Issuu on Google+

KAMIS, 8 MEI 2014 | TAHUN XIV

FAJAR BALI Aktual, Tajam, dan Dinamis

ARB Takut Tiket Capresnya Diambil Kembali

Ribuan Praktik Pengobatan Tradisional di Bali Ilegal

JAKARTA-Fajar Bali Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong Zainal Bintang mengatakan, Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie takut kehilangan tiket pencalonannya sebagai presiden dalam Pemilihan Presiden 2014. Melalui Rapimnas Aburizal Bakrie Partai Golkar tahun 2012, Aburizal alias Ical ditetapkan sebagai bakal calon presiden yang akan diusung partai berlambang pohon

DENPASAR-Fajar Bali Tahun ini, praktik pengobatan tradisional seolah menduduki masa kejayaan.  Buktinya nyaris setiap hari, promosinya wara-wiri di televisi.  Bermodal pelayanan ramah dan menawarkan obat herbal,  praktik inipun berhasil memikat pasien.  Saat ini, di Bali memiliki 3024 pengobatan tradisional yang sudah beroperasi. Ironisnya, dari jumlah tersebut hanya 127 yang sudah terdaftar sebagai pengobatan tradisional. Sedangkan sisanya, ilegal.  Praktik dokter umum pun kalah tanding dengan klinik-klinik ‘berbau’ tradisional ini. Rabu (7/5) kemarin,  Kasi Sertifikasi Perizinan dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Wayan Resini mengungkapkan, jumlah pengobatan tradisional di Bali memang melonjak.  Hingga bulan Mei 2014, Dinas Kesehatan mencatat 3024 pengobatan tradisional di seluruh Bali.  Jumlah itu dapat dibagi menjadi kategori pengobatan tradisional keterampilan (pijat urut, akupuntur, dukun bayi, sunat, ataupun patah tulang)  sebanyak 2546 dan pengobatan ramuan (jamu dan aroma terapis)  478 orang.  Sayangnya,  tak semua klinik pengobatan tradisional di Bali sudah mengantongi Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT) dan

KE HAL. 11

KE HAL. 11 KE HAL. 11

Pak Gubernur

SDN 1 Singapadu Kekurangan Kamar Kecil Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Singapadu yang berlokasi di Banjar Senguan, Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar sangat mengharapkan bantuan berupa pembangunan kamar kecil/toilet. Saat ini sekolah itu hanya memiliki dua unit kamar kecil dengan jumlah siswa sebanyak I Made Artha 213 orang. Belum lagi ditambah jumlah guru. “Untuk saat ini kami di SDN 1 Singapadu kekurangan kamar kecil KE HAL. 11

Dompet

Dana Punia

FAJAR BALI

(Izin Gubernur Bali : 460/08928/III/BPMP/2014)

UNTUK membantu masyarakat Bali yang sebagian masih miskin dan memerlukan bantuan, atas izin Gubernur Bali Nomor : 460/08928/III/ BPMP/2014, Tertanggal: 27 Maret 2014, Harian Umum Fajar Bali bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali, BK3S Provinsi Bali dan PT. Bank Pembangunan Daerah Bali terhitung mulai tanggal 2 April 2014 membuka Dompet Dana Punia Fajar Bali, yang terbuka untuk umum. Bantuan Anda berupa uang/barang (natural) lainnya, dapat kami terima melalui dompet ini, dengan langsung ke Kantor Harian Umum Fajar Bali Jl. Indra Jaya No.8 Ubung Kaja Denpasar Telpon (0361) 411283 atau melalui Bank BPD, Nomor rekening: 050.02.02.02377-7 atas nama PT. ARTHA MEDIA FAJAR BALI UTAMA PRESS. Semua bantuan anda kami akan muat di Surat Kabar Fajar Bali, dan pada saatnya nanti, kami salurkan secara terbuka kepada masyarakat Bali yang memerlukan. Penyaluran bantuan, baik berupa uang maupun barang (natural), akan kami pertanggungjawabkan secara rutin tiap 3 bulan sekali. Kami mohon uluran tangan Anda, untuk dapat membantu anggota masyarakat yang masih memerlukan uluran tangan kita bersama, dengan menyisihkan sebagian dari apa yang kita miliki. Terima kasih (Penerbit)

DOMPET DANA PUNIA FAJAR BALI NO.

NAMA

ALAMAT

JUMLAH

UPT Dinas Pendapatan Kab. Klungkung Prov. Bali 937 Putu Sudiana,S.Sos Denpasar Rp 50,000 938 I GP Yadnya,SP.M.Si Gianyar Rp 25,000 939 I Nym. Budha,SE.MM Denpasar Rp 25,000 940 I Wayan Adi Sucita,SIP Karangasem Rp 25,000 941 Ni Luh Sutiari,SE Badung Rp 15,000

DAFTAR PENYUMBANG SELANJUTNYA DI HALAMAN 2

Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan Periode 15 Jan 2014 s/d 14 Mei 2014 Sumber : PRESS-002/LPS/I/2014 BANK UMUM

BPR

Rupiah

Valuta Asing

Rupiah

7,50%

1,50%

10,00% 514/I/BGS

Bali Permata Tours TIRTAYATRA KE INDIA

BRKT: MARET, APRIL, JUNI, AGUSTUS, SEPTEMBER SINGAPORE - MALAYSIA 4H/3M AUSTRALIA, JEPANG, KOREA, VIETNAM

SINGAPORE 3 H/2M GUNUNGSALAK 2H/1M BANGKOK-PATTAYA 4H/3M JOGYAKARTA 3H/2M HONGKONG 4H/3M BEIJING 4H/3M KUTAI 3H/2M PAKET TOUR KE KAPAL PESIAR - CARIBBEAN CRUISE - HOLLAND AMERICA LINE

BOOKING TICKET PESAWAT & HOTEL

HUB: 0361-7807850 / 7426100, 0361-264915, 08123900846, KETUT SUDIARSA, SE 026/VI/W-020

ONLINE: www.fajarbali.com

Harga Eceran Rp. 3.000,-

FB/PRAMONO

BERSAING-Peserta Jegeg-Bagus Jembrana tahun 2014 menjalani tes keterampilan mengulat janur di Wantilan Pura Jagatnatha, Rabu (7/5). Setelah melalui seleksi dan pemilihan, akhirnya I Made Billi Mahayakti Heriadi (21) dan Putu Priska Dewi (17) terpilih sebagai pemenang Jegeg Bagus Jembrana tahun 2014.

Pasien Diduga MERS Meninggal Penderita penyakit yang diduga karena Middle East Respiratory Syndrom Coronavirus (MERS-Cov), berinisial AS (50) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Rabu (7/5) sekitar pukul 00.20. Pasien yang meninggal masih menunggu hasil dari Litbangkes di Dinkes agar mengetahui apakah AS meninggal positif atau negatif virus Mers-CoV. DENPASAR-Fajar Bali “Kami masih menunggu hasil dari Litbangkes di Dinkes agar mengetahui apakah AS meninggal positif atau negatif MERS-Cov,” kata Kepala Bidang Penunjang Medis RSUP Sanglah dr Ken Wirasandhi.

Ia mengatakan, pasien tersebut mempunyai riwayat penyakit paru obstruksi ironis (PPOK) dan jantung dan sempat mengeluh mengalami sesak dan batuk sejak satu bulan lalu. Hasil rontgen menunjukkan bahwa pasien mengarah ke PPOK. Namun,

pasien sempat pulang umrah pada 3 April, dan satu minggu kemudian, pada 10 April, pasien sempat pergi berobat ke Poli Paru RS Sanglah. “Pasien sudah jalani tindakan pemeriksaan lab. Dari hasil tersebut dilihat, belum ditemukan data mendukung bahwa adanya MERS-Cov (Middle East respiratory syndrome coronavirus) dalam pemeriksaan darah,” ujarnya. Ken menjelaskan bahwa pemeriksaan foto dada menunjukkan adanya penyakit paru kronis yang mengakibatkan fungsi tersebut menurun. “Kemungkinan pasien perokok berat atau mempunyai penyakit lama sehingga ada fungsi paru

Pasang Alat Deteksi Corona Virus MANGUPURA-Fajar Bali PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Ngurah Rai akan memasang alat pendeteksi virus corona “Middle East Respiratory Syndrome” (Mers-CoV) sebagai antisipasi penyebaran virus yang dilaporkan terjadi di Arab Saudi itu. “Dalam waktu dekat kami akan memasang alat pendeteksi. Kami tengah berkoordinasi dengan pihak KE HAL. 11

Ketua GIPI Sorot PKS Segera Deklarasi Dukung Prabowo Wacana Sirkuit F1

JAKARTA-Fajar Bali Isu pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) yang dituduhkan kepada bakal calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto, tak membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mundur dalam rencana koalisi dengan Partai Gerindra. PKS bahkan menyatakan akan mendeklarasikan koalisinya bersama Gerindra pada akhir pekan ini. “Kami memang tidak meridhoi soal politik culik menculik, tapi saya tidak menuduh Prabowo terlibat, artinya vonis sudah dijatuhkan. Jadi komunikasi kami berjalan begitu saja,” ujar Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid di Jakarta, Rabu (7/5). Menurut Hidayat, untuk kasus penculikan, sebenarnya sudah dipertanggungjawabkan dengan adanya peradilan militer yang diberikan kepada sejumlah perwira militer. Prabowo pun akhirnya dicopot dari jabatannya, Panglima Komando Strategi Angkatan Darat. Namun, Hidayat mengakui secara politis, kasus ini terus dikaitkan. Anehnya, kata Hidayat, saat Prabowo maju sebagai calon wakil presiden bersama Megawati Soekarnoputri, isu ini tak menjadi

KE HAL. 11

FB/IST

Hidayat Nur Wahid bahan pembicaraan. “Tahun 2009, PDI-P kan Megawati menggandeng Prabowo nggak dipermasalahkan tuh. Nggak ada juga yang menganulir,” kata Hidayat. Terkait dengan koalisi bersama Gerindra, Hidayat menuturkan, PKS sudah merespon ajakan formal Gerindra. “Gerindra sudah 99 persen menyetujui. Mudahmudahan minggu ini bisa dideklarasikan,” ucap anggota Komisi VIII DPR itu. Partai Gerindra berencana melakukan koalisi tenda besar. Selain PKS, Partai Gerindra juga

FB/IST

Prabowo Subianto melakukan pendekatan ke Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Tak Menunggu Pinangan Demokrat Hidayat Nur Wahid juga mengungkapkan alasan partainya enggan menunggu pinangan Partai Demokrat dalam membuat poros baru. Menurut Hidayat, sikap Demokrat yang menunggu hasil konvensi yang masih lama dibuka. “Di Demokrat sendiri kan masih punya PR, yaitu konvensi. Kalau itu selesai, manuver kami akan

DENPASAR-Fajar Bali Munculnya wacana dua proyek ‘raksasa’ di Bali ditanggapi serius oleh insan pariwisata. Mulai dari rencana pembangunan bandara internasional di Kabupaten Buleleng, hingga sirkuit FI di Jembrana. Mega proyek ini diharapkan tak memudarkan kesan pariwisata budaya di Bali. Apalagi, nama besar Bali dikenal dunia berkat wisata budaya, bukan industri. Penegasan itu disampaikan oleh Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, IB Ngurah Wijaya. Menurut Wijaya, dirinya tidak

FB/DIAH

IB Ngurah Wijaya ada dalam posisi setuju ataupun tidak setuju. Hanya saja, pemerintah diharapkan tidak terburu-buru mewujudkan KE HAL. 11

KE HAL. 11

014/VI/KTR

Pemprov Bali Pamer Produk Pertanian Lokal di JCC Berpartisipasi di Ajang Argo & Food Expo 2014 DENPASAR-Fajar Bali Menumbuhkan kecintaan terhadap produk pertanian dalam negeri, memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Pemerintah Provinsi Bali di bawah koordinasi Biro Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bali pun terus menempuh berbagai upaya. Salah satunya turut berpartisipasi dalam Pameran Argo & Food Expo 2014 di Jakarta Convention Centre (JCC).  Sejak tanggal 1 hingga 4 Mei 2014, Pemprov Bali berkesempatan memamerkan produk pertanian terbaik di ajang tersebut. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, IB Wisnuardhana, Rabu (7/5) kemarin menuturkan, ada sejumlah

FB/DIAH

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, IB Wisnuardhana meninjau stand Pameran Produk Pertanian Bali di Argo & Food Expo 2014.

instansi yang ikut berpartisipasi pada pameran kali ini. Di antaranya, Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Dinas Perkebunan Provinsi Bali, Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten Tabanan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Karangasem, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Karangasem, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kab. Badung serta Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kab. Badung. Seluruh produk pertanian asli Bali ini dipamerkan di 7 stand milik Pemprov Bali. Diungkapkan pula, tujuan utama penyelenggaraan pameran adalah untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam promosi produk, promosi potensi dan peluang

Layouter: Kasturie

KE HAL. 11

join facebook.com/fajar.bali


METROKOTA

Mengaku Korupsi, Minta Keringanan Hukuman DENPASAR-Fajar Bali Terdakwa kasus dugaan korupsi tunjangan guru yang merugikan keuangan negara senilai Rp 124 juta, di Kabupaten Buleleng, I Cening Arca meminta keringanan hukuman. Hal ini tertuang dalam sidang, Rabu (7/5) kemarin yang masuk pada agenda pembelaan. Terdakwa meminta keringanan hukuman dengan alasan selama menjalani persidangan, terdakwa selau bersikap koorperatif dan telah mengakui perbuatannya. "Karena itu saya mohon keringanan hukuman pak," kata terdakwa Cening Arca di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu kemarin. Dalam persidangan yang diketuai oleh Majelis Hakim Nursyam, terdakwa mengakui telah mengembalikan uang tunjangan guru yang dikorupsinya senilai Rp124 juta pada 27 Maret 2014 kepada jaksa Kejari Singaraja. "Saya sebagai tulang punggung keluarga dengan tujuh orang anak, semoga majelis hakim bisa memberikan vonis yang ringan," ujar terdakwa. Sementara penasihat hukum terdakwa I Ketut Bakuh meminta hakim memberikan kliennya vonis dengan masa percobaan. "Kami berpandangan hal tersebut layak diberikan karena klien kami telah mengembalikan kerugian negara dan mengakui perbuatannya," kata Ketut Bakuh. Seperti diketahui, terdakwa sebelumnya terdakwa dituntut oleh jaksa dengan pidana penjara selama 1,5 tahun dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan. Terdakwa dikenai Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf a dan huruf b, Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kasus ini berawal dari adanya Peraturan Presiden No 52 tahun 2009 pasal 1 ayat 2 tanggal 1 Desember 2009 tentang tambahan penghasilan guru pegawai negeri sipil dan peraturan menteri keuangan RI No 42/PMK.07/2013 tanggal 27 Pebruari 2013. Tentang pedoman umum dana tambahan penghasilan guru pegawai negeri sipil daerah provinsi, kabupaten dan kota. Ada sebagian uang yang dipergunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa khususnya alokasi dana tambahan gaji guru SD dan TK sejumlah Rp124 juta. W-007

Transaksi BRI, Nenek Ditipu Puluhan Juta

DENPASAR-Fajar Bali Nenek yang satu ini, Rai Supini, ketiban apes. Saat bertransaksi di Bank BRI Cabang Supratman, Denpasar, pada Selasa (05/05) lalu, korban tertipu Rp 100 juta. Modus penipuan ini dilakukan pelaku bernama Jonathan dengan cara menukarkan mata uang asing jenis Euro untuk ditukarkan ke mata uang rupiah. Saat bertemu dengan pelaku beberapa waktu lalu, korban dijanjikan keuntungan dalam penukaran mata uang asing. Terperdaya oleh tutur kata pelaku, korban pun tertarik. Dan, Jonathan bertemu dengan korban di Bank BRI cabang Supratman, Denpasar, pada Selasa (05/05) sekitar pukul 13.00 Wita. “Korban dan pelaku sepakat menukarkan sejumlah mata uang Euro seharga Rp 100 juta. Mereka transaksi di Bank BRI KCP Supratman,” bisik sumber petugas Polresta Denpasar yang enggan disebutkan namanya ini. Percaya dengan pelaku, Rai Supini percaya dan menyerahkan uang Rp 100 juta kepada Jonathan. Mirisnya, usai memberikan uang kepada pelaku, pelaku yang tidak jelas identitasnya ini langsung ngacir meninggalkan korban. Setelah ditunggu tunggu, pelaku tidak juga muncul dan korban pun melaporkannya ke Polresta Denpasar. Kepada penyidik Polresta Denpasar, korban mengaku mengalami kerugian Rp 100 juta. Sementara jajaran reskrim Polresta Denpasar langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku dengan memeriksa CCTV di Bank BRI tersebut. Bagian lain, korban penipuan juga dialami seorang pengusaha bernama Abdul Cholik, 47 asal Tulungagung, Jawa Timur. Cholik melaporkan penipuan yang dilakukan suami istri Rudi Purnomo, 41 dan Dwi Jayanti, 35 dengan modus menawarkan investasi ruko di Jalan Mahendradatta. Kadung percaya, pada Januari hingga Desember 2012 lalu korban mengaku sudah mengirimkan uang Rp 3,6 miliar ke Rudi. Tapi, setelah ruko berdiri, uang sewa yang dijanjikan akan diberikan kepada korban tidak diberikan. Akibat penipuan tersebut, korban mengalami kerugian Rp 824 juta. Sementara itu Kasubag Humas Polresta Denpasar, AKP IB Sarjana belum mengiyakan masuknya laporan kasus penipuan tersebut. “Saya cek dulu kebenaran laporanya,” bebernya Rabu kemarin. R-005

Kasus Pengerebekan Penambangan Kapur di Pecatu

Propam Cek Aliran Upeti Rp 160 Juta DENPASAR-Fajar Bali Laporan Made Ambara yang mempropamkan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Djoko Hariutomo dan jajaran Polresta terus dilanjutkan. Penyidik segera memeriksa Kapolresta Denpasar terkait dugaan pemerasaan pascapengerebekan penambangan di Pecatu Kuta Selatan 28 April lalu. Selain itu, penyidik Propam juga akan menelusuri aliran dana sebesar Rp 160 juta, yang disebut Made Ambara dibagikan kepada Kapolresta Denpasar dan jajaran. Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Bali, AKBP Heri Wiyanto, Rabu (07/05) kemarin. Kepada wartawan, AKBP Hery mengatakan, sementara ini penyidik masih terus memeriksa keterangan pelapor, Made Ambara. Pemeriksaan intensif

ini dilakukan untuk membuktikan adanya dugaan pemerasan sebagaimana yang dilaporkan Pemangku Pura Dalem Tangi, Ungasan Kuta Selatan itu. “Penyidik Propam Polda Bali masih memeriksa keterangan pelapor (Made Ambara, red),” jelasnya. Keterangan Made Ambara, kata AKBP Hery sangat dibutuhkan, selain untuk melacak rekening dan kemana saja aliran dana sebesar Rp 160 juta tersebut. Sementara itu, menyangkut pemeriksaan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Djoko Hariutomo dan jajaran, AKBP Hery mengatakan, segera akan dilakukan. Tak hanya Kapolresta dan jajaran, semua yang terkait dalam kasus tersebut akan diperiksa. “Semua akan diperiksa terkait

laporan dari pelapor,” terang mantan Kabid Humas Polda Bengkulu ini. Sebelumnya, Kapolresta Denpasar, Kombes Djoko Hariutomo sendiri sudah menegaskan kesiapannya untuk diperiksa Bid Propam terkait laporan Ambara ini. Perwira asal JawaTimur ini mengatakan dirinya tidak pernah bertemu, kenal ataupun menjalin komunikasi dengan I Made Ambara yang mengaku sebagai perwakilan kelompok tani Ungasan dan Pecatu yang menjadi korban pemerasan. Apalagi dalam laporan disebutkan jika Kombes Djoko menerima uang tersebut melalui perantara salah seorang pejabat Polda Bali. “Saya merasa difitnah. Saya tidak pernah kenal dengan dia (Ambara, red). Bagaimana saya

bisa terima uang dari dia,” bantah Kombes Djoko beberapa waktu lalu. Patut diketahui, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Djoko Hariutomo dilaporkan ke Bid Propam Polda Bali STPL/16/V/2014/SPP, oleh Made Ambara notabene kakak kandung dari tersangka Ketut Rai yang ditangkap saat melakukan penambangan di Banjar Giri Sari, Pecatu, Kuta Selatan 28 April lalu. Pelapor mempertanyakan pengerebekan lahan di Banjar Giri Sari, Pecatu, Kuta Selatan milik Kelompok Tani Dalem Tangi pada 28 April lalu. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita dua alat berat serta beberapa truk berisi batu kapur serta uang tunai. Dalam pengerebekan tersebut polisi menyebut bahwa para

pelaku melakukan penambangan illegal. Sementara itu, pengerebekan ini juga pernah berlangsung 4 Desember 2013 lalu dan Polresta menyita alat berat, 6 truk dan uang tunai Rp 25 juta yang disebut uang hasil penjualan batu kapur. Karena tidak ingin berurusan dengan polisi, pihak Made Ambara memilih jalan damai dan melalui mediasi salah seorang perwira menengah dilingkungan Polda Bali, mereka diwajibkan membayar upeti hingga mencapai Rp 160 juta yang dibagikan ke Kapolresta Denpasar, Kasat Reskrim dan Kanit. Rinciannya, Kanit dan anggota sebesar Rp 75 juta, Kasat Reskrim sebesar 25 juta dan Rp 30 juta untuk Kapolresta Denpasar. Namun yang Rp 25 juta disita untuk barang bukti tidak jelas keberadaannya. R-005

