Issuu on Google+

FAJAR BALI Aktual, Tajam, dan Dinamis

jumat, 7 maret 2014 | TAHUN XIV

Harga Eceran Rp. 3.000,-

Segera Ungkap Inisiator Aksi Spanduk! PP Polri Bali Geram, Keluarkan Lima Pernyataan Sikap

Yang tertangkap kan orang-orang yang ada di lapangan, perlu dikejar juga orang di belakangnya siapa? Harapan kami Kapolda dapat mengungkap siapa sebenarnya inisiatornya.

Ancaman terhadap Gubernur Bali Made Mangku Pastika melalui sebuah spanduk bertuliskan “Penggal Kepala Mangku P” tak hanya menggedor bathin masyarakat umum. Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Bali juga geram. Mereka mendesak Polda Bali secepat mungkin mengusut tuntas kasus itu, sampai ke akar-akarnya. DENPASAR-Fajar Bali Kamis (6/3) kemarin, bertempat di jalan Kamboja, Denpasar PP Polri Bali menyampaikan lima butir pernyataan sikap sekaligus mengukuhkan dukungan moril untuk Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Ketua DPD PP 1. PP Polri Bali merasakan keprihatinan yang sangat mendalam dan mengecam tindakan pelaku serta menegaskan bahwa pemasangan spanduk yang berisi ancaman ‘Penggal Kepala Mangku P’ (Gubernur Bali) sebagaimana diberitakan oleh media massa merupakan aksi teror yang mengancam keselamatan jiwa Gubernur Made Mangku Pastika dan meresahkan masyarakat Bali

Polri Bali, Brigjen Pol (Purnawirawan) Nyoman Gede Suweta menegaskan, Gubernur Pastika sampai saat ini masih tercatat sebagai Pelindung sekaligus Penasihat PP Polri Bali. Oleh karena itu, ketika salah seorang anggotanya dian-

ke hal. 11

Wayan Nuada

Wakil Ketua PP Polri

FB/DIAH

Rapat penyusunan pernyataan sikap PP Polri Bali.

Lima Butir Pernyataan Sikap PP Polri Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

2. Cara yang digunakan pelaku dalam menyampaikan pendapatnya tidak terpuji, tidak sesuai dengan ajaran Agama Hindu dan nilai budaya Bali, serta bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. 3. Memohon dengan sangat kepada Kapolda Bali beserta seluruh jajarannya untuk dapat

mengusut sampai tuntas, termasuk mengusut aktor intelektual peristiwa /kasus tersebut sesuai dengan ketentuan hukum dan terjaminnya ketentraman masyarakat serta mencegah timbulnya konflik horizontal.

garuh oleh aksi teror yang jelasjelas tidak beretika. Terus bahu membahu dengan segenap komponen masyarakat Bali, melanjutkan program pembangunan Bali untuk mewujudkan Bali Mandara.

4. Memberikan dukungan sepenuhnya kepada Gubernur Bali, Made Mangku Pastika agar tetap bersikap tegar dan tidak terpen-

5. Memohon dengan hormat kepada segenap komponen dan lapisan masyarakat Bali yang sangat mencintai kedamaian untuk

tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang sengaja dikembangkan oleh pihak tertentu. Masyarakat bersatu padu merapatkan barisan membantu aparat penegak hukum untuk dapat secepatnya mengungkap kasus tersebut secara tuntas, sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi terwujudnya Bali yang Santi.

Tersangka Bisa Diganjar Pasal Berlapis DENPASAR-Fajar Bali Empat pelaku anggota Jalak Sidakarya yang memasang spanduk ‘Penggal Kepala Mangku P’ memang sudah ditahan di Polda Bali sejak Rabu (5/3) lalu. Namun, bukan berarti pengusutan terhadap kasus tersebut tuntas. Pengacara Nyoman Sumanta menilai pemasangan spanduk yang dibubuhi cap jempol darah merupakan ke hal. 11

FB/DIAH

Nyoman Sumanta

PENDIDIKAN

Kurikulum 2013 Tekankan Karakter Anak JAKARTA-Fajar Bali Banyak reaksi bermunculan dari berbagai pihak terkait penerapan Kurikulum 2013, termasuk reaksi dari siswa dan guru. Sebenarnya, apa yang membedakan antara pelaksanaan Kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya? Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sumarna Surapranata Kamis (6/3) menjelaskan, bahwa dalam sistem pengajaran Kurikulum 2013 bisa saja berbeda. Misalnya, bila kurikulum lama bentuk pengajaran hanya menekankan pada aspek mencatat, maka pada Kurikulum 2013 lebih banyak menuntut kreatifitas guru untuk merangsang kecerdasan murid-muridnya. “Guru harus membuat siswa lebih aktif. Guru tidak hanya mencatat dan menerangkan, tetapi harus membuat sekolah nyaman,” kata Sumarna. Aplikasi Kurikulum 2013, lanjut Sumarna, menekankan pada penanaman karakter dan budaya kepada

ke hal. 11

FB/SARJANA

Kawasan mangrove di Lembongan ingin dikelola oleh pihak desa sebagai sarana pariwisata.

Pak Gubernur

Warga Lembongan Ingin Kelola Hutan Mangrove

JKBM Bantu Operasi Mata Kartu Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) sering disebut sebagai kartu ‘sakti’. Betapa tidak, hanya dengan membawa kartu ini saja, masyarakat miskin bisa mengakses pelayanan kesehatan secara gratis. Program FB/AGUNG dari Pemerintah ProvinI Nyoman Mastra si Bali ini seakan ini menghapus pandangan lama: orang miskin dilarang sakit. ke hal. 11

Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan Periode 15 Jan 2014 s/d 14 Mei 2014 Sumber : PRESS-002/LPS/I/2014 Bank Umum

BPR

Rupiah

Valuta Asing

Rupiah

7,50%

1,50%

10,00% 514/I/BGS

Bali Permata Tours TIRTAYATRA KE INDIA

BRKT: MARET, APRIL, JUNI, AGUSTUS, SEPTEMBER SINGAPORE - MALAYSIA 4H/3M AUSTRALIA, JEPANG, KOREA, VIETNAM

SINGAPORE 3 H/2M GUNUNGSALAK 2H/1M BANGKOK-PATTAYA 4H/3M JOGYAKARTA 3H/2M HONGKONG 4H/3M BEIJING 4H/3M KUTAI 3H/2M PAKET TOUR KE KAPAL PESIAR - CARIBBEAN CRUISE - HOLLAND AMERICA LINE

BOOKING TICKET PESAWAT & HOTEL

HUB: 0361-7807850 / 7426100, 0361-264915, 08123900846, KETUT SUDIARSA, SE 026/VI/W-020

ONLINE: www.fajarbali.com

SEMARAPURA-Fajar Bali Warga Desa Lembongan, Nusa Penida berkeinginan untuk mengelola hutan mangrove di kawasan Desa Lembongan untuk menghidupkan potensi pariwisata

dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut, seperti yang telah dilakukan Desa Jungutbatu. Hal ini diungkapkan oleh Kades Lembongan, Nyoman Murta ketika ditemui Kamis (6/3).

“Warga kami ingin melakukan pengelolaan di hutan mangrove, di samping untuk menghidupkan pariwisata, juga untuk menambah lapangan kerja,” jelasnya.

Menurut Murta dengan mengelola hutan mangrove tersebut, maka warga Desa Lembongan bertanggung jawab terhadap segala aspek mengenai lingkungan, ke hal. 11

Misbakhun:

Boediono Sulit Lolos dari KPK JAKARTA-Fajar Bali Salah satu inisiator hak angket kasus Bank Century, Misbakhun, menilai Wakil Presiden RI Boediono bisa dijerat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Bank Century. Hal itu karena nama Boediono telah disebut bersama-sama

melakukan korupsi dalam dakwaan atas mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya. “Siapa yang didakwa bersamasama, sangat sulit lolos dari KPK. KPK mempunyai reputasi seratus persen orang dihukum,” kata Misbakhun seusai sidang kasus dugaan korupsi Bank Century di Pengadilan

Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (6/3). Ia mencatat nama Boediono disebut sebanyak 65 kali dalam dakwaan setebal 183 halaman itu. Menurut Misbakhun, saat ini tinggal menunggu kebesaran hati Boediono untuk mengundurkan diri dari ke hal. 11

014/VI/KTR

Kiat Caleg New Comer Menuju DPRD Karangasem

Dari Simakrama, Bawa Slogan Perubahan, Hingga ‘Jual’ Kinerja Partai Pemilu Legislatif sudah semakin dekat, tinggal 33 hari. Sejumlah calon legislatif (Caleg) di Bumi Lahar mulai menggeliat. Dari 313 caleg yang bertarung April nanti, hanya 45 orang yang akan duduk di kursi empuk DPRD Karangasem. Untuk bisa dilantik menjadi wakil rakyat, para caleg new comer harus mengalahkan 40 incumbent. ‘Pertarungan’ yang melelahkan.

AMLAPURA-Fajar Bali Rata-rata, Caleg new comer mengakui tidak gentar menghadapi para incumbent yang saat ini membawa modal bantuan sosial (Bansos) ke masyarakat. Salah satunya yakni, I Gusti Gde Lanang. Caleg nomor urut 9 Dapil I Karangasem Kota ini mengaku tidak merasa tersaingi dengan para Caleg incumbent. Bahkan, tokoh asal Kelurahan Padangkerta,Karangasem ini tetap optimis merebut satu kursi di Dapil Karangasem. Untuk mewujudkan targetnya itu, Caleg PDI Perjuangan ini pun gencar melakukan simakrama, baik ke kelompok-kelompok petani, peternak, maupun ke dadia-dadia dan banjar. Dalam simakrama

FB/BUDIASA

Sujanayasa I Nyoman Mardana I Gusti Gde Lanang yang dilakoninya, ia pun mengaku tang baru. Beda sama incumbent. tidak menjanjikan yang muluk- Mereka bawa bansos. Intinya muluk kepada masyarakat. satukan kata dan perbuatan saja, “Tidak ada janji yang muluk- apa yang kita ucapkan itulah kita muluk,hanya bermodalkan keper- perbuat,” ujarnya Kamis (6/3) cayaan masyarakat saja. Apa yang kemarin. harus saya janjikan, karena pendaKeputusannya untuk ikut serta Layouter: Kasturie

ambil bagian dalam Pileg 2014 ini bukanlah tanpa dasar. Lanang melihat belum pernah satu pun ada anggota DPRD asal Kelurahan Padangkerta, sehingga ketika namanya masuk dalam daftar calon tetap (DCT), ia langsung bergerak mendatangi tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu, untuk menarik dukungan saat pencoblosan nanti, ia selalu mempergunakan sistem 3S, Sekasur, Sedapur dan Sesumur. Maksud dari 3S itu, menurut Lanang, pendekatan dilakukan kepada calon pemilih dimulai dari kepala keluarganya, nantinya dari kepala keluarganya itu akan diteruskan kekeluarganya, setelah itu baru dilanjutkan ketetangga-tetanga ke hal. 11

join facebook.com/fajar.bali


METROKOTA

DENPASAR–Fajar Bali Kasus dugaan korupsi pengadaan sound system dan lighting di Art Center yang sudah lama adem ayem, akhirnya kembali dibuka. Kejati Bali kemarin memanggil Kadisbud Bali Ketut Suastika untuk diperiksa sebagai tersangka. Diketahui, Suastika sudah lama ditetapkan sebagai tersangka. Namun selama itu pula dia belum pernah dipanggil dan diperiksa sebagai tersangka. Dia diperiksa sekitar pukul 09.00 oleh dua Jaksa Penyidik, salah satunya yang didapatkan namanya adalah Made Tangkas. Suastika ditemani oleh salah satu staf dari Kabiro Hukum dan juga didampingi oleh kuasa hukumnya Haposan Sihombing. Sekitar pukul 12.30, Suastika keluar dari tempat penyidikan. Dia berjalan bersama staf Biro Hukum Sri Janiati dan Haposan. Usai diperiksa, Suastika juga mengatakan, pemeriksaan kali ini dianggap sudah cukup. Dia juga mengatakan, mungkin pemberkasan sudah lengkap. “Kalau menurut saya ini sepertinya yang terakhir,"imbuhnya. Ketika ditanya status pemeriksaannya, kuasa Pengacara Haposan Sihombing yang menjelaskan bahwa statusnya diperiksa sebagai tersangka. Bukan menjadi saksi tersangka lain. “Klien kami diperiksa sebagai tersangka," sahut Haposan. Haposan juga mengatakan, kliennya kemarin diperiksa dengan 14 pertanyaan dari Jaksa penyidik. Detail isi pemeriksaannya, dia mengaku menyerahkan agar pihak Kejati yang menjelaskan. “Isi proses penyidikan silakan pihak Kejati menjelaskan,” ungkapnya. Dikonfirmasikan ke Kasipenkum Kejati Bali Ashari Kurniawan membenarkan ada pemeriksaan Suastika. Dia mengatakan diperiksa terkait kasus Art Center. Namun substansi dari pemeriksaan kemarin, Ashari menyebutkan belum dapat penjelasan dari jaksa penyidik. W-007

Hening Disidang Jumat Ini

DENPASAR–Fajar Bali Setelah mengalami proses penyelidikan dan penyidikan yang cukup lama, kasus dugaan korupsi yang menjerat anggota Komisi IV DPRD Bali Hening Puspitarini sampai juga ke PN Denpasar. Tak hanya itu, PN juga sudah menyusun jadwal dan sekaligus menetapkan majelis Hakim yang akan menyidangkan istri dari Susrama, terpidana seumur hidup kasus pembunuhan wartawan. Sesuai jadwal, Hening akan mulai disidang hari ini, Jumat (6/3) di Pengadilan Tipikor. Informasi yang berhasil didapat, Hening akan mulai disidang hari ini dengan agenda dakwaan tim jaksa dari Kejati Bali. Sementara dari data yang ada, dalam kasus Hening ini persidangan akan dipimpin oleh Waka PN Denpasar, Made Suweda. Sementara tim jaksa yang akan turun adalah Nyoman Sucitrawan, Gde Artana, Raka Arimbawa, Nadiawati dan Kasipidsus Kejari Bangli Eka Widyara. Yang menarik dalah kuasa hukum Hening. Diketahui, saat kasusnya sedang tahap penyidikan, Hening didampingi oleh Mudita dkk. Tapi selama proses persidangan nanti, Hening akan didampingi Wakil Ketua Bidang Hukum DPD PDIP Bali Nyoman “Punglik” Sudiantara dan kawan – kawan. Dikonfirmasikan ke Sudiantara membenarkan. “Betul kami yang akan mendampingi Hening,"ujar pengaca kondang itu. Punglik sendiri mengaku tidak tahu mengapa pengacara yang lama diganti. Selain itu pihak Kejati Bali lewat Kasipenkum Kejati Bali Ashari Kurniawan juga membenarkan bahwa hari ini Sidang perdana Hening. “Sidang perdana, pembacaan dakwaan. Pada intinya pasal primernya yaitu pasal 2 undang – undang Tipikor dan subsidernya adalah pasal 3 yaitu penyalahgunaan wewenang,” tegas Ashari. Seperti halnya berita sebelumnya, Hening terseret kasus pengadaan kain bagi PKK di Bangli. Pengadaan kain ini dari dana hibah, namun Hening sendiri yang melakukan pengadaan kain tersebut. Atas kondisi ini negara dirugikan Rp 776 juta oleh ulah Hening. Angka Rp 776 juta ini sudah berdasarkan hasil audit BPKP. W-007

Operasi Balak, Polisi Tangkap 5 Tersangka

TABANAN-Fajar Bali Dalam rangka operasi Balak yang digelar 10 Februari - 2 Maret 2014, Polres Tabanan menangkap lima orang tersangka. Dua orang tersangka judi dadu dan tiga orang tersangka judi togel. Kapolres Tabanan AKBP Dekananto Eko Purwono didampingi Kasat Reskrim AKP Wayana Arta Ariawan dalam keterangan persnya, Kamis (6/2) mengemukakan, para tersangka tersebut ditangkap di sejumlah tempat berbeda. Disebutkan, Nyoman Mudana (51) alias Kapuk tersangka judi dadu ditangkap di sebuah warung di br. Tengah Kangin, Desa Kerambitan, kecamatan kerambitan dan Nyoman Wardika (35) ditangkap di sebuah garase. Keduanya ditangkap di br. Tengah Kangin, Desa Kerambitan, Kecamatan Kerambitan 9 februari lalu. "Dari dua tersangka diamankan sejumlah Barang bukti perlengkapan judi dadu," jelasnya. Berikutnya tersangka judi togel Kadek Suyasa Siri (34) alias Dek SU ditangkap di Br. Mertasari Desa Pujungan, Pupuan, ditangkap 19 Februari. Andika Pratama alias Aan (20) ditangkap di depan warung br. Berembeng, Desa Berembeng, Selemadeg 26 Februari dan Ni Kade Nariantu alias Bu Nadia, satu-satunya tersangka perempuan ditangkap di sebuah rumah di Br. Celagi, Desa Denbantas 27 Februari. "Dari tangan tersangka judi togel ini diamankan kertas paito, pasangan togel dan sejumlah uang," jelasnya. Para tersangka dikenakan pasal 303 KUHP dengan sanksi ancaman hukuman hingga lima tahun. W-004

579/II/KTR

Mengamuk di Kosan Jalan Ceningan Sari, Denpasar.

Manager Kafe Mirama Tebas Satpam, Lima Jari Tangan Putus DENPASAR-Fajar Bali Manager Kafe Wirama Komang Sukadana menyerahkan diri ke Polsek Densel, usai melakukan penebasan terhadap satpam Kafe Wirama Amrizal (28), di kamar kosan korban di Jalan Ceningan Sari Gang I nomor 1A, Denpasar, pada Kamis (06/03) pagi. Bersama dengan teman temannya, tersangka Komang Sukadana mengamuk dan menebas korban dengan pedang. Akibatnya, korban mengalami luka terbuka dipunggung, lima jari kiri korban putus dan kini sudah diamputasi. Korban saat ini masih dirawat intensif di rumah sakit Pusat Sanglah dan polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku lain. Penebasan ini diawali saat korban Amrizal mendatangi Kafe Wirama yang terletak di Jalan Raya Sesetan Denpasar, pada Rabu (05/03) malam. Disana, korban bertemu dengan tersangka Komang Sukadana selaku Manager Kafe Wirama. Maksud kedatangan korban hanyalah meminta gaji yang belum dibayarkan. Namun Manager menolak membayar gaji. Tidak terima gajinya belum dibayar, korban asal Padang Sumatera Barat itu marah dan sempat mendorong tubuh Komang Sukadana. Tak hanya itu, korban juga berusaha mengebrak meja dan mengambil kursi untuk dilempar

FB/HS

Kadisbud Suastika Diperiksa Sebagai Tersangka

FAJA R BALI

Jumat, 7 Maret 2014, Tahun XIV

Tersangka Komang Sukadana

ke Komang Sukadana. “Managernya diancam akan dibunuh oleh korban. Kata kata itu sudah tiga kali diucapkan oleh korban,” ujar Kapolsek Densel Kompol Nanang Prihasmoko, didampingi Kanitreskrim Iptu Hendi Septiadi, Kamis (06/03) kemarin. Amukan korban berhasil diredam teman temannya, satpam Kafe. Apa lacur, ujungujungnya korban pun dipecat secara tidak hormat. Korban akhirnya pulang ke kosan milik korban di Jalan Ceningan Sari Gang I nomor 1A, Denpasar, sekitar pukul 01.00 dini hari. Ia melaporkan pemecatan itu kepada pacarnya, Susilawati alias Icha (28). Nah, paginya sekitar pukul 07.30 Wita, kamar kosan korban nomor 2 yang dihuni korban didatangi 6 pemuda berbadan tegap dengan membawa ped-

FB/HS

TKP Kamar kosan korban di Jalan Ceningan Sari Denpasar

ang. Salah satunya diketahui bernama Wayan, pemilik Cafe Mirama. Mereka menggedor-gedor pintu kamar kos sambil mengatakan bangsat bajingan. “Karena takut saksi, (Susilawati, red) membuka pintu dan korban sembunyi dikamar mandi,” jelasnya. Mantan Kapolsek Kuta Selatan ini mengatakan, setelah membuka pintu, Susilawati lari keluar hingga ke Jalan Raya Sesetan. Beberapa menit kemudian, Susilawati melihat pacarnya (korban, red) berlari mengarah ke selatan dengan menggunakan kolor dan baju kaos warna hitam.

