Page 1

09 www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

Terdampak Proyek Tol Solo-Kertosono Ruas Ngawi-Kertosono

Ratusan Makam di Madiun Dipindahkan

MADIUN (BM) – Ratusan makam di Desa Purworejo dan Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, terpaksa dipindahkan akibat terdampak pembagunan proyek jalan tol Solo-Kertosono ruas Ngawi-Kertosono yang melintasi daerah itu. Kepala Desa Purworejo Bambang Sumitro mengatakan, sesuai hasil pendataan, total terdapat sekitar 865 makam yang terdampak di dua desa dan akan pindahkan oleh ahli waris secara bertahap. “Makam tersebut dipindahkan ke lokasi baru yang telah disediakan oleh pihak pembangun Tol Solo-Kertosono sebagai tempat pemakaman umum (TPU) baru yang berjarak sekitar 500 meter dari TPU lama yang dibongkar,” ujar Bambang kepada wartawan, Kamis (12/1). Lahan TPU baru yang disediakan oleh pelaksana proyek tersebut memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi. Sedangkan luas lahan TPU lama hanya sekitar 1.000 meter persegi.

FOTO : BM/IST

DIPINDAHKAN: Proses pemindahan makam di Kabupaten Madiun akibat terdampak proyek jalan tol. Pemindan diperkirakan memakan waktu hingga 60 hari ke depan terhitung sejak Rabu (11/1).

Selain telah menyediakan lahan pengganti, pihak pembangun tol juga memberikan dana kompensasi bagi masing-masing ahli waris yang makam keluarganya terdampak dengan nilai total mecapai Rp 2 miliar lebih.

Bambang mejelaskan, proses pemindahan ratusan makam tersebut diperkirakan memerlukan waktu hingga 60 hari ke depan terhitung sejak Rabu (11/1). Diharapkan, setelah proses pemin-

dahan makam selesai, pembangunan proyek jalan tol ruas Ngawi-Kertosono di Magetan dapat segera dilakukan dan berjalan lancar. Jalan tol Solo-Kertosono ruas Ngawi-Kertosono akan dibangun melintasi tiga Kabupaten, yakni Madiun, Magetan, dan Ngawi. Adapun pengerjaannya dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) melalui rekanan PT Ngawi Kertosono Jaya Baru. Terdapat ribuan bidang lahan di masing-masing kabupaten yang terdampak proyek pembangunan tersebut. Sebagian telah selesai dibebaskan dan sebagian lainnya masih dalam proses. Sementara, secara keseluruhan tol Solo-Kertosono merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa sepanjang 615 kilometer. Proyek tersebut sempat mangkrak, namun pada pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla mulai dikebut agar bisa selesai pada tahun 2017 dan beroperasi pada tahun 2018. (nt/udi)

Penutupan Pabrik Gula di Jatim Bertahap SURABAYA (BM) – Rencana penutupan pabrik gula (PG) di Jawa Timur (Jatim) tidak dilakukan secara langsung namun bertahap. Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Rini Soemarno menegaskan hal itu menyikapi polemik yang bermunculan menanggapi rencana penutupan PG di Jatim. “Pabrik gula di Jawa kebanyakan usianya sudah lebih dari 100 tahun. Kalau melihat efisiensinya sudah sangat rendah, kualitas juga tidak bisa mengikuti kualitas internasional,” kata Rini saat ditemui di Surabaya. Menuruntya, jika PG cukup baik untuk direvitalisasi sehingga menghasilkan kualitas produk yang baik dan efisien bisa memproduksi etanol dan listrik, maka itu bisa dilanjutkan.

FOTO: BM/IST

Rini Soemarno

Namun PG yang dianggap tidak efisien akan segera ditutup sembari menunggu proses pembangunan PG baru dengan kapasitas giling yang lebih besar.

“Selama lahan tebu cukup untuk memasok PG yang akan dibangun maka setelah PG baru beroperasi selanjutnya PG lama yang sudah tidak efektif bisa ditutup. Jadi kami tidak akan langsung asal tutup aja tapi disiapkan dulu PG yang baru sehingga tidak berdampak langsung terhadap tenaga kerja,” ulasnya Ia menambahkan, pemerintah tetap memiliki tujuan agar masyarakat sejahtera tetap bekerja dan tidak ada pengangguran. Sehingga penutupan PG yang direncanakan tersebut tidak perlu dikhawatirkan dan tetap menjadi pertimbangan pemerintah. “Kami akan tetap berkoordinasi dengan Pak Gubernur (Soekarwo, red) untuk mematangkan rencana ini,” jelasnya. Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo,

