Page 1

LIGHTS CAMERA ACTION! rock the hair: mad max THE MOVIE ISSUE WITH

TARA BASRO

+

ANDANIA SURI ATREYU MONIAGA KARINA SALIM AIMEE SARAS THE GARDEN MONA MATSUOKA MENTARI DE MARELLE NOVEMBER

2015

RP. 42.000,LUAR PULAU JAWA RP. 50.000,I S S N 208 788 26


Puri Indah Mal GF #37

Galeries Lafayette Pacific Place Level 2

Seibu Grand Indonesia UG

Central Grand Indonesia UG

Debenhams Senayan City Level 2


BEAUTY QUEEN

FASHIONISTA

Fotografi: Raja Siregar. Stylist: Patricia Rivai. Make up artist: Marina Tasha Hair stylist: Jeffry Welly (Studio 47)

014 fashion opener pippi langstrump 016 mass appeal the strange and unusual 018 mass appeal the fancy school girl 020 mass appeal little lost girls 022 t-shirt of the month playing abc 023 price is right hey ace! 024 private icon 5 become one

036 beauty opener electrolyte 038 counter culture strong brow game 040 the look connect the dots 041 the look the aristocrats 042 get this the hue fire 043 private icon belle at the ball 044 beauty news 048 beauty spread fury road

026 all access the new heights 006 ed letter 008 masthead 010 behind the scene 012 contributors

027 special report ferragamo’s love affair 028 girl we love rewind omar 030 mania the at-el-ier 032 fashion news

November


Kini tidak perlu lagi touch-ups. Aplikasikan cushion di pagi hari akan membuat kulit Anda segar dan terjaga kelembabannya sepanjang hari.

leinege


083 filmstrips 084 the reader karina salim 085 bookmark RADAR 054 movie marathon guide there are so many ways to enjoy your movie marathon moment, tapi akan lebih seru lagi jika movie marathon list tersebut dibuat dengan tema tertentu. check out all these movie marathon ideas, or else you may make it on your own. 058 fresh faces sekilas mentari de marelle dan andania suri punya banyak kesamaan: berusia 18 tahun, sama-sama mengejar impiannya di dunia akting, magazine cover’s darling and looking as fresh as their ages. tapi dalam hal pribadi, tentu mereka tidak bercerita layaknya kembar siam. 064 director’s cut: strikes from the young and restless filmmakers meskipun industri perfilman masih lesu, penonton menurun, dan minim dukungan pemerintah, lucky kuswandi, yosep anggie noen, dan kamila andini tetap bergeliat dengan karya filmfilmnya dan juga tidak berhenti berkarya karena pihak-pihak lain. 070 be kind, rewind ada sebuah masa ketika poster film menjadi medium bagi para ilustrator untuk menginterpretasikan adegan atau tema yang lebih subtle dalam film tersebut lewat gaya artistik yang beragam sebelum akhirnya tergerus oleh fotografi. berikut lima ilustrator dengan interpretasi poster film favorit mereka. 076 vada vada mencari tahu apa arti di balik “vada vada” yang diusung the garden dan kenapa mereka menjadi salah satu band garda depan paling menarik saat ini, sonically and visually. 078 culture club atreyu moniaga

086 fine tuning tetangga pak gesang 087 mixtape aimee saras

FASHION AND FEATURES 088 a copy of her mind it takes more than just luck to stay in the highly competitive movie biz, dan dengan kematangan skill serta repertoar peran yang kian membubung, tara basro telah menemukan spotlight tersendiri baginya dalam industri ini, and it’s getting brighter all the time. 098 the kind & unwind kind of night there’s always a time in a year, when we choose some fresh faces and talents, to make sure our next cover will look even more awesome! didn’t stop there, this is a kind & unwind party! 102 mona, mona, quite contrary mona matsuoka adalah salah satu dari gadis-gadis yang kami anggap “painfully cool”. Ya, kami akan selalu pilih kasih untuk gadis berwajah cantik with a good dose of edginess. 120 the dark queen to join the goth cult, siapkan tampilan paling gelap dan misterius yang kamu miliki.

NYLON STREET 130 hit the town 132 on stage 134 shopping list 137 star maps pleated midi skirt 138 bag check wintery winter

2015


@KedsIndo

facebook.com/KedsIndo

KEDSID


letter from editor

popcorn time

Saya bukan a movie geek, but I'm a proud couch potato. Dan apa yang menyenangkan untuk dilakukan oleh si pemalas ini? Yes, nonton film! What I love about movies adalah untuk sesaat kamu bisa tersesat di dunia lain, menjadi karakter yang totally opposite dari kepribadianmu, dan 'experience' a whole new world. Isn't fascinating apa yang dilakukan oleh para pembuat film beserta timnya untuk menyuguhkan apa yang tadinya hanya berada di dalam kepala atau coretan di notebook lalu menjadi sebuah realita di depan mata? Di Movie Issue kali ini NYLON akan mengajakmu berkenalan dengan tiga sutradara muda Indonesia yang berkancah di festival film internasional, artis pendatang baru dan up close dengan our cover girl, the gorgeous Tara Basro. On the fun side, we give you the ultimate movie marathon guide untuk dicoba bersama teman-teman dekatmu.

Get your popcorn ready, cause the movie is about to start!

Anindya Devy Managing Editor e-mail: anindya.devy@gmail.com

06

@anindyadevy


letter from the editor

Managing Editor Anindya Devy Senior Editor Alexander Kusuma Praja

Fashion Stylist Patricia Rivai Web Editor Nanda Imaniar Junior Writer Vinny Vindiani

design Senior Graphic Designer Nanang Ahmad Suryana Graphic Designer Haris Juniarto

photographer Willie William interns Aida Mutia Hasna, Sarah Nabilah, Kanishka Andhina Publishing Sales & Marketing Director Account Managers

Annarkalie Dewi [ annadewi@mpgmedia.co.id ] Nimas Ayu Inawati [ nimas@mpgmedia.com ] Yunita Chandra [ yunita.mpgmedia@gmail.com ] Natalia Wijaya [ wijaya_natalia@yahoo.com ] Kartika Bahar [ tika@mpgmedia.co.id ] Senior Account Executive Febrian Sangkala Traffic Executive Sri Nur Hidhianingsih

Spv. Circulation & Distribution Nurmansyah Subscription Indra IT Coordinator Hotman Web Coordinator Maria Gadis Chairman and Chief Entertainment Officer Julius Ruslan Chief Executive Officer and Group Publisher Denise Tjokrosaputro Client Relation Director Sistha Alicia Tjokrosaputro Publishing Manager Rochmadonie Julianto

NYLON is published by PT. NILON MEDIA INDONESIA Jl. Palmerah Utara 55 Slipi, Jakarta 11910 Telp. (021) 5366 7777, fax. (021) 5366 6767

SIUP NUMBER: 01881/10-1.824.51 NYLON US Executive Chairman Marc Luzzatto Executive Vice President, Chief Revenue Officer, Publisher Dana Fields Executive Vice President Daniel Saynt Editor-in-Chief Michelle Lee

Editorial Office

110 Greene Street, Suite 607, New York, NY 10012

Disclaimer Artikel yang dimuat dalam majalah ini telah melalui proses editorial yang berkesinambungan. Isi majalah ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses pemeriksaan dan opini publik, dan hanya berfungsi sebagai informasi yang bersifat konstan. Semua materi yang kecuali ditetapkan lain. telah memiliki izin pemuatan foto dari pihak yang bersangkutan diterima akan menjadi hak milik untuk digunakan sesuai keperluan. Hak Cipta & Izin Penerbitan Hak cipta dilindungi. Tidak ada bagian dari majalah ini yang diizinkan untuk dikutip ataupun diproduksi dalam format apa pun dengan atau tanpa sengaja tanpa izin dari perusahaan. Hak cipta 2012

follow us on

NYLON_IND

010

contact us

contact@nylonindonesia.com sales@nylonindonesia.com

NYLONindonesia

www.nylonindonesia.com


Behind The Scene:

As Good As It Gets Make up For ever Black Eye Liner

sta

Dip

brow

Pom

ade

ur

“Tapi sekarang ini yang gue berusaha banget adalah pakai sunblock dan sunscreen. Awalnya gue suka banget main di luar kan dan nggak pernah pakai sunscreen, tapi lamalama kok muka gue jadi flek ya? Jerawat gue tambah besar dan jadi kaya photo aging gitu. Jadi gue bertekad mulai sekarang harus pakai sunscreen karena I think its very important, tadinya gue nggak sadar seberapa merusaknya matahari,” papar aktris yang terkenal dengan kulit sawo matangnya tersebut. Cover kali ini pun menjadi debut bagi Tara untuk menunjukkan potongan rambut barunya. Oleh hairstylist Jeffry Welly, rambut bob selehernya ditata dengan gaya messy curl untuk mempertegas wajah Tara yang dirias senatural mungkin dengan highlight lipstick berwarna unicorn blood dan alis tajam yang ditata dengan dipbrow pomade. As easy as that. Oleh: Alexander Kusuma Praja. Foto oleh: Willie William.

010

ES

emm

eH

air

Spr

ay

sia

TR

Ana

“I would be a makeup artist or sport instructor,” jawab Tara Basro cepat saat ditanya profesi apa yang sekiranya akan ia lakukan di luar akting. Yup, Tara termasuk perempuan yang punya kepedulian khusus soal perawatan tubuh, secara kesehatan maupun kecantikan. Ia memiliki knowledge yang luas soal beauty product, nutrition facts, dan dengan cekatan sesekali mengaplikasikan riasannya sendiri. Di tengah perbincangan soal beauty product dengan makeup artist Marina Tasha yang meriasnya untuk cover ini, Tara mengungkapkan produk beauty andalannya saat ini, which is? “Masker! Jadi what I have learn waktu ke Korea adalah kenapa kulit mereka mulus banget, ternyata mereka pakai cushion compact. I have such a hard time nemuin warna kulit gue, karena warnanya kalau nggak putih gading ya putih tembok,” candanya sambil mengeluarkan cushion compact andalan dari tasnya.

Jeff r lipst ee sta r ve ick lo

ura La e fre

ier

rc Me

Pr

r ime

Oil

r

e re Lin ltu ip u c L ub S AC M


contributors Shafira Alia Husin Fashion stylist, Jakarta. Mengarahkan styling untuk Mad Max-inspired beauty spread, “Fury Road” (halaman 048).

“When absolutely necessary, I can write up to 10 pages of writing in less than 1 hour. I will not be happy about it, but it will get done.” Instagram: @alia_husin Describe yourself: I am a voraciously passionate person who is also a chronic introvert. Currently listening to: Royal Blood – “Figure It Out”. Celebrity Crush: Miles Teller, although my adoration for Nick Valensi is endless. Current obsession: Saya sedang tergila-gila dengan serial televisi tua berjudul Alfred Hitchcock Presents. Guilty pleasure: Usually it involves reading stupid articles on Buzzfeed. Fave Movie: Saya tidak bisa memilih antara Disney's "Treasure Planet" (a terribly underrated Disney piece that I love to pieces) atau Nolan's "The Prestige". Both are sacred to me. Movie to rewatch all the time: Whisper of The Heart dari Studio Ghibli, menonton film ini selalu membangkitkan optimisme dan semangat saya. Tapi terkadang saya menonton Edward Scissorhands juga, it's a cute movie that never fails to inspire. Dream destination: Japan. And then Japan. And Japan. And then London. Probably Japan again after that.

012

Ezra Silitonga

Gayatri Nadya

Fashion designer, Jakarta Memotret live gig The Garden (halaman 075) dan Circa Waves (halaman 132).

Film activation organizer, Jakarta. Menulis profil tiga sutradara muda Indonesia and their guts to produced untold stories on film di Radar “Director’s Cut” (halaman 064).

“I have never settle in one place for too long, going back to New York is on my mind recently since I got a sponsor.” Instagram: @bananaside Current project: Starting my slow pace food blogging that focus on pork together with Stephanie Mamonto, www.pig-a-chew. com. Still working on fashion consulting and production www.capsproject.com. Preparing a fashion talkshow call Alteration for students http://ask.fm/alteration_project Latest obsession: Currating and encouraging people to collaborate on a project. Secret skill: Like a superpower, my prediction and intuition on things always on point; it shocked people sometimes. But, it doesn’t work on request, it comes naturally. Favorite film director: Takashi Miike, Sion Sono, Tetsuya Nakashima. Recent favorite TV show: The Misfits. Last awesome movie you watched: I’m still stuck on Tetsuya Nakashima’s Confession (Kokuhaku), no matter how many good movies I have watched after, none stuck in my head like Confession. Childhood crush: River Phoenix. Next project: Currating two upcoming exhibition collaborating with a copywriter, movie maker and illustrator. Can’t wait for 2016.

Raja Siregar Fotografer, Jakarta. Memotret Tara Basro untuk cover dan cover story “A Piece of Her Mind” (halaman 088).

“Fun fact about me... I cut my own hair by myself since I was in a highschool.” Instagram: @rajaregar Describe yourself: 29 years old photographer based in Jakarta, born in Mojokerto 11 September 1986. Current project: Preparing for my own photo exhibition. Secret skill: I can twist my tounge into a triple U-shape, haha! Favorite movie director: Guillermo del Toro. Recent favorite TV show: House MD. Last awesome movie you watched: Crimson Peak. Next project: Exhibition and some commercial works.

“Fun facts: i only eat red jellybeans and wear animal symbol as accesories on daily basis.” Instagram: @myhocuspocus Current project: Kolektif, an offline distribution for alternative films and screen it on art or movie space. Latest obsession: Go to fresh market whenever im traveling in the country and buy their local delicacies. Online fixation: Zenpencils.com Secret skill: Menganalisa kepribadian berdasarkan zodiak. Favorite movie director: Danny Boyle. Recent fave TV show: Young and Hungry. Last awesome movie you watched: Natalan, film pendek dari sutradara Jogja, about how a big city family finding hard to reunited on Christmas Eve. Childhood crush: Devon Sawa. Next project: Bekerja dengan komunitas film dan ruang alternatif untuk menayangkan film-film alternatif di Indonesia. So, your city is next!


999FMJAKARTA

radio

w w w. m p g m e d i a .c o. i d


pippi

langstrump

Berimajinasi ke masa kecil, ketika Pippi Longstocking menjadi film favorit kamu! Oleh: Patricia Rivai Foto: Hendi Thamrin Model: Jamille – 21MM Makeup Artist: Marina Tasha Hairstylist: Alialuna Lokasi: KLAR Senopati Asisten Stylist: Kanishka Andhina

014


Kemeja: Moral Atasan: Zara Pinafore Dress: Zara

015


Mass Appeal: Be e t lejuice

the strange and unusual

Karakter Lydia di film Beetlejuice yang diperankan oleh Winona Ryder ini menjadi trend at the moment. Just put your black dress, pale make up, round hat dan eyeliner untuk gaya keseharian kamu. If you dare enough, cut your bangs too! Oleh: kanishka andhina

1

4 2

1. Gypsy Lace Dress, Topshop; price by request 2. Bora Aksu F/15 3. Anita and Green Black Sheer Dress, New Look; price by request 4. Studded box bag, Zara; Rp. 999.900 5. Leather Ankle Boots, Zara; Rp. 1.399.900 6. Combine Socks, Zara; Rp. 179.900 7. Blue Vanilla Black Mesh Panel Dress, New Look; price by request 8. Frilled Dress, H&M; Rp. 599.900 9. Chiffon Dress, H&M; Rp. 899.900 10. Long Crochet Dress, Zara; Rp. 699.900 11. Panel Contrast Dress, Mango; Rp. 899.000 12. Bell Sleeve Lace Dress, Topshop; price by request

3 6

5

016


9 7

8

10 11

12

017


Mass Appeal: C lue le ss

the fancy school girl

4

Remember Charli XCX song? It’s surely represent karakter Cher di film Clueless yang identik dengan blazer , mini skirt dan gaya anak sekolahan yang stylist. So now, we give you the clue! Oleh: kanishka andhina

1

3

2

5 Long Blazer, Zara; Rp. 999.900 Vivienne Westwood Red Label F/15 Backpack with zip, Zara; Rp. 559.900 Striped Bow Blouse, Mango; Rp. 649.000 Falke Fine Shadow Socks, Topshop; price by request 6. Slacks pants, H&M; Rp. 349.900 7. Crepe Blazer, Zara; Rp. 899.900 8. Flat shoes with ankle stripe, Zara; Rp. 599.900 9. Houndstooth jacket, Zara; Rp. 1.599.900 10. Tie Neck Blouse Mango Rp. 899.000 11. Double Fabric Blazer, Zara; Rp.899.900 12. Trouser with Zips, Zara; Rp. 559.900 13. Check Cropped Skinny Trousers, Zara; Rp. 899.900 14. Mini Skirt, Zara; Rp. 899.900 15. Polka Dot Printed Blouse, Mango; Rp. 599.900 16. Mini Skirt, Zara; Rp. 599.900,00 17. Floral Print Blazer, Zara; Rp.1.599.900 18. Check Cutton Shirt, Mango; Rp. 649.000 1. 2. 3. 4. 5.

6

8

018

7


10

11

12

9

15

14 13

17

18

16

019


Mass Appeal: T he R unaways

little lost girls

4

Tidak ada yang seru selain bergaya ala cewek-cewek di film The Runaways. You can be Cherie Currie or Joan jett, you pick! oleh:Patricia Rivai.

1

2 3

1. Jumpsuit, Topshop; Rp. 926.000 2. Bottega Veneta F/15 3. Choker, Topshop; Rp. 186.000 4. Jaket, Topshop; Rp. 924.000 5. Jaket, Zara; Rp. 2.799.000 6. Boots, Topshop; Rp. 1.875.000 7. T-shirt, H&M; Rp. 249.900 8. T-shirt, H&M; Rp. 249.900 9. Jumpsuit, Zara; Rp. 999.900 10. Jeans, H&M; Rp. 449.900 11. Jaket, Zara; Rp. 1.399.900 12. Atasan, Zara; Rp. 299.900 13. Legging, Topshop; Rp. 461.000

6

5

020


9

8

7

11 10

13

12

021


PLAYING

Lupakan gambar-gambar grafik, bermain dengan huruf juga bisa menjadi tren yang menyenangkan.

A 022

B

T-shirt: Bershka Dress (Dalaman): Bershka Kulot: Argyle & Oxford

C Oleh: Patricia Rivai Foto: Hendi Thamrin Model: Jamille Makeup Artist: Marina Tasha – 21MM Hairstylist: Alialuna Lokasi: KLAR Senopati Asisten Stylist: Kanishka Adhina


, an as At l ra Mo

Ju mp su it ,

Ar gy le

&

0 00 9. 29

Ox fo rd

. Rp

Hey

Ace!

JIKA INGIN MENJADI A PET DETECTIVE, ACE VENTURA ADALAH PILIHAN KAMU. ALRIGHT VENTURA, MAKE IT QUICK!

lo

Ku t, Ar le

gy

Oleh: Patricia Rivai Foto: Hendi Thamrin Model: Jamille – 21MM Makeup Artist: Marina Tasha Hairstylist: Alialuna Lokasi: KLAR Senopati Asisten Stylist: Kanishka Andhina

& fo

Ox rd Rp . 00

9.

52 0

Sendal, Charles & Keith Rp. 699.000

023


Private Icon: Spice Girls

become SPORTY, POSH, SEXY, CUTE OR TOMBOY, MANA LOOK YANG AKAN KAMU PILIH UNTUK BERANGKAT KE SPICE WORLD? OLEH: PATRICIA RIVAI.

Topshop Rp. 749.000

one

Jika kamu hidup di tahun 90-an, pasti kamu tahu tentang the greatest girl band ever in the 90's. Yes... it's Spice Girls. Girlband asal Inggris yang beranggotakan lima cewek dengan karakter yang berbeda-beda ini bisa dibilang sebagai salah satu band pop cewek yang paling sukses sepanjang masa. Saking suksesnya, Spice Girl

024 Zara Rp. 599.900

membuat film berdasarkan popularitas mereka dengan judul Spice World. Film comedy musical arahan Bob Spiers yang dimainkan oleh masing-masing personel dengan karakter uniknya ini menceritakan tentang serangkaian cerita-cerita fiksi yang mengarah ke sebuah konser terbesar mereka di Royal Albert Hall.

Zara Rp. 899.900


Zara Rp. 599.900

Cerita-cerita fiksi yang ditulis oleh Kim Fuller dan Jamie Curtis ini juga menampilkan beberapa karakter fiksi di luar personel Spice Girls untuk membuat gimmick agar cerita ini lebih menarik. Di film ini masingmasing personel bermain sesuai dengan karakternya masing-masing dan gaya pakaian yang berbeda-beda juga, Melanie Chisholm sebagai Sporty Spice dengan muscle tank dan jogger pants, Geri Halliwell sebagai Ginger Spice yang gemar memakai mini dress H&M Rp. 399.900

Topshop Rp. 208.000

dan atribut Union Jack, Melanie Brown sebagai Scary Spice dengan animal print andalannya, Victoria Beckhams (masih dikenal dengan nama gadisnya, Victoria Adams) sebagai Posh Spice dengan bodycon dress yang seksi, dan Emma Bunton sebagai Baby Spice dengan gaya childish namun tetap sensual. It depends on you what you like or what your style is. So, which one are you?

Zara Rp. 899.900

Topshop Rp.499.000

Topshop Rp. 1.562.000

Zara Rp. 999.900

Topshop Rp. 1.145.000

025


The New Heights

Teva memang lebih dikenal sebagai outdoor sport sandal tapi siapa yang tidak tertarik pada sandal platform yang fun ini? Sole yang empuk dan ankle strap yang adjustable akan menambah kenyamanan untuk apapun aktivitas harianmu. Oleh: Anindya Devy. Foto: Dok. Teva.

026


FERRAGAMO’S LOVE AFFAIR Bagaimana mungkin seorang wanita dapat berpaling dari sepasang Varina atau Vara yang begitu cantik? Desain sepatu ikonik dengan sematan pita dan gold emblem dari Salvatore Ferragamo ini tak sekadar indah dipandang, namun dikenal pula berkat kenyamanan saat dikenakan. Kesempurnaan tersebut merupakan buah manis dari perkawinan desain yang apik dengan proses pengerjaan yang begitu rapi dan teliti – a result of the beautiful works of Italian craftsmanship. Kualitas yang dihadirkan Salvatore Ferragamo melalui sepatu-sepatu ikoniknya pun menjadi dikagumi dan dihargai oleh jutaan wanita di dunia. Pengerjaan halus dan perhatian yang sangat mendetail menjadi kunci dari proses pembuatan setiap pasang sepatu. Semua nilai terkait shoemaking ini telah ditanamkan sejak pertama kali brand mewah ini terlahir pada awal era 1920-an. Sebagaimana tujuan utama Salvatore, ialah untuk mengembangkan perusahaan dengan kreativitas khas Italia – hingga melahirkan bakat-bakat luar biasa yang mampu diwariskan dari generasi ke generasi.

Tradisi craftsmanship Italia telah melahirkan unique masterpieces selama berabad-abad. Satu di antaranya ialah rangkaian koleksi sepatu dari Salvatore Ferragamo yang akan membuatmu jatuh hati berkalikali. Oleh: Andandika Surasetja, Foto: Dok. Salvatore Ferragamo.

Akhir September lalu, para pencinta sepatu di tanah air berkesempatan untuk mengungkap proses pembuatan sepatu Salvatore Ferragamo. Seorang master-shoemaker asal Italia, Floriano Pratelli, sengaja diterbangkan dari Florence, Italia untuk sebuah showcase eksklusif, “The Art of Shoes”, untuk memamerkan rangkaian pengerjaan yang menakjubkan untuk menghasilkan kualitas yang luar biasa. Mulai dari pemilihan bahan, pemotongan, serta proses merangkai setiap bagian dengan jahitan dan lem perekat sehingga menjadi sepasang sepatu yang terlihat sempurna di kakimu. Rangkaian showcase ini berlangsung di selama empat hari dalam butik Salvatore Ferragamo di Senayan City dan Plaza Indonesia. Dalam event ini para pengunjung seolah dibawa masuk ke dunia sang pendiri, Salvatore Ferragamo, untuk memahami obsesinya terhadap kualitas dan kenyamanan. Kesempatan unik ini menjadi sebuah momen yang membuka mata. Bahwa proses pembuatan-

nya memakan waktu yang cukup lama dan seluruhnya dikerjakan oleh tangan. Sebuah pertemuan antara tradisi yang luhur, inovasi, perhitungan, seni, dan presisi yang sempurna. Saat rahasia di balik sepasang sepatu Ferragamo terungkap, cara pandang kamu pun akan berubah; kamu tidak lagi melihat Varina dan Vara sebagai sepatu biasa, mereka adalah mahakarya yang sengaja diciptakan untuk dikagumi dan dicintai.


rewinda

omar

girl we

028

Lewat fotografi, Rewinda Omar mempresentasikan hal-hal tidak logis dan pikiran irrasional yang melintas di kepalanya. Hasilnya adalah fotografi hitam-putih yang getir dan emosional. Oleh: Alexander Kusuma Praja. Foto: dok. Rewinda Omar.


