Page 1

versteinert P R O A K S I


PAST DEADLINE.

Those Who Have Made it

Possible 2

Hanif Fajrul Falah

Naomi Nad

penyunting penyunting

Gregorio Adri Prawira


dya A

Redo Fariz Novriski

redaksi

Farhan Agoel A

redaksi

redaksi

redaksi

redaksi

Almarsa Iman T

Adjeng Yalastri 3


4


die Inhalte Intro 06 07 08

Preface Mundur untuk Maju Lebih Jauh Struktur Kabinet

The Journey Continues 12

Geophysics Goes to School

14

Geosphere 2017

18 20

OKKBK Wisuda 116

22

Tour de Surabaya

24

LKMW Tingkat Dasar

What’s Going On? 28

Hybrid Fracturing

32

Urban Geophysics

5


Preface Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillahirabbil ‘alamin Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kesempatan untuk senantiasa belajar dan mengabdi dalam rangka ibadah kepada-Nya. Di tengah kepengurusan ini, kami bersyukur karena

“Jangan lihat siapa yang berkata, lihatlah apa yg dia katakan”.

masih diberikan daya untuk terus berkarya dalam rangka mengejar manfaat bagi sesama. Saat ini, telah terlaksana setengah kepengurusan HMTG PROAKSI. Banyak kisah yang tercipta dalam perjalanannya. Oleh karena itu, izinkan kami untuk menceritakan kisah tersebut dalam majalah “Versteinert” ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan majalah ini, terutama departemen Media dan Informasi HMTG PROAKSI. Akhir kata, di tahun keduanya beraksi di KM ITS, semoga HMTG ITS tetap konsisten dalam berkarya dan berkontribusi. Tidak lupa untuk terus memberikan manfaat untuk seluruh anggota dan lingkungannya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

6

Aliffiansyah Perdana Ketua HMTG ITS periode 2017-2018


Mundur untuk Maju Lebih Jauh Kembali setelah sebelumnya Versteinert ‘diloncati’ satu edisi. Di masa HMTG pada kepengurusan keempatnya, Versteinert kembali dirilis dengan kontennya. Ditemani oleh wajah-wajah baru, Al bersama sejumlah teman-teman lainnya mengusung visi “HMTG ITS yang profesional, aktif, dan sinergis demi kebermanfaatan untuk anggota, KM ITS, dan masyarakat”. Kabinet PROAKSI dibantu oleh tujuh Departemen dan dua Biro, identik dengan Kabinet Eksplorasi pada kepengurusan sebelumnya. Lalu apa yang membuatnya berbeda? Jika Kabinet Eksplorasi mengusung visi ‘Menjadikan HMTG ITS sebagai organisasi yang bersinergi dalam membangun integritas dan profesionalitas yang bersifat kekeluargaan dan memberikan kebermanfaatan’, kali ini PROAKSI bermaksud untuk membentuk Elemen Internal TG yang sinergis, dengan menanamkan sifat profesionalitas. Sehingga pada nantinya, HMTG ITS dapat

memberikan kontribusi yang aktif dan optimal dalam pengabdiannya kepada lingkungan sekitar. Kontras dari pembaruan itu, “versteinert” merupakan ‘kearifan’ yang masih dibawa dari Kabinet Eksplorasi. Jika sebelumnya seri Majalah HMTG dinamai dengan “fluks”, kemudian diubah lagi dengan “versteinert”, Kali ini kembali dibawakan dengan judul yang sama. Konten yang ingin dibawakan kali ini masih akan seputar perjalanan HMTG ITS selama satu semester masa kepengurusan kabinet. Dengan konsistensi tersebut, semoga Versteinert kali ini dapat dinikmati.

