Issuu on Google+

Harian Bhirawa Ditunjuk kembali sebagai sarana pengumuman iklan tender/lelang pemerintah di seluruh Jawa Timur berdasarkan SK Gubernur No.188/343/ KPTS/013/2011

HARIAN

Laksanakan kampanye secara jujur, berakhlak dan beretika,”

Baca Hal 9

IKLAN/ LANGGANAN

Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta Mahfud MD

031-5615454 Harga Langganan Rp 55.000/bulan Eceran Rp 3.000

Rabu Pahing, 28 MEI 2014

http://www.harianbhirawa.co.id

28 MEI 2014

Sumur Petrochina Meledak, 3 Pekerja Mengalami Luka Bakar

AGENDA HARI INI

 Gubernur H Soekarwo - 07.00

Di Ruang Kerja.

 Wagub H Saifullah Yusuf - 07.00

Di Ruang Kerja.

 Sekdaprov H Akhmad Sukardi - 07.00

Di Ruang Kerja.

TIDAK TERBIT SEHUBUNGAN dengan libur nasional peringatan Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada Kamis (29/5), maka Harian Bhirawa tidak terbit. Kami akan terbit kembali Jumat (30/5). Demikian pemberitahuan ini, semoga pelanggan dan relasi memaklumi. Redaksi

Kelalaian PDAM Batu Berbuntut Panjang Batu, Bhirawa Pembangunan jaringan pipa PDAM tak selamanya membuat warga senang. Seperti yang dialami warga Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Proyek yang sempat dihentikan Kades Junrejo, Faisal ternyata berbuntut panjang. Pasalnya penggalian tanah yang dilakukan PDAM sepanjang kurang lebih 3 kilometer dan selebar kurang lebih 0,5 meter ini dinilai merugikan masyarakat.

 ke halaman 11

Seorang pekerja melintas di Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Sukowati, tepatnya di Pad B Desa Ngampel Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro yang meledak dan mengakibat tiga orang mengalami luka bakar, Selasa (27/5).

Bojonegoro, Bhirawa Ledakan di Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Sukowati, tepatnya di Pad B Desa Ngampel Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, mengakibat tiga orang mengalami luka bakar. Korban segera mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Selasa (27/5) dini hari. Tiga korban yang mengalami lukar bakar itu tersebut Karsam (28) dan Nurul Huda (22). Keduanya warga asal Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, serta Puji Prajoko (26) dari Lampung. Pantauan di rumah sakit hingga pukul 02.30, tampak luka bakar terparah diderita Puji yang hingga mencapai sekitar 30 persen tepatnya di tangan, kaki dan muka. Sedangkan, Taksam 15persen menderita luka bakar di lengan bawah sebelah kiri, jari dan leher. Sementara itu Nurul Huda ada luka kurang lebih 18 persen di beberapa bagian tubuhnya. “Masih dilihat perkembangannya,” jelas petugas berpakaian putih itu.

 ke halaman 11

Sejumlah Bupati Rela Cuti untuk Menangkan Prabowo-Hatta anas bahtiar/bhirawa

Penggalian pipa PDAM masih terus berlangsung di sejumlah titik di Kota Batu.

Polda Jatim Siap Back Up Penutupan Dolly Surabaya, Bhirawa Penutupan lokalisasi prostitusi Dolly yang rencananya akan dilakukan pada 19 Juni mendatang, mendapat perhatian khusus dari Polda Jatim. Walaupun tidak secara langsung turun tangan, namun Polda Jatim siap memback up Polrestabes Surabaya dalam mengamankan penutupan Dolly. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, memang secara resmi pihaknya belum menerima surat permintaan pengamanan penutupan Dolly. Namun, pengamanan itu akan dilakukan oleh Polres jajaran Polda Jatim yakni Polrestabes Surabaya. Sebab, Dolly merupakan

Jombang, Bhirawa Sejumlah kepala daerah di Jatim tak sungkan-sungkan menunjukkan arah dukungannya dalam Pilpres 9 Juli 2014. Setelah Bupati Jember, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko ikut memberikan dukungannya pada duet Prabowo-Hatta. Bahkan Nyono siap mengajukan cuti demi memenangkan pasangan Prabowo-Hatta. “ Kami siap memenangkan pasangan Prabowo – Hatta, dan saya siap mengajukan cuti untuk memenangkan Prabowo- Hatta dalam Pilpres 9 Juli nanti,”ujar Nyono usai membentuk Tim Pemenangan Prabowo- Hatta di Hotel Yusro bersama Partai Gerindra, PPP, PKS dan PAN, Rabu (27/5) kemarin.

Bahkan Nyono Suharli yang juga Ketua DPD Golkar Jombang itu mematok target kemenangan Prabowo-Hatta di Jombang dengan perolehan suara sebesar 75 persen. Dalam koordinasi kemarin tampak hadir, Ketua PPP Silahudin Asyari, Ketua DPC Partai Gerindra bersama Sekre-

Kuota SNMPTN ITS dan Unair Tak Tersisa

10 No

Bukan untuk Jabatan

 ke halaman 11

 ke halaman 11

SBMPTN Tambah 8 Ribu Kuota Sisa SNMPTN

 ke halaman 11

ILMU merupakan sebuah kebutuhan. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Pemkab Tulungagung Dr Eko Sugiono MM. Karena kebutuhan akan ilmu itu juga kini Eko Sugiono tercatat sebagai PNS pertama di lingkup Pemkab Tulungagung yang bergelar doktor. Ia baru saja menyelesaikan pendidikan S3-nya tersebut di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “Ilmu yang saya dapat bukan untuk mencari jabatan. Ini sebuah kebutuhan,” ujarnya pada Bhirawa, Selasa (27/5). Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia)

taris, Siswoyo- Fanani, Ketua PAN Syaikhu, Ketua PKS Rahmad Abidin dan disepakati Ketua Tim Pemenangan adalah Hj Mundjidah Wahab yang kini menjabat Wakil Bupati Jombang dari PPP. Sebagai Ketua Harian akan dipimpin langsung Siswoyo yang juga Ketua DPC Partai Gerindra. ”Posisi Sekretaris Rahmad Abidin dari PKS, dan Bendahara Syaikhu dari PAN,”ujar Ketua DPC Partai Gerindra Jombang Siswoyo. Untuk memenangkan PrabowoHatta, Siswoyo menambahkan seluruh partai koalisi akan menin-

Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 dapat diakses sejak Selasa (27/5). Dari 777.536 pendaftar di Indonesia, 64 PTN hanya menerima 125.406 calon mahasiswa.

Surabaya, Bhirawa Kesempatan untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) semakin besar. Sebab, dalam pengumuman Seleksi Nasional Masuk

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Nama Kampus

Sentil..  Jangan ada kampanye hitam  Kampanye putih sulit dicari  Kalah bersaing, stok gula di Kediri menumpuk  Kalah dengan kekuatan uang importir  KPPS bermasalah, KPU tak pakai dalam Pilpres  Kalau masih dipakai, ya kebangeten

Jumlah Pendaftar

Universitas Padjadjaran (Unpad) Universitas Gadjah Mada (UGM) Universitas Sumatra Utara (USU) Universitas Diponegoro (Undip) Universitas Brawijaya (UB) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Universitas Sebelas Maret (UNS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Universitas Negeri Malang (UM)

72.272 62.875 60.308 57.527 56.900 51.116 49.197 48.891 46.997 43.116

Sumber : Panitia SNMPTN 2014

bahkan ke daya tampung SBMPTN di masing-masing PTN-nya. Dari total daya tampung SNMPTN 2014 sebesar 133.406, hanya terisi 125.406 peserta. Jumlah tersebut

 ke halaman 11

Komisi E Minta Raperda Penyelenggaraan Pendidikan Tuntas DPRD Jatim, Bhirawa Setelah hampir satu tahun tidak mendapatkan perhatian dari pimpinan DPRD Jatim, kini Komisi E berusaha untuk segera menyelesaikan pembahasan Raperda Penyelenggaraan Pendidikan di Jatim. Dijadwalkan dalam minggu ini, komisi yang membidangi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) ini akan melakukan konsultasi ke Mendikbud di Jakarta. Anggota Komisi E DPRD Jatim Kodrat Sunyoto menegaskan jika Raperda Penyelenggaran Pendidikan di Jatim sebenarnya sangat penting untuk segera disahkan menjadi Perda.

 ke halaman 11

Green Art Surabaya 2014

Ajak Ratusan Pelajar Mencintai Lingkungan dengan Goresan Crayon Pameran berbagai karya seni bertema lingkungan sekaligus pameran karya seni barang-barang ramah lingkungan digelar di Surabaya. Pameran ini diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan. Gegeh, Kota Surabaya

Eko Sugiono

Surabaya, Bhirawa Desakan Muscablub Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Surabaya semakin menguat dengan adanya pernyataan dari kalangan pengurus inti partai. “Kalau keputusan DPP menghendaki seperti itu, ya kita laksanakan sebagai garis partai,” kata Sekretaris Umum DPC Partai Demokrat Surabaya Juanedi, Selasa (27/5). Pernyataan ini menanggapi 27 dari 31 PAC Partai Demokrat Kota Surabaya yang menuntut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Surabaya Dadik Risdaryanto mundur dari jabatannya menyusul perolehan suara turun drastis dalam

 ke halaman 11

Kampus yang Menjadi Primadona SNMPTN 2014

Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) lalu masih ada 8.000 kuota yang belum terisi. Jumlah itu tersebar di sejumlah PTN di Indonesia. Humas SNMPTN Ismaini Zain mengungkapkan, 8.000 kuota yang tidak terisi nantinya akan ditam-

Desakan Muscablub Demokrat Surabaya Menguat

Selasa (27/5) pagi komplek Balai Pemuda Surabaya di Jl Yos Sudarso padat dengan anak-anak sekolah yang mengisi liburannya dengan belajar. Dengan membawa bangku untuk jadikan matras dan perlengkapan mewarnai, sekitar 500 pelajar TK-SD se-Surabaya mendatangi komplek didampingi orangtuanya. Sambil mempersiapkan peralatan mewarnai, anak-anak dibagi menjadi dua kategori dalam lomba mewarnai yang menjadi rangkaian acara Green Art Surabaya 2014 ini. Kelompok TK

dan kelompok SD memulai memberikan warna pada lembaran yang sudah dibagikan panitia. Dengan wajah serius dan penuh konsentrasi mereka menuangkan ide kreatifnya dalam sebuah gambar yang bertema lingkungan itu. Pemilihan-pemilihan crayon warna menentukan nilai hasil akhirnya. Tak hanya lomba mewarnai bagi para pelajar, even ini juga memamerkan beberapa karya dari tangantangan kreatif seniman asal Sura-

 ke halaman 11

gegeh/bhirawa

Pelajar TKSD se-Surabaya mengikuti lomba mewarnai di Balai Pemuda, Selasa (27/5). Tak hanya lomba mewarnai, dalam acara Green Art Surabaya 2014 ini juga memamerkan beberapa karya dari tangan-tangan kreatif seniman asal Surabaya.


SURABAYA

2

LEGISLATIF - EKSEKUTIF

Rabu Pahing 28 MEI 2014

Optimistis Surabaya Jadi Kota Wisata Kesehatan Dinkes Surabaya, Bhirawa Berbagai upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan untuk menjadikan Surabaya sebagai Kota Wisata Kesehatan. Dinkes saat ini terus memperbaiki fasilitas kesehatan dan melakukan kordinasi intensif dengan beberapa rumah sakit swasta membuat Surabaya semakin dekat dengan impian menjadi kota wisata kesehatan. ‘’Kita optimis tahun 2014 ini Surabaya menjadi kota wisata kesehatan dan saat ini rumah sakit dan Puskesmas di Surabaya mulai berbenah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, drg.Febria Rachmanita. Febria menuturkan, sebagai kota wisata kesehatan, pelayanan kesehatan di rumah sakit wajib diperhatikan, hal ini menyangkut kerpercayaan publik atau orang asing yang datang ke Surabaya. Banyak orang masih menganggap bahwa rumah sakit yang ada di Surabaya tidak sebaik pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit di luar negeri seperti Singapura. ‘’Kita berusaha untuk menepis bahwa rumah sakit di Surabaya sama-sama baiknya dengan rumah sakit milik asing. Jika dilihat saat ini banyak rumah sakit yang berada di Surabaya sudah bertandar atau bertaraf Internasional,’’ terangnya. Wanita yang juga merangkap Dirut RSUD Dr. Soewandhie ini mengungkapkan, untuk menggapai tujuan tersebut, beberapa rumah sakit swasta di Surabaya sudah mulai menerapkan konsep wisata kesehatan. Konsep yang dimaksud berupa memberikan pelayanan prima misalnya, menjemput pasien dan keluarga mulai dari bandara, menyediakan fasilitas hotel yang terintegrasi dengan bangunan rumah sakit, serta menyediakan sarana transportasi bagi keluarga yang hendak berbelanja. ‘’Saya yakin dengan perbaikan dan peningkatan pelayanan yang diberikan rumah sakit akan mempengaruhi animo masyarakat untuk berobat ke rumah sakit di Surabaya,’’ ujarnya.

Pelayanan prima yang diberikan rumah sakit kepada para pasien.

trie diana/bhirawa

Mobil Terperosok

Mobil CRV berwarna putih nopol S 1718 WM yang diduga dikemudikan Rini terperosok setinggi 1,5 meter saat hendak parkir di Apartemen Water Place jalan Lontar, Surabaya pada pukul 11.30 WIB. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa melainkan body mobil yang ringsek.

PANGGUNG BIROKRASI

PAB Ikrar Siap Menangkan Jokowi-JK Surabaya, Bhirawa Dukungan terhadap pasangan JokowiJusuf Kalla (JK) sebagai pasangan Capres, Cawapres terus mengalir. Terakhir, dukungan tersebut diberikan oleh para tokoh masyarakat Surabaya yang tergabung dalam Perjuangan Anak Bangsa (PAB). Mereka ini adalah Nanang Budi, mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya, anggota DPRD Surabaya Agustin Paulina, dan mantan Walikota Mojokerto Abdul Ghani. Saat memberikan orasinya, Abdul Gani mengatakan Jokowi adalah sosok yang sangat layak untuk memimpin Indonesia. Alasannya, Jokowi merupakan figur yang masih bersih dari dosa politik. “Kalau calon lainnya, waktu masih menjabat sudah punya banyak dosa politik,”sindir Abdul Gani saat berorasi di depan ratusan anggota PAB serta simpatisan PDIP, Selasa (27/5). Selain itu, menurutnya Jokowi merupakan sosok yang merakyat. Hal itu dibuktikan dengan seringnya Jokowi melakukan blusukan, untuk melihat Q cty langsung problematika masyarakat.Q

Sementara itu Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya yakin bahwa Surabaya akan menjadi salah satu kota tujuan wisatan kesehatan bagi masyarakat luas. Jika dilihat saat ini kualitas dokter di Surabaya tidak kalah dibanding dokterdokter dari luar negeri. Universitas Airlangga sudah berdiri sejak 100 tahun yang lalu dan terbukti mampu menelurkan dokter-dokter handal. Menurutnya, yang terpenting bagi seorang dokter adalah pengalaman dan jam terbang. Dijelaskannya, dengan acuan jumlah penduduk di Surabaya sebanyak 3 juta jiwa, belum lagi ditambah kota-kota sekitar mencapai 10 juta jiwa plus penduduk Jawa Timur sebanyak 37 juta jiwa, maka Risma menyimpulkan untuk urusan jam terbang dan pengalaman dokter-dokter di sini sudah tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, salah seorang dokter spesialis jantung dari RSUD Dr. Soewandhie sering menjadi pembicara di Korea Selatan dan Singapura. Hal itu menunjukkan bahwa kualitas dokter Surabaya sudah diperhitungkan di kancah internasional. Mantan Kepala Bappeko ini juga mengungkapkan akan mensinergikan rumah sakit di Surabaya. Saat ini sudah banyak rumah sakit dengan spesialisasi tertentu dan eksistensinya akan disinkronkan dengan rumah sakit-rumah sakit lainnya sehingga tercipta suatu jaringan layanan kesehatan yang sinergi. “Di sini sudah semakin banyak rumah sakit yang mengkhususkan pada bidang-bidang tertentu. Sudah banyak pilihan, jadi tidak perlu lah kita berobat ke Q dna luar negeri,” ujarnya.Q

dna/ bhirawa

Laju Pertambahan Penduduk Harus Dikendalikan Semarakkan HJKS, Seniman Perancis Gelar Pertunjukan BKKBN Jatim, Bhirawa Wakil Gubernur (Wagub) Jatim menyatakan salah satu hulu permasalahan pembangunan adalah Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP). Apabila Laju pertumbuhan penduduk yang tak terkendali akan menyebabkan pembangunan dan perekonomian tidak berjalan atau jalan ditempat. “Oleh karena itu BKKBN harus mendapat dukungan penuh dalam melaksanakan programprogramnya. Seperti kita ketahui 98 persen orang Indonesia sudah tahu pentingnya KB, tapi sekitar 60 persen yang ikut KB,” ujar Wagub Jatim Saifullah Yusuf memberikan sambutan sebelum membuka secara resmi Rapat Konsolidasi Kepala Sub Bidang Advokasi, Penggerakkan dan Informasi BKKBN di Hotel Garden Palace Surabaya, Sabtu (24/5) kemarin. Tugasnya saat ini, kata Saifullah Yusuf, bagaimana memberikan advokasi kepada masyarakat agar disparitas yang tahu dan yang ikut KB itu semakin mengecil. “Tugas yang tidak ringan untuk memberikan

advokasi kepada para Bupati dan Walikota agar mau menempatkan pembangunan KKB dan PK sebagai skala prioritas di daerahnya,” imbaunya.. Sementara itu Deputi Bidang ADPIN, Abidinsyah Siregar mengatakan, beberapa permasalahan BKKBN yang harus segera ditanggulangi dengan meningkatkan kinerja dan strategi baru terutama bagi para Kepala Seksi di bidang ADPIN dalam memberikan advokasi kepada masyarakat. ”Banyak permasalahan yang harus kita hadapi, kita harus mau bekereja keras dan mencari strategi baru dalam meningkatkan cakupan peserta KB dan melayani kebutuhan akan kontrasepsi kepada masyarakat,” ujarnya. Dia menjelaskan, beberapa permasalahan yang dihadapi BKKBN saat ini antara lain masalah TFR yang masih tinggi yakni 2,6 yang harus ditekan menjadi 2,36. Angka penggunaan kontrasepsi yang hanya 60,1 persen, padahal yang mengerti akan pentingnya KB sudah mencapai 98 persen.

Angka akan kebutuhan ber KB tapi belum terlayani (unmet need) yang ditargetkan 6,5 persen sekarang angkanya masih di antara 9 – 12 persen. Angka perempuan melahirkan di umur 15 – 19 tahun mencapai 48 %, ini mengakibatkan kematian ibu meledak, yang tahun 2012 sekitar 225 kini menjadi 359. “Faktor ekonomi, sangat mempengaruhi keputusan untuk kawin dini. Akibat kawin dini ini, angka perceraian juga tinggi yang umumnya atas gugatan perempuan karena masalah ekonomi,” paparnya. Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar dapat mengikutsertakan menjadi peserta KB. “jangan sampai orang miskin tak tersentuh KB, peserta KB untuk keluarga prasejahtera dan KS 1 saat ini baru 4.050.000 orang,” katanya. Dia mengharapkan, penggarapan peserta KB pria juga semakin ditingkatkan mengingat peserta KB pria saat ini baru 3,5persen padahal target yang ditetapkan adalah 5 – 6 Q dna persen.Q

Pemkot Surabaya, Bhirawa Pada Hari Jadi Kota Surabaya ke-721 ini, banyak warga asing yang berpartisipasi ikut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kota Surabaya ini. Karena kota Surabaya sukses menjadi etalase budaya, tak hanya kultur dalam negeri, Kota Pahlawan juga mulai dilirik sebagai tempat eksebisi budaya asing. Salah satunya pertunjukan pentas tari kontemporer bertajuk Your Ghost is Not Enough dengan koreografer Frank Micheletti yang digelar Institut Francais Indonesia (IFI). Perwakilan IFI Pramenda Krishna mengatakan, festival seni budaya Prancis Printemps Francais tak terasa telah hadir selama 10 tahun di Indonesia. Kali ini bertepatan dengan momen rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-721, IFI didukung Pemerintah Kota Surabaya mempersembahkan pagelaran kelompok tari Kubilai Khan Investigations yang digawangi Micheletti. “Tarian seni kontemporer yang ditampilkan bersifat kompleks dengan mengusung konsep urban dan multikultur,” ujar Idio Chichava, salah seorang penari. Chichava menambahkan, seni tari kontemporer milik Micheletti tergolong unik. Tidak ada alur khusus yang sengaja dibuat. Micheletti hanya memberikan penekanan untuk kemudian diintepretasikan ke dalam tarian. Menariknya, musik yang digunakan sebagai pengiring direkam dari suara-suara beberapa kota di Indonesia, termasuk Surabaya. Pada kesempatan ini, pentas tari didesain untuk dua orang penari.Q dre

ULD Berikan Sembako ke-150 Penjaga Pompa se-Surabaya Memperingati HUT ke 5 Komunitas Senioret Global d’ Universal Line Dance (ULD) menggelar acara bakti sosial di rumah pompa Mangrove Wonorejo Surabaya dengan memberikan 150 sembako kepada penjaga rumah pompa se Surabaya, Selasa (27/5). “Kita disini hanya untuk syukuran bersama para anggota ULD dan juga para penjaga rumah pompa untuk merayakan ultah yang ke 5 dengan bernyanyi dan berjoget bersama,” ungkap Ketua Senioret Global d’ULD Jawa Timur-Lily Soeryadi. ULD sendiri merupakan sejenis olah raga dansa yang berupa rangkaian langkah yang membentuk suatu koreografi dan digerakan pada sejumlah hitungan musik tertentu. Dan Tidak hanya mengandalkan koreografi sendiri saat beraksi melainkan tetap harus memiliki gerakan dasar line dance yang diakui secara internasional Lily Soeryadi menam-

bahkan, selain bernyanyi dan berjoget kita juga memberikan bingkisan berupa sembako bagi penjaga rumah pompa se Surabaya. Bagaimanapun kita masih ingat dengan saudara-saudara kita karena banyak orang yang tidak tahu betapa berat tugas dari penjaga rumah pompa air itu. Karena tugasnya yang tidak hanya menjaga ketinggian debit air saja akan tetapi juga menjaga kota Surabaya agar tidak banjir apabila ada kiriman air dari daerah lain maupun saat hujan. Dan inilah tuntutan tugas yang berat dan harus dijalani petugas tanpa ada banyak orang yang tahu. “Bagi kami sembako ini

tidak begitu seberapa nilainya dibandingkan dengan jasa para petugas penjaga pompa air ini kami harap tidak hanya komunitas kami saja yang lebih peduli akan tetapi juga komunitas lain bisa turut peduli,” pungkasnya. Selain itu acara yang digelar di Mangrove ini juga untuk menunjukkan bahwa di kota Surabaya memiliki tempat wisata pantai dan wisata hutan bakau yang ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan mangrove, sehingga tetap menyisakan lahan penyelamat lingkungan dari bahaya erosi dan banjir. “Ke depan kami akan tetap mengadakan acara baksos baik ke anak jalanan maupun ke panti-panti asuhan di seluruh Jawa Timur. Harapan kami dengan digelar baksos ini bisa membantu meringankan saudara-saudara kita yang masih membutuhkan,” ujarnya. Sedangkan anggota ULD di Jawa Timur mencapai

diikuti oleh orang tua maupun orang muda, dimana untuk orang tua lebih dominan untuk menjaga kesehatan dan silahturrahmi sedangkan untuk pemudanya lebih ke arah berprestasi. “Jadi bagi kaum muda mereka lebih banyak berkreasi dengan menciptakan instruktur maupun koreografi dengan menggunakan lagu daerah maupun lagu nasional,” tuturnya. Sehingga saat ULD berkunjung ke daerah lain dan memperagakan dance memiliki kesamaan tidak ada yang berbeda. “Tidak hanya di dalam negeri saja di luar negeri pun juga ada ULD sehingga saat kami berkunjung ke luar negeri kotrie diana/bhirawa reografi yang kami tamSelaku Pelindung Senioret Global d’ULD (The Universal Line Dance) Jatim Ny Marie Basofi Sudirman (istri H M Basofi pilkan juga sama diperaSudirman) didampingi anggota komunitas Senioret Global d’ULD (The Universal Line Dance) Jatim menyerahkan sembako gakan oleh anggota di luar negeri karena kami saat kepada penjaga rumah pompa se Surabaya di rumah pompa Bozem Wonorejo Mangrove Surabaya,Selasa (27/5). menciptkan koreografi baru sekitar seribu anggota yang ber dan Probolinggo. “Ang- rabaya sekitar 400 anggota juga kami tularkan ke ULD terdiri dari daerah Sura- gota terbanyak berada di saja,” katanya. daerah maupun luar negeri,” baya, Sidoarjo, Gresik, Jem- Jember sedangkan di SuKomunitas ini pun juga katanya.Q Q riq


