Page 1

Harian Bhirawa Ditunjuk kembali sebagai sarana pengumuman iklan tender/lelang pemerintah di seluruh Jawa Timur berdasarkan SK Gubernur No.188/343/ KPTS/013/2011

Atas dasar itulah Bacagub Khofifah Indar Parawansa berinisiatif untuk memohon restu pada PWNU Jatim terkait pencalonannya dengan mengirim surat lewat Pak Roziqi, Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil. Ternyata KH Mutawakkil hanya ingin bertemu dengan tim pemenangan, bukan dengan Bacagub Jatim Khofifah Indar Parawansa,”

HARIAN IKLAN/ LANGGANAN

031-5615454

Baca Hal 3

Harga Langganan Rp 55.000/bulan Eceran Rp 3.000

KH Asep Saifuddin Chalim Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Siwalankerto

Senin Pon, 12 FEBRUARI 2018

http://www.harianbhirawa.co.id

Navigasi Program Pangan, Khofifah Sisir Distributor Beras di Lumajang

Gus Ipul-Puti Luncurkan Dik Dilan dan Empat Program Unik

Bacagub Jatim Drs H Saifullah Yusuf saat menggelar jumpa pers memperkenalkan lima program andalannya untuk akselesai pembangunan agar Jatim maju lebih kencang di Rumah Gus Ipul-Mbak Puti.

12 FEBRUARI 2018

AGENDA HARI INI

 Gubernur H Soekarwo

08.30 10.00

Penandatangan MoU dengan KSAU di Gedung Grahadi. Menerima Peserta Lemhanas di Gedung Grahadi.

 Wagub H Saifullah Yusuf -

 Sekdaprov H Akhmad Sukardi Di Ruang Kerja. Ket : Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu

Tak Tuntaskan SPJ ADD-DD, Bupati Bakal Berhentikan 11 Kades Situbondo, Bhirawa Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto siap untuk memberhentikan sementara 11 Kepala Desa yang belum menyelesaikan pembuatan SPJ penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) pada tahun 2017 baru baru ini. Hal ini ditegaskan Bupati Dadang Wigiarto usai membuka acara seminar nasional bersama Ketua Satgas Dana Desa, Bibit Samat Rianto, diauditorium kampus Unars Situbondo. Dadang Wigiarto menjelaskan, saat ini dirinya menunggu kelengkapan administrasi untuk mengeluarkan kebijakan tersebut. Jika memang tidak ada perkembangan siginifikan, lanjut Bupati Dadang, ia akan segera memberhentikan sementara belasan Kades se-Situbondo. Hingga batas akhir peringatan ketiga tanggal 3 Pebruari lalu, masih ada 11 desa belum menyelesaikan SPJ DD dan ADD 2017. 11 desa tersebut tersebar di Kecamatan Mangaran dan Kecamatan Jangkar.

Pemprov, Bhirawa Pasangan Bakal Calon Gubernur Jatim dan Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Jatim Drs H Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno atau Gus Ipul-Puti, memberikan bocoran sedikit program-programnya yang unik. Diantaranya adalah program Dik Dilan, Satria Madura, Desa Cemara, Tebar Jala, Madin Plus. Menurut Gus Ipul, persoalan di Jatim

Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama pekerja saat mengunjungi PT Mustikatama Group, perusahaan produsen beras terbesar di Jatim di Jalan Raya Tempeh Lumajang, Sabtu (10/2).

Surabaya, Bhirawa Jatim merupakan suplier tertinggi dari ketahanan pangan nasional. Meski demikian, kondisi ini harus terus dijaga agar jangan sampai terjadi krisis pangan karena di Indo-

 ke halaman 11

 ke halaman 11

Sentil..  Komisi A Belum Temukan Masalah Sharing Dana Pilgub - Kalau mahar sudah ketemu..?  Di Nganjuk, Puti Guntur Soekarno Dititipi Perbaikan Jalan - Ada yang titip nasib enggak.?  Rekrutmen Mei, Pemprov Dapat Jatah Kuota 1.900 CPNS - Lowongan terbuka

 ke halaman 11

Tes Metode CAT, Wawancara Gunakan IT Pemprov, Bhirawa Kabar gembira datang bagi masyarakat yang ingin ikut rekrutmen CPNS. Sebab proses rekrutmen bakal dilaksanakan pada Mei 2018 secara serentak di Indonesia. Salah satu instansi yang bakal menyelenggarakan rekrutmen tersebut adalah Pemprov Jatim. “Kita telah mendapat informasi dari Kemenpan dan RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) jika rekrutmen CPNS dilaksanakan pada

Mei nanti. Pemprov Jatim jadi salah satu provinsi yang menyelenggarakan rekrutmen tersebut,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim, Siswo

Heroetoto SH MHum MM, dikonfirmasi, Minggu (11/2). Karena rekrutmen CPNS dilaksanakan serentak, lanjut Siswo, masyarakat tidak mendaftar di banyak tempat. Contohnya, warga Surabaya hanya bisa mendaftar rekrutmen CPNS di Pemprov Jatim atau Pemkot Surabaya. Tidak bisa mendaftar di dua tempat atau lebih. “Nomor peserta CPNS nanti akan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Peserta untuk calon di Malang tak bisa mendaftar lagi di Pemkot Surabaya atau Pemprov Jatim. Dulu karena tes CPNS tidak digelar serentak banyak warga yang mendaftar di banyak tempat. Warga Surabaya bahkan bisa mendaftar di Kediri dilowongan bidang yang sama. Sebab Tesnya lain waktu,” terangnya. Untuk metode tes, kata mantan Kepala Bakorwil

Suguhan Wayang Hari Jadi Kota Pasuruan

Dalang Australia Hipnotis Ratusan Warga

Tembak Mati Pelaku Narkoba

Komjen Pol Budi Waseso

unjungi PT Mustikatama Group, perusahaan produsen beras terbesar di Jatim di Jalan Raya Tempeh Lumajang, Sabtu (10/2). Kedatangan Khofifah

Rekrutmen Mei, Pemprov Dapat Jatah Kuota 1.900 CPNS

 ke halaman 11

MENJADI Kepala Badan Narkotika (BNN) bukanlah hal yang mudah dan gampang. Ini dibuktikan oleh Komjen Pol Budi Waseso yang selalu menindak tegas para pelaku maupun bandar narkoba. Bahkan pihaknya memerintahkan seluruh anggota jajaran BNN untuk menembak mati para pelaku, atau tersangka kasus narkotika yang benar-benar terbukti melakukan tindak pidana narkotika. “Saya sudah bilang ke semua anggota saya, kalau kamu tembak mati tersangka narkoba, itu perintah saya. Jadi jangan pernah merasa dosa dan bersalah. Bilang saja kalau nanti di-

nesia, rata-rata pertahunnya ada sekitar 5 juta bayi yang lahir. Sebagai bagian dari navigasi program terkait ketahanan pangan, bakal Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa meng-

Wali Kota Pasuruan, H Setiyono bersama dalang Mr Gaura Mancacaritadipura, warga Australia di acara pagelaran seni wayang kulit semalam suntuk, di Pendopo Surga Surgi Kota Pasuruan, Sabtu (10/2) malam.

Pasuruan, Bhirawa Ratusan warga Kota Pasuruan hingga luar daerah menyaksikan pagelaran seni wayang kulit semalam suntuk, di Pendopo Surga Surgi Kota Pasuruan, Sabtu (10/2) malam. Bahkan animo warga di pagelaran wayang kulit yang menghadirkan dalang wayang asal Australia Mr Gaura Mancacaritadipura yang mampu menarik perhatian warga setempat, baik anakanak hinggga orang dewasa. Terbukti, meski acara belum dimulai, namun kursi penonton yang disiapkan oleh panitia nampak dipenuhi warga, banyak juga warga yang berdiri. Terlihat ratusan warga nampak antusias dan tertib, menaati pageran wayang kulit. Tak hanya warga, Wali Kota Pasuruan, H Setiyono dan Wakil Wali Kota, Raharto Teno Prasetyo bersama Forkopimda menikmati sajian wayang kulit dengan beragam ekspresi tersebut. Dalang Mr Gaura Mancacaritadipura

 ke halaman 11

 ke halaman 11

Siswo Heroetoto SH MHum MM

KPU Terima Surat Cuti Bupati dan Wabup Tulungagung Tulungagung, Bhirawa KPU Tulungagung sudah menerima surat cuti Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE MSi, dan Wakil Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo MM. Surat cuti ini diterima KPU Tulungagung pada Kamis (8/2) lalu. “Kami sudah menerima surat cuti dari Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung untuk masa kampanye Pilkada Serentak 2018,” kata Ketua KPU Tulungagung, Suprihno SPd MPd, Minggu (11/2). Sesuai aturan, menurut dia, cuti bagi calon incumbent (petahana) dilakukan mulai masa kampanye berlangsung. Yakni Kamis (15/2) mendatang. Seperti diketahui masa kampanye Pilkada Serentak 2018 akan dimulai pada tangal 15 februari 2018 sampai dengan tanggal 23 Juni 2018. Sementara, masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung yang kini tercatat sebagai pasangan bakal calon incumbent tersebut berakhir pada tanggal 30 April 2018.

 ke halaman 11

Cara Kemenag Tingkatkan Keharmonisan Pasutri

Luncurkan Program APEL KUA, Agar Terwujud Keluarga Harmonis dan Bahagia Banyak cara dan strategi yang dilakukan instansi untuk menyukseskan program-program unggulan, yang dicanangkan bagi kemaslahatan masyarakat. Di Situbondo, ada cara yang unik yang dilakukan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Lembaga pimpinan H Atok Illah itu mencanangkan program bernama APEL KUA (Aksi Pelayanan KUA), yang dipusatkan di gasebo Alun-alun Kota Situbondo. Sawawi, Kabupaten Situbondo Sudah menjadi jamak, setiap malam Minggu di Alun-alun Kota Situbondo selalu diserbu ribuan warga untuk menghabiskan akhir pekan. Baik anak-anak, remaja, dewasa dan bahkan para lansia untuk menikmati pemandangan indah ikon pusat Kota Santri tersebut. Momen berkumpulnya pasangan yang sedang berbahagia itu tak disia-siakan oleh jajaran Kemenag

Situbondo. Melalui paguyuban 17 KUA se-Kabupaten Situbondo, Kemenag Situbondo meluncurkan program APEL KUA, yang baru pertama kali digagas di Kota Bumi Salawat Nariyah ini. Seperti pada malam itu, Sabtu (10/2), tepat selesai sholat maghrib, para pejabat Kemenag Situbondo sudah ber-

 ke halaman 11

sawawi/bhirawa.

Mewakili Kepala Kemenag Situbondo, H Atok Illah, Kepala KUA Kota Situbondo Drs H Kaspon MHi, melayani konsultasi pernikahan warga Kota Santri pada acara APEL KUA di alun-alun Kota.


SURABAYA

2

Senin Pon 12 FEBRUARI 2018

DPD Minta Polisi Profesional Tangani Kasus Perawat ZA

RAGAM INFO

Istri Perawat Lapor Balik Korban Pelecehan Surabaya, Bhirawa Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mendorong pihak rumah sakit, pasien ataupun perawat saling introspeksi diri menyikapi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan perawat Zunaidi Abdillah (ZA) yang menjadi viral di media sosial baru-baru ini.

siti/bhirawa

Anggota MPR RI Adies Kadir memberikan pemahaman empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di Dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) di Kecamatan Semampir Surabaya.

Angkat LGBT, Adies Minta Masyarakat Berhati-hati Surabaya, Bhirawa Dalam sosialisasi empat pilar di wilayah Semampir, anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir mengingatkan kepada masyarakat akan isu ramai saat ini, rancangan Undangundang KUHP. Diingatkannya sejak zaman kolonial hingga saat ini masih belum ada perubahan dalam UU KUHP. ”Dan yang paling ramai masalah LGBT dan kumpul bebo. Permasalahan LGBT dalam rancangan UU KUHP rawan melanggar HAM lantaran dapat menyebabkan persekusi. LGBT mendapat hukuman maksimal 9 tahun. Poin penting lagi adalah pasal tentang pencemaran nama baik,” imbuh Adies, Jumat (9/2). Ditambahkannya, jika paham LGBT akan merusak kehidupan manusia, terutama di Indonesia yang merupakan negara beragama. Dikatakannya Allah sudah menciptakan manusia berpasangpasangan, sehingga kalau itu dilanggar maka negara dan umatnya akan rusak. Terkait pencematan nama baik, ini juga berbahaya. Pelaku akan terkena jerat hukum. Mengingat dengan pencemaran nama baik seseorang, tidak saja berimbas pada orang yang bersangkutan dan keluarganya, tapi juga di masyarakat. “Dasar itulah yang membuat perbuatan pencemaran nama baik mendapat hukuman yang setimpal,” lanjut Adies. Seperti diketahui, anggota MPR RI Adies Kadir kembali memberikan pemahaman empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di Dapil Jatim I (SurabayaSidoarjo) di Kecamatan Semampir Surabaya. Acara yang berlokasi di RW XI Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Kelurahan Bongkaran dan Kelurahan Pegirian. Pada kesempatan tersebut, Adies menegaskan untuk mencegah agar tidak terpengaruh dan tergelincir dengan kehidupan yang negatif. Empat pilar MPR RI hendaknya sebagai pegangan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sementara itu, Umar Afandi Tokoh masyarakat setempat mengucapkan terimakasih atas kehadiran Adies Kadir. “Melihat kesibukan Pak Adies saya mewakili warga berterimakasih mau berkenan hadir. Kami berharap Bapak Adies mau memberikan semangat kepada kami untuk terus berkarya dan berbakti pada Bangsa Q cty Indonesia,” ujur Umar.Q

abed nego/bhirawa

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso meletakkan batu pertama pembangunan gedung BNNP Jatim di Jl Sukomanunggal 55 Surabaya, Sabtu (9/2) kemarin.

Peletakan Batu Pertama Gedung BNNP Jatim

Buwas Yakin BNNP Makin Semangat Memberantas Narkoba BNNP Jatim, Bhirawa Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) mengapresiasi Gubernur Jatim Dr H Soekarwo terkait kepeduliannya memerangi narkoba di Jatim. Salah satunya dengan memberikan anggaran dan lahan untuk kantor BNNP Jatim di Jl Sukomanunggal 55 Surabaya yang saat ini proses pembangunan. Peletakan batu pertama pada lahan seluas 3.000 m2 ini dilakukan langsung oleh Kepala BNN, Gubernur Jatim dan Kepala BNNP Jatim. Komjen Pol Budi Waseso berterima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan Pemprov Jatim dalam

kaitannya dengan pencegahan dan pemberantasan narkoba. Pihaknya yakin dengan gedung atau kantor baru ini, BNNP Jatim akan semain keras dan giat melakukan pencegahan dan pemberantasan narkotika. “Saya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, terutama untuk Pemprov Jatim. Bila sarana dan prasarana terpenuhi, kami pun (BNN dan BNNP) ikut terpacu untuk lebih dan lebih dalam memerangi peredaran gelap narkoba di Indonesia. Terutama bagi BNNP Jatim yang akan terpacu semangat dan kinerjanya nanti,” kata Komjen Pol Budi Waseso usai peletakan batu pertama gedung Q bed BNNP Jatim, Sabtu (9/2).Q

Pimpinan Komite III DPD RI Fahira Idris juga mengingatkan aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk melakukan proses penyidikan secara adil, transparan, proporsional, berpegang pada asas-asas hukum dan bukti bukti yang ada, serta tidak terintervensi terhadap opini publik yang berkembang luas. Juga jangan terburuburu dalam mengambil keputusan hukum sebelum mendapatkan rekomendasi dari pihak-pihak terkait. ”Dalam kasus ini polisi dan pihak rumah sakit harus berhati-hati dan bijak dalam mengambil keputusan. Jangan sampai mengambil keputusan yang merugikan pihak tertentu. Tidak boleh tergesa-gesa menyimpulkan perawat melakukan pelecehan seksual, sebelum ada bukti-bukti yang kuat,” kata Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris dalam Rapat Kerja Daerah bersama Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur Prof Nursalam dan CEO RS National Hospital Hans Wijaya di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah PPNI di Kota Surabaya, Minggu (11/2). Menurutnya, polisi perlu mempertimbangkan pendapat dari Majelis Kehormatan Etik Keperawatan PPNI Jawa Timur yang hasil kajiannya menyatakan perawat ZA tidak melanggar kode etik keperawatan sebagaimana ramai diberitakan. Bila diperlukan polisi juga sepantasnya meminta pendapat ahli profesi keperawatan dan dokter. ”Perawat adalah profesi yang sangat luhur. Apabila perawat sudah bekerja sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) kita justru perlu berikan apresiasi. Yang jelas dalam memutus kasus ini penegak hukum jangan sampai diintervensi,” harapnya. Fahira menyarankan, agar kejadian serupa tidak terulang. Pihak RS National Hospital ke depan perlu menawarkan terlebih dahulu apakah pasien hendak dilayani oleh perawat perempuan atau laki-laki. ”Khusus untuk pasien perempuan, SOP menanyakan kepada pasien apakah bersedia dilayani oleh perawat lelaki atau hanya bersedia dilayani dengan perawat perempuan itu semua wajib dilakukan. Untuk mencegah terjadi salah paham di kemudian hari,” ujarnya. Sementara Wakil Ketua Komite III DPD RI Delis Julkarson Hehi berha-

rap, publik juga bersikap kritis dan cerdas dalam menyikapi kasus ini. Publik jangan hanya menyimpulkan sesuatu dari satu sumber, yakni pihak pasien, tetapi juga dari sumber pihak perawat. Penegak hukum juga tidak hanya mempertimbangkan satu Undang-undang, yakni KUHP dalam mempersangkakan ZA, tapi perlu mempertimbang UU lain seperti UU Keperawatan atau UU Kedokteran. Lapor Balik Sementara itu Winda Rimawati, istri ZA perawat di National Hospital tersangka pelaku pelecehan seksual terhadap pasien berinisial W di Surabaya beberapa waktu lalu, melaporkan W ke Badan Reserse Kriminal Polri. Pelaporan balik ini dilakukan lantaran tersebarnya video pengakuan ZA yang direkam oleh suami W serta penetapan tersangka terhadap ZA dianggap merugikannya. Kuasa hukum Winda, Sukendar mengatakan yang menjadi permasalahan adalah video yang beredar di Instagram. Video tersebut menampilkan ZA yang mengaku melakukan pelecehan seksual terhadap W, kemudian ZA meminta maaf pada W dan keluarganya. “Video yang diunggah di Instagram, dilaporkan dengan UU ITE Pasal 27 dan 28,” ujar Sukendar saat dikonfirmasi, Minggu (11/2). Pelaporan tersebut dilakukan pada Jumat (9/2). Namun, Bareskrim baru mengeluarkan nomor laporan polisi pada Sabtu (10/2) malam. Sedangkan istri ZA, Winda mengatakan dalam video yang tersebar, suaminya dipaksa mengaku. Padahal menurutnya, suaminya sedang memasang alat kesehatan. Pada saat diperiksa pun, kata Winda, ZA terpaksa mengakui sehingga yang tertuang di BAP pun pengakuan yang dipaksakan. “Itu karena suami saya ditekan dan ada intimidasi dari Ibu Widya (korban pelecehan), sebenarnya ada di video viral itu tapi diedit, dan diviralkan oleh pasien,” kata Winda. Sebelumnya, video pasien yang diduga menjadi korban pelecehan seksual beredar melalui media sosial. Dalam video tersebut, korban meminta pelaku, ZA yang merupakan perawat mengakui telah melakukan pelecehan terhadapnya. Kasus itu terjadi pada Selasa 23 JaQ cty, bed nuari lalu.Q

Solusi Ortu Sibuk, Yayasan DWP Setdaprov Jatim Siapkan TPA

titis/bhirawa

Sekdaprov Jatim Dr H Akhmad Sukardi MM didampingi Ketua Yayasan DWP Setdaprov Ny Hj Chairani Yuliati SSos meninjau TPA yang berada di TK Pertiwi Teladan Jl Ngagel Tama akhir pekan kemarin. adalah jasa yang penting dan sangat Pemprov, Bhirawa Pendidikan anak usia 0 – 6 membantu, mengingat mayoritas tahun merupakan masa emas keluarga zaman now kedua ortu yang sangat penting bagi tumbuh sama-sama bekerja di luar rumah. kembang anak ke depannya. Pada Dan TPA ini menyatu dengan areal usia tersebut anak-anak mem- TK Pertiwi Teladan. Sehingga para butuhkan stimulasi untuk me- ortu tak perlu khawatir menitipkan rangsang perkembangan kognitif, anaknya di TPA ini. “Membuka TPA di samping afektif dan psikomotoriknya. Selain itu, di masa ini ortu juga membantu untuk menjaga dan harus bisa mengasah kecerdasan mengasuh anak sementara ortuanak yang meliputi kecerdasan nya masih bekerja di luar rumah, intelektual, emosional dan kecer- juga memberdayakan anggota yang mempunyai waktu luang dasan adversitas. Salah satu upaya untuk menga- sekaligus mendapat penghasilan sah berbagai kecerdasan ini bisa tambahan,” kata Sukardi usai dimulai dari Tempat Penitipan meresmikan TPA Pertiwi TelaAnak (TPA). Karena itu, Yayasan dan Yayasan Dharma Wanita Dharma Wanita Persatuan (DWP) Persatuan (DWP) Setdaprov JaSetdaprov Jatim meresmikan TPA tim di Jl Ngagel Tama No 38 di areal TK Pertiwi Teladan di Jl Surabaya akhir pekan kemarin. Dia berharap TPA ini mampu Ngagel Tama Surabaya. Sekdaprov Jatim Dr H Akhmad menyediakan pengasuhan berSukardi MM mengatakan TPA kualitas tinggi, dikelola tenaga

profesional yang menyukai dan memahami pekerjaan mengurus anak balita. TPA harus aman dan juga nyaman untuk anak sehingga mereka merasa berada di rumah sendiri. Ketua Yayasan DWP Setdaprov Jatim Ny Hj Chairani Yuliati Akhmad Sukardi SSos menjelaskan dengan adanya TPA di area TK Pertiwi Teladan ini, yayasan telah memiliki satu konsep PAUD Holistik integrasi yang memberikan pendidikan bagi anak usia 0-6 tahun untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Dimulai dari TPA untuk pendidikan non formal usia 0-6 tahun, dilanjutkan dengan Kelompok Bermain (KB) usia 2-4 tahun, dan pendidikan PAUD formal melalui TK usia 4-6 tahun. “Semua pendidikan tersebut akan terintegrasi dan diharapkan bisa saling menunjang dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak,” ujarnya. Kepala Sekolah TK Pertiwi Teladan Siti Muntiah SPd, MM menjelaskan, TPA menampung 30 anak yang didampingi enam orang pengasuh termasuk ahli gizi dan psikolog. Biaya pertama masuk Rp 1 juta, untuk selanjutnya biaya rutin Rp 750 ribu per bulan. Dengan biaya itu setiap anak mendapat makan satu kali dan snack satu kali dengan menu-menu sehat. TPA buka mulai pukul 07.00 15.00 dan anak sudah rapi untuk dijemput pulang. TPA juga memungkinkan untuk overtime jika orangtua masih kerja lembur dengan tambahan biaya Rp15 Q tis ribu per jam.Q

Dispendukcapil Targetkan e-KTP Rampung Akhir 2018 Pemkot, Bhirawa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya menargetkan penyelesaian KTP elektronik (e-KTP) selesai akhir 2018. Saat ini, Dispendukcapil telah melakukan perekaman e-KTP hingga 25 Januari 2018 sebanyak 1.998.653 orang. Kepala Seksi Identitas Penduduk Dispendukcapil Surabaya Laily Susanti mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan strategi percepatan perekaman e-KTP kepada warga yang belum melakukan perekaman. Dikatakan Laily, ada beberapa upaya yang dilakukan Dispendukcapil untuk mempercepat perekaman e-KTP, di antaranya melakukan perekaman kepada orang-orang yang berada di dalam penjara, mendatangi sekolah-sekolah SMA,

bekerjasama dengan kecamatan dan kelurahan untuk menyosialisasikan kepada warga dan mendatangi para lansia yang berada di rumah sakit serta liponsos. “Alhamdulilah responnya baik dan lancar,” kata Laily dikonfirmasi, Minggu (11/2). Laily semakin optimistis percepatan untuk segera merampungkan e-KTP pada 2018 segera terwujud. Sebab tahun ini, kata dia, Dispendukcapi kembali menerima pasokan blangko dari pemerintah pusat. “Kami mendapat tambahan 20 ribu keping blangko,” imbuhnya. Nantinya, lanjut Laily, tambahan blangko tersebut juga akan disebar ke 31 kecamatan. “Jadi setiap kecamatan akan menerima blangko, tapi jumlahnya tidak sama. Ada yang 1.000, ada yang Q dre 700,” ujar Laily.Q


PILGUB JATIM 2018

MENUJU

GRAHADI

Senin Pon, 12 FEBRUARI 2018

Halaman 3

KH Asep Anggap Ketua PWNU Tidak Berpikir Logis Berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Jatim Nomor 1 Tahun 2017

Penetapan Pasangan Calon 12 Februari 2018

Pengundian dan Pengumuman Nomor Urut Pasangan Calon 13 Februari 2018

Masa Kampanye 15 Februari 2018 - 23 Juni 2018

Kampanye Melalui Media Massa, Cetak dan Elektronik 10 Juni 2018 - 23 Juni 2018

Masa Tenang dan Pembersihan Alat Peraga 24 Juni 2018 - 26 Juni 2018

Pemungutan Suara 27 Juni 2018

Surabaya, Bhirawa Penolakan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah ditemui Bacagub Jatim Khofifah Indar Parawansa menurut KH Asep Saifuddin Chalim selaku Pembina Tim Pemenangan KhofifahEmil dianggap tidak logis. Pasalnya, sejak awal KH Mutawakkil memberikan masukan agar calon yang maju Pilgub Jatim 2018 melakukan silaturahim ke PWNU Jatim, dan baiknya atas inisiatif sendiri. “Atas dasar itulah Bacagub Khofifah Indar Parawansa berinisiatif untuk memohon restu pada PWNU Jatim terkait pencalonannya dengan mengirim surat lewat Pak Roziqi, Ketua Tim Pemenangan KhofifahEmil. Ternyata KH Mutawakkil hanya ingin bertemu dengan tim pemenangan, bukan dengan Bacagub Jatim Khofifah Indar Parawansa,”sesal KH Asep yang juga pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Siwalankerto, Minggu (11/2). KH Asep menuturkan, respon KH Mutawakkil itu menunjukkan berpikirnya tidak kronologis , sudah ada keberpihakan. “Padahal sebelumnya beliau yang meminta, na-

mun di saat ada inisiatif dari Khofifah sendiri malah ditolak,” katanya. KH Asep berharap, KH Mutawakkil sebagai Ketua PWNU Jatim meningkatkan kesadaran dan mengupayakan mengembalikan kelogisan dalam berpikir, agar apa yang disampaikan di awal sama dengan pernyataan yang disampaikan selanjutnya. Bukan malah pernyataan yang disampaikan awal bertolak belakang dengan pernyataan selanjutnya. Kiai yang juga koordinator relawan kiai-santri pendukung Khofifah-Emil ini menegaskan sikap KH Mutawakkil itu semakin menunjukkan posisi beliau dalam berpihak. Itu tidak akan menimbulkan simpati masyarakat, dikarenakan masyarakat saat ini semakin cerdas, bisa membedakan mana yang patut untuk diikuti dan mana yang tidak.

