Page 12

www.beritametro.co.id

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

FOTO: BM/MUCHLIS

PUTING BELIUNG: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Muhamad Anwar saat malam kejadian memberikan bantuan kepada para korban bencana puting beliung di Desa Terungkulon dan Desa Keboharan berupa makanan instan dan air mineral.

FOTO: BM/MUCHLIS

DIDATA: Bupati Saiful Ilah melakukan pengecekan dan pendataan korban puting beliung di wilayah Krian

Pemkab Siapkan Anggaran Bantu Korban Puting Beliung Krian

SIDOARJO (BM)- Pasca terjadinya bencana puting beliung yang melanda dua desa yang berada di kawasan Krian, yakni Desa Terung Kulon dan Desa Keboharan kemarin(15/2), Pemerintah kabupaten Sidoarjo melakukan penanganan terhadap para korban bencana dan pendataan materi yang porak poranda akibat puting beliung tersebut. Disampaikan bupati dalam sidak yang dilakukannya masih belum efektif, hanya sebatas penanganan para korban. Pendataan jumlah rumah yang porak poranda terkena angin puting beliung baru bisa dilakukan kemarin. “Pak wabup bersama dengan Camat Krian juga dari BPBD Sidoarjo hari ini (kemarin, red) melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi bencana,” ungkap Bupati Saat di Pendopo Delta wibawa Ditambahkan Saiful Ilah, setelah melakukan pengecekan dan pendataan ternyata jumlah rumah warga yang rusak akibat puting beliung ini

mencapai 449 rumah. Sebanyak 8 warga yang perlu mendapatkan perawatan medis, 6 diantaranya sudah diperkenankan pulang. Nantinya pemkab akan memberikan bantuan kepada seluruh korban dengan dana yang ada dan dipersiapkan sebelumnya. “Untuk penanganan terhadap korban BPBD sudah melakukan penanganan sejak tadi malam. Mulai dapur umum dan tenda sudah disiapkan,”jelasnya. Anggaran untuk bencana kabupaten Sidoarjo sebesar Rp 6 Miliar tahunnya akan digunakan semaksimal mungkin untuk mencover bencana puting beliung ini meskipun anggaran sebesar itu sebagian sudah dipergunakan untuk penganan banjir di Taman dan Jabon beberapa waktu lalu. “Pemerintah tetap berupaya untuk memberikan bantuan terhadap korban bencana ini, mungkin dengan mengajukan anggaran tambahan melalui PAK ,”tegas Bupati.

DELTA SINGKAT

Penangguhan Penahanan Kades Sarirogo Disoal Warga

FOTO: BM/MUCHLIS

DIPERBAIKI: Beberapa petugas melakukan pendataan di lokasi kejadian puting beliung yang merobohkan sejumlah tiang listrik dan memporakporandakan beberapa rumah.

Pada kesempatan lain Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Muhamad Anwar saat malam kejadian memberikan bantuan kepada para korban bencana puting beliung

di Desa Terungkulon dan Desa Keboharan berupa makanan instan dan air mineral. Bantuan tersebut langsung didistribusikan ke posko pengungsian.

“bantuan yang kami berikan ini sebagai bentuk keprihatinan kita terhadap korban bencana puting beliung ini,”Ungkap Kapolresta Sidoarjo.(cls/bud)

Notaris Rosidah Tersangka Korupsi TKD Kedungsolo SIDOARJO (BM)- Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo akhirnya menetapkan Rosidah sebagai tersangka Kasus dugaan korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Kedungsolo yang dijadikan tempat relokasi Renojoyo Desa Kedungsolo Porong. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidoarjo, H.M. Sunarto SH mengatakan, pihaknya telah menetapkan Rosidah, sebagai tersangka. “Notaris Rosidah sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya, Kamis (16/2). Kasus dugaan korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Kedungsolo, relokasi Renojoyo

Desa Kedungsolo Porong ini sebelumnya telah menyeret Sunarto yang merupakan ketua tim pembebasan lahan 10 hektare yang di antaranya ada sekitar 2,8 hektare TKD itu. Kasi Pidsus, Adi Harsanto SH menambahkan, Rosidah ditetapkan tersangka itu pada Selasa (14/2). “Sebelum libur kemaren itu kami tetapkan dia sebagai tersangka,” ujarnya. Adapun peran tersangka dalam kasus tersebut merupakan Notaris yang mengeluarkan Akta Jual Beli (AJB) dan Ikatan Jual Beli (IJB) di lahan seluas 10 hektare relokasi Perum Renojoyo, Desa Kedungsolo Kecamatan Jabon. “Padahal, lahan seluas 10

FOTO: BM/MUCHLIS

DIPERIKSA: Notaris Rosidah selesainya menjalani pemeriksaan di Kejari Sidoarjo. Pemeriksaan dilakukan terkait kasus dugaan korupsi TKD Kedungsolo.

hektare itu di dalamnya terdapat lahan TKD seluas 2,8 hek-

tare. Aset Desa Kedungsolo itu tidak pernah ada pelepasan,”

jelas Adi. Ditambahkan Kasi Intelijen Andri Tri Wibowo, pihaknya telah memiliki dua alat bukti untuk menetapkan tersangka. “Yang jelas, dua alat bukti sudah kami kantongi,” tambahnya. Sejak ditetapkan tersangka, penyidik tidak melakukan penanahan. Secara terpisah, Rosidah saat dikonfirmasi wartawan enggan berkomentar. Rosidah mengaku jika persoalan itu sudah diserahkan kepada Penasehat Hukumnya. “Maaf ya mas, soal itu kan ada PH saya, biarlah PH saya yang akan menyampaikan,” ujarnya. (cls/udi)

