Issuu on Google+

08 www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017 INDEX HARGA SAHAM SUMBER: WWW. IMQ21.COM 9 JANUARI 2017

-0.15% IHSG

0.5% STI

-0.1% NIKKEI

-0.3% FTSE

0.2% KLCI

0.4% DJIA

0.3% NASDAQ

5,114

2,873

18,357

6,809

1,630

19,152

5,399

HARGA EMAS

JUAL (RP/GR)

BELI (RP/GR)

US$/OZT:

550,159

528,152

1,201.80

KURS MATA UANG

IDR/USD: 13,268 SUMBER: GERAIDINAR 12 JANUARI 2017

SUMBER: KLIKBCA.COM 12 JANUARI 2017/ 16:05 WIB

JUAL USD SGD EUR AUD

13294.00 9335.06 14182.85 10017.62

BELI 13274.00 9315.06 14082.85 9937.62

Penjualan Motor Sepanjang 2016 Anjlok Hingga 8,47 Persen JAK ARTA(BM)-To t a l whole sales sepeda motor di Indonesia sepanjang 2016 mencapai 5.931.285 unit. Jumlah ini turun 8,47% dibandingkan 2015 yang membukukan 6.480.155 unit. Secara total, pencapaian penjualan sepeda motor sepanjang 2016 juga meleset dari target awal yang ditetapkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sebesar 6 juta unit. Pada lima anggota AISI, Honda mencetak angka penjualan tertinggi dengan total penjualan 4.380.888 unit. Pabrikan ini mampu menggen-

gam pangsa pasar terbesar dengan 73,86%. Posisi kedua didudukiYamaha dengan total penjualan 1.394.078 unit dan mengenggam pangsa pasar 23,50%. Diikuti Kawasaki di posisi ketiga dengan penjualan sebesar 97.622 unit dan pangsa pasar 1,65%. Suzuki berada di posisi keempat dengan total penjualan 56.824 unit dan pangsa pasar 0,96%. Di posisi buncit milik TVS dengan penjualan 1.873 unit dan pangsa pasar 0,03%. Pasar sepeda motor Indonesia tahun ini bisa dibilang masih belum bergairah. Bahkan Asosiasi Industri Sepeda Mo-

tor Indonesia (AISI) memprediksi, penurunan penjualan tahun ini mencapai delapan persen. Namun justru pasar kendaraan roda empat mengalami pertumbuhan meski tidak signifikan. Mengapa pasar sepeda motor masih belum bergairah sepanjang 2016. Menurut Pengamat ekonomi Faisal Basri mengemukakan pendapatnya. “Industri sepeda motor saat ini sedang mengalami tekanan berat. Karena pasar sepeda motor menyasar kalangan menengah kebawah, justru kelompok masyarakat tersebut ini

yang paling terkena dampak dari melambatnya perekonomian Indonesia,” ujar Faisal beberapa waktu lalu. Dirinya menjelaskan, kalau mobil itu untuk menengah keatas, untuk kelompok menengah ke atas, mungkin tidak ada masalah karena pendapatan real-nya naik terus. Jadi beda dengan kelas menengah kebawah. Dijelaskan, calon pembeli sepeda motor yang potensial seperti buruh tani pendapatan real nya dalam dua tahun terakhir justru menurun 4,12 persen. Pendapatan buruh bangunan juga turun hingga 1,74 persen,

hal ini juga turut mempengaruhi. “Upah Minimum Provinsi memang naik, tapi hal ini direspon oleh dunia usaha dengan menurunkan jam kerja, dari 40 jam per minggu menjadi di bawah 25 jam. Sehingga total pendapatannya malah berkurang, semakin membuat mereka tidak bisa membeli motor,” tandasnya. Melihat tren yang terjadi, AISI sendiri menurunkan target penjualan menjadi  6 juta unit dari target awal 6,2 juta unit. Padahal di 2015, penjualan sepeda motor di Indonesia bisa mencapai 6.480.155 unit. (net/dra)

LPS Prediksi Pertumbuhan DPK Alami Peningkatan JAKARTA(BM)-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memprediksi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun ini bakal mengalami perbaikan. Jika pada 2016 DPK tumbuh 6,8 persen, tahun 2017 DPK diperkirakan tumbuh 7,2 persen. “Kalau sebelumnya 6,8 persen itu sekarang naik ke 7,2 persen. Kredit juga sedikit naik. Kita melihat ada sedikit perbaikan,” kata Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS, Dody Arifianto di kantor LPS, Gedung Equity Tower, Jakarta, Kamis (12/1). Dirinya mengungkapkan, dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) memang sedikit mengalami target yang bullish. Bahkan pertumbuhan DPK telah terjadi pada akhir tahun lalu yang mengalami

lonjakan cukup signifikan.“Kita melihat pertumbuhan DPK bisa sedikit naik karena DPK itu meningkat di Oktober jadi 6,5 persen loncat dari sebelumnya 3,5 persen,”jelasnya. Sementara, likuiditas yang berasal dari program pengampunan pajak (tax amnesty) juga mendorong kenaikan DPK. Meski demikian, dana dari tax amnesty masih memungkinkan keluar dari instrumen perbankan. “Tapi dampak itu memang akan berjalan lambat. Karena uang dari tax amnesty itu muter dulu ke instrumen lain. Tapi disisi lain masih ada pula dana tax amnesty yang ada di bank,”pungkasnya. Demikian juga dengan tingkat bunga penjaminan untuk periode 12 Januari 2017 sampai dengan 15 Mei 2017 tidak

mengalami perubahan. Hal ini setelah LPS melakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat. “ Bank Umum dalam rupiah 6,25 persen dan valas 0,75 persen. Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat dalam rupiah sebesar 8,75 persen,” kata Kepala Eksekutif LPS, Fauzi Ichsan menambahkan. Dikatakan, tingkat bunga penjaminan  masih sejalan dengan arah perkembangan terkini suku bunga simpanan perbankan. Selain itu, kondisi ekonomi makro dalam negeri secara umum dipandang masih stabil. “Terdapat kenaikan bunga simpanan selama beberapa pekan tera-

