Issuu on Google+

KAMIS, 6 DESEMBER 2012 TAHUN XIII

Redaksi: Telp./Fax: (0361) 411283, E-mail: berita_fajar@fajarbali.co.id, berita_fajar@yahoo.co.id, Website: http://www.fajarbali.co.id

Harga Eceran Rp. 3.000,-

Dihargai Rendah, Guide Korea Mogok

Koordinator Guide Korea bersama ratusan temannya menduduki Disparda, Rabu kemarin menuntut fee yang layak

DENPASAR-Fajar Bali Sebanyak enamratusan guide Korea, Rabu (5/12) kemarin melakukan mogok kerja. Hal ini diakibatkan tidak sepadannya fee yang mereka terima atas jerih payahnya melayani wisatawan asal Korea selama berlibur di Bali. Selain mogok kerja, para guide ini juga menduduki kantor Dinas Pariwisata Pemprov Bali guna mendapat kepastian soal fee atas jerih payahnya menjual jasa. “Ini saya mendapatkan fee yang tidak adil atas jerih payah kami, dan fee yang kami terima tumpang tindih antar travel,” jelas Koordinator

Bingung Nyari Cagub

PDIP Survei Lagi DENPASAR-Fajar Bali Survei pertama dan kedua, dianggap tidak valid, kini dilaksanakan survei ketiga, dan entah kapan dilaksanakan survei keempat, bila survei yang ketiga kali ini juga tidak membuahkan hasil. Seperti sempat diungkap salah seorang pengurus elit PDIP yang juga ang-

Yang Dipertuan Agong Malaysia Istirahat di Bali

Mangku Pastika

A. A. Puspayoga

gota DPRD Bali, Ngakan Kutha Parwata beberapa

hari lalu, bahwa hingga

DENPASAR-Fajar Bali Bali sebagai daerah kunjungan wisata semakin diminati oleh wisatawan dari berbagai kalangan. Bahkan Raja Malaysia, Seri Paduka Baginda Yang di Pertuan Agong bersama permaisuri akan Ketut Teneng mengunjungi Bali selama tiga hari mulai tanggal 6 sampai 8 Desember berlibur di Bali. Namun ditegaskan bahwa kunjungan Raja Malaysia ini bukanlah kunjungan kenegaraan, namun hanya liburan

Bersamb. ke hal. 11

Bersamb. ke hal. 11

DPP Ingin Mangku, DPD Bali Ingin Puspayoga Kabar bahwa PDIP kebingungan menentukan siapa calon gubernur dan wakil gubernur yang bakal diusung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 mendatang ternyata bukan isapan jempol. Buktinya, PDIP bolak-balik menggelar survei tokoh-tokoh yang layak diusung di ajang Pilgub.

Bersamb. ke hal. 11

Ny. Ayu Pastika Buka Rakerda Dekranasda Bali Permata Tours TIRTAYATRA KE INDIA

BRKT: MARET, APRIL, JUNI, AGUSTUS, SEPTEMBER SINGAPORE - MALAYSIA 4H/3M AUSTRALIA, JEPANG, KOREA, VIETNAM

SINGAPORE 3 H/2M GUNUNGSALAK 2H/1M JOGYAKARTA 3H/2M BANGKOK 4H/3M KUTAI 3H/2M HONGKONG 4H/3M BOOKING TICKET BEIJING 4H/3M PESAWAT & HOTEL HUB: 0361-7807850 / 7426100, 08123900846 KETUT SUDIARSA, SE

Sentil PDIP mengulang survei cagub hingga tiga kali Makanya tak usah menabrak kehendak arus bawah Yang Dipertuan Agong Malaysia istirahat di Bali Istirahat, tak ada hubungan dengan perang dingin dua negara

DENPASAR-Fajar Bali Jelang berakhirnya Kegiatan Tahun Anggaran 2012, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Provinsi Bali menggelar Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali Tahun 2012. Kegiatan Rapat Kerja Daerah Dekranasda dibuka secara langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika yang bertempat di Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (5/12). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Dekranasda Provinsi Bali untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program serta sebagai bahan untuk penyusunan program kegiatan tahun 2013 mendatang. “Anggaran Dekranasda Provinsi Bali Tahun 2013 tidak lagi merupakan hibah tetapi sudah masuk dalam kegiatan pada Disperindag Provinsi Bersamb. ke hal. 11

Ny. Ayu Pastika saat membuka Rakerda Dekranasda

Gubernur: Aktiϐkan Kembali Budaya Paruman Bantuan Desa Pakraman Disalurkan Lewat Rekening Kades DENPASAR-Fajar Bali Setelah ribetnya pengurusan adiministrasi untuk bantuan desa pakraman dan subak di Bali, Pemerintah Provinsi Bali mulai tahun anggaran 2013 akan menyalurkan bantuan untuk desa adat dan subak melalui rekening kepala desa untuk memudahkan proses pencairannya. Hal ini diungkapkan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika saat membuka "Pemantapan Kapasitas Prajuru Desa Pakraman dan Pemerintahan Desa" di Gedung Wiswasabha, Rabu (5/12) kemarin. “Renncananya penyaluran dalam bentuk

Gubernur Mangku Pastikia usai membuka Pemantapan Desa Pakraman di Wiswasabha, kemarin

bantuan keuangan khusus (BKK) supaya lebih cepat dan lebih mudah,” jelas Gubernur Mangku Pastika. Menurutnya, bantuan kepada desa pakraman (desa adat) dan subak yang sebelumnya dalam bentuk bantuan sosial (bansos) dan hibah masih menyisakan persoalan karena menjadi agak tersendat. “Ada yang sudah dapat dan ada yang belum, itu menyangkut pertanggungjawaban dan proses administrasi,” ujarnya. Pemprov Bali pada tahun anggaran 2013 juga akan meningkatkan besaran bantuan kepada desa adat menjadi Rp100 juta, dari besaran hibah tahun ini Rp55 juta. Demikian juga dengan bantuan kepada subak akan ditingkatkan dari Rp20 juta menjadi Rp30 juta. Bersamb. ke hal. 11


METROKOTA

2

FAJA R BALI Kamis, 6 Desember 2012, Tahun XIII

Kejari Kebut Berkas Rana

DENPASAR - Fajar Bali Setelah ditahan sejak 22 November lalu, Ketua UPK PNPM-MP Kuta Selatan Ketut Rana dalam waktu digiring ke ke Pengadilan Tipikor Denpasar. Saat ini, tim Kejari Denpasar sedang melakukan pemberkasan perkara lelaki asal Lingkungan Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kutsel tersebut. “Pemberkasaan sedang kita selesaikan,” kata Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kejari Denpasar AA Gde Satya Markandeya ketika dikonfirmasi kemarin (5/12). Gung Satya mengakui sampai saat ini memang berkas perkara Rana belum rampung. Meski demikian, semua sudah mulai proses pemberkasan. Dikatakan pula, untuk pemeriksaan saksi-saksi, tidak dilakukan karena sudah cukup. “Belum ada pemeriksaan saksi lagi,” paparnya. Disinggung masa penahanan 20 hari akan segera habis pada 11 Desember nanti atau seminggu lagi, Gung Satya mengatakan yang terpenting proses pemberkasan sedang dilakukan. Kalau memang nanti sampai masa penahanan habis, maka pihaknya bisa melakukan perpanjangan untuk 20 hari ke depan. “Kalau pemberkasaan belum rampung, mungkin akan kita lakuka perpanjangan penahanan,” paparnya. Yang jelas, Gung Satya menegaskan bahwa pihaknya yakin proses pemberkasan bisa secepatnya rampung. Sehingga perkara Rana bisa segera didaftarkan dan disidangkan di Pengadilan Tipikor Denpasar.W-007

Bangunan Lantai Dua di Gelogor Carik Terbakar

DENPASAR – Fajar Bali Sebuah bangunan di lantai 2 di Jalan Glogor Carik Perumahan Glogor Carik Indah nomor 1 B Gang Sahadewa nomor 11 Pemogan, Rabu (05/12) ludes terbakar. Penyebab kebakaran diduga akibat konsleting listrik. Akibat kejadian tersebut pemilik bangunan bernama W Suardana (37) mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Terhitung dari terbakarnya 1 unit bangunan lantai 2, tempat tidur, kulkas, TV, AC, mesin cuci, pakaian dan sofa. Informasi dilapangan menyebutkan, awal mula kebakaran bangunan berlantai dua itu setelah salah seorang pembantu rumah korban bernama Ni Ketut Winarti (23) sedang mengasuh 2 anak korban. Tiba-tiba sekitar pukul 11.00 Wita, dia mendengar suara ledakan disusul asap mengepul di lantai 2. “Ada dugaan kebakaran disebabkan konsleting listrik,’ jelas saksi kepada petugas disana. Saksi kemudian berteriak minta tolong kepada warga setempat. Bantuan pun datang dari warga dengan berusaha menyelamatkan barang barang yang belum terbakar. Namun si jago merah kian tak bersahabat. Secepat kilat kobaran api menyebar keseluruh bangunan di lantai 2 tersebut. Petugas pemadam kebakaran datang dan mencoba memadamkan api. Sekitar satu jam lamanya api berhasil dipadamkan. Meski demikian, sebagian barang barang korban ludes terbakar. R – 005

Kelir

Tiga tersangka penusuk ABG ditangkap jajaran buser Polsek Denbar

Penusuk ABG Ditangkap

DENPASAR – Fajar Bali Tiga pelaku penusukan terhadap dua anak baru gede (ABG), Putu Yuliarta (19) dan I Ketut Agus Jesen (18), yang melihat aksi trek trekkan di depan SPBU Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, akhirnya ditangkap jajaran Polsek Denbar. Mereka adalah Febry Alfian alias Bogel (25) tinggal di Jalan Gatot Subroto VII Denpasar, Kadek Widiada (21) dan Wayan Kardana (21) keduanya tinggal di Jalan Gatot Subroto IV Denpasar. Menurut Kanit Reskrim Polsek Denbar, AKP Komang Reka Sanjaya, tiga tersangka ditangkap di rumahnya masing masing, pada Selasa (03/12). Tiga tersangka mengaku menusuk korban karena pengaruh minuman keras dan ingin membubarkan aksi trek-trekkan. Selain mengamankan

tiga tersangka, aparat kepolisian juga menyita barang bukti. “Kita mengamankan barang bukti pisau lipat, tongkat baseball, helm dan sebagainya,” terangnya, pada Rabu (4/12). Diuraikannya, tiga tersangka ditangkap setelah pihaknya mengecek kamera CCTV yang ada di SPBU. Darisinilah terungkap identitas pelakunya. Dari kamera CCTV tersebut terungkap pula bagaimana mereka mengamuk dan mengejar korbannya dengan pisau lipat. “Berbekal rekaman CCTV inilah pelaku akhirnya bisa tertangkap,” bebernya. AKP Sanjaya mengatakan, yang melakukan penusukan terhadap korbanya adalah tersangka Febri alias Bogel. Sedangkan tersangka Kardana sempat memukul korban dengan tongkat base-

ball. Untuk tersangka Widiada berperan memberikan komando penyerangan. Perbuatan ini diakui oleh Febri alias Bogel. Dihadapan penyidik, tersangka Febri mengatakan mereka sebelumnya mabok mabokan di Babakan, Gianyar. Setelah mabok mereka menuju Point Blank Warnet di Jalan Gatsu VI, Denpasar. “Tersangka Widiada langsung memberi komando untuk mendatangi SPBU di Jalan Gatot Subroto Barat untuk membubarkan trek-trekan liar,” sebut AKP Sanjaya. Tersangka Kardana yang membawa tongkat baseball langsung memukul salah satu pengendara motor bernama Putu Dendra Winata. Sementara Febri yang membawa pisau lipat langsung menusuk punggung kanan I Ketut Agus Jensen, yang

Tertangkapnya Tiga Komplotan Pencuri Motor

Dua Buron, Beraksi Malam Hari, Hasilnya Dipakai Mabuk

DENPASAR – Fajar Bali Jajaran Polsek Densel masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lain yakni MJ dan GD, menyusul ditangkapnya tiga komplotan pencurian sepeda motor, yakni tersangka Didik Setiawan (32), Saiful Bahri (22) dan I Komang Adnyana (30). Identitas dua buron MJ dan GD terekam saat tersangka I Komang Adnyana diperiksa penyidik Polsek Densel. Tersangka Adnyana mengaku dua buron tersebut adalah otak pelaku pencurian sepeda motor. Tersangka I Komang Adnyana mengatakan, dia bisa melakukan pencurian setelah di ajari oleh MJ. Mereka bertemu kali pertama di salah satu bengkel di Denpasar, sekitar dua bulan lalu. MJ asal Jember mengajarinya mencuri motor dengan menggunakan obeng. “Saya diajari mencuri motor dengan menggunakan obeng

saja,” jelasnya depan penyidik. Modus operandinya adalah merusak terlebih dahulu lubang kontak motor dengan menggunakan obeng. Setelah dol (lubang kunci rusak), baru buka kunci stang dan motor dihidupkan. Tersangka Adnyana asal Jembrana ini mengatakan, sering melakukan pencurian bersama MJ. Selain sama saya mencuri, MJ juga berpasangan dengan GD. Yakin bisa mencuri motor, tersangka Adnyana kemudian mengajak temannya tersangka Didik Setiawan yang bekerja di tempat pemotongan kayu di Pemogan Denpasar. Dia juga pernah beraksi bersama tersangka Saiful Bahri saat mengambil motor Suzuki Satria FU. Dalam aksinya, tersangka Adnyana bertugas sebagai eksekutor dan tersangka Didik Setiawan bertugas menghantar dan mengawasi lokasi disaat mereka beraksi. “Kami biasa bergerak malam

hari dan menyasar motor yang di parkir di luar rumah,” bebernya. Tersangka yang bekerja di bengkel di Jalan Tukad Yeh Aya, Panjer, Denpasar ini mengatakan, setiap beraksi mencuri motor hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit hingga 20 menit. Meski tergolong cepat dan sistematis, ada juga sepeda motor yang sulit dicuri, misalnya, sepeda motor jenis Satria dan Honda Beat. Yang paling gampang dicuri menurutnya adalah sepeda motor jenis Yamaha Jupiter. “Kalau itu (Jupiter, red) Cuma 5 menit bisa saya curi,” sombongnya. Kemana saja motor di jual oleh kawanan pencuri ini? Selidiki punya selidik, sepeda motor itu dijual diseputaran Denpasar dengan kisaran harga rata rata Rp 1 hingga 2 juta. Itu pun tergantung dari jenis sepeda motornya. Setelah sukses menjual, hasilnya dibagi rata dan dipakai untuk mabuk-mabukkan dan main perempuan. R – 005

berboncengan dengan Winata. “Dia mau kabur dan saya tusuk punggu sebelah kanan,” ujar tersangka yang badannya penuh tattoo ini. Kemarahan mereka berlanjut dan tersangka Febri bersama teman temannya kembali ke SPBU. Disana, mereka melihat ada beberapa ABG sedang kongkow di atas sepeda motor. Tersangka Febri yang badanya gempal ini bak kesetanan, mengamuk dan menusuk punggung I Putu Yuliarta. Sementara teman temannya yang lain memukuli korban hingga babak belur. Sekadar diketahui, tersangka Febri adalah residivis kasus penggelapan dan bebas dari Lapas Kerobokan pada tahun 2010 lalu. Kini, tiga tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan ancaman hukuman penjara 7 tahun. R – 005

Maling Proyek NRC Bandara Diciduk DENPASAR – Fajar Bali Dua maling yang beraksi di proyek NRC Bandara diciduk jajaran Polsek Kuta Selatan, pada Rabu (05/12). Dua tersangka Dominikus Kandi (25) dan Cornelis Bulu (30) ditangkap saat hendak menjual ratusan batang besi ulir ukuran 24 in ke pengepul rongsokan. “Dua tersangka sudah diamankan di Polsek Kuta Selatan,” jelas Kapolsek Kuta Selatan, pada Rabu (05/12). Menurut Kapolsek, dua tersangka Kandi dan Bulu dipergoki saat mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Siligita Nusa Dua. Kronologis penangkapan, dua tersangka mengendarai sepeda motor sekitar pukul 03.30 dini hari dengan membawa karung. Empat anggota Polsek Kuta Selatan yang sedang patroli curiga terhadap tindak tanduk dua tersangka yang masuk ke tempat rongsokan di Jalan

Siligita, Nusa Dua. “Anggota patroli melihat 2 orang mengendarai sepeda motor membawa karung goni da gerak geriknya mencurigakan masuk ke pengepul rongsokan di Jalan Siligita, Nusa Dua. Merasa curiga, petugas patrol mendekati dua tersangka dan langsung memeriksa karung goni yang mereka bawa. Ternyata, setelah dicek, terdapat potongan besi yang beratnya kurang lebih 100 kg. “Di karung goni terdapat 129 batang besi uliran ukuran 24 in,” tegas mantan Kapolsek Denpasar selatan ini. Dua tersangka terus menjalani pemeriksaan intensif. Dari keterangan dua tersangka setelah diinterogasi penyidik, mengaku memotong dan mengambil besi tersebut di Proyek NRC bandara. Polisi kini masih mendalami keterangan dua tersangka untuk mengembangkan TKP lainnya. R – 005

DENPASAR – Fajar Bali Terungkap sudah darimana dua tersangka PH dan Mdh memasok ganja seberat 50 kg yang kini diamankan jajaran Sat Narkoba Polresta Denpasar. Dua tersangka mengaku ganja kering tersebut berasal dari Sumatera. Sementara itu, dua tersangka masih bungkam menyebut kemana peredaran ganja kering tersebut. “Mereka masih bungkam kemana saja peredaran ganja yang kita sita dari tersangka,” beber sumber Polresta Denpasar, pada Rabu (05/12). Hanya saja, ada dugaan ganja puluhan kilo itu akan dijadikan stok pada perayaan malam tahun baru 2013. Petugas mengatakan, bahwa dari keterangan dua tersangka, 50 paket ganja itu langsung dibawa dari Sumatera. Mereka sendiri yang membawa ganja tersebut ke Bali dengan menggunakan bus. Agar tidak terendus petugas, paketan ganja itu dimasukkan kedalam tas. Sumber petugas yang namanya dirahasiakan itu mengatakan sangat aneh mereka bisa lolos

dari pemeriksaan di Pelabuhan Ketapang, Gilimanuk. Padahal bila barang tersebut masuk, harus melewati beberapa kali pemeriksaan. Hingga kini, jajaran petugas dipimpin Kasubnit II Satnarkoba Polresta Denpasar Iptu Joko Hariadi, masih mendalami keterangan dua tersangka. Walau dua tersangka bungkam, ada dugaan barang tersebut merupakan pesanan dari orang lain. Sementara dua tersangka mencarikan bedeng di TKP sebagai tempat gudang penyimpanan. “Kita menduga ada otak pelaku dibalik sindikat narkoba ini. Bagaimana bisa mereka membawa ganja sebanyak ini dan belum sempat dijual,” bebernya. Perlu diketahui, sebuah rumah bedeng di jalan Raya Sesetan, Gang Mertasari, Densel, digerebek petugas. Dua bandar narkoba berinisial Ph (30) dan Mdh (50) ditangkap dan polisi mengamankan 50 paket ganja seberat 1 kilogram. Puluhan paket ganja itu ditemukan pada tumpukan paket yang dibungkus lakban coklat. R – 005

Ganja 50 Kg Dipasok Kapolres Ganti Dua Kasat dari Sumatera Serah terima jabatan, Kasat Reskrim dan Kasat Sabhara, di Polres Jembrana, Rabu kemarin. NEGARA- Fajar Bali Dua Kepala Satuan ( Kasat ) di Polres Jembrana, yakni Kasat Sabhara dan Kasat Reskrim diganti. Serah Terima Jabatan (Sertijab) Rabu (5/12) kemarin, dipimpin langsung Kapolres Jembrana AKBP Komang Sandi Arsana di aula Polres Jembrana. Diketahui, AKP Didik Wiratmoko sebelumnya sebagai Kasat Sabhara Polres Jembrana digantikan AKP Made Widana, yang sebelumnya sebagai Kapolsek Sukasada, Buleleng. Sedangkan Kasat Reskrim kini dijabat oleh Iptu Aris Pur-

 Pemimpin Umum /Penanggung jawab: IGM Wisnu Mataram  Pemimpin Redaksi: Emanuel Dewata Oja Redaktur Pelaksana: Ida Bagus Putu Bagus  Redaktur: Gde Carmyaka, Hence Silalahi, Gst Agung Paramita, Blasius Besu, Supriyono  Desain Grafis/Tata Letak: Kasturi, KS. Astana, Wimphy. A Saputra  Staf Redaksi: Suarja, Eliazar Patun, Heru Prasetya, Hery Subagio, Gde Sarjana, Rony B. H  Sekretaris Redaksi: Ketut Tini  Daerah: Putu Puspa Artayasa (Gianyar), IGA Diah (Klungkung), Made Doni (Tabanan), Wayan Sumertha (Bangli), IB. Wisnaya (Buleleng), Pramono (Negara), Destia Ariyanti, Laurensius Leba Tukan (Kupang)  Rikar Khandi (Manggarai Barat), Binjamin Gabus (Kontributor Manggarai Barat )  Alfan Manah (Manggarai)  Hironimus Dale (Manggarai Timur)  Biro NTB : Amirullah (Kepala Biro), Dedi Shopan Shopian, Nur Imansyah, Tarpi’in, Sarafudin, Mahdi (sirkulasi) Penerbit: PT. Artha Media Fajar Bali Utama

wanto SH, SIK menggantikan, Iptu Muh. Wahyudin Latif, yang kini sedang mengikuti sekolah di PTIK. Sementara AKP Didik Wiratmoko, menempati tugas barunya sebagai Kapolsek Benoa, Denpasar. Kapolres Jembrana, AKP Komang Sandi Arsana kemarin mengatakan mutasi ini merupakan hal yang biasa dan disamping itu untuk meningkatkan karier. Selain itu, Kapolres berharap mutasi atau pergantian bisa menjadi motivasi pada kesatuannnya ditempat yang baru sebagai pelayan masyarakat. W – 003

Press.  Manajer SDM: IGK A Mertha Yoga.  Keuangan: IGPA Putri Juliawati  Manajer Marketing: IGA Galuh Ardaningrat  Manajer Pengembangan dan Sirkulasi: IB. Sudarsana  Rekening: Bank BPD Bali Cabang Utama Denpasar No.: 011.02.02.22723.9, Bank BRI KCP Gatot Subroto Denpasar No.: 0572-01-000064-30-0 a/n PT. ARTHA MEDIA FAJAR BALI UTAMA PRESS Alamat Redaksi Sirkulasi/Iklan :Jl. Indrajaya No. 8, Ubung Kaja, Denpasar. Telepon: (0361) 411283 (hunting), Fax. (0361) 411283 e-mail: berita_fajar@yahoo.co.id. telp. sirkulasi (0361) 411283, 7887790. Tarif Iklan : Umum BW : Rp. 35.000 mm/klm, Umum FC : Rp. 50.000 mm/klm, Keluarga/ Sosial : Rp. 20.000 mm/klm, Iklan Lelang/ Neraca : Rp. 20.000 mm/klm, Advetorial : Rp. 15.000 mm/klm, Baris : Rp. 20.000 /baris, Iklan Umum Hal Utama : Naik 200% dari tarif iklan umum, Tarif Iklan Jakel (Coat Ad) : 300% dari tarif iklan umum. Percetakan: PT. Temprina .

