Page 1

Dinamika Pers di Indonesia, dari Era Kolonial Hingga Reformasi HIMATIKA LEARNING COMMUNITY 26 April 2013


Awal Mula Jurnalisme • By 1400, businessmen in Italian and German cities were compiling hand written chronicles of important news events, and circulating them to their business connections. • The idea of using a printing press for this material first appeared in Germany around 1600. • A few decades later, the national governments in Paris and London began printing official newsletters. • A semi-yearly news chronicle, in Latin, the Mercurius Gallobelgicus, was published at Cologne between 1594 and 1635, but it was not the model for other publications


Jurnalisme, Pers, Media • Jurnalistik atau journalism berasal dari kata journal, artinya catatan harian, atau catatan mengenai kejadian sehari-hari • MacDougall menyebutkan bahwa jornalisme adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa.


Jurnalisme, Pers, Media • Secara harfiah kata pers atau press mengacu pada pengertian komuniukasi yang dilakukan dengan perantaraan barang cetakan. • Suatu lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang menjalankan kegiatan jurnalistik dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.


Jurnalisme, Pers, Media • Kata media berasal dari bahasa latin Medius yang secara harafiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. namun penegertian media dalam proses pemebelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. • Secara umum, media massa menyampaikan informasi yang ditujukan kepada masyarakat luas (coba bandingkan dengan telepon yang hanya ditujukan kepada orang tertentu).


Pers di Indonesia • Pada tahun 1615 atas perintah Jan Pieterzoon Coen, yang kemudian pada tahun 1619 menjadi Gubernur Jenderal VOC, diterbitkan Memories der Nouvelles, yang ditulis dengan tangan. • Dapatlah dikatakan bahwa “surat kabar” pertama di Indonesia ialah suatu penerbitan pemerintah VOC. • Surat kabar pertama Bataviasche Novelles en Politique Raisonemnetan ditutup penerbitnya pada tahun 1746.


Pers di Indonesia • Het Vendu-Nieuws adalah surat kabar kedua di Hindia Belanda yang diterbitkan tahun 1776-1809 oleh L. Dominicus, seorang juru cetak di Batavia. • Percetakan ini juga menerbitkan berbagai barang cetakan lain seperti kamus, almanak, dan puisi. • Het Vendu-Nieuws mendapat izin terbit karena diperlukan dalam publikasi pelelangan yang diadakan VOC. Iklan lelang dari VOC dimuat secara gratis, sedangkan iklan lainnya harus membayar. • Sampai pertengahan abad 19, setidaknya ada 30 surat kabar yang dterbitkan dalam bahasa Belanda, 27 suratkabar berbahasa Indonesia dan satu surat kabar berbahasa Jawa.


Pers di Indonesia • Bromartani yang diterbitkan oleh Harteveld & Co di Surakarta menggunakan bahasa Jawa. • Soerat Kabar Bahasa Melayu, yang diterbitkan di Surabaya oleh penerbit E.Fuhri. • Soerat Chabar Batavie yang pertama kali diterbitkan pada hari Sabtu 3 April 1858 oleh pengusaha Longe & Co. • Selompret Melajoe di Semarang pada tahun 1860


Pers di Indonesia • Celebes Courant dan Makassar Handelsblad di Ujungpandang • Tjahja Siang di Manado • Sumatra Courant dan Padangsch Handelsblad di Padang. • Bintang Betawi lahir di Batavia • Hanya saja koran-koran yang terbit pada masa awal sejarah pers tersebut kebanyakan dikelola kaum kolonial.


Pers di Indonesia • Dr. Wahidin Soedirohusodo menangani surat kabar Redno Dhoemilah dalam dua bahasa yaitu Jawa dan Melayu. • Orang-orang bumiputra baru mulai belajar mengelola koran setelah Tionghoa mulai menerbitkan surat kabar.


Pers di Indonesia Pada tahun 1901 Datuk Sultan Marajo bersama adiknya yang bernama Baharudin Sutan Rajo nan Gadang menerbitkan dan memimpin sendiri sebuah surat kabar yang diberi nama Warta Berita yang merupakan surat kabar pertama di Indonesia yang berbahasa Indonesia, dimiliki dan redakturnya orang Indonesia.


Era Pergerakan Pemuda • Budi Oetomo berdiri pada 20 Mei 1908 • Pers saat itu merupakan “terompet” dari organisasi pergerakan orang Indonesia. Pers menjadi pendorong bangsa Indonesia dalam perjuangan memperbaiki nasib dan kedudukan bangsa.


Era Pergerakan Pemuda • Masing-masing organisasi memiliki surat kabar masing masing. • Budi Utomo sendiri menaungi surat kabar seperti Retnodoemilah, Darmo Kondo, Guru Desa dan Medan Priyayi. • Sarekat Islam menaungi surat kabar Utusan Hindia, Bendera Islam, dan Kaum M uda. • Pada tahun 1923, Mohammad Hatta menjadi mengasuh majalah Hindia Putera yang berganti nama menjadi Indonesia Merdeka


Era Pergerakan Pemuda


Era Pendudukan Jepang Surat kabar berbahasa Belanda dihanguskan dan semua surat kabar yang tadinya berusaha berdiri sendiri dipaksa untuk bergabung menjadi satu dengan Jepang.


Era Pendudukan Jepang • Koran Asia Raya di Batavia • Sinar Baru di Semarang, • Suara Asia di Surabaya • Tjahaja yang diterbitkan di Bandung. • Kabar dan berita yang dimuat di surat kabar ini hanyalah yang pro Jepang.


