Page 1

OPINI 07

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

TAJUK

Kenaikan Harga Cabai BELAKANGAN ini masyarakat banyak yang mengeluhkan kenaikan harga cabai, yang hingga menyentuh harga di kisaran Rp 100 ribu per kg. Bahkan di beberapa daerah melewati angka psikologis tersebut. Seperti di Sumenep, ada yang harganya sampai Rp 138 ribu per kg. Dampak langsung dari kenaikan harga cabai tersebut, tentulah menyasar para ibu rumah tangga, dan warung-warung yang berjualan makanan pedas. Seorang penjual rujak di Malang membuat sebuah ‘kebijakan’, dengan membatasi jumlah cabainya untuk setiap satu porsi rujak maksimal 3 buah cabai. Kalau ingin lebih pedas, dipersilakan membawa cabai sendiri. Seorang ibu rumah tangga di desa membuat ‘kebijakan’ yang lain lagi. Seiring naiknya harga cabai, dan bahkan harga bumbu-bumbu yang lain, mereka lebih memilih ‘puasa’ makan cabai. Untuk sementara waktu tak memakan cabai, sambil menunggu turunnya harga. Lain lagi yang dilakukan para pejabat. Menteri Pertanian mengintruksikan gerakan menanam cabai, Bupati Sidoarjo mengajak masyarakat menanam cabai di pekarangan warga atau di polybags. Walikota Surabaya menginstruksikan kepada para pedagang untuk tak membawa cabai keluar daerah. Selain itu, banyak pejabat yang melakukan operasi pasar untuk ‘mengerem’ naiknya harga cabai. Pemecahan masalah yang dilakukan parsial dan bukan oleh ahlinya seperti itu, hanya mampu memberikan solusi sesaat. Dan itu pula yang selama ini terus berulang, sehingga menimbulkan fluktuasi harga cabai dengan selisih yang sangat besar. Kenaikan harga yang selangit, atau jatuhnya harga yang sangat drastis, menjadi hal yang tak asing lagi bagi masyarakat. Akankah model penyelesaian seperti ini terus dilanjutkan? Pemerintah melalui aparat terkait tentunya sudah sangat memahami siklus yang terjadi tersebut. Ujung-ujungnya para petani dan atau masyarakat konsumen menjadi korban dari‘akrobat’ harga komoditas yang bergerak secara liar tersebut. Pemerintah melalui aparat terkait seharusnya segera mengambil langkah komprehensif dan terintegrasi atas problem ‘menahun’ semacam itu. Bukan saja kenaikan harga cabai, tetapi juga produk pertanian yang lain. Pemerintah harus mampu mendata stok dan kebutuhan pasar secara riil. Aparat terkait dari pusat sampai daerah harus mampu mendata peta produksi, tingkat produksi, serta masa-masa produksi. Ciptakan setra-sentra tanaman cabai di daerah-daerah tertentu, dan kendalikan tingkat produksinya sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar. Dan tak kalah pentingnya, lakukan pengawasan tataniaga dan mekanisme pasar, agar antara stok dan kebutuhan terjaga secara berimbang. Jangan sampai terjadi persediaan yang melimpah ruah, atau sebaliknya, jangan sampai terjadi kekurangan stok secara signifikan. Awasi alur perdagangan, jangan sampai ada oknum-oknum yang mempermainkan harga, demi untuk mengeruk keuntungan pribadi di atas penderitaan petani dan atau konsumen. Totok Hartana

