Issuu on Google+

Harian Bhirawa Ditunjuk kembali sebagai sarana pengumuman iklan tender/lelang pemerintah di seluruh Jawa Timur berdasarkan SK Gubernur No.188/343/ KPTS/013/2011

HARIAN

Beras-beras tersebut kita ambil dari sebanyak 69 mitra kerja, 6 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dua Unit Pengolahan Gudang Beras (UPGB) dan satgas,”

IKLAN/ LANGGANAN

031-5615454

Baca Hal 8 Kepala Bulog Sub Drive III Bojonegoro Efdal MS

Harga Langganan Rp 55.000/bulan Eceran Rp 3.000

Senin Pon, 23 JUNI 2014

http://www.harianbhirawa.co.id

23 JUNI 2014

AGENDA HARI INI

 Gubernur H Soekarwo -

Di Ruang Kerja

 Wagub H Saifullah Yusuf -

Di Ruang Kerja

 Sekdaprov H Akhmad Sukardi - 08.00 - 10.00 - 19.00

PKK Jatim dan KSF Bersama Ciptakan Generasi Berkualitas

Surabaya, Bhirawa Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jatim dan Kartika Soekarno Foundation (KSF) saling bekerjasama dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Wujudnya bisa dilihat dari visi dan

misi kedua organisasi yang selalu mengedepankan kepentingan anak agar menjadi generasi yang berkualitas sehingga bias berguna bagi bangsa dan negara. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Pro vinsi Jatim Dra Hj Nina

Soekarwo MSi pada acara Aksi Peduli Bersama dan Cek Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan obat dan tabloid swasta di Halaman Masjid Agung Al-Akbar

 ke halaman 11

Rapat Sosialisasi Permendagri Nomor 37 Tahun 2014 di Garden Palace Menerima Kunker Komisi IX DPR RI di Ruang Kertanegara Rakor Kehumasan Provinsi Jatim di Hotel Satelit Surabaya

Gubernur Masih Menunggu Surat dari Bawaslu

Terkait Dugaan Pelanggaran Kampanye Bupati Ngawi

Pemprov, Bhirawa Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH, MHum masih menunggu surat rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jatim, terkait dugaan kampanye capres pada hari kerja yang dilakukan Bupati Ngawi Budi Sulistyono. Budi Dianggap melanggar karena dugaan berkampanye di hari kerja tersebut tidak memiliki izin cuti kampanye dari Gubernur Jatim. “Rekomendasi salah atau tidak itu dari Bawaslu. Sekarang kita masih belum mendapatkan

 ke halaman 11 Kartika Soekarno selaku Ketua KSF bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim Dra Hj Nina Soekarwo MSi meniup balon dari gelembung sabun di hadapan anakanak balita di Halaman Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (22/6).

1.647 Kursi Dibuka untuk Jalur Mitra Warga 5 Persen untuk Siswa Miskin

anas/bhirawa

Kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan besar di Kota Batu menuntut pemerintah setempat untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.

Bus Pariwisata Bakal Dilarang Masuk Kota Wisata Batu,Bhirawa Kondisi geografis Kota Batu yang memiliki banyak tanjakan dan daerah menurun tajam mendapatkan perhatian khusus dari Pemkot Batu. Hal ini menyusul maraknya kecelakaan kendaraan berat seperti truk dan bus pariwisata akhir-akhir ini. Karena itu Dinas Perhubungan Kota Batu berancang-ancang untuk melakukan beberapa langkah. Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Pemkot Batu Ahmad Rudianto mengatakan ada beberapa program yang sudah disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang bisa menimbulkan korban jiwa. Di antara dengan membangun rest area terutama untuk kendaraan besar seperti truk dan bus pariwisata. Rest area ini berfungsi tidak hanya untuk tem-

 ke halaman 11

Dindik Surabaya, Bhirawa Jalur mitra warga kembali dibuka oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2014/2015. Kebijakan ini masih berlaku sama sebagaimana tahun lalu, yakni penerapan kuota lima persen tiap sekolah. Pagu yang diberikan untuk jalur ini mencapai 1.647 kursi di jenjang SMP, SMA dan SMK. Tahun ini, tidak hanya sekolah reguler yang mendapat kewajiban menyisihkan lima persen dari pagu untuk jalur mitra warga, melainkan sekolah kawasan baik SMP maupun SMA juga mendapat kewajiban yang sama. Secara rinci, untuk jenjang SMPN reguler terdapat 668 kursi, SMAN reguler 173 kursi, dan SMKN sebanyak

383 kursi. Sedangkan SMPN kawasan, pagu jalur mitra warga

sebanyak 206 kursi dan SMAN kawasan sebanyak 217 kursi. Ketua Panitia PPDB Dindik Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, pada 2013 lalu banyak sekolah kawasan yang tidak mampu memenuhi kuota mitra warga sebanyak lima persen. Khususnya bagi sekolah-sekolah kawasan di wilayah pusat Kota Surabaya.

 ke halaman 11

Pagu Mitra Warga PPDB Surabaya Jenjang

SMPN

SMAN

SMKN

SMPN Kawasan

SMAN Kawasan

Pagu

668

173

383

206

217

Pimpinan Dewan Pilih Tunggu SE Mendagri Terkait Studi Banding 100 Anggota Dewan ke LN

DPRD Jatim, Bhirawa Tidak ingin terjadi apa-apa di kemudian hari terkait keinginan dari sejumlah anggota DPRD

Jatim untuk berangkat studi banding ke Luar Negeri (LN), pimpinan dewan akhirnya mengirim surat ke Mendagri. Namun

hampir satu minggu ini belum ada surat balasan dari Mendagri atas usulan tersebut.

 ke halaman 11

Segera Diproduksi PRESTASI kembali diukir oleh peneliti dari Unair. Yang terbaru, obat anti Tuberkulosis (TB) temuan ahli imunologi/virologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya segera diproduksi P T Konimex dan siap beredar di masyarakat pada akhir 2014 atau awal 2015. “Obat anti TB sebenarnya sudah ada, tapi obat anti TB temuan Unair itu dilengkapi dengan komponen anti kebal, jadi anti TB temuan Unair itu anti TB yang anti resisten,” kata Kepala Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Unair Surabaya Prof Nasronudin di Surabaya,

 ke halaman 11

Masa tugas anggota DPRD Jatim yang lama tinggal dua bulan lagi atau sampai akhir Agustus 2014, namun mereka terus mendesak agar bisa studi banding ke LN. Tak mau terjadi masalah, saat ini pimpinan dewan menunggu jawaban Mendagri.

Penyidik Polda Harus Lengkapi Persyaratan Berkas

Kejati Tunggu Bukti Keterlibatan Bambang DH Kejati Jatim, Bhirawa Pengusutan kasus dugaan korupsi dana jasa pungut (japung) yang melibatkan mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH kembali tersendat. Setelah berkas dikembalikan ke penyidik Polda Jatim untuk ketiga kalinya, kini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim masih menunggu

 ke halaman 11

Bambang DH

Kasus Korupsi LMDH Argo Mulyo

Kejaksaan Periksa Keterlibatan Pejabat Perhutani

Nganjuk, Bhirawa Heboh korupsi miliaran rupiah pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Argo Mulyo Dusun Cabean Desa Sugih Waras Kecamatan Ngluyu, mendorong Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk terus melacak pelaku lain. Bahkan, penyidikan kasusnya mulai diarahkan ke pejabat KPH Perhutani Nganjuk. Hal ini dilakukan karena Perhutani Nganjuk merupakan mitra sekaligus

 ke halaman 11

Demi Cerdaskan Masyarakat

Ponpes Bahrul Maghfiroh Berikan Sekolah Gratis Masih banyak warga yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang lebih tinggi. Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh Cabang Pakis yang berada di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang menjawab kesulitan itu dengan memberikan pendidikan gratis. Cahyono, Kabupaten Malang

Prof Nasronudin

Sentil..

 Menikmati dinginnya Bromo, sambil dengarkan musik  Potensi yang kurang promosi  Omzet toko busana muslim naik 500 persen  Berkah Ramadan  Sekolah tolak terima siswa bertato dan bertindik  Yang menerima sekolah preman

Keceriaan terlihat pada orangtua wali murid yang saat ini anaknya diterima untuk menempuh pendidikan agama Islam dan pendidikan umum tingkat SMP di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh Cabang Pakis yang berada di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Maklum masuk ponpes tersebut semua siswa atau santri tidak dikenakan biaya pendidikan hingga lulus sekolah. Bahkan, bagi siswa yang berprestasi akan mendapatkan kesempatan bersekolah atau kuliah gratis di negara Yaman.

“Kami memberikan sekolah gratis kepada masyarakat, karena masih banyak orangtua yang tidak mampu untuk mensekolahkan anaknya ditingkat lanjutan. Sehingga kami tergugah untuk membantu masyarakat, agar mereka memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan,” kata Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh KH Luqman Al Karim yang dikenal dengan sebutan (Gus Luqman), Minggu (22/6). Menurutnya, hingga saat ini dia

 ke halaman 11

cahyono/bhirawa

Gus Luqman (kiri) didampingi Wakil Bupati Malang H Ahmad Subhan (kanan) saat pembukaan Ponpes Bahrul Maghfiroh, Jumat (20/6) malam.


SURABAYA

2

LEGISLATIF - EKSEKUTIF

PANGGUNG BIROKRASI

Gelar Tablig Akbar

Muslimat dan Fatayat NU Pilih Dukung Prabowo Surabaya, Bhirawa Kembali anggota Fatayat di tingkata grass root menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo-hatta dalam Pilpres 2014 mendatang. Sebagian besar anggota Muslimat dan Fatayat NU Kelurahan Sumberejo Kecamatan Benowo Kota Surabaya justru lebih mendukung pasangan Prabowo-Hatta di Pilpres mendatang. Bahkan mereka ikut hadir bersama elemen masyarakat yang lain, seperti petani garam, buruh, Pedagang Kaki Lima (PKL) serta pedagang pasar tradisional yang tergabung dalam Relawan RI Satu mendeklarasikan dukungan pada pasangan capres-cawapres nomor urut satu. Menurut Siti Aminah, salah satu pengurus Muslimat NU Sumberejo Kecamatan Benowo Kota Surabaya mengatakan alasan dirinya bersama anggota Muslimat dan Fatayat yang lain memberi dukungan kepada pasangan capres-cawapres nomor urut satu dikarenakan sosok Prabowo merupakan sosok pemimpin yang tegas dalam memimpin Indonesia lima tahun ke depan.“Beliau ini mantan anggota TNI dan Indonesia saat ini masih layak dipimpin oleh mantan tentara,” jelas perempuan asal Benowo saat dikonfirmasi disela-sela acara, Minggu (22/6). Di singgung soal Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawangsa yang memberikan dukungan ke Jokowi-JK, Siti Aminah memastikan kalau untuk Pilpres Muslimat NU tidak akan ikut Khofifah karena semua punya pilihanpilihan sendiri-sendiri dan lebih mengikuti fatwa kiai sepuh. ‘’Silahkan bu Khofifah ikut Jokowi-JK. Atau mungkin dia dijanjikan jabatan menteri atau apa. Yang penting Muslimat dan Fatayat NU di akar rumput lebih memilih Prabowo-Hatta. Kami akan memperjuangkan supaya Prabowo-Hatta menang Q cty di Surabaya,” dalih Siti Aminah.Q

PSK dan Mucikari Tak Hiraukan Deklarasikan Penutupan Lokalisasi Pemkot Surabaya, Bhirawa Para Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari di lokalisasi Dolly seakan ingin menunjukkan kepada publik bahwa mereka tak terpengaruh dengan hasil deklarasi penutupan lokalisasi Rabu (18/6) lalu. Dalam beberapa hari pasca deklarai mereka tetap buka dan berpraktik seperti semula. Bahkan sejumlah PSK dan mucikari meminta agar semua jurnalis berbagai media yang mengunjungi lokalisasi Dolly untuk mengabadikan gambar lokalisasi Dolly dan Jarak yang sedang beroperasi seperti sediakala. Koordinator Front Pekerja Lokalisasi (FPL), Saputro alias Pokemon menyatakan ucapan terimakasihnya kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini atas deklarasi penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak karena hanya dianggapnya sebagai simbol saja. ‘’Deklarasi kemarin itu saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Risma karena telah melakukan penutupan gedung Islamic Centre, karena lokasi deklarasinya ada disana, dan menurut saya sangat logis, karena menteri agamanya sedang tersandung masalah korupsi dan kini telah dicopot dari jabatannya, artinya tidak ada kaitannya dengan lokalisasi ini, seperti yang anda lihat sekarang, mereka tetap beroperasi seperti sebelumnya,” kata Pokemon Sabtu (21/6). Seperti diketahui Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mendeklarasikan pengalihfungsian lokalisasi Dolly - Jarak sekaligus alih profesi bagi para pekerja seks komersial (PSK). Dalam deklarasi tersebut juga dihadiri oleh Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, Gubernur Jatim, Soekarwo, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini termasuk para warga lokalisasi Dolly - Jarak. Dalam acara deklarasi, sekitar 107 perwakilan warga dari kelurahan Putat Jaya membacakan deklarasi bahwa mulai hari ini (Rabu) wilayah kelurahan putat jaya menjadi wilayah yang bersih dan bebas dari lokalisasi dan prostitusi.Q dre

Senin Pon 23 JUNI 2014

Ketua DPD (Dewan Pengurus Daerah) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Surabaya Ustad Drs Muhammad Ismail ketika memberikan sambutan dengan tema ‘Indonesia milik Allah,terapkan hukum Allah, Marhaban yaa Ramadan’ dihadapan ratusan mahasiswa se Surabaya, ustad dan ustazah Taman Pendidikan Agama dan Taman Pendidikan Quran se Surabaya dan undangan lainnya di Taman Apsari Surabaya, Minggu (22/6). trie diana/bhirawa

Calon Ketua DPRD Surabaya

Nama Adi Sutarwijono Disebut BDH DPRD Surabaya, Bhirawa Siapa yang bakal muncul sebagai ketua DPRD Surabaya periode depan mulai didengungkan. Setelah Dyah Katarina menyatakan ketidaksiapannya menduduki kursi ketua DPRD Surabaya, Bambang DH justru mengatakan bahwa nama Adi Sutarwijono dianggap lebih pantas untuk mendudukinya. Menurut bambang DH yang juga suami Dyah Katarina, Adi sutarwijono yang akrab dipanggil Awi itu telah teruji kualitas SDM, pengabdian dan kinerjanya serta didukung dengan sosoknya yang sederhana dan tidak pernah berambisi untuk sebuah jabatan. Hal ini ditegaskan oleh Bambang DH mantan Walikota dan Wawalikota Surabaya yang mengatakan bahwa sosok Awi (panggilan akrab Adi Sutarwijono) yang sederhana dan tidak berambisi justru membuat kalangan pengurus DPD dan DPP bersimpati dan dianggap lebih pantas menduduki kursi ketua. “Pengabdian dan kemampuannya sudah teruji, sosoknya yang biasa dan sederhana namun berkemampuan lebih adalah kader yang diinginkan oleh PDIP untuk bisa menduduki posisi ketua di dewan agar bisa menjaga nama baik dan masa depan partai,” ucap Bambang DH saat wawancara eksklusif dengan media ini di posko Jokowi sebelah kediamannya. (21/ 6) pukul 20.00 wib. Disinggung soal AD/ART PDIP yang mengatur bahwa kader yang berhak menduduki posisi ketua di legeslatif adalah dari unsur KSB, Bambang mengatakan bahwa hal itu bisa saja diabaikan dan dilewati manakala DPP menghendaki nama

di luar structural partai untuk menduduki posisi ketua DPRD. “Mematuhi perintah DPP itu sudah menjadi kewajiban seluruh kader partai di PDIP, demikian juga jika menyangkut soal nama yang akan duduk sebagai ketua dewan, karena dalam setiap klausal di AD/ART partai masih ada keterangan lain yakni jika ada perbedaan penafsiran maka yang diikuti adalah DPP, intinya siapapun yang akan duduk menjadi ketua DPRD Surabaya tetap bergantung kepada keputusan DPP,” jawab Bambang. Diakui oleh Bambang DH bahwa sosok Awi yang berlatar belakang jusrnalist dinilai mampu memberikan angin segar sekaligus harapan yang baik bagi kebesaran partai di masa depan karena banyak ide-ide cemerlang yang telah dihasilkannya. “Sudah lama saya berusaha untuk mendapatkan kader partai dari kalangan wartawan, namun hanya Awi yang bersedia, dan apa yang saya pikirkan ternyata benar adanya, bahwa kehadiran Awi mampu memberikan nuansa baru yang baik bagi kebesaran partai dengan ide-idenya yang saya anggap cemerlang, untuk itu secara pribadi saya akan mendorong dia agar bersedia menduduki kursi ketua dewan, karena kalau ditawari sudah bisa saya pastikan

bahwa jawaban Awi pasti tidak ingin,” tambahnya. Jika memang demikian adanya, bisa saja di artikan bahwa meski kini duduk sebagai pengurus inti di DPC PDIP kota Surabaya, nama Armuji dan Baktiono tidak otomatis bisa menduduki kursi ketua DPRD kota Surabaya. Sebagai partai pemenang pemilu (Pileg 2014), Fraksi PDIP DPRD Surabaya berhak mendudukkan anggotanya menjadi ketua DPRD Surabaya, sehingga sejumlah nama mulai di godog secara intern oleh DPC PDIP Surabaya yang selanjutnya diajukan ke DPP untuk mendapatkan persetujuan sekaligus penugasan untuk menduduki kursi ketua. Akibatnya, kini suasana menghangat mulai tampak di tubuh DPC PDIP dan FPDIP DPRD Surabaya terkait nama anggota legeslatif yang dianggap layak untuk menduduki kursi ketua DPRD. Tersiar kabar bahwa ada kemungkinan DPP PDIP akan meninggalkan unsur KSB (ketua, sekretaris dan bendahara) karena akan menugaskan nama baru dengan pertimbangan kualitas kader demi nama baik dan masa depan partai. Berikut adalah nama-nama Caleg PDIP 2014 yang lolos ke DPRD Surabaya dan berhak untuk memperebutkan posisi ketua DPRD Surabaya seperti HJ. Agustin Poliana, H.Tri Dadik Andiono, Anugrah Ariyadi, Baktiono, HJ. Khusnul Khotimah, Ashri Yuanita Haqie, Adi Sutarwijono, Erwin Cahyadi, Riswanto, Armudji, Dyah Katarina, Sukadar, Saifudin Zuhri, Q gat dan Siti Maryam.Q

Surabaya Masih Banyak Reklame Tak Berizin DPRD Surabaya, Bhirawa Masih adanya reklame bodong dan pemilik reklame yang nakal di Surabaya tidak lepas dari tidak tegasnya kinerja tim reklame Pemkot Surabaya.Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya, Armuji dimana ada titik-titik atau tempat yang papan reklamenya disinyalir bodong atau tidak memiliki ijin, namun masih saja dibiarkan berdiri. ‘’Mestinya bila ada reklame bodong atau tidak ada ijinnyan, harus diambil tindakan. Karena itu jelas melanggar aturan,’’ ujar Armuji. Selain itu menurut politisi asal PDIP ini menilai bahwa keberadaan reklame tidak memiliki ijin tersebut jelas sangat merugikan keuangan Pemkot.Masalahnya pendapatan dari sektor reklame yang bodong itu jelas tidak masuk ke

Pemkot. Karena reklame bodong jelas-jelas tidak membayar retribusi.‘’Kita akan tagih komitmen Pemkot, kaitannya dengan seluruh perijinan. Pasalnya Pemkot Surabaya telah berkomitmen tidak akan menjadikan Kota Pahlawan sebagai hutan reklame,’’ tuturnya. Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Biro Reklame sepakat untuk melakukan penataan reklame di kota Surabaya. Upaya ini dilakukan karena banyaknya reklame bodong atau reklame yang tak berizin. Untuk penataan reklame ini Pemkot Surabaya sudah sepakat dengan biro reklame P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan indonesia) dan PURI (Persatuan Usaha Reklame Indonesia) untuk melakukan survei bersama-sama (joint survey) dalam penataan reklame di Kota Surabaya.Q dre.gat

cty/bhirawa

Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar sedang memberangkatkan 10.000 peserta gerak jalan.

Menangkan Jokowi-JK, PKB Garap Enam Wilayah Swing Voters Surabaya, Bhirawa Besarnya pemilih yang belum menentukan sikap (swing voters) dalam Pilpres 2014 ini, dimanfaatkan oleh PKB— salah satu partai pendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla, untuk menarik simpati .Di Jatim ada enam wilayah yang memiliki swing voters tinggi dan ratarata pada tatanan masyarakat menengah ke bawah. Ketua DPW PKB Jatim, A Halim Iskandar menegaskan PKB sudah melakukan pemetaan disejumlah wilayah di Jatim. Tercatat ada enam kab/kota yang swing voters sangat tinggi dan kini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi koalisi partai yang mendukung pasangan Jokowi-JK, diantaranya PKB, PDIP dan Nasdem. Namun ketika ditanya wilayah mana saja itu, pria yang juga kakak dari Menakertrans yang juga Katua DPP PKB ini menolak menjelaskan lebih detail. Alasannya hal itu sangat rahasia dan tidak boleh diketahui oleh pihak sebelah (Tim sukses Prabowo-Hatta). ‘’Yang pasti kini kami sedang melakukan pemetaan dan sejumlah program yang akan diusung untuk menarik simpati bagi swing voters untuk memilih nomor urut 2 dalam Pilpres 2014 ini. Apalagi jumlah mereka cukup signifikan hingga 20 persen dari total jumlah penduduk Jatim,’’tegas pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim disela-sela ‘Gerak Jalan bersarung’ bersama Muhaimin Iskandar dan Puan Maharani di Jl Raya Trenggilis, Minggu (22/6). Ditambahkannya, jika Jokowi-JK selalu identik dengan rakyat jelata atau bawah, dibanding dengan tetangga sebelah yang lebih didukung oleh masyarakat dari kalangan menengah keatas. Untuk itu, PKB tidak menyianyiakan tinggi swing voters untuk digarap secara maksimal. Terkait tudingan terhadap PDIP yang tidak melakukan aktivitas sama sekali untuk kemenangan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dalam Pilpres 2014 ini langsung mendapat pembelaan dari PKB. Menurut Halim jika sudah ada pembagian wilayah pemenangan antara PDIP, PKB dan Nasdem. Salah satunya untuk Surabaya dan Sidoarjo menjadi garapan penuh PKB, karena dalam Pileg 2014 kemarin, PKB menang di Surabaya dan Siadorajo. ‘’Dimana di dua tempat tersebut PKB menjadi leader dan otomatis PKB dalam pemenangan Jokowi-JK yang bertanggungjawab. Sedang di Nganjuk dan Blitar menjadi tanggungjawab Q cty PDIP, sedang Probolinggo diserahkan Nasdem.Q

Anak Bung Karno Dukung Prabowo-Hatta Ikut Deklarasikan Barisan Nusantara Jaya

Dukungan untuk pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto - Hatta Rajasa di Surabaya, Jawa Timur masih terus mengalir. Hari ini (21/6), giliran ratusan relawan Barisan Nusantara Jaya (BNJ) menggelar deklarasi dan doa bersama di Jalan Pregolan Surabaya, untuk mendukung dan siap memenangkan pasangan nomor urut satu (1) di Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014. Yang menarik, dalam deklarasi itu, juga hadir anak kedua mantan Presiden RI Pertama, Soekarno dari isteri Hartini, perempuan asal Ponorogo. Dia adalah Dyah Bayurini atau yang akrab disapa Bayu Soekarno. Menurut Bayu, dukungannya kepada pasangan Prabowo - Hatta diakui berbeda dengan anak-anak Presiden Soekarno yang lain, khususnya anak-anak kandung Fatmawati seperti Megawati Soekarno Putra. “Ini adalah pilihan politik saya. Jadi tidak ada istilah menentang keluarga, meskipun rata-rata mereka (anak-anak Soekarno yang

lain) dari PDIP,” dalih Bayu di sela-sela deklarasi BNJ Bayu, yang juga salah satu Ketua Tim Penasehat Pemenangan Prabowo - Hatta itu menyampaikan bahwa Prabowo memiliki visi dan misi yang sesuai dengan garis perjuangan Bung Karno (Soekarno), yaitu menjadikan Indonesia menjadi negara yang bermartabat dan disegani oleh bangsa lain. “Ini sesuai dengan citacita luhur para pendiri bangsa. Kalau dulu para pendiri bangsa membuka pintu gerbang kemerdekaan, dan saat inilah, momentum bangsa ini untuk menggedorkan kemerdekaan yang telah

diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa,” ungkap pria bersahaja ini. Sementara itu, Ketua Barisan Nusantara Jaya (BNJ) Firda Badri menjelaskan bahwa kelompoknya akan bergerak untuk merangkul berbagai komunitas masyarakat, khususnya yang bergerak di bidang kebudayaan yang memiliki kesamaan pandangan bagaimana bisa mewujudkan Nusantara Jaya seperti istilah Gemah Ripah Lohinawi atau mewujudkan Baldatul Thoyyibaun Warabbun Ghofur. “Kami juga mengandeng organisai perempuan, forum kesultanan, forum keraton. mulai dari Papua sampai Aceh. Sehingga kami targetkan mampu menyumbangkan 16 juta pemilih kepada pasangan Prabowo Hatta,” ujarnya Khusus di Jawa Timur, lanjut istri mantan Dubes Swiss Djoko Susilo opimis

pasangan Prabowo-Hatta akan menang 55-60 persen. “Kami di Jatim optimis mampu menyumbang 40 persennya. Caranya seperti di daerah Mataramam, kami menggunakan para dalang, sinden, dan reog. Sdangkan di Banyuwangi melalui komunitas sema’an Al Qur’ an, manaqib, yasinan, tahlil dan hal-hal yang menjadi tradisi di suatu daerah,” tambah Firda Badri. Akar Rumput Muhamadiyah Merapat Meski sejumlah tokoh Muhamadiyah seperti Sutrisni Bachir mendukung pasangan Jokowi-Kalla, namun sekelompok massa akar rumput organisasi itu mendukung Prabowo –Hatta di Jatim. Surya Madani Indonesia (SMI) Jawa Timur, mengaku terdiri atas massa akar rumput Muhammadiyah menyatakan dukungannya pada pasangan nomor urut 1 itu di Rumah Makan Nusantara di Jl. Gubernur

cty/bhirawa

Anak kedua mantan Presiden RI Pertama, Soekarno dari isteri Hartini, perempuan asal Ponorogo. Dia adalah Dyah Bayurini atau yang akrab disapa Bayu Soekarno siap mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Surya, Jum’at(20/6). mengatakan, akan dipas- akar rumput (cabang MuUntuk mendukung pa- tikan bahwa nantinya cabang hammadiyah) Surabaya, sangan Calon Presiden Muhammadiyah khususnya semuanya akan memilih (Capres) nomor urut 1 Pra- untuk wilayah Surabaya pasangan pak Prabowo-Hatbowo-Hatta. Deklarasi ter- akan mendukung pasangan ta. Kita diberi kebebesan sebut dihadiri oleh para Prabowo-Hatta. Sebab di- kok oleh pengurus Muhampemuda Muhammadiyah rinya menilai, bahwa Pra- madiyah pusat memilih preSurabaya yang akan men- bowo mempunyai jiwa ke- siden. Maka dari itu insya dukung Prabowo. pemimpinan yang tegas dan allah kami semua memilih Ketua Korwil SMI Jatim, sering memberi motivasi. pasangan pak Prabowo-HatQ cty.gat Ahkmad Fanan Hasanudin “Insya allah di tingkat ta,” ucapnya.Q


