Page 1

PENDIDIKAN

SELASA

16 JULI 2013 7 Ramadhan 1434 H  NO. 482 TAHUN III

13

Puswil Sepi di Bulan Puasa PEKANBARU- Berbeda dengan hari biasanya, di bulan ramadhan ini Pustaka Wilayah (Puswil) sepi pengunjung. Salah satu penyebabnya, di bulan ramadhan, disebabkan mahasiswa banyak yang telah pulang kampung. “Pegunjung puswil ini kebanyakan adalah mahasiswa, ketika telah masuk libur kuliah seperti ini, perpustakaan juga kurang pengunjung seperti biasanya,”ujar petugas Surklasi Puswil Laila, kepada Berita Terkini, Senin (15/7/2013). Jika dihari biasanya peminjaman buku bisa mencapai 300 buku/hari, kini hanya mencapai 150 buku/harinya. Penambahan buku islami tidak mengalami penambahan meski

Boto Berharap Mahasiswa Berbisnis Selesaikan Kuliah JAKARTA- Kemampuan menjalin jejaring, bekerja sama dalam tim, dan kerja keras adalah modal keterampilan berwirausaha yang bisa dipupuk mulai di bangku kuliah. Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Institusi Universitas Bina Nusantara (UBINUS) Dr Boto Simatupang di Kampus Binus Anggrek, Jakarta Barat, kemarin. “Menyelesaikan kuliah sebenarnya pilihan. Tapi, pengalaman dan ilmu dari perkuliahan akan jadi bekal penting untuk memenangkan persaingan di era global yang begitu dinamis,” ungkap Boto. Menurut dia, lantaran terlalu asyik bekerja atau menjalankan bisnis, banyak mahasiswa biasanya lupa akan tugastugasnya sehingga banyak yang akhirnya memutuskan berhenti kuliah. Perkuliahan sering dianggap membebani. “Padahal, banyak keterampilan kerja dan wirausaha yang bisa dilatih lewat kegiatan perkuliahan,” ujarnya. Boto mengatakan, Binus University memberi dukungan dan kesempatan seluas-luasnya bagi Binusian (sebutan bagi mahasiswa Binus), untuk berinovasi dan berwirausaha. Bentuk dukungan tersebut diintegrasikan secara nyata dalam berbagai kegiatan

akademik. Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri. “Kita juga bekerja sama dengan 67 perguruan tinggi di luar negeri. Setiap Binusian diberi kesempatan seluas-luas untuk melakukan internasionalisasi lewat kegiatan akademik dan kerja sama riset,” paparnya. Boto mengungkapkan, pengalaman bertemu dengan dosen dan mahasiswa asing efektif dalam membuka cakrawala tentang pergaulan dan dunia kerja internasional. Kesempatan melakukan video conference dengan dosen asing, pertukaran pelajar, dan bergaul dengan mahasiswa asing terbuka luas untuk semua Binusian. Binus juga menjadi bagian dari Nationwide University Network In Indonesia (NUNI), yakni jejaring beranggotakan 21 perguruan tinggi negeri dan swasta terkemuka di Indonesia. Bagi Binusian, kerja sama ini membuka peluang untuk bertemu dengan mahasiswa dari universitas lain dan memperluas jejaring profesional. Menerima Keragaman Boto mengungkapkap, persaingan global itu sebuah keniscayaan. Sebagai persiapan menghadapi era perdagangan bebas, Binusian dituntut lebih adaptif terhadap keragaman

budaya. Keluwesan dalam bersikap dalam keragaman adalah salah satu karakter harus dimiliki untuk mampu bersaing dalam iklim persaingan global. “Kami selalu menekankan, keragaman adalah sesuatu yang harus diterima,” tegas Boto. Boto bilang, Binus menekankan pentingnya karakter ini dengan menciptakan berbagai kegiatan akademik dan nonakademik yang mendukung. Di sinilah letak pentingnya kegiatan internasionalisasi dan kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan. Tak hanya dari kalangan akademik, Binus juga melibatkan kalangan pelaku usaha dan industri dalam kegiatan perkuliahan. Hal ini dilakukan untuk lebih memperkenalkan iklim dunia kerja yang sebenarnya. “Kami sering mendatangkan pembicara dari kalangan industri untuk knowledge sharing, CEO speaking, atau Ambassador speaking,” ujarnya. Alumni yang telah berhasil mengembangkan usahanya juga sering dilibatkan dalam kegiatan perkuliahan untuk membagikan pengalaman suksesnya. Dengan model kegiatan belajar semacam ini, Binusian bisa belajar dari pengalaman para pembicara dan mendapatkan insight yang akan jadi bekal mereka terjun ke dunia kerja. better-yen/kpc

