Page 7

OPINI 07

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

TAJUK

Pilkada Damai

BARU SAJA rakyat Indonesia, di sejumlah wilayah, melaksanakan pencoblosan Pilkada. Ada 7 provinsi, dan 18 kota di Indonesia yang melaksanakan ajang pesta rakyat tersebut. Sementara di Jawa Timur hanya Kota Batu saja. Patut disyukuri bersama, semua pelaksanaan pencoblosan berjalan lancar dalam suasana yang sangat kondusif. Ada pelanggaranpelanggaran kecil di sejumlah daerah, yang kiranya dapat segera diatasi oleh pihak-pihak yang berwenang. Dari sekian banyak pelaksanaan Pilkada tersebut, ajang pemilihan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta menjadi yang paling banyak menyedot perhatian masyarakat, dari berbagai kelompok dan kalangan. Pilkada ‘rasa’ Pilpres tersebut telah membuat panas situasi, bukan saja di Jakarta tetapi menjalar ke seluruh negeri. Seperti biasa, dalam beberapa hajatan Pilkada, persaingan politik dalam memilih kepala daerah, berdampak pada saling kritik. Tak terelakkan, beberapa momen dan kesempatan menjadi ajang saling ejek, penyebaran berita hoax yang menjurus ke fitnah, ataupun persaingan tak sehat lainnya. Dalam berbagai aksi massa menjelang Pilkada, petugas keamanan beberapa kali sempat ‘kerepotan’. Aksi galang massa yang terbilang berhasil mendatangkan umat dari berbagai daerah yang jumlahnya mencapai puluhan ribu massa jelas bukan hal yang mudah. Beberapa kali, kepolisian mengerahkan full team dengan dibantu aparat TNI melakukan pengamanan-pengamanan. Dan alhamdulilah, semuanya berjalan pada fungsinya masing-masing, hingga aksi massa itu pun berjalan relatif damai. Meski demikian, beberapa di antara aksi massa itu sempat menimbulkan masalah, menimbulkan ketegangan di sana-sini, dan polemik di sana-sini. Terakhir, ketika terjadi rencana penggalangan aksi massa 112, atau aksi yang dilakukan pada 11 Februari kemarin, Polda Metro Jaya sempat berpolemik, melakukan pelarangan, dan bahkan mengancam akan melakukan tindakan tegas kepada pelaku aksi, bila mereka turun ke jalan. Ketegangan itu terjadi, karena para pelaku bersikeras tetap melakukan aksi massa. Sehari menjelang aksi, ketegangan itu mereda, saat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) beserta tokoh agama Islam bersilaturahim dengan Menkopolhukam Wiranto. Mereka bersepakat melakukan aksi 112 secara damai, tanpa turun ke jalan, dan tentu tak akan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Sebenarnya, dengan melihat sejarah sejak lahirnya reformasi di Indonesia, peristiwa aksi massa sudah menjadi hal yang biasa. Dan mestinya, Polri dan aparat terkait bisa belajar dari beberapa peristiwa yang pernah dialaminya. Bahwasanya, pendekatan-pendekatan humanis, semestinya lebih bisa dikedepankan dari pada adu otot ataupu adu urat leher, dengan membuat statemen-statemen ke pers, atau publik yang justru memancing polemik dan ketegangan. Terbukti, pertemuan yang sederhana antara tokoh muslim dengan menkopolhukam mampu meredakan ketegangan, dan mampu mengendalikan aksi 112 yang berjalan damai tanpa ada keributan. Sekali lagi, dalam menghadapi berbagai tantangan terkait keamanan masyarakat, hendaknya Polri yang menjadi ujung tombak, lebih memperhatikan pendekatan-pendekatan personal, pendekatan sosial-budaya, dan tindakan persuasif lain yang lebih humanis. Mudah-mudahan peristiwa demi peristiwa itu menjadi pengalaman berharga, menjadi perhatian Polri, sehingga mampu menjaga keamanan masyarakat, dengan lebih efektif dan efisien, tak menghamburkan banyak energi. Totok Hartana

