Issuu on Google+

Senin, 24 Oktober 2011 26 Dzulqaidah 1432 H/28 Kauw Gwee 2562 Terbit Pertama: 29 November 1998

Eceran Rp 2.500,http://www.equator-news.com

Kalimantan Barat Sebenarnya

Armyn Semangat Baru Kalbar Internasional

Simoncelli Super Sic Tewas TIM HONDA Gresini dan pencinta rider MotoGP berduka. Marco Simoncelli menjadi korban ganasnya sirkuit Sepang, Kuala Lumpur, Minggu, (23/10) sore. Dilansir BBC, Simoncelli meninggal setelah mengalami kecelakaan serius di seri MotoGP Malaysia 2011 di negeri jiran itu. Dia terjatuh ketika beradu kencang dengan Alvaro Bautista untuk memperebutkan posisi empat. Pembalap berjuluk Super Sic tersebut kehilangan kendali di tikungan 11 dan langsung terempas ke lintasan. Nahas, tubuhnya berbenturan dengan pembalap yang berada di belakang yaitu Colin Edwards. Sedangkan Valentino Rossi mampu menghindari benturan itu. Edwards dan Rossi sendiri juga sempat terjatuh, namun keduanya masih bisa bangkit. Sementara, Simoncelli yang helmetnya terlepas, terkapar tak sadarkan diri. Panitia balapan langsung mengibarkan bendera merah tanda balapan dihentikan. Bahkan, setelah beberapa lama mereka resmi membatalkan perhelatan tersebut dengan alasan tim medis masih fokus menangani Simoncelli. Simoncelli sendiri langsung dilarikan ke rumah sakit di Kuala Lumpur karena kondisinya kritis. Sayang, langkah itu tetap tidak bisa menyelamatkan nyawa pembalap yang terkenal dengan gaya

Halaman 7

Kuliner

Ketua TP PKK Kapuas Hulu, Erlina Wati Nasir didampingi Ketua TP PKK Kalbar dan wakil usai menerima trophy dan uang pembinaan dari panitia, Sabtu (22/10).KHOLIL YAHYA

Olah Ikan Paten, PKK KH Sabet Juara II Nasional JAKARTA. Kabar menggembirakan datang dari Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kapuas Hulu yang mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam lomba menu masak serbaikan tingkat nasional di Jakarta, Sabtu (22/10). PKK Kapuas Hulu meraih juara II tingkat nasional kategori Menu Keluarga. Juara I adalah peserta dari Provinsi Jawa Barat dan untuk juara III peserta dari Provinsi Sumatra Utara. Dalam lomba tersebut panitia memperlombakkan tiga kategori yakni, Kategori Menu Keluarga, Kategori Menu Balita dan Kategori Kudapan Ikan. Mereka yang terpilih menjadi juara umum adalah peserta dari provinsi DIY, kata Erlina Wati Nasir, Ketua TP PKK Kapuas Hulu usai menerima trophy dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Halaman 7

Injet-injet Semut 2 Excavator Msia Ditangkap -- Patut mendapat apresiasi.

- Bang Meng

Harga Eceran :

Mempawah Rp 2.500,-

Suasana haru terasa saat kembali ke kampung penuh kenangan di masa perjuangan. Armyn disambut suka cita warga pedalaman. Banyak harapan dikemukakan. Benarkah Armyn mau jadi Gubernur?

Rumah tempat pahlawan Ali Anyang dilahirkan di Kampung Menantak Kecamatan Ambalau Sintang. Dirumah inilah Armyn Ali Anyang disambut ritual adat Dayak, Sabtu (22/10). R. RIDO IBNU SYAHRIE

PONTIANAK. Kondisi wilayah pedalaman Kalbar yang terpuruk dari berbagai aspek telah menyadarkan banyak pihak agar Kalbar segera bangkit. Dorongan agar Mayjen TNI Armyn Angkasa Alianyang ikut dalam kancah Pilgub 2012, semakin meluas. Sekarang paman (menyebut Armyn, red) telah kembali. Dulu dari kampung ini lahir seorang kesatria bernama Alianyang. Sekarang telah ada paman yang menjadi

Halaman 7

Terobos Areal dan Patok, 2 Excavator Msia Ditangkap SAMBAS. Dua alat berat jenis excavator milik perusahaan sawit Ladang Dapak Pasir Tengah Malaysia ditangkap warga Dusung Aping, Desa Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Senin (11/10) sekitar jam 12.30. Dua alat berat itu sedang membuat parit hingga merusak lebih kurang 500 meter kebun saya. Aktivitas perusahaan tersebut masuk wilayah Indonesia dan menggusur patok perbatasan D 333 dan D 334 sehingga hilang, kata Bahtiar, pemilik kebun yang dirusak perusahaan Malaysia kepada Equator, Minggu (23/10). Kedua alat berat ini beraktivitas membuat parit perkebunan Sawit di sepanjang perbatasan patok D 233-D 334 yang masuk wilayah Indonesia, merusak kebun warga dan membuang limbah air parit ke wilayah Indonesia. Pihak Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Libas bersama-sama masyarakat warga Sajingan Besar memasang patok sementara menggunakan kayu Sawit yang diukur sesuai titik koordinat. Bahtiar yang juga anggota Laskar Merah Putih ini awal-

TNI dan Laskar Merah Putih di alat berat yang ditangkap warga Sajingan Besar.M. RIDHO MAWARDI nya yang menangkap alat berat itu bersama lima orang warga lainnya. Kedua operator alat berat disuruh membawa alat beratnya ke KM 28 Aruk, karena mengakui kesalahannya. Salah seorang operator alat berat itu TKI asal Satai, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas yang bekerja di Malaysia. Kedua operator kemudian kami antar pulang menggunakan motor untuk menyampaikan kepada perusahaannya agar mengganti rugi kebun

yang rusak, jelasnya. Menurut Bahtiar, dasar penahanan kedua alat berat karena membuat parit yang merusak kebun Karet, Tengkawang, Durian dan Cempedak. Selain itu, pekerja Malaysia ini membuat parit di tanah Indonesia dan membuang limbah airnya ke Indonesia. Bahkan patok batas negara D 333 dan Patok D 334 turut digusur. Kalau tidak ketahuan, mungkin aktivitas mereka bisa terus berlanjut membuat jalan sepanjang perbatasan dan

membuat parit, bebernya. Perampasan alat berat itu dilalui setelah operator alat beratnya diberikan pemahaman. Kita tidak menggunakan cara-cara kekerasan. Hanya saja saya kesal kebun dirusak, kata dia. Kapten Inf Suirwan, Komandan Kompi (Danki) Libas Pamtas Sajingan Besar bersama Letda Inf Herry Prabowo, Danramil Sajingan Besar, Uray Edi Mulia Wakil Ketua Laskar Merah Putih Kalbar serta beberapa masyarakat meninjau lokasi pengerjaan alat berat perusahaan sawit Malaysia. Dari lokasi pekerjaan ditemukan adanya pengerukan parit yang masuk di wilayah Indonesia, membuang limbah air kebun sawit ke Indonesia serta hilangnya patok D 333 dan D 334, kata Suirwan. Setelah mendapat laporan warga itu, Suirwan bertindak cepat meminta agar warga tidak merusak alat berat tersebut. Kita imbau masyarakat dapat menyelesaikan ini dengan baik dan tidak melakukan pengrusakan alat berat. Kedua alat berat ini setiap malam selalu dijaga TNI bersama masyarakat, ujar Suirwan. (edo)

Bahtiar memperlihatkan patok batas Indonesia-Malaysia D 333 yang menggunakan dahan sawit. M. RIDHO MAWARDI

Lima Titik di Kalbar Berstatus OBP PONTIANAK. Memorandum of Understanding (MoU/Nota Kesepahaman) 1978 di Camar Bulan dianggap belum final. Terjadi perbedaan mencolok dibandingkan Traktat London 1891. Terdapat 10 wilayah Outstanding Boundary Problems (OBP) bagi Indonesia dan 9 bagi Malaysia. Tidak ada pencaplokan di Dusun Camar Bulan. Kawasan itu masih status quo, secara keseluruhan ada 10, dan di Kalbar ada lima. Masih ada proses yang belum dilakukan, tegas Mayjen TNI Armyn Angkasa Ali Anyang, Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Komunikasi Sosial Panglima TNI kepada

Halaman 7

Kondisi Memprihatinkan IPM Kalbar (3) Sebuah bangunan terbuat dari kayu berdiri di tengahtengah perbukitan yang letaknya sangat terpencil. Itulah Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Menantak, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang.

Singkawang Rp 2.500,-

Satu Guru Mengajar Enam Kelas Sekaligus Kondisinya sungguh miris dan nyata tak tersentuh program pendidikan yang selama ini digambar-gemborkan Pemprov maupun Pemkab setempat. Salah satu fakta buruknya pelayanan pendidikan di wilayah pedalaman Kalbar ini membuktikan semakin merosotnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sekarang berada pada posisi 28 dari 33 Provinsi seIndonesia. Ironi muncul di tengah perilaku

Bengkayang Rp 2.500,-

Sambas Rp 2.500,-

pejabatnya yang hedonis. Padahal masyarakat perbatasan tetap saja menelan pil pahit dengan kondisi hidup di bawah garis kemiskinan. Jangankan mendapat sentuhan pendidikan yang memadai, justru untuk penghidupan yang layak saja, sangat jauh dari harapan. Dalam kunjungan Equator ke SDN 10 Menantak, Sabtu (22/10), ternyata sekolah tersebut sudah enam bulan terakhir ini hanya memiliki satu guru. SDN 10 Menantak yang letaknya terisolir dan memprihatinkan. Rony Hartono, guru honorer Halaman 7 R. RIDO IBNU SYAHRIE

Landak Rp 3.000,-

Sanggau Rp 3.000,-

Sintang Rp 3.000,-

Melawi Rp 3.000,-

Kapuas Hulu Rp 3.000,-

Ketapang Rp 3.000,


2

interaktif

Senin, 24 Oktober 2011



Aspirasi Warge Kote Pontianak

12.52

Pak Wali Menjawab : Baik Pak Joko, akan kita tangani dan hati-hati aja Pak lewat situ sebelum dipangkas. Tapi saya yakin kok tidak ada apa-apa. 

EQUATORIAL

Warga Sajingan Jaga Kedaulatan

M

ANGGAPAN

Perbatasan RI dan Malaysia di wilayah Kalbar itu masalahnya jangan dibesar-besarkan, nanti bisa lebih berbahaya. Ingat itu pemerintah harus jeli. Disana itu tidak diperhatikan oleh pemerintah pusat dan daerah, itu ja.. 085245519512 19-10-2011

Harian

Jawa Pos Media Group

W

sebulan sekali. Apa salahnya Daya Manusia Asrama Mahabila kita jadikan gotong roy- siswa Kabupaten Sambas SM ong sebagai kebudayaan di Tsjafioeddin lingkungan kita, agar gotong royong ini menjadi akrab dan kental di diRumah Sakit lakukan maRS. Soedarso 737701 syarakat.

TELEPON PENTING Kriiiing....!!!!

P e n u lis adalah Sekretaris Pengembangan Sumber

RS. St. Antonius RS. YARSI

732101 739685

Polisi Poltabes Ptk Polsek Ptk Kota Polsek Ptk Barat Polsek Ptk Selatan Polsek Ptk Timur Polsek Ptk Utara

734900 7558880 774766 736184 742910 883126

Pemadam Kebakaran Din Kebakaran Kota PMK PB PMK Bintang Timur PMK Merdeka PMK Sei Raya

730897 736344 585511 7171666 7159596

PDAM

ARGA

PDAM

Penghematan Biaya

085245578191 27-9-2011

767999

RUMAH KOS BU NUR

Wacana akan menarik mobil dinas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) rasanya kurang pas. Sebab kepala SKPD sebenarnya sama dengan walikota di bidangnya masing-masing. Sebab harus standby, bekerja dan bertanggungjawab selama 24 jam sehari. Oleh karena itu kurang bijaksana apabila kendaraan dinas diganti dengan uang operasional. Akan tetapi bila kendaraan yang di tangan bawahannya harus tinggal di kantor pada saat di luar jam dinas, seperti yang diterapkan BUMN perbankan. Mudah-mudahan bila hal ini diterapkan akan berdampak pada penghematan biaya operasional kendaraan dinas di Pemkot Pontianak.

Menerima Kos Khusus Putri, Mahasiswi dan Umum Alamat : Jl.Sungai Raya Dalam Komplek Sejahtera I Nomor B 21-22 Yang Berminat Silahkan Hubungi :

RUMAH KOS BU NUR

085750001798

08.47

Apa Sudah Benar? Dalam hal kasus Sg menjadi pertanyaan para tahanan, dimana masa penahanan oleh penyidik telah habis dan penyidik meminta penambahan penahanan S kepada JPU. Dan ternyata hanya diberi penambahan penahanan selama 10 hari. Apakah ini sudah benar. Kenapa para tahanan lain habis masa tahanannya oleh penyidik, dan kenapa diberi oleh JPU sangat lain 20 hari, 30 sampai 60 hari. Ini telah diatur dalam KUHAP dan kenapa S paling istimewa dan mendapatkan tambahan dari JPU selama 10 hari. 085387751601 10-10-2011

18.43

PINDAH ALAMAT Mulai 11 September 2011 Jl. Tanjungpura No. 36 Pontianak

Kumpulan Mahasiswa Solmadapar, Kumpulan mahasiswa xxx xxxx, kumpulan xxxx xx. Orang di belakang kalian xx xxxx. Solmadapar xx xxx untuk xxxxx xxx Kalbar. 085654435553 8-10-2011

08.57

Lihat Pasar Saya sebagai warga Kota Pontianak sangat sedih melihat pasar Flamboyan jadi kumuh, lalu apa kerja? 081522707979 8-10-2011

ASALAH

Tapal batas Indonesia di Kalbar dengan Malaysia terus bermasalah. Patok batas A88 sampai A156 kawasan Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh menyebabkan Indonesia kehilangan 1.499 hektar lahan. Lokasi itu masuk wilayah Malaysia. Menyikapi hal ini, Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Geerhan Lantara lebih memilih bersifat normatif, mengamankan wilayah NKRI sesuai aturan. Sedangkan Gubernur Kalbar Cornelis menilai, munculnya kasus wilayah perbatasan dicaplok atau masuk ke wilayah negara tetangga Malaysia, karena selama ini pemerintah pusat kurang memperhatikan aspirasi masyarakat perbatasan, sehingga persoalan perbatasan selalu terjadi. Warga setempat melalui Mulyadi, Kepala Desa Temajuk, Kecamatan Paloh mendesak pemerintah pusat segera membangun Pos Keamanan Perbatasan (Pamtas) di dusunnya. Tujuannya agar masyarakat merasa tenang dan aman. Indonesia sering kehabisan energi ketika dihadapkan dengan persoalan tapal batas. Diplomasi gagal dan penguasaan wilayah Sipadan-Ligitian merupakan sejarah pahit yang tak boleh terulang. Menurut Anda?

T

Pada dasarnya semangat gotong royong bukanlah kegiatan yang melelahkan atau menjadi beban, melainkan suatu kebersamaan yang jarang didapatkan. Dengan kita bersama-sama bekerjasama dalam upaya membersihkan lingkungan, secara tidak langsung kita juga mempererat tali silaturahmi kepada tetangga kita. Selama enam hari dalam seminggu kita disibukkan dengan kegiatan-kegiatan rutin dari sekolah, kuliah dan kerja, tentunya dengan begitu waktu kita untuk berinteraksi di dalam masyarakat sangat minim sekali. Karena kita makhluk sosial jadi tidak bisa hidup sendirian.

saudaraan dan kebersamaan itu akan mengakar pada warga. Untuk saya pribadi, gotong royong sangat dirindukan karena dengan begitu kita bisa bertemu teman-teman yang ada dan bersama-sama melakukan aktifitas yang jarang dilakukan, sambil bercanda, tertawa, dengan tidak mengesampingkan tujuan utama dalam menyelesaikan pekerjaan. Mari kita menanamkan semangat gotong royong di dalam hati kita. Karena gotong royong tidak tiap hari, hanya seminggu sekali atau bahkan



Melanggar batas negara terjadi lagi. Kali ini dua Alat Berat Perusahaan Sawit Ladang Dapak Pasir Tengah Malaysia, 11 Oktober 2011, ditangkap warga Dusun Aping, Desa Aruk, Kecamatan Sajingan Besar sekitar jam 12.30 WIB . Kedua alat berat ini beraktivitas membuat parit perkebunan Sawit disepanjang perbatasan patok D-233 hingga patok D-334 yang masuk wilayah Indonesia, merusak kebun warga dan membuang limbah air parit ke Indonesia. Pemilik kebun yang dirusak alat berat Malaysia, Bahtiar menjelaskan, dua alat berat perusahaan sawit Malaysia dari PT Ladang Dapak Pasir Tengah, membuat parit hingga merusak lebih kurang 500 meter kebunnya. Selain itu, aktivitas perusahaan tersebut masuk di wilayah Indonesia dan menggusur patok perbatasan D-333 dan D-334 sehingga hilang. Diharapkan semua warga Indonesia, aparat keamanan maupun pertahanan, dapat menjaga perbatasan negara dengan baik. Supaya masalah kedaulatan kuat, tegas, tangkas, dan berwibawa. Sebagai garda (penjaga) nasional bangsa Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) diharapkan tetap berwibawa dalam menjalankan tugas menjaga tapal batas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TNI harus bekerja keras mengerahkan tenaga dan pikiran agar tidak ada sejengkal tanah pun wilayah Indonesia yang dicaplok negara lain. Jangan sampai anggota TNI membiarkan adanya pencaplokan dari tetangga. Lekas laporkan tiap ada penerobosan wilayah negara, supaya panglima TNI cepat berkoordinasi dengan bidang yang mengurusi kedaulatan negara. TNI itu harus berwibawa, seperti harus terlihat manunggal dengan rakyat perbatasan. Rusak serta hilangnya beberapa patok tapal batas di wilayah Tanjung Datu dan Camar Bulan, lekas dibicarakan di tingkat bilateral antara Indonesia dan Malaysia. Rundingkan dengan cepat dan memiliki solusi saling menguntungkan, sebab rakyat kedua negara di bidang ekonomi saling membutuhkan. Sekaligus menjadi bukti, pemerintah Indonesia serius dalam menjaga keutuhan NKRI. Kalau dalam menjaga dan merawat patok batas negara tak becus, bagaimana pemerintah bisa menjaga keutuhan wilayah NKRI yang didirikan dari darah para pahlawan bangsa. Sebagai orang yang nasionalis, tentunya sangat menyayangkan kejadian itu, sekaligus mempertanyakan ke mana saja anggaran besar di setiap kementerian yang ternyata tidak mampu untuk menjaga batas-batas wilayah negara. Sebelumnya pemerintah telah mengakui bahwa pilar patok A1 di Tanjung Datu sudah hilang karena abrasi dan beberapa pilar patok perbatasan lainnya di Dusun Camar Bulan bagian atasnya sudah hancur. Lekaslah diperbaiki. Rakyat perbatasan pada umumnya belum sejahtera karena miskin sarana dan prasarana wilayahnya, jangan ditambah pula tak mampu bikin patok batas negara. Mungkin saja satu patok perlu beberapa semen, pasir, batu, air, besi. Jangan pula dana untuk beli semen juga dikorupsi. Nasibmu perbatasan Kalbar-Malaysia. ***

Oleh : Ardiansyah

Gotong royong merupakan kegiatan yang sangat positif dilakukan di lingkungan kita. Mungkin pada beberapa daerah ada yang tidak pernah lagi melakukan gotong royong bersama warganya. Hal ini mungkin disebabkan kesibukkan dan padatnya pekerjaan mereka. Jika di daerah pedesaan, gotong royong sangat membudaya sekali berbeda dengan halnya di kota yang relatif hidupnya individualistik. Mungkin ada yang beranggapan bahwa gotong royong ini menghabiskan waktu saja, dilingkungan rumah saya saja juga sudah bersih dan indah ungkapnya. Kesalahpahaman mengenai gotong royong inilah yang membuat orang enggan untuk melakukannya, padahal dengan gotong royong semangat per-



ARIA TOUR

Hotel Garuda

Jl. Tanjungpura



12.30

CABANG PONTIANAK CABANG PONTIANAK Dihimbau kepada masyarakat agar tidak bermain layang-layang, terutama di wilayah transmisi PLN. Jika ada kawat layang-layang yang menyangkut di jaringan PLN, Mohon informasikan segera ke Unit Pelayanan Teknik PLN terdekat. Kami ucapkan terima kasih kepada warga yang tidak bermain layang-layang di Wilayah Transmisi PLN Demikian himbauan ini, agar menjadi perhatian demi kenyamanan kita bersama.

HUMAS PT PLN CABANG PONTIANAK Untuk pelayanan pengaduan pelanggan melalui SMS anda dapat mengirimkan SMS ke :

Dukung 1000%. Dewan buka pengaduan mafia anggaran aspirasi. Saya dukung 1000%. Maju terus rakyat dan mahasiswa di belakang bapak /ibu DPRD Kalbar. (Ya Suparman} 081256810000 10-10-2011

PT. PLN (PERSERO) WILAYAH KALBAR

HIMBAUAN PT PLN



08164984605 22-10-2011

Jadikan Gotong Royong Sebagai Kebudayaan

Jl. Pahlawan

Assalamualaikum, Pak Walikota Pontianak. Selamat ulang tahun Kota Pontianak yang 240 tahun. Semoga kota kita tambah maju, amin. Pak Wali mohon diinformasikan ke dinas terkait, di Jalan Johan Idrus (Sumatra) tepatnya di depan pintu gerbang SMA Negeri 1 Pontianak ada pohon akasia sudah rapuh dan membahayakan pengguna jalan, apalagi sekarang musim hujan dan angin kencang. Demikian disampaikan mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah, terima kasih. (Joko Wid)

HP : 0819-5267-5378

Redaksi menerima opini pembaca, maksimal 1 halaman kwarto ukuran huruf 12. Silakan kirim ke e-mail: redaksi@equator-news.com

Tol Kapuas I

HP:0819-5267-5378

Pengantar: Tumpahkan unek-unek, kritik, pujian ataupun komentar Anda tentang layanan umum dalam kolom SMS InterAktif. Untuk SMS yang belum dimuat harap bersabar, antre! Kami tidak melayani SMS berbau SARA dan menyudutkan pribadi tanpa fakta.



Sampaikan pujian, kritik, saran dan komentar Anda terkait pembangunan dan kebijakan di Kota Pontianak. SMS Anda akan dijawab langsung oleh Walikota Pontianak, H. Sutarmidji SH MHum.

577868

No.HP. 08115718811 Tekad PLN Memberikan pelayan yang terbaik untuk kepuasan pelanggan

16.37

Semua Itu Cobaan Pembunuhan saat ini sangat mengerikan dan menakutkan, karena pelakunya muncul tiba-tiba secara misterius. Gubernur Kalbar baru saja berucap di Jakarta dan menyatakan daerah yang dipimpinnya aman dan terkendali, tapi ucapan tersebut ditantang oleh para pembunuh berdarah dingin, hingga di hulu dan di hilir dalam wilayah Kalbar terjadi pembunuhan. Selama bulan September dan Oktober 2011 saja berita pembunuhan di daerah Kalbar gencar sekali, dan terakhir seorang instruktur senam di Pontianak kehilangan nyawanya akibat perilaku pembunuh misterius. Kepada keluarga yang berduka tidak ada kata yang pantas untuk diucapkan selain innalillahi wainnailaihhi rajiun, sabar dan serahkan saja kepada Allah SWT. Anggap saja semua itu cobaan dari-Nya, karena maaf sebesar-besarnya meskipun rasa-rasanya tidak pernah dilakukan, mungkin di luar sadar kita perbuatan zalim kepada orang lain secara tidak langsung pernah terjadi. Semoga semua itu hanya cobaan Allah untuk kesabaran kita. 081352028655 10-10-2011

06.45

Jl. Tanjung Sari No. 168 (A. Yani), Pontianak, Telp. (0561) 582829, 08164997885, 082149358778

15.56 Penerbit: PT Kapuas Media Utama Press. Pembina : Dahlan Iskan. Direktur/Pemimpin Umum: Djunaini KS. Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: R Rido Ibnu Syahrie. Koordinator Liputan: Hamka Saptono. Dewan Redaksi: Mahmudi, Anton Perdana, Yuni Kurnianto, Misrawie. Staf Redaksi:Julianus Ratno, Kholil Yahya, Samsul Ari¿n. Umum dan Personalia: Djailani Kasno. Kota Pontianak: Kholil Yahya. Biro Mempawah: Al¿ Shandy (Jl Teratai Blok A No 3 Telp 0561-691326). Biro Kubu Raya: Yuniardi. Biro Singkawang: Mordiadi. Biro Sambas: M Ridho (Jl. Sukaramai Komp Didis Permai Blok G10, Desa Dalam Kaum, Sambas Telp. 0562-392738). Biro Sanggau: M Khusyairi (Ka Biro) (Komplek Pasar Rawa Bangun Lantai 2, Kota Sanggau). Biro Landak: A.Sutarjo (Jl Jalur 2 Ngabang depan Wisma Usaha Jaya Pal.2 Ngabang). Biro Kayong Utara: Kamiriludin (Ka Biro) (Jalan Simpang Tiga Desa Siduk, Kecamatan Sukadana). Ketapang: Kiram Akbar. Biro Sekadau: Abdu Syukri. Biro Kapuas Hulu:Arman Khairiadi (Jl M Yasin, Putussibau Utara No 3 (Telp. 0567 22877). Biro Melawi: Sukartaji (Ka Biro) (Jl Juang Nanga Pinoh. Telp. 0568-22069). Biro Sintang: Suhardin (Jl Oevang Oeray Baning Sintang (Lantai 2 Graha Pena Kapuas Post Sintang). Biro Bengkayang: Yopi Cahyono. Promo Bisnis: Darussalam. Sekred: Juliati Fitria.

SIUPP: Nomor. 792/Menpen SIUPP/1998 Tanggal 9 Desember 1998. Terbit 7 kali/minggu

Alamat: Jalan Arteri Supadio Km 13,5. Telepon: (0561) 768677 (hunting), 725550. Fax: (0561) 768675. Telepon: (0561) 743344 (hunting), 760646. Fax: (0561) 760147.

Pracetak/Tata Wajah: Mustaan (Koordinator), Dennis, Defri (ii), Yudi. Website: Hendra Ramawan (Koordinator). Keuangan: Afrina Rosanty. Iklan: Uray Kamaruzaman (Manager), Jenggo, Deny A, A Jaiz. Pemasaran: Rosadi Jamani (Manager), Divisi Even: Mohamad Qadhafy. Distribusi: Abubakar. Iklan Jakarta: Jl. Jeruk Purut-Al-Ma’ruf No. 4 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12560 Telp. 78840827 Fax. (021) 78840828 Tarif iklan per milimeter kolom: Hitam putih Rp 7.000,00. Spot colour: Rp 10.500,00. Full colour: Rp 15.000,00. Iklan baris: Rp 5.000,00/baris (minimal dua baris maksimal 10 baris). Harga Eceran: Rp 2.500,00. Harga Langganan: Rp 65.000,00/bulan, (luar kota tambah ongkos kirim). Bank: Bank Mandiri Cabang Pontianak Sidas. Percetakan: PT Akcaya Pariwara. (Isi di luar tanggung jawab percetakan).


3 Butuh Solusi Konkrit Atasi Kemacetan P O N T I A N A K . Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Pontianak meningkat tajam. Peningkatan ini berbanding lurus dengan tingkat kemacetan di jalan raya. Pertumbuhannya begitu pesat dari tahun ke tahun, sehingga jika tidak diatasi, Kota Pontianak akan sama dengan kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa. Saat ini butuh solusi konkrit untuk mengatasi masalah ini, kata David Maryansyah, SSos, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Pontianak, Minggu, kemarin. David Maryansyah. KHOLIL YAHYA Menurutnya, faktor mudahnya masyarakat memiliki motor karena ringannya sistem pembiayaan dan persyaratan. Tanpa disadari, semakin besarnya pemakaian jalan yang tidak sebanding dengan ketersediaan dan kondisi jalan. Sementara jalan khusus bagi pengguna sepeda motor di Kota Pontianak baru ada di Jalan Ahmad Yani. Itupun tidak efektif. Mestinya pemerintah menyediakan jalur khusus lainnya untuk pengendara sepeda motor, tegasnya. Untuk mengatasi agar kemacetan tidak semakin parah, pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggara jalan, seperti Bina Marga, Dinas Perhubungan dan kepolisian harus matang dalam perencanaan. Khususnya dalam menyusun tata ruang kota. Kalau bisa, dalam setiap perencanaan, melibatkan kalangan pengamat dan akademisi yang berkompeten di dalamnya, supaya sinkron antara kebutuhan dan kebijakan, imbau David. Dengan demikian Undang-undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berjalan efektif. Sebelumnya David juga meminta kepada Pemkot untuk mereaslisasikan Jembatan Kapuas III. Itu diyakini dia menjadi salah satu cara untuk mengatasi kemacetan. Caranya tak ada lain, yakni dengan menggandeng pihak ketiga (investor) untuk membangun Kapuas III, jelasnya. Bahkan menurut David selain untuk mengurai kemacetan jembatan Kapuas III juga bisa sebagai cara untuk mempercepat pembangunan di Kecamatan Pontianak Utara yang selama ini terkesan ditinggalkan. Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan jika tidak ada terobosan dan tindakan yang berarti dari Pemkot maka bukan tidak mungkin Kota Pontianak akan menjadi kota macet. Memang sudah saatnya Pemkot membuat terobosan dengan menggandeng pihak ketiga untuk menyelesaikan sengkarut persoalan kemacetan ini, tegas David yang juga Wakil Fraksi PDI Perjuangan ini. Jembatan Kapuas III katanya sudah menjadi kebutuhan bersama apalagi ditengah-tengah Kota Pontianak semakin maju dan semakin berkembang. Sebagai kota jasa dan perdagangan, memang sudah saatnya Pemkot membangun jembatan Kapuas III, tukasnya. Saat ini geliat ekonomi di Pontianak Utara masih jauh dari harapan. Itu lebih disebabkan karena akses ke seberang masih menggunakan jasa tol II dan penyeberangan feri. Memang jika dibandingkan dengan Pontianak Barat yang saat ini sudah ada rumah sakit dan sekolah pelayaran yang kabarnya menelan puluhan miliar, Pontianak Utara jauh tertinggal, ujar David. Saat ini volume kendaraan semakin hari semakin bertambah saja, ini terbukti dengan semakin banyaknye pengguna kendaraan. Sudah saatnya Pemkot mencarikan solusinya, saran dia. (lil)

Meriam Karbit Merupakan Bentuk Pelestarian Budaya PONTIANAK. Meriam karbit tidak asing bagi warga Kota Pontianak. Setiap tahun, pada malam lebaran dentumannya menggelegar di pinggir Sungai Kapuas. Merayakan hari jadi Kota Pontianak yang ke 240 ini meriam juga diperlombakan dan dipusatkan disatu titik. Menurut Ketua Forum Meriam Karbit Kota Pontianak, Saiful Azhar, festival meriam karbit sangat bagus untuk melestarikan tradisi. Intensitas bermain meriam otomatis bertambah dengan penyaluran yang benar. Karena selama ini hanya pada malam IdulďŹ tri. Kegiatan ini merupakan gebrakan bagus yang dilaksanakan Pemkot. Bukan meriamnya yang menjadi patokan, tetapi bagaimana menguji kemampuan peserta memainkan meriam orang lain, ucapnya. Wali Kota Pontianak juga diminta untuk menyulut meriam. Meskipun ada rasa khawatir akhirnya dia ikut menyulut juga. Sebelum menyulut meriam, Sutarmidji berkali-kali mengingatkan meriam lain jangan disulut dulu. Dia melambai-lambaikan tangan tanda larangan orang lain menyulur meriam. Sekda yang sudah siap di depan meriam mundur beberapa langkah setelah melihat lambaian tangan wali kota tersebut. Kertas penutup lubang sulut dibuka. Sutarmidji mengarahkan penyulut ke lubang, sementara badannya menjauh. Sutarmidji mengatakan, bukan pertama kali dia menyulut meriam karbit. Setiap malam IdulďŹ tri dia juga melakukan hal serupa. Mengapa tadi sempat takut ? Kalau malam lebaran biasakan meriamnya sedikit. Ini banyak, takut juga dengar suaranya, katanya. Sutarmidji berterimakasih pada penyelenggara yang bekerjasama memeriahkan HUT Pontianak tahun ini. Dia berencana mengagendakan kegiatan serupa pada waktu akan datang. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat dilestarikan dan menjadi ikon Pontianak selain Tugu Khatulistiwa. Festival ini akan terus kita lakukan, diselaraskan dengan kegiatan lain, ujarnya. Ketua DPRD Kota Pontianak, Hartono Azas berkomitmen membuat kegiatan itu berkesinambungan. Dia berjanji ikut memperjuangkan pendanaan festival meriam karbit sebagai bagian memeriahkan HUT Pontianak. Legislatif sangat mendukung kegiatan seperti ini. Tahun depan kita bantu penganggarannya, tergantung juga jumlah pengajuan dari eksekutif, ungkapnya. (lil)

P R O

Pontianak

Senin, 24 Oktober 2011

Fun Bike Meriahkan Hari Jadi Kota Pontianak PONTIANAK. Walikota Pontianak, H. Sutarmidji mengajak masyarakat Kota Pontianak bersama-sama ikut mendukung Pemkot dalam membangun kota ini agar menjadi lebih baik. Hal ini diungkapkannya saat melepas peserta Fun Bike dalam rangka Hari Jadi (Harjad) Pontianak ke 240 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Telkom ke 155 yang digelar Komunitas Pegawai Naik Sepeda (PNS) bekerja sama dengan event organizer Deopro dan Telkom, Minggu (23/10) pagi. Dia menjelaskan, Kota Pontianak tidak memiliki sumber daya alam, yang ada hanya sumber daya manusia. Untuk itu, sesuai dengan visi dan misi yang diusung dirinya bersama Wakil Walikota, Paryadi, berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia serta pelayanan publik karena Kota Pontianak merupakan pusat aktivitas perdagangan dan jasa di Kalbar. Saya bersama Pak Paryadi tetap mengemban amanah masyarakat Kota Pontianak sampai dengan tahun 2013, ujar Sutarmidji. Sementara itu, Ketua Panitia, Rahmat mengungkapkan, fun bike yang digelar dalam rangka Harjad Kota Pontianak ke 240 ini sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dengan menggalakkan olah raga sepeda ini. Dengan kegiatan fun bike ini selain kita ikut memeriahkan Hari Jadi Kota Pontianak, kita mengajak masyarakat untuk bersepeda sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi polusi yang ditimbulkan dari asap kendaraan bermotor, jelas Rahmat. Dia menyambut baik antusias masyarakat yang mengikuti Fun Bike ini karena jumlah peserta membludak. Kami atas nama panitia menyampaikan permohonan maaf jika dalam

Fun Bike ikut memerihakan hari jadi Pontianak yang ke-240. KHOLIL YAHYA

pelaksanaan kegiatan ini terdapat kekurangan, tuturnya. Abusamah, Sekretaris Komunitas PNS, mengatakan kegiatan fun bike ini diharapkan memotivasi rekan-rekan seprofesi, khususnya pegawai negeri sipil yang hobi bersepeda untuk ikut bergabung

dalam komunitas ini yang baru beberapa bulan dibentuk. Ke depannya kita akan menggelar kegiatan fun bike seperti ini untuk menggalakkan bersepeda di kalangan masyarakat, katanya. Hadiah yang disediakan panitia dan pihak sponsor yakni sepeda,

handphone, televisi, paket berlangganan TV kabel, kipas angin, kompor gas dan lainnya. Tak tanggung-tanggung, hadiah utama dua buah sepeda diraih Fauzan, warga Gang Malabar. Fauzan yang masih anak-anak ini, tak menyangka dirinya beruntung mendapat-

kan dua buah sepeda MTB sekaligus. Saya juga tidak menyangka nomor undian saya yang beruntung mendapatkan dua buah sepeda. Senang rasanya karena saya memang ingin memiliki sepeda baru, ucapnya dengan perasaan gembira. (lil)

Genjot Pariwisata dengan Menggandeng Investor PONTIANAK. Kota Pontianak membutuhkan investor khusus mengelola area wisata. Sehingga dapat menjadikan lokasi pariwisata terlihat indah. Kami berharap ada investor khusus yang mengelola area wisata di Kota Pontianak ini, terutama Sungai Kapuas yang eksotis, kata Mardiana anggota DPRD Kota Pontianak. Mardiana menilai, Sungai Kapuas memiliki nuansa berbeda dengan area wisata lain-

nya. Apalagi terhubung langsung dengan Sungai Landak, serta mempunyai ukuran yang lebar. Saya yakin jika dikelola dengan baik, khusus mengelola lokasi wisata, maka wisatawan lokal maupun mancanegara akan berkunjung ke Kota Pontianak. Di samping untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), lanjut Mardiana, juga untuk menghibur wisatawan.

