Page 1

versteinert E K S P L O R A S I


3

2

Well, It's About

TIME Those Who Have Made it

Possible

Hanif Fajrul Falah

Naomi Nadya A

Aldo Rizkiawan

Risky Hakim B

editing

article

design

documentation

article

Crismanto D Siagian

article

Shabila Gadis H

article

documentation

Gilang Wiranda

Gregorio Adri P


5

4

die Inhalt Intro

06

Tentang HMTG

08

Preface

09

Kabinet Eksplorasi, Terfosilkan? Struktur Kabinet

10

Our journey so far 14

Tour De Surabaya

16

Petrophysic Training

18 20

OKKBK Wisuda

24

Pelatihan Kegiatan Lapangan

26

Upgrading Job Skill Geophysics Goes To School Pelatihan Karya Tulis Ilmiah

28 30 32 34

Basic Media School GERILYA

What’s going on 38

Semburan Bojonegoro

40

Nasib Masela

44

Geotermal Non-Vulkanik, Apa Untungnya?

46

Mengeksplorasi Mineral Au-Ag-Cu


7

6

Tentang HMTG

About Us

Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika ITS, atau yang biasa disebut HMTG ITS adalah organisasi mahasiswa Departemen Teknik Geofisika ITS. Himpunan ini dipelopori oleh angkatan pertama mahasiswa Departemen Teknik Geofisika ITS, yaitu Mahasiswa Angkatan 2012 atau kami menyebutnya sebagai TG01. Sebagai ketua pertama M. Ghazali membentuk dua departemen, yaitu Departemen Internal dan Departemen Eksternal. Bersama-sama TG01 dan TG02 mulai membangun himpunan ini hingga pada tanggal 24 Agustus 2014 HMTG ITS disahkan oleh birokrasi. Lalu pada kepengurusan yang kedua yang diketuai oleh M. Fauzan Dwiharto terdapat banyak perombakan sehingga terbentuk 7 departemen dan 1 biro, yaitu Departemen Dalam Negri, Hubungan Luar, Media Informasi, Sosial Masyarakat, Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa, Kesejahteraan Mahasiswa, Riset dan Teknologi, dan Biro Geopreuner. Berkat kerja keras yang telah dilalui oleh TG01, TG02, dan dengan adanya semangat baru dari TG03 sehingga pada tanggal 21 Oktober 2015 HMTG ITS diakui di KM ITS dengan dikeluarkannya Surat Keputusan dari Himpunan Mahasiswa Teknik Geomatika ITS (HIMAGE ITS). Hingga pada kepengurusan yang sekarang ini yang diketuai oleh Yusuf Syifaurrahman terdapat 7 departemen dan 2 biro, yaitu Departemen Dalam Negri, Hubungan Luar, Media Informasi, Pengabdian Masyarakat, Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa, Kesejahteraan Mahasiswa, Riset dan Teknologi, Biro Geopreuner, dan Biro Big Event. Kami bersama tambahan semangat baru dari TG04 terus berusaha menjadikan HMTG ITS menjadi himpunan yang lebih baik lagi ke depannya. Crismanto D Siagian Ketua Departemen MEDFO HMTG ITS periode 2016-2017


9

8

Preface Assalamualaikum Wr. Wb. Syukur kita panjatkan pada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan kesempatan pada kita untuk terus mengeksplorasi ide dan karya. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Departemen Media Informasi dan seluruh tim redaksi yang telah menyusun majalah ini. Sedikit cerita bagaimana kami sudah berjalan, pada mulanya HMTG ITS dipimpin oleh Muhammad Ghazali, kemudian Moch. Fauzan Dwiharto dengan Kabinet PELOPOR yang keduanya merupakan kepengurusan yang luar biasa. Saat ini HMTG ITS diisi oleh kepengursan Kabinet Eksplorasi yang telah mencapai setengah periode pengurusannya. Puji syukur juga HMTG ITS telah menginjak usianya satu tahun setelah resmi sebagai organisasi mahasiswa di KM ITS. Dari perjalanan ini tentunya kami telah melewati berbagai hal oleh karena itu diperlukan suatu media sebagai wadah ide dan karya pada momen-momen tersebut. Maka izinkan kami mengabadikan cerita itu melalui terbitan majalah Fluks edisi 3. Semoga dari hal ini dapat menjadi inspirasi dan penyemangat kita agar terus berkarya untuk Bumi Pertiwi.

Salam Eksplorasi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” (Pramoedya Ananta Toer).

H Yusuf Syifaurrohman Ketua HMTG ITS periode 2016-2017

Kabinet Eksplorasi, Terfosilkan?

impunan Mahasiswa Teknik Geofisika ITS di masa kepengurusan ketiganya membentuk kabinet dengan nama ‘Kabinet Eksplorasi’ . Kabinet yang memulai masa kepengurusannya di tahun 2016 ini mengusung visi ‘Menjadikan HMTG ITS sebagai organisasi yang bersinergi dalam membangun integritas dan profesionalitas yang bersifat kekeluargaan dan memberikan kebermanfaatan’ . Dalam proses mewujudkan visinya, HMTG dibantu oleh tujuh Departemen dan dua Biro. Diantara tujuh departemen tersebut adalah Departemen Media Informasi yang dipercayakan untuk mengemas Perjalanan HMTG ITS dalam sebuah Majalah HMTG yang rencananya diterbitkan tiap semester. “Mengapa versteinert?” begitu timbal balik yang dilontarkan saat diskusi mengenai judul majalah edisi kali ini dibawakan. Majalah HMTG sendiri merupakan sebuah program kerja yang telah

dilakukan di kepengurusan sebelum kabinet eksplorasi. Tujuan majalah pada edisi ketiga ini salah satunya ialah sebagai sarana untuk mengabadikan berbagai momen-momen yang telah HMTG ITS Kabinet Eksplorasi lalui selama satu semester masa kepengurusan. Versteinert, bisa diartikan dari Bahasa Jerman sebagai ‘terfosilkan’ . Sebagai suatu bentuk metafora dari tujuan majalah edisi ketiga ini, yakni bahwa suatu kejadian di masa yang sudah dilalui HMTG ITS Kabinet Eksplorasi ‘terabadikan’ dalam edaran ketiga Majalah HMTG ‘Versteinert’ ini. Pada umumnya, sebuah proker yang telah terlaksana akan dilaporkan dalam suatu bentuk tulisan dalam Laporan Pertanggungjawaban dan visual dalam dokumentasi yang disimpan oleh sie Pubdok. Mengapa tidak diabadikan saja kedua unsurnya dalam sebuah buku yang dapat diapresiasi secara estetis? Hanif Fajrul Falah Staff Departemen MEDFO HMTG ITS periode 2016-2017


