Page 22

22

SelaSa 13 Maret 2018

opini KUCING EMAS ASIA. Seekor Kucing Emas Asia (Catopuma temminckii) liar berada di salah satu garasi rumah warga di Desa Masjid, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Senin (12/3). Keberadaan kucing emas liar yang digolongkan salah satu satwa Near Threatened (hampir terancam) tersebut di permukiman warga, diduga karena tekanan perburuan dan hilangnya habitat.

Jerat KPK Sebelum Pilkada Dalam beberapa hari terakhir, KPK mengeluarkan ultimatum akan mengumumkan nama-nama calon kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Tentu hal ini membuat jantungan para kandidat, lantaran mimpi untuk memimpin kembali daerahnya akan kandas di tengah jalan sebelum bertarung. Korupsi sudah menjadi wabah bagi bangsa Indonesia belakangan ini. Korupsi adalah perbuatan yang busuk, jahat, dan merusak. Jika berbicara tentang korupsi pasti didalam benak seseorang muncul hal-hal yang negatif. Karena korupsi menyangkut segi-segi moral dan sifat keadaan yang busuk. Jadi sangat wajar bila KPK mengumumkan prilaku bejat calon kepala daerah sebelum menjabat. Pengertian korupsi memiliki arti yang sangat luas. Secara harfiah korupsi adalah kebusukan, kebejatan, ketidak jujuran, dapat disuap dan tidak bermoral. Sedangkan dalam kamus hukum yang dimaksud dengan korupsi adalah perbuatan curang, tindak pidana yang merugikan keuangan negara. Akan tetapi dikalangan konglomerat korupsi ini dijadikan sebagai hobi, banyak dari kalangan pemerintah yang melakukan korupsi seperti gubernur, bupati, DPR dan masih banyak lagi. Membicarakan korupsi maka 180 derajat bedanya dengan kasus pencurian ayam. Pelaku pencurian ayam biasanya masuk ke dalam sel tahanan sudah tidak bisa ceria, apalagi melambailambaikan tangan seperti para koruptor yang baru diperiksa oleh KPK dan diliput awak media massa. Para pelaku kriminal seperti pencuri ayam diperlakukan seperti pelaku kejahatan lainnya, tidak diistimewakan, bahkan kerap nahas nasibnya padahal secara esensi dengan koruptor hampir sama, yaitu sama-sama mencuri. Korupsi biasanya dilakukan oleh orang yang punya kedudukan, berpengaruh, punya kuasa. Banyaknya harta hasil korupsi menyebabkan para koruptor bisa membayar pengacara papan atas untuk membelanya, berkebalikan dengan maling ayam yang sudah pasti orang miskin. Ketika sudah divonis bersalah dan dimasukkan ke dalam penjara, para terpidana korupsi juga masih bisa membeli kemewahan dan kebebasan. Maka dari itu pentinglah kiranya, sebelum masuk dalam dunia politik, untuk mencalonkan kepala daerah atau yang lainnya, lebih baik jika sang calon sudah matang secara niat dan materi, sehingga ketika terpilihpun, niatnya bukan proit oriented (berorientasi keuntungan), tetapi memang service oriented (berorientasi melayani), karena tidak dapat kita mungkiri bahwa hukum penguasa adalah “memperluas haknya dan mempersempit kewajibannya�, karena sifat manusia yang tidak pernah puas, dan selalu ingin mencari kemuliaan. Mudahnya kompromi politik dikalangan politisi dan birokrat membuat nilai idealitas politik menjadi bias, transaksi di atas meja makan seolah menjadi hal yang ditunggu-tunggu, untuk kepuasan nafsu.(*)

