ‘kelimpungan’menjawabnya. Seperti bola panas, Gubernur Mangku Pastika pun kemudian melempar permasalahan ini ke DPRD Bali. Hal ini terungkap usai sidang paripurna pembahasan LPKJ APBD Pemprov Bali tahun 2012 di Gedung DPRD Bali, Senin (8/7) kemarin.

A.A Oka Ratmadi

Gubernur Pastika

FB/DOK

FB/DOK

DENPASAR-Fajar Bali Mangku Pastika ketika dikejar awak media soal reklamasi di Teluk Benoa mengatakan, “Silakan tanya Pak Cok Rat (maksudnya A.A Oka Ratmadi). Tadi sudah ada pertemuan, silahkan tanya Pak Cok Rat,” tegas Mangku Pastika, Senin. Bahkan Made Mangku Pastika mengatakan bila tidak ke Pak Cok Rat, dipersilahkan bertanya ke Cok yang lainnya, “Kalau tidak ke Pak Cok Rat, silahkan tanya soal ini (reklamasi) ke Cok lainnya (Kepala Bappeda Bali, Cokorda Ngurah Pemayun,” tutup Mangku Pastika. ke hal. 11

Masingmasing Kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung menunjukkan nomor urut.

Pak Gubernur Harapan JKBM Agar Lebih Dipermudah MESKI program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) sudah berjalan, namun masih saja ada masyarakat Bali yang kurang puas saat mendaftar menggunakan JKBM di salah satu rumah sakit pemerintah. Entah dimana dan apa permasalahannya? Meski demikian, pemerintah diharapkan agar lebih memperhatikan dan terjun langsung ke lapangan demi memaksimalkan program JKBM FB/BAGUS ini. Karena masyarakat Rima Arsana menengah ke bawah sangat membutuhkan biaya pengobatan secara gratis. Seperti pengakuan seorang warga bernama Rima Arsana, 33, asal Canang Sari, Petang, ke hal. 11

Bali Permata Tours TIRTAYATRA KE INDIA

BRKT: MARET, APRIL, JUNI, AGUSTUS, SEPTEMBER SINGAPORE - MALAYSIA 4H/3M AUSTRALIA, JEPANG, KOREA, VIETNAM

SINGAPORE 3 H/2M GUNUNGSALAK 2H/1M BANGKOK-PATTAYA 4H/3M JOGYAKARTA 3H/2M HONGKONG 4H/3M BEIJING 4H/3M KUTAI 3H/2M PAKET TOUR KE KAPAL PESIAR - CARIBBEAN CRUISE - HOLLAND AMERICA LINE

BOOKING TICKET PESAWAT & HOTEL

HUB: 0361-7807850 / 7426100, 0361-264915, 08123900846, KETUT SUDIARSA, SE 026/VI/FB/W-020

FB/DIAH

Nomor Urut Cabup-Cawabup Klungkung Diundi Masing-masing Klaim Angka Keberuntungan SEMARAPURA-Fajar Bali Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Klungkung semakin dekat. Senin (8/7) kemarin, empat pasangan kandidat Bupati dan

Wakil Bupati telah melakukan pengundian nomor urut. Kali ini, KPUD Klungkung melangsungkan acara pengundian nomor urut di Gor Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung. Riuh baleganjur dan ratusan pendukung masing-masing kandidat turut meramaikan proses pengundian. Bahkan,

euphoria pendukung saling bersahutan, melalui adu baleganjur dan nyanyian kemenangan. Proses pengundian nomor urut pasangan kandidat inipun berjalan layaknya parade kesenian. Masing-masing pasangan kandidat menampilkan baleganjur dan pragmen tari.

Paket Bagus dan Suwasta sama-sama membawa ratusan pendukung yang diiringi baleganjur dan fragmen tari. Menariknya, Ketua DPD I Partai Golkar, I Ketut Sudikerta juga terlihat mendapingi Paket Bagus hingga akhir acara pegundian. Tak kalah meriah, Paket Anom-Regeg juga diiringi oleh

baleganjur dan beberapa wayang wong yang menggunakan hiasan serba merah. Sedangkan Paket Rasa yang memasuki aula Gor paling akhir, terlihat paling kalem, hanya dengan diiringi pendukung serta satgas. Setelah, puas berparade di ke hal. 11

Bali Perlu Pabrik Pakan Ternak

Prospek Bagus, Terkendala Bahan Baku DPRD Bali mendesak agar Pemprov Bali bisa mendirikan pabrik pakan ternak di Bali. Sebagai pertimbangan DPRD memberikan opsi ini mengingat Bali sendiri memiliki sumber peternakan yang terpelihara dengan baik dan sekaligus dapat mendukung program Bali Mandara kedepannya. DENPASAR-Fajar Bali Wacana itu diungkapkan oleh anggota Komisi III DPRD Bali, Ida Bagus Udiana, saat membacakan laporan DPRD Bali terhadap Raperda Pelaksanaan APBD Bali 2012. Menurut Udiana, dengan memiliki pabrik pakan ternak, para peternak dapat

membeli pakan dengan murah sehingga dapat menguntungkan peternak itu sendiri. “Ini penting juga untuk meningkatkan motivasi para peternak dan bisa menghasilkan ternak yang unggul,” jelas Udiana. Kadis Peternakan Pemprov Bali, Putu Sumantra ketika ditanya soal desakan agar Pemprov mendirikan pabrik pakan ternak mengungkapkan bahwa Bali sendiri sudah memiliki pabrik pakan ternak mini yang dikelola secara mandiri untuk kelompoknya. Namun menurutnya, mendirikan pabrik pakan ternak itu mudah, “Kami juga sangat mendukung bila hal ini bisa diwujudkan. Hanya masalahnya kebutuhan akan bahan baku terhadap keberlangsungan pakan ternak itu yang sulit,” terang Sumantra. Diakuinya bahwa Bali sendiri belum memiliki pabrik pakan ternak sehingga untuk kebutuhannya harus mendatangkan

ke hal. 11

FB/IST

001/VI/FB/BGS

ONLINE: www.fajarbali.com

join facebook.com/fajar.bali


METROKOTA

2 DENPASAR-Fajar Bali Komisaris Utama PT Bali Consultan Life Insurance (Balicon) I Made Paris Adnyana yang kembali diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar akhirnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Bagus Made Argita Candra dituntut lima tahun penjara. Mantan boss Balicon ini dituntut lima tahun penjara karena dianggap terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang. Jaksa dalam amar tuntutanya menyatakan, terdakwa Parisadnyana telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang. Perbuatan terdakwa sebagaimana tertuang dalam Pasal 3 Ayat (1) Huruf a,b,c dan e Undang Undang Nomor 15 tahun 2002 sebagaimana telah diubah pada Undang Undang No.25 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. "Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana perjara selama lima tahun dan denda Rp100 juta atau subsider dua bulan kurungan," katanya. Selain itu, dalam tuntutan Jaksa juga menyebut, sejumlah uang yang berada di beberapa rekening bank di Bali harus dikembalikan kepada para nasabah Balicon. Uang yang besarnya mencapai Rp.330 juta, dikembalikan kepada nasabah melalui Kurator Marsanulina Manurung. Mendengar tuntutan itu, Parisadnyana hanya tertunduk tanpa menunjukan ekspresi apa-apa. Seperti diketahui Paris Adnyana sebelumnya telah divonis hukuman 15 tahun penjara atas tindak pidana yang dilakukannya untuk kasus berbeda. W-007

Belasan Saksi Kuatkan Keterlibatan Tiga Tersangka

TABANAN-Fajar Bali Polisi kembali memeriksa 15 orang saksi dalam kasus pengrusakan rumah Made Gunung (70) di Banjar Payangan Gereseh, Desa Payangan, Kecamatan Marga. Pemeriksaan 15 saksi itu untuk menguatkan keterlibatan tiga tersangka yang telah ditahan. Ketiga tersangka yakni Putu Arsa dijerat pasal 160 KUHP karena menghasut warga untuk melakukan gerakan melempari rumah Made Gunung pada Kamis (27/6) malam. Sementara Sukarma dan Budiarta dijerat pasal 170 KUHP atas pemilikan senjata tajam. Ketiga tersangka telah ditahan sejak, Rabu (3/7) lalu. “15 saksi telah kami mintai keterangan untuk menguatkan keterlibatan ketiga tersangka,” jelas Kasatreskrim AKP Eko Kurniawan, Senin (8/7) kemarin. Seperti pemberitaan sebelumnya, rumah keluarga Made Gunung (70) di Banjar Payangan Gereseh, Desa Payangan, Kecamatan Marga diamuk massa, Kamis (27/6) malam. Warga bertindak anarkis karena menduga Made Gunung yang telah kasepekang (dikucilkan) dari banjar menggembok pintu Pura Pucak Megada. Buntutnya, warga melempari rumah Made Gunung dengan batu serta merobohkan tembok penyengker di depan rumah. Massa yang anarkis juga memotong berbagai tumbuhan di pekarangan rumah korban. Termasuk memotong berbagai tumbuhan di tegalan korban yang berbatasan dengan Pura Pucak Megada. Tak ada korban jiwa dalam amuk massa tersebut. Namun tiga bangunan rumah, satu bangunan piyasan di sanggah serta tiga buah motor ikut rusak. W-004

Simpan Sabu 0,80 Gram, Terancam 4 Tahun Penjara

DENPASAR – Fajar Bali Seorang pria bernama I Nyoman Wiratma (31) akhirnya harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar karena ketangkap basah menyembunyikan sabu-sabu di dalam kamar mandi. Karena itu, pria yang beralamat di Βr. Kukub Desa Perean Tengah, Baturiti, Tabanan, pun terancam minimal empat tahun penjara. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cokorda Intan Merlany Dewie yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Dewa Puspa menyatakan pria tamatan SMA itu ditangkap usai mengkonsumsi sabu. Tapi JPU tetap menjerat terdakwa dengan pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI. No.35 tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana tertuang dalam dakwaan kesatu. Sehingga terdakwa terancam hukuman penjara minimal empat tahun. Meski begitu, dalam dakwaan kedua, JPU menjerat terdakwa dengan pasal yang ancaman hukumanya lebih ringan yaitu Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang Undang Rΐ. No. 35 tentang Narkotika yang ancaman hukuman maksimalnya empat tahun penjara. Sebagaimana tertuang dalam dakwaan, terdakwa ditangkap polisi pada hari Minggu tanggal 10 Maret 2013 sekira pukul 21.20 wita di penginapan Teduh Ayu Kamar No.2 Jl. Kebo Iwa Denpasar. Penangkapan terdakwa berawal dari adanya informasi masyarakat yang mengatakan bawah di penginapan tersebut ada pesta sabu. Berbekal infomasi itu petugas sat narkoba Polresta Denpasar langsung melakukan penyelidikan. "Saat itu petugas langsung melakukan penggeledahan dan berhasil menangkap terdakwa," ujar jaksa. Petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap terdakwa, namun saat itu petugas tidak menemukan apa-apa. Pun dalam penggeledahan di kamar tidak ditemukan narkoba. “Namun dipenggeledahan di dalam kamar mandi, petugas menemukan 1 buah bong (alat hisap) yang didalamnya berisi kristal bening yang diduga sabu seberat 0,80 gram," imbuh jaksa yang bertugas di Kejari Denpasar itu. Terdakwa mengakui jika sabu-sabu itu miliknya didapat dari seseorang yang juga menjadi terdakwa.W-007

Sidang Dugaan Korupsi LPD Banyualit

Terungkap, Ada Rp 4,2 M Tak Bertuan DENPASAR – Fajar Bali Setiap persidangan kasus dugaan korupsi digelar, ada saja hal-hal baru dan menarik yang terungkap. Tak kecuali pada persidangan kasus dugaan korupsi LPD ini. Pada persidangan kasus yang merugikan Rp 2,3 miliar itu, ada fenomena manarik dalam dunia LPD. Ternyata terungkap bahwa Jero Tapakan Gede Budiasa, juga memainkan neraca pembukuan. Sehingga muncul angka Rp 4,2 miliar. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Kemarin, hadir saksi Pembina LPD Buleleng Gde Suniara dan Auditor Publik dari kantor K Gunarsa bernama Toni. Dihadapan hakim Gunawan Tri Budiono dkk, keterangan kedua saksi sangat menyudutkan terdakwa dan terkesan terdakwalah sebagai otak dari kacaunya LPD Banyualit. Suniara menjelaskan, jika sudah menjadi LPLPD (Lempaga Pembina LPD) sudah sejak tahun 1995. Tahun 2009 sudah memberikan rekomendasi dan peringatan – peringatan, atas penyimpangan – penyimpangan yang muncul. Saksi pun mengaku sudah pemaparan, dan memberikan catatan rekomendasi karena tahun 2009 mulai muncul masalah. "Kas LPD tidak sesuai dengan aturan berlaku, sehingga sempat kacau,” ujarnya. Dikatakan pula,saat itu sampai ada pembatasan pinjaman

yang hanya boleh Rp 100 sampai Rp 500 ribu. “Namun adakah pelanggaran, tetap ada pinjaman saat itu yang besar?,” tanya Jaksa Suwardi dengan nada keras. Ditanya begitu, Suinara menjawab memang ada. Hingga akhirnya semakin kacaunya pola pengelolaan LPD membuat semakin kacau juga LPD Banyualit. Dijelaskan pula, hasil pemeriksaan LPD Banyualit oleh LPLPD, menunjukan ada kerugian Rp 2,3 miliar atas permainan Jero Budiasa. Dengan membuat pinjaman ganda atas nama dirinya jumlahnya puluhan pinjaman atas nama dirinya dan meminjam nama orang lain, namun uangnya diambil. Angka ini totalnya Rp 2,3 miliar. Selain itu, dia juga mengatakan, ada temuan dana tak bertuan Rp 4,2 miliar. Dana yang sangat fantastis ini dibuat oleh Jero Budiasa untuk menutupi borok LPD Banyualit untuk menutupi borok LPD Banyualit. Pola dana tak bertuan ini, dengan cara membuat pembukuan bahwa pembayaran bunga oleh peminjam sudah dilakukan. “Bunga belum dibayar, tapi dikatakan sudah. Kemudian dilawankan dengan pinjaman, pola ini membuat LPD terlihat sehat dan untung. Namun setelah dilacak ada yang tak bertuan Rp 4,2 miliar,” ujarnya. Dia juga merinci, Rp 128 juta lebih untuk pinjaman harian dan Rp 4,1 miliar adalah pinjaman

FB/Eliazar

bulanan. Ini rekayasa dari terdakwa. Sementara saksi kedua Toni, lebih banyak membantah pertanyaan – pertanyaan kuasa hukum terdakwa. Yang menyatakan ada nama dobel dalam penghitungan kerugian. Bagi Toni yang memang melakukan audit LPD banyualit mengatakan memang Rp 1,8 miliar, namun jika dihitung total termasuk bunga memang Rp2,3 miliar. Semua sanggahan terdakwa dipatahkan oleh Toni. Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Ketua LPD Banyualit Gde Budiasa didakwa tidak pernah mengikuti prosedur yang

Satpam Hotel Pencuri Motor

FB/Hence

Tersangka Ida Bagus Sudarma diamankan setelah mencuri sepeda motor rekannya.

KUTA – Fajar Bali Ida Bagus Sudarma (40), salah seorang satpam di Hotel Grand Whiz di Jalan Kartika Plaza Kuta, ditangkap jajaran Polsek Kuta pada 5 July lalu di rumah kosannya di Jalan Uluwatu II Gang Tambak Sari nomor 4 Jimbaran. Tersangka asal Jembrana ini nekad mencuri sepeda motor temannya sendiri, I Dewa Wiastika (28) yang juga bekerja di hotel tersebut. Pencurian dilakukan tersangka di Basement Hotel Grand

Whiz Jalan Kartika Plaza Kuta, pada Senin (01/07) sekitar pukul 03.01 dini hari. Awalnya sepeda motor korban Honda Supra 125 mendadak hilang diparkir di basement. Korban kemudian mengecek melalui rekaman CCTV dan terlihat pelakunya menggunakan jas hujan dan helm warna hitam. Namun wajah pelaku tidak terlihat. Korban asal Karangasem dan tinggal di Jalan Mahendradatta Denpasar itu melaporkannya ke Polsek Kuta. Penyelidikan pun dilakukan jajaran buser Polsek Kuta dan mencurigai pelakunya adalah rekan korban sendiri yakni Ida Bagus Sudarma asal Jembrana. Tersangka Ida Bagus Sudarma kemudian diamankan di rumah kosannya di Jalan Uluwatu II Gang Tambak Sari nomor 4 Kuta, Jimbaran pada 5 July lalu. Setelah diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya dan menyebutkan bahwa sepeda

motor korban masih diperbaiki di bengkel di Jimbaran. “Motornya korban disembunyikan di bengkel untuk dirubah catnya,” jelas Kapolsek Kuta Kompol Agus Tri Waluyo didampingi Iptu Muhamad Agustiawan, kemarin. Namun, saat dikeler ke bengkel, plat motor ternyata sudah dibuang. Tersangka kemudian dibawa ke Polsek Kuta untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pengakuannya, tersangka membuat kunci duplikat sepeda motor kemudian digunakan mengambil sepeda motor tersebut di basement di Hotel. Sementara polisi telah mengamankan barang bukti berupa 1 buah kunci kontak Honda duplikat, 1 lembar STNK, 1 lembar SIM, 1 satu jas hujan, 1 buah helm. Sebagai ganjaran atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 363 KUHP ancaman 7 tahun penjara. R – 005

DENPASAR – Fajar Bali Setelah kurang lebih tiga hari tanpa aktifitas karena sedang pesta hari Adyaksa, Kejati Bali lembali bekerja dan kembali fokus dalam pemeriksaan beberapa kasus dugaan korupsi. Kali ini giliran empat ibu – ibu PKK di Bangli yang dimintai keterangan terkait kasus Anggota DPRD Bali Hening Puspitarini. Selain itu kasus IHDN yang menyeret tersangka Pembantu Rektor Puspitarini dan Art Center dengan tersangka Mantara Gandi, kemarin juga memeriksa saksi – saksi. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bali Putu Gede Sudharma didampingi

Kasipenkum Ashari Kurniawan, menjelaskan kasus yang sudah menetapkan Anggota Komisi IV DPRD Bali Hening Puspitarini sebagai tersangka itu, kemarin pihaknya telah memeriksa empat ibu – ibu PKK. Sudharma mengatakan pemeriksaan dilakukan di Kejari Bangli dengan tim dari Kejati Bali. “Dalam memeriksa ini kami jemput bola. Periksaan kami lakukan di Kejari Bangli, tapi tetap dengan tim dari Kejati,"ujarnya. Dia mengatakan Hening belum diperiksa dengan alasan masih menunggu proses pemeriksaan saksi – saksi yang lain.

berlaku di LPD saat mengajukan atau mencairkan kredit. Pasalnya, terdakwa memakai surat permohonan kredit yang belum diisi tanpa proses verifikasi di bagian kredit dengan alasan itu adalah tanggung jawabnya. Sepanjang 2005 hingga 2010, tercatat 46 kali pengajuan kredit baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain dengan total Rp 1,8 miliar lebih. Uang pelunasan dari para peminjam tidak pernah disetor ke LPD, namun dipakainya sendiri. Budiasa lantas membuat kredit baru memakai namanama orang yang sudah mem-

bayar lunas sehingga seolah-olah masih memiliki kredit. Pria yang menjabat Ketua LPD sejak 8 Juli 2004 ini juga menyuruh orang lain mengajukan kredit untuk membayar kaplingan tanah yang dibuatnya sendiri. Uang hasil kredit 8 warga itu lantas diambil dan dipakainya sendiri sebesar Rp 514 juta. Namun dari segi audit manual ada yang menyebutkan kerugian LPD Banyualit sampai Rp 2,3 miliar. Kecurangan itu mulai terendus, namun sayang ketika nasabah ingin menarik dananya, kas LPD sudah kosong.W-007

NEGARA- Fajar Bali Mencoba loloskan sepeda motor hasil curian, dua pencuri motor, Agus Setyo Putra (39) dan Joko Trimo (27), keduanya asal Mojokerto Jawa Timur, ditangkap jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, pada Minggu (8/7) dini hari kemarin. Keduanya berupaya mengelabui petugas dengan menggunakan nomor polisi dan surat kendaaan palsu. Sebelum masuk pelabuhan Gilimanuk untuk menyeberang ke Jawa, pelaku menggantikan plat atau nomor polisi serta surat-surat kendaraan motor dengan surat kendaraan yang palsu. Ketika jalanan padat, ada tiga motor masuk ke pos. Polisi yang bertugas memeriksa sepeda motor jenis Yamaha Vixion, Suzuki Satria FU dan Yamaha Mio. Dua kendaraan yakni Yamaha Vixion dan Suzuki Satria FU lolos dari pemeriksaan petugas. Sementara dari pemeriksaan, motor Yamaha Mio yang dikendarai Agus Setyo Putra, nomor mesin dan rangkanya berbeda.

Lantaran curiga, polisi kemudian mengamankan Agus sepeda motor yang dikendarainya. Saat diperiksa, Agus mengaku motor mio tersebut milik temannya, Joko Trimo yang saat itu mengendaraan motor Suzuki Satria FU yang lolos dari pemeriksaan. Namun karena ada kaitannya, sehingga Joko Trimo juga diamankan. Bahkan Agus mengaku hanya disuruh menyeberangkan saja. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Made Prihenjagat mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, ternyata sepeda motor mio warna hitam tersebut memiliki nomor polisi yang asli, DK 4067 UH, atas nama Dodi Kurniadi yang beralamat di Asrama Brimob Polda Bali, Denpasar Selatan. Kedua pelaku yakni Agus Setyo Putra dan Joko Trimo diamankan di Polsek Gilimanuk. Selanjutnya akan diserahkan ke Polsek Densel, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. W-003

Seberangkan Motor Curian Dibekuk

FB/Pram

Komisaris Balicon Dituntut 5 Tahun Penjara

FAJA R BALI Selasa, 9 Juli 2013, Tahun XIII

Kedua pelaku curanmor diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.

