Page 14

14 

injeh karaja

PKL Pindah ke Pasar Tradisional NGABANG. Polisi Pamong Praja Kabupaten Landak meminta para pedagang kaki lima (PKL) pindah ke kios pasar tradisional terminal dan pasar rakyat. Pembangunannya rampung dibangun tahun ini. Dijadwalkan proyek anggaran Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Keperindag) RI itu harus selesai pada akhir Desember 2011. Dengan selesainya kedua pembangunan tersebut, diharapkan para PKL yang selama ini belum mempunyai kios bisa secepatnya pindah ke kios baru tersebut, kata Banda Kolaga, Kepala Satuan Pol PP Landak belum lama ini. Menurutnya, pembangunan pasar tradisional dan pembangunan kios tersebut merupakan solusi untuk memindahkan para PKL ke tempat yang layak. PKL yang belum memiliki tempat jualan yang layak supaya bisa membongkar sendiri lapaknya. Jangan sampai lapak-lapak para PKL tersebut dibongkar paksa Satpol PP. Jika ada bahan-bahan bangunan yang masih bisa digunakan pasca pembongkaran lapak, bisa saja bahan bangunan itu diambil oleh PKL itu sendiri. Tapi jangan pula para PKL malah membikin lapak baru. Pakailah bahan bangunan yang masih bisa digunakan itu untuk keperluan lain, tegas Banda. Jika kedua bangunan tersebut sudah selesai dikerjakan, tidak ada lagi PKL yang menjual barang dagangannya di kawasan Pasar Baru dan Pasar Laut Ngabang. Jadi di kawasan pasar tersebut semuanya harus bersih dari para PKL. Tidak ada alasan lagi para PKL untuk tidak mau membongkar lapaknya. Kalau tidak mau membongkarnya sendiri, Satpol PP yang akan membongkarnya secara paksa, tegasnya. Banda berharap pembangunan pasar tradisional dan pembangunan kios di pasar rakyat Ngabang bisa selesai pada akhir Desember. Apalagi jadwal tersebut sudah disepakati. Jika pembangunan tersebut bisa selesai sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, ini merupakan suatu kenang-kenangan di akhir 2011. Sebab Pemkab Landak sendiri sudah bisa membangun tempat jualan yang layak bagi para PKL, ujarnya. (rie)

LO W O N G A N Kafe Rajawali Jln. Pemuda Dusun Tungkul Ngabang Landak membutuhkan tenaga kerja Wanita 10 orang Syarat: 1. Tamat SMP atau SMA 2. Umur 18-25 tahun 3. Rajin dan Jujur Surat lamaran diantar langsung ke Kafe Rajawali Ngabang atau Hubungi 081257721866 setiap jam kerja.

landak edo’ Sabtu, 24 September 2011

Membangun Negeri Intan

Dekranasda Landak Bina Perajin Tenun NGABANG. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Landak membina perajin tenun di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila. Kita sudah melakukan pembinaan kelompok perajin, termasuk tenun dan anyaman. Ke depannya kelompok ini akan dapat berkembang menjadi salah satu pendukung perkembangan tenun dan anyaman tersebut, kata Masda salah satu pengurus Dekranasda Landak, Jumat (23/9). Masda mengaku, tahun ini sudah melakukan pelatihan kepada 15 peserta dengan menghadirkan dua tenaga pelatih yang didatangkan dari Kabupaten Sintang. Ini merupakan upaya kita dalam rangka mendukung dan menggali serta mengangkat potensi yang dimiliki daerah kita. Apalagi daerah kita cukup kaya dengan berbagai potensi alamnya, ujar Masda yang juga Kepala Bidang Perindustrian Diskoperindag Landak. Menurutnya, sampai saat ini kelompok tenun tersebut secara terus menerus melakukan kegiatan di bawah bimbin-

