Issuu on Google+

www.harianjambi.com @harianjambi HarianJambi Telp : (0741) 5912188 (0741) 5912199 info@harianjambi.com

RABU 05 Februari 2014

U N T U K

Eceran: Rp. 2.000,Ecera L nggana Rp. 50.000,La Langganan:

P E R U B A H A N

Ombudsman Terima 35 Laporan

YENNY

Hal TANAH PILIH, 3

Hal SELEBRITAS, 2

Bantah Rekayasa yasa Kabar Penculikan ikan n Hal 13-19

SELAMAT PAGI

Menunggu Gebrakan Pemkot

S

ETELAH lama menunggu, akhirnya masyarakat Kota Jambi bisa bernapas agak lega. Ranperda Prostitusi yang telah lama digodok sebagai senjata tajam untuk memberantas prostitusi akhirnya disahkan oleh DPRD Kota Jambi sebagai Perda Prostitusi pada awal 30 Januari 2014 lalu. Pengesahan tersebut diharapkan berbagai pihak sebagai langkah kanan untuk menegakkan Kota Jambi sebagai Kota Beradat, seperti slogan yang telah lama digaungkan oleh pemerintahan dan masyarakat Kota Jambi. Prostitusi di Kota Jambi bukan muncul belakangan, tapi berlangsung sejak berpuluh tahun lalu. Hal ini membuat sebagian besar masyarakat kota ini gerah dan terancam kenyamanannya. Hal yang paling ditakutkan oleh masyarakat adalah pengaruhnya ke anak-anak mereka. Dampak yang mereka khawatirkan akan muncul adalah rusaknya mental para generasi muda dan terdidiknya mereka sebagai generasi mesum yang tidak mampu memanfaatkan otak kanan dan otak kirinya secara maksimal untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Jadi, pengesahan Perda Prostitusi tersebut adalah langkah yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh pihak yang ada di Jambi. Namun, yang jadi masalah saat ini adalah apakah Pemkot Jambi mampu mengawal perda tersebut benar-benar sebagai senjata yang tepat untuk memberantas prostitusi hingga ke akar-akarnya. Beranikah Pemkot Jambi melakukan penetrasi ke kalangan pebisnis prostitusi yang telah sekian lama menancapkan kukunya di lahan basah tersebut. Dan bukan rahasia umum lagi jika dalam melakukan bisnis tersebut mereka dibekingi oleh banyak aparat yang juga ikut menangguk untung dan menerima upeti dari bisnis maksiat ini. Nah, yang menjadi pertanyaan besar, apakah Pemkot Jambi benar-benar mampu menertibkan segala macam hantu dan jin jembalang yang ikut bermain? Ada keraguan yang muncul di tengah masyarakat. Mereka sangsi bahwa penegakan Perda Prostitusi tersebut bakal menjadi pepesan kosong saja. Tanpa dilaksanakan dan disosialisasikan ke tengah masyarakat, akan sama dengan menegakkan benang basah. Pada 2005, Pemkot Jambi juga menyatakan perang terhadap prostitusi di Payosigadung dan Langit Biru di kawasan Selincah. Namun lama ditunggu, rencana tersebut hanya omong kosong. Sekian tahun berlalu, tak ada gebrakan berarti sama sekali. Nah, marilah kita sama-sama menunggu. Benarkah Perda Prostitusi ini akan membuat Jambi bersih dari prostitusi ataukah perda hanya pepesan kosong seperti sebelumnya.(*)

LAVA PIJAR SINABUNG: Lava pijar mengalir dari puncak Gunung Sinabung tampak dari Desa Tiga Pancur, Karo, Sumut, Selasa (4/2) malam. Erupsi Gunung Sinabung menyebabkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia akibat awan panas dan ribuan hektar lahan pertanian rusak.

RONY MUHARRMAN/ANTARA FOTO

Kabinet Politik HBA Dicopot, Dipakai Kabupaten, Rahmad Derita Kembali ke Provinsi Setahun menjelang Pemilihan Gubernur Jambi 2015 dan hanya beberapa bulan menjelang Pemilihan Umum 2014, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) membongkar susunan pejabat pembantunya di Pemerintahan Provinsi Jambi. Kemarin (4/2) siang, dia melantik sebanyak 40 pejabat eselon II dan III, yang langsung menuai komentar negatif. ROBINAS, Jambi PELANTIKAN para pejabat tersebut dilakukan di rumah Dinas Gubernur di Jalan Sultan Thaha, Jambi. Secara tegas, HBA membantah perombakan kabinet kali ini berlandaskan kepentingan politik, baik untuk Pilgub 2015 maupun Pemilu 2014. Dia meyakinkan, perombakan pejabat ini sudah melewati pertimbangan dan pemikiran yang matang. “Tidak ada. Ini tidak ada kaitannya dengan politik. Yang jelas ini murni untuk kemajuan roda pemerintahan

Rahmad Derita

Provinsi Jambi,” katanya menjawab sejumlah wartawan usai pelantikan. Dalam pelantikan kemarin, sejumlah pejabat digeser, dimutasi, dan dipromosi. Ada pula yang dipromosi untuk menggantikan pejabat lama yang terkena kasus korupsi. Namun yang paling menarik adalah masuknya nama Rahmad Derita sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Dulu, sebelum HBA terpilih menjadi Gubernur Jambi, Rahmad dipercaya memegang jabatan yang sama oleh Gubernur Zulkifli Nurdin. Begitu HBA terpilih pada 2010, dia dicopot dan sempat “luntang-lantung” tanpa jabatan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi. Lama nonjob, Rahmad kemudian dia dipercaya oleh Bupati Tanjab Timur Zumi Zola untuk memegang jabatan Kepala baca Kabinet hal 4

PILKADA KERINCI

Kondusif Jelang Pelantikan JAMBI - Maraknya sejumlah kebakaran di Kabupaten Kerinci pasca penetapan hasil pilkada yang dimenangkan Adirozal-Zainal Abidin dinilai Polda Jambi masih terkendali. Bahkan, menjelang pelantikan situasi dipastikan kondusif. “Pasca keluarnya putusan MK, walaupun sejumlah aksi terjadi di sana, namun situasinya cukup kondusif,” kata Kapolda Jambi Brigjen Pol Satriya Hari Prasetya menjawab sejumlah wartawan, Selasa (4/2). Mahkamah Konstitusi (MK) mengukuhkan Adirozal-Zainal sebagai pemeroleh suara tertinggi pada pilkada Kerinci, mengalahkan pasangan incumbent Murasman-ZubirDahlan, pada 23 Januari 2014. Lalu, pada Minggu (2/2), KPU Ka-

Satriya Hari Prasetya bupaten Kerinci menetapkan Adirozal sebagai bupati terpilih dan melaporkan hasilnya ke DPRD untuk menyiapkan pel-

antikan. Selama tahapan-tahapan tersebut, sejumlah kejadian membayangi panasnya suhu politik di daerah dingin tersebut. Tercatat delapan peristiwa kebakaran. Salah satunya adalah Kantor Camat Kayuaro di Batangsangir dan gedung SD di Desa Kotolebuh, Kecamatan Siulak. Terakhir, pada hari Selasa (4/2) dinihari giliran rumah orangtua Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kerinci Afdal di Desa Muarasemerah Semurup, Kecamatan Airhangat Barat, dilempari bom molotov. Pada hari yang sama, aksi percobaan pembakaran juga terjadi pada Kantor Panwaslu Kabupaten Kerinci. baca Kondusif hal 4

KORUPSI DIKNAS

Diperiksa 6 Jam, Kabid Dikdas Mengaku Sakit JAMBI - Penyelidik kasus dugaan korupsi dana wajib belajar 2012 Dinas Pendidikan Provinsi Jambi memasuki babak baru. Kemarin (4/2), penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi memeriksa Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Ernawati. Erna diperiksa selama enam jam dan sempat mengaku sakit. Akibatnya, di sela-sela pemeriksaan, penyidik harus mendatangkan dokter untuk memastikan kesehatannya. Tidak hanya itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Syaifuddin Kasim pun harus bolak-balik baca Periksa hal 4

Ernawati


MILEY CYRUS RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

Akui Suka Isap Ganja JAKARTA - Miley Cyrus, salah satu bintang besar yang paling banyak dibicarakan dari Hollywood saat ini, melontarkan pernyataan yang mengejutkan. Ia mengaku suka mengkonsumsi ganja. Duh! Pengakuan itu muncul dalam wawancaranya dengan Ronan Farrow dari majalah W. Pelantun hits 'Wrecking Ball' itu bahkan blak-blakan mengatakan, dirinya menikmati saat berada dalam keadaan teler. Saat Ronan menyinggung isu legalisasi ganja, ia mengaku tak terlalu peduli dengan politik. Sehingga, Miley tak terlalu tertarik untuk bergabung dalam topik legalisasi yang sedang ramai dibicarakan. “Aku suka ganja. Aku suka saat sedang teler,” terangnya seperti dilansir dari W Magazine, Selasa (4/2/2014). “Aku ingin ganja kembali seperti dulu, seperti organik, ganja yang baik,” tambahnya. Sebelumnya, Miley Cyrus pernah merokok ganja di atas panggung MTV Europe Music Award di Amsterdam pada 2013 lalu. Kedua orangtua Miley mengaku tak masalah dengan kecintaan anak perempuannya itu terhadap ganja. (dtk/ pai)

NIKITA MIRZANI

2 BIOSKOP HARI INI

TEATER 2

TEATER 1

TEATER 4

12:10

12:10

12:30

14:45

14:20

14:30

14:40

17:00

16:30

16:50

17:00

19:20

19:10

19:10

19:00

21:35

21:15

21:30

21:15

WTC Batanghari

SKANDAL FARHAT-REGINA

Hanya Tuhan dan Orangtuanya Yang Bisa Menghentikan Farhat Abbas JAKARTA - Mantan asisten Farhat Abbas, Silvi Shovawi Haiz mengaku tak tahu lagi menghadapi mantan bosnya. Farhat melaporkannya ke polisi lantaran dianggap menyebarkan fitnah dengan menyebut pengacara kontroversial itu punya skandal dengan Regina sang jubir cantik. Silvi pun akhirnya memutuskan akan melaporkan balik Farhat karena dia yakin dengan adanya hubungan gelap Farhat dan Regina. Tapi ia juga mengakui Farhat memang susah untuk 'dihentikan'. "Bukan saya saja yang merasa dijelekkan, tapi banyak orang. Tidak ada yang bisa menghentikan Farhat Abbas selain orangtuanya dan Tuhan," katanya ditemui detikHOT di Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2014). Silvi mengaku mengetahui skandal Farhat dan Regina. Ia

mengatakan, salah satu sebabmusabab perceraian Nia Daniati memanglah karena kehadiran Regina. Entah mana yang benar, yang pasti mantan asisten Farhat

Pembatalan Cerai Dikabulkan Hakim JAKARTA - Niat Nikita Mirzani untuk tak jadi bercerai dengan Sajad Ukra akhirnya dikabulkan oleh majelis hakim. Sebelumnya, artis kontroversial itu sudah mengajukan pembatalan gugatan cerainya pada 15 Januari lalu. Menurut Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Ida Noor Saadah saat ditemui di kantornya, Selasa (4/2/2014), agenda sidang cerai Nikita memang ada hari ini. Tapi meski dirinya tidak hadir, permohonannya untuk membatalkan cerainya tetap dikabulkan oleh majelis hakim. "Betul ada jadwal persidangan atas nama Nikita Mirzani dan suaminya. Sebaiknya yang bersangkutan hadir memang, tapi dengan adanya surat pencabutan, ketua hakim sudah bisa mengabulkan pencabutan gugatan," ujar Ida. Meski terlihat seperti mempermainkan institusi pemerintahan, Ida menganggap hal ini justru menjadi kabar bahagia yang datang dari Nikita. Pasalnya, pasangan yang menikah pada 11 Oktober 2013 itu tidak jadi bercerai. "Kan tidak melihat ke situ (mempermainkan). Banyak perkara yang diajukan, mungkin mereka rukun kembali, banyak juga yang pas mau sidang tapi rukun kembali," ungkapnya. Nikita Mirzani mengajukan gugatan perceraiannya lewat kuasa hukumnya, Paul Simosir pada 24 Desember 2013. Namun ketika dikonfirmasi, artis yang kerap tampil seksi itu membantahnya. Kemudian pada 15 Januari 2014, gugatan tersebut dicabut oleh Paul. (dtk/pai)

VENNA MELINDA

Menunggu Laporan Harta Bersama JAKARTA - Hampir satu tahun persidangan Venna Melinda dan Ivan Fadilla bergulir di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan. Tapi beberapa bulan terakhir sidang tersebut terkesan tak ada perkembangan. Kenapa? Menurut Humas PA Jakarta Selatan, Ida Noor Saadah, saat ditemui di kantornya, Selasa (4/2/2014), sidang tersebut bukannya terhenti. Sidang yang pertama kali digelar pada 18 Februari 2013 tersebut masih menunggu laporan dari PA di Jakarta Utara dan Bali terkait harta bersama berupa

TEATER 3

12:30

rumah dan villa. "Kami meminta pada pengadilan agama setempat untuk mengecek harta para pihak. Setelah semua harta bersama didata, dan kami mendapatkan laporan dari pengadilan agama setempat, sidangnya baru akan dilanjutkan," jelas Ida. Soal waktu digelarnya sidang, Ida belum bisa memastikan. Yang jelas, menurutnya, sidang tersebut menyisakan dua agenda lagi, yaitu kesimpulan dan putusan dari majelis hakim saja. "Saat putusan nanti diba-

n, majelis cakan, m akan hakim utuskan memutuskan a perminsemua taan para pihak but, mulai dari tersebut, raian, harta perceraian, gono gini hingga hak asuh anak," ujarnya. elumnya, pada tangSebelumnya, 8 Februari 2013, Venna gal 28 gugat Ivan. Keduanya menggugat arkan cekcok karena dikabarkan ya orang ketiga. Selain adanya rai, keduanya juga bercerai, perebutkan hak asuh memperebutkan anak dan harta gono gini. /pai) (dtk/pai)

Abbas, Silvi Shovawi Haiz sangat yakin dengan skandal mantan bosnya dengan Regina si jubir cantik. Silvi menegaskan bahwa Regina dan Farhat memang menjalin hubungan gelap. Tapi, kenapa baik Regina maupun suaminya, Ilal serta Farhat selalu membantah adanya skandal itu? Saat disinggung soal itu, Silvi mengatakan, ketiga orang itu memang pintar menutupi kebohongan. "Asal tahu aja, Farhat dan Ilal itu pintar putarbalikkan fakta. Saya lebih tahu dari Anda semua," kata Silvi ditemui di Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan. Silvi sendiri berencana melaporkan Farhat ke polisi atas tuduhan perzi-

naan. Sementara Farhat yang tak terima difitnah lantaran isu skandalnya dibongkar Silvi sudah melaporkan eks asisten ke polisi. (dtk/pai)

YENNY '3 KUCING'

Bantah Rekayasa Kabar Penculikan JAKARTA - Sempat dikabarkan menghilang, Yenny Anggraeni akhirnya muncul ke publik. Berita miring seputar dirinya pun berkembang. Tak sedikit yang menduga berita tersebut hanya rekayasa belaka. Namun pedangdut personel 3 Kucing Kucin itu dengan tegas membantahnya. Yen Yenny mengatakan dirinya bukanlah a artis yang senang merekayasa berit berita demi popularitas. "Ini bukan settingan. Buat apa di-setting? Saya bukan artis karbitan kok. Berjuang sam sampai di Jakarta. Ngapain? Hidu Hidup ini sudah di-setting Allah kok. Buktikan saja kalau settin settingan," tegasnya saat ditemui di Studio S AD, Ragunan, Jakarta Se Selatan, Selasa (4/2/2014). Yenny mengatakan, dirinya dir menyesal karena telah me membuat orang-orang terdeka terdekatnya khawatir. Ia mengaku per pergi tanpa memberi kabar oran orang terdekatnya karena ingin menenangkan diri. Pedang Pedangdut berambut merah it itu juga berjanji tidak ak akan mengulangi perbuape tan konyolny konyolnya lagi. "Menyesa "Menyesal banget. Sudah S jadi pikiran piki keluar keluarga dan tema temantem teman. T Tapi bah hagia kok, rasanya le lebih ma mantap aku se setelah menenan menenangkan hati. Ini mem mempengaruhi hidup Yenny Ye ke depannya," tambahnya. Sebelumnya, Yenny dikabardika kan 'menghilang' saat beb beberapa hari terakhir tidak pulang ke rumahnya di kawasan BS BSD, Sabtu lalu. Kemudian pada pa hari Senin (27/1), Eko ya yang merupakan manajemen '3 Kucing' melaporkan dugaan dug penculikan tersebut ke Polda P Metro Jaya. (dtk/pai)


Cuaca

RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

Hari Ini

05 Feb 2014

3

CERAH

Jambi

SUMBER: BMKG JAMBI

Kota Harus Miliki 62 Puskesmas Dinkes Akan Bangun 5 Puskesmas Lagi

JADWAL SHALAT SUBUH 04 : 41

DZUHUR ASHAR 12 : 11

15 : 37

MAGRIB

ISYA

18 : 18

19 : 32

SUMBER : Kementrian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jambi

INSPIRING WORDS

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi mengatakan, saat ini Kota Jambi harus memiliki 62 puskesmas, untuk mempermudah pelayanan kesehatan bagi masyarakat. KANATA SYAHPUTRA, Jambi

INI dikatakan oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Jambi, Jefri Bintara Pardede Selasa (04/02) kemarin. Menurut dia, selama ini puskesmas yang ada di kota tersebut hanya berjumlah 20 unit.

“Artinya harus ada penambahan jumlah puskemas sebanyak 42 unit lagi, dengan asumsi satu kelurahan satu puskesmas,” katanya. Jefri mengatakan, dengan adanya satu puskesmas di masing-

masing kelurahan, maka efisiensi dalam melakukan pengobatan lebih dapat dicapai. “Idealnya memang harus sebanyak itu, satu puskesmas satu kelurahan,” tegas dia. baca Kota, hal 4

PASCA BANJIR

Inpirasi terbesar dalam hidup saya yang pertama adalah ibu, yang kedua kemiskinan

Kasus Diare Meningkat

BUAH BIBIR

Selalu Utamakan Suami MENJADI seorang istri merupakan tujuan dari semua p e r e m - puan di dunia ini. Ibarat kata setelah menj menjadi issua tri diwajibkan baginya mengikuti suami p kemana pun suami pergi. Begitu pula halnya yang dilakukan Luly Widyasari Widya p dalam rumah tangganya. Banyak pelajaran yang dapat diserap oleh Har Harian Jambi ketika berkunjung ke kediaked mannya di Kelurahan Bulu Buluran Telanaipura Kota Jambi Jambi. Begitu patuhnya seorang seor istri kepada suami sua seperti yang diad jarkan dal dalam a g a m a

R GILANG ERZI/HARIAN JAMBI

BERDIALOG: Ombudsman Perwakilan Jambi, saat berkunjung ke kantor Harian Jambi kemarin (04/02).

PELAYANAN PUBLIK

Ombudsman Terima 35 Laporan Imbau Warga Adukan Temuan Lapangan JAMBI- Sejak diresmikannya pada Agustus 2013 lalu, Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik, Ombud-

masn Perwakilan Provinsi Jambi hingga kini telah menerima 35 pengaduan dari masyarakat.

Ini dikatakan oleh Kepala Ombudsman perwakilan Jambi, Taufik Yasak, saat berkunjung ke kantor Har-

ian Jambi, bersama tiga anggotanya Selasa (04/02) kemarin.

baca Selalu, hal 4

baca Ombudsman, hal 4

JAMBI- Kepala Bidang Penngendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Jambi, Erwan Mujio, Selasa (4/2) mengatakan setelah banjir, penyakit diare meningkat signifikan pada awal 2014 di kota itu. Menurut Erwan Mujio, kasus Diare di Kota Jambi saat ini telah mencapai 290 kasus lebih, meningkat dibandingkan November dan Desember tahun 2013. “Pada 2013 November dan Desember sebanyak 360 kasus, sedangkan di awal 2014 ini, hingga awal Februari sudah mencapai 290 kasus, jadi bisa saja Februari ini akan bertambah banyak lagi,” kata Mujio. Untuk itu, ia meminta Warga Kota Jambi untuk mengantisipasi terjadinya kasus tersebut, terutama dengan kondisi air pasca banjir yang dianggap tidak begitu bersih. “Banjir dan musim hujan ini tentunya bisa membuat kondisi air tidak begitu sehat, jadi kita minta warga untuk menjaga kondisi kesehatan dan kondisi kebersihan yang dikonsumsi,” terangnya. baca Kasus, hal 4

PEMERINTAHAN

Warga Prioritaskan Infrastruktur Wawako Hadiri Murenbang Danau Teluk LULY WIDYASARI DOK/HARIAN JAMBI

JAMBI- Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi yang dihadiri langsung olehWakil Walikota Jambi, Abdullah Sani Selasa (04/02) kemarin berjalan dengan lancar. Mayoritas masyarakat yang hadir pada acara di aula Kantor Camat ini mengusulkan pembangunan infrastruktur. Kegiatan Musrenbang ini dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bidang Pembangunan Yan Ismar, Ketua Komisi A DPRD Kota Jambi Kemas Alfarizi, Kepala Dinas Bapeda Donny Iskandar, muspika,kepala desa,team Penggerak PKK desa se-Kecamatan Danau Teluk. baca Warga, hal 4

LUT HIDAYAT/HARIAN JAMBI

MUSRENBANG: Kepala Bapeda (kiri), Ketua Komisi A DPRD Kota Jambi, Wawako Jambi, Camat Danau Teluk (kanan) foto bersama.

PARLEMENTER

Hasudungan Gantikan Efron KARIKATUR

JAMBI - Setelah melalui proses panjang, proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi, Efron Purba dari Partai Damai Sejahtera (PDS) akan diparipurnakan pada hari ini. Efron akan digantikan oleh Hasudungan Sitohang, yang memperoleh suara terbanyak setelah Efron Purba dari partai PDS. Hasudungan, saat dikompirmasi melalui telepon selulernya Selasa kemarin (14/2), dirinya membenarkan hari ini Rabu (05/02) akan dilantik sebagai anggota dewan. Dirinya juga mengaku senang, proses panjang PAW ini akhirnya tuntas. Terpisah, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Jambi, Rosmansyah membenarkan jika hari ini akan dilakukan sidang paripurna PAW Efron yang digantikan oleh Hasudungan. “Ya besok paripurnanya, sekitar pukul 09.30 WIB,” paparnya. Sebelumnya, Hasudungan mengatakan, pengajuan nama baca Hasudungan, hal 4


4 RABU, 05 Februari 2014 ¦ Edisi Pagi PEMILU 2014

KPU Berharap Akhiri Pemerintah Transisi JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum menggelar Konsolidasi Nasional Menyongsong Pemilu 2014 di Jakarta, Selasa malam, yang dihadiri sedikitnya 3.300 anggota KPU daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ketua KPU RI Husni Kamil Manik dalam sambutannya mengatakan Konsolidasi Nasional tersebut digelar untuk mewujudkan pemilu yang

jujur dan adil serta menjaga suara pemilih. “Inilah pentingnya konsolidasi selama dua hari ke depan untuk menjadikan Indonesia sebagai rujukan dunia terkait dengan praktik demokrasi yang bermartabat,” kata Husni di JCC Plenary Hall, Jakarta. Husni berharap pelaksanaan Pemilu 2014 menjadi episode terakhir terhadap masa pemerintahan transisi di Tanah Air. Oleh

karena itu, dia berpesan kepada seluruh komisioner dan anggota KPUD untuk tidak “bermain” atau berpihak pada kepentingan kelompok tertentu. “Jangan kita menggadaikan amanah rakyat dengan kepentingan sesaat dan bahkan individual. Saya mengingatkan bahwa penyelenggaraan Pemilu ini tidak hanya kita pertanggung-

jawabkan kepada rakyat, tetapi generasi yang akan datang,” kata Husni. Acara Konsolidasi Nasional merupakan perhelatan yang dilakukan untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu di Indonesia. Konsolidasi nasional digelar selama dua hari hingga Rabu (5/2), yang dilanjutkan dengan pertemuan seluruh anggota KPU

berdasarkan divisi kinerja. Sejumlah pertemuan yang akan dilakukan dari komisioner tingkat pusat hingga kabupatenkota antara lain terkait divisi hukum, teknis dan humas; divisi keuangan, umum dan logistik; serta divisi perencanaan, data dan SDM. Komisioner KPU Pusat Hadar Nafis Gumay, ketika ditemui

sebelum acara, mengatakan dalam pertemuan Konsolidasi tersebut akan dibahas mengenai seluruh persoalan tahapan dan pelaksanaan pemilu. “Kami ingin membangun konsolidasi karena ada isu penting, antara lain terkait tahapan, pemungutan suara, penghitungan suara, dan rekapitulasi,” kata Hadar.

Konsolidasi nasional dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, K e t u a D e wa n K e h o r m a ta n Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad, serta sejumlah perwakilan parpol peserta pemilu.(ant/oni)

Selalu Utamakan Suami ---------------------------------- dari hal 3

KORUPSI BANTEN

KPK Geledah Rumah Atut di Bandung JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah rumah milik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di kawasan Suryalaya, Bandung, Jawa Barat. Penggeledahan ini untuk menelusuri aset yang diduga hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. “Informasi terbaru dari penyidik KPK bahwa penggeledahan di rumah Atut di Jalan Suryalaya, Bandung masih berlangsung,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantornya, Jakarta, Selasa. Menurut dia, penggeledahan dilakukan di salah satu kawasan di Bandung itu karena diduga memiliki keterkaitan dengan TPPU oleh adik dari Ratu Atut. Penggeledahan itu dikatakan Johan dimulai sekitar pukul 17.30 WIB. Komisi antigratifikasi itu telah menyita sejumlah kendaraan milik tersangka korupsi dan pencucian uang tersebut. Pada Selasa siang, KPK mengumumkan

Ratu Atut Chosiyah

penyitaan lima mobil Wawan. “Diinformasikan KPK telah menyita aset Wawan pada Senin, 3 Februari 2014. Di antaranya, tiga mobil Kijang Innova, satu mobil Mitsuhbishi Pajero dan satu mobil Honda CRV,” kata Johan. Penyitaan dilakukan di kantor PT Bali Pacific Pragama di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Sebelumnya, KPK mengungkapkan jika aset dari Wawan berjumlah lebih dari 100 item. Dari sejumlah asetnya KPK terus melakukan asset tracing milik Wawan terkait kepentingan penyidikan TPPU. Sejumlah kendaraan Wawan yang disita diletakkan di lahan parkir KPK dan sebagian akan dipindahkan ke Rumah Barang Sitaan (Rubasan). Langkah tersebut dilakukan menilik banyaknya kendaraan sitaan yang menghabiskan lahan parkir KPK yang biasa dipakai untuk operasional pegawai dan tamu KPK.(ant/oni)

Kondusif Jelang Pelantikan -------------------------------------------------------------- dari hal 1 Sejumlah pihak menduga, mulai dari kantor Camat Kayu Aro hingga kantor Sekretariat Panwaslu Kerinci, dan rumah orangtua Afdhal Febrianto ada dugaan sengaja dibakar. Namun sejauh ini pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah

memang ada unsur kesengajaan atau tidak. “Kita sudah mendapat laporannya, namun apakah benar dibakar atau tidak belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan labfor laboratorium forensik,” kata Kapolda.

Sejauh ini situasi di Kerinci masih dinilai kondusif dan belum ada penambahan personel pengamanan ke Kerinci. Namun, Kapolda mengatakan, personel tambahan sewaktu-waktu dapat dikerahkan ke Kerinci untuk membantu tugas pengamanan.

