Page 1

MALANG RAYA 05

berita metro

www.beritametro.co.id

JUMAT, 13 JANUARI 2017

OSHP Jual Harga Cabai Rp 45 Ribu per Kg MALANG(BM)-Bulog Malang melakukan kembali operasi stabilisasi harga pasar (OSHP) cabai rawit dengan memasok 1,5 ton di pasar. Kepala Bulog Malang Arsyad mengatakan dengan kegiatan OSH diharapkan harga cabai rawit bisa stabil lagi. Tidak mengalami volatilitas yang cenderung tinggi. “Cabai rawit kami jual Rp.45.000/kg,” ujarnya di Malang, Kamis (12/1). Cabai rawit dijual secara bergerak di pasar-pasar, namun juga dijual di Kantor Bulog Malang dan Rumah Pangan Kita (RPK).Namun dari kegiatan OSH yang berlangsung sejak Rabu, permintaan dari cabai rawit yang dijual jauh dari harga pasar justru tidak banyak.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten. Malang M. Nasri Abdul Wahid mengatakan dari sisi produksi, cabai rawit memang terjadi penurunan akibat faktor iklim. Namun penurunannya sebenarnya tidak banyak. Hanya berkisar antara 10%15%.Dengan penurunan sebesar itu, mestinya harga cabai tidak sampai naik hingga mencapai kisaran Rp70.000/kg di tingkat pasar stasiun agrobisnis. “Saya tidak tahu mengapa harga cabai bisa merangkak hingga mencapai angka itu,” ujarnya. Padahal, kata dia, jika harga cabai terlalu tinggi sebenarnya petani juga tidak senang. Apalagi dari sisi konsumen. Dengan harga cabai rawit yang tinggi, maka

tingkat penyerapan produksi dikhawatirkan terganggu. Padahal komoditas sangat rentan rusak seusai dipanen. “Yang untung justru pedagang yang memperoleh margin tinggi,” ujarnya. Di Kab. Malang, luasan panen sepanjang 2016 mencapai 2.900 hektare. Namun per bulannya di kisaran 100 hektare-200 hektare dengan produktivitas antara 10 ton-15 ton/hektare. Berproduksi sebesar itu, maka sebenarnya sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga Malang dan sekitarnya. Hal itu jika mengacu pada kebutuhan per kapita yang mencapai 1,3 kg/tahun/ kapita. “Artinya kalau direrata, kebutuhan cabai per orang per hari hanya mencapai

3 biji. Kan tidak banyak,” ujarnya.Karena itulah, dia mengklaim masalah naiknya harga cabai tidak sepenuhnya terkait dari sisi produksi atau pasokan, melainkan justru di sisi rantai distribusinya. Pantauan di Terminal Agribisnis Mantung, Kec. Pujon, Kab. Malang menunjukkan harga cabai rawit memang mulai turun dari harga Rp82.000/kg menjadi Rp78.000/ kg. Harga di pengecer atau pasar tradisional masih Rp90.000/ kg hingga Rp100.000/ kg. Harga cabai fluktuasi sejak Desember 2016. Harga cabai rawit saat ini mulai turun setelah petani panen raya pada akhir Desember 2016, tapi harga cabai keriting justru melonjak dari Rp26.000 menjadi Rp35.000 per kg.(mal/dra)