WARTAWAN FAJAR BALI DALAM MELAKUKAN KEGIATAN JURNALISTIK SELALU DIBEKALI KARTU PENGENAL DIRI, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN.


KOTAPLUS

Kamis, 6 Desember 2012, Tahun XIII

Badung Utara Kesulitan Air Bersih MANGUPURA-Fajar Bali Kesulitan air bersih ternyata tidak hanya dirasakan masyarakat Badung Selatan. Kelangkaan air bersih ini juga dirasakan masyarakat di Badung Utara. Sebagian warga Petang, Pelaga dan sekitarnya masih kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan warga harus berjalan puluhan meter untuk menuju sumber air bersih. Pelayanan PDAM Badung juga belum masuk. Sehingga untuk kebutuhan sehari-hari warga

Petang dan sekitarnya hanya mengandalkan air dari sungai dan sumber mata air. Dikon irmasi Rabu (5/12) kemarin, Camat Petang Nyoman Warta membenarkan hal ini. Warta mengaku air bersih masih menjadi barang langka bagi sebagian warga Petang. “Iya memang masih ada sebagian warga yang kesulitan air bersih. Tapi secara umum masih bisa diatasi,” akunya. Dikatakan, saat ini warga yang sudah mendapat layanan PDAM hanya dari Desa Petang ke selatan. Seperti

Desa Petang, Pangsan, Getasan dan Carangsari. Sedangkan warga-warga dari Desa Petang ke utara, seperti Desa Kerta, Sulangai, Nungnug, B u k i a n , Pe l a ga , T i n g ga n , Belok Sidan, Penikit, Bon dan sekitarnya masih sulit memperoleh air bersih. Jika pun ada air bersih terbatas. Hanya ada sumber air bersih di kran-kran umum. Untuk mengangkat air dari Tukad di sekitaran Pelaga juga sulit. Sebab, lanjutnya, dengan topografi kawasan Pelaga yang berada 1 km di

atas laut sangat menyulitka n m e m b u a t s u m u r b o r atau mengangkat air tukad (sungai). Khusus untuk Desa Pelaga, dikatakan, sudah ada sumur bor. Namun, debit air yang dihasilkan sangat kecil. Warga Desa Plaga saat ini kebanyakan memakai pompa hidran untuk mengangkat air. “Sumur bor di Pelaga tidak mencukupi. Belum menjangkau seluruhnya,” jelasnya. Untuk memenuhi kebutuhan air di Banjar Bukian, Kiadan, Nung Nung, Bon, Jempanang dan sekitarnya Ketua

DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta sudah mengusulkan kepada Pemkab Badung agar mengangkat air Tukad Bon. Atas usulan itu Pemkab Badung saat ini telah mengalokasikan anggaran Rp 8,9 miliar. Detail enginering design (DED) pembuatan proyek ini juga tengah digarap oleh DCK Badung. “Informasi dari Pak Ketua (Giri Prasta) proyek sudah akan dimulai, sudah dianggarkan. Jadi dengan terangkatnya air Tukad Bon maka beberapa banjar akan terairi,” papar Warta. W-006

3 KEPENDUDUKAN

47 Ribu Warga Belum Terekam E-KTP Disdukcapil Sasar Kampus DENPASAR-Fajar Bali Hingga memasuki minggu pertama bulan Desember ini, perekaman KTP elektronik (E-KTP) di Denpasar untuk menindaklanjuti program nasional masih berjalan. Saat ini (bulan Desember), sudah tercatat 319,978 warga yang datanya terekaman E- KTP (86,97) persen. Sebanyak 47 ribu warga lebih harus menunggu proses perekaman selanjutnya. Hal itu diakui Kabid Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar, Nyoman Suarjana, ketika dikon irmasi Rabu (5/12) kemarin. Dikatakan, saat ini proses perekaman E KTP masih terus berjalan. Sebagai upaya percepatan pihaknya hendak menyasar kalangan kampus. “Sudah ada beberapa kampus yang kita datangi, di antaranya Universitas Udayana (Unud), Warmadewa, ISI Denpasar serta Undiknas,” papar Suarjana, seraya menambahkan, untuk di kampus Unud akan didatangi pada tanggal 10-14 Desember 2012. Kemudian Warmadewa 17-21 Desember 2012, Undiknas masih menyusul karena harus menyesuaikan jadwal kegiatan dengan kampus tersebut. Pihaknya juga menyasar kalangan banjar dengan menurunkan tiga unit mesin perekam E-KTP. “Jumlah yang sudah terekam saat ini mencapai 86,97 persen, atau sekitar 319,978 warga, untuk target yang harus kita rekam datanya di Denpasar sebanyak 367,908 warga,” urainya. Menyinggung puluhan ribu lembar E-KTP yang sudah diterima masing-masing kecamatan di Denpasar, hampir sebagian besar harus dikembalikan, mengingat belum lengkap dengan tidak terteranya nama lingkungan atau dusun yang bersangkutan. “Kita sudah bawa nama-nama E-KTP yang dicetak belum lengkap ke Jakarta pada tanggal 8-9 Nopember 2012, ada dua dus list nama-nama warga yang tidak tertera alamat lengkap. Pusat berjanji akan segera memperbaikinya dan akan dikirim lagi ke kita,” ungkapnya. Meski demikian, dalam sebulan terakhir ini, E-KTP yang dikirim oleh pusat ke Denpasar sudah menunjukkan adanya perbaikan. Fisik E-KTP yang dikirim sudah dilengkapi dengan nama lingkungan atau dusun masing-masing pemegang kartu. “Sekitar 10 persen E-KTP yang sudah lengkap,” paparnya, sembari menjelaskan prosedur pembagian E-KTP ini akan menggunakan sistem sidik jari. Artinya, calon pemegang kartu yang bersangkutan diminta menempelkan jarinya pada alat yang tersedia. “Jika benar, maka nanti keluar nama yang bersangkutan, jika tidak sebaliknya tidak keluar namanya,” tandas Suarjana. R-004

Disnaker Siapkan Database Pengangguran

Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kepala BPM Pemdes Kota Denpasar, Made Mertajaya mengunjungi Pasar Desa Intaran, Sanur, Denpasar Selatan, sekaligus menyerahkan bantuan 50 Troly dan 1572 Clemek kepada pengelola pasar setempat.

Tingkatkan Kapasitas dan Kemampuan Pedagang Kecil

Walikota Rai Mantra Serahkan Bantuan Troly DENPASAR-Fajar Bali Dalam rangka revitalisasi pasar tradisional yang merupakan salah satu program strategis Pemkot Denpasar, tidak saja melakukan pembenahan pada isik pasar namun juga meningkatkan SDM para pengelola dan pedagang pasar. Dengan demikian, kemampuan, serta kapasitas para pedagang kecil dalam meningkatkan pendapatan yang sentralisasinya terdapat di Pasar Desa dapat bersaing dengan pasar modern. Demikian halnya, pengelolaan pasar tradisional menjadi lebih bersih. Kesan becek dan kumuh yang sering melekat pada pasar tradisional dapat dihindari. Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, menegaskan hal itu saat mengunjungi Pasar Desa Intaran, Sanur, Denpasar Selatan, sekaligus menyerahkan bantuan 50 Troly dan 1572 Clemek kepada Pengelola Pasar Intaran Desa Pekraman Intaran Sanur, Rabu (5/12) kemarin. Pasar Desa Intaran yang baru saja

direvitalisasi secara swadaya oleh Desa Setempat, kini sudah menjelma menjadi pasar yang bersih dan sehat, serta sangat representatif. Inisiatif Bendesa Adat Intaran sangat tepat tidak saja memperbaiki bangunan, dan pengelolaan kebersihan, namun dalam meningkatkan pendapatan para pedagang juga dilakukan peningkatan pengetahuan cara-cara berjualan yang simpel dan humanis, yang nantinya mampu membawa dampak pada citra dan penjualan para pedagang. “Untuk mewujudkan pasar bersih tidak mudah, namun setelah berjalan seperti di Pasar Agung dan Pasar Sindhu dapat membawa dampak pada peningkatan pendapatan para pedagang,” ujar Rai Mantra. Untuk memberdayakan pasar tradisional, lanjut Rai Mantra, pihaknya akan terus melakukan program revitalisasi pasar desa. Sehingga diharapkan seluruh desa dapat memiliki Pasar

Tradisional yang bersih, sehat dan segar, serta dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan pedagangpedagang kecil. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM Pemdes) Kota Denpasar, Made Mertajaya mengatakan, tidak hanya melakukan kegiatan pemberdayaan saja, namun secara berkesinambungan setiap tahunnya melaksanakan Festival Pasar Desa yang nantinya diharapkan dapat menciptakan pasar Sapta Pesona. Hal ini tidak terlepas dari adanya dorongan untuk memposisikan Pasar Tradisional sebagai tourist destination sehingga program revitalisasi Pasar Tradisional yang selama ini sedang berlangsung akan secara perlahanlahan membangun kesadaran publik khususnya pelaku pasar, untuk mampu berbenah dalam hal tata kelola dan tata cara laksana pasar menjadi lebih baik. Pada kesempatan ini pihaknya juga

melakukan pemberdayaan kepada pedagang pasar dan pengelola dengan menyerahkan 1572 clemek dan pakaian kerja bagi para pedagang di lima pasar desa, serta menyerahkan 25 troly barang, 25 troly belanja, dan pelangkiran 150 buah di Pasar Intaran. Kepala Pasar Intaran, Wayan Warta mengatakan revitalisasi Pasar Intaran sesuai dengan komitmen Bendesa Adat Intaran untuk merangkul pedagang pasar lokal di Desa setempat. Saat ini menurut Warta Pasar Intaran dengan luas 40 are dilakukan revitalisasi pasar pada april 2011, serta grand opening 3 Juli 2012 lalu. Dengan jumlah pedagang lapak 168 orang, kios 40 kios, dan kios di luar pasar sebanyak 22 kios. Revitalisasi Pasar Intaran membawa dampak pada peningkatan kunjungan masyarakat untuk berbelanja di Pasar Intaran. Diharapkan Pasar Intaran mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di Desa Intaran. @Car

DENPASAR-Fajar Bali Guna mempersiapkan penyusunan database tenaga kerja yang masih menganggur di Kota Denpasar, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Denpasar bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud) melakukan survei sekaligus mendata tenaga kerja yang nganggur di 43 desa/kelurahan yang tersebar di empat kecamatan. Bahkan, survei tenaga kerja ini sudah dilakukan sejak Juli hingga Desember ini. “Survei ini bertujuan untuk mengetahui jumlah tenaga kerja yang belum bekerja di masing-masing desa/kelurahan,” ungkap Kadisnakertransos Kota Denpasar, I Made Erwin Suryadarma Sena, SE., M.Si., Rabu (5/12) kemarin. Hanya saja, hasil survei masih harus diseminarkan untuk menggali masukan terkait akurasi data pengangguran untuk dimasukkan dalam buku database. Pejabat asal Desa Beratan, Buleleng ini mengakui, penyediaan database pencari kerja ini, dinilai sangat penting untuk mengetahui jumlah pencari kerja di masing-masing desa/ kelurahan berdasarkan nama dan alamat yang sudah dicatat. Selain untuk mengetahui tingkat pendidikan, keterampilan yang dimiliki dan keinginan masyarakat untuk bekerja di sektor apa. Berdasarkan inilah akan diketahui hasil survei pencari kerja di Kota Denpasar, sehingga disusun sebuah buku tentang database ketenagakerjaan di Kota Denpasar. “Selama ini jumlah pencari kerja tidak diketahui secara pasti. Namun yang tercatat di Disnakertransos adalah yang mencari kartu kuning saja. Sehingga program ini sangat penting bagi kami untuk membuat program community collage,” jelas mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar ini. Dengan adanya database pencari kerja di Disnakertransos Kota Denpasar maka memudahkan melakukan kegiatan. Terutama menggelar pelatihan terhadap potensi pencari kerja yang ada di masing-masing desa/kelurahan. Apalagi, pencari kerja di Kota Denpasar cukup banyak dan antusias masyarakat mencari pekerjaan terlihat setiap pelaksanaan job fair, seperti yang digelar di taman Kota Lumintang, Denpasar Utara, belum lama ini. Di samping itu, dapat diketahui keinginan pencari kerja apakah mereka ingin bekerja di sektor formal maupun informal. “Data-data seperti itu akan mempermudah dalam melakukan pelatihan sesuai keinginan percari kerja itu sendiri,” pungkas Erwin. R-004

P2B Garap Tempat Baru

Walikota Rai Mantra Serahkan Dana Hibah Kepada Masyarakat DENPASAR-Fajar Bali Bantuan dana hibah kepada kelompok masyarakat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar diharapkan dapat bermanfaat sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat serta diharapkan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Oleh karena itu semua elemen mulai dari Bendesa Adat, Camat, Kades/ Lurah, Kelian Banjar dapat secara bersama-sama Pemerintah Kota Denpasar, untuk ikut melakukan Waskat yakni pengawasan melekat terhadap penggunaan dana hibah yang diterima oleh kelompok masyarakat. Penegasan itu diungkapkan Walikota IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat menyerahkan secara simbolis dana hibah kepada Masyarakat penerima, Selasa (4/12) di ruang pertemuan Praja Utama Kantor Walikota Denpasar. Dijelaskan, pengajuan proposal dana hibah yang mengalami perubahan peraturan dari Permendagri No.32 Tahun 2011, menjadi Permendagri 39 Tahun 2012, harus terus disosialisasi-

Walikota, IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram, saat menyerahkan dana hibah secara simbolis kepada masyarakat. kan kepada masyarakat, sehingga dapat mengetahui prosedur penggunaan dana daerah, dan tidak terjadi penyimpangan dana dalam bentuk hibah. Karenanya, Rai Mantra mengharapkan, masyarakat melaksanakan peraturan ini secara baik, sehingga dapat mewujudkan tatakelola pemerintahan dan tata kelola

keuangan yang baik. Pada kesempatan tersebut Rai Mantra juga mohon maaf kepada masyarakat atas keterlambatan cairnya dana hibah kali ini. Hal ini berkaitan dengan aturan yang tidak bisa dihindari, serta disesuaikan dengan prosedur yang berlaku saat ini. “Jika ada masyarakat yang belum jelas

terhadap aturan baru ini, diharapkan dapat melakukan koordinasi dan komunikasi kepada Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar. Kami mohon maaf atas keterlambatan cairnya bantuan ini, karena ini memerlukan kehati-hatian dan ketelitian serta ada aturan baru dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian

Dalam Negeri dan berlaku untuk seluruh Indonesia,” tandas Rai Mantra. Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram, mengatakan dalam Permendagri 39 Tahun 2012 disebutkan tata cara penganggaran, pelaksanaan, pertanggungjawaban, evaluasi dan monitoring dana hibah dan bantuan sosial. Hal ini juga telah diatur dalam Peraturan Walikota No.34 Tahun 2011 tentang tata cara penganggaran dana bantuan sosial dan dana hibah di Lingkungan Pemkot Denpasar. Hal ini bertujuan untuk melaksanakan tertib administrasi, dan transparansi yang sesuai dengan arah reformasi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Saat ini menurut Ngurah Mataram banyak kasus yang tersangkut masalah hukum berkaitan dengan penyalahgunaan keuangan daerah. “Kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat harus jelas organisasinya, kepanitiaan, serta kesekretariatan serta pertanggungjawabannya. Sehingga pemberian uang hibah ini dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Ngurah Mataram. @Car

DENPASAR - Fajar Bali Para pedagang lokal di kawasan terminal domestik eksisting Bandara Internasional Ngurah Rai Bali yang notabene telah melalui proses lelang sebentar lagi akan berpindah. Bahkan para konsesioner ini juga telah memikirkan desain ruangan yang akan ditempati mereka masing-masing. Namun waktu relokasi ini hanya dibatasi selama dua minggu dengan alasan tidak ingin mengganggu operasional bandara. Ketua Paguyuban Pedagang Bandara (P2B) Ngurah Rai Bali I Wayan Sukses mengungkapkan, selama 2 hari (4 dan 5) Desember 2012 merupakan jadwal untuk penentuan gambar serta teknis pengerjaan penataan tempat nanti. “Jadi penataan sudah dimulai dari saat ini hingga dua minggu kedepan,” jelasnya saat ditemui di area Kantor Proyek Pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali (PPBIB) Rabu kemarin (5/12). Sukses menjelaskan, dari hasil koordinasi dengan pihak PT. Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, dalam waktu dua minggu ini para pedagang diberikan kesempatan penuh melakukan penataan selama 24 jam. Tapi kalau dua Minggu ini sudah habis, jadi pengerjaan dibatasi pada jam malam saat aktivitas pengguna bandara tidak terlalu krodit. Ia mengakui, kini pihaknya telah menyerahkan nama-nama pekerja yang digunakan dalam pengerjaan masing-masing ruang. “Tak ada pembatasan jumlah tenaga buruh dalam hal ini,” tegasnya. Sukses mengungkapkan, terdapat 27 CV (anggota P2B) yang telah positif mendapatkan ruang baru sementara di kawasan terminal Pier dengan luasan yang beraneka. Dari yang hanya 4,5 meter persegi hingga 50 meter persegi. Namun sayangnya hingga penempatan ini, ada 10 CV yang belum pasti nasibnya seperti apa. “Kami masih mengharapkan agar sisanya ini dapat tetap bisa melakukan aktivitasnya. Walaupun misalnya diberikan tempat hanya di koridor saja. Soalnya kami berkomitmen, meski terjadi relokasi sementara kami tak akan memberhentikan karyawan kami,” tegas Sukses. Dirinya juga meminta jangan ada lelang lagi. Karena pihaknya takut bila nanti akan ada pengusaha luar yang masuk dan bersaing dengan kami memperebutkan tempat. M-001


daerah

4 DKP Bantah TPA Butus Tebar Bau Diantisipasi Butox dan EM-4

APBD 2013 Belum Ditetapkan

Tahun Depan Kapal Roro Terancam “Nongkrong” Memasuki akhir tahun 2012, operasional Kapal Roro Nusa Jaya Abadi mulai menjadi perbincangan. Satusatunya alat transportasi menuju ke Nusa Penida milik Pemkab Klungkung tersebut terancam tidak dapat beroperasi, lantaran proses tender terganjal APBD 2013 yang belum disahkan.

