Page 1

HARIAN PAGI TERBIT 12 HALAMAN

Iklan/ Langganan:

RP 3.500,-

5318686

www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Istana

BM:/ISTIMEWA

BENTROK: Beberapa mahasiswa terlibat saling dorong dengan petugas kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa ‘Bela Rakyat’ di depan Istana Kepresidenan, Kamis (12/1).

JAKARTA (BM) - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2017). Mereka membentangkan spanduk berisi tuntutan-tuntutan dan meneriakan orasi. “Dobrak dobrak dobrak Jokowi...dobrak Jokowi sekarang juga,” teriak para mahasiswa lantang. Mereka menuntut lima hal. Pertama menolak Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 tentang tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). kemudian menuntut pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla mencabut peraturan

tersebut. Kedua, menuntut pemerintahan JokowiJusuf Kalla untuk membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat. Ketiga, mengecam keras pemerintah dan jajarannya yang saling “cuci tangan” dengan kebijakan yang dibuatnya. Keempat, menuntut pemerintah untuk transparansi dan sosialisasi dalam setiap menentukan suatu kebijakan. Kelima, menolak kenaikan tarif listrik golongan 900 VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif listrik golongan 900 VA. Dalam aksi tersebut, mereka membakar beberapa karikatur yang mereka bawa dalam aksi mereka di Depan Istana Negara, Kamis, 12 Januari 2017. Hal itu mereka lakukan sekira pukul 18.20  Baca: Ancam... Hal. 7 ­

Warga Sintang Tolak Kedatangan Wasekjen MUI

FOTO: DOK. POLDA KALBAR

DITOLAK: Tengku Zulkarnain dihadang warga saat turun dari pesawat di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat (12/1).

BM:/ISTIMEWA

DEMO DI DPRD JATIM: Sejumlah mahasiswa dari BEM se Jawa Timur melakukan aksi unjuk rasa ‘Bela Rakyat’ di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Kamis (12/1). Massa menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya, mendesak pemerintah mencabut PP nomor 60 tahun 2016 tentang tarif pungutan bukan pajak.

Gus Ipul Teruskan Tuntutan ke Pusat

SURABAYA (BM) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berjanji akan meneruskan tuntutan yang disampaikan puluhan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Jawa Timur saat berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur. “Saya sudah menerima tuntutan teman-teman mahasiswa dan ini kebijakan pusat sehingga kami akan segera meneruskan aspirasi ini,” kata Gus Ipul,

ketika berorasi di hadapan mahasiswa, Kamis (12/1/2017). Menurut Gus Ipul, sebagai perwakilan Pemerintah Pusat di daerah, maka Pemerintah Provinsi wajib menerima aspirasi dari mahasiswa. Apalagi aspirasi yang kali ini dibawa menyuarakan aspirasi masyarakat. “Seluruh aspirasi sudah kami terima. Kami menghargai unjuk rasa untuk menyuarakan aspirasi karena demokrasi

mengedepankan partisipasi masyarakat secara langsung,” ujar Gus Ipul. Gus Ipul juga mengatakan, aspirasi kali ini tidak hanya akan disampaikan ke pusat melalui lisan melainkan juga melalui jalur surat resmi. Sekadar diketahui, puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur mendesak

Trailer Nyemplung Bozem, Sopir Tewas

JAKARTA (BM) — Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain dan rombongan ditolak menginjakkan kaki oleh sekelompok warga di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Penolakan terjadi di Bandar Udara Susilo Sintang, Kamis (12/1/2017), saat rombongan baru mendarat. “Masyarakat Kabupaten Sintang, khususnya warga Dayak, menolak kedatangan Wasekjen  Baca: Tak Jadi... Hal. 7 ­

BM/ISTIMEWA

EVAKUASI: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan instruksi melalui radio panggil (HT) kepada jajarannya dalam rangka evakuasi trailer di Bozem Morokrembangan, Kamis (12/1).

SURABAYA (BM) – Sebuah truk Trailer dari PT Mulia Mandiri Transportasi terjebur di Waduk Bosem Morokrembangan setelah terjun dari tol arah PerakWaru KM 2.100. Kanit Laka Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Toni Hermawan mengatakan, kejadian sekitar jam 13.00 WIB. Sopir bernama Qodri diduga mengantuk saat mengendarai truk Trailer bernopol L 8970 US. Posisi kepala truk trailer saat ini masih di dalam Bosem yang penuh lumpur.

 Baca: Perwakilan... Hal. 7 ­

INDEKS

Bupati Sumenep: Gak Apa-apa Gak Digaji 6 Bulan

Bupati Sumenep, A. Busyro Karim terkesan santai menghadapi ancaman sanksi tidak digaji 6 bulan sebagai konsekuensi keterlambatan pengesahan APBD setempat. BACA HALAMAN

10

 Baca: Sopir... Hal. 7 ­

Waspada Cuaca Buruk

Hujan Deras, Angin Kencang dan Pohon Tumbang Hujan deras disertai angin kencang mengguyur beberapa wilayah di Kota Surabaya, Kamis (12/1/2017) sore. Di Kawasan Wonokitri, hujan mulai mengguyur sejak sekitar pukul 15.30 WIB. Peringatan dini yang dibuat oleh BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Juanda, Surabaya pada pukul 14.30 WIB, hujan sedang-lebat disertai dengan petir dan angin kencang terjadi sesaat pada pukul 14.40 WIB. Beberapa wilayah di Jatim yang akan diliputi cuaca ini antara lain Madiun, Ngawi, Ponorogo, Magetan, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, batu, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, Surabaya Timur,

Sumenep, dan Bojonegoro. Namun kondisi itu juga terjadi di Surabaya Selatan. Akibat hujan deras dan angin kencang ini, sebuah pohon di Jalan Ketintang, dekat UNESA tumbang dan menutup jalan. Sementara di Surabaya Timur

pohon tumbang terjadi di dua lokasi. Pertama di Jalan Arif Rahman Hakim, di dekat apartemen Puncak Kertajaya arah ITS. Seorang warga, Agus, melaporkan ada beberapa pohon dan menutup jalan arah ke ITS. Selanjutnya, pohon tumbang terjadi di kawasan Middle East Ring Road (Merr) Jalan Ir Soekarno, dekat Warung Soto Cak Har dan mengenai kabel listrik. BMKG memperkirakan, kondisi ini meluas ke beberapa wilayah seperti Nganjuk, Kediri, Mojokerto,  Baca: Terjadi... Hal. 7 ­

Kemenhub Setujui Proyek Bandara Baru di Tulungagung

Kemenhub menyetujui rencana pembangunan bandara baru di Tulungagung. Dengan pembangunan ini peningkatan perekonomian di daerah pesisir selatan terutama diharapkan segera terwujud. BACA HALAMAN

BM/ISTIMEWA

TUMBANG: Pohon tumbang di kawasan ketintang hingga menutup jalan akibat hujan deras disertai angin kencang, Kamis (12/1/2017).

PRAKIRAAN CUACA

SPIRIT

SURABAYA

JAKARTA

DENPASAR

YOGYAKARTA

HUJAN PETIR SUHU : 24-33°C

HUJAN RINGAN SUHU : 24 - 32°C

BERAWAN SUHU : 24 - 30°C

HUJAN PETIR SUHU : 24 - 32°C

“Banyak orang telah meninggal, tapi nama baik mereka tetap kekal. Dan banya­k orang masih hidup, tapi seakan mereka mati tak berguna.” - Imam Syafi’i -

09

Terserang Hama, Petani Cabai di Permisan Panen Lebih Awal

Sejumlah petani di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, terpaksa memanen tanaman cabainya lebih awsal akibat terserang hama. Hama tersebut menyerang tanaman cabai saat akan memerah. BACA HALAMAN

12


02 POLHUKAM

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Titik Terluar NKRI Berpotensi Besar untuk Tumbuh

KILAS

Presiden Instruksikan Pemerataan TNI JAKARTA (BM) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin ada pemerataan pasukan TNI yang berada di berbagai titik terluar Indonesia. “Sebagai negara kepulauan dan rentang geografis yang sangat luas, saya melihat saat ini penempatan gelar pasukan TNI di titik paling utara sebelah timur, di titik utara sebelah barat, di titik selatan bagian timur, di titik selatan bagian barat masih kurang,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas (ratas) tentang sinkronisasi gelar TNI dengan pembangunan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/1). “Padahal titik-titik tersebut bukan hanya wilayah terluar terdepan dari NKRI, tapi juga wilayah yang sangat potensial untuk tumbuh menjadi pusat-pusat penggerak ekonomi nasional, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Presiden. Presiden ingin ada penataan gelar pasukan TNI untuk membangun postur pertahanan negara yang kuat sehingga dapat mengatasi semua ancaman terhadap kedaulatan negara. “Untuk itu, saya minta agar pasukan TNI juga memperhatikan perubahan paradigma pembangunan nasional yang tidak lagi bersifat Jawasentris, tapi harus Indonesiasentris,” tegas Presiden. Dalam dua tahun terakhir, menurut Presiden, pemerintah fokus untuk mempercepat membangun pinggiran, membangun kawasan timur, kawasan perbatasan dan pulau-pulau terdepan Indonesia sehingga pembangunan dilakukan lebih merata sehingga mengatasi kesenjangan antara wilayah terutama kawasan barat dan kawasan timur Indonesia. “Saya yakin dengan pemerataan wilayah, maka wilayah-wilayah di daerah pinggiran seperti Kepulauan Natuna di bagian barat, Kepulauan Miangas di utara, Biak Merauke di timur, sampai

TNI SETIA MENJAGA NKRI. Walau pos perbatasan sungai kaca Nunukan ini nyaris ambruk, prajurit TNI tetap setia menjaga titik terluar Indonesia demi keutuhan NKRI. Presiden Jokowi sudah menginstruksikan perbaikan menyeluruh pos-pos perbatasan dan melakukan pemerataan TNI di wilayah terluar.

Pulau Rote dan sekitarnya di bagian selatan akan tumbuh sentra-sentra ekonomi baru, sentra-sentra pertumbuhan ekonomi,” jelas Presiden. Presiden pun meminta agar TNI lebih siap dalam menghadapi corak peperangan masa depan. “TNI harus lebih siap menghadapi corak peperangan masa depan di tengah kondisi geografis khas negara kita yaitu sebagai negara kepulauan dan rakyat di pinggiran merasakan ada negara sehingga merasa semakin bermartabat serta semakin bangga sebagai warga Indonesia,” tegas Presiden. Menurut majalah Forbes, saat ini Indonesia memiliki jumlah tentara aktif

yang mencapai 676.500 orang, dengan anggaran yang digunakan untuk belanja militer sebesar 7,6 miliar dolar AS. Sedangkan jumlah personel aktif yang siap bertugas di garis depan pada 2015 adalah sebanyak 476 ribu orang. Atensi Penuh Seusai ratas, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan rapat terbatas tersebut membahas mengenai sinkronisasi gelar TNI dengan pembangunan nasional. “Presiden memberikan atensi penuh agar ini bisa diwujudkan dalam era pemerintahan beliau, sehingga negara yang seluas ini tidak bisa dijaga hanya dari

Jawa,” tambah Pramono. Presiden menilai pentingnya pemerataan pembangunan sehingga mengatasi kesenjangan antarwilayah, terutama kawasan barat dan kawasan timur Indonesia, misalnya, di daerah pinggiran seperti Kepulauan Natuna di bagian barat, Kepulauan Miangas di utara, Biak Merauke di timur, sampai Pulau Rote. “Perlu ada tempat-tempat yang kemudian memperkuat dan sekaligus juga ada semacam untuk menjaga kebhinekaan, karena TNI kalau ditugaskan di mana saja kan gampang menikah dengan gadis setempat dan itu hal yang sangat baik agar supaya tidak terlalu Jawa sentris,” ungkap Pramono. Menurut Pramono, Presiden Joko Widodo memberikan waktu satu bulan untuk mendetailkan rencana tersebut. “Ratas tadi mengenai paparan ke depan, dalam konteks penempatan pos-pos baru TNI, termasuk hal yang berkaitan dengan ancaman-ancaman ke depan,” kata Juru Bicara Presiden Johan Budi, menambahkan. Namun, konsep itu belum matang karena terkait dengan pembiayaan. “Konsep tersebut bisa langsung disimpulkan, nanti dimatangkan, termasuk soal pembiayaan karena sebenarnya konsep yang terjadi saat ini adalah warisan konsep pemerintahan terdahulu, termasuk titik-titik peninggalan zaman Belanda,” tambah Johan. Ratas tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.(del/ant/nii)

Kepala BNN Budi Waseso

Makanan Anak Campur Narkoba

Kasus Ratu Atut, Kejagung Dipraperadilankan JAKARTA (BM) - Kejaksaan Agung digugat praperadilan oleh LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) akibat hingga kini lembaga itu belum menyeret eks Gubernur Banten Ratu Atut dalam kasus korupsi dana Bansos dan Hibah Pemprov Banten. “Kami telah mendaftarkan gugatan praperadilan itu kepada PN Jaksel,” kata Koordinator LSM MAKI, Boyamin Saiman, di Jakarta, Kamis (12/1). Padahal dalam perkara itu, lanjutnya, Zaenal Muttaqin terdakwa kasus tersebut telah divonis bersalah dan dalam dakwaannya menyebutkan nama Ratu Atut terkait kepentingan penggunaan dana untuk Pilkada Banten dengan calon Petahana Atut Chosiyah. Namun sampai

sekarang, Kejaksaan belum juga memeriksa Ratu Atut Chosiyah. Karena itu, MAKI mendesak agar KPK segera mengambil alih berkas perkara dana Bansos Ratu Atut dari Kejagung serta segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. “Kami mendesak KPK ambil alih kasus Ratu Atut itu,” katanya. Menurut dia, dengan disebutnya nama Ratu Atut dalam persidangan, maka sudah layak Kejagung menjadikan mantan Gubernur Banten itu sebagai tersangka. “Sehingga haruslah dinyatakan sikap Kejagung saat ini sebagai bentuk Penghentian Penyidikan Perkara Korupsi Dana Hibah dan Bansos Banten dengan tersangka Atut Chosiyah,” katanya. Hal senada dengan temuan

Ratu Atut Chosiyah

Indonesia Corruption Watch (ICW ), dari sisi penyerapan anggaran, program hibah dan bantuan sosial di era Ratu Atut, tergolong sangat cepat realisasinya. Misal, dalam hitungan bulan, dari total anggaran Rp 340,4 miliar, sebanyak Rp 207

miliar atau 60,8 persen sudah direalisasikan. Sedangkan dana bantuan sosial, dari total anggaran Rp 51 miliar, sebesar Rp 49,8 miliar atau 97,7 persen sudah disalurkan. “Sangat cepat jika dibandingkan programprogram pemerintah yang umumnya sangat buruk dalam proses serapan,” ujar koordiantor ICW Ade Irawan. Bahkan, sebagian besar lembaga penerima dana tersebut tidak ada. Dari data ICW, lembaga yang jelas dan memiliki nama dan alamat sebagai penerima dana itu hanya berjumlah 30 lembaga. Sedangkan sisanya tidak jelas. ICW menemukan bukti bahwa dana hibah itu selain ke lembaga-lembaga fiktif juga mengalir kepada orang-

orang terdekat Atut. Ade menambahkan, jika bicara korupsi, apalagi dilakukan oleh pejabat publik yang memiliki kekuasaan politik dinasti, bukan cuma bicara soal kerugian negara. Namun, lebih parah lagi korupsi yang dilakukan oleh keluarga Atut, jelas merugikan warga Banten. “Korupsi jelas merugikan warga negara, dalam kasus Wawan, tentu saja merugikan warga Banten,” tegas Ade. Ade mengingatkan, masyarakat Banten harus melawan korupsi. Kenapa keluarga Atut maju terus di Pilkada Banten, karena akses terhadap sumber daya akan lebih mudah ketika berkuasa. Apalagi keluarga Atut kan keluarga pengusaha,” ujarnya. (riz/ant/nii)

Otak Komplotan Perampok Ditembak Mati JAKARTA (BM) - Anggota Polda Metro Jaya menembak mati seorang otak komplotan perampokan spesialis uang setoran stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bernama Bulkuk. “Komplotan ini terakhir beraksi di SPBU Jalan Hankam Jatiwarna Bekasi Jawa Barat pada 3 Januari 2016,” kata Kepala Unit IV, Subdirektorat Reserse Mobile, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Teuku Arsya Khadafi, di Jakarta Kamis. Selain Bulkuk, polisi meringkus Solmet Hidayat, Saeni, sedangkan seorang

tersangka lainnya Ismail dan Kocor masih dalam pengejaran. Arsya menuturkan para pelaku merampok uang SPBU yang akan disetorkan korban Agus Nurjaman menumpang sepeda motor ke bank. Saat di perjalanan para pelaku mencegat kemudian menyerang korban menggunakan senjata tajam, serta mengambil uang Rp300 juta. “Korban mengalami luka kritis karena diserang pelaku menggunakan senjata tajam,” ujar Arsya. Berdasarkan penyelidikan, polisi mengidentifikasi tersangka bernama

Bulguk, Solmet Hidayat, Ismail dan Kocor, serta Saeni yang diduga telah tiga kali beraksi merampok uang SPBU. Petugas menembak Bulguk yang ditangkap di Surabaya Jawa Timur karena melakukan perlawanan saat diminta menunjukkan komplotannya. Petugas juga menangkap Solmet dan Saeni di Lagoa Jakarta Utara, sedangkan dua pelaku lainnya Kocor dan Ismail masih buron. Arsya mengungkapkan Bulguk berperan sebagai pemimpin komplotan, Solmet dan Kocor menjadi eksekutor.

Sementara tersangka Saeni mensurvei dan pemberi informasi kepada eksekutor, serta Ismail sebagai joki sepeda motor. Tersangka Saeni mendapatkan jatah Rp 40 juta, sedangkan sisanya dibagi rata kepada empat pelaku lainnya. Polisi menyita barang bukti uang sisa perampokan senilai Rp1,5 juta, satu unit sepeda motor, perhiasan emas dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman penjara maksimal sembilan tahun. (tar/ant/nii)

DENPASAR (BM) - Badan Narkotika Nasional menemukan lima kasus makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak TK telah dicampur atau terkontaminasi narkoba. “Dari hasil penemuan dan juga laporan dari masyarakat, anak-anak TK terkontaminasi melalui makanan dan minuman dan ternyata mereka tidak perlu membayar,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso, di Denpasar, Kamis. Modusnya, ujar dia, ternyata warung-warung di sekitar sekolah TK tersebut dibiayai oleh sindikat jaringan narkoba untuk memberikan campuran pada berbagai makanan dan minuman yang dijual. “Tujuannya tentu agar anak-anak itu akan ‘addict’ (kecanduan), begitu addict maka akan menjadi pangsa pasar berikutnya,” ucapnya di sela-sela acara pengukuhan relawan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) itu. Menurut Budi Waseso, sengaja anak-anak dijadikan ajang peredaran narkoba oleh sindikat narkoba karena mereka tahu bahwa para pengguna sekarang ini akan pupus untuk beberapa tahun ke depan. Bahkan, di kalangan mereka menggunakan sandi regenerasi pasar. Namun, dia enggan untuk merinci tempat-tempat ditemukan kasus anak TK tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. “Di Bali belum ditemukan, tetapi di beberapa daerah sudah, karena ada laporan dan kami dalami,” ucapnya sembari tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di Bali karena hal tersebut merupakan komitmen para sindikat untuk mempertahankan pangsa pasar. Di sisi lain, BudiWaseso mengatakan peredaran uang dalam bisnis narkoba di Indonesia sangat besar. Dari beribu-ribu ton narkoba yang beredar, setidaknya dalam satu tahun belanja narkotika mencapai Rp72 triliun. Hal itu, menurut dia, jika dirata-ratakan dalam satu jaringan sindikat, uang yang berputar Rp1 triliun. Namun, berdasarkan penyelidikan terhadap salah satu jaringan, ada yang dalam waktu tiga bulan menghasilkan Rp1,3 triliun. (nil/ant/nii)

KPK Dikritisi Soal TPPU JAKARTA (BM) - Mantan Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid IV, Yenti Garnasih, mempertanyakan tindak lanjut kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari hasil tindak pidana korupsi yang jarang dilakukan KPK. “Jangan puas dengan banyak Operasi Tangkap Tangan (OTT). OTT memang harus dituntaskan semuanya dan kami sampaikan bahwa yang lain dari OTT adalah bagaimana TPPU-nya kok jarang,” kata Yenti di gedung KPK, Jakarta, Kamis. Selain Yenti, ada empat mantan Pansel KPK yang melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK, yaitu Diani Sadiawati, Enni Nurbaningsih, Harkristuti Harkrisnowo, dan Natalia Subagyo. Ia pun mengacu pada Pasal 75 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. “Apabila ada tindak pidana korupsi maka TPPU-nya sekaligus bisa dituntut. Kan masih kurang, penindakan korupsi jalan baru TPPUnya. Padahal penegakan korupsi itu kan bukan hanya berharap di penjaranya seseorang tetapi bagaimana orang itu dirampas lagi uangnya, uang hasil korupsinya untuk dikembalikan ke negara atau yang berhak, mestinya seperti itu,” tuturnya. Menurutnya dalam pertemuan itu, pimpinan KPK berjanji akan segera menerapkan TPPU dengan cara yang seideal mungkin dan sesegera mungkin sejak awal. “Bukan korupsi selesai baru TPPU-nya kan, seperti kasus M Nazaruddin (mantan Bendara Umum Partai Demokrat) jalan dulu tindak pidana korupsinya baru TTPU-nya,” ujarnya. Sembilan wanita menjadi anggota Pansel KPK untuk menjaring pimpinan KPK jilid IV, masing-masing Destry Damayanti (Ketua), Enny Nurbaningsih, Harkristuti Haskrisnowo, Betti Alisjahbana, Yenti Garnasih, Supra Wimbarti, Natalia Subagio, Diani Sadiawati, dan Meuthia Ganie-Rochman. (mar/ant/nii)