DENPASAR-Fajar Bali Kasus dugaan penipuan penggelapan yang melibatkan nenek 79 tahun, Loeana Kanginadi sebagai terdakwa nampaknya bakal mangkrak alias tidak akan dilanjutkan. Pasalnya, pada persidangan. Rabu (7/5) kemarin dengan agenda mendengar keterangan saksi dokter yang pernah merawat Loeana terungkap fakta baru. Dokter Darmaji, saksi yang pernah merawat terdakwa di RS Dokter Sutomo, Surabaya,

dihadapan majelis hakim pimpinan Sugeng Riyono memaparkan, kondisi Loeana kesehatan Loeana saat ini tidak memungkinkan untuk dihadirkan dipersidangan. "Kondisi Loeana saat ini tidak memungkinkan untuk hadir dalam persidangan,"kata Darmaji. Keterangan ini diperkuat lagi oleh keterangan Dokter Lely Setiawati yang juga pernah merawat Loeana. Dikatakan Lely, awal Loean masuk, memang kondisinya dalam keadaan

depresi. "Tapi saat masuk itu kondisinya masih depresi dalam level sedang," katanya. Dijelaskannya, selama perawatan kurang lebih 8 bulan, kondisi Loeana tidak juga membaik. Bahkan cenderung merosot. "Karena kondisinya makin menurun, akhirnya kami merujuk terdakwa untuk dirawat di RS. Dokter Sutomo, Surabaya," jelasnya. "Apakah selama di rawat d i S u b aya s a u d a ra s a ks i

mendapatkan laporan perkembangan kesehatan Loeana?," tanya salah satuh pengacara terdakwa, Prof. Yusril Ihzah Mahendra. "Iya saya selalu m e n d a p a t l a p o ra n h a s i l pemeriksaanya,"jawab saksi. "Lalu apa isi laporan terakhir yang saksi dapat dari hasil pemeriksana Loana?,"tanya Yusril lagi. "Perkembangan terakhir kondisi Loeana semakin memburuk. Bahkan dikatakan sudah mulai mengalami kepikunan,"jawab saksi. Saksi kemudian menjelaskan bahwa, dari hasil analisanya, jika Loeana dipaksakan hadir dalam persidangan bisa fatal. "Kalau dalam kondisi seperti yang dilaporkan kepada kami, Loeana tidak bisa dihadirkan. Sebab bisa saja dia meninggal karena memang kondisinya sangat parah,"jelas wanita yang menyandang gelar dokter ditahun 1990 itu. Keterangan kedua dokter ahli jiwa ini, nampaknya sangat menguntungkan terdakwa Loeana Kanginandi. Pasalnya, bisa jadi terdakwa Loeana tidak

bisa dihadirkan dalam persidangan. Sehingga kasusnya bisa dihentikan. Namun bisa saja majelis hakim memiliki penilain sendiri. "Kami akan putuskan minggu depan,"kata hakim sambil mengetuk palunya. Diberitakan, Loeana dijadikan terdakwa karena menjual sebidang tanah eks KNPI di Jimbaran seluas 7.200 meter persegi dari luas seluruhnya 20.000 meter persegi sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No 744/Desa Jimbaran atas nama PT Tri Setia Bali Sakti Development kepada korban Putra Masagung senilai 1 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 9 miliar. Namun, setelah korban membayar lunas tanah tersebut juga menandatangani akta jual beli (AJB) tanggal 26 November 2004 dihadapan notaris Liang Budiarta SH di Denpasar hingga sekarang tidak bisa dibaliknamakan. Sebab, tanah dalam perkara hukum dengan pihak lain sehingga korban meminta uangnya tetapi terdakwa tidak mengembalikan, akibatnya korban merasa dirugikan. W-007

Kasus Terdakwa Loeana Terancam Mangkrak

Usut Pembunuh Mahasiswa, Polres Bentuk Tim Khusus

Dokter Darmaji yang mengaku merawat Loeana memberikan kesaksian dipersidangan kemarin.

Dompet

Pembunuh Polisi Terancam 20 Tahun Penjara

FAJAR BALI

DENPASAR-Fajar Bali Te rd a k wa ka s u s p e m bunuhan terhadap oknum anggota Polisi, M. Subahan alias Sub, pada Rabu (7/5) kemarin akhirnya diseret ke pengadilan. Pada persidangan perdana kemarin, masih dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martinus T Suluh. Dihadapan majelis hakim PN Denpasar, jaksa menguraikan awal mula terjadinya pembunuhan. Pembunuhan itu terjadi pada 15 Desember 2013 silam di Kerta Dalam Sari, Gang IV, Sidakarya yang juga merupakan tempat tinggal terdakwa. Kejadian berawal saat korban, Drs. I Putu Suarsa datang ke rumah terdakwa dengan maksud menagih hutang sebesar Rp 2,4 juta. "Saat korban datang, terdakwa sedang membersihkan ikan dengan menggunakan pisau di depan rumahnya," kata jaksa yang juga Kasi Datun, Kejari Denpasar itu. Saat korban sampai ke rumah terdakwa, korban langsung memaki-maki terdakwa. "Naskeleng, babi kamu bayar tidak hutang kamu,” uajr korban. Setelah itu korban kembali men-

Dana Punia

DAFTAR NAMA PENYUMBANG NO.

FAJA R BALI

Kamis, 8 Mei 2014, Tahun XIV

FB/EL

2

NAMA

942 I Gusti Ngurah Punduh,SP 943 I Nyoman Kembar 944 Drs. I Nengah Dresta 945 Drs. I Nyoman Suteja 946 I kadek Parwata,SH 947 I Made Ginada,S.Pi 948 I Kadek Dwi Suryaningsih,S.STP.MAP 949 I gusti Lanang Ngurah,SH 950 Ngakan Made Gari Gargita,S.I.P 951 Kadek Sri Uthari,A.Md 952 I Wayan Sutama 953 I Nengah Jero Gunantha 954 Ida Ayu Agung Manuari 955 Tjok Istri Agung Kartikasari Dewi 956 I Ketut Wijaya 957 Ni Nengah Suriani 958 Dewa Made Putrawan 959 I Dewa Nyoman Rai Sudarsana 960 Dewa Ketut Surya Adinegara 961 I wayan Sumerta TOTAL Jumlah Yang Diterima Hari ini Saldo Per 07 Mei 2014 Total Keseluruhan

ALAMAT

Klungkung Klungkung Klungkung Klungkung Gianyar Klungkung Klungkung Gianyar Klungkung Karangasem Klungkung Denpasar Klungkung Semarapura Klod Klungkung Karangasem Klungkung Klungkung Nusa Penida Nusa Penida Rp

JUMLAH Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 Rp 15,000 440,000

Rp 440,000 Rp 37,757,000 Rp 38,197,000

gancam terdakwa bila tidak mau membayar maka sepeda motor milik terdakwa akan diambil, kata Jaksa lagi. Namun terdakwa meminta kepada korban untuk tidak mengambil sepeda motor miliknya itu. Tapi permintaan terdakwa tidak didengar oleh korban. “Korban langsung pergi dan menemui Madda alias Mat dan mengajaknya kembali kerumah terdakwa," kata jaksa dalam dakwaanya. Saat korban bersama Madda tiba kembali ke rumah terdakwa, korban melihat terdakwa pergi sambil menggendong anaknya. Melihat itu, korban langsung mencegat terdakwa dan meminta Madda untuk mengambil kunci motor terdakwa. "Terdakwa kembali memohon agar motor miliknya jangan diambil karena hanya itu kendaraan yang digunakan untuk bekerja," urai jaksa. Namun korban kembali berkata dan masuk kedalam rumah terdakwa untuk mengambil televisi milik terdakwa. Lalu, terdakwa kembali memohon kepada korban untuk tidak membawa motornya. Tapi tetap tidak digubris

oleh korban. Hal itu membuat terdakwa kalut dan mengambil pisau yang sebelumnya digunakan untuk membersihkan ikan. Tanpa pikir panjang terdakwa langsung menikam punggung korban sebanyak dua kali. Yang pertama mengenai punggung sebelah kanan dan yang kedua mengenai punggung sebelah kiri. "Mendapat tusukan, korban langsung lari, sedangkan terdakwa yang sudah emosi terus mengejar korban, namun berhasil dihalangi oleh istrinya. Sedangkan saksi Madda berteriak mencari pertolongan. Sementara korban hanya mampu berlari beberapa meter dan kemudian terjatuh. Selanjutnya korban dilarikan ke RSUP Sanglah dan nyawanya tidak tertolong lagi. Sedangkan terdakwa, usai menikam korban langsung melarikan diri ke Jember dan baru berhasil ditangkap pada tanggal 22 Desember 2013. Atas perbuatanya itu, jaksa menjerat terdakwa dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. W-007

BANGLI-Fajar Bali Pengungkapan kasus tewasnya mahasiswa Pariwisata, Kadek Dwi Maliastrawan alias Dede (22) dan melukai tiga teman korban yang terjadi dilapangan Kapten Muditha, Bangli, Selasa (06/05) lalu, belum ada titik terang. Pengejaran terhadap pelaku sudah dilakukan jajaran Polres Bangli dengan membentuk tim khusus dari satuan Reskrim, Intelkam, Sat Narkoba dan Polsek Kota Bangli. Tim khusus ini juga diback-up jajaran Dit Reskrimum Polda Bali. “Kami sudah membentuk tim khusus dan di back-up dari Polda Bali,“ kata Kapolres Bangli AKBP Siswanto, pada Rabu (7/5) kemarin. Papar Siswanto, nantinya tim Khusus (timsus) akan bergerak dan mencari informasi bertalian dengan upaya pengungkapan kasus ini. Selain itu untuk proses pengungkapan juga melibatkan tim dari Direskrimum Polda Bali. Kapolres berharap doa dan dukungan masyarakat dalam hal pengungkapan kasus ini. “Dukungan masyarakat sangat kami harapkan dalam rangka mempercepat proses pengungkapan kasus berdarah itu,“ ujar perwira dengan dua melati dipundaknya. Lanjut Kapolres, dari perkembangan penyelidikan, petugas telah memintai keterangan sebanyak delapan orang saksi. Dari rangkuman keterangan beberapa saksi yang dimintai keteranganya , petugas telah memperoleh gambaran atau telah mengidentifikasi ciri- ciri fisik pelaku. “Ciri-ciri pelaku telah kita kantongi, sebaiknya pelaku menyerahkan diri dan kita jamin keselamatanya,“ tegas Siswanto.

FB/SM

AKBP Siswanto

Disinggung terkait kesulitan mengungkap pelaku ? Kapolres mengatakan ini tidak terlepas dari kondisi TKP (lapangan basket, red) minim lampu penerangan, sehingga saksi saja sulit mengenal wajah pelaku. “Guna mencegah hal- hal yang tidak diinginkan di kemudian hari maka kita telah melayangkan surat ke Pemkab Bangli agar masalah Lampu Penerangan di Lapangan Kapten Muditha jumlahnya ditambah, “ ungkap Siswanto. Sementara itu pantauan Fajar Bali dari ruang reskrim Polres Bangli, ada beberapa orang saksi dimintai keteranganya oleh penyidik, salah satunya adalah pedagang nasi didekat lokasi atas nama Pak Dewa asal banjar Pule Bangli. Seperti diketahui, penusukan terjadi di Lapangan Kapten Mudtiha Bangli, disela sela menonton acara Calonarang Selasa (06/05) lalu. Korban, Dwi Maliastrawan alias Dede (20) asal Banjar Pule, Kelurahan, Kawan Bangli ditusuk pelaku tidak dikenal di areal basket. Sementara pelaku juga melukai tiga teman korban yakni Kadek Hendriawan (19), Wayan Juliartawan alias Doglas dan Arta Wedana Putra (24). W-002

 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: IGMA Wisnu Mataram  Pemimpin Redaksi: Emanuel Dewata Oja  Redaktur Pelaksana & Koordinator Liputan: Agung Paramita (Penanggung Jawab Hal. Utama & Jurnalis Sekolah)  Redaktur: Gde Carmyaka (Penanggung Jawab Hal. Daerah), Hence Silalahi (Penanggung Jawab Hal. Otomotif & Metrokota), Blasius Besu (Penanggung Jawab Hal. Pendidikan), Supriyono (Penanggung Jawab Hal. Ekonomi & Kesehatan), I.B. Putu Bagus (Penanggung Jawab Hal. Kota Plus & Politik)  Desain Grafis/Tata Letak: Kasturi, Somayasa, Wiadnyana, Baiq Sohra  Staf Redaksi: Eliazar Patun, Hery Subagyo, Rony P Bagus, Destya Aryanti, Ketut Suarja, A.A. Gede Agung, I.G.A. Diah Niti (Pemprov Bali)  Manajer Administrasi & Sekretaris Redaksi: IGKA Mertha Yoga  Daerah: Putu Puspa Artayasa (Gianyar), Gede Sarjana (Klungkung), Made Doni Darmawan (Tabanan), Wayan Sumertha (Bangli), Ketut Budiasa (Karangasem), IB. Wisnaya (Buleleng), Pramono (Negara)  Direktris: IGA Galuh Ardhaningrat  Keuangan: IGPA Putri Juliawati  Manajer Pemasaran dan Sirkulasi : IB. Sudarsana  Rekening: Bank BPD Bali Cabang Mangupura No.: 009.01.11.000160, Bank BRI KCP Gatot Subroto Denpasar No.: 0572-01-000064-30-0 a/n PT. ARTHA MEDIA FAJAR BALI UTAMA PRESS  Alamat Redaksi Sirkulasi/Iklan: Jl. Indrajaya No. 8, Ubung Kaja, Denpasar. Telepon: (0361) 411283 (hunting), Fax.: (0361) 411283, e-mail: berita_fajar@yahoo.co.id, berita_fajar@fajarbali.co.id. Tarif Iklan: Umum BW: Rp. 35.000 mm/klm, Umum FC: Rp. 55.000 mm/klm, Keluarga/Sosial: Rp. 20.000 mm/klm, Iklan Lelang/Neraca: Rp 15.000,-/mmk, Advertorial: Rp. 15.000 mm/klm, Baris: Rp. 20.000/baris, Tarif Iklan Jaket (Coat Ad): Rp 225.000/mmk.  Penerbit: PT. Artha Media Fajar Bali Utama Press  Percetakan: PT. Temprina

WARTAWAN FAJAR BALI DALAM MELAKUKAN KEGIATAN JURNALISTIK SELALU DIBEKALI KARTU PENGENAL DIRI, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN. Layouter: Soma


KOTAPLUS

FAJA R BALI

Kamis, 8 Mei 2014, Tahun XIV

3

Dinilai Responsif Terhadap Pelestarian Arsip, Komitmen Jaga Warisan Budaya

Badung Terima Citra Daerah Dalam Arsip Pemerintah Kabupaten Badung menerima “Citra Daerah Dalam Arsip” dikarenakan pimpinan daerah mempunyai perhatian yang sangat besar serta antusias terhadap masalah kearsipan.

Arsip yang dilanjutkan dengan Citra Daerah Kabupaten dan Kota,” ungkapnya. Mustari Irawan menambahkan, dipilihnya Kabupaten Badung menerima “Citra Daerah Dalam Arsip” dikarenakan pimpinan daerah Kabupaten Badung mempunyai perhatian yang sangat besar serta antusias terhadap masalah kearsipan. Menurutnya, kearsipan di Kabupaten Badung sudah berjalan dengan baik sesuai dengan tata kelola kearsipan, hal ini tidak terlepas dari dukungan pimpinannya yaitu Bupati Badung. Bupati Badung sangat menyadari pentingnya arsip dalam membuat suatu perencanaan dan pembangunan di Kabupaten

FB/HERY

MANGUPURA–Fajar Bali Penghargaan itu diterima Bupati Badung, A.A. Gde Agung dari Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Drs. Mustari Irawan, MPA, di Ruang Kerta Gosana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Rabu (7/5) kemarin. Kepala ANRI Drs. Mustari Irawan, MPA mengatakan, “Citra Daerah Dalam Arsip” merupakan salah satu program prioritas ANRI dalam mewujudkan pemanfaatan arsip statis melalui akses publik yang modern untuk kemaslahatan bangsa dan kepentingan dunia internasional. “Program ini telah digagas sejak 1998 dengan menerbitkan buku serial Citra Provinsi Dalam

Bupati Badung, A.A. Gde Agung menerima Citra Daerah Dalam Arsip dari Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Drs. Mustari Irawan di Puspem Badung

Badung sehingga Badung berturut-turut berhasil meraih penghargaan Pangripta Nusantara Utama dalam melaksanakan

Dalami KUA-PPAS dan Pariwisata

DPRD Nias Barat Kunjungi DPRD Badung hasan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS). “Selain itu, kami juga ingin mempelajari pengembangan pariwisata di Badung,”bebernya. Sekretaris Komisi C Putu Parwata menjelaskan, salah satu tugas Dewan adalah fungsi budgeting atau penganggaran. Dalam fungsi ini, tegasnya, otomatis Dewan juga berfungsi untuk ikut menetapkan KUA PPAS setiap tahun berjalan. Sebelum KUA PPAS dibahas, ujar politisi PDI Perjuangan asal Dalung tersebut, Dewan harus sudah memiliki hasil reses. Saat reses, anggota DPRD

FB/ARI

MANGUPURA-Fajar Bali DPRD Nias Barat, Rabu (7/5) kemarin, mengunjungi DPRD Badung di Mangupura. Rombongan yang berjumlah 10 orang, dipimpin Ketua DPRD Ramani Daely, S.Pd. tersebut diterima Ketua Komisi B Made Sumertha dan Sekretaris Komisi C DPRD Badung Putu Parwata.  Pertemuan diawali dengan pemaparan maksud dan tujuan kunjungan. Ketua rombongan, DPRD Nias Barat Ramani Daely, S.Pd, menjelaskan kedatangannya ingin belajar dan memperdalam tentang tugas dan fungsi Dewan terutama terhadap pemba-

Ketua Komisi B Made Sumertha dan Sekretasis Komisi C Putu Parwata menerima kunjungan kerja DPRD  Nias Barat, Rabu (7/5) kemarin.

Patuhi Fatwa Mendagri MANGUPURA-Fajar Bali Meski sepakat proses pemilihan wakil bupati (pilwabup) Badung dipercepat, namun Fraksi Demokrat meminta proses tidak mengabaikan fatwa Mendagri. “Prinsipnya kami di Demokrat setuju pilwabup dipercepat, tapi harus sesuai aturan,” tegas anggota Fraksi Demokrat I Nyoman Ardana di Gedung Dewan, Rabu (7/5) kemarin. Pihaknya juga setuju pilwabup tuntas dalam sisa jabatan dewan saat ini. Namun prosesnya harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan fatwa yang dikeluarkan Mendagri. Sebelum itu dipenuhi, Fraksi Demokrat, kata dia, akan tetap menganulir proses pemilihan di Dewan Badung.  “Kalau diajak melabrak aturan kami tidak akan ikut.   Fatwa Mendagri harus dihormati,” tegasnya seraya menegaskan pihaknya juga masih menunggu mediasi Gubernur  Bali. Menurut politisi asal Kapal itu, sepanjang belum ada petunjuk dari gubernur, pilwabup tidak dapat dilaksanakan. Sebab, fatwa Mendagri sudah sangat jelas meminta orang nomor satu di Bali itu ikut menengahi kisruh pilwabup Badung.  “Sekarang tinggal menunggu petunjuk gubernur saja,” kata Ardana. Lebih lanjut pihaknya juga menyayangkan adanya komentarkomentar yang menyudutkan lembaga dewan Badung. Menurutnya, sikap dewan sudah benar. Dimana pilwabup dapat terlaksana apabila bupati dan pimpinan dewan sudah mendapat petunjuk dari gubernur.“Kalau dewan terlalu jauh melangkah, akan tambah salah. Jadi mari tunggu sikap gubernur. Kalau misal nanti gubernur memerintahkan pilwabup harus diulang ya harus diulang,” tandasnya. W-006

menyerap semaksimal mungkin kebutuhan-kebutuhan masyarakat banyak. Kebutuhan-kebutuhan inilah, tegasnya lagi, diwujudkan dalam bentuk program pembangunan yang tertera dalam KUA PPAS tersebut. Program yang dimaksud berupa infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. “Selanjutnya, program inilah yang harus kita kawal selaku anggota Dewan,” tegasnya. Namun sebelum disahkan di APBD, tegasnya lagi, programprogram ini harus melalui mekanisme formal seperti konsultasi antara eksekutif dan legislatif, kemudian dibahas di Badan Anggaran (Bangar), komisi maupun fraksi. Dengan mekasnisme ini, secara politis, DPRD itu benarbenar bekerja,” ungkapnya. Hal senada diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Badung Made Sumertha. Menurutnya, program-program pembangunan yang tertuang dalam KUA PPAS selanjutnya dalam APBD, juga melalui mekasnis mesrenbangdes, musrenbangcam dan terakhir musrenbang di kabupaten. “Dengan demikian sistem penganggaran dalam KUA PPAS benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya. W-006*

perencanaan dan pembangunan daerah serta berturut-turut meraih opini WTP dari BPK ,” tambahnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil ketua DPRD Kabupaten Badung Made Sunarta, Sekretaris Daerah Kabupaten

Banyak Aset Badung ‘Tercecer’

Badung, Kompyang R. Swandika beserta pejabat terkait di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Badung. Sementara itu Bupati Gde Agung mengatakan, arsip daerah sangat berharga, mengingat pengalaman sejarah dimana tahun 1999 kantor Pemerintah Kabupaten Badung di Lumintang diamuk massa sehingga semua arsip termasuk sejarah Badung, data-data tanah yang menjadi asset termasuk data penting lainnya habis hangus terbakar, sementara data pendukung tidak tersimpan sebagaimana tata kelola arsip daerah yang baik. “ Kondisi ini menyebabkan kami sulit melakukan pendataan terhadap asset daerah. Akibatnya Badung sempat mendapatkan opini disclaimer dari BPK. “ papar Gde Agung. Gde Agung juga mengatakan, pengelolaan dan penyelamatan arsip akan sangat mendukung ketersediaan bukti otentik, bukti sejarah dan rekam jejak

perjalanan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang telah dilakukan selama ini. “Pengelolaan dan penyelamatan arsip adalah tanggung jawab kita bersama dan harus terus dilkembangkan dan disosialisasikan bukan hanya lingkup pemerintahan akan tetapi dapat digetok tularkan ke lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi baik politik maupun kemasyarakatan dan perseorangan sehingga dapat diwujudkan masyarakat sadar arsip di Kabupaten Badung,” kata Gde Agung. Sebelum acara penyerahan Citra Daerah Kabupaten Badung Dalam Arsip, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Drs. Mustari Irawan, MPA beserta rombongan, didampingi Bupati Badung A.A. Gde Agung beserta Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Kompyang R Swandika menyempatkan meninjau pameran foto dengan tema “Badung Dalam Lintasan sejarah”.W-014