SURABAYA

Senin Pon 23 JUNI 2014

3

PENDIDIKAN - KESEHATAN - PELAYANAN PUBLIK - HUKUM

Gubernur Canangkan Jatim Bebas Pasung Pemprov, Bhirawa Banyaknya kasus pemasungan orang sakit jiwa di Jatim mendapat perhatian serius dari Pemprov Jatim. Agar kasus ini tak semakin bertambah, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo melakukan pencanangan Jatim bebas pasung di Ponorogo, Jumat (20/6) lalu. Ponorogo dipilih tempat pencanangan karena jumlah kasus pasung di Ponorogo tertinggi di Jatim. Perlu diketahui, jumlah total penderita gangguan jiwa atau szikofrenia di Jatim terdapat 764 orang. Sedangkan jumlah penderita di Kabupaten Ponorogo mencapai 109 penderita, dan yang sudah tertangani sebanyak 54 orang. “Pada pencananangan ini Pemprov Jatim telah menangani 30 orang untuk melakukan perawatan intensif di RSJ Menur Surabaya, sehingga total yang sudah kami tangani 84 orang. Untuk penderita gangguan jiwa sisanya akan kami tuntaskan sampai akhir tahun ini,” ungkapnya. Untuk mengoptimalkan program ini, Pakde Karwo—sapaan lekat Soekarwo, mengatakan, peran Tim Pengarah Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) provinsi dan kabupaten/kota harus ditingkatkan. Agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Jatim dalam mengatasi penderita gangguan jiwa yang di pasung. “Permasalahan pasung sangat kompleks dan membutuhkan penanganan dan observasi bagi tiap pemasungan yang ada. Karenanya penanganan lintas sektor mulai proses penyembuhan penyakit sampai tahap rehabilitasi

Pakde Karwo didampingi Bupati Ponorogo H Amin saat melepas Soiman yang menderita gangguan jiwa untuk dikirim ke RS Jiwa Menur Surabaya. sangat dibutuhkan,” tambahnya. Lebih lanjut disampaikan, langkahlangkah yang ditempuh Pemprov Jatim untuk mensukseskan program bebas pasung. Antara lain dengan membentuk dan mengoptimalkan peran Puskesmas. Caranya dengan menerima rujukan balik setiap penderita setelah dirawat di RSJ atau RS lainnya. Selain itu, dengan memberikan pelatihan dan peningkatan kemandirian bagi penderita yang sudah

dinyatakan sembuh.”Pemerintah akan memberikan bantuan modal usaha, ini adalah upaya kongkrit yang kami berikan. Tentu saja pemberdayaan keluarga untuk bisa menerima mereka kembali sangat dibutuhkan, untuk memastikan tidak terjadi pemasungan kembali,” jelas Pakde Karwo. Pemerintah juga akan memfasilitasi terbentuknya Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau panti-panti sosial sebagai wadah rehabilitasi sosial mantan

penderita gangguan jiwa. UPT tersebut harus memiliki dukungan SDM yang handal, pembiayaan makanan,pengobatan serta mengembalikan penderita gangguan jiwa ketengah keluarga. “Dengan mengembalikan keluarga, mereka kita harapkan bisa bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya. Ini penting karena merupakan proses efektif menyembuhkan penderita secara menyeluruh,” imbuhnya, Pada kesempatan tersebut Pakde

UINSA Buka Empat Fakultas dan 11 Prodi Baru

RAGAM INFO

Honor Tenaga PLKB Naik Tiga Kali Lipat

Hapus Dikotomi Ilmu Umum dan Ilmu Agama

BKKBN Jatim, Bhirawa Kabar gembira bagi petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Jatim, dalam waktu dekat pemerintah akan menaikikan honor tenaga PLKB dari Rp 300 ribu menjadi Rp 900 ribu. ‘’Kita sudah mendapatkan informasi bahwa honor untuk PLKB bakal turun dalam waktu dekat,’’ ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim, Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip Com. Dani panggilan akrab Dwi Listyawardani mengatakan, saat ini ada sekitar kurang lebih 4000 tenaga PLKB di Jatim menanti kenaikan honor dari Rp 300 ribu menjadi Rp 900 ribu. Naiknya honor ini akan menjadi semangat baru bagi PLKB dalam menjalankan tugasnya dipalangan. ‘’Meski tidak dinaikkan saya yakin semangat dan kerja keras tenaga PLKB di Jatim sangat handal,’’ tuturnya. Menurutnya, tenaga PLKB sebagai ujung tombak di lapangan tidak mengenal lelah dan pamrih dalam mensukseskan program Kependudukan dan Kelauraga Berancana (KKB). Jika dilihat di daerah banyak tenaga PLKB dengan upah yang minim mereka tetap bekerja dalam mengawal program KKB. ‘’Jika saat ini ada penambahan maka semangat dan kerja keras meraka akan lebih baik namun tidak semata-mata dikarenakan Q dna kenaikkan honor,’’ jelasnya.Q

UINSA, Bhirawa Penambahan empat fakultas dan 11 program studi (prodi) baru menjadi tindak lanjut perubahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA). Mendikbud, M.Nuh meresmikan perubahan status dan penambahan program studi ini. Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud Muhammad Nuh,menuturkan, perubahan IAIN ke UIN dilatarbelakangi oleh pemikiran agar tidak ada dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama. “Harus ada unifikasi antara keduanya. Untuk tujuan itu maka disyaratkan adanya perubahan,” ujarnya, Sabtu (21/6). Keempat fakultas tersebut antara lain, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Psikologi dan Kesehatan, dan Fakultas Sains dan Tenologi. Di dalam Fisip, terdiri dari prodi Sosiologi, Ilmu Politik, dan Hubungan Internasional. FEBI memiliki prodi Ilmu Ekonomi, Prodi Akuntansi, manaemen,

tam/bhirawa

Mendikbud RI dan Wakil Gubernur Jatim resmikan empat fakultas dan 11 prodi baru Uinsa. ekonomi syari’ah. tahuan agama dan sikap atau Selain itu Fakultas Psikologi akhlak harus seirama. “Ini pendan Kesehatan diisi oleh prodi ting untuk dimiliki, moral saja psikologi. Sedangkan Fakultas tidak cukup untuk dimiliki, tetapi Sains dan Teknologi meliputi prodi juga harus memiliki pengetahuan teknik lingkungan, arsitektur, yang memadai,” tandasnya. sistem informasi, ilmu kelautan, Sementara itu, Wakil Gubernur biologi, dan matematika. Jatim Saifullah Yusuf menamDia menyebutkan, jika se- bahkan, pintar saja tidak cukup, lama ini IAIN hanya menda- begitupula bermoral juga tidak sarkan pengetahuannya pada cukup. Sebab, orang bermoral tapi satu atau beberapa disiplin tidak memiliki ilmu bisa dibohongi keilmuan, maka selanjutnya orang. Dengan ilmu yang memadai harus ditambah dengan me- tanpa diimbangi moral hanya akan ngombinasikan dengan disiplin membohongi orang. keilmuan lainnya. “Insyaallah universitas ini Mantan rektor ITS ini me- akan menjadi universitas pernyatakan pengetahuan gama contohan dan kebanggaan Suharus menjadi ruh dalam per- rabaya,” kata Gus Ipul, sapaan Q tam kembangan pendidikan. Penge- akrab Saifullah Yusuf.Q

Penutupan Lokalisasi, Setelah Surabaya Ganti Nganjuk Dinsos Jatim, Bhirawa Penutupan prostitusi lokalisasi di kawasan Dolly Surabaya nampaknya menggugah daerah lainnya di Jatim untuk berbuat hal yang sama. Rencananya, daerah yang mengungkapkan kesiapan-

nya menutup lokalisasi seperti Kota Surabaya, yaitu Kabupaten Nganjuk. Kepala Dinas Sosial Jatim, Drs Sudjono MSi mengatakan, di kabupaten tersebut terdapat tujuh titik kawasan prostitusi. Rencananya mekanisme pe-

nutupan prostitusi yang ada di Nganjuk tersebut sama seperti di Dolly, Surabaya yaitu berdasarkan inisiatif kepala daerahnya melalui APBD daerah tersebut. “Kalau penutupan Dolly tersebut karena tingginya

komitmen dari Wali kota (Risma, red) yang juga menggunakan APBD-nya. Bahkan setelah ditutup, kalau ada yang ketahuan maka masalah akan diserahkan ke pihak kepolisian,” katanya, Minggu (22/6).

iib/bhirawa

Lain halnya dengan Kabupaten Banyuwangi. “Kalau Banyuwangi, mekanismenya sama dengan Pemprov Jatim yaitu secara bertahap dengan memberikan bimbingan dan pelatihan terlebih dulu selama Q rac beberapa bulan.Q

Karwo juga menyempatkan diri berdialog dengan salah seorang penderita gangguan jiwa yang sudah dinyatakan sembuh secara medis. Dalam dialognya Pakde Karwo menanyakan apa keinginannya setelah sembuh, dengan sederhana ia hanya menjawab baju dan ayam. Dia tidak memilih kambing karena menurutnya itu yang sesuai dengan dirinya, atau dalam bahasa jawanya disebu sinung. “Mulai sekarang kamu jangan pernah bersedih lagi, dan yang rajin solat. Karena jika kamu rajin sembahyang dan minta sama yang diatas,semua keinginanmu akan terkabul,” pesan Pakde Karwo. Tidak hanya itu saja, Pakde Karwo juga mengunjungi salah satu penderita pasung bernama Soiman, yang akan dikirim ke RSJ Menur Surabaya. Pakde menjemput dan mengantarkannya hingga ke dalam Ambulan yang akan memberangkatnya. “Semua keluarga harus menjaga Pak Soiman dengan baik, dan terus berkomunikasi baik dengan Dokter yang merawat mengenai perkembangannya. Kesembuhan pak Soiman menjadi tanggung jawab kita bersama” pesannya. Pakde Karwo juga menyerahkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada penderita gangguan jiwa yang sudah dinyatakan sembuh. Selain itu juga bantuan sembako dan bantuan transpot kepada 30 orang yang sudah dinyatakan sembuh secara simbolis. Pada kesempatan yang sama, Bupati ponorogo H Amin SH menyampaikan terimakasih, Ponorogo telah terpilih menjadi tempat pencanangan Jatim bebas pasung. Ia juga melaporkan tentang penanganan masyarakat idiot di Desa Karangpatihan dan Desa Sidoharjo sudah dilakukan pelatihan pembuatan keset dan pelatihan keraQ iib jinan lainnya.Q

Dinkes Sediakan Skema Atasi HIV/AIDS Surabaya, Bhirawa Pasca deklarasi penutupan lokalisasi Dolly, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya akan membuat skema kerja penanganan eks Pekerja Seks Komertsia(PSK) . Rencananya, Dinkes Surabaya akan memperkuat komunikasi dengan PSK dan kepala daerah. ‘’Kita akan mendekati kepala daerah untuk bersamasama mengatasi para PSK yang dipulangkan pasca deklarasi penutupan lokaliasi,’’ ujar Febria Rachmanita. Febria mengatakan, selain menjalin komunikasi dengan PSK dan kepada daerah, Dinkes akan memperbanyak survelent (Petugas pemantau di lapangan, red) di puskesmas dan rumah sakit. Untuk puskesmas dan rumah sakit Dinkes akan memperkuat pemantauan dengan cara menyediakan survelent satu atau dua orang.‘’Yang terpenting untuk kebutuhan survelent disesuaikan dengan kondisi di lapangan,’’ ujarnya. Lebih lanjut wanita berkacamata ini mengungkapkan, saat ini banyak dari PSK yang dipulangkan ke daerahnya masing-masing, sehingga dibutuhkan peran serta pemerintah daerah dalam mengawalnya. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan dinas terkait dalam mengatisipasi kembalinya PSK ke lokalisasi atau tempat hiburan lainnya. Menurutnya, tempat hiburan seperti panti pijat, karoke dan hotel mempunyai peluang besar bagi PSK untuk kembali beroperasi. ‘’Disinilah peran serta pemerintah daerah dalam menterbitkan regulasi atau aturan yang memperketat atau memperkecil peluang PSK untuk kembali bekerja di dunia prostitusi,’’ jelasnya. Ke depan Febria berharap, dengan dibuatkannya skema penanggulangan penyakit HIV/AIDS pasca penutupan dolly akan memperkecil atau menghilangkan penyebaran HIV/AIDS melalui PSK. Banyak dari PSK yang berada di lokalisasi Dolly postif terjangkit HIV. Dari data yang masuk hampir satu bulan ditemukan 14 orang terkena HIV/AIDS. Selain itu dari total PSK yang positif HIV/AIDS jumlahnya mencapai kurang lebih 300 orang. ‘’Saya yakin skema ini akan berhasil jika ada peran serta seluruh pihak dalam mengawalnya,’’ tambahnya. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, dr Harsono mengatakan survelent nanti akan ditempatkan dibeberapa rumah sakit yang ada di setiap daerah. Semakin banyak surveilans yang bekerja di rumah sakit akan memperbesar peluang dalam menemukan para PSK yang mengidap HIV/AIDS. ‘’Kita (Survelent, red) harus bekerja keras untuk mendata dan menemukan para PSK yang menyebar di pelosok-pelosok daerah di Jatim,” ujar . Harsono mengatakan, surveilans ini akan efektif bekerja jika ada dorongan dari pemerintah daerah dalam mengawalnya. Pemerintah daerah dapat mengambil surveilans dari tenaga kesehatan atau mengambil dari Q dna luar rumah sakit.Q

Antisipasi Kasus 3C di Surabaya

Tekan Angka Kejahatan, Polrestabes Bentuk Crime Hunter Guna menekan aksi tindak kejahatan di kawasan hukum Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya membentuk tim Crime Hunter. Adapun anggota dari tim ini berjumlah 25, dengan komposisi dua tim dari Satreskrim Polrestabes Surabaya, dan 23 tim berasal dari Polsek Jajaran.

bed/bhirawa

Tim Crime Hunter Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap 89 kasus 3C dengan jumlah tersangka sebanyak 135 orang, Minggu (22,6) di Mapolrestabes Surabaya.

“Crime Hunter ini merupakan strategi dan inovasi yang diciptakan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya,” terang Setija di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (22/6). Lebih lanjut, Setija menjelaskan, dibentukanya tim ini lebih mengedepankan kepada tindak kriminalitas, khususnya ancaman kejahatan jalanan (Street Crime) yakni 3C, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sehingga diperlukan suatu strategi dan inovasi

kepolisian yang sederhana dan mampu menjawab kebutuhan rasa aman masyarakat. Disinggung terkait harapan dibentuknya tim ini, Setija menambahkan, tim ini diharapkan mampu menghadang laju kasus 3C yang terjadi diwilayah hukum Polrestabes Surabaya. Dengan mengedepankan interpersonal skill sesuai standar kualifikasi yang harus dimiliki oleh penyidik kejahatan jalanan. Selain itu, dengan pembentukan Crime

Hunter ini, masyarakat bisa terayomi dan terlindungi. “Intinya Crime Hunter dibentuk sebagai upaya menjadikan Surabaya aman, seperti kasus 3C. terlebih menjelang Ramdan dan Idul Fitri,” urainya. Terkait dalam pelaksanaan tugas, Setija menegaskan, anggota dilengkapi dengan rompi bodyvest (rompi anti peluru,red)dan borgol, senjata api jenis revolver dan laras panjang V2. Serta kendaraan roda dua dan empat. “Anggota yang masuk tim ini, khusus menangani kasus 3C. Sehingga tidak akan terganggu, dengan tugas lainnya. Dan mereka selalu mobile, dalam bertugas,” pungkasnya. Saqmpai saat ini timi ini

membuktikan, dalam 20 hari belakangan mampu mengungkap 89 kasus 3C yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dengan total tersangka sebanyak 135 orang. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, maksud dari pembentukan tim Crime Hunter ini, merupakan wujud pertanggungjawaban dari keberadaan Polri sebagai garda terdepan dalam bidang keamanan di dalam negeri. Ditambah lagi, sebentar lagi memasuki Bulan Suci Ramadan, sehingga masyarakat harus diberikan perlindungan dan pengaQ bed yoman.Q


OPINI

4 Tajuk

Gula Melimpah, Harga Naik? PERTENGAHAN Juni ini Pabrik Gula (PG) harus berani mengeluarkan produknya, walau akan bersaing dengan gula impor yang lebih murah. Pada saat bersamaan PG juga masih harus tetap melaksanakan musim giling menghasilkan gula. Sehingga gula dalam negeri bertambah banyak tersimpan gudang PG. Ironisnya, pemerintah terus membuka keran impor. Anehnya, harga gula tetap merambat naik menjelang bulan puasa dan persiapan Idul Fitri. Hingga kini (di PTPN XI saja) masih terdapat sekitar 101 ribu ton lebih gula tersimpan di berbagai gudang di Jawa Timur. Itu hasil giling PG tahun 2013 lalu. Sebanyak 1.722 ton gula milik petani. Selebihnya, 66.521 ton milik pedagang, serta hampir 33 ribu ton milik PTPN XI. Secara nasional sampai bulan April 2014 (menjelang musim giling 2014) masih terdapat 800 ribu ton gula tersimpan di PG. Sedangkan serapan pasar hanya sekitar 100 ribu ton per-bulan. Padahal sejak awal bulan Mei sudah dimulai pesta rakyat dengan bazar dan pasar lengkap. Daerah yang berada di sekitar pabrik gula (PG) sedang melaksanakan tradisi, pasca-tebang tebu. Walau sebenarnya harga tebu tidaklah “semanis” yang di-impikan. Petani tebu kelimpungan, karena biaya tanam lebih mahal dibanding hasil jual tebu ke pabrik gula (PG). Bahkan PG tak berani mengeluarkan hasil gulanya, karena kalah bersaing dengan gula impor. Lebih lagi selama setahun terakhir, rendemen tebu sangat rendah. sehingga hanya sedikit menghasilkan gula. Produksi gula nasional akan menurun. Maka yang diuntungkan adalah importir gula, yang akan memperoleh tambahan kuota. Bahkan gula rafinasi (eks-impor) sebagai bahan baku industri makanan-minuman (mamin) juga dipasarkan secara bebas. Stok gula makin membanjiri pasar, harga anjlok, penghasilan petani makin jeblok. Karena itu diharapkan pemerintah mempertimbangkan ulang kuota impor gula. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian, bahwa izin impor gula (mentah) diberikan kepada perusahaan yang memiliki basis tebu atau ke-gulaan. Dus, dalam jajaran BUMN yang berhak adalah PT Perkebunan, atau perusahaan swasta pabrik gula. Tetapi kenyataannya, impor gula tidak hanya oleh industri gula, melainkan melalui “makelar” BUMN lainnya. Ironisnya, pemerintah tidak pernah serius memperbaiki problem per-gula-an secara on-farm (urusan di lahan tebu) maupun off-farm (di PG). Agaknya pemerintah lebih memilih cara mudah, dan menguntungkan sesaat. Yakni, impor gula yang nyata-nyata lebih murah plus bonus pajak impor. Namun akibatnya, petani tebu dan PG semakin kelimpungan. Tetapi bulan Juli merupakan saat yang tepat PG menggelontor stok gulanya ke pasar, bertepatan dengan naiknya permintaan. Bulan puasa Ramadan selama lebih dari lima dekade telah menjadi puncak permintaan kebutuhan gula. Ini bisa dimaklumi karena hampir seluruh rumahtangga membuat berbagai panganan berbahan gula. Lebih lagi menjelang Idul Fitri, segala bentuk jamuan setiap rumahtangga selalu menyertakan rasa manis. “Manisnya” bulan Ramadan sudah menjadi adat budaya. Berdasarkan catatan di berbagai pasar induk, demand gula bisa melejit sampai 300% dibanding bulanbulan selain Ramadan. Maka inilah kesempatan PG untuk cuci gudang, tak peduli harus bersaing dengan gula impor. Sebab biasanya masyarakat telah mengerti, bahwa kualitas gula lokal lebih manis, lebih bersih dan aman. Karena kualitas yang lebih baik itu, maka harga gula impor selalu dibawah harga gula lokal. Menjelang Ramadan juga dijadikan kesempatan pedagang untuk mulai menaikkan harga gula. Walau hanya naik sekitar Rp 200-an per-kilogram di tingkat pengecer pasar tradisional. Ibu-ibu rumahtangga bisa memaklumi, ini hanya sebentar (sebulan) saja. Toh jika mau, masih ada yang lebih murah, yakni gula impor yang putih (diberi pemutih) dan tidak beraroma. 

Sorotan Publik

Semua tanggapan baik berupa saran dan kritik atas wajah dan kinerja birokrasi kita dalam memberikan pelayan publik dapat dikirim melalui email: harian_bhirawa@yahoo.com atau manfaatkan fasilitas surat pembaca di www.harianbhirawa.co.id atau telp ke (031) 5470650 atau faks (031) 5343359. Untuk setiap email harap disertakan nomor telpon (untuk konfirmasi ulang).

Memilih Pemimpin dengan Kejernihan MULAI 4 Juni yang lalu, para calon presiden mulai menggelar kampanye. Kita akan mendapat tontonan para juru kampanye beraksi hingga 5 Juli. Masa kampanye terbuka biasanya menjadi periode yang menarik dan enak diikuti. Sebagai pemilih, kita semua sebaiknya mengikuti kampanye terbuka, di ruang terbuka maupun di media messa, agar kita tidak keliru memilih calon presiden. Sudah pasti kampanye akan dihiasi dengan “jualan kecap” para calon presiden dan juru kampanyenya. Semua pastilah akan mengklaim sebagai nomor satu. Di tengah situasi kampanye yang serba nomor satu itu, kita perlu mengambil jarak emosional dengan para calon dan juru kampanye. Kita harus menjadi pemilih yang kritis menilai kualitas jualan kecap itu. Di tengah klaim nomor satu, tentu terdapat celah bagi kita untuk menilai secara lebih objektif. Dan kita memang menjadi pemegang penuh objektivitas itu. Bagi kita, orang yang tidak terlibat sebagai bagian dari organ politik pemilihan presiden itu, sebaiknya memang hadir di tengah kancah pemilihan presiden secara “kosong”. Kepala dan hati, kita bersihkan dulu dari kecondongan pilihan kepada calon tertentu. Masih terdapat satu bulan untuk mencermati apa yang akan ditawarkan para calon presiden. Kita mencermati mereka tidak saja melalui kampanye terbuka yang cenderung jual kecap itu. Kita justru akan mendapat penilaian yang lebih otentik jika kita memerhatikan hal-hal yang “kecil” seperti ketika para calon presiden/wakil presiden berpidato, cara mereka memberi salam, cara menghormati orang lain, dan hal-hal lain yang terkait dengan gestur seorang salon pemimpin. Dengan tidak menjadi “pemilih buta”, maka kita akan memberi saham bagi berkembanganya demokrasi yang sehat di negeri ini. Sadar atau tidak sadar, kita juga akan memberi bobot pada presiden yang terpilih nanti. Kita memilih mereka dengan pikiran yang jernih. Nama dan alamat ada di redaksi

HARIAN

PENDIRI : Alm. H. Moch. Said DEWAN PENASIHAT: Dahlan Iskan, Dr. H Sjahrazad Masdar, MA, Drs. Sugeng Praptoyo, SH, MM, MH, AK Ali Salim

Senin Pon 23 JUNI 2014

Degradasi Demokrasi Indonesia? DI SATU SISI, semarak pesta demokrasi di negeri ini begitu meriah. Pemilihan Presiden Republik ini, akan segera diselenggarakan. Namun di sisi lain, rencana kenaikan tarif dasar listrik per satu Juli 2014 mendatang, membuat leher rakyat kecil tercekik hebat. Seolah tidak ada hubungan antara jargon politik yang memihak rakyat, dengan penderitaan rakyat itu sendiri.

S

ebenarnya, persoalan ini kompleks. Mungkin pemerintah memiliki perhitungan lain, mengenai bagaimana memakmurkan rakyatnya. Tetapi kenyataannya, 16 tahun Reformasi bergulir, harga listrik, terus menukik tajam ke atas. Jelas, kenaikan listrik ini memaksa rakyat miskin menjadi semakin miskin. Walau demikian, hanya para papa dan mereka yang tidak berpunya itulah, yang mampu merasakan penderitaannya sendiri. Masalah penghapusan subsidi, selalu dijadikan sebagai senjata ampuh, untuk mengafirmasi segala kepentingan politik kekuasaan. Apapun kebijakan pemerintah yang disetujui oleh parlemen negeri ini, nyatanya sama sekali tidak dinikmati oleh seluruh rakyat. Akar persoalannya adalah, tatkala pengambil kebijakan merasa benar sendiri, sementara tidak merasakan jeritan jiwa rakyat kecil, maka sungguh demokrasi Indonesia telah terdegradasi. Bukankah demokrasi yang sejati memihak seluruh rakyat? Akan tetapi, mengapa hanya memihak kepentingan penguasa semata? Apabila roda pemerintahan berputar, dengan cara menutup mata, hati dan telinga, maka acuh tak acuh adalah panglima dalam membangun Indonesia. Jelas ini bukan program pembangunan bangsa dan negara, tetapi penghancuran. Suara batin rakyat menjelma debu-debu kering di padang tandus, sementara para pemimpin adalah angin yang menghempaskannya.