10

11


13

12

OUR JOURNEY SO FAR


15

14

TOUR DE SURABAYA “

“

Selain kita berolahraga, internalisasi HMTG, dan juga kita meng-explore kota Surabaya dan juga secara tidak langsung mengkritik untuk mahasiswa mengingat sejarah -Jeremy

Tour De Surabaya merupakan program kerja dari Departemen Dalam Negri HMTG 2016 untuk Mahasiswa Teknik Geofisika ITS angkatan 2012-2016 bertujuan untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November, mempererat hubungan antara anggota HMTG, dan juga memperkuat fisik dari anggota HMTG sendiri. Tour De Surabaya ( TDS ) 2016 ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 November 2016. Para peserta TDS 2016 ini mulai berkumpul di Gedung Forensik dari pukul 05.00 WIB. Saat para peserta sudah ramai berkumpul, maka perjalanan bersepeda ria Tour De Surabaya pun dimulai.

Tujuan pertama dari TDS 2016 adalah Museum Bank Indonesia yang terletak di Jalan Garuda No. 1. Di sana, peserta mengelilingi museum yang didampingi pemandu yang menjelaskan koleksi-koleksi uang lama, ruang mesin lama serta peralatannya, dan hal lainnya yang terdapat dalam museum tersebut. Antusiasme peserta dapat dirasakan ketika melihat berbagai koleksi di museum tersebut. Lalu peserta bersepeda ke tempat yang ditempuh kurang lebih 15 menit dari Museum Bank Indonesia. Di sana peserta disambut oleh aroma khas tembakau dan cengkeh dari House of Sampoerna. Peserta dapat melihat berbagai jenis rokok-rokok produksi Sampoerna, tempat penyimpanan tembakau, alat dan bahan untuk meracik rokok, dan sebagainya. Di lantai 2 peserta melihat para pekerja wanita pabrik produksi Sampoerna dalam melinting rokok secara langsung. Dan puncak acara Tour De Surabaya di Tugu Pahlawan yang terdapat beberapa rangkaian acara yaitu permainan dimana perwakilan dari setiap kelompok menyanyikan lagu nasional atau lagu daerah, membaca puisi dan sebagainya, doorprize untuk peserta, Teatrical Juang yang merupakan menampilan drama yang bercerita mengenai jiwa nasionalisme pemuda Indonesia, serta awarding untuk staff HMTG Kabinet Eksplorasi.


17

16

Petro physics Training v1.2 Pada tanggal 8-9 Oktober 2016, HMTG Kembali mengadakan Pelatihan Petrofisika yang diberi judul “Petrophysics Training v1.2” dengan tema :

Fundamental logging Tools and Basic Log Interpretation

Petrophysics training merupakan acara pelatihan tahunan yang diselenggarakan oleh HMTG ITS. Melalui kerjasama dengan perusahaan yang berkutat di area petrofisika, trainer yang mengisi pelatihan ini merupakan ahli-ahli dalam bidang petrofisika. Kegiatan ini dilakukan karena

bidang minat petrofisika hanya melingkupi sedikit dari seluruh mata kuliah mahasiswa teknik geofisika ITS. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa teknik geofisika ITS mendapatkan dasar petrofisika yang sama dan memiliki bekal berupa skill dalam bidang ilmu ini kelak saat lulus. Dua trainer yang berperan pada pelatihan ini, yakni bapak Yana Hendrayana dan bapak Miftahul Firdaus, datang atas nama PT Tritium Energi Nusantara. Petrophysics Training v1.2 dilaksanakan selama dua hari dengan pembagian materi yang berbeda setiap harinya. Pelatihan dimulai dengan melaksanakan pre-test sebagai uji pemahaman teoritis dan terminologis awal. Secara umum, materi hari pertama adalah

• Pengenalan konsep drilling dan logging • Pengenalan logging tools yang tergolong umum digunakan pada eksplorasi • Interpretasi data log secara quicklook. • Pengolahan data log dengan software Interactive Petrophysics serta post test yang dibarengi review materi hari pertama. Di akhir materi, terdapat simulasi dimana peserta dibagi atas kelompok-kelompok dan suatu studi kasus diberikan untuk diolah dan diinterpretasikan didepan peserta lain dan trainer. Pada simulasi ini, peserta diberikan data log mentah dimana data ini harus diolah menjadi track-track log yang mudah diinterpretasi, sehingga dapat dipresentasikan. Selain itu, peserta juga dapat mengonsultasikan permasalahan-permasalahan yang ditemui saat mengolah data kepada trainer selama proses simulasi berlangsung.


19

18

Berlangsung selama 4 hari, acara ini dimulai pada tanggal 29 Agustus dan diakhiri pada 1 September 2016. Pada setiap harinya acara ini diawali dengan apel pagi yang diadakan di dalam gedung forensik. Selanjutnya mahasiswa-mahasiswa baru mendapatkan materi di kelas yang telah disediakan. Pada acara ini dilaksanakan dari jam 7 pagi hingga jam 4 sore dan terdapat 2 kali break untuk istirahat,

OKK BK

Teknik Geofisika dengan Jurusan Teknik Geofisika ITS. Mahasiswa baru juga mendapatkan dasar pengetahuan untuk memulai perkuliahan. Orientasi Keilmiahan dan Keprofesian Berbasis Kompetensi (OKKBK) merupakan suatu kegiatan orientasi yang diikuti oleh mahasiswa baru jurusan Teknik Geofisika ITS. Acara tersebut merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa dengan Jurusan.