I Made Suama AMLAPURA-Fajar Bali Isu TPA Butus menebar bau busuk akibat overlood produksi dibantah Kadis Kebersihan dan Pertamanan I Made Suama, SH. Menurutnya saat ditemui, Rabu (5/12), masalah antisipasi bau busuk sampah di TPA Butus sudah dilakukan jauh sebelumnya bahkan sebelum saat-saat penilaian Adipura. Mengenai overlood kapasitas juga sudah diantisipasi dengan berbagai cara dan tehnik seperti Tehnik Sanitasi Landfill, Pengolahan sampah langsung antara organik dan anorganik seperti plastik yang sudah ada kerjasama penjualan dengan pihak rekanan di Surabaya. Disamping itu yang lebih prospektif menyangkut penanganan sampah adalah dengan diaturnya didalam aturan perundangan yakni UU 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, dimana diarahkan untuk melakukan sistim pengolahan sampah dari sumbernya. Terkait antisipasi Bau selama ini digunakan obat Butox untuk membunuh semut dan lalat serta tehnologi EM-4 untuk menghilangkan bau. Latar belakang digunakanya penangkal bau mengingat sebelum adanya penggunan obat tersebut terjadi efek lingkungan dimana dari adanya bau sampah itu muncul hama Nyungah yang merusak pucuk pohonkelapa sehingga membuat komplin masyarakat karena banyak pohon kelapa menjadi korban. Untuk TPA Butus yang memiliki luas 2 Ha kedepan memang sudah harus diantisipasi kemungkinan terjadi overlood capasity, sehingga segera ditempuh langkah mendorong adanya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) seperti di Sengkidu dsb yang sudah berfungsi efektif dalam pengelolaan sampah. Untuk tahun 2013 direncanakan bakal diabangun TPST sebanyak 3 lokasi antara lain di Desa Culik, Kecamatan Abang, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem dan Desa Tulamben Kecamatan Kubu. Bahkan jika sudah terbukti ada relawan sampah yang beraktifitas di desa-desa juga bakal diberikan bantuan sepeda motor Kaisar sesuai kemampuan sehinggga pengangkutan sampah masyarakat desa lebih lancar dan terkelola dengan baik. Setiap hari sampah yang masuk ke TPA Butus sekitar 125m3 ditunjang armada kendaran 13 truck, 3 kendaraan roda tiga dan 1 kijang pick up seta pasukan kuning seluruhnya 467 orang. Hingga kini Amlapura sudah berhasil memperoleh penghargan Adipura 5 kali berturut-turut sehingga programpenanganan kebersihan terutama sampah perlu dilakukan secara melembaga didukung masyarakat luas. @hm

Agung Resort Tulamben Disegel

AMLAPURA-Fajar Bali Langkah tegas diambil Tim Yustisi Pemkab Karangasem dengan menyegel Hotel Agung Resort di Pantai Batudawa, Desa Tulamben, Kubu, yang terbukti beroperasi tanpa ijin. Tim yang dipimpin Asisten I Setda Karangasem, Ketut Wage Saputra, Rabu (5/12) mendatangi hotel milik Haspal Yoseph, investor asal Republik Ceko. Di lokasi tim hanya diterima sejumlah karyawan, sementara sang pemilik sedang tidak di tempat. Meski sudah beroperasi selama dua tahun ternyata hasil penyelidikan tim yustisi menunjukan Agung Resort tidak melengkapi izin baik IMB hingga izin operasional. Asisten I, Ketut Wage Saputra didampingi Kepala Satpol PP IB Suryadarma, menegaskan pihaknya mengambil tindakan agar kedepan tidak terulang kejadian serupa. “Pemkab Karangasem memang mendorong partisipasi investor untuk menanamkan modal tetapi juga harus mematuhi aturan,”pungkasnya. Manager hotel I Ketut Sukiasa, yang sempat dihubungi tim melalui telepon mengakui hotel bersangkutan belum berijin. Pihaknya berkilah sedang mengurus namun belum kelar. Meski sudah diputuskan disegel namun tim yustisi masih memberi tenggang waktu bagi pengelola untuk menutup sementara usahanya sampai semua izin kelar. M-002

Gapura Desa

FAJAR BALI Kamis, 6 Desember 2012, Tahun XIII

SEMARAPURA-Fajar Bali Kepala Dinas Perhubungan, Nengah Sukasta, Rabu (5/12) kemarin, menyatakan kegalauanya terkait operasional kapal roro tersebut. Satu-satunya jalan yang dapat ditempuh agar dapat mengoperasikan kapal Roro, hanya melalui kebijakan pemerintah kabupaten beserta unsur muspida. Sukasta menjelaskan, proses tender kapal roro membutuhkan waktu selama 60 hari, dan tender baru dapat dilakukan apabila APDB 2013 telah disahkan. Say-

angnya, hingga kini APBD 2013 belum juga disahkan, sehingga proses tender tidak dapat dilakukan. Dampaknya, operasional Kapal Roro Nusa Jaya Abadi per tanggal 1 Januari 2013 terancam tidak dapat dilakukan. Di tahun-tahun sebelumnya, proses tender memang masih dapat dilakukan meskipun APBD belum disahkan, dan lantaran kini perpijak pada Kepres nomor 70 tahun 2012 yang menyatakan proses tender baru dapat dilakukan setalah APBD ditetapkan, membuat pihak Dishub tidak

Dispenda Optimis Target 2012 Terlampaui AMLAPURA-Fajar Bali Dispenda Kab Karangasem merasa optimis pencapaian target 2012 bakal terlampaui. Indikasi tersebut sudah nampak dari laporan per bulan Nopember 2012 sudah tercapai 96,20 % atau sekitar Rp. 125.312.309.363,94 atau tersisa sekitar Rp. 4.956.482.457,77 untuk dapat mencapai titik tertinggi 100%. Kadispenda Ir. I Gede Adnya Mulyadi, MM, Rabu (5/12) di Amlapura mengatakan, sebagian besar target PAD sesuai catatan indikasi Nopember telah mencapai angka 100% bahkan ada yang over target. Namun disisi lain juga masih ada unit-unit penggali PAD relatif jauh dari prosentase pencapaian seperti RSUD misalnya juga perlu digenjot sampai akhir tahun ini. Untuk itu ihaknya bersama seluruh jajaran dan SKPD bersinergi saling membantu untuk bisa memenuhi amanat pencapaian target PAD sebagaimana dicantumkan didalam APBD Perubahan. Pencapaian PAD hingga saat ini antara lain ditopang

oleh sektor-sektor seperti Pajak Daerah sebesar Rp. 84,310.624.865,15 atau 99,31% terdiri dari Pajak Hotel, Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), Parkir, Air Bawah Tanah, Sarang Burung Walet, BPHTB. Sementara komponen Retribusi sebesar Rp. 8.566.815.095,73 atau 101,08 % dengan komponen Retribusi Jasa umum, Usaha Jasa dan Perijinan tertentu, komponen Hasil Perusahan Daerah sebesar Rp. 11.470.517.396,72 atau 100%, komponen Lain-Lain Pendapatan yang Sah sebesar Rp. 20.964.352.006,34 atau 82,46% dengan rincian Hasil Pendapatan Aset Daerah, Jasa Giro, Tuntutan Ganti Rugi Daerah, Komisi, Potongan dan Selisih Nilai Tukar Rupiah, Pendpatan Denda, Pendapatan dari Pengembalian, Penerimaan Lain-Lain, Pendapatan dari BLUD, Dana Perimbangan serta Lain-Lain Pendapatan yang Sah Pendapatan Hibah sebesar Rp. 2.515.308.700 atau 584,96%. @hm

BANGLI-Fajar Bali Anjing liar yang senantiasa menjadi momok masyarakat, terkait ancaman rabies hingga kini masih memakan korban. Dalam rentang waktu sehari saja , tiga warga masyarakat Bangli menjadi korban gigitan anjing liar. Karena tidak mau mengambil resiko ketiga korban dibawa berobat ke RSUD Bangli Ketiga korban gigitan anjing liar itu yakni , Sang ayu Jumu (60) , Sang Ayu Sukarni (28) keduanya asal Banjar Penatahan dan Made Lejeg (70) asal Kayuambua ,

Susut Bangli . Menurut tim medis yang menangani para korban , ketiganya sudah mendapat asupan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan khusus untuk kasus yang terjadi di Banjar penatahan pihak RSUD Bnagli telah melakukan kordinasi dengan pihak Dinas Peternakan dan Perikanan (P2) , pasalnya kedua korban digit oleh anjing yang sama “ Kalau dilihat sangat rentan anjing yang menggigit korban terkontaminasi rabies , makanya kita me;lakukan kordinasi dengan pihak Dinas P2 “ ujarnya. W-002

Kembali Warga Digigit Anjing Liar

dapat berbuat banyak. Kalaupun, APBD dapat disahkan pada pertengahan bulan Desember 2012, proses tender juga dipastikan akan terlambat, karena kurang dari 60 hari, dan selama itu kapal roro mungkin tidak dapat beroperasi. Satu-satunya solusi alternatif yang dapat ditempuh agar Kapal Roro dapat beroperasi, menurut Sukasta adalah harus ada kebijakan pemerintah ataupun muspida. Jika tidak ada kebijakan, maka Kapal Roro tidak dapat beroperasi. “Tidak ada solusi selain kebijakan, kerana dari aturan sudah melanggar. Untuk ke depan, yakni tahun 2014, saya berharap APBD dapat ditetapkan lebih awal, pertengahan Oktober 2013 untuk menyikapi operasional Roro karena ini menyangkut pelayanan publik,” terang Sukasta. Untuk tahun 2013,

anggaran yang diajukan untuk Kapal Roro adalah sebesar 4,5 miliyar. Biaya sebesar itu diantaranya digunakan untuk biaya operasional, docking, pembelian BBM, oli, asuransi, spare part, serta air tawar. Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, I Ketut Janapria ketika dikonfirmasi mengakui prihal ancaman yang sedang dihadapi terkait operasional Kapal Roro. Mengenai hal tersebut, Janapria mengaku sudah bersurat ke pihak Kejaksaan, dan Kejaksaan menjawab agar Pemda mengikuti aturan yang ada. Sejalan dengan alternatif yang diusulkan oleh Sukasta, Janapria juga memandang bahwa perlu adanya kebijakan pimpinan dan juga unsur muspida untuk mencari jalan keluar mengenai operasional kapal roro. “Kalau menurut saya pribadi ada dua opsi yang dapat

ditempuh yakni, jalankan proses tender itu, jika belum selesai per 1 Desember, maka buatkan surat perintah apakah dari kepala dinas atau pejabat kepada yang mengoperasikan kapal roro agar tetap mengoperasikan roro sampai ditetapkan pemenang. Opsi kedua, jalankan sesuai aturan tunggu penetapan APBD tetapi tetap terbitkan surat itu, tunggu waktu pengoperasiannya,” jelas Janapria. Seandainya pun kedua opsi tersebut dapat dipertimbangkan oleh unsur muspida, namun menurut Janapria itu hanyalah penyelesaian jangka pendek. Kelak, agar tidak terulang masalah yang sama setiap tahunya, Janapria berharap proses tender Kapal Roro dapat dilakukan secara mulitiyears, atapun bekerjasama dengan pihak ketiga. W-019

Bupati I Wayan Candra Ketika Melakukan Sidak di Pasar Galiran

Bupati Candra Gregetan Ingin Pasar Cepat Selesai

SEMARAPURA-Fajar Bali Memasuki akhir tahun 2012, Bupati Klungkung I Wayan Candra didampingi Ketua DPRD Klungkung A.A Gde Anom, Kepala Bappeda, I Nengah Wijana, Kepala Dinas Perindagkop, Nengah Becik, Kapala Dinas PU Ir. A.A. Ngurah Agung, Kabag Pembangunan Ir. I Gusti Nyoman Supartana serta instansi terkait lainnya melakukan sidak bangunan di empat lokasi berbeda, Selasa (4/12) Kemarin. Sidak pertama yang dilakukan oleh Bupati Candra beserta rombongan menyasar proyek pasar Galiran, dilanjutkan ke proyek pembangunan UGD RSUD Klungkung, kemudian Proyek pembangunan Jembatan penghubung Desa Aan dan Manduang, serta berakhir pada Proyek pembangunan Puskesmas Gel-gel. Dari keseluruhan proyek tersebut kendala yang dihadapi nyaris serupa, yaitu kurangnya tenaga kerja di lapangan, serta banyaknya tenaga kerja yang tidak bekerja karena berdekatan dengan hari raya. Untuk proyek

pembangunan di RSUD Klungkung, kendala yang dihadapi lebih banyak, karena harus membongkar bangunan lama yang letaknya di lingkungan rumah sakit yang notabene aktivitas petugas pelayanan kesehatan dan para pengunjung sangat tinggi, sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat dan para pekerja proyek dalam melakukan pekerjaannya. Jam lembur pengerjaan yang sedikit juga mengurangi kelancaran pengerjaan proyek karena dianggap dapat mengganggu masa istirahat dan privasi pasien. Dalam komentarnya Bupati Candra menyampaikan bahwa baru kali pertama secara langsung melakukan sidak bersama Ketua DPRD dengan tujuan untuk melihat bersama secara terbuka bagaimana perkembangan proyek. Dengan demikian, diharapkan eksekutif dan legislatif agar mengawasi apa yang telah dianggarkan dengan apa yang sudah dilaksanakan tanpa ada yang di tutup-tutupi. Bupati Candra me-

nyoroti mengenai proyek Pasar Galiran, yang mana esekutif dan legislatif sama-sama memiliki kepentingan agar para pedagang dapat segera menikmati keberadaan pasar ini. “Dari beberapa kali sidak kami sudah melihat perkembangan yang luar biasa, tapi masih ada kekurangan, diharapkan pengerjaan dipercepat sehingga sesuai dengan waktu yang ditentukan serta kami harapkan kepada para Konsultan pelaksana dan jajaran kami untuk mengontrol, sehingga anggaran yang telah di anggarkan bisa terserap bagaimanapun caranya pasti ada solusi, kami melihat adanya kekurangan tenaga kerja sehingga perlu ditambah agar tahun 2013 pedagang pasar sudah bisa memanfaatkan pasar ini, tentunya didahului dengan upacara-upacara keagamaan” terang Bupati Candra. Ia juga telah berkomitmen supaya semua proyek pembangunan dapat rampung sebelum akhir masa jabatannya demi kepentingan masyarakat Klungkung. @diah

Sangga Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa

Sekaa Teruna Diharapkan Jadi Benteng Pelestarian Budaya

Walikota IB Rai Mantra saat mendampingi tim penilai lomba Sekaa teruna tingkat provinsi Bali, yang menilai ST Dharma Cantih sebagai duta Kota Denpasar.

WALIKOTA Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra menyebut pembinaan terhadap generasi muda, termasuk bagi kalangan anggota sekaa teruna sepatutnya dilakukan secara berkesinambungan. Bukan saja pembinaan dalam usaha meraih juara pada ajang lomba, tetapi pembinaan itu sesering mungkin dilakukan. Apalagi penilaian yang dilaksanakan oleh tim dibarengi dengan memberikan arahan atau pembinaan agar kedepan tidak terjadi kesalahan baik dalam bidang administrasi maupun pencerahan di bidang mental dan moral anggota sekaa teruna. Bahkan, orang nomor satu di Pemkot Denpasar ini mengharapkan para generasi muda dapat lebih berperan aktif dalam pembangunan, serta selanjutnya generasi muda khususnya sekaa

teruna dapat menjadi benteng dalam melestarikan agama, adat istiadat dan budaya Bali. Hal itu ditegaskan Rai Manatra saat Penilaian Sekaa Teruna Dharma Cantih, Banjar Pande, Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (5/12) oleh Tim Penilai Loma Sekaa Teruna Tingkat Provinsi Bali. Sekaa Teruna Dharma Cantih ini merupakan Duta Kota Denpasar pada lomba Sekaa Teruna Provinsi Bali. Pada penilaian ini juga hadir, Camat Densel, AA Gede Risnawan, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, I Gst. Ngurah Mataram, DPRD Provinsi Bali I Gusti Putu Budiartha beserta warga banjar setempat. Dalam sebuah lomba, lanjut Rai Mantra, bukan saja bertujuan mencari kekurangan pada kelengkapan admin-

istrasi maupun minimnya program kerja yang dilaksanakan. Lebih dari itu dalam penilaian yang menurunkan tim dari berbagai instansi terkait perlu dilakukan pembinaan langsung demi perbaikan bila terjadi kekurangan. Tim Penilai Propinsi Bali yang dipimpin Dewa Putu Eka Wijaya Wardana, mengatakan lomba ini sangat berarti dalam mengajegkan Bali, di samping sebagai sarana melestarikan tradisi dan kebudayaan Bali. Lomba Sekaa Teruna tingkat Provinsi Bali ini menurutnya bukan hanya untuk mencari juara namun guna meningkatkan kemampuan para pemuda untuk melestarikan kebudayaan Bali sehingga mampu mempersiapkan diri menghadapi era globalisasi dan era reformasi. “Kami tidak menyangka ada pembuat sekal-

igus pengerajut pis bolong, ini langka dan kami temui di Banajar Pande,” ujar Dewa Eka. Ketua Sekaa Teruna Dharma Cantih, Made Dwi Hermantara mengatakan, terkait dengan melestarikan kebudayaan, pihaknya telah melakukan berbagai aktivitas, guna menyaring semua budaya asing yang masuk. Kehadiran tim penilai sebelum melakukan penilaian bidang administrasi, organisasi dan aktivitas anggota sekaa teruna, terlebih dahulu tim penilai melihat secara langsung aktivitas anggota sekaa teruna Dharma Cantih dalam bentuk pameran. Saat pameran tim penilai dipertunjukan kegiatan mejejahitan, membuat Tapel Ogoh-ogoh, membuat kerajinan pis bolong dan kerajinan tangan lainnya. (*Carmyaka-Denpasar)


daerah

FAJAR BALI Kamis, 6 Desember 2012, Tahun XIII

5

Dermaga MB II Ketapang Ambruk

Akibat ambruknya, dermaga Movable Bridge II (MB II) di Pelabuhan Ketapang,Banyuwangi, membuat terjadinya antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (4/12) sore hingga malam lalu. Ambruknya salah satu dermaga di Pelabuhan Ketapang itu, akibat truk tronton EA 8670 A yang dikemudikan Suwarno (34) asal Sidoarjo Jawa Timur terguling ketika keluar dari KMP Citra Mandala Sakti. Namun dalam kejadian itu, tak sampai menelan korban jiwa.

Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Mengular

NEGARA-Fajar Bali Ketika dikonfirmasi Rabu (5/12) kemarin, Kepala Cabang PT ASDP Ketapang Waspada Heruwanto mengatakan jembatan tersebut terlalu sering dilintasi kendaraan yang tonasi lebih, sehingga diduga dermaga tersebut mengalami kerusakan. Jembatan dermaga tersebut, dibangun pada tahun 1997. Untuk sementara, jembatan dermaga itu belum dapat dipergunakan dan diperkirakan akan sampai empat hari. Kondisi ini jelas membuat penyeberangan Ketapang Gilimanuk sedikit terganggu. Bahkan pada Selasa (4/12) malam kemarin di Pelabuhan Gilimanuk, terjadi antrean. Panjangan antrean yang terjadi, dari hasil pantauan

pada Selasa malam, sampai meluber dari Pelabuhan Gilimanuk. Namun kondisi itu, dapat diatasi. Dari pengamatan Rabu pagi kemarin kondisinya sudah mulai normal kembali. Salah seorang pengemudi Mat Solar berharap pelabuhan yang rusak di Ketapang segera diperbaiki, supaya tidak terjadi antrean di Pelabuhan Gilimanuk. Di tempat terpisah, Manajer Operasional Gilimanuk, Wahyudi Susianto ketika dikonfirmasi Rabu kemarin mengatakan sekarang ini hanya lima dermaga yang dapat dipergunakan. Sebelumnya di Pelabuhan Gilimanuk terdapat enam dermaga, yakni tiga dermaga pontoon dan tiga dermaga LCM.

Pihakanya, sementara ini tak mempergunakan dermaga MB II, sambil menunggu perbaikan di Pelabuhan Ketapang rampung. Pihaknya berusaha melakukan pelayanan yang maksimal. Pada malam hari, biasanya terjadi adanya peningkatan kendaraan yang hendak melakukan penyeberangan, khususu kendaraan truk. Berbeda pada siang hari, kondisinya masih berjalan normal. “Untuk sementara ini, kami juga mengurangi pengoperasian kapal,” ujarnya. Untuk saat ini, pada dermaga pontoon dikurangi untuk 10 kapal. Berbeda dengan sebelumnya, dermaga ponton mendapat 12 unit kapal dan LCM sebanyak 15 unit kapal. W-003 Antrean yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (4/12) malam.