Tiara Grosir Tantang Pemkot Tunjukkan Aturan Terbaru Kemendag, Bersikukuh Urus Ijin HGB

Komisi C usai rapat kerja dengan bagian aset Setda Badung, Rabu (7/5) kemarin

MANGUPURA-Fajar Bali Aset-aset Pemkab Badung, aset negara maupun aset provinsi yang ada di Badung masih banyak yang ‘tercecer’ alias belum terdata. Bahkan, ada sejumlah aset yang belum diselesaikan status kepemilikannya. Hal ini terungkap dalam rapat kerja (raker) antara Komisi C DPRD Badung dengan Bagian Aset dan bagian terkait lainnya. Hadir pada acaratersebutKetuaKomisiCDPRD Badung I Gusti Agung Jaya Adiputra dan sejumlah anggota seperti Putu Alit Yandinata dan Putu Parwata. Kabag Aset Wayan Puja juga hadir pada acara tersebut. Ketua Komisi C Gusti Agung Jaya Adiputra memprediksi, hingga kini banyak aset yang belum diselesaikan status kepemilikannya. Dia mencontohkan, Banjar Campuan Asri Kauh Dalung hingga kini belum memiliki lahan untuk pembuatan balai banjar. Lahan balai banjar ini sudah disepakati atau

sudah ada komitmen antara eksekutif dengan pihak pengembang seperti tertuang dalam surat yang bernomor 50/KCM-SKL/X/2001. Meski sudah disepakati pengadaan lahannya pada 2001 lalu, namun tegasnya, hingga kini banjar tersebut tetap saja belum memiliki balai banjar. “Lahan seluas 14,5 are tersebut tetap tak kunjung direalisasikan,” katanya. Demikian juga lahan untuk puskesmas pembantu (pustu) dan kantor kelurahan yang dialokasikan 10,60 are, sampai sekarang tetap tak terealisasi. “Dari data ini, kami menilai asetaset yang ada belum terindetifikasi dan dikelola dengan baik,” katanya. Untuk ini, Komisi C yang menangani persoalan aset meminta pihak eksekutif untuk segera mendata termasuk membuka file-file aset yang ada di Badung. Selanjutnya mengecek barangnya masih ada atau tidak, termasukapakahsudahdisertifikatkan atau belum. “Jangan sampai Bagian Aset malah tidak tahu,” tegasnya.W-006

DENPASAR-Fajar Bali Manajemen swalayan Tiara Grosir (TG) di bilangan Jalan Cokroaminoto Denpasar, tampaknya tak mau “menyerah” atas perseteruannya dengan Pemerintah Kota Denpasar, terkait perpanjangan hak guna bangunan (HGB). Padahal kasus ini telah diputuskan di tingkat Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan Pemkot Denpasar. Meski demikian, pihak Tiara Grosir tetap ‘memongol’ tidak mau meninggalkan lahan yang telah memberi keuntungan selama puluhan tahun itu. Justeru manajemen TG terkesan “menantang” Pemkot untuk tetap dapat “menguasai” lahan yang selama ini ditempati. Melalui HRD Tiara Grosir, I Nyoman Darmaena, didampingi Kasi Penjualan I Wayan Giri Nopriyanto, serta Kepala Departemen Administrasi Nyoman Sudibya, Rabu (7/5) kemarin membeberkan peraturan Kementerian Perdagangan RI tahun 2013 yang membenarkan kondisi Tiara Grosir mengurus ijin HGB selama rentang waktu 2 tahun. “HGBnya berakhir Desember 2011 dan kami sudah ajukan perpanjangan ijin per Juni 2011. Tapi Pemkot mempermasalahkan pengurusan ijin HGB harus 2 tahun sebelum HGB berakhir berdasarkan peraturan tahun 1999 sehingga kami dianggap melanggar undang-undang. Padahal tidak karena ada peraturan Kementerian Perdagangan terbaru nomor 70/12 tahun 2013, menyebutkan pengurusan ijin dalam rentang waktu 2 tahun masih bisa sebelum HGB berakhir,” dalih Darmaena. Menyiggung penyegelan yang direncanakan oleh Satpol PP Kota Denpasar per 16 Mei mendatang, Darmaena mengaku tak habis pikir. “Baru juga dapat SP 1, gak ngerti juga darimana dapat tanggal itu (16 Mei, red). SP 3 saja belum kami terima, tapi kok malah ancang-ancang mau disegel,” jelasnya. Selain itu, Darmaena menyebut pihaknya juga sudah mengajukan PK, dengan harapan Pemkot menunda proses eksekusi. “Kalau masih bisa diupayakan penundaan alangkah baiknya, karena nasib karyawan akan dikemanakan nanti. Rata-rata umurnya 35 tahun ke atas. Dari perusahaan bisa saja memberikan pesangon kalau memang ditutup, tapi kemana kami selanjutnya akan bekerja. Apakah pemkot tidak memikirkan hal itu?,” jelasnya. Terkait komentar dari salah satu anggota DPRD Kota Denpasar yang mengatakan selama terjerat kasus Tiara Grosir tidak pernah membayar pajak, Darmaena membantah. “Kami tetap bayar pajak. Bulan April lalu kami bayar pajak kok, tidak seperti yang diduga oleh anggota dewan yang seharusnya ikut memikirkan nasib pekerja yang merupakan warga Kota Denpasar apabila eksekusi ini terjadi. Bukan malah mengatakan harus ditutup, tapi tanpa solusi,” ujarnya.R-004

710/IV/BLSA

Layouter: Zohra


4

DAERAH Serapan Rendah, SKPD Diminta Percepat Pelaksanaan APBD

FAJA R BALI

Kamis, 8 Mei 2014, Tahun XIV

Dewan Desak Penambahan dan Perbaikan Lampen BANGLI-Fajar Bali Pasca musibah penusukan yang terjadi diareal Lapangan Kapten Muditha , usai pementasan sendratari , Calonarang , Selasa (6/5) mengundang komentar dari banyak pihak . Kondisi lapangan yang gelap karena minimnya lampu penerangan tentu sangta sulit melakukan control terhadap aktifitas yang berlangsung di areal lapangan . “ Kondisi lapngan yang gelap tentu mengundang kerawanan dan juga sangat sulit untuk dikontrol, “ ujar anggota DPRD Bangli, I Nengah Reken, ketika dikonfirmasi terkait kondisi lapangan yang gelap disaat malam hari. Anggota komisi II DPRD Bangli ini menyatakan, walaupun sejauh ini telah terpasang lampu taman , namun tidak sedikit lampu tersebut rusak alias tidak bisa menyala. Begitupula untuk lampu penerangan jenis Mercury hanya dipasang dibeberapa titik saja. “Saya lihat setelah ada musibah baru lampu mercury diperbaiki sebelumnya lampu tersebut mati, “ kata Reken. Politisi Golkar ini menyebutkan dengan kondisi lapngan yang gelap tentu sangat rawan dari segi keamanan. Tidak itu saja bisa saja kondisi lapangan yang gelap bisa digunakan sebagai tempat memadu kasih alias esek- esek oleh pasangan yang tidak bertanggung jawab. “Kita juga mendesak petugas agar sering- sering melakukan patroli di areal lapangan Kapten Muditha,“ harap Reken. W-002*

Memasuki triwulan kedua, bulan Mei ini, ternyata serapan APBD Klungkung baru mencapai 4 % saja. Kondisi ini membuat Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengeluarkan edaran agar seluruh SKPD mempercepat pelaksanaan APBD agar pada akhir tahun nanti tidak kebut-kebutan menyelesaikan anggaran. SEMARAPURA-Fajar Bali Surat Edaran (SE) kepada pimpinan SKPD initinya agar mempercepat pelaksanaan kegiatan pengadaan langsung dan penyampaian dokumen lelang ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Hanya sayang, ultimatum bupati tersebut ternyata tidak mempan. Faktanya di ULP, masih banyak SKPD yang belum menyampaikan dokumen lelang dan melakukan proses pengadaan langsung. Sekda Klungkung, Ketut Janapria, membenarkan bupati

telah menerbitkan SE dengan nomor 027/3688/Pemb. SE tersebut sebagai tindak lanjut dari pandangan Sekda Klungkung dan Pokja ULP, bahwa pelaksanaan pemilihan penyedia barang atau jasa pemerintah melalui proses pengadaan langsung, hanya mencapai 10 persen di masing-masing SKPD. Sedangkan, pemilihan penyedia melalui Pokja ULP baru satu paket pekerjaan dalam proses. Sementara beberapa dokumen perencanaan dan pengawasan

GIANYAR- Fajar Bali Mengatasi masalah abrasi yang saat ini terjadi di beberapa pantai, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan, Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta mengadakan gerakan penanaman pohon di sepanjang pantai. Tahap pertama diawali dengan penanaman 1.000 pohon cemara di pesisir Pantai Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, Rabu (7/5). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan, I Ketut Suwetha bersama pihak UGM yang terdiri dari tiga dosen dan sepuluh mahasiswa serta masyarakat Desa Tulikup. Sebelumnya juga telah dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat setempat tentang manfaat penanaman pohon cemara di pesisir pantai yang tidak hanya berfungsi sebagai mencegah meluasnya abrasi namun juga

memiliki nilai ekonomi lain yang dibeberapa wilayah menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat setempat. Kepala Bidang Kehutanan, Kehutanan Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan, I Gusti Ngurah Putu Suasta ditemui di sela – sela kegiatan mengatakan, sebanyak 1.000 pohon cemara ditanam di kawasan peisir Pantai Siyut. Jenis pohon cemara yang ditanam adalah jenis Cemara Belitung dan Cemara Udang. Pemilihan pohon cemara karena pohon ini tahan terhadap air laut serta tahan gunjangan angin. Dosen Fakultas Kehutanan, UGM, Sri Danarto mengatakan, program penanaman Pohon Cemara di sepanjang pantai adalah satu program yang saat ini dikembangkan pihak UGM untuk mengatasi dan mencegah terjadinya abrasi. Program serupa juga telah dilaksanakan di wilayah Kebumen dan Jepara (Jawa Tengah) serta Belitung (Sumatera Selatan). Program sukses telah dilakukan oleh Ka-

FB/SARJANA

inta agar segera melaksanakan proses pengadaan langsung paling lambat 30 April 2014. Selain itu, pimpinan SKPD juga diminta mengajukan dokumen lelang ke ULP untuk segera di proses paling lambat 2 Mei 2014. “Hal lainnya, bupati juga meminta laporan perkembangan proses pelaksanaan pengadaan langsung dan pemilihan langsung pada rapat staf yang diselenggarakan nantinya,” jelas Sekda Ketut Janapria. Dari pantauan di ULP Pemkab Klungkung, pelaksana tugas (Plt) Kepala ULP, A.A Gede Agung Duarasoma menyampaikan masih banyak SKPD yang belum menyampaikan dokumen lelang ke ULP. “Kami dengar sudah ada deadline dari bapak Bupati, dari PU saja yang masuk baru 10 dokumen lelang,” terang Duarasoma. Dinas Pekerjaan Umum

Ketut Janapria

juga masih dalam proses di ULP. “Bahkan informasi yang saya dapatkan ada proyek yang gagal tender,” jelas Janapria, Rabu (7/5) kemarin. Seluruh pimpinan SKPD dim-

1000 Pohon Cemara Ditanam di Pesisir Pantai Siyut

Wabup Sukerana Tekankan Perketat Pengawasan Tender Proyek AMLAPURA-Fajar Bali Semakin  gencarnya pemeriksaan yang dilakukan oleh lembaga fungsional baik BPKP, KPK maupun Inspektorat serta pengawasan oleh masyarakat terutama  melalui media, diperlukan perhatian ekstra segenap komponen pelaksana kegiatan agar tidak terjebak oleh kasus hukum. Untuk itu, diperlukan pengawasan secara ketat sesuai perundangan  atas pelaksanaan mekanisme tender proyek yang tertuang di dalam APBD Induk 2014. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Karangasem, I Made Sukerana,saat Roadshow di Kecamatan Selat,Karangasem, Rabu (7/5) kemarin. Wabup Sukerana mengatakan, sosialisasi kegiatan pembangunan saat ini dilaksanakan untuk memberikan informasi awal tentang kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem Tahun anggaran 2014. Sosialisai untuk memberikan informasi agar masyarakat dapat mengetahui lebih awal kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di daerahnya dengan harapan masyarakat dapat menyiapkan segala sesuatu terkait dengan pelaksanaan pembangunan di daerahnya, dapat berpartisipasi dan ikut melakukan kontrol sesuai peraturan yang berlaku, sehingga pelaksanaannya dapat memenuhi standar waktu, mutu dan manfaat. ”Dengan sosialisasi dapat memberikan informasi agar masyarakat lebih mengatahui sejak awal, dan masyarakat juga diharapkan dapat turut serta mengontrolnya,” ungkap Sukerana. Hal ini agar dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengusulan program dalam musrenbang kecamatan , terkait penyusunan APBD 2015, Kecamatan tidak lagi mengusulkan kegiatan yang telah atau akan dilaksanakan pada tahun 2014. “Kami harapkan penggunanaan dana hibah dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukannya dan memperhatikan mekanisme penganggaran agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah,” ungkap Sukerana. Camat Selat I Putu Mertadina, melaporkan, alokasi dana pada program pengembangan industri kecil menengah dan penataan struktur industri. Sedangkan Dinas Pekerjaan umum juga diperuntukan pada program pembangunan jalan dan jembatan, program lingkungan sehat perumahan,program rehabilitas dan pemeliharaan jalan dan jembatan, program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigrasi, rawa, dan jaringan pengairan lainnya serta program pengembangan Kinerja Pengelolaan air minum dan air limbah. M-005

FB/ARTAYASA

Roadshow di kecamatan Selat

Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan, Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta mengadakan gerakan penanaman pohon di sepanjang pantai

Gapura Desa

FB/SARJANA

Desa Tihingan wakili Klungkung Lomba Desa

Desa Tihingan Wakili Klungkung Ke Provinsi SEMARAPURA-Fajar Bali Desa Tihingan Kecamatan Banjarangkan, terpilih mewakili Kabupaten Klungkung dalam Penilaian Perlombaan Desa Terpadu Tingkat Provinsi Bali Tahun 2014 setelah sebelumnya menjuarai lomba desa ditingkat kabupaten. Penilaian lomba desa dilaksanakan pada Rabu (7/5) kemarin, di Balai Desa Tihingan. Kedatangan Tim Penilai dari Provinsi disambut langsung oleh Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klungkung A.A Anom Sarjana, Kepala Dinas BPMPKBPD I Putu Widiada, Camat Banjarangkan Komang Wisnuadi, Ketua TP.PKK Ny. Ayu Suwirta, Perwakilan Muspida, Perbekel serta tokoh masyarakat setempat. Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Bali Ir. Ketut Lihadnyana kegiatan lomba desa yang dilaksanakan setiap tahun ini merupakan kegiatan rutin dan bersifat nasional serta sebagai ajang kompetisi, hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi desa yang telah berprestasi dapat ditampilkan kembali untuk mengikuti perlombaan sepanjang desa tersebut mempunyai peningkatan perkembangan pembangunan desa. Lomba Desa ini tidak sematamata untuk dapat menentukan desa juara, namun yang lebih penting adalah mengevaluasi/

menilai keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan desa dengan melihat lonjakan/ tingkat perkembangan pembangunan desa selama 2 (dua) tahun terakhir. Yaitu tahun 2012 – 2013 yang tertuang dalam profil desa meliputi 8 (delapan) indicator meliputi Pendidikan, Kesehatan Masyarakat, Ekonomi Masyarakat, Pemerintahan, Lembaga Kemasyarakatan serta Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Wakil Bupati Klungkung dalam sambutanya mengharapkan kepada jajaran Pemerintahan Desa dan Tokoh Masyarakat agar mampu mendorong dan menggerakkan semangat membangun masyarakat sesuai dengan potensi dan sumber daya yang tersedia. Perlombaan Desa bukan merupakan tujuan akan tetapi salah satu sarana dan upaya untuk mempercepat pembangunan di desa. Selanjutnya kepada tim pendamping agar dapat memberikan informasi yang diperlukan oleh Tim Penilai Tingkat Provinsi baik berupa penyajian data maupun pendukung lapangan lainnya sesuai indikator yang telah ditetapkan. Dan kepada Tim Penilai diharapkan untuk dapat memberikan pembinaan sekaligus penilaian secara obyektif dan transparan, serta menunjukan dimana kekurangan yang masih perlu diperbaiki sehingga lebih lanjut dapat disempurnakan.W-010

Sangga Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa

Duta Seni Denpasar Siap Semarakkan PKB ke-36 Tampilkan Garapan Sesuai Tema “Kerta Masa” DENPASAR-Fajar Bali Serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-36 tahun 2014 ini,  Kota Denpasar akan menampilkan Sandya Gita--salah satu seni kerawitan yang terinspirasi dari bentuk paduan suara. Denpasar telah menunjuk duta seninya yaitu Sekaa Gong Kebyar Anak-anak, Wanita dan Dewasa “Taman Penasar”. Sebelum tampil di PKB, dilakukan pembinaan di Wantilan Pura Penataran Agung Penatih, Selasa (6/5). Penampilan Duta Seni Kota Denpasar ini disaksikan oleh Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda kota Denpasar AAN Rai Iswara, Asisten II Setda Kota Denpasar Wayan Gunawan dan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Made Mudra. Ketua Pembina Seni dan Budaya Kota Denpasar sekaligus Koordinator Pegelaran Parade atau Lomba  I

FB/CAR

FB/IST

bupaten Madura dengan penanaman cemara sepanjang 26 km, keberadaan cemara tersebut bahkan menambah lebar pantai di wilayah tersebut. Pohon Cemara selain paling cocok tumbuh disekitar pantai juga menghasilkan nitrogen alami yang menjadi nutrisi untuk tanaman karena mampu menghasilkan pupuk urea alami yang sangat baik. Sehingga ke depan bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman lain disekitar pantai dengan sistem tumpang sari, seperti pohon lada, buah naga, labu melon bahkan padi bisa ditanam di pantai. I Ketut Suweta mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah dari Pemkab untuk mengatasi permasalahan abrasi pantai yang terjadi kawasan Kabupaten Gianyar sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Upaya ini juga didukung oleh pihak Fakultas Kehutanan, UGM yang memiliki program sejalan dengan Pemkab dalam penyelamatan pantai serta lingkungan. W-005

(PU) per 30 April untuk pekerjaan fisik baru ada sepuluh paket yang masuk. Tiga untuk bidang Cipta Karta, tiga bidang Bina Marga dan empat lagi bidang pengairan. Ditanya soal jangka waktu lazimnya setiap SKPD menyelesaikannya, pihaknya menegaskan hal itu tergantung dari perencanaan di masingmasing SKPD. Dengan kondisi tersebut, SKPD Klungkung nampaknya tak siap. Janapria menegaskan, sebagai bahan evaluasi, ke depan, kegiatan di SKPD yang diyakini dapat lolos di dewan tahun depan, DED-nya akan dibuat pada APBD perubahan tahun ini. Upaya ini diyakini dapat mempercepat proses selanjutnya, sehingga pembangunan tidak terhambat dan bisa lebih cepat.W-010

Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat menyaksikan penampilan Duta Kota Denpasar yang akan pentas di PKB ke-36, saat pembinaan di Wantilan Pura Penataran Agung Penatih, Selasa (6/5).