SURABAYA

Rabu Pahing 28 MEI 2014

LINTAS PERISTIWA

Gandeng BPKP, Penyidikan Fokus Penghitungan Kerugian Negara Kejati Jatim, Bhirawa Kritik atas ketidakkonsistenan penyidikan kasus dana hibah KONI Surabaya oleh ketaua Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya Yusuf Husni, beberapa waktu lalu disikapi positif kejati jatim. Kini, penyidik pidsus Kejati Jatim fokus pada penghitungan yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Febry Ardiansyah mengungkapkan, pihak Kejati saat ini menggandeng BPKP untuk memastikan penghitungan kerugian negara dari kasus dana hibah ini. Menurutnya penanganan perkara dilakukan dengan ketelitian dan pengumpulan alat-alat bukti yang dibutuhkan dalam penyidikan. Sebab, fungsi Kejaksaan bukan untuk menyalahkan orang, tapi lebih kepada pengusutan perkara bagi siapapun yang ditengarai melanggar aturan hukum. “Terkait kerugian yang dinilai tidak konsisten, enggak lah. Memang kita sebelumnya tidak melibatkan BPKP, namun sekarang kami koordinasikan dengan BKPK terkait besaran kerugian kasus itu,” terang Febry saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/5). bed

Tak Berizin, 4 RHU Digerebek Satpol PP Surabaya Pemkot Surabaya, Bhirawa Diketahui belum mengantongi ijin sebagaimana yang disyaratkan dalam Perda, sedikitnya 4 tempat rekreasi hiburan umum (RHU) di wilayah Surabaya timur menjadi sasaran razia Satpol-PP kota Surabaya yang di backup oleh Polrestabes dan Gartab III/ Surabaya. Senin malam (26/5) Tempat RHU yang menjadi sasran razia petugas gabungan Satpol-pp, Polrestabes dan Gartab III? Surabaya antara lain Cafe Garuda (Rasa Sayang Grup) di jalan Kapasari surabaya, Cafe Caesar jalan Kapasan, Cafe Top One jalan kenjeran dan Cafe Zero juga di jalan Kenjeran Surabaya. “Razia RHU malam ini khusus Cafe di wilayah surabaya timur,” Kata Joko Wiyono SE Kepala Bidang Pengawasan Satpol PP Kota Surabaya.Menurut Joko, ada 7 RHU yang dilakukan pemeriksaan soal kelengkapan perizinann, namun hanya 3 tempat RHU yang memiliki izin resmi sebagaiman mestinya, sedangkan 4 RHU lainnya belum memiliki izin HO maupun dari Dinas Pariwisata. geh

3

Perkara Korupsi, 50 Persen Didominasi Kades dan PNS Surabaya, Bhirawa Setidaknya 50 persen terdakwa kasus korupsi di Jawa Timur berstatus kepala desa dan Pegawai negeri Sipil(PNS). Angka ini bahkan hanya pada kasus tahun 2014.

dna/bhirawa

Peserta BPJS Kesehatan mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Puskesmas Langsung Kelola Dana Kapitasi BPJS Kesehatan Surabaya, Bhirawa Keterlambatan pencairan dana dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kepada Puskesmas saat ini sudah tidak terjadi lagi. Munculnya Perpres 32/2014 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah membuat dana Kapitasi dari BPJS dapat langsung ditransfer ke rekening bendahara dan dikelola oleh puskesmas. Direktur Umum BPJS Fahmi Idris, mengatakan Perpres tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi ini menjadi angin segar bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), khususnya puskesmas yang berstatus non badan layanan umum. Pasalnya, selama ini semua dana untuk puskesmas masuk ke kas daerah. Akibatnya, selain dana itu dipotong dengan beragam alasan, pelayanan maupun operasional puskesmas jadi terhambat. “Pembaya-

ran kapitasi langsung ke puskesmas, sehingga memudahkan untuk segera dipakai,” katanya. Terkait penggunaannya, ia mengatakan, minimal 60 persen dari total penerimaan kapitasi dipakai untuk jasa pelayanan. Sedangkan sisanya untuk dukungan biaya operasional. Artinya puskesmas bisa menggunakan dana sisa itu untuk pengadaan sarana, alat kesehatan dan lainnya. Namun, untuk pelaksanaan teknis di lapangan akan diatur lebih lanjut dengan Permenkes. Menurutnya, setiap FKTP akan memiliki bendahara dana kapitasi JKN, yang ditunjuk oleh kepala daerah. Bendahara ini membuka rekening dana kapitasi JKN. Semua pembayaran kapitasi ditransfer ke rekening tersebut, dan diakui sebagai pendapatan.‘’Jadi dengan hadirnya Perpres 32/2014 akan mempercepat pencairan dana dari BPJS Kesehatan ke Puskesmas,’’ jelasnya. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Harsono mengaku hadirnya Perpres 32/2014

akan membuat kinerja dan pelayanan yang diberikan Puskesmas akan meningkat. Banyak keuntungan yang akan diperoleh jika Puskemas menerapkan Perpres 32/2014 salah satunya Puskesmas akan mendapatkan dana kapitasi dari BPJS Kesehatan lebih cepat. ‘’Jika dulu dana kapitasi melalui kas daerah maka sekarang dana BPJS Kesehatan dapat dicairkan lewat bendahara yang telah ditunujuk oleh kepala daerah,’’ ujarnya. Orang nomer wahid di Dinkes Jatim berharap dengan diterapkanya Perpres 32/2014 akan menjadikan sistem pelayanan BPJS Kesehatan semakin membaik. Program BPJS Kesehatan ini memang baru, akantetapi dengan perbaikan sistem pelayanan akan meningatkan kepercayaan masyarakat akan program BPJS Kesehatan. ‘’Saya yakin program BPJS Kesehatan akan sukses, hal ini terlihat dari antusias masyarakat dalam mengikuti program kesehatan milik perintah ini,’’ yakinnya dengan nada mantap ini. dna

APA KATA MEREKA

Prestasi bidang ketenagakerjaan kembali diraih Provinsi Jawa Timur. Penghargaan dengan kategori pembina bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berupa medali dan pin dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI Muhaimin Iskandar diterima Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf mewakili Gubernur Jawa Timur di Hotel Bidakara Jl Gatot Subroto Kav 71 – 73 Jakarta Selatan, Senin (26/5) malam.

S

elain Wagub Saifullah Yusuf, 6 bupati dan wali kota di Jawa Timur juga mendap atkan penghargaan yang sama sebagai Pembina K3. Enam bupati/wali kota itu adalah Bupati Sidoarjo, Wali Kota Surabaya, Bupati Gresik, Bupati Pasuruan, Bupati Blitar dan Bupati Lamongan. Tak hanya itu, 105 perusahaan yang ada di Jawa Timur juga mendapatkan penghargaan dengan kategori Penghargaan Zero Accident. Sedang 38 perusahaan lainnya mendapatkan penghargaan dengan kategori Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Diterimanya penghargaan tersebut disyukuri Wagub Saifullah Yusuf. Orang nomor dua di jajaran Pemprov Jatim itu merasa bangga. Berkat predikat tersebut, Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas diteriman-

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Alhamdullilah, Sidoarjo sekarang mendapatkan penghargaan juara umum K3. Setiap tahun Sidoarjo selalu dapat. Penghargaan seperti ini sudah empat kali kita peroleh. Oleh karena itu saya sangat bersyukur karena di Sidoarjo ada 62 perusahaan yang mendapatkan penghargaan K3. Saya berharap, semua perusahaan di Sidoarjo bisa menerapkan sistem ini. Karena ini juga untuk kepentingan mereka dan para buruh. *

Penghargaan Pembina K3 Bupati Sidoarjo Wali Kota Surabaya Bupati Gresik Bupati Pasuruan Bupati Blitar Bupati Lamongan ya kembali penghargaan K3 sebagai provinsi yang dianggap memiliki perhatian serius terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). “Ini juga penting untuk hadirnya investasi di masa-masa yang akan datang,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan, yang lebih penting dari pasca diterimanya penghargaan K3 ini adalah memberikan penyadaran kepada seluruh perusahaan untuk benar-benar menerapkan K3 di lingkungan mereka masing-masing. Sebab, lewat pener-

Wagub Jatim Saifullah Yusuf bersama penerima penghargaan K3 lainnya.

Berdasarkan data dari Pengadilan Tipikor yang berlokasi di Jl Raya Juanda itu, perkara yang masuk terhitung mulai Januari 2014 hingga pertengahan Mei totalnya mencapai 97 kasus korupsi. Ke 97 kasus itu semuanya berasal dari berbagai daerah di wilayah Jatim, terhitung dari Kejaksaan di Surabaya, Pasuruan, Mojokerto dan Ngawi. “Kasus korupsi ini, kami terima dari Kejaksaan yang ada di daerah-daerah dan Polisi saja. Dari data yang kami terima, sekitar 50 persen terdakwanya didominasi oleh Kades dan PNS,” terang Panitera Muda (Panmud) Pidana Khusus PN Surabaya, Siti Kardjatun kepada wartawan, Selasa (27/5). Jika dilihat dari klasifikasi terdakwa yang melakukan korupsi, ada dua jabatan atau pekerjaan yang cukup dominan, yakni Kades atau perangkat desa dan PNS. Untuk kades atau perangkat desa, ada 20 kasus yang sedang disidangkan atau sudah diputus. Perkara-perkara itu ada di berbagai daerah, seperti Sidoarjo, Bangil, Lumajang dan Ngawi. Sementara itu, untuk kasus korupsi dengan terdakwa PNS, jumlahnya mencapai 27 kasus. Perkara ini juga berasal dari beberapa daerah seperti Trenggalek, Kediri, dan Sumenep. Beberapa kasus korupsi yang melibatkan terdakwa PNS ini diantaranya perkara pengadaan barang dan jasa, Dana Aloksi Khusus (DAK) dan gratifikasi. “Perkara yang melibatkan kades dan PNS hampir separuh dari total kasus korupsi yang ada. Selain Kades dan PNS, kasus terdakwa yang berasal swasta juga cukup banyak, yakni 31 kasus. Sisanya adalah kasus yang melibatkan dosen, anggota BUMN dan karyawan BUMN,” urainya. Dijelaskan Siti, adapaun kasus korupsi yang melibatkan kades diantaranya kasus korupsi ganti rugi lumpur Lapindo dengan terdakwa M Sirot yang persidangannya masih berjalan. Kemudian kasus korupsi Dana Alokasi Desa (ADD) Desa Suwayo, Kecamatan Sukerejo, Kabupaten Pasuruan pada 2010/2012, yang merugikan negara sebesar Rp 62 juta, dengan terdakwa Abdul Mujib. “Itulah diantara kasus korupsi yang melibatkan Kades,” ungkapnya. Terkait banyaknya kasus korupsi yang melibatkan kades dan PNS, Humas Pengadilan Tipikor, Gazalba Saleh tak mengetahui pasti alasannya. Yang pasti, pihaknya hanya menerima berkas saja dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Kami sifatnya hanya pasif saja dan menerima berkas-berkas itu. Yang penting, kami memeriksa dan memutus setiap perkara yang masuk ke Pengadilan Tipikor,” pungkasnya. bed

Wagub Jatim Saifullah Yusuf saat menerima penghargaan K3 dari Menakertrans RI Muhaimin Iskandar. apan K3 itu, produktivitas para buruh akan semakin meningkat. “Penghargaan ini untuk memotivasi dan sekaligus mendorong agar kita ini bisa membikin satu skenario yang lebih komprehenship untuk membuat semacam kerja bersama antar stakeholder di bidang kete-

nagakerjaan agar bersama-sama mengutamakan soal K3,” harapnya. Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Muhaimin Iskandar sebelum menyerahkan penghargaan tersebut mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja adalah melalui pemberian reward kepada setiap perusahaan. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam memberikan kesejahteraan kepada para buruh. “Pemerintah memberikan apresiasi kepada gubernur, bupati dan wali kota, para pengusaha, pekerja dan masyarakat yang telah melaksanakan K3 dalam setiap kegiatan sehingga mampu meningkatkan aspek perlindungan pekerja, mutu kerja dan produktivitas,” kata Muhaimin. Sementara penyerahan penghargaan Zero Accident tahun 2014 ini, sebut Menakertrans Muhaimin Iskandar diberikan kepada 1223 perusahaan. Jumlah itu dinilai meningkat sekitar 35 persen dibanding

pada 2013 yang jumlahnya mencapai 911 perusahaan. Sedang penghargaan SMK3 tahun ini diberikan kepada 405 perusahaan. Jika dibanding pada 2013, penerimaan penghargaan tersebut dinilai meningkat mencapai 30 persen. Sementara untuk penyerahan penghargaan kategori Pembina K3 diberikan kepada 15 gubernur dan 29 wali kota/bupati seluruh Indonesia. “Jumlah Pembina K3 ini pun mengalami peningkatan bila dibanding jumlahnya untuk tahun 2013 sebanyak 14 gubernur dan 22 walikota/bupati,” katanya. Tak hanya itu, Kemenakertrans RI juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang mampu menerapkan pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja. Pada 2014 ini, Kemenakertrans RI menyerahkan kepada 54 perusahaan dan 3 pemeduli dan 1 bupati. “Penyerahan penghargaan tersebut, dinilai mengalami peningkatan jumlahnya yang tahun lalu hanya 19 perusahaan saja,” kata Muhaimin. hms *

EHS Manager PT Sampoerna Rachmad Iswahyudi Kami bangga sekali dengan pengakuan pemerintah lewat pemberian penghargaan K3. Dalam kesempatan ini PT Sampoerna mendapatkan 3 kategori penghargaan. Yakni, Sistem Manajemen K3 (SMK3), Zero Accident Award dan Pencegahan HIV/AIDS. Itu yang kita dapatkan dari Kemnakertrans RI. Tentunya, dengan pemberian penghargaan ini akan meningkatkan motivasi kita untuk melakukan improvement atau perbaikan di bidang K3. Jadi sasarannya jelas, keselamatan karyawan terjamin dan tentunya mereka akan lebih sehat lagi dengan tujuan akhir adalah produktivitas bagi perusahaan. Harapan ke depan agar pemerintah secara intensif memberikan dukungan berupa pembinaan terhadap semua perusahaan untuk semakin meningkatnya performance kinerja K3 itu sendiri. *


OPINI

4 Tajuk

PHK Buruh Outsourcing NASIB buruh alih-daya (outsourcing) semakin tak menentu. Sudah semakin banyak perusahaan besar ber-siasat agar dapat menghindar dari peraturan ketenaga-kerjaan. Siasat itu, merekayasa izin investasi yang tidak sesuai dengan jenis usaha. Misalnya, pabrik rokok hanya dinyatakan sebagai “pencampuran tembakau.” Dengan begitu, bagian linting (sebagai pekerjaan utama) bisa di-outsourcing-kan. Perusahaan skala besar (beromzet puluhan trilyun rupiah per-tahun) bisa terus menggunakan sistem outsourcing. Sistem dengan upah murah tanpa tunjangan dan tanpa karir. Konyolnya, pemerintah (Kementerian Perindustrian dan Badan Penanaman modal) seolah-olah mafhum saja dengan perubahan izin usaha. Apakah bisa diterima akal sehat, pabrik rokok terbesar di dunia (dengan ekspor berupa rokok utuh) hanya ber-izin “pencampuran tembakau?” Akal-akalan yang sama juga dilakukan oleh pabrik (raksasa) otomotif. Sebagian pekerjaan utamanya diserahkan kepada perusahaan penyedia jasa pekerja. Dus, ada makelar buruh. Tetapi sesungguhnya makelar buruh juga bagian dari perusahaan induk. Itu bisa dibuktikan dengan kekerabatan maupun pertemanan sejak lama. Makelar jasa outsourcing hampir seluruhnya adalah anggota keluarga (sepupu, ipar, keponakan) pemilik pabrik yang membutuhkan buruh. Mempekerjakan buruh outsourcing, memang lebih menguntungkan. Karena buruh boleh dianggap sebagai “orang luar,” sekadar kuli. Posisi itulah yang meresahkan buruh, karena tidak masuk dalam struktur kepegawaian. Buruh outsourcing, selalu terancam gampang “digunting” kapan saja, nyaris tanpa perlindungan hukum. Padahal saat linsting di bursa, jumlah pekerja (termasuk outsourcing) diperhitungkan sebagai aset kebesaran usaha. Sebagaimana telah terjadi keresahan hampir 5000 orang pekerja pabrik rokok besar. Ini cukup mengkhawatirkan. Karena pada tahun 2013 jumlah pengangguran terbuka Jawa Timur mencapai 871 ribu jiwa atau 4,33% dari jumlah angkatan kerja. Bila dibanding capaian TPT tahun 2012 yang mencapai 819 ribu jiwa (4,12%). Pengangguran bertambah sebanyak 52 ribu jiwa. Berarti terdapat peningkatan secara kuantitas maupun persentase. Karena itu pemerintah (Kementerian Perindustrian, Kemenaker dan Kementerian Perdagangan) mesti ekstra-waspada. Boleh jadi, reasoning perusahaan (turunnya omzet) cuma akal-akalan. Karena ujung-ujungnya, penurunan omzet akan berkonsekuensi dengan pajak penjualan. Pemerintah wajib meng-audit secara seksama kondisi perusahaan yang akan mem-PHK pekerjanya. Sesungguhnya buruh outsourcing dapat menjadi “kanal” untuk menyalurkan pengangguran terbuka. UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenaga-kerjaan, juga mengakui pentingnya sistem outsourcing. Pada pasal 64, dinyatakan: “Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis.” Tetapi tidak semua pekerjaan bisa di-outsourcing-kan. Yang bisa diserahkan kepada perusahaan penyedia jasa pekerja, adalah yang bukan kegiatan pokok usaha. Bahkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 19 tahun 2012, secara jelas hanya mem-boleh-kan lima jenis pekerjaan outsourcing. Yakni, sopir, satpam, catering, pembangunan konstruksi, dan kebersihan (cleaning service). Meski outsourcing dibolehkan, namun hak-hak buruh tidaklah berkurang. Misalnya yang meliputi gaji, tunjangan dan hak cuti. Satu-satunya hak buruh umum yang “boleh” tidak ditunaikan adalah peningkatan karir. Namun lazimnya, bursa kerja outsourcing telah memiliki sistem kelas. Antaralain, kelas mandor, tukang dan pembantu tukang. Masing-masing kelas berkonsekuensi terhadap penghasilan buruh. Ironisnya secara umum, Pemda (Propinsi maupun kabupaten dan kota) “bertekuk-lutut” dan menutup mata terhadap praktek outsourcing. Bahkan pengusahanya sering diberi penghargaan, misalnya dibidang pemenuhan corporate social responsibility (CSR). Padahal di dalam pabrik besar itu, terdapat ribuan buruh yang tidak dilindungi hak-haknya sebagaimana ditentukan dalam UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ke-tenaga kerja-an. MK (Mahkamah Konstitusi) telah menyatakan zalim-nya beberapa pasal dalam UU 13 tahun 2003. Diantaranya pasal-pasal yang mengatur hubungan kerja. Ketegasan MK itu masih disokong kuat-kuat oleh Pemerintah. 

Sorotan Publik

Semua tanggapan baik berupa saran dan kritik atas wajah dan kinerja birokrasi kita dalam memberikan pelayan publik dapat dikirim melalui email: harian_bhirawa@yahoo.com atau manfaatkan fasilitas surat pembaca di www.harianbhirawa.co.id atau telp ke (031) 5470650 atau faks (031) 5343359. Untuk setiap email harap disertakan nomor telpon (untuk konfirmasi ulang).

Pemenangnya adalah Golkar BAYANGKAN jika pemilihan presiden 9 Juli nanti pemenangnya adalah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Sudah pasti, Partai Golkar akan berpesta pora. Aburizal Bakrie, katanya, akan dijadikan menteri utama oleh Prabowo. Jabatan yang belum jelas diskripsi tugasnya itu, sudah pasti akan menempatkan Aburizal sebagai orang kuat yang kekuatannya di atas menteri. Bayangkan pula jika Joko Widodo-Jusuf Kalla yang unggul. Golkar pun akan bertepuk tangan. JK adalah kader Golkar juga. Bahkan JK memiliki karakter kuat sebagai pendobrak. Banyak yang menganalisis, jika Joko-Jusuf Kalla memimpin Indonesia, presiden yang sebenarnya adalah JK. Dia lebih memiliki karakter sebagai penekan. Tahun 2004 menjadi catatan unik sejarah politik Golkar. Waktu itu, persis seperti tahun ini, JK digandeng Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon wakil presiden. Begitu SBY-JK menang dan akhirnya dilantik menjadi presiden/wakil presiden pada 20 Oktober 2004, pada bulan Desember JK langsung terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar. JK diusung sebagai calon wakil presiden pada 2004, juga tidak mewakili Golkar. Wakil Golkar yang sah adalah Wiranto-Salahudin Wahid. Tetapi itulah kelebihan Golkar. Meski secara kelembagaan mengusung Wiranto-Salahudin, namun diam-diam Golkar juga mengusung JK. Ketika JK menang, Golkar berpesta dan akhirnya mendaulat JK sebegai ketua umum. Jejak sejarah seperti ituk, bukan mustahil akan diulang kembali tahun ini. JK akan kembali menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Sebuah keputusan yang praktis dan berbau oportunis. Golkar memang tidak terlatih untuk tidak berkuasa. Partai ini sehari-hari adalah berkuasa. Nama dan alamat ada di redaksi

HARIAN

PENDIRI : Alm. H. Moch. Said DEWAN PENASIHAT: Dahlan Iskan, Dr. H Sjahrazad Masdar, MA, Drs. Sugeng Praptoyo, SH, MM, MH, AK Ali Salim

Rabu Pahing 28 MEI 2014

Melacak Akar Korupsi di Indonesia Korupsi di Indonesia bisa dikatakan sebagai ‘benalu’ dalam pembangunan bangsa ini. sehingga Dalton, penulis buku Indonesian Hand Book yang dilarang beredar di Indonesia menyebutnya sebagai cara hidup masyarakat Indonesia (Darwis, 1999: 57). Dalam survei yang dilakukan oleh lembaga Biro Konsultan Resiko Politik dan Ekonomi (PERC) disebutkan bahwa Indonesia menjadi negara yang paling korup di Asia.