Era Soekarno Era Awal Kemerdekaan • Pers Indonesia digolongkan dalam dua kategori, • Terbit dan diusahakan di daerah pendudukan sekutu juga Belanda (pers NICA) dan pers yang terbit dan diusahakan di daerah yang dikuasai republik (pers republic). • Kedua golongan pers ini sangat berlawanan. Pers Republik berisi semangat mempertahankan kemerdekaan dan menentang usaha pendudukan sekutu. Pers NICA berusaha mempengaruhi rakyat agar menerima kembali Belanda.


Era Demokrasi Liberal • Indonesia Raya sendiri nomor pertama yang tiba di tangan pembaca, berselang dua hari sesudah peristiwa penandatanganan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda,27 Desember 1949. • 29 November 1948, di Jakarta juga telah terbit harian Pedoman yang dibawahi oleh Rosihan Anwar, • harian Merdeka yang telah terbit sejak 1 Oktober 1945 dan Indonesia Merdeka yang terbit sejak 4 Oktober 1945.


Era Demokrasi Liberal • empat surat kabar besar • Harian Rakyat, koran organ PKI yang mempunyai tiras hingga 55.000 eksemplar, • Pedoman yang berorientasi PSI dengan tiras 48.000 eksemplar, • Suluh Indonesia yang ditengarai oleh organ PNI dengan tiras 40.000 eksemplar dan • harian Abadi yang berorientasi Masyumi dengan tiras 34.000 eksemplar.


Era Demokrasi Liberal


Era Demokrasi Terpimpin • Pers digunakan senagai terompet penguasa dan bertugas mengagung-agungkan pribadi Soekarno sebagai pemimpin besar revolusi dan mengindoktrinasi manipol. • Pers tunduk sepenuhnya pada peraturan pemerintah, pers dimanfaatkan sebagai alat revolusi dan penggerak massa. Hal yang menonjol adala : • Peraturan No3. Thn 1960 tentang larangan terbit surat kbr berbahasa Cina • Peraturan no 19 thn 1961 tentang keharusan adanya Surat Izin terbit bagi surat kabar • Peraturan No.2 tahun 1961 tentang pembinaan pers oleh pemerintah, yang tidak loyal akan dibreidel • UU no 4/ 1963 tentang wewenang Jaksa Agung mengenai pers


Era Demokrasi Terpimpin • Terjadi pembredelan terhadap kantor berita PIA dan surat kabar Republik, Pedoman, Berita Indonesia, dan Sin Po.


Era Orde Baru • Demokrasi Pancasila, hal ini mendapat sambutan positif dari semua tokoh dan kalangan, sehingga lahirlah istilah pers Pancasila. • Menurut sidang pleno ke 25 Dewan Pers bahwa Pers Pancasila adalah pers Indonesia dalam arti pers yang orientasi, sikap, dan tingkah lakunya didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. • Hakekat pers Pancasila adalah pers yang sehat, pers yang bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif, penyalur aspirasi rakyat, dan kontrol sosial yang konstruktif.


Era Orde Baru

• Terjadi peristiwa Malari • dilarang terbit / dibredel, di antaranya Kompas, Harian Indonesia Raya dan Majalah Tempo


Era Orde Baru • Pembredelan 1994 ibarat hujan, jika bukan badai dalam ekologi politik Indonesia secara menyeluruh. Tidak baru, tidak aneh dan tidak istimewa jika dipahami dalam ekosistemnya. (Aliansi Jurnalis Independen, 1995 : 140)


Era Orde Baru •

• •

Edisi pertama Tempo diterbitkan pada Maret 1971 yang merupakan majalah pertama yang tidak memiliki afiliasi dengan pemerintah. Majalah ini pernah dilarang oleh pemerintah pada tahun 1982 dan 21 Juni 1994 dan kembali beredar pada 6 Oktober 1998. Pelarangan terbit majalah Tempo pada 1994 (bersama dengan Majalah Editor (majalah) dan Tabloid Detik (tabloid), tidak pernah jelas penyebabnya. Tapi banyak orang yakin bahwa Menteri Penerangan saat itu, Harmoko, mencabut Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) Tempo karena laporan majalah ini tentang impor kapal perang dari Jerman. Laporan ini dianggap membahayakan “stabilitas negara”. Laporan utama membahas keberatan pihak militer terhadap impor oleh Menristek BJ Habibie. Sekelompok wartawan yang kecewa pada sikap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menyetujui pembreidelan Tempo, Editor, dan Detik, kemudian mendirikan Aliansi Jurnalis Indonesia.


Era Reformasi


Era Reformasi Konglomerasi • Viva group: TVONE, ANTV, Vivanews.com (bakrie group) • Trans Corp: TransTV, Trans7, Trans studio, Baskin Robin, Carefour, Bank Mega, dll (Chairul Tanjung) • MNC Group: RCTI, GlobalTV, MNCTV, Koran Sindo, TPI, dll (Harry Tanu Sudibyo) • Surya Citra Media: SCTV, Indosiar, Ochannel, Liputan6.com • Media Gorup: MetroTV, Media Indonesia (Surya Paloh) Surat kabar: • Gramedia group: Kompas Group (surat kabar dengan laber tribun), Tabloid Bola, Tabloid Nova, Kompas.com, Kompas TV, Warta Kota, UMN. • Jawa Pos Group


Era Reformasi


Era Reformasi


Terima kasih, semoga bermanfaat

Pers, dari Zaman Belanda sampai SBY  

Topik ini dibawakan oleh Husein Abdulsalam Susilo dalam pertemuan HLC. Dalam presentasinya, Husein berbagi tentang Dinamika Pers di Indonesi...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you