“A

ini, Soekarno, Moh. Hatta, Sutan Sjahrir dan Tan Malaka. Kemerdekaan atau kebebasan adalah hal yang sangat fundamental. Demikian pula dengan nasionalisme. Akan tetapi keduanya, harus Degradasi ditegakkan untuk Demokrasi tujuan utama meOleh : Indonesia makmurkan rakyat. Hasnan Bachtiar B a r a n g k a l i Namun, di tengah demokrasi di negeri kepemimpinan Orde ini sedang sekarat. Lama, justru kebeGejala-gejala yang tampak di basan dihapus, dengan dalih untuk permukaan menunjukkan bahmempercepat meraih kemakmuran wa, terdapat jarak yang begitu bangsa itu sendiri. jauh, antara janji penguasa dan Sungguh ironi ini semakin ajeg, realisasinya. Mereka berjanji adiluhung dan anti kritik, tatkala memihak rakyat, tetapi nyatanya ada di tangan pemerintahan Orde menindas rakyat. Mereka juga Baru. Atas nama pembangunan, berkata akan menjamin keadilan kemerdekaan dianggap sebagai sosial dan kemakmuran, tetapi suatu bentuk kejahatan. Fakta malah otoriter, diskriminatif, meyang tidak dapat dibantah adalanggar HAM dan memiskinkan lah, lahirnya Undang-Undang rakyatnya sendiri. “Sapu Jagat”. Melalui ketentuan Sungguh mengherankan bila hukum tersebut, siapa saja yang negara yang berdasar Pancasila memiliki pendapat berbeda deini, memiliki demokrasi yang terngan kepentingan penguasa, degradasi dalam jurang kepalsuan. maka dianggap subversif. Demokrasi yang seharusnya menPasca 1998, terbitlah Reforjalankan segala “Sabda Rakyat”, masi politik Indonesia. Namun, malah meminta agar rakyat itu Reformasi juga tidak merubah sendiri yang melayani para penguasa. hakikat berdemokrasi di negeri Kredo “dari rakyat, oleh rakyat dan ini. Walau kemerdekaan dan untuk rakyat” diselewengkan menkebebasan mendapatkan temjadi “menjerat rakyat, menghisap patnya, akan tetapi kemakmuran rakyat dan memiskinkan rakyat”. dan kesejahteraan menjadi mimPeletak dasar falsafah demopi di siang bolong. Semua orang, krasi mutakhir, Mahatma Gandhi termasuk para pemimpin, sangat menandaskan bahwa, tulang pungkeranjingan untuk memenuhi gung demokrasi bukan sekedar kepentingan politiknya masingkebebasan. Tetapi juga kerja keras masing, sayangnya alpa dalam untuk membangun diri rakyat membangun negeri ini. Sekali sendiri, secara mandiri, merdeka lagi, kesejahteraan adalah mimpi dan otonom. Hal ini, sama sekali yang tak pernah diapresiasi. tidak membuka ruang, bagi tumbuh suburnya kebebasan untuk Menuju Demokrasi Sejati “mengakali” rakyat. Sebaliknya, Fenomena kenaikan harga lisrakyat yang mesti memiliki ketrik yang memiskinkan rakyat merdekaan untuk menggapai kekecil, jelas menjadi “tanda” akan sejahteraan diri mereka sendiri. adanya penghianatan terhadap Hal yang sama juga pernah diademokrasi itu sendiri. Dengan jukan oleh keempat pendiri bangsa kata lain, pemerintah yang selalu

saja menyusahkan rakyat, sama sekali tidak layak disebut sebagai agen demokrasi. Dalam konteks ini, pemerintah sama sekali bukan representasi dari rakyat. Dengan demikian, sungguh ironis bila negara ini, bukanlah negara kerakyatan. Namun, bukan berarti tidak ada jalan keluar. Sesungguhnya, kunci keberhasilan berdemokrasi ada di tangan para pemimpin yang baik. Bila masa lalu bukanlah teladan kebajikan, maka masa kini harus merencanakan masa depan yang cerah. Para calon pemimpin negeri ini, harus memiliki program untuk mengembalikan Indonesia menuju kepada demokrasi yang sejati. Demokrasi yang sejati, adalah demokrasi yang menjunjung tinggi keadilan sosial, martabat kemanusiaan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Kedua calon pemimpin negeri ini, baik Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla, memiliki segudang keunggulan, yang berpotensi untuk membawa Indonesia menuju demokrasi yang sesungguhnya. Seluruh rakyat, memiliki kemerdekaan utuh dalam memilih, siapa calon pemimpinnya. Keduanya adalah pilihan yang baik, tatkala berjanji menjamin kebebasan dan kesejahteraan rakyat, serta mampu merealisasikan janjinya tersebut. Walaupun demikian, keduanya akan menjadi pilihan yang sama buruknya, tatkala nanti menjadi pemimpin, yang terus-menerus memiskinkan rakyat jelata. Sebenarnya, rakyat kecil hanya butuh beras yang murah, bensin yang murah, listrik yang murah, biaya kesehatan, pendidikan dan seluruh kebutuhan hidup lainnya, yang terjangkau bahkan oleh orang termiskin sekalipun. Pada akhirnya, marilah bersama-sama bergotong-royong untuk menyelamatkan demokrasi Indonesia. Peneliti Filsafat di Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) Universitas Muhammadiyah Malang

Sya’ban Gerbang Menuju Ramadan

ku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156) Para ulama salaf menjelaskan hikmah di balik kebiasaan Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunah di bulan Sya’ban. Kedudukan puasa sunah di bulan Sya’ban dari puasa wajib Ramadhan adalah seperti kedudukan shalat sunah qabliyah bagi shalat wajib. Puasa sunah di bulan Sya’ban akan menjadi persiapan yang tepat dan pelengkap bagi kekurangan puasa Ramadhan. Hikmah lainnya disebutkan dalam hadits dari Usamah bin Zaid R.A, ia berkata: “Wahai Rasulullah SAW, kenapa aku tidak pernah melihat Anda berpuasa sunah dalam satu bulan tertentu yang lebih banyak dari bulan Sya’ban? Beliau SAW menjawab: “Adalah bulan di saat manusia banyak yang lalai (dari beramal shalih), antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di saat amal-amal dibawa naik kepada Allah Rabb semesta alam, maka aku senang apabila amal-amalku diangkat kepada Allah saat aku mengerjakan puasa sunah.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Khuzaimah. Ibnu Khuzaimah menshahihkan hadits ini) Dan hariini kita memasuki bulan Sya’ban kembali. Nama bulan yang tidak begitu akrab bagi sebagian masyarakat kita. Berbeda dengan bulan-bulan lain, seperti Muharram, Rabiul Awwal, Rajab, Ramadhan, atau Dzulhijjah. Kalender hijriyah memiliki dua belas bulan sebagaimana kalender masehi. Hanya tahun hijriyah ini dihitung berdasarkan peredaran bulan, sedangkan tahun masehi berdasarkan peredaran matahari. Satu tahun hijriyah yang terdiri dua belas bulan ini disebutkan di dalam Al-Quran. ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah

adalah dua belas bumemiliki nilai keulan, dalam ketetapan tamaan tersendiri. Allah di waktu Dia Keutamaan Sya’ban menciptakan langit ini disampaikan Radan bumi,…” ( QS. sulullah SAW, yang At-Taubah [9] : 36 ). menurut penilaian Kata Sya’ban, para ahli hadits termenurut Ensiklopedi masuk hadits yang Islam, berasal dari shahih. Abdullah kata syi’ab (jalan bin Abi Qais telah di atas gunung ). mendengar Aisyah Oleh : Dikatakan Sya’ban berkata, ”Termasuk Nur Qomar, SAg karena pada bulan bulan yang paling itu ditemui berbagai disukai Rasulullah jalan untuk mencauntuk melaksanakan pai kebaikan. Menurut Syekh puasa adalah bulan Sya’ban, lalu ‘Alamuddin as-Sakhawi, kata beliau menyambungnya dengan Sya’ban berasal dari kalimat bulan Ramadhan (HR. Ahmad, ‘Tasya’ubil Qabail’ artinya berAbu Daud, dan al-Hakim). pecahnya kabilah-kabilah atau Dalam riwayat lain, Usamah berpisah-pisahnya (bercabangbin Zaid berkata,”Aku telah bercabang) mereka. Sedangkan tanya, ’Wahai Rasulullah, aku Cyril Glasse mengartikan kata tidak pernah melihat engkau Sya’ban sebagai ‘bulan pempuasa di bulan-bulan lainnya bagian’. seperti puasa engkau di bulan Bulan Sya’ban — yang hari Sya’ban?’ Beliau menjawab, ‘Itu ini memasuki tanggal 1 tahun adalah bulan yang dilupakan 1431– memiliki keutamaan. banyak manusia, bulan antara Masyarakat Muslim banyak Rajab dan Ramadhan. Itu adayang tidak mengetahui bahwa lah bulan di mana amal-amal Sya’ban ini termasuk bulan yang diangkat kepada Penguasa alam disukai Rasulullah SAW. Beliau semesta (Allah), dan aku sangat banyak melakukan puasa pada suka jika amalku diangkat dan bulan tersebut, bahkan menurut aku sedang berpuasa.” (HR. Ahbeberapa riwayat Rasulullah mad dan Nasa’i). SAW berpuasa sebulan penuh. Di samping hadits-hadits Pada bulan Sya’ban ini, amalanshahih seperti tersebut di atas, amalan kita dilaporkan keada beberapa buku yang ditulis pada Allah SWT oleh malaiberbicara tentang keutamaan kat-malaikat pencatat amal, bulan Sya’ban. Tapi ada beapakah itu amal kebaikan atau berapa dalil yang dibuat-buat, amal keburukan. Oleh karena bahkan dipalsukan. Sehingga itu Rasulullah SAW banyak tidak layak untuk dijadikan melakukan puasa pada bulan ini. sebagai landasan akan keutaRasulullah SAW ketika ditanya maan bulan Sya’ban itu sendiri. oleh beberapa orang shahabat Beberapa dalil yang dinyatakan tentang latar belakang puaoleh para ulama pakar ilmu hasanya di bulan Sya’ban itu, dits sebagai hadits palsu (maudmenjawab, “Bulan diangkatnya hu’) berbicara tentang keutamaan amal-amal kepada Robbul ‘alabulan Sya’ban. min. Maka aku ingin diangkat Riwayat itu di antaranya,” Keuamalku dan aku sedang puasa” tamaan bulan Sya’ban dibanding ( HR. Nasa’i ). bulan-bulan lainnya seperti keuAda beberapa riwayat hadits tamaanku dibanding seluruh yang menjelaskan bahwa Rapara nabi. Dan keutamaan bulan sulullah SAW sangat mencintai Ramadhan dibanding bulan-bubulan Sya’ban. Kecintaannya itu lan lainnya seperti keutamaan Alditunjukkan melalui sikap dan lah dibanding para hamba-Nya.” perbuatannya yang mencerminImam Ibnu Hajar mengatakan,” kan bahwa bulan Sya’ban ini hadits tersebut palsu (maudhu’).

Karena as-Saqthi salah seorang perawinya terkenal sebagai pemalsu hadits dan sanad. Dan perawi-perawi lainnya dalam hadits itu sama sekali tidak pernah meriwayatkan hadits ini. Dengan demikian, jelas sekali bahwa hadits itu buatan asSaqthi sendiri”. Walaupun kita mengetahui keutamaan bulan Sya’ban ini, namun kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan cara-cara yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW. Hadits-hadits shahih di atas menjelaskan kepada kita, bahwa untuk memperoleh keutamaan dari bulan Sya’ban ini dengan melakukan puasa. Barangkali karena keutamaan itulah yang menjadikan sebagian masyarakat Muslim kita melakukan ibadah dan ritualritual tertentu pada pertengahan bulan ini ( nishfu Sya’ban ). Mereka melakukan shalat khusus dan membaca Surah Yasin beberapa kali dengan cara tersendiri. Amalan-amalan itu mereka yakini bisa menambah rizki, memanjangkan umur dan menolak bala. Membaca Surah Yasin tentu sangat baik, tetapi menjadi tidak tepat bila hal itu dilakukan khusus untuk menyambut nishfu Sya’ban dan menganggap bahwa itu ada sumber haditsnya. Dan itu semua tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Setiap waktu, hari, dan bulan yang kita lalui adalah milik Allah SWT. Kita tidak boleh mengistimewakan satu waktu atau hari dengan waktu atau hari lainnya kalau Sang Pemilik waktu itu tidak mengistimewakannya. Apalagi kalau untuk mengistimewakan waktu-waktu tersebut disertai dengan melakukan ritual atau ibadah tertentu. Sedangkan Allah sendiri yang kita sembah dan kita jadikan tujuan ibadah itu tidak memerintahkannya atau menganjurkannya. Aktif sebagai jurnalis dan guru SMK NU Lamongan

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI : Nawang Esthi Lestari REDAKTUR PELAKSANA: Titis Tri Wahyanti KOORDINATOR LIPUTAN : Wawan Triyanto REDAKTUR: Wahyu Kuncoro SN, Bambang WN , Choirul Anam, Anangsyah Isfianto, Sufendhi Dimyati, Helmi Supriyatno, Gatot Suryo Widodo Reporter : M. Ali, Siti Sulistiani, Andre Endrayana Sasmita, Rachmat Caesar BSW, Zainal Ibad, Danang Prastyo, Adit Hananta Utama, Abed Nego, William AK , Gegeh Bagus Setiadi Fotografer: Trie Diana Indahwati, Sekretaris Redaksi: Suryanthini Malang: M. Taufiq, Kabupaten Malang : Cahyono Nor Rochmah, Kota Batu: Anas Bachtiar, Pasuruan : Hilmi Husein, Pamekasan: Syamsuddin, Lumajang: Zainul Hidayat, Probolinggo: Wiwit Agus Pribadi Jember: Effendi, Sampang: Nur Cholis, Sumenep: Samsul Arifin, Bondowoso: Arum Hidayati, Situbondo: Sawawi, Tulungagung: Hadi Sucipto, Wiwieko Dh, Lamongan: Suprayitno, M. Yusuf Adnan, Jombang: Romadlon, Fathoni, Mojokerto: Hasan Amin, Kariyadi Sidoarjo: Ali Kusyanto, Hadi Sujitno, Achmad Suprayogi Gresik: Kerin Ikanto, Rokim, Tuban: Khoirul Huda Madiun: Sudarno, Blitar: Hartono, Ponorogo : Hari Bahrul Ulum, Magetan: Ivin Kurniawan, Nganjuk: Ristika, Bojonegoro: Achmad Basir, Jakarta: Tjitjik Rahayu, Penerbit: PT. Harian Bhirawa (Perusahaan Pers SK: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-82337.AH.01.01.Tahun 2008) Direktur Utama: Nawang Esthi Lestari, Direktur Umum: Wahyu Kuncoro SN, Direktur Keuangan Mira Damayanti Komisaris Utama: Sugeng Praptoyo, Komisaris: Bambang WN, Hasan Amin, Suprayitno, Pemegang Saham: Seluruh karyawan/ koresponden Harian Bhirawa Malang: Gatot Soekardi, Ratna Nirmala, Lumajang: Didit Nur Jadit, Banyuwangi: Supriyadi, Bondowoso: Hasto Pramudyo, Manager Produksi, Sirkulasi dan Periklanan: Sri Eddy Haryanto, Manajer Keuangan: Anangsyah Isfianto, Administrasi Keuangan: Etti Sri Kustini, Sri Poernomo, Sekretaris Perusahaan: Rani Cholyvianti, Sirkulasi: Titiek Yuliati (Koordinator), Andi Basuki, Nike Kusumawati, Utomo Pagon, Distribusi: Tatok Arly (Koordinator), Suparto, Mulyadi, Pracetak:Ali Sulkan (Koordinator), Danu Setiawan, Achmad Tauriq Imani, Trisno purnomo, Onny Agung S, Oki Abdul Sholeh. Sekuriti: Saiful Hidayat, Agus Mulyono Alamat Kantor Pusat/Iklan/Redaksi: Jalan Indragiri 73 Surabaya, Telp : 031- 561-5454, Fax : 031-561-9009, Email Iklan: bhirawa_indragiri@yahoo.com, Email Redaksi: harian_bhirawa@yahoo.com Sirkulasi: Jalan Pengenal 5, Surabaya (60174), Telp : 031- 547-0650 (3 lines), Fax : 031-534-3359, Email Sirkulasi: bhirawasirkulasi@yahoo.com Bhirawa Online : http://www.harianbhirawa.co.id Bank: Bank Mandiri (BBD Jembatan Merah) Surabaya, No. Rek:140.0080000053, Percetakan: PT Media Nusantara Press SIUPP: Nomor 159/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1986, 22 April 1986. Tarif Iklan: Iklan Baris Rp. 7.500/baris (maksimal 5 baris), Iklan Tender/Lelang Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display warna (FC) Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display hitam putih (BW) Rp.7.500/mm kolom. Harga belum termasuk PPn 10%.


Senin Pon 23 JUNI 2014

SIDOARJO-GRESIK-MOJOKERTO

5

Komisi II Desak Pemkot Tuntaskan Rekomendasi BPK Terkait Soal Kasus Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, Bhrawa Komisi II DPRD Kota Mojokerto mendesak Pemkot Mojokerto segera menuntaskan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal Pasar Tanjung Anyar. Diantara persoalan kontrak pengelolaan investasi Pasar Tanjung Anyar antara Pemkot Mojokerto dengan PT Anggun Bhakti Perkasa (ABP) dalam bentuk build operate transfer (BOT) atau bangunan serah guna yang sudah berakhir Mei 2013 lalu. Menurut komisi yang membidangi perekonomian dan pembangunan itu, dalam temuan BPK sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Pemkot Mojokerto, 26 Mei 2014 disebutkan soal kewajiban Pemkot Mojokerto. ‘’Pemkot harus segera menuntaskan sejumlah poin terkait kerjasama BOT yang direkomendasi BPK. Ini perlu ditekankan, karena tahun ini proyek revitalisasi Pasar Tanjung Anyar dimulai. Kalau masih ada ganjalan dalam kerjsamasa BOT, tentunya berpengaruh pada proyek selanjutnya (revitalisasi),’’

tandas anggota Komisi II, Paulus Swasono Kukuh, Minggu (22/6) kemarin. Paulus menyebut, persoalan luasan tanah yang berbeda dan jumlah aset yang nantinya harus dihapus karena revitalisasi akan menjadi pelik jika belum ada kejelasan. ‘’Secepatnya saja Pemkot menuntaskan persoalan terkait kerjasama BOT itu,’’ tekan Paulus. Dipaparkan Paulus, kontrak pengelolaan investasi Pasar Tanjung Anyar antara Pemkot Mojokerto dengan PT APB dalam BOT berakhir Mei 2013, namun rekanan yang terikat kontrak

selama dua puluh tahun sejak Mei 1993 ini masih berkewajiban menyelesaikan hutang ke Pemkot sebesar Rp50 juta. Angka itu, kata Paulus, berdasarkan temuan LHP BPK tanggal 26 Mei 2014. Berdasarkan perjanjian BOT, PT ABP berkewajiban untuk membayar penggantian biaya bangunan Kredit Inpres Pasar sebesar Rp50 juta kepada Pemkot. Namun, sampai dengan akhir pemeriksaan 30 Mei 2013, PT ABP belum juga menyelesaikan kewajibannya. Selain soal kewajiban PT ABP, BPK menyebutkan, hingga perjanjian BOT itu berakhir, Diskoperindag selaku leading sector kerjasama BOT Pasar Tanjung Anyar tak dapat menunjukkan berita acara penyelesaian pembangunan Pasar Tanjung Anyar. Sehingga tak dapat dipastikan berakhirnya perjanjian kerjasama dengan PT ABP karena tak ada data yang dapat diyakini kapan bangunan pasar selesai

kariyadi/bhirawa

Kondisi Pasar Tanjung Anyar milik Pemkot Mojokerto yang bakal di revitalisasi. dibangun. Padahal dalam perjanjian disebutkan PT ABP berkewajiban membangun fasilitas prasarana dan sarana penunjuang berupa 1 unit kantor pasar, enam unit pos satpam, 1 unit Puskesmas, 100

buah bin container (tempat sampah), 1 unit depo samah, 20 unit kereta sampah, 5 unit sumur kebakaran, pemasangan tiang listrik, penerangan jalan umum, rabatan jalan, jalan aspal, pekerjaan saluran, penyambungan

Tiga Desa Ancam Gugat Class Action PT SI

KELANA

Sekolah Tak Terima Siswa Bertato dan Bertindik Kota Mojokerto, Bhirawa Aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP/SMA/SMK negeri di Kota Mojokerto memberlakukan larangan siswa laki-laki bertato dan bertindik. ‘’Calon peserta didik tak boleh bertato dan tidak bertindik. Ketentuan ini berlaku bagi peserta laki-laki,’’ ujar Sekretaris Dinas P dan K Kota Mojokerto, Sunardi, Minggu (22/6) kemarin. Syarat bebas bertato dan bertindik, lanjut Sunardi, merupakan syarat penunjang selain prestasi akademik. ‘’Selain mengacu pada hasil nilai ujian nasional syarat bebas tindik dan tato sebagai upaya menghasilkan lulusan yang berperilaku santun,’’ tegasnya. Larangan calon siswa bertato dan bertindik itu termaktub dalam pasal 3 SK Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto No.421/120/417.301/2014. Menurut Sunardi, selain untuk menjaga wibawa pendidikan, ketegasan untuk tak membuka diri bagi siswa bertato dan bertindik untuk mengenyam pendidikan di sekolah plat merah ini agar tak menjadi presenden buruk bagi dunia pendidikan. ‘’Semasa sekolah, para siswa tidak etis memiliki tatto permanen,’’ imbuh Sunardi. Anggota Komisi III (kesra) DPRD Kota Mojokerto, Abdullah Fanani menyatakan sepakat dengan regulasi yang ditelurkan kepala dinas P dan K itu. Namun ia mempertanyakan teknis screening siswa bertato. ‘’Kalau bertindik itu mudah dikenali. Tapi untuk calon siswa yang bertato di bagian badan yang tertutup, bagaimana panitia seleksi (PPDB) bisa mengetahui. Ini yang perlu dipikirkan, agar jangan sampai nantinya sekolah kecolongan,’’ ingatnya. Ia berharap, sekolah menemukan formula yang tepat untuk screening tato dan tindik calon siswa tersebut.Q kar

Pedagang Pasar Desa Sawotratap Rugi Akibat Banjir Sidoarjo, Bhirawa Pedagang pasar desa di Sawotratap, Gedangan, mengaku rugi akibat banjir yang menimbulkan genangan air di desanya dalam beberapa hari ini. Pasar desa tempat mereka jualan tergenang air. Sehingga mereka mengaku tak bisa jualan sejak Selasa sampai Jum at. Beruntung mulai Sabtu (21/6) lalu kondisi mulai norma lagi. Mereka mulai bisa jualan lagi karena genangan air sudah surut. Baik yang menggenangi pasar desa di Jl Raden Wijaya maupun di Jl Hayam Wuruk. Sementara Sri Utami, pedagang pasar desa yang jualan Sembako mengatakan, karena pasar desa di Jl Hayam Wuruk tergenang air. Dia terpaksa dua hari libur tak bisa jualan sejak Kamis dan Jum at kemarin. ‘’Begitu jualan lagi langsung ramai, karena banyak pembeli yang sudah nunggu,’’ katanya, Sabtu (21/6) kemarin, disela-sela ramai melayani pembeli. Dua hari libur tak jualan, Sri Utami mengaku rugi. Karena jualan Sembako di pasar desa itu jadi mata pencaharian satu-satunya ia dan suaminya. Karena libur tentu saja ia tak dapat pemasukan. Yang dilakukan saat libur hanya bersihbersih rumah saja. ‘’Kalau tak dapat uang, apa yang dipakai untuk bayar sekolah anak saya,’’ ujarnya. Menurut warga Jl Anusanata Sawotratap ini, anaknya ada yang duduk di bangku SMA dan SMP. Lain dengan Abdulah, pedagang pasar Desa Sawotratap lainnya yang jualan ikan. Meski pasar desa tergenang air, ia tetap nekat saja berjualan. Ia mengaku tak mau rugi karena tak bisa jualan. ‘’Saya jualan saja walau banjir, saya gak mau rugi karena tak bisa jualan,’’ ujar warga Sawotratap ini. Menurutnya, saat banjir pedagang yang tetap nekat jualan di pasar desa di jl Hayam Wuruk itu, hanya beberapa saja. Seperti pedagang tahu, pedagang bumbu dan penjual krupuk.Q ali

PLN, 8 unit pembuatan dan pemasangan pintu pagar, pembuatan sarana parkir, pengadaan dan pemasangan trotoar paving tegel bergaris dan fasilitas bongkar muat. Akibat kondisi ini, BPK menilai Kepala Diskoperindag (saat itu dijabat Harlistyati yang kini menduduki jabatan Kepala Bappeko) kurang cermat mengendalikan dan mengawasi perlaksanaan perjanjian BOT. Juga kurang cermat mengamankan aset tanah dan bangunan pasar beserta fasilitas pendukung lainnya. ‘’Selain soal piutang dan fasilitas sarana dan prasarana, juga terdapat perbedaan luas tanah yang digunakan BOT. Aset tanah Pemkot di Pasar Tanjung Anyar tercatat seluas 19.165,7 meterpersegi, namun dalam perjanjian kerjasama BOT seluas 19.197,5 meterpersegi. Sehingga ada potensi berkurangnya jumlah tanah Pemkot,’’ tukas politisi Partai Demokrat tersebut.Q kar

ali kusyanto/bhirawa

Karena selama ini tak ada kesejahteraan, penjaga makam di Desa Sawotratap ini mencari bunga kambojo untuk dijual sebagai bahan parfum.

