Page 1

VOL. 0 FEBRUARY 2011

VOL. 0 GENTA

1


Fungsi sesungguhnya dari manusia ialah untuk hidup, tidak hanya sekedar eksis di dunia. Saya tidak akan menyia-nyiakan hari-hari saya dengan berusaha memperpanjangnya. Saya akan menggunakan waktu saya. ~ Jack London

2 GENTA VOL. 0


D A R I REDAKSI

Volume 0 Februari 2011

Publisher / Editor-in-Chief Jesus Christ Editor Hendy Joko Purwito Layout & Design Hendy Joko Purwito Director Jesus Christ e-mail ncsd_hendyjp@yahoo.com Thanks for the arts to: 13jyl.deviantart yohanpower.deviantart smij.deviantart and many other artists which I got their pic from Google.picture Articles: kompas.com, wikipedia, tionghoa.com, Rose_yanthi, ebahana, terangdunia, gpdi-ketapang

Shallom, Salam hangat untuk para pembaca sekalian. Majalah ini merupakan edisi perdana yang iseng-iseng kami buat dalam mengisi waktu luang liburan Tahun Baru Imlek 2011. Awal tahun 2011 kami terpikir untuk menjawab sebuah kebutuhan perlunya sebuah Yearbook kelas 6 angkatan pertama di sekolah kami. Meski muridnya cuma empat, namun mereka tetap merupakan anak-anak pengukir sejarah di masa depan. Dengan level pengetahuan dan pengalaman yang NOL BESAR dalam dunia pembuatan majalah, kami mencari buku panduan yang mudah dipelajari dan nekat membuat majalah ini. Dengan sebuah pengharapan majalah ini bisa diteruskan menjadi majalah sekolah kami. Semua artikel dan gambar yang ada di majalah ini bukanlah hasil karya kami sendiri. Bahan-bahan tersebut kami ambil dari internet sebagai sumber pembelajaran kami saja dalam me-layout majalah. Nama majalah serta logonya pun kami buat sekenanya saja. Kami menyadari ada banyak kekurangan yang terdapat di majalah ini sehingga kami sangat membutuhkan masukan dari pembaca sekalian. Artikel, gambar, nama majalah serta logonya yang tidak sesuai dengan tujuan majalah ini, yaitu majalah Kristen untuk anak-anak SD masih dapat kami rubah untuk edisi berikutnya. Apabila para pembaca ingin menyumbangkan artikel, ide, atau bahkan nama serta logo majalah ini dapat dikirimkan melalui alamat e-mail yang ada atau menghubungi kami langsung. Tuhan memberkati.

VOL. 0 GENTA

3


VOLUME 0

4 GENTA VOL. 0


DAFTAR I S I

Tahun Baru Imlek

Valentine’s Day

Imlek dan Valentine, budaya Seputar legenda Hari Va- perlukah itu?

Latar belakang Tionghoa merayakan Tahun lentine serta tradisi pe- Imlek dan Valentine, perluBaru Imlek, berbagai sim- rayaan valentine di negara- kah kita sebagai orang perbol serta maknanya. negara non-barat. caya merayakannya juga?

6

12

16

VOL. 0 GENTA

5


T A H U N B A R U I M L E K S emasa kanak-kanak, saat-saat menjelang Tahun Baru Imlek adalah momen-momen yang mendebarkan. Apa lagi penyebabnya jika bukan karena angpau atau amplop merah yang di dalamnya diisi uang. Bersama adik dan teman sepermainan, kami mulai mengalkulasi prediksi perolehan angpau. Bahkan, menjelang Tahun Baru Imlek, saya dan adik saya memiliki semacam wish-list berisi daftar mainan dan komik yang akan kami beli dengan menggunakan angpau. Menggelikan? Mungkin saja. Maklum, saat itu saya sama sekali tidak memiliki pengetahuan mumpuni soal makna angpau dan beragam halhal yang berkaitan dengan Imlek.

6 GENTA VOL. 0

Lantas, apa sebenarnya makna angpau? Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Budi Santosa Tanuwibawa, mengatakan, angpau memiliki makna filosofi transfer kesejahteraan atau energi. “Transfer kesejahteraan dari orang mampu ke tidak mampu, dari orangtua ke anak-anak, dari anak-anak yang sudah menikah ke orangtua,� ujarnya.