Hanif Fajrul Falah Kepala Departemen MEDFO HMTG ITS periode 2017-2018

7


Fungsionaris Kabinet

ALIFFIANSYAH

NADYA TUTUS

DAGRI

MEDFO

RISTEK

BIG EVENT

FAIZ

HANIF

IKHBAL

ILHAM

PSDM

DANAN

MAYA

ADJENG

PUTRI

VEREN

VIVI

RADIFAN

NAOMI

NUGI

NADIA

IRVAN

ABI

ADRI

FIRMAN

KEVIN

ZOFRA

RAIHAN

REDO

SATYA

ANJAS

WAFI

NAWANG

MARSA

SHOFI

AYA

ARYA

BAGUZ

AGOEL

IQBAL ROBY

DIKI

PANJI

YOGIC

BAIM ROBI

pro 8

20


WAINDINI

SASA MITA

M

KESMA

GEOPRENEUR

PENGMAS

HUBLU

NG

CATUR

ADITYA

KHARIS

IQBAL

RINTA

NIA

IMA

SHABILA

N

DYAH

RATIH

WIDODO

BIMO

AN

MEGA

JOAN

THUFEIL

TRI

KEZIA

RIZKI

LIA

PUTRI

DINA

DILON

BAGOES

CAHYA

ADHIM

ABIYYU

SYARFA

TIO

A

I

RUSBA

oaksi

017/2018

DINDA TIAR

9


The Journey Continues


P.O.: Achmad Dwi Cahya

GEOPHYSICs Goes To school

G

eophysics Goes to School (GGTS) merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Himpunan Teknik Geofisika ITS (HMTG ITS). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Departemen Teknik Geofisika ITS ke siswa tingkat SMA dan sederajat. Masa SMA merupakan masa dimana siswanya mulai menentukan masa depannya sendiri, salah satunya yaitu melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Dengan kemajuan teknologi dimana informasi mudah didapat, siswa dengan mudah mendapatkan informasi tentang jurusan di perkuliahan. Tetapi dikarenakan terbatasnya ketersediaan informasi tersebut, alangkah baiknya jika mereka mengetahui secara langsung. Maka dari itu kegiatan ini diharapkan dapat memberikan referensi untuk siswa SMA.

12

Tema GGTS 2017 yaitu “Ekspansi Geofisika” dengan tujuan melebarkan sayap Departemen Teknik Geofisika di Wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Kali ini HMTG ITS juga bekerja sama dengan HMGI Wilayah IV untuk ‘mengekspansi’ Geofisika. Kunjungan dilakukan di SMAN 1 Bangkalan, sehingga sekolah tujuan GGTS kali ini adalah Pulau Madura. GGTS 2016 sebelumnya dilakukan di wilayah sekitar Surabaya dan Gresik, sehingga dengan diadakannya GGTS 2017, Jurusan Geofisika tersebar lebih luas lagi. Karena saat GGTS 2016 sudah dilakukan di wilayah sekitar Surabaya dan Gresik, maka saat ini cakupan kami lebih meluas. Dalam memperkenalkan Teknik Geofisika ini, dilakukan presentasi di beberapa kelas IPA maupun


IPS. Presentasi dilakukan oleh Mahasiswa Teknik Geofisika ITS sendiri yaitu Danang Prasetyo dan Muhammad Zofran Hilmy sebagai perwakilan dari HMTG ITS. Materi yang disampaikan yaitu berkaitan dengan disiplin ilmu, prospek kerja berbagai bidang, dan masih banyak lagi. Selain dilakukannya presentasi, panitia juga membuka booth di luar kelas sebagai tempat informasi siswa/i secara keseluruhan untuk bertanya seputar Teknik Geofisika dan terdapat beberapa alat-alat geofisika. Siswa/i di SMAN 1 Bangkalan sangat antusias dengan adanya GGTS di sekolah tersebut. “Kami sangat senang dan berterima kasih dengan kakak-kakak dari Teknik Geofisika ITS atas kunjungannya di sekolah kami. Dengan adanya GGTS di sekolah kami, kami mendapat wawasan geofisika dan menambah referensi untuk meneruskan ke jenjang perkuliahan. Kami harap GGTS tahun depan diadakan lagi di SMAN 1 Bangkalan agar adik-adik kami bisa merasakan dan mendapatkannya juga.� -Siswa SMA

13


Geosphere 2017 ada Oktober 2017, telah dilangsungkan acara Geosphere 2017.‘Geoscience Atmosphere 2017’ atau Geosphere 2017 merupakan International Event yang dipersembahkan oleh Departemen Teknik Geofisika ITS, Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika ITS dan Society of Exploration Geophysicist ITS SC. Tiap tahunnya, Geosphere mengangkat tema di bidang ilmu kebumian dan energi yang terdiri dari berbagai sub event dalam suatu rangkaian acara yang menarik. Mengusung tema “Advancing Geoscience, Conquering The Future”, Geosphere 2017 mempunyai beberapa Sub Event: Olimpiade Kebumian, Paper Competition, Survey Design Competition, Gala Diner, ITS International Geoscience Convention, dan Indonesia Geoscience Exhibition.

selanjutnya yang terdiri dari Amazing Run, Smart Competition, dan Study Case Final Presentation. Untuk tahapan amazing run, acara dilangsungkan di sekitar lingkungan kampus ITS. Peserta dibagi menjadi 2 region dan tiap region terdapat 5 pos. Masing-masing tim melakukan tur ke semua pos sesuai regionnya dan setiap posnya terdapat pertanyaan seputar Geosains. Jumlah peserta yang diloloskan pada tahap pertama Amazing Run adalah 12 tim. Peserta yang lolos tahapan Amazing Run, akan melanjutkan ke tahap Smart Competition. Tahapan Smart Competition kemudian dilangsungkan di Gedung Rektorat ITS setelah peserta melakukan istirahat siang. Cerdas cermat dilakukan dengan 4 grup dan 2 sesi. Sesi pertama yaitu menjawab 15 soal yang diberikan waktu 1 menit tiap soalnya dengan ditulis di kertas dan sesi kedua yaitu semua tim pada tiap grup saling bersaing menjawab 15 soal lebih dulu. Pada tahapan ini, didapati 4 tim yang lolos ke tahap selanjutnya.