“Saya tertarik pada alam dan manusia di tengah-tengahnya sebagai simbolisme akan sesuatu— sebuah ide, sebuah cerita. Saya tak ingin membatasi karya saya pada suatu aliran tertentu. Namun jika bicara estetika saya cenderung untuk memandang realitas saya sebagai suatu hal yang tidak logis, sedikit tidak masuk akal, dan terkadang terlihat seperti mimpi,“ tandas Rewinda Omar saat diminta mendeskripsikan aesthetic di balik karya fotografinya. Pertama kali berkenalan dengan kamera saat masih berusia 13 tahun, Rere, demikian fotografer yang berdomisili di Jakarta ini biasa disapa, mengaku mulai mengenal kamera dengan lebih intim dua tahun kemudian melalui sebuah kamera SLR Nikon FM yang diberikan pamannya sewaktu ia berlibur sendirian ke Surabaya dan belajar fotografi secara otodidak mulai dari membaca buku manual kamera, memahami dasar-dasar fotografi, banyak bertanya, dan eksperimen. Kini, di usianya yang menginjak 25 tahun, Rere tampaknya telah menemukan area fotografi yang membuatnya nyaman, which is fotografi hitam-putih eksperimental dengan medium kamera analog yang dipenuhi simbolisasi dan atmosfer yang broody. “I think it’s part comfort, part love, part chaos and obsessed with black and white. For me grains are prettier than pixels. Grain is a thing of beauty, it gives character, detail, and mood. I want my photos very dark, very black, stronger and deep. Not just presenting black and white but a different way of looking at things. Hitam putih itu tragis, dramatis dan cenderung lebih jelas apa yang menjadi fokus utamanya. It suits me well,” ungkap Rere yang menyebut Ellen Rogers dan Sally Mann sebagai influensnya. As cliche as it might sounds, tak bisa dipungkiri jika dalam industri apapun yang masih didominasi kaum pria, terkadang isu gender dan seksisme masih menjadi benturan bagi kaum perempuan. Sebagai salah satu dari deretan fotografer muda perempuan di dunia fotografi yang tengah bersinar, saya pun tergerak untuk mendengar pendapatnya akan hal itu. “Ah ya, ini adalah pertanyaan yang sangat menarik,” cetus Rere sebelum melanjutkan, “Dunia fotografi pun tak luput dari seksisme. Banyak yang lebih fokus pada kata ‘perempuan’ pada frasa ‘fotografer perempuan’. Kami diapresiasi sebagai ‘perempuan’ alih-alih sebagai seorang seniman. Tentu ada isu-

rere’s faves Listening Komposer Italia, Piero Piccioni.

Beauty Eyeliner.

isu keperempuanan dalam karya saya, namun bagaimana pun saya ingin diapresiasi sebagai seorang seniman yang berkarya—terlepas dari gender saya. Jadi menurut saya idealnya gender tak mempengaruhi apresiasi akan karya seseorang,” tandasnya tegas. Selain berbagai project pribadi, ia pun telah menuangkan karyanya lewat bentuk album cover untuk beberapa band seperti Alice, Feast, dan yang saat ini sedang ramai dibicarakan, album debut bertajuk Taifun dari Barasuara. “Saya mengunjungi Flores pada tahun 2014. Di sana saya sempat mengerjakan beberapa karya konseptual untuk proyek personal. Tak disangka, Iga Massardi dari Barasuara tertarik untuk memakai foto saya untuk debut albumnya. Yang menarik dari proyek ini adalah lokasi pemotretannya yang sangat indah. Banyak sekali hal-hal baru yang saya alami di sana,” kenangnya sambil membocorkan sedikit proyek selanjutnya, “Proyek saya berikutnya bertemakan ketakutan. Mengenai detailnya saya belum bisa bicara banyak tapi di sini saya akan mengeksplorasi salah satu hal yang menguasai manusia selain rasa sakit, yaitu ‘ketakutan’.” Sounds exciting, no?

Movie The Seventh Seal. Inner terror, brooding questions of life. a deep reflection about the perception of human being related to the inconspicuous way that fear and weakness are so bounded among us.

Dream Camera Dream Destination Maroko.

Style Icon

Anna Karina.

Leica M4 the best of the classic film Leica cameras for me and Nikon DF DLSR a classically styled on the outside.


the at-el-ier Dengan kedua tangannya sendiri, Emiria Larasati menciptakan jewelry pieces yang immaculate. Oleh: Anindya Devy. Foto: dok. Atelier Pedra. Ceritakan sedikit mengenai Atelier Pedra, siapa saja yang di belakangnya dan alasan di balik pemilihan namanya. Pedra is experience. Kami selalu mencoba untuk menawarkan lebih dari sekadar produk, tapi juga pengalaman dari sebelum membeli sampai setelah memiliki produk because we believe that with good services always come to good products. Arti dari kata Pedra sendiri yang diambil dari bahasa Portugis itu artinya batu. Karakteristik batu yang raw dan unpolished bisa saja menjadi sesuatu yang cantik dan bermakna jika berada di tangan yang tepat. Kurang lebih seperti Pedra yang dimulai tanpa ada background di bidang jewelry. Namun seiring

030

berjalannya waktu kami keep ourselves ‘polished’ dari terus belajar melalui pengalaman yang kita jalani. Untuk sekarang mostly proses desain, produksi, dan marketingnya masih aku handle sendiri. Kapan berdirinya? Untuk studi dan research produk sudah mulai dari tahun 2012, akhirnya officially released di awal tahun 2013. Konsep dan inspirasi untuk brand ini? Konsep dan inspirasi untuk Pedra itu selain unsur aestethics, aku juga selalu ingin membuat jewelery yang dapat menimbulkan interaksi/ keterikatan dengan penggunanya.


Latar belakang pendidikan Rara? Desain Produk, Fakultas Seni Rupa & Desain ITB. Apa ciri khas desain Atelier Pedra? The composite of clean and raw design. Proses menentukan tema untuk setiap musimnya bagaimana? Untuk menentukan tema biasanya kami memulai dari research dan penetrate demand pasar dan tren yang sedang berlangsung. After that, it mostly depends on my mood. Ada desainer/brand luar yang kalian jadikan inspirasi atau favorit? I always adore Michele Lamy. Menurut kamu secara spesifik pengguna Atelier Pedra itu siapa? Persona dari pengguna Pedra itu sosok yang smart dan independent yang bisa menonjolkan karakter personalnya, seperti teman-teman kami yang kami liput sebagai Pedra Portraits di konten jurnal kami.

Dengan banyaknya label lokal sekarang ini, siasat kalian untuk keep up dengan persaingannya bagaimana? Menurutku perhiasan itu produk yang cukup adaptif, karena walaupun sebenarnya kita melihat dua bentuk perhiasan yang berbeda, beberapa bentuk tertentu bisa dengan mudah terlihat mirip dengan yang sudah orang lain lakukan, terutama untuk simple dan modern jewelry.  Tapi aku selalu berpikir kalau Pedra sudah menemukan identitas dan plot design-nya sendiri. Jadi, aku berharap karakter ini bisa membawa Pedra untuk berjalan dengan arah kita sendiri yang bisa membuat kita menonjol. Target berikutnya apa, secara segi desain dan penjualan Dari segi desain kami akan mengembangkan beberapa desain yang lebih friendly untuk memperluas market kami. Sebutkan dalam 3 kata yang dapat menjelaskan Atelier Pedra Passion, craftmenship and intuition.

031


Koleksi resort selalu menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang ingin mengekspresikan dirinya di kala musim liburan tiba. Tory Burch merupakan brand yang cukup rajin mengeluarkan koleksi resort setiap tahunnya dan koleksi resort 2016 kali ini dipenuhi kejutan. Tidak hanya koleksi pakaian, Tory Burch mengeluarkan

rancangan accessories kacamata untuk melengkapi tampilanmu di cuaca yang cerah. Menggabungkan elemen feminin dan minimalis sekaligus, koleksinya kali ini terdiri dari oversize trousers, unstructed coats and skirts dengan palet yang didominasi warna pastel. Tidak hanya itu, Tory Burch always plays with unexpected prints and fabrics to make the clothes more eye catching. Both the sun glasses and the clothes are perfectly fit together for evening events.

RESORT TAKE THE WHEEL 032

Kabar gembira datang dari high-end brand Prada yang baru saja membuka store pertamanya di Indonesia, tepatnya di shopping mall Pacific Place. Store yang terdiri dari section wanita dan pria ini terdiri dari ready-to-wear, leather goods, accessories serta footwear collections. Store yang dirancang oleh arsitek Roberto Baciocchi ini menonjolkan sisi glamor, seakan ingin menunjukkan identitas dari brand Prada itu sendiri. Lengkap dengan black mannequins dan tentunya koleksi terbaru dari Prada yang siap dinikmati oleh fashionista, the store is just magnificent as you can see from the outside also the inside. Tidak hanya itu, acara pembukaan store Prada kali ini menggundang sederetan artis-artis di Indonesia yang hadir untuk meramaikan suasana. So ladies, save your money for Prada!

PRADA BENVENUTO!

dash and dapper

Dengan desain yang clean tanpa features yang terlalu banyak, we all agree bahwa jam Daniel Wellington looked good on you. Anggun, tipis, refined, dan perfectly round, jam yang minimalis ini pun telah menjadi sebuah produk yang ikonik. Koleksi terbarunya, the Dapper collection memiliki tampilan baru yang exciting. Memiliki 38mm diameter, the Dapper collection memiliki tampilan baru dengan jarum penunjuk berwarna deep blue, Roman numerals dan date

display yang simpel dan stylish. Dipadankan dengan genuine Italian leather, jam yang timeless ini akan menjadi great addition untuk wardrobemu. Kunjungi their official Instagram account @ danielwellington dan website www.danielwellington.com dan khusus bagi pembaca NYLON, Daniel Wellington memberikan exclusive 15% discount setiap pembelian di website mereka. Jangan lupa masukkan “NYLON� di bagian promotion code, right before you check out! Be dapper and be your own style icon! Anindya Devy


holiday guide by tory burch Holiday season is coming! Tidak hanya kamu yang menunggu-nunggu liburan untuk datang lebih cepat, Tory Burch juga menyambut liburan dengan meluncurkan koleksi Tory Burch’s Holiday Gift Guide yang penuh warna. Koleksi kali ini di antaranya handbags yang didesain dengan warna dan graphic satchels dan cross body bags berbahan kulit, tote bag dengan tampilan shimmer and shine. Accessories yang terdiri dari Swiss Made Watches, bracelet, sunglasses dan small goods yang cocok dijadikan hadiah untuk teman terdekat. Kali ini Tory Burch menampilkan warna warna ceria dengan sentuhan holiday spirit seperti pink, kuning, putih, dan biru. So girls, are you ready for a chic holiday?

Time flies. That’s what people notice ketika melihat jam di pergelangan tangan. Jam tangan menjadi bentuk aksesori yang sangat penting, kenapa tidak? Waktu adalah segalanya dan merupakan hal yang tidak bisa dikompromi. Di tahun 2015 ini, Omega mengangkat tema keselarasan antara wanita dan jam tangan untuk koleksi terbarunya. Sejak pertama kali meluncurkan produknya di tahun 1902, Omega terus berinovasi merancang jam tangan dan jewelry at the same yang stylist yet sophisticated. Mengikuti perkembangan zaman dan tren

yang ada, kali ini Omega meluncurkan rangkaian koleksi De Ville yang terdiri dari Dewdrop, The Aqua Terra, De Ville TrĂŠsor, Ladymatic, dan Constelation. Kelima jam tangan tersebut dirancang dengan sentuhan glamour, high fashion and also includes diamonds and pearls. Melalui campaign yang dibintangi oleh Nicole Kidman, this precious collection will be available soon.

HER TIME BY OMEGA WATCH

Merupakan kolaborasi pertama yang dijalin oleh Kate Spade dengan lini sepatu Keds di musim gugur 2015 ini. Kate Spade x Keds menghadirkan 15 produk sneakers terbaru berbahan kain yang tebal dengan motif yang seru dan variatif yang dilengkapi dengan warnawarna yang khas

dengan musim gugur. Koleksi yang diberi nama Triple dan Triple Decker hadir dalam tipe laceup, slip-on serta double up-hi, dan hi-top sneakers. Koleksi ini tersedia di dua kota di Indonesia, yaitu di store Keds Jakarta dan Bandung.

ACE SPADE

033


GO PLAY

VIDEO GAMES Ada sesuatu yang baru dari On Pedder di ulang tahunnya yang ke-10. Untuk Merayakan anniversary-nya, On Pedder berkolaborasi dengan Nicholas Kirkwood dalam merancang sepatu dan aksesori yang ikonik. And the idea came from video game! Tahun 1980 menjadi tahun kelahiran bagi Nicholas dan Pac-Man, di mana di tahun tersebut sedang demam dengan arcades, toys and films. Pop culture memberikan pengaruh yang besar bagi karya Nicholas

INTRODUCING PATT dan begitu pun dengan hasil yang amazingly and surprisingly sangat collectible. The eccentric shoes yang dinamakan “10” ini dirancang seperti datang dari dunia video games dengan warnawarna neon, desain yang futuristis dan memiliki tema berbeda untuk setiap pasangnya. This collection is available at On Pedder’s Plaza Indonesia.

034

Mad Ants, salah satu online gallery di Indonesia memperkenalkan lini fashion terbaru yaitu PATT yang turut berkolaborasi di tahun 2015 ini. PATT yang merupakan singkatan dari patterns, sudah berdiri sejak tahun 2014 dan mengutamakan produk yang fungsional dan dapat digunakan sehari-hari. If you find yourself love to mix and match your outfits and accessories, PATT is the answer. Dengan pattern dan warna yang unik, PATT memiliki keunggulan di koleksi terbarunya, yaitu patterns yang penuh dan color block yang catchy. Mengusung tema “Tristripes”, koleksi ini menggabungkan tiga patterns yang unik: batu, gunung, dan geometri di dalam satu layout dan menjadikannya sebuah bentuk yang memiliki cerita. You can find their products only at www.mad-ants.com.


DRIPS AND DROPS. Terinspirasi dari cuaca hujan dan jalanan di kota Copenhagen, RAINS terlahir dengan fokus utama menciptakan traditional raincoat. Outerwear memang menjadi hal yang penting ketika kamu tinggal di wilayah dengan tingkat curah hujan yang tinggi dan hawa yang dingin. Koleksi Autumn/Winter 2015 yang dirancang oleh RAINS mengangkat tema nature. Warna untuk koleksinya kali ini

sendiri mengimitasi warna warna dari blue ocean, dusty grey and brown sand, and casual soil color. Terdiri dari 3 rancangan outerwear: Anorak, Long Jacket, dan Curve Jacket serta 3 tass: Messenger, Tote, dan Day Bag. This Outdoor collection is ready to mingle on the street.

De.la.pan, yang merupakan fashion brand yang di balik nama tiga sekawan: Radityo Puspoyo, Zinnia Subaida, dan Damita Almira yang mempunyai visi yang sama untuk membuat bagaimana tradisi Indonesia dapat digabungkan dengan sentuhan desain modern dan segar agar dapat ditransformasikan menjadi baju ready to wear bagi kaum muda. Melalui launching perdananya di Museum LayangLayang Indonesia, de.la. pan turut berpartisipasi meramaikan acara perayaan perkumpulan seluruh museum Jakarta.

Membawa batik dan ciri khas tradisional Indonesia ke ranah fashion, de.la.pan ingin mengedepankan tradisi Indonesia dengan bangga memperkenalkan sekaligus memakai batik. Proud to be Indonesian!

WAKAI X KEITH HARING

TRADITIONAL CULTURE TO THE TOP.

As we know Wakai firstly designed for young people with colorful colors and pattern. Sepatu Wakai yang nyaman dan selalu bereksplorasi dengan pattern dan warna menjadi pilihan untuk anak muda yang ingin tampil stylist namun praktis. The good news is, Wakai berkolaborasi dengan seniman Keith Haring yang terkenal dengan karyanya mengenai isuisu sosial. He also brings up the idea of urban culture back in 80s. Tidak hanya itu, Haring juga mengembangkan estetika graffiti pop ke dalam karya karya pribadinya dan juga untuk kolaborasinya dengan Wakai. Koleksi Wakai kali ini sangat kaya dengan warna dan juga printed design yang bervariasi yang pastinya bikin mata kamu ingin terus menatap sepatu barumu. Let’s call the pop color shade to the front!

035


Jaket satin aksen ruffle, Margot & Sage.


Warna-warni technicolour bisa dipakai untuk tampilan feminin but still in a cool way. Dare to wear your colours!

STYLIST: ALIA HUSIN FOTO OLEH: ANDRE WIREDJA – NPM PHOTOGRAPHY MODEL: MARIIA – WYNN MAKE UP: ROMMY ANDREAS SASUWE – THE A TEAM MANAGEMENT HAIR: JEFFRY WELLY – STUDIO 47

Elec tro lyte


dip it So far, produk-produk milik Anastasia Beverly Hills belum pernah mengecewakan. Tidak heran kalau brand asal Amerika ini sudah masuk dalam list cult beauty brands. DipBrow Pomade adalah pomade dengan formula tahan air dan smudge free yang dapat menciptakan the illusion of full and thick brow yang indah. Teksturnya yang creamy mudah diaplikasikan ke alis dan dapat membentuk dan mengisi bentuk alis yang terlihat natural. Gunakan brush khusus, saran saya adalah angled brush #12 dari Anastasia Beverly Hills untuk menciptakan look yang sempurna. Memiliki finish yang matte, pomade ini ideal bagi kamu yang memiliki oily skin dan tinggal di iklim yang lembap.

ANASTASIA BEVERLY HILLS DIPBROW POMADE

Strong Brow Game

Karena not all of us diberkati alis sempurna seperti Cara Delevingne, kita butuh produk-produk berikut ini untuk mengakalinya.

038

Oleh: Anindya Devy. Ilustrasi Oleh: Kanishka Andhina.


the kit

i’m all set

Brow kit ini adalah yang kamu butuhkan untuk menciptakan alis yang natural dan flawless. Bobbi BrownBrow Kit ini terdiri dari 2 warna eyeshadow matte yang berfungsi untuk define dan mengisi alis, kaca dua sisi (satu sisi yang magnified bisa digunakan untuk precise tweezing), a mini tweezer dan a mini brow brush. Simply gunakan tweezer untuk membersihkan alis yang tidak diinginkan lalu gunakan shade yang lebih gelap untuk mengisi bagian alis yang tipis lalu shade yang lebih muda untuk menambah the fullness of the brow. Harga dari eyebrow kit ini memang tidak murah, tapi kamu harus ingat bahwa eyeshadow powder-nya memiliki silky smooth blending texture yang last long enough hingga 9 bulan lamanya!

Kalau kamu bukan tipe orang yang senang menggambar alis matamu, produk ini adalah solusinya. MAC Brow Set ini adalah a brush-on gel yang bisa strokes brows into shape dan menambah shine pada saat yang bersamaan. Produk ini juga memiliki banyak review positif tentang staying power-nya yang tahan sepanjang hari. No wonder brow set ini menjadi one of the Holy Grail of beauty products. Precise brush yang dimilikinya dengan mudah dapat mengisi alis dan juga membantu mengatur alis yang berantakan. Jangan khawatir, gel ini tidak akan membuat alismu terlihat kaku dan keras, bahkan sebaliknya, soft and nice. Bayangkan saja produk ini seperti maskara untuk alismu.

BOBBI BROWN DARK BROW KIT

MAC BROW SET

bulletproof, proven Apa yang membuat produk ini worthy untuk masuk ke list produk-produk pilihan di artikel ini? Well, this groundbreaking brow definer adalah gabungan powder, gel, and setting wax all-inone dengan formula cashmere clay yang lembut, Bulletproof Brows dari Too Faced ini adalah produk yang kamu butuhkan berada di makeup pouch-mu. Sekali kamu sudah menguasai cara pemakaiannya, kamu bisa dapatkan alis yang natural dalam waktu 60 detik saja. It’s simple, actually. Pertama: sisir alis, lalu dip brush in product lalu mulailah menggambar bagian bawah alis, lanjutkan dengan bagian atas alis lalu tinggal fill in the brows. Last step, sisir lagi alis arah horizontal sambil membentuknya.

TOO FACED BULLETPROOF BROWS

039


040

s,

rk

da

s

t po

er

of

lip

at

w

er

o pr

lin

ow el op ak

to

ur

r pe

re

co

m

m

de

en

Sm

pr

u

e dg

oo

f

Li

p

gl

, of

o pr er t! at r w effo tra ex

ju

st

sli

de

on

ey

e

sh

ad id ik

el

M ke ny y th ke a m y Li eB ny e an p m alm ala il g s d , R n b iki w ipe p ibir ar rk 24 m na ay u 5. . ya a d 00 ng en 0 se gan ks e i, t ks ap tra i ju k ga gin ak sen an g m ini el tid in a du k ng i

th

oo

in sk

ow in

ey

w

ad

rc

Sh

ad

po

e

do

e

a sh sm

ain

Ey

m

e ak

Re

Te oo da ks se n tur P ha ny o b lu a wd An eba s ya e ak ng r na s d an s F Su ari m up ou i, po en er n Rp ri gh rin da . 5 -po as ga tio r 30 i. ilk n n an .0 00 ya ng

er

n

d te l en oh gm r, k i r p line pe ye su e . ow ad h es ey

ha

ad

ow

L

ht

U

RE

n yan KA se g JA ba au L ga ty, Ey i Rp e .4 Pe 50 nc .0 il 00 , d ini b an is a

Be

ta

AQ

U

the

m A M M ata ak m AT e ut IC Up an p Fo a dan Wa rE te rp ve r, ro Rp of .2 G 70 lid .0 e00 O

ka

na

ok ey

m u

sm il

ik

e

nc

st

th

c ill w . k o lo

e Ey pe

lip

up

sh

ga

t

en

ig

ts

B U b en A M ent tuk M ak uk p AT en I e U si C p l Fo d da Wa r E i ke ri te rp ve lo ro r, pa of Rp k G . 3 ma l 20 t a in ide . .0 i a -O 00 ka n n E m ye em S pe ha rm d ud ow ah m u G m P im em ak rod m bu e u a na n k at B Be tur me alis ro ne al. mb ya w fit n ua g ,R ta p lis 39 m u 0. te 00 rli 0 ha tp en uh da ini n

AQ

om

im

e

gu

pl

m

YS L

Ci

se

ro

CO UT

m

g

di

i Sh

rin

hi

l gh

A

E

n co

nd ini yLo m d bisa en an k u un ju am M juk ga u an pa ka iz th n ka er eB be iu alm nt nt u , R te k w unt uk p rba aj uk 41 ik ah 5. mu 00 ! 0

n a da k m an efe k h k isa ntu . em u h m ata inda h n m as aka ulu an r L a ini at b sar d .000 e ll ar gk e 50 Ro ask gan bih b p 3 M en le , R m ng fit ya ene B

Te QU ta ks A M mp tur LI ak il P e se W U m at p er Fo pur pr r E na ve se da oof r, pa ri Li Rp n p .2 jan Li 70 g n .0 ha in er 00 r i i. ak Pe an nc m il en ja

B

Pr roa ve od d n B aja men uk i Sp et h ce ni b ec te C ya g is tr r M lin ng ah a um a iq m ue me em S ke , r ba PF up pr ata n ic d tu 15 e an by c k mu re era ulit qu h es ! t

w

N

W ail ar C na o Th bi lou e ru r Bo ny C dy a ru Sh sh op ,R p 99 .0 00

The Look: Eudon Choi FW’15

connect Look dari desainer kelahiran Korea, Eudon Choi untuk runway FW’15-nya ini akan membuat hari yang membosankan jadi lebih menyenangkan. Oleh: Anindya Devy.

dots lo

ok

os

s

d

su

do


Kenakan eye pencil ini untuk menghasilkan smokey look yang tahan hingga 12 jam lamanya. YSL Beauty, Rp

the aristocrats Lip gloss yang tidak lengket ini menghasilkan gloss yang ringan namun intens dan menggoda. YSL Beauty, Rp 485.000

AQUABROW Waterproof Eyebrow Corrector

Eyebrow corrector yang dapat mengisi, membentuk, dan memperpanjang alis ini memiliki creamy gel texture yang mudah diaplikasikan. Make Up For Ever, Rp.570.000

COUTURE KAJAL Eye Pencil

GLOSS VOLUPTE

Alessandro Dell’Acqua menginjeksikan mood yang aristocratic untuk koleksi FW’15-nya kali ini. Oleh: Anindya Devy.