Kesejahteraan Penjaga Makam di Sidoarjo Harus Diperhatikan Sidoarjo, Bhirawa Kesejahteraan penjaga makam di Sidoarjo harus diperhatikan. Selama ini mereka bekerja secara ikhlas. Padahal pekerjaan mereka sangat mulia. Agar mereka bisa bekerja lebih maksimal, kedepan kesejahteraannya mereka harus diperhatikan. ‘’Pekerjaan penjaga makam itu sangat mulia, maka harus ada kesejahteraan untuk mereka, SKPD terkait supaya memperhatikannya,’’ kata Bupati Saiful Ilah, ketika membuka acara pembinaan bagi penjaga makam di Sidoarjo, belum lama ini, di Ruang Rapat Delta Graha Setda Sidoarjo. Disampaikan Kabag Kesra Pemkab Sidoarjo, M Ilhamudin, agar penjaga makam di Sidoarjo bisa kerja secara maksimal,maka tahun 2015

Pemkab akan berupaya merealisasikan kesejahteraan mereka. ‘’Selama ini memang tidak ada yang memikirkan,’’ kata Ilhamudin. Kerja penjaga makam yang maksimal, menurut Ilhamudin, diantaranya, tak menjadikan makam tempat yang tahayul dan musyrik bagi pengunjung makam. Misalnya dipakai untuk pemujaan minta rezeki, jabatan dan sebagainya. ‘’Terutama di makam-makam yang punya nilai mistik,’’ katanya. Menurut Ilham, harusnya pengungjung makam minta rejeki langsung pada Allah. Penjaga makam, diminta agar bisa menata makam agar tak semrawut. Sebab selama ini makam di Sidoarjo dianggap masih semrawut dan amburadul. Supaya keberadaan makam tak terlihat angker

dan kumuh. ‘’Penjaga makam juga perlu waspada, agar mayit di makam tidak dicuri orang yang tak tangung jawab untuk halhal magic,’’ kata Ilham. Dalam kondisi seperti saat ini, penjaga makam juga diharap bisa memberi pemahaman pada warga desa agar tidak menolak apabila tanah sekitarnya dipakai untuk keperluan makam.Sebab selama ini terjadi penolakan di masyarakat. Alasannya, tanah mereka harga jualnya jadi murah. ‘’Kalau mereka nolak tanah sekitar dipakai makam, terus kalau ada warga yang meninggal dunia dimakamkan dimana, penjaga makam harus bisa memberikan pemahaman, bahwa dalam hidup bersosial ini harus saling memahami,’’ kata Ilham.Q ali

Gresik, Bhirawa Warga tiga desa, yaitu Ngargosari, Gulomantung dan Kembangan Kec Kebomas yang tergabung dalam GAPRAKKAD (Gerakan Aliansi Penyelamat Aset Kabupatean, Kelurahan dan Desa) mengancam ajukan gugatan class action atau gugatan perwakilan kepada PT Semen Indonesia (PT SI). Gugatan diajukan karena perusahaan memproduksi semen itu dinilai menyerobot tanah GG (Goberment Grond) seluas 7,5 ha milik warga. Selain itu, mereka juga meminta pihak PT SI bertanggungjawab atas dugaan pengerusakan jalan desa. GAPRAKKD menilai pengerusakan jalan yang dilakukan PT SI saat menggali (penambangan) merupakan kejahatan lingkungan. Maka GAPRAKKD akan ajukan gugatan class action ke PN (Pengadilan Negari) Gresik tembusan ke PT (Pengadilan Tinggi) Jatim. ‘’Berdasarkan UU jika ada kejahatan lingkungan berupa pengerusakan lingkungan, seperti pengerusakan jalan desa yang dilakukan PT SI dan pihak-pihak terkait lakukan pembiaran, maka warga berhak lakukan gugatan class action,’’ kata koordinator GAPRAKKD, Ahmad Effendy, Jumat (20/6) lalu. Sehingga tiga warga desa itu sepakat menuntut PT SI atas kerusakan jalan desa akibat digunakanaktivitas penggalian kemudian dilakukan pematokan. ‘’Itu bentuk kejahatan lingkungan. Makanya, kami ajukan gugatan class action,’’ jelasnya. Saat mengajukan class action, warga juga akan mengajukan sita jaminan ke pengadilan agar asetaset PT SI disita. Aset-aset itu bisa berupa gedung atau aset lainnya. Itu sebagai bentuk kompensasi atas kerugian yang diderita warga akibat pengerusakan yang dilakukan PT SI. ‘’Kenapa saya katakan tindakan PT SI itu merupakan bentuk kejahatan lingkungan. Sebab, Semen setelah mengedel-edel (merusak) jalan, kemudian dipatok sehingga tidak bisa digunakan aktivitas warga. Apa itu bukan merupakan bentuk kejahatan,’’ tukas Effendy dengan nada tanya. Dalam gugatan itu juga menuntut PT SI agar bertanggungjawab atas perusakan jalan, warga juga mendesak agar pengadilan nanti juga meminta PT SI mengembalikan tanah GG warga seluas 7,5 hektar yang diduga diserobot. ‘’Tanah itu tanah kami. Kami memiliki buktinya,’’ ungkap. Effendy memastikan PT SI tak memiliki data, baik berupa sertifikat atau lainnya, kalau tanah GG seluas 7,5 hektar yang telah rusak karena ditambang itu adalah miliknya. Karena pihaknya sudah mengecek ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) kalau tak memiliki sertifikat tanah itu. ‘’Sangat tak mungkin tanah GG muncul sertifikat,’’ jelasnya.. Sementara Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharta mengatakan, jika warga Ngargosari, Gulomantung, Klangonan dan Kembangan mengajukan gugatan class action karena merasa jalan desanya dirusak dan tanah GG seluas 7,5 hektar diserobot PT SI menurutnya itu jalan yang terbaik. ‘’Itu jalan yang terbaik, biar nanti pengadilan yang memutuskan. Saya rasa itu cara yang baik, yang legal,’’ kata Agung kepada wartawan.Q eri

Korpri Sidoarjo Diminta Berbagi Kiat Keberhasilan Setelah berhasil memperoleh penghargaan Profesional Award Provinsi Jatim secara berturut-turut, mulai tahun 2011 sebagai pemenang III, tahun 2012 sebagai pemenang II dan tahun 2013 sebagai pemenang I. Dewan Pengurus Korpri Diminta memaparkan keberhasilannya. Dewan Pengurus Korpri Kab Sidoarjo, diminta untuk memaparkan kiat-kiat keberhasilannya dalam melaksanakan program, khususnya kelembagaan Korpri yang berhasil meraih Profesional Award, dihadapan peserta rapat Penguatan Kelembagaan DP Korpri Provinsi Jatim, pada Jumat (20/6) malam di Batu, Malang. Menurut Ketua Panitia Ir Tamzil Furqon MT yang juga sebagai Kabag Perencanaan Program Korpri Sidoarjo, kalau peserta rapat itu meliputi unitunit SKPD yang ada di Jatim dan wakil-wakil dari DP Korpri Kabupaten/Kota se Jatim. Karena temanya tentang penguatan kelembagaan, kami menghadirkan narasumber

Wakil Ketua I DP Korpri Jatim, Dr Akmal Boediono SH MHum MSi dengan materi Eksistensi Kelembagaan Korpri dengan diberlakukannya UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN (Aparatur Sipil Negara). Selain itu juga menghadirkan Wakil Ketua III Dr Saiful Rachman MM MSpd dengan materi Peningkatan Peran DP KORPRI bagi anggota dan masyarakat. Terakhir dari DP Korpri Kab Sidoarjo dengan materi Kiatkiat Keberhasilan DP Korpri Kab Sidoarjo dalam melaksanakan programny, khususnya keberhasilan kelembagaan Korpri meraih juara pertama Profesional Award 2013. Ketua II DP Korpri Sidoarjo,

Ir Sigit Setyawan MT yang mewakili Ketua I Vino Rudi Muntiawan SH telah memaparkan beberapa program yang berhasil dilakukan Kab Sidoarjo, diantaranya peningkatan kerjasama dengan pihak ketiga, peningkatan sumberdaya aparatur, pengembangan nilai budaya. Juga peningkatan kerukunan antar umat beragama, bantuan dan pembinaan agamanya. ‘’Termasuk peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan dan kecukupan hidup pemuda, juga bantuan hukum dan penataan peraturan PerUU-an,’’ paparnya. Adapun permasalahannya, pengurus Korpri juga merupakan pejabat atau staf pada SKPD, sehingga lebih kosentrasi pada tugas pokoknya. Pelaksanaan program kerja Korpri juga masih kurang maksimal. Sampai pada dukungan anggaran yang minim apabila hanya mengandalkan iuran dari anggota. ‘’Maka Pemkab Sidoarjo memberikan

achmad suprayogi/bhirawa

Wakil Ketua II DP Korpri Sidoarjo Ir Sigit Setyawan saat memberikan paparan. anggaran melalui DPA-SKPD 2013 sebesar Rp710 juta, tahun 2014 sebesar Rp777 juta,’’ jelas Kadis PU Bina Marga. Semua itu telah dilakukan atau digunakan untuk beberapa kegaitan dengan rincian yang sangat transparan. Pengu-

rus juga membagikan copy penggunaan anggaran kepada anggota. Tujuannya agar mereka juga mengetahui kalau selama ini anggaran yang telah terkumpul juga kembali lagi kepada anggota,’’ pungkas Sigit Setyawan.Q ach


JAWA TIMUR

6

Jumat Kliwon 20 JUNI 2014

Menikmati Dinginnya Bromo, Sambil Dengarkan Musik Ribuan Penggemar Menikmati Jazz Gunung Gelaran musik jazz kembali menyapa penggemar jazz di tanah air Indonesia. Musik jazz di Kabupaten Probolinggo berbeda dengan music jazz di ibu kota Jakarta. Jazz yang digelar selama dua hari pada Jumat (20/6) hingga Sabtu (21/6) di panggung terbuka Java Banana Desa Wonotoro Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo menyajikan harmonisasi antara jazz dan alam pegunungan Bromo. Dasar itulah, event jazz di area gunung Bromo dinamakan Jazz Gunung. Suhu dingin 8-10° C pada malam hari ditambahkan hujan yang rintik-rintik sempat membasahi panggung terbuka Java Banana Bromo di hari pertama, Jumat (20/6) kemarin. Namun, para penikmat Jazz dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara tak ingin beranjak dari tempat duduknya meski rintikan air hujan sempat mengenai jaket tebal para pengunjung. Angin dingin yang mulai merasuk ke tulang di ketinggian 2.315 dpl, tak begitu terasa berkat tiupan Saxophone yang ditiup dari mulut wanita mungil Nicole Johanntgen dengan perpaduan musik Ring Of Fire Project pimpinan Djaduk Ferianto sehingga suasana semakin hangat. Melalui

MC ternama yakni Butet Kartaredjasa dan dua temannya yang bikin pengunjung yang duduk di bangku tribun Amfiteater Java Banana Bromo dengan kapasitas 1500 orang itu selalu tertawa. Jazz Gunung sendiri merupakan pergelaran musik genre jazz bertaraf Internasional, yang digelar setiap tahun sekali di pegunungan Bromo. Komposisi musik jazz bernuansa etnik yang ditampilkan dalam sebuah panggung terbuka beratap langit dan berlatar alam yang indah tersebut, menciptakan indahnya jazz. Jazz Gunung ini sudah digelar sejak tahun 2009 silam. “Pertama kali datang kesini. Bagus dan unik sekali. Saya bersama teman-teman berombongan 12 orang,” kata Ri-

yanti, salah satu perempuan penikmat Jazz asli Jakarta, Jumat (20/6) malam. Menurutnya, ia kagum pada konsep acara Jazz Gunung. Biasanya ia hanya menyaksikan di dalam ruangan saja. Kali ini, di Jazz Gunung Bromo bisa menikmati di ruang bebas terbuka di pegunungan. “Kemasannya sangatlah bagus. Ini saya menikmati alunan musiknya ditambahkan lagi suasana pegunungan yang begitu sejuk,” kata Riyanti sembari menirukan lagu Jazz Gunung. Selain dibanjiri ribuan penonton dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bali maupun Kalimantan, perhelatan Jazz Gunung juga diminati wisatawan mancanegara. “Wou begitu indah. Kegiatan Jazz di Singapura ini berbeda dengan Jazz yang ada Indonesia. Karena Jazz Gunung di Bromo ini idenya kreatif dan unik. Saya menikmati Jazznya,” kata Monica beserta suami yang diartikan melalui gaetnya. Gelaran musik Jazz Gunung 2014 yang mengambil tema Sedekah Bumi Lewat Berbunyi ter-

sebut menampilkan sejumlah artis antara lain Monita Tahalea dan The Nightingales, Bintang Indrianto Trio, Ring of Fire featuring Nicole Johanntgen asal Jerman, Ligro Trio dan ditutup dengan penampilan The Overtunes. Di hari kedua, menampilkan Jazz Ngisoringin, Indro Hardjodikoro dan The Fingers, Ring Of Fire Project Featuring Nicole Johanntgen, Nita Aartsen Quatro Feat Yeppy Romero dan ESQI:EF-Syaharani dan Queenfireworks. Gelaran musik Jazz Gunung ternyata membawa dampak positif bagi pelaku wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo. Tempat penginapan seperti perhotelan dan home stay ternyata menjadi incaram wisata lokal maupun mancanegara yang bertepatan dengan libur di akhir pekan. “Memang benar, kebanyakan semua kamar di hotel maupun home stay di penuh. Utamanya hotel yang jaraknya mencapai sekitar 2 KM dari lokasi Jazz Gunung ludes penuh. Mereka kebanyakan pesan kamar sebe-

hilmi husain/bhirawa

Suasana pergelaran Jazz Gunung oleh Ligro Trio di panggung terbuka Java Banana Desa Wonotoro Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, Jumat (20/6). lum perayaan jazz gunung Bromo,” kata Digdoyo, pengelola Hotel Yoschi. Meski perhotelan sudah penuh, namun tak menyurutkan penikmat Jazz Gunung untuk me-

Paguyuban Jalur Tolak One Way Semeru-Kawi

KILAS JATIM

PMI Jatim Netral dalam Pilpres 2014 Jember, Bhirawa Meskipun Ketua Umum PMI Pusat Yusuf Kalla maju menjadi Cawapres bersama Joko Widodo dalam Pilpres 9 April 2014 nanti, tampaknya tidak mempengaruhi keberadaan PMI di wilayah. Di Jawa Timur misalnya, PMI sendiri tetap netral menghadapi Pilpres nanti. Hal ini diungkapkan oleh Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo saat pembukaan Jumbara PMR VIII di Jember, beberapa waktu lalu."Secara organisasi PMI Netral, kalaupun ada itupun bentuk dukungan secara pribadi bukan atas nama PMI," ujar Imam Utomo kepada sejumlah media di Jember. Imam Utomo kepada media secara tegas akan bersikap netral dalam Pilpres nanti. "Saya sebagai Ketua Umum PMI Jawa Timur akan netral," tegas mantan Gubernur Jawa Timur ini tersenyum. Lain halnya yang disampaikan oleh MZA Djalal yang saat ini menjadi Bupati Jember. Menurutnya, setiap orang memiliki hak politik untuk menentukan nasib bangsa ini. Secara terang-terangan, MZA Djalal menyatakan sikap dan dukungan politiknya dalam Pilpres nanti terarah pada sosok Prabowo-Hatta. Q efi

Aktivis Pandawa Lima Siap Aksi di Depan Pemkab 72 Jam Sampang, Bhirawa Kepemimpinan Bupati K.A. Fannan yang memasuki tahun kedua dianggap masih belum menunjukkan birokrasi yang sehat dan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang masih belum diselesaikan di bawah kepemimpinannya. Kecewa terhadap kepemimpinan Bupati yang dinilai lamban. Lima aktivis asal Sampang yang mengatasnamakan pandawa lima akan melakukan aksi selam 72 Jam non stop di depan kantor Bupati Sampang. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, kelima aktivis yang mengatas namakan lima pandawa tersebut, Nur Hasan, Abd.Rahman, Moh Salim, Wafi Anas, dan Zaenal Abidin. Mereka akan melakukan aksi mulai hari Selasa 24-26 Juni 2014 dengan mendirikan tenda dan pengeras suara sebagai peralatan aksi untuk menyampaikan aspirasi. Nurhasan Koordinator aksi pandawa lima saat dikonfirmasi Minggu (22/6), membenarkan jika Pandawa Lima akan melakukan aksi selama 72 jam alias 3 hari berturut-turut di depan kantor Bupati Sampang, sebagai kekecewaan kami terhadap kepemimpinan Bupati K.A. Fannan yang hingga saat ini dua tahun berjalan masih belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Q lis

nginap di Gunung Bromo. Sebagai gantinya, merekapun menyewa rumah warga yang juga disekiaran lokasi Jazz di Desa Wonotoro maupun Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura.Q hil

Malang, Bhirawa Rencana Pemkot Malang, menerapkan jalur one way di Jalan Semeru dan Jalan Kawi, tampaknya tinggal menunggu waktu saja. Namun demikian, rencana itu bakal menemui sedikit kendala. Pasalnya, para sopir anggota paguyuban jalur yang melintas di kawasan itu, menolak dan akan meminta jalur khusus untuk mikrolet, seperti yang terjadi di one way Jalan MT Haryono.

sawawi/bhirawa

Kepala Sub Bulog Bondowoso Arjun Ansor Siregar, bersama Asisten II Setkab Akhmad Sugiarto dan Kabag Perekonomian Sukarsono, saat acara rakor raskin dan evaluasi 2014, di lantai II Pemkab Situbondo, Jumat (20/6).

Bulog dan Pemkab Gelar Rakor Evaluasi Raskin Situbondo, Bhirawa Menjelang bulan Ramadan 1435 H, Sub Bulog Divre Bondowoso (Situbondo-Bondowoso) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelar rapat koordinasi dan evaluasi raskin 2014, Jumat pagi kemarin (20/6). Acara yang dipusatkan di gedung Pemkab lantai II itu dibuka Asisten II Setkab, Akhmad Sugiarto SH MH bersama Kasub Bulog Arjun Ansor Siregar dan Kabag Perekonomian Sukarsono, sejak pukul 08.00 wib. Hadir diantaranya, tim raskin berikut 17 Camat dan 136 Kades se kabupaten Situbondo. Kepala Sub Bulog Bondowoso, Arjun Ansor Siregar, mengatakan, ia dan jajarannya sudah menjalankan 8 alokasi, salah satu diantaranya meliputi kualitas, tugas dan administrasi. Yang jelas, ujar Ansor, pendistribusian raskin harus dilakukan dengan bagus. “Memang ada keluhan. Namun kita konsisten untuk melakukan penggantian sesuai dengan ketentuan yang ada. Tentunya harus menggunakan prinsip pengecekan dulu melalui timbangan dan kualitas berasnya. Baru setelah itu beras disalurkan ke RT dan

dikomunikasikan dengan gudang sebagai pengirim,” ujar pria asal Sumatera Utara itu. Ansor mencontohkan, jika beras yang dikirim berjumlah satu ton dan ada tiga sak beras yang tonasenya kurang, Bulog selalu siap untuk menarik dan segera melakukan penggantian. Dengan adanya koordinasi yang baik antara Bulog dan Pemkab, lanjut Ansor, pihaknya sangat yakin penyaluran raskin akan berjalan dengan baik. “Untuk informasi ada tidaknya raskin ke-13, kami masih menunggu kabar dari pusat. Sebab hingga kini hal tersebut belum diinformasikan dari Divre Bulog Jatim,” tegas Ansor. Di sisi lain, Asisten II Setkab Situbondo, Akhmad Sugiarto, mengatakan selama 6 bulan Januari-Juni 2014, tidak ditemukan kendala yang berarti dalam pendistribusian raskin di Situbondo. “Alhamdulillah tim raskin, bisa mengendalikan pendstribusian raskin dengan tepat sasaran. Kedepan, kami tidak menginginkan temuan salah sasaran. Artinya, dilevel bawah melakukan penyalahgunaan kewenangan, sehingga raskin 6 bulan kedepan dapat berjalan dengan baik,” papar mantan Kabag Hukum Setkab itu.Q awi

Kepala Dinas Perhubungan Wahyu Setianto, kepada wartawan akhir pekan kemarin mengutarakan, pihaknya telah bertemu dengan para sopir yang melintas di kawasan tersebut, bahwa mereka akan minta dibuatkan jalur khusus. “Para sopir telah bertemu dengan kami, permintaan mereka adalah jalur khusus mikrolet seperti yang ada pada one way di Jalan MT Haryono. Ini merupakan aspirasi masyarakat dan akan kita sampaikan ke pimpinan,” terang Wahyu Setianto. Menurut Wahyu, mereka beralasan, penerapan jalur satu arah di kawasan itu akan menimbulkan gesekan antarsopir karena berebut penumpang. Di Jl Semeru dan Jl Kawi ada tujuh trayek mikrolet dengan jumlah mobil lebih dari 400 unit. Para sopir kawatir apabila diterapkan satu arah, semua mikrolet menumpuk di Jl Kawi. Aspirasi dari para sopir mikrolet yang melintas di Jl Semeru dan Jl Kawi, imbuh wahyu juga akan dibawa dalam rapat forum lalu lin-

tas yang dilaksanakan, Senin 23/6 (hari ini red.). Dishub sudah memperkirakan akan ada penolakan terkait dengan penerapan jalur satu arah di Jl Kawi dan Jl Semeru. “Tetapi, semua aspirasi kami tampung, nanti dibahas di forum lalu lintas," imbuh mantan Asisten I Pemkot Malang itu. Kendati ada sedikit kendala, rencana uji coba jalur satu arah di Jl Semeru dan Jl Kawi akan dilakukan sebelum Ramadhan. Uji coba jalur satu arah di kawasan itu dilaksanakan secara penuh, karena kajianya sudah dilakukan secara detail.Uji coba penuh yang dimaksud adalah, semua kendaraan baik pribadi maupun angkutan umum harus mengikuti jalur satu arah di kawasan tersebut. Dishub, lanjutnya telah berencana membuat konsep perubahan jalur mikrolet untuk dipaparkan di forum lalu lintas. Perubahan jalur mikrolet tidak terlalu banyak, dengan mempertimbangkan masukan dari para paguyuban sopir mikrolet.Q mut

Pemkot Blitar Gelar Haul Bung Karno ke-44 2014 Peringati Haul Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno yang biasa dikenal dengan Haul Bung Karno ke- 44 tahun 2014, Pemerintah Kota Blitar kembali menggelar berbagai rangkaian kegiatan yang dipusatkan di area Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Pariwisata (Kominparda) Kota Blitar, Wikandrio, SH, pelaksanaan Haul Bung Karno ke-44 ini ada enam rangkaian kegiatan diantaranya pertama Ziarah Budaya merupakan refleksi untuk mengenang dan mendoakan arwah Sang Proklamator yang diwujudkan dengan tetembangan mocopatan. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2013 mulai pukul 19.00 WIB yang diikuti oleh para seniman dan budayawan yang tergabung dalam komunitas Macapatan di Kota Blitar. Kedua, Ritual Keagamaan yang dilaksanakan sejak pagi tangal 20 Juni di area Makam Bung Karno dengan melakukan Semaan Alquran, Doa Lintas Agama, Tabaroq dan

Manakib serta pembacaan Yasin dan Tahlil yang dilaksanakan sejak pukul 05.00-17.00 WIB. Acara Ketiga Kenduri Seribu Tumpeng. Ini merupakan sebuah prosesi Kenduri Seribu Tumpeng dengan maksud mendoakan arwah Proklamator Bung Karno yang dilaksanakan di sepanjang jalan mulai dari Makam Bung Karno sampai Istana Gebang pada hari Jumat tanggal 20 Juni 2014 pukul 18.00 WIB. “Acara ini mengikutsertakan semua sekolah mulai tingkat TK, SD/MI, SMP/ MTs, SMA/MA/SMK, serta seluruh instansi, Ormas dan masyarakat,” kata Wikandrio, SH. Lanjut Wikandrio, SH, acara keempat Pengajian Akbar yang dilaksanakan di Amphiteater Perpusatakaan Nasional Bung

Karno yang masih jadi satu dengan komplek Makam Bung Karno dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2014 mulai pukul 19.00 WIB dengan acara inti Pengajian oleh mantan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, yang menjelaskan bahwa peninggalan dan kenangan Bung Karno tidak hanya di Indonesia. “Bukan hanya di Indonesia saja, di berbagai negara di dunia ini Bung Karno memiliki banyak kenangan dan semangat perjuangan seperti di Arab Saudi, Moskow dan sebagainya,” kata Khofifah Indar Parawansa pada Pengajian Akbar yang juga dihadiri perwakilan dari Keluarga Bung Karno oleh Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri bersama keluarga besarnya, Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar, SH, Wakil Wali Kota Blitar, H Purnawan Buchori, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, SE, Sekkota Blitar, Drs. Ichwanto, MAP serta Forpimda dan jajaran SKPD Pemkot Blitar. Untuk agenda keempat prosesi Haul Bung Karno ke-44 ini adalah

dilaksanakannya Ziarah ke Makam Bung Karno untuk berdo’a di depan pusara Sang Proklamator oleh perwakilan keluarga Bung Karno bersama Walikota Blitar, Forpimda dan masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 21 juni kemarin pukul 08.00 WIB. Dan sebagai penutup seluruh rangkaian Haul Bung Karno ke44 dilaksanakan Do’a Dzikir untuk Bung Karno yang dilaksanakan Sabtu (21/6) di Istana Gebang pada pukul 09.00 WIB. Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar, SH, berharap dengan pelaksanaan Haul Bung Karno ini akan menambah spirit dan dan mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia yang saat ini bisa dinimati. “Sebagai Bapak Bangsa tentunya patut kita contoh dan kenang atas jasa-jasanya demi Kemerdakaan Bangsa Indonesia. Sehingga dengan momentum Haul Bung Karno ini mari kita tingkatkan nilai kebersamaan untuk membangun Bangsa ini,” kata Muh. Samanhudi Anwar, SH.

hartono/bhirawa

Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan Pengajian Akbar pada Haul Bung Karno ke- 44 tahun 2014. Sementara perlu diketahui Bung Karno Lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Lawang Seketeng Surabaya dari pasangan Ida Ayu Nyoman Rai Sarimben yang merupakan seorang putri keturunan Kasta Brahmana dari banjar Balai Agung Singaraja Bali de-

ngan Raden Soekemi Sosrodiharjo, putra Raden Hardjodikromo, seorang ahli kebatinan dari Tulungagung Jawa Timur, telah meninggal pada tanggal 21 Juni 1970 di Wisma Yaso setelah menjabat sebagai Presiden Pertama RI.Q htn*


JAWA TIMUR

Senin Pon 23 JUNI 2014

KILAS JATIM

Panwas Ramai-ramai Loncat Menjadi Komisioner KPU Sampang, Bhirawa Wajah baru komisioner komisi pemilihan umum daerah (KPUD) Sampang 2014-2019, moyoritas berlatar belakang komisioner panwascam dan panwaslu Kabupaten Sampang. Komposisi KPUD yang baru ini ramai-ramai didominasi komisioner dari Panawas dengan rincian empat dari panwas dan satu orang dari komisoner KPUD. Berdasarkan data yang dihimpun lima komisioner KPUD Sampang periode 2014-2019 yang sudah dilantik diantaranya Addy Imansyah, Abdul Azis AP, Syamsul Muarif, Syamsul Arifin dan Miftahur Rozak. Dominasi komisioner KPUD Sampang yang baru dengan latar belakang komisioner Panwas tersebut, diantara Addy Imansyah yang sebelumnya ketua panwaslu Kabupaten Sampang, Abdul Azis AP sebelumnya ketua panwascam Kota Sampang, Syamsul Muarif sebelumnya panwascam Omben Sampang, dan Syamsul Arifin sebelumnya anggota panwascam kota Sampang. Hanya Miftahur Rozak yang sebelumnya komisioner KPUD Sampang. Hernandi Kusumahadi mantan komisioner KPUD Sampang periode 2009-2014 saat dikonfirmasi Minggu (22/6), membenarkan jika wajah komisoner KPUD Sampang saat ini banyak dari latar belakang panwas, bahkan ketua KPUD yang baru yakni Samsul Muarif sebelumnya menjadi ketua panwas kecamatan Omben Sampang. “Memang secara prosedur komisioner panwas ikut seleksi calon komisioner KPUD tidak ada aturan yang melarang, tetapi ketika sudah terpilih menjadi komioner KPUD Sampang, maka yang bersangkutan harus mundur dari panwas. Namun yang terpenting kami berharap komisioner KPUD yang baru nanti akan bisa bekerja lebih baik dalam rangka penyelenggaraan pemilu,” harap dia.Q lis

7

Kapolres Madiun Beri SIM Gratis kepada Siswa Berprestasi Madiun, Bhirawa Kapolres Madiun memberikan apresiasi terhadap siswa SMA/SMK di Kabupaten Madiun yang berprestasi dengan cara memberikan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara gratis, Sabtu (21/6). Dari 9 berprestasi, 6 siswa mendapatkan SIM gratis dari Kapolres Madiun AKBP Rakmad Setyadi. Karena satu siswa sudah memiliki SIM C dan dua lainnya berdomisili di luar Kabupaten Madiun. Yakni Kabupaten Magetan dan Ponorogo. “Sebelum mendapatkan SIM C, mereka juga harus menjalani tes kesehatan, tulis dan praktik. Hasilnya, mereka dinyatakan lulus,”kata Kapolres Madiun AKBP Rakhmad Setyadi kepada wartawan. Sebenarnya, SIM C yang diterima 6 siswa ini tidak gratis. Karena harus membayar biaya resmi sebagai Pendapatan Negara Bukan

Pajak (PNBP). Tapi semua biaya sepenuhnya ditanggung Kapolres Madiun. “Karena sudah SIM C, kami harapkan dalam berkendara lebih berhati-hati. Taati segala rambu-rambu lalu lintas, berkendara dengan baik di jalan,”pesan AKBP Rakhmad Setyadi. Selain sebagai wujud apresiasi terhadap siswa yang prestasi, papar AKBP Rakhmad, kegiatan ini sekaligus sebagai rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli mendatang. Selain itu, agar para siswa lain termotivasi untuk lebih giat belajar. “Harapan lain, kegiatan ini

sudarno/bhirawa

Kapolres Madiun AKBP Rakhmad Setyadi usai memberikan SIM gratis kepada 6 siswa berprestasi di Kabupaten Madiun foto bersama Kepala Dindik Kab Madiun Drs Suhardi MM.

