Page 7

7 GELANGGANG

Kamis, 23 Februari 2012

PS Kubu Raya Gagal Putaran Kedua Divisi II Ligina Abdi Nurkamil Ketua Umum PODSI. TAUFIQ

Lomba Sampan Perekat Silaturahmi LEMBAGA Adat Melayu Serantau (LAMS) sedang mempersiapkan kegiatan lomba sampan nusantara pada 14-15 April 2012. Event ini akan dilaksanakan di Kabupaten Sambas, karena berdasarkan hasil rapat sebelumnya Sambas sudah masuk kategori sebagai tempat yang cocok untuk pelaksanaan kegiatan ini. Meskipun jaraknya jauh bagi peserta, tetapi dalam akomodasinya Sambas sudah baik, tempatnya juga bagus untuk perlombaan sampan ini, kata Abdi Nurkamil selaku Sekretaris LAMS kepada Equator, Rabu (22/2). Abdi menambahkan kegiatan yang diadakan LAMS ini selain menjalin silaturahmi antardaerah maupun negara, PODSI Kalbar merasa terbantu dengan LAMS karena melalui kegiatan ini bisa menghasilkan atletatlet dayung yang andal, serta membantu program kerja dari PODSI Kalbar dalam mencari bibit-bibit baru atlet dayung. Saat ini sudah dipastikan peserta yang mengikuti perlombaan sampan nusantara ini diantaranya Kaltim, SIAK, Betawi, Sarawak dan Brunai Darussalam. Sedangkan untuk daerah lain seperti Sulsel, Riau dan lainnya kini juga sudah menyatakan mengikuti perlombaan tersebut tinggal menunggu surat resmi pemanggilan dari LAMS saja. Lanjut Abdi yang juga Ketua Umum PODSI Kalbar ini mengatakan bahwa lomba sampan nusantara ini diadakan tiga tahun sekali dengan memperebutkan piala bergilir LAMS yakni piala Dato Sri petinggi Laksamana Wiratama Kyai Mangku Negeri H. Morkes Effendi Spd MH. Kegiatan ini pun diperkirakan meriah karena berdasarkan pengalaman beberapa tahun yang lalu kegiatan seperti ini selalu ramai baik dari masyarakat maupun turis asing yang ingin menyaksikan perlombaan tersebut. Kegiatan ini pun diharapkan dapat membangkitkan olahraga sampan yang dianggap tradisional dan mendapat tempat di hati masyarakat sebagai olahraga yang mempunyai nilai berharga dalam budaya serta olahraga yang bisa berprestasi di kancah nasional maupun Internasional, harap Abdi. (Fiq)

SUNGAI RAYA- Pelatih PS Kubu Raya, Tajudin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bupati dan Ketua Umum Pengkab PSSI atas segala bantuan dan kepedulian terhadap kemajuan sepakbola Kubu Raya Hal tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan PS Kubu Raya pada Kompetisi Sepakbola Divisi II Liga Indonesia 2012 yang

dilaksanakan di Kalimantan Tengah. Meski pada akhirnya PS Kubu Raya gagal menembus putaran kedua. Tajudin menjelaskan, peluang PS Kubu Raya sebenarnya sangat besar untuk bisa lolos andai saja pada pertandingan leg kedua menghadapi Persikab Katingen bisa berjalan sesuai dengan rencana. Kita hanya butuh hasil imbang saja dan kita

telah unggul di babak pertama 2-0. Namun kepemimpinan wasit yang memihak lawan kita kalah 2-3, ungkap Tajudin kepada wartawan, kemarin. Kekesalan yang dirasakan pelatih dan pemain kemudian diluapkan pada pertandingan terakhir menghadapi Persikab Kapuas. Pada pertanding an tersebut PS Kubu Raya menang telak dengan skor 6-0.