Color Design 5 Pan Eyeshadow Palette

Eyeshadow palette dengan warna netral ini akan menciptakan koordinasi warna yang anggun. Lancôme, price by request

AQUA ROUGE Waterproof Liquid Lip Color

Lip gloss dengan opaque pigments ini akan menghasilkan matte finish yang longlasting. Make Up For Ever, Rp.330.000

TimeBalm Face Primer

Primer yang mengandung vitamin A, C, dan E ini akan melindungi kulit wajah dari sinar matahari dan memperbaiknya dari berbagai kerusakan. theBalm, Rp 435.000

Brightening Brick

Mengombinasikan efek dari bronzer, blusher dan highlighter dalam satu compact ini, kulitmu akan mendapatkan that extra glow yang dibutuhkan. Bobbi Brown, Rp 600.000

GRANDIÔSE

AQUA LINER

Liquid liner ini memiliki tingkat presisi yang tinggi dengan pigmentasi warna yang tidak perlu dikhawatirkan lagi. Make Up For Ever, Rp.310.000

Gagang dari swan-neck mascara ini akan dengan mudah mengikuti bentuk wajahmu ketika mengaplikasikannya. Lancôme, Rp. 580.000

Blanc Expert Cushion Compact

Cushion-nya akan mengambil jumlah foundation yang dibutuhkan untuk effortless application, menghasilkan dewy fresh glow dalam beberapa detik saja. Lancôme, Rp. 450.000

041


get this

RED LIPSTICK DICINTAI KARENA KEMAMPUANNYA UNTUK MENGUBAH TAMPILAN IN A SPLIT SECOND. THESE ARE THE BEST ONES. OLEH: ANINDYA DEVY.

Rouge Pur Couture in Le Rouge Extra Creamy Round Lipstick in Snow White

Seperti Snow White, kamu pun bisa sweeps any prince off their feet dengan lipstik deep red ini. NYX, Rp.55.000

Lipstik ikonik yang pernah menciptakan skandal pada tahun 1978 ini simply wajib dimiliki oleh setiap perempuan. YSL Beauty, Rp.495.000

Topshop Lips in Rio Rio

Menjadi lipstik favorit para It Girls seperti Alexa Chung dan Poppy Delevingne, lipstik bright pink-red ini juga cocok untuk most skin tones. Topshop, Rp 169.000

Creamy Matte Lip Color in Red Carpet

Lipstik matte dengan right bright red ini adalah pilihan tepat untuk tampil ala selebriti Hollywood. Bobbi Brown, price by request

MAC Lipsticks in Ruby Woo

Salah satu lipstik merah paling terkenal dari MAC ini memiliki formula extra matte, extra red and extra long lasting! MAC, price by request

Super Lustrous Lipstick in Certainly Red

Selama tujuh dekade lamanya lipstik merah yang bold dan fierce ini menjadi andalan para perempuan di seluruh dunia. Revlon, price by request

Rouge Dior in Cannage

Lipstik ini adalah salah satu timeless lipsticks yang memiliki rich pigment dan long lasting. Cannage memiliki warna warm bright red yang flattering. Dior, price by request

Semi-Matte Lipstick in Heat Wave

Memiliki bright orange-red hue, lipstik yang creamy ini akan terlihat seksi di kulit gelapmu. NARS, price by request

042

Rouge Allure Luminous Satin Lip Colour in Pirate

L’Oreal Colour Riche Lipcolour in British Red

Bright red lipstick yang glides on smoothly ini telah masuk ke berbagai best red lipsticks reviews. L’Oreal Paris, price by request

Warna klasik dari Chanel ini memiliki bluetoned red yang rich dan flattering untuk skin tone kuning langsat. Chanel, price by request


Private Icon: Kiernan Shipka Too fa

ced

lashg

asm

: pric

e by

requ

est

BELLE AT

THE BALL Revlo

n pho

torea

dy : R

p. 80

.000

Sma

shb

ox : p

rice

Lip

equ

: gloze

est

00

90.0

Rp. 2

ow

:R

p.

26

0. 00

0

Stila

by r

uest

n

ey

e

by req

te

founda

sh

ad

Brown

: price

kit

st

reque

Bobby

wder tion po

ila

ce by

il : pri

penc

beautiful young teenager, Kiernan Shipka yang menyebut Grace Kelly sebagai role model-nya juga memiliki bakat menari sejak dirinya masih berusia 5 tahun dan di umurnya yang masih belia, she knows how to dress just like her age. Tidak seperti kebanyakan remaja di Amerika yang put-too-much make up, Kiernan memilih tampil natural baik sehari-hari maupun di red carpet. Dirinya juga seringkali disandangkan oleh selebritas papan atas lainnya di jajaran “best dress� berbagai versi majalah maupun fashion websites. We could say, she is definitely The Next American Rising Star!

Kiernan Brennan Shipka atau dikenal dengan nama Kiernan Shipka merupakan seorang remaja berusia 15 tahun yang sudah memulai karier sejak 6 tahun. Peran pertamanya di serial drama Mad Men sebagai Sally Drapper mendapatkan penghargaan Screen Actors Guild Award untuk Outstanding Performance by an Ensemble in a Drama Series di tahun 2008 dan 2009. Since then, Kiernan mendapatkan peran-peran di film Smooch dan Flowers in The Attic serta menjadi pengisi suara di serial The Legend of Korra dan Sofia the First. From baby girl to a

St

l brow

a L’ore

Some people on the internet may know this teenage girl, but for you who still wonder who Kiernan Shipka is, you better know her better right now. Oleh: Kanishka Andhina.

043


The Hair Dare! A new season has come and you know you need a slight change. Entering the new season with a new hairstyle & color might do just fine! Untuk mewujudkan tata rambut impian wanita di Indonesia, Shiseido Professional sebagai brand premium kecantikan rambut bekerja sama dengan Sonny Sutandar, hair stylist & art director Sonju Hair Art Gallery (SHAG) mempersembahkan rangkaian tren tata rambut musim gugur 20152016 bertema ‘Stylish Starlets’. Terinspirasi dari penampilan perempuan urban di kota-kota besar dunia, yang selalu tampil stylish, effortless, dan berkarakter meski harus berhadapan dengan aktivitas yang menyita banyak waktu, Stylish Starlets hadir dalam 3 tampilan gaya rambut yang berkarakter, unik, dan mampu menonjolkan kepribadian dan pilihan gaya ala perempuan urban di Indonesia.Terdiri dari Glam Boho dengan tata rambut wavy long layer dan teknik pewarnaan tie-dye bernuansa pink burgundy untuk mewakili gaya girly & bohemian, Urban Chic dengan

let’s st ay yo u n g ! 044

Dikenal dengan konsistensinya dalam menyediakan berbagai produk kecantikan, brand asal Prancis, Yves Rocher kini hadir dengan inovasi terbarunya, yaitu rangkaian Serum Vegetal, the anti-wrinkle star. Memanfaatkan kandungan ekstrak Ice Plant, atau Life Plant dari gurun di Afrika Selatan yang mampu beradaptasi di kondisi ekstrem sekalipun, dan kemudian dihasilkan dengan menggunakan teknologi Natural Assimilation Technology untuk hasil penetrasi dan penyerapan zat aktif botanikal dari Ice Plant pada kulitmu. Terbagi dalam dua rangkaian perawatan wajah yaitu Serum Vegetal Wrinkles & Lifting dengan kandungan Ice Plant dan Sandthorn yang bermanfaat dalam mengembalikan elastisitas kulit, melawan kerutan dan memperbaiki fitur wajah, serta rangkaian Serum Vegetal Wrinkles & Firmness dengan kandungan Ice Plant dan Acacia Gum yang aktif mempertahankan kekencangan dan kekenyalan alami kulit. Keseluruhan rangkaian terdiri dari serum, day & night cream, eyes & lips filler, cleansing milk, lotion, mask dan cleansing wipes yang siap melengkapi kebutuhan perawatan wajahmu. We’ll stay young forever! Vinny Vindiani.

potongan long bob dan teknik pewarnaan rambut hidden highlight bernuansa dark brown & greyish untuk kesan anggun, modern, independen dan tetap memiliki sisi feminine, serta Girl Power yang fun and daring dengan potongan rambut pixie yang edgy dan nuansa warna natural beige atau caramel beige sebagai paduan yang eye-catching. Bila cutting sudah ditangani oleh tangan ahli Sonny dan SHAG team, pewarnaan rambut sepenuhnya menggunakan Shiseido Professional Primience yang diformulasi khusus untuk warna kulit dan rambut wanita Asia dengan 14 warna primer yang mampu menghasilkan 93 hasil akhir. Bukan cuma pilihan warna yang bisa disesuaikan dengan tampilanmu, Primience juga dilengkapi dengan teknologi anti-aging dan molekul aktif S-Hyaluronic Acid untuk mempertahankan kelembapan alami sel rambut dan kulit, mencegah penuaan sel, serta warna dasar yellowish brownnya yang tetap memberikan pigmen warna natural saat memudar. Now this is revolutionary! Dare yourself to try a new stylish starlets look! Vinny Vindiani.


I WOKE UP LIKE THIS!

Mencukupi jam tidur sehari-hari seperti sudah jadi hal yang langka dan berkesan mewah, apalagi dengan kesibukan di dunia karier, bersosial, dan hal-hal lain yang menyita waktu. Hadir dengan Water Sleeping Pack di tahun 2002, kini LANEIGE kembali memperkenalkan best selling product-nya ini dengan inovasi terbaru LANEIGE Water Sleeping Mask dan Lip Sleeping Mask. Serunya lagi, perkenalan pertama kami diadakan bersamaan dengan LANEIGE Slumber Party di Raffles Hotel, Jakarta. Oleh: Vinny Vindiani. Fotografi: Dok. Laneige Indonesia.

Diawali dengan sambutan oleh perwakilan LANEIGE INDONESIA, Zefanya Deby dan Dian Muldiningsih yang berlanjut dengan presentasi produk, we got all the new information and all the magical function from both of the products. LANEIGE Water Sleeping Mask mengadaptasi teknologi Sleeptox yang mampu merevitalisasi dan mengembalikan kulitmu ke kondisi optimal overnight setelah seharian beraktivitas di luar, Moisture Wrap dengan kandungan Hydro Ion Mineral Water, Evening Primrose extract dan Hunza Apricot Extract yang kaya anti-oxidants dan mampu mengunci kelembapan maksimal pada kulit wajahmu, serta Sleepcent dengan aroma-therapeutic beraroma orange fruit flower, rose, ylang ylang dan sandalwood oil yang memberikan efek relaksasi selama tidur malammu. Tidak hanya wajah, untuk permukaan bibir yang lembut dan bebas dari kekeringan dan pecah-pecah, LANEIGE Lip Sleeping Mask hadir dengan kandungan berry mix complex yang kayak akan vitamin C dan anti-

oxidants, Moisture Wrap untuk memberikan kelembapan maksimal serta Sweet Fruity Berry Fragrance beraroma segar yang sempurna memberikan perawatan sepanjang malam. When the night come, so did the Pyjamas Party! We gathered together at the function room and enjoy the dinner with PJ’s on, a funny little runway moment, dan tentunya dilanjutkan dengan nonton bareng yang wajib dilakukan saat slumber party (oh! We watched horror movie and it turned out funny ‘cos some of the weird scenes). Di penghujung slumber party, saya dan para beauty editors lainnya diberi kesempatan untuk merasakan langsung khasiat dari duo Sleeping Mask lewat facial time di kamar kami masing-masing sebelum beristirahat malam. I must say, this is an awesome treatment. Not just me, now you can wake up as fresh as possible and said, “I woke up like this!” too!

045


THE Menjadi produk andalan dari The Body Shop dalam hal mengatasi any acne problems, rangkaian produk revolusioner Tea Tree kini sudah mencapai usia 20 tahun. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1995, Tea Tree Oil mampu memberikan banyak manfaat, bahkan selain mengatasi jerawat, karena

KISS KISS BANG BANG

046

If there’s something girls can’t resist, it must be lipstick for sure! YSL Beauté always knows how to make girls look prettier. Lipstick Rouge Pur Couture Edition yang merupakan simbol legendaris dari produk ternama ini, kini hadir dengan edisi Kiss & Love. Sesuai dengan nama koleksinya, produk Le Rouge, Le Orange dan Le Fuschia dirancang dengan aksen bentuk bibir di sudut logo YSL, lengkap dengan cap bibir di bagian lipstiknya. So cute! Kandungan formulanya juga membuat bibir terasa lembut karena mengandung pelembab dan antioksidan. And one thing, koleksi lipstik Kiss & Love ini dibuat terbatas dan diusung dalam kampanye yang bertema #aKisstoRemember. So why don’t you grab them fast and it’s gonna be your true loves kiss, yes girls?

MIGHTY TWENTY

kandungan anti-bacterial alaminya yang menjadi bahan utama pada setiap produknya. Seiring perjalanan waktu, rangkaian skincare Tea Tree bukan hanya hadir dalam bentuk Oil, tapi dalam 14 jenis produk, dari BB Cream, Skin Clearing Facial Wash, Toner, Pore Minimiser, Lotion dan lain-lain yang seluruhnya diperoleh secara organik

fairy hairy Siapa bilang parfum hanya bisa disemprotkan di area tubuh saja? It's a big no. Semakin marak dan banyaknya inovasi dari produk kecantikan, hair mist menjadi salah satu produk wajib untuk kamu yang tidak hanya ingin memiliki rambut indah namun wangi dan fresh. Sudah 14 tahun Chanel merancang dan mengeluarkan produk wewangian sampai hari ini. Dengan sejarah yang panjang, Di tahun 2015, Chanel bekerjasama dengan Olivier Polge melahirkan Chanel Chance Eau

dan alami dari program Community Fair Trade di wilayah perbukitan Gunung Kenya. Bagi kamu yang sudah setia menggunakan rangkaian produk Tea Tree atau baru mengenal khasiatnya, dalam rangka ulang tahunnya ini, The Body Shop juga meluncurkan limited edition supersized collection, dari skin clearing facial wash 400ml, skin clearing toner 400ml dan tea tree oil 20ml. Get it while it lasts! Vinny Vindiani.

Vive, menggebrak pasaran dengan mengeluarkan produk hair mist tanpa harus dibilas maupun dikeringkan. It's pretty simple to apply, just spray it to your hair and let it dry. Just like you apply your daily perfume on your skin. Dikemas di botol serupa dengan Chance fragrance, hair mist ini tersedia dalam ukuran 35ml dan 150ml.


Let’s be honest

Benefit They’re Real! Maskara yang dikenal sebagai maskara mewah best seller no.1 di Amerika Serikat dengan custom brush fungsional berujung sikat bulat yang mampu memberikan efek longer, thicker, dramatic, curler and long-wearing, kini hadir dengan 3 warna menarik, beyond black, beyond brown dan beyond blue yang terlihat fresh and quirky at the same time. The fenomenal push-up liners juga semakin beragam dengan tambahan warna beyond brown, beyond blue, beyond purple dan beyond green yang melengkapi pendahulunya, beyond black. Bukan hanya pilihan warna yang popout and flattering, They’re

Real! Push-up liners juga menjadi unggulan karena teknologi accuflex tip yang memudahkan pemakaian eyeliner karena pengaplikasiannya yang stabil dan permukaan ujung yang flexible and soft, serta waterproof formula yang membebaskanmu dari momen memalukan seperti liner-smudges all over your eyes. Tidak setengahsetengah, dalam kampanye “They’re Real! In Full Color”, Benefit Cosmetics membawa serta nama besar David LaChapelle, untuk menghasilkan sebuah karya bernuansa sexy and surreal, tanpa membutuhkan rekayasa & ilustrasi digital. Such a perfect fit! Vinny Vindiani.

oh-sofrenchy! Terinspirasi dari kehidupan elegan ala Parisian, ELLE fragrances yang dilisensikan di bawah The Berdoues Group hadir dengan dua varian parfum yang sama-sama menyuarakan kesan segar dan belia, khususnya karena kedua parfum ini diformulasikan bagi para remaja yang aktif, energik, dan trendi. So Pretty! with its lively & playful

smells, hasil perpaduan bergamot, mandarin citron yang segar, sisi floral dari rose, jasmine fleur d’eau, dan woody scent. Sementara So Sweety! Terkesan lebih ringan dan manis, karena perpaduan cedar dan white musk yang lembut, sweet vibe from freesia heart & lotus flower, serta sentuhan segar dari buah lemon dan apel. Berhiaskan pop out pattern di sekujur packaging dan botolnya, serta cute signature bead So Pretty! dan So Sweet! are the two perfect choices for two different personalities! Vinny Vindiani

047


WIND AND WISP

Beri twist pada kepangan French braid klasik dengan tatanan yang lebih messy. Hasilnya adalah tampilan yang lebih lembut, laidback dan oh-so-cool.

Anting, ear cuff dan knuckle ring, Stradivarius. Cropped tank top, Topshop.

048


STYLIST: ALIA HUSIN FOTO OLEH: ANDRE WIREDJA MODEL: MARIIA –WYNN MAKE UP: ROMMY ANDREAS SASUWE – THE A TEAM MANAGEMENT HAIR: JEFFRY WELLY – STUDIO 47

Terinspirasi dari Mad Max, ini saatnya untuk go mad with your look! 049


FLY HIGH

Lawan gravitasi dan berikan fokus unik pada tampilan! Kepangan rambut yang struktural dan penuh tekstur pasti get some attention.

Choker besi, H&M. Kalung tumpuk besi, Stradivarius. Cropped tank top (dikenakan secara asimetris), Topshop.

050


SWEET & SASSY

Kalung aksen rantai, Stradivarius.

Berikan update pada schoolgirl braids dengan paduan kepangan cornrow. Siapa bilang tampilan demure tidak bisa terlihat edgy?

051


Anting stud dan single earring, Stradivarius. Jaket bahan crepe, milik stylist.

DESERT SHADOWS

Sapuan warna bronze yang dipadukan dengan lipstik yang shimmery bisa menjadi pilihan untuk tampilan malam hari yang fresh dan tidak terlihat ‘berat’.

052


WILD TWISTER

Bingkai wajah dengan micro braid yang dinamis. Padukan dengan make up look yang simpel and let your hair do the talking.

Kalung cermin, milik stylist. Atasan bralet, Forever 21. Arm cuff, Stradivarius.

053


marathon guide THERE ARE SO MANY WAYS TO ENJOY YOUR MOVIE MARATHON MOMENT, TAPI AKAN LEBIH SERU LAGI JIKA MOVIE MARATHON LIST TERSEBUT DIBUAT DENGAN TEMA TERTENTU. CHECK OUT ALL THESE MOVIE MARATHON IDEAS, OR ELSE YOU MAY MAKE IT ON YOUR OWN. OLEH: VINNY VINDIANI. ILUSTRASI OLEH: SARAH NABILA.

director’s team WES ANDERSON Bottle Rocket, Rushmore, The Royal Tenenbaums, The Darjeeling Limited, Moonrise Kingdom, The Grand Budapest.

QUENTIN TARANTINO Reservoir Dogs, Pulp Fiction, Kill Bill, Death Proof, Inglourious Basterds, Django Unchained.

054


Others:

MARTIN SCORSESE

Christopher Nolan, Hayao Miyazaki, M. Night Shyamalan, Sam Raimi, Stanley Kubrick, Sofia Coppola, Guillermo del Toro, David Fincher, David Lynch, Roberto Benigni.

Goodfellas, Gangs of New York, The Departed, Shutter Island, Hugo, The Wolf of Wall Street.

WOODY ALLEN Annie Hall, Manhattan, Match Point, Vicky Christina Barcelona, You Will Meet a Tall Dark Stranger, Midnight in Paris, Blue Jasmine, Magic in the Moonlight.

Rules:

Choose your favorite directors dan pastikan ia sudah merilis beberapa film. Urutkan film-film dari tahun terlama hingga yang terbaru, untuk melihat jelas perkembangan gaya pembuatan filmya.

Awesome Soundtrack

500 DAYS OF SUMMER (2009) “Sweet Disposition” by The Temper Trap, “You Make My Dreams” by Daryl Hall & John Oates, “She’s Got You High” by Mumm Ra, “Please, Please, Please, Let Me Get What I Want” dan “There Is a Light That Never Goes Out” by The Smiths, “US” by Regina Spektor.

Rules:

Pastikan kamu tidak sibuk mencari judul atau siapa penyanyi lagunya, it will be much better to see the scene/what’s happening when the song is playing. Ingat, sang director sengaja memasukkan lagu tersebut agar adegan semakin menarik, so, never skip that moment.

AMERICAN HUSTLE (2013)

GUARDIAN OF THE GALAXY (2014)

Others:

The Virgin Suicides, Boys Don’t Cry, Lost in Translation, Bridget Jones’s Diary, The Graduate.

“Hooked on a Feeling” by Blue Sweden, “I’m Not in Love” by 10cc, “Come and Get Your Love” by Redbone, “Cherry Bomb” by The Runaways, “Escape” by Rupert Holmes.

“Jeep’s Blues” by Duke Ellington, “White Rabbit” by Mayssa Karaa, “Live and Let Die” by Wings, “Long Black Road” by Electric Light Orchestra, “I’ve Got Your Number” by Jack Jones.

055


For a fun & neverboring marathon, add some karaoke & dancing time all over the scenes. More efforts? Sediakan mic lengkap dengan lirik lagu di smartphonemu. Have fun!

Musical Night MAMA MIA! (2008) The funny & lively old ladies dancing trio on “Dancing Queen”, “Mamma Mia!”, “Super Trouper” and “Chiquitita”, the duet moment on “Lay All Your Love On Me” & “S.O.S”, and the old guys singing “Our Last Summer”.

GREASE (1978) All the dancing group scenes from the song “You’re the One That I Want”, “Summer Nights”, “Greased Lightnin’” and “ Look at Me, I’m Sandra Dee”, and a solo dramatic song from “Hopelessly Devoted to You”.

Tear Jerker

Rules:

THE SOUND OF MUSIC (1965) The Goodnight dance from “So Long, Farewell”, unbelievably hard to imitate “Do-Re-Mi” choreography, couple dance on “Sixteen Going on Seventeen”, and never forgotten “Climb Ev’ry Mountain”, “Sound of Music” and “My Favorite Things”.

School Rule! MEAN GIRLS (2004) Rapat perencanaan menjatuhkan Regina George, perkenalan cafeteria tribes and the plastics, the burn book craze, the 3 way call, Christmas Party, the girls’ confession, oh, it’s too hard to choose which one is the best.

10 THINGS I HATE ABOUT YOU (1999)

056

ONE DAY (2011) For all of the bad timing love story, and on top of them all, saat di mana Dexter dan Emma sudah hidup bersama namun harus tetap dipisahkan dengan tragedi kecelakaan sepeda. Frustrating and heart breaking.

HELLO GHOST (2010) Saat Sang-man menyadari dirinya sempat mengalami amnesia, dan mulai ingat siapa saja sosok hantu yang selama ini menghantuinya, serta alasan di balik kehadiran mereka yang hanya bisa ia lihat. Rivers of tears.

Rules:

Pastikan kamu menyediakan tissue sebanyak-banyaknya, no makeup or at least wearing waterproof mascara, dan untuk sekadar bersenang-senang, you can bet on who’s the first one to cry.

Like Crazy, Atonement, Life is Beautiful, P.S.I Love You, UP, Ghost, Dear Zachary, Miracle in Cell No.7, My Sister’s Keeper, My Girl, Ghost, A Walk To Remember.

Moulin Rouge!, Singin’ in the Rain, Dreamgirls, Hairspray, Pitch Perfect, Beauty and the Beast, Into the Woods, Mary Poppin, Chicago.

How about wearing 90’s school outfit? Dekorasi dan perlengkapan pesta ala 90’s house party might make it even better!

Adegan magis saat John Coffey memberikan separuh kehidupannya agar Paul bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di kasus salah tuduh John, serta detik-detik hukuman mati John di kursi listrik. God, why?

Others:

Others:

Rules:

THE GREEN MILE (1999)

Party like the 90’s high school kids, adegan ikonik saat Kat membacakan puisi tentang 10 alasan kebenciannya akan Patrick yang berujung pada love confession in front of the whole class, and who’s not falling for Heath Ledger singing and dancing to “Can’t Take My Eyes Off You”?

