Page 1

PENGANTAR ILMU EKONOMI

DISUSUN OLEH :

M NURHISYAM KURNADI NIM : 11.01.1.134 Kelas : II A

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) HANG TUAH PEKANBARU TAHUN AJARAN 2011/2012


PENGARUH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

Bahan Bakar Minyak atau yang sering kita sebut dengan BBM, hingga saat ini masih menjadi pembicaraan bagi sebagian kalangan, setelah Presiden RI mengumumkan untuk menaikkan harga bahan bakar tersebut dan membatasi penggunaan BBM bersubsidi untuk kalangan menengah keatas. Keputusan Pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak ini dikarenakan adalah untuk menyelamatkan APBN 2012 yang telah tersedot untuk subsidi BBM yang kini telah mencapai hampir 20% APBN, subsidi telah naik mencapai Rp 137 Triliun melebihi alokasi APBN 2012 sebesar Rp 123 Triliun, dimana harga asumsi per barel $95/barel sedangkan kini sudah $122/barel. Kenaikan harga bahan bakar ini juga dikarenakan penggunaan BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran, dimana dengan harga BBM yang murah justru yang mendapatkan subsidi besar adalah orang yang menggunakan mobil, bukan penduduk yang selayaknya mendapatkan subsidi, seperti tukang ojek dan supir bajaj. Jika kita mengulas kembali tentang kenaikan harga bahan bakar ini, telah banyak pihak yang tidak setuju dengan keputusan tersebut, mulai dari mahasiswa, buruh, sampai anggota dewan yang duduk dibangku pemerintahan pun juga tidak setuju dengan keputusan Presiden tersebut. Tetapi jika kita cermati yang terjadi pada rapat yang membahas tentang kenaikan harga bahan bakar minyak yang terjadi pada tanggal 30 Maret 2012 tersebut, telah terjadi banyak ketidak jelasan dan juga komentar miring dari masyarakat, mereka kurang yakin akan penolakan yang dilakukan oleh para ketua partai koalisi tersebut, masyarakat beranggapan bahwa yang dilakukan oleh para ketua partai koalisi tersebut adalah sebagai kampanye agar partai mereka dapat disanjung dengan masyarakat karena ikut serta dalam menolak kenaikan harga bahan bakar minyak tersebut. Pada sidang yang terjadi pada tanggal 30 Maret 2012 tersebut telah disepakati untuk menambahkan butir A pada pasal 7 ayat 6 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011, dimana penambahan pasal ini telah disepakati oleh 6 fraksi di DPR yaitu Fraksi Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi PKS, Fraksi PPP, Fraksi PAN, dan Fraksi PKB. Dengan Pasal 7 ayat 6 A UU APBNP 2012 yang berbunyi : “ Jika harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 5% dari harga ICP yang diasumsikan dalam APBNP 2012, pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukungnya�. Jika kita cermati tentang pasal tersebut telah jelas bahwa pemerintah akan mendapatkan wewenang untuk menikkan atau menurunkan harga BBM jika ICP pada APBN 2012 telah terjadi kenaikan atau penurunan lebih dari 5%.


Hingga saat ini pemerintah terus melakukan upaya untuk membatasi pemberian subsidi bagi kalangan tingkat atas, saat ini pemerintah telah melarang para anggota dewan untuk menggunakan BBM bersubsidi dengan cara memberikan stiker pada setiap mobil dinas para anggota dewan. Sehingga nantinya para pejabat tidak lagi bisa mengisi BBM dengan BBM yang bersubsidi, pemerintah terus berharap agar hal ini dapat diikuti oleh semua kalangan tingkat atas khususnya bagi kendaraan dinas, dan pemerintah juga berharap agar masyarakat kalangan atas tidak lagi menggunakan BBM bersubsidi, sehingga nantinya BBM bersubsidi ini akan menjadi tepat sasaran. Pada awalnya pemerintah memberikan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi bagi kendaraan mobil pribadi yang memiliki kapasitas 1500 cc, namun hal ini dibatalkan karena telah menimbulkan banyak penolakan yang dilakukan oleh pemilik mobil. Saat ini pemerintah juga telah menetapkan kebijakan pengganti pembatasan BBM bersubsidi antara lain : 1. Kendaraan untuk kegiatan pertambangan dan perkebunan dilarang menggunakan BBM bersubsidi. Pengawasan akan dilakukan oleh pemerintah daerah dan BPH Migas.