Minimal bagi masyarakat Kalbar, khususnya Kota Pontianak. Sungai Kapuas memiliki potensi yang besar, ditambah dengan pemandangan Jembatan Kapuas yang menjadi penghubung antar dua kecamatan, papar Mardiana. Untuk memikat wisatawan, juga harus memberdayakan anak-anak, guna mempromosikan area wisata, sekaligus memperagakan kebudayaan. Pada intinya untuk menarik

Batas Kota dan Tepian Sungai Minim Perhatian PONTIANAK. Ketua DPRD Kota Pontianak Hartono Azas mengungkapkan, Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara boleh dibilang lebih baik bila diukur dengan taraf kehidupan warga dan dari sisi infrastrukturnya. Dua kecamatan ini pun menjadi pusat bisnis dan perkantoran Kota Pontianak. Namun, ketimpangan pembangunan itu masih kental terlihat pada pembangunan infrastruktur, terutama jalan di wilayah tepian Sungai Kapuas dan daerah yang berbatasan dengan KKR. Memang dari aspirasi masyarakat yang berkembang adalah perbaikan infrastruktur terutama di daerah perbatasan kabupaten dan tepian Suangai Kapuas, se-

lain tu fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memadai juga diharapkan warga, ungkapnya. Sementara sejumlah masyarakat menilai pembangunan infrastruktur hanya menumpuk pada pusat bisnis dan perkantoran saja, tetapi daerah asal pemukiman warga, seperti Kelurahan Benua Melayu Laut dan Kelurahan Bangka Belitung Laut banyak yang tak tersentuh pembangunan. Salah satu contoh perbaikan jalan gertak yang membentang di Pinggiran Sungai Kapuas. Kita lihat tadi, warga meminta perbaikan infrastruktur jalan gertak yang ada di Keluarahan Benua Melayu Laut dan Kelurahan Bangka Belitung Laut, kata Sarimin

warga setempat. Warga Kelurahan Kota Baru yang berbatasan langsung dengan KKR juga meminta perbaikan infrastruktur jalan dan drainase. Selain akses jalan yang sulit, warga juga mengeluhkan banji setiap musim hujan karena minimnya drainase. (lil)

DIJUAL

Ruko Siap Pakai Fasilitas Lengkap Lokasi Strategis, Jl Komyos Sudarso (Sui Jawi Luar) Cocok Untuk Minimarket Tempat Parkir Luas,

Hubungi : 0811 567 613

wisatawan, tegas Mardiana. Hal serupa juga dikatakan anggota DPRD lainnya, Ardiasyah. Menurutnya, perlu penambahan dan peningkatan kualitas area wisata Kota Pontianak. Walau seadanya, namun lambat laun jika dikelola investor profesional, maka akan bagus juga. Kami kira sangat penting ada investor yang mengelola secara khusus Sungai Kapuas, untuk dijadikan area wisata

unggulan, tuturnya. Politisi Partai Amanat Nasional ini juga menginginkan potensi area wisata yang dimiliki, harus dioptimalkan. Karena dengan banyak wisatawan yang berkunjung, akan membawa nama baik Pontianak, sehingga setiap tahunnya wisatawan bisa bertambah. Tujuannya untuk menarik wisatawan agar setiap tahun terus meningkat, jelasnya. (lil)


kalbar raya

4 Perbatasan Masih Termarginalkan PONTIANAK. Kawasan perbatasan perlu dilakukan pendekatan pembangunan, jangan sampai Malaysia terang benderang, Indonesia masih saja gelap gulita. Pemerintah harus memberi kepastian pembangunan perbatasan, tegas Ketua Komisi A DPRD Kalbar, H Retno Pramudya SH MH. Sekretaris DPW PPP Kalbar ini meminta kepada pemerintah untuk segera merealisasikan jalan paralel di perbatasan. Sehingga warga bisa melakukan berbagai kegiatan dan juga untuk mempermudah pertahanan dan keamanan NKRI. H Retno Pramudya. JULIANUS RATNO Selain itu, Retno juga menyarankan agar DPR yang membidangi masalah perbatasan segera menggelar rapat dengan mitra kerjanya. Mengingat masih banyak masalah perbatasan lainnya yang belum mendapatkan perhatian serius pemerintah pusat. Menurut politisi daerah pemilihan Sanggau-Sekadau ini, banyak hal yang harus dilihat dan dikaji ulang. Mengingat sampai saat ini strategi pembangunan perbatasan belum ada, dan perbatasan masih seperti dulu. Selama ini kalau memang ada, kenapa kondisi perbatasan masih saja seperti itu-itu saja. Warga di perbatasan masih terpinggirkan, tidak diperhatikan. Mereka masih bertahan sebagai warga negara Indonesia, tapi termarginalkan, sesal Retno. (jul)

Sanitasi Penduduk Belum Layak JAKARTA. Pemerintah sudah mengeluarkan dana sedikitnya Rp3 triliun melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dana itu sudah bergulir sejak dua tahun belakangan sampai akhir 2011. Anggaran APBN tersebut digunakan untuk program sanitasi terpusat, sanimas, drainase, perpipaan, limbah, sampah, dan drainase kota, kata Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Budi Yuwono di Jakarta, Kamis (6/10). Budi menjelaskan, kondisi sanitasi dasar seperti MCK, jamban sederhana, sumur di Indonesia saat ini sudah 78 persen penduduk memilikinya. Sementara baru 51 persen penduduk yang memiliki sanitasi layak seperti septictank, air limbah, dan tempat pembuangan air limbah. Menurut Budi, meski sudah melampaui target Millenium Development Goals (MDG s), yakni 68 persen penduduk memiliki akses sanitasi dasar, tetapi masih ada 22 persen dari 40 an juta penduduk kota yang masih BAB sembarangan, baik itu di kali atau di sungai. Kondisi ini sangat mengenaskan untuk mengubah perilaku masyarakat memang sulit, katanya. Oleh karenanya, diperlukan koordinasi manajemen antara kementerian terkait. Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat) adalah percontohan semata, lanjutnya. Budi menambahkan, untuk program Sanimas dianggarkan dari APBN tadi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini sebesar Rp 400 miliar di 492 lokasi di 24 provinsi. Untuk itu, kata Budi, diperlukan bantuan dari pihak swasta untuk mempercepat program Sanimas. Umumnya perusahaan swasta membantu dalam bidang CSR-nya, katanya. Selain itu, dana APBN Rp 3 triliun juga digunakan untuk pengembangan sarana pengelolaan limbah. Budi memberikan contoh di DKI Jakarta. Menurutnya, selama ini DKI Jakarta baru memiliki dua waduk yang berfungsi untuk mengelola limbah, yakni waduk Setiabudi, dan waduk Pluit. Tetapi, saat ini pemprov tengah proses pengembangan waduk di Cakung, Pademangan, dan Pejagalan di Jakarta Utara. Saat ini masih proses review masterplan, katanya. (jpnn)

Senin, 24 Oktober 2011

Antisipasi Flu Burung

Kalbar Awasi Lalu Lintas Hewan PONTIANAK. Sertifikat bebas flu burung yang telah dimiliki Kalbar sejak Januari 2010 lalu, membawa konsekuensi yang cukup berat. Pemerintah Kalbar harus berusaha keras mempertahankan status tersebut. Upaya mendapatkan sertifikat itu tidak mudah dan membutuhkan kerja keras. Sejak tahun 2007 telah diajukan permohonan pemberian sertifikat karena kasus terakhir flu burung ditemukan pada 2005. Akhir Januari 2010, Kalbar mendapatkan sertifikat bebas flu burung dari Menteri Pertanian Suswono, kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Abdul Manaf Mustafa di gedung DPRD Kalbar, kepada wartawan belum lama ini. Meski telah mendapatkan sertifikat bebas flu burung, dia mengatakan, pemerintah provinsi tetap waspada akan masuknya virus tersebut. Mengingat kondisi di Kalbar virus Avian Influenza dapat masuk setiap saat, walaupun

kasusnya sangat terbatas. Untuk itu kami harus tetap waspada, tegas Manaf. Pernyataan Menteri Kesehatan

Endang Rahayu Sedyaningsih yang menyatakan bahwa flu Burung belum sepenuhnya hilang dari Indonesia diiyakan Manaf.

Hal itu didasari masih ada 30 provinsi yang dinyatakan endemis virus H5N1 tersebut, untuk unggas. Namun, tidak tertutup

kemungkinan virus yang menyerang ayam, burung dan bebek itu juga menulari manusia. Perlu dipahami juga makna dari kata endemis itu sendiri. Pengertian endemis yakni setiap saat bisa saja muncul kasus, begitu pula di Kalbar, jelas dia. Dana sudah yang dialokasikan untuk program bebas flu burung sejak 2005 lalu mencapai Rp2 miliar. Sekitar 17 ribu spesimen telah dikumpulkan selama rentang waktu tersebut dan tidak ditemukan adanya virus flu burung. Selain itu, pemerintah Kalbar juga menggandeng instansi lain untuk menjaga Kalbar dari ancaman virus flu burung. Di antaranya TNI AL, mengingat ada 1.500 kilometer garis pantai yang harus dijaga. Selain itu, memperketat pengawasan terhadap upaya memasukkan hewan atau unggas dari luar Kalbar. Kita juga tetap menerapkan pengawasan terhadap lalu lintas hewan untuk mencegah penyebaran flu burung, tegas Manaf. (jul)

DPRD Kubu Raya Soroti Alat Berat S UNGAI R AYA . Tujuh fraksi di DPRD Kubu Raya akhirnya menerima dan sepakat menyetujui Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Realisasi APBD 2010 untuk dijadikan Perda. Persetujuan ini sendiri, disampaikan dalam sidang paripurna Pandangan Akhir (PA) fraksi-fraksi di DPRD. Namun, beberapa item tetap menjadi sorotan dan kritikan dari tujuh fraksi, di antaranya mendesak pihak eksekutif segera menarik retribusi terhadap aset daerah berupa alat berat. Ketujuh fraksi itu yakni RKNR, Golkar, DKDS, PAN, PPP, PDIP, serta Demokrat juga meminta pengelolaan keuangan mesti diperbaiki agar tidak lagi menjadi temuan BPK RI, sehingga predikat keuangan Kubu Raya disclaimer. Menyikapi aset daerah berupa alat berat, Fraksi RKNR menilai perlu ditarik retribusi dalam hal sewa-menyewa, sehingga hasilnya dapat menjadi pendapatan daerah. Aset daerah berupa alat berat mesti segera ditarik retribusi agar hasilnya menjadi pendapatan daerah, kata Juru Bicara Fraksi RKNR Jauhari Ja far. Ditambahkan Fraksi PAN, Pemerintah Kabupaten mesti

transparan dalam pengelolaan retribusi alat berat itu nantinya. Hendaknya dapat dikelola secara transparan, kata Juru Bicara Fraksi PAN, Raqib. Nada yang sama disampaikan Fraksi PDIP melalui Juru Bicaranya, M Tohir yang meminta agar segera dibuat-

kan payung hukum untuk sewa menyewa alat berat tersebut. Alat berat seperti ekskavator ini mesti dibuatkan payung hukumnya sehingga memiliki kekuatan hukum tetap dalam pelaksanaannya, kata dia. Wakil Bupati Kubu Raya, An-

dreas Muhrotien yang hadir pada kesempatan itu menyebutkan bahwa masukan dari fraksi-fraksi tersebut akan ditampung dan ditindak lanjuti ke masing-masing SKPD. Masukan ini dalam rangka untuk perbaikan sehingga menjadi bahan evaluasi dan perencanaan

yang matang ke depannya, kata Andreas. Diakui Wabup Andreas, pemerintah belum maksimal dalam pengelolaan aset daerah. Karena itu masukan dari DPRD akan ditindaklanjuti ke masing-masing SKPD. (oen)

Promo Tepat Sasaran Hanya Rp15.000/hari

Pasang 6 x Terbit 7 Kali Pasang 25 x Terbit 30 Kali

* Syarat dan Ketentuan Berlaku Innovation for Tomorrow

Khusus menjual : Daihatsu Daihatsu Sebar Sebar Hadiah Hadiah Terbesar! Terbesar! Tenor

Bunga

Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 18 Pontianak (Jl. Penjara / dpn Jl. Beringin) Telp. (0561) 743999

5,1

*

5

REFLEXIOLOGI TITIK-TITIK AMPUH IZIN PRAKTEK DINKES NO. 448/574 PKPM 2002

Tahun

%

Angsuran Cuma

Xenia DP Cuma 9jt an Hubungi :



THERAPY

Kardiansyah 081257282270 085654400673

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN EJAKULASI DINI • LEMAH SYAHWAT • MANI ENCER • IMPOTEN • PROSTAT • HERNIA • KANKER PAYUDARA • KANKER RAHIM • KEPUTIHAN • TERLAMBAT DATANG BULAN • BELUM PUNYA KETURUNAN • KISTA • AMANDEL • ASAM URAT • MATA RABUN • FLU/PILEK MENAHUN • TELINGA BERNANAH • AMBAYEN/WASIR • STROKE • DIABETES • GINJAL • TUMOR • LIVER • REMATIK • GONDOK • POLIP • AYAN • MAAG • SIPILIS • JANTUNG • ASAM URAT • ASMA • DARAH TINGGI/RENDAH • EXIM/GATAL-GATAL

DITANGANI LANGSUNG OLEH SHINSHE MURSYID AL MUDAWALI HP. 081345500116 Jl. Tanjungpura Gg. Kamboja No. 19 Samping Ramayana Mall Pontianak Buka: 08.00-20.00 WIB

D I J U A L

Buat apa Bayar Mahal Kalau hasil nya Sama

2 Buah Rumah Jl. Tabrani Ahmad Gg. Serumpun 2 No. 8 di atas tanah 25 x 17 m Rumah I : 2 Tk LB : 191 M2 (5 Kmr, 2 WC, PLN 900 Watt, PDAM) Rumah II : 1 Lt LB : 50 M2

DISCOUNT s/d 25 Jutaan

'3 SWIFT-APV-SX4-X OVER

Proses

MUDAH & CEPAT

JOHANES

081256606125 0561 753897 7

SUZUKI MOBIL TERMURAH DARI YANG TERMURAH C A S H B AC K s / d 2 5 J T

D PH

750 Jt Nego

Hubungi langsung :

MURA

FORD FIESTA

Type PICK UP APV Estilo Splash GL Sx4 SWIFT Grand Vitara

Dp R Rp. p. 13.680.000.R Rp. p. 17.970.000.Rp. 15.040.000.Rp. 15.210.000.Rp. 27.460.000.Rp. 22.050.000.Rp. 35.540.000.-

Angsuran R Rp. p. 2.530.000.R Rp. p. 4.220.000.Rp. 4.640.000.Rp. 4.260.000.Rp. 5.810.000.Rp. 5.000.000.Rp. 8.190.000.-

DENNY 085252452381

280 jt Cashback s/d

25 jt

194 jt RANGER | ESCAPE |EVEREST | FIESTA

Hubungi: YAYAT Hp: 08125721381 / 085252465555

EKO SERVICE

SEDOT WC HUB TELP.

Gran Max Pick up

085245595501 081256661163

744880

Fasilitas :  Selang baru tanpa bau  Pengalaman 25 th di bidang WC.  Juga menerima servis AC (Rumah & Kantor)

DISCOUNT 60% GARANSI

Jl. Tabrani Ahmad No. 16-19 Sui Jawi Dalam Pontianak Barat Telp : (0561) 773672 HP : 0811563377

Xenia

DP 10% S/d 4 Th

Grand Max PU-BOX Gran Max

Segera Hubungi :

DODY 08125608423, 0561-7565151

Xenia VVT-i

DP mulai 10%

DP mulai 10 %

TERIOS • SIRION • LUXIO • GRAN MAX PU/MB 08125747270 Hub: 0561-7062289

SUI JIN

Kami lembaga resmi membutuhkan calon tenaga kerja wanita untuk dilatih menjadi Baby Sitter & PRT, yang akan disalurkan bekerja khusus kota Pontianak, dengan gaji awal Rp. 750.000/bulan.

LEMBAGA PELATIHAN KERJA SWASTA Full ac

Melayani : 1. Pelatihan mekanik motor reguler 2. Pelatihan mekanik mobil reguler 3. Pelatihan analisa engine dgn komputer/Scanner EFI 4. Penyediaan alat Scanner EFI 5. Service mesin EFI, Reset Oil, Mobil : Asia, Amerika dan Eropa

Dapatkan Cash Back s/d 15 jt

Rp. 950.000,-

LPKS Yayasan Bangun Harja

RANGER RAS CABIN

-XWDDQ

LUXIO

Buruan Beli Daihatsu Dapatkan Promo Undian “DAHSYAT “DAHSYAT” ” Promo Undian Bulan Juni S/d Oktober 2011

Proses Mudah dan Cepat

'3

Innovation for Tomorrow

Persyaratan pendafaftaran: • Usia 17-35 tahun • Pendidikan Min.bisa baca tulis(PRT),SMP/ SMA(baby sitter) • Fotocopy KTP/KK/Identitas lainnya Fasilitas selama pelatihan : • Tempat tinggal,mandi,makan & minum • Tidak dikenakan biaya pelatihan(gratis) • Ada Tunjangan Hari Raya(THR) • Dapat libur 2 hari/bulan • Cuti hari raya selama 6 hari Untuk informasi dan pendaftaran, dapat menghubungi kantor kami:

Jl. Pak Beceng No. 98 Kota Baru PONTIANAK

Telp.(0561)7082408/085245595501

Kontak Person : Deny 0811570832 Jaiz 085245411544 Office : 0561-721229

ARIS TAXI Pontianak - Sanggau - Sintang

- Melayani Carter Dalam & Luar Kota - Pengiriman Barang Telp : (0561) 7161816 Telp : (0561) 3305303 Hp : 085245502235 (0561) 779655 081522675500 Hp : 081256271689 Sanggau 081257488935 Kantor Cabang : Pontianak Jl. Ahmad Yani Kantor Pusat : No. 24 Jl. Tabrani Ahmad (Samping Hotel Komp : Hasia Permai Merpati) No. B 8

Undangan & Souvenir tak

ce

Melayani : • Lebih 1000 Model Undangan Terbaru • Aneka Souvenir Kawinan ( Ratusan Model Ready Stock) • Cetak Yasin, Kop, Bon, Nota, Digital Printing

Kunjungi Workshop Kami : PERCETAKAN ANUGRAH Jl. Kh. Wahid Hasyim No. 60 Pontianak Telp. (0561) 7057240, 7537420 (Depan Supermarket Asoka Baru) PERCETAKAN ADI Jl. H. Rais A. Rahman Gg. Gunung Sahari No. 21 Pontianak Telp. 7183366, 081282587257, (Belakang Garuda Mitra)

TYPE PICK UP APV SX Over Karimun Estillo Splash

DP 14.050.000.17.970.000.27.460.000.15.000.000.15.210.000.-

ANGSURAN 2.583.000.4.220.000.5.810.000.4.640.000.4.260.000.-

5000 3999 KAMARUDIN 0821 0813 4536 3777

Referensi Promosi Dunia Usaha Terpercaya Pemasaran & Iklan Graha Pena Equator Jl. Arteri Supadio Km 13.5 Telp : 0561-721229


5

Info

Selular

BB CDMA Terbaru Dukung EV-DO

Smartfren telah mendistribusikan BlackBerry (BB) CDMA terbaru yang mendukung jaringan EV-DO. EVDO Rev.B fase 2 mampu mentransmisi data hingga 14,7 Mbps dan 5,4 Mbps untuk download dan upload. Salah satu tujuannya adalah memenuhi kebutuhan data para pelanggan. Selain menghadirkan perangkat modem yang mampu mendukung jaringan pada kecepatan tersebut seperti ditulis laman vivanews, Smartfren yang merupakan gabungan dari Smart Telecom dan Mobile-8 Telecom itu juga mempersiapkan perangkat smartphone untuk memanfaatkannya. BlackBerry umumnya digunakan hanya untuk email, chatting dan browsing saja. Tetapi kami ingin perangkat ini juga digunakan untuk m e n i k mati multimedia, k a t a H e r m a n s y a h , Division Head Mobile Broadb a n d Service Management Smartfren. Untuk itu, kata Hermansyah, pihaknya telah mendistribusikan BlackBerry CDMA terbaru yang mendukung jaringan berkecepatan EV-DO. Adapun BlackBerry CDMA yang dimaksud adalah seri Torch 9850 dan Touch 9930. Tidak hanya di gerai Smartfren saja, BlackBerry tersebut juga sudah tersedia di toko-toko di pusat penjualan ponsel di Tanah Air, ucapnya. Dari sisi layanan, Hermansyah menyebutkan, paket BlackBerry CDMA yang mereka gelar saat ini sudah mampu mendukung multimedia di perangkat tersebut karena dari sisi jaringan sudah mendukung akses kecepatan tinggi hingga 9,3Mbps. Selain itu, pelanggan juga tentu mendapatkan pilihan paket layanan BlackBerry dari RIM. Multimedia lewat BlackBerry kini dapat dinikmati tanpa putus-putus, klaim Hermansyah. Ini sejalan dengan tren kebutuhan data yang semakin intensif menggeser penggunaan layanan voice dan SMS. Lewat BlackBerry CDMA, pelanggan dapat lebih menikmati layanan data, ucapnya. Dari sisi pengguna, Hermansyah menyebutkan, saat ini jumlah pengguna layanan BlackBerry Smartfren sudah mendekati angka 100 ribu pelanggan. Angka ini di luar 850 ribu jumlah pelanggan data Smartfren yang menggunakan layanan mobile broadband lewat modem, ucapnya. Selain BlackBerry, kata Hermansyah, Smartfren juga berencana untuk menyediakan smartphone berplatform lain yang kini juga tengah digandrungi pengguna dari seluruh dunia yakni Apple iPhone. Dalam waktu dekat, kami akan hadirkan iPhone CDMA di Indonesia, ucapnya. (vv)

Icip-icip Kakap Renyah Saus Paprika

jendela usaha

Menyulap Pembungkus Minuman Jadi Genteng

Bayangkan berapa banyak bekas kemasan minuman susu, sari buah dan lainnya yang dibuang ke tong sampah dalam sehari saja? Jumlahnya bisa mencapai jutaan. Banyaknya sampah tersebut merupakan peluang bagi usaha genteng dari kemasan bekas minuman. Seperti dikutip dari laman idepeluangusaha, lapisan dalam kemasan minuman ini berharga untuk didaur ulang. Salah satu yang melakukan daur ulang limbah ini adalah PT Sapta Lestari Perdana. Bahan kemasan minuman terdiri dari 70% kertas dan di dalamnya ada lapisan alumunium dan polyethylene. Kertasnya di daur ulang, alumunium dan polyethylene di jadikan polyblock dan polyroof. Sehingga hasil daur ulang ini menghasilkan product Polynum Ecoroof. Polynum Ecoroof adalah sekilas mirip asbes, tapi lebih awet dan ecofriendly. Kelebihan lain adalah lebih ringan, tahan pecah, tahan panas (hingga suhu 220 ‒ 250 Celcius), mampu memantulkan sinar matahari (ruang 35% lebih dingin dibanding pakai asbes), dan aman bagi kesehatan dan pastinya ramah lingkungan. Produksi di Indonesia baru mulai sekitar 2009 oleh PT Sapta Lestari Perdana. Tiap hari memproduksi 300 ‒ 350 lembar polyroof setiap hari. Pasar masih terbuka lebar, bahan melimpah dan pengolahan mudah. PT Sapta Lestari Perdana, produsen genteng Polynum Ecoroof membutuhkan bahan bakunya 3 ton perhari. Menariknya genteng dari bekas kemasan minuman ini tahan api dan cukup kuat. Lindasan sebuah mobil pick up tidak mampu membuat genting retak. Dalam kehidupan modern seperti saat ini, sampah kerap kali mendatangkan persoalan pelik.