“

Pagi hari di Gedung Forensik ITS diramaikan oleh mahasiswa-mahasiswa dan staff teknik Geofisika ITS untuk mengawali kegiatan Orientasi Acara OKKBK merupakan kegiatan lanjutan setelah GERIGI ITS Keilmiahan dan Keprofesian Berbasis Kompetensi. Berbagai materi dan pengetahuan tentang jurusan dipaparkan oleh narasumber dari berbagai instansi dan organisasi. Suasana pelatihan yang semi formal sebagai pelatihan dan pengenalan di tingkat memberikan kesan profesionalisme dari acara jurusan. Acara OKKBK ini dilaksanakan di Gedung yang dikoordinasi oleh Himpunan Mahasiswa Lab. Forensik Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

makan, dan sholat. Pemateri-pemateri juga diundang dari ormawa yang ada di lingkungan ITS seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HMTG), dosen jurusan, dan ahli bidang Geofisika. Harapan dari terlaksananya kegiatan ini adalah supaya mahasiswa baru Teknik Geofisika ITS mempunyai bayangan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Teknik Geofisika. Dengan dasar yang kuat, tentunya mahasiswa baru akan memiliki tujuan dan rencana yang jelas untuk menjalani perkuliahan mereka.

“


21

20

Mahasiswa teknik geofisika mulai memenuhi teras gedung laboratorium forensik beratribut jas himpunan, kemeja korsa, dan polo jingga khas TG. Arak-arakan wisuda diawali dengan berangkatnya jip-jip yang dibawa dari gedung Lab Forensik menuju ke depan Graha ITS. Sorak-sorai beserta nyanyian mengiringi jalannya kendaraan pengarak wisudawan.

“

WISUDA PERDANA “ TG

Wisuda ini adalah wisuda perdana dari Teknik Geofisika ITS.

11 mahasiswa angkatan 2012 telah menyelesaikan masa perkuliahan dan siap untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lanjut maupun ke dunia pekerjaan.


23

22

M Ghazali

114

Ridho Fahmi

R Aldi Kurnia

CON GRA

DUATIONS!

Nova Linzai

Natassa Adi P Hafidz Dezulfakar Yosar Fatahillah

Yulia Nur Fajrina Gigih Prakoso

Shafran Sofyan

Iqbal Maulana


25

24

pelatihan kegiatan lapangan Pagi hari tanggal 12 November 2016, mahasiswa baru Teknik Geofisika ITS 2016 berkumpul di Gedung Forensik untuk Pelatihan materi berupa tentang batuan sedimen, batuan Kegiatan Lapangan (PKL) . beku, dan batuan metamorf meliputi proses pembentukan, tekstur, warna , dan sebagainya. Juga materi mengenai penggunaan kompas dan Membekali mahasiswa baru dengan GPS, pemahaman stratigrafi dan geologi struktur, pengetahuan dasar mengenai serta penguatan wawasan manajemen tim.. kegiatan lapangan dengan basis Hari selanjutnya peserta melakukan kegiatan keilmuan Geofisika diluar ruangan . Para perserta PKL dibagi beberapa kelompok dan setiap kelompok dibagikan koordinat untuk menentukan lokasi pos yang akan mereka Pada hari pertama, dilakukan penyampaian datangi. Peserta begitu semangat berlari mencari materi dalam kelas. Terdapat materi-materi yang pos-pos. Terdapat 4 pos yang berkaitan dengan berkaitan dengan ilmu-ilmu dasar untuk kegiatan materi hari sebelumnya yang berada di sekitar lapangan geofisika. Pemateri yang juga mahasiswa ITS . Secara bergantian, satu per satu kelompok Teknik Geofisika begitu piawai dalam menyampaikan

“

“

mendatangi pos-pos. Dari pos tersebut, peserta langsung menggunakan kompas (menentukan lokasi, strike & dip), GPS (area calculation, menentukan koordinat), batuan (deskripsi batuan) , stratigrafi/geologi struktur. Dengan adanya Pelatihan Kegiatan Lapangan (PKL) ini, diharapkan mahasiswa baru Teknik Geofisika ITS 2016 dapat memahami bidang keprofesian teknik geofisika serta dapat mengaplikasikan peralatan dasar yang digunakan oleh seorang geofisikawan di lapangan.


27

26

upgrading job skill

Di era global yang kian menuntut ini, persaingan dalam dunia kerja dan sumber daya manusia semakin ketat. Terutama dengan kebijakan perdagangan bebas antar negara ASEAN yang akan mempermudah pertukaran tenaga kerja antar negara. Kurangnya persiapan, tentu akan sulit dalam mengimbangi persaingan global. Adanya pengenalan dan pelatihan akan dasar-dasar dunia kerja akan sangat membantu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Salah satu upaya tersebut dilakukan terhadap mahasiswa di bangku kuliah dalam bentuk “Upgrading Job Skill�.

Upgrading Job Skill merupakan suatu kegiatan yang diadakan oleh departemen PSDM Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika ITS setiap tahunnya. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah mengingat pentingnya pengetahuan dasar akan skill-skill untuk masuk ke dunia pekerjaan terutama untuk mahasiswa tahun ke 4. Di dalam kegiatan ini, ada empat hal penting yang dipaparkan berupa: Bagaimana cara membuat CV yang baik, mengenai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Forum Group Discussion (FGD) dengan simulasi studi kasus, serta bagaimana tips - tips dalam menghadapi suatu wawancara. Pemateri - pemateri pada kegiatan ini berasal dari beragam sumber. Materi KKNI diberikan oleh pihak ITS International Office (IO), Materi wawancara diberikan oleh Dr Ayi Syaeful Bahri, MT selaku dosen jurusan Teknik Geofisika ITS, dan Materi Forum Group Discussion dibawakan oleh perwakilan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga.