2. Melanjutkan konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas di Jawa.

3. PT PLN (Persero) dilarang membangun dan mengoperasikan pembangkit berbasis BBM. Semua pembangkit berbasis minyak harus diganti dengan pembangkit berbasis air, panas bumi, tenaga matahari, batu bara, dan energy terbarukan lainnya.

4. Kebijakan penghematan pada gedung-gedung pemerintahan. Ditujukan unutk pemakaian air dan listrik, kebijakan ini akan diatur melalui peraturan menteri.

Namun hal yang telah disebutkan diatas tidaklah efektif, sehingga banyak menimbulkan penilaian yang mengatakan bahwa pemerintah tidak bersungguh-sungguh untuk mencari jalan keluar untuk masalah BBM ini. Sebenarnya jika kita cermati kebijakan yang diambil pemerintah telah tepat, hanya saja pelaksanaannya yang kurang berjalan dengan baik. Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya sosialisasi dan sikap tegas yang diambil oleh pemerintah sehingga masih terdapat oknum-oknum tertentu yang masih melanggar kebijakan tersebut. Jika saja pemerintah dapat bertindak dengan tegas untuk hal tersebut, telah dapat dipastikan bahwa pengalokasian


subsidi BBM akan menjadi tepat sasaran, dimana hanya masyarakat dengan ekonomi rendahlah yang dapat menikmati BBM bersubsidi tersebut. Sehingga nantinya dapat mengurangi pembengkakan subsidi BBM. Dan juga kebijakan pengganti yang telah disusun oleh pemerintah akan berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah sebagai pembuat kebijakan.

Jika kita cermati lebih lanjut, kenaikan harga BBM yang akan dilakukan oleh pemerintah ini sangat berpengaruh besar terhadap harga barang lainnya, seperti naiknya tarif listrik, transportasi, dan berbagai produk lainnya. Hal ini terjadi karena harga bahan bakar minyak ini memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomia Negara, jika kenaikan harga bahan bakar minyak ini tidak diimbangi dengan naiknya jumlah pendapatan masyarakat dan jumlah lapangan pekerjaan, yang khususnya untuk masyarakat menengah ke bawah. Kenaikan harga bahan bakar minyak ini akan dapat meningkatkan kemiskinan dan pengangguran di Negara kita ini, dan juga selain itu sudah dapat dipastikan sebagai Negara berkembang, pembangunan ekonomi di Negara kita akan terhambat dikarenakan turunnya daya beli masyarakat. Naiknya harga bahan bakar minyak ini akan semakin menyulitkan masyarakat tingkat bawah untuk mendapatkan suatu barang yang ia inginkan, karena naiknya biaya produksi yang menyebabkan harga barang akan juga akan naik. Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ini nantinya akan dapat menimbulkan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat dan Negara, masyarakat yang berprilaku konsumtif akan mengurangi keinginan untuk memiliki barang yang mereka inginkan, yang dikarenakan harga suatu barang juga akan naik. Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap penjualan dan juga Laba perusahaan, jika saja minat masyarakat untuk memiliki suatu barang telah menurun perusahaan juga akan menurunkan jumlah barang yang diproduksinya. Dengan menurunkan jumlah produksi tersebut perusahaan juga akan mengalami penurunan pendapatan perusahaan, sehingga perusahaan akan mengurangi jumlah pekerja yang ada di perusahaan tersebut. Jika hal ini terjadi pengangguran di Negara ini juga akan semakin meningkat dan kemiskinan juga akan semakin meningkat, masyarakat yang tidak bekerja akan memikirkan cara lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hal ini dapat menyebabkan tingkat kriminalitas di Indonesia akan semakin meningkat. Masyarakat yang sebagian besar terdiri dari masyarakat kalangan menengah ke bawah akan sangat merasakan dampak dari naiknya harga bahan bakar minyak ini pada nantinya, mereka yang telah mengalami kesulitan dalam menjalani proses kehidupannya akan semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup nantinya. Mereka akan dengan mudah untuk menjual segala sesuatu yang mereka miliki dan akan semakin gencar untuk mencari pinjaman, demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan begitu mereka akan semakin sulit untuk menyekolahkan anaknya, karena kurangnya keuangan yang mereka miliki, yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja. Jika hal seperti ini tidak diperhatikan oleh pemerintah, telah dapat


dipastikan bahwa bukan saja kemiskinan yang akan meningkat di Indonesia, tetapi kurangnya pendidikan yang diterima oleh anak-anak dini yang tidak dapat bersekolah akan semakin meningkat, yang nantinya akan semakin mengurangi generasi muda yang produktif. Dan akan semakin meningkatkan generasi muda yang memiliki daya kriminalitas yang tinggi.