Gus Ipul Cari Partai KALAH.. Timur belum bisa menjawab kepastian, apakah AHY akan diusung menjadi calon gubernur Jawa Timur. Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Renvile Antonio, mengatakan, proses penjaringan untuk calon gubernur Jawa Timur yang diusung partainya baru akan dimulai pada awal Juni mendatang. “Prosesnya masih baru dimulai Juni nanti, jadi belum ada nama yang akan diusung,” katanya, Kamis (15/2/2017). Proses penjaringan yang dimaksud juga termasuk menitikberatkan pada hasil survei yang digelar Partai Demokrat. “Bagaimanapun juga di organisasi partai ada mekanisme yang harus dijalankan,” katanya. Dia menyebutkan, nama mantan calon gubernur DKI yang juga putra Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono itu bisa saja muncul dalam penjaringan nanti karena prinsipnya semua warga punya hak untuk dicalonkan dan mencalonkan sebagai gubernur Jawa Timur. Tetapi Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Soekarwo dalam satu kesempatan kepada beritajatim.com berani memastikan bahwa AHY, anak pertama Ketum Demokrat SBY tidak akan maju running pilgub Jatim 2018. “Benar. Maksud saya (AHY) benar tidak akan maju ke pilgub Jatim 2018,” tegas Pakde Karwo, Selasa (31/1/2017) lalu. Sementara itu, Pakde Karwo yang juga gubernur Jatim ini memastikan DPD PD Jatim baru akan menyetor tiga nama untuk calon gubernur Jatim ke DPP PD pada akhir Februari 2017, setelah pilgub DKI Jakarta usai. “Akhir Februari akan setor tiga nama ke DPP. Tunggu saja nanti,” tuturnya tanpa menyebutkan ketiga nama calon itu. Dia juga tidak menjelaskan ketiga nama itu apakah kader

Sambungan Halaman 1 internal partai atau ada dari eksternal. Pakde juga tidak mau memastikan ketiga nama itu untuk cagub saja, atau juga ada cawagub.“Tunggu saja akhir Februari. Jangan mancing-mancing terus,” ujarnya setengah bercanda. Ucapan Selamat Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga Ketua PBNU mengucapkan selamat kepada pemenang pilkada DKI Jakarta yang lolos ke putaran kedua versi hitung cepat sejumlah lembaga survei. Yakni, pasangan AhokDjarot dan Anies-Sandiaga. Mengenai isu yang berkembang bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pangeran Cikeas setelah gagal pilgub DKI Jakarta akan running di pilgub Jatim 2018, Gus Ipul tidak ingin terburu-buru menanggapi.“Saya belum berani berkomentar dulu, itu kan masih kabar-kabar saja,” tukasnya. Di sisi lain, Gus Ipul membuat penegasan bahwa dirinya tidak akan maju melalui jalur independen pada pilgub Jatim 2018. Artinya, Ketua PBNU ini masih merasa optimistis dirinya akan maju diusung partai politik. “Kami selalu bertemu dengan para ketua parpol untuk menyamakan frekuensi. Memang perlu ada komitmen dan skala prioritas yang sama. Kami baru melakukan komunikasi. Kami terus melihat di lapangan apa sih yang dibutuhkan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di Jatim. Baru itu yang kami lakukan, belum bisa berkomentar banyak, selebihnya tergantung ketua parpol,” tegas Gus Ipul, Kamis (16/2/2017). Gus Ipul menyerahkan sepenuhnya keputusan apakah dirinya akan diusung dan didukung partai untuk maju pilgub Jatim 2018. (kom/bjt/tit)

D

Melawan Hoax, Menjaga Hati

unia maya kita sedang dilanda penyakit hati. Sampah informasi bertebaran secara masif tanpa verifikasi dan konfirmasi. Hoax, sas-sus, fitnah, dan hujatan bersahut-sahutan nyaris tiada henti. Informasi sumir yang sudah usang datang silih berganti. Penyakit ini kini mewabah nyaris tak terperi. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, pada akhir 2016 terdapat sedikitnya 800 situs yang diduga menjadi produsen virus hoax, berita palsu, dan ujaran benci. Tersebar melalui Facebook, Twitter, hingga grup-grup Whatsapp, virus itu langsung menyerang otak mengoyak nalar insani. Bila terpapar virus ini, orang akan mengalami skizofrenia informasi yang berujung lunturnya nurani. Hilang kebijaksanaan akal dan keluhuran budi. Padahal akal dan budi adalah penentu seseorang, mampu tegak dalam jalur kemuliaan ataukah