TAHUN BARU I M L E K

Angpau, lanjutnya, tradisi Tionghoa yang telah berlangsung sejak lama. Ditambahkannya, dalam tradisi Konghucu, pemberian angpau dilakukan tujuh hari menjelang Tahun Baru Imlek. “Harinya disebut Hari Persaudaraan. Ini mewajibkan orang yang merayakan Tahun Baru Imlek membantu

sesama yang tak mampu merayakannya,� ujarnya. Sementara itu, atraksi barongsai terinspirasi dari Kilin, makhluk suci bagi umat Konghucu. Rupanya menyerupai naga, memiliki kulit bersisik, dan bertanduk satu. Kilin muncul ketika Nabi Konghucu lahir dan wafat. Hal-hal lainnya yang identik pada Tahun Baru Imlek, seperti lampion, hidangan kue lapis, dan kue keranjang, dinilai Budi merupakan hasil interaksi budaya masyarakat lokal. Hal senada disampaikan Yu Ie, seseorang yang banyak mempelajari sejarah Tionghoa. Ketika menyalakan lilin atau lampion, warga Tionghoa berharap agar dalam satu tahun ke depan hidup mereka menjadi terang seperti lilin. Kue lapis merupakan simbol keinginan agar di tahun mendatang rezeki melimpah dan berlapis-lapis. Bunga sedap malam dihadirkan sebagai

VOL. 0 GENTA

7


tekad untuk terus berlaku baik dan harum, seharum bunga sedap malam. Imlek adalah religi dan tradisi Konfucian (Rujiao / Kongjiao). Di Tiongkok terdapat dua jenis kalender : kalender tradisional yang biasa disebut agricultural calendar” (nónglì) dan kalender Gregorian yang biasa disebut kalender umum (gōnglì), atau kalender Barat (xīlì). Nama lain dari kalender Tionghoa adalah kalender “Yin” (yīnlì), yang dihitung atas dasar perhitungan bulan. Sedangkan kalender Gregorian disebut kalender ”Yang” (yánglì) yang dikaitkan pada perhitungan matahari. Kalender Tionghoa disebut kalender lama (jìulì) sedangkan kalender Gregorian disebut kalender baru (xīnlì). Kalender Imlek (Yinli) adalah kalender yang dihitung mulai dari tahun lahirnya Nabi Kongzi tahun 551 SM. Jadi tahun 2011 ini berarti tahun 551+2011= 2562 Imlek. Karena awal tahunnya dimulai dari awal kelahiran Sang Nabi, maka kalender Imlek juga disebut Khongcu-lek. Kalender Imlek pertama kali diciptakan oleh Huang Di, seorang Nabi/Raja agung dalam agama Ru jiao / Khonghucu. Lalu kalender ini diteruskan oleh Xia Yu, seorang raja suci/nabi dalam agama Khonghucu pada Dinasti Xia (2205-1766SM). Dengan jatuhnya dinasti Xia dan diganti oleh Dinasti Shang (1766-1122 SM), maka system kalendernya juga berganti. Tahun barunya dimulai

8 GENTA VOL. 0

tahun 1 dan bulannya maju 1 bulan sehingga kalau kalender yang dipakai Xia tahun baru jatuh pada awal musim semi, maka pada Shang tahun barunya jatuh pada akhir musim dingin. Dinasti Shang lalu diganti oleh Dinasti Zhou (1122-255SM), dan bergantilah system penanggalannya juga. Tahun barunya jatuh pada saat matahari berada di garis 23,5 derajat Lintang Selatan yaitu tanggal 22 Desember saat puncak musim dingin. Dinasti Zhou lalu diganti Dinasti Qin (255-202SM).


TAHUN BARU I M L E K Berganti pula sistemnya. Begitu pula ketika Dinasti Qin diganti oleh Dinasti Han (202SM-206M). Pada zaman Dinasti Han, Kaisar Han Wu Di yang memerintah pada tahun 140-86SM lalu mengganti sistem kalendarnya dan mengikuti anjuran Nabi Kongzi untuk memakai sistem Dinasti Xia. Dan sebagai penghormatan atas Nabi Kongzi, maka tahun kelahiran Nabi Kongzi 551 SM ditetapkan sebagai tahun ke-1. Dengan demikian penanggalan Imlek adalah perayaan umat Khonghucu.

penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. Dipercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen.

rah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kertas merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adatadat pengusiran Nian ini

Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna me-

kemudian berkembang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián yang berarti “menyambut tahun baru”, secara harafiah berarti “mengusir Nian”. Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa.