Cewek Tomboy Pencinta Basket PONTIANAK- Linda Wijaya benar-benar mencintai olahraga basket. Padahal sebelumnya, gadis kelahiran lahir 25 Agustus 1993 ini menyukai semua cabang olahraga, selain cabang olahraga bola basket. Kecintaannya pada olahraga bola keranjang, mulai terbangun sejak duduk di kelas 1 SMA Linda. Saat itu bersama temantemannya, Linda melihat kakak kelasnya tanding bermain basket. Kemudian dia diajak temannya masuk dalam tim basket sekolah, bermula dari itulah Linda hobi dan senang dengan basket hingga sekarang. Kini Linda tergabung dalam tim basket andalan Kalbar, sekaligus menjadi Kapten di klub basketnya tersebut. Anak dari Nguandi Wijaya dan Djong Lie Djung ini sudah banyak meraih berbagai prestasi, di antaranya Champion DBL 2009, First team cewek 2009, MVP cewek DBL 2009, Champion DBL 2010,

MVP cewek DBL 2010, Champion Justitia Cup, Champion Dispora Cup, All Star DBL Indonesia 2010. Keberhasilan yang diraih tersebut tidak terlepas dari campur tangan pelatihnya. Selain itu kami sering latihan, sering sparing melawan tim lain dan yang pasti sering dimarahi pelatih. Tapi itu yang membuat kami semakin terbiasa, kegalakannya juga punya tujuan baik. Buktinya berkat keras pelatih, kami bisa meraih prestasiprestasi itu, katanya kepada Equator, Rabu (22/2). Cewek yang dinilai temannya tomboy ini pun menceritakan bahwa dirinya dulu waktu SMA sangat malas untuk sekolah, nilainya pun turun gara-gara keasyikan bermain basket. Tapi sekarang Linda menjadikan sesi latihan basket sebagai pemicu semangat belajar. Linda juga pernah mewakili Indonesia untuk mengikuti pertandingan Internasional di

Meski menang, namun tidak mampu menolong laskar Banteng julukan PS Kubu Raya. Sebab pada pertandingan terakhir Persikab Katingan kontra PS Putra Palangkaraya berakhir 2-1 dan keduanya yang lolos. Kita sudah prediksi Persikab Katingan akan main mata saat menghadapi PS Putra Palangkaraya dan itu terbukti PS Putra Palangkaraya mengalah karena sudah pasti lolos, kata Tajudin. Sementara itu pengamat olahraga asal Kubu Raya Jusrianto

Pato menilai kekalahan yang dialami PS Kubu Raya adalah suatu hal yang menyakitkan. Apalag i kekalahan tersebut diakibatkan faktor wasit yang kurang independen dalam memimpin jalannya pertandingan. Saya prihatin namun saya bangga dengan Laskar Banteng karena dari segi kualitas mereka yang layak ke putaran kedua dan masalah wasit harus mendapat perhatian serius dari pengurus. Disarankan laporkan saja wasit tersebut ke PSSI, pungkasnya. (oen)

a y a j i W a Lind

Settle USA September 2010 untuk mengikuti pertandingan Internasional melawan Raine Vista Boys and girls Club. Awalnya saya ikut DBL West Borneo, terus lolos jadi Firs team, lalu seleksi seluruh anggota first team yang lolos di Surabaya dan saya masuk dalam 12 besar terbaik yang berhak ikut pertandingan Internasional dan menjadi DBL Indonesia All-Star 2010, ujarnya. Cewek yang kini kuliah di Untan ini menceritakan pengalamannya ketika berada di Amerika, di Amerika Linda mendapatkan kesempatan mengunjungi kantor Microsoft, kemudian perusahaan pembuat pesawat Boeing dan dijamu oleh klub liga-liga basket di Amerika seperti WNBA dan NBA. Paling seru itu ketika pas kami ikutan belajar di Lakeside dan Gracier Peak High School, sebenarnya tidak ngerti apa yang mereka pelajari, tapi ikut-ikut saja, kenangnya. (fiq)