Kembali Pimpin AKLI, Dedy Fokus Pembinaan Anggota

SIDOARJO (BM) – Dedy Kurniawan kembali dipercaya memimpin memimpin Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Kabupaten Sidoarjo untuk periode 2017-2021. “Saya sangat berterimakasih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Ke depan, tentunya amkan terus dilakukan pembinaan anggota dan penguatan program,” ujar Dedy Kurniawan, sesudanya kembali terpilih menjadi Ketua AKLI Kabupaten Sidoarjo Periode 2017-2021. Pemilihan kembali itu dilangsungkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) AKLI Sidoarjo ke-VI di Sun Hotel, Rabu (15/2). Ikut hadir pada acara itu, di antaranya Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah dan Sugiono selaku pembina sekaligus penasehat AKLI Sidoarjo. Bupati Saiful Ilah SH.MHum ber-

harap AKLI Kabupaten Sidoarjo untuk bisa terus berinovasi dan berkontribusi aktif dalam pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Menurut bupati, listrik di Sidoarjo sangat penting karena banyak investor yang masuk. Terlebih, nanti juga akan ada industri listrik melalui pengelolaan sampah. Sementara itu, Sugiono mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, dan juga kepada semua pihak yang telah mendukung upaya AKLI, dalam perannya memberikan pelayanan terbaik kepada semua masyarakat yang sesuai dengan kode etik Kontraktor Listrik (mekanikal). “AKLI akan terus memberikan kontribusi positifnya bagi Kabupaten Sidoarjo,” jelas Sugiono. (med/udi)

FOTO: BM/MEDI

FOTO BERSAMA: Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, berfoto bersama para pengurus AKLI Sidoarjo di sela acara Muscab ke-VI di Sun Hotel.

SIDOARJO (BM) – Penangguhan penahanan terhadap Kepala Desa (Kades) Sarirogo, mengundang reaksi. Belasan warga Sarirogo, Kecamatan Kota Sidoarjo, mendatangi polresta setempat, sesudahnya mendengar adanya penangguhan penahan itu. Selain mempersoalkan soal penangguhan penahan, mereka juga mempertanyakan sejauh mana proses perkembangan penanganan kasus yang menjerat kadesnya. Kepala Desa Sarirogo, Eko Prabowo (49), sebelumnya ditangkap perugas Polresta Sidoarjo dalam Operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) Program Nasional Agraria (prona). BeFOTO: BM/MUCHLIS lakangan, dilakukan Kompol Manang Soebeti penangguhan penahan atas jaminan Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah. Ario Nanda, salah satu warga Sarirogo mengatakan, kedatatanganya sebatas ingin mempertanyakan soal penanguhan penahanan sekaligus perkembangan penanganan kasus kadesnya.“Berkas kasus Pak Kades ternyata sudah dikirim ke kejaksaan,”katanya usai menemui Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Manang Soebeti. Ditambahkan Ario, pihaknya bersama warga yang lain juga mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. “Kami juga akan mempertanyakan sampai di mana prosesnya,” ucapnya. Kompol Manang Soebeti mengatakan, Pihaknya dalam waktu dekat berencana menetapkan tersangka lain yang ikut serta dalam kasus ini. “Ada, kita akan segera tetapkan tersangka lain yang turut serta dari kasus pungli Prona Sarirogo ini,” tandasnya. (cls/udi)

Polisi Ringkus Dua Pengedar Pil Dobel L SIDOARJO (BM) – Unit Reskrim Polsek Wonoayu mengamankan dua tersangka yang diduga sebagai pengguna sekaligus pengedar pil dobel L. Kedua tersangka itu adalah M Rozoni (20) dan M Masroni (21), keduanya warga Desa Keboharan, Kecamatan Krian. Kapolsek Wonoayu, AKP Heriyanto menerangkan, keduanya ditgangkap setelah kedapatan membawa sejumlah pil dobel L untuk diedarkan dan dikonsumsi sendiri. Penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka M Rozoni. Dia ditangkap di salah satu Ruko Bumi Papan Selaras Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu. “Saat ditangkap, tersangka kedapatan membawa 10 butir pil dobel L,” katanya, Kamis (16/2). Dijelaskan pula, setelah dilakukan penangkapan terhadap Rozoni, anggotanya langsung melakukan pengembangan. Hasilnya, petugas mengantongi identitas tersangka lainnya. Yakni, Masroni, yang menjadi pengedar pil dobel L. Saat ditangkap, Masroni juga kedapatan menyimpan 162 butir pil double L. “Tersangka kedua ditangkap di rumahnya,” terangnya. Dia mengatakan, kedua tersangka merupakan jaringan pengedar pil dobel L di wilayah Wonoayu. Selain digunakan sendiri, obat terlarang itu juga dijual kepada beberapa temannya dengan harga Rp 15 ribu setiap 10 butir. “Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat sesuai pasal yang disangkakan kepadanya,” tegas dia. (med/udi)

Berita Metro 17 Februari 2017  
Berita Metro 17 Februari 2017  
Advertisement