THE BREAKFAST CLUB (1985) The smoking scene, which turns into confession and they’re losing boundaries between their labels. Adegan melarikan diri di tengah detention, serta adegan terakhir di mana John mengangkat kepalan tangannya ke langit, ooh legendary!

Others:

Clueless, The Faculty, American Pie, Easy A, 17 Again, Superbad, Bring It On, Carrie, Grease, Juno, the Perks of Being Wallflower, Rushmore, School of Rock.


Rules:

Scare Dare

Cukup dengan menontonnya saat malam dan di ruangan berpenerangan minimal selain cahaya TV. Good luck!

TUSUK JELANGKUNG (2003) Kemunculan sosok anak kecil di kaca shower, hantu wanita bertangan pucat dan bermain piano di penginapan angker, hingga kuntilanak merah yang muncul di tengah perjalanan mereka. Karena bersetting di Indonesia, film ini sukses menambah unsur mengerikan dan traumatis.

THE SHINING (1980)

OMEN (1976) Dimulai dengan adegan gantung diri sang pengasuh di depan publik hingga kematian mengerikan si pastur karena tertusuk tombak besi yang muncul out of nowhere kala berjalan di taman terbuka. Imagine the chills.

INSIDIOUS (2010) Setiap penampakan hantu bergaun dan berpenutup kepala layaknya pengantin, perjalanan ke dunia lain yang creepy, serta kemunculan mendadak setengah wajah The Red Devil seal the deal!

Cult

Adegan penuh darah di lorong hotel yang juga menampilkan kematian gadis kembar, hantu wanita tua dengan tubuh mengelupas di kamar mandi, hingga detik-detik legendaris saat Jack Torrance membelah pintu dengan kapak dan memasukkan kepalanya untuk menakuti istrinya.

Others:

Conjuring, Shutter, Halloween, Rosemary Baby. Bram Stoker Dracula, Macabre, Ju-On:The Grudge, A Tale of Two Sisters, The Eye, Uzumaki, Dumpling, Paranormal Activity, A Nightmare on Elm Street, Final Destination, The Exorcist, Poltergeist.

Too many disturbing scenes, seperti ranting dan dahan pohon yang menahan Cheryl, tounge slicing, head chopping, blood drenching, and the headless Linda.

#GirlsNight: Sex And The City, Bridesmaids, He’s Just Not That Into You, You’ve Got Mail, Something Borrowed, Shallow Hal, Bride Wars, The Other Woman, 50 First Date.

#SciFiandFantasySeries: The Lord Of The Ring, Harry Potter, Star Wars, Star Trek, Hobbit, X-Men, Pirates of the Caribbean. #ZombieWar: Dawn of the Dead, Shaun of the Dead, 28 Days Later, Zombieland, Resident Evil, World War Z. #ClassicalBeauty: Breakfast at Tifanny’s, It Happened One Night, My Fair Lady, Gone With The Wind, Gentlemen Prefer Blondes, Cleopatra, Bonnie & Clyde.

#OscarForLeonardoDiCaprio: Titanic, Shutter Island, The Wolf Of Wallstreet, Inception, The Great Gatsby, Romeo + Juliet, Blood Diamond, Gangs of New York, Catch Me If You Can.

FIGHT CLUB (1999)

THE EVIL DEAD (1981)

#BestOfIndonesian: Modus Anomali, Janji Joni, Pintu Terlarang, Ada Apa Dengan Cinta?, The Raid, Laskar Pelangi, Arisan!.

#AnythingWithTomHanksOnIt!: Cast Away, Big, Forrest Gump, Saving Private Ryan, Sleepless in Seattle, The Terminal, Catch Me If You Can. The Da Vinci Code.

Night of The Living Dead, Death Becomes Her, Mad Max, Donnie Darko, Tremors, A Clockwork Orange, Labyrinth, They Live, Ghostbuster, Scott Pilgrim vs. The World, The Big Lebowski, Re-Animator.

The dance hall scene, The Time Warp, dan adegan akhir di mana Riff Raff dan Magenta ternyata alien dari Planet Transsexual di Galaxy Transylvania yang kemudian mengambil alih kastil dan membawanya kembali ke planetnya.

#HappilyEverAfter: Cinderella, Beauty & the Beast, The Little Mermaid, Alladin, Tangled, Sleeping Beauty.

#Bloody: Carrie, Texas Chainsaw Massacre, The Hills Have Eyes, Human Centipede, Django Unchained, Saw.

Others:

THE ROCKY HORROR PICTURE SHOW (1975)

You Can Also Try:

Tentunya saat pertama Tyler menjelaskan soal peraturan Fight Club, the chemical on hand scene dan saat di mana sang narrator menyadari bahwa ia dan Tyler merupakan pribadi yang sama.

#FeelGoodMovies: Love Actually, Bruce Almighty, Monster.Inc, Legaly Blonde, The Blind Side, Little Miss Sunshine, This Is Where I Leave You, Parent Trap, I Love You, Man, Amelie.

Rules:

Jangan hiraukan tampilan graphic, low budget makeup and props. Don’t worry, you’ll soon enjoy it, ‘cos it’s so bad it’s good sometimes.

#LOL: Zoolander, The Hangover, Ace Ventura, Anchorman, This Is 40, This Is The End, Hot Chick, Dude, Where Is My Car?, Meet The Parents, Coming to America.

057


FRESH Sekilas Mentari de Marelle dan Andania Suri punya banyak kesamaan: berusia 18 tahun, sama-sama mengejar impiannya di dunia akting, magazine cover’s darling and looking as fresh as their ages. Tapi dalam hal pribadi, tentu mereka tidak bercerita layaknya kembar siam, you’ll see why. Oleh: Vinny Vindiani. Fotografi: Willie William. lokasi: artotel jakarta.


059

FACES


Sama-sama menjadi lulusan sebuah pemilihan cover majalah remaja, baik Mentari De Marelle maupun Andania Suri tidak ingin melewatkan kesempatan yang menghampiri mereka. Sebaliknya, they keep moving on and eventually melebarkan sayap dan merintis karier di dunia akting. Mentari dikenal dengan film-film seperti Yasmine, LDR, dan Where’s My Romeo, sementara Andania Suri dengan Rumah di Seribu Ombak, Hijabers In Love, dan penampilannya di beberapa video klip dalam negeri. Berbekal paras yang dengan mudah menarik perhatian dan bakat yang siap untuk diasah, there are still a long list of upcoming exciting projects for them. Talking about the new pretty faces and the new talents, we can’t help but put them on our list!

060


061


Bagaimana cerita awalnya kamu masuk ke dunia akting? AS: Karena gadis sampul, awalnya aku main di beberapa video klip, sekarang mulai ke film. MDM: Pertama film Brunei yang kerjasama dengan aktor-aktor Indonesia, antara lain Reza Rahadian, Agus Kuncoro, dan Dwi Sasono.

ON LIFE: Lagi sibuk apa nih? Mentari De Marelle: Lagi dubbing film Blusukan Jakarta, shooting cameo dan menjalani beberapa photoshoot. Andania Suri: Aku lagi sibuk reading untuk film baru nih, November ini mau shooting yang judulnya Beauty and The Best. Please describe yourself! MDM: I went to school and lived a very “normal” life. AS: Aku orang yang nggak bisa lepas dari catokan! Nggak apaapa keluar rumah nggak pakai alis daripada nggak catokan, haha. What the craziest things you’ve done? MDM: One time I cut my cousin’s bangs off. Like, all of it. Aku takut dimarahin mama, so, aku kasih lots of gel in her hair dan dia pulang.

063

ON MOVIE:

ON BEAUTY: Sama-sama sempat menjadi gadis sampul, apa hal yang paling memorable? AS: Saat menang juara satu dan juara favorit! Nggak nyangka banget, karena baru dua orang yang mendapat dua gelar seperti aku. MDM: Waktu pertama daftar, I did ask Suri a lot of questions. So you can kinda’ say she was my mentor. Your beauty icons? AS: Lily Collins, karena suka bentuk mukanya dan dia nggak pernah aneh gayanya. MDM: Jane Birkin, Winona Ryder, Caroline de Maigret.

You feel quirky when... AS: Kalo ngeliat ketinggian, pantatku suka ngilu gitu, haha! MDM: I talk to myself and dance bat-shit crazy in my bathroom.

Secret beauty ritual? AS: Tiap hari keramas dan selalu pakai hair tonic. MDM: I sometimes scrub my body using sugar and baby oil.

What’s your current obsession? AS: Pengen dapat nominasi Festival Film Indonesia! MDM: The color oxblood and neon signs.

Beauty trend yang diam-diam ingin kalian coba? AS: Aku pengen banget di-ombre lagi, cuma kayanya lagi nggak pas aja waktunya, karena aku mau jalan film lagi. MDM: Warnain rambut in crazy colors.

Secanggung apa sih pertama kali shooting? MDM: Nggak terlalu canggung karena dapat acting coach dan lawan main dari Brunei juga masih baru semua, jadi kita belajar sama-sama. AS: Hmm, agak deg-degan sih, cuma karena crew dan pemainnya asik-asik, jadi enjoy aja.

Siapa orang yang paling menginspirasimu dalam dunia akting? AS: Bunda Christine Hakim, karena dia aktingnya keren banget! Dan senangnya aku pernah acting bareng dia dan dapat banyak pelajaran. MDM: Winona Ryder. I want to follow her path and she’s my number one girl crush. What are your three most favorite movies? AS: Inside Out, Love, Rosie, dan Divergent. MDM: Richard Ayoade, Like Crazy, Lolita (1997). Lawan main yang paling memorable? AS: Bunda Christine Hakim dan Reza Rahadian. Mainnya keren banget! Attitude-nya harus banget dicontoh. MDM: I had a video clip shoot with Adipati Dolken while I used to have a huge crush on him pas SMP. Haha! Genre film yang ingin kamu perankan? AS: Karena udah sering main di drama, pengen coba mainin genre yang action. MDM: More indie or cult like.

Best shooting experience? AS: Pas aku shooting di Bali, judulnya Jejak Dedari. Filmnya belum keluar, karena itu film untuk festival dibawa keluar. Itu aku shooting di Bali selama satu bulan setengah. Dan di sana benar-benar nggak boleh main handphone, nonton TV, karena di film itu aku jadi gadis desa Bali yang hidupnya sangat tragis. MDM: LDR and Where is My Romeo in Italy. I love Italy and I am most definitely going back. Kalau berkesempatan main dalam satu film, peran apa yang ada di bayangan kalian? AS: Aku maunya kita jadi kakakadik. Walaupun nggak mirip sih, cuma asik aja kayanya bisa kompak bareng. Karena kan aku sama Mentari udah kenal lama dan sama-sama rame gitu, jadi seru aja jadi kakak-adik yang suka nge-bully orang, haha. MDM: I think we probably would be two completely different characters but we would be friends somehow and then it’s just about crazy stuff we would go trough.


DIRECTOR’S CUT:

STRIKES FROM THE

YOUNG AND RESTLESS

FILMMAKERS Begitu banyak nada miring dan juga pesimistis tentang terbentuknya industri film Indonesia nampaknya tidak begitu berdampak pada sineassineas ini. Meskipun industri perfilman masih lesu, penonton menurun, dan minim dukungan pemerintah, Lucky Kuswandi, Yosep Anggi Noen, dan Kamila Andini tetap bergeliat dengan karya film-filmnya dan juga tidak berhenti berkarya karena pihak-pihak lain. Film pada akhirnya adalah soal karya dan ide. Lucky, Dini dan Anggi adalah sedikit dari sutradara muda Indonesia yang terus melangkah tanpa bergantung pada produser atau layar bioskop komersial. Oleh: Gayatri Nadya. Ilustrasi oleh Kanishka Andhina.

064


Lucky Kuswandi

JADI SUTRADARA HARUS NGOTOT! N

ama Lucky Kuswandi tidak asing lagi sejak tahun 2006 membuat film pendek pertamanya, Still. Di tahun 2010, film panjang pertamanya Madame X yang mengangkat isu-isu gender dirilis dan kemudian dijawab dengan film panjang keduanya, Selamat Pagi, Malam (In the Absence of the Sun) tahun 2014 lalu. Respon-respon Lucky terhadap isu gender yang diangkat dalam karyanya merupakan bentuk dukungan Lucky yang merasa dirinya merupakan bagian dari outsider tersebut. “Saya tertarik dengan

isu-isu dari kelompok minoritas dan underrepresented. Mungkin saya sendiri sering dianggap outsider, jadi saya bisa mengidentifikasi dan mengaitkan dengan mereka yang terpinggirkan,” ungkapnya. Sutradara berusia 35 tahun ini tidak hanya produktif dalam film layar lebar. Sebagai bentuk ketertarikan dan kepeduliannya, Lucky juga menggarap beberapa film pendek dan juga webseries dengan tema senada, CONQ. Bagi Lucky membuat film pendek dan webseries menjadi saat menarik terutama untuk mengembangkan cerita. “Keduanya merupakan bercerita dengan durasi yang sama-sama terbatas. Beda medium saja. Tapi konten harus samasama engaging. Bedanya memang webseries kita lebih punya keleluasaan untuk develop cerita karena sifatnya bersambung. Durasi menjadi pentiing di webseries karena menentukan attention span penonton.” Meskipun belum lama ini film panjang keduanya, Selamat Pagi, Malam banyak diapresiasi di berbagai festival film, Lucky kembali menancapkan taringnya lewat film pendek yang dirilis awal 2015 lalu, The Fox Exploits The Tiger’s Might. Film pendek yang judulnya diambil dari pepatah Tiongkok ini masuk ke dalam seleksi kompetisi Semaine de la Critique Cannes Film Festival 2015.

065


“WE ARE JUST BEING PART OF IT, INSTEAD OF BEING AN AGENT OF CHANGE” Meskipun belum berhasil membawa pulang piala, masuk ke dalam kompetisi yang merupakan the big five film festival ini menjadi prestasi dan apresiasi tinggi yang pernah diraih. “Di Cannes line up kompetisi film pendek sangat kuat. Semuanya punya kesamaan: jujur, confident, dengan cara bertutur yang berbedabeda. Eksplorasi bentuk inilah yang dicari oleh Cannes,” ujarnya. Soal isu-isu yang dicari festival film, Lucky mengatakan bukan sekadar eksotisme atau film yang mencoba menjual dan mengeksploitasi isu. Pada akhirnya yang terpenting adalah a good film. “Selama filmnya bagus, topik dari negara apapun dari negara apapun bisa diterima oleh festival-festival ini,” tegas Lucky. Sekarang ini Lucky pun tidak sekadar berproduksi, tetapi juga berkontribusi. Caranya dengan menjadi dosen untuk studi film directing di Universitas Multimedia Nusantara. Baginya, jadi mahasiswa sekarang begitu mudah mencari informasi atau pengetahuan teknis di luar sana, lewat YouTube atau platform lainnya. “Yang harus dibentuk tentunya perspektif atau point of view. Sebagai sutradara itu yang paling penting. Harus punya point of view. Apa concern mereka?

066

Kenapa mereka harus menceritakan mengenai isu-isu tertentu? Eksplorasi cara berpikir secara kritis inilah yang dibentuk di sekolah film.” Menurut Lucky, penting bagi calon sutradara di luar sana untuk paham cara berkomunikasi. “Sutradara itu bagaikan konduktor orkestra. Dia harus bisa mengarahkan seluruh tim untuk bisa bekerjasama membentuk simfoni yang harmonis. Yang paling penting tentunya etika kerja, kestabilan emosi, dan cara berkomunikasi. Selain itu, sutradara harus punya persistence dan resilience. Harus ngotot.” Perjalanan Lucky menjadi sutradara tidak lepas dari mentornya, Nia Dinata. Bagi Lucky cara bertutur Nia Dinata sangat pop dan engaging, berbicara soal kondisi sosial tanpa menggurui. Mengenyam pendidikan di Amerika justru membuat Lucky memilih berkarya di tanah air. Baginya, di Amerika dengan sistem yang sudah jelas, we are just being part of it, instead of being an agent of change seperti di Indonesia. Jika ia tidak menjadi sutradara, Lucky membayangkan dirinya akan menjadi seorang astronot.

M

enjadi sutradara perempuan, secara tidak sadar Dinipanggilan akrabnya, membuat tokoh-tokoh utama filmnya adalah perempuan. Mirror Never Lies, film panjang pertamanya yang diapresiasi di berbagai festival film dan Sendiri Diana Sendiri film pendek terbarunya yang diputar premier secara internasional di Toronto International Film Festival 2015 lalu di Kanada. Meskipun sama-sama perempuan, Dini berusaha menciptakan jarak antara


06 Kamila Andini

karakter filmnya dengan dirinya sendiri. Di film Diana yang berkisah tentang istri yang dipoligami, ia menganggap dirinya adalah sebatas istri dan ibu. Jarak itu menciptakan ruang untuk berkembang bagi Dini sebagai sutradara untuk menggali lebih dalam lagi. Tahun 2013 lalu, Dini juga terpilih menjadi salah satu sineas dalam residensi Cinefoundation, bagian Cannes Film Festival yang mendukung sineas-sineas baru yang sudah menelurkan film pertamanya. Selama hampir lima bulan, Dini bersama sineassineas dari Brazil, Khazakstan, China diundang ke Paris untuk mengembangkan ide film yang akan digarap kemudian. “Intinya selama beberapa bulan, kita menulis. Lalu ngobrol, diskusi,

BERKEMBANG BERSAMA SECARA ORGANIK yang nantinya jadi bahan terbentuknya karya film kita berikutnya.� Hasil dari residensi ini sedang digarap oleh Dini untuk film panjang keduanya The Seen and The Unseen yang mulai syuting November ini. Terlahir di keluarga sineas dengan ayah seorang Garin Nugroho, lulusan Deakin University Melbourne ini mengakui pengaruh

067


068

membentuk filmku sampai film itu jadi. Bahkan kadang aku bingung kalau saat awal ditanya, ‘Film kamu tentang apa?’. Ada banyak hal yang bisa berkembang dari cerita, skrip bahkan di lapangan saat syuting. Aku juga berusaha membuat suasana syuting beserta kru organik. Kadang aku punya ide bagus, tapi kru filmku bisa jadi punya ide lebih bagus.” Di situlah Dini merasa penting bagi sutradara untuk peka dengan ide-ide yang mungkin muncul dan menjadi bahan diskusi.

Yosep Anggi Noen

ayahnya begitu kuat. “Dia itu kasih influence kaya udara aja, sehari-hari aku pasti hirup. Bukan sesuatu yang sifatnya khusus atau teknis. Dari dulu bokap kasih referensi buku, film buat aku baca dan tonton. Tapi ketika dia jadi produser, dia akan diam. Tidak utak-atik. Sama ketika aku jadi associate producer film terbarunya, Aach..Aku Jatuh Cinta, kita tidak terlibat intens apalagi soal teknis.” Perempuan kelahiran 6 Mei 1986 ini mengaku impossible bisa membuat karya dengan ayah ataupun suaminya, Ifa Isfansyah, yang juga sutradara. “Kayanya nggak mungkin aja kita terlibat bareng dalam satu film yang kita harus berbagi role. Mungkin kalau filmnya omnibus, kita bisa direct masing-masing.” Dini juga mengaku lebih nyaman menyutradarai film yang ia tulis sendiri. “Aku masih mencoba

M

enjadi tuan di rumah sendiri mungkin baru bisa terjadi setelah keliling dunia. Lebih kurang begitu kisah Yosep Anggi Noen sebagai sutradara film akhirnya dikenal di Indonesia. Film bukan barang baru bagi lulusan Universitas Gajah Mada ini, ia produktif berkarya lewat beberapa film pendeknya sejak 2007.


Di tahun tersebut ia menerima fellowship di Asia Film Academy di Busan, Korea Selatan dan dua tahun kemudian, It’s Not Raining Outside diputar di Rotterdam Film Festival. Sejak saat itu, geliatnya mulai terasa di luar Yogyakarta, kota ia dibesarkan sekaligus di mana namanya sudah cukup besar. Breakthrough Anggi lewat film Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya mengantarnya berkeliling ke festival-festival film untuk diputar dan diapresiasi. Masuk ke kompetisi Locarno Film Festival, lalu dianugerahi Special Mention di Vancouver

International Film Festival 2013. Film Vakansi langsung menjadi langganan festival selama lebih kurang satu tahun. Menjadikan perempuan sebagai tokoh sentral di film Vakansi, dan film pendek Lady Caddy Who Never See A Hole In One memunculkan pertanyaan, kenapa perempuan? Kenapa perempuan jadi objek? Jawaban Anggi, “Karena perempuan itu istimewa. Dan karena saya laki-laki, saya mau buat film yang tokohnya jelas berbeda dari saya. Saya juga dapat banyak cerita dari perempuan di sekitar saya, ibu dan adik saya. Itu yang membuat perempuan spesial, ceritanya tak habis digali.” Setelah dua film terakhirnya yang berbicara soal hubungan lawan jenis dan juga seks, Anggi kembali dengan film pendek terbarunya Kisah Cinta yang Asu. Film ini berkisah tentang kisah cinta dua pelacur beda kelas yang terjerat asmara dengan seorang laki-laki yang sama. Film ini diputar

DUKUNGAN KONKRET JUSTRU DATANG LEWAT JALUR ALTERNATIF.

Oktober lalu di Busan Film Festival, Korea. Bagaimana Anggi menanggapi reaksi dan pertanyaan penonton selama festival? “Saya kalau sama penonton luar, nggak khawatir. Justru menemui reaksi penonton yang paling dekat seperti di Jogja atau Jakarta yang paling bikin deg-degan. Ini reaksi yang sebenarnya,” jawabnya. Hampir semua filmnya berbahasa Jawa, baginya ini soal kedekatan dan kebiasaan. “Mungkin karena saya orang Jawa, membayangkan ketika adegan harus mengumpat, ya rasanya akan lebih lepas pakai boso Jowo,” celotehnya sambil berkelakar. Saat ini Anggi sedang dalam proses produksi film The Science of Fiction, yang mendapat dukungan dari Asian Cinema Fund. Sukses memperoleh dana dari festival atau pihak asing mungkin sudah biasa, lalu bagaimana dengan approach ke produser? Apalagi film Anggi tidak ‘ramah’ dengan penonton populis meskipun pernah masuk ke bioskop. Ungkapnya, “Produser itu kolaborator. Mereka adalah orang yang percaya dengan visi dan pilihan estetika sinemaku. Aku juga percaya kalau produser akan membawa ke penonton terbaik.” Sibuk menjelajah festival, bukan berarti Anggi melupakan grass root terutama komunitas film yang makin menjamur. Lewat limaenam films, rumah produksi tempat ia bernaung, pria kelahiran tahun 1983 ini ikut mendukung gerakan distribusi film-film alternatif lewat kegiatan menonton di Jogja, Sinema Jumat. “Kita sebagai filmmaker tahu susahnya bisa putar film ke penonton luas, makanya kita coba ciptakan ruang alternatif. Minimal untuk nonton karya teman-teman sesama filmmaker. Namanya juga sama-sama berjuang. Ruang seperti ini jadi penting, budaya nonton dijaga, lalu diskusi, ngobrol-ngobrol gimana tanggapan yang nonton. Di situ juga kita bisa lihat, kalau ada teman atau orang lain yang mendukung, apakah benar-benar mau datang menonton? Mau bayar kalau ada donasinya? Itu baru dukungan sesungguhnya buat film kita.” *** Tonton 3 film pendek mereka, The Fox Exploits The Tiger’s Might, Sendiri Diana Sendir dan Kisah Cinta yang Asu di acara Film Musik Makan, 14-15 November di IFI (Pusat Kebudayaan Prancis), Jakarta.


BE KIND, Whether you judge a movie from the poster or not , poster film memang selalu menjadi bagian integral dalam ikonografi sebuah film. Lebih dari sekadar alat promosi yang dengan vulgar menyuguhkan kalimat bombastis dan nama-nama besar pelakunya, ada sebuah masa ketika poster film menjadi medium bagi para ilustrator untuk menginterpretasikan adegan atau tema yang lebih subtle dalam film tersebut lewat gaya artistik yang beragam sebelum akhirnya tergerus oleh fotografi. Untuk membangkitkan semangat yang ada di masa-masa itu, kami pun mengajak lima ilustrator berikut untuk menginterpretasikan poster film favorit mereka dengan signature style masing-masing. Oleh: Alexander Kusuma Praja.