“Belum ada penambahan personel. Penambahan personel akan dilakukan saat pelantikan, atau situasi yang sudah tidak kondusif lagi,” kata Kapolda Satriya Hari. Merujuk jadwal, pelantikan akan dilakukan pada 4 Maret 2014. (isl/ant/oni)

Kabinet Politik HBA ------------------------------------------------------------------------ dari hal 1 Dinas Pendidikan di daerah tersebut. Artinya, dia turun level. Entah kenapa, HBA justru mengambilnya kembali untuk memegang jabatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, menggantikan Erwan Malik. Erwan Malik sendiri digeser menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat). Pejabat lainnya yang digeser adalah Tagor Mulia Nasution, yang sebelumnya Kadis Perkebunan, kini menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan. Posisi Kepala Dinas Perkebunan diduduki oleh Budidaya yang dulu menjabat kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). HBA lalu melantik Erman Rahim sebagai kepala Dinas ESDM. Satu lagi yang digeser adalah Rahmad Hidayat dari jabatan

Kepala Biro Humas dan Protokol menjadi Kepala Biro Organisasi. Kepala Biro Humas selanjutnya dipercayakan kepada Hendrizal, yang dipindah dari Kepala Biro Ekbang. Kepala Biro Ekbang dipercayakan kepada Masheruddin. Ada pula dua orang mantan sekda kabupaten yang ditarik ke Provinsi. Salah satunya adalah Arif Munandar yang dulu menjabat Sekda Tanjab Barat kini dipercaya HBA menjadi Kepala Badan Litbang Daerah. Satu lagi adalah mantan Sekda Kerinci Dasra yang dipercaya menjadi Kepala Badan Koordinasi Penyuluh. Kursi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ditinggalkan Sepdinal kini diisi oleh Ahdiyat. Sepdinal dicopot dari jabatan tersebut karena tersangkut korupsi dana Kwarda Pramuka. Dia ditahan di Lapas Klas II-A Jambi.

Tercatat sebanyak 13 pejabat eselon II dan 27 eselon III yang dilantik HBA kemarin. Dia memastikan, mutasi pejabat ini merupakan bagian dari pola pembinaan karir untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan efektivitas manajemen. “Sekali lagi, pelantikan ini tidak ada muatan politik. Ini murni demi meningkatakan efektifitas kinerja pemerintah,” tegas HBA. Hanya saja, pengamat pemerintahan As’ad Isma melihat pelantikan pejabat baru kali ini perlu dijadikan catatan kritis. Masuknya kembali nama Rahmad Derita, kata dia, sangat mengejutkan karena track record-nya yang selama ini biasa-biasa saja dan bahkan boleh dibilang gagal. “Rahmad Derita pernah dua kali menjadi Kepala Dinas Pendidikan, terutama pada era Gu-

bernur Zulkifli Nurdin. Selama itu tidak ada terobosan di bidang pendidikan, baik pendidikan dasar maupun pendidikan menengah. Di Tanjabtim juga tidak ada prestasi dan terobosannya,” ujar dosen IAIN STS ini. Yang kedua, lanjut dia, adalah penunjukkan Herman Rahim sebagai Kadis ESDM. Menurut dia, sejak zaman Gubernur Zulkifli Nurdin pula Erman Rahim tidak menunjukkan kinerja yang baik, tetapi malah dipakai lagi oleh HBA. As’ad menilai, penunjukkan Rahmad Derita dan Herman Rahim lebih karena alasan akomodasi. Rahmad Derita dianggap sebagai representasi warga suku Batak dan Herman Rahim sebagai representasi warga Sumsel. “Boleh disimpulkan, ini kabinet akomodatif dan politis,” tandas pria yang pernah menjadi calon Bupati Sarolangun ini.(*/oni)

Diperiksa 6 Jam, Kabid Dikdas Mengaku Sakit ------------------------------------ dari hal 1 ke ruangan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi sang terperiksa. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jambi Masyroby menyatakan, penyidik menanyai Ernawati dengan sejumlah pertanyaan terkait penyaluran dana wajib belajar 2012 yang diduga diselewengkan. “Ada 22 item. Kalau tidak salah total anggarannya sekitar Rp 50 juta,” jelas Masyroby kepada sejumlah awak media. Ernawati diperiksa sejak pukul 09.00 hingga pukul 16.00. Karena dia mengeluh sakit, sekitar pukul 15.00, seorang dokter

U N T U K

masuk ke ruang penyelidikan, didampingi Masyroby. “Periksa tensi aja, normal kok,” tutur Masyroby seusai pemeriksaan kesehatan. Tidak berapa lama, sekitar pukul 15.20 giliran Kepala Kejati Jambi Syaifuddin Kasim yang memasuki ruang pemeriksaan Ernawati. Terhitung tiga kali Syaifuddin memasuki ruangan tersebut. “Katanya sakit, saya coba cek apakah benar-benar sakit atau tidak,” ungkap Syaifuddin Kasim seusai pemeriksaan. Syaifuddin mennyatakan pemeriksaan kemarin belum selesai dan akan dilanjutkan

P E R U B A H A N

www.harianjambi.com PENERBIT: PT. Perisai Media Nusantara-Media Holdings KOMISARIS/CO FOUNDER: CSA Teddy Lesmana, Raden Surahman DIREKTUR: Yusuf Rinaldi GENERAL MANAGER: Raden Surahman KEPALA PENGEMBANGAN KORPORAT: Joni Rizal KEPALA PEMBERITAAN KORPORAT: Fachrul Rozi

hari ini. “Belum diketahui semua anggarannya karena tadi dia tidak bawa dokumennya. Yang kita lidik ada sekitar 12 item,” jelasnya. Usai menjalani pemeriksaan, saat keluar dari gedung Kejati, Ernawati yang mengenakan baju warna gelap dan jilbab kuning berupaya menghindar dari sorotan wartawan. “Tanya penyelidiknya saja,” ujarnya mengelak menjawab pertanyaan media. Menuju lapangan parkir Kejati, dikawal seorang pria berbaju dinas PNS, Ernawati masuk ke mobil Terios putih BH 1716 AF. Informasi lain yang dihimpun

Harian Jambi, Ernawati pernah dipanggil untuk datang pada Rabu (29/1) lalu. Tetapi, dia mangkir dengan alasan sakit dan dirawat di Rumah Sakit Bratanata Jambi. Selain Ernawati, sejumlah pihak juga sudah diperiksa oleh penyidik kejaksaan. Salah satunya adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi,Erwan Malik. Kejaksaan juga sudah melayangkan pemanggilan kepada mantan Kepala Dinas Pendidikan Idham Kholid pada pekan lalu. Tetapi pria yang kini menjabat staf ahli Gubernur Jambi itu mangkir.(nui/oni)

Islam begitu ketara dilakukan oleh Bu Luly. “ Suami adalah segalanya,” ukapnya kepada Harian Jambi (4/2). Bahkan demi suami tercinta ia rala meninggalkan semua pekerjaannya di RS Haji yang telah biasa ia kerjakan selama 12 tahun di Jakarta. Semejak dipinang Herman Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi jambi Bu Lily mantab untuk untuk ikut suami hijrah ke jambi. “Saya hijrah mengikuti Suami dari Jakarta ke Jambi, merupaka kewajiban dan ibadah,” urainya.

Selama ikut suami 2 tahun belakangan wanita berhijab ini focus menempuh pendidikan S1 di kamous Kesehatan STIKES Prima Jambi, Kejurusan Kesehatan Masyarakat. Selain sibuk kuliah ternyata Bu Luly juga aktif di Lembaga Darma Wanita Meski telah berusia 33 tahun namun Bu Lily tetap tampak cantik dan segar. Karena baginya sebagai wanita dan dan istri tetap harus menjaga penampilan. Lanjut bercerita tentang rumah tangganya Bu Luly mengungkapkan mengabdi kepada suami itu merupakan kewajiban. Jadi

apapun yang diingini suami haruslah menjadi panutan istri. Bahkan untuk semua hal yang ia lakukan selalu dengan restu sang suami. “Kita sebagai wanita yang dinobatkan menjadi pendamping suami dan ibu rumah tangga, jika ingin berkarir tentu ada alasannya dan harus mendapat restu dari suami ,” uangkap bu Luly. Baginya meski berkarier ia selalu mengutamakan kepentingan keluarga. “Bagi saya Suami adalah nomor satu dengan izin suami karir bisa lancar,” tutup luly. (dgl/pai)

Hasudungan Gantikan Efron --------------------------- dari hal 3 pengganti Efron sudah diserahkan ke DPRD beberapa waktu lalu. “Ini telah disampaikan DPRD Kota ke Pemkot sekitar dua bulan lalu. Sesuai dengan aturan yang berlaku di Pemkot hanya melalui

rentang waktu hanya 7 hari, sudah dua bulan belum juga ada kejelasan,” katanya, kepada wartawan. Dia berharap Efron bisa legowo di PAW, karena menurutnya Efron saat ini sudah tidak lagi menjadi

bagian dari PDS yang merupakan partai dirinya selama ini bernaung. “Efron kan sudah pindah dan nyaleg di Gerindra, ya harus legowo,” katanya beberapa waktu lalu. (yat/pai/hji)

Warga Prioritaskan Infrastruktur -------------------- dari hal 3 Wawako Jambi, Abdullah Sani mengatakan, bahwa kesinambungan perencanaan pembangunan tidak hanya berhenti pada satu tahap, tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran. Pemerintah Kota Jambi menjamin dalam kurun waktu 3 tahun pembangunan Kota Jambi naik signifikan. Ia berharap, Musrenbang ini tidak hanya formalitas, namun harus menampung segala usulan dari masyarakat yang nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat, serta tidak hanya mengusulkan program pembangunan yang dibiayai oleh APBD, tetapi juga progam-program yang dibiayai

oleh APBN. Pantauan harian ini, berbagai usulan disampaikan oleh peserta Musrenbang. Pembangunan infrastruktur masih mendominasi usulan masyarakat, sekitar 90%. seperti jalan, jembatan , gedung sekolah dan lain sebagainya. Salah seorang peserta Musrenbang mengungkapkan, sampah masih menjadi permasalahan yang serius di Kecamatan Danau Teluk. Menurutnya, permasalahan sampah selama ini kurang mendapat perhatian serius oleh pihak pemerintah kecamatan, pasalnya sampai sekarang hanya ada satu mobil yang mengangkut sampah di kawasan yang cukup luas itu. Bahkan sampai saat ini belum ada kawasan tempat

pembuangan sampah. “Sampah di daerah kita ini juga jangan diremehkan, karena kita juga bingung mau buang sampah di mana. Ini juga harus menjadi perhatian yang serius dari kita semua,” tutur Haryadi. Menanggapi keluhan masyarakat itu, Wawako Jambi mengatakan permasalahan sampah ini patut menjadi perhatian dari pihak kecamatan, dan harus segera dicarikan solusinya. “Jangankan di sini, di daerah pasar saja masih banyak masyarakat yang membuang sampah pada siang hari. Memang sampah ini harus menjadi prioritas, karena dampaknya sangat besar. Saya mohon pihak kecamatan memperhatikan ini,” tandasnya. (yat/pai/hji)

Ombudsman Terima 35 Laporan ---------------------- dari hal 3 “Pada tahun 2013 lalu kita telah menangani 24 kasus, dan 40 persen telah terselesaikan, selama 2014 ini sudah add 11 pengadauan lagi, jadi totalnya 35 kasus, dari 35 laporan ini 30 persennya sudah kita tangani,” ujar mantan Direktur Bank Jambi ibi. Ia menambahkan, saat ini ada 8 kasus di Kota Jambi yang akan diselidiki dan diawasi oleh Ombudsman, namun belum bisa di ekspos pihaknya. “Di Kota Jambi ada 8 kasus yang harus kita selesaikan dan masih dalam penyelidikan,” tandasnya. Menurut Taufik, wewenang dari Ombudsman buka hanya

menerima pengaduan masyarakat, tapi juga menyampaikan laporan masyarakat atau saran kepada wakil rakyat, Kepala Daerah, hingga ke Presiden. Ombudsman juga berpedoman pada Undang-undang Negara di antaranya UU Nomor 37 Pasal 31 dan Pasal 44 tentang orang yang menghalangi Ombudsman dalam pemeriksaan akan dipidana penjara paling lama 2 tahun dan denda 1 miliar rupiah. Terkait banyaknya kasus korupsi yang mandek dan hilang tanpa penyelesaian yang jelas di kepolisian di Jambi, Taufik mengaku, hal itu juga bisa dilaporkan ke Ombudsman. “Kalau memang

ada warga yang mengeluhkan lemahnya penanganan kasus korupsi di Polda dan jajaran, silakan laporkan, kita akan tindak lanjuti,” bebernya Tidak hanya itu, kata Taufik, di bidang perpolitikan juga bisa dilaporkan ke pihaknya. Seperti pelayanan di KPU, Bawaslu, serta temuan di parpol dan masing-masing caleg. “Warga silakan melaporkan kepada kita, kita akan menindak lanjuti dan membantu menyelesaikan pengaduan tersebut. Warga bebas melaporkan temuan dan keluhan terkait pelayanan public, gratis tanpa bayar,” cetusnya. (kns/pai)

Kasus Diare Meningkat ----------------------------------- dari hal 3 Berkebalikan dengan kasus demam berdarah yang beberapa bulan yang lalu menelan korban sebanyak dua orang di Kota Jambi, menurut Mujio justru mengalami penurunan. “Awal tahun ini hanya 16 kasus sampai saat ini, tidak begitu meningkat seperti Desember tahun lalu,”

ungkapnya. Mengenai antisipasi demam berdarah, Mujio menyebutkan, pihaknya telah mengambil tindakan fogging atau pembasmi nyamuk DBD dengan cara pengasapan. “Kita sudah ubah “mind set” (pola pikir) kalau terjadi kasus demam berdarah di suatu

lokasi kita langsung turun untuk melakukan pencegahan,” jelasnya. Untuk stok obat-obatan baik DBD atau diare, ia menyebutkan saat ini Dinkes memiliki stok obat yang cukup banyak. Selain ada di Dinkes, dia menjelaskan stok obat-obatan juga ada di

Kota Harus Miliki 62 Puskesmas ---------------------- dari hal 3 Menurut Pardede, di Kota Jambi sudah sejak lama tidak ada penambahan Puskesmas, dan untuk penambahan puskesmas nanti akan kita musyawarahkan kembali bersama Walikota Jambi,” jelas Jefri. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Drg Polisman Sitanggang membena-

rkan kekurangan puskesmas ini. Ia mengaku, berencana akan melakukan penambahan 5 puskesmas di Kota Jambi. “Kita butuh penambahan lima puskesmas lagi, karena di Kota Jambi sejak 30 tahun lalu belum ada penambahan puskesmas, dalam tempo yang begitu lama itu tidak sedikit pula penamba-

han penduduk di Kota Jambi,” jelasnya. Terkait rencana penambahan 5 puskesmas ini, Dinkes telah dibicarakannya bersama Walikota Jambi. “Hal ini sudah saya bicarakan dengan Walikota Jambi dan kita masih menunggu keputusan dari walikota,” kata Sitanggang. (*/ant/pai)

DEWAN REDAKSI: Joni Rizal (Ketua), Raden Surahman, CSA Teddy Lesmana, Fachrul Rozi PENANGGUNG JAWAB/PEMIMPIN REDAKSI: Fachrul Rozi REDAKTUR PELAKSANA: Pahdi REDAKTUR PELAKSANA TEMATIK: Nining Antero KORDINATOR LIPUTAN: Dodi Saputra REDAKTUR: Dodi Saputra, Andri Damanik, Rosenman M, PENJAB HALAMAN: Septa Randika, Ansori, Rakhmad Fadhilla, Siska Hendri, Novriana Dewi EDITOR BAHASA: Hardi Opes, Febri Sajidah SEKRETARIS REDAKSI: Reni Ambar Pertiwi REPORTER: Rizki Putri H, Hesti Oktaviani, Sudir Putra, Kaharuddin, R Gilang Ezri, Idham Holidi, Abdul Majid, Doni Saputra, Muslihin, Arief Hermanto, Ipandri Arrahman Hadi, Adrianus Susandra, Andri Mustari, Murabil Fadil, Robinas, Faizarman, Romi Afrizal, Kanata Saputra, Ridho Aulia Rahman, Ahmad Razin, Ririn, Muhammad Syukri, Fadlan Ma’arif LIPUTAN DAERAH: Okta Fransiska (Batanghari), Ivan Ginanjar (Merangin), Joni Hartanto (Muarojambi), M Thawaf (Tanjab Timur), Herjuliansyah Saputra (Tanjab Barat), Arfandi Sarbaini (Sarolangun), Saprial (Kerinci-Sungai Penuh), Septiadi (Tebo), Nicko Ardiyansyah (Bungo) FOTOGRAFER: Rino, Edwin Eka Putra DEVISI: Komunikasi Bisnis dan Pemerintahan: Popri Yanti (Kabag), Ade Mardhan, Afrioga Felmi, M. Zintir, Lut Hidayat LITBANG: Hansa Ganendra Wiratama CREATIVE DEVELOPMENT TEAM: Evan Abubakar (Digital Media Advisor), Syahril Hanan/Pakdo (Senior Designer) PENATA LETAK & PERWAJAHAN: Syarifudin Zuhri, Benedictus Charles Sirait, Ade Restu Kurnia, Fajar Ramadhan, Sugeng Warsito, Roy Mangkudilaga, Ilham Firmansyah, Jihan Kusuma,Delvian Restu KABAG UMUM: Handika ACCOUNTING: Melati, Reno Noverdi, Lisnawati, Diding Rosidin KEPALA DEVISI USAHA : Edi Sutiyo SALES & MARKETING TEAM: Syaifullah Murshal (Kabag), Syaiful Amri, Mirwan, Dedek Rahman, Andhi, Ahmad Sabki, Herwansyah Ar, Iya Aulia, Nor Chasanah, Wanda (Designer ) SIRKULASI: Nana Juhana (Kabag), Anas Bafadhal, R. Fauzi, Jong jong, Rendi Lahara Hasdansyah, Ivan Herli, Alex Susanto, Melly EVENT & PROMOSI : Surya Wijaya, Yulfitrah BIRO JAKARTA: Herman Tandjung

TARIF IKLAN: Display (umum) Rp. 33.000,-/mmk, Iklan Warna Rp. 47.500,- Full Color Hal. 1 Rp. 95.000,REKENING BANK: a.n PT. Perisai Media Nusantara Bank BRI Cab. Jambi No. Rek. 0606.01.00046630.1 Bank Syariah Mandiri No. Rek. 0767414612 PERCETAKAN: PT. Jambi Media Grafika ALAMAT KANTOR PERCETAKAN: Jl. Lingkar Selatan 1 Paal Merah Lama, Jambi Selatan, Kota Jambi.

ALAMAT REDAKSI: Jl. Ir. H. Juanda No. 44 Mayang Mangurai Kota Jambi 361299 Redaksi: (0741) 5912199 Bisnis/Fax: (0741) 5912188 Mobile/SMS: 0823 8000 2013 Email Redaksi: redaksi@harianjambi.com Bisnis/Iklan: iklan@harianjambi. com Opini: opini@harianjambi.com Info: info@harianjambi.com HARGA BERLANGGAN: Rp. 50.000.- /bulan (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim). HARGA ECERAN: Rp. 2000,- /eksemplar ISI DI LUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

DISCLAIMER: WARTAWAN HARIAN JAMBI DIBEKALI ID CARD/SURAT TUGAS SAAT MELAKUKAN TUGASNYA | WARTAWAN HARIAN JAMBI DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG DARI NARASUMBER | MATERI PARIWARA BUKAN MENJADI TANGGUNG JAWAB HARIAN JAMBI

email: info@harianjambi.com ¦ Telepon: (0741) 5912188/5912199 ¦ Fax: (0741) 5912188

www.harianjambi.com

@harianjambi

HarianJambi


RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

5

5 Warga Jadi Tersangka Bentrok Limun Tragedi Berdarah Penertiban PETI Pihak Kepolisian kini telah menetapkan lima orang tersangka terkait kasus bentrokan berdarah di Dusun Mengkadai, Desa Tumenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, yang menewaskan seorang personel Brimob Polda Jambi Brigadir (Anumerta) Marco Fernandus Hutagalung, dan dua orang warga yakni Safni dan Septriadi. FAIZARMAN, Jambi PENETAPAN status kelima orang tersangka terse-

but disampaikan Kapolda Jambi, Brigjen Pol Satriya

Hari Prasetya, saat dikonfirmasi wartawan, kemarin Selasa (4/2). Hanya saja Satriya mengaku tidak ingat identitas kelima orang tersangka tersebut. “Lima orang orang sudah ditetapakan sebagai tersangka, namun belum dilakukan penahanan,” kata Satriya. Sementara itu, untuk memastikan hal tersebut, Kapolres Sarolangun, AKBP Ridho Hartawan, saat dikonfirmasi melalui ponselnya juga memastikan bahwa saat ini ada

beberapa orang yang telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka. Namun sayangnya, saat ditanya identitas, dirinya juga mengaku tidak mengingat identitas tersangka. Ia hanya mengatakan kelima tersangka yang telah ditetapkan adalah mereka yang terdapat didalam video pengeroyokan anggota Brimob yang dimiliki pihak kepolisian itu. “Saat ini masih dilakukan pemeriksaan, kesemua ter-

sangka tersebut adalah mereka yang didalam vidio pengerokan,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, bentrokan terjadi antara warga dengan aparat gabungan yang melakukan penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun. Sebelumnya Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi talah memeriksa belasan saksi, namun dalam pemeriksaan be-

lasan saksi itu diketahui belum satupun yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan beralasan masih mengumpulkan alat buki, namun belakangan dikabarkan juga kasus tersebut penanganannya telah diserahkan ke Polres Sarolangun. Padahal sebelumnya Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jambi sudah penah melakukan penahanan terhadap Khaidir alias Idir (50) warga Dusun Mengkadai Desa Temenggung Kecamatan

PENCURIAN

KASUS KWARDA

Mobil Haviz Digasak Pencuri

4 Saksi Saddin Diperiksa

Kaca Mobil Dipecah, Tas Korban Raib JAMBI-Kasus pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil kembali terjadi di Kota Jambi. Kali ini korbannya adalah pengurus Koperasi Maju Bersama bernama Abdul Haviz (28) warga Kecamatan Tungkal Ulu,Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tungkal Ulu). Peristiwa itu terjadi di depan rumah makan Basuo, jalan Pattimura, Kota Jambi, sekitar pukul 12.40 WIB Selasa (4/2) kemarin saat korban sedang makan di rumah makan Basuo. Kapolsek Kotabaru, Kompol Hartono, membenarkan hal ini. Ia mengatakan di dalam mobil Suzuki Escudo BH 1348 VL milik korban itu, terdapat tas yang berisi buku akta pendirian koperasi, 1 lembar ijin SIUP koperasi, 1 lembar ijin HO koperasi, 1 lembar ijin TDP, 1 buah stempel koperasi, semua atas nama koperasi Maju Bersama. “Kerugian ditaksir Rp 350 ribu, akibatnya korban kehilangan surat-surat di dalam tas,” jelasnya. Hartono menyebutkan, pelaku saat ini masih dalam penyelidikan “Kita belum mengetahui pelakunya,” jelasnya. Ia menduga korban sudah diincar oleh pelaku , dan mengira di dalam tas berisi uang, sehingga mereka nekat memecahkan kaca mobil korban. “Kita masih memintai keterangan saksi-saksi di lapangan,” pungkasnya. (ass/pai)

Rampung, Berkas Sepdinal Dilimpahkan ke JPU

PESTA MIRAS

5 Mahasiswa Diskor 1 Semester MUARA BULIAN - Lima orang mahasiswa Akper Yayasan Bumi Serentak Bak Regam Muarabulian yang tertangkap sedang berpesta minuman keras bersama satu orang perempuan, akhirnya diberi sangsi tegas oleh pihak kampus. Mereka dilarang mengikuti kegiatan kampus selama 1 semester. Direktur YPSBR Muarabulian, Izapahlefi, dikonfirmasi sejumlah wartawan Selasa (4/1) kemarin membenarkan sanksi tersebut. “Kita telah memberikan sangsi tegas kepada kelima mahasiswa tersebut sesuai dengan aturan yang ada di Akper ini, melalui rapat kantor. Sanksinya mereka tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan di kampus selama satu semester ini, baik kuliah maupun praktek,” bebernya. Dia mengatakan, sesuai dengan data di kampus, lima orang mahasiswa semester lima ini banyak mata kuliahnya yang gagal. “Sekarang ini angkatan mereka sebentar lagi akan melaksanakan pratek ke Jambi, karena sudah diskor, mereka tidak diperbolehkan untuk ikut praktek,” ujarnya. Dia juga mengatakan, selain sanksi, yang bersangkutan juga akan berikan pembinaan. “Meskipun mereka bukan tinggal di asrama, tapi mereka masih merupakan mahasiswa di sini, kecuali mereka sudah tamat,” cetusnya. Dia juga mengatakan, orangtua kelima mahasiswa ini juga akan segera dipanggil, terkait pemberian sanksi ini. “Sedangkan untuk masalah hukum atas apa yang mereka lakukan itu pihak yang berwajib lebih tahu,” bebernya lagi. Untuk diketahui, kelima mahasiswa Akper Batanghari ini diciduk polisi bersama seorang wanita di sebuah rumah kos sedang pesta minuman keras. Penangkapan ini atas laporan warga yang merasa resah atas ulah mereka yang berpesta miras. (ofy/pai)

KASUS TAHURA

Dirut PT GBU Diperiksa JAMBI - Penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi memeriksa Direktur PT Gemilang Bangun Utama (GBU), Stefanus, yang merupakan pengembang rumah transmigran, terkait kasus dugaan korupsi pembukaan hutan untuk rumah transmigrasi di Hutan Tahura (Taman Hutan Rakyat) Sungai Aur, Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi tahun 2008. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jambi, Masyroby, mengatakan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih dalam tahap penyelidikan. “Untuk lid, direktur perusahaan yang dipanggil,” ujarnya singkat, Selasa (4/1) siang. Sebelumnya, dana Rp 1,7 miliar yang seharusnya untuk membeli papan tidak digunakan dengan semestinya, karena papan yang dipakai untuk pembangunan rumah tersebut diduga menggunakan kayu rambahan yang ditebang dari lokasi. Kasus ini telah memasuki proses pengadilan untuk pidana umum karena terjadi pembalakan liar. Kali ini pihak kejaksaan tinggi akan menelusuri dugaan unsur pidana korupsinya. Dalam kasus tersebut, ada tiga orang yang diperiksa, satu di antaranya mantan Kadisnakertrans, M Yamin, Asisten II Setdakab Muarojambi, David Rozana. Namun dua lainnya, mantan Kadis Kehutanan dan Kadis Perkebunan tidak hadir. Terkait transmigrasi, lahan 131,5 hektare di kawasan tersebut dibuka untuk pemukiman penduduk. Proyek ini ketika itu menggunakan anggaran APBN senilai Rp 6,7 miliar. Informasi yang diperoleh, pembangunan rumah-rumah tersebut menggunakan bahan baku kayu yang berasal dari hutan lindung setempat. (nui/pai)

Limun Kabupaten Sarolangun, yang diduga propolator dalam bentrok tersebut, namun dengan sangat terpaksa dilepaskan kembali setelah diamakan beberapa jam di Mapolda. Khaidir diamankan Anggota Kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jambi yang dipimpin oleh AKBP Yohanes Herry, Sabtu (19/10) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB dirumahnya di Dusun Mengkadai. (*/pai)

ADRIANUS/HARIAN JAMBI

DIAMANKAN: Dua orang pelaku dan barang bukti narkoba diamankan di Mapolresta Jambi.