Dimulai pada tanggal 6 Oktober 2017, Olimpiade Kebumian yang diperuntukkan bagi SMA dan sederajat Tingkat Nasional dilaksanakan di Area Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Kompetisi ini meliputi topik geosains, di antaranya yaitu Geologi, Geografi, Fisika, dan Matematika. Peserta 20 besar yang telah lolos melalui tahapan seleksi online sebelumnya, berkesempatan untuk melanjutkan ke serangkaian tahapan lomba

Keesokan harinya tanggal 7 Oktober 2017, Geosphere dilanjutkan dengan sub event Paper Competition, Survey Design, Study Case Final Presentation, dan Gala Dinner. Kompetisi Paper Competition dan Survey Design diperuntukkan untuk Mahasiswa dengan skala nasional. Sedangkan Tahapan selanjutnya dari Olimpiade Kebumian diisi dengan Study Case Final Presentation. Peserta Olimpiade Kebumian

P

14

P.O.: Cevin Ian Agfa


15


16


mempresentasikan hasil Study Case mereka di Gedung LPTSI, dengan juri dari Dosen Teknik Geofisika ITS; Bapak Juan Pandu dan Ibu Nita Ariyanti. Jumlah peserta yang lolos seleksi online untuk Paper Competition adalah 10 tim, sedangkan untuk Survey Design juga berjumlah 10 tim. Peserta yang lolos seleksi online dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu mempresentasikan papernya. Beberapa peserta dari Universitas seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, UPN Yogyakarta, Universitas Indonesia, Universitas Lampung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjajaran mengikuti perlombaan Paper Competition dan Survey Design Competition Geosphere 2017. Mulai dari jam 9 pagi dan bertempat di Gedung Rektorat ITS, peserta diberikan giliran satu per satu untuk mempresentasikan paper mereka di hadapan para juri. Sedangkan untuk Survey Design Competition dengan Juri Pak Jatmiko Prio Atmojo diadakan di Perpustakaan ITS Lantai 2. Dilangsungkan hingga jam 3 sore, kemudian peserta diantarkan kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada malam harinya dengan Gala Diner sebagai jamuan bagi peserta serta para civitas akademik yang telah membantu kelancaran serta berpartisipasi dalam acara Geosphere 2017. Dilaksanakan di Rumah Dinas Walikota Surabaya, Gala Diner Geosphere 2017 dimeriahkan juga dengan Pengumuman pemenang dari Sub Event Kompetisi Geosphere 2017. Bapak rektor ITS, Bapak Joni Hermana, juga turut hadir untuk menyampaikan sepatah pesannya pada Gala Dinner Geosphere 2017.

Hung Lin, dari National Cheng Kung University, Taiwan. Tokoh Nasional yang turut memeriahkan acara Plenary Session ini adalah Bapak Nanang Abdul Manaf, sebagai President Director of Pertamina EP, Bapak Dicky Rahmadi sebagai Manager G&G Eastern Indonesia Region at SKK Migas. Plenary Session dari IIGC kali ini diadakan di Lantai 3 Hotel Swiss Belinn Manyar. Masing – masing dari pembicara membawakan topik yang menjadi keahlian mereka, umumnya pada Eksplorasi Energi dan Ilmu Kebumian. Di saat yang sama dengan Plenary Session, di lantai 2 Hotel Swiss Belinn Manyar, telah disiapkan stan – stan dari Organisasi Geosains dari beberapa tempat di Indonesia. Selain dari Departemen Teknik Geofisika ITS dan Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika sendiri, Indonesia Geoscience Exhibition ini juga dihadiri oleh Departemen Teknik Geomatika ITS, Society of Exploration Geophysicist ITS Student Chapter, Society of Exploration Geophysicist UNBRAW Student Chapter, Society of Exploration Geophysicist UI Student Chapter, dan The American Association of Petroleum Geologist (AAPG) ITS. Setelah Plenary Session, peserta IIGC diajak untuk melihat-lihat stan – stan dari Indonesia Geoscience Exhibition sambil menikmati istirahat siang. Acara kemudian dilanjutkan dengan mengikuti Presentasi Publikasi Hasil Penelitian dari para Professional dengan berbagai latar belakang kebumian yang berbeda. Jam 3 sore, seluruh peserta dan panitia berkumpul di Ballroom lantai 2 Hotel Swiss Belinn Manyar untuk mengikuti penutupan acara, yang menandai berakhirnya acara Geosphere 2017.