REWIND


William Davis Instagram: @wd.willy Describe yourself in one sentence! Orang yang sering memperhatikan lingkungan sekitar. Current project? Project buku ilustrasi Azka Corbuzier, membantu Faza Meong dalam pembuatan Si Juki, dan tetap sebagai mahasiswa di suatu kampus di Jakarta. Ilustrator favorit? Eiichiro Oda (komikus manga One Piece), Rhoald Marchellius, Kim Jung Gi.

How would you describe your artwork? Memiliki karakteristik dalam setiap pembangunan karakternya, sangat bermain dengan gesture dan ekspresif, dan sangat teliti tentang detail dan pencahayaan. Film dengan visual paling indah menurutmu? Big Hero 6! Karena sangat cocok banget dari mulai karakter, tempat, segala sesuatunya tentang Big Hero 6 sangat mirip dengan style saya! Alasan memilih film ini untuk di-remake posternya? Karena menurut saya Big Hero 6 sangat unik dalam segi cerita maupun pembangunan karakternya sangat berkhas Jepang.

Your Instagram crush? @thepumpkinbear, @hong_ sonnsang, @jakeparker, @david_ adhinarya_lojaya Next project? Sedang dalam pembuatan komik dan pembuatan buku ilustrasi Azka Corbuzier.

071


Anindito Wisnu IG: @aninditowisnu Describe yourself in one sentence! Seorang arsitek yang belum juga sukses dan sedang mencoba menjadi seniman yang siapa tahu bisa lebih sukses. Apa yang mendorongmu untuk berkarya? Sebelumnya hanya hobi, mulai serius berkarya setelah mendapat tawaran untuk menyumbang artwork di novel karya Risa Sarasvati, Sunyaruri.

How would you describe your artwork? Similarity. Menangkap esensi dan karakter objek yang digambar melalui ekspresi muka, selebihnya saya bisa “bermainmain” di bagian lain seperti rambut, badan, dll. Alasan memilih Mr. Nobody untuk di-remake posternya? Film ini menyadarkan saya bahwa hidup terdiri dari keputusankeputusan dan pilihan yang akan membawa kita ke cerita hidup selanjutnya. Sebuah pilihan yang sederhana pun ternyata sangat menentukan nasib kita ke depan secara signifikan. Pilihan tersebut bukan perkara benar atau salah, namun bagaimana kita memaknai segala proses dalam hidup di setiap langkah yang kita ambil. “If you never make choice, anything is possible.” Film dengan visual paling indah menurutmu? Beauty And The Beast (2015), karena menampilkan salah satu cerita dongeng masa kecil favorit saya namun dengan sajian visual yang dark & gloomy.

What’s your latest obsession? Obsesi saya untuk bisa menyimpan karya saya di setiap negara yang ada di dunia ini.

072


Gemma Ivana Miranda IG: @gemmaivanamiranda Describe yourself in one sentence! A visual enthusiast, dreamy dog lover, Disney aficionado, dessert devotee, and music habitué. Apa yang mendorongmu untuk berkarya? I grew up loving fairytales and folklores, and I have been an avid doodler since I was a kid. But it was not ‘till my college years I got into designing seriously. Apa objek favoritmu? Binatang! Untuk kolase, saya suka mencari ilustrasi vintage, fotofoto klasik, dan motif-motif abstrak. Ilustrator favoritmu? A lot of people! Samuel Burgess Johnson, Sam Chirnside, Sam Donaldson, Raf Ram, dan banyak lagi. I usually find random artists through my Behance account. Film dengan visual paling indah menurutmu? Semua film Disney klasik yang hampir seluruh elemennya dikerjakan oleh tangan, serial Harry Potter, dan apapun dari Wes Anderson. Alasan memilih film ini untuk di-remake posternya? Ilene Woods, yang mengisi suara Cinderella, adalah favorit saya, dan saya telah mencintai cerita ini sepanjang hidup saya. I find that older movies (and music!) give me so much tranquility and inspiration. Your Instagram crush? @kathkrnd, @yendryma, @ theacademynewyork, dan @ samuelburgessjohnson. Untuk fashion, saya suka @jennalyyy dan @ stone_cold_fox

What’s the coolest art tip you’ve ever received? My professor once told me to never lose myself in an artwork and to always give a touch of magic. After all, as quoted from Ursula Le Guin, “The creative adult is the child who has survived.”

073


Lissy Radityanti IG: @lissy.ra Describe yourself in one sentence! I am a 21-year-old girl who is very passionate in any form of art, call it music, movie, or fine arts, I’m in! Apa yang mendorongmu untuk berkarya? I guess it’s in my blood, karena keluargaku turun temurun semuanya senang berkarya baik musik ataupun hand-craft. Tapi mungkin karena dari kecil aku juga suka nonton Disney’s cartoon especially the princesses, and always got mesmerized by its visual jadi aku pengen bisa menggambar sebagus itu dan jadi suka gambar dari kecil. Apa objek favoritmu? Girls. Because they are pretty, magical, and powerful. Ilustrator favoritmu? Agnes Cecile, Diela Maharanie, dan Paula Bonet. Film dengan visual paling indah menurutmu? Any Wes Anderson’s movie. The Grand Budapest, Fantastic Mr. Fox, The Darjeeling Limited. Karena tone warnanya yang visualappealing untuk saya dan teknik pengambilan gambarnya yang quirky dan khas banget. Alasan memilih film ini untuk di-remake posternya? Film ini salah satu film yang visualnya sangat indah dan dreamy. Walau film ini dirilis tahun 1999, tapi serasa lagi nonton film 70-an dari mulai tone film sampai musik-musiknya, so I guess that’s kinda cool. This movie is also an adaptation from the novel with the same title and the movie director, Sofia Coppola (one of my faves) cukup berhasil menyampaikan pesan melalui film ini tanpa mengurangi esensi dari bukunya. I also feel personally attached to the movie when I first watched it and that’s rarely happen.

What’s your latest obsession? I’m obsessed with vintage movies, psychology, and Mr. Robot!

074


Muchlis Fachri IG: @muklay Describe yourself in one sentence! Naughty or free but polite, hehehe! Apa yang mendorongmu untuk berkarya? Kehidupan sehari-hari dan sneakers. Dahulu aku senang sekali menggambar sepatu polosku karena gatal apalagi kalau warnanya putih, sempat dimarahi ibu karena itu. Ilustrator favoritmu? Banyak sekali, aku sangat terinspirasi dari seniman pop Amerika, sampai street art NYC yang membuatku amaze karena tidak mungkin dilakukan di Indonesia. Alasan memilih film ini untuk di-remake posternya? Aku suka sekali dengan setiap karya Tim Burton, lalu aku juga menggemari Johnny Depp karena setiap dia ada di film Tim Burton selalu dengan kostum dan make-up yang berbeda-beda, sangat total, dan saya memilih Edward Scissorhands, karena selain film ini sangat cool di segi visual, juga mempunyai cerita yang sangat mendalam.

Your Instagram crush? @DABS MYLA dan @ TRISTANEATON, they are dope, sick, and crazy and last but not least @ laurenevemayberry. Next project? Let it flow! Tidak pernah merencanakan sesuatu dari jauh, semua serba shocking and shaking, hehe!

075


Vada Mencari tahu apa arti di balik “Vada Vada” yang diusung The Garden dan kenapa mereka menjadi salah satu band garda depan paling menarik saat ini, sonically and visually. Oleh: Alexander Kusuma Praja. Foto gig: Ezra Silitonga. Saat Fletcher dan Wyatt Shears turun ke lobi hotel tempat mereka menginap, keduanya mengenakan kemeja lengan panjang polos, trousers lebar, dan sepatu pantofel. Bagi yang tidak pernah mengenal dua anak kembar identik asal Orange County, California yang membuat musik dengan nama The Garden tersebut, mungkin keduanya terlihat seperti eks-hippie yang baru pindah ke Jakarta dan dipaksa kantornya untuk berpakaian formal. Namun, bagi mereka yang paham, keduanya adalah rock stars yang tidak peduli komentar apapun yang kamu lontarkan atas penampilan mereka, as long as they feel good about it. “Kami baru tiba di Jakarta empat jam lalu and so far sudah berusaha jalan-jalan di sekitar hotel and try to dodge bikes and stuff,” ujar Wyatt, bassist dan vokalis dengan rambut pirang peroxide yang disisir ke belakang. Sementara sang drummer Fletcher yang dikenal dengan a penchant of crossdessing style membiarkan rambut pirangnya menyentuh bahu. Kurang dari dua jam, keduanya akan tampil untuk pertama kalinya di Jakarta dalam gig besutan Studiorama di 365 Eco Bar, Kemang, 9 Oktober lalu. Terbentuk tahun 2011 lalu, The Garden menyebut aliran musik mereka sebagai ‘Vada Vada’, yang secara garis besar bisa diterjemahkan sebagai paduan dari bebunyian lo-fi garage punk, synth goth, dan rap. Tidak hanya eksis di berbagai gig setelah merilis beberapa EP dan LP The Life And Times Of A Paperclip, keduanya juga melebarkan sayap ke dunia modeling dengan dipilih langsung oleh Hedi Slimane untuk berjalan di menswear show Saint Lauren di Paris. Saya berkesempatan untuk mengobrol dengan mereka tentang musik dan

076

album terbaru mereka, Haha, yang dirilis di hari yang sama dengan show Jakarta mereka. Apa musik yang kalian dengarkan ketika beranjak besar? Saya dengar ayah kalian tergabung di punk band? Fletcher: Yeah, dia masih bermain di band sampai sekarang. Dulu dia tergabung di beberapa band punk lokal di era 80-an. Wyatt: Ayah kami memperkenalkan banyak musik yang mungkin tidak akan dikenal anak-anak seumur kami lainnya. Saat kami mulai besar, kami menemukan selera musik kami sendiri.

W: Nama itu muncul begitu saja secara spontan tanpa maksud apapun, tapi seiring waktu kami menemukan arti yang lain. Secara musikal, kami terus berusaha progresif dan berkembang yang bisa diibaratkan sebuah taman. It blooms along the time, dan itu yang kami rasakan dalam musik. Boleh cerita soal album baru kalian? Ada tema khusus untuk album ini? F: Yup, judulnya Haha dan keluar hari ini. Album ini adalah full album kedua kami and we’re pretty proud of it. Special theme, tidak terlalu. Album ini merepresentasikan kami saat ini dan bagaimana kami berkembang dari album terakhir kami. W: Its where we are right now, basically. Kami bahkan sudah menulis lagu untuk album selanjutnya. We’re never really stop writing. Kami terus membuat lagu sampai akhirnya album itu keluar sendirinya dan lanjut ke album berikutnya. Its just what we love to do,

Apa yang membuat kalian ingin membuat band? W: I think its just the right time and place, kami hidup di kamar dan rumah yang sama. Its kinda no brainer, kami adalah anak kembar yang tinggal dan menjalani hidup yang sama, dan punya selera yang sama terhadap berbagai hal, for most part. F: Yeah, he start to playing the bass and I start to playing the drum, so why not start playing together? Apa cerita di balik nama The Garden?

Vada!


jadi bukan seperti “Oh great its time to make another album, lets go!” Kami hanya suka melakukannya secara natural.

pakaian yang super normal atau yang dianggap aneh oleh orang lain. Saya tidak suka dibatasi, its kinda whatever.

Mana yang lebih dulu bagi kalian, musik atau modeling? Keduanya: Musik! F: Yeah, music came first, modeling terjadi dengan sendirinya tanpa direncanakan.

Lantas, bagaimana dengan Vada Vada itu sendiri? W: Vada Vada adalah sebutan yang kami ciptakan sendiri tanpa maksud apapun. Its basically our way to describe ourselves tanpa harus memakai genre, ide, dan sistem yang sudah ada. Its a unique way to describe ourselves. F: Ini hanya cara kami untuk menunjukkan ekspresi kreatif kami dan tidak sebatas musik. Semua hal bisa disebut Vada Vada, kami bisa saja bikin buku dan menyebutnya Vada Vada. At the end

Bagaimana kalian mendeskripsikan gaya personal kalian? F: Saya tidak bisa mendeskripsikannya. Saya hanya memakai apapun yang saya suka. Orang sering bilang kami berpakaian dengan gaya tertentu, tapi sejujurnya kami tidak merasa demikian. Saya tidak melabeli diri saya sendiri dan memilih open minded soal berpakaian entah ketika saya memakai

of the day, Vada Vada adalah tentang mengekspresikan dirimu deegan jujur dan apa adanya. Karena banyak orang yang akan melabeli kami, seperti “Oh kalian membuat musik rap” karena beberapa lagu kami terdengar ngerap. Intinya kami menolak dibatasi dan membiarkan semuanya tetap open mind. Terakhir, apa yang membuat sebuah gig sukses bagi kalian? W: Mungkin yang paling penting adalah reaksi dari crowd. Kami tidak peduli harus tampil di depan dua ribu penonton atau lima orang penonton. Selama lima orang itu bisa bersenang-senang dengan musik kami, we will have a good time, that’s what we care about.

On Stage:

Menjelang jam delapan malam, ketika saya sampai di 365 Eco Bar, tempat itu telah dipenuhi oleh the scene kids dan para familiar faces yang sudah tidak asing jika kebetulan kamu termasuk yang sering datang ke gig besutan kolektif Studiorama. Gig kali ini dibuka dengan penampilan dua band lokal bernama Low Pink dan Pijar sebagai opening act. Setelah sesi set up alat yang lumayan memakan waktu, tanpa basi-basi, The Garden

yang masih memakai baju yang sama saat interview membuka set dengan “Crystal Clear” yang seketika memenuhi ruangan dengan catchy bass lines dan drum solo yang mentah, intens, dan super cepat. Dengan musik yang mereka sebut Vada Vada, mereka seakan menciptakan dunia sendiri bernama Vadaverse yang merupakan campuran berbahaya antara Post-punk, Lo-Fi, Synthpop, Neopunk dan elemen Hip Hop. “Hi, I was pretty curious, I just wanted to try something so mysterious!” lontar Wyatt dalam single “Haha” yang diikuti sing along dari crowd di bibir panggung. Sepanjang set yang terdiri dari 27 lagu, keduanya seperti tidak pernah lelah dan menyerap energi dari eforia crowd. Fletcher yang secara tiba-tiba melompati drum set

dan melakukan crowd surfing, penonton yang tiba-tiba naik ke stage dan mencium pipi Wyatt, aksi keduanya di beberapa lagu yang meninggalkan instrumen masingmasing untuk rap battle dan melakukan koreografi yang tampak absurd, semuanya menciptakan pengalaman live yang menghipnotis dan tidak terlupakan. In the end, jika boleh meminjam judul salah satu lagu terbaru mereka untuk mendeskripsikan malam itu, it’s all smiles over here :)

077


ilustrasi oleh: atreyu moniaga


Hal apa yang pertama kali membuatmu ingin serius menekuni bidang ilustrasi? Yang membuat saya ingin serius menekuni bidang ilustrasi sebenarnya dimulai sejak kuliah. Saya awalnya sempat pupus menggambar karena merasa tidak memiliki bakat dan informasi. Yang saya tahu saat itu adalah jika ingin survive; jadilah desainer grafis. Dan karena dekat dengan menggambar, saya rasa tak apa-apa. Tapi belakangan selama perkuliahan berjalan saya mendapatkan informasi-informasi baru tentang ilustrasi, ilustrator, dan detail-detail lain yang membuat saya merasa punya kesempatan.

BERANGKAT DARI IMAJINASI MASA KECIL, ENERGI KREATIVITAS YANG SEOLAH TANPA BATAS DALAM DIRI SEORANG MULTI-HYPHENATE ATREYU MONIAGA DENGAN LELUASA MELINTASI BERBAGAI MEDIUM. DARI KANVAS HINGGA KE CANNES. OLEH: ALEXANDER KUSUMA PRAJA. FOTO OLEH: KEVIN LEOVIR. Di usia duapuluhan dengan wajah yang seolah berhenti di umur belasan, sekilas mungkin kamu tidak akan menyangka jika Atreyu Moniaga telah mengantungi lebih banyak profesi dari mayoritas orang. A multihyphenate, I dare say. Secara ringkas, istilah multi-hyphenate mengacu kepada seseorang yang memiliki beberapa profesi atau bakat sekaligus. Katakanlah seorang singersongwriter, model merangkap aktris, atau dalam kasus Atreyu: ilustrator, fotografer, dosen, dan baru-baru ini, an actor. Lulusan IKJ kelahiran 9 Desember 1988 tersebut pertama kali mencuat lewat karyakarya ilustrasi berbasis cat air dengan nuansa whimsical dan dreamy yang terinfluens dari cerita fantasi yang ia lahap dari kecil. Tak berhenti di atas kanvas, pria yang dikenal dengan nickname Atreist dalam dunia desain dan seni ini terus mengeksplor berbagai medium dan terlibat di banyak pameran dan project menarik, termasuk salah satunya mendesain embroidery yang menjadi bagian dalam koleksi “Melange De Sens” karya fashion designer Sebastian Gunawan tahun lalu. Di samping ilustrasi, ia pun mewujudkan imajinasinya dalam bentuk fotografi yang walaupun terasa jauh lebih grim bila dibandingkan ilustrasi penuh warna miliknya, namun tetap menunjukkan elemen surreal yang selama ini menjadi ciri khasnya. Seolah tak kehabisan energi, hariharinya juga disibukkan dengan menjadi dosen fotografi dan ilustrasi di Universitas Bunda Mulia dan tahun ini ia juga menambah resumenya dengan berakting dalam film pendek The Fox Exploits The Tiger’s Might garapan Lucky Kuswandi.

080

Dalam debut akting di film pendek berdurasi 25 menit tersebut, Atreyu berperan sebagai Aseng, seorang remaja Tionghoa di sebuah kota kecil yang dekat dengan basis militer di era Orde Baru yang represif. Sarat oleh isu rasial, opresi, dan percikan seksualitas, film ini berhasil terpilih untuk ditayangkan dalam program Semaine de La Critique (Pekan Kritikus) di Festival Film Cannes tahun ini, sekaligus menjadi film Indonesia pertama yang masuk dalam ajang tersebut setelah film Tjoet Nja’ Dien karya Eros Djarot di tahun 1989. Sebuah langkah awal yang impresif bagi seseorang yang tidak pernah berakting sebelumnya. Dengan begitu banyak sisi yang menggoda untuk dibicarakan, Atreyu pun menuturkan beberapa fragmen dalam dirinya. Di mana kamu menghabiskan masa kecil dan hal-hal apa yang menarik minatmu saat itu? Saya menghabiskan masa kecil saya mostly di kamar. Membaca dongeng-dongeng klasik, majalah Bobo, komik Jepang, dan bermain video game. Yang menarik minat saya saat itu adalah keajaiban cerita-cerita fantasi Apakah kamu memang berasal dari keluarga kreatif? In a way of thinking? Yes. Saya merasa orangtua saya memiliki pandangan dan argumen yang unik.

Siapa saja sosok yang menginfluens karyamu? Cara bertutur saya dalam berkarya sepertinya sangat terinfluens dari singer-songwriter Jewel. Saya merasa ingin membuat ilustrasi sebaik dia membuat lirik. Selain itu saya juga terinspirasi dari orangorang seperti James Jean, Takashi Murakami, Dussan Kallay, dan dosen saya sewaktu kuliah dulu mas Arief Timor. Saya juga menyukai karya-karya Pedro Almodovar. Kalau sekarang, hal apa saja yang biasanya menginspirasi untuk berkarya? Yang menginspirasi saya dalam berkarya sekarang (selain briefing dan demand), saya rasa kehidupan itu sendiri. Saya secara egois membicarakan tentang diri saya sendiri dalam karya-karya saya. Bagaimana kamu mendeskripsikan personal aesthetic dirimu? Dan apa medium favoritmu untuk berkarya? I actually can’t describe my personal aesthetic. Saya mencoba untuk relax dalam berkarya agar saya betul-betul menikmati proses penciptaan karya. Medium favorit saya juga sebetulnya nggak ada. Mungkin karya saya masih didominasi cat air. Tapi ya itu karena cat air sampai saat ini masih medium yang paling saya kuasai. Tapi sebetulnya saya sangat ingin mencoba medium-medium lain. Rasanya akan sangat seru.


Selain ilustrasi, kamu juga mendalami fotografi. Kalau menurutmu, bagaimana ilustrasi dan fotografi bisa saling melengkapi? Saya melakukan treatment yang sama dalam fotografi seperti yang saya lakukan dalam ilustrasi (baca: curhat) jadi saling melengkapi mungkin nggak, tapi ada beberapa hal yang menurut saya bisa diraih lebih baik dengan digambar, dan beberapa lebih baik dengan dipotret. Kalau tentang menjadi dosen? Apa yang menarik dari profesi ini? Saya jadi dosen karena tawaran teman saya yang saat itu sudah jadi dosen duluan. Sudah dua tahun mengajar. Yang menyenangkan adalah melihat semangat-semangat polos anak anak ini sih dan mengajar membuat saya jadi terus meng-update kabar-kabar terkini dari mata kuliah yang saya ajarkan. Dan semangat mahasiswamahasiswa ini yang akhirnya membuat kami sudah membuat 2 kali pameran fotografi dan 1 kali pameran ilustrasi. semoga bisa terus berlangsung. Bagaimana ceritanya sampai akhirnya terlibat di film Lucky Kuswandi? Ini kisah yang jawabannya seperti jawaban artis-artis di interview TV nih, haha! Saya nggak sengaja datang ke sebuah pameran di mana saat itu Lucky juga datang. Dan menurut dia saya cocok dengan karakter Aseng di film ini. Terus diajak casting. Terus dapat deh perannya. Apa yang paling memorable dan menantang selama syuting, mengingat ini adalah film pertamamu?

Syutingnya sangat menyenangkan. Saya merasa beruntung bekerja dengan mereka yang sangat cekatan dan rapi. Yang paling menantang saat shooting adalah scene terakhir saat Aseng dan David terlibat perebutan pistol. Malam itu takenya belasan kali. Saya dan Fauzan (pemeran David) sangat merasa bersalah sama crew yang lain saat adegannya harus diulang, dan saat itu sudah sekitar jam 1 pagi. Selain film ini, kamu juga bermain di film pendek garapan Monica Tedja, apakah dunia akting akan menjadi sesuatu yang kamu geluti dengan serius? Untuk itu saya masih belum tahu. Saya ternyata menikmati proses berakting dari reading sampai syutingnya beneran. Jadi mungkin saya ingin mencoba lagi. Ya berkarya lah ya, apapun platform-nya. Kalau prosesnya enjoyable ya hayuk aja.

What’s your next project? Be healthy, be happy! That’s the ultimate, ultimate project!

082


Krampus Sutradara: Michael Dougherty Cast: Adam Scott, Toni Collette, David Koechner, Allison Tolman Film bergenre horror yang akan dirilis Desember mendatang ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang merasa memiliki hari Natal yang buruk. Secara tidak sengaja, anak laki-laki tersebut melepaskan “Christmas demon” bernama Krampus yang kemudan meneror keluarganya. Krampus sendiri dalam cerita rakyat adalah seorang makhluk bertanduk yang menghukum anak-anak di saat Natal karena telah berlaku tidak baik. Sebagai pengganti Santa Claus, anak-anak nakal akan didatangi oleh Krampus yang akan memberikan “hadiah”. Diangkat dari cerita tradisional tersebut, film Krampus memiliki latar belakang yang sama menyeramkannya. Film ini dibintangi oleh Adam Scott, Allison Tolman, Toni Collete, dan Luke Hawker as Krampus himself. So kids, who dares to watch this movie during Christmas Eve?

Menjadi film yang paling ditunggu-tunggu sejak trailernya muncul di penghujung tahun 2014 lalu. Panic? Yes everyone is panic when the first scene appeared. Eforia kembali mengudara dan para Star Wars fanatics langsung sibuk berdiskusi dan saling menebak apa cerita selanjutnya dari serial ikonik ini. Karakter lama seperti Han Solo, Luke Skywalker, dan Princess Leia kembali muncul dan diperankan oleh Harrison Ford, Mark Hamill, dan Carrie Fisher. Ketiganya kembali memerankan karakter yang hampir tertidur selama hampir 30 tahun setelah film The Return Of Jedi. Akan ada kemunculan karakter utama baru yaitu Finn, Rey, dan Poe Dameron yang akan sama-sama berpetualang di space opera ini, dan yang juga cukup membanggakan adalah keterlibatan aktor Indonesia seperti Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman. Unfortunately, no leaks for the plot-nya lah yang membuat kita semakin penasaran. Just wait and see!

filmstrips

Sutradara: J. J. Abrams Cast: Harrison Ford, Mark Hamill, Carrie Fisher, Lupita Nyong’o

Oleh: Kanishka Andhina

Star Wars Episode VII: The Force Awakens

Victor Frankenstein Sutradara: Paul McGuigan Cast: Daniel Radcliffe, James McAvoy, Jessica Brown Findlay, Andrew Scott Mungkin kalian tahu bahwa Frankenstein adalah makhluk ciptaan dari seorang dokter yang bernama belakang sama. He is the radical scientist named Victor Frankenstein. Kalau biasanya karakter Frankenstein yang dipertonjolkan dan dibuat film nya berulang kali, kali ini sang penciptanyalah yang akan diceritakan lebih dalam. Diperankan oleh James McAvoy, film ini bercerita tentang bagaimana Victor menghadapi dark phase and madness for going too far dengan eksperimennya. Hanya Igor Strausman, diperankan oleh Daniel Redcliffe, yang dapat membantu dan menyelamatkan Victor dari ancaman ciptaannya sendiri. Since we haven’t seen both James and Daniel in the same movie before, this could be unpredictable!