terjerembab dalam kemudaratan. Makanya, penyakit hati sering disebut biang segala masalah. Orang cerdas jadi tampak beringas, orang berilmu terjebak saling berseteru, dan orang berbudi dicaci-maki. Jempol tangan bergerak tanpa kendali: mengamini setiap info tanpa verifikasi, lalu menyebarkannya seolah semua orang peduli. Hal demikian bukan saja menghancurkan persahabatan tapi juga memundurkan peradaban. Sayangnya, kondisi begini terjadi tanpa disadari. Persis ungkapan tokoh sufi Imam Al Ghazali, “Penyakit hati itu laksana belang di wajah seseorang yang tak punya cermin. Jika diberitahu orang lain pun, mungkin ia tak mempercayainya.” Pada suasana batin tertentu, kebenaran tak lagi jadi penentu. Sebaliknya, segala alasan dicari untuk membenarkan tindakan yang telanjur salah. Dalam kondisi begini, marilah mengingat sebuah kisah hikmah.

Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama RI

Iblis awalnya dikenal sebagai makhluk yang paling hebat beribadah, tapi justru dilaknat olehTuhan Sang Pemberi Berkah. Sebabnya satu saja, hati iblis diliputi penyakit bernama sombong: merasa lebih mulia daripada Adam. Dalam kajian semantik, sombong didefinisikan menolak kebenaran dan meremehkan orang (Alkibru batharul haqqi wa ghamtun naas). Semoga kita terhindar dari perilaku iblis yang sok suci. Kita semua sesungguhnya bersaudara. Saling terkait dalam tubuh seperti hubungan kaki, tangan, kepala, dan anggota badan lainnya. Jika salah satunya sakit, yang lain turut merasakannya. Karena itu, marilah berlatih empati agar selalu ingat pada keadilan Ilahi. Sesama saudara, janganlah mencaci jika tak ingin dibenci. Jangan pula memfitnah karena bakal terkena tulah. Bersikaplah

bijak agar sadar di mana tempat berpijak. Di zaman digital, persaingan global makin bersifat total. Jika ingin jadi bangsa handal, tiada pilihan kecuali meningkatkan kualitas diri secara optimal. Jadikan air bah informasi sebagai modal produktif menuju level lebih tinggi. Manfaatkan jejaring sosial untuk bersinergi meningkatkan produktivitas dan mencapai kesejahteraan bersama. Janganlah puas hanya menjadi generasi pemangsa berita bohong, penyantap kabar burung, atau penikmat konten negatif lainnya. Di era kebebasan berpendapat dan bermedsos ria, berempati dan menggunakan rasa makin perlu dilakukan bersama. Setidaknya untuk menjaga katakata agar tak melukai sesama. Aksi menebar kabar hoax bukanlah sedekah yang berpahala. Sebaliknya, itu menabur benih keburukan yang akan kembali pada diri kita semua. Kegemaran

copas (copy-paste) tidaklah terpuji karena bisa mematikan kreativitas semua kita. Di sisi lain, memanipulasi pesan dan mendistorsi informasi untuk memantik emosi termasuk perbuatan tak terpuji. Berkomentar di medsos tanpa memperhitungkan dampaknya juga mestinya dihindari. Melatih empati, dengan berpikir bahwa orang lain bisa terluka karena kalimat kita di ranah maya, sama artinya melatih diri untuk menjaga hati. Dunia maya sejatinya adalah cermin hati. Aktivitas yang terekam di data digital adalah gambaran dari isi pikiran yang biasanya tak nampak di dunia nyata. Ia ibarat terminal yang menghubungkan perbuatan kita di dunia dengan tempat berlabuh di akhirat sana. Rekam jejak buruk berujung di neraka, rekam jejak baik bermuara di surga. Alhasil, ketika memilih aktif di ranah maya, maka seringlah berkaca: ke mana arah kita sesungguhnya? (*/lip)

Mohon Grasi Berarti Akui Perbuatan HARY..

