Page 1

Harian Bhirawa Ditunjuk kembali sebagai sarana pengumuman iklan tender/lelang pemerintah di seluruh Jawa Timur berdasarkan SK Gubernur No.188/343/ KPTS/013/2011

HARIAN IKLAN/ LANGGANAN

031-5615454 Harga Langganan Rp 55.000/bulan Eceran Rp 3.000

Jumat Pon, 9 NOVEMBER 2018

http://www.harianbhirawa.co.id

9

AGENDA HARI INI

NOVEMBER 2018

- Gubernur H Soekarwo

09.00 24.00

Usulkan Pajak Penghasilan Badan Masuk ke Daerah Soekarwo: Dukung Palangkaraya Jadi Ibu Kota Negara

Rapat Pengembangan Vokasi SMK Sesuai Potensi Daerah di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta Renungan Suci di TMP Kusuma Bangsa

- Wagub H Saifullah Yusuf Di Ruang Kerja

- Sekdaprov Heru Tjahjono 19.00

Gelar Seni Budaya di Cak Durasim

Pemprov, Bhirawa Besaran pajak penghasilan (PPh) badan diharapkan dapat menjadi pemasukan baru bagi pemerintah di daerah. Sebab, melalui PPh badan tersebut diyakini akan mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Dr H Soekarwo dalam Pra Rakernas APPSI Tahun 2019 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (7/11) malam. Pakde Karwo, sapaan akrab Ketua Umum APPSI mengatakan, terdapat berbagai agenda yang akan dibahas dalam Rakernas APPSI Tahun 2019. Salah satunya adalah upaya untuk semakin menyejahterakan seluruh provinsi di Indonesia. Hal itu dilakukan dengan mendorong pemerintah pusat untuk membuat aturan PPh Badan dapat masuk ke daerah. “Kita akan mem-

Ket : Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu

KPU: Hasil PSU Sampang akan Disidang MK Sampang, Bhirawa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang, Jatim menyatakan, hasil pemungutan suara ulang (PSU) 27 Oktober 2018 di Kabupaten Sampang akan disidangkan lagi di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Komisioner KPU Sampang Miftahur Rozak, itu sesuai dengan keputusan MK yang memerintah pelaksanaan pemungutan suara ulang, serta memerintahkan KPU setempat melaporkan hasil pelaksanaan PSU itu. “Dan kami telah mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan di persidangan nanti,” katanya di Sampang, Kamis (8/11). Hanya saja, sambung Rozak, sampai saat ini, pihaknya belum menerima pemberitahuan dari MK

 ke halaman 11

Ketua Umum APPSI yang juga Gubernur Jatim Dr H Soekarwo bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran membuka acara Pra Rakernas APPSI 2018 di Palangkaraya, Rabu (7/11) malam.

Arif Yulianto/ Bhirawa

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat memberikan sambutan pada Pencanangan Musim Tanam 2018-2019 dihadapan ratusan petani Jombang di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (08/11).

Targetkan Jombang Kembali Jadi Lumbung Pangan Nasional Jombang, Bhirawa Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab menargetkan Kabupaten Jombang mampu kembali menjadi wilayah lumbung padi nasional. Hal tersebut dikatakannya saat melakukan Pencanangan Musim Tanam 2018-2019 di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (8/11). “Targetnya untuk padi ya kembali menjadi lumbung pangan lagi di tingkat nasional. Mumpung ini belum musim penghujan, makanya harus diantisipasi juga masalah hujan, kemudian banjir, kemudian hama, baik hama Wereng maupun tikus, harus diantisipasi dari sekarang,” ujar Bupati Mundjidah Wahab menjelaskan kepada sejumlah wartawan usai acara. Bupati Jombang menambahkan, pencanangan musim tanam tersebut juga dilakukan agar petani di Jombang dapat menyamakan di dalam

Penyertaan Modal untuk Pulihkan Jamkrida Pemprov Jatim, Bhirawa Persoalan yang melilit PT Jamkrida Jatim tidak menyurutkan upaya Pemprov Jatim untuk tetap mempertahankannya sebagai BUMD. Karena itu, pemprov telah mengusulkan agar PT Jamkrida mendapatkan penyertaan modal senilai Rp 100 miliar pada APBD 2019 mendatang. Komisaris PT Jamkrida Jatim Aris Mukiyono mengungkapkan, penyertaan modal itu telah diusulkan pada Komisi C sebesar Rp 100 miliar. Dari pihak DPRD sudah menyetujui itu kendati ada kemungkinan untuk ditunda. Sebab, ini menjadi langkah-langkah

yang harus ditempuh untuk memulihkan kembali kondisi PT Jamkrida. “Oleh gubernur kita juga diminta untuk melakukan seleksi penggantian personel direksi. Saat ini sudah kita setorkan nama-nama itu kepada gubernur termasuk sesuai gradenya,”

Optimis PSDKU Segera Berdiri

dibawah naungan Politehnik Negeri Jember atau Polije. Kumudawati sudah lima tahun ini berhasil menahkodai kampus dengan program studi diluar domisli

 ke halaman 11

Dra Kumudawati MPd

Sentil.. 

Separo Penduduk Jatim Belum Terdaftar JKN-KIS - Mungkin belum mengerti manfaatnya.

Kejari Tetapkan Kasatpol PP Jadi Tersangka - Siapa yang bakal menyusul ?

Penyertaan Modal untuk Pulihkan Jamkrida - Modal jadi pil sehat

tutur Aris saat dikonfirmasi kemarin, Kamis (8/11). Aris mengakui, pihaknya telah melakukan seleksi calon pengganti direksi saat ini. Orang-orang yang akan mendudukin posisi direksi memiliki latar belakang penjaminan, bukan perbankan seperti pejabat direksi yang lama. Salah satu nama yang masuk adalah direktur Jamkrindo di Jawa Barat. “Dia mau kembali ke Jatim karena orangtuanya ada di Lumajang. Prinsipnya kita ingin membesarkan bersa-

 ke halaman 11

TPP Terendah PNS Tulungagung Rp 750 Ribu

 ke halaman 11

TAK banyak wanita di Situbondo yang punya banyak jabatan di pundaknya. Satu diantara wanita perkasa itu adalah Dra Kumudawati MPd, y ang d ipercaya menjadi Pengelola Akademi Komunitas Negeri (AKN) Situbondosebuah kampus kejuruan yang berada

 ke halaman 11

Komisi C DPRD Tulungagung dan BPKAD Kabupaten Tulungagung saat melakukan rapat tertutup terkait pemberian TTP pada PNS dalam pembahasan Raperda APBD tahun 2019, Kamis (8/1).

Tulungagung, Bhirawa Rencananya, seorang PNS bergolongan terendah di lingkup Pemkab Tulungagung bakal menerima tunjangan penambahan penghasilan (TPP) sebesar Rp 750 ribu berlaku efektif 2019 mendatang. Kepastian besaran TPP ini diungkapkan anggota Komisi C DPRD Tulungagung, Heru Santoso SPd MPd, disela rapat bersama pembahasan Raperda APBD Tulungagung Tahun 2019 antara Komisi C DPRD Tulungagung dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung di Kantor DPRD Tulungagung, Kamis (8/11). “Gambaran dari Kadis BPKAD, rencana sebarannya terendah Rp 750 ribu. Sedang yang tertinggi Sekda (sekretaris

 ke halaman 11

APBD Kabupaten Probolinggo 2019 Defisit Rp 43 M

Wap/bhirawa

Bupati Tantriana Sari bersama pimpinan DPRD teken nota kesepakatan

Probolinggo, Bhirawa Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2019 mulai dibahas oleh DPRD dan Pemkab Probolinggo. APBD Kabupaten Probolinggo 2019

 ke halaman 11

Dugaan Kasus Pemotongan Honor

Kejari Tetapkan Kasatpol PP Jadi Tersangka Batu,Bhirawa Kejari Kota Batu menetapkan Kepala Satpol PP Kota Batu, Robiq Yunianto sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemotongan honorarium Petugas Piket Satpol PP Batu tahun 2017. Penetapan tersangka ini dibenarkan Kasi Pidsus Kejari Kota Batu, Fariman Insani Siregar. “Memang proses penyidikan yang kita lakukan telah menetapkan tersangka,

 ke halaman 11

Saat Buah Kemiri Harga Jualnya Tinggi

Harga Mencapai Rp35 Ribu, Menjadi Berkah Warga Gunung Anjasmoro

Sebagian masyarakat pinggiran hutan di lereng Gunung Anjasmoro tepatnya di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang memiliki aktifitas berburu buah kemiri. Aktifitas yang mereka lakukan itu untuk menambah pengasilan, mengingat di lokasi tersebut merupakan daerah penghasil kopi, cengkeh, serta buah-buahan seperti durian, manggis, alpukat dan tanaman lain seperti petai.

Arif Yulianto, Kab Jombang. Dibandingkan musim lalu, saat ini harga salah satu bumbu dapur ini cukup menjanjikan. Yakni pada kisaran angka Rp35 ribu perkilogramnya. Tiap hari, warga yang berburu kemiri rata-rata mendapatkan satu hingga tiga kilogram kemiri. Seperti yang dilakukan Rasiyem (45), hampir setiap hari ia selalu berburu biji kemiri di hutan maupun kebun yang tak jauh dari rumahnya,

di lereng Gunung Anjasmoro. Tepatnya di Desa Pangklungan, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Oleh para pemburu kemiri, hasil berburu ini selanjutnya dijemur dan diambil isinya. Buah Kemiri yang memiliki tekstur kulit yang keras kemudian diambil isinya dengan cara dipecahkan dengan alat sederhana

 ke halaman 11

arif yulianto/ bhirawa

Rasiyem, warga Desa Pangklungan, Kecamatan Wonosalam, Jombang tengah memecahkan buah Kemiri hasil buruannya dengan alat sederhana untuk diambil buahnya.


SURABAYA

2

Jumat Pon 9 NOVEMBER 2018

PELAYANAN PUBLIK - KESEHATAN - HUKUM

RAGAM INFO

trie diana/bhirawa

Viko Puji Utomo saat dimintai keterangan dalam persidangan perkara begal yang menuntutnya ke meja hijau di PN Surabaya, Kamis (8/11).

Terdakwa Begal dan Saksi Polisi Cekcok Masalah BAP PN Surabaya, Bhirawa Sidang perkara begal di Pengadilan Negeri (PN) berlangsung panas, Kamis (8/ 11). Terdakwa Viko Puji Utomo menolak keterangan saksi Hermawan Tri yang merupakan penyidik Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Bahkan pemuda warga Jalan Gadel Timur Surabaya ini menuding jika BAP (Berita Acara Pemeriksaan) polisi hanya karangan bebas penyidik. Di hadapan Ketua Majelis Hakim Rohkmat, Viko bersikeras menyatakan bahwa dirinya tidak ikut membegal dan membacok korbannya, Anisetus Umbu Kanda hingga tewas saat melintas di Jalan Tubanan Tandes. Viko mengatakan jika pelaku perampasan, pembacokan hingga membuat korban tewas tersebut adalah dua pelaku lain yakni Samuji dan Ruli yang masih buron. “Apa yang diterangkan di BAP tersebut tidak benar. Saya sama sekali tidak ikut membunuh korban,” katanya dalam keterangan di hadapan Majelis Hakim. Mendapati peryataan terdakwa yang membantah BAP penyidik, membuat hakim Rokhmat bertanya-tanya. Khususnya proses saat ia memberikan keterangan kepada penyidik. Mengenai itu, terdakwa Viko menjawab kalau dirinya mengarang bebas setelah diintimidasi Q bed penyidik ketika penyidikan.Q

abed nego/bhirawa

Prosesi penyambutan Brigjen TNI Bambang Ismawan sebagai Kasdam V Brawijaya di Makodam V Brawijaya, Kamis (8/11).

Brigjen TNI Bambang Ismawan Resmi Jabat Kasdam V Brawijaya Surabaya, Bhirawa Jabatan Kepala Staf Kodam (Kasdam) V Brawijaya resmi dijabat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Bambang Ismawan. Sebelumnya, jabatan Kasdam V Brawijaya dijabat oleh Brigjen TNI Widodo Iryansyah yang mendapat promosi jabatan sebagai Staf Ahli Kasad di Mabesad Jakarta. “Harapannya para pejabat di lingkungan TNI dapat menyumbangkan karya terbaiknya untuk kepentingan satuan, bangsa dan negara,” kata Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI

Arif Rahman di sela serah terima jabatan (sertijab) Kasdam di Makodam V Brawijaya, Kamis (8/11). Pangdam menjelaskan, jabatan Kasdam memiliki nilai dan peran yang sangat strategis terhadap kebijakan-kebijakan dari Komando Atas. Tanggung jawab yang harus diemban Kasdam tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas diri dan meraih jenjang karier yang lebih tinggi. Tetapi juga harus fokus, baik tenaga dan pikiran. “Fokus ini dimaksudkan dalam menjalankan roda organisasi di tengah-

tengah perkembangan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” jelasnya. Sertijab ini, sambung Arif, tujuannya untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi satuan. Sekaligus mengembangkan kualitas kepemimpinan dan profesionalisme keprajuritan di jajaran Kodam V Brawijaya. “Saat ini Jatim menduduki tingkat kondisi yang aman dari aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan. Hal itu perlu dijaga dan dipertahankan,” harapnya. Sementara itu, Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Bambang Ismawan

berjanji akan melaksanakan tugas dan bekerja dengan baik. “Kami akan bertugas dengan baik menyesuaikan dengan ritme Pangdam V Brawijaya dalam mengoordinasikan programprogram dari Kodam,” ungkapnya. Seperti diketahui, Brigjen TNI Bambang Ismawan sebelumnya menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 121/Alambhana Wanawai Sintang Pontianak Kalbar. Alumnus Akademi Militer (Akmil), tahun 1988 (88A) ini, pernah juga menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 012/Teuku Umar tahun 2016.Q bed

Siapkan 1.000 Advokat, Peradi Bakal Beri Konsultasi Hukum Gratis Surabaya, Bhirawa Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November akan diperingati Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dengan cara berbeda. Peradi menyiapkan 1.000 advokat yang akan memberi konsultasi hukum gratis di gedung Gelora Pantjasila Jl Indragiri Surabaya, Sabtu (10/11). Ketua DPC Peradi Surabaya Haryanto menjelaskan kegiatan tersebut digelar untuk menepis anggapan masyarakat, bahwa advokat selalu meminta biaya setiap kali dimintai konsultasi.

Dalam konsultasi nanti, meliputi jenis persoalan apapun, sepanjang mengenai hukum, akan dilayani. Baik itu masalah pidana maupun perdata. “Kami juga akan menyiapkan

PBH (Pusat Bantuan Hukum) secara gratis bagi masyarakat. Tapi ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya harus dari warga miskin,” kata Haryanto di sela acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) di salah satu hotel di Jalan Raya Gubeng Surabaya, Kamis (8/11). Masih kata Harnyanto, kegiatan ini akan diajukan untuk sekaligus meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Di sisi lain, dukungan dari advokat

terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Dari Ikadin sendiri, akan menyiapkan sebanyak 300 advokat. Belum lagi dari anggota organisasi profesi advokat lainnya. “Kami juga bisa memberi bantuan hukum gratis pada masyarakat ketika masalah yang dihadapi menjadi persoalan publik,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Ikadin Surabaya ini. Terkait kegiatan Rakernas Ikadin, Haryanto mengungkapkan, tidak ada isu khusus yang menjadi topik pembahasan. Aca-

ra tahunan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Ikadin selama 2018 dan akan memunculkan rekomendasi kegiatan di 2019. Namun, yang paling penting dari rakernas ini adalah membangun kesolidan antar anggota. “Rakernas ini diisi dengan dukungan Ikadin pada Peradi sebagai single bar (organisasi tunggal untuk profesi advokat),” tegasnya. Sekitar 500 anggota Ikadin hadir memenuhi dalam rakernas yang diselenggarakan hingga beberapa hari ke depan. Rakernas ini, sam-

bung Haryanto, merupakan kewajiban yang dilakukan organisasi setiap tahunnya. “Setiap tahun, kami (Ikadin dan Peradi) selalu menyelenggarakan rakernas, ini merupakan amanat,” ucapnya. Hariyanto mengaku, rakernas ini sekaligus Ikadin dan Peradi membahas sejumlah agenda di antaranya program kerja, baik program kerja yang akan datang maupun evaluasi program kerja yang telah dilakukan. Di samping itu, akan membahas tentang organisasi dan juga rekomendasi.Q bed

KRI Usman Harun Tuntaskan Misi Perdamaian Jelang Hari Pahlawan, Taman Mundu Berhias dan Berubah Nama Surabaya, Bhirawa Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Usman Harun-359 menuntaskkan misi perdamaian di Timur Tengah yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritim Tentara Nasional Indonesia Kontingen Garuda XXVIIIJ United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto menyambut kedatangan awak kapal yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Alan Dahlan itu di Surabaya, Kamis (8/11). “Saya ucapkan terima kasih kepada Komandan KRI Usman Harun yang sudah membawa kembali seluruh pasukan ke Indonesia dengan selamat,” katanya Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-J UNIFIL berjumlah 100 prajurit, yang terdiri 94 pengawak KRI Usman Harun dan masing-masing satu perwira intelejen, perwira psikologi, dokter militer, perwira penerangan, Kopaska, dan penyelam TNI AL, telah menjalankan misi

Pasukan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-J UNIFIL sujud sukur setibanya di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, Kamis (8/11), setelah setahun menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah.

antara

perdamaian di Timur Tengah sejak 23 September 2017 hingga 30 September 2018. KRI Usman Harun menempuh perjalanan pulang sejak 1 Oktober melalui rute Beirut (Lebanon) - Port Said (Mesir) Jeddah (Arab Saudi) - Salalah (Oman) - Kolombo (Sri Lanka), dan tiba di Tanah Air pada 1 Oktober 2018 melalui Bela-

wan Medan Sumatera Utara. Kemudian singgah di Jakarta pada 31 Oktober, di antaranya pada 5 November seluruh pasukan Satgas MTF TNI KONGA XXVIII-J UNIFIL menerima penganugerahan tanda kehormatan Satya Lencana Santi Dharma berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64/TK/Tahun 2018

sebagai penghargaan prajurit TNI yang telah selesai melaksanakan tugas internasional sebagai Kontingen Garuda. Laksda Mintoro menyebut seluruh pasukan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-J UNIFIL yang bertugas di Lebanon selama setahun telah mengemban tugas negara deQ bed, ant ngan baik.Q

Surabaya, Bhirawa Taman di Surabaya, tentu bukan hanya ada di Taman Bungkul. Ada pula Taman Mundu yang terletak di Jalan Tambaksari. Namun, jelang peringatan Hari Pahlawan 10 November, taman itu berias dan berubah nama. Taman itu kini menyandang nama Taman 10 Nopember. Berubah dari nama sebelumnya Taman Mundu. Nama Mundu diambil dari adanya dua pohon mundu di taman ini. Korlap Taman Rekreasi Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Gatot Susanto mengatakan perubahan nama taman ini merupakan keputusan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. “Ini keputusannya Bu Risma langsung, sebelumnya taman ini juga belum punya nama,” kata dia, Kamis (8/11). Pada Sabtu, 3 November 2018, lalu papan nama bertuliskan Taman 10 Nopember juga sudah terpasang di bagian depan taman ini. Tak hanya soal nama, Gatot mengatakan pihaknya kini juga terus melakukan

proses perbaikan di taman seluas 4.800 meter persegi itu. “Kami terus mengecat bagian depan supaya lebih warna-warni, dan merapikan rantingranting pohon,” kata dia. Nama taman ini kini sama dengan Stadion Kebanggaan Arek Suroboyo, yakni Gelora 10 November, yang berada tepat di seberangnya. Dulunya Tim Sepak bola Persebaya Surabaya selalu bertanding di sini, sebelum akhirnya pindah kå Stadion Gelora Bung Tomo yang berkapasitas lebih besar. Jikà kita masuk melalui dalam Gelora 10 November, kita àkàn berjalan di tengah-tengah kolam air. Masingmasing kolam terdapat air mancur menari. Setelah air mancur, taman yang diresmikan sejak 10 Juli 2010 oleh Wali Kota Surabaya Bambang DH ini pun memiliki ruang mirip seperti sebuah panggung terbuka. Tak hanya itu, fasilitas yang dimiliki oleh taman ini terbilang cukup lengkap. Mulai dari jogging track, lintasan kerikil untuk refleksi kaki, taman bermain anak, dan Q ins tempat duduk yang sangat luas.Q

Perhatikan Kesehatan WBP, Kemenkumham Gelar Konstek Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim menggelar Konsultasi Teknis (Konstek) Pemasyarakatan bidang Perawatan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), Kamis (8/11). Petugas perawatan dan kesehatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) jajaran dikumpulkan dalam kegiatan ini. Adanya Konstek ini berkaca dari kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan yang menjadi salah satu isu utama dalam pemasyarakatan. Terlebih adanya Konstek ini sebagai upaya untuk meningkatkan layanan di bidang tersebut. Pelaksanaan Konstek ini dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati. Serta Kadiv Administrasi Wisnu Nugroho Dewanto dan Kadiv Pemasyarakatan Anas Saeful Anwar. Sementara narasumber dari Konstek ini adalah Ditjen Pemasyara-

katan, yaitu Heru Prastyo dan dr Ummu Salamah. Susy Susilawati mengatakan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana kesehatan di Lapas maupun Rutan masih minim. Hal itu dibuktikan dengan jumlah tenaga kesehatan di Lapas maupun Rutan di Jatim. Dengan rincian 11 dokter umum, 1 dokter spesialis kejiwaan, 8 dokter gigi, 50 perawat, 1 perawat gigi, 4 psikolog. “Sedangkan dari empat psikolog, dua di antaranya malah ada di Kanwil,” kata Susy Susilawati. Dengan minimnya tenaga medis tersebut, sambung Susy, masih ada Lapas maupun Rutan yang masih belum memiliki tenaga kesehatan. Padahal, paramedis

abed nego/bhirawa

Kemenkumham Jatim adakan Konsultasi Teknis (Konstek) Pemasyarakatan bidang Perawatan Warga Binaan Pemasyarakatan, Kamis (8/11). yang ada dituntut untuk bisa Rutan Jatim adalah penyamemberikan pelayan yang kit kulit, pernafasan, pencerterbaik bagi 26.552 WBP di naan, gigi dan mulut, hiperseluruh Jatim. tensi sarat, diabetes melitus, “Kemungkinannya, dua IMS, HIV, TB, hepatitis. minggu ke depan bisa menTerkait hal itu, Susy berjadi 27.000 WBP,” jelas Susy. harap jajarannya pantang Sedangkan WBP tersebut menyerah dan tetap memmayoritas pasti mengalami berikan pelayanan yang tergangguan kesehatan saat baik. Sembari tahun depan masuk ke Lapas maupun akan diusulkan Calon ApaRutan. Rata-rata, mereka ratur Sipil Negara (CASN) terserang penyakit laten. di bidang medis bagi WBP. Sedangkan 10 penyakit ter“Jika kesehatan jiwa dan banyak di Lapas maupun raga WBP terjaga, maka kea-

manan juga bisa terkondisikan dengan baik,” harapnya. Sementara itu, Ditjen Pemasyarakatan Heru Prastyo memberikan materi tentang kebijakan Ditjenpas tentang perawatan kesehatan dan rehabilitasi. Pihaknya mengingatkan kepada paramedis Lapas maupun Rutan agar memperhatikan SOP dalam menjalankan tugas dan fungsinya. “Semuanya harus dilakukan sesuai SOP dan tugas serta fungsinya,” tambahnya. Sedangkan dr Ummu memberikan ilmu tentang standar pelayanan kesehatan mental atau jiwa dan pencatatan pelaporan program TB yang ditekankan kepada seluruh UPT. Pihaknya berharap pihak Lapas maupun Rutan untuk melaporkan semuanya tepat waktu. “Ke depannya supaya melaporkan secara online (Sistem Informasi Terpadu Tuberculosis- SITT),” pungkasnya.Q bed

PEMERINTAH KOTA SURABAYA PENGUMUMAN PELAKSANAAN TENDER UMUM / PELAKSANAAN TENDER TERBATAS / PELAKSANAAN TENDER ULANG / SELEKSI UMUM / PELAKSANAAN TENDER CEPAT / SELEKSI CEPAT PUTARAN KHUSUS VIII TA 2018 Dalam rangka pelaksanaan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2018, Pemerintah Kota Surabaya mengumumkan pekerjaan yang akan dilaksanakan tender dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Perincian & penjelasan pekerjaan, dilihat pada portal Pemerintah Kota Surabaya https://lpse.surabaya.go.id 2. Persyaratan pelaksanaan tender/seleksi dapat didownload di portal https://lpse.surabaya.go.id 3. Pendaftaran, pemilihan pekerjaan dan penawaran harus dilakukan melalui portal SPSE Pemerintah Kota Surabaya mulai tanggal 08 November 2018

TTD Kelompok Kerja


SURABAYA

Jumat Pon 9 NOVEMBER 2018

3

Separo Penduduk Jatim Belum Terdaftar JKN-KIS Surabaya, Bhirawa Jumlah warga Jatim yang menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hingga 2018 mencapai 26 juta jiwa. Angka itu belum 50 persen

trie diana/bhirawa

Petugas BBKP Surabaya menunjukkan burung tanpa dokumen asal Kalimantan Timur yang berhasil diamankan, Kamis (8/11).