Baju korban penuh darah dibagian punggung. “Di kamar itu korban ditebas dan korban masih bisa berlari keluar dari kamar,” bebernya. Kondisi kamar kosan korban tampak berantakan. Kaca jendela pecah, pintu kamar mandi dalam keadaan rusak berisi bercak darah. Selain itu lantai kamar dan tembok rumah penuh bercak darah. Tragisnya, polisi menemukan ada jari kelingking milik korban ditemukan di depan SPBU Jalan Raya Sesetan Denpasar. “Korban saat ini dirawat di UGD RS Sanglah dengan luka terbuka dipunggung, jari kiri

Gaji Tidak Dibayar, Mengaku Disekap

dan kanan luka terbuka,” jelas Kompol Nanang. Sementara itu informasi dari rumah sakit Sanglah, lima jari kiri korban terputus dan terpaksa diamputasi. Kini, korban masih dalam perawatan tim medis di UGD RSUP Sanglah. Kapolsek mengatakan, Manager Kafe Wirama mendatangi Polsek Densel pada Kamis (06/03) sekitar pukul 09.20 wita. “Dia datang sendiri dan menyerahkan diri,” ungkapnya sembari mengatakan, pihaknya masih memeriksa 6 orang diduga pelaku untuk dimintai keterangannya. R-005

Tiga Karyawan Polisikan Pengusaha Kopi DENPASAR-Fajar Bali Masih ingat kasus penyekapan dan penyiksaan pekerja di Bogor dan Medan ? Kasus ini mirip terjadi di Denpasar, tepatnya di Jalan Kertanegara 76, Denpasar, ditempat usaha pengolahan kopi milik Wayan Mahendra. Tiga karyawan yang melarikan diri dari usaha pengolahan kopi itu masing-masing Juleta Gusmau alias Leta (18), Regina Bege alias Gina (20) dan Andre Veka (25). Mereka mengaku kabur karena merasa disekap tidak boleh keluar rumah, tidak pernah digaji selama berbulanbulan dan sering dipukuli. Informasi teranyar, saat ini masih ada empat karyawan lain yang bekerja dan ingin kabur dari tempat tersebut. Dari empat karyawan tersebut, dua diantaranya masih dibawah umur. Tiga karyawan asal NTT itu yakni Leta, Gina dan Andre, berhasil kabur dari tempat tersebut sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka diam-diam kabur dan kemudian meminta perlindungan hukum di kantor LBH PETA pimpinan Jhon Korassa SH di Jalan Pidada Denpasar. Menurut salah seorang korban, Gina, mereka terpaksa kabur karena merasa tidak diperhatikan baik dari segi gaji, makanan, kesehatan dan kesejahteraan kerja. Bahkan, mereka tidak digaji selama 8 Bulan. Ironinya, mereka tidak mengetahui berapa gaji yang mereka peroleh selama sebulan. “Saya tidak digaji selama 8 bulan, saya tidak tahu berapa gaji yang saya terima,” ujar Gina. Gina mengaku pada awalnya mereka dibawa seorang lelaki bernama Felix dari NTT untuk dipekerjakan ditempat penyalur tenaga kerja di PT. Ibu Jero di Jalan Pidada, Denpasar. Oleh perusahaan itu mereka kemudian dipekerjakan di usaha pengolahan kopi milik Wayan Mahendra di Jalan Kertanegara nomor 76, Denpasar. Mereka dikontrak selama 2 tahun ditempat tersebut. “Kami bertiga bekerja di-

tempat pengolahan kopi, saya, Leta dan Andre. Kami sudah bekerja 8 bulan sejak Agustus 2013 kami bekerja,” tuturnya. Gina mengatakan ditempat tersebut mereka sangat menderita. Bekerja dari pukul 06.30 Wita hingga pukul 19. Wita. Tak jarang mereka dipekerjakan dari pagi hingga pukul 23.00 Wita. Mirisnya, makanan yang mereka komsumsi selama bekerja dan tinggal ditempat tersebut tidak sepadan. “Kami hanya dikasih makan nasi campur jagung. Kadang kadang nasi jenggo satu. Kalau sudah diwarung kami hanya makan sisa-sisa dari tamu saja,” ujar Gina sambil menangis. Keprihatinan juga dialami Leta yang juga tidak pernah dapat gaji dari Bulan April 2012. Dia mengaku pernah dipukuli karena sering melakukan kesalahan. Baik saat terlambat bangun, juga pada saat salah mengolah kopi. Pemilik pengolahan kopi, Wayan Mahendra tak segan segan menjewer dan memukul kepalanya apabila melakukan kesalahan. “Kami disana bekerja membuat pengolahan kopi. Saya pernah lakukan kesalahan, kopi yang saya olah hangus, saya dipukuli,” ujar Leta yang juga asal NTT. Yang paling sedih dari penuturan Leta, perempuan yang rambutnya keriting panjang itu tidak pernah diberikan obat apabila sedang sakit. Bahkan pemilik pengolahan kopi yang dikenal cerewet ini hanya memberikan obat generic dan tidak membawa ke rumah sakit. “Saya pernah sakit cacar tapi disuruh kerja. Kalau sakit kami tidak pernah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya lirih. Leta mengatakan selama bekerja bertahun tahun ditempat tersebut, mereka tidak diperkenankan keluar dari rumah. Mereka bisa keluar apabila bekerja di Mangsi Caffe di Jalan Hayam Wuruk yang notabene milik Wayan Mahendra. “Pagi sampai malam kami bekerja dan setiap hari kami disuruh bekerja lagi di warung, capee bangett gaji tak jelas,” ujarnya.

FB/HS

2

Tiga karyawan pengolahan kopi mengadu ke LBH PETA karena gaji tidak dibayar dan merasa disekap.

Sementara itu, menurut Andre, masih ada empat karyawan lain yang ingin kabur dari tempat tersebut. Dua diantaranya berstatus masih dibawah umur. Mereka adalah Felinda Asna (15), Agnes (15), Dina dan Rika. “Mereka juga ingin keluar dari tempat tersebut karena tidak tahan diintimidasi. Dua diantaranya anak dibawah umur,” ujar Andre asal NTT ini. Andre mengatakan dia juga tidak mendapat gaji sejak Bulan November 2013 lalu. Dia juga tidak mengetahui berapa gaji yang mereka terima setiap bulannya. Setelah menerima pengaduan dari tiga korbannya, empat kuasa hukum LBH PETA yakni Sulla Domeng, Lies Soebaryo, Budi Raharjo, Putu Gede Suyantha, langsung membawa tiga korbannya melaporkan perihal tersebut ke Polresta Denpasar sekitar pukul 15.30 Wita. Jhon Korassa yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Denpasar dengan nomor LP/127/III/2014/ Resta, dan melaporkan Wayan Mahendra, pemilik pengolahan

kopi, PT Ibu Jero, sesuai Pasal 2 ayat 1 UU NO.21 Th 2007 Tentang Perdagangan Orang. “Kami laporkan dua orang yakni pemilik pengolahan kopi dan PT Ibu Jero. Mereka kami laporkan tentang perdagangan orang,” tegas Jhon Korassa kemarin.

Sementara itu Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Benny Murjayanto mengatakan pihaknya masih melaporkan proses pemeriksaan terhadap tiga korban sebagai pelapor. “Mereka baru melapor dan masih diperiksa keterangannya,” ujarnya kemarin. R-005

DENPASAR-Fajar Bali Dikonfirmasi wartawan, Wayan Mahendra selaku pemilik pengolahan kopi membantah perihal penyekapan dan gaji yang tidak dibayarkan kepada karyawannya. Wayan Mahendra yang dihubungi petang kemarin, terkait gaji yang dibayarkan karyawannya bukanlah tanggung jawabnya. Pasalnya, ke tujuh karyawannya merupakan tenaga oustrosing dan digaji oleh PT Bu Jero. "Saya tidak ada sangkut pautnya dengan masalah gaji mereka karena saya dapatkan dia dari PT

Bu Jero," ujarnya kemarin kepada wartawan. Didesak apakah mereka sering dipukul dan hanya dikasi makan dua kali itu pun dicampur jagung ? Mahendra mengakui sempat memukul Gina lantaran dia kelakuan Gina yang sering keluyuran malam malam dan berkencan dengan sembarang pria. "Kalau makan memang dua kali, saya saja makan dua kali. Ya saya sempat memukulnya lantaran dia orangnya bengkung. Nanti saya juga berencana menuntut balik PT Bu Jero," ujarnya. R-005

Pengusaha Kopi Siap Tuntut PT Ibu Jero

 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: IGMA Wisnu Mataram  Pemimpin Redaksi: Emanuel Dewata Oja  Redaktur Pelaksana & Koordinator Liputan: Agung Paramita (Penanggung Jawab Hal. Utama)  Redaktur: Gde Carmyaka (Penanggung Jawab Hal. Daerah), Hence Silalahi (Penanggung Jawab Hal. Otomotif & Metrokota), Blasius Besu (Penanggung Jawab Hal. Pendidikan), Supriyono (Penanggung Jawab Hal. Ekonomi & Kesehatan), I.B. Putu Bagus (Penanggung Jawab Hal. Kota Plus & Politik)  Desain Grafis/Tata Letak: Kasturi, Somayasa, Wiadnyana, Baiq Sohra  Staf Redaksi: Eliazar Patun, Heru Prasetyo, Hery Subagyo, Rony P Bagus, Destya Aryanti, Ketut Suarja, A.A. Gede Agung, I.G.A. Diah Niti (Pemprov Bali)  Manajer Administrasi & Sekretaris Redaksi: IGKA Mertha Yoga  Daerah: Putu Puspa Artayasa (Gianyar), Gede Sarjana (Klungkung), Made Doni Darmawan (Tabanan), Wayan Sumertha (Bangli), Ketut Budiasa (Karangasem), IB. Wisnaya (Buleleng), Pramono (Negara)  Direktris: IGA Galuh Ardhaningrat  Keuangan: IGPA Putri Juliawati  Manajer Pemasaran dan Sirkulasi : IB. Sudarsana  Rekening: Bank BPD Bali Cabang Mangupura No.: 009.01.11.000160, Bank BRI KCP Gatot Subroto Denpasar No.: 0572-01-000064-30-0 a/n PT. ARTHA MEDIA FAJAR BALI UTAMA PRESS  Alamat Redaksi Sirkulasi/Iklan: Jl. Indrajaya No. 8, Ubung Kaja, Denpasar. Telepon: (0361) 411283 (hunting), Fax.: (0361) 411283, e-mail: berita_fajar@yahoo.co.id, berita_fajar@fajarbali.co.id. Tarif Iklan: Umum BW: Rp. 35.000 mm/klm, Umum FC: Rp. 55.000 mm/klm, Keluarga/Sosial: Rp. 20.000 mm/klm, Iklan Lelang/Neraca: Rp 15.000,-/mmk, Advertorial: Rp. 15.000 mm/klm, Baris: Rp. 20.000/baris, Tarif Iklan Jaket (Coat Ad): Rp 225.000/mmk.  Penerbit: PT. Artha Media Fajar Bali Utama Press  Percetakan: PT. Temprina

WARTAWAN FAJAR BALI DALAM MELAKUKAN KEGIATAN JURNALISTIK SELALU DIBEKALI KARTU PENGENAL DIRI, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN. Layouter: Soma


KOTAPLUS Ormas Diminta Wujudkan Keamanan Denpasar

3

FAJA R BALI

Jumat, 7 Maret 2014, Tahun XIV

DENPASAR-Fajar Bali Selain untuk tetap mewujudkan Kota Denpasar yang aman, nyaman dan kondusif, monitoring juga untuk sosialisasi undang-undang serta peraturan pemerintah tentang organisasi kemasyarakatan, sekaligus me-

mantau serta memberikan pembinaan bagi Ormas, baik yang sudah maupun belum terdaftar. Kepala Badan  Kesbangpol Kota Denpasar, I Komang Sugiarta, menegaskan, monitoring ini untuk mendapatkan informasi lengkap tentang Ormasormas yang berkembang saat ini di Kota Denpasar selain untuk pendataan secara administrasi dengan melengkapi persyaratan-persyaratan yang ditentukan. Mengingat tahun 2014 sebagai tahun politik, Sugiarta mengajak untuk seluruh Ormas yang ada di Kota Denpasar ikut berpartisipasi dan bersinergi kepada Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pengamanan. Monitoring ini melibatkan pihak Kepolisian, Kodim 1611

ini tercatat sekitar 1000 Ormas yang dibagi beberapa kelompok seperti yayasan, keagamaan, etnis, sosial, budaya, politik,  dan lain sebagainya. Sementara Ormas yang dimonitoring saat ini meliputi 10 Ormas yang ada di Denpasar, seperti DPC Laskar Bali Kota Denpasar, DPC Baladika Bali Kota Denpasar, DPC Pemuda Bali Bersatu Kota Denpasar, DPC Satria Bali WTC Kota Denpasar, Brahma Kumaris Kota Denpasar, Parum Pecalang Kota Denpasar, Senkom Mitra POLRI Kota Denpasar, Saksi-saksi Yehhua Indonesia Kota Denpasar, Perhimpunan Wreda Sejahtera Kota Denpasar, dan Ikatan Manunggal Panca Ningrat Kota Denpasar. Ormas yang ada diharapkan ikut berpartisipasi dalam pem-

I Komang Sugiarta Badung, Camat se- Denpasar, serta instansi yang terkait lainnya. Monitoring ini dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal 7 Maret 2014 hingga selesai. Sugiarta juga mengatakan saat

FB/CAR

bangunan di Kota Denpasar, ikut menciptakan keamanan, kenyamanan, di lingkungan masyarakat, karena mereka itu juga merupakan elemen bangsa. “Wajib hukumnya Pemerintah daerah ikut mendidik, mengayomi, dan membina,” kata Sugiarta didampingi Sekretarisnya Gusti Putra Dyana, Kamis (6/3) kemarin. Disodok dengan adanya benturan-benturan yang melibatkan Ormas serta masa yang cukup banyak, Kesbangpol selaku pembina Ormas mencoba untuk membangkitkan kesadaran menyama braya sebagai sebuah kesatuan untuk bisa meminimalisir terjadinya kejadian-kejadian seperti itu, dan menjadikan paradigma itu sebagai sebuah kebersamaan dalam proses pembangunan. R-004

Istri Menpan-RB Ir. Mutia Safrida didampingi Plh. Bupati Badung Kompyang R. Swandika saat mengunjungi TPA Ratna di Puspem Badung

MANGUPURA–Fajar Bali Istri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB), Ir. Mutia Safrida beserta rombongan, Kamis (6/3) kemarin mengunjungi Pusat Pemerintah Kabupaten Badung. Kunjungan ini diterima langsung Plh. Bupati Badung yang juga merupakan Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Kompyang R. Swandika didampingi Ketua Dharma Wanita

Persatuan, Nyonya Kompyang R Swandika, Ketua Harian WHDI Badung, Nyonya Dartini Sutama. Untuk pertama kalinya, rombongan Istri Menteri MenpanRB diajak melihat langsung Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala diantaranya melihat gedung Kerta Gosana yang merupakan tempat pertemuan dengan kapasitas besar serta melihat kondisi Puspem Ba-

dung dari lantai 3. Dalam kesempatan tersebut Kompyang R. Swandika juga memaparkan sejarah singkat berdirinya Puspem dengan berpatokan pada Tri Hita karana dan Tri Angga. “Puspem ini kami bangun dengan menggunakan dana sendiri APBD, mengingat pentingnya pelayanan masyarakat dalam satu tempat. Jadi masyarakat tidak mengalami kesulitan lagi dalam

Bupati Jalankan Sales Mission di ITB Berlin

mendapatkan pelayanan dari Pemerintah Kabupaten Badung,” jelas Swandika. Selanjutnya rombongan mengunjungi Taman Penitipan Anak (TPA) Ratna dan disambut Kadis Kesehatan, Dr. I Gede Putra Suteja, Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan, Ida Ayu Yutri Indah Gustari, Sekretaris Taman Penitipan Anak Ratna, Drg. Niesyae Mariani. Di tempat tersebut Mutia Safrida menyempatkan mem-

Bupati Badung A. A. Gde Agung gencar mempromosikan pariwisata Kabupaten Badung di ITB Berlin.

MANGUPURA–Fajar Bali Perhelatan promosi pariwisata internasional Internationale Toorisme Boorse (ITB) Berlin 2014 mendapat perhatian serius dari Bupati Badung A.A. Gde Agung. Saat event berlangsung, Bupati Gde Agung sangat aktif mempromosikan pariwisata Bali khususnya Kabupaten

Badung. Menurut penjelasan Kabag Humas dan Protokol Setda Badung A.A. Raka Yuda, Kamis (6/3) kemarin, di awal event yang diselenggarakan tanggal 5 hingga 9 Maret tersebut, Bupati Gde Agung menyempatkan diri untuk ikut “berjualan” di stand Kabupaten Badung. sales mission yang dijalankan pan-

glingsir Puri Ageng Mengwi itu berupa mempromosikan dengan gencar berbagai destinasi pariwisata, keunikan budaya dan tradisi, hingga akomodasi pariwisata yang ada di Bali khususnya di Kabupaten Badung. “Pak Bupati sangat interest melaksanakan sales mission di ITB Berlin. Beliau sangat berharap, upaya promosi di

FB/HERY

Stand Kabupaten Badung Dipadati Pengunjung event tersebut bisa benarbenar menghasilkan kontribusi positif atas pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Bali khususnya Badung,” ujar Raka Yuda. Lebih lanjut dikatakannya, stand pameran Kabupaten Badung di paviliun Indonesia, dipadati pengunjung ITB Berlin. Kesempatan ini tak disiasiakan begitu saja oleh Bupati Gde Agung. Raka Yuda menyebut, Bupati Badung dengan ramah dan penuh senyum menyapa setiap pengunjung di stand pameran. Tak hanya itu, Bupati Gde Agung juga memberikan souvenir bagi tiap pengunjung. Ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan dan mengangkat derajat produk kerajinan Kabupaten Badung di mata dunia. ITB Berlin 2014 diselenggarakan di Messe, Berlin. Event ini merupakan pameran pariwisata terbesar di dunia yang tahun ini akan dihadiri 170 ribu pengunjung, 113 ribu asosiasi tour operator, 11 ribu perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata dari 180 negara. W-014*

FB/HERY

Istri MenPAN Apresiasi TPA Ratna

berikan bubur kepada salah seorang anak serta menggendongnya. Istri Menteri Menpan-RB, Ir. Mutia Safrida disela-sela kunjungan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang telah memprakarsai berdirinya TPA Ratna. “Taman Penitipan Anak di Pusat Pemerintah Kabupaten Badung mungkin satu-satunya di Indonesia yang diprakarsai oleh pemerintah dan patut di contoh. Dengan adanya TPA ini, karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung dapat menitipkan anaknya sehingga tidak mengganggu aktifitas kerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya. Lebih lanjut rombongan ini mengunjungi Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) dan kagum melihat kesigapan karyawannya dalam melayani masyarakat untuk mencari ijin. S e m e n t a ra d i Yaya s a n Kanker Indonesia Cabang Badung, rombongan mendapat penjelasan dari Kadis Kesehatan, Dr. I Gede Putra Suteja tentang upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung untuk mencegah kanker servix dengan memberikan pelayanan vaksinasi pencegahan kanker servix secara gratis untuk siswi SMA/SMK di Kabupaten Badung. “Selain memberikan vaksinasi pencegahan kanker servix kepada siswi SMA, pemerintah juga memberikan pelayanan vaksinasi gratis kepada golongan I dan II/ honorer. Ini merupakan bentuk inovasi nyata dari Pemerintah Kabupaten Badu n g u n t u k menekan penyebaran kanker s e r v i x d i K a b u p a te n B a dung,” jelasnya. W-014

DENPASAR-Fajar Bali Persoalan sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh kota besar, termasuk. Kota Denpasar. Ketua Fraksi Partai Golkar, AA. Gede Mahendra, SE, SH, menyebutkan, semakin tinggi tingkat pertumbuhan penduduk maka volume sampah yang dihasilkan juga relatif semakin tinggi. Karena, tambahnya, volume sampah berbanding lurus dengan jumlah penduduk. Idealnya sebagai kota FB/CAR besar volume perbandingannya AA. Gede Mahendra adalah 4L per orang per hari, atau 1 orang penduduk menghasilkan sampah sebanyak 0,8kg. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar tidak hanya mengelola sampah yang dihasilkan Kota Denpasar sebanyak 85,548M3, melainkan juga sekaligus menata taman Kota Denpasar memerlukan tenaga kebersihan dan pertamanan sebanyak kurang lebih 1700-1900 orang. Itu pun dengan target Denpasar meraih Adipura. Kondisi ini mesti dibarengi peningkatan kesejahteraan pegawainya. “Dengan beban persoalan volume sampah yang semakin tinggi tentu dibutuhkan kerja yang lebih keras lagi. Kenaikan Volume sampah dan volume kerja tentu juga harus diikuti dengan kenaikan kesejahteraan pegawai,” ungkap AA. Gede Mahendra, Kamis (6/3) kemarin. Dengan telah ditetapkannya UMK Denpasar sebesar Rp 1.561.000 mengalami kenaikan dari upah sebelumnya sebesar Rp 1.358.000 diharapkan gaji para pegawai DKP bisa setara dengan UMK atau sedikit tidaknya bisa mendekati UMK Kota Denpasar. Untuk sekarang ini gaji yang diterima oleh para pegawai (petugas kebersihan) DKP kurang lebih Rp 1.200.000. Untuk besaran usulan kenaikan gaji adalah Rp 1.000-1.500/hari sehingga gaji yang diterima bisa mendekati UMK Kota Denpasar. “Kenaikan gaji tersebut sangatlah pantas apabila UMK dan resiko rentan terhadap penyakit dipakai sebagai parameternya. Kenaikan tersebut juga sebagai upaya untuk meningkatkan etos kerja meraih trofi Adipura seiring dengan niat Pemkot Denpasar untuk mewujudkan Denpasar bersih,” tandasnya. Sebagaimana diketahui, sampai saat ini DKP Kota Dempasar menangani sampah sebanyak 909,096/tahun (84,94%), PD Pasar 33,534/tahun (3,13%), swakelola 47,298/tahun (4,42%), dan oleh pihak swasta sebesar 80,380/tahun (7,51%). Dikonfirmasi terpisah, Kepala DKP Kota Denpasar, I Ketut Wisada, menyambut positif usulan yang disampaikan anggota Dewan. Bahkan, Wisada mengaku, pihaknya telah melakukan kajian terkait upah tenaga kebersihan untuk meningkatkan kesejahteraannya. “Kami sangat setuju dan sependapat kesejahteraan mereka (para tenaga kebersihan) mesti ditingkatkan melalui peningkatan upah sesuai UMK yang sudah ditetapkan barubaru ini,” jelas Wisada. R-004