Menelisik Kesaksian Para Saksi Pelapor Sidang Ahok

Pakar: Unsur Politis Sangat Kuat Mencuat Perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, sudah memasuki sidang kelima. Dalam dua sidang terakhir, Jaksa penuntut umum menghadirkan sejumlah saksi pelapor, di antaranyaNovel Chaidir Bamukmin, Muchsin Alatas, Gus Joy, Syamsu Hilal, dan Irena Handono. Bagaimana kesaksian para pelapor itu di mata pakar hukum? Adalah Andi Syafrani, pakar Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang menelisik kesaksian para saksi pelapor dalam dua sidang terakhir itu. Andi Syafrani menilai keterangan sejumlah saksi pelapor itu masih jauh memenuhi unsur aspek pembuktian dan kredibilitas. “Dari keterangan saksi yang ada, unsur politis dalam kasus

ini mencuat dan tercium kuat sekali. Apalagi tidak ada satu pun orang dari Kepulauan Seribu yang ikut sebagai pelapor,” kata Andi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis. Bahkan, kata Andi, warga di Kepulauan Seribu justru merasa tidak ada masalah dengan pidato Ahok karena seharusnya warga dari Kepulauan Seribu yang pertama kali merasa ke-

DUGAAN PENISTAAN AGAMA. Sidang perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Ahok sudah berlangsung lima kali dengan agenda pemeriksaan para saksi pelapor.

beratan dengan pernyataan Ahok. “Locus delictie (tempat kejadian) kasus ini kan berawal di Kepulauan Seribu, tetapi warga di sana merasa tidak

ada yang salah dengan ucapan Ahok. Ini pertanda saksi-saksi yang dihadirkan itu tidak berbobot,” tuturnya. Meski kualitas kesaksian

diragukan, Andi menyatakan majelis hakim tidak bisa serta merta memerintahkan JPU untuk menghentikan kasus ini. “Hakim tidak dapat menghentikan kasus dalam pemeriksaan kecuali melalui putusan,” ujarnya. Oleh karena itu, kata dia, saat ini merupakan kesempatan bagi JPU untuk membuktikan dakwaan. Apalagi, hakim akan tetap mendengarkan saksi-saksi yang diajukan JPU meskipun bobot kesaksiannya sangat rendah. “Nanti juga akan diberikan kesempatan kepada Ahok sebagai terdakwa untuk membela diri dengan bukti-bukti yang disiapkan,” kata Andi. Lebih lanjut ia mengatakan proses hukum kasus ini akan terus berlanjut hingga masingmasing pihak merasa sudah

cukup untuk membuktikan posisi masing-masing. Kendati demikian, diakuinya jika proses ini pasti akan menyedot energi dan emosi. “Tetapi yang paling penting adalah rasionalitas dalam pembuktian yang meyakinkan hakim yang nanti akan jadi pertimbangan,” tambahnya. Soal apakah tidak men”down grade” wibawa lembaga peradilan jika menyidangkan perkara berdasarkan kesaksian palsu, Andi menilai pengadilan tidak punya kepentingan terhadap situasi persidangan. “Pengadilan hanya menilai kebenaran dari bukti yang ada. Kalau memang saksi atau bukti tidak kuat apalagi palsu, maka hakim tentu harus menegakkan kebenaran dan itu hanya melalui putusan setelah proses

berakhir,” tuturnya. Ia pun menyatakan saksi yang diduga memberikan keterangan palsu dapat dijerat oleh hukum yang ada melalui proses terpisah. “Publik juga pasti memberikan penilaian terhadap jalannya persidangan yang ada melalui pemberitaan media massa. Meskipun hakim tidak boleh dipengaruhi opini publik tetapi kebenaran dan rasionalitas sama posisinya, baik di dalam maupun di luar persidangan,” kata Andi. Saksi pelapor yang telah dihadirkandalampersidanganAhok antara lain Novel Chaidir Hasan, Gus Joy Setiawan, Muchsin alias HabibMuchsinAlatas,SyamsuHilal, Pedri Kasman, Irena Handono, Muhammad Burhanuddin, dan Willyuddin Abdul Rasyid Dhani. (ben/ant/nii)


SURABAYA 03

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Warga Mulyorejo Ancam Tutup Saluran Dharmahusada

KILAS

Enam Tahun Jadi Langganan Banjir SURABAYA (BM) – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius Awey mengaku prihatin dengan nasib warga Kampung Mulyorejo. Pasalnya selama 6 tahun berlangsung kawasan tersebut menjadi langganan banjir. Ironisnya, hingga saat ini belum ada perhatian serius dari pemerintah kota. Padahal, setiap musim hujan, warga merasa tak nyaman. Sebab, genangan air di sekitar tempat tinggal mereka setinggi 70 cm hingga 1 meter. “Di rumah warga, semua perabotan, mulai kulkas, tempat tidur, meubel ditinggikan, “ ujarnya usai melakukan sidak, Kamis (12/1) Awey menjelaskan, faktor

FOTO: BM/MADJI

Vinsensius Awey

utama penyebab terjadinya banjir adalah, luapan kali Kepiting hingga Mulyorejo tak mampu

menampung aliran sungai dari daerah Mojo, Dharmahusada dan Kaliwaron. Di samping, terjadinya sedimentasi di sepanjang sungai, sehingga terjadi banjir jika hujan deras. “Kondisi itu diperparah dengan , mesin pompa yang berada di rumah pompa Mulyorejo kapasitasnya kecil,d dan tak berfungsi dengan baik,” katanya. Politisi Partai Nasdem ini merasa heran dengan sikap pemerintah kota yang lebih mengutamakan kawasan elit Dharmahusada dalam urusan bebas banjir. Fakta di lapangan Pemkot melakukan normalisasi saluran yang semula salurannya kecil dengan

lebar 50 cm, diganti saluran U Gatter selebar 80 x 60 cm, agar Dharmahusada bebas banjir. Dampaknya, banjir di Kaliwaron sampai Mulyorejo karena sebagai penadah air kiriman. “Jadi kalau hujan, daerah situ seperti Kampung Air,” katanya Aw e y m e n i l a i , s i k a p pemerintah kota terkesan tebang pilih dalam menangani banjir. Padahal, warga Mulyorejo sama-sama membayar retribusi kepada pemerintah kota dan negara. Untuk itu Awey menginginkan adanya tanggul tinggi disepanjang sungai, dan menambah jumlah pompa air untuk memper-

cepat menanggulangi genangan. “Pengerukan sedimen juga harus terus dilakukan untuk menambah kapasitas air sungai,” tegasnya. Warga perkampungan Mulyorejo Pertanian menutup saluran ke sungai Mulyorejo dengan sejumlah karung pasir. Warga mengancam apabila pemerintah kota tak memperhatikan kondisi warga Kampung Mulyorejo , mereka akan melakukan aksi menutup akses saluran Dharmahusada menuju ke wilayah mereka.“Karena setiap hujan warga was-was. Tiap tahun debit air semakin tinggi menggenangi kampung mereka,” pungkas Awey. (dji/nii)

PERESMIAN SMPN 46 Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan gedung baru SMPN 46 di Jalan Mayjend Sungkono.Walikota berharap agar para guru dan kepala sekolah mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memiliki inoviasi bagi para siswa. Walikota ingin agar setelah lulus dari SMP pada siswa ini memiliki pandangan yang luas dan mampu berhasil di bidang apa saja yang mereka senangi. FOTO: BM/HASAN

Walikota Instruksikan Cari Anak Belum Sekolah SURABAYA (BM) - Pemerintah Kota Surabaya kembali meresmikan sekolah di kawasan-kawasan yang masih membutuhkan kehadiran sekolah baru. SMPN 57 Surabaya yang berlokasi di Jalan Siwalankerto Permai yang baru selesai dibangun, diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kamis (12/1). Kebutuhan pendidikan anak di Surabaya setiap tahun terus bertambah. Untuk itu pemerintah kota Surabaya terus membangun sarana dan prasana guna memenuhi kebutuhan akan pendidikan anak-anak di surabaya. Saat memberikan sambutan, Wali Kota Surabaya meminta lurah dan camat untuk mencari anak yang belum berse-

kolah agar bisa kembali sekolah di sekolah yang baru ini. “Itu sebabnya saya mendukung sekolah untuk anak keluarga miskin dan keluarga kaya menjadi satu. karena anak keluarga kaya harus tahu dan peduli dengan orang lain,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya. Dengan kepedulian itu, Wali Kota Surabaya yakin Surabaya bisa menjadi lebih baik, tidak hanya di Indonesia saja. Untuk itu, Risma meminta agar kepala sekolah dan guru mengajarkan siswanya mau untuk melihat lingkungan sekitarnya dan menghargai sesama. “Saat ini, yang dibutuhkan tidak hanya pintar dan cerdas saja, tetapi menjadi

manusia kreatif untuk memenangkan pertempuran di depan,” ujar Wali Kota. Oleh karena itu, Wali Kota meminta para siswa diajarkan untuk bisa survive. “Tidak apa-apa untuk mengajak anakanak berkemah. Di Kebun Bibit ada tempat untuk kemah, anak-anak dilatih untuk memasak sendiri,” ujarnya. Pengalaman itu, kata Wali Kota, perlu diajarkan kepada para siswa. Hal itu dimaksudkan agar para siswa mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lengkap. Senada dengan Wali Kota, Eddy Prasetijo Plt Kepala Sekolah SMPN 57 Surabaya lebih mengajarkan tentang pendidikan budi pekerti dan karakter

diri. Menurutnya hal itu perlu diajarkan kepada siswa yang masih kelas VII ini. “Pelajaran itu melalui agama serta ekstrakulikuler. Bahkan kita sudah punya Gudep Pramuka terlebih dahulu dibandingkan sekolah baru lainnya,” ujar Eddy. Perlu diketahui, sekolah SMPN 57 Surabaya yang baru diresmikan ini mempunyai beberapa fasilitas, seperti Laboratorium Komputer, Laboratorium IPA, Perpustakaan, Aula, Musala, serta Lapangan olah raga. “Selain itu, gedung ini mempunyai total 30 ruangan. Sedangkan jumlah siswa angkatan pertama berjumlah 99 siswa di 3 kelas, per kelasnya terdapat 33 siswa,” katanya. (hms/has/nii)

Temukan Alat Deteksi Toksoplasma SURABAYA (BM) - Tim Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga Surabaya membuat sebuah inovasi dengan mengembangkan produk alat diagnosa terhadap penyakit toksoplosma. “Alat ini diberi nama ‘Toxo Kit’. Pembuatannya dilatarbelakangi karena banyaknya kebutuhan alat diagnosa, salah satunya toksoplasma,” ucap salah satu Tim Dosen, Dr Mufasirin di Unair, Kamis. Mustafirin menjelaskan, toksoplasma adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh parasit Toksoplasma gondii, yang dapat ditularkan leh kucing dan dapat menimbulkan keguguran pada ibu hamil. Muftasirin mengatakan, dia

bersama rekannya Prof Dr Lucia Tri Suwanti, Prof Dr Suwarno, Prof Meles, Dr Hani Plumerastuti dan drs Zainul ini pertama kali membuat dan meneliti pada tahun 2014, sampai saat ini alat tersebut masih dalam proses pengembangan. “Semua biaya dan dana penelitian Toxo Kit dibiayai oleh Kemenristek Dikti ini dalam rangka peningkatan mutu dosen,” katanya. Selama ini, kata dia pengujian adanya toksoplasma lebih sering menggunakan alat diagnosa bernama Uji ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Namun, untuk mengetahui hasil uji, Uji ELISA dianggap memakan waktu yang lama yaitu dua hari. “Sedangkan, hasil dari uji penggunaan Toxo Kit hanya

membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit,” urainya. Dirinya menjelakan, cara kerja alat Toxo Kit ini hampir sama dengan alat penguji kehamilan (Test pack). “Pertama, darah pasien diambil, kemudian diendapkan, dan diteteskan ke dalam alat Toxo Kit. Setelah beberapa saat akan diketahui hasil. Jika hasil cenderung positif, maka garis yang keluar adalah dua garis,” tuturnya. Sementara jika cenderung negatif, maka hanya ada satu garis yang akan keluar pada alat tersebut. Toxo Kit, lanjut dia mengandung antigen yang bekerja menangkap material yang ada di sampel atau antibodi. Kemudian

dilengkapi dengan kandungan sinyal reaksi, yakni suatu materi yang akan bereaksi. Jika hasil sampel menunjukkan nilai positif, sinyal reaksi akan berubah warna. Toxo Kit memiliki sensitivitas atau keakuratan sebanyak 73.5% dan spesifitas 66,7%. “Alat ini belum bisa dikomparasikan dengan uji toksoplasma yang konvensional, memang standarnya menggunakan Uji ELISA, namun Toxo Kit ini hadir digunakan sebagai alternatif awal sebagai diagnosa adanya toksoplasma,” tandas Mufasirin. Dengan adanya Toxo Kit ini, Mufasirin dan tim berharap, kit tersebut dapat membantu masyarakat dalam diagnosa toksoplasma yang dianggap mahal dan memakan waktu lama. Ke

depan, Mufasirin dan tim juga berusaha mengoptimalisasikan alat tersebut dengan meningkatkan keakuratan dan spesifitas “Kita juga sudah berkomunikasi dengan salah satu produsen kimia untuk produksi alat ini. Mereka memiliki standar tersendiri untuk sebuah alat yang akan di produksi. Maka dari itu kita akan memperbaiki kualitas agar tidak banyak berubah ketika diproduksi massal,” terang Wakil Dekan II FKH Unair tersebut. Selain itu, Mufasirin dan tim berencanauntukmengembangkan kit ini menjadi alat yang multiguna. Tidak hanya bisa mendeteksi Immuniglobulin G, tapi juga Immunoglobulin M. Sehingga mampu mendeteksi lebih dari satu macam penyakit.(ins/ant/nii)

Ilustrasi pencabulan

Kasus Pencabulan Disidangkan SURABAYA (BM) – Perkara dugaan pencabulan yang dilakukan delapan tersangka mulai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, secara tertutup. Para terdakwa disidang di ruang sidang anak, karena masih anak-anak dan statusnya pelajar SD sampai SMP. Mereka diduga melakukan pencabulan pada tetangganya sendiri di shelter Kereta Api Jalan Ngagel. Agenda sidang yang digelari, Kamis (12/1) adalah pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, terhadap delapan terdakwa, MH, IL, AF, MS, YS, BG, AT, dan LRP. Dalam surat dakwaan itu, kedelapan terdakwa dijerat pasal berlapis. Wilhelmina Manuhutu JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya menjelaskan, pencabulan yang terjadi pada bulan April tahun 2016 itu berawal dari AT yang mengajak korban ASS, ke Stasiun Kereta Api Jalan Ngagel Surabaya. Kemudian menuju ke sebuah terowongan, ternyata di tempat itu sudah ada MH, IL, AF, MS, YS, BG, dan LRP. Mereka di situ berbuat asusila. Kemudian korban yakni ASS langsung pulang sendiri dan tidak diantar oleh para terdakwa. Kasus ini baru terungkap, pada waktu korban bercerita pada orang tuanya sakit saat buang air. Dari keterangan itulah, akhirnya diketahui kalau ASS jadi korban pencabulan yang dilakukan delapan tersangka, yang masih anak-anak. JPU menerapkan Undang undang Perlindungan Anak, dan menjerat para terdakwa dengan pasal berlapis. “Sebagaimana diatur dalam pidana pasal 76 E Undangundang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Junto pasal 81 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana,” ujar dia. (bry/ssn/niit)

Siswa Smamda Tanam Cabe SURABAYA (BM) - Sebanyak 100 Siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya, Kamis menanam bibit cabai di halaman sekolah mereka sebagai bentuk rasa keprihatinan terkait melambungnya harga cabai di pasaran. “Gerakan ini selain sebagai gerakan keprihatinan juga agar siswa juga mengerti persoalan di Indonesia dan tidak hanya sibuk dengan gadget,” kata pembimbing gerakan tanam bibit cabai Smamda Sri Suhartini, Kamis kemarin. Dia menjelaskan, problem di Indonesia adalah mahalnya harga cabai di pasaran, sementara cabai menjadi kebutuhan pokok masyarakat sebagai salah satu bumbu yang digunakan dalam masakan. Guru mata pelajaran biologi ini mengungkapkan, gerakan tanam cabai ini akan terintegrasi dengan pola pendidikan berkarakter berbudaya aplikatif sesuai dengan mata pelajaran yang dipelajari oleh siswanya. “Selain belajar mengenai cara menanam, para pelajar juga akan diberi pengarahan mengenai perawatan dan memanennya,” katanya. Selama ini, tambahnya, di sekolahnya juga sudah membentuk gerakan dan membuat kebun mini yang berisi tanaman toga, sayuran, buah, dan palawija. “Sekaranginikuranglebihada100pelajarbersama-sama menanam cabai. Misal satu bibit cabai bisa panen 1 ons, bayangkan berapa banyak nanti hasil panen kita,” urainya. Dikatakannya, nanti program tersebut akan berkembang sesuai jenjang pendidikan seperti program menanam pohon yang sudah lama ada. Sementara itu, salah satu siswa yang ikut gerakan, Zherina Zinedine-zidane, mengatakan, dirinya membawa bibit tanaman cabai dari rumah untuk selanjutnya masing-masing pelajar mulai menyemai bibit di media tanam. “Yang diajarkan dalam pelajaran biologi saat ini diterapkan, mulai dari menyemai bibit, menyampur kompos dan menanamkan kembali setelah bibitnya itu tumbuh,” papar Zherina. Dengan adanya gerakan ini, Siswa kelas XI Smamda itu mengungkapkan memang ada keuntungan tersendiri karena waktu memanen dirinya dapat membawa pulang atau menggunakan di sekolahnya. (ins/ant/nii)

PKL di Kota Metropolitan Surabaya

Penertiban dengan Penataan, Bukan Penggusuran SURABAYA (BM) – Penyandang kota metropolitan tentu identik dengan gedung pencakar langit seperti apartamen, hotel dan pusat perbelajaan (Mall). Bisa dipastikan menjadi salah satu pertanda jika perekonomian di Kota Pahlawan ini terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Namun keberadaan UKM jenis PKL juga tidak bisa dipandang sebelah mata oleh Pemkot Surabaya. Karena faktanya juga menjadi salah satu penyangga perekonomian daerah, sehingga pemerintah mempunyai kewajiban untuk mewadahi atau memfasilitasi. Yang tak bisa dipungkiri, ke-

beradaan apartamen, hotel dan pusat perbelajaan (Mall) sepertinya sulit dipisahkan dengan PKL, karena di dalamnya mempekerjakan karyawan dalam jumlah yang tidak sedikit. Sementara mereka ini membutuhkan makanan dan minuman (mamin) yang lokasinya tidak jauh dari tempatnya bekerja dengan harga terjangkau. Dampaknya, di mana ada pembangunan apartamen, hotel dan pusat perbelajaan (Mall), selalu diikuti dengan munculnya lapak PKL di sebelahnya, yang kondisinya sangat ramai, karena memang sangat dibutuhkan. Melihat fenomena ini, Dini Rija-

nti anggota Komisi B DPRD Surabaya mengatakan bahwa pemkot Surabaya sudah seharusnya memikirkan sebuah kebijakan yang menyangkut soal kebutuhan sentra kuliner untuk karyawan apartamen, hotel dan pusat perbelajaan (mall). “Jangan hanya bisa menyalahkan apalagi menertibkan PKL yang muncul di beberapa apartamen, hotel dan pusat perbelajaan (mall), tetapi berikan solusinya, karena faktanya keberadaan PKL sangat diperlukan, terutama bagi para karyawannya yang berpenghasilan UMK, bahkan ada yang di bawahnya,” ucapnya, Kamis (12/1)   Politisi perempuan Partai

Demokrat ini juga meminta kepada Pemkot Surabaya melalui Dinas Koperasi dan UM Kota Surabaya untuk segera membuat formula kebijakan yang mengikat terhadap kebutuhan sentra kuliner bagi para karyawan apartamen, hotel dan pusat perbelajaan (mall). “Bila perlu, dibuatkan aturan yang jelas, agar pengembang apartemen, hotel dan pusat perbelajaan (mall) mempunyai kewajiban membuat sarana dan prasarana sentra kuliner karyawan, karena dengan demikian bisa mengantisipasi munculnya PKL liar disebelahnya, jangan menunggu PKL liar muncul, ini justru menyusahkan aparat Satpol,”

tandasnya. Mananggapi wacana ini, Eko Haryanto Kadinkop dan UM Kota Surabaya yang baru saja dilantik bulan Desember 2016 lalu, mengapresiasi pendapat anggota dewan yang menyoroti soal kebutuhan sentra kuliner bagi karyawan di apartamen, hotel dan pusat perbelajaan (mall).  “Terimakasih kami sudah diingatkan, dan saya optimis jika tahun ini kami akan membuat beberapa inovasi baru terkait kebijakan dan optimalisasi kinerja, karena kami sekarang didukung oleh staf-staf yang menurut saya cukup andal sebagai pemikir,” jawabnya. (has/ dji/nii)

Dini Rijanti Anggota Komisi B DPRD Surabaya


04 MOJOKERTO - JOMBANG

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Pangdam V Brawijaya Lakukan Dalwas di Korem 082/CPYJ

MOJOKERTO (BM) – Panglima Kodam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana S.IP melakukan kunjungan kerja rutin dalam rangka Pengendalian dan Pengawasan (Dalwas) di Korem 082 Citra Panca Yudha Jaya/Mojokerto, Kamis (12/1). Kedatangan Pangdam beserta Ibu, mendapat sambutan hangat Komandan Korem 082/CPYJ, Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo, S.IP beserta Ibu dan para Komandan Kodim jajaran Korem 082 termasuk Dan/Ka Bapras juga Forkopimda Kabupate dan Kota Mojokerto. Dalam pengarahannya kepada prajurit dan PNS Korem 082/CPYJ, Kodim 0815 dan Bapras Rem 082/CPYJ, I Made Sukadana, menegaskan sejarah berdirinya negara Indonesia dari kemajemukan suku, budaya dan agama. “ Oleh karenanya lakukan pendekatan terhadap kelompok-kelompok yang berseberangan atau tidak sefaham dan berikan wawasan kebangsaan dan rasa atau sikap cinta tanah air. Namun semuanya harus sesuai perijinan,” terangnya. Negara Indonesia lanjut Pangdam, sangat rentan terhadap konflik karena Indonesia, negara yang memiliki kekayaan alam serta posisinya strategis dalam jalur pelayaran. “ TNI merupakan benteng terakhir negara, kemajemukan yang ada di dalam tubuh TNI harus kita pelihara demi kebersa-