The Hateful Eight Sutradara: Quentin Tarantino Cast: Samuel L. Jackson, Kurt Russell, Jennifer Jason Leigh Film yang ditulis oleh Quentin Tarantino ini bercerita tentang The Hangman (Kurt Russell), seorang bounty hunter pasca Perang Sipil Amerika yang menangkap seseorang bernama Daisy Domergue (Jennifer Jason Leigh). Di tengah perjalanan untuk mendapatkan imbalannya, keduanya bertemu bounty hunter lainnya yang diperankan oleh Samuel L. Jackson dan Walton Goggins yang mengaku sebagai sheriff. Selama perjalanan mencari tempat penampungan di tengah badai salju, mereka harus melewati wilayah pegunungan. Just like a bad surprise, mereka kembali dihadapi dengan fakta untuk berhadapan dengan empat orang asing yang menentukan akhir dari perjalanan mereka. Are they gonna make it to their destination? We don’t know yet.

083


the reader:

karina

salim Setelah memenangkan piala Indonesian Movie Awards 2014 untuk kategori “Pendatang Baru Wanita Terbaik”, tahun ini sosok aktris cantik multi-talenta Karina Salim terjun ke dunia tarik suara dengan merilis single bertajuk “Dalam Hati Saja”. Alasan Karina memilih lagu lama ciptaan Yovie Widianto yang sebelumnya dipopulerkan oleh grup musik Warna tersebut adalah karena dirinya mengaku nge-fans dengan Warna dan segera memilih lagu ini ketika Sony Music Indonesia menawarkannya beberapa pilihan. Ketika ditanya minatnya di musik atau akting, Karina membeberkan bahwa menjadi penyanyi adalah keinginannya sedari kecil dan untuk akting, she admitted, “Bermain film kaya playground buat aku, ketika aku sudah mulai percaya diri tampil depan banyak orang, sekarang lah waktunya aku wujudkan mimpiku sebagai penyanyi.” Tidak hanya menjadi aktris dan penyanyi, gadis berusia 24 tahun yang sedari kecil sudah menjadi ballerina ini mengaku sangat suka musik-musik Disney dan halhal yang berhubungan dengan musikal. Ballet adalah salah satu yang membentuk dirinya seperti saat ini, untuk menjadi pribadi disiplin, menghargai proses, dan yang pasti terbiasa untuk berada di industri performing arts. Untuk membagi dan mengatur waktu, Karina sudah terbiasa full scheduled sejak kecil sehingga ketika banyak waktu nganggur, Karina malah stress sendiri. Ia menyiasatinya dengan membuat daily planner agar segala prioritas dan pekerjaan tidak berantakan dan tetap stick to the plans. Well anyway, as we speak about her upcoming project, ia mengaku tengah menyiapkan dua film yang akan rilis tahun depan dan menyiapkan album debutnya. For now, since she also loves to read, she gives us her favorite all time books list! Oleh: Kanishka Andhina. Foto oleh: dok. Sony Music Indonesia.

084

At Home with Madame Chic

Jennifer L. Scott “Buku yang sangat menarik untuk perempuan modern yang ingin lebih bisa menikmati hidup dari hal-hal kecil yang memperindah hariharinya.”

The Art of Thinking Clearly

Rolf Dobelli “Mempelajari cara membiasakan kita menggunakan otak kita dengan efektif.”

A Monk Who Sold his Ferrari

Robin S. Sharma “Self-enrichment. I love all self-enrichment books, buku ini makanan buat jiwa aku.”

Problem Solving 101

Ken Watanabe “Belajar untuk lebih kreatif dalam menghadapi banyak hal, terutama untuk para entrepreneur.”

As We Speak: How to Make Your Point and Have It Stick

Peter Meyers & Shann Nix “Belajar berkomunikasi supaya bisa menampilkan performa yang maksimal, terutama untuk public speaking. Bagaimana supaya informasi yang mau kita sampaikan dengan tepat.”

The Strategist

Cynthia Montgomery “For all of you dearest entrepreneurs.”


Bookmark For you guys who have interest in making or discovering movies, buku-buku ini bisa menjadi “holy bible” dalam mengupas seluk-beluk tentang film. We name 4 books dari section yang berbeda yang bisa kamu eksplor, from screenplay, fan, costume, and movie soundtrack. So, here you go! Oleh: Kanishka Andhina.

THE O T UIDE FOR GIRL G S L’ NGIR ANDBOOK A F THE XY: A H iring an m se d GALA ggela the days n e t S g in n a K a k k y r c E ” a n ba GE gs deng “nerd ons it, Mag

sisi arto i men . Admit e i ada watch c mpa n past o ro sa an-tema how to b u t g e n h d r a e r e f s m o uk p o u e t b u p s e s , a t u a i setia tu. W akny n bersam reminds g feminis dunia Di dir nnya wak stum lay n a y li a ll ik a d a y k n u n g t a la ko hs, u nya serin ok ac dut p berja emakai roug m g kam . This bo engan su life yang n playth w n in a y g a y o in ys ng di es. D nerd deng h fell e da e so thos e old tim ving in a lengkap ernet wit rik menja them sed t a h li i, t is n k in k e e m la e k ia m you st li a girl ge um lakii dun g dibuat fanfic, girl ju n jah d ka a fan ceritaka njela strasi yan s up the oleh e i s m a n g k u e in ini m ut didom des untu world. Il also brin e k b co h o ! e t t o e s r a r b d e o e t e m un ch dan ks all aro nd oh, th d many tips, gee an, a emes, an h le a a b fem tam s, m tarik book daya y, cons, la cosp

Sam

D WOO ING Y L L HO WRIT PRING/ N E E SCR TORY S 6: A E M C U E DIR ER VOL SOURCE E E SUMM ALIZED R NG WHER I I SPEC ISCOVER L YOUR D SEL FOR O T W & HO NPLAY tors E i SCRE s Store Ed p igara

ara sil d erha mas sec e kan b ng a yang dik a story a y film ipt ya rite ada to w sann a scr Tidak tidak ad y indeed itulah ala yang a i i s il p apab is not ea in it. Ta a buku in g It an es ac apik. lion valu b memb k kalian y dap ji il u a z t ha r n w h e u t wit mu us 00 an khus pa ka rtarik n 3.5 i kena g ditulis dan kete . Denga str u n d m a n in il f n n mem i passio vering enga anies, da in ilik an d isco p mem ak la nd d g berkait tion com id a t i g in makin nama yan , produc et buku arahkan io g r rg dafta perti stud nciers, ta ntuk men sell it. u e a n d film s ndent fin ide book nplay an truksi da pe i gu cree trasi, ins s d r s e inde ja t t n a poin ilus mbu k me untu k me mberikan tips dan ossible. untu p e an kamu uku ini m lay deng huge as e and if m s p ,b a n lu s e o y e v lu r la P c 6 p uld les s r screen nyak t, you co p a b m e a u s s ip o r it y c b s e r te ct ak dah to m perfe ini su ke a Buku nt to ma all! wa m you t the ollec just c

ter

Wri

HERO ITY R E P T SU THE UME: IDEN N FACT I COST ISGUISE RESS, D D AND ICTION ( ) E F AND , CULTeUR& Danny i BOrDbaYra Brown

Ba ero n perh ydo u, su an super uk Gra h a t a at nt ng kit iliki keku bihan u rti ya m ele Sepe anya me emiliki k ut their h o m tensi tidak mereka e talk ab ol eksis b n w u im d s nam mar. Ye enjadi s hide an k “ a untu m ntuk enarnya meny e yang e b i m is ga eb costu us seba i yang s is book rena lig ad ka . Th k s li m seka atas prib b m h pu ostu it see ” seek ikenal ole sting as kostum-k eran e d i p r a i k e t n as in tida nge entifik lly as a me an actua pas fakt n mengid an deng y a u h ik g g a w n n u r de es me de g dis won rhero ed supe stum yan imes we ned in r ? ig et an ko s e m m n o d a r d pide aan m. S ostume il S f a o y als tem man’s c rtan , and r asi n-pe Supe ue colors ertanyaa lui ilustr TV. y la l p e l b ra i, a l m d c p e a an ab na ku in onn rhad at bu an terjaw m ataupu manual as te . D w it J e iv L k it l s ill in ik, fil but a i sen entia ks in ey w d Kev a terse dari kom the ess s or wor emilik nd th ng m m ini?” a k like a m film h e e i a o b r t d l o stu con ook wil di fil uah rapa dtrac who ure. Bebe u apa sih ies soun alam seb oritas his b for you T d y v g ult i a o c la d M m i n . g ik u r g “In adin or fashio iggin atan mus gat besa i lagu-lag e d r t r n a b sta lar g sa eterli emak dijadikan popu n yan an. K an m

L SICA U M CAL MAGI : ROCK M TOUR OP IN FIL P AND DTRACKS SOUN

m tuk ak era iliki p instream saran un me indie mem a pa so i m e d il m s tuk h il ie un film-f edang hit ereka, w ik ind redictable s m s g u m n il m f a y k ai np ini dtrac ble-u emak soun akan m predicta ga. Buku stri s g i indu ju ie n is v a ie s y d n mo in m u il p f au lain aum ing scor ati oleh k estetik m yak buku dari n m isi as dinik ritakan s mana ba membah ku e di bu ya , n u a it menc n musik, h a m a amun ak hany ik dan fil d n r m a il f id s d bere m saja. T jarah mu riode ke be g n ya se pe if fil will pekt njelaskan dari satu book pers ne me , this film and li y a e ll g a im ju f ini an t basic l book o asark . So berd e lainnya historica g d perio xt amazin ad! re e the n you ever ic s u m

085


fine-tuning:

TETANGGA PAK GESANG Berawal dari iseng berkumpul untuk nyanyi bareng dan mencoba ukulele yang baru dibeli, Tetangga Pak Gesang (TGP) adalah hasil kolaborasi Arum Tresnaningtyas dan Meicy Sitorus yang terbentuk di Bandung pada awal 2013 silam. Ketika pertama kali mendengar nama Tetangga Pak Gesang, jujur saja ada rasa ‘tergelitik’ untuk mencoba mendengarkan musik mereka, dan ternyata musik yang diracik keduanya memang tidak kalah catchy dengan namanya. Berbekal instrumen sederhana seperti ukulele dan kazoo, vokal keduanya berharmonisasi dengan manis dan bersahaja untuk menyanyikan lagu-lagu berbahasa Indonesia tempo doeloe dengan tema-tema sederhana yang dikemas dengan jenaka. “Kami mendengarkan semua genre musik, tapi untuk TGP sendiri referensinya dari era 40-an sampai 60-an, itu karena karakter vokal Arum dan saya kalau kata teman-teman kaya paduan suara Gerwani, suaranya lawas!” ungkap Meicy soal referensi musikal mereka. “Musik keseharian”, adalah istilah yang mereka sematkan sendiri untuk mendeskripsikan sounds mereka yang akan mengingatkanmu pada lagu-lagu nostalgia di rumah nenek yang hangat. ALEXANDER KUSUMA PRAJA.

086

Apa yang mendorong kalian untuk memakai lirik Bahasa Indonesia yang terkesan jadul? Karena kita orang Indonesia! Haha! Kita berusaha jadi orang yang bangga pada bahasanya dan mencoba memakai Bahasa Indonesia yang baik dan benar sembari mempopulerkan Bahasa Indonesia juga karena anak zaman sekarang kan lebih suka ngomong pakai Bahasa Inggris. Dan sebenarnya kita juga semacam menggali lagi kata-kata Bahasa Indonesia yang sudah tidak populer atau jarang dipakai seperti “puspa”, atau misalnya kata “amboi” kalau terkejut, dibanding “Hah?” kayanya “Amboi” lebih manis.

DARI KIRI: Meicy Sitorus, Arum Tresnaningtyas.

https://soundcloud.com/tetangga-pak-gesang

Boleh cerita soal project Musik Anak Nusantara dan Ekspedisi Liwuto Pasi? Proyek ini sudah dilakukan ketika di Bali bersama anak Freedom School. Di sana dua mingguan bikin sekitar lima lagu bersama anak-anak di Pulau Kaledupa dan Kampung Bajo. Intinya kita berproses bikin lirik, lagu, dan bersenang-senang dengan mereka dan di akhir ekspedisi, kita pentas bareng anak-anak itu. Siapa sosok musisi lokal yang menginfluens kalian? Yang jelas Pak Gesang karena kita sudah meminjam nama beliau. Kita mendengarkan lagulagunya dan ternyata semakin kenal jadi semakin ngefans juga, yang biasa kita dengar kan “Bengawan Solo”, tapi lagulagu lainnya juga banyak seperti “Sapu Tangan” dan “Tirtonadi”. Lagu-lagunya rata-rata tentang penantian dan kehilangan tapi sederhana dan apa adanya dan itu yang kita adaptasi dari musik Pak Gesang. Gigs paling memorable sejauh ini? Setiap main selalu memorable karena kita selalu bermain sepenuh hati, haha. Kalau yang paling memorable mungkin waktu kita main di bangsal kanker anak-anak Rumah Sakit Ali Sadikin dalam Hari Kanker Nasional. Kita nyanyi untuk adikadik pengidap kanker, antara terharu tapi senang juga karena bisa menghibur mereka. Mereka yang tadinya lemas karena kemoterapi bisa senyum juga melihat kita nyanyi, padahal kita nyanyinya suka salah, lupa lirik dan fals, tapi ternyata mereka bisa terhibur dengan kedatangan kita dan sebenarnya itu yang lebih memorable. Yang ke panti jompo juga, pokoknya kunjungan-kunjungan seperti itu. Kolaborasi impian kalian? Kalau Pak Gesang masih ada ya sama Pak Gesang. Mimpinya sih kita ingin berkolaborasi dengan anak-anak, menyanyikan lagulagu anak-anak yang diciptain anak-anak juga. Kalau band besar, kita juga masih mikir sih. Tapi intinya kita sangat menerima ajakan kolaborasi dengan siapapun asalkan kita masih punya mimpi dan semangat yang sama.


mixtape:

Ever wonder why Aimee Saras posting so many vintage photos on her Instagram? It turns out, she is thrilled by the 40-50’s era. “Mungkin karena belum lahir di era itu dan penasaran kali ya hahaha! Tapi tertarik karena vintage means timeless, one of a kind, punya trademark tersendiri dengan karakter yang kuat and of course eye-catching!” ungkap penyanyi swing yang sempat lama tinggal di New York tersebut. Saking cintanya dengan scene vintage, tampilan Aimee on and off stage juga sangat classy dan lady-like dengan dresses dan high waisted pantaloon yang menjadi andalan Aimee dalam berpenampilan. Tak hanya kerap wara-wiri di panggung hiburan dengan tampilan vintage dan suaranya yang merdu, perempuan kelahiran Jakarta yang menyebut namanama seperti Judy Garland, Duke Ellington, dan Madonna sebagai influensnya ini sedang menulis album ke-2 dan tengah disibukkan dengan promo film serial Halfworlds yang tayang di HBO Asia sembari masih menjalankan rutinitasnya sebagai penyiar radio dalam acara The Lady Who Swings di Hard Rock FM setiap Selasa malam. Keterlibatannya di serial

Halfwords garapan Joko Anwar menjadi kebanggaan tersendiri dan Aimee mengaku sangat senang ketika mendapatkan kabar bahwa dirinya lolos casting untuk produksi internasional tersebut. “Everything is memorable when you are in a filming process. Salah satunya ikut bagian dari fighting scene tapi nggak ikutan berantem,” ujarnya. Selain memberikan mixtape 10 soundtrack film favoritnya, ia pun membocorkan project selanjutnya di mana ia akan berperan di salah satu film garapan Ria Irawan berjudul Gila Jiwa yang soon to be released. One last secret, di waktu luang ketika dirinya bersantai sejenak dari rutinitas, she reads novel and makes dessert! Oleh: Kanishka Andhina.

aimee

saras “Girl You’ll Be A Woman Soon” (Pulp Fiction) Urge Overkill “Because Mia Wallace makes this song even more cool.”

“You Never Can Tell” (Pulp Fiction) Chuck Berry “Ya lihat sendiri kan twist scene-nya John Travolta sama Uma Thurman? The reason why we need to dance in life.” “I’ve Got You Under My Skin” (What Women Want) Frank Sinatra “Ngeliat gaya Helen Hunt bawa champagne terus sambil dance masuk ke kantor Mel Gibson bikin aku jatuh cinta banget sama lagunya.”

“The World Is Not Enough” (James Bond: The World Is Not Enough) Garbage “Suaranya Shirley Manson di sini seksi dan dramatis banget, sesuai dengan tema James Bond.”

“Hey Pachuco” (The Mask) Royal Crown Revue “Swing club, big band, pasangan nge-swing yang gila (bagian Jim Carey dan Cameron Diaz) jadi pingin ikutan dilempar-lempar kalau dengerin lagu ini.”

“Tu Vuo Fa L’Americano” (The Talented Mr. Ripley) Rosario Fiorello, Jude Law, Matt Damon “Two hot men kaya Jude Law dan Matt Damon ceritanya nyanyiin lagu Itali? Can’t get more hotter than that! Jadi tambah bikin keren lagunya!” “Why Don’t You Do Right” (Who Framed Roger Rabbit) Amy Irving “Jessica Rabbit is the ultimate pin-up girl singin’ this swingin tune, walaupun hanya tokoh kartun (hey that rhymes!).”

“As Time Goes By” (Casablanca) Dooley Wilson “One of the first classic movies I watched and have the soundtrack stuck in my head.” “Somewhere Over The Rainbow” (The Wizard of Oz) Judy Garland “My favorite childhood musical movies of all time dan yang membuat aku ingin main drama musikal.” “The Way You Look Tonight” (My Best Friend’s Wedding) Tony Bennet “One of my favorite romantic flicks yang ada lagu klasik. Perfect!”

087


MIND

COPY

OLEH: ALEXANDER KUSUMA PRAJA. FOTOGRAFER: RAJA SIREGAR. STYLIST: PATRICIA RIVAI. MAKE UP ARTIST: MARINA TASHA HAIR STYLIST: JEFFRY WELLY (STUDIO 47)


It takes more than luck to stay in the highly competitive movie biz, dan dengan kematangan skill serta repertoar peran yang kian membubung, Tara Basro telah menemukan spotlight tersendiri baginya dalam industri ini, and it’s getting brighter all the time.

Dress: Zara Jaket: Aesthetic Pleasure


Tara Basro always have a special spot in my heart. There, I said it. Tidak hanya karena sosoknya yang terus mencuri perhatian dalam setiap project yang ia kerjakan, tapi juga karena pribadi di balik layarnya yang tetap down to earth dan apa adanya, tak peduli sejauh apapun ia telah melangkah. Di hari Jumat menjelang akhir Oktober lalu, sama seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, Tara datang seorang diri ke lokasi pemotretan tanpa ditemani manajer, asisten, atau entourage lain seperti artis pada umumnya. Mengenakan jumpsuit berpadu sneakers, aktris cantik bernama lengkap Andi Mutiara Pertiwi Basro ini terlihat effortlessly chic dan santai. Wajahnya yang tersenyum ramah dibingkai oleh rambut hitam yang baru dipotong pendek dengan model bob yang fresh dan mempertegas feature wajahnya: high cheekbones, mata sayu nan sensual, dan kulit sawo matang yang glowing. Semua hal yang membuat dirinya terlihat stand out dan kerap membuat “eksotis” sebagai adjektiva yang melekat padanya, sesuatu yang membuatnya berjengit, as we will talk about it later. “Lagi sibuk istirahat,” ujar Tara membuka interview ini. “Soalnya dari awal tahun ini aku sibuk dari mulai promosi film terus lanjut syuting film lainnya, traveling, dan kebanyakan di luar kota, jadi sekarang lagi beristirahat akhirnya,” sambungnya sambil membiarkan wajahnya mulai dirias. Well, jika ada orang yang berhak memiliki time out untuk beristirahat setelah bekerja keras sepanjang tahun, Tara adalah orangnya. 2015 memang telah menjadi tahun yang exceptionally busy untuk dara satu ini. Tak lama setelah aksinya sebagai pendekar wanita di Pendekar Tongkat Emas akhir tahun lalu, kita telah melihatnya di Filosofi Kopi sebagai sexy assistant yang walaupun bukan termasuk peran utama tapi berhasil membuat hati penonton berdebar kencang dalam setiap scene-nya. Setelah menyelesaikan film surealis garapan Ismail Basbeth berjudul Another Trip to the Moon yang masuk ke International Film Festival Rotterdam, ia pun langsung terjun dalam syuting A Copy of My Mind, film terbaru Joko Anwar di mana ia dan Chicco Jerikho bersanding sebagai pemeran utama. Dengan teaser poster yang menampilkan Tara dan Chicco sebagai pasangan yang dimabuk cinta, gampang bagi orang untuk mengiranya sebagai film drama romantis. But we’re talking about Joko Anwar’s work here, so basically, walaupun film ini memang mengedepankan relationship antara sepasang anak muda Jakarta, namun dengan adanya plot twist dan grand scheme tentang sisi gelap dunia politik dan industri pembajakan film, A Copy of My Mind jelas bukan cerita cinta biasa. “Yes, there’s a little bit about politics. Tapi Bang Joko mau film ini bisa dinikmati semua orang, bukan orang Indonesia doang dan akhirnya di-package dalam romantic film. It’s like a time capsule, kalau orang mau lihat Jakarta di tahun 2015 seperti apa ya seperti di film ini, walau orang nggak tinggal di Jakarta dan nggak tau what’s going on di Jakarta pun masih bisa relate,” tutur Tara.