Korupsi Bansos Bangli, Empat Ibu PKK Diperiksa

021/VI/FB/KTR

Namun dia berjanji Hening nanti pasti bakal diperiksa. “Sabar dulu, sekarang kita periksa saksi-saksi dulu, Hening belakangan lah," ujarnya. Sedangkan kasus IHD, kemari ada tiga saksi dari IHDN. Namun yang diperiksa adalah staf – staf, tidak ada pejabat penting yang diperiksa. Begitu juga dengan kasus Art Center ada 2 saksi yang diperiksa, namun tidak ada pejabat penting seperti sebelumnya. “Pemeriksaan terus kami lakukan, tapi untuk sementara masih dilevel staf,"urainya. Seperti halnya berita sebelumnya, Hening menjadi tersang-

ka karena ada markup pembelian kain dari dana hibah Pemprov Bali. Kain itu untuk para ibu – ibu PKK,atas kondisi ini ditaksir ada kerugian Rp 500 juta lebih. Sedangkan IHDN adalah dugaan pengadaan 14 item proyek, dengan nilai miliaran rupiah dan sudah menetapkan 1 tersangka yaitu Praptini. Sedangkan Rektor IHDN Prof Titib juga terus diperiksa, dia sempat kena apes dengan mengirim uang Rp 450 juta pada jaksa yang mengaku bermarkas di Kejati Bali. Belakangan merasa tertipu jaksa bodong, Titib melaporkan penipuan itu ke POlresta Denpasar.W-007

 Pe mimp in Umu m/P enanggung Jawab: IGMA Wi snu Mataram  P emimpin R edaksi: E manuel D ew ata Oj a  R edaktur P elaksana: Ida B agus P utu B agus  K oor dinator Liputan: A gung P arami ta  Redaktur: Gde Carmyaka, Hence Silalahi, Blasius Besu, Supriyono  Desain Grafis/Tata Letak: Kasturi, Somayasa, Wiadnyana  Staf Redaksi: Eliazar Patun, Heru Prasetya, Hery Subagio, Gde Sarjana, Rony P Bagus, Destya Aryanti, Ketut Suarja  Sekretaris Redaksi: Ketut Tini  Daerah: Putu Puspa Artayasa (Gianyar), IGA Diah (Klungkung), Made Doni ( Ta b a n a n ) , Wa y a n S u m e r t h a (Bangli), Ngurah Maharjana (Karangasem), IB. Wisnaya (Buleleng), Pramono (Negara), Laurensius Leba Tukan (Kupang), Rikar Khandi (Manggarai Barat), Alfan Manah (Manggarai), Hironimus Dale (Manggarai Timur)  Penerbit: PT. Artha Media Fajar Bali Utama Press  Direktris: IGA Galuh Ardhaningrat  Manajer SDM: IGKA Mertha Yoga  Keuangan: IGPA Putri Juliawati  Manajer Marketing dan Pengembangan: IB. Sudarsana  Sirkulasi: Wayan Sumadita  Rekening: Bank BPD Bali Cabang Utama Denpasar No.: 011.02.02.22723.9, Bank BRI KCP Gatot Subroto Denpasar No.: 0572-01-000064-30-0 a/n PT. ARTHA MEDIA FAJAR BALI UTAMA PRESS  Alamat Redaksi Sirkulasi/Iklan: Jl. Indrajaya No. 8, Ubung Kaja, Denpasar. Telepon: (0361) 411283 (hunting), Fax.: (0361) 411283, e-mail: berita_fajar@yahoo.co.id, berita_fajar@fajarbali.co.id. Tarif Iklan: Umum BW: Rp. 35.000 mm/klm, Umum FC: Rp. 55.000 mm/klm, Keluarga/Sosial: Rp. 20.000 mm/klm, Iklan Lelang/Neraca: Rp 15.000,-/mmk, Advertorial: Rp. 15.000 mm/klm, Baris: Rp. 20.000/baris, Tarif Iklan Jaket (Coat Ad): Rp 225.000/mmk. Percetakan: PT. Temprina

WARTAWAN FAJAR BALI DALAM MELAKUKAN KEGIATAN JURNALISTIK SELALU DIBEKALI KARTU PENGENAL DIRI, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN.


KOTAPLUS 3 Dewan Tolak Penurunan Target Pendapatan

FAJA R BALI

Selasa, 9 Juli 2013, Tahun XIII

Sejumlah SKPD penghasil menurunkan target pendapatannya yang akan dipasang dalam RAPBD Kota Denpasar tahun anggaran 2014. Dewan pun menilai target yang direncanakan itu kecil, sehingga rancangan pendapatan dari SKPD-SKPD penghasil seperti Dinas Pendapatan (Dispenda), Badan Perizinan Satu Pintu dan Penanaman Modal (BPSPPM), Dinas Perhubungan (Dishub) ditolak. Terutama rancangan penurunan target pendapatan yang diusulkan BPSPPM.

DENPASAR–Fajar Bali Penurunan target pendapatan Badan Perizinan dinilai tidak sesuai dengan kondisi pembangunan di lapangan. Karenanya Dewan meminta target pendapatan yang harus dicapai tidak diturunkan atau minimal dipatok sama dengan tahun 2012 lalu. Penurunan target pendapatan dari SKPD penghasil, terungkap saat rapat kerja

antara komisi C dengan SKPD penghasil, Senin (8/7) di Ruang Pertemuan DPRD Kota Denpasar, kemarin. Pertemuan dipimpin Ketua Komisi C, Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Asisten III sekaligus PLH Kepala Bappeda Kota Denpasar, Dewa Nyoman Semadi. Khusus untuk retribusi reklame yang mengalami penurunan target pendapa-

FB/DOK

AA Susruta Ngurah Putra

tan dari tahun sebelumnya diterima jajaran Dewan. Kepala Dispenda Kota Denpasar, IB Subrata, menyebutkan untuk target pendapatan dari retri-

busi reklame tahun 2013 ini diturunkan menjadi Rp 9,2 miliar dari target tahun sebelumnya Rp 17,3 miliar. “Diturunkannya target ini karena ada

Karyana, untuk uji teknis sudah dianggarkan dalam APBD 2013. Hanya saja, ia mengaku lupa berapa besaran anggaran yang dipasang. Selanjutnya, politisi Golkar ini mendesak, rencana pembuatan jalan lingkar segera direalisasikan. Pasalnya, kondisi lalu lintas seputaran Tanjung Benoa sudah sangat krodit. Dicontohkan, dari Jimbaran menuju Tanjung Benoa saja memerlukan waktu kurang lebih dua jam. Satu sisi, Karyana mengingatkan, dalam pelaksanaan proyek nanti, agar kelestarian lingkungan sekitar tetap terjaga. “Memang pembangunan jalan itu penting, namun alangkah bagusnya dalam pembangunan proyek jalan ini nanti, juga memperhatikan aspek lingkungan agar tetap terjaga, tidak merusak pantai dan tidak merusak hutan mangrove yang ada di kawasan itu,”terangnya. Sebelumnya Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) sedang mengkaji pembuatan jalan melingkar di sebelah Barat Tanjung Benoa. Jalan melingkar ini untuk mengurai kemacetan di Jalan Pratama, Tanjung Benoa yang sering

dikeluhkan wisatawan dan masyarakat. “Saat ini kami sudah melakukan pra uji kelayakan jalan melingkar disebelah Barat Tanjung Benoa,” ungkap Kepala Dinas BMP Kabupaten Badung Ida Bagus Soerya. Dikatakan, dilihat dari lebar jalan dan volume kendaraan yang melintas sudah tidak seimbang, sehingga kemacetan tidak bisa terhindari. Untuk itu, pihaknya mencarikan solusi membuat jalan melingkar di sebelah Barat Tanjung Benoa. “Prosesnya cukup panjang, tahun 2013 ini kita akan melakuka pra uji kelayakan. Kalau memang dianggap urgent serta masyarakat menyetujuinya kita akan melanjutkannya pada tahun 2014 dalam penyusunan Feasibility Study, pembuatan dokumen lingkungan dan DED,” ujarnya. Dipaparkan, rancangan sementara jalan melingkar di sebelah Barat Tanjung Benoa, akan dibuat jalan sepanjang 4,5 meter dengan lebar 30-50 meter. “Hasil pra uji kelayakan jalan melingkar ini akan kami laporkan ke Bupati dan Bapedda Badung untuk dikaji kembali,” ujarnya. W-006

Jalan Melingkar Tanjung Benoa Didesak Terealisasi

I Nyoman Karyana MANGUPURA-Fajar Bali Wacana jalan melingkar di kawasan Tanjung Benoa ditanggapi dingin kalangan DPRD Badung. Menurut mereka, wacana ini sudah terlalu lama digulirkan, namun realisasinya tak kunjung datang.

FB/DOK

“Wacana ini sudah lama didengung-dengungkan, namun tidak kunjung terealisasi,” ungkap anggota Komisi B DPRD Badung yang juga tokoh masyarakat Badung Selatan, I Nyoman Karyana, Senin (8/7). Bahkan, kata

Pelayanan JKBM Diperluas

DENPASAR – Fajar Bali Setelah ditambahnya enam Rumah Sakit Swasta di Bali untuk melayani Jaminan Kesehatan Bali Mandara ( JKBM), pemerintah juga berencana untuk meningkatkan pelayanan JKBM dengan memperluas jangkauan pengobatannya, seperti harapan masyarakat Bali sebelumnya. JKBM itu sendiri berfungsi sebagai jaminan kesehatan diberikan kepada masyakat Bali yang belum memiliki jaminan kesehatan seperti Askes, Jamsostek, Asabri dan lain – lain. Demi meningkatkan prog ra m ya n g d i l a k s a n a k a n dalam kepemimpinan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, pemerintah terus berupaya memaksimalkan pelayanan dan memperluas JKBM. I n fo r m a s i ya n g d i p e r oleh Koran ini di UPT (Unit Pelaksana Teknis) Dinas Kesehatan Provinsi Bali akhir pekan lalu, pada tahun 2013 ini pelayanan JKBM diperluas dengan ditanggungnya biaya cuci darah secara optimal seumur hidup, penderita cacat bawaan seperti hydrocephalus, anak yang dilahirkan tanpa anus dan anak yang dilahirkan tanpa saluran kencing, serta korban lakalantas tunggal (tanpa lawan). “Memang benar saat ini JKBM Bali sudah diperluas”, kata Mayoni dari UPT Teknis Pelaksana saat ditemui di Dinas Kesehatan, Renon, Denpasar. Namun, tidak banyak keterangan yang didapat k a r e n a K a d i s Ke s e h a t a n Provinsi Bali sedang sakit, “ Saya t i da k bis a me mberikan banyak keterangan,

ka re n a b e l u m s e i j i n B p k Kadis. Bpk Kadis sudah tiga hari ini tidak masuk kerja karena sakit” paparnya. Ia melanjutkan, bagi masyarakat yang sudah memiliki elektronik E-JKBM bisa

langsung menggunakannya untuk berobat ke Puskemas. Namun, bagi yang belum mendapatkannya bisa menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Bali dan surat keterangan tidak memiliki

Jaminan Kesehatan dari Kepala Desa atau Lurah. Bagi masyarakat yang berumur di bawah 17 tahun menggunakan Kartu Keluarga (KK) dan membawa KTP orang tua. M-003

DIBUTUHKAN Wartawan Redaktur

SYARAT WARTAWAN  Pendidikan SMA/SMK  Umur Maksimal 30 tahun  Mampu Bekerja Tim  Suka Bertualang  Berpengalaman Menulis

SYARAT REDAKTUR  Pendidikan S1  Umur Maksimal 35

tahun  Mampu Bekerja Tim  Berpengalaman  Menguasai Bahasa Indonesia dengan Baik

moratorium izin reklame dan zonasi pemasangan reklame yang hanya dibatasi di 24 titik saja,” ungkap Subrata. Sedangkan Sekretaris Badan Perizinan, Ratih Purnamasari, menyampaikan terjadi penurunan target pendapatan dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Situ HO, Tempat Penjualan Minuman Beralkohol, dan izin-izin tertentu (seperti izin pembangunan rumah sakit, pasar atau pembangunan yang menggunakan total besaran luasan). Untuk IMB, target di tahun 2012 sebesar Rp 13 miliar, kini diturunkan menjadi Rp 10 miliar. Demikian pula pada perizinan tertentu tahun sebelumnya Rp 16,7 miliar, diturunkan menjadi Rp 13,4 miliar. “Penurunan target ini dilakukan karena melihat realisasi dari awal bulan hingga sekarang baru tercapai 21 persen dari nilai yang ditargetkan. Penurunan ini terjadi atas dasar kendala dan kondisi yang ada di lapan-

gan,” ucap Ratih Kendala teknis di lapangan yang dimaksud, lanjut Ratih, seperti kondisi sebagian besar bangunan sudah ada sebelum melakukan pengurusan izin. “Pembangunan terlihat banyak, tapi tidak memiliki izin. Sehingga berpengaruh pada pendapatan,” jelasnya, seraya menambahkan, penurunan target juga disebabkan pemohon sekarang ini lebih dominan mengurus izin untuk rumah tinggal yang besaran tarifnya enam kali lipat lebih rendah dibandingkan dengan bangunan swasta atau niaga. M e n d e n ga r p e n j e l a s a n seperti itu, anggota Komisi C, AA Susruta Ngurah Putra dan H. Mudjiono, langsung menyangkal. Penurunan target yang dilakukan Badan Perizinan dinilainya tidak relevan dengan kondisi yang terjadi di lapangan saat ini. “Jangan mempersulit pencari izin. Saya sendiri mendapat laporan, ada yang mengajukan izin untuk Siup

saja sudah 6 bulan mengurus namun tak kunjung selesai, berkali-kali memperbaiki berkas, tetap dibilang kurang. Saya tidak menuduh pimpinan, mungkin pimpinan di perizinan tidak tahu kalau ada permainan di bawah,”sentil Susruta. Jika pelayanan di perizinan profesional, dan tidak ada kesan sengaja mempersulit pemohon, maka jumlah pendapatan yang ditargetkan akan bisa tercapai. “Kalau prosesnya benar, saya yakin banyak orang yang senang mengurus izin di Denpasar,”imbuh politisi Partai Demokrat ini. Para wakil rakyat dalam rapat kerja kemarin pun akhirnya sepakat menolak penurunan target pendapatan yang diajukan oleh SKPD bersangkutan. “Kami minta target pendapatan baik itu IMB maupun perizinan tertentu dinaikkan. Atau minimal sama dengan tahun 2012,” imbuh Mudijiono. R-004

Wacana Underpass Ubung Mengemuka

DENPASAR-Fajar Bali K ro d i t nya l a l u l i n tas di kawasan Ubung, te r u t a m a d i s i m p a n g empat CokroaminotoGatot Subroto, tampaknya mendapat perhatian untuk dicarikan solusinya. S a l a h s a t u nya k i n i mencuat wacana hendak dibangun underpass di kawasan terseb u t . B a h ka n , s a a t i n i kajian mengenai jalan di bawah tanah terseb u t k a b a r nya t e n g a h digodok guna disempurnakan. Wacana ini pun mulai ramai dipergunjingkan di kalangan Pemkot Denpasar. Tersiar kabar, rencana ini sudah dimatangkan oleh tim kajian yang menggandeng akademisi dari Universitas Udayana (Unud). Dari sekian perempatan di kawasan Jalan Gatot Subroto, perempatan Ubung dipilih k a re n a s e b a g a i j a l u r yang dianggap sentral dan pusat kemacetan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub)

Kota Denpasar, I Gede A s t i ka , ke t i ka d i ko n firmasi, membenarkan informasi tersebut. A ka n te t a p i A s t i ka menyebut rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan. “Kami belum berani memastikan kapan rencana itu dapat direalisasikan, dan saat ini masih dalam pengkajian,” ungkap Astika, Senin (8/7) kemarin. Jika rencana itu terealisasi, lanjut Astika, maka proyek underpass ini hanya akan menyasar perempatan ubung saja. Sedangkan jalur lain seperti perempatan L a p a n ga n L u m i n t a n g Denpasar rencananya akan dilakukan penataan. Wacana yang berkembang sebelumnya adalah adanya perluasan kawasan tersebut. Termasuk adanya rencana penataan traffic light (TL) di wilayah tersebut. A s t i ka p u n m n eye but , rencana proyek underpass ini untuk

m e n g u ra i ke m a c e t a n di kawasan pusat kota. Terlebih jalan ini menjadi jalan nasional karen a d i j a d i k a n s e b a ga i jalur kendaraan yang datang dan menuju Pulau Jawa serta kawasan N u s a Te n g ga ra B a ra t dan sekitarnya. “Sekarang masih dalam tahapan kajian yang disusun oleh konsultan dari Universitas U d aya n a . J a d i m a s i h dalam tahapan laporan akhir dan belum dipresentasikan,” paparnya. Karena belum ada kepastian kapan akan direalisasikan maka pihaknya belum bisa memastikan tekhnis detail proyek tersebut termas u k b e ra p a a n g ga ra n yang akan dihabiskan nanti. Jika proyek ini jadi direalisasikan maka ko n s e p ya n g d i p a k a i sama dengan underpass yang saat ini sudah beroperasi di kawasan simpang siur Jalan By Pass Ngurah Rai Kuta menuju kawasan Nusa Dua. R-004

PENGUMUMAN LELANG KEDUA PT. Bank Tabungan Negara Persero) Tbk selaku Pemegang Hak Tanggungan I berdasarkan Pasal 6 Undang – Undang Hak Tanggungan melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang ( KPKNL ) Denpasar akan melaksanakan penjualan lelang dimuka umum pada :

Hari / tanggal Pukul Tempat

: Selasa, / 23 Juli 2013 : 10.00 Wita : PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Cab. Denpasar, Jl. Dewi sartika No.02 Denpasar – Bali

Obyek Lelang : 1. Debitur a.n I Ketut Muka Arjasa, SE, MM, alamat Jl. Tegal Sari No. 81 X Kuta Badung berupa 1 ( satu ) bidang tanah berikut bangunan diatasnya sesuai dengan SHM No. 9980 / Kelurahan Padang Sambian tanggal 3 – 04 – 2006, Surat Ukur No. 02334/Padangsambian / 2006, tanggal 24 – 03 – 2006, seluas 113 M2, a.n. I Ketut Muka Arjasa, Sarjana Ekonomi , Magister Management, terletak di Kelurahan Padang Sambian, Kec. Denpasar Barat, Kota Denpasar, Provinsi Bali, dengan nilai limit RP. 569.947.500,- Dan uang jaminan Rp. 200.000.000,-

2. Debitur a.n Ayu Yuni Setya Dewi I Gst Agung, alamat Jl. Dr. Goris Gg.. Teknik II No. 11 Kayumas Kelod Denpasar, berupa 1 ( satu ) bidang tanah berikut bangunan diatasnya sesuai dengan SHGB No. 45 / Desa Sibang Gede, tanggal 02 – 06 – 2008, Surat Ukur No. 672 / Sibanggede/2008, tanggal 25 – 02 – 2008, seluas 111 M2, a.n. I Gusti Agung Ayu Yuni Setya Dewi, terletak di Desa Sibang Gede , Kec. Abiansemal, Kab. Badung, Provinsi Bali, dengan nilai limit RP. 352.751.700.- Dan uang jaminan Rp. 150.000.000,3. Debitur a.n Rein Einstein Tucunan, alamat Perumahan Bumi Candra Asri Blok G No. 1 Gianyar, berupa 1 ( satu ) bidang tanah berikut bangunan diatasnya sesuai dengan SHM No. 8260 / Desa Batubulan, tanggal 17 – 10 - 2003, Gambar Situasi No. 967 / 1988, tanggal 11 – 04 – 1988, seluas 160 M2, a.n. Rein E.Tucunan, Bsc, terletak di Desa Batubulan , Kec. Sukawati, Kab. Gianyar, Provinsi Bali, dengan nilai limit RP. 701.403.360.- Dan uang jaminan Rp. 300.000.000,-

4. Debitur a.n Taufan Timbul Priadi, alamat Perumahan Balangan Hijau I No. 11 A Kuta Selatan Badung, berupa 1 ( satu ) bidang tanah berikut bangunan diatasnya sesuai dengan SHM No. 10717 / Kelurahan Jimbaran, tanggal 07 – 05 - 2004, Surat Ukur No. 4617/ Jimbaran/2004, tanggal 05 – 05 – 2004, seluas 60 M2, a.n. Taufan Timbul Priadi, terletak di Kelurahan Jimbaran , Kec. Kuta Selatan, Kab. Badung, Provinsi Bali, dengan nilai limit RP. 185.174.400.- Dan uang jaminan Rp. 100.000.000,-

5. Debitur a.n Dedy Herdianto, alamat Jl. Dewi Sartika III G / D 7. RT 01/10 Kec. Batu Malang, berupa 1 ( satu ) bidang tanah berikut bangunan diatasnya sesuai dengan SHM No. 10580 / Kelurahan Jimbaran, tanggal 24 – 02 - 2004, Surat Ukur No. 4420 / Jimbaran / 2004, tanggal 17 – 02 – 2004, seluas 103 M2, a.n. Dedy Herdianto, terletak di Kelurahan Jimbaran , Kec. Kuta Selatan , Kab. Badung, Provinsi Bali, dengan nilai limit RP. 290.828.000.Dan uang jaminan Rp. 150.000.000,6. BATAL

Syarat – Syarat Lelang :

1. Obyek lelang / asset property tersebut, dijual lelang dengan kondisi apa adanya ( as is ), dan kepada peserta lelang dianggap telah mengetahui / memahami kondisi obyek lelang.