Panlih Desak Banmus Segera Jadwalkan Pilwabup

MANGUPURA-Fajar Bali Panitia Pemilihan (Panlih) PAW Wabup Badung mendesak Badan Musyawarah (Banmus)segera menjadwalkan pilwabup. Harus ada progress di Dewan pasca turunnya petunjuk tertulis atau fatwa Mendagri yang mewajibkan kekosongan wabup diisi. Demikian ditegaskan Ketua Panlih I Gusti Anom Gumanti. Politisi PDI Perjuangan ini mengharapakan paling tidak minggu depan ini, Banmus sudah menggelar rapat melakukan penjadwalan pilwabup. Sehingga Panlih dapat melakukan persiapan segala sesuatunya yang menyangkut pilwabup. “Kemarin kita menunggu fatwa Mendagri, sekarang fatwa sudah turun ya harus ada progress. Kita malu sama rakyat Badung yang sudah menunggu-nunggu kalau tidak ada perkembangan apa-apa. Paling tidak Banmus tetapkan jadwal dulu, entah nanti di Paripurna seperti apa kita lihat keinginan teman-teman (anggota dewan,red),” tandas Anom Gumanti saat dihubungi, Kamis (6/3). Menyangkut permasalahan politik yang masih mengganjal proses pilwabup ini, Anom Gumanti menegaskan agar melepaskan kepentingan politik. Satu sisi, legislator dari Kuta ini menginginkan agar seluruh fraksi khususnya yang tergabung dalam KRBB (Koalisi Rakyat Badung Bersatu)melakukan komunikasi politik sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut. “Kalau terus berlarut-larut, kita capek juga. Supaya tidak berlarut-larut, ya sudah ikutin apa yang menjadi petunjuk Mendagri karena disana sudah jelas pilwabup Badung harus dilaksanakan,” tandasnya. Menyinggung soal pasal 4 fatwa Mendagri yang menimbulkan multi tafsir, menurut Anom Gumanti itu sah-sah saja. Namun, jangan sampai hal itu kembali menghambat mekanisme pilwabup. “Boleh-boleh saja ada beda penafsiran, sekarang tergantung juga penafsiran fraksi yang lain seperti apa. Tapi pada intinya fatwa Mendagri sudah jelas proses pilwabup harus dilanjutkan, jadi di Dewan harus ada tindak lanjutnya,” pungkasnya. Sementara Ketua DPRD Badung yang sekaligus Ketua Banmus I Nyoman Giri Prasta belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi via telpon, terdengar nada panggilan, namun tidak ada jawaban. W-006

HET Pupuk Bersubsidi Disosialisasikan

dan Hortikultura di Kota Denpasar, antara lain, Pupuk Urea harga eceran tertinggi sebesar Rp 1.800/kg, Za Rp 1.400/ kg, SP-36 Rp 2.000/kg, NPK 2.300/kg dan Organik Rp 500/ kg. “Dengan ditetapkan HET ini berarti sudah ada patokan harga standar pupuk yang resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Ini bertujuan untuk melindungi petani dari ulah permainan oknum yang berusaha meraih keuntungan besar dari distribusi pupuk,” terang Ambara Putra, sembari menyebut keputusan ini sudah Para petani antusias mengikuti sosialisasi terkait Harga eceran berlaku sejak 1Januari 2014. Tertingg (HET) Pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian yang Bila terjadi  perbedaan rendisampaikan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura cana dan realisasi penyerapan Kotya Denpasar, di Pantai Matahari Terbit, Sanur pupuk bersubsidi dan untuk DENPASAR-Fajar Bali al dan swasembada pangan. mengantisipasi kelangkaan Kepala Dinas Pertanian Karenanya, kebutuhan dan pupuk di suatu Kecamatan, Tanaman Pangan dan Horti- Harga Eceran Tertinggi (HET) Ambara menyatakan, dapat kultura Kota Denpasar Ir. I Gede Pupuk Bersubsidi untuk Sek- dilakukan realokasi kebutuhan Ambara Putra, menyosialisasi- tor Pertanian di Provinsi Bali pupuk  bersubsidi tahun angkan Penetapkan Harga Eceran Tahun Anggaran 2013 harus garan 2014 antar Kecamatan. Sedangkan kebutuhan puTertinggi (HET) dan alokasi disosialisasikan.   puk bersubsidi untuk sub sekSesuai dengan Keputusan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani, di Pantai Matahari Gubernur Bali Nomor  3/03- tor pertanian tanaman pangan K/HK/2012, dan ditindak- dan hortikultural di Kota DenTerbit Sanur, Rabu (5/3).   Ambara Putra menekankan, lanjuti dengan Keputusan pasar tahun anggaran 2014 pupuk berperan sangat penting Walikota tentang Penetapan mencapai 2.535 ton. Dengan dalam peningkatan produkti- Harga Eceran Tertinggi (HET) rincian  Pupuk Urea sebanyak vitas dan produksi komoditas dan Alokasi Kebutuhan Pupuk 952 ton, SP-36 69 ton, ZA 292 pertanian untuk mewujudkan Bersubsidi untuk sub sektor ton, NPK 733 ton dan organik Ketahanan Pangan Nasion- Pertanian Tanaman Pangan sebanyak 489 ton.  R-004 FB/CAR

Keberadaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kota Denpasar menjadi perhatian serius Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dengan melakukan pemantauan terhadap keberadaan Ormas tersebut.

Dewan Sarankan Gaji Tukang Sapu Sesuai UMK

Layouter: Zohra


DAERAH

4

FB/SUMERTA

BANGLI-Fajar Bali Asosiasi pengerajin industri kecil (APIK) yang telah dibentuk, diduga sengaja ditelantarkan oleh Disperindag Bangli. Akibatnya lembaga yang tumben terbentuk di Bangli itu tak dapat berbuatapa-apa setelah dibentuk sekitar sebulan lalu. Malah ketua APIK terpilih, Ida Bagus Made Santosa merasa dirinya bagai anak haram. “Saya bagaikan anak haram di APIK ini, dilahirkan tetapi ditelantarkan”, ujar Caleg Propinsi Bali Dapil Bangli dari PKPI ini. Dikatakan, Disperindag IBM. Santosa Bangli membentuk wadah pengerajin yang disebut APIK. Setelah lama dibentuk, kini dirinya belum memiliki legalitas formal yang menurut Santosa perlu ada akte. Untuk urusan memproleh akte menjadi kewajiban pemerintah untuk memfasilitasi. Tetapi Disperindag tak kunjung jelas langkahnya untuk memfasilitasi pengurusn akte tersebut, sehingga APIK dan ketuanya seakan terlantar. Karena tanpa akte (legalitas formal) menurut Santosa APIK dan dirinya selaku ketua tak dapat melaksanakan dan atau merencanaka program-program. Dirirnya mengaku curiga kepada Disperindag, karena seakan pengurusannya diulur dan dengan tahapan proses yang tidak jelas. Didampingi Sekretaris APIK , I Nengah Nuri, Santosa mengaku tak ingin nanti dirinya terkesan tidak bekerja setelah dirinya terpilih menahkodai wadah pengerajin tersebut. Pada satu sisi ketika dirinya bekerja, tentu tidak bisa karena tak berdasar pada legalitas formal,”Saya bagaikan anak haram, dilahirkan tetapi tak dipelihara untuk dibesarkan, apa karena saya yang terpilih lalu dibeginikan”, sesal Santosa. Soal perkembangan industri kerajinan,Santosa menilai industri kerajinan Bangli masih kalah di pemasaran. Bangli punya barang tetapi tak punya nama. Kalau daerah lain di Gianyar, punya barang punya nama. Dicontohkan kalau soal kerajinan topeng,adalah milik Sukawati, kerajinan patung paras milik Batubulan dan seterusnya. Kalau Bangli tidak demikian. Padahal kerajinan di Bangli beragam serta inovatif dan kreatif. Disini perlunya ada ciri khas masing-masing seperti istilah one valage one produks (OVOP).”Bangli punya barang tapi tak punya nama”, ujarnya. Untuk pemasaran produk kerajinan, Bangli tidak memiliki etalase seperti kerajinan di kabupaten lain. Maksudnya tempat untuk melakukan tranksaksi, tempat bertemunya penjual dan pembeli, seperti Kintamani, Kuta, Nusa Dua, dan lain-lain. W-002

“Kertamasa” Tema Sentral PKB ke-36 Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-36 dipastikan mengusung tema sentral “Kertamasa”. Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan PKB yang akan digelar mulai 14 Juni hingga 12 Juli 2014 dipusatkan di Gedung Kesenian Art Centre Denpasar. DENPASAR-Fajar Bali Hal itu terungkap saat Panitia Aktualisasi Tema PKB Propinsi Bali dipimpin Prof. Dibia melakukan sosialisasi ke Pemkot Denpasar diterima Kadis Kebudayaan Made Mudra beserta Kabid Seni Suaryadala dan Kasi DokPub, Sudiana, Kamis (6/3) di Aula kantor setempat. Menurut Prof. Dibia didampingi beberapa panitia lainnya seperti, Ariyasa, Ketut Kodi, Catra, Artha Suarka mengatakan,

FB/SARJANA

SEMARAPURA-Fajar Bali Sebagai wujud kepedulian Pemkab Klungkung kepada warga kurang mampu serta anak anak cacat, Kamis (6/3) kemarin, Wabup Klungkung Made Kasta mengunjungi beberapa warganya yang kurang beruntung ini di Desa Tegak, Kecamatan Klungkung. Kunjungannya kali ini didampingi Kepala Dusun Wayan Sanjaya dan staf Dinas Sosial Klungkung. Untuk menemui warga yang pertama Banjar Bajing Desa Tegak, Wabup Made Kasta bejalan kaki menyusuri jalan kecil guna menemui para warga yang kurang beruntung ini. Di lokasi ini Wabup Made Kasta mengunjungi anak berumur 7 tahun bernama Putu Purnawirawan yang mengalami kebutaan sejak lahir. Anak pertama dari pasangan Nengah Sulendra dan Nengah Yundani ini juga mengidap autis, selama ini Putu Purnawirawan telah dibawa ke berbagai tempat untuk berobat, diantaranya RSUD Klungkung, RS Sanglah dan RS Indra. Nengah Yundani yang suaminya berprofesi sebagai seorang buruh bangunan merasa senang mendapat perhatian dan bantuan dari Pemkab Klungkung. Di lokasi kedua yakni di Banjar Kaja Kangin, Desa Tegak di rumah kediaman Ni Wayan Pujiani. Wabup Made Kasta bersama

Panitia Aktualisasi Tema PKB Propinsi Bali dipimpin Prof. Dibia melakukan sosialisasi ke Pemkot Denpasar diterima Kadis Kebudayaan Made Mudra beserta Kabid Seni Suaryadala dan Kasi DokPub, Sudiana, Kamis (6/3) di Aula kantor setempat

dipilihnya tema “Kertamasa” berdasarkan beberapa pertimbangan antara lain berdasarkan faktor historis, kecendrungan artinya seni masyarakat sekarang ini

cenderung kemana, momentum, humanis, estetika, inspiratif dan lain-lain. Sehingga dari beberapa faktor tersebut tim perumus menetapkan tema sentral PKB ke-36 adalah

Kertamasa. “Bila diterjemahkan mengandung arti dan makna dinamika masyarakat agraris menuju kesejahteraan semesta yang lepas dari pengaruh industrialisasi,” ungkap Dibia. Mengenai ragam kegiatan, masih seperti tahun lalu yaitu kegiatan pawai, pagelaran, parade, lomba, serasehan dan pameran. Dibia juga menjelaskan dengan sosialisasi ini maka seluruh peserta memiliki pemahaman dan pemaknaan yang sama dalam menuangkan aneka kegiatan nanti. Sementara Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Made Mudra menyambut baik dilaksanakannya sosialisasi ini. Dengan sosialisasi ini masing-masing peserta sudah bisa mempersiapkan lebih dini garapannya dengan mengacu pada tema tersebut. “Untuk PKB tahun ini Kota Denpasar akan mengikutsertakan 25 jenis kegiatan mulai dari pawai, parade dan lomba. Dari 25 jenis kegiatan tersebut 8 diantaranya katagori lomba, 1 pawai dan sisanya parade,” terang Mudra. R-004 

Wujudkan Indonesia Negeri Bebas Narkoba

BNNK Gianyar Gelar Advokasi Jakstranas P4GN di Denzipur 9 GIANYAR - Fajar Bali Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar mulai menggarap desa di Kabupaten Gianyar untuk mengadvokasi implementasi Intruksi Presiden No 12 tahun 2011 tentang pelaksanaan kebijakan dan strategi nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Jak-

Wabup Made Kasta Kunjungi Warga Tidak Mampu

Wabup Made Kasta melihat langsung kondisi Putu Prayoga yang mengalami autis sejak kecil

FB/Carmyaka

Disperindag Bangli Telantarkan APIK

FAJA R BALI

Jumat, 7 Maret 2014, Tahun XIV

rombongan juga mendapati seorang anak kecil yang dikurung dengan menggunakan jaring plastic. Wabup tidak bisa menyembunyikan rasa ibanya ketika melihat kondisi anak kecil yang berumur 8 tahun tersebut, Berdasarkan keterangan dari ibunya, anaknya yang bernama Komang Prayoga sewaktu berumur dua bulan pernah mengalami demam panas sampai kejang kejang, sejak saat itulah dia merasa anaknya tidak tumbuh dengan normal, dan sekarang anaknya sering mengalami epilepsy. Berbagai pengobatan telah dijalanai namun belum mendapat hasil yang memuaskan. Wayan Pujiani juga mengatakan selama ini telah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah provinsi maupun Pemkab. Klungkung. Ayah dari Komang Prayoga, Gede Sadia yang berprofesi sebagai tukang cetak batako sangat berharap bantuan demi pemulihan anaknya. Di lokasi ke tiga di Banjar Kaje Kangin Desa Tegak, Wabup mengunjungi seorang pria manula bernama Nengah Dana yang berumur sekitar 80 tahun. Nengah Dana mengalami kebutaan sejak 23 tahun lalu. Hidup dibangunan yang kurang layak, Wabub memerintahkan Kadus Wayan Sanjaya untuk mengurus agar Nengah Dana memperoleh bantuan Bedah Rumah. Wabup Made Kasta menyampaikan bahwasannya kunjungannya ini bertujuan untuk melihat dan merasakan langsung penderitaan yang dirasakan beberapa warganya yang kurang beruntung ini. Selain itu Wabup Made Kasta juga menyerahkan bantuan berupa uang dan dan alat bantu dengar kepada anak anak dan manula ini. “Nantinya Dinas Kesehatan akan kita perintahkan untuk tetap memantau dan memeriksa anak anak ini supaya kondisinya bisa lebih baik lagi.” Ujar wabup Made Kasta. Hal lain yang disayangkan Made Kasta adalah, laporan-laporan dari aparat desa dibawah banyak sekali yang tidak sampai ke atasannya apalagi Bupati Klungkung. “Kepada aparat dibawah, jangan malu lagi melaporkan kalau ada warganya yang kurang mampu dan apalagi tidak mampu untuk biaya kesehatan. Kita akan carikan jalan keluarnya,” tutup Made Kasta.W-010*

Gapura Desa

stranas P4GN) tahun 2011-2015. “Kesempatan yang diberikan BNNK tolong dimanfaatkan dengan baik, sehingga kita mempunyai bekal jika berhadapan dengan masyarakat, terutama menyangkut peredaran narkoba,” kata Komandan Denzipur 9. Mayor Czi Karter Joy Luthi saat BNK Gianyar melakukan advokasi (Jakstranas P4GN) tahun 2011-2015, Kamis. Sebagai prajurit, ia minta agar semuanya paham tentang narkoba, sehingga jika berhadapan dengan masyarakat berani menunjukan diri dan membuktikan prajurit juga paham dengan narkoba. “Semua berpulang pada masing-masing pribadi mau paham atau tidak,” tegasnya. Kepala BNNK Gianyar, I Made Pastika, SH, MH mengatakan, advokasi Pencegahan, Pembrantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) digelar di Denzipur 9, Kamis (6/3). Dalam advokasi itu juga disinggung soal fokus pencapa-

FB/ARTAYASA

ian Indonesia Negeri Bebas Narkoba. “Komitmen bersama seluruh komponen masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia sangat diperlukan dalam pencapaian Indonesia Negeri Bebas Narkoba,” kata Pastika. Disisi lain, pada kesempatan itu Pastika juga membeberkan soal fokus pelaksanaan dari BNN Gianyar sesuai dengan Intruksi Presiden, Susilo Bambang Yudoyono. “Ada empat bidang dilakukan untuk menggolkan Jakstranas P4GN adalah pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pembrantasan,” ucapnya. Fokus yang dimaksud adalah bidang pencegahan, pihaknya fokus untuk menjadikan siswa/ pelajar pendidikan menengah dan mahasiswa memiliki pola pikir, sikap, dan terampil menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Menjadikan para pekerja memiliki pola pikir, sikap, dan

terampil menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.Bidang pemberdayaan masyarakat, memfokuskan pada menciptakan lingkungan pendidikan menengah dan kampus bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terutama ganja, shabu, ekstasi, dan Heroin. Menciptakan lingkungan kerja bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terutama ganja, shabu, ekstasi, dan Heroin.Upaya penyadaran dengan pemberdayaan masyarakat di daerah-daerah yang secara sosiologis dan ekonomis melakukan penanaman. Bidang rehabilitasi memfokuskan pada mengintensifkan wajib lapor pecandu narkotik, memberikan pelayanan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial kepada penyalahguna, korban penyalahgunaan, dan pecandu narkoba, pembangunan kapasitas lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial secara

prioritas berdasarkan kerawanan daerah penyalahgunaan narkoba. Melakukan pembinaan lanjut kepada mantan penyalahguna, korban penyalahgunaan, dan pecandu narkoba. Bidang pemberantasan memfokuskan pada pengawasan ketat terhadap impor, produksi, distribusi, penggunaan (end user), ekspor, dan re-ekspor bahan kimia prekusor dan penegakan hukum terhadap jaringan tersangka yang melakukan penyimpangan. Pengungkapan pabrikan gelap narkoba dan/atau laboratorium rumahan dan jaringan sindikat yang terlibat pengungkapan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika secara tegas dan keras sesuai peraturan perundang-undangan. Penyelidikan dan penyidikan, penuntutan, dan peradilan jaringan sindikat narkoba baik dalam maupun luar negeri secara sinergi. W-005*

Advokasi implementasi Intruksi Presiden No 12 tahun 2011 tentang Jakstranas P4GN tahun 2011-2015 di Denzipur 9

Sangga Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa

Masyarakat Perlu Pahami UU Desa dan Dualitas Desa GIANYAR- Fajar Bali Masyarakat Gianyar antusias simak paparan tentang UndangUndang No. 6 tahun 2014, Tentang Desa. Pemaparan UU Tentang Desa disampaikan Mantan Ketua Panja UU Desa DPR RI, Budiman Sujatmiko dan Mantan Tim Ahli Perumus UU Desa dan Perumus Rancangan PP Tentang Desa, R. Yando Zakaria. Dialog diikuti 500 orang terdiri dari pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar, Camat, Majelis Desa Pakraman, BPD, LPM, Perbekel, Bendesa dan tokoh masyarakat lainnya se Kabupaten Gianyar, di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Kamis (6/3). Bupati Gianyar diwakili Asisten I Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Cok Rai Widiarsa Pemayun mengatakan sangat mengapresiasi dialog yang difasilitasi Program Siaga Desa Swatantra ini. Dialog tentang UU Desa dengan masyarakat ini,

merupakan komitmen Pemkab Gianyar mewujudkan desa membangun. Dialog UU Desa dengan masyarakat di Pura Samuan Tiga merupakan yang dilaksanakan pertama kali di Indonesia. Dipilihnya Bali dan khususnya Gianyar karena Kabupaten Gianyar dianggap paling siap dalam menyambut keberadaan UU desa tersebut. UU No 6 tahun 2014 tentang Desa merupakan satu-satunya UU yang mengakui keberadaan desa dinas dan desa adat secara nasional. Sedangkan di Bali desa adat lebih dikenal dengan desa pakraman yang hingga kini baru diakui berdasarkan Perda. Desa Pakraman kedepan diharapkan bisa mendapatkan hak yang sama dimata hukum, sesuai dengan mandat UU tersebut. Dalam UU tentang Desa, masyarakat diberikan ruang dalam mengelola segala kebijakan dan aset yang dimiliki. Karena selama ini keberadaan desa adat di luar

Bali sudah mulai terkikis karena tidak diakui dalam perundangundangan. Namun berbeda dengan di Bali dan Sumatera Barat, keberadaan desa adat masih diatur kedalam sebuah Perda. sedangkan keberadaan desa adat secara umum di Indonesia sudah semakin menghilang. “Saya harap masyarakat tidak memandang UU Desa ini sebagai pengakuan dualisme desa dinas dan desa pakraman, sebaliknya menjadikannya dualitas yang saling keterkaitan,” tegas Cok Rai Widarsa. Mantan Tim Ahli Perumus UU Desa dan Perumus Rancangan PP Tentang Desa, R. Yando Zakaria mengatakan UU No 6 tahun 2014 akan berhasil dilaksanakan secara nasional, jika Bali berhasil melaksanakannya. “Jika Bali tidak bisa melaksanakan, saya pesimis bisa dilaksanakan di luar Bali, kemungkinan UU ini juga akan dibekukan,” terang Yando Zakaria. Lebih lanjut dikatakan, jika UU ini tidak bisa dilaksanakan, angga-

ran yang akan digelontor ke desa nantinya juga tidak bisa direalisasikan. “Kini di Indonesia ada 200 konflik masyarakat adat, karena keberadaan masyarakat adat tidak diakui UU, sehingga salah satu aset adat berupa tanah juga tidak diakui,’’ tegas Yando Zakaria. Pelaksanaan UU Desa nantinya akan diikuti dengan tersedianya anggaran yangbproporsional ke desa/kelurahan, sehingga proses perencanaan masyarakat tidak siasia. Dualitas desa pakraman dan desa dinas jangan dipahami saling merugikan, keduanya akan berjalan masing-masing sesuai tupoksi yang telah ada. Karena dalam UU Desa, kedua desa tersebut diakui tanpa ada yang diutamakan atau dimatikan. Pengesahan UU Desa juga merupakan sebuah hutang terhadap masyarakat, karena selama ini desa adat tidak diakui UU. Diharapkan masyarakat bijak memilih tupoksi antara desa dinas dan desa adat, agar keutuhan NKRI tetap terjaga.