Betapa tidak, produksi sampah rumah tangga maupun industri terus-menerus meningkat. Data Kementerian Lingkungan Hidup mencatat rata-rata produksi sampah masyarakat Indonesia per orangnya mencapai 800 gram perhari. Jadi, dengan asumsi penduduk Indonesia 220 juta orang, produksi sampah bisa mencapai 176 ribu ton perhari. Pada 2020, diperkirakan produksi sampah akan meningkat menjadi 2,1 kilogram perorang perhari. Diantara kotakota yang ada di Indonesia, Jakarta termasuk kota dengan tingkat produksi sampah yang cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Jakarta saat ini mencapai 9,6 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, sampah yang diproduksi mencapai 6.500 ton per hari. Sampah sebanyak itu jelas bisa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, antara lain polusi tanah, udara, dan air. Untuk mencegah polusi lingkungan, sampah pun harus didaur ulang. Sayangnya, proses pendauru-langan sampah kerap menghadapi kendala. Pasalnya, tidak semua jenis sampah dapat diurai. Beberapa jenis sampah atau limbah yang kerap menimbulkan masalah karena sulit didaur ulang antara lain poliuretan, plastik, logam, dan bahan non-organik lainnya. Karena tidak dapat didaur ulang, sampah-sampah tersebut hanya ditumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) hingga menggunung. Salah satu sampah yang tidak dapat didaur ulang itu berasal dari kotak pembungkus minuman. Umumnya kotak pembungkus minuman dibuat dari bahan kertas, aluminium foil, dan plastik (polietilen). Kotak pembungkus

Tips usaha

Menyantap ikan kakap dibakar atau bumbu sambal sama enaknya. Daging ikan yang manis cocok untuk santapan bersama keluarga. Ayo coba ikan kakap dilumuri saus pabrika ini. Emm pasti enak tuh! Bahan : 500 gram kakap filet 3 siung bawang putih, haluskan 2 butir telur, kocok lepas 100 gram tepung bumbu, siap pakai 1 buah paprika merah 2 sendok makan margarin 1 buah bawang bombay, cincang halus 2 siung bawang putih, cincang halus 1 sendok teh italian seasioning (bisa diskip) garam, gula pasir dan merica bubuk secukupnya 1 liter minyak goreng Cara Membuat : 1. Lumuri kakap dengan bawang putih, garam dan merica bubuk. Diamkan 15 menit. 2. Celupkan ikan ke dalam kocokan telur, gulingkan ke dalam tepung bumbu. Goreng ikan hingga matang dan renyah. Angkat dan tiriskan. 3. Buang biji paprika, potong-potong. Masukkan paprika ke dalam tabung blender,haluskan. Sisihkan. 4. Panaskan margarin, tumis bawang bombay dan bombay putih hingga harum. Masukkan paprika yang telah dihaluskan, beri italian seasioning, garam, gula pasir dan merica bubuk. Masuk hingga matang. Angkat. 5. Tata kakap dalam piring saji, siram dengan saus paprika. Sajikan. (menumasakan)

Senin, 24 Oktober 2011

Produk ramah lingkungan selalu memberikan keuntungan. Bagi pelaku usaha mau-

Ada tiga ukuran produk ini berdasarkan lebarnya, yaitu 8 cm, 102 cm dan 105 cm. Ketiga ketegori produk tersebut

pun bagi banyak orang. Melalui polynum, produk ramah lingkungan PT Sapta Lestari Perdana meraup omzet Rp 12 juta perhari, sekaligus berbagi keuntungan bagi orang yang membutuhkan.

memiliki panjang yang sama 180 cm. Indra Wiguna, CEO PT Sapta Lestari Perdana menambahkan, pasar atau konsumen menyukai produk dengan lebar 80 cm. Semua produk itu dibandrol den-

minuman dipandang pula sebagai sampah yang, tidak memiliki nilai ekonomis. Alhasil, sampah itu kerap dibiarkan begitu saja dan tidak pernah dicoba untuk didaur ulang. Namun, dalam pandangan tim dari PT Sapta Lestari Perdana,

limbah tersebut justru sangat berharga. Pasalnya, setelah melalui penelitian berulang kali dan melakukan studi banding ke berbagai negara sejak 2007, mereka mampu mengolah limbah campuran aluminium foil dan polietilen itu menjadi atap bangunan alias genteng, produk yang bernilai ekonomi. Atap tersebut bisa dijadikan pengganti genteng dan asbes, ujar Rizapani, staf promosi dan pemasaran PT Sapta Lestari Perdana. Lebih jauh, Riza, demikian panggilan akrabnya, memaparkanketertarikan pihaknya untuk memanfaatkan limbah aluminium foil dan polietilen yang berasal dari pembungkusminuman didasarkan pada alasan semakin meningkatnya jumlah sampah tersebut dari waktu ke waktu. Sayangnya, peningkatan tersebut tidak dibarengi dengan proses pendaurulangan sehingga sampah pun dibiarkan menumpuk begitu saja. Selama ini, untuk

mengurangi tumpuKelebihan Genteng Bekas Kemasan Minuman kan sampah tersebut, cara yang dilakukan - Tidak mudah hancur. Telah lulus ialah dengan membauji kekuatannya oleh Sucofindo. Polykarnya. num kuat karena lentur. Hal tersebut parut - Tahan api. Tes laboratorium memdisayangkan. Pasalbuktika n produk ini tahan panas nya, apabila dilihat hingga kisaran suhu 220 ‒ 250 derajat dari struktur bahan, Celcius. aluminium foil dan - Rendah terhada p penyer apan polietilen yang ada panas. Cocok diterapkan di daerah pada kotak pempanas. Sebab mampu memantulkan bungkus minuman cahaya. Ruang yang menggunakan tersebut berpotensi Polynum Eco Roof lebih dingin sekitar digunakan sebagai 35% dari ruang yang menggunakan ba-han pembuat atap asbes. yang memiliki be- Anti jamur. Sebab terbuat dari baberapa keunggulan han polyethelene dan aluminium. ketimbang genteng - Mudah dipasang. Tidak membuatau asbes. tuhkan bantuan kait atau pengenUntuk membuat cang untuk memasangnya. atap bangunan dari - Tidak menyerap air. Tidak melimbah kotak pemnyerap air ketika terkena air hujan. bungkus minuman Sehingga dapat tetap mempertahitu, PT Sapta Lesankan beratnya yang ringan. tari Perdana, bekerjasama dengan gan tekanan 18 bar per kilogram, beberapa lembaga sedangkan temperatur dijaga swadaya masyarakat (LSM) di stabil pada suhu 200 derajat bidang lingkungan. SebelumCelcius. Berdasarkan kajian senya mengumpulkan sampah lama ini, standar tekanan serta pembungkus minuman dan temperatur tersebut merupakan makanan. Setelah terkumpul, standar ideal untukmenghasilkan sampah diproses di pabrik produk dengan kualitas terbaik. yang berada di kawasan Pulo Meski demikian, tidak menuGadung, Jakarta Timur. tup kemungkinan formula itu Pemprosesan sampah terseberubah jika memang produk but diawali dengan mengadukyang dihasilkan bisa lebih baik. aduk kertas bekas pembungkus Riza mengatakan sekarang ini minuman di mesin hidropulper. pabriknya telah memproduksi Dengan bantuan air, proses pu-lylum eco roof dengan ukuitu menjadikan unsur kertas ran 180 x 80 sentimeter dan terlepas dari plastik dan aluketebalan bahannya mencapai minium foil. Kertas yang terpisah 4 milimeter. Untuk produk denitu kemudian dikonversi menjadi gan ukuran tersebut, diperlukan kertas daur ulang. Sementara itu, bahan aluminium foil bercamaluminium dan campuranplastik pur polietilen dengan berat 8 dibuat menjadi bahan atap yang kilogram.Lebih lanjut, Riza mebiasa disebut dengan pulylum nyatakan kapasitas produksi PT eco roof. Sebutan itu biasa disSapta Lestari Perdana saat ini ematkan pada atap rumah yang baru mencapai 10 ribu lembar dibuat dari bahan daur ulang. atap per bulan. Apabila dibandSetelah bahan baku pembuat ingkan dengan bahan baku yang atap bangungan siap, dilakukan melimpah di TPA, kapasitas pengepresan tanpa menggunaktersebut terbilang kecil. Hingga an campuran bahan kimia. Alasaat ini, imbuh Riza, pabrik hanya sannya, ketika dipres, antara alumampu menyerap 80 ton bahan minium foil dan polietilen mengbaku per bulan. Meski berbahan hasilkan ikatan yang kuat. Suatu baku aluminium foil dan polietilen, hal yang harus diperhatikan ialah pulylum eco roo/mampu menahan teknik pengepresan yang baik beban berat. agar produk yang dihasilkan Produk itu telah lolos uji coba cukup kuat. Kami tidak perlu kalibrasi oleh Pusat Penelitian Kalimenambahkan bahan kimia. Ini brasi, Instrumentasi, Metrologi LIPI murni teknik pengepresan saja (Puslit KIM LIPI). Dalam uji coba sehingga produk terbilang ramah juga didemonstrasikan produk itu lingkungan, klaim manajemen tidak pecah atau retak ketika dilinPT Sapta Lestari Perdana. das satu unit mobil pickup. (yn) Pengepresan dilakukan den-

Ekonomis dan Tahan Api

gan harga sama, Rp 41.500 perlembar. Bila dibandingkan dengan harga asbes Rp 35.000. Selain kuat, kelebihan pulylum eco roof iaiah tahan api. Alhasil, ketika terjadi kebakaran hebat, produk itu tidak akan terbakar atau lumer. Keistimewaan lain dari pulylum eco roof ialah tidak banyak menyerap panas. Dalam uji coba, ruangan yang menggunakan pulylum eco roof temyata lebih dingin 35 persen kenmbangruanganyangmenggunakan asbes atau fibro cement. Bahan ini juga lebih ringan satu kilogram ketimbang asbes dengan ukuran luas yang sama, Rizapani, Staf Promosi dan Pemasaran PT Sapta Lestari Perdana. Karena terbuat dari bahan nonorganik, pulylum eco roo/tahan terhadap jamur. Bahan itu juga tahan dari kebocoran, sehingga peng-

guna tidak perlu risau ketika terjadi hujan deras. Berbeda halnya dengan asbes yang rentan bocor karena setiap kali hujan bahan itu menyerap kandungan air yang mengakibatkan pert-

ringan. Di pasaran, harga pulylum eco roo/gelombang dengan ukuran 180 X 80 cm dibanderol Rp 41 ribu. Saat ini, produk yang tengah menunggu paten nasional tersebut baru tersedia

ambahan berat sebesar 30 persen. Riza menjelaskan pemasangan pulylum eco roof sebaiknya dpaku bersama reng agar tidak terbang terbawa angin. Hal itu dikarenakan bahan tersebut terlampau

di Bali dan Kalimantan Barat. Adapun paten internasionalnya telah dimiliki oleh Brasil dan India. Saya berharap semakin banyak orang menggunakan pulylum eco roof membantu pendaurulangan sampah, ujar Riza. (ipu)


sosialita

6

Senin, 24 Oktober 2011

Kadispora Lepas Dua Staf

Tunaikan Ibadah ke Tanah Suci PONTIANAK. Kadis Pemuda dan Olahraga Kalbar, Dra Hj Utin Kusumawaty, M.Si, melepas dua stafnya yang menunaikan ibadah Haji di Tanah Suci, Mekkah. Rabu (19/10) kemarin. Keberangkatan Drs Laksamana, Kabag Kepemudaan Dispora beserta istri, dan Ir Rusli Cukuh, staf Dispora beserta istri, dilepas dengan penuh kekeluargaan dan doa. Pelepasan pegawai Dispora memang tiap tahun kita lakukan. Alhamdulillah setiap tahunnya, ada pegawai kita yang berangkat ke Tanah Suci. Memang beribadah Haji ini bagi orang yang mampu, baik dana maupun kesehatan. Karena Haji merupakan perjalanan rohani yang memerlukan tenaga, dan kesehatan yang baik, kata Utin. Utin berharap, bagi pegawainya yang menunaikan ibadah, selalu diberikan kesehatan dan kekuatan serta kelancaran, semoga menjadi haji

yang mabrur. Kita juta sama-sama mendoakan agar pegawai kita dari Indonesia menuju Tanah Suci diberikan keselamatan, doa Utin. Dispora lanjut Hj Utin, bukan saja membina atau mengurus di bidang keolahragaan semata, namun juga pembinaan umat beragama yang ada di Kalbar. Kerukunan umat beragama juga bagian dari tugas kita. Jadi bukan Umat Islam seperti keberangkatan Haji ini, namun bagaimana membangun umat beragama sama-sama bergandengan tangan, ucap Hj Utin. Usai mendengarkan sambutan dari Utin, Drs Laksamana, Kabag Kepemudaan Dispora, dan Ir Rusli Cukuh, staf Dispora beserta istri mereka memohon doa dan keikhlasan dari seluruh rekan sejawat mereka. Karena menunaikan haji, bukanlah perjalanan tour berkeliling Eropa. Kalau memang saya punya salah, mohon kesalahan saya disalahkan, tutur Laksamana. (lam/biz)

Kadis Pemuda dan Olahraga Kalbar, Dra Hj Utin Kusumawaty, M.Si melepas dua pegawainya ke Tanah Suci , Laksamana, Kabag Kepemudaan Dispora beserta istri dan Ir Rusli Cukuh, staf Dispora beserta istri, di aula Dispora Provinsi Kalbar, Rabu (19/10) kemarin.

Jelang Mubes III PFKPM di Singkawang

Bangkitkan Marwah Melayu PONTIANAK. Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) III, Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) baru akan berlangsung dua hari kedepan. Namun 11 DPD PFKPM, melalui Ketua DPD PFKPM Kabupaten Pontianak, H M Husni Thamrien sudah membuat kesepakatan, mendaulat H Firman Muntaco, SH, MH, Bupati Melawi menakhodai organisasi para pemuda tersebut. Tugas Mubes III ini cukup berat. Figur Ketua PFKPM yang terpilih ke depan harus kuat. Terpilih tokoh yang kuat secara ekonomi, berwibawa serta bisa menyatukan pemuda Melayu di Kalbar, ucapnya pada Equator, Minggu (23/10) di Hotel Kini. Kendati agenda pemilihan Ketua PFKPM baru akan dilangsungkan sewaktu Mubes.

Namun menurut Husni, keputusan dari 11 pemilik suara yang dilakukan jauh hari sebelum Mubes patut dihargai. Hajatan yang digelar lima tahunan ini, memang cukup bergengsi. Sebab sebagai wadah berkumpulnya para pemuda, PFKPM diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan nasional serta dapat menyejahterakan masyarakat, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam undang-undang. Kembali pada kesepakatan pada pemilik suara, memilih H Firman Muntaco sebelum pelaksanaan Mubes digelar, diakui Husni, figur Firman dipercaya dapat merajut, menyatukan, serta mensolidkan Pemuda Melayu di Kalbar. Disampaikan Husni pula, 11 dari 14 DPD PFKPM yang

sudah membuat kesepakatan menjatuhkan pilihan pada H Firman Muntaco, meliputi DPD Sambas, Bengkayang, Singkawang, Mempawah, Sekadau, Melawi dan Kayong Utara. Sedangkan 4 DPD lagi, Husni masih enggan menyebutkannya. Empat lagi nanti kita lihat sewaktu Mubes digelar. Karena pertemuan kemarin hanya fokus pada membuat kesepakatan saja. Pemungutan suara dari para pemilik suara sendiri, baru akan dilakukan tanggal 26 hingga 27 Oktober mendatang di Kota Singkawang. Sosok Firman yang kini menjadi Ketua MPO Majelis Pimpinan Wilayah (MPW ) Pemuda Pancasila Kalbar, diyakini mampu menjalankan peran PFKPM untuk menyatukan Pemuda Melayu sekaligus

berperan dalam pembangunan di Kalbar. Sementara itu, Ketua Panitia SC Mubes III PFKPM, Munawar menuturkan, para peserta juga bersepakat melakukan sejumlah perbaikan AD/ART sewaktu Mubes berlangsung. Selain itu, para peserta diharapkan dapat merekomendasikan Dewan Pengurus Pusat (DPP). Supaya ada yang mengakomodir pemuda Melayu di luar Kalbar. Peserta Mubes kali ini, tetap diikuti 14 DPD PFKPM seluruh Kalbar. Selain itu juga, akan mengundang Forum Kesultanan Kalbar, terang Munawar. Diutarakan Munawar pula, panitia akan bersikap netral dalam Mubes yang akan digelar tanggal 26 hingga 27 Oktober tersebut. Bahkan sikap netral itu ditunjukkan pada rapat pra

Ketua DPD PFKPM Kabupaten Pontianak, H M Husni Tamrin (tengah), Ketua Panitia SC, Munawar (kiri) dan Sekretaris Mu. Mubes di Hotel Kapuas Darma tanggal 15 Oktober lalu. Siapa yang akan terpilih nanti, sepenuhnya kami serahkan pada 14 DPD PFKPM seluruh Kalbar. Kami hanya berpikir bagaimana menyukseskan agenda Mubes. Agar pertemuan ini dapat dihadiri seluruh undangan. Karena

pada pertemuan kali ini, kita juga akan dihadiri undangan dari luar. Makanya seluruh persiapan kami lakukan dengan matang, ujarnya. Munawar juga menjelaskan, seluruh persiapan Mubes sudah mencapai 90 persen. Bahkan direncanakan, Mubes PFKPM akan dihadiri oleh

Forum Raja dan Kesultanan seluruh Kalimantan Barat dan Nusantara. Bahkan organisasi Melayu dari negara tetangga juga diperkirakan akan datang. Hal ini membuktikan bahwa organisasi Pemuda Melayu tetap eksis dan solid sebagaimana slogan PFKPM Tak akan hilang Melayu ditelan Zaman. (kiki)

Kursus Pelatih Pembina Pramuka Lanjutan Regional Kalimantan

Penyerahan Bendera Pataka oleh Wakil Kwarnas, Prof DR Jana Tjahjana Anggadiredja kepada Kakwarda Kalbar, H Suriyadi SUKSES menggelar sejumlah kegiatan berskala nasional. Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalbar, kembali dipercaya untuk menyelenggarakan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Regional Kalimantan. Kegiatan berskala nasional yang dilaksanakan tanggal 21 hingga 28 Oktober 2011 di Anjungan Kalbar ini, menjadi sangat penting menambah wawasan dan kemampuan para

pembina pramuka. Pelatih pembina pramuka memiliki peran sentral dalam gerakan pramuka. Pramuka adalah organisasi pendidikan yang mendidik usia muda dari pengalang, siaga, penegak, dan pandega. Jadi, peran pelatih sangat penting, ungkap Wakil Kwarnas, Prof DR Jana Tjahjana Anggadiredja, pada Equator, Sabtu (22/10). Lanjutnya, dalam revitalisasi gerakan pramuka, bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan yang terjadi di gugus

PEMASANGAN IKLAN HUBUNGI : • • • • • • •

Deny Jaiz Hadi Solihin Uray Yuzo Kantor

: : : : : : :

0811570832 0561-7911322 081345645582 085345038038 0561-7092490 0561-7557007 0561-721229

depan. Tempat beraksinya peserta didik dengan tenaga pendidik. Untuk menghasilkan peserta didik yang baik maka harus punya tenaga pembina yang baik. Pembinaan berkualitas akan dihasilkan oleh pembina berkualitas. Oleh karena itu, pelatihan bagi anggota pramuka dewasa juga ditingkatkan kualitas kurikulum, dan jumlahnya. Tidak hanya kuantitas juga kualitas. Pelatih ini adalah tenaga pendidik di tingkat teratas atau pendidik di tingkat akhir pada gerakan pramuka karena dia harus melewati menjadi pembina, tambahnya. Jana menjelaskan, kompetensi yang akan di capai dalam pramuka hanya dua. Mendeliver nilai-nilai dan men deliver keterampilan. Itulah kompetensi organisasi gerakan kepramukaan. Kompetensi yang di deliver adalah bagaimana kita mem-

berikan dan menyampaikan nilai-nilai kepada para peserta didik. Agar mereka berperilaku seperti nilai-nilai yang diharapkan mulai dari berakhlak mulia, berkarakter, patriotisme, bela negara, cinta tanah air, dan sebagainya. Kemudian keterampilan yang harapan kita bisa dimanfaatkan dalam kehidupannya, jelas Jana. Gerakan pramuka harus mengikuti perkembangan zaman, oleh karena itu kita mulai dari perubahan kurikulum anak didik. SKU dan kecakapan umum sudah kita perbaiki. Karena kurikulum pesrta didik itu berubah, maka kurikulum pembina juga harus berubah. Kurikulum pembinam khusus untuk mahir dasar dan lanjutan sudah kami perbaiki. Tinggal sekarang memperbaiki kurikulum untuk pelatih dan pembina, paparnya. Sekarang juga sudah menggu-

zaman. Maka pelatihan kali ini, dengan kurikulum terbaru dengan modul yang baru tetapi lebih ditekankan pada inovasiinovasi terbaru yang berorientasi pada kebutuhan para pembina dan pelatih peserta didik, lanjut pemuda kelahiran Kota Singkawang ini. Suriyadi menjelaskan dalam pelatihan ini, disamping teori 80 persen praktik langsung. Workshop, membuat metodemetode baru, menemukan kreasi-kreasi baru, membedah buku, dan membuat manajemen pelatihan yang baru. Makanya pada kesempatan ini, penyelenggara mendatangkan pelatih-pelatih dari nasional, dan guru besar khusus bidang serta kompetensi mereka masing-masing. Harapan saya dengan demikian akan dapat dirasakan betul-betul manfaatnya. Sehingga ke depan pramuka dengan kepercayaan pemerintah yang cukup besar dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serupa yang pada akhirnya, betul-betul bisa bermanfaat untuk organisasi pramuka khususnya pembinaan orang dewasa. Pelatih yang sudah lulus KPL ini tidak hanya melatih. Tetapi juga mampu untuk mengembangkan diri mereka melalui laboratorium yaitu gugus depan yang ada di sekolah, harap Suriyadi, yang juga Ketua Tim Pelatih. (kiki)

nakan modul-modul baru supaya gerakan pramuka mengikuti perkembangan zaman. Sehingga dia menjadi solusi kapan pun dan pada zaman apapun. Mengenai pendidikan karakter pada gerakan pramuka dari dulu memang sudah ada. Karena yang kita berikan nilai. Di dalam gerakan pramuka pendidikan karakter ada empat dimensi yang kita masukkan dalam prinsip-prinsip kepramukaan yaitu: kewajiban kepada tuhan, kewajiban kepada negara, kewajiban kepada teman-teman yang lain dan kewajiban pada dirinya sendiri. Empat dimensi itu adalah dalam pembinaan karakter yang kemudian diterjemahkan dalam Tri Satya dan Dasa Darma, tuturnya. Harapan kami gerakan pramuka menjadi solusi yang handal bagi persoalan bangsa bahkan dunia. Oleh karena itu kami meng-

harapkan seperti sekarang ini banyak tawuran, kenakalan-kenakalan remaja, dengan pramuka semua itu bisa teratasi dengan baik. Jadi ke depan kualitas bisa lebih baik, kuantitas meningkat juga betul-betul berimplikasi dan terimplementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, harap Jana. Ditempat yang sama, Kakwarda Kalbar, H Suriyadi MS, SSos, MSi mengatakan, Kursus Pelatih Lanjutan (KPL) tingkat Regional Kalimantan ini diikuti oleh seluruh peserta se Kalimantan. Artinya suatu prestasi bagi Kwarda Kalbar yang sudah ditunjuk untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Tidak lain untuk menghasilkan pelatih yang profesional, yang tentu diharapkan pelatih-pelatih tersebut akan melahirkan pembina-pembina yang profesional, ungkapnya. Pembina profesional akan melahirkan peserta didik yang terampil yang mampu berinovasi, berinteraksi, bersosialisasi, berkolaborasi, dengan segala bentuk kegiatan sehingga pramuka benar-benar dirasakan besar sekali manfaatnya. Semangat dari revitalisasi ini maka para pelatih dan pembina berbenah diri. Bagaimana mereka terus belajar dan belajar, menggali pengalaman dan pengetahuan sesuai situasi, kondisi dan perkembangan

BANTUAN MODAL

JUAL TANAH

Hibah Bantuan modal Usaha Hub : 082154360123

Jl. Parit Wak Lijah (sdh aspal) Nipah Kuning, SHM No315. Luas 6400m2 (20mx320m). Harga Rp 650 jt (Nego). Hub: 081522646767

JUAL RUMAH

SINTANG

JUAL RUMAH

Perumnas II, Gg Goa 4 no 75, 2 lt (4 kmr + AC (1 di kmr). Telp, listrik (meteran), PDAM + Bak air besar di bwh tnh Harga nego (tanpa perantara) Hub : 08125726674/081345979784

Ingin berlangganan & pengecer Harian Equator di Sintang. Hub : HP. 081345184340/08115705595

Komp. Mitra Indah Utama 6 C.61 Type 48,PLN,Sumur Bor,SHM,Serdam Hub : 081257989839

BENGKAYANG

SANGGAU

SINGKAWANG

Jl Gajah Mada 30 Gg Dungun No 28, fas: PLN, PAM, telp, 3KT, 1KM, tp strategis, hrg nego. Hub : 762813

Ingin berlangganan Harian Equator di BKY Hub : 085288031117

Ingin berlangganan Harian Equator di Sanggau Hub : 0564-21525

Ingin berlangganan Harian Equator di SKW Hub: 081256056477

IKLAN BARIS

SAMBAS

PEMANGKAT

MELAWI

PAKET 25X TERBIT

Ingin berlangganan Harian Equator di Sbs. Hub : 085245698977

Berlangganan Harian Equator di Pmngkt Hub : AGUS 081256032440

Ingin berlangganan Harian Equator di MELAWI Hub : 0568-22069

Komp Warga Sejahtera Jl. Komyos Sudarso Fas : PDAM, Telp, Listrik Hub : 085345038038

2 Baris Rp. 100.000 3 Baris Rp. 150.000


7

sambungan

Senin, 24 Oktober 2011

Harga Pupuk Subsidi Melonjak BENGKAYANG. Tingginya biaya angkut dan buruh menjadi penyebab melonjaknya harga pupuk bersubsidi di Kabupaten Bengkayang. Anehnya lagi, pupuk bersubsidi sempat menghilang di pasaran. B Petrus Diaz, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang mengatakan, beberapa bulan terakhir pupuk bersubsidi jenis urea hilang di pasaran. Sehingga menimbulkan kere-

sahan bagi petani yang membutuhkan. Masyarakat mengenal pupuk urea bersubsidi hanya Sriwijaya saja, tetapi sebenarnya ada juga dari Kaltim. Kini pupuk bersubsidi diambil oleh Kaltim. Sebenarnya akhir September pupuk bersubsidi normal, namun masih saja ditemukan kelangkaan pupuk yang bersubsidi, keluh Plt Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkayang ditemui di

ruang kerjanya. Pemerintah mengadakan pupuk subsidi sebenarnya untuk rakyat kecil, tetapi kenyataan di lapangan pupuk bersubsidi untuk sawit. Ia mengakui, banyak laporan yang datang padanya bahwa pupuk bersubsidi banyak dilarikan ke perusahaan perkebunan sawit. Tetapi sekarang kita bersyukur dengan telah dikeluarkannya SK Gubernur Kalbar tentang

kuota pupuk bersubsidi. Untuk Kabupaten Bengkayang, ada dua distributor resmi pupuk bersubsidi yakni Mitra Tani Dan Pendi Group, beber mantan Camat Capkala dan Siding ini, kemarin. Diaz menjelaskan, para distributor resmi dapat menunjuk langsung agen untuk menjual pupuk bersubsidi. Selain itu tingginya harga pupuk urea bersubsidi dikarenakan biaya

Perpusda Tolak Mobil Pintar BENGKAYANG. Perpustakaan daerah (Perpusda) Kabupaten Bengkayang menolak mengoperasikan mobil pintar. Pasalnya, berita acara (BA) penerimaan barang tidak sesuai dengan barang yang diterima. Bernard Puna, Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Kabupaten Bengkayang mengatakan, selama ini pihaknya tidak dapat menjalankan program kerja seperti mobil pintar masuk sekolah. Hal ini dikarenakan masih adanya dokumen yang tidak lengkap pada berita acara serah terima

Olah Ikan

segera diselesaikan, karena keberadaan mobil pintar sudah dua tahun tetapi masih belum dapat dimanfaatkan. BA penerimaan barang harus sesuai dengan barang yang diterima. Masyarakat Kabupaten Bengkayang tidak tahu masalah dokumen itu lengkap atau tidak. Warga melihat mobil pintar ada mengapa tidak dimanfaatkan. Itu yang menjadi pertanyaannya, paparnya. Apalagi saat ini banyak sekolah-sekolah tidak memiliki perpustakaan, kehadiran mobil pintar sangat dibutuhkan pelajar untuk

literatur mata pelajaran dan menambah wawasan. Terutama sekolah yang berada di kecamatan. Perlu diketahui, permasalahan mobil pintar ini sejak Anastasia Maria masih menjabat sebagai Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Kabupaten Bengkayang 2010 lalu. Anastasia menolak berita acara penerimaan barang mobil pintar dikarenakan tertera dua unit, tetapi barangnya hanya satu saja. Setelah Bernard Puna menggantikan Anastasia, permasalahan mobil pintar masih menjadi polemik. (cah)

................................................................................................................................... dari halaman 1

Menu utama sekaligus menjadi unggulan Kapuas Hulu yakni menu Ikan Paten yang dimasak Pangsuh. Ikan Paten yang telah dipersiapkan panitia kita cuci bersih dan kita ambil dagingnya. Kemudian di masak dengan bumbu rahasia sebelum matang kita angkat dan langsung kita masukkan ke dalam bambu kemudian kita bakar, jelas Erlina. Masakan ikan paten sempat mendapat perhatian khusus Ketua TP PKK Pusat, Vita Gemawan Fauzi, selain tampilan yang menarik dan unik rasa khasnya juga sudah tercium dari aroma sedapnya. Bahkan tak tanggung-tanggung mantan menteri sekaligus sesepuh pecinta masakan ikan H. Azwar Anas sempat mencicipi beberapa kuliner milik TP PKK Kapuas Hulu. Kita senang dengan kemenangan ini, ini prestasi pertama kali saya semenjak menjadi Ketua PKK Kapuas Hulu mewakili Kalbar, ungkapnya. Hal senada juga disampaikan Ketua TP PKK Kalbar, Frederika. Dia mengapresiasi PKK Kapuas

Satu Guru

mobil pintar tersebut. STNK, BPKB mobil tersebut tidak diserahkan kepada kami dan ada beberapa yang kurang. Makanya kami tidak mau menerima mobil tersebut dan menandatangani BA penerimaan barang, kata Puna ditemui di ruang kerjanya. Mantan Camat Sungai Betung ini melanjutkan, sebenarnya ia ingin segera mengoperasikan mobil pintar tersebut. Martinus Khiu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkayang menyarankan, permasalahan tersebut harus

Hulu yang telah berhasil membawa harum nama Kalimantan Barat di tingkat nasional. Kami senang dengan prestasi ini, PKK Kapuas Hulu tidak semata-mata membawa nama baik Kapuas Hulu, tetapi juga telah membawa nama baik Kalbar ditingkat nasional, tegas Frederika didampingi Wakil Ketua TP PKK Kalbar, Karyanti. Ucapan selamat juga disampaikan Ketua TP PKK Pusat Vita Gemawan Fauzi. Vita secara gamblang mengapresiasi para pemenang lomba. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang. Pekerjaan kita tidak selesai sampai disini, tapi ini baru permulaan terutama dalam mengampanyekan gemar memakan ikan, terangnya. Menurut Vita, tujuan digelarnya lomba masak serbaikan salah satunya untuk meningkattkan keterampilan memasak bagi ibu-ibu dalam mengelola ikan sehingga tidak kaku dan mendorong terciptanya budaya makan ikan. Kami berkeyakinan kalau In-

donesia sudah bisa makan ikan, maka SDM kita akan handal, tegasnya. Untuk lomba masak serbaikan pihaknya mengaku sudah memprogramkan setiap tahun secara berjenjang mulai dari kabupaten hingga ke provinsi dan akhirnya ke pusat. Saat ini konsumsi ikan masih rendah. Ironis kalau Indonesia sebagai negara kepulauan, tapi tingkat konsunmsi ikannya rendah, tambahnya. Dia berharap dengan digelarnya acara tersebut akan mampu meningkatkan komsumsi ikan mulai dari pusat hingga ke kabupaten/kota se Indonesia. Saya ingin menyarankan kepada kementerian Kelautan dan Perikanan supaya gerakan makan ikan bisa disosialisasikan di tengah-tengah masyarakat, sarannya. Ini, kata dia, sekaligus mensinkronkan antara program Menteri Pertanian dan Menteri Perikanan. Paling tidak bisa dilaksanakan makan ikan selama satu hari. Direktorat Jenderal, Pengelohan dan Pemasaran Hasil

Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Viktor, menjelaskan, pihaknya menyambut baik atas saran Ketua TP PKK Pusat. Sebenarnya, kata Viktor, konsumsi ikan lebih tinggi dari konsumsi dengan daging dan tempe maupun tahu. Masak kita kalah dengan Kamboja yang tidak punya laut. Mereka yang hanya mengandalkan sungai tapi tingkat konsumsi ikannya cukup tinggi, katanya. Dulu, kata Viktor, negara Kamboja tidak ada apa-apanya dibanding Indonesia. Tapi jangan membandingkan sekarang. Dulu pemain Timnas kita bisa menang 9-0 atas Kamboja. Tapi kita ragu kalau sekarang, apakah Timnas bisa mengalahkan Kamboja, ungkapnya. Viktor atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba. Yang terpenting adalah mengampanyekan kepada masyarakat pentingnya mengonsumsi ikan, ujarnya. (lil)

................................................................................................................................ dari halaman 1

tupun honorer. Sedangkan dua guru yang berstatus PNS dan ditugaskan di sekolah itu tak diketahui rimbanya. Belakangan diketahui kedua orang itu berada di ibukota Kabupaten Sintang. Saya harus mengajar siswa dari kelas satu hingga kelas enam dalam waktu bersamaan, kata Rony Hartono, 25, guru honorer SDN 10 Menantak. Pemilik sapaan Otong ini tetap berupaya melaksanakan pekerjaan mulianya mengajar sekitar 80 orang muridnya dengan segala keterbatasan waktu. Saya merasa terbebani mengajar semua mata pelajaran dari kelas satu hingga kelas enam. Tetapi mau diapakan, kondisinya sudah seperti ini, ujar Otong lirih. Otong yang lulusan D-2 Pendidikan Guru SD (PGSD) di Nanga Pinoh ini sudah mengabdikan dirinya selama empat tahun mengajar di sekolah itu. Hari-hari ia jalani dengan penuh tanggung jawab meski pendapatan dari mengajarnya hanya Rp 300 ribu sebulan. Honor saya sebesar itu dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah, red), kata Otong. Siapapun tentu saja akan bertanya. Selama ini apa yang diperbuat Pemprov Kalbar maupun Pemkab Sintang dalam mengurusi pendidikan? Hal ini sangat bertolak belakang dengan cita-cita pahlawan para pendiri bangsa. Terlebih di Menantak ini telah lahir seorang pahlawan asal Kalbar bernama Ali Anyang. Zaman memang sudah merdeka, tetapi tempat kelahiran sang pahlawan justru belum menikmati jerih payah pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Sangat wajar jika Indeks Pembangunan Manusia (IPM) semakin anjlok saja. IPM memiliki indicator perbandingan harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup.