gan Dekranasda Landak. Diharapkan akan mampu memberikan hasil yang memuaskan. Meskipun kelompok perajin tersebut masih dalam tahap belajar, namun saya optimis kemampuan dan keterampilan kelompok tersebut mampu memproduksi kain tenun khas Kalimantan, khususnya Kabupaten Landak, ungkap Masda. Ia mengatakan, sekilas hasil tenun sudah bagus. Namun kalau diteliti masih belum rapi. Jadi wajar saja, karena baru dalam tahap belajar. Itupun sudah mampu menghasilkan tenun yang cukup bagus, papar Masda Untuk meningkatkan kemampuan para peserta dalam kelompok tenun di Desa Saham, Dekransda kembali akan melakukan pelatihan. Diperkirakan akan dilaksanakan awal Oktober 2011 mendatang. Untuk pelatihan yang akan kita laksanakan nanti ini akan lebih ramai lagi. Karena akan dilakukan pelatihan anyaman, kata Masda. Pelatihan anyaman sudah dilakukan beberapa kali. Bahkan sudah dilakukan di setiap kecamatan. (rie)

IST

Landak Kekurangan 2000 PNS NGABANG. Kabupaten Landak masih kekurangan 2.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pemerintah Kabupaten sudah selesai mengkaji kebutuhan CPNS. Untuk sekarang ini kita sedang mengolah berapa kebutuhan CPNS seluruh instansi yang ada di lingkungan Pemkab Landak. Kita masih kekurangan PNS sekitar 2000 orang. Untuk saat ini kita

baru mempunyai PNS sebanyak 5.282 orang dan CPNS sebanyak 300-an orang serta ada juga tenaga kontrak. Tapi jumlah itu masih sangat kurang, kata Marcos Lahiran, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Landak, belum lama ini. Menurutnya, dibentuknya tim pengkajian kebutuhan CPNS tersebut sehubungan dengan

adanya moratorium penghentian penerimaan CPNS yang dikeluarkan pemerintah pusat. Untuk saat ini tim tersebut tengah melakukan evaluasi terhadap hasil kajian yang mereka lakukan. Pengkajian ini sudah selesai kita lakukan. Kami tinggal mengevaluasi hasil pengkajian kebutuhan CPNS di Landak. Apakah hasil kerja tim ini sudah

sesuai dengan surat dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) RI, ujar Marcos. Ia mengungkapkan, dalam surat Menpan RI itu ada disebutkan rumus-rumus untuk menentukan berapa kebutuhan CPNS pada setiap instansi pemerintah. Berdasarkan hasil rumusan yang dibuat itu, nantinya akan bisa mengetahui berapa kebutuhan

CPNS di Pemkab Landak. Sampai saat ini belum diketahui apakah Landak termasuk kabupaten yang terkena moratorium atau tidak. Sebab sampai saat ini Pemkab Landak belum dipanggil oleh Kemenpan RI. Yang jelas kita sudah mengirimkan surat permohonan penambahan CPNS ke Menpan RI pada bulan Mei lalu, tegas Marcos. (rie)

Polantas Bagikan Helm Gratis NGABANG. Polisi Lalu Lintas (Polantas) di jajaran Kepolisian Resor Landak membagi-bagi helm tipe standar secara gratis kepada masyarakat serta kupon pengisian premium. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari ulang tahun satuan lalu lintas ke 65 tahun, kata AKP Damianus, Kepala Satlantas Polres Landak,

Jumat (23/9). Menurutnya, peringatan HUT Sat Lantas kali ini, selain membagikan helm, juga membagikan premium atau bensin gratis sebanyak dua liter kepada 50 kendaraan masyarakat yang kebetulan melintasi depan Pos Lantas. Masyarakat kami libatkan pada acara ini. Selain itu kami juga mengundang persatuan

(club) motor yang ada di kota Ngabang, ujar Damianus. Sambil bagi helm gratis, Polantas juga memberikan penyuluhan tertib berlalu lintas. Masyarakat diimbau untuk saat berkendara selalu melengkapi diri dengan membawa SIM, STNK dan BPKB serta menggunakan kelengkapan, baik untuk kendaraan maupun si pengendara, seperti helm.