BBKP Surabaya Gagalkan Penyelundupan Ratusan Burung Surabaya, Bhirawa Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya menggagalkan upaya penyelundupan ratusan burung berbagai jenis asal Kalimantan Timur yang dikirim menggunakan kapal laut. Kepala BBKP Surabaya M Musyaffak Fauzi mengatakan, burung-burung tersebut dibawa oleh dua orang pelaku yang hingga kini masih menjalani pemeriksaan. Dia menjelaskan, oleh kedua

pelaku yang identitasnya masih dirahasikan, burung-burung ini dititipkan ke sebuah mobil truk pengangkut kayu, yang berlayar menggunakan kapal Mutiara Perindo I dari Balikpapan Kalimantan Timur yang berlabuh di Tanjung Perak Surabaya. Musyafak menyebut, burung-burung tersebut seluruhnya berjumlah 481 ekor, terdiri jenis Beo sebanyak 64 ekor, Cucak Hijau 293 ekor dan Murai Batu 124 ekor. “Burung-burung itu dibawa ke

Surabaya tanpa dilengkapi dokumen kesehatan dari daerah asal, sehingga kami lakukan penahanan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (8/11). Musyafak menandaskan penahanan juga dilakukan untuk melindungi unggas-unggas di Jawa Timur dari kemungkinan penyakit menular seperti flu burung. Dia mengungkapkan, tindakan penahanan tersebut dilakukan berdasarkan Pasal 6, Undang-undang Nomor 16 Tahun

1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. “Dalam pasal ini sudah diatur untuk melalulintaskan hewan dari satu area ke area lain di Indonesia harus dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari daerah asal, melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan, serta dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina setempat untuk dilakukan tindakan karantina,” Q bed katanya.Q

Komisi A Minta Pemkot Bangun Rumah Potong Unggas DPRD Surabaya, Bhirawa DPRD Surabaya mendorong Pemkot Surabaya membangun rumah potong unggas. Desakan tersebut muncul pasca adanya rencana pemerintah kota memindahkan pasar unggas yang terletak di Keputran Selatan ke Panjang Jiwo. Di kawasan itu, sedikitnya

terdapat 30 pedagang berdagang selama puluhan tahun. Alasan relokasi, selain pelebaran ruas jalan guna mengurangi kemacetan, juga tak adanya Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL). Akibatnya, timbul pencemaran lingkungan berupa bau tak sedap di kawasan tersebut. Ketua Komisi A DPRD

Surabaya Herlina Harsono Njoto mengakui, bahwa pemotongan hewan tak bisa dilakukan di pasar. Ketentuan tersebut terantum dalam Undang-Undang No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan. “Dalam Undang-Undang tersebut mengamanatkan

penyediaan rumah potong unggas. Namun, pemkot belum menyediakan,” ujarnya, Kamis (8/11). Untuk itu, dalam dengar pendapat sebelumnya dengan pemerintah kota dan beberapa pihak terkait, kalangan DPRD meminta penertiban pasar unggas di Keputran Selatan dikaji

ulang. Pasalnya, pemerintah kota belum menyediakan tempat pemotongan unggas dan IPAL. “Di pasar tradisional manapun belum ada IPAL pemotongan unggas. Padahal, setiap pedagang ayam melakukan pemotongan di tempat tersebut,” kaQ dre tanya.Q

“Warga Jatim yang sudah jadi member baru 26 juta dari 41 juta jiwa total penduduknya. Kami sudah kerjasama dengan Pak Gubernur dan Pemda di 38 daerah di Jatim dalam penyelenggaraan program ini,” kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kanwil Jatim Handaryo saat Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim di Kantor Kejati Jatim Surabaya, Kamis (8/11). Handaryo menegaskan bahwa seluruh warga di Indonesia termasuk warga Jatim wajib menjadi peserta JKN-KIS, sebagaimana perintah dan amanah amandemen UUD 45 tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial. Karena itu, pihaknya terus gencar menggelar sosialisasi, seminar, lokakarya, mengingatkan, mendorong kepada seluruh warga Jatim dan perusahaan agar segera mendaftarkan pegawainya sebagai peserta BPJS. “Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, baru Mojokerto yang 90 persen warganya sudah terdaftar sebagai member BPJS. Untuk Surabaya sendiri baru 84 persen, Sidoarjo 81 persen, kemudian disusul Madiun sebesar 80 persen,” ujarnya. Handaryo mengaku terus berupaya untuk mengoptimalkan program pemeritah tersebut di Jatim. Selain menggelar sosialisasi, BPJS Kesehatan Jatim juga menjalin kerjasama dengan pemerintah di 38 kabupaten/kota di Jatim. “Seperti sekarang ini, kami menjalin kerjasama dengan Kejati Jatim. Dengan kerjasama ini, kami harap kita bisa bergandengan tangan dengan semua pihak. Intinya perlu adanya pendekatan secara persuasif untuk mendorong, meyakinkan agar seluruh warga Jatim dan pemberi pekerja atau perusahaan mendaftarkan pegawainya sebagai peserta JKN,” katanya. Handaryo berharap kerjasama dengan Kejati Jatim ini juga bisa membantu mem-

beri pendampingan dan pertimbangan hukum terhadap BPJS Kesehatan. Sebab, ada banyak laporan dan problem yang dialami para pekerja BPJS Kesehatan di lapangan. “Memang tidak gampang agar program ini bisa berjalan optimal dan maksimal. Dengan perjanjian ini, kami berharap ada bantuan hukum, bantuan pertimbangan hukum. Tentu kami butuh pendampingan agar tidak terjadi masalah. Kalaupun ada masalah, kami berharap dibantu untuk menyelesaikannya,” kata Handaryo. Sementara itu, Kepala Kejati Jatim Sunarta, mengatakan pihaknya sebagai abdi negara siap membantu mengoptimalkan program pemerintah JKN-KIS. Sunarta juga berjanji akan membantu meningkatkan kepatuhan agar semua warga Jatim menjadi peserta JKN, baik secara umum maupun kepada pihak pemberi kerja (perusahaan). “Kita (Kejati, red) punya lima fungsi, di antaranya penegakan hukum, bantuan hukum, penindakan hukum lain, dan lainnya. Membantu melancarkan program pemerintah sudah sesuai tugas, pokok dan fungsi kita sebagai abdi negara untuk melayani masyarakat,” katanya. Kejati, lanjut Sunarta, akan mengawal apa yang dilakukan BPJS guna meminimalisir penyimpangan atau permasalahan yang terjadi di lapangan. Pihaknya juga berjanji akan mendesak perusahaan-perusahaan di Jatim untuk mewajibkan dan mendaftarkan pegawainya sebagai peserta JKN-KIS. “Intinya kami siap mengawal sesuai koridornya. Sehingga dengan kebersamaan ini, apaapa yang tidak dikehendaki tidak terjadi, lebih baik mengutamakan pencegahan, sebelum terjadi penyimpangan atau masalah. Kami juga akan membawa ke jalur hukum (perdata), jika ada perusahaan yang bandel tidak mendaftarkan pegawainya sebagai member Q geh JKN-KIS,” ujarnya.Q

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Provinsi Jawa Timur

Konferensi Internasional Bahas Masalah Populasi dan Kesehatan Asia Tenggara Dihadiri 250 Peserta Dari 11 Negara Konferensi International First South East Asia Biennial Conference on Population and Health berlangsung di Singhasari Resort, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (8/11) sampai Jumat (9/11) hari ini. Konferensi ini membahas tentang masalah Populasi dan Kesehatan yang berada di kawasan Asia Tenggara. Konferensi yang direncanakan selama dua tahun sekali ini digagas oleh dua Universitas di Indonesia dan Inggris. Yakni Universitas Brawijaya Malang dan University of Portsmouth, dengan diorganisir oleh Pusat Studi Kerjasama Internasional-PortsmouthBrawijaya Centre for Global Health, Population and Policy sebagai tuan rumah. Konferensi ini menjadi ajang pertama pertemuan internasional dalam skala regional. Konferensi regional ini juga didukung oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN) sebagai salah satu sponsor utama, bersama dengan Universitas Brawijaya, University of Portsmouth, serta British Council. Pembukaan konferensi juga dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Plt Kepala BKKBN dr. Sigit Priohutomo, MPH, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs

Pemukulan gong pertanda dibukanya Konferensi International First South East Asia Biennial Conference on Population and Health berlangsung di Singhasari Resort, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (8/11) sampai Jumat (9/11) hari ini. H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Wali Kota Batu, Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Nuhfil Hanani AR. Sekretaris Utama BKKBN pusat, Nofrijal mengatakan bahwa konferensi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat luas karena isu yang diangkat yakni hal-hal yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Seperti, isu mengenai bonus demografi, keluarga berencana, perkawinan dan keluarga, lansia, migrasi, penyakit akibat gaya hidup, serta pembiayaan kesehatan. “Isu tersebut bukannya isu yang tidak orang ketahui. Tentu saja segala isu yang dikaji dalam konferensi ini akan memberikan dampak positif kepada masyarakat, yaitu mengkaji isu-isu tersebut dari sudut pandang akademisi dan praktisi yang dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan terkait masalah keluarga

berencana dan isu populasi yang strategis,” katanya. Nofrijal menjelaskan, dalam kegiatan kali ini BKKBN berperan penting dalam pelaksanaan acara Konferensi Internasional. tersebut. Kerjasama yang telah dilakukan dengan PB Centre menjadi dasar komitmen bagi BKKBN untuk menjadi pihak yang memberikan support khusus pada perhelatan Konferensi ini. Kerjasama ini, lanjut dia, disepakati dalam bentuk Conference Funding dan ditanda tangan ketiga pihak pada tanggal 21 Mei 2018 lalu. Terlebih salah satu misi PB Centre adalah untuk menjadi penghubung pemerhati isu kesehatan dan populasi seluruh dunia yang memiliki perhatian di kawasan Asia Tenggara. “maka kerjasama dengan BKKBN secara strategis, tidak hanya menyasar pada Indonesia namun juga seluruh negara di Asia Tenggara,” bebernya.

Dalam konferensi ini, pihaknya pun berharap dapat memberikan masukan kepada pemerintah di Asia Tenggara mengenai antisipasi persoalan-persoalan kependudukan, populasi dan kesehatan. Terutama terkait pencapaian target SDGs tahun 2030. Sekaligus, tambah Nofrijal menjadi wadah kerja sama tidak hanya institusi pemerintah tetapi juga para akademisi dan praktisi. “Dan saya harap konferensi ini tidak hanya berhenti sampai disini. Diharapkan seterusnya hasil dan jaringan yang terbangun dari konferensi ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kawasan Asia Tenggara,” harapnya. Lebih dari 250 peserta turut mewarnai pelaksanaan konferensi internasional tersebut. Mulai dari kalangan seperti kelompok para ahli/pakar bidang terkait, pejabat pemerintahan, perwakilan organisasi masyarakat, serta akademisi. Diantaranya Prof Saseendran Pailikadavath dari United Kingdom University, Prof Sherria Hoskin dari Portsmouth University. Dari jumlah peserta tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Prov Jatim, H Yenrizal Makmur SP MM mengirim delegasi sebagai peserta aktif sekitar 80 orang dari Kepala OPDKB seJatim dan semua pejabat struktural dan fungsional pegawai perwakilan BKKBN Jatim. Peserta Konferensi dari regional Asia tenggara terdiri dari 11 negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Timor-Leste, Laos, Kamboja, Myanmar, Brunei Darussalam, dan Thailand yang memiliki kontribusi total populasi sebesar 750 juta penduduk. Jumlah ini hampir setara dengan

Wakil Gubernur Jawa Timur Drs Saifullah Yusuf memberikan sambutan.

Terus Sosialisasikan 2 Anak Cukup Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf dalam Konferensi International First South East Asia Biennial Conference on Population and Health ini diharapkan mampu dalam mengambil kebijakan untuk mengendalikan pertumbuhan pendudukan. Bahkan, Pemprov melalui BKKBN Jatim secara terus menerus melakukan sosialisasi pentingnya dua anak cukup. “Kita secara terus menerus melakukan sosialisasi pentingnya 2 anak cukup. Ini terus kita lakukan sampai sekarang. Kemudian, melalui program transmigrasi di Jatim termasuk salah satu provinsi yang membuat banyak kerjasama dengan provinsi lain yang siap menerima transmigran dari jatim. Ini kita perkuat dengan kerjasama antar provinsi,” katanya. Gus Ipul sapaan akrabnya menambahkan kaitannya dengan kesehatan masyarakat melalui peningkatan fasilitas kesehatan (Faskes) dan pemberian pelayanan kesehatan. Selain itu, tambahnya, mutu pendidikan yang diharapkan terus ada peningkatan lulusan SMA/SMK hingga tingkat perguruan tinggi (PT). “Bahkan sampai peningkatan pendapatan. Kalau masyarakatnya ekonominya meningkat tentu ini harapannya langsung kepada pemahaman yang baik tentang hal-hal yang kaitannya dengan pertumbuhan dan pengendalian jumlah penduduk. Semakin sejahtera dan sadar masyarakat kita bahwa kita Q geh* perlu menghadirkan generasi yang berkualitas,” jelas Gus Ipul.Q tingkat populasi di Eropa. Kesebelas negara tersebut memiliki perbedaan tingkat populasi dimana Indonesia sebagai negara terpadat dengan

Perlu Pembentukan Organisasi Kependudukan dan Kesehatan di Asia Tenggara Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Nuhfil Hanani AR mengatakan pada konferensi ini membahas isu-isu terkait kependudukan dan kesehatan termasuk didalamnya isu mengenai ekonomi, penyakit dan fertilitas, migrasi, serta keanekaragaman. Prof Nuhfil mengatakan Indonesia memiliki wilayah terluas di Asia Tenggara. Adanya keanakearagam tingkat kepadatan penduduk serta kondisi demografi disetiap negara. Maka perlu

dibentuk sebuah organisasi atau wadah yang mengkaji mengenai kependudukan dan kesehatan di Asia Tenggara. “Konferensi ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para peneliti demografi dan kesehatan di Asia tenggara untuk dapat mendiskusikan permasalahan serta tantangan di masa mendatang dan bersama-sama bekerja untuk menemukan solusi bagi kondisi kependudukan dan kesehatan di Asia Tenggara,” katanya.

Menurut data BPS, Asia Tenggara merupakan kawasan regional yang terdiri dari 11 negara dengan total populasi sebesar 750 juta penduduk, yang hampir setara dengan tingkat populasi di Eropa. Populasi ini diprediksi akan semakin meningkatnya, terutama di Indonesia yang saat ini tengah mencapai 236 juta. Melalui kerjasama dengan praktisi, Prof Nuhfil menjelaskan bahwa ide penelitian, isi tulisan, dan membawa

ranah ini hingga publikasi ilmiah yang cukup banyak menjadi fokusnya. Selain itu, wawasan menjadi berkembang untuk mensinergikan visi akademisi dan praktisi yang luar biasa. “Karena perhatian tidak hanya pada urusan substansi namun secara praktis juga bagaimana isu yang faktual harus ditangani. Mengingat BKKBN merupakan leading sector dalam urusan keluarga berencana dan populasi yang juga merupakan perhatian utama kami.

Pihaknya juga memahami prosedur penyelenggaraan konferensi dengan perspektif yang lebih luas. Hal ini menjadikan konferensi ini luar biasa dan cukup menantang karena menjadi sebuah gambaran bagaimana mengharmoniskan kepentingan akademisi dan praktisi. “Kami selalu melihat pada sisi postifnya bahwa kerjasama antara akademisi dan praktisi dalam bentuk yang kongkrit seperti penyelenggaraan konferensi ini Q geh* mutlak diperlukan,” pungkasnya.Q

populasi sebesar 263 juta penduduk, dan Brunei Darussalam sebagai negara dengan penduduk paling sedikit, yakni hanya sebesar kurang dari 1 juta penduduk. Dengan adanya keanakearagam tingkat kepadatan penduduk serta kondisi demografi disetiap negara, maka perlu dibentuk sebuah organisasi atau wadah yang mengkaji mengenai kependudukan dan kesehatan di Asia Tenggara. Organisasi ini kemudian diharapkan dapat menjadi sarana bagi para peneliti demografi dan kesehatan di Asia Tenggara untuk dapat mendiskusikan permasalahan serta tantangan di masa mendatang dan bersama-sama bekerja untuk menemukan solusi bagi kondisi kependudukan dan kesehatan di Asia Q geh* Tenggara.Q


opini

4

Jumat Pon, 9 NOVEMBER 2018

Resensi Buku :

Tajuk

Pahlawan Berantas Hoax INDONESIA memiliki sejarah spirit kejuangan melawan penjajahan ekonomi, dan politik adu domba (devide et impera). Sejak abad ke16, berbagai pangeran dan raja-raja suku-suku di seantero Indonesia telah mengobarkan anti-penjajahan. Berujung pada perang (gerilya) 10 November 1945 di Surabaya. Pemenang Perang Dunia II, pasukan NICA (Belanda) yang biasa menebar hoax adu-domba, takluk hanya dalam waktu dua pekan. Meminta bantuan presiden Soekarno menghentikan perang kota. Permintaan genjatan senjata oleh Sekutu (yang di dalamnya terdapat NICA Belanda), berarti mengakui eksistensi Indonesia (yang diproklamirkan 17 Agustus 1945). Perang 10 November 1945 di Surabaya, menjadi Indonesia telah memiliki tentara yang mampu memeprtahankan kedaulatan negara. Kebiasaan Belanda menyebar hoax adu-domba, dilawan dengan fatwa perang Jihad fi sabilillah. Resolusi Jihad merupakan hasil diskusi ulama se-Jawa di Surabaya (22 September 1945). Fatwa jihad di-umum-kan melalui pengajian di kampung-kampung, sembari meng-organisir bekas tentara santri yang di-didik di Bogor oleh Jepang. Sekitar seribu santri dan kyai muda telah mengikuti pendidikan kemiliteran di Bogor. Semula digunakan sebagai prajurit perbantuan (Heiho). Seiring kepentingan Jepang, rekrutmen ditambah lagi hingga mencapai 38 ribu orang. Bahkan pada Desember 1944, pemerintahan militer Jepang mengukuhkan pasukan sukarela khusus Islam, bernama Laskar Hizbullah. Hasil rekrutmen dikelompokkan dalam sukarelawan PETA (Pembela Tanah Air), terdiri dari puluhan Batalyon. Tentara PETA disebar, dan disiagakan di Jawa dan Bali. Sudah terampil menggunakan senjata, membuat bom, sampai taktik perang. Beberapa perwira Sekutu menulis (dalam buku harian) menghadapi “tawur sosial” melawan rakyat. Padahal sesungguhnya, rakyat Jawa Timur telah dilatih kemiliteran, sudah menjadi tentara. Itu sebabnya, masyarakat menolak menyerahkan senjata (bekas rampasan milik tentara Jepang). Sebagai strategi, laskar rakyat hanya menunjukkan senjata bambu runcing. Laskar kyai dan santri dari Jawa Barat, dan Jawa Tengah, juga dikerahkan ke Surabaya. Usai perang 10 November 1945, serta-serta menjadi inspirasi tentara PETA di daerah lain turut angkat senjata. Di Jawa Tengah meletus perang Ambarawa. Di Jawa Barat, meletus pula perang (dan strategi kontra militer) yang dikenal sebagai peristiwa Bandung Lautan Api. Hasilnya, Belanda melalui pengerahan tentara NICA dan AFNEI, tidak mudah kembali menjajah Indonesia. Pergaulan bangsa-bangsa mengakui keberadaan (eksistensi) Indonesia. Berbagai perundingan tentang kedaulatan Indonesia digelar oleh masyarakat internasional. Tetapi pergerakan revolusi, belum selesai. Begitu kata Bung Karno, proklamator sekaligus presiden pertama RI. Perang (besar) 10 November 1945, untuk mempertahankan proklamasi kemerdekaan, dinyatakan sebagai perang revolusi kecil. Dan masih harus dilanjutkan dengan pergerakan revolusi lainnya. Tamsil Bung Karno, itu bersambungan dengan pembukaan UUD 1945 alenia kedua. Bahwa proklamasi 17 Agustus tahun 1945, itu sebagai “depan pintu gerbang” kemerdekaan. Menilik kata-kata dalam alenia kedua pembukaan UUD itu, rakyat Indonesia telah meraih kemerdekaan berpemerintahan sendiri. Tetapi adil dan makmur, masih harus terus diperjuangkan. Perang Surabaya 10 November 1945, sudah berlalu 73 tahun lalu. Model perang revolusi (bersenjata untuk membunuh musuh) sudah tiada. Tetapi perang belum selesai, karena masih terdapat perang baru. Yakni, kukuh mempertahankan NKRI, serta jihad melawan korupsi, dan peredaran narkoba. Dibutuhkan persatuan, dan kesatuan mempertahankan NKRI. Walau pada masa (tahun) politik, menghadapi pemilihan presiden, serta perebutan kursi parlemen. Perlawanan terhadap devide et impera, masih harus digelorakan. Terutama melawan hoax, berita palsu adu-domba, mengoyak persatuan nasional. Hajat politik, seyogianya dianggap sebagai rutinitas demokrasi. Tanpa menista, tidak “menghunus pedang” saudara sebangsa yang berbeda pilihan. 

Menjadikan Rumah sebagai Basis Peradaban Rumah merupakan tempat pertama pembentukan karakter seorang anak. Semenjak dilahirkan dan dibesarkan, anak akan memiliki lebih banyak waktu di rumah. Kebiasaan anak adalah mengamati dan meniru apa yang ada di sekililingnya. Orangtua perlu menciptakan suasana rumah yang edukatif sebagai sarana pembelajaran. Membiarkan rumah apa adanya tanpa sebuah rencana dan persiapan merupakan kemunduran.

J

angan sampai kehilangan kesempatan terbaik untuk mendidik anak, agar tidak timbul penyesalan di masa depan. Dalam memberikan pendidikan formal pun perlu perhatian. Seringnya, orangtua sudah merasa nyaman dan aman ketika anak berada di lingkungan sekolah. Seakan pendidikan anak sudah terpenuhi. Tetapi, pendidikan seperti apakah yang telah didapatkan di lingkungan sekolah? Mayoritas, sekolah-sekolah formal lebih mendukung pada aspek kecerdasan dan prestasi. Kurikulum pendidikan di sekolah lebih dipadatkan dengan materi-materi ilmu pengetahuan. Membuat kita sebagai orangtua lupa, bahwa penanaman karakter pada diri anak adalah kunci utama yang harus dimulai sejak dini. Dan, hal tersebut jarang didapatkan di sekolah-sekolah formal. Tidak dipungkiri, semakin berkembangnya zaman, anakanak terkena sindrom degradasi moral. Rumahku, Tempat Belajarku merupakan sebuah buku yang mengajak kita untuk menjadikan rumah sebagai basis peradaban yang utama. Buku yang ditulis oleh Irawati Istadi berangkat dari bentuk keresahan akan pertumbuhan anak-anak yang kehilangan jati diri. Mereka lebih banyak dituntut dengan dunia pendidikan formal tanpa adanya pembelajaran dari orangtua. Terbitnya buku ini diharapkan bisa menjadikan orangtua untuk terjun langsung dalam mendidik anak-anak. Menerapkan pendidikan yang dibangun

di rumah sendiri dan menjadikan orangtua sebagai gurunya. Ayah dan ibu memiliki peran yang begitu penting dalam pendidikan anak. Selanjutnya, kita harus memahami bahwa kedudukan guru dalam proses ini adalah sebagai orang yang membantu ayah dan ibu untuk mencapai target-target yang telah ditentukan. Ayah dan ibu tetap sebagai pendidik utama. Selain karena sebagian besar waktu anak dihabiskan di rumah, orangtua juga pihak yang paling memahami tujuan dan visi misi pendidikan yang sedang diberikan itu, dan mereka pulalah yang paling memiliki hubungan batin— erat dan akrab—dengan si anak (hal 36).

