Page 1


1

Action| I / 2017


Action| I / 2017

2


3

Action| I / 2017


Action| I / 2017

4


5

Action| I / 2017


Action| I / 2017

6


7

Action| I / 2017


Action| I / 2017

8


Mengenal lebih dekat

M. Rasyid

Aktif

berorganisasi namun tetap berprestasi secara akademik menjadi hal yang diinginkan setiap mahasiswa. Dan hal tersebut nampaknya juga melekat pada Rasyid. Mahasiswa semester akhir jurusan Akuntansi Unair ini dikenal dengan segudang aktivitas dan prestasinya. Baru-baru ini saja, Ia telah meraih Runner Up

“You Are What You Think� 2 of ICAEW National Business Case Competition 2017 by Institute of Chartered Accountants English and Wales (ICAEW). Ditambah lagi, kini Ia telah direkrut oleh KAP Big 4 walaupun masih menjadi mahasiswa aktif S1 di Unair. Keren kan? Meskipun

9

awalnya

berkuliah

di

Akuntansi Unair bukanlah tujuan utama, Rasyid tidak pernah merasa salah jurusan. Rasyid sangat memegang teguh prinsipnya yaitu you are what you think, dan Ia percaya bahwa jika kita mau belajar, cepat atau lambat kita pasti akan bisa. Selama menjalani aktivitas organisasi, Ia tidak pernah mengesampingkan kewajibannya sebagai mahasiswa, yaitu belajar. Beruntung, banyak yang menghampirinya untuk memberikan bantuan, entah itu pengurusan surat ijin ataupun tutor pelajaran. Awal Ia memasuki dunia perkuliahan, seperti saat seminggu menjelang ujian, 10 hingga 15 orang temannya kerap berkumpul di kontrakan Rasyid untuk belajar bersama. Menurutnya, kekeluargaan di Akuntansi Unair ini sangat erat, semua hal dapat dilakukan bersama termasuk belajar. Yang awalnya Action| I / 2017


Achievement • 1st Place Most Outstanding ( Mawapres Utama ) 2016 Faculty of Economics and Business Universitas Airlangga • 1st Place of Market Research and Business Analysis 2016 in Singapore • Indonesia Representative at ICAEW ASEAN Regional Business Challenge 2016 in Malaysia • 2nd Place Diponegoro Business Case Competition 2016 • Top 5 Management Business Competition UNS Solo 2016 • Runner Up 2 of ICAEW National Business Case Competition 2017 by Institute of Chartered Accountants English and Wales (ICAEW).

terasa sulit dapat menjadi mudah dan menyenangkan. Namun baginya, prestasi tidak hanya sebatas menjuarai kompetisi atau perlombaan. Ia pun mengaku, prestasi terbesar yang Ia miliki adalah ketika dirinya mendapat kesempatan untuk memimpin Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Airlangga 2014. Rasyid mengatakan bahwa Ia mendapat banyak pengalaman berharga selama berada di organisasi tersebut. Mulai dari percaya pada orang lain, dikecewakan, dan bagaimana bekerja sama dengan orang lain. Menurutnya, hal tersebut menjadi prestasi dan pengalaman yang lebih berharga dibanding gelar juara.

jukkan kemampuannya kepada pihak luar. Ia menambahkan, bahwa dunia perkuliahan akan berbeda dengan SMA, tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan akademik, tetapi mental tahan banting pun akan sangat diperlukan. Menurutnya, dunia kuliah merupakan miniatur dunia kerja. Dan dengan beragam pelajaran dan tempaan yang dilewati itulah yang dapat menjadikan Ia pribadi seperti sekarang. Sangat menginspirasi sekali ya? ( kaa/aff )

Rasyid berharap bahwa mahasiswa Akuntansi Unair dapat lebih menunAction| I / 2017