Nyoman Astita mengatakan, pembinaan Tim Propinsi bertujuan untuk melihat kesiapan masing-masing sekaa dan menyesuaikan kriteria yang telah ditentukan. Tidak hanya

itu, pembinaan ini juga untuk melihat dari kesiapan materi, agar garapan yang disajikan harus sesuai dengan tema yakni ‘‘Kerta Masa”, yang artinya keharmonisan menuju

kesejahteraan. “Saya harapkan hasil yang digarap mencerminkan tema-tema yang telah ditentukan,” ujar Astita. Dalam PKB ke-36 mendatang, Sekaa Kesenian Taman Penasar Gong Kebyar Anak-anak, Wanita dan Dewasa Kota Denpasar yang tampil diantaranya dari Sekaa Gong Kebyar Dewasa Waja Suara Br. Wangaya Kaja, Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Cipta Dharma Kartiwa dari Br. Paang Kelod,  dan Sekaa Gong Kebyar Wanita Remaja Putri Wahana Gurnita. Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan pembinaan kepada Sekaa yang akan tampil di PKB ke-36 mendatang. Astita menambahkan, selama ini Duta Kota Denpasar tidak pernah mengecewakan. Meskipun demikian Astita tetap mengharapkan agar sekaa yang akan tampil di PKB bisa

semaksimal  dan menampilkan yang terbaik. “Untuk itu pihaknya selalu memberikan pembinaan kepada sekaa yang tampil secara kontinyu  agar tidak ada kesenjangan. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Made Mudra mengatakan, pembinaan Tim Propisin ini untuk melihat kesiapan semua sekaa. Untuk PKB kali ini  Pemerintah Kota Denpasar juga memberikan kesempatan kepada anak-anak PAUD dan lanjut usia untuk ikut memeriahkan PKB. “Partisipasi masyarakat sangat besar, sehingga Pemerintah Kota Depasar mendukung kegiatan itu,” katanya. Menurutnya, gong kebyar wanita remaja putri itu juga hasil pembinan Dinas Kebudayaan saat libur sekolah. Dari sana pihaknya mendapat inisiatif agar melakukan pembinaan berkelanjutan. R-004 Layouter: Soma


DAERAH

FAJA R BALI

Kamis, 8 Mei 2014, Tahun XIV

5

Sistem PSB Buruk Picu Kasus Bunuh Diri Pelajar Kasus bunuh diri yang dilakukan siswa kelas III SMPN 1 Tabanan Leony Alvionita S (14), mencengangkan dunia pendidikan Tabanan. Apalagi dugaan sementara kasus itu dipicu lantaran tidak sanggupnya korban mengerjakan soal-soal matematika dalam Ujian Nasional (UN). TABANAN-Fajar Bali Tidak bisa dipungkiri, kasus tersebut merupakan salah satu dampak dari sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang buruk dan amburadul. Pernyataan tegas itu

diutarakan Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana, Rabu (7/5) kemarin. Menurut Madra Suartana, sistem penerimaan siswa baru (PSB) dalam kurun waktu 5 tahun

belakangan ini di Tabanan sangat parah. Bahkan beberapa sekolah dengan jor-joran menerima murid yang melebihi kapasitas. “Kami sejatinya telah mewanti-wanti sekolah yang menerima murid melebihi kapasitas. Apalagi ada sekolah yang memberlakukan double ship kelas pagi dan sore,” tandasnya. Akibatnya, siswa yang memiliki kemampuan dibawah standar dengan leluasa bisa masuk di sekolah negeri atau sekolah favorit. Seleksi alam pun berbicara,

Billi dan Priska Sandang  Jegeg Bagus Jembrana 2014

Padahal murid tersebut sudah nyata-nyata tidak diterima karena nilai yang dimiliki tidak memenuhi syarat. “Kedepan sistem PSB harus dirubah agar kualitas pendidikan di Tabanan benar-benar berkualitas,” tandasnya. Ia juga prihatin dengan kejadian tersebut karena berdampak pada prestasi yang diraih Tabanan selama ini. “Kejadian ini mengubur segala prestasi pendidikan yang diraih Tabanan,” pungkasnya. Seperti diketahui, seorang pelajar SMP N 1 Tabanan, Leony Alvionita S (14) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gatung diri di rumah kontrakanya di Jalan Mawar, Banjar Grogak Gede, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Selasa (6/5). Aksi nekat yang dilakukan siswi kelas III ini, diduga stress karena tidak bisa mengerjakan soal Matematika Ujian Nasional. W-004

TABANAN-Fajar Bali Daya Tarik Wisata Tanah Lot melauncing pengolahan sampah batok kelapa menjadi briket. Kegiatan yang digelar di Wantilan Pura Luhur Pekendungan, Tanah Lot, Kediri dihadiri Wakil Bupati Tabanan IKG Sanjaya, Rabu (7/5) kemarin. Produk briket “kuud semambuh” yang terbuat dari batok kelapa muda tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang di hasilkan setiap orang maupun rumah tangga. Pihak swasta yang digandeng Pemkab Tabanan tersebut, diantaranya PT. Tirta Investama, Yayasan Korpri, Universitas Warmadewa dan DTW Tanah Lot. Launching produk briket yang ditandai dengan pemukulan gong, dihadiri pula oleh Rektor Warmadewa Prof. Dr. I Made Sukarsa, Vice corporate secretary PT. Tirta Investama Parmaningsih Hadinogoro, Camat Kediri dan unsur Muspika. Manager Operasional DTW Tanah Lot Toya Adnyana mengatakan, selain pantai Kuta, kawasan tanah lot memiliki kawasan terbuka yang sangat luas sehingga membuat peluang sampah semakin besar. Dengan demikian berbagai upaya harus tetap dilakukan untuk menjaga keamanan dan keasrian sehingga para pengunjung menjadi nyaman. Dirinya mengungkapkan, jika kerjasama ini dapat membantu penanganan sampah khususnya batok kelapa dapat

diminimalisir. “Saya yakin kerjasama dengan semua pihak ini dapat membantu penanganan sampah yang ada di DTW Tanah Lot ini,” ungkapnya. Dengan adanya kelompok gemaripah (gerakan masyarakat mandiri sadar lingkungan ) menjadikan masyarakat sadar pentingnya kebersihan lingkungan demi menjaga kelestarian lingkungan. “Merubah pikiran masyarakat dengan mengolah sampah dapat menjadikan berkah, karena akan banyak manfaat yang didapatkan,” harapnya. Wabup IKG Sanjaya memberikan apresiasi positif terhadap kerjasama pengolahan sampah yang ada di DTW Tanah Lot. Menurut Wabup Sanjaya, permasalahan sampah menjadi momok yang menakutkan jika tidak mendapat penanganan yang cepat. Dirinya berharap kerjasama ini dapat terus ditingkatkan dan diketoktularkan kepada pihak swasta lainnya. “Saya berterimakasih kepada pihakpihak yang telah ikut peduli dalam memerangi sampah di Tabanan. Semoga niat mulia ini dapat dilihat dan ditiru oleh pihak swasta lainnya,” harapnya. Sanjaya juga mengatakan, untuk dapat memerangi sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun diperlukan peran aktif dari semua pihak. W-004

Batok Kelapa Diolah Jadi Briket

FB/PRAMONO

NEGARA- Fajar Bali Setelah melalui seleksi dan pemilihan, I Made Billi Mahayakti Heriadi (21) dan Putu Priska Dewi (17) terpilih sebagai pemenang Jegeg Bagus Jembrana tahun 2014, yang diselenggarakan di Wantilan Pura Jagatnatha,Rabu (7/5). Terpilih Billi dan Priska, menyisihkan 38 peserta lainnya, sehingga nanti akan melaju sebagai perwakilan Bali ke tingkat provinsi pada ajang serupa. Tes bagi peserta Jegeg Bagus diantaranya tes tulis, parade busana, tes ketrampilan, wawancara dan tes menjawab pertanyaan juri yang diketuai Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, dari Universitas Udayana. Billi yang merupakan putra dari Camat Negara, Kariadi Erawan, kini masih kuliah di jurusan Sastra Inggris, Universitas Udayana. Sedangkan Priska, baru tamat di SMAN 1 Negara. Pemilihan Jegeg Bagus ini, disak-

murid yang memang memiliki kemampuan dan kualitas bisa mengikuti pelajaran, dan sebaliknya murid yang tidak memiliki kecerdasan akan tertinggal. “Apalagi sekolah memberlakukan kelas pagi dan sore yang sudah pasti siswanya tidak mendapatkan porsi belajar yang efektif,”tandasnya. Selaku penerhati pendidikan yang duduk di lembaga pendidikan – Dewan Pendidikan – sudah mewanti-wanti agar sistem PSB baik ditingkat SMP maupun SMA dirubah. “Sekolah bisa membatasi jumlah siswa sesuai dengan kapasitasnya,”tandas Madra. Ia juag tidak memungkiri, sistem PSB di Tabanan juga banyak dicampuri oleh urusan politik. Hal ini berdasarkan laporan yang diterima Ombudsman mengenai adanya oknum anggota DPRD yang memberikan surat sakti kepada calon murid.

Pemilihan Jegeg Bagus di Wantilan Pura Jagatnatha, Rabu (7/5).

sikan juga oleh Bupati Jembrana, Putu Artha dan wakilnya, Made Kembang Hartawan. Menurut Sekdis Dikporaparbud Jembrana I Putu Feriyanto,  kegiatan Jegeg Bagus ini, tak hanya untuk memilih paras cantik serta ganteng, tetapi jauh lebih mendalam lagi. Bagi pemenangnya akan dilanjutnya ke ajang yang sama

di provinsi. Nanti di tingkat Provinsi Bali, pesertanya harus mampu mempromosikan daerah wisata serta budaya. Bupati Jembrana Putu Artha, kegiatan ini merupakan pembentukan karakter anak muda dan sekaligus untuk mempertebal wawasan terutama tentang potensi daerahnya sendiri. W-003

POTRET FAJAR BULELENG

FB/Agus

Rapat koordinasi dengan seluruh SKPD dan tokoh masyarakat terkait pelaksanaan Buyan Festival

Pemkab Matangkan Buyan Festival Pemkab Buleleng terus menggenjot persiapan pelaksanaan Buyan Lake Festival. Bertempat di Wantilan Danau Buyan, Wakil Bupati dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG memimpin rapat koordinasi dengan seluruh SKPD terkait dan perwakilan tokoh masyarakat Desa Pancasari. Dalam rapat kemarin juga diputuskan menambah kegiatan hiburan untuk menghibur masyarakat di wilayah sekitar Danau Buyan berupa joged dan penampilan beberapa artis Bali. Usai rapat Wabup Sutjidra melanjutkan dengan meninjau seluruh tempat yang akan digunakan berbagai kegiatan dalam Buyan Festival. Dikatakan Sutjidra, persiapan Buyan Festival akan terus digenjot mengingat waktu yang sudah dekat juga karena kondisi alam yang rentan akan turun hujan. W-008

Jalan Desa Rusak, Minta Segera Diperbaiki

NEGARA- Fajar Bali Jalan beraspal lapen di Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung Kecamatan Mendoyo kondisinya mulai rusak. Perbaikan jalan desa menuju Gapoktan Simantri 308 tersebut, mendapat pengaspalan lapen pada Desember 2013 lalu. Proyek dengan menggunakan dana Alokasi Dana Desa (ADD) itu, kini kondisinya mulai rusak dan warga setempat meminta supaya segera mendapat perbaikan lagi. Kondisi jalan tersebut mendapat pengecekan dari salah satu anggota Komisi C DPRD Jembrana, Putu Kamawijaya, Selasa (6/4). Kamawijaya menilai pengerjaan jalan desa ini, terkesan dipaksakan, sehingga sekarang sudah mulai terlihat rusak. Semestinya pengaspalan lapen ini memakai batu pecahan 3/4, bukan menggunakan batu bulat. Di jalan itu, sebelumnya telah diusulkan untuk memakai rabat beton atau redymix, tetapi tak disetujui oleh pihak desa. Akhirnya perbaikan jalan ini pada Desember 2013 lalu, menggunakan lapen. Dia berharap semestinya dari BPD melakukan pengawasan,agar pengerjaannya berkualitas baik. Sebagai upaya pengawasan, pihak Inspektorat Daerah Jembrana diminta untuk turun melakukan pengecekan. Di tempat terpisah, Perbekel Pergung Kecamatan Mendoyo, Ketut Wimantara saat dikonfirmasi pengerjaan jalan desa tersebut memakai dana ADD di tahun 2013 sebesar Rp 61 juta. Proyek bersumber ADD tersebut sepanjang 370 meter dengan lebar 2,5 meter. Menurutnya, pengerjaan jalan desa itu sudah merupakan program desa dari hasil Musrendes. Bahkan katanya, bila ada usulan dari dewan, dengan mengusulkan untuk rabat beton,dinilai tak ada koordinasi dengan desa. “Bahkan kami sudah mengecek di Dinas PU, tidak ada usulan untuk rabat beton,” terangnya. Bila memang ada anggaran di kabupaten untuk menggunakan rabat beton, maka ada yang jadi program untuk lapen, bisa ditunda. “Tapi ketika kami cek, memang tak ada usulan untuk rabat beton,” ujarnya lagi. Untuk kerusakan di jalan itu, pihaknya akan segera melakukan perbaikan kembali. W-003

Dibuleleng baru 18.000 Anjing Berhasil Divaksin

SINGARAJA – Fajar Bali Guna mencegah penyebaran penyakit rabies yang ditularkan oleh anjing, kucing dan binatang lainnya di Kabupaten Buleleng terus dilakukan pencegahan dengan melakukan vaksinasi terhadap hewan tersebut. Bahkan, menurut data di Buleleng telah berhasil divaksin 18.000 ekor anjing dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Belasan ribu ekor anjing itu telah divaksin sejak vaksinasi massal dicanangkan pada 15 April. Dinas Pertanian dan Peternakan

k o j o P Desa

(Distannak) Buleleng menargetkan, setidaknya ada 70.000 ekor anjing atau hewan penyebar rabies (HPR) yang akan divaksin dalam kurun waktu tiga bulan mendatang. Minimal dari target 70.000 ekor HPR yang dipancangkan itu, sebanyak 80 persen diantaranya akan berhasil divaksinasi. ”Sekarang ini sudah ada 18.000 ekor anjing yang kami vaksinasi. Memang bukan anjing saja yang kami vaksinasi, tapi ada kucing juga. Karena itu kan masuk dalam kategori hewan penyebar rabies juga,” ujar Kepala Distannak Buleleng Nyoman Swatantra,

Selasa (6/5) kemarin. Swatantra menegaskan, vaksinasi massal harus kembali digelar, karena belakangan ini kasus rabies kembali marak. Terutama dalam kurun waktu bulan November 2013 sampai bulan Februari 2014. Karena anjing yang ditengarai terjangkit virus rabies, berusia dalam kurun waktu empat sampai enam bulan. Menurut Swatantra, usia HPR antara empat sampai enam bulan, diperkirakan lolos dalam vaksinasi massal yang sempat dilakukan pada bulan April 2013 lalu. W-008

Keluarga Miskin Lahirkan Bayi Kulit Setengah Melepuh Harapkan Bantuan Dermawan Untuk Proses Kelanjutan Biaya Pengobatan AMLAPURA-Fajar Bali Keluarga miskin asal Banjar Abian Tiing,Desa Jungutan,Kecamatan Bebandem, Karangasem, melahirkan bayi dengan kondisi di bagian kaki terlihat seperti melepuh dan terkelupas. Bayi malang yang lahir dari pasangan suami istri (pasutri) I Made Sukerta dan Ni Made Sutami kini masih dalam pengawasan dan penanganan tim medis dan  dirawat secara intensif di Sal Jempiring RSUD Karangasem.  Informasi yang didapat, Rabu (7/5) kemarin, bayi malang tersebut terlahir pada Selasa (6/5) sekitar pukul 10.45 Wita dengan sejatinya lahir secara normal. Hanya saja, bayi yang terkahir dibantu oleh Tim Medis RSUD Karangasem diketahui kondisinya tidak normal. Anak ketiga dari Pasutri miskin ini pada bagian kedua kakinya mulai dari betis

hingga jari kaki mengalami kelainan yakni coklat tua kemerahan seperti melepuh dengan pertumbuhan kulit yang belum sempurna. Atas kondisi tersebut, tim medis RSUD Karangasem pun langsung mengambil langkah cepat dengan merawat sang bayi di ruangan khusus di Sal Jempiring dengan pengawasan ketat dari Tim Medis karena berisiko mengalami infeksi. Sementara nenek bayi malang tersebut, Ni Ketut Bunter yang dengan setia menunggui sang bayi ini mengatakan, sebelum melahirkan bayi dengan kondisi seperti itu, tidak merasakan kejanggalan atau keanehan pada kandungannya hingga bayi tersebut lahir. Dikatakannya, proses kelahiran cucunya itu terbilang normal,hanya  tim medis sempat memvakum ibu bayi. Untuk sementara waktu, keluarga

juga sepakat untuk merahasiakan kondisi bayi kepada ibunya agar tidak shock. Diakuinya lagi, bayi yang terlahir ini bukanlah yang pertama kali dilahirkan denagn kondisi seperti itu. Sebelumnya, kakak pertama bayi malang ini juga mengalami hal yang sama. “Kalau Kakaknya malah lebih parah dari ini, karena sempat di rawat di RSUP Sanglah, dan hingga saat ini juga kondisi kakaknya belum ada perubahan, serta belum bisa berjalan,” ungkap Ketut Bunter. Kakak bayi tersebut, yang bernama I Kadek Yudi Pranata saat ini telah berusia empat tahun. Karena terbentur masalah biaya, kakak bayi ini pun hanya bisa dirawat di rumah saja. Kondisi sang kakak dan bayi ini pun kini hanya bisa berharap uluran tangan para dermawan untuk kelanjutan biaya

kedua anak pasutri miskin ini. “Mungkin ini bawaan, karena dua cucu saya juga kondisinya sama,” ungkapnya dengan tatapan kosong. Sedangkan dari sejumlah Tim medis RSUD Karangasem yang sedang bertugas yang enggan disebutkan namanya, mengakatan hingga saat ini tim medis belum mengetahui jenis penyakit yang diderita bayi tersebut. Namun dari diagnose sementara oleh dokter, bayi malang tersebut terkena infeksi kulit. Pun demikian, sang petugas ini meminta agar awak media langsung menanyakan jenis penyakit yang diderita bayi malang ini ke dokter yang menanganinya. “Untuk lebih jelasnya langsung sama dokter pak,” ungkap petugas seraya mewanti-wanti agar tidak menulis namanya. M-005

FB/BUDIASA

Bayi Seperti melepuh

Layouter: Soma


6 Badung Perdalam Mekanisme Perencanaan Tata Kota KAMIS, 8 MEI 2014 | TAHUN XIV

D

Binamarga Bertugas Merubah Tukad Mati Menjadi Long Storage

ari hasil Pekan Informasi Pembangunan (PIP) 2014 Pemerintah K a b u p a te n B a dung ke Pemkot Surabaya, dengan tema “Pengembangan Sistem Drainase Perkotaan Guna Mendukung Pembangunan yang Berkelanjutan di Kabupaten Badung’. Maka sebagaimana tema tersebut, Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung yang memiliki tupoksi penyediaan infrastruktur drainase telah memiliki rancangan tindak lanjutnya. Seperti apa saja tindaklanjut yang dimaksud, untuk kedepannya akan diterapkan di wilayah Kabupaten Badung? Untuk lebih jelasnya, berikut adalah wawancara Tim Fajar Mangupura bersama Kadis Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba, ST, MT.

mendesak untuk segera dilaksanakan. Salah satunya untuk di anggaran perubahan 2014, kami akan mengusulkan beberapa alat berat kaitan dengan pemeliharaan pembersihan saluran-saluran, seperti saluran tersier primer dan saluran pembuang pengendali banjir di lapangan yakni sungai. Di anggaran perubahan 2014, alat apa saja yang akan diadakan, dan akan digunakan untuk apa saja? Untuk alatalat yang a k a n kita

Konsep seperti apa saja yang akan diterapkan di wil ayah Kab up aten B a dung, berdasarkan dari hasil agenda PIP 2014 ke Pemkot Surabaya? Da r i p e n u ga s a n Bapak Bupati Badung AA Gde Agung, ada beberapa h a l yang

adakan, yaitu 1 alat berat amphibi sebesar Rp 5 miliar. Alat tersebut untuk membersihkan secara rutin, sedimentasi dan sampah yang ada di Tukad Mati. Selain alat tesebut, kita juga akan memperbaiki, atau penyesuaian system trash track yang ada di tukad mati, dimana kedepannya akan disesuaikan dengan apa yang telah kita pelajari di Pemkot Surabaya.

Bisa dijelaskan lebih detail, alat Amphibi dimaksud? Alat Amphibi tersebut terdiri dari 3 set. Akan dilengka p i d e n ga n a l a t u n t u k pengangkut sampah dari bawah ke atas, kemudian bak sampahnya dan kendaraan untuk pengangkut amphibinya. Selain alat amphibi tersebut, masih dianggaran perubahan, kami juga sudah membuat DED mengacu pada alat yang ada. Intinya, yang menjadi focus kita saat ini adalah konsentrasi di tukad

Kadis Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba, ST, MT.

mati terlebih dahulu. Artinya ketika tukad mati sebagai saluran pembuang sudah bagus kondisinya, maka kami yakin banjir akan teratasi, khususnya untuk di wilayah kuta dan sekitarnya. Menyoal banjir, bagaimana dengan rumah pompanya? Untuk di anggaran induk tahun 2015, kita sudah usulkan pembuatan pembangunan pump gate di Dewi Sri. Rencananya, disana nantinya aka nada 2 unit rumah pompa dengan 1 unit isi 2 pompa dengan kapasitas 1 rumah pompa 3 M3 per detik. Sedangkan usulan, atau rencana anggarannya seb esar Rp 55 miliar.

Mengenai konsep jaringan utilitas terpadu seperti yang ada di Pemkot Surabaya, apakah nantinya juga bisa diterapkan di wilayah Kabupaten Badung? Jika kemudian dibandingkan dengan wilayah Surabaya, maka kami akan terlebih dahulu jelaskan. Dimensi drainase di kota Surabaya dan Badung berbeda, disini kita memiliki tipe 80 senti dan dalamnya 100 senti, sedangkan di Surabaya mereka dimensinya sudah luas, berkisar 1 x 1,5 m, Maka melihat kondisi tersebut, kami akui belum bisa sepenuhnya diterapkan di Kabupaten Badung. Namun demikian, jika berbicara di Kabupaten Badung, sebenarnya di tahun anggaran induk tahun ini kita sudah buat master plan utilitas terpadu. Master plan tersebut akan mengkaji atau membuat desain untuk penempatan utilitas secara terpadu di wilayah kota di Kabupaten Badung. DED masterpalnnya di buat tahun ini, setelah itu dibuatkan penetapan Perdanya dan tentunya nantinya akan membangun utilitas seperti boks sendiri tidak ga b u n g d e n g a n

drainase. Misalnya untuk kedepan, di Kuta, Seminyak ada banyak kabel listrik di atas, secara bertahap maka kita akan minta PLN untuk menempatkan kabel baru di utilitas kita yang baru. Dan ketika nanti setelah tertanam sistemnya, maka tiang-tiang listrik pasti akan dicabut, dan targetnya rencananya tahun 2016 baru mulai membangun utilitas terpadu tersebut. Paling tidak arah kesana sudah ada, dasar kebijakannya sudah dimulai dari sekarang. Dan semoga tidak hanya bisa seperti kota Surabaya, namun bisa cantik seperti tata kota di Singapura.