MITOS “NIAN”

M

enurut legenda, dahulu kala, Nián adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri,

Jatuhnya kekuasaan Nian

VOL. 0 GENTA

9


Nian pada akhirnya ditangkap oleh Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu. Apakah setan takut pada warna merah? Tentu saja tidak! Bagi kita, orang Kristen, kebiasaan pasang kembang api & petasan, serta memakai baju merah hanyalah untuk sekedar menambah semarak perayaan Tahun Baru Imlek – bukan untuk mengusir roh jahat! Dia, yaitu Yesus Kristus yang ada di dalam saudara dan saya, jauh lebih besar daripada dia yang ada dalam dunia!

Mitos Menggantung Lentera Merah

P

ada masa akhir Dinasti Ming, Li Zicheng, pemimpin pemberontak, bersama tentaranya sedang mempersiapkan diri untuk menguasai kota Kaifeng. Demi mendapatkan informasi yang akurat,

10 GENTA VOL. 0

Li menyamar sebagai penjual beras untuk masuk ke Kaifeng. Setelah mendapat gambaran yang jelas, maka Li menyebarkan berita untuk kalangan rakyat jelata bahwa tentara pemberontak tidak akan mengganggu setiap rumah yang menggantung lentera merah di pintu depan. Sekembalinya Li ke markas, dia membuat rencana penyerangan. Para penjaga kota Kaifeng mulai mendapat serangan gencar dari tentara Li dan membuat mereka kewalahan. Merasa tidak berdaya pasukan penjaga kota Kaifeng mengambil jalan pintas membuka bendungan dengan harapan tentara Li tersapu banjir dan hancur. Namun banjir juga melanda rumah penduduk. Banyak orang yang berusaha menyelamatkan diri naik ke atap rumah. Bagi rakyat jelata, mereka hanya membawa lentera merah. Sedangkan kaum bangsawan dan pejabat berusaha menyelamatkan harta benda. Banjir terus meninggi dan membuat orang-orang mulai putus asa.


TAHUN BARU I M L E K Demi melihat penderitaan yang akan dialami banyak rakyat jelata, Li memerintahkan anak buahnya menyelamatkan rakyat dengan rakit dan perahu. Yang membawa lentera merah tentunya. Untuk memperingati kebaikan hati Li dalam menyelamatkan rakyat jelata, maka bangsa Tionghoa selalu menggantung lentera merah pada setiap perayaan penting, seperti Pe-rayaan Tahun Baru Imlek.

SALAM

S

ekitar masa tahun baru orangorang memberi selamat satu sama lain dengan kalimat: Aksara Tionghoa Sederhana dan Aksara Tionghoa Tradisional = “selamat dan semoga banyak rejeki”, dibaca: • “Gōngxi fācái” (bahasa Mandarin) • “Kung hei fat choi” (bahasa Kantonis) • “Kiong hi huat cai” (bahasa Hokkien) • “Kiong hi fat choi” {bahasa Hakka) • “Xīnnián kuàilè” = “Selamat Tahun Baru”

TAHUN BARU IMLEK DI INDONESIA

D

i Indonesia, selama 1965-1998, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.

Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur yang fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Baru pada tahun 2002 (12 Februari 2002), Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Sukarno Putri.

VOL. 0 GENTA 11


VALENTINE’S DAY

LEGENDA HARI VALENTINE membatalkan setiap per- mal tiga orang suci (santo)

A

rti dasar Valentine, yaitu sebuah kesempatan untuk mengingat cinta antara sesama manusia, hari berbagi kasih dengan pasangan, teman, keluarga ataupun orangorang terkasih kita. Sebenarnya Valentine sendiri adalah salah satu peninggalan budaya kerajaan Romawi untuk mengenang Santo Valentinus yang telah mengorbankan dirinya untuk mempersatukan cinta. Saat itu Kaisar Claudius II memerintahkan