Pendidikan anak tidak hanya di sekolah saja karena di rumah anak justru banyak menghabiskan waktu. Sehingga menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi orangtua untuk menciptakan rumah sebagai lahan kegiatan dan karya bagi anak. Kegiatan di rumah tidak harus dalam bentuk formalitas, tetapi sebuah aktivitas yang bersifat santai yang mengedukasi. Ikatan hati orangtua dan anak adalah kunci komunikasi. Agar ketika orangtua memberikan sebuah edukasi, dapat diterima oleh anak dengan baik. Hal itu dapat dilakukan dengan membangun dialogdialog edukatif orangtua dan anak. Dan, menegakkan budaya berilmu dalam keluarga. Untuk mewujudkannya diperlukan sebuah kurikulum dalam membangun pendidikan di rumah. Pendidikan tanpa kurikulum tidak akan bisa tersistem dengan baik dan rapi. Akhirnya, bisa kekurangan di sana sini, atau sebaliknya tumpang tindih pembelajarannya. Karena itu, orantua harus mulai membuat rencana tatanan pembelajaran yang baik di rumah dengan target dan langkah yang jelas (hal 155). Penerapan kurikulum pendidikan di rumah dapat dilihat dari dua aspek. Pertama pendidikan rumah bagi anak yang bersekolah formal. Di sini orangtua hanya memerlukan kurikulum pendidikan rumah untuk mengisi waktu ketika anak berada di rumah. Sebaiknya, kurikulum yang diberikan bukanlah kurikulum yang bersifat kognitif. Judul Penulis Penerbit Cetakan Tebal ISBN Peresensi

: : : : : : :

Karena tenaga dan pikiran anak sudah terkuras oleh pendidikan formal. Maka perlu memberikan pendidikan yang belum diperoleh di sekolah, seperti pendidikan karakter, dan lainnya. Kedua, pendidikan rumah bagi anak homeschooling murni. Di mana orangtua yang terjun langsung sebagai seorang pendidik. Sehingga diperlukan sebuah kurikulum yang lebih spesifik. Karena hal ini merupakan tanggung jawab penuh orangtua dalam memberikan pendidikan secara penuh di rumah. Keuntungannya, waktu yang tersedia untuk belajar di rumah lebih fleksibel, tinggal bagaimana menjalankan metode pembelajarannya. Di sini juga bisa sebagai wadah untuk anak-anak memilih sendiri terkait sistem pembelajaran yang diinginkannya. Homeschooling atau sekolah rumah adalah pilihan orangtua untuk memberikan pendidikan bagi anak secara penuh di rumah, tanpa mengikuti sekolah formal yang ada di masyarakat (hal 212). Kelebihan dari sekolah rumah, orangtua bisa membuat arah pendidikan yang bebas dengan menyesuaikan potensi anak-anak tanpa terbebani oleh padatnya kurikulum yang diajarkan di sekolah formal. Sehingga anakanak lebih terfokus akan tujuan yang diinginkannya, sedangkan orangtua memfasilitasi untuk meraihnya. Hasilnya, anak-anak bisa lebih unggul dalam mengembangkan potensinya tersebut. (*)

Rumahku, Tempat Belajarku Irawati Istadi Pro-U Media I, 2017 268 halaman 978-602-782-071-5 Tri Jazilatul Khasanah Mahasiswi Universitas Negeri Malang

Hidup di Negeri Berstatus Darurat Hoax

Momentum Tata Medsos, Dorong Gerakan Publik Lawan Hoax

Indonesia sedang berada dalam kondisi darurat informasi bohong alias hoax, seiring semakin tingginya interaksi masyarakat Indonesia di dunia maya. Ancaman pidana 6 (enam) tahun penjara dan denda Rp 1 miliar --sesuai ketentuan UU No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)-- bagi setiap pelaku penyebaran hoax ternyata tidak membuat banjir hoax di media sosial mereda. Wahyu Kuncoro SN, Wartawan Bhirawa “Berita hoax dapat tersebar cepat karena tingkat penetrasi pengguna internet di Indonesia yang tinggi. Budaya orang Indonesia yang bangga ketika dapat menyebarkan berita pertama kali, baik itu berita benar atau tidak, juga menjadi salah satu sebabnya,” kata Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Prof Iwan Vanany, ST, MT. Pakar teknologi informasi (TI) ini mengingatkan berita hoax yang menyebar di tengah masyarakat lewat media sosial atau portalportal berita, telah menimbulkan keresahan. Kemunculannya menimbulkan segregasi kuat di tengah masyarakat yang berakibat menghabiskan energi cukup besar untuk sekadar berdebat di dunia maya. Apalagi, lanjut Iwan saat ini berita hoax sudah dibuat sedemikian rupa menyerupai berita asli, dilengkapi dengan data-data yang seolah-olah itu adalah fakta. “Pemerintah harus serius menangani penyebaran berita hoax ini. Revisi UU ITE yang baru saja berlaku sebenarnya dapat menjadi landasan hukum untuk menjerat tidak hanya pembuat berita hoax, tetapi juga mereka yang menyebarkannya,” jelasnya. Namun demikian, Iwan menyadari bahwa ancaman pidana ini menjadi serba dilematis karena penyebaran berita hoax sudah sangat masif dan dilakukan hampir oleh seluruh masyarakat pengguna internet. Selama ini, jelas Iwan jika ada hoax atau konten negatif lain, platform seperti Facebook hanya diminta untuk memblokir konten ataupun akun yang bersangkutan. Bila platform menolak, akan diberi sanksi administrasi berupa teguran hingga pemblokiran sementara, seperti yang sempat HARIAN

PENDIRI : Alm. H. Moch. Said DEWAN PENASIHAT: Dahlan Iskan, Drs. Sugeng Praptoyo, SH, MM, MH, AK H. Ali Salim

dialami Telegram. Namun nampaknya langkah tersebut tidak memadai, Pemerintah tegas Iwan, harus lebih berani mengintervensi dalam melakukan penataan medsos. Lebih lanjut menurut Iwan, Indonesia perlu secara khusus belajar ke Jerman dan Malaysia karena kedua negara tersebut berani membuat regulasi yang mengatur penyelenggara sistem elektronik, baik dalam menjaga data penggunanya ataupun menghindari ujaran kebencian. “Kita semua tak ingin Indonesia bernasib sama dengan Myanmar, di mana kekerasan terhadap etnis Rohingya diperparah oleh provokasi melalui media sosial. Inilah momentumnya pemerintah menata dan menertibkan media sosial,” tegas Iwan lagi. Peran Strategis Media Mainstream Dikonfirmasi terpisah pakar komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Dr Sukowidodo mengingatkan pentingnya peran media mainstream sebagai pilar keempat dalam tatanan demokrasi di Indonesia. “Yang jelas, media baik itu media cetak, media elektronik, TV dan radio, itu dalam konstelasi demokrasi, merupakan pilar demokrasi keempat. Artinya betapa pentingnya media dalam tatanan demokrasi kita,” ujar Suko Widodo Media mainstream, lanjut Suko Widodo, harusnya juga menjadi acuan di tengah maraknya kasus hoax yang tersebar melalui media sosial (medsos) pada tahun politik. “Bahwa hari-hari ini, media sosial tumbuh begitu pesat bahkan kadang-kadang, seakan-akan mengalahkan media mainstream, tapi kita pastikan bahwa media sosial itu akan berlalu,” ungkap

Hoax menjadi momok nasional yang harus diperangi bersama, karena dampak yang ditimbulkan begitu masif dan sangat merugikan baik itu secara reputasi, materi, hingga mengancam nyawa.

Suko Widodo. Artinya, kutip dia, media cetak dan media elektronik yang adalah media mainstream, justru harusnya menjadi acuan dan menjadi rujukan utama jika terjadi masalah atau kemungkinan adanya hoax. Karena itu, menurut dia, dalam menangkal informasi hoax, media mainstream haruslah terdepan untuk menyampaikan dan mengedukasi kepada publik bahwa informasi yang beredar adalah kabar bohong. “Jadi media mainstream fungsinya adalah media untuk menjadi rujukan jika sebuah informasi itu adalah hoax atau fakta,” jelasnya. Menurut Suko Widodo, penyebaran berita hoax dilakukan melalui portal-portal berita dan media sosial. Portal berita memproduksi konten hoax dengan beberapa tujuan, antara lain yang paling sering ditemui adalah alasan politik sekaligus ekonomi. Beberapa portal yang ditengarai memproduksi konten berbau hoax punya alasan kuat secara politik untuk mengkritik pemerintah. Begitu pula sebaliknya, ada situs yang sengaja memproduksi konten untuk menyerang oposisi. Keduanya mempunyai pembaca loyal masing-masing. Dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah, hoax sering disebarkan disaat orang sedang bersedih dan menderita. “Sungguh ironis, ketika banyak orang sedang berduka karena bencana atau musibah, se-

mentara di sisi lain orang dengan mudahnya menyebarkan berita hoax terkait bencana. Orang tidak lagi memiliki kepekasaan sosial,” tutur Suko Widodo prihatin. Literasi Digital dan Partisipasi Publik Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ferdinandus Setu ketika dimintai tanggapannya terkait penanganan hoax, berharap masyarakat Indonesia agar tidak mudah menyebar informasi hoax pada Rabu (7/11). Menurut Ferdinandus, bahwa bila ada yang menemukan konten yang tidak sesuai atau tidak jelas kebenarannya, silakan dilaporkan lewat pengaduan konten kominfo. “Tim verifikator konten yang diadukan ini tersedia selama 24 jam setiap harinya,” kata Ferdinandus. Menurut Ferdinandus, hoax dapat menimbulkan kesalahpahaman dan memperburuk keadaan. Contoh hoax adalah mengenai gempa besar yang pernah beredar di grup-grup aplikasi WhatsApp, atau hoax yang beredar ketika ada musibah jatuhnya Lion Air PK LQP JT610. “Dalam suasana sedang bingung terus ditambah dengan hoax yang beredar tentu akan semakin memperkeruh suasana. Para penyebar hoax pasti akan segera ditindak. Proses penindakan akan dilakukan oleh pihak Divisi IT dan cyber crime Mabes Polri

karena sinergi antara kedua pihak dalam memberantas hoax sangat erat,” tegas Ferdinandus lagi. Menurut dia, informasi itu hoax atau bukan, kadang sulit dibedakan. Apalagi bila sepintas menyimak isi atau kontennya. Wajib upaya cek dan recek untuk memastikannya, itu agar tidak jadi korban hoax berikutnya yang bisa berujung fatal hingga terjerat tindak pidana. Ferdinandus mengatakan pihaknya akan terus fokus meningkatkan literasi digital kepada masyarakat guna memerangi kabar bohong atau hoax yang beredar di media sosial hingga portal-portal berita palsu. “Pemerintah fokus meningkatkan literasi digital ataupun sosialisasi kepada masyarakat,” kata Ferdinandus. Menurut Ferdinandus, menangani hoax maupun konten negatif harus melalui pendekatan semua pemangku kepentingan yang bergerak bersama. “Semua lapisan masyarakat harus berpartisipasi dalam memanfaatkan media sosial secara bijak,” ujarnya. Tak hanya itu, pemerintah juga akan fokus menata penyelenggara platform media sosial, termasuk perlu melakukan pembatasan-pembatasan akses sebagaimana diamanatkan UndangUndang. “Itu jika diperlukan pembatasan. Penyelenggara platform media sosial juga bertanggung jawab untuk senantiasa ‘membersihkan’ platform-nya dari hoax atau konten-konten negatif,” katanya. Sinergi Polri - Kominfo Melihat penyebaran hoax atau berita palsu dan ujaran kebencian dinilai makin marak, Polri dan Kominfo diminta aktif melakukan penindakan dan pemberantasan terhadap pelaku dan akun-akun media sosial yang melanggar. “Polri dan Kominfo perlu bersinergi melakukan penindakan. Dalam darurat hoax ini cukup menjadi alasan bagi pemerintah, Polri dan Kominfo melakukan tindakan tegas menangkap orangorang yang duduga menyebar hoax dengan men-take down akun-akun yang dianggap menyebarkan hoax,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia

(PWI) Jawa Timur Ach Munir, Rabu (7/11) kemarin. Mantan Kabiro kantor berita Antara Jatim ini mengistilahkan darurat hoax ini karena saat ini hoax marak bertebaran. Karena itu, Polri dan Kominfo harus bisa bertindak cepat mengubah rezim darurat menjadi rezim demokrasi. “Jadi kita harus beralih dari rezim darurat menuju rezim demokrasi,” imbuh Munir lagi. Meski perang terhadap hoax harus digencarkan, menurut Munir kebebasan berdemokrasi tidak boleh dibatasi pemerintah. Misalnya, jika ada akun medsos yang ditutup, pemerintah juga perlu mempersiapkan mekanisme agar pemilik akun tersebut dapat membela diri. “Ada hal yang perlu disiapkan oleh pemerintah seperti sekarang yang sedang dilakukan oleh Uni Eropa dan facebook Eropa yaitu membuat mekanisme yang memungkinkan orang-orang yang akunnya di-take down itu membela diri. Jadi menurut saya mekanisme itu yang perlu dipikirkan yaitu hak pemilik akun untuk membela diri, yang di-take down itu akunnya atau statusnya saja,” lanjutnya. Lebih lanjut Munir berpesan, hoax telah menjadi momok nasional yang harus diperangi bersama, karena dampak yang ditimbulkan begitu masif dan sangat merugikan banyak pihak, baik itu secara reputasi, materi, hingga mengancam nyawa. Di level yang sudah parah, jelas Munir hoax menjadi fitnah, bahkan mengadu domba. Pada tahap ini, bukan saja pemerintah yang harus turun tangan, tapi juga masyarakat pengguna terbesar media sosial. Bersatu dan saling bahu-membahu untuk menangkalnya. Media sosial seharusnya memuat konten-konten positif yang bisa menjadi rujukan mencerdaskan masyarakat. “Cerdas dalam hal berpikir dan cerdas dalam mengambil keputusan. Sehingga apa pun yang dilakukan merupakan hasil dari pemikiran yang cerdas dan positif tadi. Berita bohong, apalagi fitnah memang sangat berbahaya,” tegas Munir yang sudah menjabat Ketua PWI Jatim selama dua periode ini. 

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB : Nawang Esthi Lestari REDAKTUR PELAKSANA: Titis Tri Wahyanti KOORDINATOR LIPUTAN : Wawan Triyanto REDAKTUR: Wahyu Kuncoro SN, Bambang WN , Choirul Anam, Anangsyah Isfianto, Sufendi Dimyati, Helmi Supriyatno, Gatot Suryo Widodo Reporter : M. Ali, Siti Sulistiani, Andre Endrayana Sasmita, Rachmat Caesar BSW, Zainal Ibad, Adit Hananta Utama, Abed Nego, Gegeh Bagus Setiadi Fotografer: Trie Diana Indahwati Malang: M. Taufiq, Kabupaten Malang : Cahyono Nor Rochmah, Kota Batu: Anas Bachtiar, Kediri: Ervan Kholis, Pasuruan : Hilmi Husein, Pamekasan: Syamsuddin, Lumajang: Dwi Wismo Wardono, Probolinggo: Wiwit Agus Pribadi Jember: Effendi, Sampang: Nur Cholis, Sumenep: Agus Irianto, Samsul Arifin, Bondowoso: Samsul Tahar, Situbondo: Sawawi, Tulungagung: Hadi Sucipto, Wiwieko Dh, Lamongan: Suprayitno, Jombang: Romadlon, Fathoni, Mojokerto: Hasan Amin, Kariyadi Sidoarjo: Ali Kusyanto, Hadi Sujitno, Achmad Suprayogi Gresik: Kerin Ikanto, Rokim, Tuban: Khoirul Huda Madiun: Sudarno, Blitar: Hartono, Nganjuk: Ristika, Bojonegoro: Achmad Basir, Trenggalek: Wahyu Asmoro, Jakarta: Tjitjik Rahayu, Direktur Utama: Nawang Esthi Lestari, Direktur Umum: Wahyu Kuncoro SN, Direktur Keuangan Mira Damayanti Komisaris Utama: Sugeng Praptoyo, Komisaris: Bambang WN, Hasan Amin, Suprayitno, Malang: Gatot Soekardi, Ratna Nirmala, Lumajang: Didit Nur Jadit, Bondowoso: Hasto Pramudyo, Manager Produksi, Sirkulasi dan Periklanan: Sri Eddy Haryanto, Manajer Keuangan: Anangsyah Isfianto, Administrasi Keuangan: Etti Sri Kustini, Sri Poernomo, Sekretaris Perusahaan: Rani Cholyvianti, Sirkulasi: Titiek Yuliati (Koordinator), Andi Basuki, Nike Kusumawati, Utomo Pagon, Distribusi: Tatok Arly (Koordinator), Suparto, Mulyadi, Pracetak:Ali Sulkan (Koordinator), Danu Setiawan, Achmad Tauriq Imani, Trisno purnomo, Onny Agung S, Oki Abdul Sholeh. Sekuriti: Saiful Hidayat, Agus Mulyono Alamat Kantor Pusat/Iklan/Redaksi: Jalan Indragiri 73 Surabaya, Telp : 031- 561-5454, Fax : 031-561-9009, Email Iklan: bhirawa_indragiri@yahoo.com, Email Redaksi: harian_bhirawa@yahoo.com Sirkulasi: Jalan Pengenal 5, Surabaya (60174), Telp : 031- 547-0650 (3 lines), Fax : 031-534-3359, Email Sirkulasi: bhirawasirkulasi@yahoo.com Bhirawa Online : http://www.harianbhirawa.co.id Bank: Bank Mandiri (BBD Jembatan Merah) Surabaya, No. Rek:140.0080000053, Percetakan: PT Media Nusantara Press, Kawasan Industri SIER, Jl. Rungkut Industri III No.49, Surabaya SIUPP: Nomor 159/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1986, 22 April 1986. Tarif Iklan: Iklan Baris Rp. 7.500/baris (maksimal 5 baris), Iklan Tender/Lelang Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display warna (FC) Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display hitam putih (BW) Rp.7.500/mm kolom. Harga belum termasuk PPn 10%.


Jumat Pon, 9 NOVEMBER 2018

SIDOARJO-GRESIK-MOJOKERTO

5

KELANA

Peranan Pers Positif bagi Investasi Sidoarjo Sidoarjo, Bhirawa Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, mengakui kalau keberhasilan pembangunan di Kab Sidoarjo selama ini tidak lepas dari peranan pers. Dari pemberitaan yang positif selam dua periode ini, telah memberikan dampak bagi pengusaha, sehingga tertarik berinvestasi di Kab Sidoarjo. ‘’Saya akui pers juga sangat penting bagi kemajuan ekonomi di Sidoarjo, karena semakin banyak diberitakan positifnya, semakin banyak investor yang akan berinvestasi di Sidoarjo,’’ ungkap Bupati Saiful Ilah, usai menghadiri talk show dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 dan launching tema, serta maskot HPN 2019, di Hotel Mercure Grand Mirama, Jl Raya Darmo, Surabaya, belum lama ini. Menurut Saiful Ilah, pers mempunyai peranan penting dalam pembangunan perekonomian di Sidoarjo, karena pers bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat. Tentunya Informasi yang positif. Sementara itu, pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo mengingatkan, yang perlu menjadi catatan bagi dunia Pers di Jatim dan Indonesia adalah meningkatkan kualitas beritanya.Q kus

PKK se Sidoarjo Diingatkan Bahaya Sampah Sidoarjo, Bhirawa Ketua Tim Penggerak PKK Kab Sidoarjo, Anik Saiful Ilah, memberikan pesan kepada ratusan anggota PKK se Kab Sidoarjo, supaya bisa mengelola sampah dengan benar. Kaalikus/bhirawa rena pengelolaan Anik Saiful Ilah sampah yang kurang baik akan mendatangkan penyakit. Selain itu, sampah yang menumpuk dan berserakan, kata istri Bupati Sidoarjo itu, juga akan menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu aktifitas masyarakat. Sehingga diharapkan agar anggota PKK di Sidoarjo dapat memberi contoh mengurangi timbunan sampah di sekitarnya. Salah satunya dengan pengelolaan sampah yang baik. ‘’Selain akan bisa terhindar penyakit, juga akan bisa memberikan nilai ekonomis,’’ katanya, dalam pelatihan membuat kompos bagi anggota PKK yang diselenggarakan TP-PKK Kab Sidoarjo gelar pendopo Delta Wibawa, belum lama ini. Dalam pelatihan itu, anggota PKK kecamatan, desa/kelurahan diajari mengelolah sampah menjadi kompos dengan cara keranjang Takakura. Anik Saiful Ilah, juga berpesan kepada peserta pelatihan supaya dapat menularkan ilmunya kepada masyarakat luas. Dengan demikian, akan memberikan nilai positif bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan.Q kus

Hearing Komisi Bagian Hukum Tolak Pembuatan Perbup Gresik, Bhirawa Rapat Dengar Pendapat (hearing) antara DPRD Kab Gresik dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik, maka Bagian Hukum menolak usulan pembuatan Perbub, penambahan uang prona diatur sesuai kesepakatan bersama tiga menteri sebesar Rp150 ribu. Menurut Anggota Komisi I DPRD Gresik, Ruspandi Sunaryo, hearing terkait kebijakan pembiayaan program. Ketentuan biaya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), khusus di daerah setempat masih buntu. Sehingga besaran biaya yang ditanggung pemohon masih mengacu nasional dan belum ada penambahan. ‘’Kami tak berani langsung menyetujui begitu saja dan masih diperlukan rapat (hearing) lagi dengan melibatkan instansi samping. Seperti kejaksaan dan kepolisian, untuk bersama menentukan supaya di lapangan tidak ada salah penafsiran,’’ujarnya. Aturan SKB tiga menteri sebenarnya juga sudah diusulkan perubahan (besaran, red) terkait biaya, tapi sampai sekarang masih belum selesai. Karena nilai Rp150 dirasa kurang sesuai dengan kebutuhn di lapangan. Selain itu, ada aturan lainnya dan terdapat Surat Edaran (SE) Gubernur. Namun isinya lebih lentur dibandingkan SKB tiga Menteri, besaran biaya yang dibebankan kepada warga atau pemohon, disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Namun tak berani hanya mengacu SE Gubernur. Sebab bertolak belakang dengan SKB tiga menteri yang jelas-jelas menetapkan Rp150 ribu. Ketua Komisi I DPRD Gresik, Edi Santoso menambahkan, rapat dipending dan rapat selanjutnya akan mengundang intansi terkait, yakni kejaksaan dan kepolisian. ‘’Tadi disebutkan untuk beberapa keperluan tekhnis di lapangan, kira-kira biayanya sekitar Rp300 ribu. Seluruhnya sudah terkover, hinggat sertifikat jadi,’’ pungkasnya.Q kim

kariyadi/bhirawa

CEO PT Tasma Saku Rantanen, Wabup Mojokerto Pungkasiadi dan Prescom PT MBI Tbk Cosmas Batubara, memotong pita tanda peresmian biomassa di Sampangagung, Mojokerto, Kamis (8/11).