FOTO: BM/PRAYOGI

DALWAS: Kunjungan Pangdam ke Korem 082 disambut Komandan Korem dan para Komandan Kodim di jajaran Korem 082

maan,” tegas Pangdam.Pangdam juga menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur agar Provinsi Jatim menggalakkan dan memberdayakan peran tiga pilar yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa. Sementara kepada anggota, Pangdam berpesan agar seluruh anggota harus menjauhi MOLIMO, penyalahgunaan dan peredaran Narkoba. Waspadai pelanggaran lalu lintas, waspadai adanya investasi bodong yang menawarkan keuntungan berlipat

ganda. “Apabila ada yang menawarkan investasi konfirmasi terlebih dahulu ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jangan melakukan Insubordinasi, dan pelanggaran lainnya. Anggota harus membantu Imigrasi dalam pengawasan orang asing, segera laporkan apabila di lingkungan ditemukan keberadaan dan kegiatan orang asing,” pesanya. Sementara kepada wartawan usai melakukan penanaman pohon jenis Sawo Kecik di halaman Korem 082 CPYJ/Mojokerto, Pangdam menga-

takan jumlah personil di wilayah Kodam V Brawijaya terutama di tingkat bawah belum ideal. Maka Korem 082, kekurangan personil sedikitnya sekitar 700, khususnya di wilayah pantura. Korem 082 CPYJ/Mojokerto terdiri dari enam Kodim. Yakni Kediri, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Jombang dan Mojokerto. “Jumlah personil seluruhnya sekitar 3300 personil,” jelas Danrem 082 CPYJ/Mojokerto, Kolonel Kav Gatut Setyo Utomo menambahkan. Meski jumlah personil di wilayah Kodam V Brawijaya belum ideal, kata Pangdam namun jika terjadi bencana alam maka kesatuan yang dekat dengan lokasi bencana tersebut harus siap melakukan kesiapsiagaan bencana. “Tanggap bencana memang menjadi tugas operasional selain perang,’ kata Pangdam. Pangdam juga menyebut wilayah Jatim masih rawan bencana banjir dan longsor, seperti di Trenggalek. Kalau wilayah Korem 082, Lamongan dan Mojokerto yang masuk peta rawan banjir dan longsor. Sedangkan upaya yang dilakukan Kodam V Brawijaya untuk mencegah bencana alam yakni dengan reboisasi. “Kodam V Brawijaya mempunyai tanah kodam di wilayah Tulungagung. Saat ini sudah dilakukan penanaman pohon, disamping reboisasi juga antisipasi penyerobot tanah,” tandasnya seraya bergegas melanjutkan kunker ke Kediri.(gie/dra)

KILAS

Longsor, Akses Dua Kecamatan di Pacet Terputus

MOJOKERTO(BM)-Hujan yang turun secara terus menerus, mengakibatkan sejumlah daerah di dataran tinggi mengalami longsor. Seperti dua akses di Kecamatan Pacet dan Trawas terputus, akibat tertutup longsoran. Ini merupakan salah satu dampak dari material longsoran pasca turunnya hujan deras yang mengguyur sejak semalam. Material longsoran diduga berasal dari proyek pelebaran jalan. Longsor yang terparah,terjadi di Desa Nogosari,Kecamatan Pacet. Material longsor berupa tanah dan bebatuan, setebal dua meter menutup badan jalan. Akibatnya,akses jalan yang menghubungkan dua Kecamatan Pacet dan Trawas terputus. Warga terpaksa membuka jalan kecil agar bisa dilewati untuk kendaraan roda dua dan saat ini proses pembersihan dengan alar seadanya sedang dilakukan. Menurut Kapolsek Pacet, AKP Didi Hariyono, upaya warga juga dibantu oleh pihak kepolisian melakuka upaya gotong royong memigirkan material longsor di pinggir jalan. “Kami bergotong-royong membersihkan material longsor. Sambil menunggu alat berat yang didatangkan dari Kecamatan,” terangnya, Kamis. Peristiwa longsor juga terjadi di Dusun Made, Desa Pacet. Material tanah dan batu yang menutup sebagian badan jalan dan mengancam bangunan salah satu sekolah SMK di Pacet terancam rusak. Sebagian lahan tanah belakang bangunan gedung nyaris ambrol oleh longsor. (moj/dra)

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Pelajar Masih Tinggi MOJOKERTO(BM)-Sepanjang 2016, sedikitnya 271 pelajar menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Fakta ini seharusnya sudah cukup membuat para pelajar lebih tertib dalam berlalu lintas. Sementara para orang tua harus mawas diri, jika tak ingin anaknya menjadi korban selanjutnya. Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Ramadhan Nasution mengatakan, sepanjang tahun 2016 terjadi ratusan kasus kecelakaan melibatkan pelajar yang notabene masih dibawah umur. Akibatnya, 245

pelajar mengalami luka ringan, 4 orang luka berat, sedangkan 22 nyawa pelajar melayang siasia di jalan. “Faktanya, masih banyak pengendara sepeda motor dan mobil di dikendalikan oleh anak di bawah umur,” kata Ramadhan melalui sambungan telepon genggamnya. Masih tingginya kasus kecelakaan yang melibatkan pelajar itu, lanjut Ramadhan, tak lepas dari kealpaan para orang tua. Menurut dia, sebagai pihak yang seharusnya melindungi anak dari bahaya,

para orang tua justru menjerumuskan dengan membiarkan membawa anak di bawah umur membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Berbagai dalih, anak-anak yang belum teruji betul keterampilannya mengemudikan kendaraan bermotor, dibiarkan berlalu-lalang di jalan raya. Tentu hal itu membahayakan pengendara lain. “Masalah ini kerap diabaikan oleh keluarga,” ujarnya. Mengatasi persoalan ini, tambah Ramadhan, sosialisasi ke sekolah-sekolah dan penegakan hukum di jalan

pun terus dilakukan. Adanya tindakan tegas korps bersabuk putih itu diharapkan memberi efek jera kepada para pelajar. “Kami terus menyampaikan kepada anak-anak di bawah umur yang belum memiliki SIM agar tidak menggunakan kendaraan roda dua atau bahkan kendaraan roda empat,” ujarnya. Sementara data Satlantas Polres Mojokerto menyebut pelanggaran yang dilakukan pelajar khususnya mahasiswa mengalami kenaikan hingga 108 persen dari tahun 2015

lalu, yakni dari 990 pelanggaran menjadi 2.061 pelanggaran. Pelanggaran yang dilakukan dari usia yakni antara 16 sampai 21 tahun sebanyak 7.573. Namun secara umum kata Kasat, jumlah pelanggaran di wilayah hukum Polres Mojokerto selama tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 10 persen. Yakni dari 28.334 pelanggaran di tahun 2015 turun sebanyak 2.941 pelanggaran atau sebanyak 25.393 pelanggaran di tahun 2016. (bud/gie/dra)

KEDIRI - NGANJUK

FOTO: BM/PRAYOGI

PERINGATKAN: Petugas Satlantas Polres Mojokerto terus mensosialisasikan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas

berita metro www.beritametro.co.id

Kantor DPC PDI Diminta Ahli Waris

KEDIRI(BM)- Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Kediri menuai masalah. Diduga kantor tersebut bukan aset milik DPC PDIP Kota Kediri. Data yang dihimpun kantor DPC PDIP Kota Kediri yang berada di jalan Teuku Umar 83 Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kota Kediri diminta oleh ahli waris pemilik tanah dan bangunan tersebut. Melalui kuasa hukumnya, ahli waris meminta kepada seluruh pengurus DPC PDIP untuk pindah dan mengosongkan bangunan. Tanah dan bangunan yang kini digunakan sebagai kantor DPC PDIP Kota Kediri tersebut diketahui ditempati para pengurus PDIP sejak 12 tahun silam. Padahal, menurut keterangan pihak ahli waris, tanah dan bangunan tersebut belum pernah

diperjualbelikan atau disewakan kepada siapapun termasuk pihak pengurus DPC PDIP Kota Kediri. Hal itu dibuktikan dengan masih dipegangnya Sertipikat Hak Milik (SHM) tanah dan bangunan tersebut atas nama Moenawaroh nomor 1041 gambar situasi nomor 1057 tertanggal 31 Mei 1990. Tidak hanya itu, ahli waris juga memiliki bukti legalisir SHM tersebut yang disahkan oleh BPN Kota Kediri tertanggal 14 November 2016. Yusuf Ghofur, salah satu ahli waris, melalui kuasa hukumnya, Eko Pudjiantoro mengatakan permintaan kembali aset milik keluarga tersebut diawali dengan munculnya kabar akan dibangunnya kantor DPC PDIP pada September 2016 silam. “Kita tahunya ada foto di face-

book, ada peletakan batu pertama pembangunan kantor DPC PDIP,” katanya. Dalam keterangannya Eko mengatakan bahwa tanah dan bangunan tersebut adalah milik Alm Moenawaroh yang meninggal pada 21 Oktober 2001 silam dan belum pernah dipindah tangankan. Diakui memang, pada April 2004 rumah dan bangunan tersebut telah dipinjamkan oleh Ghofur kepada Bambang Harianto sebagai kantor PDIP Cabang Kodya Kediri, sebagai simpatisan partai. Namun kini tanah dan bangunan tersebut akan diminta pihak keluarga dengan alasan untuk dibagi waris. Eko juga mengatakan, bahwa sejak munculnya kabar rencana pembangunan kantor DPC PDIP Kota Kediri, pihak ahli waris pernah

menanyakan terkait status hak tanah tersebut kepada Ketua DPC PDIP Kota Kediri, Agus Sunoto. Namun, upaya tersebut gagal hingga akhirnya pihak ahli waris memutuskan untuk memperkarakan status tanah dan bangunan tersebut. “Inginnya kami, ketemu dulu (dengan Agus Sunoto,red) dan ngomong-ngomong. Kalau tidak ya akan ada upaya hukum terkait hal itu,” pungkas Eko. Sebelumnya, kata Eko, pihak ahli waris pernah melayangkan surat somasi berisi permintaan agar pengurus DPC PDIP Kota Kediri pindah dan mengosongkan bangunan tersebut. Pertama pada November 2016 silam dan kedua pada Desember 2016, yang ditembuskan kepada DPD PDIP Jawa Timur dan DPP PDIP Pusat.(bad/dra)

Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan di Awal Tahun NGANJUK(BM)-Penyelenggaraan Pendidikan dan Sistem Kesehatan Daerah masih menjadi prioritas yang mesti dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Nganjuk pada Januari atau awal tahun 2017. Hal ini disampaikan Pimpinan DPRD Nganjuk dalam rapat paripurna tentang penyampaian terhadap raperda inisiatif DPRD Nganjuk. Kamis (12/1). Rapat paripurna juga mengesahkan dan menetapkan beberapa Rantus DPRD, diantaranya tentang Perubahan dan keputusan DPRD Kabupaten. Nganjuk nomor 35 tahun 2014 tentang penetapan pimpinan dan keanggotaan komisi-komisi DPRD kab Nganjuk. Selain itu juga disetujui perubahan atas keputusan DPRD kab Nganjuk nomor 37 tahun 2014 tentang penetapan anggota Badan Kehormatan, perubahan dan keputusan DPRD Nganjuk nomor 36 tahun 2014 tentang penetapan pimpinan dan keanggotaan Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD kab Nganjuk, Serta perubahan ketiga PERWAKILAN

FOTO: BM/KAMTO

PARIPURNA: Suasana sidang rapat paripurna DPRD Nganjuk yang mengesahkan beberapa raperda

atas keputusan DPRD nganjuk nomor 31 tahun 2014 tentang pembentukan Badan anggaran, Dan juga perubahan keempat atas keputusan DPRD nganjuk nomor 33 tahun 2014 tentang

pembentukan Badan Musyawarah. Menurut Pimpinan sidang, Jianto, setelah dibacakan semua peserta dapat menerima dan menyetujui. “Rancangan keputusan hari ini diketok ( dis-

etujui..red), “ucap wakil ketua DPRD Nganjuk dari Partai Gerindra. Sementara dalam rapat paripurna tersebut, Pemkab Nganjuk yang diwakili wakil Bupati Nganjuk KH. Abdul wachid Badrus dan Sekda Nganjuk Ir Agoes Subagjo, menyampaikan raperda tentang tarif pelayanan kesehatan kelas III pada RSUD Nganjuk dan RSUD Kertosono Kabupaten Nganjuk. Menurut Sekretaris Daerah Nganjuk Ir.Agoes Subagjo, kenaikan tarif baru untuk pelayanan kelas III di RSUD Kertosono dan RSUD Nganjuk, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan lebih meningkatkan mainset dan bermanfaat bagi masyarakat Nganjuk seluruhnya. Bagi petugas pelayan medis diharapkan untuk selalu ramah dalam melayani pasien. Sehingga tidak ada lagi keluhan dari pasien terhadap pelayanan rumah sakit. “Terutama di kedua rumahsakit yakni RSUD Kertosono dan RSUD Nganjuk, “ujar Sekda Agus. (kam/adv)

KILAS

Lampu PJU Jembatan Semampir Rusak dan Nyaris Jatuh KEDIRI (BM)–Awal tahun ini terlihat sepanjang jembatan Semampir Kota Kediri, banyak lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terbengkalai dan beberapa diantaranya bahkan patah dan nyaris jatuh. Kondisi itu jelas sangat membahayakan pengguna jalan lantaran berada ditasa pengguna jalan yang lewat dibawahnya. Seperti diungkapkan salah satu tukang becak yang biasa mangkal di sebelah barat jembatan Semampir yang mengaku beberapa lampu di Jembatan Semampir kondisi mati dan rusak itu sudah diketahui olehnya sejak lama. “Lampu itu mati dan rusak ya sudah lama setahu saya. Namun sampai saat ini, entah kapan kok belum dibenahi sama pemerintah.,“ujarnya. Beberapa pengguna jalan menyayangkan hal tersebut, karena saat malam tiba, jarak pandang pengguna jalan menjadi terhambat. Karena beberapa lampu penerangan jalan di jembatan tersebut tidak menyala serta ada dua lagi yang rusak dan hampir jatuh. Sementara itu, pihak Pemkot Kediri hendak dimintai konfirmasi terkait penanganan lampu jalan itu belum memberikan jawaban. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan, Didik Catur saat dihubungi melalui ponselnya juga belum merespon, Kamis (12/1). Jembatan Semampir tersebut merupakan salah satu jalan penghubung antara wilayah timur dan barat Kota Kediri. Jembatan itu banyak dilalui kendaraan baik pribadi maupun angkutan umum, terutama yang hendak menuju Nganjuk atau sebaliknya.(ked/dra)

FOTO: BM/IST

DIBIARKAN : Sejumlah tiang PJU terlihat rusak dan membahayakan pengendara kendaraan.


MALANG RAYA 05

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

OSHP Jual Harga Cabai Rp 45 Ribu per Kg MALANG(BM)-Bulog Malang melakukan kembali operasi stabilisasi harga pasar (OSHP) cabai rawit dengan memasok 1,5 ton di pasar. Kepala Bulog Malang Arsyad mengatakan dengan kegiatan OSH diharapkan harga cabai rawit bisa stabil lagi. Tidak mengalami volatilitas yang cenderung tinggi. “Cabai rawit kami jual Rp.45.000/kg,” ujarnya di Malang, Kamis (12/1). Cabai rawit dijual secara bergerak di pasar-pasar, namun juga dijual di Kantor Bulog Malang dan Rumah Pangan Kita (RPK).Namun dari kegiatan OSH yang berlangsung sejak Rabu, permintaan dari cabai rawit yang dijual jauh dari harga pasar justru tidak banyak.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten. Malang M. Nasri Abdul Wahid mengatakan dari sisi produksi, cabai rawit memang terjadi penurunan akibat faktor iklim. Namun penurunannya sebenarnya tidak banyak. Hanya berkisar antara 10%15%.Dengan penurunan sebesar itu, mestinya harga cabai tidak sampai naik hingga mencapai kisaran Rp70.000/kg di tingkat pasar stasiun agrobisnis. “Saya tidak tahu mengapa harga cabai bisa merangkak hingga mencapai angka itu,” ujarnya. Padahal, kata dia, jika harga cabai terlalu tinggi sebenarnya petani juga tidak senang. Apalagi dari sisi konsumen. Dengan harga cabai rawit yang tinggi, maka

tingkat penyerapan produksi dikhawatirkan terganggu. Padahal komoditas sangat rentan rusak seusai dipanen. “Yang untung justru pedagang yang memperoleh margin tinggi,” ujarnya. Di Kab. Malang, luasan panen sepanjang 2016 mencapai 2.900 hektare. Namun per bulannya di kisaran 100 hektare-200 hektare dengan produktivitas antara 10 ton-15 ton/hektare. Berproduksi sebesar itu, maka sebenarnya sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga Malang dan sekitarnya. Hal itu jika mengacu pada kebutuhan per kapita yang mencapai 1,3 kg/tahun/ kapita. “Artinya kalau direrata, kebutuhan cabai per orang per hari hanya mencapai

3 biji. Kan tidak banyak,” ujarnya.Karena itulah, dia mengklaim masalah naiknya harga cabai tidak sepenuhnya terkait dari sisi produksi atau pasokan, melainkan justru di sisi rantai distribusinya. Pantauan di Terminal Agribisnis Mantung, Kec. Pujon, Kab. Malang menunjukkan harga cabai rawit memang mulai turun dari harga Rp82.000/kg menjadi Rp78.000/ kg. Harga di pengecer atau pasar tradisional masih Rp90.000/ kg hingga Rp100.000/ kg. Harga cabai fluktuasi sejak Desember 2016. Harga cabai rawit saat ini mulai turun setelah petani panen raya pada akhir Desember 2016, tapi harga cabai keriting justru melonjak dari Rp26.000 menjadi Rp35.000 per kg.(mal/dra)

Pemkot Inginkan Gorong-Gorong Ditata Ulang

MALANG(BM)-Wali Kota Malang melakukan tindakan cepat terkait dalam pananganan banjir di Kawasan Perumahan De’Clauster Nirwana Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Malang. Langkah ini sebagai tindaklanjut adanya laporan warga sekitar yang mengatakan bahwa penyebab banjir lantaran gorong-gorong tidak berfungsi optimal, Kamis (12/1) “Kami mendapat laporan dari warga setempat bahwa terjadi banjir lagi beberapa hari lalu di wilayah itu. Jadi sekarang saya akan meninjau langsung apa penyebab banjir di perumahan tersebut,” kata Abah Anton usai menggelar Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kota Malang yang salah satunya membahas tentang proses penanganan banjir di Kota Malang. Menurutnya, pemerintah akan melakukan perluasan dan mengoptimalkan saluran gorong-gorong di wilayah yang terdampak banjir. “Sebelumnya, di kawasan itu juga terjadi banjir dengan ketinggian air sekitar 70 centimeter dan menggenangi beberapa rumah,” terangnya. Guna mengantisipasi kejadian serupa, Pemkot Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum akan menormalkan gorong-gorong dan menata kembali drainase secara maksimal. “Kami ingin ada sinergitas dari pengembang dan

KILAS

Rawan Bencana, BPBD Siapkan Dana Rp 5 Miliar

FOTO: BM/IST

AWASI: Perbaikan gorong-gorong akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi meluapnya air saat hujan deras.

masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan. Karena banjir terjadi akibat ulah manusia sendiri,” tuturnya. Dia mencontohkan, banjir di wilayah jalan Galunggung dan jalan Amblas lebih disebabkan drainase tak berfungsi secara

maksimal. Selain itu, akibat banyaknya bangunan yang berdiri di atas sungai dan kadangkal menutup saluran airnya. “Kalau di Pandanwangi itu memang ada bangunan pabrik yang berdiri di atas sungai, maka kita akan melihat dulu

prosedurnya, kalau menyalahi aturan kita sikat saja,” ujarnya. Peraturan Daerah Kota Malang No. 5 Tentang Bangunan menyebutkan jika bangunan melanggar ketentuan Perda maka Satpol PP wajib segera melakukan penertiban.(mal/dra)

www.beritametro.co.id

Banjir Besar, BPBD Catat 8.000 Rumah Terendam

PROBOLINGGO(BM) -Sejumlah petani di Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan menjerit lantaran kesulitan mendapatkan pupuk dalam jumlah yang semestinya, sehingga tanaman padi petani agar tidak terlambat dipupuk. Pupuk yang mengalami kelangkaan sejak dua minggu terakhir ini adalah Phonska, ZA, SP serta TS yang kesemua jenis pupuk tersebut sangat dibutuhkan para petani padi. Rofii salah seorang petani asal desa Asembagus menyampaikan kelangkaan pupuk ini sudah berlangsung kurang lebih dua minggu, hal ini diduga karena seluruh petani melakukan tanam secara serempak sehingga kebutuhan pupuk menjadi sangat tinggi sedangkan stok yanga ada terbatas. Petani harus berebut membeli pupuk ditoko pertanian, tapi banyak yang sudah kosong, ujarnya. Dia mengeluhkan karena langkanya pupuk ini, Sebagian petani terpaksa membeli pupuk PERWAKILAN

MALANG(BM)-Kabupaten Malang termasuk daerah rawan bencana alam terutama di wilayah Selatan, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyiapkan segalanya sedini mungkin. Selain anggaran, program kerja juga telah dirancang sedemikian rupa, seperti yang disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Malang, Iriantoro, Kamis (12/1). “Tahun 2017 kita siapkan anggaran sebesar Rp. 5 miliar, “katanya. Dana sebesar itu dialokasikan untuk dua kegiatan.”Pertama, untuk penanggulangan bencana sebesar Rp. 2,7 Miliar, sementara sisanya sebesar Rp. 2,3 Miliar untuk anggaran pelatihan tanggap bencana kepada pelajar dan masyarakat,”terangnya. Anggaran Rp 5 miliar tersebut, masih menurut mantan Sekertaris Dewan DPRD Kabupaten Malang ini, masih bersifat fleksibel. “Artinya dana Rp 5 miliar tersebut masih bisa ditambah jika ada peristiwa bencana besar yang terjadi dan membutuhkan dana segera,” ujarnya. Sebagai informasi, awal Januari ini BPBD Kabupaten Malang sudah mengeluarkan Rp. 81.250.000 untuk penanggulangan bencana akibat angin puting beliung di berbagai wilayah Malang.”Kita berharap tahun ini di Kabupaten Malang tidak terjadi bencana seperti tahun lalu,”harap Iriantoro yang juga mengatakan program kerja pelatihan mitigasi bencana menjadi keniscayaan dalam meminimalisir korban bencana alam.(mal/dra)

PASURUAN - PROBOLINGGO

berita metro

PASURUAN (BM) -Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada sekitar 8.000 rumah di Kabupaten Pasuruan yang terendam banjir mulai Rabu (11/1) malam. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti jembatan dan bangunan juga mengalami kerusakan parah. Bhakti Jati Permana, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan menjelaskan, 8000 rumah tersebut tersebar di 8 kecamatan, yakni Kraton, Bangil, Beji, Pohjentrek, Grati,

FOTO BM/IST

TEKAN: Operasi pasar cabai akan menjual dengan harga Rp 45 ribu per kg.

winongan, Rejoso dan Pandaan. Ada 8 wilayah yang paling terdampak paling banyak adalah Kecamatan Bangil, dimana sebanyak 3373 rumah di 5 desa yang terendam, diantaranya Desa Masangan, Manaruwi, Tambakan, Kalirejo dan Kalianyar. “Selain Bangil, dampak banjir paling besar juga melanda warga Grati, yakni 1000 rumah di Kedawung Kulon dan sekitar 700 rumah di Kedawung Wetan. Banjir kali ini memang sangat besar, karena ketika intensitas hujan sangat

tinggi, air laut tengah pasang sehingga tidak dapat menampung debit air yang besar,” kata Bhakti. Tak hanya merendam pemukiman penduduk, banjir kali ini juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum, diantaranya sisi jembatan alias oprit jembatan sedodol di Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton yang jebol karena tergerus air. “Mulai tadi malam PU Bina Marga sudah melihat jembatan ini, dan memutuskan untuk sementara ditutup karena mengantisipasi

jembatan akan ambles kalau terus dilewati kendaraan,” imbuhnya. Sementara Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Hari Apriyanto menegaskan bahwa ditutupnya akses lalu lintas menuju jembatan sedodol, semata-mata demi keselamatan pengguna jembatan tersebut. “Sementara kita tutup jembatan ini sampai kita menunggu perbaikan. Untuk pertanda, kita tutup lubang tersebut dengan ranting bambu, supaya masyarakat juga mengetahui,” tandasnya.