BM/IST

OPTIMIS : Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merasa optimis akan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun ini yang diharapkan mampu menembus angka 7,2 persen

khir yang mengindikasikan sedikit pengetatan pada kondisi likuiditas. Perkembangan sejumlah faktor risiko eksternal juga perlu dicermati karena dapat berpengaruh bagi kondisi likuiditas,” jelas dia.Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. “Berkenaan dengan hal tersebut bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan,” lanjut dia. Sejalan dengantujuan untukmelindungi nasabah dan memperluas cakupan tingkat bunga penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. (jak/dra)

Garuda Mampu Capai OTP 88,85 Persen JAKARTA(BM)- Maskapai Garuda Indonesia telah menyelesaikan penerbangan dengan tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) mencapai 88,85% baik untuk penerbangan rute domestik maupun internasional. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk selama periode hari libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 juga

berhasil mengangkut 1,53 juta penumpang. “Tingkat OTP selama periode hari libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yaitu hanya mencapai 85%,” kata VP Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar

BMIST

BERHASIL : PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, selama tahun 2016 lalu mampu mencapai tingkat ketepatan waktu hingga lebih dari 88 persen.

di Jakarta, Kamis (12/1). Selain OTP yang meningkat, pada periode Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 ini tingkat frekuensi penerbangan dan jumlah penumpang juga bertambah jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2015/2016 lalu. Tingkat frekuensi penerbangan pada periode tahun itu berhasil mencapai 14.824 penerbangan yang terdiri dari domestik 12.824 penerbangan dan internasional 2.000 penerbangan. Jumlah penumpang mencapai 1,53 juta penumpang terdiri dari domestik 1,17 juta penumpang dan internasional 359.468 penumpang. “Sedangkan periode tahun 2015/2016 lalu frekuensi penerbangan hanya mencapai 14.465 penerbangan, domestik 12.538 penerbangan dan internasional 1.927 penerbangan. Jumlah penumpang hanya mencapai 1,46 juta penumpang yakni domestik 1,16 juta penumpang dan internasional 303.570 pe-

numpang,” paparnya.  Selain itu juga tingkat keterisian penumpang (seat load factor/SLF) selama periode Natal dan Tahun Baru 2016/2017 ini mencapai 74,86%, dimana jumlah SLF tersebut merupakan jumlah total dari SLF rute domestik yang mencapai 70,26% dan SLF rute internasional mencapai 77,96%. «Yang menarik, SLF untuk rute penerbangan Timika-Nabire dan Denpasar-Surabaya pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2016/2017 ini mencapai angka SLF yang cukup tinggi, yaitu untuk rute penerbangan Timika-Nabire mencapai 95,43% dan Denpasar-Surabaya mencapai 94,16%,»jelasnya. Pada periode Natal dan Tahun Baru 2016/2017 ini, Garuda Indonesia telah melaksanakan penerbangan tambahan (extra flight) sebanyak 114 penerbangan dengan penambahan kapasitas sebanyak 17.456 kursi tambahan. (jak/dra)

BM/IST

PROSPEKTIF : Peluang industri jasa perjalanan pada tahun ini masih harus melakukan berbagai terobosan dan salah satunya dengan gencar promo.

Pelaku Industri Jasa Perjalanan Gencar Lakukan Promo JAKARTA(BM) -Para pelaku usaha bisnis jasa perjalanan merasa optimistis dengan kondisi pariwisata tahun 2017 melalui pemaksimalan promosi di originasi utama serta membidik pasar baru. Ketua Umum Asosiasi Usaha Perjalanan Wisata (Asita) Asnawi Bahar mengatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan volume penjualan sampai 10% pada tahun ini. “Kalau pada tahun 2016, dari sekitar 12 juta wisman dengan nilai US$15 miliar, kami (Anggota Asita) mendapat sekitar 30% atau sekitar US$5 miliar. Kami harapkan nanti bisa tumbuh 10%,” katanya kepada Bisnis, Rabu (11/1/2017).Untuk memantapkan target tersebut, promosi akan digenjot di negara pasar pariwisata utama seperti China, khususnya penetrasi ke kota-kota sekunder,”tambah Asnawi

Sepanjang 2017, Asita berencana menggelar direct selling sebanyak minimal delapan kali ke sejumlah kota seperti Xinjiang, Wuhan, Chengdu, Heliongjiang, Anhui dan Yunan. “Empat kali akan kerjasama dengan Kemenpar dan empat kali kami lakukan sendiri. Kami akan menargetkan kota-kota sekunder, sebab dari 120 juta wisatawan outbound China, hampir separuhnya dari kota sekunder. Jadi potensinya besar,” katanya. Selain itu, Asita juga akan memaksimalkan promosi ke negaranegara dengan pertumbuhan tinggi seperti Mesir dan kawasan Timur Tengah di luar Arab Saudi. Menurutnya, selama ini pasar Timur Tengah sangat potensial tetapi masih kurang digarap pemerintah. (nas/dra)


Berto 1301 08