KH Mutawakkil Alallah

KH Asep Saifuddin Chalim

Kiai Asep juga menyakini kiai yang mendukung KhofifahEmil lebih besar dibanding pendukung paslon lain, walaupun dukungan itu tidak disampaikan secara terang-terangan. Ini dikarenakan ingin tetap menjaga kondusifitas masyarakat di Jatim. Terpisah, Mantan Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Musa mengatakan pihaknya berharap seluruh pengurus PWNU Jatim jika ingin menjadi tim suk-

ses Bacagub Jatim untuk menanggalkan bajunya terlebih dahulu sebagai pengurus PWNU. “Kalau untuk urusan dukung mendukung harus ditanggalkan dulu,”terangnya saat dihubungi melalui ponselnya. Dikatakan oleh mantan anggota DPR RI ini dalam rapat wilayah di PWNU Jatim telah disepakati kalau PWNU Jatim netral di Pilgub Jatim. “Kalau institusinya netral, namun kalau praktik di lapan-

RAGAM

gan tergantung masing-masing individu. Tapi harus lepas menjadi pengurus PW NU nya,”sambung pria yang juga menjadi tim sukses kubu Khofifah-Emil. Diakui oleh Ali Maschan Musa, bahwa saat ini pengurus di internal PWNU sedang pecah dalam memberikan dukung-mendukung di Pilgub Jatim. “Ada yang mendukung Bu Khofifah dan ada juga mendukung Gus Ipul. Tapi itu sah-sah saja tapi jangan pakai jabatannya sebagai pengurus PWNU, “ungkapnya. Sekadar diketahui, Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah bersama beberapa pengurus PWNU Jatim dengan mengatasnamakan Ketua PWNU Jatim memberikan dukungan pasangan ke Bacagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Dalih dukungan yang diberikan adalah kiai dan ulama Jatim menjatuhkan aspirasinya pada Saifullah Yusuf. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mendapat dukungan dari para kiai dan ulama. Sementara Khofifah, kata Mutawakkil, masih dalam taraf mencari dukungan kepada kiai dan Q cty ulama.Q

Ansor Pilih Netral di Pilgub Jatim Bacagub Jatim Drs H Saifullah Yusuf dan Bupati Tuban KH Fatkhul Huda saat menghadiri Bahtsul Masail Syuriah PWNU Jatim di Pesantren Sunan Bejagung Tuban, Sabtu (10/2).

zainal ibad/bhirawa

Bacawagub Jatim Hj Puti Guntur Soekarno saat mengikuti panen raya di Nganjuk.

Di Nganjuk, Puti Guntur Soekarno Dititipi Perbaikan Jalan Nganjuk, Bhirawa Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Jatim Puti Guntur Soekarno dititipi perbaikan jalan-jalan yang rusak parah di Kabupaten Nganjuk. Pesan itu diberikan pada cucu Bung Karno itu saat bertemu kader PDI Perjuangan (PDIP), Jumat (9/2). “Di Nganjuk ini, pada 2018 akan selesai pembangunan jalan tol sesuai target Presiden Jokowi. Namun, jalan-jalan desa rusak berat akibat tergerus truktruk besar,” kata Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Ida Bagus Nugroho di forum itu. Puti Guntur Soekarno tampak serius menyimak. Ia diharapkan turun tangan ikut menyampaikan aspirasi itu pada DPP PDIP. Hadir di forum itu Sadar Restuwati, anggota Fraksi PDIP di DPR RI. “Mohon disampaikan pada Presiden Jokowi, karena beliau adalah kader PDIP. Mohon diperjuangkan di FraksI PDIP di DPR RI agar jalan-jalan rusak di pedesaan Nganjuk segera diperbaiki. Rakyat saat ini gelisah,” kata Ida Bagus. Sementara itu, saat mengikuti panen raya di Desa Sono Ageng Nganjuk, Puti mengatakan sektor pertanian adalah soko guru ekonomi. Pemerintah harus memperhatikan melalui kebijakan pro petani. “Hasil pertanian dinikmati semua orang. Kekuatan sektor ini sangat besar. Jutaan ekonomi rakyat Jawa Timur berQ iib gantung pada sektor ini,” katanya.Q

zainal ibad/bhirawa

Bupati Tuban Minta Santri dan Warga NU Ikuti Pesan Kiai Dukung Gus Ipul Tuban, Bhirawa Bupati Tuban KH Fatkhul Huda minta seluruh santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) kompak berada di belakang para kiai sepuh untuk mendukung Drs H Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno atau Gus Ipul-Puti menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pada Pilgub Jatim 2018. “Sebagai santri, bakti kita kepada kiai hanya bisa dilihat dari ketakdziman kita pada kiai,” kata Fatkhul Huda di sela-sela menghadiri Bahtsul Masail Syuriah PWNU Jatim di Pesantren Sunan Bejagung Tuban, Sabtu (10/2). Menurut Huda, selama ini satu-satunya calon Gubernur Jatim yang direstui dan didorong para kiai sepuh ad-

alah Gus Ipul. Bahkan Gus Ipul bukan mencalonkan diri melainkan sengaja dicalonkan oleh para kiai sepuh se-Jatim. “Jumhur (sebagian besar) ulama menginginkan Gus Ipul sebagai Gubernur dan bentuk ketaatan kita pada kiai adalah menjalankan amanah dan keinginan mereka,” ujarnya. Hal yang sama diungkapkan KH Abdul Matin pengasuh pesantren Sunan Bejagung Tuban. Menurut dia, keputusan para ulama harus ditaati oleh pada santri dan warga NU. “Gus Ipul Insya Allah jadi Gubernur Jatim karena jumhur ulama yang mengusungnya,” kata KH Abdul Matin. Di tempat yang sama, Gus Ipul sempat memuji Bupati Tuban yang

Kapal Polairud Polda Siap Bantu Distribusi Logistik Pilkada Polda Jatim, Bhirawa Pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Jatim baru digelar 27 Juni mendatang. Selain mempersiapkan pengamanan,

Polda Jatim turut juga mengerahkan kekuatan Polisi Air dan Udara (Polairud) guna pendistribusian logistik Pilkada di pulau-pulau kecil di wilayah Jatim yang sulit d i jangkau. “Ja-

Bapemperda Jombang mengunjungi DPRD Kabupaten Purworejo dan DPRD Kota Magelang, Jawa Tengah.

Bapemperda Jombang Lakukan Kunjungan Kerja ke Purworejo dan Magelang Pimpinan dan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang selama dua hari berturut-turut melakukan Kunjungan Kerja (Kungker) untuk kepentingan studi banding ke dua kabupaten/ kota berbeda di Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Pada Senin (05/02), Bapemperda Jombang melakukan studi banding ke Kabupaten Purworejo dan pada Selasa (06/02) mereka mengunjungi Kota Magelang, Jawa Tengah. Selama dua hari berturut-turut, salah satu alat kelengkapan DPRD Jombang tersebut mengeksplor proses pembuatan Perda di dua tempat yang di kunjungi itu, yakni DPRD Kabupaten Purworejo dan DPRD Kota Magelang dan membandingkannya dengan proses pembuatan Perda inisiatif yang di lakukan Bapemperda DPRD Jombang. Mulai dari seputar pra pembuatan Perda hingga Perda selesai di hasilkan. “Hal (Kungker) ini kita lakukan sebagai upaya pimpinan dan anggota Bapemperda Jombang untuk menyiapkan diri untuk proses pembuatan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)

selama ini selalu melibatkan ulama dalam setiap pengambilan kebijakan. “KH Fatkhul Huda ini contoh kepala daerah yang selalu meminta petunjuk para kiai. Kebijakan Pemerintah Tuban selalu seiring dan sejalan dengan apa yang diinginkan ulama,” kata Gus Ipul. Sebelum ke Tuban, keseruan film Dilan 1990 juga menggoda Gus Ipul. Mengenakan jaket biru, Gus Ipul antusias menyaksikan film karya Pidi Baiq yang sedang naik daun ini. Gus Ipul menyaksikan film dengan mengajak beberapa jurnalis di XXI Grand City Mall Jalan Wali Kota Mustajab Surabaya, Jumat Q iib (9/2) malam.Q

Surabaya, Bhirawa Pengurus Wilayah (PW) Ansor Jatim tetap komitmen tidak dukung mendukung alias netral di Pilgub Jatim 2018. Hal ini sesuai hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)pada 15 Januari 2018 di kantor PP Ansor. “Di Rakornas PP (Pimpinan Pusat) Ansor tidak diperkenankan dukung mendukung pasangan calon. Ini sesuai dengan kittah NU, tidak ada yang dukung mendukung Pilpres, Pilkada, Pilgub dan sebagainya,” tegas Sekretaris PW Ansor Jatim Abid Umar Faruq usai menghadiri Rakercab PC Ansor Surabaya di Hotel Sheraton, Minggu (11/2). Pria yang akrab dipanggil Gus Abid ini mempersilakan memakai ornamen lain, jika ingin memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon. Mengingat setiap warga negara berhak memilih dan dipilih. Meski demikian, Gus Abid memastikan dalam kehidupan seharihari tidak bisa lepas dari politik. ”Ansor di masa modern pasti akan berpolitik. Kita tidak antipati politik karena kehidupan sehari tidak bisa lepas dari politik. Tentukan harga saja pakai politik,” tutur mantan menantu Ketua PWNU Jatim KH Muttawakil Alallah itu. Mantan Kasatkowil Banser Jatim itu menjelaskan, meskipun ada kader yang maju Pilgub Jatim, Ansor menyerahkan kepada masing-masing individu. Mengingat atas nama organisasi, Ansor tidak boleh memberi dukungan kepada pasangan calon. Begitu juga halnya ada isu PW Ansor mengeluarkan surat rekomendasi untuk mendukung salah satu Q cty pasangan calon.Q

yang di inisiasi legislatif Jombang,” kata Ketua DPRD Jombang, Joko Triono. Hal-hal seperti pembuatan Naskah Akademik (NA) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) juga menjadi salah satu materi perbandingan yang di lakukan pimpinan dan anggota Bapemperda Jombang saat mengunjungi DPRD Kabupaten Purworejo dan DPRD Kota Magelang. “Kita sepakati nominal Naskah Akedemik kita tetap 50 juta rupiah Perda. Kalau di tempat yang kita kunjungi itu NA nya 100 juta per Perda. Kita beranggapan, kualitas Perda tidak harus mahal,” papar Joko. Di jadwalkan, Bapemperda DPRD

Jombang akan mulai melakukan pembahasan sejumlah Raperda inisiatif DPRD Jombang pada triwulan kedua tahun 2018 ini. Sejumlah Raperda inisiatif akan menjadi target kerja Bapemperda DPRD Jombang tahun ini. Salah satunya adalah Raperda tentang Biaya Transportasi Haji. “Jadi, setelah ada Perdanya, kita bisa membantu para jamaah haji Jombang, minimal untuk transportasi dari Jombang ke Surabaya pulang pergi bisa di ‘back up’ dari APBD Jombang,” jelasnya. Sementara itu, secara umum diharapkan, setelah pimpinan dan anggota Bapemperda Jombang ini melakukan studi banding ke dua lokasi berbeda tersebut, mereka akan mampu bekerja melewati tahapantahapan pembahasan Raperda inisiatif menjadi Perda dengan tepat waktu. Ke 18 orang yang terdiri dari unsur pimpinan dan anggota Bapemperda Jombang itu di terima pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Purwodadi dan DPRD Kota Magelang, Jawa Tengah. Di akhir kunjungan, mereka saling bertukar cinQ rif,adv deramata.Q

wa Timur ini ada pulau-pulau kecil seperti di Sumenep yang juga membutuhkan distribusi logistik Pilkada. Seperti yang diinstruksikan Kapolda Jatim, kami (Polda Jatim) siap membantu pengamanan dan distribusi logistik Pilkada menggunakan kapal Polairud,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Mangera, Minggu (11/2).

Tak hanya menggunakan kapal milik Polairud, Barung menjelaskan, Polda Jatim juga melakukan koordinasi dengan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya. Dengan tujuan untuk mem-back up pengamanan maupun pendistribusian logistik Pilkada di pulau-pulau kecil yang ada di Jatim. Sebab Lantamal V

mempunyai kapal yang bisa diperbantukan juga untuk pengiriman logistik Pilkada. “Kami juga berkoordinasi dengan Lantamal V karena Lantamal juga punya kapal yang bisa diperbantukan untuk pendistribusian logistik Pilkada. Koordinasi dilakukan juga terhadap Polsek setempat maupun jajaran Polda Q bed Jatim,” jelas Barung.Q


4

OPINI Cegah Ali Fungsi Lahan dan Profesi Pertambakan

Tajuk

Pers Penegak Kebenaran JOKOWI, beralih profesi menjadi wartawan? Walau hanya sekejap (di panggung peringatan Hari Pers Nasional pula) hal itu terjadi. Wawancara dilakukan presiden Jokowi kepada wartawan senior asal Surabaya. Pers, disimpulkan berperan sebagai wahana penegak penyampaian kebenaran informasi. Tidak mudah memilah kebenaran informasi di tegah jutaan ujaran, bagai “badai” informasi.Konsekuensi kriminalisasi pers juga senantiasa mengintai. Tiada yang kebal hukum, termasuk penegak hukum, jajaran legislatif (DPR dan DPRD), maupun wartawan. Kesetaraan di hadapan hukum merupakan komitmen bangsa Indonesia, tertuang dalam konstitusi (UUD). Serta merupakan HAM (Hak Asasi Manusia) yang berlaku universal di seluruh dunia. Begitu pula tata-kelola informasi telah menjadi bagian hak asasi yang digaransi konstitusi. Kinerja jurnalistik (dan wartawan-nya) wajib tunduk pada seluruh peraturan, termasuk hukum adat. Namun harus diakui, kinerja jurnalistik masih mengalami kendala “godaan” partisan. Sudah banyak media terjerumus ke dalam arus kepentingan pemilik modal. Menjadi pembela pragmatisme, sampai menjadi underbouw partai politik (parpol). “Godaan” partisan niscayaberujung pada netralitas kinerja pers. Bahkan bisa terjerumus membela tindakan kriminal (pemilik modal) dan melindungi koruptor elit parpol. Kinerja jurnalistik (wartawan), seharusnya juga ditimbang dengan UU Nomor 40 tahun 199 tentang Pers. Pada pasal 5 ayat (1) dinyatakan, “Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.”Frasa kata “berkewajiban” secara langsung beriringan dengan kewajiban lain, pada pasal 5 ayat (2), tentang hak jawab. Hak jawab, diberikan kepada masyarakat, yang merasa dirugikan oleh suatu pemberitaan. maka masyarakat memiliki hak jawab. Pers wajib memuat jawaban oleh masyarakat yang dirugikan, pada halaman yang sama dan ukuran (luas halaman) yang sama. Bahkan pada kode etik pers, harus ditambah kata “maaf” manakala terjadi kesalahan. Maka terhadap pemberitaan yang merugikan, tidak perlu dilakukan adu otot maupun adu kuasa. Trial by the press (kesalahan pers), dapat disetarakan seperti kecelakaan kerja pada profesi lain. Kadang disebabkan ke-lalaian. Juga bisa disebabkan dampak partisan. Namun yang paling sering disebabkan in-kompetensi, karena lembaga pers yang tidak becus. Lebih lagi era kebebasan pers saat ini, banyak diterbitkan koran tanpa kaidah jurnalistik memadai. Dalam hal kesalahan kinerja jurnalistik, pers tidak kebal hukum. Sering pula terjadi penyalahgunaan kinerja jurnalistik. Sangat banyak “wartawan bodrek” nyata-nyata bekerja hanya memeras obyek berita. Personel “bodrek,” bisa muncul pada media cetak, serta media elektronik (termasuk media online). Media cetak “bodrek” biasanya diterbitkan tanpa mengenal periode waktu. Bergantung pada perolehan wartawan hasil memeras sumber berita. Era digital dan internet, juga menjadi tantangan paling serius kinerja jurnalistik. Membuat media bisa dilaksanakan secara muriah meriah. Hanya memerlukan biaya awal sekitar Rp 2 juta, sudah bisa online. Cukup untuk “menghantam” siapapun, terutama dengan tujuan memeras. Walau kinerja “pers bodrek” bukanlah buruk total. Melainkan masih terdapat ”hikmah” yang bisa dimanfaatkan. Biasannya, “wartawan bodrek” mengincar mangsa yang dikategori busuk. Bisa dari kalangan legislatif (DPR), pejabat pemerintah, penegak hukum, sampai pengusaha swasta. Kasus yang diincar, terutama penyimpangan terhadap peraturan (terutama korupsi) dan perselingkuhan. Tetapi pejabat (pemerintah maupun swasta) yang baik, tidak risau dengan “wartawan bodrek.” Seluruh rakyat hanya mencari dan menunggu peliputan pers yang cerdas serta jurnalisme dedikatif. Namun kinerja pers, merupakan pertanda budaya bangsa, tercermin dari ragam liputan yang diterbitkan. Tetapi wartawan dedikatif tidak tunduk pada suasana sosial yang buruk. 

Sorotan Publik

Semua tanggapan baik berupa saran dan kritik atas wajah dan kinerja birokrasi kita dalam memberikan pelayan publik dapat dikirim melalui email: harian_bhirawa@yahoo.com atau manfaatkan fasilitas surat pembaca di www.harianbhirawa.co.id atau telp ke (031) 5470650 atau faks (031) 5343359. Untuk setiap email harap disertakan nomor telpon (untuk konfirmasi ulang).

Percayakan Kasus Penyerangan Gereja Kepada Polisi SELURUH umat Katolik untuk tetap tenang dan mempercayakan kasus penyerangan terhadap Gereja St. Lidwina di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kepada kepolisian. Umat Katholik tidak perlu panik dan mempercayakan ini semua kepada kepolisian. Kita berharap polisi bisa profesional dan segera mengungkap motif di balik penyerangan itu. Selain itu, Saya berharap umat beragama tidak mudah terjebak dalam rekayasa isu yang melibatkan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) untuk memecah belah kerukunan hidup beragama. Masyarakat jangan mudah terjebak dengan isu itu. Justru ini saatnya kita bergandengan tangan untuk terus memperkuat silaturahim antarumat beragama sehingga tidak timbul kecurigaan dan prasangka, serta mewujudkan persaudaraan sejati itu menjadi penting. Sebelumnya, pada Minggu pagi sekitar pukul 7.45 WIB, Gereja Katolik St. Lidwina Stasi Bedog, Kabupaten Sleman, DIY, diserang seorang pria bersenjata yang kemudian diketahui bernama Suliyono (22), warga Banyuwani, Jawa Timur. Pelaku masuk dari pintu sebelah barat Gereja dan langsung menyerang umat yang saat itu sedang mengikuti ibadah ekaristi Minggu pagi. Serangan pelaku sempat mengenai salah satu umat bernama Martinus Parmadi Subiantoro yang terluka di bagian punggung. Kemudian, pelaku menuju altar dan menyerang Pastor Karl Edmund Prier, SJ yang sedang memimpin misa. Usai menyerang Romo Prier, pelaku mengayunkan-ayunkan parang panjang miliknya dan mengenai umat bernama Budijono. Romo Prier dan Budijono mengalami luka sobek di bagian kepala. “Motif masih dalam pendalaman. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang ada, serta olah tempat kejadian perkara. Sementara ini pelaku satu orang, mengenai ada orang yang menunggu di luar Gereja, masih polisi dalami. Polisi tidak bisa asal menuduh. Benny Susetyo Anggota Dewan Pengarah UKP-PIP

HARIAN

Senin Pon, 12 FEBRUARI 2018

Pemuliaan “Martabat” Garam Lokal batasan kuota, agar harga garam mencapai ke-ekonomi-an memadai. Karena tidak adanya perlindungan terhadap garam rakyat, maka berbagai daerah sentra garam menolak Permendag, terutama Jawa Timur. Oleh : Tetapi biasanya, Yunus Supanto protes yang kalah Namun yang membualasan tidak akan tuhkan perputaran mengubah kebimodal, terpaksa mejakan. Konon problepas garam pada tengkulak, lem utama garam rakyat adalah walau dengan harga sangat murendahnya mutu, memerlukan rah. proses tambahan. Dus, membeCuaca menjadi faktor teknis bani ongkos produksi menjadi utama kegagalan periode panen mahal. Serta pada saat tambagaram. Karena lebih panjang han prosesfinning (pembersihan), membawa angin basah yang selavolume garam mengalami pelu mencairkan buih-buih ombak. nyusutan. Itu menjadi “lingkaran Akibatnya, potensi (buih bakal gasetan” ketersediaan garam tidak ram) tidak bisa “matang.”Curah mencukupi untuk kebutuhan hujan rata-rata selama tiga tahun nasional. terakhir berkisar antara 200 mm Sebagai “jagoan” garam pehingga 400 mm per-bulan. Sedanringkat tiga di dunia, seharusnya gkan curah hujan yang “ramah” lebih memilih intensifikasi dan terhadap tambak garam, maksiproses perbaikan mutu. Namun mal 160 mm per-bulan. harus diakui, terdapat perbedaan proses pembentukan garam, PerlindunganProduk Lokal antara negara ber-iklim dingin, Musim silih berganti, situasi dengan iklim tropis (banyak husemakin menciutkan nyali petamjan). Di negara dingin, garam bagai bak. Berdasar paradigma suplai tambang, tanpa melalui proses dan ketersediaan, kelangkaan apapun. Melainkan hanya dikeruk garam seharusnya bisa meningseperti menambang kapur. Ongkos katkan harga. Namun kenyataanproduksinya sangat rendah, senya, harga garam lokal makin hingga bisa dijual murah. jeblok pula. Pemerintah memilih Akibat makin besarnya kuota impor garam, sampai stok menimpor,di sepanjang pantura (pancukupi (bahkan lebih). Kebijakan tai utara pulau Jawa) terjadi impor garam dalam jumlah besar penumpukan menggunung garam di-geber pada tahun 2015. Melalui rakyat. Sehingga hanya sebagian Permendag (Peraturan Menteri kecil petani garam betah bertahan, Perdagangan) Nomor 125 tahun disebabkan harga komoditas tidak tahun 2015). menguntungkan. Hanya sebagian Di pasaran terdapat selisih kecil petambak garam bisa meharga antara harga garam lokal nikmati harga garam mahal (Rp dengan garam eks-impor. Ber2.500,- kemasan 250 gram). Yakni, dasar patokan pemerintah, garam petambak yang menggunakan lokal kualitas terbaik seharga teknologi (sederhana) tepat guna. 750,- per-kilogram. Tetapi harga Antaralain penggunaan terpal patokan itu tidak pernah tercapai. sebagai pelapis lahan. Maksimal hanya laku Rp 500,-. Sedangkan garam eks-impor unPemuliaan Garam Lokal tuk industri, dipatok seharga Rp Inovasi teknologi, seyogianya 400,-. Selisih harga inilah yang difasilitasi pemerintah (Kemenmenyebabkan garam lokal (milik terian Kelautan dan Perikanan). rakyat) tidak dapat bersaing. Anggaran fasilitasi bisa diambil Di balik impor garam, seharusdari keuntungan impor garam nya pemerintah sekaligus melindoleh BUMN (PT Garam). Bukan ungi garam rakyat, agar terserap sekadar perbaikan kincir anpasar. Misalnya, dengan memgin, dan gudang penyimpanan. bebani importir untuk (wajib) Melainkan juga teknis on-farm membeli garam rakyat sebanyak(kinerja lahan) patut di-fasilitasi banyaknya. Serta upaya pemlebih sistemik. Berbagai hasil

Harga garam melonjak tinggi, tetapi petambak garam tidak dapat menikmati. Selain tidak mampu “bersaing” dengan garam impor, produk lokal selalu di-olok-olok tidak bermutu. Karena garam lokal ber-salinitas rendah (kurang asin). Iklim usaha garam yang makin sulit, menyebabkan banyak tambak garam beralih fungsi, menjadi lahan pertanian. Petambak garam juga beralih profesi. Semakin merosotnya produksi garam lokal, bisa menimbulkan ke-putus asa-an penyediaan garam.

