Page 1

EDISI X / 11 AGUSTUS 2018


1 2 4 12 18 20 21 23 24


2


3


4


5


6


7


8


9

HMGZINE Majalah GeoďŹ sika Indonesia


Telah terlaksana Company Visit oleh HMGI Wilayah 6 bersama dengan Mahasiswa Geofisika Universitas Tanjungpura di BMKG Pontianak (3 Mei 2018) dan LAPAN Pontianak (7 Mei 2018). Kegiatan ini diikuti oleh 41 orang Mahasiswa Geofisika semester 6 dan 1 Orang dosen Geofisika di Universitas Tanjungpura. Dimana pada kegiatan ini mahasiswa dapat belajar mengenai alat-alat yang ada di BMKG dan LAPAN Pontianak sehingga mahasiswa dapat memiliki bekal ilmu untuk melakukan penelitian terkait kajian yang akan dilakukan sebagai salah satu tugas akhir nantinya. Menurut salah satu peserta kegiatan ini Eny Rohyati (Geofisika 2015), “kegiatan ini sangat bermanfaat, hanya saja untuk kunjungan di LAPAN itu kurang begitu berkesan karena disana mahasiswa hanya diberikan pengarahan semcam seminar dan memberikan saran agar kegiatan ini dapat dilakukan sebagaimana dengan mestika agar dapat memberikan ilmu yang lebih bermanfaat lagi terutama kepada mahasiswa semester 6 yang akan menempuh penelitian sebagai tugas akhir nantinya”.

10

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia


Dalam memperingati hari bumi 22 april 2018, HMGI Wilayah VI bekerja sama dengan Himafis FMIPA untan menyelenggarakan kegiatan Earth day. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 28 april 2018 di kawasan Mempawah mangrove conservation Kabupaten Mempawah, Kalimantan barat. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menanam bibit pohon mangrove di tepian pantai sebantak 500 bibit. Peserta yang mengikuti kegiatan ini diikuti oleh 32 orang, yang mana menanam pohon mangrove bertujuan untuk mencegah terjadinya abrasi di daerah tepian pantai. Setelah dilakukan penanaman pohon mangrove, para peserta juga membagikan stiker kepada para pengunjung di kawasan tersebut. Menurut salah satu penanggung jawab kegiatan dari Himafis yaitu Rino Anugra Putra (Geofisika 2016) “kegiatan ini berjalan cukup seru dan lancar karena dapat membantu mempertahankan pantai agar terhindar dari abrasi dan juga dapat menjadi ajang rekreasi sehingga dapat mengurangi beban tugas-tugas di kampus”.