FB/ARTAYASA

Dialog UU Desa di Pura Samuan Tiga, Gianyar

Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali, Jro Gde Suwena P. Upadesha, menyebut jika UU tentang desa tidak merugikan desa pakraman, kemungkinan akan berhasil dilaksanakan di Bali. Masyarakat Bali tidak ingin desa pakraman hancur, dan MUDP akan mengadakan paruman dalam menentukan sikap terhadap UU tentang Desa ini. Namun apapun

UU yang disahkan semua tergantung pemerintah daerah, apakah dijalankan atau tidak karena itu merupakan hak konstisional. “Saya selaku pengelingsir desa pakraman telah membaca pasal demi pasal UU Desa, kami hanya tidak menginginkan desa pakraman hancur, semoga UU ini bisa berjalan sesuai harapan,” pungkas Jro Gde Suwena. W-005 Layouter: Soma


DAERAH

FAJA R BALI

Jumat, 7 Maret 2014, Tahun XIV

5 POTRET FAJAR BULELENG

FB/Agus

Wakil Bupati Buleleng saat melakukan penilain dalam lomba desa

Sutjidra Harapkan Peran Desa Lebih Aktif

TATAP MUKA-Jajaran Harian Umum Fajar Bali di antaranya Pemimpin Umum/Penanggung Jawab IGMA Wisnu Mataram, Direktris IGA Galuh Ardhaningrat, Redaktur Pelaksana Agung Paramita, dan Manajer Pemasaran dan Sirkulasi IB Sudarsana bertatap muka dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana Kamis (6/3) di ruang kerja Bupati. Harian Fajar Bali mendukung terobosan-terobosan yang dilakukan Bupati Buleleng dalam upaya memperjuangkan beberapa proyek infrastruktur di Buleleng untuk mengatasi ketimpangan pembangunan di Bali.

Kunker Gubernur ke Jembrana

Pemprov Dorong Pembangunan Terminal Cargo NEGARA- Fajar Bali Seluruh kepala desa dan lurah, termasuk para camat dan pimpinan SKPD hadir mendengar penyampaian Gubernur Pastika terkait program-program Pemerintah Provinsi. Kedatangannya ke masingmasing kabupaten termasuk ke Jembrana, guna menyerap aspirasi dan mensinergiskan program provinsi dengan kabupaten. Bupati Jembrana Putu Artha menyampaikan banyak hal terkait program yang telah dilaksanakan di Jembrana. Selain memaparkan program perbaikan di Jembrana, Artha juga menyoroti berbagai persoalan di antaranya tentang jalan jalur Denpasar- Gilimanuk yang sering terjadi macet. Tak hanya kondisi jalannya mulai banyak rusak, jalur ini sangat rawan kecelakaan. Persoalan ini dikatakan sebagai salah satu lambatnya pembangunan di Jembrana. Misalnya, bila mendatang tamu dari jauh termasuk wisatawan, sering beralasan karena jaraknya cukup jauh dan kondisi jalannya sering macet serta rawan kecelakaan. Untuk mengurangi kemacetan dan kerusakan jalan akibat banyak kendaraan bertonase lebih, Jembrana berencana memban-

k o j o P Desa

gun terminal barang atau cargo di Gilimanuk.”Kami mohon Pak Gubernur, mendukung rencana ini,” ujar Artha. Masalah lain juga disampaikan Bupati Artha, di antaranya masalah program bedah rumah provinsi, yang masih kurang tepat sasaran. Salah satunya penerima bedah rumah di Desa Tukadaya Kecamatan Melaya, ternyata malah orang yang tergolong mampu. Tak hanya persoalan itu, di Jembrana kata Artha telah membatasi jam buka toko modern berjaringan serta melarang pembangunan baru toko modern berjaringan. Pihaknya sudah melakukan revitaliasi sejumlah pasar tradisional. Terhadap semua program dan persoalan yang disampai Bupati Artha direspon Gubernur Mangku Pastika. Terkait masalah jalan jalur Denpasar Gilimanuk, Denpasar Gilimanuk yang krodit, Gubernur Pastika mengakui jalur yang dimaksud sering dapat keluhan dari masyarakat. Untuk mengatasi kemacetan dan rawan kecelakaan, di Tabanan telah dibangun shortcut-shorcut jalan dan jembatan. Bahkan rencananya akan dibuatkan jalan tol dari Tabanan sampai ke Pekutatan. “Tetapi

FB/PRAMONO

Untuk mengetahui apa yang menjadi aspirasi di tingkat kabupaten, Gubernur Bali Made Mangku Pastika bersama Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta melakukan kunjungan ke Jembrana. Gubernur bersama wakilnya diterima Bupati Jembrana, Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan, di Gedung Kesenian Bung Karno, Kamis (6/3) kemarin.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta saat datang ke Jembrana, diterima Bupati Jembrana Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana,Made Kembang Hartawan, di Gedung Kesenian Bung Karno, Kamis (6/3). “Membiarkan orang miskin onal, provinsi dan kabupaten. ini baru rencana,”ujarnya. Soal terminal cargo di Gili- itu dosa,” ujarnya. Bila itu “Perda Provinsi Bali itu, untuk manuk untuk parkir truk, Gu- benar kata Gubernur, orang itu semua masyarakat Bali. Karena bernur Pastika mendukung harus mengembalikan uang be- seluruh pemerintah itu berdan langsung memerintahkan dah rumah, karena uang untuk tujuan untuk kesejahteraan Dinas Perhubungan Provinsi bedah rumah itu merupakan rakyat,” terangnya. Ke depan, Bali untuk menindaklanjuti hak orang miskin. tak ada lagi program-program Gubernur juga menyampai- yang tumpang tindih dengan usulan dari Bupati Jembrana. Kemudian soal program kan untuk penyusunan angga- program-program yang ada di bedah rumah yang tak tepat ran tahun 2015. “Kami harus kabupaten. sasaran seperti di Desa Tuka- menyerap aspirasi dari seluruh “ Mari kita satukan persepsi daya, Gubernur merasa kecewa, kabupaten di Bali, untuk tahap dalam menyusun program pemerintah, rakyat yang sekarena jika benar, orang terse- rencana kerja,” ujarnya. Tak ada lagi pengkotak- jahtera itu tidak boleh miskin, but telah mengambil hak orang kotakan antara program nasi- “ ujar Mangku Pastika. W-003 miskin.

Antisipasi Sebaran Rabies

Desa/Kelurahan Diminta Buat Perdes

SINGARAJA – Fajar Bali Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Buleleng mendorong agar desa-desa di Kabupaten Buleleng membentuk peraturan desa (perdes) yang menangani masalah penyebaran rabies di Kabupaten Bulelen. Hal itu menyusul lima desa terindikasi menyebarnya virus rabies. Kepala Distannak Buleleng Nyoman Swatantra mengatakan, saat ini Distannak masih terus melakukan pemantauan di empat dari lima desa yang terjangkit rabies. Keempat desa itu antara lain Desa Suwug, Desa Umejero, Desa Tembok, dan Desa Ularan. Sementara di Desa Wanagiri, kini sudah dinyatakan klir dari virus rabies. Kata Swatantra, sesuai dengan

standar operasional prosedur (SOP), desa yang terjangkit rabies harus dipantau selama dua bulan, setelah dilakukan vaksinasi massal dan eleminasi selektif. Saat ini tim tengah memantau kondisi di Desa Suwug, Umejero, dan Desa Tembok. Sementara di Desa Ularan, tim tengah fokus menuntaskan re-vaksinasi di desa tersebut. ”Yang di Ularan, vaksinasi massal masih jalan terus. Kami fokus menyelesaikan vaksinasi lagi di Banjar Dinas Yadnya Kerti dan Bhuana Kerti. Mudah-mudahan besok sudah bisa selesai. Kalau besok belum selesai, ya kami teruskan sampai selesai,” ujar Swatantra didampingi Kabid Kesehatan Hewan drh. I Wayan Susila. Swatantra menegaskan

Pemkab Buleleng telah melayangkan surat edaran yang ditandatangani Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka. Intinya, dalam edaran itu seluruh camat diminta mendorong desa dinas dan desa pakraman membuat peraturan desa (perdes) serta perarem sebagai tindaklanjut dari Perda Provinsi Bali Nomor 15 tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies. ”Intinya bagaimana masyarakat bertanggungjawab dan waspada dengan kasus gigitan anjing. Kalau punya anjing, ya diikat. Kalau ada anjingnya yang menggigit, ya harus bertanggungjawab kepada korban gigitan. Selain itu anjingnya juga jangan langsung dibunuh, supaya bisa dicek apakah positif rabies atau tidak,” himbau Swatantra.

Seperti pemberitaan sebelumnya kasus gigitan anjing rabies di Buleleng kambli terjadi. Anjing yang positif tertular rabies telah menggigit pemiliknya dan warga lainnya. Dari laporan yang masuk ke Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Buleleng ada sembilan orang warga digigit oleh anjing yang sudah positif tertular rabies tersebut. Empat orang warga Dusun Yadnya Kerti, Desa Ularan, Kecamatan Seririt. Selain itu lima orang lainnya merupakan warga di Banjar Dinas Ngis, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Semua warga korban gigitan anjing rabies tersebut kini dalam pengawasan dan telah mendapatkan suntikan vaksin anti rabies (VAR) di masingmasing puskemas. W-008

Bertempat, Kamis 6 maret 2014, Desa Lemukih Kecamatan Sawan dinilai tim kabupaten dalam Lomba Desa terpadu, Kamis (6/3) di balai serba guna Banjar Nyuh, Desa Lemukih. Desa Lemukih berada 24 km dari ibukota Kabupaten Buleleng dengan batas wilayah sebelah Utara Desa Sekumpul, Selatan Kecamatan Petang Kabupaten Badung, Barat Desa Silangjana dan Timur Desa Galungan. Perbekel Desa Lemukih dalam laporannya mengatakan masyarakat Desa lemukih myoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani, dan hasil pertanian berupa durian dan manggis. Masyarakat Desa Lemukih juga menghasilkan berbagi macam kerajian yang terbuat dari kayu korek api yang sudah bekas. Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk membangun pedesaan dengan pembanguanan perkotaan agar tercipta pemerataan penyebaran pembangunan kegiatan pembangunan, hal ini diupayakan agar Pemerintah Daerha menumbuhkan partisipasi masyarakat Desa melalui kegiatan dan program atau pemberian bantuan langsung. W-008

Atasi Situasi Kontinjensi Pileg

TNI Latih Anggotanya di Zona Rawan TABANAN-Fajar Bali Perisapan yang benar-benar matang digelar petugas keamanan TNI dalam rangka mengamankan pemilu legislatif 2014. Guna mengantisipasi situasi kontinjensi pemilu Kodim 1619 menggelar latihan di zona rawan. Latihan yang dipusatkan di Lapangan Pangraga Krida, Bajra, Kecamatan Selemadeg, Kamis (6/3) kemarin dimulai pukul 09.15. Anggota yang dilibatkan dalam latihan tersebut adalah anggota Koramil Selemadeg Timur, Selemadeg, Selemadeg Barat dan Pupuan. Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf Rudi Hermawan menjelaskan latihan tersebut secara teknis menyiagakan semua Babinsa dari tiap-tiap koramil yang telah dibagi dalam beberapa Zona rawan. “Kecepatan berkumpul dan kecepatan bertindak menjadi kunci utama Kodim 1619/tabanan. Oleh karena itu pada latihan ini kami diambil waktu kecepatan, sabagi tolok ukur bila suatu saat terjadi situasi yang tidak diinginkan,”jelas Dandim Rudi. Dikatakan khususnya diwilayah Kecamaatn Selemadeg, maka Kodim akan segera bertindak cepat untuk membantu Polri dalam penanggulangan gangguan kamtibmas saat pemilu. “ Latihan ini juga didukung oleh personel polsek s Selemadeg,” tandasnya. Saat latihan, dijelaskannya, kejadian diasumsikan bahwa Kendaraan Truk Kodim Tabanan terlambat datang, karena situasi jalan dari makodim sampai Selemadeg macet. Sehingga anggota bergerak menuju sasaran menggunakan sepeda motor. Karena jarak yang lumayan jauh , dari Selemadeg Timur, Selemadeg, Selemadeg Barat dan Pupuan, sehingga waktu tempuh untuk kumpul di lapangan Pangraga Krida Bajra hingga 1 jam. Jajaran koramil Pupuan waktu tempuh sekitar 1.30 menit. “Saya perintahkan operasi berangkat bersama-sama. Harus menjadi satu dan terkoordinir dalam bergerak atas perintah,” tandasnya. W-004

Truk Terguling Hebohkan Warga Landih

FB/SUMERTA

Truk terguling

Bangli-Fajar Bali Truk DK 9374 PE yang mengangkut limbah babi yang dikemudikan Gede Tirta, terguling di jalan tanjakan, di Desa Landih, Bangli, Kamis (6/3). Meski itu kecelakaan biasa, namun peristiwa tersebut menghebohkan warga Landih. Pasalnya selain terguling, tanki truk terpecah, dan limbah cair yang diangkut berserakan. Peristiwa itupun seakan menjadi tontonan gratis warga sekitar TKP. Truk tanki itu diduga terguling akibat tak kuasa menahan beban, hingga terguling-guling dan terlentang di badan jalan. Tanki pecah, menyebabkan limbah babi yang diangkutnya tumpah ruah. Tak ada korban jiwa dalm kecelakaan tersebut. Peristiwa tersebut membuat jalur Landih-Kintamani itu macet total dalam beberapa jam, karena posisi truk yang memakan semua badan jalan. Saksi mata I Wayan Kopok, mengatakan, saat itu truk tanki yang dikemudikan Gede Tirta asal Pengotan, Bangli ini melintas dari arah selatan. Saat sampai di tempat kejadian perkara (TKP) datang truk dari arah berlawanan. Karena jalan sempit dan menyulitkan, truk lalu berhenti. Saat berhenti itu langsung saja truk terguling-guling. Diduga hal itu terjadi akibat truk tak kuat dengan beban (limbah babi) itu. “Truk itu terguling sampai dua kali lalu melentang di badan jalan”, ujar Kopok. Beberapa menit setelah peristiwa tersebut, masyarakat sekitar berduyun-duyun ke TKP, untuk melihat lebih jelas kasus kecelakaan lalulintas tersebut dan sekaligus memberikan pertolongan. Truk dapat diangkat oleh masyrakat , beberapa jam setelah peristiwa. Kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian. W-002 Layouter: Soma


Pendidikan

6

5 Tahun Guru dan Siswa Nonton Penyangga

Tatib, Tas, HP dan Buku Simpan Di Luar

Plafon SDN 1 Banjar Tengah Ambruk

FB/blas

UAS SMK Prada Diikuti 181 Calon Peserta UN

Kepala SMK Prada Badung, Ketut Maliarsa sedang ikut mengumpulkan jawaban soal seusai UAS DENPASAR–Fajar Bali Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) di SMK Pariwisata Dalung (Prada) Badung, diikuti 181 calon peserta Ujian Nasional (UN),berlangsung lancar dan tertib.UAS sejak Senin (3/3) akan berakhir Jumat (7/3) hari ini. Sejak hari perdana digelar, peserta UAS sejumlah itu hadir semua. Kepala SMK Prada, Drs. Ketut Maliarsa Kamis (6/3), kepada koran ini menjelaskan, seluruh peserta UAS SMK Prada, khusus hanya untuk Program Keahlian Akomodasi Perhotelan (AP). Sementara untuk Program Keahlian Tata Boga (TB), belum mengikuti UN, karena baru dibentuk. UAS telah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Penyusunan soal disertai kisi-kisi, dan guru-guru diarahkan untuk membuat kisi – kisi soal, sehingga arah dan materi terkontrol jelas. Indikator apa yang diukur harus jelas melalui kisi-kisi soal. Setiap ruang UAS, terdapat nomor ruang, jumlah siswa dan nama siswa, tata tertib (tatib) serta sangsi. Bila terdapat peserta UAS yang menyalahi tatib akan ditegur pengawas. Kalau kesalahan melampaui akan di keluarkan dari ruang UAS, dan akan diperingati Kasek. Ketegasan ini dilakukan untuk memberikan karakter agar mau belajar mandiri, jujur, dan mau benar-benar belajar secara serius dan percaya diri. Maliarsa mengakui, segi disiplin seluruh peserta UAS hadir tepat waktu, dan menggunakan seragam sesuai ditentukankan, dan tas, HP dan buku tidak diperkenankan di bawa ke ruang UAS. Kedisiplinan dan tatib ini telah dicerminkan sejak mengikuti try out yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali. Kedisiplinan dan tatib akan diberlakukan hingga UN mendatang. Soal disiplin dan tatib, sudah ditegaskan Maliarsa sejak siswa di kelas X, sesuai dengan moto SMK Prada, Satyam, Siwam Sundaram. Regulasi sekolah yang ditetapkan Maliarsa, tidak saja kepada siswa, tetapi juga guru-guru, karena untuk kepentingan masa depan lulusan, karena dharma yang dibutuhkan Maliarsa. Karena disiplin adalah salah satu kunci keberhasilan seseorang, serta memiliki karakter untuk di industri dan menyatu dengan masyarakat. Kalau di perguruan tinggi, terdapat 4 pilar yang ditetapkan United Nation Educational Sientific Culcure Organitation (UNESCO) yakni, learning to know, learning to do, learning to be dan learning ti live together. Pilar keempat ini, menyangkut karakter. Seusai UAS, Maliarsa akan mempersiapkan calon peserta UN untuk mengikuti try out yang akan digelar Disdikpora Badung, 17-19 Maret. Sementara try in akan dilaksanakan 24-26 Maret yang bekerjasama dengan PT. Erlangga dan try in akan berlangsung dua kali. Selanjutnya akan dilaksanakan ulangan tengah semester khusus untuk kelas X dan XI, 10-16 Maret, dan akan mengelar ujian teori kejuruan.Selain itu Maliarsa juga mengutarakan terkait 25 item peserta didik berkualitas dan peserta didik insan terdidik. Kedua puluh lima item itu, berkemampuan kognitif, berkemampuan afektif, berkemampuan psikomotorik, siswa sebagai insan terdidik, sebagai insan terpelajar, sebagai insan intelektual, sebagai insan berakhlak mulia, sebagai insan jujur, sebagai insan teladan, sebagai insan patriotisme, sebagai insan religius, sebagai insan bertanggung jawab, sebagai insan toleransi, sebagai insan berdisiplin, beretos kerja, sebagai insan kreatif, sebagai insan mandiri. Juga sebagai insan demokratis, sebagai insan berprestasi, sebagai insan komunikatif, sebagai insan gemar membaca, sebagai insan berbudaya, sebagai insan cinta damai, sebagai insan mahluk sosial dan sebagai insan peduli lingkungan. R-008

FAJA R BALI

Jumat, 7 Maret 2014, Tahun XIV

Plafon SDN 1 Banjar Tengah Kecamatan Negara, jebol dan ambruk ke lantai, Minggu (2/3) malam, namun baru diketahui pagi harinya, Senin keesokannya. Renovasi plafon dan rehab kelas tersebut dilakukan pada tahun 2009 dengan menggunakan penyangga kap baja. (5 tahun guru dan siswa nonton penyangga red).

DENPASAR-Fajar Bali Kejadian tersebut, sudah dilaporkan oleh pihak sekolah ke Dikporaparbud Jembrana, Rabu (5/3). Guru SDN 1 Banjar Tengah, Ketut Pasek Mustiyasa mengaku, sempat datang ke sekolahnya, pada Minggu (2/3) sore. Kondisi di ruang kelas tiga, atap dan plafonnya dalam keadaan baik dan tidak ambruk. Diduga, ambruknya pada malam harinya. Dia bersama guru lainnya baru mengetahui ketika membuka ruang kelas tiga, plafonya jebol dan berserakan di bangku dan lantai. Begitu pula di kelas II dan IV, yang berada di samping kelas III , kondisinya juga

Arya Wedakarna

FB/ist

DENPASAR-Fajar Bali Dilematis, itulah yang dirasakan oleh sosok President The Sukarno Center, Dr. Shri I

FB/pramono

Plafon SDN 1 Banjar Tengah ambruk. Tampak peserta didik belajar di ruang kelas, tanpa ada plafonnya, Rabu (5/3).

sudah mulai retak-retak. Mustiyasa mengaku kaget ketika melihat kondisi plafon di kelas III ambruk, padahal penyangganya berbahan baja ringan dan renovasinya pada tahun 2009 lalu. “Untung ambruknya, tidak

pagi hari saat proses belajar mengajar,”ujarnya. Sekarang ini, para guru bila mengajar di kelas II dan IV, merasa khawatir karena kondisi plafonnya juga sudah mulai retak. Supaya dapat dipakai belajar, di ruang kelas

yang plafonnya ambruk, sudah dibersihkan dan dapat dipakai lagi sebagai tempat belajar. Kondisi ini katanya sudah dilaporkan ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Kecamatan Negara dan diterus ke

Dinas Dikporaparbud Jembrana. Kadis Dikporaparbud Jembrana, Nengah Alit, ketika dikonfirmasi kemarin mengatakan pihaknya baru menerima surat dari pihak sekolah dan akan segera ditindaklanjuti. W-003

Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ketika menerima undangan dari Departemen Luar Negeri ( Department Of States ) Amerika Serikat (AS) untuk hadir ke Washington,DC dalam rangka menerima gelar warga kehormatan ( Honorary Citizen ) di salah satu negara bagian negara superpower itu. Dilematis antara mengorbankan masa kampanye DPD RI yang harus dijalankan jelang Pemilu ini, atau menjadi bagian diplomasi internasional untuk kepentingan bangsa. Dan akhirnya secara bijak, iapun memilih untuk mengorbankan waktu kampanye senator untuk mengikuti agenda International Visitor Leadership

Program (IVLP ) Year 2014 yang memiliki sejumlah alumni para presiden dan mantan presiden diseluruh dunia. Iapun memiliki alasan khusus, ”Saya rasa kerjasama dengan AS adalah hal yang paling strategis untuk Bali dimasa depan, dan sudah menjadi rahasia umum bahwa siapapun anak muda yang ingin menjadi pemimpin bangsa, mau tidak mau harus mendapat dukungan AS. Demi Bali dan Indonesia, sayapun lebih mengutamakan diplomasi ini. Tapi kedua perjuangan yakni menjadi senator dan program IVLP ini ya harus berjalan selaras. Syukurlah relawan di Bali sudah bisa bergerak tanpa kehad-

iran saya.Ini tantangan.”ungkap Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. Selama sebulan di AS, Dr.Wedakarna diagendakan bertemu dengan Presiden Obama di Washington, dan menerima gelar Warga Kehormatan dari Pensacola Florida, AS, selain itu akan mengunjungi sejumlah negara bagian utama AS yakni Chicago, DC, New York, Florida, Atlanta dan Hawaii. Selama di AS, Dr.Wedakarna diagendakan untuk mengunjugi White House, Pentagon, Capitol Hill dan bertemu Duta Besar APEC. ”Bung Karno adalah pengagum AS. Pada Tahun 1927 Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia ( PNI ) dengan memilih tanggal 4

Juli karena terinspirasi dengan Declaration Of Indepence 4th July Amerika Serikat. Selama di AS, saya juga ingatkan bahwa Indonesia bukan negara agama, buktinya Indonesia memiliki Bali dengan mayoritas Hindu, dan saya ingin AS lebih dapat membantu Bali dimasa depan, terutama agar Bali tetap aman secara ideologi, ekonomi dan budaya. Persahabatan AS adalah strategis, karena ia negara superpower. Tapi tentu,saya akan seimbangkan juga persahabatan dengan sejumlah superpower dunia seperti Rusia, China, dan Eropa. Semua demi Bali dan Indonesia.”ungkap Calon DPD RI Nomer 41 ini. *

Peserta donor terdiri dari mahasiswa, dosen, pegawai alumni serta masyarakat sekitarnya. Kegiatan donor darah seperti ini telah rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Donor darah kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke 20. Ketua panitia Yunita Mutiara Sari sekaligus ketua UKM KSR-PMI ISI Denpasar beserta pengurus lainnya merasa senang dengan antusias disambut warga kampus. Hadir juga pada kgiatan tersebut, Pembina Drs I Gd Alit Widusaka,M. Si., sekaligus sebagai sebagai peserta donor.