Pemkot Inginkan Gorong-Gorong Ditata Ulang

MALANG(BM)-Wali Kota Malang melakukan tindakan cepat terkait dalam pananganan banjir di Kawasan Perumahan De’Clauster Nirwana Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Malang. Langkah ini sebagai tindaklanjut adanya laporan warga sekitar yang mengatakan bahwa penyebab banjir lantaran gorong-gorong tidak berfungsi optimal, Kamis (12/1) “Kami mendapat laporan dari warga setempat bahwa terjadi banjir lagi beberapa hari lalu di wilayah itu. Jadi sekarang saya akan meninjau langsung apa penyebab banjir di perumahan tersebut,” kata Abah Anton usai menggelar Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kota Malang yang salah satunya membahas tentang proses penanganan banjir di Kota Malang. Menurutnya, pemerintah akan melakukan perluasan dan mengoptimalkan saluran gorong-gorong di wilayah yang terdampak banjir. “Sebelumnya, di kawasan itu juga terjadi banjir dengan ketinggian air sekitar 70 centimeter dan menggenangi beberapa rumah,” terangnya. Guna mengantisipasi kejadian serupa, Pemkot Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum akan menormalkan gorong-gorong dan menata kembali drainase secara maksimal. “Kami ingin ada sinergitas dari pengembang dan

KILAS

Rawan Bencana, BPBD Siapkan Dana Rp 5 Miliar

FOTO: BM/IST

AWASI: Perbaikan gorong-gorong akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi meluapnya air saat hujan deras.

masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan. Karena banjir terjadi akibat ulah manusia sendiri,” tuturnya. Dia mencontohkan, banjir di wilayah jalan Galunggung dan jalan Amblas lebih disebabkan drainase tak berfungsi secara

maksimal. Selain itu, akibat banyaknya bangunan yang berdiri di atas sungai dan kadangkal menutup saluran airnya. “Kalau di Pandanwangi itu memang ada bangunan pabrik yang berdiri di atas sungai, maka kita akan melihat dulu

prosedurnya, kalau menyalahi aturan kita sikat saja,” ujarnya. Peraturan Daerah Kota Malang No. 5 Tentang Bangunan menyebutkan jika bangunan melanggar ketentuan Perda maka Satpol PP wajib segera melakukan penertiban.(mal/dra)

www.beritametro.co.id

Banjir Besar, BPBD Catat 8.000 Rumah Terendam

PROBOLINGGO(BM) -Sejumlah petani di Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan menjerit lantaran kesulitan mendapatkan pupuk dalam jumlah yang semestinya, sehingga tanaman padi petani agar tidak terlambat dipupuk. Pupuk yang mengalami kelangkaan sejak dua minggu terakhir ini adalah Phonska, ZA, SP serta TS yang kesemua jenis pupuk tersebut sangat dibutuhkan para petani padi. Rofii salah seorang petani asal desa Asembagus menyampaikan kelangkaan pupuk ini sudah berlangsung kurang lebih dua minggu, hal ini diduga karena seluruh petani melakukan tanam secara serempak sehingga kebutuhan pupuk menjadi sangat tinggi sedangkan stok yanga ada terbatas. Petani harus berebut membeli pupuk ditoko pertanian, tapi banyak yang sudah kosong, ujarnya. Dia mengeluhkan karena langkanya pupuk ini, Sebagian petani terpaksa membeli pupuk PERWAKILAN

MALANG(BM)-Kabupaten Malang termasuk daerah rawan bencana alam terutama di wilayah Selatan, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyiapkan segalanya sedini mungkin. Selain anggaran, program kerja juga telah dirancang sedemikian rupa, seperti yang disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Malang, Iriantoro, Kamis (12/1). “Tahun 2017 kita siapkan anggaran sebesar Rp. 5 miliar, “katanya. Dana sebesar itu dialokasikan untuk dua kegiatan.”Pertama, untuk penanggulangan bencana sebesar Rp. 2,7 Miliar, sementara sisanya sebesar Rp. 2,3 Miliar untuk anggaran pelatihan tanggap bencana kepada pelajar dan masyarakat,”terangnya. Anggaran Rp 5 miliar tersebut, masih menurut mantan Sekertaris Dewan DPRD Kabupaten Malang ini, masih bersifat fleksibel. “Artinya dana Rp 5 miliar tersebut masih bisa ditambah jika ada peristiwa bencana besar yang terjadi dan membutuhkan dana segera,” ujarnya. Sebagai informasi, awal Januari ini BPBD Kabupaten Malang sudah mengeluarkan Rp. 81.250.000 untuk penanggulangan bencana akibat angin puting beliung di berbagai wilayah Malang.”Kita berharap tahun ini di Kabupaten Malang tidak terjadi bencana seperti tahun lalu,”harap Iriantoro yang juga mengatakan program kerja pelatihan mitigasi bencana menjadi keniscayaan dalam meminimalisir korban bencana alam.(mal/dra)

