Page 1

BROADENING HORIZON


Type to enter text


Melaksanakan ospek adalah suatu “kewajiban sakral” bagi mabasiswa baru, berasa kurang lengkap dan tidak afdhol jika belum melaluinya. Mahasiswa baru kedokteran diwajibkan untuk mengikuti serangkaian acara pembinaan. Ospek prodi kedokteran dilaksanakan sebanyak tiga kali. Ospek prodi pertama dimasukkan dalam acara PK2MABA, jadi waktu yang disediakan hanya 80 menit. Kemudian untuk dua lainnya acara full dimulai pagi hingga sore hari. Hari pertama ospek prodi kedokteran bak memberikan penyegar kepada maba mengenai struktural dekanat FKUB dan penjelasan kurikulum prodi kedokteran. Maba terlihat sangat antusias dan mengajukan beberapa pertanyaan pada pemateri. Acara selanjutnya ialah pengenalan HMPD beserta jajaran pengurusnya oleh kahim HMPD, yakni Kak Satria. Selang waktu menuju ospek prodi yang kedua…..

Dan tiba hari kedua ospek prodi kedokteran yaitu BKM Jurusan yang pertama diisi dengan materi – materi dengan total ada tiga pemateri dengan bahasan seputar kedokteran dan pengenalan ISMKI, pembuatan Letter of Me yang ditulis oleh masing – masing peserta ospek dengan kreativitas mereka masing – masing. Para peserta terlihat sangat antusias membuat surat yang ditujukan pada diri mereka sendiri di masa mendatang. Ada yang membawa spidol, crayon, dan pulpen berwarna – warni lainnya. Selanjutnya ada juga pemutaran video panitia yang sebagian diputar dihari kedua dan sisanya diputar pada hari ospek terakhir. Kemudian, hingga ibadah sore selesai, peserta ospek pulang dan mendapat fasilisasi dengan kakak PK (Pendamping Keluarga) mereka masing – masing.


Ospek tidak hanya datang, duduk mendengarkan materi, lalu pulang. Namun panitia memberikan challenge angkatan yang terdiri dari formasi, paper mob (logo IDI), logo angkatan, nama angkatan, dan formasi membentuk tulisan kedokteran. Seluruh rangkaian pembinaan ini menguji 4 nilai kolegium dan 2 pilar pembinaan maba prodi kedokteran. Air mata, pengorbanan, peluh, tawa, cinta, empati, semua rasa bercampur padu menjadi satu hingga terciptalah suatu nama angkatan yang memiliki esensi tinggi, yakni CARDIOUNO 2016. BKM Jurusan yang kedua ialah ospro yang paling berkesan, baik untuk panitia maupun maba. Materi di dalamnya bukanlah materi biasa, namun susunan acara telah dirancang sebagai implementasi dari jenjang karir dokter. Maba mendapatkan contoh nyata dari masing-masing jenjang karir tersebut, ada profesi dokter, entrepreneur, akademisi, dan di struktural pemerintahan. Semuanya dikemas dalam talk show dan pertanyaan interaktif maba-pemateri. Puncak challenge angkatan dilaksanakan di lapangan polinema diiringi dengan teriakan-teriakan komando para koordinator maba untuk mengatur formasi, kegiatan ini diabadikan oleh kakak PDDM untuk mengetahui apakah maba prodi kedokteran 2016 berhasil melaksanakan challenge atau gagal. Angkatan tanpa pemimpin ibarat panah tanpa mata panah, maka seluruh maba melakukan voting untuk memilih ketua angkatan mereka. Sembari panitia menghitung hasil perolehan suara, maba diberikan materi mengenai inspiring oleh dr.Saiful, Sp.OT yang begitu berkesan dan dapat memotivasi mereka untuk tetap survive hingga kelak menjadi dokter. Dan saat yang ditunggu pun tiba, terpilihlah Gusti sebagai ketua angkatan 2016. Dilanjutkan dengan pemutaran video challenge angkatan yang telah dipersiapkan oleh kakak PDDM, riuh tawa mulai bergemuruh disambut tepuk tangan oleh seluruh maba karena challenge dinyatakan berhasil. Selamat CARDIOUNO 2016, langkah pengabdian kalian di fakultas perjuangan telah dimulai ! Rangkaian acara ditutup dengan PK award, video progress challenge angkatan, dan ucapan selamat dari seluruh kakak panitia