APDESI Optimistis Prabowo-Hatta Menang

Semua Tempat Hiburan Tutup Selama Ramadan Malang, Bhirawa Hingar bingar, dunia hiburan bakal sirna dari kota Malang, setidaknya dalam waktu satu bulan ke depan, karena pemkot Malang, telah memutuskan untuk tidak memberikan izin bagi seluruh pengusaha hiburan selama Bulan Suci Ramadan. “Dalam waktu beberapa hari kedepan, kami akan melakukan sosialisasi kepada pengusaha hiburan malam, agar mereka siap dan mematuhi aturan Pemkot Malang selama Bulan Suci Ramadan,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, J. Hartono kepada wartawan akhir pekan kemarin. Dijelaskan Hartono, kententuan penutupan tempat hiburan itu diberlakukan kepada seluruh pelaku usaha hiburan malam. Jika pada Ramadan tahun lalu tempat hiburan di hotel tetap diperbolehkan buka khusus untuk tamu hotel. Tetapi pada Ramadhan tahun ini tidak ada pengecualian tempat hiburan yang buka. Seluruh tempat hiburan di Kota Malang, terang Hartono, harus tutup mulai H1 puasa hingga H+2 lebaran. Pihaknyaberharap ketentuan ini di taati oleh seluruh pengusahan hiburan, sehingga terciptnya ketentraman di Kota Malang. Peraturan Walikota (Perwal) Malang mengenai penutupuan tempat hiburan ini, telah disusun. Rencananya pada 24 Juni 2014 mendatang Pemkot Malang akan mengumpulkan semua pengusaha tempat hiburan di Kota Malang.Q mut

Peserta BPJS Kesehatan Mencapai 9 Ribu Orang Bojonegoro, Bhirawa Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro yang mengkuti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan secara mandiri sampai saat ini baru mencapai 9 ribu orang. PLH Kepala unit ( Kanit) kepesertaan BPJS kesehatan Cabang Bojonegoro yang mengatakan, bahwa dari keseluruhan masyarakat Kabupaten Bojonegoro yang mengikuti BPJS kesehatan melalui kemitraan sekitar 650 ribu orang lebih. “Sedangkan yang mengikuti BPJS kesehatan secara mandiri baru 9 ribu orang,” jelasnya kepada Bhirawa Minggu (22/6). Suhartina menambahkan, kalau peserta BPJS kesehatan melalui kemitraan terdiri dari beberapa kemitraan yaitu eks Askes,Pegawai swasta, TNI,Pegawai Negeri dan pensiunan. Suhartina juga menegaskan, BPJS kesehatan cabang Bojonegoro akan melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan minat masyarakat agar mendaftar di BPJS kesehatan.Q bas

dapat dijadikan sebagai ‘virus’ untuk menyampaikan tertib berlalu lintas atau menjadi duta lalu lintas bagi diri sendiri dan lingkungan,”papar AKBP Rakhmad. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun Drs Suhardi MM mengatakan, pemberian SIM C terhadap anak didiknya merupakan sebuah penghargaan yang tiada tara nilainya. Selain itu, merupakan kenangan yang sangat berarti bagi peraih nilai tinggi dalan UN. “Pemberian SIM C bagi peraih nilai UN tinggi tingkat SMA/SMK di Kabupaten Madiun memang baru kali ini. Kami sampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan olei Kapolres,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun Suhardi, saat mendampingi para siswa di Mapolres.Q dar

khoirul huda/bhirawa

Salah satu sudut toko busan muslim di Jl. Pemuda Kabupaten Tuban yang menjadi rujukan warga saat menjelang ramadahan dan lebaran idhul fitri.

Omzet Toko Busana Muslim Naik 500 Persen Tuban, Bhirawa Bulan suci Ramadan memamng bulan pernuh berkah, tidak hanya pedagang petasan dan kembang api ketika menjelang bulan suci Ramadan yang ramai dan dapat mengais rejeki, di sejumlah jalan protokol di kabupaten Tuban juga mulai tampak pedagang berjualan. Tidak hanya itu, sejumlah toko baju busana muslim juga meningkat promosinya dengan memajang berbagai macam jenis pakaian di etalase atau toko. Seperti halnya sejumlah toko busana muslim di jalan pemuda yang merupakan sentra pertokoan. Mendekati bulan Ramadan, sejumlah pemilik toko mengaku omzetnya mulai naik hingga 500 persen dibanding dengan hari biasanya menjelang. “Sudah satu bulan yang lalu, omzet kita mulai naik, biasanya mendekati bulan-bulan seperti ini banyak pelanggan yang mulai berdatangan membeli baju muslim ini,” kata Ana Arofah (39) Pemilik Toko busana Muslim di Jl. Pemuda Tuban. Diterangkan, dalam satu hari mulai Pukul 08.00-21.00 Wib, sedikitnya terdapat 300 pembeli, sementara pada hari-hari biasa, ia

hanya mampu menjula sebanyak 50 hingga 60 stel busana muslim. Bahkan kalau bulanbulan biasa omzet-nya mencapai Rp300 juta/ Bulan, akan tetapi dibulan-bulan ini mencapai 2 -5 Miliar. “Harga bervariasi tergantung model dan bahan, mulai Rp.75 ribu -600 ribu. Mulai busana muslim bentuk setelan kulot, gamis, gaun, dress, cardigan, stelan brezer maupun perlengkapan busana muslim lainnya seperti jilbab, dalaman jilbab (cipat) aksesoris jilbab, bandana, bros juga banyak yang membelinya,” terang Ana. Selian menjual busana muslim untuk kaum hawa, pihaknya juga menjual busana muslim untuk kaum pria. Meskipun persediannya tidak seperti busana muslim pada kaum wanita. Namun penjualannya pun tidak kalah jauh dengan penjualan busana muslim miliknya kaum wanita. “Kalau untuk perlengkapan cowok, yang saat ini dikejar oleh para konsumen ya baju kokoh, sarung, celana berbentuk sarung seperti kulot dan kopyah, mulai daria nakanak hingga dewasa,” kata Ana Arofah.Q hud

Sampang, Bhirawa Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) se Jatim mendukung dan siap memenangkan pasangan Prabowo-Hatta pada Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014. Bahkan mereka berani mentargetkan kemenangan pasangan nomor urut 1 diatas 70 persen suara. Pernyataan itu disampaikan Ketua APDESI Jawa Timur, Nizar Zahro disela-sela sosialisasi Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah No.43 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No.6 Tahun 2014 bersama seluruh perangkat desa se Kabupaten Sampang di Hotel PKPN Sampang, Sabtu (21/6) sore. "Saya sudah sosialisasi UU tentang Desa di 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Mayoritas mereka sangat mendukung Prabowo-Hatta karena dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pemerintahan desa. Bahkan dalam visi-misinya berani mengalokasikan anggaran minimal Rp.1 miliar setiap desa," ujar pria yang juga anggota Komisi D DPRD Jatim. Khusus di Madura, Nizar juga optimis pasangan Prabowo-Hatta menang di atas 75% suara karena dia sudah keliling ke 4 kabupaten/kota di Jatim untuk mensosialisasikan UU Desa dan visimsi Prabowo-Hatta yang ingin memajukan desa di seluruh Indonesia melalui penerapan amanat UU No.43 tahun 2014. "Setiap daerah wajib mengalokasikan 10% dana perimbangan pusat untuk alokasi dana desa. Jika tidak maka dana perimbangan akan dipending oleh pemerintah pusat," tegas calon anggota DPR RI terpilih dari Partai Gerin-

dra. Diakui Nizar, perjuangan Prabowo-Hatta memajukan Desa cukup berat, karena itu salah satu caranya adalah dengan memenangkan pasangan yang diusung koalisi Merah Putih pada Pilpres mendatang. "Alhamdulillah dari sekitar 5700 kepala desa se Jatim hampir semuanya mendukung perjuangan Prabowo-Hatta memimpin Indonesia lima tahun ke depan," tambahnya. Masih di tempat yang sama, Ketua APDESI Kabupaten Sampang, Asyhari menyatakan bahwa pihaknya optimis pasangan Prabowo-Hatta menang di Sampang. Alasannya, hampir 80% kepala desa di Sampang mendukung karena hampir kiai sepuh di Madura juga mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 1. "Tradisi di Madura itu sangat kuat dan mengikuti apa yang dikatakan oleh orang tua, guru (kiai) dan pemimpin (Pak Buk Guru Ratu). Makanya jika para kiai dan klebun (kepala desa) sudah sepakat mendukung otomatis PrabowoHatta bakal menang," pungkas Asyhari. Sementara itu Abus Syakur Kepala Desa Buger Kecamatan Jelenggik Kabupaten Sampang mengatakan bahwa sosok Prabowo sangat layak memimpin bangsa Indonesia lima tahun ke depan. Alasannya, mantan Danjen Kopassus itu memiliki jiwa korsa, tegas dan jujur sehingga diyakini mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa. "Kami juga mendeklarasikan dukungan ke Prabowo-Hatta bersama anggota APDESI se Sampang," pungkasnya.Q cty

cty/bhirawa

Sejumlah Kepala Desa seJatim yang tergabung dalam APDESI siap mendukung kemenangan Prabowo-Hatta.

Jumlah Pembinaan Desa Wisata Terpaksa Dipangkas Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) mengaku kesulitan untuk mengembangkan 12 desa wisata yang telah dimiliki. Untuk itu disparta memutuskan memanpatkan pembinaan hanya pada 5 desa wisata saja. Hal ini menyusul mandeg-nya program desa wisata yang telah di-lounching setahun yang lalu.

Wisata petik sayur yang dijadikan salah satu ikon desa wisata.

nas/bhirawa

Kadisparta, Budi Santoso, mengakui jika saat ini program desa wisata masih ‘jalan di tempat’. Meskipun sudah setahun berjalan, pengelola desa wisata belum memiliki program/konsep jangka menengah yang menjadi acuan dalam operasional di lapangan. “Akibatnya, tidak ada turis manca Negara yang datang ke desa wisata. Padahal pak walikota (Eddy Rumpoko-red) dalam membuat program desa wisata ini dengan konsep wisata internasiona. Jadi seharusnya ada turis

mancanegara yang menjadi target desa wisata,”ujar Budi Santoso, saat dikonfirmasi, Minggu (22/6). Dengan kondisi ini, maka perlu dilakukan perbaikan dalam konsep pengembangan desa wisata. Untuk desa wisata, masingmasing harus memiliki program unggulan yang menjadi andalan yang juga akan menjadi ikon desa wisata tersebut. Selain itu, antar desa wisata satu sama yang lain harus memiliki ikon utama yang berbeda. Lebih buruk lagi, hingga saat ini

belum ada sinkronisasi antara pemerintah desa wisata, kelompok sadar wisata (pokdarwis), dan dinas pariwisata,terkait pengelolaan desa wisata bertaraf internasional. “Dalam waktu dekat kita akan segera mempertamukan seluruh insane pariwisata untuk membahas masalah ini,”tambah Babid pengembangan Pariwisata, Adiek Iman Santoso. Pria yang akrab dipanggil Dedek ini mengatakan bahwa pertemuan dengan insane wisata ini sekaligus untuk menentukan dan memastikan ikon dari desa wisata yang akan diangkat. Kemudian disparta akan segera melakukan evaluasi dan analisa kebutuhan. Data di Diparta saat ini, Kota Batu telah memiliki 12 desa

wisata. Yaitu, Desa Tulungrejo, Punten, Gunungsari, Sumber Rejo, Sidomulyo, Bulukerto, Pandanrejo, Temas, Torong Rejo, Mojorejo, Oro-Oro Ombo,dan Bumiaji. Namun Dedek enggan memperinci kelima desa wisata yang akan menjadi focus pembinaan disparta. Dalam cacatan berita Koran ini, ada lima desa wisata yang sebelumnya pernah menjadi fokus perhatian Pemkot Batu dalam mengembangkan desa wisata. Kelima desa tersebut telah memiliki potensi khas yang bisa menjadi ikon wisata desa wisata. Kelima desa wisata itu adalah, Desa Punten, Gunungsari, Bulukerto, Pandanrejo, serta Tlekung. Kelima desa ini memiliki potensi wisata berbeda. Q nas


EKONOMI - BISNIS

8

Senin Pon, 23 JUNI 2014

Daging Surplus, Produksi Susu Segar Minus Disnak Jatim, Bhirawa Berdasarkan prognosa Dinas Peternakan (Disnak) Jatim, pada saat bulan Juni, Juli, Agustus tepatnya menjelang dan usai Ramadan untuk ketersediaan dan kebutuhan daging sapi, daging ayam broiler, dan telur ayam ras masih terdapat surplus. Kecuali, susu segar yang masih minus.

trie diana/bhirawa

Pada saat bulan Juni, Juli, Agustus tepatnya menjelang dan usai Ramadan untuk ketersediaan dan kebutuhan daging sapi, daging ayam broiler, dan telur ayam ras masih terdapat surplus. Kecuali, susu segar yang masih minus.

busi kedua komoditas tersebut disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab,” ujarnya. Bahkan, jelas dia, Disnak Jatim juga melakukan pemantauan terhadap peredaran berbagai jenis daging yang mengandung formalin pada momentum itu. Jika dirinci, ketersediaan dag- ada. Jatim merupakan gudang “Khusus daging ayam tiren, meing sapi sebanyak 98.526 ton den- ternak. Sehingga kenaikan harga mang perlu diantisipasi sejak dini gan kebutuhan 64.732 ton, seh- tentunya tidak akan setinggi terutama sebelum masuknya buingga terjadi surplus 33.795 ton. daerah lainnya,” kata Maskur, lan Ramadan,” katanya. Sedangkan ketersediaan daging Minggu (22/6). Upaya Disnak Jatim, tambah ayam sebanyak 125.960 ton denSeperti tahun sebelumnya, Di- dia, mendapat dukungan dari pegan kebutuhan 76.045 ton, sur- snak Jatim juga akan melang- merintah di mana Pemprov Jatim plus 49.915 ton. Selanjutnya, ket- sungkan inspeksi mendadak un- telah membuka Rumah Pemotonersediaan telur ayam ras sebany- tuk mengawasi peredaran daging gan Hewan ( RPH) secara resmi ak 158.720 ton dengan kebutuhan sapi gelonggongan dan ayam tiren. beberapa kabupaten kota di Ja109.385 ton, surplus 49.335 ton. “Saat menghadapi bulan puasa tim. “Contoh, di Jombang, LamoUntuk ketersediaan susu segar atau hari raya, biasanya distri- ngan, Probolinggo,” katanya. Ia sbeanyak 175.361 menyatakan, penunton dengan kebutujukan RPH tersebut PROGNOSA DISNAK JATIM JUNI-AGUSTUS han 172.806, masih sekaligus guna menjaminus 50.655 ton. ga kelaikan daging unJenis Komoditi Ketersedian Kebutuhan Surplus Minus Kekurangan dipenutuk dikonsumsi oleh Daging sapi 98.526 ton 64.732 ton 33.795 ton hi dengan impor bamasyarakat. Apalagi, Daging ayam 125.960 ton 76.045 ton 49.915 ton han baku susu. sekarang keberadaan “Saat ini, keterseRPH di pasar tradisTelur ayam ras 158.720 ton 109.385 ton 49.335 ton diaan daging dan teional memang kian Susu segar 175.361 ton 172.806 50.655 ton lur memang masih meluas. Q rac

Unair Raih TeSCA 2014

Kurs JUAL

BELI

USD

11,669.00

11,553.00

SGD

9,300.97

9,206.31

EUR

15,874.51

15,714.39

JPY

11,494.29

11,376.66

GBP

19,522.24

19,321.24

BERIKUT DAFTAR PEMENANG TESCA 2014

sumber: Bank Indonesia (22 Juni 2014)

RAGAM EKBIS

Operator Selular Angkat Potensi Desa Surabaya, Bhirawa PT. XL Axiata Tbk (XL) menawarkan solusi yang transformatif, inovatif, dan efektif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui program ‘XL Xmart Village’. Melalui program ini akan mengintegrasikan sejumlah layanan digital yang dikemas dalam suatu program layanan masyarakat. “Program XL Xmart Village ini dirancang khusus oleh tim Digital Services XL bekerja sama dengan institusi pendidikan ITB sejak Januari 2014, sebagai program pengembangan masyarakat yang komprehensif dan dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan negeri ini. Melalui program ini, XL berharap nantinya dapat mendukung perkembangan lebih dari 43 ribu desa, dan membantu lebih dari 57 juta penduduk di desa-desa tersebut”, ungkap Vice President XL Central Region - Bambang Parikesit, Minggu (22/6). Bersama ITB akan ditentukan desadesa mana yang dianggap perlu dikembangkan. “Desa-desa tersebut kemudian akan dinilai untuk menentukan program Xmart Village yang terbaik untuk diterapkan, disesuaikan dengan dana, waktu, tim yang tersedia, serta dapat mencapai pengembangan yang tepat sasaran,” ujarnya. Adapun kegunaan Xmart Village adalah Mobile Advertising, di mana pengguna akan mendapatkan informasi mengenai daerah wisata melalui SMS. Mobile Farmers, di mana pengguna akan mendapatkan informasi tentang cuaca di suatu daerah melalui SMS. Musikkamu untuk mendownload lagu. Mobile Banking untuk menikmati jasa perbankan melalui ponsel dan lainnya. Q riq

KEHILANGAN TULUNGAGUNG KEHILANGAN STNK, Honda, th. 2007, Hitam Merah, AG3363SO, a/n. Suliyah, Ds. Sawo RT 9/3, Campurdarat-T.Agung No.831/IMB/BI-II/2014

Top National TeSCA Winner 1. Institut Teknologi Bandung 2. Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya 3. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 4. Universitas Airlangga Surabaya 5. Universitas Bina Nusantara Jakarta 6. Universitas Budi Luhur Jakarta 7. Universitas Diponegoro Semarang 8. Universitas Gunadarma Jakarta 9. Universitas Indonesia, Jakarta 10. Universitas Negeri Semarang 11. Universitas Padjadjaran Bandung The Highest Leap TeSCA Winner 1. Politeknik LP3I Medan 2. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesuma Negara Blitar 3. Universitas Kuningan Excellence TeSCA Achiever (Universitas) 1. Universitas Negeri Surabayat 2. Universitas Telkom Bandung 3. Universitas Komputer Indonesia Bandung Excellence TeSCA Achiever (Sekolah Tinggi) 1. STMIK AMIKOM Yogyakarta 2. STIE MDP Palembang 3. STMIK Raharja Tangerang Excellence TeSCA Achiever (Politeknik) 1. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2. Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang 3. Politeknik Negeri Batam Excellence TeSCA Achiever (Institut) 1. Institut Bisnis Nusantara Jakarta 2. IBI Darmajaya Lampung 3. Institut Teknologi Nasional Bandung Excellence TeSCA Achiever (Akademi) 1. Akademi Sekretari Budi Luhur Jakarta 2. Akademi Sekretari dan Manajemen BSI Jakarta 3. Akademi Kebidanan Helvetia Pekanbaru Outstanding TeSCA Achiever (Universitas & Institut) 1. Institut Teknologi Del Samosir 2. Universitas Kristen Duta wacana Yogyakarta 3. Universitas Kanjuruhan (UNIKAMA) Malang Outstanding TeSCA Achiever (Akademi & Politeknik) 1. Akademi Kebidanan Helvetia Medan 2. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Garut 3. Politeknik LP3I Bandung Outstanding TeSCA Achiever (Sekolah Tinggi) 1. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra Semarang 2. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Nusantara Semarang 3. Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta

Surabaya,Bhirawa PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) sekali lagi menunjukkan komitmennya untuk mendukung kemajuan pendidikan Indonesia dengan kembali menyelenggarakan “Telkom Smart Campus Award (TESCA) 2014. Universitas Airlangga (Unair) menjadi salah satu kampus dari Surabaya yang meraih penghargaan tersebut. TeSCA adalah program yang ditujukan untuk membantu perguruan tinggi dalam melakukan pengukuran pemanfaatan Information & Communication. Menurut Communication & Public Relations. PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk regioan Jatim, Ivone Andayani, melalui metode “ZEN” yang dikembangkan oleh Prof. Ir. Nizam, MSc., Ph.D (Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI), Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit (Ketua Umum Aptikom) dan Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D (Wakil Ketua Detiknas). Pada acara Malam Penganugerahan TeSCA 2014, diumumkan perguruan tinggi yang meraih indeks TeSCA 2014 tertinggi dari berbagai kategori. Acara ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohammad Nuh, Direktur Utama Telkom Indonesia, Arief Yahya dan tim juri “ZEN”. Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, TeSCA merupakan salah satu sumbangsih Telkom untuk mendukung dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi. “TeSCA merupakan inisiatif Telkom untuk mendorong perguruan tinggi di Indonesia melakukan berbagai percepatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan TIK dalam praktek belajar mengajar di kampus. ,” ujar Arief. TeSCA 2014 diawali dengan roadshow ke beberapa kota, self assessment perguruan tinggi melalui pengisian kuesioner, selanjutnya melewati tahap penjurian pertama, kunjungan kampus dan berakhir pada penjurian final. Adapun pemeringkatan TeSCA dilihat dari berbagai kategori meliputi: peringkat terbaik secara nasional, berdasarkan wilayah MP3EI, berdasarkan kategori perguruan tinggi (institut, sekolah tinggi, politeknik, akademi) dan juga skala indeks (bintang 3, bintang 2 dan bintang 1). Q ma

Hadapi AEC 2015, BKSP Gelar Pelatihan Sertifikasi Profesi Surabaya,Bhirawa Menjelang pelaksanaan Asean Economic Community (AEC), Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) menggelar pelatihan sertifikat profesi. Sebab saat ini ada 127 juta tenaga kerja di Indonesia namun hanya 2 juta yang bersertifikat. Menurut Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) provinsi Jatim, Ir Setyo Agustiono kegiatan ini dilakukan agar Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia memiliki daya saing yang kompetitif di pasar kerja Asean “Forum BKSP Indonesia

bekerjasama dengan HK Jerman dan Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian mendorong terbentuknuya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)Kementerian Perindustrian yang berbasis dari kelompok industri manufaktur,” kata Setyo, Minggu (22/6). Kegiatan awal yang dilaksanakan adalah kegiatan CBY dan Diklat assesor dengan tujuan mencetak assesor kompetensi. Assesor kompetensi dengan tegas minta agar ada pembentukan tahapan setelah terbentuknya assesor potensi sesuai LSP, sesuai potensi wilayah masing masing provinsi.

Kegiatan yg direncanangkan forum BKSP bersama dengan BKSP sisetiap provinsi yang pada akhirnya adalah bertujuan untuk memperkenalkan masyarakat luas mengenai pentingnya sertifikasi profesi dan urgensi peningkatan pemahaman akan diberlakukannya AEC 2015. Acara pelatihannya sendiri digelar di salah satu hotel di Surabaya selama 5 hari dengan diikuti sebanyak 20 orang peserta diklat asesor 10 orang berasal dari dinas perindustrian, Disnaker, unsur Kadin asosiasi profesi dan asosiasi industri, jumlah 30 orang. Q ma

dok/bhirawa

Bulog Sub Divre III Bojonegoro sampai saat ini merealisasikan penyerapan beras di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan capai 77.955.697 kg.