Antusiasme peserta dapat dilihat dari tingkat kehadiran yang tinggi dan feedback positif yang diberikan oleh peserta. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi penolong bagi mahasiswa dalam memasuki dunia pekerjaan.


29

28

geophysics goes to school “

Geophysics /dʒiːoʊfɪzɪks/ is a subject of natural science concerned with the physical processes and physical properties of the Earth and its surrounding space environment, and the use of quantitative methods for their analysis

Masa SMA merupakan masa tidak terlupakan bagi sebagian orang dan juga masa penentuan siswa/i mengenai masa depan mereka. Siswa/i tentu harus menentukan sendiri jurusan yang ingin ia masuki saat perkuliahan. Untuk itu, ia harus diperkenalkan berbagai jurusan yang ada. Sumber internet tidak cukup, lebih baik apabila siswa/i mengetahui berbagai jurusan tersebut dari mahasiswa/alumni dari jurusan itu sendiri. Untuk itu, program kerja yaitu Geophysics Goes To School (GGTS) diadakan untuk memperkenalkan Teknik Geofisika kepada siswa/i SMA. Program dari Departemen Hubungan Luar

HMTG ITS bekerja sama dengan HMGI Wilayah IV sudah melakukan kunjungan ke beberapa SMA tahun lalu. Pada tahun ini, SMA Negeri 6 Surabaya dan SMA Negeri 1 Gresik menjadi kunjungan GGTS 2016. Pada kunjungan pertama tanggal 7 November 2016 ke SMA Negeri 6 Surabaya. Dalam memperkenalkan Teknik Geofisika ini, dilakukan presentasi dibeberapa kelas XII IPA. Dimana presentasi dilakukan oleh-oleh mahasiswa Teknik Geofisika ITS sendiri, Fikrizan Andradit (Ketua/presiden HMGI Pusat 2016-2017), Yusuf Syifaurrohman (Ketua Himpunan Teknik Geofisika

ITS 2016/2017), Jeremy Gohitua MacArthur (Presiden Society of Exploration Geophysicists (SEG) ITS Student Chapter). Materi yang disampaikan sendiri berkaitan dengan ilmu displin, prospek kerja berbagai bidang, dan sebagainya. Di luar kelas, panitia membuka booth sebagai tempat informasi untuk siswa/i secara keseluruhan bertanya seputar Teknik Geofisika dan juga berfoto dengan atribut yang disediakan oleh panitia. Keesokan harinya, GGTS melaju menuju SMA Negeri 1 Gresik. Sama dengan hari sebelumnya, hanya saja presentasi dilakukan di kelas 11 serta membuka booth.


31

30

Pelatihan karya tulis ilmiah

PKTI TD adalah “Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Tingkat Dasar”, yang merupakan program dari BEM ITS, yang dilimpahkan kepada Himpunan. PKTI TD ini dilaksanakan oleh Departemen Riset dan Teknologi Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika ITS pada tanggal 1 dan 2 Oktober 2016 di Gedung Forensik ITS. Pelatihan ini ditujukan kepada Mahasiswa Baru Teknik Geofisika ITS. Namun, pada pelaksaan PKTI TD ini ada yang berbeda dari tahun lalu. Peserta yang mengikuti PKTI TD kali ini HMTG berkolaborasi dengan HMTL ITS. Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk melatih kemampuan menulis karya tulis ilmiah, mulai dari cara penulisan, struktur PKTI, syarat-syarat, serta untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai macam – macam karya tulis ilmiah yg ada di dunia perkuliahan. Materi yang disampaikan pada PKTI TD kali ini seputar berbagai macam materi Karya Tulis Ilmiah terutama PKM terutama aturan pembuatan, penggalian ide, serta motivasi. Pelaksanaan PKTITD ini diikuti oleh 57 mahasiswa Teknik Geofisika dan 105 mahasiswa Teknik Lingkungan. Banyak Pemateri dari ITS yang memberikan materi pada pelaksanaan PKTI TD ini.

PKTI ini mengangkat tema “Upon The Limit”. Adapun kekurangan dari acara ini tentang materinya. Dalam pelatihan ini, materi mengenai paper kurang dibahas. Padahal di Jurusan Teknik Geofisika sendiri, lomba paper yg menyangkut keprofesian sangat banyak. Harapan ke depannya mengenai materi bisa seimbang bobot antara materi PKM dengan materi Paper. Kendala dalam penyelenggaraan PKTI TD kali ini yaitu kebimbangan pelaksanaan karena terdapat surat edaran yang menyatakan bahwa penyelenggaraan pelatihan boleh dilaksanakan mulai semester 2. Namun kendala ini dapat teratasi karena PKTI TD ini dilaksanakan berkolaborasi antara 2 himpunan mahasiswa. KPP dari pelatihan ini adalah membuat mindmap tentang rencana beberapa semester ke depan dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah dan lomba yg akan diikuti. Serta setelah acara ini, peserta wajib mengikuti minimal 1 lomba Karya Tulis Ilmiah dengan syarat telah memasuki tahap submit full paper.