Selain jembatan Sedodol yang rusak akibat banjir, fasilitas lain seperti paving dan aspal di Pandaan juga mengalami kerusakan cukup berat, berikut salah satu SD Maarif NU di Pandaan, rumah di Grati, tanggul di Grati yang jebol, hingga puluhan tambak di Bangil. “Kita masih mendata, jadi belum tahu totalnya berapa. Tapi kalau anggaran untuk kebencanaan untuk kali ini masih ada dan kita ambil dari tahun 2016 yang masih menyisakan Rp 3 Miliar,” jelasnya.(pas/dra)

Pupuk Langka, Petani Menjerit

FOTO BM/IST

PANEN : Petani ketika melakukan hasil panen padi di sawah miliknya.

non subsidi karena khawatir padinya mengalami keterlambatan pemupukan, namun nyatanya pupuk non subsidi pun ternyata sulit diperoleh. Kami bingung harus mencari kemana lagi untuk mendapatkan pupuk untuk dipakai pada tanaman padi kami yang sudah waktunya untuk dipupuk, ujarnya. Dijelaskan sekarang untuk

mendapatkan pupuk, setiap hari petani harus mendatangi sejumlah kios pupuk untuk menanyakan kapan pupuk datang, Namun dapat dipastikan jika pupuk datang, para petani pasti berebut untuk mendapatkan bagian. “Pemilik kios juga sekarang ini tidak bersedia dititipi uang untuk pembelian pukul mereka mengaku kahwatir tidak

kebagian pupuk juga, kata Rofii. Sementara itu, menurut petani lainnya, Dedi, pupuk yang mengalami kelangkaan ini adalah phonska dan Urea, sehinga petani harus menunggu atau antri pupuk karena disetiap kios langka. Untungnya meski terjadi kelangkaan kenaikan harga pupuk tidak signifikan, untuk phonska harga

per karung berisi 50 kg sebesar Rp 145.000, dan urea Rp 95.000 hingga Rp 100.000 untuk 25 kg dan ZA Rp 150 ribu perkwintalnya. Katanya kalau pesan 40 kw hanya dikirim 3 kw, sehingga tidak memenuhi kebutuhan petani, kata Rohman. Untuk mengatasi kelangkaan tersebut kini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kabupaten Probolinggo, Ahmad Hasyim Ashari, saat dikonfirmasi terkait kelangkaan pupuk yang terjadi diwilayah kerjanya, mengatakan jika kelangkaan pupuk yang terjadi kali ini tidak akan berlangsung lama. Lantaran surat keputusan (SK) kebutuhan pupuk untuk tahun 2017 ini sudah ditanda tangani olehnya. Bahkan pihak penanggung jawab dari pupuk kaltim dan Petro menyampaikan jika pupuk sudah siap digudang masing-masing, Senin depan kami agendakan rapat dengan pupuk kaltim dan petro, hasilnya seperti apa nanti kami kabari lagi, tandasnya.(sip/dra)

KILAS

Media, Partner Pemerintah dalam Pembangunan

PROBOLINGGO (BM) – Kepala Bagian Humas Protokol dan Rumah Tangga Wiwit Suryaningsih, S.STP, MM mengatakan, pentingnya kerjasama dalam bentuk kebersamaan dalam membangun Kabupaten Probolinggo, utamanya dalam bidang pemberitaan.Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Humas Protokol Dan Rumah Tangga Wiwit Suryaningsih, S.STP, MM, ketika melakukan tatap muka dengan sejumlah wartawan cetak di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Kamis (12/1) siang kemarin. Menurutnya, media merupakan partner pemerintah daerah dalam menginformasikan berbagai informasi penting kepada publik, sehingga keberadaannya sangat strategis untuk menunjang pembangunan.”Media sebagai corong informasi, yang di sajikan langsung pada publik. Sehingga, masyarakat tahu langsung. Informasi sangat dibutuhkan keberadaannya,”terang Wiwit. Disebutkan, banyak informasi penting terhadap berbagai program pembangunan yang disuarakan oleh media, sehingga bisa diketahui publik. Hal tersebut berdampak langsung pada kemajuan pembangunan karena masyarakat tahu dan mengerti informasi dimaksud, sehingga bisa menjadi partisipasi langsung dalam pembangunan. “Juga tidak luput dari peran dan fungsinya sebagai pengontrol sosial, sehingga dapat menjadi sosial kontrol terhadap kebijakan pemerintah dalam menuju arah pembangunan yang lebih baik dan tepat,”jelas Wiwid yang dihadiri juga Kasubbag Humas, Yulistina Widiarningrum, S.Sos serta Kasi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo, Wahyu Hidayat, S.Sos. M.Si. Dirinya mengharapkan agar hubungan baik yang telah terbina selama ini dapat semakin terjalin dan lebih ditingkatkan lagi, terutama dalam memberitakan berbagai informasi penting kepada publik untuk menuju pembangunan Kabupaten Proboliggo disegala aspek dalam rangka menuju arah pembangunan yang tepat sasaran. (sip/dra)

FOTO BM/SAIFULLAH

SAMPAIKAN : Kepala Bagian Humas Protokol Dan Rumah Tangga Wiwit Suryaningsih, S.STP, MM, ketika menyampaikan peran pentingnya media.

MALANG RAYA: AJI A HAJI (KOORD), M. KHOLIL, AGUS SUSANTO PASURUAN - PROBOLINGGO: Saifullah


06 M E T R O S P O R T

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Pelatih Anyar Bhayangkara FC Datang

KILAS

Latihan Perdana, Ajang Seleksi SURABAYA (BM) – Persiapan menyambut kompetisi kasta teratas sepakbola Indonesia segera digeber Bhayangkara FC. Simon McMenemy yang menjadi pelatih untuk musim 2017 ini telah menginjakkan kakinya di Tanah Air. Sembari menggelar sesi latihan resmi, Bhayangkara FC juga menyeleksi pemain. McMenemy mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Kamis (12/1) siang. Ia baru saja melakukan perjalanan panjang dari Eropa. Mantan pelatih Timnas Filipina ini berangkat Bandara Internasional Schiphol, Amsterdam, Belanda, Rabu (11/1) kemarin pukul 15.50 waktu setempat. Mengenakan pakaian casual dengan kaos hitam dan jaket abu-abunya, McMenemy keluar dari lorong kedatangan bandara. Ia disambut sekaligus dijemput oleh Corporate Secretary Bhayangkara FC, Rahmad Sumanjaya. McMenemy tak akan langsung ke Surabaya. Ia akan menginap selama sehari di Jakarta. Ia bahkan telah bertemu dengan CEO Bhayangkara FC, Gede Widiade. «Coach Simon akan menginap di Jakarta. Ia sangat kelelahan karena baru terbang 13 jam dari Eropa,» sebut Rahmad.

ISTIMEWA

SIAP MELATIH: Pelatih anyar Bhayangkara FC, Simon McMenemy, bersama CEO Gede Widiade di salah satu hotel di Jakarta, Kamis (12/1) kemarin.

Rencananya, latihan perdana Bhayangkara FC di bawah pelatih baru itu sekaligus sebagai ajang seleksi. Sesuai jadwal yang disusun arsitek asal Skotlan-

dia tersebut, seleksi berlangsung dua hari, 13-14 Januari. Apalagi sebelumnya tim milik Polri ini telah menggelar latihan di Lapangan Mapolda Jatim.

Skuad proyeksi Bhayangkara FC saat ini banyak dihuni baik pemain yang masih berstatus siswa maupun polisi aktif. Sesi latihan pertama kali digeber, Senin (9/1) kemarin di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Latihan ini juga menjadi ajang pemanasan bagi pemain sebelum melakoni fase seleksi. «Latihan pertama kemarin lebih difokuskan untuk pemulihan kondisi lantaran pemain yang berstatus siswa baru mengikuti pendidikan di Mojokerto. Hingga pelatih Simon datang, kami akan genjot fisik pemain. Baru kemudian kami masuk ke sesi seleksi,» ujar asisten manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji. Seleksi ini bertujuan untuk menjaring pemain baru. Sebab, kata Sumardji saat ini Bhayangkara FC kebanjiran pemain seleksi yang semuanya dari calon anggota Polri. «Nanti kami sisakan 18 pemain saja. Dua kiper dan 16 pemain di posisi lain. Mereka yang terpilih akan kami gabung dengan pemain lama,» terang mantan Wakapolres Jombang ini. Seperti diketahui bersama, McMenemy telah ditunjuk sebagai pelatih Bhayangkara FC pada akhir Desember 2016 lalu. Ia menggantikan posisi Ibnu Grahan. Sedangkan Ibnu sendiri diproyeksikan sebagai asisten pelatih. (dek/nii)

Timo Scheunemann

Timo Scheunemann Ditawari Latih Persiba BALIKPAPAN (BM) - Persiba Balikpapan menawari pelatih berkebangsaan Jerman kelahiran Kediri, Jawa Timur, Timo Scheunemann, untuk menangani tim berjuluk “Beruang Madu” itu pada kompetisi Liga Super Indonesia musim 2017. “Insya Allah pada Jumat (13/1), kami akan bertemu untuk membicarakan kontrak dan lain-lain,” kata Ketua Umum Persiba H Sjahril M Taher dihubungi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis kemarin. Timo bukan orang asing di Persiba, karena pada 1997 saat kompetisi bernama Liga Kansas, pelatih yang kini berusia 43 tahun itu bermain di depan publik Kota Minyak dan menjadi bagian dari tim Beruang Madu. “Jadi, dia punya kenangan juga dengan Lapangan Merdeka dan Stadion Parikesit ini,” kata Teddy, jurnalis olahraga senior Balikpapan. Setelah dari Persiba, Timo bermain ke Liga Singapura untuk Tampines Rovers, klub striker Timnas Singapura Khairul Amri yang juga pernah menjadi striker Persiba. Timo juga sudah pernah bekerja sama dengan Bima Sakti saat melatih Persema Malang pada 2010-2011. Bima Sakti saat ini tercatat sebagai pemain senior di Persiba dan juga mengambil peran sebagai asisten pelatih. Saat menjadi pelatih Persema Malang itulah, Timo merekrut Irfan Bachdim, striker timnas Indonesia yang dinaturalisasi dari kewarganegaraan Belanda. “Kami juga tahu Timo sangat antusias membina pemain muda seperti yang dikerjakannya di Malang saat ini,” kata H Sjahril. Timo juga dikenal pernah menjadi pelatih tim nasional, yaitu Timnas Putri Indonesia untuk SEA Games 2009 di Laos. Menurut Sjahril, bila kesepakatan bisa didapat, maka Timo akan langsung mulai merekrut pemain dari Malang. Kemunculan nama Timo Scheunemann sebagai arsitek Persiba musim 2017 ini terdengar belakangan, karena sebelumnya disebut nama Fachri Husaini, pemain dan pelatih yang lekat dengan klub PKT Bontang. Selain itu, ada juga nama Peter Butler, pelatih asal Inggris yang sempat dua musim menukangi Persiba di era kompetisi Divisi Utama. (nov/ant/nii)

Gol Messi Penentu Lolosnya Barca

Nathan Redmond sedang selebrasi gol.

Southampton Kalahkan Liverpool di Piala Liga

Nathan Redmond Menjadi Sang Penyelamat JAKARTA (BM) - Penyerang klub Southampton Nathan Redmond meyakini kemenangan timnya kala menjamu Liverpool di St. Marry Stadium pada pertandingan leg pertama Piala Liga Inggris, dapat menjadi titik balik pihaknya di musim ini. “Mudah-mudahan kemenangan ini dapat memberikan kita beberapa momentum ke depan di sisa musim ini,” ujar Redmond seperti dikutip dari laman resmi Southampton FC di Jakarta, Kamis. Redmond yang menyarangkan satusatunya gol dalam pertandingan itu

pada menit ke-20, digambarkan dalam laman tersebut seperti sang penyelamat yang memberikan keuntungan kecil pada klubnya di babak semifinal Piala Liga Inggris, menjelang perjalanan ke Anfield dua minggu mendatang untuk leg kedua. Setelah kesulitan mengeluarkan tajinya selama periode Natal, Redmond sendiri sangat bergembira dengan peranannya kemenangan tipis tersebut. “Semuanya senang. Kami bermain baik dan mencetak ‘clean sheet’. Setiap pemain bekerja keras untuk itu dan pulang

dengan kemenangan dari pertandingan tandang pada leg kedua adalah langkah besar ke depannya,” kata Redmond. Kendati memiliki misi untuk membawa kemenangan di laga tandang nanti, Redmon mengakui pihaknya saat ini sedang merasa kesulitan sejak Natal dan sempat terjebak di dalamnya, namun menurut dia semua orang memberikan semua yang mereka miliki dan berusaha menyelesaikan tantangan yang ada. “Ini menunjukkan bahwa kami bersatu dan berjuang untuk melaluinya. Selain itu, baik juga mendengar

para penggemar di belakang kami lagi, seperti yang mereka lakukan sepanjang musim ini,” ucap dia. Redmond pun berharap kemenangan atas The Reds ini bisa memberikan kepercayaan diri untuk sisa pertandingan klub itu, terlebih pada Januari ini mereka akan menghadapi jadwal yang padat. “Dengan kemenangan ini, kami akhirnya memiliki sedikit rasa tersebut lagi sesudah mengalami masa sulit. Tidak ada yang bekerja keras seperti kami untuk berusaha mendapatkan hal tersebut,” tuturnya menambahkan. (ana/nii)

Trio Prancis Bertahan di Meriam London LONDON (BM) - Trio pemain Prancis, Laurent Koscielny, Olivier Giroud, dan Francis Coquelin, telah meneken kontrak baru berdurasi panjang di Arsenal. Demikian dirilis manajemen klub berjuluk meriam London itu, Kamis (12/1). Koscielny, yang telah mencatatkan 273 penampilan sejak kedatangannya pada 2010, mengungkapkan melalui akun Twitternya bahwa ia memperpanjang masa kerjanya sampai 2020. Penyerang Giroud, yang mengoleksi sembilan gol dari 19 penampilannya musim ini, merupakan pencetak gol terbanyak klub pada musim lalu dengan 24 gol di semua kompetisi, sedangkan Coquelin merupakan sosok kunci di lapangan tengah yang telah mengoleksi 131 penampilan untuk klub. “Kami sangat senang bahwa tiga anggota penting tim kami berkomitmen jangka panjang untuk kami,” kata manajer Arsene Wenger kepada situs resmi klub

Laurent Koscielny, Olivier Giroud, dan Francis Coquelin

(www.arsenal.com). “Olivier memiliki pengalaman besar pada permainan sekarang dan telah

menjadi pemain yang semakin dan semakin lengkap sejak bergabung dengan kami. Francis telah melakukan gebra-

kan-gebrakan teknik yang besar dalam beberapa tahun terakhir karena ia begitu fokus setiap hari.” “Laurent tentu saja merupkan bagian kunci dari skuad kami dan saya percaya ia merupakan salah satu bek terbaik di dunia saat ini. Maka secara keseluruhan ini merupakan kabar hebat bagi kami.” Perpanjangan kontrak ketiganya akan menghadirkan rasa lega bagi Arsenal setelah muncul pertanyaan-pertanyaan mengenai kemampuan mereka mempertahankan pemain-pemain terbaiknya, di tengah negosiasi yang berlarut-larut dengan dua pemain berpengaruh Alexis Sanchez dan Mesut Ozil. Arsenal saat ini menghuni peringkat kelima di klasemen liga, tertinggal delapan angka dari pemuncak klasemen Chelsea setelah 20 pertandingan, dan mereka akan melawat ke markas tim peringkat kedua dari bawah Swansea City pada Sabtu besok.(rtr/ant/nii)

BARCELONA (BM) - Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar menyumbangkan gol ketika Barcelona mengalahkan Athletic Bilbao 3-1 pada pertandingan Rabu waktu setempat. Kemenangan ini membalikkan ketertinggalan tim Catalan dari leg pertama dan memastikan melangkah ke perempat final Piala Raja Spanyol. Tendangan voli dari Luis Suarez memberi keunggulan awal bagi Barca pada menit ke-35, dan pemain internasional Brazil Neymar menambah gol lewat penalti tiga menit memasuki babak kedua dan sekaligus memberi keunggulan bagi Barca setelah tim itu kalah 1-2 pada pertandingan leg pertama. Namun Athletic dengan cepat memperkecil ketertinggalan setelah bek pengganti Gorka Elustondo memberi umpan silang kepada Enric Saborit yang menjadi gol pada menit ke-51.Messi selanjutnya memastikan gol ketiga bagi Barca pada menit ke-79, dan memastikan tim itu masuk perempat final, setelah unggul agregat 4-3. (rtr/ant/nii)

Penambahan Tim Disambut Positif TOKYO (BM) - Keputusan FIFA untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia menjadi 48 tim akan menjadi katalis bagi perkembangan sepak bola di negara-negara yang terpinggirkan dari turnamen sepak bola utama itu. Hal itu dikatakan Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) Kozo Tashima. Tashima adalah anggota Dewan FIFA, yang pada Selasa memilih untuk menambahi 16 tim pada jumlah 32 tim saat ini dari edisi 2026 turnamen ini. Sejumlah kritik mencemaskan ekspansi itu akan menurunkan standar keseluruhan turnamen, namun Tashima menegaskan dengan memberi contoh Jepang, yang telah ambil bagian pada lima Piala Dunia terakhir, dan mengatakan itu akan menghadirkan dorongan bagi perkembangan sepak bola secara global. “Banyak tim di Asia juga begitu dekat untuk siap sepenuhnya untuk berpartisipasi” kata Tashima kepada Reuters pada Kamis. “Jepang sama saja ketika kami pertama kali berpartisipasi pada 1998. Kami mencicipi rasa seperti apa sepak bola pada level dunia dan mampu untuk tampil konsisten pada lima Piala Dunia berikutnya. Ini berkontribusi begitu besar terhadap perkembangan sepak bola Jepang.” “Saya percaya negara-negara di Asia, Oseania, Eropa, contohnya Islandia, dan negara-negara kecil lain layak memiliki kesempatan yang sama.” Kashima menegaskan kemenangan Islandia atas Inggris di Piala Eropa untuk mencontohkan poinnya. “Di masa lalu, turnamen-turnamen lebih mengenai Eropa melawan Amerika Selatan, namun sekarang, banyak tim nasional lain menjadi lebih kuat,” tuturnya. “Kami sekarang berada dalam generasi di mana bahkan Islandia mampu mengalahkan Inggris. Keputusan kami berdasarkan pada fakta bahwa penambahan jumlah tim akan menjadi, tanpa diragukan, kemajuan sepak bola, secara global.” Titik pembicaraan lain di sepak bola Asia adalah uang yang digelontorkan klubklub Liga China untuk menarik pemain-pemain papan atas dari luar negeri.(rtr/ant/nii)


OPINI 07

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

TAJUK

Kenaikan Harga Cabai BELAKANGAN ini masyarakat banyak yang mengeluhkan kenaikan harga cabai, yang hingga menyentuh harga di kisaran Rp 100 ribu per kg. Bahkan di beberapa daerah melewati angka psikologis tersebut. Seperti di Sumenep, ada yang harganya sampai Rp 138 ribu per kg. Dampak langsung dari kenaikan harga cabai tersebut, tentulah menyasar para ibu rumah tangga, dan warung-warung yang berjualan makanan pedas. Seorang penjual rujak di Malang membuat sebuah ‘kebijakan’, dengan membatasi jumlah cabainya untuk setiap satu porsi rujak maksimal 3 buah cabai. Kalau ingin lebih pedas, dipersilakan membawa cabai sendiri. Seorang ibu rumah tangga di desa membuat ‘kebijakan’ yang lain lagi. Seiring naiknya harga cabai, dan bahkan harga bumbu-bumbu yang lain, mereka lebih memilih ‘puasa’ makan cabai. Untuk sementara waktu tak memakan cabai, sambil menunggu turunnya harga. Lain lagi yang dilakukan para pejabat. Menteri Pertanian mengintruksikan gerakan menanam cabai, Bupati Sidoarjo mengajak masyarakat menanam cabai di pekarangan warga atau di polybags. Walikota Surabaya menginstruksikan kepada para pedagang untuk tak membawa cabai keluar daerah. Selain itu, banyak pejabat yang melakukan operasi pasar untuk ‘mengerem’ naiknya harga cabai. Pemecahan masalah yang dilakukan parsial dan bukan oleh ahlinya seperti itu, hanya mampu memberikan solusi sesaat. Dan itu pula yang selama ini terus berulang, sehingga menimbulkan fluktuasi harga cabai dengan selisih yang sangat besar. Kenaikan harga yang selangit, atau jatuhnya harga yang sangat drastis, menjadi hal yang tak asing lagi bagi masyarakat. Akankah model penyelesaian seperti ini terus dilanjutkan? Pemerintah melalui aparat terkait tentunya sudah sangat memahami siklus yang terjadi tersebut. Ujung-ujungnya para petani dan atau masyarakat konsumen menjadi korban dari‘akrobat’ harga komoditas yang bergerak secara liar tersebut. Pemerintah melalui aparat terkait seharusnya segera mengambil langkah komprehensif dan terintegrasi atas problem ‘menahun’ semacam itu. Bukan saja kenaikan harga cabai, tetapi juga produk pertanian yang lain. Pemerintah harus mampu mendata stok dan kebutuhan pasar secara riil. Aparat terkait dari pusat sampai daerah harus mampu mendata peta produksi, tingkat produksi, serta masa-masa produksi. Ciptakan setra-sentra tanaman cabai di daerah-daerah tertentu, dan kendalikan tingkat produksinya sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar. Dan tak kalah pentingnya, lakukan pengawasan tataniaga dan mekanisme pasar, agar antara stok dan kebutuhan terjaga secara berimbang. Jangan sampai terjadi persediaan yang melimpah ruah, atau sebaliknya, jangan sampai terjadi kekurangan stok secara signifikan. Awasi alur perdagangan, jangan sampai ada oknum-oknum yang mempermainkan harga, demi untuk mengeruk keuntungan pribadi di atas penderitaan petani dan atau konsumen. Totok Hartana