sebelumnya meminta agar rencana penutupan tersebut tetap harus dikomunikasikan dengan pemerintah daerah agar tujuan penutupan PG tersebut lebih jelas dan bisa diterima oleh masyarakat. “Kami akan menyambut baik kalau memang diajak berkomunikasi dengan Bu Menteri BUMN,” katanya. Hal itu tak lepas dari peran Jawa Timur yang selalu menjadi produsen gula terbesar nasional dan menyuplai banyak provinsi lain di Indonesia, khsusunya wilayah Timur. Dengan besarnya potensi tersebut, kata dia, maka perlu dibahas lebih detil dan bagaimana rencana pembangunan PG baru hingga proses penutupan PG peninggalan Belanda dilakukan. (kmf/udi)

1.559 SMA/SMK Pilih Non UNBK

SURABAYA (BM) – Upaya Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim agar SMA/SMK di Jatim mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) masih menemui kendala. Pasalnya, menjelang penutupan pendaftaran penyelenggara UNBK, baru 1.482 SMA/SMK yang mendaftar. 1.559 SMA/ SMK sisanya memilih non UNBK. Hal itu dapat dilihat melalui data spasial UNBK Kemendikbud. Di Jatim, total SMA/SMK yang telah mendaftar sebagai penyelenggara UNBK baru 1.482 sekolah, terdiri SMA 458 lembaga dan 1.024 SMK. Sementara 886 SMA dan 673 SMK masih tercatat sebagai penyelenggara non UNBK. Pilihan untuk melaksanakan UNBK

bergabung ke sekolah lain tampaknya juga belum menjadi pilihan. Sebab, dari data tersebut tak satu pun SMA/ SMK yang tercatat sebagai penggabung. Rendahnya jumlah penyelenggara UNBK itu pun membuat Kemendikbud mengeluarkan surat edaran (SE) tentang pelaksanaan Ujian Nasional tahun ajaran 2016/2017. SE tersebut mendesak kepada gubernur dan bupati/wali kota untuk memprioritaskan pelaksanaan UNBK di wilayah masing-masing. Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan, melalui SE tersebut Mendikbud mewajibkan seluruh sekolah yang memiliki komputer lebih dari 20 unit dan satu server untuk melak-

sanakan UNBK. ”Kecuali SLB tetap UN manual,” kata Saiful, Kamis (12/1). Saiful mengklaim, saat ini SMA/SMK yang telah siap untuk melaksanakan UNBK mencapai 90 persen. Perkiraan jumlahnya, mecapai 2.600 lembaga SMA/SMK. Pihaknya pun mengklaim sudah 34 kabupaten/kota yang menyatakan UNBK 100 persen untuk SMK. Sementara empat daerah lainnya, yakni Situbondo, Bondowoso, Bangkalan dan Pamekasan belum terlihat kesiapannya. “Pendaftarannya terakhir masih tanggal 25 Januari. Masih ada waktu,” katanya. Faktanya, dari 38 kabupaten/kota se Jatim, baru delapan daerah yang terlihat benar-benar siap menyeleng-

garakan UNBK secara 100 persen. Sementara untuk SMA, baru Kabupaten Madiun dan Kota Surabaya yang sudah mendaftarkan seluruh sekolahnya menggelar UNBK. Kendati penyelenggara UNBK di Jatim masih tergolong rendah, jumlah ini cukup tinggi di tingkat nasional. Sebab, hingga saat ini penyelenggara UNBK secara nasional baru 3.319 SMA dan 5.397 SMK. Untuk memaksimalkan jumlah penyelenggara UNBK, Kemendikbud telah memberikan sejumlah solusi. Di antaranya ialah sekolah yang tidak memiliki sarana dan prasarana, maka Dindik provinsi maupun kota ditunjuk untuk mengikutsertakan siswanya mengikuti UNBK terdekat. Radius seko-

lah yang digabung maksimal 5 kilometer. Sebaran pendaftaran menyelenggarakan UNBK maupun penggabung dapat dikontrol melalui laman www. spasial.data.kemdikbud. go.id/unbk. Melalui laman tersebut, sekolah dapat melihat sekolah-sekolah yang direkomendasikan sebagai sekolah yang dapat digabung. “Jadwal UN juga berbeda di setiap jenjangnya. Sehingga sekolah bisa menggabung antarjenjang,” jelasnya. Untuk mengatasi kekurangan sarana, Saiful juga tengah berancang-ancang membuat tasting center di beberapa lokasi. “Untuk anggarannya juga belum pasti karena memang harus didata dulu,” pungkasnya. (sdp/udi)