Type to enter text

Kesehatan ibu dan anak saat ini masih menjadi permasalahan global baik di negara berkembang maupun negara belum berkembang. Para ibu masih memiliki risiko tinggi ketika melahirkan. Angka Kematian Ibu (AKI) atau Maternal Mortality Ratio (MMR) adalah jumlah wanita yang meninggal terkait dengan kehamilan saat hamil atau dalam 42 hari dari setelah kehamilan per 100.000 kelahiran. Pada tahun 2013, Angka Kematian Ibu di dunia sebanyak 210 orang per 100 000 kelahiran (WHO, 2014). Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, menghubungkan kematian ibu dan anak itu tergantung dari pola penolong persalinan dan tempat bersalin. Menurut karakteristiknya penolong persalinan memperlihatkan bahwa semakin tinggi pendidikan ibu, presentase dokter spesialis kebidanan dan kandungan semakin besar baik kualifikasi tertinggi maupun terendah dan mampu melahirkan ditempat yang memiliki fasilitas memadai.Sebaliknya penggunaan dukun sebagai tenaga penolong persalinan lebih besar pada kelahiran dari ibu yang mempunyai pendidikan rendah (tidak sekolah), petani/ nelayan/buruh tinggal dipedesaan dan lebih memilih untuk melahirkan dirumah. Diantara 34 provinsi di Indonesia 4 diantaranya termasuk Sulawesi Selatan memiliki resiko angka kematian dan kesakitan ibu dan anak .


Diikuti oleh lebih dari 50 orang delegasi yang berhasil lolos dari berbagai universitas di wilayah 4, menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran saat ini masih memiliki kepedulian untuk mengabdikan diri di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di dusun Bontorannu, desa Erelembang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan berlangsung selama 4 hari. Desa Erelembang merupakan desa yang harus ditempuh dalam waktu 5 jam dari Kota Makassar. Bisa dibilang desa yang masih harus diperhatikan. Listrik baru masuk ke desa tersebut sekitar bulan Juli dan tidak semua rumah warga mendapat aliran listrik. Masyarakat beraktivitas pada siang hari dan rata-rata sebagai buruh tani. Fasilitas kesehatan pun jauh dan akses yang sulit untuk dilewati untuk sampai kesana. Berbagai macam rangkaian kegiatan dilakukan oleh para delegasi. Seperti Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak, Riset Pengmas, Small Group Discussion, Pengobatan Gratis, Bakti Sosial, dan Kastrat in Action. Tak hanya itu, para delegasi setiap hari nya terjun langsung ke masyarakat bahkan sampai ke rumah-rumah warga. Masyarakat sangat menyambut baik kedatangan kami. Indonesia Gives Back merupakan kegiatan pengembangan masyarakat yang bisa memberikan dampak positif. Tahun ini, IGB memilih daerah yang tepat sasaran. Desa yang benar-benar membutuhkan pengetahuan tentang masalah kesehatan. Ingin tahu bagaimana menjadi rangkaian kegiatan IGB selanjutnya? Nantikan Indonesia Gives Back 2017! Ayo berpartisipasi dan mari jadikan diri kita orang-orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Type to enter text


Hallo adik-adik PSKed 2016!!!!!! Wah sudah ngga terasa ya kalian sudah menjalani perkuliahan kurang lebih 2 bulan! Gimana pelajarannya ? susah ? sudah kenal sama kakak binanya belum ? Wah kalau belumm, yukk sgera hubungi kakak binanya! Jangan sungkan-sungkan untuk meminta kakak bina untuk membantu kalian ketika kalian merasa kesulitan! Tidak hanya akademik saja, kalian bisa sharing-sharing dengan kakak binanya, yang penting adalah, jalin hubungan yang nyaman dengan kakak bina kalian karena kakak bina kalian lah yang akan mendampingi kalian sampai klinik nanti HEHE Perlu diketahui, program kakak bina sendiri pada mulanya sudah ada sejak tahun 80’an lhoo.. namun seiring berjalannya waktu, budaya kakak bina ini pudar. Namun dikarenakan Wakil Dekan kita merupakan alumni angkatan 80’an yang juga pernah merasakan manfaat dari program ini, tahun 2016 ini dihidupkan lagi dari tidurnya HEHEHE. Jadi, disinilah waktunya kalian untuk benar-benar memanfaatkan kakak bina ini untuk memudahkan jalannya pre klinik sampai klinik kalian. Perlu kalian tahu juga, dokter-dokter lulusan FKUB yang pernah merasakan dampak positif dari kakak bina, beliau mengatakan bahwa sampai detik ini, kakak dan adik bina masih berhubungan baik dan saling membantu sesama profesi. Beliau-beliau pun sampai detik ini masih sering saling konsultasi dan hal tersebut menyenangkan, bukan ? Maka dari itu, ayo jalin hubungan yang baik ke kakak binanya. Tunggu apalagi?




Oiyaaa.. Jika ada keluhan mengenai kakak binanya, mungkin kurang nyaman, atau kakak binanya tidak merespon, bisa mengutarakan keluhannya ke Kak Nadia (081333010123) atau Kak Mitha (089678218009). Kami terbuka untuk adik-adikku PSKed 2016!!



Hmpd magazine  
Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you