NARKOBA

Dua Pengedar Sabu Dibekuk JAMBI- Tim Opsnal Sat Narkoba Polresta Jambi meringkus Baron Bareta (40), warga RT 02 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Jambi Selatan dan Erwin Kurdianto (31) warga RT 01 Kelurahan Kasang Jaya Kecamatan Jambi Timur pada Jum’at (31/01) lalu. Keduanya diamankan sekitar pukul 02.00 WIB usai menkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu yang di rumah kos Erwin Kurdianto, di kelurahan Tambak Sari Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi. Kasat Narkoba Kompol Witry Haryono, dikonfirmasi wartawan mengungkapkan penangkapan kedua tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat. “Saat melakukan penggerbekan

dan penggeledahan di kediaman tersangka, ditemukan 45 butir pil warna merah, 7 butir pil warna Hijau dan 3 butir pil warna kuning yang diduga ekstasi. Selain itu juga turut mengamankan sabu-sabu seberat 30,70 gram satu palstik lagi berisi 6,51 gram, yang bernilai puluhan juta rupiah yang tersimpan di atas dek kamar mandi tersangka, timbangan digital, 2 unit Hp dan seperangkat alat hisap sabu,” ucapa Witry kemarin Selasa (4/2). Witry menambahkan, berdasarkan keterangan tersangka serbuk kristal dan puluhan butir pil yang diduga ektacy merupakan milik salah seseorang berinisial H. “Kini kita sedang melakukan penyelidikan dan pengembangan, untuk

memburu siapa pemasok narkoba ke tangan tersangka, atas ulahnya kedua tersangka akan terancam undang-undang narkotika No 35 tahun 2009 pasal 112 dan 114 dengan ancaman hukuman diatas 15 tahun kurungan,” pungkasnya. Erwin, saat ditanyai wartawan berkilah kalau barang bukti yang diamankan adalah miliknya. “ Barangnyo bukan punya aku, aku cuma dititipkan teman yang berinisial H, saat dio nitip aku dikasih upah untuk makai sabu,” ucap pria yang kesehariannya bekerja sebagai mekanik. Sementara tersangka Baron mengatakan saat diamankan kebetulan dirinya berada di kos Erwin. “Aku betamu be kerumah dio (Erwin,red) kebetulan aku diajak dio makai sabu,” katanya. (ass/pai)

JAMBI - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, pada Selasa (4/1) kembali memeriksa empat saksi untuk dimintai keterangannya terkait tersangka Ketua Gerakan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jambi periode 2011-2013, Syahrasaddin. Keempat saksi ini adalah Satria Muhdi, Anwar Harminto, dan Ibnu Ziadi. Ketiganya selaku PPTK Perkemahan Putri Nasional (Perkempinas), dan Novita, Staf Kwarda Pramuka Jambi. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jambi, Masyroby, mengatakan, keempat saksi ini dimintai keterangan untuk saksi Syahrasaddin. ”Iya, untuk hari ini keempat saksi yang kita panggil, semuanya datang memenuhi panggilan,” ujar Masyroby, kepada sejumlah wartawan saat ditemui dikantor Kejati Jambi. Untuk diketahui, belum lama ini Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Syaifuddin Kasim menyatakan bahwa untuk kasus 2011-2013 Sekdaprov Jambi yang juga ketua kwarda, Syahrasaddin, ditetapkan tersangka. Dua lainnya, bendahara kwarda Sepdinal dan bendahara pembantu Ridwan namanya juga masuk kantong tersangka. Direktur PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) juga telah dijadikan tersangka dalam kasus ini. Dia ditetapkan tersangka dalam kasus tahun 1995-2009. Sementara itu untuk berkas perkara Sepdinal, tersangka dugaan korupsi dana Kwarda Pramuka Jambi periode 2009-2011 ini, Selasa (3/2) kemarin telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi. “Berkas Sepdinal sudah dilimpahkan Kejaksaan Negeri Jambi,” ujar sumber di Kejati yang enggan disebutkan namanya kemarin. Untuk diketahui, selain dijadikan tersangka dugaan korupsi dana Kwarda Pramuka Jambi 2009-2011, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi ini, juga dijadikan tersangka dalam kasus Kwarda Pramuka Jilid II dan Perkempinas.(nui/ pai)

LAKA LANTAS

L 300 Nyaris Hantam Toko MUARA BULIAN – Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Lintas Gadjah Madah Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muara

Bulian. Kecelakaan ini terjadi pada Selasa (04/02) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Informasinya, sebuah kendaraan

roda empat Mitsubishi L300 BH 9176 BK berwarna hitam nyaris masuk toko manisan warga. Menurut salah 1 saksi mata, Pendi (40),

OKTA FRANSISKA/HARIAN JAMBI

EVAKUASI: Polisi dibantu warga sedang mengevakuasi mobil L 300 yang terbalik di TKP.

warga setempat, insiden ini bermula sat mobil tersebut melaju dari arah pasar Keramat Tinggi dengan kecapatan tinggi kearah Muara Bulian. Demi menghindari kendaraan dari arah berlawanan, mobil tersebut langsung membelokan kendaraanya hingga terbalik. “Lumayan ngebutlah, dio nak nyalib, tibotibo ado motor, langsunglah dibelokanyo mobil tu, sehingga terbalik,” ujarnya. Kapolsek Muara Bulian, AKP Dwibo Likson, yang turun langsung ke tempat kejadian perkara mengatakan, mobil yang dikendarai oleh Santo (35), warga Kelurahan Muara Bulian ini bermaksud untuk menyalib mobil, namun dari arah berlawanan tiba-tiba ada 1 unit motor, karena terkejut, sang sopir langsung membanting setir. Akibatnya, mobil langsung menghantam lobang parit, hingga terbalik dan nyaris masuk ke toko warga. “Tidak ada korban jiwa, sopir yang alami kejadian tersebut terlihat sehat-sehat saja. Namun seorang kernetnya Boy mengalami cidera ringan di bagian muka sebelah kiri, akibat terhimpit pintu mobil. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hamba Muara bulian, untuk mendapatkan perawatan,” ujarnya. Pantauan harian ini, polisi yang dibantu oleh warga sekitar langsung menevakuasi kendaraan tersebut. Sementara itu, motor yang menjadi pemicu terjadinya kecelakaan ini langsung melarikan diri. Hingga kini belum diketahui jenis motor serta pengendaranya. (ofy/pai)


6 RABU, 05 Februari 2014 ¦ Edisi Pagi

Pungli di Kantor Camat Bangko Pengurusan Surat Rekomendasi Camat Slogan pemerintahan bersih dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), yang terus dikedepankan pasangan Bupati Al Haris dan Wakil Bupati Khafid Moein (Harkad), ternyata tidak sepenuhnya dijalankan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Buktinya, masih ada praktek pemungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan langsung oleh salah satu pejabat di Kantor Kecamatan Bangko. IVAN GINANJAR, Merangin HAL tersebut diakui langsung oleh, Putra, warga Sun-

gai Piul Kecamatan Bangko, kepada Harian Jambi, Selasa

TRANSPORTASI

(4/1) kemarin. Putra mengaku dibuat kesal oleh sikap pegawai di kantor Camat Bangko tersebut, lantaran diminta sejumlah uang ketika mengurus administrasi. “Ya saya sangat kesal jadinya, karena diminta untuk membayar administrasi. Saya menolak membayarnya karena ragu. Jangan – jangan cuma modus saja,” ujarnya. Uang yang diminta oleh pegawai tersebut dikatakannya, yakni ketika dirinya mengurus rekomendasi izin keca-

matan, soal pendirian bangunan rumah toko (Ruko) milik saudaranya. “Saya mau mengurus rekomendasi izin pendirian Ruko saudara Saya. Kantor perizinan meminta agar ada surat rekomendasi dari pihak Kantor Kecamatan terlebih dahulu sebagai salah satu syaratnya,” katanya. “Rukonya ada empat pintu. Jadi dia mengatakan, kalau mau izin ini diberikan oleh kecamatan, maka harus membayar Rp 75 ribu per pintu,”

tambahnya. Ragu dengan permintaan sejumlah uang tersebut, Putra berniat mempertanyakannya kepada Camat Bangko, Ahmad Azhari. Namun sayang, Camat Bangko tidak dapat ditemui lantaran tidak ada di tempat. “Camat tidak ada di kantor. Kalau memang ada administrasi kita mau tanya perdanya ada atau tidak. Saya memang baru sekali ini mengurusnya, kalau memang itu hanya akal – akalan saja, saya pikir sudah ada

banyak warga yang dibohongi seperti ini,” sesalnya. Sementara itu, Camat Bangko Ahmad Azhari yang dikonfirmasi sejumlah wartawan di kantor Badan perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Merangin, Selasa (04/02) kemarin mengaku tidak mengetahui adanya pungutan yang dilakukan di kantornya tersebut. “Saya tidak tahu kalau ada pungutan dikantor saya. Malah saya baru tahu,” ucapnya.

Ketika ditanya prosedur pengurusan rekomendasi pendirian Ruko tersebut, Ahmad menegaskan tidak ada aturan pembayaran administrasi dan pihak Kecamatan wajib mengeluarkan rekomendasi yang diminta oleh warga tersebut. “Tidak benar itu, tidak ada diwajibkan dan tidak ada aturan untuk membayar adminstrasi dengan jumlah tersebut. Saya juga tidak pernah memerintahkan bawahan saya untuk memungut biaya pengurusannya,” pungkasnya. (*/dod)

PENCEMARAN

80 Penumpang Aviastar Gagal Terbang MUARABUNGO – Sebanyak 80 penumpang pesawat Aviastar terlihat kecewa. Pasalnya, pesawat Rute Bungo-Jakarta yang seyogyanya lepas landas pukul 08.00 WIB, gagal terbang. Padahal, semua penumpang sudah duduk di nomor kursi masing-masing. Informasi yang diperoleh, terjadi kerusakan pada salah satu mesin pesawat berkapasitas seratus penumpang itu. Bahkan salah satu penumpang menyebutkan, salah satu mesin sempat mengeluarkan asap, sehingga pihak maskapai menunda keberangkatan hingga waktu yang tidak ditentukan. Namun informasi ini langsung dibantah oleh Manager Aviastar, Suhardi. Dirinya menyebut, kerusakan karena salah satu mesinnya tidak bisa hidup. Akibat kejadian ini, semua penumpang terpaksa turun. Dan satu per satu mengembalikan tiket kepada pihak maskapai, karena pihak maskapai tidak bisa memastikan jadwal keberangkatan setelah terjadi kerusakan serius pada mesin. Menurut beberapa penumpang, mereka sudah menunggu sejak pukul 08.00 WIB pagi, sesuai jadwal terbang. Namun setelah sekian jam ditunggu pesawat tidak datang dari Jakarta, padahal seharusnya pesawat tiba di bandara Bungo sebelum pukul 08.00 WIB. Pesawat baru tiba pukul 10.30 WIB dan penumpang baru bisa naik ke pesawat sekitar pukul 12.00 WIB, namun tiba-tiba batal karena terjadi kerusakan. Salah satu penumpang mengaku kecewa karena pihak maskapai terlambat menginformasikan terjadi kerusakan pada calon penumpang. “Dari jam 07.00 WIB tadi kami nunggu, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak maskapai apakah berangkat atau tidak,” ungkap Muhayat, salah satu calon penumpang. Dikatakannya, dirinya merasa dirugikan dengan batalnya keberangkatan ke Jakarta, karena sudah membeli tiket dari Jakarta-bandar Lampung dengan jadwal keberangkatan pukul 14.00 WIB. “Otomatis tiket kami dari Jakarta-bandar Lampung hangus, pihak maskapai Aviastar tidak mau tanggung jawab, padahal itu kesalahan mereka,” kesalnya. Pantauan di lapangan, terlihat beberapa penumpang Aviastar mengambil kembali uang tiket yang sudah dibeli. Hingga pukul 16.00 WIB. Informasinya, pesawat masih belum bisa terbang, sejumlah calon penumpang terpaksa ke Jakarta melalui bandara Sultan Taha Jambi Dijelaskan Suhardi, usai gagal terbang tim teknisi sedang bekerja untuk memperbaiki pesawat, dia juga mengatakan tidak bisa menjamin dapat kembali terbang. “Sebelumnya tidak pernah ada masalah seperti ini,” katanya. (nic/dod)

SEPRIADI/ HARIAN JAMBI

PENCEMARAN: Lokasi PMKS Milik PTPMN VI yang berada di jalan Camar selalu mengeluarkan kumpulan asap hitam bercampur debu.

Dituding Cemari Lingkungan MUARATEBO - Warga yang tinggal di lingkungan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) milik PTPN VI Rimdu, Rimbo Bujang, mengaku masih merasakan dampak dari PMKS yang ada di sekitar mereka. Ironisnya kesepakatan pihak PTPN dengan anggota DPRD Kabuapten Tebo belum lama ini, belum sepenuhnya dilakukan. Seperti yang diungkap oleh Panjang,warga Jalan Camar, Desa Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang. Dia menjelaskan,hingga detik ini, kompensasi dari PTP ke war-

ga tidak ada. Bahkan rumah salah satu warga, Darsono, yang sumurnya tercemar limbah, hingga sekarang tidak mendapatkan kompensasi (ganti rugi_red). Padahal, katanya Anggota Dewan dan bupati sudah turun ke lokasi dan melihat secara langsung sumur warga yang terkena limbah tersebut. “Namun hingga kini belum juga ada tanda-tanda pihak PTP peduli terhadap lingkungan. Kami minta pada PTP Untuk serius memperhatikan lingkungan yang tercemar limbah,” ungkap Panjang,

berserta warga lainya, ketika dikonfirmasi Harian Jambi, Selasa (04/02). Limbah PMKS PTPN juga dikeluhkan Markum, warga yang tinggal di jalan Camar Desa Sapta Mulya, Rimbo Bujang,Tebo. “Belum lama ini, debu dan asap PMKS PTP sudah kembali meresahkan warga di Jalan Camar ini. Di mana setiap hari, istri saya harus membersihkan debu dari PMKS yang masuk ke rumah sebanyak empat kali,” kata Markum. “Kami warga yang tinggal di

Jalan Camar ini, meminta kepada pihak PTPN agar memperhatikan dampak lingkungan yang ada akibat dari PMKS milik mereka,” imbuhnya. Terpisah, Herman Ketua RT Jalan Camar juga mengeluhkan hal tersebut, hingga sekarang tidak lagi diberikan pengobatan oleh PTPN. Sementara anggota DPRD dan pihak PTPN pernah membuat perjanjian, memberikan pengobatan pada masyarakat hingga sembuh. Jika kita mengacu pada pengakuan warga dalam, kata Herman, berita acara yang pernah

disepakati oleh anggota DPRD dan managemen PTPN VI Rimdu, pada senin 31 Oktober 2011 dalam poin ke tiga, yang berbunyi, kedua belah pihak sepakat untuk memberikan pengobatan gratis kepada masyarkat yang berada di lingkungan PMKS PTP disarankan melalui program CD/CSR. “Namun semua perjanjian yang ada tinggal janji, kenyataannya, warga masyarakat yang menjadi korban dari imbah PMKS PTPN masih saja mengeluhkan karena kesepakatan yang ada belum sepenuhnya berjalan,” tukasnya. (ads/dod)

MODUS PECAH KACA

SARANA

Pol PP Keok di Kandang Sendiri

Pasar Tradisional Didata

MERANGIN - Pasca perampokan yang terjadi di area parkir Kantor Bupati Merangin, dengan modus memecahkan kaca mobil, membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin berang. “Personil Pol PP harus siaga setiap saat, kejadian ini jangan terulang lagi,” tegas Sekda Merangin Sibawaihi saat menghadiri kegiatan Satpol PP Merangin di ruang pola Kantor Bupati Merangin, Selasa (04/02). Dikatakan sekda, bahwa Satpol PP Merangin ‘keok’ di kandang sendiri. Pasalnya, peristiwa perampokan yang terjadi masih dalam kondisi ramai dan pada sore hari. Di mana saat itu, seharusnya petugas Pol PP selalu siaga terhadap peristiwa tindak kriminal. Terkait hal ini, sekda meminta agar Satpol PP Merangin mengatur kembali jadwal piket petugas jaga. Termasuk juga mengaktifkan

kembali petugas piket yang ada di tiga pos jaga Satpol PP di kantor Bupati Merangin. “Saya minta Pol PP lebih disiplin dan tegas. Supaya permasalahan ini tidak terulang kembali,” ujarnya. Meski demikian, Sekda juga mewarning kepada petugas Satpol PP yang piket untuk rutin melakukan patroli saat piket. “Kedepan jika kantor Bupati kembali terjadi kejadian seperti ini, anggota yang piket akan ditindak, tak menutup kemungkinan pecat,” tegas Sibawaihi. Terpisah Kepala Satuan Satpol PP Merangin Ramli mengakui jika peristiwa tersebut lolos dari pemantauan petugas. Sebab, kata Ramli saat itu, semua personil mengikuti apel. Tidak itu saja, Ramli juga menyayangkan korban perampokan yang juga anggota Satpol PP Merangin dinilai lalai. “Kan sia-sia kok meletakan benda berharga di dalam mobil. Na-

GANGGU KENYAMAN

Satpol PP Diminta Tertibkan Tempat Karaoke SUNGAIPENUH - Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungaipenuh meminta satuan Polisi Pamong Praja (Satpol pp) Kota Sungaipenuh agar menertibkan tempat karaoke di Kincai Plaza, lantai tiga.

Pasalnya, keberadaan tempat karaoke itu sudah menganggu ketentraman warga. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Sungaipenuh, Syafriadi, Selasa (04/02). Politisi Hanura Kota Sun-

mun peristiwa ini memang menjadi pukulan bagi kita. Ke depan, sistim pengamanan kita tata ulang,” kata Ramli. Selanjutnya, ke depan Ramli sudah membagi para petugas jaga atau piket. Selain itu, fasilitas seperti lampu, listrik dan air di dua Pos Jaga juga akan diaktifkan. Termasuk adanya pemasangan CCTV di beberapa titik. “Ya, kita sudah ajukan ke bagian umum untuk melengkapi fasilitas penerangan di pos jaga. Kalau untuk pemasangan CCTV juga akan kita sampaikan,” jelasnya. Terkait jika petugas jaga ternyata lalai dalam bertugas? Ramli menyebutkan hal ini tentu tidak bisa ditolerir. “Kalau petugas sudah aktif, baik melakukan patroli keliling kantor dan stand by di Pos Jaga, namun masih terjadi peristiwa ini, maka jelas petugas itu yang harus bertanggung jawab,” tegas Ramli. (van/dod)

SAROLANGUN – Dinas perindutrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) mendatan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sarolangun. Hal itu bertujuan untuk bahan perencanaan pembangunan yang diajukan ke pemerintah. Pasalnya, selama ini, pasar tradisional tidak mendapat perhatian serius. Seperti yang dilakukan Disperindag di pasar tradisonal Desa Penarun, Tanjung dan juga Desa Bangun Jayo. Menurut Kadis Perindagkop Sarolangun, Deshendri, pihaknya akan berusaha untuk mendata dan mengsusulkan agar Pasar Tradisional yang ada bisa dibangun. “Kita data terlebih dahulu, sebab ini menjadi salah satu acuan kita untuk bisa mengajukan pembangunan pasar modern, agar perekoneomian warga menjadi meningkat,” katanya. Bukan hanya membangun sarananya saja, menurut Deshen-

dri, letak pasar dengan hunian warga juga menjadi pertimbangan. “Kita akui bahwa pemerintah sudah banyak membangun pasar, tetapi banyak juga yang belum dimanfaatkan. Ini akibat terlalu jauh dengan pemukiman, tetapi kita akan berupaya untuk memperbaiki yang sudah ada dan berusaha untuk menambah yang belum di bangun,” jelasnya. Ditambahkanya, bahwa untuk di Desa Tanjung, pasar tradisional yang dekat dengan warga sangat potenisial untuk dibangun, apalagi lahan juga sudah tersedia. Sementara di Bangun Jayo, bangunan lama pasar tradisional juga sudah dan hanya tinggal menambah saja. ‘’Untuk di dua lokasi kita sudah memiliki rencana dan ini akan segera saya ajukan untuk bisa di pelajari. Agar pasar yang dibangun nantinya bisa benar-benar bermanfaat bagi warga sekitar,” pungkasnya. (fan/dod)

gaipenuh ini mengaku sudah banyak dapatkan laporan masyarakat yang mengeluh keberadaan karaoke di lantai tiga Kincai Plaza, keberadaannya menganggu masyarakat dan pedagang. “Kami minta Satpol PP melakukan penertiban tempat karaoke di Kincai Plaza, mengingat banyak laporan masyarakat Kota Sungaipenuh dan pedagang yang terganggu,” katanya. Dia meminta kepada pihak yang memberikan izin tempat

hiburan tersebut agar tidak dikeluarkan lagi dan tidak diperpanjang izinnya. “Kita ingatkan pihak mengeluarkan izin, suapaya tidak diperpanjang dan tidak memberi izin baru,” tegasnya. Masyarakat sekitar pun mulai mengeluhkan tindakan dari pengunjung usai pulang dari karaoke itu. “Mereka sering ribut dan pulang pukul 03.00 WIB dini hari,” kata Irman, warga Sungaipenuh Feri, pedagang setempat pun mengungkapkan hal yang sama. “Berisik sekali, suara musik dari

lantai 3 Kincai Plaza kencang terdengar oleh warga yang tinggal sekitar Kincai Plaza,” katanya. Informasi yang diperoleh Harian Jambi, keberadaan kafe-kafe dan tempat karaoke di lantai tiga Kincai Plaza tersebut semakin banyak dan meresahkan masyarakat Kota Sungaipenuh serta para pedagang sekitar Kincai Plaza. Tidak hanya meresahkan masyarakat, keberadaan karaoke banyak tidak mengantongi izin operasi. (pri/dod)


7

RABU, 05 Februari 2014 ¦ Edisi Pagi PEREDARAN NARKOTIKA

Muaro Jambi Jalur Narkoba SENGETI- Berdasarkan data serta survei yang dilakukan pihak Polri, Provinsi Jambi masuk dalam kategori rawan peredaran narkoba. Sebagai jalur utama adalah Kabupaten Muarojambi. Rawanya peredaran narkoba tersebut dikarenakan banyaknya peluang masuk investor dari berbagai lini. Ini juga dikarenakan lemahnya pengawasan. Dir Bimasbaharkam Polri, Brigjen Pol Hengkie Kaluara, ketika dikonfirmasi mengatakan, Provinsi jambi bukan rawan konflik, tetapi rawan akan peredaran narkoba. Salah satu jalurnya di wilayah Kabupaten Muarojambi. “Muarojambi kan mengelilingi kota jambi, jadi dari berbagai lini masuk melalui kabupaten Muarojambi,” ungkap Hengkie. Untuk itu, salah satu upaya untuk menekan peredaran narkoba, kata Hengki, setiap desa ditempatkan Babinkamtibmas sebagai pengaman dan memantau setiap kejadian di desa-desa. Sementara itu, Kapolres Muaro jambi, AKBP Ayi Supardan mengatakan, untuk kasus narkoba memang menjadi perhatian Polres Muarojambi. Sebab, jenis barang tersebut merupakan barang yang sangat berbahaya bagi generasi muda. “Babinkamtibmas merupakan pion yang lebih ekstra bergerak di setiap desa-desa yang menjadi kawasan hukum mereka,” ujar Ayi. Selain bergerak di setiap desa, Babinkamtibmas harus mampu mengidentifikasi peredaran di wilayah hukum mereka, baik pemakai maupun pengedarnya. “Indentifikasi dan laporkan ke Polres,” tegas Ayi. Selain pencegahan melalui Babinkamtibmas, lanjut Ayi, Polres Muarojambi melakukan patroli PMS secara berpindah-pindah, terutama di wilayah yang dianggap ada peredaran narkoba. Memang, tambah Ayi, pihaknya masih kesulitan saat melakukan patroli tiap-tiap truk yang melintas, karna setiap melakukan pemeriksaan truk, akan ada waktu jeda yang bisa mengakibatkan macet. “Makanya, anggota kita yang di desa-desa sebagai pion utama untuk bergerak,” tukasnya. (jni/dod)

Disinyalir Cemari Sungai Batanghari PT ABP Diminta Bertanggung Jawab Limbah PT Aneka Bumi Pratama (ABP) disinyalir mencemari sungai Batanghari. Perusahan yang berlokasi di Desa Kubu Kandang, Kecamatan pemayung, Kabupaten Batanghari itu, diyakini mencemari sungai sejak tahun 2006 lalu hingga sekarang. OKTA FRANSISKA, Muarabulian KEPALA Desa Simpang Kubu Kandang ,Salamuddin, ketika dikonfirmasi mengatakan, pencemaran limbah karet milik PT ABP ini sudah lama terjadi dan belum ada tindakan yang diambil oleh pihak Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan pihak Pemerintah Pusat sekalipun. “Perusahaan ini punya orang berduit. Keluhan ini sudah lama mas, menurut informasi , perusahaan ini milik orang jepang,” katanya. Dikatakannya, akibat dari pengaruh pencemaran limbah ini, kebun duku dan kebun

pisang warga setempat pernah mati dan sudah diganti rugi oleh pihak perusahaan terhadap warga setempat. Dan ini juga belum ada tindaklanjut dari pihak Badan Lingkungan Hidup mana pun. “Selain kebun warga yang tercemar, kerambah ikan warga yang berada di aliran sungai batanghari juga terancam. Banyak ikan kerambah warga yang mati mas,” ujarnya. Senada dikatakan Kepala Desa Kubu Kandang, Musa. ia mengakui bahwa perusahaan ABP pernah di datangi oleh Mantan Gubernur Jambi, Zulkifli

Nurdin pada tahun 2007 lalu. Namun, hingga sekarang limbah karet persahaan belum bisa di atasi oleh pihak terkait. “Saya juga bekerja di perusahaan sebagai pemulung karet yang dibuang perusahaan ke Sungai Batanghari. Di tempat pembuangan akhir karet dengan potongan kecil-kecil memang sengaja di buang ke Sungai Batanghari, apalagi pada musim hujan. Kalau tidak percaya mari kita sama-sama melihat,” sebutnya. Ia menjelaskan, selain pencemaran limbah, bau menyengat dari pabrik karet tersebut juga membuat masyarakat terganggu, seperti para warga sekitar dan juga Pondok Pesantren (Ponpes) Irsyadul Ibad yang berdampingan dengan lokasi perusahaan. Solihin, pembantu Ponpes Irsyadul Ibad, ketika dikonfirmasi mengatakan, setiap hari

sudah menjadi keterbiasaan para santri dan juga para guru yang mengajar di Ponpes ini menciumi bau busuk pabrik karet milik PT ABP ini. Dan ini tergantung arah angin dan juga musim kemarau. “Kami tidak dapat berbuat banyak terkait dengan banyaknya keluhan bau menyengat pada pabrik milik PT ABP ini. Kami juga berharap adanya tanggung jawab perusahaan dan juga pihak pemerintah untuk memperhatikan kondisi yang terjadi di wilayah ini,” kata dia. Senada dikatakan Zulkifli, Kaur Desa Kubu Kandang Dalam, bahwa bau menyengat pada pabrik ini memang sudah banyak yang mengeluhkan. Warga setempat hanya pasrah dengan adanya keadaan itu. Sementara itu, Humas PT ABP, Herlis, tidak menapik tuduhan Kades dan juga warga setempat, sebelumnya terkait

dengan adanya pencemaran itu ,pihak perusahaan sudah memperbaiki semua limbah pembuangan. Ia menjelaskan, jarak antara pembuangan limbah pabrik karet dengan Sungai Batanghari diperkirakan sekitar 200 meter dan ini sudah mengikuti standar dan ketentuan yang berlaku. Ia membenarkan, bahwa sampah karet dengan potongan kecil tersebut dibuang ke Sungai Batanghari. Di samping itu, pihak perusahaan sudah membuat dua Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di kolam limbah. Bahkan, pihak perusahaan membantah dengan adanya pembuangan kotoran karet tersebut mencemari air Sungai Batanghari. “Kita sudah membuat dua IPALdi kolam pembuangan tersebut. Kalau untuk pencemaran seperti apa yang disampaikan mereka itu, saya rasa tidak ada,” kilahnya. (*/dod)

PASOKAN LISTRIK

1000 Amper Digratiskan

HERJULAIN/ HARIAN JAMBI

TAK MELAUT: Ombak di Laut Tanjab Barat masih tinggi, nelayan ikan dan udang terpaksa menyandarkan kapal mereka. Akibatnya, harga ikan di Kualatungkal naik 100 kali lipat.

