Page 10

PoK ke Bal-Balan

Jumat, 3 Januari 2014

Riedl Buka Pintu bagi Pemain Veteran

Persela Berharap Padaku

JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl membuka pintu bagi pemain veteran untuk kembali berseragam garuda. Menurut pelatih asal Austria ini, ia tak memiliki batasan usia ketika merekrut pemain untuk timnas senior.

“T

IDAK ada batasan usia dalam tim ini, jadi pemain muda juga bisa direkrut. Tetapi mereka juga harus membuktikan diri di kompetisi domestik untuk mendapat panggilan ke timnas senior,” ucap Riedl seperti dilansir dari halaman resmi FIFA. Ujian pertama yang menunggu Riedl adalah laga final kualifikasi Piala Asia 2015 melawan Arab Saudi. Meski secara matematis Indonesia sudah dipastikan tak lolos ke putaran final, tetapi menurut Riedl laga nanti menjadi tes bagus untuk menjajal ketangguhan timnya. “Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk laga nanti. Saya harus mempelajari lawan dengan seksama dan memutuskan taktik yang digunakan, tentu saja kami akan mengincar hasil maksimal,” Riedl memberi kesimpulan. Kembali menangani Indonesia merupakan kesempatan kedua bagi Alfred Riedl. Pada kesempatan pertama, pelatih berusia 64 tahun ini hanya berhasil membawa Timnas Indonesia meraih posisi runner up Piala AFF 2010. Talenta Berlimpah Sementara Riedl mengakui bahwa negeri khatulistiwa ini memiliki banyak talenta muda yang belum terjamah, khususnya di pelosok daerah. Dia mengaku dengan potensi terpendam tersebut, Indonesia seharusnya mampu bersaing dengan para raksasa Asia. Namun, untuk mewujudkan hal itu tentu ada syaratnya. “Mereka (PSSI-red) butuh menyiapkan rancangan

Mario Costas

Foto:pssi-07

PELATIH : Alfred Riedl memberikan arahan ke Diego Michiels saat menjadi pelatih Timnas U-23, beberapa waktu lalu. program pembinaan usia muda untuk jangka panjang. Itu perlu dilakukan supaya sepak bola Indonesia tidak tertinggal dari negara Asia lain, seperti Jepang yang sudah melangkah lebih jauh,” ujarnya. “Dan karena itu saya sangat yakin dengan Indonesia, karena negara ini memiliki banyak talenta muda yang belum digali,” lanjut pria yang pernah menangani Laos tersebut.

Sebelum menangani Indonesia, Riedl memiliki pengalaman menangani sejumlah tim lainnya di Asia, seperti Palestina, Vietnam dan Laos, serta sejumlah klub. Menurut Riedl, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara bisa lebih berkembang. “Pendapat saya tentang negara-negara ini sederhana saja, yakni federasi mereka harus tetap bersabar,” katanya. (07)

Persik Tes Legiun Asing, Gunawan Merapat ke Mitra Kukar

PARA pemain Persik Kediri sedang melakukan latihan di Stadion Brawijaya Kediri, beberapa waktu lalu. Foto:blindo-07

KEDIRI - Persik Kediri belum beruntung dalam seleksi pemain beberapa pekan terakhir. Sempat menjajal Danilo Fernando, Christiano Lopez, dan Oliver Makor, tak ditemukan satupun yang cocok. Kini Persik menjajal peruntungan dengan kedatangan rombongan pemain asal Afrika. Terhitung ada empat pemain yang menunjukkan aksinya guna memikat pelatih Persik Aris Budi Sulistyo. Keempat pemain itu adalah Ebi Sukore (Nigeria), Keido Toure, Mohammed Forwar, dan

Sylvester Neufik (Liberia). Untuk nama pertama, tentu tidak asing bagi suporter Persikmania. Ya, dia tak lain Ebi Sukore yang pernah membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia pada 2003 dan 2006. Pemain ini kembali ke Indonesia setelah sempat hijrah ke Liga India dalam dua musim terakhir. Sebenarnya dia dijadwalkan datang lebih awal bersamaan dengan Danilo Fernando dkk. Namun baru terlihat di Kediri pada awal

Januari karena ada persoalan yang harus diselesaikan di Jakarta. “Senang bisa kembali ke Kediri. Saya memiliki kenangan manis dan tidak bisa dilupakan di sini. Semoga saya bisa menjadi pemain Persik untuk ketiga kalinya,” harap Ebi Sukore, 30 tahun. Salah satu hal yang menggembirakan dalam seleksi ini adalah para pemain masih terlihat bugar dengan usia maksimal 30 tahun. Itu sangat berbeda dengan seleksi sebelumnya yang menghadirkan pemain di ambang pensiun seperti Oliver Makor maupun Danilo Fernando. Keido Toure yang masih berusia 23 tahun relatif menonjol dibanding rekan-rekannya asal Liberia. Pemain berposisi striker ini terlihat enerjik dan menjanjikan walau baru sekadar kesan awal. Rencananya, para pemain itu bakal dibawa ke Inter Island Cup guna melihat performanya di laga sesungguhnya. Sementara itu, mantan pemain belakang Sriwijaya FC (2011/2012) Gunawan Dwi Cahyo, merapat ke Mitra