PASURUAN - PROBOLINGGO

berita metro

PASURUAN (BM) -Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada sekitar 8.000 rumah di Kabupaten Pasuruan yang terendam banjir mulai Rabu (11/1) malam. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti jembatan dan bangunan juga mengalami kerusakan parah. Bhakti Jati Permana, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan menjelaskan, 8000 rumah tersebut tersebar di 8 kecamatan, yakni Kraton, Bangil, Beji, Pohjentrek, Grati,

FOTO BM/IST

TEKAN: Operasi pasar cabai akan menjual dengan harga Rp 45 ribu per kg.

winongan, Rejoso dan Pandaan. Ada 8 wilayah yang paling terdampak paling banyak adalah Kecamatan Bangil, dimana sebanyak 3373 rumah di 5 desa yang terendam, diantaranya Desa Masangan, Manaruwi, Tambakan, Kalirejo dan Kalianyar. “Selain Bangil, dampak banjir paling besar juga melanda warga Grati, yakni 1000 rumah di Kedawung Kulon dan sekitar 700 rumah di Kedawung Wetan. Banjir kali ini memang sangat besar, karena ketika intensitas hujan sangat

tinggi, air laut tengah pasang sehingga tidak dapat menampung debit air yang besar,” kata Bhakti. Tak hanya merendam pemukiman penduduk, banjir kali ini juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum, diantaranya sisi jembatan alias oprit jembatan sedodol di Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton yang jebol karena tergerus air. “Mulai tadi malam PU Bina Marga sudah melihat jembatan ini, dan memutuskan untuk sementara ditutup karena mengantisipasi

jembatan akan ambles kalau terus dilewati kendaraan,” imbuhnya. Sementara Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Hari Apriyanto menegaskan bahwa ditutupnya akses lalu lintas menuju jembatan sedodol, semata-mata demi keselamatan pengguna jembatan tersebut. “Sementara kita tutup jembatan ini sampai kita menunggu perbaikan. Untuk pertanda, kita tutup lubang tersebut dengan ranting bambu, supaya masyarakat juga mengetahui,” tandasnya.

Selain jembatan Sedodol yang rusak akibat banjir, fasilitas lain seperti paving dan aspal di Pandaan juga mengalami kerusakan cukup berat, berikut salah satu SD Maarif NU di Pandaan, rumah di Grati, tanggul di Grati yang jebol, hingga puluhan tambak di Bangil. “Kita masih mendata, jadi belum tahu totalnya berapa. Tapi kalau anggaran untuk kebencanaan untuk kali ini masih ada dan kita ambil dari tahun 2016 yang masih menyisakan Rp 3 Miliar,” jelasnya.(pas/dra)

Pupuk Langka, Petani Menjerit

FOTO BM/IST

PANEN : Petani ketika melakukan hasil panen padi di sawah miliknya.

non subsidi karena khawatir padinya mengalami keterlambatan pemupukan, namun nyatanya pupuk non subsidi pun ternyata sulit diperoleh. Kami bingung harus mencari kemana lagi untuk mendapatkan pupuk untuk dipakai pada tanaman padi kami yang sudah waktunya untuk dipupuk, ujarnya. Dijelaskan sekarang untuk

mendapatkan pupuk, setiap hari petani harus mendatangi sejumlah kios pupuk untuk menanyakan kapan pupuk datang, Namun dapat dipastikan jika pupuk datang, para petani pasti berebut untuk mendapatkan bagian. “Pemilik kios juga sekarang ini tidak bersedia dititipi uang untuk pembelian pukul mereka mengaku kahwatir tidak