Dari rekam berita selama 2011, IPM Kalbar masih tertinggal. Rabu (23/3), Pemprov Kalbar mengakui secara nasional kondisi pembangunan Kalbar masih jauh tertinggal, bahkan dalam skala regional Kalimantan. Demikian disampaikan Asisten II Setda Kalbar Lensus Kandri pada saat itu. Menurut Lensus, keberhasilan pencapaian sasaran pembangunan tingkat provinsi pada dasarnya, merupakan akumulasi dari keberhasilan pembangunan di kabupaten dan kota. Masih menurut dia, berdasarkan rencana pembangunan daerah (RPJMD) untuk 2012 ditargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai angka 7,05 persen. Pertumbuhan ekonomi ini diikuti dengan menurunnya angka kemiskinan sebesar 10,65 persen dan angka pengangguran menjadi 6,81 persen. Selanjutnya untuk IPM pada 2012 ditargetkan sebesar 76,5 persen. Sedangkan Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, M Zeet Hamdy Assovie, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Ketenagaan dan Pemasyarakatan Iptek yang diselenggarakan Kantor Penelitian dan Pengembangan Kalbar, di Pontianak, Selasa (22/3), Pemprov Kalbar bekerja keras demi menaikkan IPM. Zeet mengakui, tidak mudah bagi Kalbar memperbaiki posisi peringkat IPM, jika tidak dilakukan upaya perbaikan secara menyeluruh dan bersama-sama. Dijelaskan, saat provinsi di Indonesia masih berjumlah 27, IPM Kalbar menduduki posisi ke-22. Tetapi, setelah negara ini bertambah jumlah provinsinya menjadi 33, peringkat IPM Kalbar bukannya bertambah bagus, tapi merosot di posisi ke-28. Sebelumnya di peringkat 29. Menuju peringkat 28 saja kita mesti bekerja keras, tim-

palnya di diskusi itu. Zeet menjelaskan, salah satunya dengan mendorong pembangunan kelembagaan perguruan tinggi. Di Universitas Tanjungpura, kita mendorong lahirnya Fakultas Kedokteran. Begitu pula di daerah perbatasan, kita juga mendorong berdirinya STKIP di Kabupaten Melawi. Kita berharap, dengan kerja keras bersama IPM Kalbar tahun depan naik peringkat. Minimal di peringkat 25 ke bawah, doa Zeet kala itu. Sebelumnya, Fraksi Golkar DPRD Kalbar, menilai Kalbar relatif belum menikmati kebijakan otonomi daerah yang bergulir sejak 13 tahun lalu. Pernyataan itu, termuat pada Agustus 2011. Anehnya, Gubernur Cornelis tetap saja mengklaim IPM Kalimantan Barat mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2007, IPM Kalbar hanya sebesar 67,83 dan berada pada peringkat 29 dari 33 provinsi. Sedangkan pada tahun 2008, IPM Kalbar naik hingga mencapai 68,17 (masih peringkat 29). Di tahun 2009, IPM kembali mengalami peningkatan menjadi 68,79 poin. Dengan kondisi IPM sebesar 68,79 tersebut, Kalbar berada pada posisi 28 dari 33 provinsi seIndonesia. Masih di bulan Agustus 2011, anggota DPRD Kalbar, Setyo Gunawan SE mengusulkan dalam meningkatkan IPM, untuk tingkat pendidikan dimulai dari peningkatan mutu guru, pemerataan penambahan serta kesejahteraan jumlah guru di pedalaman, pesisir, perbatasan dan daerah terpencil. Peningkatan anggaran pendidikan juga sangat penting dalam memberdayakan dewan pendidikan, kelompok masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk berperan serta aktif meningkatkan mutu pendidikan, memberikan insentif

kepada guru-guru di daerahdaerah terpencil, paparnya. Untuk keberhasilan tingkat kesehatan, Setyo mengutarakan dalam memaksimalkan pelayanan di rumah sakit penyangga di Kalbar. Seperti RS Ade Joen Sintang dan RS Abdul Aziz Singkawang. Ditambahkannya, mengusulkan rumah sakit penyangga yang baru untuk wilayah Kabupaten Ketapang dan Kapuas Hulu. Selain itu, harus ada peningkatan dan pemerataan tenaga medis dan para medis serta meningkatkan dokter spesialis di rumah sakit penyangga. Tidak hanya itu, lanjut Setyo, meningkatkan peran puskesmas itu juga penting. Karena puskesma sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang ada di wilayah kecamatan dengan memberikan anggaran yang memadai. Kemudian meningkatkan peran puskesmas menjadi tempat pelayan rawat inap bagi yang memungkinkan, pemerintah Kalbar hendaknya terus meningkatkan sosialisasi program-program kesehatan nasional, menekan angka kematian ibu melahirkan dan anak, meningkatkan anggaran program peningkatan gizi anak. Setyo juga mengupas, keberhasilan daya beli masyarakat di antaranya penyaluran program dan bantuan pemerintah pusat untuk bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan harus cepat, tepat dan sesuai sasarannya. Pemprov harus membuat regulasi yang menarik, untuk tumbuh kembangnya iklim investasi yang sehat untuk mendorong berkembangnya ekonomi kerakyatan, perbankan, dan lembaga keuangan non bank. Kemudian mendorong dan menciptakan iklim usaha yang kondusif terhadap usaha kecil menengah untuk menggerakan sektor riil, sarannya. (mah-ris/bersambung)

angkutan dan buruh yang menjadi permasalahan di Kabupaten Bengkayang. Kos keduanya yang besar dan dibebankan ke barang, wajar harga pupuk subsidi melonjak. Saat barang datang ke Bengkayang, para kios atau pengecer tidak memiliki tenaga sehingga menyewa buruh. Untuk menggantikan uang upah buruh, mereka membebankan ke barang atau pupuk urea bersubsidi

tersebut. Sama halnya dengan angkutan, jarak yang jauh dan jalan kabupaten banyak yang rusak berat sampai ke tujuan sehingga ongkos angkutan mahal. Yadi, warga Desa Belimbing Kecamatan Lumar mengungkapkan, tiga bulan lalu dirinya rugi besar dikarenakan jagung yang ia tanam tidak dipupuk. Pupuk urea baik itu yang bersubsidi maupun tidak hilang di

pasaran. Padahal petani seperti dirinya sangat membutuhkan pupuk supaya jagung yang ditanam subur. Berapa pun harganya, petani mau membeli asalkan barangnya ada. Di Bengkayang harga pupuk urea bersubsidi berkisar 90 ribu rupiah per karung di kios dan pengecer. Sedangkan di Kecamatan Lumar berkisar Rp 100 ribu sampai 130, ungkapnya. (cah)

Lima Titik .............................................................................. dari halaman 1 wartawan usai meresmikan Ali Anyang Center (AAC), belum lama ini. Armyn menjelaskan, belum ada kekuatan hukum di kedua negara. Masih ada tahapan yang harus dijalani. Setelah dibuat MoU oleh kedua negara, ada lagi yang namanya proses ratifikasi. Masih Outstanding Boundary Problem. MoU perbatasan di Kalbar yang ber-status quo termasuk Camar Bulan belum ada persetujuan parlemen, ungkap Armyn. Dia menjelaskan, MoU itu masih menyisakan 10 OBP bagi Indonesia, lima di antaranya ada di Kalbar yakni Tanjung Datuk, Batu Aum, Nanga Badau, Sungai Buan, dan Gunung Raya. Lima wilayah lainnya berada di Kaltim. Putra Pahlawan asal Alianyang ini menuturkan, MoU merupakan tahap awal kesepakatan bersama. MoU dapat dinegosiasi ulang. Untuk menjadikan MoU sebagai perjanjian, harus ada kesepakatan kedua negara, harus dirativikasi dan mendapat persetujuan DPR RI. Dia juga menegaskan, tidak ada gejolak di seluruh perbatasan Kalbar. Di Camar Bulan

yang diributkan sekalipun, TNI tidak melakukan penambahan pasukan. Aktivitas di pos-pos perbatasan masih seperti biasa dan tetap giat melakukan patroli rutin. Ketika saya melintas di sepanjang perbatasan Kalbar, aman-aman saja. Sampai sekarang tidak ada juga penambahan pasukan terkait isu Camar Bulan ini. Uangnya dari mana mau tambah pasukan, kata Armyn. Menurutnya, Camar Bulan itu sama dengan kawasan perbatasan Kalbar-Sarawak, Malaysia lainnya. Di Kalbar ada wilayah perbatasan lainnya yang juga status quo. Pemerintah Pusat melalui Menkopolhukam justru ingin kepastian dari penguasa wilayah di daerah. Dan seperti yang dikatakan Bupati Sambas tidak ada pencaplokan, jelas Armyn. Terpisah, Guru Besar dan Peneliti Senior Universitas Tanjungpura, Prof DR Syarif Ibrahim Alqadrie MSc malah berbeda pendapat. Menurutnya, persoalan Camar Bulan itu tinggal menunggu kemauan Malaysia untuk berunding. Berunding dengan Malaysia. status quo, tinjau kembali, mau

Armyn Semangat pendekar, kata Pahta Tunjung Duhung, Tokoh Pemuda Dayak Uud Danum ketika memberikan sambutan dalam acara kunjungan Armyn ke tempat kelahiran ayahnya di Desa Menantak Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang, Sabtu (22/10). Kedatangan Armyn itu berkenaan dengan menelusuri jejak ayahandanya yang seorang pejuang kemerdekaan yakni Mayor Inf Mohammad Alianyang. Sekaligus mengunjungi sanak saudaranya di kampung tersebut. Kedatangan Armyn ini juga sebagai rasa syukur dirinya yang berpindah tugas serta naik pangkat dari semula menjadi Kasdam XII/Tanjungpura berpangkat Brigjen, menjadi Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Komunikasi Sosial Panglima TNI. Armyn datang ke kampung ini setelah menembus belantara hutan dan sulitnya infrastruktur. Ia menjalani ritual adat Dayak setempat sebelum memasuki rumah dimana ayahandanya dilahirkan. Ia disambut antusias warga. Bahkan banyak warga yang meneteskan air mata menandakan kerinduan yang teramat sangat. Apalagi dikaitkan dengan sejarah per-

............................................... dari halaman 1

juangan ayahandanya. Kami disini masih hidup terbelakang. Dalam hati kecil, kami ingin pintar dan memiliki wawasan. Kami berharap kepada paman untuk menjadi pendekar bagi Kalbar, sambung Pahta. Soal harapan itu kembali dikemukakan Iskandar, warga Menantak yang sekarang sudah lima bulan terakhir menjadi Camat Ambalau. Kebanggaan bagi kami ada keturunan dari Menantak yang sudah menjadi jenderal. Disini kami kurang dalam bidang pembangunan. Mohon diperjuangkan nasib kami, kata Iskandar. Iskandar memaparkan, untuk menjangkau Menantak dari Ambalau memerlukan perjalanan jauh dengan infrastruktur yang sulit. Harus menggunakan speedboat selama dua jam ditambah jalan kaki dua jam. Masyarakat di sini juga sulit dalam bidang ekonomi dan hanya mengandalkan ladang berpindah. Itupun bahkan sering gagal panen, papar dia. Giliran Armyn yang didaulat berbicara, jenderal bintang dua ini mengucapkan terima kasih telah disambut oleh seluruh keluarga. Ini ikatan yang tidak boleh

Simoncelli Super Sic balapannya yang flamboyan itu. Kematian rider tim San Carlo Gresini Honda itu adalah yang terburuk di MotoGP semenjak Daijiro Katoh, juga pembalap Gresini, tewas karena cedera dari seri Jepang 2003. September musim lalu, pembalap dari kelas Moto2, yaitu Showa Tomizawa, juga kehilangan nyawa di lintasan balapan. Tak kalah mengejutkan, seminggu lalu terjadi kecelakaan di dunia balapan yang menewaskan seorang pesertanya, yaitu Dan Wheldon dari ajang British IndyCar di Las Vegas. Simoncelli sesungguhnya sedang merajut karier cerah di MotoGP, setelah musim lalu finis nomor delapan, menyelesaikan 16 dari 18 lomba di tahun tersebut. Di musim ini ia membuktikan prediksi banyak orang bahwa dirinya akan menjadi salah satu pembalap yang layak diperhitungkan. Buktinya, dia mampu finis kelima di seri pembuka di Qatar, juga di Prancis dan Italia. Ia meraih podium pertamanya saat menjadi pembalap tercepat ketiga di Republik Ceko.

tidak Malaysia. Meski status quo kalau kita tidak tanda tangan masih bisa, tapi kita sudah tanda tangan, status hukumnya sudah mengikat, kata dia. Syarif juga mengatakan, Malaysia tidak mencaplok. Malaysia tidak berani, kalau patok berubah. Dulu pada tahun-tahun 1990-an patok itu berubah karena masalah hutan agar bisa ditebang, lupa memindahkannya lagi. Sehingga kedua patok itu tidak jelas, ungkapnya. Karena itu, menurut Syarif, MoU itu sudah final. Kenapa kita mau tandatangan, Malaysia berbicara keuntungan, sudah final tidak bisa lagi. Kenapa mau tandatangan itu masalahnya, kalau itu diajukan ke Mahkamah Internasional kalah kita. Siapa yang salah, yang disalahkan yang tanda tangan, kata dia lagi. Syarif menyarankan patok batas negara dibuat tinggi dan berdiamater cukup besar. Buat patok yang tidak bisa digeser. Pemerintah saja mampu membangun jalan dan lainnya dengan dana miliaran rupiah, lucu kalau membangun patok besar dan tinggi tidak mampu, ucapnya.(jul)

putus bahwa saya tetap orang Menantak. Kalau saya tak datang kesini (menantak, red) saya takut dikatakan durhaka karena di rumah panjang inilah yang memiliki sejarah. Lebih dari itu dapat melihat silsilah keluarga, kata Armyn. Sebelum Armyn, kampung ini telah dikunjungi oleh kakak kandungnya, Endang. Armyn dalam beberapa bulan terakhir ini memang sering didorong agar ikut dalam perhelatan Pilgub 2012. Aspirasi itu datangnya bukan saja dari wilayah pedalaman dan perbatasan. Tetapi sejumlah elemen dan tokoh lintas agama dan suku juga menyatakan dukungan. Tanpa dikomando malah telah bermunculan pendukungpendukung yang bernaung dalam laskar maupun elemen gerakan pendukung. Semuanya berjalan alamiah untuk tujuan sebuah cita-cita dan harapan baru. Ditanya soal ini, Armyn tetap merendah. Baginya pengabdian dan tugas sudah menjadi panggilan negara. Sebagai tentara, ditempatkan dimanapun wajib dilaksanakan. Khusus Pilgub, itu masih jauh, kata Armyn.(ris)

................................... dari halaman 1

Simoncelli semakin stabil ketika berturut-turut menduduki tempat keempat di seri San Marino, Aragon, dan Jepang. Di seri ke-16 di Phillip Island, Australia, ia berhasil mencapai prestasi tertingginya, yaitu menjadi runner up (di belakang Casey Stoner). Di samping talentanya yang menjanjikan, pria yang nyentrik dengan rambut kribonya itu juga kerap menyulut kontroversi. Gaya membalapnya dianggap serampangan , lebih dari sekadar berani, dan beberapa kali dinilai membahayakan pembalap lain. Salah satu aksinya yang paling berbahaya adalah saat bersenggolan dengan Dani Pedrosa di Le Mans. Pedrosa cedera tulang selangka, dan ia dijatuhi ride-through penalty. Awalnya Simoncelli mengelak disalahkan atas tabrakan itu, tapi kemudian mengakui bahwa dirinya perlu melakukan refleksi pada gaya membalapnya. Sebelum pindah ke MotoGP, Simoncelli pernah menjadi juara Eropa di kelas 125cc. Ia masuk level Grand Prix pada tahun 2002 bersama Aprilia

di kelas 125cc. Prestasinya selalu naik: dari finis nomor 33 menjadi 21, 11, dan lima besar di tahun 2005. Di tahun 2006 Si Kribo direkrut Gilera ke kelas 250cc, dan di musim 2008 ia berhasil menjadi juara dunia. Kepastiannya merengkuh titel itu diperoleh saat ia finis nomor tiga pada balapan di Sepang. Di Sepang pula Simoncelli berkenalan dengan MotoGP, sebagai pembalap baru Honda di musim 2010. Di sirkuit itu ia dua kali terjatuh dalam ujicoba resmi. Insiden yang kedua sampai merusakkan helmnya. Minggu (23/10), Simoncelli kembali ke Sepang tapi untuk berpamitan pada penggemarnya dan fans MotoGP. Ia meninggal dunia di lintasan balap.(viva/dtc)

KEHILANGAN Sertifikat tanah atas nama Mulyono Maruki SE, SHM No 2615, terletak di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya, seluas 13.579 meter 2 , dikeluarkan kantor BPN Kab. Pontianak pada 14-12-2007. Sesuai laporan ke polisi, LP/6422/X/2911Resta Pontianak, 18-11-2011.


8

Senin, 24 Oktober 2011

Lomba Masak Serbaikan

PKK Kapuas Hulu Juara II Tingkat Nasional

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Rismawati mewakili Ketua TP PKK Kapuas Hulu menerima hadiah dan tropi dari Ketua TP PKK Pusat Vita Gemawan Fauzi

Kepala Dinas DKP Kalbar didampingi Ketua TP PKK Kalbar dan Ketua TP PKK Kapuas Hulu

Ketua TP PKK Kalbar, Frederica Cornelis didamping Ketua TP PKK Kapuas Hulu, Erlina Wati Nasir memperlihatkan tropi dan hadiah

Ketua TP PKK Kalbar, Frederica Cornelis, Wakil Ketua PKK, Karyanti Sanjaya dan Ketua TP PKK Kapuas Hulu, Erlina Wati Nasir beserta pengurus PKK berfose di meja PKK Kapuas Hulu

Ketua TP PKK Kapuas Hulu berfose bersama pengurus PKK lainnya di depan pintu Perwakilan Kalbar di Jakarta

Ketua TP PKK Pusat Vita Gemawan Fauzi memukul gong tanda di bukanya acara masak serbaikan

Ketua TP PKK Kapuas Hulu, Erlina Wati Nasir didampingi Ketua TP PKK Kalbar dan wakilnya usai menerima tropi dan uang pembinaan dari panitia. Hadir juga Kepala Dinas DKP Kalbar

Pengurus PKK Kapuas Hulu dan Kalbar berfose bersama

JAKARTA. Meski berada di wilayah paling timur Kalbar, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kapuas Hulu menunjukkan prestasinya. Atas nama Provinsi Kalimantan Barat mereka berhasil mempersembahkan yang terbaik. Erlina Wati Nasir dkk berhasil meraih juara II Tingkat Nasional pada acara lomba masak serbaikan Kategori Menu Keluarga. Prestasi ini tentu sangat membanggakan masyarakat Kalbar khusus masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu. Kebahagian tak hanya dirasakan PKK Kapuas Hulu. Ketua TP PKK Kalbar, Frederica Cornelis pun mengapresiasi kemenangan ini. Dia tampak sumringah ketika melihat tim Kalbar berhasil meraih juara II. Saya sangat terharu ketika mendengar tim kebanggan kita ini berhasil meraih juara II. Tentu ini prestasi yang sangat membanggakan masyarakat Kalbar, khususnya masyarakat Kapuas Hulu, terangnya. Demikian dengan Wakil Ketua TP PKK Kalbar, Karyanti Sanjaya yang dengan setia mendampingi tim mulai berangkat hingga ke acara pucaknya. Saya senang dan puas dengan kemenangan ini. Karena memang sejak awal saya dan Ibu Nasir (Ketua TP PKK Kapuas Hulu,

Ketua TP PKK Kapuas Hulu, Erlina Wati Nasir memperlihatkan tropi

Ketua TP PKK Pusat, Vita Gemawan Fauzi didampingi Kepala DKP Kalbar pada saat meninjau meja milik TP PKK Kapuas Hulu

Meja PKK Kapuas Hulu yang berhasil menyabet juara II tingkat Nasional

Erlina Wati Nasir, red) sudah maksimal, katanya. Menu ikan paten sempat mendapat perhatian khusus Ketua TP PKK Pusat, Vita Gemawan Fauzi, selain tampilan yang menarik dan unik, rasa khasnya ternyata membuat kepicut ibu Menteri Dalam Negeri ini. Selain Vita Gemawan Fauzi menteri sekaligus sesepuh pecinta masakan ikan H. Azwar Anas sempat mencicipi beberapa kuliner milik TP PKK Kapuas Hulu. Saya suka ikan dan masakan ikan sangat enak, ungkap Azwar Anas. Sementara itu Ketua TP PKK Kapuas Hulu, Erlina Wati Nasir mengaku bangga dengan kerja keras timnya. Pada kesempatan itu dia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu yang telah mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut. Saya juga mengucapkan terima kasih Ketua TP PKK Kalbar dan Wakil Ketua TP PKK Kalbar, Dinas Perikanan Kapuas Hulu, DKP Provinsi dan Pemprov Kalbar atas semua dukungannya. Dan lebih-lebih masyarakat Kalbar khususnya masyarakat Kapuas Hulu, ucapnya. (Foto dan Narasi, Kholil Yahya)

Ketua TP PKK Kalbar, Frederica Cornelis, Wakil Ketua TP PKK, Karyanti Sanjaya, Ketua TP PKK Kapuas Hulu, Erlina Wati Nasir dan Kepala Dinas DKP Kalbar berfoto di stand pameran DKP Kalbar

Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Azwar Anas pada saat meninjau dan mencicipi menu andalan PKK Kapuas Hulu


CUSTOMER SERVICE - Ingin berlangganan - Koran datang siang - Tidak terima koran

Hubungi: Bagian Pemasaran Hp. 081345479786 (Santo) 08125746667 (Abu Bakar) 08125639448 (Mulyadi)

PATR LI

Senin, 24 Oktober 2011

Perampok Beraksi Siang Bolong Tak dapat Perhiasan, Lukai Tangan Korban PONTIANAK. Rampok bermantel dan bertopeng beraksi di siang bolong. Kedua perampok tersebut menyatroni kediaman Keni Yanardi, 21, di Perum IV, Kecamatan Pontianak Timur, Minggu (23/10). Meskipun tidak berhasil mendapat barang berharga, namun kedua pelaku melukai telapak tangan, Cesa, 21, teman Keni. Diceritakan Keni, dirinya membuka slot kunci pintu depan. Kemudian masuk ke dalam dan menuju ke kamar di ruang belakang. Saat itu Keni tinggal sendirian di rumahnya. Keni tidak menyadari rumahnya dimasuki perampok. Saat berada di kamar, satu dari pelaku membekapnya dari belakang.

Keni tak bisa berbuat banyak ketika diseret pelaku pindah ke kamar depan. Saya disekap di kamar, sekitar 20 menit, kata Keni masih dengan mimik wajah trauma. Tak lama, Cesa datang ke rumah. Ketika masuk, langsung ditodong perampok menggunakan senjata tajam. Wanita tersebut ketakutan. Pelaku menodongkan senjata tajam itu tepat di leher Cesa. Sambil menodongkan senjata, pelaku memaksa Cesa untuk menyerahkan perhiasan yang digunakannya. Dia memaksa meminta perhiasan yang saya pakai, timpal Cesa. Cesa tidak mau memberikan perhiasannya begitu saja. Ia berusaha

Narkotika

Coba Lukai Polisi Kaki Apeng Ditembak PONTIANAK. Tertangkap tangan hendak menjual barang curian, Yn alias Apeng, 34, roboh ditembak polisi di kawasan Kampung Beting, Jalan Tritura, Tanjung Hilir, Pontianak Timur. Tersangka Curas tersebut ditembak, karena berupaya melawan polisi menggunakan belati, Minggu (23/10). Penangkapan Apeng atas laporan Dedi. Warga Jalan Parit H Husein II ini kehilangan sebuah laptop di kediamannya. Dia kemudian membuat laporan ke Polresta Pontianak dengan No LP/3946/X/2011 pada 4 Oktober 2011 lalu. Usai menerima laporan, polisi langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Polisi menemukan jejak Apeng. Perburuan terhadap pelaku dilakukan usai identitasnya berhasil dikantongi. Setelah sekian lama melakukan pengintaian, polisi akhirnya berhasil mencium jejak Apeng. Saat dipergoki anggota, tersangka sedang membawa laptop hasil curian yang akan dijualnya di kawasan Beting, ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Puji Prayitno, kemarin. Tidak ingin buruannya lolos, anggota Sat Reskrim Polresta Pontianak yang telah siaga hendak membekuknya. Namun pelaku membekali diri dengan sebilah belati. Apeng nekat melukai polisi. Dia membabi buta menyerang polisi mengunakan senjata tajam agar dapat meloloskan diri. Karena saat diberhentikan, tersangka melawan menggunakan pisau maka terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan, jelas Puji. Langkah Apeng terhenti. Upaya perlawanan gagal dilakukannya setelah timah panas bersarang di kakinya. Dia kemudian menyerah beserta barang bukti hasil curian di tangan. Barang bukti berupa laptop curian yang hendak dijualnya, berhasil kita amankan, tambah Puji. Dalam aksinya, lanjut Puji, tersangka selalu membekali diri dengan belati. Dia tidak ragu melukai korban yang mencoba melakukan perlawanan. Termasuk melakukan penyerangan terhadap petugas yang hendak meringkusnya. Apeng dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalbar guna mengeluarkan proyektil yang bersarang di kakinya. Setelah mendapatkan perawatan, Apeng dibawa ke Mapolresta Pontianak guna menjalani pemeriksaan. Tersangka masih dalam pemeriksaan, kita akan lakukan penyelidikan lebih lanjut terhadapnya. Terkait indikasi tindak kejahatan serupa di TKP lainnya, tutur Puji. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini Apeng meringkuk di sel tahanan. Menunggu proses hukum lebih lanjut sambil merasakan dinginnya jeruji besi sel Mapolresta Pontianak. Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 365 KUHP tentang tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan, serta terancam hukuman pidana tujuh tahun penjara, tegas Puji. (sul)

Penipuan Pensiunan Polisi Dilaporkan Polisi

PEKANBARU. Seorang anggota polisi bernama Ichsan, 30 berpangkat Brigadir, warga Jalan Serayu Pekanbaru melaporkan seorang pensiunan polisi bernama HM Moehit BA, 59 ke Polresta Pekanbaru karena merasa telah tertipu, Kamis (20/21). Disebutkan, pelapor meminjamkan uang sebesar Rp90 juta kepada terlapor tanggal 8 Mei lalu. Terlapor menjaminkan satu unit mobil kepadanya dan berjanji akan melunasi pada tanggal 14 Mei. Tapi setelah ditunggu ternyata terlapor tidak mengembalikan uang tersebut tepat waktu. Malah sampai laporan disampaikan ke Polresta Pekanbaru, terlapor belum membayar pinjaman. Akhirnya, korban yang masih memegang satu unit mobil Toyota Avanza BM 1256 QP atas nama Indramawan Putra berusaha mencari solusi untuk mendapatkan uangnya kembali. Setelah berusaha mencari pembeli, diketahui mobil yang dijaminkan adalah mobil yang dirental oleh terlapor. Ko r b a n y a n g m e r a s a tertipu akhirnya berusaha mencari terlapor, namun terlapor disebutkan tidak mempunyai itikad baik untuk mengembalikan pinjaman uang tersebut. (jpnn)

mempertahankan perhiasan miliknya. Perampok yang menodongnya membesit telapak tangan kiri Cesa. Satu pelaku pakai pisau yang panjang, ungkap Keni lagi. Disaat bersamaan, pintu depan rumah korban ada yang menggedor namun terkunci dari dalam. Takut aksinya ketahuan, kedua perampok langsung tancap gas. Ketika pintu berhasil didobrak, pelaku sudah keburu kabur melewati pintu belakang dan melompati tembok. Dikatakan Masril, 52, ayah Cesa, mendapat kabar anaknya disekap rampok ia langsung mendatangi kediaman korban. Namun ketika itu pintu rumah dalam keadaan terkunci. Ia ber-

hasil masuk setelah mendobrak pintu dan melihat pelaku sudah kabur. Saya dapat kabar dari kawan anak saya, Riri, katanya Cesa ditodong. Makanya saya langsung ke sini. Pas mau masuk, pintunya terkunci begitu didobrak pelakunya langsung kabur, terang pria yang berprofesi sebagai dosen di salah kampus di Kota Pontianak. Tak lama berselang mendapat kabar adanya kejadian ini, Kanit Reskrim Polsek Timur, Aiptu Abu Bakar beserta anggotanya langsung terjun ke lokasi. Petugas melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih ditangani Polsek Timur. (sul)

Polisi melakukan olah TKP di kediaman Keni Yanardi. SYAMSUL ARIFIN

PT Batu Raya Didenda Rp1 Miliar

Petugas PLN memutuskan jaringan listrik di Sawmill PT Batu Raya, Jalan Adi Sucipto. SYAMSUL ARIFIN

PONTIANAK. Sawmill PT Batu Raya, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya yang dirazia kedapatan menggunakan listrik ilegal, Kamis (20/10) lalu, akhirnya didenda Rp1 miliar lebih oleh PT PLN (Persero) Cabang Pontianak. Menurut Asisten Distribusi

PT PLN Pontianak, Muis, kasus ini juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai hukum berlaku. Selain memasang listrik illegal, PT Batu Raya juga harus menyelesaikan tagihan susulan akibat pemakaian listrik tidak sah hingga Rp1,03, miliar lebih

kepada negara, jelas Muis. Tagihan susulan tersebut kata Muis, sesuai dengan hitungan resmi di PT PLN atas daya 66.000 VA atau 72.6811 KWH yang terpasang di PT Batu Raya. Berdasarkan Undang-undang Kelistrikan Nomor 30 tahun 2009 Pasal 49 ayat 3, kata

Muis menegaskan, setiap orang yang menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya secara melawan hukum, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 tahun dan denda paling banyak Rp2,5 miliar. Jadi aturan kita sudah jelas, apa yang dilakukan PT Batu

Raya disangka melakukan pelanggaran aturan dimaksud dan harus diproses dan membayar tagihan susulan seperti yang telah dihitung, timpal Muis. Humas PT PLN (Persero) Cabang Pontianak, Masfar Thomas SH mengatakan, kasus PT Batu Raya sangat merugikan, terutama bagi masyarakat yang benar-benar memerlukan listrik. Kalau kita hitung tagihan susulan yang harus ditanggung PT Batu Raya, maka nilainya dapat membayar 303 pelanggan dengan daya 900 watt. Namun ini hanya dipakai PT Batu Raya sendiri dengan tidak sah. Tentu sangat kasihan sekali rakyat yang tidak dapat mendapatkan listrik bila dayanya habis digunakan PT Batu Raya tanpa mendapatkan izin yang sah, tegas Thomas. Kalau dihitung lagi dengan satu pelanggan listrik 900 watt, lanjut Thomas, maka satu pelanggan tersebut dapat menggunakan listrik hingga 418 tahun lamanya. Mungkin dapat tujuh turunan menggunakan listrik tersebut. Untuk itu kita harapkan, jangan ada lagi pemakaian listrik secara tidak sah. Selain merugikan negara juga sangat merugikan masyarakat kita sendiri. Apalagi pembayaran rekening merupakan satu-satunya pendapatan PLN, kalau biaya tersendat atau hilang karena listrik illegal maka PLN juga akan kesulitan menjalankan operasionalnya, pesan Thomas. (sul)