Linda (kiri) foto bersama pelatihnya di Semarang ketika mengikuti Pra-PON. IST

SAMBUNGAN Uygur, Antara .................................................................................................................dari halaman 1 Jangan Biarkan .........................................................dari halaman 1 barat laut yang jarang penduduknya. Tarian Uygur, seperti Dance Bowl di Kepala, Drum Dance, Cincin Besi Dance dan Dance Puta, terang fitur, gerakan koreografi anggun dan cepat-ayun. Tari Sainaim adalah yang paling populer, sedangkan tarian Duolang kadang-kadang disebut sebagai bunga budaya rakyat Uygur. Ini menggambarkan kegiatan berburu dari orangorang kuno. Gerakan menggambarkan kekuatan, keliaran dan antusiasme. Nazilkum populer di Turpan, Shanshan dan Hami, sepenuhnya mencerminkan optimisme Uygur dan karunia untuk boleh bergurau. Sebagian tarian Uygur memang mampu mengundang gelak tawa penontonnya. Selain kelompok suku Uygur, ada suku Han, Kazak, Hui, Mongolia, Kirgiz, Tajik, Xibe, Ozbek, Manchu, Daur, Tatar, dan suku Rusia juga tinggal di Xinjiang. Para Uighur kelompok etnis terbesar di Xinjiang. Mereka percaya dalam Islam. Mendengar suku Uygur, pasti pejabat Beijing langsung menghela nafas. Alasannya suku ini suka memberontak ke Beijing. Untunglah Moskow (ibukota Rusia) tidak merespon permintaan bantuan untuk memerdekakan provinsi Xinjiang dari Beijing. Sebab Tiongkok pernah kecolongan ketika provinsi Mongolia ingin merdeka, dan warganya meminta bantuan ke Moskow, maka provinsi itu langsung lepas dari pangkuan Beijing, daripada harus menanggung beban perang dengan Moskow terpaksa dengan perjanjian damai yang memberatkan. Suku Uygur mengusung perjuangan Negara Turkmenistan Timur. Tentu saja Beijing tak akan memberikannya, karena sudah kehilangan

provinsi Mongolia yang beribukota di Ulan Bator itu. Daerah ini dibatasi oleh Pegunungan Altay di utara, Pamir di barat, Pegunungan Karakoram, Pegunungan Altun dan Pegunungan Kunlun (Tibet) di selatan. Pegunungan Tian Shan Xinjiang membagi menjadi bagian-bagian utara dan selatan dengan iklim yang sangat berbeda. Selatan Xinjiang mencakup Cekungan Tarim dan Gurun Taklimakan, terbesar Cina, sedangkan bagian utara Xinjiang berisi Junggar Basin, di mana ladang minyak Karamay dan lembah subur sungai Ili berada. Basin Turpan, titik terpanas dan terendah di Tiongkok, terletak di ujung timur Pegunungan Tian Shan. Iklim Xinjiang kering dan hangat di selatan, dan dingin di utara dengan curah hujan banyak dan salju. Daerah pertanian Uighur di sekitar Cekungan Tarim dan Gurun Gobi. Gandum, jagung dan padi adalah tanaman utama wilayah gandum, dan kapas merupakan tanaman tunai besar. Sejak tahun 1950-an, kapas telah ditanam di lembah Sungai Manas utara lintang 40 derajat. Pegunungan Tianshan kaya batu bara dan besi, emas di Altay, dan batu giok di Kunlun dalam. Wilayah ini juga memiliki deposito besar nonferrous, logam langka, minyak, dan cadangan hutan dan lahan terbuka untuk reklamasi. Di zaman dinasti Han (206 Sebelum Masehi/SM-220 Masehi), Xinjiang disebut Wilayah Barat . Zhang Qian hidup pada abad kedua SM, pergi ke Wilayah Barat sebagai utusan resmi di 138 dan 119 SM, memperkuat hubungan antara Tiongkok dan Asia Tengah me-

lalui Jalan Sutra. Pada 60 SM, Kaisar Xuan Di dari Dinasti Han Barat mendirikan Kantor Gubernur Daerah Barat untuk mengawasi 36 negara utara dan selatan Pegunungan Tianshan dengan perbatasan barat, selatan Danau Balkhash, dan Pamir. Uygur berarti kesatuan atau aliansi. Asal dari kelompok etnis dapat ditelusuri kembali ke Dingling pengembara di utara dan barat laut Tiongkok dan di daerah selatan Danau Baikal dan antara Sungai dan Danau Balkhash Irtish pada abad ketiga SM. Beberapa orang berpendapat bahwa nenek moyang dari Uighur yang terkait dengan Huns. Orang-orang Uighur kuno akhirnya ditaklukkan oleh suku Kirgiz Turki pada pertengahan abad kesembilan. Mayoritas warga Uighur, tersebar di banyak daerah, pindah ke Wilayah Barat di bawah Kantor Gubernur Anxi, dan daerah barat Yutian. Sebagian pergi ke kerajaan Tufan di sebelah barat Provinsi Gansu. Warga Uighur yang tinggal di Wilayah Barat tinggal bercampur dengan pengembara Turki di wilayah utara Pegunungan Tianshan dan padang rumput barat serta dengan Hans, yang berimigrasi di sana setelah dinasti Han pecah jadi Han Barat dan Han Timur. Setelah Islam diperkenalkan ke Kasgar pada akhir abad ke10, secara bertahap memperluas pengaruh untuk Shache (Yarkant) dan Yutian, dan kemudian di abad ke-12 untuk Kuya dan Yanqi, mana diganti Shamanisme, Manichae, Jingism (Nestorianisme, diperkenalkan ke Cina selama Dinasti Tang), Ao ism (Mazdaism) dan Buddhisme, yang telah populer selama ratusan tahun. Budaya Wilayah Barat dikem-