Di samping itu PR III Drs. I Wayan Gulendra, M.Sn mengharapkan, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan setiap tahunnya minimal dua kali yakni menyambut HUT PMI ISI dan pada saat Dies Natalis. Manfaat sebagai pendonor, di samping untuk menyehatkan dirinya sendiri juga bisa menyelamatkan orang lain. Sesuai denga motto PMI: “Siamo Tutty Fratelly: kita semua saudara, sekarang, dulu, nanti dan selalu saudara!”,” tambahnya. Pada aksi donor darah kali ini, tidak kurang dari 38

Warga Kehormatan Amerika Serikat

Donor Darah UKM PMI ISI

DENPASAR-Fajar Bali Serangkaian menyambut HUT ke-12, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR-PMI “Prasada Bhakti” ISI Denpasar kembali menyelenggarakan aksi sosial donor darah bertempat di halaman parkir kampus setempat pada Selasa (4/3). Aksi donor darah yang dibantu oleh UTD PMI Bali dengan armada busnya, disambut baik oleh warga kampus.

690/II/blas

FB/heru

Kegiatan donor darah oleh PMI di ISI

pendonor yang menyumbang darahnya. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini rutin dis-

elenggarakan oleh insan kampus seni negeri satu-satunya di Bali. W-017

459/II/blas

Layouter: Wiadnyana


EKONOMI BI Gaet Bank Sentral Korsel

FAJA R BALI

Jumat, 7 Maret 2014, Tahun XIV

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dan Gubernur Bank Of Korea Choongsoo Kim menandatangi perjanjian kerjasama Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA). Penandatangan dilakukan di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (6/3) kemarin. JAKARTA-Fajar Bali BCSA merupakan skema swap mata uang lokal yaitu antara Korea Selatan-Won dengan Indonesia-Rupiah. Artinya ke depan perdagangan antar kedua negara tersebut tidak perlu menggunakan dolar Amerika Serikat. “Jadi ini adalah cara untuk mempromosikan mata uang rupiah dan Korea selatan won,” ungkap Agus usai agenda penandatangan. Nilai dari perjanjian ini adalah KRW 10,7 triliun atau Rp 115 triliun atau setara dengan US$ 10 miliar. Perjanjian ini berlaku efektif selama tiga tahun dan dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua negara. Agus menuturkan selama ini perdagangan Korsel dan Indo-

FB/IST

nesia mayoritas menggunakan dolar AS. Lewat perjanjian ini nantinya akan mengurangi ketergantungan Indonesia dalam menggunakan dolar. Apalagi menurutnya perdagangan antara kedua negara sangat pesat. Tercatat Korsel merupakan negera tujuan ekspor terbesar kelima dan

impor pada posisi keenam. Total perdagangannya adalah US$ 22,8 miliar. “Perdagangan Korsel dan Indonesia sangat pesat. Jadi kalau gunakan rupiah dan won. Itu mengurangi tekanan hard currency,” jelasnya. Direktur Departemen Internasional BI Aida Budiman

menambahkan saat ini penggunaan dolar dalam transaksi perdagangan Korsel dan Indonesia masih menggunakan dolar AS. Seperti impor yang pada tahun 2013 dari total impor sebesar Rp 11,6 miliar, hanya US$ 5,9 juta yang menggunakan rupiah. “Permasalahan kita seka-

rang kan masih banyak yang menggunakan hard currency, terutama dolar AS. Jadi seakan ketergantungan. Nah dengan BCSA itu dapat membuat ketergantungan itu hilang. Karena kita bisa gunakan rupiah atau pun won,” papar Aida pada kesempatan yang sama.NT

mayoritasnya memiliki rumah tidak layak huni. Hal inilah yang mendasari subuah perusahaan penyedia layanan asuransi yakni Cigna Indonesia menggelontorkan program Corporate Social Responbility (CSR) di Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng, Kamis (6/3) kemarin. Dalam kesempatan ini, beberapa karyawan Cigna Indonesia dari seluruh dunia yang berjumlah 40 orang bekerjasama dengan Habitat for Humanity (HFH) sejak 1 hingga 7 Maret 2014 melakukan acara gotong royong untuk membangun rumah bagi 6 keluarga miskin yang tinggal di Dusun Asah, Desa Gobleg, Buleleng. Dalam acara tersebut turut hadir perwakilan Cigna yakni Executive Vice President and Global Chief Marketing Officer Lisa Bacus, President Of Cigna Global Individual Jason Sadler serta Deputy CEO Julian Mengual. Kepala Dusun Asah, Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng I Ketut Jana mengatakan, di desa ini ada beberapa keluarga tinggal di dalam rumah yang kondisinya sempit, tidak layak, dan sering berbagi ruang dengan keluarga lainnya. Rumah - rumah ini katanya, terbuat dari papan kayu yang ditutupi terpal untuk mengusir angin.

Jana melanjutkan, beberapa rumah tersebut lantainya kotor dan atapnya di bangun dari seng yang berlubang dan bocor. Sistem ventilasinya pun buruk dan kurang penerangan cahaya alami dan tidak memiliki WC serta septic tank yang layak. “Dari 930 kepala keluarga di tempat kami, ada sekitar 70 kk yang belum memiliki rumah layak huni,” ungkap Jana. Melihat kondisi tersebut kata Lisa Bacus, Cigna berusaha membantu membangun rumah untuk masyarakat yang kurang mampu tersebut. Cigna Indonesia tambahnya, dalam melayani klien dan pelanggan pihaknya juga melayani masyarakat. “Selain melayani klien, kami juga melayani masyarakat. Salah satu bentuk melayani dari kami yakni seperti ini. Membantu masyarakat,” sebut Bacus di sela - sela acara. Masyarakat terang Bacus, dapat mengandalkan Cigna Indonesia untuk menjadi mitra dalam beberapa hal yang didukung seperti membangun kesehatan serta mengembangkan masyarakat. “Ini adalah salah satu cara Cigna untuk membawa misi ke kehidupan yakni untuk meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan rasa aman dari masyarakat yang kami layani,” ungkapnya.W-011

Karyawan Cigna Indonesia tampak membuat sebuah rumah layak huni di Desa Gobleg, Buleleng

DENPASAR - Fajar Bali Bali, terkenal sebagai daerah tujuan wisata terbesar di Indonesia. Namun, di tengah glamornya pariwisata Pulau Dewata ternyata menyimpan sisi lain di dalamnya yakni kemiskinan yang masih menjadi momok menakutkan dan

tersebar di beberapa wilayah. Kabupaten Buleleng salah satunya daerah yang merupakan terbesar dan paling padat penduduknya memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. Hal ini berdasarkan catatan dari data survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS)

Provinsi Bali. Data diperoleh, Kabupaten Buleleng memiliki angka kemiskinan 5,19 persen. Sedangkan, dari data Dinas Sosial Provinsi Bali pada pertengahan 2013 lalu menunjukkan bahwa terdapat 51.384 rumah tangga miskin (RTM) di Buleleng yang

Info

FB/RONY

Cigna Salurkan CSR Dalam Bentuk Pembangunan Rumah Layak Huni

PERBARINDO

Dewa Ayu Sri Wahyuningsih, SE

FB/AGUNG

BPR Hari Depan, Tingkatkan Kepercayaan Nasabah

GIANYAR-Fajar Bali Sejak awal berdiri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hari Depan pada tahun 1992, selalu mengutamakan pelayaan kepada para nasabah. Direktur Utama BPR Hari depan, Dewa Ayu Sri Wahyuningsih, SE, Kamis (6/3) diruang kerjannya kemarin menjelaskan, pelayanan menjadi yang utama agar nasabah tetap bermitra dengan BPR Hari Depan. “Sedapat mungkin kami melayani nasabah dengan nol persen permasalahan, sehingga segala sesuatu yang menjadi persoalan nasabah bisa terbantu dengan cepat dan lancar,”ujar Dirut Ayu Sri Wahyuningsih. Dijelaskan, BPR Hari Depan tidak akan pernah bermain dimasalah harga karena kalau harga dimainkan

tidak akan pernah habis dan biaya juga akan tetap keluar. Jadi yang lebih ditonjolkan adalah pada pelayanan kepada nasabah. “Untuk memperkenalkan BPR Kami ditengah masyarakat, kami lebih cenderung menyasar pasar yang baru, door to door dengan masuk ke pasar dan memberikan buah tangan kepada masyarakat. Setelah itu baru kami perkenalkan BPR dengan memberikan brosur. Strategi seperti in yang terus dilakukan,” ungkapnya. Menurutnya, BPR Hari Depan berkantor di Jl. Prof Mantra No. 911 Sukawati, Gianyar, pada April tahun 2008 perkembangan tidak begitu bagus. Dengan aset hanya sebesar Rp 900 juta dengan jumlah nasabah Tabungan 300 orang dan kreditur 100 orang. Namun setelah enam tahun berjalan dari April 2008 sampai 2014 pertumbuhan dan jumlah aset sudah mulai membaik. Perkembangan itu bisa dilihat diantaranya dari total jumlah kredit yang terselurkan di BPR Kami per 28 Februari 2014 sebesar Rp 58.491.801 dengan total nasabah berjumlah 399 orang, dana tabungan yang terkumpulkan dari nasabah Rp 6.996.441.903,24 dengan jumlah nasabah sebanyak 1.491 orang. Kemudian dana deposito berjumlah Rp 26.694.981.967 dengan nasabah berjumlah 229 orang, sedangkan total asetnya mencapai Rp 74.003.875.338. Wahyuningsih menjelaskan, dari sekian produk yang ditawarkan di

FB/AGUNG

Kantor Pelayanan Depan BPR Hari Depan

BPR Hari Depan yang menjadi unggulan adalah Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Hari Depan. Program ini masuk unggulan karena hadir guna mewujudkan rumah impian bagi masyarakat dengan Schedulle angsuran mulai dari Plafon Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta dengan jangka waktu kredit mulai dari dua tahun sampai sepuluh tahun dengan bunga sebesar 1,75 % efektif. “Kredit KPR ini sudah digalang

mulai 2012 dan dengan melihat kondisi sekarangpun KPR masih sangat booming ditengah masyarakat. Tahun ini kami juga sangat konsen dikredit mikro dengan pinjaman paling kecil mencapai Rp 1 juta dengan jaminan BPKB saja,” kata Wahyuningsih, yang menambahkan laba mulai per 31 Desember 2013 mencapai Rp 3.658.989.245,12 dan laba per 28 Februari 2014 sebanyak Rp 760.760.947.M-004

7 Triwulan IV 2013, Kinerja Perbankan Melambat DENPASAR-Fajar Bali Kinerja seluruh indikator perbankan Bali tercatat mengalami perlambatan pada triwulan IV tahun 2013 lalu. Hal ini seiring juga dengan terjadinya perlambatan ekonomi Bali keseluruhan. Perlambatan kinerja perbankan ini terutama untuk kegiatan penyaluran kredit yang tercatat melambat dari 28,20 persen menjadi 24,09 persen. Kepala Divisi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah III Bali Nusa Tenggara Suarpika Bimantoro mengungkapkan, perlambatan juga terjadi pada pengerahan dana pihak ketiga (DPK) yang dimana bermuara pada perlambatan aset. Sejalan dengan perlambatan ini sebutnya, resiko kredit juga terindikasi meningkat walaupun masih berada pada level yang rendah yakni 0,96 persen. “Resiko kredit terindikasi meningkat walaupun masih berada pada level yang rendah yakni 0,96 persen,” ujar Suarpika belum lama ini. Suarpika melanjutkan, dari transaksi tunai yang tercatat di BI, pada triwulan IV 2013 terjadi net in flow. Setoran ke BI tambahnya, lebih besar dibandingkan dengan uang yang disalurkan BI melalui perbankan dan penukaran. Hal ini berbanding terbalik dibandingkan triwulan sebelumnya dimana net outflow lebih besar. “Nilai in flow pada triwulan IV 2013 sekitar Rp 2,8 triliun sedangkan in flow triwulan sebelumnya Rp 2,7 triliun. Sedangkan, out flow triwulan IV 2013 sebesar Rp 1,7 triliun dan triwulan sebelumnya mencapai Rp 4,1 triliun,” beber Suarpika. Selain dari besarnya in flow yang masuk terang Suarpika, perlambatan juga tercermin dari perlambatan jumlah uang yang dikliringkan dan kontraksi pada RTGS yang dilakukan melalui sistem perbankan di Bali. Sementara itu, untuk tingkat intermediasi yang tercermin dari rasio kredit terhadap dana (LDR) ujar Suarpika tercatat mengalami peningkatan menjadi 85,80 persen. Perlambatan ekonomi pada triwulan laporan juga tercermin dari transaksi baik tunai maupun non tunai atau giral yang cenderung mengalami perlambatan.W-011

Wamenkeu: Pemilu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA-Fajar Bali Wakil Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan pemerintah masih optimistis neraca perdagangan akan membaik pada bulan-bulan mendatang. Meskipun pada Januari lalu neraca perdagangan masih mengalami defisit US$ 0,43 miliar, pemerintah yakin kondisi perekonomian tahun ini bakal lebih baik dari tahun lalu. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 akan lebih baik dari 2013,” kata Wakil Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dalam acara Seminar Nasional Stabilitas Politik dan Ekonomi Sebelum dan Sesudah Pemilu di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis, (6/3) kemarin. Salah satu sumber pertumbuhan ekonomi tersebut, menurut Bambang, adalah aktivitas pemilihan umum yang akan diselenggarakan tahun ini. Pemilu diperkirakan akan menyumbang pertumbuhan 0,2-0,3 persen dari produk domestik bruto Indonesia. Adapun pemerintah telah mematok asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2014. Angka ini lebih tinggi dibanding pencapaian pertumbuhan ekonomi tahun lalu, yakni 5,78 persen. Kondisi perekonomian yang lebih baik juga terlihat dari cukup rendahnya rasio utang Indonesia terhadap PDB dibandingkan dengan negara-negara lain. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan mencapai 5,8-6 persen, sementara laju inflasi 5,4-5,7 persen. NDari sisi nilai tukar, pemerintah juga yakin rupiah bakal menguat pada kisaran Rp 11.500-12.000 per dolar AS. Dengan sejumlah fundamental ekonomi yang kuat tersebut, Bambang yakin perekonomian Indonesia cukup baik dibanding negara-negara lainnya.TP

Pemprov Bali Didesak Konsisten Laksanakan UU LKM

DENPASAR-Fajar Bali Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Bali I Nengah Wiratha mengapresiasi dan mendukung langkah MUDP Provinsi Bali yang mengeluarkan surat edaran (SE) kepada seluruh MDP, bendesa/kelian desa adat serta pengurus LPD se-Bali menyikapi UU LKM. Menurutnya, atas terbitnya Undang Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM), meminta komponen maFB/RONY Nengah Wiratha syarakat Bali mensyukurinya. Di dalam UU tersebut, mengecualikan LPD dari pengaturan UU sekaligus menegaskan LPD sebagai lembaga khusus milik masyarakat adat yang diatur hukum adat. Lanjut Wiratha, UU ini juga akan memperkuat kedudukan LPD sebagai aset ekonomi, sosial dan budaya masyarakat adat Bali. Oleh karena itu menjadi tugas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sebagai representasi masyarakat Bali melaksanakan amanat UU LKM itu secara konsisten. “UU LKM ini melegitimasi visi dan misi Pak Mantra (IB Mantra, Gubernur Bali 1978—1988) yang menempatkan LPD sebagai penyangga adat dan budaya masyarakat Bali. Artinya UU LKM ini mengembalikan LPD ke jati dirinya sebagai lembaga adat yang mengemban fungsi keuangan dan ekonomi krama adat Bali,” sebutnya di Denpasar, Kamis (6/3) kemarin. Wiratha juga mendesak dalam hal ini komponen masyarakat Bali, terutama Pemprov Bali, DPRD Bali, dan Majelis Desa Pakraman (MDP) untuk segera mengambil langkah strategis memperkuat LPD sebagai implementasi UU LKM. Lebih jauh dirinya Langkah MUDP itu sebut Wirata sebagai terobosan yang sangat strategis untuk menyelamatkan LPD di tengah polemik mengenai kedudukan LPD pasca-UU LKM. “Kini, kita tinggal mendukung dan melangkah bersama MUDP Bali untuk merumuskan awig-awig LPD Bali sebagai payung hukum bersama dalam pengelolaan LPD,” kata Wiratha. Langkah MUDP itu kata Wirata, seyogyanya diikuti oleh Gubernur dan DPRD Bali sebagai representasi politik masyarakat Bali. Dengan berlakunya UU LKM ujarnya, peraturan daerah (perda) dan peraturan gubernur (pergub) yang selama ini dijadikan landasan yuridis pendirian dan pengelolaan LPD, secara otomatis gugur. Wirata membeberkan, landasan pendirian dan pengelolaan LPD kini adalah hukum adat, yang dalam tatanan adat masyarakat Bali diwujudkan dalam bentuk awig-awig atau perarem. “Kalau memang perda mau dipertahankan, maka harus diselaraskan dengan amanat UU LKMD yang menegaskan LPD diatur hukum adat. Dengan kata lain, kedudukan perda adalah sebatas mengakui, mengayomi dan melindungi LPD sebagai duwe desa pakraman, bukan mengintervensi,” tegas Wirata. Bila langkah itu dipilih menurut Wirata, jalan terbaik adalah mensinkronkan pengaturan LPD itu ke dalam Perda Desa Pakraman karena LPD sebagai salah satu duwe desa pakraman. Pandangan hukum senada sebelumnya juga dikemukakan Ketua Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Brawijaya Malang Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya. Menurutnya, wujud hukum adat bagi LPD tiada lain adalah awig-awig atau perarem di masing-masing desa pakraman. Peraturan daerah (perda) yang selama ini menjadi dasar pengaturan LPD kata Nurjaya merupakan hukum negara, sehingga sudah tidak selaras lagi dengan amanat UU LKM. “Keberadaan perda dan pergub selama ini yang mengatur LPD dapat disesuaikan. Sejauh ini, perda yang menjadi dasar operasional LPD lebih mengesankan nuansa perbankan. Kenyataannya, LPD ini merupakan lembaga komunitas adat sehingga sangat berbeda dengan perbankan,” jelas Nurjaya.W-011 Layouter: Zohra


KESEHATAN & SPORT

8

BKKBN Tingkatkan Pemberdayaan Keluarga Melalui ”Tri Bina Paripurna“

TIPS Mengenal Sindroma Embolisasi Kolesterol Oleh: Dr. I Dewa Gde Dwi Sumajaya, S.Ked Sebelum membahas tentang penyakit ini, ada beberapa istilah yang harus dimengerti. Arteri adalah pembuluh darah yang mengantarkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh, sedangkan aterosklerosis adalah proses kekakuan pembuluh darah akibat tertumpuknya lemak & kolesterol pada dinding pembuluh darah. Emboli ialah gumpalan dari plak yang menyumbat pembuluh darah. Jadi secara definisi, sindroma embolisasi kolesterol yaitu kumpulan gejala yang diakibatkan karena plak kolesterol pecah dan gumpalan pecahan tersebut dapat menyumbat pembuluh darah arteri pada organ target. Beberapa risiko yang menyebabkan kejadian ini yaitu juga berhubungan dengan risiko terjadinya aterosklerosis pada pembuluh darah, yaitu usia, jenis kelamin laki-laki, perokok, tekanan darah tinggi, kencing manis (diabetes mellitus), tingginya kadar kolesterol darah dan riwayat keluarga. Dengan risiko tersebut diatas akan menyebabkan penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah besar, kemudian akan pecah dan gumpalan pecahan ini terbawa aliran darah ke pembuluh darah arteri yang lebih kecil, dan terjadi proses inflamasi (peradangan) dan kerusakan organ target. Beberapa organ yang dapat sebagai sasaran gumpalan plak kolesterol ini yaitu otak, ginjal, kulit, saluran pencernaan dan otot rangka. Gejala klinis yang muncul dari sindroma embolisasi kolesterol ini berupa gejala peradangan tubuh (respon inflamasi sistemik) dan gejala target organ. Gejala inflamasi yang muncul berupa demam, tidak nafsu makan, berat badan menurun, sering lelah, dan nyerinyeri otot. Gejala lain tergantung target organ yang terkena. Pada kulit, gejala muncul berupa livedo reticularis, gangrene/jari-jari kaki berwarna hitam yang menandakan kematian sel, sianosis/kebiruan pada jari, luka borok yang susah sembuh, dan kemerahan pada kulit. Temuan ini lebih sering pada tungkai bawah. Jika ginjal yang terkena, gejala yang muncul berupa gagal ginjal, dan dapat terjadi stroke jika otak yang terkena. Tidak ada terapi spesifik untuk pengobatan sindroma ini. Untuk itu sangat ditekankan untuk mengurangi risiko dengan mengubah pola hidup seperti berhenti merokok, rajin berolah raga intensitas sedang (seperti jalan cepat) 5-7x seminggu. Faktor risiko yang lain juga harus ditekan seperti rutin berobat jika memiliki tekanan darah tinggi, kontrol gula dan kadar kolesterol darah. Terapi pembedahan memiliki efek yang lebih baik dalam menurunkan angka kekambuhan.KJS