Proses Hukum Pemukul Petugas PLN Dipertanyakan P ONTIANAK . Ca, tersangka pemukulan HanaďŹ Achmad, 47, petugas PLN, Kamis (20/10) pukul 11.00 di kediaman ketua RT, Komplek Palestin, Saigon, Pontianak Timur hingga kini belum diproses. Namun tudingan tersebut dibantah jajaran kepolisian dan mengatakan Ca menjalani pemeriksaan. Dikatakan Ketua DPC Serikat Pekerja PT PLN (Persero) Cabang Pontianak, Masfar Thomas SH, Polsek Pontianak Timur dinilai lamban dalam menangani kasus tersebut. Padahal Hanafi merupakan petugas negara yang sedang menjalani tugasnya dalam memberantas pencurian listrik di wilayah Kota Pontianak. Kalau Polsek Pontianak Timur tidak menanganinya, terpaksa kita melaporkan kejadian ini ke Polresta bahkan ke Mapolda Kalbar. Karena bila tidak diproses tersangka pemukulan terhadap HanaďŹ , maka akan menjadi preseden buruk bagi kita semua. Sema-

kin banyak lagi oknum-oknum yang melakukan pencurian listrik di Kota Pontianak. Apa aparat sengaja membiarkan pelaku-pelaku pencurian listrik sehingga tidak ada efek jera terhadap pelaku. Karena kasus ini sering terjadi dan tidak ada pelaku yang diproses, tegas Masfar Thomas. Dijelaskan Humas PLN Cabang Pontianak ini, HanaďŹ dan rekannya dalam melaksanakan tugas telah melalui prosedur yang jelas. Baik surat tugas sebagai tim pemberantasan pengguna listrik secara illegal hingga melakukan pemutusan dan memproses ke jalur hukum sebagaimana hak yang diberikan kepada petugas P2TL. Hal ini papar Thomas, sudah jelas diatur dalam Undang-undang Nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. Dimana dalam Pasal 47 menjelaskan, Pejabat Pegawai Negeri Sipil dibidang ketenagalistrikan, dalam hal ini P2TL diberikan wewenang khsusus

sebagai penyidik dalam tindak pidana kelistrikan. Baik melakukan pemeriksaan, memanggil, menggeledah, menyegel dan atau menyita hingga menangkap dan menahan pelaku tindak pidana di bidang kelistrikan. Jadi HanaďŹ dan rekannya berhak melakukan pemutusan. Apalagi yang diputuskan ini benar-benar telah melakukan pencurian listrik, karena tidak terdaftar sebagai pelanggan PLN. Apalagi ditemui mengambil listrik langsung tanpa melalui meteran resmi, papar Thomas. Jadi kata Thomas, apa dasar ayah Ca melapor ke Polsek Timur tentang perbuatan tidak menyenangkan, karena listriknya diputus petugas PLN. Mereka bukan pelanggan PLN, kalau masih dalam proses seperti yang dikatakannya, apa boleh duluan menyambung langsung ke jaringan PLN. Apalagi tanpa meteran, jadi siapa yang mencuri dan siapa yang

dicuri. Sama saja ini maling teriak maling . Apa orang seperti ini yang dilindungi Polsek Pontianak Timur, sehingga tersangka pemukulan tidak juga diproses-proses, kesal Thomas. Dijelaskan Thomas, aturan sudah jelas dalam Undangundang Kelistrikan. Bagi siapa yang melakukan pencurian listrik. Dimana dalam Pasal 49 ayat 3 menegaskan, setiap orang yang menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya secara melawan hukum, di pidana dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun dan denda paling banyak 2,5 miliar rupiah. Undang-undang ini secara khusus mengatur, dan Polisi berhak dan wajib menahan para pelaku. Karena ancaman di atas lima tahun berdasarkan KUHP. Tentu setiap aturan yang lebih khusus mengenyampingkan aturan yang lebih umum. Ya aturan yang khusus lah yang dipakai oleh

pihak penyidik dalam menangani kasus pencurian listrik ini, jelas Thomas. Apalagi lanjut Thomas, bukan pencurian listrik yang dilakukan, namun ada unsure pidana lainnya yakni melakukan penganiayaan terhadap petugas negara yang menjalankan undang-undang. Tentu proses hukumnya pidana penganiayaan yang harus ditangani duluan, bila tidak akan menjadi contoh orang lain berbuat sama. Bila ini tidak ditangani serius, maka sama saja petugas membiarkan suatu kejahatan yang berkepanjangan, tegas Thomas. Kapolsek Timur Kompol Bibit Triyono membantah apa yang ditudingkan Thomas. Polisi sudah memproses sesuai hukum yang berlaku. Kami sudah memproses sesuai hukum yang berlaku. Bahkan tersangka sudah kami periksa tadi siang, Minggu(23/10), ungkap Bibit saat dihubungi via Ponsel. (sul)


10 

musyawarah kite

Bak Besi TPS yang dulu berada di jalan Trans kalimantan kini sudah tidak ada lagi. Yuniardi/Equator

Ganggu Keindahan Sejumlah TPS Dipindahkan SUNGAI RAYA. Beberapa tempat pembuangan sampah yang berada di jalan protokol yang ada di Kecamatan Sungai Raya akan dipindahkan ke sejumlah titik yang dianggap padat penduduknya. Pemindahan tersebut dilakukan sebagai bentuk untuk menjaga keindahan ibukota kabupaten. Nantinya di jalan protokol tidak ada lagi tempat pembuangan sampah, ungkap Kepala Seksi (Kasi) Kebersihan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Kubu Raya, Sugiarto kepada wartawan, kemarin. Menurutnya, pemindahan tersebut merupakan program dari Pemerintah, karena Jalan Arteri Supadio dan Jalan Alianyang merupakan akses Jalan Provinsi. Sehingga sejumlah TPS dan bak container yang biasanya untuk membuang sampah pun dipindahkan. Karena alasan itulah akhirnya, Bupati dan kepala dinas sepakat untuk membuat program tersebut, imbuhnya. Selain melakukan pemindahan terhadap TPS, Dinas Kebersihan melalui petugas lapangan juga melakukan penyisiran setiap harinya. Yaitu pada pagi dan malam hari untuk memastikan tidak adanya pembuangan sampah di seputaran Jalan Arteri Supadio. Kompensasi dari peletakan beberapa bak sampah yang dipindahkan, dengan memindahkan ke lingkungan daerah padat agar memudahkan akses masyarakat dalam membuang sampah. Karena jika akses tempat pembuangan sampah jauh dari lokasi padat penduduk, kebanyakan penduduk membuang sampah di sembarangan lokasi. Kita sudah meletakkan beberapa TPS di Pondok Indah Lestari, Jalan Adi Sucipto dan dekat SPBU Sungai Raya Dalam. Pemindahan tersebut dimaksudkan agar tidak sampai ke jalan umum, melainkan di perumahan padat penduduk, tuturnya. Sedangkan, armada yang ada di Dinas Kebersihan untuk saat ini berjumlah 9 unit. Yakni tujuh dump truk dan dua truk dengan bak besi (kontainer). Namun masih ada dua kendaraan yang sering keluar masuk bengkel. Untuk jadwal pengangkutan sendiri kami memberlakukan aturan pagi dan malam. Kami masih melakukan penyusunan terkait Peraturan Bupati (Perbup) nantinya. Kami mengharapkan masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya demi kebersihan dan keindahan daerah, pungkasnya. (oen)

kubu raya

Senin, 24 Oktober 2011

Menuju Perubahan

Perusahaan Perkebunan Dilarang Ajukan Sertifikasi SUNGAI RAYA. Koordinator Hak dan Pendaftaran Tanah Kantor Perwakilan Badan Pertanahan Nasional Kubu Raya, Asdar, SIp memberikan warning pada perusahaan perkebunan di KKR. Terkait pengajuan sertifikasi hak milik, di atas lahan milik masyarakat yang sudah mengantongi surat keterangan tanah (SKT). Pemberian peringatan ini dilakukan, menanggapi pengaduan aparatur Pemerintah Desa Sungai Deras, Kecamatan Teluk Pakedai yang mengeluhkan pengajuan sertifikat dari perusahaan di atas lahan yang dibangun fasilitas perkantoran, dermaga ataupun pabrik. Perusahaan hanya bisa mengajukan Hak Guna Bangunan (HGB) dengan masa kontrak selama 30 tahun kedepan. Namun pengajuan ini dapat diperpanjang kembali, tergantung kerjasamanya yang dibuat. Se-

dangkan pengajuan sertifikasi yang dijadikan hak milik adalah kebun inti atau plasma. Tapi hal itu, tergantung konsep kerjasama ke masyarakat, kata Asdar. Dikatakan Asdar pula, namanya perusahaan tidak bisa menjadikan sertifikat hak milik sebagai syarat pembuatan fasilitas di luar kebun. Kalau pun ada, hanya HGB 30 tahun dan bisa diperpanjang. Namun syaratnya harus jelas berbadan hukum resmi, seperti PT atau CV. Sementara kebun inti dan plasma izinnya sendiri bukan bernama sertifikat hak milik tetapi Hak Guna Usaha (HGU). Terkecuali kebun tersebut membeli sendiri. Namun di luar inti dan plasma seperti bangunan dermaga, perkantoran ataupun pabrik berbadan hukum saya tegaskan kembali dilarang keras membuat sertifikat hak milik, ungkapnya. Ia sendiri menanggapi sah-sah

saja pengaduan aparatur desa, terkait kegelisahan mereka dan masyarakat pemilik tanah. Namun, warga juga harus paham informasi mengenai fasilitas di luar kebun tidak pernah dibuat sertifikat hak milik (SHM). Kenapa HGB diberikan 30 tahun, dan tertulis atas nama perusahaan. Sebab, itu dapat direvisi ke masyarakat pemilik SKT kalau sudah selesai konsep kerjasamanya, ucapnya. Disamping itu, Asdar mengaku belum mengetahui sejauhmana ajuan perusahaan kebun yang sebelumnya di protes aparatur desa Sungai Deras. Sah-sah saja mereka mengajukan. Tetapi belum tahu diajukan kemana. Kalaupun diajukan, pastilah kami lihat dan nilai kembali. Apalagi sudah ada counter dari aparatur desa, tegasnya. Biasanya, pengajuan pembangunan fasilitas pelabuhan, pabrik atau perkantoran izin dahulu dari

Diklat di Tugu Alianyang SUNGAI AMBAWANG. Monument Tugu Pejuang Nasional asal Kalimantan Barat, Alianyang, yang berlokasi di bundaran Sungai Ambawang menjadi lokasi pemusatan pendidikan dan latihan dasar (Diklat) bagi Menwa STAIN Pontianak. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu pekan tersebut, dimaksudkan untuk menumbuhkan dan membangun jiwa bela negara bagi pelajar dan mahasiswa, khususnya mahasiswa STAIN Pontianak yang tergabung dalam Menwa. Kegiatan selama sepekan untuk anggota baru Menwa, setelah sebelumnya menjalani seleksi di kalangan kampus, sebanyak kurang lebih 40 orang anggota

baru tergabung dalam pemusatan latihan tersebut yang dibimbing oleh para senior dan didampingi juga oleh pembimbing dari satuan TNI AD dan AU. Komandan Konfi atau DANQ, Hermansyah mengatakan, ini banyak Menwa yang sudah tidak aktif lagi. Namun STAIN Pontianak tetap aktif, ini juga sekaligus bentuk kepedulian kampus dalam membangun semangat, dan jiwa bela negara dari kalangan mahasiswa khususnya STAIN Pontianak. Dimana para anggota Menwa ini siap mengemban tugas bela negara, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tentara pelajar dan pemuda pada masa penjajahan dulu. Resimen Mahasiswa STAIN Pontianak juga siap membantu,

mengamankan perbatasan jika pemerintah membutuhkan. Rencananya, dalam waktu dekat nanti Menwa seluruh Kalbar akan mengadakan perkemahan di wilayah perbatasan sebagai bentuk jiwa bela negara yang mereka akan terapkan. Ini merupakan pendidikan dasar bagi anggota baru Menwa, kita laksanakan di Sungai Ambawang tepatnya di komplek Tugu Alianyang ini, mengingat ini merupakan pejuang nasional asal Kalbar, sehingga kita jadikan sebagai pusat latihan, ujarnya. Hal senada juga disampaikan, M. Faisal Rafi i Suseno yang merupakan wadansat Menwa STAIN Pontianak. Ia mengaku, saat ini semangat bela negara

Pemkab. Kemudian ke BPN, dan akan diminta penjelasan perolehan tanahnya dari mana. Kalau didapatkan dari masyarakat, tentunya harus ada penyerahan. Sedangkan kalau didapatkan dari jual beli juga harus ada bukti pendukungnya. Kembali perusahaan tidak boleh menjadikannya hak milik, tetapi HGB. Kalau sudah ada kejadian seperti ini, tergantung yang dimohon ke BPN. Nantinya BPN akan melihat dari mana tanah tersebut diperoleh. Kita akan periksa melalui panitia A. Kemudian meminta penjelasan mengenai riwayat tanah termasuk kepala desa ikut dipanggil kembali. Apakah sudah benar riwayatnya atau bagaimana. Itu juga belum tentu menjadi HGB. Harus diselesaikan dahulu di tingkat desa, jelasnya. Sebelumnya Masyarakat pemilik lahan di Dusun Pendamar, Desa Sungai Deras, Kecamatan Teluk Pakedai, menolak lahan se-

luas 40.000 M2 dibuatkan sertifikat oleh perusahaan perkebunan setempat yang peruntukannya buat pembangunan lahan kantor, pembibitan atau pembuatan dermaga pelabuhan. Alasannya lahan-lahan ber SKT yang dimiliki masyarakat diberikan ke perusahaan, untuk dikelola dalam konsep kerjasama. Itu disampaikan langsung Suherman, Mantan Kades Sungai Deras, Saidi Laco, Mantan Pj Kades Sungai Deras dan Sekdes, Ahmad Masruri, Sekretaris Desa saat menggelar jumpa pers di Pontianak. Kami tidak mempermasalahkan lahan SKT banyak warga dikelola untuk perkantoran, pembibitan atau pembuatan d e r m a g a . Ya n g k a m i t o l a k adalah lahan warga tersebut disertifikatkan perusahaan. Jelas-jelas kami tidak mau dan keberatan, katanya kepada wartawan. (oen)

dan jiwa nasionalisme di kalangan pelajar semakin menipis, sehingga dengan tetap menghidupkan Menwa sebagai salah satu bentuk untuk tetap menjaga dan melestarikan semangat juang dan bela negara di kalangan pelajar dan mahasiswa. Sementara Edy warga sekitar Tugu Alianyang, mengatakan menyambut baik kegiatan tersebut dilaksanakan di lokasi tersebut. Selain mengingatkan masyarakat akan tokoh pahlawan nasional Alianyang, juga sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan jiwa bela negara bagi masyarakat sekitar. Sebagai latar belakang munculnya Menwa di kalangan Kampus adalah berlatar belakang dari proses pergerakan perjuangan kemerdekaan RI. Sejarah mencatat, peran pemuda dan mahasiswa telah melahirkan perubahan yang

besar di Indonesia dengan peran agent of change sebagai garda terdepan perubahan, pembaharuan dan pembangunan bangsa. Ditandai dengan berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908, kemudian dengan dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Selanjutnya dilaksanakan untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai potensi pertahanan dan keamanan negara melalui Resimen Induk Mahasiswa (Rinwa), yang selanjutnya namanya berubah menjadi Resimen Mahasiswa (Menwa). Sedangkan sejarah lahirnya Menwa Kalimantan Barat dilatarbelakangi pada saat kehidupan ideologi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan nasional dalam keadaan darurat perang, dimana bertepatan dengan konfrontasi dengan wilayah Malaysia pada akhir tahun 1963. (oen)

gema kabupaten pontianak 

derap bestari

SKPD Mesti Sinergis PEMERHAT I kinerja pemerintah, Sudianto Nursasi meminta agar SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pontianak lebih sinergis. Dengan kebersamaan dan kerjasama antar SKPD akan menjadi pilar yang kokoh dalam menyukseskan berbagai program kerja di masyarakat. SKPD ini merupakan pilar dalam penyeleng- Sudianto Nursasi garaan pemerintahan. Jika SKPD berdiri sendiri-sendiri, maka jangan harap pemerintahan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik. Karenanya, SKPD mesti bersinergis satu dengan yang lainnya, ungkap Sudianto, Minggu (23/10) di Mempawah. Menurut Sudianto, kesinergisan antara SKPD itu akan menciptakan jalinan kerjasama yang erat dan harmonis. Sehingga SKPD dapat memaksimalkan kinerja sesuai bidangnya masing-masing. Kalau SKPD sudah sinergis dan harmonis, dapat bekerjasama menjadi suatu tim work, maka penyelenggaraan pemerintah ini akan berjalan dengan baik. Jadi, tidak ada lagi SKPD yang istimewa atau dianaktirikan, tuturnya. Dengan begitu, imbuh Sudianto, maka segala program kerja pemerintah daerah diyakini dapat terealisasi sebagaimana yang diharapkan. Sehingga berbagai bentuk pelayanan publik dapat terselenggarakan dengan maksimal. Selama ini kami menilai hubungan antar SKPD belum sinergis dan harmonis. Masih ada kesenjangan dan egoisme antar SKPD. Yakni menonjolkan kemampuan masing-masing untuk mendapatkan perhatian dari kepala daerah, nilainya. Bukan hanya antar SKPD saja, lanjut Sudianto, pihaknya juga melihat masih ada beberapa pejabat eselon II, III dan IV yang terkesan mencari-cari kesempatan untuk mencari perhatian dari pimpinannya. Sehingga, pejabat bersangkutan melupakan komitmen dan tupoksinya di SKPD. Ada beberapa pejabat yang mencari-cari kesempatan untuk dekat dengan kepala daerah. Misalnya, mengejar prestasi hanya untuk mendapatkan jabatan atau kepentingan lainnya. Harusnya, pejabat bersangkutan memaksimalkan kinerjanya untuk pelayanan publik dan daerah, bukan kepentingan pribadi atau jabatan, ujarnya. Untuk itu, Sudianto menyarankan agar bupati selaku pimpinan daerah bersikap arif dan bijaksana dalam mensinergiskan hubungan antar SKPD. Memberikan penilaian secara riil terhadap kinerja pejabat di bawahnya. Bupati mesti selektif dalam melihat hasil kerja anak buahnya. Bupati mesti mampu mengawasi dan mengontrol seluruh bawahannya. Mulai dari aspek kinerja, loyalitas hingga keharmonisan antar SKPD dan pejabat daerah. Jika hal ini mampu dijalankan dengan baik, saya berkeyakinan daerah ini akan lebih maju dan berkembang di segala bidang, tegasnya. (shn)

Jembatan Desa Rasau Nyaris Ambruk SUNGAI PINYUH. Warga Desa Sungai Rasau Kecamatan Sungai Pinyuh mendesak Pemerintah Kabupaten Pontianak memperbaiki badan jembatan di desa itu. Kondisi jembatan nyaris ambruk. Warga khawatir kerusakan itu dapat membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas di jembatan. Sudah sejak lama kondisi jembatan ini rusak. Bahkan, kami sudah beberapa kali tahun anggaran mengajukan perbaikan kepada pemerintah. Namun sampai sekarang belum mendapatkan respon. Pengajuan anggarannya sudah kami sampaikan sejak tahun 2008 lalu, kata Kepala Desa (Kades) Rasau Jaya, Zulkarnaen Hambren kepada koran ini, Minggu (23/10) sore. Zulkarnaen mengungkapkan, jembatan yang rusak tersebut memiliki panjang 40 meter dan lebar delapan meter. Keberadaan jembatan itu sangat strategis sebagai penghubung dua desa di Kecamatan Sungai Pinyuh. Yakni Desa Rasau Jaya dan Desa Galang. Jembatan ini merupakan akses penghubung bagi kedua desa. Karenanya, keberadaan jembatan

Badan jembatan Desa Sungai Rasau memprihatinkan. ini sangat penting dan dibutuhkan masyarakat. Terutama dalam menunjang aktifitas masyarakat sehari-hari, tuturnya. Lebih jauh, Zulkarnaen menceritakan, kondisi jembatan yang nyaris ambruk tersebut tetap saja dipaksakan masyarakat agar dapat dilalui. Misalnya dengan cara memasang batang

Al Shandy/Equator

kelapa, kayu dan papan di atas badan jembatan. Supaya jembatan dapat difungsikan untuk aktivitas masyarakat. Hal itu sangat membahayakan masyarakat yang melintas di atas jembatan. Kekuatan batang kelapa, kayu atau papan tersebut tidak akan mampu bertahan lama. Saya khawatir suatu

saat nanti jembatan ambruk dan mencelakai masyarakat yang sedang melintas di atasnya, ujarnya. Apalagi kondisi saat ini, imbuh dia, curah hujan yang cukup tinggi membuat badan jembatan menjadi licin. Jika masyarakat pengendara tidak berhati-hati pada saat melintasi badan jembatan, bukan tidak mungkin akan tergelincir dan jatuh. Belum lagi masalah air pasang yang menyebabkan badan jembatan tergenang air. Akibatnya, badan jalan tidak terlihat sehingga sangat membahayakan pengendara. Belum lagi tumpukan sampah yang berserakan dan tersangkut di badan jembatan, jelasnya. Kades berharap Pemerintah Kabupaten Pontianak dapat memperjuangkan alokasi anggaran untuk pembangunan jembatan Desa Rasau Jaya. Sebab, keberadaan infrastruktur jembatan itu sangat besar, untuk kepentingan masyarakat seharihari. Kami sangat berharap pada tahun anggaran 2012 nanti, pemerintah daerah dapat membangun kembali jembatan terse-

but. Agar memperlancar akses transportasi masyarakat sehari-hari. Baik masyarakat Desa Sungai Rasau maupun Desa Galang serta masyarakat lainnya yang melalui jalur tersebut, harapnya. Ketua LSM Geprak Kabupaten Pontianak, Agus Suhardi mengaku prihatin dengan kondisi jembatan Desa Rasau Jaya yang nyaris ambruk. Badan jembatan sudah terlihat rapuh dan sangat mengkhawatirkan. Jangan sampai jembatan itu mencelakai masyarakat setempat. Pondasi badan jembatan sudah tidak kuat. Bahkan, badan jembatan sudah terlihat menurun dan amblas ke bawah. Kita sangat khawatir dengan kondisi badan jalan yang rapuh itu. Karena sampai saat ini masih dipaksakan masyarakat untuk dilalui kendaraan roda dua maupun empat, tuturnya. Kita mintakan agar eksekutif dan legislatif dapat memprioritaskan anggaran untuk pembangunan jembatan itu. Karena, infrastruktur jembatan ini sangat diperlukan masyarakat setempat untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari, tegasnya. (shn)

PGRI Apresiasi Program Disdikpora MEMPAWAH. Realisasi program peningkatan mutu pendidikan guru di Kabupaten Pontianak mendapatkan apresiasi dan tanggapan positif dari para tenaga pendidik di daerah itu. Ketua PGRI Kecamatan Mempawah Hilir, Razali optimis program tersebut mampu meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat. Selaku tenaga pendidik, kami sangat berterima kasih atas kebijakan dinas yang telah merealisasikan program ini. Kami juga yakin dan percaya, program ini dapat terealisasikan dengan baik serta mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan sebagaimana dicanangkan, kata Razali kepada koran ini, Minggu (23/10) di Mempawah. Menurut pria yang juga mengajar di SD 19 Kecamatan Mem-

pawah Hilir ini, program peningkatan mutu pendidikan guru sudah terdengar sejak beberapa tahun lalu. Namun, baru tahun ini program tersebut direalisasikan oleh Disdikpora. Karenanya, kami memberikan apresiasi atas kinerja Kadis Dikpora yang telah mewujudkan program yang selama ini sudah dinantikan para guru sejak lama. Program ini sangat tepat dan strategis dalam dunia pendidikan, paparnya. Razali mengatakan, peningkatan mutu dan kualitas pendidikan guru merupakan salah satu kunci keberhasilan dunia pendidikan. Sebab, jika para pendidik memiliki ilmu dan wawasan yang lebih baik, diyakini akan lebih mudah untuk menerapkan kurikulum pendidikan yang ditetapkan pemerintah.

Kalau gurunya sudah memenuhi standar pendidikan yakni srata satu (S1), maka akan lebih mudah menyampaikan mata pelajaran yang diajarkannya kepada anak didik. Nah, secara otomatis akan memberikan manfaat yang besar untuk proses belajar mengajar di sekolah, tuturnya. Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Pontianak senantiasa mendukung program yang dilaksanakan Disdikpora tersebut. Yakni dengan memberikan kucuran anggaran yang cukup untuk merealisasikan program itu dengan sebaik mungkin pada tahun-tahun berikutnya. Kita menghendaki agar seluruh guru SD yang ada di Kabupaten Pontianak ini mengantongi ijazah S1. Demikian pula untuk pembinaan pengawas sekolah

yang saat ini sangat minim. Salah satu persyaratan pengawas yakni mesti mengantongi ijazah S2, sarannya. Razali meminta agar Disdikpora senantiasa melakukan evaluasi terhadap kinerja pendidik. Misalnya, memberikan jabatan bagi guru yang dinilai berprestasi untuk memajukan dunia pendidikan. Bisa saja dinas mengangkat guru-guru yang berpotensi dan berprestasi untuk menjadi kepala sekolah dan lainnya. Hal itu akan menjadi motivasi bagi guru-guru untuk berlomba-lomba berprestasi untuk melakukan yang terbaik bagi dunia pendidikan, ujarnya. Pada APBD Perubahan tahun 2011 ini, Pemerintah Kabupaten Pontianak telah mengucurkan anggaran sebesar Rp2,2 miliar untuk realisasi program pen-

ingkatan mutu pendidikan guru. Sedikitnya ada 274 guru SD yang telah diseleksi untuk mengikuti program tersebut. Masing-masing UPT kecamatan kita berikan jatah sebanyak 30 guru. Namun tidak semua UPT mengirimkan 30 guru. Keseluruhan guru yang dijaring sebanyak 274 orang seKabupaten Pontianak. Jika tidak ada halangan, awal November ini para guru akan dikirim, ungkap Kepala Bidang (Kabid) SD Disdikpora, Sukriadi Masri. Setelah dilakukan penjaringan, guru-guru tersebut akan dikirim ke universitas. Masalah teknis pendidikan yang diberikan, semuanya kita serahkan kepada pihak universitas. Untuk Universitas Tanjungpura (Untan) sebanyak 205 guru dan STKIP sebanyak 69 guru, jelasnya. (shn)


11 

suare kite

Wujudkan Kebersamaan Tiga Pilar Pembangunan Singkawang. Dalam melaksanakan pembangunan di Ko t a S i n g k a w a n g , tidak terlepas dari peran penting tiga pilarnya, yakni pemerintah (state), pelaku usaha (market) dan masyarakat (civil society). Ketiganya harus mewujudkan kebersamaan yang lebih mendalam. Untuk mewujudkan kebersamaan Hasan Karman yang lebih mendalam tersebut, maka setidaknya diperlukan empat kata kunci yang harus dimiliki masing-masing pilar, kata Dr Kanjeng Raden Aryo (KRA) Hasan Karman Noto“Namun seshadiningrat, Walikota Singuatu yang asing kawang di Kantor Walikota bukan berarti Singkawang, baru-baru ini. sesuatu yang Empat kata kunci yang sulit, untuk mem- dimaksudkan Hasan tersebuatnya menjadi but, yakni kejujuran (honsesuatu yang mu- esty), pandangan ke depan (future orientation), dah,� saling memberi inspirasi (inspiring) dan keahlian (competence). Dia menjelaskan, kejujuran agaknya makin jarang dijumpai atau makin langka didengar. Padahal hal tersebut kunci kesuksesan. Namun sesuatu yang asing bukan berarti sesuatu yang sulit, untuk membuatnya menjadi sesuatu yang mudah, kata Hasan. Menurut Hasan, untuk melaksanakan kejujuran itu, cukup diperlukan suatu pembiasaan bahwa segala sesuatu yang baik, sesungguhnya merupakan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Sementara mengenai pandangan ke depan, jelas Hasan, diperlukan untuk merangsang kemajuan menuju keadaan yang lebih baik dari yang pernah dicapai sebelumnya. Sehingga dibutuhkan pula saling memberi inspirasi guna merubah suatu mimpi menjadi kenyataan, paparnya. Sedangkan terkait keahlian, kata Hasan, akan menyulap suatu ketidakberdayaan menjadi prestasi dan mengubah tantangan menjadi peluang kemajuan Kota Singkawang. (dik)



Honor TBPP Ditambah Sambas. Setelah menjalankan tugas sebagai Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) selama kurang lebih lima tahun, Pemkab Sambas akan memberikan tambahan honorium. Kebijakan ini berlaku selama dua bulan ke depan, tanggal 17 September ಯ%DQWXDQ sampai 17 November 2011. LQLVDQJDWEHU Beg itu dikatakan Ketua PDQIDDWEDJL Forum Komunikasi THL TBPP SHQ\XOXKGDODP Kabupaten Sambas Asmuni kepada Equator, belum lama PHPDMXNDQSHU ini. Dijelaskan Asmuni, THLWDQLDQGL.DEX TBPP merupakan penyuluh yang direkrut pemerSDWHQ6DPEDVರ bantu intah pusat pada tahun 2007 sampai 2009 (angkatan 1, 2 dan 3) dengan sistem penggajian 10 bulan pertahun. Saat ini THL-TBPP Kabupaten Sambas berjumlah 70 orang. Namun pada tahun 2011, pemerintah pusat hanya memberikan gaji 8 bulan pertahun. THL TBPP Kabupaten Sambas sangat bersyukur atas kebijakan Pemkab Sambas dalam memfasilitasi honorium dua bulan ke depan, katanya bangga. Bantuan honorarium yang diberikan Pemkab Sambas ucapnya, sangat membantu dan memberikan semangat baru bagi petugas THL TBPP. Adanya biaya tambahan honorium 2 bulan ke depan, tentunya dapat menjadi motivasi Forum THL agar lebih giat bekerja sesuai tupoksi, melanjutkan pendampingan program yang dibuat pemerintah daerah maupun pusat dalam mendampingi petani di lapangan, paparnya. Para THL-TBPP Kabupaten Sambas berterimakasih kepada Pemkab Sambas melalui Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sambas yang telah memfasilitasi para THL-TBPP. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi penyuluh dalam memajukan pertanian di Kabupaten Sambas, ungkapnya. (edo)

Senin, 24 Oktober 2011

Pengunjung Singkawang Expo Tembus 5.000 Orang Singkawang. Masyarakat sangat antusias mengunjungi Singkawang Expo 2011 yang dilaksanakan selama enam hari sejak 15 Oktober. Rata-rata 500 hingga 2.000 orang perhari. Bahkan mencapai 5.000 orang pada Senin (17/10) lalu. Alhamdulillah Expo ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Kota Singkawang dan sekitarnya, kata Hendryan, Ketua Panitia Singkawang Expo 2011 kepada wartawan, Minggu (23/10). Hendryan menjelaskan, jumlah pengunjung stand-stand di Singkawang Expo itu paling ramai pada 17 Oktober, atau pada acara puncak peringatan Hari Jadi (Harjad) Kota Singkawang kei-10. Singkawang

Expo 2011 yang digelar ini memang sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Pemerintah Kota Singkawang yang ke-10. Sehingga pada acara puncak para pengunjung semakin ramai, terang Hendryan. Tingginya antusias masyarakat terhadap Singkawang Expo ujarnya, membuat para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang membuka stand meminta waktu pelaksanaan diperpanjang. Sehubungan dengan permintaan para pelaku UMKM itu, panitia memberikan toleransi waktu sampai Sabtu (22/10) malam atau malam Minggu, kata Hendryan Dalam Singkawang Expo itu, para UMKM menawarkan berbagai jenis

produk. Diantaranya beranekaragam jenis makanan dan minuman, usaha agro dan hasil hutan, tekstil, furniture, kerajinan dan lainnya. Jenis-jenis produk yang beranekaragam itu tentunya sanggup menarik minat masyarakat untuk berkunjung, ada yang hanya sekedar melihatlihat tapi ada juga yang langsung membelinya. Sejak 15 hingga 20 Oktober nilai transaksi sekitar Rp 137,8 juta, ungkap Hendryan. Nilai transaksi tersebut hanya yang tercatat berdasarkan rencana penyelenggaraan Singkawang Expo 2011, belum termasuk pada waktu tambahan sampai malam Minggu. Pada waktu tambahan itu, di-

proyeksikan nilai transaksi lebih besar dari hari-hari biasanya, karena setiap malam Minggu, masyarakatĚś

terutama remaja putra-putriĚślebih ramai dari malam-malam biasanya. (dik)

STIE Wisuda Perdana

STIE Mulia Singkawang mewisuda 129 mahasiswanya.