2. Peserta Lelang diwajibkan menyetorkan uang jaminan penawaran ke Rekening No. .264471810 atas nama rekening Penampungan Lelang KPKNL Denpasar di Bank BNI Cabang Denpasar Gajahmada, yang sudah efektif selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang 3. Penawaran Lelang dilakukan dengan cara lisan semakin meningkat

4. Peserta Lelang / Kuasanya harus hadir pada saat pelaksanaan Lelang

5. Pelaksanaan Lelang tetap dilaksanakan walaupun hanya diikuti 1 (satu) orang peserta lelang

6. Pemenang Lelang yang ditunjuk wajib membayar bea Lelang sebesar 2 % dan harga lelang selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang, apabila tidak melunasi bea lelang dan harga lelang, maka dinyatakan batal dan uang jaminan disetorkan ke Kas Negara. 7. Peserta Lelang yang tidak memenangkan lelang dapat mengambil kembali uang jaminannya tanpa potongan dengan menunjukan bukti setor dan Kartu Identitas diri ( KTP / SIM ) 8. Karena satu dan lain hal, pihak penjual dan / atau Pejabat Lelang dapat melakukan pembatalan / penundaan lelang terhadap obyek lelang tersebut diatas, dan pihak – pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan / keberatan dalam bentuk apapun kepada pihak Penjual dan / atau Pejabat Lelang.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Denpasar Jl. Dewi Sartika No.02 Denpasar Telp. 0361-243811 / 243816, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang Denpasar Telp. 0361-229151

Denpasar, 09 Juli 2013 PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk KANTOR CABANG DENPASAR

Jika berminat kirim CV/Lamaran ke Harian Umum Fajar Bali Jalan Indrajaya Nomor 8, Ubung Kaja. Email berita_fajar@yahoo.co.id. Hub. (0361) 411283 191/VII/FB/BGS


DAERAH

4 Pembagian BLSM Tak Tepat Sasaran BANGLI- Fajar Bali Semakin banyak saja masyarakat mengeluh terkait pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Bangli . Kali ini masyarakat menyoroti pembangian BLSM bagi masyarakat Demulih. Masayarakat menuding pembangian BLS tidak tepat sasaran dan hanya diperuntukan bagi pihak tertentu. Salah seorang warga Demulih Kadek mengatakan untuk pembangian BLSM bagi masyarakat Demulih dilaksanakan , senin (8/7) dengan tempat pencairan di Kantor Pos Kecmatan Susut . Namun dari sekian banyak orang yang mendapatkan BLSM ternyata ada beberpa warga yang sejatinya berhak atas program pemerintah itu justru tidak kebagian. Pria berbadan tambun ini melihat ada kerancuan dalam data yang digunakan , karena selain tidak tepat sasaran justru masih ada warga yang tercecer . Dia pun bertanya dari mana asal usul data yang digunakan. “Apakah data itu dari desa atau data statistik,“ ujar Kadek . Jika mengacu dari asas pemanfaatan dari BLSM ada bagi orang miskin , dan sudah barang tentu ada criteria yang disebut KK miskin. “ Kalau di adat yang masuk miskin adalah warga yang tidak memiliki tanah AYDS, “ jelasnya. Bertalian dengan carut marutnya masalah BLSM yang terjadi maka dia berharap ada pihak tertentu melakukan sdemacam investigasi ke lapangan , dengan adnya investigasi maka akan diketahui apakah BLSM sudah benar0 benar pemanfaatnya bagi masyarakat miskin. “Kita berharap ada semacam tim investigasi agar BLSM menjadi tepat sasaran dan tidak di dompleng untuk sebuah kepentingan, “ kata Kadek. W-002

Delapan Negara Ikuti Festival Wayang Internasional di Gianyar

GIANYAR- Fajar Bali Sejumlah negara akan turut berpartisipasi dalam Festival Wayang  Internasional (Bali Puppetry Festival and Seminar ) yang bertempat di Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma, Banjar Tengkulak Tengah, Kemenuh, Sukawati, Gianyar  pada 22 – 27 September  mendatang. Beberapa seniman wayang dari negara-negara seperti Jepang (Wayang Bunraku), Iran (Wayang Kheimeh Shad), Malaysia (Wayang Trenggano Cendayu), Philipina (Wayang Usbong Baclajon), China, India dan Thailand akan ikut ambil bagian dalam festival internasional ini. Seniman-seniman mancanegara ini akan membawa kebudayaan dari negara mereka masing-masing. Uniknya ada seniman asal Amerika Serikat bernama Jennifer Woodcander akan memainkan Wayang kulit Bali. Sementara seniman Indonesia juga akan melakukan hal yang sama, sehingga akan terjadi pertemuan budaya antara negara-negara yang berbeda ini diantaranya,  Wayang Golek (Betawi), Wayang Beber (Wonosari), Wayang Potehi (Semarang), Wayang Kancil (Jawa Tengah), Wayang Kulit Bali (Wayan Sidia), Wayang Kampung Sebelah (Ki Jeliteng). Wayang Sasak (Lombok). “Festival ini menjadi ajang temu budaya, pendidikan, dan hiburan.,” jelas pemilik rumah topeng sekaligus penggagas Festival Wayang, Agustinus Prayitno usai audiensi dengan Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, di ruang Kantor Bupati, Senin (8/7). Tidak hanya pertemuan budaya, dialog interaktif mengenai wayang dan topeng juga akan dilaksanakan di festival ini. Selain itu digelar pameran wayang dan topeng dunia, work shop,, seminar, kegiatan belajar dan musik tradisional. “Pertunjukan itu diharapkan akan menarik generasi muda, karena akan mengembangkan inspirasi mereka bahwa kesenian wayang sangatlah bervariasi,” ujar Ketua Panitia I Gede Joni Suhartawan. Festival ini juga mendapat dukungan dari Kepala Desa Kemenuh yang juga hadir dalam audiensi tersebut. Seniman Indonesia yang rencananya turut berpartisipasi dalam acara seminar adalah I Wayan Nardayana (Cenk Blonk), Prof. I Nyoman Sedana, Ph.D, dan Sujiwo Tejo. Durasi pergelaran wayang dalam ajang festival ini tidak sama dengan yang biasa umumnya yaitu rata-rata 45 menit. “Setiap penampilan mempunyai waktu 30 hingga 60 menit untuk menampilkan ciri khas tradisi wayang masing-masing,” jelas Joni Suhartawan. Bupati Gianyar  Agung Bharata menyambut baik pegelaran wayang internasional ini karena akan menambah daya tarik Gianyar sebagai daerah seni budaya. Wayang, sebagai kesenian khas Indonesia memiliki filosofi yang sangat dalam dan luhur. “Menjadi tanggung jawab yang besar bagi semua pihak untuk turut bersama-sama melestarikan budaya bangsa ini,” Ungkap Agung Bharata. Diharapkan event ini menjadi kebangkitan seni wayang dan topeng di Gianyar khususnya hingga kian dikenal di dunia.W-005

Priti Terancam Sanksi Disiplin Teka-teki kasus pencurian yang mengorbankan ratusan juta gaji perangkat desa se-Kecamatan Banjarangkan belum terpecahkan. Di tengah-tengah proses penyidikan, korban, Ni Wayan Priti Asih juga diwajibkan mengembalikan uang sebanyak Rp 133.450.000 yang dihilangkanya. Hal itu ditegaskan oleh Sekda Klungkung, I Ketut Janapria, Senin (8/7) kemarin.

SEMARAPURA-Fajar Bali Sebagai sekda sekaligus pengelola keuangan daerah, Janapria merasa peristiwa pencurian tersebut berpengaruh terhadap pencitraan pemerintah Klungkung. Sebab kejadian ini mengakibatkan, ratusan perangkat desa se-Kecamatan Banjarangkan terlambat memperoleh gaji mereka. Oleh karena itu, Sekda menghimbau agar Camat Banjarangkan, segera mengambil tindakan tegas. Diantaranya dengan mengharuskan Priti Asih mempertanggungjawabkan, kelalainnya. Meski belum menentukan batas waktu pengembalian uang, Sekda berencana akan membuat deadline terhadap Priti.

Di samping diwajibkan mengembalikan uang, Priti juga terancam akan mendapatkan sanksi disiplin. Sekda Janapria menyampaikan, sanksi yang akan diberikan kepada Priti bisa bersifat berat ataupun ringan. Hal itu akan ditentukan setelah ada kepastian mengenai status hukum Priti di pengadilan. Menurut Janapria, sanksi disiplin terberat yang dapat diberikan kepada Priti bisa berupa pemberhentian menjadi PNS secara tidak hormat. Bahkan terancam tidak mendapatkan gaji pensiunan. Selanjutnya, guna memperjelas kasus pencurian ini, Sekda Janapria sempat menanyakan langsung kepada Kapolres Klungkung,

AKPB Ni Wayan Sri Yudatni Wirawati. Melalui sms yang dikirimkan ke Kapolres, Sekda berharap agar kasus tersebut terus didalami dan diproses. “Sanksi disiplin yang paling berat adalah diberhentikan jadi PNS dengan tidak hormat dan tanpa hak pensiun,” jelas Janapria. Sebelumnya diberitakan, kasus pencurian uang gaji perangkatan desa se-Kecamatan Banjarangkan terjadi pada Kamis (4/7) siang. Pada hari itu, Priti (pembatu bendahara) Kecamatan Banjarangkan mengambil gaji perangkat desa ke BPD cabang Klungkung. Selanjutnya, pegawai kecamatan asal Desa Tusan, Banjarangkan itu menaruh uang sebesar Rp 133.450.000 tersebut di jok sepada motor vario yang dikendarainya. Sayangnya, ketika parkir di kantor Camat Banjarangkan, uang di dalam jok tersbeut hilang. Atas kejadian tersebut, Priti lantas melapor ke Polsek Banjarangkan. W-019

FB/Dok

Ketut Janapria

Ketut Paing, Perajin Kulkul Langkah Terobosan Sikapi Temuan BPK Tetap Berkarya di Usia Senja Pelayanan Pajak Online

FB/IST

AMLAPURA-Fajar Bali Menyikapi adanya temuan BPK dalam pemeriksaan tertentu di Kabupaten Karangasem khususnya tentang konskwensi wajib pajak hotel dan restoran dalam membayar pajak yang tidak sinkrun dengan pajak yang diterima, akhirnya Pemkab Karangasem melakukan langkah terobosan dengan melakukan sistim pembayaran pajak online. Menurut Sekda Kab. Karangasem Ir. I Gede Adnya Mulyadi, M.Si didampingi Kadispenda I Made Toya, SE, M.AP (8-7-2013), pelayanan pajak online dalam era modernisasi pelayanan publik, sudah menjadi kebutuhan sistim menejemen perpajakan, guna menciptakan transparansi dan akuntabilitas pelayanan bidang perpajakan. Dikatakan, konsep pajak online dalam pengelolaan pajak PHR (Pajak Hotel dan Restoran) meliputi pelaporan, pembayaran dan pengawasan secara bertahap. Dibidang pelaporan WP (Wajib Pajak) dimudahkan penyampaian laporannya tanpa menyampaikan SPTPD namun hanya perlu mengklik SPTPD online dalam website Dispenda. Utuk identitas WP digunakan Persoanal Identification Number (PIN) atau ID khusus bagi

Kecamatan Manggis, Karangasem, kini memang dinanti agent cruise dunia sebagai satusatunya pelabuhan kapal pesiar di Indonesia yang bakal menjadi titik persinggahan lintas cruise dunia. Bahkan semenjak 3 tahun mendapat atensi khusus Presiden RI agar menjadi prioritas untuk diselesaikan pembangunannya, kini masih terus berproses. Menyangkut ketepatan lokasi, dikatakan Adnya Mulyadi, sudah sesuai dengan konsep pembanguan bidang kepariwisataan Bali bukan di tempat lain dan cocok dengan RPJMD, RTRW Propinsi dan RDTR Kab. Karangasem, Tatanan Transportasi Wilayah dan Lokal serta telah dipayungi oleh Perbup Karangasem No. 34 tahun 2006 tentang Penetapan Lokasi Kawasan Pelabuhan Pariwisata Tanah Ampo. Disamping itu sesuai semangat UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah merupakan salah satu kewenangan dalam menjalankan otonomi daerah. Hm*

FB/IST

itu hingga melibatkan respon Presiden dan UKP4, disamping Kementrian Perhubungan sendiri, Bappenas serta berbagai aturan perundangan yang kerap kali masih saling tarik menarik. Pemkab Karangasem sendiri sudah tidak kurang keras berjuang dan berusaha agar pembangunan pisik dermaga cruise bisa gol. Bahkan Pemprop Bali begitu gencar mendukung dibuktikan dengan mengucurkan dana yang tidak sedikit untuk membangun fasilitas pelabuhan disisi darat. Seperti halnya Pemkab Karangasem sejak awal sudah sangat keras berjuang dan berupaya melalui dukungan anggaran dari APBD Karangasem sendiri. Peran DPRD pun telah nyata mendukung penuh hal tersebut. Adapun pembangunanya kini masih berproses adalah bentuk konskwensi bagi daerah yang menghendaki pembangunan skala besar dan menjadi prioritas nasional. Keberadaan pelabuhan alam Dermaga Cruise Tanah Ampo,

Selasa, 9 Juli 2013, Tahun XIII

Buntut Raibnya Gaji Perangkat Desa se-Banjarangkan

Jetty Ramdor Jadi Alternatif Optimalkan Dermaga Cruise (1)

AMLAPURA-Fajar Bali Beratnya tantangan mewujudkan pembangunan dermaga cruise yang strategis dan berinvestasi tinggi, benar-benar menguji nyali Bupati Karangasem. Di samping menghadapi berlikunya prosedur, hambatan dalam kelancaran pendanaan proyek serta kritikan dari berbagai pihak yang tak kalah gencar menyoroti belum berhasilnya pembangunan tersebut. Sekda Karangasem, Ir. I Gede Adnya Mulyadi, M.Si., didampingi Kadis Perhubungan dan Pemadam Kebakaran (Dishubdamkar) Kabupaten Karangasem I Komang Daging, S.Sos, M.Si., Senin (8/7) mengatakan, persoalan pembangunan dermaga cruise kini memang terus diperjuangkan untuk bisa dituntaskan. Kendati sudah lama belum dapat terselesaikan, bukan disebabkan faktor komitment dan usaha Pemkab, tetapi memang karena faktor keterkaitan berbagai hal di pusat. Buktinya permasalahan pembangunan pelabuhan kapal pesiar satu-satunya di Indonesia

FAJA R BALI

seluruh WP hotel dan restoran. Sedangkan untuk pembayaran akan dilakukan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama dengan Bank sehingga WP dapat melakukan pembayaran pada outlet cabang Bank yang terdekat dengan lokasi WP dan diketahuinya perkembangan penerimaan secara treal time. Sementara dibidang pengawasan pemasangana aplikasiya pada WP trasaksinya menggunakan perangkat elektronik yang terhubung dengan internet dan dijamin tetap terjaga. Ditekakan, untuk kesiapan di Dispenda telah disiapkan SDM berkualifikasi tehnik informatika untuki mengelola sistem secara profesional dan aplikasinya dalam tahap pengembangan. Untuk pemasangan aplikasi sistim 0nline sudah dilakukan sosialisasi pada WP Hotel dan Restoran yang mendapat rerspon positif. Semangat sistim online ini juga diinspirasi dari keberhasilan pengellaan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang menggunakan CCTV pada pos pengawasan dan menggunakan kartu tanda pengambilan setiap pengangkutan. Sistim tersebut tenrnyata efektif meningkatkan peneriman PAD denga pencapaian 14,6 M tahun 2010 meingkat menjadi 56,6 M tahun 2011 dan tahun 2012 melnjak menjadi 63,51 M. Sedangkan tujuan pengembangan sistim pelayanan pajak online adalah untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, menutup celah penyimpangan dalam rangka meningkatkan PAD. Kedepan Dispenda juga akan bekerjasama dengan kepolisian dalam rangka pengawasan data terkait tingkat hunian hotel (occupancy). Pajak Hotel dan Restoran bagi Pemkab Karangasem menjadi potensi pemasukan signifikan menyumbang dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga perlu terus dilakukan pembenahan dalam sistim payung hukum maupun operasionalnya di lapangan. Tahun 2012 pajak hotel yag ditargetkan sebesar Rp. 11.600.000.000 dapat terealisasi sebesar Rp. 12.768,988.401. Sedangkan pajak Restoran yang ditargetkan sebesar Rp. 4.850.000.000 berhasil dicapai realisasi sebesar Rp. 5.280.000.000. Sedangkan untuk tahun 2013 pajak hotel ditargetkan sebesar Rp. 11.600.000.000 hingga bulan Juni 2013 terealisasi sebesar Rp. 5.272.577.734,92 (45,45 %) dan pajak restoran yang ditargetkan sebesar Rp. 4.750.000.000 hingga bulan Juni berhasil terealisasi sebesar Rp. 2.149.182.994 (45,25 %), dari tahapa keduanya 45%. Hm*

FB/Maharjana

Ketut Paing tetap berkarya meski tidak ada pesanan

AMLAPURA-Fajar Bali Saat memasuki usia senja, tenaga sudah tidak kuat lagi bekerja di sawah, I Ketut Paing (70), warga Banjar Biok, Tumbu, Karangasem Kota memutuskan beralih profesi menjadi perajin kentongan (Kulkul). Meski pesanan yang datang tak tentu waktunya namun dengan segenap kemampuan pria yang dikaruniai dua orang putra dan enam orang cucu ini terus berkarya. Uniknya terjun sebagai perajin kulkul sejak puluhan tahun silam meneruskan kegiatan sang mertua I Wayan Sukaras yang sebelumnya menggeluti kerajinan ini. Dengan peralatan seadanya kulkul berbagai ukuran dengan kualitas suara yang bagus berhasil diciptakanya. Bahan baku berupa kayu trengguli didatangkan dari desa tetangga.”Bahan kayu khusus agar suara yang dihasilkan bagus,”ungkapnya. Untuk ukuran pohon dengan diameter sekitar 50 cm biasanya dibeli dengan harga Rp 1 -1,5 juta. Dari kayu tersebut bias dibuat kulkul berbagai ukuran, tentu disesuaikan dengan

kondisi batang yang akan dipahat menjadi kulkul. Hasilnya kulkul ukuran 1panjang 1 meter dengan diameter sekitar 30 cm biasanya dihargai Rp 500 ribu. Sementara yang ukuran lebih besar hingga panjang 2 meter dengan diameter hingga 50 cm harganya mencapai 3 juta rupiah. Selain kulkul, Paing juga membuat keroncong atau okokan(kalung sapi) dengan berbagai ukuran yang hanganya dipatok Rp 20 ribu hingga Rp 500 ribu untuk yang ukuran jumbo. ”Biasanya ukuran besar untuk pelengkap dekorasi interior,”imbuhnya. Paing mungkin satu-satunya perajin di Karangasem yang menekuni pembuatan alat panggil yang biasanya digunakan di bale banjar atau organisasi tradisional lainya. Di tengah gempuran era modernisasi dan kemajuan teknologi yang kian pesat dia masih berharap adanya sentuhan permodalan dan pembinaan dari pemerintah untuk memajukan usahanya. M-002


DAERAH

FAJA R BALI Selasa, 9 Juli 2013, Tahun XIII

Persiapan Arus Mudik Lebaran

ASDP Tata Pelabuhan Untuk mempersiapkan membludaknya arus mudik lebaran tahun ini, pihak ASDP Pelabuhan Gilimanuk melakukan penataan kawasan pelabuhan serta menambah jumlah loket tiket terutam khusus untuk sepeda motor. Panataan ini merupakan langkah antisipasi kesemrawutan dan antrean. Bahkan langkah ini, juga untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi para pemudik saat melakukan mudik lebaran menggunakan jasa penyeberangan di pelabuhan Gilimanuk.