Sopir DitemukanTewas TRAILER.. “Awalnya truk ini melaju dari Perak arah waru. Saat di tol KM 2.100 tiba-tiba truk menabrak pembatas tol, kemudian oleng ke kiri nabrak pagar tol dan terjebur,” katanya di lokasi. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang memantau dari radio panggil Pemkot Surabaya terjun langsung ke lokasi evakuasi trailer yangmenabrakpembatastolPerak -Waru Kilometer 2.100 di kawasan Morokrembangan, Kamis (12/1). Perempuan pemimpin Surabaya itu sempat memantau proses evakuasi dan sempat memberikan instruksi kepada para petugas juga warga sekitar yang berada di lokasi. Risma memimpin proses evakuasi tersebut dengan menginstruksikan beberapa cara agar truk tersebut bisa terangkat dan sopir bisa ditemukan. Tidak hanya itu, seiring macetnya kondisi lalu lintas di sekitar lokasi evakuasi, Risma juga sempat menginstruksikan agar warga sekitar memberi jalan untuk ambulans yang hendak menuju ke lokasi. Evakuasi Hingga sekitar pukul 16.30 WIB, dua alat berat backhoe milik Dinas PU Bina Marga Surabaya diterjunkan di lokasi, terutama untuk proses menarik kabin atau kepala truk yang memuat kontainer kosong itu. Letak kepala truk sudah berhasil diketahui, namun posisi sopir masih dalam pencarian. Chandra Oratmangun Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya berdiri di alat berat memberi instruksi pencarian sopir. Petugas linmas bahkan sudah meny-

MUI Pusat dan melarang untuk menginjakkan kaki di tanah Sintang,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto melalui keterangan tertulis, Kamis siang. Rikwanto mengatakan, mulanya kelompok Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang hendak menggelar acara pelantikan pengurus yang dilakukan Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Saat menunggu kedatangan Cornelis, warga mendengar informasi kedatangan Tengku dan

agi-pagi saya ke pasar dengan semangat juang ingin masak Sambel Goreng Ati Telor Puyuh. Saya mendatangi abang sayur langganan dan tanpa ragu memilih cabai merah dengan ukuran paling besar dan warna paling terang. Saat hendak membayar, si abang tukang cabai menyebutkan angka yang rasanya tidak masuk akal dan bikin kuping agak panas karena kaget. “Kok mahal amat?! Gak salah yah bang?” Dengan tatapan memelas si abang pun mulai curhat tentang cabai yang harganya meroket. Pasokannya juga mulai susah, bahkan ada beberapa temannya sesama tukang jualan cabai lebih memilih tidak berjualan daripada rugi. Padahal, kalau tidak berjualan, mereka tidak mendapat penghasilan. Kalau mereka tidak mendapatkan penghasilan,

iapkan kantong jenazah. Skenario evakuasi ini, pertama, kepala truk akan diangkat dengan crane salah satu jenis alat berat yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya. Selanjutnya, pada posisi tersebut, dua petugas dengan pengaman tali yang tersangkut di atas backhoe akan menyisir keberadaan sopir yang masih terjebak di kabin truk. Kurang lebih sudah 3 jam setengah evakuasi berlangsung sejak proses menabraknya trailer itu sekitar pukul 13.00WIB. Mulai dari menggaruk lumpur serta menyemprotkan air dari atas untuk membuka ketebalan lumpur di permukaan bozem. Tidak lama kemudian, crane yangdimanfaatkanuntukevakuasi kepala truk sesuai skenario di atas tiba ke lokasi. Crane ini diletakkan di jalan tol agar bisa mengangkat kepala truk. Ada tiga petugas Dinas Kebakaran yang menyelam untuk melakukan evakuasi. Karena hujan yang sangat lebat dan tidak kunjung reda, maka petugas pun melakukan penyelaman secara bergantian. Setelah petugas Dinas Kebakaran, Petugas Basarnas terjun untuk menyelam dan berupaya melakukan evakuasi. Setelah berjam-jam proses evakuasi, sekitar pukul 18.00 WIB evakuasi telah dihentikan. Keberadaan sopir yang diketahui bernamaMudori(61)wargaKletek, Taman, Sidoarjo, ditemukan. Malau Petugas Senkom Jasa Marga mengatakan, sopir itu ditemukan dalam kondisi meninggal. “Penumpangnya memang satu orang, dan ditemukan meninggal,” ujarnya. (ssn/tit)