Penyerapan Beras Bulog Capai 38,7 Persen Bojonegoro, Bhirawa Dari pengadaan pangan sebesar 200.000 ton setara beras yang di bebankan dari pemerintah pada tahun 2014 ini, Bulog Sub Divre III Bojonegoro sampai saat ini merealisasikan penyerapan beras di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan capai 77.955.697 kilo gram (kg) setara beras atau 38,7 persen. Dari 77.955.697 kg setara beras itu berasal dari kabupaten Bojonegoro sebesar 24.701.847 kg, untuk Kabupaten Tuban sebesar 23.517.915 kg dan Kabupaten Lamongan sebesar 29.738.935 kg. Hal tersebut di ungkapkan oleh Kepala Bulog Sub Drive III Bojonegoro, Efdal MS kepada, Minggu (22/6). Dikatakan, meskipun masih enam bulan hingga tutup tahun nanti pihaknya sangat optimis target di tuntaskan. “Sekarang ini totalnya baru tercapai 77.955.697 kg setara beras dari target, dan kita yakin bisa memenuhi target yang di bebankan oleh pemerintah di tahun 2014 ini,” tegasnya. Dia mengatakan, dalam sisa waktu enam bulan ini banyak sejumlah wilayah mengalami panen kedua. Diantaranya seperti di Bojonegoro di wilayah Kecamatan Kalitidu, Baureno, Balen, Sugihwaras dan Dander. “Masih ada bulan JuliDesember, dimana terjadi panen padi kedua. Nantinya kita melakukan penyerapan dengan pola jaringan semut maupun on farm agar target bisa tercapai,” imbuhnya. Menurut Efdal untuk mencukupi kebutuhan tersebut

Efdal MS

pihaknya mengaku, menggandeng rekanan bulog mau mitra. Saat ini rekanan Bulog sejumlah 109 rekanan bulog. “Beras-beras tersebut kita ambil dari sebanyak 69 mitra kerja, 6 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dua Unit Pengolahan Gudang Beras (UPGB) dan satgas,” jelasnya. Sementara itu, untuk saat ini stok beras di Bulog Bojonegoro sebanyak 80.000 ton setara beras. Dari jumlah tersebut bisa memenuhi penyerapan Beras Miskin (Raskin) dan lembaga permasyarakatan hingga 16 bulan kedepan atau bulan di tahun 2015. “Masyarakat tidak perlu khuwatir akan stok beras, sebab stok beras di kami bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 16 bulan kedepan. Terutama untuk penyerapan raskin,” pungkasnya. Tercatat pengadaan di Bulog Sub Divre III Bojonegoro, beras mencapai 69.938.505 kg, gabah 12.625.500 kg dan 77.955.697 kg setara beras. Q bas

Penyerahan 7 Ranperda Masa Sidang III Tahun Sidang V Tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) diserah terimakan oleh Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono SE MSi dan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE MSi dalam Rapat Paripurna DPRD Tulungagung, Jumat (20/6). Ketujuh Ranperda tersebut akan dibahas bersama antara legislatif dan eksekutif dalam masa sidang III tahun sidang V DPRD Tulungagung. Empat Ranperda inisiatif DPRD Tulungagung yang diserahkan untuk dijadikan Perda adalah Ranperda Tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah, Ranperda Pengendalian Atas Pengadaan Terhadap Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, Ranperda Perubahan Atas Perda No.8/2011 Tentang Penyertaan Modal Pemkab Tulungagung Pada PDAM Tulungagung dan Ranperda Tentang Izin Pemotongan Pohon dan Pemindahan Taman. Sedang Ranperda yang diserahkan oleh Bupati Syahri Mulyo dan merupakan inisiatif Pemkab Tulunaggung ber-

jumlah tiga Ranperda, yakni Ranperda Perubahan Kedua Perda No.5/2011 Tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ranperda Perubahan Perda No.4/2012 Tentang Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Ranperda Perubahan Perda No.2/2012 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Pasar. Supriyono mengatakan pembahasan tujuh Ranperda akan dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Tulungagung yang berjumlah empat Pansus. Pansus I akan membahas Ranperda Tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dan

Ranperda Perubahan Perda No. 5/ 2011 Tentang Pembentukan BPBD. Kemudian Pansus II membahas terkait Ranperda Tentang Minuman Keras dan Ranperda Tentang Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pansus III membahas terkait Ranperda Penyertaan Modal Pemkab Tulungagung Pada PDAM dan Ranperda Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Pasar. “Untuk Pansus IV, membahas Ranperda Tentang Izin Pemotongan Pohon dan Pemindahan Taman,” tuturnya. Sementara itu, Bupati Syahri Mulyo dalam sambutannya mengatakan Ranperda inisiatif dari Pemkab Tulungagung, yakni Ranperda Perubahan Perda No.5/2011 Tentang Pembentukan BPBD akan merubah instutusi Pemadam Kebakaran tidak lagi bernaung dibawah Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya. “Nanti Pemadam Kebakaran akan masuk ke BPBD. Ini untuk optimalisasi peran BPBD,” ujarnya.

Selanjutnya Bupati Syahri juga mengungkapkan bakal membeli armada mobil pemadam kebakaran (damkar) baru di tahun 2015 mendatang. Dia beralasan mobil damkar yang ada sekarang usianya sudah relatif tua. Apalagi potensi ancaman kebakaran di Tulungagung semakin besar. “Sedang yang Ranperda Perubahan Perda No.4/2012 Tentang Administrasi Kependudukan mengapa perlu ada perubahan karena sekarang sudah berlaku KTP seumur hidup bagi pemegang e-KTP. Tidak lagi berlaku lima tahun. Begitupun dengan kepengurusan surat kependudukan yang sudah gratis,” paparnya. Rencananya, pembahasan tujuh Ranperda tersebut akan berlangsung tidak sampai masa keanggotaan DPRD Tulungagung periode 2009-2014 berakhir. Menurut juru bicara Badan Legislasi (Banleg) DPRD Tulungagung, Jupriyanto SAg, masa sidang III Tahun sidang V berlangsung antara Mei-Agustus 2014. Q wed*

wiwieko/bhirawa

Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE MSi dan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono SE MSi menyerahkan Ranperda insiatif dalam rapat paripurna DPRD setempat, Jumat (20/6).


Senin Pon 23 JUNI 2014

OLAHRAGA

Sidoarjo Akan Rebut Posisi 2 di Porprov 2015

LINTASAN

SMPN 5 Bojonegoro Kembali Buka Kelas Olahraga Bojonegoro,Bhirawa Tahun ajaran baru(TAB) 2014 ini SMP Negeri 5 Bojonegoro kembali membuka pendaftaran peserta didik untuk kelas olahraga. Hal tersebut sekaligus membuktikan bahwa keberadaan kelas olah raga masih diminati. Tercatat ada 10 cabang olahraga yang disiapkan untuk calon siswa di SMPN 5 meliputi sepakbola, panahan, renang, atletik, bola basket, karate, pencak silat, tenis lapangan, tenis meja dan bulu tangkis. Sebagaimana dikatakan oleh Kepala SMPN 5 Bojonegoro, Muhadi Minggu (22/ 6). Menurutnya dengan kembalinya buka kelas olahraga.Memang sebelumnya sejumlah guru sempat khawatir kelas khusus itu sulit mewujudkan akademis pelajar. “Kelulusan tahun ini kami lega dan bisa membuktikan kepada wali murid bahwa mereka bisa lulus seperti siswa reguler lainnya,” ujarnya. PPDB kelas olahraga dibuka lebih awal sebelum seleksi dan menjaring siswa. Tujuannya, mereka yang gagal bisa ikut PPDB reguler maupun online. Pendaftaran dibuka pada Senin-Kamis (23-26/ 6) mendatang. “Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini pendaftaran kelas olahraga akan menjaring sebanyak 32 siswa. Bagi yang lolos seleksi pendaftaran awal akan dilanjutkan tes pada 27 dan 28 Juni 2014. Pendaftaran dipastikan tidak dipungut biaya alias gratis,” jelasnya. Dijelaskan Muhadi, pelaksanaan tes dilakukan oleh pengurus KONI Bojonegoro. Pihak sekolah tidak ikut campur supaya lebih fair. Sedangkan poin di dalam tes ini menentukan 50%. Selain itu NUN dihargai 10%, sisanya prestasi yang dibuktikan dengan piagam sebanyak 40%. Q bas

Siswa SD Jatim Pertahankan Juara Umum O2SN Surabaya, Bhirawa Target Dinas Pendidikan Jatim untuk bisa mempertahankan juara umum di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2014, akhirnya bisa terealisasi. Para siswa sekolah dasar bisa mempertahankan gelar juara tersebut sebanyak delapan kali secara beruntun dengan meraih 11 medali emas, 11 perak dan 7 perunggu. Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Dr Harun, memberikan apresiasi yang tinggi kepada siswa sekolah dasar yang telah berhasil menjadi juara umum. “Saya sanagat bangga terhadap hasil yang ditorehkan siswa – siswa di ajang O2SN,” ujarnya, Minggu (22/6). Dihubungi secara terpisah, Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Jatim, Nuryanto menambahkan, siswa SD Jawa Timur selama ini belum terkalahkan dalam even O2SN. “Kami berterimakasih kepada siswa SD yang masih membawa nama harum Jatim,” katanya. Upacara penutupan O2SN 2014, berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC) Sentul Bogor-Jabar dan ditutup oleh Dirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud, Hamid Muhammad, Jumat (20/6/14).Q wwn

9

Sidoarjo, Bhirawa Kontingen Sidoarjo akan siap merebut posisi rangking 2 dalam Porprov di Banyuwangi tahun 2015 nanti. Dimana dalam Porprov 2013 lalu di Madiun, diduduki oleh kontingen dari Kab Kediri. Sedangkan Sidoarjo saat itu berada di rangking 5.

wawan triyanto/bhirawa

Sebanyak 300 pesilat bertanding di PSHT yang digelar di Kampus ITATS, Minggu (22/6).

300 Pesilat Berlaga di PSHT Cup 2014 Surabaya, Bhirawa Sebanyak 300 pesilat se Surabaya berebut prestasi terbaik di Kejuaraan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang digelar di Kampus Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Minggu (22/6). Kejuaraa ini mempertandingkan hampir semua kelas dan diikuti oleh kelompok pemula hingga pendekar. "Ini adalah kejuaraan untuk ketiga kalinya dan alhamdulillah animo peserta terus mengalami peningkatan," kata Ketua Panitia Sakinah Rahmawati Sudarso saat ditemui di arena pertandingan, Minggu (22/6). Lebih lanjut ia menjelaskan kalau kegiatan ini bertunjuan untuk mencetak atlet berbakat dari perguruan PSHT yang tersebat di beberapa kampus di Surabaya. "Harapan kami kegiatan ini bisa digelar setiap tahun," kata mahasiswa semester V ITS Surabaya yang akrab disapa Saras itu.

Ketua Yayasan Pendidikan Teknik Surabaya, Abdul zikri menyambut positif kegiatan ini, bahkan ia menjanjika para atlet berprestasi dari ITATS bakal mendapat bonus beasiswa. "Selama ini kami selalu memberikan beasiswa kepada mahasiswa maupun calon mahasiswa berprestasi di bidang olahraga maupun lainnya," katanya. Ia berharap kegiatan ini bisa menginspirasi mahasiswa untuk semakin gemar melakukan kegiatan olahraga. "Mereka bisa menyalurkan energi untuk melakukan kegiatan positif," katanya. Sementara itu, Ketua PSHT Surabaya, Dr Aliadi Ika beraharp muncul bibit pesilat dari PSHT untuk bisa berkiprah di even nasional maupun internasional. "Perguruan PSHT tersebar di seluruh Indonesia dan harapan kami dari kegiatan ini muncul atlet berbakat," katanya. Q wwn

Semangat itu, sempat dilontarkan oleh Ketua Satgas Pemenangan Kontingen Sidoarjo 2015, Sunardi, saat menggelar apel bagi para pelatih cabang olah raga yang akan mengikuti Porprov 2015, di pendopo delta wibawa, Sabtu (21/6) kemarin. Untuk merebut posisi rangking 2 itu, maka pelatih cabor dalam 7 bulan kedepan, diintruksikan agar dalam tiap minggunya menggelar 3 kali latihan pada atlitnya. ‘’ Setelah para pelatih cabor kita kumpulkan ini, mereka harus segera melakukan pembinaan khusus pada atlit yang potensial,’’ kata Sunardi, yang juga Ketua Koni Sidoarjo, diselasela acara. Optimis kontingen Sidoarjo untuk bisa merebut posisi 2, lanjut Nardi, juga karena dalam Porprov 2015 yang akan digelar bulan Juli itu, karena jumlah cabor yang akan dikirimkan Sidoarjo lebih banyak dibanding cabor yang dikirimkan pada Porprov 2013 lalu. ‘’ Insya Allah, kita akan memberangkatkan 32 cabor dan mudah-mudahan dapat

tambahan medali, pada tahun 2013 kita masih kirimkan 28 cabor,’’ ujar Nardi. Diakuinya, untuk merebut posisi 1 yang dalam Porprov 2013 lalu dipegang Surabaya, dirasa masih berat. Menurutnya, Surabaya masih tidak tertandingi, sebab mereka memiliki semua fasilitas untuk pembinaan cabor. ‘’Sementara kita belum ada, kalau mampu merebut posisi 2, akan sangat luar biasa,’’ kata Nardi terus terang. Dalam apel kemarin, Ketua KONI Sidoarjo, M Rohani, membakar semangat para pelatih cabor kontingen Sidoarjo. Semangat mereka diminta tidak terpengaruh dengan bonus. ‘’Jangan khawatir bonus sudah disiapkan,’’ kata mantan Sekdakab Sidoarjo itu. Ia mengatakan, para atlit yang nanti akan dikirim dalam Porprov Banyuwangi adalah supaya atlit yang benar-benar potensial saja. Mereka harus termasuk atlit yang sudah bisa diprediksi mampu berprestasi. Q ali

Janji Bawa Kembali Kejayaan Panjat Tebing Jatim Surabaya, Bhirawa Terpilih kembali menjadi Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jatim, Kuswanto langsung berjanji akan mengembalikan kejayaan olahraga ini di kancah nasional terutama di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016. Prestasi panjat tebing Jatim pada PON XVII Riau 2012 merosot drastis dan hanya menyumbangkan dua emas dari tujuh emas yang ditarget KONI Jatim. Kejayaan panjat tebing Jatim di PON Riau direbut Jateng, dengan hasil ini di PON 2016 dirinya ingin mengembalikan kejayaan tersebut ke Jatim. Salah satu kendala yang dihadapi di Cabor ini adalah kurangnya regenarasi atlet.

Untuk mengatasi permasalah ini, Kuswanto berjanji akan menggali atlet lewat bangku sekolah dan sekaligus mensosialisasikan olahraga ini. "Target jangka pendek saya ingin menggembalikan kejayaan panjat tebing Jatim untuk kembali ke ke kita. Melihat persiapan kita saya usahakan untuk bisa membawa Jatim unggul dan mendominasi perolehan emas di PON 2016 Jabar nanti," kata Kuswanto, Minggu (22/6). Seperti diketahui, Kuswanto terpilih kembali secara aklamasi menjadi Ketua Umum FPTI setelah pada Musprov, Sabtu(21/6). Pada acara tersebut dihadiri 27 pengurus kabupaten/kota. Sedangkan yang tidak hadir adalah kota Batu, kabupaten Malang dan

Bupati dan Wakil Bupati Pimpin Kirab Adipura Banyak cara yang dilakukan sebagai salah satu bentuk ucapan terima kasih. Seperti yang dilakukan oleh Pemkab Lumajang. Atas keberhasilan Kabupaten Lumajang memperoleh supremasi di bidang kebersihan piala Adipura kali ke sepuluh, Pemkab Lumajang melakukan kirab piala Adipura (20/06/2014). Ini dilakukan agar supremasi bukti keberhasilan ini bisa diketahui oleh masyarakat secara langsung. Tak tanggung-tanggung kirab ini dikomando langsung oleh Bupati Dr dayat/bhirawa Sjahrazad Masdar dan Wakil Bupati Lumajang Drs As’at Malik. Orang Bupati Dr Sjahrazad Masdar (kiri, melambaikan tangan) bersama Wakil nomer satu dan dua ini memperBupati Lumajang Drs As’at Malik (kanan) dalam kirab piala Adipura. tunjukkan penghargaan yang barubaru ini diserahkan oleh Wapres RI Budiono di Jakarta kepada warganya. majang mengatakan, kirab ini digelar untuk Dengan menumpang mobil bak terbuka, Bupati memacu masyarakat agar lebih meningkatkan Masdar dan Wabup Asat Malik membawa Piala budaya hidup bersih. ‘’Tujuannya, agar masyaAdipura Kencana dan penghargaan SLHD (Starakat ikut bangga dengan kerja keras mereka setus Lingkungan Hidup Daerah). Di belakangnya, lama ini dalam mewujudkan Lumajang sebagai turut mengikuti dr Buntaran Supriyanto Sekda daerah yang bersih,’’jelasnya. Karena bagaimana bersama jajaran Asisten Pemkab Lumajang dan pun penghargaan ini milik bersama. Diharapkan Ir Nurul Huda Kepala Dinas Lingkungan Hidup juga di tahun-tahun berikutnya, penghargaan (DLH). Tak ketinggalan, kirab ini diikuti juga yang sama bisa tetap dipertahankan, katanya. ribuan staf Pemkab Lumajang yang gowes Dalam kesempatan yang sama, Eddy Hozainy (bersepeda santai, red) bareng. Ikut pula juga mengungkapkan, saat ini Kabupaten rombongan pasukan oranye dengan gerobak Lumajang akan kehadiran Tim Penilai Pusat sampahnya. untuk Penghargaan Wahana Tata Nugraha Kirab ini digelar pukul 05.30, yang ditandai (WTN). ‘’Dimana, Kabupaten Lumajang berdengan doa bersama. Bupati, Wabup, para upaya keras untuk mempertahankan pengpejabat Pemkab Lumajang dan staf yang hargaan tersebut,’’tambahnya. Sebagai daerah berseragam olahraga kemudian naik ke kendayang tertib dan disiplin berlalu-lintas bagi maraan yang telah disediakan di Jl. Alun-Alun Utara syarakatnya. Jadi, titel Lumajang, lanjutnya tidak depan Kantor Pemkab Lumajang sebagai lokasi hanya kota bersih saja. ‘’Namun juga kota yang pelepasan kirab. Selanjutnya, iring-iringan kirab masyarakatnya tertib dan disiplin berlalu-linyang disambut ribuan warga Lumajang ini metas,’’imbuhnya. Karena Piala WTN untuk bidang nyusuri rute yang telah ditentukan. Di antaranya kelalu-lintasan tingkat nasional tengah kita melewati Jl. Kyai Ilyas, Jl.Kyai Muksin, Jl. Dr Soepertahankan. ‘’Pemkab berharap, masyarakat tomo, Jl. HOS Cokroaminoto, Jl. Gajah Mada, Jl. tidak hanya menjadikan bersih sebagai gaya Ahmad Yani, Jl. PB Sudirman dan kembali lagi hidup, tapi tertib dan disiplin berlalu-lintas juga ke depan Kantor Pemkab Lumajang di JL. Alunharus diwujudkan,’’tandasnya. Terutama, bagi Alun Utara. masyarakat yang parkir di zona larangan di Drs Eddy Hozainy Kabag Humas Pemkab Lusepanjang pusat kota. Q yat*

Ngawi. Kuswanto sendiri menjabat ketua umum FPTI untuk kedua kalinya. Dalam periode pertama dirinya menggantikan ketua umum sebelumnya, Bramansetyo yang dipindah tugaskan ke Deputi Mentri Koperasi. Sehingga Kuswanto terpilih menjadi ketua umum pada periode 2012 - 2014 melanjutkan kepemimpinan sebelumnya. "Dahulu saya meneruskan program yang ada jadi saat ini saya leluasa untuk jalankan organisasi ini lebih baik dan prestasi panjat tebing Jatim kembali seperti 2004," ungkap yang juga anggota DPRD Jatim itu. Dengan terpilihnya Kuswanto menjadi ketua umum yang baru, membuat FPTI Jatim telah menjalankan satu

agenda penting Musprov Jatim. "Alhamdulillah kita bisa menjalankan agenda ini dengan lancar, semoga kedepannya

FPTI Jatim bisa meraih prestasi terbaik di 2016 ini," tutup ketua pelaksana Musprov, Gugus Eka. Q wwn

wwn/bhirawa

Usai terplih kembali sebagai Ketua Umum FPTI Jatim, Kuswanto berjanji akan melakukan regenerasi atlet.

Sambut Ramadan 1435 H, Pemkab Situbondo Gelar Sunatan Massal Bantu 750 Anak Warga Miskin Guna ikut menyemarakkan dan menyambut datangnya bulan suci ramadan 1435 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, melalui Bagian Kesra menggelar sunatan massal, dengan melibatkan 750 anak miskin, yang tersebar di Kabupaten Situbondo, Minggu kemarin (22/6). Acara berjalan semarak, karena dibuka langsung Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto, Sekda Syaifullah, Kapolres Ertel Stefan dan sejumlah kiai kharismatik asal Kota Santri.

dan agama si anak. Pasalnya, ujar dia, dengan berkhitan tidak memunculkan penyakit pada bagian organ vital anak kecil tersebut. “Ini terselenggara juga berkaitan dalam rangka juga untuk memperingati HUT Bhayangkara 68. Semoga berjalan sukses dan barokah,” pungkas Bupati Dadang. Kabag Kesra Pemkab Situbondo Khusairi, menandaskan, program kegiatan sunatan massal akan diselenggarakan secara rutin untuk tahun-tahun mendatang. Yang jelas, kata mantan Camat Kota itu, tiap anak mendapatkan bantuan baju koko, sarung, kopiah, sembako dan uang saku. “Kami patut mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh elemen yang telah ikut membantu suksesnya acara sunatan massal tahun 2014 ini. Semoga acara ditahun mendatang lebih meriah lagi,” urai Khusairi, kemarin. Menurut Khusairi, dalam pelaksanaan sunatan massal kali ini, pihaknya melibatkan puluhan tenaga medis yang meliputi dokter, perawat, mantri dan tenaga pendukung lainnya.Q awi, adv

Dalam sambutannya Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengatakan, ia dan seluruh jajaran Pemkab Situbondo patut bersyukur dengan sukses dan lancarnya pelaksanaan sunatan massal. Itu terealisasi-lanjut Bupati Dadang-karena mendapat dukungan dari banyak pihak, diantaranya kalangan perbankan. “Ini memang kegatan rutin yang sudah berjalan selama tiga tahun, dengan anggaran dalam APBD Situbondo,” tutur orang nomor satu dijajaran Pemkab Situbondo itu. Bupati Dadang menambahkan, dengan kerjasama baik dengan lintas sektoral ini, program kegiatan sunatan massal dapat dengan mudah membantu saudara saudara dari kalangan yang tidak mampu. “Pembiayaan ini tiap tahun memang dianggarkan di APBD. Alhamdulillah, kami bisa ikut meringankan beban warga tidak mampu dan tidak menunda anak kita untuk dikhitan, meski sudah memasuki usia cukup,” terang Bupati Dadang dengan didampingi Kabag Humas H Sugeng Yuwono dan Kabag Kesra Khusairi, sawawi/bhirawa kemarin. Berkhitan, sambung Bupati Dadang, Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH bersama Sekda dan sejumlah memiliki makna yang besar dan luar kiai dalam acara sunatan massal dengan melibatkan 750 anak, di biasa, diantaranya dari sisi kesehatan alun-alun Kota, Minggu (22/6).


NASIONAL-POLITIK

10

Senin Pon 23 JUNI 2014

Konflik di Indonesia Imbas Operasi Liberalisme Global

KILAS NASIONAL

Bawaslu Minta Timses Capres Jaga Perdamaian Yogyakarta, Bhirawa Ketua Bawaslu RI, Nasrullah meminta tim sukses capres-cawapres memberikan contoh bagi masyarakat untuk tetap menjaga perdamaian selama kompetisi Pemilu Presiden 2014. “Mungkin Indonesia saat ini sedang masa euforia demokrasi. Perpecahan itu terkadang bukan pada kandidat capresnya, namun justru dipicu oleh kalangan tim suksesnya di lapangan,” kata Nasrullah dalam Rapat Koordinasi “Stakeholders” Pengawasan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014" di Yogyakarta, Sabtu malam. Ia mendorong para elit tim sukses capres-cawapres menghindari kampanye negatif, disamping juga kampanye hitam. “Menurut kami, kampanye negatif pun juga akan menjadi kampanye hitam apabila terus menerus diulas tanpa disertai bukti atau ruang konfirmasi bagi objek yang dilibatkan,” kata dia. Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Husni Kamil Manik mengatakan masyarakat sebaiknya menghindari emosi dalam menyaksikan kompetisi capres-cawapres. “Kami harap agar dinamika kompetisi ini jangan serta merta di bawa ke dalam hati,” kata dia. Menurut Husni, hal itu merupakan tugas dari para pemangku kepentingan di daerah agar dapat mendorong kesadaran masyarakat tentang substansi pemilu yang sehat. Dengan kertidakpahaman masyarakat mengenai esensi kompetisi pemilu tersebut, ia mengkhawatirkan, kompetisi antarcaprescawapres justru akan berujung pada perpecahan dan konflik horisontal, yang merugikan masyarakat sendiri. Menurut dia, kedua belah pihak khususnya tim sukses capres-cawapres pada dasarnya memiliki kepentingan sendiri. Berbagai strategi dilakukan untuk memenangkan pemilu.Q ant

Dosen Fisip Universitas Airlangga (Unair) Drs Bambang Budiono, M.Sosio menengarai konflik dan kekerasan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia adalah karena menjadi proyek liberalisme global. Penilaian itu mendasarkan dari berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa di belakang konflik dan kekerasan di Indonesia ternyata ada bisnis senjata. “Ada pergerseran model operasi liberalisme dunia. Dari semula yang mengekploitasi kekayaan alam, ke model jual beli senjata. Imbasnya kemudian adalah ada operasi yang menggarap Indonesia menjadi daerah konflik,” jelas Bambang Budiono sesuai men jadi pembicara pada seminar peningkatan kerukunan antar umat beragama yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jatim. Menurut Bambang, situasi tersebut sebenarnya bisa dilacak dari sejarah, bahwa konflik-konlik yang terjadi di beberapa wilayah seperti di Ambon dan Poso sangat ber-

beda dengan karakter masyarakat setempat. “Masyarakat di Ambon itu sebenarnya punya kearifan lokal yang bisa mengakomodasi adanya perbedaan agama. Kalau sekarang ada konflik yang mengatasnamakan agama berarti ada infiltrasi dari luar Ambon,” jelas pendiri Pusat Studi HAM Unair ini. Di tempat yang sama Ketua Forum Kerukunan Umat beragama (FKUB) Jatim Drs Endro Siswantoro, MM menambahkan, komunikasi antar umat beragama harus terus ditingkatkan agar ekses konflik yang terjadi di luar Jatim tidak bisa masuk.

“Riak-riak konflik yang terjadi, harus segera disikapi secara cepat agar tidak membesar. Untuk itu keberadaan FKUB di setiap daerah startegis dalam menjaga persaudaraan dan kerukunan,” jelas Endro lagi. Dalam seminar yang dimoderatori wartawan Bhirawa Wahyu Kuncoro SN ini juga menghadirkan pembicara dari Forum Komunikasi Pencegahan terorisme (FKPT) Jatim Kombes (pol) Dr Soubarisman, SH MHum. Sementara itu saat membuka acara, Kepala Bakesbangpol Jatim Drs Zainal Muhtadien, MM mengakui pemerintah tidak mungkin bisa sendirian dalam menangkal ancaman konflik antar umat beragama. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong agar semua eleman bangsa ikut terlibat dalam menjaga kerukunna umat Bergama. “Forum kali ini sesungguh-

why/bhirawa

Dosen Fisip Unair Drs Bambang Budiono, M.Sosio saat menjadi pembicara seminar yang digelar Bakesbangpol Jatim, Minggu (22/6) kemarin. nya juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kepedulian semua elemen bangsa untuk menjaga kerukunan utamanya di Jawa Timur,” jelas Zainal. Kesadaran untuk membangun kerukunan antar umat be-

Bawaslu Harus Stop Kampanye Hitam Jakarta, Bhirawa Kampanye hitam atau black campaign menjelang Pilpres 2014 harus segera dibungkam. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus segera bertindak dan menjatuhkan sanksi pada pelaku black campaign. Sebab kampanye hitam yang penuh fitnah tanpa landasan kebenaran dan fakta itu akan berdampak buruk bagi pematangan demokrasi Indonesia.