Umum IGN Oka Darmawan, Kepala Bappeda Wayan Suambara dan segenap anggota TAPD serta Instansi teknis Lingkup SKPD di Kabupaten Badung  di Ruang Nayaka Gosana Puspem Badung belum lama ini. Bupati Gde Agung menekankan bahwa menindaklanjuti hasil kegiatan Pekan Informasi dan sambung Rasa  dengan lokus study Kota Surabaya dan Kabupaten Bandung yang dinilai sangat positif dan bermartabat karena dapat diterima langsung oleh masing-masing pimpinan daerahnya tersebut. dikatakannya sebagai daerah tujuan Pariwisata ketersediaan CCTV yang terkoneksi dengan sistem ATCS  mendapat perhatian serius oleh Bupati Badung. Bahkan Bupati Gde Agung minta agar Dinas Perhubungan dapat segera mewujudkannya. selain CCTV, Gde Agung juga mengarahahkan agar  dapat dirancang program yang menjadi Treatment terhadap penanganan persoalan banjir yang masih berpotensi terjadi disaat Rob diwilayah kampung Turis Kuta. saya minta dilakukan Treatment terhadap Tukad mati yang dilengkapi  dengan  Grass Track, Pompa serta menjadikan Tukad mati  sebagai waduk ( Long Storage ) penampungan air saat  air bah. untuk pemenuhan kegiatan ini  bila memungkin agar dirancang pada anggaran  perubahan, demikian pula dengan

Bupati Gde Agung didampingi Sekda Kompyang Swandika saat memimpin Rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah di Ruang Nayaka Gosana Puspem Badung rencana  penataan Taman serta kelengkapannya dengan fasilitas wifi gratis, agar dirancang pada perubahan termasuk terkait dengan  taman organik  dengan teknologi agroponik juga  diharapkan dapat dilakukan sesegera mungkin dengan memanfaatkan lahan yang ada diseputaran puspem badung yang masih memungkinkan untuk dikelola maksimal. Sementara Sekda Badung Kompyang Swandika mengungkapkan bahwa menindaklanjuti arahan Bapak bupati guna menyiapkan rencana tindaklanjut terhadap hasil kunjungan PIP ini telah menunjuk  Kepala Bapeda I Wayan Suambara  selaku Koordinator tindaklanjut hasil

PIP yang juga ditugaskan dapat memfasilitasi dan merancang kebutuhan anggaran yang dibutuhkan sehingga dapat dirancang dalam perubahan, maupun pada anggaran Induk Tahun 2015 mendatang. selain itu Kompyang juga menambahkan bahwa Tim  tindaklanjut PIP  masing-masing SKPD ini agar menyiapkan RKA untuk perubahan pada tahap I dan tahap II pada anggaran induk apbd 2015 mendatang. selanjutnya Tim APBD juga diminta  merumuskan langkah kongkrit dari hasil study banding ke Surabaya dan Bandung sehingga dengan program yang terpasang nanti akan dapat mewrubah wajah Badung dan akan terus dipercantik dengan Taman.”ungkapnya. dibagianlainya Kadis Bina

Ida Bagus Surya Suamba, ST, MT.

Kadis Bina Marga & Pengairan Kab. Badung

PERKEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN BADUNG. Dalam rangka pekan PIP Tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Badu mengangkat kegiatan pembangunan dengan tema “Pengembangan Sist Drainase Perkotaan Guna Mendukung Pembangunan yang Berkelanju di Kabupaten Badung’ sebagaimana tema tersebut dalam kesempatan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung yang memiliki tupo penyediaan infrastruktur drainase yang dapat mencegah dan menanggula kemungkinan banjir. Kabupaten Badung merupakan wilayah destinasi wisata deng perkembangan akomodasi pariwisata, yang sebagian besar terkosentr di Badung Selatan dengan Kawasan BTDC Nusa Dua sebagai pemicun Kuta yang sejak awal sudah menjadi destinasi pariwisata paling dimin menjadi semakin berkembang dan bahkan berimbas ke wilayah Kuta Uta Perkembangan yang terjadi tidak saja di bidang atraksi pariwisata, ho dan restaurant saja, namun kemudian menimbulkan efek pada usa usaha lain yang mendukung penyediaan layanan kepada wisatawan y datang ke kawasan ini. Pertumbuhan aktivitas ekonomi di ketiga kecamatan ini telah mengund meningkatnya penduduk pendatang, sehingga jumlah penduduk terus m galami peningkatan signifikan, pada tahun 2010 sebesar 1.890 orang, p tahun 2011 sebesar 1.723 orang dan pada tahun 2012 sebesar 10.129 or (Data Urbanisasi Badung Dalam Angka Tahun 2013) Tingginya dan beragamnya aktivitas ekonomi serta peningkatan jum penduduk telah menyebabkan perubahan fungsi lahan dari lahan terb menjadi lahan terbangun serta meningkatnya permukiman-permukim baru yang semrawut dengan berbagai permasalahannya. Pemerintah dit tut untuk mampu meningkatkan laju penyediaan Infrastruktur Wilayah a Perkotaan mengikuti laju perkembangan perkotaan yang terjadi.

Banyak konsep yang akan diterapkan di Kabupaten PERMASALAHAN DRAINASE PERKOTAAN. Badung, dan semuanya itu Alih fungsi lahan dari lahan tak terbangun menjadi lahan terbangun te tentunya bersinggungan mengurangi resapan air ke dalam tanah ketika terjadi hujan dan meningkat juga dengan instansi lain. debit air limpasan permukaan (surface run off). Limpasan air permukaan Bagaimana sejauh ini koorakan mengalir melalui alur drainase alami dimana kapasitasnya tidak se dinasinya? sar peningkatan aliran permukaan ataupun adanya beberapa pengham Kita selalu berkordinasi kecepatan aliran. dengan instansi lain, termasuk dengan DKP untuk masalah persampahannya. Pun demikian berkaitan dengan pengambilan sampah di sungai, tak berselang lama DKP pasti akan mengambil sampah tersebut, karena kita selalu berkoordinasi dengan baik. Kemudian, kalau sosialisasi ke masyarakat tentunya terus akan dilakukan. Hanya saja, kami juga tetap berharap kesadaran masyarakat untuk turut menjaga fasilitas yang telah terbangun. Tidak hanya “Menindaklanjuti PIP 2014 ke Pemkot itu saja, kami Surabaya, sebagai bentuk dari kesjuga mohon eriusan Bupati Badung AA Gde Agung bantuan memenata wilayah Kabupaten Badung, maka dalam dia, untuk rangka penganggaran Minggu depan Kepala membantu Bappeda bersama Kadis DKP, Binamarga, Pol mensosialPP dan Kadis Perhubungan akan berkunjung ke isasikan kePemkot Surabaya. Tindaklanjut yang langsung bersihan dan dipimpin Bappeda tersebut sebagai bentuk langtidak memkah konkrit, untuk mengetahui berapa besaran buang sampah sembaanggaran yang dibutuhkan. “Artinya kita Badung rangan, tidak khususnya dari Tim anggaran harus punya angka hanya mapasti, sehingga perubahan bisa direalisasikan. syarakat Kuta Langkah serius kita, ya salah satunya harus saja, tapi juga datang kembali ke Surabaya untuk mempelajari masyarakat menghitung perencanaanya, bagaimana dan sysyang ada di tem penganggaranya dan mekanismenya seperti Kabag Humas dan Protoko hulu sungai. apa,” kata Kabag Humas, AA Raka Yuda” Pemkab Badung, AA Raka Yuda W-014

Rencana Aksi pada Anggaran Perubahan Tahun 2014 Pembangunan merupakan proses panjang dan tidak akan pernah terhenti, dinamika pembangunan harus disikapi dengan inovasi - inovasi yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan pembangunan masa kini dan masa mendatang. Berkenaan dengan hal tersebut, Bupati Badung Anak Agung Gde Agung terus berupaya untuk mempertajam kebijakan pembangunan yang telah dilaksanakan, agar lebih menyentuh langsung pada pemenuhan pelayananan Publik yang lebih baik. Guna mewujudkan hal tersebut Pemkab Badung senantiasa membuka diri untuk  menerima masukan dan saran dari berbagai pihak termasuk tentunya dengan mengadopsi keberhasilan yang telah dilakukan oleh daerah lain. “Sebagai wujud komitmen bersama untuk  memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Badung, Saya minta agar hasil kegiatan Pekan Informasi Pembangunan Tahun 2014 ini dapat ditindaklanjuti mulai anggaran perubahan tahun ini maupun dapat ditindaklanjuti pada anggaran induk tahun 2015 mendatang.” demikian antara lain terungkap saat Rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin langsung oleh Bupati Badung Anak Agung Gde Agung didampingi Sekda Badung Kompyang Swandika, Asisten Pemerintahan dan Kesra I.B. Yoga Segara, Asisten Adm.

Oleh :

PENGEMBA

Marga IB. Surya Suamba mengatakan bahwa pihaknya telah merancang rencana tindak lanjut sebagimana diarahkan oleh Bapak Bupati yakni dengan merencanakan untuk memasang Gras Track serta peningkatan Bantaran yang dilengkapi dengan 4 pompa sehingga Tukad mati akan menjadi Long Storage dengan perkiraan anggran mencapai sekitar 55 Milyar. demikian pula dengan Kadis DKP Eka Merthawan mengatakan bahwa pihaknya dalam menuindaklanjuti arahan pimpinan akan menjadikan Taman di Tuban sebagai taman aktif yang berrfungsi sebagai tempat rekreasi dan apresiasi bagi  masyarakat dengan dilengkapi tanaman dan perindangan yang dapat menyejukkan suasana kota. W-014

Lokasi dan daerah tangkapan (catcment area) sungai di Badung Sela tersebut dapat dilihat pada peta berikut.

Dari hasil pemetaan tersebut dapat diketahui dan dikelompokkan beber penyebab terjadinya banjir di wilayah ini, yaitu : a. Kondisi Alam 1. Geografi dan Topografi Wilayah Kuta Selatan yang merupakan daerah perbukitan yang ketika jadi alih fungsi lahan menjadi lahan tebangun, maka aliran permukaan sema besar ke wilayah dataran rendah disekitarnya. Belum siapnya saluran drain di dataran rendah tersebut telah menyebabkan banjir di beberapa lokasi Aliran permukaan pada topografi yang curam telah mengerosi lahan membawa endapan sedimen pada dataran rendah yang dapat mengura kapasitas tampung saluran drainase. 2. Geometri Alur Sungai Di kawasan Badung Selatan ini juga terdapat beberapa alur sungai y bermeander (berkelok), mencirikan sebagai sungai yang relative tua d mengalir di dataran dengan kemiringan (i) yang kecil, sehingga kecepa aliran menjadi lambat. Aliran sungai ini membawa sedimen yang cukup b yak dan mengendapkannya pada kelokan sungai. Tukad Mati yang membe Kecamatan Kuta Utara dan Kuta adalah salah satunya, bahkan dalam s kali banjir maka akan mengendapkan sedimen lebih kurang 1,5 meter. D endapan sedimen tersebut semakin memicu terjadinya banjir disepanj aliran Tukad Mati. Tukad Nangka di Kuta Selatan juga merupakan sungai y bermeander yang rawan mengakibatkan banjir dibagian hilir. 3. Curah Hujan Curah hujan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Adakalanya p musim penghujan terdapat hari-hari dengan curah hujan tinggi. Kapas serapan lahan semakin mengecil akibat semakin luasnya lahan terban dan mengakibatkan tingginya air permukaan yang mengalir menuju daer


KAMIS, 8 MEI 2014 | TAHUN XIV

ANGAN DAN PENGELOLAAN DRAINASE DI WILAYAH BADUNG SELATAN

ung tem utan n ini oksi angi

gan rasi nya. nati ara. otel ahayang

daerah yang lebih rendah melalui drainase dengan kapasitas terbatas sehingga menyebabkan banjir. 4. Pasang Surut Sebagaimana wilayah dengan sungai-sungainya yang langsung bermuara dengan pantai, maka pengaruh pasang surut air laut tidak bisa dihindari. Pasang tinggi yang terjadi ketika Bulan Purnama ataupun Bulan Mati, menyulitkan aliran air masuk kelaut. Apabila kebetulan hari hujan dan bersamaan dengan laut pasang maka akan terjadi “overtoping” yaitu air menggenangi beberapa kawasan bantaran sungai. Kawasan dihilir Tukad Mati (Jalan Dewi Kunti, Dewi sri, dan Kartika Plaza) rutin mengalami kejadian banjir akibat hujan deras bersamaan dengan pasang naik air laut. Kejadian paling terakhir adalah pada tanggal 12 Januari 2014 Banjir menggenangi sekitar Legian dan Seminyak.

Pekerjaan Umum untuk melakukan beberapa penanganan melalui P2LP PU Werdhapura, yaitu dengan pembangunan sodetan di Tukad Bualu menuju ke Tengah Rawa di Jalan Pratama Nusa Dua pada tahun 2012. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban saluran yang menuju perumahan di sekitar Jalan Siligita terutama di Banjar Bale Kembar Kelurahan Benoa, Praja Central (Komplek Tragia Nusa Dua) dan Belakang Fuji Sinatra Nusa Dua karena dimensi saluran air yang sangat kecil akibat diserobot bangunan perumahan. Menjelang Kegiatan APEC Tahun 2013 Kementerian Pekerjaan umum melakukan kegiatan Pembuatan Saluran Drainase dengan menggunakan Box Culvert di sepanjang By Pass Ngurah Rai. Dan juga pembuatan crossing memotong jalan By Pass Ngurah Rai tepatnya di depan Kuburan Cina Banjar Mumbul Jimbaran. Untuk penanganan banjir di sekitar kartika plaza satker P2LP PU Werdha Pura melakukan Pemasangan Stasiun Pompa (Pump Gate) di Kecamatan Kuta.

7

Tindak lanjut yang kemudian dilakukan untuk menanggulangi banjir tersebut adalah dengan penggalian waled dan pembersihan alur sungai secara rutin. Melalui kegiatan Operasional dan Pemeliharaan Fungsi Jaringan Drainase di Kecamatan Kuta Selatan Tahun 2013 dilakukan Normalisasi di daerah hulu sungai dengan menggunakan alat berat.

dang menpada rang

mlah buka man tunatau

elah tkan n itu ebembat

ol a

Galian endapan dengan menggunakan alat berat

Endapan hilir Tukad Nangka (samping SLB Jimbaran) karena besarnya material yang dibawa oleh aliran air b. Kegiatan Manusia 1. Pembangunan di bantaran-bantaran sungai Kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah terutama untuk mengantisipasi banjir relatife masih rendah. Sejalan dengan tingginya nilai lahan di wilayah ini sehingga pemanfaatan terhadap lahan dilakukan semaksimal mungkin, mengabaikan pembebasan sempadan sungai dari bangunan fisik. Malah banyak ditemukan penyerobotan badan sungai yang kemudian dibanguni dengan bangunan-bangunan permanen. Hal tersebut kemudian tentu membuat penyempitan badan sungai dan mengurangi kapasitas tampung badan sungai tersebut dalam mengalirkan air hujan sehingga mengakibatkan meluapnya air sungai (banjir) di beberapa kawasan sepanjang sungai. Tukad Mati adalah sungai yang banyak mengalami penyerobotan oleh masyarakat, saat ini terdapat beberapa bangunan yang dibangun di atas sungai. Sungai-sungai di Kuta Selatan yang merupakan sungai periodic (berair ketika musim hujan) juga tak terlepas dari penyerobotan oleh masyarakat. Tidak tersisanya sempadan sungai telah menyulitkan pelaksanaan operasional dan pemeliharaan terhadap saluran drainase karena ketiadaan akses. 2. Pembuangan sampah ke dalam saluran Sejauh ini Wilayah Badung Selatan tumbuh pesat menjadi kawasan internasional, kenyaman dan kebersihan lingkungan adalah hal yang tidak dapat dilepaskan dengan kunjungan wisatawan. Secara personal masyarakat disini juga bersentuhan dengan masyarakat luar, sehingga harapannya sudah ada perubahan - perubahan pola pikir. Tapi kenyataannya masih ada kebiasaan masyarakat membuang sampah ke dalam saluran ataupun lahan – lahan kosong, yang pada akhirnya akan menyumbat saluran dan menimbulkan banjir. 3. Pembangunan persilangan yang tak terencana Pesatnya pembangunan di Badung Selatan terjadi dimulai dari permukiman yang sudah ada sejak dulu, sehingga pengembangan insfrastruktur publik menjadi seolah tidak terencana. Saat ini banyak ditemukan bangunan persilangan yang kemudian menimbulkan persoalan, seperti keberadaan pipa PDAM, kabel PLN ataupun kabel telekomunikasi yang memotong saluran dengan posisi yang tidak baik, sehingga menimbulkan banjir dimusim hujan. Tingginya ancaman banjir di Kuta Selatan disamping diakibatkan oleh semakin besarnya debit aliran permukaan menuju kawasan yang lebih rendah, yang ternyata kemudian seolah terbendung oleh jalur jalan by pass Ngurah Rai yang sangat minim gorong-gorong pembuangan kearah muara, sehingga by pass Ngurah Rai dijuluki “BedunganTerpanjang”.

Pembangunan Stasiun Pompa (Pump Gate) di Kecamatan Kuta ( Penanggulangan Banjir kartika Plaza B. Penanganan Secara Mikro 1. Normalisasi Muara Saluran Drainase Pada Tahun 2010 Pemerintah Kabupaten Badung sudah melakukan beberapa kegiatan dalam cakupan mikro yaitu pembuatan saluran pembuang menuju ke tengah rawa dan pemasangan bambu di Hilir Tukad Bualu diantaranya : di Tukad Bualu I (Samping Gardu Induk Nusa Dua), Tukad Bualu II (Samping Setra Adat Bualu), dan di Depan Kompleks Pertokoan Nusa Dua. Kegiatan ini dilakukan untuk memperlancar pelepasan air menuju ketengah rawa karena sebelumnya aliran air tertahan oleh sampah dan endapan dan juga oleh pengaruh pasang surut air laut. Untuk lebih jelasnya kegiatan normalisasi tersebut dapat dilihat pada peta berikut :

Pembuatan Senderan tukad Belong Ngempol – Tukad Jantung

2. Penanganan Akibat Tingginya Endapan dan Sampah

atan

rapa

pada sitas ngun rah-

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dimensi alur sungai terutama dibagian hilir agar tidak terjadi penyempitan dan penyerobotan sempadan sungai yang banyak dilakukan oleh para pengembang. 4. Penanganan Akibat Pasang surut dan Sempitnya Drainase Dinamika pasang surut menyebabkan kawasan disekitar Jalan Kunti, Basangkasa dan Dewi Sri rutin mengalami genangan Pemkab Badung sudah mengambil langkah langkah untuk memperkecil resiko banjir yaitu dengan a. Pembangunan Drainase di Jalan Kunti menuju Sunset Road untuk memecah genangan di sekitar Jalan Kunti disamping juga dengan melakukan Normalisasi Tukad Pengubengan b. Membangun drainase sepanjang jalan Jalan Sunset dari Telabah Kerobokan menuju Tukad Mati c. Masih diupayakan untuk membangun stasiun pompa guna menanggulangi banjir Dewi Sri dan Legian Tukad Mati d. Rencana besar yang mesti diwujudkan untuk meningkatkan kapasitas aliran drainase Tukad mati adalah Rencana membangun waduk dan Muara Tukad Mati

Banjir disepanjang by pass NgurahRai PENANGANAN DRAINASE PERKOTAAN Lokasi banjir di kecamatan kuta selatan dapat dilihat pada peta berikut.

terakin nase i. dan angi

yang dan atan banelah satu Dan jang yang

Dilanjutkan dengan pembuatan tanggul penahan tanah setinggi 2 meter serta pemasangan trap sampah untuk menahan sampah dan material endapan masuk ke gorong – gorong. Sehingga sampai saat ini jika terjadi hujan, sudah tidak ada luberan air atau banjir di tukad Panyejekan (sekitar Perumahan Mumbul View Hill) 3. Pengamanan Alur dari Penyerobotan Penyusunan Studi Penanggulangan Banjir di Kecamatan Kuta Selatan merekomendasikan untuk segera melakukan penyelamatan alur-alur sungai dari penyerobotan sehingga pada tahun 2013 dilaksanakan kegiatan Pembuatan Senderan di Tukad Belong Ngempol – Tukad Jantung di Kecamatan Kuta Selatan.

A. Penanganan Secara Makro Penanganan masalah drainase yang sudah dilakukan di Kecamatan Kuta Selatan dapat diklasifikasikan kedalam konsep makro dan mikro, dimana untuk cakupan makro Pemkab badung berkoordinasi dengan Kementerian

Banjir di Tukad Panyejekan (di sekitar Perumahan Mumbul View Hill) selain disebabkan oleh karena kondisi alam yaitu topografi sungai yang curam juga disebabkan oleh perilaku manusia yang membangun rumah di bantaran sungai dan menggunakan bantaran sungai sebagai tempat membuang sampah sehingga menyebabkan banjir akibat terbatasnya kapasitas sungai dan tersumbatnya gorong-gorong oleh sampah.

Kondisi Awal Tukad Panyejekan

PENUTUP Sudah banyak langkah yang diambil berdampak pada pengurangan kejadian banjir secara signifikan dimana daerah banjir sudah berkurang dari 24 lokasi menjadi 9 lokasi. Namun masih perlu dilakukan upaya upaya lanjutan sehingga banjir betul – betul dapat di minimise, sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat juga merupakan sesuatu yang penting sehingga saluran drainase terbebas dari sampah dan lestari tanpa penyerobotan oleh bangunan – bangunan perumahan. Layouter: Wiadnyana


PENDIDIKAN

8

Tingkatkan Kompetensi Lulusan

Bertugas Sebelum 12 Mei

Sudiarta Kepala SDN 2 Ubung

STPBI Kirim Mahasiswa ke LN

S e ko l a h Pe r h o te l a n Bali (SPB) dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) mempersiapkan diri untuk memasuki e ra gl o b a l i s a s i d a n perdagangan bebas. Pe r s a i n g a n p e n c a r i tenaga kerja di dunia akan semakin ketat. Oleh karena itu, harus diantisipasi sedini mungkin oleh berbagai pihak termasuk kalangan lembaga pendidikan.