Sambungan Halaman 1 rombongan. Menurut informasi yang diterima Rikwanto, mereka menolak kedatangan tersebut karena pernyataan Tengku di media sosial yang menyinggung masyarakat dayak melalui media sosial. Melihat aksi penolakan itu, Tengku dan rombongan tidak jadi turun dari pesawat. Mereka langsung lepas landas meninggalkan Sintang menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia menuju Pontianak. “Selama pelaksanaan aksi penolakan, situasi aman dan terkendali,” kata Rikwanto. (kom/tit)

bagaimana caranya keluarga mereka bisa makan? Bahkan demi menjaga kelangsungan hidup, adapula ibu-ibu yang rela berebutan memunguti cabai yang berjatuhan ke jalanan dari truk pengangkut cabai, lalu menjualnya lagi demi sekedar mendapatkan Rp 2.000 sampai Rp 5.000. Dan yang cukup parah pula, cabai busuk pun saat ini menjadi incaran untuk diperjualbelikan dengan harga murah. Sungguh miris mendengar cerita si abang. Di saat begitu banyak petinggi negara hidup berfoya-foya bahkan makan mewah atas biaya negara, ada rakyat kecil yang hidupnya sudah susah kini semakin susah karena harga cabai yang naik ini. Tahun 2017 baru saja berjalan beberapa hari. Tapi masalah seakan sudah membentang luas di hadapan kita. Dimulai dari harga BBM yang naik, sehingga

Cynthia Abadi Lie FOF Indonesia Ambassador

otomatis membuat barang kebutuhan lainnya ikut naik, harga cabai yang melonjak drastis karena gagal panen, harga listrik yang kabarnya akan naik pula, sampai ke biaya STNK/BPKB mobil yang juga naik hingga 100%! Belum lagi masalah lain yang jika kita sebagai manusia kurang kuat menghadapinya, sudah pasti akan membuat kita jatuh dan stress. Di tengah begitu banyaknya permasalahan hidup yang harusnya menjadi fokus utama kita, masihkah perlu kita mengurusi hal yang berbau sara atau politik? Padahal kita sendiri tidak paham benar seperti apa dan bagaimana politik itu. Kita menjadi masyarakat yang mudah terprovokasi, mencampuri urusan orang lain,

saling menjatuhkan, saling menghujat bahkan saling menebar kebencian. Rasanya tak pantas kita memasuki tahun baru ini dengan berbagai pikiran negatif yang hanya akan menghambat kita untuk maju. Apalah artinya resolusi tahun baru kalau kita tidak bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lihatlah ke sekeliling kita, kenyataannya, ada begitu banyak orang yang masih hidup dalam garis kemiskinan hingga karena harga cabai naik mereka tidak bisa makan. Kita tidak perlu muluk-muluk membuat berbagai resolusi untuk tahun yang baru, cukuplah dengan mengubah pola pikir kita dari yang negatif menjadi positif. Mari berdoa, saling menguatkan dan berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Percayalah, bahwa pada saat kita berpikiran positif, apapun masalah yang dihadapi,

kita pasti sanggup mengatasinya. Dan kita akan melihat ada begitu banyak jalan terbuka saat kita mengembangkan pikiran yang positif. Milikilah mental pemenang untuk menghadapi tahun 2017 ini. Menang dalam mengatasi masalah hidup dan kehidupan, menang dalam mengatasi keegoisan diri kita. Jangan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, tapi belajarlah berpikir untuk kepentingan orang di sekitar kita. Lakukan yang terbaik selama kita masih diberi kesempatan hidup, niscaya Yang Maha Kuasa akan memberikan jalan terbaik bagi kita untuk menyelesaikan apapun di tahun 2017 ini. Selamat menempuh tahun yang baru dan selamat menikmati kemenangan dalam segala hal dimulai dari pikiran yang positif. (*)

Terjadi Hujan Es di Beberapa Titik HUJAN..