Peresmian Fasilitas Biomassa di Mojokerto Serap Produksi Petani Lokal untuk Bahan Baku Kab Mojokerto, Bhirawa Untuk mewujudkan komitmen mendukung Pemerintah Indonesia yang sedang mentransformasi industri nasional menjadi industri hijau, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang) meresmikan fasilitas biomassa di lokasi operasionalnya di Sampangagung, Kab Mojokerto. Fasiliitas ini akan menghasilkan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang menggantikan penggunaan bahan bakar gas alam. Dengan beralih ke EBT maka emisi CO 2 dari operasional brewery Sampangagung berkurang hingga 90% atau setara dengan 5 ribu ton CO2 ‘’Sebagai salah satu perusahaan minuman terkemuka di Indonesia, kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Peresmian fasilitas biomassa di brewery Sampangagung merupakan bukti bahwa selain bertanggung jawab meng-

hasilkan produk-produk minuman berkualitas, Multi Bintang juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya,’’ kata Cosmas Batubara, President Commissioner PT Multi Bintang Indonesia Tbk, saat peresmian fasilitas Biomassa, di brewery Multi Bintang Sampangagung Kamis (8/11). Bekerja sama dengan PT Tasma Bio Energi, perusahaan penyedia fasilitas biomassa, Multi Bintang menggantikan energi panas, yang selama ini

berasal dari gas alam (energi fosil), dengan EBT untuk memanaskan boiler yang digunakan dalam proses brewing dan operasional brewery lainnya. EBT ini berasal dari hasil pembakaran 80% limbah industri pertanian (limbah sekam padi) dan juga 20% limbah industri pengolahan kayu (limbah cacahan kayu). ‘’Peresmian fasilitas biomassa ini, merupakan sebuah pencapaian yang semakin mendekatkan kami dengan salah satu target keberlanjutan (sustainability) perusahaan yaitu penggunaan 100% energi panas hasil dari EBT di tahun 2023 untuk semua proses operasional kami,’’ ujar Chew Boon Hee, Supply Chain Director PT MBI. ‘’Saya apresiasi PT Multi Bintang Indonesia Tbk yang sudah membuat inovasi perta-

ma untuk energi terbarukan, yang paling penting multi effect dari circular economynya,’’ Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi. Hal ini tentunya sejalan dengan amanat UU Perindustrian Nomor 3 tahun 2014 mengenai transformasi menyeluruh industri nasional menjadi industri hijau. UU tersebut mengamanatkan pelaksanaan usaha untuk efisien dalam penggunaan bahan baku, energi dan air. Dengan proses produksi yang efisien pastinya akan meningkatkan keunggulan daya saing produk di pasaran. ‘’Saya harapkan agar industri lain dapat mencontoh inovasi yang diterapkan PT Multi Bintang Indonesia Tbk sehingga dapat tercipta industri hijau yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,’’ kata

BID 2018 Tampilkan 42 Video Capturing Inovasi Desa Sidoarjo, Bhirawa Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Sidoarjo telah menerima 42 video capturing ide inovasi desa, yang diidentifikasi dari 322 desa di 18 kecamatan se Kab Sidoarjo. Hasil itu telah ditampilkan dalam ajang Bursa Inovasi Desa (BID) 2018, yang dibuka Bupati Sidoarjo, Kamis (8/11) kemarin, di GOR Tenis Indoor Sidoarjo. Dari 42 tampilan video inovasi sementara ini dijadikan menu lokal dan akan diverifikasi, serta divalidasi instansi Satker/ KPW Provinsi Jatim, juga oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, agar statusnya bisa menjadi menu nasional yang bisa disebarluaskan serta dapat direplikasi. Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah berharap, desa-desa di Sidoarjo yang berjumlah 322 desa itu dapat secara serius mengisi kartu ide, terkait kebutuhan inovasi yang dikehendaki serta mau berkomitmen mengisi kartu komitmen dalam BID 2018. “Kartu Komitmennya mesti diisi, agar proses replikasi inovasi dari tampilan menumenu inovasi nasional ada yang bisa diterapkan di desa-desa Sidoarjo. Hal itu mesti tertuang dalam APBdesa 2019 sebagai bukti adanya proses replikasi program inovasi itu,’’ harap Saiful Illah.

achmad suprayogi/bhirawa

Bupati Saiful Ilah memukul gong sebagai simbolis pembukaan BID 2018. Lebih jauh, Bupati Saiful Ilah juga berharap agar ada diantara 42 video capturing ide inovasi yang telah ditampilkan itu dapat diverifikasi dan bisa ditampilkan jadi menu nasional. Harapannya hasil reka bangun identifikasi ide inovasi yang ditampilkan ini bisa diakomodasi menjadi tampilan menu nasional. Kepala DPMD P3A KB Sidoarjo, Drs Ec Moh Ali Imron MM menyatakan, proses pelaksanaan BID kedua pada 2018 sebagai bagian penting dari implementasi Program Inovasi Desa (PID), yang kini tengah dipadukan untuk menjadi penunjang bagi

efektifitas pelaksanaan Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa (P3MD) sudah berjalan dengan sangat baik. ‘’Alhamdulillah BID 2018 telah berjalan dengan sangat luar biasa, baik dari sisi pelaksanaan maupun dari sisi target dan tujuan PID. Ini bisa dilihat dari 42 video capturing ide inovasi yang mewakili secara utuh 18 kecamatan. Semoga capturing ide inovasi di Sidoarjo ini ada yang bisa jadi menu inovasi di tingkat nasional,’’ harap Ali Imron di selasela proses pelaksanaan BID 2018.Q ach

BPR Gresik Bangun PPJS untuk Warga Melalui Dana CSR

kerin ikanto/bhirawa

Dirut BPR, Alkusani menyerahkan CSR kepada Lurah Sidokumpul, Umaya. Gresik, Bhirawa Peduli terhadap warga, Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Gresik kembali menggelontorkan Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk membantu kebutuhan masyarakat. Kali ini, PD BPR yang berkan-

tor di Jl Basuki Rahmat, Gresik ini menggelontorkan CSR sebesar Rp14 juta untuk Kel Sidokumpul, Kec Gresik. Kamis (8/ 11) kemarin. CSR itu diserahkan Direktur BPR Gresik, Alkusani, kepada Lurah Sidokumpul, Umaya, di balai kelurahan setempat. ‘’Penyerahan

CSR di Kel Sidokumpul senilai Rp15 juta untuk Program Pembangunan Jamban Sehat (PPJS),’’ ujar Alkusani. Menurut Alkusani, penyerahan CSR untuk program PPJS sebagai bentuk kepedulian BPR selaku bank milik Pemkab Gresik untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat. Program itu, lanjut Alkusani bekerjasama dengan USAID, yakni lembaga yang mendampingi program bidang sanitasi. Diharapkan Alkusani, pemberian CSR seperti itu terus bisa dilakukan PD BPR untuk membantu kebutuhan masyarakat. ‘’Tentunya harapan kami, CSR PD BPR tak berhenti sampai disini. Ke depannya, PD BPR bisa terus menggelontorkan CSR untuk membantu kebutuhan masyarakat Kab Gresik,’’ pungkasnya.Q eri

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Direktorat Jenderal Industri Agro Kementrian Perindustrian Abdul Rochim. ‘’Limbah dari pengoperasian fasilitas biomassa ini nantinya juga akan dapat digunakan kembali sebagai bahan baku pupuk organik untuk mendukung pertanian masyarakat sekitar, yang dengan sendirinya, akan menciptakan fondasi awal dari sebuah pembentukan ekosistem circular economy untuk masyarakat sekitar,’’ kata Cosmas. Fasilitas biomassa ini merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap lingkungan dan sosial. Lebih dari itu, ditargetkan di tahun 2020 untuk dapat mencapai zero emission waste di semua mata rantai produksi dan operasional Multi Bintang.Q kar

BTO Pasar Kepuh Kiriman akan Dilanjutkan Akhir 2018 Sidoarjo, Bhirawa Pasar Kepuh Kiriman, Waru, yang pembangunannya mangkrak lebih dari empat tahun, akhirnya menemui titik terang. Pemkab akan mengalihkan pembangunan kepada investor lain setelah investor pertama PT Pintu Abadi Sejahera (PT PAS) yang mengerjakan BTO (Build Transfer Operate) tak mampu melanjutkan pekerjaan. Kabid Pasar, Nawari, saat ditemui Kamis (8/11) kemarin, membenarkan kalau pemerintah sudah menghapus badan hukum perusahaan itu (PT PAS). Karena sudah dihapus haknya, maka Pemkab berupaya mengalihkan kepada perusahaan lain yang sanggup menjalankan. Perusahaan yang bisa mengambil alih, itu bisa investor baru yang benar-benar baru atau perusahaan baru yang pengurusnya masih merupakkan orang-orang eks PT PAS. Pasar Kepuh Kiriman, Waru merupakan bekas subterminal lyn yang dikerjasamakan dengan investor untuk membangun pasar tiga lantai. Ternyata biaya konstruksi dasar tanah membengkak akibat konstruksinya didesain untuk lima lantai. Padahal IMB nya untuk bangunan tiga lantai. Akibatnya baru 60% pembangunan fisik, PT PAS megap-megap karena kehabisan dana investasi. Proyek itu tak dilanjutkan lagi dan mangkrak sekitar empat tahun lalu sampai sekarang. Pasar semi modern milik Pemkab yang diharapkan menumbuhkan ekonomi di Kec Waru, Kab Sidoarjo ini akhirnya terbengkalai. Tidak terurus. Bagian luar pasar sudah ditumbuhi rumput setinggi pagar. Namari menjelaskan, minggu depan akan ada penegasan soal kelanjutan Pasar Kepuh Kiriman. Dan diharapkan akhir tahun akan selesai dikerjakan. Adapun konstruksi PT PAS yang seharusnya bisa digunakan untuk banggunan lima lantai, itu kesalahan perencanaan sendiri PT PAS sendiri. Nawari menyadari, ada beberapa pihak yang mengalami kerugian akibat mangkraknya pembangunan Pasar Kepuh Kiriman. Namun untuk korban yang dirugikan, nantinya Pemkab akan memberi pertimbangan. ‘’Yang penting jangan sampai mereka dirugikan lagi,’’ ujarnya. Pasar Kepuh Kiriman terletak di perbatasan Kota Surabaya dan Kab Sidoarjo, dan awalnya merupakan subterminal yang menyatu dengan toko emas. Malah pasar ini dulu pernah menjadi bursa jual beli emas terbesar di Kec Waru. Tidak diketahui lagi rimbanya, kemana pindahnya toko emas yang pernah berjaya di pasar itu.Q hds

hadi suyitno/bhirawa

Pasar Kepuh Kiriman yang mangkrak sekitar lima tahun.


PENDIDIKAN, KEBUDAY

6

Pemkot dan Pelajar Surabaya Donasi Surabaya, Bhirawa Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya bersama Organisasi Pelajar Surabaya (Orpes) menyelenggarakan Pagelaran Talenta Seni dan Kreativitas Siswa 'Surohope dan ShareOboyo' di Gedung Wanita Candra Kencana Jl Kalibokor, Kamis (8/11) kemarin. Sebanyak 800 siswa dari SMP/MTs negeri dan swasta menghadiri kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Konselor Sebaya, dan dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Sejumlah siswa juga diberi kesempatan menampilkan talenta seni, mulai dari paduan suara, tari rerukun, serta band. Bukan hanya itu, dalam kesempatan ini, Dispendik Surabaya menyerahkan hadiah pemenang lomba vlog, lomba

menulis surat, dan lomba fotografi. Orpes juga berkesempatan menyerahkan donasi buku layak pakai kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Taman Bacaan Masyarakat, serta beberapa SD/ MI dan SMP/MTs swasta. Total buku yang disalurkan sebanyak 12.868. Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk apresiasi kepada siswasiswa di Surabaya. Sesuai dengan amanat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

yang sering disampaikan kepada siswa, pelajar Surabaya adalah cucu-cucu dari para pahlawan dan pejuang. "Jadi, anak Surabaya harus semangat dan mampu terus berjuang. Tidak boleh lemas dan cengeng," kata Ikhsan saat memberikan motivasi kepada para pelajar. Apalagi, lanjut Ikhsan, di masa mendatang anak-anak Surabaya persaingannya lebih ketat. Bukan lagi dengan anak antar-kabupaten/ kota se-Indonesia, melainkan dengan anak dari Asia, Eropa, dan anak-anak lain

di dunia. "Pemkot Surabaya bersama kepala sekolah, guru, dan juga Orpes terus berusaha menyiapkan kalian menjadi anak-anak yang hebat," tegasnya. Menurut mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya ini, berbagai program yang disiapkan bagi siswa untuk menjadikan anak-anak Surabaya men-

jadi anak kelas dunia dan bisa bersaing dengan anak dari manapun. "Kalian semua yang kami harapkan menjadi contoh dan teladan di sekolah. Kalian semua anak hebat yang memunyai bakat berbeda-beda. Silakan kembangkan bakat kalian," jelasnya. Ikhsan mengatakan, banyak bakat yang boleh

dikembangkan. Tidak semua harus pandai dalam satu bidang. Yang pandai menari, silakan kembangkan bakatnya. Yang pandai bermain musik, silakan kembangkan bakatnya. Yang pandai membuat vlog, fotografi, dan menulis, silakan kembangkan bakatnya. "Jangan khawatir, kalian semua akan difasilitasi

Siswi MTs Bilingual Muslimat NU Ciptakan Robot Deteksi Korban Bencana Sidoarjo, Bhirawa Prihatin banyaknya korban bencana alam yang belum sempat ditemukan, dua siswi MTs Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo, Angela Fabiola Dabitabelva dan Nasywa Azzahra berhasil menciptakan inovasi, sebuah robot pendeteksi korban bencana alam. Hasil karya siswi kelas 8 tersebut berhasil meraih

juara kedua terbaik tingkat nasional dalam Ajang Robotic Competition 2018 Rancang Bangun Mesin Otomatis Bencana' dengan kategori The Best Presentation yang diselenggarakan Direktorat KSKK (Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan) Madrasah, Dirjend Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Ditemui di sekolahnya

Angela dan Nasywa mengontrol robot buatannya, dipantau Kepala Kemenag dan Ketua Muslimat NU Sidoarjo.

Kamis (8/11) kemarin, Angela Fabiola Dabitabelva mengatakan robot ini berfungsi untuk mendeteksi suhu manusia yang terpendam dalam tanah/lumpur. Walaupun kondisi manusia tersebut sudah meninggal dunia, tetapi masih bisa terdeteksi oleh robot yang menggunakan sensor vier, sebagai kekuatan utamanya dan kamera gopro yang disertai dengan vier. "Tujuan dari penggunaan kamera vier ini adalah agar bisa melihat secara langsung kondisi di sekitarnya. Bukan hanya di depannya, tetapi juga bisa bisa menyamping atau di belakangnya," jelas Jadi, dengan kamera robotic ini dapat melihat keberadaan sensasi secara nyata, mendeteksi suhu tubuh manusia yang akan mengirim signal bunyi melalui bazer. Sedangkan bazernya berfungsi untuk mendeteksi bahwa di sekitar lokasi ada manusia atau korban yang masih hidup maupun meninggal dunia.

Kecanggihannya hanya membutuhkan kompenen yang dirakit seperti baterai kepada motor drivernya, dan robot tersebut akan bergerak secara otomatis. "Uniknya robot ini tidak menggunakan romot kontrol atau manual, namun bergerak secara otomatis. Hal tersebut didukung adanya kekuatan dari ultrasonic yang akan mengirimkan frekuensi bunyi sehingga dapat memantulkan suatu benda," terang Angela Fabiola. Terkait prestasi yang diraih kedua siswinya, Kepala MTs Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo Syamsuhari mengatakan kalau sekolah selalu mendukung apa yang telah dilakukan anak didiknya. "Kami selalu support, termasuk sarana dan prasarannya, agar anak-anak terus berprestasi ketingkat yang lebih tinggi lagi. Jadi sekolah berusaha secara mandiri untuk membuat siswanya berprestasi lebih baik," katanya. I ach

Ribuan pelajar SMP/MTs Kota Surabaya saat mengikuti Pagelaran

LIPUTAN

Teater SMKN 12 Surabaya T

Angkat Norma Budaya Bangsa Ajang Fragmen Budi Pekerti (FBP) menjadi kesempatan yang baik dalam menyampaikan norma adat istiadat dan budaya yang selama ini dipegang teguh bagi masyarakat Indonesia. Terlebih tantangan globalisasi lambat laun semakin mengikis norma-norma kehidupan yang dulu pernah dianut. Oleh karenanya, melalui pertunjukkan Cindelaras yang dikemas dengan sedikit sentuhan inovatif dalam ceritanya, tim theater SMKN 12 Surabaya ingin menyampaikan pesan musyawarah yang "dulu" sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Diungkapkan pelatih theater SMKN 12, Agung Kasas saat ini pelajar Indonesia krisis akan sifat terpuji. Hal itu terlihat ketika peran media sosial yang tidak lagi sebagai wadah komunikasi dan informasi, yang bergeser menjadi wadah menghakimi kesalahan kesalahan orang lain tanpa mendengarkan penjelasannya. Dalam kehidupan bermasyarakat pun hal tersebut juga terjadi. "Ini kami tempelkan pesan musyawarah. Kenapa? Kondisi main hakim sendiri, orang salah sedikit saja semua ikut menghakimi, ikut menyalahkan dan membenci ini yang membuat kami menyampaikan pesan ini. Kejadian itu sesuai ketika Panji Asmoro melarang warga untuk menghakimi Wadal Werdi, meskipun dia bersalah," ungkap dia. Kendati dalam cerita sebenarnya Panji

BANGKU POJOK

Selama Dua Hari, Seni Budaya Tulungagung Tampil di TBJT Pemprov, Bhirawa Bagi masyarakat yang ingin menikmati hiburan, di Surabaya tepatnya di Pendapa Jayengrono UPT Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, di Jalan Genteng Kali Surabaya akan diselenggarakan Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD). Kali ini, kabupaten yang mengisi yaitu Kabupaten Tulungagung dengan pergelaran seni pertunjukan tradisional ketoprak pamungkasnya dengan lakon "Sumilaking Mendung Majapahit" pada Sabtu malam (10/11). Acara ini merupakan rangkaian Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) dari Tulungagung dengan tema "Gumebyaring Bumi Lawadan Mulya Lan Tinata" yang sudah dimulai sejak sehari sebelumnya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Sinarto, S.Kar, MM, mengatakan program ini dilaksanakan oleh UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur yang dilakukan secara bergilir untuk kabupaten/kota di Jawa Timur. "Memang tidak menyeluruh untuk semua provinsi, disamping karena jatah waktunya yang terbatas, juga tergantung kesiapan masing-masing daerah sendiri untuk mempromosikan potensi seni budaya dan pariwisatanya," katanya, kemarin. Dikatakannya, beragam pertunjukan seni budaya ditampilkan selama dua hari tersebut, mulai dari Tari "Bedhaya Prajna Paramitha", tari "Reog Binarung", lagu daerah "Tulungagung Kota Budaya", dramatari "Gumelaring Bumi Lawadan". Selanjutnya, Hari Sabtu, acara sudah dimulai sejak pagi berupa Lomba Menghias Celengan untuk keluarga, dilanjutkan pergelaran Tari Jaranan Sentherewe pada siang harinya. I rac

Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Makhdumah Fadeli menggelorakan edukasi secara simultan dengan menggandeng Kemendikbud untuk mencegah terjadinya anak dengan kondisi stunting.

Cegah Stunting, PKK Lamongan Gandeng Kemendikbud Lamongan, Bhirawa Edukasi pada keluarga menjadi cara yang ditempuh Ketua Tim Penggerak PKK (TPPKK) Lamongan Makhdumah Fadeli untuk mencegah terjadinya anak dengan kondisi stunting. Dengan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, edukasi tersebut akan digelar secara simultan hingga 14 Nopember mendatang di sejumlah lokasi di Lamongan. Sementara pencanangan gerakan Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan itu dilakukan Makhdumah Fadeli di Pendopo Lokatantra, Kamis (8/11). Hadir pula dalam kesempatan itu Kasubbid Pendidikan Anak dan Remaja Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nanik Suwaryani dan Kabid PAUD Dinas Pendidikan Lamongan Indro

Suharto. Makhdumah Fadeli menyayangkan masih ditemuinya anak dengan kondisi stunting di Lamongan. Padahal Lamongan kaya akan sumber pangan, mulai dari padi, jagung, hingga ikan. Bahkan beberapa hari lalu Lamongan telah menerima penghargaan Peduli Ketahanan Pangan Award bidang Inovasi Konsumsi Pangan Lokal dari Gubernur Jawa Timur. Kondisi itu menurutnya dimungkinkan bisa terjadi karena adanya kurangnya pengetahuan orang tua dalam pemenuhan gizi anak, baik saat di kandungan maupun di masa awal tumbuh kembangnya. "Oleh karena itu Pemkab Lamongan melalui Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Sosialisasi Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, "ujarnya. I mb9/yit

GALERI

Laras identik dengan tarung jago ayam untuk mengalahkan Wadal Werdi sehingga bisa bertemu dengan ayah kandungny, Raden Putra. Namun dalam ko-

mpetisi FBP ini pihak unsur permainan se pengganti tarung jag "Jadi emang sedik

Penampilan Tim Theater SMKN 12 pada lomba Fragmen Budi Pekerti ya dan sabet aktor terbaik FBP 20

Taklukkan Dua Peran Kendati belum mendapati pemain yang bagus dalam meghayati setiap kalimat pada teks scenario, namun ada satu aktor yang mendapat sorotan dari penampilannya yang begitu memukau. Bagaimana tidak, selain dituntut untuk menguasai musik dan karaketr, Shobirin yang merupakan pemain pendukung tokoh utama juga harus mendalami dua karakter sekaligus. Yaitu menjadi karakter kakek dari tokoh utama Panji Laras juga seorang prajurit. Siswa kelas IX

jurusan Seni Teather SMKN 12 Surabaya jika penghargaan sebagai aktor terbaik di tingkat provinsi merupakan kali pertamanya. Mengingat itu bukan menjadi target utamanya. "Yang terpenting ketika saya memainkan peran. Appaun peran itu harus dengan hati yang ikhlas, bermain dengan total dan meyakini bahwa ketika diatas panggung saya bukan lagi sobirin melainkan kakek cindelaras dan seorang prajurit," tutur dia. Lebih lanjut, Shobirin menceri-

PRESTASI

Peringati Hari Pahlawan, SD Muh 24 Tanam Bunga Puspa Uniknya peringatan Hari Pahlawan SD Muhammadiyah 24 Ketintang, Surabaya. Selain menanamkan perasaan nasionalisme dan patriotisme kepada para siswa juga ditanamkan agar mencintai lingkungan. Oleh: Sufendi Dimyati, Kota Surabaya

trie diana/bhirawa

Para siswa SD Muhammadiyah 24 Surabaya memperingati Hari Pahlawan dengan pawai di sekitar sekolahan, serta mengenakan bermacam pakaian berkarakter Bunga Puspa.Agar mereka bisa mencintai lingkungan.

Sebab dengan merawat lingkungan sekitar secara baik maka kehidupan sekitar juga turut menjadi baik sehingga membawa dampak positif bagi masyarakat. Menurut Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Ustadzah Norma Setya Ningrum, pada peringatan Hari Pahlawan tahun 2018 ini, para siswa diajak pawai di kawasan sekitar sekolahan dengan membagikan stiker tentang tentang ajakan mencintai lingkungan dan men-

genalkan spesies bunga yang ditetapkan sebagai bunga nasional yakni Bunga Melati Putih (Jasminum Sambac) sebagai Puspa Bangsa, Bunga Anggrek (Phalaenopsis Amabilis) sebagai Puspa Pesona dan Bunga Padma Raksasa (Rafflesia Arnoldii) sebagai Puspa Langka. Dengan mengusung tema Pahlawan Puspa, para siswa kelas I hingga kelas VI juga diajak Nobar Film Perjuangan Bung Tomo mengusir penjajah Inggris keluar dari

Kota Surabaya, tanam Puspa Indonesia dan Teater Puspa Indonesia. Sedangkan kegiatan menanam bunga bersama ini merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan agar selalu terjaga. "Kami mengajak murid murid menanam bunga secara berkelompok. Bunga yang ditanam akan dirawat oleh mereka sendiri. Karena mereka yang menananam, maka rasa tanggung jawab untuk merawat akan tertanam pada diri masing-masing,'' ungkapnya saat ditemui usai mengikuti pawai. Ketika ditanya, mengapa peringatan Hari Pahlawan digelar 8 November padahal Hari Pahlawan jatuh pada 10 November. Menurut Ustadzah Norma, karena Hari Puspa dan Satwa jatuh

pada 5 November, sehingga diambil tengah - tengahnya yakni 8 November. Dengan harapan para siswa bisa lebih mencintai lingkungan. Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Hari Pahlawan SD Muhammadiyah 24, Ustadzah Anjar Ayu Utami Ningsih menambahkan, tujuan menggelar teatrikal dengan judul Go Green, agar para siswa bisa memahami fungsi tumbuhan dan pepohonan yang sangat penting bagi keseimbangan ekosistem. Sebab bila manusia tidak bisa memanfaat tanaman untuk memenuhi kebutuhannya secara bijaksana, dan justru menebang pohon sembarangan bisa berakibat terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. I


YAAN & OLAH RAGA

kan 12.868 Buku sekolah," ujarnya. Sementara itu, Ketua Orpes Generasi 6, Bagus Ramadhan menyatakan, kegiatan bakti sosial berbagi buku layak pakai telah berhasil mengumpulkan 12.868 buku. Jenis buku yang dikumpulkan, antara lain buku pengetahuan umum, buku cerita bergambar, novel, kumpulan cerita pendek

(cerpen), buku pengetahuan agama, biografi, ensiklopedia, dan berbagai jenis buku lainnya. Bagus menegaskan, pelajar merupakan aset bangsa di manapun bidang yang dipilih nantinya. Sehingga, kepedulian terhadap masyarakat dan juga optimisme di setiap pelajar harus dikembangkan sejak

dini. "Oleh karena itu ShareOboyo dan SuroHope hadir untuk menumbuhkan empati kepada masyarakat dan juga menumbuhkan optimisme, harapan, bahwa kita sebagai pelajar Surabaya nantinya bisa mengambil bagian dari pembangunan masyarakat yang lebih baik," pungkasnya. I iib

Jumat Pon, 9 NOVEMBER 2018

7

S O S O K

Bonus Kejuaraan Dunia di Luar Dugaan Lifter Eko Yuli Irawan mengaku bonus yang diterima dari Presiden Joko Widodo dan Kemenpora usai menjadi juara dunia diluar dugaan mengingat bonus yang diterima selama ini hanya saat dirinya meraih medali pada kejuaraan multievent." Biasanya single event gak ada bonus. Tapi sekarang diluar dugaan. Kami ucapkan terima kasih atas apresiasi ini,"

kata Eko Yuli usai menerima bonus dari Menpora Imam Nahrawi di Media Center Kemenpora, Jakarta, Kamis (8/11) dengan tersenyum. Atlet asal Lampung ini baru saja merebut tiga medali emas kelas 61 kg sekaligus memecahkan rekor pada kejuaraan dunia angkat besi di Asghabat, Turkmenistan, Sabtu (3/11) waktu setempat. Rekor yang dicetak Eko Yuli Irawan pada kelas yang baru dipertandingkan tersebut adalah dengan total angkatan 317 kg dari 313 kg sebelumnya dengan rincian angkatan clean and jerk 174 kg dan snatch 143 kg. Hasil ini jelas menjadi pencapaian terbaik

bagi Eko Yuli maupun Indonesia setelah sukses di Asian Games 2018. Apalagi hasil diikuti dengan rekor dunia dan nomor yang diikuti adalah baru. Sebelumnya Eko Yuli konsentrasi pada nomor 62 kg. Bonus yang diberikan oleh Kemenpora sebesar Rp200 juta dan diberikan secara simbolis oleh Menpora Imam Nahrawi dan didampingi oleh Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana dan Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta. "Jika satu emas dapat Rp200 juta banyak dong. Apalagi di kejuaraan dunia dapat tiga emas. Kalau gini saya akan ciptakan rekor terus," kata Eko sambil tersenyum. Selain mendapatkan bonus dari Kemenpora, Eko Yuli juga mendapatkan bonus khusus dari Presiden Joko Widodo sebesar Rp250 juta yang diberikan secara langsung di Istana Merdeka Jakarta. Sebelum mendapatkan bonus dari mencetak rekor dunia, Eko Yuli juga baru saja mendapatkan bonus Rp1,5 miliar setelah meraih medali emas pada Asian Games 2018 Jakarta yang saat itu atlet asal Lampung ini turun Eko Yuli Irawan di nomor 62 kg. I ant

Cegah Narkoba, Pemkab Pasuruan Bentuk Pusaka Nawa Kartika

n Talenta Seni dan Kreativitas Siswa 'Surohope dan ShareOboyo'.