PPATK Perketat Transaksi Keuangan Jelang Pilpres Yogyakarta, Bhirawa Wakil Ketua Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan akan memperketat pengawasan terhadap transaksi keuangan tim pemenangan capres-cawapres peserta Pemilu Presiden 2014. “Melihat tingginya potensi pada Pilpres 2004-2009, menjelang Pilpres ini pengawasan akan kami perkuat,” kata Wakil Ketua Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), Agus Santoso dalam Rapat Koordinasi pemangku kepentingan Pengawasan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Yogyakarta, Sabtu malam. Ia mengatakan, untuk Pilpres tahun ini, PPATK menambahkan sistem informasi terpadu untuk memantau transaksi transfer dana dari dan ke luar negeri tim pemenangan capres-cawapres. “Karena tentunya untuk Pilpres, transaksi sumbangan atau keuangan lainnya bisa saja berasal dari luar negeri,” kata dia. Menurut dia, penguatan pengawasan itu didasarkan hasil kajian PPATK pada pelaksanaan Pilpres 2004 dan 2009, serta Pilkada 2005 yang menunjukkan peningkatan transaksi keuangan mencurigakan hingga 125 persen. Transaksi mencurigakan tersebut, menurut Agus, diindikasikan dari transaksi yang tergolong di luar kewajaran. “Jadi dua tahun sebelum pelaksanaan hari H (pilpres) kami temukan adanya transaksi mencurigakan 125 persen,” kata dia. Sementara itu, menurut Agus, setiap calon eksekutif atau legislatif yang telah terbukti melakukan penyimpangan keuangan negara, sesuai kajian PPATK kemungkinan besar akan melakukan praktik korupsi dalam pemerintahannya. “Bagi siapapun yang pernah melakukan penyelewengan keuangan negara maka kami akan secara mudah mendeteksi, tinggal tunggu waktu saja,” kata dia. Q ant

ragama lanjut Zainal semakin menemukan relevansinya dengan melihat akan segera dilangsungkan Pemilihan Presiden yang rawan memunculkan konflik di tengah masyarakat. Q why

antara foto

Kampanye Akbar Prabowo - Hatta Capres nomor urut satu Prabowo Subianto diarak simpatisan usai menyampaikan orasi ketika kampanye akbar di Gelora Utama Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (22/4). Prabowo mengajak ribuan simpatisan yang hadir untuk menggunakan hak pilih pada pilpres mendatang guna memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.

Perang Bintang Hanya Buatan Media Jakarta, Bhirawa Pengamat Militer Salim Said yakin perang bintang yang dihebohkan di media masa, hanya bergema selama kampanye Pilpres 2014 ini saja. Setelah ada Presiden terpilih, situasi pemberitaan akan balik seperti sebelumnya. Perang bintang itu hanya dibuat dan diramaikan oleh media masa, bukan oleh para pemilik bintang. “Sudah 30 tahun saya mempelajari tentara. Bagaimanapun, tentara akan tetap mematuhi doktrin dan Sapta Marga. Omong kosong itu semangat merah putih dalam kampanye Pilpres itu.Yang menciptakan adanya perang bintang itu media masa. Bukan para Jendral purnawirawan yang berpolitik itu. Jenderal jika sudah pensiun kedudukan dan hak-hak nya sama dengan kita. Boleh memilih dan dipilih. Boleh berpolitik dengan

masuk partai atau bikin partai sendiri. Boleh berkampanye, boleh mendeklarasikan dukungannya,” ujar Salim Said, mantan Dubes dalam talk show di DPD RI yang disiarkan langsung RRI. Dengan tema Perang Antar Jenderal Prabowo & Jokowi. Hadir Prof Indria Samego dari LIPI dan Erma Suryani Ranik, senator asal Kalbar yang kini anggota DPRRI dari partai Demokrat. Salim Said minta pada Jenderal yang berpolitik tidak terlalu banyak meladeni media masa. Agar isue perang bintang atau perang antar jenderal tidak terus meluas menjadi berita hangat di media. Diakui atau tidak, dalam politik tidak ada yang gratis. Semua menyangkut kepenti ngan, siapa dapat apa dan saya dapat apa. Dalam sejarah, sejak ada politik, disitu pasti ada kebohongan. “Gak ada yang gratis dalam ber

politik, bagaimana membagi-bagi barang yang terbatas. Saya tidak percaya kalau tidak ada bagi bagi kursi jika terpilih. Namun tanggung jawab politikus itu tergantung tingkat peradaban masing masing,” jelas Salim Said yang Direktur Eksekutif Institut Peradaban. Indria Samego menyarankan kedua tim kampanye para Capres bermain fair play, tidak saling menjatuhkan dengan fitnah dan hinaan. Proses untuk mematangkan demokrasi itu mahal dan memakai uang rakyat. Jadi demokrasi harus bermanfaat bagi rakyat, bukan bagi elite. Kampanye Pemilu itu perlu untuk menonjolkan kontestan, bukan untuk perang Badar. “Saya yakin ABRI akan tetap menjaga keutuhan NKRI, tidak ada itu perang bintang. Istilah kelompok hijau itu yang menbuat kan media, bukan tentara,” ujar Indria.Q Ira

“Kampanye hitam bukan hanya merugikan kedua Capres, tetapi juga merusak nalar masyarakat. Sebab cerita cerita fiktif yang dilontarkan kampanye hitam tidak di landasi fakta dan data yang benar, serta tidak bisa dipertanggung jawabkan. Pilpres 2014 tidak menampakkan adanya ketelada nan para Ellite.Capres hanya berburu kemenangan belaka, tanpa perduli cara cara curang yang dimainkan,” ucap Firdaus Muhamad, pengamat politik dari UIN Makasar dalam Dialektika Demokrasi bertema Pengaruh Kampanye Hitam Terhadap Pemilih. Acara yang diseleng garakan di press room DPR ini, dihadiri Ahmad Yani dari tim Prabowo Hatta dan Poempida Hidayatullah dari tim Jokowi JK. Menurut Firdaus dalam kampanye hitam, keburukan yang tidak mendasar kedua Capres, dipertontonkan kepada masyarakat luas. Padahal Capres adalah putra bangsa terseleksi, yang jika terpilih akan menjadi pemimpin bangsa. Adalah tidak elok keburukan yang dikarang karang dibeberkan seenaknya, hanya untuk meraih kemenangan. Para Capres hendaknya menang bukan dari hasil curang. Seorang pemimpin semesti nya lebih baik kalah terhormat ketimbang menang dari hasil curang. Ahmad Yani dari tim PrabowoHatta dalam diskusi tersebut lebih banyak berkampanye, ketimbang menelaah dampak kampanye hitam. Didepan wartawan dia tak enggan memapar kan kekurangan lawan atau yang di kenal dengan kampanye negatif. Sebaliknya Poempida dari tim JokowiJK menangkis serangan negatif yang dilontarkan lawan. Dia bilang, JokowiJK adalah pilihan rakyat yang pas dan pantas menjadi pemimpin rakyat. “Kampanye hitam memang ber dampak buruk dan harus dihentikan. Namun JokowiJK tak gentar, ketelada nan hidup bersih, jujur, sederhana, dan kerja keras, dipastikan bisa menjadi daya tarik tersendiri dimata calon pemilih. Keteladanan Jokowi sebagai Walikota dan Gubernur, bisa dilihat dari tatakerjanya,” cetus Poempida. Q Ira

PU Fraksi Kritisi 16 Bidang Kerja Pemkab Gresik Jumat (20/6) yang lalu, berlangsung Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gresik dengan agenda pemandangan umum (PU) fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2013. Dalam pandangan umumnya, fraksi-fraksi mengkritisi permasalahan menyeluruh di 16 bidang kerja Pemkab Gresik, di semua satuan kerja perangkat daerah. Dari menyangkut target perolehan anggaran, hingga permasalahan tidak terserapnya anggaran yang diajukan. Pemandangan umum fraksi PDIP yang di bacakan oleh Mujib Ridwan menyoroti Hasil Pemeriksaan oleh Auditor (BPK) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Gresik Tahun Anggaran 2013, yang kembali mendapat Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). “Masih ada beberapa hal yang perlu kami pertanyakan kembali, diantaranya pendapatan asli daerah (PAD). Yang bersumber pada retribusi daerah pada tahun 2013, yang semula ditarget sebesar Rp 79,6 M realisasinya sebesar Rp68,7 M, sehingga tidak tercapai sebesar Rp 10,9 M,” ungkap Mujib Ridwan dalam pemandangan umumnya. Selain

itu, PDIP juga menyoroti terkait dengan Lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 17.135.635.000,- (17 Milyar 135 Juta 635 ribu rupiah), yang tercapai 100 %. Fraksi PDI Perjuangan menilai hal itu masih terlalu kecil. Mengingat Deposito Pemerintah Kabupaten sangat besar, Namun bupati tidak pernah menyampaikan berapa deposito Pemerintah Kabupaten Gresik, yang dipunyai sampai saat ini. Ditambahkan Mujib, dengan adanya pemeriksaan yang dilakukan dua institusi pemerintah pusat yaitu BPKP dan KPK, yang melakukan pemeriksaan di beberapa SKPD. Temuan oleh BPKP di beberapa SKPD, bagaimana tindak lanjutnya. Dan pengenaan pajak atas jasa giro dan bunga deposito, terjadi di tiga bank berbeda. Yakni rekening khusus valuta asing milik Dishub, dikenai pajak Bank Jatim senilai 378,07 dollar AS, bunga deposito di BTN senilai Rp 71.452.054 dan deposito di Bank BRI senilai Rp

Mujib Ridwan

kim/bhirawa

80.219.196. Menurut PDIP, hal tersbeut memunculkan banyak praduga, bahwanya Pemerintah Kabupaten Gresik sedang memainkan uang negara yang diduga untuk kepentingan pribadi. Pemandangan umum fraksi PKB yang di bacakan oleh Sujono menyoroti proyek stadion multiyears tinggal dua tahun anggaran, tahun 2014 ini dan tahun 2015. Serapan anggaran ditahun 2013 masih menyisakan anggaran sebesar Rp42,2 milyar. Pertanyaannya lanjut PKB adalah

bagaimana dengan progres pekerjaan sampai akhir 2013 lalu, apakah sesuai dengan perencanaan. Pengalaman menarik terjadi di Kabupaten Jember, proyek multiyears tidak bisa terselesaikan sampai akhir tahun anggaran yang direncanakan, sehingga proyek mangkrak dan tidak jelas bagaimana solusinya. Di Gresik, masa jabatan Kepala Daerah habis di tahun 2015. Melihat perkembangan di lokasi proyek yang hingga saat ini baru 46 % persen terselesaikan, mampukah kontraktor merampungkan pekerjaan tepat pada waktunya. “Ingat, tahun anggaran saat ini yakni tahun 2014 tinggal waktu 6 bulan lagi,” tegas Sujono dalam pandangan umumnya. Ditambahkan Sujono, setiap tahun anggaran belanja tak terduga disiapkan sebesar Rp 3 milyar. Tahun 2013 terserap sebesar Rp761 juta, dan penyertaan model Tahun 2013. Pemerintah Daerah sebesar Rp10 milyar 700 juta. Sujono juga mengingatkan bahwa pada malam 1 Januari 2013 di Wahana Ekspresi Pusponegoro, PDAM menjanjikan bahwa air PDAM

kim/bhirawa

Suasana saat berlangsungnya sidang paripurna DPRD Kabupaten Gresik, Jumat (20/6) yang lalu. segera mengalir buat para pelanggannya. PKB mempertanyakan sampai kapan warga diwilayah Gresik selatan, yang dilewati pipa PDAM seperti Kecamatan Menganti, Benjeng, Duduksampeyan, Balongpanggang dapat tetesan air PDAM tersebut. Sementara Ketua DPRD Gresik Zulfan Hasyim SH mengatakan,

bahwa pandangan ini sebagai penilaian masing-masing fraksi terhadap laporan yang sudah disampaikan bupati Gresik. Sebanyak 16 permasalahan menjadi pertanyaan fraksi, supaya dijawab bupati dengan gamblang dan terinci. Setelah itu, bupati bisa kembali melanjutkan kinerjanya untuk pembangunan di Gresik. Q kim*


Senin Pon 23 JUNI 2014

Bus Pariwisata Bakal Dilarang Masuk Kota Wisata l Sambungan hal 1

pat beristirahat pengemudi bus atau truk, tapi juga berfungsi sebagai tempat parkir dan bongkar muatan. Dari tempat ini ba­ rang ataupun penumpang bus dipindahkan ke alat transportasi lokal seperti mikrolet. “Dengan cara ini, bus dan truk tidak perlu melewati jalan yang curam,”ujar Ahmad Rudianto, Minggu (22/6). Program ini, katanya, akan menjadi jangka panjang dan harus melibatkan ban­ yak SKPD seperti, BPKAD, PU Bina Marga, dan Dinas Pariwisata. Selain itu, muncul wacana dan sekarang sedang dikaji oleh Dinas Perhubungan untuk membatasi jam operasional kendaraan berat. Cara ini, bus atau truk tetap diperbolehkan masuk ke dalam kota, namun pada jam-jam tertentu. “Program yang lain adalah membuat jalan baru untuk mengurai arus lalu lintas agar se­ mua kendaraan tidak melewati poros tengah. Kita sekarang sudah punya jalibar, itu akan sangat membantu,”tambah Rudianto. Hal paling cepat yang bisa dilakukan oleh Dishub adalah melakukan rekayasa lalu lintas dan memasang rambu-rambu peringatan. Hal ini akan dilakukan oleh Dishub bekerjasama dengan Satlantas Polres Batu. Kemudian keduanya akan melakukan pemeriksaan kendaraan berat seperti truk dan bus pariwisata. Namun yang diperiksa bukan hanya kelengkapan surat-surat kendaraan dan fisik kendaraan. Kesehatan para kru bus atau truk juga akan menjadi objek yang diperiksa oleh petugas gabungan. “Kalau kewenangan menyeleksi kendaraan yang kelebihan muatan kan ada pada jembatan timbang di Singosari yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi. Meski de­ mikian ada beberapa hal yang bisa kita lakukan antara lain membuat rest area,” ujar Rudianto. Diketahui, beberapa waktu terakhir ke­ celakaan maut yang melibatkan kendaraan besar seperti truk dan bus terjadi di Kota Batu. Seperti kecelakaan maut yang terjadi di simpang lima Junrejo. Kecelakaan yang bermula ketika truk tronton kehilangan kendali itu mengakibatkan truk tersebut ini menabrak sedan, pikap, 3 motor, dan bus pariwisata. Kejadian ini mengakibatkan 1 orang tewas dan puluhan yang lain lukaluka. n nas

Gubernur Masih Menunggu Surat dari Bawaslu l Sambungan hal 1

rekomendasi tersebut. Jadi kita tak bisa memutuskan bagaimananya. Kita juga tidak berhak atau menilai seseorang itu salah atau benar dalam kampanye,” kata Soekarwo, Minggu (22/6). Menurut dia, seperti surat teguran yang pernah dilayangkan kepada Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana yang melanggar saat kampanye Pileg 2014 lalu, surat rekomendasinya juga berasal dari Bawaslu. Dari surat Bawaslu tersebut di­ jadikan dasar untuk menentukan apakah yang bersangkutan melakukan pelangga­ ran berat atau ringan. Sementara Kepala Biro Administrasi Pe­ merintahan Umum Setdaprov Jatim Supri­ anto SH, MH mengatakan hingga sampai saat ini Pemprov Jatim belum menerima surat dari Bawaslu terkait pelanggaran yang dilakukan kepala daerah dan wakil kepala daerah saat kampanye capres. Jika surat rekomendasi tersebut sudah ada di pemprov akan langsung diproses. “Yang memberikan sanksi itu Gubernur Jatim. Tapi Gubernur tak bisa memberikan sanksi jika belum ada surat dari Bawaslu. Seperti Wawali Surabaya (Wisnu Sakti Buana) yang diberikan surat teguran dulu juga berdasarkan rekomendasi dari Ba­ waslu,” ungkapnya.  Berdasarkan data di Biro Administrasi Pemerintahan Umum Setdaprov Jatim, dari 11 kepala daerah yang berencana meng­ ajukan cuti dalam Pilpres 9 Juli mendatang ternyata hanya empat kepala daerah yang benar-benar melakukannya. Mereka ada­ lah Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar, Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Wakil Wali Kota Blitar Purnawan Buchori dan Wakil Bupati Situbondo Rahmad. Dan tidak ada nama Bupati Ngawi Budi Sulistyo.  Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar mis­ alnya mengajukan cuti pada 13, 17, dan 25 Juni serta 2 Juli. Sedangkan, wakilnya Purnawan Buchori mengajukan cuti pada 12, 18 serta 26 Juni, dan 3 Juli.   Wakil Bupati Situbondo Rahmad mengajukan izin lebih sedikit, yakni pada 19 dan 26 Juni serta pada 3 Juli. Begitu juga dengan Bupati Pamekasan Achmad Syafii yang hanya mengajukan cuti sehari pada 19 Juni. n iib

Segera Diproduksi l Sambungan hal 1

Minggu (22/6). Anti TB temuan yang segera diproduksi itu melengkapi temuan vaksin anti rabies dari ahli imunologi/virologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr drh Su­ warno MSi yang sudah diproduksi oleh PT Sanbe Farma dan beredar di masyarakat. Menurut Prof Nasronudin, kerjasama dengan PT Konimex untuk obat anti TB itu sudah sampai tahap MoA (Memorandum of Agreement), sehingga tidak lama lagi akan segera diproduksi dan dapat dikonsumsi masyarakat. “Dari pihak kami sudah selesai 100 persen, jadi tinggal PT Konimex mengurus perizinan ke Balai POM dan kalau selesai, tentu akan dapat segera diproduksi. Saya yakin akan beredar kepada masyarakat pada akhir tahun ini juga,” katanya. Dengan obat anti TB yang bersifat anti resisten itu, katanya, masyarakat akan diuntungkan karena potensi untuk sembuh akan semakin terbuka. “Kalau dibanding­ kan dengan obat anti TB yang sudah ada, tentu masih mungkin terjangkit, karena obatnya tidak resisten,” katanya. n geh

SAMBUNGAN Ijazah Caleg Terpilih Sumenep Disoal Sumenep, Bhirawa Dua warga Kabupaten Sumenep yakni Sudarsono dan Agus, mem­ persoalkan legalitas ijazah yang digunakan salah seorang calon legislatifterpilih DPRD setempat hasil Pemilu Legislatif 2014. “Kami sudah melaporkan kasus dugaan ijazah palsu yang digunakan sebagai berkas persyaratan pencalo­ nan ke KPU oleh salah seorang caleg terpilih dari Partai Demokrat, AK (inisial) kepada Panwaslu Sumenep pada awal Juni,” kata kuasa hukum pelapor, Kamarullah di Sumenep, Minggu (22/6). Beberapa waktu lalu, pihaknya bersama kliennya melakukan pene­ lurusan untuk mencari bukti dengan

cara mendatangi lembaga yang meng­eluarkan ijazah sekolah me­ nengah atas milik AK di Jakarta. “Kami sudah mengantongi su­ rat keterangan dari lembaga yang mengeluarkan ijazah tersebut. Isi surat keterangan itu membuat kami tambah yakin ijazah milik AK itu memang layak dipersoalkan,” ujarnya. Selain ke lembaga yang men­ geluarkan ijazah tersebut, kata dia, pihaknya juga mendatangi lembaga lain di Jakarta untuk mengecek legalitas ijazah sekolah menengah pertama milik AK. “Klien kami tidak main-main dalam persoalan ini. Kami berharap Panwaslu Sumenep juga tidak

main-main dalam menindaklanjuti laporan dari klien kami,” ucapnya. Hingga sekarang, pihaknya belum menerima rekomendasi dari Panwaslu Sumenep tentang hasil atau kesimpulan atas perso­ alan yang dilaporkan kliennya. Sementara komisioner Panwas­ lu Sumenep Darmendra Tarigan, menjelaskan pihaknya tidak ting­ gal diam atas laporan dugaan ijazah palsu yang digunakan AK. “Kami telah memeriksa empat orang, yakni dua pelapor, salah se­ orang komisioner KPU Sumenep, dan personel tim verifikasi ijazah yang dibentuk KPU. Sementara terlapor tidak memenuhi pang­ gilan kami,” ujarnya. n sul

1.647 Kursi Dibuka untuk Jalur Mitra Warga l Sambungan hal 1

Menurut dia, minimnya jumlah siswa mendaftar melalui jalur mi­ tra warga di sekolah kawasan kar­ ena memang peminatnya kurang. “Kalau yang daftar sedikit, masak ya kita harus nambah-nambah sendiri. Kan tidak bisa seperti itu. Apalagi memindahkan pendaf­ tar dari sekolah lain, itu tidak boleh,”kata Yusuf, Minggu (22/6). Terlepas apakah banyak atau sepi peminatnya, Yusuf tetap mewajibkan kepada semua seko­ lah agar menerima siswa yang mendaftar melalui jalur mitra warga ini. Jika ada sekolah yang menolak siswa mitra warga pada­

hal peminatnya banyak, pihaknya siap memberikan sanksi. Untuk bisa mendaftar melalui jalur mitra warga ini, siswa bisa langsung mendaftar di sekolah yang dituju sesuai dengan sub rayon sekolah asal atau sub rayon tempat tinggalnya. Bagaimana dengan sekolah kawasan yang mensyaratkan nilai ujian sekolah total minimal 25,50 atau rata-rata 8,5 untuk SMP dan nilai total UN 32,00 atau rata-rata 8,0? Menurut Yusuf, siswa mitra warga yang mendaftar di sekolah kawasan tidak harus mengikuti aturan tersebut. Pihaknya akan meranking nilai Ujian Nasional (UN)-nya, lalu dilihat kondisi

ekonominya. Dari situ lalu di­ ambil tertinggi. “Jadi tidak ada syarat khusus bagi pendaftar jalur mitra warga. Seleksinya hanya melalu ranking yang bersa­ ing antar pendaftar,” tutur dia. Pendaftaran jalur mitra warga ini, lanjut Yusuf, telah dibuka sejak Sabtu (21/6) dan akan bera­ khir Selasa (24/6) besok. Namun demikian, hingga saat ini Yusuf belum mengetahui sejauh mana siswa yang berminat masuk mela­ lui jalur ini. “Melalui jalur ini, siswa hanya bisa memilih satu sekolah saja. Sedangkan untuk SMKN, siswa memilih satu sekolah dan satu program studi,” pungkas dia. n tam

Pimpinan Dewan Pilih Tunggu SE Mendagri l Sambungan hal 1

Wakil Ketua DPRD Jatim A Halim Iskandar mengakui jika hampir seluruh anggota DPRD Jatim akan melakukan studi banding ke LN dengan tujuan Perancis, Jepang, Vietnam, Tion­ gkok dan Korea. Namun khawatir ada masalah di kemudian hari mengingat tinggal dua bulan mer­ eka berakhir masa jabatannya, tepatnya akhir Agustus 2014, maka semuanya lebih baik dikon­ sultasikan dahulu ke Mendagri. ‘’Memang kami masih menung­ gu surat balasan dari Mendagri terkait keberangkatan temanteman dewan. Jika dalam SE Mendagri menolak, maka kita putuskan untuk tidak berangkat. Sebaliknya jika Mendagri memper­ bolehkan, kita tetap akan rapat ten­ tang manfaat dan mudhoratnya di masyarakat,’’tegas Halim yang juga politisi asal PKB, Minggu (22/6). Seperti diketahui, seluruh anggota dewan dalam waktu dekat ini akan melakukan studi banding ke LN. Mereka berang­ kat secara berkelompok. Di mana

setiap kelompok terdiri dari lima anggota. Hal ini dilakukan sesuai aturan yang ada, di mana anggota dewan yang akan melakukan studi banding dibatasi antara 4 sampai 5 orang. Dan untuk ‘men­ gatisipasi’ pelanggaran, mereka dibentuk berkelompok, namun yang berangkat seluruhnya yaitu 100 anggota dewan. ‘’Memang sesuai aturan dalam setiap studi banding hanya dilakukan 4-5 orang. Karenanya dalam penga­ juan yang dilakukan dewan, mereka dikelompok-kelompokan. Yang jelas semua anggota berangkat,’’tegas salah satu sumber di dewan yang menolak namanya disebutkan. Yang berangkat ada lima komisi yaitu A, B, C, D dan E. Kabarnya mereka dipecah-pecah. Komisi A pergi ke Perancis, Komisi B kunjun­ gan ke Korea Komisi C berangkat ke Vietnam dan Tiongkok, Komisi D ke Jepang dan Komisi E ke Paris serta Korea. Keberangkatan mereka dengan dalih studi banding kali perrtama adalah Komisi E. ‘’Mereka mem­ inta studi banding ke Perancis,’’ ucapnya seraya mewanti-wanti

namanya tidak diungkapkan. Ala­ sannya, adalah untuk melakukan bimbingan teknis. Rupanya, langkah tersebut mengilhami komisi yang lain untuk mengajukan tuntutan yang sama ke negara. Di antaranya adalah Komisi B dan Komisi D. Mereka tak ingin kehilangan kesempatan untuk studi banding , yang tentu saja ada ngelencer-nya tersebut sekaligus dapat uang saku lumayan. Sumber tersebut menyatakan bahwa mereka sudah memasuk­ kan program tersebut untuk berangkat awal Juni. ’’Sudah diproses, tapi kemungkinan tidak bisa berangkat Juni ini. Waktunya sudah mepet. Paling berangkatnya Juli,’’ terangnya. Biaya untuk pemberangkatan satu orang lengkap dengan tiket, akomodasi, dan uang saku adalah Rp 70 juta. Bila empat komisi itu jadi berangkat, maka total merogoh kocek Rp 5,6 miliar. Sebuah pen­ geluaran yang bisa dikategorikan mubazir. Karena, periode masa kerja anggota DPRD Jatim yang lama habis pada akhir Agustus. n cty