PELANGGARAN PKPU

Caleg DPD Banyak Melanggar SENGETI- Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) khususnya di Kabupaten Muarojambi paling banyak melakukan pelangaran. “Laporan pelanggaran Pemilu yang kita terima yang bersifat pelanggaran berat tidak begitu banyak. Hanya laporan pelanggaran alat peraga. Rata-rata pelanggaran dilakukan oleh caleg terutama Caleg DPD,” kata Anggota Panwaslu Muarojambi Divisi Pelangaran, Desi, ketika dihubungi, Selasa (04/02). Desi menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan Caleg DPD yaitu memasang baliho lebih dari satu di satu wilayah. “Aturannya untuk Caleg DPD hanya boleh memasang baliho, satu baliho untuk satu wilayah. Tapi banyak Caleg DPD yang memasang baliho lebih dari satu,” kata Desi. Desi mengungkapkan, laporan yang bersifat admintratif selanjutnya akan dilanjutkan ke KPU kabupaten. “Administrasi diteruskan ke KPU, kita hanya melaporkan saja, KPU yang menindak lanjut,” ungkap Desi. Pelanggaran yang ditemukan,lanjut Desi ,tidak semuanya merupakan laporan dari Panwas Kecamatan, namun ada juga pelangaran yang langsung ditemui oleh Panwas Kabupaten. “Ada juga yang kita temui pelanggaran langsung,” katanya. Desi menjelaskan banyak caleg yang memasang baleho tanpa embel-embel partai. ‘’Sesuai peraturan PKPU no 15 tahun 2013, kami Panwas hanya melaporkan pelanggaran adminitrasi ke KPU,” jelasnya. Untuk penertiban beliho, sambungnya, Panwas tidak memiliki wewenang. “Baliho menertibkannya Pemkab, kita hanya memberikan rekomendasi. Rekomemdasi itu sudah kami berikan ke pemkab,” sebutnya. Untuk itu, dirinya menghimbau bagi warga yang ingin melaporkan pelangaran Pemilu bisa mendatangi langsung kantor Panwaslu di desa Kedemangan. ‘’Kita sudah pindah kantor di Kedemangan, silahkan lapor jika ada temuan pelanggaran,” tukasnya. (jni/dod)

MUARASABAK- Masyarakat Kabupaten Tanjabtim, pada pertengahan tahun ini boleh bernafas lega. Pasalnya, pasokan listrik untuk Tanjabtim akan normal, bahkan pasokan listrik bisa dikatakan surplus. Dengan kata lain, listrik yang kerap byarpet dan redup diperkirakan tidak akan dialami lagi masyarakat. Sekretaris Dinas ESDM Kabupaten Tanjung Jabung Timur, melalui Kabid Perencanaan pada Dinas ESDM Tanjabtim, Tambat, ketika dikonfirmasi mengatakan, surplus listrik ini karena pembangunan gardu induk di Tanjung Batu telah rampung. Dimana dengan adanya gardu induk ini, pasokan listrik di Tanjabtim dapat mencapai angka 30 mega watt. Sementara kebutuhan pasokan listrik di Tanjabtim saat ini hanya berkisar 20 mega watt saja. “Kalau sekarang pasokan listrik kita baru sekitar 16 mega watt, makanya arus listirk saat

ini kurang normal,” ujar Tambat. Dengan telah rampungnya gardu induk di Tanjung Batu, lanjut Tambat, saat ini pihaknya tengah menunggu pemasangan di daerah PT WKS. Di mana saat ini pihaknya telah mengantongi izin prinsip. “Diperkirakan sekitar bulan 7 atau bulan 8 lah gardu induk baru beroperasi,” terangnya. Lebih lanjut Tambat mengatakan, pada tahun ini juga pihaknya akan membangun beberapa jaringan di kecamatan. Seperti di Kecamatan Rantau Rasau, Nipah Panjang, dan Kecamatan Muarasabak Barat. Bahkan guna membantu masyarakat kurang mampu, pihaknya kembali akan memberikan amper gratis sebanyak 1000 unit. Dimana alokasi program amper gratis ini, bersumber dari dana APBN. “Saat ini kita tengah melakukan verifikasi terhadap calon penerima bantuan,” pungkasnya. (mut/dod)


RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

8

Dewan Konsultasi ke Gubernur Dipastikan 4 Maret Pelantikan Bupati Terpilih DPRD Kabupaten Kerinci menegaskan pada tanggal 4 Maret 2014 dipastikan jadwal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci terpilih. Bahkan, DPRD dalam waktu dekat akan berkonsultasi dengan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA). SAPRIAL, Kerinci HAL tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kerinci H Liberty. “Pelantikan bupati terpilih merupakan agenda lima tahunan dewan. Jadi 4 Maret 2014

tetap ada pelantikan bupati terpilih,” ungkapnya, kemarin (4/2). Dikatakan Liberty, pasca adanya aksi yang digelar ma-

syarakat Kerinci, Senin (3/2) lalu, dewan sudah melakukan rapat konsultasi dengan unsur pimpinan yang dihadiri para ketua fraksi, ketua komisi, ketua banggar, baleg dan pimpinan dewan. Dalam rapat tersebut, diputuskan dua hal, pertama konsultasi ke Gubernur Jambi andai saja nanti dalam rapat paripurna dewan terjadi dua pendapat berbeda. Kedua, dewan akan menggelar rapat dengar pendapat

dengan KPU Kerinci terkait dengan hasil sidang pleno penetapan calon terpilih. “Senin depan kita rapat dengar pendapat dengan KPU Kerinci terkait dengan hasil sidang pleno KPU penetapan calon terpilih, dan yang kedua kita akan konsultasi ke Gubernur Jambi,” jelasnya. Dikatakan Liberty, bahwa ada 12 orang unsur pimpinan yang akan berangkat ke Jambi, yakni ketua komisi, ketua frak-

si dan pimpinan dewan lainnya untuk konsultasi. “Hari ini (kemarin) sudah berangkat,” sebutnya. Lalu bagaimana dengan kesepakatan dengan massa yang aksi Senin lalu, Liberty mengatakan hanya sifatnya menerima permintaan masyarakat dan itu belum final, yang memutuskan nanti adalah rapat paripurna dewan. “Aturan dewan yang mengatur bahwa putusan dewan itu diam-

bil saat sidang paripurna. Kalau yang hanya tiga pimpinan yang menandatangani kemarin diambil bukan dengan paripurna, itu sifatnya menerima dan itu belum bisa dikatakan keputusan dewan,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Fraksi Peduli Rakyat Subur Budiman mengatakan, dalam rapat konsultasi pimpinan dewan memutuskan untuk melakukan konsultasi ke Gubernur Jambi. “Ya, kita akan konsultasi ke

Jambi untuk membicarakan hal ini ke Gubernur Jambi, kita ikuti prosedur yang berlaku,” jelasnya. Sementara, Andarno Sekretaris Fraksi PAN mengatakan kejadian aksi tersebut pihaknya menindaklanjuti dengan rapat konsultasi pimpinan fraksi dan komisi. “Jadwal pelantikan tahapan yang sudah ditetapkan tanggal 4 Maret. Namun siapa yang dilantik kita tunggu Mendagri,” jelasnya. (*/che)

ANALISIS

Ragukan Wacana Pilkada Serentak 2020 JAKARTA - Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan indonesia (LIPI) Siti Zuhro meragukan wacana pelaksanaan Pilkada (pemilu kepala daerah) serentak di seluruh Indonesia pada 2020 akan berjalan sesuai rencana. “Terus-terang, saya meragukan wacana pelaksanaan pilkada serentak di seluruh Indonesia, karena hal ini sangat berat,” kata Siti Zuhro, kemarin (4/2). Pembicara lainnya pada diskusi tersebut adalah, Ketua Komisi II DPR RI Agun Gunanjar Sudarsa dan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah. Menurut Siti Zuhro, pilkada tidak serentak yang diselenggarakan saat ini ternyata belum mampu memilih kepala daerah yang baik. Ia mencontohkan, hampir separuh dari kepala daerah terpilih tersandung kasus hukum, terustama kasus korupsi. “Pelaksanaan pilkada hendaknya dilakukan dalam bingkai otonomi daerah. RUU Pilkada seharusnya bersinergi dengan UU Otonomi Daerah. Biarlah pilkada itu menjadi marwah daerah,” tandasnya. Siti Zuhro menyarankan, agar wacana pelaksanaan pilkada serentak dengan tetap mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal dan keragaman daerah di Indonesia. Sementara Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Djohermansyah Johan, wacana pelaksanaan pilkada serentak ini paling tidak didasarkan pada tiga undang-undang (UU) yakni UU Pemerintahan Daerah, RUU Pilkada, dan UU Desa. Dengan adanya ketiga aturan perundangan yang saling terkait, kata dia, maka wacana pelaksanaan Pilkada serentak tentunya dengan mengutamakan kearifan lokal. Djohermansyah juga menyoroti, pembahasan RUU Pilkada hingga saat ini masih menyoroti soal mekanisme pemilihan, apakah dilaksanakan secara langsung atau melalui DPRD. Mantan Rektor Institut Ilmu Pemerintahan ini menjelaskan, sebelum diselenggarakan Pilkada secara serentak, pemerintah merencanakan dilakukan Pilkada transisi yang dibagi menjadi dua bagian, yakni pada 2015 sebanyak 303 daerah, pada pada 2018 sebanyak 285 daerah, serta pada 2019 sebanyak 51 daerah. (ant/che)

LOGISTIK

KPU Upayakan Template Surat Suara YOGYAKARTA - Komisi Pemilihan Umum DIY akan mengupayakan template surat suara DPR, DPRD DIY dan DPRD kabupaten/kota pada Pemilu Legislatif 2014, khususnya untuk penyandang tuna netra. “Kami, akan mengupayakan agar template surat suara untuk DPR, DPRD DIY dan DPRD kabupaten/kota juga diadakan,” kata Komisioner KPU DIY Divisi Teknis Penyelenggaraan Nur Huri Mustafa di Yogyakarta, Selasa. Template surat suara untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sehingga sudah pasti ada di tiap tempat pemungutan suara (TPS). Kami, akan mengupayakan agar template surat suara untuk DPR, DPRD DIY dan DPRD kabupaten/kota juga diadakan. Menurut dia, mencetak template surat suara untuk DPD akan jauh lebih mudah dibanding mencetak template surat suara untuk DPR, DPRD DIY dan DPRD kabupaten/kota karena harus memuat nomor urut partai dan nomor serta nama calon anggota legislatif. Pembuatan sebuah template, lanjut dia, juga membutuhkan dana yang cukup besar yaitu Rp 35.000. “Jika template tersebut ada, maka tidak semua tempat pemungutan suara (TPS) akan difasilitasi dengan alat itu. Alat hanya akan disediakan di TPS yang memiliki pemilih tuna netra,” katanya. Huri mengatakan, KPU DIY belum bisa memastikan jumlah dan persebaran pemilih tuna netra yang membutuhkan template surat suara. “Kami masih terus melakukan komunikasi dengan komunitas penyandang disabilitas terkait kebutuhan dan persebaran pemilih yang membutuhkan template. Data itu belum ada,” katanya. Apabila template surat suara DPR, DPRD DIY dan DPRD kabupaten/kota tersebut tidak dapat direalisasikan, maka pemilih tuna netra masih dapat menggunakan hak pilihnya dengan bantuan dari petugas atau anggota keluarga. “Nantinya akan ada petugas atau anggota keluarga yang mendampingi dan membantu pemilih yang mengalami disabilitas untuk menggunakan hak pilihnya,” katanya. Berdasarkan hasil validasi akhir surat suara yang dilakukan di KPU RI, Huri mengatakan, sudah tidak ada kesalahan apapun dalam penulisan nama atau gelar calon anggota legislatif. “Sudah sesuai validasi oleh partai. Memang ada kesalahan penulisan gelar, namun sudah dikoreksi,” katanya. Nama calon anggota legislatif yang tercantum di surat suara adalah nama per 10 Desember 2013. “Jika ada calon anggota yang meninggal setelah 10 Desember 2013, maka namanya akan tetap tercetak di surat suara. Di TPS akan diberi pengumuman bahwa calon tersebut sudah meninggal dunia,” katanya. Surat suara untuk DIY akan dicetak oleh sebuah percetakan di Solo, Jawa Tengah. Surat suara tersebut akan dilengkapi dengan hologram untuk mengantisipasi pemalsuan surat suara. Ia berharap, surat suara tersebut sudah dapat diterima oleh masing-masing KPU kabupaten/kota pada pekan kedua Maret. KPU kabupaten/kota kemudian akan menyortir surat suara dan dilanjutkan dengan tahap pelipatan surat suara. Surat suara yang rusak akan dikembalikan ke percetakan untuk diganti. (ant/che)

KERJASAMA : Ketua KPU Husni Kamil Manik (kedua kanan) dan Kepala PPATK M Yusuf (kiri) saling bertukar dokumen kerjasama pencatatan dana kampanye Pemilu 2014, kemarin (4/2).

DANA KAMPANYE

KPU-PPATK Kerja Sama Awasi Dana Kampanye JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menandatangani nota kesepahaman (MoU), kemarin (4/2), dalam rangka pengawasan terhadap dana kampanye Pemilu 2014. “Penandatanganan MoU dengan PPATK ini yang pertama kalinya dalam sejarah Pemilu, untuk memastikan dana yang digunakan adalah dana sah, tidak menggunakan dana terlarang,” kata Ketua KPU RI Husni Kamil Manik. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi upaya strategis dan penting dalam mengawasi keuangan partai politik yang dilakukan untuk berkampanye. Karena KPU tidak memiliki kompetensi dan wewenang untuk menelusuri rekam jejak transaksi keuangan parpol, maka KPU menggandeng PPATK untuk menelusuri sumber keuangan parpol dalam berkampanye tersebut. “Kami ingin bersinergi dengan PPATK untuk menelusuri dan menilai penggunaan sumber-sumber dana kampanye yang digunakan parpol, apakah dari sumber yang sah atau sumber yang dilarang,” tambahnya. Sementara itu, Ketua PPATK Muhammad Yusuf mengatakan kerja sama tersebut

dapat mempermudah langkah penelusuran transaksi keuangan dari setiap parpol peserta Pemilu 2014. PPATK bisa memperoleh informasi nomor rekening yang dilaporkan parpol kepada KPU untuk ditelusuri keabsahan sumber dananya. “Tanpa informasi nomor rekening pun kami tetap bisa melakukan penelusuran, tetapi harus menyurati semua bank. Sementara jumlah bank di Indonesia lebih dari 300, belum lagi teknologi yang digunakan setiap bank berbeda-beda,” kata Yusuf. Dia mengatakan berdasarkan hasil riset PPATK ditemukan terjadi peningkatan transaksi keuangan setiap satu tahun menjelang pelaksanaan pemilu. Akibatnya, terbentuk kesan adanya penggalangan dana yang dilakukan untuk disebarkan pada saat pemungutan suara dan setelah Pemilu. PPATK akan melakukan penelusuran transaksi keuangan parpol dengan berdasarkan pada informasi yang tertera di nomor rekening parpol, antara lain nama lengkap, alamat dan tempat tanggal lahir pemilik rekening. “Informasi itu sudah cukup membantu kami untuk melacak transaksi yang dilakukan setiap caleg,” kata Yusuf. (ant/che)

SUARA PARPOL

Soal PT, PKS Ragukan Lembaga Survei MAKASSAR - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan meragukan hasil lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia yang menempatkan PKS terancam tidak lolos parliamentary threshold (PT) 3,5 persen. “Kami selama ini memang tidak pernah mendapat suara tinggi, tetapi kami menghargai itu. Meskipun hasil survei itu ada keraguan di dalamnya, PKS tetap berterima kasih karena membuka titik lemah kami,” kata Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Sulsel, Ariady Arsal. Kendati hasil survei di awal Februari menyebutkan elektabilitas PKS secara nasional hanya berada 2,2 persen, kata dia, hal itu akan menjadi cambuk di tengah badai yang merundung partai berazaskan islam ini. Sebelumnya, hasil survei LSI dirilis awal Februari PKS secara nasional hanya 2,2 persen kemudian NasDem 2 persen, Partai Bulan Bintang (PBB) 0,7

persen, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) hanya 0,5 persen dari segi elektabilitas. “Tentu dengan hasil survei itu, PKS yakin akan membalikkan hasil survei seperti pada pemilu 2004 dan 2009,” kata legislator DPRD Sulsel ini. Pihaknya yakin, meskipun diterpa badai, PKS tetap memasang target masuk dalam tiga besar pada Pemilu Legislatif 2014. Berdasarkan pada hasil survei 2009 PKS juga menempatkan dibawah urutan bawah, namun pada kenyataannya PKS masuk empat besar pemenang pemilu. “Di tingkat regional Sulsel, kita mampu menambah kursi di DPRD Kota dan Provinsi, untuk pemilu ini kita yakin bisa mencapai lebih besar,” ujarnya. Ia menyebutkan, saat ini pemilih masih belum menentukan pilihan terhadap Partai Politik yang akan dipilihnya termasuk suara mengambang pun masih menjadi incaran parpol.

Ketua Humas DPW PKS Sulsel EZ Muttaqien Yunus mengatakan, pihaknya merespons positif hasil survei yang dikeluarkan LSI dan lembaga survei lain, apapun nanti hasilnya PKS tetap optimistis bisa mendapatkan suara signifikan. “Survei itu kan sifatnya dinamis dan bisa berubah-ubah atau bisa jadi pesanan, berdasarkan pengalaman pada Pemilu 2004 kami memprediksi 2,4 persen tetapi hasilnya tujuh persen, begitupun 2009 dari 2,5 persen naik hampir mencapai delapan persen, dan kami yakin 2014 tidak jauh dari sebelumnya,”paparnya. Menurut Muttaqien, hasil suara nanti itu ditentukan bagaimana masyarakat memandang partai karena saat ini rakyat semakin cerdas dalam memilih. Masyarakat tidak sepenuhnya melihat hasil survei dalam menggunakan hak pilih, tetapi lebih kepada kinerja, pelayanan, dan kepercayaan mereka atas partai tersebut. (ant/che)

ORMAS

Bupati Dituding Abaikan Kunjungan CEPP SAROLANGUN – Center for Election and Political Party (CEPP) Fisip UI link Kabupaten Sarolangun merasa kecewa terhadap Bupati Sarolangun Cek Endra. Kekecewaan tersebut terkait keluarga besar CEPP hendak bersilaturahmi, namun kunjungan tersebut merasa diabaikan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif CEPP Fisip UI link Kabupaten Sarolangun Afrizal, kemarin (4/2). Dalam penyampaiannya itu, dirinya merasa kecewa terhadap bupati, selaku pemimpin Sarolangun. “Dalam kunjungan ini bersifat siraturrahmi dan berharap ada petunjuk oleh bupati selaku pemimpin daerah,” sebutnya. Afrizal mengaku, rencana silaturahmi tersebut, juga bertujuan untuk menyampaikan hajatan CEPP akan melakukan kegiatan launching di Kabupaten Sarolan-

gun. “Sudah sepantasnya karena sebagai organisasi baru berdiri dan akan menggelar launching, untuk melaporkan ke bupati selaku orang nomor satu di Kabupaten Sarolangun,” cetus Afrizal yang juga Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sarolangun. “Terima kasih kepada bupati atas kecewaan kami ini. Mungkin pertemuan kami tidak pas, dan mungkin suatu sa’at akan ketemu,” sambung Afrizal lagi. Selain itu, Azriat juga menambahkan, dimana pihaknyaa tidak mempunyai kepentingan apapun kepada Pemkab Sarolangun. “Kami tidak mempunyai kepentingan apapun kepada Pemkab Sarolangun, dan juga tidak minta uang. Jika bupati tidak mau menerima kunjungan kami, ya tidak apa, ini adalah suatu proses bagi kami,” tandas Azriat. (fan/che)


9

RABU, 05 Februari 2014 ÂŚ Edisi Pagi ANGGARAN

Berhutang, APBD Belum Disyahkan Hutang Gaji Pegawai Honorer Rp 200 Miliar

SEPTIANDA PERDANA/ANTARA

PERKEBUNAN RUSAK: Warga memeriksa tanaman cabenya yang terkena debu vulkanik Gunung Sinabung, di Desa Tiga Kicat, Namanteran, Karo, Sumut, Selasa (4/2).

PEKANBARU- Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, memiliki hutang sebesar Rp200 miliar untuk membayar gaji pegawai honorer akibat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat tahun 2014 belum disyahkan DPRD. "Hutang itu diantaranya untuk membayar sekitar 2.000 tenaga harian lepas yang belum dibayar selama dua bulan," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT di Pekanbaru, Selasa. Menurut dia, pihaknya tidak dapat memahami dengan alasan mengapa APBD 2014 belum juga disyahkan DPRD. Padahal APBD 2013 sebesar Rp 2,255 miliar telah disyahkan pada 21 Desember 2013,

tapi untuk tahun ini belum ada penyelesaiannya. Selain itu, hutang tersebut untuk membayar tenaga honorer Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkot Pekanbaru serta biaya operasional armada pengangkut sampah. Bahkan pihaknya prihatin terhadap masalah tersebut karena para tenaga honorer itu sempat terlambat menerima gaji karena belum ada pengesahan APBD 2014. Demikian pula biaya tersebut untuk berbagai keperluan seperti membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan operasional Pemkot Pekanbaru. Firdaus mengatakan biaya tersebut harus ada karena semua kegiatan harus

berjalan, namun dana tersebut tidak ada akibat pengesahan APBD terlambat. Dia mengharapkan agar anggota DPRD tidak melakukan polemik di media dengan alasan tertentu sehingga dianggap merugikan untuk kepentingan publik. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pekanbaru Desmianto mengatakan terlambatnya pengesahan APBD 2014 akibat kendala proyek untuk tahun jamak. Desmianto menambahkan bahwa pihaknya mengupayakan pengesahan APBD 2014 dalam waktu dekat meski telah dilakukan tiga kali penundaan sidang akibat tidak mencapai jumlah anggota DPRD yang hadir. (ant/pai)

Pemerintah Provinsi Sumut juga bisa kembali mengatasi permasalahan listrik di Sumut,"katanya. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) Sumut, Abubakar Siddik juga mengaku sudah mendapat laporan dari masyarakat soal pemadaman listrik yang kembali terjadi di Sumut. "YLKI masih melihat situasi selanjutnya untuk segera mempertanyakan dan meminta pertangungjawaban PLN," katanya. General Manager PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah I Medan, Abdul Haris, ketika dikonfirmasi wartawan, mengakui pemadaman terjadi karena ada gangguan pada pembangkit di Belawan dan Labuhan Angin di Sibolga. "Gangguan di pembangkit itu

membuat manajemen terpaksa melakukan pemadaman kepada pelanggan,"katanya. Ia juga mengakui, durasi pemadaman berkisar dua hingga tiga jam sehari. Gangguan tersebut diperparah dengan berkurangnya pasokan dari PT.Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang selama ini menyuplai listrik sebesar 90 megawatt (MW) ke jaringan PLN akibat adanya perawatan. Dengan kerusakan pembangkit dan pengurangan pasokan dari Inalum, terjadi defisit pada sistem kelistrikan Sumut-Aceh berkisar 200-an MW. "Tapi mungkin mulai Rabu (5/2) pemadaman bisa dihindari atau ditekan karena pasokan dari Inalum sudah masuk sistim lagi,"katanya. (ant/pai)

Lahan Perkebunan 5.401,63 Hektar Rusak Masyarakat Mulai Resah PEMADAMAN LISTRIK

Butuh Dana Rp 1 Triliun untuk Perbaikan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara mencatat adanya 5.401,63 hektare lahan perkebunan di Kabupaten Karo yang rusak akibat erupsi Gunung Sinabung. ANTARA, Medan KEPALA Dinas Perkebunan Sumut Aspan SoďŹ an Batubara di Medan, Selasa, mengatakan kerusakan akibat terpaan awan panas dari erupsi Gunung Sinabung itu, meliputi 10 komoditas yang dikembangkan, yakni tembakau, kakao, kopi, tebu, kemiri, kulit manis, aren, kelapa sawit, cengkeh, dan kelapa. Ia mengatakan bahwa keru-

sakan yang paling besar dialami perkebunan kopi yang mencapai 2.662,25 hektare yang keseluruhannya milik masyarakat. Persentase kerusakan tersebut mencapai 36 persen lebih dari 6.218 hektare perkebunan kopi di Kabupaten Karo. Kerusakan perkebunan kakao mencapai 2.292,13 hektare atau sekitar 47 persen dari luas keseluruhan

yang mencapai 4.700 hektare. Selanjutnya, perkebunan tembakau (277 hektare), tebu (20,25 hektare), kemiri (49 hektare), kulit manis (dua hektare), aren (satu hektare), kelapa sawit (dua hektare), cengkeh (94 hektare), dan kelapa (dua hektare). Dari segi kebijakan, katanya, pemerintah telah menyiapkan bantuan untuk memperbaiki lahan perkebunan yang rusak itu, seperti penyediaan bibit kopi untuk lahan seluas 65 hektare. Selain itu, Dinas Perkebunan Sumut juga akan memberikan bantuan untuk memperbaiki lahan yang rusak tersebut dengan menyiapkan berbagai saran produksi, seperti benih, pupuk,

pestisida, dan peralatan pertanian. Namun, katanya, berbagai kebijakan untuk memperbaiki lahan perkebunan yang rusak tersebut belum dapat dilakukan karena arealnya masuk zona berbahaya sehingga belum dimasuki. Ketika ditanya tentang total anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki lahan perkebunan yang rusak tersebut, pihaknya memperkirakan jumlahnya cukup besar, yakni sekitar Rp 1 triliun. "Kalau dihitung dari benih, pupuk, pestisida, hingga peralatan, mungkin mencapai Rp 1 triliun," katanya. (*/pai)

MEDAN- Pengusaha dan masyarakat Sumatera Utara kembali resah menyusul mulai terjadinya lagi "byar pet" listrik di daerah itu sejak beberapa hari terakhir. "Apindo sudah mendapat pertanyaan lagi dari pengusaha anggota soal pemadaman listrik yang sampai tiga jam sehari dalam beberapa hari ini,"kata Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adiyaksa di Medan, Selasa. Dikhawatirkan, "byar pet" akan kembali mengganggu kinerja perusahaan yang awal tahun ini masih kesulitan dampak masih melemahnya permintaan dan harga jual komoditas yang tren menurun. "Apindo akan mempertanyakan ke PLN dan berharap