kebagian pupuk juga, kata Rofii. Sementara itu, menurut petani lainnya, Dedi, pupuk yang mengalami kelangkaan ini adalah phonska dan Urea, sehinga petani harus menunggu atau antri pupuk karena disetiap kios langka. Untungnya meski terjadi kelangkaan kenaikan harga pupuk tidak signifikan, untuk phonska harga

per karung berisi 50 kg sebesar Rp 145.000, dan urea Rp 95.000 hingga Rp 100.000 untuk 25 kg dan ZA Rp 150 ribu perkwintalnya. Katanya kalau pesan 40 kw hanya dikirim 3 kw, sehingga tidak memenuhi kebutuhan petani, kata Rohman. Untuk mengatasi kelangkaan tersebut kini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kabupaten Probolinggo, Ahmad Hasyim Ashari, saat dikonfirmasi terkait kelangkaan pupuk yang terjadi diwilayah kerjanya, mengatakan jika kelangkaan pupuk yang terjadi kali ini tidak akan berlangsung lama. Lantaran surat keputusan (SK) kebutuhan pupuk untuk tahun 2017 ini sudah ditanda tangani olehnya. Bahkan pihak penanggung jawab dari pupuk kaltim dan Petro menyampaikan jika pupuk sudah siap digudang masing-masing, Senin depan kami agendakan rapat dengan pupuk kaltim dan petro, hasilnya seperti apa nanti kami kabari lagi, tandasnya.(sip/dra)

KILAS

Media, Partner Pemerintah dalam Pembangunan

PROBOLINGGO (BM) – Kepala Bagian Humas Protokol dan Rumah Tangga Wiwit Suryaningsih, S.STP, MM mengatakan, pentingnya kerjasama dalam bentuk kebersamaan dalam membangun Kabupaten Probolinggo, utamanya dalam bidang pemberitaan.Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Humas Protokol Dan Rumah Tangga Wiwit Suryaningsih, S.STP, MM, ketika melakukan tatap muka dengan sejumlah wartawan cetak di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Kamis (12/1) siang kemarin. Menurutnya, media merupakan partner pemerintah daerah dalam menginformasikan berbagai informasi penting kepada publik, sehingga keberadaannya sangat strategis untuk menunjang pembangunan.”Media sebagai corong informasi, yang di sajikan langsung pada publik. Sehingga, masyarakat tahu langsung. Informasi sangat dibutuhkan keberadaannya,”terang Wiwit. Disebutkan, banyak informasi penting terhadap berbagai program pembangunan yang disuarakan oleh media, sehingga bisa diketahui publik. Hal tersebut berdampak langsung pada kemajuan pembangunan karena masyarakat tahu dan mengerti informasi dimaksud, sehingga bisa menjadi partisipasi langsung dalam pembangunan. “Juga tidak luput dari peran dan fungsinya sebagai pengontrol sosial, sehingga dapat menjadi sosial kontrol terhadap kebijakan pemerintah dalam menuju arah pembangunan yang lebih baik dan tepat,”jelas Wiwid yang dihadiri juga Kasubbag Humas, Yulistina Widiarningrum, S.Sos serta Kasi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo, Wahyu Hidayat, S.Sos. M.Si. Dirinya mengharapkan agar hubungan baik yang telah terbina selama ini dapat semakin terjalin dan lebih ditingkatkan lagi, terutama dalam memberitakan berbagai informasi penting kepada publik untuk menuju pembangunan Kabupaten Proboliggo disegala aspek dalam rangka menuju arah pembangunan yang tepat sasaran. (sip/dra)

FOTO BM/SAIFULLAH

SAMPAIKAN : Kepala Bagian Humas Protokol Dan Rumah Tangga Wiwit Suryaningsih, S.STP, MM, ketika menyampaikan peran pentingnya media.

MALANG RAYA: AJI A HAJI (KOORD), M. KHOLIL, AGUS SUSANTO PASURUAN - PROBOLINGGO: Saifullah

Berto 1301 05  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you