Kenaikan harga bahan bakar ini juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, masyarakat yang tergolong kurang mampu akan sulit untuk mendapatkan makanan pokok karena keterbatasan ekonomi yang mereka miliki dan juga karena pengaruh ikut naiknya harga bahan pokok, hal ini dapat menyebabkan akan terjadinya kekurangan gizi yang terjadi di masyarakat. Masyarakat yang kurang mampu juga akan sulit unutk mendapatkan pengobatan yang layak, karena kemungkinan harga untuk berobat juga akan naik, bahkan jelang kenaikan BBM saja harga obat generic telah ditetapkan naik 6-9 persen. Jika harga untuk mendapatkan pengobatan dan harga obat generik juga naik, tingkat kesehatan di Indonesia akan semakin menurun dan tingkat keinginan masyarakat untuk berobat ke Rumah Sakit atau Puskesmas juga akan menurun. Masyarakat yang kurang mampu akan sering berobat ke tempat-tempat dukun/paranormal atau ke tempat orang yang mereka yakini dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Sekarang saja, kesehatan masyarakat Indonesia telah mengalami kemunduran. Apalagi jika nantinya harga untuk mendapatkan pengobatan dan harga obat generik dinaikkan, kemungkinan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia akan semakin mengalami kemunduran. Akan banyak terjadi kasus-kasus kesehatan yang menimpa masyarakat, seharusnya harga obat generik tidak dinaikkan sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan No HK.03.01/Menkes/146/I/2010, Tentang Obat Generik, dengan isi : “Harga obat generik harus selaras dengan kebutuhan masyarakat�. Telah jelas dikatakan bahwa harga obat generik harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak harus mengeluarkan banyak biaya untuk mendapatkan obat generik tersebut, dan jumlah kasus-kasus kesehatan akan berkurang. Hal ini seharusnya juga menjadi perhatian pemerintah, karena hak untuk mendapatkan pengobatan yang layak merupakan hak bagi setiap manusia. Kenaikan harga bahan bakar minyak ini memang seharusnya selaras dengan naiknya pendapatan masyarakat, karena apabila tidak selaras dengan pendapatan masyarakat. Masyarakat yang lebih dominan terdiri dari masyarakat yang kurang mampu akan semakin disulitkan, mereka akan sulit untuk mendapatkan bahan makanan pokok yang nantinya akan berujung kepada kesehatan masyarakat itu sendiri. Masyarakat akan menderita kekurangan gizi, karena sulit mendapatkan bahan makanan pokok dan juga masyarakat yang ingin berobat juga akan semakin sulit karena keterbatasan ekonomi yang mereka miliki, karena keterbatasan tersebut masyarakat akan semakin jarang untuk berobat ke Rumah Sakit atau Puskesmas. Masyarakat akan mencari alternatif lain untuk berobat, dan masyarakat akan lebih memilih berobat ke


tempat-tempat orang yang mereka yakini dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Apabila nantinya hal ini akan benar-benar terjadi dan akan terus berlanjut secara terus-menerus, kepercayaan atau keinginan masyarakat untuk berobat ke Rumah Sakit atau Puskesmas akan berkurang, karena masyarakat akan memilih untuk berobat ke tempat yang lebih murah.

Telah jelas bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak ini nantinya akan menimbulkan dampak yang sangat besar bagi perekonomian Negara, nantinya akan terdapat beberapa bahan pokok penunjang kehidupan juga akan ikut naik seiring dengan naiknya harga bahan bakar minyak ini. Hal ini akan sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat, masyarakat akan direpotkan dengan biaya kehidupan pada nantinya. Terutama bagi kalangan tingkat bawah, mereka akan semakin sulit untuk menjalani kehidupan. Mereka yang telah sulit kondisi ekonominya akan menjadi semakin sulit apabila harga bahan pokok naik, dan juga mereka akan sulit mendapatkan pengobatan yang layak apabila harga untuk berobat juga ikut naik.

BBM (Bahan Bakar Minyak)  

Pengaruh Kenaikan Harga BBM

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you