33

32

basic media school Pentingnya pengetahuan mengenai dasar media informasi meliputi dasar desain, jurnalistik, fotografi, videografi melatarbelakangi adanya pelatihan Basic Media School yang diadakan oleh departemen Media dan Informasi Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika. Tujuan diadakannya BMS adalah memberikan pelatihan dalam hal dasar mengenai media dan informasi kepada Mahasiswa Teknik Geofisika. Pemateri yang mengisi acara BMS berasal dari BEM ITS, VIVAT Press, Mahasiswa Teknik Geofisika yang berpengalaman di bidangnya . Acara BMS diadakan pada tanggal 1011 Desember 2016 di Ruang 103 Gedung Geomatika ITS. Acara BMS pada hari pertama, materi yang disampaikan adalah Videografi dan Fotografi. Videografi disampaikan oleh Mas’ud Asadullah yang cukup berpengalaman dalam bidang videografi, seperti pembuatan After movie GERIGI ITS 2016. Materi yang

disampaikan sangat menarik, karena peserta dikenalkan dengan alat alat yang digunakan dalam pembuatan video, tata cara pengambilan video, serta software pembuat video. Materi kedua, Fotografiz, disampaikan oleh Mahasiswa Teknik Geofisika sendiri, yakni Hamzah Abdullah Mubarak yang mahir dalam hal fotografi, terlihat dari banyaknya prestasi yang telah ia raih dalam hal fotografi tingkat wilayah maupun nasional. Pada penyampaian materi, pemateri menjelaskan fungsi kamera beserta cara penggunaannya. Peserta juga diajak keluar ruangan untuk mengambil foto secara langsung dengan arahan pemateri. Pemateri juga mengadakan perlombaan pengambilan gambar terbagus yang diunggah oleh peserta di instagram mereka dengan hashtag “#exploreexpose�, yang kemudian diadakan penilaian oleh pemateri. Pada hari kedua, materi yang disampaikan adalah jurnalistik dan dasar desain. Ketiga pemateri yang mengisi pada hari kedua juga merupakan anggota BEM ITS ini membawakan materi dengan sangat apik.

Materi pertama adalah dasar desain yang disampaikan oleh Ihrom Ibrahim dan Krisna Arizaldi. Pada materi pertama dilakukan simulasi, yakni peserta menyusun beberapa bentuk simetri untuk dijadikan sebuah gambar yang memiliki arti. Pada materi kedua yakni Jurnalistik yang disampaikan oleh Akhmadi. Materi kedua ini diisi dengan penyampaian mengenai dasar jurnalistik kepada peserta. Selain itu, pada materi kedua juga dilakukan simulasi berupa peserta melakukan wawancara antar peserta berpasangan. Acara BMS dilakukan setiap tahunnya oleh MEDFO HMTG, untuk meningkatkan softskill mahasiswa Teknik Geofisika dalam hal media dan informasi dasar. Diharapkan untuk BMS pada tahun depan akan lebih baik, dari segi kualitas kuantitas, maupun koordinasi antar panitia.


35

34

GERILYA malam harinya yaitu acara pentas seni yang dihadiri oleh anggota KM ITS dan diisi oleh anakanak Medokan. Acara yang dibawakan oleh anakanak medokan ini diisi dengan tilawah, pidato bahasa inggris, pencak silat, drama bahasa inggris, menyanyikan lagu nasional, dan fashion show. Pada acara ini juga diundang beberapa orang veteran yang hadir untuk sharing session untuk bercerita mengenai perjuangan yang telah dilalui sebagai bentuk motivasi bagi anak muda sekarang.

“

Acara ini adalah acara yang bagus. Antusiasme anak-anak yang berpartisipasi dapat dirasakan dalam acara ini. Beberapa mahasiswa dari KM ITS juga menyempatkan hadir. Semangat dan motivasi yang didapat dari tamu veteran juga dapat dimaknai - Ikhbal M

“

Departemen Pengabdian Masyarakat HMTG membuat inovasi program kerja. Untuk itu, terdapat program kerja GERILYA, dimana program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 26 November 2016 di Medokan yang merupakan kampung mitra HMTG. Gerilya sendiri terdiri atas rangkaian acara berupa pelatihan dan pentas seni. Pelatihan dilakukan pada pagi harinya, dimana HMTG bekerjasama dengan komunitas Nol Sampah untuk membuat pupuk cair organik pada masyarakat Medokan yang bahan-bahannya berasal dari kulit buah, tetes tebu, dan air. Bahan-bahan tersebut diletakkan di dalam toples dengan perbandingan 1:3:10 (1 = kulit buah, 3= tetes tebu, 10 = air). Setelah dimasukkan ke dalam toples, maka toples segera ditutup. Setiap 3 hari sekali dilakukan pengecekan apakah proses fermentasi berlangsung lancar (agar tidak terjadi ledakan akibat tekanan gas hasil fermentasi). Setelah 21 hari, maka terbentuklah pupuk cair yang kemudian dapat digunakan oleh masyarakat Medokan. Anak - anak Medokan sudah lama berlatih untuk mengisi acara Gerilya ini dengan bantuan kakak panitia Gerilya yang akan ditampilkan pada


37

36

WHAT IS GOING ON


39

38

SEMBURAN

“Adanya

semburan lumpur tersebut disebabkan karena adanya letusan kantong lumpur di dalam tanah yang pecah yang diakibatkan oleh desakan dari bawah tanah. Beliau juga mengatakan bahwa letusan kantong lumpur dipengaruhi oleh tekanan air yang sangat tinggi dari perut bumi. Gejala ini mirip dengan panas bumi.””