bangkan dengan cepat, kepada Uygur, seperti bahasa Sansekerta (India) dan bahasa Cuili Poluomi. Kemudian kalender dan gaya lukisan yang digunakan. Dua pusat utama kebudayaan dan sastra Uygur adai di Turpan (utara) dan di Kaxgar (selatan). Banyaknya dokumen pemerintah, bukubuku agama dan cerita rakyat pada periode ini. Gerdan, kepala suku di utara Xinjiang Dzungaria, menggulingkan Khanate Yarkant pada 1678 dan memerintah daerah Uygur. Tentara Qing diperangi pada tahun 1757 (tahun 22 pemerintahan Kaisar Qian Long). Pemberontakan separatis oleh para bangsawan Dzungarian ini karena dihasut oleh Tsar (Kekaisaran) Rusia pada 1759 menimbulkan. Namun berhasil dipadamkan pemerintah Beijing. Pe m e r i n t a h Q i n g m e m perkuat sistem lokal kantor komando militer di Xinjiang, demi memperkuat Daerah Barat dari serbuan Tsar Rusia. Seperti penguatan pemerintah daerah, sistem prefektur dan kabupaten. Pengadilan kekaisaran mulai mengangkat dan pejabat lokal. Hal ini melemah ke beberapa derajat sistem feodal lokal. Aturan feodal keras dan eksploitasi menimbulkan pemberontakan enam bulan (Uqturpan) Wushi tahun 1765, pemberontakan bersenjata pertama oleh orang Uygur melawan feodalisme. Dengan tujuan melestarikan kekuasaan mereka dan menyingkirkan kontrol Qing, pemilik Uygur feodal memanfaatkan perjuangan antara faksi-faksi agama untuk mengobarkan nasionalisme dan menutupi kontradiksi memburuknya kelas sosial. (mah/bersambung)

dikejar, sehingga setiap hari (day by day) kita akan terus berpikirberpikir- berpikir dan kerja-kerjakerja dengan fokus. Hal ini mengharuskan masingmasing Manager untuk meneliti apa capaian di tahun 2012 sebagai langkah awal menuju 2014. Itulah sebabnya, bentuk lomba kreativitas dan inovasi yang digelar ini diharapkan dapat memberikan masukan dan pemikiran untuk kemajuan usaha PTPN XIII. Ketua Panitia, Hilman Sinaga menjelaskan, salah satu tata nilai PTPN XIII adalah inovasi. Dalam rangka mendukung upaya menumbuh kembangkan budaya inovasi, sejak tahun 2004 secara konsisten digelar Lomba Kreativitas. Terbagi dua kategori, masing-masing kategori inovasi yakni karya tulis mengenai perbaikan

yang telah diimplementasikan di unit kerja atau bagian; dan kategori kreativitas yakni karya tulis mengenai ide-ide baru yang masih dalam tahap konsep dengan sumber informasi dari studi literatur maupun pengamatan di lapangan dan berpotensi untuk diimplementasikan di unit kerja/bagian. Ada sembilan naskah yang masuk final, yakni kategori Inovasi empat naskah: 1. Pembasmian Bambu dengan Kombinasi Mapa Sodium Chlorate dan Metafuron 20 WG (Ansarullah dan Rusli Ishak dari Kebun Inti Gunung Mas); 2. Wani Piro RBT-mu? (dari Kebun Ngabang); 3. Pemasangan Plastik Digawangan pada Pembibitan Main Nursery untuk Mengurangi Biaya Pemeliharaan (Rachmadi dan Agus Supriatna dari Kebun