11

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia


Geophysics With Explore and Seminar 2018 mengadakan seminar nasional dengan mengundang pemateri yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing diantaranya Alm. Dr. Ir. Budi Brahmantyo, M.Sc selaku ketua eophysics With Explore and Seminar MAGI (Masyarakat Geowisata Indonesia) (GWES) merupakan acara terbesar yang dengan membawakan topik “Pemberdayaan diadakan oleh Mahasiswa Teknik Geofisika Potensi Geowisata Lampung”. Pemateri yang Universitas Lampung. Pada tahun 2018, kedua yaitu Dr. Devy Kamil Syahbana yang diadakan kembali acara Geophysics With bekerja Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Explore and Seminar 2018 (GWES 2018) di Bencana Geologi yang membawakan topik Bandar Lampung tanggal 27 Maret – 2 April “Mitigasi Bencana Geologi”. Pemateri ketiga 2018. Acara ini memiliki beberapa tujuan, adalah Aldis Ramadhan yang bergelut di Divisi diantaranya mensosialisasikan pentingnya Sains dan Teknologi HAGI dan bekerja di PT ilmu kebumian aktual dalam pengembangan Pertamina EP dibagian Exploration Geoscientist eksplorasi sumber daya alam, meningkatkan dengan membawakan topik “Explorasi Sumber pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Daya Minyak dan Gas Bumi di Sumatera Bagian dalam bidang geologi dan geofisika khususnya Selatan”. Seminar ini diikuti oleh rektor pada mitigasi kebencanaan dan geowisata, Universitas Lampung, dekan Fakultas Teknik, menumbuhkan dan menjalin kerjasama yang mahasiswa Teknik Geofisika Universitas erat antar universitas, perusahaan dan instansi Lampung, Teknik Geofisika Institut Teknologi pemerintahan dalam menyiapkan SDM dalam Sumatera dan peserta GWES lainnya. bidang kebumian, meningkatkan mutu mahasiswa untuk menjadi masyarakat ilmiah Kompetisi utama dalam acara ini adalah paper khususnya bidang geologi dan geofisika, dan competition, poster competition, olimpiade memperkenalkan ilmu geologi dan Geofisika kebumian, dan lomba free-movie yang kepada Siswa-Siswi SMA yang akan didukung dengan juri yang sangat melanjutkan ke jenjang Universitas. berkompeten dalam bidangnya masingmasing. Pada Poster competition peringkat pertama dimenangkan oleh Universitas Geophysics With Explore and Seminar 2018 Pertamina, peringkat kedua oleh Universitas (GWES 2018) mengadakan Seminar Nasional Indonesia dan peringkat ketiga dimenangkan dan Geophysics Competition yang berupa oleh Intitut Teknologi Bandung. Paper paper dan poster competition, olimpiade competition dimenangkan oleh Institut kebumian, dan lomba free-movie. Disertai Teknologi Bandung peringkat pertama, dengan event pendukung lainnya seperti peringkat kedua dimenangkan oleh Universitas workshop dan fieldtrip geofisika yang diikuti Diponegoro dan peringkat ketiga oleh mahasiswa Teknik Geofisika, Mahasiswa dimenangkan oleh Universitas Indonesia. Geofisika se-Indonesia, Siswa SMA seperlombaan olimpiade kebumian peringkat Lampung dan masyarakat umum.

G

12

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia


Pada perlombaan olimpiade kebumian peringkat pertama dimenangkan oleh SMAN 2 Bandar Lampung, peringkat kedua dari SMAN 2 Bandar Lampung, dan peringkat ketiga dari SMAN 2 Kotabumi. Pemenang dari olimpiade kebumian mendapat golden ticket untuk langsung masuk ke Teknik Geofisika Universitas Lampung. Rangkaian acara Geophysics with Explore and Seminar 2018 ditutup dengan makan malam bersama dan pengumuman perlombaan diikuti dengan para pengisi acara. Semoga acara GWES 2018 Teknik Geofisika Universitas Lampung dapat terus berjalan untuk menjalin hubungan baik antar sesama Mahasiswa Geofisika Indonesia dan saling membangun untuk Indonesia yang lebih baik dan lebih maju.

13

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia


PERANAN

GEOT EKNIK D

A

L

A

M

EKSPLORASI geofisika Dewasa ini geoteknik semakin berperan penting dalam eksplorasi geofisika. Geoteknik merupakan bagian dari teknik sipil yang berkaitan dengan geofisika dimana geoteknik dapat menjembatani ilmu geofisika itu sendiri dengan ilmu-ilmu lainnya. Pada ilmu geoteknik ini membahas mengenai permasalahan kekuatan tanah dan batuan serta hubungannya dengan kemampuan menahan beban bangunan yang beridiri diatasnya. Selain hal tersebut geoteknik juga dapat untuk menentukan apakah jenis tanah di suatu tempat cocok sebagai lokasi titik pemboran atau tidak. Pada bidang eksplorasi geofisika, geoteknik merupakan suatu langkah awal dalam menentukan jenis dan kekuatan tanah di suatu tempat yang akan didirikan bangunan atau bahkan dilakukan pemboran. Metode penyelidikan dan pengujian tanah merupakan bagian penting dan inti dalam geoteknik. Metode tersebut meliputi penyelidikan tanah lapangan, pengujian laboratorium dan korelasi empiris. Dari hasil tersebut dapat diketahui kekuatan tanah dalam menahan suatu beban. Salah satu hal yang menjadi pembahasan penting dalam geoteknik setelah dilakukan penyelidikan dan pengujian tanah adalah mengenai adanya tanah bermasalah.

