Page 11

JUMAT, 29 November 2013 Edisi Sore

11 POMNAS

Panahan Jambi Raih Emas JAMBI-Atlet panahan Jambi pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) yang digelar di Yogyakarta berhasil menyumbangkan medali emas. Dalam POMNAS tersebut, atlet POMNAS kategori panahan hanya dikirimkan satu atlet saja tidak lebih. “Ya, pada POMNAS kemarin kita hanya mengirimkan satu atlet untuk cabang panahan. Alhamdulillah atlet kita berhasil meraih medali emas,” ujar Gusnadi Bapomi ketika dikonfirmasi. Raihan medali emas yang didapat dari nomor 1x40 meter. Dan pada partai final, atlet berhasil melakukan panahan terbaik. “Kita tidak menyangka, satu-satunya atlet di nomor panahan yang kita kirim berhasil meraih medali emas,” ujarnya lagi. Untuk ke depan, kita akan mempersiapkan atlet tidak hanya satu orang yang akan mengikuti kejuaraan POMNAS ini. Sangat disayangkan, mungkin kalau kita mengirimkan lebih dari satu orang, bisa saja kita tidak hanya satu meraih medali emasnya. “Ke depan kita akan melakukan persiapan secara dini. Karena sebelum berangkat untuk kejuaraan, kita bisa melihat kualitas serta kuantitas altet kita,” paparnya. Selain itu, Gusnadi juga berharap dengan hasil yang diraih oleh atlet mahasiswa. Apalagi mereka berprestasi. “Kita hanya minta diperhatikan saja. Jika memang layak diperhatikan, ya, tolong diperhatikan,” pungkasnya.(iot/via)

JATENG

Resmi Calonkan Tuan Rumah PON 2020 SEMARANG - Jawa Tengah resmi mencalonkan diri sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional XX/2020, menyusul rencana pendaftaran kepada KONI Pusat dan Kemenpora, Jumat (29/11). Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah Mulyono Hadipranoto kepada wartawan di Semarang, Kamis, mengatakan, pada Jumat (29/11) pagi beberapa pengurus akan menyerahkan foto copy-an berkas pendaftaran kepada Menpora Roy Suryo. Kemudian, lanjut dia, usai shalat Jumat bertemu dengan Pak Tono (Tono Suratman, Ketua Umum KONI Pusat) untuk menyerahkan berkas persyaratan dan pendaftaran. Menurut dia, semua persyaratan yang berjumlah 16 item ini sudah dipenuhi semua termasuk uang jaminan Rp 1 miliar. Uang tersebut diserahkan kepada KONI Pusat sebagai jaminan keseriusan Jawa Tengah mengikuti “bidding” tuan rumah PON 2020. Uang jaminan tersebut, lanjut dia, akan dikembalikan setelah ada keputusan siapa yang menjadi tuan rumah pesta olahraga multievent empat tahunan 2020. Persyaratan lain, seperti dukungan dari Gubernur, Ketua DPRD, dan Kapolda juga sudah dipenuhi. “Mudah-mudahan tidak ada kendala karena semua persyaratan sudah kami penuhi,” katanya menegaskan. Wakil Ketua Umum II (bidang pembinaan dan prestasi) KONI Jawa Tengah Hartono menjelaskan bahwa Jateng super serius untuk mengikuti ‘bidding’ PON 2020. Bahkan, menurut dia, KONI Jateng berharap pada saat paparan kesiapan Jateng sebagai tuan rumah, Gubernur Ganjar Pranowo bisa melakukan presentasi langsung di hadapan forum Rapat Anggota KONI Pusat, Februari 2014. “Mengingat rivalitas ‘bidding’ cukup ketat, apalagi PapuaPapua Barat, Sumut, dan Sulsel sepertinya berpotensi menjadi tuan rumah maka kami berharap Pak Gubernur bisa memaparkan langsung kesiapan Jateng,” katanya. Menurut dia, secara umum Jateng sangat memenuhi syarat sebagai penyelenggara PON 2020 karena provinsi ini sudah memiliki 50 persen venue berstandar nasioanl. “Bahkan di Semarang akan dibangun Sport Center,” katanya menegaskan. Seperti diketahui, dua provinsi sudah menyampaikan berkas pendaftaran sebagai calon tuan rumah PON 2020 kepaa KONI Pusat, yaitu Papua pada Senin (25/11) dan hari ini atau Kamis adalah Sumatera Utara.(ant/via)