Pojok Desa Jalan di Pangkung Languan Mekar Tertimbun Longsor

Upah 35 Seka Joged Bumbung MURI Belum Cair TABANAN-Fajar Bali 35 Seka Joged Bumbung yang unjuk kebolehan dalam HUT Kota Tabanan ke-519 dan meraih rekor MURI ( Museum Rekor Dunia Indonesia ) hanya bias gigit jar. Pasalnya pasca pentas tanggal 29 November lalu, hingga Rabu (5/12) kemarin belum menerima upah. Yang paling membuat para Seka Joged ini miris, upah pentas yang dijanjikan sebelumnya Rp 3 Juta akan dibayar pada bulan

Pebruari 2013 mendatang. Dan itupun harus diawali dengan penyetoran proposal. Seperti yang diungkapkan salah satu pengurus seka jogged di Tabanan, Rabu (5/12) kemarin. “Untuk tampil dalam perayaan HUT Kota kami dijanjikan upah 3 juta, namun sampai sekarang belum dibayar,” ucapnya sembari mewanti-wanti namanya agar tidak di-media-kan. Namun usai pentas diumumkan bahwa dana tersebut baru akan

direalisasikan pada Pebruari 2013 mendatang. “Kami disuruh membuat proposal dan dijanjikan akan cair bulan Pebruari, uang itu katanya upah joged sekaligus dana pembinaan,” jelasnya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tabanan I Wayan Adnyana yang dihubungi mengaku tidak tahu mengenai upah jogged missal yang pentas di HUT Kota Tabanan. Mantan Kadisdikmudpora ini

mengatakan pihaknya hanya menangani masalah teknis penyelenggaranya saja. “Disbudpar hanya masalah teknis penyelenggaran saja, mengenai soal upah, apa segala macam itu ada di bagian Tapem (Tata Pemerintahan, red),” ucap Adnyana. Sementara Kabag Tapem, AA. Satria Tenaya saat dikonfirmasi telpon sempat kelabakan. “Coba nanti saya tanyakan dulu ke Pak Sekda,”jelasnya dari balik telpon. W-004

200 KK Calon Transmigran Tabanan Masuk Daftar Tunggu

TABANAN-Fajar Bali Pasca dilepasnya 25 KK Transmigran asal Kabupaten Tabanan ke Desa Tolihe, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Propinsi Sulawesi Tenggara, ternyata masih ada 200 KK yang harus bersabar dan masuk daftar tunggu. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tabanan, Tjokorda Alit Juli, Rabu (5/12) kemarin menjelaskan, dari 200 KK tersebut kemungkinan tidak semuanya yang akan diberangkatkan pada tahun 2013. Karena quota yang ada di propinsi hanya 50 KK. Quota 50 tersebut akan dibagi lagi dengan kabupaten- kota yang ada di Bali. “Kemungkinan kita mendapatkan 25 KK,” jelasnya. Dari 10

kecamatan yang ada, Kecamatan Pupuan yang paling banyak mengirim transmigran, disusul Penebel, Baturiti, Selemadeg dan Kediri. “Rata-rata mereka ingin merubah nasib agar kehidupan ekonomi lebih baik,” jelasnya. Pihaknya selaku leading sektor pengiriman transmigrasi, akan terus memantau perkembangan para transmigran yang diberangkatkan ke tempat tujuan. “Kami tidak lepas tangan begitu saja. Kami terus melakukan komunikasi apalagi sekarang sudah ada HP, Jadi permasalahan yang ditemukan warga kita di tempat transmigrasi bisa cepat dicarikan solusi,” terangnya. Tidak itu saja, warga yang beru berangkat, juga akan diberikan informasi

mengenai warga Bali yang sudah ada duluan di wilayah setempat namun lokasinya berjauhan. “Komunikasi antar transmigran sangatlah penting, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya. Pihaknya akan terus memantau perkembangan para transmigran sehingga mereka nyaman dan betah tinggal di daerah baru. “Selama ini, belum ada transmigran yang pulang paksa karena tidak betah di daerah transmigrasi,” terangnya. Perlu diketahui, untuk tahun 2012, sebanyak 75 KK warga Tabanan telah diberangkatkan ke daerah transmigrasi. Semua menyasar ke bagian timur Indonesia yakni Pulau Sulawesi. W-004

Satker Propinsi Jamin Dana PPIP Cair 13 Desember

SINGARAJA – Fajar Bali Satuan kerja (Satker) Program Pengembangan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) menjamin tanggal 13 Desember nanti dana PPIP akan cair. Informasi itu disampaikan Tim Kordinasi PPIP kabupaten Buleleng Nyoman Genep di ruang kerjanya, Rabu (5/12) siang kemarin.”Masalah dana yang disebut-sebut belum cair itu nanti tanggal 13 Desember mendatang sudah pasti cair,” tandas Genep setelah mengakui membaca dimedia. Dipaparkan hasil kordinasi dengan satuan kerja Propinsi disampaikan bahwa seluruh dana PPIP akan dicairkan paling lambat 13 Desember mendatang. Genep memuji upaya yang dilakukan Perbekel Bengkala hingga mampu merampungkan pekerjaan sembilanpuluh persen dengan dana yang baru cair seratus juta rupiah dari dana total duaratus limapuluh juta rupiah. ”Terus terang kami sangat bangga dengan keseriusan yang

Pengerjaan jalan yang menggunakan dana PPIP yang sudah dikerjakan hingga 90 persen. dilakukan perbekel Desa Bengkala yang mampu merampungkan pengerjaan jalan hingga 90 persen meskipun dana atau anggaran dalam pengerjaan jalan itu belum cair,”pujinya. Dikatakan, ada tahapan pencairan dana PPIP, tahap pertama empat puluh persen. Kalau uang dengan empat puluh persen itu sudah mereka bisa melaksanakan tiga

puluh persen fisik dapat ngamprah tiga puluh persen tahap kedua.”Dalam pengembilan dana itu ada tahapan tertentu dimana tahap pertama sebanyak 40 persen kemudian tahapan kedua setelah setelah merampungkan hingga 30 persen pengerjaan maka dapat mengamperah 30 persennya lagi dalam tahap kedua,”bebernya. Kalau fisiknya komulatif su-

dah enam puluh persen, secara otomatis seratus persen sudah dapat diamprah.”Saya sudah berkordinasi dengan Putu Panji selaku Satker Propinsi. Beliau menjamin dana itu akan cair paling lambat 13 Desember 2012,”tutur Genep. Tim Kordinasi PPIP kabupaten Buleleng Nyoman Genep mengakui PPIP di kabupaten Buleleng sedikit terlambat mengingat program ini dikucurkan dari anggaran perubahan APBN. Namun demikian berkat sosialisasi yang cukup baik diharapkan program ini dapat berjalan sesuai rencana. Seperti diberitakan sebelumnya Perbekel desa Bengkala Made Astika mengeluhkan anggaran PPIP yang tersendat. Dari dana dua ratus lima puluh juta, desa bengkala baru menerima kucuran sebesar seratus juta rupiah. Namun demikian pihaknya telah mengerjakan PPIP hingga sembilan puluh persen. Astika khawatir sisa dana itu akan hangus mengingat tahun anggaran akan segera berakhir. W-008

NEGARA- Fajar Bali Dusun Pangkung Languan Mekar, Desa Yeh Sumbul Kecamatan Mendoyo dilanda tanah longsor, akibat hujan mengguyur Selasa (4/12) sekitar pukul 02.00 wita. Tanah longsor yang terjadi di dusun itu, membuat akses tertimbun tanah. Kendaraan otomatis tak dapat melintas, hanya dapat dilalui oleh warga yang berjalan kaki. Bencana tersebut, tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Ketua Komisi C DPRD Jembrana IB Susrama dan anggotanya, Putu Kamawijaya meninjau langsung ke lokasi bencana tersebut. Kedua anggota DPRD Jembrana itu, mendapat informasi dari masyarakat, kalau ada bencana tanah longsor di Dusun Pangkung Languan Mekar. Sebelumnya mereka, melakukan pemantauan proyek ke Dusun Nusamara, Desa Yehembang Kangin Kecamatan Mendoyo. Mengetahui adanya bencana tanah longsor, langsung berkoordinasi dengan Perbekel Yehsumbul, Komang Dentra. Selanjutnya langsung berkoordinasi dengan Bagian Perlengkapan Setda Jembrana, untuk mengupayakan bantuan alat berat dan PMK. Bantuan tersebut untuk sesegera mungkin menanggulangi bencana itu. “Kalau dibiarkan, akan tetap menutupi jalan, dan warga akan tidak bisa melintas, apalagi jalan itu merupakan akses jalan satu-satunya,” terangnya. Perbekel Yeh Sumbul,Komang Dentra ketika dikonfirmasi Selasa sore kemarin menjelaskan tanah longsor yang terjadi di Dusun Pangkung Languan adalah kebun milik warga, akibat hujan lebat yang mengguyur pada dinihari kemarin. Warganya yang tak bisa keluar atau terisolir, lantaran akses jalan ke rumahnya tertutup tanah. Namun dia mengatakan, bencana tanah longsor ini tak

sampai menimbulkan korban jiwa. Pihaknya tetap berupaya dan meminta bantuan Pemkab untuk menangani bencana ini. Akibat guyuran hujan lebat dini hari kemarin, juga membuat beberapa hektar sawah di wilayah Subak Tegal Badeng Timur serta Lingkungan Terusan Kelurahan Lelateng, terendam banjir. Genangan air juga tampak merendam, bangun pondasi baru yang ada dipersawahan dengan lokasi yang agak rendah. W-003

Akses jalan di Dusun Pangkuan Languan Mekar Desa Yehsumbul Kecamatan Mendoyo, tertimbun longsor, Selasa kemarin.


6

KAMIS, 6 DESEMBER 2012 TAHUN XIII

Memaknai Peringatan Hari Ibu ke-84

jadikan Perempuan

Berkepribadian dan Mandiri Peringatan Hari Ibu tahun 2012 ini merupakan peringatan Hari Ibu yang ke-84. Dalam peringatan ini dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh bangsa Indonesia, terutama generasi muda seperti kita akan arti Hari Ibu sebagai kebangkitan, persatuan dan kesatuan, gerak perjuangan kaum perempuan yang tak bisa dipisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa Indonesia.

Tentunya kaum laki-laki pun diharapkan dapat mendukung kemandirian kaum perempuan. Apalagi di jaman globalisasi seperti saat ini, kaum perempuan harus diberikan ruang yang lebih untuk mengembangkan pemikirannya. Ada dua hal yang harus diingat akan peran perempuan, yakni nature dan mature. Nature terjadi karena pemberian dari Tuhan seperti melahirkan, menyusui dan hal-hal yang tidak bisa dimiliki dan dilakukan oleh laki-laki. Sedangkan mature, terjadi karena adanya pembiasaan yang ada di masyarakat, terutama masyarakat patrialisme, yaitu seperti memasak, mencuci dan pekerjaan domestik lainnya. Dan sudah selayaknya kaum perempuan diberikan ruang lebih untuk dapat mengembangkan pemikirannya dengan tidak melupakan kodratnya sebagai ibu dan istri.

Tema utama dari Peringatan Hari Ibu kali ini adalah “Peran Perempuan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Kesejahteraan Bangsa”. Sedangkan sub temanya diantaranya Peningkatan Pendidikan Politik dan Partisipasi Perempuan dalam Pengambilan Keputusan. Peningkatan Peran Perempuan dan Laki-laki dalam Membangun Ekonomi Kreatif yang Berwawasan Lingkungan. Peningkatan peran Lakilaki dan Keluarga dalam Penghapusan Diskriminasi dan Tindak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak serta Membangun Kesehatan Masyarakat yang Berkeadilan. Ada 2 Slogan dalam peringatan Hari Ibu kali ini yakni Perempuan Maju, Indonesia Makmur. Perempuan dan Laki-laki Setara, Pembangunan Berhasil. Dan diharapkan dengan adanya penyelenggaraan peringatan Hari Ibu ini, nasib kaum perempuan khususnya para ibu bisa lebih baik lagi baik dilingkungan masyarakat pada umumnya maupun lingkungan keluarganya masing-masing. Lantas bagaimana Pemerintah Kabupaten Badung dalam memaknai Hari Ibu Tahun ini? Berikut wawancara Tim Fajar Mangupura bersama Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Ida Ayu Yutri Indahgustari, SE.MM. Harapan Ibu di Peringatan Hari Ibu tahun 2012 ini, khususnya untuk di Kabupaten Badung ?

Peringatan Hari Ibu (PHI) ke- 84 tahun ini, dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan akan makna hari ibu, terutama kepada para generasi muda, sebagai momentum kebangkitan, persatuan dan kesatuan gerak perjuangan kaum perempuan yang tak terpisahkan dari kebangkitan bangsa Indonesia.

Tentunya tak banyak sosok perempuan jadi pemimpin, sebenarnya berapa besar peluang wanita berkarier di Pemkab Badung ?

Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Ida Ayu Yutri Indahgustari, SE.MM. Harapannya pun sudah jelas, tidak lagi salah mengartikan antara peran laki-laki dan perempuan, tidak ada lagi pengkotak-kotakan antara laki-laki dan perempuan. Tidak hanya itu saja, kita juga mengingatkan pentingnya bagi

Jangan Remehkan Kaum Perempuan Masih berkaitan memaknai Peringatan Hari Ibu ke-84, Sekretaris II KPA Badung Ibu Nyoman Adi Rukmini menyerukan agar publik tidak meremehkan kaum perempuan dan membuka akses seluas-luasnya bagi peran kaum perempuan di bidang apapun. “Jangan meremehkan kaum perempuan. Karena kita berharap Ibu-ibu sekarang bisa lebih berdaya, terlebih dali dalam hal menjaga kesehatannya sendiri. Tidak hanya itu, sosok Ibu jangan hanya menjadi momok bagi suamisuaminya,” kata perempuan yang aktif mensosialisasikan pencegahan virus HIV/Aids ini. Ia menilai apabila kaum perempuan diberdayakan maka mereka dapat tidak hanya mensejahterakan dirinya sendiri namun juga keluarganya. Oleh karena itu Ibu mengimbau agar dibuka akses seluas-luasnya terhadap kaum perempuan di sektor keuangan, terutama untuk mendorong perempuan di bidang kewirausahaan. Seorang Ibu sudah selayaknya harus banyak mencari informasi menjaga kesehatannya sendiri, karena menurut Rukmini, sekarang ini bukan hanya HIV/Aids, penyakit kanker payudara serta penyakit menular lainnya juga harus diketahui oleh para Ibu. “Harus banyak mendengar informasi, terlebih lagi yang berkaitan dengan kesehatan,” ujarnya. Lantas bagaimana dengan fenomena ibu-ibu di Kabupaten Badung? Fenomenanya sudah mulai berkembang, artinya lanjut Rukmini, dalam hal apapun perempuan-perempuan di Badung sudah mulai membuka diri. “Banyak yang sudah mau ikut kegiatan-kegiatan positif, mengembangkan kreativitasnya, banyak juga yang mengikuti kursus singkat. Itu artinya sudah ada keterbukaan, walaupun banyak rintangan kita ke depan, khusus-

Nyoman Adi Rukmini nya ibu-ibu di Desa,” paparnya. Yang kemudian masih menjadi harapan para Ibu di Kabupaten Badung, adalah harapan diperbanyaknya fasilitas untuk pemberdayaan seorang perempuan. Bahkan bila memungkinkan, pemerintah daerah bisa membuka lowongan kerja bagi ibu-ibu. “Paling tidak menyediakan lapangan kerja yang ringan-ringan. Ini sesuai dengan misi di PKK, dimana diharapkan seorang Ibu bisa turut cari nafkah tambahan bagi suami. Dan bila wanita telah dibekali ilmu pengetahuan, maka kesempatan untuk mengembangkan diri, juga akan datang dengan sendirinya. Sekarang tinggal bagaimana stakholder-stakholder yang berperan, bisa memfasilitasinya,” tandas Rukmini. W-014

kaum perempuan untuk menjadi mandiri dan memiliki kepribadian yang baik.

Menurut Ibu, bagaimana seharusnya bentuk dukungan laki-laki/Suami terhadap kemajuan Perempuan ?

Menurut saya, peluang itu tidak terlepas dari kebijakan pimpinan. Dan saya kira Bapak Bupati AA Gde Agung juga tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Artinya dapat di lihat, di Pemkab Badung perempuan diberikan kesempatan untuk memperlihatkan bagaimana kemampuannya, kinerjanya, komitment dalam kerjanya serta loyalitasnya kepada pimpinan. Perempuan diberikan kesempatan seluas-luasnya, penilaian beliau (Bupati) terhadap perempuan juga tidak membeda-bedakan. Ini terbukti sekarang pejabat perempuan di Badung makin banyak tiap tahunnya. Peran perempuan tentunya sangat

Tingkatkan Empati Sosial

vital di keluarganya, bagaimana ibu bisa mengatur waktu antara tugas dan keluarga? Memang benar, wanita karier tentunya harus pintar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Bagaimana harus menyelesaikan tugas di kantor, dengan tidak melupakan tugas memperhatikan anak serta suami di rumah. Dan kunci semua itu adalah, mengatur waktu serta tetap menjaga komunikasi dengan keluarga. Kemudian yang juga sangat penting adalah, adanya dukungan dari keluarga. Apabila seorang istri mendapat dukungan dari Suami serta anak-anak nya, maka tidak menutup peluang seorang perempuan berkarier di bidang apapun. Pemkab Badung Sarat dengan Prestasi, terlebih lagi Bupati juga menginginkan seluruh SKDP mampu berprestasi dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat. Bagaimana Ibu melihat tuntutan pimpinan tersebut ?

Setiap pimpinan pasti menginginkan, organisasi yang dipimpinnya maju. Tinggal bagaimana kita menjalaninya, karena sebenarnya tugasnya sudah dibagi-bagi. Tugas saya di Kantor Pemberdayaan Perempuan, tentunya kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hasil terbaik. Sementara jika berbicara prestasi di kantor saya, maka prestasi yang nantinya dihasilkan juga tidak terlepas dari dukungan seluruh SKPD. Dan semuanya itu saya anggap sebagai tantangan. Artinya jangan sampai merasa sebagai tugas berat, karena dampaknya pasti akan dijalani dengan mengeluh. Sebagai abdi negara dimanapun saya ditugaskan, adalah suatu tantangan agar bisa bertugas sebaik-baiknya. **

Ibu Anggota BPK Kunjungi YPAC Bali Dalam rangka membangun kesetiakawanan sosial seluruh komponen anak bangsa mempunyai tanggung jawab untuk senantiasa mengasah kepekaan serta empati sosial terhadap sesama yang kebetulan memiliki nasib kurang beruntung. Setidaknya hal tersebut telah ditunjukkan Nyonya Ida Rizal Djalil ketua rombongan Ibu-Ibu Anggota BPK saat berkunjung ke YPAC ( Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Bali di Jimbaran Kuta Selatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Badung Nyonya R. Swandika mewakili Ketua K3S Badung, Camat Kuta Selatan beserta istri. Nyonya Ida Rizal Djalil di sela-sela kunjungan menyampaikan tujuan berkunjung ke YPAC Jimbaran adalah untuk melihat lebih dekat anakanak yang kurang secara fisik maupun mental yang dikelola oleh pihak swasta. Disamping itu juga ingin mendapat masukan terkait keberadaan YPAC Jimbaran. Sementara kepala sekolah YPAC Drs. I Nyoman Aria menjelaskan di hadapan rombongan bahwa YPAC sudah berdiri sejak tahun 1975 ini memiliki 3 pelayanan rehabilitasi yakni rehabilitasi pendidikan, rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Rehabilitasi pendidikan meliputi TK LB (Luar Biasa) sampai SMP LB dengan total jumlah siswa 46 orang. Untuk rehabilitasi medis meliputi fisioterapi serta terapi okupasi sedangkan rehabilitasi sosial adalah merehabilitasi aspek sosial murid dengan pemondokan sehingga bisa bersosialisasi.

Rombongan juga disuguhi dengan atraksi yang dibawakan oleh anak-anak yang sering disebut dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) seperti menyanyi yang dibawakan oleh siswi yang mengalami kesulitan melihat serta anak yang mengalami autis dan pusi yang dibawakan oleh siswa yang mengalami kelainan pertumbuhan kakinya. Setelah itu rombongan juga diajak melihat-lihat hasil kerajinan anak-anak berupa ikat rambut, gelang serta kalung. Kerajinan ini menurut petugas YPAC setiap 6 bulan dikirim ke

Belanda untuk dijual. “Kami tidak menyangka anak-anak yang mengalami kekurangan secara fisik bisa menyanyi,puisi bahkan membuat kerajinan tangan tanpa merasa dirinya minder atau cacat.. sementara yang sehat jasmani dan rohani sering mengeluh” puji Nyonya Ida Rizal Djalil Akhir acara rombongan ibu anggota BPK memberikan bantuan kepada YPAC sebesar Rp. 10 juta, serta memberikan tali kasih kepada anak-anak YPAC masing-masing sebesar Rp. 100 ribu. W-014

Ketua rombongan Anggota BPK Nyonya Ida Rizal Djalil beserta Ketua DWP Kabupaten Badung Ny. Kompyang R. Swandika memberikan bantuan kepada pengurus YPAC Bali di Jimbaran Kuta Selatan.


KAMIS, 6 DESEMBER 2012 TAHUN XIII

7

Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Ny. Ratna Gde Agung saat menghadiri Lomba Balita dan Ibu ASI Indonesia.