Sambungan Halaman 1

Jombang, Lamongan, Gresik, Kepanjen, Sidoarjo, Pamekasan, Sampang, Bangkalan dan Tuban. Hujan Es Beberapa warga Surabaya melaporkan, saat terjadi hujan disertai angin kencang sejak sekitar pukul 15.30, beberapa kawasan di Surabaya juga mengalami hujan es. Antara lain di Wiyung dan

Balas Klumprik. Sedangkan hujan es di Gresik terjadi di kawasan Driyorejo. Julie Isa yang tinggal di Balas Klumprik mengunggah foto di facebook yang menunjukkan butiran es di tangannya. Demikian halnya Christian Nung yang memotret butiran es itu di tangannya dengan kamera pribadinya. Tidak hanya hujan es, beberapa netter juga mengung-

gah foto terjadinya puting beliung di beberapa kawasan di Surabaya dan sekitarnya. Puting beliung terjadi di kawasan Balas Klumprik, Surabaya, juga di kawasan Driyorejo, Gresik. Akibat hujan deras disertai angin kencang, beberapa kawasan di Surabaya Selatan mengalami genangan yang cukup tinggi. Banjir cukup tinggi terjadi di Jalan Mayjend Sungkono mencapai 60 sentimeter. Selain itu, banjir juga ter-

jadi di Prapen Tenggilis, Jalan Nginden hingga masuk ke rumah warga, serta di wilayah Pucang Adi dan Pucang Jajar. Banjir juga terjadi di kawasan Ciliwung serta di Adityawarman, tepatnya di kawasan depan Sutos. Taufik Hermawan Kasie Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Juanda sempat mengatakan hujan deras disertai petir dan angin kencang di beberapa kawasan Surabaya akan berlangsung selama 30 menit

hingga 80 menit sejak peringatan dini pukul 15.30 WIB. BMKG memantau melalui citra radar cuaca, bahwa Awan Cumulonimbus (CB) yang menjadi penyebab hujan disertai angin kencang itu bergerak ke arah Sidoarjo Kota. Adapun kecepatan angin, menurutnya memang meningkat cukup signifikan. Dari kecepatan normal antara 5 hingga 30 kilometer per jam menjadi 30 hingga 65 kilometer per jam, atau antara 15 hingga 35 knot. (ssn/tit)

Perwakilan Mahasiswa Bertemu Dewan

Sambungan Halaman 1

Tak Jadi Turun Pesawat

WARGA..

P

Berempati di Tengah ‘Pedasnya’ Harga Cabai

GUS IPUL..

Sambungan Halaman 1

pemerintah segera mencabut Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 2016 tentang tarif pungutan bukan pajak. Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah membatalkan kenaikan tarif dasar listrik bagi masyarakat golongan 900 VA, serta mendesak pembatalan kenaikan BBM serta meminta penyediaan BBM murah dan merata di seluruh SPBU yang ada di Indonesia. Aksi mahasiswa yang mengatasnamakan gerakan bela rakyat 121 ini merupakan aksi serentak yang digelar di 19 kota di beberapa wilaya di Indonesia. Kondusif Setelah melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, para mahasiswa bergeser, melanjutkan aksinya di depan

Gedung DPRD Jatim. Sempat terjadi aksi saling dorong antara polisi dan mahasiswa di pintu Gedung DPRD Jatim. Sesaat kemudian perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa dipersilakan masuk bertemu wakil rakyat. Sebanyak 18 orang perwakilan mahasiswa dari masing-masing kampus di Surabaya dikawal masuk menuju gedung DPRD Jatim untuk melakukan audiensi. Kombes Pol M Iqbal Kapolrestabes Surabaya juga sempat memberikan arahan serta menenangkan ratusan massa dengan turun langsung ke lokasi. “Saya mohon adik-adik menyampaikan aspirasinya dengan baik, tertib dan santun. Kehadiran kami di sini mengawal kalian semua,” ujarnya kepada massa aksi. Massa pun mulai tertib.