NEGARA- Fajar Bali Manajer Oprasional ASDP Pelabuhan Gilimanuk Wahyudi Susianto Senin (8/7) kemarin menyampaikan penataan di pelabuhan Gilimanuk ini, untuk mengantisipasi apabila terjadi antrean di luar pelabuhan. Kawasa n di dalam pelabuhan yang ditata di antaranya lokasi parkir supaya lebih luas sehingga diperluas kembali. “Kami perluas lokasi parkirnya karena akan dapat menampung banyak kendaraan,” terangnya. Selain itu, juga dibangun untuk penambahan loket tikeh khususnya untuk sepeda motor atau kendaraan roda dua. Mulanya hanya empat loket tiket

kini ditambah menjadi delapan loket tiket. Bahkan jalur atau jalan menuju loket tiket tambahan itu diperlebar serta dibangun peneduh yang permanen. Penataan lainnya juga akan segera dilakukan pengaspalan di beberapa jalan yang terlibat sudah berlubang. Bahkan jalur jalan ke luar pelabuhan Gilimanuk yang sebelumnya rusak parah, kini telah dibeton, agar tak berlubang-lubang. Kemudian bagi pemudik yang pejalan kaki juga diperhatikan, yakni dengan menata jalur pemudik yang pejalan kaki, akan membangun peneduh yang permanen. Ini dimaksud untuk memberikan rasa nyaman bagi para pemudik

Satpol PP Segel Galian C

setelah adanya keluhan dari masyarakat dan salah satu anggota dewan yang dimuat di media,”terang Hartanta. Lebih jauh kata Jon dalam penyegelan yang dilakukan itu lantaran tidak adanya perizinan yang di pegang oleh pihak galian C sehingga alasaan untuk melakukan penyegelan bias dilaksanakan. ”Apalagi Tim Investasi Pemkab Buleleng dan Kantor Perizinan Terpadu (KPT) Buleleng tidak mengeluarkan izin terhadap keberadaan proyek tersebut yah al itu kami segel saja,” terang Hartanta. FB/Agus Jon tidak membanKasat Pol PP Kabupaten Buleleng Putu tah adanya keterlamHarthana batan penyegelan itu. SINGARAJA – Fajar Bali ”Penyegelan atas galian Lantaran dinilai meresah- C itu setelah munculnya di kan masyarakat dan tidak beberapa media. disertai izin, Galian C yang ada Setelah kami tau ada galian di Banjar Dinas Bululada, Desa itu kami juga sempat melakuSelat, Kecamatan Sukasada kan pendekatan dengan pihak disegel satuan Polisi Pamong pemilik lahan serta intansi terPeraja (Satpol PP) Kabupaten kait dan bahkan pihak pemilik Buleleng, Jumat (5/7) lalu. galian juga mengaku akan Penyegelan terpaksa di- mengurus perizinan terkait lakukan karena dinilai mere- pelaksanaan galian tersebutt,” sahkan masyarakat setempat, terangnya. karena lantaran akibat adanya Di sisi lain, Kasi Penegakan galian C itu mendatangkan Perda Pol PP Buleleng Ketut truk untuk mengangkut ma- Yudhistira mengatakan, interial yang melebihi tonase stansinya juga melayangkan sehingga mengakibatkan jalan teguran terhadap pemilik yang ada menjadi rusak parah lahan galian C di Desa Subuk, dan galian C itu tidak memiliki Kecamatan Busungbiu, tepatizin. nya di sisi Jalan Raya SeriritMenurut Kasat Pol. PP Busungbiu. Kabupaten Buleleng, Putu Teguran pertama dilayHartanta yang akrab di sapa angkan kepada pengelola, Pak Jon saat di konfermasi karena pemilik lahan mengaku Fajar Bali, Senin (8/7) kemarin tidak mengerti izin tentang mengatakan penyegelan itu galian.”Surat juga kami layangsetelah diketahui adanya kelu- kan hari Jumat. han terhadap galian C itu dari Setelah kami beri pemahapihak masyarakat setempat man, mereka sudah mengerti. dan salah satu anggota dewan Nanti Kasi Trantib di Camat DPRD Buleleng. Busungbiu yang kami minta ”Memang kegiatan itu bantuan mengawasi proyek,” (Galian C-red) kami ketahui ujar Yudhistira. W-008

Pojok Desa

FB/Pram

Penataan dan perbaikan di areal infrastruktur di pelabuhan Gilimanuk.

ketika kehujanan. Selain itu kata Wahyudi, untuk jalur kendaraan seperti pada truck besar dan bus, akan menuju ke dermaga ponton yang juga dialihkan lurus dari pintu keluar pelabuhan langsung menuju parkir dermaga ponton dengan menampung sebanyak 150 sampai 200 kendaraan. “yang jelas tata

semuanya untuk mengantisipasi arus mudik, serta pada loket tiket sepeda motor ditambah menjadi delapan loket,” terangnya. Tak hanya memperbaiki sejumlah infrastruktur pendukung, pihaknya juga sedang memperbaiki lima dermaga yang ada. Diprediksi arus mudik lebaran tahun ini, diperkirakan terjadi pada

3 Agustus mendatang. Berkaitan jumlah kapal yang disiapkan saat ini, terdapat ada dua kapal yang sedang menjalani docking dan satu kapal tambahan, sehingga ketika arus mudik, pihaknya menyiagakan sebanyak 38 armada kapal yang siap dioprasikan dalam mengangkut angkutan lebaran tahun ini. W-003

SINGARAJA – Fajar Bali Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng, Senin (8/7) kemarin menggelar sidang paripurna yang membahas tentang realisasi belanja APBD Kabupaten Buleleng di tahun 2012 lalu. Pemerintah mengklaim telah melakukan efisiensi hingga Rp 133,89 miliar, sehingga sisa anggaran itu masuk ke dana sisa lebih penggunaan anggara (silpa). Hal tersebut diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam Sidang Paripurna DPRD Buleleng dengan agenda penyampaian nota pengantar laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Buleleng tahun anggaran 2012. Disebutkan, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Buleleng mengalami peningkatan sejak tahun 2007. PDRB Buleleng di tahun 2007 atas dasar harga berlaku, sebesar Rp 5,016 triliun. Pada tahun 2011, PDRB meningkat menjadi Rp 8,288 triliun dengan perkiraan angka sangat sementara.”Gambaran ini

mencerminkan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah bersama masyarakat, berjalan efektif dan menggerakkan kegiatan produksi. Sehingga PDRB dan pendapatan daerah mengalami peningkatan yang menggambarkan keadaan perekonomian Buleleng yang cukup baik,” terangnya. Dari sektor pendapatan, realiasi pendapatan asli daerah (PAD) Buleleng di tahun 2013 yang semula ditarget Rp 116,11 miliar, terealisasi Rp 129 miliar atau sekitar 111,1 persen. Sedangkan pendapatan lain-lain yang sah, terealisasi Rp 963,38 juta atau 128,14 persen dari target realisasi Rp 752 juta. hanya pendapatn transfer saja yang ada di angka 99,89 persen, atau sekitar Rp 1,066 triliun dari target anggaran Rp 1,067 triliun. Sementara dari sisi belanja, pemerintah menyatakan menghabskan anggaran Rp 1,123 triliun atau hemat Rp 133,89 miliar dari target belanja Rp 1,257 triliun. Angka tersebut sekitar 89,35 persen dari target

anggaran. Dari anggaran belanja itu, anggaran belanja operasi menyedot porsi terbesar. Pos belanja ini menghabiskan dana Rp 1,039 triliun atau 93,96 persen dari target belanja Rp 1,106 triliun. Sementara belanja modal terealisasi Rp 79,43 miliar atau hemat 45 persen dari target belanja Rp 143,96 miliar. Sedangkan belanja tak terduga, terealisasi Rp 540,89 juta atau sekitar 17,38 persen dari target anggaran belanja Rp 3,11 miliar. Belanja bagi hasil-transfer terealisasi Rp 3,99 miliar atau hampir mendekati angka seratus persen dari target Rp 4 miliar. ”Ada efisiensi sekitar Rp 145,94 miliar dari penghematan belanja yang masuk ke SILPA. Hal ini memberikan fleksibilitas pengelolaan APBD di tahun mendatang. Di tahun 2012 kami masih ada beberapa kewajiban, yakni kewajiban jangka pendek senilai Rp 9,2 miliar dan kebijakan jangka panjang sebesar Rp 243,65 juta,” tandas Suradnyana. W-008

Bupati Sampaikan LKPJ Tahun 2012

FB/Agus

para anggota dewan DPRD Buleleng mengikuti sidang Paripurna

5 Pemkab Gianyar Gelar Lomba Kebersihan GIANYAR-Fajar Bali Pemkab Gianyar telah melakukan berbagai program dalam menjaga kebersihan, apalagi Kabupaten Gianyar baru saja meraih Adipura. Menjaga kebersihan jauh lebih berat. Adipura bukan tujuan melainkan instrumen yang digunakan dalam menjaga kebersihan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra pada sosialisasi Lomba Kebersihan di Kantor BPPT Gianyar, Senin (8/7). Guna mempertahankan prestasi dan terus menjaga Gianyar bersih Pemkab Kabupaten Gianyar akan menggelar Lomba Kebersihan Desa/kelurahan dan Lomba Kebersihan di Lingkungan Pemkab. Gianyar. Lomba tersebut serangkaian Hari Kemerdekaan RI ke-68. I Wayan Kujus Pawitra  menjelaskan, Lomba akan diikuti oleh 21 peserta dari 7 kecamatan, tiap kecamatan mengirimkan 3 wakil. 3 Wakil Kecamatan tersebut telah melalui seleksi yang dilakukan oleh pihak kecamatan bersama panitia Lomba Kebersihan. “Pemkab. Kabupaten Gianyar dalam rangka HAri Kemerdekaan RI ke-68 menggelar berbagai kegiatan meriah namun sederhana yang melibatkan segenap masyarakat sehingga seluruh masyarakat teribat aktif dan merasakan manfaatnya.” Ucap Kujus Pawitra Lomba nantinya dimulai dari Instansi yang ada di Pemkab Gianyar sampai ke desa/kelurahan. Disamping kebersihan juga sangat berarti bagi kesehatan, kebersihan juga didambakan para wisatawan yang berkunjung ke Gianyar. Ketika kebersihan selalu bisa dijaga niscaya wisatawan yang berkunjung juga akan semakin betah tinggal di Gianyar. Lomba kebersihan nantinya akan diikuti beberapa tempat umum, perkantoran, jalan desa bahkan sampai ke pasar desa.  Lomba nantinya menitik beratkan dari berbagai aspek, baik umum sampai khusus.  Penanganan limbah WC, penanganan genangan air hujan, ruang terbuka hijau, kelembagaan pengelola sampah sampai dengan pengetahuan tata kelola sampah yang baik.  Disisi lain kesiapan petugas DKP dalam menjaga kebersihan juga akan selalu ditingkatkan, komitmen Pemkab Gianyar dalam melayani masyarakat tidak setengah-setengah. Pada pengarahan yang dilakukan I Wayan Kujus ke pada 550 petugas kebersikan DKP (5/7) lalu, Kujus mengatakan kepada seluruh petugas agar selalu bekerja optimal. Petugas DKP juga diharapkan disamping melaksanakan tugas rutin, seorang petugas DKP juga diharapkan menjadi panutan masyarakat dalam menjaga kebersihan. “Pemahaman menjaga kebersihan seharusnya dimulai dari diri sendiri, sampai lingkungan disekitar,” jelas Kujus.W-005

Sukrawan Kembali Pimpin DPRD Buleleng

SINGARAJA – Fajar Bali Dewa Nyoman Sukrawan yang sempat mencalonkan diri menjadi Wakil Gubernur Bali pada Pilgub Bali 15 Mei lalu mendampingi A.A Ngurah Puspayoga sebagai Calon Gubernur Bali, kembali di DPRD Buleleng. Kehadiran Sukrawan di DPRD Buleleng kembali aktif sebagai Ketua DPRD Buleleng melalui sidang paripurna DPRD Buleleng di ruang sidang utama DPRD Buleleng, Senin (8/7) kemarin. Sidang paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Buleleng, Luh Tiwik Ismaheiningrum, terungkap, Dewa FB/Agus Dewa Nyoman Sukrawan Sukrawan aktif kembali menjadi ketua DPRD Buleleng, setelah munculnya SK penetapan dari KPU Buleleng dengan nomor surat 532/Kpts/KPU/Prov.Bali/2013 yang isinya tentang penetapan kepala daerah dan wakil kepala daerah Provinsi Bali. Melalui sidang paripurna, SK DPRD Buleleng Nomor 3/2013 tentang Penetapan Pelaksana Tugas DPRD Buleleng, dicabut dan digantikan dengan SK DPRD Buleleng Nomor 6/2013 tentang Pencabutan SK Nomor 3//2013.”Dengan ini mencabut SK DPRD Buleleng Nomor 3 Tahun 2013,” ujar Tiwik. Sekretaris DPRD Buleleng, Ida Bagus Geriastika yang ditemui usai sidang paripurna, mengakui masa cuti Dewa Sukrawan yang diajukan setelah tahapan penetapan pasangan calon Pilgub Bali, sudah habis. Karena masa cuti hanya berlaku sampai munculnya penetapan dari KPU Bali mengenai pasangan calon terpilih. ”Masa cuti beliau sudah habis dan sudah diumumkan tadi lewat sidang paripurna. Hari ini pengumuman, besok beliau sudah mulai masuk kantor lagi,” terang Geriastika. W-008

Derita Keluarga Kurang Mampu

Ibunya Sakit, Anak Terancam tak Melanjutkan Sekolah NEGARA- Fajar Bali Ni Komang Erawati (35) warga asal Banjar Pendem Desa Manistutu Kecamatan Melaya, hanya bisa duduk dan berbaring setiap hari, lantaran penyakit Lupus yang dideritanya selama dua tahun terakhir ini, tidak kunjung sembuh hingga sekarang ini. Upaya pengobatan yang dilakukan istri dari Komang Tarwa (40) dan memiliki tiga orang putra ini, sudah dijalaninya, tetapi masih tetap belum ada perubahan.Untuk berobat medis lebih lanjut lagi, yang bersangkutan mengalami keterbatasan biaya. Semakin lama penyakit lupus yang menggerotinya,

tubuhnya makin tampak kurus dan tak berdaya. Selama ini, Erawati tak mampu keluar rumah dan aktifitasnya pun terbatas di rumah saja. Tubuhnya yang makin kurus itu, hanya bisa duduk karena merasakan sakit disekujur tubuhnya. Selama menderita penyakit ini, Erawati dirawat di rumah oleh suaminya serta kedua anaknya. Ironisnya lagi, ketika melakukan aktifitas makan serta mandi terpaksa harus mendapat bantuan dari anaknya. Upaya keras untuk melakukan pengobatan terus dilakukan, namun tetap juga tidak ada hasilnya. Bahkan upaya

untuk mendapatkan kesembuhan, suaminya yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan dan berpenghasilan terbatas, terpaksa meminjam uang untuk biaya pengobatan istrinya. Disamping biaya pengobatan yang lumayan tidak sedikit, juga dibutuhkan biaya untuk transportasi, apabila sudah waktunya kontrol di ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar. Kendati pengobatan ke rumah sakit Sanglah ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Namun biaya untuk transportasi pulang pergi ke Jembrana Denpasar membutuh biaya tak

sedikit. Menurut Ni Komang Erawati, penyakit yang dideritanya berawal dari sakit dipersendiannya dan disertai bintik-bintik disekujur tubuhnya. Bahkan selama sakit, dirinya tinggal menumpang di rumah orang tuanya. Upaya ini dilakukan karena letak rumahnya jauh dari akses jalan menuju ke kota dan rumah sakit. “Saya sakit sudah hampir dua tahun, seperti lumpuh di persendian. Sudah berobat namun belum kunjung sembuh. Sekarang masih kontrol ke Sanglah, ,” terangnya. Sementara itu, lebih memilukan lagi, akibat

ibunya sakit dan tak memiliki biaya, berdampak bagi anaknya yang hendak masuk ke bangku sekolah tingkat SMP. Bahkan anaknya bernama Ni Made Mariani terancam tak bisa melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya. Putri kedua pasangan I Komang Tarwa dengan Ni Komang Erawati tersebut tampaknya tak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Anak dari keluarga kurang mampu ini, sebenarnya berkeinginan melanjutkan sekolah. Meskipun di Jembrana biaya sekolah telah disubsidi pemerintah, namun untuk biaya pembelian buku dan

FB/Pram

Ni Komang Erawati yang menderita sakit lupus, ketika makan disuapi oleh anaknya.

pakaian sekolah, orang tua Mariani sudah tidak mampu . Ditambah lagi, ja-

rak sekolahnya cukup jauh memerlukan ongkos untuk transport. W-003


6 Sekolah Swasta Minim Siswa

Terjadi Ketimpangan Antar -Sekolah BANGLI- Fajar Bali Mengacu dari hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Bangli, ternyata dapat ditarik benang merahnya yakni telah terjadi ketimpangan antar- sekolah . Ketimpangan itu dapat dilihat dari jumlah siswa yang mendaftar di sebuah sekolah . Ada sebuah sekolah justru banyak peminatnya, sementara disalah satu sisi ada sekolah yang kesulitan mendapatkan siswa “ Memang ada sebuah ketimpangan terkait dunia pendidikan di Bangli “ ujar anggota DPRD Bangli , Jero Tapakan Sudirman , saat dikonfirmasi terkait masalah adanya sekolah yang sampai saat ini minim jumlah siswanya., Senin (8/7) Kata politisi dari Fraksi Demokrat ini , ketimpangan bukan saja sebatas status sekolah yakni antara sekolah swasta dengan negeri. Akan tetapi juga terjadi pada sekolah yang berstatus negeri . Ada semacam pemikiran dari siswa mapun orang siswa, lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah berstatus negeri di Kota dibandingkan bersekolah di desa . “ Buktinya dalam PPDB sekolah negeri yang ada di Kota selalu diserbu oleh siswa termasuk siswa dari desa” jelas Tapakan. Dia melihat adanya kecendrungan itu disebakan , pikiran orang tua siswa terpatri kalau mutu pendidikan di Kota lebih baik dari pada sekolah yang ada di desa . Kata Tapakan untuk menghapus paradigma itu merupakan tugas pemerintah dan juga pemerhati pendidikan di Bangli . Ada tiga hal pokok yang selama ini dianggapnya masih melilit dunia pendidikan di Bangli khususnya, untuk sekolah yang ada di beberpa desa , seperti masalah ketersedia alat dan sarana prasarana pendidikan yang masih kurang , ketersedian guru yang tidak mencukupi dan masalah kedisiplinan . Anggota dewan dari Desa Kintamni ini melihat , masalah ketersedian guru , banyak sekali ditemukan sebuah sekolah kekurangan guru , begitupula ada sekolah yang kelebihan guru satu matapelajaran , sementara disalah satu sisi kekurangan mata pelajaran lainnya . Begitupula masalah alat dan sarana prasarana , beberapa sekolah di desa minim sekali alat peraga dan juga sarana pendukung lainya . Hal senada juga diungkapkan Anggota Dewan , I Ketut Rena, dimana dia melihat sekolah- sekolah berlabel swasta di Bangli terancam gulung tikar karena minim mendapatkan siswa . Menurut Rena hal itu terjadi mungkin saja karena masalah mutu pendidikan dan juga terkait biaya pendidikan. “ Sudah merupakan sebuah paradigma di masyarakat kalau menyekolahkan anak di sekolah swasta menghabiskan biaya yang besar “ jelas Rena. W-002

PENDIDIKAN

FAJA R BALI Selasa, 9 Juli 2013, Tahun XIII

Terkait Proteksi Kearifan Lokal

BPNB Gelar JTD, Gaet Siswa SLTA/SMK Se-Bali

FB/HERU

Siswa SMA/SMK se-Bali yang mengikuti JTD terkait proteksi kearifan lokal

DENPASAR-Fajar Bali Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali NTB, NTT gelar kegiatan Jejak Tradisi Daerah (JTD) dengan peserta berjumlah 50 orang yang terdiri atas siswa siswi SMA sederajat se- provinsi

Bali. Kegiatan ini diselenggarakan pada 5 - 7 Juli 2013 dengan mengambil lokasi di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng dengan mengangkat tema “Potensi Kearifan Lokal sebagai Pembelajaran Budaya dalam Meningkatkan Kesatuan Bangsa”. Kepala BPNB Bali NTB NTT Drs. Made Purna, MSi, mengatakan,, bahwa kegiatan ini bertujuan menggali potensi kearifan lokal yang ada dan berkembang di Desa Sidetapa khususnya dan Bali umumnya. “ Menguatkan pemahaman generasi muda khususnya siswa terhadap kearifan budaya lokal agar tidak punah tergerus dengan perjalanan

zaman. Selain itu, juga untuk menanamkan kesadaran kalangan generasi untuk memanfaatkan nilainilai budaya lokal sebagai acuan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Lebih jauh ditambahkan, dasar kegiatan jejak tradisi ini mengacu pada visi dan misi Kemendikbud, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, mencerdaskan taraf kehidupan masyarakat, menjunjung tinggi agama, adatistiadat, dan pandangan hidup bermasyarakat yang demokratis. “ Serta meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, penghargaan atas perbedaan, dan hak

asasi manusia. Membina dan mengembangkan kebudayaan sebagai upaya memperkokoh jati diri dan kepribadaian bangsa, serta memanfaatkan fungsi kebudayaan sebagai kepentingan pendidikan, agama, ilmu pengetahuan, persatuan dan kesatuan bangsa,” urainya. Adapun materi pokok Jetrada Bali saat ini meliputi, mengeksplorasi desa Sidetapa sebagai habitat perkembangan kearifan budaya lokal. Pengarahan narasumber berupa konsep dan deskripsi kearifan lokal, dari unsur akademisi, dan praktisi budaya. Menggali unsur-unsur

Peminat Terus Meningkat

budaya lokal yang meliputi 5 bahasan pokok antara lain, sistem religi. Upacara tradisional banten Bali taksu, sistem kesenian, seni tari Sanghyang Gandrung. Untuk sistem teknologi tradisional yakni, rumah adat Bale Gajah Saka Roras Tumpang Talu. Sistem sosila, organisasi masyarakat Desa Pekraman Sidetapa. Sistem ekonomi tradisional, kerajinan anyaman Desa Sidetapa. Menyusun karya tulis ilmiah, dan diskusi. Sedangkan pembiayaan bersumber dari anggaran rutin Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, NTB, NTT tahun anggaran 2013. W-017

Lulusan Stie Triatma Mulya Boleh Entrepreneurer

013/VI/FB/IGR

FB/IST

Ketua yayasan Triatma Mulya Dr. I Ketut Putra Suarthana bersama mahasiswa peraih juara 1 lomba pariwisata Indonesia

MANGUPURA-Fajar Bali Peminat yang melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (Stie) Triatma Mulya, untuk tahun akademik 2013/2014, lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini, karena kebutuhan untuk meraih pekerjaan di dunia kerja dan industri (Dudi),