Tingkatkan Ketrampilan Ibu dan Keluarga

Lomba Balita Indonesia dan Ibu ASI Tahun 2012 di Badung

Dinas Kesehatan Kabupaten Badung menyelenggarakan Lomba Balita dan Ibu ASI Indonesia, di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Lomba dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Ny. Ratna Gde Agung didampingi Kepala Dinas Kesehatan Dr. I Gede Putra Suteja. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Puskesmas se-Kabupaten Badung, para peserta lomba serta instansi terkait. Ketua panitia Putra Suteja dalam lapo-

rannya mengatakan bahwa tujuan diadakannya lomba ini bukan sekedar memperebutkan tropy maupun hadiah belaka jauh dari keberadaan lomba ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para ibu dan keluarga dalam perawatan bayi dan balita, meningkatkan pengetahuan orang tua tentang tumbuh kembang bayi dan balita serta bisa memperoleh bayi dan balita yang memenuhi syarat kesehatan. Lomba Balita dan Ibu ASI Indonesia

diikuti peserta dari masing - masing kecamatan se-Kabupaten Badung yang terdiri dari lomba Ibu menyusui umur bayi 6 bulan sampai dengan 24 bulan serta lomba bayi sehat dari umur 6 bulan sampai dengan 24 bulan serta umur 2 tahun sampai 5 tahun. Ny. Ratna Gde Agung menyambut gembira atas terselenggaranya Lomba Balita Indonesia serta Lomba Ibu ASI yang merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan

pengetahuan ibu serta balitanya. Lomba ini juga diharapkan agar bisa mengarah untuk pembinaan pemberdayaan yang berkelanjutan, pemenuhan pemeliharaan kesehatan kecukupan gizi dan pendidikan , serta diharapkan bisa menghasilkan SDM yang berkualitas, sehat, cerdas, kreatif, produktif, bertanggung jawab dan berguna bagi nusa dan bangsa. Lebih lanjut Ny. Ratna Gde Agung menyampaikan apa yang menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk

membangun disegala bidang kehidupan sosial maupun ekonomi baik fisik maupun non fisik dengan lomba ini diharapkan para orang tua tetap bisa memantau pertumbuhan dan perkembangan balita di posyandu, puskesmas pembantu atau puskesmas serta sarana pelayanan kesehatan lainnya dimana nantinya para pemenang Lomba Balita Indonesia serta Lomba Ibu ASI dapat menjadi duta untuk Kabupaten Badung di ajang Provinsi maupuyn ditingkat Nasioanl “ ucapnya. W-014

Bentuk Perhatian Badung Terhadap Wanita

Gebyar Vaksin Kanker Serviks Gratis Pertama di Indonesia Salah satu bukti bentuk perhatian Kabupaten Badung terhadap perempuan, adalah dengan diadakannya Gebyar Vaksin Serviks Gratis untuk 1.500 siswi SMU se-Kabupaten Badung. Faktanya, Badung menembus 1.539 peserta vaksinasi. Dan kegiatan ini adalah vaksinasi massal pertama di Indonesia yang disubsidi oleh pemerintah daerah. Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat, Sylvia Harry Purnomo, saat membuka acara vaksinasi tersebut. “Masyarakat Badung hendaknya bersyukur, karena Bupatinya berkomitmen tinggi dalam upaya penanggulangan kanker, khususnya serviks. Dan kegiatan ini adalah yang pertama di Indonesia,” kata Sylvia yang juga menjelaskan bahwa ada 40 kasus baru penyakit serviks di Indonesia setiap harinya. Atas komitmen dan usaha mulia ini, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi dan mendalam atas kebijakan Bupati Badung. “Kebijakan ini sangat mulia, dalam mendukung program Gerakan Nasional Peduli dan Cegah Kanker Serviks. Kami bersama seluruh gerakan penanggulangan kanker berharap agar kebijakan ini mendapat

dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, supaya angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks dapat ditekan. Bupati Badung, A.A Gde Agung, menyatakan pihaknya bersama stakeholders di lingkup Pemkab Badung, memang tengah giat melakukan upaya serius dalam penanggulangan penyakit, khususnya penyakit kanker serviks. Dalam serangkaian peringatan HUT ke-3 Mangupura, sekaligus Hari Kesehatan Nasional ke-48 yang mengusung tema “Indonesia Cinta Sehat”, Gde Agung mengatakan bahwa ini adalah momen tepat untuk agenda tersebut. Pemkab Badung mendukung program vaksinasi kanker serviks gratis ini melalui Anggaran Perubahan APBD 2012 sebesar Rp 1,7 miliar lebih. “Ini merupakan wujud konkret komitmen kami dalam mewujudkan masyarakat Badung yang sehat, terlebih dari kanker serviks, yang akan melindungi tunas-tunas muda generasi bangsa,” kata Gde Agung. Sementara Ketua YKI Badung, Ratna Gde Agung, dalam laporannya memaparkan data statistik nasional yang menunjukkan angka kanker serviks mencapai 100 kasus per 100 ribu penduduk per tahun. Sedangkan di Bali, tercatat 150

Badung A.A Gde Agung bersama Wakil Ketua Umum YKI Pusat Sylvia Harry Purnomo, Anggota DPRD Badung I Wayan Puspa Negara dan Ketua TP. PKK Badung Ny. Ratna Gde Agung disaat menyaksikan kegiatan Gebyar Vaksin Kanker Serviks Gratis di Lapangan Puspem Badung kasus per 100 ribu penduduk per tahun. “Melihat tingginya angka itu, YKI Badung tergugah untuk melakukan upaya pencegahan dengan penyuluhan, deteksi dini

dengan pelayanan Pap Smear, serta vaksinasi,” jelas Ratna. Kegiatan yang melibatkan 200 tenaga medis dan paramedis dari rumah sakit dan puskesmas di Badung

ini adalah hasil kerjasama antara YKI Badung dengan Dinas Kesehatan Badung, POGI Bali, PT Askes Cabang Denpasar dan SKPD terkait. Vaksinasi ini adalah vaksinasi awal secara mas-

sal. Vaksinasi kedua dilaksanakan satu bulan kemudian, dan vaksinasi ketiga dilaksanakan enam bulan setelah vaksinasi pertama. Pelaksanaan tahap dua dan tiga akan dilakukan di sekolah masing-masing oleh tenaga kesehatan Puskesmas. “Kami harap angka kasus kanker serviks akan menurun, khususnya di Kabupaten Badung, sehingga terwujud program Bali Bebas Kanker Serviks 2020,” harapnya. Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang menjadi ancaman bagi perempuan di Indonesia. Di Indonesia setiap 1 jam, seorang perempuan meninggal akibat kanker serviks. Lebih dari 70% perempuan memeriksakan dirinya saat sudah berada pada stadium lanjut, sehingga mengakib atkan kematian , karen a kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Semua perempuan berisiko terkena kanker serviks. Kanker serviks menimbulkan beban yang sangat besar bagi kaum perempuan Indonesia. Padahal kanker ini sangat dapat dicegah. Pencegahan primer kanker serviks dilakukan dengan edukasi/ sosialisasi dan vaksinasi. Pencegahan sekunder dengan deteksi dini kanker serviks untuk mengetahui dan menangani kondisi pra kanker. W-014


8

Kamis, 6 Desember 2012, Tahun XIII

Usai Ulangan Disambut Porsenijar SEMARAPURA-Fajar Bali Untuk menghilangkan kepenatan siswa pasca mengikuti ulangan umum, para siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kota Semarapura dihibur dengan kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni Pelajar (Porsenijar). Kegiatan olah raga pelajar tersebut dilaksanakan sejak Rabu (4/12) hingga Jumat (7/12) dan diikuti oleh siswa dari berbagai SD di gugus III dan IV Kota Semarapura. Pelaksanaan kegiatan lomba tersebut dipusatkan di empat lokasi yakni, di GOR Swecapura, Gelgel, Balai Banjar Galiran, SD N 1 Semarapura Kangin, dan Lapangan Kamasan. Kepala UPT Disdikpora Klungkung, Wayan Kanten, pada pemmbukaan Porsenijar menyampaikan, porsenijar bertujuan, untuk menjaring bibit-bibit unggul sejak dini. Te m a y a n g d i a m b i l dalam porsenijar tahun 2012, dengan pelaksanaan Porsenijar diharapkan mampu meningkatkan pola pembinaan atlit yang muaranya mampu menciptakan prestasi baik dibidang olah raga serta mampu melestarikan seni budaya di masyarakat. “Kita berharap seluruh sekolah nantinya mampu mencetak atlit, baik di bidang olahraga maupun seni untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Ke-

camatan Klungkung ini,� ujar Wayan Kanten. Ketua Panitia kegiatan, Ni Made Siwalatri mengutarakan, kegiatan Porsenijar tahun ini diikuti oleh peserta dari gugus III dan IV yang terdiri atas sekolah Dasar/MII yang ada di Kota Semarapura. Sedangkan Ketua Gugus III, Luh Gede Karyawati mengungkapkan, pelaksanaan Posenijar ini juga dilaksanakan untuk mengisi waktu luang siswa setelah mengikuti rangkaian ulangan umum. “Mengisi hari yang senggang siswa digenjot dengan prestasi kemampuan seni dan olahraga siswa sehingga dapat bermanfaat bagi siswa mau pun sekolah,� ucap Karyawati. Enam cabang olahraga ( C a b o r re d ) d i p e rl o m bakan dalam Porsenijar dan diikuti 359 atlet, dilaksanakan selama tiga hari. Keenam Cabor itu,, Di antaranya untuk cabang olahraga atletik dipusatkan di GOR Sweca Pura, bulu tangkis di Balai Banjar Galiran, tenis meja di SDN 1 Semerapura Kangin, sepak bola di lapangan Kamasan, dan cabang catur di GOR Swecapura. Bidang seni diikuti 191 siswa terdiri dari, tari kupu-kupu, menyalin huruf latin ke aksara Bali, melukis, mesatua Bali, macepat (sekar alit), serta menyanyi. W-019

FAJA R BALI

Stikes Bali Terima Sertifikat Lingkungan Bersih Narkoba DENPASAR-Fajar Bali Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali, merupakan satu-satunya sekolah tinggi kesehatan di Bali, yang secara kontinu menerima penghargaan dari sejumlah institusi. Kali ini Stikes Bali kermbali menerima sertifikat lingkungan bersih Narkoba, yang diberikan Badan Nasional Narkoba(BNN) provinsi Bali. Pemberian sertifikat lingkungan bersih Narkoba ini, setelah tim BNN provinsi Bali melakukan penilaian langsung ke Stikes Bali di jalan Tukad Balian Denpasar. Drs., I Ketut Widia, BN.,Stud., MM., didampingi Sekretaris, Drs., I Wayan Sandiyasa, Rabu (5/12) di kampus Stikes Bali. Widia mengemukakan, BNN juga melakukan peninjauan dan wawancara di Stikes Bali, dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan Narkoba di Stikes Bali. Hasil wawancara BNN tersebut juga dipaparkan untuk diketahui bersama. Sertifikat lingkungan bersih Narkoba menurut Widia, merupakan upaya bersama staf dan mahasiswa Stikes Bali. Dengan diperolehnya sertifikat, mencerminkan implikasi tanggung jawab moral mahasiswa. Tanggung jawab moral itu, untuk mempertahankan dan meningkatkan upaya-upaya manejemen kampus, dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran

Ketua Stikes Bali, I Ketut Widia didampingi Sekretaris I Wayan Sandiyasa dan sertifikat lingkungan bersih Narkoba yang diserahkan BNN provinsi Bali. gelap Narkoba (P4GN) yang dilakukan dosen dan mahasiswa di Stikes Bali. Sebelumnya BNN pernah melakukan supervisi ke Stikes Bali. Ternya Stikes Bali sangat peduli terhadap P4GN, untuk kepentingan masa depan lulusan. Kepdulian itu dilakukan sejak awal saat calon mahasiswa baru diuji kesehatannya melalui tes Narkoba. Selain itu secara periodik menjelang yudisium, institusi tersebut melaksanakan tes Narkoba kepada mahasiswa. Widia juga mengakui, bila dipandang perlu, sewaktu-waktu perlu melakukan tes kehamilan dan Narkoba. Upaya ini telah mendapat dukungan dari seluruh orang tua mahasiswa, yang diakuratkan dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of Understanding (MoU) antara orang tuan mahasiswa dengan Stikes Bali. Orang tua mahasiswa yang tergabung

dalam persatuan orang tua mahasiswa/i (Pormas) Stikes Bali, sepakat melaksanakan MoU dengan Stikes Bali, karena untuk memproteksi putra-putrinya. MoU Stikes Bali dengan Pormas, merupakan suatu langkah maju secara positive thingking bagi Stikes Bali. Sehingga Stikes Bali tetap terdepan di antara sederetan sekolah kesehatan swasta di Bali. Keuntungan lainnya ke depan, Stikes Bali mampu menghasilkan lulusan yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara, terlebih telah go internasional. Dengan demikian untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 , lulusan Stikes Bali tetap eksis, karena membawa misi bersih Narkoba, dan patut ditiru generasi penerus. Widia menguraikan, dengan semakin maraknya peredaran Narkoba di Bali khususnya, dan di Indonesia umumnya, dan disinyalir terjadinya jaringan

Narkoba internasional, maka peran semua pihak, termasuk institusi pendidikan menjadi teramat penting. Dikatakan demikian, dalam rangka menyelamatkan anak bangsa dari penylahgunaan Narkoba. Negara akan lemah jika generasi muda sebagai generasi penerus perjuangan bangsa akan dapat menjadi terpuruk karena Narkoba. Widia mengharapkan, mudah-mudahan ke depan aparat penegak hukum dapat berlaku adil dalam memberi hukuman. Pemberian hukuman itu kepada pengguna, pemasok serta produsen Narkoba, dan sekaligus dapat memutus rantai peredaran Narkoba. Sementara ditinjau dari segi edukasi, diharapkan pula, sejak pendidikan usia dini telah ditanamkan pendidikan tentang bahaya Narkoba, dengan metode yang sesuai tingkat pendidikan. Stikes Bali berpartisipasi aktif,

melalui penyebarluasan upaya pencegahan melalui seminar di kampus. Selain itu juga melaksanakan penyuluhan ke sekolahsekolah dan kepada masyarakat, yang terintegrasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk itu Stikes Bali akan meningkatkan kerjasama yang lebih baik dengan BNN dan pihak lainnya, dalam membantu memproteksi generasi penerus dan masyarakat, ujar Widia. Selain mengutarakan tentang sertifikat lingkungan bersih Narkoba, Sekretaris Stikes Bali, I Wayan Sandiyasa membenarkan, Stikes Bali akan menerima mahasiswa baru untuk jalur PMDK. Pendaftaran dibuka 14 Januari sampai dengan 6 April 2013. Stikes Bali diakui tidak hanya di Bali, tetapi juga secara nasional dan internasional, dan tradisi setiap tahun calon mahasiswa membeludak, maka segera mendaftarkan diri. R-008

Permudah Lulusan Peroleh Pekerjaan

Stie Triatma Mulya Badung Terapkan KBK

Gedung program pascasarjana Stie Triatma Mulya Badung untuk PBM Mangupura-Fajar Bali Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (Stie) Triatma Mulya Badung , selain memiliki program S1 juga memiliki program pascasarjana, terus berupaya meningkatkan kualitas selain kuantitas. Peningkatan kualitas SDM itu diaktualkan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam segi penelitian, Stie Triatma Mulya telah meraih hibah penelitian dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Untuk itu institusi tersebut juga mempersiapkan peneliti-peneliti muda, sesuai yang ditetapkan Dikti. Direktur Marketing dan Humas Stie Triatma Mulya, Luh Komang Candra Dewi, SE., MM., Rabu (5/12) mengatakan, Program Studi (Prodi) yang dimiliki Stie Triatma Mulya, untuk S1, Prodi Manajemen, dengan Konsentrasi, Manejemen Perhotelan dan Pariwisata.

Juga Konsentrasi, Manajemen SDM, Manjemen Pemasaran dan Manejemen Keuangan, dan Prodi Akutansi. Sedangkan Pascasarjana Magister Manajemen dengan Konsentrasi, Manajemen Bisnis Pariwisata, Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran dan Manajemen Keuangan. Kurikulum yang diaplikasikan, yakni dirancang sedemikian rupa berdasarkan konsep, kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Kurikulum ini, mahasiswa dibekali dengan ilmu manejemen dan akutansi yang dipadukan dengan keterampilan (skill), agar berguna untuk mempermudah mendapat pekerjaan sesuai bidangnya. Candra Dewi mengungkapkan, sukses dalam pendidikan, tidak hanya tujuan dari pengajaran yang baik atau materi kuliah yang selalu baru. Yang terbaik adalah, dicapai melalui

keseimbangan antara kuliah, praktik serta kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan mahasiswa dalam bidang penalaran, minat, bakat sosial serta kesejahteraan. Semua ini ditampung dalam wadah mahasiswa, ujar Candra Dewi. Dalam ikut mencerdaskan bangsa, Stie Triatma Mulya sangat peduli kepada mahasiswa berprestasi dan mahasiswa miskin. Untuk kebutuhan mahsiswa tersbut, maka Stie Triatma Mulya membrikan beasiswa, serta didukung beasiswa dari pemrintah. Untuk memperlancar proses belajar mengajar (PBM), Stie Triatma Mulya telah mmepersiapkan, laboratorium komputer dilengkapi internet. Juga laboratorium bahasa, akutansi dan perhotelan. Selain itu terdapat perpustakaan, student center learning (SCL), cafetaria serta

sarana olahraga dan memiliki lokasi parkir yang luas. Sementara kerjasama yang telah dirintis yakni, dengan sejumlah universitas di dalam dan luar negeri, dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan transfer program. Salah satu universitas yang kini sangat erat dalam kerjasama, adalah Universitas Ciputra. Untuk lulusan dapat menjadi entrepreneur, maka Universitas Ciputra dan Stie Triatma Mulya sering menggelar seminar tentang entrepreneurship. Kerjasama lainnya dalam hal praktik kerja lapangan, yakni dengan hotel-hotel berbintang, baik di Indonesia, Singapura, Belanda Malaysia, Amerika serta lainnya. Stie Triatma Mulya juga memiliki kesempatan bekerja di perbankan, lembaga keuangan, industri perhotelan di dalam dan luar negeri serta institusi pemerintah dan sawsta. R-008.


9

Kamis, 6 Desember 2012, Tahun XIII

Perang Batal, Warga Babat Tanaman di Lokasi Sengketa RUTENG-Fajar Bali Dipicu sengketa lahan, dua kelompok warga yang tinggal sekampung di Karot Curu, Kelurahan Karot Kecamatan Langke Rembong saling tantang untuk perang terbuka di lokasi sengketa Rabu pagi (5/12). Namun karena salah satu kubu tak jadi turun ke lokasi sengketa, perang yang dijanjikan pun batal. Sebagai pelampiasanya, ratusan warga yang

siap duel itu membabat habis tanaman di atas lokasi sengketa. Pantauan Fajar Bali, sebelum bergerak ke lokasi sengketa ratusan pria tua muda warga Karot Curu sempat melakukan ritual Lilik Compang( lingkar batu mesbah) di halaman rumah Gendang (rumah adat). Dilengkapi senjata tajam seperti parang dan tombak ratusan warga yang sudah beringas itu lalu berjalan

beriringan ke lokasi sengketa yang terletak di Poong Toro. Lokasi tersebut merupakan tanah ulayat Gendang Karot Curu. Namun karena kelompok lawan yang juga adalah warga sekampung tak datang ke lokasi, warga yang sudah buas itu terpaksa melampiaskan emosinya dengan membabat habis tanaman di atas lokasi sengketa seperti Jagung, Kopi dan Pisang.

Menurut warga Curu, sengketa lahan itu antara ratusan kepala kelurga Gendang Curu dibawah kepemimpinan Nani Jemahat selaku Tua Gendang (kepala rumah adat) melawan sekitar 70 an warga lainya dari keturunan Ema Runggut. “Masalah ini dipicu setelah warga keturunan Runggut dibawah komando Kornelis Karpus mengklaim tanah sengketa ini adalah warisan nenek

mereka bukan tanah ulayat. Kornelis Karpung CS bahkan tidak mengakui kepemimpinan Nani Jehamat sebagai Tu’a atau kepala Gendang Curu”. Ujar Tommy Jemahat. Setelah menebas habis tanaman milik keturunan Runggut dan menguasai lokasi sengketa, ratusan warga Karot Curu itu langsung menyatakan lokasi sengketa sudah kembali berstatus tanah ulayat kampung Karot

Pilgub NTT:

Ical Tetapkan Medah-Hugo

Ibrahim Agustinus Medah

Hugo Rehi Kalembu

KUPANG-Fajar Bali Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir. Aburizal Bakrie secara resmi menetapkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT dari Partai Golkar Drs. Ibrahim Agustinus Medah-Drs. Hugo Rehi Kalembu, M.Si. Aburizal Bakrie atau yang biasa disapa Ical, menetapkan Medah-Hugo dalam rapat pengurus harian yang dipimpinnya di ruang rapat gedung DPP Partai Golkar di Slipi-Jakarta, Selasa (4/12/2012) malam. Rapat penetapan paket yang selama ini dinanti-nanti publik NTT itu dihadiri Wakil Ketua Bidang OKK DPP Golkar, Koordinator wilayah NTT, NTB dan Bali DPP Golkar, Korprov NTT Melky Mekeng, Yosep Naesoi, Chales Mesang dan Imanuel Blegur serta unsur DPD Partai Golkar NTT diantaranya Mec Sabah dan Inche Sayuna serta 18 ketua DPD II Partai Golkar se NTT. Mec Sabah melalui Wakil Sekretar-

is Bidang Hubungan Aantar Lembaga DPD I Partai Golkar NTT, Laurensius Leba Tukan kepada wartawan mengatakan, rapat penetapan itu semula menetapkan Drs. Ibrahim Agustinus Medah sebagai calon gubernur NTT dari Partai Golkar. “Selanjutnya dilakukan rapat untuk menetapkan calon wakil gubernur yang berdasarkan mekanisme disodorkan tiga nama untuk dibahas dan dikaji yaitu Hugo Rehi Kalembu, Alo Liliweri dan Melki Laka Lena, dari pembahasan dan kajian itu lalu dengan berbagai pertimbangan ditetapkan Hugo Rehi Kalembu yang mendampingi Ibrahi Medah,” katanya. Dijelaskan Leba Tukan, Aburizal Bakrie pada kesempatan itu memberikan apresiasi terhadap semangat para ketua DPD II Partai Golkar se NTT yang turut hadir dalam rapat penetapan itu. Ical, kata dia berpesan kepada seluruh ketua DPD II dan

jajaran infrastruktur partai Golkar di NTT untuk bekerja keras memenangkan paket Medah-Hugo. Ketua DPD II Golkar Flores Timur Yosep Sani Betan yang hadir dalam rapat penetapan itu mengatakan, Partai Golkar tahu bahwa pada waktu yang tepat semuanya akan diputuskan sesuai mekanisme partai. “Tidak ada kata tunda atau telat, itu hanyalah dinamika pemberitaan saja,” katanya. Ketua Fraksi Golkar DPRD Flores Timur itu menambahkan, Golkar tentunya tahu saat yang tepat untuk menetapkan pasangan calon. Untuk itu, kata dia, sejak hari ini semua kekuatan Golkar secara terstruktur dengan sendirinya terkonsolidasi untuk bekerja memenangkan paket Medah-Hugo. “Kita akhiri semua tekateki seputar pencalonan, dan saatnya untuk menyatukan tekad, bekerja dan merebut kemenangan demi kejayaan Partai Golkar di NTT.***REN