Hari terakhir 8 Oktober 2017, Geosphere 2017 melangsungkan Sub Event Geosphere 2017; ITS International Geoscience Convention dan Indonesia Geoscience Exhibition. Salah satu acara spesial dari Geosphere 2017 kali ini adalah ITS International Geoscience Convention (IIGC). Bertemakan “Optimizing Role of Geoscientist – Efficiency to Explore Energy”, acara Internasional dari Geosphere 2017 kali ini mendatangkan Pembicara dari mancanegara yakni Professor How Wei Chen, dari Institute of Geophysics National Central University, Taiwan, dan Professor Chao

17


okkbk P.O.: Panji Indra W.

O

rientasi Keprofesian dan Kompetensi Berbasis Kurikulum, disingkat ‘OKKBK‘ adalah suatu acara yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Geofisika untuk Mahasiswa Baru Teknik Geofisika Angkatan 2017. Bertempat di Gedung Forensik ITS, acara ini bertujuan untuk mengenalkan Departemen Teknik Geofisika dan dunia perkuliahan itu sendiri. Bagi mahasiswa baru yang masih awam terhadap dunia perkuliahan, tentu acara ini merupakan pintu bagi mahasiswa baru untuk mengenal dan belajar untuk menghadapi masa – masa perkuliahan.

baru cukup beragam dan lengkap, mulai dari pemaparan Departemen Teknik Geofisika yang dibawakan oleh Ibu Anik Hilyah, S.Si, MT selaku Dosen dan Sekretaris Departemen Teknik Geofisika: apa itu geofisika, apa prospek – prospek kerja dari seorang geofisikawan, dan juga tidak lupa dijelaskan apa yang akan dilakukan seorang geofisikawan di lapangan. Dipaparkan juga tentang sistem SKS yang diterapkan pada dunia perkuliahan. Materi ini dibawakan oleh Bpk. Moh. Singgih Purwanto,S.Si,MT sebagai Dosen di Departemen Teknik Geofisika, dengan harapan Mahasiswa Baru mendapatkan gambaran mengenai rencana Acara dimulai dengan sambutan oleh Pihak pengambilan mata kuliah di Departemen Teknik Departemen Teknik Geofisika pada jam 7 pagi. Geofisika. Setelah diresmikannya acara, peserta diberikan bekal materi di Ruang Komputasi, Gedung Forensik Selain pengenalan tentang Teknik Geofisika, ITS. Materi yang dipaparkan kepada mahasiswa keprofesian, dan sistem perkuliahan, pada acara ini

18


mahasiswa baru dibekali juga dengan pengetahuan tentang kampus dan juga kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan berkuliah. Materi – materi seperti penjelasan organisasi – organisasi yang ada di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember, bagaimana membuat karya tulis ilmiah, dan juga ‘tips dan trik’ untuk menjadi mahasiswa berprestasi pun dijabarkan pada acara yang berlangsung selama empat hari ini.

pos diisi oleh Departemen dan Biro yang berbeda – beda dan dijelaskan secara umum departemen atau biro pada pos tersebut oleh Fungsionaris Departemen atau Biro tersebut. Setelah acara ini berakhir, harapan selanjutnya adalah Mahasiswa Baru Teknik Geofisika tahun 2017 mendapatkan gambaran mengenai dunia perkuliahan yang akan mereka jalani empat tahun ke depan selama di Departemen Teknik Geofisika ITS.

Pada acara ini, tidak lupa juga dikenalkan UKM – UKM yang ada di ITS, dengan tujuan mahasiswa baru dapat mengembangkan minat dan bakatnya melalui UKM – UKM yang ada di Kampus ITS. HMTG atau Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika sebagai wadah bagi Mahasiswa Teknik Geofisika untuk berkumpul dan berkembang juga dijelaskan dengan metode pos ke pos, di mana pada setiap

19


Wisuda 116 P.O.: Radifan Taufik

P

enutupan lalu lintas kendaraan di depan Graha Sepuluh Nopember menandai siang hari Sabtu tanggal 23 September 2017. Panas terik matahari pada hari itu menyelimuti anggota HMTG ITS yang tengah menunggu kehadiran 40 mahasiswa teknik geofisika angkatan 2013 yang sedang disematkan di dalam Graha karena telah menyelesaikan masa perkuliahan dan akan melanjutkan ke jenjang pendidikan lanjut maupun ke dunia pekerjaan. Mahasiswa Teknik Geofisika juga menyambut dengan pelukan dan ucapan selamat atas pencapaian para wisudawan/wisudawati. Melampiaskan panas dan perasaan haru, kericuhan itu disentak dengan mars kebanggan TG dan tradisi HMTG di Graha ITS secara serempak. Kemudian, Mahasiswa Teknik Geofisika mengiringi para wisudawan/wisudawati dengan sorak-sorai nyanyian dan gemuruh kendaraan. Seperti pada arak-arakan wisuda sebelumnya, arakan kali ini juga dilakukan bersama wisudawan/wisudawati dan Mahasiswa Teknik Geomatika. Dari depan Graha, arakan melewati Bundaran ITS, Taman Alumni,