117/VI/FB/R-008

sangat terbuka. Keterangan itu dikemukakan, Ka Humas dan Marketing Stie Triatma Mulya, Dra. Ni Luh Candra Dewi, MM., terkait dengan penerimaan mahasiswa baru. Peminat yang melanjutkan studi ke Stie Triatma Mulya, sesuai dengan bidang studi yang dikehendaki. Stie Triatma Mulya

memiliki Program Studi (Prodi), S1 Manajemen dengan Konsentrasi, Manajemen Perhotelan dan Pariwisata. Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran dan Manajemen Keuangan. Selain itu terdapat juga Prodi Akutansi. Sedangkan Program Pascasarjana , Manajemen Bisnis Pariwisata. Manajemen SDM. Manejemen Pemasaran dan Manajemen Keuangan. Candra Dewi mengatakan, lulusan seluruh Prodi tersebut dibutuhkan Dudi. Lulusan juga dapat mandiri sebagai entrepreneurer, sekaligus membuka lapangan kerja dan bukan sebagai pencari kerja. Untuk mencetak lulusan yang profesional dan berkompetensi, Stie Triatma Mulya menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Melalui KBK, mahasiswa dibekali dengan ilmu manajemen dan akutansi. Yang dipadukan dengan keterampilan atau skill, agar berguna untuk mempermudah mendap;at pekerjaan sesuai bidangnya. Namun sukses di

190/VII/FB/R-008

dalam pendidikan, tidak hanya tujuan dari pengajaran yang baik, atau materi kuliah yang selalu baru. Namun yang terbaik adalah dicapai melalui keseimbangan antara kuliah dan praktik. Serta kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan mahasiswa dalam bidang penalaran, minat, bakat sosial serta kesejahteraan. Semua ini ditampung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), ujar Candra Dewi. Selain mahasiswa praktik di industri, institusi tersebut juga menyediakan fasilitas untuk praktik di kampus. Stie Triatma MJulya memiliki, laboratorium komputer dan internet, laboratorium bahasa, laboratorium akutansi, serta laboratorium perhotelan. Untuk kebutuhan mahsaiswa juga disediakan perpustakaan dan student center learning serta lainnya. Bali sebagai laboratorium hidup, karena Bali merupakan daerah tujuan wisata terkenal di dunia, didukung fasilitas lengkap untuk kegiatan pariwisata. Oleh karenanya mahasiswa yang studi di Stie Triatma Mulya, sangat sesuai dengan Bali sebagai pusat pariwista terkenal. Diprediksi, industri perhotelan dan pariwisata, akan menjadi industri terbesar di dunia sampai tahun 2020. Permintaan akan tenaga kerja yang berkualitas, akan meningkat dan industri perhotelan akan menawarkan kesempatan kerja tyang tak terbatas. Stie Triatma Mulya menawarkan apa yang dibutuhkan untuk kesuksesan karir dimasa mendatang. Candra Dewi membenarkan, karir itu tidak hanya pada bidang manajemen perhotelan dan pariwisata, tetapi juga manajemen lainnya. Yakni manajemen pemasaran, SDM dan bidang akutansi. Stie Triatma Mulya menjalin kerjasama yang baik dengan industry perhotelan dan pariwisata, baik di dalam mau pun di luar negeri. Khusus di luar negeri menjalin kerjasama dengan Singapura, Malaysia, Belanda, Amerika dan lainnya. Stie Triatma Mulya juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu, berprestasi, dan mempunyai prestasi akdemik yang tinggi. R-008


FAJA R BALI

Selasa, 9 Juli 2013, Tahun XIII

EKOWISATA

7

Hatta Geram dengan Kementerian yang Hambat Impor Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengaku geram terhadap kinerja kementerian di bawahnya yang lelet mengantisipasi harga kebutuhan pokok yang melonjak. Bila sudah diputuskan untuk impor, maka kementerian terkait agar segera melakukan impor.

JAKARTA-Fajar Bali Hatta mengaku harga tiga komoditas, yaitu daging sapi, daging ayam, dan cabai, telah naik lebih dari 5 persen pada

pekan ini. Dengan demikian, pemerintah memutuskan untuk melakukan impor dalam menstabilkan harga. “Itu sudah tiga bulan yang lalu saya

bilang, tambah stok tambah stok. Kok masih lelet juga,” kata Hatta di kantornya, Jakarta, Senin (8/7). Hatta menginginkan agar kementerian yang ditunjuk segera merealisasikan impornya dan tidak menundanunda langkah tersebut. Sebab, dengan penundaan impor tersebut, stok produk di pasar Tanah Air menjadi berkurang sehingga harga produk seperti daging ayam dan daging sapi melonjak. Hatta mengklaim bahwa stok pangan menjelang puasa dan Lebaran masih aman. Namun, dia mengakui bahwa

masih ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan karena keterbatasan suplai barang di pasar. “Ini memang kita kendalikan dengan cara mempercepat suplai bagi keperluan stok dalam negerinya tidak cukup. Kita akan impor supaya tidak ada inflasi,” jelasnya. Pekan lalu, harga daging ayam melonjak berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 34.400 per kg. Untuk harga cabai merah keriting, terendah di Yogyakarta seharga Rp 21.000 per kg dan tertinggi di Bandung seharga Rp 34.600 per kg. Untuk cabai merah biasa,

Baladika Bali Melayat ke Rumah Almarhum Made Suka

FB/ARY

Rombongan pengurus DPD Baladika Bali dan pengurus DPC Baladika Bali Kabupaten Badung saat melayat di rumah almarhum Made Suka di Banjar Batu Sari, Sangeh. MANGUPURA-Fajar Bali Jajaran pengurus Baladika Bali, Senin (8/7) kemarin, melayat ke rumah almarhum I Made Suka di Banjar Batu Sari, Desa Sangeh, Abiansemal Badung. I Made Suka, 43 tahun, adalah anggota Baladika Bali yang meninggal beberapa hari lalu lantaran musibah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di widangan Mengwi, Badung. Almarhum menghembuskan nafas terakhir  setelah mendapat perawatan intensif di RSUP Sanglah. Sebelum dirujuk ke RSUP Sanglah almarhum yang sehari-hari bekerja sebagai sucurity di LPD Sangeh ini sempat dirawat di RSUD Badung. Hadir langsung di upacara “pen-

gabenan” almarhum I Made Suka itu, Ketua DPD Baladika Bali I Bagus Alit Sucipta, SH., beserta jajarannya. Selain itu juga hadir Ketua DPC Baladika Bali Kabupaten Badung I Wayan Suyasa, SH., bersama jajaran pengurus DPC. Rombongan pengurus dan kerabat dekat almarhum diterima langsung oleh istri almarhum Ni Made Sujani bersama keluarga di rumah duka di Banjar Batu Sari, Sangeh. Dihadapan istri dan keluarga almarhum, I Bagus Alit Sucipta didampingi Wayan Suyasa dan jajaran pengurus Baladika Bali menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya anggota Baladika Bali I Made Suka. Pihaknya berdoa agar amal

bhakti almarhum semasa hidup dapat diterima disisi Tuhan serta istri dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. “Kami mewakili jajaran pengurus dan segenap keluarga besar Baladika Bali turut berduka cita atas meninggalnya Made Suka,” ungkap I Bagus Alit Sucipta. Dikatakan bahwa kegiatan suka duka berupa “majenukan” (melayat, red) Baladika Bali ini adalah sebagai bentuk tanggungjawab organisasi kepada para anggota dan keluarganya. Ormas Baladika Bali, kata dia, senantiasa menonjolkan ikatan kekeluargaan dan suka duka di kalangan keluarga besar Baladika Bali dan masyarakat umum. Dalam kesempatan itu, I Bagus Alit

DENPASAR-Fajar Bali Bali mengekspor alat musik tradisional berupa gamelan maupun jenis lainnya senilai US$54.796,62 selama dua bulan periode 2013. Angka ini meningkat signifikan dibanding periode yang sama sebelumnya US$26.230,22. “Demikian pula dari segi volume pengiriman matadagangan itu meningkat 168,26 persen dari 1.210 unit pada dua bulan pertama 2012 menjadi 3.256 unit periode yang sama 2013,” kata Kepala Biro Humas Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Senin (8/7). Ia mengatakan, Bali selama tahun 2012 mengapalkan 999.955 unit alat musik seharga US$115.975,35, meningkat 37,76 persen dari tahun sebelumnya 9.877 unit senilai US$84.186,63.

Peningkatan yang cukup menggembirakan dari segi volume maupun perolehan devisa itu berkat kesenian Bali semakin mendapat tempat di hati masyarakat internasional dan berkembang di sejumlah negara. Ketut Teneng menambahkan, perajin dan seniman Bali memproduksi alat musik dengan rancang bangun (disain) yang khas dan unik dikombinasikan dengan teknologi alat musik, sehingga mampu menarik perhatian konsumen luar negeri. Wisatawan mancanegara saat menikmati liburan ke Pulau Dewata banyak yang membeli cindera mata, termasuk alat musik sebagai kenang-kenangan pulang ke negaranya. Meskipun ekspor alat musik itu meningkat signifikan, namun andilnya terhadap

ekspor non mogas Bali masih relatif kecil, yakni 0,07 persen dari total ekspor Bali sebesar 79,30 juta dolar AS selama periode Januari-Februari 2013, tutur Ketut Teneng. Direktur Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof Dr I Wayan Rai S.MA dalam kesempatan terpisah menambahkan, kesenian Bali kini berkembang di Amerika Serikat, Jepang, Australia dan beberapa negara di kawasan Eropa. Berkembangnya kesenian Bali di luar negeri itu berdampak positif terhadap usaha industri kreatif di Pulau Dewata yang memproduksi berbagai jenis alat musik. Sekitar 17 jenis gamelan Bali berkembang di mancanegara, bahkan kini mampu sejajar den-

I Bagus Alit Sucipta (kiri)

Sucipta bahkan menghimbau kepada jajaran pengurus dan segenap keluarga besar Baladika Bali di masing-masing daerah agar senantiasa menonjolkan persatuan dan kesatuan ormas. Menjadi panutan di masyarakat dan senantiasa menjadi pengayom di tengah-tengah kehidupan masyarakat. “Kepada segenap keluarga besar Baladika Bali mari kita jaga persatuan dan kesatuan, tonjolkan rasa kekeluargaan, sehingga organisasi ini mendapat simpati dari masyarakat,” pesannya. Sebagai wujud duka cita dan sedikit meringankan beban keluarga almarhum I Made Suka,  pengurus DPD Baladika Bali dan pengurus DPC Baladika Bali Kabupaten Badung menyerahkan karangan bunga dan sejumlah bantuan yang diterima istri almarhum. Bantuan berupa uang tunai ini diharapkan dapat dipergunakan untuk keperluan upacara almarhum. W-006*

terendah di Denpasar seharga Rp 18.000 per kg dan tertinggi di Bandung seharga Rp 59.400 per kg, serta cabai rawit merah terendah di Denpasar seharga Rp 35.000 per kg, dan tertinggi di Bandung seharga Rp 59.400 per kg. Sementara untuk kondisi daging sapi, stok yang ada saat ini mencapai 141.862 ekor yang terdiri dari 110.362 ekor sapi impor dan 31.500 ekor sapi lokal. Jumlah tersebut apabila disetarakan daging mencapai 16,65 ribu ton. Namun di pasar, harga daging sapi mencapai di atas Rp 90.000 per kg. KP

Hatta Rajasa FB/IST

Harga Emas akan Menguat Semester II

JAKARTA-Fajar Bali Para investor yang selama ini memegang portofolio emas, boleh berbesar hati. Pasalnya, harga komoditas ini diperkirakan bakal membaik pada paruh kedua tahun ini, setelah pada semester I para investor menderita kerugian akibat penurunan harga emas. Secara historis, ada tren positif atas harga emas ketika memasuki semester II, yaitu selalu lebih baik dari paruh pertama. Dari catatan Bloomberg, ada kenaikan ratarata hingga 1,3 persen pada periode Juli-Desember pada rentang waktu 1981-2000, atau saat harga emas tidak begitu bagus. Sementara itu pada semester I selama periode tersebut, rata-rata harga emas melemah 3,9 persen. Pada tahun ini, harga emas kembali memburuk, dan mencapai titik terendah dalam 13 tahun terakhir, menyusul para investor kehilangan kepercayaan terhadap portofolio investasi ini. Seiring dengan pelemahan harga tersebut, permintaan emas dalam bentuk perhiasan dan

koin pada paruh kedua tahun ini kemungkinan akan naik. Hal itu juga didorong oleh musim perkawinan di China dan India, yang selama ini menjadi pembeli terbesar emas dunia. “Trend harga emas sangat tergantung pada musim,” ujar Bernard Sin, Head of Currency and Metal Trading dari  MKS (Switzerland) SA, Swiss. Menurutnya, para investor emas fisik sangat berbeda dengan pemain di bursa berjangka, yaitu selalu membeli saat harga emas turun. Bloomberg juga mencatat bahwa rata-rata imbal hasil logam mulia itu mencapai 11 persen pada semester II selama periode melambungnya harga emas yang dimulai pada 2001. Jumlah itu hampir dua kali dari imbal hasil yang dicatat sepanjang semester I dalam periode tersebut. Sebagaimana diketahui, harga emas London Metal Exchange turun 27 persen menjadi 1.226,63 per ounce pada tahun ini. Pada kuartal II-2013, logam mulia tersebut kembali jatuh hingga 23 persen, atau terendah sejak 1920. KP

Ekspor Alat Musik Bali Melonjak

DIKONTRAKKAN Restaurant Daerah UBUD Hubungi : 087 861 21 9783 081 999 01 3939

gan seni musik barat. Gamelan Bali naik gengsi karena gong kebyar menjadi kehormatan dalam menyambut tamu-tamu penting pada acara wisuda perguruan tinggi di Amerika Serikat. Hasil penelitian yang dilakukan di sejumlah negara menunjukkan, masyarakat setempat dapat menikmati konser gamelan Bali yang disajikan seniman dan mahasiswa yang piawai memainkan aneka jenis alat musik Bali. KP

013/VI/FB/IGR

DIBUTUHKAN ACCOUNTING

Perusahaan surat kabar yang sedang berkembang di Bali, membutuhkan seorang Accounting berpengalaman dengan syarat sebagai berikut: 1. Wanita 2. Pendidikan Min. SMA/SMK 2. Usia Maks. 30 Tahun 3. Jujur dan teliti

192/VI/FB/KJS

168/VI/FB/KTR

????

Mau Usaha TANPA RUGI… . .

Bagi yang berminat segera hubungi: HARIAN UMUM FAJAR BALI Jl. Indrajaya No. 8 Ubung Kaja - Denpasar Telp. (0361) 411283 E-mail: berita_fajar@yahoo.co.id, berita_fajar@fajarbali.com

KERIPIK SINGKONG Pedas

BALAREA

Membuka Peluang Usaha Tanpa Modal Untung Hingga Jutaan/bln, Cocok Untuk Anak Sekolah/Mahasiswa/Ibu Rumah Tangga/Karyawan. Alamat : Pecatu Resort, Jln. Arjuna Blok C7 No. 15 Dreamland Telp : (0361) 9288442 151/V/FB/KTR

193/VI/FB/KJS

160/VI/FB/GLH

166/VI/FB/IGR

018/I/FB/KTR

191/VI/FB/KJS


POLITIK

8

FAJA R BALI

Selasa, 9 Juli 2013 Tahun XIII

POLITISI

Sidarto, Resmi Ketua MPR JAKARTA-Fajar Bali Politikus senior PDIP Sidarto Danu Subroto, kemarin resmi dilantik menjadi Ketua MPR. Dia berjanji akan meneruskan perjuangan Taufiq Kiemas mensosialisasikan dan mengawal Empat Pilar Kebangsaan. “Ini merupakan kehormatan bagi saya di usia yang tidak muda lagi. Saya akan meneruskan perjuangan almarhum Pak Taufiq Kiemas mengawal Empat Pilar,” ujar Sidarto usai dilantik sebagai Ketua MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/7). Sidarto juga akan berusaha menjadi seperti Taufiq Kiemas yang mampu berkomunikasi dengan semua parpol. Dia akan segera berkoordinasi dengan pimpinan MPR yang lain agar bisa mengawal program-program yang sudah berjalan baik dan menelurkan gagasan baru untuk kemajuan MPR. “Ini semua mandat dari ketum, akan saya lakukan sebaikbaiknya,” katanya. Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 Juni 1936. Usianya di tahun 2013 ini menginjak 77 tahun. Sebelum jadi Ketua MPR, dia menjabat sebagai anggota Komisi I DPR RI. Berdasarkan data yang dikutip dari Wikipedia, Sidarto menempuh pendidikan kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, lulus tahun 1962. Dalam kurun waktu 1967-1968 dia ditunjuk menjadi ajudan Presiden RI pertama, Soekarno. Sidarto pernah menjabat sebagai Kapolres Tangerang (1974-1975), Kadispen Polri (1975-1976), Kepala Interpol (1976-1982), Kepala satuan Komapta Polri (1982-1985), Wakapolda Jawa Barat (1985-1986), Kapolda Sumbagsel (1986-1988), dan Kapolda Jawa Barat (1988-1991). Setelah pensiun dari tugasnya di kepolisian, ia aktif di PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati. Sidarto telah terpilih menjadi anggota DPR selama 3 periode sejak tahun 1999 lalu.TN

Sidarto Danusubroto

FB/IST

Konvensi, Demokrat Gunakan Tiga Lembaga Survei JAKARTA-Fajar Bali Partai Demokrat menyatakan pelibatan unsur independen dalam komite konvensi bertujuan untuk mengeliminasi tudingan miring. Demokrat membantah pelaksaFB/IST naan konvensi hanya untuk menaikkan elektabilitas partai. “Makanya dilibatkan orang lain untuk menghilangkan opini negatif,” kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua di kompleks parlemen, Senayan, Senin, 8 Juli 2013. Dia menyatakan adanya pelibatan unsur dari luar Partai Demokrat bertujuan untuk memenuhi aspirasi publik. Dia membantah jika konvensi ini disebut hanya untuk memuluskan calon tertentu, misalnya Pramono Edhie Wibowo. Karena itu, Max menyatakan konvensi akan melibatkan tiga lembaga survei dan media massa. Menurut Max, media massa penting untuk menyampaikan hasil lembaga survei. Max menyatakan hasil lembaga survei inilah yang akan dijadikan acuan siapa calon presiden terpilih. Meskipun menurut AD/ART Demokrat, yang berhak memilih calon presiden adalah Majelis Tinggi Partai. Menurut dia, peserta konvensi dengan hasil survei tertinggi otomatis akan dipilih. Max menyatakan, jika tidak memilih calon dengan elektabilitas tertinggi, Demokrat akan “dihukum” oleh masyarakat. “Majelis Tinggi hanya mengesahkan,” Max menegaskan. TP

Prabowo

Hatta Radjasa FB/IST

Prabowo-Hatta Kombinasi Menarik

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais menyatakan kombinasi calon presiden Prabowo Subianto dengan Hatta Rajasa merupakan kombinasi yang menarik. “Kombinasi pencalonan dari PAN terbuka,” kata Amien saat ditemui dalam acara silaturahmi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) dengan para tokoh di gedung Balai Kartini, Senin (8/7).

JAKARTA-Fajar Bali Amien menyatakan, untuk calon presiden, PAN sendiri baru memastikan Hatta yang akan maju. “Itu pun harus dipastikan minimal 10 persen,” kata dia. Amien mengatakan, kombinasi dengan Prabowo dimungkinkan jika PAN tidak mencapai 10 persen untuk suara legislatif. “Seandainya kurang, yang paling mungkin Hatta maju sebagai wakil presiden,” kata Amien. Selain dipasangkan dengan Prabowo, Amien menilai kombinasi menarik lainnya bisa dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. “Mungkin juga kombinasi itu dibalik,” kata Amien. Meski demikian, Amien menegaskan dirinya hanya sebatas pengamat.