Sambungan Halaman 1

Harry Tanoe hanya ingin kerja produktif untuk mengembangkan Partai Perindo. Harry Tanoe berjalan cepat masuk ke dalam ruang rapat DPP Perindo, padahal sebelumnya terlihat kalem saat melepas 37 ambulans yang dikirim ke beberapa daerah untuk kader partainya. Harry menyerahkan langkah hukum Antasari Azhar kepada SBY. Ia mengaku tidak ingin membuat ramai suasana yang telah dibuat ricuh oleh Antasari. “Pak SBY kan sudah ambil langkah hukum. Biar saya lihat dulu, ngapain ramai-ramai,” ujar Harry. Ia mempercayakan semua langkah yang dilakukan SBY untuk melawan tuduhan Antasari. “Kalau SBY sudah beres artinya semua orang bisa tahu,” kata Harry Tanoe. Pelajari Laporan Terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, polisi masih mempelajari laporan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang

Yudhoyono (SBY) terkait ucapan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar. SBY menganggap Antasari telah melakukan fitnah dengan menyebut dirinya sebagai inisiator kriminalisasi kasus Antasari. “Laporan dari pihak yang mewakili pak SBY kita pelajari untuk melihat secara jernih,” ujar Boy. Laporan SBY dilakukan setelah Antasari melaporkan dugaan kriminalisasi terhadap dirinya. Oleh karena itu, Boy menganggap polisi harus menindaklanjuti laporan tersebut dengan cermat beserta bukti yang ada. “Itu menjadi bagian yang harus kita research secara proporsional, profesional, dan objektif,” kata Boy. Sebelumnya, Wakil Sekjen Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mewakili SBY melaporkan Antasari ke Bareskrim Polri. Namun, tak banyak yang dijelaskan Didi mengenai laporan itu. “Sudah berbagai barang bukti, statement dia (Antasari) yang sudah menjadi viral di berbagai

media massa,” ujar Didi. Didi berharap polisi segera menindaklanjuti laporan tersebut dan memproses Antasari selaku terlapor. Antasari dilaporkan terkait Pasal 310 dan 311 jo Pasal 27 Undang-Undang Informasi dan Teknologi Informatika.

Pengakuan Antasari Antasari sebelumnya menganggap ada pihak yang sengaja mengkriminalisasi dirinya. Ia menduga SBY merupakan perancang skenario tersebut. Sekitar Maret 2009, Antasari mengaku pernah didatangi oleh CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Hary mengaku diutus oleh SBY yang saat itu menjabat sebagai Presiden keenam RI untuk meminta agar KPK tidak menahan Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Tantowi Pohan. Diketahui, Aulia merupakan besan SBY. Mendengar permintaan itu, Antasari menolaknya. Menurut dia, sudah prosedur di KPK untuk menahan seseorang yang sudah dijadikan tersangka. Namun,

Hary terus memohon kepadanya. Antasari bersikeras menolak. Dua bulan kemudian, Antasari ditangkap polisi. Ia dituduh membunuh Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Antasari menduga bahwa kasusnya tak terlepas dari kedatangan Hary yang diutus SBY ke rumahnya pada malam itu. Ia pun meminta SBY jujur mengenai kriminalisasi dirinya yang membuatnya harus mendekam delapan tahun. “Untuk apa Anda menyuruh Hary Tanoe datang ke rumah saya malam-malam? Apakah bisa dikatakan bahwa SBY tidak intervensi perkara? Ini bukti. Untuk tidak menahan Aulia Pohan,” kata Antasari. Akui Perbuatan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, polisi masih mempelajari laporan yang diajukan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Menurut Boy, laporan Antasari berkaitan dengan kasus

yang sudah berkekuatan hukum tetap. Bahkan, Antasari mengajukan grasi dan dikabulkan Presiden Joko Widodo. “Artinya kalau orang mohon grasi kan orang mengakui dari perbuatan yang dilakukan, meminta pengampunan,” ujar Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (16/2/2017). Oleh karena itu, kata dia, polisi perlu cermat dalam menelusuri pelaporan Antasari. Apalagi, kata Boy, proses hukum Antasari dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Rajawali Putra Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, sudah bergulir panjang dan mencapai tahap final. Bareskrim Polri akan mengumpulkan fakta-fakta yang dilaporkan dan menyimpulkan apakah pelaporan berkaitan dengan kasus Antasari yang telah bergulir di persidangan atau berdiri sendiri. “Karena kan ini tidak lepas dari apa yang dialami oleh Antasari ketika menjalani proses persidangan, ketika saat itu ditangani oleh penyidik Polda Metro Jaya,” kata Boy. (tri/det/kom/tit)

