Issuu on Google+

GRESIK 11

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT,13 JANUARI 2017

Dua Mortir Peninggalan Belanda Ditemukan di Bungah

GRESIK(BM)-Sebanyak 6 anggota Brimob Polda Jawa Timur bersama petugas Polsek Bungah kembali menemukan 2 mortir sisa peninggalan Belanda di Dusun Ujung Sawo, Desa Kramat, Kecamatan Bungah Kamis (12/01). Guna mencegah ada hal yang tidak diinginkan, pihak Polsek Bungah menggandeng tim gegana brimob Polda Jawa Timur untuk menjinakkan benda berbahaya tersebut. Saat dimintai keterangan Kapolsek Bungah, AKP Ahmad Said mengatakan, penemuan 2 mortir ini, sebagai tindak lanjut dari rangkaian penemuan sebelumnya. “Penemuan mortil lanjutan ini untuk melanjutkan penemuan mortir yang berada di belakang rumah salah seorang warga Desa Kramat, kecamatan Bungah,” ujar Said. Pihaknya menambahkan, mortil yang ditemukan,

ternyata masih aktif, sehingga tim gegana langsung mengevakuasinya dan dimasukkan ke mobil gegana. Setelah itu di bawa kelahan pertambangan Desa Bungah guna diledakkan. Penemuan mortil ini tindak lanjut dari penemuan 9 mortil sebelumnya, yakni berawal saat salah satu warga setempat bernama Abdul Kholiq menemukannya. Mortir ditemukan saat Abdul hendak membangun pondasi dapur rumahnya, saat itu dia menggali tanahnya, namun pada kedalaman tertentu, linggisnya terbentur benda keras. Saat dilihat ternyata benda itu mortir. Akhirnya Abdul Kholiq bersama perangkat Desa melaporkannya ke Polsek Bungah. Saat petugas mendatangi TKP, ditemukan 9 mortil. ‘Jadi jumlah mortil yang kita temykan sebanyak 11 unit,” pungkas Said.(sgg/yog/dra)

KILAS

Segera Dibangun Tol Krian hingga Manyar

FOTO BM/MOCH. SUGENG

MORTIR: Tim gegana saat berusaha menjinakkan mortir yang ditemukan warga di Bungah.

Mobil Gegana Ikut Terjebak Macet Daendels

FOTO BM/GILANG BUDI RAHARJA

MACET: Mobil gegana membawa sisa temuan 2 buah mortir dari Desa Keramat, Mengare terjebak macet di jalan Daendels Gresik.

GRESIK (BM)- Perbaikan jalan Daendels hingga saat ini masih memicu kemacetan parah. Bahkan mobil Tim Gegana Polda Jatim yang membawa sisa temuan 2 buah mortir dari Desa Keramat, Mengare, Kecamatan Bungah juga ikut terjebak kemacetan, Kamis (12/1). Pengguna jalan mengeluh lantaran jalan tersebut dinilai membahayakan dan akhirnya memilih untuk memperlambat bahkan berhenti karena sebagian lajur sedang dilakukan pengurukan. “Jalannya licin jadi tidak berani untuk jalan agak cepat, takut selip, sama didepan ada pengurukan jalan pakai batu kapur. Ini sangat berbahaya,” kata Ajirianto, pengguna jalan, Kamis (12/1). Sementara itu langkah pemerintah memperbaiki jalan nasional dengan cara diuruk

menggunakan pedel (batu kapur) disayangkan oleh anggota DPRD Kabupaten Gresik. Pola perbaikan jalan seperti itu justru dinilai sangat membahayakan pengguna jalan. Anggota Komisi A DPRD Gresik, Abdullah Syafii mengatakan, jalur Pantura Gresik tergolong jalan nasional. Karena itu, perbaikan jalan rusak harusnya dilakukan menggunakan aspal berkualitas tinggi. “Sangat disayangkan, karena itu jalan nasional tetapi perbaikan dengan pedel. Itu sangat membahayakan pengguna jalan. Kalau musim hujan, tanah itu enggak kuat,” kata Syafii di gedung DPRD Gresik, Rabu (11/1). “Ini yang sangat mengkhawatirkan bagi kita. Bisa kita pantau di lapangan, itu masih banyak yang setelah dibuat pedel tetapi ambles

tanahnya. Ini sangat berbahaya bagi masyarakat atau penggunalan jalan,” ujarnya. Kondisi yang paling dikhawatirkan, ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gresik, yakni ketika melewati jalan nasional itu pada malam hari. Syafii meyakini tingkat kecelakaan bakal lebih tinggi dari biasanya. Pihaknya berencana berembuk dengan Komisi A di DPRD Gresik dan segera memanggil pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), untuk membahas masalah jalan rusak. “Ini sebenarnya kewenangan dari provinsi, tapi ini di masyarakat sudah jadi problem umum. Nanti kita rembuk, segera panggil dari PGN. Maupun kita minta melalui provinsi bagaimana BBPJN,” pungkasnya.(gbr/yog/dra)