SEPAK BOLA

Persija Kembali Dapat Dukungan dari League JAKARTA - Klub Persija Jakarta kembali mendapatkan dukungan dari perusahaan peralatan olahraga “League” guna mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013/2014. Dukungan dari salah satu perusahaan nasional kepada tim yang berjuluk Macan Kemayoran untuk mengikuti kompetisi tertinggi di Tanah Air ini sudah memasuki tahun kelima sejak musim 2009/2010. “Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini karena sudah bertahun-tahun memberikan kepercayaan kepada Persija. Ini membuktikan bahwa kami tetap memiliki komitmen dan visi yang sama,” kata Ketua Umum Persija Ferry Paulus di selasela peluncuran (launching) jersey di Jiexpo Jakarta, Kamis. Menurut dia, dengan adanya kerja sama dengan League ini diharapkan mampu memberikan jalan untuk kembali mendapatkan sponsor-sponsor yang akan menyokong klub asal ibukota ini. Perjalanan Persija Jakarta untuk mengarungi musim kompetisi unifikasi 2013/2014 memang cukup berat terutama dalam hal pendanaan. Namun, sponsor mulai masuk untuk memberikan dukungan. “Sudah ada beberapa sponsor yang telah melakukan MoU. Tinggal realisasinya saja,” katanya menambahkan. Dengan adanya titik terang, klub asal ibukota itu bahkan telah mendapatkan kesepakatan dengan beberapa pemain bidikan serta pemain musim lalu yang tenaganya masih dibutuhkan. Sementara itu Direktur PT Berca Sportindo selaku sponsor, Prajna Murdaya, mengatakan untuk menghadapi kompetisi musim depan, pihaknya menyiapkan tiga jenis jersey yang akan digunakan oleh tim Macan Kemayoran itu. “Orange untuk laga kandang, putih untuk laga tandang dan merah untuk jersey ketiga. Untuk jersey ketiga sekaligus tribute warna yang pernah menjadi kebanggaan Persija Jakarta,” katanya. Launching jersey Persija untuk musim unifikasi cukup istimewa karena bersamaan dengan Hari Ulang Tahun ke-85 Macan Kemayoran. Angka ini tidak terbilang kecil, hanya saja prestasi klub asal ibukota ini seperti jalan di tempat. Saat zaman perserikatan, Persija Jakarta bisa dikatakan sebagai tim yang menakutkan. Tim Macan Kemayoran berhasil sembilan kali juara yaitu 1931, 1933, 1934, 1938, 1964, 1973, 1975, 1977 dan 1979. Untuk 2001 menjadi juara Liga Indonesia.(ant/via)

DOK/HARIAN JAMBI

SELEBRASI: Guy Bwele melakukan selebrasi usai menciptakan gol pada pertandingan beberapa waktu yang lalu.

Tak Penuhi Panggilan Manajemen Arema Hentikan Perburuan Guy Bwele Manajemen Arema Cronus memutuskan untuk menghentikan perburuan terhadap mantan pemain Sarawak FC Guy Bwele yang hingga saat ini masih belum tiba di Malang untuk menjalani seleksi. ANTARA, Malang GENERAL Manajer Arema Cronus Ruddy Widodo di Malang, Jumat, mengakui setelah melakukan pembicaraan di internal manajemen Singo Edan, akhirnya memutuskan untuk segera mencari pengganti Guy Bwele guna mengisi satu “slot” pemain asing yang masih tersisa. “Manajemen memang memutuskan untuk menghentikan perburuan mantan pemain Sarawak FC itu dan secepatnya mencari penggantinya.