Namun mereka tetap berorasi menyampaikan tuntutan serta kritik pada pemerintah. Antara lain mendesak Presiden agar mencabut PP Nomor 60 tahun 2016 tentang kenaikan tarif listrik, BBM, dan PNBP.

Pantauan di lokasi, keberadaan ratusan massa aksi ini tidak begitu mengganggu arus lalu lintas di depan Kantor DPRD Jatim di Jalan Indrapura. Massa berkonsentrasi di pintu timur kantor wakil rakyat sehingga lalu lintas jalan Indrapura terpantau tetap kondusif. Unjuk rasa dari BEM Se Jatim ini sebagai bagian aksi serentak BEM seluruh Indonesia (BEM SI) yang digelar secara serempak di 19 titik di Indonesia. Mereka menuntut dicabutnya PP Nomor 60 tahun 2016. Kantor Gubernur Mundzir salah satu perwaki-

lan massa mengatakan, aksi bela rakyat 121 kali ini merupakan wujud keresahan mahasiswa terhadap kebijakan Jokowi Presiden yang menaikkan beberapa kebutuhan rakyat. Mulai dari bahan bakar minyak, tarif dasar listrik (TDL) hingga tarif pengurusan surat kendaraan bermotor. Karenanya dalam aksi kali ini massa mendesak pemerintah segera mencabut PP 60 Tahun 2016 serta menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 900 volt. Selain itu massa juga mendesak pemerintah segera mengembalikan mekanisme penetapan subsidi BBM serta menjamin ketersediaan premium di seluruh SPBU yang ada.

Berbagai yel-yel dan lagu perjuangan juga dinyanyikan oleh para mahasiswa diantaranya lagu Salam Dua Jari khas Jokowi saat kampanye namun diplesetkan dengan “Salam dua

jari jangan lupa dengan janji”. Pengamanan Polrestabes Surabaya menurunkan 1.044 Personel untuk mengamankan kegiatan tersebut. Sedikitnya ada 19 titik secara nasional yang dituju oleh para demonstran. AKBP Bambang Sukmo Wibowo Kabagops Polrestabes Surabaya, mengatakan dalam pengamanan aksi nasional Bela Rakyat yang berlangsung kemarin, Polrestabes Surabaya menurunkan seluruh kekuatan untuk menjamin kondusifitas kamtibmasdiwilayahhukumPolrestabes Surabaya. Ada sekitar 1.044 personel Polrestabes Surabaya dan jajaran yang diturunkan. “Kekuatan kami bagi di beberapa titik yang menjadi sasaran aksi unjuk rasa yakni Kantor DPRD Jawa Timur dan Kantor Gubernur Jawa Timur Jl. Pahlawan Surabaya,” kata AKBP Bambang. (ssn/tit)

Ancam Datangkan Massa Lebih Besar MAHASISWA.. WIB sore. Meski waktu unjuk rasa sudah usai, mereka terlihat masih berunjuk rasa hingga pukul 18.30 WIB. “Pembakaran ini menggambarkan pemerintahan yang sedang sakit. Presiden hari ini menggangap remeh isu-isu yang kita bawa. Teman-teman kita di luar Jakarta menaruh harapan pada kita,” kata orator dari atas mobil komando di lokasi. Dari pantauan, dua orang perwakilan massa aksi 121 yang berada di Istana Negara pun telah keluar dan bergabung kembali dengan massa aksi 121 lainnya. Keduanya pun sempat, menyampaikan hasil mereka setelah diterima masuk ke dalam Istana Negara. “Ada 4 poin yg disepakati. Pak Presiden ( Joko Widodo alias Jokowi) enggan mau menemui kita. Beliau ada ratas (rapat terbatas) bersama menteri. Beliau ada di dalam (Istana Negara) tapi enggan menemui mahasiswa. Kita di terima Pak Teten lagi. Kita membawa 19 titik wilayah. Perjuangan kita belum selesai,” sambung perwakilan massa yang diterima masuk ke dalam Istana negara