B

erdasar telaah senyawa mineral, sesungguhnyagaram lokal memiliki kualitas manfaat sangat besar. Bahkan garam lokal diamdiam telah di-ekspor ke berbagai negara (antaralain Jepang). Garam yang diekspor, bukan untuk bahan dapur. Melainkan sebagai bahan pangan tambahan (suplemen). Ternyata, bekas air limbah garam di Kalianget, Sumenep (Madura) memiliki kandungan mineral sangat tinggi. Bisa menjadi pengharapan petambak garam. Seiring anomali cuaca selama beberapa musim, lahan tambak garam sering gagal panen. Misalnya tahun 2016 lalu, musim hujan mengguyur lebih panjang, menyebabkan produksi garam tidak mencukupi kebutuhan. Periode panen (Agustus – Oktober) garam hanya dihasilkan 144 ribu ton atau hanya 4,5% dari target produksi 3,1 juta ton. Menjadi periode panen paling buruk sepanjang satu dekade terakhir. Mutu (garam) juga tidak bagus, harga jeblok. Selama 10 tahun terakhir, panen terbaik tercatat pada Agustus hingga September tahun 2012 lalu. Itupun produksinya cuma 222 ribu ton. Maka sejak saat itu, target produksi garam hanya sekitar separuh dari target lama (menjadi 1,5 juta ton).Hasil panen garam selalu merosot, menyebabkan pemerintah makin menambah kuota impor. karena selama tiga tahun terakhir (2015 2016, dan 2017) hasil panen garam terus merosot makin drastis. Pada sisi lain, garam lokal hanya tersimpan di gudang. Masih ribuan ton stok lama yang tidak terserap pasar. Konon, garam lokal tidak layak konsumsi karena kandungan yodium yang rendah. Karena itu dihargai sangat murah, sehingga petani memilih menimbun garam, menunggu harga sedikit pantas.

S

penelitian oleh perguruan tinggi, bisa dijadikan acuan perbaikan mutu lahan. Namun yang paling staretgis, adalah menggali potensi sampingan (added value) garam lokal. Penemuan spektakuler, ternyataair garam lokal di Kalianget, Sumenep (Madura) dapat dijadikan dapat bahan baku utama cairan infus. Itu bagai prospek “tersembunyi” garam lokal. Bisa meningkatkan “martabat” garam lokal. Bergeser dari dapur ke rumahsakit. Konon prospek “tersembunyi” dijejaki dari pengusaha Jepang yang meminta garam asal Kalianget, Sumenep. Awalnya, dengan sedikit sentuhan teknologi, garam Kalianget bisa menjadi garam meja, disuguhkan pada saat hidangan makan. Ternyata, garam Kalianget diketahui memiliki kandungan mineral sangat tinggi. Dengan salinitas yang tidak greng (kurang asin), garam lokal bagai bumbu masak organik (non-pabrikan kimia). Namun posisi garam Kalianget, bukan sekadar “naik kelas,” bergeser dari dapur ke meja makan. Melainkan juga bisa naik kelas lagi, dengan berkah harga makin mahal. Beberapa sivitas perguruan tinggi negeri di Surabaya, telah meneliti manfaat lain garam lokal. Universitas Airlangga, dan ITS (Institut Teknologi 10 November Surabaya), bahkan memiliki usaha obat-obatan (dan suplemen makanan) berbahan baku air garam lokal. Urusan per-garam-an, sebenarnya memiliki “payung” perlindungan yang kokoh. Yakni, UU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Budidaya Ikan dan Petani Garam.Maka layak memperoleh perlakuan lebih baik. Termasuk added value melalui teknologi ekstraksi. Dengan kandungan mineral yang sangat tinggi, garam lokal (khususnya Kalianget) seharusnya me-menang-kan merebut pangsa pasar. Tidak perlu risau karena kalah asin (salinitas kurang dari 90%). Karena pangsa pasar garam lokal telah naik kelas. Kelak, petambak garam bukan hanya biasa mengelus dada. Melainkan bisa menepuk dada. Sekaligus makin melapangkan hamparan tambak garam. Wartawan senior, penggiat dakwah sosial politik.

Panggung Perang Gender di Pilkada Jatim

etelah melalui babakan drama pencolanan yang cukup panjang, kontestasi Pilkada Jatim kini memasuki babak baru. Dua nama kontestan telah resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jatim. Ada nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di bawah poros PDIP, PKB, Gerindra, PKS yang akan berduet dengan Puti Guntur Soekarno. Sementara kompetitornya, Khofifah Indar Parawansa, maju bersama Emil Elistiano Dardak, yang disokong oleh Partai Nasdem, PPP, Hanura, PAN, PKPI, dan Golkar. Dengan formasi demikian, dapat dipastikan ajang sirkulasi kepemimpinan daerah Jatim akan menawarkan laga sengit dan menarik, karena akan menyajikan duel politik secara head to head. Tidak ada poros ketiga seperti yang santer diprediksikan banyak pengamat. Karena Geridra dan PKS yang sebelumnya digadang-gadang akan membentuk poros baru, akhirnya lebih memilih berlabuh ke Gus Ipul. Jika melihat track record keduanya, boleh dibilang duel politik Gus Ipul vs Khofifah sebagai duel yang cukup berimbang. Tersebab, setiap paslon memiliki modal sosial yang cukup sama, baik secara kultural maupun struktural. Secara kultural, Gus Ipul dan Khofih lahir dan tumbuh besar dari tradisi sosial keagamaan yang sama, yakni NU. Sedangkan dari aspek struktural, pengalaman keduanya dalam dunia birokrasi tidak perlu diragukan. Gus Ipul tercatat sebagai Wakil Gubernur Jatim. Sedangkan Khofifah merupakan

mantan menteri sosial dalam satuan Kabinet Kerja pimpinan Jokowi-JK.

lain yang bisa dijadikan alternatif untuk mengukur gelombang suara di tingkat elektoral. Salah satu prediktor penjelas paling relevan untuk menjelaskan perilaku pemilih masyarakat Jatim adalah aspek gender (Burhanuddin, 2018).

Bukan Faktor Tunggal Sejauh ini, pengamatan umum masyarakat lebih tertuju pada kekuatOleh : an aspek religioAbd Hannan ideologi masingmasing paslon. FakFaktor Gender tor religio-ideologi Dalam kacamata diyakini banyak katak lazim—terlepas langan sebagai faktor dominan dari pengamatan umum akan untuk membaca arah pergerakan pengaruh mobilitas religio-ideolosuara. Artinya, besar kecilnya gi—aspek gender bisa jadi satu peluang kemenangan paslon dapenjelas. Jadi, sekarang yang pat diukur melalui penguasaan menjadi indikator signifikan unmereka atas religio-ideologi. tuk memotret perilaku pemilih Pertanyaan besarnya kemudian, warga Jawa Timur ada pada subapakah dua aspek tersebut akan jektivitas gender masing-masing benar-benar jadi barometer tungpemilih (Hooghe, 2004). Dari gal dalam percaturan kepemimpisudut matematika gender, lakinan Jatim? laki akan cenderung memilihi Jika melihat pola subkultur Gus Ipul dan perempuan akan masyarakat Jatim, antara kememilih Khofifah. lompok Nahdhiyyin dan kelomDi satu sisi, paslon Khofipok masyarakat nasional sesungfah relatif lebih diuntungkan, guhnya memiliki basis massa mengingat dirinya merupakan cukup berimbang (Burhanuddin, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat 2018). Misalnya, wilayah Tapal NU. Dengan posisinya tersebut, Kuda – Madura memiliki akar sudah barang tentu Khofifah tradisi dan kebudayaan sangat akan memiliki relasi kekuasaan kuat dengan ciri-ciri NU. Sedanglebih kuat untuk mengakomodasi kan wilayah Matraman dan Arek suara kaum perempuan. Sayangmerupakan basis kekuatan kenya, situasi ini nampaknya telah lompok masyarakat nasionalis. berhasil dibaca oleh pihak Gus Berdasarkan formulasi masIpul. Perekrutan Puti Guntur ing-masing paslon, sejauh ini kita Soekarno, yang didaulat sebamelihat peta kekuatan keduanya gai pasangan Gus Ipul, dapat cukup berimbang, baik secara dimaknai sebagai strategi meideologi maupun apsek religio, mecah belah suara perempuan. elektalibitas maupun populariDengan demikian, klaim bahwa tas. Karenanya, dalam konteks Khofifah merupakan satu-sapemilihan Jatim, perlu prediktor tunya kontestan yang mewakili

kalangan perempuan di Pilkada Jatim tidak lagi berlaku. Namun di sisi lain, unsur gender dapat pula menjadi batu sandungan bagi Khofifah. Karena bisa jadi, isu gender yang dimainkan dalam pilkada nanti akan digiring pada wilayah misogenis. Yakni, dikotimisasi peran sosial melalui koomodifikasi teks-teks keagamaan (Rizter, 2012). Secara teologi, kedudukan perempuan dalam kepemimpinan birokrasi ataupun publik hingga kini masih menjadi term yang mengundang banyak perdebatan. Situasi di atas, jelas akan dimanfaatkan oleh pihak Gus Ipul untuk menggoyahkan basis dukungan Khofifah. Dalam konteks politik sektoral, intrumen politik melalui cara demikian berpotensi memiliki daya ampuh. Apalagi, beberapa wilayah Jatim, khususnya daerah Tapal Kuda-Madura, memiliki tipikal fanatisme terhadap simbol keagaman, serta produk kebudayaan lokal yang bias hierarki, seperti patriarki. Sampai di sini, meski perebutan tahta di wilayah Jatim terjadi dalam ruang kontestasi yang cukup alot, melibatkan unsur religio, ideologi, bahkan gender. Kita sangat berharap jalan sirkulasi politik tertap berjalan demokratis. Sehingga nuansa pilkada sebagai pesta lima tahunan rakyat dapat dinikmati oleh masyarakat Jatim secara damai, sejuk, dan menyenangkan. Semoga. Magister Sosiologi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya. Aktif Sebagai Peneliti Poltracking Indonesia, Wilayah Jawa Timur.

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB : Nawang Esthi Lestari REDAKTUR PELAKSANA: Titis Tri Wahyanti KOORDINATOR LIPUTAN : Wawan Triyanto REDAKTUR: Wahyu Kuncoro SN, Bambang WN , Choirul Anam, Anangsyah Isfianto, Sufendi Dimyati, Helmi Supriyatno, Gatot Suryo Widodo Reporter : M. Ali, Siti Sulistiani, Andre Endrayana Sasmita, Rachmat Caesar BSW, Zainal Ibad, Danang Prastyo, Adit Hananta Utama, Abed Nego, William AK , Gegeh Bagus Setiadi Fotografer: Trie Diana Indahwati Malang: M. Taufiq, Kabupaten Malang : Cahyono Nor Rochmah, Kota Batu: Anas Bachtiar, Kediri: Ervan Kholis, Pasuruan : Hilmi Husein, Pamekasan: Syamsuddin, Lumajang: Dwi Wismo Wardono, Probolinggo: Wiwit Agus Pribadi Jember: Effendi, Sampang: Nur Cholis, Sumenep: Agus Irianto, Samsul Arifin, Bondowoso: Samsul Tahar, Situbondo: Sawawi, Tulungagung: Hadi Sucipto, Wiwieko Dh, Lamongan: Suprayitno, Jombang: Romadlon, Fathoni, Mojokerto: Hasan Amin, Kariyadi Sidoarjo: Ali Kusyanto, Hadi Sujitno, Achmad Suprayogi Gresik: Kerin Ikanto, Rokim, Tuban: Khoirul Huda Madiun: Sudarno, Blitar: Hartono, Nganjuk: Ristika, Bojonegoro: Achmad Basir, Trenggalek: Wahyu Asmoro, Jakarta: Tjitjik Rahayu.

PENDIRI : Alm. H. Moch. Said DEWAN PENASIHAT: Dahlan Iskan, Drs. Sugeng Praptoyo, SH, MM, MH, AK H. Ali Salim

Direktur Utama: Nawang Esthi Lestari, Direktur Umum: Wahyu Kuncoro SN, Direktur Keuangan Mira Damayanti Komisaris Utama: Sugeng Praptoyo, Komisaris: Bambang WN, Hasan Amin, Suprayitno, Malang: Gatot Soekardi, Ratna Nirmala, Lumajang: Didit Nur Jadit, Bondowoso: Hasto Pramudyo, Manager Produksi, Sirkulasi dan Periklanan: Sri Eddy Haryanto, Manajer Keuangan: Anangsyah Isfianto, Administrasi Keuangan: Etti Sri Kustini, Sri Poernomo, Sekretaris Perusahaan: Rani Cholyvianti, Sirkulasi: Titiek Yuliati (Koordinator), Andi Basuki, Nike Kusumawati, Utomo Pagon, Distribusi: Tatok Arly (Koordinator), Suparto, Mulyadi, Pracetak:Ali Sulkan (Koordinator), Danu Setiawan, Achmad Tauriq Imani, Trisno purnomo, Onny Agung S, Oki Abdul Sholeh. Sekuriti: Saiful Hidayat, Agus Mulyono Alamat Kantor Pusat/Iklan/Redaksi: Jalan Indragiri 73 Surabaya, Telp : 031- 561-5454, Fax : 031-561-9009, Email Iklan: bhirawa_indragiri@yahoo.com, Email Redaksi: harian_bhirawa@yahoo.com Sirkulasi: Jalan Pengenal 5, Surabaya (60174), Telp : 031- 547-0650 (3 lines), Fax : 031-534-3359, Email Sirkulasi: bhirawasirkulasi@yahoo.com Bhirawa Online : http://www.harianbhirawa.co.id Bank: Bank Mandiri (BBD Jembatan Merah) Surabaya, No. Rek:140.0080000053, Percetakan: PT Media Nusantara Press, Kawasan Industri SIER, Jl. Rungkut Industri III No.49, Surabaya SIUPP: Nomor 159/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1986, 22 April 1986.

Tarif Iklan: Iklan Baris Rp. 7.500/baris (maksimal 5 baris), Iklan Tender/Lelang Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display warna (FC) Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display hitam putih (BW) Rp.7.500/mm kolom. Harga belum termasuk PPn 10%.


Senin Pon, 12 FEBRUARI 2018

SIDOARJO-GRESIK-MOJOKERTO

5

achmad suprayogi/bhirawa

Suasana banjir yang menggenangi wilayah Porong dan sekitarnya.

Porong Banjir Lagi, Pemkab Segera Normalisasi Kalimati

Sidoarjo, Bhirawa Hujan deras yang terjadi di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya pada Sabtu malam (10/2) lalu, membuat Jl Rara Porong arah Malang dan sebaliknya banjir lagi. Rutinitas banjir tahunan, yang tentunya sangat mengganggu alur perekonomian hingga kini belum bisa teratasi. Mengingat wilayah Porong semenjak terjadi musibah Lumpur Lapindo kondisi tanahnya rendah. ‘’Selain itu, dulunya di wilayah lumpur Porong itu ada dua aliran sungai ikut terendam. Sehingga sekarang ini beban tumpuhannya hanya mengandalkan

Sungai Ketapang saja. Akhirnya kondisinya tidak mencukupi hingga airnya meluber di jalan yang mengakibatkan banjir di Jl Raya Porong dan sekitarnya,’’ terang

Kepala Dinas PU PR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Sigit Setiyawan, Minggu (11/2). Untuk mengurangi volume air yang ada sekarang pihaknya telah menempatkan dua pompa dengan kekuatan 200 liter per detik. Satu pompa di tempatkan di Kalitengah dan satunya lagi di Kedung Gampil yang airnya dibuang ke Porong Kanal. ‘’Bila ini nanti dirasa masih kurang, kami akan berkoordinasi dengan pihak BBWS untuk minta bantuan agar ditambah lagi pompanya,’’ jelas Sigit Setiawan.

Sementara itu, di sisi yang lain, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas PU PR terus mengupayakan mengatasi banjir tahunan yang menimpa lima desa di Kec Jabon, kelima desa itu antara lain Desa Kupang, Kedung Rejo, Kedung Pandan, Semabung dan Kalisogo. Dalam waktu dekat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Berantas dibantu Dinas PU PR Kab Sidoarjo akan segera melakukan pengerjaan Normalisasi Bangil Tak Kalimati Kedunglarangan. Menurutnya, kondisi Kalimati

sekarang ini lebarnya sekitar 30 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter, akan dinormalisasi BBWS Berantas dengan lebar antara 70 hingga 80 meter dengan pengerukan kedalaman mencapai 7 meter, sedangkan panjangnya sekitar 7 Km. Proyek normalisasi akan segera dilakukan pengerjaanya, alat-alat beratnya juga akan didatangkan, target selesai pengerjaan kurang lebih 2 tahun tepatnya 747 hari. Sementara itu, Pemkab Sidoarjo berharap dukungan semua

pihak khususnya warga Desa Kedung Pandan dan Kedunglarangan untuk ikut membantu kelancaran pengerjaan proyek ini, warga tidak perlu khawatir terkait dengan proses penertiban bangunan maupun lahan pertanian milik warga yang ada di kalimati. ‘’Sosialisasi ini salah satu tujuannya agar ada musyawarah antara BBWS Berantas, Pemkab Sidoarjo dan warga ada titik temu terkait proses penertiban,’’ ujar Sigit.Q ach

Gold Winner Diraih Majalah Wali Kota Apresiasi Progran 5 Ribu Jargas Gratis Kementerian ESDM GEMA Petrokimia Gresik

KELANA

hasan amin/bhirawa

Tiga peraih finis tercepat naik panggung untuk menerimah hadiah dari Forkopimda Kota Mojokerto.

Kota Mojokerto Kedatangan Atlet 22 Negara dalam Tour De Indonesia 2018

Gresik, Bhirawa Majalah GEMA Petrokimia Gresik (GEMA PG) berhasil meraih Gold Winner Kategori The Best of State Own Enterprise dalam kompetisi The 7th Indonesia in House Magazine Awards (InMA) 2018 yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS). Penyerahan trophy dan piagam penghargaan dilakukan Ketua Dewan Pertimbangan SPS Pusat, Basril Djabar, didampingi Ketua Umum SPS Pusat, Dahlan Iskan kepada Manager Humas sekaligus Pimpinan Redaksi GEMA PG, Muhammad Ihwan F. Acara penganugerahan dilaksanakan di Hotel Mercure, Padang, Sumatera Barat, 7 Februari 2018, dihadiri Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Director Wan-IFRA Asia Pacific (World Association of Newspapers and News Publishers), Mr Gilles Demptos, sekitar 400 pimpinan perusahaan pers se-Indonesia, tokoh pers nasional, pimpinan Humas korporasi, dan lembaga pemerintah. Dalam ajang bertema Kreativitas Tanpa Batas di Era yang Terus Berubah,

untuk kategori InMa diikuti oleh 189 entri dari berbagai lembaga dan korporasi di Indonesia. Entri yang dilombakan adalah majalah yang diterbitkan dalam tahun 2017. Gold Winner disematkan ke GEMA PG, karena majalah internal PG ini dinilai oleh Dewan Juri telah berhasil mempresentasikan kredibilitas korporasi berdasarkan kaidah jurnalistik yang baik, dan mampu menyajikan tampilan desain visual yang memikat. Dewan Juri terdiri dari Asmono Wikan dan Nina Armando (Aspek Komunikasi Massa), Danu Kusworo dari Harian Kompas (Aspek

Foto), Ika Sastrosoebroto dari Prominent PR (Aspek Ide Kreatif), Meiliana dari BNI (Aspek Pengiklan), Mas Sulistyo dari DM-ID (Aspek Branding), Ndang Sutisna dari First Position Groups (Aspek Ide Kreatif) dan Oscar Motulloh dari Antara (Aspek Foto). Penjurian berlangsung secara maraton 15 – 18 Januari 2018. Kompetisi InMa digelar SPS Pusat sejak tahun 2010, dan merupakan agenda tahunan SPS Pusat untuk menjadi wahana pemacu lahirnya karya sampul muka media cetak, digital, dan konten yang kreatif serta inovatif. Q kim

Kota Mojokerto, Bhirawa Wali Kota Mojokerto, Mas'ud Yunus memberikan apresiasi positif Program Kementerian ESDM yang membangun Jaringan Gas (Jargas) secara gratis bagi 5 ribu warga Kota Mojokerto. Dengan sambungan gas baru ini, warga Kota Mojokerto setara merasakan bantuan subsidi yang lebih hemat Rp3 miliar setahun dibanding gas LPG. Secara simbolis sambungan gas yang bisa dimanfaatkan massal oelh masyarakat itu diresmikan Menteri ESDM Ignasius Jonan di Halaman Kantor Kec Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Menurut Wali Kota Mas’ud, dengan pemasangan Jargas itu, masyarakat bisa menikmati gas bumi yang harganya lebih murah daripada LPG, bahkan masyarakat bisa hemat dan tidak perlu repot-repot membeli tabung LPG. Selain itu pasokan gas dan keamanan jaringan juga sudah teruji dan bisa dipertanggungjawabkan. ‘’Terima kasih pak menteri, ini merupakan program yang sangat bagus karena selain gas bumi ini harganya murah, juga membuat masyarakat merasa aman dan nyaman,’’ ungkap Wali Kota Mas'ud Yunus dihadapan Menteri ESDM. Wali Kota juga sempat meng-