Perwakilan BKKBN Provinsi Bali terus berupaya menggalang kemitraan untuk mensukseskan Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga. DENPASAR-Fajar Bali Program trsebut bagian dari Program Kependudukan dan Keluarga Berencana merupakan salah satu program dalam rangka mendukung Visi BKKBN yaitu, Penduduk Tumbuh Seimbang tahun 2015. Sedangkan Misi Mewujudkan Pembangunan yang Berwawasan Kependudukan dan Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera melalui kelompok-kelompok yang telah dibentuk dan telah dilaksanakan

DENPASAR-Fajar Bali Pengprov Indonesia Woodball Asosiation (IWbA) Bali dan Denpasar memperlihatkan hasil kaderisasi dari segi keterlibatan kalangan pelajar. Yang terlihat pada Walikota Cup V/2014, 6-7 Maret terpusat di Lapangan Niti Mandala Denpasar, diikuti 124 peserta, kategori SD, SMP, SMA dan peserta umum. “Kali pertama Walikota Cup cabang woodball melibatkan pelajar SD, karena mereka sudah terlatih,”ujar Panitia Walikota Cup V, Yohanes Sudarmo, Kamis (6/3) kemarin. Hanya saja kategori SD yang melibatkan 6 tim dibatasi 6 par way, untuk SMP dan SMA 12 par way, sementara kategori umum harus merampungkan 36 par way. “Khusus peserta pelajar SD, disesuaikan dengan fisik mereka, dan secara bertahap akan ditingkatkan ketika mereka sudah masuk pada jenjang pendidikan lebih tinggi,”jelasnya. Karena banyaknya peserta di Walikota Cup V/2014, maka event ini digelar selama dua hari. Bersamaan dengan Walikota Cup, Pengprov IWbA Bali juga mengundang para atlet wakil kabupaten/ kota untuk mengikuti seleksi daerah. “Mereka yang terpilih akan mewakili Bali pada Kejurnas Woodball, 21 hingga 23 Maret di Cibubur, Jawa Barat,”imbuhnya. Sudarmo menegaskan, Walikota Cup V dan Selekda tak ada kaitannya, hanya saja momennya bersamaan untuk menyemarakkan gelaran tahunan ini. R-007

FB/IST

di lini lapangan antara lain kelompok Tri Bina. Kelompok tersebut mencakup, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Dengan bermacam kegiatan ini semuanya diperuntukkan kepada keluarga-keluarga khu-

susnya di Provinsi Bali, sehingga yang menjadi harapan keluarga adalah bisa mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera. Hal ini terungkap saat pembukaan Sosialisasi Kelompok Tri Bina Paripurna di Hotel Inna Sindhu Beach, Sanur Denpasar, Selasa (4/3). Dalam sambutan Plt. Kepala

Perwakilan BKKBN Provinsi Bali yang disampaikan Sekretaris Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bali Drs. Ida Putu Mudita, M.Si. mengatakan, pengelola Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) di Kabupaten dan Kota serta Kecamatan, melakukan pembinaan secara maksimal dengan melibatkan mitra kerja terkait seperti Dinas Pendidikan, Kodim, PKK, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. ”Ayo kita bersama-sama mengembangkan lagi Program Tri Bina Paripurna tersebut di lapangan, disesuaikan dengan kondisi dan potensi wilayah masing-masing” ucapnya. Peserta sosialisasi dari Koordinator PLKB Kecamatan Tabanan, I Nyoman Kariawan, S.E. mengatakan Program Tri Bina Paripurna amat penting untuk membangun pemberdayaan masyarakat. Dan pengelola sangat

penting diberikan sosialisasi untuk meningkatkan kemampuannya, kemudian bisa ditransfer kepada para kader yang ada di masyarakat. “Program KB bukan hanya masalah kontrasepsi saja, namun lebih menyeluruh untuk memberdayakan masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang unggul, kecil, bahagia dan sejahtera”, ucapnya. Dengan dilaksanakan kegiatan sosialisasi program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga untuk menggalang kembali khususnya para mitra kerja BKKBN, sehingga kembali bersemangat dan bangkit kembali untuk melakukan kegiatan seperti BKB, BKR, BKL dan UPPKS yang sudah dilaksanakan dan berjalan dengan baik. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan para pengelola program di tingkat Kabupaten/ Kota 30 orang dan Pengelola Program di tingkat Kecamatan 30 orang.KJS

Persib Bandung dan Perseden Raih Kemenangan

FB/SUPRI

Woodball Merambah Kalangan Pelajar SD

Peserta Sekolah Dasar, dari kanan Komang Juna, Putu .Agus,_Melki dan Rangga.

FAJA R BALI

Jumat, 7 Maret 2014, Tahun XIV

DENPASAR-Fajar Bali Tim Persib Bandung U-19 memperoleh perlawanan berarti ketika menghadapi tim Undiksha Singaraja pada lanjutan turnamen sepakbola segi empat liga junior Bali Selection Cup 2014, di Stadion Kompyang Sudjana Denpasar, Kamis (6/3) kemarin. Persib Badung yang diarsiteki Jaino Matos, hanya mampu menjebol gawang Undiksha pada menit 17 melalui solo run Febri, skor pun menjadi 1-0 untuk Persib hingga pertandingan berakhir. Jalannya pertandingan, Persib Bandung memperoleh kawalan ketat dari Undiksha, permainan cepat dan sesekali kasa membuat suasana laga makin seru, hanya saja kedua tim pada babak kedua tak bisa membuahkan gol. Atas kemenangan itu, Pelatih Persib, Jaino Matos mengaku bersyukur timnya mampu tampil maksimal. “Tampilan kedua tim cukup bagus dan Ngotot. Mereka tampil maksimal, namun kami bersyukur bisa menyelesaikan dengan poin penuh. Harapannya tentu saat melawan Perseden nanti bisa tampil lebih agresif dan incarannya poin penuh,” terangnya. Sementara manajer Undiksa Singaraja, Wayan Artana Yasa menjelaskan, meski kalah, ia berharap di babak terakhir nanti, timnya mampu meraih poin penuh. Sementara pada laga pertama, Perseden meraih poin penuh atas Bali Selection dengan skor akhir 3-0. Raihan penuh Perseden itu sekaligus menggeser posisi tim tamu Persib Bandung dari puncak klasemen sementara. Tiga gol tim besutan Nyoman Ambara itu tercipta dari Arsa

Bagia di menit ke-39, Komang Merta pada menit ke-80, dan Yunus dimenit ke-86’. Sedangkan Bali Selection yang merupakan tim yang diarsiteki Dede itu tak mampu memberikan gol balasan. Dalam pertandingan yang dipimpin wasit, Sutopo Perseden mampu unggul di babak pertama. Gol perdana Arsa Bagia melalui hadding di menit ke-39 ke gawang Bali Selection yang dijaga kiper  Pager. Selesai jeda tim Perseden yang melakukan penyegaran pemain, kembali melakukan gempuran. Terbukti menjelang babak akhir, sempat terjadi kemelut di kotak pinalti, gol pun akhirnya tercipta dari bola pantul usai tendangan pojok yang dilesakkan oleh Komang Merta di menit ke-80. Berikutnya aksi solo run dari Yunus disayap kiri yang tak mampu

Gus Tu no.11 dari Undhiksa ditempel ketat lawan

dibendung lawan membuahkan gol ke-2. Atas kemenangan itu, Pelatih Perseden, Nyoman Ambara menilai penampilan skuadnya

belumlah maksimal. “Strategi transisi belum maksimal, dan untuk finishing masih menjadi PR,” katanya. Menghadapi Persib Bandung

FB/SUPRI

U-19 Sabtu (8/3) besok, Ambara mengatakan akan menurunkan satu starter andalannya. “Kami tahu Persib adalah tim tangguh,”jelasnya.R-007

594/III/IGR

Layouter: Zohra


pariwara

FAJA R BALI

Jumat, 7 Maret 2014, Tahun XIV

9

MATAHARI AUTO GALERY

HERIKY Computer

SERVICE & SELL Laptop, Komputer, Printer, Hardware, Software

NEW WRANGLLER JK Sport 2013 (hitam) WRANGLLER JK Sport 2011

hitam asli DK Velg R 26, km 16 ribu, samsat bulan 10 NEW LEXUS RX 270 (hitam & putih) Land Cruiser bensin 2009 (hitam)

New Alphard 2012 (putih) Hubnngi : New Vellfire 2013 (hitam) (0361) 7893104 AVANZA G 2010 Alamat: Jl. Bypass Ngurah Rai no. 18, Tohpati-Denpasar 555/II/WS

419/XI/AGN

237/VII/IGR

Hp: 085 638 466 12 / 087 860 885 964 E-mail: erikhoki6@gmail.com Jl. Pasekan Batuaji, Batubulan Kangin-Sukawati

524/I/TTV

Melayani : dijamin LPS ♦KREDIT ♦DEPOSITO ♦TABUNGAN BERJANGKA ♦TABUNGAN EKSEKUTIF (Bung a h arian ) ♦TABUNGAN GISAWA Hubungi Segera : Kantor P usat Jl.Raya Kerobokan No. 8B Kuta-Badung Telp.(0361) 423740, 9003231 Kantor Cabang Jl.Sudirman No.10 Negara Telp.( 0365) 44386, 44387

517/I/IGR

518/I/IGR

587/II/BGS

160/VI/FB/GLH

229/VII/IGR

227/VI/FB/AG

7 018/I/FB/KTR

166/VI/FB/IGR

505/I/KTR

453/XII/AGN

Dapatkan Koran FAJAR BALI disini!!! DENPASAR-BADUNG

NO Nama kios Alamat 1 Kios Laken (Wr. Lawar Kuwir) Jl. Kebo Iwa 88 (samping SPBU) (01338348576-Nyoman Laken) 2 Kios Aloha Jl. Gunung Batu Karu, Barat Tiara Monang-Maning (0817569887-Bapak Ersad) 3 Kios Dharma Indah Jl. Gunung Batukaru, (Timur tiara Monag-Maning, Ujung Gang II) (081916121733-Ibu Dewi) 4 Kios Angga Jl. Gunung Sanyang No 3 (Timur Lampu Merah Kerobokan) (087861827220-Ibu Angga) 5 Kios Gunung Seputan Jl G Soputan No 1 (Barat Lampu Merah Abian Timbul) (081999172485-Ketut Wardana) 6 Kios angkuban Prahu Jl. Tangkuban Parahu Barat (depan LP) (081999172485) 7 Kios Mahadamar Jl. Imam Bonjol 429, Samping Pasar Abian Timbul (081916624879-Made Merdika) 8 Kios Agung Jl. GunungSangyang(baratSPBUGunungSangyang/TimurPoltabes)(IbuAgung) 9 Kios Apotik Lily Medika Jl. Cokroaminoto (pertigaan Kebo Iwa) 10 Kios Toufik Depan terminal Dalung permai (081916402569) Supermarket HR Perumahan dalung permai 11 Kios HR 12 Kios Padang Luwih Jl. Padang Luwih Dalung (082147025034) 13 Kios Edy/Kios Gunung Agung Jl. Gunung Agung, Depan SMP 2 Denpasar (0361-8812761) 14 Kios Agasta Jl. Kepundung Dps 15 Kios Kawan Jl. Pulau Kawe Dps 16 Kios Shanti Jl. Kamboja , Timur Pasar Kreneg 17 Kios Buda Jl. Raya Sesetan 18 Kios Rama Jl. H. Wuruk Dps 19 Kios Akasia Jl. Akasia Dps 20 Kios Anugerah Jl. Patimura, Depan Apotik Anugrah, 21 Kios Bintang Terang Jl. WR Supratman, Dps

22 Kios Korsika Jl. Sumatra Dps 23 Kios Suci Pererempatan Suci Dps 24 Kios Kedondong Jl. Kedondong 10 Dps 25 Kios Krisna Jl. Padang Luwih Dalung 26 Kios Utara Mas Utara Masjid Ubung 27 Kios Budijaya Jl. Hayam Wuruk Dps 28 Kios Warung Baru 35 Jl. Hayam Wuruk. Timur Perepatan Ratna Dps 29 Kios suweca Timur Puri Kesiman Dps 30 Kios Sri Ratih Jl. WR Supratman, Dps 31 Kios Wedasari Utara kantor Camat Kuta 32 Kios Rapuh Jl. Raya Jimbaran Kuta 33 Kios Alfa Depan Krisna Oleh-Oleh Kuta 34 Kios pecatu Pecatu 35 Kios Pancing Jl Raya Uluwatu Kedonganan 36 Kios Kuat Jl Raya Uluwatu, Jimbaran 37 Kios Putra jaya Jl Raya Uluwatu (Depan Ktr Lurah Jimbaran 38 Kios Varis Jl. Raya Kapal Badung 39 Kios Nasi Lukluk Jl Raya Lukluk, Dps 40 Kios Abudewata Barat RSU Badung 41 Kios Krisna Pertigan Buduk, Badung

GIANYAR

42 Kios Teja Abadi Jl Pudak Gianyar 43 Kios Gandapura Jl Kedewatan, Ubud Gianyar 44 Kios Bendas Utara pasar seni, Sukawati

BANGLI

45 Toko Buku Guna Agung Bangli

BULELENG

46 Agen Melati Toko Buku , Melati seririt 47 Agen Rika Jl A Yani Singaraja 48 agen guna agung JL Sutomo Singaraja 49 Kios veteran Jl Veteran Singaraja 50 Kios Poto Copy Jl Veteran Singaraja 51 Kios Surya Jl Udayana, Depan PLN

TABANAN

52 Kios Jaya Kerti Jl. Raya Kediri, Depan Supermarket Jayakerti Kediri 53 Kios Mario RSUD TAbanan

KLUNGKUNG

54 Kios Sari Dewata Jl Untung Surapati Klungkung 55 Kios Mutiara Photo Jl Diponegoro 1 Klungkung 56 Toko Riang Jl Diponegoro 3 Klungkung 57 Agen Sugiana Klungkung KARANGSEM 58 Sambas Poto Copy Ulakan 59 Kios Cahya Dewata Manggis 60 Agen Rahayu Jl Gajah Mada Karangasem

NEGARA 61 Agen Agus

Depan SMA 1 Negara

Layouter: Wiadnyana


politik

FB/ist

Temui Anas di Rutan KPK, Pasek Pamit Kampanye di Bali

Pasek Suardika

JAKARTA-Fajar Bali A n g g o t a D e wa n Pe rwakilan Rakyat (DPR) RI, I Gede Pasek Suardika, mengunjungi mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (6/3) kemarin. Pasek mengatakan, kunjungannya itu untuk meminta izin kepada Anas karena dia hendak berkampanye sebagai calon anggota Dewan

Perwakilan Daerah (DPD). “Saya juga minta izin mau ke Bali supaya bisa berkonsentrasi di dapil (daerah pemilihan) saya,” kata Pasek seusai mengunjungi Anas di Gedung KPK.. Pasek mengatakan kepergiannya ke Bali membuatnya tidak bisa mengunjungi Anas dalam waktu dekat. Saat ditanya soal isi pembicaraan di dalam rutan, Pasek mengatakan bahwa kunjungannya ke Anas tidak membahas kasus yang sedang menimpa koleganya tersebut. “Saya sebagai teman hanya menjenguk dan memastikan kondisi kesehatan Mas Anas,” kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu. KP

PDI-P Senang PKB Ajak Koalisi

JAKARTA-Fajar Bali Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani mengaku senang partainya mulai dilirik partai lain untuk berkoalisi menghadapi Pilpres 2014. Ia pun menegaskan peluang koalisi selalu terbuka untuk semua partai politik. “Kalau kemudian ada niat untuk bersama-sama PDI-P, kita selalu membuka pintu untuk yang mau datang,” kata Puan di Kompleks Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/3) kemarin. Pernyataan Puan itu menanggapi ketertarikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ingin berkoalisi dengan PDI-P sebelum berlangsungnya waktu Pemilu Legislatif 2014. Bagi puan, minat PKB itu sangat mungkin diwujudkan selama ada komunikasi yang baik serta kesamaan visi dalam berbangsa dan bernegara. Meski demikian, Puan mengaku belum pernah menjalin komunikasi formal dengan PKB untuk membahas koalisi politik. Saat ini, PDI-P masih akan fokus dalam upaya pemenangan Pileg yang akan digelar 9 April nanti. “Alhamdulillah banyak yang datang ke PDI-P. Tapi sekarang kita konsentrasi di pemenangan pileg dulu,” pungkasnya. Seperti diberitakan, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB Marwan Ja’far PKB berharap bisa mengkonkretkan koalisi dengan PDI-P sebelum pileg. Marwan mengaku selama ini PKB memang sudah menjalin komunikasi dengan PDI-P, tetapi masih sebatas pertemuan informal. Menurut Marwan, sejak dulu PDI-P dan PKB sudah memiliki “chemistry” yang kuat. Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kata dia, juga memiliki hubungan yang baik dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menjadi Wakil Presiden saat itu. Jika koalisi benar-benar terjalin, Marwan me n ga t a ka n , PDI-P dan PKB kemungkinan mengajukan calon presiden dan wakil presiden. KP

Panwas Buleleng Temukan Caleg ‘Nakal’ SINGARAJA–Fajar Bali Panwaslu Buleleng menilai banyak para caleg yang mengambil start lebih awal, padahal masa kampanye belum dimulai. Para caleg ‘nakal’ itu sudah melakukan kampanye terselubung. Kampanye yang dilakukan para caleg nakal tersebut sebagian besar dengan cara simakrama dan safari kesehatan yang juga melibatkan beberapa kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ketua Panwaslu Kabupaten Buleleng Ni Ketut AriFB/agus yani saat di konfirmasi Fajar Ketut Ariani Bali, Kamis (6/3) kemarin mengatakan caleg yang melakukan pelanggaran tersebut sudah ditegur.”Kami sudah melakukan teguran terhadap para celeg yang bersangkutan,”katanya. Dalam kampanyenya itu, caleg ini terang-terangan mengajak masyarakat dirinya. Disamping mendahului jadwal kampanye juga ditemukan banyaknya PNS yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Kebanyakan PNS yang terlibat dalam kampanye sebelum waktunya itu adalah mereka yang bertugas di PNS puskemas, rumah sakit, dan instansi lainnya. ”Kita temukan banyak yang mendahului kampanye dan mereka mencari dukungan warga, sehingga kita nyatakan itu pelanggaran karena jadwal kampanye yang resmi belum dimulai,” katanya. Menurut Ariyani, meski sudah terindikasi melanggar, namun Panwaslu Buleleng belum menindaklanjuti pelanggaran itu. Panwaslu memilih melakukan pendekatan kepada caleg bersangkutan agar tetap memperhatikan kesepakatan jadwal kampanye yang sudah ditetapkan KPU. Teguran itu sudah dituruti dan menyatakan siap untuk mengikuti tahapan dan jadwal kampanye yang resmi. Selain itu, Panwaslu Buleleng juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait di Pemkab Buleleng untuk selektif menerima tawaran untuk mendukung kegiatan simakrama atau safari kesehatan yang ditawarkan caleg atau partai politik (parpol) peserta pemulu. Pimpinan instansi ini diingatkan untuk memperhatikan tahapan dan jadwal kampanye dan mengingatkan kembali agar PNS tetap mencermati larangan terlibat dalam kampanye caleg maupun parpol.”Kita sudah mencegah dan kepada instansi kami sampaikan untuk kembali mencermati larangan PNS terlibat dalam kampanye caleg maupun parpol,”pungkasnya.W-008

FAJA R BALI

Jumat, 7 Maret 2014, Tahun XIV

Dualisme Kepengurusan Demokrat,

Masing-masing Kubu Demokrat Serahkan Laporan Dana Kampanye Dualisme kepengurusan DPC Partai Demokrat Kabupaten Semarang hingga sekarang masih berlanjut.