IKLAN USAHA ANDA

RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

10


RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

11

34 Nama Terjaring Ikuti PON

ASIAN GAMES 2014

Pasca Turnamen Gubernur Cup 2014 Beberapa pemain sepakbola yang mewakili kabupaten/kota pada turnamen Gubernur Cup 2014 yang berlangsung mulai pada (6/1) sampai (22 /1) lalu, telah terjaring sejumlah nama yang masuk dalam daftar penilaian dari tim scouting PSSI Provinsi Jambi dan masuk dalam seleksi untuk dipersiapkan untuk Pra - PON dan PON. IPANDRI ARRAHMAN, Jambi "DARI hasil pengamatan kami, kita mendapatkan nama - nama pemain yang berbakat atau bibit - bibit unggul untuk pemain sepakbola Provinsi Jambi," ujar M.Jon talent scouting PSSI Provinsi Jambi kepada Harian Jambi. Ada 34 pemain yang masuk dalam daftar, yang masuk dalam katagori mempunyai bakat dan harus dibina lagi oleh PSSI Provinsi Jambi. 34 Pemain yang masuk dalam daftar hasil penjaringan dan pengamatan tim PSSI Jambi dan akan dilakukan pembinaan lebih lanjut lagi adalah, Ahmad Pauzan (merangin), Ade Satrio (Kota Jambi), Eko Sudibio (Tanjabtim), Aris (Kota Jambi), Hutri (Sungai Penuh), Eki Saputra (Bungo), Sulwan Ananda (Batanghari), M.Fiqri (Muaro Jambi), M.Fitra (Tanjabbarat), Irham (Tebo), Hendri.S (Tanjabbarat), Edi Wijaya (Tanjabbarat), Junior Fajri Habibi (Sungai Penuh), Aldo Anugrah (Sungai Penuh), Gupiro Zaki (Kerinci), Abesra (Bungo), Dino

K (Bungo), M.Fiqrullah (Bungo), M.Iqbal (Sungai Penuh), Deni.R (Kota Jambi), Dedi.K (Tebo), Elvanda (Merangin), M.Yudha Fijai (Tanjabbarat), Feri Ramandhani (Tebo), Renaldi Afrianti (Batanghari), Yusuf Diansyah, Armulis (Tanjabbarat), Amriadi (Tanjabtimur), M.Sodri (Bungo), Tri Cahyo (Batanghari), M.Heri Pahlevi (Sarolangun),Koddim (Tanjabtimur), Rido Kurniawan (Merangin), Dannur Fitriansyah (Tanjabbarat). Dari 34 pemain ini akan diserahkan kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Jambi, bahwa inilah hasil dari penilaian talent scoting. "34 pemain yang masuk dalam tersebut, akan diserahkan kepada PSSI Provinsi Jambi. Bahwa inilah hasil dari penilaian dari team scouting pada ajang turnamen Gubernur Cup untuk ditinjak lanjuti,"tambah M.Jon. Ia mengharapkan, yang dipilih masih banyak yang harus dibutuhkan dalam pem-

MOBIL BARU DP RINGAN

READY STOCK XENIA DP 25 JTAN ANG 2.7 JTAN, PICK UP DP 11 JTAN ANG 2,7 TERIOS DP 34 JTAN, AYLA DP 22 JTAN ANG 1,9 JTAN HUB NILA 0812 7406 3978 (so, 07 Januari 2014)

RUKO/ RUMAH DIJUAL DIJUAL Rumah Tpe 36 Luas + 200m2 Fasilitas 2 Kamar Mandi, Halaman Lokasi Perumahan Merene Regency Harga 400 Jt Nego ditempat Hub. 0812 740 7 0708

bentukan team Provinsi Jambi. "Kita sangat mengharapkan kepada pemain yang terpilih oleh talent scouting, untuk benar - benar menjadi pemain yang handal dan harus memikirkan prestasi. masalah umur dan jam terbang juga dipikirkan oleh PSSI," katanya. Sementara itu, Seketaris Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Jambi. Takdirman mengatakan, tidak semua pemain itu masuk dalam tim sepak bola Provinsi Jambi untuk mewakili Jambi pada Pra-PON dan PON mendatang. Pasalnya akan ada juga pemain dari luar yang dianggap berkualitas untuk mengisi tim Provinsi Jambi. "Ini baru tahapan awal, dan nantinya pemain yang sudah masuk dari hasil team scoting ini akan diseleksi kembali oleh pelatih," ujar Takdirman. PSSI akan memberikan wewenang penuh kepada pelatih untuk menyeleksi kembali mana yang masuk dalam kriteria untuk skuat nantinya. "34 pemain ini adalah stok awal, dan di mana nantinya apa bila pelatih ingin juga mencari pemain lainnya kita sepenuhnya akan memberikan hak kepada palatih," ujarnya "Kalau ada perintah dari KONI provinsi jambi untuk mempersiapkan team sepak bola kita sudah mempunyai daftar yang akan diseleksi nantinya," tambahnya lagi. (*/ska)

RADJAH KOPIAH kami menjual aneka kopiah, Peci, Grosir & Eceran. JL. HJ. MANAF No. 3A Telanaipura DEPAN UNJA TELANAI JAMBI (0741) 670186 / 0812 274 91 5515 (so, 1 Februari 2014)

SHM No. 1455 a/n Lahmuddin alamat Kenali Asam Mayang Hp. 085220210006 (so, 28 Januari 2014)

DIKONTRAKKAN/SEWA BELLANO CAFE Residence Hubungi Ita : 0821 7731 2927

(so, 08Januari2014)

DIJUAL Ruko 2 lantai 4 X 17 Full keramik, Samping SMK UNGGUL SAKTI Panca karya Talang Banjar harga 450 juta Nego hub. 0853 7773 0274 (so, 21 Desember 2013)

DIJUAL Ruko 2 lantai lokasi Ktr Pertamina Kenali Asam harga 295 juta hub. 082371744345

(ikl-00170)

NISSAN PEMBELIAN Promo Diskon Mobil Baru LIVINA Dp 30 Juta-an March 20 Juta-an Juke, Extrail, Navaro Proses mudah Bunga Ringan Tenor 6 tahun Hub : Asri 0852 6673 8813 (so, 14 Desember 2013)

DIJUAL Mobil baru irit BBM dan nyaman berkendaraan, Nissan All New Grandlivina, March, Juke, X Trail, X G-Gear, Navaro, Info Hub. Fary 0813 6689 5396 (so, 14 Desember 2013)

SUZUKI PROMO MODEL BARU SUZUKI DP murah, Angsuran Ringan ERTIGA, SWIFT SX4, WAGON R, Hubungi Yeni Marketing Executive 0853 6610 0351 (so, 28 Desember 2013)

PT. JAYA INDAH MOTOR JAMBI Dapatkan Promo SUZUKI ERTIGA dan CARRY PICK-UP dengan Cash Back spesial dan Hadiah Langsung, proses mudah dan cpt 3 hari selesai Hub. MOZA 0813 6688 6099 - 0852 6611 7191 (ikl, 09 Januari 2014)

TOYOTA DIJUAL TOYOTA FORTUNER TH 2008 HARGA NEGO HUB. 08192438072 (so, 01 JANUARI 2014)

DAIHATSU

READY STOCK Pick Up GM, XENIA, TERIOS, Dll DP Mulai 12 Juta-an Hub. FITRI 0813 6616 6072. (d2k ikl, 14 Januari 2014)

MOKAS RIDHO MOTOR Jual Beli Motor Bekas, Tukar Tambah Alamat Mayang Hp 0852 6341 5866. (so, 14 Januari 2014)

DIJUAL Ruko 3 lantai Jl. Iskandarmuda No. 1 belakang Bank Bukopin Terminal Rawasari,Tanpa Perantara Hub. 08127417444 (ikl-00150)

SERBA - SERBI TELANAI REFLEXI Center bagi warga Jambi dan sekitarnya ingin memanjakan dan mengurangi rasa capek pada tubuh hub. Alamat Jl. H. Yusuf Singadikane Telanaipura info lengkap hub. 082375557898 (ikl-000120)

TOUR & TRAVEL Tunas Abadi menyediakan tiket pesawat maskapai Garuda,Lion,Sriwijaya,City Link 082125677820,087896725272 (ikl-Nov’13)

SUKSES Gulungan Dinamo Service. Mesin Air, Mesin Cuci, Kipas Angin, Genset, Bor, Ac, Kulkas, Blender, Magicom, Dll. Hub. 081272623811 (so,04 Desember 2013)

RIO DINAMO Servis Dinamo, Pompa Air, Mesin Cuci, Generator, Over Haul Genset, Dll Jl. Ir. H. Juanda Mayang Hub. 0823 7550 1811 (so, 14 Januari 2014)

GAMBUS AL-FATH Musik Gambus bernuansa Islami menerima panggilan untuk acara hiburan Pernikahan dan Acara resmi lainnya. Siap main Luar Kota Jambi. Hub Haris 0853 8187 0009 Aziz 0853 66055 1193

(ikl-Des’13)

INFO : Anda ingin belajar ilmu Jurnalistik dan marketing hubungi: 0812 8043 4174

(ikl-000102)

JAKARTA - Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) memutuskan bahwa cabang sepakbola termasuk yang dikirim ke Asian Games 2014. Daftar tim ditunggu sampai bulan Maret. Hal itu disampaikan Ketua Satlak Prima Suwarno ketika ditemui di kantor KONI Pusat, Jakarta, Selasa (4/2). Ia mengatakan, sepakbola menjadi satu dari 19 cabang olahraga yang akan diberangkatkan ke Incheon,

Korea Selatan. "Asian Games sudah final. Ada 19 cabor yang akan berangkat, termasuk di antaranya sepakbola," kata Suwarno. "Tapi sepakbola memang belum memberikan nama-nama pemainnya. Makanya kami tentukan kuotanya saja, sesuai dengan kuota sepakbola di ajang sebelumnya: 23 pemain, 6 pelatih, 1 manajer," tambahnya. Dijelaskan Warno-panggilan akrab Suwarno, ada dua alasan

KEHILANGAN

BATANG HARI

BPKB MOTOR atas nama Abdul Rauf No BKPB D318 9532 No STNK 10105943 No Plat BA 6730 EW, No Rangka MH 8SD110C5J/857798 No Mesin E 402/ID/851012 HP. 0823 8141 4218

TB SANTOS Menjual koran, Tabloid, Majalah, Buku Agama, Buku TK, SD, SMP, SMA & Perguruaan Tinggi Alamat: Simp. Lampu Merah depan BBC Muara Bulian Hp. 0813 7363 9939

so. 4FEB14NN

BPKB MOTOR a/n Rohana No. BPKB H06810633F Nopol BH 2861 GT,yang menemukan hub. 0741668431/668143 dgn Sdr. Davic

(so, 15 Desember 2013)

PUTRA PRABU KUSEN menerima Pembuatan dan Jasa Pemasangan Kusen Pintu, Kusen Jendela, Ventilasi, Prabot, Dll Model : Klasik, modern, Minimalis.Alamat : Jl. KH. Ismail Malik No. 91 Villa Kenali Mayang dekat Perum Citra Land Hub : Gunawan 0823 0615 5678 (so, 08 Januari 2014)

KONVEKSI M. TEGUH mengerjakan : Kostum Olahraga, Kemeja Sport, Seragam Perusahaan, Seragam Sekolah, Seragam Pegawai, Baju Almamater, Spanduk, Stempel, Dll dan mencari karyawan yang jujur, dan rajin Hub. 0853 7736 8259 (so,04 Desember 2013)

ARIE SALON Tersedia Rias Pengantin, Make Up, Sanggul, Smoothing, Rebonding, Facial, Creambath, Gunting rambut dengan Gaya & trend terbaru Dll. Hub. 0821 8330 9354 (so, 18 Desember 2013)

DIBUTUHKAN : Karyawan Laki laki siap kerja untuk di tempatkan di bagian umum Hub : Megah Dekor Jl. Syahbudin No. 99 Mayang Jambi Hp. 0812 7410 275 (so,09 Desember 2013)

RIAS PENGANTIN Tersedia Pakaian Adat Jambi, Padang, Tempat Duduk Nasional Hub. Khoiriah HP. 0852 6613 7600 (so, 18 Desember 2013)

JASA KONSTRUKSI Jasa Estimasi biaya Proyek Kontraktor, Penghitungan RAB,RAP, Gambar, Struktur Baja, GRC Panel, Vassade, Dll (sisranau@gmail.com) BB 25E109F1 Call. 0821 8351 5276 (so, 11 Desember 2013)

TOKO MAS MAHARANI Menyediakan Rupa-rupa perhiasan dari mas 24 karat.Alamat Pasar Baru Talang Banjar

MUARA TEMBESI

SERVICE AC

SAROLANGUN

MAJU JAYA SERVICE menerima perbaikan & perawatan AC, Kulkas, Mesin Cuci, Dll Hub. 0853 8215 8585

RM SATE KAMBING JEPARA, menyediakan Sate Kambing, Tongseng, Pecel Lele, Ayam Bakar,dll Menerima pesanan untuk pernikahan,Ultah, Arisan, Dll Jl. Lintas Sumatra Km 9, Simp Bukit Sarolangun Jambi HP. 081326501556

(ikl, 17 Januari 2014)

LOWONGAN KERJA PERUSAHAAN BARU Mbthkan 50Karywn Ttp. Min SMA sdrjt Usia min 18th U ditmpkn d poss : ADM, Gdg, Staff Umum, Dstrbtr, SPV Pengalaman tdk diutmkan FAS : Income 2 jt/bln + Mess karywn Bw sndri Brks Lmrn Anda ke BBC&GROUP Perum Citra Sipin No. C1 (dpn SMP 11) pkl 09 - 12 WIB. Plg lambat 07 Feb. Cepat Mendesak (ikl-240114RNO)

PERSH DIGITAL PRINTING BTH MARKETING, OFICE, DESIGN, OPERATOR MESIN, FINISHING, KURIR, JL. HALIM PERDANA KUSUMA NO. 20 DPN YAYASAN AMITABA SIMP. KONI HP. 0878 8006 8999 (ikl-070114DD)

PANGKAS RAMBUT Dibutuhkan Pemangkas Rambut Profesional Laki-laki Lokasi Sungai kambang Berminat Hub. 0812 748 3677 (ikl-070114DD)

GRANTON WORLD Butuh segera karyawan/ti antar lamaran ke Jl. Sultan Agung RT. 7 Samping Yamaha Murni depan Pioner Hub. Rava 081278409538 PIN 25B67B73 (ikl-000103)

BANGKO TOKO JAM CANTIK, menjual Jam merek ternama HP & Acecories, lengkap dan jual beli motor bekas, Pasar Bawah Bangko, Jln. Syamsudin Uban no. 5 ( Samping Kantor Pos Bangko) HP 085379819777 (so, 08 Desember 2013)

GAME CORNER Rental Playstation 2 dan 3 Alamat Simpang 4 Koni, Bangko. BISA RENTAL

RAMANDA GRAFIKA Jln JambiMa. Bungo Km 2 Suka Ramai Menyediakan : ATK, Cetak Undangan, Nota, Kop Surat, Amplop, Stempel, Prasasti, Spanduk, Perlengkapan Pramuka & Olahraga, Koran Harian. Hp. 0812 7411 3650

TB SINGGALANG Menjual Surat Kabar Terbaru, Buku Sekolah S/D Perguruaan Tinggi dan ATK. Jl Syamsudin Uban Pasar Bawah Bangko Telp. 0746 322 076

(so, 17 Desember 2013)

(so, 16 Desember2013)

(so, 13 Desember2013)

mengapa akhirnya sepakbola terpilih. Pertama karena sepakbola cukup populer, sementara yang kedua terkait kemungkinannya prestasi sepakbola akan meningkat. "Sepakbola itu 'kan secara umum adalah olahraga rakyat, dan masih kemungkinan prestasinya bakal berkembang," katanya. "Kita akan tetap pantau hingga 7 bulan ke depan karena banyak uji coba atau singelevent yang akan dilakukan."

Begitu juga soal jumlah pemainnya. Sebelumnya, pelatih timnas U-23 Aji Santoso sudah menetapkan akan memilih 28 pemain yang tepat untuk masuk dalam training camp "Garuda Muda", 25 Februari mendatang. "Kalau soal jumlah itu tidak apa-apa setor 28, toh, tetap akan ada pencoretan. Kita akan sesuaikan dengan kuota yang sudah kita ditetapkan, karena pasti pelatih akan pilih yang terbaik," tutupnya.(dtk/ska)

DIJUAL ESCUDO SIDEKICK Th 2000 Hijau Metalic Pajak ,BH, Mulus, terawat AC, DVD 7”, Musik Ok harga 80 Jt nego hub. 081366559691

DIJUAL CEPAT Rumah L 219 M2 ada SHM, 3 KT, 1 RT, 2 KM, 1 GARASI Listrik 1300 Air Sumur . Alamat RT 9 K.A Bawah Dkt Myang Hrg 250 jt Nego Hub. 0853 6885 9671

DIJUAL BMW Tahun 97 Type 318i Harga 67 Juta Nego Hub : Pak Indo 0812 7338 8150

D I J U A L R u m a h Ty p e 5 4 LT 329M2,LB300M2 Fas. Lengkap, Nyaman Almt. Komplek Karya Telanai Permai Blok. D. I No. 8 Hrg 850 Jt (081320056161-082177332777-)

DIJUAL Pick-up grand Max 1.3/2012 BH harga 75 juta nego serius hub. 0811741752

DIJUAL CEPAT RUKO 1 Lt IMB, SHM, Keramik, Spec 21/2 Lantai Jl .Aurduri 1 Kampung Bugis Simp Rimbo Cp. 0852 6670 9871

DIJUAL Mobil Hyundai Gatz ‘2004 akhir,acesories lengkap warna abuabu metalik, pajak panjang peminat serius hub. 085366008833

DIJUAL Panther LS Turbo ‘08 harga 160 juta nego HP 0811741752

DIJUAL Baleno harga nego hub. 085362282129

DIJUAL Nisan peminat serius hub. 0811741752

DIJUAL Grand Max 1.3 harga nego HP 0811741752

DIJUAL Pick-up grand Max 1.3/2012 BH harga 75 juta nego serius hub. 0811741752

(so, 17 Desember 2013)

LOKET PEMBAYARAN LISTRIK DLL, REVANDO Jl Gajah Mada No. 14 RT 11 RW 03 Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian Telp. 0823 7353 2225

(ikl-000104)

(aa,21 Desember 2013) (so, 14 Januari 2014)

CLING LAUNDRY 3 butuh karyawati untuk cuci dan strika berminat Hub. 0812 74586299

Tim Sepakbola Dipastikan Ikut

(ikl-000105)

(ikl-00150)

DIJUAL Rumah Tipe 56 Luas 586M2 (6 TMB) Fas : Listrik PLN 1300, PAM,Harga Nego Lokasi TP Sriwijaya Lrg. Kejayaan Hub. Hp 085268062225/ 08127334027

DOK/HARIAN JAMBI

DIPASTIKAN: Cabang Sepakbola dipastikan diberangkatkan untuk mengikuti ASIAN GAMES 2014 di Korea Selatan, maret mendatang dari 19 cabang olahraga yang akan diberangkatkan nantinya.

(so, 22 Januari 2014)

MUARO BUNGO TB GRAND MEDIA, Penyalur Buku -buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Koran Harian, Majalah Dll serta ATK Jl. M Yamin SH No. 05-06 Muaro Bungo Telp/Fax 0747 322 852 (so, 15 Desember 2013)

TB RIKO, Penyalur Buku-buku Umum, Agama, Kitab-kitab, Koran Harian, Majalah Dll serta ATK Jl. Dahlia. Muaro Bungo Hp. 08538188-9044 (so, 18 Desember 2013)

BUTUH DANA BUTUH DANA TUNAI: Jaminan BPKB mobil Anda, Hubungi : 0852 7394 478 (ikl, 12 Desember 2013)

PERTAMA DI JAMBI Penyertaan modal/ dana untuk proyek/usaha sistem jangka pendek dan berjangka kompetitif, jaminan BPKP, SHM dan Invoice Alat Berat CP. 0852 7394 9815, 0852 6621 5411 (ikl 26 Desember 2013)

SERVICE ELEKTRONIK BUTUH SERVICE ELEKTRONIK TV, DVD, AMPLI, SPEAKER AKTIF, DAN MESIN CUCI. HUB. 0812 7420 6881 (ikl,22 Januari 2014)

KESEHATAN SEDIA Foredi, Gasa, Ladyfem,Keluhan Pria/Wanita Hub. 081278919711 (ikl,05 Desember 2013)

SEI BENGKAL FHABYO TOSERBA Menyediakan barang harian lengkap, Pasar Sei Bengkal Kelurahan. Sei Bengkal Kec. Tebo Ilir 0852 6879 0647 (so, 15 Desember 2013)

KERINCI RUMAH MAKAN SARI MANGGIS, menerima Paket, Prasmanan, Resepsi, nasi Kotak, Bungkus untuk pesanan pernikahan, Ultah, Arisan dll HP : Jln. Depati Purbo No. 26 Kota Sungai Penuh HP 0811741108 (so, 08 Desember 2013)


RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

12

DOK/HARIAN JAMBI

BANDING: Pihak Real Madrid memastikan melakukan banding atas putusan wasit memberikan kartu merah kepada Cristiano Ronaldo.

Madrid Banding Terkait Kartu Merah Ronaldo Real Madrid akan berupaya membuat Cristiano Ronaldo tak dapat hukuman berat atas kartu merah yang didapat dalam laga dengan Athletic Bilbao. Kubu El Real bakal mengajukan banding. DETIKSPORT, Madrid RONALDO dikartu merah saat Madrid diimbangi Bilbao 1-1, Senin (3/2) dinihari WIB. Dalam laporan pertandingan

wasit, Ronaldo disebutkan “memukul menggunakan tangan ke wajah lawan, yang membuat pertandingan dihentikan”.

Hukuman Ronaldo bisa bertambah berat karena beberapa insiden lain yang terjadi dalam laga tersebut. Sebelum dikartu merah, Ronaldo sempat berkonfrontasi dengan pemain lawan dan mengadu kepalanya. Selain itu CR7 juga dituduh mengeluarkan bahasa tubuh yang menghina ofisial keempat saat dia menepuk pipi sendiri ketika berjalan ke luar lapangan.

Dikutip dari Marca, Madrid akan mengajukan banding atas kartu merah Ronaldo tersebut. Disebutkan kalau komisi disiplin akan membuat keputusan soal hukuman Ronaldo pada Rabu (5/2/2014) besok Madrid akan menggunakan rekaman video untuk menjadi bukti yang meringankan Ronaldo. Kubu El Real juga menyatakan kalau bahasa tubuh

yang dikeluarkan Ronaldo sama sekali tidak ditujukan pada ofisial pertandingan. Atas kartu merah yang diterimanya, Ronaldo paling tidak akan dapat hukuman satu laga, namun tetap bisa main menghadapi Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey. Hukuman maksimal yang bisa dia dapat adalah larangan bermain tiga kali.(*/ska)

LIGA INGGRIS

Terhentinya Kesempurnaan City KLASEMEN SPANISH LA LIGA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Team Atlético Madrid Barcelona Real Madrid Athletic Club Villarreal Real Sociedad Sevilla Valencia Levante Espanyol

M 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22

M 18 17 17 13 12 10 8 8 7 7

S 3 3 3 4 4 6 7 4 7 5

K 1 2 2 5 6 6 7 10 8 10

SG 56-14 59-16 61-22 42-28 42-23 42-34 41-37 31-35 22-30 25-29

Nilai 57 54 54 43 40 36 31 28 28 26

MANCHESTER - Manchester City tak lagi sempurna di Etihad Stadium pada musim ini. Kekalahan dari Chelsea menjadi noda pertama bagi The Citizens di kandang kebesaran mereka itu. Sebelum berhadapan dengan Chelsea, Selasa (4/2) dinihari WIB, City memang sangat menakutkan tiap kali menjamu tamu-tamunya di ajang Premier League. Tim asuhan Manuel Pellegrini itu selalu menang pada 11

DOK/HARIAN JAMBI

NODA PERTAMA: Kekalahan City dari Chelsea menjadi noda pertama bagi The Citizens di kandang kebesaran mereka dan menghentikan tren positif yang dilalui city.

pertandingan. City juga sangat produktif di Etihad. Mereka beberapa kali menang dengan skor besar di sana, antara lain 6-3 atas Arsenal, 6-0 atas Tottenham Hotspur, dan 7-0 atas Norwich City. Mereka total mencetak 42 gol dan cuma kebobolan delapan gol. Tapi, keperkasaan dan kesempurnaan City akhirnya terhenti juga. Mereka dikalahkan Chelsea dengan skor tipis 0-1. Satusatunya gol tim tamu diciptakan oleh Branislav Ivanovic pada babak pertama. Kekalahan ini juga menghentikan tren positif yang sedang dilalui City. Sebelumnya, mereka meraih delapan kemenangan beruntun di Premier League,

baik kandang maupun tandang. Gagal bikin gol di Etihad pada sebuah pertandingan Premier League juga bukan hal yang biasa bagi City. Dicatat Opta, City selalu bisa menjebol gawang lawannya pada 61 pertandingan kandang di liga secara berturutturut. Sebelum pertandingan melawan Chelsea, terakhir kali City gagal mencetak gol di Etihad adalah ketika bermain imbang 0-0 dengan Birmingham City, November 2010. City kini menempati urutan kedua di klasemen sementara. Mereka mengumpulkan 53 poin, sama dengan Chelsea yang ada di urutan ketiga, dan tertinggal dua poin dari Arsenal yang bertakhta di puncak.(dtk/ ska)


RABU, 05 Februari 2014 ÂŚ Edisi Pagi

Sejak Ketua Gerakan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jambi periode 20112013, Syahrasaddin ditetapkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi jadi tersangka, spekulasi opini bermunculan di media. Banyak yang meminta Syahrasaddin untuk buka mulut soal Bunda Putri hingga membujuk legowo untuk mundur dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi. Ironi memang. Di saat Syahrasaddin terjerat hukum, orang-orang dekatnya justru cuci tangan. Namun ada seorang loyalis justru meraung-raung di depan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) untuk meminta perlindungan hukum Syahrasaddin.

DONI SAPUTRA, Jambi

Baca Hal

14

Menggilanya Perambahan TNKS di Kabupaten Merangin

Hal FENOMENA, 15

BNNP Jambi Gelar Advokasi Inpres No 12 Tahun 2011

Hal PEMERINTAHAN, 17

Menunggu Gebrakan Perda Prostitusi

Hal PERDA & KONSTITUSI, 18


RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

14

JUSTISIA

FOTO-ROSENMAN M

SUMPAH JABATAN:

Kajati Terlampau Dini Sebut Ketua Perkempinas Tak Terlibat

Gubernur Jambi Drs. H Hasan Basri Agus, MM (HBA) membacakan sumpah jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi yang baru Ir Syahrasaddin, M.Si saat pelantikan di rumah dinas Gubernur Jambi, Senin (21/3/2011).