Mojokerto, Bhirawa Balap sepeda yang tergabung dalam Tour De Indonesia 2018 yang diikuti atlet sepeda balap dari 22 negara. Pada finis etape 2 dengan jarak 117,5 km, dari Madiun menuju Mojokerto Kota, Jumat (25/1) lalu kedatangannya disambut Forkopimda Kota Mojokerto. rokim/bhirawa Dari 180 peserta yang tampil pencapai Ketua Dewan Pertimbangan SPS Basril Djabar menyerahkan finist tercepat pada etape 2 di depan penghargaan Gold Winner untuk Majalah GEMA kepada Manager Kantor Pemkot Mojokerto diraih Abdul Humas PG Muhammad Ihwan F. Gani dari KFC Cycling Team Indonesia, dengan waktu tempuh 2 jam 24 menit 17 detik. Disusul atlet Malaysia Sahrul Mat Amin dengan waktu tempuh 2 jam 24 menit 21detik. Sedangkan atlet ke 3 yang berhasil masuk ke etape 2 diraih Nur Aiman warga negara Malaysia dengan waktu tempuh 2 jam 24 menit 26 detik. Wali Kota Mojokerto, Drs Mas' ud Yunus berkenan Sebanyak 17 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tahun ini akan memberikan hadiah uang diolah oleh Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Gresik. sebesar Rp30 juta. Juara Yang dilakukan pada awal tahun ini agar capaian yang dihasilkan dapat runner up mendapat hadiah menjadi produk hukum berkualitas. Rp20 juta dan diserahkan Dandim 0815, Letkol Kav Menurut Ketua Badan PemHermawan Weharima, sebentukan Perda (Bapemperda) dangkan juara ketiga DPRD Gresik, Mubin, selaku mendapat hadiah Rp10 juta pemateri workshop Hari Pers dan diserahkan Kapolresta, Nasional (HPN), Kamis (8/2) maAKBP Puji Hendro Wibowo. lam di Padang, Sumatra Barat, Wali Kota Mas’ud dalam pembahasan Raperda memang sambutannya antara lain sekarang beda dengan tahun mengaku senang Kota mosebelumnya, tahun ini diminta di awal tahun sudah dilakukan. jokerto terpilih menjadi finis Sekarang komisi yang sudah etape 2 dari balap sepeda menyetorkan judul Raperda, suTour De Indonesia 2018 ini. dah bekerja untuk mencari bahan ‘’Mudah-mudahan tahun desebanyak-banyaknya. pan Kota Mojokerto bisa Permintaan Bapem Perda untuk kembali dilewati lomba baRaperda dibahas di awal tahun, rokim/bhirawa lap sepeda yang sama. Meagar waktu yang disediakan tak ngingat Mojokerto yang perterlalu mepet. Dengan waktu yang Ketua Bapemperda DPRD Gresik, cukup panjang akan bisa maknah menjadi pusat pemMubin simal, begitu juga hasilnya Raerintahan Kerajaan MoDalam penyusunan Perda ada perda menjadi Perda bisa langjopahit ini sekarang sedang beberapa tahapan yang perlu sung diterapkan. berupaya menjadi Kota yang dilakukan. Yaitu kerja sama deng‘’Kami sudah meminta pada sehat dengan jalan mean universitas dan masyarakat pimpinan, agar waktu yang disenggalakkan olah raga mensehingga bisa ikut memberikan Workshop Hari Pers Nasional (HPN) di Padang, Sumatra Barat yang digelar pada diakan dalam pembahasan Rasaran terkait isi Perda sebelum jadi kebutuhan masyarakat, perda tidak mepet. Demi kesemdisahkan. Sehingga nantinya Diantaranya merupakan usulan ngendalian Pencemaran Udara. purnaan Perda itu, sebab bautamanya bersepeda,’’ tanproduk hukum sesuai kondisi dewan dari komisi dan Bapem Perda tentang Irigasi, Perda yaknya aturan dan kajian pasti dasnya. lapangan, juga bisa memberikan Perda, yang berjudul Perda tentang tentang Penyediaan, Penyerahan, butuh waktu. Sehingga tidak bisa Mengingat dengan mengide atau gagasan Perda. Izin Usaha Tempat Makan, Perda Pengelolaan Prasarana dan Utilidilakukan dengan cepat karena olahragakan masyarakat Pada tahun ini ada 17 Perda tentang Perubahan Atas Perda tas Perumahan, Perda tentang alasan memburu waktu, ‘’Alhamdan memasyarakatkan olah bakal dibahas, semua itu sudah Nomor 7 tahun 2011 tentang Pajak Penyelenggaraan Perlindungan dulialah di Bulan Januari lalu raga, maka badan dan jimasuk di dalam Program Legislasi Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Anak, serta Perda tentang Persudah bisa dilaksanakan,’’ ujarwapun menjadi sehat Daerah (Prolegda) tahun 2018. Perdesaan, Perda tentang Pelindungan dan Pengembangan nya. pula.Q min

hitung penghematan yang dilakukan masyarakat dengan memakai gas bumi, menurutnya, dalam satu bulan warga bisa berhemat hingga Rp50 ribu. ‘’Artinya, kalau dikalikan 5 ribu warga yang memakai gas bumi bisa hemat Rp250 juta per bulan atau Rp3 miliar per tahun,’’ terangnya. Sementara itu, Jonan mengatakan, tujuan pembangunan Jargas diantaranya untuk hemat energi dan menekan subsidi dan impor BBM. Kata Jonan, secara nasional dengan menggunakan gas bumi terjadi pengurangan impor LPG mencapai 25.500 ton per tahun dan penghematan subsidi mencapai Rp178 miliar per tahun. Soal harga gas bumi, kata Jonan, untuk Mojokerto harganya Rp4.250 per meter kubik lebih murah dibanding LPG. Kalau memakai Jargas, rata-rata tiap bulan warga hanya perlu mengeluarkan Rp30 ribu hingga Rp40 ribu, tapi kalau menggunakan LPG 3 kg rata-rata per bulan warga akan mengeluarkan biaya sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu,’’ pungkasnya. Menteri ESDM meresmikan Jargas di Mojokerto sebanyak 10.101 sambungan rumah (SR), 5 ribu SR di Kota Mojokerto dan 5.101 SR di wilayah Kab Mojoketo.Q kar

Bapem Perda Bahas 17 Raperda dalam Satu Tahun

rokim/bhirawa

8 hingga 10 Februari kemarin. Seni Budaya Daerah. Mubin juga menambahkan, hasil Perda itu nanti yang diterapkan. Pastinya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, dan agar bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Q kim.adv


PENDIDIKAN, KEBUDAY

6

Gus Ipul Minta Mahasiswa Al-Ibrohimy Kuasai IT Bangkalan, Bhirawa Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf yang lebih akrab disapa Gus Ipulminta para mahasiswa Skolah Tinggi Al-Ibrohimy menyambut perubahan keadaan dan sikon di era ketidakpastian sekarang ini dengan persiapan yang baik, antara lain dengan menguasai kemajuan Informasi Teknologi (IT) sehingga membuat belajar lebih mudah. Perguruan tinggi tempat untuk merangsang kreativitas, Para mahasiswa jurusan Tarbiyah Al Ibrohimy memang belajar agama, tapi harus berusaha untuk mempunyai ketrampilan. Oleh karena itu manfaatkan IT untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang hebat.. Untuk itu para mahasiswa, disamping mempunyai pengetahuan, harus diimbangi dengan ketrampilan, dan attitute/ akhlak cara

Unair Siapkan Pertemuan Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf saat mengisi stadium general di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Ibrohimy Galis - Bangkalan, Minggu (11/2).

mengajar yang baik. Teori mengajar setelah dikuasai dengan baik, harus ditambah dengan ketrampilan cara mengajar yang baikserta menjaga disiplin. Itu baru disebut generasi yang mempunyai kompetensi. Hal itu ditegaskanWakil Gubernur Jatim yang akrab disapa Gus Ipul pada acara

Stadium General, di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Ibrohimy Galis - Bangkalan, Minggu (11/2) Menurutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim terendah di daerah Madura. Salah satu kekuatan yang memberikan dukungan kualitas lembaga pendidikanPondok Pesantren

termasuk Yayasan Pendidikan Islam Al-Ibrohimy. Oleh karena itu, jika pemerintah ingin memajukan dunia pendidikan harus mengajak para Kyai melalui Pondok Pesantren. Sekolah Tinggi Al-Ibrohimy sejak berdiri tahun 2005 sudah berhasil melahirkan 500 orang sarjana. Q iib

153 Warga Belajar Ikuti Simulasi UNBK Paket B dan C Sidoarjo, Bhirawa Niatan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk menuntaskan wajib belajar terhadap masyarakat yang putus sekolah terus dilakukan. Bahkan selama masih ada warga masyarakat yang Drop Out (DO) dari sekolah, Pemkab Sidoarjo juga terus melakukan penuntasan program tersebut melalui pro-

Perpanjang PDSS Hing

gram kejar Paket A, B dan C. Seperti yang telah dilakukan pada Minggu(11/2) di Ruang Lab SMK Antartika 2 Buduran Sidoarjo, sebanyak 153 orang telah mengikuti Simulasi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), program Paket B setara dengan ijazah SMP dan Paket C yang setara dengan ijazah SMA.

Mereka terdiri dari PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Prima Buduran, terdiri dari Paket B sebanyak 17 orang dan Paket C sebanyak 38 orang. Dari PKBM Diponegoro Gedangan Paket B sebanyak 19 orang dan Paket C sebanyal 53 orang dan dari PKBM Budi Utomo Taman, terdiri Paket B sebanyak 6 orang dan Pa-

Peserta Simulasi UNBK Paket B dan Paket C di SMK Antartika 2 Buduran Sidoarjo, Minggu (11/2) kemarin.

BANGKU POJOK

Lewat FKKS Bangkitkan Potensi Kesenian Daerah Lumajang, Bhirawa Kegiatan Festival Seni Kawasan Selatan Provinsi Jawa Timur (FKKS) ke-14 2018 berlangsung di Lumajang. Ajang ini diikuti oleh 8 (delapan) Kabupaten diantaranya Kabupaten Malang, Jember, Banyuwangi, Blitar, Tulungagung, Pacitan dan Trenggalek. Acara terasa istimewa karena dalam moment kali ini juga kedatangan peserta kehormatan dari Kabupaten Badung Provinsi Bali, yang menampilkan tarian Khas pulau Dewata pada pembukaan Festival pada Minggu malam kemarin. Gelar kesenian yang digelar selama dua malam yakni (tanggal,11-12) tepatnya Sabtu malam dan Minggu Malam di Alun alun Lumajang tersebut dinilai Bupati Lumajang, Drs As at Malik, sebagai kebanggaan tersendiri selaku tuan rumah sebagai ajang kesenian untuk menumbuhkan dan sekaligus mengembangkan potensi kesenian dalam meningkatkan potensi kepariwisataan di masing masing Kabupaten di Jawa Timur. Sekda Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi, MM, yang membuka gebyar FKKS tersebut, dalam keterangannya mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik digelarnya acara FKKS 2018. Menurutnya hal itu, mendorong adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten/ Kota dalam pengembangan dan promosi Seni Budaya dan Pariwisata, sebagai upaya peningkatkan perekonomian daerah. "Manfaatkan potensi potensi daerah untuk mengembangkan dan menggerakkan roda perekonomian daerah", ujarnya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Jarianto, M.Si.menjelaskan bahwa gelar FKKS tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kreatifitas SDM dan partsipasi masyarakat khususnya dibidang seni, dalam rangka untuk bersama sama mempromosikan dan mengembangkan potensi kesenian sebagai potensi wisata bagi tuan rumah kegiatan. Q dwi

ket C sebanyak 20 orang. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo Dr. Ng. Tirto Adi MP, M.Pd menuturkan kalau program Paket A, B dan C itu terus dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo. Sepanjang masih ada masyarakat yang DO dari sekolah, pihaknya juga terus melaksanaan program paket tersebut. Jadi hal itu dilakukan adalah sebagai upaya pemerintah untuk menuntaskan wajib belajar, yakni formal dan non formal. Untuk yang non formal adalah dalam program kejar paket A setingkat SD, Paket B setingkat SMP dan Paket C setingkat SMA. Dengan harapan tidak ada lagi warga negara, khususnya Sidoarjo yang tidak mempunyai ijazah atau tidak lulus sekolah. Q ach

Surabaya, Bhirawa Tingginya jumlah sekolah yang belum melakukan finalisasi dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) membuat panitia pusat SNMPTN harus melakukan perpanjangan waktu. Jadwal semula yang berakhir pada 10 Februari diperpanjang hingga hari ini, Senin (12/2). Panitia humas SNMPTNSBMPTN 2018 Siti Machmudah menjelaskan, proses pelaksanaan pengisian dan verifikasi PDSS telah dimulai pada 13 Januari 2018 dan seharusnya berakhir pada 10 Februari 2018. Pihaknya menuturkan, pada 9 Februari lalu jumlah sekolah yang sudah mengisi PDSS sebanyak 17.889. Namun, sekolah yang sudah melakukan finalisasi baru 10.152 lembaga.

"Karena masih banyak yang belum finalisasi dan verifikasi makanya panitia memberikan penambahan waktu kepada sekolah yang telah mengisi data PDSS," jelasnya. Perpanjangan ini, lanjut dia, hanya untuk finalisasi dan verifikasi. Ia juga menegaskan agar para siswa yang telah melakukan verifikasi di PDSS unluk memperhatikan jadwal pendaftaran yang akan dimulai pada

tanggal 21 Februari 2018 sampai dengan 6 Maret 2018. "Kami panitia di tiap daerah juga mendapat tugas untuk mengingatkan sekolah-sekolah yang belum tuntas dengan menelepon mereka," tutur wanita yang juga dosen di Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya ini. Ditanya mengenai pengisian PDSS, Siti Machmudah mengaku hingga 9 Februari lalu nasih ada 8.224 sekolah yang belum mengisikan data atau non aktif. Sekolah yang belum mengisi PDSS diketahui paling banyak berada di wilayah Provinsi Jawa Barat dengan jumlah 1.397 sekolah. Disusul Jawa Timur dengan 1.118 sekolah dan Jawa Tengah

INOVASI PE

Pemkot Resmi Serahkan Aplikasi E Pusda ke Sekolah Kota Kediri, Bhirawa Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kediri resmi menghibahkan Aplikasi E Pusda kepada seluruh Sekolah tingkat menengah. E-Pusda ini adalah salah satu program Pemerintah Kota untuk mengembangkan minat baca masyarakat dengan telepon seluler yang berbasis Android. Masyarakat kini tak perlu lagi datang ke Perpustakaan untuk menyalurkan hobi membacanya, namun untuk masuk aplikasi E Pusda ini masyarakat harus mendaftar diri sebagai anggota perpustakaan dimana dalam aplikasi tersebut sudah ada ketentuan untuk menjadi anggota. Dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kediri Dewi Sartika, aplikasi E Pusda ini dibuat untuk mengembangkan minat baca masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya. "Maka kita berinovasi membuat Perpustakaan berbasis elektronik , sehingga untuk menjadi anggota perpustakaan tidak

perlu repot repot datang ke Perpustakaan" tutur Dewi Sartika. Lebih lanjut, Kepala Dinas mengungkapkan untuk mengakses E Pusda, masyarakat harus mengikuti persyaratan yang ditentukan, hal ini agar pihaknya bisa mengetahui perkembangan minat baca masyarakat, karena tujuan utamanya adalah meningkatkan minat baca agar semakin gemar membaca. "Tujuan utamanya itu, dan kita sudah mulai sosialisasi di kelurahan- Kelurahan, sekolah sekolah, semoga kedepannya minat baca masyarakat semakin meningkat dengan adanya E Pusda ini" harapnya. Dia juga menambahkan jika , koleksi judul buku yang terkafer dalam E Pusda ini sekitar 2000 judul buku, dan buku terdiri dari buku -buku ilmu pengetahuan dan buku tersebut tidak sama dengan yang ada di kantor Perpustakaan. Lusiana salah satu anggota Perpustakaan mengaku jika E Pusda ini sangat membantu untuk mencari referensi dalam belajar nya. Q van

Para siswa SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Surabaya saat mengikuti Ujian Praktik (Uprak) A

Diikuti Siswa dengan Ser

Manasik Haji Jadi Materi SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Surabaya Sabtu (10/2) lalu menggelar Ujian Praktik (Uprak) Agama Islam yak-

ni Praktik Manasik Haji. Sebagai salah satu syarat kelulusan Uprak digelar di Asrama Haji Sukolilo Surabaya diikuti sekitar 394 siswa kelas XII. Ibadah Haji merupakan ibadah wajib bagi setiap muslim yang mampu menjalankannya sekali seumur hidup. Meski tidak semua orang berkesempatan menjalankan ibadah haji karena faktor biaya. Sehingga banyak Umat Muslim berfikir nanti saja belajar ilmu tentang ibadah haji, jika sudah menjelang keberangkatan. Namun tidak bagi Sekolah Islam termasuk SMAMDA yang terletak di Jl Pucang Anom ini. Ilmu tentang Ibadah Haji harus tetap diajarkan jauh-jauh hari, demikian pula

siswa-siswi kelas XII y ajaran 2017-2018 ini Menurut Kepala SM Surabaya, Ustadz As sebagai salah satu s rak Manasik Haji ini b berikan bekal penge man para siswa terk aksanaan ibadah ha syaratnya. Sehingga SMAMDA mempuny yang cukup terkait Ib "Ya meskipun para niatan untuk melaks atau Ibadah Umroh kah. Tetapi sebagai

Sempat Membu

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Ustadz Astajab SPd MM dengan Franziska Bernlochner, guru asal Negara Jerman.

Ada yang menarik dari Uprak Manasik Haji ini kemarin, ketika Franziska Bernlochner, guru asal Negara Jerman dari AIESEC yang penasaran dangan Praktik Manasik Haji para siswa datang mengenakan hijab motif kembang-kembang, bergamis putih dan mengenakan celana panjang longgar motif batik datang dan langsung mengambil gambar para siswa

menggunakan kame terkesan dan baru pe tata cara ibadah haji hasa Inggris, Matema ingin mengabdikan dalam album kenanga Bahkan Miss Franz sempat ikut dalam ke thawaf memutari replic

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kediri Dewi Sartika saat menyerahkan Panduan Aplikasi E Pusda ke Kasek.

GALERI PRESTASI

Ujian Praktik SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

Sebelum Lulus Diuji Membuat Es Manado dan Fuyung Hay Untuk menguji kecakapan memasak siswa kelas VI yang akan lulus dalam tahun ajaran 2017-2081 ini. SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang, Surabaya menggelar ujian praktik memasak di halaman sekolah Jumat (9/2) lalu. Sebanyak 272 siswa kelas VI yang terbagi dalam 28 kelompok harus memasak Fuyung Hay, membuat aneka minuman segara dan menyajikannya sebaik mungkin. Oleh: Sufendi Dimyati, Kota Surabaya

trie diana/bhirawa

Ustadzah Suliyati SPd dan Ustadzah Erni SPd menilai proses memasak salah satu kelompok dari Kelas VI A, dalam uji kecapakan memasak SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya.

Menurut salah satu Tim Penguji, Ustadzah Suliyati SPd, untuk ujian kecakapan memasak ini bahan-bahan membuat Fuyung Hay yang telah disiapkan pihak sekolah yakni telur, daging dan udang, sayur, bawang Bom-

bay, saos, garam, bawang prai dan gula, juga kompor gas beserta gasnya. Sementara para siswa hanya membawa peralatan masak, piring dan sendok untuk penyajian dan garnis atau hiasan untuk masakan, serta bah-

an-bahan untuk membuat berbagai macam minuman segar. Diantaranya, buah moris dan bahan untuk membuat Es Menado. Ustadzah Suli-sapaan akrabnya juga menjelaskan, untuk uji kecapakan memasak ini penilaiannya meliputi, Rasa Masakan mencapai 50%, kerapihan dan cara penyajian bernilai 20%, kebersihan proses memasak nilainya 10% dan kerja sama dalam kelompok yang terdiri antara 10 hingga 11 siswa mencapai 15%. "Penilaian uji kecakapan memasak ini ada empat katagori yakni untuk rasa 50%, penyajian 20%, kebersihan

proses memasak dan setelah memasak 10% dan kerja sama dalam kelompok 15%,'' ujar Ustadzah Suli. Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang, Ustadz Eddy Susanto SPd MPd menjelaskan, anakanak ini di semester II ini harus melakukan aktifitas yang berkaitan dengan unsur ketrampilan, diantaranya memasak, seni musik yakni praktik recital, olah raga, IPA/Sains (membuat rangkaian listrik dan rangkaian rangka manusia), Al Islam dan Kemuhammadiyaan yakni para siswa harus bisa memberikan Kultim (Kuliah atau tausiah Tiga Menit). Q


YAAN & OLAH RAGA

g Verifikasi gga Hari Ini

n dengan Kepala Sekolah 830 sekolah. Selain itu di Sumatera Utara 588 sekolah dan Banten 409 sekolah yang belum mengisi. "Di Surabaya juga ada, tapi rata-rata didominasi MA swasta yang belum mengisi," ungkap dia. Sementara itu, Universitas Airlangga (Unair) akan mengoptimalkan sosialisasi berbagai kebijakan seputar SNMPTN maupun SBMPTN dengan melibatkan kepala sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK). Rektor Unair Prof Mohamm a d Nasih

mengatakan, kepala sekolah dan guru BK pertemuan ini sangat penting, setidaknya untuk melihat minat sekolah dalam mendaftarkan putra-putrinya masuk Unair. Mengukur minat masingmasing sekolah untuk memasukkan lulusannya ke unair diperlukan lantaran SNMPTN bukan persaingan antarsekolah. Tetapi lebih banyak persaingan antarsiswa dalam satu sekolah. "Kami ingin mendiskusikan ini terkait dengan penetapan sekolah yang masuk dalam kriteria di Unair. Karena sangat mungkin ada berapa sekolah yang belum memenuhi," kata dia. Ia mengungkapkan, komposisi

penerimaan mahasiswa di kampusnya agak berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini, komposisi lebih banyak diberikan di jalur SBMPTN dengan 40 persen. Sementara di jalur SNMPTN dan mandiri hanya 30 persen. Tahun lalu, komposisi penerimaan mahasiswa berada di angka 35 persen untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN, sementara mandiri 30 persen. "Pertimbangan komposisi yang berbeda adalah berkaitan dengan jurusan IPS. Nasih mencontohkan, jurusan Psikologi tidak sosial murni karena ada aspek analitis yang diikuti mahasiswa. Biasanya yang mendaftar hanya yang di sosial," pungkas Nasih. Q tam

Senin Pon, 12 FEBRUARI 2018

7

SOSOK

Wujudkan Generasi Melek Aksara Alquran Tugas yang melekat pada seorang guru selain mengajar juga mendidik. Tak lupa pula untuk mengabdikan diri pada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Inilah yang tengah dilakukan sosok Nur Sofiah, guru SD Islam Kyai Ibrahim Surabaya. Kiprahnya sebagai guru dengan segudang prestasi dan kegiatan, tidak diragukan lagi. Berbagai event perlombaan kerap diikutinya guna mengembangkan kompetensinya. Di sekolah pun beliau dikenal sebagai guru yang dekat dengan anak-anak. Guru peraih lima besar anugerah konstitusi Kota Surabaya ini, juga mengabdikan dirinya pada masyarakat sekitar untuk mengentaskan ibu-ibu dari buta aksara quran. Bekerjasama dengan Yayasan Al Falah melalui program kampung Alquran Jambangan, Sofi, panggilan akrabnya mengumpulkan ibu-ibu di lingkungan sekitarnya untuk menuntut ilmu baca Alquran dengan metode Ummi. "Generasi muslim kita harus dibekali dengan kemampuan baca tulis quran.

Mungkin saya tidak bisa melakukan gerakan secara makro, namun saya tetap bisa bergerak di lingkungan saya sendiri. Saya berharap tidak akan ada lagi ibu-ibu yang buta aksara Alquran di sekitar sini. Itulah mimpi yang ingin saya wujudkan," curhat Sofi pada Bhirawa. Di Kampung Alquran beberapa kegiatan baca tulis dilakukan dengan bimbingan seorang ustaz. Di antaranya: ngaji rutin setiap hari Selasa dan Jumat, sebulan sekali ngaji bersama dengan saling menyimak, dilanjut dengan ngaji mandiri dengan bimbingan ustaz.

