Page 11

GRESIK 11

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

Puluhan Anggota Satpol PP Lolos Uji Kompetensi GRESIK (BM)-Sebanyak 25 anggota Satpol PP Gresik mengikuti Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar). Para peserta lolos dari uji kompetensi, sebelumnya, 117 anggota Satpol PP Gresik mengikuti uji kompetensi. Diklatsar yang berlangsung selama tiga minggu di Balai Diklat PMI Jawa Timur, jalan Ratna Perum Graha Bunder Asri Gresik oleh Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, Kamis (16/2). Dalam sambutannya, Bupati menekankan agar Diklatsar kali ini harus ada yang berbeda dan lebih banyak memberikan ilmu pengetahuan yang mendukung dalam tugas sebagai Polisi Pamong Praja. “Kepada para Instruktur saya harap agar memberikan banyak pembekalan tentang Perda dan Perundangan. Tak hanya latihan fisik semata seperti diklatsar yang terdahulu,” katanya. Ditambahkan, pentingnya anggota Satpol PP Gresik diberikan pengetahuan tentang aturan perundangan

Pendonor Darah Gresik akan Terima Penghargaan Presiden

gan perbuatan cabul. “Hal ini harus lebih diberi pemahaman mendalam. Jangan sampai ada pemahaman keliru misalnya hanya melarang pengedar. Padahal disitu ada juga peminum yang juga harus dilarang dan diamankan” katanya. Terkait Diklatsar Satpol PP Gresik, Sekda Gresik Djoko Sulistiohadi mengatakan kegiatan ini untuk memperdalam tugas pokok dan fungsi kepada anggota Satpol PP terutama yang belum memperoleh Dikklat serupa.”Selain pemberian materi, peserta juga diajak untuk melakukan diskusi serta observasi lapangan. Sesuai harapan Bupati, observasi lapangan akan diberikan study kasus yang ada dilapangan” katanya. Para instruktur Diklat ini terdiri dari Widyaiswara Bandiklat Propinsi Jawa Timur, Para Pejabat Pemkab Gresik, dari Kodim 0817 serta Polres Gresik. “Diklat ini berlangsung hari ini dan berakhir pada 3 Maret 2017,” pungkas Sekda. (sgg/yog/dra)

FOTO BM/MOCH. SUGENG

BUKA : Bupati Gresik saat membuka Diklatsar bagi anggota Satpol PP Gresik dan yang lolos uji kompetensi.

mengingat mereka yang bertugas di lapangan akan berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka harus tahu aturan misalnya tentang Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan Garis Sempadan Pagar (GSP). “Mereka juga harus diberikan cara-cara konfirmasi yang lebih manusiawi misalnya me-

KILAS

nanyakan perijinan tentang suatu bangunan kepada pemiliknya,” katanya. Tentang pemahaman perundangan, Bupati menekankan agar pemberian materi lebih dalam tentang aturan yang sesuai dengan penugasannya di lapangan. Misalnya tentang aturan larangan minuman keras dan laran-

Hasil Konsultasi ke Kemenpan RB, Komisi A Berikan Rekom

GRESIK (BM)-Komisi A (Bidang Kepegawaian) DPRD Gresik akhirnya mengambil keputusan soal polemik mutasi 1.111 pejabat yang ditengarai banyak terjadi pelanggaran. Hal ini dilakukan setelah wakil rakyat tersebut melakukan konsultasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) beberapa waktu lalu. Hasil dari konsultasi, Komisi A,menyatakan pejabat yang dianggap melanggar aturan kepegawaian dalam mutasi tersebut harus

BM/ISTIMEWA

Mujid Riduan

diberikan sanksi. “Komisi A telah mengirimkan rekomendasi kepada tim Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) terkait mutasi 1.111 pejabat,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Gresik, Mujid Riduan, Kamis (16/2). Dijelaskan Mujid, salah satu rekomendasi tersebut, Komisi A meminta Baperjakat untuk menindak pejabat yang dinilai melanggar peraturan kepegawaian. Pejabat tersebut salah satunya Kepala Bidang di Dinsos (Dinas Sosial). “Yang bersangkutan berdasarkan absensi yang kita punya, tidak ngantor (masuk) akumulasi

lebih dari 274 hari. Tindakan itu jelas melanggar PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 53 Tahun 2010, tentang disiplin PNS,” jelas politisi senior PDIP asal Kecamatan Menganti. “Pejabat bersangkutan sesuai dengan amanat peraturan kepegawaian seharusnya sudah dipecat,” imbuhnya. Mujid merincikan, berdasarkan data Komisi A, pejabat tersebut pada 2015 tercatat tidak masuk kerja (akumulatif) selama 152 hari. Sedangkan pada tahun 2016 tidak masuk akumulatif selama 124 hari. “Saat ini bolanya ada di Baperjakat soal nasib pak Sutaji,” pungkas dia. (sgg/ adv)