090

Sambil mulai melahap pisang yang ia bawa sendiri dari rumah, Tara pun menceritakan lebih lanjut soal perannya sebagai seorang pekerja salon bernama Sari di film ini. “She’s very... Orangnya sangat cuek. Karakter Sari dan Alek, mereka menggambarkan karakter anak-anak muda di Jakarta yang sebenarnya tidak peduli dengan politik sama sekali, they don’t care what’s going on outside, tapi bagaimanapun juga, walau dua karakter ini tidak peduli dengan politik, hidup mereka tetap terpengaruh. Jadi gue rasa banyak anak muda yang masih seperti itu, I think gue bisa merasa dekat dengan karakter Sari ini karena bisa dibilang tahun-tahun sebelumnya I’m also like that, gue yang sangat pesimis and I don’t wanna get involved with politics at all, karena rasanya kaya lo menggebu tapi percuma, but now I think sekecil apapun input kita pasti akan berguna,” paparnya. Lantas, apakah setelah film ini ia menjadi antusias soal politik? “Not really, I’m chillin’,” tampik Tara dengan senyuman kecil, “Tapi misalkan dari hal-hal kecil kaya yang lo lihat di sekitar lo misalkan dengan sesimpel buang sampah pada tempatnya, I know it has nothing to do with building your country tapi mulai dari selfawareness seperti itu dulu deh,” tandasnya. Dengan waktu syuting hanya 9 hari dengan cast yang bisa dihitung dengan jari, skill akting Tara jelas dituntut secara maksimal di film ini, terutama ketika harus syuting secara diamdiam di sebuah tempat pembajakan DVD di Glodok. “I never see so much DVD in my life, DVD bajakan semua, mereka bikin packagingnya and everything. Tadinya kita minta izin tapi nggak dikasih, akhirnya kita diam-diam, itu rasanya kaya lo bisa aja tiba-tiba dikarungin, terus diculik nggak balik-balik, serem banget kaya suicide mission. Yang megang kamera gantian Bang Joko sama DOP-nya, jadi kita

sok-sok lihat DVD tapi kalau dilihat footage yang nggak dipakai, kebanyakan muka gue udah pucat banget dan kaku,” ceritanya sambil menunjukkan ekspresi pura-pura takut. Undercover shoot aside, yang tak kalah menantang adalah membangun chemistry dan beradegan intim dengan lawan main. “Chicco is great, I love working with him, karena dari awalnya kita juga teman dan sering ngobrol jadi ketika harus bangun chemistry dengan Chicco pun everybody can relate about feeling love, find someone that you love dan melihat sesuatu bisa diperjuangin untuk orang ini,” tukasnya sebelum melanjutkan, “Yang gue suka dari kerja dengan Bang Joko adalah dia memang membangun karakternya sangat matang, he would do interviews dengan gue sebagai Sari. Misalkan dia akan pura-pura jadi polisi terus Sari ditilang, kira-kira Sari akan ngomong apa di kondisi itu? Jadi mau nggak mau ya rasanya udah kaya jadi karakternya, jadi begitu kita syuting, its more like capturing moment.” Kerja keras mereka terganjar dengan terpilihnya A Copy Of My Mind menjadi official selection di kategori Orrizonti di 72nd Venice International Film Festival tahun ini. Bulan September lalu, Tara pun bertandang ke Italia untuk mempromosikan dan gala premiere film tersebut di mana ia berjalan di red carpet dengan memakai rancangan Jeffry Tan. “Aneh aja dengar orang Itali manggil-manggil nama gue, haha!” kenangnya terbahak. “Tapi seru sih, deg-degan juga karena belum pernah jalan di red carpet segede itu kan, apalagi orang-orang tau soal film lo. Senang banget pas di sana orangorang sangat antusias nonton filmnya, tadinya gue nggak menduga orang akan sesenang itu sama filmnya, terharu aja rasanya, kaya pas lagi jalan ada orang yang nyamperin dan bilang ‘I’ve seen your film! It’s so good, thank you so much for making it!’ jadi rasanya pasti senang lah, dari awal bikin filmnya juga karena suka


Kemeja: Moral Atasan sleveless: Aesthetic Pleasure

091


092

Sweater: Zara


“Gue pengen generasi muda untuk more brave, more loving, and forgiving,” dan yang bikin juga memang senang sama karyanya sendiri, jadi gue sangat berterimakasih banget sama yang nonton karena bisa appreciate dengan apa yang kita kasih. Itu jadi humbling experience juga karena orang-orang di sana sangat passionate dengan film dan pekerjaan mereka, jadi gue merasa kaya I wanna do something bigger, I wanna do more. Malah kaya ah gila, I’ve done nothing rasanya,” ungkapnya bersemangat. Selain di Venice, film ini juga telah ditayangkan di festival film internasional di Toronto dan Busan. Publik Indonesia sendiri masih harus bersabar karena film ini direncanakan baru tayang di dalam negeri sekitar Februari tahun depan. Meanwhile, sembari menunggu, kita juga bisa melihat aksi Tara di proyek Joko Anwar lainnya, yaitu serial televisi Halfworlds yang diproduksi HBO Asia. Dalam serial action thriller berbumbu mitologi Indonesia ini, Tara menjadi bagian ensemble cast dari aktor-aktris Indonesia paling menarik saat ini. “Halfworlds sangat seru soalnya castnya banyak dan isinya banyol semua jadi proses syuting sangat menyenangkan and I think its a fun story juga. Yang seru, it was the first time for me to working in the studio karena sebelumnya kan selalu real set, kemarin set beneran cuma beberapa, sisanya di studio semua jadi gue kaya ‘Wow this is actually pretty awesome’, you working in very controlled environment kaya lo nggak harus peduli ada tukang bakso lewat untuk break syuting, its kinda nice, but at the same time, you also miss the energy and spontanity,” jelas Tara tentang proses syutingnya yang berlangsung di studio di Batam. Dalam serial ini, Tara kembali berpasangan dengan Reza

Rahadian sebagai bad ass duo. Kalau di Pendekar Tongkat Emas mereka menjadi sepasang pendekar culas, kali ini mereka menjadi sepasang Bonnie and Clyde kinda characters dengan kekuatan Demit dan adegan laga yang seru. Menyoal bagaimana seringnya ia dipasangkan dengan Reza, dengan berseloroh ia menjawab: “I love working with him, he’s such a good actor and I learn a lot from him, jadinya kaya udah sahabatan tapi lama-lama kaya yang ‘Can I be someone else’s girlfriend, please?” Harapannya terjawab di film Tiga Srikandi di mana Tara kembali satu film dengan Reza namun kali ini tanpa embelembel asmara. Berlatar tahun 80-an, film karya Iman Brotoseno yang juga dibintangi oleh Chelsea Islan dan Bunga Citra Lestari tersebut mengangkat kisah nyata tiga srikandi dari tim atlet panahan Indonesia yang berlaga dan memenangkan medali perak di Olimpiade Seoul tahun 1988. Demi perannya, Tara pun belajar memanah selama tiga bulan. ”Awalnya gue pikir panahan is gonna be very monotone, tapi pas dilakuin ternyata bikin emosi karena you know you could hit the target. Panahan itu soal konsistensi, kalau posisi tangan berubah sedikit aja, pasti hasilnya beda, jadi setiap manah posisi lo harus sama, tapi seru sih, I love it,” paparnya soal film yang akan ditayangkan akhir tahun ini. “Dari film ini gue juga pengen bangun awareness karena kita butuh regenerasi, nggak hanya soal atlet tapi aktor juga perlu ada regenerasi, I think semuanya sih, semua orang yang bekerja di bidangnya harus punya tanggung jawab untuk pass on ilmunya,” pungkasnya.

Berhadapan dengan Tara membuat memori saya kembali ke tahun 2011 ketika saya baru mulai berkarier di media dan bertemu Tara untuk pertama kalinya saat ia dan cast lainnya dari Catatan (Harian) Si Boy datang ke kantor NYLON. Looking at her right now, saya tidak bisa mengesampingkan perasaan kagum melihat bagaimana sosok girl next door pemalu dan pendiam yang saya temui empat tahun lalu telah menjelma sebagai aktris muda berkaliber yang dengan begitu eloquent bercerita soal passion-nya di dunia film. “That was my first film, I was a baby... Its crazy, nggak kerasa nggak sih?” tanyanya retoris. 12 film panjang dalam kurun waktu lima tahun adalah pencapaian impresif bagi seseorang yang mengaku terjun di film karena “tercemplung” tanpa basic akting sebelumnya. Just like a baptism with fire, bakat mentah dalam dirinya terus terasah secara natural di setiap judul film yang ia bintangi. “Dari akting I learn so much, especially about myself karena selama ini gue melihatnya selalu keluar tapi karena akting, I have to switch untuk lebih melihat ke dalam diri gue sendiri kaya ‘How can I be more senstitive?’, karena gue lumayan ignorant kan, tapi di akting you have to pay attention to detail, so I love my job, its the best job.” Tak banyak yang tahu jika sebelum mencapai titik ini rejection adalah hal yang cukup akrab bagi seorang Tara Basro yang sempat tidak percaya diri dengan penampilannya. “I think I’m being a little hard to myself sometimes,” ujarnya pelan. “I had difficulties because of my skin tone, apalagi dulu rambut gue cepak, sekarang juga pendek sih tapi dulu lebih pendek lagi, dulu masih di high school, kerjanya ya di bawah matahari terus jadi udah butek,

093


“Dari akting I learn so much, especially about myself karena selama ini gue melihatnya selalu keluar tapi karena akting, I have to switch untuk lebih melihat ke dalam diri gue sendiri kaya ‘How can I be more senstitive?’, karena gue lumayan ignorant kan, tapi di akting you have to pay attention to detail, so I love my job, its the best job.” item, rambutnya pendek, terus orang-orang kaya yang ‘Umm, we’re looking for someone with lighter skin and longer hair’ gitu, jadi untuk gue bisa masuk ke film setelah gue putus asa dengan casting segala macem, it was such a blessing,” kenangnya. “Tapi perjuangan nggak berhenti di film pertama, it was a good film untuk film pertama tapi setelah itu perjuangannya gue bisa berbulan-bulan nggak kerja, doing nothing, sementara my mom and dad mulai ngomelngomel di rumah kaya ‘What are you doing? You’re not doing anything!’ haha, gue kaya yang ‘Just be patience, okay...’ Haha. It was really tough, jadi walaupun sekarang gue belum ada di posisi yang gue impikan, tapi to be here right now it took a lot of hard work, banyak patah hati segala macem, I learn a lot of things dengan cara yang lumayan harsh, but here I am, surviving.” Lucunya, di umurnya yang kini menginjak 25 tahun, kulit sawo matang yang dulu seolah menjadi ‘kutukan’ tersendiri baginya sekarang justru menjadi ciri khas dan daya tarik istimewa dalam dirinya. Sulit mencari artikel tentang Tara yang tidak menyelipkan kata “seksi” dan “eksotis” untuk mendeskripsikan dirinya. Namun, saya selalu penasaran bagaimana sebetulnya perasaan Tara soal julukan “eksotis” tersebut. “I have mixed feeling about that word,” akunya, “Apalagi kalau misalkan ada orang yang bilang ‘Mukanya Indonesia banget ya?’ Gue kaya yang ‘What exactly is muka Indonesia?’ Muka Indonesia kan beda-beda, kalau di Korea masih mending ya, karena everybody’s white, tapi kalau di kita kan

094

beda-beda, ada yang orang Manado, ada orang Papua, ada Sulawesi, NTT, semuanya beda-beda. Kalau dibilang eksotis pun gue masih bingung, is it because of my eyes or my skin? But I take it as compliment, but it makes me cringe everytime I hear,“ ungkapnya. “Gue pengen generasi muda untuk more brave, more loving, and forgiving,” ujar Tara dengan mimik serius. “Sampai sekarang gue masih mencoba raise awareness untuk generasi muda to take care of themselves karena awalnya I deal with a lot of insecurities kaya misalkan, maybe I’m not pretty enough, not skinny enough, my skin is not flawless enough, udah coba berbagai macam cara, udah ke dokter muka segala macem, yang pada akhirnya all those side effects gue rasain di umur gue yang 25 tahun ini. Like oh my God I’ve been so selfish, pengennya semuanya perfect padahal dengan gue yang sekarang ini udah cukup. Those beauty stuff... Its harming, mungkin sekarang nggak ngerasain apa akibatnya tapi later on itu bakal kerasa and you will regret it, jadi gue pengen as someone yang bisa dibilang public figure, I feel like I have some responsibility untuk try to educate, mungkin not for everybody tapi ke orang yang mungkin look up to me. But in the end of the day, nobody could love you unless you love yourself first.”

Semua yang terlontar dari bibirnya jelas bukan sekadar empty words tanpa aksi. Cara Tara mencintai dirinya sendiri adalah dengan menghindari zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Ia termasuk konsumen yang rajin membaca nutrition fact dalam setiap produk yang ia gunakan dan cukup familiar dengan istilah-istilah yang asing bagi orang awam. Ia juga mengaku sekarang ini lebih tertarik pada hal-hal yang berbau kesehatan dan mengungkapkan keinginan untuk belajar ilmu nutrisi di samping belajar bahasa asing, khususnya French, mengingat waktu kecil ia sempat tinggal di Prancis. “I go to the gym a lot,” ucap Tara tentang caranya menjaga kesehatan di antara jadwal yang sangat padat. Sempat belajar wushu untuk syuting Pendekar Tongkat Emas, saat ini Tara masih rutin yoga, weight training, dan Muay Thai. “Pokoknya masa-masa istirahat ini yang gue maksimalin adalah olahraga karena kalau syuting apalagi di luar kota kaya udah nggak punya waktu. I’ll be in my best mood after workout, meskipun capeknya kaya apa tapi tetap sangat menyenangkan. Selebihnya mungkin baca buku and keep in touch with my family, karena makin lama makin jarang ketemu karena kerjaan,” lanjut anak perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara ini. Buku apa yang sedang dibaca Tara belakangan ini? “Sekarang lagi baca Conversations with God, right now gue lagi banyak baca buku yang lebih spiritual karena working in this industry, its little hard to find yourself karena kadang-kadang kalau lanjut dari satu karakter one to another itu kadang-kadang I get lost sometimes, I love to read books to feel relax and better about myself.”


095

Kemeja: Zara Rok (dalaman): Zara Rok (Luaran): Aesthetic Pleasure


Sejalan dengan hobi berolahraga, Tara yang lebih nyaman dengan gaya kasual adalah penggemar sneakers. “People think I started to have problem karena right now at my place, I’m sleeping with my sneakers karena udah kebanyakan gitu, dan kalau ada acara gue kaya yang ‘I don’t have any shoes! I don’t have any heels!’ Haha! I wish I could wear my sneakers with dresses, tapi ya gitu, gue udah mulai dimarahin kaya disuruh stop beli sneakers,” kisah penggemar Adidas dan Vans yang hobi berburu sneakers baik di eBay maupun saat keluar negeri dan saat ini sedang menunggu pesanan Adidas Ultra Boost warna putih incarannya tiba. Mind, body, and soul. Keseimbangan ketiganya tak akan lengkap tanpa adanya cinta dan ketika menyinggung topik itu, Tara mengaku dirinya adalah seorang hopeless romantic yang gemar menonton film rom-com sebagai guilty pleasure-nya. “Its easy for me to fall in love with someone because I wear my heart on my sleeve,” ujarnya tersenyum. “I dunno if you’re notice or not, but every girl is a psycho in different ways. I feel like kalau pacaran itu tentang mentolerir kekurangan orang lain, you need someone you can trust and accept you whoever you are, at the end of the day itu yang harus lo hadapi for the rest of your life. Karena if you wanna change somebody I don’t think its possible.” Kualitas apa yang biasanya dicari Tara for potential lover? “Sense of humor, caring, initiative, and good taste in music... Itu parah banget,” jawabnya cepat. Wait, jadi Tara termasuk yang menilai orang dari selera musiknya?

096

“Of course I do! Apalagi kalau lagunya udah nggak nyambung itu kaya yang aah... Gue pernah pacaran sama orang, he doesn’t listen to music, can you imagine? Gue kaya yang ‘Are you serious?’ Jadi kalau di mobilnya ya kalau nggak radio ya diam, sedangkan gue yang tipikal langsung blasting the music!” ungkap penggemar Brandy, Jordan Rakei, dan Hiatus Kaiyote ini. Khusus nama terakhir, ia rela terbang ke Kuala Lumpur untuk menonton konser kuartet soul asal Melbourne tersebut dan dengan semangat menyebut Hiatus Kaiyote sebagai dream wedding band-nya, dengan catatan kalau ia tidak bisa mengundang Beyoncé untuk tampil di dream wedding versinya. True to her confession as hopeless romantic, di balik persona yang terlihat cuek, Tara ternyata punya dream wedding versinya sendiri. “Are you sure you wanna go there? Because we will have two hours talk, haha!” candanya saat saya bertanya soal pernikahan impiannya. “My dream wediing would be outdoor. I would love to have Latin music, all white, very intimate... Apalagi ya? Nggak tau, gue kalau dilamar aja kayanya udah senang, haha!” jawabnya. Ketika ditanya apakah itu artinya Tara sudah serius memikirkan soal getting married and settled down, dengan kerlingan mata yang kadang terlihat jahil, ia menjawab, “Ready or not, you just have to jump. Kalau ditanya ‘ready’ sih iya, tapi kalau ditanya ‘rela’ jawabannya belum, karena I still want do something more.”

Dengan sederet peran dan proyek seru yang sudah ia jalani, apa lagi yang ingin dikejar Tara? “Sebenarnya gue pengen banget kerja bareng Dimas Djay, tapi sayangnya dia udah nggak mau bikin film lagi kayanya. Atau Gareth Evans. I wanna do musical, tapi musical itu harus sangat hati-hati ya, jangan sampai tiba-tiba pas nonton nanti orang malah kaya ‘What?’ I enjoy singing, strictly di kamar mandi or in a car, but yeah I love to explore music more if I have the chance, tapi kalau if I ever do music, its gonna be something yang bukan buat jualan sih, buat kesenangan gue aja,” tandasnya. Di samping berbagai proyek yang sudah dipaparkan di atas, Tara juga terlibat dalam Flutter Echoes and Notes Concerning Nature, film garapan Amir Pohan yang mengangkat environmental issue dan masih dalam tahap postproduction, di samping beberapa film yang masih tahap in consideration untuk tahun depan. Untuk sekarang, Tara hanya ingin menghabiskan akhir tahun dengan beristirahat. “Capek banget, karena semua project gue belakangan ini udah physical. Gue capek dengan semua begadangnya. I just feel I need to respect and listen to my body more, karena selama ini badan gue kaya pengen ngomong ‘I’m tired’ But I keep ignoring it, so I think I deserve a break, lagian biar orang nggak bosan juga lihat gue terus. I’m excited karena akan ada beberapa project yang keluar and I’m curious tanggapan orang akan seperti apa,” pungkasnya dengan nada optimis.


Sweater & Rok: DKNY

097


The Kind & Unwind Kind of Night! There’s always a time in a year, when we choose some fresh faces and talents, to make sure our next cover will look even more awesome! Didn’t stop there, this is a kind & unwind party! Oleh: Vinny Vindiani. Fotografi oleh: Willie William. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tradisi Nylon Face Off yang sudah dimulai sejak tahun 2011 sudah pasti kami teruskan, cos’ that’s just how we roll. Tahun ini untuk Nylon Face Off 2016, kami punya 18 semi-finalists yang berhasil masuk dalam list pilihan Nylon’s editors, khususnya lewat open casting di We The Fest dan Brightspot Market (we have our own quirky booth, remember?), serta countless online registration yang akhirnya menghasilkan 9 girls and 9 guys with extraordinary looks & styles. Bukan hanya casting, Nylon & Nylon Guys Indonesia juga telah mengadakan pre-event di Atrium Senayan City sebagai preview & interview session untuk ke-18 semi-finalists.

Nylon Face Off 2016 winners! Anzal Mikhael & Devona Chantal Cools

Semifinalists wearing outfit by Manner Store & Argyle & Oxford.

The boys showing their charms wearing outfit from Manner Store.

098

Popsicle time! So fresh!

Our winners, Soetjipto Hoeijaja from No’om | No’mi, and our managing editors, Anindya Devy & Rezaindra O.


Quick refreshing moment by Heavenly Blush.

fashion show by MORAL and Teva.

The final night of Nylon Face Off 2016 yang diadakan di sebuah rooftop restaurant & bar di bilangan Jakarta Pusat, Por Que No?, dibuat sehangat dan se-laid back mungkin untuk menyesuaikan tema kami tahun ini, “Be Kind Unwind”. It’s basically like a short getaway after your daily packed schedule. Tidak hanya memilih sepasang coolest guy and girl untuk menghiasi cover Nylon Indonesia dan outdoor rooftop venue yang mendukung suasana sore menjelang malam, Nylon Face Off juga dimeriahkan dengan beberapa special performances, Emina beauty corner & photo booth yang menambah keseruan our annual party. Starting from opening act by the newcomer, Kevin Lim dengan beberapa lagu cover seperti “Problem”, “Royals” yang mengiringi revelation moment of the top 18 finalist yang memakai

outfit dari Manner Store, Argyle & Oxford, dan Teva sandals. Tidak hanya lagu cover, Kevin Lim juga membawakan single perdananya “Cinta Kita Beda” dalam penampilannya kali ini. Partying nonstop, Nylon Face Off dilanjutkan dengan fashion show the latest collection from MORAL “Stance of the Warrior”, yang diiringi dengan performance dari DJ Metski from Papermoon Records, serta fashion show dari No’om | No’mi dengan koleksi “LaLaLand” yang makin seru karena diiringi penampilan band electropop Bandung, HMGNC dengan “Yang Terpisah”. dan single terbaru mereka, “Memories That Last A Dream” dan “Today and Forever”. Tidak menunggu lama, we finally reveal the top 6 which are Tiara Nabyl, Larissa Schot, Devona Chantal Cools, Emir Najid, Ofar Guchi, dan Anzal Mikhael yang segera

Starting our party with performance by Kevin Lim.

Look at all those crowds!

Special performance by HMGNC with their new song!

Greetings from Nylon & Nylon Guys Indonesia managing editors & our MC Feli Sumayku.

099


The party entrance at Por Que No?

The top 6, editors & our sponsor representative are here!

100

menerima beberapa pertanyaan dari para guest judges, Andriyani Oktadiyanti dari Emina, Soetjipto Hoeijaja dari No’om | No’mi dan Samuel Abraham dari 21MM Management untuk menambah pertimbangan kemenangan mereka di Nylon Face Off 2016. Setelah short break serta perbincangan para judges dan team Nylon & Nylon Guys Indonesia, we are entering the final part yang dimulai dengan pengumuman Carissa Perusset as favorite winner yang ditentukan dengan jumlah likes terbanyak di Instagram dan dilanjutkan dengan the

Fashion show by No’om | No’mi.

most awaited moment, the revelation of Anzal Mikhael and Devona Chantal Cools as the winner of Nylon Face Off 2016! Kedua pemenang utama Nylon Face Off 2016 akan tampil sebagai cover dari Nylon Indonesia di edisi Anniversary kelima kami awal tahun depan dan mendapatkan Emina exclusive hampers, produk dari Teva, Komono, Moral, Argyle & Oxford, Kazu, No’om No’mi, exclusive t-shirt from NYLON X NRDN Deluxe, voucher belanja dari Manner Store dan kesempatan menjadi model untuk Goods Dept. The night still young and after all the shows and competitions, we can still enjoy the rest of the night with a good vibe from our venue, the breezing weather and the uplifting beat. So let’s be kind & unwind, and see you at Nylon Face Off 2017!

The editors & guest judges about to choose the winners!

Top 6 Q & A session with the guest judges. Beauty corner & photo booth by Emina.


Devona Chantal Cools & Anzal Mikhael, wearing outfit by No’om | No’mi.

Larissa Schot wearing outfit by Argyle & Oxford.

Dennis & partner from Manner Store.

Nasya Marcella, Brand Ambassador Emina.

Nimas Ayu Inawati, our group publisher Denise Tjokrosaputro, and Nylon Guys managing editor, Rezaindra O.

The 18 Nylon Face Off 2016 semifinalists.

Nylon Face Off Party 2016 are here!

101


Mona, mona, quite contrary Mona Matsuoka adalah salah satu dari gadis-gadis yang kami anggap “painfully cool�. Rambut berantakan, alis tegas, dan tatapan yang agak cuek, semuanya berkontribusi dalam daya tarik unconventional yang mengantarnya ke beberapa campaign besar dan runway spot di dunia fashion. Dan kamu pun akan menyadari bahwa ia baru berusia 17 tahun, yang membuat faktor kerennya makin memuncak. Ya, kami akan selalu pilih kasih untuk gadis berwajah cantik with a good dose of edginess. Fotografi oleh: Masatoshi Yamashiro. Teks oleh: Tami Lai.

102


Stylist dan Art Director: Xander Ang. Tata Rambut: Shinya Fukami. Makeup: Yoshi. T / Avgvst. Produser: Hiroki Sekiguchi dari Id Management. Asisten Fotografi: Nathan Hosken. Asisten Stylist: Matt Purcell. Asisten Makeup: Fuyuki Ikechi dari Mondo.

Sweater oleh Toga Pulla; rok dan sepatu oleh Kenzo; anting oleh Marni.