Perkuat Kerjasama antar Parlemen KETUA.. paikan ucapan terima kasih dan apresiasinya atas kesediaan Presiden RI meluangkan waktu menerima delegasi Majelis Syura Saudi Arabia.

Sambungan Halaman 1 “Kunjungan ini juga menjadi tanda perhatian yang besar dari Baginda yang Mulia Raja Salman kepada Indonesia sebagai salah satu negara Is-

lam di dunia,” kata Abdullah. Meskipun ada beberapa sektor yang perlu dimajukan antara kedua negara, menurut Ketua Majelis Syura itu, sesungguhnya hubungan sejarah antara Arab Saudi dan Indonesia

akan terus berlanjut. “Kunjungan itu juga untuk memperkuat kerjasama antara Parlemen Indonesia dan Parleman Saudi, termasuk juga untuk membahas berbagai sektor yang potensial untuk di-

Madura Kawasan Strategis DITENGARAI.. Menurut Wadir Reskoba Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi Teddy S Arif, berdasarkan hasil pemeriksaan, tiga tersangka itu berupaya menyelundupkan narkotika ke Madura. Narkotika dibawa dari Malaysia.

PUTARAN 2.. Direktur Eksekutif Media Survei Nasional Rico Marbun mengatakan arah suara pendukung Agus akan banyak dipengaruhi oleh sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pemilih itu tidak otomatis memberikan suaranya ke pasangan Anies BaswedanSandiaga Uno. “Pemilih Agus yang hampir 17 persen ini jelas hardliner klan Yudhoyono. Tidak serta-merta (dukungan) mereka akan mengalir begitu saja ke Anies,” kata Rico di Jakarta, Kamis (16/2/2017). Menurut dia, sikap SBY akan sangat menentukan di putaran kedua nanti. Apabila SBY diam saja, bisa jadi pasangan AhokDjarot akan memenangi pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur DKI putaran kedua. “Sikap SBY akan menentukan. Jika SBY diam saja, bisa jadi Ahok akan unggul lagi,” papar Rico. “Menurut saya, SBY juga bisa jadi key player. Karena kedua belah pihak tetap butuh suara Agus,” tambah dia.

Sambungan Halaman 1 “Di Malaysia ketiga tersangka pakai visa kunjungan, bukan TKI,” ujarnya. Teddy menduga, Madura menjadi sasaran penyelundupan bukan hanya sebagai pasar bisnis sabu-sabu. Pulau yang berada di

seberang utara Jawa bagian timur itu juga dijadikan transit oleh pengedar untuk mengirimkan narkotika ke kawasan timur Indonesia. “Seperti ke Kalimantan, Bali, dan lainnya,” katanya. Teddy menjelaskan, bagi para pengedar, Madura dianggap kawasan strategis untuk transit narkotika. Topografi Ma-

dura yang terpencil dianggap memudahkan pengedar lolos dari pengawasan aparat. Banyak kawasan pesisir yang longgar penjagaan. “Kami bekerja sama dengan Polair akan mengetatkan penjagaan dan pengawasan di Madura,” ujarnya. Di hari yang sama, Kapolda Inspektur Jenderal Polisi Mach-