Semuanya dilakukan secara bergantian dengan menempati rumah anggota dalam program kampung Alquran ini. "Jika Pemerintah tengah menggalakkan Gerakan Literasi Nasional, maka inilah wujud partisipasi saya untuk ikut menyukseskannya. Melalui literasi membaca aksara Alquran. Semoga langkah ini diridai oleh Allah SWT dan bisa langgeng. Sehingga tak ada lagi buta aksara Quran," tutur Sofi penuh harap. Q why

Nur Sofiah

ENDIDIKAN

Menteri ESDM Kesengsem Smelter Buatan ITS Surabaya, Bhrirawa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan rupanya tertarik produk teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kali ini kehadirannya untuk meninjau prototype Smelter dan mobil listrik Ezzy ITS, Jumat (9/2) lalu. Dalam kunjungannya, Jonan turut mengapresiasi keterlibatan ITS dalam pengembangan kedaulatan energi di Indonesia melalui in-

Agama Islam yakni Praktik Manasik Haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (10/2) kemarin.

ovasi kendaraan listrik yang telah dihasilkan. Bahkan dalam kunjungannya tersebut, mantan Menteri Perhubungan RI periode 2014 2016 ini menyempatkan diri menjajal keandalan mobil listrik ITS yang sebelumnya pernah dikendarai oleh Presiden Jokowi untuk berkeliling di halaman Rektorat ITS. Dalam skala industri mineral, Jonan juga mengapresiasi produk prototype smelter yang dirancang oleh Departemen Teknik Material ITS.

Namun, pada kesempatan ini, Jonan mewakilkan pada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) ESDM, FX Sutijastoto untuk meninjau langsung alat Smelter di Departemen Teknik Material ITS. Smelter ini merupakan alat pemurni utama bahan tambang yang menempati industri hulu dalam pengolahan mineral logam. Karena itu, harga investasi alat smelter ini menjadi selangit. Hal inilah yang membuat

trie diana/bhirawa

ius dan Penuh Penjiwaan

Ujian Praktik di SMAMDA

yang akan lulus tahun i. MA Muhammadiyah 2 stajab SPd MM, selain syarat kelulusan, Upbertujuan untuk memtahuan dan pemahakait tata cara dan pelaji sesuai rukun dan a setelah lulus, siswa ai bekal pengetahuan badah Haji. a siswa ini belum ada sanakan Ibadah Haji h ke Tanah Suci MeSekolah Islam kami

para guru harus memberikan dan membekali ilmu tentang pelaksanaan Ibadah Haji bagi siswa-siswi kami sebelum lulus. Sehingga mereka tahu tata cara dan pelaksanaan Ibadah Haji sesuai rukun dan syaratnya,'' papar Ustadz Astajab saat ditemui di sela-sela memperhatikan siswanya melaksanakan Uprak. Sementara itu, Humas SMAMDA, Tanti Puspitorini SPd menambahkan, Uprak Manasik Haji dibimbing langsung oleh Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya yakni Ustadz H Suhadi MAg. Dan beberapa guru yang ditunjuk sebagai penguji adalah Guru Mata Pelajaran Ismuba (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan

Menteri ESDM Jonan mencoba mobil listrik buatan mahasiswa ITS, Jumat (9/2) lalu.

Bahasa Arab) dan beberapa guru yang telah melaksanakan Ibadah Haji. Dengan materi Uprak yakni bacaanbacaan dan doa, membaca niat, membaca talbiyah, melakukan Thawaf, Sai, melempar Jumroh dan Tahalul atau memotong rambut. Sedangkan penilaian setiap kelompok yang terdiri 18 hingga 19 siswa diantaranya kekompakan, cara berpakaian ihram, gerakan, keseriusan dan hafalan doa-doanya. Seperti tahun sebelumnya, kegiatan rutin tahunan ini dibagi menjadi dua kelompok. Untuk para siswi Uprak digelar pukul 06.30-09.30 WIB, sedangkan para siswa digelar pukul 09.30-12.30 WIB. Q fen

uat Penasaran Guru Asal Jerman

era SLR. Karena ertama kali melihat Guru pengajar Baatikan dan Fisika Ini Uprak para siswa an pribadinya. zi-sapaan akrabnya elompok siswi yang ca Kabah di Asrama

Haji Sukolilo ini. Meski tidak tahu maksud dan tujuannya, serta tidak tahu doa-doa yang harus diucapkan, tetapi guru cantik ini terus mengikuti gerakan para siswa dengan riang dan enjoy meski udara panas menyengat. "How do you feel after joining thawaf?'' tanya Alif Jatmiko MThI, salah satu penguji. "Wow‌ it's my new experience, it was great. I like to do some-

thing together with the students especially in this occasion,'' jawab Franzi. Franzi menganggap ini adalah pengalaman yang luar biasa yang dilakukan bersama-sama dengan siswa. Sejak awal ia memang ingin mencoba thawaf. "I just follow the movement, but honestly, I can not say the words, the word that I can say is only Allahu Akbar,'' katanya. Q fen

Mendikbud Bangga Kualitas Pendidikan Kota Malang Malang, Bhirawa Mendikbud Prof. Dr Muhadjir Effendy, MAP, mengaku bangga dengan kualitas pendidikan di Kota Malang. Pernyataan tersebut disampaikan Muhadjir, saat membuka Festival Anak Muslim di SD Insan Amanah, Minggu (11/2) kemarin. Muhadjir, pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangga dan terimakasih terhadap kualitas pendidikan yang sangat baik di Kota Malang. Salah satunya di SD Insan Amanah. Hal ini, menurut Mendikbud terlihat dari pengembangan soft skill melalui ekstrakulikuler yang ditampilkan dalam acara ini. "Kota Malang ini termasuk kota dengan pendidikan terbaik, ini tidak terlepas dari peran Wali Kota Malang yang taat azaz dan peraturan serta kebijakan-kebijakan, khususnya dibidang pendidikan." tandasnya. Se-

lain itu, guna mewujudkan pendidikan yang baik, kata Mendikbud diperlukan peranan orang tua atau wali murid. Lembaga pendidikan tidak bisa berkembang dengan baik jika wali murid tidak mau ikut campur. "Saya kira peranan wali murid sangat lah penting, sulit pendidikan bisa maju apabila hanya diserahkan kepada lembaga pendidikan atau pemerintah saja. Dorongan dan partisipasi wali murid sangat dibutuhkan, "tukasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Wali Kota Malang H. Moch. Anton. Peria yang kerap disapa Abah Anton itu, menekankan pentingnya partisipasi orangtua dan guru dalam pendidikan serta pengembangan karakter murid, khususnya bagi siswa Sekolah Dasar. "Pendidikan itu tidak hanya disekolah, pendidikan juga harus dibangun melalui orangtua. Jadi antara orang

tua dan lembaga pendidikan harus bersinergi," ujarnya. Abah Anton ini juga menghimbau kepada setiap orang tua untuk menjadi pengajar bagi anak-anaknya, terutama dalam perkembangan moral dan karakter anak. "Orangtua itu merupakan kunci dari keberhasilan anak, oleh karena itu penting bagi setiap orangtua untuk men-

it-bibit unggul supaya PSID kedepan bisa lebih jaya dan lebih bagus preatasinya," ungkap Hj Mundjidah Wahab. Selain menyatakan harapannya kepada kepengurusan

PSID yang baru, Mundjidah mengatakan, pihak Pemkab Jombang bakal terus memperhatikan perkembangan sepak bola di Jombang. "Kami akan menyiapkan fa-

silitas sepak bola sebaik mungkin," tambahnya. Senada dengan plt Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, salah satu perwakilan suporter PSID yang bernama

Arif Yulianto/bhirawa

Musyawarah Anggota PSID Jombang yang dihadiri Plt. Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab dan Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto, Sabtu sore (10/02).

jadi guru bagi anak-anaknya, tidak cukup kalau bergantung dengan pengajar di SD Insan Amanah ini." tambahnya. Abah Anton berharap Semoga dengan adanya kegiatan Festival seperti ini, semakin memacu kualitas pendidikan, bukan hanya untuk SD Insan Amanah melainkan instansi pendidikan lain di Kota Malang. Q mut

Mendikbud Prof Muhadjir Efendy MAP, bersama Wali Kota Malang H. Moch. Anton saat berada di SD Insan Amanah.

Kepemimpinan Baru PSID Fokus Prestasi dan Kesejahteraan Pemain Jombang, Bhirawa Terpilihnya Juliono menggantikan Ali Mustofa secara aklamasi sebagai Ketua PSID Jombang diharapkan bisa membawa klub sepakbola kebanggaan masyarakat Jombang ini ke perubahan yang lebih baik. Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat menghadiri acara Musyawarah Anggota PSID Tahun 2018 di Ruang Bung Tomo, Pemkab Jombang, Sabtu sore (10/02) Hj Mundjidah Wahab mengatakan, kepemimpinan baru PSID ini diharapkan bisa menciptakan bibit pemain yang unggul dan bisa membawa PSID ke puncak prestasi di kanca sepak bola nasional. "Harapannya, agar bisa lebih maju dan menciptakan bib-

Gegeh Bagus Setiadi/bhirawa

kepemilikan smelter oleh Departemen Teknik Material ITS sangat diapresiasi oleh Jonan. "Saya tertarik untuk bekerja sama dengan ITS dalam mengembangkan teknologi smelter ini," ungkap pria asal Surabaya ini di sela-sela kunjungan. Kendati masih merupakan skala kecil, smelter milik Laboratorium Pengolahan Mineral dan Material (LPMM) Departemen Teknik Material ITS ini digadanggadang akan turut berswadaya membantu penambang kelas menengah ke bawah. "Seringkali perusahaan tambang skala kecil langsung menjual logam mentah tanpa mengolahnya," ujar Dr Sungging Pintowantoro ST MT, Kepala LPMM. Hal itu sangat disayangkan karena bertentangan dengan UU Nomor 4 tahun 2009 mengenai Mineral dan Batu Bara. Dengan adanya pengembangan smelter ini, lanjut Sungging, berarti kemandirian dan kedaulatan energi negeri sudah di depan mata. Q geh

Paijo (27) yang turut hadir dalam Muayawarah tersebut PSID menyampaikan kedepan pemimpin PSID yang baru agar bisa lebih lagi memperhatikan kesejahteraan para pemain. "Kami berharap, pengurus yang baru bisa meningkatkan prestasi PSID ke kasta yang lebih tinggi, dan yang lebih penting lagi adalah kesejahteraan para pemain harus lebih diperhatikan. Dan harus transparan," harap Paijo. Sementara, terpilih sebagai Ketua baru PSID Jombang, Juliono menjanjikan akan membawa PSID ke prestasi yang lebih baik. Ia juga mengatakan akan segera melakukan seleksi pemain di tubuh PSID Jombang. "Minimal PSID bisa 'Go Nasional'. Madura United saja bisa, masa PSID tidak bisa," tegasnya. Q rif

GELANGGANG

Menpora Apresiasi Prestasi Atlet di "Invitation Tournament" Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengapresiasi prestasi para atlet Indonesia yang bertanding di "Invitation Tournament" yang merupakan turnamen uji coba jelang Asian Games 2018. "Ini sebuah kegembiraan karena walaupun hanya 'test event', tetapi kita bisa meraih beberapa medali emas," ujar Imam di Jakarta, Sabtu. Namun, Imam mengingatkan agar keping-keping emas tersebut tidak membuat mata menjadi silau. Sebab, negara-negara yang bertanding di turnamen uji coba ini, termasuk Indonesia, pada umumnya tidak mengirimkan kekuatan terbaik. "Jadi, tidak bisa dijadikan tolok ukur di Asian Games 2018 nanti," kata Imam. Ia pun berharap turnamen uji coba jelang Asian Games 2018 ini mendapatkan perhatian dari cabangcabang olahraga lain. Q ant


JAWA TIMUR

8

Senin Pon, 12 FEBRUARI 2018

Warga Tolak Proyek Kilang Minyak

TEROPONG JATIM

DPRD Kucurkan Dana Sertifikasi Halal untuk UMKM

Gus Ipul Minta Pertamina Ajak Warga Bicara Baik-baik

Tulungagung, Bhirawa Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Tulungagung bakal segera difasilitasi anggaran untuk pengurusan sertifikasi halal. Hal ini guna mendukung upaya produk mereka masuk dalam pasar modern. Demikian dikatakan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono SE MSi, seusai bersama Komisi C DPRD Tulungagung menerima puluhan anggota Forum Industri Kecil Menengah Tulungagung (FIT) di Ruang Graha Wicaksana Kantor DPRD Tulungagung, kemarin. “Salah satu syarat UMKM sebagai pemasok di toko modern adalah sertifikasi halal. Karena itu, kami akan fasilitasi itu dalam prioritas anggaran,” ujarnya. Sejauh ini, lanjut dia, fasilitas untuk UMKM dalam pengurusan sertifikat halal baru dilakukan oleh Pemprov Jatim. Namun jumlahnya sangat terbatas. “Nanti kita kucurkan dana untuk itu (sertifikasi halal), selain dinas terkait juga melakukan pendampingan sehingga semua produk UMKM Tulungagung dapat diterima di toko modern. Apalagi, dalam Perda tentang Penataan dan Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan disebutkan sebayak 20 persen produk UMKM dapat masuk ke dalam pusat perbelanjaan dan toko swalayan yang beroperasi di Tulungagung,” paparnya.Q wed

Perampasan Motor oleh Debt Collector Marak Nganjuk, Bhirawa Kasus penarikan secara paksa kendaraan bermotor yang dilakukan oleh debt collector di wilayah Kabupaten Nganjuk makin marak. Korban yang baru saja melapor ke Polres Nganjuk adalah adalah Bagus Supriadi (23) warga Desa Malangsari Kecamatan Tanjunganom. Bagus mengatakan sepulang dari bekerja di Jl. Dermojoyo Nganjuk tepatnya di Desa Kecubung Kecamatan Pace, dirinya dihadang dua lelaki yang tidak dikenal. Lelaki yang berboncengan sepeda motor tersebut mengaku dari perusahaan leasing dan langsung merampas sepeda motor Honda Beat AG 2940 UC yang dikendarai Bagus. “Alasan pelaku saat itu, saya menunggak angsuran kredit motor selama tiga bulan,” ujar Bagus. Namun saat ditanyakan ke kantor leasing dan bagus berniat membayar tunggakan angsuran, ternyata motor tidak diserahkan kembali. Karena itulah Bagus yang didampingi Aris Mujiono SH, sebagai pengacaranya akhirnya melaporkan aksi perampasan motornya tersebut ke Polres Nganjuk.Q ris

KEHILANGAN

Tuban, Bhirawa Warga Desa Mentoso dan Remen, Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban melakukan aksi penolakan akan proyeksi pembangunan kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, dengan memasang spanduk di sepanjang pinggir jalan Desa. Salah satu pemuda Desa Mentoso, Hudi Priyanto (33) menuturkan, aksi pemasangan ini wujud penolakan warga, agar Kilang NGRR Tuban yang dibangun Petamina - Rosneft Oil Company Rusia, tidak di bangun di daerahnya, karena tanah mereka sampai kapan pun tidak akan di jual untuk pendirian kilang tersebut. "Tanah Kami tidak akan kami jual, ini tanah leluhur kami," ujar hadi disela-sela pemasangan spanduk, Minggu (11/2). Menurutnya, pihaknya dan warga sekitar trauma dengan perusahaan sebelumnya yang sudah berdiri diwilayah Jenu, dengan berbagai janji manis dan harapan yang diberikan berupa pekerjaan maupun kesejahteraan yang akan diterima saat beroperasi, nyatanya tidak ada yang terwujud. "Kami belajar pada perusahaan yang berdiri disini, seperti PLTU dan TPPI, yang katanya nanti kalau sudah berjalan warga lokal akan di pekerjakan, nyatanya hanya omong kosong, " tambahnya. Warga lainnya, Aguk Nugroho juga sependapat, pemban-

gunan kilang minyak akan menghilangkan mata pencaharian yang selama yakni menjadi petani, dan sudah menjadi salah pekerjaan warga sekitar. Ia bersama warga lain tidak akan melepas sekalipun ditawar harga tinggi maupun ditukar guling, warga tetap teguh pada pendiriannya. "Kalau jadi di bangun, terus mau kerja apa, rata-rata pekerjaan kami petani, Ada 2.000 lebih warga yang menolak pengadaan lahan " sambung Aguk. Pemilik lahan lain, Warto, meminta tim intelejen mampu menangkap sikap penolakan warga Remen dan Mentoso, Jenu selama bertemu Pertamina. Pertemuan pertama di hotel Willis, 700 warga yang datang saat sosialisasi hanya dijaga Polsek Jenu. Pertemuan kedua di gedung Paripurna DPRD Tuban, 10 orang dijaga 50 aparat, dan terakhir sosialisasi di gedung KSPKP Tuban, 2 orang perwakilan pemilik lahan dijaga 150 personel. "Penjagaan tersebut menandakan ada yang menginginkan anarkis," terang pria yang pernah menjabat

penegak hukum di Tuban itu. Sekali warga Remen dan Mentoso berkata tidak menjual tanah, selamanya akan demikian. Apalagi pembangunan proyek Kilang Tuban, diduga telah melanggar Undang-undang (UU) Nomor 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Saifullah Yusuf yang menghadiri kegiatan Bahsul Masail PWNU Jawa Timur di Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Bejagung, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding Tuban juga iku menyikapi bergolaknya pembebasan lahan Kilang NGRR Tuban di Kecamatan Jenu. Wagub meminta Pertamina maupun tim pembebasan lahan mengajak bicara dengan masyarakat terdampak. Pekerjaan Rumah (PR) Pemprov Jatim saat ini, bagaimana industrialisasi di wilayahnya mampu menyerap tenaga lokal sebanyak-banyaknya. "Harus diajak bicara baik-baik para pemilik lahan itu," ujar Gus Ipul saat ditemui di Ponpes Sunan Bejagung, Sabtu (10/2) kemarin. Orang nomor dua di Jatim itu, juga menyatakan proyek Kilang patungan Pertamina dan Rosneft Oil Company asal Rusia jalan terus. Pembe-

dwi/bhirawa

HILANG STNK, Honda, AG3137RBT, a/n. Seninta, Ds/ Kec. Kauman- T.Agung No. 2844/IMB/BI-II/2018 HILANG STNK, Yamaha, AG3152RBH, a/n. Witanto, Ds/Kec. Ngunut-T.Agung No. 2845/IMB/BI-II/2018 HILANG STNK, Honda, AG4371RAZ, a/n. Slamet, Ds/ Kec. Rejotangan-T.Agung No. 2846/IMB/BI-II/2018 HILANG STNK, Yamaha, th. 2007, Hitam, AG5284SU, a/n. Widarti, Ds. Joho, Kalidawir-T.Agung No. 2847/IMB/BI-II/2018 HILANG STNK, Honda, th. 2009, Hitam, AG3580TW, a/ n. Sudarsono, Kel. Kutoanyar-T.Agung No. 2848/IMB/BI-II/2018 HILANG STNK, Honda, AG4516RN, a/n. Rohmad, Ds. Sukowiyono, Karangrejo-T.Agung No. 2849/IMB/BI-II/2018

TUBAN KEHILANGAN STNK, S-2245-GO.An Sarmi.Ds doromukti.Rt 03/03.Kec Tuban.Kab Tuban No. 2850/IMB/BI-II/2018 KEHILANGAN STNK, S-4443-HJ.An lisdiarti.Ds Tegalabang.Rt 02/03.Kec Palang.Kab Tuban No. 2851/IMB/BI-II/2018 KEHILANGAN STNK, S-4820-FG.An Nanik kiswati.Ds Tueiri.Rt 01/02.Kec Merakurak. Kab Tuban No. 2852/IMB/BI-II/2018

basan lahan pun tinggal sedikit, karena 64,9 hektare lahan untuk kilang sudah ada karena milik Pertamina. Sekalipun memiliki misi memajukan dunia pertanian, tapi dalam hal Kilang tidak demikian. Pengurangan lahan subur pertanian di kawasan Kilang Tuban, mulai Desa Remen, dan Mentoso tak bisa dihindari. "Alih fungsi lahan subur menjadi pabrik itu salah satu masalahnya," terang Wagub Jatim itu. Problem inilah yang bakal diatasi, dengan meningkatkan produktifitas lahan dengan sentuhan sains dan teknologi. Sekaligus meningkatkan inde-

ks pertanaman pertanian di wilayah tersebut. Apapun kondisinya, Gus Ipul (pangilan akrabnya) mengajak masyarakat yang menolak pengadaan lahan kilang duduk bersama dengan Pertamina maupun pemerintah daerah. Hanya dengan bertemu, semua persoalan akan ketemu solusinya. Diberitakan sebelumnya pihak Pertamina melakukan sosialisasi tahap kedua yang dikhususkan untuk warga remen di Gedung KSPK Tuban, dalam kegiatan tersebut warga setempat di minta legowo melepaskan tanahnya untuk kepentingan Negara.Q hud

DPC PDI Targetkan 60 Persen Suara untuk Gus Ipul-Mbak Puti

Bupati Lumajang Drs As at Malik ketika mengunjungi warga yang menjadi korban angin puting beliung.

TULUNGAGUNG

khoirul huda/bhirawa

Aksi protes Warga Desa Mentoso dan Remen, Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban yang membuat dan menempelkan spanduk disepanjang jalan dekat lahan rencana pembebasan lahan untuk kilang minyak.