103


Mona Matsuoka punya jenis wajah yang segera menempatkannya pada campaign dan runway dari brand-brand seperti Kenzo, 3.1 Philip Lim, dan Yohji Yamamoto. Yang kami maksud dengan itu adalah ia punya daya tarik yang cukup membingungkan dan hampir terkesan androgyny, thanks to fitur lembut khas Eurasia, hasil dari gen JapaneseAmerican. Alis tegasnya membingkai sepasang mata teduhnya, dengan struktur wajahnya yang lembut, dilengkapi dengan senyuman tipis dan tatanan rambut shaggy hitam legam andalannya yang makin membuatnya klop dengan image minimalis dan estetika gender-bending dari label-label tersebut yang dibuktikannya dengan berjalan untuk mereka selama Fall/Winter 2015 di New York dan Paris ditambah dengan membintangi kampanye Spring/Summer 2015 untuk Kenzo. Namun, kita juga melihatnya tampil dengan aura yang sangat berbeda pada show Dolce & Gabbana, di mana ia bertransformasi menjadi bangsawan berbibir merah yang dibalut setelan jubah dan gaun floral serta paduan mahkota/headphones berhiaskan berlian. Di Erdem, poninya diberi gel menurun dan keseluruhan rambutnya ditata dengan feminine updo, dan dipasangkan dengan dress frilly merah sepanjang betis yang membuatnya terkesan delicate. Intinya, Mona adalah sosok yang teramat versatile, sebagaimana model yang baik seharusnya. Tapi hal ekstra yang ia berikan adalah kualitas kecantikan dengan sisi edgy yang sukar dimengerti dan mampu mendorong gadis berusia 17 tahun (usianya tahun ini) ke berbagai runway dari fashion label terbesar. Ia telah menjalani musim Fall/Winter yang super sibuk dengan berjalan dalam total 46 shows melintasi New York, London, Milan, Paris, dan Tokyo fashion weeks. Itu termasuk menjadi model pembuka untuk show the Noon by Noor dan Fyodor Golan, dan menutup show Adam Selman. Suatu portofolio yang impresif jika mengingat usianya; terlebih lagi jika mempertimbangkan baru tahun lalu ia berjalan di show pertamanya di luar Tokyo, ketika ia menggebrak Council of Fashion Designers dengan rekomendasi umur minimum 16 tahun untuk runway modeling, dan sudah di-booked untuk Chanel dan Dior shows. “Mungkin ini berkat keinginan kuat dan determinasi untuk berada di dalam show itu,� katanya mengenai pendorong di balik kesuksesannya. Itu merupakan penjelasan yang jujur dan apa adanya sekaligus bukti dari kesederhanaan dirinya untuk membangun portofolionya: bekerja keras dan bergaul sebanyak yang kamu bisa, selagi kamu masih muda.

104

sweater, celana, dan waistpouch oleh toga pulla.


Sweater oleh Toga; rok oleh Kenzo; anting oleh Marni.

105


106 gaun, anting, sabuk, kaus kaki, dan sepatu oleh marni.


jaket dan rok oleh romance was born.

Itu merupakan sikap yang menunjukkan kedewasaan yang melampaui usia 17 tahunnya; kami punya perasaan bahwa pengalaman modeling-nya yang telah mengantar dirinya berjalan ke seluruh dunia dengan independen, bekerja dengan beberapa nama-nama terbesar di industri fashion, yang telah mengharuskannya bertumbuh dewasa dengan cepat. “Orang-orang berkata saya terlalu dewasa untuk usia saya,” simpul Mona. “Saya pikir ini karena teman-teman dan orang yang bekerja bersama saya biasanya lebih tua dari saya. Berada bersama mereka dalam lingkungan yang sama sehari-hari tentu saja mempengaruhi gaya hidup dan perspektif saya.” Kedewasaan tersebut bisa juga merupakan hasil dari pengalaman modeling selama 8 tahun – ia memulainya sejak usia 9 tahun, ketika ibunya menghubungi modeling agency dengan membawa fotonya. Gadis kelahiran Atlanta, Georgia dari ayah berketurunan Irish-American dan ibu berketurunan Jepang, ia pindah ke Hiroshima pada usia 10 tahun setelah menghabiskan masa kecilnya di Arizona, dan telah tinggal di Jepang sejak saat itu. “Sejak usia 9 tahun, saya sangat beruntung untuk memiliki kesempatan bekerja bersama beberapa majalah dan desainer lokal. Saya selalu mencintai dan menikmati modeling, tapi titik balik dari karier saya mungkin berjalan untuk Prada di Tokyo,” ceritanya. “Hal itu menginspirasi saya untuk menantang diri saya di level internasional.” Show Prada yang dimaksud adalah show untuk Spring/ Summer 2012, di mana artinya show itu digelar pada akhir 2011 – saat Mona baru berusia 13 tahun, usia yang sangat mencengangkan untuk berada di atas runway dari salah satu rumah fashion terbesar di dunia. Hasil pencarian di YouTube memunculkan 10 menit penuh dari show tersebut dan dalam sekitar 8 menit, kita akhirnya bisa melihatnya mengenakan printed pink dress seraya melangkah di runway dengan kepercayaan diri yang lebih dari model lain yang nampaknya lebih tua darinya di show itu. Meskipun struktur tulangnya belum setajam sekarang dengan sisa-sisa baby-fat yang masih terlihat jelas; bagaimanapun, sulit mencerna kenyataan bahwa model penuh percaya diri dalam video itu baru saja menginjak masa remaja. Setelahnya ia terus menambah nama-nama besar pada pengalaman runway-nya, termasuk Chanel, Dior, dan Hermes yang tersebar di beberapa musim belakangan ini.


karena saya masih di bawah umur dalam aturan hukum. Saya harus berusia 18 tahun untuk bisa menyewa apartment di New York.” Tapi ia tetap mengaku akan selalu menomorsatukan kota asalnya: “Hal terfavorit saya dari Tokyo tentunya makanan, the people, dan pastinya kota itu sendiri.” Karena ia sudah berada di penghujung usia legal, mungkin dalam waktu dekat kita akan melihatnya pindah ke New York City yang merupakan sebuah tempat yang tepat untuknya tumbuh, sembari ia melihat karier modeling-nya sebagai sesuatu yang ia rencanakan untuk jangka panjang, meski akan selalu ada kesempatan untuk mencoba beberapa hal lainnya sebagai sampingan. “Saya seperti ikan yang berenang di air dengan pikiran terbuka,” terangnya. “Suatu hari, saya juga ingin mencoba berakting dan bernyanyi.” Mungkin saat ini kita belum melihat atau mendengar ia membuktikan kebolehannya di big or small screens atau di studio rekaman, tapi dari video klip pendek NYLON Japan yang menampilkan dirinya beraksi dengan beberapa dance move yang lincah, kami bisa mempercayai bahwa ia punya potensi untuk menambah resumenya di luar dunia modeling sesegera mungkin. After all, ia memiliki kemewahan akan waktu yang berjalan lebih dahulu dari usianya. Ah, the joys of youth.

08

Yang ia favoritkan sejauh ini jatuh pada: Chanel, unsurprisingly, karena “Rasanya seperti mimpi. Keseluruhan atmosfer dan setting yang membuat saya seperti berada di dunia lain.” Di titik ini, mari berhenti sejenak dan mengagumi sekali lagi fakta jika Mona masih berusia 17 tahun dengan portofolio yang lebih mendekati model yang berusia lebih tua satu dekade. Dengan pengalaman luas baik di runway maupun editorial, dia bisa saja untuk memilih mana yang lebih ia favoritkan. Namun, dibanding harus memilih salah satu, ia lantas memberikan sudut pandang dewasa seperti ini, “Saya suka keduanya, editorial shoots and runway shows. Sulit untuk memilih di antara keduanya karena shows selalu live dan pengalaman setiap show itu berbeda,” ungkapnya sebelum melanjutkan, “Saya suka perasaan penuh adrenaline yang saya dapat dari show, di mana shooting untuk editorial merupakan pengalaman yang lebih intim. Bagian yang luar biasa dari editorial adalah saya punya kesempatan untuk membangun relasi dengan para artists dan klien.” Meskipun kota asalnya berada di Tokyo, layaknya gadis urban yang sesungguhnya, ia memperhitungkan New York dan London sebagai destinasi pilihannya. Ketika ditanya mengapa ia memilih untuk menetap di Jepang meski lebih banyak kesempatan di belahan bumi bagian barat, tanggapannya menunjukkan kadar humor yang jujur: “Sepenuhnya


sweater oleh toga pulla; celana panjang oleh issey miyake; dan anting oleh marni.


Fotografer: Patrick Postle, Stylist: Lauren Abbondola, Hair: Abraham Sprinkle with

To join the Goth cult, siapkan tampilan paling gelap dan misterius yang kamu miliki. 110


NEXT menggunakan Prive, Make-up: Edward Cruz menggunakan Chanel, Fashion Assistant: Lauren Walkup

Dress oleh Leka Sepatu oleh Tibi Cuff oleh Laruicci

111


Dress oleh Tibi Kalung oleh Haus of Topper Bracelets oleh Brace Humanity

112


Dress oleh Georgine Tall Lace-up Boots oleh Belle NYC Kalung oleh Mary Ellen Gallagher

113


Leather Jacket oleh Jill Stuart White Button Down oleh Jill Stuart Leather Pants oleh Andrew Marc Suede Earrings oleh Raw Honey Accessories

114


Metallic Floral Dress oleh Chanel Black Turtleneck Dress (dalaman) oleh Jill Stuart Anting oleh Laruicci Gloves oleh Carolina Amato

115


116


Turtleneck Dress oleh Tibi Fur Trim Bolero oleh Harrison Morgan Skinny Belt oleh Chanel Leather Booties oleh Belle NYC

117


Atasan putih oleh Tibi Rok oleh Jill Stuart Gloves oleh Carolina Amato Cross Choker Necklace oleh Raw Honey Accessories

118


Atasan oleh Reiss Metallic Dress oleh Andrew Marc Choker oleh Laruicci

119


legendary sound Hit the town: The Sound of Music

OLEH: VINNY VINDIANI. FOTOGRAFI OLEH: WILLIE WILLIAM.

Tidak hanya bagi penonton dewasa, Broadway musical karya Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein II yang hadir di tahun 1959 dan kemudian diadaptasi dalam bentuk film drama musikal legendaris pada tahun 1965 dan melibatkan nama besar Julie Andrews sebagai Maria dan Christopher Plummer sebagai Captain Von Trapp serta disutradarai oleh Robert Wise ini juga dirasa begitu inspiratif dan tetap menarik bagi siapapun yang sudah menontonnya. Dalam bentuk apapun, The Sound of Music dirasa menjadi pertunjukan spesial bagi para penggemarnya di seluruh dunia, and Thank God, the show’s here in Jakarta!

120

Bertempat di Ciputra Artpreneur Theatre, Jakarta pada tanggal 6-18 Oktober 2015, The Sound of Music musical theatre arahan Lloyd Weber dan David Ian dari West End Musical Theater, London Palladium ini menjadi satu-satunya show yang digelar di Asia Tenggara sebelum mengakhiri turnya di Australia. Membawa serta 80 cast and crew serta 10 kontainer berisikan set panggung dan kostum yang mampu membawa setiap penontonnya seakan berkunjung ke pegunungan Austria dan Salzburg, Jerman di masa penjajahan Nazi dan di mana kediaman keluarga von Trapp berada. Pagelaran yang penuh nostalgia dan erat dengan family values, faith, love and country pride ini mengambil secara persis berbagai adegan memorable, seperti lagu “Do Re Mi” yang menjadi senjata Maria dalam mendekati ketujuh anak von Trapp dan memperkenalkan mereka dengan keseruan bernyanyi dan menari,

lagu “My Favorite Things” yang menenangkan hati setiap Maria merasa ragu, “Edelweiss” yang dinyanyikan oleh Captain von Trapp, “So Long, Farewell” yang dinyanyikan oleh ketujuh anak von Trapp dengan gayanya yang jenaka, hingga “Climb Ev’ry Mountain” yang dinyanyikan oleh para biarawati di saat Maria menyadari perasaan cintanya dengan Captain von Trapp dan adegan terakhir bersama seluruh keluarga von Trapp. Tidak hanya lagu-lagu yang mudah memancing sing-along moment, set yang megah, serta alur cerita yang seru, ada hal spesial dari keseluruhan show persembahan Sorak Gemilang Entertainment, yaitu keterlibatan talent lokal seperti Ai Kumar (14) sebagai Louisa, Arash Buana (12) sebagai Friedrich, serta Olga Lydia. This is what we called legendary!


Hit the town: Surabaya

Pada weekend pertama di bulan Oktober NYLON Indonesia sengaja terbang ke Surabaya untuk berbaur bersama local crowd yang memadati area Pakuwon Golf Club selama 3 hari dalam event Made in Publik vol. 1: Summer Bohemian Fest. Kamu yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya tentu saja sudah begitu familiar dengan trade show event yang belakangan begitu marak digelar dalam gedung pusat perbelanjaan untuk berburu fashion item dari independent local brand dan menikmati sajian kuliner kontemporer yang begitu unik. Made in Publik yang diselenggarakan Manifito Group menawarkan hal serupa dengan a whole different package untuk sebuah pengalaman berbeda yang sangat berkesan: di bawah pancaran sinar matahari tropis yang hangat dan semilir angin berhembus! Kamu juga bisa berjemur dan berpiknik sambil menyaksikan bermacam pertunjukan di atas panggung - mulai dari musik, fashion show, bahkan outdoor cinema!

IT MADE OUR WEEKEND!

A WELL SPENT WEEKEND IN SURABAYA! THANKS TO MADE IN PUBLIK. OLEH: ANDANDIKA SURASETJA, FOTO: WILLIE WILLIAM.

Di sini, kamu juga bisa menemukan berbagai karya desainer lokal Surabaya - they are cool and ready to make some buzz. Dan tentu saja memanjakan lidahmu dengan berbagai makanan dan minuman yang belum pernah kamu cicipi sebelumnya! And we love the whole ambiance as well: those pink flamingos, a giant pineaple, and all the bright colors here and there!We had so much fun at Made in Publik! Selain menampilkan kreativitas terbaik dari muda mudi Surabaya, panggung pertunjukan Made in Publik juga menjadi daya tarik tersendiri. Selain fashion show dari local designer dan penampilan dari sejumlah indie band and DJ, atmosfer pun menjadi semakin semarak dengan penampilan dari our latest girl crush Isyana Sarasvati.

121


on stage

Dr. Martens’ Stand For Something Tour 2015 Oleh: Alexander Kusuma Praja. Foto oleh: Ezra Silitonga. “We stand for making genuine music. No gimmicks, No backing tracks, we are straight to the point. We play every show like it’s our last, put blood and sweat into gigs and push ourselves till we have nothing left to give.” Demikian jawaban tegas yang terlontar dari Circa Waves untuk pertanyaan wajib “What do you stand for?” dalam kampanye Stand For Something yang diusung oleh label sepatu legendaris, Dr. Martens. Tidak hanya isapan jempol belaka, kuartet asal Liverpool yang dianggap sebagai penanda kebangkitan indie rock Inggris tersebut pun membuktikannya lewat penampilan live mereka yang electrifying dalam Stand For Something Tour di Asia Tenggara tahun ini.

122

Digelar di Foundry No 8, Jakarta pada tanggal 22 Oktober lalu yang juga menampilkan band lokal Elephant Kind sebagai opener, Stand For Something Tour merupakan bukti nyata dari Dr. Martens untuk menunjukkan brand identity mereka yang lekat dengan musik dan subkultur dengan cara memboyong band-band baru paling seru dalam show yang intim untuk pengalaman live yang up close dan personal. Keputusan mereka untuk memboyong Circa Waves ke Jakarta, Singapura, dan Manila adalah keputusan yang tepat. Meskipun baru berusia dua tahun, nyatanya band yang terdiri dari Kieran Shudall (vokal/ gitar), Sam Rourke (bass), Colin Jones (drum), dan Joe Falconer (gitar) ini telah berhasil mendapat rekognisi impresif dari para pendengar maupun kritikus musik tak lama setelah merilis single perdana “Get Away”. Dengan kesuksesan tampil di berbagai tur dan festival untuk album debut Young Chaser yang dirilis Maret tahun ini, orang jelas penasaran akan aksi live mereka. Crowd yang sebagian besar memakai sepatu Doc Mart favorit mereka menjadi saksi dari aksi Circa Waves yang dibuka dengan “Young Chasers” sebelum disambung berbagai single lain seperti “Talking Out Loud”, “Fossils”, dan “T-shirt Weather”. Dengan aransemen berbasis gitar dan

tabuhan drum bertempo cepat yang enerjik sekaligus catchy, sedikit banyak Circa Waves mengingatkan pada Arctic Monkeys di awal karier mereka, namun tentu saja mereka punya pesona sendiri yang tak kalah dari band pendahulu mereka tersebut. Dengan semangat yang seakan tak pernah habis dan aksi spontaneous para personelnya, Circa Waves menuntaskan penampilan mereka yang tanpa basa-basi dan terus membakar semangat crowd yang secara antusias ikut singalong atau bertepuk tangan. Meskipun 10 lagu yang dibawakan terasa terlalu cepat, namun Circa Waves berhasil membuktikan omongan mereka di awal artikel ini dengan gemilang.


shopping list Anna Sui @ SOGO Plaza Senayan lt. 1 Argyle & Oxford, www.argyleandoxford.com Benefit, Plaza Senayan lt. 2 Bershka, Plaza Indonesia lt. 1 Bobbi Brown @ Sogo, Plaza Senayan Charles & Keith, Senayan City lt. 2 H&M, Gandaria City lt. 1 Hendi Thamrin (Fotografer), 081298538020 KLAR Senopati, Jl. Senopati no. 27-29 (021) 5263354 L’oreal Paris @ Seibu, Grand Indonesia lt. G M.A.C, Grand Indonesia West Mall lt. G (021) 23580139 Make up Forever, Plaza Indonesia lt. 2

Mango, Grand Indonesia lt. G Marina Tasha (Makeup Artist), 08777977147 Moral @ The Goods Dept., Pacific Place lt. 1 New Look, Senayan City lt. 2 NYX Cosmetics, Lippo Kemang, lt. 2 Revlon @ Glow, Plaza Indonesia lt. G The Body Shop, Plaza Indonesia lt. 3 (021) 31926938 Topshop, Senayan City Lt. 1 YSL @ Glow Living Beauty, Plaza Indonesia Lt. 1 Zara, Senayan City Lt. 1 Artotel Jakarta, JL.Sunda No.3 Menteng, Jakarta Pusat.

SUBSCRIBE & SAVEBEST not for girls.

INDONESIA

Ya, saya ingin berlangganan majalah

INDONESIA

30%

DEAL!

CARA PEMBAYARAN

Nama Tanggal Lahir

Cash

Perusahaan Jabatan

Transfer

Alamat pengiriman

Kantor

Kota

Rumah Negara

Kode Pos

Telpon HP

Hubungi Indra tel. 021-53667777 / fax. 021-5366 6767. Mohon konfirmasi melalui telepon sebelum melakukan transfer

Fax Email Mulai berlangganan dari bulan

COVER PRICE

PT. Nilon Media Indonesia Bank Mandiri Cab. Jakarta Sudirman No Rek : 102.00.0605204.4

NORMAL PRICE

SUBSCRIBE PRICE

SAVING follow us on

NYLON

Rp. 42.000 (10 edisi)

Rp. 420.000

Rp. 294.000

30%

NYLON Guys

Rp. 42.000 ( 6 Edisi)

Rp. 252.000

Rp. 189.000

30%

NYLON_IND

NYLON & NYLONguys Indonesia

Harga diluar ongkos kirim (untuk konfirmasi harap menghubungi nomor telepon 021-53667777

Kirim formulir ini ke : Jl. Palmerah Utara 55 Slipi, Jakarta 11910 Telp. (021) 5366 7777, fax. (021) 5366 6767

OR DOWNLOAD AT

PT. Nilon Media Indonesia Jl. Palmerah Utara 55 Slipi, Jakarta 11910 Telp. (021) 5366 7777, fax. (021) 5366 6767


Periplus Ngurah Rai International Airport, International Departure Lobby Area

Jakarta • Periplus Soekarno Hatta International Airport Departure Terminal 1 A +62-21 9923 9778 Departure Terminal 1 B +62-21 4621 3864 Departure Terminal 1 C +62-21 9749 0796 Departure Terminal 2 F +62-21 4644 2389 Departure Terminal 2 DE +62-21 4644 2390 Departure Terminal 3 +62-21 878 7891 4633 • Periplus Halim Perdana Kusuma Airport +62-21 4469 5180 • Periplus Plaza Indonesia 1 (Basement) +62-21 3193 7666 • Periplus Mall Kelapa Gading 3 +62-21 4566 436 • Periplus Plaza Senayan +62-21 5785 2750 • Periplus Pondok Indah Mall 1 +62-21 7513 981 • Periplus Ranch Market Pondok Indah +62-21 7691 527 • Periplus Kemang Villas +62-21 7194 484 • Periplus Colony 6 Kemang +62-21 2952 9928 • Periplus Gandaria City +62-21 2378 8843 • Periplus Lotte Shopping Avenue +62-21 2988 8974 Bandung • Periplus Husein Sastranegara International Airport • Periplus Setiabudi Supermarket

+62-22 6979 3324 +62-22 2032 084

Yogyakarta • Periplus Adi Sutjipto International Airport +62-274 486 060 Departure Gate • Periplus Malioboro Mall +62-274 589 821 Surabaya • Periplus Juanda International Airport Terminal 1 +62-31 8688 407 Departure Gate 4-5 • Periplus Galaxy Mall +62-31 5937 360 • Periplus Pakuwon Supermall +62-31 7390 273 • Periplus Tunjungan Plaza 3 +62-813 3358 4332

Bali • Periplus Ngurah Rai International Airport International Terminal Departure Lobby Area (Lounge before Check-In) +62-361 8512 358 Departure Shopping Area (after Passport Control) +62-361 7838 864 • Periplus Ngurah Rai International Airport Domestic Terminal +62-361 849 6948 Newsstand Corner Gate 1-2 +62-361 849 6946 Newsstand Corner Gate 5-6 • Periplus Discovery Shopping Mall +62-361 769 757 • Periplus Bali Collection +62-361 774 620 • Periplus Hardy's Sanur +62-361 282 790 • Periplus Bali Deli Seminyak +62-361 734 578 • Periplus Seminyak Square +62-361 736 851 • Periplus Monkey Forest Ubud +62-361 975 178 • Periplus Tino Ubud +62-361 971 803 Lombok • Periplus Lombok International Airport Gate 1

+62-370 615 7074

Medan • Periplus Kualanamu International Airport Gate 5-6 +62-61 7706 2514 • Periplus Cambridge City Square +62-61 7538 3654 Semarang • Periplus Ahmad Yani International Airport +62-24 7097 6567 Departure Gate

Please contact us at: Phone: +62-21 4682 1088, Email: customercare@periplus.com @periplus_store

PeriplusIndonesia

periplusid


this month on

nylonindonesia.com 5 Most Popular Supermodels in Instagram

+

Menjalani hidup sebagai seorang supermodel memang bukanlah menjadi perkara yang mudah. Lantas, siapa saja sih supermodel Hollywood yang paling populer di Instagram?

Cover Story : Kimbra

Confirmed! Kulk Vs Thor in Ragnarok Petualangan Thor (Chris Hemsworth) yang dimulai sejak 2011 ini akan menemui akhir di sekuel ketiganya. Diceritakan bahwa Thor akan berhadapan langsung dengan Loki (Tom Hiddleston) yang sudah merebut tahta sang ayah, Odin (Anthony Hopkins).

like us us on on like

NYLON & NYLONguys NYLON & NYLONguys Indonesia Indonesia

follow us us on on follow

Harry Potter : It Doesnt End Yet

Dengan eksplorasi musikal tanpa batas, performance eksplosif, dan segala keunikan yang melekat dalam dirinya, Kimbra membuktikan jika ia bukan sekadar ìsomebody that you used to know.î Sheís here to stay with guts and a whole heap more.

Secara mengejutkan JK Rowling merilis kembali cerita lanjutan HARRY POTTER beberapa waktu lalu. Dalam sebuah cerita pendek, Rowling memberikan cerita baru tentang tokoh penyihir paling fenomenal di jagad hiburan ini.

@NYLON_IND @NYLON_IND

@NYLON_IND @NYLON_IND

NYLON IND NYLON IND


wintery winter Musim dingin identik dengan leather, fur, and also black color. We ready to welcome the cold windy days, don’t we? Oleh: Kanishka Andhina. Foto: Willie William.

128

Dari kiri ke kanan searah jarum jam : 1. Mini Cassels Croco, Aesthetic Pleasure, Price by request 2. Black Leather Top, Zara, Price by request 3. George Orwell 1984 novel, Price by request 4. 05 Duo FibreBrush, Masami Shouko, Rp. 188.900 5. Convertible Color Blush, Stila, Rp. 350.000 6. Eyeshadow, Nars, Rp. 406.000 7. Shoes S/S’16, Aesthetic Pleasure, Price by request 8. Rose Jardin Perfume Gel, L’Occitane, Price by request 9. Rose Jardin EDT, L’Occitane, Price by request 10. Rose et Reines Solid Perfume, L’Occitane, Price by request 11. Black Eyeliner, Revlon, Price by request 12. Lipstik, Sephora, Rp. 175.000,00 13. Rose Jardin Hand Cream, L’Occitane, price by request 14. Lipstik, MAC, Rp. 238.000,00 15. Rose Jardin Shower Foam, L’Occitane, price by request 16. Rose Jardin Body Milk, L’Occitane, price by request


Profile for Haris Juniarto

Nylon INDONESIA / November 2015  

TARA BASO

Nylon INDONESIA / November 2015  

TARA BASO

Advertisement