Sambungan Halaman 1 dari atas mobil komando. Hal ini membuat massa mahasiswa kecewa. Orator pun mengatakan massa aksi 121 pria untuk bertahan dan terus melakukan aksi. Mereka pun diminta orator untuk maju satu langkah ke depan dari lokasi aksi mereka sehingga lebih dekat ke polisi. Orator mengajak massa lain untuk mendekat ke Istana Negara dari lokasi unjuk rasa mereka di depan Gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Polisi yang ada di lokasi terus mengimbau massa aksi untuk pulang karena waktu unjuk rasa sudah usai. Namun, para massa aksi tak mengindahkan imbauan polisi tersebut. “Mahasiswa, kalian pene­rus bangsa. Waktu unjuk rasa sudah usai, silahkan pulang, terima kasih,” kata Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Tri Yulianto. Mobil water canon dan baracuda pun terlihat disiagakan di sana. Ricuh Sekitar 700 massa aksi yang

tergabung dalam Aksi Bela Rakyat 121 mendesak polisi agar menyingkir dari hadapan mereka. Pengamanan polisi yang menghadang aksi massa ini sempat sedikit ricuh. Dari pantauan, sempat terjadi aksi saling dorong mendorong antara mahasiswa dengan barisan polisi di depan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Hal ini dikarenakan keinginan pihak aksi massa yang ingin menuju Istana Negara dihadang oleh barisan polisi di Jalan Medan Merdeka Barat. “Reformasi, Reformasi, Reformasi,” seru para mahasiswa sambil mendesak mundur polisi. Ancam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), mengancam akan menerjunkan massa yang lebih besar jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menemui perwakilan mahasiswa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. “Kita lihat aksi selanjutnya, akan jauh lebih ganas dari pada hari ini. Yang pasti jangan main-main dengan gerakan perlawanan mahasiswa” tegas

Ihsan Munawar salah satu koordinator Aksi Bela Rakyat Aksi 121 di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/1). Dia mengaku, sebelumnya mahasiswa sudah mengirim surat ke pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, untuk menyampaikan keberatan atas kebijakan Pemerintah yang menjadi tanggungjawab Presiden. “Apabila iktikad baik kami tidak digubris dengan baik, maka seharusnya mereka sadar, karena hari ini kami turun di seluruh Indonesia untuk menyampaikan aspirasi rakyat,” terang Ihsan. Mahasiswa Bangkit Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendukung aksi damai 121 yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/1). Apalagi, aksi tersebut untuk menuntut diturunkannya harga-harga yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, ia menyebut, aksi adalah bagian dari tanggung jawab dari sejarah mahasiswa. “Saya kira mahasiswa kembali menyuarakan apa yang

jadi harapan dari masyarakat. Mahasiswa bangkit menyuarakan apa yang jadi kegalauan masyarakat. Karena 2017 ini masyarakat dapat kado kenaikan harga-harga yang pasti mahasiswa mendapat dampak langsung dari kenaikan itu. Sementara gaji orangtua mereka tidak naik. Banyak mahasiswa yang tak terima,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/1). Meski demikian, dia mengingatkan agar mahasiswa tetap melakukan aksi dengan caracara yang rasional. Dimana itu adalah ciri dari mahasiswa, yakni intelektual, tidak anarkis, dan menghormati rambu hukum yang ada. “Saya kira kalau itu dilakukan dalam koridor demokrasi. Dan memang pemerintah, DPR dan DPRD penting untuk menerima mereka serta mendengar aspirasi mereka,” kata Wakil Ketua Dewan Syuro PKS ini. Menurutnya, mahasiswa juga penting untuk bertanggung jawab terhadap bangsa Indonesia. Sehingga, silahkan saja bila mereka menggelar aksi damai untuk mengkritisi pemerintah, tetapi mesti benar-benar bernuansa mahasiswa. Artinya, ada solusi, dan intelektualisme.(akt/tri/tit)

Berto 1301 07  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you