“Saya tidak bisa menentukan,” kata Amien. Sementara terkait UU Pemilihan Presiden, Fraksi Partai Amanat Nasional Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan tak perlu ada revisi UndangUndang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden jika hanya memperdebatkan angka presidential threshold. Dia mengatakan, jika angka ambang batas kecil, pemilihan presiden akan berlangsung dua putaran. “Biayanya besar,” kata Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy di kompleks parlemen, Senayan, Senin, 8 Juni 2013. Dia menyatakan, revisi UU Pemilu Presiden sudah terlalu mepet. Bahkan, jika angka presidential threshold diubah, ada peluang uji materi ke Mahkamah

Konstitusi. “Tahapan pemilu bisa lebih lama lagi.” Tjatur menyatakan, tak ada kepentingan mendesak untuk mengubah UU Pemilu Presiden. Dia meminta semua pihak belajar mengenai aturan yang seharusnya tidak terlalu sering diubah. “Apa urgensinya diubah?” ujar dia. Tjatur berkaca pada Pemilu 2004 yang angka ambang batas presidennya kecil sehingga pemilihan terjadi dua putaran. Toh, kata Wakil Ketua Komisi Hukum DPR ini, hasilnya tetap saja menghasilkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pemenang, baik di putaran pertama maupun kedua. “Kalau bisa satu putaran, biayanya lebih murah.” Menurut Tjatur, yang harus diperbaiki adalah mekanisme internal partai politik. Partai mesti mencari kader terbaik untuk diajukan sebagai calon presiden agar dipercaya masyarakat. Badan Legislasi akan mengambil keputusan mengenai revisi UU Pemilu Presiden siang ini. Pada rapat terakhir, lima fraksi menolak, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat, PKB dan PAN. Sedangkan empat fraksi mendukung revisi, yaitu PKS, PPP, Hanura, dan Gerindra. TP

Gerindra Cari Cawapres Wanita JAKARTA-Fajar Bali Partai Gerindra memastikan akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pilpres 2014. Mengenai sosok bakal pendampingnya sebagai calon Wakil Presiden, direncanakan berasal dari kalangan perempuan. “Ya memang ada pemikiran cawapres perempuan. Pak Prabowo bertekad 30 persen dari menterinya itu dari perempuan dan jabatan yang setara,” kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/7). Soal pertimbangannya, Muzani menerangkan karena sebagian besar masyarakat Indonesia adalah perempuan, karenanya mereka juga harus diberikan tempat di pemerintah. “Sudah sangat intensif di internal. Saya dan Pak Prabowo sendiri sudah aktif menjalin komunikasi,” ungkapnya soal keseriusan usung cawapres perempuan itu. Siapa kandidat cawapres perempuan itu? Muzani masih merahasiakannya. Ia menyatakan semua tokoh perempuan yang naik daun saat ini bisa jadi kandidat. “Kamu list saja semuanya, itu masuk. Ya sebut aja semuanya,” ucapnya. Muzani juga memastikan tokohnya itu bukan dari internal Partai Gerindra. “Pokoknya bukan dari Gerindra,” lanjut anggota Komisi I DPR itu. TN

Logistik Pemilu 2014 Capai Rp 4,9 Triliun JAKARTA-Fajar Bali Anggaran logistik untuk Pemilihan Umum 2014 mencapai Rp 4,9 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk kebutuhan seluruh perlengkapan tempat pemungutan suara, mencakup kotak suara, bilik suara, tinta jari, hingga surat suara pemilihan legislatif dan presiden. “Untuk tahun 2013 anggaran logistik sekitar Rp 800 miliar, sisanya sekitar Rp 4,1 triliun untuk tahun 2014,” kata Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Rahman Hakim saat ditemui di kantornya, Senin (8/7). Kepala Biro Logistik KPU Boradi mengatakan pengadaan kebutuhan logistik dibagi menjadi dua tahap. Tahun 2013, lelang sebagian perlengkapan

Seleksi DPD RI Masih di Tangan KPU Provinsi

JAKARTA-Fajar Bali Komisi Pemilihan Umum mengakui, untuk calon anggota Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), masih ada di tangan KPU Provinsi untuk selanjutnya dilakukan verifikasi faktual. “Sekarang sedang dikumpulkan hasil-hasil verifikasi yang dilaksanakan KPU provinsi. Mereka melaporkan ke kami apa yg sudah mereka capai, ada berapa calonnya,” ujar komisioner KPU,

Hadar Nafis Gumay di Bawaslu, Jakarta, Senin (8/7). Hadar menambahkan, hasil verifikasi yang dikumpulkan KPU Provinsi, nanti dikumpulkan ke KPU Pisat, untuk selanjutnya diperiksa dan ditetapkan sebagai calon DPD sementara. Setelah itu dirapatkan dan disusun daftar calon sementara DPD pada 17-23 Juli. “Pengumuman DCS DPD diumumkan pada 24-26 Juli. Nanti kita meminta masukan dari

masyarakat pada 25-5 Agustus. Sementara untuk memutuskan DCS DPD dilaksanakan selama dua. Sementara untuk 7-16 Juli dilakukan penelitian,” tambahnya. Menyoal lambatnya verifikasi untuk calon DPD, sambung Hadar, karena KPU Provinsi perlu melakukan verifikasi faktual dukungan masyarakat terhadap calon DPR. Kalau kurang, diperbaiki, dan terus diverifikasi lagi.TN

JAKARTA-Fajar Bali Jelang Ramadan banyak caleg-caleg yang menebar spanduk mengucapkan selamat berpuasa. Anggota Dewan Syuro PKS Tiffatul menyebut hal seperti itu lumrah saja karena untuk menyambut Ramadan. “Orang sambut Ramadan kan boleh saja,” ujar Tiffatul Sembiring di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (8/7). Menurutnya dalam situasi

demokrasi seorang caleg boleh mengenalkan diri agar dipilih oleh rakyat pada pemilu nanti. “Kalau tidak perkenalkan diri siapa yang mau milih. demokrasi sah-sah saja kan, kecuali dia langgar hukum,” sambung Tiffatul. Selain spanduk, biasanya jelang lebaran, Caleg-caleg gemar memberikan bantuan sembako. Menanggapi itu, Tiffatul juga menganggap sebagai hal

yang lumrah. “Enggak apa-apa, saya juga mau bagi-bagi kok,” timpalnya sembari becanda. Di seputaran Jakarta bisa dilihat aneka spanduk dengan memasang wajah gambar Caleg. Spanduk itu di pasang di tembol kota atau juga di perempatan jalan yang ramai. Dari setiap partai ada Calegnya yang melakukan pemasangan spanduk. Isinya ucapan selamat menunaikan ibadah ramadan. TN

yang dibuka adalah pengadaan kotak dan bilik suara. Pengadaan inilah yang memakan biaya sekitar Rp 800 miliar. Untuk pemilu 2014 mendatang dibutuhkan sekitar 2,2 juta kotak dan bilik suara. Kotak dan bilik suara, KPU masih bisa menggunakan barang-barang lama yang diadakan pada Pemilu 2004 lalu. Namun, sebagian barang dinyatakan tak lagi bisa digunakan lantaran rusak atau hilang. Diprediksi kekurangan kotak dan bilik suara mencapai sekitar 500 ribu. “Pengadaan sekarang untuk menutup sisanya. Yang masih bisa dipakai tetap digunakan,”kata Boradi. Boradi memprediksi harga satuan kotak suara adalah Rp 200 ribu. Harga tersebut bisa

naik maupun turun, bergantung lokasi pengadaan. “Sebab, harga sudah termasuk ongkos distribusi,” kata Boradi. Sementara satuan bilik suara dipatok di kisaran Rp 50-75 ribu. Setiap TPS membutuhkan setidaknya empat kotak dan bilik suara. KPU memperkirakan akan ada 540 ribu tempat pencoblosan pada Pemilu 2014 mendatang. Angka tersebut masih bisa berubah bergantung hasil pemutakhiran pemilih yang diumumkan secepatnya September mendatang. Sedangkan lelang kedua adalah untuk menutupi kebutuhan logistik, antara lain surat suara, tinta jari, serta segel. Lelang ini baru dibuka pada tahun 2014. Berbeda dengan kotak dan bilik suara,

lelang tender barang-barang tersebut sepenuhnya ditangani oleh KPU pusat. Boradi mengatakan anggarannya mencapai Rp 4,1 triliun. “Cukup untuk pemilu legislatif dan presiden dua putaran,” ujarnya. Khusus untuk pemilu legislatif, setidaknya ada 2.471 macam surat suara yang akan diproduksi oleh KPU. Angka tersebut sesuai dengan jumlah daerah pemilihan legislatif, dari tingkat pusat hingga kabupaten. Biro logistik belum bisa memastikan berapa surat suara yang akan dicetak lantaran harus menunggu Daftar Pemilih Tetap diumumkan. Untuk menyusun anggaran, sementara

KPU berpatokan pada jumlah pemilih yang tertera dalam Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Ada sekitar 190 juta pemilih, kata Boradi. Nilai surat suara pemilihan presiden mencapai Rp 500 per lembar, sementara pemilihan legislatif Rp 1.200. Angka tersebut diperoleh dari hasil bagi ongkos produksi dan distribusi surat suara dengan jumlah pemilih dalam DP4. Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan rancangan kebutuhan logistik sudah selesai dibicarakan di internal KPU. “Kami akan segera bawa untuk dikonsultasikan ke Dewan,” katanya. TP

Caleg Sebar Spanduk Sambut Ramadan

192/VII/KTR

193/VII/KTR


9

SELASA, 9 JULI 2013 | TAHUN XIII

Desa Wisata Pinge Mulai Menggeliat Berdayakan Masyarakat Lokal, Suguhkan Kehidupan Alami Pedesaan

Wisatawan yang sedang mengunjungi desa wisata Pinge. TABANAN-Fajar Bali Dingin udara pagi serasa menusuk tulang belulang saat tiba di gerbang pintu masuk Desa Wisata Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga. Gapura beton yang berisi tulisan Pinge Tourism Village (Dewa Wisata

Pinge), sebagai penunjuk lokasi berdiri kokoh di pinggir jalan jurusan Marga – Apuan, memberi kesan tersendiri. Tak ketinggalan suasana pepohonan hijau sepanjang jalan masuk menuju Desa Wisata Pinge seakan menyapa

FB/DONI

dengan ramah. Tampak bapak paruh baya telanjang dada dengan tekun menyabit rumput yang mulai meninggi di pinggir jalan. Suasana hening jauh dari hiruk pikuk dan bising kendaraan menyelimuti kehidupan di

Desa Wisata Pinge. Ketenangan dan keharmonisan suasana desa itulah menjadi salah satu daya tarik yang memikat hati para wisatawan asing untuk sekedar menikmati suasana Desa Wisata Pinge. Karena suasana pedesaan

yang kental, Desa Wisata Pinge kerap dipilih menjadi tempat menginap para wisatawan asing khususnya wisatawan Eropa. Mereka ingin merasakan kehidupan di desa berbaur dengan masyarakat. Desa Wisata Pinge sejatinya

Wisatawan Tidur di Rumah Warga, Terkendala Toilet

kamar penginapan ada satu tempat tidur ada pula yang dua tempat tidur. Kondisi kamarnya bersih dan tampak terawat rapi. Salah satu pemilik rumah yang digunakan sebagai tempat menginap wisatawan adalah milik AA Suradana. Empat rumah dalam satu areal dijadikan tempat menginap bagi wisatawan asing.

“Kebanyakan wisatawan yang menginap berasal dari Eropa, khususnya Prancis dan Jerman,” jelas AA Suradana. Ia yang juga sebagai bendesa adat setempat mengatakan keberadaan desa wisata Pinge sangat membantu perekonomian masyarakat desa. “ Baru saja ada 8 wisatawan asal Prancis yang cek out,

TABANAN-Fajar Bali Desa Wisata Pinge memiliki kekhasan dalam bidang kesenian. Desa wisata yang terletak di utara kecamatan Marga ini memiliki Tarian Bumbung Gebyog dan Tarian Leko. Tari Bumbung Gebyog adalah tarian tradisional klasik desa setempat. Jumlah penari dalam tarian sakral ini 7 orang dan jumlah seka penabuhnya 16 orang. “Alat instrumen gamelannya terbuat dari bambu,” jelas Made Denayasa ketua badan

pengelola Desa Wisata Pinge. Dikatakan tarian Bumbung Gebyog sudah ada sejak abad ke -14. Tarian ini biasanya dipentaskan setiap ada piodalan di Pura Natar Jemeng. “Keunikan tarian ini adalah tidak ada gerakan nyeledet dan senyum,” beber Denayasa. Selain tari Bumbung Gebyog, tarian Leko juga merupakan tarian khas yang ada di Desa Wisata Pinge. Instrumen tari Leko juga sebagian besar terbuat dari bambu yang dilengkapi kendang, cengceng, kem-

pli dan seruling. “Tarian ini gerakannya lebih dinamis dibandingkan dengan tarian Bumbung Gebyog, dan keberadaannya memiliki hubungan yang dekat dengan Pura Natar Jemeng,” tambahnya. Kedua tarian ini, kini menjadi atraksi wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan yang menginap di Desa Wisata Pinge. “Kedua tarian ini bisa ditarikan ketika ada permintaan dari wisatawan. Namun kesakralan tarian ini tetap

dijaga karena harus dipentaskan setiap ada piodalan di Pura Natar Jemeng,” tandasnya. Keunikan Desa Wisata Pinge juga dapat dilihat dari keberadaan Pura Natar Jemeng. Pura Natar Jemeng merupakan salah satu Pura Dang Khayangan di Bali yang pernah dijadikan tempat meditasi Ida Dang Acarya. Pura ini dibangun sejak abad ke -14. “Pura ini merupakan peninggalan purbakala,” tandasnya. Alam yang asri juga men-

FB/DONI

TABANAN-Fajar Bali Wisatawan yang menginap di Desa Wisata Pinge menggunakan fasilitas rumah warga sebagai tempat bermalam. Rumah warga yang digunakan home stay kebanyakan yang tidak ditempati atau pemiliknya tinggal di luar desa seperti di Denpasar dan kota lainnya. Kamar disulap menyerupai

mereka wisatawan adventure,” jelasnya. Ia yang mantan pegawai hotel berbintang di Sanur ini menegaskan dua hari lagi ada empat wisatawan asal Jerman yang sudah booking menginap. Pelayanan yang diberikan kepada wisatawan yang menginap adalah real Balinese. “Kehidupan masyarakat Bali dapat langsung dirasakan oleh wisatawan yang menginap disini,” tandasnya. Untuk sekali mengiap, wisatawan dikenakan biaya sebesar Rp 300 ribu yang sudah dilengkapi dengan sarapan pagi hari. “Sarapan pagi seperti kopi dan jajan Bali kami berikan kepada wisatawan yang menginap satu malam,” tandasnya. Harga tersebut bisa ditambah ketika wisatawan ingin menyaksikan even seperti tarian Leko dan Bumbung Gebyog. “Kami juga tawarkan tracking, cooking, dan terjun ke sawah, yang semua ongkosnya ditanggung oleh wisatawan,” tandasnya. Sejauh ini katanya masih ada fasilitas yang kurang seperti keberadaan toilet yang masih sederhana. “Beruntung beberapa waktu lalu ada bantuan dari BI dan BPD yang menyumbang fasilitas untuk seprai dan dua toilet,” tandasnya. Hal senada juga disampaikan ketua badan pengelola Desa Wisata Pinge, Made Denayasa. Kekurangan toilet yang memenuhi standar sudah diusulkannya kepada pemer-

Salah satu rumah warga yang diperuntukkan sebagai tempat menginap wisatawan di desa wisata Pinge.

intah daerah Tabanan. “Kami sudah usulkan bantuan kepada Bupati Tabanan terkait toilet berstandar wisatawan. Karena wisatawan tidak mau menginap ketika melihat fasilitas toilet yang belum memadai,” tandasnya. Pihaknya pun berterimakasih kepada Bank BPD yang telah membantu dua buah toilet sehingga secara bertahap mampu melengkapi fasilitas pendukung yang ada di Desa Wisata Pinge. Dikatakan ada sekitar 23 kamar yang disediakan untuk menampung wisatawan yang menginap di Desa Wisata Pinge. “Kami konsen terhadap kebersihan lingkungan baik itu kamar, maupun lingkungan sekitarnya. Karena kebersihan merupakan hal yang fital dalam dunia pariwisata,” tandasnya. Untuk itu pihaknya di badan pengelola memiliki manajer yang khusus untuk mengolah sampah menjadi kompos. “Sampah menjadi perhatian kami di desa wisata Pinge. Agar tidak menimbulkan kesan yang tidak baik. Kami pun membentuk petugas yang khusus membidangi masalah kompos dan kebersihan lingkungan,” terangnya. Mengenai keamanan pihaknya bekerjasama dengan para pecalang yang tentunya terus berkoordinasi dengan pihak desa dan aparat kepolisian. “Kami menjamin wisatawan yang menginap di Desa Wisata Pinge, aman dan nyaman,” jelasnya. W-004

dukung keberadaan Desa Wisata Pinge. Wisatawan juga bisa melakukan aktivitas tracking yang melewati subak pacung dengan indahnya pemandangan Gunung Batukaru. “Kami juga berikan para wisatawan untuk bertani, mulai metekap sampai panen,” jelasnya panjang lebar. Hal yang unik lainnya, wisatawan juga bisa belajar mejejahitan (membuat sesajen ) atau memasak yang dipandu oleh ibu-ibu yang ada di Desa Wisata Pinge. W-004

Bumbung Gebyog dan Leko Jadi Tarian Khas

sudah ada sesuai dengan SK Bupati Tabanan nomor 337 tahun 2004. Namun keberadaanya waktu itu masih serba minim dan belum dikelola dengan baik. Dalam kurun waktu 2004 hingga 2010 keberadaan Desa Wisata Pinge jalan ditempat bahkan nyaris tidak ada gaungnya. Barulah sekitar tahun 2011 keberadaan Desa Wisata Pinge ditata kembali. Dengan dibentuknya Badan Pengelola Desa Wisata Pinge tahun 2012. “Melalui keputusan desa pakraman Pinge nomor 01 tahun 2012, maka dibentuklah susunan Badan Pengelola Desa Wisata Pinge,” jelas Ketua Badan Pengelola Desa Wisata Pinge, Drs I Made Denayasa. Seiring waktu berjalan, untuk mendukung keberadaan Desa Wisata Pinge, Badan Pengelola melakukan pembenahan diberbagai bidang. Salah satunya perbaikan jalan dengan cara dibeton yang mendapatkan bantuan dari Pemkab Tabanan. “Kami juga mendapatkan bantuan dari Bank Indonesia dan BPD,” jelas Denayasa. Mantan Kepala Kesbangpol Pemprov Bali ini menegaskan, sejatinya keberadaan Desa Wisata Pinge ingin memajukan tarap kehidupan masyarakat setempat yang masih ada di bawah garis kemiskinan. “Kami memiliki 20 orang warga miskin yang kini sudah kami libatkan sejak adanya Desa Wisata Pinge,” jelasnya. Hal tersebut sesuai dengan visi Desa Wisata Pinge yakni mewujudkan Desa Wisata Pinge yang berbasis kerakyatan dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan (ekowisata) berlandaskan Tri Hita Karana. Ibu – ibu dari KK miskin tersebut dilibatkan dalam be-

FB/DONI

berapa aktivitas yang mendukung Desa Wisata seperti bergabung dengan kelompok kuliner merta dewi. Kelompok ini telah diberikan pelatihan oleh beberapa instruktur. “Setiap ada tamu grup yang menginap, sarapan pagi dan makan malam disiapkan ibuibu dari kelompok kuliner merta dewi,” jelasnya. Masih menurut Denayasa, sejak dibentuk badan pengelola, jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat. Untuk tahun 2011 wisatawan yang berkunjung sebanyak 1066 orang. Jumlah ini meningkat di tahun 2012 menjadi 1141 wisatawan. “Wisatawan yang datang adalah wisatawan asing khususnya wisatawan eropa,” tandasnya. Dalam kurun waktu dua tahun sejak dibentuknya Badan Pengelola, akhirnya per tanggal 30 Januari 2013, Desa Wisata Pinge resmi di-launching. “ Rata –rata wisatawan menginap satu hari di rumah penduduk yang sengaja kami siapkan,” tandasnya. Ia yang juga selaku wakil ketua jaringan desa wisata Indonesia menambahkan sejak di-launching sebagai Desa Wisata, promosi gencar dilakukan. Baik melalui agen-agen pariwisata maupun organisasi pariwisata yang ada di Bali. “Kami juga promosi melalui jaringan internet,” tandasnya. Ia berharap bantuan dari pemerintah daerah kabupaten, provinsi maupun pusat lebih memperhatikan keberadaan desa wisata. “Selama ini bantuan dari daerah sudah ada, begitu juga dari provinsi. Kami berharap dari Kementrian Pariwisata memberikan perhatian lebih besar kepada desa wisata,” tutupnya. W-004

I Ketut Sudiarta

Desa Baru, Sinergikan Pariwisata dan Pertanian TABANAN-Fajar Bali Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan memiliki potensi yang luar biasa. Desa yang baru saja secara definitif berdiri sendiri tahun 2011 sejak pisah dari Desa Tua, kini mulai membidik desa wisata sebagai andalan. Dua tempat yang sudah menjadi objek wisata andalan di Desa Baru, yakni Banjar Pakraman Pinge yang sudah sah menjadi Desa Wisata Pinge dan objek wisata Rumah Desa. “Kedua objek ini menonjolkan kehidupan di desa yang masih alami. Potensi keduanya mampu mengangkat Desa Baru sebagai ikon Desa Wisata,” jelas I Ketut Sudiarta, Perbekel Desa Baru. Dikatakan keberadaan Desa Wisata Pinge dan Rumah Desa memiliki prospek memajukan Desa Baru secara keseluruhan. “Karena imbasnya kedepan dua objek ini memberikan multi efek yang besar bagi masyarakat,” tandasnya.

Sekarang saja kata Sudiarta, beberapa hasil pertanian masyarakat Desa Baru digunakan sebagai bahan pokok masakan yang dijual kepada wisatawan. Begitu juga subak yang dipakai sebagai tempat trekking maupun tempat bertani bagi wisatawan memberikan imbas yang luar biasa. “Meskipun kontribusinya masih kecil. Saya yakin kedua objek ini kedepan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Baru yang sebagian besar petani,” tandasnya. Untuk itu pihaknya terus menjaga sinergitas antara keberadaan Desa Wisata Pinge, Rumah Desa dan Desa Dinas Baru. Sebagai desa yang baru saja berdiri, selain mengandalkan ikon Desa Wisata Pinge dan Rumah Desa, pihaknya mulai menata pembangunan fisik. Seperti mulai membangun kantor Desa yang sudah berjalan 30 persen. “Kami targetkan tahun 2014 pembangunan kantor desa rampung,” pungkasnya. W-004


OLAHRAGA

10

TD Rekomendasikan Papan Panjat Karangasem Technical Delegate (TD) cabang panjat tebing memberi solusi kepada Panpel Porprov Bali XI untuk menggunakan papan panjat di Karangasem, jika pembangunan papan panjat di Komplek Stadion Kompyang Sudjana tidak rampung tepat waktu.