12 GENTA VOL. 0

tunangan dan pernikahan. Namun Santo Valentinus menikahkan pasangan-pasangan dari Romawi secara diam-diam maka Santo Valentinus disiksa dan dibunuh pada tanggal 14 Februari. Sehingga untuk mengenang jasa dan pengorbanannya maka para pastor Romawi menentukan tanggal 14 Februari sebagai hari Santo Valentinus atau sekarang dikenal dengan nama Hari Valentine. Santo Valentinus merujuk kepada satu dari mini-

martir Roma Kuno. Pesta Santo Valentinus sebelumnya dirayakan oleh Gereja Katolik Roma pada 14 Februari sampai tahun 1969. Pesta St. Valentinus pertama kali diputuskan pada 496M oleh Paus Gelasius I, yang juga memasukkan Santo George di antara mereka “...yang namanya secara benar dihormati manusia tetapi di mana perbuatan mereka hanya diketahui oleh Tuhan.� Dibuatnya pesta ini kemungkinan merupakan sebuah usaha


VALENTINE’S D A Y

mengungguli hari raya praKristen, Lupercalia yang masih diperingati di Roma pada abad ke-5. Menurut Ensiklopedia Katolik, santo yang hari rayanya diperingati pada hari yang sekarang disebut Hari Valentine kemungkinan adalah salah satu dari tiga orang martir yang hidup pada akhir abad ke-3 semasa pemerintahan Kaisar Claudius II: • seorang pastur di Roma • seorang uskup Interamna (modern Terni) • seorang martir di provinsi Romawi Africa. Dipercayai bahwa sang pas-

tur dan uskup Valentinus dimakamkan sepanjang Via Flaminia di luar kota Roma, pada jarak yang berbeda dari tengah kota. Pada abad ke-12, gerbang kota Romawi yang disebut Porta Flaminia (sekarang Porta del Popolo) juga disebut sebagai Gerbang St. Valentinus. Seperti dikatakan oleh Paus Gelasius II, sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martirmartir ini. Banyak legenda yang mengelilingi mereka sebenarnya diciptakan pada akhir abad pertengahan di Inggris dan Perancis, yang

membuat pesta perayaan tanggal 14 Februari diasosiasikan dengan cinta. Sentimen semacam ini tidak ada sama sekali di kitab Legenda Emas Jacobus de Voragine, yang disusun pada kurang lebih tahun 1260 dan merupakan salah satu buku yang paling banyak dibaca pada akhir Abad Pertengahan. Buku ini sangatlah lengkap dalam memberi informasi setiap santo dan santa untuk setiap hari pada tahun kalender gerejawi sebagai ilham homili setiap misa. Di riwayat hidup St. Valentinus yang sangat singkat, tertulis bahwa ia menolak untuk menyangkal Yesus Kristus di depan Kaisar Claudius pada tahun 280.

VOL. 0 GENTA 13


Sebelum dihukum mati, Valentinus mengembalikan penglihatan dan pendengaran sipir penjaranya. Lalu Jacobus mereka-reka etimologi nama “Valentinus,” sebagai “sesuatu yang mengandung keberanian (Latin: valor)”, namun tidak ada tanda-tanda “hati” dan pesan-pesan yang ditanda tangani “diberi oleh Valentine-mu,” seperti kadangkala disugestikan dalam karya-karya modern kesucian sentimental. Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine,

14 GENTA VOL. 0

di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada parokiparoki tertentu.

kapan kado itu akan diberikan, bagaimana penampilan kita saat memberikan, bagaimana keadaan hatinya dan hal-hal lainnya. Apapun yang kita berikan kepada orang lain pasti akan memiliki arti. Begitu juga dengan bunga. Ada berbagai macam jenis bunga dan setiap bunga memiliki arti tersendiri. Bunga mawar memiliki arti sesuai dengan namanya masing-masing yaitu : • Merah: Kasih dengan rasa respect yang tinggi. • Kuning: Fleksibelitas, kebebasan. • Pink: Terima kasih dan rasa syukur yang menTRADISI HARI VALENdalam. TINE DI NEGARA-NEGARA • Putih: Ketulusan kasih NON-BARAT dan peduli dengan orang aat pertengahan lain. bulan Februari banyak orang sibuk mencari kado untuk orang yang dikasihi. Saat kita akan memberikan kado kita tidak hanya memilih kado apa yang paling tepat tapi kita juga harus mempertimbangkan

