Issuu on Google+

Uncaria gambier Roxb, Darimu Semuanya Bermula Disebuah daratan tertinggi Kota Padang, Universitas Andalas terjalinlah korelasi niat tiga anak manusia yang tak begitu dekat sebelumnya. Pada suatu moment, sebut saja Ex-Share, dalam hati anak manusia ini timbullah suatu keinginan untuk keluar dari zona nyamannya yang dalam kesehariannya lebih banyak menjadi penonton dan penepuk tangan atas prestasi orang lain. Dari sekian banyak peserta yang ada, akhirnya tiga anak manusia ini pun mendeklarasikan dirinya akan ikut PIMFI 2015 yang akan dilaksanakan di Kota Kembang, Bandung. Dari niat yang sederhana, ingin menjadi pemenang dan keluar dari zona nyaman tiga anak ini pun tergabung dalam grup LINE yang bernama ‘HERBARIUM’. Singkat cerita, tiga anak manusia yang notabenenya merupakan mahasiswi semester lima Fakultas Farmasi Universitas Andalas ini pun mulai beraksi demi mencapai niat sederhananya, yakni menjadi pemenang dan bukan penonton dalam salah satu cabang lomba yang diikutinnya. Langkah pertamanya berawal dari konsultasi dengan salah satu dosen yang sangat akrab dengan mahasiswa maupun alam, yaitu Uun. Konsultasi ini pun kurang lengkap rasanya kalau hanya melibatkan satu dosen saja. Target konsultasi selanjutnya adalah Pak Dedi dan Pak Amri. Setelah berkonsultasi sana-sini akhirnya kita memilih Uncaria gambier Roxb sebagai sampel yang akan kita gunakan pas pertandingan nanti. Tema lomba herbarium pada PIMFI 2015 ini adalah “Peningkatan Eksistensi Tanaman Endemik sebagai Alternatif Pengobatan Penyakit Degeneratif�. Alasan tiga anak manusia ini memilih Uncaria gambier Roxb sebagai jurus ampuhnya adalah karena sebanyak 80% tanaman gambir ini diekspor ke berbagai negara untuk berbagai keperluan seperti bahan obat, pewarna, dan lain-lain. Sedangkan secara tradisional masyarakat Sumatera Barat banyak memanfaatkan gambir ini untuk menyirih dimana dengan menyirih tersebut senyawa katekin yang ada di dalam gambir ini bisa berkhasiat sebagai antimikroba, menguatkan gigi, dan lainlainya. Setelah menjatuhan pilihan ke tanaman Uncaria gambier Roxb, tiga anak manusia ini pun melanjutkan pengolahan ilmu dasar perlombaan ini yakni berkonsultasi ke asisten Biologi bidang herbarium yang memang sudah sangat familiar dan ahli dalam bidang herbarium. Kabar baiknya, Kakak-kakak asisten herbarium dari Biologi ini sangat senang hati membantu sehingga tiga anak manusia ini leluasa bertanya seputar dunia tumbuhan maupun herbarium. Disini tiga anak manusia ini dibekali cara pengambilan sampel yang benar, cara pengeringan sampel yang benar, pembuatan label serta yang paling penting metode penataan herbarium. Perjuangan pun berlanjut ke pencarian sampel. Tiga anak manusia ini berhasil mendapatkan tanaman gambir dari berbagai daerah yang berbeda, sebut saja Payakumbuh, Pesisir Selatan, dan dari kebun tanaman obat Universitas Andalas. Dan pada tahap inilah tiga anak manusia ini memulai kerempongannya. Kerempongan tersebut bermula dari karakter tanaman gambir yang mudah mengering, daun yang mudah mencoklat serta bunga dan daun yang mudah gugur. Meskipun begitu tanaman gambir yang lumayan cukup baik pun bisa dikoleksi dan dikeringkan oleh tiga anak manusia ini setelah beberapa kali proses pengeringan.