FB/BLAS

FB/BLAS

DENPASAR-Fajar Bali Ujian Nasional untuk SD sejak tahun ajaran 2013/2014 dihapus, dan diganti dengan Ujian Sekolah (US) terkoordinasi. US terkoordinasi SD akan digelar Senin (12/5) awal pekan depan. Khusus untuk SDN 2 Ubung yang telah berbulan-bulan merindukan kepala sekolah (kasek) baru, kini terjawab sudah. Secara pasti sebelum US SD terkordinasi, SDN 2 Ubung telah memiliki kasek baru, Drs. IB Putu Sudiarta, S.Pd.M.Si. IB Putu Sudiarta Kepastian itu dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Denpasar yang diterima Sudiarta Senin (5/5). Setelah menerima SK, Sudiarta langsung menandatangani pakta integritas. Keterangan itu disampaikan Sudiarta kepada koran ini saat ditemui di Disdikpora Denpasar seusai menerima SK dari Wali Kota. Sudiarta juga telah menyampaikan kepada Disdikpora Denpasar terkait SK Wali Kota tersebut. Diharapkan dengan kehadiran kepala SDN 2 Ubung yang baru, dapat memberikan semangat kepada siswa kelas VI pada US terkoordinasi. Sebelum mendapat tugas baru sebagai kepala SDN 2 Ubung, Sudiarta bertugas sebagai guru di SDN 9 Dauh Puri Denpasar. Ketika di SDN 9 Dauh Puri, Sudiarta yang juga mantan wartawan ini mengikuti tes untuk kepala SDN di Kecamatan Denpasar Utara, dan setelah tes ternyata lulus dan mendapat posisi memimpin SDN 2 Ubung. Perlu diketahui, US terkoordinasi SD di Bali dilaksanakan lebih awal karena akan memperingati hari raya Galungan. Sedangkan di luar Bali akan dilaksanakan 19-21 Mei. Selain mempersiapkan untuk US SD, khusus Ujian Nasional (UN ) SMP akan berakahir Kamis (8/5) hari ini dengan mata pelajaran IPA. W-001

FAJA R BALI

Kamis, 8 Mei 2014, Tahun XIV

Sudjana didampingi Astina dan Urbanus ketika memukul gong sebagai tanda pembukaan Open House SPB/STPBI, Senin (5/5)

APRIL 2014

DENPASAR-Fajar Bali Dalam menghadapi persaingan tersebut, institusi ini melakukan berbagai terobosan. Salah satu di antaranya dengan mengirim mahasiswa ke Luar Negeri (LN), ungkap Ketua STPBI, I Made Sudjana, SE,M M, CHT, CHA, pada Open House SPB/STPBI, di Denpasar, Senin (5/5) yang lalu.Ia menjelaskan, mahasiswa yang dikirim ke LN sebagian besar mengikuti training disejumlah hotel berbintang lima di Amerika Serikat (AS). Pada kesempatan itu, generasi muda penerus bangsa ini akan mengasah keterampilan termasuk Bahasa Inggris yang diperoleh di bangku kuliah sebelumnya pada sarana akomodasi bertaraf internasional. Mahasiswa yang telah mengikuti training di sejumlah hotel berbintang di negara adi kuasa tersebut, ternyata memiliki kemampuan

dan kompetensi yang maksimal. Bahasa Inggrisnya cukup lumayan dan rasa percaya diri pencari kerja itu tidak diragukan lagi, ungkapnya. Sudjana menambahkan, mahasiswa yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi yang bernaung di bawah Yayasan Dharma Widhya Ulangun Denpasar tersebut, selain mengirim mahasiswa ke LN, pihaknya juga meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan menambah pembelajaran Bahasa Inggris. Para dosen yang bertanggung jawab terhadap kemampuan mahasiswa dalam berbahasa internasional itu diberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitasnya melalui peningkatan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tambahnya. Sudjana yang sekaligus Direktur SPB, menegaskan,

pihaknya terus berupaya mengantisipasi kondisi tersebut dengan melakukan berbagai terobosan termasuk mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah dengan mengadakan kerjasama dengan PHRI Bali menggelar english speech contest tingkat SMA/SMK se- Bali. Kerjasama antara lembaga pendidikan kepariwisataan (pencetak tenaga kerja) dengan PHRI (pengguna tenaga kerja) akan bisa mewujudkan calon-calon tenaga kerja yang sesuai dengan permintaan industri. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Open House STPBI dan SPB, Drs. I Nyoman Urbanus, M. Si, CHT menuturkan, tujuan acara tahunan tersebut, adalah untuk memperkenalkan kedua lembaga pendidikan tinggi itu kepada masyarakat

di tanah air. Selain itu, sebagai ucapan terima kasih kepada kalangan perhotelan yang selama ini telah memberikan kesempatan mahasiswa STPBISPB untuk mengadakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Salah satu kegiatan yang digelar serangkaian acara Open House STPBI-SPB yang berlangsung seminggu (5-10 Mei) 2014 tersebut adalah english speech contest tingkat SMA/SMK se-Bali, Makendang Tunggal, Bali Food Challenge, American Day, Seminar and Exhibition and Blood Donations, Public Speeking By Sony Tulung, tegasnya.Acara pembukaan Open House tersebut dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. I Nyoman Sucipta, M.Sc, dan sejumlah pimpinan perguruan tinggi baik swasta maupun negeri di daerah ini. K-01

Oleh

Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, telah mengingatkan, jangan sampai soal UN kencing di jalan. Hal itu diingatkan karena pendistribusian soal UN dijaga ketat petugas. Tenyata yang diingatkan Mendikbud malah menggema isu soal UN SMP bocor. UN untuk meningkatkan kualitas generasi penerus, dan bukan untuk diisukan soal bocor. Kamis 8 Mei hari ini UN SMP berakhir, apakah pada UN SMP hari terakhir juga akan muncul isu soal bocor ? tentu diharapkan dapat dicegah isu terse-

but. Secara psikologis, isu soal UN bocor dapat mengganggu peserta UN lainnya yang tetap mengandalkan kemampuan sendiri dalam tarung beas pada UN dengan 20 paket. Soal untuk setiap peserta UN berbeda satu dengan lainnya, sehingga siswa yang di depan, di belakang di samping kiri dan kanan, tidak bisa saling bertanya dan menyontek. Sistem 20 paket untuk megukur kualitas pendidikan di Indonesia. Pada UN tahun lalu Bali umumnya dan Denpasar khususnya menyabet rangking tertingi UN SMP tingkat nasional, dan be-

bas dari isu soal bocor. Mudah-mudahan dengan isu soal UN SMP bocor, tidak memengaruhi Denpasar dalam peraihan rangking tertinggi UN tingkat nasional. Setiap sekolah prepare student to face kompetition, karena ke depan SDM manusia Indonesia harus mampu berkompetitif dengan negara-negara yang telah maju. Sebuah contoh, sebelumnya Malaysia belajar ke Indonesia, namun sekarang Indonesia belajar di Malaysia, hal ini merupakan paradoks dalam dunia pendidikan. Selain itu mahasiwa-mahasiwa yang brilian melanjutkan studi keluar negeri, dan setelah merampungkan studi bekerja di luar negeri, sehingga SDM bukan untuk kepentingan Indonesia. Beberapa pengamat memprediksi UN mungkin akan dihapus. Selain itu sejumlah kepala sekolah (kasek) di Denpasar juga sebelumnya berpendapat, bila dilaksanakan US, maka yang lebih mengetahui tentang siswa adalah sekolah masing-masing. Penilain pada US tidak hanya sebatas nilai, tetapi juga mengenai karakter siswa, dan bila siswa yang sering bolos, atau bandel dan menggunakn fisik kepada teman-teman di sekolah, juga bagian penting dalam mempertimbangkan lulus atu tidaknya siswa tersebut. Ditinjau dari segi kurikulum 2013, Indonesia sedang berupaya untuk menyejajarkan SDM dengan negara-negara yang telah maju, baik dari segi Intelectual Quality (IQ), Emotional Quality (EQ), dan Spiritual Quality (SQ) Bebeda dengan perguruan tinggi sebagai menara air (penyejuk). Di perguruan tinggi menerapkan 4 pilar yang ditetapkan United Nation Educational Sientific Culture Organitation (UNESCO). Keempat pilar itu, leraning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together. Keempat pilar ini juga merupakan bagian penting untuk berkompetitif pada world university. Oleh karena itu, untuk memajukan pendidikan di Indonesia bukan hanya sekolah tetapi juga masyarakat dan pemerintah, karena ketiga pilar ini sangat menentukan nasib Indonesia ke depan.

Isu Soal UN Bocor Akankah UN Diganti US? Blasius Besu

Wartawan Fajar Bali

607/III/BLAS

708/IV/BLAS

Soal Ujian Nasioanl (UN) Bocor pada UN SMP tahun akademik 2013/2014, merupakan dilematik yang perlu dikaji lebih jauh untuk ke depan. UN SMP yan diisukan bocor memunculkan teka - teki untuk ke depannya. Selain itu UN SD diganti dengan US terkoordinasi, muncul pula teka-teki, apakah UN saat ini sebagai final ? dan akan diganti dengan US. Terkait UN SMP bocor, sebelum UN SMP digelar, Menteri

532/II/BLAS

Layouter: Wiadnyana


KESEHATAN

9 Cairan pada Kantong Buah Zakar Berbahaya?

FAJA R BALI

Kamis, 8 Mei 2014, Tahun XIV

Oleh : Dr. Kadek Adi Wiguna

750/IV/IGR

Sering kali ibu atau ayah yang menyadari kantong zakar anaknya besar sebelah dan membawa anak tersebut ke dokter pada pemeriksaan dokter kemudian anak tersebut dikatakan memiliki cairan di kantong zakarnya, berbahayakan hal tersebut buat si anak? Adanya cairan pada kantong buah zakar atau testis adalah kondisi medis yang disebut dengan hidrokel. Hidrokel, hydroceles adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan kantong testis . Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan dalam keadaan seimbang antara produksi dan reabsorbsiatau penyerapan oleh sistem limfatik di sekitarnya Cairan yang mengisi kantong testis bisa mengisi satu atau kedua kantong sehingga keduanya tampak membesar dimana pembesaran kantong testis ini biasanya tidak menimbulkan nyeri sehingga anak biasanya tidak rewel. Hidrokel terjadi karena saluran testis yang dalam bahasa kedokteran disebut juga prosesus vaginalis tidak mengalami penutupan sempurna atau obliterasi pada saat testis turun dari perut pada saat perkembangan janin sehingga meninggalkan lubang yang berdiameter kecil dimana cairan dari rongga perut yang disebut juga rongga peritoneal itu turun dan masuk ke kantong testis. Penyebab Hidrokel yang terjadi pada

bayi baru lahir dapat disebabkan karena: (1) belum sempurnanya penutupan rongga yang menghubungkan testis dan perut (prosesus vaginalis) sehingga terjadi aliran cairan rongga perut (peritoneum) ke kantong testis atau (2) belum sempurnanya sistem limfatik di daerah kantong testis dalam melakukan penyerapan cairan hidrokel. Pada orang dewasa, atau anak yang lebih besar, hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. Penyebab primer adalah sama seperti kejadian pada anak baru lahir, Penyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau saluran testis yang menyebabkan terganggunya sistem pengeluaran atau penyerapan cairan di kantong hidrokel. Kelainan pada testis itu mungkin suatu tumor, infeksi, atau trauma pada testis. Tipe hidrokel

517/I/IGR

229/VII/IGR

Ada dua tipe dari hidrokel: (1) Hidrokel communicans : hidrokel ini timbul karena tidak menutup sempurnanya saluran testis atau prossesus vaginalis tersebut sehingga masih terdapat lubang yang menghubungkan rongga perut dengan kantong testis, lubang tersebut masih ada sehingga cairan di rongga perut masih bisa masuk dan cairan di kantong testis masih bisa kembali ke rongga perut sehingga kantong kadang tampak besar pada saat anak menangis kadang mengecil saat anak tenang. (2). Hidrokel non communicans: Hidrokel termasuk hidrokel testis dan hidrokel funikulus. Perbedaan dengan hidrokel kommunikans, adalah dimana saluran testis yang berhubungan dengan rongga perut sudah tertutup tapi cairan dari rongga perut sudah terlanjur masuk ke kantong testis. Pada Hidrokel testis kantong hidrokel seolah olah mengelilingi testis sehingga testis tidak dapat di raba, besar kantong tetis tidak berubah sepanjang hari. Pada hidrokel funikulus kantong hidrokel berada di bagian atas dari testis sehingga testis masih bisa di raba dan teraba berada di luar kantong hidrokel

Gejala klinis dan Pemeriksaan Penderita mengeluh adanya benjolan di kantong testis yang tidak nyeri. Pada pemeriksaan didapatkan adanya benjolan di kantong testis seperti balon air dan pada pemeriksaan penerawangan menunjukkan adanya transiluminasi. Pada hidrokel yang terinfeksi atau kulit skrotum yang sangat tebal kadang-kadang sulit melakukan pemeriksaan ini, sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonografi/ USG  Bahaya hidrokel? Hidrokel walaupun tidak nyeri, penumpukan cairan di sekitar area testis rawan mengalami trauma atau benturan

dan dapat menekan testis yang kemudian menyebabkan aliran darah menjadi terhambat sehingga sangat tidak menguntungkan. Tekanan akibat hidrokel kronis atau jangka panjang sangat tidak baik, bisa mengganggu pengaturan suhu dan suplai darah pada testis,pada kondisi serius dapat menyebabkan gangguan pada produksi sperma bahkan bisa menyebabkan pengkerutan testis atau atrofi testis yang parah. Hal ini akan mempengaruhi testis dan kemungkinan dapat mempengaruhi kesuburan atau menyebabkan kemandulan.

Terapi Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah saluran antara kantong testis dan rongga perut menutup, sehingga hidrokel akan sembuh sendiri; tetapi jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan tindakan oleh dokter bedah. Tindakan untuk mengatasi cairan hidrokel adalah dengan aspirasi atau penyedotan dan operasi. Penyedotan (aspirasi) cairan hidrokel dengan alat suntik sudah tidak dianjurkan karena selain angka kekambuhannya tinggi, kadang kala dapat menimbulkan penyakit penyulit berupa infeksi. Ada beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah: (1) hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah, (2) indikasi kosmetik (tidak nyaman dilihat/ di raba) , dan (3) hidrokel permagna atau sangat besar yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu penderita dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel, sekaligus melakukan  herniorfi  Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan skrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara Winkelman atau aplikasi kantong hidrokel sesuai cara Lord. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel secara in toto Kasus hidrokel banyak terjadi di masyarakat, jadi apabila anda atau kerabat anda mengalami hal seperti ini penanganan oleh dokter segera diperlukan agar tidak terjadi komplikasi yang akan merugikan penderita nantinya.*

7 018/I/FB/KTR

505/I/KTR

166/VI/FB/IGR

453/XII/AGN

736/IV/BGS

Layouter: Wiadnyana


EKONOMI

10

FAJA R BALI

Kamis, 8 Mei 2014, Tahun XIV

Senator I Kadek Arimbawa Bergabung Sebagai Promotion Advisor Grup Hardys Holdings DENPASAR-Fajar Bali Upaya Grup Hardys/GH Holdings dalam merancang action plan untuk mewujudkan pertumbuhan dan pengembangan perusahaan berbasis pada pertumbuhan bisnis yang terintegrasi dengan salah satu goalnya adalah proses Initial Public Offering (IPO), terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari Senator I Kadek Arimbawa, atau yang akrab disapa Lolak. Senator Bali yang kembali terpilih untuk periode ke-2 dalam perhelatan Pemilu Legislatif 2014 ini, resmi bergabung di Grup Hardys Holdings sebagai penasehat bidang promosi, Selasa (6/5) di Denpasar, melalui proses penyerahan Surat Keputusan (SK) yang dilakukan oleh Presiden Direktur GH Holdings, Ir. Gede Agus Hardyawan. Arimbawa menyatakan, proses bergabungnya di Grup Hardys Holdings, semata-mata ingin ikut serta secara langsung dalam sebuah proses membangun icon kebanggaan masyarakat Bali

”Arimbawa : Proses Nyata Membangun Kebanggaan Bali, Salah Satunya Melalui Dukungan Kepada Pengusaha Bali Agar Mampu Terus Bertumbuh di Tanah Bali dan Berprestasi di Tingkat Nasional”. dengan cara mendorong pertumbuhan dan perkembangan pengusaha Bali baik di daerah Bali sendiri maupun di tingkat nasional. “Hal ini penting, karena keberadaan pengusaha adalah salah satu pilar penting penggerak ekonomi masyarakat yang berarti juga mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara paralel dan integral”ujarnya. Ditambahkan Lolak, hal inilah yang mesti menjadi spirit bagi seluruh anak muda Bali, sehingga kedepan akan lahir “Hardys-Hardys” lainnya yang akan menjadi simbol kebanggaan Bali di masa kini maupun masa mendatang. “Saya pribadi optimistis, jika kita semua memiliki spirit yang sama seperti Grup Hardys, menjadi yang terbaik itu

tidak akan sulit” ungkap peraih 161.000 suara dalam pemilihan Senator Bali beberapa waktu lalu. Lolak yang hadir didampingi istri tercinta, Ni Made Suastini atau akrab disapa Dek Ulik tersebut berkomitmen untuk bisa memberikan sumbangsih pemikiran dari ide dan pengalaman selama menjadi seniman maupun mengemban amanat masyarakat Bali sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Perwakilan Bali. “Dukungan struktur organisasi dan manajemen yang telah ditata dengan baik di GH Holdings adalah salah satu peluang besar bagi perusahaan untuk terus tumbuh, semoga kami bisa

berbuat lebih banyak untuk Grup Hardys”ungkap Pendiri Yayasan Kesenian Bali (YKB) yang sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan HardysFoundation melalui program HardysPeduli Seni dan Budaya Bali. Ir. Gede Agus Hardyawan, Presiden Direktur sekaligus founder GH Holdings didampingi oleh Komisaris Utama, Ketut Rukmini Hardy, SP., menyambut baik bergabungnya I Kadek Arimbawa sebagai Promotion Advisor di GH Holdings. Menurut pengusaha yang akrab disapa Gede Hardy tersebut, kehadiran tokoh-tokoh penting yang memiliki pengalaman dan kemampuan dibidangnya masing-masing sangat diperlukan oleh Grup Hardys/ GH Holdings dalam proses Transformasi ke-5 Grup Hardys khususnya di bidang sumber daya manusia. “Kami yakin dukungan masyarakat Bali dan putra-putri terbaik Bali akan menjadi modal terbesar kami untuk meraih mimpi di masa depan”tukasnya.KJS

FB/IST

Senator I Kadek Arimbawa atau yang akrab disapa Lolak bersama Presiden Direktur GH Holdings, Gede Hardy saat serah terima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Selaku Promotion Advisor di GH Holdings.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Picu Inflasi Kota Singaraja DENPASAR-Fajar Bali    Pada bulan April 2014, Kota Singaraja mengalami inflasi sebesar 0,16 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks sebagian kelompok pengeluaran. Berdasarkan data yang diperoleh di Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, kelompok pengeluaran penyebab terjadinya inflasi Kota Singaraja yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 2,02 persen dari 115.38 di Desember 2013 menjadi 120.45 pada April 2014.