memasuki bulan puasa. “Kita tidak menambah fasilitas apapun dibulan ramadhan ini, masih sama dengan hari biasanya, namun tempat makan yang berada di lt.dasar kita tutup selama bulan ramadhan, kembali dibuka setelah lebaran,” papar Laila. Kebanyakan mahasiswa yang datang ke puswil meminjam buku tentang jurusan yang diambil, dan ada juga yang mencari bahan referensi untuk pembuatan tugas akhir (skripsi). “Bulan puasa ini saya lebih sering ke puswil dikarenakan sedang dalam pembuatan skripsi, jadi bisa mencari bahan. Selain meminjam buku untuk mencari bahan, biasanya saya juga meminjam novel,” beber

pengunjung puswil Ikhsan. Meski pengunjung mahasiswa menurun, namun pengunjung anak-anak malah meningkat dibulan ramadhan ini, dikarenakan mengisi liburan dengan belajar sambil bermain di perpustakaan. “Sering mengajak anak-anak datang kesini diliburan sekolah, agar bisa bermain game, dan juga bisa membaca buku cerita anak-anak dan bermain dengan teman-teman sebayanya,” tutur pegunjung puswil Ribka. Meski sedang berpuasa anakanak juga bisa mengisi liburan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, karna bisa menambah pengetahuan dan bisa mengisi waktu menunggu berbuka puasa, tutupnya. better-ika

Beasiswa Erasmus Mundus untuk 120 Mahasiswa Indonesia JAKARTA- Sebanyak 120 mahasiswa Indonesia menerima beasiswa Erasmus Mundus dari Uni Eropa tahun 2013. Penerima beasiswa itu akan belajar di satu atau lebih universitas di Eropa dalam berbagai jenjang studi. ”Kami berharap beasiswa itu dapat meningkatkan keahlian para mahasiswa di bidang masing- masing sehingga saat kembali ke Indonesia mereka bisa berkontribusi membangun negara ini,” kata Charge d’Affaires dari Delegasi Uni Eropa di Indonesia, Jan-Willem Blankert, dalam acara penyerahan sertifikat beasiswa Erasmus Mundus 2013 di Jakarta, kemarin. Tahun ini, Uni Eropa memberikan beasiswa Erasmus Mundus kepada 2.000 mahasiswa dari seluruh dunia. Dari jumlah itu, 250 mahasiswa berasal dari negara-negara ASEAN. Mereka akan belajar

di sejumlah jenjang studi, yakni S-1, S-2, S-3, dan pascadoktoral, dengan bidang studi yang sangat beragam, antara lain ekonomi, hukum, teknik, dan sastra. Dari 120 penerima beasiswa Erasmus Mundus, 29 mahasiswa mengikuti program pertukaran mahasiswa S-1 dan

69 mengikuti program S-2. Adapun sisanya mengikuti program S-3, pasca-doktoral, dan pertukaran staf. Sejak dimulainya program Erasmus Mundus pada 2004, penerima beasiswa dari Indonesia berjumlah 738 orang. Adapun tiga negara

Eropa yang paling banyak memberikan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia tahun ini adalah Jerman (sekitar 700 orang), Prancis (400 orang), dan Belanda (300 orang). Beasiswa Erasmus Mundus memiliki keunikan, yakni memberi kesempatan kepada sebagian mahasiswa untuk belajar di lebih dari satu universitas di negara berbeda di Eropa. Contohnya, mahasiswa program master bidang komunikasi bisa belajar di tiga universitas yang berbeda di Perancis, Jerman, dan Inggris. Alumnus beasiswa Erasmus Mundus, Eva Sulistiawaty, mengatakan, selama 2009-2011, ia belajar tentang hortikultura di tiga universitas di Italia, Jerman, dan Austria. ”Tidak ada hambatan karena nilai kuliah di Italia bisa diakui di Jerman, demikian pula sebaliknya,” ujarnya. better-yen/kpc

Hal 13  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you