16

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia

Tanah bermasalah akan mempengaruhi bagaimana tindakan yang harus dilakukan untuk menghindari dan meminimalisir gangguan dari tanah bermasalah tersebut. Tanah bermasalah meliputi tanah lempung lunak, tanah gambut, tanah ekspansif (swelling soil), tanah runtuh (collapsible), dan tanah rentan likuifaksi. Tanah bermasalah tersebut akan sangat mengganggu dalam eksplorasi geofisika maupun sebagai dasar bangunan diatasnya. Untuk mengatasi permasalahan tanah tersebut diperlukan suatu bahan buatan yang dapat meminimalisir masalah yang berkepanjangan. Bahan buatan tersebut disebut dengan geosintetik yang merupakan suatu material buatan manusia, terutama polymer (sejenis palstik). Geosintetik digunakan karena bahan tersebut memiliki keunggulan diantaranya adalah tidak dapat terdegradasi atau rusak oleh mikroba, relatif lebih ekonomis dibandingkan material lain seperti beton bertulang dan lain-lain, serta bahan buatan tersebut sudah diakui oleh ASTM dan ISO. Dengan dilakukannya penelitian geoteknik, tentu akan sangat membantu dalam berbagai hal terutama eksplorasi geofisika. Uji laboratorium menunjukkan parameter-parameter suatu tanah uji yang kemudian akan mendukung kegiatan eskplorasi geofisika. Selain itu hasil penelitian geoteknik dapat dikorelasikan dengan penelitian metode geofisika serta mendukung data geofisika yang telah diperoleh. Penentuan jenis tanah lempung pada geoteknik akan lebih memperjelas data geofisika pada daerah lempung dimana daerah lempung pada data geofisika cukup sulit untuk dibedakan jenisnya. Oleh karena itu penelitian geoteknik sangat


Melihat Pergerakan T H

E

Sumatran Fault Sumatera terletak di kawasan pertemuan dua lempeng utama bumi, Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Kedua lempeng tersebut berinteraksi secara konvergen, dimana Lempeng Indo-Australia menunjam ke arah utara kedalam Lempeng Eurasia. Di barat Sumatera penunjaman lempeng bergerak miring ke arah 10°N – 7°S oleh lempeng Indo-Autralia terhadap L e m p e n g E u r a s i a . Proses penunjaman yang terjadi di barat Sumatera tersebut mengakibatkan terbentuknya sejumlah segmen sesar di kawasan Sumatera. Setidaknya terdapat 55 segmen sesar yang berada di kawasan Sumatera (Pusat Studi Gempa Nasional, 2017), dengan 19 segmen sesar utama terdapat di daratan pulau Sumatera. Segmen-segmen sesar di daratan pulau Sumatera tersebut dikenal sebagai ”The Great Sumatran Fault (GSF)” yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Sesar Sumatera atau Sesar Semangko. Gambar 1. Segmen-segmen Sesar Sumatera (Sumber : PuSGeN) Sesar ini bermula dari Aceh di bagian utara dan terus memanjang sejauh ±1900 km hingga Segmen-segmen ini bergerak dengan Selat Sunda di bagian selatan. kalajuan pergeseran yang berbeda-beda. Segmen-segmen sesar utama tersebut Segmen Seulimum, Segmen Aceh dan Segmen Tripa bergerak dengan kelajuan pergesaran memiliki panjang masing-masing berkisar antara 60 km - 900 km. Segmen-segmen sesar sebesar 16 mm – 20 mm per tahun. Ketiga segmen tersebut berada di provinsi Aceh. tersebut yaitu Segmen Seulimum, Segmen Aceh, Segmen Tripa, Segmen Renun, Segmen Ketiga segmen sesar tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen kecil, yaitu Segmen Toru, Segmen Angkola, Segmen Barumun, Seulimum North, Seulimum South, Aceh North, Segmen Sumpur, Segmen Sianok, Segmen Aceh Central, Aceh South, Tripa 1-Thrust, Tripa 2, Sumani, Segmen Suliti, Segmen Siulak, Segmen Dikit, Segmen Ketaun, Segmen Musi, Tripa 3, Tripa 4, dan Tripa 5. Segmen Manna, Segmen Kumering, dan Segmen Renun bergerak dengan Segmen Semangko. Beberapa segmen utama kelajuan sebesar 5 mm – 9 mm per tahun. tersebut terbagi lagi menjadi segmen-segmen s e s a r y a n g l e b i h k e c i l . Segmen ini terbagi menjadi 3 segmen kecil