FB/Supri

Ida Bagus Toni Astawa

DENPASAR – Fajar Bali Porprov dulu Porda yang berlangsung di Denpasar, September mendatang merupakan hajatan terbesar dari sisi jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan dan dilombakan, begitu pula nomor dan jumlah peserta. Pemkot dan KONI Denpasar selaku pelaksana bertekad menyukseskan agenda multi event olahraga dua tahunan sejagat Bali. “Sesuai arahan pak Walikota Denpasar, IB. Darma Wijaya Mantra, supaya konsen mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan,”kata Ketua Pelaksana Porprov Bali XI, Ida Bagus Toni Astawa, Senin (8/7/2013). Ia menjelaskan secara interna. memantapkan kinerja Panpel, mempersiapkan terutama venues plus fasilitas yang digunakan 29 cabang olahraga, termasuk nomor-nomor yang dipertandingkan dan dilombakan. “Event ini kan terbesar sepanjang sejarah gelaran Porprov diperlukan konsentrasi tinggi,”ujar Walikota disampaikan Ida Bagus Toni Astawa. Selaku tuan rumah, Pemkot Denpasar harus memberi pelayanan terbaik, dari segala sisi kepada peserta Porprov yang datang dari 8 kabupaten. Tapi juga tidak meninggalkan persiapan Denpasar selaku tuan rumah menyangkut kualitas atlet dari 29 cabang olahraga yang dilibatkan. “Pada dasarnya Pak Walikota minta sebagai tuan rumah yang paling baik dari gelaran sebelumnya, kami selaku panpel harus mengamankan sekaligus mengawal kebijakan tersebut,”pungkasnya.R-007

DENPASAR – Fajar Bali Bukan berarti meremehkan atau menuding pembangunan papan panjat itu tidak rampung, tapi perlu ada alternative lain, sehingga jika terjadi prediksi yang melenceng sudah ada tempat untuk gelaran cabang panjat tebing. “Semua faktor perlu dipertimbangan. Selama ini kontraktor tidak ada yang tidak bisa, pasti dia sanggup merampungkan pembangunan papan panjat tempat waktu, tapi ujung-ujungnya tak sesuai kenyataan,”ujar anggota TD cabang panjat tebing, Suhardi Eka Prasetya, Senin (8/7/2013). Sesuai dengan tugas TD hanya menyarankan, maka perlu komunikasi dengan pemilik papan panjat di Karangasem, sehingga saatnya nanti tinggal mennggunakan fasilitas tersebut. Dipilihnya papan panjat di Karangasem kata Suhardi, untuk saat ini hanya papan panjat itu yang memenuhi syarat. Bila memanfaatkan papan panjat di Karangasem, resikonya harus mengurangi nomor yang

dipertandingkan yakni lintasan track. Tak main-main, nomor ini memperebutkan 6 medali emas, dari total 31 emas di cabang panjat tebing. Kalau papan panjat di Badung, lintasan speednya kurang cukup. “Ini merupakan saran selaku TD, dan semuanya kembali kepada panpel khususnya panjat tebing,”katanya. Kekhawatiran pembangunan papan panjat tebing di komplek Stadion Kompyang SudBila jadwal tidak berubah, cabang olahraga (cabor) panjat tebing Porprov Bali XI, akan digelar 4 September mendatang. Kekhawatiran pembangunan papan panjat di Komplek Stadion Kompyang Sudjana membuat TD memberi solusi menggunakan papan panjat di Karangasem. Sementara itu, menyangkut perkembangan prestasi pemanjat Bali, mengalami penurunan, menyusul gagal mempertahankan gelar juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) panjat tebing, di Papan Panjat

FPTI Gelanggang Pemuda Mataram, Nusa Tenggara Barat. “Tim FPTI Bali turun setingkat dibanding tahun 2012 lalu, kalah dari Jawa Timur, hanya selisih satu medali emas,”ujar Sekretaris Umum Pengprov FPTI Bali, Suhardi Eka Prasetya. Bali di Kejurnas tersebut meraih 8 medali emas, 8 perak dan 3 medali perunggu. Raihan medali itu diperoleh Aprilia Dakrus, nomor speed, kategori spider kids A (KU. 12-13 tahun) asal Jembrana, kemudian Desak Made Rita Kusumadewa menyumbang 2 medali emas, nomor lead dan speed, kategori spider kids A putri. Pemanjat dari Buleleng ini sejatinya mempunyai peluang untuk membawa kontingen menuju tahta juara tapi pada laga penentuan lebih cepat berada dipuncak tapi ketika akan menyentuh tombol finish pegangan lepas. “Ini nomor baru yang dipertandingan kecepatan, dan di Kejurnas,”kilah Suhardi. Medali emas lainnya banyak diborong dari tampilan pemanjat di kategori youth A (16-17 th) dan youth B (14-15 th). Pemanjat asal Klungkung menorehkan 2 keping emas pada laga youth B nomor boulder dan lead putra atas nama Kadek Widiasa. Pemanjat Klungkung

Terjadi Perbedaan Pengisian Formulir dan CD

DENPASAR – Fajar Bali Keluhan peserta Porprov Bali XI menyangkut entry by number dan entry by name, salah satu yang terkuak yang isinya berbeda-beda dari data manual (blangko,red) hingga CD yang diberikan kepada masing-masing KONI Kabupaten

peserta Porprov. Nyoman Wirka, Sekretaris Umum KONI Jembrana berharap panpel bisa mempermudah cara pengisian data sehingga mudah dilakukan pengisian. “Bila pada Porprov di Jembrana mudah mengisi kenapa sekarang

dipersulit. Tak masalah menggunakan by system online tapi jangan ada perbedaan yang manual dengan online,”kata Wirka, Senin (8/7/2013). Bila mengarah pada perubahan harusnya perlu rentang waktu yang panjang, sementara pelaksanaan Porprov tinggal dua bulan dan itu bisa lebih maju sesuai jadwal terdapat cabang olahraga yang lebih dulu dipertandingkan. Wakil Ketua KONI Buleleng, Made Merta juga sependapat , dan menambahkan proses entry by name harus jelas, sehingga mempermudah kinerja tim keabsahan bentukan KONI Bali. “Tuntutan kami tidak berlebihan, hanya menginginkan kemudahan prosesnya saja, agar semua berjalan lancar,”pintanya.R-007

NEGARA- Fajar Bali Jembrana Adventure Trail Community (JTRAC) menggeler event offroad roda dua Bhayangkara Jantan, yang dipusatkan di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Sabtu (6/7) lalu. Event yang didukung Polres

Jembrana dan KONI Jembrana tersebut diikuti sekitar 800 offroader dari Bali dan luar Bali. Selain diikuti offroader professional, serta diikuti para penggemar. Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Kapolres Jembrana AKBP Komang Sandi Arsana, Kapolres Tabanan AKBP Dekananto Eko Purwoko, Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Made Prihenjagat, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik I Gst. Pt. Ngr. Darma Putra, Kepala Bidang Lalu-lintas dan Angkutan Leo Agus Jaya, sekaligus menjamah tantangan track offroad yang telah disiapkan panitia dengan motor trailnya.

Ketua Panitia Bhayangkara Jantan Ketut Adi Winata menjelaskan mulanya event ini diikuti 500 orang, tapi bertambah menjadi 800 peserta. Start awal dari Gedung Kesenian Bung Karno, lalu ke Desa Banyubiru, Desa Kalikah, Desa Manistutu dan akhirnya kembali ke Gedung Kesenian Bung Karno. Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang juga Ketua KONI Jembrana mengatakan sangat mendukung kegiatan olahraga otomotif. “Kegiatan ini sangat bagus untuk menghilangkan penat di tengah kesibukan” kata Kembang ketika ditanya tentang keikut sertaannya dalam event ini.W-003/R-007

FB/Supri

Dari kanan, Kanan Nyoman Wirka dan Made Merta

Aksi Adu Nyali JTRAC

187/VII/FB/KTR

006/VI/FB/R-008

FB/Supri

Totalitas Kawal Kebijakan Walikota

Selasa, 9 Juli 2013, Tahun XIII

Papan Panjat di Komplek Stadion Ngurah Rai, hanya bisa dipergunakan berlatih.

Ngakan Putu Wisnu Artha juga menyumbang medali emas kategori youth A putra nomor speed, dan Dwi Novita Sari, meraih 2 emas nomor speed dan boulder, kategori youth A putri. Di event tersebut tim panjat tebing Bali memboyong 23 atlet, bersaing dengan pemanjat utusan dari 18 provinsi, diantaranya

FPTI dari daratan Jawa, plus Kaltim, Sulsel, Riau, Kepri dan Aceh. Sebagai juara umum di event ini Jawa Timur (Jatim), 9 medali emas, 8 perak dan 9 medali perunggu, posisi dibawah Bali, yakni Kalimantan Timur, memperoleh 6 medali emas, 3 perak dan 4 medali perunggu menempati peringkat 3. R-007

DENPASAR – Fajar Bali Keterlibatan masyarakat melakukan pembinaan seperti yang dilakukan Yayasan pembangunan Sanur (YPS) sangat berarti bagi percepatan kualitas pemain, dan mempermudah Pengkot PSSI Denpasar menentukan pilihan pemain yang layak mengusung Denpasar diberbagai level. Demikian dikatakan Wakil Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara, pada pembukaan Kejuaraan YPS Cup VII, di Sanur. Jaya Negara yang juga Ketua PSSI Denpasar sangat berharap masyarakat mengikuti jejak YPS dalam upaya pembinaan di cabang sepakbola. Dibagian lain Ketua YPS Sanur Ida Bagus Gede Sidartha Putra menjelaskan, event ini melibatkan 14 tim berlangsung selama 39 hari dari tanggal 7

Juli hingga 15 Agustus 2013. “Event ini merupakan agenda tahunan yang merupakan wadah bagi tim sepakbola yang cukup banyak ada di Sanur, supaya kemampuan mereka tersalurkan pada tempatnya,” ujar Ketua YPS Sanur I.B. Gede Sidartha Putra disela-sela Pembukaan kompetisi YPS Cup VII di lapangan Letda Made Pica Sanur Denpasar Timur yang ditandai dengan pelepasan balon oleh para undangan. Ketua Panitia Penyelenggara Kadek Sudiana menjelaskan, kompetisi ini dilaksanakan dengan kategori umur bebas, tapi untuk pembinaan wajib diperkuat oleh 4 orang pemain usia 21 Tahun serta boleh di perkuat oleh 2 orang pemain asing sebagai motivasi terhadap pemain lokal Sanur.R-007

14 Tim Berebut YPS Cup Sanur

FB/Supri

Wakil Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara saat menyerahkan bola kepada wasit.

082/VII/FB/W-020


11 NASIONAL 9% Koperasi di Bali Masih Sakit KPK Bidik Kasus Gratifikasi Sertifikat Hambalang

FAJAR BALI

Selasa, 9 Juli 2013, Tahun XIII

DENPASAR-Fajar Bali Dari 4.514 koperasi yang ada di Bali, 9 persen di antaranya dalam kondisi sakit. Ini termasuk 16 koperasi milik Pemprov Bali yang sudah 3 sampai 4 kali tidak mengadakan rapat tahunan (RAT). Hal ini diungkapkan Kadis Koperasi UMKM Dewa Nyoman Patra, Senin (8/7) di Denpasar. Dikatakan, koperasi yang sakit tentunya masih bisa disembuhkan, namun yang benar-benar sakit akan dibantu menguburkannya. “Yang sakit beneran itu, sampai 3-4 kali tidak RAT, ya kita bantu menguburnya,” jelas Patra, Kendati masih ada koperasi yang sakit di Bali, pertumbuhan koperasi di Bali dianggap

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengakui bahwa penyidik tengah mengusut dugaan gratifikasi lain, yakni berupa imbalan atas peran tersangka bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang disebut berperan memuluskan pengurusan sertifikat tanah proyek Hambalang.

JAKARTA-Fajar Bali “Iya, jadi semua kami dalami, ya, termasuk gratifikasi yang berhubungan dengan Kongres (Partai Demokrat), berhubungan dengan sertifikat,” kata Samad seusai mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin. KPK, kata Samad, telah mendapat informasi serta temuantemuan awal yang membuka peluang penyidik lembaga antirasuah ini untuk mendalami gratifikasi lain tersebut. “Termasuk aliran dana ke Kongres, serta pemberian dana dari badan usaha milik nergara,” katanya. Samad menegaskan, KPK ingin menyelesaikan kasus Hambalang secara utuh, tanpa sisa. “Kalau kami selesaikan secara parsial, kami khawatir nanti kasus ini akan menyisakan masalah di kemudian hari,” katanya. Karena itu, ia meminta

publik maklum jika kerja KPK terkesan lama. “Karena kami ingin mengumpulkan semua bukti.” Sementara itu terkait pengusutan kasus yang melibatkan Muhammad Nazaruddin, Samad mengatakan, tidak serta merta bisa digarap oleh KPK. Sebab, KPK kerap meragukan omongan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu. “Nazaruddin suka ngomong macam-macam. Jadi tidak bisa dipercaya 100 persen. Ada keterangannya yang tidak benar,” kata Abraham usai pertemuan dengan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin. Abraham mengatakan KPK membantah hanya menggarap dua kasus yang melibatkan Nazaruddin. Dia menegaskan ada lebih dari dua kasus Nazaruddin yang digarap lembaganya. “Kayaknya tidak dua, lebih. Nanti saya tanyakan penyidik (dulu),”

kata Samad. Sebelumnya, KPK disebut menerima 31 laporan tindak pidana korupsi yang menyangkut Nazaruddin. Namun, setidaknya ada 13 kasus Nazaruddin yang sedang diselidiki KPK kemudian diambil alih Kejaksaan Agung. Kasus yang ditangani Ke-

jaksaan antara lain, pengadaan pesawat latih milik Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia di Curug, Banten. Namun, dari ke-31 kasus yang melibatkan Nazaruddin, baru dua kasus yang penyidikannya tuntas, yakni pembelian saham Garuda dan Wisma Atlet. TP

JAKARTA-Fajar Bali Setelah penetapan dua tersangka kasus korupsi pencairan deposito Bank Permata milik PT Pengembangan Pariwisata Bali (Persero) atau Bali Tour Development Corporation (PT BTDC) sebesar Rp 6 miliar, penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung mulai memeriksa para saksi. “Dugaan tindak pidana korupsi PT BTDC, kemarin diperiksa empat orang saksi,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Senin (8/7). Menurut Untung, keempaat saksi yang diperiksa tersebut, masing-masing mantan Relation Manager Bank Permata, Indra S; Relation Manager Credit

Bank Permata, Cicilia S; Teller Bank Permata, Widyaningsih; dan Branch Service Manager Bank Permata, Padyaningsih. Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan setelah Kejaksaan Agung menetapkan penyelidikan pencairan deposito Bank Permata milik PT BTDC di Cabang Bank Permata Cabang Kenari, Jakarta Pusat, sebagai kasus korupsi sebesar Rp 6 miliar. Untung menjelaskan, pencairan deposito di Bank Permata milik PT BTDC tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak 28 Juni lalu, karena penyidik telah ditemukan bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi. Setelah meningkatkan ke tahap penyidikan, penyidik pi-

dana khusus Kejaksaan Agung langsung menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini, yakni Mantan Kepala Cabang Bank Permata Cabang Kenari, Jakarta Pusat dengan inisial DN dan mantan Direktur Keuangan PT BTDC dengan inisial S. Adapun dugaan tindak korupsi tersebut, ujar Untung, terlihat dari adanya pencairan dana deposito berjangka serta pemanfaatan bunga dari deposito berjangka milik PT BTDC yang tersimpan di Bank Permata Cabang Kenari, Jakarta Pusat senilai kurang lebih Rp 6 miliar oleh PT Incor Energy. Menurutnya, pencairan serta pemanfaatan dana tersebut diduga tanpa mempergunakan bilyet giro asli, aplikasi pen-

cairan bukan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, dan pencairan dilakukan tanpa melakukan konfirmasi kepada PT BTDC terlebih dahulu. Atas temuan tersebut, tim penyidik yang berjumlah tujuh orang yang dikoordinir Fadil Zumhana, telah menyusun rencana pelaksanaan penyidikan. Kemudian, Senin depan tim memanggil 4 orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Keempat saksi yang dipangil Senin pekan depan itu, yakni mantan relation manager Bank Permata, Indra Safa; Relation Manager Credit Bank Permata, Cicilia Seviane; Teller Bank Permata, Widyaningsih, dan Branch Service Manager Bank Permata, Padyaningsih. IS

Abraham Samad

FB/IST

‘Bola Panas’Reklamasi Dilempar ke Dewan Ketua DPRD Bali, AA Oka Ratmadi, Senin kemarin menjelaskan persoalan reklamasi itu masih dalam tahap kajian. “Itu masih dalam kajian Unud,” jelas Cok Rat. Ditambahkannya, bila hal tersebut dibangun untuk kepentingan antisipasi terhadap tsunami dan menyangga pulau Bali hal itu pasti diijinkan. Disisi lain, Cok Rat menjelaskan

bahwa untuk reklamasi tersebut masih menunggu Perda Arahan Zonasi dan aturan lainnya. Cok Rat sendiri juga menampik bahwa soal ijin reklamasi tersebut sudah dikeluarkan. “Saya sendiri belum baca, apa itu ijin atau untuk kajian,” tutup Cok Rat. Plt. Kepala Bappeda Bali yang kini menjabat Sekda Bali, Cokorda Ngurah Pemayun mengatakan bahwa persoalan

reklamasi tersebut sebenarnya belum apa-apa. “Ini belum apaapa, masih jauh dan banyak hal yang harus dipenuhi mengenai persyaratannya,” terang Cok Pemayun. Dijelaskannya untuk ijin terkait di kawasan Tanjung Benoa, masih menunggu Perda Arahan Zonasi dan peraturan lainnya. Sedangkan terkait rekomendasi yang sudah dikeluarkan tersebut, Cok Pemayun men-

gatakan bahwa rekomendasi baru sebatas ijin untuk terus melakukan kajian FS. “Belum ada rekomendasi untuk pelaksanaan proyek. Semuanya masih menyelesaikan FS dan peraturan lainnya,” terangnya lagi. Cok Pemayun juga mengatakan bahwa untuk pengajuan FS juga disarankan untuk mencarikan kajian pembanding sebagai persyaratan nanti saat dilakukan uji publik.W-010

tai Gerindra, PNBKI, dan PKPB. Setelah mengetahui nomor urut masing-masing, setiap kandidat pun memiliki persepsi tersendri terhadap nomor yang didapatkan. Paket Bagus memaknai nomor urut 1 sebagai sebuah kemenangan. Walaupun setiap kandidat memiliki peluang menang yang sama, tapi dengan nomor urut 1 menurut Bagus akan memudahkan para pemilih untuk mencoblos. Berbeda dengan Bagus, Anom-Regeg justru memaknai nomor urut dua sebagai kesempatan kedua. A.A Gde Anom menilai, angka dua berarti kesempatan yang kedua bagi PDIP untuk memimpin Kabupaten Klungkung. Setelah masa pemerintahan Bupati I Wayan Candra yang juga diusung oleh PDIP. Selanjutnya, menurut Paket

Rasa, nomor urut 3 berarti sakral. Yang mana angka tiga, diidentikkan dengan simbol tri datu. Tjok Raka menyampaikan, Tri artinya tiga dan datu artinya warna. Oleh karena itu, angka 3 bagi Tjok Raka sangatlah istimewa sekaligus sakral. Di lain sisi, Paket Suwasta yang mendapatkan nomor urut empat juga memiliki persepsi tersendiri. Menurut I Made Kasta, angka empat dapat diartikan sebagai dukungan yang akan datang dari empat kecamatan yang ada di Kabupaten Klungkung. Yakni Kecamatan Dawan, Klungkung, Banjarangkan, dan Nusa Penida. Di samping itu, angka empat juga mengisyaraktkan bahwa dukungan akan datang dari empat penjuru mata angin yang ada, yakni utara, timur, selatan, dan barat. Tak hanya itu, Ketua Tim Pemenangan Pa-

ket Suwasta, I Wayan Baru juga berharap, bahwa angka empat akan membawa dukungan yang berlipat bagi Suwasta. Proses pengundian nomor urut ini, ditutup dengan acara pelepasan burung merpati. Yang mana, KPUD Klungkung menggunakan burung merpati sebagai sombol Pilkada Damai. Acara pelepasan burung merpati tersebut dilakukan di depan Gor Swecapura. Bupati Klungkung, I Wayan Candra beserta empat pasang Kandidat terlihat melepas belasan burung merpati dengan sangat bersemangat. Kemeriahan tak berhenti di sana, masingmasing pendukung pun akhirnya menggendong jagoanya masing-masing yang disemangati oleh tabuh baleganjur yang semakin keras. W-019

atau daerah lainnya, seperti ampas kelapa sawit. “Pabrik itu hanya sempat berjalan 2 tahun,lalu jalan ditempat karena bahan baku terbatas,” tambahnya. Selain terbatasnya bahan baku, harga bahan baku juga sering dipermainkan dan sering datangnya terlambat. Sedangkan pakan ternak dari jerami kering, selain kandungan proteinnya sangat rendah,

juga belum mampu mencukupi pasokan untuk bahan baku di Bali. Disebutnya, kadar protein jerami kering hanya 2% sedangkan persyaratan pakan ternak seharusnya mengandung 5% protein. Bila pabrik pakan ternak didirikan di Bali, maka setidaknya, pemerintah pusat bisa membantu subsidi transportasi bahan baku pakan

ternak tersebut. Disamping itu, limbah pabrik ikan di Bali, kapasitasnya belum besar sehingga pasokannya juga masih mendatangkan dari luar. Selain pabrik pakan ternak sapi, Bali juga membutuhkan pakan ternak lain seperti untuk babi, ayam dan itik. “Kami (Pemprov) akan mengkaji lagi dan melakukan pendekatan dengan pemerintah pusat,”katanya. W-010