KHUSUS

Tampilkan Lakon Cindelaras

Melalui Fragmen Budi Pekerti

knnya memasukkan epakbolah sebagai o. kit kita rubah dari sisi

bagaimana Panji Laras bisa bertemu ayahnya. Sepakbola kami pilih karena permainan ini menjunjung sportifitas tidak hanya bagi pemain tapi juga supporter," kata dia.

Diana Rahmatus Sholichah/bhirawa

ang mengusung cerita Cinderalas dan membawa mereka meraih juara II 018, beberapa wkatu yang lalu.

Pihaknya menilai jika cerita Cinderalas lebih fleksibel untuk diangkat ke banyak versi. Terlebih ketika mengangkat unsur tradisi juga etika. Yang menjadi unik dalam pertunjukkan FBP yang diusung adalah kemampuan akting dari setiap individu yang dibarengi dengan kemampuan musikalisasi para pemain. "Untuk pertunjukkan ini kita mengusung konsep setiap pemeran harus jadi pemusik. kita mengejar di pertunjukkan tradisi. Di mana musik tidak hanya menjadi pengiring melainkan menjadi sebuah roh dalam pertunjukkan. Musik sebagai sebuah satu kesatuan dalam pertunjukkan, papar dia. Konsep tersebut, menurut dia, salah satu kunci dalam menghidupkan cerita yang diangkat. meskipun tidak semua pemain bisa memainkan musik. "Kita terus asah kemampuan mereka selama dua bulan. Sampai benar-benar menguasai instrument musik yang akan mengiringi pertunjukkan," lanjut dia. Diakui Agung Kasas meskipun menampilkan pertunjukkan yang istimewa, namun pihaknya akan melakukan evaluasi pada keaktoran masing-masing pemeran. Sebab, menurut dia para lakon belum bisa menyelemi teks sebagai rohnya. "Mereka hanya sekedar menyampaikan teks. Sehingga teks belum punya bagian dari dirinya," imbuh dia. I ina

n, Raih Aktor Terbaik takan dalam theater FBP 2018 kali ini pihaknya berkesempatan mendalami dua peran sekaligus. Untuk peran seorang kakek yang berusia 65 tahun, ia harus memulai dengan berbagai pengamatan. Baik yang dilakukan dilingkungan rumahnya maupun melalui berbagai referensi yang Salah satu peran Shobirin yang merupakan pemain pendukung tokoh utama yang juga harus mendalami dua karakter sekaligus.

Pasuruan, Bhirawa Pemkab Pasuruan membentuk Pemuda dan Santri Anti Narkoba Kabupaten Pasuruan (Pusaka) Nawa Kartika. Pembentukan tersebut sebagai antisipasi pemerintah terhadap peredaran narkoba diwilayahnya. Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf menyampaikan terdapat 50 ribu warga Kabupaten Pasuruan, terjebak sekaligus menjadi bagian terkait penyalahgunaan narkoba. Karenanya, membentuk Pusaka Nawa Kartika merupakan kominten pencegahan dan pemberantasan bersama semua elemen mutlak dilakukan. "Berantas narkoba tidak cukup hanya dilakukan pemerintah, tapi harus dilakukan semua pihak. Makanya,

dengan membentuk Pusaka Nawa Kartika, karkoba kami usir dari bumi Pasuruan tercinta ini," tandas HM Irsyad Yusuf disela-sela acara pengukuhan Pusaka Nawa Kartika di Dom Sentra Bangil Kota Bordir, Rabu (7/11) malam. Menurutnya, hal yang lain dalam memberantas narkoba adalah dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi itu meliputi bagaimana kejamnya narkoba terhadap generasi muda. "Para keluarga besar santri, seluruh ponpes, para pemuda harus turun di seluruh wilayah masing-masing untuk melakukan sosialisasi terhadap bahayanya narkoba," kata Irsyad Yusuf. Hal serupa juga diungkapkan Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Er-

lang Dwi Permata. Ia menegaskan pemuda dan santri dinilai dapat menjadi pejuang dalam melawan

Hilmi Husain/bhirawa

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf memberikan pin kepada Pusaka Nawa Kartika di Dom Sentra Bangil Kota Bordir, Rabu (8/11) malam.

SMK Antartika 2 Buduran Awali Try Out UNBK Sidoarjo, Bhirawa UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang pelaksanaannya akan dilakukan sekitar April 2019 mendatang. Sebanyak 687 siswa SMK Antartika 2 Buduran, Sidoarjo telah melakukan antisipasi, yakni dengan menggelar Try Out UNBK lebih awal. Dengan harapan, para siswa terbiasa menggunakan program/sistem komputerisasi yang berstandar nasional. Salah satu siswa kelas XII AK1, Alfi Kandow mengaku senang dengan adanya kegiatan Try Out UNBK seperti ini. Karena bisa memacu kita untuk lebih

giat belajar, juga bisa buat latihan awal/ persiapan jelang pelaksanaan UNBK yang sesungguhnya. "Dan lagi, nanti waktu tes masuk perguruan tinggi, semuanya juga menggunakan komputer. Jadi try out ini sangat membantu saya untuk terbiasa menggunakan komputerisasi," jelasnya usai mengikuti try out UBNK, kemarin(8/11). Kepala SMK Antartika 2 Buduran, Sidoarjo Imam Jawahir menuturkan kalau pelaksanaan Try Out ini dilakukan lebih awal lantaran untuk mengantisipasi atau mempersiapkan anak-anak lebih siap menghadapi

Surabaya, Bhirawa Kampus Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya menggelar dialog publik peran BUMN dalam mewujudkan ketahanan energi, Kamis (8/11) kemarin. Rektor

Unsuri Dr Gunawan Adji saat ditemui di tempat acara mengatakan kegiatan tersebut sebagai wujud perhatian Unsuri terhadap ketahanan energi nasional. "Masa depan bangsa ini

didapat dari internet. "Saya harus tau kakek-kakek berumur 65 tahun itu memilik fisik seperti apa, jalanya bagaimana, suaranya bagaimana,"jelas Shobirin. Setelah memerankan menjadi seorang kakek, Shobirin harus berpindah peran menjadi seorang prajurit. "Ini tantangan bagi saya. Bagaimana merubah karakter kakek menjadi seorang prajurit yang gagah. Dengan sifat yang sedikit kurang ajar terhadap raja"kata Shobirin. I ina

sangat ditentukan bagaimana bangsa ini mempersiapkan diri dalam menghadapi krisis energi," jelasnya. Lantaran itu, Unsuri jelas Gunawan ingin memberi kontribusi dengan mencoba menghadirkan berbagai pihak untuk melihat bagaimana sebenarnya potensi bangsa ini dalam mewujudkan ketanan energi. "Kita punya potensi besar untuk mewujudkan ketahanan energi dengan syarat semua pihak punya semangat yang sama dalam mewujudkannya," tegas alumnus Teknik Kimia ITS ini. Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam yang hadir dalam dialog tersebut mengatakan, Indonesia sebenarnya punya potensi besar untuk menciptakan ke-

11 Provinsi Turun di Kejurnas Piala Gubernur Jatim apabila turnamen yang sudah memasuki tahun kelima ini diikuti oleh pelbagai daerah di Indonesia

UNBK itu memerlukan persiapan yang cukup matang. Selain itu juga untuk mengevaluasi selama pembelajaran selama kelas X, XI dan XII serta evaluasi Bimbel yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. "Sejauh mana kemampuan anak-anak itu akan kita evaluasi, kita akan lihat hasilnya. Agar kita nanti bisa mengambil kebijakan yang lebih bagus buat mereka," tuturnya Jadi kita ini melakukan antisipasi, jika UNBK nanti dimajukan pada Maret 2019, karena bulan April diperkirakan banyak agenda, diantarnya ada Pilpres, Pileg juga bulan puasa. I ach

Kampus Unsuri Gelar Dialog Publik Ketahanan Energi

Dialog publik peran BUMN dalam mewujudkan ketahanan energi yang digelar di Kampus Unsuri Surabaya, Kamis (8/11) kemarin.

Surabaya, Bhirawa Setelah sukses menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas) Bupati Situbondo Cup Tahun 2018, 2 hingga 4 Nopember 2018 lalu. Pengprov Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jatim akan menggelar Kejurnas Selam nomor open finswimming memperebutkan Piala Gubernur Jatim 2018, 9-11 Nopember di kolam renang KONI Jatim, Jalan Kertajaya, Surabaya. Ketua Umum Pengprov POSSI Jatim, Mierza Mutaqqin SH di Surabaya menjelaskan Kejurnas selam fin swimming Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) telah memasuki tahun kelima. Sebanyak 684 atlet dari sebelas provinsi akan ambil pada event 2018 ini. Piala Gubernur Jatim adalah salah satu ajang bergengsi untuk olahraga selam di Indonesia. Tak mengherankan

peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Pasuruan. Karena bahaya narkoba melebihi terorisme. I hil

Kejurnas Finswimming akan mempertandingan enam kelompok umur, yakni kelompok Senior A umur 18 tahun kea-

tas, Junior B umur 16-17 tahun, Junior C umur 14-15 tahun, Junior D umur 12-13 tahun, Junior E umur 10-11 tahun dan

Ketua Umum POSSI Jatim Mirza Mutaqien (kiri) bersama Pelatih Puslatda Selam Jatim Nurul Anshori.

Junior F umur 9 tahun kebawah. "Kami berharap olahraga selam, termasuk nomor fin swimming semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat. Terutama untuk usia sekolah," tutur Mirza. "Kejurnas kali ini diikuti kabupaten dan kota se-Indonesia yang terdiri dari Jatim dan dari luar Jatim. Untuk Jatim di antaranya Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Lumajang, Malang, Nganjuk, Pasuruan, Ponorogo, Trenggalek, Sidoarjo, Tuban, Tulungagung, Batu, Kediri, Kota Pasuruan, Probolinggo dan Surabaya sebagai tuan rumah," ujar Dirut PT JGU Jatim. Selain tuan rumah Jatim, peserta Piala Gubernur 2018 juga berasal dari Bali, Papua Barat, DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Sumsel dan lainnya. I wwn

mandirian nasional di sektor energi. Sebab, Indonesia memilik sumber daya alam melimpah. Kekayan energi itu terbentang dari Sabang sampai Merauke. Namun, kata dia, sayangnya kekayaan itu belum bisa dikelola dengan baik oleh pemerintah. Sehingga ketahanan energi nasional masih menempati rangking bawah yakni urutan ke 65. Di tingkat dunia, ketahanan energi Indonesia masih di bawah Thaliland. "Secara rangking dunia, ketahanan energi Indonesia masih di bawah Thailand urutan ke 65," ujar Ridwan dalam diskusi menelisik peran BUMN dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, di Universitas Sunan Giri, Surabaya, Kamis (8/11) kemarin. I ina

GELANGGANG

Jokowi Beri Bonus Eko Yuli Rp250 Juta Presiden Joko Widodo memberikan bonus uang senilai Rp250 juta kepada atlet angkat besi Indonesia Eko Yuli Irawan setelah meraih juara dalam kejuaraan dunia angkat besi di Asghabat, Turkmenistan, tahun 2018. "Pak Presiden berikan bonus Rp250 juta untuk Pak Eko,," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis. Selain dari Presiden, kata Imam, pihaknya juga memberikan bonus Rp200 juta kepada Eko Yuli. Sementara Ketua Umum PB PABBSI Rosan P Roeslani belum mau memastikan bonus yang akan diberikan kepada Eko Yuli. "Pasti ada dari kita. Kita memang berikan bukan hanya ke atlet, tapi juga ke tim yang support, termasuk sampai tukang pijatnya, pelatihnya, kita berikan," jelas Rosan. I ant


JAWA TIMUR

8 TEROPONG JATIM

APK di Serahkan,KPU : Batas Waktu Pemasangan 10 Hari Lamongan, Bhirawa Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lamongan memastikan jika pihaknya telah menyerahkan Alat Peraga Kampanye untuk Pemilu 2019 di Kantor KPU Lamongan , Kamis (8/11). Penyerahan yang di hadiri para peserta pemilu tersebut juga telah sepakat untuk memasangnya di titik dan lokasi yang telah di tentukan dengan durasi waktu 10 hari harus sudah terpasang. Divisi Humas dan Parmas Fathur Rohman kepada wartawan mengatakan, Sesuai dengan kesepakatan yang kita tegaskan hari ini antara KPU , Bawaslu dan peserta pemilu baik itu tim kampanye capres cawapres dan tim pelaksana kampanye parpol dan LO dari DPD bahwa setelah kita serahkan hari ini untuk baliho dan spanduk dalam waktu 1 minggu kedepan harus sudah terpasang sesuai dengan titik - titik yang sudah di tentukan oleh KPU "Katanya. Fathur juga menjelaskan, ini tadi kita juga telah menerima surat dari Pemkab Lamongan terkait titik lokasi APK tambahan bagi peserta pemilu 2019. Nah selain ada APK yang di fasilitasi KPU , mereka juga bisa mencetak APK tambahan dengan jumlah maksimal 5 baliho dan 10 spanduk berbasis desa dan kelurahan se - Kabupaten Lamongan. "untuk LO DPD Provinsi Jatim , dari 28 DPD Lo yang serahkan ke KPU provinsi sudah kita hubungi semuanya dan kemarin juga sudah konfirmasi untuk hadir meskipun sekarang pada saat penyerahan ini baru sebagian.Nanti setelah ini kita koordinasikan lebih intens agar penyerahan APK untuk calon DPD sesuai dengan harapan kami"Jelas Fathur. Sementara soal fenomena APK tambahan yang audah terpasang ,Fathur menegaskan, mereka memang boleh mencetak APK tambahan , yang penting itu tidak melanggar baik dari segi aturan pemasanganya yang di paku atau yamg melintang dan yang dipasang pasang di pelayanan masyarakat dan tempat ibadah. "Jika itu dilanggar , maka seperti yang di tegaskan Bawaslu yang akan di tindak tegas dengan tindakan gerakan bwrsih hari jumat seperti yang di jelaskan bawaslu.kalau tidak di indahakan maka akan segera di tindak itu sesuai PKPU nomer 23 tahun 2018. Bawaslu akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan APK yang dianggap melanggar"Tegasnya. Seperti diketahui soal aturan dan berapa banyak APK di fasilitasi oleh KPU Lamongan yang akan diserahkan. APK yang di fasilitasi KPU ini antara lain pertama untuk Tim Kampanye Capres dan Cawapres Baliho sebanyak 10 Buah dan Sepanduk sebanyak 16 buah dikali Paslon. Untuk Partai Politik,adalah baliho sebanyak 10 Buah dan Sepanduk sebanyak 16 buah (dikali 16 Parpol).Untuk Dewan Perwakilan Daerah yaitu spanduk sebanyak 10 buah dikali 28 calon anggota DPD.Q mb9

alimun hakim/bhirawa

Proses penyerahan APK Pemilu 2019 di kantor KPU Lamongan. TULUNGAGUNG HILANG STNK, Honda, th. 2016, Hitam, AG4569RBG, a/n. Anton Sujarwo, Ds. Pucangan, Kauman-T.Agung No. 4478/IMB/BI-II/2018 HILANG STNK, Honda, th. 2015, Merah, AG4472RAT, a/n. Novia Arisanti, Ds. Bulus, Bandung- T.Agung No. 4479/IMB/BI-II/2018 HILANG STNK, Yamaha, th. 2005, Biru, AG4132SA, a/ n. Purwanto, Ds. Suwaluh, Pakel-T.Agung No. 4480/IMB/BI-II/2018 HILANG STNK, Honda, th. 2016, Hitam, AG6167RBI, a/n. Sumilah, Ds. Suwaluh, Pakel-T.Agung No. 4481/IMB/BI-II/2018

Jumat Pon, 9 NOVEMBER 2018

Tahun 2019, Rehab dan Bangun Puluhan Jembatan Bojonegoro, Bhirawa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, DPU Bina Marga dan Penataan Ruang berencana merehabilitasi dan membangun jembatan. Pada tahun 2019, setidaknya ada 94 unit jembatan nantinya akan mendapat dana APBD.

ristika/bhirawa

Wakil Bupati Nganjuk Drs. H. Marhaen Djumadi meninjau lokasi tes CPNS berbasis komputer di simpang lima gumul, Kabupaten Kediri.

Tes CPNS Pemkab Nganjuk Dilakukan di Kediri Nganjuk, Bhirawa Wakil Bupati Nganjuk Drs. H. Marhaen Djumadi meninjau langsung lokasi tes computer assesment (CAT) Pemkab Nganjuk yang dilaksanakan di area simpang lima gumul (SLG), Ngasem, Kabupaten Kediri. Karena itu untuk memastikan kelancaran tes CPNS, Wakil Bupati Marhen yang didampingi Kepala BKD Pemkab Nganjuk Sudrajat, langsung menuju tenda administrasi, dimana para peserta yang terjadwal di sesi 2 melakukan registrasi. Marhen menyaksikan para peserta tes dimintta menunjukkan kartu peserta juga KTP. Kemudian peserta akan diberikan pasword, yang digunakan untuk login ke aplikasi tes. Setelah proses selesai, para peserta diminta untuk meninggalkan segala macam barang bawaan un-

tuk dititipkan ke panitia. Memasuki tenda pengarahan, peserta harus melewati pemeriksaan metal detector. Peserta harus benar-benar steril sebelum masuk ruang tes. Sebelum tes, terlebih dahulu peserta mengikuti pengarahan dari panitia. Pada kesempatan tersebut, Marhen memberikan pengarahan serta motivasi kepada para peserta. “Jaga disiplin, jaga kesehatan, patuhi peraturan yang ada, kerjakan soal dengan masksimal, semoga kalian semua diberi kelancaran dan kesuksesan dalam tes hari ini,” terangnya. Sedangkan kepada panitia, Marhen berpesan agar bisa melayani peserta tes dengan baik, transparasi, akuntabilitas dan keterbukaan senantiasa jadi barometer pelaksanan. “Ini momen kita untuk menciptakan pemerintahan yang transparan, ini

momen kita pencari pegawai-pegawai yang kompeten dan jujur, jadi jaga seleksi ini agar tetap transparan tanpa ada kecurangan,” pesan Marhen. Usai memberi pengarahan, Marhen ikut masuk ke ruangan tes dan melihat sarana dan prasarana CAT. Marhen juga sempat melihat papan penilaian yang menunjukkan nilai para peserta. Marhen mengaku prihatin karena hari pertama seleksi kemarin, peserta yang berhasil lolos tak mencapai 10% dari total peserta. Mengenai hal ini Marhen berpesan kepada Kepala BKD untuk mempertimbangkan passing grade yang terlalu tinggi. “Harapan saya, untuk kedepannya standar kelulusan mungkin bisa diturunkan mengingat kondisi nilai kelulusan yang minim seperti sekarang ini,” pungkas Marhen.Q ris

Nasdem Bidik 14 Kursi DPRD Jatim Jombang, Bhirawa Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jawa Timur (Jatim) membidik 14 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Dengan angka tersebut, NasDem menargetkan tidak ada Daerah Pemilihan (Dapil) di Jatim yang kosong tanpa wakil rakyat dari partai besutan Surya Paloh tersebut. Hal itu seperti dikatakan oleh Ketua DPW Partai NasDem Jatim, Sri Sajekti Sudjunadi (Janet) kepada sejumlah wartawan di Jombang, Kamis siang (08/11). "Setidaknya, tidak boleh ada Dapil yang kosong. Jadi kalau untuk nasional, dari Jawa Timur ini ada 11 Dapil, targetnya tentu minimal ada 11. Tetapi di 2014 NasDem sudah mempunyai 7 kursi, maka kami berharap di Dapil yang kami sudah memiliki petahana itu, ada Dapil tertentu yang bisa dua (kursi), sehingga target kami 14. Kalau di Jawa Timur karena ada 14 (Dapil), target minimal kita adalah 14 (kursi)," papar Janet saat diwawancarai. Saat ini, di DPRD Jatim, NasDem masih memiliki empat kursi. Namun karena ada pemekaran Dapil dan penambahan jumlah kursi,

arif yulianto/bhirawa

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Jawa Timur (Jatim), Sri Sajekti Sudjunadi (Janet) saat diwawancarai sejumlah wartawan di Jombang, Kamis siang (08/11). Janet optimis bakal mampu merebut 14 kursi parlemen di DPRD Jatim. "Kami optimis bahwa untuk 14 kursi di provinsi itu adalah realistis," tandasnya. Untuk mencapai hal tersebut, lanjut Janet, pihaknya sudah mulai melakukan penguatan struktur dan ada instrumen baru dari NasDem yakni, Komisi Saksi NasDem (KSN) yang telah berjalan sejak dua tahun yang lalu. "Diharapkan nanti bisa menjaga suara NasDem di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Postur CalegCaleg NasDem di tahun 2019 ini juga berbeda dengan ta-

hun 2014. Dan itu semua kami yakini merupakan modal awal NasDem untuk meraih kursi-kursi itu," terangnya. Tetapi yang paling penting menurutnya adalah bahwa, NasDem harus mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Politik. "Masyarakat harus mempunyai harapan bahwa, masih ada Partai Politik yang sungguh-sungguh ingin berjuang demi kepentingan bangsa, demi kepentingan yang jauh lebih besar dari kepentingan partai atau kelompok," pungkasnya.Q rif