SAMBAS

tumpahansalok

singkawang Spektakuler

\\\Mordiadi

Singkawang. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mulia Singkawang mewisuda 129 mahasiswanya. Wisudawan ini merupakan merupakan sarjana pertama dari kampus bermotto Lets build our town itu. Yang mengikuti wisuda perdana ini terdiri atas 43 laki-laki dan 86 perempuan, kata Lucia Setiono, Ketua STIE Mulia Singkawang usai pelaksanaan wisuda di Gedung Sun Moon, Sabtu (22/10). Mereka yang berhak menyandang gelar sarjana itu merupakan alumnus Program Strata Satu (S1) Manajemen dan telah siap memasuki dunia kerja yang membutuhkan tenaga manajerial. Pelaksaan wisuda perdana bagi kampus yang didirikan Yayasan Sumpah Pemuda pada 27 Oktober 2003 itu dihadiri Wakil Gubernur Kalbar Drs Cristiandy Sanjaya, Walikota Singkawang Dr KRA Hasan Karman Notohadiningrat dan Ketua Yayasan

Sumpah Pemuda Lio Kurniawan. Selain itu, hadir pula Ketua Kopertis Wilayah XI Kalimantan Sipon Muladi, Dewan Pembina Yayasan Sumpah Pemuda dan STIE Mulia Eka Tjandranegara, Forkopinda Kota Singkawang, dan tentunya para keluarga wisudawan dan wisudawati. Dalam kesempatan tersebut Ketua STIE Mulia, Lucia menyampaikan, menyelesaikan studi perguruan tinggi merupakan salah satu tahap penting dalam hidup. Karena mulai sekarang wisudawan dan wisudawati akan memasuki dunia praktik sebagai profesi, pegawai, dan wirausahawan, katanya. Dia berpesan kepada para sarjana perdana di STIE Mulia Singkawang itu untu selalu jujur di manapun berada dan bekerja, serta selalu menjaga nama baik almamater, tempatnya memperoleh ilmu pengetahuan dan gelar akademik. Di tempat yang sama, Walikota

Hasan Karman mengharapkan, para sarjana STIE dapat berbuat banyak untuk kemajuan Kota Singkawang khususnya dan Kalbar umumnya. Diantaranya melalui penekunan terhadap bidang-bidang perekonomian, menjadi enterpreneur atau wirausaha yang dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat luas, papar Hasan. Sementara itu, Wakil Gubernur Cristiandy mengingatkan, pendidikan yang berkualitas tentu membutuhkan dukungan dana yang cukup besar. Misalnya untuk pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dan lainnya. Terkait dengan hal tesebut, semuanya perlu menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tetapi juga orang tua dan masyarakat. Apabila ketiga komponen ini dapat kita gerakkan secara sinergis, tentu pendidikan yang berkualitas dapat diwujudkan, kata Christiandy. (dik)

sambas terigas

Stok BBM APMS Perbatasan Cepat Habis Sambas. Masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Sambas 4, meliputi Kecamatan Teluk Keramat, Tangaran, Paloh, Galing dan Kecamatan Sajingan Besar mengeluhkan sering kosongnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin dan solar di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), yang berlokasi tidak jauh dari Dermaga Tanjung Harapan. Sidang, warga Kecamatan Sajingan Besar berharap pasokan BBM di wilayah perbatasan bisa menjadi prioritas, karena BBM jenis solar maupun bensin sangat diperlukan masyarakat. Yang jadi pertanyaan, hampir setiap hari APMS yang ada selalu tutup, disitu bertuliskan Bensin Habis.. Solar Habis sehingga masyarakat terpaksa mengisi BBM ke SPBU Sambas, itupun lewat dari jam 13.00 kadang sudah habis, sesalnya. Hal senada diungkapkan Endy, warga Kecamatan Tanggaran. Seharusnya katanya, kuota BBM

di wilayah Kabupaten Sambas bisa menjadi perhatian, mengingat keberadaan APMS ini tepat di tengah-tengah antara lima kecamatan. Jika BBM setiap hari kosong dan APMS tidak ada aktivitas, tentunya pelayanan terhadap masyarakat terkendala, terus pekerjanya bisa-bisa menganggur kembali, ungkapnya. Menyikapi keluhan masyarakat, pemilik APMS H Subhan Nur ditemui Equator menjelaskan, pihaknya sudah berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat semaksimal mungkin. Hanya saja terangnya, jatah BBM jenis solar dan bensin yang diberikan Pertamina memang tak mencukupi, hanya 120 kiloliter (KL) bensin dan 70 KL solar perbulan. Jumlah BBM tersebut mana mungkin APMS kami bisa melayani kebutuhan masyarakat di lima kecamatan, jelasnya.Dibeberkan Subhan, seharusnya Pertamina bisa melihat skala kebutuhan masyarakat, karena Pertamina me-

miliki tim survei. Selain itu, peran pemerintah provinsi (Pemprov) juga sangat besar dalam mendesak penambahan jumlah kuota BBM di Kalbar. Coba kita lihat di Pulau Jawa, jarang kita lihat antrean BBM, sedangkan di Kalbar selalu terjadi antrian BBM. Apabila terjadi antrean panjang yang disalahkan selalu spekulan, pemilik SPBU dan APMS, sesal pengusaha Kabupaten Sambas ini. Lebih memprihatinkan lagi ujar Subhan, di tengah sulitnya BBM dan kurangnya kuota BBM, Pertamina justru menambah jumlah SPBU di Kalbar. Inikan lucu, seharusnya SPBU dan APMS yang ada diperjuangkan, bagaimana jumlah kebutuhan BBM bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, tegasnya. Kondisi seperti ini lanjutnya, membuat masyarakat wilayah perbatasan merasa dianak tirikan. Padahal keluhan ini kerap kali disampaikan. Seharus pemprov dan wakil rakyat di pusat bisa memperkuat pemenuhan kebutuhan masyarakat wilayah perbatasan. Ini yang

APMS yang berada di Simpang Tanjung menuju Sajingan Besar dan Paloh setiap hari terlihat lengang karena stok BBM-nya kosong. M Ridho patut dipertanyakan kepada pusat, tentang perjuangan terhadap

wilayah perbatasan, pungkasnya. (edo)

Bupati: Ayo Berantas Campak dan Polio



muare ulakan

Hadiri Kreativitas Remaja Nasional Sambas. Pemuda Remaja Sempalai Kecamatan Sebawi yang tergabung dalam Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja, bakal menghadiri Kumpul Kreativitas PIK Remaja Tingkat Nasional Tahun 2011 di Panjang Jiwo Resort Sentul City Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Undangan itu berasal dari Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat untuk mengikuti ajang bergengsi itu, kata Ketua PIK Remaja Kecamatan Sebawi, Awang Isman kepada Equator, Sabtu (22/10). Dijelaskan Awang, diundangnya PIK Remaja Sempalai karena berhasil meraih juara pertama tingkat provinsi, beberapa waktu lalu. Kegiatan PIK Remaja Nasional akan digelar mulai tanggal 23 Oktober hingga 28 Oktober 2011. Kita akan mengikuti seminar dan pengarahan tentang kreativitas pemuda. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat lebih meningkatkan kerativitas pemuda, tandasnya. (edo)

Sambas. Kesehatan adalah hak dasar setiap individu. Semua warga negara Indonesia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, sesuai amanat UUD 1945 pasal 28 dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Untuk itu, ayo kita berantas penyakit campak dan polio, ucap Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH saat menyampaikan sambutan pada acara Pencanangan Crash Program Campak, belum lama ini di SMPN 1 Kecamatan Selakau Timur. Dijelaskan Juliarti, kebijakan nasional pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat terwujud peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang

setinggi-tingginya. Pemkab Sambas terus berupaya membuat kebijakan kesehatan yang sinergis dan sinkron dengan kebijakan nasional. Tentunya dengan tetap memperhatikan masalah kesehatan lokal, ujar mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas ini. Menurut Juliarti, penyakit campak dan polio adalah penyakit menular yang berpotensi mewabah. Bila tidak ditanggulangi dengan cepat, maka akan menimbulkan gangguan kesehatan, pertumbuhan dan kecacatan. Bahkan kematian pada anak balita. Indonesia adalah negara keempat terbesar penduduknya di dunia yang memiliki angka kesakitan campak sekitar sejuta pertahun, dengan angka kematian 30.000 jiwa pertahunnya, ujarnya. Penyakit polio dan campak lanjut-

Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH membuka kegiatan pencanangan Crash Program Campak di SMPN 1 Selakau Timur. M Ridho nya, termasuk kelompok penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi, baik melalui imunisasi dasar lengkap pada bayi maupun imunisasi tambahan yang diberikan pada usia pra sekolah atau sekolah. Maka dari itu, setiap anak balita harus mendapatkan

imunisasi. Ini dilakukan agar balita memiliki kekebalan tubuh atau daya tahan terhadap penyakit infeksi campak dan polio, paparnya. Penyakit polio dan campak dapat dikurangi bahkan dihilangkan dengan memberikan imunisasi, sehingga tidak menimbulkan masalah

kesehatan pada anak balita. Petugas kesehatan dan pemerintah harus menginformasikan pentingnya imunisasi bagi anak-anak, karena imunisasi merupakan sarana terbaik memberikan kekebalan pada anakanak agar tidak mudah terinsfeksi penyakit. (edo)


melawi membangun

12  apai kato kito

Libatkan Masyarakat Adat dalam Pembanggunan

Bina Pemerintahan yang Baik di Desa Kemajuan desa ditentukan oleh sejauh mana masyarakat berperan aktif dalam pemerintahan desa. Kalau peran tersebut tinggi, maka desa akan maju, Pemerintah kabupaten diminta untuk membina penerapan good government atau pemerintahan yang baik di desa. Agar pemerintah desa menjalankan pemerintahan secara terbuka, akuntabel dan partisipatif. Sementara seluruh masyarakat harus untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pemerintah desa. Peran pemerintah kabupaten untuk menciptakan kemakmuran di desa sangat besar. Peran berupa pembinaan pada pemerintah desa dalam hal ini kepala desa, aparatur desa untuk melaksanakan pemerintahan yang baik, usul Yadi, pemuda Melawi, kemarin. Selain itu, pembinaan pada masyarakat agar selalu ikut serta dalam setiap pembangunan harus dilakukan. Yadi menilai partisipasi masyarakat desa pada sebuah desa sangat menentukan untuk kemajuan desa. Kemajuan desa ditentukan oleh sejauh mana masyarakat berperan aktif dalam pemerintahan desa. Kalau peran tersebut tinggi, maka desa akan maju. Namun bila masyarakat acuh, maka desa tidak akan pernah maju, ulasnya.Keikutsertaan masyarakat sangat penting, jelas Munawir, sebab setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah desa tersebut pasti berkaitan dengan masyarakat desa. Oleh karena itu, partisipasi warga desa sangat menentukan. Partisipasi tersebut bisa berupa pendukung setiap kebijakan. Dukungan tersebut bisa berupa terlibat dalam perencanaan pembangunan, terlibat dalam pelaksanaan pembangunan. Terpenting adalah terlibat dalam evaluasi pembangunan. Karena cakupan kependudukan desa sangat kecil, artinya pemimpin dengan warga sangat dekat maka diperlukan masyarakat yang selalu mempertanyakan setiap kebijakan pemimpin, pungkasnya. (aji)

NANGA PINOH. Banyak produk hukum yang dibuat Indonesia yang mengakui hak-hak masyarakat adat. Bahkan dunia international melalui Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) juga mengakui adanya hukum adat. Di antaranya, Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen pasal 18 B ayat 2 dituliskan negara mengakui dan menghormati kesatuankesatuan masyarakat hukum adat beserta hal-hal tradisional sepanjang masih hidup dan sesuai dengan prinsip pengembangan masyarakat. Kemudian masih memegang prinsip negara kesatuan republik Indonesia Masih pada UUD 1945 pasal 28 ayat 3, tertulis identitas budaya dan masyarakat tradisional dihormati dan diselaraskan dengan perkembangan zaman dan peradaban. Selain itu, TAP MRP No IX tahun 2001 tentang Pembaharuan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam, pasal 4 menegaskan pembaharuan agraria dan pengelolaan sumber daya alam harus mengakui, menghormati dan melindungi hak masyarakat hukum adat dan keberagaman bangsa atas sumber daya alam. Masih banyak undang-undang yang secara implisit mengakui, menghargai dan melindungi masyarakat adat. Semuanya itu berdasarkan pada landasan bahwa sebelum negara ini terbentuk, masyarakat adat sudah ada, ungkap Syadhan Gawai, tokoh adat, kemarin. Kemudian, tahun 2007 lalu dirinya menghadiri musyawarah nasional ketiga Aliansi Masyarakat Adat Nusantara di Pontianak. Lanjutnya, beberapa bulan kemudian ia mendengar informasi bahwa secara internasional hak-hak masyarakat adat sudah

ARMINAREKA PERDANA Tour & Travel H MAA 8 JA TIS 1 GRA

Perwakilan Kalbar

WUJUDKAN NIAT DP: 3,5 Jt (Umroh) ANDA KE TANAH SUCI 5 Jt (Haji) Sisanya bisa diangsur Daftar segera Umroh dan Haji murah dan terjangkau

Melayani: - Umroh - Umroh Plus - Haji Plus - Tiket pesawat

Senin, 24 Oktober 2011

Contact person HENDI: 08156873535 HENDI: VONNY:: 081257924050 VONNY

TERBAIK, TERPERCAYA DAN UTAMAKAN PELAYANAN Office: (H.A. Muchrin) Jl Juang No 123 Nanga Pinoh, Kab. Melawi 78672, telp/fax (0568)21207

Hutan adat mesti dijaga jangan sampai diperjual-belikan yang dapat mengancam kelestarian lingkungan. ISTIMEWA diakui. Dalam sidang umum PBB sudah disahkan deklarasi Hak-Hak masyarakat adat. Bahkan saat ini negara kita sedang memproses rancangan undangundang (RUU) tentang masyarakat hukum adat. Untuk itu, kiranya musyawarah masyarakat adat di Melawi dapat memberi kontribusi positif peraturan tersebut, ulasnya. Kata Syadhan, musyawarah masyarakat adat yang diadakan per wilayah ini penting dalam upaya untuk mengisi pembangunan bidang sosial, ekonomi, budaya dan sumber

daya alam. Musyawarah ini penting mengingat amanah undang-undang dasar dan keberadaan masyarakat adat mesti terlibat langsung dalam proses pembangunan, berbangsa dan bernegara. Syadhan mengakui bahwa akhirakhir ini banyak pembangunan yang belum mengakomodir kepentingan masyarakat adat. Oleh karena itu, musyawarah masyarakat adat ini penting untuk berpartisipasi dalam pembangunan, ujarnya. Diungkapkan Syadhan ada beberapa program pembangunan yang

bersentuhan langsung dengan masyarakat adat. Sebagai contoh, di bidang kehutanan ada Hutan Tanaman Rakyat (HTR). Keberadaan HTR ini adalah pembangunan hutan dengan kredit lunak oleh pemerintah. Namun sayang masih banyak orang yang belum mengetahui HTR ini, mungkin program ini langsung bersentuhan dengan masyarakat, tidak ada yang memfasilitasi. Padahal HTR ini sangat perlu untuk membangun hutan di tengah ancaman pemanasan global. Mudahmudahan program ini bisa direspon

Batas Desa Harus di Perjelas NANGA PINOH. Pemkab dan pemerintah desa terus membenahi batas desa hasil pemekaran tahun 2007 silam. Walau hamper rampung, namun masih saja ada batas yang masih belum tuntas disepakati. Batas belum jelas, bisa memunculkan konflik di masyarakat desa. Batas desa yang ada di Melawi pasca pemekaran desa masih belum jelas. Kondisi ini sangat merugikan

masyarakat, bahkan merugikan pihak lainnya. Pemerintah jangan hanya mau membentuk desa baru, tetapi harus ada penyelesaian berbagai persoalan yang muncul setelah pemekaran, ungkap Iskandar, Warga Pinoh Utara, kemarin. Diungkapkannya di berbagai desa konflik batas ini sudah memunculkan konflik, namun masih skala kecil. Persoalan yang bisa terjadi, adalah persoalan yang

berkaitan dengan kekayaan alam yang ada di batas desa tersebut. Konflik kekayaan ala mini berkaitan dengan keinginan pemerintah desa untuk mencari pemasukan bagi desa, Pendapatan Asli Desa (PAS). Ditambah lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi saat ini sedang mencari investor dalam bidang perkebunan, bukan tidak mungkin desa-desa di Melawi yang luas ini masuk ke dalam kawasan

desa, hingga persoalan perbatasan ini menjadi sangat penting. Di Melawi ini banyak sekali potensi sumber daya alam yang belum dikelola dengan baik. Ke depannya, tentunya sumber daya alam ini akan dikelola. Namun dalam pengelolaan inilah yang akan menjadi masalah, sebab berkaitan dengan pembagian hasil kekayaan, terangnya. Lantas Iskandar menjelaskan, bagi pengusaha yang akan menanamkan modalnya di daerah ini persoalan batas yang memunculkan

oleh masyarakat adat, ujarnya. Lanjutnya, bidang ekonomi, peran masyarakat adat perlu ditingkatkan. Hadirnya gerakan ekonomi kerakyatan seperti Credit Union (CU). Lembaga keuangan ini masih tetap eksis walaupun diterpa oleh krisis dunia. Sebagaimana pendiri bangsa ini Bung Hatta yang mengidekan, adanya koperasi untuk ekonomi masyarakat Indonesia. CU membuktikan bahwa apa yang diajukan oleh pendiri bangsa ini adalah benar, pungkasnya. (aji)

konflik ini akan menjadi masalah besar. Ia menilai, bisa saja investor tidak jadi menanamkan modalnya ke Melawi. Sebab investor tidak mau usaha yang dirintis dihalangi oleh konflik yang muncul. Ada contoh di beberapa lokasi yang memiliki tempat usaha dipungut retribusi oleh dua desa. Kondisi ini jelas membuat merugikan pengusaha, akhirnya bisa mematikan dunia usaha di Melawi ini, ungkap Bambang. (aji)

sintang raya  apai ji kitak

Infrastruktur Antar Desa Rusak Sintang. Rusaknya infrastruktur jalan penghubung antar desa di Kabupaten Sintang kerap kali menjadi keluhan masyarakat. Seperti yang dikeluhkan warga Umin Kecamatan Dedai, lantaran jalan di desa mereka dalam keadaan berlumpur. Langkah perbaikan dari pemerintah dinantikan. Kita berharap pemerKita berharap intah segera melakukan pembenahan, ungkap pemerintah yaiful Anwar, salah segera melaku- Sseorang warga pada Equakan pembena- tor. Dikatakan Syaiful Anhan, war, jalan yang menghubungkan desa menuju kabupaten sudah banyak memakan korban. Banyak kendaraan yang harus didorong akibat berlumpur disaat turun hujan. Biasanya kendaraan macet karena terjebak lumpur, bebernya. Hal senada diungkapkan warga lainnya yang mengaku waktunya terbuang saat melintasi di jalan tersebut. Sangat menyita waktu kalau lewat jalan ini. karena kondisinya rusak parah, tutur Burhan. Menurut Burhan bila kondisi seperti itu terus dibiarkan tidak menutup kemungkinan desa di daerah itu akan terisolasi. Kita minta pemerintah tanggap atas kondisi ini. Jalan itu merupakan kebutuhan, penunjang ekonomi masyarakat, pungkasnya. (din)

Hujan, DBD dan Diare Mengintai Sintang. Musim hujan telah tiba. Dinas Kesehatan Sintang berharap masyarakat mewaspadai beberapa penyakit musiman yang kerap datang saat masa peralihan musim kemarau ke hujan,, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare dan cacar air. Dikatakan Kepala Bidang Kabid Pelayanan Kesehatan, Sinto Linoh pihaknya saat ini sudah mendapatkan laporan ada pasien DBD di Sintang yang harus mendapatkan perawatan. Biasanya, saat pergantian musim seperti ini, ada beberapa penyakit yang mulai muncul. Seperti DBD dan diare. Untuk itu, kami mengimbau pada masyarakat agar lebih memerhatikan lingkungan tetap bersih, imbaunya. Menurut Sinto, biasa pria ini disapa, pihaknya sudah berupaya melakukan tindakan preventif agar kasus DBD dan Diare menurun. Tapi hal itu tak akan efektif jika tidak dibarengi peran serta masyarakat. Sangat mudah untuk melakukan pencegahan. Diantaranya dengan membersihkan selokan, melaksanakan 3M Plus yaitu menutup, menguras, dan mengubur, serta menaburkan bubuk abate di tempat-tempat penampungan air, jelasnya. Selain itu, tambah Sinto, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat membiasakan diri tidur pakai kelambu dan memakai anti nyamuk ketika berada di tempat yang rawan DBD. (din)

Dua Mesin Pembangkit di PLTD Menyuarai

PLN Tangani Pemadaman Bergilir Sintang. Dua unit mesin genset pabrikan Jerman tiba di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Teluk Menyuarai, wilayah PLN Ranting Sintang. Dua unit mesin genset tersebut diharapkan, mampu meminimalisir pemadaman listrik. Inilah salah satu upaya kita untuk mengurangi pemadaman listrik, ungkap Manager PLN Ranting Sintang, H Suharman sela-sela melakukan pemasangan dua unit mesin baru tersebut di PLTD Teluk Menyurai, Minggu (23/10) kemarin. Pak Haji, panggilan akrab pria ini, dua unit mesin tersebut hanya bersifat emergency. Bila kerusakan mesin di PLTD Teluk Menyurai sudah mampu tertangani, maka dua unit mesin tersebut bakal ditarik kembali dan dipindahkan ke daerah yang mengalami kekurangan daya listrik. Hanya kita pakai sementara. Ini sifatnya emergency, ucapnya. Mesin jenis Deutz MWM BF 8 M 1015 CP, berkapasitas 2 X 250 Kilo Watt (KW) pabrikan Jerman ini, didatangkan PLN Cabang Sanggau. Lantaran beberapa waktu belakangan terakhir, PLN Ranting Sintang kekurangan daya cukup besar mencapai 3,5 Mega. Kekurangan daya itu dipicu karena dua unit mesin di PLTD Teluk Menyurai dan dua unit milik Sewa Tama mengalami kerusakan. Dua unit mesin milik kita di PLTD Teluk Menyurai, jenis Mitsubishi

Maneger PLN Ranting Sintang, H Suharman saat menunjukkan mesin di PLTD Teluk Menyurai yang rusak dan BP 500 rusak. Sementara mesin milik Sewa Tama yang seharusnya untuk memback up juga malah rusak. Hingga sekarang masih dalam proses perbaikan, terangnya. Dengan datangnya dua unit mesin genset berkapasitas 2 X 250 KW, sambung Suharman, maka paling tidak akan dapat mengurangi jadwal pemadaman yang selama ini dirasakan masyarakat cukup meresahkan. Dua unit mesin genset tersebut bakal menggantikan daya BP 500

milik PLN di PLTD Teluk Menyurai yang mengalami kerusakan. Meskipun demikian, pemadaman bergilir masih ada, tapi tidak akan terlalu parah. Kita minta maaf kepada masyarakat, bila pelayanan dalam kurun waktu belakangan terakhir ini kurang maksimal. Harapan kita mesin yang rusak di PLTD maupun milik Sewa Tama dapat segera berfungsi, harap Suharman. Disinggung kapan pemadaman bergilir berakhir? Pria yang juga

Mesin jenis DEUTZ MWM BF 8 M 1015 CP, berkapasitas 2 X 250 Kilo Watt (KW) pabrikan Jerman tiba di PLTD Teluk Menyurai penggila bola ini memperkirakan, awal November atau pertengahan November, listrik sudah kembali normal seperti biasanya. Kita belum bisa pastikan. Tapi diperkirakan November sudah dapat tertangani, ucapnya. Alasan Suharman bukan tidak mendasar. Menurutnya, dalam perbaikan mesin akan ada ditindaklanjuti

dengan connection kabel ke sistem maupun jaringan, yang mana dalam penanganan tersebut memerlukan waktu. Mungkin akan ada pemadaman siang hari, saat connection kabel ke sistem maupun ke jaringan. Saat ini mesin yang rusak baik milik PLN maupun Sewa Tama masih dalam perbaikan. Mudah-mudahan segera tertangani, pungkasnya. (din)

Sungai Kapuas Terancam Tercemar Sampah Sintang. Pemandangan indah Kota Sintang mulai terusik dengan serakan sampah. Pemandangan ini mudah dijumpai di warung-warung yang berada di tepi Sungai Kapuas, kawasan Pasar Sungai Durian. Instansi terkait diminta peka melihat masalah ini. Kita lihat para pemilik warung seenak hati membuang sampah ke sungai. Sepertinya, sudah menjadi kebiasaan, ungkap Yudi Saputra, pemerhati lingkungan di Sintang pada Equator kemarin. Dikatakan Yudi, biasa pria ini disapa, akibat pembuangan sampah yang serampangan itu, sungai menjadi tidak enak untuk dipandang. Bila musim kemarau,

hamparan tanah ditepi sungai menjadi penuh dengan sampah. Begitu pula bila air pasang, sampah-sampah itu terapung, bahkan tidak sedikit diantaranya menimbulkan aroma tidak sedap. Dapat dilihat di bawah warung-warung itu, penuh dengan sampah. Bermacam-macam jenis sampah, dari yang mudah terurai bahkan banyak yang tidak bisa terurai, seperti plastik, bebernya.Permasalahan itu, sambung Yudi, harus disikapi serius oleh pemerintah melalui instansi terkait. Bila pembuangan sampah masih serampangan, terlebih sungai yang menjadi tempat pembuangan, lambat laun sungai tersebut

akan menjadi tercemar. Kita tidak sepenuhnya menyalahkan pemilik warung maupun masyarakat. Harus ada andil dari pemerintah, kata Yudi. Pemerintah melalui instansi terkait, lanjut Yudi, harus menyediakan tempat pembuangan sampah yang memadai. Selain itu harus ada sosialisasi maupun menyadarkan secara langsung ke masyarakat. Yang jadi pertanyaan kita sudah sejauh mana pemerintah melakukan hal itu. Harusnya, pihak terkait memberikan arahan kepada pemilik warung, disertai dengan penyediaan tempat pembuangan sampah yang memadai, jelasnya. (din)

Sampah Berserakan disamping Warung yang berada di bantaran sungai Kawasan Pasar Sungai Durian


13 pemakaman lama penuh  ningkau nuan

Informasi Terhambat, Perkembangan Masyarakat Lambat Putussibau. Ir H Muhammad Sukri, Sekda Kapuas Hulu, menuturkan, berbagai penelitian membuktikan, minimnya akses informasi berpengaruh negatif terhadap tingkat kemajuan masyarakat. Di tempat-tempat di mana akses informasi terhambat, perkembangan masyarakat Ir H M. Sukri menjadi lambat. Dinamika sosial, ekonomi, politik dan sektor lain mengalami stagnasi. Ini berbanding terbalik dengan pesatnya perkembangan masyarakat di perkotaan. Desa-desa terpencil dan desa-desa di wilayah perbatasan yang sebagian besar kehidupan masyarakatnya miskin dan terbelakang adalah contoh paling nyata dari dampak kesenjangan informasi ini, terangnya belum lama ini. Kesenjangan ini tentu membawa dampak buruk bagi masyarakat setempat. Sulitnya mendapatkan informasi di kalangan masyarakat desa terpencil, misalnya membuat pengetahuan mereka tentang aktivitas kehidupan baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional tertinggal jauh jika dibandingkan dengan kelompok masyarakat lain yang berada di wilayah perkotaan. Hal ini membuat pola pikir mereka tentang kemajuan dan perbaikan kualitas hidup menjadi lambat. Sementara itu kata Sekda, dominasi sumber informasi asing di wilayah perbatasan, dalam jangka panjang dapat menyebabkan menurunnya rasa kebangsaan dan lunturnya kecintaan terhadap NKRI. Minimnya informasi dari dalam negeri juga membuat pemahaman mereka tentang penyelenggaraan negara dan pemerintahan RI sangat sempit. Sehingga kemauan dan kemampuan mereka berpartisipasi dalam perumusan kebijakan dan pengelolaan pemerintahan rendah. Desa informasi adalah desa yang dilengkapi infrastruktur, seperti telekomunikasi, internet dan penyiaran yang memungkinkan masyarakat mendapatkan akses dengan lebih lancar. Desa informasi juga mengintegrasikan konsep desa berdering yang memiliki akses telepon, desa pintar memiliki internet, dan desa dengan radio komunitas serta kelompok masyarakat yang terus-menerus mendapatkan informasi baik nasional maupun lokal. Kita menyambut baik langkah pemerintah untuk menutup kesenjangan informasi ini. Setelah puluhan tahun masyarakat desa terpencil mengalami hambatan di bidang informasi dan komunikasi, kini mereka diberi kesempatan untuk mendapatkannya, seperti yang diterima masyarakat di daerah lain di Indonesia, ujarnya. (arm)

uncak kapuas KAPUAS HULU

Membangun Bumi Kapuas Hulu

Senin, 24 Oktober 2011

Pempus Masih Kurang Perhatian

Patok Perbatasan Kapuas Hulu- Malaysia Hilang Putussibau. Saat ini hangat-hangatnya orang membicarakan isu kawasan perbatasan. Momen ini seharusnya digunakan pemerintah pusat untuk lebih memerhatikan wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan bangsa ini. Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) DPRD Kapuas Hulu, Robertus SH, dengan tegas meminta pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan dan memerhatikan permasalahan yang ada di wilayah perbatasan, seperti halnya patok batas. Karena dikhawatirkan permasalahan yang

sama juga lambat laun akan terjadi di kawasan perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu. Selama ini pihak pemerintah tidak pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di perbatasan, dan patok batas yang bergeser juga atas laporan masyarakat. Di Kapuas Hulu, menurut laporan masyarakat ada sejumlah patok yang hilang. Untuk itu pemerintah jangan sampai menganggap remeh dengan kondisi tersebut, kata anggota komisi B ini. Dijelaskan Robertus, dalam

menjaga wilayah NKRI di perbatasan mestinya pemerintah pusat melakukan sosialisasi khusus untuk patok batas, masyarakat harus dilibatkan melihat langsung posisi patok batas yang sebenarnya. Jangan sampai Pemerintah hanya berbicara di atas meja saja, atau lewat televisi, tapi mesti turun langsung ke lapangan. Terpenting, kata Robertus, pemerintah pusat juga jangan mengabaikan permasalahan yang ada di perbatasan. Baik dari segi pembangunan hingga kesejahteraan masyarakat. Selama ini untuk

gan negara tetangga. Penmemperoleh barang kedidikan harus lebih diperbutuhan bahan pokok hatikan, tenaga medis, warga di perbatasan dan infrastruktur jalan lebih banyak ke negharus ditingkatkan. eri tetangga. Begitu Masih banyak, perjuga dengan bekerja masalahan di perbadan menempuh pentasan yang harus segera didikan, masih ada ke diselesaikan pemerintah negara Malaysia. pusat. Robertus menSebab masih banyak gatakan, seharusnya yang belum diberiada kebijakan yang kan pemerintah untuk jelas dari pemerintah membangun masyarauntuk memerhatikan kat di perbatasan, tumasyarakat yang berbatasan langsung den- Robertus SH-- Arman Hairiad turnya. (arm)

LC MAN Putussibau Gelar LKTI dan Puisi

Pembukaan Lomba Karya Tulis dan Puisi-- aRm Putussibau. Learning Community (LC) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Putussibau menggelar lomba karya tulis ilmiah (LKTI) dan puisi, Sabtu (22/10) kemarin di gedung SKB. Lomba ini digelar dalam rangka memeriahkan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang. Karya tulis essay diperlombakan untuk tingkat SMA sederajat. Sementara lomba membaca puisi bagi SMP sederajat. Peserta karya tulis essay ada delapan orang, sedangkan lomba puisi sebanyak 12 peserta, kata Yetry Fasawal SIP. Dijelaskan Yetry, tema induk dalam perlombaan ini adalah Pemuda di Zaman Dahulu, Sekarang dan Harapan Di masa yang Akan Datang . Sedangkan lomba puisi mengambil tema semangat kepemudaan di era reformasi. Ada pun tujuan pelaksanaan lomba ini, dalam rangka menumbuhkembangkan semangat kepemudaan dan memberikan ruang wadah bagi pelajar dalam mengekspresikan

diri. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan secara akademis dalam karya tulis. Juga berupaya dalam langkah kecil dan bertahap untuk membangun rasa persaudaraan antar siswa-siswi. Serta mempertajam kemampuan dalam menganalisa sebuah masalah, sehingga menciptakan generasi muda yang kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi, jelasnya. Kegiatan yang baru pertama kali dilakukan ini kata dia, sebagai langkah awal dalam rangka memberikan pemahaman kepada siswa untuk meningkatkan kemampuan akademis anak. Sehingga ke depannya diharapkan mampu menjadi pelajar Kabupaten Kapuas Hulu yang berdaya saing. Diharapkan kegiatan ini dapat secara kontinyu dilaksanakan. Kami pun mengharapkan dukungan penuh dari Pemda dan elemen masyarakat dapat terus ditingkatkan, ucapnya. Acara dibuka wakil ketua LC

MAN Putussibau, Zakki Ichwan SPd. Dalam sambutannya, Zakki, mengatakan LC MAN Putussibau hadir untuk seluruh kalangan yang ingin mengembangkan potensi pendidikan di Putussibau. LC MAN Putussibau membuka seluas-luasnya potensi pendidikan di Kapuas Hulu.