Kutai Kartanegara. Pada sesi latihan perdana, Kamis (2/1), di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kabupaten Kukar, pemain yang akrab disapa Dwi, terlihat ikut latihan bersama skuad Naga Mekes. Manajer Operasional Mitra Kukar Suwanto mengatakan, untuk pemain belakang bakal diperkuat dua pemain asing yakni Park Chul Hyung dan Reinaldo Lobo. Sementara untuk pemain lokalnya yakni Gamal, Danang Puspito dan Gunawan Dwi Cahyo. “Info terakhir, manajemen masih menunggu Lobo. Untuk pemain lokal ada Danang (eks Persija) dan Gunawan (eks Timnas PSSI dan Sriwijaya FC),” kata Suwanto, Kamis (2/1). Gunawan Dwi Cahyo, dikenal sebagai suami dari selebriti Oky (mantan istri Pasha, pentolan Band Ungu). Sedangkan untuk striker, manajemen Mitra Kukar masih akan mengincar satu pemain asing lagi. “Masih menunggu kabar perkembangan dari penawaran agen sepak bola,” tambahnya. (07)

Pacho Terancam Absen, GU Nantikan Servis Dutra

SURABAYA - Emmanuel Kenmogne, atau yang akrab dipanggil Pacho kemungkinan akan absen membela Persebaya di Turnamen pra musim Inter Island Cup 2014. Striker asal Kamerun ini divonis cedera engkel kiri dan harus absen latihan reguler selama beberapa hari. Masih belum jelas apakah cedera Pacho akibat faktor kelelahan seusai menjalani laga berat di Piala Gubernur Jatim 2013 atau pada sesi latihan. Namun bagi Bajul Ijo, julukan Persebaya, kehilangan Pacho merupakan pukulan telak. Kini salah satu dari trio Kamerun andalan Persebaya ini sedang dirawat secara intensif dan belum diketahui apakah Pacho bisa fit ketika IIC dimulai 10 Januari nanti. Dengan cederanya Pacho, Persebaya kemungkinan besar akan memanfaatkan jasa Febri Setiadi Hamzah, striker jangkung yang menjadi super sub Boumsong pada kompetisi Divisi Utama lalu. Pacho sendiri meski belum menampilkan performa maksimalnya, diproyeksikan menjadi ujung tombak saat ISL

Foto:pssi-07

KURANG suksesnya seleksi pemain dalam beberapa pekan terakhir membuat Persela Lamongan berharap pada pemain lawas. Striker Mario Costas menjadi salah satu legiun lama yang kehadirannya sangat ditunggutunggu di Lamongan. Dia tetap diproyeksikan sebagai penggedor utama di Stadion Surajaya. Sebelumnya Persela sempat dihampiri sejumlah nama dengan spesialisasi penyerang, yakni Dem Bele, Aliou Kante (keduanya asal Mali), serta Maxwell (Brasil). Tapi ketiganya sekadar numpang lewat karena dicoret dari seleksi. Persela pun mengambil opsi menunggu Costas yang belum juga berpijak di Kota Soto. Pelatih Persela Lamongan Eduard Tjong mengakui sejauh ini masih terus mencari pemain di posisi penyerang. Dengan asumsi Costas bakal tetap dipertahankan, maka dia hanya akan menambah satu pemain lokal di posisi tersebut. Sebab Persela telah memiliki striker Agung Suprayogi. “Kami masih kekurangan pemain di posisi striker. Pemain yang pernah seleksi semuanya kurang memuaskan. Dengan adanya Mario Costas, maka kami akan mencari satu striker lagi. Targetnya sebelum Inter Island Cup komposisi Persela sudah komplit dan lebih kompetitif lagi,” terang Eduard Tjong. Informasinya, Costas yang musim lalu mengoleksi 13 gol sepanjang musim, bakal tiba di Lamongan dalam beberapa hari ke depan. Hingga berita diturunkan, dia masih berada di Jakarta. Pemain ini sudah dua musim menjadi bagian Laskar Joko Tingkir dan pernah mengantarkan timnya finish empat besar pada musim 2011-2012. Kebutuhan pemain di posisi striker sebenarnya tergantung strategi yant dipakai Eduard Tjong. Jika mantan pelatih Persis Solo ini memakai striker tunggal, maka stok lini depan tidak begitu banyak alias cukup tiga pemain. Tentu berbeda dengan formasi dua striker yang biasanya memiliki minimal empat pemain di lini depan. Apalagi Persela telah memiliki pemain berkarakter penyerang seperti Arif Ariyanto, Fery Ariawan, serta Zaenal Arifin. Situasi memang sedikit berat karena tim kebanggaan LA Mania kehilangan tiga pemain bertipe menyerang sekaligus, yakni Fandi Eko Utomo, Samsul Arif, serta Jimmy Suparno. “Kami sudah memiliki rancangan tim untuk ISL nanti. Tapi evaluasi akan terus dilakukan, termasuk di Inter Island Cup. Tentu saja saya berharap level permainan terus meningkat dibanding Piala Gubernur Jawa Timur kemarin. Jika komposisi sudah tercukupi, saya yakin situasinya akan lebih baik,” lanjut Eduard Tjong. (07)