Kemenhub Setujui Proyek di Tulungagung SURABAYA (BM) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyetujui rencana pembangunan bandara baru di Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. Dengan pembangunan bandara baru ini peningkatan perekonomian di daerah pesisir selatan terutama di Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Ponorogo dan Pacitan diharapkan segera terwujud. “Studi kelayakan yang dilakukan tim dari kementerian perhubungan menunjukan kawasan Campurdarat dinilai sangat aman dan layak untuk bandara baru,” kata Soekarwo Gubernur Jawa Timur, Kamis (12/1). Lokasi yang rencananya digunakan sebagai bandara juga telah dicek dan disetujui. Soekarwo juga memastikan, Tulungagung juga sudah masuk zona aman terbang pangkalan militer Madiun. Sebelumnya, rencana pembangunan bandara akan dilakukan di Pacitan atau Trenggalek, saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengusulkan. Namun kedua daerah ini dinilai masuk ke dalam zona udara latihan tempur Lanud Iswahyudi Madiun sehingga rencana pembangunan bandara sipil akhirnya digeser ke wilayah Tulungagung. Soekarwo juga mengatakan, rencana pembangunan bandara yang akan dilakukan oleh PT Gudang Garam di wilayah Kediri juga tidak akan mengganggu rencana pembangunan bandara di Tulungagung ini. Sementara itu terkait rencana ini pada tahun 2017, Kementerian Perhubungan juga sudah mulai melakukan detail engginering desaind (DED). Membangun bandara memang tidaklah mudah dan tidak sekadar memilih tempat, namun menyangkut keamanan penerbangan sehingga Kemenhub akan detail dan sangat ketat untuk urusan ini. “Kemungkinan pembangunan fisik Bandara Tulungagung paling cepat baru akan bisa dimulai dua tahun mendatang,” ujarnya. Jika sudah terbangun, Bandara Tulunggung rencananya akan dikelola mandiri oleh Dinas Perhubungan seperti yang kini dilakukan terhadap Bandar Udara Abdurahman Saleh di Malang. (nt/udi)

FOTO : BM / MADJI

TUNGGU DIRESMIKAN Meski pembangunan gedung PARK AND RIDE Mayjend Sungkono dipastikan rampung akhir bulan ini, namun Angkutan Massal Cepat (AMC) belum juga terealisasi. Padahal, fungsi gedung tersebut akan digunakan sebagai sarana pendukung AMC.

PEMBANGUNAN BANDARA BARU

FOTO : BM/IST

Maket Bandara Tulungagung

PENGHARGAAN

Hari ini, Pakde Karwo Dapat Penghargaan Percepatan AKD SURABAYA (BM) – Satu prestasi kembali diraih Gubernur Jawa Timur (Jatim), H Soekarwo. Kali ini, penghargaan yang diperoleh berkat keberhasilannya sebagai Penggerak Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (AKD) Teladan Tahun 2016 dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jumat (13/1) hari ini. Penghargaan tersebut diberikan karena pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo itu dinilai berhasil dalam mendorong percepatan AKD di Jawa Timur sehingga mendorong terwujudnya perkonomian yang bagus di Jawa Timur. Benny Sampirwanto Kepala Biro Humas dan ProFOTO: BM/IST tokol Setdaprov Jawa Timur Soekarwo dalam keterangan persnya Kamis (12/1) mengatakan, Percepatan AKD yang telah dilakukan Jawa Timur di antaranya pendirian 8.565 koperasi wanita. Juga koperasi pondok pesantren, koperasi karyawan, koperasi berbasis fungional seperti koperasi gereja, koperasi muslimat NU. “Demikian pula, Pakde Karwo juga dinilai berhasil dalam optimalisasi akes perbank untuk pembiayaan UMKM seperti kredit dana bergulir dengan bunga enam persen, dan kredit loan agreement dengan suku bunga 7-9 bagi UMKM pelaku industri primer dan sekunder,” kata mantan Kepala Biro Kerjasama ini. Menurut dia, pemberian penghargaan Presiden pada bidang percepatan KAD merupakan kali pertama diberikan kepada tokoh/lembaga yang telah dinilai dan berperan aktif dalam mendukung program-program prioritas pemerintah, khususnya AKD. Selain kepada Pakde Karwo, penghargaan serupa juga diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Tim percepatan KAD sendiri merupakan forum instansi dan stakeholder untuk meningkatkan percepatan akses keuangan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat lebih sejahtera. Keanggotaannya terdiri dari pemerintah daerah, regulator di sektor jasa keuangan, lembaga/instansi vertikal terkait di daerah, LJK, Asosiasi LJK dan akademisi. (nt/udi)

Berto 1301 09  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you