Penerbit pT. MediA AnGKASA

Antara | Syifa Yulinnas

Medan (Masih) Minim CCTV di Ruang publik Oleh : Imada Rahmadia Lubis

Masyarakat Indonesia tentu masih mengingat peristiwa perampokan sadis yang terjadi Desember 2017 lalu di Pulomas Jakarta Timur. 11 orang ditemukan tertumpuk dalam kamar mandi yang hanya berukuran 1,5 X 1,5 meter. 6 orang meninggal dunia akibat kekurangan oksigen dan lima lainnya selamat dengan trauma psikis mendalam. Polisi menjerat para pelaku dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan serta pasal 338 KUHP dan 333 KUHP. Selama proses penyelidikannya sendiri, polisi dimudahkan dengan adanya CCTV (Closed Circuit Television) yang terpasang di rumah korban. Alat elektronik ini terbilang cukup membantu sebab darinya polisi mendapatkan ciri-ciri serta gerakgerik pelaku selama melakukan aksi. Ukuran yang kecil memungkinkan alat ini diletakkan di tempat tersembunyi yang tak diketahui orang lain selain pemiliknya. Kasus perampokan Pulomas merupakan salah satu contoh kasus kerawanan sosial yang tidak boleh terulang kapanpun dan dimanapun. Bukan kali ini saja CCTV memberikan peran besar pada pengungkapan kasus serupa atau kasus lainnya. Berbagai masalah kerawanan sosial yang terjadi kita tahu membutuhkan solusi cerdas untuk mengatasinya. Penggunaan CCTV bisa menjadi salah satu solusi. Pertama kali ditemukan di Jerman oleh Walter Bruch, CCTV di rancang untuk mengamati proses peluncuran roket VII serta mempelajari lintasan dan gerakannya. Tahun bertambah tepatnya pada 1960, CCTV mulai dipasang di tempat umum di Inggris untuk memonitor masyarakat banyak selama unjuk rasa berlangsung waktu itu. Hingga hari ini, CCTV tetap terpasang apik di semua tempat umum di Inggris seperti di jalan, lapangan, trotoar, stasiun maupun toko-toko eceran dan usaha lainnya. Serupa dengan Inggris, negara-negara maju lainnya seperti Amerika dan Jerman juga melakukan hal yang sama. Mereka pemimpin Umum: tongariodjo angkasa Ginting Se, MBa, MM, MSc Wakil pemimpin Umum: dr. Finisia angkasa Staf Ahli: Dr. re Nainggolan, MM, Dr. Ir. Jongkers tampubolon, MSc, Drs. Nabari Ginting, Hasiholan Sidabutar Se, Ma, MM, tjong Poh Bun, ridwan Nasution, Bambang eS, Johan

Terbit : 19 Juli 2012 Alamat Redaksi dan divisi Usaha Kompleks Bilal Central A1-A2, B1-B2 Jalan Bilal Ujung, Medan Telp. 061 - 6635664 email Redaksi: berita@Jurnalasia.com email Usaha: marketing@Jurnalasia.com

Wakil General Manager: Selamat ang pemimpin Usaha: Berman Pasaribu ang Se, MM pjs pemimpin Redaksi/penanggung Jawab: rahmad S Batubara Redaktur pelaksana: Isvan Wahyudi Redaktur: Swisma Naibaho, Nasib ts, Khairul anwar Dalimunthe aMd, andri DP Staf Redaksi: Syahrial Siregar, Bambang Nl SH, Netty Guslina, ari Wibowo, Hendra

meletakkan CCTV di toko-toko untuk menghindari tindakan pencurian. Mereka juga memasangnya di jalan raya demi memantau kelancaran dan menghindari kecelakaan lalu lintas. Fungsinya tidak berubah sama sekali yakni untuk memonitor, hanya saja cakupannya menjadi semakin luas begitu pula manfaatnya. CCTV di Medan Medan sebagai Kota Metropolitan sebenarnya dapat mengandalkan pemasangan CCTV di berbagai ruang publik untuk mencegah berbagai aksi kejahatan. Selain itu CCTV juga dapat digunakan untuk mempermudah manajemen transportasi di Medan yang sering macet dan semrawut. Walaupun alat ini terbilang rumit karena harganya yang mahal dan pengoperasiannya membutuhkan SDM berkualitas yang paham teknologi, namun manfaat yang ditawarkan juga cukup memuaskan. Jumlah CCTV di ruang-ruang publik Kota Medan terbilang masih minim. Dikutip dari medantalk. com, tahun lalu Dishub Kota Medan hanya memasang 49 kamera CCTV tambahan di sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Jumlah keseluruhannya hingga saat ini hanya 146 kamera CCTV, sangat sedikit mengingat Kota Medan memilik luas hingga 265,1 km. Bayangkan bila diseluruh persimpangan jalan di Kota Medan dipasangi CCTV? Tentu kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas yang hampir tiap hari terjadi dapat dihindari. Pemasangan kamera CCTV ini bila diterapkan dalam jumlah dan pengawasan maksimal akan sangat memudahkan para pengguna jalan raya. Sebagai kota dengan tingkat kemacetan tinggi pada jam-jam tertentu. Jika pemasangan CCTV tadi terealisasi secara maksimal, tentu Medan akan menjadi Kota yang nyaman dengan kekondusifan yang terjaga. Polisi lalu lintas akan lebih mudah menjalankan tugasnya karena semua sudah dimonitor oleh CCTV. Pengguna jalan KoReSponden deliserdang: H alamsyah Siregar, refi arif Siregar Serdang Bedagai: Sugiono Binjai: Sri Masanah Bahorok: Menanti Ginting pematangsiantar/Simalungun: togar Sinaga. Labuhanbatu: roberto Simatupang, M. Sibarani Tanah Karo: Herman Harahap Sidikalang: ester Pandiangan Humbahas: Firman tobing Solok: Yose rizal, elita Susanti SH Tanjungbalai: M. adi Sastra Langkat: Badruddin Labusel: Negos Siregar Taput: Nelson Nainggolan, Se pakpak Bharat: Boman Batubara: rahman Khalid