Tinggal Tiga Pemain Belum Deal CILACAP - Dari 16 pemain yang direkomendasikan Pelatih Gatot Barnowo kepada manajemen tim tersebut, 13 nama sudah deal. Tinggal tiga pemain yang masih negosiasi, diharapkan awal pekan depan sudah tercapai kesepakatan. Ketua Umum PSCS, H Farid Ma’ruf, menjelaskan pemain yang sudah deal meliputi kiper Wendra, bek Arifin, Houdi Abdullah dan Said, wing back Julia Mardianus, Asep Rudiyanto dan Andri Siswanto. Di sektor gelandang ada Syaiful Amar, Wahyu Tri, Andesi dan Rastiawan, lalu untuk barisan depan yang sudah sepakat Gunaryo serta Syaiful Bahri. Nama-nama tersebut adalah rekrutan tahap pertama. Sementara pemain yang masih negosiasi dengan manajemen, tambah Farid, adalah bek Arif Syarifudin alias Acong, striker Taryono dan

kiper Ega Risky. Ketiganya merupakan pilar Laskar Nusakambangan, musim lalu. Dia mengatakan, semua pemain baik yang sudah deal maupun belum, akan dikumpulkan pada 6-8 Januari. Untuk yang masih nawar menawar diharapkan bisa selesai pada saat itu. Pada waktu yang sama, PSCS akan menyeleksi lagi pemain yang direkrut lewat jalur lain. Pelatih Gatot Barnowo pertengahan Desember lalu menyeleksi pemain lokal anggota klub Cilacap, dari 106 pendaftar yang bertahan hanya enam. Pemain yang berstatus magang di tim PSCS musim lalu, juga akan dites ulang. Mereka antara lain kiper Mubekti, winger Wildan dan striker Suryanto. Pada seleksi tanggal 6, ada kemungkinan pemain asing datang untuk menunjukan kemampuan. (SMNetwork/bd-07)

PELATIH Persebaya Rahmad Darmawan (kiri) sedang berbicara dengan Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne, Kamis (2/1). 2014 bergulir. Ia akan berada di depan dengan sokongan Fandi Eko Utomo atau Greg Nwokolo dan Ari Supriatna. Servis Dutra Sementara itu, pada gelaran Inter Island Cup 2012, langkah GU terhenti di penyisihan grup. Walaupun mendulang dua kemenangan atas Persidafon dan P-MU, Laskar Joko Samudra gagal ke semifinal karena dikalahkan tuan rumah Persib Bandung. Pada IIC 2014 ini, Gresik United kembali berada di grup Jawa 3, bersama Persebaya Surabaya, Persik Kediri dan Persiba Bantul. Terlepas dari calon lawan yang cukup berat, Agus juga tengah fokus pada perbaikan permainan anak asuhnya. Gagal

juara di Piala Gubernur Jatim, dan hanya bermain imbang dengan Terengganu FA Malaysia, menyisakan banyak catatan bagi Agus. “Selain lini belakang yang menjadi PR saya, problem lini tengah masih ada sedikit masalah. Sehingga, daya gedor lini depan kurang tajam,” kata Agus. Untuk lini belakang yang juga belum maksimal, harapan besar bertumpu pada sosok Otavio Dutra. Bek anyar asal Brasil ini memang belum pernah diturunkan dalam uji coba sebelumnya. Agus berharap, Dutra bisa bermain saat uji coba melawan Barito Putera, Senin (6/1), sehingga bisa lebih nyetel saat gelaran IIC 2014 dimulai.

Sosok Otavio Dutra memang menjadi buah bibir di Gresik United. Laskar Joko Samudra dianggap beruntung bisa mendapatkan tanda tangan pemain yang musim lalu mengantarkan Persipura jadi juara Indonesia Super League, karena banyak klub besar yang juga mengincarnya. Pada saat Gresik United beruji coba melawan Terengganu, Dutra belum dimainkan oleh Agus, meski aksinya sudah dinantikan para Ultrasmania. Sempat pula ada nada kekecewaan dari Ultrasmania yang hadir di Stadion Petrokimia saat melawan Trengganu, karena salah satunya ingin menjadi saksi pertama debut Dutra di klub kesayangannya. (07)

Foto:Harmas/dok-07

UJI LAPANGAN : Para pemain PSCS Cilacap melakukan pemanasan saat uji lapangan di Stadion Manahan Solo, beberapa waktu lalu saat melakoni babak 8 besar Divisi Utama musim kemarin.

Harian banyumas 3 januari 2014  
Harian banyumas 3 januari 2014  
Advertisement