Sopir DitemukanTewas TRAILER.. “Awalnya truk ini melaju dari Perak arah waru. Saat di tol KM 2.100 tiba-tiba truk menabrak pembatas tol, kemudian oleng ke kiri nabrak pagar tol dan terjebur,” katanya di lokasi. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang memantau dari radio panggil Pemkot Surabaya terjun langsung ke lokasi evakuasi trailer yangmenabrakpembatastolPerak -Waru Kilometer 2.100 di kawasan Morokrembangan, Kamis (12/1). Perempuan pemimpin Surabaya itu sempat memantau proses evakuasi dan sempat memberikan instruksi kepada para petugas juga warga sekitar yang berada di lokasi. Risma memimpin proses evakuasi tersebut dengan menginstruksikan beberapa cara agar truk tersebut bisa terangkat dan sopir bisa ditemukan. Tidak hanya itu, seiring macetnya kondisi lalu lintas di sekitar lokasi evakuasi, Risma juga sempat menginstruksikan agar warga sekitar memberi jalan untuk ambulans yang hendak menuju ke lokasi. Evakuasi Hingga sekitar pukul 16.30 WIB, dua alat berat backhoe milik Dinas PU Bina Marga Surabaya diterjunkan di lokasi, terutama untuk proses menarik kabin atau kepala truk yang memuat kontainer kosong itu. Letak kepala truk sudah berhasil diketahui, namun posisi sopir masih dalam pencarian. Chandra Oratmangun Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya berdiri di alat berat memberi instruksi pencarian sopir. Petugas linmas bahkan sudah meny-

MUI Pusat dan melarang untuk menginjakkan kaki di tanah Sintang,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto melalui keterangan tertulis, Kamis siang. Rikwanto mengatakan, mulanya kelompok Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang hendak menggelar acara pelantikan pengurus yang dilakukan Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Saat menunggu kedatangan Cornelis, warga mendengar informasi kedatangan Tengku dan

agi-pagi saya ke pasar dengan semangat juang ingin masak Sambel Goreng Ati Telor Puyuh. Saya mendatangi abang sayur langganan dan tanpa ragu memilih cabai merah dengan ukuran paling besar dan warna paling terang. Saat hendak membayar, si abang tukang cabai menyebutkan angka yang rasanya tidak masuk akal dan bikin kuping agak panas karena kaget. “Kok mahal amat?! Gak salah yah bang?” Dengan tatapan memelas si abang pun mulai curhat tentang cabai yang harganya meroket. Pasokannya juga mulai susah, bahkan ada beberapa temannya sesama tukang jualan cabai lebih memilih tidak berjualan daripada rugi. Padahal, kalau tidak berjualan, mereka tidak mendapat penghasilan. Kalau mereka tidak mendapatkan penghasilan,

iapkan kantong jenazah. Skenario evakuasi ini, pertama, kepala truk akan diangkat dengan crane salah satu jenis alat berat yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya. Selanjutnya, pada posisi tersebut, dua petugas dengan pengaman tali yang tersangkut di atas backhoe akan menyisir keberadaan sopir yang masih terjebak di kabin truk. Kurang lebih sudah 3 jam setengah evakuasi berlangsung sejak proses menabraknya trailer itu sekitar pukul 13.00WIB. Mulai dari menggaruk lumpur serta menyemprotkan air dari atas untuk membuka ketebalan lumpur di permukaan bozem. Tidak lama kemudian, crane yangdimanfaatkanuntukevakuasi kepala truk sesuai skenario di atas tiba ke lokasi. Crane ini diletakkan di jalan tol agar bisa mengangkat kepala truk. Ada tiga petugas Dinas Kebakaran yang menyelam untuk melakukan evakuasi. Karena hujan yang sangat lebat dan tidak kunjung reda, maka petugas pun melakukan penyelaman secara bergantian. Setelah petugas Dinas Kebakaran, Petugas Basarnas terjun untuk menyelam dan berupaya melakukan evakuasi. Setelah berjam-jam proses evakuasi, sekitar pukul 18.00 WIB evakuasi telah dihentikan. Keberadaan sopir yang diketahui bernamaMudori(61)wargaKletek, Taman, Sidoarjo, ditemukan. Malau Petugas Senkom Jasa Marga mengatakan, sopir itu ditemukan dalam kondisi meninggal. “Penumpangnya memang satu orang, dan ditemukan meninggal,” ujarnya. (ssn/tit)

Sambungan Halaman 1 rombongan. Menurut informasi yang diterima Rikwanto, mereka menolak kedatangan tersebut karena pernyataan Tengku di media sosial yang menyinggung masyarakat dayak melalui media sosial. Melihat aksi penolakan itu, Tengku dan rombongan tidak jadi turun dari pesawat. Mereka langsung lepas landas meninggalkan Sintang menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia menuju Pontianak. “Selama pelaksanaan aksi penolakan, situasi aman dan terkendali,” kata Rikwanto. (kom/tit)

bagaimana caranya keluarga mereka bisa makan? Bahkan demi menjaga kelangsungan hidup, adapula ibu-ibu yang rela berebutan memunguti cabai yang berjatuhan ke jalanan dari truk pengangkut cabai, lalu menjualnya lagi demi sekedar mendapatkan Rp 2.000 sampai Rp 5.000. Dan yang cukup parah pula, cabai busuk pun saat ini menjadi incaran untuk diperjualbelikan dengan harga murah. Sungguh miris mendengar cerita si abang. Di saat begitu banyak petinggi negara hidup berfoya-foya bahkan makan mewah atas biaya negara, ada rakyat kecil yang hidupnya sudah susah kini semakin susah karena harga cabai yang naik ini. Tahun 2017 baru saja berjalan beberapa hari. Tapi masalah seakan sudah membentang luas di hadapan kita. Dimulai dari harga BBM yang naik, sehingga

Cynthia Abadi Lie FOF Indonesia Ambassador

otomatis membuat barang kebutuhan lainnya ikut naik, harga cabai yang melonjak drastis karena gagal panen, harga listrik yang kabarnya akan naik pula, sampai ke biaya STNK/BPKB mobil yang juga naik hingga 100%! Belum lagi masalah lain yang jika kita sebagai manusia kurang kuat menghadapinya, sudah pasti akan membuat kita jatuh dan stress. Di tengah begitu banyaknya permasalahan hidup yang harusnya menjadi fokus utama kita, masihkah perlu kita mengurusi hal yang berbau sara atau politik? Padahal kita sendiri tidak paham benar seperti apa dan bagaimana politik itu. Kita menjadi masyarakat yang mudah terprovokasi, mencampuri urusan orang lain,

saling menjatuhkan, saling menghujat bahkan saling menebar kebencian. Rasanya tak pantas kita memasuki tahun baru ini dengan berbagai pikiran negatif yang hanya akan menghambat kita untuk maju. Apalah artinya resolusi tahun baru kalau kita tidak bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lihatlah ke sekeliling kita, kenyataannya, ada begitu banyak orang yang masih hidup dalam garis kemiskinan hingga karena harga cabai naik mereka tidak bisa makan. Kita tidak perlu muluk-muluk membuat berbagai resolusi untuk tahun yang baru, cukuplah dengan mengubah pola pikir kita dari yang negatif menjadi positif. Mari berdoa, saling menguatkan dan berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Percayalah, bahwa pada saat kita berpikiran positif, apapun masalah yang dihadapi,

kita pasti sanggup mengatasinya. Dan kita akan melihat ada begitu banyak jalan terbuka saat kita mengembangkan pikiran yang positif. Milikilah mental pemenang untuk menghadapi tahun 2017 ini. Menang dalam mengatasi masalah hidup dan kehidupan, menang dalam mengatasi keegoisan diri kita. Jangan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, tapi belajarlah berpikir untuk kepentingan orang di sekitar kita. Lakukan yang terbaik selama kita masih diberi kesempatan hidup, niscaya Yang Maha Kuasa akan memberikan jalan terbaik bagi kita untuk menyelesaikan apapun di tahun 2017 ini. Selamat menempuh tahun yang baru dan selamat menikmati kemenangan dalam segala hal dimulai dari pikiran yang positif. (*)

Terjadi Hujan Es di Beberapa Titik HUJAN..

Sambungan Halaman 1

Jombang, Lamongan, Gresik, Kepanjen, Sidoarjo, Pamekasan, Sampang, Bangkalan dan Tuban. Hujan Es Beberapa warga Surabaya melaporkan, saat terjadi hujan disertai angin kencang sejak sekitar pukul 15.30, beberapa kawasan di Surabaya juga mengalami hujan es. Antara lain di Wiyung dan

Balas Klumprik. Sedangkan hujan es di Gresik terjadi di kawasan Driyorejo. Julie Isa yang tinggal di Balas Klumprik mengunggah foto di facebook yang menunjukkan butiran es di tangannya. Demikian halnya Christian Nung yang memotret butiran es itu di tangannya dengan kamera pribadinya. Tidak hanya hujan es, beberapa netter juga mengung-

gah foto terjadinya puting beliung di beberapa kawasan di Surabaya dan sekitarnya. Puting beliung terjadi di kawasan Balas Klumprik, Surabaya, juga di kawasan Driyorejo, Gresik. Akibat hujan deras disertai angin kencang, beberapa kawasan di Surabaya Selatan mengalami genangan yang cukup tinggi. Banjir cukup tinggi terjadi di Jalan Mayjend Sungkono mencapai 60 sentimeter. Selain itu, banjir juga ter-

jadi di Prapen Tenggilis, Jalan Nginden hingga masuk ke rumah warga, serta di wilayah Pucang Adi dan Pucang Jajar. Banjir juga terjadi di kawasan Ciliwung serta di Adityawarman, tepatnya di kawasan depan Sutos. Taufik Hermawan Kasie Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Juanda sempat mengatakan hujan deras disertai petir dan angin kencang di beberapa kawasan Surabaya akan berlangsung selama 30 menit

hingga 80 menit sejak peringatan dini pukul 15.30 WIB. BMKG memantau melalui citra radar cuaca, bahwa Awan Cumulonimbus (CB) yang menjadi penyebab hujan disertai angin kencang itu bergerak ke arah Sidoarjo Kota. Adapun kecepatan angin, menurutnya memang meningkat cukup signifikan. Dari kecepatan normal antara 5 hingga 30 kilometer per jam menjadi 30 hingga 65 kilometer per jam, atau antara 15 hingga 35 knot. (ssn/tit)

Perwakilan Mahasiswa Bertemu Dewan

Sambungan Halaman 1

Tak Jadi Turun Pesawat

WARGA..

P

Berempati di Tengah ‘Pedasnya’ Harga Cabai

GUS IPUL..

Sambungan Halaman 1

pemerintah segera mencabut Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 2016 tentang tarif pungutan bukan pajak. Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah membatalkan kenaikan tarif dasar listrik bagi masyarakat golongan 900 VA, serta mendesak pembatalan kenaikan BBM serta meminta penyediaan BBM murah dan merata di seluruh SPBU yang ada di Indonesia. Aksi mahasiswa yang mengatasnamakan gerakan bela rakyat 121 ini merupakan aksi serentak yang digelar di 19 kota di beberapa wilaya di Indonesia. Kondusif Setelah melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, para mahasiswa bergeser, melanjutkan aksinya di depan

Gedung DPRD Jatim. Sempat terjadi aksi saling dorong antara polisi dan mahasiswa di pintu Gedung DPRD Jatim. Sesaat kemudian perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa dipersilakan masuk bertemu wakil rakyat. Sebanyak 18 orang perwakilan mahasiswa dari masing-masing kampus di Surabaya dikawal masuk menuju gedung DPRD Jatim untuk melakukan audiensi. Kombes Pol M Iqbal Kapolrestabes Surabaya juga sempat memberikan arahan serta menenangkan ratusan massa dengan turun langsung ke lokasi. “Saya mohon adik-adik menyampaikan aspirasinya dengan baik, tertib dan santun. Kehadiran kami di sini mengawal kalian semua,” ujarnya kepada massa aksi. Massa pun mulai tertib.

Namun mereka tetap berorasi menyampaikan tuntutan serta kritik pada pemerintah. Antara lain mendesak Presiden agar mencabut PP Nomor 60 tahun 2016 tentang kenaikan tarif listrik, BBM, dan PNBP.

Pantauan di lokasi, keberadaan ratusan massa aksi ini tidak begitu mengganggu arus lalu lintas di depan Kantor DPRD Jatim di Jalan Indrapura. Massa berkonsentrasi di pintu timur kantor wakil rakyat sehingga lalu lintas jalan Indrapura terpantau tetap kondusif. Unjuk rasa dari BEM Se Jatim ini sebagai bagian aksi serentak BEM seluruh Indonesia (BEM SI) yang digelar secara serempak di 19 titik di Indonesia. Mereka menuntut dicabutnya PP Nomor 60 tahun 2016. Kantor Gubernur Mundzir salah satu perwaki-

lan massa mengatakan, aksi bela rakyat 121 kali ini merupakan wujud keresahan mahasiswa terhadap kebijakan Jokowi Presiden yang menaikkan beberapa kebutuhan rakyat. Mulai dari bahan bakar minyak, tarif dasar listrik (TDL) hingga tarif pengurusan surat kendaraan bermotor. Karenanya dalam aksi kali ini massa mendesak pemerintah segera mencabut PP 60 Tahun 2016 serta menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 900 volt. Selain itu massa juga mendesak pemerintah segera mengembalikan mekanisme penetapan subsidi BBM serta menjamin ketersediaan premium di seluruh SPBU yang ada.

Berbagai yel-yel dan lagu perjuangan juga dinyanyikan oleh para mahasiswa diantaranya lagu Salam Dua Jari khas Jokowi saat kampanye namun diplesetkan dengan “Salam dua

jari jangan lupa dengan janji”. Pengamanan Polrestabes Surabaya menurunkan 1.044 Personel untuk mengamankan kegiatan tersebut. Sedikitnya ada 19 titik secara nasional yang dituju oleh para demonstran. AKBP Bambang Sukmo Wibowo Kabagops Polrestabes Surabaya, mengatakan dalam pengamanan aksi nasional Bela Rakyat yang berlangsung kemarin, Polrestabes Surabaya menurunkan seluruh kekuatan untuk menjamin kondusifitas kamtibmasdiwilayahhukumPolrestabes Surabaya. Ada sekitar 1.044 personel Polrestabes Surabaya dan jajaran yang diturunkan. “Kekuatan kami bagi di beberapa titik yang menjadi sasaran aksi unjuk rasa yakni Kantor DPRD Jawa Timur dan Kantor Gubernur Jawa Timur Jl. Pahlawan Surabaya,” kata AKBP Bambang. (ssn/tit)

Ancam Datangkan Massa Lebih Besar MAHASISWA.. WIB sore. Meski waktu unjuk rasa sudah usai, mereka terlihat masih berunjuk rasa hingga pukul 18.30 WIB. “Pembakaran ini menggambarkan pemerintahan yang sedang sakit. Presiden hari ini menggangap remeh isu-isu yang kita bawa. Teman-teman kita di luar Jakarta menaruh harapan pada kita,” kata orator dari atas mobil komando di lokasi. Dari pantauan, dua orang perwakilan massa aksi 121 yang berada di Istana Negara pun telah keluar dan bergabung kembali dengan massa aksi 121 lainnya. Keduanya pun sempat, menyampaikan hasil mereka setelah diterima masuk ke dalam Istana Negara. “Ada 4 poin yg disepakati. Pak Presiden ( Joko Widodo alias Jokowi) enggan mau menemui kita. Beliau ada ratas (rapat terbatas) bersama menteri. Beliau ada di dalam (Istana Negara) tapi enggan menemui mahasiswa. Kita di terima Pak Teten lagi. Kita membawa 19 titik wilayah. Perjuangan kita belum selesai,” sambung perwakilan massa yang diterima masuk ke dalam Istana negara

Sambungan Halaman 1 dari atas mobil komando. Hal ini membuat massa mahasiswa kecewa. Orator pun mengatakan massa aksi 121 pria untuk bertahan dan terus melakukan aksi. Mereka pun diminta orator untuk maju satu langkah ke depan dari lokasi aksi mereka sehingga lebih dekat ke polisi. Orator mengajak massa lain untuk mendekat ke Istana Negara dari lokasi unjuk rasa mereka di depan Gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Polisi yang ada di lokasi terus mengimbau massa aksi untuk pulang karena waktu unjuk rasa sudah usai. Namun, para massa aksi tak mengindahkan imbauan polisi tersebut. “Mahasiswa, kalian pene­rus bangsa. Waktu unjuk rasa sudah usai, silahkan pulang, terima kasih,” kata Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Tri Yulianto. Mobil water canon dan baracuda pun terlihat disiagakan di sana. Ricuh Sekitar 700 massa aksi yang

tergabung dalam Aksi Bela Rakyat 121 mendesak polisi agar menyingkir dari hadapan mereka. Pengamanan polisi yang menghadang aksi massa ini sempat sedikit ricuh. Dari pantauan, sempat terjadi aksi saling dorong mendorong antara mahasiswa dengan barisan polisi di depan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Hal ini dikarenakan keinginan pihak aksi massa yang ingin menuju Istana Negara dihadang oleh barisan polisi di Jalan Medan Merdeka Barat. “Reformasi, Reformasi, Reformasi,” seru para mahasiswa sambil mendesak mundur polisi. Ancam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), mengancam akan menerjunkan massa yang lebih besar jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menemui perwakilan mahasiswa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. “Kita lihat aksi selanjutnya, akan jauh lebih ganas dari pada hari ini. Yang pasti jangan main-main dengan gerakan perlawanan mahasiswa” tegas

Ihsan Munawar salah satu koordinator Aksi Bela Rakyat Aksi 121 di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/1). Dia mengaku, sebelumnya mahasiswa sudah mengirim surat ke pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, untuk menyampaikan keberatan atas kebijakan Pemerintah yang menjadi tanggungjawab Presiden. “Apabila iktikad baik kami tidak digubris dengan baik, maka seharusnya mereka sadar, karena hari ini kami turun di seluruh Indonesia untuk menyampaikan aspirasi rakyat,” terang Ihsan. Mahasiswa Bangkit Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendukung aksi damai 121 yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/1). Apalagi, aksi tersebut untuk menuntut diturunkannya harga-harga yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, ia menyebut, aksi adalah bagian dari tanggung jawab dari sejarah mahasiswa. “Saya kira mahasiswa kembali menyuarakan apa yang

jadi harapan dari masyarakat. Mahasiswa bangkit menyuarakan apa yang jadi kegalauan masyarakat. Karena 2017 ini masyarakat dapat kado kenaikan harga-harga yang pasti mahasiswa mendapat dampak langsung dari kenaikan itu. Sementara gaji orangtua mereka tidak naik. Banyak mahasiswa yang tak terima,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/1). Meski demikian, dia mengingatkan agar mahasiswa tetap melakukan aksi dengan caracara yang rasional. Dimana itu adalah ciri dari mahasiswa, yakni intelektual, tidak anarkis, dan menghormati rambu hukum yang ada. “Saya kira kalau itu dilakukan dalam koridor demokrasi. Dan memang pemerintah, DPR dan DPRD penting untuk menerima mereka serta mendengar aspirasi mereka,” kata Wakil Ketua Dewan Syuro PKS ini. Menurutnya, mahasiswa juga penting untuk bertanggung jawab terhadap bangsa Indonesia. Sehingga, silahkan saja bila mereka menggelar aksi damai untuk mengkritisi pemerintah, tetapi mesti benar-benar bernuansa mahasiswa. Artinya, ada solusi, dan intelektualisme.(akt/tri/tit)


08 www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017 INDEX HARGA SAHAM SUMBER: WWW. IMQ21.COM 9 JANUARI 2017

-0.15% IHSG

0.5% STI

-0.1% NIKKEI

-0.3% FTSE

0.2% KLCI

0.4% DJIA

0.3% NASDAQ

5,114

2,873

18,357

6,809

1,630

19,152

5,399

HARGA EMAS

JUAL (RP/GR)

BELI (RP/GR)

US$/OZT:

550,159

528,152

1,201.80

KURS MATA UANG

IDR/USD: 13,268 SUMBER: GERAIDINAR 12 JANUARI 2017

SUMBER: KLIKBCA.COM 12 JANUARI 2017/ 16:05 WIB

JUAL USD SGD EUR AUD

13294.00 9335.06 14182.85 10017.62

BELI 13274.00 9315.06 14082.85 9937.62

Penjualan Motor Sepanjang 2016 Anjlok Hingga 8,47 Persen JAK ARTA(BM)-To t a l whole sales sepeda motor di Indonesia sepanjang 2016 mencapai 5.931.285 unit. Jumlah ini turun 8,47% dibandingkan 2015 yang membukukan 6.480.155 unit. Secara total, pencapaian penjualan sepeda motor sepanjang 2016 juga meleset dari target awal yang ditetapkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sebesar 6 juta unit. Pada lima anggota AISI, Honda mencetak angka penjualan tertinggi dengan total penjualan 4.380.888 unit. Pabrikan ini mampu menggen-

gam pangsa pasar terbesar dengan 73,86%. Posisi kedua didudukiYamaha dengan total penjualan 1.394.078 unit dan mengenggam pangsa pasar 23,50%. Diikuti Kawasaki di posisi ketiga dengan penjualan sebesar 97.622 unit dan pangsa pasar 1,65%. Suzuki berada di posisi keempat dengan total penjualan 56.824 unit dan pangsa pasar 0,96%. Di posisi buncit milik TVS dengan penjualan 1.873 unit dan pangsa pasar 0,03%. Pasar sepeda motor Indonesia tahun ini bisa dibilang masih belum bergairah. Bahkan Asosiasi Industri Sepeda Mo-

tor Indonesia (AISI) memprediksi, penurunan penjualan tahun ini mencapai delapan persen. Namun justru pasar kendaraan roda empat mengalami pertumbuhan meski tidak signifikan. Mengapa pasar sepeda motor masih belum bergairah sepanjang 2016. Menurut Pengamat ekonomi Faisal Basri mengemukakan pendapatnya. “Industri sepeda motor saat ini sedang mengalami tekanan berat. Karena pasar sepeda motor menyasar kalangan menengah kebawah, justru kelompok masyarakat tersebut ini

yang paling terkena dampak dari melambatnya perekonomian Indonesia,” ujar Faisal beberapa waktu lalu. Dirinya menjelaskan, kalau mobil itu untuk menengah keatas, untuk kelompok menengah ke atas, mungkin tidak ada masalah karena pendapatan real-nya naik terus. Jadi beda dengan kelas menengah kebawah. Dijelaskan, calon pembeli sepeda motor yang potensial seperti buruh tani pendapatan real nya dalam dua tahun terakhir justru menurun 4,12 persen. Pendapatan buruh bangunan juga turun hingga 1,74 persen,

hal ini juga turut mempengaruhi. “Upah Minimum Provinsi memang naik, tapi hal ini direspon oleh dunia usaha dengan menurunkan jam kerja, dari 40 jam per minggu menjadi di bawah 25 jam. Sehingga total pendapatannya malah berkurang, semakin membuat mereka tidak bisa membeli motor,” tandasnya. Melihat tren yang terjadi, AISI sendiri menurunkan target penjualan menjadi 6 juta unit dari target awal 6,2 juta unit. Padahal di 2015, penjualan sepeda motor di Indonesia bisa mencapai 6.480.155 unit. (net/dra)

LPS Prediksi Pertumbuhan DPK Alami Peningkatan JAKARTA(BM)-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memprediksi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun ini bakal mengalami perbaikan. Jika pada 2016 DPK tumbuh 6,8 persen, tahun 2017 DPK diperkirakan tumbuh 7,2 persen. “Kalau sebelumnya 6,8 persen itu sekarang naik ke 7,2 persen. Kredit juga sedikit naik. Kita melihat ada sedikit perbaikan,” kata Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS, Dody Arifianto di kantor LPS, Gedung Equity Tower, Jakarta, Kamis (12/1). Dirinya mengungkapkan, dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) memang sedikit mengalami target yang bullish. Bahkan pertumbuhan DPK telah terjadi pada akhir tahun lalu yang mengalami

lonjakan cukup signifikan.“Kita melihat pertumbuhan DPK bisa sedikit naik karena DPK itu meningkat di Oktober jadi 6,5 persen loncat dari sebelumnya 3,5 persen,”jelasnya. Sementara, likuiditas yang berasal dari program pengampunan pajak (tax amnesty) juga mendorong kenaikan DPK. Meski demikian, dana dari tax amnesty masih memungkinkan keluar dari instrumen perbankan. “Tapi dampak itu memang akan berjalan lambat. Karena uang dari tax amnesty itu muter dulu ke instrumen lain. Tapi disisi lain masih ada pula dana tax amnesty yang ada di bank,”pungkasnya. Demikian juga dengan tingkat bunga penjaminan untuk periode 12 Januari 2017 sampai dengan 15 Mei 2017 tidak

mengalami perubahan. Hal ini setelah LPS melakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat. “ Bank Umum dalam rupiah 6,25 persen dan valas 0,75 persen. Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat dalam rupiah sebesar 8,75 persen,” kata Kepala Eksekutif LPS, Fauzi Ichsan menambahkan. Dikatakan, tingkat bunga penjaminan masih sejalan dengan arah perkembangan terkini suku bunga simpanan perbankan. Selain itu, kondisi ekonomi makro dalam negeri secara umum dipandang masih stabil. “Terdapat kenaikan bunga simpanan selama beberapa pekan tera-

BM/IST

OPTIMIS : Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merasa optimis akan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun ini yang diharapkan mampu menembus angka 7,2 persen

khir yang mengindikasikan sedikit pengetatan pada kondisi likuiditas. Perkembangan sejumlah faktor risiko eksternal juga perlu dicermati karena dapat berpengaruh bagi kondisi likuiditas,” jelas dia.Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. “Berkenaan dengan hal tersebut bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan,” lanjut dia. Sejalan dengantujuan untukmelindungi nasabah dan memperluas cakupan tingkat bunga penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. (jak/dra)

Garuda Mampu Capai OTP 88,85 Persen JAKARTA(BM)- Maskapai Garuda Indonesia telah menyelesaikan penerbangan dengan tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) mencapai 88,85% baik untuk penerbangan rute domestik maupun internasional. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk selama periode hari libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 juga

berhasil mengangkut 1,53 juta penumpang. “Tingkat OTP selama periode hari libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yaitu hanya mencapai 85%,” kata VP Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar

BMIST

BERHASIL : PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, selama tahun 2016 lalu mampu mencapai tingkat ketepatan waktu hingga lebih dari 88 persen.

di Jakarta, Kamis (12/1). Selain OTP yang meningkat, pada periode Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 ini tingkat frekuensi penerbangan dan jumlah penumpang juga bertambah jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2015/2016 lalu. Tingkat frekuensi penerbangan pada periode tahun itu berhasil mencapai 14.824 penerbangan yang terdiri dari domestik 12.824 penerbangan dan internasional 2.000 penerbangan. Jumlah penumpang mencapai 1,53 juta penumpang terdiri dari domestik 1,17 juta penumpang dan internasional 359.468 penumpang. “Sedangkan periode tahun 2015/2016 lalu frekuensi penerbangan hanya mencapai 14.465 penerbangan, domestik 12.538 penerbangan dan internasional 1.927 penerbangan. Jumlah penumpang hanya mencapai 1,46 juta penumpang yakni domestik 1,16 juta penumpang dan internasional 303.570 pe-

numpang,” paparnya. Selain itu juga tingkat keterisian penumpang (seat load factor/SLF) selama periode Natal dan Tahun Baru 2016/2017 ini mencapai 74,86%, dimana jumlah SLF tersebut merupakan jumlah total dari SLF rute domestik yang mencapai 70,26% dan SLF rute internasional mencapai 77,96%. «Yang menarik, SLF untuk rute penerbangan Timika-Nabire dan Denpasar-Surabaya pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2016/2017 ini mencapai angka SLF yang cukup tinggi, yaitu untuk rute penerbangan Timika-Nabire mencapai 95,43% dan Denpasar-Surabaya mencapai 94,16%,»jelasnya. Pada periode Natal dan Tahun Baru 2016/2017 ini, Garuda Indonesia telah melaksanakan penerbangan tambahan (extra flight) sebanyak 114 penerbangan dengan penambahan kapasitas sebanyak 17.456 kursi tambahan. (jak/dra)

BM/IST

PROSPEKTIF : Peluang industri jasa perjalanan pada tahun ini masih harus melakukan berbagai terobosan dan salah satunya dengan gencar promo.

Pelaku Industri Jasa Perjalanan Gencar Lakukan Promo JAKARTA(BM) -Para pelaku usaha bisnis jasa perjalanan merasa optimistis dengan kondisi pariwisata tahun 2017 melalui pemaksimalan promosi di originasi utama serta membidik pasar baru. Ketua Umum Asosiasi Usaha Perjalanan Wisata (Asita) Asnawi Bahar mengatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan volume penjualan sampai 10% pada tahun ini. “Kalau pada tahun 2016, dari sekitar 12 juta wisman dengan nilai US$15 miliar, kami (Anggota Asita) mendapat sekitar 30% atau sekitar US$5 miliar. Kami harapkan nanti bisa tumbuh 10%,” katanya kepada Bisnis, Rabu (11/1/2017).Untuk memantapkan target tersebut, promosi akan digenjot di negara pasar pariwisata utama seperti China, khususnya penetrasi ke kota-kota sekunder,”tambah Asnawi

Sepanjang 2017, Asita berencana menggelar direct selling sebanyak minimal delapan kali ke sejumlah kota seperti Xinjiang, Wuhan, Chengdu, Heliongjiang, Anhui dan Yunan. “Empat kali akan kerjasama dengan Kemenpar dan empat kali kami lakukan sendiri. Kami akan menargetkan kota-kota sekunder, sebab dari 120 juta wisatawan outbound China, hampir separuhnya dari kota sekunder. Jadi potensinya besar,” katanya. Selain itu, Asita juga akan memaksimalkan promosi ke negaranegara dengan pertumbuhan tinggi seperti Mesir dan kawasan Timur Tengah di luar Arab Saudi. Menurutnya, selama ini pasar Timur Tengah sangat potensial tetapi masih kurang digarap pemerintah. (nas/dra)


09 www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Terdampak Proyek Tol Solo-Kertosono Ruas Ngawi-Kertosono

Ratusan Makam di Madiun Dipindahkan

MADIUN (BM) – Ratusan makam di Desa Purworejo dan Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, terpaksa dipindahkan akibat terdampak pembagunan proyek jalan tol Solo-Kertosono ruas Ngawi-Kertosono yang melintasi daerah itu. Kepala Desa Purworejo Bambang Sumitro mengatakan, sesuai hasil pendataan, total terdapat sekitar 865 makam yang terdampak di dua desa dan akan pindahkan oleh ahli waris secara bertahap. “Makam tersebut dipindahkan ke lokasi baru yang telah disediakan oleh pihak pembangun Tol Solo-Kertosono sebagai tempat pemakaman umum (TPU) baru yang berjarak sekitar 500 meter dari TPU lama yang dibongkar,” ujar Bambang kepada wartawan, Kamis (12/1). Lahan TPU baru yang disediakan oleh pelaksana proyek tersebut memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi. Sedangkan luas lahan TPU lama hanya sekitar 1.000 meter persegi.

FOTO : BM/IST

DIPINDAHKAN: Proses pemindahan makam di Kabupaten Madiun akibat terdampak proyek jalan tol. Pemindan diperkirakan memakan waktu hingga 60 hari ke depan terhitung sejak Rabu (11/1).

Selain telah menyediakan lahan pengganti, pihak pembangun tol juga memberikan dana kompensasi bagi masing-masing ahli waris yang makam keluarganya terdampak dengan nilai total mecapai Rp 2 miliar lebih.

Bambang mejelaskan, proses pemindahan ratusan makam tersebut diperkirakan memerlukan waktu hingga 60 hari ke depan terhitung sejak Rabu (11/1). Diharapkan, setelah proses pemin-

dahan makam selesai, pembangunan proyek jalan tol ruas Ngawi-Kertosono di Magetan dapat segera dilakukan dan berjalan lancar. Jalan tol Solo-Kertosono ruas Ngawi-Kertosono akan dibangun melintasi tiga Kabupaten, yakni Madiun, Magetan, dan Ngawi. Adapun pengerjaannya dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) melalui rekanan PT Ngawi Kertosono Jaya Baru. Terdapat ribuan bidang lahan di masing-masing kabupaten yang terdampak proyek pembangunan tersebut. Sebagian telah selesai dibebaskan dan sebagian lainnya masih dalam proses. Sementara, secara keseluruhan tol Solo-Kertosono merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa sepanjang 615 kilometer. Proyek tersebut sempat mangkrak, namun pada pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla mulai dikebut agar bisa selesai pada tahun 2017 dan beroperasi pada tahun 2018. (nt/udi)

Penutupan Pabrik Gula di Jatim Bertahap SURABAYA (BM) – Rencana penutupan pabrik gula (PG) di Jawa Timur (Jatim) tidak dilakukan secara langsung namun bertahap. Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Rini Soemarno menegaskan hal itu menyikapi polemik yang bermunculan menanggapi rencana penutupan PG di Jatim. “Pabrik gula di Jawa kebanyakan usianya sudah lebih dari 100 tahun. Kalau melihat efisiensinya sudah sangat rendah, kualitas juga tidak bisa mengikuti kualitas internasional,” kata Rini saat ditemui di Surabaya. Menuruntya, jika PG cukup baik untuk direvitalisasi sehingga menghasilkan kualitas produk yang baik dan efisien bisa memproduksi etanol dan listrik, maka itu bisa dilanjutkan.

FOTO: BM/IST

Rini Soemarno

Namun PG yang dianggap tidak efisien akan segera ditutup sembari menunggu proses pembangunan PG baru dengan kapasitas giling yang lebih besar.

“Selama lahan tebu cukup untuk memasok PG yang akan dibangun maka setelah PG baru beroperasi selanjutnya PG lama yang sudah tidak efektif bisa ditutup. Jadi kami tidak akan langsung asal tutup aja tapi disiapkan dulu PG yang baru sehingga tidak berdampak langsung terhadap tenaga kerja,” ulasnya Ia menambahkan, pemerintah tetap memiliki tujuan agar masyarakat sejahtera tetap bekerja dan tidak ada pengangguran. Sehingga penutupan PG yang direncanakan tersebut tidak perlu dikhawatirkan dan tetap menjadi pertimbangan pemerintah. “Kami akan tetap berkoordinasi dengan Pak Gubernur (Soekarwo, red) untuk mematangkan rencana ini,” jelasnya. Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo,

sebelumnya meminta agar rencana penutupan tersebut tetap harus dikomunikasikan dengan pemerintah daerah agar tujuan penutupan PG tersebut lebih jelas dan bisa diterima oleh masyarakat. “Kami akan menyambut baik kalau memang diajak berkomunikasi dengan Bu Menteri BUMN,” katanya. Hal itu tak lepas dari peran Jawa Timur yang selalu menjadi produsen gula terbesar nasional dan menyuplai banyak provinsi lain di Indonesia, khsusunya wilayah Timur. Dengan besarnya potensi tersebut, kata dia, maka perlu dibahas lebih detil dan bagaimana rencana pembangunan PG baru hingga proses penutupan PG peninggalan Belanda dilakukan. (kmf/udi)

1.559 SMA/SMK Pilih Non UNBK

SURABAYA (BM) – Upaya Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim agar SMA/SMK di Jatim mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) masih menemui kendala. Pasalnya, menjelang penutupan pendaftaran penyelenggara UNBK, baru 1.482 SMA/SMK yang mendaftar. 1.559 SMA/ SMK sisanya memilih non UNBK. Hal itu dapat dilihat melalui data spasial UNBK Kemendikbud. Di Jatim, total SMA/SMK yang telah mendaftar sebagai penyelenggara UNBK baru 1.482 sekolah, terdiri SMA 458 lembaga dan 1.024 SMK. Sementara 886 SMA dan 673 SMK masih tercatat sebagai penyelenggara non UNBK. Pilihan untuk melaksanakan UNBK

bergabung ke sekolah lain tampaknya juga belum menjadi pilihan. Sebab, dari data tersebut tak satu pun SMA/ SMK yang tercatat sebagai penggabung. Rendahnya jumlah penyelenggara UNBK itu pun membuat Kemendikbud mengeluarkan surat edaran (SE) tentang pelaksanaan Ujian Nasional tahun ajaran 2016/2017. SE tersebut mendesak kepada gubernur dan bupati/wali kota untuk memprioritaskan pelaksanaan UNBK di wilayah masing-masing. Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan, melalui SE tersebut Mendikbud mewajibkan seluruh sekolah yang memiliki komputer lebih dari 20 unit dan satu server untuk melak-

sanakan UNBK. ”Kecuali SLB tetap UN manual,” kata Saiful, Kamis (12/1). Saiful mengklaim, saat ini SMA/SMK yang telah siap untuk melaksanakan UNBK mencapai 90 persen. Perkiraan jumlahnya, mecapai 2.600 lembaga SMA/SMK. Pihaknya pun mengklaim sudah 34 kabupaten/kota yang menyatakan UNBK 100 persen untuk SMK. Sementara empat daerah lainnya, yakni Situbondo, Bondowoso, Bangkalan dan Pamekasan belum terlihat kesiapannya. “Pendaftarannya terakhir masih tanggal 25 Januari. Masih ada waktu,” katanya. Faktanya, dari 38 kabupaten/kota se Jatim, baru delapan daerah yang terlihat benar-benar siap menyeleng-

garakan UNBK secara 100 persen. Sementara untuk SMA, baru Kabupaten Madiun dan Kota Surabaya yang sudah mendaftarkan seluruh sekolahnya menggelar UNBK. Kendati penyelenggara UNBK di Jatim masih tergolong rendah, jumlah ini cukup tinggi di tingkat nasional. Sebab, hingga saat ini penyelenggara UNBK secara nasional baru 3.319 SMA dan 5.397 SMK. Untuk memaksimalkan jumlah penyelenggara UNBK, Kemendikbud telah memberikan sejumlah solusi. Di antaranya ialah sekolah yang tidak memiliki sarana dan prasarana, maka Dindik provinsi maupun kota ditunjuk untuk mengikutsertakan siswanya mengikuti UNBK terdekat. Radius seko-

lah yang digabung maksimal 5 kilometer. Sebaran pendaftaran menyelenggarakan UNBK maupun penggabung dapat dikontrol melalui laman www. spasial.data.kemdikbud. go.id/unbk. Melalui laman tersebut, sekolah dapat melihat sekolah-sekolah yang direkomendasikan sebagai sekolah yang dapat digabung. “Jadwal UN juga berbeda di setiap jenjangnya. Sehingga sekolah bisa menggabung antarjenjang,” jelasnya. Untuk mengatasi kekurangan sarana, Saiful juga tengah berancang-ancang membuat tasting center di beberapa lokasi. “Untuk anggarannya juga belum pasti karena memang harus didata dulu,” pungkasnya. (sdp/udi)

Kemenhub Setujui Proyek di Tulungagung SURABAYA (BM) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyetujui rencana pembangunan bandara baru di Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. Dengan pembangunan bandara baru ini peningkatan perekonomian di daerah pesisir selatan terutama di Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Ponorogo dan Pacitan diharapkan segera terwujud. “Studi kelayakan yang dilakukan tim dari kementerian perhubungan menunjukan kawasan Campurdarat dinilai sangat aman dan layak untuk bandara baru,” kata Soekarwo Gubernur Jawa Timur, Kamis (12/1). Lokasi yang rencananya digunakan sebagai bandara juga telah dicek dan disetujui. Soekarwo juga memastikan, Tulungagung juga sudah masuk zona aman terbang pangkalan militer Madiun. Sebelumnya, rencana pembangunan bandara akan dilakukan di Pacitan atau Trenggalek, saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengusulkan. Namun kedua daerah ini dinilai masuk ke dalam zona udara latihan tempur Lanud Iswahyudi Madiun sehingga rencana pembangunan bandara sipil akhirnya digeser ke wilayah Tulungagung. Soekarwo juga mengatakan, rencana pembangunan bandara yang akan dilakukan oleh PT Gudang Garam di wilayah Kediri juga tidak akan mengganggu rencana pembangunan bandara di Tulungagung ini. Sementara itu terkait rencana ini pada tahun 2017, Kementerian Perhubungan juga sudah mulai melakukan detail engginering desaind (DED). Membangun bandara memang tidaklah mudah dan tidak sekadar memilih tempat, namun menyangkut keamanan penerbangan sehingga Kemenhub akan detail dan sangat ketat untuk urusan ini. “Kemungkinan pembangunan fisik Bandara Tulungagung paling cepat baru akan bisa dimulai dua tahun mendatang,” ujarnya. Jika sudah terbangun, Bandara Tulunggung rencananya akan dikelola mandiri oleh Dinas Perhubungan seperti yang kini dilakukan terhadap Bandar Udara Abdurahman Saleh di Malang. (nt/udi)

FOTO : BM / MADJI

TUNGGU DIRESMIKAN Meski pembangunan gedung PARK AND RIDE Mayjend Sungkono dipastikan rampung akhir bulan ini, namun Angkutan Massal Cepat (AMC) belum juga terealisasi. Padahal, fungsi gedung tersebut akan digunakan sebagai sarana pendukung AMC.