KUPANG-Fajar Bali Namanya seketika melambung, tatkalah Selasa, (4/12/2012) malam Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir. Aburizal Bakrie menetapkannya sebagai calon wakil gubernur NTT mendampingi Drs. Ibrahim Agustinus Medah. Dialah Drs. Hugo Rehi Kalembu, M.Si yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi C DPRD NTT. Hugo menyatakan kesediaanya untuk mendampingi Ibrahim Medah sebagai calon wakil gubernur NTT. “Sebagai politisi, saya punya target politik, tetapi menjadi calon wakil Gubernur NTT mendampingi Pak Medah, sama sekali tidak pernah saya bayangkan. Sebagai kader Partai saya terima ini sebagai sebuah penugasan Partai kepada saya,:” kata Politisi Jangkung, Huigo Rehi Kalembu melalui jaringan telepon seluler dari Jakartai, Selasa (4/12) malam. Hugo yang pada tahun 1996 lalu dipercayakan menjadi Ketua panitia penthabisan Uskup Weetebula Mgr. Cherubim Parera yang kini menjadi uskup Maumere mengakui, ketika namanya mencuat dalam forum Rapat

Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar NTT bulan Agustus 2012 lalu, dia hanya menggantungkan harapannya hanya pada Tuhan yang telah mengatur arah hidup manusia. Mantan Kepala SMP Katolik St. Aloysius Waikabubak, Sumba Barat ini mengakui, ketika mengetahui namanya ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dalam rapat tim pilkada pusat di Jakarta, Selasa (4/12) dia hanya berujar singkat, “Puji Tuhan”. Suami dari V. Hendaryani yang telah memberikan enam orang anak ini selain sebagai guru, dia juga menghabiskan sebagian waktunya berkiprah di dunia politik. Tahun 1981 dia mulai menjadi anggota Partai Golkar. Kepercayaan terus diberikan kepadanya bertahap, mulai dari ketua bagian Pemenangan Pemilu DPD partai Golkar Kabupaten Sumba Barat hinggfa menjadi Sekretaris dan kemudian menjadi penasehat DPD Partai Golkar. Berkiprah di Partai berlambang pohon beringin itu, Hugo berhasil menjadi anggota DPRD NTT tahun 1997 – 1999, hanya dua tahun saat

masa reformasi. Hugo lepaskan NTT kemudian menjadi anggota DPRD Sumba Barat bahkan langsung merebut posisi wakil ketua DPRD tahun 1999-2007. Hugo memang terus bernasib mujur dalam karier politiknya. “Saya memang harus akui bahwa saya selalu mendahulukan Tuhan dalam segala aktivitas hidup saya. Doa menjadi andalan utama saya,” kata Hugo kelahiran Kerepengga, Kodi, Sumba Barat Daya 13 Mei 1951 ini.***REN

Lebih Akrab Dengan Hugo Rehi Kalembu

FIVA Centre Tetap Optimis Mendagri Cabut SK Paket GUSTI

LABUAN BAJO- Fajar Bali Surat Keputusan pelantikan adalah wewenang eksekutif. Pengadilan tidak bisa duduk dalam rana ekasekutif dan legislatif. Sebagaimana disebutkan oleh pakar hukum Edi Danggur, dosen pada Universitas Atmajaya, yang dilansir Media Victory News, yang mengatakan bahwa Menteri Departemen Dalam Negeri (Mendagri) tidak bisa dibatalkan meskipun sudah ada putusan MA ( Mahkama Agung) dalam sengketa Pemilukada Manggarai Barat 2010. Menanggapi komentar Edi Danggur (yang dilansir Harian Victory News, tanggal 03 Desember 2012), juru bicara FIVA Centre, Nikolaus Kelani, Rabu (05/12) mengatakan bahwa pengadilan tidak bisa mencampuri urusan atau wewenang eksekurif maupun legislatif dalam membuat suatu keputusan (SK). Tetapi sesuai tugas dan kewenangannya, pengadilan dengan dasar hukum yang ada, mengabulkan, menggelar sidang, mempertimbangkan dan memutuskan suatu perkara termasuk

ketika sebuah surat keputusan (SK) yang dibuat oleh pihak eksekutif/ legislatif digugat sercara hukum oleh oknum atau pihak tertentu. ” Terhadap pelantikan paket GUSTI harus batal dan cabut demi hukum sesuai putusan MA( Mahkama Agung) Nomor 346 K/TUN/2011. Karena secara hukum melalui keputusan pengadilan, terbukti melakukan tindakan melanggar hukum yaitu tindakan money politik” tegas Nikolaus. Selanjutnya Nikolaus berpendapat bahwa tidak ada yang kebal hukum. Mendagri harus melaksanakan eksekusi sesuai amar putusan MA mencabut SK Paket Gusti demi terciptanya supremasi hukum di negeri ini. “Perlu diingat dalam perkara ini posisi Mendagri ada dua yaitu sebagai tergugat dan sebagai eksekutor yang melaksanakan putusan hukum. Apakah tidak patut dipertanyakan dan tidak terkesan aneh sebagai tergugat Mendagri telah meladeni perkara ini sampai tingkast

kasasi dan telah menyatakan kalah, kok sebagai eksekutor (andaikata) Mendagri tidak mau melaksanakan putusan hukum?. Itu berarti Mendagri tidak konsekuaen. Bisa dibayangkan kalau semua putusan perkara di negeri ini disikapi seperti itu, mau jadi apa negeri ini. Lebih baik bubarkan saja semua peradilan yang ada, karena untuk ada perkara digelar dan diputuskan, kalau toh tidak dilaksanakan” lanjutnya. Masih Nikolaus, terkait komentar Edi Danggur tentang SK Gusti hanya dikoreksi, pertan-

yaannya adalah dasar hukumnya apa? Lalu bagaimana bentuk dan cara mengoreksinya? Perlu dipahami gugatan FIVA bukan perkara soal kata atau kalimat. Tetapi ini soal legalitas hukum dari sebuah keputusan (SK). “Perjuangan Paket FIVA murni bertujuaan demi terciptanya penegakan hukm atau kepastian hukum yang baik, benar dan jujur perlu dijunjung, yang curang harus dibuang demi Manggarai Barat yang lebih baik kedepan, bukan ambisi jabatan. Soal paket FIVA bisa dilantik, itu tergantung dasar hukum yang ada” tegasnya (RAD)

Curu dan tidak boleh ada lagi pihak lain yang menggangu tanah seluas dua hektar itu. Aparat keamanan yang datang ke lokasi sengketa tidak bisa berbuat banyak selain menyaksikan saja aksi pembabatan tanaman itu. Suasana di kampung Karot Curu pun mencekam. Ratusan warga dengan dilengkapi prang dan tombak masih bersiaga di halaman kampung. (Alfan Manah)

FK Brawijaya Malang Gelar Operasi Gratis KUPANG-Fajar Bali Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dan RSUD Dr.Saiful Anwar Malang mengelar bakti sosial berupa operasi gratis sumbing bibir dan langit-langit di Kota Kupang. Kegiatan itu terselenggara berkat kerja sama Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dan RSUD Dr.Saiful Anwar Malang dengan RSUD Kota Kupang. Kegiatan sosial itu bertujuan untuk mengentaskan sumbing bibir di Kota Kupang lantaran penderita sumbing bibir di Kota Kupang sangat banyak. Ketua Rombongan yang juga spesialis bedah plastik, rekontruksi dan estetik, Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto mengatakan itu kepada wartawan di RSUD Kota Kupang,Selasa (4/12/2012). Dikatakn Bambang, kehadiran mereka di Kota Kupang setelah diketahui penderita sumbing bibir di Kota Kupang cukup banyak yang disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. “Pelayanan operasi gratis yang dilakukan oleh Tim Bakti sosial operasi gartis sumbing bibir dan lagit-lagit ini di Kota Kupang akan dilakukan selama lima hari,” katanya. Bambang mengatakan, pelaksanaan operasi gratis sumbing bibir dan langit-langit ini akan dilakukan di tiga daerah yang ada di NTT yakni Kota Kupang,Alor dan Larantuka. Sementara antusias pasien sumbing bibir dan langit-langit yang datang, Bambang mengatakan, sesuai yang mendaftar sebanyak 56 orang, namun yang baru melakukan pemeriksaan baru 26 orang untuk mengetahui kondisi awal. “Yang sudah terdaftar sebanyak 56 orang, tetapi yang baru mendapat pemeriksaan baru 26 orang untuk mengetahui kondisi darah dan daya tahan tubuh apakah bisa langsung dioperasi atau perlu menunggu,” katanya. Wakil Walikota Kupang, dr.Hermanus Man mengatakan, pihaknya sangat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan operasi gratis sumbing bibir dan langit-langit dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dan RSUD Dr.Saiful Anwar Malang di Kota Kupang. ***REN


EKONOMI

10 STATISTIK NTP Bali Lampaui Nasional DENPASAR - Fajar Bali Nilai Tukar Petani (NTP) Bali pada bulan November 2012 mencapai sebesar 108,28 persen. Jumlah ini melampaui NTP nasional yang tercatat 105,72 persen. Namun dalam laporan bulanan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Suarsa mengatakan, jumlah itu menurun dibandingkan NTP pada bulan Oktober yang mencapai 108,93 persen atau turun sebesar 0,60 persen. “Subsektor utama yang mendorong turunnya NTP Bali adalah subsektor tanaman perkebunan rakyat mencapai 1,67 persen,” ungkap Suarsa belum lama ini. Dikatakan Suarsa, berbagai komoditas pertanian yang dihasilkan petani dikelompok dalam lima subsektor, yakni tamanan pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang diperlukan petani untuk konsumsi rumah tangga. Ia menambahkan, NTP diperoleh dari perbandingan indeks yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. M-001

TENAGA KERJA Upah Buruh Naik, Pengusaha Hengkang? JAKARTA-Fajar Bali Ekonom Standard Chartered Bank, Eric Sugandi, mengatakan, pengusaha tidak akan hengkang dari Indonesia meski upah minimum provinsi (UMP) buruh sudah dinaikkan. Apa sebabnya. “Ada beberapa sebab yang ikut menopang pengusaha tidak akan kabur meski upah buruh naik,” kata Eric di Hotel Four Season Jakarta, Rabu (5/12). Menurut Eric, setidaknya ada empat sebab pengusaha tidak akan hengkang dari dalam negeri. Pertama, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ataupun beberapa mata uang asing lainnya masih rendah. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh perbaikan pertumbuhan ekonomi ataupun in lasi yang masih terjaga. Kedua, pengusaha di sini sudah menguasai transportasi atau jalur distribusi untuk penjualan produk barang atau jasanya sehingga bila harus relokasi pabrik, perusahaan harus mengeluarkan biaya investasi lagi. “Otomatis nantinya juga akan menekan laba perusahaan,” ujarnya. Ketiga, ada pertimbangan risiko pengusaha atas pangsa pasarnya yang dikhawatirkan bisa direbut oleh pengusaha lain. Sebab, dia sudah menguasai pangsa pasar di Indonesia. Keempat, tingkat upah dasar bila dibandingkan dengan upah minimum buruh di Indonesia itu dinilai masih rendah. “Apalagi bila harus didukung oleh sektor konsumsi domestik Indonesia yang masih tinggi ke depan, pengusaha tentu tidak ragu bila harus tetap bertahan di sini meski harus mengeluarkan investasi untuk kenaikan upah,” jelasnya. (kom)

Denpasar Alami Inϐlasi 0,13 Persen DENPASAR - Fajar Bali Kota Denpasar mengalami in lasi sebesar 0,13 persen pada bulan November 2012 yang disebabkan karena terjadinya kenaikan komoditas angkutan udara dan makanan. Hingga saat ini laju in lasi Kota Denpasar dari Januari hingga November 2012 sebesar 4,10 persen dan secara year on year (yoy), November 2011 sampai November 2012 tercatat sebesar 4,61 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Suarsa mengatakan, in lasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok barang dan jasa yang meliputi kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan yakni sebesar 0,55 persen. Kemudian disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,19 persen, kelompok kesehatan 0,15 persen, kelompok bahan makanan 0,05 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,001 persen. “Komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan November 2012 antara lain komoditas angkutan udara serta beberapa komoditas bahan makanan seperti bawang merah, wortel, tongkol, jeruk, dan bawang putih,” ungkap Suarsa. Suarsa melanjutkan, kelompok barang atau jasa yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang sebesar 0,22 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,08 persen. Di mana komoditas yang mengalami penurunan harga adalah yakni cabe rawit, cabe merah, sawi hijau, daging ayam ras, dan telur ayam ras. BPS mencatat dari 66 kota, sebanyak 33 kota mengalami in lasi sedangkan sisanya sebanyak 33 kota lainnya mengalami de lasi. In lasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,01 persen dan terendah di Jember 0,03 persen. Sedangkan untuk de lasi tertinggi terjadi di Manokwari dengan 0,96 persen dan terendah di Semarang 0,01 persen. Jika dibandingkan kota lainnya yang mencatat terjadi in lasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke 25 dari 33 kota yang mengalami in lasi. M-001

DICARI SEBANYAKBANYAKNYA GURU YANG PENUH CINTA KASIH UNTUK ANAK USIA 1-6 TAHUN.

HUB. 0361 7435044

Kamis, 6 Desember 2012, Tahun XIII

BBPOM Temukan Jamu dan Kosmetik Berbahaya BBPOM Denpasar turun ke Jembrana melakukan pengecekan terkait adanya sejumlah jamu dan kosmetik berbahaya yang dijual di pasaran, Rabu (5/12) kemarin. Pihak BBPOM menyasar ke toko Icang, yang berlokasi di Dusun Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Negara.

NEGARA- Fajar Bali Di toko tersebut, tim dari BBPOM mendapatkan ada 22 jenis jamu serta sejumlah kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan dilarang. Seluruhnya yang berhasil diamankan dan disita, langsung di bawa ke BBPOM Denpasar. Sebelumnya toko tersebut sempat mendapat surat teguran, saat dilakukan sidak oleh Perlindungan Konsumen, Dinas Perindagkop Jembrana beberapa waktu lalu. Kedatangan petugas BBPOM kemarin, didampingi Kasi Perlindungan Konsumen, Dinas Perindagkop Jembrana, I Gede Darmika. Saat dilakukan pengecekan, ternyata masih menjual jamu dan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Sebanyak 22 item jenis jamu dan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya ada ditoko itu. Beberapa produk jamu itu di antaranya, dua singa, prono jiwo, putri sakti serta merk lainnya.

Kemudian sejumlah kosmetik berbahaya seperti Ling Shi, Fluocinonide Cream dan jenis lainnya. Kosmetik yang bertulisan Cina tersebut, ditemukan tanpa adanya label edar lainnya. Bahkan ditemukan juga sejumlah jenis obat yang dinilai obat keras dan semestinya hanya boleh dijual di apotik yang disertai dengan resep dokter. Bila ada tanda merah, maka obat tersebut harus dijual di apotik dan menggunakan resep dokter. “Obat tersebut merupakan obat keras,” ujar salah seorang petugas BBPOM. Sementara itu pemilik Toko Icang, Eni Sumiati menyampaikan dirinya tak tahu kalau barang jamu atau kosmetik yang dijual itu mengandung bahan berbahaya. Ketika dijajagi oleh petugas beberapa waktu lalu, hanya diatensi beberapa jamu serta kosmetik saja, tidak sampai 22 item jamu tersebut. Namun sekarang baru tahu kalau yang

Petugas BBPOM ketika melakukan pengecekan jamu dan kosmetik yang berbahaya di sebuah toko yang ada di Desa Tegal Badeng Timur, Negara, Rabu (5/12) kemarin. lainnya juga dilarang. “Saya sama sekali tak tahu, jika sebelumnya diberi tahu oleh petugas, saya tak akan menjualnya,” ujarnya. Dia mengaku sudah

dua tahun menjual barang-barang seperti ini. Dia berharap supaya pemerintah daerah, memberitahukan kepada pedagang barangbarang apa saja yang tak boleh.

“Saya yakin banyak pedagang yang tak tahu, karena itu semestinya diberi tahu oleh pemerintah, mana yang boleh dijual dan mana yang tak boleh dijual,” harapnya. W-003

346 Unit Koperasi di Bali Macet Pemerintah Kabupaten/ Kota Mesti Lakukan Pembinaan DENPASAR - Fajar Bali Dinas Koperasi dan UMKM Bali mendesak satuan kerja kabupaten kota untuk segera melakukan pembinaan terhadap 346 unit koperasi yang tidak aktif dengan terlebih dulu melakukan mediasi terhadap pengurus serta anggota. Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Provinsi Bali Dewa Nyoman Patra mengungkapkan, ada 346 koperasi yang berada di bawah pembinaan pemerintah kabupaten/kota sudah dinyatakan macet atau tidak jelas kepengurusannya. “Jadi pada tahun mendatang, kami minta pemerintah kabupaten/kota fokus untuk membina atau jika sudah tidak dimungkinkan kembali dalam kondisi baik ya dibubarkan saja,” tegasnya baru-baru ini.

Patra mengungkapkan, ke 346 koperasi yang tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali itu mulai tidak aktif sejak periode Bom Bali II. Pada masa itu, banyak koperasi simpan pinjam dan serba usaha mengalami kebangkrutan akibat minimnya dukungan pendanaan yang berasal dari simpanan wajib dan simpanan pokok serta iuran anggota. “Ratusan koperasi itu harus segera melakukan mediasi untuk pembinaan,” ujarnya. Sementara itu pada tahun 2012, Dinas Koperasi telah membubarkan sedikitnya 11 unit dari 124 unit koperasi binaan yang sudah dinyatakan tidak aktif. Secara terperinci, dari 11 koperasi itu dua di antaranya telah membubarkan diri sebelumnya sejak pembinaan dilakukan. Adapun sembilan koperasi sisanya dinyatakan dibubarkan karena sistem kepengurusan dan anggotanya sudah tidak jelas. Apalagi mengacu ke anggaran dasar dan rumah tangga. Pembubaran itu dilakukan untuk menghindari kesan negatif terhadap keberadaan koper-

ANDA MEMBUTUHKAN JASA TAGIHAN ATAU JASA DEBTCOLLECTOR BERPENGALAMAN

HUBUNGI

TUNTAS

RIKO 081 339 644999 081916512369

asi di Bali. Memang, diakuinya, dibandingakan dengan provinsi lainnya tingkat koperasi macet yang ada di Bali masih sangat sedikit. Patra menyebutkan, saat ini di Bali terdapat 4.407

unit koperasi dengan jumlah anggota sekitar 19.000 orang. Volume usaha dari ribuan koperasi - koperasi tersebut sekitar Rp 5 triliun dengan nilai aset yang tercatat sampai Juni 2012

sebesar Rp 4,7 triliun. Jumlah tersebut meningkat 1,64 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat hanya mencapai Rp 4,3 triliun. M-001


NASIONAL

FAJAR BALI Kamis, 6 Desember 2012

Tahun XIII

KPK Akan Terapkan SIN di Kementerian Komisi Pemberantasan Korupsi merumuskan Sistem Integrasi Nasional (SIN) yang akan diterapkan di kementerian dan lembaga-lembaga pemerintah. JAKARTA-Fajar Bali “KPK bersama Bappenas, dan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) berbagi program yang dipayungi dalam SIN untuk menumbuhkan nilai akuntabilitas, transparansi serta e isienasi dalam proses kerja kementerian dan lembaga,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas dalam Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Jakarta, Rabu. Tujuannya, menurut Busyro, adalah agar potensi korupsi dalam kementerian dan lembaga dapat dicegah sedini mungkin. “Penindakan yang menjadi dasar pemberantasan korupsi perlu dan semakin mendesak untuk diimbangi dengan pencegahan dan pendidikan karena upaya pemberantasan korupsi menjadi perjuangan tanpa henti yang menguras bangsa bila tidak diimbangi perbaikan sistem dan mencegah timbulnya koruptor baru dengan upaya pendidikan,” tambah Busyro. Ia menjelaskan bahwa ber-

Busyro Muqqodas dasarkan pengalaman KPK, korupsi merupakan gejala dari lemahnya integritas individu, keluarga, institusi dan antarinstitusi. “Integritas pribadi perlu diimplementasikan secara bersama-sama yang ditingkatkan dengan integritas antarindividu, institusi dan hubungan antarinsititusi, harapan akan terbentuk SIN adalah dapat mencapai tujuan nasional yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelas Busyro. Selain membangun sistem, Busyro berpendapat untuk membentuk integritas nasional adalah sikap para pemimpin bangsa. “Faktor kunci untuk membentuk integritas nasional adalah sikap para pemimpin yang bisa menjadi teladan masyarakat, memotivasi elemen bangsa untuk mencapai tujuan nasional,

jadi ini adalah kerja sama seluruh komponen bangsa yang harus dilakukan terus-menerus,” ungkap Busyro. Hal tersebut harus dilakukan karena menurut Busyro korupsi bukan hanya menggurita tapi juga menjadi sistem yang memiliki daya hancur pemelaratan terhadap rakyat yang masih melarat sehingga kemiskinan pun menjadi masif. “Kemarahan struktural yang timbul akibat perbedaan tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan kon lik horizontal yang disebabkan kesenjangan sosial atau ‘social jealousy’ karena disparitas masyarakat lokal yang sulit mengakses kekayaan alam sedangkan golongan dari luar bisa mengakses dengan mudah,” tambah Busyro. Wakil Menteri Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo dalam acara yang sama

mengungkapkan bahwa sudah ada Peraturan Presiden No 55 tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan KPK jangka panjang 2012-2025 dan jangka menengah hingga tahun 2014 yang diluncurkan pada 30 Mei. “Yang sedang dalam proses penyelesaian adalah rencana aksi pemerintah daerah sementara SIN sendiri terkait dengan kerja sama kementerian dan lembaga sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi yang melembaga, sehingga indeks integritas nasional menjadi ukuran bagaimana kementerian dan lembaga itu mencapai SIN,” kata Lukita. Pengawasan Asisten Kepala UKP4 Mardianto Jatna menyatakan bahwa pengawasan sistem tersebut berada di KPK. “Pengawasan diamanatkan kepada KPK, namun yang paling penting dalam SIN adalah konvensi mengenai integritas tadi sehingga harus jelas apa yang akan diukur, sedangkan rencana aksi akan didukung oleh Bappenas, Kementerian Dalam Negeri dan UKP4,” kata Mardianto Namun Mardianto menegaskan bahwa dasar susunan SIN baru akan diterapkan pada 2013. Sehingga menurut Busyro, hukuman terhadap kementerian atau lembaga yang tidak memenuhi indeks integritas nasional. Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi sendiri berfungsi untuk memfasilitasi proses berbagi informasi, pemetaaan dan rekomendasi hal-hal yang perlu diintegrasikan dalam SIN tersebut.(An)

Tak Setuju Djoko Ditahan di Rutan Militer JAKARTA-Fajar Bali Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika tidak setuju penahanan Irjen Pol Djoko Susilo di Rumah Tahanan Militer Guntur. Meskipun, ia mengapresiasi keputusan KPK menahan tersangka simulator SIM itu. "Soal militer Guntur, saya tidak setuju. Kalau berdasarkan fatsun hukum di repubil, artinya militer punya hukum sendiri dengan anggaran yang ada. Sipil juga punya sendiri, hal ini disahkan sejak reformasi. Tapi

silahkan," kata Gede Pasek, Selasa (4/12). Ia mengatakan sejarah akan mencatat KPK mencampuradukkan antara domain sipil dan militer. Apalagi, kata Pasek, sampai saat ini rutan militer itu belum berganti nama. "Ini menjadi dampak luas kekhawatiran lembaga-lembaga diadu domba," imbuhnya. Politisi Demokrat itu mengaku telah bertanya kepada Menteri Hukum dan HAM mengenai ketersedian rumah tahanan.