10


11

Action| I / 2017


Action| I / 2017

12


13

Action| I / 2017


Action| I / 2017

14


15

Action| I / 2017


16


BOOK REVIEW Judul

: 500 KM Sebuah Nilai Perjuangan Tanpa Angka

Penulis

: Tari Moekari

Penerbit

: An-Nuha Publishing

Tahun terbit

: 2016

Tebal buku

: XII + 105 halaman + XIII

O

rang yang berasal dari Surabaya secara umum dipandang sebagai jiwa pemberani dan pantang menyerah, seperti halnya karakter supporter sepak bolanya, Bonek. Buku 500 KM Sebuah Nilai Perjuangan Tanpa Angka ini kembali menegaskan hal tersebut – dengan cara yang berbeda. Ketika sebagian besar yang kita ingat dari perjuangan arek-arek Surabaya adalah bambu runcing, buku ini ingin mengungkapkan fakta yang mengejutkan bahwa pada masa itu telah terdapat anak-anak bangsa yang mendapatkan pelatihan militer khusus di masa penjajahan Jepang. Pasukan ini kemudian dikenal sebagai Polisi Istimewa yang dipimpin oleh M. Jasin sebagai jenderal tertinggi. Moekari, satu-satunya anggota Polisi Istimewa yang masih hidup hingga saat ini, menceritakan betapa dahsyat dan kejamnya penjajah kolonial dalam menggempur Surabaya. Tidak hanya pada penjajahan saja, namun Moekari juga ikut memberantas pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di dua wilayah yaitu Blitar dan Nganjuk. Dari berbagai peristiwa tersebut, beliau menjelaskan satu-persatu bagaimana kawan-kawan seperjuangannya gugur sebagai seorang pahlawan, bahkan apa saja yang telah ia korbankan sebagai seorang pahlawan, termasuk kakinya yang harus diamputasi akibat tembakan peluru. Pada intinya, buku ini mengajak kita melihat secara nyata bagaimana pengorbanan seorang prajurit se-

17

derhana demi tercapainya kemerdekaan. Berbagai kajian kisah dan peristiwa yang diceritakan secara kronologis dan sederhana sehingga sangat mudah dimengerti. Selain itu, beberapa bagian dalam buku ini dikisahkan secara humoris dalam porsi yang tepat sehingga menambah kesan bagi pembaca. Satu-satunya kelemahan dari buku 500 KM Sebuah Nilai Perjuangan Tanpa Angka ini adalah tidak konsistennya penggunaan gaya bahasa. Di sebagian besar buku ini disajikan dalam bahasa Indonesia baku, sedangkan di beberapa titik disajikan dalam gaya bahasa sehari-hari. Kelemahan ini sama sekali tidak bermasalah bagi pembaca pada umumnya, namun akan sedikit mengganggu bagi pembaca yang sensitif terhadap perubahan gaya bahasa. Dengan buku yang padat dan ringkas, sudut pandang yang unik, tata letak dan ilustrasi yang sangat menarik, dan penyajian yang sederhana menjadikan buku ini sangat kami rekomendasikan untuk dibaca. Terutama bagi mereka yang sedang mencari seperti apa arti perjuangan yang sesungguhnya.

(da)

Action| I / 2017


Moekari, Saksi Hidup Perjuangan Kemerdekaan RI

BIOGRAFI

menghadapi Sekutu walaupun beliau pernah diduga mati usai agreasi Belanda II di Pagotan, Madiun, Jawa Timur.

S

alah satu Veteran pejuang kemerdekaan Indonesia, Moekari , yang kini berusia 93 tahun menceritakan pengalaman hidupnya ketika berjuang di masa penjajahan Belanda dan Jepang dengan sangat antusias. Pengalaman yang beliau alami di masa lalu seakan tak akan pernah hilang dari ingatannya.

Bukan tanpa alasan, saat Agresi Militer II berlangsung ia sempat terkena tembak di bagian kakinya dengan pendarahan yang cukup hebat. Beruntung, warga sekitar segera membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan. Hal itupun dilakukan pada malam hari untuk menghindari pasuka Belanda. Pada tahun 2000an, Moekari harus rela kehilangan kaki kirinya akibat peluru yang bersarang di kaki kirinya.