Bupati Sambangi dan Beri Bantuan Korban Puting Beliung Lumajang, Bhirawa Bupati Lumajang Drs. As at Malik didampingi oleh Jajaran OPD terkait meninjau langsung korban bencana dampak angin puting beliung yang menerjang Desa Tekung Kecamatan Tekung yakni di Dusun Mager sari yang terdapat beberapa rumah rusak serta pepohonan yang tumbang pada Minggu (11/2). Kegiatan tersebut dilakukan setelah mendapatkan informasi dari BPBD Kabupaten Lumajang dimana pada Jumat lalu telah terjadi hujan deras yang disertai angin deras yang menerjang Lokasi tersebut dan merusak rumah milik 12 warga dengan berbagai tingkatan. Selain melakukan dialog dengan warga pada kesempatan itu rombongan Bupati menyalurkan bantuan berupa uang santunan untuk rehab atau perbaikan kepada warga yang menjadi dampak dari terjangan angin puting beliung tersebut. Tidak hanya bantuan kepada warga, pada kesempatan itu Bupati juga memberikan bantuan kesejumlah yang juga mengalami kerusakan akibat terjangan

angin tersebut. Di cuaca yang ekstrim pada musim hujan kali ini,Bupati juga berpesan kepada warga untuk senantiasa waspada serta menjaga lingkungan dari sampah dan jika terjadi sesuatu misalnya kayu roboh atau ada hal terkait kebencanaan untuk segera melaporkan ke pihak BPBD agar segera mendapatkan bantuan. "Jika terjadi apapun segera informasikan kepada BPBD Lumajang ataupun aparat apabila terjadi hal-hal yang berpotensi merugikan masyarakat,"ujarnya. Pada kesempatan itu Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan BPBD Kabupaten Lumajang atas kesiapsiagaan yang secara cepat merespon semua bencana yang terjadi di Lumajang. Sebagai langkah antisipasi adanya bencana serupa, TRC BPBD bersama kepala Desa yang dibantu oleh warga sekitar melakukan pemotingan dan pembersihan pohon yang dinilai riskan patah untuk dilakukan perampingan serta pembersihan terhadap kayu kayu yang telah roboh.Q dwi

Kab Kediri, Bhirawa DPC PDIP Kabupaten Kediri memastikan dukungan suara di wilayah Kabupaten Kediri untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gus Ipul - Mbak Puti. Dukungan ini diungkapkan dalam Rakercabsus yang digelar DPC PDIP dalam rangka Pilkada Jatim pada Juni mendatang. Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri Sutrisno memastikan dukungan perolehan suara tersebut diperkirakan mencapai 60 persen dari jumlah daftar pemilih di Kabupaten Kediri."Insya Allah kita menangkan dengan targetnya paling tidak 60 persen," tegas, Sutrisno, Ketua DPC PDIP dalam Rakercabsus di Gedung Convention Hall, Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Sabtu (10/2). Rakercabsus gabungan Kota dan Kabupaten Kediri ini dihadiri langsung oleh bakal calon wakil Gubernur Jatim, Putri Guntur Soekarno. Tak hanya itu, Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi beserta seluruh PAC se Kabupaten Kediri juga ikut hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, sejumlah strategi dan upaya kongkrit dalam memenangkan pasangan Gus Ipul-Puti Guntur sudah dilakukan. Salah satunya dengan cara memperkenalkan Gus Ipul Mbak Puti ke masyarakat Kabupaten Kediri. Sutrisno yang juga sebagai suami dari Bupati Kediri, Haryanti ini mengaku sangat terkesan dengan program 1.000 dewi atau desa wisata yang diutarakan Puti

Guntur. Pasalnya, dengan program tersebut wilayah Gunung Kelud bakal menjadi kawasan wisata unggulan Jawa Timur. "Programnya bagus sekali. Yaitu, kemakmuran wisata. Pengembangan tempat wisata, sehingga UMKM menjadi tumbuh dan marketingnya jalan," jelas pria yang juga menjadi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Kediri ini. Diketahui, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Kediri sebanyak saat ini mencapai 1.162.574 orang. Sedangkan masyarakat yang menggunakan hak pilih sebanyak 750.807 orang atau 64,58%. Agar dapat mendulang suara yang besar di Kabupaten Kediri dan memenangkan pasangan Gus Ipul - Puti Guntur, DPC PDIP memang harus bekerja ekstra. Selain itu, harus dapat menjaring kurang lebih 30 persen suara golput yang tidak nyoblos dalam Pilgub 2013 lalu. Sementara itu, saat dihadapan ratusan PAC, Mbak Puti mengaku, program 1.000 dewi merupakan visi misi yang harus diwujudkan. Mengingat, potensi wisata di Jawa Timur sangat besar. "Saat saya diminta oleh Gus Ipul untuk mendampinginya, saya minta satu syarat yaitu dengan mengajukan program 1.000 Dewi. Namun program ini akan terwujud jika para pemuda maupun seluruh warga untuk terus mendukung dan berinovasi dalam memajukan potensi desanya," tandasnya.Q van

Paska Dihantam Banjir, Wabup Kunjungi Warga Desa Wonorejo Ajak Lintas OPD dan Aktivis Pemuda Salurkan Paket Sembako Paska banjir bandang yang menimpa puluhan warga membuat Wakil Bupati Situbondo Ir H. Yoyok Mulyadi M.Si turun langsung meninjau korban banjir di Desa wonorejo Kecamatan Banyuputih, Jumat (9/2). Kunjungan orang nomor dua di lingkungan Pemkab Situbondo itu didampingi Camat Banyuputih, Kepala BPBD, Kepala PUPR, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Wonorejo dan karang tarung Desa Wonorejo. Informasi Bhirawa menyebutkan, hantaman banjir menimpa warga yang ada di Dusun Jelun RT 019/ RW 003 sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) dan 85 jiwa serta warga Dusun Pandean RT 20/ RW 04 sebanyak 35 Kepala Keluarga dan 90 jiwa. Bencana banjir terjadi sekitar pukul 15.35 wib, Kamis (8/2) akibatan luapan sungai Waduk Bajulmati, dengan ketinggian kurang lebih 1 meter. “Beruntung tidak ada korban jiwa namun diperkirakan kerusakan akibat banjir tersebut menelan biaya puluhan jutaan rupiah,” ujar Slamet Riyadi Ketua aktivis pemuda Gema Mahardika Desa Wonorejo, Minggu (11/2). Sementara itu Wakil Bupati Situbondo Yoyok Mulyadi mengaskan bencana banjir di Desa

Wonorejo merupakan banjir kiriman dari Waduk Bajulmati, yang mengakibatkan rusaknya lahan peranian, beberapa rumah warga dan putusnya dua jembatan penghubung antara Desa Wonorejo Kabupaten Situbondo dan Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. “Saya minta kepada seluruh jajaran instansi pemerintah terkait untuk segera memperbaiki jembatan yang terputus dan segera menormalisasi sungai yang sudah mengerus lahan pertanian warga agar kembali normal sesuai aliran sungai yang semestinya,” ujar mantan Kadis PUPR Kab Situbondo itu. Di sela sela mengunjungi korban banjir Wabup Yoyok juga menyalurkan sejumlah bantuan sembako untuk kebutuhan warga

yang menjadi korban banjir bandang awal tahun 2018 ini. Dengan dibantu karang taruna Desa Wonorejo, Gema Mahardhika, jajaran TNI/Polisi, BPBD dan dinas terkait, Wabup menyerahkan bantuan sembako dari Pemkab Situbondo. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Desa Wonorejo yang menjadi korban banjir kemarin,” tutur Wabup Yoyok. Di sisi lain, penyebab terjadinya banjir bandang di Desa Wonorejo ternyata dipicu oleh keberadaan sungai setempat yang tidak terawat, sehingga mengakibatkan warga yang satu kampung bergeser menjadi warga Kab Banyuwangi. Untuk itu Pemkab Situbondo ke depan harus membuat master plan tata kelola sungai, salah satunya aliran sungai Bajulmati di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. “Selama ini aliran sungai Bajulmati tersebut terkesan kurang terawat. Tidak adanya plengsengan sungai bisa memicu terjadinya banjir. Tak hanya merendam rumah

warga, banjir juga merendam puluhan hektar lahan pertanian,” aku Sekretaris Desa Wonorejo, Fathoni. Fathoni menambahkan aliran sungai Bajulmati juga menjadi tapal batas Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi. Akibatnya tepi sungai kurang terawat dan terus terkikis, aku dia, sehingga membuat warga satu kampung di Desa Wonorejo kini bergesar menjadi warga Banyuwangi. Kata Fatoni, aliran sungai terus mengikis tanah sekitar 70 hingga 100 meter. “Akibatnya, peta tapal juga ikut berubah. Warga kampung baru yang awalnya masuk Desa Wonorejo, kini bergesar masuk Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi,” ungkap Fathoni. Kabid Kesiagsiagaan dan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Situbondo Gatot Trikorawan menandaskan, di Dusun Jelun RT 19/RW 03, rumah warga yang terendam banjir sebanyak 25 unit dengan jumlah penduduk 75 jiwa. Sedangkan di Dusun Pandean RT

sawawi/Bhirawa

Berbagai elemen mulai TNI, Pramuka, Karang Taruna Gema Mahardika dan warga desa Wonorejo bahu membahu membuang bekas sampah yang dibawa banjir bandang. 20/RW 04, rumah warga yang terendam bajir sebanyak 35 unit yang terdiri dari 90 jiwa. Selain itu, di Dusun Jelun, ada 10 hektar lahan pertanian jagung ikut terendam banjir, 10 hektar tanaman bawang merah serta 2

hektar tanaman cabe terendam banjir. “Sedangkan di Dusun Pandean, ada 20 hektar lahan pertanian jahung, 15 hektar tanam cabe serta 9 hektar tanaman jagung yang ikut terendam banjir,” pungkas Gatot.Q awi


JAWA TIMUR

Senin Pon, 12 FEBRUARI 2018

9

Karang Taruna Dinahkodai Srikandi Bupati Berpesan Agar Belajar ke Ansor Probolinggo, Bhirawa Sebanyak 27 pengurus Karang Taruna Kabupaten Probolinggo priode 2018-2023 di lanti koleh Bupati Probolinggo, Hj P Tantriana Sari di Pendopo Kabupaten setempat, Sabtu (10/2) malam. Yang menarik, kali ini, Karang Taruna Kabupaten Probolinggo dinahkodai oleh Srikandi, yaitu Yunita Nur Laily yang merupakan mantan ajudan Bupati Probolinggo, Hj P Tantriana Sari. Ketua Karang Taruna Kabupaten Probolinggo, Yunita Nur Laily mengatakan, pelantikan tersebut merupakan start awal bagi dirinya untuk melaksanakan tugas dan berbagai program di segala bidang. "Karang Taruna merupakan mitra pemerintah daerah, seluruh kader Karang Taruna untuk mendukung program-program Pemkab,” tegasnya. Yunita yang saat ini sebagai Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Sekolah Dasar Dispendik Kabupaten Probol-

inggo menambahkan, Karang Taruna milik seluruh pemuda di Kabupaten Probolinggo. Bupati Probolinggo, Hj P Tantriana Sari mengatakan, Karang Taruna merupakan wadah pengembangan pemuda, sehingga karang taruna harus aktif. “Karang Taruna harus bisa menggerakkan ganerasi muda ke arah yang positif. Di sinilah peran pemuda sangat penting dalam roda perputaran pembangunan ke depannya," sebutnya. Dalam kesempatan itu, Bupati

Tantri mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Probolinggo. "Saya tahu betul Yunita (Ketua Karang Taruna) ini. Karena dia pernah menjadi ajudan saya (BupatiTantri). Selamat ya," ungkapnya. Perludiketahui, Pengukuhan Karang Taruna Kabupaten Probolinggoitu di hadiri langsung Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna Provinsi Jatim, Ugas Irwanto. Lebih lanjut bupati Tantri menegaskan, pengurus yang dilantik untuk bekerja secara efektif. “Pengurus Karang Tarunaharus diefektifkan mulai tingkat desa sampai daerah, kalau ini berjalan, maka sukseslah Karang Taruna,” tuturTantri di depan ratusan anggota karang taruna. Ia juga meminta para pengurus Karang Taruna membantu menyukseskan program kerja

wiwit/bhirawa

Bupati Tantri kukuhkan pengurus karang taruna. pemerintah. “Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Perlubelajar ke Ansor, untuk mengembangkan wirausahanya di tingkat desa,” jelasnya. Apalagi, Karang Taruna di tahun 2018 ini, mendapat sun-

tikan dana mencapai Rp 100 juta untuk mengembangkan keorganisasiannya. “Karang Taruna dibentuk oleh pemerintah, untuk menyukseskan program pemerintah,” tambahnya.Q wap

Bupati Amin Janji Segera Bertemu Meneg BUMN Bondowoso, Bhirawa Kepala Desa Sumberrejo, Kecamatan Ijen, Harri Prasetiawan, berkeluh kesah kepada Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, perihal kesulitannya membangun desa akibat status tanah desanya milik PTPN. "Kami sangat kesulitan Bapak. Untuk membangun bangunan yang berbentuk gedung saja, meskipun itu sangat kami butuhkan, itu tidak bisa," tutur Harri saat Amin melakukan Kunjungan Kerja di wilayah kecamatan Sumber Wringin, Sukosari, Ijen, Tlogosari dan Pujer pekan kemarin. Harri menuturkan beberapa tamunya dari kota besar seperti Jakarta, pernah menilai Desa Sumberrejo sebagai desa miskin. Hal ini lantaran kondisi tempat tinggal masyarakat setempat masuk kategori tidak sehat. "Padahal masyarakat desa saya ini tidak ada yang miskin. Ketika rumah milik PTPN ini mau kita renovasi, tidak boleh," keluhnya. Untuk itu, Harri meminta Amin dapat menemukan solusi tepat agar masyarakat di Kecamatan Ijen bisa mengikuti kemajuan desa yang lain. Apalagi, seluruh desa di Kecamatan Ijen belum ada yang memiliki Bumdes lantaran terganjal dengan aturan yang ditetapkan oleh pihak PTPN. "Saya memohon kepada Bupati supaya bisa menjadi penyambung kami dan pihak PTPN. Terus terang kami sangat ingin seperti desa yang lain," katanya. Menanggapi itu, Bupati Bondowoso Drs H Amin Said

Husni mengatakan bahwa sebelumnya juga telah melakukan komunikasi dengan pihak PTPN dan Perhutani. Hanya saja kata dia, belum ditemukan titik temu sebab aturan terkait pengelolaan lahan di wilayah PTPN dan Perhutani menjadi wewenang Pemerintah Pusat. "Ini bukan hanya di Bondowoso tetapi juga terjadi di daerah lain. Karena memang terkendala aturan yang dibuat oleh Pemerintah Pusat," katanya. Amin juga segera mengusahakan pertemuan dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pembuat aturan dan pengelola PTPN dan Perhutani. "Karena meskipun lewat Direksi PTPN atau Perhutani, pasti juga menunggu Kementerian. Saya usahakan segera bertemu dengan Menteri BUMN untuk membahas ini," ucapnya. Kecamatan Ijen merupakan Kecamatan paling ujung timur Bondowoso. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuwangi. Berbagai destinasi wisata andalan Bondowoso terletak di Kecamatan ini antara lain Kawah Ijen, Kawah Wurung dan Pemandian Air Panas Blawan. Tampak Hadir mendampingi Bupati Amin Said Husni dalam kunjungan kerja tersebut diantaranya Kepala Bappeda Ir Matsakur Msi, kepala Diskoperindag Drs H Bambang Soekwanto MM yang juga sebelumnya meninjau pembangunan Pasar Pujer yang akan segera ditempati. Q har

samsul tahar/bhirawa

Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni saat memberikan arahan dalam Kunjungan kerja.

TEROPONG JATIM

Jelang Penetapan Anton Kenalkan Samsul, Sutiaji Pengajian, Nanda Banjir Dukungan Malang, Bhirawa Sehari sebelum penetapan pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang tiga pasang Calon masingmasing H. Moch. Anton-Samsul Mahmud (ASIK), Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (SAE), dan Yaqud Ananda Gudban - Wanedi (Menawan), Minggu (11/2) kemarin, melakukan sejumlah kegiatan. Moch. Anton mengenalkan calon Wakil Wali Kota Malang yang akan dia ajak maju kepada para tokoh dan kiyai di Kota Malang. Acara yang digelar di kediaman Samsul di Jalan Arum Dalu 20 Malang. Syamsul tidak hanya dikenalkan tetapi dia juga meyampaikan sumbangan 40 unit komputer untuk NU di tingkat Kecamatan se Kota Malang. Pada kesempatan tersebut Anton menyampaikan, Samsul merupakan kader NU sejati dan merupakan salah satu pengurus Pondok Pesantren Bahrul Magfiroh. Karena itu ke-NU-anya tidak perlu diragukan lagi. "Pak Samsul ini benarbenar orang NU. Jadi saya tidak salah kalau memilih beliau, untuk berpasangan," ujarnya. Sementara pasangan Sutiaji memilih untuk tetap melakukan koordinasi dengan partai pengusungnya dan aktif melakukan pengajian sebagai penceramah. Menurut Sutiaji, dirinya dan Edi Sofyan melakukan koordinasi dengan partai pengusung, selebihnya aktifitas yang dia jalani adalah mengisi pengajian. Sedangkan pasangan Menawan, melakukan blusukan disejumlah tempat dan menghadiri deklarasi dukungan. Salah satunya datang Kaum nasionalis yang tergabung dalam ‘Komunitas Wong Lawas Zaman Now’ yang mendeklarasikan diri mendukung Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Dr. Ya'qud Ananda Gudban - H. Ahmad Wanedi di Pilkada Malang 2018.Q mut

Ketua Tim Relawan Khofifah-Emil Minta Panwaskab Evaluasi Internal wiwieko/bhirawa

Miftahul Ulum menyampaikan maksud kunjungan Komisi A DPRD Jatim saat berkunjung ke KPU Tulungagung, Jumat (9/2).

Komisi A Belum Temukan Masalah Sharing Dana Pilgub Tulungagung, Bhirawa Komisi A DPRD Jatim menilai dana sharing pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018 yang diberikan pada KPU Kabupaten/Kota di Jatim yang sekaligus menyelenggarakan pilkada bupati dan wali kota di daerah masing-masing tidak mengalami masalah. Semua berjalan sesuai yang direncanakan. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, HM Miftahul Ulum SAg MSi saat bersama anggota Komisi A DPRD Jatim melakukan kunjungan ke KPU Tulungagung, Jumat (9/2). “Di pemilihan gubernur (pilgub) ada sharing anggaran yang diberikan pada 18 KPU Kabupaten/Kota yang juga melaksanakan Pilbup atau Pilwalkot, termasuk KPU Tulungagung. Dengan adanya dana sharing ini kami datang untuk menyakan apa ada kesulitan atau tidak. Ternyata tidak ada masalah dan amanaman saja,” ujarnya. Menurut politisi asal PKB ini, dari 14 KPU Kabupaten/Kota yang telah dikunjungi Komisi A DPRD Jatim semua tidak ada masalah terkait dana sharing pilgub. Hanya beberapa waktu lalu permasalahan timbul di Panwaslu karena dananya belum dicairkan. “Persoalan keterlambatan pencairan ini pun sudah selesai,” terangnya. Rencananya, Komisi A DPRD Jatim akan juga mengunjungi empat KPU Kabupaten/Kota lainnya yang sudah menjadi prioritas kunjungan sebelum masa kampanye. Sementara KPU Kabupaten/Kota yang hanya menye-

lenggarakan pilgub akan disambangi pada masa kampanye Pilkada Serentak 2018 berlangsung. Sedang Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Juwono SH Mhum menilai KPU Tulungagung sudah siap dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018. “Namun demikian, kami mengingatkan agar KPU Tulungagung untuk terus berhati-hati, menjaga netralitas, bersikap independen dan profesional dalam bekerja,” paparnya. Sementara itu, Ketua KPU Tulungagung, Suprihno SPd MPd, mengapresiasi kunjungan Komisi A DPRD Jatim ke KPU Tulungagung. Menurut dia, kunjungan tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi dan motivasi bagi KPU Tulungagung dalam melaksanakan tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Pada pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Jatim, Suprihno juga memaparkan kegiatankegiatan yang sudah adan akan dilakukan oleh KPU Tulungagung dalam pelakasanaan tahapan Pilkada Serentak 2018. Seperti telah dilakukannya penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD), sosialisasi pilkada, pembentukan PPK dan PPS serta pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung 2018. “Saat ini KPU Tulungagung sedang melakukan monitoring coklit data pemilih ke desadesa. Selain pada tanggal 12 Februari akan melakukan penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati,” bebernya.Q wed

Lamongan, Bhirawa Peristiwa surat himbauan dari Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Paciran yang ditodongkan langsung ke istri Emil Dardak Arumi Bachsin saat Harlah Fatayat NU kemarin, membuat Ketua Tim Relawan Kabupaten Lamongan Miftahul Huda angkat bicara. Bahkan, Miftahul Huda meminta supaya Panwaskab Lamongan memberikan kartu kuning kepada Panwas Kecamatan Paciran yang melakukan tindakan semaunya sendiri. "Panwaskab harus beri kartu kuning itu untuk Panwas Kecamatan Paciran dan mengevaluasi kinerjanya," kata Miftahul Huda, Minggu (11/ 2). Dia juga meminta Panwaskab Lamongan juga segera mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku. "Ya, Panwaskab juga harus mengambil tindakan sesuai dengan aturan yg berlaku, apabila ditengarai ada motif yang tidak sesuai aturan ya harus diberi sanksi," tegasnya. Lebih dalam Miftahul Huda mempunyai pandangan, anggota Panwas harus mampu memahami UU terkait Pilkada. "Dari kasus panitia pengawas pemilu di kecamatan paciran ini bisa dilihat betapa anggota panwas tak memahami dengan benar UU yang berlaku terkait dengan pilkada,jangan menjadikan tafsirnya sendiri untuk bertindak," bebernya. Dia juga meminta netralitas kinerja panwas harus di tunjukkan ,sehingga tidak bekerja semaunya sendiri dengan tafsirnya sendiri dalam bertindak. "Panwas harus netral dan berintegritas tidak kerja semaunya sendiri," tegasnya. Panwaskab Lamongan Tony Wijaya saat di konfirmasi,menjawabnya melalui rilis surat klarifikasi atas peristiwa yang telah dilakukan Ketua Panwascam Paciran. "Sudah kita jawab dengan surat klarfikasi resmi, bahwa itu surat imbauan," katanya.Q mb9

Gus Ipul Perjuangkan Petani Tembakau, Kebijakan Wong Cilik Dilanjutkan Calon Gubernur Jatim, H Saifullah Yusuf terus memantapkan suaranya di Pilkada Jatim. Pria asli Purwosari, Kabupaten Pasuruan ini memperkuat target pada suara potensial dari kalangan petani tembakau di Jawa Timur. Itu diketahui setelah Gus Ipul panggilan akrabnya menyerap aspirasi petani tembakau, pada acara sarasehan dengan Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI), di Cottage Saygon Waterpark, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat (9/2). H Saifullah Yusuf menyatakan akan berjuang penuh untuk petani tembakau, supaya keberlangsungan usahanya bisa maju dan sejahtera. Nantinya, petani tembakau diarahkan ke pola pengembangan kemitraan dengan pabrik rokok. “Akan kami perjuangkan sekuat tenaga untuk kesejahteraan petani tembakau di Jawa Timur. Terutama terkait undangundang kebijakan impor. Makanya, nanti ada yang di Jakarta hingga juga ada yang disini,” ujar Gus Ipul. Menurut Cagub yang berpasangan dengan Puti Guntur, adapun konsep kemitraannya untuk ke-

niscayaan petani tembakau. Karena, selain lebih terjamin pemasarannya, harga tembakau yang dihasilkan petani juga lebih stabil dan tinggi. “Yang perlu diketahui yakni dunia pertembakauan ini melibatkan banyak orang. Ada 2,6 juta mulai hulu hingga hilir. Kami bersama Mbak Puti, wajib melanjutkan kebijakan-kebijakan yang berpihak dengan wong cilik, mulai dari petani sampai mereka yang bekerja di industri rokok,” terang Gus Ipul. Saat ini, perolehan cukai rokok secara nasional tahun 2016, sebesar Rp 143 triliun. Dari besaran

jumlah tersebut, Jawa Timur menyumbang 77,74 triliun atau setara 54,7 persen. “Tak hanya mendapat dukungan dari paguyuban petani tembakau, tadi kami juga melakukan penandatanganan komitmen terkait perhatian dan pengembangan usaha petani tembakau di Jawa Timur. Salah satu komitmennya adalah meningkatkan mutu dan produksi tembakau, menyusul produksi tembakau masih mencukupi 65 persen kebutuhan tembakau nasional,” tambah Gus Ipul. Alami Penurunan Sementara itu, Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI), Joko Wahyudi menyampaikan petani tembakau saat ini kondisi produksinya mengalami penurunan. Bahkan, banyaknya pengepul tembakau membuat mereka semakin terburuk. Yang lebih ironi, secara nasional terjadi penurunan produksi tembakau hingga mencapai 30 persen

“Penurunannya hingga mencapai di level produksi hingga 30 persen. Karena, banyaknya pengepul tembakau. Sehingga terjadi penurunan produksi hingga tekanan kepada konsumen. Hal itulah menjadi hal mendasar terpuruknya petani,” kata Joko Wahyudi. Memang pabrikan lebih memilih memproduksi rokok jenis SKM, karena lebih efisien dan tidak terlalu menyerap tenaga kerja. Namun, persoalan mendasar yang dialami petani tembakau adalah praktek permainan spekulan. “Di lapangan saat ini terdapat empat pengepul, hingga tembakau dapat berada di dalam gudang pabrik rokok. Pengepul-pengepul itu ingin mendapatkan untung. Padahal yang menanam petani, seharusnya ini bisa dinikmati langsung petani. Praktik itulah yang kami dipastikan akan terus berlangsung dan menekan nasib petani tembakau,” tambahnya. Untuk memutus rantai pe-

hilmi husain/bhirawa

H Saifullah Yusuf, Calon Gubernur Jatim bersama Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI), Joko Wahyudi menunjukkan penandatanganan komitmen terkait perhatian dan pengembangan usaha petani tembakau di Jawa Timur, Jumat (9/2). ngepul itu, pihaknya terus gencar mendorong konsep kemitraan ke pemerintah. Hal itu untuk menjadi sebuah kebijakan, sehingga bersifat mengikat. “Sistem kemitraan pasti akan menguntungkan.

Tidak ada alasan bagi pengusaha untuk menolak pemerintah. Sistem kemitraan seperti ini sudah ada dan patut di contoh, seperti di kawasan di Pasuruan,” cetus Joko Wahyudi.Q hil


EKONOMI - BISNIS

10 RAGAM EKBIS

Sukseskan Jateng WOW 2018, PT KAI Berikan Potongan Harga 10 Persen

Petani Kabupaten Malang Kekurangan Alsintan Kab Malang, Bhirawa Alat Mesin Pertanian (Alsintan) untuk mendukung produksi pertanian di Kabupaten Malang hingga kini masih kekurangan atau jauh dari ideal. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan Alsintan tersebut, petani terpaksa membeli secara swadaya melalui masing-masing kelompok tani.