Demi mencapai niat sederhananya tiga anak manusia ini rela mewakafkan waktu liburannya untuk persiapan PIMFI 2015 ini. Selama masa liburan tiga anak manusia ini sering nongkrong di KTO, LBS, Kafkim, dan mushala FMIPA. Jika kalian pernah melihat tiga anak manusia membawa laptop, tanaman, serta karton maka itulah mereka. Hari-hari menuju PIMFI 2015 pun makin dekat. Persiapan pun makin dimantapkan, bahan presentasi pun mulai di fix-kan, semua peralatan yang dibutuhkan pun dilengakapi. Semuanya benar-benar dipersiapkan hal-hal kecil yang akan menimbulkan kerempongan pun di antispasi. Dan pada akhirnya tiga anak anak manusia ini siap. Cerita pun di mulai‌ 10 Agustus 2015, tiga anak manusia ini menginjakkan kakinya di bandara SoekarnoHatta sebagai tiga dari tujuh mahasiswa Farmasi Universitas Andalas yang terpilih sebagai delegasi PIMFI 2015. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Unpad, Jatinangor. Setelah melewati perjalanan panjang yang membosankan akhirnya sekitar pukul 19.oo tiga anak manusia ini bisa merasakan dinginnya Jatinangor di malam hari. Setelah melakukan registrasi tiga anak manusia ini diarahkan ke tempat penginapan. Penginapan pertamanya (sementara) adalah di asrama. Ya, sementara. Karena disana tiga anak manusia ini cuma numpang sholat dan mandi. Setelah beres-beres tiga anak manusia ini pun dipanggil untuk mengikuti rangakain acara welcoming party yang diadakan di luar kampus Unpad. Setelah beberapa jam, welcoming party pun usai, tiga anak manusia ini pun mengetahui penginapan sebenarnya yaitu di buskopin. Sepanjang tanggal 10 Agustus 2015 ini, hal-hal yang rempong pun mulai menghampiri mulai dari penginapan yang tidak jelas, beberapa peralatan yang tercecer akibat pindah-pindah dari buskopin-asrama-buskopin, serta hilangnya sterofoam yang mengakibatkan tiga anak manusia ini harus bolak-balik ke tempat fotocopy terdekat. Tidak sampai disitu, setelah semua peralatan lengkap, tiga anak manusia masih harus tetap bergadang untuk hal gunting menggunting. Ah benar-benar hari yang melelahkan.

11 Agustus 2015, merupakan salah satu hari bersejarah bagi mereka. Pasalnya, pada hari ini tiga anak manusia akan menunjukkan kebolehannya dalam hal herbarium. Dengan niat sederhananya, selama 60 menit tiga anak manusia ini merangkai herbarium terbaik mereka di kertas berukuran 1X1 meter.


Dan cerita herbarium pun terhenti disini. Benarlah kiranya apa yang kamu tanam itu yang akan kamu petik. Jika kamu mempersiapkan diri untuk herbariumnya, maka kau akan mendapatkannya. Jika kau mempersiapkan diri untuk herbarium dan presentasinyanya maka pastilah kau dapatkan juarannya. Dan tuhan memang Maha Mengetahui tentang usaha hambanya. Di malam gala night dinner nama Universitas Andalas tidak muncul di layar proyektor dan itu artinya tiga anak manusia ini harus berlatih lagi dalam hal presentasi dan mempersiapkan materi presentasi. Jangan pernah sesali kita pernah memulai bersama Jangan pernah sesali pengorbanan yang belum terbayarkan Jangan pernah sesali waktu yang telah terwakafkan Jangan pernah sesali langkah meninggalkaan zona nyaman ini kawan Bersama kalian aku mengerti tentang kepedulian


Bersama kalian aku mengerti tentang kebersamaan Bersama kalian aku mengerti tentang pencapaian Terimakasih untuk setiap usaha terbaik yang pernah diberikan NB : Tiga anak manusia :

Hasnah Septia Yanti Vivi Ramadani Refsya Azanti Putri

Meski kita belum berkesempatan meraih niat sederhana yang pernah ditancapkan, kita tetap menjadi orang beruntung karena telah melangkah menuju kedepan. Dalam moment ini kita deiberi kesempatan untuk belajar, menjalin relasi serta mengenal hal baru. Dalam moment ini kita mendapatkan pengalaman yang tak akan terbayarkan oleh materi. “Pengalaman bukan untuk dijual maupun untuk dibel, namun pengalaman untuk diresapi�. Terimakasih #PIMFI2015, darimu kami punya cerita

Cerita bonus dar PIMFI 2015


Delegasi PIMFI 2015 dari Universitas Andalas


Teman sekamar yang paling kece


Kunjungan ke industry BIOFARMA

KAA


Masjid Raya Bandung


Gala night dinner


Uncaria gambier roxb, darimu semuanya berawal