Nomor Urut Cabup-Cawabup Klungkung Diundi DARI HALAMAN 1 lapangan Swecapura, selanjutnya sebanyak 50 pendukung masing-masing kandidat diizinkan untuk memasuki aula Gor Swecapura. Berdasar hasil pengundian, pasangan Bagus (Tjokorda Bagus Oka-Ida Bagus Adnyana) yang diusung Partai Golkar dan Demokrat mendapat nomor urut satu. Selanjutnya nomor urut dua, diperoleh pasangan Anom-Regeg (A.A Gde Anom- I Wayan Regeg) yang diusung PDIP dan PNIM. Nomor urut tiga didapatkan kandidat Rasa (Tjokorda Raka Putra-Putu Tika Winawan) usungan Partai Hanura, PDP, dan PPRN. Sedangkan nomor urut terakhir, yakni nomor empat didapatkan Paket Suwasta (I Nyoman Suwirta- I Made Kasta) yang diusung Par-

JAKARTA-Fajar Bali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Maharani Suciyono untuk dimintai keterangan. Rani merupakan saksi kasus suap daging sapi impor yang turut tertangkap bersama tersangka Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien. “Diperiksa untuk tersangka MEL (Maria Elizabeth Liman),” kata Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha, Senin (8/7). Maria Elizabeth merupakan Direktur PT Indoguna Utama, importir daging yang diduga menggelontorkan suap kepada Fathanah untuk diberikan ke Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi diduga mengintervensi Menteri Pertanian Suswono untuk memberikan tambahan kuota impor daging bagi Indoguna sebesar 10 ribu ton. Luthfi dan Fathanah kini tengah menjalani persidangan sebagai terdakwa kasus suap impor daging sapi. Sebelumnya, Maharani Suciyono, 20 tahun, mahasiswi universitas swasta di Jakarta Selatan, mengaku berada di sebuah kamar di lantai 17 Hotel Le Meridien, Jakarta, saat ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi. Maharani mengaku diajak bermesraan oleh Ahmad Fathanah. “Di dalam kamar, saya dan yang bersangkutan menonton televisi, mengobrol sebentar. Setelah Fathanah mandi, dia mengajak saya berhubungan intim,” kata Maharani. Rani memperoleh bayaran Rp 10 juta dari Fathanah. Uang itu merupakan bagian dari duit suap Rp 1 miliar yang baru saja diambil Fathanah dari Indoguna. Duit itu akan diserahkan Fathanah ke Luthfi, bagian dari suap Rp 40 miliar. TP

dari luar daerah Bali. Seperti dituturkan Sumantra, bahwa Bali sebelumnya pernah memiliki pabrik pakan ternak, namun pabrik itu tidak bisa berlangsung lama, mengingat Bali tidak memiliki pusat bahan baku untuk dijadikan pakan ternak. Untuk bahan baku pakan itu didatangkan dari Lampung

Maharani Suciyono

FB/IST

Pemilu 2014,KASAD Janji TNI Netral DARI HALAMAN 1 Pemilu 2014. Sebab, mantan KASAD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo kini menjadi anggota Dewan Pembina Partai Demokrat. Pramono digadanggadang akan mengikuti kon-

vensi calon presiden Partai Demokrat bersama sejumlah tokoh. Di antaranya Ketua DPR Marzukie Ali, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman. Tapi Pramono mengatakan

belum ada permintaan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengikuti konvensi Agustus nanti. “Belum ada,” kata dia saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional di Jakarta, Sabtu. TP

yakan kejelasannya. Karena saya mengenal beberapa perawat dan dokter disana” tuturnya. Setibanya, saat menanyakan hal tersebut, salah satu petugas JKBM yang menangani berkas Jero Wayan Lama mengatakan kepada pihak keluarga masih menunggu giliran operasi, padahal berkas sudah berada di Poli Bedah. Akhirnya pihak keluarga kembali untuk menunggu, sedangkan penyakit Jero Mangku sudah semakin parah. Untuk kesekian kalinya pihak keluarga mendatangi RS Sanglah, hasilnya tetap nihil. “Kami merasa dipersulit, yang saya rasakan petugas saling lempar kesana kemari. Kami hanya butuh kepastian?, kapan Jero akan menjalani operasi dan sudah setahun ia (Jero) mengalami penyakit ini” ucap Rima

yang bekerja sebagai Manager disalah satu perusahaan pialang. Ia mengaku, tidak hanya pihak keluarga Jero saja mengalami kejadian ini, beberapa warga di desanya juga mengalami kejadian yang sama. Pihaknya sangat berharap kepada pemerintah khusunya di bidang kesehatan agar merespon dan menindaklanjuti masalah ini supaya tidak ada warga lagi yang mengalami kesulitan saat berobat melalui JKBM. “Saya hanya memberikan masukkan, intinya sudah tau biaya RS mahal dan perekonomian di Bali juga belum stabil, tolong lebih peduli dengan warga bawah terutama di bidang kesehatan. Kalau bisa pihak atas langsung turun ke bawah” jelasnya. M-003

Harapan JKBM Agar Lebih Dipermudah

DARI HALAMAN 1 Badung pada hari Senin kemarin (8/7). Ia menyampaikan bahwa dirinya sejak bulan Januari 2013 lalu mengurus salah satu warga di desanya yang menderita penyakit Batu Ginjal bernama Jero Wayan Lama, 65, melalui JKBM di RS Sanglah. Diawal pihak keluarga mengaku sudah menjalani proses pendaftaran JKBM secara prosedur yang ditetapkan, hingga menunggu konfirmasi via- telepon dari RS Sanglah. Namun, sampai kurun waktu sebulan sejak awal pendaftaran pihak RS Sanglah belum ada konfirmasi. “ Saya yang saat itu dimintai tolong kepada anak dari Jero Wayan berinisiatif datang kembali ke RS Sangah untuk menan-

Prospek Bagus Terkendala Bahan Baku DARI HALAMAN 1

SBY. Patra sendiri menyebutkan bahwa apa yang menjadi dasar penilaian ditentukan oleh Kementerian Koperasi. Dengan demikian, menurut Patra bahwa Bali secara beruntun terus mendapatkan penghargaan koperasi di tingkat nasional. Pada Harkopnas di Lombok Barat rencananya diisi dengan kegiatan Harkopnas Expo, pasar rakyat serta acara lainnya yang dipusatkan di bekas halaman Kantor Bupati Lombok Barat. Disamping kegiatan tersebut diadakan pula kegiatan seminar perkoperasian bagi seluruh masyarakat maupun pegiat koperasi serta sosialiasi Undang-undang Koperasi Nomor 17 Tahun 2012.W-010

KPK Kembali Periksa Maharani

Kejagung Periksa Empat Saksi Korupsi PT Bali Tour

DARI HALAMAN 1

masih cukup baik. Terbukti pada hari Koperasi (Harkopnas), 12 Juli mendatang, Pemprov Bali bakal mendapat penghargaan Hari Bakti Koperasi. Untuk Bali sendiri ada 4 lembaga koperasi yang bakalan mendapat penghargaan tersebut. Penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM tersebut akan diterima di Lombok. Bahkan pada puncak peringatan hari Koperasi tersebut akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kadis Koperasi UMKM, Dewa Nyoman Patra yang juga akan menerima penghargaan Bakti Karya Koperasi mengatakan sebelumnya di tahun 2012 lalu, Gubernur Bali telah mendapatkan penghargaan utama Satya Lencana Koperasi oleh Presiden

026/VI/FB/MHM


0361 411283

12

Pesona

PKB

FAJA R BALI

Selasa, 9 Juli 2013 Tahun XIII

Jadwal PKB selasa, 9 JULI 2013 Waktu : 11.00 wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Tari-tarian oleh group Seni Suara Hati Kab, Buleleng Waktu Tempat Kegiatan

: 14.00 wita : Kalangan Ayodya : Tabuh Klasik oleh Sanggar Mekar Bhuana, Kota Denpasar

Waktu : 20.00 wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Kesenian Bondres Bali Jani 2013 Kota Denpasar Waktu : 20.00 wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Parade Arja dari Kab, Gianyar Waktu : 20.00 wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Pemutaran Film Dokumentar Waktu : 20.00 wita Tempat : Panggung Terbuka Arda Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Wanita dari Kab, Karangasem, dan Kab Gianyar

Pernak-Pernik Penjelajah Panggung PKB

FB/HERU

DENPASAR -Fajar Bali Inilah penonton paling unik dan otentik di PKB. Semua orang yang rutin ke PKB pasti hafal siapa sosok pria dengan stelan pakaian khas yakni baju rangkap (sampai lima baju), dengan baju warna oranye, celana pendek biru, memakai sandal jepit. Uniknya bapak perut buncit ini selalu menonton paling depan. Ketika ditanya ia mengaku namanya Gusti Ngurah Purnama, tetapi sebagian orang-orang yang mengetahui sosoknya, menyebutnya “ Ngurah Siu Bau”. “Dikatakan begitu, karena ia Gusti Ngurah ‘Siu Bau’ Purnama sering minta uang seribu yang tertunduk lesu saat menyaksikan baru kepada pengunjung PKB. pementasan seni di PKB. Biasanya sasarannya adalah para pemuda yang sedang pacaran,” ujar salah satu pengunjung yang tahu kebiasaannya. Diapun mengaku, memang minta uang untuk makan kepada penonton PKB. Tapi jangan salah, pria bertubuh tambun ini punya selera seni juga. Ia mengaku suka dengan pentas Arja, Calonarang dan Legong. Ketika ditanya, suka atau tidak dengan Joged Bumbung, si ‘Siu Bau’ ini gelenggeleng kepala. “Saya malu kalau diajak menari”, cetusnya. Mungkin juga karena tubuh tambun jadi susah ngibingnya. Ketika ditelusuri lebih dalam, ternyata pria unik dan otentik ini tinggal di Abiansemal. Namun selama PKB berlangsung ia tidak pernah pulang ke rumah, dan menumpang tidur di ISI Denpasar. “Entah dimana ia tidur di ISI Denpasar yang disebutnya itu ASTI, mungkin terbawa sejak dulu sebelum menjadi ISI, “ kata rekan penulis. Dikatakan pula, ia hanya sekolah sampai kelas 3 SD (dulu SR). Duduk di bangku Sekolah Rakyat (SD sekarang) diingatnya itu saat terjadinya peristiwa G. 30. S. PKI yang disebutnya sebagai Gestok. Sampai sekarang ia hidup sendiri, alias tidak punya istri. Ketika ditanya apakah ia tidak ingin menikah ? Dia menjawab mau saja menikah, tapi wanitanya yang tidak mau.“ Saya malu karena tidak punya rumah, “ tambahnya. Sosok Gusti Ngurah ‘Siu Bau’ Purnama, adalah sisi lain hiruk-pikuk dan hangar-bingar PKB. Terlepas dari persoalan personal dirinya, namun ia memiliki ketulusan dan kemurnian dalam menyimak sebuah seni budaya di PKB (Bali). Jika ada yang bertanya, siapa orang paling suntuk menyaksikan pementasan di PKB, ya dia ini orangnya. Secara tidak langsung, selain para seniman, Ngurah ‘Siu Bau’ inilah jadi bintang di PKB. Ia penonton yang tak pernah absen mengisi kursi-kursi kosong saat pementasan kesenian. W-017

PKB dalam Jepret Kamera

Toilet pria di areal Pesta Kesenian Bali (PKB) terkesan jorok. Dari luar ruangan saja, aroma toilet sudah tak sedap. Di dalam lebih parah lagi. Ketiga toilet FB/RONY rusak semua dan tertutup kertas karton dengan tulisan “rusak” bercampur air seni dari pengunjung PKB menandakan sudut ini seakan terlupakan. Padahal, setiap pengunjung yang masuk ke dalam toilet baik pria maupun wanita dikenakan charge. “Seharusnya pihak panitia berani menyewa tim cleaning service selama PKB berlangsung” ujar salah satu pengunjung yang keluar dari toilet seraya menutup hidungnya.

FB/HERU

Joged Mekar Sari Banjar Samblong Kelurahan Sangkaragung Kabupaten Jembrana tampil menghibur di Kalangan Ayodya.

Joged Gumi Makepung ‘Dikepung’ Penonton

Senin (8/7) di Kalangan Ayodya Joged Bumbung kembali ‘mengguncang’ PKB. Kali ini tampil Joged Mekar Sari Banjar Samblong Kelurahan Sangkaragung Kabupaten Jembrana. Dengan pentasnya joged asal Gumi Makepung ini cukup membuktikan joged tak selalu terkesan ‘porno’ melainkan sebagai hiburan, melepas penat dengan aksi ngibing. Dan penonton pun tertawa. DENPASAR-Fajar Bali Seperti pada joged bumbung sebelumnya, jauh sebelum pentas dimulai, penonton seolah sudah ‘pesan’ tempat dahulu, alias sudah memilih tempat duduk. Setidaknya berada pada jangkauan bisa melihat langsung

Keliling Stand

aksi para penari joged bumbung dan pengibingnya. Ketika waktu mulai merambat memasuki pukul 11.00 wita, saat jadwal pentas joged dimulai pononton sudah memenuhi kalangan Ayodya hingga meluber di luar kawasan. Dan Tabuh

pembuka digeber dengan nama tabuh pengungkap sabda. Sebuah tabuh pembuka yang selalu ditampilkan diawal pertunjukan dan berfungsi sebagai permohonan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, agar pentas berjalan dengan lancar dan baik. Sejenak kemudian muncullah penarinya dipanggung dengan gerak yang dinamis, lincah yang kemudian mengundang seorang pengibing dan menarilah mereka dengan gaya kocak. Aksi ngibing ini memang ditunggutunggu penonton. Koordinator Sekaa, I Nengah Cindra mengatakan pihaknya merasa bangga dan senang bisa meramaikan PKB tahun 2013.

Sebelumnya sekaa jogednya sudah banyak mengikuti festival joged diberbagai tempat, dan belum lama ini meraih juara 2 di Kabupaten Jembrana. “Hingga kami mendapat kehormatan oleh Bupati Jembrana untuk tampil di PKB ini,” tambahnya. Ni Kadek Dwiyasmini, satu dari dua penari Joged Bumbung dari Jembrana yang tampil bersama Sekaa Joged Mekar Sari Bajar Samblong, Kabupaten Jembrana ini mengatakan bahwa sebagai penari joged, maka harus bisa membawa diri, mengatur pengibingnya. “Kalau menurut saya, penari harus bisa membawakan tariannya dengan wajar saja, sebab,

biasanya kalau penarinya sudah memulai dengan gerakan yang agak ‘seru’ maka pengibingnya akan juga lebih ‘seru’ lagi. Sebaliknya juga kalau pengibingnya yang memulai begitu, penarinya harus bisa mengindari gaya yang begituan”, paparnya. Dwiyasmini mengaku sudah tiga kali tampil di PKB, dan jobnya sebagai penari termasuk padat. Dara yang bekerja sebagai tata usaha di sebuah sekolah lanjutan tingkat pertama di Jembrana ini mengaku senang bila menari joged bumbung. “Karena ini joged untuk hiburan, bila pengunjung senang, tentu kita juga ikut senang,” akunya. W-017

‘Menyulap’ Sampah Menjadi Berkah

DENPASAR - Fajar Bali Sampah bisa menjadi potensi bisnis yang menggiurkan. Bahan yang sudah tak terpakai dan tidak dilirik ini mampu mendatangkan keuntungan yang sangat besar. Hal ini diungkapkan Owner Indah Asri Dried Flowers Made Asri Restuastiti Karda saat ditemui Fajar Bali Senin kemarin (8/7). Wanita cantik berkacamata ini menuturkan, kerajinan yang berawal dari sebuah keisengan dan hobi ini menuai omzet yang luar biasa. Sampah yang didaur ulang ini lanjutnya tak perlu modal besar. Bahkan, keuntungan yang didapat bisa diatas modal. “Modalnya kecil tapi keuntungannya besar. Awalnya sih hobi tapi akhirnya tertarik untuk dipasarkan,” kata Asri. Asri menyebut, kerajinan sampah yang didaur ulang olehnya ini semua berasal dari alam. Bahan seperti daun lontar, kulit jagung, biji palm, buah bintarao, lotus kelopak buah dan bagian dari sebuah pohon yakni ranting, dahan dan akar di tangan kreatif Asri diubah menjadi sebuah hiasan dekorasi unik dan menarik. “Kami olah untuk bisa jadi hiasan dekorasi bunga kering,” kata asri. Kerajinan yang digeluti oleh Asri sejak tahun 1998 ini akhirnya mulai dipasarkan di arena Pesta Kesenian Bali sejak 2001 silam. Hasilnya, Asri mengakui selalu menuai keuntungan. “Setiap tahun sejak pertama kali ikut PKB selalu dapat untung. PKB kali

FB/RONY

Made Asri Restuastiti Karda.

ini, modal bahkan sudah tertutupi sejak minggu pertama,” ujarnya tersenyum. Sementara itu, Asri menyebutkan bahwa PKB pada tahun 2011 merupakan tahun terbaik dari segi keuntungan yang didapatkan. Pada PKB ke 33 tersebut, lanjutnya, keuntungan yang didapat hampir 200 persen. “PKB 2 tahun lalu yang terbaik dari segi penjualan. Keuntungan saya hampir 200 persen pada waktu itu,” kenangnya.

Namun Asri pun mengakui, keikutsertaannya pada PKB ke 35 ini diperkirakan omzet akan menurun. Penurunan yang terjadi tidak terlalu besar yakni berkisar di 5 persen. Hal ini kata Asri disebabkan karena pada PKB kali ini pementasan sangat sedikit. “Pementasan sekarang sangat sedikit. Jika sebelumnya dalam PKB selalu ada pementasan setiap hari Sabtu dan Minggu, sekarang tidak ada,” ungkapnya.

Owner kerajinan yang berpusat di Jalan Tukad Badung 107 B, Denpasar ini menilai PKB tahun ini cukup bagus dari segi penataan stand. Namun dirinya berharap agar biaya sewa stand jangan mengalami kenaikan setiap tahunnya. “Sewa stand jangan naik terus. Untuk kegiatan - kegiatan atau pentas seni agar diperbanyak lagi,” saran Asri sembari menyebut biaya sewa stand tahun ini naik menjadi Rp 6 juta dari yang sebelumnya Rp 5 juta selama pelaksanaan PKB berlangsung. Asri menawarkan harga yang bervariasi di setiap kerajinan hiasan yang dihasilkannya. Untuk 1 tangkai hiasan ini dijual seharga Rp 5 ribu rupiah hingga Rp 15 ribu. Sedangkan, jika dalam bentuk rangkaian yang bisa terdiri dari 5 hingga 7 batang hiasan, Asri menjual dengan harga Rp 60 ribu sampai Rp 400 ribu. “Rata - rata semua kerajinan daur ulang disini laku semua,” ucapnya. Untuk setiap kerajinan olahan bahan sampah daur ulang ini kata Asri mengalami proses yang sangat lama. Untuk bahan hiasan dari kulit jagung Asri mencontohkan, proses yang dilewati memakan waktu hingga 2 minggu mulai dari proses penjemuran, penghilangan warna kulit jagung hingga proses pembentukan. Rata - rata kerajinan prosesnya sekitar 2 mingguan,” terangnya. W-011

TACE TEHNOLOGI CANGGIH MEMBUNUH SEL KANKER GANAS

P

erkembangan penyakit kanker dan perkembangan tehnologi saling kejar mengejar. Ilmu pengetahuan yang berkembang pesat saat ini berusaha memecahkan misteri tumbuhnya sel kanker yang semakin mengkhawatirkan. Tehnologi Intervensi dapat memberikan alternative pengobatan untuk pasien kanker ganas saat ini. Dengan tehnik intervensi pasien kanker tidak dilakukan pembedahan/tanpa operasi, tapi hasilnya lebih efektif karena obat yang diberikan langsung ke sumber sel kanker yang sedang tumbuh. Bisa

dikatakan lebih efesien dari kemoterapi konvesional yang dilakukan melalui infus saat ini, karena dengan tehnik intervensi obat kemo yang diberikan dosisnya relatif lebih kecil. Keungulan lain dari tehnik ini

adalah tidak timbul efek samping seperti rambut rontok, mual muntah, pusing, dan kulit keriput kehitaman. Tehnik ini dikerjakan oleh dokter spesialis radiologi intervensi di dalam ruangan khusus dan peralatan yang

canggih. Dengan selang kateter yang sangat kecil dimasukkan melalui pembuluh darah pelipatan paha maka dokter mengarahkan obat kemo ke fedding artery yang menyuplai makanan ke pusat tumbuhnya sel kanker. Dengan tehnologi digital modern maka perjalanan caterter dan obat kemo yang dimasukkan melalui pembuluh darah dapat dipantau melalui monitor dan dapat dilihat langsung oleh pasien dan keluarganya. Sepertihalnya pengobatan kanker yang lain, tindakan TACE (Trans Arterial Chemo Embolisation) juga

dilakukan berseri artinya pemberian obat tidak cukup sekali tindakan, tergantung dari stadium kankernya, biasanya 3 kali bisa juga lebih. Tehnologi ini juga bisa digunakan oleh dokter radiologi untuk kasus stroke acute pembuntuan, dengan pembukaan kembali pembuluh darah yang tersumbat pada stroke acute sehingga kelumpuhan bisa di cegah. Sedangkan untuk kasus luka membusuk oleh karena ganggren pada Diabetes melitus juga dilakukan rekanilisasi pembuluh darah yang menyempit, sehingga amputasi bisa dihindari.

Informasi selengkapnya dapat menghubungi RS BaliMed Denpasar Bali Contac Person: Sandri 081999132328/082144878012/PIN BB 24E5B1B8. 171/VI/FB/IGR


FAJAR BALI EDISI SELASA, 9 JULI 2013