S


VALENTINE’S D A Y

Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria me-reka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih” (White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali. Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari

raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsi-nya. Namanya adalah “Hari Raya Anak Perempuan” (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa. Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar orang yang dikasihi juga mulai muncul. Budaya ini menjadi budaya populer di kalangan anak muda. Bentuk perayaannya bermacam-macam, mulai dari saling berbagi kasih dengan pasangan, orang tua, orang-orang yang kurang beruntung secara materi, dan mengunjungi panti asuhan di mana mereka sangat membutuhkan kasih sayang dari sesama manusia. Pertokoan dan media (stasiun TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acaraacara yang berkaitan dengan valentine. VOL. 0 GENTA 15


IMLEK DAN VALENTINE,

P E R LU KAH ITU P

?

erayaan Imlek atau Sin Cia sebenarnya adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama penanggalan Cina. Tujuan ini adalah mengucap syukur untuk seluruh berkat yang telah diterima, memohon berkat untuk tahun yang baru, dan mempererat hubungan antar anggota keluarga dan masyarakat sekitar.

16 GENTA VOL. 0


M A I N COURSE Sementara itu asal-usal perayaan Valentine tidak begitu jelas. Beberapa orang mengatakan bahwa perayaan ini berasal dari hari perayaan Lupercalia. Dahulu pada jaman Romawi kuno, masyarakat Romawi menyembah dewa Lupercus untuk menjaga ternakternak mereka. Pada setiap bulan Februari, masyarakat Romawi menyelenggarakan pesta untuk menyembah dewa ini. Salah satu adat yang biasa dijalani adalah dengan menuliskan nama perempuan di selembar kertas dan menempatkannya di dalam sebuah kendi yang besar. Lalu, setiap pemuda akan mengambil satu nama dari kendi tersebut. Para perempuan dan laki-laki yang berpasangan kemudian akan terus bersama sampai perayaan tahun depan. Sementara itu, ada pula orang-orang yang mengaitkan Valentine dengan kisah Valentinus yang meninggal karena melang-

gar aturan yang melarang seorang serdadu Romawi menikah. Perayaan Valentine diadakan pada bulan Februari karena bulan ini diyakini masyarakat kuno sebagai bulan cinta dan kesuburan. Namun bagi masyarakat modern, hari Valentine hanya dikenal sebagai waktu untuk menyatakan kasih sayang kepada orang lain, terutama pada pasangannya.

LALU, PERLUKAH ITU?

T

entang boleh atau tidaknya orang percaya merayakan Imlek dan Valentine, ada dua pendapat yang muncul. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Mereka yang setuju merayakan Imlek pada umumnya beralasan bahwa hal itu adalah hari untuk berkumpul (gathering) bersama dengan seluruh keluarga untuk berbagi sukacita. Sedangkan mereka yang tidak setuju mungkin berpendapat bahwa

mengapa harus menggunakan Hari Imlek, sedangkan kalau hanya untuk berbagi bisa menggunakan hari lain. Demikian juga dengan perayaan Valentine, mereka yang setuju memiliki alasan yang hampir mirip, yaitu menggunakan hari itu sebagai jembatan untuk menyatakan kasih sayang kepada orang lain. Sedangkan mereka yang tidak setuju, beralasan bahwa kasih sayang seharusnya dinyatakan setiap hari sepanjang tahun dan bukan hanya pada hari tertentu saja. Namun sesungguhnya, apakah Imlek dan Valentine perlu dirayakan oleh orang yang sudah percaya kepada Kristus?