S

uatu kondisi yang sangat memprihatinkan tentunya bagi mereka yang peduli pada nasib bangsa ini. Dalam menjalankan surveinya lembaga tersebut menyebarkan kuesioner kepada para investor dan dari hasil tersebut diketahui Singapura berada diurutan pertama untuk negara yang paling bersih dari korupsi selanjutnya diurutan kedua menyusul Jepang dan terakhir Indonesia diurutan paling buncit sebagai negara terkorup (Winarno, 2008: 64). Kemudian, Pertanyaannya adalah mengapa korupsi seperti sudah menjadi gaya hidup bagi peradaban bangsa ini?. Pertanyaan yang sebenarnya sudah umum namun tetap penting untuk dipertanyakan karena budaya korupsi yang semakin menjadi-jadi di negara ini. Mentalitas Nrabas Dalam bahasa jawa nrabas bisa diartikan sebagai mengambil jalan pintas. Maknanya adalah suatu dorongan kepada seseorang untuk menghindari kerja keras, disiplin tinggi dan tanggung jawab. Orang dengan watak ini lebih suka melakukan segala sesuatu dengan jalan pintas serta melanggar peraturan dan etika yang berlaku dimasyarakat. Apabila ingin menjadi kaya orang seperti ini merasa tidak perlu kerja keras yang penting adalah menjadi pejabat atau aparatur pemerintahan dan menggunakan jabatannya untuk mengkorupsi uang negara sehingga budaya nrabas ini akan menghasilkan budaya tidak tahu malu (Sairin, 1999: 37). Mentalitas nrabas yang menghasilkan budaya tidak tahu malu telah menjadi suatu hal yang lumrah dalam kasus-kasus korupsi di Indonesia contoh-contoh kasus seperti petinggi partai sampai pejabat-pejabat yang bermental nrabas dapat dengan mudah kita

gendalikan monopoli atas barang-barang strategis (Santoso, 1993: 57). Kasus suap impor daging sapi yang dilakukan oleh petinggi PKS Lutfi Hasan bisa menjadi contoh real tentang bagaimana kebutuhan-kebutuhan Oleh : lihat seperti Nazarudstrategis masyarakat M. Syaprin Zahidi, MA din, Angelina Sondakh banyak dimonopoli sampai Ketua umum pengelolaannya denDemokrat Anas Urgan menggunakan baningrum. Kasus lainnya banyak jabatan yang Ia miliki dan masih membuat orang terkaget-kaget banyak lagi kasus-kasus lainnya adalah Korupsi yang dilakukan yang mengindikasikan birokrasi oleh mantan Kakorlantas Polri patrimonial belum hilang dari Irjen Pol Djoko Susilo. Indonesia. Budaya Patrimonial Budaya Patrimonial dalam konteks korupsi di Indonesia berkenaan dengan aspek birokrasi yang sudah berakar sangat lama di Indonesia mulai dari era kerajaan di Indonesia. Budaya Patrimonial/ Birokrasi Patrimonial bisa dikata-

Dominasi Birokrasi Dominasi birokrasi dalam konteks ini berkembang di zaman Orde Baru dengan ciri sistem politik yang otoriter dan kuatnya kekuasaan birokrasi. Kondisi ini menyebabkan lembaga-lembagai pengawas pemerintah seperti

Mentalitas nrabas yang menghasilkan budaya tidak tahu malu telah menjadi suatu hal yang lumrah dalam kasus-kasus korupsi di Indonesia contoh-contoh kasus seperti petinggi partai sampai pejabat-pejabat yang bermental nrabas dapat dengan mudah kita lihat seperti Nazaruddin, Angelina Sondakh sampai Ketua umum Demokrat Anas Urbaningrum. Kasus lainnya banyak membuat orang terkaget-kaget adalah Korupsi yang dilakukan oleh mantan Kakorlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo. kan sebagai warisan dari birokrasi masa lampau di Indonesia dengan dua ciri khusus. Dua ciri khusus tersebut terdiri dari persepsi bahwa jabatan dalam birokrasi sebagai sumber dari penghasilan tambahan dan kenyataan bahwa raja-raja selalu mengutip sebagian hasil dari perniagaan dan perdagangan melalui kekuasaan yang dimilikinya melalui penarikan pajak dan men-

DPR, LSM, masyarakat dan Pers memiliki posisi tawar yang lemah dan sengaja dilemahkan ketika berhadapan dengan Penguasa. Dominasi Birokrasi yang ‘otonom’dari pihak luar pada akhirnya akan membuat Individuindividu didalamnya dalam setiap pengambilan keputusan cenderung akan berlaku korup yang implikasinya adalah mengabaikan hajat hidup masyarakat ban-

yak dan fokus pada kepentingan pribadinya. Kasus Pembredelan majalah tempo di era Soeharto yang sering memberitakan korupsi dilingkaran kekuasaan Soeharto bisa menjadi contoh Dominasi dari Birokrasi di era itu. Faktor Ekonomi Dalam konteks faktor ekonomi ini memang tidak dapat dilepaskan dari realita Kurangnya insentif bagi para pegawai pemerintahan yang ada di Indonesia (Aditjandra, 2002). Bahkan dalam beberapa kasus ada pegawai pemerintahan yang tidak dapat hidup layak jika hanya mengandalkan gajinya. Akhirnya, kondisi ini akan mendorong pegawai-pegawai tersebut untuk melakukan korupsi dalam pengurusan KTP, SIM dan suratsurat penting lainnya. Menuju Indonesia Bebas Korupsi Empat faktor diatas bisa dianggap sebagai faktor dominan yang menyebabkan terjadinya kasus korupsi di Indonesia. Lalu, bagaimana kemungkinan solusi yang paling ideal untuk mengatasai masalah korupsi di Indonesia yang sudah sangat akut?. Solusinya menurut Penulis dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan. Pendekatan-pendekatan tersebut antara lain Pertama, Membentuk Pemerintahan yang kredibel dan berkomitmen untu memberantas korupsi. Kedua, Memelihara Pemerintahan yang demokratis karena sebagaimana dijabarkan oleh Lord Acton bahwa kekuasaan yang tidak demokratis akan cenderung absolut, dan kekuasaan yang absolut akan cenderung korup secara absolut (“Power tends to be corrupt, absolute power corrupts absolutely”). Ketiga, Mendorong LSM untuk secara aktif terlibat dalam pengawasan korupsi. Keempat, Menciptakan Lembaga pengadilan yang kredibel sehingga reformasi badan peradilan sangat diperlukan. Kelima, Memberikan insentif yang layak bagi para pegawai pemerintahan. Terakhir adalah mendorong kampanye ditengah masyarakat untuk tidak menyuap aparatur pemerintah dan memberikan hukuman yang berat bagi para penyuap. Dosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Refleksi Hari Tanpa Tembakau Sedunia, 31 Mei

Pengendalian Produk Tembakau, Solusi Tiada Akhir

B

erbicara masalah produk tembakau hingga kini belum menemukan solusi konkrit untuk menekan jumlah pengguna yang kian ‘menggila’ di republik ini. Sebagai salah satu kiblat perokok aktif terbesar di dunia, tak berlebihan bila Indonesia merupakan surga ahli hisap (baca:perokok). Tak dapat dipungkiri kebiasaan merokok adalah perilaku yang sudah mendarah daging yang jika ditelusuri lebih lanjut bermuara pada budaya masyarakat yang melekat erat didalamnya. Nyaris tak ada pesta tanpa keberadaan rokok dan perokok baik acara rakyat tradisional Jawa khususnya (kenduri, sunatan, selamatan, cangkrukan hingga ‘marung’) sebagai bumbu penyedap setiap obrolan. Ironisnya kebiasaan merokok sudah menyusup (infiltrasi) dengan sekat nuansa nan berbalut keagamaan dimana didalamnya ada tokoh panutan yang turut melegimitasi aktivitas merokok tanpa peduli dengan bahaya kesehatan dapat mengdzolimi sesamanya. Di sisi lain, bisnis produk tembakau kian masif dan berkembangan begitu dahsyat meski berbagai aturan terus menekan pergerakkan industri rokok khususnya. Pada tataran regulasi di tingkat internasional bagaimana dalam kesepakatan dunia melalui Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang mengatur tentang perlindungan dari paparan asap rokok orang lain, peraturan kandungan produksi tembakau, pengemasan produk, iklan, penjualan dan pajak tembakau. Dengan kata lain FCTC merupakan bentuk komitmen negara-negara di dunia untuk mengatasi dan meminimalisir dampak rokok yang telah disepakati oleh 172 negara. Indonesia adalah satusatunya negara Asia Tenggara yang belum meratifikasi sehingga

tak pelak kita disebut bagi negara yang nosebagai negeri para tabene memiliki pensmoker. Bisnis produk duduk terbesar kelima tembakau kian tak dunia. tersentuh bila melihat Secara statistik, laporan bahwa sampai konsumsi rokok di degan Pebruari 2014 Indonesia mencapai proyeksi dan target lebih dari 450.000 baproduksi rokok sebetang per menit. Asumsar 361,4 miliar batang si harga per batang dengan kompensasi rokok 1.000 rupiah Oleh : setoran ke kas negara maka diperoleh 450 Oryz Setiawan sebesar 116.,28 trilyun juta per menit, sungrupiah. Kondisi ini guh ironis memang meningkat tajam bila dikala masyarakat tendibandingkan dengan gah kesulitan ekonomi tahun 2013 yakni 341,9 miliar bajustru dihamburkan untuk kepertang dengan setoran 108,46 trilyun luan yang sia-sia dan tak jarang dan tahun 2012 mencapai 326,8 disertai permasalahan penyakit miliar batang dengan setoran 95,02 yang menyertai tentu akan sangat trilyun rupiah (Sumber : Ditjen Bea memperburuk kondisi kelangdan Cukai). sungan kehidupan masyarakat Wow sesuatu yang amat fanitu sendiri. Dalam konteks lain tastis sehingga wajar bila bisbahwa jika seseorang merokok per nis asap tersebut tumbuh subur hari sebungkus dengan asumsi serta menjadi andalan pemasukan sebungkus rokok seharga sepuluh negara sekaligus turut mengerek ribu rupiah maka setahun diperperingkat daftar orang terkaya di oleh (10.000 x 365 hari menjadi dunia yang didominasi oleh pemilik 3.650.000 rupiah). Jika dikonsumsi kerajaan bisnis rokok. Fenomselama 10 tahun maka diperoleh ena inilah yang menjadi alasan 36.500.000 rupiah. Angka yang fanmengapa problematika rokok di tastis tersebut setara dengan biaya Indonesia tak pernah ada solusi menunaikan ibadah haji sehingga konkrit terutama dikaitkan dengan dapat dibayangkan bahwa uang beban biaya kesehatan yang juga akan ‘terbakar’ sia-sia, terlebih jika terus melambung yang disebabkan dibandingkan dengan kewajiban oleh paparan asap rokok. Pemermenunaikan ibadah haji. intah seakan tak bernyali, aturan peng endalian tembakau bagai Counter Campaign macan kertas bila dihadapkan Dalam kaidah sosiologis mefaka bahwa jumlah perokok aktif nyatakan bahwa gerakan atau kian menjangkau anak-anak dan kampanye untuk sebuah isu pubusia remaja yang notabene adalah lik harus dilawan dengan kampagenerasi muda. Pada masa tersebut nye yang bersifat anti atau melamerupakan masa transisi dimana wan. Anti atau melawan dalam aspek coba-coba, ketagihan, menkonteks ini bukan melawan atau jadi kebiasaan dan pada akhirnya menyerang balik secara frontal menjadi sebuah atribut perilaku. namun lebih mendorong melaBerdasarkan hasil penelitian, kini lui serangkaian kegiatan atau jumlah perokok di Indonesia menprogram yang bersifat produktif, capai 33,4 persen proporsi jumlah edukatif, argumentatif, mencerseluruh penduduk di Indonesia, ahkan dan memahamkan publik suatu jumlah yang teramat besar makna dan substansi bahan yang

dikampanyekan dalam rangka kepentingan publik bukan berpihak pada kelompok, industri atau kepentingan sesaat yang justu akan menjerumuskan masyarakat dan umat manusia dalam kerugian, bahaya, berpotensi menimbulkan kehancuran masa depan bangsa terutama generasi muda. Dalam iklan rokok memang amat lihai mencari celah agar produk mereka dapat ‘diterima’ oleh masyarakat walaupun dengan berbagai dalil atau argumen yang meyakinkan seperti kesan gagah, jantan atau yang berkonotasi lelaki sejati meski dibalik itu tak jarang menyesatkan yang pada ujungnya masyarakatlah yang menanggung resiko kerugian (sakit, kebutuhan tak terpenuhi, biaya sekolah tak terbayar dan lain-lain). Di pihak lain pemerintah telah mencoba mendesain bagaimana menurunkan jumlah perokok melalui kenaikan harga rokok, cukai yang melesat dan pesan-pesan dalam kemasan rokok yang bersifat peringatan bahkan ancaman bila konsumsinya seperti “rokok mengandung lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya serta lebih dari 43 zat penyebab kanker, ”“merokok membunuhmu”. Selain itu juga melalui iklan di media penyiaran yang hanya dapat ditayangkan setelah pukul 21.30 hingga pukul 05.00 waktu setempat. Namun ternyata peringatan tersebut tidaklah banyak bermakna mengingat jumlah perokok amat melambung dibandingkan dengan yang berhenti merokok. Saatnya negara harus memilih, jika tidak ancaman pemiskinan, kebodohaan, kompleksitas penyakit, kematian dan hilangnya produktivitas serta kian membumbungnya biaya kesehatan cepat atau lambat pasti terjadi. Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat (Public Health) Unair Surabaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI : Nawang Esthi Lestari REDAKTUR PELAKSANA: Titis Tri Wahyanti KOORDINATOR LIPUTAN : Wawan Triyanto REDAKTUR: Wahyu Kuncoro SN, Bambang WN , Choirul Anam, Anangsyah Isfianto, Sufendhi Dimyati, Helmi Supriyatno, Gatot Suryo Widodo Reporter : M. Ali, Siti Sulistiani, Andre Endrayana Sasmita, Rachmat Caesar BSW, Zainal Ibad, Danang Prastyo, Adit Hananta Utama, Abed Nego, William AK , Gegeh Bagus Setiadi Fotografer: Trie Diana Indahwati, Sekretaris Redaksi: Suryanthini Malang: M. Taufiq, Kabupaten Malang : Cahyono Nor Rochmah, Kota Batu: Anas Bachtiar, Pasuruan : Hilmi Husein, Pamekasan: Syamsuddin, Lumajang: Zainul Hidayat, Probolinggo: Wiwit Agus Pribadi Jember: Effendi, Bangkalan: Aditiya Roosvianto, Sampang: Nur Cholis, Sumenep: Samsul Arifin, Bondowoso: Arum Hidayati, Situbondo: Sawawi, Tulungagung: Hadi Sucipto, Wiwieko Dh, Lamongan: Suprayitno, M. Yusuf Adnan, Jombang: Romadlon, Fathoni, Mojokerto: Hasan Amin, Kariyadi Sidoarjo: Ali Kusyanto, Hadi Sujitno, Achmad Suprayogi Gresik: Kerin Ikanto, Rokim, Tuban: Khoirul Huda Madiun: Sudarno, Blitar: Hartono, Ponorogo : Hari Bahrul Ulum, Magetan: Ivin Kurniawan, Nganjuk: Ristika, Bojonegoro: Achmad Basir, Jakarta: Tjitjik Rahayu, Penerbit: PT. Harian Bhirawa (Perusahaan Pers SK: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-82337.AH.01.01.Tahun 2008) Direktur Utama: Nawang Esthi Lestari, Direktur Umum: Wahyu Kuncoro SN, Direktur Keuangan Mira Damayanti Komisaris Utama: Sugeng Praptoyo, Komisaris: Bambang WN, Hasan Amin, Suprayitno, Pemegang Saham: Seluruh karyawan/ koresponden Harian Bhirawa Malang: Gatot Soekardi, Ratna Nirmala, Lumajang: Didit Nur Jadit, Banyuwangi: Supriyadi, Bondowoso: Hasto Pramudyo, Manager Produksi, Sirkulasi dan Periklanan: Sri Eddy Haryanto, Manajer Keuangan: Anangsyah Isfianto, Administrasi Keuangan: Etti Sri Kustini, Sri Poernomo, Sekretaris Perusahaan: Rani Cholyvianti, Sirkulasi: Titiek Yuliati (Koordinator), Andi Basuki, Nike Kusumawati, Utomo Pagon, Distribusi: Tatok Arly (Koordinator), Suparto, Mulyadi, Pracetak:Ali Sulkan (Koordinator), Danu Setiawan, Achmad Tauriq Imani, Trisno purnomo, Onny Agung S, Oki Abdul Sholeh. Sekuriti: Saiful Hidayat, Agus Mulyono Alamat Kantor Pusat/Iklan/Redaksi: Jalan Indragiri 73 Surabaya, Telp : 031- 561-5454, Fax : 031-561-9009, Email Iklan: bhirawa_indragiri@yahoo.com, Email Redaksi: harian_bhirawa@yahoo.com Sirkulasi: Jalan Pengenal 5, Surabaya (60174), Telp : 031- 547-0650 (3 lines), Fax : 031-534-3359, Email Sirkulasi: bhirawasirkulasi@yahoo.com Bhirawa Online : http://www.harianbhirawa.co.id Bank: Bank Mandiri (BBD Jembatan Merah) Surabaya, No. Rek:140.0080000053, Percetakan: PT Media Nusantara Press SIUPP: Nomor 159/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1986, 22 April 1986. Tarif Iklan: Iklan Baris Rp. 7.500/baris (maksimal 5 baris), Iklan Tender/Lelang Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display warna (FC) Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display hitam putih (BW) Rp.7.500/mm kolom. Harga belum termasuk PPn 10%.


Rabu Pahing 28 MEI 2014

SIDOARJO-GRESIK-MOJOKERTO KELANA

Satpol PP Awasi PSK Dolly yang Migrasi ke Sidoarjo Sidoarjo, Bhirawa Berbagai elemen masyarakat di Kab Sidoarjo mengkhawatirkan dampak pasca penutupan Lokalisasi Dolly di Surabaya, pada 19 Juni nanti. Termasuk Satpol PP Sidoarjo sebagai aparat penjaga ketertiban di wilayah Sidoarjo. Karena dimungkinkan para PSK nya bisa meluber pindah tempat hingga ke Sidoarjo. Ini masuk akal, karena Sidoarjo merupakan daerah paling dekat dengan Surabaya.Kekhawatiran PSK Dolly pindah tempat atau migrasi ke Sidoarjo, sebab selain bisa menimbulkan masalah social di Sidoarjo juga bisa berpotensi menambah penyebaran HIV/AIDS di Sidoarjo. Menurut Kepala Bidang Penyidikan dan Penindakan Pol PP Sidoarjo, Hari Sucahyono SH MSi, migrasi PSK tak bisa dihindari lagi, maka Satpol PP sebagai aparat penjaga ketertiban di Sidoarjo harus mengantisipasi adanya luberan PSK itu. ‘’Operasi di tempat-tempat yang selama ini dijadikan prostitusi di Sidoarjo itu pasti dilakukan,’’ ujar Hari, Senin (26/5) kemarin. Metode operasinya, menurut Hari tak berubah. Tetap seperti Protap yang ada. Bentuk antisipasi lainnya, lanjut Hari, minta pada pemilik Rumah Hiburan Umum (RHU) di Sidoarjo agar tetap beroperasi sesuai dengan izin yang diberikan. Misalnya, kalau rumah makan ya rumah makan. Kalau RHU izinnya hiburan ya harus hiburan. Jangan sampai disisipi dengan PSK. Misalnya, bila tempat karaoke jangan menyediakanpemandu lagu (PL). Juga kalau tempat pijat ya tetap beroperasi tempat pijat, jangan ada niatan untuk menyusupi prostitusi. ‘’Kalau sampai dilanggar itu sudah termasuk telah menyalahi aturan,’’ tegas Hari. Untuk pengawasan, kata Hari, harus dilakukan secara berkala. Kalau tidak keberadaan PSK luberan dari Gang Dolly ini bisa-bisa akan semakin tak terkendali di Sidoarjo. Hari tidak memungkiri kekhawatiran melubernya PSK Gang Dolly ke Sidoarjo itu, karena akan semakin menambah peluang orang Sidoarjo kena penyakit HIV/AIDS. Hari khawatir, hingga kini posisi Sidoarjo berada pada urutan terbanyak ke-5 di Jatim untuk jumlah predikat orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Sementara informasi yang didapat dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Sidoarjo, per Desember 2013 kemarin, jumlah kasus HIV/AIDS di Sidoarjo tercatat sebanyak 1.079 kasus.Q ali

Tiga Kades Tagih Janji Dewan Terkait Penutupan PT Bumi Nusa Makmur Kab Mojokerto, Bhirawa Tiga Kepala Dsa (Kades) mewakili Warga dari tiga desa di Kec Puri, Mojokerto, menagih janji DPRD Kab Mojokerto. Mereka mendesak dewan segera mengeluarkan rekomendsi untuk menutup pabrik karet PT Bumi Nusa Makmur (PT BNM) di Desa Medali. Ketiga Kades itu berasal dari Desa Medali, Kenanten dan Sumolawang.

achmad suprayogi/bhirawa

Ketua TP PKK Sidoarjo bersama jajarannya saat meninjau hasil kerajinan warga Sidoarjo.

BBGRM Bertabur Penghargaan dan Bantuan Sidoarjo, Bhirawa Pemkab Sidoarjo dalam melaksanakan program BBGRM (Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat) ke XI dan peringatan HKG (Hari Kesatuan Gerak) PKK ke 42 yang dipusatkan di Desa Telasih, Kec Tulangan, Sidoarjo banyak memberikan penghargaan dan bantuan kepada warganya. Penyerahaan penghargaan dan bantuan yang dilaksanakan pada Senin (26/5) lalu diserahkan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah SH MHum bersama Wakilnya MG Hadi Sutjipto SH MM serta didampingi Sekretaris Daerah, Vino Rudi Muntiawan SH dan Kepala BPM PKB (Badang Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana) Drs Ec M Ali Imron di Lapangan Desa Telasih, Tulangan. Bupati Saiful Ilah usai pen-

yerahaan menyatakan sangat mengapresiasi kepada masyarakat yang telah mendapatkan penghargaan. Sementara kepada yang belum mendapatkan penghargaan, jangan merasa kecewa karena masih ada kesempatan di lain hari. ‘’Sedangkan bagi yang telah mendapatkan bantuan agar difungsikan dengan sebaikbaiknya. Agar efek dan manfaatnya bisa dirasakan kalangan masyarakat banyak,’’ tegas Saiful Ilah. Usai penyerahan dan pengarahan, Bupati Saiful dan Wakilnya beserta Ketua Penggerak PKK Kabupaten serta seluruh jajaran SKPD terkait, berkeliling melihat-lihat hasil karya/kerajinan warga Sidoarjo yang dipamerkan. Terakhir, sebelum meninggalkan tempat, Bupati Saiful menebarkan ikan master di sepanjang kali Desa

DINAS SOSIAL PROVINSI JATIM Hari Kebangkitan Nasional

Kadinsos Jatim, Drs Sudjono MM ketika berbincang dengan pendonor.

Bangkitkan Nasionalisme Bagi Generasi Muda Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hingga tahun 2014 ini terhitung lebih dari seratus tahun sudah Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat. Dalam menjaga semangat dan nilai-nilai kebangsaan, maka tidak boleh lengah. Justru harus semakin cerdas dalam menghadapi berbagai perubahan dan kemajuan yang prosesnya terus berjalan.