Untuk mendukung suksesnya pelaksanaa Jateng WOW 2018, PT KAI Daop 8 Surabaya memberikan penawaran terbaik bagi para pelanggan setia kereta api dengan memberikan potongan harga sebesar 10% untuk Kereta Api Komersial tujuan Semarang, Jawa Tengah. Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko saat dikonfirmasi Bhirawa, Minggu (11/2) kemarin mengungkapkan diskon ini diberikan setiap hari Selasa sampai Kamis mulai tanggal 1 Februari hingga 31 Maret 2018 kecuali pada hari Kamis 15 Februari dan 29 Maret 2018. riq

Bupati Gelar Temu Warga dengan Penambang Pasir Dalam rangka untuk menjalin silaturahmi serta serap aspirasi khususnya para penambang pasir, Bupati Lumajang Drs. As at Malik menggelar giat temu dengan para penambang, yang melakukan aktivitas disepanjang sungai Jatisari, di Desa Jatisari Kecamatan Tempeh,(10/2) kemarin. Dengan gaya bersahaja yang selalu ditunjukkan kepada warganya,Bupati langsung turun dan meninjau lokasi penambangan pasir galian C yang ada aliran Kali Jatisari Kecamatan Tempeh dan melakukan interaksi dengan para penambang setempat dengan duduk bersama untuk mendengarkan berbagai persoalan yang mereka alami saat ini. dwi

m ali/bhirawa

Kalkulasi produk PT SP. 2017 dan 2018,

PT SP Optimis, 2018 Air Minum Cleo Rp1 Triliun Penjualan Surabaya, Bhirawa PT Sariguna Primatirta (PT SP) optimis Cleo salah satu produk unggulannya Air Minuman Dalam Kemasan (AMDK) di tahun 2018 akan melebihi target penjualan yakni Rp 1 triliun. Menurut Lukas Setio Wongso—Corporate Secretary PT Sariguna Primatirta Tbk Jumat (9/2) saat dijumpai di ruang kerjanya. Menyebut perseroan menargetkan penjualan konsolidasi sebesar Rp 1 Triliun atau

meningkat 66% dari penjualan konsolidasi tahun 2017. Selain itu tambahnya, Perseroan juga menganggarkan pengeluaran investasi ( capital expenditure ) sebesar Rp 200 Miliar untuk pembangunan pabrik baru, pembelian mesin kemasan baru, otomatisasi mesin pabrik yang sudah ada dan perbaikan sarana pabrik, serta penambahan armada distribusi. ‘’Perseroan optimis ekspan-

si ini dapat mendukung pencapaian target penjualan di tahun 2018,’’jelasnya. Lebih jauh dijelaskan bahwa seluruh komitmen Perseroan ini merupakan wujud dari semakin meningkatnya kepuasan, dan kepercayaan konsumen dan para stakeholders terhadap produk dari PT Sariguna Primatirta Tbk yang merupakan produk AMDK nasional yang menjadi kebanggaan Indonesia. ma

Plant Catalyst 2006, Terbukti Perpanjang Panen Jeruk Surabaya, Bhirawa Berkebun jeruk bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Sebut

Kebun jeruk pak Wayan.

Senin Pon 12 FEBRUARI 2018

saja, Wayan Suparta pekebun jeruk kintamani di Bangli. Sejak tahun 2009 hingga sekarang hasil

m ali/bhirawa

panen jeruknya luar biasa dengan penghasilan hingga 300 juta dari 1,5 ha lahan jeruknya. Kebun jeruknya sering jadi kunjungan studi tour sekolah/universitas atau komunitas tertentu karena hasil buahnya yang bagus. Sejak menggunakan Plant Catalyst 2006, kebun jeruk yang berlokasi di Desa Tiga, Kec. Susud, Bangli, bisa dipanen sepanjang tahun terus-menerus tanpa henti. Setiap tanaman jeruknya berbuah lebat, berukuran besar, serta memiliki kualitas super dari penampilan dan rasanya.

Wayan Suparta saat dijumpai di Surabaya pada Jumat (9/2) menjelaskan, bagaimana caranya agar kebun jeruknya bisa mendapat hasil tinggi tersebut. Pertama-tama pupuk kandang dikomposkan dan disterilkan dengan disemprot rata Plant Catalyst 2006 (2,5 g/liter air) ditutup plasik selama 2 minggu sebelum digunakan. Jika baru tanam, tiap lubang diisi 20 kg kompos +100 gram NPK + 20 gram Plant Catalyst 2006. Selanjutnya, tiap tiga bulan tambahkan 3–4 kg kompos + 50–500 g NPK per tanaman (mulai dosis terendah dinaikkan bertahap).

Tanaman disemprotkan Plant Catalyst 2006 takaran 2,5 g/L air (0,25%) tiap dua minggu sekali. Pangkas cabang-cabang untuk pembentukan tanaman selama satu tahun, bunga dan buah dipotong agar terkonsentrasi pembentukan perakaran yang kuat dan cabang-cabang sebanyak mungkin. Head of Product Marketing PT CNI Chendra Tirto menambahkan, dari mulai tanaman pangan, holtikultura sampai perkebunan seperti kebun jeruk ini, Plant Catalyst 2006 akan membantu meningkatkan hasil tanaman. ma

Sementara, kekurangan Alsinta di Kabupaten Malang, hal ini dibenarkan Kepala Seksi (Kasi) Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang Suwaji, Minggu (11/2), kepada wartawan, jika di Kabupaten Malang masih butuh banyak Alsintan. Sedangkan kebutuhan Alsintan tersebut guna untuk membantu petani dalam produksi pertaniannya dengan menggunakan teknologi tepat guna. “Sebab, Alsintan merupakan alat teknologi untuk mempercepat proses pengolahan hingga mempercepat hasil panen,” tuturnya. Dijelaskan, di Kabupaten Malang ini terdapat luas tanam pertanian yakni seluas 45.888,23 hektare (ha) dengan potensi 1.500 kelompok tani yang tersebar di

33 kecamatan. Dengan luasnya lahan pertanian, hal itu merupakan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Namun riil di lapangan, seperti luas tanam padi pada 2017 mencapai 71.172 ha. Sehingga pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berkomitmen untuk terus memacu produksi hasil pertanian melalui intensifikasi lahan dengan menambah lahan persawahan menjadi 72.978 ha. ”Dengan jumlah Alsintan yang ada, pengolahan lahan untuk memulai masa tanam belum bisa serempak. Karena petani harus antre dalam menggunakan Alsintan itu di kelompok tani. Dan jika pun terpaksa mengolah lahan menggunakan tenaga manusia, tentunya mencari buruh tani semakin sulit dan butuh biayanya mahal,” ungkap Suwaji. cyn

Pertamina Serahkan Mobil Ambulance Surabaya,Bhirawa Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap peningkatan pelayanan derajat kesehatan masyarakat. Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) , Jatimbalinus menyerahkan bantuan 2 (dua) unit mobil ambulance kepada Yayasan PKBM Laksa dari Kabupaten Trenggalek serta Yayasan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Bojonegoro. Penyerahan Ambulance dilakukan oleh General Manager Pertamina MOR V, lbnu Chouldum kepada kedua Pimpinan Yayasan pada Jumat (9/2) di kantor Pertamina MOR V. lbnu Chouldum saat ditemui disela sela acara mengungkapkan, rasa senangnya karena Pertamina dapat kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). “ Kelancaran operasional Pertamina tidak Iepas dan dukungan masyarakat, sehingga kami pun senantiasa memberikan wujud tanggung jawab sosial atau CSR kepada masyarakat dimana salah satunya adalah pemberian bantuan Mobil Ambulance ini.” ujarnya. lbnu Choldum juga menambahkan bahwa keberadaan PT Pertamina MOR V di wilayah Jawa Timur.Bali dan Nusa Tenggara sangat sinkron dengan keberadaan masyarakat sekitar. ma

Pakde Karwo saat paparkan inovasi pembiayaan Jatim pada panelis Indonesia Visionary Leader ke-II.

Pakde Karwo Fokus Turunkan Kemiskinan Jatim Tahun 2018 Gubernur Jatim Dr H Soekarwo menegaskan komitmennya untuk fokus menurunkan tingkat kemiskinan Jatim pada tahun 2018 ini. Alasannya, seluruh bidang seperti ekonomi, sosial, pendidikan telah selesai bagi Jatim, dan hanya masalah kemiskinan ini yang perlu menjadi perhatian. Hal tersebut disampaikannya beberapa waktu yang lalu di Ruang Rapat Bhinaloka Adikara Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan No 110 Surabaya. Untuk itu, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim mentargetkan penurunan tingkat kemiskinan menjadi 10,1 persen pada Maret 2018 dan 9,44 persen pada September 2018. Target ini merupakan penurunan yang cukup signifikan yakni sebesar 1,76 persen, dari kondisi periode September 2017 sebesar 11,20 persen. Dengan target ini berarti kemiskinan di Jatim akan berada di bawah ratarata kemiskinan nasional sebesar 9,62 persen. “Kami optimis target ini bisa tercapai. Sebab berdasarkan pengalaman yang dilakukan selama memimpin Jatim, provinsi ini telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 18,51 persen pada Maret 2009 persen dan turun jadi 11,20 persen pada September 2017,” ujar Pakde Karwo. Berbagai langkah dilakukan dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinann ini. Diantaranya,, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Sosial menjadi leading sector yang harus saling berkoordinasi dan secara komprehensif untuk melakukan program-program penurunan kemiskinan dan dirinya sendiri yang memutuskan langkah-lang-

kah teknis dan strategis dalam program ini. “Yang menjadi penanggung jawab dari segi perencanaan adalah Bappeda dan yang mengimplementasikannya adalah Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Ini yang kemudian harus paham detailnya,” tuturnya. Menurutnya, terdapat dua hal yang telah dan tetap dijalankan dari tahun ke tahun untuk pengurangan kemiskinan inu, yakni program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) dan Pengurangan Feminisasi Kemiskinan. Selain itu, ada hal lain yang harus dilakukan kepada kelompok-kelompok yang prosentase beban kemiskinannya pada beras. Beras Subsidi Solusi Kemiskinan Berdasarkan data BPS Jatim, sekitar 23 persen kemiskinan di pedesaaan ditentukan oleh beras. Sedangkan beras mempengaruhi kemiskinan di perkotaan sebanyak 19 persen. Untuk itu penanganan kemiskinan dengan memberikan bantuan beras subsidi menjadi salah satu solusi di Jatim. Bantuan beras atau pangan menjadi langkah yang paling tinggi untuk mengurangi kemiskinan. “Sasaran pokoknya lebih pada fungsi siapnya beras di rumah tangga. Ini juga dilakukan agar jangan sampai beras di pedesaan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan

perkotaan,” kata Pakde Karwo. Sebagai implementasinya, Dinas Pemberdayaan dan Desa Prov. Jatim memberikan bantuan beras bersubsidi tahap I dan II kepada sebanyak 69.276 rumah tangga pada percentil 9 dan 58.575 rumah tangga pada percentil 10. Bantuan ini dilakukan berdasarkan sensus by name by address yang dilakukan bersama BPS Jatim. Selain beras bersubsidi, beras rastra juga diberikan kepada masyarakat miskin melalui Dinas Sosial Provinsi Jatim. “Dengan adanya detail data by name by address akan memudahkan penanganan dan penanggulangan kemiskinan. Kesemuanya itu jika dilakukan bisa menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 10,1 persen pada Maret 2018,” ujarnya. Sedangkan untuk menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 9,44 persen pada September 2018, beras subsidi by name by address dan beras rastra diberikan kepada sekitar 250.000 rumah tangga yang dilakukan pada bulan Agustus 2018. Sementara itu, Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Jatim Prof Dr Hotman Siahaan menilai target tsb sebagai target raksasa paling besar dengan mendasarkan efektivitas beras bersubsidi dalam menurunkan kemiskinan. Selain Ketua Dewan Riset Daerah Jatim, hadir dalam kegiatan ini 15 kepala organisasi perangkat daerah di jajaran Pemprov Jatim, diantaranya Kepala Bappeda, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan, dsn Kepala Dinas Perkebunan. iib.rif*


Rekrutmen Mei, Pemprov Dapat Jatah Kuota 1.900 CPNS l Sambungan hal 1

Madiun ini, tetap menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) sehingga peserta CPNS bisa langsung mengetahui nilainya. Jika Nilai diambang batas bawah, bisa diketahui dia bisa lolos atau tidak. Selain CAT, lanjut Siswo, pada rekrutmen tahun ini pihaknya juga akan membuat gebrakan baru. Yakni tes wawancara yang menggunakan kecanggihan IT (informasi teknologi). Caranya, peserta hanya yang lolos tes wawancara nanti akan menjawab menggunakan komputer atau perangkat IT yang telah disiapkan. Sehingga pada sesi tes wawancara ini, peserta rekrutmen tidak ketemu orang, tapi ketemu mesin. “Program ini telah sukses dilaksanakan di Kementerian Hukum dan HAM. Kami ingin mengadopsinya. Makanya dalam waktu dekat ini kami akan belajar bagaimana program tes wawancara menggunakan IT ini. Ini bagus, karena peserta tes tidak orang ketemu orang, tapi orang ketemu sistem. Jadi rekrutmen ini

11

SAMBUNGAN

Senin Pon, 12 FEBRUARI 2018

diperkirakan jumlah ASN yang pensiun mencapai 1.900 orang. Sehingga kuota yang bakal dibuka sebanyak 1.900 lowongan. Jumlah ini tentu sangat banyak dibanding rekrutmenrekrutmen sebelumnya, yang hanya dikisarakan 500 kuota. “Kami sudah diberi tahu bahwa kuota CPNS tahun ini akan didasarkan pada jumlah PNS yang pensiun hingga Oktober. Tahun ini ada 2.200 PNS Pemprov Jatim yang pensiun hingga akhir tahun 2018. Namun kalau dihitung hingga Oktober, Pemprov Jatim akan memensiunkan 1.900 PNS. Posisi mereka harus digantikan,” ungkapnya. Untuk kuota paling banyak, kata Siswo, adalah kuota untuk Metode tes peserta CPNS tetap menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) seh- guru, tenaga kesehatan dan ingga peserta CPNS bisa langsung mengetahui nilainya. Jika Nilai diambang batas bawah, bidang-bidang teknis seperti bisa diketahui dia bisa lolos atau tidak. pertanian, teknik dan akuntan. “Untuk itu, bagi masyarakat sangat terbuka seperti yang diingink- adalah mengenai kuota yang ingin an Pak Gubernur (Gubernur Jatim, ditetapkan Kemenpan dan RB. yang ingin mendaftar bisa memperDr H Soekarwo, red),” paparnya. Yakni didasarkan pada jumlah ASN siapkan diri mulai sekarang. Baik Yang membuat gembira dalam yang telah pensiun hingga Oktober persyaratan teknis maupun persiapan rekrutmen CPNS ini, kata Siswo, 2018. Di lingkungan Pemprov Jatim, tesnya nanti,” pungkasnya. n iib

KPU Terima Surat Cuti Bupati dan Wabup Tulungagung l Sambungan hal 1

Rencananya, untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan puncak di Tulungagung akan ditunjuk Plt atau Pj Bupati Tulungagung. Penunjukan pejabat bupati tersebut dilakukan oleh Gubernur Jatim. Bupati Syahri Mulyo pada Bhirawa mengaku akan memulai cuti pada Selasa (13/2). Saat KPU Tulungagung melakukan pengundian nomer urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung periode 2018-2023. “Saya akan langsung cuti pada saat pengundian nomer urut. Kan sehari sebelumnya sudah penetapan pasangan calon. Jadi langsung cuti tanpa tanggungan negara,” katanya. Di hari pertama cuti, Syahri Mulyo akan langsung meninggalkan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso yang merupakan rumah dinasnya selama ini. Dia bersama keluarga akan kembali menempati rumah pribadi mereka yang berada di Kecamatan Ngantru. Bupati Syahri Mulyo meyakini kekosong­ Syahri Mulyo an jabatan bupati selama masa cuti dan berakhirnya masa jabatan akan langsung diisi oleh pejabat dari Pemprov Jatim. “Kemungkinannya begitu. Langsung ada pejabat Pj dari Pemprov Jatim,” tuturnya. Seperti diketahui, hari ini, Senin (12/2) pukul 14.00 WIB, KPU Tulungagung akan melakukan penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung 2018-2023. KPU Tulungagung hampir bisa dipastikan bakal menetapkan dua pasangan calon, yakni pasangan incumbent Syahri Mulyo – Maryoto Birowo serta pasangan Margiono – Eko Prisdianto. Kedua pasangan itu dipastikan pula akan saling berhadapan dalam memperebutkan jabatan sebagai pemimpin Tulungagung dalam lima tahun ke depan. Sebelumnya, sempat muncul pasangan perseorangan (independen) yang juga melakukan pendaftaran sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung namun kemudian oleh KPU Tulungagung dicoret. Pasangan H Suparlan – H Suprayitno tersebut tidak lolos karena tidak memenuhi syarat yang ditentukan, utamanya jumlah dukungan. n wed

Tembak Mati Pelaku Narkoba l Sambungan hal 1

tanya malaikat, perintahnya pak Buwas (Budi Waseso),” kata Komjen Pol Budi Waseso disela-sela peletakan batu pertama gedung BNNP Jatim di Surabaya. Perwira Tinggi Polri yang akrab disapa Buwas ini menegaskan kepada anggota untuk menembak pelaku narkoba pas di mata kepala. Pihaknya juga akan menanggung semua konsekuensi atas tindakan tegas yang dilakukan anggota. “Anggota jangan takut untuk bertindak tegas. Lakukan sesuai bukti yang ada, karena ini urusannya dengan nyawa dan jiwa generasi muda agar terhindar dari cengkraman bahaya narkotika,” tegasnya. Diakhir masa jabatan sebagai Kepala BNN, Buwas mengaku masih ada satu target yang belum tercapai. Yakni menangkap jaringan narkoba di Indonesia yang sudah beroperasu 12 tahun. Jaringan ini, lanjut Buwas, melibatkan beberapa oknum pejabat di negeri ini. Untuk itu pihaknya berharap kepada penggantinya kelak untuk bisa menangkap jaringan ini. “Ini amanah yang luar biasa. Kalau berhasil, surga taruhannya, saya jamin itu. Cuma saya belum berhasil karena Tuhan belum mengizinkan. Saya sudah bilang kepada seluruh anggota jajaran BNN, hadiahi negara ini dengan hal yang terbaik, untuk negara ini,” ungkapnya. Mantan Kabareskrim Polri ini menambahkan, siapapun pihak dari BNN yang berkhianat, tembak mati saja. Bahkan, jikalau pihaknya yang berkhianat dan terlibat dalam jaringan narkoba, silahkan anggota melakukan tindak tegas. Karena pengkhianat Bangsa tidak bisa dibiarkan untuk tetap hidup. Karena tgas yang luar biasa itu di BNN. Sebab kita menyelamatkan nyawa, jiwa, dan generasi penerus Bangsa yang berkualitas. “Jika kepala BNN terlibat dalam ja­ ringan narkoba, silahkan disergap dan tembak dia, berati ini saya kan. Itu suatu konsekuensi yang harus diambil, karena pengkhianat Bangsa tidak bisa dibiarkan begitu saja,” pungkasnya. n bed

Navigasi Program Pangan, Khofifah Sisir Distributor Beras di Lumajang l Sambungan hal 1

disambut hangat direktur utama perusahaan, Abdullah Iskandar beserta jajarannya. Khofifah juga tak cangung menyapa dan memeluk para pekerja di bagian proses pengeringan gabah. “Bagaimana kabarnya Bu?” Sapa Khofifah di bawah terik matahari kepada pekerja yang secara serempak dijawab, “Baik Bu.” Saat foto bersama, para pekerja bahkan meneriakkan “Ibu Gubernur..!! Setelahnya, Khofifah mendatangi pekerja di bagian penggilingan dan pengepakan beras. Mantan Menteri Sosial itu menuturkan, tujuan kunjungannya ini agar mendapatkan data riil tentang komoditas beras dari kalangan pengusaha. Sehingga, jika diberi amanat masyarakat untuk memimpin Jatim, dirinya bersama Emil Dardak bisa memaksimalkan program terkait ketahanan pangan. “Dengan bertemu pengusaha secara langsung, maka dalam

beberapa tahun ke depan bisa mengetahui pemetaan beras. Kenapa demikian? Sebab pangan, terutama beras adalah komoditas politis yang suatu saat memungkinan memicu inflasi. Artinya mulai menavigasi sumber pangan adalah sangat perlu,” tuturnya. Khofifah mengakui, meski dirinya sering berdiskusi dengan Menteri Pertanian namun sering pula ditemukan sedikit kerancuan antara yang ada di pemerintahan dan level pengusaha. “Bahkan kami juga harus mengetahui proses ketika berhasil dan tidaknya saat pemanenannya, sehingga pamerintah dan pengusaha dapat menentukan langkah bagaimana cara untuk mengantisipasi hal itu,” terangnya. Dengan demikian, tambahnya, Jatim yang merupakan bufferstock pangan tertinggi di Indonesia dapat diakui bahwa prestasi provinsi ini memang suplier tertinggi dalam ketahanan pangan nasional. Sehingga, pemerintah

pusat bisa mengurangi impor beras. Namun karena ada sekitar 5 juta bayi yang lahir serta juga penambahan kebutuhan pangan setiap harinya, sehingga antisipasi untuk ketahanan pangan perlu dicermati,” jelasnya. Dan jika masyarakat memberikan kepercayaan KhofifahEmil memimpin Jatim, “Kami akan menjaga dan meningkatkan produktifitas pangan di Jatim yang saat ini menjadi suplier tertinggi dari ketahanan pangan nasional,” tambahnya. Sementara itu Abdullah Iskandar menuturkan, beras memang menjadi salah satu bidang usaha grup perusahaan yang memiliki 7.000 karyawan tersebut. Pihaknya juga siap untuk bersinergi dengan pemerintah dalam ketahanan pangan. “Hal yang sama juga sudah harus dimulai diversifikasi pangan, supaya semua proses untuk bisa menjaga ketahanan pangan nasional dapat beriringan,” tandas Abdullah. n cty

Tak Tuntaskan SPJ ADD-DD, Bupati Bakal Berhentikan 11 Kades l Sambungan hal 1

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab Situbondo, Suradji, mengatakan, pihaknya akan tetap konsisten menerapkan ketentuan perundang-undangan, satu diantaranya Kepala Desa yang tak menyelesaikan SPJ akan diberhentikan sementara. Suradji menjelaskan, baru baru ini Sekretaris Daerah Syaifullah, juga melayangkan surat agar Camat memberikan rekomendasi. “Ini karena sesuai ketentuan bahwa dasar pemberhentian Kades sementara yaitu rekomendasi dari Camat,” papar Suraji. Lebih lanjut Suraji menjelaskan, meski sudah tiga kali mendapatkan surat peringatan, belasan Kepala Desa di Situbondo belum juga menyelesaikan SPJ sampai batas akhir pembuatan SPJ penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa, sejak 3 Pebruari lalu. Dari 17 Kepala Desa yang mendapatkan surat peringatan ketiga, urai Suraji, ada 11 Kepala Desa masih belum merampungkan pembuatan SPJ DD dan ADD 2017. “Saat ini Bupati hanya menunggu rekomendasi camat untuk memberhentikan sementara 11 Kepala Desa  itu dari jabatannya,” urai mantan Sekretaris DPRD Situbondo itu. Ia menambahkan, hingga kemarin belum ada satu pun rekomendasi dari camat yang masuk  dan ia meng­ aku belum tahu apa alasan dari 11 kades tersebut. Namun yang pasti, lanjutnya, Bupati Dadang hanya menunggu rekomendasi Camat, untuk memproses pemberhentian 11 Kades tersebut. Diungkapkan sebelumnya oleh Suraji, bantuan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2017 di Situbondo mencapai 201, miliar rupiah.” Rinciananya, bantuan ADD sebesar 90 miliar, dan bantuan DD sebesar 111 miliar,” pungkas mantan Asisten 1 Sekda itu. n awi

Dalang Australia Hipnotis Ratusan Warga l Sambungan hal 1

ditemani Ki Suryo Diharjo, dalang asli Pasuruan yang turut menemani beraksi. Pagelaran semakin meriah serta memiliki warna, karena duo pelawak Jo Klitik-Jo Klutuk hadir. Kepala Dinas Pariwisata (Dispora) Kota Pasuruan, Hardi Utoyo menyatakan wayang kulit sengaja digelar selain dalam rangka Hari Jadi Kota Pasuruan ke 332, juga sebagai sikap menjaga dan melestarikan budaya Indonesia. Adapun tema wayang kulit bertajuk Pendowo Mbangun Negeri. “Disamping rangkaian Hari Jadi Kota Pasuruan ke 332, ini juga sebagai apresiasi pemerintah Kota Pasuruan untuk menjaga sekaligus mengenalkan budaya Indonesia,” tandas Hardi Utoyo. Tak hanya itu, pagelaran wayang kulit juga untuk mengenalkan kepada pemuda-pemuda generasi bangsa supaya mencintai kebudayaan khas negara Indonesia. n hil