Anggota Koalisi Akan Konsolidasi Sambungan Halaman 1

Bahas Koalisi Empat partai pendukung, yakni PAN, PKB, PPP, dan Partai Demokrat, akan segera berembuk untuk menentukan arah koalisi di putaran selanjutnya, pasca kekalahan Agus-Sylvi. “Saya lagi minta waktu sama kawan-kawan untuk berdiskusi, berbicara karena kita koalisi, kita bicara dulu langkah-langkah selanjutnya,” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. Dia belum bisa memberikan kepastian waktu terkait dengan pertemuan empat pimpinan partai politik pengusung Agus Yudhoyono-Sylviana Murni itu. Yang pasti, dia berharap dalam 1-2 hari ini akan ada keputusan tentang arah koalisi. “Mudah-mudahan satu-dua hari ini akan ada keputusan,” papar Zul. Partai Demokrat juga belum menentukan sikap dan peralihan suara di putaran kedua nanti.“DPP Demokrat hingga kini masih menunggu hasil akhir dari

penghitungan manual dan pleno KPUD,” kata juru bicara Partai Demokrat Imelda Sari kepada wartawan, Kamis (16/2). Sementara itu, Politikus PPP, Arwani Thomafi, mengatakan, langkah politik PPP akan diputuskan setelah musyawarah internal. “Nanti akan kita rapatkan dulu. Khusus di DKI, isu-isu yang berkembang, langkah-langkah yang memang harus disiapkan oleh partai tentu akan rapatkan,” kata Arwani. Bukan hanya Pilkada Jakarta, Arwani mengungkapkan bahwa rapat yang akan dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan Pilkada Serentak yang diikuti PPP. Arwani belum bisa memastikan kapan rapat itu dilaksanakan. Partai berlambang Ka’bah itu masih menunggu hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. “Kami belum sama sekali (menentukan kapan waktu rapat).Tunggu dulu perkembangan di lapangan sambil mengikuti proses tahapan yang ada di KPU. Tentu dengan hasil yang dirilis KPU,” jelasnya.

PKB Istikharah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga pendukung pasangan Agus-Sylvi sampai saat ini belum memutuskan untuk berkoalisi dengan pasangan calon lain. “PKB belum putuskan. PKB pasti pendekatannya istikharah, apalagi tinggal dua calon wajib kita istikharah, kalau calonnya banyak nggak memenuhi syarat istikharah, tapi kalau tinggal dua itu memenuhi syarat untuk istikharah,” ujar Ketua DPP PKB Lukman Edy, Kamis (16/2/2017). Lukman mengatakan PKB akan menunggu terlebih dahulu hasil resmi penghitungan dari KPU. Alasannya, quick count atau penghitungan cepat tidak bisa dijadikan acuan utama. “Quick count tidak bisa dijadikan dasar untuk kita PKB mengambil sikap kita menunggu. Kalau quick count keliru faktanya satu putaran ya buat apa kita istikharah kan. Kita akan menunggu itu sampai datanya resmi dan itu diyakini kebenarannya kemudian PKB pasti akan istikharah untuk menentukan pilihan,”

majukan antara kedua negara,” terang Abdullah. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi antara lain Mensesneg Pratikno, Menag Lukman Hakim Saefuddin, dan Wamenlu A.M. Fachir. (rmo/tit)

fud Arifin, merilis pengungkapan kasus jual beli sabu-sabu oleh anggota Satreskoba Kepolisian Resor Bangkalan, Madura. Dua bandar berinisial T (32) dan KD (35) ditangkap saat akan menyeberangkan sabu-sabu seberat satu kilogram di Jembatan Suramadu pada 14 Februari 2017. (viv/tit)

ungkap Lukman. Lukman mengklaim kubu Ahok-Djarot dan Anies-Sandi sudah melakukan pendekatan ke PKB. Lukman mengatakan masih terbuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan salah satu pasangan calon tersebut. Sikap PAN PAN, yang merupakan partai pengusung Agus-Sylvi, menyatakan belum menentukan arah koalisi untuk putaran kedua Pilgub DKI 2017. PAN akan lebih dahulu melakukan rapat . “Pasangan calon yang didukung oleh PAN telah menyatakan dirinya kalah dalam pilkada DKI dan sudah menyampaikan hal tersebut kepada media dan sudah memberikan semangat pada paslon lainnya yang diharapkan akan maju di puteran kedua,” ujar Sekjen PAN, Eddy Soeparno. Eddy menegaskan PAN ma­ sih tergabung sebagai anggota ko­alisi pengusung Agus-Sylvi. Oleh sebab itu, mereka akan lebih dahulu mengadakan konsolidasi.(det/rmo/tit)

Berita Metro 17 Februari 2017  
Advertisement