Kepala BPS Bali Panusunan Siregar menyatakan, selain kelompok pengeluaran, kelompok lainnya seperti kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan juga turut andil penyebab inflasi dengan persentase masing - masing adalah 0,83 persen, 0,05 persen, 0,07 persen dan 0,24 persen. Sementara, kelompok yang mengalami penurunan harga sambung Panusunan yakni kelompok bahan makanan, kelompok perumahan, air, listrik, gas

Kenaikan Bahan Baku Kayu, Dikeluhkan Pengrajin

GIANYAR-Fajar Bali Kenaikan bahan baku kayu yang digunakan beberapa pengrajin di Gianyar mengalami kenaikan mencapai 50 persen dari tahun lalu, membuat pengrajin berbahan dasar kayu mengeluh dengan kenaikan harga. “Jenis kayu jati yang biasa saya gunakan sebagai bahan baku untuk membuat beberapa produk kerajinan mengalami kenaikan harga,”papar pengelola usaha kerajinan Cinta Akar Jl. Raya Batuan, Sukawati, Gianyar, I Ketut Nada, Senin (5/5) ditempat usahanya. Dikatakan, kenaikan yang terjadi saat ini juga diiringi dengan sulitnya memperoleh bahan baku, untuk kayu jati kebanyakan didatangkan dari luar daerah Bali seperti dibeberpa daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur. Dalam per bulan pengiriman kayu jati tersebut tidak dapat ditentukan jumlahnya semua tergantung dari produksi dan penjualan produk kerajinan yang ada di gerainya. “Selain harga kayu melonjak langkanya bahan baku berpengaruh terhadap pengiriman yang kebanyakan dikirim dari luar Bali,” ungkapnya. Dilajutkan, dengan adanya kenaikan bahan baku secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap harga jual dari produk kerajinan yang dihasilkan. Meskipun kenaikan bahan baku terkait untuk kwalitas produk kerajinan yang ditawarkan kepada konsumen tetap dijaganya dengan konsekuensi menerima keuntungan sedikit dari biasanya. “Dengan kenaikan harga bahan baku kami terpaksa menaikan harga produk kerajinan yang telah kami hasilkan juga, meskipun nantinya harus mendapakan keuntungan yang tidak banyak,” jelasnya. Hal yang sama juga dialami pengrajin papan nama khas ukiran Bali di Banjar Bucuan, Batuan, Sukawati, Gianyar, I Ketut Kontil. Menurutnya untuk kanaikan harga bahan baku dirasakan juga mengalami lonjakan. Dalam membuat kerajinan papan nama Kontin, biasanya menggunakan beberapa jenis kayu seperti kayu Mahoni dan kayu Sono Keling yang kebanyakan didatangkan dari daerah Malang, Jawa Timur. Diakui kenaikan bahan baku berpengaruh terhadap sulitnya untuk mematok harga produk kerajinan kepada pelangan yang hampir setiap bulan rutin mendapat order dari Jepang. “Dengan terjadinya kenaikan harga bahan baku khususnya kayu ditahun ini, saya merasa sulit untuk memberikan harga dengan tetap harus menjaga dan mempertahankan kualitas dari produk kerajinan yang telah saya hasilkan kepada rekan bisnis saya nanti,” ujarnya Kontil mengeluh dengan kondisi tersebut akhirnya akan berimbas pula pada produksi dari barang kerajinan yang dihasilkan. Sedangkan untuk beberapa produk kerajinan yang berupa patung, dan meja dari akar jati dalam per bulan tidak dapat ditentukan hasilnya, semua tergantung dari pesanan.M-004

dan bahan bakar dengan persentase masing - masing sebesar 0,95 persen dan 0,18 persen. “Tingkat inflasi Kota Singaraja pada tahun kalender April 2014 ini sebesar 1,55 persen lebih rendah 0,54 persen dibandingkan inflasi Kota Denpasar,” ungkap Panusunan belum lama ini di Denpasar. Panusunan menyebutkan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2014 antara lain adalah ayam goreng, daging ayam ras, roti manis, tongkol pindang, mie, pampers, ban luar motor, kayu balokan, cumi - cumi, kacang ta-

nah, rokok kretek filter, ikan ekor kuning, rokok kretek, kentang, telur ayam kampung, salak, susu untuk balita, ikan lele, layang, kangkung, gula pasir, apel, daging babi. Sementara, komoditas yang mengalami penurunan harga kata Panusunan antara lain yakni sabun cair, bir, daging sapi, minyak goreng, tomat sayur, setrika, bawang putih, kompor, minuman kesegaran, wortel, minyak kelapa, kelapa pisang, buncis, mie kering instan, tongkol, cabai merah, kacang panjang, bawang merah, tepung terigu dan telur ayam ras. W-011

FB/IST

Penerapan UMK di Badung Belum Maksimal Di Kabupaten Badung masih banyak pekerja yang belum menikmati gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2 0 1 4 ya n g d i te t a p kan Rp 1.728.000. Ane h nya , s a m p a i s a a t ini belum ada  respon dari pemerintah. MANGUPURA-Fajar Bali Persoalan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kabupaten Badung mulai bermunculan, seperti yang terjadi pada tenaga kerja guru non PNS. Berdasarkan informasi guru non PNS hanya memperoleh upah kisaran Rp 800 ribu sampai Rp 1,4 juta, besaran upah pun disesuaikan dengan jabatan dan beban kerja masing-masing. Bahkan semakin prihatin jika melihat upah pegawai Palang Merah Indonesia (PMI) Badung Rp 580 ribu sampai Rp 1,6 juta. Gaji terkicil berlaku bagi tenaga yang baru masuk, sedangkan tingkatan gaji berikutnya diberikan kepada pegawai lama. Pegawai yang sudah 23 lalu bekerja digaji dengan besaran Rp 1,6 juta. Informasi terbaru, karyawan hotel, restoran, dan bar ternyata gajnya juga masih dibawah UMK.  Dari sumber terpercaya, salah satu hotel di kawasan Kedonganan bahkan tetap mengupah karyawannya tidak sesuai UMK. Banyak kalangan menilai bahwa pelanggaran penerapan UMK

ibarat fenomena gunung es. Wacana Disosnaker yang akan gencar melakukan sosialisasi tampaknya tidak membuahkan hasil maksimal, buktinya, masih banyak pekerja yang upahnya dibawah standar UMK. “Hotel, restaurant, dan bar di Badung belum sepenuhnya terapkan UMK. Fa k t a nya b a nya k p a ra pegawai hotel mengeluhkan tidak diterimanya upah hingga minimum sebesar Rp 1.728.000. Ini contoh kecil dan bisa jadi merupakan fenomena gunung es,” ujar anggota DPRD Badung I Wayan Puspa Negara, Rabu (7/5) kemarin. Legislator asal Legian ini mengindikasikan masih banyak permasalahan UMK yang belum terungkap. Kasus-kasus yang tampak dipermukaan bisa jadi hanya bagian kecil. Oleh karenanya, berharap pihak terkait, dalam hal ini Disosnaker  agar lebih intensif memantau penerapan UMK, terutama pada perusahaan yang bergerak disektor pariwisata. “Bila perlu berikan warning pengusaha yang tidak terapkan UMK Badung, bila membandel langkah koordinasi dengan Satpol PP dan BPPT untuk mencabut perizinannya,” tegasnya. Kepala Disosnaker Badung Ni Luh Suryaniti secara terpisah menegaskan, sejak penetapan UMK baru, pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi, termasuk memanggil langsung para pengusaha. Kalaupun ada perusahaan yang belum mengupah karyawannya sesuai UMK baru, itu

urusan diinternal perusahaan, karena erat kaitannya dengan sehat tidak perusahaan tersebut. “Menurut aturan, perusahaan itu diberikan toleransi untuk melakukan penangguhan (tidak menerapkan UMK, red), tentu dengan berbagai pertimbangan. Nah, penangguhan itu diberikan kepada kami lalu kami yang akan meneruskan ke provinsi. Provinsi yang nanti menerjunkan tim audit, apakah betul perusahaan itu tidak mampu membayar upah kepada karyawannya dengan UMK. Disitu akan kelihatan,” jelasnya. Meski begitu, pihaknya menegaskan tetap melakukan pengawasan. Bila mana ditemukan ada perusahaan yang kondisi sehat tapi tidak membayar upah karyawannya dengan UMK tahun 2014 tetap akan dikenakan sanksi. Lalu bagaimana dengan upah para guru non PNS dan staf PMI yang dibawah UMK? Suryaniti menjawab secara diplomatis. Dijelaskan, pengupahan pegawai dengan guru non PNS maupun staf PMI berbeda, ada aturan tersendiri dan tidak bisa disamakan. Lagi pula, penetapan upah biasanya ditentukan setahun sebelumnya. Nah, upah yang diterima para guru non PNS dan staf PMI ditetapkan sebelum UMK baru ditetapkan. “Ya harus diterima keadaan seperti ini karena proses penetapan UMK seperti itu,” dalihnya sembari menegaskan bila perhatian pemerintah terkait kesejahteraan pegawai sudah sangat besar. W-006

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI TIPE MADYA PABEAN NGURAH RAI

PENGUMUMAN LELANG Nomor: PENG-

/WBC.12/KPP.MP.01/2014

Dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Denpasar, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Ngurah Rai akan melaksanakan penjualan lelang dimuka umum terhadap Barang yang Menjadi Milik Negara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berupa: No

Uraian Barang

Limit

Jaminan

55.125.000

11.500.000

1 paket barang bergerak sesuai KEP-492/WBC.12/KPP.MP.01/2012 berupa 25 pcs Fishing Handle.

2.000.000

1.000.000

3

1 paket barang bergerak sesuai KEP-494/WBC.12/KPP.MP.01/2012 berupa 3 koli Table ware.

5.071.250

1.500.000

4

1 paket barang bergerak sesuai KEP-495/WBC.12/KPP.MP.01/2012 berupa 1 koli Water pump (banana boat).

2.085.000

1.000.000

5

1 paket barang bergerak sesuai KEP-82/WBC.12/KPP.MP.01/2013 berupa 56 roll Bahan Baku Pakaian Textile Goods, 1 unit Marine Accessories (rantai 1/4 drum) dan 78 buah Education Books.

23.109.000

5.000.000

6

1 paket barang bergerak sesuai KEP-496/WBC.12/KPP.MP.01/2012 berupa 60 helai Baju Dalam Dry Suite, Loong "T" dan Jhon (Whites MK I) ( Bath Rope, Kantung Sabun, Celana Mandi) dan 6 buah tempat duduk untuk kapal laut.

12.276.000

2.500.000

7

1 paket barang bergerak sesuai KEP-481/WBC.12/KPP.MP.01/2012 berupa 261 unit Suku cadang Alat Angkut Darat Bermotor berbagai macam type, 28 unit Helm, 6 unit Vertical Blind, 8 unit Airweave, 1 unit Heat Pump, 13 pasang Skateboard Shoes dan 30 roll Bahan Baku Pakaian Fabric Button.

52.836.000

11.000.000

8

1 paket barang bergerak sesuai KEP-451/WBC.12/KPP.MP.01/2013 berupa 2.537 buah Pakaian Jadi Wanita, Tas/Dompet Wanita, Sepatu Wanita, Aksesori, Black Pouches, Umbrella dan Paper Bag berbagai jenis dan merk.

150.952.100

30.500.000

9

1 paket barang bergerak sesuai KEP-245/WBC.12/KPP.MP.01/2013 berupa 1 Printer Dot Matrix Pearl P350 dan 248 Blankets for Donation.

10

1 paket barang bergerak sesuai KEP-380/WBC.12/KPP.MP.01/2013 berupa 11 Receiver Takstar dan 1 Transmitter Takstar.

11

1 paket barang bergerak sesuai KEP-422/WBC.12/KPP.MP.01/2013 berupa 7 Wheelchair Victory.

1

1 paket barang bergerak sesuai KEP-567/WBC.12/KPP.MP.01/2011 berupa 01 koli Machine parts (sparepart) dan 34 koli Solar panel.

2

Aanwijzing/Open House Hari/tanggal : Senin, 12 Mei 2014 Pukul : 10.00 WITA Tempat : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Ngurah Rai, Jl. Airport Ngurah Rai Badung

27.169.100

6.000.000

9.416.300

2.000.000

14.404.400

3.000.000

354.444.150

75.000.000

Pelaksanaan Lelang Hari/tanggal : Selasa, 13 Mei 2014 Pukul : 10.00 WITA Tempat : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Ngurah Rai, Jl. Airport Ngurah Rai Badung

Syarat-Syarat Lelang: 1. Objek lelang diatas dijual dengan kondisi apa adanya (as is) dan peserta lelang dianggap telah mengetahui/memahami kondisi objek lelang (daftar lengkap akan diberikan pada saat Aanwijzing/Open House); 2. Peserta lelang diwajibkan menyetorkan uang jaminan tersebut diatas dan menunjuk nomor objek lelang yang akan ditawar ke Rekening No. 264471810 a.n. Rekening Penampungan Lelang KPKNL Denpasar pada Bank BNI Cabang Denpasar Gajahmada, dan sudah harus efektif selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang; 3. Penawaran lelang dilakukan dengan cara lisan semakin meningkat dengan kelipatan penawaran ditentukan oleh Pejabat Lelang pada saat lelang; 4. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib membayar harga lelang dan bea lelang 2% selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang, apabila tidak melunasi, maka dinyatakan batal dan uang jaminan penawaran lelang disetorkan ke kas negara; 5. Pemenang lelang yang ditunjuk dikenakan Bea Pencacahan sebesar 2,5% dari harga lelang dan dibayarkan kepada penjual; 6. Setiap peserta lelang wajib melakukan penawaran dan penawaran paling sedikit sama dengan nilai limit. Apabila peserta lelang tidak hadir atau hadir namun tidak melakukan penawaran akan dikenakan sanksi tidak diperbolehkan mengikuti lelang selama 3 (tiga) bulan diwilayah kerja Kantor Wilayah DJKN Bali dan Nusa Tenggara; 7. Pengeluaran barang paling lama 2 (dua) hari kerja terhitung sejak tanggal pelunasan. Bila melebihi, akan dikenakan denda administrasi sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) per hari per lot; 8. Peserta lelang yang tidak memenangkan lelang dapat mengambil kembali uang jaminannya tanpa potongan dengan menunjukkan asli bukti setor dan identitas diri (KTP/SIM). Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Lelang KPPBC Tipe Madya Pabean Ngurah Rai Telp. 0361-9351035 atau KPKNL Denpasar Telp. 0361-229151.

Denpasar, 08 Mei 2014 Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Ngurah Rai

I Made Wijaya NIP 19691231 198902 1 001 775/IV/KTR

774/IV/KTR

Layouter: Zohra


FAJA R BALI

Kamis, 8 Mei 2014, Tahun XIV

NASIONAL

Pasien Diduga MERS Meninggal DARI HALAMAN 1 yang berkurang. Entah itu karena kelelahan atau debu, itu bisa menyebabkan penyakit kambuh kembali sehingga memperburuk kondisi pasien,” ujarnya. dr Ken Wirasandhi mengatakan, pasien dengan dugaan virus corona harus diobservasi dan diisolasi karena bisa menular lewat partikel udara yang mungkin dihasilkan ketika

DARI HALAMAN 1 Sura Izin Pengobat Tradisional (SIPT).  “Yang sudah memiliki STPT hanya 127 dan SIPT 35. Jadi di luar itu dapat dikatakan ilegal,” ungkap Resini seizin Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya. Melihat minimnya kesadaran pengobat tradisional untuk mengurus izin operasional,  tim khusus pun diterjunkan. Tim yang terdiri atas, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, UPT JKMB, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Balai POM, serta Kepolisian menelusuri sejumlah klinik pengobatan di wilayah Denpasar.  Inspeksi Mendadak (Sidak) itu dilangsungkan sejak tanggal 13 hingga 17 Bulan Februari 2014 lalu. Hasilnya cukup mencengangkan. Nyaris setiap praktik pengobatan tradisional yang dimasuki tidak berizin.  Bahkan, ada lima klinik pengobatan yang sejak lama ‘membandel’ dan akhirnya ditutup untuk sementara. Kelima praktik pengobatan yang belum berizin dan di-

Pasang Alat Deteksi Corona Virus DARI HALAMAN 1

seseorang batuk atau bersin. Partikel-partikel terseb u t ke m u n g k i n a n m a s i h mengandung mikroorganisme menular dan cenderung cepat hilang dari udara sehingga risiko penularan penyakit tersebut terbatas pada lingkungan terdekatnya. Oleh karena itu, penularan tersebut terjadi ketika gejala sudah timbul. “Potensi kematian penyak-

it ini cukup besar, apalagi pasien menderita penyakit komplikasi lain, seperti diabetes, asma, darah tinggi, dan jantung,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah dr Dudut Rustyadi, SpF, mengungkapkan bahwa penanganan terhadap pasien yang terkena infeksi ataupun wabah tersebut akan berbeda dengan jenazah yang meninggal pada umumnya.

“Petugas perlu memakai alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penularan dari virus, yang tertular dari jenazah yang diduga atau suspect suatu penyakit menular,” ujarnya. Begitu pula ketika jenazah dimasukkan ke dalam peti. “Ada prosedur yang dilakukan petugas medis dalam menangani pasien yang terindikasi suspect penyakit menular itu,” tandasnya. KP

tutup untuk sementara meliputi, Media Klinik Tradisional Sinshe, Ummi Latifah, TCM Bethari, BHCC (Bali Health Care Center), serta Ki Ageng Dewantaro.  Penutupan sementara ini dilakukan hingga klinik bersangkutan mengurus izin operasional.  “Dinas Kesehatan Provinsi Bali terus akan mendorong dan berkoordinasi dengan kabupaten/kota.  Karena pengurusan izin kan kewenangannya di kabupaten/kota,” jelasnya. Apabila pengobat tidak kunjung mengurus izin, maka dinyatakan melanggar Permenkes 1076 Menkes/SK/7/2003/ tentang penyelenggaraan pengobatan tradisional.  Sanksi yang dikenakan pun berjenjang, mulai dari pembinaan hingga penutupan. Lucunya, jika ditelusuri lebih jauh, perkembangan klinik pengobatan tradisional tak sebanding dengan jumlah dokter yang membuka praktik umum. Bahkan jumlah pengobat tradisional yang membuka klinik berhasil mengalahkan jumlah dokter praktik di se-

luruh Bali.  Jika pengobat tradisional berjumlah 3024, maka dokter praktik umum hanya 1537. Bisa jadi, jumlah ini menjadi sebuah pembuktian, bahwa pengobat tradisional memang sedang berjaya. Sebelumnya, Selasa (6/5) lalu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali mendesak Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali untuk menghentikan siaran pengobatan alternatif. Desakan tersebut disampaikan Sekretaris IDI Bali dr. I Made Sudarmaja dalam rapat koordinasi pelayanan kesehatan tradisional, alternatif dan komplementer di Sanur pada Selasa (6/5). Sudarmaja mengatakan jika iklan pengobatan alternatif yang menyesatkan di lembaga penyiaran tetap dibiarkan maka kondisi tersebut akan sangat membahayakan bagi masyarakat awam. Jangan sampai masyarakat tertipu dengan iklan pengobatan yang menyesatkan. Menanggapi desakan tersebut, Komisioner KPID Bali I

Nengah Muliarta mengapresiasi desakan IDI Bali. Namun permasalahannya KPI hanya berwenang menegur lembaga penyiarannya saja. Sedangkan jasa pengobatan alternatifnya merupakan wewenang dinas kesehatan, karena izin prakteknya ada di dinas kabupaten/kota. Sementara, Kepala Dinas Ke s e h a t a n P rov i n s i B a l i , Ketut Suarjaya menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pangawasan secara langsung, sejak tanggal 13 hingga 17 Februari 2014. Berdasarkan hasil pengawasan itu, memang ditemui sejumlah klinik pengobatan tradisional yang tidak mengantongi izin. Parahnya, ada pula pengobatan tradisional yang menggunakan antibiotik tanpa resep dokter. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Suarjaya berjanji akan memberikan data jasa pelayanan alternatif yang sudah memiliki izin. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi KPID melakukan monitoring. W-019

suara Pemilu 2014 sebesar 27 persen. Akan tetapi, angka ini tak tercapai. Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga, Golkar diprediksi meraih sekitar 14 persen suara.  “Nah ketika itu tidak tercapai, maka ini harus dievaluasi. Ini yang mereka takutkan. Tiketnya diambil kembali,” kata Zainal, Rabu (7/5), di Jakarta.

Dia mengatakan, berdasarkan keputusan sepuluh ormas pilar dan sayap Partai Golkar, mereka mendesak agar DPD II dilibatkan dalam Rapimnas. Namun, mengacu pada AD/ART partai, posisi DPD II hanya sebatas sebagai peninjau alias tidak memiliki hak suara. Sebelumnya, pencalonan Ical terus digoyang oleh internal Golkar. Alasannya, ele-

ktabilitas Ical dinilai tak bisa menyaingi dua kandidat bakal capres lainnya yaitu Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Penolakan semakin kencang saat para tokoh senior Golkar, Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, dan Luhut Panjaitan menyatakan siap diajukan sebagai bakal calon wakil presiden. Luhut bahkan menyatakan dukungannya kepada bakal capres dari PDI-P Joko Widodo. KP

talk show, demo teknologi dan success story dari beberapa pelaku bisnis.  Pemerintah Provinsi Bali bersama Kabupaten dan SKPD yang mengajak pelaku usaha binaan masing-masing sesuai tema di atas menampilkan berbagai produk unggulan pertanian Daerah Bali seperti : Manggis organik, Salak Bali organik, Jeruk Siem Kintamani, Jeruk Keprok Madu, Paprika, Asparagus, Kopi organik, Kopi Arabika Kintamani (Kopi Indikasi Geografi), Kopi Robusta, Kopi Luwak, Jambu Mete Organik, Wine Salak, aneka produk olahan

Salak, olahan ternak dan perikanan serta produk-produk pertanian segar dan olahan lainnya. Kegiatan pameran dan acara terkait lainnya dilaksanakan mulai tanggal 1 Mei 2014, namun pembukaan pameran secara resmi dilakukan oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MMA. pada tanggal 2 Mei 2014 pukul 10.00 WIB  dan ditutup pada tanggal 4 Mei 2014 pukul 16.00 WIB.   Dari kesan dan pesan pengunjung selama pameran berlangsung, stand Provinsi Bali memperoleh apresiasi positif dari pengunjung yang terlihat

dari animo masyarakat untuk berkunjung ke stand Bali. Baik dari yang sekadar jalan-jalan, foto-foto, berbelanja hingga serius untuk menjajagi kemungkinan untuk menjalin kemitraan lebih lanjut.  Produk yang diminati oleh calon mitra untuk dikerjasamakan antara lain: Kopi organic, Mete organic, Sayuran organic, Jeruk Siem Kintamani dan Kacang Asin serta Kacang Koro.  Pengunjung juga berharap ke depannya stand Bali di samping menampilkan aneka produk pertanian juga menampilkan aneka produk kerajinan/kesenian (souvenir) khas Bali lainnya. W-019

Ribuan Praktik Pengobatan Tradisional di Bali Ilegal

ARB Takut Tiket Capresnya Diambil Kembali DARI HALAMAN 1 beringin itu. Ketakutan Ical itu, menurut Zainal, menjadi alasan mengapa DPP Partai Golkar tak melibatkan pengurus daerah tingkat II dalam Rapat Pimpinan Nasional yang akan digelar dalam waktu dekat. Sebelumnya, pengusungan Ical sebagai bakal capres diikuti dengan target perolehan

Pemprov Bali Pamer Produk Pertanian Lokal di JCC DARI HALAMAN 1 investasi bidang agribisnis/ agroindustri. Di samping itu, pameran kali ini juga diharapkan dapat memberikan informasi teknologi dalam rangka peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor produk pertanian. Tak kalah penting, ajang ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat untuk mengkonsumsi dan memanfaatkan produk pertanian dalam negeri.  “Pelaksanaan promosi ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kehandalan petani dan pelaku usaha agribisnis/ agroindustri dalam menghadapi persaingan, tantangan dan perkembangan globalisasi menyongsong ASEAN Economic Community (AEC 2015),” jelasnya. Tema yang diangkat pada pameran kali ini adalah Organic & Speciality Products.  Pengangkatan tema ini didasarkan atas semakin berkembangnya trend dan budaya hidup sehat dengan semboyan ”back to nature” (kembali ke alam),  konsumen menuntut tersedianya bahan pangan yang sehat, aman dan ramah lingkungan. Semua itu dicerminkan melalui pelaksanaan sistem pertanian organik sesuai kebijakan Kementerian Pertanian.  Dimunculkannya ”speciality products” sebagai bagian dari tema pameran kali ini dimaksudkan untuk memunculkan beragam produk pertanian Indonesia yang memiliki spesifikasi dan kekhasan tersendiri. Argo & Food Expo 2014, diikuti oleh 141 peserta dari Dinas lingkup pertanian provinsi se Indonesia, Unit eselon I Lingkup Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM dan perusahaan swasta serta BUMN.  Dalam rangkaian pelaksanaan pameran juga diselenggarakan berbagai kegiatan pendukung, seperti: temu bisnis (buyers meet sellers),