SEMARANG-Fajar Bali Kabar terbaru, kedua kubu sama-sama menyampaikan laporan dana kamp a nye p e r i o d e I I ke K P U setempat. Karena tidak punya kewenangan memutuskan keabsahan kepengurusan partai politik (Parpol), KPU Kabupaten Semarang t e t a p m e n e r i m a l a p o ra n dana kampanye kedua kubu tersebut. “Ada dua pengurus Demokrat yang menyampaikan laporan dana kampanye ke KPU. Semua laporan kami terima, kami KPU tidak (dalam) kapasitas menentukan mana yang sah,” kata Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan, Kamis (6/3) kemarin. Ke n d a t i a d a d u a ku b u yang menyerahkan ke KPU, menurut Guntur, Partai Dem ok ra t s u d a h m e m e n u h i

FB/IST

ke wa j i b a n nya u n t u k m e nyampaikan laporan dana k a m p a nye p a d a 2 M a re t 2014. Dengan demikian, Partai Demokrat tidak gugur sebagai peserta pemilu di Kabupaten Semarang. “ S e c a ra p a r t a i p e se rt a

p e m i l u , D e m o k ra t s u d a h menyerahkan laporan dana kampanye. Artinya partai tersebut tidak tercoret sebagai peserta pemilu, karena sanksi sebuah partai pemilu apabila sudah menyerahkan l a p o ra n d a n a k a m p a nye ,

gugur terhadap sanksinya,” ujarnya. G u n t u r m e n a m b a h ka n , adanya permasalahan di internal parpol bukan urusan KPU. Ke n d a t i d e m i k i a n , p i haknya telah mengkomuni-

kasikan ke KPU provinsi dan KPU pusat terkait adanya permasalahan dua kubu di DPC Partai Demokrat Kabupaten Semarang, termasuk mengenai dua versi laporan dana kampanye dari partai tersebut. KP

satuan masyarakat Gianyar. Pilihan boleh beda tetapi tujuan tetap sama yaitu Pemilu yang lancar, aman dan sukses, serta pelaksanaan rangkaian Hari Raya Nyepi tahun saka 1936 dengan damai dan khidmad. Kapolres Gianyar, AKBP I Komang Arsana menyampaikan tentang Kamtibmas dalam mensukseskan Pemilu tahun 2014 dan Hari Raya Nyepi yang akan datang. Dengan keterbatasan personel dihadapkan banyaknya TPS, maka Polres Gianyar bersama Kodim 1616/Gianyar, Satpol PP, Kesbangpol dan Linmas, Pecalang serta Tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengamankan Pemilu 2014. Ida Pedanda Made Gunung pada kesempatan itu memberikan wejangan tentang kesucian hati dalam men-

jalani hidup sebagai wujud swadarma kepada lingkungan, masyarakat dan kepada Tuhan Hyang Maha Esa. Beliau mengatakan Gianyar harus bisa menjadi contoh Kabupaten terdamai, teraman, tersukses di seluruh wilayah Indonesia. Apabila kita semua melaksanakan swadarma hidup sesuai tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Komunikasi Sosial diselenggarakan oleh Kodim 1616/Gianyar dalam rangka melaksanakan Program Kerja tahun 2014, yang meliputi Komunikasi Sosial dengan Komponen Masyarakat, dengan Keluarga Besar TNI (KBT), dengan Aparat Pemerintah dan Komunikasi Sosial Kreatif yang berisi kegiatan interaksi di bidang olahrga, pesantian, seni tari dan kegiatan lainnya.W-005

Kodim Ajak Tokoh Masyarakat Jaga Keamanan Gianyar

GIANYAR-Fajar Bali Kodim 1616/Gianyar menyelenggarakan Komunikasi

Sosial dengan segenap Komponen Masyarakat di wilayah Kabupaten Gianyar yang di-

hadiri oleh sekitar 160 orang, Kapolres dan segenap tokoh yang meliputi Tokoh masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pengusaha, Tokoh Pemuda, LSM serta penyelenggara Pemilu yakni KPU serta Panwaslu Kabupaten Gianyar dan tokoh spiritual Ida Pedanda Made Gunung pada Kamis (6/3) bertempat di Kodim 1616/Gianyar. Dandim 1616/Gianyar Letkol Inf Rachmad Pudji Susetyo, S.I.P,M.Si mengatakan Komunikasi Sosial ini dilaksanakan sebagai bentuk ikatan silahturahmi masyarakat Gianyar untuk menyamakan Visi dan Persepsi dalam menjaga Gianyar agar tetap aman sejahtera lebih-lebih dalam menghadapi Hari Raya Nyepi dan Pemilu yang akan datang, perlu disamakan tekad untuk menjaga keamanan dan per-

JEMBER-Fajar Bali Partai politik dan masyarakat kembali diingatkan untuk tidak menggunakan mobil bak terbuka dalam masa kampanye menjelang Pemilu 2014. Kapolres Jember, AKBP Awang Joko Rumitro, berjanji akan menindak tegas jika pada saat pelaksanaan kampanye, masih ditemukan adanya mobil bak terbuka untuk mengangkut massa serta konvoi kendaraan roda dua yang tidak standar. “Saya berharap kepada pimpinan parpol di Jember untuk mensosialisasikan ini kepada struktur di bawahnya. Mereka sudah berkomitmen, jadi jangan sampai dilanggar,” katanya di Jember, Kamis (6/3) kemarin.

Peringatan ini disampaikan di sela penandatanganan nota kesepahaman pemilu damai, yang bertajuk “Tertib Jemberku, Tertib Indonesiaku” yang dilakukan oleh dua belas pimpinan partai politik (Parpol) yang ada di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, serta forum pimpinan daerah (forpimda) setempat. Dalam acara tersebut, dua belas pimpinan parpol bersama instansi terkait lainnya menyepakati 6 butir deklarasi kampanye damai, di antaranya siap melaksanakan pemilu dengan jujur, adil, santun, bermartabat, serta mengede-

pankan persatuan dan kesatuan bangsa. Kemudian, siap mematuhi seluruh perundang-undangan, lalu tidak mengangkat isu-isu kontra produktif saat kampanye, siap menerima dengan ikhlas dan jiwa ksatria hasil Pileg, dan siap mematuhi aturan lalu lintas saat pengerahan massa. “Saya berharap seluruh pihak terkait, terutama pimpinan parpol berkomitmen untuk melaksanakan apa yang telah ditandatangani bersama-sama. Sebab ini untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sampai terpecah belah gara- gara pemilu,” kata Ketua KPU Kabupaten Jember, Ketty Tri Setyorini. KP

Pertemuan tokoh masyarakat di KODIM Gianyar membahas masalah keamanan Nyepi dan Pileg

Dilarang Mobil Bak Terbuka Saat Kampanye

FB/IST

Hibah Tidak Merata, APBD Dipertanyakan

TABANAN-Fajar Bali Kisruh penyusunan APBD 2014 Ta b a n a n t e r nya t a berimbas terhadap sejumlah anggota DPRD Tabanan. Imbas itu sangat dirasakan oleh sejumlah anggota DPRD Tabanan di luar Fraksi PDIP. Seperti yang dilontarkan IB Kade Anyana Suryawan, anggota DPRD Tabanan dari Fraksi Demokrat. Ia yang sejak awal memprotes adanya perubahan anggaran di APBD pasca ditanIB Kade Anyana Suryawan datangai pimpinan dewan , ternyata malah tidak mendapatkan dana hibah bansos. Tidak semua anggota DPRD Tabanan mendapatkan bansos dinilainya sangat aneh dan terlalu tendesius. Bahkan ia menengarai keabsahan APBD Tabanan 2014. Yang sejatinya hanya ditandatangani oleh satu pimpinan saja. “Keabsahan verifikasi APBD 2014 saya pertanyakan,” tandasnya. Hal itu dipertanyakan bukan berarti lantaran dirinya tidak mendapatkan dana hibah bansos. Namun lebih pada tataran legalitas suatu produk hukum. “Salah satu tugas DPR adalah kontroling. Disinilah fungsi kita mengontrol jalanya pemerintahan kabupaten Tabanan,” tandasnya. Ia pun tidak berani mempertanggungjawabkan ketika nanti adanya temuan dari BPK ataupun lembaga berwenang yang bertugas memantau realiasi anggaran. “ I n i ya n g h a r u s d i p a h a m i o l e h m a s ya ra k a t Tabanan,”bebernya. Ia yang kini maju kembali menjadi anggota legislative pada 2014 ini menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati ketika menerima bansos. “Kalau ada dewan yang membawa bansos, masyarakat harus berhati-hati. Karena hal itu bisa menjadi boomerang bagi masyarakat Tabanan,” imbuhnya. Ia tidak ingin masyarakat Tabanan selalu dijadikan objek dalam sebuah hajatan politik. Meski dirinya tidak kebaian bansos hibah, namun ia tetap yakin kepercayaan masyarakat Tabanan masih ada. “Sudah saatnya masyarakat Tabanan untuk cerdas menentukan pemimpinya ,” pungkas politisi asal banjar Abian Lalang, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan.W-004

FB/doni

politisi

FB/artayasa

10

Layouter: Wiadnyana


NASIONAL

FAJA R BALI

Jumat, 7 Maret 2014, Tahun XIV

Gubernur Kenalkan SMA Bali Mandara Pada Konjen Amerika DENPASAR-Fajar Bali Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, sangat bangga memperkenalkan keunggulan SMA Bali Mandara yang ada di Kubutambahan, Buleleng Bali kepada Konsul Jenderal Amerika Joaquin Monserrate, di ruangan kerjanya, Rabu (5/3). Menurutnya, Sekolah yang ditanggung penuh oleh Pemprov Bali tersebut berisikan anak-anak unggulan yang berasal dari keluarga kurang mampu dari seluruh Bali. “Kita pilih anak yang benar-benar miskin dan pintar, diasramakan di sana, jadi anak-anak yang kurang beruntung punya kesempatan belajar,” kata Pastika. Ditambahkan lagi, saat ini sudah ada 6 siswa SMA Bali Mandara yang mendapatkan beasiswa di Amerika. Dengan bangga, Pastika juga mengatakan bahwa para siswa di sekolah

tersebut sudah banyak memenangkan olimpiade tingka SMA, maka dari itu dia sangat merekomendasikan Monseratte agar mengunjungi sekolah itu. “Di sana anak-anak kita diajari dengan bilingual, jadi sudah pasti bahasa inggris mereka bagus, jika anda butuh tenaga suatu saat nanti, silahkan ambil mereka,” tambah Pastika Selain SMA Bali Mandara, dijelaskan Pastika pada konjen, demi mewujudkan Singaraja sebagai kota Pendidikan, Pemprov juga berencana membangun sekolah maritim di sana, terlebih saat ini sudah ada laboratorium pembenihan udang. Selain itu, karena begitu banyaknya anak muda Bali yang ingin kuliah di bidang kedokteran, Gubernur Pastika juga bermaksud untuk membuka Fakultas kedok-

teran di Universitas Ganesha, karena saat ini Universitas Udayana dan Universitas Warmadewa tidak bisa menampung semua peminat ilmu kedokteran. Segala macam usaha membangun berbagai sekolah di Singaraja juga bertujuan untuk pemerataan pembangunan di Bali. Mendengar penjelasan Gubernur, Konjen Monserrate sangat tertarik dan menawarkan sebuah program Youth Academic Exchange, yaitu program beasiswa bagi siswa Indonesia untuk bersekolah setaraf SMA selama 1 tahun di Amerika dan bisa tinggal bersama keluarga Amerika. Selain membahas tentang masalah pendidikan Konjen yang didampingi oleh Consular Agent Joseph S. Curtin dan Consular Assistant Mala Ayoen juga membicarakan kerjasama antara Pemprov Bali dengan Amerika. W-019

Segera Ungkap Inisiator Aksi Spanduk! DARI HALAMAN 1 cam, sebagai bentuk solidaritas tentu PP Polri akan bersikap. “Spanduk itu sudah memuat kalimat yang kategorinya sudah masuk dalam tingkat ancaman terhadap keselamatan jiwa seseorang. Nyata-nyata hal itu terjadi. Kita sebagai keluarga besar merasa ikut prihatin dan menyesalkan. Keluarga dapat perlakuan seperti itu, kira-kira siapapun dia pasti merasa ikut prihatin. Apalagi spanduk disampaikan ke publik, bukan di kamar mandi, berarti sudah ada niat pelaku untuk umumkan ancaman ini ke publik,” papar

Suweta yang mewakili 5000-an anggota PP Polri di seluruh Bali. Ancaman di tempat umum tersebut juga dinilai sebagai masalah yang serius. Apalagi konteksnya bukan sebagai guyonan (bercandaan) di warung kopi. Melainkan, dipasang secara sengaja, direncanakan, serta penuh kesadaran. Oleh karena itu, tindakan Gubernur untuk melaporkan kasus ini ke jalur hukum dinyatakan tepat. “Hal seperti ini perlu disikapi serius. Sudah saatnya mengambil sikap tegas,” ujarnya. Sementara Wakil Ketua PP Polri, Wayan Nuada melihat dari

sisi yang berbeda. Menurutnya, penangkapan terhadap empat pelaku pemasangan spanduk, belumlah akhir masalah. Sebab, yang terpenting adalah mengejar dan mengungkap ‘dalang’ ataupun inisiator di balik spanduk tersebut. “Yang tertangkap kan orangorang yang ada di lapangan, perlu dikejar juga orang di belakangnya siapa? Harapan kami Kapolda dapat mengungkap siapa sebenarnya inisiatornya,” tegas Nuada sambil mengusulkan untuk segera menyampaikan pernyataan secara langsung ke Kapolda Bali. Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh perwakilan PP Polri dari Kabupaten Karan-

gasem dan Jembrana. Menurut mereka, berani menyatakan ingin memenggal Kepala Mangku P, berarti sama dengan ingin memenggal simbul negara. Diyakini pula, bahwa sejak Gubernur Pastika dilantik, selalu ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkannya. Seolah sengaja ingin membuat keadaan Bali yang terkenal aman menjadi tidak kondusif. Ditangkap dan ditahannya empat pelaku tak cukup membuat masalah tuntas, sebab ‘otak’ yang lebih pintar masih bebas dan terus berupaya untuk memprovokasi masyarakat. W-019

3, Ardhayadi M selaku Deputi Gubernur Bidang 8, dan Raden Paerdede selaku Sekertaris Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Akibat perbuatan tersebut, negara diduga mengalami kerugian Rp 7,45 triliun, menurut perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan. Dalam kasus tersebut, Boediono pernah diperiksa sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai mantan Gubernur Bank Indonesia. Saat itu, pertanyaan seputar krisis merupakan upaya penyidik KPK untuk mendapatkan gambaran akurat mengingat sebelumnya mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tidak melihat ada krisis moneter. Mengenai kondisi krisis p a d a O k to b e r - N ove m b e r 2008, menurut Boediono, hal itu cukup mengancam perekonomian Indonesia. Kegagalan suatu institusi keuangan, sekecil apa pun, bisa menimbulkan dampak domino atau krisis sistemik. Saat itu, Indonesia tidak

menerapkan blanket guarantee yang menjamin semua deposito simpanan di bank sehingga langkah penyelamatan Bank Century menjadi satu-satunya cara agar tidak terjadi krisis sistemik. Boediono yakin bahwa langkah penyelamatan atau pengambilalihan Bank Century merupakan langkah yang tepat. Hal itu terbukti dengan situasi krisis yang dapat dilewati pada 2009 dan perekonomian Indonesia terus tumbuh. Bahkan, pada tahun 2012 pertumbuhan ekonomi menempati peringkat kedua dunia, di bawah China. KPK saat ini juga tengah mendalami apakah ada penyelewengan dana talangan (bail out) sebesar Rp 6,7 triliun itu. Sementara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad enggan berspekulasi terkait munculnya nama Wakil Presiden Boediono dalam dakwaan milik mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Mulya.

Menurut Samad, KPK akan mengevaluasi terus jalannya persidangan tersebut. “Kalau nanti di jalannya persidangan kita dapatkan sesuatu yang memberi petunjuk pada kita semua, maka akan dilakukan pendalaman yang lebih jauh,” ujar Samad Kamis (6/3/2014). Pendalaman yang dimaksud Samad adalah keterangan yang didapat dari pemeriksaan saksi-saksi di persidangan. Pemeriksaan saksi akan dilakukan setelah pembacaan dakwaan. “Dari fakta di depan pengadilan itulah nanti KPK akan menentukan siapa lagi yang dapat dijadikan tersangka selain BM (Budi Mulya) dalam kasus Century,” ucapnya. Terkait dengan pemanggilan Boediono, dia menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim tindak pidana korupsi. Menurutnya, kewenangan memanggil saksi di persidangan bukanlah wewenang KPK, melainkan wewenang hakim. KP

Boediono Sulit Lolos dari KPK

DARI HALAMAN 1 jabatannya. “Ini akan sebuah domain moral hazard, apakah Pak Boediono nanti akan mengundurkan diri, kita serahkan kepada ketauladanan beliau, kepada jiwa kenegaraan beliau,” katanya. Dalam dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum KPK, Budi selaku Deputi Gubernur BI diduga menyalahgunakan wewenang dalam jabatannya secara bersama-sama dengan Boediono selaku Gubernur BI, Miranda S Goeltom selaku Deputi Senior BI, Siti Fadjriah selaku Deputi Gubernur Bidang 6, Budi Rochadi (almarhum) selaku Deputi Gubernur Bidang 7, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim. Sementara itu, dalam kasus penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, Budi didakwa bersama-sama dengan Muliaman D Hadad selaku Deputi Gubernur Bidang 5, Hartadi A Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang

Dari Simakrama, Bawa Slogan Perubahan, Hingga ‘Jual’ Kinerja Partai DARI HALAMAN 1 sasaran pemilih. “Kepala keluarganya dulu kita ajak bicara, nanti dari kepala keluarga baru kekeluarga semua dan lanjut ke tetangga,” ungkapnya. Selain itu, Caleg yang berprofesi sebagai kontraktor ini pun mengakui tidak mempergunakan tim sukses, melainkan berjalan sendiri menemui para pemilih yang disasar. Hal itu untuk lebih mendekatkan kepada calon pemilih yang disasarnya, karenanya pemilih akan lebih percaya jika calonnya yang datang secara langsung. “Jika pakai tim suskes, terkadang tim-nya saja yang sukses, namun calonnya malah tidak sukses, malah ada calon jual mobil. Jangan sampai nanti setelah Pileg, tim suksesnya yang membeli mobil,” ujarnya sambil berkelakar. Lain I Gusti Gde Lanang, lain pula kiat yang dilakukan caleg new comer asal Dapil III, Selat, Rendang, Sidemen, bernama I Kadek Sujanayasa. Tokoh asal banjar dinas Pakel, Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Karangasem ini lebih memilih calon pemilih yang menginginkan perubahan. Hal itu berdasarkan landasan Partai yang mengusungnya, yakni Partai Nasdem. Pengusaha kontraktor ini juga tidak berjanji kepada masyarakat. “Tidak mau berjanji terlebih dahulu, tanpa ada buktinya, takut nantinya akan mengecewakan pemilih, lebih baik membangun sebuah kepercayaan,”sebutnya enteng. Namun, jika nantinya ia terpilih sebagai wakil dari masyarakat Selat, Rendang dan

Sidemen, maka ia akan fokus mengawal aspirasi masyarakat pemilih. Jangan sampai, ketika sudah menjadi anggota DPRD, Caleg menjadi lupa tugas pokoknya menjadi penyambung aspirasi masyarakat ke pemerintah. “Yang jelas kami menjalankan program partai menuju sebuah perubahan, tidak mau berjanji yang muluk-muluk, apa yang menjadi aspirasi itulah yang akan saya perjuangkan,” ungkapnya. Pun untuk mendekati massa pemilih di Dapil III, I Kadek Sujanayasa yang dikalangan masyarakat lebih populer dipanggil Kresek ini mengaku lebih banyak turun ke beberapa kelompok, dadia dan banjar-banjar. Dengan turun langsung bertatap muka dengan pemilih, ia lebih tahu dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga nantinya kebutuhan masyarakat banyaklah yang mesti dikawal aspirasinya. “Turun ke kelompok, Dadia ataupun banjar tak mesti membawa bansos, karena memang saya menawarkan sebuah perubahan,” ungkapnya lagi. Pihaknya juga menyasar pemilih yang benar-benar mau mengerti dengan perubahan. Pun ia mengaku tidak keder dengan incumbent yang bertarung di Dapil III, meskipun incumbent simakrama dengan membawa bansos, ia tetap optimistis bisa merebut satu kursi DPRD Karangasem. “Masyarakat sekarang sudah cerdas, mereka tahu mana Caleg yang suka berjanji mana yang tidak, tidak semua masyarakat yang menginginkan uang dan janji-janji,” bebernya.

Awalnya, Sujana”Kresek” Yasa tak ada niat untuk ikut serta sebagai peserta dalam Pileg 2014 ini. Namun karena mendapat dukungan dari prajuru adat, mau tak mau ia harus mengikuti kemauan prajuru adatnya. Prajuru adat beralasan, biar ada yang mewakili desa yang selama ini hampir tak pernah ada yang mewakili di DPRD Karangasem. “Berkali-kali didatangi, ya akhirnya harus siap, sebagai wujud rasa bakti kepada para sesepuh adat di desa,” pungkasnya. Sementara, bagi Caleg new comer asal Partai Golkar, I Nyoman Mardana Wimbawa, selain melibatkan komponen dan para tokoh sepuh Partai Golkar di wilayah Abang, Caleg nomor urut 1 dari Dapil IV, Abang ini mengakui bergerak dengan kader-kader partai, mulai dari PK Golkar Abang, hingga pengurus desa. Sehingga dengan dukungan dari mereka, tokoh asal banjar Kebon, Desa Culik, Abang optimis bisa meraih kursi dewan. “Apalagi dukungan dari para simpatisan dan kader partai yang sudah sepuh, merupakan sebuah kehormatan dan juga sebuah dorongan yang cukup kuat untuk maju,” ungkapnya. Selain itu, Nyoman Mardana Wimbawa juga mengakui, dalam merebut simpati pemilih, ia menyampaikan program pembangunan konkrit yang sudah dilakukan oleh Golkar, utamanya yang dilakukan oleh kader Golkar yang duduk di Fraksi Golkar di DPRD, dan juga kader Golkar yang duduk di eksekutif terutama yang sudah berhasil dicapai.