Namun sayang, pemerintah seakan kurang memperhatikan keadaannya atas apa yang Berlatar belakang dari keluarga demang pernah Moekari muda lakukan bagi keutuhan membuatnya tak mengNKRI. Banyak hadapi kesulitan untuk “Indonesia butuh orang-orang yang jujur nasib veteran memiliki pendidikan dan tegas. Kedua hal itu yang menjadi dan para peyang baik. Sejak berukunci utama jika ingin selamat.“ juang yang sia 18 tahun ia masuk tidak begike sekolah pendidikan militer bentukan Jetu diperhatikan oleh para pemimpin negeri, pang Tokubetsu . Beliau mengisahkan, hanya walaupun Moekari dan rekan-rekannya tidak orang-orang cerdas serta fisik yang baiklah terlalu menuntut lebih dari pemerintah. yang mampu masuk ke sekolah tersebut. Di usia nya yang tak lagi muda, ia menturDibekali dengan pendidikan militer selama 1 kan harapan-harapan bagi pemuda penerus tahun dan pendidikan hukum selama 6 bulan bangsa Indonesia. menjadikannya salah satu pasukan garda terdepan Jepang menghadapi Sekutu. Moekari mengaku terharu kepada orangTugas yang dijalankan pun sangat berat. Beliau harus mengorbankan nyawanya demi memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indionesia. Tak ada rasa gentar sedikitpun yang ia miliki, justru bekal yang anak bangsa ini miliki membuatnya semakin berani untuk

Action| I / 2017

orang yang masih peduli dengan para pejuang-pejuang dulu. Kisah heroiknya ini pun didokumentasikan oleh putri bungsu nya, Tari Moekari melalui buku 500 KM. Cukup menginspirasi bukan?

( chip/aff )

18


19

Action| I / 2017


Action| I / 2017

20


APA AKS1 BAGIMU Yohanes Hendrik SEMNAS

?

AKS1 - 2015

“Kesannya ikut Semnas itu seru. Tambah motivasi biar jadi kayak para pembicara, tambah ilmu juga pastinya. Jadi tau gimana susahnya but merintis suatu usaha, gimana para pembicara membagi waktu mereka. Ada satu pembicara yang merintis karir semasa dia masih sekolah. Namanya Putri Tanjung, anaknya Chaerul Tanjung. Disa merintis usaha semasa dia sekolah di Singapura, dan tanpa memanfaatkan nama besar ayahnya. Walaupun saat itu dia masih berusia sekitar 18 tahun.”

Desy Swastika P PRODES

AKS1 - 2015

“Seru banget dan gak bakal nyesel ikut prodes ini.Aku juga dapet pengalaman baru, lebih bisa kerja tim dan lebih meningkatkan jiwa sosial. Karena sudah kewajiban kita sebagai mahasiswa kembali ke masyarakat dan waktu ikut prodes aku lebih bisa menghargai masyarakat yang jau dari kota tapi mereka bisa berkembang dari produk dari yang prodes ajarkan. Selain itu, aku juga punya keluarga baru di dusun Biyan. Warga desa dan adik-adik disana buat aku pengen balik lagi kesana. Dan solid nya panitia itu bikin aku terkesan juga, capek bareng seneng bareng. Sebenernya capek, tapi karena semua ikut kerja ya gak terasa capeknya. Waktu 3 hari itu serasa sebentar banget. Pengen lama-lama disana deh pokoknya”

21

Action| I / 2017


Winona R.M TAWA

AKS1 - 2016

“Event TAWA ini mengasah kreativitas, pastinya juga nambah pengalaman, terus nambah temen deket juga. Acaranya memang asyik, soalnya ya seneng-seneng aja isinya. Bisa ngingetin semangat belajar biar bisa cepet lulus juga”

Putu Yasinta TAC

AKS1 - 2015

“Menurutku, TAC itu seru. Soalnya kita bisa lihat antusiasme adik-adik SMA sederajat tentang akuntansi. Jadi lumayan buat cari bibit-bibit baru buat ‘dihasut’ masuk Akuntansi Unair”

Akhmad Hanif F A-CUP

AKS1 - 2016

“Kesan saya mengikuti A CUP ini adalah seru dan menyenangkan. Meskipun saya sendiri merasa capek karena harus mengawasi setiap perlombaan cabang olahraga di tempat yang berbeda. Hal-hal yang saya dapat setelah mengikuti kegiatan ini adalah lebih kenal dengan teman seangkatan dan warga AKS1 UNAIR. Selain itu, saya disini juga melatih koordinasi gerak dengan teman yang lain berdasarkan tugasnya. Dan yang paling penting adalah saya belajar berorganisasi dengan teman teman yang lain” ( naf )

Action| I / 2017

22


A-CUP 2017

AIC 2017

TAWA 2017

SEMNAS 2017 23


24


Majalah Action Edisi 1  

Majalah oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Airlangga

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you