Ini diharapkan dapat menjadi wadah bersama untuk mengembangkan pendidikan di Putussibau, katanya. LC MAN Putussibau juga bukan hanya untuk kalangan umat Islam. Sebab agama pun dia, dapat bergabung dengan LC ini. Kepada peserta jadikan ini sebuah awal untuk menunjukkan kreativitas. Sehingga ke depannya lebih mantap dalam berkreasi, tambahnya. Dalam kegiatan yang hanya satu hari itu, Dintania Meydianda dari SMAN 1 Putussibau Utara meraih juara 1 lomba karya tulis essay. Sedang juara II dan III, masing-masing diraih Annisa dari SMAN 1 Putussibau Utara dan Dinni Sitti Wulandari dari SMAN 2 Putussibau Selatan. Sementara untuk lomba baca pusi juara I dimenangkan Claudia Megawati dari SMPN 7 Putussibau Selatan, juara II dan III, masing-masing disandang Utin Haryati dari SMPN 7 Putussibau Selatan dan Sintia Tri Wahyuni dari MTsN Putussibau Utara. (arm)

Mandala Mandala 525 525 Bisa Di dapat di Toko Obat, Apotik (Uncak Kapuas) dan Mini Market (Tita) Putussibau Atau Hub : Agen Tunggal

An. Wandi :

0852155155719

Travel

Rifki Melayani Antar Jemput Setiap Hari (15.00-16.00)

Badau-Putussibau-Pontianak Pontianak : Jl. Tani Makmur No.1C Kotabaru Telp. 081345307285 Putussibau : Jl. KS. Tubun No. 112 Telp. 08127268829 / 085659829539 Badau : Telp. 085750221976 / 082155155719 Melayani Angkutan penumpang, Carter Titipan Barang dan Dokumen

bumi daranante Kabupaten Sanggau Membangun Desa Pedalaman Perlu Perhatian SANGGAU. Lima wilayah dusun masing-masing, Tanjung, Pedalaman, Sungai Putat, Dalam Tayan dan Piasak, dalam Desa Pedalaman, Tayan Hilir. Ke depan, perlu mendapatkan alokasi kue pembangunan dan pembinaan ekonomi kerakyatan. Pasalnya, kelima duSunarto. sun hingga kini, masih dihadapkan minimnya sentuhan berbagai pembangunan infrastruktur, yang memadai dan bantuan serta pembinaan ekonomi kerakyatan. Kita pandang sangat perlu adanya perhatian pemerintah. Pembangunan masih dirasakan minimlah, untuk kelima dusun di Desa Pedalaman ini, tutur Sunarto, salah seorang pemuda Desa Pedalaman, Tayan Hilir, kemarin. Dibeberkan, untuk Dusun Tanjung perlu peningkatan ruas jalan lingkungan. Dan revitalisasi kawasan pantai, di mana selama ini didera abrasi. Lantas Dusun Piasak, perlu dibangun pasar sayur, mengingat selama ini para pedagang hanya menggelar dagangannya di kios-kios kumuh. Selain itu, Piasak ini kedepan layak untuk dimekarkan. Pertimbangan berada di sentra kawasan industri. Kemudian Dusun Dalam Tayan, masyarakat memerlukan pembinaan dan bantuan untuk penguatan ekonomi kerakyatan. Warga setempat boleh dikatakan dominan nelayan. Jelas memerlukan bantuan bibit ikan, keramba apung serta peralatan nelayan. Seterusnya Dusun Pedalaman, perlu peningkatan jalan lingkungan pemukiman warga. Kondisi jalan, sudah banyak yang mengalami kerusakan. Sedangkan untuk Dusun Sungai Putat, perlu peningkatan jalan tembus. Jika air pasang rawan banjir, sehingga akses masyarakat menjadi terganggu. Selain itu, masyarakat setempat rata-rata nelayan perlu juga mendapatkan bantuan bibit ikan, keramba apung serta peralatan tangkapan ikan. Jadi kelima dusun ini mempunyai persoalan masing-masing. Jadi sangat perlu mendapatkan perhatian pemerintah, tegasnya. Pria yang dekat dengan berbagai kalangan ini meminta ke depan, persoalan ini yang dihadapi masyarakat di Desa Pedalaman ini bisa diakomodir. Kita berharap, hal ini menjadi perhatian pemerintah. Soalnya selama ini, dari waktu ke waktu kelima dusun ini, bolah dikatakan pembangunan jalan di tempat, pungkasnya. (SrY)

Swadaya yang Patut Dicontoh

Warga Liku Bangun Jembatan SANGGAU. Semangat kebersamaan masyarakat kawasan Liku, Kelurahan Beringin Sanggau, belum lama ini, patut dijadikan contoh. Kenapa tidak, pasalnya dengan hanya bermodalkan semangat gotong-royong, warga setempat berhasil membangun jembatan secara swadaya murni. Letak jembatan itu, pas membelah sungai Engkulik, sepanjang 650 meter. Keberhasilan warga setempat mandiri, membangun jembatan itu. Tak dapat dipungkiri, suksesnya pembangunan jembatan itu, jelas karena ada campur tangan Lurah Beringin, Rizal Ismail, yang selalu memberikan support dan dukungan. Sehingga jembatan untuk membuka akses masyarakat ke berbagai arah itu

rampung. Jembatan itu, diresmikan oleh Lurah Beringin, Rizal Ismail, ditandai dengan pemotongan pita. Lantas disaksikan ratusan masyarakat setempat. Apa yang telah dilaksanakan warga Liku ini. Patut kita berikan apresiasi. Bayangkan bagaimana upaya mereka membangun jembatan cukup panjang ini, ujar pria yang dikenal vocal dan dekat dengan berbagai kalangan ini. Diketahui, masyarakat begitu getol niatnya membangun jembatan itu setelah, adanya pembangunan jalan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) berupa jalan angkutan menuju ke berbagai kawasan kebun, sepanjang 3 Kilometer (Km).

Lantas masyarakat setempat melaksanakan swadaya pula sepanjang 2,1 KM. Jadi total ruas jalan itu mencapai 5,1 Km. Jadi bukan hanya jembatan yang dibangun warga secara swadaya ini. Jalan pun, ada dua kilo lebih, menyambung jalan yang dibuat Hutbun, timpal. Kendati demikian kata Rizal, masyarakat setempat jelas sangat memerlukan alokasi dana dari pemerintah di kawasan itu. Khususnya untuk pembangunan dan peningkatan berbagai insfrastruktur lainnya. Gotong-royong tetap jalan. Warga berharap, pemerintah juga memerhatikan pembangunan di kawasan itu, tukas pria yang piawai dalam seni bela diri ini. (SrY)

Lurah Beringin, Rizal Ismail sedang memotong pita, pada peresmian jembatan Engkulik, Liku, kemarin. M KHUSYAIRI/EQUATOR

Istri Raja Rayakan HUT di Inggis

Raja Sanggau dan Ratu Sanggau serta salah seorang biduanita (kanan), ketika berada di motor klotok menuju Desa Inggis, kemarin. M KHUSYAIRI/EQUATOR SANGGAU. Seribuan warga Desa Inggis, Mukok tumpah-ruah di lapangan bola setempat, Kamis (20/10) lalu. Kedatangan warga dari berbagai penjuru tersebut. Untuk menyaksikan hiburan malam bersama Raja Sanggau, Pangeran Ratu Surya Negara Drs H Gusti Arman MSi dan Ratu Suri Hj Sri Rahmawati. Malam hiburan ini digelar, usai dilaksanakan seremoni penutupan turnamen sepak bola oleh Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi SIP MSi. Menariknya, sebagai wujud kecintaan dengan masyarakat. Ratu Suri Hj Sri Rahmawati istri tercinta Raja Sanggau ini, memilih memperingati hari lahirnya ke-41 dengan

masyarakat setempat. Ketimbang membuat acara di kediamannya Keraton Sanggau. Suasana malam hiburan itu semakin semarak, terlebih lagi setelah acara dipandu master ceremony (MC) kondang di Kabupaten Sanggau, Iskandar Murzany alias Ocel Maman. Hadir juga dalam kesempatan itu, kepala desa Inggis H Syahedan, tokoh masyarakat setempat H Bujang, serta sekretaris MABM Budi Darmawan SSTP MM. Diketahui, malam hiburan itu baru dihelat, setelah Raja Sanggau Drs H Gusti Arman yang juga ketua MABM Sanggau didampingi humasnya M Khusyairi tiba dari Pontianak, menghadiri undangan launching Ali

Malam Hiburan Rakyat

Kades Wajib Sampaikan LKPj

Anyang Center (ACC). Namun, kendati sedikit terlambat tak membuat masyarakat kecewa. Mohon maaf bapak-bapak, saya agak telat datangnya. Soalnya baru dari Pontianak, menghadiri undangan launching (peluncuran, red) Ali Anyang Center, ujar Raja Sanggau dengan ramah di ujung microfonnya.Kesempatan itu, Raja dan Ratu Suri sempat beberapa kali melontarkan pertanyaan untuk kuis. Dan memberikan hadiah uang tunai, bagi yang bisa menjawabnya. Tak pelak membuat suasana semakin semarak. Selama malam hiburan berlangsung, beberapa kali teriakan membahana menyeruak dari berbagai penjuru. Hidup raja‌.hidup raja, demikian pekik warga. Diketahui, Ratu Suri juga menyumbangkan bantuan buku tulis untuk 36 orang anak gawang, yang terlibat selama turnamen sepak bola berlangsung hampir dua bulan itu. (SrY)

2004 tentang pemerSANGGAU. Ketua intahan daerah dan Lembaga PemberanPeraturan Menteri tas Jaringan Korupsi Dalam Negeri nomor (LPJK) Kabupaten 35 tahun 2007 tenSanggau, Edi Siswantang penyampaian to mengungkapkan, LKPJ, tegasnya, kesebagai pejabat polimarin. tik harusnya, seorang Seharusnya kata kepala desa menyampria yang akrab paikan Laporan Ketdisapa Edi Black ini, erang an Pertangkades bisa paham gungjawaban (LKPj) Edi Siswanto dengan aturan ini. kepada masyarakat. LKPJ itu disampaikan me- Kades wajib menyampaikan lalui Badan Permusyawaratan LKPJ sebagai bagian akuntabiliDesa (BPD) dalam forum rapat tas dan transparansi pelaksanaan pembangunan di desa. resmi. Harus dan wajib hukumnya, Kendati demikian, ia menduga kenyataannya, masih bahwa kades sebagai pejabat sedikit para kades menyam- publik mempertanggungjawpaikan dokumen LKPJ ke Bu- abkan kepada warga yang mepati, secara berjenjang melalui milihnya menjadi kades. Semua harus dipertanggungjawabkan camat. LKPJ ini diatur dalam ke- sesuai peruntukannya. Tertentuan tentang LKPJ bagi masuk kemana saja, jika ada kepala desa sesuai amanat Un- penghasilan desa lainnya, dang-Undang nomor 32 tahun pungkasnya. (SrY)


landak edo’

14 

injeh karaja

Berupaya Percepat Bangun KIM LANDAK. Pemkab Landak berkomitmen mewujudkan pembangunan Kawasan Industri Mandor (KIM) di Kecamatan Mandor. Baru-baru ini Bupati Landak Adrianus Asia Sidot bersama instansi terkait sudah membahas Feasibility Study (FS) bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Yogyakarta. Alpius Dalam membahas FS ini kita meminta instansi terkait di Landak untuk memberikan masukan-masukan, dan menyiapkan bahan-bahan yang berkaitan dengan pembangunan KIM tersebut, ujar Alpius, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Landak. Alpius mengakui, memang masih banyak proses dan tahapan yang harus dilakukan Pemkab untuk mewujudkan pembangunan KIM. Contohnya, penyelesaian lahan yang dijadikan KIM maupun FS-nya. Belum lama ini kami telah mengadakan rapat untuk membuat program tahun 2012. Dalam rangka mewujudkan KIM tersebut. Dia berharap instansi terkait harus bisa berbuat optimal untuk mewujudkan KIM. Setiap instansi terkait harus membuat perencanaan secara terpadu, supaya kita bisa berbuat, sesuai dengan tupoksi instansi terkait, papar Alpius. Nantinya ungkap Alpius, masing-masing instansi harus bisa mengalokasikan dana khusus, supaya bisa diberikan pertimbangan oleh bupati. Jadi KIM ini tetap akan berlanjut. Bukan hanya itu, diharapkan masing-masing instansi di Kabupaten Landak harus bisa menyamakan persepsi dan komitmen sebagai menunjang program bupati untuk mempercepat pembangunan KIM tersebut, ujar Alpius. Mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Landak ini mengaku, ada beberapa kendala utama dari pembangunan KIM. Diantaranya, pengukuran lahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Landak agak lambat. Pengukuran lahan menjadi kewenangan BPN. Kita di Pemkab Landak tidak punya hak dibidang itu. Apalagi sesuai informasi yang saya dapatkan dari Kabag Pemerintahan Setda Landak, Marsianus, tenaga ukur di BPN Landak mengalami kekurangan. Jadi itu kendala yang kita hadapi sementara, sehingga percepatan pembangunan KIM terlambat sedikit, ungkap mantan Camat Mempawah Hulu ini. Alpius menargetkan, minimal tahun 2012 pembangunan KIM bisa segera rampung. Sebab masih ada beberapa aturan yang dilakukan dalam pembangunan KIM. Kita ambil contoh seperti penyusunan Raperda insentif dan Raperda kawasan. Belum lagi Amdalnya. Itu yang harus diselesaikan oleh SKPD terkait. Jadi semuanya harus diproses. Kalau tidak, nanti kita dianggap menyalahi aturan, tegas Alpius. (tar)

Membangun Negeri Intan

Senin, 24 Oktober 2011

Pemkab Didesak Lunasi Utang Jamkesda LANDAK. Wakil Ketua DPRD Landak, Markus Amid STh MDiv mendesak Pemkab Landak segera melunasi utang Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di RSUD Soedarso Pontianak. Akibat belum dilunasinya utang tersebut, keluarga miskin tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Jangan terjadi lagi kasus yang menimpa penderita tumor seperti Nyemas Aisah, warga Dusun Raja Ngabang. Apalagi sampai tidak bisa mendapatkan pelayanan dari RSUD Soedarso. Padahal pemerintah sendiri telah berjanji untuk membiayai pengobatan masyarakat miskin, terutama bagi masyarakat yang memerlukan perawatan cepat, seperti yang dialami penderita tumor Nyemas Aisah, kata Markus saat memberikan bantuan kepada Nyemas Aisah, Minggu (23/10). Dikatakan Markus, untuk memberikan pelayanan maksimal kesehatan kepada masyarakat miskin, Jamkesda harus diaktifkan kembali. Pemkab Landak tidak punya pilihan, selain melunasi melunasi utang Jamkesda di RSUD Soedarso dalam waktu cepat. Pemkab juga harus segera melakukan koordinasi dengan pihak RSUD Soedarso. Jika muncul

lagi kasus-kasus penyakit keluarga miskin yang perlu penanganan, secepatnya untuk dapat dilayani. Pemkab Landak juga harus melakukan pengecualian terhadap kasus-kasus penyakit yang memerlukan penanganan segera. Salah satunya kasus penyakit tumor yang dialami Nyemas Aisah. Agar mendapatkan pengobatan secepatnya dari pihak rumah sakit. Karena akibat kelalaian yang di lakukan Pemkab Landak, telah membuat masyarakat miskin menderita, ungkap Markus. Kita merasa berdosa telah menyengsarakan masyarakat miskin. Oleh karena itu, kita minta Pemkab Landak untuk dapat melakukan langkah-langkah yang cepat dan bijaksana, untuk memberikan pengobatan kepada masyarakat miskin. Bagaimanapun warga miskin adalah tanggungjawab Pemkab, sarannya Tumor mata yang diderita Nyemas Aisah sangat memprihatinkan. Markus mendesak, secepatya Pemkab Landak melakukan koordinasi dengan pihak RSUD Soedarso. Supaya ada kejelasan, untuk memberikan perawatan kesehatan kepada penderita tumor tersebut, karena kondisinya sangat memprihatinkan, tegasnya. (tar)

Markus Amid STh MDiv menyerahkan bantuan kepada Nyemas Aisah penderita tumor mata. Antonius Sutarjo/Equator

Batas Wilayah Desa Ngarak Tak Jelas MANDOR. Tapal batas wilayah desa Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak dengan Kabupaten Pontianak belum diselesaikan oleh kedua pemerintah. Ketua tim satuan pelaksana (Satlak) Desa Ngarak, Efendi mengatakan, di desaknya, dalam satu hamparan ada dua perusahaan sawit yang mengerjakan lahan yang sama. Akibatnya, kedua perusahaan tersebut saling mengkapling lahan yang batas wilayahnya belum jelas. Pertama kali masuk ke lahan Desa Ngarak, PT Condong Garut (CG). Masyarakat Desa Ngarak sudah menyerahkan lahannya dan perusahaan sudah mulai bekerja. Kemudian masuk PT Peniti Sun-

gai Purun (PSP) yang berbatasan dengan PT CG. Kehadiran PT PSP di Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak illegal. Karena tidak ada sosialisasi kepada masyarakat. Mereka datang langusng berkerja dan mencaplok lahan yang sudah diserahkan ke PT CG, ungkap Efendi. Saya selaku ketua tim Satlak bersama masyarakat, bergandengan tangan untuk menyikapi persoalan tapal batas wilayah desa. Karena di Desa Ngarak dalam satu hamparan ada dua perusahaan. Tetapi setahu saya yang mengangotongi izin hanya PT CG, paparnya. Dikatakan Efendi, membuat

masyarakat kesal, lahan yang sudah di Ganti Rugi Tanam Tumbuh (GRTT) oleh PT CG, kemudian di ukur ulang lagi oleh PT PSP. kita masyarakat Ngarak tidak menolak investor yang datang. Semuanya kita sambut dengan baik, asalkan sesuai prosedur, katanya. Efendi mempertanyakan, siapa yang mengeluarkan izin lahan pencadangan perkebunan? Kemudian setelah memberikan izin lahan pencadangan dan kapan PT PSP melakukan investigasi di lapangan. Harusnya perusahaan harus cek duhulu layak atau tidak lahan untuk perkebunan. Kapan PT PSP sosialisasi kepada masyarakat Ngarak? Anehnya, secara diam-diam PT

PSP masih bekerja. Padahal pernah diberi sanksi adat satu kali sebagai peringatan, tetapi masih dilanggar, tegas Efendi. Bahkan PT PAP sudah pernah mendapat teguran dari Bupati Landak dan teguran dari Desa Ngarak. Namun tidak dihiraukan. Selaku ketua Tim Satlak Desa Ngarak, Efendi pernah menanyakan siapa yang mengeluarkan izin PT PSP untuk mengerjakan lahan di wilayah Desa Ngarak, PT PSP menjawab, izin lahan yang dikerjakan sekarang dikeluarkan Bupati Kabupaten Pontianak. Jika demikian, artinya Pemkab Landak juga harus bertanggungjawab atas batas wilayah Desa Ngarak dan batas Kabupaten

Pontianak. Kami masyarakat Ngarak selama ini masih menunggu jawaban dari DPRD Landak untuk menyelesaikan masalah batas wilayah, paparnya. Laporan warga Ngarak sudah masuk ke DPRD Landak. Hanya saja belum ada jawaban. Dikhawatirkan, jika masalah ini dibiarkan, bisa memicu terjadi hal-hal terburuk, masuknya investor menjadi pemicu bentrok antar masyarakat. Untuk itu diharapkan Pemkab Landak turun ke lapangan untuk menyelesaikan masalah ini. Masyarakat Desa Ngarak sudah menyerahkan lahannya kepada PT CG, dengan harapan masyarakat Ngarak bisa bekerja, jelas Efendi. (tar)

bumi lawang kuari 

balai betomu

Dewan Diingatkan Jangan Nakal SEKADAU. Ketua DPRD Sekadau, Aloysius SH MSi memperingatkan anggota dewan Sekadau untuk melaksankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini dianggap penting demi menjaga kredibilitas DPRD secara kelembagaan. Laksanakan tugas sesuai aturan. Jangan berlaku tidak patut, Aloysius. Abdu Syukri/Equator tegas Aloysius saat dijumpai Equator di kantornya, belum lama ini. Meski masih perlu dibuktikan kevalidannya, namun ada saja tudingan miring yang mengarah ke oknum-oknum anggota DPRD Sekadau beredar di masyarakat. Tudingan yang dimaksud mulai dari bermain proyek hingga persoalan aair (hubungan khusus) antara sesama anggota dewan. Terhadap persoalan ini, Aloysius secara tegas menyatakan bantahan. Buktinya, sampai sekarang tidak ada laporan masyarakat yang menyangkut perilaku tidak terpuji oleh anggota dewan Sekadau. Tidak ada laporan masyarakat tentang hal itu. Kalau ada, tetap akan kita proses. Mereka (dewan, red) yang melanggar juga tentu tidak akan bisa lari dari partai (sanksi hukuman dari partainya, red), pungkas Aloysius. (bdu)

Spekulan BBM Meraja-lela SEKADAU. Kesulitan BBM masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Kabupaten Sekadau. Kondisi ini diduga akibat adanya oknum spekulan yang menyelewengkan BBM. Pasti ada spekulan yang bermain. Kalau tidak, tidak mungkin BBM sangat sulit didapat seperti sekarang, kata M Yakob, warga Jalan Sultan Anom, Desa Mungguk Sekadau kepada Equator, kemarin. Modus operandi oknum spekulan itu dilakukan dengan pura-pura mengantre minyak menggunakan mobil atau motor ke SPBU. Setelah mendapatkan minyak, mereka kumpulkan dan dijual dengan harga tinggi. Untuk bensin biasanya dijual ke kios-kios pengecer. Sedangkan solar dijual ke industri, misalnya ke perusahaan perkebunan, ujar Yakob. Modus operandi seperti ini terjadi karena ada perbedaan harga yang cukup mencolok dari solar industri ke solar subsidi yang dijual di SPBU biasa. Ulah spekulan ini baru akan berhenti jika seluruh subsidi BBM dicabut. Modus seperti ini sebenarnya sudah bukan rahasia umum. Tapi herannya, masih saja dibiarkan. Mungkin saja ada oknum-oknum aparat atau instansi terkait yang mendukung atau ikut bermain, yakinnya. (bdu)

Tingkat Rawat Inap RSUD Sekadau Rendah Dampak Nihilnya Dokter Spesialis

Budi Mustika.

Abdu Syukri/Equator

SEKADAU. Tidak adanya dokter spesialis di Kabupaten Sekadau benar-benar membawa dampak buruk. RSUD Sekadau yang sudah dibangun pemerintah dengan dana miliaran rupiah pun tidak bisa diandalkan untuk tempat pengobatan seperti rumah sakit lainnya. Salah satu implikasi tidak adanya dokter spesialis di Sekadau terlihat dari minimnya masa rawat inap pasien di RSUD Sekadau. Tingkat rawat inap di RSUD Sekadau kurang, ungkap Budi Mustika SKp, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Dinas Kesehatan Sekadau menjawab Equator usai mengikuti sosialisasi cuci tangan yang sehat dan bersih di SMPN 1 Sekadau, belum lama ini. Budi mengakui, rendahnya tingkat rawat inap pasien di RSUD Sekadau berkaitan erat dengan

tidak adanya dokter spesialis di daerah ini. Banyak pasien yang masuk ke RSUD Sekadau tidak menjalani rawat inap di sana. Pasien yang membutuhkan penanganan spesialis banyak yang langsung minta dirujuk ke sejumlah rumah sakit di luar Kabupaten Sekadau yang memiliki dokter spesialis. Kita tidak bisa menahan mereka (di RSUD Sekadau, red), papar Budi. Budi tidak membeberkan secara rinci seberapa rendah tingkat rawat inap di RSUD Sekadau. Namun persoalan ini sudah berlangsung cukup lama, mengingat ketiadaan dokter spesialis di Sekadau juga sudah lama berlangsung. Akibat dari persoalan itu, tingkat rujukan menjadi tinggi. Biasanya mereka dirujuk ke RSUD Sanggau atau RSUD Agoes Djam

di Sintang, jelasnya. Persoalan dokter spesialis ini memang mendapat sorotan banyak pihak. Dampaknya yang begitu krusial mangakibatkan banyak pihak yang angkat bicara. Saat ini di Kabupaten Sekadau belum ada dokter spesialis, ujar dr Libra, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sekadau kepada Equator beberapa waktu lalu. Saat ini, jumlah dokter yang terdata di IDI Sekadau sebanyak 20 orang. Jumlah itu sudah termasuk Kepala Dinas Kesehatan Sekadau, dr Wirdan M. Dari jumlah itu, tidak ada dokter spesialis. Semuanya dokter umum, kata Libra. Ketiadaan dokter spesialis di Kabupaten Sekadau berimbas besar. Banyak masyarakat Sekadau terpaksa dirujuk ke rumah sakit

lain di luar Kabupaten Sekadau. Padahal kabupaten ini memiliki wilayah yang cukup luas. Kabupaten Sekadau terdiri dari tujuh kecamatan, masing-masing Sekadau Hilir, Sekadau Hulu, Nanga Taman, Nanga Mahap, Nanga Belitang, Belitang Hilir, dan Belitang Hulu. Luas Kabupaten Sekadau mencapai 5.444 KM persegi. Dengan luas itu, harusnya fasilitas kesehatan di Kabupaten Sekadau, termasuk tenaga dokter spesialis sudah tersedia. Ini untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Dikatakan Libra, beberapa waktu lalu Sekadau memang pernah memiliki satu orang dokter spesialis. Namun dokter tersebut kembali ke daerah asalnya karena mengeluhkan fasilitas peralatan kesehatan. (bdu)

Paskibraka Sekadau Jelajah Jawa (16)

Untung Ditinggal Kereta Api GUNUNG Bromo menjadi lokasi wisata terkahir yang dikunjungi rombongan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sekadau di Provinsi Jawa Timur. Kunjungan ke Bromo menandai hari keenam kegiatan dharma wisata yang dimotori Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sekadau itu. Setelah turun dari Gunung Bromo, rombongan Paskirbaka Kabupaten Sekadau melanjutkan perjalanan ke rumah makan Bromo Asri yang berada di Purbolinggo. Rombongan yang tiba di rumah makan tersebut Rabu (5/10) siang sekitar pukul 11.30. Setelah mandi, rombongan makan bersama di rumah makan tersebut. Pihak Pembina dan pendamping sudah mempersiapkan ruangan VIP untuk tempat

makan rombongan Paskibraka Kabupaten Sekadau. Usai makan, rombongan tidak langsung istirahat. Rombongan langsung bertolak ke stasiun kereta api yang berada di Kota Surabaya untuk kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Rombongan tiba di Jantung Kota Surabaya sekitar pukul 15.00. Karena kereta api baru berangkat pukul 16.00, rombongan dipersilakan untuk berbelanja oleh-oleh di sebuah mall yang dekat dengan stasiun kereta api tersebut. Keasyikan berbelanja ternyata membuat rombongan lengah dengan waktu. Tak pelak, kereta api yang menuju ke Jakarta pun sudah berangkat saat rombongan usai berbelanja. Ketinggalan kereta membuat pembimbing tour dari Arena

Tour and Travel kelimpungan. Setelah memastikan kereta berangkat, pembimbing tour akhirnya memutuskan melanjutkan perjalanan menggunakan bus melewati Jalur Pantura. Perjalanan ke Jakarta melewati Jalur Pantura bukan perjalanan singkat. Jarak yang lebih dari 700 KM harus ditempuh dengan waktu hingga puluhan jam perjalanan tanpa berhenti. Rombongan Paskibraka Kabupaten Sekadau berangkat dari Surabaya sekitar pukul 18.00 WIB. Sepanjang malam, rombongan menghabiskan waktu di dalam mobil menuju Jakarta. Kamis (6/10) pagi, rombongan baru memasuki daerah Jawa Tengah. Dari sini, perjalanan masih membutuhkan waktu 12 jam lagi untuk tiba di Jakarta. Sekitar pukul 16.00, rombongan akhirnya memasuki daerah

Rombongan Paskibraka Kabupaten Sekadau berfoto bersama di lokasi bencana Lumpur Lapindo, Sidoarjo. ABDU SYUKRI/EQUATOR Jakarta. Rombongan akhirnya baru tiba di Hotel sekitar pukul 19.00 WIB. Meski membutuhkan waktu hampir 24 jam, namun perjalanan yang ditempuh terasa seru. Pasalnya, rombongan bisa menyaksikan dan melihat secara langsung kota besar yang ada di Pulau Jawa, khususnya yang berada di Jalur Pantura. Saya justru senang ketinggalan kereta api. Kalau tidak ketinggalan, mana mungkin kita bisa menjelajah kota-kota yang ada di Jalur Pantura itu, ujar Iwan, salah satu anggota

rombongan. Selama ini, kata Iwan, ia hanya mendengar tentang Jalur Pantura. Tapi kali ini akhirnya saya bisa melintasinya. Kalau ditanya orang seperti apa Jalur Pantura, tentu saya sudah bisa menjawabnya, kata Iwan bangga. Kebanggaan Iwan bukan tanpa sebab. Selain bisa menyaksikan puluhan kota di Jalur Pantura, Iwan juga bisa menyaksikan secara langsung Lumpur Lapindo. Tadi kita juga sempat singgah di Lumpur Lapindo. Jadi pengalaman perjalanan kita sangat komplit, tukasnya. (bdu)


15 

padah bertuah

geliat kayong utara Senin, 24 Oktober 2011

Perangkat SIAK Kayong Utara Bermasalah Banyak Item Pekerjaan Tak Dilaksanakan SUKADANA. Pemasang an perangkat alat SIAK di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Kayong Utara bermasalah. Warga pun meminta agar pelaksana pekerjaan (kontraktor, red) bertanggung jawab. Kita sangat menyesalkan kontraktor yang melaksanakan pekerjaan. Apalagi, yang saya dengar kontraktor yang melakukan pekerjaan datang dari luar Kabupaten Kayong Utara, ungkap Rudi Hartono kepada Equator via

AAC Segera di Kayong Utara ALI Anyang Center yang disingkat AAC sudah menggema di Kalbar. Organisasi kemasyarakatan ini segera melebarkan sayap di Kabupaten Kayong Utara. Tidak berapa lama lagi, AAC akan dibentuk di Kabupaten Kayong Utara dan sekarang sedang tahap persiapan, ungkap Akhmad Suandi, pemuka Masyarakat Kayong Utara menjawab Equator, Minggu (23/10). Ketua DPC Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kabupaten Kayong Utara ini menyambut positif dibentuknya AAC di Kalbar. Sebab, menurut dia, Ali Anyang merupakan pahlawan nasional asal Kalbar yang rela mengorbankan jiwa dan raga hanya demi daerah dan negara ini. Sebagai masyarakat Kalbar termasuk Kayong Utara sudah seharusnya kita mendukung AAC ini untuk meneruskan perjuangan dan cita-cita jasa Pahlawan Ali Anyang yang tak bisa dihargai dengan rupiah. Beliau sangat gigih dan nasionalis, jelasnya. Seperti diberitakan, H Bambang Widianto sebagai salah satu penggagas, menyebutkan, maksud pendirian AAC adalah untuk mengenalkan sejarah perjuangan Pahlawan Nasional Kalimantan Barat, Mayor Anumerta Muhammad Ali Anyang kepada generasi muda dan masyarakat Kalimantan Barat. Dikatakan Ketua LPJK Daerah Kalbar ini, AAC sebag ai wadah untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, seperti kemauan rela berkorban, pantang menyerah, suka menolong sesama, peduli kepada lingkungan, tidak membeda-bedakan suku, agama dan golongan, kepada generasi muda agar mampu menjadi ujung tombak perubahan meuju Kalimantan Barat yang Akhmad Suandi lebih bermartabat. (lud)

telepon, Minggu (23/10). Warga Kecamatan Teluk Batang ini menerangkan, pembangunan perangkat peralatan SIAK yang dilaksanakan di tiga titik yakni Kecamatan Teluk Batang, Seponti dan Pulau Maya banyak yang tidak sesuai dengan kontrak. Di antaranya, dikatakan Forum Lintas Aspirasi Masyarakat Teluk Batang ini, pemasangan besi ulir yang diganti dengan besi polos. Item pekerjaan lainnya yang tidak sesuai, dilanjutkan Rudi, per-

angkat alat berupa solar sel yang tidak dipasang di Kecamatan Pulau Maya. Banyak sekali item pekerjaan yang tidak dilaksanakan oleh kontraktor atas nama CV Rika Nika. Anehnya, kenapa uangnya bisa dicairkan yang katanya sudah lebih 90 persen, jadi ada apa kontraktor dengan PPK-nya, jelasnya. Tak hanya itu, menurut Rudi, pelatihan operator yang dianggarkan Rp15 juta juga sepertinya belum dilaksanakan. Termasuk

juga alat lainnya berupa repereter dengan pagu dana Rp30 juta yang juga belum dipasang. Bahkan, mesin genset sebanyak tiga unit untuk instalasi kelistrikan juga tak direalisasikan. Kita minta kontraktor jangan hanya mengambil keuntungan, karena jika pekerjaan tak maksimal maka masyarakat juga yang dirugikan, terangnya, seraya menyebut total anggaran untuk perangkat peralatan SIAK ini dianggarkan sekitar Rp800 juta.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kayong Utara, MF Pohan SH mengeluhkan perangkat peralatan SIAK yang direalisasikan di tiga kecamatan tersebut belum bisa dimanfaatkan. Sedangkan masa kontrak pekerjaan sudah berakhir sejak akhir September lalu. Pohan juga membenarkan bahwa dana kegiatan pembangunan tersebut sudah dicairkan lebih dari 90 persen. (lud)