Gus Ipul-Puti Luncurkan Dik Dilan dan Empat Program Unik l Sambungan hal 1

harus diatasi dengan cara-cara yang akseleratif, cepat, terukur, terencana, dan langsung. Pada saat yang sama, capaian-capaian baik yang sudah diraih di masa pemerintahan sebelumnya selama hampir 10 tahun duet Soekarwo-Gus Ipul tetap harus dipertahankan. Karena itu, visi yang dicanangkan adalah Perubahan Berkelanjutan untuk Jatim Makmur. Perubahan tetap diperlukan karena problem di Jatim masih banyak yang harus diselesaikan. Namun, kata kunci ‘berkelanjutan’ dipakai untuk mempertahankan capaian baik yang sudah diraih selama ini. Antara lain, turunnya angka kemiskinan, angka pengangguran, peningkatan income per kapita, dan indeks pembangunan manusia yang terus meningkat. Visi tersebut diwujudkan melalui tiga strategi. Yakni menjadikan SDM sebagai titik tumpu, gotong royong dan inovasi sebagai jalan, kemudian rakyat kecil dan komunitas menjadi penggerak utama. Tiga strategi ini akan bergerak untuk menuju visi besar tersebut melalui 9 Agenda Prioritas dan 33 Janji Kerja. Sebanyak 33 Janji Kerja itu akan menjadi program yang fokus, aksele­ ratif, terencana, dan langsung pada inti permasalahan. Dan program-program tersebut dimunculkan dengan namanama yang langsung menarik perhatian. “Untuk menegaskan komitmen kita terhadap program tersebut sekaligus mendapat perhatian masyarakat bahwa ini yang akan kami jalankan,” kata Gus Ipul, saat memberikan paparan visi misi di Rumah Gus Ipul-Puti, Minggu (11/2). Lima program utama sudah meluncur. Yakni, Dik Dilan (Pendidikan

Digratiskan Berkelanjutan), Satria Madura (Satu Triliun untuk Madura), Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera), Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan), dan Madin Plus Berkelanjutan. Dik Dilan bakal mengembalikan lagi pendidikan gratis untuk masyarakat Jatim. Setelah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 mengembalikan lagi kewenangan terhadap SMA/SMK ne­ geri kepada pemprov, sejumlah daerah yang menggratiskan pendidikan hingga tingkat menengah atas tak bisa melakukannya lagi. Dengan Dik Dilan, Gus Ipul akan kembali menggratiskan SMA/SMK ne­ geri. Komitmen pendidikan tak hanya diwujudkan pada sekolah negeri, tapi juga sekolah swasta. Sekolah-sekolah swasta yang setingkat dengan SMA akan diberikan subsidi. Pemprov Jatim mengalokasikan dana untuk mengcover seluruh operasional 
SMA/SMK tanpa dibebankan ke peserta didik dengan alokasi Rp1,4 triliun. Komponen yang akan ditanggung mencakup biaya operasional dan SPP yang dihitung per siswa. “Untuk siswa dari keluarga miskin, kita akan memberikan beasiswa yang digunakan untuk biaya transportasi, pembelian peralatan sekolah dan pengadaan buku dan alat penunjang kecakapan khusus. Besaran dana akan disesuaikan untuk masingmasing daerah,” kata Gus Ipul. Selain itu, ada Satria Madura (Rp 1 Triliun untuk Akselerasi Pembangunan Madura). Selama ini kita selalu memunggungi Pulau Madura. Daerah dengan julukan pulau garam itu berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Indeks Pembangunan Manusia

(IPM) masih rendah, kemiskinan masih tinggi, infrastruktur kurang memadai, dan akses terhadap layanan kesehatan yang masih berada dibawa rata-rata. Program ini akan memberikan anggaran tambahan sebesar Rp1 triliun per tahun yang dibagi secara proporsional untuk 4 kabupaten yang ada. Anggaran ini akan menambah anggaran lain yang selama ini sudah diberikan. “Fokus pemanfaatannya adalah akselerasi pembangunan infrastruktur, investasi bidang ekonomi dan peningkatan aksesibilitas pada layanan pendidikan dan kesehatan,” kata Gus Ipul. Komitmen terhadap Pulau Madura juga sama besarnya dengan kawasan selatan Jatim. Selama ini terjadi gap cukup besar antara kawasan pantai utara dan pantai selatan. Sirkulasi pembangunan ekonomi memang hanya terpusat di dae­ rah-daerah di sekitar Surabaya. Untuk itu, program Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan) diluncurkan. Dalam mengatasi hal tersebut, Gus Ipul-Puti Soekarno berkomitmen menuntaskan pembangunan Jalan Lintas Pantai selatan (Pansel) plus pembangunan pusat ekonomi yang difokuskan untuk bidang pariwisata dan daerah penyangga ekonomi agro. Tujuannya, membuka koridor isolasi daerah pantai selatan Jatim agar tumbuh sejajar de­ ngan daerah-daerah lain. Program keempat yang diluncurkan adalah Desa Cemara alias Desa Cerdas Maju Sejahtera. Program ini berangkat dari berbagai persoalan pelayanan publik yang berhubungan dengan urusan administrasi. Selama ini, warga banyak yang mengeluh mengenai pelayanan yang tidak efisien, mahal, terlalu birokratis, dan tidak pasti.

Program ini bertujuan untuk memastikan segenap aspek dan jenis pelayanan bisa dilakukan dari tingkat desa. Sasaran program ini menjangkau sebanyak 5.674 desa dan 2.827 kelurahan. “Kita akan memberikan suplemen dana antara Rp 50-100 juta. Pemanfaatannya untuk bantuan perangkat keras dan pelatihan sumber daya manusia serta menjamin keterhubungan sistem. Payung besar bernama Desa Cemara bisa dengan mudah dideteksi persoalannya jika terdapat hambatan teknis,” kata Gus Ipul. Targetnya, kata Gus Ipul, semua desa/kelurahan di Jatim bisa memaksimalkan fungsinya sebagai ujung tombak pelayanan warga. Komitmen anggaran program Desa Cerdas adalah sebesar Rp 700 miliar untuk instalasi serentak di tahun pertama dan anggaran pemeliharaan dan operasional untuk tahun-tahun berikutnya. Program kelima adalah Madin Plus. Sebelumnya, pemprov telah menjalankan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin) untuk peningkatan kesejahteraan guru-guru Madin. Melalui program Madin Plus, Gus Ipul-Mbak Puti akan memperluas jangkauan penerima dan memasukkannya sebagai bantuan keuangan yang bisa diberikan secara rutin setiap tahun. Bentuk programnya antara lain insentif guru Madin yang lebih besar dari sebelumnya, dan bantuan sarana prasarana yang diberikan berbasis jumlah siswa yang dilayani. “Kita ingin agar pendidikan Madin semakin mapan dalam memberikan kontribusi bagi meningkatnya kualitas (pendidikan agama dan akhlak generasi muda,” katanya. n iib

Luncurkan Program APEL KUA, Agar Terwujud Keluarga Harmonis dan Bahagia l Sambungan hal 1

kumpul di teras gasebo alun-alun, persis di Jalan RA Kartini Nomor 1 Situbondo. Sejumlah baner dipasang diberbagai sudut gasebo kebanggaan masyarakat Situbondo. Puluhan meter permadani juga ikut digelar dengan disertai makanan dan minuman khas buatan Situbondo. Seiring perjalanan waktu, satu persatu pasangan suami istri mulai mendatangi stand APEL KUA. “Saya ingin konsultasi bagaimana caranya dalam rumah tangga ini selalu berjalan harmonis,” tanya Haikal, lelaki asal Kelurahan Dawuhan, kala itu. Sejumlah pertanyaan Haikal, satu persatu berhasil dijawab oleh petugas dari KUA dan Kemenag Kabupaten Situbondo. Tak hanya melulu persoalan keharmonisan rumah tangga yang ditanyakan oleh warga, persoalan lain seperti istilah ‘tajin palappa’ (tanya jawab interaktif persoalan pernikahan dan problematika anda) juga disampaikan para pasangan suami isteri yang masih muda di Situbondo. Stan lain, seperti Kopi (konsultasi prosesi isbat) dan Paprika (pendidikan pra-nikah) juga diserbu pengunjung di pelataran alun

alun Kota Situbondo. “Ini sebuah cara dan solusi yang bagus, utamanya bagi pasutri yang masih baru,” imbuh Haikal. Warga Situbondo lainnya bernama Zaman juga mengaku angkat topi atas inisitiaf KUA KUA se-Situbondo mengadakan program APEL KUA, kemarin. Kata Zaman, pusat konsultasi persoalan rumah tangga, waris, haji, zakat dan persoalan keagamaan lain sangat membantu bagi dirinya karena petugas KUA langsung memberikan sebuah solusi yang kongkrit. “Ini (APEL KUA) sangat luar biasa, karena bisa memberikan tuntunan dan ilmu pengetahuan yang baik bagi setiap pasangan rumah tangga dalam merajud maghligai rumah tangga antara dua insan yang berbeda (suami-isteri). Kami sangat mendukung program ini,” pinta Zaman, yang mengaku asal Kecamatan Panarukan, Situbondo. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, Imam Turmudzi, menandaskan, banyak program lain yang digagas lembaganya agar bisa membantu permasalahan yang dialami rumah tangga pasangan suami isteri di Situbondo.

Diantaranya, sebut mantan Kepala KUA Kecamatan Kota Situbondo itu, ia mencetuskan program Karak (konsultasi arah kiblat); Sosisku (solusi Islam seputar keluarga); Lemper (layanan edukasi masalah perkawinan). “Terakhir kami menyediakan program bernama ‘Teh Zawa’ (tentang haji, zakat, wakaf dan waris),” papar Imam Turmidzi. Imam Turmidzi menambahkan, APEL KUA merupakan sebuah gagasan cemerlang yang diinisiasi oleh 17 Kepala KUA se-Kabupaten Situbondo, dimana tujuannya untuk memberikan informasi terwujudnya keluarga bahagia hidup kekal dikalangan pasangan istri yang ada di Kabupaten Situbondo. “Karena mendapatkan apresiasi yang membanggakan dari masyarakat Situbondo, kami berencana untuk menyinambungkan program APEK KUA ini pada beberapa hari mendatang,” ujar Imam Turmdzi, disela sela memberikan konsultasi di alun alun Kota kemarin. Disisi lain, Koordinator KUA-KUA se-Situbondo, Drs H Kaspon MHi, menuturkan, lembaganya juga menelurkan program ‘khidmat dalam melayani masyarakat’ disela program

APEL KUA tersebut. Dalam kegiatan ini, ujar mantan Kepala KUA Kecamatan Panarukan itu, juga melayani pencatatan perkawinan, konsultasi keluarga sakinah, penasehatan P-4; pembuatan akta (ikrar wakaf dan ikrar masuk Islam). Selain itu, imbuh Kaspon, ada layanan mahrom haji, pengukuran arah kiblat, pembinaan kemasjidan dan majelis ta’lim, pembuatan produk pangan hal. “Terakhir kami juga menyediakan layanan kemitraan umat dan pembinaan lembaga LAZIS,” ungkap Kaspon. Masih kata Kaspon, ada banyak program lain yang juga ia sediakan dalam layanan super gratis kepada masyarakat Situbondo pada Sabtu malam Minggu kemarin. Diantaranya, persyaratan pernikahan, termasuk pernikahan keluar negeri, persyaratan duplikat nikah, persyaratan rekomendasi, legalisir, surat keterangan belum menikah serta konsultasi problematika rumah tangga. “Kami (KUA-KUA) juga meluncurkan program tolak gratifikasi dan zona integritas KUA. Intinya kami menolak adanya korupsi di KUA seSitubondo,” pungkasnya. n


12

Senin Pon 12 FEBRUARI 2018

Pemprov Gulirkan Program Hulu Hilir Agromaritim Sektor Pertanian Jadikan Desa Sugihwaras Jombang Sebagai Percontohan Pemprov, Bhirawa Selama ini, petani dalam mengajukan kredit perbankan untuk kebutuhan produksinya nampaknya selalu alami kendala, diantaranya suku bunga yang tinggi. Menilik hal itu, Pemprov Jatim (Gubernur Jatim, DR H Soekarwo, red) mengagas program hulu hilir argomaritim sektor pertanian dalam membantu petani.

G

agasan program hulu hilir ar gomaritim sektor pertanian ini akhirnya direalisasikan Pemprov Jatim melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama Bank Jatim, mengawalinya dari Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang yang kini menjadi percontohan program tersebut. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdaprov Jatim, DR H RB Fattah Jasin MS mengatakan penyaluran kredit dari dana bergulir di Desa Sugihwaras ini. Dari dana Rp170 juta tersebut disalurkan kepada 78 petani padi di Sugihwaras. “Sebenarnya program ini bertujuan agar petani punya nilai

Asisten II Sekdaprov Jatim berikan piagam kerjasama program hulu hilir agromaritim sektor pertanian pada perwakilan gapoktan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdaprov Jatim, DR H RB Fattah Jasin MS menyampaikan sambutan sekaligus pengarahan dalam Penyerahan Kredit Perdana Program Hulu Hilir Agromaritim Sektor Pertanian di Balai Desa Sugihwaras, Ngoro, Jombang.

tambah, yang diharapkan bisa kembali mensejahterakan petani. Kalau mereka bisa membeli alat penggilingan, maka bukan hanya gabah yang dijual, tapi berupa beras dan kalau beras premium yang dihasilan nilai tambahnya bisa mencapai 52%, atau dengan kata lain bisa jadi ‘korporate farming’,” katanya. Fattah juga mengatakan, tahun ini Pemprov Jatim telah menyiapkan dana bergulir Rp100 miliar. Penyaluran kredit dana bergulir melalui Bank Jatim itu akan menyasar 5 kabupaten penghasil pertanian seperti

Jombang, Kediri, Ngawi, Malang, Jember dan Tuban. Fattah menjelaskan dari Rp100 miliar tersebut, sebanyak Rp70 miliar difokuskan untuk sektor pertanian, dan Rp30 miliar untuk sektor perikanan dan perkebunan. “Pertanian fokusnya di tanaman padi, kalau perkebunan itu untuk kakao dan kopi, sedangkan perikanan untuk budidaya ikan lele dan udang vaname,” katanya. Fattah menambahkan, dari dana bergulir itu setidaknya bisa menkover sekitar 1.600 ha lahan pertanian dan perkebunan untuk

3.000 an petani. Program dana bergulir ini, berbeda dengan program Loan Agreement yang fokusnya lebih luas untuk semua sektor usaha mikro kecil dan menengah. Dalam kesempatan ini, Fattah juga berpesan, agar lahan pertanian di Jombang harus tetap terjaga, mengingat saat ini adanya jalan tol akan banyak mengundang investor masuk. “Jangan sampai merusak lahan pertanian yang sudah ada saat ini,” tandasnya. Ditempat yang sama, Direktur Ritel, Konsumer, dan Usaha Syariah Bank Jatim, Tony Sudjiaryanto mengatakan, batas

Siap Realisasikan Sesuai Harapan Gubernur

Pemprov, Bhirawa Plt Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengucapkan rasa terimakasihnya atas diberikannya bantuan program hulu hilir agromaritim sektor pertanian untuk membantu para petani yang ada di Kabupaten Jombang. Ia berpesan pada para petani penerima bantuan program tersebut agar selalu bersemangat dan bisa merealisasikan sesuai dengan harapan Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo. Apalagi, rencananya pada April atau Mei mendatang, Presiden RI akan berkunjung melihat realisasi dari program tersebut.

“Untuk itu, saya minta agar tetap jaga kekompakan dan guyup rukun bergotong royong. Pembayaran juga akhirnya berjalan dengan lancar. Semoga semuanya juga bisa merealisasikan program dari Gubernur ini,” katanya. Sementara sekretatis gapoktan ‘Gandan’ Desa Sugihwaras, Bahrudin mengatakan, diterimanya program tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi petani, dikarenakan memudahkan dalam pengajuan kredit juga bunga tidak tinggi. “Kami juga siap mengawal anggota mengembalikan kredirnya secara tepat waktu,” tandasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Ir Hadi Sulistyo MSi sedang melangsungkan penandatanganan kerjasama hulu hilir agromaritim sektor pertanian dengan Bank Jatim.

pengembalian kredit usaha ini maksimal 3 tahun dengan bunga yang cukup rendah yakni 6%. “Dengan bunga single digit 6% efektif ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah, dan atau mengurangi pengangguran dengan optimalisasi sektor agrobisnis maritim di Indonesia khususnya di Jawa Timur,” ujarnya. Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Ir Hadi Sulistyo MSi mengatakan, program Hulu Hilir Pertanian ini merupakan pilot project nasional dan satu-satunya di Indonesia. “Pro-

Salah satu gapoktan, Bahrudin sedang menandatangani kerjasama program hulu hilir agromaritim sektor pertanian Begitupula dengan gapoktan ‘Ketawang’ Desa Sugihwaras, Rozak mengatakan, setelah diberikan program itu, maka diharapkan bisa meningkatkan

hasil dari petani untuk bisa sejahtera. “Namun, diharapkan Pemprov Jatim tetap terus mengawal para petani,” ujarnya. Q rac*

DR H RB Fattah Jasin MS didampingi Ir Hadi Sulistyo MSi berfoto bersama dengan Plt Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dan jajaran Bank Jatim dan Jamkrida.

gram Hulu-Hilir ini merupakan program Gubernur yang didukung oleh Presiden RI,” katanya. Program ini untuk mensejahterakan petani, dimana setiap gapoktan yang memenuhi persyaratan akan mendapat bantuan modal untuk mengembangkan usaha pasca panen dengan menggandeng pihak Bulog dan asuransi. Menurut Hadi, setiap gapoktan akan mendapat bantuan permodalan, dimana petani bisa mengembangkan usahanya pasca panen, jika selama ini,

petani hanya menjual gabah baik kepada Bulog maupun tengkulak, dan harga dari gabah ini sendiri sering terjun bebas, serta pendapatan yang diperoleh petani sangat minim. “Dengan program ini, petani nanti tidak lagi menjual gabah, tapi menjual berasnya dengan kualitas medium ke Bulog, dengan menggandeng pihak Jasa Asuransi Indonesia, petani tidak perlu lagi khawatir mengalami gagal panen, karena ada pihak asuransi yang akan menalangi, “ kata Hadi. Q rac*

Pemprov Jatim Dorong Seni Budaya dan Pariwisata Magetan Pemprov, Bhirawa Mengawali Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) tahun ini, yaitu Kabupaten Magetan mempromosikan seni budaya dan pariwisata tema “Mangesti Magetan Kuncara” di pendapa Jayengrono, UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur selama dua hari, yaitu Jumat (9/2) dan Sabtu (10/2).

S

elama dua hari, Pemkab Maget an mengusung pergelaran Way ang Sandosa (perpaduan wayang orang dan wayang kulit,red) dengan lakon “Ciptaning”, tari Dyah Mangundhang, kemudian juga ada Tari Gandewa Langkap, Lagu Daerah Sarangan Dalam Kenangan dan dipungkasi dengan pergelaran seni pertunjukan “Sandiwara Mustika Sriargo”. Mereka juga menampilkan produk UMKM dan kuliner khasnya di stanstan yang disediakan Disbudpar Jatim melalui UPT Taman Budaya Jawa Timur, untuk bisa dibeli dan dinikmati langsung oleh pengunjung baik itu masyarakat maupun wisatawan. Ketika membuka GSBD, Sekdaprov Jatim DR H Sukardi mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mendorong sektor pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Magetan agar setidaknya bisa sejajar dengan potensi dari wilayah kabupaten/ kota lainnya.

Sekdaprov Jatim, Bupati Magetan, dan Kadisbudpar Jatim berkunjung dan melihat produk di stan UMKM Menilik hal itu, sejatinya Pemprov Jatim berkewajiban memfasilitasi Kabupaten Magetan agar sektor pariwisata dan kebudayaan bisa setara dengan pencapaian oleh kabupaten/ kota lainnya. “Ada hal-hal yang menarik untuk diangkat terkait tempattempat wisatanya di Kabupaten Magetan karena terletak di dataran tinggi,” katanya. Dikatakannya, banyak wisata yang berpotensi namun belum terjual. Belum lagi Magetan juga punya potensi kesenian lokal yang bisa diangkat, serta masakannya pun bisa dikelola sebagai wisata kuliner. Sukardi mengakui, kendala Kabupaten Magetan dalam menarik wisatawan adalah lokasinya susah dijangkau karena belum tersedianya sarana infrastruktur yang memadai. Kedepan, jika sarana infrastruktur transportasinya telah memadai, wisatawan akan terus bergeser mengarah ke Magetan. “Tentunya kami akan mendorong mulai dari aspek transportasinya,” harapnya.

Salah satu pertunjukan wayang dengan lakon Ciptaning, yang menggabungkan wayang orang dan wayang kulit.

Sementara ini, lanjutnya, yang bisa dilakukan Pemprov Jatim adalah mengenalkan potensi wisata dan budaya Kabupaten Magetan melalui festivalfestival yang telah terselenggara di kabupaten atau kota lain di wilayah provinsi setempat. “Misalnya Banyuwangi sedang menggelar festival, Magetan bisa mengirim tim keseniannya dan juga suvenir serta makanan khasnya. Begitu juga ketika digelar festival di Sumenep, dari kabupaten atau kota lain juga bisa berpartisipasi dengan mengenalkan potensi daerahnya masing-masing,” katanya. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk sinergi dari seluruh potensi pariwisata dan kebudayaan di 38 kabupaten/ kota yang ada di Jawa Timur. “Sektor pariwisata dan kebudayaan di seluruh daerah Jawa Timur menjadi semakin kuat jika 38 kabupaten/ kota ini saling bersinergi,” tandasnya. Sebelumnya, Bupati Magetan, Drs H KRA Sumantri Noto Adinagoro MM mengucapkan terimakasih diberikan

Sekdaprov Jatim DR H Sukardi didampingi Kadisbudpar Jatim DR H Jarianto MSi dan Bupati Magetan Drs H KRA Sumantri Noto Adinagoro MM sedang membuka GSBD Jatim dengan memukul kentongan. kesempatan untuk tampil dalam Gelar Seni Budaya Daerah Provinsi Jawa Timur. “Momentum seperti ini akan kami manfaatkan sebagai ajang promosi seni budaya dan pariwisata Magetan dengan seluruh potensi,” katanya. Dikatakannya,banyak potensi wisata alam, budaya, kuliner, dan khusus di Kabupaten Magetan. “Ketika kami sudah membangun akses tembus ke tawangmangu, kini magetan bukan lagi seperti dulu. Kini sudah daerah wisata dan paket wisata menjadi satu dengan Jawa Tengah,’ katanya. Kepala Disbudpar Jatim, DR H Jarianto MSi mengatakan, terselenggaranya GSBD untuk mendorong

Kepala UPT Taman Budaya Jatim, Sukatno SSn MM didaulat untuk menari bersama dalam pergelaran seni pertunjukan “Sandiwara Mustika Sriargo”.

pengembangan dan peningkatan kualitas karya seni dan kehidupan berkesenian di Jatim. “Selain itu untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya dan produk unggulan,” katanya. Adanya GSBD, lanjutnya, Pemkab/ kota di Jatim bisa memperluas pasar produk unggulan daerah dan produk ekonomi kreatif. “Selain itu, meningkatkan sinergitas antar pelaku seni, stakeholder, dan pemangku kepentingan dalam pelestarian dan pengembanbgan seni budaya pariwisata UMKM di Jatim,” katanya. Sementara Kepala UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Sukatno SSn

MM mengatakan, GSBD Magetan kali ini, menampilkan kesenian berformat garapan,dengan kemasan semenarik mungkin sebagai opening ceremony yang membutuhkan waktu 1,5 jam. “Jadi harus menyajikan yang terbaik, program ini adalah kegiatan unggulan, karena kita ingin menunjukkan potensi kesenian daerah yang setelah digarap bisa menjadi bagus,” katanya. Begitupula pada hari kedua ketika kesenian rakyat khas Kabupaten Magetan dipentaskan. Pengunjung bukan cuma sekedar menonton, terutama anak-anak akan difasilitasi coaching clinic seni tari dari para penari yang tampil. Q rac*

Tari Gandewa Langkap turut ditampilkan dalam GSBD Kabupaten Magetan

Binder12feb18  
Binder12feb18  
Advertisement