20

lalu melewati rute FTI dan FTK bagi pengguna kendaraan bermotor. Setelah sampai pada Gedung Forensik ITS, wisudawan/wisudawati menyaksikan persembahan dari Mahasiswa Teknik Geofisika 2017 berupa tarian tradisional. Persembahan perdana ini dijadikan simbol ucapan memberi semangat kepada kakak – kakak wisudawan dan wisudawati yang telah lulus, serta mengenalkan diri sebagai bagian baru dari mereka. Wisudawan kemudian diiringi untuk menerima selembang dan kalung dari Ketua Departemen Teknik Geofisika, Dr. Widya Utama, DEA sebagai bentuk penghargaan. Acara ramah tamah dengan relasi wisudawan dan wisudawati kemudian dilakukan di dalam Gedung Forensik hingga selesai. Selamat bagi Wisudawan 116 yang telah lulus!


21


t

Tour De Surabaya

P.O.: M. Iqbal Helmi

S

ebagai warga negara Indonesia ada baiknya kita kita selalu mengingat kejadian kejadian di masa lalu yang berhubungan dengan kemerdekaan Indonesia. Kejadian tersebut tidak lepas dari perjuangan warga Indonesia yang berjuang melawan penjajah yang berusaha merebut wilayah Indonesia. Perjuangan rakyat Indonesia untuk mempertahankan wilayah Indonesia juga menyisakan tempat tempat yang merupakan saksi bisu perjuangan mereka. Maka dari itu departemen dalam negeri (DAGRI) HMTG ITS berinisiatif untuk melanjutkan suatu acara yang bernama Tour De Surabaya (TDS) yang bertujuan untuk mengingatkan mahasiswa Teknik Geofisika ITS akan pentingnya sejarah yang terjadi di Indonesia. AcaraTour De Surabaya ini sudah berlangsung dua kali, maka dari itu tahun ini merupakan tahun ke-2 pelaksanaan Tour De Surabaya. Pada tahun ini Tour De Surabaya mengunjungi 3 tempat yaitu Hos Cokroaminoto, kemudian House Of Sampoerna, dan Tugu Pahlawan. Acara ini berlangsung pada tanggal 11 November 2017. Sebelum melakukan perjalanan ke tempat – tempat bersejarah, para peserta berkumpul di LPTSI ITS pada pukul 06.00 pagi

22

untuk pembagian kelompk menjadi 4 kelompok. Kemudian dilakukan sambutan oleh Muhammad Faiz Eka Putra sebagai kepala departemen dalam negeri HMTG ITS. Pembukaannya berisi tentang pentingnya untuk mempererat silaturahmi antara satu sama lain, kemudian tentang memperingati Hari Pahlawan 10 November yang berlangusng hari sebelumnya, juga untuk mempelajari sejarah – sejarah yang berlangsung pada zaman penjajahan dahulu. Acara ini dilakukan dengan bersepeda bersama menuju ke tempat – tempat bersejarah di Surabaya. Setelah beberapa puluh menit bersepeda, akhirnya sampailah di tempat pertama yaitu Hos Cokroaminoto. Di sana para anggota Teknik Geofisika ITS berkeliling dengan diarahkan oleh pemandu. Tempat Hos Cokroaminoto ini dipilih karena pada awalnya rumah Hos Cokroaminoto digunakan sebagai tempat tinggal dari 3 orang tokoh berpengaruh yang melahirkan ideologi mereka masing – masing. Selain itu, alasan dipilihnya tempat ini adalah pada zaman dahulu Hos Cokroaminoto ini merupakan salah satu pendiri dari Sarekat Islam yang merupakan organisasi yang


memfasilitasi pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia. Setelah dari Hos Cokroaminoto, destinasi selanjutnya adalah House Of Sampoerna. Pada saat di sana, anggota Teknik Geofisika ITS awalnya berkumpul terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam. Untuk bisa memasuki House Of Sampoerna, anggota harus menyiapkan identitas diri seperti KTP dan SIM. Ketika masuk ke dalam langsung terhirup aroma dari tembakau dengan penerangan lampu yang cukup remang – remang. Di dalam sana terdapat banyak produksi dari sampoerna beserta foto – foto yang berkaitan dengan Sampoerna. banyak orang – orang yang mengambil gambar untuk dokumentasi mereka. Setelah lelah berkeliling di dalam House Of Sampoerna, dilakukan foto bersama terlebih dahulu sebelum menuju ke tempat selanjutnya. Setelah itu anggota Teknik Geofisika ITS melanjutkan perjalanannya ke Tugu Pahlawan. ketika sampai di sana langsung dilakukan ishoma terlebih dahulu dan berkumpul di salah satu sudut Tugu Pahlawan. setelah melakukan ishoma acara yang dilakukan selanjutnya adalah memasuki