Kami berharap melalui kegiatan sederhana ini disertai dengan penyuluhan dan imbauan tertib lalu lintas, maka masyarakat pengguna kendaraan lebih memahami pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, kata Damianus. Ia mengaku akan selalu siap melayani masyarakat dalam tertib berlalu lintas. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakuan

pernertiban, termasuk merazia mereka yang menggunakan knalpot racing. Masyarakat mestinya lebih mementingkan keselamatan bersama, berhati-hati dan tetap mematuhi rambu-rambu. Dngan demikian, diharapkan pula dapat meminimalkan terjadinya kecelakaan di jalan raya, tegas Damianus. (rie)

bumi lawang kuari 

balai betomu

Jangan Buang Sampah di Tepi Sungai SEKADAU. Kepala kantor Lingkungan hidup dan Pertamanan Kabupaten Sekadau, Agustinus Agus SH menegaskan, jangan buang sampah di tepi sungai, karena jika musim kemarau pemandangan kurang enak serta bau yang tidak sedap. Saya meminta agar masyarakat yang tinggal di tepi sungai diharapkan jangan membuang sampah di tepi sungai. Seharusnya jika kemarau tepi sungai lebih enak untuk tempat jalan-jalan sore sambil menyaksikan suasana pantai. Tapi kalau pinggir pantai dipenuhi sampah, jangankan mau jalan-jalan, melihat saja sudah kurang enak, ungkapnya beberapa waktu lalu. Seharusnya, tambah dia, daerah aliran sungai harus terus dijaga kelestariannya, karena dampak dari semua itu adalah manusia juga yang merasakan, misalnya tanah mudah longsor. Apabila kayu-kayu sebagai serapan air sudah tidak ada lagi. Untuk menjaga semua ekosisten dan kelestarian daerah aliran sungai adalah tanggungjawab bersama, ucapnya. (tar)

Targetkan Swasembada Pangan 2013 SEKADAU. Untuk meningkatkan produksi padi guna mencapai target swasembada beras tahun 2013, Dinas Pertanian dan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sekadau akan mengadakan cetak sawah seluas 251 hektar di tahun 2011 ini. Demikian diungkapkan Kadis Pertanian dan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sekadau, Adrianto Gondokusumo kepada Equator, belum lama ini. Sesuai dengan keinginan bupati Sekadau, untuk menargetkan tahun 2013 kita swasembada beras, makam tahun ini akan meningkatkan cetak sawah seluas 251 hektar, yang mana saat ini sedang dalam proses persiapan untuk lelang, ungkapnya. Untuk mendukung target swasembada itu, Distanak juga akan memberikan bantuan berupa 20 unit traktor tangan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) seiring dengan pemberian bantuan langsung benih unggul dan bantuan langsung pupuk. Sebagai penunjang guna mencapai target, pihaknya menggalakkan pembuatan jaringan irigasi tingkat usaha tani (Jitut), jaringan irigasi desa (Jides), dan Jalan Usaha Tani (JUT) masuk dalam program tahun ini, terangnya. (tar)

Parkir Tak Wajib Bayar SEKADAU. Pihak pengelola parkir di Kota Sekadau tak mau dikambinghitamkan, terkait masih belum adanya pendapatan daerah dari sektor retribusi jasa parkir. Pengelolaan parkir yang sudah berjalan sekarang hanya untuk penertiban saja. Hanya untuk menertibkan kendaraan saja, ujar Saharudin SAg, anggota DPRD Sekadau yang mengaku sebagai koordinator petugas parkir di Kota Sekadau kepada Equator, kemarin. Istilah penertiban yang dimaksud Sahar adalah mengatur agar kendaraan milik masyarakat tidak semrawut. Petugas-petugas parkirlah yang akan menata hingga kendaraan milik masyarakat bisa diparkir di tempat yang aman dan tidak mengganggu kendaraan lain yang melintas. Soal pembayarannya, tidak wajib. Kalau pemilik kendaraan membayar diambil, kalau tidak pun, petugas tidak akan memaksa, katanya. Pengelolaan parkir di Kota Sekadau dikoordinatori oleh PT Mahira Warsa. Dari data perusahaan, diketahui direktur perusahaan ini adalah Zainal Abidiansyah yang masih mempunyai ikatan darah dengan Sahar. Soal pengelolaan parkir ini, Sahar mengaku sudah mendapat restu dari pemerintah daerah.