Keberadaan jembatan tersebut nantinya untuk semakin memudahkan akses bagi warga hingga lebih menggerakan roda perekonomian masyarakat. Kasi Jembatan DPU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Chusaivi Ivan mengungkapkan, pada tahun 2019 nanti akan mengalokasikan anggaran Rp 80 miliar untuk membangun dan merehabilitasi Jembatan. " Pada 2019, setidaknya ada 94 unit jembatan ," kata Chusaivi Ivan , kemarin (8/11). Berkenaan dengan hal tersebut, Chusaivi Ivan menuturkan, alokasi anggaran untuk jembatan tersebut meliputi, pembangunan baru, penggantian jembatan lama dan rehabilitasi. Lokasi dari 94 jembatan yang masuk dalam kategori prioritas tersebut tersebar di 25 Kecamatan di seluruh Bojonegoro. “Seluruh jembatan sudah disiapkan anggarannya, besarannya variatif, mulai dari proyek Penunjukan Langsung (PL) hingga proyek lelang dengan anggaran miliaran,” beber Ivan. Menurut Ivan menjelaskan, konstruksi jembatan-jembatan tersebut nantinya akan menggunakan konstruksi jenis Box Culvert dan Jembatan jenis Komposit. Jembatan jenis Box Culvert sendiri adalah jembatan dengan jenis beton precast yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran besar. Sedang jembatan komposit merupakan jembatan dengan konstruksi bahan kombinasi antara baja dan beton. “ Tujuan dari pembangunan jembatan sendiri adalah untuk semakin memudahkan akses bagi warganya. Selain itu, pembangunan jembatan juga diperuntukkan untuk lebih menggerakan roda perekonomian Bojonegoro,” pungkasnya.Q bas

Magetan “Super Market” Bencana Magetan, Bhirawa Ibarat super market, kabupaten Magetan acapkali diterpa beragam bencana alam. Mulai bencana banjir, longsor, kebakaran hutan, dan angin kencang. Di musim hujan, bencana banjir dan angin menjadi resiko yang harus diwaspadai, sebagaimana peristiwa yang terjadi Rabu (7/11) malam. Sebanyak 13 rumah penduduk dan lima pohon tumbang akibat terpaan angin kencang disertai hujan deras yang berlangsung sejak pukul 17.00 hingga tengah malam. Kerugian ditaksir belasan juta rupiah. Data yang dihimpun dari BPBD Magetan menyebutkan, jalur angin kencang dari Panekan, Plaosan, Sukomoro, Maospati, Bendo, Takeran, dan Magetan Kota. Bupati Magetan Suprawoto berharap masyarakat waspada terhadap musim hujan sekarang. “Sebenarnya ini kejadian yang selalu berulang tiap tahun. Ketika musim hujan, jenis bencananya bisa diprediksi. Ketika musim kemarau, bencana kebakaran lahan atau hutan. Masyarakat perlu mewaspadai,” kata Suprawoto saat meninjau kantor BPBD Magetan, Kamis (8/11). Musibah angin kencang disertai hujan deras itu menyebabkan banjir di sejumlah wi-

layah kota Magetan hingga menyebabkan robohnya tembok Kantor Kecamatan Magetan Kota, Rabu sore kemarin. Kasi Darlog BPBD Magetan, Fery Yoga Saputra, menyebutkan genangan banjir yang merobohkan tembok setinggi dua meter dengan panjang delapan meter di barat kantor kecamatan akibat luapan air yang melintasi talut di samping kantor kecamatan. Genangan banjir untuk wilayah kota yang menjadi langganan adalah kelurahan Bangunsari (Pasar Sayur) dan Jl Karya Darma kawasan Ringin Agung. Khusus untuk bencana longsor, kata Ferry, yang tertinggi adalah di Poncol dan Plaosan. Disusul wilayah Sidorejo, Panekan, Parang, Ngariboyo, dan Magetan Kota, dengan intensitas rendah. Sedangkan bencana banjir di wilayah Lembeyan dan Kartoharjo, akibat luapan sungai Madiun. Musibah banjir yang sifatnya tergenang terjadi di wilayah Magetan Kota, karena volume air yang masuk ke saluran irigasi tidak maksimal. Banjir bandang pernah terjadi di Plaosan tahun 2016, yang mengakibatkan kerugian besar rusaknya bangunan rumah serta jembatan dan hilangnya hewan peliharaan yang terbawa arus banjir. Q tok

Danrem Bhaskara Jaya Beri Santunan Warga TMMD Pamekasan IBU Mina dan Bapak Sula Warga Dusun Nyek Nye Desa Pasanggar Pasanggar Kecamatan Pegantenan, menerima bantuan RTLH Program Pembangunan TMMD Ke 103 Tahun 2018 Kodim 0826/ Pamekasan dan santunan dari Danrem 084/BJ Kolonel Inf Sudaryanto S.E. Pemberian santunan diberikan Danrem 084/Bhaskara Jaya disaat melakukan kunjungan kerja, meninjau kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018 di Desa Pasanggar Kecamatan Pagantenan Pamekasan. Rangkaian kegiatan Danrem 084/BJ di lokasi TMMD Ke 103, diawali dengan pengecekan Posko TMMD di Balai Desa Pasanggar

dilanjutkan ke sasaran fisik titik lokasi pembangunan yang dilakukan oleh Satgas TMMD Ke 103 Kodim 0826/Pamekasan. Lokasi y ang ditinjau diantaranya Pembangunan Jembatan dan Jalan Makadam di Dusun Taleber Laok, Pembangunan Bronjong dan Pengaspalan Jalan Di Dusun Gunung Daya serta Pembangunan RTLH di Dusun Nyek Nye. Dikesempatan itu, Danrem 084/

BJ Kolonel Inf Sudaryanto SE, menyampaikan bahwa tujuan melakukan peninjauan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan TMMD yang selama ini sudah berjalan di desa Pasanggar dan sekaligus memberikan motivasi kepada prajurit yang bertugas dalam Satgas TMMD Ke 103 di Pamekasan. “Sejauh ini, pelaksanaan program pembangunan berjalan sesuai rencana, masyarakat Pasanggar sangat menyambut baik program TMMD Ke 103 dilihat dari mereka bergotong royong, berbaur, bekerjasama dan bahu membahu dalam menyelesaikan pembangunan 20 unit rumah program RTLH dan program pem-

bangunan sasaran fisik lainya, seperti Pembangunan Jembatan, Jalan Makadam, Bronjong dan Pengaspalan Jalan," ujarnya Dijelaskan, beberapa pembangunan hasil TMMD itu, nantinya akan diserahkan langsung kepada masyarakat. Pembangunan itu, dinilai sangat penting guna menopang perekonomian, mampu mewujudkan peningkatan kesejahteraan dan menurunkan angka kemisikinan serta meningkatkan pola hidup sehat warga setempat. “Saya berharap, dengan adanya pembangunan ini, perekonomian dan SDM masyarakat bisa semakin berkembang,” pinta Kolonel Sudaryanto. Q din

din/bhirawa

Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto SE, disela meninjau sarana fisik dikegiatan TMMD ke103 Desa Pasanggar, Pagantenan, juga memberi santunan kepada warga penerima bantuan RTLH.


JAWA TIMUR

Jumat Pon, 9 NOVEMBER 2018

Perkuat Kesehatan, Awasi Jajanan Sekolah dan Gratiskan Kelahiran Lumajang Bhirawa Memperkuat layanan kesehatan di Lumajang, Bupatio Thoriqul Haq memastikan memantau jajan anak sekolah dan menggratiskan proses persalinan. Prioritas bidang kesehatan ini merupakan bagian dari menerjemahkan Program Nasional yaitu Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga. Bupati Thoriq , dalam sambutannya di seminar Impelemntasi program Indonesia Sehat , memastikan instansi terkait akan memprioritaskan pada kesehatan anak di sekolah dengan cara mendata seluruh PKL yang menjajakan makanan di sekolah untuk di periksa kesehatan makanannya. Dalam sambutannya, di seminar yang dilaksanakan di Gedung Soedjono, (8/11), itu dia membandingkan stamina anak pada jaman dahulu yang begitu sehat dan kuat, tidak mudah sakit, meskipun hujan hujanan., “Jjika dibandingkan dengan kesehatan anak anak sekarang yang sangat mudah sakit, yang dipastikan mereka memakan makanan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.” Ujar mantan ketua Komisi Ekonomi DPRD Jatim ini.. Untuk itu, sejalan dengan upaya program mewujudkan keluarga sehat, menuju Lumajang sehat, Pemkab secara keseluruhan akan mem benahi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, melakukan pendataan jumlah PKL yang mangkal di sekolah sekolah untuk diteliti kandungan makanan yang dijualnya, serta adanya informasi persalinan gratis di seluruh Rumah Sakit di Lumajang. Pada kesempatan itu,-

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, juga menegaskan bahwa warga Lumajang mulai hari ini,(8/11) sudah bisa mendapatkan program melahirkan gratis baik melahirkan secara normal maupun melalui operasi Caesar yang dibuktikan dengan menandatangani MoU dengan 4 Rumah Sakit Swasta Lumajang oleh Bupati pada kegiatan itu. “ Kita sekarang juga memberikan pelayanan melahirkan secara gratis baik itu untuk melahirkan secara normal maupun dengan operasi sesar, di seluruh Rumah Sakit Swasta,” jelasnya. Sementara itu, menurut Kabid Layanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, drg. Rina Dwi Astuti, M.Kes menjelaskan bahwa giat Program Indonesia Sehat dengan pendeketan keluarga (PIS-PK) tersebut merupakan salah satu bentuk strategi pembangunan di bidang kesehatan yang dimulai dari keluarga. Ia menjelaskan, tujuan seminar tersebut untuk membangun komitmen para tenaga kesehatan dalam pelaksanaan PIS-PK, memperoleh dukungan pemerintah maupun swasta. Di samping itu, juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. “Kami berharap seluruh stakeholder dapat berpartisipasi dan turut serta menyukseskan PIS-PK,” pungkasnya. Dwi

Bupati Lumajang Thoriqul Haq dalam sambutanya usai membuka giat Seminar Implementasi Program Indonesia Sehat dengan pendeketan keluarga (PIS-PK)

wiwit agus p/bhirawa

Pelita Si Abah saat ikuti pameran internasional di Jakarta.

Bali siap Mereplikasi Inovasi Pelita Si Abah Probolinggo, Bhirawa Inovasi Pemkot Probolinggo ,Pelita Si Abah , diundang Kemenpan RB untuk mengikuti pameran internasional yang digelar bersamaan dengan International Public Service Forum (IPSF) 2018, Rabu (7/11), di Assembly Hall Jakarta Convention Center. Bahkan Bali mengapresiasi inovasi Pelita si Abah dan siap direplikasi di daerahnya. Sebelumnya Pelita si Abah sukses meraih Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia, Kegiatan IPSF dibuka Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dan diigelar pula penyerahan penghargaan Top 40 inovasi pelayanan publik . Selain itu juga dilaksanakan forum diskusi internasional terkait pelayanan publik, hingga best practice sharing. Pelita si Abah adalah inovasi yang diusung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo patut berbangga diri

mengingat dari sekian banyak inovasi di seluruh Indonesia, Pelita Si Abah masuk dalam daftar Top 99. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Lingkugan Hidup Kota Probolinggo, Budi Krisyanto, Kamis (8/11). Inovasi yang telah diciptakan oleh instansi pemerintah kota Probolinggo. Menurutnya, ini merupakan upaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Instansi pemerintah harus menganut entrepreneurship bureaucracy, harus ada perbaikan dalam birokrasi. Pemerintah bisa belajar dari pengusaha sehingga pelayanan dapat diberikan dengan cepat dan bersih,” ujarnya. Budi Krisyanto, menyatakan pameran ini menjadi salah satu kesempatan menarik bagi Kota Probolinggo untuk mengenalkan Pelita Si Abah. Menurutnya, dengan mengikuti pameran ini, diharapkan Pelita Si Abah dapat dikenal masyarakat luas dan bahkan dapat direplikasi oleh daerah lain. “(Pameran internasional) Ini menjadi kesempatan menarik yang diberikan Kemen-

pan RB pada Kota Probolinggo untuk mengenalkan Pelita Si Abah. Bisa kita lihat, dari tadi pagi Pelita Si Abah mendapat respon positif dari para pengunjung. Harapannya, inovasi ini dapat direplikasi di daerah lain,” katanya. Selama pameran digelar, antusiasme pengunjung terhadap Pelita Si Abah memang cukup tinggi. Sejak dibuka mulai kemarin pagi, stan Pelita Si Abah tak pernah sepi pengunjung. Banyak pengunjung yang tertarik dengan inovasi ini mengingat pengolahan limbah tahu menjadi biogas yang dapat digunakan sebagai energi alternatif masih belum banyak ditemukan di daerah lain. I Gede Hery salah satunya. Pegawai Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Bali ini mengapresiasi inovasi yang telah diusung oleh DLH Kota Probolinggo. Ia menyatakan bahwa inovasi ini dapat direplikasi di daerahnya mengingat limbah tahu masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di Denpasar, jelasnya. wap

Penggunaan DD/ADD Harus Sinkron Program Pemkab Bondowoso, Bhirawa Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin melanjutkan Kunjungan Kerja (Kunker) dengan tema “Pembinaan Alokasi Dana Desa (ADD) di kecamatan kota, Kamis (8/11) kemarin. Acara tersebut diikuti oleh lima wilayah kecamatan dan seluruh kepala desa di lima kecamatan diantaranya Kecamatan Tenggarang, Taman Krocok, Bondowoso, Wonosari dan Curahdami. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ,Drs. Abdu-

rahman MM, yang diberi kesempatan pertama untuk memberikan sambutan, mengatakan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini tertuang dalam perubahan anggaran. Sementara anggaran ADD se-kabupaten Bondowoso tahun 2018 sebesar Rp 98, 470 miliar. Untuk pagu Dana Desa (DD) sebesar Rp 197,149 miliar. Ia menjekaskan besaran pagu sesuai dengan perencanaan kegiatan di kecamatan Bondowoso untuk ADD sebanyak Rp 1,7 miliar dan pagu DD Rp 3,5 miliar.

“Total pagu ADD di lima kecamatan sebanyak Rp 21,357 miliar. Sementara untuk pagu DD sebanyak Rp 39,891 miliar,” Katanya. Selanjutnya Kepala DPMD Berharap pada Bupati untuk memberikan arahan pada Kepala desa dan camat yang hadir. Dalam arahannya, Bupati KH Salwa Berharap agar seluruh jajaran pemerintahan kabupaten Bondowoso menyatukan pikiran dan gerak langkah cepat untuk mendukung semua

Ciptakan Sinergitas, Bupati Resmikan Kesatuan Gerak PKK-Kesehatan-KB Situbondo, Bhirawa Bupati Situbondo Dadang Wigiarto secara resmi membuka program pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tahun 2018 di peringgitan pendopo kabupaten, Kamis (8/11). Kegiatan tersebut mengambil tema “Kita Gerakkan Keluarga dan Masyarakat Hidup Sehat menuju Indonesia Sejahtera”. Hadir dalam kesempatan tersebut seluruh pengurus TP-PKK Situbondo, Dinas KB Situbondo beserta Dinas Kesehatan Situbondo. PLH Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo Hj Sri Susilowati, SE ikut hadir. Menurut Sri Susilowati, tujuan pencanangan kesatuan gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tahun ini fokus pada kesehatan lingkungan, khususnya kesehatan ibu dan anak. Ini disepakati, ujar Sri, karena untuk mewujudkan masyarakat sejahtera di Kota Santri. Ter-

masuk program integrasi pokok PKK, Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) BKKBN dan program Dinas Kesehatan memiliki kesepakatan yang sama. “Tiga instansi ini memprioritaskan soal penurunan angka kematian bayi dan ibu, peningkatan penggunaan metode KB jangka panjang dan peningkatan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat secara maksimal. Dengan kader sebagai ujung tombak keberhasilan program dan keluarga, diyakini sasaran akan tercapai,” papar Sri. Soal adanya keterpaduan gerak juga diharapkan Sri dapat menangkal dampak negatif kri-

sawawi/bhirawa

Suasana pembukaan program pencanangan kesatuan gerak PKK/KKBPK/ Kesehatan oleh Bupati Dadang Wigiarto di pendopo Kabupaten, Kamis (8/11).

sis ekonomi kedepan. Seperti penurunan daya beli dan gizi masyarakat serta kesehatan anak dan balita di keluarga miskin dan tertinggal menjadi prioritas dari pencanangan program ini. Sri Susilowati, menuturkan, masalah kesehatan menjadi masalah yang harus diupayakan secara terus-menerus yaitu dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat agar berperilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat. “Masyarakat saat ini harus memulai sehat dari keluarga. Sebab keberhasilan program pembangunan pemerintah di bidang apapun, termasuk kesehatan, sangat dipengaruhi oleh peran serta masyarakat dalam program fasilitasi pemerintah. Misalnya seperti pemberdayaan masyarakat,” pungkas Sri. Di sisi lain Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto berharap para camat, kader-kader KB di desa dan sektor Kesatuan PKKKB- Kes, dapar bersinergi melaksanakan program tersebut. Bukan sebaliknya, pinta bupati dua periode itu, tidak ego sektoral. “Jika ada problem ego sektoral, maka target pencapaian program akan lambat. Dampaknya ada pada penilaian makro pemerintah pusat kepada pemerintah Kabupaten Situbondo, akan negatif,” tegas Bupati Dadang. Maksud dari penilaian makro itu adalah penilaian kepada sektor bidang kemiskinan yang dihitung melalui salah satu indikator berupa kalori makanan yang dikonsumsi harian oleh keluarga dalam kelompokawi kelompok masyarakat.

program sepenuhnya. Artinya, semua program kerja yang akan disusun sesuai dengan visi dan misi pemerintahan periode 2018-2023. “Kita harus bekerjasama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. Serta sangat perlu membangun kesamaan, pemahaman di seluruh komponen birokrasi pemerintahan agar masyarakat lebih sejahtera,” katanya. har

9 TEROPONG JATIM

Warga Junrejo Khawatir Tembok Dinopark Rusak Irigasi Batu,Bhirawa, Warga Desa Junrejo Kota Batu mengaku khawatir bahwa pembangunan pagar tembok tempat wisata Dinopark akan mengurangi debit air irigasi dan sumur milik penduduk. Hal ini diakibatkan salah satu sisi pagar tembok setinggi 6 meter itu dibangun di atas badan sungai. ]Kamis (8/11), DPRD Kota Batu menggelar mediasi dengan mempertemukan pihak warga Desa Junrejo dengan Manajemen Dino Park. “Dalam mediasi dan dengar pendapat ini, DPRD juga mengundang BKD, DPUPR, Camat Junrejo, Kades Junrejo, BPD Junrejo, Dishub, DLH, DPMPTSP, Satpol PP, dan Kepolisian bersama TNI,”ujar Ketua Komisi C DPRD Batu, Didik Mahmud saat membuka rapat mediasi, Kamis (8/11). Hal ini mengingat pentingnya acara ini dimana perseteruan antara warga dengan pengembang sejak Januari 2018 hingga sekarang tak kunjung tuntas. Sekitar 30 orang perwakilan warga Desa Junrejo datang dalam mediasi tersebut. Mereka dikordinir oleh Kades Junrejo Andi Faisal, dan Ketua BPD Junrejo, Sunarso Basuki. Basuki mengatakan bahwa inti dari permasalahan yang membelit Desa Junrejo ini adalah adanya upaya mengalih fungsikan sungai irigasi masuk ke dalam bagian tempat wisata. Sayangnya, pihak pengembang melakukan pemagaran dengan tembok setinggi 6 meter yang membuat warga kesulitan untuk mengakses air irigasi. “Tembok yang dibangun di atas badan sungai irigasi ini membuat debit air menjadi berkurang. Bahkan hal ini juga mengancam sumur-sumur milik warga menjadi kering,”ujar Basuki di depan forum. Sebenarnya, lanjut Basuki, dalam pertemuan antara warga dengan pengembang pada Januari 2018 lalu, telah menetapkan 14 poin kesepakatan yang harus dipenuhi pengembang. Namun ternyata poin tersebut tidak direalisasikan hingga sekarang. Di antara poin yang dituntut warga yaitu, penyediaan Jalan Desa selebar 5 meter di sisi Dino Park 3, penyerapan tenaga kerja lokal, penyediaan tempat usaha bagi UMKM, dan pemberian prioritas kerja bagi para eks pemilik lahan yang kini dijadikan tempat wisata. Pengelola Dino Park 3 dituduh ngemplang tanah kas desa Junrejo dan bakal mencaplok sumber air lahan pertanian yang ada di sana. Kecurigaan itu muncul setelah puluhan warga bersama Perangkat Desa Junrejo menemukan pemancangan beton di Kali Watu yang menjadi sungai irigasi bagi warga desa. Mengetahui hal ini, Kepala Desa Junrejo Andi Faisal Hasan menampung keinginan warganya yang merasa khawatir akan kekurangan air. Menurut dia selain demi masyarakat hal itu juga menyangkut kewibawaan Pemerintah Desa. nas TULUNGAGUNG HILANG STNK, Honda, th. 2016, Hitam, AG4569RBG, a/n. Anton Sujarwo, Ds. Pucangan, Kauman-T.Agung No. 4478/IMB/BI-II/2018 HILANG STNK, Honda, th. 2015, Merah, AG4472RAT, a/n. Novia Arisanti, Ds. Bulus, Bandung- T.Agung No. 4479/IMB/BI-II/2018 HILANG STNK, Yamaha, th. 2005, Biru, AG4132SA, a/ n. Purwanto, Ds. Suwaluh, Pakel-T.Agung No. 4480/IMB/BI-II/2018 HILANG STNK, Honda, th. 2016, Hitam, AG6167RBI, a/n. Sumilah, Ds. Suwaluh, Pakel-T.Agung No. 4481/IMB/BI-II/2018

Disperindag Berikan Pelatihan Peningkatan Mutu Produk Makanan Olahan Kabupaten Blitar, Bhirawa Untuk meningkatkan mutu Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Blitar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar Pelatihan Peningkatan Mutu Produk Makanan Olahan IKM di Desa Pojok Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, Rabu (7/11) kemarin. Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto mengatakan dalam rangka meningkatkan mutu produk makanan olahan yang ada di Kabupaten Blitar, Disperindag Kabupaten Blitar gelar Pelatihan Peningkatan Mutu Produk Makanan Olahan IKM di Desa Pojok Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. “Selain untuk meningkatkan SDM para pelaku usaha di Kabupaten Blitar, kegiatan ini juga dalam rangka meningkatkan mutu atau kualitas hasil produk makanan olahan di Kabupaten Blitar,” kata Puguh Imam Susanto saat membuka acara Pelatihan, Rabu (7/11) kemarin. Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Widyo Guntoro menambahkan kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan peserta se-Kecamatan Ponggok diantaranya dari Desa Pojok, Maliran dan Kebonduren dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. “Kegiatan Pelatihan Disperindag ada berbagai macam kegiatan, diantaranya di Kecamatan Ponggok dilaksanakan Pelatihan Peningkatan Mutu Produk

Hartono/Bhirawa

Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto saat membuka Pelatihan Peningkatan Mutu Produk Makanan Olahan IKM di Desa Pojok Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, Rabu (7/11) kemarin.

Makanan Olahan bagi IKM setempat,” jelas Widyo Guntoro. Lanjut Widyo Guntoro, pada pelatihan ini pihaknya juga mengajak dua narasumber yang memberikan materi sekaligus praktek langsung kepada peserta, yakni dari BPTP jatim dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian yang memberikan materi pelatihan selama tiga haru mulai tanggal 7- 9 Nopember 2018. “Untuk materi yang diberikan narasumber, jenis makanan olahannya dari Belimbing, Nanas serta olahan tepung untuk roti,” ujarnya. Tambah Guntoro, dengan dilaksanakannya pelatihan ini pihaknya juga berharap adanya pengembangan usaha serta peningkatan kapasistas para pelaku usaha yang ada di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar dengan materi dan praktek secara langsung yang telah diberikan.