KASUS KWARDA JAMBI

K

epala Kejaksaan (Kajati) Jambi Syaifuddin Kasim terkesan memaksakan pernyataan kepada pers bahwa Ketua Panitia Perkemahan Putri Nasional (Perkempinas) 2012 Yusniana Hasan Basri Agus dinyatakan bersih dari kasus korupsi dana Pramuka Jambi. Kepastian itu disampaikan Kajati Jambi Saifuddin Kasim setelah mengumumkan nama-nama tersangka kasus korupsi dana Kwarda Pramuka jilid II, Rabu (29/1/14) lalu. “Tidak ada perannya (Yusniana HBA, red) di sana (Perkempinas, red) karena sekadar pelengkap saja,” kata Syaifuddin di hadapan sejumlah wartawan. “Waktu acara aja dia (Yusniana, red) tidak datang,” katanya. Syaifuddin menjelaskan, ketua pelaksanan k e g i a t a n Perkempinas 2012 adalah Syahrasaddin. Seorang loyalis Syahrasaddin, Tajri DOK/HARIAN JAMBI Dannur mempertayakan Yusniana HBA pernyataan Kajati Jambi tersebut. Menurut Tajri Dannur, Kajati Jambi Syaifuddin Kasim terkesan terlampau dini menyatakan ketidak terlibatan Yusniana HBA dalam kasus Perkempinas 2012. Dikatakan, Kajati Jambi Syaifuddin Kasim berada dalam tekanan politik agar “menyelamatkan” Yusniana, istri Gubernur Jambi Hasan Basri Agus dari kasus korupsi Kwarda Pramuka Jambi. Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mengaku belum bisa berkomentar terlalu jauh tantang kasus yang menimpa Syahrasaddin. Kasus korupsi dana Kwarda Pramuka Jambi mulai mencuat dua tahun terakhir. Awalnya fokus penyelidikan adalah dana bagi hasil perkebunan sawit seluas 400 hektare di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pengelolaan kebun ini dikerjasamakan dengan PT Inti Indosawit Subur (IIS) sejak 1994. Kebun ini dikelola hanya berdasarkan SK Gubernur No 146 Tahun 1994, sama sekali belum memiliki izin hak guna usaha (HGU). Hasil perkebunan tersebut berkisar antara Rp 300-400 juta per bulan, tetapi sebagian dananya diduga diselewengkan. Kebun mulai dipanen sejak 1998. Selain Saddin, Ahmad Ridwan dan Sepdinal, tersangka lainnya dalam kasus Pramuka jilid I dan II ini adalah mantan Ketua Kwarda AM Firdaus mantan dirut PT IIS Semion Tarigan. Sementara Senin (3/2/14) pihak penyidik Kejati Jambi memeriksa tiga orang saksi untuk dimintai keterangannya terkait tersangka Ketua Kwarda Pramuka periode 2011-2013, Syahrasaddin. Saksi yang periksa tersebut, diantaranya, Kepala Bappeda Provinsi Jambi Ahmad Fauzi, mantan Kadisdik Provinsi Jambi Idham Khalid dan A Wahyudin. Dikatakannya juga bahwa sebelumnya saksi yang dipanggil ada lima orang, namun yang lainnya tidak bisa penuhi panggilan penyidik dikarenakan sakit dan ada keperluan penting. Saksi tersebut diantaranya, yakni Sarnubi Damay selaku Sekretaris Kwarda Pramuka periode 2011-2013 dan mantan Kepala Biro (Karo) Humas Provinsi Jambi Asvan Deswan. Asvan Deswan nanti diperiksa kembali hari Jumat (7/2/14). Kasus Kwarda Jilid II ini, pihak Kejati Jambi sepertinya dikebut guna mempercepat dalam merampungkan berkas. Pasalnya, mulai dari Senin sampai Kamis akan dilakukan pemeriksaan saksi untuk dimintai keterangannya. (nui/lee)

Sejak Ketua Gerakan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jambi periode 2011-2013, Syahrasaddin ditetapkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi jadi tersangka, spekulasi opini bermunculan di media. Banyak yang meminta Syahrasaddin untuk buka “mulut” soal Bunda Putri hingga membujuk legowo untuk mundur dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi. Ironi memang. Di saat Syahrasaddin terjerat hukum, orangorang dekatnya justru cuci tangan. Namun ada seorang loyalis justru meraung-raung di depan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) untuk meminta perlindungan hukum Syahrasaddin. DONI SAPUTRA, Jambi

K

asus Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jambi Jilid I dan II banyak menyita perhatian berbagai eleman masyarakat Jambi. Kasus Kwarda Jambi menjadi fenomena dan sangat banyak mengundang perhatian dari seluruh masyarakat Jambi. Ada yang menolak dan ada yang mendukung tindakan dari pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi bahwa memang dalam mengusut kasus tidak tebang pilih dalam penetapan tersangka. Bahkan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus didesak mengambil sikap terkait dengan penetapan Syahrasaddin sebagai tersangka kasus Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jambi. Bahkan desakan juga muncul agar Syahrasaddin nonaktif dari jabatan Sekda Provinsi Jambi. Seperti disebut-sebut, Syahrasaddin adalah tokoh muda Jambi yang sangat potensial. Pada awal jabatan Gubernur Jambi dipimpin oleh Hasan Basri Agus (HBA), Syahrasaddin ditunjuk menjadi Ketua Dispenda Provinsi Jambi. Kemudian hanya dalam tiga bulan, mantan dosen Universitas Jambi ini, diangkat oleh HBA menjadi Sekda Provinsi Jambi. Namun, baru tiga tahun menjabat, mantan Kepala Bappeda Kabupaten Sarolangun ini tersangkut masalah hukum terkait dugaan penyalahgunaan dana Kwarda Pramuka Jambi. Selaku Ketua Kwarda Pramuka periode 2011-2013, Syahrasaddin dianggap sebagai salah satu orang yang paling bertanggung jawab dalam pengelolaan dana tersebut. Pada tanggal 23 Januari 2014, Syahrasaddin ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Syaifuddin Kasim. Penetapan tersangka itu, Syaifuddin Kasim sempat memutarbalikkan statement kepada pers. Dan akhirnya Harian Jambi yang memuat judul berita “Syahrasaddin Tersangka Kwarda Jambi” edisi pagi 23 Januari 2014, memaksa Syaifuddin Kasim jumpa pers pada 23 Januari siang. Ketua CEPP Jambi As’ad Isma, bahwa imbas dari penetapan Syahrasaddin yang saat ini menjabat sebagai Sekda Provinsi Jambi sebagai tersangka, tentu sangat mempengaruhi kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Pasalnya, di samping mengurus urusannya selaku Sekda, dia juga harus berurusan dengan hukum. “Jelas ini pengaruhnya, suatu saat dia (Syahrasaddin, red) bisa dipanggil penyidik Kejati untuk memberikan keterangan,” ujar As’ad Isma. Dikatakan, mengingat tidak lama lagi anggaran dan program kerja pada tahun 2014 ini akan berjalan. Kemudian untuk menjaga agar tetap lancar jalannya roda pemerintahan, tentunya selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan menjadi “Bos” dari seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Jambi, akan menyita tenaga dan waktu yang banyak. “Mengingat hal itu, ada baiknya Syahrasaddin menonaktifkan dirinya selaku Sekda Provinsi Jambi,” ujar As’ad Isma.

Menurut mantan Ketua GP Ansor Provinsi Jambi ini, bahwa pergantian Sekda ini akan membawa kebaikan, baik untuk diri Syahrasaddin maupun aktivitas kerja birokrasi di Pemprov Jambi. Kemudian dalam hal pergantian tersebut, Provinsi Jambi banyak memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang potensial untuk memegang jabatan yang cukup sentral tersebut.

Kandidat Sekda Setidaknya ada tujuh nama yang masuk niminasi kandidat Sekda Provinsi Jambi. Mereka yakni Hafiz Khusaini, Erwan Malik, Amir Sakib, Fauzi Syam, Budi Daya, Hamdani dan Fauzi Ansori. “Orang-orang tersebut sudah sangat berpengalaman dalam bidang birokrasi pemerintahan, dan catatan prestasi mereka juga cukup bagus. HBA harus mempertimbangkan aspek kredibilitas dan integritasnya, kemudian juga mempunyai kemampuan human relation. Tidak dikesampingkan juga bahwa Sekda yang akan datang bisa merajut keterpaduan dan sinergiritas antara unit kerja dan menghilangkan blok-blok persaingan di dalam tubuh birokrasi pemerintahan agar tidak terjadi perpecahan,” katanya. “Jangan sampai Sekda yang terpilih nanti, menjadi pemicu keretakan internal birokrasi Pemprov Jambi,” harapnya. Pengamat hukum dari Universitas Jambi, Arfa’i mengatakan, penetapan Syahrasaddin sebagai tersangka menjadi sebuah polemik di tubuh Pemprov Jambi. Karena Syahrasaddin merupakan Sekda, yang berarti dia merupakan orang yang sangat berperan penting di dalam jalannya roda pemerintahan. “Ini posisi yang sangat sentral, jadi sangat mempengaruhi evaluasi dalam kinerja kepala dinas nanti,” ujarnya. Dikatakan, dalam menyikapi hal ini, HBA selaku Gubernur Jambi hendaknya mengambil langkah untuk membangun pencitraan. Artinya, HBA hendaknya ikut dalam memberantas oknum yang terlibat dalam dugaan korupsi, agar membuat pemerintahan yang bebas dari oknum yang tidak bertanggung jawab. “HBA harus memberhentikan sementara, agar Syahrasaddin bisa fokus dalam urusan hukum,” ujarnya. Tidak hanya itu, HBA harus memperlihatkan kepada masyarakat ini merupakan ajang dalam rangka pembersihan dalam pemerintahannya dan tampakkan bahwa dia (HBA, red) tidak melindungi koruptor. “HBA harus menempatkan posisi yang tepat, dengan tidak memberikan perlindungan hukum kepada koruptor,” tuturnya. Kemudian terkait dengan bantuan hukum yang diberikan oleh pihak Pemprov Jambi kepada Syahrasaddin, Arfa’i mengatakan hal itu memang hak dari Syahrasaddin selaku PNS di Pemprov Jambi. Dan dalam hal tersebut bukan HBA yang memberikan perlindungan hukumnya. “Itu wajar dan haknya Syahrasaddin. HBA jangan memasang badan dan berada di depan. Bahwa seluruh masyara-

kat hendaknya mendukung kinerja dan meberikan apresiasi kepada Kejati Jambi dalam mengusut tuntas kasus korupsi dengan tidak tebang pilih. Tidak hanya kasus Kwarda Pramuka ini, tetapi juga kasus-kasus yang lain,” ujarnya. Disebutkan, pihak Kejati Jambi dalam menuntaskan kasus juga harus membedakan kepentingan politik dengan kepentingan hukum. “Harapan sayo dalam pengungkapan kasus Kwarda Pramuka ini tidak hanya berhenti pada Syahrasaddin, akan tetapi bisa lebih jauh lagi dalam pengungkapan kasusnya,” katanya. Ditambahkan, semoga dalam hal ini tidak ada unsur politik, karena diketahui juga HBA merupakan kontestan dalam pencalonan Gubernur Jambi 2015 nanti.

Pro Kontra Menurut Prof Dr Sukamto Sutoto yang merupakan pengamat hukum dari Universitas Jambi, dalam kasus Kwarda Pramuka tersebut dirinya tidak bersependapat dengan pihak Kejati Jambi. Dalam hal ini sangat dipertanyakan letak kerugian negara yang ditimbulkan, karena lahan tersebut bukan merupakan milik dari Pemprov Jambi. “Artinya, itu merupakan kekayaan milik Kwarda Pramuka Jambi yang terpisah dengan keuangan Provinsi Jambi,” ujar dosen Fakultas Hukum Unja ini. Dijelaskan, bahwa dirinya telah mempelajari terkait kasus tersebut. Jika memang terjadi pelanggaran, itu bukan tindak pidana korupsi (Tipikor) tetapi pidana umum (Pidum). “Sudah saya pelajari sejak lama, tidak ada pelanggaran. Jika memang ada itu namanya pelanggaran umum biasa,” jelasnya. Disebutkan, tanggapan jaksa itu benar apa salah, jangan-jangan dia menzolimi orang saja. Terkait posisi tersangka Syahrasaddin selaku Sekda Provinsi Jambi, dia mengatakan bahwa dalam kinerjanya jelas akan terganggu. Karena suatu saat bisa saja Syahrasaddin dipanggil oleh penyidik untuk memberikan keterangan. “Dia banyak kesibukan, jelas terganggu ini,” katanya. Terpisah, Dr Bahrder Johan Nasution mengatakan, bahwa dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka tentunya penyidik harus menemukan sekurangkurangnya dua alat bukti. Hal ini telah diatur dalam undang-undang. “Jika jaksa sudah menemukan itu, ya pasti sudah punya keyakinan yang cukup kuat dalam penetapan tersangka,” ujar Bahder Johan. Karena posisi Syahrasaddin berada di jajaran peling atas dalam birokrat, sedikit banyaknya pasti akan mempengaruhi kinerjanya. Karena selain dalam mengurus masalah hukumnya, dia akan bersikap ragu-ragu dalam mengambil kebijakan karena takut terjadi kesalahan. “Dengan penetapannya sebagai tersangka, otomatis akan menimbulkan sikap keragu-raguan bagi dirinya. Jika ada orang yang mengatakan itu tidak mengganggu kinerjanya, itu merupakan hal yang mustahil,” tuturnya. Menurut, Bahrder Johan Nasution, bahwa seluruh lapisan masyarakat Provinsi Jambi mendukung kinerja dari pihak penyidik untuk mengungkap kasus-kasus yang lainnya. Tetapi dengan satu hal yakni tidak ada politisasi dalam pengungkapaan kasus. “Kalau murni hukum, pasti semua orang akan mendukung dan mendorong Kejati Jambi,” katanya.

Kronologis Penetapan Tersangka Seperti diberitakan Harian Jambi sebelumnya, bahwa tanggal 23 Januari 2014 Kepala Kejati Jambi, Syaifuddin Kasim menandatangani dan mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik), nomor

PRINT-31/N.5/Fd.1/01/2014, dengan nama tersangka yakni Syahrasaddin dkk. Namun, penetapan tersebut baru tercium oleh awak media sekitar seminggu setelahnya, tepatnya pada Selasa 28/1 namun saat itu tidak ada seorang pun penyelelidik bahkan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Masyroby tidak menyebutkan nama tersangka. “Sudah ada tersangka, nanti berdasarkan pemanggilan saksi-saksi kalian tahu sendiri,” kata Masyroby. Kemudian, wartawan yang penasaran dengan nama tersangka tersebut, mencari tau lebih lagi dan pada akhirnya mengetahui hal tersebut dengan keterangan sumber terpercaya Kejati Jambi, yang menerangkan bahwa seseorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tidak akan menjadi tersangka untuk kedua kalinya dalam kasus yang sama. Dalam hal ini, pada Kwarda Pramuka periode 2011-2013 hanya Syahrasaddin dan Sepdinal yang diduga sangat bertanggung jawab. Namun dalam hal ini, Sepdinal sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka, selaku bendahara pada periode 2009-2011. Dengan kuat kemungkinan dan keyakinan dari wartawan, setelah melihat pemeriksaan pengurus Kwarda Pramuka yang dilakukan oleh penyelidik Kejati Jambi, kemudian juga dengan adanya pemeriksaan terhadap Syahrasaddin dua kali secara berturut-turut. Harian Jambi berkeyakinan teguh bahwa tersangka tersebut adalah Syahrasaddin. Pada tanggal 29 Januari sekitar pukul 11.00 WIB, Kajati Jambi Syaifuddin Kasim memberikatan keterangan kepada pers bahwa Syahrasaddin dan kawan-kawan telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 23 Januari 2014. “Berdasarkan Sprindik, pada tanggal 23 Januari 2014 dengan nomor PRINT31/N.5/Fd.1/01/2014, telah ditetapkan Syahrasaddin sebagai tersangka,” kata Syaifuddin Kasim. Dikatakannya lagi “udah lama ya, kalian gak tahu ya?,” tanyanya kepada wartawan sembari tersenyum. Diketahui juga, dalam penetapan tersebut juga menyeret nama Ahmad Ridwan selaku pembantu bendahara dan juga tersangka Sepdinal ikut terlibat kasus periode 2011-2013 atas jabatannya yang sama yakni selaku bendahara. Syaifuddin Kasim memastikan bahwa dalam periode Syahrasaddin kerugian negara yang ditimbulkannya lebih banyak dari periode sebelumnya. Dikarenakan dalam periode tersebut banyak dana bantuan terhadap kegiatan Bumi Perkemahan Putri Nasional (Perkempinas) yang dilakukan di Sungai Gelam pada tahun 2012.

Dana Perkempinas Dikorup “Sekda ini sepertinya sangat kuat ke Perkempinas,” terangnya. Kebenaran Syahrasaddin jadi tersangka juga disampaikan oleh Ketua Tim Penyelidik, Agus Irawan. Menurut dia, bahwa alasan penetapan tersangka ada beberapa anggaran dugaan penyimpangan, yakni dana yang diajukan tetapi tidak dapat dipertanggungjawabkan, kemudian juga tidak diperuntukkan sebagaimana mestinya. “Ini termasuk dalam Perkempinas,” tandas Agus Irawan. Selanjutnya, di dalam kegiatan tersebut Syahrasaddin selaku ketua pelaksana juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), menunjuk empat orang sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), empat PPTK dan empat bendahara, termasuk salah satunya mahasiswa Unja, namun tidak disebutkan namanya. “Dia camat, kemudian nunjuk camat lagi. Masa camat tunjuk camat. Kalau seperti itu, amburadul banget administrasinya,” cetus Syaifuddin Kasim. (*/lee)


RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

15

FENOMENA MENAHUN

KKI Warsi kini mencemaskan terjadinya konflik horizontal antara penduduk asli dan pendatang di Kabupaten Merangin. Saat ini perambahan hutan lindung yang dikenal dengan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang sangat besar sekali pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup yang ada di dalamnya. Yakni, banyaknya harimau yang masuk ke daerah perkebunan bahkan ke daerah perkampungan warga tepatnya di Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. DONI SAPUTRA, Jambi

D

iketahui juga pada tahun 2012, Bupati Merangin saat itu, Nalim membuat pasukan terpadu dalam mengatasi masalah tersebut, namun tetap tidak menemukan hasil dan titik terang. Karena sampai saat ini warga pendatang yang merambah di kawasan TNKS yang terletak di Kabupaten merangin tersebut berjumlah sekitar 10.000 jiwa. Dalam hal ini, tentu sangat riskan sekali. Warga penduduk asli yang secara turun temurun menjaga kawasan hutan tersebut hanya sesekali mengambil hasil hutan seperti buah-buahan rimba dan ikan pada sungai yang mengalir di sana. Namun mulai pada tahun 2008, berdatangan para pendatang gelap dari selatan yang mencari tempat hidup dengan melakukan perambahan hutan. Rudi, Manager Komunikasi dan Publikasi dari Warsi bahwa saat ini, permasalahan terbesar bukanlah merupakan masalah perambahan hutan tersebut tetapi ketakutan akan terjadi konflik horizontal antara penduduk pendatang dengan penduduk pribumi di sana (Jangkat). “Bukan masalah hutan lindungnya lagi, tetapi masalah konflik yang terjadi ke depannya. Itu isu yang paling hangat,” ujar Rudi. Diketahui juga, bahwa saat ini warga

Desa Renah Alai tidak bisa lagi meninggalkan meninggalkan barang berharga maupun hasil perkebunan di sembarang tempat, karena telah ada kejadian beberapa kalo peralatan untuk bertani, seperti mesin semprot kentang dan lain sebagainya hilang. Anehnya, kehilangan yang dialami warga di desa itu hanya terjadi setelah banyaknya warga pendatang yang mencari hidup di sana. Dikatakan oleh salah seorang warga yang namanya enggan disebutkan saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan bahwa dia pernah kehilangan sekitar setengah ton kopi kering yang dia simpan di kawasan perkebunannya yang berada jauh dari pusat pemukiman penduduk di sana. “Iyo, hilang. Pagi-pagi tengok bekas motornyo kearah Sungai Tebal peginyo. Kito yakin itu pasti orang pendatang yang ngambek,” ujarnya. Selain itu juga, banyak masyarakat yang takut pulang ke desanya pada malam hari. Karena ada beberapa kejadian bahwa terjadi perampokan dan pemerasan yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal tersebut. Ironisnya, sebelumnya tidak ada kejadian ini, namun setelah banyaknya pendatang ilegal yang masuk, hampir dari seluruh masyarakat saat ini menghawatirkan hal tersebut.

Dalam mengatasi hal ini, dikatakan Manager Komunikasi dan Publikasi Warsi, Rudi. Menurutnya, hal yang sangat perlu dilakukan oleh pemerintah adalah menemukan dan melakukan mediasi antara penduduk pendatang dengan penduduk pribumi asli agar menghindari hal tersebut. Karena jika ingin melakukan pengusiran untuk perambahan hutan, saat ini sudah tidak bisa dilakukan lagi. “Solusinya cuma itu, media antara kedua belah pihak. Kalau mau di usir sudah tidak bisa lagi, karena mengingat jumlahnya yang sangat banyak,” ungkapnya. Hal seperti itu juga pernah diungkapkan oleh seorang warga Desa Renah Alai yang enggan disebutkan namanya, saat ini sangat dikhawatirkan sekali konflik tersebut, mengingat bahwa keadaan yang sangat jauh perubahannya daripada tahun sebelumnya. “Kita khawatir ini terjadi nanti, semut saja diinjak pasti melawan, apalagi kita manusia,” ungkapnya. Dikatakannya lagi “dulu orang berani narok barang-barang di kebun, sekarang sudah dak lagi,” tuturnya.

Warga Sumsel dan Bengkulu Rambah Hutan Lindung di Merangin Sejak September 2010 lalu, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi telah meminta Pemerintah Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi untuk menindak tegas ribuan warga asal Sumetara Selatan dan Bengkulu yang diketahui merambah Hutan Lindung Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) dan kawasan Hutan Produksi (HP) di sekitarnya. Perambah memaksa untuk membuka lahan perkebunan kopi di wilayah TNKS. Namun hingga kini masih tetap saja berjalan aktifitas pembalakan. Dinas Kehutanan Provinsi Jambi juga meminta Dinas Kehutanan Merangin

untuk proaktif dalam melakukan pengawasan TNKS dan Hutan Produksi disekitarnya. Perambahan hutan oleh warga pendatang dari kedua provinsi itu sudah meresahkan. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Irmansyah Rahman mengatakan, ratusan hektar hutan lindung di Kecamatan Lembah Masurai dan Jangkat sudah dirambah lebih dari 15 ribu warga pendatang tersebut. “Perilaku warga pendatang tersebut sangat mengusik ekosistem dunia. Dinas Kehutanan Provinsi Jambi telah berkoordinasi dengan Pemkab Merangin guna menindak para pelaku perambahan hutan itu. Pada 30 Septembar 2010 lalu Bupati Merangin mengerahkan lebih dari 300 orang personil dari TNI, Polri, Polhut dan instansi terkait guna mengusir warga perambah tersebut. Namun hanya berhenti sebentar dan kini kembali lagi,” katanya. Disebutkan, tim dari Provinsi Jambi dan pusat juga akan turun melakukan penindakan. Kita minta dengan penuh kerelaan warga pendatang itu kembali ke daerah asalnya atau pindah dari kawasan tersebut sebelum tim penertiban turun. Dijelaskannya, penertiban itu akan terus dilakukan secara berkala sampai kawasan hutan lindung yang digarap benar-benar dikosongkan oleh warga pendatang. Hutan lindung yang telah gundul akan kembali ditanami dengan pohon hutan, sehingga kondisi dan fungsinya akan kembali seperti semula sebagai paru-paru dunia. Guna menertibkan warga pendatang itu, Pemerintah Merangin minta dukungan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Merangin, terutama warga di kawasan Lembah Masurai dan Jangkat. Warga setempat diminta untuk tidak sekali-kali menjual lahan hutan produksi, hutan lindung dan TNKS kepada warga pendatang. (nui/lee)

DOK /HARIAN JAMBI

TNKS: TNKS masuk daftar situs warisan dunia dengan status in danger (terancam). Gambar tampak pembukaan jalan baru dalam TNKS wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.

S

eluas 800 Hektar (ha) TNKS dikawasan Sungai Tebal, Kecamatan Lembah Masurai direncanakan direboisasi tahun 2013 lalu. Kasi Pengelolaan TNKS Wilayah II Muara Bungo-Merangin, Dian Risdianto mengatakan, TNKS di kawasan Lembah Masurai merupakan yang paling luas dirambah di Kabupaten Merangin. Bahkan dari 3055 ha kawasan TNKS yang telah dirambah di Kabupaten Merangin, lebih dari 70 persen perambahan terjadi di Kecamatan Lembah Masurai. “’TNKS di kawasan Lembah Masurai merupakan yang paling luas di rambah di Kabupaten Merangin. Hal ini juga yang menjadi perhatian pemerintah pusat untuk melakukan reboisasi di kawasan tersebut,” kata Dian Risdianto. Dijelaskan Dian Risdianto, program reboisasi ratusan hektar TNKS tersebut sepenuhnya dilaksanakan TNI Manunggal. Hal tersebut berdasarkan nota kesepakatan Kemenhut dan Panglima TNI, TNKS hanya sebagai perencana dan Seksi wilayah II Merangin-Muara Bungo hanya sebagai lokasi kegiatan. “Kalau untuk di wilayah Lembah Masurai pelaksananya nanti tentu saja Kodim 0420 Sarko,” ujarnya. Tanaman edemik dan Mpts akan menjadi pilihan untuk digunakan dalam program reboisasi di wilayah tersebut. Dengan persentase tanaman edemik 90 persen yang disesuaikan dengan jenis kayu daerah setempat dan 10 persen akan ditanami kayu yang bermanfaat bagi warga nantinya. “Bisa saja sejenis Meranti atau kayu lokal lainnya, sedangkan tanaman Mptsnya seperti duren dan tanaman buahan yang bermanfaat lainnya,” katanya. Dian Risdianto menyebutkan, perambahan kawasan TNKS di wilayah Merangin terjadi di beberapa wilayah, yakni kawasan Tabir seluas 65 hektar, kawasan Kecamatan Lembah Masurai seluas 1700 hektar, kecamatan Jangkat dan Sungai Tenang seluas 1195 hektar dan wilayah Kecamatan Pangkalan Jambu seluas 95 hektar. “Dari survei terakhir kita laksanakan, seluas 3055 hektar kawasan TNKS di Kabupaten Merangin telah rusak oleh perambahan dan 70 persen di antaranya terjadi di Lembah Masurai,” katanya. Dan hal tersebut merupakan permasahan yang besar bagi kita, karena di wilayah Merangin kawasan TNKS nya termasuk yang sangat luas. Meski, perambahan kawasan TNKS di Merangin tidak seluas perambahan di Kabupaten Kerinci. Namun, lanjut Dian, perbedaannya adalah perambah kawasan TNKS di Kerinci dilakukan masyarakat pribumi atau masyarat di sekitar kawasan TNKS. Sedangkan di wilayah Merangin, pelaku perambahan kawasan TNKS dilakukan oleh masyarakat pendatang. Terutama yang terjadi di Kecamatan Lembah Masurai. “’Bukan berarti kita merasa senang dengan sedikitnya perambahan TNKS di wilayah Merangin dibandingkan Kabupaten Kerinci. Hanya saja pelaku perambahannya yang membedakan,” ungkapnya. TNKS juga terus berupaya, seperti melakukan sosialisasi mengenai dampak perambahan hutan, melakukan pendekatan dengan para perambah. Selain itu juga akan melakukan reboisasi terhadap kawasan perambahan. “Dan kita juga telah memasang patok batas kawasan TNKS dengan Hutan produksi. Namun, hal tersebut tidak menjadi batu sandungan bagi para perambah. Dan buktinya perambahan semakin meluas,” jelasnya. Pihak TNKS juga sangat mengkuatirkan perambahan kawasan TNKS di wilayah Merangin yang semakin meluas, ungkap Dian. Akibat yang bisa ditimbulkan, seperti bencana alam, habitat hewan semakin menyempit, tindakan kriminal semakin meningkat, bahkan akan terjadi konflik horizontal di tengah masyarakat. “Ini seperti bom waktu, yang sewaktu-waktu bisa meledak,” katanya. Kekhawatiran tersebut bisa saja terjadi. Jika semua pihak memandang pihak TNKS saja yang harus bertanggung jawab. Sebenarnya ini tanggung jawab, semua pihak, termasuk pemerintah daerah yang mempunyai wewenang dan leding sector yang bisa menghentikan kedatangan para perambah diwilayah Merangin. “Ini perlu kerjasama dan dukungan semua pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, bahkan pemerintah pusat,” katanya.(nui/lee)


RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

16

OPINI & KONSULTASI

B

P

enulis kaget ketika disodori pertanyaan. Apakah dibenarkan seorang intelektual kemudian “merapat” kepada kekuasaan ? Wah. Pertanyaan ini lebih tepat dikategorikan sebagai “gugatan” terhadap praktek para intelektual yang kemudian “sudah merapat kepada kekuasaan.” Ya. Pertanyaan itu sering disampaikan dalam setiap periode peristiwa dalam cerita-cerita sejarah. Dalam cerita pewayangan, sering disebutkan para punakawan seperti Petruk, Gareng, Semar, dan Bagong, dalam penampilannya gemar bersenda gurau baik dengan ucapan maupun tingkah laku, kemudian juga senang berkelahi. Padahal mereka bukan keturunan rakyat jelata. Diketahui Petruk adalah pendeta raksasa di pertapaan dan bertempat di dalam laut bernama Begawan Salantara. Sebelumnya ia bernama Bambang Petruk Panyukilan. Kemudian juga Semar, ia merupakan penjelmaan Batara Ismaya, yang mana kakak dari Batara Guru raja para dewa. Sedangkan Gareng sebenarnya adalah Nala Gareng, yang pernah menjadi raja di Paranggumiwayang dengan gelar Pandu Pragola. Sedangkan Bagong sering disebutkan sebagai Anak dari Semar. Walaupun gemar bersenda gurau, namun kalimat yang disampaikan cerita-cerita kepedihan rakyat yang sering diperlakukan tidak adil. Cerita tentang “kekuasaan’ yang sering disalahgunakan, yakni merampok tanah rakyat ataupun “kelakuan para adipati” yang doyan perempuan. Semuanya diceritakan dengan cerita-cerita lucu dalam pewayangan. Lihatlah peran yang dimainkan Petruk, dia sering mengumpankan banyolan yang ditangkap oleh Gareng. Begitupun dengan Bagong, sebagai seorang Panakawan yang sifatnya menghibur penonton wayang, tokoh Bagong pun dilukiskan dengan ciri-ciri fisik yang mengundang kelucuan. Dengan tubuhnya yang bulat, matanya lebar, bibirnya tebal yang terkesan memble. Namun, dalam figur wayang kulit, Bagong membawa senjata kudi. Gaya bicara Bagong terkesan semaunya sendiri, dibandingkan dengan ketiga panakawan lainnya, yaitu Semar,

Oleh :

Musri Nauli, SH Gareng, dan Petruk. Maka Bagong adalah sosok yang paling lugu dan kurang mengerti tata krama. Meskipun demikian, majikannya tetap bisa memaklumi. Sedangkan Semar, dikisahkan sebagai abdi atau hamba tokoh utama cerita tersebut, yaitu Sahadewa dari keluarga Pandawa. Tentu saja peran Semar tidak hanya sebagai pengikut saja, melainkan juga sebagai pelontar humor untuk mencairkan suasana yang tegang. Keempat Punakawan tersebut sering ditunggu oleh penonton ketika “goro-goro” pewayangan diputar tengah malam. Banyolan mereka mampu “mencairkan” suasana namun sarat akan makna. Punakawan itu menceritakan dengan baik tanpa mengadili, menghakimi apalagi menggurui. Pesannya selalu diingatkan penonton hingga pulang ke rumah. Di tangan dalang, punakawan menjadi “protes” terhadap kekuasaan kerajaan Mahabrata. Mereka terus “membanyol” hingga kuping penguasa menjadi panas. Namun kemudian, para punakawan pergi ketika sang penguasa sedang “merenung” perkataan dari punakawan atau dalam sejarah pemikiran Yunani kita mengenal pemikiran rasional Aristoteles dan pemikiran mistis Plato serta Plotinus. Dalam sejarah modern, kita mengenal Copernicus sebagai ilmuwan ketika teori

didalam bukunya “De Revolutionibus Orbium Coelestium” atau “On the Revolution of the Celestial Sphere”. Teori ini menjungkir-balikkan konsep tata surya. Padahal kaum Agamawan telah “mematok” argumen di dalam memandang tata surya yang di mana, Bumi sebagai poros tata surya itu. Bumi adalah pusat dari tata surya. Sehingga matahari yang mengelilingi bumi, bukan bumi mengelilingi matahari. Untuk mendukung dalilnya, kaum agamawan mendasarkan kepada kitabkitab suci, yang menegaskan kemuliaan manusia, sehingga alam “seharusnya” dikendalikan oleh manusia, seperti bumi sebagai pusat tata surya sebagai poros edar, dan semua tata surya mengelilingi bumi. Sehingga tidak mungkin bumi mengelilingi matahari. Copernicus kemudian dengan teorinya berhasil membuktikan bahwa bumi yang mengelilingi matahari. Teori ini kemudian “mengguncang” kaum agamawan, sehingga terbersit kata-kata tidak pantas kaum ilmuwan “menentang” kaum agamawan. Kaum agamawan “seakan-akan” dipermalukan. Kekuasaan terancam, kemudian juga wibawa agama menjadi turun. Sehingga ada “kesepakatan” untuk “membungkam” Copernicus. Namun sebagai ilmuan, Copernicus tetap konsisten untuk menyampaikan kebenaran tantang teorinya tersebut. Kemudian sejarah mencatat, teori Copernicus menjadi pengetahuan yang tidak terbantahkan. Kemudian juga kita mengenal “Pengadilan Sesat” terhadap Socrates. Dari berbagai sumber menyebutkan, bahwa dia didakwa di pengadilan Athena. Namun, dakwaannya menimbulkan tanda tanya yang sangat besar. Dia dijerat dengan tudingan yang setengah mengada-ada. Socrates dianggap melakukan pelanggaran pidana karena pikirannya. Socrates dinilai menyebarkan misi dan praktek pengajaran menyesatkan dan dia pun diadili. Hampir seluruh warga Athena hadir di Majelis Ekklesia (Majelis Pengadilan Rakyat Athena). Tak ada pretor atau pedarius yang membelanya, dia jadi terdakwa sendiri, yang dituntut oleh tiga orang prosekutor utama, yang sebagai pemikir tangguh di era itu. Di antaranya yakni Anytus, seorang politisi demokratik kota itu, kemudian Meletus, selaku

penyair yang rajin mengungkap tragedi dan selanjutnya Lykon, yang dikenal sebagai retorisi, dan orator yang ulung. Posisi mereka persis seperti penuntut umum. Socrates tak terima diadili. Tapi dia tidak lari atau deportasi. Kemudian protesnya itu justru diajukan dipersidangan. Menghadapi persidangan, Dia sengaja menyiapkan pidato pembelaan diri, demi sebuah reputasi. Bukan bertujuan untuk bisa lepas dari jerat hukuman. Di depan majelis, Socrates pun berfilsafat, yang membuat semua orang yang hadir dalam persidangan terkesima. Dia berdebat dengan tiga prosekutor tadi. Tapi, Socrates tak menyerah. Saat itu, Socrates berkata panjang. Ini senjata yang dipakainya untuk melumat tiga prosekutor tadi. Tapi sampai kini, statment Socrates ini sangat dikenang dan diilhami. Punakawan, Aristoteles, Plato serta Plotinus, Copernicus dan Socrates adalah intelektual. Mereka berjarak dengan kekuasaan, dan mereka tetap merdeka untuk berfikir. Ketika membicarakan tentang Intelektual, maka saya teringat kepada konsep Antonio Gramsci dalam bukunya “Negara dan Hegemoni”. Bagi Gramsci, setiap orang memiliki bakat dan potensi intelektual. Gramsci membagi pengertian intelektual dalam dua kategori, yakni intelektual tradisional dan intelektual organic. Yang dimaksud dengan intelektual tradisional adalah intelektual yang belum meluas dan digerakan oleh produksi. Sedangkan intelektual organik yakni intelektual yang memiliki kemampuan untuk sebagai organisator politik yang menyadari identitas yang mewakili dan diwakili. Jenis intelektual yang mampu melakukan pekerjaan transformatif bagi kemajuan, yang disebut Antonio Gramsci sebagai intelektual organik, yang berbeda dengan intelektual tradisional yang hanya terikat pada pakem akademis dan jauh dari sentuhan kebutuhan masyarakat. Dengan melihat penjelasan yang telah penulis sampaikan, tinggal kita bisa menentukan apakah seorang intelektual telah bisa diperankan, atau dia hanya menjadi “tukang’ yang mewujudkan mimpi sang penguasa di negeri ini.(*/ini)

upati Kendal, Jawa Tengah, Widya Kandi Susanti menyebut Pekerja Seks Komersial (PSK) sebagai pahlawan keluarga. Pernyataan yang memicu perdebatan luas ini diucapkannya beberapa waktu lalu. Beliau beralasan bahwa maksud sebutan pahlawan keluarga bagi PSK karena mereka bekerja untuk menghidupi keluarga. Bahkan Beliau juga mengatakan Oleh: jika lokalisasi ditutup akan menimbulkan persoalan baru, yaitu menambah kemiskinan dan merebaknya penyakit kelamin akibat para PSK yang kemungkinan akan mangkal di jalan-jalan. Pernyataan Bupati Widya ini merupakan pernyataan yang pragmatis. Sebagai pengambil kebijakan selayaknya menyampaikan pernyataan dan membuat kebijakan yang bisa memberikan solusi. Bukan hanya kompromi dan mengambil kebijakan yang ringan resikonya saja. Seharusnya sebagai pengambil kebijakan, ada alternatif lain yang bisa dilakukan dalam mengatasi prostitusi ini. Ada 5 hal yang harusnya dilakukan oleh pemerintah. Pertama penegakan hukum dengan sanksi tegas kepada semua pelaku prostitusi. Tidak hanya mucikari atau germo, tapi juga PSK dan pemakai jasanya yang merupakan subjek dalam lingkaran prostitusi harus dikenai sanksi tegas. Jadi, PSK bukanlah hanya dipandang sebagai korban sehingga dimaklumi dalam melaksanakan aktivitas mesumnya, tapi PSK juga merupakan subyek bagi tersebarnya penyakit masyarakat ini. Kedua, penyediaan lapangan kerja. Hal ini diperlukan karena faktor kemiskinan seringkali menjadi alasan utama PSK terjun ke lembah prostitusi. Dengan penyediaan lapangan pekerjaan dan skill yang memadai, maka PSK akan pindah ke pekerjaan yang lebih bermartabat. Ketiga, pendidikan atau edukasi yang sejalan, karena pendidikan bermutu dan terjangkau bagi masyarakat memberikan bekal kepandaian dan keahlian. Sehingga mereka mampu bekerja dan berkarya dengan cara yang baik dan halal. Keempat, aspek sosial, yakni pembinaan membentuk keluarga yang harmonis. Dan terakhir dan terpenting adalah aspek politik. Karena penyelesaian prostitusi membutuhkan diterapkannya kebijakan yang didasari oleh suatu sistem yang memiliki political will di tingkat negara untuk menutup tuntas pintu-pintu prostitusi. Permasalahannya apakah pemerintah demokrasi saat ini, memiliki kemauan untuk menutup prostitusi tersebut? Jawabannya jelas tidak. Karena dalam pandangan demokrasi, prostitusi dipandang sebagai penghasil devisa negara. Sebuah tindakan yang justru lebih tidak manusiawi karena memalak rakyat dan membiarkan rakyat dalam kemaksiatan dan kesengsaraan hanya untuk secuil devisa. Dari sini jelas, kita tidak dapat berharap pada pemerintahan yang berlandaskan pada untung rugi seperti demokrasi, namun harapan kita satu-satunya hanya pada institusi yang berani menghapus prostitusi sampai ke akarnya. Itu adalah institusi yang berlandaskan pada aturan Allah semata.(dtk/poy)

Permadina

Langkah yang Diambil Pemerintah

Oleh:

M. Arief R. Hakim

S

ebelumnya para peternak sapi di Propinsi Leeuwarden, NL merasa keberatan dengan program Pemerintah Kota (municipality) untuk pengembangan sustainable energy melalui pemanfaatan energi matahari di rumah-rumah. Hal ini mengingat mahalnya pengadaan dan pemasangan solar panel (PV) pada atap rumah (butuh 8.000 gulden bagi 20 rumah). Mengambil solusi, pihak municipality akhirnya bersedia membeli produk susu sapi dengan ‘syarat’ para peternak menyumbangkan 0,5 cent dari setiap liter sebagai insentif cicilan pembelian dan pemasangan PV dari municipality, diperkirakan terlunasi setelah 10 tahun. Pemerintah telah berhasil mengimplementasikan program sustainable energy dengan hunian mandiri energi sementara peternak sapi terbantu dengan pemanfaatan tenaga matahari untuk kebutuhan energi rumahnya yang murah dan bersih dan tidak memberatkan tentunya. Both municipality and the farmers are satisfied at least, happy ending. Di Indonesia permasalahan pengelolaan energi dalam negeri terutama penyediaan BBM Subsisdi di sektor transportasi yang telah membebani anggaran negara 224 triliun pada tahun 2013, yang hingga saat ini masih dianalisa formula kiranya paling acceptable dengan kondisi

ILUSTRASI: Pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kebutuhan domestik.

keuangan Negara tanpa mengurangi kesejahteraan masyarakatnya. Mencontoh filosofi di atas, di sini Pemerintah Indonesia tidak lagi memberikan bantuan dengan memberikan subsidi harga BBM khususnya produk Premium sebesar Rp 3.000/liter (asumsi harga keekonomian BBM Non Subsidi Rp 9 ribu per liter). Namun akan diberikan pendekatan ‘kail’ bukan ikan, berupa insentif cicilan (installment) dalam bentuk biaya pembelian dan pemasangan unit Converter Kit pada mobil maupun jenis kendaraan lainnya bagi publik. Hal ini dirasakan lebih edukatif dengan meningkatkan kesadaran sense of crisis masyarakat dan tentu-

nya membantu langkah Pemerintah mendorong pengembangan sustainable energy yang bersih dan murah melalui pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) bagi kebutuhan domestic. Dengan asumsi pemakaian BBM per unit mobil sebesar 30 liter per hari dan diharapkan dari setiap liter BBM tersebut konsumen BBM Subsidi dapat menyisihkan Rp 500 per liter sebagai cicilan (installment) biaya pembelian dan pemasangan Converter Kit (variable price, dapat disesuaikan mengikuti tingkat current inflation dan affordable daya beli masyarakat). Sehingga diperoleh cicilan per harinya sebesar Rp 15 ribu (30 liter per hari x Rp 500 per liter = Rp 15 ribu per hari) atau per tahunnya

sebesar Rp 5.475.000 (Rp 15 ribu x 365 hari = Rp 5.457.000/tahun). Sementara mengacu harga Converter Kit di pasaran, diperkirakan sekitar Rp12.000.000/unit, berdasar hasil installment yang diperoleh selama setahun tersebut maka dalam kurun waktu hanya 2 tahun terbeli 1 unit Converter Kit per konsumen BBM Subsidi (Rp 12 juta per unit A· Rp 5.475.000 per tahun = 2,19 tahun atau tepatnya 26 bulan). Artinya payback period akan terlunasi dalam jangka waktu 2 tahun. Konsumen per pembeli BBM Subsidi disini langsung dikenakan (directdeducted) cicilan sebesar Rp 500 per liter yang melekat pada setiap transaksi pembelian BBM Subsidi. Atau dapat dijelaskan jika kon-

sumen membeli 1 liter Premium akan mendapatkan total billing pembelian sebesar Rp 6.500 (harga pokok Premium Rp 6 ribu per liter + installment Rp 500 per liter = Rp 6.500 per liter). Rate installment terhadap pembelian Converter Kit dapat dipercepat (kurang dari 2 tahun) jika asumsi-asumsi diatas juga dilakukan penyesuian (misal: konsumsi unit mobil lebih besar dari asumsi 30 liter per hari. Besaran installment bisa dinaikkan sesuai ketetapan Pemerintah berdasar indikator-indikator ekonomi masyarakat, harga pokok per unit Converter Kit dapat dinegoisasi lebih murah/melalui bidding pengadaan oleh Pemerintah).

Pertama, Pemerintah tanpa perlu lagi kerepotan ‘memaksa’ masyarakat bermigrasi dari ketergantungan BBM secara terukur tanpa memberikan patokan subsidi harga dan terkontrol tanpa menimbulkan keresahan sosial dan kecurangan karena memang tidak ada disparitas harga dalam scope BBM Subsidi, Kedua, target program lebih terarah dimana installment dikenakan hanya bagi konsumen BBM bersubsidi, mengingat diversifikasi energi adalah pengurangan beban APBN atas BBM bersubsidi; secara otomatis akan memudahkan Pemerintah dalam mengurangi peruntukkan subsidi BBM yang tidak tepat sasaran, Ketiga, masyarakatlah yang secara ‘tak sadar’ proaktif membantu percepatan pembangunan infrastruktur pemanfaatan BBG melalui installment pembelian dan pemasangan unit Converter Kit dan karakter pengadaan tidak simultaneous secara masif namun menyesuaikan dengan tingkat frekuensi konsumen itu sendiri dalam pemakaian BBM. Tentunya kalkulasi dan verifikasi data informasi transaksi pembelian BBM termasuk besaran cicilan installment memerlukan investasi mahal. Dan juga membutuhkan waktu yang terintegrasi dalam tools dan tekhnologi serta SDM yang unggul dalam melakukan desain implementasi, pencatatan informasi (data kendaraan, transaksi dan volume BBM), transfer data dan validasi angka-angka perhitungan. Sejauh ini Pemerintah c.q. Pertamina tengah melakukan pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) melalui program Program SMPBBM (Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak). (Pelajar Master in Energy Management di Belanda dan pemerhati masalah Migas Indonesia) (dtk/poy)


RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

17

PEMERINTAHAN

FOTO-FOTO: RIRIN/HARIAN JAMBI

ADVOKASI: Kegiatan Advokasi Inpres No 12 Tahun 2011, yang dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai instansi pemerintahan Provinsi Jambi.

LINGKUNGAN PEMERINTAH TAHUN 2014

Ciri Fisik :

Saat ini perkembangan narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan karena antara pengguna dan pengedar selalu meningkat. Oleh karena itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)Jambi membutuhkan keterkaitan dari semua pihak untuk ikut serta dalam menangani hal ini. Tujuannya tidak lain agar bisa mengurangi kasus tentang narkoba. RIRIN, Jambi

S

ecara umum narkoba merupakan bukanlah hal yang asing lagi di berbagai kalangan. Perkembangannyapun sangat cepat, baik di lingkungan perkotaan, pedesaan, sekolah, kampus maupun di beberapa instansi pemerintah. Hal ini disebabkan karena peredaran narkoba tersebut dilakukan secara profesional, maka tidak heran jika cukup sulit untuk mengetahui peredaran narkoba secara langsung. Padahal, pada dasarnya dampak dari penggunaan narkoba tersebut bukanlah sesuatu yang ringan tetapi bias menyebabkan kematian. Apabila narkoba sudah masuk ke dalam tubuh manusia akan mempengaruhi syaraf otak pusat yang akan mengakibatkan depresan, stimulan dan halusinogen. Penurunan atau parubahan kesadaran hilangnya rasa dan dapat menghilangkan rasa nyeri dan akan menimbulkan ketergantungan, merusak otak dan organ tubuh vital lainnya. Dalam hal ini narkoba dibuat dari tanaman, bahan sintetis dan semi sintetis. Namun, dalam kasus seperti ini sudah banyak pihak yang ikut menjadi penggerak dalam menangani kasus narkoba. Salah satunya adalah dari pihak BNNP Jambi. Menurut BNNP Jambi, tahun 2014 merupakan tahun pencanangan penyelamatan penyalahguna narkoba. Cara yang dilakukan oleh pihak BNNP

Jambi di antaranya adalah melaui seminar disekolah, penyuluhan dan juga kegiatan lainnya yang terkait dengan bahaya narkoba. Oleh karena itu, Selasa (04/2) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi menggelar Advokasi tentang Inpres No 12 Tahun 2011. Acara tersebut bertujuan sebagai salah satu upaya untuk melaksanakan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Acara tersebut dilakukan di Aula BNNP Jambi, yang diikuti sekitar 20 orang peserta perwakilan dari 5 SKPD Provinsi Jambi, dengan 3 orang narasumber, yakni Heryanto, Kabid Pencegahan Narkoba Provinsi Jambi, Ustaz Bambang Chaironi SHi, dan AKBP Iwan Ridwan dari Polda Jambi. Heryanto menyampaikan, bahwa pelaksanaan P4GN merupakan kewajiban dari setiap SKPD dan juga menjadi tanggung jawab bersama sesuai dengan keputusan Ingub No 5 Tahun 2012. Oleh karena itu, pihak terkait wajib melakukan berbagai kegiatan di lingkungan pemerintah sesuai dengan yang telah dimusyawarahkan. “Kegiatan yang dilakukan SKPD tentang adanya P4GN di antaranya adalah dengan melakukan penyuluhan terhadap anggota dan memasukkan program ini dalam agenda kinerja dan anggaran yang ada, tujuannya agar program dan kinerjanya

bisa diterapkan dengan maksimal,” ungkap Heryanto. Heryanto juga menjelaskan bahwa di Jambi merupakan salah satu daerah yang cukup potensial dalam peredaran narkoba. Oleh karena itu, saat ini semua pihak harus ikut terlibat dalam pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Peredaran Narkoba Semakin Marak Saat ini, tempat peredaran narkoba sudah banyak ditemui. Baik di ruang terbuka maupun secara sembunyi-sembunyi. Namun pada dasarnya menurut Ustaz Bambang Chaironi menjelaskan bahwa mudahnya peredaran narkoba saat ini karena narkoba berawal dari kemudahan mendirikan tempat-tempat di mana narkoba bisa lebih leluasa beredar. Seperti melalui tempat hiburan (diskotek, karaoke, organ tunggal), tempat kost, hotel, pasar, rumah sakit, LP dan lain sebagainya. Bahkan 60 persen bias dikatakan bahwa peredaran narkoba bias ditemui di temapat hiburan malam. “Narkoba merupakan wujud belum merdekanya bangsa Indonesia. Kita semua sama, hanya melaksanakan peran sebagai manusia, dan seharusnya menjalankan amanah sebagai hamba Allah. Jadi alangkah baiknya jika kita lakukan hal-hal sesuai dengan ketentuan dan anjuran dari Allah juga,” ujar Ustaz Bambang Chaironi kepada para peserta. Pada dasarnya, menurut Ustaz Bambang, dalam Al Qur’an dan Al Hadist tidak disebutkan secara langsung masalah narkotika. Akan tetapi karena sifat baik maupun bahaya yang ditimbulkan oleh penyalah gunaan narkotika sama bahkan lebih dahsyat dari minuman keras atau khamar. Maka ayat-ayat Al Qur’an dan Hadisthadist Rasulullah yang melarang atau mengharamkan minuman keras atau khamar dapat dijadikan dasar atau dalil terhadap dilarang dan diharamkannya penyalahgunaan narkotika.

NARASUMBER: Advokasi ini diisi oleh beberapa pemateri yakni, Heryanto selaku Kabid Pencegahan Provinsi Jambi (Kiri), Iwan Ridwan AKBP Polda Jambi (tengah), Ustazd Bambang Chaironi S Hi.

Oleh karena itu, narkoba merupakan permasalahan bangsa yang harus segera ditangani. Bahkan saat ini bias dikatakan bahwa Indonesia telah mengalami krisis generasi muda, bahkan Indonesia mulai kehilangan identitas diri hanya karena adanya narkoba. Penemuan Berbagai Narkoba Jenis Baru Untuk menangani kasus ini, pihak BNNP Jambi tidak hanya sendiri, tetapi juga bekerja sama dengan pihak lain seperti bekerja sama dengan pihak kepolisian atau polda Jambi. Oleh karena itu, seluruh komponen bangsa harus serius menangani, memberantas dan memerangi Narkoba, agar perkembangan narkoba setidaknya bisa berkurang. Antara pihak kepolisian dan BNN, dalam menangani masalah narkoba ini kinerja dan wewenangnya berbeda. Pihak kepolisian berwenang untuk memberikan sanksi terhadap pengguna sedangkan BNN berwenang untuk menangani segala hal yang terkait dengan narkotika di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, pemberantasan merupakan bidang di mana kepolisian dan BNN bersinergi dalam upaya mennagulangi permasalahan narkoba. Namun karena banyaknya pengedar dan pengguna, kasus narkoba tidak mudah untuk diberantas. Bahkan saat ini telah ditemukan berbagai narkotika sintetis jenis baru. Jumlahnya mencapai 250 jenis baru di dunia. Di Jepang ditemukan 50 jenis baru, sedangkan di Indonesia ditemukan 17 jenis baru, hal ini berdasarkan hasil dari UPT Laboratorium BNN pada tahun 2013 yang lalu. AKBP Iwan Ridwan menerangkan bahwa jenis narkotika baru tersebut di antaranya adalah Benzylpiperazine Case, Para-methoxymethamphetamine Case, Methylone Case, Methcathinone Case, Mephedrone Case, Pentedrone Case, 4-methyl-N-ethylcathinone Case. N-ethyl-cathinone Case, MDPV (3,4-methylenedioxypyrovalerone, Chat plant (cathinone and cathine Case), JHW018 Case, XLR-11 Case, 2-CB (4-bromo2,5dimethoxymethamphetamine) Case, DOC (4-chloro-2,5-dinethoxyamphetamine) Case, Mytragyna Case, DMA (N,N,ĮN,N,Į-trimethyl-benzeneethana mine) Case dan Phenazepam Case. “Namun jenis narkoba baru yang sering digunakan adalah Methylone yaitu jenis narkoba yang serupa dengan ekstasi, untuk efeknya adalah menyerang CNS (Central Nervous System), Euforia berlebihan, insomnia dan halusinasi,” ujar Iwan Ridwan. Oleh karena itu, selain melakukan dengan cara bekerjasama dengan BNN, cara tepat untuk menanggulangi narkoba bisa juga dilakukan sendiri dengan cara membuat pesan. Kemudian himbauan melalui media massa atau pun mengikuti berbagai penyuluhan tentang bahaya narkoba. Jadi untuk pelaksanaan program P4GN ini diperlukan semua partispasi komponen masyarakat terkait. Contoh, peran guru dalam sekolah, tidak hanya mengajar mata pelajaran, tapi juga budi pekerti.(*/lee)

Berat badan turun drastis. Buang air besar dan kecil kurang lancar. Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman. Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas. Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan.

Ciri Emosi : Bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang. Emosinya naik turun Tidak ragu untuk memukul orang Berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya. Nafsu makan tidak menentu. Sangat sensitif dan cepat bosan.

Ciri Perilaku : Bicara cedal atau pelo. Jalan sempoyongan Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya. Mengalami jantung berdebar-debar. Mengalami nyeri kepala. Mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi. Mengeluarkan air mata berlebihan. Mengeluarkan keringat berlebihan. Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga. Selalu kehabisan uang

Akibat Narkoba Akibat kepada penyalahguna atau pemakai dapat sebagai contohnya adalah dari Provinsi Jambi, di antaranya adalah sebagai berikut : Sakit (HIV/AIDS) Maret 2013 = 842 Orang Sakit jiwa/Gila (± 70 s/d 100 orang setiap tahun) Masuk penjara (data Juli 2013 = 1050 orang) Meninggal dunia se-Indonesia 51 orang setiap hari Sekolah / kuliah gagal Dipecat dari pekerjaan Terhadap keluarga dan lingkungan Dicemoohkan karena tidak bisa mengendalikan diri , tidak bisa membina keluarga dan tidak bisa menjaga anma baik keluarga. Stres, sakit, meninggal dunia karena malu, dikejar-kejar keluarganya karena sakau/ paranoid, dikuras harta bendanya untuk membeli narkoba, ditagih orang, dibunuh karena halunisasi / sakau Sedih, kelaparan karena salah satu keluarganya ditangkap, dipenjara, meninggal dunia , sakit dan gila ( rugi materil dan moril)

Sosial Dari mulai dikucilkan, dicemooh, dihina, dipermalukan dan dijatuhkan harga dirinya penyalahguna maupun keluarganya dianggap sampah, apalagi bila sudah parah terkena penyakit baik fisik maupun psikis (jiwa), sekolah/kuliah gagal, pekerjaaan dipecat dan HIV/AIDS.