PEMBANGUNAN BANDARA BARU

FOTO : BM/IST

Maket Bandara Tulungagung

PENGHARGAAN

Hari ini, Pakde Karwo Dapat Penghargaan Percepatan AKD SURABAYA (BM) – Satu prestasi kembali diraih Gubernur Jawa Timur (Jatim), H Soekarwo. Kali ini, penghargaan yang diperoleh berkat keberhasilannya sebagai Penggerak Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (AKD) Teladan Tahun 2016 dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jumat (13/1) hari ini. Penghargaan tersebut diberikan karena pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo itu dinilai berhasil dalam mendorong percepatan AKD di Jawa Timur sehingga mendorong terwujudnya perkonomian yang bagus di Jawa Timur. Benny Sampirwanto Kepala Biro Humas dan ProFOTO: BM/IST tokol Setdaprov Jawa Timur Soekarwo dalam keterangan persnya Kamis (12/1) mengatakan, Percepatan AKD yang telah dilakukan Jawa Timur di antaranya pendirian 8.565 koperasi wanita. Juga koperasi pondok pesantren, koperasi karyawan, koperasi berbasis fungional seperti koperasi gereja, koperasi muslimat NU. “Demikian pula, Pakde Karwo juga dinilai berhasil dalam optimalisasi akes perbank untuk pembiayaan UMKM seperti kredit dana bergulir dengan bunga enam persen, dan kredit loan agreement dengan suku bunga 7-9 bagi UMKM pelaku industri primer dan sekunder,” kata mantan Kepala Biro Kerjasama ini. Menurut dia, pemberian penghargaan Presiden pada bidang percepatan KAD merupakan kali pertama diberikan kepada tokoh/lembaga yang telah dinilai dan berperan aktif dalam mendukung program-program prioritas pemerintah, khususnya AKD. Selain kepada Pakde Karwo, penghargaan serupa juga diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Tim percepatan KAD sendiri merupakan forum instansi dan stakeholder untuk meningkatkan percepatan akses keuangan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat lebih sejahtera. Keanggotaannya terdiri dari pemerintah daerah, regulator di sektor jasa keuangan, lembaga/instansi vertikal terkait di daerah, LJK, Asosiasi LJK dan akademisi. (nt/udi)


10 JATIM RAYA

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Khawatir Tanah Gerak, Warga Tugurejo Minta Relokasi PONOROGO (BM) – Kekhawatiran bakal kembali terjadinya bencana alam tanah gerak masih terus membayangi sebagian warga yang tinggal di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Dalam beberapa pekan setelah kejadian beberapa waktu lalu, warga hidup dengan rasa cemas karena ancaman bencana susulan. Hingga saat ini, jumlah bangunan rumah di desa itu yang dirobohkan akibat terdampak tanah gerak di Desa Tugurejo terus bertambah dibanding awal Desember lalu. Selain itu, beberapa bangunan rumah juga terlihat rusak parah dengan dinding rumah retak-retak. Lantai rumah warga juga terlihat retak dan membelah karena tekanan dari tanah gerak. Salah satu warga, Soinem (70) mengatakan, dirinya beserta keluarga masih bertahan di rumah yang sebagian besar bangunannya sudah roboh karena terdampak tanah gerak. Dia mengaku takut selama tinggal di rumahnya karena terkadang getaran masih terus terjadi. Soinem mengaku ingin secepatnya pindah dan memiliki rumah yang lokasinya aman. Ketakukan Soinem

dan anggota keluarganya semakin menjadi-jadi saat hujan mengguyur. “Saat hujan, kami sekeluarga mengungsi di tenda pengungsian yang disediakan pemerintah. Kalau tinggal di rumah sangat membahayakan. Kami sebenarnya capek karena harus mengungsi setiap saat,” jelasnya. Dia berharap, pemerintah segera memberikan solusi bagi warga yang rumahnya sudah dibongkar dan saat ini tinggal ditempat seadanya. Dia juga berharap pemerintah segera merelokasi warga yang terdampak bencana alam ini. “Di sini sudah tidak aman, sering teejadi guncangan. Kami berharap pemerintah bisa segera merelokasi ke tempat yang aman,” kata dia. Warga Desa Tugurejo lainnya, Buyamin (70) mengatakan harapan yang sama. Dia berharap, pemerintah segera mencarikan tempat layak bagi warga terdampak bencana tanah gerak. Buyamin menuturkan dalam sepekan terakhir tanah gerak telah merusak lantai rumahnya dan membuat bangunan rumahnya goyah. Sehingga saat hujan turun, dia beserta istri dan anaknya langsung mengungsi ke tenda

pengungsian. “Saya di sini sudah lama, baru kali ini mengalami bencana tanah gerak yang sangat parah. Ini lantai rumah saya sampai merekah,” terang dia. Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, mengatakan hingga saat ini ada enam rumah di Desa Tugurejo yang dibongkar karena kondisinya membahayakan. Selain itu, 31 rumah lainnya juga mengalami kerusakan di berbagai bagian rumahnya. Dia mengatakan, relokasi warga yang terdampak masih menunggu kebijakan dari Pemkab Ponorogo. Namun, pihaknya mengklaim sudah melaporkan dan mengajukan relokasi ke pemerintah kabupaten. “Selama ini solusi yang ada yaitu saat hujan warga akan tinggal di pengungsian. Untuk kebutuhan logistik sudah terpenuhi, korban mendapat bantuan dari pemerintah dan komunitas sosial,” pungkasnya. (nt/udi) ROBOH: Sebagian tembok bangunan warga di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, terpaksa dirobohkan akibat terdampak tanah gerak beberapa waktu lalu.

DPRD Ajukan Interpelasi kepada Bupati Faida

KILAS

Terkait Mutasi Terhadap Sekretaris DPRD Jember JEMBER (BM) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember akhirnya benar-benar menggunakan hak interpelasinya kepada Bupati Faida. Keputusan itu, dilakukan berdasarkan hasil rapat paripur-

na internal yang digelar di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Jember, Kamis (12/1). “Dari 34 anggota DPRD Jember yang hadir dalam rapat paripurna interpelasi itu, setelah dilakukan pemungutan suara

BM/IST

PARIPURNA: Rapat paripurna internal dengan agenda interpelasi DPRD Jember yang digelar di ruang sidang utama DPRD Jember, Kamis (12/1).

terbanyak, maka hasilnya 23 anggota dewan setuju interpelasi dan 11 anggota dewan tidak setuju,” kata Ketua DPRD Jember, Thoif Zamroni, usai rapat paripurna internal dewan di DPRD setempat. Rapat paripurna tersebut sempat diwarnai ‘hujan’ interupsi dari anggota dewan karena perbedaan pendapat, bahkan suasana semakin memanas ketika anggota dewan dari Fraksi Nasdem David Handoko Seto menggebrak meja saat interupsinya tidak ditanggapi pimpinan dewan. Dua partai yang menolak interpelasi yakni Partai Nasdem dan Partai Hanura akhirnya memilih melakukan ‘walk out’ (WO) dengan meninggalkan ruangan sidang utama DPRD Jember sebelum penyampaian penjelasan pengusul interpelasi. “Rapat paripurna tetap di-

lanjutkan, meskipun sejumlah anggota dewan dari Partai Nasdem dan Hanura melakukan ‘WO’ karena itu hak mereka,” kata Thoif yang juga politisi Partai Gerindra Jember. Rapat paripurna tersebut juga sempat diskorsing selama satu jam lebih untuk memberikan waktu kepada masingmasing fraksi menyampaikan pandangan terhadap usulan interpelasi yang diajukan oleh 16 anggota DPRD Jember itu. “Berdasarkan hasil itu, maka DPRD Jember sepakat menggunakan hak interpelasi kepada Bupati Faida dan agenda interpelasi rencananya digelar pada Senin (16/1) pekan depan,” katanya. Sementara anggota Fraksi Nasdem David Handoko Seto mengaku tidak sepakat, apabila pandangan umum fraksi atas usulan hak interpelasi harus dilaksanakan bersamaan usai

penyampaian pengusul interpelasi. “Dalam surat undangan yang ditandatangani Ketua DPRD Jember menyebutkan agenda paripurna hanya pembacaan alasan pengajuan hak interplasi oleh fraksi pengusul dan masingmasing fraksi membutuhkan waktu untuk memahami usulan interpelasi itu, sehingga kami memilih ‘WO’,” ujarnya. Menurutnya, Partai Nasdem menganggap bahwa rapat paripuna internal tersebut cacat konstitusional, sehingga ia meminta seluruh anggota Partai Nasdem sebanyak enam orang keluar ruangan atau ‘WO’. Sebelumnya, sebanyak 16 anggota DPRD Jember mengajukan hak interpelasi kepada Bupati Jember terkait mutasi yang dilakukan Bupati terhadap Sekretaris DPRD Jember yang dinilai cacat hukum. (nt/udi)

Bulog Tambah Pasokan Cabai untuk Operasi Harga SURABAYA (BM) - Perum Bulog Divre Jatim menambah pasokan cabai untuk kegiatan operasi stabilisasi harga yang dilakukan di berbagai wilayah setempat sebesar 1 ton, dari kapasitas awal sebesar 5 ton. “Kami baru saja membeli cabai di wilayah Ngantang, Kabupaten Malang sebanyak 1 ton, dan akan disebar untuk menambah pasokan cabai dalam kegiatan operasi stabilitas harga,” kata Kepala Perum Bulog Divre Jatim Witono di Surabaya, Kamis (12/1). Witono mengatakan, cabai yang menjadi favorit dalam kegiatan operasi adalah cabai

merah kriting, sementara cabai hijau kurang diminati. “Yang disukai masyarakat dalam operasi yang kami gelar adalah cabai merah kriting, hal ini membuat stok cabai hijau masih banyak,” ucapnya. Sebelumnya, Witono mengatakan dalam kegiatan operasi cabai Perum Bulog Jatim menyediakan cabai rawit hijau dengan harga Rp 37 ribu per kg dari harga pasar yang berada pada kisaran Rp 40 ribu per kg. Sedangkan cabai rawit dijual sekitar Rp 75-80 ribu per kilogram, dari harga pasar yang mencapai Rp90 ribu per kg. “Se-

mua jenis cabai seperti merah keriting dan cabe rawit kami jual dengan harga dibawah pasar. Dan kami juga minta bantuan Kementerian Pertanian (Kemtan) untuk bisa mendapatkan cabe langsung di petani dengan harga di bawah pasar,” katanya. Sementara itu, stok cabai yang diperoleh Bulog Jatim mayoritas berasal dari petani di wilayah Kabupaten Mojokerto, Sitobondo dan Kediri. Witono mengatakan, operasi pasar akan terus dilakukan sampai harga stabil dan normal kembali. (nt/udi)

BM/IST

OPERASI PASAR: Operasi pasar digelar Bulog di sejumlah daerah di Jatim. Salah satunya, di Jember untuk menyetabilkan harga cabai yang terus naik di pasaran.

Bupati Sumenep: Gak Apa-apa Gak Digaji 6 Bulan

Oh, gak apa-apa gak digaji. Itu kan resiko jabatan. Gak apaapa. Yang penting pengabdian. Dulu mengurus pondok juga tidak ada gaji.” - A BUSYRO KARIM Bupati Sumenep

Diterbitkan oleh: PT. Berita Metro Jl Tunjungan No 86 Surabaya. www.beritametro.co.id Percetakan: PT Citra Cetak Pratama (isi di luar tanggung jawab percetakan)

PERWAKILAN

SUMENEP (BM) - Bupati Sumenep, A. Busyro Karim terkesan santai menghadapi ancaman sanksi tidak digaji 6 bulan sebagai konsekuensi keterlambatan pengesahan APBD setempat. “Oh, gak apa-apa gak digaji. Itu kan resiko jabatan. Gak apaapa. Yang penting pengabdian. Dulu mengurus pondok juga tidak ada gaji,” katanya, Kamis (12/1). Seperti diketahui, Kabupaten Sumenep termasuk salah satu kabupaten yang terancam

sanksi tidak menerima gaji selama 6 bulan bagi Kepala Daerah dan DPRD. Ancaman sanksi tersebut dijatuhkan sesuai Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagai konsekuensi atas keterlambatan pengesahan APBD 2017. “Meskipun tidak digaji, tapi tidak akan berpengaruh terhadap kinerja. Saya tetap bekerja seperti biasa. Hari ini sudah ada beberapa agenda kegiatan kerja. Saya jamin tidak akan ada pengaruhnya dengan kinerja saya

sebagai bupati, meskipun tidak digaji 6 bulan,” ujar Busyro. Sementara evaluasi dari Gubernur Jawa Timur terhadap APBD Sumenep 2017 telah diterima Bupati pada tanggal 10 Januari 2017. “Ada beberapa yang harus diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi Gubernur. Nanti akan kami lakukan perbaikan bersama antara eksekutif dan legislatif. Tapi yang jelas tidak ada masalah soal APBD Sumenep,” kata Sekretaris Daerah Sumenep, Hadi Soetarto. (bj/udi)

BM/IST

Kasus DBD juga terjadi di Situbondo. Nampak, salah seorang anak penderita DBD yang menjalani rawat inap di RSUD Abdoerrahem Situbondo.

Kasus DBD di Bondowoso Capai 1.116 BONDOWOSO (BM) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue atau DBD selama 2016 mencapai 1.116 orang, meningkat dari tahun sebelumnnya yang tercatat 914 kasus. “Kendati jumlah penderita DBD pada 2016 meningkat 18 persen namun penderita akibat gigitan nyamuk aedes aegypti yang meninggal dunia menurun, yakni 12 orang dibandingkan pada 2015 jumlah kasus DBD 914 yang meninggal dunia 14 orang,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Bondowoso, Pasidi Shidik di Bondowoso, Kamis (12/1). Menurut dia, pada 2016 penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypi itu menjadi perhatian khusus, tetapi karena terjadi perbedaan cuaca yakni musim kemarau basah atau kerap terjadi hujan pada musim kemarau sehingga jentik nyamuk lebih banyak berkembang biak dan mengakibatkan penderita DBD di Bondowoso meningkat. Jumlah tertinggi penderita DBD pada 2016, katanya, berada di wilayah kota dengan jumlah 179 kasus, selanjutnya di Kecamatan Maesan 98 kasus, Tamanan 83 kasus, Curahdami 76 kasus, Grujugan 68 kasus, Tapen 63 kasus, Jambesari 50 kasus, Wonosari 48 kasus dan Kecamatan Sumber Wringin berjumlah 38 kasus, sedangkan di sejumlah kecamatan lainya rata-rata di bawah 38 kasus. “Petugas dari dinas kesehatan sudah melakukan upaya untuk menekan penderita DBD sejak awal 2016 dan langkah yang dilakukan melalui pengasapan (fogging) dan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) serta penyedian logistik penangulangan DBD,” katanya. Ia menjelaskan, jika sebelumnya juru pemantau jentik nyamuk menggunakan cara petugas yang datang ke rumah-rumah dan dilaporkan ke desa, namun saat sekarang kepala keluarga atau dalam satu rumah juga diminta menjadi juru pemantau jentik. “Dengan begitu sehingga warga bisa memantau jentik nyamuk yang berkembang di rumahnya dan tidak perlu menunggu petugas. Pada 2017 langkah tersebut tetap dipertahankan dan pengasapan juga akan difokuskan ke daerahdaerah berpotensi DBD serta chikungunya,” ucapnya. (nt/udi)

Kasus DBD di Bondowoso 2016 Kecamatan Kota 179 kasus Kecamatan Maesan 98 kasus Kecamatan Tamanan 83 kasus Kecamatan Curahdami 76 kasus Kecamatan Grujugan 68 kasus

Kecmatan Tapen 63 kasus Kecamatan Jambesari 50 kasus Kecamatan Wonosari 48 kasus Kecamatan Sumber Wringin 38 kasus

Iklan Kehilangan Hilang STNK Sepeda Motor Nopol M 3524 NJ. a/n Ahmad. d/a Jalan Diponegoro Kelurahan Banyuanyar Sampang.

Direktur: Silvia Balhmar. Pemimpin Perusahaan: M. Mashudi. Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab: Totok Hartana. Wapemred: Noor Ipansyah Iskandar. Dewan Redaksi: AR Balhmar, Yahya A Waber, Tjipto Chandra, Marcella, Hadi Ismanto, M. Nabil. Redaktur: Budi Arie Satriyo, Bambang Andrias, Indra Nanang. Wartawan Senior: Rofiq Kurdi Ismail, Aziz Tri. Reporter: Dian Kurniawan, Suluh DP, Andre Septia Hadi, Hasan Nur Rahmad. Fotografer: Soemadji. Pracetak/Artistik/Tata Letak: Luthfi, firman. Desain Grafis: Khalid “Klied”. Sekretaris Redaksi: Muh. Faizin. Bidang Online: Wahyu Saputro. Eksekutif Marketing: Fahad Balhmar, Khalid H. Perwakilan Daerah: Jakarta: Priyoko Sarjito (Kep. Biro), Marcella, Ferdy Yunisaf. Mojokerto: Prayogi. Sidoarjo: Yahdar Balhmar, Imam Muchlis. Gresik: Sugeng (Kepala), M Sugeng Pasuruan: H Umar Wirohadi (kabiro), Abdul Kadir Jaelani. Madura: Agus Suroso (Sumenep), Abdurrahman (Pamekasan), Syaiful (Sampang). Malang: Aji, Kholil, Agus Susanto, Koordinator Sirkulasi/Pemasaran: M. Mashudi. Alamat Redaksi: Jl Tunjungan No 86 Surabaya. Telp. +6231 5318686, 5323414. Fax:+6231 5323415 Redaksi: 081334312300 | Iklan/Langganan: 081216327858 | No Pengaduan: 031 70975270. Email: red_beritametro@yahoo.co.id. Tarif Iklan: Display(fc) Rp. 35.000/MMK (BW) Rp. 25.000/MMK. Sosial Rp. 10.000/MMK, Baris Rp. 15.000 (Minimal 2 Baris).

DALAM MENJALANKAN TUGAS PELIPUTAN, WARTAWAN BERITA METRO DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER.


GRESIK 11

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT,13 JANUARI 2017

Dua Mortir Peninggalan Belanda Ditemukan di Bungah

GRESIK(BM)-Sebanyak 6 anggota Brimob Polda Jawa Timur bersama petugas Polsek Bungah kembali menemukan 2 mortir sisa peninggalan Belanda di Dusun Ujung Sawo, Desa Kramat, Kecamatan Bungah Kamis (12/01). Guna mencegah ada hal yang tidak diinginkan, pihak Polsek Bungah menggandeng tim gegana brimob Polda Jawa Timur untuk menjinakkan benda berbahaya tersebut. Saat dimintai keterangan Kapolsek Bungah, AKP Ahmad Said mengatakan, penemuan 2 mortir ini, sebagai tindak lanjut dari rangkaian penemuan sebelumnya. “Penemuan mortil lanjutan ini untuk melanjutkan penemuan mortir yang berada di belakang rumah salah seorang warga Desa Kramat, kecamatan Bungah,” ujar Said. Pihaknya menambahkan, mortil yang ditemukan,

ternyata masih aktif, sehingga tim gegana langsung mengevakuasinya dan dimasukkan ke mobil gegana. Setelah itu di bawa kelahan pertambangan Desa Bungah guna diledakkan. Penemuan mortil ini tindak lanjut dari penemuan 9 mortil sebelumnya, yakni berawal saat salah satu warga setempat bernama Abdul Kholiq menemukannya. Mortir ditemukan saat Abdul hendak membangun pondasi dapur rumahnya, saat itu dia menggali tanahnya, namun pada kedalaman tertentu, linggisnya terbentur benda keras. Saat dilihat ternyata benda itu mortir. Akhirnya Abdul Kholiq bersama perangkat Desa melaporkannya ke Polsek Bungah. Saat petugas mendatangi TKP, ditemukan 9 mortil. ‘Jadi jumlah mortil yang kita temykan sebanyak 11 unit,” pungkas Said.(sgg/yog/dra)

KILAS

Segera Dibangun Tol Krian hingga Manyar

FOTO BM/MOCH. SUGENG

MORTIR: Tim gegana saat berusaha menjinakkan mortir yang ditemukan warga di Bungah.

Mobil Gegana Ikut Terjebak Macet Daendels

FOTO BM/GILANG BUDI RAHARJA

MACET: Mobil gegana membawa sisa temuan 2 buah mortir dari Desa Keramat, Mengare terjebak macet di jalan Daendels Gresik.

GRESIK (BM)- Perbaikan jalan Daendels hingga saat ini masih memicu kemacetan parah. Bahkan mobil Tim Gegana Polda Jatim yang membawa sisa temuan 2 buah mortir dari Desa Keramat, Mengare, Kecamatan Bungah juga ikut terjebak kemacetan, Kamis (12/1). Pengguna jalan mengeluh lantaran jalan tersebut dinilai membahayakan dan akhirnya memilih untuk memperlambat bahkan berhenti karena sebagian lajur sedang dilakukan pengurukan. “Jalannya licin jadi tidak berani untuk jalan agak cepat, takut selip, sama didepan ada pengurukan jalan pakai batu kapur. Ini sangat berbahaya,” kata Ajirianto, pengguna jalan, Kamis (12/1). Sementara itu langkah pemerintah memperbaiki jalan nasional dengan cara diuruk

menggunakan pedel (batu kapur) disayangkan oleh anggota DPRD Kabupaten Gresik. Pola perbaikan jalan seperti itu justru dinilai sangat membahayakan pengguna jalan. Anggota Komisi A DPRD Gresik, Abdullah Syafii mengatakan, jalur Pantura Gresik tergolong jalan nasional. Karena itu, perbaikan jalan rusak harusnya dilakukan menggunakan aspal berkualitas tinggi. “Sangat disayangkan, karena itu jalan nasional tetapi perbaikan dengan pedel. Itu sangat membahayakan pengguna jalan. Kalau musim hujan, tanah itu enggak kuat,” kata Syafii di gedung DPRD Gresik, Rabu (11/1). “Ini yang sangat mengkhawatirkan bagi kita. Bisa kita pantau di lapangan, itu masih banyak yang setelah dibuat pedel tetapi ambles

tanahnya. Ini sangat berbahaya bagi masyarakat atau penggunalan jalan,” ujarnya. Kondisi yang paling dikhawatirkan, ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gresik, yakni ketika melewati jalan nasional itu pada malam hari. Syafii meyakini tingkat kecelakaan bakal lebih tinggi dari biasanya. Pihaknya berencana berembuk dengan Komisi A di DPRD Gresik dan segera memanggil pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), untuk membahas masalah jalan rusak. “Ini sebenarnya kewenangan dari provinsi, tapi ini di masyarakat sudah jadi problem umum. Nanti kita rembuk, segera panggil dari PGN. Maupun kita minta melalui provinsi bagaimana BBPJN,” pungkasnya.(gbr/yog/dra)

GRESIK (BM)- Jalan bebas hambatan atau tol, segera didirikan dengan rute mulai Krian (Sidoarjo)-Legundi-BunderManyar. Pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Gresik akan segera dibangun tol baru. Informasi yang dihinpun, saat ini progres pembebasan lahan sudah 30 persen. Bulan Juni 2017 sudah mulai konstruksi dan ditarget selesai Juni 2019. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik, Tugas Husni Sarwanto, membenarkan rencana pembangunan tol baru tersebut. Tapi, pembangunan yang sudah masuk di Rencana dan Tata Ruang Wilayah (RTRW) baru sampai Bunder. “Guna memulai Legundi hingga Bunder, izinnya sudah. Sedangkan Bunder-Manyar masih ada adendum,” ujarnya, Kamis (12/1). Pada exit tol wilayah Manyar diminta pengelola Java Internatiobal Integrated Port and Estate (JIIPE) Manyar yang tidak jauh dari lokasinya. Hal ini untuk mempermudah akses kawasan industri dan pelabuhan tersebut. “Rencanan awalnya pembangunan tol hingga Bunder saja, nyambung dengan tol sekarang. Tapi JIIPE meminta pintu tolnya ada didekat sana dan pemerintah pusat secara implisit sudah menyetujuinya, meskipun sampai sekarang belum ada di RTRW kita, JIIPE merupakan kawasan industri dan pelabuhan yang membutuhkan kemudahan akses,” tandasnya. SedangkanWakil Bupati (Wabup) Gresik, Moh. Qosim saat dikonfirmasi mengatakan, tol ini merupakan kewenangan pemerintah pusat. Proses lelang hingga anggarannya pun dari Jakarta. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik hanya masuk dalam tim pembebasan lahan. “Tugas kami hanya memberikan pengarahan secara teknis masyarakat yang rumah atau lahannya akan dibangun jalan tol itu. Anggaran pembebasan lahannya pun dari Pusat. Tapi hingga sekarang saya belum menerima laporannya,” terang Moh. Qosim. Diberitakan sebelumnya, Waskita Karya melalui konsorsium PT Waskita Bumi Wira segera memulai pengerjaan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) pada Juni 2017 mendatang. Konsorsium yang terdiri dari PTWaskita Toll Road (55%), PT Energi Bumi Mining (25%) dan PT PancaWira Usaha (20%) ini ditargetkan dapat merampungkan proyek jalan tol sepanjang 38,29 km ini pada Juni 2019 mendatang. “Jadwal konstruksi diharapkan Juni 2017 sampai Juni 2019,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap pengerjaan jalan tol ini bisa segera dilakukan sehingga dapat rampung dalam waktu dua tahun selanjutnya. (sgg/yog/dra)

PANTURA

berita metro

www.beritametro.co.id

LAMONGAN I BOJONEGORO I TUBAN I

Paska OTT, Kepala UPT Disperta Maduran Belum Disanksi LAMONGAN(BM)-Paska dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Satreskrim Polres Lamongan terhadap Kepala Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Maduran, Sujarwo, yang beberapa hari lalu.Inspektorat Pemkab Lamongan hingga kini belum menjatuhkan sangsi. “Karena kasus tersebut masih ditangani pihak kepolisian, Maka harus mendukungnya. Kita akan menjatuh sangsi kalau kasus tersebut sudah memiliki keputusan tetap dari pengadilan” kata Kepala Inspektorat Kabupaten Lamongan, Agus Suyanto., Kamis. Menurut Agus, seluruh pegawai

akan mendapat sangsi bila melakukan pelanggaran, termasuk sangsi pemecatan bila melakukan pelanggaran berat. “Sangsi akan kita jatuhkan sesuai dengan tingkat kesalahan, termasuk sangsi pemecatan. Tentunya sangsi tersebut harus sesuai dengan aturan yang berlalu” tegasnya serius. Seperti diketahui Sujarwo yang merupakan Kepala UPT Pertanian Maduran tertangkap basah melakukan pungli terhadap Kelompok Tani (Poktan) Maju Makmur 2 Desa Gedangan Kecamatan Maduran pada , pada Jumat (6/1) lalu. “Saat penangkapan, barang bukti yang berhasil diamankan petugas uang sebanyak Rp 11.