"Jawabnya ada, tapi kenapa (KPK) tidak berbicara soal ini. Ada penjara di Kemenkumham, kenapa tidak dipakai," kata Pasek. Ia pun menilai militer kini masuk wilayah sipil. Menurut Pasek, tidak sepantasnya sipi dibawa ke rutan tersebut. Seperti diketahui, penetapan Djoko sebagai tersangka melalui surat perintah penyidikan (sprindik) tertanggal 27 Juli 2012. Lembaga pimpinan Abraham Samad

ini, menduga telah terjadi korupsi dalam proyek senilai Rp196,8 miliar. Dalam proyek tersebut, KPK memperkirakan negara dirugikan sekitar Rp100 miliar. Selain Djoko, KPK telah menetapkan Wakil Kepala Korlantas Brigjen Didik Purnomo serta Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S Bambang dan Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi Budi Susanto sebagai tersangka.TRB

Bingung Nyari Cagub PDIP Survei Lagi ..................................................................................... dari hal. 1 kini, PDIP belum menemukan kandidat gubernur dan wakil gubernur yang cocok untuk diusung pada pilgub nanti. Itu sebabnya, mantan ketua DPRD Bangli yang juga ketua DPC PDIP Bangli ini menegaskan di PDIP sendiri kini dilakukan survei ulang, untuk mendapatkan calon gubernur dan wakil gubernur yang kuat popularitas dan elektabilitasnya. Konon, dalam dua kali survei sebelumnya, nama Made Mangku Pastika selalu menempati urutan teratas baik dalam popularitas maupun elektabilitas, yang disusul kader PDIP A.A Puspayoga dengan skor yang terpaut cukup jauh dari Made Mangku Pastika. Meski dalam dua kali survei dilakukan hasilnya sama, namun tampaknya PDIP belum benar-benar yakin dengan hasil tersebut, sehingga masih harus melakukan

survei tahap ketiga. Apa yang diungkap Ngakan Kutha Parwata ini dibenarkan oleh sejumlah kader PDIP Bali yang dihubungi secara terpisah, Rabu (5/12) kemarin. Salah seorang petinggi PDIP Bali yang enggan disebut namanya, ketika dikon irmasi kemarin menyatakan, hasil survey sebelumnya yang telah dua kali dilaksanakan dinyatakan belum valid. “Saya dengar informasinya begitu, kocok ulang nanti mulai 13 Desember, tapi ini baru rumor,” jelas petinggi PDIP yang tidak mau disebut namanya itu, Rabu (5/12) kemarin. Bahkan menurut dia, DPP PDIP saat ini juga dihadapkan pada permasalahan kebingungan. Mengingat sejumlah besar kalangan DPP justru berharap rekomendasi diberikan kepada Mangku Pastika, namun sejumlah elit PDIP Bali justru ingin

memberikan peluang kepada Anak Agung Ngurah Puspayoga untuk direkomendasi sebagai Cagub PDIP. Namun sumber ini mengelak menyebut nama-nama atau kandidat yang akan di survey untuk ketiga kalinya guna mendapatkan hasil yang lebih valid. “Nama-nama yang di survey saya tidak tahu, tapi yang jelas ketiga nama (Mangku Pastika, Wayan Candra dan Puspayoga) yang mendaftar itu masih tetap dilingkaran survey. Nama lainnya saya tidak tahu, ini panitianya khusus,” tambah sumber ini. Bahkan dimungkinkan pula rekomendasi dari PDIP untuk Pilgub 2013 mendatang bakal molor lagi atau dikeluarkan menjelang ditutupnya pendaftaran bakal calon gubernur di KPU. “Bisa dibilang begitu, informasinya juga simpang

siur,” jelasnya lagi. Disisi lain sumber ini juga menyebut, beberapa kalangan DPP PDIP juga masih menginginkan Mangku Pastika mendapatkan rekomendasi, mengingat taruhan untuk memenangkan PDIP itu sangat mahal. “Memang sangat beresiko kalau PDIP kalah di Bali. Mengingat secara Nasional Bali masih dipandang sebagai basisnya PDIP,” imbuh sumber ini. Bila rekomendasi jatuh diluar Mangku Pastika, satu-satunya harapan agar menang adalah mesin partai bekerja maksimal dari tingkat bawah sampai tingkat atas. “Hanya trendnya saat ini, yang bisa pegang kendali sebagai pemimpin adalah kalangan enterpreneurshif. Di beberapa daerah sudah muncul ini, lalu di Bali apa masih model politik raja-raja yang pegang kendali,” tutup sumber ini.W-010

Ny. Ayu Pastika Buka Rakerda Dekranasda ............................................................................. dari hal. 1 bali, untuk itu perlu adanya sinergitas program antara Provinsi dan Kabupaten/kota” demikian tegas Ny. Ayu pastika dalam sambutannya. Tema Rakerda Dekranasda Provinsi Bali kali ini adalah “Melalui Rakerda Dekranasda Provinsi Bali Tahun 2012 Kita Tingkatkan Kualitas Produk Unggulan Daerah”. Rakerda ini diikuti oleh peserta dari Dekranasda Provinsi Bali sebanyak 38 orang, Peserta dari Dekranasda Kabupaten/Kota se-Bali sebanyak 9 orang, peserta dari Dinas yang membidangi Perindustrian dan Perdagangan sebanyak 9 orang, dan dari Disperindag

Provinsi Bali 4 orang. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali NI Wayan Kusumawathi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dewa Nyoman Patra, dan Perwakilan dari Bappeda Provinsi Bali. Ny. Ayu Pastika menambahkan selama ini Pemerintah Provinsi Bali telah memberikan dukungan terhadap Dekranasda Prov. Bali dalam bentuk program Bali Green Province( green culture, green economi dan clean and geen), program Bali Pulau Koperasi sebanyak 3.970 Koperasi aktif, Jaminan Kredit Bali Mandara, Program peningkatan

Ekspor daerah dengan memfasilitasi Dekranasda pada pameran di dalam dan luar negeri, dan program peningkatan Industri kecil menengah yaitu bantuan desain dan kegiatan One Village One product (OVOP). Kedepannya Ny. Ayu Pastika meminta kepada para pengurus Dekranasda Provinsi Bali, Dekranasda Kabupaten/ Kota dan SKPD terkait untuk lebih aktif lagi bekerja, mengingat semakin banyaknya minat dari pebisnis mancanegara yang tertarik dengan kerajinan asal Bali. Untuk itu semua Ny. Ayu Pastika juga mengingatkan agar para pengrajin

meningkatkan kualitas sekaligus melengkapi syarat-syarat yang diperlukan untuk masuk pasar luar negeri. ”Unggulan kerajinan Bali adalah kayu, sementara pasar Uni Eropa mulai tahun depan akan memberlakukan sertifikasi kayu bagi hasil kerajinan dari kayu yang akan diekspor ke negara-negara tersebut. Hal ini dilakukan Uni Eropa untuk memastikan bahwa kayu yang masuk ke sana adalah kayu legal. Saya harapkan para pengrajin bisa menyesuaikan diri dengan peraturan baru tersebut”, demikian imbuhnya. @W-006

11

Penyelamatan TKI oleh Otoritas Malaysia Diapresiasi JAKARTA-Fajar Bali Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Jakarta, Rabu (5/12) menyampaikan apresiasi terhadap langkah otoritas keamanan Malaysia, dalam membebaskan para TKI dari penyekapan agensi perekrut tenaga kerja asing di sebuah gedung di Bandar Baru Klang, Selangor, Malaysia pada Sabtu (1/12) lalu. Dalam operasi penggerebekan itu, menurut Jumhur, polisi menangkap tiga pria berkewargaan Malaysia yang merupakan pegawai agensi, termasuk lima WNI dan empat orang berkebangsaan Kamboja serta Filipina sebagai supervisor agensi di lokasi tersebut. Sementara itu, dari 105 tenaga kerja asing yang diselamatkan, 95 di antaranya TKI sektor informal Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

“Kita harapkan upaya kepolisian Malaysia yang bekerjasama dengan satuan imigrasinya tidak berhenti dalam kasus ini saja, karena nasib dan kehormatan TKI harus diselamatkan baik dari jeratan maupun tindakan penawanan para pelaku tidak bertanggungjawab,” jelas Jumhur di Jakarta. Menurutnya, para pelaku penyekapan telah merencanakan sejumlah TKI tidak berdokumen untuk diberangkatkan ke Malaysia sejak dari tanah air, dan bahkan tindakannya secara sengaja menjadikan TKI sebagai korban ‘human traf icking’ (perdagangan orang) guna bekerja tanpa dokumen sah di negara itu. Dikatakan Jumhur, pemerintah Indonesia memberlakukan moratorium (penghentian sementara) penempatan TKI PLRT ke Malaysia mulai Juni 2009 dengan mempertimbangkan lemahnya perlindungan TKI di

KPK Sudah Ingatkan Presiden JAKARTA-Fajar Bali Komisi Pemberantasan Korupsi sudah mengirimkan surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengingatkan untuk segera menandatangani draf revisi Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2005 tentang sumber daya manusia di KPK. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan, surat tersebut dikirim KPK sekitar pekan lalu. “Sudah, sudah di meja. Tapi, mejanya Presiden ada berapa, ya saya enggak tahu,” kata Busyro seusai mengikuti acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Rabu (5/12).

Menurut Busyro, penandatanganan draf revisi PP tersebut perlu disegerakan. Jika Presiden tidak juga tanda tangan, KPK akan kehilangan 41 pegawai negeri sipil dari instansi lain yang bertugas di lembaga antikorupsi tersebut. Adapun isi draf revisi PP Nomor 63 Tahun 2005 tersebut di antaranya memperpanjang masa tugas pegawai dari instansi lain di KPK. Masa tugas yang semula maksimal delapan tahun diubah menjadi maksimal 12 tahun. “SDM-SDM KPK itu terdiri dari PNS-PNS kementerian atau lembaga. Ini kalau tidak segera diteken bulan ini, ada 41 PNS

berupa iuran-iuran,” terangnya. Mantan Kapolda Bali ini juga mengatakan, akan ada patokan maupun petunjuk teknis dalam penggunaan dana tersebut. Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ketut Suastika mengatakan, teknisnya bantuan yang berupa BKK itu dari pemerintah provinsi akan langsung ditransfer ke rekening kepala desa (lurah atau perbekel). “Bendesa atau pimpinan desa adat serta pekaseh (pimpinan subak) selanjutnya dapat meny-

ampaikan usulan pemakaian kepada kepala desa. Jadi, uang yang ditransfer dari pemerintah provinsi ke desa, masuk ke anggaran desa, tetapi arahan penggunaannya sudah jelas,” kata Suastika. Di Bali saat ini terdapat 1.480 desa adat dan 2.707 subak sawah serta subak abian (lahan kering), kesemuanya ini yang akan mendapat bantuan tersebut. Sebelumnya, Mangku Pastika mengatakan pula bahwa sumder daya manusia khususnya yang duduk di prajuru harus di-

mantapkan, karena para prajuru itu merupakan ujung tombak pelaksanaan kegiatan di desa pakraman. “Timbulnya permasalahan sosial, hal ini juga akibat kuranhnya pemahaman prajuru adat dan masih lemahnya pemahaman undang-undang atau awig-awig,” jelas Pastika. Dikatakan pula bahwa kon lik desa adat juga masih mengkhawatirkan, namun Pastika sendiri mengajak agar krama Bali mengutamakan dialog lewat paruman.W-010

KPK yang mundur, habis masa tugasnya delapan tahun,” kata Busyro. Sebanyak 41 pegawai itu, menurutnya, tidak termasuk penyidik kepolisian yang bertugas di KPK. Mereka tersebar di sejumlah unit, mulai dari bagian penyelidikan, kesekjenan, hingga penindakan. Busyro juga berharap, para pembantu Presiden bisa mengingatkan akan penandatanganan draf revisi PP ini. “Karena pembahasannya sudah dua tahun lho. Dibahas KPK, Kementerian PAN (pendayagunaan dan aparatur negara), Kejaksaan Agung, kepolisian,” tambahnya. (an)

Dihargai Rendah, Guide Korea Mogok ........................................ dari hal. 1 Guide Korea, Made Sumadi di Disparda Bali. Sumadi sendiri mengatakan bahwa saat ini terdapat sekitar 31 travel agen khusus wisatawan Korea, namun dari semua travel tersebut belum ada yang memberikan jasa atau fee yang layak terhadap pekerja pariwisata ini. “Sejujurnya saya ingin menjadikan Travel agen di Bali sehat, namun kondisinya justru travel agen yang tidak memberikan kontribusi yang sepadan kepada kami-kami,” tambah Sumadi. Disebutkan-

nya bahwa fee yang mereka terima sangat kecil, bahkan hanya Rp 75.000 sampai Rp 150.000 untuk pekerjaan selama 4 hari atau satu paket. Dianalogikannya bahwa dengan fee 150.000 untuk kerja 4 hari, maka penghasilannya sehari hanya mencapai Rp 37.000 dan hal itu tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-hari. “Kok kerja kami dihargai lebih rendah dari kuli jalanan, ini tidak masuk akal,” tambah Sumadi. Sedangkan Sumadi sendiri menuntut kepada seluruh

travel agen Korea yang ada di Bali agar terjadi penyamaan persepsi dan bisa memberik an fee sekitar Rp 293ribu untuk kerja satu paket atau 1-6 wisatawan dalam waktu kerja selama 3 hari. “Ini tuntutan kami, bahkan nilainya dibawah Rp 100ribu, namun hal ini juga tidak bisa dipenuhi oleh travel agen,”papar Sumadi. Dikatakannya selama tuntutan terhadap fee yang layak tersebut tidak dipenuhi, maka para guide Korea ini akan tetap melakukan mogok kerja.W-010

Yang Dipertuan Agong Malaysia Istirahat di Bali ..................... dari hal. 1 dan beristirahat di Bali. “Beliau (Raja Malaysia) menyatakan ingin beristirahat total di Bali dan bukan kunjungan kenegaraan,” jelas Karo Humas, Ketut Teneng. Dikatakannya lagi bahwa kunjungan penguasa Malaysia ini akan menikmati panorama di Tanah Lot dan selanjutnya bermain golf di kawasan tersebut bersama keluarga. Setelah mengunjungi Kawasan Tanah Lot dan menikmati sunset, diinformasikan bahwa kunjungannya dilanjutkan ke KinKANKER PAYUDARA

tamani, Bangli guna menikmati pemandangan Gunung Batur. Bahkan disela-sela kunjungan tersebut dimungkinkan akan mengunjungi kawasan Ubud untuk nerkunjung ke Museum Rudana. Dihari kedua, Seri Paduka Yang di-Pertuan Agong akan mengunjungi Galeri Seni Sari Dewi Gold and Silver di Ubud dan menikmati santap malam di Kawasan Nusa Dua. Karo Humas Setda Pemprov Bali, Ketut Teneng juga menjelaskan bahwa mengingat-

kan kegiatan tersebut tertutup untuk media, “Kunjungannya bukan kenegaraan dan diminta untuk tidak diliput oleh media, karena beliau ingin beristirahat total,” tambah Ketut Teneng. Dikatakannya lagi bahwa, Gubernur Mangku Pastika dikatakan akan menemani sekali waktu selama berada di Bali. “Jadi tidak akan ada pembicaraan kerjasama ekonomi atau permasalahan TKI, karena ini hanya kunjungan kenegaraan,” tutup Ketut Teneng.W-010

Jangan Putus Asa Dulu Semua Penyakit Pasti Ada Ramuan / Obatnya

KANKER GANAS

PAKAR HERBALIS SUPRANATURAL

SPESIALIS PENYAKIT KANKER DAN TUMOR TANPA OPERASI

Alamat Praktek : Jl. Palapa XI – Sidakarya DPS. Telp. 0361-8950577, 7448097 HP. 081 835 6255

TABIB ABU HUSEIN

SUDAH PENGALAMAN BUKA PRAKTEK SELAMA 29 TAHUN DAN TELAH RIBUAN PASIEN KANKER DAN TUMOR DISEMBUHKAN TANPA HARUS DIOPERASI DI INDONESIA SAMPAI KEMANCA NEGARA TELAH MENDAPAT PENGAKUAN DARI MASYARAKAT LUAS & STATUSNYA BETUL-BETUL TELAH DIAKUI OLEH BANGSA LAIN JARANG ADA PASIEN YANG GAGAL DISEMBUHKAN.