GRESIK (BM)- Jalan bebas hambatan atau tol, segera didirikan dengan rute mulai Krian (Sidoarjo)-Legundi-BunderManyar. Pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Gresik akan segera dibangun tol baru. Informasi yang dihinpun, saat ini progres pembebasan lahan sudah 30 persen. Bulan Juni 2017 sudah mulai konstruksi dan ditarget selesai Juni 2019. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik, Tugas Husni Sarwanto, membenarkan rencana pembangunan tol baru tersebut. Tapi, pembangunan yang sudah masuk di Rencana dan Tata Ruang Wilayah (RTRW) baru sampai Bunder. “Guna memulai Legundi hingga Bunder, izinnya sudah. Sedangkan Bunder-Manyar masih ada adendum,” ujarnya, Kamis (12/1). Pada exit tol wilayah Manyar diminta pengelola Java Internatiobal Integrated Port and Estate (JIIPE) Manyar yang tidak jauh dari lokasinya. Hal ini untuk mempermudah akses kawasan industri dan pelabuhan tersebut. “Rencanan awalnya pembangunan tol hingga Bunder saja, nyambung dengan tol sekarang. Tapi JIIPE meminta pintu tolnya ada didekat sana dan pemerintah pusat secara implisit sudah menyetujuinya, meskipun sampai sekarang belum ada di RTRW kita, JIIPE merupakan kawasan industri dan pelabuhan yang membutuhkan kemudahan akses,” tandasnya. SedangkanWakil Bupati (Wabup) Gresik, Moh. Qosim saat dikonfirmasi mengatakan, tol ini merupakan kewenangan pemerintah pusat. Proses lelang hingga anggarannya pun dari Jakarta. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik hanya masuk dalam tim pembebasan lahan. “Tugas kami hanya memberikan pengarahan secara teknis masyarakat yang rumah atau lahannya akan dibangun jalan tol itu. Anggaran pembebasan lahannya pun dari Pusat. Tapi hingga sekarang saya belum menerima laporannya,” terang Moh. Qosim. Diberitakan sebelumnya, Waskita Karya melalui konsorsium PT Waskita Bumi Wira segera memulai pengerjaan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) pada Juni 2017 mendatang. Konsorsium yang terdiri dari PTWaskita Toll Road (55%), PT Energi Bumi Mining (25%) dan PT PancaWira Usaha (20%) ini ditargetkan dapat merampungkan proyek jalan tol sepanjang 38,29 km ini pada Juni 2019 mendatang. “Jadwal konstruksi diharapkan Juni 2017 sampai Juni 2019,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap pengerjaan jalan tol ini bisa segera dilakukan sehingga dapat rampung dalam waktu dua tahun selanjutnya. (sgg/yog/dra)

PANTURA

berita metro

www.beritametro.co.id

LAMONGAN I BOJONEGORO I TUBAN I

Paska OTT, Kepala UPT Disperta Maduran Belum Disanksi LAMONGAN(BM)-Paska dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Satreskrim Polres Lamongan terhadap Kepala Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Maduran, Sujarwo, yang beberapa hari lalu.Inspektorat Pemkab Lamongan hingga kini belum menjatuhkan sangsi. “Karena kasus tersebut masih ditangani pihak kepolisian, Maka harus mendukungnya. Kita akan menjatuh sangsi kalau kasus tersebut sudah memiliki keputusan tetap dari pengadilan” kata Kepala Inspektorat Kabupaten Lamongan, Agus Suyanto., Kamis. Menurut Agus, seluruh pegawai

akan mendapat sangsi bila melakukan pelanggaran, termasuk sangsi pemecatan bila melakukan pelanggaran berat. “Sangsi akan kita jatuhkan sesuai dengan tingkat kesalahan, termasuk sangsi pemecatan. Tentunya sangsi tersebut harus sesuai dengan aturan yang berlalu” tegasnya serius. Seperti diketahui Sujarwo yang merupakan Kepala UPT Pertanian Maduran tertangkap basah melakukan pungli terhadap Kelompok Tani (Poktan) Maju Makmur 2 Desa Gedangan Kecamatan Maduran pada , pada Jumat (6/1) lalu. “Saat penangkapan, barang bukti yang berhasil diamankan petugas uang sebanyak Rp 11.

FOTO: BM/KOMARI

Kepala Inspektorat Lamongan, Agus Suyanto

300.000.” kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wisnu Prasetyo saat itu.

Uang tersebut, lanjut Wisnu, diduga pungli dari pengurus Poktan Maju Maksur 2 yang merupakan uang konpenasasi, karena kelompok tani tersebut telah menerima bantuan alat-alat pertanian berupa mesin traktor, mesin pemanen padi dan alat pemompa air pada tahun 2016. Kini Sujarwo telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 12 E Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun kurungan menjara dan maksimal seumur hidup kurungan penjara. Namun karena pertimbangan kondisi kesehatanya, Sujarwo tidak dilakukan penahanan.(kom/dra)