14

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia


yaitu segmen Renun-A, Renun-B dan Renun-C. Segmen Toru, Segmen Angkola, dan Segmen Barumun memiliki kelajuan pergeseran sebesar 9 mm – 11 mm per tahun. Semua segmen tersebut berada di provinsi Sumatera Utara. Segmen Sumpur, Segmen Sianok dan Segmen Sumani bergeser dengan kelajuan sebesar 11 mm – 24 mm per tahun. Segmen Sianok dan Segmen Sumani merupakan segmen yang terbentuk akibat terjadinya gempa pada tahun 1926 dan 1943. Segmen Suliti dan Siulak bergeser dengan kelajuan sebesar 10 mm – 14 mm per tahun. Kelima segmen-segmen tersebut berada di provinsi Sumatera Barat. Segmen Dikit dan Segmen Ketaun memiliki laju pergeseran sebesar 9 mm – 11 mm per tahun. Segmen Musi dan Segmen Manna bergeser dengan kelajuan sebesar 15 mm – 16 mm per tahun. Segmen Kumering dan Segmen Semangko bergeser dengan kelajuan masing-masing sebesar 15 mm dan 14 mm per tahun. Segmen Kumering dan Segmen Semangko terbagi menjadi beberapa segmen-segmen kecil, yaitu Segmen Kumering-North, Segmen KumringSouth, Segmen Semangko Barat-A, Semangko Barat-B, Semangko Timur-A, Semangko Timur-B, dan Semangko Graben.

15

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia

Pergerakan segmen-segmen sesar inilah yang menjadi ”aktor utama” dari kejadian-kejadian gempa darat yang pernah terjadi di pulau Sumatera. Contohnya adalah gempa yang terjadi pada 6 Maret 2007. Gempa yang terjadi di Sumatera Barat tersebut berkekuatan 6,4 SR dan 6,3 SR dengan titik episenter tepat berada di Segmen Sumani dan Segmen Sianok. Dengan melihat banyaknya segmen-segmen sesar yang bergerak aktif setiap tahunnya, membuat Sumatera menjadi salah satu kawasan yang memiliki tingkat aktivitas tektonik yang tinggi di dunia. Aktivitas ini menjadikan Sumatera memiliki tingkat kegempaan yang juga tinggi. Dan yang juga perlu diingat bahwa gempa-gempa di Sumatera tidak hanya dipicu oleh aktivitas sesar darat saja, perairan Sumatera juga memiliki banyak segmen-segmen sesar. Di barat Sumatera juga terdapat zona subduksi lempeng Indo-Australia kedalam lempeng Eurasia yang juga dapat memicu gempagempa besar, seperti yang terjadi pada tahun 2004. Oleh : T. Tiara Mahendra Iswada / Universitas Syiah Kuala Sumber : Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017, Pusat Studi Gempa Nasional, Kementerian PUPR


diperlukan untuk menunjang eksplorasi geofisika baik itu dalam bidang pembangunan, pertambangan, perminyakan, dan bidangbidang lainnya.