BOJONEGORO

S

emburan lumpur panas merupakan fenomena yang sering terjadi Indonesia, terutama pada 10 tahun terakhir ini. Namun dari mana lumpur panas ini muncul? Lumpur panas keluar dari “gunung lumpur” (mud volcano) yang berasal dari lapisan di bawah tanah. Berdasarkan pendapat dari Richard J. Davies dari Earth Science Department of University of Durham, fenomena semburan lumpur panas dari mud volcano ini merupakan salah satu dari proses siklus perpindahan materi di bumi. Contohnya, suatu lapisan sedimen yang berada di permukaan bumi, kemudian tertimbun sehingga lapisan tersebut berada di bawah tanah selama jutaan tahun, lalu jutaan tahun berikutnya kembali berada di permukaan bumi. Salah satu faktor penyebab naiknya materi tersebut adalah perkembangan tekanan fluida pori yang semakin tinggi (overpressure). Tekanan ini disebabkan karena sebagian fluida yang “kelebihan” dari proses reaksi geokimia lapisan sedimen oleh suhu yang tinggi di lapisan bawah yang kemudian memberikan cukup tenaga sehingga fluida naik, menembus dan tercampur dengan lapisan tanah di atasnya sehingga keluar ke permukaan bumi. Salah satu contoh yang sedang terjadi di Indonesia adalah

(Dr Igan Sutawidjaja).

semburan lumpur di daerah Bojonegoro. Pada hari Kamis, 7 April 2016, muncul fenomena semburan lumpur panas di Kecamatan Krondongan, Bojonegoro. Semburan ini muncul setelah terjadinya gempa pada pukul 01.00 di desa tersebut. Masyarakat setempat takut bahwa semburan lumpur ini akan menjadi seperti semburan lumpur panas Sidoarjo, dimana lumpur tersebut menenggelamkan ratusan rumah dan menimbulkan kerugian yang besar. Sejak tanggal itu, muncul 4 titik semburan dalam 1 kawasan tertentu dengan debit 1 L/detik. Namun sejak tanggal 13 April, seburan berkurang manjadi 2 titik semburan saja, dengan debit 0,5 L/ detik. Berdasar kajian dari BLH, semburan tersebut mengeluarkan material antara lain lumpur panas, air, dan juga kandungan gas H2S sebesar 1 ppm, HCN sebesar 5 ppm, NO 1 ppm, O2 sebesar 20,9%.

Semburan tersebut menyebabkan tanaman padi menjadi layu dan rusak. Selain itu, gas H2S yang muncul berbahaya karena bersifat racun bagi manusia. Untuk mencegah terjadinya kerusakan dan masalah yang lebih besar, warga disarankan tidak mendekati wilayah titik – titik terjadinya semburan lumpur tersebut.Tidak hanya itu, pemerintah setempat perlu memasang papan peringatan untuk tidak masuk atau bahkan mendekati wilayah tersebut karena adanya gas – gas yang beracun. Oleh: Gregorio Adri Prawira, HMTG ITS

referensi: Davies, Richard J.,dkk. 2006. “Birth of a Mud Volcano: East Java”. 2 September 2016. Fauzi, Iksan. “Muncul Semburan Mirip Lumpur Lapindo di Bojonegoro, Warga Disebut Ketakutan, Ini Penjelasan BLH”. Surabaya.tribunnews.com. 8 April 2016. 2 September 2016. <http://surabaya.tribunnews.com/2016/04/08/ muncul-semburan-mirip-lumpur-lapindo-di-bojonegoro-warga-disebut-ketakutan-ini-penjelasan-blh> Sudarmojo, Slamet. “Semburan Lumpur Jari Dipastikan Berbahaya”. Antaranews.com. 15 April 2016. 2 September 2016. <http://www.antaranews.com/ berita/555518/semburan-lumpur-desa-jari-dipastikan-berbahaya>


41

40

NASIB MASELA

D

i Indonesia masih banyak daerah bawah bumi yang mengandung minyak dan gas, salah satunya adalah lapangan gas Abadi yang berada di Blok Masela, di perbatasan antara Indonesia dengan Australia yang dalam 1 tahun terakhir ini menjadi sebuah isu di Indonesia. Lapangan gas Abadi merupakan ‘penemuan’ lapangan gas pertama di Indonesia yang berasal dari Formasi Middle Jurassic Plover yang memiliki ciri shallow-marine, highly matured batuan quartzose sandstone. Lapangan ini merupakan temuan gas yang sangat besar berlokasi 350 km sebelah timur Pulau Timor dan 350 km utara Darwin, Australia dan mencapai kedalaman 400 – 800 m. Lapangan

gas Abadi berada pada Blok Masela PSC di bagian timur dari Laut Timor, Indonesia bagian timur. Pada kedalaman 3900 km sampai ke bawah, lapangan gas ini memiliki kualitas reservoir yang bervariasi, menandakan bahwa adanya interaksi yang kompleks antara proses pengendapan lapisan dengan pengaruh diagenesis. Lapangan Gas Abadi menyimpan cadangan gas terbesar di Indonesia: 6-9 TCF (Trilion Cubic Feet), dan diperkirakan bisa terus bertambah hingga 14 TCF. Diperkirakan jika mulai berproduksi, pada masa awal pengambilan oleh kilang (rig) akan dapat menghasilkan 2,5 juta ton LNG per tahun dan kondensatnya sejumlah 8400 barel per hari. Blok Masela pertama kali dieksplorasi oleh Inpex Corporation pada tahun 1998 dan membangun

sumur Abadi-1 yang kemudian menemukan reservoir gas pada kedalaman 3700 – 3900 meter pada tahun 2000. Setelah menambah sumur Abadi-7 dan Abadi-2, Inpex yakin bahwa di daerah tersebut layak produksi migas. Pada tahun 2010 perusahaan Inpex mendapatkan izin dari pemerintah untuk eksploitasi Blok Masela. Sejak saat itu sampai awal Maret 2016 mereka melakukan langkah persiapan eksploitasi menggunakan kilang terapung (Floating LNG Rig). Kilang terapung atau bisa dibilang offshore rig adalah suatu struktur yang dibangun di lepas pantai yang berfungsi untuk melakukan proses eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam. Dalam kasus ini, sumber daya alam yang diambil ialah migas. Pada struktur kilang, terdapat bagian yang berfungsi untuk mengolah dan mengonversi hasil eksploitasi. Pada kilang terapung, semua bagian berada di laut lepas, di dalam kapal raksasa. Selain kilang terapung, juga terdapat jenis kilang darat. Kilang darat adalah struktur yang dibangun di darat yang berfungsi untuk melakukan proses eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam. Berbeda dengan kilang terapung, pada kasus ini kilang darat mempunyai bagian pengolahan dan konversi migas berada di darat, sedangkan bornya berada di laut dekat daratan. Kedua kilang mempunyai keuntungan dan kekuarangan masing – masing.