Museum Tugu Pahlawan terlebih dahulu. Di dalam sana terdapat banyak sekali diorama dan barang – barang peninggalan kejadian 10 November 1945 mulai dari pakaian hingga senjata yang digunakan dahulu. Setelah keluar dari museum tugu pahlawan, para anggota melakukan permainan – permainan yang difasilitasi oleh DAGRI HMTG ITS. Permainan yang dilakukan antara lain adalah bakiak, sedotan karet tepung, tali berjalan, memasukan paku ke botol hingga balap karung. Permainan ini mengundang banyak tawa diantara Anggota Teknik Geofisika ITS. Seketika lelah yang terasa menjadi tidak terasa karena keseruan yang terjadi. Kemudian setelah melakukan permainan dilakukan penghormatan kepada pahlawan dengan mengheningkan cipta sejenak. Setelah itu semua anggota kembali lagi ke LPTSI untuk melakukan penutupan dan juga pembagian hadiah. 23


LKMW Tingkat Dasar S

abtu 28 Oktober 2017, pada tanggal tersebut dilangsungkan acara Latihan Keterampilan Mahasiswa Wirausaha Tingkat Dasar (LKMWTD). Acara yang dilaksanakan selama dua hari tersebut merupakan acara kolaborasi Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika dan Himpunan Mahasiswa Planologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk teman - teman mahasiswa baru 2017 dari Departemen Geofisika dan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota. Acara yang bertema “Building Young Enterpreneur” itu dibuka dengan sambutan oleh Joan Sintong N.H. dan Kadek Sinta Ariesta selaku ketua pelaksana dari masing – masing himpunan. Setelah semua sambutan disampaikan, penyampaian materi inti kepada Mahasiswa Baru 2017 langsung dilaksanakan. Materi pertama yang dibawakan oleh Adhitya Pardana tentang pengenalan dan motivasi di bidang entrepreneur berlangsung dengan baik. Peserta cukup antusias dengan tingkat keaktifan yang cukup tinggi. Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi sekaligus simulasi untuk menggali ide bisnis dan cara berpikir kreatif yang dibawakan oleh Anita

24

P.O.: Joan Sintong H Pupitasari. “Acara ini sangat bagus untuk menanamkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa baru 2017. Adik – adik dapat mengembangkan minat bakat dalam membuat dan mengelola suatu bisnis, karena di dunia perkuliahan tidak hanya ada akademik saja” -Joan Sintong, Ketua Pelaksana LKMW-TD 2017. Acara yang dilangsungkan di Gedung Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) itu dilanjutkan pada hari Minggu 29 oktober 2017. Dimulai pada pukul 13.30, materi utama pada hari itu diawali dengan materi pertama tentang wawasan kewirausahaan yang ada di ITS. Materi diselingi oleh ishoma dan dilanjutkan lagi dengan materi dan simulasi Business Model Canvas (BMC) dan diakhiri dengan simulasi Sales Communication Skills. Dengan ditutupnya acara LKMW-TD ini diharapkan teman – teman mahasiswa baru dapat mengetahui langkah yang akan diambil untuk memulai usaha dan hal – hal penting yang berkaitan tentang kewirausahaan.


25


What's Going on?


HYBRID FRACTURING sumber : Frankstein Arphan, 2017

D

alam dunia industri migas, produksi migas dengan hydraulic fracturing dapat dianggap sebagai perkembangan terbesar pada sistem energi global dalam setengah abad terakhir, terutama dalam menghadapi penemuan unconventional reservoir seperti shale gas reservoir. Namun selama setengah abad terakhir, berbagai kendala dan muncul dalam produksi dengan metode ini. Terlepas kontroversi mengenai metode produksi ini, tidak semua proses dalam metode fracturing dapat dilakukan di shale gas reservoir. Masing - masing proses mempunyai kekurangan yang dapat membatasi produktivitas reservoir. Maka dari itu perlu adanya inovasi proses dalam fracturing yang dapat meningkatkan produktivitas tanpa membebani secara operasional dan ekonomis.