GRESIK(BM)-Pemerintah pusat bersama Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial bagi 15 pendonor darah. Penghargaan ini diberikan kepada pendonor yang telah menyumbangkan darahnya secara rutin diatas 100 kali. Penghargaan berupa lencana emas rencananya akan diserahkan oleh Presiden RI JokoWidodo pada Minggu (19/2) mendatang di Jakarta bersama dengan para pendonor dari daerah-daerah lainnya di seluruh wilayah Indonesia. Sebelum keberangkatannya ke Jakarta, mereka yang akan menerima penghargaan berkesempatan bertemu dengan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto di ruang kerjanya, Kamis (16/2). Dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Kng. Djoko Sulistio Hadi, Ketua PMI Gresik, Nadjib dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Gresik tersebut Bupati Sambari menyampaikan bentuk apresiasinya kepada para sukarelawan yang selama ini rutin melakukan donor darah. “Kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pendonor yang selama ini telah berbuat dan mencerminkan perhatian serta kepeduliannya kepada masyarakat. Maka layaklah mendapatkan penghargaan dari pemerintah,” kata Bupati Sambari, Kamis (16/2). Lebih lanjut Bupati Sambari berharap agar masyarakat dalam mendonorkan darah, tidak semata-mata mengharapkan sebuah penghargaan, namun murni untuk bersosial dan ikhlas untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan. “Semoga dapat memberikan inspirasi dan semangat baru bagi semua pihak khususnya masyarakat Gresik untuk senantiasa mencurahkan perhatian serta kepeduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” imbuh Bupati Sambari. Salah seorang calon penerima penghargaan Ahmad Mukson (47) mengatakan bahwa donor darah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga bagus bagi kesehatan diri sendiri, karena terjadi regenerasi darah. Dirinya mengatakan selama masih dianugerahi kesehatan dan kekuatan akan terus melakukan donor darah dan senantiasa mengajak generasi muda meneruskan perjuangan tersebut. (sgg/yog/dra)

FOTO BM/MOCH. SUGENG

APRESIASI : Pendonor darah menemui Bupati Gresik sebelum berangkat ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Presiden.

LAMONGAN

berita metro

www.beritametro.co.id

DTPHP Berharap Petani Waspadai Serangan Hama LAMONGAN(BM)-Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Lamongan menghimbau kepada petani agar mewaspadai berkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT/hama) pada musim tanam tahun ini. Karena musim kemarau basah yang ditandai dengan panjangnya musim penghujan dapat mengakibatkan hama berkembang. Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lamongan melalui Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, menegaskan musim kemarau basah ini membuat petani kita bisa terus menanam. “Namun dengan terus menanam, berarti rantai perkembangan hama juga tidak bisa diputus. Maka itu petani kita harus waspada” kata Agus Hendrawan, Kamis (16/2) siang. Sebagai upaya mencegahaan atau antisipasi perkembangan hama tersebut, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lamongan

FOTO: BM/KOMARI

INGATKAN : Bupati Lamongan sebut agen hayati merupakan salah satu cara yang efektif dan ramah lingkungan untuk pengendalaian hama

sudah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian hama terpadu. Diantaranya dengan memfasilitasi petani yang secara mandiri memproduksi agen hayati. Menurut Agus, agen hayati tersebut merupakan salah satu cara yang efektif dan ramah lingkungan untuk pengendalaian hama, hal tersebut sudah terbukti dilakukan atau diterapkan

petani di Desa Besur Kecamatan Sekaran. “Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan kedepan akan mengembangkan pertanian padi yang bebas pestisida. Diharapkan, produktivitasnya bisa dinaikkan hingga mencapai 10 ton per hektar” terangnya. Saat ini sudah ada 36 kelompak tani yang sudah se-

cara konsisten menggunakan agen hayati untuk pertanian padi dan sama sekali sudah tidak menggunakan pestisida. Salah satunya di Desa Besur Kecamatan Sekaran. Sementara Bupati Lamongan, Fadeli menekankan kepada Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan agar memfasilitasi perkembangan pertanian tanpa pes-

tisida tersebut. karena di Desa Besur, penggunaan agen hayati terbukti bisa meningkatkan produktivitas padi menjadi 10, ton perhktar gabah kering panen yang setara 8,94 ton perhektar gabah kering giling. “Petani agar terus didampingi. Apalagi jika penerapan agen hayati ini dilakukan dengan pemilihan bibit unggul yang sesuai dengan kondisi tanah, penanaman jajar legowo, dan panen menggunakan alat modern, hasilnya harusnya bisa lebih tinggi lagi, “ kata Fadeli. Agen hayati yang dikembangkan petani Besur adalah jenis dekomposer, beauveria dan trichoderma. Mereka juga memagari lahan padi mereka dengan tanaman refugia seperti bunga matahari yang dikenal sebagai musuh alami hama.Tahun ini Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lamongan menargetkan luas tanam padi bisa mencapai 160.633 hektar. Target itu saat ini sudah terealisasi seluas 68.288 hektar.(kom/dra)