“Karena selain diberikan materi secara teori, peserta juga langsung praktek tentang makanan olahan, bahkan kemarin peserta telah membuat Selai Nanas, Jely Nanas dan beberapa makanan olahan lainnya,” imbuhnya. Salah satu warga Desa Pojok Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, Widayati merasa puas dan bangga telah mengikuti Pelatihan yang dilaksanakan oleh Disperindag Kabupaten Blitar. Bahkan dirinya juga merasa beruntung bisa mengikuti pelatihan ini dengan narasumber yang ahli dalam bidang makanan olahan. “Banyak manfaat dan saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti pelatihan ini, karena selain bisa saya kembangkan untuk saya sendiri juga bisa saya kembangkan untuk usaha saya kedepan,” kata Widayati. htn.adv


EKONOMI - BISNIS

10

Goncangan Dolar

RAGAM EKBIS

Bukalapak Wujudkan Jatim Berbasis Digital Surabaya, Bhirawa Bukalapak sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia terus berupaya mewujudkan komitmen untuk membangun Indonesia melalui pemanfaatan teknologi. Kemarin, bertempat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Bukalapak bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepakat mengadakan kerjasama untuk mewujudkan Jawa Timur berbasis digital. Penandatanganan surat kesepakatan kerjasama dilakukan oleh Fajrin Rasyid selaku Co-Founder and President Bukalapak dan Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum selaku Gubernur Jawa Timur. Turut hadir pada acara ini sejumlah pejabat Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Provinsi Jawa Timur dan perwakilan dari Bukalapak. Fajrin Rasyid Co-Founder and President Bukalapak, Kamis (8/11) kemarin mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama untuk mewujudkan Jawa Timur berbasis digital. “Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat kami berharap penetrasi digital akan semakin menyeluruh di masyarakat. Kerja sama ini tentunya mengoptimalkan berbagai fitur dan produk di Bukalapak demi memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat di Jawa Timur serta memberdayakan UKM dan IKM setempat,” kata dia. Bukalapak memiliki visi untuk memberdayakan masyarakat dari akar rumput, seperti UKM dan IKM yang tergabung sebagai pelapak di Bukalapak dan warung-warung konvensional yang tergabung sebagai Mitra Bukalapak. Saat ini Bukalapak telah berhasil menghubungkan lebih dari 4 juta UKM atau pelapak di seluruh Indonesia. Jumlah pelapak di Jawa Timur per bulan September 2018 mengalami kenaikan sebesar 70% dibandingkan pada bulan SepQ ma tember 2017 lalu.Q

ITK Jawa Timur Triwulan III Relatif Lebih Rendah Pemprov, Bhirawa Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Jawa Timur pada Triwulan III– 2018 tercatat sebesar 97,93 artinya kondisi ekonomi konsumen relatif lebih rendah dibanding Triwulan II–2018. ITK Triwulan III, lebih rendah 29,78 poin dibanding Triwulan sebelumnya, sehingga berada dibawah 100, angka ini mencerminkan pesimisme konsumen. Pada periode Juli-September, tercatat nilai Rupiah beberapa kali terdepresiasi terhadap dollar Amerika, yang menyebabkan sebagian besar harga-harga komoditas utama bergerak naik. “Kondisi ini setidaknya mempengaruhi konsumsi rumahtangga. Jika bukan konsumsi urgen, maka rumahtangga akan menahan

diri untuk membelanjakan pendapatannya,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Teguh Pramono, Kamis (8/11). Meski demikian, lanjutnya, pada Triwulan IV–2018, ITK Jawa Timur diperkirakan kembali optimis, indeks mencapai 103,32. Lebih tinggi dibanding periode sebelumnya

(97,93). Besaran ITK tersebut didasarkan atas perkiraan indeks pendapatan rumah tangga mendatang yang juga meningkat menjadi 106,94. “Periode triwulan mendatang terdapat event hari besar Natal dan perayaan Tahun Baru 2019 diperkirakan dapat meningkatkan optimisme konsumen rumahtangga,” ujarnya. Dijelaskannya kembali, penurunan ITK pada Triwulan III terjadi pada seluruh variabel pembentuknya, hal ini menggambarkan siklus yang terjadi tiap tahun, ketika periode Ramadhan dan Lebaran tendensi konsumsi rumahtangga melonjak tajam, maka periode Triwulan berikutnya turun signifikan hingga dibawah 100.

Surabaya. Bhirawa Sebagai penikmat musik di era digital yang gemar mendengarkan musik secara online, layanan musik streaming berbasis aplikasi menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin mendapatkan playlist yang legal, terkurasi dan aman. Dengan alasan inilah, Deezer sebagai penyedia aplikasi musik streaming mengembangkan fitur-fitur menarik yang mendukung para penggunanya saat menikmati musik. Daud Aditirto, Vice President Deezer Asia Pacific Kamis (8/11) kemarin menjelaskan, target utamanya adalah bagaimana mengedukasi masyarakat Indonesia untuk menikmati musik yang legal dan aman. “Karena mengunduh MP3 secara ilegal sama halnya seperti mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak kita,” paparnya. Dengan Deezer, kita tidak hanya dapat menikmati musik secara legal, namun seluruh koleksinya juga memiliki kualitas suara yang baik dan dilengkapi dengan fitur unggulan. Lebih dari itu, Deezer juga menjembatani musisi dan musik kepada masyarakat luas sehingga masyarakat dapat mengapresiasi musik-musik karya anak bangsa maupun musik luar negeri. Deezer merupakan aplikasi musik streaming dengan sentuhan paling personal di dunia mampu memberikan rekomendasi musik yang paling sesuai dengan kesukaan para penggunanya. Deezer memiliki library musik dengan kualitas terbaik dan terbesar yaitu sebanyak 53 juta lagu yang terdiri dari lagu-lagu terbaru dan juga lagu-lagu lama dalam beQ ma ragam pilihan genre.Q

Secara makro, kondisi ini ditunjukkan juga oleh data output wilayah (PDRB) yang menunjukkan kecenderungan yang sama, sektor pengeluaran konsumsi rumah tangga juga tercatat melambat selama periode Triwulan III–2018 (5,71 persen menjadi 4,93 persen). Dibandingkan nasional, ITK Triwulan III -2018 Jawa Timur lebih rendah dibanding nasional, sebaliknya perkiraan pada Triwulan IV–2018 ITK Jawa Timur lebih tinggi daripada nasional. ITK Jawa Timur tercatat 97,93 sementara Nasional 101,23. Sedangkan perkiraan ITK Jawa Timur sebesar 103,32 sedangkan nasional pada angka 103,29. Sementara, jika dibanding-

kan dengan provinsi-provinsi di Pulau Jawa, ITK Triwulan III– 2018 Jawa Timur menempati posisi terakhir (97,93). Posisi pertama diduduki oleh Banten (108,55). Posisi kedua adalah Provinsi DKI (101,27), ketiga adalah Jawa Barat (100,51), keempat Provinsi DIY (99,89), dan kelima Provinsi Jawa Tengah (99,51). Perkiraan ITK Triwulan IV2018 Provinsi Jawa Timur (103,32) menempati posisi keempat dibanding provinsi lain di Pulau Jawa. Banten (108,38) pada posisi pertama, disusul DKI (101,27), sementara Jawa Tengah pada posisi terakhir Q dengan ITK sebesar 101,92.Q rac

Sharp Gelar Pemeriksaan Gratis dan Trauma Healing

Deezer, Buat Streaming Musik Makin Asyik

achmad tauriq/bhirawa

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Sunarso saat memberikan kuliah umum di Kampus B Unair Surabaya.

Pegadaian Bangun Kapasitas SDM Mahasiswa Surabaya, Bhirawa Untuk menciptakan dan membangun kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) talent yang berintegritas dan kompeten di bidang industri keuangan seiring dengan proses transformasi dalam upaya strategi pencapaian tujuan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang, PT Pegadaian (Persero) mendirikan Pegadaian Corporate University. Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Sunarso saat dikonfirmasi Bhirawa, Kamis (8/11) usai memberikan kuliah umum di Kampus B Unair kemarin mengungkapkan unit pendidikan ini merupakan wujud peningkatan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kompetensi SDM melalui program pendidikan yang berkualitas dan selaras dengan kebutuhan pengembangan bis-

nis dalam rangka mendukung sasaran strategis perusahaan. “Kami berupaya mewujudkan transformasi sistem pengelolaan pendidikan dan pelatihan (diklat) menjadi mekanisme sebuah Corporate University. Pegadaian Corporate University ini merupakan salah satu terobosan baik produk dan layanan yang didukung the latest technology, maupun pengembangan hard & softskill karyawan,” terang Sunarso. Sunarso menambahkan selain itu Pegadaian juga makin mengintensifkan Program The Gade Goes To Campus ke berbagai kota di Indonesia, untuk mendekatkan diri dan mencari talenta-talenta bagus ke kalangan muda dan memperkenalkan Tabungan Emas bagi generasi masa depan. Melalui program The Gade Goes to Campus, Pegadaian

Bupati Dorong AKN Situbondo Berperan Mencetak SDM Handal Politehnik Jember (Polije) melalui Akademi Komunitas Negeri (AKN) Situbondo program studi diluar domisili (PSDD) kembali melakukan wisuda bagi 33 mahasiswa D2 ahli muda angkatan ke-V, Kamis (8/11). Jumlah mahasiswa yang mengikuti wisuda tahun 2018/2019 ini berasal dari dua jurusan, masing masing 13 mahasiswa dari jurusan Tehnologi Pertanian dan 20 mahasiswa dari jurusan Tehnologi Informasi. Prosesi wisuda yang diadakan di Ed Hotel Lotus SMKN I Panji dihadiri Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dan Wakil Direktur III Polije Bidang Kemahasiswaan Moh. Munih Dian Widianto S. Kom beserta seluruh jajaran dosen. Menurut Bupati Dadang, saait ini perkembangan tehnologi pendidikan terus bergeak cepat seiring datangnya era digitalisasi. Untuk itu, kata Bupati Dadang, ia ingin merasakan puncak prestasi pendidikan AKN Situbondo sesuai dengan cita citakan bersama Pemkab Situbondo. Bupati Dadang sangat mengapresiasi kepada Polije sebagai orang tua AKN Situbondo, dimana telah banyak memberikan peningkatan pendidikan formal di Kota Santri. “Kami juga memberikan penghargaan bagi pengelola AKN Situbondo yang punya semangat tinggi dalam mengelola AKN sehingga berjalan dengan baik,” ujar Bupati Dadang dalam orasi ilmiah pada wisuda kemarin. Masih kata Bupati Dadang, Situbondo kini telah banyak membuka keran selebar-lebarnya untuk diberikan kepada umum agar proses pembangunan dari bawah dipenuhi ide para tehnorat sehingga bisa dijabarkan dalam program program kegiatan untuk kepentingan masyarakat banyak. Dengan demikian, lanjut Bupati Dadang, masyarakat Situbondo akan lebih sejahtera lagi dimasa mendatang. “Parameternya banyak sekali maka bidang bidang apapun diharapkan mengambil peran yang aktif, termasuk dari AKN Situbondo saya minta untuk piawai mencetak SDM yang

Jumat Pon 9 NOVEMBER 2018

sawawi/bhirawa.

Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto bersama jajaran Direktur Polije Jember dan AKN Situbondo usai wisuda 33 mahasiswa, di Ed Hotel Lotus, Kamis (8/11). handal,” pinta Bupati Dadang. Keberadaan AKN Situbondo ini, lanjut Bupati Dadang, mempunyai hubungan secara langsung dengan kebijakan yang akan direncanakan oleh Pemkab Situbondo. Kebersamaan ini dilakukan, urai Bupati Dadang, dengan cara mencetak tenaga mahasiswa yang baik dan berkualitas yang baik pula. Langkah ini, tutur Bupati dua periode itu, sesuai dengan cita cita Bupati yang dipilih rakyat untuk mewujudkan program itu dengan baik. “Tidak akan ada artinya jika kebijakan Pemkab Situbondo tanpa ada partisipasi publik. Misalnya adanya keterlibatan sarjana AKN Situbondo yang berprestasi tadi bisa ikut membangun Situbondo kedepan,” papar Bupati Dadang. Lebih jauh Bupati Dadang menandaskan, masyarakat saat ini membutuhkan bukti dan hasil dari kerja nyata pemerintah. Untuk itu, ajak Bupati Dadang, ia mengajak para akademisi kampus AKN Situbondo ikut menatap masa depa secara bagus sehingga memperoleh hati ditengah masyarakat. “Peran nyata dari akademisi dan mahasiswa serta para wisudawan/ti sangat kami perlukan. Mari semua mengerahkan potensi yang ada demi kemajuan Situbondo kedepan sehingga kehidupan masyarakat sehari hari semakin mak-

mur,” pungkas Bupati Dadang. Pengelola AKN Situbondo, Dra Kumudawati MPd, berharap dengan adanya AKN di Situbondo akan menjadi cikal bakal berdirinya sebuah PTN di Kabupaten Situbondo. Kata Kumudawati, dalam waktu dekat di Situbondo juga akan berdiri PSDKU (program studi diluar kampus utama). Artinya, sebut Kumudawati, akan ada Politehnik Jemeber di Situbondo atau seperti Unair perwakilan di Banyuwangi. “Dengan program baru ini nanti akan ada program D4 sampai S2 terapan. Tetapi untuk AKN Situbondo akan tetap berjalan,” tutur Kumudawati usai wisuda Kamis (8/11). Masih kata Kumudawati, dari 33 wisudawan/ti, sebagian besar sudah langsung bekerja sesuai dengan jurusan yang ada. Diantaranya, sebut Kumudawati, diterima bekerja di SMK, BUMN seperti PT Telkom dan sejumlah perbankan. Dengan banyak wisudawan/ti langsung bekerja ini, Kumudawati ikut berbangga hati, karena bisa membantu program pemerintah dalam bidang pengurangan angka pengangguran. “Yang jelas setiap tahun kualitas lulusan AKN Situbondo mengalami banyak peningkatan yang sigifikan karena IPK-nya juga ikut naik,” terang Kumudawati.Q awi.adv

ingin menunjukkan perseroan kini menjadi tempat bekerja yang dibanggakan, sekaligus mencari talenta-talenta muda di kampus-kampus terbaik di Indonesia. Selain itu juga dalam upaya memberikan literasi keuangan untuk generasi minenial, ditengah makin pesatnya industri teknologi digital dan banyaknya produk-produk keuangan. Sedangkan usia Pegadaian saat ini telah melewati 117 tahun dan akan terus menjadi mudah seiring dengan proses transformasi yang sedang berjalan. “Saat ini kami terus Bertransformasi untuk menjadi makin mudah, nyaman dan cepat dalam melayani nasabah, khususnya generasi milenial. Salah satu produk digital kami untuk generasi milenial adalah Pegadaian Digital Q riq Service (PDS),” jelasnya.Q

Surabaya, Bhirawa Bekerja sama dengan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU, PT Sharp Electronics Indonesia melalui program Corporate Social Responsibilities (CSR), menggelar program ‘Bakti Untuk Negeri : Palu Bangkit’. Dengan mendirikan posko pemeriksaan kesehatan, posko dapur air guna memenuhi kebutuhan air bersih, trauma healing guna menghibur anak-anak terdampak gempa yang masih diliputi trauma akan gempa serta pembagian sembako dan pemasangan pompa air yang dilengkapi dengan pipa dan tabung penampung air. CEO PT Sharp Electronics Indonesia, Tadashi Ohyama saat dikonfirmasi Bhirawa, Kamis (8/11) kemarin mengungkapkan Sharp akan fokus memberikan pelayanan berupa pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat-obatan dan vitamin. “Nantinya layanan pemeriksaan kesehatan gratis akan berkeliling ke dua tempat lainnya yaitu di desa Omu dan desa Pakuli di kabupaten Sigi, ini dimaksudkan agar bantuan dari Sharp dapat dirasakan oleh seluruh warga Palu dan sekitarnya,” terangnya. Tadashi Ohyama yang turut hadir untuk membuka acara sekaligus memberikan dorongan semangat bagi para karyawan, dealer serta konsumen setia Sharp di kota Palu menambahkan bertempat di area parkir kantor Sharp cabang Palu, Jl. Emy Saelan No. 95, Palu, akan didirikan posko dapur air guna membantu para warga mendapatkan air bersih untuk digunakan sebagai kebutuhan minum, lalu paket makanan kebutuhan bayi serta makanan tambahan. Marketing Communication Asst. GM PT SHARP Electronics Indonesia, Agus Soewadjie mengatakan beragam bantuan dari karyawan Sharp Indonesia pun disalurkan langsung kepada para penerima manfaat, tidak hanya berupa uang tunai, pakaian layak pakai dan mainan, namun Sharp melalui program employee volunteering-nya menggelar program trauma healing guna menghibur anak-anak yang masih mengalami trauma akibat gempa. Untuk itu Karyawan Sharp telah menyiapkan beberapa permainan yang menarik dan interaktif serta memberikan hadiah berupa mainan, makanan kecil hingga peralatan alat tulis dan tas sekolah. “Kami sadar tidak mudah untuk memulihkan mereka dari rasa trauma yang dalam akibat gempa, namun kami berharap melalui program ini, anak-anak dapat terhibur sekaligus melupakan sejenak rasa sedih dan takut mereka,” jelas Agus Soewadjie. Duka yang menyelimuti bangsa Indonesia menggerakan Sharp Indonesia untuk dapat berkontribusi meringankan beban konsumen setianya. Melalui program CSR, Sharp selalu berusaha untuk memberikan bantuan yang tepat sasaran dan bermanfaat. Air bersih pun menjadi salah satu kebutuhan primer yang sangat sulit didapatkan, pada tahap ketiga nanti pihaknya akan memasang perangkat pompa air guna memenuhi kebutuhan air para pengungsi di desa Loru dan Desa Mpanau kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.Q riq

CEO Sharp Indonesia, Tadashi Ohyama bersama Marcomm Ast. GM, Agus Soewadjie saat berbicara dengan team medis dari Yayasan PKPU.

BI Berharap Anak Muda Menjadi Pengusaha Malang, Bhirawa Generasi muda, di masa yang akan datang diharapkan menjadi pemimpin. Karena itu bakat dan kemampuanya harus terus didorong untuk membawa perubahan dan kemajuan Indonesia. Arbonas Hutabarat Direktur Komunikasi Bank Indonesia, (BI), saat memberikan sambutan acara BI Goes to Campus di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kamis 8/11 kemarin, menuturkan jika generasi muda didorong untuk menjadi pengusaha. “Mahasiswa memiliki memiliki komunikasi terbuka dan daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan zaman. Nah ini sangat tepat jika mereka didorong untuk menjadi pengusaha,” tuturnya. Ia menyampaikan, jika BI Goes to Campus, merupakan sarana untuk mendekatkan antara BI kepada para generasi muda, agar

mereka makin melek pengetahuan tentang BI, dan perekonomian Indonesia. "Salah satu target yang ingin kita capai adalah mendorong generasi muda untuk menjadi wirausahawan lokal berbasis digital, sehingga dapat berkontribusi untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional," imbuhnya. Pertumbuhan digital sudah semakin menyebar disemua lini, makanya jika generasi muda mampu menangkap peluang untuk melakukan bisnis dengan memanfaatkan digital, maka dia akan menikmati IT sekaligus menikmati ekominya. Sementara itu, terkait dengan BI Goes to Kampus, bahwa kegiatan ini, selain memberikan edukasi ekonomi digital, BI juga menyelenggarakan kompetisi blog dan video. Kompetisi ini merupakan sarana edukasi bagi

Arbonas Hutabarat Direktur Komunikasi Bank Indonesia, (BI), menyerahkan cinderamata kepada Anggota DPR RI Komisi XI, Ir. Andreas Eddy Susetyo, MN acara BI Goes to Campus di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kamis 8/11 kemarin

masyarakat luas sekaligus media sosialisasi terhadap kebijakan BI. Pihaknya juga menyampaikan, Agenda BI Goes to Campus 2018 akan mengunjungi empat kampus, yakni Universitas Brawijaya, Malang, Kamis 8 November Universitas Sriwijaya, Palembang 15 November; Universitas Patimura, Ambon 22 November); dan Institut Teknologi Bandung, Bandung 28 November. BI memilih kampus untuk edukasi publik karena mahasiswa merupakan segmen masyarakat yang akan berperan penting dalam kemajuan bangsa dalam periode jangka panjang. Sementara itu Anggota DPR RI Komisi XI, Ir. Andreas Eddy Susetyo, MN menyampaikan bahwa pada tahun 2017 PDB Indonesia Menembus U50 1 Triliun, di Asean tidak tertandingi oleh Negara lain. “Indonesia kembali membuktikan sebagai negara besar dan tengah berada dalam langkah untuk menjadi negara maju. Hal itu terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang telah menembus US$ 1 triliun per tahun,” tutur Andreas. Pihaknya optimis, semakin banyaknya generasi muda memiliki pengertahuan dan keperdulian terhadap pekembangan ekonomi, menurut dia tidak berlebihan jika nagara Indonesia menjadi nagara maju dan disegani oleh oleh negara lain di dunia. “Ini kesempatan besar bagi generasi muda untuk maju, bonus demografi yang di miliki harus mampu dimanfaatkan oleh genQ mut erasi muda,” tukasnya.Q


Jumat Pon, 9 NOVEMBER 2018

Kejari Tetapkan Kasatpol PP Jadi Tersangka l Sambungan hal 1

yaitu ASN dari Satpol PP Kota Batu, berinisial RY,” ujar Fariman, Kamis (8/11). Penetapan ini dilakukan setelah pe­ nyidik memperoleh bukti yang kuat bahwa tersangka telah melakukan pemotongan honorarium yang menjadi hak bawahannya. Honoraium itu diberikan atas giat piket jaga yang dibebankan kepada anggota Satpol. Yaitu, piket jaga di Balai Kota Among Tani, Gedung DPRD, Rumah Dinas Wali Kota Batu dan Rumah Dinas Wakil Wali Kota Batu. Para personel Satpol PP setiap hari digilir untuk membantu penjagaan bangunanbangunan itu. Seharusnya, personel yang piket jaga mendapat honorarium dalam nominal tertentu. Tetapi yang sampai di tangan yang bersangkutan tak sesuai dengan yang tertulis dalam laporan keuangan. Kasatpol PP Kota Batu, Adanya duRobiq Yunianto gaan korupsi ini mulai terdeteksi aparat penegak hukum pada Mei 2018. Adapun beberapa saksi yang diperiksa mulai dari bendahara, pengawas piket, Banpol, dan lainnya. Penetapan tersangka oleh Kejari Kota Batu dilakukan sejak Senin (5/11) lalu. Namun, tidak melakukan penahanan terhadap tersangka karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan. “Selain itu tersangka saat ini juga harus melakukan kontrol kesehatan secara rutin. Tetapi kami tetap memantau setiap aktivitas tersangka,” tambah Fariman. Sebagai tersangka, Robiq dikenai pasal berlapis. Yaitu pasal 2 dan Pasal 3 no 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, Pasal 12 e UU Tipikor tentang pemotongan honorarium. Lalu pasal 9 tentang pemalsuan dokumen. Fariman menyebut bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru karena kasus ini masih terus dikembangkan.n nas

Targetkan Jombang Kembali Jadi Lumbung Pangan Nasional l Sambungan hal 1

bertanam. Sehingga menurutnya, dapat dilakukan suatu koordinasi dalam pengaturan permasalahan air, pupuk, dan agar nantinya panen padi di Jombang dapat serentak. “Jadi bisa sama, menunjukkan bahwa pertanian di Jombang ini, dengan adanya Kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani dapat melakukan kerjasama, bergotong-royong,” imbuh Bupati Jombang. Selain itu, Bupati Jombang juga menghimbau kepada para petani agar saat panen tiba nanti, tidak menjual seluruh hasil panennya. “Kita minta tidak dijual semua, lumbunge supoyo diisi (lumbungnya agar diisi), untuk persediaan pangan ke depan. Pokok ambek nyimpen lah, ojo didol kabeh (pokoknya harus disimpan juga, jangan dijual semua),” tandas Bupati Mundjidah. Ditanya lebih lanjut terkait ketersediaan pupuk menghadapi musim tanam 20182019, Bupati Jombang menjawab, ada jatah pupuk bersubsidi dari Pemprov Jatim. “Tahun kemarin kita sebenarnya sudah kurang dari kebutuhan, namun informasinya saat ini dari Dinas Pertanian malah dikurangi lagi, kita masih berupaya ke Provinsi agar dapat tambahan jatah,” tutupnya.n rif

Optimis PSDKU Segera Berdiri l Sambungan hal 1

(PSDD) di Kabupaten Situbondo tersebut. Baginya jabatan itu selain merupakan amanah juga sebagai sarana mengabdikan ilmunya kepada para mahasiswa yang ada di Kota Santri Situbondo. Pada, Kamis (8/11), lagi-lagi Kumudawati menjadi bintang pada puncak acara prosesi AKN Situbondo ke-V, di Ed Hotel Lotus SMKN 1 Panji Situbondo. Sebab, dari sejumlah deretan tenaga rektorat AKN Situbondo maupun Polije Jember hanya Kumudawati yang mewakili kaum perempuan. Wanita yang kini juga menjabat sebagi Kasek SMKN 1 Panji itu, tampil dengan percaya diri dihadapan undangan wisudawan. “Ini wisuda AKN Situbondo yang kelima. Tahun 2018 ini kami mewisuda 33 mahasiswa,” ujarnya merendah. Kumudawati mengaku optimis, Kabupaten Situbondo tidak lama lagi akan memiliki sebuah PTN-sama dengan daerah kabupaten/kota lain di Jatim. Kumudawati memastikan, Situbondo akan akan segera memiliki PSDKU (pusat studi diluar kampus utama), kampus negeri yang akan menyediakan studi Diploma 4 (D-4) hingga Strata 2 terapan, mirip sepert kampus Unair yang berdiri di Kabupaten Banyuwangi. “Kami masih menyiapkan semua tahapan untuk kepentingan berdirinya PSDKU tersebut. Doakan lancar,” papar Kumudawati. Kumudawati menambahkan, dengan adanya AKN di Situbondo akan menjadi cikal bakal berdirinya sebuah PTN di Kabupaten Situbondo. Kata Kumudawati, dalam waktu dekat di Situbondo juga akan berdiri PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama). Artinya, sebut Kumudawati, akan ada Politehnik Jember di Situbondo atau seperti Unair perwakilan di Banyuwangi. “Meski nanti ada program baru, keberadaan AKN Situbondo akan tetap berjalan seperti biasanya,” tuturnya. n awi