Pencak Silat Prospek Dikembangkan di Kayong Utara SUKADANA. Pencak silat memiliki prospek dan layak dikembangkan di Kabupaten Kayong Utara. Selain sebagai seni bela diri, pencak silat juga memiliki dampak positif bagi kesehatan. Demikian diterangkan Drs H Syaiful Bachri BE MSi menjawab Equator, Minggu (23/10). Saya ada keinginan untuk mengembangkan seni bela diri berupa pencak silat di Kabupaten Kayong Utara. Saya melihat cabang olahraga satu ini prospek dikembangkan, mengingat banyak anakanak muda di daerah ini yang mungkin bisa dibina, terang pria yang hobi cabang olahraga seni bela diri ini. Bila bicara mengenai olahraga secara umum, Syaiful yang juga Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kayong Utara mengaku, tidak bisa lepas membicarakan mengenai stamina ini. Makanya, di dalam pencak silat, kita melatih berbagai macam stamina yang tidak terdapat dalam jenis olahraga lainnya. Misalnya, stamina dinamis. Tidak seperti stamina statis seperti pada olahraga lainnya seperti angkat besi, pencak melatih stamina kita untuk bergerak aktif, katanya. Selanjutnya, stamina dari

seluruh tubuh. Pencak Silat melibatkan seluruh bagian tubuh. Kebanyakan olahraga lain menitik beratkan pada salah satu atau beberapa bagian tubuh saja. Pelatihan termasuk kelenturan dan koordinasi gerak serta keseimbangan disamping nilai estetikanya. Stamina terhadap kecepatan. Dalam peragaan serang bela dibutuhkan stamina kecepatan yang tinggi dan percepatan atau impulse yang terkendali. Stamina terhadap daya tahan pukulan. Hal yang specifik untuk jenis olahraga bela diri, yang mana kita perlu juga melatih ketahanan terhadap pukulan dan bantingan, terangnya. Di samping itu, dilanjutkan Syaiful, pencak silat juga memiliki kelebihan dalam membina jiwa atau mental, yang membedakannya dari jenis olah raga lainnya. Misalnya, menambah kepercayaan diri. Di samping fisik juga melatih mental dan pikiran. Menimbulkan kewaspadaan yang tinggi, memupuk kegesitan dan kelincahan mental, lebih menumbuhkan jiwa ksatria serta mempertebal kedisiplinan dan keuletan yang lebih tinggi karena sifat latihannya yang sulit dan lama, jelasnya. (lud)

Pencak silat warisan budaya Nusantara yang wajib dilestarikan. Inzet : Drs H Syaiful Bachri BE MSi

kabupaten ketapang 

pempadahan

Pelabuhan Laut Kuala Tolak Jadi Alternatif KETAPANG. Peran pelabuhan sebagai fasilitas mobilisasi orang dan barang di Ketapang sangat penting. Mengingat letak geografis kabupaten ini yang dikelilingi laut dan sungai. Kondisi pelabuhan Suka Bangun yang dinilai padat mengharuskan adanya pelabuhan alternatif. Salah satunya adalah pelabuhan laut Kuala Tolak di Kecamatan Matan Hilir Utara. Studi kelayakan sudah dilaksanakan dan kawasan ini memang cocok untuk pelabuhan. Terlebih sekarang pelabuhan Sukabangun Ketapang juga sudah semakin sempit. Selain itu kedalaman air yang rendah dan sedimentasi pasir yang terus mendangkalkan alur menjadi penyebab pemerintah Kabupaten Ketapang untuk jangka panjang mencari alternatif pelabuhan baru, kata Arman, Kasi Perhubungan Dinas Perbubungan dan Informatika Ketapang. Dikatakannya dengan adanya pelabuhan alternatif tersebut pertumbuhan ekonomi Ketapang akan meningkat. Kebaradaan pelabuhan sangat penting untuk memperlancar arus perdagangan baik antara pulau maupun propinsi. Kuala Tolak merupakan salah satu daerah yang ke depannya akan diproyeksikan menjadi pelabuhan regional di Kabupaten Ketapang. Letaknya sangat strategis. Berjarak sekitar 60 kilometer dari kota Ketapang. Kasi Pembangunan Camat Matan Hilir Utara, Sali, 39, mengungkapkan keistimewaan dari pelabuhan Tolak ini. Selain letaknya yang strategis langsung mengarah ke laut, kedalaman airnya juga mencapai 5-18 meter.(KiA)

Festival Keraton Ketapang Digelar KETAPANG. Sebagai daerah yang kaya akan khazanah seni budaya dan adat istiadat, Ikatan Keluarga Kerajaan Matan (Ikramat) Gusti Muhammad Saunan terus berupaya untuk melestarikannya. Salah upayanya adalah dengan menggelar festival keraton yang digelar 24-30 Oktober. Festival keraton yang dipusatkan di Keraton GM Saunan Desa Mulia Karta Kecamatan Benua Kayong tersebut rencananya akan diikuti oleh hampir seluruh keraton di Kalbar dan di luar Kalbar. Aneka permainan tradisional akan digelar pada festival tersebut antara lain lomba sampan, lomba anyam ketupat, lomba gasing, lomba syair gulung dan karnaval air. Pihak keluarga Kraton Matan mengatakan telah mendapat konfirmasi mengenai kedatangan para raja dari keraton se-Kalbar dan bahkan juga keraton luar Kalbar. di Ketapang sendiri aneka etnis suku akan memeriahkan festival ini sebagai wujud kebersamaan dan meningkatkan silaturahmi sesama warga Ketapang. Sementara itu Kabid Budaya Disbudparpora Ketapang, Mesra Effendi, mengatakan bahwa gelar seni budaya di Keraton GM Saunan ini merupakan upaya melestarikan seni budaya daerah.(KiA)

Harga Daging Masih Stabil Jelang Hari Raya Idul Adha KETAPANG. Menjelang hari Raya Idul Adha, 6 November mendatang, hingga kemarin harga daging sapi masih belum mengalami kenaikan. Harga daging diprediksi bakal naik pada hari H Idul Adha. Fluktuasi (turun-naik) harga sangat dipengaruhi seberapa besar permintaan konsumen. Kalau permintaan banyak, harga naik. Ketika orang lain menaikkan harga, kami juga naik. Untuk lebaran haji biasanya ketika hari H, karena permintaan banyak, harganya naik menjadi Rp 80 ribu perkilogram, kata Selaton, salah seorang pedagang daging sapi di pasar Rangga Sentap ditemui Equator di kiosnya, kemarin. Dikatakannya, meski ketika hari H permintaan banyak, namun para pedagang dilarang menaikkan harga semaunya. Pasalnya sudah ada penetapan dari Pemkab Ketapang bahwa limit harga daging maksimal Rp 80 ribu. Hingga kemarin ia mengatakan, harga daging sapi masih Rp 70 ribu

perkilogram. Masih seperti biasa. Kalaupun naik sampai Rp 80 ribu perkilogram biasanya untuk konsumen umum. Tapi kalau yang sudah kenal atau langganan tetap Rp 75 ribu, ungkapnya. Ditegaskannya lagi, naiknya harga sangat dipengaruhi dari permintaan. Ia bahkan mengaku harga daging sapi pernah anjlok hingga Rp 60 ribu perkilogramnya. Mengingat daging sapi tak mampu bertahan lama karena akan mengurangi kualitasnya. Ketimbang tidak laku lebih baik dijual murah. Jadi sebenarnya bukan karena lebaran haji. Tapi jumlah permintaan konsumen, tegasnya. Ia mengaku daging sapi yang dijual di pasar Rangga Sentap saat ini berasal dari peternak lokal. Belum ada yang menjual daging impor. Menurutnya sapi ternak lokal masih cukup untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat Ketapang. Pelangganpelanggan kita juga masih sebatas penjual bakso, sate dan pemilik warung-warung nasi, bebernya. (KiA)

Suasana kios penjual daging di pasar Rangga Sentap masih tampak sepi. Kiram Akbar/Equator

Langkah Strategis Menanggulangi HIV/AIDS Hingga 2010, 23 Orang Meninggal KETAPANG. Tingginya angka pengidap HIV/AIDS di Ketapang, mencapai 116 orang hingga Oktober 2011, membuat para stakeholder terkait terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis pencegahan penularan. Salah satunya seperti yang dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Ketapang. Beberapa kegiatan yang kita lakukan seperti bekerjasama dengan PMI Ketapang melakukan penguatan jejaring pendidik sebaya HIV-AIDS melalui Palang Merah Remaja (PMR) di unit sekolah se-Ketapang, kata Zulfahmi, Pengelola Program KPA Ketapang. Selain itu, untuk lebih menso-

sialisasikan bahaya HIV/AIDS, KPA Ketapang juga bekerjasama dengan club-club motor dan telah melakukan kesepakatan bersama dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS, khususnya kepada penekanan AD/ART organisasi yang salah satu isinya adalah tidak memakai Narkoba dan melakukan seks bebas. Kita juga melakukan penyuluhan Kespro, IMS dan HIV-AIDS bagi guru konseling, tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna, OSIS dan TNI/POLRI, ungkapnya. Diakuinya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS tak dapat berjalan dengan maksimal tanpa peran serta seluruh masyarakat,

terutama kalangan remaja. Menurutnya remaja perlu pengawasan dari orang tua, guru maupun lingkungannya. Bagi remaja tentunya banyak hal positif yang bisa dilakukan daripada menghabiskan waktu dengan berperilaku negatif. Karena masa depan kita ditentukan oleh kita sendiri, tuturnya. Terpisah, Project Officer (PO) HIV/AIDS dan IMS Dinas Kesehatan Ketapang, Safarudin, membenarkan jika jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Ketapang terus mengalami peningkatan. Ia mengungkapkan hingga Oktober 2011 penderita HIV/ AIDS di Ketapang mencapai 116 orang. Hingga 2010 tercatat 23

orang di antaranya meninggal dunia. Pada 2010 lalu penderita HIV/AIDS berjumlah 94 orang. Sedangkan pada 2011 bertambah 22 orang, katanya kepada Equator. Dikatakannya beberapa kecamatan di Ketapang yang telah tersebar HIV/AIDS meliputi Kecamatan Simpang Dua, Sandai, Satong, Tayap, Sungai Awan, Delta Pawan. Tuan-tuan, Sungai Melayu Rayak, Sungai Besar, Marau, Manis Mata dan Kecamatan Kendawangan. Penderita HIV kebanyakan mereka yang dalam usia produktif antara 25-29. Hingga 2010 jumlah mereka mencapai 57 orang. Terdiri dari laki-laki 33

orang dan perempuan 24 orang, terangnya. Meski demikian bukan berarti selain usia produktif tak ada. Ia mencatat ada lima orang penderita HIV berumur di atas 50 tahun dan dua di antaranya meninggal. Bahkan usia balita berumur empat tahun pun ada yang positif mengidap HIV. Dari tahun-ke tahun cenderung meningkat. Salah satu kesulitan kita adalah sering keluar masuknya mereka yang rentan terinfeksi virus tersebut. Misalnya di Manis Mata, pada awal pendataan dia kita masukkan. Tapi ketika tiga bulan kemudian dia sudah tidak ada lagi di sana (Manis Mata, red), pungkasnya. (KiA)


Kom.Bisnis

Projek Gas Sabah-Sarawak Seperti Lebuhraya PLUS KUALA LUMPUR, Ahad (23/10) Projek saluran gas merentasi Kimanis di Sabah ke Bintulu di Sarawak bernilai RM4.6 bilion yang dijangka (diperkirakan) siap penghujung 2013, akan membuahkan kejayaan seperti Projek Lebuhraya Utara Selatan (PLUS) yang menghubungi negeri-negeri di Semenanjung Malaysia, menurut seorang profesor dari Universiti Putra Malaysia (UPM). Prof Dr Jayum Jawan, Timbalan (Wakil) Dekan Fakulti Ekologi Manusia, berkata saluran sepanjang 512km yang akan menyalurkan gas dari Terminal Minyak dan Gas Sabah di Kimanis ke pelbagai pelanggan di Sabah dan Kompleks Gas Asli Cecair (LNG) Petronas di Bintulu, itu contoh terbaik satu projek nasional yang akan merapatkan pelbagai peringkat rakyat dan komuniti perniagaan di Sabah dan Sarawak dengan Semenanjung Malaysia. “Ia satu usaha yang saya rasa menepati konsep yang selalu kita hendak majukan iaitu integrasi nasional dan perpaduan antara wilayah. Projek ini bakal memenuhi matlamat-matlamat ini,” katanya dalam satu temuramah dengan Bernama. Dr Jayum yang berasal dari Sarawak berkata perbandingan projek gas tersebut dengan Lebuhraya PLUS adalah satu “analogi yang bagus” kerana ia bakal membuka peluang yang begitu luas dalam bidang sosio-ekonomi. “Saya melihat projek saluran gas ini memang tepat semacam lebuh raya untuk menggiatkan lagi pembangunan dan menghubungi pelbagai wilayah di Sarawak dan Sabah. Pendek kata, ia akan merapatkan pelbagai komuniti yang dilalui oleh saluran gas yang panjang itu,” katanya. Dr Jayum juga berkata adalah wajar aktiviti Petronas di Sarawak dilihat dari pendekatan yang lebih holistik daripada semata-mata dari sudut isu royalti lima peratus (persen) setahun yang dibayar oleh syarikat petroleum nasional itu kepada kerajaan negeri. Beliau berkata selain daripada mendapat royalti lima peratus, Sarawak juga memperolehi pelaburan (investasi) secara langsung apabila berlaku penemuan lapangan minyak dan gas baru di samping sumbangan besar Petronas terhadap pembangunan sumber manusia untuk membangun sumber minyak dan gas berkenaan. “Jadi, kadang-kadang bila ada sesetengah pihak menuntut royalti yang lebih tinggi, seolah-olah mereka tidak dapat melihat sumbangan Petronas di tempat lain seperti pembangunan ekonomi secara langsung yang dilakukannya kerana terjumpanya sumber-sumber baru seperti itu. “Kalau kita darabkan (mengalikan) semua ini, kita ambil kira semua ini, ia lebih daripada lima peratus,” tambahnya. Dr Jayum juga berkata oleh kerana petroleum dan gas merupakan bidang yang amat kompetitif yang memerlukan kemahiran yang khusus, Petronas dan juga kerajaan negeri Sarawak perlu menyediakan tenaga manusia bagi menghadapi cabaran (tantangan) bekerja dalam bidang itu. “Kita faham bahawa Petronas sebagai sebuah syarikat mementingkan misalnya soal meritokrasi sematamata. Ia tidak terikat dengan kekangan politik atau lainlain.(BERNAMA)

Sukses Besar Konser LA di Kalbar

SAMBAS. Setelah sukses menggebrak stadion Kridasana Singkawang (17/10), stadion Baning Sintang (21/10), dan Alun-alun Kapuas Pontianak (23/10), membuat anak-anak, remaja dan orang dewasa tumpah-ruah di tempat berlangsungnya konser. Kini band papan atas Ibukota Armada & Wali band yang di usung oleh LA Lights Community kembali hadir di stadion Gabsis Sambas, Selasa (25/10). Kegiatan ini merupakan rangkaian konser di lima kota sekaligus di Kalimantan Barat. Konser kali ini kembali menghadirkan tata panggung yang megah berukuran 12x16 meter, lighting (tata cahaya), multimedia yang berbeda dengan sebelumnya. Konser ini diakhiri dengan pesta kembang api yang spektakuler dan lebih megah. Sejauh ini persiapan sudah matang, semua materi produksi sudah berada di lokasi dan siap untuk menggelar konser. Kemudian jika dilihat dari antusiasme penonton sampai saat ini sangat baik dengan dibuktikan di beberapa tiket box yang kita tempatkan sampai saat ini mendapatkan respon yang sangat memuaskan, ujar Suhandoko, selaku District Supervisor PT Djarum yang menjadi PIC event ini, kemarin lalu. Armada dengan personil utamanya Tsandi Rizal (Vocal), Adha Gusriadi (Gitar), Andika Mahendra (Gitar), Hendra Prayoga (Bass), Meri Yandi (Drum), Bobby (Keyboard). Sedangkan Wali yang digawangi oleh Aan Kurnia (Gitaris), Farhan ZM (Vocal), Ikhsan Bustomi (Drummer), Hamzah Shopi (Keyboard). Band Armada membawakan lagu-lagu populer mereka yang diambil dari album-album diantaranya Buka Hatimu, Kuingin Setia, Mau Dibawa Kemana, Pe-

milik Hati (Armada). Sedangkan Wali, mempersembahkan lagu Baik-Baik Sayang, Cari Jodoh, Dik, Jodi, Maafkan Aku Tak Setia, Tomat Tobat Maksiat , hingga Yank (Sayang). Khusus di Singkawang, sejak Senin (17/10) sore, masyarakat sudah berbondong-bondong menuju Stadion Kridasana, tempat Armada dan Wali menampilkan hits-hits terbaik dan terpopulernya yang menghiasi belantika musik Indonesia. Jauh dari pintu gerbang Stadion Kridasana ribuan masyarakat̶bukan hanya dari Kota Singkawang̶memadati jalanan. Jangankan untuk berkendaraan,

Sistem Francais Mampu Jana Pertumbuhan Ekonomi Domestik GEORGE TOWN, Ahad (23/10) Sistem perniagaan secara francais (himpunan eceran) dilihat mampu menjana (menghasilkan) pertumbuhan ekonomi domestik kerana (karena) ia berisiko rendah dan berpotensi untuk bersaing di pasaran global. Timbalan (Wakil) Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Kepenggunaan (KPDNKK) Datuk Tan Lian Hoe berkata sehingga September tahun ini sebanyak 373 syarikat tempatan telah berjaya didaftarkan sebagai francaisor (orang yang mengelola bisnis francais), 59 sebagai francaise dan 155 francaise kepada francaisor antarabangsa. “Sistem francais ini merupakan satu sistem perniagaan yang selamat kerana ia dikawal di bawah Akta Francais 1998, dan setakat (sejauh) ini sebanyak 32 buah syarikat francais telah berjaya mengembangkan perniagaan di 53 buah negara seperti China, India dan Indonesia,” katanya. Beliau berkata demikian kepada pemberita selepas majlis menutup ‘Ekspo Beli Barangan Malaysia dan Peluang Perniagaan Francais Zon Utara 2011’ anjuran KPDNKK bermula 21 hingga 23 Okt ini di kawasan tempat letak kereta di Queensbay Mall, Ahad. Tan berkata dengan penjanaan (pembangkit) ekonomi domestik menerusi (melalui) penyertaan lebih banyak syarikat dalam sistem francais, ia secara langsung mampu membantu negara mencapai sasaran kadar pertumbuhan Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK) yang telah ditetapkan setiap tahun. Dalam perkembangan lain, beliau berkata selain memperkenalkan produk-produk buatan Malaysia, ekspo ini juga bertujuan mengubah perspektif rakyat tempatan tentang kualiti produk keluaran tempatan. (BERNAMA)

berjalan kaki saja sulit, karena saling berdesakan. Tak ayal, untuk masuk ke stadion, mereka pun harus berjalan sangat perlahan, karena di dalam stadion tidak kalah ramai dengan di luar. Bahkan beberapa penonton, rela bersusah payah memanjat dinding beton stadion, padahal konser Armada dan Wali ini gratis.Hingga pukul 21.00 pun atau ketika konser sudah berjalan sekitar tiga jam, warga masih ramai di luar Stadion Kridasana, karena untuk masuk mereka harus mengantre cukup lama. Aparat keamanan, baik TNI/Polri atau-

pun pihak panitia harus bekerja keras mengaturnya agar masyarakat tetap tertib dan tidak tergencet, mengingat banyak ibu-ibu yang menggendong bayi. Pintu masuk dan keluar stadion pun diberlakukan guna menghindari penumpukan warga. Pintu utama stadion, malah menjadi pintu keluar yang dijaga apat keamanan. Sementara di dalam stadion, bukan hanya lapangan yang dipadati warga, tribun pun penuh. Ketika para penonton menari-menari mengikuti irama yang dimainkan Armada dan Wali, stadion terbesar di Kota Singkawang itu semakin terasa sesak. Para penonton berjingkrak dan bernyanyi bersama kedua band papan atas Indonesia itu. Bukan hanya ABG yang biasa bernyanyi dan melompat bersama band idolanya, para orangtua termasuk ibu-ibu juga ikut berjingkrak dan berteriak. Kendati konser yang ditutup dengan kembang api itu penuh sesak, tidak terjadi insiden perkelahian. Para penonton yang tidak hanya dari Kota Singkawang, tetapi juga dari kabupaten terdekat itu tetap tertib dan toleran. Para penonton berangsur dari stadion sekitar pukul 23.00 ketika Wali menutup konser dengan lagu Cari Jodoh. Konser Armada dan Wali untuk memeriahkan HUT Kota Singkawang ke-10 dan sepenuhnya ditanggung Even Organizer (EO) AFIF yang bekerjasama dengan PT Djarum melalui brand mark-nya rokok LA. Sebelumnya, EO AFIF Dede Hardi mengatakan, konser ini murni non profit atau bukan untuk mencari keuntungan. Ini hasil kerjasama dengan Djarum melalui brand mark-nya rokok LA, semua peralatan didatangkan dari Jakarta, katanya. (biz)

Jelang Idul Adha, Harga Sapi Lokal Tembus Rp10 Juta

Peranan Media Bentuk Pemikiran Positif Rakyat KUCHING, Ahad (23/10) Media perlu memainkan peranan penting dalam pembangunan negara khasnya dalam membentuk pemikiran positif rakyat terhadap dasar serta program yang dirancang oleh kerajaan, kata Ketua Menteri Sarawak Tan Sri Abdul Taib Mahmud. Dalam ucapannya, dibacakan Menteri Kerajaan Tempatan dan Pembangunan Komuniti Datuk Seri Wong Soon Koh, Taib berkata peranan media dalam menyampaikan maklumat kepada rakyat kini semakin penting dan ia bukan sekadar untuk melaporkan sesuatu berita semata-mata. “Hubungan antara kerajaan dan rakyat melalui media sama ada elektronik mahupun media cetak adalah penting agar segala yang dirancang dapat dilaksana,” katanya pada majlis anugerah kewartawanan Shell Kenyalang 2011 di sini, Sabtu malam. Pada majlis itu, wartawan Utusan Malaysia Muhamad Zaid Adnan muncul pemenang Anugerah Kewartawanan ketegori rencana Bahasa Malaysia dengan rencana bertajuk “Nipah Selindung Pembalakan Haram” dan membawa pulang hadiah wang tunai RM2,500 dan sijil. Kategori berita pula dimenangi oleh Misiah Taib dari Berita Harian dengan berita bertajuk “Saya Sedia Berundur” manakala kategori sukan (olahraga) dimenangi Faizal Bujang dengan berita bertajuk “Sarawak Juara Sukan Paralimpiad Sembilan Kali, Sarawak 18 Tahun Juara dan masing-masing menerima wang (uang) tunai RM1,500 dan sijil (piagam). Untuk kategori rencana Bahasa Inggeris pula, tempat pertama dimenangi wartawan The Star, D Puvaneswary dengan rencana bertajuk “Final Chapter, Memories in Sombre Structures, All Execution Are Harrowing” dan meraih hadiah wang tunai RM2,500 dan sijil. Untuk berita bahasa Inggeris tempat pertama dimenangi wartawan The Star Hii Boh Teck, Yu Ji dan Zora Han dengan berita bertajuk “Log Jam in Rajang River” manakala berita sukan dimenangi oleh Doreena Naeg dengan berita bertajuk “Body Building Second Class Sport” dan masing-masing juga membawa hadiah wang tunai RM1,500 dan sijil. Agnes Tugong wartawan dari Utusan Sarawak memenangi kategori alam sekitar, Hani Darani juga dari Utusan Sarawak memenangi ketegori berita kesihatan manakala kategori bahasa Inggeris Hii Boh Teck (alam sekitar), Adeline Liong (berita kesihatan) dan masing-masing membawa pulang RM1,500 dan sijil.(BERNAMA)

16

Senin, 24 Oktober 2011

Sapi lokal walaupun dagingnya lebih sedikit tapi dagingnya tetap nikmat. ISTIMEWA

SEKUPANG. Harga hewan kurban hari raya Idul Adha di Batam mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Kenaikan harga tersebut dikarenakan

meningkatnya biaya pemeliharaan dan transportasi hewan tersebut ke Batam. Sekitar 85 persen sapi dan kambing untuk kurban di Batam berasal dari luar

Batam yaitu pulau Jawa dan Sumatra. Saat ini kambing yang sudah masuk ke Batam sebanyak 2500 ekor, sedangkan sapi sudah mencapai lebih dari 1000 ekor. Kepada wartawan Sabtu (22/10), Ketua Asosiasi Pengusaha Hewan Ternak Batam (APHTB), Kasdi mengatakan kalau harga hewan kurban di Batam untuk tahun ini mengalami kenaikan harga dibandingkan tahun lalu. Harga satu ekor sapi yang layak untuk jadi kurban tahun 2010 lalu rata-rata Rp9 juta, sedangkan tahun ini harganya Rp10 juta per ekor. Naiknya sekitar satu juta dibandingkan tahun lalu, jumlah permintaan sapi di Batam lumayan tinggi, ujarnya. Sedangkan untuk harga Kambing, tambahnya juga mengalami kenaikan harga, tapi tak sebesar kenaikan harga sapi. Kenaikan harga kambing berkisar ratusan ribu. Tahun 2010 harga kambing Rp1,2 juta sedangkan di tahun ini Rp1,5 juta, tutur Kasdi. Kasdi juga menyebutkan untuk harga pembelian hewan kurban perkilo berkisar Rp65 ribu hingga Rp70 ribu.

Kenaikan rata-rata Rp5 ribu dari harga agen saat beli dari luar daerah. Jika agen beli Rp65 ribu perkilo maka dijual ke masyarakat Rp70 ribu per kilo. Pengawasan harga, asosiasi hanya bisa menghimbau kepada agen maupun pedagang agar tidak menjual dengan harga tinggi. Kita akan tetap mengawasi jangan sampai harga naik terlalu jauh karena akan banyak warga yang mengeluh nantinya, ungkap Kasdi. Ia menjelaskan hewan ternak yang masuk seperti sapi dan kambing sekitar 85 persen didatangkan dari Pulau Jawa. Sedangkan sisanya berasal dari Lampung dan Jambi. Tapi untuk bisa sampai ke Batam dikirim melalui daerah Lampung dulu, katanya.

Kasdi juga menambahkan hewanhewan kurban tersebut masih akan terus berdatangan hingga satu minggu sebelum hari H. Sampai hari ini masih banyak yang masuk, hewan tersebut berhenti masuk sampai tanggal 1 November nanti, tutupnya. (cr12/jpnn)

Bisnis Sarang Walet Masih Lesu Indonesia Difitnah, Semua Sarang Walet Buruk Semua SAMPIT. Anjloknya harga sarang walet rumahan (SWR) masih dirasakan beberapa pembudidaya burung walet, khususnya di sentra penangkaran Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur. Pasalnya, harga jual terbilang masih rendah, yaitu sekitar Rp8 juta per kilogram. Sejumlah pengusaha rumah burung walet di Samuda menyebutkan, nilai jual SWR masih belum beranjak normal. Harga per kilogram untuk sarang mangkuk super (bersih sedikit kotoran) tetap pada kisaran di bawah Rp10 juta per kilogram. Informasi dari teman-teman pengepul, harga belum normal, sekarang ini nilai jual masih pada kisaran Rp7 juta sampai Rp8 juta per kilonya untuk sarang mangkuk, sementara sarang sudut berada di kisaran Rp4 juta Rp5 juta, ujar Ketua Himpunan Petani/ Penangkar Walet Samuda (HP2WS) H Mastur. H Mastur menambahkan, kendati nilai jual sekarang mencapai Rp7 juta hingga Rp8 juta, para pengepul sangat selektif dalam memilih kualitas sarang yang akan dibeli. Mereka tidak sembarangan membeli karena harus melalui kriteria pemilihan sarang yang bagus. Harga Rp8 juta per kilogram itu, sarang mang-

kuk kualitas baik seperti sedikitnya kotoran ataupun bulu pada sarang. Kalau masih terdapat kotoran atau bulu, maka nilai sarang hanya pada kisaran Rp5 juta sampai Rp6 juta per kilonya, papar H Mastur. Menurut Ketua HP2WS, berdasarkan infomasi yang mereka terima, para tengkulak (pengepul) membeli sarang kabarnya hanya untuk menutupi kekurangan stok dalam negeri. Artinya mereka belum sepenuhnya mengambil sarang yang akan diproduksi sebagai komoditas ekspor. Situasi perniagaan sarang walet sekarang ini masih simpang siur. Belum ada keterangan resmi dari pasar global, khususnya dari sentra importir terbesar yakni Tiongkok, tukasnya. Sementara berdasarkan informasi pengusaha RBW, anjloknya nilai jual pangsa pasar sarang walet asal Indonesia lantaran ada indikasi sabotase dari para penangkar SWR asal Malaysia, karena merasa kalah saing hasil produksi. Isu yang beredar disebutkan kalau sarang walet asal Indonesia telah terkontaminasi serta kualitas tercemar akibat maraknya zat pemutih pada sarang produksi usai melalui pencucian tidaklah benar. Informasinya, sarang asal Indonesia yang sem-

Penampakan burung walet gua berkualitas tinggi, namun harga sarang walet Indonesia masih jatuh di pasaran internasional. ISTIMEWA

pat mampir di pasar Malaysia sesumbarnya telah diselipkan (disusupi) sarang asal Malaysia yang kualitasnya jelek (banyak zat pemutih). Ketika sarang tersebut tiba di Tiongkok, setelah melalui proses sortir dan disebutkan kualitasnya jelek, lalu para eksportir luar (selain Indonesia) menyebutkan kalau sarang itu berasal dari Indonesia, sehingga pencitraan perdagangan liur walet di pangsa importir dunia, penilaian sarang asal Indonesia merosot tajam.(fm/jpnn)

Mantan Defender Timnas Jualan Jeans KARIR Isnan Ali boleh mulai redup saat membela Persib Bandung musim lalu. Tapi justru karena kesibukan pria kelahiran Makassar 15 September 1979 itu menurun, ide untuk memulai bisnis baru muncul. Bandung yang memang dijuluki kota mode memberikan inspirasi besar. Kebetulan Isnan bertemu dengan rekan-rekannya yang se-ide. Kami pilih usaha konveksi jeans. Dimulai dari celana tapi nanti berkem-

bang ke lainnya, kata pemain yang kini membela Mitra Kukar itu. Pemilihan usaha jeans itu bukan tanpa alasan. Menurut mantan defender tim nasional (timnas) itu jeans adalah produk pakaian kegemarannya. Selain itu, jeans juga tak mengenal usia pemakai. Dari anak-anak sampai kalangan berusia 50-an tahun sudah jamak mengenakan jeans di kala santai. Menurut Isnan modal yang dibutuhkan juga nggak terlalu

tinggi. Nggak sampai setengah nilai kontrak saya ke Persib, canda bapak Sofwa Annama Fanesha Ali dan Syafana Annama Maulbie Ali tersebut. Isnan memilih denim is jeans sebagai brand produk konveksinya. Jika disimak, usaha yang dia kembangkan itu berkembang cukup pesat. Dua seri celana jeans yang dirilisnya habis di pasaran hanya dalam tempo tiga bulan. Isnan tak menampik jika status

sebagai eks-pemain timnas cukup membantu. Selain itu dia juga menggandeng temantemannya dari kalangan selebriti, seperti Desta Club 80 s. Saya juga manfaatkan twitter untuk promosi. Efeknya benar-benar luar biasa, kata Isnan. Sampai saat ini penjualan memang memaksimalkan dunia maya. Selain tak perlu anggaran sewa toko, pasarnya juga tak terbatas pasar domestik saja. (vem/tom/jpnn)


Harian Equator 24 Oktober 2011