A

palagi momentum Harkitnas ini adalah momentum kaum muda. Harapannya, kaum muda bisa membangun rasa nasionalisme tanpa pandang bulu, sehingga ruang gerak atau peluang setiap anak bangsa dalam berkiprah, sesuai profesi dan keahlian masing-masing bisa terwujud. “Saya juga mengharapkan seluruh jajaran Dinsos Jatim bisa membangkitkan generasi muda agar bisa mempunyai rasa nasionalisme

5

seperti pendahulu-pendahulunya, Salah satunya Dr Soetomo,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Drs Sudjono MM disela-sela kegiatan sosial donor darah di kantornya, Senin (25/5). Memang, dalam memperingati Harkitnas, Dinas Sosial (Dinsos) Jatim menggelar donor darah selama dua hari, yakni Jumat (23/ 5) dan Senin (26/5). Dalam kegiatan itu, sekurangnya 150 pendonor menyumbangkan darahnya. Sujono berharap, tujuan kegiatan ini semata-mata untuk kegiatan sosial yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. “Kegiatan donor darah diwaktu-waktu yang akan datang masyarakat umum juga bisa ikut berpartisipasi. Tidak saja ada kegiatan seperti ini, tetapi bisa langsung ke rumah sakit atau PMI setempat,” harapnya. Dalam kegiatan ini, Dinsos Jatim juga mengundang semua SKPD di Pemprov Jatim serta aparat TNI dan Polri. Pada hari pertama puluhan aparat TNI dari sejumlah kesatuan juga ikut terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Tidak hanya

itu, di hari kedua, di kantor Dinsos Jatim juga terus berdatangan para penyumbang darah, diantaranya guru dari Sekolah Dasar Margorejo Surabaya. Dikatakannya, selain menyelenggarakan donor darah, Dinsos Jatim juga menyelenggarakan kerja bhakti di Taman Makam Pahlawan Surabaya. Pada kegiatan tersebut diikuti semua staf atau pegawai Dinsos terlibat dalam bersih-bersih makam. Peserta lain yakni berasal dari Karang Taruna Kota Surabaya, Tagana serta sejumlah Orsos yang menjadi mitra Dinsos dalam kegiatan pendampingan program PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Alex, salah seorang peserta yang juga sebagai anggota Taruna Tanggap Bencana (Tagana Jatim mengatakan, melakukan donor darah akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh, Sebab terjadi pembentukan sel-sel darah yang baru minimal dalam kurun waktu 3 bulan. Tiga bulan sekali dalam kondisi sehat, akan terjadi penghancuran sel darah secara alami oleh tubuh. Q rac*

Kadinsos Jatim ketika mengikuti pemeriksaan kesehatan memastikan keikutsertaan menyumbangkan darah

Telasih yang langsung diadakan lomba memancing kepada warga sekitar. Terpisah, Kepala BPM PKB, Ali Imron mengatakan, kalau penghargaan dan bantuan yang diberikan itu bisa menumbuhkan rasa gotong royong yang lebih baik lagi. Intinya untuk memotivasi dan memacu masyarakat, agar tingkat kebersamaanya bisa berjalan dengan baik. Adapun penghargaan yang telah diberikan meliputi penghargaan untuk lomba desa berhasil, lomba kelurahan berhasil, lomba Posdaya dan RW percontohan serta lomba pelaksanaan gotong royong terbaik. Juga untuk lomba musik samroh antar kecamatan se Kab Sidoarjo, dan lomba pemanfaatan ruangan. ‘’Jadi cukup lengkap kegiatan yang diberikan kepada warga,’’ katanya.Q ach

‘’Kami mewakili warga menagih komitmen dewan yang hendak menutup pabrik karet. Kami ingin tahu komitmen itu benar-benar dilaksanakan atau tidak,’’ kata Miftahudin, Kedes Medali. Miftahudin juga mempertanyakan komitmen dewan, yang dinilai lembek atau memang ada main-main denga PT BNM. Bahkan Kades Medali ini menyatakan siap mengerahkan aksi massa dalam jumlah untuk demo. Sebab sejak 2008 sampai sekarang, warga menderita akibat limbah pabrik tersebut. ‘’Apalagi pabrik juga jelas-jelas tidak memiliki IPLC (instalasi pengolahan limbah cair),’’ urainya. Protes terhadap limbah itu, dikatakannya, bukan lantaran ada konflik pribadi dirinya dengan pabrik. Tetapi memang aspirasi seluruh masyarakat. Sementara itu, Kades Kenanten, Ramli, membenarkan hal itu. ‘’Dampak limbahnya memang luar biasa. Sungai yang lewat depan rumah saya selalu dipenuhi limbah pabrik karet,’’ ungkapnya. Seringkali, limbah itu mengendap dan membuat aliran air sungai mampet. Sehingga begitu cuaca panas menguap hingga menimbulkan bau tidak sedap. ‘’Kalau airnya mengalir, bentuknya menghitam sehingga tak bisa dimanfaatkan warga,’’ paparnya. Hal yang sama juga disampaikan Aminudin, Kades Sumolawang. ‘’Saat maju Kades saya ini tak pernah menyampaikan visi misi soal limbah pabrik karet. Tapi begitu jadi, masyarakat menuntut agar saya mengu-

payakan hilangnya limbah itu karena sangat mengganggu sekali. Bau limbah semakin menyengat kala malam hingga pagi hari, ‘’ paparnya. Kepala Dusun Subentoro, Kec Medali, Khoiruman juga mengeluhkan hal yang sama. ‘’Karena jarak kami dengan pabrik hanya 500 meter, setiap detik kami merasakan gangguan akibat limbah pabrik karet,’’ tuturnya. Sementara itu, Arifin, salah satu guru menuturkan, semua sekolah di Desa Medali terganggu akibat limbah itu. ‘’Di Medali banyak sekolah dan pondok mulai TK, SD, SMP hingga SMA. Semuanya terganggu proses belajar mengajarnya karena limbah,’’ urainya. Makanya jika tidak diatasi, pihaknya menuntut pabrik ditutup. ‘’Pabrik memang bisa menciptakan lapangan kerja. Tapi jika dampak buruknya lebih besar dibanding manfaatnya, sebaiknya ditutup saja,’’ tegasnya. Sedangkan Ketua Komisi C, Heri Ermawan, yang menerima ketiga Kades menuturkan, dari hasil Sidaknya 12 Mei lalu memang diketahui kalau pabrik karet itu tak memiliki IPLC. ‘’Kami juga sudah merekomendasikan agar pabrik ditutup sementara sampai memiliki IPLC,’’ jelasnya. Sayangnya, rekomendasi itu hingga kini belum disampaikan ke pimpinan DPRD. Sehingga pimpinan belum dapat menindaklanjutinya dengan mengirim surat ke bupati. ‘’Tapi kita pastikan minggu depan rekomendasi itu sudah jadi,’’ pungkasnya.Q kar

Pemkab Gresik Segera Panggil PT XL Gresik, Bhirawa Pemkab Gresik segera memanggil pemilik menara seluler di Kel Tlogo Patut, Kec Gresik. Pemanggilan itu dilakukan terkait kepemilikan menara setinggi sekitar 72 meter di atas pemukiman padat penduduk itu. Pemkab mengaku heran setelah mendengar kabar jika menara itu bukan milik XL, sebagaimana yang disampaikan Putro Pamungkas, Corporate Commonication XL East Jawa Region seperti diberitakan Bhirawa sebelumnya. Padahal, berdasarkan data yang ada, menara seluler itu jelas-jelas milik XL. ‘’Silahkan kalau XL tak mau mengakui. Sebab, data yang kami miliki jelas-jelas menara itu milik XL,’’ tegas

Manuntun Sianturi, Kepala Bidang Komunikasi, Informasi. Perhubungan Darat dan Perkeretaapian pada Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Gresik, Selasa (27/5) kemarin. Menurut Sianturi, menara itu berdiri sudah 10 tahun lebih. Awalnya, menara itu milik Axis. Namun, sejak awal 2014 lalu diambil alih oleh XL.’’Saya juga sudah telpon Pak Fikri yang ada di Jakarta, bahwa menara itu memang milik XL. Lho kok sekarang nggak mau mengakui,’’ terang mantan Kasubag Humas Pemkab Gresik. Menara seluler itu mencuat setelah mendapat protes dari warga setempat. Sebab, hingga kini warga belum tahu siapa pemilik menara itu sebenarnya. Warga merasa jengkel, sebab

sudah tiga bulan ini warga menyegel pintu pagar menara itu dengan cara memasang kunci. Tindakan itu dilakukan agar pemilik menara mau menemui warga. Sebagaimana diberitkan sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (XL) membantah tower selular setinggi 72 meter itu miliknya. Menurut Corporate Communication XL East Region, Putro Pamungkas, melalui informasi dari tim network ternyata di lokasi Kel Telogo Patut, Kec Gresik itu tak ada BTS XL yang berdiri, apalagi hingga setinggi 72 meter. ’’XL tak memiliki tower di daerah itu. Bahkan jika pun yang dimaksud adalah tower Axis, juga tak mungkin karena umur Axis berdiri belum ada 10 tahun meskipun Axis baru diakuisisi XL beberapa bulan lalu,’’ ungkap Pamungkas.Q eri

Banyak Pecandu Narkoba di Sidoarjo Tertular HIV Sidoarjo, Bhirawa Penderita HIV/AIDS di Sidoarjo banyak berasal dari pengguna Narkoba dengan jarum suntik (Penasun). Dari pemetaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sidoarjo tahun 2012, jumlah penasun ada 239 orang. Menurut Sekretaris KPA Sidoarjo, Hariadi Purwantoro, termasuk dalam kelompok resiko tinggi. Karena dengan memakai jarum suntik, ketika mereka bertukar jarum, maka bisa terjadi penularan penyakit bila para Penasun itu mengidap HIV/AIDS. Namun tahun 2014 ini, diperkirakan Hariadi, jumlah Pena-

sun itu dimungkinkan menurun. Menurutnya, ada Penasun yang telah meninggal dunia karena HIV/AIDS ataupun telah pindah dari Sidoarjo. ‘’Para penasun ini meninggal dunia selain karena kena HIV/AIDS, juga karena overdosis,’’ ujar Hariadi. Disampaikan Hariadi, sampai Desember 2013 lalu, jumlah penderita kasus HIV/AIDS di Sidoarjo ada 1079 kasus. Penularannya selain karena lewat penggunaan Narkoba jarum suntik (Penasun) juga karena sebab lain. Dari pemetaan KPA Sidoarjo, para penasun ini masih terpantau di beberapa kecamatan saja.

Misalnya di Sidoarjo kota, Waru, Candi dan Jabon. Pemetaan terakhir juga ada di Kec Taman dan Sukodono. Jumlah Penasun di Sidoarjo bisa dimungkinkan ibarat seperti gunung es. Bisa jadi juga terjadi di kecamatan lain, hanya saja belum terungkap. Para penasun ini, kata Hariadi, sulit dihilangkan kebiasaannya. Sebab bila hentikan mereka bisa sakaw. Maka KPA Sidoarjo, mengajak bertemu mereka tiap tiga bulan sekali, untuk cari solusi menghilangkan kecanduan dengan jarum suntik itu dengan gantikan cara lain yang legal. Misalnya dengan pakai suboxon dan metadon.Q ali


JAWA TIMUR

6 KILAS JATIM

KPPS Bermasalah, KPU Tak Pakai dalam Pilpres Kabupaten Blitar, Bhirawa Kelompok Panitia Pelaksana Pemungutan Suara (KPPS) yang terbukti membuat kekacauan dalam Pileg beberapa waktu lalu dipastikan tidak akan ditugaskan lagi hartono/bhirawa dalam pelaksanaMiftahul Huda an Pilpres Juli mendatang. Pasalnya terjadinya beberapa persoaalan dalam pelaksanaan pemilihan umum Legislatif 9 April lalu membuat penyelenggara Pemilu. Dalam hal ini KPU Kabupaten Blitar lebih selektif dalam menentukan personel pelaksana di lapangan. “Sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Panwaslu Kabupaten Blitar, KPU Kabupaten Blitar melakukan evaluasi kepada penyelenggara Pemilu di lapangan,” kata Ketua KPU Kabupaten Blitar, Miftahul Huda. Lanjut Miftahul Huda, dari evaluasi tersebut pihaknya akan mengganti beberapa KPPS yang bermasalah. Sementara untuk PPK dan PPS personilnya sama seperti saat Pileg kemarin. Selain itu menurutnya saat ini sudah dibuatkan SK untuk PPK dan PPS dengan masa bakti tiga bulan mulai bulan Mei hingg Juli mendatang. Sementara sesuai dengan rekomendasi dari Panwaslu, pihaknya memastikan sudah mengganti Ketua KPPS Desa Kuningan Kecamatan Kanigoro dan Desa Sidodadi Kecamatan Garum.Q htn

Polresta Siapkan Satu Peleton Dalmas Cegah Tawuran Susulan Malang, Bhirawa Kapolresta, AKBP Totok Suharyanto, memastikan, kondisi di sekitar Jalan Batu Permata, Tlogomas Kota Malang, pasca terjadinya bentrokan mahasiswa saat ini sudah kondusif. Bahkan guna mencegah aksi susulan satu peleton Dalmas disiagakan di lokasi tersebut. Menurut Kapolresta, pihaknya telah mempertemukan kedua kelompok mahasiswa yang berasal dari Sumba dan Ambon, dalam pertemuan yang dilakukan Selasa siang (27/5) kemarin, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. “Alhamdulillah hasil pertemuan dari dua kelompok ma-

hasiswa mereka bersepakat untuk damai, bahkan bertekat untuk saling meredam masa mereka masing-masing agar tidak melebar lebih luas,” terang Kapolresta Selasa (27/ 5), kemarin. Pihaknya juga telah mengamankan tesangka FIA, karena yang bersangkutan diduga telah melukai A pada saat

terjadi bentrokan dari kedua kelompok tersebut. Sedangkan korban A, saat ini tengah dirawat di RSSA. Totok lantas berharap kepada semua pihak untuk saling menjaga kondusifitas Kota Malang, apalagi saat ini akan ada gawe besar berupa pesta demokrasi pemilihan Presiden. Karena itu masyarakat diminta tidak mudah terpancing. “Kami akan bertindak tegas kepada siapapun yang menjadi provokator,” terangnya. Seperti diketahui, dua kelompok mahasiswa dari Indonesia timur terlibat aksi saling serang di Jalan Batu Per-

Taruna dan Praja Hibur Masyarakat Bondowoso, Bhirawa Dikemas dalam Display Unit Drumband, para Taruna TNI Akademi TNI dan Praja IPDN menghibur masyarakat Bondowoso Senin (25/5) pagi. Persembahan dari Taruna dan Praja tersebut adalah gabungan dari unit drumband Gita Dirgantara AAU,Chanka Lokananta Akmil,Gita Jala Taruna AAL dan Gita Abdi Praja IPDN. Dari gabungan tersebut ditampilkan dan dimainkan dengan olah ketangguhan, kekuatan dan keahlian khusus sebagai wujud bahwa Taruna Akademi TNI dan Praja IPDN selalu siap sedia untuk mengabdikan dirinya kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Dalam penampilannya yang sangat memukau masyarakat,display drumband dibagi menjadi 2 formasi yakni formasi TNI dan Formasi 34 yang memang dipersiapkan khusus untuk masyarakat. Tampak hadir para pejabat Bondowoso menyaksikan penampilan para calon pemimpin tersebut yakni Bupati Bondowoso Drs.H. Amin Said Husni, Sekkab Drs.H.Hidayat, M.Si, dan jajaran Kepala SKPD.Q arm

mata, Tlogomas, Kota Malang, pada Senin (26/5) malam hingga Selasa (27/5) pagi. Warga dibuat cemas atas kejadian tersebut, karena telah mengganggu ketentraman kawasan itu. Apalagi, masa dari kedua belah pihak yang terlibat tawurannya sampai mebawa senjata tajam. Sepanjang malam mereka saling kejar di sekitar Jalan Permata. Berdasarkan kesaksian, Endang warga setempat, awalnya dua kelompok mahasiswa asal Sumba dan Ambon samasama santai di Taman Terapi Tlogomas. Tampaknya di antara mereka ada yang mabuk-

mabukan. Tiba-tiba, kedua kelompok ini saling tersinggung, yang diawali suara motor keras, setelah itu sudah saling serang. Jumlah kedua kelompok awalnya sedikit, sekitar 20 orang. Namun setelah bentrok, masing-masing kelompok memanggil teman-teman mereka. Bentrok kecil itu berubah menjadi bentrok yang lebih besar, dan saling kejar. Puncaknya terjadi penyerbuan dirumah kost di Gang VI, Jalan Tlogomas, yang mengakibatkan kaca rumah tersebut pecah. Sedangkan satu mahasiswa berinisial A, asal Sumba mengalami luka-luka.Q mut

Kajian Satu Arah Jalan Semeru Dipaparkan Minggu Depan

Polisi Amankan Lima Perusak Rumah Kades Kediri, Bhirawa Jajaran satreskrim Polres Kediri Kota berhasil mengamankan lima orang warga yang diduga melakukan pengrusakan rumah Kades Kaliboto, kecamatan Tarokan Woko dalam aksi demo menutut kades Kaliboto untuk turun dari jabatanya karena diduga telah melakukan tindakan asusila. Dari informasi yang berhasil dihimpun, dalam penggrebekan yang dilakukan jajaran satreskrim Polresta Kediri, pengrebekan dilakukan pada Selasa (27/ 5) dini hari. Dalam penggrebekan di desa Kaliboto, polisi berhasil mengamankan lima orang pelaku, dan salah satunya tertembak pada bagian mukanya. Kopolres Kediri Kota AKP Budhi Herdi Susianto membenarakan, jika dalam penggrebekan tersebut ada salah satu pelaku yang tertembak, dan saat ini masih dirtawat di rumah sakit, sementara yang lainya diamankan unit pidana umum untuk diperiksa. “Ada salah satu warga yang menurut anggota terserempet peluru dan terkena hidungnya,” kata Koplres. Kapolres menjelasakan peristiwa penembakan yang anggotanya tersebut masih dalam proses penyelidikan , dan senjata yang digunakan tersebut saat ini sdah di saita oleh propam Polresta Kediri” kamimasih melakukan penyelidikan , penembakan tersebut disengaja atau tidak, masih dilakukan penyelidikan oleh propam” terangnya.Q mb2

Rabu Pahing 28 MEI 2014

lis/bhirawa

Puluhan massa gabungan dari aktivis dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Sampang, melakukan unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Sampang.

Unjuk Rasa di Kantor Kejari Ricuh Sampang, Bhirawa Unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, oleh puluhan massa yang mengatasnamakan LSM se-Kabupaten Sampang yang menolak kriminalisasi pada LSM di Kabupaten Sampang, Senin (26/5) berakhir ricuh. Mereka menuntut agar kejaksaan lebih serius mengusut kasus dugaan korupsi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), bukan malah melaporkan salah satu ketua LSM ke Polres terkait rekaman dugaan penyuapan kasus korupsi tersebut. Kericuhan terjadi saat perwakilan massa yang masuk ke Kantor Kejaksaan untuk melakukan audiensi diminta menunjukkan kartu anggota oleh Kepala Kejari. Perwakilan massa yang tidak mau mengeluarkan kartu identitas langsung memilih keluar yang sebelumnya bersitegang dan perang argumen dengan Kepala Kejari. "Kami dan LSM yang ada di Sampang merasa kecewa dengan tindakan Kepala Kejari. Karena kedatangan massa tidak lebih hanya untuk menyampaikan aspirasi," terang orator aksi, Nurhasan dalam orasinya. Masih dikatakan Nurhasan, memang saat berdialog perwakilan massa dengan Kajari di ruangan sempat terjadi kericuhan, setelah massa hendak keluar dan melakukan orasi kembali, malah ada oknum kejaksaan yang

berusaha mematikan pengeras suara yang digunakan pengunjuk rasa, tak terima dengan tindakan oknum kejaksaan tersebut, massa terjadi kejar-kejaran dengan oknum kejaksaan, beruntung pihak kepolisian sigap dalam melakukan pengamanan. Hal senada juga diungkapkan Habib Yusuf koordinator aksi, sikap kejaksaan yang masih mempertanyakan identitas para pendemo, sebagai bukti bahwa pihak kejaksaan tidak koperatif dalam menemui teman-teman aksi untuk berdialog. “Kami melakukan aksi ini sudah mendapatkan izin dari pihak kepolisian. Secara prosedur kita lakukan, lalu apalagi,” ujarnya. Ia menjelaskan, massa yang hendak menyampaikan aspirasi bukan dari LSM ilegal, kenapa ID card yang dipermasalahkan. Massa merupakan warga Sampang yang mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasi. "LSM kami sudah terdaftar di Bakesbangpol," ungkapnya. Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sampang, Abdullah menjelaskan, yang dilakukan dirinya dengan meminta mengeluarkan kartu identitas atau keanggotaan LSM dari perwakilan massa tersebut sudah benar sebagai bentuk ketransparanan. "Saya hanya menanyakan kartu identitasnya, apa itu salah. Saya kan juga harus tau massa dari LSM mana saja malah keberatan," kata Abdullah.Q lis

Malang, Bhirawa Kepastian jalur satu arah di Jalan Semeru Kota Malang, baru akan dipaparkan pada tanggal 3 Juni mendatang. Karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota belum bisa mengambil kesimpulan apakah jalur satu arah itu akan diberlakukan atau hanya akan dilakukan penataan lalu lintas saja di sepanjang jalan tersebut. Wahyu Setianto, Kepala Dishub Kota Malang, Selasa (27/5) kemarin, kepada Bhirawa mengutarakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan tim kajian dari UB. Selanjutnya akan melakukan rapat untuk membahas hasil kajian itu, Selasa (3/6) pekan depan. Menurut Wahyu, rapat pembahasan dengan tim UB akan diikuti oleh pihak Polres Malang Kota. Setelah itu, baru akan dipaparkan di depan rapat forum lalu lintas, dan dilaporkan kepada pimpinan. ”Hasil rapat itu, akan diputuskan apakah solusinya penerapan jalur satu arah di Jl Semeru atau tidak, untuk diambil kebijakan oleh pimpinan,” terang Wahyu Setianto. Wahyu lantas menambahkan jika pengaturan lalu lintas di Jalan Semeru mutlak dilakukan, tetapi belum tentu diberlakukan jalur satu arah. Karena yang paling sering terjadi hanya pada

saat tertentu saja. Itupun, hanya terjadi di sekitar bundaran Jalan Arjuno, (patung Adipura) karena itu jika akan diberlakukan satu arah, maka dampaknya adalah kemacetan di daerah lain, penumpukan kendaraan di daerah lain kata dia, tidak bisa terhindarkan. “Macetnya hanya pada hari-hari tertentu, jadi masih ada beberapa opsi yang mungkin bisa dilakukan, bisa jadi bundaran Jalan Arjuno ditutup, sehingga akses di depan Lai-lai tidak terhambat. Pokonya masih banyak alternatif yang disiapkan,” terangnya. Seperti diketahui, Pemkot Malang berencana menerapkan jalur satu arah di Jl Semeru dan Jl Merapi untuk mengurangi kemacetan kendaraan di Bundaran Adipura dan Simpang Raja Bali, atau pertigaan Jalan Arjuno. Sementara itu, berdasarkan kajian dari UB, menurut Wahyu, ada beberapa persimpangan Jl Semeru dan Jl Kawi, selain itu volume kendaraan yang melintas di kawasan tersebut, juga telah dihitung dengan matang. “Bisa saja penerapan jalur satu arahnya bukan di Jl Semeru tetapi diakses keluar masuk lain. Ada juga alternatif menghilangkan bundaran yang ada di depan Stadion Gajayana, kita tunggu saja nanti,” ujarnya.Q mut

Kabur dari Tahanan, Curi Motor untuk Larikan Diri Madiun, Bhirawa Tersangka Putut Fauzi Eka Kurniawan (26), warga RT 02 RW III Dusun Jatisari, Desa/Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, yang kabur dari sel tahanan Polsek Kare, Madiun, Sabtu 24 Mei lalu, sempat mencuri sepeda pancal dan motor untuk melarikan diri. Namun dapat ditangkap kembali dalam waktu kurang dari 24 jam. Bekerja sama dengan Polsek Wilangan dan Polres Nganjuk, tersangka ditangkap di jalan desa Dusun Gondang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Minggu 25 Mei sekitar pukul 16.00 WIB. “Tersangkutan yang merupakan tersangka kasus pencurian kartu ATM suatu bank milik warga Desa Morang, Kecamatan Kare itu, sebenarnya baru menghuni sel tahanan Polsek Kare tiga hari lalu,” kata Kapolres Madiun, AKBP Rakhmat Setyadi, kepada wartawan, Selasa (27/5). Menurut Kapolres Madiun, tersangka kabur dengan memanfaatkan kelengahan petugas jaga Polsek Kare, melalui ventilasi di kamar mandi yang mempunyai ukuran panjang 40 centimenter dan lebar 35 centimeter. Setelah berhasil kabur, tersangka masuk ke dalam hutan dan menyusuri jalan pinggir hutan. Selama melarikan diri, setiap ada kendaraan lewat, tersangka bersembunyi untuk menghindari petugas. Selama dalam pelariannya, tersangka juga sempat mencuri sepeda. Selain itu, juga mencuri sepeda motor Honda Beat Nopol AE 2389 GM, milik Heri Suyatno, warga RT 5 RW I Dusun Dungus, Kelurahan/Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.Q dar

Kelurahan Dawuhan Gelar Lomba Lingkungan Berseri Guna memeriahkan puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2014, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota Situbondo menggelar sejumlah kegiatan unggulan dalam sepekan kemarin. Diantaranya, kerja bhakti lingkungan, pekan panutan PBB (Pajak Bumi Bangunan), sosialisasi Kesadaran Hukum, bazar dan lomba mewarnai untuk TK/PAUD; pameran produk unggulan serta pameran lukisan. Terakhir Kelurahan Dawuhan juga didaulat sebagai wilayah Desa/Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari) se-Kabupaten Situbondo. Lurah Dawuhan, H Sumaryono SH, mengatakan, sebagai pimpinan ia bersama seluruh elemen di Kelurahan Dawuhan mengadakan lomba tertib pembayaran sektor PBB serta ajang kreatifitas anak TK/PAUD. “Ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian dan kemampuan bakat yang dimiliki para anak didik yang tersebar di wilayah Kelurahan Dawuhan. Sehingga para anak pemula itu bisa mengem-

bangkan kreasi dan memajukan kreatifitas,” papar mantan Lurah Ardirejo itu Senin kemarin (26/5). Masih kata H Sumaryono, ajang tersebut tidak hanya diarahkan pada pola peningkatan potensi yang dimiliki anak, melainkan juga untuk memupuk kemandirian sikap sejak dini. “Sedangkan untuk acara home industri, kami memusatkan pada keberadaan PKK RW, Kembang Elok dan Kopwan (koperasi

wanita) yang ada di Kelurahan Dawuhan. Sehingga selanjutnya, PKK RW dapat menampung dan menindaklanjuti kegiatan home industri yang dilakukan pokmas (kelompok masyarakat) dan perseorangan kemarin,” urai mantan Kasi kesbangpol-Linmas Kabupaten Situbondo itu kemarin. Adapun untuk pameran produk unggulan, lanjut H Sumaryono, ia menitikberatkan pada komoditas makanan khas Situbondo, termasuk juga batik lokal khas Situbondo. Sementara itu disisi lain, kata H Sumaryono, ajang puncak BBGRM itu untuk meningkatkan kesadaran dalam bergotong royong terhadap lingkungan bersih dan lestari (berseri). “Buktinya, Kelurahan Dawuhan, baru-baru ini dipantau langsung Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jatim, karena masuk

nominasi program Berseri itu. Tentunya kami tetap mengutamakan pada kawasan hijau terbuka, lingkungan yang bersih dan hijau,” ungkap H Sumaryono yang mengaku suksesnya acara BBGRM berkat kerjasama dengan BLM dan didukung oleh kader lingkungan. Terpisah, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Imam Darmaji, menandaskan, Kelurahan Dawuhan memang sejak lama dinobatkan sebagai wilayah Kelurahan/Desa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap terwujudnya kawasan yang bersih lestari dan hijau di Kabupaten Situbondo. Untuk itulah, kata mantan Sekretaris Bappeda kabupaten Situbondo, ia sangat mendukung penuh pada program yang digagas Kelurahan Dawuhan yang melibatkan para kader lingkungan dalam bentuk program Berseri ini.Q awi

sawawi/bhirawa

Lurah Dawuhan, H Sumaryono SH, saat peresmian puncak peringatan bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM) kemarin.