Harga Cabai Mahal, TNI Ajak Masyarakat Tanam Sendiri LAMONGAN(BM)-Harga cabai yang semakin mahal membuat Koramail di jajaran Kodim Lamongan secara serentak menanam cabai dengan media tanam di polybag yang dapat diletakan di area yang sempit. Hal tersebut sebagai solusi mahalnya harga cabai di pasaran. “Penanaman Cabai tersebut merupakan tidak lanjut dari perintah Panglima TNI dan Kasad yang bertujuan untuk memotivasi masyarakat dalam mandiri pangan sehingga dapat menjadi jawaban di tengah-tengah harga cabai yang tidak menetap dan cenderung naik tersebut” kata Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sutrisno Pujiono melalui Pasiter Kapten Kav Parman, Kamis (12/1) Menurut Parman, seluruh prajurit TNI AD diwajibkan menanam cabai merah atau cabe hijau dari jenis apapun. “Tujuannya adalah memberi contoh agar masyarakat turut serta memanfaat halaman rumah untuk ditanami cabai sehingga bila harga cabai melangit, maka warga sudah tidak terbebani karena mereka mimiliki tanamanya cabai sendiri,” tegasnya. Kapten Parman menjelaskan PERWAKILAN

agar tanaman jenis perdu berkembang dengan baik, maka tanah yang digunakan untuk media tanam idealnya adalah tanah yang terletak dibawah pohon bambu. “Bahan campuran diantaranya adalah sekam padi dan kotoran ayam dengan perbandingan tanah, sekam dan kotoran ayam yang sama” ungkapnya. Sedangkan sistem pengolahannya adalah mencampurkan seluruh bahan-bahan menjadi satu kesatuan yang utuh, kemudian baru dimasukkan ke dalam polybag yang sudah disiapkan sebelumnya. Sementara ditempat terpisah Danramil Deket Kapten Kav Taruji menambahkan, untuk menanam cabai didalam pot atau polybag relatif lebih mudah untuk dilakukan, karena tanaman tersebut bisa tumbuh dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. “Salah satu cabai yang paling cocok untuk ditanam di pekarangan rumah adalah jenis cabai rawit dan cabai keriting. Jenis cabai ini sangat cocok untuk ditanam di iklim tropis dan rasanya pedas juga disukai oleh banyak orang,” tutur Danramil Deket.(kom/dra)

FOTO BM/KOMARI

SERENTAK : Suasana anggota koramil Brondong menanam cabai di polybag

KILAS

Sektor Wisata Sumbang 305,5 Persen PAD Bojonegoro BOJONEGORO(BM)- Sektor wisata di Bojonegoro dalam menarik wisata domestik ternyata mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bojonegoro. Tak tanggung- tanggung kenaikan sektor tersebut mencapai 305,5 persen. Sektor ini pada tahun 2015 ditargetkan Rp 378 juta dan tahun 2016 ini ternyata mampu menyumbang 305,5 persen menjadi Rp.1.532.857.500. Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Heru Sugiharto menjelaskan penerimaan pendapatan sektor wisata tersebut dari Dander Water Park, objek wisata api abadi Kayangan Api, Waduk Pacal, pesanggrahan Tirta Wana Dander serta Gedung Serba Guna. Dander Water Park yang memberikan pemasukan terbesar yakni mencapai Rp 815.211.000, kemudian disusul objek wisata kayangan api yang mampu memberikan kontribusi sebesar Rp 428.371.000. Sektor lainnya Waduk Pacal yang memberikan pendapatan asli mencapai Rp 97.175.000 dan pesanggrahan Tirta Wana Dander Rp 105.100.000, terakhir adalah Gedung Serba Guna yang mampu memberikan kontribusi Rp 87.000.000. Menurut Kabag Humas hal itu merupakan suatu hal yang menggembirakan dimana sektor wisata kita mulai bergeliat dan menarik wisatawan meski domestik dan beberapa wisatawan luar daerah. “Diakui sejak beberapa tahun lalu Bojonegoro memang merintis sektor wisata dan tahun ini diperkuat dengan dukungan sektor ekonomi kreatif berbasis kerakyatan, sektor ini dinilai dapat memberikan efek positif, karena tak selamanya harus bergantung pada sektor migas maupun agraris pertanian. Kabag Humas menjelaskan tingkat kunjungan di tiga objek wisata di Bojonegoro yakni Dander Water Park, Kayangan api dan Waduk Pacal tahun 2016 ini mencapai 167.189 pengunjung atau naik 267,86 persen. Dibanding dua tahun sebelumnya, 2015 pengunjung di tiga sektor wisata ini hanya diangka 53.624 pengunjung dan tahun 2014 diangka 40.920 pengunjung. Kenaikan jumlah kunjungan ini karena adanya beberapa peningkatan infrastruktur mulai jalan dan tersedianya beberapa fasilitas lain meskipun belum mencapai maksimal. Tahun 2016 ini kunjungan terbanyak di Dander Water Park yang mencapai angka 90.639 pengunjung kemudian di objek wisata kayangan api yang mencapai 56.915 pengunjung dan terakhir di Waduk Pacal yang didatangi oleh 19.635 pengunjung selama tahun 2016 ini. (ndo/dra)

BIRO GRESIK: M Sugeng (Kepala), Asepta Y Permana, Gilang Budi Raharja Sirkulasi & Iklan: Imam Taufik.


Berto 1301 11