PKK Jatim dan KSF Bersama Ciptakan Generasi Berkualitas l Sambungan hal 1

Surabaya, Minggu (22/6). Yang paling menonjol antara TP PKK dan KSF adalah meng­ enai program kepada anak yak­ ni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) holistik. PAUD holistik di dalam tugasnya tidak hanya memberikan pembelajaran dan pendidikan saja, namun juga diajarkan cara pola pengasuhan anak yang benar. “Selain itu juga diajarkan upaya dalam mening­ katkan pengembangan gizi balita hingga peningkatan kualitas pen­ didikan orangtua (smart parenting). Dalam hal tersebut, terlihat bahwa antara TP PKK dan KSF mempunyai misi yang sama da­ lam menciptakan generasi yang cerdas dan berkualitas,” ujar Bude Karwo sapaan akrabnya Ia menjelaskan ada sekitar 10 ribu PAUD holistik di Jatim. Jumlah tersebut melebihi yang te­ lah ditargetkan selama ini yakni 10 ribu PAUD holistik. Dengan jumlah tersebut kebutuhan esen­ sial untuk anak khususnya balita bisa terkaver dengan dilakukan pendampingan secara merata di setiap daerah. “Jumlah PAUD ho­ listik diperkuat dengan adanya 46 ribu Posyandu di seluruh penjuru Jatim. Dengan begitu tersedi­ anya dan terjaminnya anak untuk mendapatkan gizi, pendidikan dan parenting control yang tepat

bisa terlayani. Pendampingan selalu dilakukan oleh TP PKK agar cita-cita selama ini untuk mewujudkan genarasi berkual­ tias bisa terjadi,” jelasnya. Bude Karwo menuturkan ada hubungan terciptanya generasi yang berkualitas dengan tingkat Angka Kematian Ibu (AKI) mela­ hirkan dan Angka Kematian Bayi (AKB). Apabila AKI dan AKB nasional setiap tahun mengalami kenaikan, hal tersebut berband­ ing terbalik dengan kondisi di Ja­ tim. Di Jatim AKI dan AKB setiap tahunnya meng­alami penurunan dan hal tersebut menunjukkan hal positif bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. “AKI Jatim saat ini sebesar 97,39/100 ribu kelahiran hidup dan AKB sebesar 25,95/1.000 kelahiran hidup se­ mentara tingkat nasional 228/100 ribu kelahiran hidup (AKI) dan AKBnya 32,59/1000 ribu kelahir­ an hidup.,” ucapnya. Setiap tahun jumlah AKI dan AKB di Jatim terus menurun dan berkurang yaitu pada 2010 AKI di Jatim sebesar 104/100 ribu kela­ hiran hidup, pada 2011 101/100 ribu dan 2012 turun lagi menjadi 97,47/100 ribu turun lagi menjadi 97,39/100 ribu kelahiran hidup pada 2013 ini. Sementara tingkat nasional masih ada pada posisi 228/100 ribu kelahiran hidup. Pada kesempatan yang sama,

Kartika Soekarno, founder KSF men­ gatakan, TP PKK Jatim dan KSF bisa bersama-sama untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Salah satunya dengan bergerak bersama karena memiliki program dan misi yang sama. Tentunya, apabila hal tersebut terjadi, yang akan menda­ patkan keuntungan Jatim sendiri dan Indonesia pada umumnya. “Nantinya akan tercipta Soekarno baru, Cipto Mangunkusumo baru apabila hal tersebut terjadi,” ucapnya. Dikatakan Kartika, sekilas mengenai KSF dimana memiliki beberapa kesamaan dengan TP PKK. Kartika Soekarno Founda­ tion (KSF) didirikan pada 1998 sebagai tanggapan terhadap krisis ekonomi Asia Tenggara. Be­ kerjasama dengan UNICEF dan CARE-USA, KSF mengumpulkan dana yang cukup besar untuk kampanye ‘Mencegah Generasi Hilang’. Sebuah program yang dirancang untuk menjaga anakanak di sekolah selama periode kesulitan ekonomi yang parah. KSF terus mengumpulkan dana untuk program UNICEF Indonesia, tetapi pada 2004 dengan memban­ gun tim yang sangat berpengalaman dan berpengetahuan yang berbasis di Jakarta, mulai mendanai program pendidikan independen di tiga kabu­ paten di seluruh nusantara. Selan­ jutnya diikuti oleh program-program kesehatan di tiga kabupaten lain. n iib

11 Kejati Tunggu Bukti Keterlibatan Bambang DH l Sambungan hal 1

kelengkapan bukti ket­ erlibatan Bambang DH dalam kasus ini. Kasi Penuntutan (Ka­ situt) Pidana Khusus Ke­ jati Jatim Dandeni menu­ turkan, pihaknya terpaksa mengembalikan kembali berkas Bambang DH ke­ pada penyidik Polda Ja­ tim, dengan alasan masih ada bukti yang belum di­ lengkapi. “Kami meminta kepada penyidik Polda Jatim untuk melengkapi bukti-bukti peran aktif tersangka kasus japung ini. Dan itu kewajiban dari penyidik,” terangnya, Minggu (22/6). Bambang DH didu­ ga turut terlibat dalam perkara gratifikasi (jasa pungut) Rp 720 juta pada 2008 lalu. Selain menjerat Bambang DH sebagai ter­ sangka, kasus ini sudah menjerat mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf, tiga man­ tan pejabat pemkot, Asis­ ten II Pemkot Surabaya Muklas Udin, Sekretaris Kota Sukamto Hadi dan Bagian Keuangan Pur­ wito, sebagai terpidana. Keempatnya kini sudah bebas. Musyafak Rouf pun mempertanyakan bagaimana Bambang DH yang lolos menjadi ang­ gota DPRD Jatim periode 2014-2019 ini masih bebas beraktivitas seolah-olah tidak ada masalah hukum yang dihadapinya. Dijelaskan Dandeni bukti yang disertakan oleh penyidik kepolisian dirasa kurang cukup. Kekurangan ini terlihat dari kurangnya pembuktian tentang ket­ erlibatan Bambang DH pada kasus japung. Lanjut Dandeni, kekurangan itu merupakan syarat materiil

yang harus dipenuhi oleh penyidik kepolisian agar dapat melanjutkan peng­ usutan kasus ini. Dandeni menyebutkan, selain syarat materiil, penyidik kepolisian harus melengkapi juga syarat formil. Adapun syarat formilnya adalah barang bukti yang disita, namun hal itu belum dilampirkan dalam berkas kasus Bam­ bang DH. “Kami meng­ inginkan kedua syarat itu dapat dipenuhi penyidik kepolisian,” ungkapnya. Disinggung terkait adakah batas waktu untuk penyidik kepolisian da­ lam menyelesaikan berkas, Dandeni mengaku memang tidak ada batas waktu pengembaliannya. Na­ mun, pihaknya hanya ingin syarat-syarat yang masih belum lengkap, segera di­ lengkapi dan disertakan oleh penyidik Polda Jatim. Sebab, semakin cepat penyi­ dik kepolisian melengkapi syarat yang diajukannya, maka semakin cepat pula penanganan kasus ini. “Sampai saat ini kami belum menerima pengem­ balian berkas dari penyidik Polda Jatim. Harapannya semua syarat yang belum lengkap, segera dileng­ kapi,” tegasnya. Terkait syarat materiil yang menyebutkan kasus ini belum cukup alat bukti untuk dikenakan pertang­ gungjawabannya pada Bambang DH, Dandeni menambahkan, pihaknya tidak dapat memberitahu­ kan secara daetail. Sebab, hal itu merupakan ke­ wenangan dari kejaksaan. “Secara detil kami tak bisa menyebutkan. Namun, untuk syarat formil ada satu item yang kurang dan syarat material ada empat item,” katanya. n bed

Kejaksaan Periksa Keterlibatan Pejabat Perhutani l Sambungan hal 1

pembina dari LMDH Argo Mulyo dalam pengelolaan lahan hutan. Bahkan Per­ hutani juga mendapatkan bagi hasil dari usaha bu­ didaya porang di lahan Perhutani yang dilakukan oleh LMDH Argo Mulyo. “Pasti kami akan melaku­ kan pemeriksaan terhadap semua pihak yang terlibat dalam kasus korupsi di LMDH Argo Mulyo,” tegas Kasi Pidana Khusus Ketut Sudiarta SH dikonfirmasi, Minggu (22/6). Menurut Ketut Sudi­ arta, tindak pidana koru­ psi dalam suatu lembaga tidak mungkin dilakukan oleh satu orang. Karena pelaku korupsi selalu di­ lakukan secara bersamasama, maka kejaksaan dalam waktu dekat segera menetapkan tersangka lain. “Dalam minggu ini, kami akan melayangkan surat panggilan ke peja­ bat Perhutani Nganjuk, terkait dengan kasus koru­ psi di LMDH Argo Mulyo,” papar Ketut Sudiarta. Selain akan memeriksa semua pihak yang terkait dengan kasus korupsi, pihak Kejaksaan Nganjuk juga telah membekukan sejumlah aset LMDH Argo Mulyo. Namun demikian, kejaksaan belum men­ emukan buku rekening LMDH Argo Mulyo yang kemungkinan sengaja di­ hilangkan oleh pengurus LMDH Argo Mulyo. Masyarakat Nganjuk sem­ pat terkejut dengan mencuat­ nya korupsi di LMDH Argo Mulyo, karena LMDH Ar­ gomulyo merupakan LMDH terbaik nasional dan pada

11 Agustus 2006 menerima Community Based Forest Management (CBFM) Award dari Menteri Kehutanan RI. Karena LMDH Argo Mulyo dinilai sebagai lembaga ke­ masyarakatan yang mampu melakukan kegiatan peng­ amanan dan penanggulan­ gan kebakaran hutan, serta Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Hingga saat ini, Kejari Nganjuk terus melaku­ kan pendalaman kasus, dan dari hasil penyidikan ternyata bukan saja ban­ tuan dari Gubernur Jatim senilai Rp 525 juta yang dikorupsi, namun bantu­ an dari Menteri Koperasi dan UKM RI senilai Rp 725 juta juga menguap. Dana yang bersumber dari APBN dan dicairkan melalui Kementerian Ko­ perasi dan UKM ke reke­ ning LMDH Argo Mulyo terjadi selama dua tahun anggaran. Tahun anggaran 2006, LMDH Argo Mulyo menerima kucuran dana Rp 325 juta. Kemudian pada tahun anggaran 2010, Ke­ menterian Koperasi kembali mengucurkan dana bantuan senilai Rp 400 juta. Ketut Sudiarta juga menjelaskan, total bantu­ an pada 2006 sebesar Rp 325 juta tersebut dengan rincian Rp 225 juta untuk membangun pabrik dan Rp 100 juta untuk budi­ daya porang. Demikian juga pada 2010, seharus­ nya dana bantuan Rp 400 juta untuk pengemban­ gan budidaya porang dan pabrik. Tetapi fakta di lapangan, tidak ada ang­ gota LMDH Argo Mulyo yang menerima bantuan tersebut. n ris

Ponpes Bahrul Maghfiroh Berikan Sekolah Gratis l Sambungan hal 1

memiliki cabang ponpes sebanyak 15 tempat, termasuk juga berada di wilayah Jawa Barat (Jabar). Sedan­ gakan dari ponpes yang dimiliki ini, semua siswa tidak membayar alias gra­ tis. Tercatat jumlah siswa dan santri kurang lebih 1.000 orang yang belajar di Ponpes Bahrul Maghfiroh dan se­ muanya gratis. Namun, Gus Luqman juga mengaku, masih banyak orangtua yang merasa gengsi jika anaknya ber­ sekolah di sekolah gratis. Pihaknya mendirikan sekolah ber­ basis pendidikan agama Islam, yakni selain membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa, juga bertujuaan agar siswa dan santri yang dididik ini, nantinya bisa memiliki akhlak yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam, serta berguna untuk masyarakat. Sedangkan pendirian

ponpes gratis, bukan karena penci­ traan maupun ada unsur politis. “Tapi hanya semata-semata untuk mengabdi pada Allah, yaitu dengan memintarkan dan mencerdaskan masyarakat. Apalagi masyarakat memiliki hak yang sama dalam mem­ peroleh pendidikan, baik itu pendidi­ kan agama Islam maupun pendidikan umum,” paparnya. Ponpes Bahrul Maghfiroh ini, jelas Gus Luqman, pertama didirikan di wilayah Kelurahan Merjosari Ke­ camatan Lowokwaru Kota Malang. Sedangkan dalam 10 tahun terakhir ini, pihaknya sudah membuka cabang di berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim) dan Jabar. Dan Ponpes yang dibuka di Desa Asrikaton itu, ponpes yang ke-15. Sementara, lanjut Gus Luqman, siswa dan santri yang sudah lulus dari pendidikan di Ponpes Bahrul

Maghfiroh, baik di tingkat SMP dan SMA, kini sudah menyebar di seluruh Indonesia. “Dan bahkan, tidak sedikit meneruskan perjuangan Islam dengan menjadi mubaliq, serta membuka pon­ dok pesantren sendiri, dan sebagian juga mendalami ilmu pendidikan Islam di berbagai negara Timur Tengah,” tandasnya. Sejumlah wali murid mengaku gembira anaknya bisa bersekolahg gratis di Ponpes Bahrul Maghfiroh di Desa Asrikaton. Seorang wali murid, Suroso, mengatakan sebelumnya dia bingung untuk menyekolahkan anaknya setelah lulus SD tahun ini. Sebab, untuk melanjutkan sekolah ke SMP, butuh dana yang tak sedikit. “jujur sebelumnya saya bingung karena ketiadaan biaya, syukurlah Gus Luqman menggratiskan sekolah anak saya di ponpesnya, beban saya sedikit berkurang,” terang wali murid

asal Desa Jabung Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yang berprofesi sebagai buruh tani. Dengan sekolah dan mondok gra­ tis, kata Suroso, sangat membantu masyarakat miskin seperti yang dia alami. Karena masih banyak orangtua di wilayah Desa Jabung yang tidak bisa menyekolahkan anaknya ke SMP karena biaya. Rata-rata anak-anak hanya lulus SD. Soroso berharap, agar kepedulian pendidikan khusus kepada warga miskin tidak hanya mendapatkan per­ hatian dari para pengasuh ponpes saja, tapi juga Pemkab Malang. “Pemkab Malang semestinya memperhatikan kelangsungan kelanjutan pendidikan bagi anak-anak miskin. Sebab, saat ini sekolah negeri saja biayanya sangat mahal, sehingga yang bisa menikmati pendidikan hanya orang-orang yang punya uang saja,” tegasnya.*


UTAMA

12

Senin Pon, 23 JUNI 2014

LINTAS PERISTIWA

KPK Didesak Tindaklanjuti Laporan Mafia Minyak

PSK Dolly Pindah ke Pasuruan Pasuruan, Bhirawa Penutupan lokalisasi gang Dolly Surabaya ternyata membawa dampak tersendiri bagi Kota Pasuruan. Pasalnya, warung remang-remang di kota santri ini dikabarkan telah didatangi sejumlah PSK. Hal itu di ungkapkan Wali Kota Pasuruan H Hasani saat di konfirmasi sejumlah wartawan, Minggu (22/6). “Paska diH Hasani tutupnya Dolly, kami tengah mendapatkan informasi bahwa ada tiga pekerja seks muncul di warung tenda yang remang-remang di jalan pantura, tepatnya di Kecamatang Gadingrejo,” tandas H Hasani. Menurut Hasani, pihaknya belum bisa memastikan apakah tiga PSK tersebut dari Gang Dolly ataukah bukan. Hanya saja wali kota yang massa pengabdiannya tinggal satu tahun empat bulan ini mengaku sebelumnya di Kota Pasuruan tak ada PSK yang mangkal di warung remang-remang. “Sebelumnya di Kota Pasuruan tak ada wanita-wanita seperti ini. Tapi sejak ditutupnya gang Dolly tenyata mereka (para pekerja seks) mulai mangkal,” kata Hasani. Selain adanya kabar tiga PSK yang sudah mulai mangkal, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Bahrul Ulum juga medapat sms yang isinya menawarkan jasa (seks). Namun belum diketahui, siapa pengirimnya. “Pak Sekda kemarin sudah dapat sms. Yang intinya ada yang menawarkan jasa seks. Tapi tidak tahu juga siapa yang mengirimkannya,” jelas Hasani. Sebagai antisipasi, pihaknya beserta jajarannya, (hari ini, Senin 23/ 6) akan merapatkan barisan terkait masalah tersebut dengan Asisten I dan II. Selanjutnya, dari hasil rapat tersebut akan dihasilkan suatu usulan ke Gubernur Jatim, terkait masalah itu, “Jika itu suatu kebijakan, pemprov harus memikirkan dampak yang akan ditimbulkan. Kebiasaan, kebijaan selalu tidak ditindaklanjuti dengan anggaran,” jelas Hasani. Q hil

humas pemprov/bhirawa

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo saat menyapa dan bersalaman dengan peserta acara Konferensi Provinsi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatim Tahun 2009- 2014 di Utami Hotel Sidoarjo, (21/6).

Batasi Guru Asing

Gubernur Jatim Usul Pembentukan Perda Surabaya, Bhirawa Penerapan pasar global di tahun 2015 membuat semua tenaga kerja asing bisa secara bebas bekerja di Indonesia termasuk tenaga guru. Untuk membatasi masuknya guru asing, Gubernur Jatim, Dr Soekarwo mengusulkan ke DPRD Jatim untuk segera membahas dan membuat Perda Pengaturan Guru. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Soekarwo Saat memberikan pengarahan pada acara Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatim Tahun 2009- 2014 di Utami Hotel Sidoarjo, (21/6). Perda tersebut bertujuan untuk membatasi tenaga pengajar atau guru asing masuk ke Jatim dan bertujuan melindungi keberadaan guru- guru pribumi. “ Sebab, bila tidak ada pagar yakni Perda Peng-

aturan Guru otomatis tenaga- tenaga asing akan masuk ke Jatim dan menutup kesempatan untuk kita, “ kata Gubernur Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo itu. Nantinya isi perda itu harus dibuat untuk menghambat para tenaga asing ke Jatim. Seperti, syarat tenaga asing( guru) yang mau masuk ke Jatim, pertama harus bebas (lulus) dari penyakit tropis, kedua fasih berbahasa In-

donesia/daerah dan budaya lokal. Itu syarat mutlak dan tidak bisa ditawar- tawar lagi. “Kalau Perda untuk kesehatan sudah diluncurkan di Jatim, tinggal Perda Pengaturan Guru yang belum dibuat. Saya ingin sebelum anggota DPRD ganti dengan DPRD yang baru, Perda Pengaturan Guru sudah bisa diluncurkan. Semua ini dibuat semata- mata untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga guru lokal,” tambahnya. Begitu juga untuk guruguru lokal, mereka juga harus meningkatkan pengetahuan mereka tentang pendidikan budaya lokal seperti bahasa ibu dan pendidikan bahasa daerah. Karena dengan begetu keahlian yang dimiliki

guru- guru lokal itu dapat menghambat tenaga asing masuk Jatim.” Ke depan, bahasa lokal menjadi penting di pendidikan utamanya di Jatim,” tegasnya Pakde Karwo, minta pada PGRI Jatim dan UNESA dalam waktu dekat harus sudah membuat satu konsep yang tampak dan bisa menghambat masuknya tenasga asing ke Jatim. Ini penting dan harus Guru sendiri yang membuat konsep biar singkron dan pasti. Selain konsep untuk menghambat tenaga guru asing masuk ke Jatim, PGRI dan UNESA juga harus mengusul satu program bagaimana agar SMK bisa bersaing di ASEAN dan menang. Sebab, sampai saat ini baru 23 SMK masuk dalam stadart nasional. Q iib

Surabaya, Bhirawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan segera menindaklanjuti laporan Solidaritas Kerakyatan Khusus (SKK) Migas mengenai dugaan keterlibatan mantan Menko Hatta Radjasa dan kroninya Muhammad Riza Chalid dalam lingkaran praktik mafia minyak. Direktur Pengolahan SKK Migas Ferdinand Hutahayan menyebutkan, pihaknya sudah menerima bukti laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi di sektor migas tersebut. “Kita sudah terima bukti laporan dari KPK dari Imam Turmudhi (petugas di KPK). Namun belum juga ada tindak lanjutnya,” katanya, Minggu (22/6). Ia menyebutkan, masyarakat tentu berharap KPK segera menuntaskan dugaan kasus mafia migas ini. Apalagi Hatta Rajasa, sebagai pihak yang dilaporkan, berkeinginan menjadi salah satu pemimpin negara ini. “Kita harap bisa dituntaskan. Kalau tidak ingin pemimpin kita punya beban dalam kasus korupsi,” tegasnya. Hal senada dikatakan Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho yang begitu khawatir dengan adanya dugaan keterlibatan Hatta sebagai backing mafia migas. “Jangan sampai beban keterlibatan korupsi malah menyandera pasangan nomor urut satu ini,” ujarnya. Anggota DPR dari Partai Golkar Poempida Hidayatulah juga berharap KPK segera menindaklanjuti laporan tersebut. Apalagi, selama ini praktik mafia minyak itulah yang menyengsarakan rakyat. “Mafia minyak pesta pora, APBN berdasarah-darah untuk subsidi, maka terbataslah pembangunan pasilitas kesehatan, infrastrur untuk rakyat,” katanya. Disebutkan, mafia migas membuat harga BBM menjadi lebih mahal dari seharusnya. Pengeluaran rakyat dan pemerintah untuk anggaran BBM, jadi lebih mahal, termasuk BBM untuk mobil-mobil operasional KPK untuk memburu koruptor. Maka jika KPK berdiam diri atas praktik mafia migas, sama dengan membiarkan KPK/rakyat diperbudak mafia migas. Jika KPK tidak segera menyidik mafia migas, maka posisi KPK layak dipertanyakan, ada pihak rakyat atau malah melindungi mafia migas. Kalau mafia migas bisa dibasmi, uang rakyat yang dihemat, setara dengan secara gratis membagi-bagi 50 ribu unit rumah Tipe 36 setiap tahun kepada rakyat. Pembangunan rumah Tipe 21 sekarang ini sekitar Rp 72 juta per unit. Jumlah 50 ribu unit rumah adalah angka yang luar biasa, sebab target rumah baru bersubsidi tahun 2014 hanya 75 ribu unit. Q cty

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur

UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) 2014 “Trekah Trah Bumi Ageng Galek “

Usung Cerita Cikal Bakal Tari Jaranan Turangga Yaksa Pemprov Galakkan Gerakan Cintai Kesenian Lokal Dalam Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) Jatim, giliran Pemkab Trenggalek yang menampilkan potensi seni budaya serta ekonomi kreatifnya. Kali ini, selama dua hari (20-21/6) berlangsung di Pendapa UPT Taman Budaya Jatim, mereka menampilkan Fragmen Tari ‘Cakrik’. Seperti apakah seni budaya tersebut?

F

ragmen Tari “Cakrik” diangkat dari cerita rakyat upacara adat “Baritan” masyarakat Dusun Blimbing Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek, yang merupakan cerita cikal bakal tari Jaranan Turangga Yaksa. Makna kata “Baritan” adalah “Bar Rit–ritan” yang menggambarkan kegiatan para petani selesai panen padi memohon Tuhan Yang Maha Kuasa agar padi dan hasil pertanian dan hewan piaraan mereka terhindar dari segala ancaman hama dan penyakit. Upacara ini dilakukan bersama-sama di sawah yang baru dipanen dan diakhiri dengan pertunjukan Jaranan dan Langen Tayub. Inilah upaya masyarakat Kabupaten Trenggalek untuk mewujudkan jaranan Turangga Yaksa sebagai ikon Kabupaten Trenggalek. Apalagi, seniman yang memainkan peran cukup piawai. Sajian yang menarik lain yaitu arak – arakan “Musik Banthong”, merupakan gabungan antara Terbang Jedhor dan Khenthongan yang biasanya dimainkan masyarakat Trenggalek mengiringi acara tirakatan pada acara khitanan, majemukan dan “gumbrengan bayi”. Ada lagi sajian berupa Lagu Dae-

Sekdaprov Jatim, H Akhmad Sukardi bersama Sekretaris Disbudpar Jatim Sinarto SKar, Kepala UPT Taman Budaya Jatim Sukatno SSn dan Sekretaris Kabupaten Trenggalek Drs. Ali Mustofa MSi saat berfoto bersama dengan seniman Trenggalek dalam Gelar Seni Budaya Daerah Kabupaten Trenggalek di Taman Budaya Jawa Timur, Jumat (20/6) Malam.

rah “Mangga Tindak Trenggalek” yang menggambarkan kondisi dan potensi pariwisata Kabupaten Trenggalek sebagai potensi dan destinasi unggulan Jawa Timur. Sedangkan tari “Beksan Asri Trunggali” merupakan tari ucapan selamat datang yang digali dari pergelaran Langen Tayub yang berkembang dan merupakan kesenian tradisi di wilayah Kabupaten Trenggalek dan sekitarnya. Pergelaran juga diakhiri dengan Wayang Kulit Padat Gaya Surakarta, dengan lakon “Mustiko Pringgondani” dan dalang Ki Genit Santoso. Dalam kesempatan ini. sebagai konsekuensi pengukuhan Tahun Budaya 2014, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggalakkan gerakan mencintai kesenian dan kebudayaan lokal. Salah satu upayanya den-

gan memperbanyak frekuensi pementasan potensi kesenian Kabupaten/Kota se-Jatim. “Jatim kaya akan kesenian dan kebudayaan. Karena itu harus dilestarikan dan dicintai,” Kata Sekdaprov Jatim, H Akhmad Sukardi saat membuka Gelar Seni Budaya Daerah Kabupaten Trenggalek di Taman Budaya Jawa Timur, Jumat (20/6) Malam. Lebih jauh dikatakan Sukardi, gerakan mencintai kesenian lokal ini merupakan upaya pemerintah untuk melestarikan warisan para leluhur. Seiring semakin banyaknya kesenian Indonesia yang mulai terancam punah karena tidak ada generasi muda yang bersedia melestarikan. Sementara, Bupati Trenggalek yang diwakili Sekda Kab Trenggalek Drs. Ali Mustofa MSi mengharapkan masyarakat khusus-

nya warga Trenggalek tetap berupaya menjaga kelestarian seni budaya yang ada saat ini. “Banyaknya warga yang datang. Tentunya membuktikan kalau jiwa dan raganya tidak pernah bisa melupakan asalnya yang penuh dengan dinamika,” katanya. Sedangkan Kepala UPT Taman Budaya Jatim, Sukatno SSn mengatakan, pagelaran seni budaya yang ditampilkan Pemkab Trenggalek saat ini sudah mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. “Terlihat dari paket pertunjukkannya yang dinikmati para pengunjung. Dari awal sampai akhir acara masih tetap antusias melihatnya,” ujarnya. Namun, disayangkan Sukatno, ada beberapa stan ekonomi kreatif yang tidak mengikuti jadwal sampai akhir

kegiatan seni budaya. Padahal, disisi lain, banyak juga pengunjung yang ingin membeli produk yang ditampilkan Pemkab Trenggalek. Di tempat yang sama, pelaku ekonomi kreatif Batik Sekar Wangi, Kusdiyana mengungkapkan cukup senang mengikuti kegiatan seni budaya yang ada di Taman Budaya Jatim. “Hasilnya lumayan. Sekaligus bisa mempromosikan batik khas Trenggalek, diantaranya ada motif parang cengkeh,’ katanya yang berdomisili di Sumberingin Permai. Dalam pagelaran wayang di hari kedua, Komisaris Utama Bank UMKM Jatim Dr H Rasiyo berkesempatan memaparkan program bantuan bagi para pelaku UMKM yang membutuhkan modal. Q rac*


Harian Bhirawa Edisi 23 Juni 2014