JAWA TIMUR

Rabu Pahing 28 MEI 2014

Dewan Siap Pansuskan Kios Grosir

KILAS JATIM

Bentuk Tim Kampung Siaga Bencana Trenggalek Pemprov, Bhirawa Setiap daerah mempunyai kerawanan bencana yang harus selalu diantisipasi, terutama warga sekitar harus tetap lebih waspada. Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan, Dinas Sosial Jatim dan Tagana Jatim bersama dengan Disnakertransos dan Tagana Kabupaten Trenggalek membentuk tim Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kabupaten Trenggalek. Ada delapan desa di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek, yaitu Desa Tawing, Desa Munjungan, Desa Masaran, Desa Claken, Desa Besuki, Desa Karang Turi, Desa Bendoroto, dan Desa Ngulung Wetan. Pembentukan KSB di Kecamatan Munjung dikarenakan kawasan yang rawan akan bencana gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir bandang, dan angin putting beliung. KSB itu bernama Hasta Samapta Sumbreng. Kepala Dinas Sosial Jatim, Drs Sudjono MM mengatakan, sebelumnya sudah ada sembilan daerah yang membentuk KSB, seperti Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Madiun, Kabupaten Blitar, dan yang baru saja terbentuk di Kabupaten Trenggalek. “Pembentukan KSB masih terus dilakukan. Sebab, tahun ini masih ada pembentukan dua KSB di dua daerah di Jatim, yaitu Pasuruan dan Situbondo,” kata Sudjono. Pembentukan KSB ini merupakan model pendekatan penanggulangan bencana berbasis partisipasi masyarakat agar selalu siap siaga menghadapi segala kemungkinan terjadinya bencana alam. Untuk itulah masyarakat perlu dibekali serangkaian pengetahuan dan ketrampilan yang berhubungan dengan penanggulangan bencana.Q rac

Terserang Virus H5N1, 5.587 Ekor Ayam Mati Bojonegoro, Bhirawa Selama tiga bulan yakni bulan Maret sampai Mei 2014 ini terdapat 5.587 ekor ayam kampung dan ayam petelur tersebar di tiga Kecamatan di Bojonegoro mati mendadak. Kebas/bhirawa matian ayam Catur Rahayu kampung maupun ayam Kusuma Ningsih p e t e l u r tersebut akibat terjangkit virus H5N1 atau flu burung. Data resmi dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Bojonegoro menyebutkan, sejak Maret sampai Mei terjangkit flu burung sebanyak 5.587 ekor ayam kampung dan petelur. Untuk bulan Maret sebanyak 2 ekor ayam kampung dan 28 ekor itik manila (entog) terjadi di Dsn Suruh RT 2 RW 1 desa Sido Mukti Kecamatan Kasiman. Untuk bulan April sebanyak 5.500 ekor ayam petelur terdiri dari 3.500 ekor ayam dewasa dan 2.000 ekor ayam kecil terjadi di Dsn Jombang RT 11 RW 2 Desa Bumirejo Kecamatan Kepohbaru. Sedangkan pada bulan Mei sebanyak 85 ekor ayam kampung terjadi di desa Ngumpakdalem RT 9 RW 3 Kecamatan Dander Bojonegoro. “Selama tiga bulan terakhir ini, ratarata sekitar 5 ekor ayam kampung mati setiap harinya di peternakan milik Agustono Desa Ngumpkdalem Dander. Namun yang paling banyak peternakan milik Mundir Desa Bumirejo, Kecamtan Kepohbaru selama dua minggu mencapai 5.500 ekor ayam petelur,” jelas Dr Catur Rahaya Kusuma Ningsih, Kabid Kesehatan Hewan Disnakan Bojonegoro, saat dikonfirmasi Bhirawa Selasa (27/5) kemarin.Q bas

7

Beri Waktu Satu Minggu untuk Selesaikan Masalah Kediri, Bhirawa DPRD Kota Kediri menyikapi serius polemik pembanguan 100 unit kios pasar Grosir Ngronggo, Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Bahkan Dewan bersiap membentuk pansus untuk mengurai permasalahan yang terjadi antara Perusahaan Daerah Pasar dan Pemerintah Kota Kediri, jika pihak yang berkaitan tidak bisa menyelesaikan secara internal.

sawawi/bhirawa

Sejumlah tenaga honorer K2 melakukan sujud sukur begitu tahu ada kabar dari BKD Kab Situbondo bisa ikut tes CPNS 2014.

Puluhan Honorer Sujud Syukur Diusulkan Bisa Ikut Tes CPNS Situbondo, Bhirawa Ada kabar sangat mengggembirakan bagi ribuan tenaga honorer Kategori Dua (K-2) yang tersebar di kabupaten Situbondo. Pasalnya, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Situbondo kembali mengusulkan tenaga honorer K2 tersebut agar bisa mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur honorer K2 pada 2014 ini. Usulan Pemkab Situbondo ini tertuang dalam surat bernomor 800,3079,431.304.2,2014. Surat yang ditujukan kepada Kepala Kepegawaian Negara (BKN) RI di Jakarta itu, mengusulkan total 1. 434 honorer asal kabupaten Situbondo. Tak pelak, usulan Pemkab Situbondo ini langsung disambut suka cita puluhan tenaga honorer, Senin kemarin (26/5). Mereka yang sebelumnya tak bisa mengikuti tes CPNS menggelar sujud syukur di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di Jalan Madura, siang kemarin. Data yang diterima Bhirawa menye-

butkan, dari 1. 434 honorer yang diusulkan mengikuti tes CPNS, terdiri dari 601 Honorer K2 yang tak lulus tes CPNS tahun lalu. Selain itu, sebanyak 332 Honorer K2 yang sebelumnya tak mendapatkan nomor ujian serta 501 merupakan data baru setelah BKD kembali melakukan validasi data. Kepala BKD Yulianto mengatakan, pengusulan kembali honorer K2 ini dikirim kepada Kepala BKN serta ditembuskan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Gubernur Jawa Timur, Sementara itu, salah seorang tenaga honorer K2 Reni Julika, mengaku menyambut baik usulan BKD tersebut. Reni bersama teman honorer lainnya mengaku akan segera ke kantor BKN di Jakarta, untuk mengawal honorer K2 tersebut agar bisa menjadi PNS semua. “Ini sangat melegakan kami bersama tenaga honorer yang lain,” pungkasnya.Q awi

Sulit Diprediksi, Belum Ada Reward Siswa Berprestasi Batu, Bhirawa Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Dindikpora) mengakui bahwa tingkat kesulitan pada soal Ujian Nasional (Unas) tingkat SMA/SMK tahun ini semakin meningkat. Karena itu Dindikpora sangat mengapresiasi terhadap para siswa yang masih mampu meraih nilai 10. Mereka akan memberikan hadiah/reward terhadap para siswa berprestasi tersebut. “Kita (Dindikpora) dan para guru sekolah juga telah menilai bahwa bobot atau tingkat kesulitan soal di tahun ini semakin meningkat. Pemerintah juga sudah memasukkan soal-soal standar internasional Dan dengan adanya siswa yang mampu meraih nilai 10 maka ini merupakan prestasi yang luar biasa,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Menengah di Dindikpora Batu, Abdul Rais, Senin (26/5). Namun untuk pemberian hadiah terhadap peraih nilai 10 ini, kata Rais, pihaknya masih harus mengajukan lebih dulu anggaran tersebut di Perubahan Anggaran Kegiatan (PAK) pertengahan tahun nanti. Artinya, saat ini masih belum

ada alokasi anggaran untuk hadiah itu. “Kita sulit untuk membuat pengajuan anggaran di awal tahun karena tidak bisa memprediksi berapa orang yang akan mendapatkan nilai 10. Tahun kemarin dianggarkan lima siswa, namun ternyata yang memperoleh angka 10 di Unas (Ujian Nasional) jumlahnya 81 siswa,” jelas Rais Karena itu pula Dindikpora belum bisa memastikan jadwal pemberian hadiah kepada para siswa berprestasi. Data sementara, siswa yang mendapat angka 10 Unas tingkat SMA/SMK enam orang. Yaitu, Della Sefira (SMAN 1), Karin Mirda Yuana (SMAN 1), Nur Rochmad Jufri (SMAN 1), Nindi Novianti (SMAN 2), Reni Rizki Arsita (SMAN 2) dan Lailatul Khodriyah (SMKN 2). Data ini belum termasuk siswa peraih nilai 10 di tingkat SMP, karena pengumuman Unas baru dilaksanakan pada tanggal 14 Juni nanti. Selain pemberian reward kepada para siswa peraih nilai 10, Dindikpora juga berencana memberikan hal serupa kepada semua siswa yang berprestasi di tahun ini.Q nas

Dalam rapat dengar pendapat atau Hearing yang digelar komisi C DPRD Kota Kediri, Dewan merekomendasi untuk segera menyelasaikan polemik pembanguan kios pasar Grosir yang dianggap Pemkot melanggar RT RW Kota Kediri dalam waktu 1 minggu. Ketua Komisi C hadi Sucipto mengatakan, jangka waktu 1 minggu yang diberikan kepada PD Pasar dan Pemkot Kediri itu dimaksudkan penyelesaian dalam arti pembanguan terus dilanjutkan, atau diteruskan sebab menurutnya pembanguan kios tersebut untuk kepentingan para pedagang pasar Grosir “Kita kasih waktu satu minggu untuk menyelasaikan permasalahan tersebut, jika tidak kita angkat ke Pansus, Penyelesaian tersebut dalam arti pembanguan kios tersebut dilanjutkan bukan di bongkar,” kata hadi Sucipto pada Wartawan. Terkait rekomendasi yang dianggap menabrak RT RW, Hadi menjelaskan, kebijakan yang diambil karena dalam Hearing pihak pengambil kebijakan tidak

ada satupun yang hadir, mereka hanya diwakilkan kepada staf masing-masing, sehingga pihaknya mengambil langkah untuk merekomendasi penyelesaian masalah tersebut. “Perda RT RW kami disahkan pada 2012, sementara Perda PD pasar disahkan pada 2013, dari aturan yang sederajat ini mana yang digunakan, yang lama atau yang terbaru, selain itu di Perda RT RW hanya masuk sebagai lampiran, sedangkan di Perda PD pasar hal terseburt masak dalam pasal,” terangnya. Sementara terkait rekomendasi Komisi C, salah satu anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Reza darmawan menilai jika rekomendasi komisi C untuk menyelesaikan masalah dalam artian melanjutkan pembanguan tersebut di nilai masih terlalu dini. “Masih terlalu dini untuk memberikan rekomendasi itu, seharusnya langkah awal adalah mengurai permasalahan tersebut, jangan langsung meneruskan pembanguan tersebut,” ungkapnya singkat. Diketahui polemik pembangunan kios pasar grosir ini terjadi ketika pembanguan tersebut dihentikan secara tiba-tiba oleh Pemkot Kediri karean dianggap telah menabrak aturan, bahkan Wali Kota sempat berstatemen untuk membongkar kios yang sudah dibangun hampir 70 persen dengan menggunakan uang pedagang. Tak pelak Statemen wali kota tersebut membuat keresahan terhadap para pedagang yang telah menginvestasikan uangnya untuk pembanguan kios tersebut. Selanjutnya DPRD mengambil langkah untuk meng-hearing permasalahan tersebut.Q mb2

Kesbangpollinmas Blusukan ke Ponpes Tingkatkan Kesadaran HAM Nganjuk,Bhirawa Sadar soal pemahaman tentang hak asasi manusia (HAM) masih perlu ditingkatkan dan dianggap sangat penting di kalangan santri. Kantor Kesbangpollinmas Pemkab Nganjuk, Senin melakukan sosialisasi di empat pondok pesantren (Ponpes). Drs. Abdul Wakid, Kepala Kantor Kesbangpolinmas mengatakan, sosialisasi tentang HAM dilaksanakan di Ponpes Al Islam Kelurahan Kapas Kecamatan Sukomoro, Ponpes Darunnajah Desa Kebonagung, Sawahan, Ponpes PSM Kelurahan warujayeng, Tanjunganom dan Ponpes modern Darul Ikhsan Kelurahan Payaman, Nganjuk. Sedikitnya ada lima ratus santri yang mengikuti kegiatan tersebut. Lebih lanjut Abdul Wakid mengungkapkan, hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia bersifat universal dan langgeng. Oleh karenanya harus dilindungi, dihormati, dipertahankan dan tidak boleh diabaikan, dikurangi atau dirampas oleh siapapun. Selain itu, manusia juga mempunyai kewajiban dasar antara

manusia yang satu terhadap yang lain dan terhadap masyarakat secara keseluruhan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Warga Negara Indonesia hak asasinya telah dilindungi dengan Undang-undang RI nomor 39 tahun 1999,” tegas Abdul Wakid. Alasan kegiatan sosialisasi HAM di Ponpes, menurut Abdul Wakid, pondok pesantren sebagai lembaga yang berakar dari masyarakat, telah berupaya untuk tetap eksis dengan turut pula menjadikan peranannya sebagai lembaga pendidikan islam, lembaga dakwah, dan lembaga pengembangan masyarakat. Saat ini pondok pesantren telah menjelma menjadi suatu lembaga pemberdayaan masyarakat yang mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya agar dapat bermanfaat bagi pondok pesantren itu sendiri dan juga masyarakat sekitarnya. Sementara itu, Kantor Kesbangpollinmas menggandeng Polres Nganjuk dan Pengadilan Negeri Nganjuk untuk memberikan pemahaman HAM dari sisi hokum kepada ratusan santri.Q ris

Puluhan Sopir Tangki Pertamina Lakukan Unjuk Rasa Tuntut Uang Lembur Puluhan sopir mobil tangki BBM Pertamina, menggelar aksi unjukrasa di Terminal BBM (TBBM) PT Pertamina, Jalan Yos Sudarso Kota Madiun, Senin (26/5). Mereka yang tergabung dalam serikat pekerja awak mobil tangki Perisai Bangsa Indonesia ini, menuntut PT Pertamina membayar upah lembur yang sudah satu tahun tidak dibayar. Koordinator aksi, Mulyono, mengatakan, tidak hanya upah lembur yang menjadi tuntutannya. Para buruh awak mobil tangki juga menuntut kepastian hukum tentang statusnya yang masih outsourching. "Kami juga menginginkan pembubaran dan pencabutan ijin usaha perusahaan PT Pertamina Tryaining and Consulting (PTC) dan PT Patra Niaga Pertamina, jika tidak patuh terhadap undang-undang," kata koordinator aksi, Mulyono. Menurutnya lagi, aksi mogok kerja dan melakukan unjukrasa

ini, tidak hanya terjadi di Depo Pertamina Madiun. Karena di 4 Depo lainnya, yakni Surabaya, Jogjakarta, Banyuwangi, dan Boyolali, Jawa Tengah, juga melakukan aksi serupa. Masih menurut Mulyono, dirinya selaku sopir mobil tangki Pertamina, menyayangkan sikap perusahaan yang tidak merealisasikan tuntutan para buruh. Apalagi, pihaknya juga sudah mengadu ke sejumlah instansi terkait, dengan mengirimkan surat kepada Dinas Tenaga Kerja setempat hingga Kementerian Tenaga

Kerja dan Sosial (kemenakertrans) di Jakarta. "Kami sudah melayangkan surat ke Kemenakertrans. Sampai terbit surat keputusan bahwa Kemenakertrans memerintahkan penetapan penghitungan komponen upah lembur. Tapi sampai detik ini, dari perusahaan tidak merealisasikan. Alasannya, Paguyuban yang ada di Jawa Barat kasasinya ditolak. Padahal saya selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat pekerja awak mobil tangki Perisai Bangsa Indonesia, tidak mengenal paguyuban yang dipimpin saudara Suharisman yang ada di Jakarta," ungkap Mulyono. Menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh awak mobil tangki terkait upah lembur, Sales Eksekutif PT Pertamina Madiun, Aditya Anwar, memilih tidak

berbicara banyak. Alasannya, karena upah lembur merupakan kebijakan pusat. "Kalau masalah itu, urusan pusat. Kami tidak mau berkomentar," kata Aditya Anwar, kepada wartawan. Namun meskipun ada aksi mogok awak mobil tangki dengan melakukan aksi unjukrasa, lanjut Aditya, Pertamina menjamin pasokan BBM untuk masyarakat tetap aman. Alasannya, karena Pertamina sudah mengantisipasi dengan menyalurkan BBM pada hari Minggu kemarin. "Kami sebelumnya sudah mendapat informasi dari Polres Madiun Kota terkait akan adanya unjuk rasa dari sopir tangki. Karena itu, penyaluran BBM kami ajukan kemarin (hari Minggu). Jadi yang biasanya mereka hari Minggu libur, tetapi mereka masuk untuk penyaluran BBM.

sudarno/bhirawa

Puluhan sopir mobil tangki BBM Pertamina, menggelar aksi unjuk rasa di Terminal BBM (TBBM) PT Pertamina, Jalan Yos Sudarso Kota Madiun, menuntut PT Pertamina membayar upah lembur yang sudah satu tahun tidak dibayar. Jadi saya jamin tidak akan ada kelangkaan BBM. Karena ratarata penyaluran normal harian di Terminal BBM (TBBM) Madiun, sebesar 897 kilo liter untuk ben-

sin dan 547 kiloliter untuk solar, sudah terpenuhi," tegas Sales Eksekutif PT Pertamina Madiun, Aditya Anwar, kepada wartawan, menjelaskan.Q dar


OLAHRAGA

8 LINTASAN

Anggaran 13 Cabang Olahraga di Tulungagung Terhambat Tulungagung, Bhirawa Pencairan anggaran operasional selama lima bulan terakhir untuk sedikitnya 13 cabang olahraga di KONI Tulungagung, Jawa Timur, terhambat akibat PSSI Tulungagung belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) 2013. “Anggaran memang belum turun. PSSI belum menggelar muscab (musyawarah cabang) sehingga LPJ juga belum dibuat. Ini mungkin karena ada kesibukan pemilu legislatif kemarin,” kata salah satu pengurus KONI Tulungagung, Anas, di Tulungagung, Jatim, Senin. Anas yang juga pengurus harian PSSI Tulungagung ini mengakui keterlambatan organisasinya dalam menyetor LPJ keuangan tahun anggaran 2013 berpengaruh terhadap pencairan dana operasional kegiatan cabang olahraga lainnya. Konsekwensinya, masing-masing cabang olahraga harus menalangi anggaran operasional mereka, hingga dana dari daerah dicairkan untuk durasi kegiatan selama kurun tahun anggaran 2014. Muscab PSSI Tulungagung sedianya akan digelar akhir Mei atau awal Juni dengan agenda laporan pertanggungjawaban pengurusan dan kegiatan selama periode 2013. Dalam muscab yang sama juga akan dibahas rencana kegiatan untuk periode tahun anggaran 2014, termasuk kebutuhan anggaran untuk pengembangan olahraga sepak bola maupun upaya peningkatan prestasi. “Kami sudah laporan ke PSSI Jatim, pekan depan sudah ada muscab,” tegasnya.Q ant

Daud Yordan Jadi Mitra Tanding Petinju Lokal Semarang, Bhirawa Juara dunia kelas ringan (61,2 kilogram) IBO Daud Yordan menjadi mitra tanding bagi petinju lokal setelah pembatalan pertarungan dirinya melawan petinju Mongolia Choi Tseveenpurev. “Kegiatan saya setelah pembatalan pertarungan tersebut adalah menjadi ‘sparring partner’ bagi petinju daerah saya yang akan tampil pada kejuaraan daerah (kejurda) awal Juni mendatang,” kata Daud Yordan ketika dihubungi dari Semarang, Jateng, Senin. Menurut petinju dengan rekor bertarung 32 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah tersebut, kegiatan ini dilakukan sambil menunggu jadwal pertarungan bagi dirinya. “Saya tetap berlatih untuk diri saya sendiri, tetapi saya juga menjadi ‘sparring’ bagi petinju daerah yang tengah mempersiapkan diri tampil pada kejurda tinju mendatang,” kata petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat, tersebut. Seperti diwartakan sebelumnya, pertarungan antara juara dunia kelas ringan (61,2 kilogram) IBO Daud Yordan melawan petinju Mongolia Choi Tseveenpurev yang sedianya dilaksanakan di Kunming, Tiongkok, 7 Juni 2014, akhirnya batal. Ia mengaku sudah menerima pemberitahuan soal pembatalan pertarungan tersebut dari manajemen beberapa waktu lalu. “Saya tidak tahu persis alasan pembatalan pertarungan tersebut karena itu wewenang dari manajemen, sedangkan tugas saya hanya berlatih untuk mempersiapkan diri naik ring,” katanya. Ketika ditanya apakah dengan pembatalan pertarungan melawan Choi Tseveenpurev tersebut, sudah ada jadwal untuk pertarungan penggantinya, petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat tersebut, mengatakan hingga saat ini memang belum ada.Q ant

KEHILANGAN TULUNGAGUNG KEHILANGAN STNK, Suzuki/FU 150SCD, Putih Abuabu, AG5034RAB, a/n. Syamsuri, RW 07 RT 01, Dsn. Panjer Tengah, Panjerejo-T.Agung No.652/IMB/BI-II/2014 KEHILANGAN STNK, Yamaha, th. 2011, Biru, AG6605R, a/n. Endang Siti Yunari, Jl. Kapten Kasihin RT 02 RW 01, Ds. Plandaan, Kedungwaru-T.Agung No.653/IMB/BI-II/2014 KEHILANGAN STNK, Honda, th. 1999, Hitam, AG3976SX, a/n. Slamet Priyono, Jl. P Diponegoro 129-T.Agung No.654/IMB/BI-II/2014 KEHILANGAN STNK, Yamaha, th. 2007, Merah Hitam, AG3303SO, a/n. Neni Trilestari, Ds. Campurdarat RT 3/15-T.Agung No.655/IMB/BI-II/2014 KEHILANGAN STNK, Yamaha STP, th. 2005, Biru, AG2462TZ, a/n. Supriyati, RT 03/RW 01, Ds. Kaliwungu, Ngunut-T.Agung No.656/IMB/BI-II/2014

SITUBONDO HILANG STNK nopol P 6836 ER, a/n Suriyono, Ds Curah Jeru RW 02/01, Kec. Panji, Situbondo. No.657/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 3983 GA, a/n Kusnadi, Ds Klatakan, RW 04/02, Kec. Kendit, Situbondo. No.658/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 3811 FE, a/n Zeinor Rofik, Ds Sumberwaru RW 03/01, Kec. Banyuputih, Situbondo. No.659/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 6363 EH, a/n Agus Mulyadi, Ds Olean, RW 02/01, Kec. Kota Situbondo. No.660/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 2950 FE, a/n Suhendri Jl WR Supratman, Ds Kotakan RW 09/23, Kec. Kota Situbondo. No.661/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 4234 EV, a/n Haenur Rofieq, Kel. Dawuhan RW 02/03, Kec. Kota Situbondo. No.662/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 2592 EM, a/n Darwis/P Nor, Ds Klampokan RW 03/02, Kec. Panji, Situbondo. No.663/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 4787 ET, a/n Bambang JP, Ds Curah Jeru RW 07/01, Kec. Panji, Situbondo. No.664/IMB/BI-II/2014

Timnas Tidak Patok Target Khusus di Macau Makassar, Bhirawa Timnas Indonesia tidak mematok target khusus dalam Kejuaraan Internasional Perahu Naga (Traditional Boat Race) di Macau, Tiongkok, 30-31 Mei 2014. Manajer Perahu Naga Indonesia Young Mardinal, saat dihubungi dari Makassar, Sulsel, Selasa, mengatakan akan fokus memanfaatkan kejuaraan ini untuk mengetahui kondisi tim serta negara lain sebelum berlaga di SEA Games Singapura 2015. “Kita memang tidak memberikan target khusus bagi atlet di kejuaraan ini. Namun demikian, kita tentu berharap seluruh atlet bisa membuktikan jika dirinya memang layak memperkuat timnas dengan meraih prestasi maksimal,” jelasnya. Menghadapi Kejuaraan Traditional Boat Race (TBR) 2014,