Gandeng Investor Surabaya, PD Pasar Hidupkan Lamongan Plaza LAMONGAN(BM)-Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kabupaten Lamongan menggandeng investor dari Surabaya untuk menghidupkan kembali Lamongan Plaza yang sempat mandeg aktivitas beberapa tahun terakhir. “Kami optimis mampu menghidupkan Lamongan Plaza dengan mengandeng investor dari Surabaya. Kami yakin kedepan Lamongan Plaza akan menjadi pusat perekonomian masyarakat Lamongan, sehingga masyarakat Lamongan lebih sejahtera” kata Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kabupaten Lamongan, Ir. Djoko Purwanto,MM, Kamis(16/2). Ditambahkan Djoko, selama ini pihaknya tidak pernah menyerah untuk mencari pihak ketiga untuk mengisi stand yang ada di Lamongan Plaza tersebut. “Kami sudah keliling mencari investor,tidak hanya di Jawa Timur tapi PERWAKILAN

juga di Jateng dan Jawa Barat” tegas Djoko. Sementara, Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Syaifuddin Zuhri, mengatakan kehadiran investor di Lamongan Plaza sangat diperlukan guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus jadi stimulus agar perekonomian di Lamongan semakin bergairah. “Asal tidak merugikan pedagang lokal, maka mengatakan kehadiran investor di Lamongan Plaza sangat diperlukan” ungkap Syaifuddin Zuhri, Kamis (16/2) siang, Menurut politisi asal PKB tersebut, kalau tidak ada investor yang masuk, maka keberadaan Lamongan Plaza membebani anggaran. “ Sehingga PD Pasar yang seharusnya menyumbang PAD yang segnifikan menjadi kesulitan akibat besarnya beban yang harus dikeluarkan untuk operasional Lamongan Plaza” tegasnya serius.(kom/dra)

FOTO: BM/KOMARI

MEMPRIHATINKAN : Kondisi Lamongan Plaza yang sepi segera dihidupkan kembali setelah ada investor yang berminat

KILAS

FOTO BM/KOMARI

BERI PENGHARGAAN :Dandim Lamongan, Letkol Inf Sutrisno Pujiono,SE,MM serahkan penghargaan pada anggota Unit Intel Kodim

Dandim Beri Penghargaan Anggota Penangkap Pengedar Pil Koplo LAMONGAN(BM)- Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Inf Sutrisno Pujiono,S.E,M.M memberi penghargaan kepada anggota Unit Intel Kodim yang beberapa waktu lalu berhasil menangkap pengedar pil koplo jenis Karnopen di wilayah Brondong. Dalam sambutannya, Letkol Inf Sutrisno Pujiono menyampaikan kinerja anggota intel tersebut harus menjadi contoh bagi anggota Kodim yang lain dalam menyelamatkan generasi mudah dari ancaman Karnopen. “Pasca dilaksanakan penangkapan oleh anggota Unit intel yang dipimpin Pasintel Lettu Inf Ali Mahmud, juga ada beberapan penangkapan yang dilakukan oleh pihak Polres Lamongan baik pil karnopen atau Narkoba” kata Letkol Inf Sutrisno Pujiono, Kamis (16/2). Setelah penangkapan, lanjut Sutrisno, tetap harus dilaksanakan monitor pergerakan pengedar atau obat-obatnya. “Kalau sampai masuk kembali di tengah-tengah masyarakat, maka harus dilakukan penangkapan”tegasnya. Dandim Lamongan menambahkan atas perintah dari Komando atau pimpinan, seluruh anggota TNI harus bebas dari narkoba, baik pengguna maupun pengedar. “Acaman hukumnya dipecat bila ada anggota yang terlibat narkoba” ungkapnya tegas. Anggota Unit Intel Kodim Lamongan yang menerima pengahargaan dari Dandim atas keberhasilannya tersebut, diantaranya diantaranya Lettu Inf Ali Mahmud, Serma Purwanto, Serma Hadi, Serka Yudho, Serda Didik, Serda Sulistiono dan Serda Rudi.(kom/dra)

BIRO GRESIK: M Sugeng (Kepala), Asepta Y Permana, Gilang Budi Raharja Sirkulasi & Iklan: Imam Taufik. BIRO LAMONGAN: Komari

Berita Metro 17 Februari 2017  
Advertisement