Sebab, manajemen maupun tim pelatih juga berburu waktu menjelang kompetisi 2014 yang segera bergulir,” katanya. Ruddy mengakui pihaknya sudah memberikan toleransi waktu kepada agen maupun pemain bersangkutan, bahkan hingga melampaui batas waktu yang ditentukan, namun agen maupun pemain hingga saat ini belum juga tiba di Malang. Jika hal itu dibiarkan berlarut-larut tanpa ada kepastian, katanya, dikahawatirkan

akan menganggu proses maupun program latihan yang telah disusun oleh tim pelatih. Padahal komposisi tim harus segera dibentuk dan kompetisi juga sudah berada di depan pintu. Oleh karena itu, katanya, manajemen dalam waktu dekat ini segera mendatangkan pengganti Guy Bwele dan pemain tersebut memang punya niatan sungguh-sungguh untuk bergabung dan memperkuat Arema dalam melakoni kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2014. “Kami harus segera membentuk tim sekaligus mematangkan komposisinya dalam menghadapi kompetisi yang semakin ‘panas’ pada musim depan karena tim penghuni

LSI semuanya merupakan tim tangguh,” ujarnya. Arema masih menyisakan satu “slot” pemain asing yang berposisi sebagai pengatur serangan murni, sedangkan “slot” pemain asing lainnya sudah diisi pemain lama, yakni Terry Ghatuessi dan Alberto Goncalves. Untuk pemain lokal, manajemen sudah menutup perburuannya karena sudah memenuhi kuota yang dibutuhkan. Pemain lokal yang baru bergabung dengan Arema hanya ada beberapa orang, yakni Achmad Bustomi, Arif Suyono, dan Syamsul Arif, karena banyak pemain lama yang tetap dipertahankan. Pemain lama yang tetap dipertahankan untuk mem-

perkuat Singo Edan musim depan di antaranya, Kurnia Meiga, Achmad Kurniawan, Munhar, I Gede Sukadana, Purwaka Yudhi, Benny Wahyudi, Sunarto, Qischil Gandrumminy, dan Dendi Santoso. Selain dihuni oleh pemain lokal dan asing, Arema juga diperkuat oleh pemain naturalisasi, yakni Greg Nwokolo dan Christian Gonzales. Pada musim kompetisi 2014, Arema yang diarsiteki oleh Suharno dan Joko Susilo itu, ditarget meraih gelar juara LSI, sebab musim 2013 Singo Edan gagal memenuhi target juara dan hanya bertengger di posisi kedua di bawah Persipura Jayapura yang menjadi kampiun musim lalu.(ant/via)

POMNAS

Karate Gagal Sumbangkan Medali JAMBI-Atlet Jambi cabang olahraga karate gagal meraih medali dalam kejuaraan POMNAS di Yogyakarta kemarin. Padahal untuk cabang olahraga karate ini, Jambi mengirimkan sedikitnya enam atlet di nomor lomba yang berbeda. Tapi setelah mengikuti kejuaraan sama sekali tidak ada yang meraih medali.

“Atlet yang kita turunkan sama sekali tidak meraih medali satu pun,” jelas Djoka ketika dikonfirmasi harian ini. Djoka juga menjelaskan, untuk mengikuti kejuaraan an-

tar mahasiswa ini (POMNAS) kami sama sekali tidak mematangkan persiapan. Apalagi untuk memaksimalkan jadwal latihan. “Mungkin karena kurang

maksimalnya dalam jadwal latihan. Setelah itu, kebanyakan atlet kita tidak fokus dalam melakoni setiap pertandingan,” jelasnya lagi. Memang semua kesalahan ada pada kita. Seharunya sebelum mengikuti kejuaraan antar mahasiswa ini kita harus siap terlebih dahulu. Memang kita memiliki atlet

yang berkompeten. Namun kalau tidak dipersiapkan sedini mungkin maka hasilnya akan seperti ini. “Kedepan ini tidak akan terulang lagi. Kita akan memprogramkan jadwal latihan sebelum melakoni setiap kejuaraan POMNAS di pekan mendatang,” pungkasnya. (iot/via)