FOTO: BM/KOMARI

Kepala Inspektorat Lamongan, Agus Suyanto

300.000.” kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wisnu Prasetyo saat itu.

Uang tersebut, lanjut Wisnu, diduga pungli dari pengurus Poktan Maju Maksur 2 yang merupakan uang konpenasasi, karena kelompok tani tersebut telah menerima bantuan alat-alat pertanian berupa mesin traktor, mesin pemanen padi dan alat pemompa air pada tahun 2016. Kini Sujarwo telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 12 E Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun kurungan menjara dan maksimal seumur hidup kurungan penjara. Namun karena pertimbangan kondisi kesehatanya, Sujarwo tidak dilakukan penahanan.(kom/dra)

Harga Cabai Mahal, TNI Ajak Masyarakat Tanam Sendiri LAMONGAN(BM)-Harga cabai yang semakin mahal membuat Koramail di jajaran Kodim Lamongan secara serentak menanam cabai dengan media tanam di polybag yang dapat diletakan di area yang sempit. Hal tersebut sebagai solusi mahalnya harga cabai di pasaran. “Penanaman Cabai tersebut merupakan tidak lanjut dari perintah Panglima TNI dan Kasad yang bertujuan untuk memotivasi masyarakat dalam mandiri pangan sehingga dapat menjadi jawaban di tengah-tengah harga cabai yang tidak menetap dan cenderung naik tersebut” kata Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sutrisno Pujiono melalui Pasiter Kapten Kav Parman, Kamis (12/1) Menurut Parman, seluruh prajurit TNI AD diwajibkan menanam cabai merah atau cabe hijau dari jenis apapun. “Tujuannya adalah memberi contoh agar masyarakat turut serta memanfaat halaman rumah untuk ditanami cabai sehingga bila harga cabai melangit, maka warga sudah tidak terbebani karena mereka mimiliki tanamanya cabai sendiri,” tegasnya. Kapten Parman menjelaskan PERWAKILAN

agar tanaman jenis perdu berkembang dengan baik, maka tanah yang digunakan untuk media tanam idealnya adalah tanah yang terletak dibawah pohon bambu. “Bahan campuran diantaranya adalah sekam padi dan kotoran ayam dengan perbandingan tanah, sekam dan kotoran ayam yang sama” ungkapnya. Sedangkan sistem pengolahannya adalah mencampurkan seluruh bahan-bahan menjadi satu kesatuan yang utuh, kemudian baru dimasukkan ke dalam polybag yang sudah disiapkan sebelumnya. Sementara ditempat terpisah Danramil Deket Kapten Kav Taruji menambahkan, untuk menanam cabai didalam pot atau polybag relatif lebih mudah untuk dilakukan, karena tanaman tersebut bisa tumbuh dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. “Salah satu cabai yang paling cocok untuk ditanam di pekarangan rumah adalah jenis cabai rawit dan cabai keriting. Jenis cabai ini sangat cocok untuk ditanam di iklim tropis dan rasanya pedas juga disukai oleh banyak orang,” tutur Danramil Deket.(kom/dra)

FOTO BM/KOMARI

SERENTAK : Suasana anggota koramil Brondong menanam cabai di polybag

KILAS

Sektor Wisata Sumbang 305,5 Persen PAD Bojonegoro BOJONEGORO(BM)- Sektor wisata di Bojonegoro dalam menarik wisata domestik ternyata mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bojonegoro. Tak tanggung- tanggung kenaikan sektor tersebut mencapai 305,5 persen. Sektor ini pada tahun 2015 ditargetkan Rp 378 juta dan tahun 2016 ini ternyata mampu menyumbang 305,5 persen menjadi Rp.1.532.857.500. Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Heru Sugiharto menjelaskan penerimaan pendapatan sektor wisata tersebut dari Dander Water Park, objek wisata api abadi Kayangan Api, Waduk Pacal, pesanggrahan Tirta Wana Dander serta Gedung Serba Guna. Dander Water Park yang memberikan pemasukan terbesar yakni mencapai Rp 815.211.000, kemudian disusul objek wisata kayangan api yang mampu memberikan kontribusi sebesar Rp 428.371.000. Sektor lainnya Waduk Pacal yang memberikan pendapatan asli mencapai Rp 97.175.000 dan pesanggrahan Tirta Wana Dander Rp 105.100.000, terakhir adalah Gedung Serba Guna yang mampu memberikan kontribusi Rp 87.000.000. Menurut Kabag Humas hal itu merupakan suatu hal yang menggembirakan dimana sektor wisata kita mulai bergeliat dan menarik wisatawan meski domestik dan beberapa wisatawan luar daerah. “Diakui sejak beberapa tahun lalu Bojonegoro memang merintis sektor wisata dan tahun ini diperkuat dengan dukungan sektor ekonomi kreatif berbasis kerakyatan, sektor ini dinilai dapat memberikan efek positif, karena tak selamanya harus bergantung pada sektor migas maupun agraris pertanian. Kabag Humas menjelaskan tingkat kunjungan di tiga objek wisata di Bojonegoro yakni Dander Water Park, Kayangan api dan Waduk Pacal tahun 2016 ini mencapai 167.189 pengunjung atau naik 267,86 persen. Dibanding dua tahun sebelumnya, 2015 pengunjung di tiga sektor wisata ini hanya diangka 53.624 pengunjung dan tahun 2014 diangka 40.920 pengunjung. Kenaikan jumlah kunjungan ini karena adanya beberapa peningkatan infrastruktur mulai jalan dan tersedianya beberapa fasilitas lain meskipun belum mencapai maksimal. Tahun 2016 ini kunjungan terbanyak di Dander Water Park yang mencapai angka 90.639 pengunjung kemudian di objek wisata kayangan api yang mencapai 56.915 pengunjung dan terakhir di Waduk Pacal yang didatangi oleh 19.635 pengunjung selama tahun 2016 ini. (ndo/dra)

BIRO GRESIK: M Sugeng (Kepala), Asepta Y Permana, Gilang Budi Raharja Sirkulasi & Iklan: Imam Taufik.


www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Terserang Hama, Petani Cabai di Permisan Panen Lebih Awal SIDOARJO (BM) – Sejumlah petani di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, terpaksa memanen tanaman cabainya lebih awsal akibat terserang hama. Hama tersebut menyerang tanaman cabai saat akan memerah. Sejumlah petani cabai di desa Permisan mengatakan, panen lebih awal itu terpaska dilakukan untuk menghindari kerugian lebih besar. “Bila itu tidak dilakukan, cabai tersebut akan busuk dan mengering. Kerugian kami tentunya akan lebih besar lagi,” ujar seorang petani, Kamis (12/1). Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Komisi B, Muhammad Rojik, yang sempat melihat pemanenan cabai di kawasan Jabon mengatakan, kenaikan harga cabai menjadi perhatian pemerintah. Untuk itu, ia datang melihat kondisi para petani cabai yang ada di Sidoarjo. Ia ingin memastikan sendiri permasalahan seperti apa yang dihadapi para petani dalam menanam cabai. Menurut dia, dengan mengetahui permasalahan tersebut akan dapat segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. “Kebetulan saya juga Satkernya Dinas Pertanian, mau tidak mau kita hadir

untuk mengomunikasikan dinas terkait dengan petani, kondisi apa yang terjadi sebenarnya,” katanya. Sementara itu, Mantri Tani Kecamatan Jabon Budi Eko Prasetyo mengatakan, kondisi tananam cabai milik petani Desa Permisan sebagaian terserang hama antraxnosa. Hama tersebut menyerang cabai yang mengakibatkan pembusukan. Untuk sementara ia menganjurkan untuk mengambil buah cabai yang terkena hama. Agar tidak menular ke cabai yang lain. “Harapan saya jangan sampai menunggu merah. Kalau menunggu merah, semua busuk, yang hijau-hijau setengah tua itu diambil semua daripada rugi,” katanya. Ia mengatakan, sesegera mungkin akan mengajukan bantuan obat pembasmi hama. Namun, terlebih dahulu ia akan menunggu rekomendasi dari petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Dari rekomendasi tersebut akan ia teruskan ke Dinas Pangan dan Pertanian untuk mendapatkan obat pembasmi hama. “Petugas POPT sesegera mungkin membuat rekom untuk saya lanjutkan ke dinas, mungkin dalam waktu besok bisa saya bawa (obat pembasmi

FOTO: BM/MUCHLIS

DIPANEN: Seorang petani di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo memanen tanaman cabainya lebih awal akibat terserang hama.

Masih Banyak Sekolah Belum Penuhi SNI

SIDOARJO (BM) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi mengatakan, tingkat ketertinggalan sekolah di Indonesia masih sangat jauh. Dari tiga tahun terakhir ini, sekolah yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) hampir mencapai 70 persen. Penegasan itu disampaikan Muhadjir Effendi di sela melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMA Muhammadiyah II Sidoarjo untuk melihat langsung kualitas pendidikan di sekolah dalam melaksanakan program pembentukan karakter di sekolah dan kesiapan sekolah dalam pelaksanaan UN nanti, Kamis (12/1) Menurut Muhadjir, ketertinggalan sekolah itu setidaknya terlihat dari hasil Ujian Nasional selama tiga tahun terakhir. Saat ini, perlu adanya inovasi pendidikan terutama yang menyangkut pemerataan kualitas terhadap anak didik. Untuk tahun ini, pihaknya memfokuskan melakukan pemerataan kualitas. Sedangkan untuk mengejar ketertinggalan itu, akan ada penanganan khusus dari kementerian. “Kita sudah siapkan pemetaan untuk pem-

FOTO: BM/MUCHLIS

SIDAK: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, saat melakukan sidak di SMA Muhammadiyah II Sidoarjo, Kamis (12/1).

DELTA SINGKAT

erataan kualitas tersebut. Nanti akan kita laksanakan,” katanya. Disamping itu, lanjut dia, pihaknya juga akan menerapkan pelaksanaan Ujian Nasional bagi SMA/SMK di Indonesia minimal 80 persen berbasis komputer. Sedangkan SD atau SMP di kisaran 40-60 persen berbasis komputer. Menurutnya, hal itu sangatlah penting untuk menunjang kualitas siswa dalam menerapkan sistem pendidikan. “Apalagi, ini kan sudah jamannya tekhnologi. Tingkatan SMA/ SMK harus berbasis komputer,” lanjut Muhadjir. Tak hanya itu, di tahun ini pihaknya juga akan menerapkan semua mata pelajaran yang akan diujikan dalam UN harus berstandar Nasional. Artinya, materi UN akan dibuat langsung oleh kementerian pendidikan dan Kebudayaan. “Begitu juga ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Soal itu akan di susun oleh gurunya secara kolektif. Namun tetap mengacu pada standard Nasional. Jadi tidak beda jauh antara UN dan USBN. Dan dengan cara seperti itu, kota bisa mengejar target,” tandasnya. (cls/udi)

PDAM Penuhi Kebutuhan Air Lewat Sudetan SIDOARJO (BM) – Berbagai terobosan terus dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Kabupaten Sidoarjo guna memenuhi kebutuhan air para pelanggannya. Salah satunya, berencana menyudet Kali Porong ke kalimati dengan long storage 15 Km. Plt Dirut PDAM Delta Tirta H Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan, langkah itu dilakukan untuk pemenuhan air baku IPA PDAM Delta Tirta. Terkait rencana itu, Pemerintah Kabupaten

(Pemkab) Sidoarjo akan meminta bantuan ke pemerintah pusat mengingat dana yang diperlukan cukup besar. “Kita akan ajukan bantuan anggaran untuk sudetan air itu,” tutur Nur Ahmad yang juga Wakil Bupati Sidoarjo itu.. Digunakannya Kali Porong ini, kata dia, karena debit airnya sangat besar dan airnya sangat bagus sebagaimana Kali Mas di Surabaya. “Kita juga sudah sampaikan kepada menteri PU dan Menteri Koordinator Perekonomian,

saat sidak ke Dam Pajaran di Desa Mlirip Rowo Tarik,” tegas dia. Pembangunan long storage untuk sudetan Kali Porong ke Kalimati guna pengadaan air bersih ini, ditargetkan bisa memenuhi kebutuham air bersih bagi sekitar 2,1 juta penduduk Sidoarjo. “Mudah-mudahn rencana ini bisa segera terealisasi, sehingga kebutuhan akan air minum sekaligus air bersih bagi masyarakat Sidoarjo bisa terpenuhi,” tutup Wabup. (ks/udi)

“Kalau masih di bawah tanggal 10 sih enggak masalah. Tapi ini kan sudah melebihi batas kewajaran.” - BANGUN WINARSOKomisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo

diantisipasi dari awal. Sehingga tidak sampai telat seperti saat sekarang,” katanya. Dia berharap, kejadian seperti ini tak terjadi di masa mendatang. Halhal yang sifatnya untuk kepentingan orang banyak juga harus dipikirkan ulang dan secepatnya pula dicarikan

solusi untuk mengatasinya. Se b e l u m n y a , Ke p a l a Ba d a n Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo, Sri Witarsih menyatakan, penyelesaian gaji terhadap PNS sudah diselesaikan. “Datanya sudah saya serahkan ke Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKA). dan hari ini sudah terselesaikan semua,” ujar Sri Witarsih saat dihubungi melalui sambungan selularnya, Dia menjelaskan, sebelumnya memang terjadi penundaan gaji terhadap

Lelaki Tanpa Identitas Tewas Gantung Diri SIDOARJO (BM) - Pria tanpa identitas yang diperkirakan berusia 40 tahun ditemukan tewas gantung diri di sebuah rumah kosong milik Sudarto, warga Desa Beringin RT 11/RW 03, Kecamatan Porong. Jasad pria yang mengenakan celana pendek berwarna hitam bergaris putih dan abu-abu serta memakai jaket lengan panjang kombinasi hitam itu, pertama kali ditemukan Paimin (45) dan Sunyoto (40),warga Dusun Patuk, Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Saat itu, keduanya hendak membongkar bangunan rumah tersebut. Kapolsek Porong, Kompol Hery Mulyanto membenarkan, adanya temuan sesosok mayat berjenis kelamin pria tanpa identitas yang mengantung dengan kepala terikat tali yang diikatkan pada kayu atap rumah. “Bunuh diri atau tidaknya serta motif dan penyebabnya, sejauh ini kami belum tahu secara pasti. Jenazahnya kami kirim ke RS Bhyangkara Pusdik Gasum Porong untuk dilakukan visum, “ katanya, Kamis (12/1). Dijelaskan Hery, ciri-ciri mayat pria itu diperkirakan berumur 40 tahun dengan rambut cepak, tinggi badan diperkirakan 170 centimeter, kulit sawo matang. Dan memakai baju treaning, warna hijau bermotif lengan panjang berwarna hitam, celana pendek bergaris putih dan abu-abu. “Jika masyarakat merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya dengan cirri-ciri seperti itu, dapat menghubungi kantor polisi terdekat atau ke langsung ke Polsek Porong,“ jelasnya. (cls/udi)

Tahun 2017, Persoalan Banjir Tertangani

FOTO: BM/IST

H Nur Ahmad Syaifuddin

Komisi B: Keterlambatan Gaji PNS Sudah Melebihi Batas Kewajaran SIDOARJO (BM) – Masalah keterlambatan gaji pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Sidoarjo, ternyata belum seluruhnya terselesaikan. Pasalnya, hingga saat ini masih ada PNS yang belum menerima gaji. Bangun Winarso, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo mengatakan, masalah keterlambatan gaji PNS yang terjadi saat ini sudah melebihi batas kewajaran. “Kalau masih di bawah tanggal 10 sih enggak masalah. Tapi ini kan sudah melebihi batas kewajaran,” ujar Bangun Winarso, Kamis (12/1). Ditambahkan Bangun, di kalangan anggota DPRD sendiri, juga masih banyak yang belum terima gaji. Menurutnya, dalih pemerintah kabupaten (pemkab) keterlambatan itu karena ada perombakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bisa dijadikan alasan. “Saya kira pemkab kurang antisipasi saja. Sehingga berdampak pada gaji. Harusnya kalau sudah lama disosialisasikan, soal turunnya gaji bisa

hama,red),”ujarnya. Budi mengatakan, hadirnya hama antraxnosa disebabkan faktor kelembaban kondisi tanam. Ia mengatakan, tananam cabai adalah tanaman yang membutuhkan sinar matahari langsung. Jadi diharapkan tidak ada pohon lain yang menghalangi sinar matahari mengenai tanaman cabai. Salah petani cabai, Ita Samsu mengatakan, hama seperti ini baru pertama kalinya menyerang tanamannya. Hama tersebut menyebabkan turunnya hasil panen. Biasanya ia sekali panen yang dilakukan setiap minggu bisa mendapatkan hasil 10 kg. Namun dengan hama tersebut cabai yang benar-benar siap panen hanya didapat 3-5 kg. Ia mengatakan saat ini harga cabai tua atau cabai yang sudah berwarna merah sekitar Rp. 75 ribu/kg. Sedangkan cabai yang masih hijau sekitar Rp. 25 ribu/kg. Namun ia tidak berani menanggung resiko untuk menunggu cabai yang benar-benar siap panen. Bila tidak hama tersebut akan merontokkan cabai yang akan memerah. “Nggak bisa tua (cabai,red), kalau diteruskan sampai tua bisa jatuh, rontok,”ujarnya. (cls/udi)

14 ribu lebih PNS yang ada di Sidoarjo. Alasannya, berkaitan dengan regulasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru terbentuk. Sehingga hal ini juga berdampak pada penundaan gaji tersebut. Menurutnya, penundaan gaji terhadap PNS tak mengganggu kinerja PNS. Artinya, PNS tetap bekerja dan memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Di samping itu, pihaknya juga mengaku bahwa penundaan sudah tersosialisasikan kepada masingmasing SKPD. “Sudah kita sampaikan sejak awal sebelum pembentukan OPD yang baru. Sehingga hak ini menjadi wajar,” katanya. Menurut dia, untuk melakukan pendataan dan penataan PNS yang akan ditempatkan di posisi yang baru tidak mudah. “Menata ribuan PNS tak mudah dan membutuhkan waktu. Kira-kira dia bagian apa dan hendak ditempatkan dimana. Terus track record juga seperti apa. Biar bisa disesuaikan dengan jabatan yang baru,” tegasnya. (cls/udi)

SIDOARJO (BM) - Pada tahun 2017 ini, anggaran sebesar Rp 160 miliar lebih disiapkan untuk penanganan banjir di Kabupaten Sidoarjo. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo, Achmad Amir Aslikhin mengatakan, anggaran yang terdapat di dua SKPD yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Dinas Perumahan dan Pemukiman ini akan diperuntukkan beberapa program antisipasi hingga penanggulangan banjir. “Kita ingin persoalan banjir di Kabupten Sidoarjo bisa tertangani dengan baik di tahun 2017 ini,” ujar Achmad Amir Aslichin. Untuk program antisipasi banjir itu, politisi PKB ini menyebutkan, untuk pembangunan pintu air, normalisasi saluran sungai, dan peninggian tangkis kali. “Kita inginkan, nantinFOTO: BM/IST ya agar semua saluran Achmad Amir Aslikhin pembuangan air ke avur, terlebih dulu melalui pintu air dulu. Rembesan saluran yang tidak ke pintu air, harus ditutup. Juga harus ada pembangunan saluran gendong atau long storage sebelum menuju pintu air, sebagai wadah penampung air awal,” ulasnya. Amir Aslichin mendorong, agar SKPD terkait bergerak cepat, jika memang anggaran siap digunakan. “Kita berharap, jika memang anggarannya sudah bisa diserap, maka program di atas bisa segera dilakukan. Jangan menunggu perubahan anggaran pada PAK 2017,” pinta Aslichin. Ketua komisi yang juga ketua fraksi ini menambahkan, untuk fokus awal antisipasi banjir itu, dirinya ingin SKPD terkait lebih memfokuskan pada pembenahan saluran air di lingkungan. Juga melakukan pengecekan sedimen lumpur di saluran air atau got-got lingkungan. “Jika saluran lancar, maka banjir akan bisa diantisipasi,” tegasnya. (ks/udi)

Berita Metro 13 Januari 2017  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you