Gambar 2. Macam-macam Geosintetik

Gambar 1. Contoh Lembar Instruksi Sampel Lubang Bor Sumber : PT Brantas Abipraya. 2008. EBOOKPanduan Geoteknik 1,2,3,4. Diambil dari : http://kc4abipraya.wordpress.com (24 Oktober 2017) Seed, H.B., Wood Ward, R.J. and Lundgren, R. 1962. Prediction of Swelling Potential of Compacted Clays. Highway res. Board Bull.

17

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia

Gambar 3. Klasifikasi Pengembangan Tanah Lempung (Seet at al, 1962)


Mendatar 1. Sekumpulan air asin yang terpisah dari laut 5.Satuan untuk arus listrik 8.Dunia hewan 9.Bulat lonjong 10.Metode pengairan sawah tradisional di Bali 11.Jumbai, rumbai 12.Sejenis baju kurung yang berasal dari Timur Tengah 15.Nama sebelum Papua 16.Getaran di permukaan bumi 21.Baik, cantik 22. Tidak ada yang memelihara 23. Aktor atau idola favorit 24.Gagasan 25. Batu beku intrusive 26.Pondokan 18

HMGZINE Majalah GeoďŹ sika Indonesia

Menurun 1. Bersifat bebas 2. Sejenis taring pada gajah 3. Gairah, hasrat 6. Lima pangeran dalam Mahabharata 7. Pendidikan 13.Kabupaten di Madura 14.Ilmu yang mempelajari bumi 15.Orang yang menjadi pujaan 17. Erosi di pantai 18. Tongkat dengan sudut tajam di salah satu ujungnya 19.Lipatan yang cekung ke atas 20.Kawah yang terbentuk dari letusan eksplosif gunung berapi


Oleh: Ni Nyoman Krisningrum, Teknik Geofisika Universitas Lampung

Kehidupan kelam adalah masa lalu.. Tak perlu banyak manipulasi agar terlihat berkilau di khalayak ramai.. Hidupmu bukan seperti SIG yang berbasis manipulasi.. Wahai engkau berjiwa spasial.. Tetaplah jalan pada jalan – Nya.. Kelam bukan berarti busuk.. Overlay dengan kehidupan baru.. Saat tubuh tak sanggup bangkit.. Saat mata tak sanggup terbuka.. Kuatkanlah.. Dalam fana yang sejati..

19

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia


“Life isn’t about nding yourself. Life is about creating yourself” -George Bernard Shaw


RAKORNAS HMGI

Himpunan Mahasiswa GeoďŹ sika Indonesia telah mengadakan kegiatan rapat koordinasi Nasional dalam rangka. Dimana kegiatan tersebut diadakan untuk melakukan koordinasi disetiap cabang wilayah HMGI dan untuk mengesahkan kabinet baru HMGI Pusat dan Wilayah.kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar anggota dan memupuk semangat di setiap lini kepengurusan untuk 1 tahun kedepan. Kegiatan Rakornas merupakan Program Kerja dari divisi MSDM HMGI pusat yang dalam hal ini dibantu oleh pihak tempat penyelenggara di Yogyakarta. Acara ini dlaksanakan pada tanggal 7-8 April 2018 di Yogyakarta.

Di hari pertama dilakukan perkenalan serta pemaparan visi dan misi dari Ketua HMGI yang baru. Selanjutnya dilakukan persentasi beserta perkenalan oleh semua divisi di HMGI pusat serta pemaparan program kerja di setiap wilayah cabang HMGI. Dimana di setiap proker yang memiliki keterkaitan baik antar divisi di HMGI Pusat maupun antara HMGI Pusat dengan Wilayah Cabang. Selanjutnya dilakukan pemaparan dari teman-teman HMGI dari Universitas Cendrawasih Papua mengenai pelaksanaan Musyawarah Nasional HMGI di Papua. Tak lupa juga penyampaian tertib administrasi serta keuangan HMGI oleh Sekretaris dan Bendahara Pusat HMGI kepada teman-teman Wilayah. Pada hari kedua dilakukan syukuran bersama teman-teman HMGI yang dalam hal ini dilakukan secara simbolis dengan pemotongan nasi tumpeng. Kegiatan ini dilakukan untuk memupuk semangat anggota di awal kepengurusan serta melakukan koordinasi baik antar divisi HMGI Pusat maupun dengan Wilayah Cabang HMGI. Koordinasi ini dilakukan untuk menyelaraskan serta menyeimbangkan setiap aktivitas dan program kerja HMGI demi mencapai tujuan bersama. Selanjutnya dengan mengharmoniskan komunikasi antar wilayah cabang di HMGI dan antar anggotanya. Semoga dengan adanya rapat koordinasi nasional ini, pengurus HMGI Pusat maupun wilayah dapat menjalankan roda kepengurusan dengan semangat yang sama, berkontribusi secara maksimal dan dapat mencapai 20

