Issuu on Google+

Langganan Rp 40.000/bulan Hubungi Lukman 024-74055917

EDISI 721 sabtu kliwon, 7 Januari 2012 12 Shafar 1433 H Terbit 12 Halaman

Redaksi Telp 024-3518359, Fax. 024-3516531 Iklan & Sirkulasi Telp 024-3516531, 91507718 Fax. 024-3516531

Mobil ATM BCA Dirampok Rp 2,4 M Amblas Oleh Abdul Mughis Perampok kian nekat. Mobil pembawa uang ATM digasak, Rp 2,4 miliar pun amblas. Tapi polisi menemukan sejumlah kejanggalan.

A

KSI perampokan nekat, kemarin malam kembali mengguncang Semarang. Uang sejumlah Rp 2,4 miliar berhasil digasak perampok dari mobil pembawa uang Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BCA yang sedang

FOTO-FOTO: HARSEM/DOKUMENTASI

Di ATM yang berada di Apotek Bina Sehat, Jalan Kalimas Raya (kiri) inilah mobil pembawa uang ATM BCA Daihatsu Gran Max H 1775 LW (tengah) didatangi kawanan perampok yang menggasak uang Rp 2,4 milliar. Bripka Eko SW yang menjadi korban poporan perampok di pelipisnya, saat diperiksa petugas (kanan) mengisi mesin ATM di Apotek Bina Sehat, Jalan Kalimas Raya. Namun, Kepolisian menilai ada sejumlah kejanggalan dalam perampokan ini. Pelaku berhasil menggondol uang Rp 2,4 miliar setelah

perampokan mobil pengisian uang milik PT Andalan Artha Lestari, perusahaan rekanan BCA. ”Kami masih selidiki. Nanti jika sudah terungkap pasti kami sampaikan semua.

menodong Bripka Eko SW, anggota dari Polrestabes Semarang yang pengawal uang dengan senjata api laras panjang jenis V2. Kapolrestabes Kombes Elan Subilan melihat ada keanehan dalam kasus

PENYIDIKAN kasus dugaan suap pengesahan APBD 2012 yang melibatkan tiga tersangka, Sekretaris Daerah (Sekda) nonaktif Akhmat Zaenuri, anggota DPRD Agung Purno Sarjono dan Sumartono menunjukkan proges yang cukup baik. Beberapa hari terakhir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah pejabat pemkot. Juru bicara KPK Johan Budi yang dihubungi melalui telepon mengatakan, penyidik KPK kemarin memeriksa beberapa saksi dari kalangan anggota DPRD. Mereka di antaranya Pimpinan Banggar Sriyono dari PDIP dan Ahmadi dari PKS, Pimpinan Golkar Agung Priyambodo, serta Ketua DPC Partai Gerindra Suhariyanto.

TIDAK masuk sekolah, seorang pelajar kelas I sebuah SMK negeri di Semarang dihajar massa lantaran mencuri helm milik pembezuk di halaman parkir Fasilitas Umum (Fasum) RSUP Dr Kariadi, kemarin siang. Ulah “tikus parker” berinisial DW (16), warga Jalan Mendut Utara 8 RT 01/RW 05 Manyaran, Semarang Barat ini dipergoki petugas parkir rumahsakit setempat. Begitu ditangkap, pelaku akhirnya digelandang ke Mapolrestabes. Siswa jurusan multimedia ini mengaku akan menjenguk teman bandnya yang meninggal dunia akibat kecelakaan, kemarin malam. Dengan mengendarai motor Honda Astrea 800 H 4515 IY milik ayahnya, dia masuk areal parkir sebelah timur RS Kariadi. Usai memarkirkan motornya sekitar pukul 09.00, dia sempat celingak-celinguk dan nongkrong di areal parkir. “Saya tidak mengetahui nama teman yang meninggal itu. Karena dia hanya teman sesama anak band. Bingung mencari nama teman, akhirnya saya nongkrong. Saat itulah kemudian muncul niatan mencuri helm,” dalih DW. Berhasil mengambil helm warna merah milik pembezuk (belum diketahui identitasnya), pelaku kembali ke tempat awal motornya diparkir. Celakanya, tempat parkir motor pelaku justru berada di dekat pos penjagaan. Tentu saja saat DW menenteng helm curian itu dicurigai petugas. DW tak mampu mengelak, karena helm curian warna merah berada di tangannya. “Saya baru kali ini mencuri helm karena tidak memiliki uang. Rencana uang hasil curian untuk memperbaiki komputer saya yang rusak,” ujar pelajar yang saat kejadian di kantong celananya terdapat uang Rp 3 ribu rupiah ini.

Bersambung Hal 7

Bersambung Hal 7

KPK Kembali Periksa Saksi-saksi

Jam Sekolah, Pelajar SMK Curi Helm di RS Kariadi

Babak Belur Setelah dicek ternyata benar, pelaku mengambil helm yang semula ditaruh di motor Honda Vario H 4319 QZ (pemilik belum diketahui).

Memang, saya sendiri merasa janggal saja dengan kasus ini,” kata Elan, kemarin, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Bersambung Hal 7

Mekanisme Pemakzulan Perlu Dibenahi SEMUA orang yang masih waras pasti mengharamkan korupsi, karena korupsi telah terbukti menyengsarakan rakyat, merugikan Negara, dan menciptakan ketidakadilan. Karena itu Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin) sangat mengharamkan korupsi dalam segala bentuknya. Demikian disampaikan Rektor IAIN Walisongo Prof Dr Muhibbin dalam seminar nasional “Fenomena Korupsi sebagai Media Menjatuhkan Kepala Daerah oleh Konspirasi Politik” di Fakultas Hukum Unissula, kemarin. Menurut Muhibbin, tindakan menjatuhkan pemimpin termasuk kepala daerah secara ilegal sangat tidak menguntungkan, karena berpotensi besar mengakibatkan instabilitas dalam masyarakat. “Pemakzulan seorang kepala daerah atau presiden tentu diperlukan mekanisme yang jelas, agar tidak terjadi chaos dan demi menjaga ketertiban dan ketenteraman rakyat,” ujarnya.

Bersambung Hal 7

menDung menggantung Di langit Semarang Mendung pekat menggantung di langit Kota Semarang, kemarin. Berdasarkan informasi BMKG Semarang, diprediksi curah hujan tinggi akan terus terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Masyarakat diminta waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. HARSEM/CUN CAHYA

romantika (Mantan) Suamiku, Kembalikan Anakku! Hidup adalah pilihan. Ketika salah membuat pilihan, kehidupan rumahtangga pun bisa berujung runyam. Lagi-lagi, anak yang menjadi korban.

BETAPA buruknya hidup bersama lelaki jahat. Anisa (31), nama samaran warga Kecamatan Genuk, harus menanggung derita bertahun-tahun akibat kawin dengan orang yang salah. Bahkan meski bercerai, kesedihannya tak berkurang akibat ulah Kadal (32), juga samaran, mantan suaminya yang jahat. Ditemui Harsem di ruang tunggu sidang PA Kota Semarang kemarin, dia menuturkan kisah hidupnya yang pilu. Enam tahun

silam, dia didekati Kadal yang mengaku bekerja di sebuah bengkel sepeda motor di Pedurungan. Entah karena merasa telah saatnya berumahtangga, dia terima ucapan cinta Kadal begitu mudah. Lalu mereka menikah. Tentu saja dia membayangkan akan bahagia hidupnya. Tapi kenyataannya berkebalikan.

Bersambung Hal 7


HARIAN SEMARANG 07 01 12