VOL. 0 GENTA 17


Dalam Alkitab, ada kasus yang mirip dengan hal ini, yaitu apakah orang percaya diperbolehkan makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala? Rasul Paulus telah mengkhususkan satu pasal dari suratnya membahas hal ini (1 Kor. 8). Belajar dari kasus ini, ada dua pertanyaan yang layak diajukan ketika kita akan menentukan untuk merayakan suatu hari tertentu seperti Imlek atau Valentine: Pertama, apakah nama Allah dipermuliakan? Rasul Paulus menyatakan bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Allah yang esa di dunia ini (1 Kor. 8:4). Jadi, dalam segala sesuatu yang kita lakukan, hendaklah itu mempermuliakan Tuhan Allah yang telah kita kenal, Yesus Kristus. Rasul Paulus menyatakan bahwa, Allah yang kita sembah

18 GENTA VOL. 0

adalah Allah yang superior di atas segala allah yang ada di bumi atau di surga. Ini berarti bahwa tidak ada kuasa yang lebih besar dari kuasa Allah kita. Jadi, segala sesuatu yang kita lakukan seperti makan persembahan berhala atau merayakan

Imlek dan Valentine, harus dilakukan dalam nama Tuhan Yesus. Allah harus dipermuliakan “yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup� (1Kor. 8:6)

Kedua, adakah hal itu menjadi batu sandungan bagi saudara-saudara kita yang lain? Rasul Paulus mengingatkan saat kita akan makan sesuatu yang masih diragukan atau merayakan hari-hari tertentu, kita seyogyanya tidak menggunakan pendekatan legalistik (kaidah), tetapi sebaliknya hukum kasih sebagai dasarnya, “Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah� (1 Kor. 8:3). Kita dipanggil untuk menjadi bagian dalam Tubuh Kristus maka cara pandang kasih kepada anggota Tubuh Kristus harus selalu dikedepankan dalam setiap tindakan iman kita, termasuk merayakan hari-hari tertentu, seperti Imlek dan Valentine. Apakah keputusan kita justru akan menjadi batu sandungan bagi anggota Tubuh Kristus yang masih lemah


M A I N COURSE dan tidak memiliki pengetahuan yang sama dengan kita? Jika kita mengabaikan anggota Tubuh Kristus maka kita, pada “hakekatnya berdosa terhadap Kristus” (1 Kor. 8:12). Jadi, bagaimana dengan Anda?

Beberapa Alasan Orang Kristen Boleh Merayakan Imlek dan Valentine

1

Kita boleh merayakannya dengan hati penuh sukacita, sambil memandang hari itu sebagai hari baru yang baik yang diberikan Tuhan. Hari baru membawa pengharapan yang baru; Kita menyambut tahun baru Imlek dengan hati penuh ucapan syukur kepada Allah. Kalau sampai saat ini kita masih ada, itu semua semata-mata karena kemurahan dan pemeliharaan Tuhan; Kita hanya menyembah dan melayani Allah, Pencipta langit dan bumi – bukan ciptaan/buat-

2

3

an tangan manusia! Dia-lah Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui. Sambil bersilaturahmi mengunjungi sanak keluarga di hari raya Imlek, sebagai anak Tuhan jangan kita lupa memberitakan Injil, yaitu kabar kesukaan kepada mereka! Setiap adat istiadat memiliki sisi baik dan buruk. Yang baik dan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, kita terima. Dan menolaknya, jika bertentangan dengan Firman Tuhan. Saudara dan saya yang percaya kepada Tuhan adalah orang-orang yang sangat berbahagia sebab kita telah menerima kasih Yesus. Dia telah menyelamatkan dan meluputkan kita dari api neraka yang kekal, menjaga dan melindungi, sehingga dengan hati teguh kita akan senantiasa berharap dan mengandalkan Tuhan saja. Apapun terjadi, kita tetap percaya, berharap dan melekat kepadaNya.

4

Sebuah pesan Tuhan di hari istimewa ini adalah: “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (Yohanes 4:16). Allah adalah sumber kasih, dan ketika kita menerima Dia di dalam Yesus, berarti kita telah berada dalam sumber tersebut sehingga kita haruslah menyalurkan kasihNya kepada orang lain. Valentine dan Imlek hanyalah sebuah momentum untuk mengingatkan kita untuk peduli kepada orang lain dan mensyukuri akan penyertaan Tuhan dalam suasana sukacita menyambut pergantian tahun. Di tengah kegembiraan tersebut, nyatakanlah kasih Anda kepada saudara, keluarga atau teman dengan menceritakan Yesus yang telah mengubah hidup Anda. Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukannya.

VOL. 0 GENTA 19


Production 2011

20 GENTA VOL. 0

Genta Feb 2011  

Majalah Kristen untuk anak-anak SD Tunas Bangsa Greenville Vol. 0, Feb 2011