HMGZINE Majalah GeoďŹ sika Indonesia


Indonesia adalah negara kepulauan dengan kekayaan budaya dan sejarah pada setiap pulaunya. Dengan toleransi ragam keagamaan, mulai dari Islam, Hindu, hingga Budha, dan juga kesenian lokal, seperti batik yang berasal dari Yogyakarta dan musiknya yang khas. Hal inilah yang mendasari Perkumpulan Geosaintis Eropa (European Association of Geoscientists and Engineers / EAGE) bersama Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) mengadakan kegiatan konferensi bertajuk "First Meeting EAGE-HAGI on Near Surface Geoscience and Engineering (NSGE)." Konferensi dengan bahasan utama kajian geoteknik ini merupakan pembicaraan yang sedang masif di Indonesia. Hal tersebut berlandaskan pada banyaknya infrastruktur yang sedang dibangun, baik itu jembatan, smelter, dan juga rel kereta api. Selain itu, Indonesia juga sering mengalami bencana alam, salah satunya adalah bencana longsor. Semua hal tersebut berkaitan kajian geoteknik yang dimaksud, tepatnya adalah bahasan yang bersifat near surface, atau dekat dengan permukaan bumi. Geofisika merupakan gabungan antara geologi dengan bahasan tentang bumi dan fisika yang fokus pada sifat fisis suatu benda. Jadi, geofisika adalah suatu ilmu yang dapat mengetahui sesuatu yang ada di bawah permukaan bumi, baik dari kedalaman dangkal, hingga memiliki orde satuan kilometer. Dan kajian near surface adalah membahas sesuatu yang berada di dekat permukaan bumi.

21

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia

LEBIHI EKSPEKTASI HMGI BANTU KEGIATAN INTERNASIONAL DARI HAGI-EAGE DI JOGJA

Kegiatan konferensi NSGE berlangsung di Yogyakarta, tepatnya di Gadjah Mada University Club yang berada di Kampus UGM pada 9-13 April 2018. Persiapannya telah dimulai sejak bulan November 2017. HMGI pun berkesempatan menjadi Local Committee beranggotakan 10 orang yang didapatkan dari diadakannya rekrutmen terbuka. Kegiatan ini pun dihadiri oleh 200 peserta dari 14 negara, dengan detil kegiatan terdiri dari 125 presentasi yang terbagi pada 91 sesi oral dan 34 sesi presentasi poster, juga ada 9 perusahaan sebagai pengisi sesi pameran. Kegiatan pembuka dari NSGE dihadiri oleh representatif dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan


Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kegiatan ini diawali dengan pre-event pada tanggal 910 April 2018, yaitu kegiatan course and workshop dari Dr. Valentina Socco dari Politecnico of Torino (Italia) bertemakan

‘Gelombang Permukaan’, lalu Dr. Meng Heng Loke dari Geotomo Software (Malaysia) dengan tema ‘Tomogra fiGeoelektrisitas’. Lalu, dilanjutkan dengan kegiatan seminar yang dipersembahkan oleh Society of Exploration Geophysicsists of Japan (SEGJ) dengan tema ‘5 Metode Geofisika untuk Lingkungan dan Geoteknik’. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi penelitian melalui sesi oral dan poster presentasi. Bersamaan dengan itu, juga dilaksanakan kompetisi Geo-Quiz dengan 19 peserta dengan hadiah adalah travel grant untuk mengikuti kegiatan EAGE Annual Conference and Exhibition di Copenhagen, Denmark. 22