Perusahaan ini memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang ditandatangani Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sekadau, serta memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Izin Undang-undang Gangguan yang ditandatangani Camat Sekadau Hilir. SIUP dan SITU-nya lengkap, ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sembari menunjukkan fotokopi surat tersebut kepada sejumlah wartawan. Selama ini, Pemkab Sekadau mengaku belum mendapatkan pendapatan apa pun dari sektor parkir. Mereka beralasan setoran belum bisa dipungut karena belum ada regulasi atau Perda yang mengaturnya. Kalau pun sudah ada Perda, tidak bisa diberlakukan pungutan parkir secara serta-merta. Makanya kita mengelolanya untuk sosialisasi. Nanti kalau sudah ada Perda, kita juga akan mengarah untuk kerja sama dengan asuransi agar masyarakat yang parkir lebih merasa aman, pungkas Sahar. Sekretaris Komisi C DPRD Sekadau, Albertus Pinus membenarkan jika regulasi yang mengatur soal retribusi jasa parkir di Kabupaten Sekadau masih belum ada. Payung hukumnya baru mau dibahas, kata Pinus. (bdu)

Petugas parkir di salah satu kawasan komersial di Sekadau, Inzet : Saharudin.

Abdu Syukri/Equator

Berkas APBD-P Lamban, DPRD Surati Eksekutif SEKADAU. Pemkab Sekadau berencana mengusulkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) pada tahun ini. Sayangnya, hingga sekarang berkas usulan APBD-P tersebut belum diserahkan ke DPRD. Kita sudah menyurati eksekutif soal APBD-P ini, kata Aloisiyus SH MSi, Ketua DPRD Sekadau menjawab Equator usai rapat paripurna di kantor DPRD Sekadau, Jumat (23/9) pagi. Aloy memang tidak menyebutkan nomor surat maupun kapan surat itu dikirimkan. Namun yang pasti, dalam surat tersebut

mereka menyinggung soal lambannya eksekutif menyerahkan berkas APBD-P. Surat itu sudah kita kirimkan. Isinya, kita meminta agar eksekutif segera menyerahkan berkas APBD-P, ujar Aloy. APBD-P merupakan hal yang sangat penting demi pembangunan daerah Sekadau. Jika ada item-item pembangunan yang belum tertampung pada APBD murni, maka pada APBD-P item tersebut bisa dianggarkan kembali. Seperti pembahasan APBD murni, pembahasan APBD-P dimulai dengan pengusulan ber-

Aloysius

Abdu Syukri/Equator

kasnya oleh eksekutif ke legislatif. Setelah diusulkan, berkas APBD-P tersebut akan dibahas secara bersama-sama oleh legislatif dan eksekutif. Setelah dibahas dan disetujui, berkas APBD-P akan dikirim ke Menteri Dalam Negeri. Tim anggaran dari Ke m e n t e r i a n D a l a m N e g e r i akan melakukan peninjauan terhadap APBD-P itu. Aloy berharap, berkas APBD-P bisa diserahkan ke DPRD dalam satu atau dua hari ini. Hal itu diperlukan agar berkas APBD-P tersebut bisa segera digodok oleh badan anggaran DPRD.

Harapan kita tanggal 20-han ini bisa masuk. Ke atas tanggal 27 bulan ini, imbuh politisi PDIPerjuangan itu. Untuk mempercepat pembahasan, dalam pengajuan nanti, eksekutif diharapkan bisa menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (PPAS), dan Nota Pengantar APBD-P secara berbarengan. Diserahkan bersama-sama tidak masalah. Tidak bertentangan dengan undang-undang. Kita juga berharap akhir Oktober tahun ini sudah bisa ketok palu, pungkas Aloy. (bdu)

Harian Equator 24 September 2011  

Harian Equator 24 September 2011

Harian Equator 24 September 2011  

Harian Equator 24 September 2011

Advertisement