Timnas Indonesia menyertakan 36 atlet yang terdiri dari 22 pedayung putra dan 14 pedayung putri. Timnas perahu naga direncanakan tampil pada dua nomor lomba yakni 200 dan 500 meter. Dari 22 atlet putra yang akan diturunkan, empat diantaranya merupakan pedayung asal Sulawesi Selatan yakni Wahyudi Tarra, Syahrul Syaputra, Teguh Septian, serta Dedi Irianto. Keempatnya dinilai memiliki potensi sehingga layak memperkuat timnas pada dua ajang tersebut. Selain itu, jumlah atlet putra yang diturunkan lebih sedikit dari rencana sebelumnya yakni sebanyak 24 atlet. Hal itu diharapkan tidak mengurangi peluang timnas di kejuaraan tersebut. “Kita batal memanggil beberapa atlet dari kanoing karena

jumlah atlet yang kita miliki sudah mencukupi. Seluruh atlet akan meninggalkan Indonesia dini hari nanti. Mudah-mudahan seluruh atlet bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” katanya. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, mengaku bangga dengan lolosnya empat atlet Sulsel memperkuat Indonesia di kejuaraan dunia tersebut. Pihaknya juga berharap seluruh atlet terus fokus meningkatkan kemampuan demi menjaga peluang meraih prestasi. Menurut dia, keterlibatan atlet di kejuaraan dunia juga diharapkan memberikan efek positif bagi Sulsel. Apalagi atlet yang bersangkutan akan menjadi tumpuan Sulsel di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016.Q ant

Sulbar Belum Pernah Raih Medali PON Mamuju, Bhirawa Provinsi Sulawesi Barat sejak berdiri tahun 2004, belum pernah sekalipun meraih medali pada setiap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON). Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulbar, Thamrin Syakur, di Mamuju, Selasa, mengatakan Sulbar tanpa prestasi di PON, merupakan keprihatinan bersama, dan ini menjadi evaluasi untuk meempatkan pembinaan olahraga di Sulbar mendapatkan perhatian serius. “Salah satu kendala dalam mengembangkan olahraga Sulbar adalah terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki. Kantor KONI Sulbar pun belum dibangun permanen, sehingga

KONI belum memiliki tempat beraktivitas membangun olahraga Sulbar,” katanya. Menurut dia, KONI Sulbar akan kembali menata olahraga Sulbar agar dapat bangkit dan berprestasi di ajang nasional. “Pada PON 2016 di Jawa Barat nanti, Sulbar harus pulang dengan medali, di antaranya dari tiga cabang olaharaga yang terus menerus dibina agar dapat menyumbangkan mendali di PON nanti,” katanya. Ia menjelaskan tiga cabang olahraga itu adalah Sepak Takraw, Pencak Silat dan Dayung. “Pemerintah Sulbar telah membangun asrama yang

Musprov PBSI Jatim 2014

Widjar Janji Terapkan Manajemen Terbuka Surabaya, Bhirawa Menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jatim 30 Mei 2014 di Banyuwangi, salah satu calon ketua umum Wijanarko Adi Mulya berjanji akan menerapkan sistem open manajemen dan mengembalikan supremasii Jatim sebagai gudang atlet nasional. Menurut Wijanarko, perubahan sistem pembinaan maupun manajemen pengurus bulu tangkis di Jatim wwn/bhirawa harus dirubah. Sebab jika Wijanarko Adi Mulya tidak maka prestasi pebulutangkis dari ujung timur Pulau Jawa itu akan semakin terpuruk. Jika pada Musporv nanti ia terpilih sebagai Ketua Umum PBSI Jatim, maka pria yang juga mantan atlet bulu tangkis tiu akan mengadobsi sistem pembinaan yang sudah dilakukan oleh PB PBSI. “Kita adopsi pembinaan PB PBSI ke Jatim. Kemudian mengedepankan manajemen terbuka dan kepengurusan yang solid,” kata pria yang akrab disapa Widjar itu, Selasa (27/5). Hal lain yang dijanjikannya adalah menjalin komunikasi dengan para sponsor yang selama ini terputus. Salah satunya adalah perusahaan rokok terbesar di Indonesia. “Peran sponsor sangat penting untuk menggelar kejuaraan dan saya akan kembali menjalin kerjasama dengan mereka,” kata pria yang juga pengurus PBSI Jatim itu. Sebelum memutuskan untuk bertarung dengan kandidat lainnya, ia mengaku sudah melakukan komunikasi dan bertemu dengan pengkab/pengkot PBSI di Jatim. Responnya bagus dan siap memberikan dukungan kepadanya. “Setelah saya paparan program dan rencana, cukup banyak yang siap memberi dukungan,” aku Widjar. Musprov PBSI Jatim digelar dengan agenda laporan pertanggung jawaban PBSI Jatim periode 2010-2014. Selain itu, Musprov juga mengagendakan pemilihan Ketua Umum PBSI Jatim periode 2014-2019. Ada tiga kandidat yang bakal maju menjadi calon ketua. Selain Widjar, Yakob Rusdianto (Ketua PBSI Jatim) dan Nurrohman (PBSI Malang) yang siap bertarung dalam perebutan kursi ketua empat tahun mendatang. Sedangkan satu calon lainnya, Abd Chodir (Ketua PBSI Surabaya) secara resmi mengundurkan diri dari bursa calon. Widjar memutuskan maju, karena ingin memperbaiki prestasi bulu tangkis di Jatim. Harapannya, Jatim bisa kembali berkibar dan bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Q wwn

menjadi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan diharapkan dari situ dapat melahirkan atlet berprestasi di Sulbar,” katanya. Thamrin mengemukakan, untuk mempersiapkan atlet menuju PON 2016, Sulbar kini tengah memprogramkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II 2014 yang dipusatkan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) pada 10-20 November 2014.Q ant

Rabu Pahing 28 MEI 2014

SMANOR Buka PSB untuk 11 Cabor Surabaya, Bhirawa Atlet pelajar berprestasi yang baru lulus dari SMP dan ingin meningkatkan kemampuannya, kini bisa mendaftar ke Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR), sebab skolah yang berada di Sidoarjo itu membuka Penerimaan Siswa Baru (PSB) mulai 2-9 Juni. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Dr. Harun, M.Si, MM, untuk tahun ajaran baru ini, pihaknya tetap membuka kualifikasi pada 11 cabor, yakni Judo, Karate, Pencak Silat, Gulat, Atletik, Panjat Tebing, Sepak Takraw, Voli Pantai, Selam, Renang, dan Sepatu Roda. “Kami sengaja menjadwalkan untuk pendaftaran PSB lebih awal dibanding sekolah reguler lainnya. Ini dilakukan agar bagi mereka yang tak lolos seleksi, bisa mendaftar di sekolah reguler lainnya,” kata Harun, Selasa (27/5). Pihaknya sudah siap selangkah lebih baik dari PSB sebelumnya, karena saranaprasarana latihan kini lebih memadai. Pada 2014 ini, sejumlah fasilitas latihan telah siap digunakan. Sedangkan asrama pemondokan, juga telah siap untuk ditempati, dan telah direnovasi.

Secara teknis, pelaksanaan PSB hampir sama dengan PSB sebelumnya, yakni ada tes umum, kemudian tes spesifikasi dan keahlian, selanjutnya tes psikologi, tes kesehatan, dan penentuan akhir yang didapat dari rapat pleno. “Yang berbeda tahun ini dibanding tahun sebelumnya yakni tahap seleksi turut meminta bantuan dari Pengprov 11 Cabor yang ada di SMANOR. Tujuannya, agar mendapatkan input yang lebih berkualitas dan outputnya nanti bisa langsung mendapatkan perhatian dari Pengprov dan KONI Jatim tentunya,” jelasnya. Selain itu, untuk mendapat hasil yang valid dengan mencegah penilaian subyektif, maka pihak SMANOR menggandeng tim independen berupa tim ahli yang mengukur kemampuan calon siswa atau pendaftar salah satunya dari Tim ahli UNESA. “Kami juga menggunakan pelatih-pelatih nasional dalam menyeleksi calon siswa pada tahapan tes spesifikasi,” tambahnya. Nantinya, tahapan-tahapan dan tanggal pelaksanaan, dapat diketahui di UPT SMANOR Jatim, atau di situs resmi UPT SMANOR Jatim di www.dindik.jatimprov.go.id/uptsmanor/. Q wwn


Rabu Pahing 28 MEI 2014

NASIONAL-POLITIK

9

Jangan Ada Kampanye Hitam Jakarta, Bhirawa Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Mahfud MD, mengingatkan jangan sampai melakukan kampanye hitam dengan memfitnah dan membunuh karakter pihak lain serta menyinggung soal SARA. “Laksanakan kampanye secara jujur, berakhlak dan beretika, yang rukun, masyarakat Indonesia sudah rukun,” katanya saat berpidato pada Rakornas dan Pemantauan Tim Kampanye Prabowo-Hatta Tingkat Nasional di Jakarta, Selasa (27/5) kemarin. Hadir pada acara itu pasangan bakal capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, mantan Ketua Umum DPP PAN Amien Rais, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, Sekjen DPP PPP Romahurmuziy, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ag-

ung Laksono, serta pimpinan enam partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih dan anggota DPR terpilih. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 menampilkan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mahfud yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi menegaskan kampanye jangan sampai merusak kerukunan bangsa yang telah terjalin selama ini. “Kampanye hanya untuk calon yang akan dipilih untuk pemerintahan lima tahun mendatang,

jangan sampai merusak kerukunan bangsa dan negara,” katanya. Ia mengatakan kampanye untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta mesti dicapai dengan cara-cara yang beretika dan bermartabat. Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu menambahkan bahwa pihaknya tidak sedang mengampanyekan pasangan malaikat melainkan manusia biasa. “Kita manusia punya kelemahan dan kelebihan, setelah dikalkulasi plus minusnya, pasangan ini lebih banyak kelebihannya dan sedikit kelemahannya,” kata Mahfud. Perlu Kampanye Negatif Pengamat komunikasi politik Triyono Lukmantoro mengatakan kampanye negatif diperlukan dalam berpolitik supaya masyarakat bisa memahami ke-

lebihan dan kekurangan para kandidat secara lebih berimbang. “Kampanye negatif menunjukkan kekurangan para kandidat berdasarkan fakta. Itu berbeda dengan kampanye hitam yang materinya cenderung fitnah dan ditujukan untuk menebar kebencian,” kata Triyono Lukmantoro dihubungi dari Jakarta, Selasa. Pengajar Universitas Diponegoro Semarang itu mengatakan dalam berkampanye para kandidat tentu akan menampilkan visi, misi dan kelebihan masingmasing. Karena itu, perlu ada kampanye negatif dari pihak lain yang memaparkan fakta-fakta kekurangan setiap kandidat. Mengenai kampanye negatif dalam Pemilihan Presiden 2014, Triyono mengatakan banyak hall yang diungkap berdasarkan fakta-fakta di masa lalu. Joko Widodo misalnya, ada

yang melakukan kampanye negatif bahwa dia tahu permasalahan korupsi TransJakarta. “Sebagai gubernur tentu dia tahu tentang pengadaan bus TransJakarta. Soal capres boneka, mungkin ada benarnya juga karena yang lebih banyak menentukan adalah Megawati,” katanya. Begitu pula dengan Prabowo Subianto yang dikaitkan dengan kerusuhan Mei 1998 dan hilangnya be berapa ak tivis pada akhir periode

Mahfud MD

Din Syamsudin Minta Warga Muhammadiyah Tak Golput

KILAS NASIONAL

Pemda Wajib Tetapkan Zonasi Perairan Pesisir Jakarta, Bhirawa Kementerian Kelautan dan Perikanan mengingatkan pemerintah daerah wajib menetapkan zonasi perairan pesisir untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kepentingan Indonesia baik secara sosial, pemerintah, maupun lingkungan. “Setiap pemerintah daerah wajib menyusun rencana zonasi serta menetapkannya dengan peraturan daerah,” kata Dirjen Kelautan, Pesisir, dan PulauPulau Kecil KKP Sudirman Saad dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (27/5) kemarin. Menurut Sudirman, hal tersebut karena UU No 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan PulauPulau Kecil memberi kewenangan pemerintah untuk menetapkn aturan penyusunan rencana zonasi. Rencana zonasi, ujar dia, merupakan instrumen penataan ruang yang menjadi dasar dalam pemberian izin pemanfaatan ruang di perairan pesisir serta alat kontrol untuk keseimbangan pemanfaatan, perlindungan pelestarian, dan kesejahteraan masyarakat sekaligus berfungsi memberikan kepastian dan perlindungan hukum dalam pemanfaatan perairan pesisir. Ia berpendapat rencana zonasi memungkinkan untuk menata perairan wilayah pesisir agar tidak terjadi konflik dalam penggunaannya, di mana semua ruang dialokasikan pemanfaatannya secara transparan dan ilmiah sesuai dengan kelayakan dan kompatibilitas. Rencana zonasi, lanjutnya, juga memastikan adanya perlindungan, pelestarian, pemanfaatan, perbaikan, dan pengkayaan sumber daya pesisir beserta ekosistemnya secara berkelanjutan. Q ant

Orde Baru. “Prabowo dikaitkan dengan kerusuhan mei 1998 dan penculikan sejumlah aktivis, karena saat itu dia memiliki pasukan. Yang menyebut dia temperamental, mungkin juga ada benarnya,” jelasnya. Q ant

antara foto

Harapan Santri untuk Jokowi-Jk Sejumlah santri dan santriwati dari Laskar Santri Nusantara Jawa Barat melakukan Aksi penandatanganan dan menulis harapan di Spanduk 1001 Harapan Santri Untuk Jokowi-JK di Kantor PB Anshor, Bandung, Jawa Barat, Senin (26/5). Aksi tersebut merupakan harapan untuk Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla agar mampu juga menampung aspirasi dari Kaum santri-santriwati seprti menegakkan agama Islam, membangun ekonomi kerakyatan berbasis pesantren dan menjadikan pesantren sebagai penguat moral bangsa.

Marwah Daud Pimpin Relawan Nusantara Jaya Jakarta, Bhirawa Dukungan bagi PrabowoHatta terus mengalir dan kali ini datang dari politisi perempuan yang juga dikenal sebagai pakar komunikasi Dr Marwah Daud Ibrahim dengan memimpin Relawan Nusantara Jaya. Menurut keterangan pers yang disampaikan di Jakarta, Senin malam (26/5), tim pemenangan Prabowo-Hata juga telah menerima dukungan dari Mayjen (Purn) Kivlan Zen, man-

tan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad)tahun 1998. Dukungan keduanya disampaikan dalam acara deklarasi yang dihadiri Capres Prabowo Subianto di Rumah Polonia, Senin (26/5). Marwah Daud yang pernah menjadi Ketua DPP Golkar era kepemimpinan Akbar Tandjung dikenal memiliki basis massa cukup besar di kawasan timur maupun barat. Setelah tidak

aktif di parlemen, dia memimpin lembaga yang memberi motivasi pada generasi muda se-Indonesia, yaitu Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan (MHMMD). Dalam deklarasi dukungan itu, Marwah juga membawa relawan. Relawan ini tersebar di berbagai provinsi dan telah lama memimpikan pemimpin ndonesia baru yang memiliki visi masa depan yang jelas. Relawan ini bertujuan memenangkan rakyat Indonesia.Q ant

Solo, Bhirawa Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin mendorong warga Muhammadiyah untuk jangan bertindak golongan putih (golput), tetapi harus menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Umum Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli mendatang. “Muhammadiyah telah mendorong dan menyerukan warganya untuk menunaikan hak pilihannya. Maka, warga Muhammadiyah jangan golput pada Pilpres mendatang,” kata Din Syamsudin usai acara Tablig Akbar Hari Bermuhammadiyah se-Jawa Tengah di Stadion Manahan Solo, Selasa (27/5) kemarin. Menurut Din Syamsudin, Muhammaduyah ikut mendirikan Bangsa dan Negara Indonesia, serta masa depannya. Dan, pada butir pertama dinyatakan, bahwa Muhammadiyah memandang Pemilu Presiden sebagai agenda penting dan strategis. “Muhammadiyah soal ini, tidak main-main. Pilpres dinilai penting dan strategis jangan kemudian semenamena, tidak peduli, terlibat politik uang, tidak memilih secara cerdas. Hal ini, mengabaikan pentingnya Pilpres,” kata Din Syamsudin. Dim Syamsudin menjelaskan, Muhammadiyah juga merasa prihatin dengan gejala dan gelagak adanya isu kampanye hitam yang dilakukan oleh kedua pihak pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden yang

saling menjek-jelekan terutama melalui media sosial. Bahkan, kata dia, sebagian isu-isu bernada fitnah. Jika hal ini, terus dikembangkan akan dapat merusak kualitas demokrasi. “Kami akan kehilangan peluang lomba adu konsep, pikiran, visi dan misi dari pasangan Capres dan cawapres 2014,” katanya. Menurut Din Syamsudin, jika ada hal-hal yang dinyakini benar, dan bukan isu, maka mereka dapat menyelesaikan melalui proses hukum. Hal ini, jangan ditebar di media massa. “Saya melihat dua belah pihak melakukan kampanye hitam dan hal ini tidak positif bagi pembangunan demokrasi kami,” katanya. Oleh Karena itu, Muhammadiyah meminta kepada pasangan Capres dan Cawapres, serta khusus tim sukses maupun pendukungnya untuk menghentikan berbagai kampanye hitam itu, apalagi yang berbau sara. Karena, hal ini sangat potensial untuk menciptakan perpecahan di tubuh bangsa ini. “Pasangan Capres dam Cawapres silahkan menyampaikan visi misinya, mari kita nilai dan menentukan pilihannya,” katanya. Sementara Gubernur Jateng Ganjar Prabowo yang hadir dalam acara tersebut, mengatakan, pihaknya menitip pesan kepada warga Muhammadiyah untuk ikut mengawasi kinerja birokrasi pemerintah yang dipimpinnya di Provinsi Jateng.Q ant

Badan KB Lumajang Dukung Harganas XXI di Surabaya Badan Keluarga Berencana Kab Lumajang menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Harganas (Harganas) XXI yang dijadwalkan di Kota Surabaya (14/ 06/2014). Hal ini terungkap dalam pertemuan media massa dan eselon IV SKPD KB Se-Jatim di Kantor BKKBN Perwakilan Jawa Timur (14/06/2014). “Sesuai dengan Rakor yang dilakukan, Badan KB Lumajang langsung menindaklanjuti,’’ kata Sekretaris Badan Keluarga Kab Lumajang Drs Majid. Salah satunya peran serta Badan KB yang ada di Jawa Timur, mengingat acara yang digelar beragam dan dimulai sebelum puncak pelaksanaan peringatan Harganas yang rencananya di lapangan Makodam Brawijaya. Lebih lanjut Majid mengungkapkan banyak acara dan kegiatan yang akan digelar. Antara lain, Sosialisasi Kegiatan Harganas, Pendayagunaan Mupen (Mobil Penerangan) KKBPK, Roadshow Semarak KKBPKPKK, Kegiatan Lomba dan Temu Kader, Bhakti Sosial, Kegiatan Seminar dan Sarasehan, Pameran dan Gelar Dagang, Olah Raga Seni dan Hiburan. “Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk mendukung dan berperan aktif dalam pelaksanaan Harganas 2014 di Jawa Timur,’’ tambah Majid. Untuk itu pihaknya segera mengambil langkah-langkah. “Untuk kemudian melakukan koordinasi,’’ ungkapnya. Majid menambahkan, sesuai dengan hasil Rakor tersebut, tema

Harganas XXI tahun 2014 ini adalah ‘Melalui Haru Keluarga Nasional Kita Tingkatkan Kualitas Keluarga Dalam Mewujudkan Indonesia Sejahtera’. “Selain itu ada motto dari Harganas ini, adalah ‘ Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, Kelurga Masa Depan Indonesia,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Ir Dwi Sulistiyo Wardani MSi menjelaskan tujuan Harganas XXI tahun 2014 terbagi dua yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum, meningkatkan komitmen politis dan kepedulian Pemerintah, Legislatif dan Yudikatif baik di tingkat Pusat, Provinsi hingga Kabupaten dan Kota untuk mendukung pelaksanaan pembangunan, khu susnya pembangunan di bidang kependudukan, Keluarga Berencana dan Pem bangunan Keluarga (KKBPKB) untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera. “Ada juga beberapa tujuan khusus,’’ kata Dwi Sulistiyo Wardani. Antara lain, meningkatkan peran serta seluruh stakeholder dan mitra kerja serta masyarakat dalam pelaksanaan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan

Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk membangun Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, meningkatkan peran keluarga melalui pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga aebagai dasar ketahanan dan kesejahteraan keluarga, terbetuknya kesiapan dalam menghadapi permasalahan dan tantangan dalam kehidupan keluarga. “Selanjutnya menambah gaung Harganas agar masyarakat luas mengenal dan mengingat serta meresapi arti Hari Keluarga sebagaimana hari-hari penting lainnya, seperti Hari Pahlawan, Sumpah Pemuda,’’ paparnya. Untuk rangkaian Harganas tahun 2014, tambah Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur ada beberapa agenda yang

digelar secara nasional. “Salah satunya pameran dagang yang dilaksanakan mulai 12 Juni 2014 yang rencananya dibuka dan diresmikan oleh Ibu Wakil Presiden selaku Ketua Dekranas,’’ paparnya. Sebagai puncak peringatan Harganas XXI akan dihadiri Bapak Presiden RI beserta Ibu Hj Ani Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan acara puncak peringatan Harganas XXI daerah tahun 2014, tambah Dwi Sulistiyo Wardani dilaksanakan di masingmasing provinsi, Kabupaten dan Kota disesuaikan dengan kebijakan masing-masing daerah. “Diupayakan waktunya tidak mendahului peringatan Harganas,’’ harapnya. Q yat*

dayat/bhirawa

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Ir Dwi Sulistiyo Wardani MSi (kanan) memberikan penjelasan tentang Harganas 2014.


EKONOMI - BISNIS

10

Rabu Pahing, 28 MEI 2014

Kurs JUAL

BELI

USD

11,691.00

11,575.00

SGD

9,333.39

9,233.41

EUR

15,924.31

15,763.99

JPY

11,469.64

11,350.26

GBP

19,680.63

19,480.73

sumber: Bank Indonesia (27 Mei 2014)

RAGAM EKBIS

Libur Isra Miraj, Masyarakat Padati Mal Surabaya, Bhirawa Mengisi waktu liburan memperingati Isra Miraj, yang jatuh pada hari Selasa (27/5) banyak warga Surabaya maupun luar kota membanjiri pusat perbelanjaan yang berada di Kota Pahlawan. “Kondisi jalan yang relatif tidak terlalu padat, memudahkan kita sekeluarga berkunjung ke Tunjungan Plaza(TP). Selain itu gajian masih kurang beberapa hari lagi, sehingga saya ajak kedua anak saya ke TP karena lebih murah dibandingkan harus pergi ke Batu.” ujar Henry warga Kedungdoro Surabaya ketika di temui Bhirawa Selasa (27/5) kemarin. Sebagai warga yang kelahiran Surabaya, baginya berkunjung ke pusat perbelanjaan merupakan liburan yang membuat keluarga lebih nyaman. Meskipun tidak berbelanja, keluarga bisa bermain di are play ground (area bermain), atau hanya sekedar makan siang bersama anak. “ Keluarga kalau ke pusat perbelanjaan tidak mesti berbelanja. Anak-anak bisa bermain, setelah itu makan siang di food court. Ini anak yang besar malah nanti jam 17.00 mengajak untuk nonton film Godzila, di bioskop,” ujarnya. Saat ditanya, Kenapa lebih memilih liburan ke pusat perbelanjaan dibandingkan ke pantai. Henry menjawab, keluarganya enggan pergi kesana. Karena dinilainya pantainya kotor dan kumuh. “Kalau ke kenjeran pantainya kotor dan kumuh, kalau mau pergi KBS juga gitu, bangunan yang lama tidak dicat sehingga terkesan angker,” ujarnya. Q wil

Bandara Notohadinegoro Beroperasi Juni Jember, Bhirawa Pemkab Jember, Jatim, menargetkan operasional Bandara Notohadinegoro yang berada di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, pada akhir Juni 2014. Kepala Dinas Perhubungan Jember Isman Sutomo, mengatakan perbaikan sejumlah sarana untuk menunjang dioperasikannya Bandara Notohadinegoro telah dilakukan, antara lain membangun pagar pembatas dan menebalkan landasan pacu (runway). “Kami targetkan untuk segera menuntaskan pembangunan fasilitas penunjang lapangan terbang seperti yang disyaratkan oleh maskapai Garuda dan paling lambat pengerjaan tuntas pada pertengahan Juni,” tuturnya. Maskapai Garuda Indonesia berencana membuka rute Jember-Surabaya dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72600, namun pada saat Tim Garuda melakukan survei beberapa pekan lalu dinilai masih banyak pembenahan yang harus dilakukan agar bandara tersebut bisa dioperasikan. “Saya optimistis Bandara Notohadinegoro bisa dioperasikan pada akhir Juni 2014 dan berharap keberadaan bandara tersebut dapat mendorong peningkatan ekonomi dan investasi di Kabupaten Jember,” katanya. Sementara Ketua Komisi C DPRD Jember M. Asir mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) beberapa kali ke Bandara Notohadinegoro untuk mengetahui sejauh mana kesiapan bandara tersebut beroperasi. “Landasan pacu sudah ditambah sepanjang 500 meter, sehingga total landasan pacu mencapai 2.000 meter sesuai dengan permintaan pihak maskapai Garuda, dan pembangunan pagar pembatas seluas 80 hektare masih dikerjakan,” tuturnya. Saat melakukan sidak pada Senin (26/5), lanjut dia, masih banyak fasilitas bandara yang belum selesai, antara lain penambahan apron dan pembangunan pagar pembatas bandara, sehingga pihaknya meminta Pemkab Jember segera menuntaskan pembangunan sarana penunjang tersebut. Q efi.ant

ist

Prediksi meningkatnya produksi rokok dari jumlah 340 miliar batang di 2013 menjadi 360 miliar batang di 2014 juga memacu peningkatan produksi cengkeh di Jawa Timur.