SAMBUNGAN

11

Penyertaan Modal untuk Pulihkan Jamkrida l Sambungan hal 1

ma-sama Jamkrida itu,” tutur Aris. Uji kelayakan ini, lanjut Aris, dilakukan bekerjasama dengan Universitas Airlangga (Unair). Selain direktur utama, penggantian direksi juga dilakukan pada posisi direktur keuangan. Bahkan seluruh direksi akan diisi orang baru yang backgroundnya adalah orang penjaminan. Dengan direksi baru dan pembina akan mendiskusikan terkait penataan organisasi. “Penataan organisasi di bawah direksi juga perlu kita lakukan. Karena percuma ketika direksi baru tapi maindset di bawahnya masih maindset lama,” ungkap pria yang juga Kepala Biro Organisasi Setdaprov Jatim tersebut. Selain itu, Aris juga berharap ke depan PT Jamkrida dapat memperluas kerjasamanya dengan perbankan. Khususnya untuk memberikan

nuansa prospektif bagi Jamkrida. Bukan sebaliknya, memberikan nasabah yang justru cenderung berpotensi kredit macet. “Ada gagasan juga untuk membuka layanan kantor cabang yang bersinergi dengan bank milik pemerintah kabupaten/ kota. Itu beberapa langkah pengembangan untuk Jamkrida ke depan,” ungkap Aris. Penyertaan Modal Bank Jatim Syariah Selain penyertaan modal untuk PT Jamkrida, Gubernur Jatim juga tengah mengusulkan penyertaan modal untuk mendukung spin off Bank Jatim Syariah. Diungkapkan Gubernur Jatim Dr H Soekarwo, pengesahan APBD Jatim 2019 tertunda hingga dijadwalkan rampung 28 November mendatang. Salah satu faktornya adalah pembahasan terkait raperda Bank Jatim Syariah. “Salah satunya alasan itu. Tapi lainnya, di tata tertib (Sidang) tidak bisa sehari

terus besoknya selesai tidak bisa,” tutur Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim. Dalam pembentukan Bank Jatim syariah ini, dijelaskan Pakde Karwo sebesar Rp 1 triliun. Secara rinci, Rp 500 miliar penyertaan modal dari Bank Jatim dan Rp 500 miliar dari Pemprov Jatim. “Itu harus, kalau tidak spinoff- nya lama. Dan spinoff itu bisa berdiri sendiri,” ungkap Pakde Karwo. Pihaknya optimis, dengan berdirinya Bank Jatim Syariah akan mampu menarik uang yang disimpan masyarakat menjadi lebih produktif. Selain itu, penduduk Jatim sebagian besar juga lebih memilih untuk ke bank syariah dari pada konvensional. “Uang Rp 300 triliun di masyarakat nganggur kok nggak ada pancingannya. Idol kita, karena DPK (Dana Pihak Ketiga) di Bank hanya sekitar Rp 58 triliun,” pungkas dia. n tam

TPP Terendah PNS Tulungagung Rp 750 Ribu l Sambungan hal 1

daerah) Rp 15 juta,” ujarnya. Komisi C DPRD Tulungagung, lanjut Heru Santoso, belum bisa menilai apakah besaran sebaran TPP tersebut sudah layak, normal dan wajar sesuai yang diharapkan. “Kami belum bisa menilai karena menunggu detailnya dulu,” ucapnya. Saat ini, menurut dia, detail perhitungan sebaran TPP PNS di lingkup Pemkab Tulungagung masih dikerjakan oleh Bagian Organisasi Setda Kabupaten Tulungagung. “Itu (besaran sebaran TPP) masih estimasinya. Ini sekarang masih dihitung detailnya oleh Bagian Orga­

nisasi Setda Kabupaten Tulungagung,” terangnya. Heru Santoso menekankan, Komisi C DPRD Tulungagung berharap dan meminta sebaran TPP antar golongan dan eselon besarannya tidak terlalu besar. Harapannya, agar tidak menimbulkan kecemburuan antar PNS. Sebelumnya, Kepala BPKAD Kabupaten Tulungagung, Drs Hendry Setyawan MSi,ketika ditanya Bhirawa enggan mengungkapkan besaran TPP yang akan diterima PNS Tulungagung untuk pertama kalinya pada awal tahun depan itu. Begitu pun dengan Plt Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo MM. Ia pun enggan menyebut berapa

besaran TPP terendah dan tertinggi yang akan diterima PNS Pemkab Tulungagung. Maryoto Birowo hanya menyatakan Pemkab Tulungagung sudah menganggarkan dana sebesar Rp 124 miliar dalam Raperda APBD Tulungagung tahun 2019 untuk TPP PNS lingkup Pemkab Tulungagung. “Besarannya sesuai aturan pemerintah itu lima persen dengan pembenanan kerja,” ujarnya. Dia memastikan semua PNS akan menikmati TPP. Mulai golongan I sampai golongan IV. “Jadi sesuai klasifikasi jabatan dan berdasarkan pembenanan kinerja,” tegasnya. n wed

Usulkan Pajak Penghasilan Badan Masuk ke Daerah l Sambungan hal 1

buat surat dan mendatangi DPR RI agar segera membuat aturan yang mengatur bahwa PPh badan harus masuk ke daerah yang menjadi tempat usaha tersebut Contohnya, jika perusahaan perkebunan sawit di Kalteng, maka membayar PPh badan-nya ya di Kalteng. Sebab, selama ini meski perusahaannya di daerah, tapi bayar pajaknya ke DKI Jakarta” kata Pakde Karwo yang juga Gubernur Jatim itu. Peraturan tersebut, lanjut orang nomor satu di Jatim ini, untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan kesejahteraan di Indonesia. Apalagi, sumbangan PPh badan dari daerah sangat besar, salah satu contohnya,PPh badan Jawa Timur rata-rata per tahunnya menyumbangkan sebanyak Rp. 10,7 triliunkepada DKI Jakarta. Dalam kesempatan itu, Pakde Karwo juga memberikan dukungannya terhadap wacana Palangka Raya menjadi Ibu Kota Negara Indonesia yang baru. Wacana tersebut sejalan dengan cita-cita presiden pertama RI, Bung Karno ketika meresmikan Kota Palangkaraya sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Tengah pada

Tahun 1957 lalu. Pakde Karwo mengatakan, terdapat beberapa alasan kuat untuk menjadikan Palangka Raya sebagai ibu kota negara. Diantaranya, dari segi keamanan, dimana menurut penelitian para ahli, Palangka Raya merupakan wilayah yang aman dari gempa. “Insha Allah, para ahli gempa menyatakan bahwa disini adalah pula yang tidak ada gempa” katanya. Kedua, lanjutnya dari aspek wilayah, secara geografis Palangka Raya posisinya tepat berada ditengah-tengah wilayah nusantara. Sehingga jika dijadikan ibu kota negara, maka jalur distribusinya akan menjadi lebih mudah, murah, dan cepat. “Lokasinya tidak terlalu dekat dengan laut, tapi juga disebelahnya ada sungai yang besar, yakni Sungai Kahayan. Ini memenuhi syarat ibukota di dunia, Ini bagus untuk dijadikan ibu kota negara, masyarakat di Indonesia akan ter-engineering dengan sendirinya, banyak yang ingin pindah kesini untuk bekerja, bisnis, dan lainnya” lanjutnya. Senada dengan Pakde Karwo, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran mengatakan,

sudah saatnya daerah mendapat perlakuan yang adil terkait PPh badan. “Seandainya daerah menyumbangkan PPh badan ke DKI Jakarta sebesar Rp. 75 triliyun, paling tidak lima persennya kembali ke daerah penghasil, ini akan lebih adil” katanya. Gubernur Sugianto juga meminta dukungan seluruh pihak agar diberlakukan syarat kepada investor, bahwa jika ingin mendirikan perusahaan di daerah, maka perusahaan tersebut harus menyetor pajak ke daerah, bukan ke DKI Jakarta, meskipun perusahaan pusatnya berada di Jakarta. “Jadi pendapatan daerah akan meningkat, sehingga bisa meningkatkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat” ujarnya. Terdapat beberapa agenda yang dilakukan dalam Pra Rakernas APPSI Tahun 2019 yang berlangsug selama 7-9 November 2018 ini, yakni penjelasan rancangan materi Rakernas APPSI Tahun 2019 oleh Ketua Steering committee Rakernas APPSI, Bp. Prof. M. Ryaas Rasyid, MA, Ph.D, dan penjelasan kesiapan Pemprov Sumatera Barat selaku tuan rumah Rakernas APPSI Tahun 2019 oleh Organizing Committee. n tam

KPU: Hasil PSU Sampang akan Disidang MK l Sambungan hal 1

tentang pelaksanaan sidang itu. Sesuai ketentuan, MK akan menggelar sidang lagi, setelah KPU melaksanakan putusan MK, yakni menggelar pemungutan suara ulang di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang. “Tapi, hasil PSU tanggal 27 Oktober 2018 itu telah kami laporkan ke MK dan tinggal menunggu pelaksanaan sidangnya saja,” kata Miftahur Rozak, menjelaskan. Menurut dia, laporan tentang pelaksanaan PSU itu telah diteliti keabsahannya oleh staf MK, bahkan telah masuk register. “Hanya jadwal sidangnya yang belum dan kami masih menunggu sampai saat ini,” katanya, menjelaskan. Menurut Miftahur Rozak, KPU Sampang memiliki kewajiban untuk melaporkan kepada MK selama tujuh hari kerja setelah pelaksanaan Pilkada ulang berlangsung. “Apapun yang menjadi materi dalam persidangan nanti, KPU optimis bisa memberikan penyampaian terkait proses pelaksanaan PSU yang telah dilaksanakan secara profesional, integritas, jurdil, dan sesuai peraturan perundangundangan,” katanya, menjelaskan. Pilkada di Kabupaten Sampang, Madura, Jatim itu diulang, karena ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan pilkada yang digelar 27 Juni 2018. Sementara itu, pada pelaksanaan pemungutan suara ulang yang digelar 27 Oktober 2018, pasangan calon Bupati Haji Slamet Junaidi dan

ist

Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten, Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Sampang tahun 2018.

wakilnya Abdullah Hidayat (Jihad) unggul dibanding dua pasangan calon bupati dan wakil bupati lainnya. Berdasarkan hasil rekapitulasi manual yang digelar KPU Sampang, pasangan `Jihad` unggul 20 persen dibanding pasangan nomor urut 2, yakni pasangan Calon Bupati Haji Hermanto Subaidi - Suparto. Pasangan nomor urut 1 tersebut unggul 61.358 suara. Sebab, sesuai hasil rekapitulasi, Jihad meraih dukungan sebanyak 307.126 suara, sementara pasangan nomor urut 2 Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) meraih dukungan sebanyak 245.768 suara. Sedangkan yang paling sedikit meraih dukungan masyarakat yakni pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang dengan nomor urut 3, yakni Haji Hisan-Abdullah Mansyur. “Untuk Haji

Hisan dan Abdullah Mansur hanya meraih dukungan sebanyak 24.746 suara,” kata Komisioner KPU Sampang, Miftahur Rozak, menjelaskan. Jika dibanding hasil perolehan suara pada pilkada serentak yang digelar pada 27 Juni 2018, perolehan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 itu, bertambah. Sebab, berdasarkan data KPU Sampang, pada pilkada serentak 27 Juni 2018, pasangan nomor urut 1, H Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad), hanya meraih dukungan 257.121 suara atau 38,41 persen, sementara rivalnya nomor urut 2 Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) meraih dukungan 252.676 suara (37,75 persen). Sedangkan pasangan nomor urut 3 Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah) meraih dukungan 159.558 suara (23,84 persen). n ant

APBD Kabupaten Probolinggo 2019 Defisit Rp 43 M l Sambungan hal 1

defisit sebesar Rp. 43 M lebih. Pembahasan diawali dengan penyampaian Nota Penjelasan Bupati Probolinggo Tentang KUA dan PPAS APBD Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2019 oleh bupati P. Tantriana Sari dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (7/11) malam. Rapat paripurna DPRD yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Moh Yasin ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD. Hadir pula sejumlah perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo. Serta pimpinan instansi vertikal dan BUMD/BUMN di Kabupaten Probolinggo. Penyusunan R-APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2019 sedikit berbeda dengan APBD tahun-tahun sebelumnya. RAPBD tahun 2019 harus menampung banyak isu strategis dan aktual, baik yang bersumber dari pengaruh faktor internal dan eksternal. Kondisi ini secara tidak langsung memberi tekanan tersendiri bagi Pemerintah Daerah dalam menjawab kemampuan APBD sebagai salah satu instrumen fiskal daerah dalam mengakomodir pemenuhan prioritas pembangunan tahun 2019. Dalam nota penjelasan Bupati tersebut disebutkan bahwa pendapatan daerah secara total dapat diproyeksikan mencapai Rp 1.818.899.916.000,00, mengalami penurunan sebesar Rp 331.713.722.624,38 atau sebesar 15,42% dibandingkan pendapatan daerah pada APBD tahun anggaran 2018 setelah perubahan sebesar Rp 2.150.613.638.624,38. Total belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2019 diproyeksikan sebesar Rp 1.862.653.764.000,00 mengalami penurunan sebesar Rp 462.452.514.976,71 atau sebesar 19,89% dibandingkan belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2018 setelah perubahan sebesar Rp 2.235.106.278.976,71. Berdasarkan pada uraian rencana pendapatan daerah dan belanja daerah pada APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2019, target pendapatan daerah sebesar Rp 1.818.899.916.000,00 dan target belanja daerah sebesar Rp 1.862.653.764.000,00 sehingga perhitung­ an APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2019 mengalami defisit sebesar Rp 43.753.848.000,00 dan defisit tersebut akan ditutup melalui surplus pembiayaan daerah, sehingga APBD tahun anggaran 2019 mengalami anggaran seimbang. Pembahasan KUA-PPAS APBD Kabupaten Probolinggo tahun 2019 ini akan berlanjut dengan rapat badan anggaran, penyampaian laporan banggar hingga penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2019. Kemudian pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah. Penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 50.797.848.000,00 atau mengalami penurunan sebesar Rp 129.545.317.352,34 atau turun 71,83% jika dibandingkan anggaran perubahan APBD tahun 2018 sebesar Rp 180.343.165.352,34 dan pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 7.044.000.000,00 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.193.475.000,00 atau naik 20,40% jika dibandingkan anggaran perubahan APBD tahun 2018 sebesar Rp 5.850.525.000,00. Sedangkan terhadap hal-hal yang masih perlu diperbaiki, diadakan penyempurnaan sebagaimana dalam pembahasan bersama antara Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah, ujar pimpinan DPRD asal fraksi Golkar Wahid Nurahman. Banggar juga menyampaikan beberapa saran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Pertama, Pemerintah Daerah menetapkan target capaian kinerja setiap belanja, baik dalam konteks daerah, OPD maupun program dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran dan memperjelas efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Oleh karena itu, program dan kegiatan harus memberikan informasi yang jelas dan terukur secara rasional serta memiliki korelasi langsung dengan keluaran yang diharapkan dari program dan kegiatan dimaksud ditinjau dari aspek indikator, tolok ukur dan target kinerjanya, paparnya. Kedua, pembangunan infrastruktur terutama jalan yang merupakan konektivitas antar kecamatan, desa maupun dusun bahkan daerah yang mengalami rusak, hendaknya menjadi perhatian utama. Karena sendi-sendi kehidupan ekonomi tumbuh dan berkembang berawal dari akses transportasi yang mudah bagi masyarakat. Serta ketiga, optimalisasi sumber-sumber pendapatan asli daerah, utamanya di sektor pariwisata. Karena banyak potensi wisata yang ada, namun masih belum dikelola dengan baik, tambahnya. n Wap .

Harga Mencapai Rp35 Ribu, Menjadi Berkah Warga Gunung Anjasmoro l Sambungan hal 1

buatan sendiri. Biji kemiri yang sudah dipecah, biasanya tak lagi utuh. “Sekarang sudah mulai panen (kemiri). Tiap hari mencari ke hutan, bisa dapat tiga kilo lebih. Lumayan dibandingkan tahun lalu yang harga­ nya 28 ribu perkilogramnya. Sekarang sampai Rp35 ribu perkilogram,” tutur Rasiyem, sembari memecahkan buah

kemiri di teras rumahnya. Aktifitas warga berburu buah kemiri ini rupanya dapat menambah penghasilan mereka di saat sejumlah komoditas yang ada di daerah tersebut, seperti kopi mulai habis masa panen dan juga sambil menunggu musim buah durian yang dimulai pada November hingga awal tahun. Di daerah ini, pohon kemiri mampu panen selama dua kali. Sementara puncak pohon

kemiri berbuah berada pada September hingga Desember. Warga lainnya bernama Sri Sulasmi (50) juga tak mau kalah demi mendapatkan pundi-pundi rupiah dari bumbu dapur tersebut. Sri Sulasmi menuturkan, Kemiri yang didapatnya biasanya diambil oleh tengkulak. “Biasanya terus dijual ke pasar sekitar Jombang. Ada yang dijual ke pasar Dinoyo, Malang juga,” tutur Sri Su-

lasmi. Harga jual buah kemiri yang cukup tinggi membuat kemiri saat ini banyak diburu oleh warga di kawasan lereng gunung Anjasmoro, di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. “Kita bersyukur karena masih ada penghasilan lain saat hasil perkebunan yang lain belum panen. Hasilnya pun lumayan, bisa dipakai kebutuhan sehari-hari,” tandasnya. n


12

Mata Rakyat Mitra Birokrat

BHIRAWA

Jumat Pon 9 NOVEMBER 2018

Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya Disidangkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim telah menerima proses tahap I (pelimpahan berkas perkara) dugaan kasus korupsi pembangunan jembatan Brawijaya Kota Kediri dari penyidik Polda Jatim. Adanya tahap I ini menandakan penanganan kasus ini segera disidangkan. Pelimpahan tahap I dari penyidik Polda Jatim ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung. Richard mengatakan, pelimpahan tahap I kasus jembatan Brawijaya Kota Kediri sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Nantinya tinggal penelitian berkasnya. “Berkas perkara tiga tersangka kasus ini sudah tahap I. Sekarang telah dilakukan penelitian oleh tim Jaksanya,” kata Richard Marpaung, Kamis (8/11). Sesuai KUHAP, sambung Richard, penelitian berkas ini dilakukan selama tujuh hari. Dalam

waktu tujuh hari itu, Jaksa peneliti menentukan sikap, apakah berkasnya di P19 (pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi) dengan diberikan petunjuk kekurangan dalam berkas. Ataupun bisa dinyatakan P21 (berkas dinyatakan lengkap). “Apabila berkasnya belum lengkap ya di P19. Jika sudah lengkap ya di P21, tinggal menunggu proses tahap II (pelimpahan tersangka dan barang bukti),” tegas Richard. Mantan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Belitung ini mengaku jika Jaksa masih fokus pada penelitian ber-

Kasi Penkum Kejati Jatim, Richard Marpaung. abednego/ bhirawa

kas perkara ini. Jika nantinya dinyatakan lengkap, pihaknya memastikan perkara dugaan korupsi jembatan Brawijaya Kota Kediri ini bisa segera disidangkan. “Intinya tinggal tunggu berkas-

nya diteliti. Kalau sudah dinyatakan lengkap, segera mungkin perkara ini disidangkan ke Pengadilan Tipikor,” pungkasnya. Sebagaiman diberitakan, Kejati Jatim menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidi-

kan (SPDP) dugaan kasus korupsi pembangunan jembatan Brawijaya Kota Kediri ini pada 14 Agustus 2018 dari penyidik Polda Jatim. Dalam SPDP ini, ada tiga nama tersangka. Ketiganya adalah Rudi

Wahono (56) warga Tulangan, Sidoarjo selaku Direktur PT Surya Graha Semesta (pihak swasta) ; Yoyo Kartoyo (72) warga Jl Cikutra, Bandung selaku Direktur Utama PT Fajar Parahiyangan (pihak swasta) dan HM Moenawar (68) warga Jl Raya Gelam, Sidoarjo, purn Polri atau mantan Direktur PT Fajar Parahiyangan Cabang Jatim. Dalam kasus ini, ketiga tersangka dipersangkakan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP. bed

Gema Persatuan di 1.700 MDPL Usai sudah rangkai kegiatan Kirab Pemuda di Jatim, perjalan para pemuda terbaik Nusantara itu berakhir di Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Kemudian mereka melanjutkan ke perjalanan menuju ke Pulau Bali. Selama berada di kecamatan tertinggi di Jatim itu dan memiliki suhu 5-10 derajat celcius itu, peserta Kirab Pemuda yang terdiri dari pemuda pilihan dari 34 provinsi melakukan berbagai macam kegiatan. Mereka juga mengenal budaya masyarakat sekitar dan yang terpenting persatuan terus menggema di Tosari yang memiliki ketinggian 1.700 M

Diatas Permukaan Laut (MDPL). Masyarakat Tosari juga menyambut kedatangan rombongan Kirab Pemuda dengan suka cita. Saat tiba dib alai desa menuju lapangan tempat acara para pemuda setempat mengenakan pakaian adat dan memamer budaya lokal, yakni tari Kapat Kaping Unan-unan yang dipergakan oleh Sanggar Seni Witosari. wwn

Galeri Bhineka Tunggal Ika

Budaya Terjaga dan Ingin Kembali ke Bromo

Perwakilan peserta kirab pemuda saat menyerahkan bendera pataka kirab pemuda kepada Wakil Bupati Pasuruan, KH A Mujib Imron sebagai tanda kedatangan.

Tim Paskibraka Kabupaten Pasuruan bersama peserta Kirab Pemuda 2018 tiba di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Selasa (6/11). Kirab pemuda yang singgah di Pasuruan membawa misi kebhinekaan.

Jaga Amanah NKRI

Keindahan Gunung Bromo dan budaya masyarakat menjadi daya tarik wisatawan. Kondisi ini juga mendapat perhatian serius dari peserta Kirab Pemuda yang mengaku kagum dengan masyarakat terutama para pemuda sekitar yang masih bisa menjaga keaslihan budaya. “Anak muda di sini (Tosari) luar biasa, mereka masih sangat antusias menjaga budaya,” kata Peserta Kirab Siti Mariyani Weriuw asal Merauke (24). Demikian juga dengan Aldi Febryan asal Aceh yang mengaku takjub dengan keindahan Gunung Bromo. “Pemandangan luar biasa, bahkan saya bisa melihat kawahnya. Suatu saat saya ingin kembali kesini,” katanya. wwn

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim, Drs Supratomo, MSi meminta kepada peserta Kirab Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan terus melakukan sosialisasi pentingnya menjaga persatuan. Walau Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, budaya, agama dan ras, namun perbedaan itulah yang membuat persatuan semakin erat dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. “Bhineka Tunggal Ika ada di Kitab Sutasoma karangan oleh Mpu Tantular, yang maknanya walaupun di Indonesia terdapat banyak suku, agama, ras, kesenian, adat, bahasa, dan lain namun tetap satu kesatuan yang sebangsa dan setanah air. Dipersatukan dengan bendera, lagu kebangsaan, bahasa Indonesia,”. wwn

Aldi Febryan dan Siti Mariyani Weriuw

Kadispora Jatim Drs Supratomo MSi

Masyarakat Kecamatan Tosari saat menyambut kedatangan rombongan Kirab Pemuda dengan pakaian adat dan musik tradisional.

Pemuda dari berbagai elemen seperti Pramuka, Paskibraka dan ormas pemuda memiliki tekad untuk mempertahankan NKRI.

Peserta Kirab Pemuda 2018 menikmati ke indahan Gunung Bromo dengan ketinggian 2.329 MDPL

Tarian Kapat Kaping Unanunan yang dipergakan oleh Sanggar Seni Witosari memiliki makna bahwa suatu aturan tidak boleh di langgar, jika melanggar akan mendapat balasannya dan kalau merasa bersalah harus menebusnya.

Penuh kebersamaan walau berbeda seragam.

Camat Tohsari Taufiqul Ghoni bernyanyi bersama para pemuda.

binder9nov18  
binder9nov18  
Advertisement