28


Shale gas reservoir merupakan jenis reservoir yang relatif baru ditemukan dalam dunia migas. Sebelumnya reservoir migas berada di daerah yang mempunyai permeabilitas tinggi, namun shale gas reservoir ditemukan di daerah yang memiliki nilai permeabilitas yang rendah. Temuan shale gas ini mempunyai potensial untuk mengubah muka dunia industri energi. Shale gas mempunyai potensi untuk menggantikan bahan bakar fosil di beberapa daerah dan bahkan berpotensi untuk menghalangi perkembangan bahan bakar sumber terbarukan. Keseluruhan, terdapat 48 cebakan dalam 32 negara, dimana terdapat hampir 70 formasi shale gas dengan volume sebesar 6,622 triliun kaki kubik atau 187,51 miliar meter kubik. Salah satu metode produksi shale gas adalah dengan hydraulic fracturing, dimana lapisan reservoir “dibuka� dengan suatu fluida untuk memperbesar rongga dalam reservoir sehingga fluida di dalam reservoir tersebut dapat mengalir dan kemudian diekstraksi. Salah satu komponen yang penting dalam hydraulic fracturing adalah fracturing fluid. Komponen ini bertujuan untuk

menimbulkan rekahan dan mengangkut agen penyangga sepanjang rekahan. Sifat viskositas dari fluida tersebut merupakan sifat terpenting dalam hydraulic fracturing. Fracture Fluids

Salah satu fluida yang dipakai dalam hydraulic fracturing ialah fluida berbasis air. Fluida ini mencampur air dengan zat aditif. Fluida jenis ini sering digunakan karena air paling banyak kombinasinya. Fluida berbasis air ini terdapat berbagai macam pula, diantaranya ialah slickwater dan crosslinked fracturing fluid. Slickwater fluid adalah jenis fluida berbasis air yang zat aditifnya merupakan zat berfungsi untuk mengurangi

29


pengaruh gesekan antara fluida dengan permukaan batuan. Sedangkan crosslinked fluid merupakan jenis fluida berbasis air yang menggunakan zat kimia yang dibuat rantai polimer yang sedimikian rupa sehingga meningkatkan sifat suspensi dan elastisitas dari fluida. Karena efek gravitasi, pada saat masuk ke rongga yang sudah dibuka, propan (material padat yang berfungsi untuk menyangga rongga yang terbuka akibat fracturing) akan rontok di dasar rongga. Hal tersebut mengakibatkan munculnya endapan propan yang semakin besar seiring proses fracturing dan dapat menghambat fluida untuk mengalir sehingga mengurangi kinerja wellbore. Fenomena ini sering terjadi pada proses slickwater fracturing. Selain itu, menggunakan fluida slickwater memberikan jarak rekahan yang panjang namun lebar yang lebih kecil dan kondutivitas yang buruk. Sedangkan dengan menggunakan proses crosslinked fracturing, rongga yang terbuka memiliki lebar rekahan dan konduktivitas yang baik, namun tidak bisa mencapai jarak yang cukup panjang. 30

Inovasi Proses Fracturing

Seiring dengan perkembangan produksi gas bumi di reservoir shale gas, semakin banyak kebutuhan untuk adanya proses dengan produktivitas sebesar-besarnya. Karena itu, diperlukan adanya metode dan desain hydraulic fracturing yang inovatif. Di Texas, seorang operator telah mengkombinasi 2 metode fracture fluid, yakni hybrid slickwater-fracture. Desain ini telah membentuk diameter dan konduktivitas yang lebih besar dalam rekahan. Hal tersebut sebelumnya tidak mungkin terjadi secara operasional maupun secara ekonomis. (Patrick, Handren. 2009) Desain perlakuan hybrid fracture merupakan kombinasi proses yang mengambil keuntungan dari perlakuan gel fracture dan perlakuan water fracture. Tujuan utamanya yakni untuk meningkatkan efektivitas sekaligus menjaga biaya produksi seminimal mungkin. Operator dari Texas telah mengkombinasi


desain ini. Desain ini dapat menaruh propan yang memiliki diameter dan konduktivitas yang lebih besar pada rekahan. Selain itu, operator tersebut telah mengembangkan strategi pumping untuk menempatkan propan yang memiliki konduktivitas terbesar ke dalam bagian rekahan yang paling berprospek. Dengan proses ini, perlakuan dapat meningkatkan nilai Fcd yang merupakan nilai mengindikasi besar produktivitas wellbore.

keterangan : Kf W K Xf

= = = =

Secara matematis, untuk kondisi pseudoradial dan pseudo-steady state, nilai optimum produktivitas sumur terjadi pada nilai sekitar 2. Untuk meningkatkan nilai Fcd , proses slickwater memberikan jarak rekahan yang panjang namun kurang baik dalam pengangkutan propan dan lebar rekahan karena viskositasnya yang rendah. Karena itu, terdapat kombinasi proses slickwater fracture fluid dengan crosslinked fracture fluid yang memberikan lebar dan konduktivitas rekahan yang baik dekat wellbore. Desain ini akan efekif dengan kombinasi propan yang tepat.