Budaya Bergesernya dari nilai budaya yang dahulu perhatian terhadap sesama dan lingkungannya, ramah tamah, sopan santun, etis dan beradab. Tapi dengan pengaruh narkoba dipenuhi dengan keacuhan, apatis, cuek, pengendalian diri melemah, bahkan hilang kesadaran dan dipenuhi dengan kesakitan, kegilaan, kekerasan, kejahatan/kriminal dan yang lainnya

Agama Mulai acuh, lupa dan menjauh dari ajaran agama dari mulai diri sendiri, mengajak atau menambah orang lain semakin lama semakin banyak, dan bila ini dibiarkan maka banyak orang sudah meninggalkan ajaran agama, norma agama sendi agama maka yang akan timbul mulai secara pelan-pelan hilanglah rasa kemanusiaan dan akan timbul rasa kebinatangan karena pengendalian diri berkurang akan menjadi acuh, terjadi pergaulan bebas, kekerasan, kejahatan dan lain sebagainya.(rin/lee)


RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

18

PERDA & KONSTITUSI

FOTO-FOTO: DOK/HARIAN JAMBI

SOSIALISASI: Panitia Khusus (Pansus) Peraturan Daerah (Perda) Prostitusi DPRD Kota Jambi, saat melakukan kegiatan sosialisasi di lokaslisasi Payo Sigadung Kotabaru Kota Jambi.

Pelaku prostitusi di Kota Jambi, saat ini tidak bisa lagi bermain-main. Pasalnya Ranperda Pelarangan prostitusi di Kota Jambi telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kota Jambi beberapa hari lalu. Mau tak mau, semua pihak yang terlibat dalam aktivitas bisnis lendir tersebut, harus bersiap untuk gulung tikar, atau jika masih ingin meneruskan aktivitasnya, segera pindah dan angkat kaki dari wilayah Kota Jambi, hijrah ke daerah lain yang masih melegalkan bisnis yang ternyata menghasilkan pundi-pundi rupiah yang cukup lumayan untuk kantong sang mucikarinya tersebut. MUSLIHIN, Jambi

D

isahkannya Perda Prostitusi di Kota Jambi pada 30 Januari 2014, membuat masyarakat di Kota Jambi bisa bernapas agak lega. Sebab, Perda tersebut adalah aturan yang selama ini diharapkan mampu menjadi senjata yang tajam untuk memberantas kegiatan prostitusi di Kota Jambi. Bukan hanya berkurang, Perda ini diharapkan mampu membumihanguskan seluruh kegiatan prostitusi yang ada di “Kota Beradat” ini. Kegelisahan tersebut, bukan tanpa alasan. Sebab, Jambi sendiri adalah “Kota Beradat,” di mana masyarakatnya hidup sama dengan masyarakat Melayu lainnya di Sumatera. Hidup dalam tatanan adat istiadat yang kental dan penuh dengan aroma budaya ketimuran.

Membuat Gerah Prostitusi di Kota Jambi, telah ada sejak jaman baheula, sejak puluhan tahun yang lalu. Dan bukan perkara yang mudah untuk memberantas bisnis yang telah dilakukan oleh pebisnisnya sebagai bisnis menguntungkan turun temurun tersebut. Meski terancam kenyamanannya, buktinya, masyarakat di Kota Jambi tetap tidak bisa melakukan apa-apa untuk menutup praktik maksiat tersebut. Pengaruh bisnis maksiat pada generasi muda, sangat besar, hal ini ditakutkan akan menjadi bumerang untuk menghancurkan moral dan kehidupan generasi muda di Kota Jambi. Perkembangan moral yang tidak baik ini, juga dikhawatirkan akan menjadi racun yang akan membuat Jambi memiliki generasi yang ngawur dan tidak menjalankan kehidupan sesuai dengan moralitas dan adat-istiadat yang baik, seperti seharusnya. Besar dampak yang dibawa oleh prostitusi, membuat masyarakat menyambut gembira Perda prostitusi. Aturan ini diharapkan menjadi obat yang ampuh untuk membersihkan Kota Jambi dari kehancuran. Namun yang menjadi pertanyaan banyak kalangan yang ada di Jambi saat ini adalah, mampukah Pemkot Jambi mengawal dan melaksanakan Perda yang baru saja disahkan tersebut, sesuai dengan target yang dibunyikan dalam pasal-pasalnya? Jelas saja keraguan muncul, sebab beberapa tahun lalu, Pemkot Jambi juga menyatakan akan melakukan tindakan tegas dan penertiban yang tegas untuk memberantas protitusi.

Namun, hingga sekian tahun dinantinanti, tak ada tindakan yang berarti dilakukan oleh Pemkot Jambi. Rencana hanya rencana. Tak pernah ada tindakan yang dilakukan. Dengan kata lain, rencana Pemkot jambi tersebut hanyalah pepesan kosong saja.

Marak Di Kota Jambi, bisnis prostitusi berjalan dengan aman. Meski di Kota Jambi hanya terdapat dua lokalisasi yang diakui oleh Pemkot setempat; Payo Sigadung dan Langit Biru, namun di berbagai sudut kota, malah bertebaran berbagai lokalisasi terselubung yang seperti tidak terjangkau oleh tangan aparat penertiban di kota. Di tempat-tempat, seperti salon, panti pijat, kafe dan salon yang berkedok dengan bisnis yang sesuai dengan nama tempat mereka tersebut, bisa dengan mudah ditemukan dan dipesan perempuan yang bisa dibayar untuk menemani lelaki hidung belang. Aktivitas tersebut terselubung dan terlindung dengan bisnis yang digunakan untuk mengelabui masyarakat yang ada di sekitar mereka. Selain membuat merosotnya moral

M Zayadi

Abdullah Sani

Suherman

anak bangsa, aktivitas prostitusi di Kota Jambi juga berimbas pada tingginya angka penderita HIV di Kota Jambi. Hal ini dapat diketahui dari data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kota Jambi. Sepanjang tahun 2013, pengidap HIV di Kota Jambi telah mencapai jumlah 696 orang. Menjawab kegelisahan masyarakat selama ini, Pemkot Jambi mengambil langkah yang serius dengan mencetuskan ide pembuatan Perda baru tahun 2014 tentang pemberantasan prostitusi dan tindakan asusila. Di ruang pola utama Kantor DPRD Kota Jambi pada 30 Januari 2014 lalu, DPRD bersama Walikota Jambi melaksanakan rapat paripurna pengesahan Ranperda pelarangan prostitusi di Kota Jambi yang diikuti oleh pejabat penting dan seluruh fraksi-fraksi dari seluruh partai. Menariknya, ternyata dalam menyatakan pendapat, seluruh fraksi dan walikota mendukung adanya perda baru untuk

memberantas prostitusi. Wakil Walikota Jambi Abdulllah Sani mengatakan, prostitusi merupakan perbuatan yang menyimpang, suatu penyakit masyarakat sangat berbahaya. Hal ini sudah lama sekali ada di Kota Jambi. Perbuatan menyimpang ini sangat berpengaruh dengan generasi muda, dapat merusak moral dan menggangu kenyamanan masyarakat. Tidak hanya itu, di samping perbuatan menyimpang prostitusi juga bertentangan dengan dasar negara kita Pancasila, serta perbuatan zina merupakan perbuatan yang sangat dilarang agama, perbuatan tersebut tentu tidak bisa dibiarkan. “Kita perlu bersama-sama memberantasnya baik di tempat terbuka maupun di tempat tersembunyi demi kebaikan khalayak umum rakyat Kota Jambi, ujarnya tapi yang jelas Perda baru bukan sebagai tindakan menutup tempat lokalisasi prostitusi secara

habis-habisan akan tetapi kita hanya memberantas agar protitusi dapat diminimalisir dan tidak berkembang di tengah masyarakat,” ujar Abdullah. Anggota Fraksi Partai PKS DPRD Kota Jambi M Zayadi juga mengatakan, banyak tantangan yang akan dihadapi oleh Pemkot dalam menerapkan Perda Prostitusi yang telah disahkan tersebut. Penolakan dipastikan akan mengalir dari kalangan PSK dan pebisnis prostitusi tersebut. Karena itu, Pemkot beserta jajarannya harus melakukan pendekatan secara persuasif dan berusaha lebih keras, agar Perda tersebut dapat diterima oleh semua kalangan yang ada di Kota Jambi.

Pendekatan Manusiawi Pendekatan secara manusiawi juga harus dilakukan. Dengan kata lain, Perda tersebut harus dilakukan dengan melakukan pendekatan yang manusiawi, tidak main gusur, seperti hal

yang dilakukan Pemkot Jambi untuk menertibkan para pedagang kaki lima yang ada di beberapa pasar dan ruas jalan yang ada di Kota Jambi. Ketua Pansus Prostitusi Paul Andre Marisi mengungkapkan, pelaku prostitusi yang ada di Payosigadung dan di tempat lain, misalnya di Kota Jambi, ketika Perda berlaku, kemungkinan PSK akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing. “Masyarakat yang masih berada di area pucuk rencananya nanti tempat tersebut kita pulihkan. Warga masih bisa tinggal di sana. Tapi tidak dijadikan tempat praktik prostitusi lagi seperti sebelumnya. Pembinaan akan dilakukan oleh lembaga terkait, dan mereka akan diarahkan, serta diberikan penyadaran agar kembali ke jalan yang benar,” ujarnya. Ditambahkannya, nantinya sang pelaku yang kedapatan masih melakukan prostitusi saat Perda sudah diterapkan, akan mendapatkan sanksi yang cukup berat, yakni kurungan penjara selama 6 bulan dan uang senilai 50 juta agar pelaku jera.

Menunggu 1 Tahun Perda Prostitusi tersebut akan dilaksanakan penerapannya setahun lagi. Setelah Pemkot setempat melakukan sosialisasi dan berbagai upaya untuk memperkenalkan aturan baru tersebut, baik kepada pelaku, pebisnis prostitusi ataupun kepada kalangan masyarakat umum. Ketua Fraksi Partai Hanura Kota Jambi Suherman mengatakan, selama ini memang sulit bagi pemerintah untuk memberantas pelaku prostitusi di Jambi, “Pasalnya kita belum mempunyai aturan Perda yang kuat. Bahkan sudah pernah berkali-kali dicoba pemerintah sebelumnya namun belum juga berhasil,” ujar Suherman. (*/ini)

DOK/HARIAN JAMBI

PATO SIGADUNG: Suasana Saat di lakukan Sosialisasi Perda Prostitusi di Lokalisasi Payo Sigadung Kecamatan Kotabaru Kota Jambi.


RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

19

DISTRIK BIAYA KULIAH

Perguruan tinggi negeri biasanya menjadi incaran kalangan calon mahasiswa yang hendak duduk di bangku kuliah. Selain kualitas yang dianggap memadai, biaya kuliah di universitas negeri dinilai lebih ekonomis. Namun dengan hadirnya kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT), sempat merubah persepsi tersebut. Bahkan hal ini kembali menuai protes.

Kesenjangan Informasi

R GILANG EZRI, Jambi

P

endidikan adalah hal penting yang harus dimiliki anak bangsa. Jika di era orde baru pendidikan bagi seorang anak diwajibkan selama sembilan tahun dan satu dekade sebelumnya wajib menempuh pendidikan dua belas tahun, kebutuhan akan dunia pendidikan saat ini beda cerita. Jika dulu perguruan tinggi hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu saja, saat ini perguruan tinggi telah diburu oleh semua kalangan. Tuntutan kerja menjadi faktor para calon mahasiswa dari berbagai sekolah, baik dari Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliah maupun Sekolah Kejuruan,untuk berbondong-bondong masuk universitas impiannya. Sebagian besar dari calon mahasiswa ini biasanya, lebih memilih universitas yang notabene adalah universitas negeri. Seperti yang disampaikan Ayu, salah satu pelajar SMA yang akan menyelesaikan bangku sekolahnya tahun ini. Ia mengaku memilih perguruan tinggi negeri, karena selain kualitas yang dianggapnya bagus, biaya kuliah di kampus negeri pun dinilai jauh lebih murah dibandingkan universitas swasta. “Kalau saya pilih universitas negeri dong, soalnya biaya kuliahnya lebih murah dari swasta. Kualitasnya juga terjamin,” ujarnya. Faktor biaya kuliah yang murah, membuat universitas negeri memang menjadi idaman calon-calon mahasiswa. Di Jambi sendiri, Universitas Jambi (Unja) sebagai satusatunya universitas negeri yang ada di Provinsi Jambi selalu kebanjiran calon mahasiswa setiap tahunnya. Selain universitas ini telah lama dikenal, biaya yang dikenakan di universitas ini pun lebih terjangkau jika dibandingkan dengan universitas swasta lainnya. “Tentunya Unja murah biaya kuliahnya. Anak saya yang paling besar saja SPP setiap semesternya cuma Rp 680, tidak sampai Rp 1 juta. Yang jelas dengan biaya ini dan itunya,” ujar salah satu orangtua mahasiswa Unja yang enggan disebutkan namanya.

Rubah Persepsi Namun, seolah hal ini berubah saat kebijakan dari Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan (Mendikbud) meluncur. Kebijakan tersebut terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dengan adanya UKT ini, persepsi masyarakat tentang biaya kuliah ringan di Universitas Negeri seolah hilang. Pasalnya, biaya kuliah yang selama ini dinilai sangat murah, cenderung naik hingga beberapa kali lipat dari sebelumnya. Di Unja misalnya, biaya kuliah yang sebelumnya tidak mencapai Rp 1 juta, sekarang naik drastis hingga tiga kali lipat. Terlebih janji verifikasi ulang biaya UKT yang dijanjikan oleh pihak rektorat Universitas Jambi, ternyata mengalami berbagai masalah. Dalam pertemuan antara mahasiswa baru dan pihak rektorat Unja pada 3 Februari yang lalu, terungkaplah berbagai masalah yang ada saat verifikasi. Salah satu mahasiswa bernama Sukri mengatakan, biaya UKT-nya naik dari Rp 300 ribu menjadi Rp 3,5 juta. “UKT saya awalnya Rp 300 ribu, sekarang menjadi Rp 3,5 juta. Saya sudah berusaha bertanya dan melakukan apa-apa saja yang dibutuhkan. Tapi ternyata dokumen saya tidak terlampir di universitas ini,” ujarnya. Dalam hal ini, Sukri mengadukan berkas-berkas yang ia ajukan terkait biaya UKT, ternyata tidak sampai ke pengelola UKT. Sukri yang mengaku anak seorang buruh karet ini, merasa sangat keberatan dengan UKT yang ditetapkan tersebut. “Orangtua saya jelas tidak sanggup jika UKT saya segitu, karena penghasilannya yang rendah. Untuk tinggal selama kuliah ini, saya tinggal di masjid, karena untuk mengurangi biaya hidup selama kuliah. Saya sebenarnya telah mengumpulkan semua syarat-syarat yang ditentukan oleh universitas, namun ternyata data itu tidak sampai ke pihak pengelola UKT,” ujarnya.

Terancam UKT Tertinggi Terkait hal tersebut, Suparjo selaku pengelola UKT Unja mengatakan, bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Biro Administrasi Akademis Kemahasiswaan (BAAK) dan Biro Administrasi Umum Keuangan (BAUK) terkait data. Jika data tersebut memang ada dan sesuai, maka

MAHASISWA: Mahasiswa Universitas Jambi (Unja) di dalam sebuah kegiatan kemahasiswaan.

nilai UKT akan dipertimbangkan kembali. “Saya telah menyuruh Sukri untuk melacak berkasnya dan saya sudah menemui kepala BAUK dan meminta untuk semua data yang ada dikeluarkan, karena saya hanya menerima berkas dalam bentuk data. Jika benar nanti data itu ada dan sesuai, maka UKT dapat dipertimbangkan kembali. Maklum saja, ada empat ribu mahasiswa yang harus di-back up oleh dua orang. Mungkin saja ada yang tertinggal, namun ini masih kemungkinan,” ujarnya. Persoalan lain yang muncul yaitu, adanya informasi yang membingungkan. Salah satu mahasiswa mengatakan, dirinya sengaja tidak mengumpulkan data karena jika sudah merasa UKT itu sesuai dengan kemampuan. Maka ia tidak perlu lagi mengurusnya. “Kemarin disampaikan sama Pembantu Dekan 2 Fakultas Pertanian, Pak Armen kalau tidak mengurus, maka UKT-nya tetap segitu,” ujar salah satu mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya. Hal serupa juga disampaikan salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. “Waktu pengumuman kemarin, bagi mahasiswa yang merasa keberatan dengan UKT yang

dibebankan, maka harus mengurus berkas. Tapi yang tidak keberatan tidak masalah. Tapi, UKT-nya meningkat menjadi UKT tertinggi,��� ujarnya. Ketika dikonfirmasi masalah ini, Suparjo mengatakan bahwa imbauan yang disampaikan yaitu wajib mengumpulkan berkas, untuk dilakukan verifikasi. Jika tidak mengumpulkan bahan, maka UKT mahasiswa tersebut akan dibebankan UKT tertinggi.

“Kita wajibkan mahasiswa baru untuk mengumpulkan berkas untuk dilakukan verifikasi. Bagi yang tidak mengumpulkan atau datanya tidak ada, maka UKT-nya akan dibebankan yang tertinggi. Untuk Unja, ada sekitar 600 mahasiswa F-KIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pedidikan) yang tidak mengumpulkan. Dan hanya sedikit yang mengumpulkan datanya,” ujarnya.

Melihat hal ini, tentu terjadi kesalahan dalam pemberian informasi. Seperti yang disampaikan Teguh, salah satu mahasiswa Unja angkatan 2009 yang mengikuti perkembangan UKT tersebut mengatakan, bahwa kesepakatan mengenai UKT yang telah diputuskan sebelumnya, berbeda dengan kenyataan yang saat ini terjadi. “Yang dikasih infonya beda dengan yang disampaikan sekarang. Saya mengikuti semua pertemuan terkait UKT ini, mulai dari yang pertama, kedua dan ketiga saat ini. Waktu kemarin disampaikan memang akan dilakukan verifikasi ulang bagi yang merasa keberatan. Dan jika tidak mengumpulkan, maka telah menyetujui UKT yang ditetapkan sebelumnya. Tapi malah kejadiannya seperti ini, berbeda dengan yang disampaikan,” ujarnya. Menanggapi hal ini, Suparjo mengatakan, bahwa keputusan mengenai UKT tersebut telah disampaiakan langsung oleh rektor. Hanya saja, hal tersebut tidak dipublikasikan melalui papan pengumuman. Dan dalam hal ini, ia mengaku akan membicarakan kembali permasalahan tersebut dan mengevaluasinya. Jika terdapat kesalahan, UKT tersebut diakuinya akan direvisi kembali. “Semua pihak yang terkait, khususnya PD 2 masing-masing fakultas yang dalam hal ini adalah pemegang tugas untuk mengumpulkan data mahasiswa sudah diberitahu. Tapi memang tidak ditempel di papan pengumuman edaran yang ditanda tangani rector. Kita akan evaluasi dan revisi jika terjadi kesalahan, sampai batas waktu akhir Februari ini,” ujarnya.(*/poy)

B

erdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Nomor 55 Tahun 2013 tentang UKT, yang dilahirkan pada tanggal 23 Mei 2013, menerangkan bahwa berdasarkan amat Pasal 88 ayat (3), ayat (4) dan ayat (5) UU Nomor 12 Tahun 2012. Tentang Pendidikan Tinggi pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berwenang menyusun peraturan mengenai biaya yang ditanggung mahasiswa selama menjalani masa pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN). Adapun yang menjadi dasar penentuan besaran biaya yang akan ditanggung oleh mahasiswa tersebut, merujuk pada satuan biaya operasional perguruan tinggi selama satu periode. Sebagamanai diatur pada Pasal 88 ayat (1) UU Pendidikan Tinggi. Sementara Surat Edaran Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) No. 272/E1.1/KU/2013 tertanggal 3 April 2013, mengatur mekanisme pemungutan UKT oleh PTN dalam 5 (lima) konsep. Konsep pertama, pembayaran UKT dibagi dalam 5 (lima) golongan, yang mana penggolongan ini berdasarkan status ekonomi keluarga calon mahasiswa. Konsep kedua, PTN mengalokasikan quota sebesar 5 persen untuk golongan calon mahasiswa dari keluarga sangat miskin pada level 1 dengan pembayaran UKT sebesar Rp 0 hingga Rp 500 ribu. Selanjutnya, PTN quota 5 persen untuk calon mahasiswa dari golongan miskin pada level 2, dengan pembayaran UKT Rp 500 ribu, hingga Rp 1 juta. Dan yang terakhir Dirjen Pendidikan Tinggi membebaskan PTN untuk menyediakan quota bagi calon mahasiswa dari keluarga golongan menengah ke atas, hingga keluarga dari golongan elit. Yang semuanya di tempatkan pada level 3, level 4 dan level 5, dengan pembayaran UKT sesuai keinginan PTN, yang disesuaikan dengan bukti pendapatan orangtua calon mahasiswa. Dengan formulasi tersebut, pemerintah menjanjikan akses pendidikan tinggi bagi kalangan masyarakat tidak mampu, akan semakin terbuka lebar. Sebab, dengan mekanisme subsidi silang yang diatur di dalam mekanisme UKT, biaya pendidikan diperkirakan akan semakin murah.(dtk/poy) FOTO-FOTO: DOK/HARIAN JAMBI

PROTES UKT: Aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai universitas, yang menolak pembayaran biaya kuliah melalui Uang Kuliah Tunggal (UKT)


RABU, 05 Februari 2014 Edisi Pagi

20

Jual Gas ke Singapura dan Jepang Rp 181 T Negara Hanya Dapat 60 Persen Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, tahun lalu Indonesia mengekspor gas sebanyak 25,1 juta ton dengan nominal US$ 18,1 miliar, atau sekitar Rp 181 triliun. DETIKFINANCE, Jakarta KEPALA Bagian Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiantan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro mengatakan, apa yang tercatat di BPS tersebut masih

merupakan pendapatan kotor. “Itu masih gross revenue (pendapatan kotor), jadi tidak seluruhnya masuk ke kantong negara,” ujar Elan kepada detikFinance, Selasa (4/2).

Elan mengungkapkan, dari pendapatan ekspor gas ke luar negeri akan dipotong bagian untuk kontraktor kontrak kerjasama (KKKS), lalu cost recovery, pajak, dan bagian negara. “Dari pendapatan tersebut harus dipotong net contractor share (bagian dari kontraktor atau perusahaan migas), cost recovery, dan bagian negara, tapi ujung-ujungnya negara dapat hingga 60%,” ujarnya. Elan menambahkan untuk 1 kargo gas yang diekspor, harg-

anya sangat mahal sekali. “Satu kargo tersebut harganya mencapai US$ 20-30 juta,” tutupnya. Menurut data BPS, dalam empat bulan terakhir, ekspor gas pada September 2013 mencapai 1,6 juta ton dengan nilai US$ 1,09 miliar. Lalu di Oktober adalah 2,1 juta ton dengan nilai US$ 1,5 miliar, November mencapai 2,3 juta ton dengan nilai US$ 1,7 miliar, dan pada Desember 2014 mencapai 2,7 juta ton dengan nilai US$ 2,04 miliar.

Sementara itu negara tujuan ekspor gas cukup beragam. Paling besar adalah ekspor gas ke Jepang dengan total selama 2013 sebesar 7,3 juta ton atau US$ 6,5 miliar. Kemudian adalah Korea Selatan dengan 6,1 juta ton atau US$ 4,2 miliar. Selanjutnya adalah Singapura 5,5 juta ton atau US$ 4,7 miliar, Taiwan 2 juta ton atau US$ 1,7 miliar, China 2,6 juta ton atau US$ 457,3 juta, dan Malaysia 1,1 juta ton atau US$ 426,03 juta.(*/ska)

BUMN

Merpati Jual Bengkel Pesawat JAKARTA -Demi menyelamatkan usahanya dengan membentuk anak usaha baru, PT Merpati Nusantara Airlines berencana untuk menjual 2 anak usahanya. Pertama Merpati Maintenance Facility yang bergerak di bidang perawatan pesawat, dan Merpati Training Center yang berupa sekolah pilot dan pramugari. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, kedua anak usaha Merpati ini akan dijual kepada BUMN lain, yaitu PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Jadi pembelian dua anak usaha ini akan menggunakan dana dari PPA. “Di PPA itu kan ada disebut dana revitalisasi dan restrukturisasi (RR). Dana itu kan sebagian dipakai oleh BUMN yang dulu, sebagian sudah dikembalikan. Nah uang itu yang sudah dikembalikan ke PPA itu kan bisa digunakan oleh BUMN lain yang memerlukan,” kata Dahlan di acara peluncuran buku ‘Road to Semen Indonesia’ di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (4/2). Nilai aset kedua anak usaha Merpati terse-

but mencapai Rp 300 miliar. Dana hasil penjualan ini digunakan untuk membiayai anak usaha baru Merpati. Anak usaha ini akan melayani operasional penerbangan dan tidak terbebani utang induk, dan perlahan bisa menutupi utang Merpati yang mencapai Rp 6 triliun lebih. Rencananya anak usaha yang akan dibentuk bernama Merpati Aviation Services, dan menggandeng 2 perusahaan swasta yaitu Bentang Persada Gemilang dan PT Amagedon. Dahlan menjelaskan porsi saham saham anak usaha Merpati yang akan dibeli PPA bergantung ketersediaan dana yang disediakan. “Tergantung keperluannya, misalnya dengan beli sebagian uangnya sudah cukup, kalau perlu sebagian kecil ya sebagian kecil, kalau sebagian besar ya sebagian besar. Kalau perlu semuanya ya semuanya. Itu terserah antara Merpati dengan PPA,” tegasnya.(ant/ska)

DOK/HARIAN JAMBI

DIJUAL: Dua anak perusahaan Merpati akan dijual, Pertama Merpati Maintenance Facility yang bergerak di bidang perawatan pesawat, dan Merpati Training Center yang berupa sekolah pilot dan pramugari kedua anak usaha Merpati ini akan dijual kepada BUMN lain, yaitu PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

H M Taufik Yasak Kepala Ombudsman Provinsi Jambi

Tampak Akrab saat berdiskusi terkait sejumlah persoalan di Provinsi Jambi

Ombudsman Kunjungi Harian Jambi JAMBI - Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik(Ombudsman)Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi Selasa sore (4/2) kunjungi kantor Harian Jambi yang bertujuan untuk bersilaturahim. Di kantor Harian Jambi Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Jambi H M Taufik Yasak bersama tiga orang asistennya menjelaskan banyak pengalamannya dan tugas dari Ombudsman itu sendiri. “Tugas dari Ombudsman ini sendiri adalah sama halnya

dengan KPK namun tidak seperti KPK, kita bisa memaksa terlapor dan dibantu oleh Polisi,” Jelas Mantan Direktur Bank Jambi. Ombudsman berpedoman pada Undang-undang Negara di antaranya UU Nomor 37 Pasal 31 dan Pasal 44 tentang orang yang menghalangi Ombudsman dalam pemeriksaan akan dipidana penjara paling lama 2 tahun dan denda 1 miliar rupiah. Dan pada UU Nomor 37 Pasal 10 tahun 2008 menyebutkan

Ombudsman tidak dapat ditangkap, ditahan, diinterogasi, dituntut atau digugat di muka pengadilan dalam rangka pelaksanaan tugas dan wewenangnya. Kepala Ombudsman Provinsi Jambi juga menjelaskan Kepolisian Provinsi Jambi khususnya di Polda Jambi juga sering terjadi kecurangan. “Seperti contohnya Tahanan ingin keluar sebentar kasih duit sebanyak 5 juta cuma sebentar, apalagi sudah behari- hari,” jelasnya. (kns/ska)

FOTO-FOTO: EDWIN EKA PUTRA/HARIAN JAMBI

Kepala Ombudsman Provinsi Jambi H M Taufik Yasak bersama Pempred Harian Jambi Fachrul Rozi dan Sejumlah Crue Redaksi.


05 02 2014 pagi