Dampak Meningkatnya Jumlah Produksi Rokok

Target Produksi Cengkeh 12 Ribu Ton Pemprov, Bhirawa Prediksi meningkatnya produksi rokok dari jumlah 340 miliar batang di 2013 menjadi 360 miliar batang di 2014 juga memacu peningkatan produksi cengkeh di Jawa Timur. Jika tahun lalu produksi hanya mencapai 8.000 ton, kini ditarget meningkat menjadi 12.000 ton. “Secara nasional, produksi cengkeh berkurang. Namun meningkatnya produksi rokok, maka menjadi potensi Jatim untuk meningkatkan produksi cengkeh,” kata Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Ir Moch Samsul Arifien MMA, Selasa (27/5). Menurutnya, dengan produksi rokok 360 miliar batang, maka kebutuhan cengkeh diperkirakan mencapai 180 ribu ton. Perhitungan itu, kata dia, diasumsikan dengan kebutuhan ceng-

keh 1/2 gram per batang. Adanya produksi cengkeh nasional hanya 90 ribu ton per tahun atau separuh dari kebuituhan nasional, maka sisanya masih diperoleh dari impor. “Kalau produksi cengkeh bisa kita tingkatkan, setidaknya mengurangi kuota impor yang masih cukup besar,” tuturnya. Untuk harga cengkeh, kata Samsul, saat ini masih cukuip tinggi. “Saya perkirakan harga cengkeh tahun ini masih dikisaran Rp 150 ribu per kilo-

gram. Harga tinggi ini karena pasokan sedikit dan kebutuhan cukup tinggi,” ungkapnya. Harga cengkeh yang tinggi juga ditunjang dari kondisi cuaca yang kurang mendukung sehingga diprediksikan juga berpotensi menurunkan produksi cengkeh nasional. Ketua Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI), Dahlan Said menuturkan, awal tahun ini harga cengkeh sempat melonjak hingga Rp 170.000 per kg. Musim puncak panen cengkeh diproyeksi jatuh pada bulan Juli sampai Oktober. Namun Said optimistis harga cengkeh tetap bertengger di harga tinggi. Diperkirakannya produksi tahun ini tak sebanyak tahun 2013 yang mencapai 100.000 ton. Hal itu dipengaruhi anomali cuaca, seperti

hujan yang tidak merata serta banyaknya penyakit yang menyerang pohon cengkeh menjadi beberapa faktor yang mengakibatkan produksi cengkeh tidak maksimal. Dari 400.000 hektare lahan cengkeh potensial, kata dia, hanya sekitar 300.000 hektare yang potensial menghasilkan. Agar harga dapat terjaga, ia mengharap agar impor cengkeh tidak dibuka secara bebas. Sekretaris APCI, Ketut Budiman Mudara mengatakan, penurunan produksi cengkeh petani kerap dijadikan dalih impor. Terlebih sejak tiga tahun terakhir ada data impor cengkeh maupun produk turunan (saos rokok) sekitar 5.000 ton. “Kami tentu menolak kalau ada impor karena itu akan mengganggu harga di

tingkat petani,” tegasnya. Harga cengkih kering di tingkat petani berkisar Rp 150.000 per kilogram atau dua kali lipat dibanding harga kesepakatan terendah Rp 70.000 per kilogram. Harga tersebut relatif stabil sejak tiga tahun belakangan. Bahkan, gagangnya juga bisa dijual pula Rp 5.000 per kilogram. Dari total produksi cengkeh nasional per tahun, sebanyak 93% diserap industri rokok. Meski demikian, tidak setiap musim panen semua produksi terserap langsung. Hal ini dikeranakan pola penyerapan tanaman rempah tersebut menyesuaikan dengan ukuran industri. Industri rokok besar memiliki persediaan 2 tahun, menengah 1 tahun dan kecil 6 bulan. Q rac

Maret 2014, Impor Jatim Naik 7,91 % Surabaya, Bhirawa Maret 2014 impor Jatim mencapai 1,976 miliar dolar AS atau naik 7,91 persen dibanding impor Februari 2014 hanya 1,831 miliar dollar AS. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim M Sairi Hasbullah di kantornya, Jl Kendangsasri Industri, Surabaya,) mengatakan, secara kumulatif, nilai impor Januari - Maret 2014 mencapai 6,046 miliar dollar AS atau naik 3,16 persen dibanding periode yang sama 2013 hanya.860,44 juta dollar AS. Impor migas Jatim Maret 2014 mencapai 634,84 juta atau naik 16,29 persen dibanding impor migas Februari 2014 hanya 545,91 juta dollar AS. Sedangkan selama Januari - Maret 2014 impor migas mencapai 1,871 miliar dollar

AS atau mengalami kenaikan 17,38 persen dibanding impor migas periode yang sama 2013 hanya 1,594 miliar dollar AS. Sedangkan impor non migas Jatim pada Maret 2014 mencapai 1,341 miliar dollar AS atau naik 4,35 persen dibanding impor non migas Februari 2014 hanya 1,28 5 miliar dollar AS. Sementara selama Januari - Maret 2014 impor non migas Jatim hanya 4,174 miliar dollar AS atau mengalami penurunan 2,15 persen dibanding periode yang sama tahun 2013 mencapai 4,266 miliar dollar AS. Selama Maret 2014 impor non migas Jatim didominasi oleh mesin/pesawat mekanik dengan nilai 157,79 juta dollar AS, diikuti besi dan baja 139,80 juta dollr AS. Kemudian plastik dan barang dari

plastik 7,11 juta dollar AS, serta gandum-ganduman 69,88 juta dollar AS. Tiongkok masih merupakan negara pemasok barang impor non migas Jatim terbesar selama Maret 2014 dengan nilai 323,79 juta dollar AS, diikuti Amerika Serikat US 143,70 juta dollar AS, Thailand 80,12 juta dollar AS, Jepang 72,61 juta dollar AS dan Korea Selatan 63,19 juta dollar AS. Kontribusi kelimanya mencapai 50,97 persen terhadap total impor non migas. Menurut golongan penggunaan barang, pada Maret 2014 impor bahan baku/penolongdan barang konsumsi masing-masing naik 11,00 dan 41,00 persen, sedangkan barang modal turun 34,00 dibanding impor Februari 2014. Q rac.kmf

Bulog Bojonegoro Salurkan 42.400 Ton Beras ke Luar Jawa Bojonegoro,Bhirawa Persedian stok beras di Bojonegoro saat ini cukup melimpah, terbukti daerah yang terkenal dengan kerajinan kayu dan sumur minyak itu bisa melakukan move reg dan move nas atau pengiriman secara nasional di luar Pulau Jawa kurang lebih sekitar 42.400 ton. Dari 42.400 ton itu, dikirim ke Provinsi kepulauan Riau sebanyak 10.400 ton, kemudian Pontianak Kalimantan Barat sebanyak 3.300 ton. Sedangkan Manukwari sebanyak 3.000 ton, Jaya Pura dan Sorong Papua Barat masing-masing sebanyak 5.000 ton. Palembang Sumsel

dan Medan Sumbar masingmasing 5.000 ton. Kemudian move reg ke Madura Jatim sebanyak 3.000 ton dan DKI Jakarta sebanyak 5.000 ton. Tujuannya untuk pemerataan stok di daerah. Selain itu daera hasil pertanian yang kurang mencukupi.Pengiriman beras dimulai April hingga Agustus 2014 ini. “Ini termasuk move nas maupun move reg, kalau untuk besaran serta wilayah mana saja yang akan dituju itu mengikuti keputusan dari pusat,” urai Efdal Kepala Sub Divre Bulog III Bojonegoro, kepada Bhirawa Selasa (27/5). Efdal mengimbuhkan, setelah

dikirim (mov) sampai saat ini cadangan setok beras kalau kita salurkan bisa sampai pada bulan Juli 2014 mendatang. Kami hitung kemarin kurang lebih kisaran 71.840 ton, nanti kita kirim terus. Pengiriman itu bisa tercukupi karena setiap bulannya mencapai 5.700 ton. “ Setelah dilakukan pengiriman, hingga sekarang cadangan setok bisa mencukupi sampai 15 bulan ke depan,” tandasnya. Namun pihaknya akan tetap memaksimalkan pengadaan beras dari tiga wilayah kerjanya. Saat ini pengadaan beras bisa menyerap sekitar 1.000 sampai 1.200 ton per hari. Q bas

dok/bhirawa

Menjelang musim giling stok gula lokal di beberapa gudang pabrik gula di Kediri masih menumpuk, hal itu disebabkan gula impor masih mendominasi pasar.

Kalah Bersaing, Stok Gula di Kediri Menumpuk Kediri, Bhirawa Menjelang musim giling stok gula lokal di beberapa gudang pabrik gula di Kediri masih menumpuk, hal itu disebabkan gula impor masih mendominasi pasar, sehingga sejumlah pabrik gula kesulitan memasarkan gula lokal. General Manger PG Pesantren Kota Kediri, Arifin, stok yang berada di gudang PG gula Pesantren hingga saat ini masih 700.000 ton, sementara sisa stok pada tahun 2013 mencapai 120 000 ton. “ Untuk pemasaran masih kalah dengan gula-gula impor,” katanya Selasa (27/5). Meskipun harga gula lokal di pasaran hanya berkisar Rp8.250 ribu, tapi masyarakat ternyata lebih senang mengkonsumsi gula impor.

“Dalam jangka pendek ini untuk mensiasati itu diharapkan Aptr dan Kptr bisa bersatu dan petani harus benarbenar solid dan konsisten bisa memberikan tebu-tebu yang berkualitas” katanya Selain itu dia berharap pemerintah agar bisa mengendalikan daur gula import (rafinasi) , karean gula-gula impor ini sudah tidak sesuai peruntukannya lagi, seharusnya gula import ini hanya untuk hanya untuk makanan dan minuman “Karena intervensi pemerintah untuk haraga gula ini sangat luar biasa kami berharap pemerintah agar bisa mengendalikan gula import, karena gula kita kualitasnya tidak kalah dengan gula –gula dari luar negeri itu”tandas Arifin. Q mb2

Pembangunan Bandara Blimbingsari dengan Konsep Green Airport

Anggarkan Rp40 M, Didesain Tanpa AC Pembangunan terminal bandara Blimbingsari Banyuwangi dengan konsep Green Airport rencananya dimulai pada Juni 2014 dan ditargetkan sudah bisa beroperasi melayani penumpang pada 2015.

ist

Pembangunan terminal bandara di Blimbingsari merupakan pengembangan dari terminal yang sudah ada, untuk menunjang pengembangan pariwisata berkonsep ekowisata (ecotourism).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengemukakanm pembangunan terminal bandara di Blimbingsari itu merupakan pengembangan dari terminal yang sudah ada, untuk menunjang pengembangan pariwisata berkonsep ekowisata (ecotourism). “Kami targetkan awal tahun depan pembangunan tuntas. Jika daerah lain mengeluarkan dana ratusan miliar untuk membangun bandara yang setara, di Banyuwangi anggarannya cukup Rp40 miliar karena konsepnya hijau,” ucapnya.Ia menjelaskan

terminal bandara ini didesain tanpa mesin pendingin ruangan (AC), kecuali pada sejumlah ruangan tertentu. Sirkulasi udara diatur dengan kisi-kisi dan lebih banyak ruang terbuka, termasuk aliran air juga ikut membantu menyejukkan udara. Selain itu, di sekeliling dan atas terminal ada tanaman hijau. Kemudian energi alami dimanfaatkan dengan mengatur pencahayaan matahari sebagai penerang ruangan di siang hari. Saat ini, Bandara Blimbingsari Banyuwangi sudah disinggahi dua

maskapai penerbangan, yakni Garuda Indonesia dan Wings Air, yang terbang reguler setiap hari. Bupati menambahkan konsep arsitektur hijau yang dipilih adalah desain pasif yang merupakan pilihan pembangunan gedung hijau. Konsep ini berbeda desain aktif yang banyak mengandalkan teknisi untuk menghemat energi. “Passive design menghemat lebih banyak energi, karena semuanya direncanakan sejak awal untuk mengurangi beban energi,” ujar Abdullah Azwar Anas, Selasa (27/5). Selain aspek lingkungan, lanjut Anas, konsep hijau juga mengakomodasi budaya lokal, yakni bentuk bangunan terminal mengadopsi gaya rumah adat Osing

(suku asli Banyuwangi). “Nantinya, terminal baru Bandara Blimbingsari akan mampu menampung sekitar 250 ribu orang penumpang dan dilengkapi 10 konter layanan sebagai antisipasi perkembangan beberapa tahun ke depan,” tambahnya. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu yang melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi pada 23-25 Mei, juga sempat meninjau desain pengembangan Bandara Blimbingsari tersebut. “Pemilihan bandara berkonsep hijau bisa menjadi pendongkrak sektor pariwisata Banyuwangi. Bandara ini akan menjadi pembeda dibanding daerah destinasi wisata lainnya,” katanya. Q ant


SAMBUNGAN

Rabu Pahing 28 MEI 2014

Desakan Muscablub Demokrat Surabaya Menguat

Sumur Petrochina Meledak, 3 Pekerja Mengalami Luka Bakar l Sambungan hal 1

Field Manajer (FM) JOB-PPEJ) Junizar H. Dipodiwirjo mengatakan, bahwa kebakaran terjadi di sumur 8 Pad B Lapangan Sukowati yang sedang terdapat rig pemeliharaan. “ Tapi sampai sekarang ini kita belum tahu penyebab kebakaran itu,” jelas Junizar. Dikatakannya, akibat kebakaran tersebut, rig yang melakukan pemeliharaan rusak. Selain itu juga ada kabel-kabel di rig, serta instrumentasi sumur juga tidak luput terbakar. Karena kejadian tersebut, semua aktivitas pemeliharaan di sumur 8 dihentikan. “ Kita akan menginvestigasi penyebabpenyebab agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” imbuhnya. Menurut beberapa sumber di lapangan, tiga korban tersebut saat kejadian pukul 00.15 berada tidak jauh dari lokasi pembersihan sumur 8 Pad B, Lapangan Sukowati. Begitu ada pekerja yang menjadi korban, ambulans secepatnya membawa tiga orang tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Tidak berapa lama setelah itu muncul ledakan dan api berkobar selama kurang lebih 20 menit. Dengan ce-

pat, petugas dari JOB P-PEJ bisa memadamkan api. Sementara itu Ketua Penanggulangan Kejadian Darurat Bencana (PKDB) Bojonegoro Letkol Arh Sjahrir Rijadi meninjau ke lokasi kejadian kebakaran sumur minyak di Lapangan B Sukowati di Desa Ngampe yang menyebabkan tiga pekerja mengalami luka bakar. “Kami baru menerima laporan ada kejadian kebakaran sumur minyak Sukowati pagi tadi. Yang jelas sekarang kejadian kebakaran sudah bisa terkendali,” kata Letkol Arh Sjahrir Riyadi, yang juga Komandan Kodim 0813 di lokasi kejadian. Namun, ia mengaku belum memperoleh laporan dari Manajemen Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ) mengenai penyebab kebakaran sumur minyak itu. “Ada tiga pekerja yang mengalami luka-luka,” jelasnya. Kepada Letkol Arh Sjahrir Riyadi, petugas Joint Operating Body (JOB) Pertamina Petrochina East Java (PPEJ) Nurhasyim menjelaskan kejadian kebakaran sumur minyak Sukowati 8 berawal dari sejumlah pekerja yang

Kelalaian PDAM Batu Berbuntut Panjang l Sambungan hal 1

Tidak hanya banyak beton cor milik warga yang rusak, PDAM tidak menutup kembali lubang yang sudah mereka gali. Tentu saja hal ini menuai protes warga. Karena penggalian ini sangat menganggu dan mengakibatkan kendaraan milik mereka tidak bisa keluar masuk halaman rumah. Bahkan penggalian lubang ini mengakibatkan kecelakaan kendaraan bermotor di wilayah ini. “Sangat menganggu kami, mobil yang mau masuk ke dalam halaman jadi tidak bisa masuk, banyak juga beton cor milik yang dibangun warga untuk memudahkan kendaraannya masuk ke dalam rumah, ikut dirusak oleh PDAM,” ujar Sudiono, warga Dusun Jeding, Junrejo, Selasa (27/5). Karena itulah, warga mendesak agar PDAM mengembalikan lagi kondisi jalan yang sudah mereka gali. “Permintaan kita sederhana, kembalikan lagi jalan yang sudah mereka gali, ditutup aspal seperti semula,” tambahnya. Kekecewaan yang sama juga dilontarkan oleh warga yang lain, Supri, warga Dusun Junrejo meminta kepada PDAM untuk menutup kembali lubang yang sudah me­ reka gali hingga kondisinya normal seperti biasa. “Kalau tidak segera dibenahi kembali seperti semula, warga akan berbondongbondong mendatangi kantor PDAM men­ desak agar lubang ini ditutup kembali,” ujar Supri. Baik Sudiono maupun Supri sudah menelepon PDAM terkait masalah ini. Petugas PDAM juga sudah datang ke lokasi, hanya saja mereka hanya melindas tumpukan tanah di bekas tanah galian dengan roda truk yang mereka bawa.  “Dilindas dengan roda truk malah membuat lubang menganga di beberapa bagian yang kita minta bukan itu, tapi dikembalikan seperti sedia kala. Kalau awalnya aspal yang harus diaspal lagi, kalau ada beton cor milik warrga yang rusak ya harus dicor beton lagi,” ujar Supri.        Terpisah, Kepala Desa Junrejo, Faisal, mengatakan bahwa pihaknya pernah menghentikan pembangunan proyek PDAM itu dua kali. Pasalnya dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan oleh PDAM pada Februari lalu tidak disertai penjelasan yang jelas terkait hari pelaksanaan hingga sosialisasi kepada warga. Saat itu PDAM menjanjikan dalam perjanjian tertulisnya bahwa akan ada rekondisi dari jalan yang sudah digali. Janji tertulis PDAM Kota Batu ini sudah disosialisasikan Faisal kepada Ketua –Ketua RW yang ada dilewati proyek ini. Warga juga berhak untuk menuntut ganti rugi jika PDAM tidak melaksanakan hal tersebut. n nas

Bukan untuk Jabatan l Sambungan hal 1

yang mumpuni, lanjut dia, sudah menjadi kebutuhan di era globalisasi. “Saat ini di birokrasi juga dibutuhkan kualitas SDM yang baik. Jangan mengejar S2 atau S3 sekadar ingin mencari jabatan. Mencari ilmu yang lebih tinggi harus lebih diniatkan untuk meningkatkan kualitas diri yang harapannya dapat berguna bagi masyarakat,” jelasnya. Eko Sugiono yang gelar sarjana strata satunya diselesaikan di Universitas Brawijaya (UB) Malang ini tidak mengelak jika promosi doktor yang diperolehnya tersebut dapat memotivasi PNS Pemkab Tulungagung lainnya untuk mengejar gelar yang sama. Apalagi selama ini belum ada PNS Pemkab Tulungagung yang bergelar doktor atau dapat menyelesaikan pendidikan S3. “Saya sendiri dalam menyelesaikan pendidikan S3 sempat cuti selama setahun. Alhamdulilah kemudian dapat menyelesaikan di tengah kesibukan sebagai PNS dan menjadi rektor. Tidak mudah untuk dapat menyelesaikan pendidikan S3 terlebih harus bolak balik Tulungagung-Malang,” paparnya. Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Tulungagung dan ayah dua orang putera ini memang selain mengabdi di lingkup Pemkab Tulungagung juga mengabdi di civitas akademika Universitas Tulungagung (Unita) sebagai rektor. Bahkan dia sudah empat periode menjabat sebagai orang nomor satu di Unita tersebut. Rencananya, Eko Sugiono yang disertasinya mengulas tentang responsibilitas Pemkab Tulungagung dalam pemberdayaan sektor informal akan resmi diwisuda untuk menyandang gekar doktor pada Sabtu (31/5). “Promosi doktor saya dilakukan 17 Mei lalu. Saya bersyukur karena semua berjalan lancar,” tuturnya. wed

11 l Sambungan hal 1

Pasca ledakan di Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Sukowati, di lokasi pengeboran sumur di pad B belum terlihat ada aktivitas, Selasa (27/5) siang. Para pekerja masih berkumpul di titik aman sambil duduk-duduk.

melakukan pembersihan sumur minyak. Ketika pekerja membersihkan pipa sumur minyak, muncul percikan api yang menimbulkan kebakaran di sekitar lokasi sumur minyak. “Dalam kejadian itu ada tiga pekerja yang mengalami luka bakar yang saat ini menjalani perawatan di RS Muna Anggita,” paparnya. Ditanya mengenai penyebab kebakaran, Nurhasyim mengelak memberikan keterangan dan mempersilakan menanyakan langsung kepada Manajemen JOB PPEJ. Namun, ia menjelaskan pembersihan

yang dilakukan di sumur minyak 8 Sukowati, karena ada gangguan teknis produksi, tetapi rencananya akan dilakukan uji coba produksi kembali, Rabu (28/5) ini. Area tambang minyak dan gas di lapangan sumur Sukowati tak hanya satu dua kali ini terjadi ledakan atau juga kebakaran gas. Tercatat sudah lebih dari lima kali terjadi kasus yang hampir sama. Pada 31 Juli 2006 melaporkan ada enam warga keracunan gas dari sumur minyak Sukowati, Kapas, Bojonegoro. n bas

Sejumlah Bupati Rela Cuti untuk Menangkan Prabowo-Hatta l Sambungan hal 1

daklanjuti dengan menggerakkan seluruh jajarannya hingga ranting. “Segera kita bekerja bersama hingga pengurus tingkat desa. Dengan target kemenangan 75 persen,”tandasnya. Sekadar diketahui, sebe­ lumnya koalisi partai antara Golkar, PPP, PKS dan Gerindra telah mengantarkan pasangan Nyono- Mundjidah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jombang. Dan koalisi ini kini bertambah dengan adanya PAN. Sebelumnya Bupati Jember Muhammad Zainal Abidin Djalal juga memperjelas arah dukungannya dan akan mendarat ke kubu Prabowo-Hatta. Penegasan dukungan ini tampak dari status ponsel Blackberry Djalal. Di sana tertulis singkat: Ayo ke Prabowo!. Namun, dia belum memberikan pernyataan resmi mengenai bentuk dukungan untuk man-

tan Komandan Korps Pasukan Khusus tersebut. Yang terang, Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya Jember sudah melansir pernyataan, bahwa Djalal siap berkampanye untuk PrabowoHatta. Tak cuma siap jadi jurkam di Jember saja, tapi di beberapa kota tetangga juga siap jika dipercaya menjadi jurkam. “Saat tasyakuran Pemilu Legislatif (Pileg) Partai Gerindra, Pak Djalal di hadapan seluruh pengurus dan calon legislator menyatakan siap jika dipercaya sebagai juru kampanye untuk memenangkan Pak Prabowo,” kata Wakil Ketua DPC Gerindra Jember Fathul Hadi Muzakki. Dalam waktu dekat, DPC Partai Gerindra akan meminta konfirmasi kembali kepada Djalal soal kesediaan menjadi jurkam itu. “Dukungan Djalal itu bukan hal aneh. Pak Djalal

adalah bagian dari keluarga besar Partai Gerindra. Pada Pilpres 2009 lalu, Pak Djalal juga mendukung Prabowo yang menjadi Capres mendampingi Megawati Sukarnoputri,” ungkapnya. Bupati Djalal memang dikenal tak pernah menyembunyikan preferensi politiknya. Saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim lalu, dengan terangterangan dia mendukung Khofifah Indar Parawansa. Bahkan alumnus Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya itu sempat menjadi jurkam. Di dunia kepartaian, Djalal sempat menjadi salah satu ketua di Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Setelah PKNU tak bisa mengikuti Pemilu dan berafiliasi dengan Gerindra, Djalal tampil dalam berbagai alat peraga kampanye salah satu caleg partai yang didirikan Prabowo itu. n rur,efi