Namun, pada tanggal 23 Maret 2016, Presiden Joko Widodo menetapkan bahwa produksi di Blok Masela menggunakan kilang darat (Onshore rig). Hal itu berlawanan dari rencana para investor dan Inpex, yang menginginkan produksi menggunakan kilang terapung. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh kepala SKK Migas, dengan menggunakan kilang terapung akan menghasilkan keuntungan sebesar US$ 51 Milliar dalam jangka waktu 24 tahun sedangkan jika menggunakan kilang darat akan menghasilkan keuntungan sebesar US$ 39 Miliar dalam jangka waktu 24 tahun. Namun menurut Presiden, dengan menggunakan kilang darat, perekonomian dan pembangunan

regional akan terkena imbasnya sehingga dapat lebih mengembangkan pasar regional. Selain itu beliau mengkhawatirkan jika dikerjakan di laut, karena jika ada suatu kejadian maka masyarakat sulit untuk memantau apa yang terjadi, termasuk mendapatkan manfaat dari eksploitasi tersebut. Maka dari itu Presiden berpesan pada Pemda setempat untuk mempersiapkan secara matang terutama SDM-nya sehingga tidak harus menggunakan SDM dari luar negeri. Hal itu juga dikarenakan pembangunan proyek Masela baru akan dilaksanakan sekitar 8 tahun mendatang. Oleh: Gregorio Adri Prawira, HMTG ITS

referensi: Lapangan Gas Abadi, Blok Masela. 6 Oktober 2016. <http://w w w.indoplaces.com/mod.php?mod=indonesia&op=view_re gion&regid=3663> Nagura, H. , H. MP Bandjarnahor, dkk. 2003. The Abadi Gas Field. 29th Annual Convention Proceedings (Volume 1). 8 Oktober 2016 RI. dunia-energi.com. Kepala SKK Migas: Keuntungan Negara dari Pengembangan Offshore Masela Lebih Besar US$12 Miliar. 07 Maret 2016. 8 Oktober 2016. <http://www.dunia-energi. com/kepala-skk-migas-keuntungan-negara-dari-pengembangan-offshore-masela-lebih-besar-us12-miliar/> Soepardi, Hanna Sophia. Antaranews.com. Presiden beberkan alasan Blok Masela dibangun onshore. 4 April 2016. 8 Oktober 2016. <http://www.antaranews.com/berita/553466/presiden-beberkan-alasan-blok-masela-dibangun-onshore>

43

â&#x20AC;&#x153;

Pembangunan di darat didasarkan atas masa proyek yang akan dilangsungkan lebih dari 15 Tahun

â&#x20AC;&#x153;

42


45

44

Geotermal Non-Vulkanik,

Apa Untungnya?

M

enurut Komisi Tetap Lingkungan Hidup dan Pemanfaatan Kehutanan, Indonesia diperkirakan akan mengalami krisis energi pada tahun 2040 sebab fosil yang digunakan akan habis pada tahun tersebut sedangkan 75% sumber listrik dari situ. Lantas bagaimanakah solusi dari permasalahan tersebut ? Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menggunakan pembangkit listrik tenga panas bumi (PLTP). Indonesia memiliki potensi 40% energi geotermal di dunia, atau sekitar 251 lokasi yang tersebar di indonesia yang memiliki potensi untuk menghasilkan energi listrik sebesar 29 GWe, 4% diantara nya merupakan geotermal non-vulkanik. Apa itu geotermal non-vulkanik ? Geotermal non-vulkanik ialah sistem panas bumi yang tidak berkaitan secara langsung dengan vulkanisme dan umumnya berada diluar jalur vulkanik kuarter. Fluida panas bumi tipe ini biasanya mempunya temperatur lebih rendah dan disebut low entalphy system.

Sistem panas bumi non-vulkanik tersebar di beberapa lokasi yaitu daerah Bangka, Kalimantan, Sulawesi (Kecuali Sulawesi Utara dan Gorontalo) dengan potensi sebesar 1.2 GWe. Pelau kalimantan memiliki potensi geotermal non-vulkanik sebesar 115 MWe yang tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panas bumi di Kalimantan berhubungan dengan jalur subduksi tua. Contohnya panas bumi pada jalur subduksi Embalun di Kalimantan Barat danTimur dan subduksi Tua Meratus di Kalimantan Selatan. Sistem panas berasal dari sisa panas pada batuan terobosan, batuan plutonik dan faktor pembebanan pada lapisan sedimen dalam. Kalimantan mempunyai tiga cekungan yang mengontrol pembentukan sedimentasi di Kalimantan, yaitu cekungan Tarakan â&#x20AC;&#x201C; Kutei di Kalimantan Timur, Cekungan Barito di Kalimantan Selatan, dan Cekungan Ketungau â&#x20AC;&#x201C; Melawi di Kalimantan Barat. Cekungan sedimen ini memiliki lapisan impermeable yang yang dapat menampung air, dan melalui aktivitas magmatic yang berlangsung selama ribuan tahun membuat

air yang terperangkap dalam cekungan sedimen ini terkonveksi dan menjadi sumber mata air panas. Dengan kehadiran jumlah air yang banyak terakumulasi di wilayah Kalimantan dan dengan iklim tropisnya, maka kemungkinan besar sistem panas bumi yang terbentuk di daerah Kalimantan adalah sistem hidrotermal. Dalam hal ini kehadiran batuan magmatik sebagai sumber panas dan juga pemasok air ke dalam reservoir menjadi sangat penting. Sedangkan cekungan sedimen yang terdapat di Kalimantan merupakan wadah atau tempat yang mengakumulasikan fluida tersebut dalam suatu reservoir. Masih banyak daerah dengan kondisi geologi nonvulkanik yang belum tersentuh oleh penelitian panas bumi. Hal ini menjadi tantangan kita semua baik pemerintah, pelaku usaha, para akademisi