LANGSUNG DITANGANI OLEH PAKARNYA YANG SUDAH PROFESIONAL UNTUK : Tersedia Ramuan Khusus Super Kejantanan dan Keperkasaan Pria Wanita Super / Jos Untuk : *TUMOR JINAK/RADANG *TUMOR HATI/OTAK *TUMOR KANDUNGAN *TUMOR MATA/RAHANG-HIDUNG *KANKER MULUT RAHIM *TUMOR RADANG TENGGOROKAN *KANKER PROSTAT / USUS *KENCING MANIS/DIABETES *KANKER PAYUDARA *KENCING BATU/BATU GINJAL *KANKER LEHER/RADANG *KANKER HATI/DARAH/LIDAH *HERNIA / KHOLIB RADANG *KANKER GETAH BENING/DARAH *TUMOR TULANG-KULIT *KANKER OTAK/TULANG *TUMOR RAHIM/HIDUNG *KISTA KANDUNGAN/MION *TUMOR GANAS/LEHER

*PERUT SERING NYERI WAKTU HAID (SAKIT) *KANKER SERVICK *TOMOR BUAH DADA *TUMOR PERUT-OVARIUM

*BENJOLAN DI BADAN *WASIR *DAGING TUMBUH *TELOID *HEPATITIS B-C *GONDOK KELENJAR *AMANDEL *KUTIL DI BADAN *HERPES *ANEMIA *HIV-AIDS *GAGAL GINJAL *LUMPUH

* Memperbesar Alat Vital (Panjang / Paten) * Lemah Syahwat / Cepat Loyo / Tahan Lama / Kuat * Mani Encer * Haid Tidak Lancar Herbal * Datang Bulan Tidak Cocok dari100% rempah-rempah alami tanpa efek samping * Menyemburkan Sperma * Ejakulasi Dini / Cepat Keluar

* Sex Kurang Bergairah Biar Perkasa Diranjang * Istri Susah Orgasme * Keputihan Cina dan Ramuan Arabic. Ramuan Yang Kami Gunakan Alami (Herbal) tanpa Eefek Samping * Sperma Kurang Subur * Rahim Biar Kuat Cara TABIB ABU HUSSEIN mengobati pasien Tumor Perut di rumah alamat praktek Jl. Palapa XI Sidakarya telah banyak Pasien Kanker & Tumor yang sudah disembuhkan oleh Tabib Abu Hussein * kandungan Kurang Subur / Tertutup lemak ditempat prakteknya dirumah. Tumor Lidah Tumor Usus Tumor Hidung Kanker Kelamin Tumor Otak * Cepat Bisa Hamil 30 Hari perut langsung isi Jarang ada yang GAGAL (Banyak orang berhasil) Sistem Pengobatan Kami Menggunakan Metode Reflexiologi, Bekam, Ramuan India, Ramuan

Gubernur: Aktiϐkan Kembali Budaya Paruman ...................................................................... dari hal. 1 “Kami harapkan dengan menaikkan anggaran peran mereka lebih intens dalam menjaga adat dan agama, serta menjaga masyarakat supaya lebih tentram,” imbuh Pastika. Dikatakannya, memberikan bantuan kepada desa adat, bukan berarti pula memanjakan masyarakat tetapi justru memberikan sedikit keleluasaan kepada prajuru adat untuk mengelola pekerjaan mereka. “Jadi jangan sampai membebankan berat sekali pada masyarakat

negeri jiran itu. Hingga kini, kebijakan moratorium masih berjalan lantaran belum terpenuhinya kesepakatan perlindungan TKI antara kedua pemerintah. Namun demikian, aku Jumhur, upaya pemberangkatan TKI PLRT ke Malaysia memang tak urung hilang. Selama adanya moratorium ini, BNP2TKI memperkirakan sekitar 11 ribu TKI berhasil pergi ke Malaysia melalui pelayanan kelompok tertentu yang bekerjasama para pihak di Malaysia. Jumhur menghendaki, penanganan keberangkatan TKI tidak berdokumen digalakkan aparat hukum Indonesia dengan memperketat jalur-jalur keberangkatan TKI ke Malaysia, di samping untuk mencegah berkembangnya tindakan yang merugikan TKI, diperlukan kerjasama antarkeposian yang meliputi Indonesia dengan Malaysia. (an)

LANGSUNG DITANGANI OLEH PAKARNYA YANG SUDAH PROFESIONAL UNTUK : KONSULTASI GRATIS HUBUNGI : PUSAT PENGOBATAN ALTERNATIF SUPRANATURAL

TABIB ABU HUSSEIN / www.tabib-hussein.com E-mail : info@tabib-hussein.com ALAMAT PRAKTEK : JL. PALAPA XI SIDAKARYA

DI DEPAN PERUMAHAN LIVA KAVLING I SIDAKARYA – DENSEL-BALI-INDONESIA TELP : (0361) 7448097 / FAX (0361) 8950577 HP. 081 835 6255 – 081 999000022 BUKA SETIAP HARI MINGGU BUKA

: JAM 09.00 S/D 20.00 MALAM : JAM 09.00 S/D 01.00 SIANG

KAMI JUGA MENYEDIAKAN KAPSUL/RAMUAN SERBUK : Kapsul Tinggi badan 1 bulan 4-8 cm untuk usia 30 Tahun ke bawah, ingin langsing 2 minggu Turun 6 kg Gempur Lemak Diperut Bergaransi Resmi Gemuk Badan 3 Minggu Naik 5-7 kg beratnya (tanpa efek samping)

TABIB ABU HUSEIN SIAP MELAYANI PASIEN YANG SAKIT SAMPAI SEMBUH TOTAL Tabib Abu Hussein juga menangani problem anda seperti; Diguna-guna Anti Selingkuh Memikat Jodoh Memisah Wil / Pil Biar usaha tidak diganggu DLL Tidak buka cabang di tempat lain

Mengobati semua jenis penyakit Kulit & Kelamin

Biaya pengobatan terjangkau untuk umum SASARAN : DARI PASAR SANGLAH, TIGA KALI LAMPU MERAH, BELOK KIRI JL. SIDAKARYA, ± 400M MASUK JALAN SIDAKARYA BELOK KANAN JALAN KE PALAPA CARI JALAN PALAPA XI, LIHAT PAPAN NAMA TABIB ABU HUSSEIN DI PALAPA XI MASUK DI DEPAN PERUMAHAN LIVA KAVLING I, RUMAH PRAKTEK

F

IZIN PRAKTEK : 314/IP/ITH/2000.39/THI/2000 IZIN KEJARI NO : B-1334/P.1.10/DPS.5/04/2007 IZIN DINKES NO : 448.3/2.PT.19.1.09

PESAN TABIB ABU HUSSEIN, YAKINKAN DIRI ANDA UNTUK BEROBAT KE TABIB ABU HUSSEIN. INSYA ALLAH 3 S / D 5 HARI MINUM RAMUAN HERBAL TABIB ABU HUSSEIN PASTI SUDAH ADA PERUBAHAN. AMIEN.


Berlangganan Fajar Bali Hub : (0361) 789 7791 087 861 515 191

POLITIK

12

FAJA R BALI Kamis, 6 Desember 2012 Tahun XIII

Setgab Diambang Perpecahan

Komisioner KPU Tidak Hadir

Verifikasi Parpol Kacau JAKARTA –Fajar Bali Verifikasi faktual 18 Partai Politik (Parpol) yang diloloskan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) yang dilaksanakan Rabu kemarin nampaknya berjalan kacau. Kekacauan terjadi saat verifikasi di Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Komisioner KPU yang seharusnya memimpin verifikasi, Juri Ardiyanto, tidak hadir dan harus digantikan oleh Kabag Divisi Hukum KPU Ahmad Fayumi. Akibatnya, DPP PKNU terpaksa belum bisa diputuskan lolos ataupun tidak dalam verifikasi faktual. “Mohon maaf, kami datang tanpa komisioner. Jadi kami hanya mencatat dan kelolosan nanti diumumkan menyusul,” kata Ahmad Fayumi, saat melakukan verifikasi, di DPP PKNU, Jalan Kramat Raya VI, Jakarta Pusat, Rabu (5/12). Selain tidak dihadiri oleh komisioner, verifikasi yang terhadap PKNU seharusnya dilaksanakan sekira pukul 09.00 WIB, molor hingga dua jam.Bahkan, saat melakukan verifikasi tim verifikator membawa berkas lama, bukannya berkas kepengurusan PKNU yang baru dan sudah mengalami perubahan. Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PKNU Tohadi, mengatakan, kekacauan juga terjadi saat tadi pagi sebelum tim verifikator datang tiba-tiba ada kabar dari komisioner bahwa verifikasi akan diundur hingga 7 Desember mendatang. “Juri (Komisioner KPU) tadi menghubungi saya dan mengatakan verifikasi diundur karena dia ke luar kota,” tuturnya. Mendengar hal tersebut, Tohadi pun protes. Pasalnya, para pengurus dari DPP PKNU yang dari luar kota sudah datang sejak kemarin. “Setelah di protes, akhirnya ada tim verifikator yang menggantikan,” tegasnya. (net)

Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi partai politik (Parpol) yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Demokrat (PD), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kini diambang perpecahan. JAKARTA-Fajar Bali Perpecahan itu bisa dilihat dari adanya silang pendapat anggota koalisi terkait usulan revisi UU Nomor 42 tahun 2008 tentang pemilihan Presiden.. Namun ini dibantah oleh Sekretaris Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi Syarif Hasan.”Perbedaan itu bukan berarti tamat. Kadang-kadang juga di satu sisi merupakan dinamika indah. Saya menyadari bahwa RUU Pilpres ini khususnya presidential threshold sangat berkepentingan dengan partai masingmasing,” ujarnya kepada wartawan di Gedung D P R ,

Senayan, Jakarta, Rabu (5/12). Menurut Syarif, bila berbicara perihal Setgab koalisi, hendaknya seluruh anggota Setgab mengesampingkan kepentingan partai masing-masing. “Saya menyadari juga kalau berbicara kepentingan partai, maka kepentingan partai harusnya nomor dua. Jadi kita kepentingan nasional dulu,” tegasnya.  Di antara anggota Setgab, sambung Syarif, yang memiliki perbedaan paling mencolok adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara itu beberapa partai meskipun memiliki pandangan yang berbeda namun pada dasarnya mereka berkeinginan untuk memberikan penguatan sistem ketatanegaraan.

 “Golkar itu sepakat, sama dengan Demokrat. PAN dan PKB juga sepakat sama kita, saya tahu pasti. Sebenarnya PAN juga sepakat tapi saya membaca pandangan mininya 15 sampai 20, berarti suah mendekati. Saya lihat secara eksplisit yang berbeda itu kan PPP,” terangnya.  Meskipun masa depan keberlanjutan revisi UU Pilpres sepenuhnya menjadi kewenangan DPR, namun Setgab sendiri berharap DPR tidak melakukan revisi. Jika nanti memang DPR tetap ngotot untuk melakukan revisi, maka poin yang perlu direvisi adalah jumlah Presidential Threshold yang harus ditingkatkan.  “Memang pada dasarnya kita serahkan pada DPR. Tetapi Setgab melihat bahw a

UU No 42 tahun 2008 masih sangat bagus dan menggambarkan sistem demokrasi yang baik sekali. Sekalipun ada pendapat bahwa lebih bagus Presidential Threshold-nya itu dinaikkan,” paparnya. Sementara Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Maulidi menilai keberadaan Sekretariat Gabungan (setgab) partai koalisi pendukung pemerintah sama halnya dengan tidak ada. Bahkan kata dia, setgab tidak ada manfaatnya sama sekali. Pasalnya, Setgab yang ingin difungsikan sebagai jembatan untuk menengahi perbedaan di intenal parpol koalisi ternyata tidak terujud.  “Setgab, adanya sama dengan tiada. Tidak berfungsi sebagai kaukus yang menjembatani perbedaan pandangan parpol yang berkoalisi. Tidak ada manfaatnya,” kata Viva dalam keterangan tertuisnya, Rabu (5/12).

 Padahal, kata dia, keberadaan setgab juga diharapkan bisa melahirkan tradisi politik baru di negara ini. “Awalnya, Setgab terbentuk memberi harapan akan hadirnya tradisi politik yang baru dari parpol pendukung pemerintah berkumpul secara ad hoc. Sudah terbentuk struktur. Meskipun kaukus ini tidak akan menjadikan ideologi politik parpol melebur,” jelas dia.  Setidaknya kata dia, ada sebuah perekat yang bisa menjembati perbedaan antar parpol koalisi. Tapi, hingga masa waktu koalisi yang juga sebentar lagi berakhir belum ada platform yang disepakatinya. Bagi dia, Setgab merupakah wadah yang tak memiliki manfaat sama sekali. “Namun minimal ada common platform yang menjadi perekat dalam merumuskan kebijakan antar parpol. Kenyataannya tidak terjadi. Common platform tidak terbentuk sehingga selalu berbeda pandangan,” tutupnya. (ozn)

POLITISI

Berharap Banyak Figur Capres Muncul

JAKARTA – Fajar Bali Kendati selalu disibukkan dengan urusan kenegaraan dan berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Air, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetap memantau isu terkait siapa calon pengganti dirinya di 2014 mendatang.  SBY berharap akan muncul banyak nama yang layak maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) di 2014. Susilo Bambang Yudhoyono  “Sudah baca 36 capres, saya doakan semoga masih ada yang muncul lagi,” kata SBY saat menunggu kedatangan Mahfud MD di kantornya, Rabu (5/12).  Seperti diketahui, banyak nama yang digadang-gadang untuk menjadi calon presiden di Pilpres 2014 mendatang, salah satunya yaitu Mahfud MD, Dahlan Iskan, Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie, Djoko Suyanto dan raja Dangdut Rhoma Irama belakangan santer terdengar. Namun, diantaranya masih belum menentukan sikap, hanya Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie saja yang sudah mendeklarasikan maju sebagai capres. (ozn)

Golkar Bantah Jegal Prabowo

JAKARTA-Fajar Bali Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar Indra Jaya Piliang menegaskan sejak awal partainya menolak revisi UU Pemilu. “Sikap Golkar sejak awal seperti itu,” kata Piliang di gedung DPD/ DPR RI Jakarta, Rabu (5/12.) Dengan penolakan itu berarti UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang UU Pilpres tetap bisa diberlakukan pada Pilpres 2014 mendatang dimana poin penting yang diperdebatkan adalah soal angka presidential threshold (PT) 20 persen yang dikhawatirkan sejumlah kalangan membatasi jumlah calon presiden. “Kalau menggunakan angka itu tetap saja akan ada 3 atau 4 calon presiden seperti pemilu lalu,” kata Piliang. Dia membantah sikap Golkar itu untuk menjegal partai menengah mengajukan calon presiden seperti Prabowo yang menginginkan PT diturunkan. “Kalau alasan itu dipakai sulit juga. Karena di 2004 lalu Indra Jaya banyak calon apalagi sampai berlangsung dua putaran dan ini membutuhkan triliunan rupiah,” kata Piliang. Belakangan memang banyak kandidat capres yang muncul. Tidak hanya Ical dan Prabowo, tetapi juga Mahfud MD dan Jusuf Kalla (JK) sebagai alternatif calon presiden yang harus diperhitungkan di 2014. Menghadapi caloncalon tersebut, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku tak takut. Prabowo memang digadang-gadang sebagai capres yang diusung Partai Gerindra. “Demokrasi kan memang membutuhkan banyak pilihan, jadi ya bagus-bagus saja, biarkan nanti rakyat yang memilih,” kata Prabowo di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, beberapa waktu lalu.. Prabowo menyatakan kesiapannya menjadi Calon Presiden 2014. Namun, Gerindra memang belum mendeklarasikan ketua Dewan Pembinanya itu sebagai capres. “Insya Allah siap. Saya kira deklrarasi itu urusan sebentar, enggak ada masalah. Nanti saja,” katanya. Mengenai pendampingnya di 2014, Prabowo mengaku belum memilikinya. (trb).

Partai Milik Keluarga Soeharto Pembangunan Klungkung Belum Optimal Terancam Tak Lolos Verifikasi Tidak Terurus atau Pemimpin yang Tak Becus?

Hartanto JAKARTA –Fajar Bali Dua dari tiga Partai Politik (Parpol) milik dinasti Soeharto, masih belum memenuhi syarat saat dilakukan verifikasi faktual tingkat pusat. Dua partai tersebut yakni, Partai Karya Republik (Pakar) dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Keduanya belum memenuhi syarat keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Bahkan, PKPB yang didirikan oleh Siti Hariyanto Indra Rukmana atau Mbak Tutut, terpaksa harus mengikuti perbaikan verfikasi faktual pada 11 sampai 18 Desember mendatang. Pasalnya, Surat Kepu-

tusan (SK) dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) belum juga diterbitkan. “SK dari Kemenkum HAM masih menunggu tanda tangan Pak Mentri yang nanti akan kami susulkan diperbaikan. Sedangkan untuk kepengurusan kekurangan keterwakilan perempuan segera dilengkapi,” kata Sekertaris Jenderal (Sekjen) PKPB, Hartanto, saat ditemui, Rabu (5/12). Sedangkan Partai Pakar yang diketuai oleh Ari Haryo Wibowo atau Ari Sigit, mengatakan sebenarnya Pakar sudah memenuhi keterwakilan perempuan sebanyak 30 pers-

en. Namun karena jadwal yang ditetapkan oleh KPU mendadak, membuat banyak kadernya berhalangan untuk hadir. “Kita lengkap untuk keterwakilan perempuan, hanya saja jadwal yang diberikan KPU baru diterima sore kemarin, sehingga dengan persiapan mendadak banyak kader kami yng tidak bisa datang karena bekerja, dan masih ada dalam perjalanan,” ujar Ari Sigit. Namun begitu, baik PKPB dan Pakar yakin lolos dalam verifikasi faktual ini untuk m e n g i ku t i Pe m i l u 2 0 1 4 mendatang.”Insya Allah kami akan lolos dalam verifikasi ini,” tambah Ari Sigit. Sementara itu ditempat terpisah, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Republik (Nasrep) dengan Dewan Pembinanya, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, diloloskan oleh KPU karena sudah memenuhi syarat 30 persen keterwakilan perempuan, kepemilikan kantor dan pengurus. “Kami putuskan semua persyaratan yang dimiliki Nasrep sudah memenuhi syarat verifikasi faktual,” kata Komisioner KPU, Sigit Pamungkas. Sebelumnya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) memutuskan untuk mengikut sertakan 18 Parpol yang tidak lolos verifikasi administrasi untuk dapat ikut verifikasi faktual, termasuk tiga partai milik keluarga cendana tersebut. (Ozn)

I Kadek Arimbawa SEMARAPURA-Fajar Bali Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), I Kadek Arimbawa menyatakan keheranannya pada pembangunan di Klungkung dalam beberapa tahun ke belakang. Hal tersebut disampaikan Arimbawa menjelang keberangkatannya ke Kalimantan Timur dalam rangka tugas Komite II DPD RI meninjau pembangunan infrastruktur di daerah tersebut, beberapa waktu lalu.. Arimbawa menilai masih banyak potensi gumi serombotan yang belum terpetakan secara jelas. “Pembangunan di Klungkung saat ini bisa dikatakan belum optimal. Di beberapa titik, pembangunan masih terbengkalai, sementara daerah lain seperti Nusa Penida bahkan seolah tak

terjamah oleh pemerintah. Apa yang salah dengan pembangunan Klungkung?” ungkap senator yang akrab disapa Lolak ini. Seniman yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Paguyuban Lawak Bali ini menekankan bahwa dengan potensi yang dimiliki, Klungkung seharusnya bisa lebih maju dibanding daerah lain di Bali. “Klungkung itu punya tiga pulau yang sangat potensial salah satunya adalah Nusa Penida. Seharusnya pemimpin Klungkung bisa mengubah mindset tentang keberadaan Nusa sebagai daerah pendukung pembangunan Klungkung” ungkapnya. Ditanya mengenai kesiapan maju dalam Pilkada Klungkung, tokoh muda Klungkung ini untuk sementara menyatakan berkonsentrasi menjalankan tugas sebagai Anggota DPD RI. Namun, katanya, tidak menutup kemungkinan bila masyarakat memberi dorongan untuk maju, senator asal Kamasan ini akan mengiyakan keinginan masyarakat. “Kalau ada yang mendorong dan punya kesamaan prinsip membangun Klungkung, mengapa tidak? Toh ini sama-sama tugas membangun daerah.” ungkapnya bersemangat. Arimbawa bahkan menyatakan sudah memiliki bayangan bagaimana Klungkung masa mendatang. Pemimpin Klungkung harusnya mampu membangun Klungkung yang Berbudaya, Inovatif, Sejahtera dan Adil. “Saya optimis wujudkan Klungkung ‘BISA’.” ungkapnya dengan tegas. (Adv).

Pilkada Klungkung

Demokrat Usung Calon Sendiri DENPASAR-Fajar Bali Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Klungkung nampaknya tidak berjalan head to head antara Partai Golkar dengan PDIP. Bahkan selain Partai Gerindra yang sudah mempersiapkan diri, kini Partai Demokrat sudah berancang-ancang akan mengusung calon sendiri. Nama yang mencuat dan bakal memimpin Klungkung ke depan adalah Ngakan Made Samudra (Anggota DPRD Bali) dan Artison Andarawata (Ketua DPC Demokrat Klungkung). Ketua DPD Partai Demokrat (PD), Made Mudarta menegaskan bahwa Demokrat Klungkung sendiri bisa mengusung calon secara mandiri yang juga dibantu oleh koalisi sebelumnya dengan PNBK dan PKPB. Selain meramaikan perhelatan Pilkada Klungkung, PD sendiri diharapkan bisa bertarung dan mengasah para kadernya untuk

Artison Andarawata lebih matang di politik. “Selama ini Demokrat hanya bisa nempel sana nempel sini, saya melihat Klungkung memiliki potensi untuk bertarung,” jelas Made Mudarta, Rabu (5/12) kemarin. Bahkan secara CMYK

Ngakan Made Samudra lisan dikatakannya bahwa yang di gadang-gadang untuk maju adalah Ngakan Made Samudra dan Artison Andarawata yang tidak lain putra dari Maestro Nyoman Gunarsa.

Ngakan Made Samudra yang kini duduk di DPRD Bali ketika dikonfirmasi mengenai kesiapannya untuk bertarung pada Pilkada Klungkung 2014-2019, dirinya mengatakan siap untuk maju. “Kalau itu adalah perintah dan tugas partai kenapa tidak. Saya harus siap demi kebesaran dan menjalankan amanah partai,” jelas Ngakan Samudra, Rabu (5/12) kemarin. Dari segi pengalaman, Ngakan Made Samudra sendiri, pada jabatan terakhir formalnya adalah sebagai Plt. Sekda Pemprov Bali.Disamping pengalamannya di bidang birokrasi, Ngakan Made Samudra sendiri bisa dianggap sebagai calon pemimpin yang memiliki visi untuk pembangunan Klungkung kedepan. Sedangkan Ngakan Made Samudra berharap bila memang mendapat rekomendasi dari partainya, calon pendampingnya orang yang memiliki visi membangun Klungkung

dan memberi perubahan untuk Klungkung. Calon lain, Artison Andarawata juga mengatakan kesiapannya untuk menjadi Calon Bupati Klungkung dari Demokrat. Bahkan dengan tegas Artison yang putra dari pelukis Nyoman Gunarsa mengatakan sudah sewajibnya sebagai kader partai menjalankan perintah partai. Dijelaskannya bahwa dirinya ingin menghapus stigma Klungkung daratan dengan Klungkung kepulauan. “Klungkung itu harus satu, tidak ada istilah Klungkung darat dan Klungkung Kepulauan,” tegas Artison. Disamping itu Artison ingin mewujudkan Klungkung sebagai daerah wisata terbaik di Bali. Hal itu menurutnya bisa diwujudkan, dengan membangun Dermaga Klungkung yang visionary, bukan dermaga kecil yang hanya bisa satu trip setiap harinya.W-010


fajar bali edisi 6 desember 2012