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia

Selanjutnya adalah kegiatan lapangan, yaitu Volcano Trip menuju Gunung Merapi. Kegiatan pun dimulai dengan mengunjungi Rumah Mbah Marijan yang menjadi saksi bisu erupsi besar Gunung Merapi pada Oktober 2010. Lalu dilanjutkan menuju wisata ‘Batu Alien’ yang diyakini masyarakat sekitar memiliki bentuk seperti wajah manusia. Dan volcano trip diakhiri dengan mengunjungi Bunker Kaliadem. Kegiatan lapangan pun dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu warisan dunia oleh UNESCO, yaitu Candi Borobudur. Kegiatan konferensi NSGE ditutup closing ceremony menikmati makanan khas Kraton Yogyakarta. Selama sesi ini, peserta disuguhkan dengan tarian tradisional, yaitu Tari Ciblon dari Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta (UKJGS) UGM dan juga museum kesenian abstrak dari para pelukis daerah. Berjalannya kegiatan NSGE memberikan pandangan baru dari bidang geoteknik, terutama bagi mahasiswa geofisika Indonesia agar jangan hanya terfokus pada bidang industri minyak dan gas bumi, juga panas bumi dan tambang mineral. Dengan banyaknya pembangunan infrastruktur di Indonesia, itu memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk berkarir di bidang geoteknik dan keilmuan dekat permukaan bumi. Hal tersebut juga membuka pandangan para mahasiswa agar tidak hanya mempelajari metode geofisika yang terfokus pada metode seismik refleksi, magnetotellurik, hingga gravitasi dan magnetik. Tetapi, masih ada metode mikroseismik, geolelektrisitas, dan juga very low frequency (VLF) yang juga sangat baik untuk lebih dipelajari dan dikembangkan untuk masa depan Indonesia.


MUNAS HMGI MUNAS HMGI, suatu acara tahunan yang rutin diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia. Musyawarah nasional ini menandakan berakhirnya masa jabatan seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia sekaligus melantik Badan Pengawas, Ketua, dan Koordinator Wilayah yang baru. Untuk tahun ini, MUNAS HMGI dilangsungkan di Banda Aceh oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika Unsyiah, tepatnya tanggal 10-14 Maret. Rangkaian acara dimulai dengan perjalanan tur Kutaraja, yakni mengunjungi Museum Aceh, Museum Tsunami Aceh, PLTD Apung, dan Masjid Raya Baiturrahman, tepatnya pada tanggal 10 Maret 2018. Delegasi kemudian mengikuti Seminar Nasional, Memoir, dan Career Path pada keesokan harinya. Adapun acara puncaknya, yakni MUNAS, diadakan pada malam harinya. Delegasi pun diajak berjalanjalan di Sabang pada tanggal 12 Maret 2018 hingga kepulangan mereka pada tanggal 14 Maret 2018. Rangkaian acara diakhiri dengan pelepasan delegasi pada sore hari tanggal 14 Maret 2018 di Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh. Dengan demikian, berakhirlah rangkaian acara MUNAS HMGI 2018. Mari kita berharap agar HMGI kedepannya semakin baik dan Be Extraordinary!

23

HMGZINE Majalah Geofisika Indonesia


24

HMGZINE Majalah GeoďŹ sika Indonesia


HMGZine Edisi 10  

Majalah Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia yang berisi tentang acara/event kegeofisikan dan artikel beserta issue tentang kebumian. Yuk...

HMGZine Edisi 10  

Majalah Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia yang berisi tentang acara/event kegeofisikan dan artikel beserta issue tentang kebumian. Yuk...

Advertisement