Tajati Inti); 4. Aplikasi Tankos dengan Menggunakan Tipping Trailer (Suhadak, M Kholil dan A Yani Burhan dari Pelaihari). Kategori Kreativitas lima naskah: 1. Pemasangan Mono Rail Sepanjang 50 Meter Dibawah Cat Walk pada Stasiun Loading Ramp (dari PMS Gunung Meliau); 2. Pengamanan Aset Lahan dengan Memanfaatkan Inclave sebagai Areal Tanam Kelapa Sawit di Kebun Ngabang (Kebung Ngabang); 3. Strategi Me-Manage Inclave, Hiaten Mendukung Laba IT (Kebun Longkali); 4. Program Suksesi Mandor Tanaman Melalui Seleksi dan Pembekalan bagi Karyawan Kebun/Unit Distrik Kalselteng di Pelaihari (Kantor Distrik Kalselteng); 5. Database Executive Development Training PTPN XIII (Kantor Direksi). (*)

RSUDS Siap .......................................................................dari halaman 1 Kesehatan Kubu Raya sudah mengaktifkan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang ada di setiap desa untuk mengantisipasi wabah demam berdarah (DBD). Kader Jumantik ini melakukan pemantauan jentik nyamuk DBD aedes aegypti di wilayahnya serta melakukan pelaporan secara rutin dan berkesinambungan, kata Titus. Tugas kader Jumantik ini mengecek tempat penampungan air dan tempat yang dapat tergenang air bersih apakah ada jentik dan apakah sudah tertutup rapat. Untuk tempat air yang sulit dikuras dibubuhi bubuk larvasida seperti abate. Perlu juga menyingkirkan kain/ pakaian yang tergantung dalam rumah. Mengecek kolam renang dan kolam ikan agar bebas dari jentik nyamuk serta menyambangi rumah kosong atau tidak berpenghuni untuk cek jentik.

Disebutkan Titus, selama kurun 10 bulan sejak Januari hingga September tahun 2011, terdapat 53 kasus DBD. Dari jumlah itu, 1 diantaranya meninggal dunia belum lama ini. Kita masih sangsi apakah korban mendapatkan serangan DBD di Kubu Raya atau bukan. Karena selang sehari orang tuanya bawa ke rumahnya di Kubu Raya dari Sambas, korban meninggal dunia. Sementara 52 penderita lainnya telah sembuh setelah dirawat di Puskesmas, tuturnya. Ke-53 kasus itu tersebar dari beberapa wilayah kerja Puskesmas, yakni Puskesmas Sui Durian 41 kasus, Puskesmas Sui Ambawang 9 kasus, Puskesmas Sui Kakap 2 kasus dan Puskesmas Sui Raya Dalam 1 kasus. Mengenai solusi penanganan dini, Dinkes meminta Puskesmas untuk banyak terjun ke lapangan. Begitu pula upaya preventif atau

pencegahan pun dilakukan bekerja sama dengan desa untuk menekan lebih banyak jatuhnya korban DBD. Melakukan fogging, abatisasi dan kebersihan lingkungan perlu berlanjut. Fogging telah kita lakukan di beberapa daerah seperti Sui Raya, Sui Kakap dan Sui Ambawang. Sedangkan abatisasi radius 100 meter dari tempat kejadian. Kita saat ini memiliki stok abate sekitar 380 kilogram yang disebarkan ke seluruh puskesmas termasuk daerah endemis, jelasnya. Titus mengimbau agar masyarakat yang terkena serangan DBD untuk segera dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. Biaya pengobatan sesuai dengan peraturan yang ada. Akan tetapi yang paling penting adalah selamatkan pasien terlebih dulu, pungkasnya. (oen)

Ketapang Lebih ...........................................................................................................dari halaman 1 Ujian Nasional .............................................................dari halaman 1 tersebut disalurkan ke kelompok peternak di 20 Kecamatan di Kabupaten Ketapang. Bantuan tersebut bersumber dari ABPD Ketapang sebesar Rp 5,225 milyar. Bantuan tersebut sedianya untuk mendukung swasembada daging Kabupaten Ketapang. Kabupaten Ketapang telah swasembada daging sejak 2009 lalu, ungkapnya. Seperti diberitakan kemarin, Kepala Distanak Kalbar mengatakan bantuan sapi kepada petani untuk 2012 sebanyak 3.000 ekor, sebanyak 1.500 ekor untuk Ketapang. Ribuan sapi itu bersumber dari dana APBD Provinsi dan APBN sebesar Rp24 miliar (baca Equator 22/2).