“ K a n b a nya k p r o g ra m pembangunan yang sudah dilakukan oleh kader Golkar, baik di DPRD maupun di eksekutif dalam hal ini Bupati Karangasem yang merupakan tokoh Golkar, ya itulah kita sampaikan kemasyarakat,” ungkapnya lagi. Meskipun sebagai pendatang baru, Martana Wimbawa mengaku tidak gentar dengan incumbent yang membawa bansos, hal itu dikarenakan program dari Golkar sendiri sudah cukup banyak yang bisa dijual, seperti bantuanbantuan kepada kelompok Nelayan, kelompok Ternak, termasuk juga pembangunan embung yang dilakukan kader Partai Golkar. Keberhasilan –keberhasilan itulah yang ia pakai untuk meyakinkan pemilih dan menyampaikannya ke masyarakat. “Karena kami kader Golkar selaku penyambung lidah pemerintah kepada masyarakat di bawah, meski tanpa membawa bansos, tapi kami punya program-program yang telah berhasil,” ujarnya. Meskipun persaingan di Dapil Abang dirasakan cukup berat, namun hal itu tidak membuatnya mundur. Apalagi di dalam internal Golkar sendiri telah mempunyai masing-masing zona pemilih. Yang penting menurutnya, perjuangan untuk membesarkan partai Golkar bisa tercapai. Terutamanya dalam perekrutan tokoh-tokoh pemuda, sekaligus untuk menyiapkan kaderkader muda Golkar kedepannya. “Kita (internal Golkar) masing-masing sudah memiliki zona pemilih, jadi tidak merasa tersaingi,” pungkasnya. M-005

11

Tersangka Bisa Diganjar Pasal Berlapis DARI HALAMAN 1 permasalahan yang serius. Tak tanggung-tanggung, dari sisi hukum perbuatan tersebut dapat diganjar dengan pasal berlapis. Mulai dari pasal 310 hingga 340 KUHP yakni tentang pembunuhan berencana. Nyoman Sumanta yang juga anggota Persatuan Purnawirawan (PP) Polri, Kamis (6/3) kemarin menyampaikan, indikasi ancaman di spanduk Jalak Sidakarya tidak terbantahkan lagi. Menurutnya, ancaman tak selalu dengan mengacungkan parang ataupun perbuatan kasar. Melainkan, kata-kata dalam tulisan juga dapat dikategorikan sebagai ancaman. “Ini masalah yang serius, tidak bisa ditanggapi dengan ikut-ikutan ngamuk, tapi harus

melalui jalur hukum. Ini adalah ancaman dalam bentuk tulisan,” tegasnya. Jika dicermati dari sisi hukum, pemasangan spanduk ‘ancaman’ di tempat umum, sejatinya memenuhi unsur pasal berlapis. Yakni, mulai dari pasal 310 hingga 340 KUHP dengan indikasi yang berbeda-beda. Dicontohkan, mulai dari pasal 310 tentang pencemaran nama baik, kemudian memasuki pasal 315 sudah tentang penghinaan, utamanya pasal 336 tentang ancaman terhadap keselamatan jiwa. Puncaknya adalah pasal 340, yakni tentang pembunuhan berencana, dengan cara memenggal kepala. “Saya tidak ikut-ikutan melihat kasus ini dari segi politik. Tapi dari sisi hukum jelas ini masalah berat. Jadi saya men-

dukung Pak Gubernur karena tidak menyikapi masalah ini dengan cara emosional, melainkan dengan menempuh jalur hukum. Kalau ini kita diamkan, maka sama saja dengan membiarkan orang untuk merencanakan pembunuhan berencana,” jelasnya. Melihat kasus yang sudah berkembang ke mana-mana seperti sakarang ini, Sumanta menilai bukan hal yang aneh jika para pelaku ditahan. Apalagi kalau sudah memenuhi unsur pasal 336 ayat 2, yang berbunyi ‘bilamana ancaman dilakukan secara tertulis dan dengan syarat tertentu, maka dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun. Dengan ancaman hukuman tersebut, maka tersangka memungkinkan untuk ditahan. W-019

kan matematika. Lalu, warna tangannya, tanpa sadar bisa berupa pelajaran IPA. Jadi, anak bisa menceritakan, tidak hanya hitungan satu, dua, tiga,” jelasnya. Penanaman karakter tersebut, sambung Sumarna, menjadi sangat penting dan bisa dijadikan pedoman pendidikan karakter di masa mendatang. Karena penanaman karakter anak akan

berkembang ke sifat-sifat anak selanjutnya setelah dewasa. Hanya, hasil dari pendidikan itu membutuhkan waktu beberapa lama. “Mungkin, tidak bisa dirasakan dalam waktu singkat. Pembangunan pendidikan tidak bisa dalam waktu sekejap seperti bangunan fisik. Tapi, harapannya pembangunan itu akan mengarah ke suatu yang lebih baik,” katanya. KP

mangrove di kawasan Lembongan masih sangat bagus. Walau ada beberapa sampah yang masuk, namun belum merusak mangrove secara keseluruhan. Rencananya, masyarakat Lembongan akan membangun arena jet sky dan beberapa rumah makan. “Pembangunan rumah makan akan mengambil tempat yang tidak memungkinkan bakau tumbuh. Saat ini banyak tempat yang masih jomplang”, paparnya. Perlu diketahui, luas mangrove di daerah tersebut sekitar 202 hektar dan luasannya tak berubah sejak dulu.

Menurut Murta, apa yang diinginkan warga Lembongan sudah mendapat lampu hijau dari Perhutani dan wilayah-wilayah yang bisa dimanfaatkan. Bahkan dirinya sudah mengajukan permohonan kepada Pemkab Klungkung agar mendapat persetujuan terkait pengelolaan kawasan tersebut. “Kami berharap agar rencana ini diijinkan. Terkait siapa-siapa yang akan mengelola, kami warga desa akan berkoordinasi. Masalah tenaga kerja, tentunya kami mengutamakan tenaga kerja lokal,” tutupnya. W-010

Mendapati saran yang demikian, tanpa banyak pikir Mastra langsung ke Rumah Sakit Klungkung untuk berkonsultasi dan mencari jadwal operasi anaknya. Tumben Mastra berani mengajak anaknya ke rumah sakit, lantaran telah mengantongi kartu ‘sakti’ berjuluk JKBM. Biasanya, dia selalu puyeng kalau ada anggota keluarga yang sakit lantaran memikirkan biaya pengobatan. “Waktu itu tak sedikitpun terbersit dalam pikiran saya soal biaya pengobatan. Saya cukup tenang karena telah membawa kartu JKBM dari Pemerintah Provinsi Bali. Dengan kartu ini saya dna anak saya mendapatkan pelayanan medis yang layak”, kisahnya. Setelah menjalani operasi selama beberapa jam, akhirnya benjolan pada mata anaknya hilang. Oleh dokter anak Mastra pun dikatakan sudah sembuh,

tinggal pengecekan lebih lanjut. Mendengar kalimat itu, sontak wajah Mastra sumringah. Ia merasa telah berjuang mengobati anaknya. Mastra berjuang dengan kartu JKBM. “Jujur saja kalau nggak ada kartu JKBm mungkin saya berpikir ke rumah sakit. Karena biaya rumah sakit kan tinggi, apalagi sampai operasi mata. Nah berkat JKBM saya jadi percaya diri membawa anak saya ke rumah sakit. Astungkara semua berjalan dengan lancar”, sebutnya. Mastra pun mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang menggagas program untuk kesehatan ini, begitu juga dengan jajaran Pemerintah Provinsi Bali. “Saya berharap program ini terus dilanjutkan, siapapun kelak jadi pemimpinnya”, tutupnya. M-004

Kurikulum 2013 Tekankan Karakter Anak DARI HALAMAN 1 siswa terdidik sejak usia dini. Fokus pengajaran tidak hanya pada mata pelajaran ilmu pasti, seperti matematika atau IPA. “Misalnya, guru sedang mengajar tema tentang diri seseorang, maka dia bicara mengenai tangan. Lalu, si anak diminta menghitung jari, satu, dua, tiga sampai lima. Itu secara tidak langsung mengajar-

Warga Lembongan Ingin Kelola Hutan Mangrove

DARI HALAMAN 1 kehidupan bakau dan masalah sampahnya. “Dengan adanya pengelolaan itu, maka warga Lembongan bertanggung jawab terhadap ekosistem bakau disana. Saat ini hutan itu pengelolaannya masih di Perhutani,” terang Murta. Murta melanjutkan, pengelolaan hutan mangrove akan membangkitkan potensi pariwisata di Lembongan, begitu juga di Nusa Penida pada umumnya. Saat ini, lanjut Murta, kondisi

JKBM Bantu Operasi Mata DARI HALAMAN 1 Seperti yang telah dirasakan oleh masyarakat asa Banjar Sangging, Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung, bernama I Nyoman Mastra, ketika ditemui Kamis (6/3). Mastra sempat berjuang agar anaknya bisa sembuh dari penyakit benjolan pada mata. Kejadian itu sekitar tiga tahun lalu. Anak Mastra mendadak menderita benjolan pada mata. Entah apa penyebabnya, Mastra kurang tahu. Kemudian ia memboyong anaknya ke Puskesmas untuk konsultasi. “Setelah berkonsultasi di Puskesmas, saya diminta membawa anak saya ke Rumah Sakit Klungkung agar bisa mendapat pelayanan kesehatan yang memadai. Anak saya juga disarankan menjalani operasi”, jelas Mastra mengenang.

026/VI/FB/MHM

Layouter: Kasturie


DEWANKU

12

Hanura Optimis Raih Satu Fraksi di Dewan Klungkung

Pasca Mergernya PT.TB dan PDAM Badung

FB/ARI

Komisi C Awasi Aset PDAM Badung MANGUPURA-Fajar Bali Komisi C DPRD Badung, Selasa (4/3), melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung. Komisi yang membidangi anggaran dan aset daerah ini mendatangi perusahaan pelat merah ini guna mengawasi aset-aset milik PDAM Badung. Pasalnya, PDAM Badung pada akhir Desember 2013 telah mendapat limpahan aset dari PT Tirtaarta Bhuana Mulia (PT. TB). Penyerahan aset dari pihak swasta ini karena berakhirnya konsensi PDAM Badung dengan PT.TB untuk pelayanan air bersih di Badung selatan. Saat ini PDAM Badung mengambil alih seluruh pelayanan air bersih di Kabupaten Badung. Kunker dikomandani langsung Wakil Ketua DPRD Badung, I Made Sunarta bersama Ketua Komisi C IGA Gede Jaya Adhiputra. Hadir pula Sekretaris Komisi C I Putu Parwata beserta anggota I Made Sugita, IGN Jelantik Trinaya, dan I Putu Alit Yandinata. Mereka diterima Direktur PDAM Badung, I Made Subargayasa bersama jajarannya. Ketua Komisi C, IGN Gede

Komisi C DPRD Badung saat kunjungan kerja ke PDAM Badung. Jaya Adhiputra, Kamis (6/3), aset yang dimaksud diketahui menyatakan, sangat penting secara rinci oleh dewan sebagai bagi dewan untuk mengetahui lembaga pengawas aset daerah. aset-aset apa saja yang diserah- Gung Jaya sebutan Adhiputra kan PT.TB ke PDAM Badung. juga menegaskan, dewan berhak “Prinsipnya dewan setuju aset- tahu besaran aset-aset tersebut. aset PT.TB diserahkan ke PDAM “Kami bisa menerima hasil auBadung. Tapi, kami ingin tahu ditnya, tapi tetap kita akan cek penyerahan asetnya seperti apa,” ke lapangan setelah anggota ujarnya. mendapat administrasi penyeraDikatakan, aset PT.TB yang di- hannya,” kata Gung Jaya.. limpahkan ke PDAM Badung sePasca “merger” PT.TB ke jatinya sudah tidak ada masalah. PDAM Badung, pihaknya berSerah terima juga sudah dilaku- harap ada target yang lebih kan akhir Desember lalu. Begitu bagus setiap bulan. Ada estipula, berdasarkan hitung-hitun- masi peningkatan pelanggan gan audit, aset yang diserahkan dan peningkatan pendapatan. ke PDAM juga sudah sesuai. Pihaknya juga berharap kantor Namun demikian, pihaknya PDAM Badung bisa pindah dari memandang penting agar aset- Kota Denpasar ke Badung. “Komisi

C berharap kantor PDAM bisa pindah ke Badung untuk masalah tanahnya segera dilakukan koordinasi dengan bupati,” terang politisi Golkar itu. Sementara dalam pemaparannya, Dirut PDAM Badung, I Made Subargayasa mengungkapkan aset yang diserahkan PT TB ke PDAM Badung mencapai Rp20 miliar. Aset ini sudah dibukukan (kativa tetap dll). Total Rp20 miliar tambah Rp18 miliar (sambungan rumah 27 ribu), neraca diatas Rp250 miliar (aktiva). Selanjutnya dibeberkan selama tiga tahun terakhir (sebelum serah terima,red) PT TB memberikan kontribusi PAD Badug sebesar Rp8,32 M, Rp7 M dan Rp5 M. Lebih lanjut dipaparkan, tahun 2014, PT TB merancang penyertaan modal sebesar Rp137 M, dimana Rp72 M bersumber dari APBD 2014. Anggaran tersebut, jelasnya, untuk pemasangan pipa dimulai dari pia legong sampai Bali Taxi. “Selain itu kita juga dibantu PU Rp9 M,” ujarnya seraya menambahkan ada 19 titik yang akan dibuka saluran baru. W-006*

FAJA R BALI

Jumat, 7 Maret 2014, Tahun XIV

SEMARAPURA-Fajar Bali Ketua DPC Hanura Klungkung, Putu Tika Winawan menyebut bahwa target untuk mendapatkan satu fraksi di DPRD Klungkung bukan langkah yang muluk-muluk. Bahkan dikatakannya untuk di Bali hanya di DPRD Klungkung saja yang bisa Partai Hanura satu fraksi. “Tapi ini bukan perjuangan yang mudah, banyak hal yang dipersiapkan untuk pencapaian tersebut,” jelas Putu Tika, Kamis (6/3) kemarin. Putu Tika Winawan juga mengatakan usahanya membentuk sampai anak ranting di setiap desa saat ini sudah bisa diwujudkan, sehingga dengan demikian, informasi mengenai apapun terkait Hanura akan sampai ke telinganya. “Tidak hanya itu, Hanura Klungkung juga sudah mencetak ratusan Satgas yang siap mengawal perjalanan Partai Hanura sehingga bisa menjadi besar,” katanya. Sedangkan Tika sendiri yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Klungkung, lebih

FB/ARI

Partai Hanura selalu ambil bagian dalam kegiatan sosial seperti memberikan Kambing Kurban kepada warga muslim.

memilih untuk mencalonkan diri di DPRD Bali. Sebagai pertimbangannya, dirinya sebagai Ketua DPC harus berani melangkah ke arah yang lebih besar dan tentunya memberi kesempatan kadernya untuk merebut kursi di DPRD Klungkung. “Ini untuk menghindari konflik kepentingan, saya harus berani naik kelas. Dan, saya meyakini satu fraksi bisa tercapai,” terangnya lagi. Dise-

butkannya, tidak mudah bagi Hanura untuk melawan dua partai besar seperi PDIP dan Golkar. Namun diyakininya Hanura bisa berada di posisi ke tiga dalam Pileg nanti. Bahkan dalam Pileg nanti setidaknya Hanura meraih 6 kursi atau lebih dengan pertimbangan calegcaleg yang ikut pada Pileg nanti adalah sudah ayam petarung. “Caleg kami semuanya sudah ayam petarung, sudah pengalaman di politik,” aku Tika .W-010

Tidak Memiliki Wakil Rakyat, Dulu Nusa Dua Tertinggal

Made Retha Terpanggil untuk Maju

Drs. I Made Retha, SH.Map foto bersama keluarga

M

elihat perkembangan pembangunan Nusa Dua sekarang, sudah jauh maju meninggalkan wilayah lain di Kabupaten Badung. Daerah yang terletak di ujung Selatan Pulau Bali ini terkenal dengan pusat hotel berbintang. Namun ternyata dulunya, kawasan yang terletak di Tanjung Benoa ini jauh tertinggal dengan wilayah lainnya. Kenapa? KEHIDUPAN masyarakat saat itu hanya mengandalkan sebagai nelayan dan petani lahan kering dengan penghasilan yang paspasan. Masa-masa sulit ini sempat dijalani Drs. I Made Retha, SH.Map yang juga terlahir dari orang tua seorang nelayan dan petani. Anggota DPRD Badung ini mengenang, waktu menginjak remaja, ia merasakan perkembangan pembangunan di Nusa Dua cukup tertinggal dengan wilayah lain di Badung. “Waktu itu, pembangunan di Nusa Dua tidak seperti daerah lainnya, cukup tertinggal. Saya melihat waktu itu, wilayah yang punya wakil rakyat (anggota dewan,red), pembangunannya lebih maju. Saat itu, dari Nusa Dua tidak ada wakil rakyat. Dari situlah, muncul fanatisme harus ada wakil dari Nusa Dua, siapapun itu tidak masalah yang penting dari Nusa Dua,” kenang pria kelahiran 15 Mei 1964 ini.

FB/IST

Kebetulan meskipun lingkungan keluarganya bukan orang-orang politik, namun sejak mengenal pemilu, keluarganya dekat dengan tokoh-tokoh politik di desanya. Dirinya pun akhirnya ikut berkecimpung dalam dunia politik. “Setamat dari SPG sekitar tahun 1980an, saya terlibat di politik. Waktu itu saya bergabung dengan PDI yang terkenal sebagai partainya wong cilik. Kondisi partai saat itu masih susah tidak seperti sekarang,” ungkap Retha. Dari situlah, Retha mengakui, mulai menanamkan fanatisme warga untuk memiliki wakil rakyat dari daerah sendiri (Nusa Dua,red). “Waktu itu saya belum terpikir untuk menjadi anggota dewan, tapi bagaimana mensukseskan kebesaran PDI saat itu, dengan harapan tokoh-tokoh PDI di Nusa Dua dapat mewakili kita. Karena saya rasakan, tidak memiliki wakil, aspirasi warga sulit sekali terwujud. Pembangunan pun jadi tertinggal dengan daerah lain yang ada wakil rakyatnya,” tutur Retha. Sejak itu, kata Retha, saat ada pemilu legislatif (pileg) muncul tokoh-tokoh politik dari Nusa Dua ikut bertarung. Dan ada yang sampai lolos duduk di lembaga DPRD Badung. Dengan adanya keterwakilan di dewan, menurut Retha, aroma pembangunan pun mulai dirasakan.

Seiring dengan perjalanan waktu, Retha telah banyak menimba ilmu berpolitik dari senior-seniornya di partai. Dirinya pun mengaku banyak mempelajari dan mengetahui seluk beluk duduk di lembaga dewan. “Saya banyak belajar dari mereka yang duduk di lembaga dewan. Saya jadi banyak tahu, apa yang bisa diperbuat untuk masyarakat kalau menjadi anggota dewan. Dari situlah saya terpanggil untuk mengabdikan diri sebagai wakil rakyat,” urai bapak empat putri ini. Namun, saat pencalegan pertama periode 2004-2009 ia gagal mendapatkan kursi anggota dewan. Karena saat itu, masih menggunakan sistem nomer urut dan kebetulan ia mendapat nomer urut 8. Periode berikutnya pileg 2009-2014, Retha kembali maju sebagai caleg. Namun, kali ini dengan kendaraan yang berbeda, tidak lagi dari PDI Perjuangan (dulu PDI) tetapi dari Partai Demokrat. Ia memiliki alasan tersendiri yang tak harus diungkap kenapa harus berganti kendaraan. “Waktu itu saya tidak ada masalah dengan partai, tapi ada alasan persoalan pribadi. Tapi dalam konsep saya saat itu, mengedepankan kepentingaan wilayah terwakili, jadi saya ingin tetap maju meski dengan partai yang berbeda,” tukasnya. Maju dari partai yang berbeda, Retha mengaku tantangan yang ditemuinya cukup banyak. Karena fanatisme terhadap partai

BIODATA

saat itu sangat keras. “Perjuangan saya untuk mengubah karakter masyarakat yang fanatik terhadap partai tidak mudah, saya terus berusaha menanamkan konsep demokrasi. Mencip t a k a n m odel s e m a n ga t politik yang santun damai,” katanya. Berkat perjuangannya, Retha mampu meraih kursi legislatif. Berbekal pengalaman sebagai Ketua LKMD Kelurahan Benoa tahun 1999-2003, Kelian Banjar Adat Peken Desa Adat Bualu, dan Bendesa Adat Bualu dari tahun 2005 sampai sekarang, Retha sangat paham permasalahan yang ada pada desa dan kelurahan. “Dengan keterlibatan saya di lembaga desa, saya pahan permasalahan yang ada di desa maupun di kelurahan. Semasih bisa diperjuangkan saya akan perjuangkan. Sejak menjadi anggota dewan

Nama : Drs. I Made Retha, SH.Map Tempat/Tgl Lahir : Bualu, Badung 15 Mei 1964 Istri : Kurniawati Anak :

1. Putu Indah Lidiana Dewi R 2. Ni Made Ayu Lidiana Dewi R 3. Ni Komang Meyinta Dewi Retha 4. Ni Ketut Putri Candra Dewi Retha

Organisasi

:

Ketua LKMD Kelurahan Benoa 1999-2003, Kelian Banjar Adat Peken Desa Adat Bualu, Ketua FKUB Kecamatan Kuta Selatan Bendesa Adat Bualu 2005-sekarang

Pekerjaan

:

Guru SMA K Soverdi Tuban 1988-2000, Guru SMU Dwijendra Bualu, Ketua 1 Koperasi Taksi Kewinu Bali tahun 2000- sekarang,

Jabatan

:

Anggota DPRD Badung 2009-2014

FB/IST

saya tidak pernah berjanji yang mulukmuluk, saya katakan kepada masyarakat apa yang bisa saya perjuangkan saya akan berjuang,” tandasnya.“Apa yang saya ketahui yang harus diterima masyarakat akan saya berikan. Di lembaga ini saya ingin berjuang bersama-sama,” kata Retha menambahkan. Sekarang ini, Nusa Dua sudah menjadi wilayah yang sangat maju. Lalu permasalah apa yang masih diperjuangkan?Menjawab pertanyaan ini, Retha menyatakan, masih ada “PR” besar yang mesti diperjuangkan, yakni, memperjuangkan kesempatan kerja warga di Nusa Dua. “Banyak hotel-hotel dan akomodasi pariwisata lainnya dibangun di Nusa Dua, di sini saya ingin berjuang agar masyarakat kami diberikan kesempatan bekerja, tapi tanpa mengabaikan prefesionalisme,” kata Retha. Perjuangan lainnya, lanjut Retha, mencarikan solusi untuk mengurai kemacetan di Jalan Pratama. “Selain itu, saya tetap berjuang agar ada pembangunan baru dan perbaikan atau pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada,” ujarnya. Sebelum menjadi anggota DPRD Badung, sosok Made Retha adalah seorang tenaga pendidik. Setamat dari SPG, Retha mengajar di SMA Soeverdi dan sempat mengajar di SMA Dwijendra. Selepas dari SPG, Retha melanjutkan belajar di FKIP Singaraja jurusan program studi Geografi, kemudian mengambil S1 Hukum di Universitas Mahendradata, dan menyelesaikan magister administrasi publik di Undiknas. Ari

580/II/IGR

Layouter: Kasturie


FAJAR BALI EDISI 7 MARET 2014