dan stakeholder lainnya untuk bekerja sama dalam pelakukan kajian maupun penelitian mengenai panas bumi non-vulkanik. Semakin menipisnya sumber energi fosil dan kebutuhan energi yang terus meningkat diharapkan bisa melecutkan gairah eksplorasi dan pengembangan panas bumi yang dikenal ramah lingkungan dan terbarukan. Kehadiran panas bumi non-vulkanik yang umumnya berada didaerah terpencil dengan terbatasnya sumber energi yang minim, diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk sumber pemenuhan kebutuhan setempat. Oleh: Catur Rizkillah C, HMTG ITS referensi: Gunnlaugsson, Elnar.Geothermal Energy In Iceland. 2012.Internatonal Symposium In Izmir. Indra Sari.2012.Igniting The Ring Of Fire.WWF Report IPCC and Indonesiaâ&#x20AC;&#x2122;s First Communcation Report. KristjĂĄn Saemundsson.2009.Geothermal Systems In Global Perspective. Islandia.UNU-GTP Tamanyu, S., and Sakaguchi, K. 2002. Distribution and characteristics of non-volcanic geothermal resources in the southern part of Tohoku arc, Japan. Proceedings of Beijing International Geothermal symposium


47

46

Mengeskplorasi Mineral AU-AG-Cu Salah satu bidang fokus seorang geophysicist adalah dunia pertambangan atau Mining Exploration. Tidak jauh berbeda dengan kajian geofisika yang lain seperti dibidang perminyakan, mitigasi bencana, geothermal dan lain sebagainya. Hanya saja di dunia pertambangan yang dicari adalah mineralmineralnya untuk bisa diolah menjadi barang yang lebih ekonomis dimana mineral sendiri merupakan unsur peyusun suatu batuan. Contoh mineral tambang yaitu; emas, perak, tembaga, alumunium dan masih banyak lagi. Dalam proses eksplorasi tambang sendiri membutuhkan teknik-teknik tertentu untuk mendapatkan emas atau material tambang yang butuhkan. Secara umum, penemuan tambang dimulai dari penentuan core terlebih dahulu, jika sudah terdapat

hasil core, maka dilakukan pemisahan batuan antara mineral yang bersifat asam dan netral. Di dalam area core tersebut terdapat parit untuk mengalirkan hasil permisahan yang kemudian dikirim ke Crusher lalu dibawa ke pabrik untuk diolah. Namun, terdapat sebagian material yang tidak masuk ke Crusher melainkan ke Stockpile untuk diproses lebih lanjut karena material tersebut tidak diperlukan. Hasil dari proses crushing dan grinding ialah mineralmineral yang berharga diambil (flotation) dimana persentase emas (Au) rata-rata diperoleh 80% Au recovery dan tembaga (Cu) diperoleh 90% Cu recovery. Adapun port facility dalam proses eskplorasi terdapat parameter-parameter diantaranya; General Cargo, Concentrate, Fuel / Coal, Concentrate

Storage, Fuel Storage. Sedangkan pendekatan pendekatan dalam eksplorasi meliputi; data topografi wilayah pengeboran, stream sedimen, struktur lapisan (contoh; patahan rekahan), petrologi, magnetic, drilling, gravity, radiometrics dan lain-lain. Kemudian, teknik dan metode yang digunakan antara lain; geomechanical techniques, geophysical techniques, geological techniques, remote sensing dan metode lain seperti XRF, XRF dan ASD. Pada proses eksplorasi tambang, dilakukan pendekatan secara holistik, dimana eksplorasi dilakukan melalui pendekatan dari berbagai disiplin ilmu, parameter studi lapangan, dan bahkan berbagai jenis dimensi lingkungan dalam satu wilayah. Karena itu, survei geologi, geokimia dan geofisika memegang peran yang penting dalam proses eksplorasi ini. Pada survei geologi dan geokimia, dapat dilakukan pemetaan alterasi mineral dan komposisi kimia di suatu wilayah. Sedangkan, survei geofisika menggunakan sifatsifat fisika yang dijadikan parameter pengukuran yaitu; mass (density), magnetism, conductivity, elastic properties, temperature dan radioaktif. Kemudian parameter-perameter tersebut diukur melalui geophysical survey menggunakan beberapa metode yaitu; magnetic, gravity, resistivity, seismic

survey, electromagnetic dan ground penetrating radar. Beberapa proyek-proyek pertambangan yang telah dilakukan oleh J Resource yaitu; Batu Hijau-Indonesia, Elang-Indonesia dan Martabe Indonesia. Pada intinya, proses ekplorasi tambang tidak jauh berbeda dengan ekplorasi minyak dan gas. Jika dilihat dari geophysics survey parameter yang digunakan hampir sama dan metode yang digunakan juga bisa diterapkan pada ekplorasi minyak dan gas. Namun pertambangan memiliki prospek yang lebih besar dibandingkan dengan perminyakan mengingat indonesia memiliki sumber daya mineral yang melimpah.

Oleh: Adi Maryono, VP Exploration J Resources referensi: Maryono, Adi. â&#x20AC;&#x153;Exploration Approach and Techniques for Auâ&#x20AC;?Agâ&#x20AC;?Cu Depositsâ&#x20AC;?. Guest Lecture Faculty of Civil and Planning Engineering Institute of Technology Sepuluh November. 2 Desember 2016


49

48

Dear HMTG,

energizing really soon!

Share Your Thoughts With Us, ANd be featured!


Jurusan Teknik Geofisika, FTSP, Kampus ITS Keputih Sukolilo, Surabaya 60111 Phone +62 31 595 3476 | Fax +62 31 595 3475

versteinert  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you