Dijelaskan Edi Sujarwo, program pengadaan bibit sapi Kabupaten Ketapang telah di realisasikan 100 persen melalui jasa kontraktor kepada kelompok tani yang mengajukan proposal melalui Musrenbangdes atau aspirasi DPRD Ketapang. Setiap kelompok beranggotakan 10 sampai 15 orang, terangnya. Terkait adanya bantuan bibit sapi dari pusat tahun 2012, ia mengaku belum pasti akan segera cair. Tapi ia berharap Kabupaten mendapatkan alokasi yang nantinya akan disinergiskan dengan dinas Perkebunan. Sapi-sapi itu kalaupun datang, akan ditempatkan di perkebunan sawit dengan

sistem tumpang sari. Lahan di kabun sawit sangat luas cukup untuk menyediakan pakan ternak, kata Edi. Selain pengadaan bibit sapi, Distanak juga membantu bibit kambing sebanyak 132 ekor, kerbau 24 ekor, babi 330 ekor, itik 1750 ekor, ayam petelur 660 ekor dan ayam pedaging 40 box. Total keseluruhan menelan biaya Rp7 milyar. Martinyo, anggota kelompok ternak yang mendapatkan bantuan bibit sapi dari aspirasi DPRD Kabupaten Ketapang, mengatakan ia mendapat jatah satu ekor bibit sapi jantan senilai Rp4 juta. Pertama datang sangat kurus, setelah saya

pelihara lima bulan saja dapat dijual sekitar enam juta rupiah, akunya. Warga Dalong, Marsuki, 50, warga Jalan Rangga Sentap mengatakan mendapatkan bantuan bibit sapi titip dari anggota DPRD Ketapang, sebanyak tujuh ekor. Terdiri dari tiga jantan dan empat betina dengan harga taksiran empat juta rupiah. Sudah sekitar enam bulan dipelihara harganya naik menjadi enam juta rupiah per ekor. Saya hanya disuruh memelihara dengan cara bagi hasil dari penjualan sapi jantan. Sedang untuk sapi betina dengan cara bagi anak dan induk tetap kembali kepada yang empunya, ungkapnya. (KiA)

pusat mendistribusikan ke provinsi, barulah provinsi distribusikan ke kabupaten/kota. Untuk itu, Gubernur sudah mengeluarkan surat edaran Nomor : 420/0427/Kessos-C tertanggal 14 Februari 2012. Surat dengan perihal persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2012 ditujukan kepada bupati/walikota se Kalbar. Untuk kepentingan monitoring terkait kesiapan pelaksanaan UN, Gubernur mengharapkan kebijakan-kebijakan yang diambil dilaporkan secara tertulis kepada Gubernur Kalbar pada kesempatan pertama, kata Slamet. Sebagai wujud konsistensi dan komitmen bersama, Gubernur juga minta kepada bupati/walikota untuk dapat melakukan persiapan-persiapan melalui ber-

bagai kebijakan yang tidak hanya semata-mata berorientasi pada upaya memaksimalkan hasil belajar. Namun juga kebijakan yang secara objektif dapat berdampak positif terhadap kesiapan peserta didik dalam menghadapi UN. Seperti melakukan razia atau penertiban pelajar di tempattempat umum dan hiburan pada jam belajar, membatasi waktu operasional warnet khususnya pada malam hari. Dan kebijakan lainnya yang sejenis, papar Slamte. Terpisah, anggota Komisi D DPRD Provinsi Kalbar, H Miftah,SH. i menyambut baik langkah antisipasi praktik kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional 2012 melalui pemberlakuan lima paket soal tersebut. Kebijakan itu salah satu upaya

dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk memperkecil kemungkinan peserta menyontek saat ujian, kata politisi daerah pemilihan Ketapang-KKU ini. Menurutnya, tahun sebelumnya hanya ada dua paket soal, dengan lima paket soal ini tentu merubah susunan tempat duduk peserta ujian dalam satu ruangan, apalagi tentu posisi duduk peserta akan diacak. Miftah mengingatkan, pendistribusian soal ujian juga harus mendapat pengawasan dan pengawalan ketat. Jangan sampai ada kabar lagi seperti tahun lalu, ada bocoran soal, bocoran kunci jawaban dan sebagainya. Orangtua dan pihak sekolah diharapkan mengawasi anak-anaknya dengan baik, katanya. (jul)

23 Februari 2012  

Harian Equator 23 Februari 2012

Advertisement