Disusun oleh: Gregorio Adri Prawira Departemen MEDFO HMTG ITS periode 2017-2018

Konduktivitas rekahan Lebar rekahan Permeabilitas rekahan Setengah panjang rekahan (half width)

31


urban Geophysics sumber : Dwa Desa Warnana, 2017

P

erkotaan menjadi salah satu wadah perekonomian yang besar di negara ini. Hal ini menyebabkan masyarakat berpindah ke kota atau yang sering kita dengar yaitu Urbanisasi. Ilmu Geofisika telah menemukan aplikasi terkait pengaturan urbanisasi yang tinggi. Aplikasi tersebut kondusif untuk memahami perubahan dan dampak terhadap lingkungan fisik dan berperan dalam mengembangkan sistem infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan. Liu & Chan (2007) menyebut penerapan geofisika ini sebagai ‘Geofisika Perkotaan (Urban Geophysics)’ dengan tujuan dan sasaran sebagai berikut: 1) Mempelajari secara sistematis bidang geofisika di perkotaan, mencari prinsip dan proses yang mengatur intensitas dan pola variasi terhadap parameter geofisika. 2) Sebagai alat yang berguna untuk deteksi serta investigasi bawah permukaan, mitigasi bencana, dan penilaian terhadap pencemaran lingkungan, kontrol kebisingan perkotaan, persediaan air, sanitasi dan pengelolaan limbah padat, dan lain-lain. Hal ini didasari oleh: Pertama, kebisingan ambient dan cultural di kota-kota yang

32

disebabkan oleh lalu lintas, radiasi elektromagnetik dan arus listrik seringkali menimbulkan gangguan yang sangat tidak diinginkan dengan pengukuran geofisika. Kedua, survei bawah permukaan di daerah perkotaan sering ditargetkan pada beberapa meter paling atas di tanah, yang merupakan lapisan paling heterogen dengan banyak benda buatan manusia. 3) Survei geofisika perkotaan menuntut resolusi dan ketepatan dalam urutan sentimeter atau bahkan milimeter. Akhirnya akses lokasi dan waktu yang terbatas untuk melakukan survei geofisika, batasan peraturan yang berlaku, persyaratan/perijinan untuk manajemen lalu lintas dan pengaturan logistik khusus menimbulkan permasalahan tambahan. Semua faktor ini menunjukkan kebutuhan untuk mengembangkan metode penelitian inovatif dan instrumen geofisika yang sesuai untuk digunakan di perkotaan. Penyedian Geo-informasi sangat penting dalam pengelolaan kawasan perkotaan, konversi wilayah perkotaan yang baru atau penilaian bahaya geologi perkotaan. Aplikasi Geofisika


telah memiliki kontribusi yang signifikan untuk menghasilkan informasi bawah permukaan di daerah perkotaan yang pada akhirnya berperan dalam mengembangkan sistem infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan. Penerapan geofisika di bidang studi ini dirujuk sebagai urban geophysics. Beberapa contoh pengembangan dan penerapan urban geophysics dalam pengelolaan salah satu kawasan perkotaan, Kota Surabaya, yang diduga bersifat praktis, yakni: metode mikrotremor dan ground penetrating radar metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio). Metode mikrotremor dikaitkan dengan bahaya geologi dan lingkungan perkotaan Surabaya, dan aplikasi metode Ground Penetrating Radar (GPR) untuk membantu infrastruktur perkotaan Surabaya. Aplikasi geofisika di lingkungan perkotaan telah muncul, dan inovasi ini mungkin berguna untuk perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan sistem infrastruktur perkotaan. Penerapan metode geofisika, terutama metode berbasis kebisingan ambien (mikrotremor), dinilai sangat efisien. Metode ini dapat dilakukan pada berbagai kondisi lokasi, instrumen dan analisa yang sederhana, serta tidak memiliki konsekuensi destruktif terhadap lingkungan sekitar. Namun demikian, keberadaan

aktivitas manusia dan heterogenitas buatan manusia di atas permukaan tanah memberikan kontribusi terhadap perubahan parameter tanah dekat permukaan serta dapat menyebabkan interpretasi pengukuran geofisika yang salah. Dalam kasus tersebut, interpretasi yang cermat terhadap berbagai metode investigasi geofisika diperlukan untuk mendapatkan model struktur bawah permukaan yang dapat dipercaya.

Disusun oleh: Farhan Agoel Albazie Departemen MEDFO HMTG ITS periode 2017-2018

33


Jurusan Teknik Geofisika, FTSP, Kampus ITS Keputih Sukolilo, Surabaya 60111 Phone +62 31 595 3476 | Fax +62 31 595 3475

Versteinert2  
Versteinert2  
Advertisement