raya yang melanggar aturan lalu lintas atau yang membahayakan orang lain akan cepat diketahui dan dihentikan aksinya karena sudah terekam kamera CCTV. Di masa serba canggih ini pemasangan kamera pengawas merupakan kebutuhan yang paling mendesak. Semrawutnya lalu lintas hingga berbagai masalah kerawanan sosial seperti begal di kawasan Medan seharusnya dapat diatasi dengan ini. Memang CCTV bukan barang baru bagi sebagian besar kalangan. Banyak juga mall atau supermarket di Kota Medan yang memanfaatkan CCTV untuk mendukung peningkatan keamanannya dari aksi kejahatan seperti tindakan pencurian. Penggunaan di Ruang Publik Bila dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, Medan memang masih tertinggal dalam memanfaatkan kamera pengawas ini. Manfaat CCTV itu sendiri sebagai bagian dari metode penguatan digital security guna mencegah tindak kriminal bahkan pengawasan atas gerak-gerik aksi terorisme. Terlepas dari hal tersebut, CCTV memang sudah seharusnya menjadi kebutuhan mendesak di era canggihnya teknologi saat ini. Pemerintah harusnya segera memperhatikan hal ini. Pemasangan CCTV juga sebaiknya tidak dilakukan secara sembarang. Manfaat yang bisa didapatkan memang sangat bagus namun bila prosesnya tidak maksimal maka hasilnya pun akan sia-sia. Sosialisasi penggunaan CCTV pun juga harus dilakukan dengan gencar. Walaupun sudah banyak digunakan pihak swasta seperti supermarket untuk meningkatkan keamanan pengunjungnya, bukan berarti semua orang, semua lapisan masyarakat memahaminya dengan baik. Tak jarang karena terlalu usil atau terlalu nekad, dikhawatirkan para pelaku kejahatan malah tergiur “memungut� CCTV yang dipasang di ruang publik karena harganya yang mahal. Ini patut menjadi keprihatinan kita bersama. Penulis adalah mahasiswa FISIP UMSU Keuangan: ratnawati S Kom, Jessie Rekening: Bank Mandiri no 106 001 0849 399 a\n Pt. Media angkasa penasehat Hukum: Sukiran SH, M.Kn, asman Siagian SH, MH dicetak oleh: Pt. Karya Cetak angkasa, Jl. Bilal Ujung (Komp. Bilal Central No. 12-12a) Medan (Isi di luar tanggung jawab percetakan) SeLURUH staf dan wartawan Harian Jurnal asia tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari narasumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, maupun berbagai bentuk gratifikasi lainnya. Jika terdapat hal tersebut di atas, silakan kirim SMS ke 0852 9776 1000. Kami juga menerima segala bentuk kritik, saran, pelaporan, dan pertanyaan demi kemajuan Harian Jurnal asia.

Harian Jurnal Asia Edisi Selasa, 13 Maret 2018  

Epaper Harian Jurnal Asia Edisi Selasa, 13 Maret 2018

Harian Jurnal Asia Edisi Selasa, 13 Maret 2018  

Epaper Harian Jurnal Asia Edisi Selasa, 13 Maret 2018

Advertisement