SBMPTN Tambah 8 Ribu Kuota Sisa SNMPTN l Sambungan hal 1

diterima dari PTN pilihan pertama sebanyak 118.898 peserta dan PTN pilihan kedua sebanyak 6.508 peserta. Dari 125.406 peserta yang diterima tersebut 21,78 persen atau 27.315 peserta diterima dari jalur bidik misi. 26.502 peserta bidik misi diterima di PTN pilihan pertama dan sisanya 813 peserta diterima di PTN pilihan kedua. “Tidak semua PTN masih menyisakan kuota dalam SNMPTN lalu. Ada juga yang sudah penuh seperti di ITS,” tutur Ismaini, Selasa (27/5). Kampus-kampus mana saja yang tidak memenuhi daya tampung? Dosen Statistika ITS ini tidak menjelaskan. Dia hanya memastikan tidak ada kuota SNMPTN yang kosong di ITS. Untuk diketahui hasil SNMPTN 2014 yang telah ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga. Dari total siswa yang mendaftar SNMPTN 2014 sebanyak 777.536 orang, siswa yang tembus SNMPTN di 64 PTN ada sebanyak 125.406 orang. Hasil SNMPTN 2014 dapat diakses sejak kemarin. Ketua Panitia SNMPTN 2014 Ganjar Kurnia mengungkapkan, pendaftar jalur SNMPTN 2014 per provinsi paling banyak berasal dari Jawa Timur. Di provinsi ini juga paling banyak pendaftar bidikmisi. Lebih jauh Ismaini menambahkan, terdapat 10 PTN dengan jumlah pendaftar terbanyak dalam SNMPTN 2014. Di antaranya ialah Universitas Padjadjaran dengan 72.272 pendaftar, Universitas Gadjah Mada 62.875 pendaftar, Universitas Sumatera Utara 60.308 pendaftar, Universitas Diponegoro 57.527 pendaftar, Universitas Brawijaya 56.900 pendaftar, dan Universitas Negeri Semarang 51.116 pendaftar. Kemudian Universitas Pendidikan Indonesia 49.197 pendaftar, Universitas Sebelas

Maret 48.891 pendaftar, Universitas Negeri Jogjakarta 46.997 pendaftar, dan Universitas Negeri Malang 43.116 pendaftar. Tahun ini, kata dia, proses seleksinya ditentukan lewat tiga hal. Yakni parameter indeks sekolah, ditambah dengan evaluasi rapor dan prestasi lainnya, serta kelulusan ujian nasional dan nilai ujian murni ujian nasional. “Proses seleksi secara nasional seperti itu, tapi metode yang dipakai antara satu universitas dan yang lainnya berbeda,” ujarnya. Humas SNMPTN dari ITS Bekti Cahyono menambahkan, kuota SNMPTN di ITS telah terpenuhi sebanyak 1.696 kursi. Jumlah tersebut diperebutkan oleh 22.340 pendaftar. Jumlah tersebut telah termasuk bidik misi sebanyak 3.973 pendaftar. Secara rinci, total pendaftar tersebut terbagi dalam pendaftar PTN pilihan 1 sebanyak 16.489 pelamar dan sebagai PTN 2 sebanyak 16.489 pelamar. “Seluruh pendaftar tersebut tersebar dari 34 provinsi dan 5 dari sekolah luar negeri. Dalam seleksi, tingkat keketatan mencapai 1 : 13,” kata

Bekti. Hal serupa juga Universitas Airlangga yang telah memenuhi kuota sebanyak 2.536 calon mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN. Dari jumlah tersebut 1.166 didapat dari jurusan IPA serta 1.370 didapat dari jurusan IPS. Sebanyak 384 di antaranya pendaftar dari jalur bidik misi. Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair Bagus Ani Putra mengatakan, 2.536 pendaftar yang lolos ini disaring dari 36.719 pendaftar yang masuk ke Unair, 7.334 di antaranya pendaftar bidik misi. Sebanyak 2.535 pendaftar yang lolos ini semuanya memilih Unair sebagai PTN pertama karena kampus tertua di Jatim ini membuat kebijakan tidak menyeleksi pendaftar yang memilihnya sebagai PTN kedua. Jumlah pendaftar pilihan pertama ada 25.819 peserta sedangkan pendaftar pilihan kedua yang gugur sebelum diseleksi ada 10.900 peserta. ”Pendaftar yang diterima itu tersebar di 34 provinsi, dan ada dua dari sekolah Indonesia di luar negeri,”terang Bagus. n tam

Pemilu 2014. “Persiapan Pemilu lalu, kami tidak pernah diajak bicara oleh Ketua DPC, seperti penentuan saksi dan lainnya. Artinya mesin partai di sini tidak berjalan,” ujar Ketua DPAC Kecamatan Sawahan Endik Purwanto saat menggelar jumpa pers bersama pengurus PAC lainnya di Nur Pasific Surabaya. Perolehan kursi Partai Demokrat di DPRD Surabaya turun drastis karena pada Pemilu 2009 memperoleh kursi sebanyak 16, sedangkan pada Pemilu 2014 menjadi 6 kursi. Merosotnya perolehan suara ini diduga karena komunikasi politik dan mesin partai bekerja buruk. Selain itu, selama sekitar dua tahun kepemimpinan Dadik, jarang mengadakan rapat pengurus. Bahkan ketika melakukan musyawarah, keputusan akhir sudah ditentukan sebelumnya oleh antek-anteknya Dadik. Kondisi ini bertentangan dengan AD/ART partai. Namun demikian, lanjut dia, untuk mengetahui benar atau tidaknya yang disampaikan PAC-PAC itu, perlu adanya klarifikasi dari Ketua DPC Demokrat Surabaya terkait protes dari PAC. Junaedi mengatakan apa yang dilakukan para PAC

tersebut merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Sehingga perlu adanya klarifikasi dari Ketua DPC agar permasalahan ini tidak mempengaruhi citra Demokrat selanjutnya. “Intinya, saya selaku sekretaris meminta kepada ketua DPC agar hal ini bisa ditindaklanjuti dan diklarifikasi. Dicari solusi agar tidak berdampak lama,” ujarnya. Sementara itu, Ketua DPC PDIP Surabaya Dadik Risdaryanto mempersilakan PAC-PAC melengserkan dirinya. “Tetapi harus konstitusional. Dilaporkan saja ke DPD dan DPP. Kalau itu berhasil, saya pasti dipanggail DPP, baru setelah itu saya pertanggungjawabakan di sana,” katanya. Ia mengatakan ada beberapa pengurus partai yang punya syahwat melakukan pelengseran. “Ada mereka di belakang itu. Saya sangat memahami itu. Biar saja, mereka nanti akan tahu sendiri akibatnya,” katanya. Soal sanksi pecat bagi pihak-pihak yang mencoba melengserkannya, Dadik mengatakan jika dia dipanggil dan diperiksa di DPP, namun ternyata tidak ada kesalahan, maka bisa dikatakan mereka melakukan makar. Tentunya itu ada sanksi sendiri. n gat

Komisi E Minta Raperda Penyelenggaraan Pendidikan Tuntas l Sambungan hal 1

Mengingat dalam sistim pendidikan saat ini kearifan lokal sudah tidak lagi digubris. Akibatnya, banyak terjadi permasalahan mulai soal oknum pendidik ikut dalam membocorkan soal UN (Ujian Nasional) hingga pada tingkatan soal UN yang sudah dibawa ke ranah politik. ‘’Ini seharusnya tidak terjadi, jika pusat mau melibatkan kearifan lokal dalam penyelengaraan pendidikan. Di mana otononomi daerah sesungguhnya masih dibutuhkan, meski hanya diberi persentase sekitar 30 persen. Karenanya, Jatim lewat raperda ini diharapkan mampu mengubah wajah pendidikan ke depan,’’tegas politikus asal Partai Golkar, Selasa (27/5). Untuk itu, keberangkatan Komisi E untuk menemui Mendikbud diharapkan mendapat sambutan yang positif. Artinya desakan untuk memasukkan kearifan lokal ke dalam kurikukulum pendidikan secara nasional bisa diterima sehingga persoalan pendidikan yang kini terjadi ke depan tidak terulang kembali. Selain menyinggung masalah kearifan lokal, dalam Raperda tersebut akan dimasukkan kewajiban pemerintah daerah dalam melindungi anakanak yang masih memiliki status sekolah. Berikut para orangtua. ‘’Karena da-

lam raperda tersebut jelas memuat sanksi yang akan diberikan kepada mereka yang mencoba lari dari tanggungjawab. Tapi untuk bentuk sanksinya kini masih dilakukan pembahasan secara serius,’’ujarnya. Ditambahkannya, meski pusat dan Pemprov Jatim sudah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan lewat APBD sebesar 20 persen, namun tidak semua pemkab/pemkot mengikuti kebijakan tersebut. Akibatnya angka putus sekolah di beberapa wilayah di Jatim masih tinggi. Untuk itu dengan hadirnya Raperda Penyelenggaraan Pendidikan ini paling tidak dapat membuat jera pemerintah daerah yang tidak patuh dengan kebijakan pusat. Lebih dari itu, tambah Kodrat pihaknya siap mengawal Raperda tersebut jika sudah disahkan menjadi Perda. Dan diharapkan sebelum masa jabatan anggota Komisi E DPRD Jatim periode 2004-2009 habis pada akhir Agustus 2014, Raperda itu sudah selesai. ‘’Tapi terlepas dari itu semua, saya berharap dapat kembali duduk di Komisi E dengan harapan dapat mengawal pelaksanaan Perda tersebut hingga ke daerah. Ini karena keberadaan Perda ini sangat penting untuk mengubah wajah sistim pendidikan di Indonesia yang terkesan carut marut,’’tambahnya. n cty

Polda Jatim Siap Back Up Penutupan Dolly l Sambungan hal 1

hukum yang berada di cakupan Polrestabes Surabaya. “Walau pengamanan sepenuhnya ditangani Polrestabes Surabaya, Polda Jatim tetap membantu dan memantau situasi pengamanan tersebut. Tak hanya menjaga kantibmas di Jatim, kami juga selalu memantau wilayah Surabaya,” terang Awi, Selasa (27/5). Terkait sikap yang akan dilakukan Polda Jatim, Awi menjelaskan bahwa polisi tetap ada di tengah-tengah pemerintah dan masyarakat. Dengan kata lain, polisi tidak memihak dari sisi pemerintah maupun masyarakat. Sebab, dalam rencana penutupan Dolly harus ada pihak penengah

guna menghindari terjadinya konflik antara kedua belah pihak. Awi mengharapkan, dalam penutupan Dolly nantinya pemerintah harus bisa melakukan hal itu dengan cara yang manusiawi dan persuasif. Sebab, dengan cara itulah kemungkinan upaya penutupan Dolly berjalan lancar tanpa ada keributan. “Penutupan Dolly harus dilakukan dengan cara kekeluargaan guna menghindari konflik yang bisa terjadi sewaktu penutupan dilakukan,” ungkapnya. Pada sisi lain, masyarakat diminta bisa menyadari bahwa kebijakan pemerintah dalam menutup lokalisasi Dolly sudah dipikirkan secara matang. Pastinya di balik penutupan itu, pemerintah mempunyai tu-

juan yang lebih baik lagi untuk menata kehidupan warga di kawasan Dolly Surabaya. “Pastilah pemerintah mempunyai kebijakan tersendiri dalam penutupan Dolly. Sebab, kebijakan itu sudah dipikirkan baik-baik oleh Pemkot Surabaya,” tutur Awi. Terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti menambahkan, terkait pengamanan yang dilakukan pada saat penutupan Dolly nanti, pihaknya sampai saat ini belum bisa memberitahukan berapa jumlah personel yang akan dikerahkan. Sebab, hal itu baru bisa disampaikan pada saat mendekati penutupan. “Nanti kalau sudah dekat penutupannya, kami akan sampaikan rencana pengamanan (Renpam) untuk

Dolly,” imbuhnya. Sebelumnya Front Pekerja Lokalisasi (FPL) kembali melakukan demo penolakan penutupan lokalisasi Dolly. Kali ini FPL menagih janji terhadap upaya Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana (WS) terkait jaminan penghasilan terhadap warga terdampak. Warga terdampak meminta WS untuk mengklarifikasi pernyataannya, karena dianggap bahwa janji-janji dari Pemkot Surabaya seperti memberi pekerjaan dan modal kerja kepada para Pekerja Seks Komersial (PSK), mucikari dan warga terdampak diyakini belum tentu akan membawa kehidupan yang lebih baik. n bed,dre,geh

Ajak Ratusan Pelajar Mencintai Lingkungan dengan Goresan Crayon l Sambungan hal 1

baya. Tidak hanya patung dari bahan barang-barang bekas, pada pameran yang digelar sejak Sabtu (24/5) tersebut, juga ditampilkan karya lukis dan seni rupa, pameran foto dan beberapa lomba mengenai lingkungan hidup yang diikuti sejumlah pelajar di Surabaya dan sekitarnya. Beberapa karya foto yang ditampilkan peserta pameran di antaranya memilih objek aneka sampah yang meng­a pung dan mewarnai sungaisungai. Juga rusaknya tanaman di Taman Bungkul, serta kawasankawasan langganan banjir yang ada di Surabaya. Tim penilai lomba, Muit Arsa mengatakan hasil pewarnaan dari pelajar

TK-SD se-Surabaya sangat membingungkan panitia untuk menentukan pemenang. Karena hampir seluruh peserta lomba mampu membuat gradasi warna yang dituangkan dalam lembaran dengan apik. “ Dari banyaknya peserta yang ikut lomba ini, kami kewalahan dalam menilai. Ternyata ide-ide adik-adik kita sangat kreatif dalam memilih pewarnaan dan penggabungan dari beberapa crayon mampu menjadikan gambar yang semula polos menjadi hidup,” terang Muit yang juga seniman lukis di Surabaya. Dari jumlah ratusan peserta, tambah Muit, tim penilaian lainnya tetap berpacu pada tema yaitu lingkungan. Setelah melalui penjurian yang cukup ketat, juara 1 untuk kelompok SD diraih oleh Fiorella yang sekarang

masih duduk di bangku kelas VI dan kelompok TK diraih Tiara Rizka. Ketua Green Art Surabaya 2014, Bagus Mpu Batu menjelaskan, melalui acara tahunan ini pihaknya memngangkat tema gerakan cinta lingkungan ‘1.000 Karya Untukmu’. Melalui gelaran ini diharapkan mampu menjadi wadah buat seniman, sanggar, komunitas, maupun warga Surabaya berapresiasi untuk berkarya menuangkan ide kreatifnya sehingga Surabaya tidak kalah dengan kota lain. Bahkan bisa menjadi tolok ukur kota yang mampu bersaing secara positif dalam berkesenian dan berkarya. “ Ke depannya ide karya yang telah tertuang secara kreatif dan nyata ini nantinya diharapkan mampu mendapat tempat yang layak. Kami berharap

Pemkot Surabaya dapat memberi tempat berupa ‘kedai kaca’ atau ‘kedai kreatif’ di setiap taman kota,” terangnya. Penasihat Agus Koecing menambahkan pameran ini merupakan bagian dari kampanye untuk mengajak segenap masyarakat mencintai lingkungan hijau di sekitarnya. Karena dengan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungannya, keberlangsungan hidup dapat bertahan lebih lama. “Kampanye atau penyadaran untuk mencintai lingkungan satu di antaranya adalah dengan cara-cara seperti ini. Masyarakat disodori langsung kondisikondisi yang ada di sekitarnya. Dengan cara itu, biasanya masyarakat percaya dan mulai memilih cara-cara hidup yang lebih sehat dengan lingkungan,” terangnya. *


12

Rabu Pahing, 28 MEI 2014

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur

Pelatihan Singkat Glass Painting bagi Pengurus dan Anggota DWP BPKAD Jatim Klinik UMKM Jatim, 26 Mei 2014 Dr H Soekarwo

Drs H Saifullah Yusuf

Dibekali Keterampilan, DWP BPKAD Ditantang Bentuk Koperasi dan UMKM Short Course Jadi Primadonanya Klinik UMKM Jatim

Keberadaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) semakin mendapat tempat dalam upaya pembangunan ekonomi di Jatim. Itu sebabnya, Dinas Koperasi dan UMKM Jatim secara konsisten mengupayakan jumlah unit usaha serta koperasi yang kini terus tumbuh dan berkembang di Jatim. Khususnya di kalangan Non Government Organization (NGO) seperti Dharma Wanita Persatuan (DWP).

H

al ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Dinas Koperasi dan UMKM Jatim Dr Ir H RB Fattah Jasin dalam sambutannya saat membuka pelatihan singkat (short course) glass painting untuk pengurus dan anggota DWP Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim, Senin (27/5). Dalam kesempatan tersebut, secara tegas Fattah menantang para pengurus DWP BPKAD Jatim untuk membentuk unit usaha berupa koperasi. Sebab, melalui koperasi ini pengurus dapat membentuk sebuah unit usaha baik berbentuk UMKM, Perseroan Terbatas (PT) atau jenis usaha lain. “Manfaatnya pasti banyak sekali. Utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para anggotanya,” tutur Fattah. Pemprov Jatim dalam hal ini siap

melayani berbagai hal yang dibutuhkan DWP BPKAD Jatim dalam membentuk koperasi dan UMKM. Salah satu yang sudah berjalan adalah pelatihan keterampilan glass painting yang diberikan kepada anggota. Jika DWP BPKAD Jatim ini sukses membentuk UMKM, fasilitas stan untuk memamerkan produk UMKMnya akan disiapkan secara gratis oleh pemerintah. “Ruang untuk pameran produk UMKM sudah ada di depan (Dinas Koperasi dan UMKM Jatim). Silakan kalau DWP BPKAD ini sudah punya produk, pamerkan di sini. Grati,” tegas Fattah. Lebih lanjut Fattah mengatakan, selain UMKM keberadaan koperasi tak dapat dipandang sebelah mata. Karena koperasi hari ini tidak lagi seperti dulu. Jika dulu perusahaan, rumah sakit, bank, dan berbagai jenis usaha lain punya koperasi,

Suasana pelatihan singkat glass painting untuk pengurus pengurus dan anggota DWP Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim, Senin (27/5).

Kepala Dinas Dinas Koperasi dan UMKM Jatim Dr Ir H RB Fattah Jasin saat membuka pelatihan singkat (short course) glass painting untuk pengurus dan anggota DWP Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim. Fattah saling bertukar cinderamata kepada pengurus DWP BPKAD Jatim (kiri).

sekarang di balik, koperasi yang punya bank, rumah sakit, perusahaan dan lainnya. Fattah mencontohkan, rumah sakit yang terletak di depan PT Tjiwi Kimia Mojokerto itu adalah milik koperasi karyawan. SPBU di Bundaran Aloha Sidoarjo juga milik Primkopal, dan banyak contoh lain. “Kalau DWP BPKAD Jatim mau membuat koperasi. Hari ini berkas

sudah komplit di meja saya, kemarin sudah saya tanda tangani,” candanya kepada peserta. Mendapat suntikan motivasi semacam itu, Ketua DWP BPKAD Jatim Titin Suprihatiningsih merasa seperti dibangunkan dari tidur panjang. Sebab, dari dulu keinginan untuk membentuk suatu usaha telah ada namun masih dalam angan-

angan saja. Dalam waktu dekat dia dan pengurus lainnya akan segera menindaklanjuti membentuk koperasi dan UMKM. Apalagi bekal keterampilan telah diberi oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jatim. “Pasti akan kami lakukan followup. Kami optimistis bisa, sebab dari dulu sudah punya keinginan tapi masih di angan-angan saja,” tutur dia.

Keasyikan Buat Keterampilan, Awas Lupa Anak SEPERTI cinta pada pandangan pertama. Begitu kesan yang tibatiba muncul saat para pengurus dan anggota DWP BPKAD Jatim mulai menggoreskan cat ke media lukis untuk pertama kalinya. Masing-masing sudah memegang piring dan kuas untuk menggambar pola. Untuk mempermudah, mereka memulai praktik glass painting itu dengan sebuah kertas yang telah berpola. “Jadi tinggal mengikuti pola yang sudah ada di kertas saja. Ini lebih mudah bagi pemula,” tutur Ida Ayu, salah satu pengurus DWP BPKAD Jatim. Ida mengaku pengalaman berlatih melukis kaca adalah pertama kali baginya. Tidak hanya dia, temantemannya pun demikian. Karena mudah, berlatih pun terasa asyik bahkan saking seriusnya, teman di samping bisa dianggap sebagai kompetitor membuat karya terbaik. “Ini kalau di lakukan bisa sampai lupa anak ini,” tutur Ida sambil tersenyum. Jika hanya melukis kaca semacam ini, Ida optimistis dalam waktu dekat bisa membuat usaha baru b e r sama rekan-

rekannya di DWP. Raut optimistis juga terpancar dari wajah Rahma Jabar, anggota DWP BPKAD Jatim. Dengan bahan yang mudah ditemukan, usaha baru akan semakin mudah dibentuk. “Botol bekas di rumah banyak. Itu pasti bisa dimanfaatkan kembali. Piring juga banyak di dapur, itu juga bisa dipakai sebagian,” tutur dia. Melukis dan mewarnai kaca semacam ini adalah pekerjaan yang mengasyikkan baginya. Dia pun merasakan kekhawatiran jika melukis kaca ini nantinya b i s a mengalahk a n perhatian kepada anaknya.  tam*

Contoh karya glass painting yang berhasil dibuat pengurus dan anggota DWP BPKAD Jatim.

Pengurus dan anggota DWP BPKAD Jatim mempraktikkan ilmu yang didapatnya. Mereka juga antusias mendengarkan penjelasan dari instruktur.

Pengurus dan anggota DWP BPKAD Jatim foto bersama dengan Kepala Dinas Dinas Koperasi dan UMKM Jatim Dr Ir H RB Fattah Jasin.

Meski singkat, pelatihan tersebut sangat berarti bagi Titin dan para anggotanya. Sebab, selain mudah dipelajari glass painting dianggapnya memiliki peluang yang cukup besar tetapi kecil modal. “Kan modal dasarnya cuma piring dan botol. Jadi kita bisa memanfaatkan barang-barang bekas di rumah,” pungkasnya. tam*

Drs Achmad Basuki MSi

UMKM Menjawab Tantangan AEC SUDAH menjadi keniscayaan bahwa faktor pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia adalah koperasi dan UMKM. Bahkan suatu negara atau wilayah yang ingin dikatakan sejahtera, maka harus ada koperasi dan UMKM minimal 4 persen dari populasi penduduknya. Sayang, di Indonesia jumlahnya masih kurang dari satu persen. Persoalan ini semakin rumit ketika ASEAN Economic Community (AEC) akan dimulai pada 2015 mendatang. Kabid UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Jatim Drs Achmad Basuki MSi sangat sadar terhadap kondisi tersebut. Karena itu, Gubernur Jatim menegaskan kepada Dinas Koperasi dan UMKM Jatim untuk mencetak pelaku-pelaku UMKM baru. “Yang bisa menjawab tantangan AEC ini adalah UMKM. Sehingga jangan heran ke depan jika konsumen itu sekaligus menjadi pelaku pasar,” tutur Basuki. Bagaimana UMKM menjawab tantangan AEC? Basuki menegaskan, selain meningkatkan kuantitas UMKM, kualitas juga menjadi prioritas. Dari sisi kuantitas, semakin banyak jumlah UMKM otomatis semakin banyak pula tenaga kerja lokal yang terserap. Menurut data Badan Pusat Statistik pada 2014, saat ini telah ada 6,8 juta UMKM di Jatim. Dari jumlah tersebut, serapan tenaga kerja lokal mencapai 11,1 juta lebih. “Padahal dalam AEC mendatang, tenaga kerja kita akan bersaing ketat dengan tenaga kerja asing. Jadi keberadaan UMKM ini bisa menjadi lapangan pekerjaan baru bagi tenaga kerja lokal,” ungkap dia. Selain memperkuat dari sisi kuantitas, produk-produk UMKM juga akan bersaing ketat dengan produk asing yang masuk ke Jatim. Karena itu, pemerintah perlu mendorong peningkatan kualitas dengan memperbaiki standardisasi produk UMKM. “Tahun ini Dinas Koperasi dan UMKM Jatim akan memfasilitasi 800 UMKM untuk mendapatkan hak merek baru. Tahun depan targetnya akan kami tingkatkan menjadi 1.200 hak merek baru,” tutur dia. Hak merek bukan jawaban final, Basuki menegaskan, perlu sinergi dari berbagai sektor pemerintahan untuk mendukung peningkatan standardisasi produk UMKM ini. Misalnya saja untuk mendapatkan ISO, Dinas Koperasi dan UMKM harus menjalin kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sementara untuk produk makanan, harus ada kerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). “Penguatan UMKM ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Jadi sinergi itu penting,” kata dia.  tam*


Harian Bhirawa Edisi 28 Mei 2014