11

026/VI/FB/MHM

Kesehatan Pelabuhan,” kata Co-General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita, di Denpasar, Rabu (7/5). Menurut dia, pemasangan alat pendeteksi virus corona itu rencananya akan ditempatkan di Terminal Kedatangan Internasional sebagai pintu awal kedatangan penumpang dari sejumlah negara. Pihaknya telah menyiapkan standar prosedur bersama

dengan Kesehatan Pelabuhan apabila ada temuan penumpang yang terduga mengidap virus yang awalnya banyak ditemukan di negara Arab. “Prosedur standar sudah ada oleh Kesehatan Pelabuhan. Kalau misalnya ada apakah nanti akan dikarantina atau kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut,” imbuhnya. Namun ia belum bisa memastikan kapan alat pendeteksi itu akan diintegrasikan karena masih dalam koordinasi dengan pihak Kesehatan Pelabuhan. Ardita menyata-

kan bahwa pihaknya dalam waktu dekat segera memasang alat itu. Dinas Kesehatan Provinsi Bali sebelumnya menyatakan bahwa satu orang pasien diduga mengidap virus corona Mers (Mers-CoV) berinisial AS (50) berjenis kelamin laki-laki dari Nusa Dua, Kabupaten Badung. Pria itu kini meninggal setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah setelah sebelumnya sempat berkonsultasi di RSU Surya Husadha Denpasar. AN

kata Ketua Fraksi PKS di DPR RI tersebut. Wacana poros baru Partai Demokrat yang sebelumnya mengandalkan mitra-mitra koalisi pemerintahan saat ini, kini sudah mulai meredup. Poros Partai Demokrat sudah mulai ditinggal partai pendukung pemerintah, seperti Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar yang sudah merapat ke Partai Gerindra. Adapun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merapat ke PDIP. Sedangkan Partai Persatuan

Pembangunan (PPP) masih berada di antara dua pilihan, yakni antara PDI-P atau Partai Gerindra. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sendiri sempat melontarkan tanggapannya soal koalisi di Istana Negara beberapa waktu lalu. Ketika itu wartawan menanyakan tentang koalisi parpol yang menunggu manuver oleh Demokrat. “Tanpa Partai Demokrat sudah kuat. Katanya menunggu Demokrat, tapi tanpa Demokrat mereka sudah kuat,” kata SBY. KP

hantu’. “Dengan adanya bandara, target wisatawan juga harus naik. Nanti pembangunan akomodasi pariwisata disitu pasti banyak sekali. Jadi kunjungan wisatawan harus naik,  kalau tidak naik mereka (objek wisata di sekitar bandara) akan jadi ‘kota hantu’. Kalau tidak ada pengunjungnya nanti jadi kota hantu,” tegas Ngurah Wijaya beberapa waktu lalu. Tak hanya rencana pemb a n g u n a n b a n d a r a ya n g ia kritisi, wacana realisasi sirkuit F1 di Kabupaten Jembrana juga turut disorot. Wijaya menilai, rencana p e m b a n g u n a n s i rku i t F 1 terlalu dini. Sebagai sosok yang lama bergelut di dunia pariwisata, Wijaya mengatakan masih banyak hal yang harus diperbaiki sebelum membangun sirkuit F1. Salah

satunya, penataan kawasan pesisir di wilayah Jembrana. Bukan hanya sirkuit yang harus diperhatikan, tetapi sarana transportasi menuju ke kawasan itu juga wajib diperhitungkan.  Sehingga kelak, jika ada perlombaan pengiriman kendaraan mudah dilakukan baik melalui udara maupun laut. Ditegaskan pula, Bali sebagai objek pariwisata budaya, tidak memerlukan pembangunan yang besar-besaran. Sehingga nilai-nilai seni dan budaya yang jadi modal Bali selama ini tidak pudar. “Pembangunan Bali tidak perlu yang besar-besar, satu hotel sampai seribu kamar itu sudah di luar batas. Pariwisata kita kan pariwisata budaya, bukan pariwisata industri. Apa budayanya? budayanya ya masyarakat itu sendiri,” jelasnya. W-019

kan untuk guru terpaksa harus digunakan juga untuk siswa. Bisa dibayangkan, jika saat bersamaan antara guru dan siswa membutuhkan toilet, mereka harus menunggu giliran. “Saya rasa pembangunan toilet cukup penting di sekolah kami. Karena kadang siswasiswi tidak bisa diajak antri dan tak bisa menahan kalau kebelet. Ini sering terjadi, sehingga para guru harus mengalah”, cetusnya. Made Artha berharap kepada Pemerintah Provinsi Bali agar

bisa memfasilitasi dibangunnya kamar kecil/toilet di sekolahnya. Disamping juga beberapa fasilitas ruang yang lain seperti ruang Usaha Kesehatan Sekolah, serta ruang kepala sekolah. “Semoga Bapak Gubernur melalui instansi terkait bisa memberikan kami bantuan untuk bisa mendirikan kamar kecil dan ruang usaha kesehatan. Begitu juga dengan tenaga pendidik untuk memperlancar proses pembelajaran”, tutupnya. M-004

PKS Segera Deklarasi Dukung Prabowo

DARI HALAMAN 1 terbatas. Kami tidak bisa menunggu dan melewatkan potensipotensi yang ada,” ujar Hidayat di Jakarta, Rabu (7/5). Di sisi lain, kata Hidayat, Ko m i s i Pe m i l i h a n U m u m (KPU) akan mengumumkan perolehan suara partai dalam pemilu legislatif pada 9 Mei. Pada hari itu, Demokrat masih belum mengumumkan pemenang konvensi dan arah koalisinya. “Jadi, saya kira poros Demokrat akan sulit kalau kami harus menunggu,”

Ketua GIPI Sorot Wacana Sirkuit F1 DARI HALAMAN 1

bandara maupun sirkuit F1 tanpa perancangan matang. Pembangunan bandara di Bali utara adalah salah satu alternatif ‘masa depan’ pariwisata Bali. Artinya, jika dibangun sekarang, manfaatnya akan dirasakan untuk pariwisata 20 tahun mendatang. Memajukan pariwisata tak cukup hanya dengan membangun bandara dan menggenjot pembangunan akomodasi pariwisata di Bali utara. Tetapi, pemerintah juga wajib meningkatkan target kunjungan wisatawan. Sebab, akan sangat mubazir jika pembangunan bandara tidak disertai peningkatan jumlah wisatawan. Jika hal itu terjadi, bukan tidak mungkin setelah bandara terbangun, Bali utara akan menjadi ‘kota

SDN 1 Singapadu Kekurangan Kamar Kecil DARI HALAMAN 1 bagi siswa. Kami punya ratusan siswa, sedangkan kamar kecilnya hanya dua. Kadang siswa sampai antri”, papar Kepala Sekolah SDN 1 Singapadu, Banjar Senguan, Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar, I Made Artha belum lama ini. Dikatakan pula, lantaran kekurangan kamar kecil, guru harus terus berbagi dengan siswa, dalam artian kamar kecil yang semestinya diperuntuk-

750/V/BLAS

Layouter: Kasturie


DEWANKU

12

FAJA R BALI

Kamis, 8 Mei 2014, Tahun XIV

Panja LKPJ DPRD Bali Berikan 5 Poin Rekomendasi DENPASAR-Fajar Bali Panitia Kerja (Panja) Lapora n Pert a ng g u ngj awa b a n (LKPJ) DPRD Provinsi Bali telah menuntaskan pembahasan LKPJ akhir Tahun 2013. Ketua Panja LKPJ, Drs. Gede Kusuma Putra,Ak,MBA,MM telah menyampaikan hasil panja LKPJ dalam sidang paripurna intern DPRD Provinsi Bali pada Senin (5/5) lalu. Panja mengeluarkan rekomendasi berupa lima poin catatan dan saran kepada Pemerintah Provinsi Bali. Ditemui usai rapat paripurna, Selasa lalu, ketua Panja, Gde Kusuma Putra menyampaikan, sesuai amanat undang-undang pada akhir anggaran pemerintah provinsi melalui gubernur menyampaikan LKPJ. “Amanat peraturan pemerintah nomer 3 tahun 2007, hanya memberikan waktu paling lama 30 hari kepada DPRD guna melaksanakan pembahasan sejak diserahkan,” terangnya. Penilaian terhadap LKPJ, kata Kusuma, dewan selaku mitra pemerintah hanya menilai, membandingkan dan mencocokkan mengenai program atau kegiatan berikut Pagu anggaran yang telah disepakati berupa target-target kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasi atau pelaksanaanya. “Tidak ada istilah menerima atau menolak. Nanti penilaian yang keluar berupa catatan yang akan direkomendasikan kepada pemerintah provinsi,” ujarnya. Untuk melakukan analisis , evaluasi terhadap kinerja kepala daerah dalam tahun 2013, demikian Kusuma, Panja telah melaksanakan kunjungan kerja ke Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta dan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 14 sampai dengan 17

FB/DIAH

Gubernur Made Mangku Pastika menyampaikan LKPJ APBD 2013 saat rapat paripurna DPRD Bali April 2014. “Kami pilih Yogyakarta karena di sana telah menyerahkan LKPJ kepada DPRD nya,” ucap Kusuma. Dari kunjungan tersebut, Kusuma mengungkapkan, ada satu hal menarik yang perlu dicermati dan pelajari bersama, yakni Pemprov Yogyakarta dengan tingkat kemiskinan dan PDRB per kapita jauh di bawah Bali, tetapi mempunyai Indek Pembangunan Manusia dan angka harapan hidup jauh di atas Bali. Selain ke Yogyakarta, lanjut Kusuma, Panja pada tanggal 22 sampai dengan 24 April 2014 melaksanakan konsultasi ke Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD dan Hubungan Antar Lembaga Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Dalam konsultasi, papar Kusuma, terungkap bahwa amanat undang-undang termasuk Peraturan Pemerintah nomor 3 tahun 2007 memerintahkan Kepala Daerah untuk

menyampaikan LKPJ selambatlambatnya tiga bulan setelah akhir tahun anggaran, yang berarti tanggal 31 Maret 2014. “Sedangkan Pemprov Bali menyampaikan LKPJ tanggal 11 April 2014. Namun kita maklumi bersama keterlambatan ini mengingat adanya hajatan Pileg 9 April 2014,” kata Kusuma. Hasil konsultasi selanjutnya, dipaparkan, DPRD dalam melakukan pembahasan LKPJ, tidak perlu menunggu hasil audit BPK, mengingat amanat PP hanya memberikan waktu paling lama 30 hari kepada DPRD guna melaksanakan pembahasan. “Kemudian tanggal 25 April dan 28 April 2014, Panja melakukan pertemuan dengan Pemprov Bali yang dihadiri Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” ucapnya. Lebih lanjut Kusuma mengatakan, dari seluruh kegiatan yang telah dilakukan panja, akhirnya ada beberapa poin catatan dan saran yang akan direkomendasikan ke-

Bahas LKPJ, Anggota Dewan Pertanyakan Pencairan Hibah dan Bansos DENPASAR-Fajar Bali Pencairan dana hibah dan bansos yang difasilitasi oleh anggota DPRD Bali selalu menjadi topik hangat. Mengingat hibah dan bansos yang diajukan sejak anggaran perubahan APBD 2013 masih banyak yang belum cair. Demikian juga dengan hibah yang dialokasikan dalam APBD induk 2014 . Permasalahan inipun mengundang tanda tanya serta tuntutan penjelasan oleh segenap anggota dewan Bali. Unek-unek terkait hibah dan bansos diluapkan dalam Rapat gabungan pembahasan LKPJ tahun 2013 di gedung DPRD Bali, Senin (5/5) lalu. Anggota Fraksi PDIP, Ni Made Sumiati tergolong paling vokal mengejar kepastian pencairan hibah. Menurutnya, hibah di anggaran perubahan 2013 sudah banyak yang tidak cair dan hibah di anggaran induk 2014 pun belum jelas. Parahnya, ketika sudah memasuki tahun 2014, proposal hibah belum juga dikerjakan. Padahal berdasarkan surat edaran KPK, hibah hanya tidak bisa direalisasikan pada saat pemilihan umum. “Saya sudah beberapa kali koordinasi ke biro keuangan dan itu belum ada perintah untuk dikerjakan. Padahal edaran daripada KPK, itu adalah tidak bisa realisasikan hibah pada saat pemilihan

FB/IST

Made Sumiati umum, sedangkan pemilihan umum (Pileg) sudah lewat per tanggal 9 April. Saya kira sudah dikerjakan untuk hibah induk 2014, tapi ternyata belum,” papar Sumiati selama interupsi. Hal yang senada juga disampaikan oleh rekan separtainya, yakni Ketut Mandia. Mandia, kader PDIP asal Klungkung ini justru lebih tegas. Ia berharap dewan mengambil langkah cermat terkait pencairan hibah ataupun bansos. Jika terus berpatokan pada surat edaran KPK, dikhawatirkan akan semakin rancu. Lantaran, usai Pilkada, ada Pemilu Legislatif (Pileg), usai Pileg pun akan berlanjut ke Pemilu Presiden (Pilpres). Sehingga ketidakpastian pencairan dana hibah dan bansos akan semakin panjang.

Menanggapi interupsi tersebut, pimpinan sidang, Ketut Suwandhi langsung berupaya memberi penjelasan. Berdasarkan hasil rapat gabungan sebelumnya, hibah di anggaran perubahan 2013 dan induk 2014 yang tidak cair, akan direalisasikan pada anggaran perubahan 2014. Hanya saja pengajuan proposal harus dikebut dengan batas waktu hingga Mei 2014. Di samping itu, peruntukan (tujuan) pengajuan proposal dapat diganti. Pasalnya, proposal yang sebelumnyadiajukanuntukUpacaraNgaben massal ataupun kegiatan insidental tentu sudah lewat. Namun, anggaran yang diajukan harus sesuai dengan proposal sebelumnya. Ditegaskan pula, bahwa selama masih ada surat edaran KPK, dipastikan hanyaakandicairkansetelahPemilu Presiden (Pilpres). Penjelasan Ketua Panja LKPJ, Gede Kusuma Putra juga sama dengan pimpinan sidang. Disampaikannya, hibah untuk anggaran perubahan 2013 dan induk 2014 baru bisa dicairkan setelah Pilpres. Untuk itu, iapun menghibau agar rekan-rekannya sesama anggota dewan lebih bersabar. “Sepanjang demi hak rakyat tidak akan henti-hentinya untuk diperjuangkan,” ujarnya memastikan bahwa pencairan hibah sepenuhnya demi kepentingan masyarakat Bali. W-019

FB/DIAH

Suasana rapat paripurna DPRD Bali saat pneyampaian LKPJ APBD 2013 oleh Gubernur Bali pada Pemerintah Provinsi Bali. Catatan-catatan itu di antaranya, menyoroti realisasi belanja yang hampir Rp700 milyar di bawah target. “Ini bukan karena efisiensi semata, tetapi juga ada beberapa program yang tidak jalan dan gagal tender. Ini yang menjadi catatan penting untuk ke depannya,” ulas Kusuma. Catatan lainnya, ungkap Kusuma, pertumbuhan ekonomi tahun 2013 yang ditetapkan 6,81 persen, tetapi realisasinya hanya 6,05 persen. Begitu juga dengan angka kemiskinan, meskipun angka kemiskinan tahun 2013 adalah 4,49% jauh di bawah rata-rata nasional 11,47%, namun orang miskin

di Bali tahun 2013 lebih banyak dari tahun 2012 (3,95%). “Target investasi juga tidak tercapai, dari yang ditargetkan Rp16,68 triliun, realisasinya Rp11,2 triliun,” sebutnya. Rekomendasi berikutnya, lanjut Kusuma, dari 10 program prioritas pembangunan, ada 4 program yang perlu mendapat perhatian khusus, termasuk dalam penganggarannya. Yakni, sebutnya, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, infrastruktur wilayah, ini menyangkut ketimpangan pembangunan di Bali, pertanian dan ketahanan pangan. “Produksi pertanian di luar jagung dan ubi kayu dimana pada padi pertumbuhannya di bawah 1 persen,

yang lain semua hasil produksi pertama menurun pertumbuhannya,” urainya. Program lainnya, kata Kusuma, masalah ketentraman dan ketertiban serta pengamanan terpadu berstandar internasional. “Ini menyangkut dunia pariwisata kita yang memberikan kontribusi lebih dari 63 persen terhadap perekonomian Bali,” ucapnya. Catatan penting lainnya, ungkap Kusuma, menyangkut pengendalian tingkat pertumbuhan penduduk yang sudah ada pada tingkatan tidak ideal lebihlebih pertumbuhan penduduk karena urbanisasi lebih besar dari pertumbuhan penduduk yang disebabkan kelahiran dan

kematian. “Catatan terakhir meminta pemerintah untuk mulai memikirkan dan menggunakan standar baru dalam menilai kinerja pelaksanaan pemerintah agar kita tidak terjebak dengan standar-standar konvensional yang pada akhirnya apa yang menjadi substansi tujuan hidup masyarakat dan bernegara tidak tercapai,” paparnya. “Untuk menyempurnakan rekomendasi terhadap LKPJ ini, kami akan meminta masukan-masukan dari seluruh komisi dan fraksi di DPRD Bali. Rekomendasi ini rencananya akan diserahkan ke Pemprov Bali tanggal 16 Mei 2014 mendatang,” ucap Kusuma menambahkan. W-006

DPRD Bali Kritisi Proyek PPI dan Dermaga Gunaksa Dinilai Mubazir dan Perlu Kaji Ulang DENPASAR-Fajar Bali Proyek Dermaga Gunaksa dan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Kabupaten Klungkung kembali menjadi sorotan. Kedua proyek besar ini, dinilai perlu pengawasan serius. Bukan saja karena fisik tak kunjung rampung, tetapi juga mengenai pertanggungjawaban anggarannya. Permasalahan ini diungkap oleh Anggota DPRD Bali, Ngakan Made Samudra, dalam rapat gabungan mengenai LKPJ APBD 2013, Senin (5/5) siang. Ngakan Samudra, politisi asal Nusa Penida, Klungkung ini dengan tegas mengatakan pembangunan PPI di Desa Kusamba mubazir. Pembangunan yang dimulai sejak tahun 2004 ini sudah menelan Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat hingga Rp 20 miliyar. Namun, kenyataannya beberapa bangunan fisik yang sudah terbangun justru tidak dapat dimanfaatkan. Lokasinya yang terlalu dekat dengan pantai, justru menjadi petaka. Sebagian bangunan, sudah terkubur pasir, dan semakin lama kondisinya semakin memprihatinkan. Belum tuntas masalah bangunan, masalah lain pun muncul. Ngakan Samudra mempertanyakan, siapa yang akan mempertanggungjawabkan anggaran tersebut? “Sudah menelan hampir Rp 20 miliyar

anggaran, tapi proyeknya tidak jalan. Siapa yang tanggung jawab? Perlu dikaji dan ditindaklanjuti dengan audit,” ungkapnya. Tak hanya menyebut proyek mubazir, PPI yang sempat ditinjau oleh Komisi IV DPR RI inipun perlu direlokasi. Lantaran, lokasinya yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pembangunan fisik. Lain PPI, lain pula pandangan Ngakan Samudra mengenai proyek Dermaga Gunaksa. Kader Demokrat yang dipastikan lolos kembali ini menilai, kucuran dana baik dari pemerintah pusat maupun provinsi Bali untuk proyek tersebut perlu dikaji ulang. Tak sekadar mengkaji ulang, tetapi disertai juga dengan perubahan desain. Ia berharap, kelak Demaga Gunaksa tak hanya bisa jadi lokasi pendaratan satu kapal roro. Tetapi, bisa disulap jadi pelabuhan multi fungsi dengan memanfaatkan sekitar 300 hektar lahan eks Galian C. “Pelabuhan Gunaksa, harus dikaji ulang, usul saya dirancang multi fungsi tidak hanya bisa untuk satu kapal roro,” ujar Ngakan Samudra. Ketua Komisi I DPRD Bali, Made Arjaya pun turut mendukung usulan Ngakan Samudra tersebut. Tetapi ia menegaskan, untuk proyek PPI sepenuhnya menjadi kewenangan pusat, sehingga tidak ada kaitan pertanggungjawaban dengan Pemprov Bali. Sedangkan untuk proyek Dermaga Gunaksa, Arjaya menilai masih terjadi permasalahan yang pelik. Sebut saja gonjang-ganjing masalah Detail Engineering Design (DED) yang belum

Ngakan Samudra

FB/IST

tuntas. Oleh karena itu, ia sepakat kucuran dana dari Pemprov Bali untuk proyek Dermaga Gunaksa perlu dikaji ulang. “Anggaran Pemprov harus dikaji ulang, tapi kalau pemerintah pusat memaksakan, itu urusan pusat,” tegas Arjaya. Catatan ‘hitam’ terkait proyek PPI dan Dermaga Gunaksa ini diharapkan mendapat perhatian khusus dalam rekomendasi LKPJ DPRD Bali. Panitia Kerja (Panja) pembahasan LKPJ yang diketuai oleh Gede Kusuma Putra pun diminta mengakomodir seluruh masukan itu ke dalam rekomendasi Dewan. W-019

736/IV/BGS

Layouter: Kasturie


FAJAR BALI EDISI 8 MEI 2014