BAPOMI

Jatim Raih 13 Medali Emas SURABAYA - Kontingen Badan Pembina Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Cabang Jawa Timur meraih 13 medali emas, 15 perak, dan 12 perunggu di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIII-2013 di DI Yogyakarta. Seksi Publikasi Kontingen Bapomi Cabang Jatim Bambang Bes, dalam surat elektronik yang diterima Antara di Surabaya, Jumat, melaporkan belasan medali emas itu diraih tim Jatim sejak Senin (25/11) hingga Kamis (28/11). “Tambahan medali antara lain diraih dari cabang renang sebanyak empat emas, empat perak, dan satu perunggu, kemudian dari lintasan atletik sementara menyumbang medali emas terbanyak yakni lima emas, satu perak, dan dua perunggu,” katanya. Selanjutnya, karate yang mampu mengemas dua emas dan dua perunggu, namun atlet panahan yang ditarget meraih lima emas masih meraih satu emas, empat perak dan tiga perunggu hingga hari keempat. “Faktor cuaca yang kurang bersahabat, hujan dan angin, serta pemanah baru yang menimbulkan gangguan saat akan melepas anak panah, menjadi ganjalan para atlet

NET/HARIAN JAMBI

JUARA: Kontingen Jatim berhasil menyumbangkan 13 medali emas

kami,” kata Kolektus Oky Ristanto, pelatih panahan asal Unesa Surabaya. Emas dari cabang antara lain dikemas dari nomor 100 meter gaya punggung putri (Angelina), dan estafet 4x100 meter gaya bebas putri, sedangkan cabang futsal yang dalam POMNAS Batam mengawinkan gelar juara hanya meraih medali perunggu pada nomor putra, sedangkan futsal putri meraih medali emas setelah di final dikalahkan Jateng 1-2. Pada cabang basket dan

futsal putra terjadi insiden seperti yang dialami Jawa Timur, yakni protes penggunaan atlet profesional. Di cabang basket putri, Jabar memilih tidak bertanding alias WO karena lawannya Jatim menurunkan dua atlet yang diskors PB Perbasi, Mega Nanda dan Sofia Gabriel. Padahal, PB Perbasi sudah mengesahkan bisa main di POMNAs sebab skorsingnya mulai 1 Desember 2013, tetapi Jabar tidak mau tahu dan tetap memilih WO, sehingga ke-

menangan diraih dengan WO oleh Jatim dengan skor 20-0. “Sayangnya, angka ini belum cukup untuk meloloskan basket putri Jatim ke babak semifinal. Di bagian basket putra masih bertanding malam ini melawan DKI,” kata Bambang Bes yang juga staf Humas Unair itu. Pada cabang futsal, ketika DKI mengalahkan Jabar, pihak Jabar mengajukan protes setelah bertanding, karena DKI memainkan enam pemain profesional. Akhirnya, PB BAPOMI

mengesahkan dan mendiskualifikasi DKI, sehingga Jabar yang harus menghadapi Jatim. Tetapi, ketika akan dilangsungkan partai Jabar-Jatim, justru Jatim dan DKI yang melakukan pemanasan dan tidak menduduki arena futsal. Namun, akhirnya DKI menyerah dan pertandingan Jatim versus Jabar dilangsungkan Kamis (28/11) malam dengan kemenangan 4-1 oleh Jatim, namun saat partai semi final, Jatim dikalahkan Jateng 3-4.(ant/via)

29 11 2013 sore  
29 11 2013 sore  
Advertisement